SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi

Gratis

0
0
148
3 months ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

KECEMASAN KEMATIAN DITINJAU DARI KEPERCAYAAN

DAN NILAI RELIGIUS/SPIRITUAL DAN PENGALAMAN

SPIRITUAL SEHARI-HARI PADA MAHASISWA FAKULTAS

PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA

  

YOGYAKARTA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi

  

Program Studi Psikologi

Oleh:

R. Pasifikus Christa Wijaya

  

NIM: 039114044

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

2011

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  i

  

KECEMASAN KEMATIAN DITINJAU DARI KEPERCAYAAN

DAN NILAI RELIGIUS/SPIRITUAL DAN PENGALAMAN

SPIRITUAL SEHARI-HARI PADA MAHASISWA FAKULTAS

PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA

  

YOGYAKARTA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi

  

Program Studi Psikologi

Oleh:

R. Pasifikus Christa Wijaya

  

NIM: 039114044

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

2011

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  iii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO

The Lifestream courses through our Planet back and forth across the

borders of life and death

If that cycle is the very truth of life, then history, too, will inevitably

repeat itself So go on - bring your Jenovas and your Sephiroths Then behold, my limit breaker: Swords of The Seven Sword of Remembreance Sword of Spirit Sword of Ressurection Sword of Forgiveness Sword of Hope Sword of Nothingness Sword of Eternity There do I see my fathers There do I see my mothers, my sisters, and my brothers There do I see the line of my people, back to the beginning They do call me They bid me take my place among them in the Halls of Valhalla Where the brave may live forever

  iv

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HALAMAN PERSEMBAHAN

  v

  Untukmu yang (akhirnya) menatap karya ini dan tersenyum karenanya Terima kasih PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian dari karya milik orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 22 Desember 2010 Penulis,

  R. Pasifikus Christa Wijaya

  vi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Kecemasan Kematian ditinjau dari Kepercayaan dan Nilai Religius/Spiritual

dan Pengalaman Spiritual Sehari-hari pada Mahasiswa Fakultas Psikologi

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  

R. Pasifikus Christa Wijaya

  ABSTRAK

  Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara

pengalaman spiritual sehari-hari dan kepercayaan dan nilai religius dan spiritual

dengan kecemasan kematian. Penelitian memiliki dua hipotesis, yaitu ada

hubungan negatif antara pengalaman spiritual sehari-hari dengan kecemasan

kematian dan ada hubungan negatif antara kepercayaan dan nilai

religius/spiritual dengan kecemasan kematian. Subjek dalam penelitian ini

adalah 69 mahasiswa aktif Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang

diambil dengan menggunakan teknik convenience sampling, yang dilakukan di

kampus Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Metode pengumpulan

data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan tiga alat ukur yaitu Skala

Daily Spiritual Experience Short Form, Skala Belief and Values Short Form dan

Threat Index. Uji coba skala menghasilkan koefisien reliabilitas pada Skala

Daily Spiritual Experience Short Form sebesar 0,868, Skala Belief and Values

Short Form sebesar 0,597 dan Threat Index sebesar 0,94. Data hasil penelitian

dianalisis dengan menggunakan teknik korelasi product moment Pearson, dan

hasilnya tidak ada hubungan antara pengalaman spiritual sehari-hari dengan

kecemasan kematian, dan tidak ada hubungan antara kepercayaan dan nilai

religius dan spiritual dengan kecemasan kematian.

  Kata kunci : Pengalaman Spiritual Sehari-hari, Kepercayaan dan Nilai Religius/Spiritual, Kecemasan Kematian

  vii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Death Anxiety observed by Religious/Spiritual Belief and Value, and Daily

Spiritual Experience in College Student of Psychology Faculty of Sanata

Dharma University

  

R. Pasifikus Christa Wijaya

  ABSTRACT

  The objective of this research was to find out the correlation between

daily spiritual experience, religious/spiritual belief and value and death anxiety.

Two hypothesis proposed in this research were negative correlations between

daily spiritual experience with death anxiety and negative correlations between

religious/spiritual belief and value with death anxiety. The subjects in this

research were 69 Psychology students of Sanata Dharma University that were

acquired by convenience sampling technique at Faculty of Psychology Sanata

Dharma University. Data of this research were collected by Daily Spiritual

Experience Scale Short Form, Belief and Values Scale Short Form dan Threat

Index Scale. The DSES short form scale has reliability coefficient of 0,868; The

BAVS Short Form has reliability coefficient of 0,597; and the TIS has reliability

coefficient of 0,94. Research result data were analized by product moment

Pearson correlation. The results show that there was no correlation between

daily spiritual experience and death axiety, and there was no correlation between

religious/spiritual belief and value and death anxiety.

  Key Word: Daily spiritual experience, Religious/spiritual belief and value, death anxiety

  viii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

  Yang bertandatangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Nama : R. Pasifikus Christa Wijaya No. Mahasiswa : 039114044

  Demi perkembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

  

Kecemasan Kematian ditinjau dari Kepercayaan dan Nilai Religius/Spiritual

dan Pengalaman Spiritual Sehari-hari pada Mahasiswa Fakultas Psikologi

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

  Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta, Pada tanggal 11 Februari 2011 Yang menyatakan (R. Pasifikus Christa Wijaya) ix

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KATA PENGANTAR

  Puji syukur pada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan bimbingan-Nya hingga penulis mampu menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.

  Penyusunan karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk memenuhi tugas akhir sebagai persyaratan mengakhiri program S1 Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.

  Proses penyusunan, penelitian dan penyelesaian karya tulis ilmiah ini tidak terlepas dari peran berbagai pihak. Oleh karena itu, perkenankanlah penulis menghaturkan terima kasih dengan segala kerendahan hati kepada:

  1. Bapak C. Siswa Widyatmoko, M.Psi selaku dosen pembimbing yang dengan kesabaran dan kerelaan memberikan saran, membimbing, mendorong dan menjadi teman diskusi dalam proses penyelesaian karya tulis.

  2. Ibu Dr. Ch. Siwi Handayani selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  3. Ibu Agnes Indar E., M.Psi. yang dengan kerelaan menunggu saya hingga detik-detik terakhir.

  4. Bapak Y. B. Cahyo W., M.Si yang mengenalkan aku dengan dunia spiritualitas

  5. Bapak Agung Santosa, M.A. dan Bapak Y. Heri Widodo, M.Psi atas pencerahannya x

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6. Seluruh dosen Fakultas Psikologi, yang pernah memberikan ilmu, wawasan, pengetahuan, dan membuat pola pikir peneliti lebih bijaksana agar dapat berusaha dan berbuat yang terbaik.

  7. Bapakku Drs. Suprihartanta FP., ibuku Agatha Damai Christiah.

  Bapak ibuku memang luar biasa.

  8. Adik-adikku Leo Agung Christa Maharddika dan Claudia Christa Wardhani. Contoh saja diriku yang baik-baik saja ya (nek masih ada), kalo ada yang jelek ya (terpaksa) boleh diambil tapi sithik wae.

  9. Antonia Ari Susanti, kapan mau aku periksakan ke dokter mata? Bertahun- tahun aku tipu kok ndak sadar-sadar. Terima kasih untuk menyadarkanku, membuatku mengerti bahwa bidadari tidak hanya tinggal di tengah padang rembulan.

  10. Pak Giyanto, mas Gandung, mas Muji dan bu Nanik atas semua bantuan, kesabaran dan keramahan sikap dalam melayani kepentingan akademik.

  11. Teman- teman Ψ ‘00,’01,’02,’03,’04,’05,’06,’07,’08,’09 atas dukungan dan bantuannya, juga terima kasih telah berbagi cerita, pengalaman, wawasan, ilmu dan pengetahuan selama di fakultas psikologi.

  12. Kepada semua pihak, teman, dan kerabat lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Terima kasih atas doa, bantuan, dukungan, nasehat, saran dan masukannya dalam proses penyelesaian karya tulis. xi

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL ...............................................................................................i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .....................................................ii HALAMAN PENGESAHAN ...............................................................................iii HALAMAN MOTO...............................................................................................iv HALAMAN PERSEMBAHAN.............................................................................v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ...............................................................vi ABSTRAK ............................................................................................................vii ABSTRACT .........................................................................................................viii HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

  ……………….ix KATA PENGANTAR ............................................................................................x DAFTAR ISI .........................................................................................................xii DAFTAR TABEL.................................................................................................xvi DAFTAR GAMBAR...........................................................................................xvii DAFTAR LAMPIRAN..................................................................................... xviii

  BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................1 A. Latar Belakang............................................................................................1 B. Pertanyaan Penelitian ................................................................................8 C. Tujuan Penelitian .......................................................................................8 D. Manfaat Penelitian .....................................................................................8

  1. Manfaat Teoretis ...................................................................................8

  2. Manfaat Praktis .....................................................................................8

  BAB II TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................... 9 xii

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  A. Religiusitas dan Spiritualitas ..................................................................... 9

  1. Definisi Religiusitas ............................................................................. 9

  2. Definisi Spiritualitas .......................................................................... 15

  3. Tumpang tindih Religiusitas dan Spiritualitas ................................... 16

  4. Kombinasi antara Religiusitas dan Spiritualitas .................................17

  5. Domain Kombinasi Area Religiusitas dan Spiritualitas .....................18

  B. Pengalaman Spiritualitas Sehari-hari ........................................................19

  1. Definisi Pengalaman Spiritual Sehari-hari .........................................19

  2. Jenis Pengalaman Spiritual Sehari-hari ...............................................21

  C. Kepercayaan dan Nilai Religius dan Spiritual .........................................22

  1. Definisi Kepercayaan dan Nilai Religius dan Spiritual ......................22

  2. Kepercayaan dan Nilai Sentral dalam Religiusitas dan Spiritualitas...24

  3. Fungsi Kepercayaan dan Nilai Religius dan Spiritual ........................25

  D. Kecemasan Kematian ................................................................................26

  1. Definisi Kecemasan Kematian ............................................................26

  2. Teori Kecemasan Kematian ................................................................27

  3. Variabel-variabel yang berhubungan dengan kecemasan kematian.. 34

  E. Hubungan antara Pengalaman Spiritual Sehari-hari dengan Kecemasan Kematian ...................................................................................................36

  F. Hubungan antara Kepercayaan dan Nilai Religius/Spiritual dengan Kecemasan Kematian ................................................................................39

  G. Kerangka Konsep Penelitian .....................................................................42

  H. Hipotesis ....................................................................................................43 xiii

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  BAB III METODOLOGI PENELITIAN .............................................................44 A. Jenis Penelitian ..........................................................................................44 B. Identifikasi Variabel Penelitian .................................................................44

  1. Variabel Bebas ...................................................................................44

  2. Variabel Tergantung ...........................................................................44

  C. Definisi Operasional ..................................................................................44

  1. Pengalaman Spiritual Sehari-hari ......................................................44

  2. Kepercayaan dan Nilai Religius/Spiritual ..........................................45

  3. Kecemasan Kematian .........................................................................45

  D. SUBYEK PENELITIAN ..........................................................................45

  1. Populasi ...............................................................................................45

  2. Metode Pengambilan Sampel ..............................................................46

  E. TEKNIK PENGUMPULAN DATA ........................................................46

  F. PENGUJIAN INSTRUMEN PENELITIAN ...........................................52

  G. TEKNIK ANALISIS DATA ....................................................................54

  BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ..................................................56 A. Orientasi Kancah Penelitian ..................................................................... 56

  1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian....................................................56

  2. Karakteristik Sampel............................................................................56

  B. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian .......................................................58

  1. Persiapan Alat Ukur............................................................................58

  2. Pengujian Alat Ukur ............................................................................59

  3. Hasil Uji Coba Alat Ukur .................................................................. 59 xiv

  xv

  1. Hubungan antara variabel-variabel penelitian ................................. 72

  2. Bagi Praktisi.........................................................................................86 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 87

  1. Bagi Penelitian Selanjutnya .............................................................. 83

  BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................... 83 A. Kesimpulan ............................................................................................. 83 B. Saran ........................................................................................................ 83

  G. Kelemahan Penelitian............................................................................... 81

  F. Pembahasan ............................................................................................. 75

  3. Hipotesis Kedua............................................................................... 74

  2. Hipotesis Pertama ............................................................................ 74

  E. Uji Hipotesis ........................................................................................... 72

  a. Validitas ...................................................................................... 59

  3. Uji Linearitas ................................................................................... 70

  2. Uji Homogenitas .............................................................................. 69

  1. Uji Normalitas .................................................................................. 67

  D. Uji Asumsi Hasil Penelitian ................................................................... 67

   Daily Spiritual Experience Short Form (DSES) ............................. 64 2. Belief and Value Short Form (BVS) ................................................ 65 3. Threat Index ................................................................................... 66

  C. Deskripsi Hasil Penelitian ...................................................................... 63 1.

  c. Reliabilitas ................................................................................... 61

  b. Analisis Item ............................................................................... 59

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  xvi

  

DAFTAR TABEL

  Tabel IV.1 Distribusi sampel berdasarkan usia ............................................... 57 Tabel IV.2 Distribusi sampel berdasarkan jenis kelamin ............................... 57 Tabel IV.3 Data empiris dan teoritis DSES .................................................... 64 Tabel IV.4 Kategori tingkat integrasi pengalaman spiritual dalam kehidupan sehari-hari ...................................................................................... 65 Tabel IV.5 Data empiris dan teoritis BVS ....................................................... 65 Tabel IV.6 Kategori tingkat kepercayaan dan nilai religious dan spiritual ..... 66 Tabel IV.7 Data empiris dan teoritis Threat Index .......................................... 66 Tabel IV.8 Kategori tingkat kecemasan kematian ........................................... 67

  Tabel IV.9 Korelasi antara usia, DSES,BVS, dan

  Global Threat …………… .. 73 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  xvii

  DAFTAR GAMBAR

  Gambar II.1 Kerangka Konsep Penelitian ………………………………. 42

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran Skala Penelitian .................................................................................... 93 Lampiran Data Penelitian .................................................................................... 103 Lampiran Koefisien Reliabilitas Skala DSES ..................................................... 113 Lampiran Koefisien Reliabilitas Skala BVS ....................................................... 114 Lampiran Koefisien Reliabilitas Skala TI ........................................................... 115 Lampiran Hasil Uji Normalitas Data Hasil Penelitian ........................................ 122 Lampiran Hasil Uji Homogentitas Data Hasil Penelitian ................................... 122 Lampiran Hasil Uji Linearitas Data Hasil Penelitian .......................................... 124 Lampiran Hasil Uji Hipotesis Data Hasil Penelitian .......................................... 126 Lampiran Pemeriksaan Terpisah Regresi Non-Linier......................................... 127 Lampiran Pemeriksaan Terpisah Korelasi BVS, DSES, Usia, Konstruk Kematian dan Konstruk Inti Masa Kini ............................................................................... 129 xviii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kecemasan kematian merupakan area yang menarik perhatian umat

  manusia (Schulz, 1978). Kecemasan kematian tidak hanya terlihat dalam ketakutan seseorang terhadap kematiannya, namun juga tersirat dalam ketakutan yang menyertai berbagai isu-isu seputar kematian. Penyair Shakespheare (1992) dalam lakon Hamlet menunjukkan ketakutan orang-orang terhadap kehadiran raja yang sudah meninggal dan penyair Chairil Anwar (2007) dalam puisi Aku menunjukkan keinginannya untuk menolak keberadaan kematian atau ketiadaan yang mendekatinya. Kecemasan kematian juga mewarnai film-film yang beredar di masa kini, misalnya dalam Final Destination (2000) tercermin usaha manusia untuk mengalahkan kematian. Film Lord of The Rings (2003) bahkan meletakkan kematian sebagai kekuatan tanpa tanding, mampu mengalahkan apapun, baik kebaikan maupun kejahatan:

  “The deadliest army that walks on earth, The Unholy

  (un)Dead, Murderers, sealed on the highest ground ”.

  Sikap manusia dalam menghadapi isu-isu kematian membentuk dua sisi yang bertolak belakang. Sebagian besar manusia termotivasi oleh kecemasan kematian untuk membentuk tingkah laku dan karya-karya besar, namun di sisi lain kecemasan kematian merupakan sumber neurosis dan psikosis (Schulz, 1978).

  Berbagai hasil penelitian mengenai permasalahan yang muncul karena kecemasan kematian telah dipublikasikan. Kecemasan kematian yang tinggi dapat

  1

  2

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mempengaruhi seseorang untuk menghindari penanganan medis yang diperlukan.

  Seseorang yang telah merasa kalah oleh di hadapan kematian seringkali menolak untuk mendapatkan pengobatan, karena merasa bahwa pengobatan tidak akan menyelamatkan dirinya dari kematian (Durlak, 2002). Sikap ini misalnya ditunjukkan oleh seorang pasien terminal ill (kanker pankreas) dalam film Patch Adam (1998) yang menolak perawatan dari suster dan mengusir tenaga kesehatan yang mendekatinya. Beshai (2007) menjelaskan bahwa kecemasan kematian yang tinggi berhubungan dengan penyesuaian diri dan kepribadian yang patologis. Kecemasan kematian yang tinggi pada pelayan kesehatan (misalnya perawat, dokter, psikolog dan pekerja sosial) menyebabkan mereka berusaha menghindari pasien yang sekarat (Backer et al., 1982). Sikap tersebut ditunjukkan tidak hanya oleh pekerja sosial namun juga tenaga medis profesional. Para psikolog seringkali mengeluhkan bahwa kliennya yang sekarat masih saja masuk dalam “fase kemarahan” dan sulit menerima kematiannya. Para dokter seringkali tidak mau membicarakan kematian pasiennya, karena kematian dianggap sebagai sebuah kegagalan. Hal ini menyebabkan pasien yang sekarat kurang mendapatkan perhatian yang dibutuhkan, mengurangi kesempatan mereka untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak (Backer et al., 1982). Kecemasan kematian yang tinggi pada pelayan kesehatan (caregivers) menyebabkan mereka sulit bekerja secara maksimal saat menghadapi situasi seputar kematian. Pelayan kesehatan membutuhkan energi untuk menghadapi kecemasan kematian sehingga mengalihkan fokus mereka dari pasien yang ditangani.

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kecemasan kematian secara pada masa dewasa awal cenderung rendah, kemudian mencapai puncaknya pada masa dewasa tengah akhirnya menurun kembali pada usia dewasa akhir (Tomer, 1994). Pendidikan kematian pada berbagai usia perkembangan dianggap penting untuk mengatasi kesalahan informasi mengenai kematian, tingkah laku yang tidak sehat dan ketakutan yang terakumulasi dalam kehidupan (Backer et al., 1982). Para dewasa awal dan pelayan kesehatan membutuhkan pendidikan kematian agar dapat mempersiapkan diri menghadapi kematian, baik diri sendiri maupun significant others, mencegah perilaku bunuh diri dan mendorong seseorang untuk dapat menikmati kehidupan (Backer et al., 1982). Pentingnya pendidikan ini menunjukkan bahwa kecemasan kematian memegang peranan penting khususnya dalam masa perkembangan dewasa awal, karena ketidakmampuan untuk mengendalikan kecemasan kematian menurunkan kualitas hidup dan berhubungan dengan perilaku yang tidak sehat.

  Ilmuan psikologi telah lama menunjukkan ketertarikan untuk meneliti hubungan antara religiusitas dan spiritualitas dengan kecemasan kematian, namun hingga kini sebuah kesimpulan yang tegas mengenai hubungan antara religiusitas dan spiritualitas dengan kecemasan kematian sulit untuk dirumuskan. Beberapa peneliti memperlakukan Religiusitas dan Spiritualitas secara unidimensional, sementara peneliti lain memperlakukannya secara multidimensional. Tingkat religiusitas pada orang-orang lanjut usia (berusia 60 tahun ke atas) tiba-tiba melonjak tinggi dibandingkan usia dewasa tengah (Wink dan Scott, 2005) sedangkan tingkat kecemasan kematian pada dewasa akhir lebih rendah dari

  4

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tingkat kecemasan kematian pada dewasa tengah (Tomer, 1994). Alvarado, et al.

  (2006) menyatakan bahwa keyakinan kuat lebih penting daripada praktek religius untuk melindungi seseorang dari kecemasan kematian. Chuin (2010) menemukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara orientasi religius intrinsik dengan kecemasan kematian dan tidak ada hubungan yang signifikan antara orientasi religius ekstrinsik dengan kecemasan kematian. Clements (1998) menemukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat keimanan dengan sikap terhadap kematian. Duff, et al. (1995) menemukan bahwa kehadiran dalam upacara keagamaan berhubungan dengan rendahnya kecemasan kematian, namun praktek religius pribadi, arti penting religi bagi diri sendiri dan aktivitas sosial tidak berhubungan dengan kecemasan kematian. Wink dan Scott (2005) menemukan bahwa tingkat religiusitas tidak melindungi seseorang dari kecemasan kematian, akan tetapi ketaatan terhadap praktek religius dan sistem kepercayaan yang membantu seseorang menghadapi kecemasan kematian. Nelson, et al. (1980) menemukan bahwa praktek religius merupakan prediktor kecemasan kematian yang lebih baik daripada keyakinan religius. Neimeyer (2004) dan Schulz (1978) menjelaskan bahwa hubungan antara kecemasan kematian dengan religiusitas memilliki struktur yang kompleks. Struktur ini didapatkan dengan menggunakan konsep multidimensi religiusitas dan spiritualitas, misalnya konsep intrinsik-ekstrinsik Allport (Schulz, 1978; Allport, 1977). Konsep religiusitas dan spiritualitas unidimensional tidak lagi disarankan dalam penelitian selanjutnya.

  5

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Salah satu konsep multidimensional religiusitas dan spiritualitas ditawarkan oleh Fetzer Institute (Fetzer Institute, 2003). Fetzer Institute menawarkan dua belas domain yang telah teridentifikasi sebagai domain-domain religiusitas dan spiritualitas. Setiap domain dapat dianalisis secara terpisah dan dihubungkan dengan kecemasan kematian. Penelitian ini kemudian membangun model penelitian menggunakan dua domain yang dianggap memiliki peran sentral, yaitu pengalaman spiritual sehari-hari dan kepercayaan dan nilai religius dan spiritual. Pengalaman spiritual sehari-hari dianggap memiliki peran sentral karena rasa kedekatan dengan transenden merupakan ciri khas area religius/spiritual yang membedakan area ini dengan area penelitian yang lain.

  Kepercayaan dan nilai religius/spiritual dianggap memiliki peran sentral karena menjadi area kognitif utama, memberikan arah dan tujuan dalam perilaku religius/spiritual (Idler, 2003; Hill et al., 2000)

  Pengalaman spiritual sehari-hari merupakan rasa kedekatan seseorang dengan transenden yang dialami seseorang dalam kesehariannya (Fetzer Institute, 2003). Domain ini melingkupi perasaan yang dapat diungkapkan saat mengalami kecemasan seputar isu-isu kematian, misalnya dalam Islam terdapat ungkapan

  nau ’dzubillahi mindzalik yaitu ungkapan meminta perlindungan kepada Allah dari

  bahaya atau madharat sesuatu hal: "... maka mintalah perlindungan kepada Allah.

  " (QS. Al-Mu`min: 56), Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. dalam Katholik ungkapan perasaan ini muncul dalam doa Salam Maria:

  “…

  doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati .”.

  6

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Penelitian mengenai hubungan antara pengalaman spiritual sehari-hari dan kecemasan kematian telah dilakukan oleh beberapa peneliti. Edmondson et al.

  (2008) melakukan penelitian berdasarkan teori manajemen teror pada 98 pasien penderita congestive heart failure (CHF) dengan menggunakan uji hipotesis

  

hierarchical linear regression. Penelitian menunjukkan bahwa keberadaan

religious worldviews berfungsi baik menyediakan ketenangan dan penghiburan

  (yang merupakan bagian dari pengalaman spiritual sehari-hari) dengan membentuk penyangga saat menghadapi kecemasan kematian.

  Kepercayaan dan nilai religius dan spiritual bertujuan untuk mengetahui sampai manakah kepercayaan dan nilai seseorang memperlihatkan ekspresi dari religiusitas dan spiritualitasnya sebagai nilai terminal dalam kehidupannya (Idler, 2003). Hubungan antara kepercayaan dan nilai religius dan spiritual dengan kecemasan kematian telah lama diteliti, misalnya Krieger dan Epting (1974) yang menemukan bahwa ancaman kematian pada subyek yang percaya pada kehidupan setelah kematian lebih rendah dibandingkan mereka yang kurang percaya.

  Wink dan Scott (2005) menemukan bahwa keyakinan terhadap kehidupan setelah kematian justru berhubungan positif dengan kecemasan kematian pada orang yang memiliki tingkat religiusitas rendah, di mana praktek religius (misalnya kehadiran pada tempat ibadah) dan kepercayaan religius (kepercayaan pada transenden) tidak memainkan peranan sentral dalam kehidupan mereka.

  Wink dan Scott berpendapat bahwa kecemasan kematian muncul saat seseorang percaya pada adanya kehidupan yang bahagia setelah kematian namun tidak

  7

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sesuai dengan praktek dan kepercayaan religius yang dimiliki. Inkonsistensi dalam praktek religius justru berisiko meningkatkan keragu-raguan mengenai kehidupan yang bahagia setelah kematian dan memunculkan ide adanya penghukuman setelah kematian.

  Pengalaman spiritual sehari-hari secara umum diterima sebagai usaha yang sering dilakukan dalam mengendalikan kecemasan kematian, terlihat dari berbagai ungkapan/doa yang bertujuan memberikan rasa kedekatan dengan Tuhan dan menjauhkan manusia dari penderitaan, memberikan perlindungan dari kematian.

  Kepercayaan dan nilai religius dan spiritual juga dipercaya secara luas memiliki fungsi yang sama. Tomer (1994) menyebutkan bahwa kepercayaan religius disebut-sebut sebagai pelindung (buffer) yang diciptakan (kebudayaan) manusia untuk mengatasi kecemasan kematian. Berbagai penelitian ilmiah telah dilakukan untuk menguji cara pandang tersebut, namun hasil yang didapatkan bervariasi. Setelah melihat keberagaman hasil penelitian di atas, penulis tertarik untuk ikut mengadakan penelitian mengenai hubungan antara pengalaman spiritual sehari- hari dan kepercayaan dan nilai religius dan spiritual dengan kecemasan kematian.

B. Pertanyaan Penelitian

  Berdasarkan uraian di atas muncul pertanyaan, yaitu bagaimana hubungan antara pengalaman spiritual sehari-hari dan kepercayaan dan nilai religius dan spiritual dengan kecemasan kematian.

  8

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  C. Tujuan

  Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana hubungan antara pengalaman spiritual sehari-hari dan kepercayaan dan nilai religius dan spiritual dengan kecemasan kematian.

  D. Manfaat

  Manfaat dari penelitian ini adalah:

  1. Manfaat teoritis

  a. Memberikan kontribusi untuk membentuk penjelasan mengenai hubungan antara pengalaman spiritual sehari-hari dan kepercayaan dan nilai religius dan spiritual dengan kecemasan kematian.

  2. Manfaat praktis a.

  Memberikan saran untuk dipertimbangkan dalam penanganan kecemasan kematian oleh praktisi psikologi klinis dan kesehatan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. RELIGIUSITAS DAN SPIRITUALITAS Pengalaman spiritual sehari-hari dan kepercayaan dan nilai religius dan

  spiritual merupakan domain spiritualitas dan religiusitas. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap, terlebih dahulu akan dibahas kombinasi kedua area tersebut.

1. Definisi Religiusitas

  Religiusitas memiliki dasar kata religi yang merujuk pada ikatan antara manusia dengan kekuatan-kekuatan yang lebih besar dari manusia; religio (Hill et al., 2000). Hill et al. mengajukan 3 kriteria untuk mendefinisikan religi yaitu: a. Perasaan, pemikiran, pengalaman dan tingkah laku yang muncul dari pencarian terhadap yang-kudus (the sacred). Istilah pencarian mengarah pada usaha untuk mengidentifikasi, mengungkapkan, memelihara dan mentransformasikan. Istilah yang-kudus (the sacred) mengarah pada keberadaan bersifat-ketuhanan (divine being, divine

  object) , realitas hakiki/akhir (ultimate reality) atau kebenaran

  hakiki/akhir (ultimate truth), tergantung pada apa yang dirasakan seseorang.

  b. Pencarian terhadap tujuan selain-yang-kudus (non-sacred goals) seperti identitas, kepemilikan, kesehatan atau kesejahteraan, dapat

  9

  10

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dilakukan dalam konteks di mana mereka memiliki tujuan utama sebagai fasilitas yang mengarah pada kriteria a.

  c. Metode-metode dan cara-cara (misalnya ritual) yang divalidasi dan didukung oleh sekelompok orang yang dapat diidentifikasi

  (identifiable group of people).

  Kata kunci dari 3 kriteria definisi tersebut adalah proses pencarian, yang- kudus, selain-yang-kudus dan tingkatan sejauhmana proses pencarian didukung oleh sebuah komunitas.

  Definisi religi yang dikembangkan Hill et al. mendapatkan kritik dari Hufford (2009). Pertimbangan utama kritik tersebut adalah tidak adanya analisis leksikal yang dilakukan dalam proses penentuan definisi sehingga terlalu banyak deskripsi yang dimasukkan ke dalamnya, mengakibatkan timbulnya bias dan konsep yang abstrak saat definisi itu dioperasionalkan.

  Definisi tersebut bahkan tidak mampu mengatasi adanya tumpang tindih antara area religi atau religiusitas dengan area spiritualitas. Hufford (2009) kemudian mengusulkan definisi religi sebagai aspek institusional dan komunal dari spiritualitas yang merupakan pusat dari religi.

  Koentjaraningrat (2004) mendefinisikan religi sebagai suatu sistem yang terdiri dari 4 komponen, yaitu

a. Emosi keagamaan, merupakan penyebab manusia bersikap religius.

  Emosi ini berupa suatu getaran yang menggerakkan jiwa manusia dan merupakan proses yang terjadi apabila jiwa manusia dirasuki cahaya Tuhan.

  11

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. Sistem keyakinan yang mengandung segala keyakinan dan bayangan manusia mengenai sifat-sifat Tuhan, tentang wujud dari alam gaib, segala nilai norma dan ajaran dari religi yang bersangkutan.

  c. Sistem ritus dan upacara, merupakan usaha manusia untuk mencari hubungan dengan Tuhan, dewa-dewa dan mahkluk halus yang mendiami alam gaib.

  d. Kesatuan sosial (umat) yang menganut sistem keyakinan tersebut dalam komponen b dan melaksanakan sistem ritus tersebut dalam komponen c. Religi menurut Koentjaraningrat merupakan bagian dari kebudayaan di mana sistem religi merupakan agama (religi), hanya bagi penganutnya.

  Whitehead (2009) menjelaskan beberapa definisi religi yang dilihat dari beberapa sudut pandang : a. Definisi religi dari sudut pandang doktrin adalah sistem-sistem kebenaran umum yang memiliki kekuatan untuk membentuk karakter, asalkan kebenaran-kebenaran itu dianut secara tulus dan sungguh- sungguh dihayati.

b. Definisi religi dari sudut pandang iman kepercayaan adalah kekuatan imani yang menyucikan kehidupan, menekankan ketulus-ikhlasan.

  c. Definisi religi dari sudut pandang nilai hakiki/akhir (ultimate value) adalah kiat dan teori tentang kehidupan batiniah manusia, sehingga religi bukan sekedar fakta sosial.

  12

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  d. Definisi religi dari sudut pandang proses adalah apa yang dilakukan manusia dalam kesendiriannya, di mana religi bertransisi dari “Tuhan

  Sang Suwung”, memperlihatkan perasaan ditinggalkan bahkan oleh Tuhan sendiri, menjadi “Tuhan Sang Musuh”, memperlihatkan perasaan ketakutan akan kekuatan Tuhan yang dapat menghancurkan manusia, akhirnya bertransisi lagi menjadi “Tuhan Sang Sahabat”, yang merupakan konsep paling matang dalam perkembangan religi dalam pandangan Whitehead. Konsep “Tuhan Sang Sahabat” (God is

  the great companion-a fellow sufferer who understands) menjelaskan

  bahwa Tuhan memiliki sifat dwi-kutub, di mana Tuhan adalah muara bagi semua pengalaman dari seluruh keberadaan (memiliki consequent

  nature) atau tempat curahan hati bagi para sahabat-Nya, sekaligus

  sebagai pola bagi dan informasi nilai untuk setiap keberadaan (memiliki primordial nature).

  Kamus Besar Bahasa Indonesia (1988) menyebutkan definisi agama (religi) sebagai kepercayaan kepada Tuhan (dewa dsb) dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan itu. KBBI (1988) menyebutkan definisi religius sebagai ketaatan pada agama; saleh.

  Webster’s Online Dictionary (2010) mendefinisikan religi (religion) sebagai ;

  13

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a. Bentuk luar atau tindakan yang mengindikasikan adanya kesadaran manusia mengenai keberadaan transenden dan perasaan cinta, takut atau kagum terhadap keberadaan transenden.

  b. Konformitas iman dan prakteknya.

  c. Golongan religius yang memiliki tata kehidupan tertentu.

  d. Ketaatan yang ketat terhadap konformitas.

  Webster’s Online Dictionary (2010) menyebutkan definisi religius

  (religious) sebagai: a. Berhubungan dengan religi.

  b. Memiliki atau sesuai dengan religi

  c. Keimanan yang kuat, ketat

  d. Termasuk dalam golongan religius tertentu Webster’s Online Dictionary (2010) menyebutkan definisi religiusitas

  (religiosity/religiousness) sebagai kualitas religius seseorang; perasaan religius.

  Wikipedia (2010) mendefinisikan religiusitas (religiosity/religiousness) sebagai istilah sosiologis yang merujuk pada aspek-aspek aktivitas religius atau seberapa religiuskah seseorang dalam mempraktekkan ritual atau menerima doktrin tertentu.

  Fetzer Institute/NIA (2003) dalam laporannya menyebutkan bahwa meskipun beberapa ahli menyadari variabel religiusitas dan variabel spiritualitas sebagai tak-terpisahkan, ahli-ahli lain berpendapat religiusitas memiliki karekteristik sosial, doktrinal, behavioral dan denominasional

  14

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (hanya dimiliki oleh salah satu golongan keagamaan) tertentu yang dimiliki-merata (shared) di dalam kelompok.

  Mangunwijaya (1999) medefinisikan religiusitas sebagai sikap penghayatan religius yang menghasilkan keselarasan dan keseimbangan hidup kerohanian manusia. Religiusitas tidak dapat dihilangkan dari manusia (bahkan dari manusia ateis sekalipun) dan tidak identik dengan religi dan agama tertentu. Religiusitas saling terkait namun tidak identik dengan penghayatan agama. Religiusitas menitik beratkan pada segi intim, pribadi, lebih berperhatian pada esensi, hidup kalbu, lubuk hati yang menjadi sumber dan akar dari sikap dasar seseorang dalam hubungannya dengan Tuhan dan sesama, sedangkan penghayatan agama lebih menitik beratkan pada segi luar, aspek peraturan, hukum, organisasi, hubungan sosial antar-penganutnya, ritual dan formal.

  Berdasarkan definisi-definisi religi, religius dan religiusitas tersebut sebelumnya, definisi religiusitas setidaknya memiliki unsur sebagai berikut :

a. Tingkat ketaatan atau tingkat penghayatan (KBBI, 1988; Wikipedia,

  2010; Webster’s Online Dictionary, 2010; Mangunwijaya, 1999)

  b. Aspek luar dari religi, yaitu aspek di luar hubungan pribadi dengan yang-kudus, antara lain sistem, peraturan, hukum, institusi, organisasi, denominasional, sosial, behavioral, simbol, doktrinal, kepercayaan bersama, konformitas, tujuan selain yang-kudus (non-sacred goals) (Hill et al., 2000; Hufford, 2009; Koentjaraningrat, 2004; Whitehead,

  15 2009; KBBI, 1988;

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Webster’s Online Dictionary, 2010; Wikipedia, 2010; Fetzer Institute/NIA, 2003; Mangunwijaya, 1999).

  c. Aspek intim dari religi, yaitu hubungan pribadi dengan yang-kudus, antara lain emosi keagamaan, yang dilakukan manusia dalam kesendiriannya, spiritualitas, pencarian terhadap yang-kudus (the

  sacred) . (Hill et al., 2000; Hufford, 2009; Koentjaraningrat, 2004;

  Whitehead, 2009; Webster’s Online Dictionary, 2010; Mangunwijaya, 1999).

  d. Metode yang divalidasi dan didukung golongan atau komunitas. (Hill et al., 2000; Koentjaraningrat, 2004) Berdasarkan unsur-unsur tersebut, definisi religiusitas disimpulkan sebagai tingkat ketaatan atau tingkat penghayatan seseorang terhadap aspek luar dan intim dari religinya dengan menggunakan metode-metode yang divalidasi oleh komunitas religinya.

2. Definisi Spiritualitas

  Spiritualitas memiliki dasar kata spirit yang merujuk pada nafas, kehidupan, semangat, roh; spiritus (Hill et al., 2000; Hufford, 2009). Hill et al. mengajukan kriteria untuk mendefinisikan spiritualitas yaitu perasaan, pemikiran, pengalaman dan tingkah laku yang muncul dari pencarian terhadap yang-kudus (the sacred). Istilah pencarian mengarah pada usaha untuk mengidentifikasi, mengungkapkan, memelihara dan mentransformasikan. Istilah yang-kudus (the sacred) mengarah pada keberadaan bersifat-ketuhanan (divine being, divine object), realitas hakiki

  16

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (ultimate reality) atau kebenaran hakiki (ultimate truth), tergantung pada apa yang dirasakan seseorang.

  Hufford (2009) mendefinisikan spiritualitas sebagai relasi pribadi seseorang dengan sang transenden.

  Fetzer Institute/NIA (2003) dalam laporannya menyebutkan bahwa meskipun beberapa ahli menyadari variabel religiusitas dan variabel spiritualitas sebagai tak-terpisahkan, ahli-ahli lain berpendapat spiritualitas lebih menekankan pada sang transenden, mengenai pertanyaan hakiki

  (ultimate question) tentang makna kehidupan, dengan asumsi bahwa ada

  yang lebih pada kehidupan dibandingkan apa yang kita lihat atau sepenuhnya pahami.

  Berdasarkan definisi-definisi spiritualitas tersebut, disimpulkan definisi spiritualitas sebagai hubungan pribadi seseorang dengan sang transenden.

3. Tumpang tindih antara Religiusitas dan Spiritualitas

  Kesulitan untuk memisahkan area religiusitas dan spiritualitas masih dialami hingga saat ini (Hill et al., 2000; Hufford, 2009; Fetzer Institute/NIA, 2003).

  Religiusitas dan spiritualitas sama-sama memiliki fokus pada yang- kudus, kepercayaan mengenai yang-kudus, efek kepercayaan tersebut pada tingkah laku, praktek dan metode yang digunakan untuk mempertahankan atau menguatkan rasa hubungan dengan yang-kudus (sense of the sacred) dan pengalaman keadaan religius atau spiritual dalam kesadaran (George

  17

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  et al., 2000). Religiusitas dapat juga dideskripsikan dalam level individual, meskipun dapat dipandang sebagai fenomena sosial, sehingga bertumpang tindih dengan spiritualitas (Miller et al., 2003).

  Perbedaan utama antara religiusitas dan spiritualitas terdapat pada pandangan dimana religiusitas memiliki hubungan dengan institusi religius formal sedangkan spiritualitas tidak bergantung pada konteks kolektif atau institusional tertentu (George et al., 2000).

  Pembedaan ini memunculkan kebingungan karena memungkinkan pemisahan yang tidak akurat dan telalu dibuat-buat. Religiusitas tidak selalu terjadi dalam setting institusional dan memiliki ketertarikan mengenai hal-hal spiritual. Spiritualitas di sisi lain tidak selalu diekspresikan terlepas dari konteks sosial (George et al., 2000; Hill et al., 2000).

4. Kombinasi religiusitas dan spiritualitas

  Tumpang tindih antara area religiusitas dan spiritulitas menyebabkan kebingungan saat keduanya akan dioperasonalisasikan secara terpisah (Miller et al., 2003; Hill et al., 2000). Ketidakhadiran informasi mengenai alasan seseorang melakukan prilaku religius atau spiritual ikut menyulitkan pemisahan tersebut (Hill et al., 2000).

  Penyatuan religiusitas dan spiritualitas menjadi konstruk tunggal (misalnya disatukan menjadi religusitas) dipandang tidak mungkin dan terlalu menyederhanakan (Fetzer Institute/NIA, 2003)

  18

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sebuah perkembangan penting telah dilakukan dalam menyikapi tumpang tindih antara religiusitas dan spiritualitas. Kedua area tersebut tidak dipisahkan atau disatukan, namun dilihat sebagai dua area yang bekerja sama dalam sebagian besar konteks penelitian (Fetzer Institute/NIA, 2003).

5. Domain Kombinasi Area Religiusitas dan Spiritualitas

  Terdapat kesetujuan diantara para akademisi bahwa religiusitas dan spiritualitas merupakan konsep multidimensional (George et al., 2000; Fetzer Institute/NIA, 2003; Hufford, 2009). Setiap domain religiusitas dan spiritualitas dapat diukur terpisah untuk mengetahui hubungannya dengan variabel lain, misalnya kesehatan mental (George et al., 2000; Fetzer Institute/NIA, 2003). Domain religiusitas dan spiritualitas menurut Fetzer Institute/NIA (2003) yaitu :

  a. Pengalaman Spiritual Sehari-hari

  b. Pemaknaan

  c. Nilai

  d. Kepercayaan

  e. Pengampunan/Pemaafan (Forgiveness)

  f. Praktek Religius Privat

  g. Praktek Religius Terorganisasi

  h. Koping Religius atau Spiritual

i. Dukungan Religius

  j. Sejarah Religius atau Spiritual

  19

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  k. Komitmen l. Pemilihan Religi

  Petunjuk penggunaan yang diberikan oleh Fretzer Institute menjelaskan bahwa seorang peneliti dapat memilih domain religiusitas dan spiritualitas tertentu untuk mengetahui hubungan langsung antara domain tersebut dengan variabel lain yang sedang diteliti (Fetzer Institute/NIA, 2003). Penelitian ini kemudian memfokuskan pada dua domain yang menjadi domain penting dari religiusitas dan spiritualitas, yaitu pengalaman spiritual sehari-hari dan kepercayaan dan nilai religius dan spiritual. Kedua domain tersebut kemudian menjadi variabel bebas yang akan diselidiki dalam penelitian ini.

B. PENGALAMAN SPIRITUAL SEHARI-HARI

1. Definisi Pengalaman Spiritual Sehari-hari

  Pengalaman spiritual sehari-hari adalah persepsi seseorang mengenai sang transenden (Tuhan, Yang Maha Kuasa, alam semesta) dan persepsi seseorang mengenai interaksi atau keterlibatan dengan sang transenden dalam kehidupan sehari-hari (Underwood dan Teresi, 2002).

  Pusat dari pengalaman religius dan spiritual adalah rasa terhadap yang- kudus (sense of the sacred) yang membuat penelitian mengenai religiusitas dan spiritualitas dapat dibedakan dari penelitian dari area lain (Hill et al., 2000). Kekudusan merupakan fitur universal dari seluruh pengalaman religius dan spiritual. Pemahaman mengenai yang-kudus merupakan

  20

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  persepsi yang dipengaruhi secara sosial mengenai realitas atau kebenaran inti/pokok/utama/akhir (ultimate truth/reality) atau keberadaan yang bersifat ketuhanan (divine being) (Hill et al., 2000).

  Kata kudus dan yang-kudus dapat digantikan dengan kata transenden dan sang transenden (Underwood dan Teresi, 2002). Definisi transenden yaitu sangat tinggi (supreme), luarbiasa, berada di luar jangkauan wilayah pengetahuan, pengalaman atau akal budi manusia. Definisi transenden lebih menitikberatkan pada keberadaan spiritual dibandingkan keberadaan material (Homby, 1995). Definisi transenden ini cocok dengan definisi yang-kudus yaitu realitas atau kebenaran inti/pokok/utama/akhir (ultimate

truth/reality) atau keberadaan yang bersifat ketuhanan (divine being).

  Pengalaman spiritual sehari-hari terdiri dari perasaan yang menggambarkan iman dan kepercayaan religius dalam kehidupan sehari- hari. Tujuan utama pengembangan domain ini adalah menjelaskan sampai manakah perasaan spiritual dapat membentuk sebuah bagian integral dalam kehidupan sehari-hari seseorang (Underwood, 2003).

  Pengalaman spiritual sehari-hari tidak dibatasi oleh sistem religi tertentu, meskipun domain ini berusaha melihat pengaruh religi dalam kehidupan sehari-hari. Fokus utama domain ini diarahkan pada pengalaman spiritual berupa perasaan dan pemikiran yang dialami seseorang, bukan pada perilaku behavioral atau kepercayaan doktrinal tertentu (Underwood, 2003). Meskipun demikian, pengalaman yang tercermin dalam domain ini dapat muncul dalam konteks religius.

  21 Pengalaman ini juga dapat mencerminkan kepercayaan religius atau spiritual seseorang (Underwood dan Teresi, 2002).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pengalaman spiritual sehari-hari harus dibedakan dengan pengalaman luarbiasa, misalnya pengalaman dekat dengan kematian (near-death

  experience ) dan pengalaman di luar tubuh (out-of-body experience).

  Pengalaman luarbiasa memiliki tataran berbeda dengan pengalaman spiritual sehari-hari dan hanya dialami oleh orang tertentu. Pengalaman spiritual sehari-hari merupakan pengalaman yang dialami oleh orang biasa (ordinary person) dari hari ke hari (Underwood, 2003).

2. Jenis pengalaman spiritual sehari-hari

  Underwood (2003) menyebutkan beberapa pengalaman spiritual sehari-hari yang penting, yaitu: a. Rasa hubungan dengan sang transenden, merupakan kualitas intimasi hubungan dengan sang transenden yang dirasakan seseorang.

  b. Rasa adanya dukungan dari sang transenden, yang diekspresikan dalam beberapa bentuk : 1) Penguatan dan penghiburan 2) Perasaan dicintai

  c. Rasa keutuhan (sense of wholeness) atau integritas internal, merupakan perasaan akan adanya kedamaian, yaitu keadaan tanpa gejolak yang mampu memecah keadaan internal yang harmonis.

  22 d. Rasa kekaguman. Rasa ini dapat muncul saat seseorang berhadapan dengan keindahan alam, saat berinteraksi dengan manusia atau saat memandang langit di malam hari. Kekaguman ini harus berada dalam konteks adanya keterlibatan transenden. Rasa kekaguman ini mampu mendatangkan pengalaman spiritual yang melewati batasan religi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  e. Keinginan untuk bersama dengan sang transenden, merupakan kerinduan atau keinginan untuk semakin dekat dengan sang transenden.

C. KEPERCAYAAN DAN NILAI RELIGIUS DAN SPIRITUAL

1. Definisi Kepercayaan dan Nilai Religius dan Spiritual

  Kepercayaan dan nilai merupakan domain kognitif dalam religiusitas dan spiritualitas yang memegang peran sentral (Idler, 2003).

  Rokeach (1986) menjelaskan kepercayaan sebagai sebuah dalil sederhana, sadar maupun tidak sadar, disimpulkan berdasarkan apa yang dikatakan atau dilakukan seseorang dan dapat didahul ui dengan frase “aku percaya bahwa …..”.

  Isi kepercayaan dapat mendeskripsikan obyek kepercayaan sebagai benar atau salah dan mengevaluasi sebagai baik atau buruk (Rokeach, 1986).

  Kepercayaan digunakan untuk mengidentifikasikan anggota kelompok religius se bagai “orang yang percaya” (believers) (Idler, 2003).

  23

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pembedaan yang tegas seringkali dilakukan antara “orang yang percaya” dengan “orang yang tidak percaya”, antara “kami” dengan “mereka” dan seringkali diambil tindakan-tindakan (act) berdasarkan pada pembedaan ini (Rokeach, 1986). Antar anggota kelompok religius yang sama dapat memiliki ketidaksetujuan mengenai bagaimana seharusnya kepercayaan mereka dan dapat terjadi variasi tingkat kepercayaan (Idler, 2003).

  Rokeach (1986) menjelaskan nilai sebagai sebuah tipe kepercayaan berletak pada pusat sistem kepercayaan seseorang yang menentukan bagaimana seseorang seharusnya dan tidak seharusnya bertingkahlaku, atau menentukan apakah sebuah keberadaan dan tujuan akhir (ultimate) benar-benar layak untuk diperjuangkan atau dicapai. Nilai adalah ide-ide abstrak baik positif maupun negatif yang mewakili kepercayaan seseorang mengenai cara bertingkahlaku dan tujuan akhir ideal.

  Rokeach (1986) membagi nilai dalam dua golongan, yaitu nilai terminal dan nilai instrumental. Nilai Terminal merupakan akhir atau tujuan yang ingin dicapai misalnya kedamaian dunia, kebebasan, persamaan, kehidupan spiritual, harmoni, kekuatan sosial, kenikmatan, stabilitas sosial, makna kehidupan. Nilai Instrumental merupakan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan (nilai terminal). Nilai instrumental dapat berbentuk norma, misalnya keberanian, kejujuran, loyalitas dan tanggung jawab.

  Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kepercayaan dan nilai religius dan spiritual adalah sistem dalil sederhana berasal dari

  24

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  area religius dan spiritual yang digunakan untuk mengevaluasi obyek kepercayaan, menentukan bagaimana seseorang seharusnya dan tidak seharusnya bertingkahlaku, atau menentukan apakah sebuah tujuan akhir layak untuk dicapai.

  Kepercayaan dan nilai religius dan spiritual berusaha mengetahui sampai manakah seseorang menggunakan kepercayaan dan nilai religius dan spiritual sebagai kepercayaan dan nilai pribadinya. Domain ini berusaha untuk mengukur sampai manakah kepercayaan dan nilai seseorang memperlihatkan ekspresi dari religiusitas dan spiritualitasnya sebagai nilai terminal dalam kehidupannya (Idler, 2003). Domain kepercayaan dan nilai berbeda dengan penilaian seseorang terhadap religinya, misalnya seberapa penting religi dalam kehidupan seseorang (Idler, 2003).

2. Kepercayaan dan Nilai Sentral dalam Religiusitas dan Spiritualitas

  Para ilmuan telah menyimpulkan beberapa kepercayaan dan nilai yang menjadi sentral semua religiusitas dan spiritualitas, yaitu kehadiran transenden, makna penderitaan dan makna kematian (Idler, 2003; Hill et al., 2000) meskipun variasi kepercayaan dan nilai religius dan spiritual yang tinggi menyulitkan para peneliti untuk menemukan serangkaian kepercayaan dan nilai umum dalam religiusitas dan spiritualitas (Idler, 2003).

  25

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.

   Fungsi Kepercayaan dan Nilai Religius dan Spiritual

  Beberapa fungsi kepercayaan dan nilai religius dan spiritual yang disimpulkan oleh para ilmuwan adalah: a. Meningkatkan kemungkinan munculnya efek placebo dalam penanganan medis dan klinis dengan memperkuat keadaan teraputik positif (Benson, 1996)

  b. Memberikan sumber informasi kognitif yang lebih luas daripada harapan akan hasil akhir positif biasa/sederhana. Harapan akan hasil akhir positif diperkuat oleh kepercayaan dan nilai religius dan spiritual (Idler, 2003)

  c. Menyediakan kerangka untuk melakukan interpretasi terhadap penderitaan manusia. Kepercayaan dan nilai religius dan spiritual memicu munculnya rangkaian pemaknaan dan pemahaman yang dapat memberikan kenyamanan dan sokongan terhadap “orang yang percaya”. Fungsi ini dapat tetap bekerja meskipun “orang yang percaya” tersebut mengalami tragedi akut atau penderitaan jangka panjang (Idler, 2003). Berdasarkan penjelasan di atas, telah dipilih dua domain yang dianggap sebagai sentral dari area religiusitas dan spiritualitas. Pengalaman sehari-hari merupakan rasa hubungan dengan transenden yang menjadikan area religiusitas dan spiritualitas dapat dibedakan dengan area lain dalam psikologi.

  Kepercayaan dan nilai religius dan spiritual merupakan domain kognitif yang menjadi sumber informasi religius dan spiritual, sekaligus sebagai identitas

  26

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  bagi agen/subyek kepercayaan dan nilai religius dan spiritual. Dua domain tersebut menjadi variabel dalam penelitian ini untuk diketahui hubungannya dengan kecemasan kematian.

D. KECEMASAN KEMATIAN 1. Definisi Kecemasan Kematian

  Schulz (1978) mendefinisikan kecemasan kematian sebagai keadaan emosional negatif yang berhubungan dengan kematian. Keadaan emosional negatif tersebut tidak mengarah pada objek tertentu karena banyak hal yang tidak diketahui mengenai kematian. Hal tersebut misalnya kapan, di mana dan bagaimana seseorang akan meninggal atau keberadaan kehidupan setelah kematian.

  Tomer (1994) mendefinisikan kecemasan kematian sebagai mekanisme pertahanan diri alamiah sebagai perlindungan melawan ancaman kematian personal yang tidak dapat diterima.

  Neimeyer (2004) mendefinisikan kecemasan kematian sebagai kesadaran akan adanya pengubahan yang menyeluruh dan akan segera terjadi pada stuktur peran inti seseorang karena adanya kematian. Lester (2009) menjelaskan bahwa kecemasan muncul karena seseorang tidak mengetahui sikap yang tepat untuk menghadapi sebuah situasi.

  Berdasarkan definisi-definisi tersebut, definisi kecemasan kematian memiliki unsur sebagai berikut :

a. Keadaan emosional (Schulz, 1978)

  27

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. Kesadaran (Neimeyer, 2004)

  c. Mekanisme pertahanan diri (Tomer, 1994)

  d. Ancaman berhubungan dengan kematian (Tomer, 1994; Neimeyer, 2004)

  e. Keadaan yang tidak diketahui (Schulz, 1978; Lester, 2009)

  f. Keadaan yang tidak dapat diterima (Tomer, 1994) Berdasarkan unsur-unsur tersebut, disimpulkan kecemasan kematian sebagai kesadaran terhadap ancaman kematian yang berpotensi membawa seseorang pada keadaan yang tidak dapat diterima atau diketahui sebelumnya.

2. Teori Kecemasan Kematian

a. Teori Konstruk Personal Teori Konstruk Personal pertama kali dikembangkan oleh G.

  Kelly. Teori ini dipublikasikan dalam buku The Psychology of

  Personal Construct pada tahun 1955. (Tomer, 1994; Green, 2008; Butt, 2008; Butler, 2006).

  Dalil fundamental teori konstruk personal menyatakan bahwa proses-proses seseorang dihubungkan secara psikologis oleh cara seseorang mengantisipasi kejadian-kejadian (Green, 2008; Chiari dan Nuzzo, 2010). Teori konstruk personal menjelaskan bahwa manusia secara kreatif menafsirkan, menguraikan dan mengelompokkan kejadian-kejadian yang dialami agar dapat mengantisipasi kejadian bertema sejenis di masa depan (Tomer, 1994). Proses penafsiran dan

  28

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  penguraian tersebut dirangkum sebagai proses pembentukan konstruk (Neimeyer dan Bridges, 2010)

  Konstuk didefinisikan sebagai hipotesis mengenai apa yang biasa terjadi dalam kehidupan, sebuah abstraksi dari kejadian dalam usaha untuk membuat kejadian lebih dapat dipahami dan diprediksi (Green, 2008; Neimeyer dan Bridges, 2010).

  Konstruk dibangun melalui proses organisasi persepsi terhadap peristiwa yang dihadapi seseorang, berbasis pada tema atau makna peristiwa. Seseorang memotong-motong peristiwa dalam kehidupannya dalam unit-unit yang sejenis (koheren) dengan tujuan melihat kesamaan dan perbedaan antar unit peristiwa. Kesamaan dan perbedaan makna antar unit peristiwa membentuk hipotesis mengenai unit peristiwa tersebut, misalnya memberi, menolong dan berdoa masuk dalam konstruk “baik” (merupakan peristiwa/tindakan dimaknai baik) sementara mencuri, melukai dan sombong masuk dalam konstruk “buruk” (merupakan peristiwa/tindakan dimaknai buruk). Hipotesis tersebut berkembang menjadi pasangan-pasangan konstruk yang saling kontras, misalnya baik-buruk, bahagia-sedih (Neimeyer dan Bridges, 2010).

  Konstruk yang dimiliki seseorang akan terus mengalami perkembangan. Konstruk akan mengalami proses validasi, yaitu pengujian akan kebenaran sebuah konstruk menggunakan pengujian konsistensi antara konstruk yang digunakan dengan timbal balik

  29

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (feedback) yang didapatkan (Walker, 2010). Invalidasi terjadi bila

  terjadi kegagalan dalam pengujian. Pada individu normal, konstruk yang tidak tervalidasi akan mengalami revisi melalui siklus kreativitas.

  Siklus ini dimulai dengan melonggarkan konstruk agar terbuka pada kemungkinan baru dan prediksi yang lebih bervariasi (fase loose

  construing) . Validasi selanjutnya akan memperkecil kemungkinan dan

  membawa pada prediksi yang pasti (fase tight construing). Invalidasi akan kembali membawa pada fase loose construing. Siklus ini berakhir saat telah ditemukan konstruk yang tervalidasi, dapat memprediksi dengan tepat dan bersifat lebih permanen (Walker, 2010; Fransella, 2010)

  Konstruk disusun menjadi sebuah sistem kepercayaan (belief system) atau sistem konstruk yang teroganisasi secara hirarkis.

  Semakin tinggi letak sebuah konstuk dalam sistem maka konstruk tersebut semakin sulit untuk direvisi (Tomer, 1994).

  Konstruk yang memiliki peranan penting dalam proses preservasi diri adalah konstruk inti, yaitu konstruk-konstruk yang mempertahankan identitas dan keberadaan seseorang. Konstruk inti memiliki letak sangat tinggi dalam hirarki sistem konstruk seseorang (Tomer, 1994).

  Konstruk inti terbangun berdasarkan struktur peran inti, yaitu hubungan peran seseorang dengan significant others. Peran didefinisikan sebagai aktivitas yang dilakukan seseorang berdasarkan

  30

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  interpretasi mengenai bagaimana orang lain memandang dirinya dalam sebuah interaksi (Butt, 2010). Berdasarkan penjelasan tersebut struktur peran inti dapat didefinisikan sebagai susunan aktivitas yang dilakukan seseorang berdasarkan interpretasi mengenai bagaimana significant

  others memandang dirinya dalam interaksi. Informasi yang diperlukan untuk membentuk konstruk inti kita dapatkan dari struktur peran inti.

b. Kecemasan Kematian dipandang dari teori konstruk personal

  Kecemasan kematian dipandang dari teori personal konstruk mencakup dua definisi utama yaitu kecemasan dan ancaman (Tomer, 1994). Kecemasan dipandang sebagai kesadaran bahwa kejadian yang dihadapi seseorang berada di luar sistem konstruknya, sehingga sistem konstruk yang telah dibangun tidak dapat digunakan dalam situasi yang sedang dihadapi (Tomer, 1994; Lester, 2009). Ancaman merupakan kesadaran akan adanya pengubahan yang menyeluruh dan akan segera terjadi pada stuktur peran inti (Tomer, 1994; Lester, 2009; Neimeyer, 2004). Kematian dapat dipandang sebagai struktur peran inti alternatif (alternative core structures) yang berbeda dengan struktur inti yang dimiliki seseorang saat ini (present core structures). Kematian juga dapat dipandang sebagai peristiwa yang sulit untuk dipahami. Peristiwa kematian dalam sudut pandang tersebut membawa seseorang pada situasi perubahan struktur inti yang belum pernah dihadapi sebelumnya, sehingga memunculkan kecemasan akibat sistem

  31

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  konstruk yang sudah ada tidak dapat digunakan untuk menghadapi situasi kematian (Tomer, 1994).

  Kecemasan kematian dapat menjadi ekstrim dan kronis bila sistem konstruk yang telah dibangun tidak dapat menyediakan tindakan dan sikap yang tepat untuk situasi kematian (Tomer, 1994; Lester, 2009). Kematian akan mengancam bila seseorang enggan memasukkan konsep diri di masa kini dan konsep kematian pada golongan yang sama pada sistem konstruknya (Tomer, 1994). Perbedaan ini menyadarkan seseorang bahwa ia akan memasuki keadaan yang belum pernah dihadapi sebelumnya, yaitu kematian sebagai konstruk inti. Neimeyer (1994) menyebutkan 25 pasang konstruk yang memiliki kaitan dengan kematian, yaitu :

1) Sehat

  • – Sakit 2) Kuat – Lemah 3) Memiliki Eksistensi – Tidak Memiliki Eksistensi 4) Terbuka – Tertutup 5) Sehat Mental – Gila 6) Bahagia – Sedih 7) Mampu – Tidak Mampu 8) Terasa Enak – Tidak Enak 9) Aman – Tidak Aman 10) Konkrit – Abstrak 11) Dapat Menyesuaikan Diri – Tidak Dapat Menyesuaikan Diri

  32

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

12) Dapat Berubah

  • – Statis 13) Spesifik – Umum 14) Objektif – Subyektif 15) Dapat Diprediksi – Acak 16) Memiliki Kehidupan – Tidak Memiliki Kehidupan 17) Mudah – Sulit 18) Dapat Belajar – Tidak dapat Belajar 19) Memiliki Harapan – Tanpa Harapan 20) Berguna – Tidak Berguna 21) Produktif – Tidak Produktif 22) Penuh Kedamaian – Penuh Kekejaman 23) Hidup - Mati 24) Dapat Memahami – Tidak Dapat Memahami 25) Dapat Membantu Orang Lain – Egois Neimeyer (1994) membagi 25 pasang konstruk tersebut menjadi tiga aspek utama, yaitu: 1) Ancaman terhadap Well-Being. Aspek ini berisi pasangan konstruk mengenai kondisi (keberadaan) yang memuaskan (baik) bagi seseorang. Kondisi ini dikarakteristikkan dengan kesehatan, kebahagiaan dan kesejahteraan. Pasangan konstruk nomor satu sampai nomor sembilan merupakan bagian dari aspek ini.

  2) Ketidakpastian. Aspek ini berisi pasangan konstruk yang muncul karena kurangnya informasi/pengetahuan. Sebagai konsekuensi

  33 atas kurangnya pengetahuan, muncul keragu-raguan, kesulitan untuk menyesuaikan dan ketidakmampuan untuk memprediksi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pasangan konstruk nomor 10 sampai nomor 17 merupakan bagian dari aspek ini.

  3) Fatalisme. Aspek ini berasal dari kepercayaan bahwa setiap kejadian pasti akan terjadi sebagaimana seharusnya kejadian itu harus terjadi dan apapun yang kita lakukan tidak memiliki fungsi kausalitas apapun. Saat berhadapan dengan nasib, semua usaha manusia menjadi tidak berarti. Pasangan konstruk nomor 18 sampai nomor 25 merupakan bagian dari aspek ini.

  Kecemasan kematian dapat diatasi bila seseorang memasukkan konsep diri dan konsep kematian pada golongan yang sama dalam sistem konstruknya (Tomer, 1994).

  Berdasarkan penjelasan di atas, kecemasan kematian akan timbul saat seseorang tidak dapat menghadapi kematian menggunakan sistem konstruk yang telah dibangun. Penggolongan konsep diri dan konsep kematian pada kelompok yang sama dalam sistem konstruk akan mempermudah seseorang menghadapi situasi kematian sehingga kecemasan kematian mudah diatasi.

3. Variabel-variabel yang berhubungan dengan kecemasan kematian

  Schulz (1978) mengumpulkan dan menjelaskan beberapa variabel yang dipandang memiliki pola-pola hubungan tertentu dengan kecemasan kematian. Variabel-variabel tersebut adalah:

  34

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Jenis Kelamin.

  Kecemasan Kematian pada laki-laki lebih cenderung kognitif, sementara kecemasan kematian pada perempuan lebih cenderung afektif. Bila kecemasan kematian diukur menggunakan alat ukur kognitif, maka kecemasan kematian pada laki-laki akan lebih tinggi dari perempuan, namun bila kecemasan kematian diukur menggunakan alat ukur afektif, maka hasil sebaliknya akan diperoleh.

  b. Usia Usia dapat berhubungan dengan kecemasan kematian pada level ketidaksadaran. Bila seseorang merasakan bahwa kematian merupakan ancaman yang akan segera terjadi maka ia akan cenderung menyangkal ketakutan mereka akan kematian. Kecemasan kematian pada usia dewasa awal/muda relatif rendah dan menemui puncaknya pada dewasa menengah.

  c. Kesehatan fisik Respon utama yang diberikan oleh pasien terminal yang mendapatkan informasi mengenai kondisi kesehatan mereka lebih cenderung berbentuk depresi daripada kecemasan. Saat pertama kali mendengar informasi keterminalan penyakit mereka, muncul kecemasan yang sangat tinggi, namun kecemasan ini akan menurun seiring kerelaan pasien untuk menerima kondisi kesehatan mereka.

  35

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  d. Gangguan Mental Individu yang memiliki kecenderungan bunuh diri yang tinggi memiliki kecemasan kematian yang lebih rendah daripada populasi umum.

  e. Kebutuhan Pencapaian (need for achievement/nAch) Individu dengan kebutuhan pencapaian yang tinggi cenderung takut terhadap kematian karena kematian mengahiri kesempatan mereka untuk pencapaian berikutnya. Individu dengan rasa kompetensi yang tinggi cenderung memiliki kecemasan kematian yang rendah karena mereka telah puas dengan kehidupan mereka. Individu dengan kecemasan kematian yang rendah cenderung memiliki tujuan hidup

  (purpose in life) yang tinggi, karena untuk mengembangkan tujuan

  hidup, seseorang harus melalui sebuah langkah penting, yaitu menghadapi kematian tanpa rasa takut.

  f. Corak kognitif Individu dengan corak kognitif augmenter (melakukan overestimasi saat memperkirakan sesuatu) memiliki kecemasan kematian yang lebih tinggi dibandingkan individu dengan corak kognitif reducer (melakukan underestimasi saat memperkirakan sesuatu).

  g. Religiusitas Religiusitas intrinsik berhubungan negatif dengan kecemasan kematian, sedangkan religiusitas ekstrinsik (misalnya frekuensi

  36

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kehadiran di gereja) justru berhubungan positif dengan kecemasan kematian. Kepercayaan terhadap kehidupan setelah kematian diduga merupakan variabel yang mengintervensi penurunan kecemasan kematian pada individu dengan tingkat religiusitas yang tinggi.

E. HUBUNGAN ANTARA PENGALAMAN SPIRITUAL SEHARI-HARI DENGAN KECEMASAN KEMATIAN

  Pengalaman spiritual sehari-hari merupakan persepsi seseorang mengenai sang transenden dan persepsi seseorang mengenai interaksi atau keterlibatan dengan sang transenden dalam kehidupan sehari-hari (Underwood dan Teresi, 2002). Dalam domain ini dapat ditemukan keintiman hubungan dengan transenden, dukungan sosial dengan transenden dan harapan untuk mempertahankan hubungan dengan transenden (Underwood, 2003).

  Teori Konstruk Personal menjelaskan bahwa konstruk inti terbangun berdasarkan struktur peran inti, yaitu hubungan peran seseorang dengan

  significant others . Peran didefinisikan sebagai aktivitas yang dilakukan

  seseorang berdasarkan interpretasi mengenai bagaimana orang lain memandang dirinya dalam sebuah interaksi. Tidak semua peran memiliki derajat kepentingan yang tinggi bagi seseorang. Hanya beberapa peran pusat yang dapat membentuk struktur peran inti. Berdasarkan penjelasan tersebut struktur peran inti dapat didefinisikan sebagai susunan aktivitas yang dilakukan seseorang berdasarkan interpretasi mengenai bagaimana significant

  others memandang dirinya dalam interaksi. Interaksi

  • –interaksi vital tersebut

  37

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  memberikan informasi yang diperlukan untuk membentuk konstruk inti (Butt, 2010).

  Dari sudut pandang teori Konstruk Personal, hubungan dengan sang transenden merupakan hubungan peran vital yang membentuk konstruk- konstruk inti. Domain pengalaman spiritual sehari-hari memperlihatkan adanya keintiman dalam hubungan dengan sang transenden dan usaha untuk mempertahankan keintiman tersebut. Adanya keintiman menandakan bahwa hubungan peran dengan sang transenden merupakan hubungan peran yang bernilai vital. Dapat disimpulkan hubungan dengan sang transenden dapat dipandang sebagai struktur peran inti.

  Teori Konstruk Personal menjelaskan bahwa ancaman merupakan kesadaran akan adanya pengubahan yang menyeluruh dan akan segera terjadi pada stuktur peran inti (Tomer, 1994; Lester, 2009; Neimeyer, 2004). Konstruk inti yang terbangun berdasarkan hubungan peran dengan significant

  others mendapatkan ancaman saat mengalami kematian, karena adanya

  prediksi perubahan peran dengan significant others setelah kematian, misalnya prediksi konstruk inti mengenai identitas seorang ayah akan berubah karena hubungan peran antara ayah yang hidup dengan anaknya akan berubah menjadi hubungan peran (roh) ayah yang telah meninggal dengan anaknya.

  Keberadaan sang transenden lebih menitikberatkan pada keberadaan spiritual dibandingkan keberadaan material (Homby, 1995), tidak terbatas pada keberadaan material yang suatu saat akan hancur. Hubungan peran yang dibangun dengan sang transenden dapat diasumsikan tidak terbatas pada

  38

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  keberadaan material. Dari sudut pandang ini, konstruk-konstruk inti yang terbangun berdasarkan hubungan peran dengan sang transenden tidak terbatas pada kenyataan material, dengan kata lain, konstruk inti yang terbangun tidak mudah berubah karena adanya peristiwa perubahan kenyataan material, misalnya peristiwa kematian. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat diasumsikan konstruk inti yang terbangun berdasarkan struktur peran inti dengan sang transenden lebih tahan terhadap perubahan yang disebabkan kematian, misalnya konstruk “aku adalah orang bahagia” yang terbangun karena “aku dekat dengan Tuhan” lebih tahan terhadap perubahan yang disebabkan “kehancuran badan”.

  Perasaan positif menurut teori Konstruk personal muncul karena tervalidasinya konstruk inti (Lester, 2009). Perasaan-perasaan positif (kebahagiaan, cinta) yang muncul dalam hubungan dengan sang transenden muncul sebagai bukti tervalidasinya konstruk-konstruk inti yang dibangun berdasarkan hubungan dengan sang transenden. Validasi ini digunakan untuk mempertahankan dan memperkuat konstruk inti yang telah dimiliki.

  Kematian dari sudut pandang teori Konstruk Personal dapat dipandang sebagai konstruk inti alternatif yang akan menggantikan konstruk inti di masa kini (Tomer, 1994). Konstruk inti yang terbangun berdasarkan hubungan dengan sang transenden diasumsikan lebih tahan terhadap perubahan yang disebabkan kematian, dengan demikian konstruk inti alternatif (konsep kematian) dapat diasumsikan tidak banyak mengalami perbedaan dengan konstruk inti di masa kini (konsep diri di masa kini), misalnya konsep diri

  39

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  “aku bahagia saat ini (karena dekat dengan Tuhan)” berada dalam kutub yang sama dengan konsep kematian “saat aku mati, aku tetap bahagia (karena dekat dengan Tuhan)”. Seseorang kemudian dapat memprediksi bahwa tidak banyak perubahan konsep diri yang terjadi akibat peristiwa kematian.

  Teori Konstruk Personal menjelaskan kecemasan sebagai kesadaran bahwa kejadian yang dihadapi seseorang berada di luar sistem konstruknya, sehingga sistem konstruk yang telah dibangun tidak dapat digunakan dalam situasi yang sedang dihadapi (Tomer, 1994; Lester, 2009). Semakin sedikit perubahan konstruk inti yang diprediksi seseorang pada peristiwa kematian mengakibatkan prediksi kemunculan situasi yang belum pernah dihadapi sebelumnya semakin kecil, sehingga kecemasan kematian semakin rendah.

  Berdasarkan penjelasan tersebut, diambil kesimpulan bahwa pengalaman spiritual sehari-hari memiliki hubungan negatif dengan kecemasan kematian.

  

F. ANTARA KEPERCAYAAN DAN NILAI

HUBUNGAN RELIGIUS/SPIRITUAL DENGAN KECEMASAN KEMATIAN

  Kepercayaan dan nilai religius dan spiritual secara umum bersentral pada pemaknaan penderitaan dan kematian. Nilai dan kepercayaan tersebut memberikan informasi kepada sistem kognitif mengenai harapan akan hasil akhir yang positif meskipun seseorang berada di tengah-tengah tragedi dan penderitaan jangka panjang (Idler, 2003). Harapan religius dan spiritual tersebut tidak terbatas pada harapan-harapan sederhana namun melingkupi

  40

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  cakupan yang lebih luas dan transendental, memberikan penghiburan dan menyokong seseorang melewati masa-masa sulit kehidupannya (Idler, 2003).

  Berbekal informasi ini, seseorang mengembangkan pemaknaan atau interpretasi religius dan spiritual mengenai peristiwa kematian. Harapan religius dan spiritual mengenai hasil akhir positif memberikan informasi pada sistem kognitif seseorang bahwa keadaan pasca penderitaan dan kematian tetap memiliki keberadaan dan kebahagiaan, misalnya harapan akan adanya kehidupan setelah kematian dan harapan kebahagiaan surgawi.

  Teori konstruk personal menjelaskan bahwa kecemasan kematian akan muncul bila seseorang meletakkan konsep diri (konstruk-konstruk inti mengenai identitas) masa kini dan konsep kematian (konstruk-konstruk mengenai peristiwa kematian) pada golongan atau kutub (poles) yang berbeda dalam sistem konstruk (Tomer, 1994). Dari sudut pandang teori konstruk personal, pemaknaan religius dan spiritual mengenai peristiwa kematian dan harapan religius dan spiritual mengenai hasil akhir yang positif memberikan informasi bagi seseorang sehingga konsep diri dan konsep kematian dapat ditempatkan dalam golongan atau kutub yang sama dalam sistem konstruk intinya. Seseorang kemudian dapat memprediksi bahwa tidak banyak perubahan sistem konstruk inti dalam peristiwa kematian.

  Teori Konstruk Personal menjelaskan kecemasan sebagai kesadaran bahwa kejadian yang dihadapi seseorang berada di luar sistem konstruknya, sehingga sistem konstruk yang telah dibangun tidak dapat digunakan dalam situasi yang sedang dihadapi (Tomer, 1994; Lester, 2009). Semakin sedikit

  41

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  perubahan konstruk inti yang diprediksi seseorang pada peristiwa kematian mengakibatkan prediksi kemunculan situasi yang belum pernah dihadapi sebelumnya semakin kecil, sehingga kecemasan kematian semakin rendah. Sejumlah penelitian pendukung hipotesis ini dilakukan Krieger dan Epting (1974) yang menemukan bahwa ancaman kematian pada subyek yang percaya pada kehidupan setelah kematian lebih rendah dibandingkan mereka yang kurang percaya.

  Berdasarkan penjelasan tersebut, diambil kesimpulan bahwa kepercayaan dan nilai religius dan spiritual memiliki hubungan negatif dengan kecemasan kematian.

  42 Pengalaman Spiritual Sehari-hari sebagai bagian integral dalam kehidupan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KERANGKA KONSEP PENELITIAN

  Konsep diri (misalnya kebahagiaan) yang terbentuk tidak bergantung pada keberadaan material namun pada keberadaan transenden

  Konsep diri dapat dibangun berdasarkan hubungan vital dengan sang transenden yang memiliki sifat non-material

  Terbentuk rasa hubungan yang intim dengan sang transenden Terbentuk struktur peran inti dimana sang transenden berperan sebagai

  significant others

  Kepercayaan dan Nilai Religius dan Spiritual sebagai sistem kepercayaan pribadi

  Mendapatkan informasi kognitif mengenai kematian dan penderitaan Harapan religius dan spiritual akan hasil akhir positif setelah kematian atau penderitaan

  Konsep kematian tidak banyak berbeda dengan konsep diri di masa kini sehingga kedua konsep tersebut dapat diletakkan pada kutub yang sama dalam sistem konstruk seseorang

  Kecemasan Kematian rendah Kematian diprediksi tidak banyak membawa seseorang pada situasi yang belum pernah dihadapi

  Konsep diri lebih tahan terhadap perubahan disebabkan kematian yang bersifat material (misalnya perubahan kesehatan) G.

  Berdasarkan penjelasan teoritis maka kerangka konsep penelitian ini dapat ditunjukkan pada gambar II.1. berikut.

  Gambar II.1. Kerangka Konsep Penelitian

  43

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI H. HIPOTESIS

  Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah :

  1. Ada hubungan negatif antara pengalaman spiritual sehari-hari dengan kecemasan kematian. Semakin pengalaman spiritual sehari-hari menjadi

bagian integral dalam kehidupan keseharian seseorang, maka tingkat kecemasan kematian akan semakin rendah.

  2. Ada hubungan negatif antara kepercayaan dan nilai religius dan spiritual dengan kecemasan kematian. Semakin tinggi tingkat kepercayaan dan nilai seseorang mencerminkan kepercayaan dan nilai religius dan spiritual sebagai nilai akhir, maka tingkat kecemasan kematian akan semakin rendah. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Penelitian ini berguna

  untuk mencari hubungan antara dua variabel (Hadi, 2000). Variabel yang hendak diselidiki adalah pengalaman spiritual sehari-hari; kepercayaan dan nilai religius dan spiritual; dan kecemasan kematian.

  B.

   IDENTIFIKASI VARIABEL

  Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

  1. Variabel Bebas

  a. Pengalaman spiritual sehari-hari

  b. Kepercayaan dan nilai religius dan spiritual

  2. Variabel Tergantung

  a. Kecemasan kematian C.

   DEFINISI OPERASIONAL

  1. Pengalaman Spiritual Sehari-Hari

  Pengalaman Sehari-hari adalah skor yang didapatkan dari Daily

  Spiritual Experiences-Short Form . Skor memperlihatkan frekuensi

  keterlibatan dan interaksi dengan transenden. Semakin tinggi skor yang

  44

  45

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  didapatkan maka semakin rendah integrasi pengalaman spiritual sehari- hari dalam kehidupan keseharian subyek.

  2. Kepercayaan dan Nilai Religius dan Spiritual

  Kepercayaan dan Nilai adalah skor yang didapatkan dari Belief and

  Value-Short Form . Skor memperlihatkan kesetujuan subyek dengan

  kepercayaan dan nilai religius dan spiritual. Semakin rendah skor yang didapatkan maka kepercayaan dan nilai subyek semakin mencerminkan kepercayaan dan nilai religius dan spiritual sebagai nilai akhir subyek.

  3. Kecemasan Kematian

  Kecemasan Kematian merupakan skor Global Threat yang diukur menggunakan Threat Index. Skor memperlihatkan perbedaan antara konsep kematian dengan konsep diri di masa kini. Semakin tinggi skor yang didapatkan maka kecemasan kematian semakin tinggi.

D. SUBYEK PENELITIAN 1. Populasi

  Seluruh individu yang dimaksudkan untuk diselidiki disebut populasi. Populasi dibatasi sebagai sejumlah individu dengan sifat yang sama (Hadi, 2000). Pada penelitian ini, yang menjadi populasi adalah mahasiswa aktif Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.

  Pemilihan subjek berdasarkan pertimbangan bahwa teori Konstruk Personal yang digunakan untuk membahas Kecemasan Kematian lebih dianjurkan untuk digunakan pada penelitian dengan

  46

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  subyek dewasa dan masih berada dalam konteks kehidupan sehari-hari yang normal, bukan pada situasi kritis atau mendekati kematian (Tomer, 1994). Subyek penelitian adalah dewasa awal karena masa ini merupakan masa yang penting untuk mempersiapkan diri menghadapi proses kehilangan significant others. (Backer et al., 1978). Usia dewasa awal ditandai oleh kemandirian ekonomi dan kemandirian dalam membuat keputusan (Santrock, 1995). Fase ini biasanya dimulai pada usia 17 tahun sampai 33 tahun (Levinson dalam Santrock, 1995).

  Batasan umur tersebut digunakan untuk menentukan kriteria umur subyek, yaitu 17 sampai 33 tahun. Kriteria tersebut dapat dipenuhi oleh mahasiswa aktif Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Kemudahan akses untuk mendapatkan data juga menjadi alasan pemilihan subyek.

2. Metode Pengambilan Sampel

  Sampel diambil dengan menggunakan teknik convenience

  sampling , yaitu pemilihan sampel berdasarkan ketersediaan subyek

  dan kesediaan subyek untuk menjadi subyek penelitian. Metode ini merupakan metode pengambilan sampel yang paling umum digunakan dalam studi keilmuan behavioral (Frederick, 2009).

E. TEKNIK PENGUMPULAN DATA

  Pengumpulan data dilakukan menggunakan tiga alat ukur yang diadaptasi dari Multidimensional Measurement of

  47

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Religiousness/Spirituality dan Threat Index. Pemilihan ini dilakukan

  dengan tujuan untuk mempermudah komunikasi dengan penelitian lain yang sejenis. Keuntungan lain yang didapatkan adalah ketiga alat ukur dibuat oleh panel ahli dalam bidang masing-masing sehingga telah memiliki validitas isi yang baik. Alat ukur yang digunakan adalah:

1. Spiritual Experience Short Form dari Brief Daily Multidimensional Measurement of Religiousness/Spirituality- GGS

   Skala Daily Spiritual Experience Short Form merupakan bagian

  dari Brief Multidimensional Measurement of

  Religiousness/Spirituality-GGS untuk mengukur Pengalaman

  Spiritual Sehari-hari. Skala ini dikembangkan oleh Underwood untuk mengisi ketiadaan alat ukur terstandar yang berfokus pada spiritualitas (Underwood, 2003). Skala mengukur pengalaman- pengalaman spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Skala ini didesain secara khusus untuk mengukur efek pengalaman spiritual biasa (sehari-hari) pada kehidupan seseorang dan bukan mengukur pengalaman mistis spiritual (misalnya suara-suara mistis) (Underwood, dan Teresi, 2002).

  Aitem tersusun berdasarkan 5 aspek, yaitu rasa hubungan dengan sang transenden, rasa adanya dukungan dari sang transenden, rasa keutuhan, rasa kekaguman dan keinginan untuk bersama dengan sang transenden. Aspek rasa hubungan dengan sang transenden terdiri dari

  48

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1 aitem, aspek rasa adanya dukungan dari sang transenden terdiri dari 2 aitem, aspek rasa keutuhan terdiri dari 1 aitem, aspek rasa kekaguman terdiri dari 1 aitem dan aspek keinginan untuk bersama dengan sang transenden terdiri dari 1 aitem. Total aitem dalam skala ini adalah 6.

  Aitem dari skala ini diukur dalam 6-poin skala Likert, yaitu berkali-kali dalam sehari (1), setiap hari (2), sering terjadi dalam keseharian saya (3), kadang terjadi dalam keseharian saya (4), pernah mengalami sekali waktu (5) dan tidak pernah atau nyaris tidak pernah mengalami (6). Pilihan tanggapan disusun bertingkat mulai dari skor 1 sampai skor 6.

  Subyek diminta untuk menanggapi penyataan-pernyataan yang ada dengan menentukan satu pilihan tanggapan dari 6 pilihan tanggapan yang disediakan sesuai pengalaman yang dialami. Setiap pernyataan ditanggapi berdasarkan pengalaman yang dimiliki sehari- hari. Sebuah catatan yang mempersilahkan subyek untuk mengganti kata “Tuhan” dengan istilah yang lebih sesuai dengan kenyaman subyek ditambahkan pada prosedur pengisian skala

  Nilai total didapatkan dari penjumlahan seluruh skor pada tiap butir pernyataan, sehingga didapatkan rentang skor 6 sampai dengan

36. Semakin tinggi nilai total maka integrasi pengalaman spiritual sehari-hari dalam kehidupan keseharian subyek semakin rendah.

  49

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.

   Belief and Values Short Form dari Brief Multidimensional Measurement of Religiousness/Spirituality-GGS Skala Belief and Values Short Form merupakan bagian dari Brief Multidimensional Measurement of Religiousness/Spirituality-GGS

  untuk mengukur Kepercayaan dan Nilai. Skala ini dikembangkan oleh Fetzer Institute dalam proyek survey nasional Amerika mengenai religiusitas/spiritualitas. Skala ini mengukur sampai manakah kepercayaan dan nilai seseorang mencerminkan kepercayaan dan nilai religius dan spiritual.

  Aitem tersusun berdasarkan 4 aspek, yaitu keberadaan Tuhan yang melindungi manusia, rasa tanggung jawab kepada mereka yang kurang beruntung, kehidupan setelah kematian dan kesediaan untuk membawa nilai dan kepercayaan religius dan spiritual pada area lain dalam kehidupan. Setiap aspek terdiri dari satu aitem.

  Aitem dari skala ini diukur dalam 4-poin skala Likert, yaitu sangat setuju (1), setuju (2), tidak setuju (3), sangat tidak setuju (4). Pilihan tanggapan disusun bertingkat mulai dari skor 1 sampai skor 4.

  Subyek diminta untuk menanggapi penyataan-pernyataan yang ada dengan menentukan satu pilihan tanggapan dari 4 pilihan tanggapan yang disediakan sesuai kesetujuan dengan pernyataan yang diberikan.

  Nilai total didapatkan dari penjumlahan seluruh skor pada tiap butir pernyataan, sehingga didapatkan rentang skor 4 sampai dengan

  50

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  16. Semakin tinggi nilai total maka semakin rendah kepercayaan dan nilai seseorang mencerminkan kepercayaan dan nilai religius dan spiritual sebagai nilai akhir subyek.

3. Threat Index

  Threat Index mulai dikembangkan pada awal dekade 80 dan

  hingga kini terbukti sebagai alat ukur kecemasan kematian yang memiliki validitas tertinggi (Neimeyer, 2004). Threat Index dikembangkan berdasarkan teori konstruk personal. Skala ini berisi dua bagian yaitu Anda dan Kehidupan Anda di Masa Kini dan Kematian Anda, masing-masing terdiri dari 25 pasang aitem konstruk yang saling berlawanan.

  Skala ini terbagi menjadi 3 faktor yaitu ancaman terhadap well-

  being , ketidakpastian dan fatalisme. Faktor ancaman terhadap well- being terdiri dari 9 aitem pada bagian pertama dan 9 aitem pada

  bagian kedua. Faktor ketidakpastian terdiri dari 8 aitem pada bagian pertama dan 8 aitem pada bagian kedua. Faktor fatalisme terdiri dari 8 aitem pada bagian pertama dan 8 aitem pada bagian kedua. Total seluruh aitem dalam Threat Indek adalah 50 aitem.

  Pada bagian pertama, subyek diminta memilih konstruk yang lebih mendiskripsikan dirinya di masa sekarang pada masing-masing pasangan konstruk yang ada. Subyek kemudian diminta melingkari salah satu dari 7 pilihan tanggapan yaitu:

  1 = Sangat setuju dengan konstruk di sebelah kiri

  51

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2 = Cukup setuju dengan konstruk di sebelah kiri 3 = Agak setuju dengan konstruk di sebelah kiri 4 = Sama-sama setuju dengan kedua konstruk baik di kiri maupun di kanan 5 = Agak setuju dengan dengan konstruk di sebelah kanan 6 = Cukup setuju dengan konstruk di sebelah kanan 7 = Sangat setuju dengan konstruk di sebelah kanan Pada bagian kedua, subyek diminta memilih konstruk yang lebih mendiskripsikan kematiannya pada masing-masing pasangan konstruk yang ada. Subyek kemudian diminta melingkari salah satu dari 7 pilihan tanggapan yaitu:

  1 = Sangat setuju dengan konstruk di sebelah kiri 2 = Cukup setuju dengan konstruk di sebelah kiri 3 = Agak setuju dengan konstruk di sebelah kiri 4 = Sama-sama setuju dengan kedua konstruk baik di kiri maupun di kanan 5 = Agak setuju dengan dengan konstruk di sebelah kanan

  6 = Cukup setuju dengan konstruk di sebelah kanan 7 = Sangat setuju dengan konstruk di sebelah kanan Nilai jarak (distance score) didapatkan dari perbedaan skor absolut pada tiap pasangan kontruk dari bagian satu dan bagian dua skala threat index, misalnya aitem 1 pada bagian pertama memiliki

  52

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  skor 2 dan aitem 1 pada bagian kedua memiliki skor 6, maka didapatkan nilai jarak absolut = 4 untuk aitem 1.

  − Nilai jarak pada aitem 1,2,3,4,5,6,7,8 dan 9 dijumlahkan untuk mendapatkan nilai faktor ancaman terhadap well-being, sehingga didapatkan rentang skor 0 sampai 54.

  Nilai jarak pada aitem 10,11,12,13,14,15,16 dan 17 dijumlahkan untuk mendapatkan nilai faktor ketidakpastian, sehingga didapatkan rentang skor 0 sampai 48.

  Nilai jarak pada aitem 18,19,20,21,22,23,24 dan 25 dijumlahkan untuk mendapatkan nilai faktor fatalism, sehingga didapatkan retang skor 0 sampai 48.

  Global Threat didapatkan dengan menjumlahkan nilai faktor ancaman terhadap well-being, nilai faktor ketidakpastian dan nilai faktor fatalism sehingga didapatkan rentang skor 0 sampai dengan 150. Semakin tinggi nilai skor maka semakin tinggi kecemasan kematian seseorang.

F. PENGUJIAN INSTRUMEN PENELITIAN

1. Daily Spiritual Experience Short Form dari Brief Multidimensional Measurement of Religiousness/Spirituality-GGS

  Reliabilitas hasil pengukuran akan dilihat dengan menggunakan pendekatan konsistensi internal, yang hanya memerlukan satu kali

  53

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pengukuran kepada sekelompok individu sebagai subjek penelitian (Azwar, 2005)

  Setelah dialihbahasa mejadi bahasa Indonesia, setiap aitem alat ukur dievaluasi kembali kelayakannya dalam mengungkap atribut yang dikehendaki. Peneliti tidak melakukan alihbahasa balik terhadap setiap aitem skripsi untuk mengevaluasi tiap aitem. Evaluasi terhadap tata letak dan tata bahasa aitem dilakukan menggunakan professional

  judgement , yang dalam penelitian ini dilakukan oleh dosen pembimbing skripsi.

  2. Belief and Values Short Form dari Brief Multidimensional Measurement of Religiousness/Spirituality-GGS

  Reliabilitas hasil pengukuran akan dilihat dengan menggunakan pendekatan konsistensi internal, yang hanya memerlukan satu kali pengukuran kepada sekelompok individu sebagai subjek penelitian (Azwar, 2005).

  Setelah dialihbahasa menjadi bahasa Indonesia, setiap aitem alat ukur dievaluasi kembali kelayakannya dalam mengungkap atribut yang dikehendaki. Evaluasi terhadap tata letak aitem juga dilakukan. Penilaian ini dilakukan menggunakan professional judgement, yang dalam penelitian ini dilakukan oleh dosen pembimbing skripsi.

  3. Threat Index

  Reliabilitas hasil pengukuran akan dilihat dengan menggunakan pendekatan konsistensi internal, yang hanya memerlukan satu kali

  54 pengukuran kepada sekelompok individu sebagai subjek penelitian (Azwar, 2005). Reliabilitas Threat Index akan diukur menggunakan reliabilitas komposit berdasarkan reliabilitas internal, beban dan korelasi antar faktor Threat Index. Penggunaan reliabilitas internal telah dianjurkan untuk menghitung reliabilitas ketiga faktor Threat Index (Neimeyer, 1991).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Setelah dialihbahasa mejadi bahasa Indonesia, setiap aitem alat ukur dievaluasi kembali kelayakannya dalam mengungkap atribut yang dikehendaki. Evaluasi terhadap tata letak aitem juga dilakukan. Penilaian ini dilakukan menggunakan professional judgement, yang dalam penelitian ini dilakukan oleh dosen pembimbing skripsi.

G. TEKNIK ANALISIS DATA

  1. Dalam seluruh pengujian hipotesis, usia akan dimasukkan sebagai variabel kontrol, karena secara teoritis berhubungan dengan kecemasan kematian (Schulz, 1978) dan dapat mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan tergantung dalam kedua hipotesis. Pengujian hubungan antara usia dengan variabel bebas dan variabel tergantung dilakukan menggunakan teknik korelasi product moment Pearson. Uji perbedaan kecemasan kematian, pengalaman spiritual sehari-hari dan kepercayaan dan nilai religius dan spiritual antara laki-laki dan perempuan akan dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan antara jenis kelamin dengan ketiga variabel utama yang akan dianalisis.

  55

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Analisis data untuk hipotesis pertama yaitu ada hubungan negatif antara pengalaman spiritual sehari-hari dengan kecemasan kematian menggunakan analisis regresi

  3. Analisis data untuk hipotesis kedua yaitu ada hubungan negatif antara kepercayaan dan nilai dengan kecemasan kematian menggunakan analisis regresi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. ORIENTASI KANCAH PENELITIAN

  1. Gambaran umum lokasi penelitian

  Penelitian ini dilakukan di Kampus Fakultas Psikologi Sanata Dharma Yogyakarta yang terletak di Paingan, Maguwoharjo, Kec. Depok, Kab. Sleman Yogyakarta. Setiap hari terdapat kurang lebih 200 orang mahasiswa yang melakukan kegiatan perkuliahan di kampus ini. Kegiatan perkuliahan diadakan pada hari Senin sampai Jumat, yang berlangsung dari pukul 07.00 WIB sampai 16.00 WIB.

2. Karakteristik Sampel

  Penelitian diadakan selama bulan November 2010 dan diperoleh sampel sebanyak 76 orang. Dari perolehan sampel tersebut hanya 69 orang yang menyelesaikan seluruh administrasi tes sehingga penelitian ini menggunakan 69 responden.

a. Usia

  Data Sampel yang diperoleh menunjukkan 5 responden berusia 20 tahun, 10 responden berusia 21 tahun, 9 responden berusia 22 tahun, 9 responden berusia 23 tahun, 12 responden berusia 24 tahun, 17 responden berusia 25 tahun, 5 responden berusia 26 tahun dan 2 responden berusia 27 tahun. Rata-rata usia responden adalah 23,3 tahun. Modus usia responden adalah 25 dan median usia responden

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  25 17 26,64 7.

  2. Perempuan 30 43,48 Total 69 100

  No. Jenis Kelamin Jumlah (n) Prosentase (%)

  Tabel IV.2 Distribusi sampel berdasarkan jenis kelamin

  Data sampel yang diperoleh menunjukkan 39 responden adalah laki- laki dan 30 responden adalah perempuan. Distribusi sampel berdasarkan jenis kelamin ditunjukkan pada tabel IV.2.

  23,36 tahun

  Rata

  27 2 2,90 Total 69 100

  26 5 7,25 8.

  24 12 17,39 6.

  23 9 13,04 5.

  22 9 13,04 4.

  21 10 14,49 3.

  20 5 7,25 2.

  No. Usia (tahun) Jumlah (n) Prosentase (%) 1.

  Tabel IV.1 Distribusi sampel berdasarkan usia

  57 adalah 24 tahun. Berdasarkan data tersebut disimpulkan seluruh subyek berada pada usia dewasa awal. Distribusi sampel berdasarkan usia ditunjukkan pada tabel IV.1.

  • – rata

b. Jenis Kelamin

1. Laki

  • – Laki 39 56,52

  58

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN PENELITIAN

  Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan beberapa persiapan yaitu:

1. Persiapan Alat Ukur

  Alat ukur yang dipersiapkan terdiri dari 3 jenis yaitu Daily

  Spiritual Experience Short Form dari Brief Multidimensional Measurement of Religiousness/Spirituality-GGS , Belief and Values Short Form dari Brief Multidimensional Measurement of Religiousness/Spirituality-GGS dan Threat Index. Peneliti dibantu seorang

  rekan yang merupakan mahasiswa fakultas Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma Yogyakarta untuk melakukan alih bahasa dari bahasa Inggris menuju bahasa Indonesia. Hasil penerjemahan dikonsultasikan dengan dosen pembimbing skripsi. Konsultasi tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan alih bahasa yang tepat sesuai dengan makna aslinya dalam bahasa Inggris. Alat ukur kemudian disusun dalam sebuah rangkaian tes. Beberapa responden diminta untuk mengerjakan tes dan memberikan umpan balik mengenai susunan kalimat dan lay out tes. Skor yang didapatkan dari responden ini tidak dimasukkan dalam skor total penelitian. Umpan balik dikonsultasikan kembali dengan dosen pembimbing untuk mendapatkan revisi. Setelah beberapa kali perubahan

  lay out tes dan susunan kalimat aitem, alat tes dinilai siap untuk digunakan.

  59

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.

   Pengujian Alat Ukur Uji coba ketiga alat ukur dilakukan menggunakan ujicoba terpakai.

  Peneliti menyebarkan 80 alat ukur pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Terdapat 76 alat ukur yang kembali dari 80 alat ukur yang disebarkan. Terdapat 7 responden yang tidak menyelesaikan seluruh tes dengan lengkap, sehingga hanya 69 responden yang dapat dianalisis.

  Proses pengambilan data dilakukan selama 2 minggu dari 22 November 2010 sampai 4 Desember 2010. Proses pengambilan data berjalan cukup lancar, meskipun beberapa responden mengeluhkan kesulitan dalam memahami arti beberapa konstruk dalam bagian kedua

  Threat Index yaitu memiliki eksistensi-tidak memiliki eksistensi, terbuka- tertutup, konkrit-abstrak, spesifik-umum dan objektif-subyektif.

3. Hasil Uji Coba Alat Ukur

  a. Validitas Pengujian validitas dilakukan menggunakan validitas isi dengan melakukan koreksi terhadap alihbahasa yang telah dilakukan penulis.

  Koreksi yang dilakukan oleh seseorang yang dianggap ahli, yang dalam penelitian ini adalah dosen pembimbing skripsi.

  b. Analisis Aitem Analisis aitem dilakukan dengan melihat nilai koefisien korelasi aitem total dengan menggunakan SPSS for Windows 16.0. Nilai koefisien korelasi aitem total minimal adalah 0,20 dan aitem yang

  60

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  memiliki kofisien korelasi kurang dari 0,20 dianggap memiliki daya beda aitem yang sangat .rendah (Azwar, 2005).

  Nilai koefisien korelasi aitem total Daily Spiritual Experience

  Short Form berkisar dari 0,587 sampai 0,799. Nilai koefisien korelasi

  aitem total Belief and Value Short Form berkisar dari 0,227 sampai 0,516. Nilai koefisien korelasi aitem total aspek pertama Threat Index yaitu ancaman terhadap well being berkisar dari 0,445 sampai 0,743.

  Nilai koefisien korelasi aitem total aspek kedua Threat Index yaitu ketidakpastian berkisar dari 0,163 sampai 0,607. Nilai koefisien korelasi aitem total aspek ketiga Threat Index yaitu fatalisme berkisar dari 0,429 sampai 0,725.

  Setelah melakukan ujicoba, terdapat satu aitem Threat Index yang memiliki daya beda aitem sangat rendah, yaitu aitem-15 dari aspek ketidakpastian dengan nilai koefisien korelasi 0,163. Aitem tersebut kemudian digugurkan. Analisis data selanjutnya menggunakan 24 aitem Threat Index lolos seleksi yang tersusun dalam aspek ancaman terhadap well being (terdiri dari 9 aitem dengan rentang skor 0 sampai 54), aspek ketidakpastian (terdiri dari 7 aitem dengan rentang skor 0 sampai 42) dan aspek fatalisme (terdiri dari 8 aitem dengan rentang skor 0 sampai 48). Global Threat merupakan jumlah dari ketiga aspek sehingga memiliki rentang skor 0 sampai 144. Setelah aitem-15 Threat

  Index digugurkan, koefisien korelasi aitem total aspek ketidakpastian berkisar dari 0,456 sampai dengan 0,632.

  61

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

c. Reliabilitas Alat Ukur

  Pengukuran reliabilitas alat ukur dilakukan menggunakan aitem yang telah lolos seleksi. Pengukuran reliabilitas ini menggunakan teknik

  Alpha Cronbach’s dengan bantuan program SPSS for Windows

  16.0 dan reliabilitas komposit untuk mengukur reliabilitas Threat Index.

  Koefisien reliabilitas Daily Spiritual Experience Short Form yang didapatkan sebesar 0,868. Hasil ini menunjukkan adanya taraf kepercayaan yang tinggi terhadap hasil pengukuran. Koefisien reliabilitas 0,868 berarti variasi yang tampak dalam skor Daily

  Spiritual Experience Short Form mampu mencerminkan 86,8% variasi

  yang terjadi pada skor-murni, hanya 13,2% variasi yang tampak mencerminkan variasi error.

  Koefisien reliabilitas Belief and Value Short Form yang didapatkan sebesar 0,597. Hasil ini menunjukkan adanya taraf kepercayaan yang tidak terlalu tinggi terhadap hasil ukur. Koefisien reliabilitas 0,597 berarti variasi yang tampak dalam skor Belief and Value Short Form hanya mencerminkan 59,7% variasi yang terjadi pada skor-murni. 40,3 % variasi yang tampak hanya memperlihatkan variasi error. Syarat koefisien reliabilitas yang memuaskan tidak diukur hanya dengan angka, karena keterpercayaan terhadap tes bersifat relatif (Azwar, 2005). Besarnya koefisien korelasi juga dipengaruhi oleh heterogenitas skor dalam kelompok. Penilai dan pemakai tes dapat

  62

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menentukan apakah suatu koefisien reliabilitas sudah cukup memuaskan bagi keperluan penelitian (Azwar, 2005). Penggunaan

  Belief and Value Short Form di Amerika pada tahun 1998 dalam General Social Survey (GSS) didapatkan koefisien reliabilitas 0,640.

  Koefisien reliabilitas yang didapatkan pada GSS tersebut juga tidak jauh berbeda dengan koefisien reliabilitas pada penelitian ini (yaitu 0,597 ≈ 0,6). Meskipun memiliki reliabilitas yang tidak begitu tinggi, alat ukur ini tetap dipercaya dalam GSS untuk mendapatkan data mengenai kepercayaan dan nilai religius dan spiritual, sehingga dalam penelitian ini Belief and Value Short Form tetap digunakan sebagai alat ukur kepercayaan dan nilai religius dan spiritual dengan pertimbangan bahwa koefisien reliabilitas dalam penelitian ini tidak jauh berbeda dengan koefisien reliabilitas yang didapatkan dalam GSS. Peneliti GSS tidak menyebutkan alasan tetap dipakainya alat ukur BVS ini dalam proyek mereka meskipun memiliki reliabilitas rendah.

  Koefisien reliabilitas aspek pertama Threat Index yaitu ancaman terhadap well being didapatkan sebesar 0,880. Hasil ini menunjukkan adanya taraf kepercayaan yang tinggi terhadap hasil pengukuran. Koefisien reliabilitas 0,880 berarti variasi yang tampak dalam skor aspek ancaman terhadap well being mampu mencerminkan 88% variasi yang terjadi pada skor-murni, hanya 12% variasi yang tampak mencerminkan variasi error.

  63

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Koefisien reliabilitas aspek kedua Threat Index yaitu ketidakpastian didapatkan sebesar 0,807. Hasil ini menunjukkan adanya taraf kepercayaan yang tinggi terhadap hasil pengukuran. Koefisien reliabilitas 0,807 berarti variasi yang tampak dalam skor aspek ketidakpastian mampu mencerminkan 80,7% variasi yang terjadi pada skor-murni, hanya 19,3% variasi yang tampak mencerminkan variasi error.

  Koefisien reliabilitas aspek ketiga Threat Index yaitu fatalisme didapatkan sebesar 0,859. Hasil ini menunjukkan adanya taraf kepercayaan yang tinggi terhadap hasil pengukuran. Koefisien reliabilitas 0,859 berarti variasi yang tampak dalam skor aspek fatalisme mampu mencerminkan 85,9% variasi yang terjadi pada skor- murni, hanya 14,1% variasi yang tampak mencerminkan variasi error.

  Berdasarkan koefisien reliabilitas, bobot relatif, deviasi standar dan koefisien korelasi antar aspek-aspek Threat Index, didapatkan Koefisien reliabilitas komposit Threat Index sebesar 0,944. Hanya 5,6% variasi yang tampak mencerminkan variasi error. Taraf kepercayaan terhadap Threat Index terbukti sangat tinggi.

C. DESKRIPSI HASIL PENELITIAN

  Pengolahan data penelitian menggunakan SPSS for Windows 16.0 menghasilkan data empiris penelitian. Data empiris kemudian dibandingkan dengan data teoritis.

  64

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1.

   Daily Spiritual Experience Short Form (DSES).

  Pada skala DSES terdapat 6 aitem dengan rentang penskalaan 1 sampai 6. Skor terkecil adalah 6 x 1 = 6 dan skor terbesar adalah 6 x 6 = 36. Rentang skor adalah 6 sampai 36 dengan besar jarak 36 – 6 = 30. Deviasi standar teoritis adalah 30/6 = 5, dan mean teoritis 3,5 x 6 = 21.

  Berdasarkan perbandingan data empiris dan teoritis, didapatkan mean empiris yang lebih rendah daripada mean teoritisnya.

  Disimpulkan subyek penelitian ini memiliki kecenderungan integrasi pengalaman spiritual dalam kehidupan keseharian yang tinggi. Pada table IV.3 ditunjukkan data empiris dan teorotis DSES.

  Tabel IV.3 Data Empiris dan Teoritis DSES

  Pengalaman Spiritual Sehari-hari Empiris Teoritis

  Mean 14,1304

  21 X Max

  33

  36 X Min

  6

  6 SD 5,2606

  5 Sebagian besar subyek penelitian memiliki tingkat integrasi pengalaman spiritual dalam kehidupan sehari-hari yang tinggi (66,67%). Kategori tingkat integrasi pengalaman spiritual dalam kehidupan sehari-hari tersebut ditunjukkan pada table IV.4.

  65

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel IV.4 Kategori tingkat integrasi pengalaman spiritual dalam kehidupan sehari-hari

  Kategori Rentang Jumlah Prosentase Tinggi x 46 66,67% 16 ≥ Sedang

  16 21 30,43% 26 ≥ x > Rendah x > 26 2 2,90%

2. Belief and Value Short Form (BVS)

  Pada skala BVS terdapat 4 aitem dengan rentang penskalaan 1 sampai 4. Skor terkecil adalah 4 x 1 = 4 dan skor terbesar adalah 4 x 4 = 16. Rentang skor adalah 4 sampai 16 dengan besar jarak 16 – 4 = 12. Deviasi standar teoritis adalah 12/6 = 2, dan mean teoritis 2,5 x 4 = 10. Tabel IV.5 menunjukkan perbandingan data empiris dan teoritis BVS.

  Tabel IV.5 Data Empiris dan Teoritis BVS

  Kepercayaan dan nilai spiritual dan religius Empiris Teoritis

  Mean 6,318

  10 X Max

  9

  16 X Min

  4

  4 SD 1,71

  2 Berdasarkan perbandingan data empiris dan teoritis, didapatkan mean empiris yang lebih rendah daripada mean teoritisnya.

  Disimpulkan subyek penelitian cenderung memiliki tingkat kepercayaan dan nilai religius dan spiritual yang tinggi sebagai nilai akhir subyek.

  Sebagian besar subyek penelitian memiliki tingkat kepercayaan dan nilai spiritual dan religius yang tinggi (86,36%). Kategori tingkat

  66

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kepercayaan dan nilai religius dan spiritual ditunjukkan pada tabel IV.6.

  Tabel IV.6 Kategori tingkat kepercayaan dan nilai religius dan spiritual

  Kategori Rentang Jumlah Prosentase Tinggi x 57 86,36% 8 ≥ Sedang

  8

  9 13,64% 12 ≥ x > Rendah x > 12 0,00%

3. Threat Index (TI)

  Deskripsi data penelitian Threat Index hanya dibatasi pada skor

  Global Threat saja, karena model penelitian ini hanya akan membahas

  kecemasan kematian secara umum, tanpa memperlihatkan hubungan antara variabel-variabel bebas dengan tiap aspek variabel tergantungnya. Kategorisasi subyek juga akan dilakukan dengan menggunakan skor Global Threat.

  Tabel IV.7 Data Empiris dan Teoritis Threat Index

  Kecemasan kematian Empiris Teoritis

  Mean 31,04

  84 X Max 111 144

  X Min

1 SD 23,23

  24 Global Threat didapatkan dari 3 subskala dengan rentang skor aspek ancaman terhadap well being (F1) antara 0 sampai 54, aspek ketidakpastian (F2) antara 0 sampai 42 dan aspek fatalisme antara 0 sampai terdapat 48. Total aitem adalah 24 butir. Setiap subtes

  67

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  memiliki bobot positif satu sehingga rentang skor Global Threat yang didapatkan adalah 0 sampai 144 dengan besar jarak 144

  • – 0= 144. Deviasi standar teoritis adalah 144/6 = 24. Mean F1 adalah 3,5 x 9 = 31,5; Mean F2 adalah 3,5 x 7 = 24,5 dan mean F3 adalah 3,5 x 8 = 28.

  Mean teoritis Global Threat adalah 31,5 + 24,5 + 28 = 84.

  Perbandingan data empiris dan teoritis Threat Index ditunjukkan pada tabel IV.7.

  Berdasarkan perbandingan data empiris dan teoritis, didapatkan mean empiris yang lebih rendah daripada mean teoritisnya.

  Disimpulkan subyek penelitian cenderung memiliki tingkat kecemasan kematian yang rendah.

  Sebagian besar subyek penelitian memiliki tingkat kecemasan kematian yang rendah (89,47%) bila dibandingkan subyek lain dalam penelitian ini. Tabel IV.8 menggambarkan kategori tingkat kecemasan kematian.

  Tabel IV.8 Kategori tingkat kecemasan kematian

  Kategori Rentang Jumlah Prosentase Rendah x 51 89,47% 60 ≥ Sedang

  60

  4 7,02% 108 ≥ x > Tinggi x > 108 2 3,51% D.

UJI ASUMSI HASIL PENELITIAN

1. Uji Normalitas

a. Uji normalitas sebaran data usia

  68

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Uji normalitas dilakukan terhadap usia subyek melalui One-Sample

  Kolmogorov-Smirnov Test . Penghitungan dilakukan menggunakan

  program SPSS for Windows 16.0. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa sebaran data normal (p > 0,05) dengan nilai p hitung 0,072.

  b. Uji normalitas sebaran data pengalaman spiritual sehari-hari Uji normalitas dilakukan terhadap skor DSES melalui One-Sample

  Kolmogorov-Smirnov Test . Penghitungan dilakukan menggunakan

  program SPSS for Windows 16.0. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa sebaran data normal (p > 0,05) dengan nilai p hitung 0,411.

  c. Uji normalitas sebaran data kepercayaan dan nilai religius dan spiritual Uji normalitas dilakukan terhadap skor BVS melalui One-Sample

  Kolmogorov-Smirnov Test . Penghitungan dilakukan menggunakan

  program SPSS for Windows 16.0. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa sebaran data normal (p > 0,05) dengan nilai p hitung 0,196.

  d. Uji normalitas sebaran data kecemasan kematian 1) Uji normalitas aspek ancaman terhadap well-being

  Uji normalitas dilakukan terhadap skor aspek ancaman terhadap well-being melalui One-Sample Kolmogorov-Smirnov

  Test . Penghitungan dilakukan menggunakan program SPSS for

  . Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa sebaran

  Windows 16.0 data normal (p > 0,05) dengan nilai p hitung 0,184.

  2) Uji normalitas aspek ketidakpastian

  69

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Uji normalitas dilakukan terhadap skor aspek ketidakpastian melalui One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Penghitungan dilakukan menggunakan program SPSS for Windows 16.0. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa sebaran data normal (p > 0,05) dengan nilai p hitung 0,058. 3) Uji normalitas aspek fatalisme

  Uji normalitas dilakukan terhadap skor aspek fatalisme melalui

  One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test . Penghitungan dilakukan

  menggunakan program SPSS for Windows 16.0. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa sebaran data normal (p > 0,05) dengan nilai p hitung 0,103. 4) Uji normalitas global threat

  Uji normalitas dilakukan terhadap skor global threat melalui

  One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test . Penghitungan dilakukan

  menggunakan program SPSS for Windows 16.0. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa sebaran data normal (p > 0,05) dengan nilai p hitung 0,187.

2. Uji Homogenitas

  Uji Homogenitas digunakan untuk menguji perbedaan varian pada laki-laki dan perempuan.

  DSES, BVS dan global threat

a. Uji Homogenitas skor DSES antara laki-laki dan perempuan

  Penghitungan dilakukan menggunakan program SPSS for Windows

  16.0 . Hasil uji menunjukkan bahwa skor DSES pada laki-laki dan

  70

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  perempuan memiliki varians yang homogen dengan F=2,679 dan p=0,106.

  b. Uji Homogenitas skor BVS antara laki-laki dan perempuan Penghitungan dilakukan menggunakan program SPSS for Windows

  16.0 . Hasil uji menunjukkan bahwa skor BVS pada laki-laki dan

  perempuan memiliki varians yang homogen dengan F=0,030 dan p=0,863.

  c. Uji Homogenitas skor global threat antara laki-laki dan perempuan Penghitungan dilakukan menggunakan program SPSS for Windows

  16.0 . Hasil uji menunjukkan bahwa skor global threat pada laki-laki

  dan perempuan memiliki varians yang homogen dengan F=1,170 dan p=0,283.

3. Uji Linieritas

  a. Uji linieritas pada usia dan DSES Uji linieritas dilakukan terhadap usia dan DSES melalui Test of

  Linearity . Penghitungan dilakukan menggunakan program SPSS for Windows 16.0 . Hasil uji linieritas menunjukkan bahwa hubungan usia

  dengan pengalaman spiritual sehari-hari tidak mengikuti garis linier karena p hitung > 0,05. Nilai p yang didapatkan adalah 0,087 pada kolom linearity.

  b. Uji linieritas pada usia dan BVS Uji linieritas dilakukan terhadap usia dan BVS melalui Test of

  Linearity . Penghitungan dilakukan menggunakan program SPSS for

  71

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Windows 16.0 . Hasil uji linieritas menunjukkan bahwa hubungan usia

  dengan kepercayaan dan nilai religius dan spiritual mengikuti garis

  linier karena p hitung < 0,05. Nilai p yang didapatkan adalah 0,008

  pada kolom linearity

  c. Uji linieritas pada usia dan global threat Uji linieritas dilakukan terhadap usia dan BVS melalui Test of

  Linearity . Penghitungan dilakukan menggunakan program SPSS for Windows 16.0 . Hasil uji linieritas menunjukkan bahwa hubungan usia

  dengan global threat mengikuti garis linier karena p hitung < 0,05. Nilai p yang didapatkan adalah 0,019 pada kolom linearity

  d. Uji linieritas pada DSES dan global threat Uji linieritas dilakukan terhadap skor DSES dan skor global threat melalui Test of Linearity. Penghitungan dilakukan menggunakan program SPSS for Windows 16.0. Hasil uji linieritas menunjukkan bahwa hubungan variabel pengalaman spiritual sehari-hari dengan kecemasan kematian tidak mengikuti garis linier karena p hitung > 0,05. Nilai p yang didapatkan adalah 0,530 pada kolom linearity.

  e. Uji linieritas pada BVS dan global threat Uji linieritas dilakukan terhadap skor BVS dan skor global threat melalui Test of Linearity. Penghitungan dilakukan menggunakan program SPSS for Windows 16.0. Hasil uji linieritas menunjukkan bahwa hubungan variabel kepercayaan dan nilai religius dan spiritual dengan kecemasan kematian tidak mengikuti garis linier karena p

  72

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  hitung > 0,05. Nilai p yang didapatkan adalah 0,317 pada kolom linearity.

E. UJI HIPOTESIS

1. Hubungan antara variabel-variabel penelitian

  a. Hubungan antara jenis kelamin dengan variabel bebas dan variabel tergantung dilihat menggunakan t-tes karena jenis kelamin merupakan variabel dikotomi. Hasil pengujian adalah: 1) Tidak ditemukan perbedaan mean skor DSES antara laki-laki dan perempuan, dengan t=1.106 dan p=0,273. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan integrasi pengalaman spiritual dalam kehidupan sehari-hari antara laki-laki dan perempuan.

  2) Tidak ditemukan perbedaan mean skor BVS antara laki-laki dan perempuan, dengan t=0,503 dan p=0,616. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat kepercayaan religius dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari antara laki-laki dan perempuan

  3) Tidak ditemukan perbedaan mean skor global threat antara laki- laki dan perempuan, dengan t= -0,863 dan p=0,391. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kecemasan kematian antara laki-laki dan perempuan

b. Hubungan antara usia dengan variabel bebas dan variabel tergantung dilakukan menggunakan teknik korelasi product moment Pearson.

  73

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan uji linieritas, tidak semua variabel berhubungan secara linier dengan variabel lain. Meskipun demikian tetap dilakukan korelasi pada seluruh variabel penelitian untuk mendapatkan kepastian mengenai hubungan antar variabel penelitian. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel IV.9

  Tabel IV.9 Korelasi antara usia, DSES, BVS dan global threat

  Usia DSES BVS Global Th ** * Usia Pearson Correlation 1 -.208 -.319 -.280

  Sig. (2-tailed) .087 .008 .020 ** N

  69

  69

  69

  69 DSES Pearson Correlation -.208 1 .574 .080 Sig. (2-tailed) .087 .000 .511 N

  69 ** **

  69

  69

  69 BVS Pearson Correlation -.319 .574 1 .118 Sig. (2-tailed) .008 .000 .333 * N

  69

  69

  69

  69 Global Pearson Correlation -.280 .080 .118

  1 Threat Sig. (2-tailed) .020 .511 .333 N

  69

  69

  69

  69 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  • . Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

  Berdasarkan tabel IV.8, usia hanya memiliki hubungan yang signifikan dengan BVS (r= -0,319; p=0,008) dan global threat (r= -280; p=0,2).

  Pada rentang usia 20 sampai 27 tahun, kenaikan usia diikuti oleh penurunan tingkat kecemasan kematian. Tabel IV.8 juga menunjukkan bahwa DSES memiliki hubungan signifikan dengan BVS (r=574; p=0,00). Kenaikan tingkat kepercayaan dan nilai religius dan spiritual

  74

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sebagai nilai pribadi diikuti oleh kenaikan tingkat integrasi pengalaman spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Hipotesis pertama

  Hasil uji linieritas menunjukkan bahwa hubungan antara pengalaman spiritual sehari-hari dengan kecemasan kematian tidak mengikuti garis linier, sehingga penggunaan analisis regresi linier tidak dapat dilakukan. Hasil korelasi product moment Pearson pada tabel IV.8 juga memperlihatkan bahwa tidak ada hubungan linier antara keduanya. Hasil korelasi product moment Pearson yang didapatkan adalah: H = Tidak ada hubungan negatif antara pengalaman spiritual sehari-hari dengan kecemasan kematian H 1 = Ada hubungan negatif antara pengalaman spiritual sehari-hari dengan kecemasan kematian

  Korelasi product moment Pearson menghasilkan p=0,25 (one

  tailed) . Berdasarkan hasil tersebut H diterima karena didapatkan p>0.05,

  sehingga disimpulkan tidak ada hubungan negatif antara pengalaman spiritual sehari-hari dengan kecemasan kematian.

  3. Hipotesis kedua

  Hasil uji linieritas menunjukkan bahwa hubungan antara kepercayaan dan nilai religius dan spiritual dengan kecemasan kematian tidak mengikuti garis linier, sehingga penggunaan analisis regresi linier tidak dapat dilakukan. Hasil korelasi product moment Pearson pada tabel IV.8 juga

  75 memperlihatkan bahwa tidak ada hubungan linier antara keduanya. Hasil korelasi product moment Pearson yang didapatkan adalah: H = Tidak ada hubungan negatif antara kepercayaan dan nilai religius dan spiritual dengan kecemasan kematian H

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  = Ada hubungan negatif antara kepercayaan dan nilai religius dan spiritual dengan kecemasan kematian Korelasi product moment Pearson menghasilkan p = 0,16 (one

  tailed) . Berdasarkan hasil tersebut H diterima karena didapatkan p>0.05,

  sehingga disimpulkan tidak ada hubungan negatif antara kepercayaan dan nilai religius dan spiritual dengan kecemasan kematian.

F. PEMBAHASAN

  Berdasarkan hasil penelitian dapat dilaporkan bahwa sebagian besar subyek penelitian memiliki tingkat kecenderungan integrasi pengalaman spiritual dalam kehidupan keseharian yang tinggi berdasarkan skala DSES. Sebagian besar subyek merasakan pengalaman spiritual sebagai bagian integral dalam kehidupan mereka. Perasaan hubungan dengan transenden, adanya dukungan dari transenden, keadaan internal yang harmonis dan kekaguman terhadap alam ciptaan merupakan pengalaman-pengalaman yang dialami oleh sebagian besar subyek dan menjadi bagian dalam pengalaman keseharian mereka.

  Sebagian besar subyek penelitian cenderung memiliki tingkat kepercayaan dan nilai religius dan spiritual yang tinggi. Besarnya jumlah subyek yang

  76

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menggunakan kepercayaan dan nilai religius dan spiritual memperlihatkan sebagian besar subyek menggunakan kepercayaan dan nilai religius dan spiritual sebagai kepercayaan dan nilai pribadi mereka. Hal ini menunjukkan kepercayaan dan nilai religius dan spiritual merupakan kepercayaan dan nilai penting dalam kehidupan sebagian besar subyek penelitian. Kepercayaan dan nilai religius dan spiritual menjadi tuntunan dan informasi bagi sebagian besar subyek untuk mengenali dan mencapai tujuan akhir. Kondisi ini memungkinkan sebagian besar subyek penelitian merasakan fungsi-fungsi kepercayaan dan nilai religius dan spiritual, misalnya munculnya efek placebo dalam penanganan medis, mendapatkan informasi kognitif mengenai harapan- harapan positif dan kerangka interpretasi terhadap penderitaan manusia.

  Berdasarkan skor global threat, sebagian besar subyek penelitian cenderung memiliki kecemasan kematian yang rendah. Hasil penelitian ini sesuai dengan penjelasan Schulz (1978) yang menyatakan bahwa kecemasan kematian pada masa dewasa awal relatif rendah.

  Penelitian ini memperlihatkan bahwa kecemasan kematian pada laki-laki dan perempuan tidak memiliki perbedaan. Temuan ini berbeda dengan penjelasan Schulz (1978) di mana pada model kognitif, kecemasan kematian laki-laki lebih tinggi daripada kecemasan kematian perempuan.

  Penelitian ini menemukan bahwa usia berhubungan positif dengan kepercayaan dan nilai religius dan spiritual. Kenaikan usia diikuti oleh kenaikan tingkat kepercayaan dan nilai religius dan spiritual. Hasil ini menunjukkan bahwa dalam rentang usia 20 tahun sampai 27 tahun, subyek

  77

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang berusia tinggi memiliki tingkat kepercayaan dan nilai religius dan spiritual yang tertinggi sedangkan subyek dengan usia rendah memiliki tingkat kepercayaan dan nilai religius dan spiritual rendah.

  Penelitian ini menemukan bahwa usia berhubungan negatif dengan kecemasan kematian. Kenaikan usia diikuti oleh penurunan tingkat kecemasan kematian. Meskipun tingkat kecemasan kematian pada keseluruhan subyek cenderung rendah, dalam rentang 20 tahun sampai 27 tahun, subyek yang berusia tinggi memiliki tingkat kecemasan kematian yang rendah sementara subyek yang berusia rendah memiliki tingkat kecemasan kematian yang tinggi. Dari sudut pandang teori konstruk personal, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usia berhubungan dengan kemampuan subyek untuk menggolongkan konsep diri masa kini pada kutub yang sama dengan konsep kematian. Pertambahan usia subyek memberikan waktu bagi proses pembentukan konstruk kematian agar semakin berada pada kutub yang sama dengan konstruk inti masa kini. Hal ini juga menunjukkan kemungkinan bahwa subyek penelitian memiliki karakteristik terkait usia yang mengarahkan proses pembentukan konstruk kematian menuju kutub yang sama dengan konstruk inti masa kini. Jenis karakteristik subyek terkait usia tersebut perlu diteliti lebih lanjut pada penelitian selanjutnya.

  Penelitian ini menemukan bahwa pengalaman spiritual sehari-hari berhubungan positif dengan kepercayaan dan nilai religius dan spiritual.

  Kenaikan pengalaman spiritual sehari-hari diikuti oleh kenaikan kepercayaan dan nilai spiritual dan religius. Subyek dengan tingkat integrasi pengalaman

  78

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  spiritual dalam kehidupan sehari-hari yang tinggi memiliki tingkat kepercayaan dan nilai spiritual yang tinggi, sedangkan subyek dengan tingkat integrasi pengalaman spiritual dalam kehidupan sehari-hari yang rendah memiliki tingkat kepercayaan dan nilai spiritual yang rendah. teori konstruk personal menjelaskan bahwa hadirnya kebahagiaan dan perasaan positif sebagai bukti adanya validasi dalam pembentukan konstruk (Lester, 2009).

  Temuan ini membuktikan adanya proses validasi kepercayaan dan nilai religius dan spiritual sebagai konstruk seseorang yang ditunjukkan oleh perasaan cinta, kedamaian dan kebahagiaan dalam pengalaman spiritual sehari-hari. Tingkat validasi yang tinggi diikuti tingginya tingkat kepercayaan dan nilai religius dan spiritual, sedangkan tingkat validasi yang rendah diikuti rendahnya tingkat kepercayaan dan nilai religius dan spiritual.

  Kedua hipotesis penelitian tidak dapat dianalisis menggunakan regresi linier karena tidak ditemukan hubungan linier antara variabel bebas dan variabel tergantung dalam uji linieritas. Hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung didapatkan dari pengujian korelasi product moment

  Pearson .

  Hipotesis pertama dalam penelitian ini ditolak dan tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa adanya rasa kedamaian, rasa hubungan yang intim dengan sang transenden tidak berhubungan secara linier dengan variasi kecemasan kematian yang diukur secara kognitif pada subyek penelitian ini. Berdasarkan

  79

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  model kognitif, penelitian ini tidak memperlihatkan adanya hubungan antara perasaan dan pengalaman spiritual dengan kecemasan kematian.

  Temuan dalam penelitian ini bertolak belakang dengan temuan penelitian Edmonson et al. (2008), di mana pengalaman spiritual sehari-hari berhubungan negatif dengan kecemasan kematian. Perbedaan utama penelitian ini dengan penelitian Edmonson adalah penggunaan teori Manajemen Teror oleh Edmonson yang lebih banyak memiliki unsur afektif dibandingkan teori Konstruk Personal. Teori Manajemen Teror memandang kematian sebagai teror terhadap manusia, sehingga diperlukan identifikasi terhadap sistem- sistem masyarakat yang menawarkan keabadian simbolis dan literal, misalnya sistem religius, yang membantu memunculkan self esteem dan ketenangan (yang bersifat afektif). Schulz (1978) juga menyebutkan bahwa kecemasan kematian memiliki aspek kognitif dan afektif. Penggunaan model kognitif untuk menjelaskan hubungan antara pengalaman spiritual sehari-hari (yang bersifat afektif) dengan kecemasan kematian (yang bersifat kognitif) diduga kurang tepat, sehingga memberikan gambaran yang berbeda dengan penelitian sebelumnya. Penelitian lebih lanjut menggunakan model afektif dalam menggambarkan hubungan antara pengalaman spiritual sehari-hari dengan kecemasan kematian perlu dilakukan.

  Hipotesis kedua dalam penelitian ini, yaitu adanya hubungan antara kepercayaan dan nilai religius dan spiritual dengan kecemasan kematian ditolak. Penelitian ini tidak menemukan bahwa orang dengan tingkat kepercayaan dan nilai religius dan spiritual tinggi memiliki kecemasan

  80

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kematian yang terendah, atau orang dengan tingkat kepercayaan dan nilai religius dan spiritual rendah memiliki kecemasan kematian tertinggi, di mana orang dengan tingkat kepercayaan dan nilai sedang berada diantara keduanya. Hasil penelitian ini sesuai dengan temuan Wink dan Scott (2005) yang tidak menemukan adanya hubungan linier negatif antara religiusitas dengan kecemasan kematian. Hasil penelitian Wink dan Scott menunjukkan hubungan yang kompleks antara religiusitas dengan kecemasan kematian, di mana hubungan keduanya mengukuti garis kurva lengkung (termasuk hubungan non-linier). Model penelitian ini tidak peka terhadap pola-pola hubungan non- linier yang mungkin terbentuk antara kepercayaan dan nilai religius dan spiritual dengan kecemasan kematian.

  Proses pembentukan konstruk menurut teori konstruk personal dapat bersumber dari berbagai macam informasi dan pengalaman. Teori konstruk personal tidak membatasi bahwa pembentukan konstruk mengenai kematian hanya dilakukan berdasarkan informasi kognitif. Pengalaman pribadi mengenai proses kematian juga dapat berperan dalam proses ini. Schulz (1978) juga menyebutkan bahwa kecemasan kematian dapat naik saat seseorang melihat kematian dari teman-teman dan keluarganya, mengingatkan pada kerentanan seseorang akan kematian. Konstruk kematian dapat juga terbangun melalui nilai-nilai di luar nilai religius dan spiritual. Penelitian ini belum mengontrol pengalaman negatif dan nilai-nilai lain di luar nilai/kepercayaan religius dan spiritual yang mungkin berhubungan dengan kecemasan kematian.

  81 Hasil penelitian ini menemukan bahwa pengalaman spiritual dan kepercayaan dan nilai religius/spiritual tidak berhubungan linier dengan kecemasan kematian. Penggunaan model afektif dan non-linier untuk menyelidiki hubungan-hubungan tersebut perlu dilakukan pada penelitian selanjutnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

G. KELEMAHAN PENELITIAN

  1. Subyek penelitian ini hanya 69 orang, sehingga memungkinkan sebaran data yang kurang normal.

  2. Penelitian ini menggunakan convenience sampling yang dianggap lemah.

  Metode sampling ini menyebabkan sampel yang diambil kurang dapat mewakili populasi, sehingga hasil penelitian tidak dapat digeneralisasikan dalam populasi yang lebih luas di luar kelompok sampel penelitian.

  3. Penelitian ini menggunakan alat ukur Belief and Value Short Form yang memiliki reliabilitas rendah, sehingga skor yang didapatkan tidak memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi.

  4. Model penelitian ini menggunakan model kognitif yang sulit memberikan penjelasan mengenai hubungan di dalam area afektif.

  5. Penelitian ini tidak mengontrol pengalaman-pengalaman negatif seputar isu kematian yang dialami subyek.

  6. Penelitian ini hanya mengambil data mengenai kepercayaan dan nilai religius dan spiritual, sementara kepercayaan dan nilai lain yang secara

  82

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kognitif dapat berperan dalam pembentukan konstruk kematian tidak terkontrol.

  7. Penelitian ini tidak melakukan kontrol yang ketat terhadap variabel- variabel yang berhubungan dengan kecemasan kematian, yaitu kondisi kesehatan, kesehatan mental, latar belakang religius, corak kognitif dan kebutuhan pencapaian.

  8. Model penelitian ini hanya terbatas pada hubungan linier sehingga tidak peka terhadap bentuk hubungan non linier

9. Subyek penelitian terbatas pada masa dewasa awal sehingga tidak dapat digeneralisasikan pada kelompok usia perkembangan yang lain.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis statistik terhadap data-data yang

  diperoleh, ditemukan tidak ada hubungan antara pengalaman spiritual sehari hari dengan kecemasan kematian. Penelitian ini juga tidak menemukan hubungan antara kepercayaan dan nilai religius dan spiritual dengan kecemasan kematian. Penelitian ini menemukan bahwa usia berhubungan negatif dengan kecemasan kematian dan berhubungan positif dengan kepercayaan dan nilai religius dan spiritual. Seiring berjalannya waktu, seseorang berkembang untuk meletakkan konstruk inti dan konstruk kematian pada kutub yang sama. Karakteristik subyek terkait usia yang berhubungan dengan kecemasan kematian perlu diteliti lebih lanjut.

B. Saran 1. Bagi Penelitian Selanjutnya

  a. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengambil subyek dengan jumlah yang lebih banyak sehingga mendapatkan distribusi sampel data yang lebih mendekati normal.

  b. Penelitian selanjutnya perlu menggunakan metode pengambilan sampel yang lebih dapat mewakili populasi c. Penelitian selanjutnya perlu menggunakan alat ukur yang lebih reliabel

  83

  84

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  d. Penelitian selanjutnya dapat diarahkan untuk membuat dan menguji alat ukur kepercayaan dan nilai religius dan spiritual secara khusus untuk menggantikan Belief and Value Short Form.

  e. Penelitian selanjutnya perlu memperhatikan dan mengendalikan faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan kematian, yaitu pengalaman-pengalaman negatif seputar isu kematian, nilai dan kepercayaan di luar kepercayaan dan nilai religius dan spiritual, kondisi kesehatan, kesehatan mental, latar belakang religius, corak kognitif dan kebutuhan pencapaian.

  f. Penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan model afektif untuk menjelaskan hubungan antara kepercayaan dan nilai religius dan spiritual dengan kecemasan kematian, misalnya menggunakan teori manajemen teror dan teori penyangkalan kematian.

  g. Penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan model-model non-linier untuk menjelaskan hubungan antara kepercayaan dan nilai religius dan spiritual dengan kecemasan kematian. Dalam pemeriksaan terpisah, peneliti menemukan adanya model nonlinier yang dapat menjelaskan hubungan antara kepercayaan dan nilai religius dan spiritual dengan kecemasan kematian dalam penelitian ini. Model kuadratik yang digunakan untuk menjelaskan hubungan antara kepercayaan dan nilai religius dan spiritual dengan kecemasan kematian memberikan nilai r square 0,111 dengan nilai p=0,02 (signifikan). Model ini justru mampu menunjukkan bahwa

  85

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  11,1% variasi kecemasan kematian dapat dijelaskan oleh variasi kepercayaan dan nilai religius dan spiritual menggunakan

  2

  persamaan y= (-86,572)+37,9x-(2,8)x . Model ini menunjukkan bahwa orang dengan tingkat kepercayaan dan nilai religius dan spiritual sedang memiliki tingkat kecemasan kematian yang tertingi. Temuan menggunakan model ini sesuai dengan temuan Wink dan Scott (2005). Model ini cukup menjanjikan untuk diteliti dalam penelitian selanjutnya.

  h. Penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan model-model hubungan antara kepercayaan dan nilai religius dan spiritual, dan pengalaman spiritual sehari-hari dengan konstruk inti dan konstruk kematian seseorang. Penelitian tersebut dapat berguna untuk menjelaskan proses-proses kognitif yang sedang terjadi terkait dengan proses pembentukan konstruk inti dan konstruk kematian.

  Dalam pemeriksaan terpisah menggunakan korelasi product

  moment Pearson , peneliti menemukan hubungan signifikan antara

  skor DSES dan konstruk inti (r=0,535; p=0,00; two tailed), hubungan signifikan antara skor DSES dan konstruk kematian (r=0,311; p=0,009; two tailed), hubungan signifikan antara skor BVS dengan konstruk inti (r=0,458; p=0,00; two tailed) dan hubungan signifikan antara skor BVS dengan konstruk kematian (r=260; p=0,031; two tailed). Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa kenaikan tingkat pengalaman spiritual sehari-

  86

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  hari dan kepercayaan dan nilai religius dan spiritual diikuti dengan pembentukan konstruk inti dan konstruk kematian yang semakin positif (sehat, kuat terbuka, sehat secara mental, bahagia mampu, aman dsb). Perbedaan nilai r menunjukkan bahwa konstruk initi memiliki hubungan dengan pengalaman spiritual sehari-hari dan kepercayaan dan nilai religius dan spiritual yang lebih kuat bila dibandingkan hubungan konstruk kematian dengan pengalaman spiritual sehari-hari dan kepercayaan dan nilai religius dan spiritual. Temuan ini memunculkan dugaan bahwa pada subyek mahasiswa berusia 20 tahun sampai 27 tahun, pengalaman spiritual sehari-hari dan kepercayaan dan nilai religius dan spiritual lebih difokuskan dalam proses pembentukan konstruk inti menuju arah yang lebih positif. Penggunaan model regresi yang terkontrol dengan baik dapat dilakukan dalam penelitian selanjutnya.

2. Bagi Praktisi

  a. Penelitian ini belum dapat memastikan hubungan antara pengalaman spiritual sehari-hari, dan kepercayaan dan nilai religius dan spiritual dengan kecemasan kematian. Peneliti hanya menyarankan perlunya kehati-hatian saat memberikan intervensi bersifat religius atau spiritual dalam penanganan kecemasan kematian pada usia dewasa awal.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Journal of Clinical Psychology, 51(2), 202

  Religion, Michigan: William B. Eerdmans Publishing Company

  Alvarado, K. A., Templer, D. I., Bresler, C., Thomas-Dobson,S., 2006, The

  relationship of religious variables to death depression and death anxiety ,

  • – 204 Azwar, S. (2005). Penyusunan Skala Psikologi. Edisi ke 1, cetakan 7. Yogyakarta:

  Pustaka Pelajar Offset Backer, B. A., Hannon, N., Russel, N. A., 1982, Death and Dying: Individual and Institutional , New York: John Wiley & Sons, Inc.

  Chuin, C. L., 2010, Age, gender, and religiosity as related to death anxiety, Sunway Academic Journal, 6, scribd.com:

  communities, Review of Religious Research, 37(1)

  Duff, R. W., 1995, Age density, religiousity and death anxiety in retirement

  the elderly, Current Psychology: Developmental, Learning, Personality, Social, 17( 2/3), 237-248

  among

  Clements, R., 1998, Intrinsic religious motivation and attitudes toward death

  

  

  Benson, P., 1988, Effective Christian Education: A National Study of Protestant

  Chiari, G., Nuzzo, L., 2010, Anticipation, www.pcp-net.org:

  Buttler, R. J., 2006, Investigating the content of core construct, Personal Contruct Theory and Practice, 3

  87 DAFTAR PUSTAKA Anwar, C., 2007, Deru Campur Debu, Jakarta: Penerbit PT. Dian Rakyat Allport, Gordon W., Ross, J. M., Personal religious orientation and prejudice, dalam: Malony, H. W., 1977, Current Perspectives in the Psychology of

  Butt, Trevor W., 2008,

  Beshai, J. A., 2006-2007, Dialogue with donald templer, OMEGA, 54(4), 337- 349

  Congregation , Minneapolis: Search Institute

  Kelly’s legacy in personality theory: Reason to be cheerful , Personal Contruct Theory and Practice, 5

  88

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Durlak, Joseph A., 2002, Death Anxiety, Encyclopedia of Aging, Encyclopedia.com:

  

  Edmondson, D., Park, C. L., Chaudoir, S. R. and Wortmann, J. H., 2008, Death without God: religious struggle, death concerns, and depression in the terminally ill., Psychological Science 19, no. 8: 754-758. Fetzer Institute, National Institute on Aging Working Group, 2003,

  Multidimensional Measurement of Religiousness/Spirituality for Use in Health Research: A Report of the Fetzer Institute/National Institute on Aging Working Group, Michigan: John E. Fetzer Institute

  Fransella, F., 2010, Creativity cycle, www.pcp-net.org:

  

  Frederick J. G., Lori-Ann B. F., Research Methods for the Behavioral Sciences, Wadsworth: Cengage Learning Inc, 2009

  George, Linda K., Larson, David B., Koenig, Harold G., McCullough, Michael E., 2000, Spirituality and health: what we know, what we need to know, Journal of Social and Clinical Psychology, 19, 1, 102-116

  Green, B., 2004, Personal construct psychology and content analysis, Personal Construct Theory and Practice, 1

  Green, B., 2008, Musing about constructs, Personal Construct Theory and Practice, 5

  Hadi, Sutrisno, 2000, Statistik, edisi I, cetakan ke-17, Yogyakarta : Penerbit Andi Offset

  Hill, Peter C., Pargament, Kenneth I., Hood, Ralph W. Jr., McCullough, Michael

E., Swyers, James P., Larson, David B., Zinnbauer, Brian J., 2000,

  Conceptualizing religion and spirituality: points of commonality, points of departure, Journal for the Theory of Social Behavior 30:1, 0021-8308

  Homby, A. S., 1995

  , Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English,

  Oxford: Oxford Press Hufford, David J., 2009, An analysis of the field of spirituality, religion and health

  

(S/RH) , Journal of the Society for Psychical Research 73, 4: 223-230

  Idler, Ellen, Beliefs, dalam: Fetzer Institute, National Institute on Aging Working Group, 2003, Multidimensional Measurement of Religiousness/Spirituality

  89

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  for Use in Health Research: A Report of the Fetzer Institute/National

Institute on Aging Working Group, Michigan: John E. Fetzer Institute

  Idler, Ellen, Values, dalam: Fetzer Institute, National Institute on Aging Working Group, 2003, Multidimensional Measurement of Religiousness/Spirituality

  for Use in Health Research: A Report of the Fetzer Institute/National

Institute on Aging Working Group, Michigan: John E. Fetzer Institute

  Koentjaraningrat, 2004, Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan, Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama

  Krieger, S., Epting, F., Leitner, L.M., 1974, Personal construct, threat, and

  

attitudes toward death , Omega: Journal of Death and Dying, 5, 299

  Lester, D., 2009, Emotions in personal construct theory: A review, Personal Construct Theory and Practice, 6

  Mangunwijaya, Y. B., 1999, Manusia Pascamodern, Semesta, dan Tuhan:

  Renungan Filsafat Hidup Manusia Modern, Yogyakarta: Penerbit

  Kanisius Miller, William R., Thoresen, Carl E., 2003, Spirituality, religion, and health: an emerging research field, American Psychological Association Inc., Vol.

58 No. 1, 24-35, DOI: 10.1037/0003-066X.58.1.24

  Neimeyer, R. A., Bridges, Sara K., 2010, Personal construct theory, www.pcp- net.org Neimeyer, R., Moore, M.K., 1991, A confirmatory factor analysis of the threat

  index 122-

  129 Neimeyer, R., The Threat Index and Related Method, dalam: Neimeyer, R., 1994,

  Death Anxiety Handbook: Research, Instrumentation, and Application ,

  London: Taylor and Francis Ltd Neimeyer, R., Wittkowski, J., Moser, R.P., 2004, Psychological research on death

  

attitudes: an overview and evaluation , Death Studies, 28: 3097340

  Nelson, L. D., Cantrell, C. H., 1980, Religiosity and death anxiety: a multi-

  

dimensional analysis , Review of Religious Research, 21(2), 148-157

  Rokeach, Milton, 1986, Belief, Attitudes, and Values: A Theory of Organization

  and Change , California: Jossey-Bass Inc. Publishers

  90

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Shakespheare, W., 1992, Hamlet, New York: Washington Square Press Publication

  Schulz, R.,1978, The Psychology of Death, Dying, and Bereavement, Philipines: Addison-Wesley Publishing Company, Inc. Tomer, A., Death Anxiety in Adult Life: Theoretical Perspectives, dalam:

  Neimeyer, R., 1994, Death Anxiety Handbook: Research, Instrumentation,

  and Application , London: Taylor and Francis Ltd

  Underwood, L., Teresi J., 2002, The daily spiritual experience scale:

  development, theoretical description, reliability, exploratory factor analysis, and preliminary construct validity using health-related data ,

  Annals of Behavioral Medicine, 24, 1: 22-33 Underwood, Lynn G., Daily Spiritual Experiences, dalam: Fetzer Institute,

  National Institute on Aging Working Group, 2003, Multidimensional

  Measurement of Religiousness/Spirituality for Use in Health Research: A Report of the Fetzer Institute/National Institute on Aging Working Group,

  Michigan: John E. Fetzer Institute Walker, Beverly M., 2010, Invalidation, www.pcp-net.org:

  

  Walker, Beverly M., 2010, Validation,

  

  Websters Online Dictionary, 2010, religion,

  

  Websters Online Dictionary, 2010, religiosity,

  

  Websters Online Dictionary, 2010, religious,

  

  91

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Websters Online Dictionary, 2010, religiousness,

  

  Whitehead, Alfred N., 2009, Mencari Tuhan Sepanjang Jaman: dari Agama-

  Kesukuan hingga Agama-Universal, Bandung: Penerbit Mizan

  Wikipedia, 2010, Religiosity Wikipedia, 2010, Religiousness, http://en.wikipedia.org/wiki/Religiousness Wink, P., Scott, J., 2005, Does religiousness buffer against the fear of death and

  dying in late adulthood: findings from a longitudinal study , Journal of

  Gerontology: Psychological Sciences, 60B(4), 207-214

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  93

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  94

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  95

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  96

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  97

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  98

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  99

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  100

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  101

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  102

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  103 LAMPIRAN

DATA PENELITIAN PENGALAMAN SPIRITUAL SEHARI HARI (DSES)

  1.0

  3.0

  1.0

  1.0 25 21.0

  3.0

  3.0

  4.0

  3.0

  4.0

  3.0 26 21.0

  5.0

  4.0

  4.0

  4.0

  1.0

  3.0 27 24.0

  2.0

  1.0

  6.0

  2.0

  2.0

  3.0 28 22.0

  2.0

  2.0

  1.0

  3.0

  1.0

  1.0

  1.0 29 26.0

  2.0 22 26.0

  4.0

  4.0

  4.0

  2.0

  3.0

  4.0 21 25.0

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0 23 25.0

  4.0

  3.0

  4.0

  1.0

  3.0

  2.0 24 25.0

  1.0

  3.0

  2.0

  2.0 36 25.0

  2.0

  1.0

  3.0

  2.0

  1.0

  1.0 35 24.0

  3.0

  3.0

  3.0

  2.0

  2.0

  3.0

  2.0

  1.0

  4.0

  1.0

  2.0

  2.0 37 25.0

  1.0

  2.0

  2.0

  1.0

  1.0

  1.0 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2.0 34 24.0

  2.0

  3.0

  1.0

  2.0

  2.0

  3.0

  3.0 30 24.0

  2.0

  2.0

  3.0

  2.0

  2.0

  2.0 31 23.0

  1.0

  2.0

  3.0

  1.0

  1.0

  2.0 32 21.0

  4.0

  4.0

  4.0

  3.0

  3.0

  3.0 33 27.0

  2.0

  2.0

  3.0 20 22.0

  2.0

  1.0

  2.0 8 24.0

  2.0

  3.0

  3.0

  3.0

  2.0

  3.0 7 23.0

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0

  3.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0 9 25.0

  1.0

  5.0

  3.0

  4.0

  3.0

  1.0 10 24.0

  1.0 6 25.0

  3.0

  2.0

  2.0

  2.0

  1.0

  1.0

  3.0 2 24.0

  1.0

  2.0

  3.0

  1.0

  1.0

  3.0 3 23.0

  1.0

  2.0

  2.0

  1.0

  2.0

  1.0 4 24.0

  2.0

  1.0

  2.0

  1.0

  1.0

  1.0 5 25.0

  1.0

  1.0

  3.0

  4.0

  No Usia aitem1 aitem2 aitem3 aitem4 aitem5 aitem6 1 26.0

  3.0

  2.0

  1.0

  2.0

  1.0 16 25.0

  1.0

  1.0

  2.0

  1.0

  1.0

  1.0 17 25.0

  2.0

  4.0

  2.0

  2.0

  3.0

  3.0 18 25.0

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0 19 25.0

  4.0

  3.0

  2.0

  2.0 15 25.0

  1.0

  1.0

  3.0

  1.0 11 24.0

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0 12 24.0

  1.0

  1.0

  2.0

  1.0

  2.0

  1.0 13 27.0

  3.0

  1.0

  4.0

  1.0

  2.0

  1.0 14 24.0

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0

  4.0

  104 No Usia aitem1 aitem2 aitem3 aitem4 aitem5 aitem6 38 26.0

  3.0 60 22.0

  3.0

  4.0

  4.0

  4.0 59 22.0

  4.0

  5.0

  3.0

  4.0

  4.0

  3.0

  2.0

  3.0

  4.0

  4.0

  2.0

  2.0 61 23.0

  3.0

  3.0

  4.0

  3.0

  3.0

  2.0 58 21.0

  3.0 62 21.0

  2.0 56 21.0

  2.0

  1.0

  2.0

  2.0 55 21.0

  3.0

  3.0

  4.0

  1.0

  2.0

  2.0

  3.0

  2.0

  1.0

  2.0

  2.0

  2.0 57 22.0

  3.0

  4.0

  4.0

  2.0

  3.0

  3.0

  3.0

  3.0

  3.0

  2.0

  2.0 67 20.0

  1.0

  5.0

  3.0

  1.0

  1.0

  3.0 68 21.0

  2.0

  4.0

  3.0

  2.0

  3.0

  4.0 69 25.0

  2.0

  3.0

  3.0

  2.0

  3.0

  5.0

  4.0

  3.0

  2.0 64 23.0

  3.0

  3.0

  2.0

  3.0 63 21.0

  2.0

  2.0

  2.0

  3.0

  2.0

  1.0

  5.0 66 22.0

  2.0

  3.0

  5.0

  2.0

  4.0 65 25.0

  5.0

  5.0

  4.0

  4.0

  5.0

  3.0

  1.0 54 23.0

  2.0

  1.0

  2.0

  4.0

  2.0

  3.0

  3.0 43 20.0

  2.0

  3.0

  4.0

  2.0

  1.0 44 20.0

  4.0 42 20.0

  4.0

  4.0

  4.0

  2.0

  2.0

  2.0 45 22.0

  4.0

  5.0

  3.0

  4.0

  3.0

  1.0

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0 39 26.0

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0 40 22.0

  1.0

  1.0

  1.0

  2.0

  1.0

  1.0

  2.0 41 20.0

  2.0

  4.0

  1.0

  1.0

  1.0 46 25.0

  1.0

  1.0 52 21.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0 51 23.0

  2.0

  3.0

  3.0

  2.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0 53 22.0

  2.0

  2.0

  3.0

  1.0

  1.0

  2.0 50 23.0

  6.0

  1.0

  6.0

  5.0

  6.0

  5.0

  5.0 47 24.0

  2.0

  2.0

  4.0

  1.0

  3.0 48 23.0

  2.0

  2.0

  3.0

  4.0

  5.0

  3.0

  3.0 49 25.0

  4.0

  3.0

  4.0

  2.0

  3.0 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  105 LAMPIRAN DATA PENELITIAN KEPERCAYAAN DAN NILAI RELIGIUS DAN

SPIRITUAL (BVS)

  1.0

  1.0

  3.0

  2.0 26 21.0

  2.0

  2.0

  2.0

  1.0 25 21.0

  1.0

  1.0

  1.0

  2.0 24 25.0

  2.0

  1.0

  1.0

  2.0 23 25.0

  2.0

  1.0

  3.0

  2.0 22 26.0

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0 21 25.0

  2.0

  2.0

  1.0

  2.0 20 22.0

  1.0

  2.0

  1.0

  1.0 19 25.0

  2.0

  3.0 27 24.0

  2.0

  2.0

  1.0 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0 34 24.0

  1.0

  1.0

  1.0

  2.0 33 27.0

  1.0

  2.0

  2.0

  2.0 32 21.0

  1.0

  1.0

  3.0

  2.0 29 26.0

  2.0

  1.0

  3.0 28 22.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  2.0 31 23.0

  2.0

  1.0

  1.0 30 24.0

  1.0

  1.0

  1.0

  2.0

  1.0

  1.0

  2.0

  1.0 9 25.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0 8 24.0

  1.0

  1.0

  1.0

  2.0 7 23.0

  1.0

  2.0

  1.0

  1.0 6 25.0

  1.0

  1.0

  2.0

  1.0 5 25.0

  1.0

  1.0

  1.0

  2.0 4 24.0

  3.0

  2.0

  1.0

  1.0 3 23.0

  1.0

  2.0

  1.0

  1.0 2 24.0

  1.0

  2.0

  2.0

  No Usia aitem1 aitem2 aitem3 aitem4 1 26.0

  1.0

  2.0

  2.0

  1.0

  3.0 17 25.0

  1.0

  3.0

  1.0

  1.0 16 25.0

  2.0

  1.0

  1.0

  1.0 15 25.0

  1.0

  1.0

  1.0 14 24.0

  3.0 10 24.0

  1.0

  1.0

  1.0

  4.0

  1.0 11 24.0

  1.0

  2.0

  2.0 12 24.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0 13 27.0

  1.0

  1.0

  2.0 18 25.0

  106 No Usia aitem1 aitem2 aitem3 aitem4 35 24.0

  1.0

  2.0

  2.0

  1.0

  3.0 60 22.0

  2.0

  1.0

  2.0

  4.0 59 22.0

  1.0

  2.0

  2.0

  3.0 58 21.0

  3.0

  2.0

  1.0 57 22.0

  1.0

  1.0

  1.0

  2.0

  1.0

  3.0 54 23.0

  2.0

  2.0

  1.0 55 21.0

  1.0

  1.0

  2.0

  1.0

  1.0 56 21.0

  1.0

  2.0

  2.0 61 23.0

  1.0

  1.0

  2.0 68 21.0

  2.0

  3.0

  2.0 67 20.0

  1.0

  2.0

  2.0

  1.0

  2.0 66 22.0

  2.0

  1.0

  2.0 69 25.0

  1.0

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0

  3.0 62 21.0

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0 63 21.0

  1.0

  2.0

  2.0

  1.0 64 23.0

  2.0

  1.0

  2.0

  2.0 65 25.0

  2.0

  2.0 53 22.0

  1.0

  1.0

  1.0

  2.0 43 20.0

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0 42 20.0

  2.0

  2.0

  3.0

  1.0 41 20.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0 40 22.0

  1.0

  1.0

  2.0

  1.0 37 25.0

  2.0

  2.0

  3.0 36 25.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  2.0 39 26.0

  2.0

  2.0

  2.0 38 26.0

  1.0

  2.0

  1.0

  1.0

  1.0

  2.0

  1.0

  1.0

  2.0 49 25.0

  1.0

  2.0

  1.0

  2.0 50 23.0

  1.0

  2.0

  1.0

  1.0 51 23.0

  1.0

  2.0

  1.0

  1.0 52 21.0

  2.0

  2.0 48 23.0

  2.0 44 20.0

  1.0

  2.0

  2.0

  3.0

  2.0 45 22.0

  1.0

  1.0

  1.0 46 25.0

  2.0

  2.0

  3.0

  2.0

  2.0 47 24.0

  2.0

  2.0

  2.0 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  107 LAMPIRAN DATA PENELITIAN KECEMASAN KEMATIAN

  3.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0 24 25.0

  1.0 25 21.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0 23 25.0

  0.0

  1.0 27 24.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0 26 21.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  4.0

  1.0

  2.0

  3.0

  3.0

  2.0

  2.0 20 22.0

  1.0

  1.0

  1.0

  2.0

  2.0

  0.0

  2.0

  2.0

  0.0 19 25.0

  0.0

  0.0

  0.0

  2.0

  0.0

  6.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0 22 26.0

  2.0

  1.0

  1.0

  3.0

  3.0

  2.0

  4.0

  5.0

  3.0 21 25.0

  1.0

  3.0

  0.0

  2.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0 33 27.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  3.0

  3.0

  1.0 32 21.0

  1.0

  0.0 34 24.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0 35 24.0

  0.0

  1.0

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0

  2.0 29 26.0

  1.0

  0.0

  3.0

  0.0

  0.0

  0.0

  6.0

  2.0

  3.0 28 22.0

  2.0

  3.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0 31 23.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0 30 24.0

  0.0

  0.0

  2.0

  1.0

  (THREAT INDEX: GLOBAL THREAT) No Usia aitem1 aitem2 aitem3 aitem4 aitem5 aitem6 aitem7 aitem8 aitem9 1 26.0

  0.0

  0.0

  2.0 7 23.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  4.0 6 25.0

  1.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  2.0

  1.0

  2.0

  1.0

  2.0

  3.0

  2.0 9 25.0

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0

  0.0

  2.0

  2.0

  0.0

  0.0 8 24.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  2.0

  0.0 2 24.0

  1.0

  0.0

  0.0

  2.0

  0.0

  3.0

  1.0

  0.0

  0.0 3 23.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  1.0

  2.0

  1.0

  0.0

  1.0 5 25.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  2.0

  1.0 4 24.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  3.0

  2.0

  0.0

  1.0

  0.0 16 25.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0 15 25.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  1.0 18 25.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  4.0

  3.0

  4.0

  0.0 17 25.0

  2.0

  1.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0 14 24.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  5.0

  0.0

  1.0

  2.0 11 24.0

  1.0

  1.0

  0.0

  3.0

  2.0

  2.0

  2.0

  1.0

  1.0 10 24.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0 13 27.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0 12 24.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  108 No Usia aitem1 aitem2 aitem3 aitem4 aitem5 aitem6 aitem7 aitem8 aitem9 36 25.0

  2.0

  0.0

  0.0

  1.0 59 22.0

  1.0

  0.0

  1.0

  2.0

  0.0

  2.0

  2.0

  0.0

  0.0 58 21.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  1.0

  2.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0 61 23.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  1.0

  2.0

  2.0

  0.0 60 22.0

  0.0

  1.0

  1.0

  0.0

  2.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0 54 23.0

  1.0

  1.0

  0.0

  2.0

  3.0

  0.0

  1.0 55 21.0

  1.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0 57 22.0

  2.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  3.0

  2.0

  1.0 56 21.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  2.0

  3.0

  2.0

  2.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0

  3.0 67 20.0

  0.0 68 21.0

  3.0

  1.0

  2.0

  2.0

  0.0

  0.0

  3.0

  2.0

  6.0

  1.0 66 22.0

  4.0

  3.0

  3.0

  3.0

  4.0

  3.0

  4.0

  5.0

  6.0

  6.0 69 25.0

  5.0

  4.0

  3.0

  3.0

  1.0

  5.0

  0.0

  3.0

  3.0

  4.0

  4.0

  4.0

  4.0

  5.0

  4.0 63 21.0

  3.0

  3.0

  5.0

  2.0

  0.0

  1.0

  3.0

  0.0

  3.0 62 21.0

  3.0

  4.0

  4.0

  4.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  2.0

  3.0

  2.0 65 25.0

  2.0

  6.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  3.0

  5.0

  5.0 64 23.0

  1.0

  0.0 53 22.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0 42 20.0

  2.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0 41 20.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  0.0

  1.0

  2.0

  0.0

  2.0 44 20.0

  2.0

  2.0

  3.0

  2.0

  1.0

  2.0

  3.0

  0.0

  1.0 43 20.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  3.0

  1.0

  0.0

  2.0

  2.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0 37 25.0

  0.0 38 26.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0 40 22.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  1.0 39 26.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  2.0

  1.0

  0.0

  4.0 50 23.0

  0.0

  4.0

  2.0

  3.0

  4.0

  0.0

  1.0

  1.0

  0.0

  4.0

  1.0

  1.0

  1.0

  2.0

  2.0

  2.0

  3.0 51 23.0

  3.0

  0.0

  6.0

  0.0

  0.0

  2.0

  0.0

  0.0

  1.0 52 21.0

  1.0

  2.0

  4.0

  2.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  2.0 49 25.0

  3.0

  0.0

  3.0

  0.0

  2.0

  0.0

  4.0 46 25.0

  3.0

  2.0

  2.0

  0.0

  2.0

  1.0

  4.0

  4.0

  2.0 45 22.0

  2.0

  2.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  3.0

  4.0

  1.0

  4.0

  1.0 48 23.0

  1.0

  2.0

  0.0

  1.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0 47 24.0

  2.0

  4.0 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  109 aitem10 aitem11 aitem12 aitem13 aitem14 aitem15 aitem16 aitem17 aitem18

  4.0

  3.0

  5.0

  3.0

  2.0

  1.0

  2.0

  1.0

  1.0

  6.0

  1.0

  2.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  2.0

  5.0

  4.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  2.0

  3.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  2.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  2.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  2.0

  3.0

  0.0

  0.0

  3.0

  2.0

  2.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  1.0

  2.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  6.0

  1.0

  4.0

  1.0

  1.0

  2.0

  0.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  2.0

  1.0

  2.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  2.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  2.0

  0.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  4.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  6.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  2.0

  3.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  4.0

  0.0

  4.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  2.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  5.0

  2.0

  0.0

  1.0

  2.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  1.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  2.0

  0.0

  0.0

  2.0

  2.0

  2.0

  1.0

  1.0

  2.0

  3.0

  2.0

  2.0

  4.0

  1.0

  2.0

  0.0

  3.0

  1.0

  1.0

  3.0

  1.0

  1.0

  3.0

  2.0

  3.0

  1.0

  0.0

  4.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  2.0

  0.0

  2.0

  2.0

  0.0

  1.0

  0.0

  2.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  3.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  3.0

  2.0

  2.0

  1.0

  1.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  2.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  3.0

  0.0

  3.0

  3.0

  3.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  3.0

  2.0

  5.0

  3.0

  4.0

  4.0

  1.0

  2.0

  0.0

  4.0

  1.0

  4.0

  1.0

  3.0

  1.0

  2.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  2.0

  2.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  2.0

  6.0

  4.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  2.0

  2.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  2.0

  1.0

  0.0

  5.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  110 aitem10 aitem11 aitem12 aitem13 aitem14 aitem15 aitem16 aitem17 aitem18

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  1.0

  0.0

  2.0

  1.0

  3.0

  4.0

  4.0

  3.0

  3.0

  1.0

  0.0

  3.0

  2.0

  4.0

  0.0

  2.0

  1.0

  2.0

  1.0

  5.0

  4.0

  0.0

  3.0

  1.0

  0.0

  4.0

  0.0

  0.0

  4.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  2.0

  0.0

  0.0

  2.0

  0.0

  0.0

  1.0

  2.0

  2.0

  1.0

  2.0

  6.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0

  3.0

  2.0

  6.0

  6.0

  4.0

  1.0

  1.0

  2.0

  1.0

  6.0

  6.0

  6.0

  5.0

  4.0

  4.0

  5.0

  6.0

  3.0

  5.0

  4.0

  3.0

  2.0

  5.0

  0.0

  6.0

  5.0

  4.0

  4.0

  3.0

  4.0

  5.0

  5.0

  5.0

  1.0

  1.0

  2.0

  0.0

  0.0

  2.0

  1.0

  0.0

  1.0

  1.0

  2.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  6.0

  3.0

  4.0

  0.0

  0.0

  1.0

  2.0

  1.0

  0.0

  2.0

  1.0

  2.0

  2.0

  1.0

  2.0

  2.0

  5.0

  2.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  2.0

  3.0

  2.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  4.0

  2.0

  2.0

  1.0

  4.0

  2.0

  3.0

  0.0

  2.0

  1.0

  3.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  2.0

  1.0

  3.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  0.0

  2.0

  2.0

  4.0

  2.0

  2.0

  2.0

  4.0

  0.0

  0.0

  2.0

  2.0

  2.0

  1.0

  2.0

  0.0

  2.0

  1.0

  6.0

  0.0

  5.0

  0.0

  0.0

  0.0

  6.0

  6.0

  2.0

  3.0

  2.0

  2.0

  0.0

  3.0

  3.0

  1.0

  6.0

  1.0

  0.0

  3.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  2.0

  0.0

  0.0

  4.0

  3.0

  5.0

  4.0

  3.0

  4.0

  2.0

  1.0

  0.0

  4.0

  1.0

  1.0

  5.0

  2.0

  0.0

  1.0

  2.0

  1.0

  0.0

  1.0

  3.0

  0.0

  3.0

  6.0

  2.0

  4.0

  4.0

  1.0

  1.0

  2.0

  1.0

  3.0

  5.0 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  111 aitem19 aitem20 aitem21 aitem22 aitem23 aitem24 aitem25

  6.0

  1.0

  3.0

  0.0

  1.0

  2.0

  3.0

  2.0

  5.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  3.0

  0.0

  4.0

  0.0

  0.0

  0.0

  2.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  2.0

  1.0

  0.0

  6.0

  2.0

  0.0

  2.0

  2.0

  1.0

  3.0

  0.0

  6.0

  3.0

  3.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  2.0

  5.0

  1.0

  1.0

  2.0

  2.0

  4.0

  1.0

  2.0

  2.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  2.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  2.0

  2.0

  1.0

  2.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  3.0

  1.0

  0.0

  3.0

  1.0

  2.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  3.0

  2.0

  5.0

  0.0

  1.0

  5.0

  0.0

  6.0

  0.0

  1.0

  2.0

  3.0

  2.0

  0.0

  0.0

  3.0

  3.0

  3.0

  1.0

  4.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  2.0

  1.0

  0.0

  0.0

  6.0

  6.0

  0.0

  4.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  2.0

  3.0

  5.0

  0.0

  0.0

  2.0

  1.0

  0.0

  3.0

  3.0

  0.0

  1.0

  4.0

  0.0

  0.0

  1.0

  3.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  4.0

  1.0

  2.0

  1.0

  4.0

  3.0

  3.0

  5.0

  2.0

  3.0

  1.0

  2.0

  0.0

  1.0

  2.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  5.0

  1.0

  4.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0

  2.0

  2.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  112 aitem19 aitem20 aitem21 aitem22 aitem23 aitem24 aitem25

  0.0

  0.0

  0.0

  2.0

  2.0

  4.0

  4.0

  1.0

  1.0

  0.0

  1.0

  3.0

  0.0

  1.0

  3.0

  2.0

  1.0

  0.0

  4.0

  3.0

  4.0

  1.0

  1.0

  1.0

  3.0

  0.0

  2.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  1.0

  3.0

  3.0

  1.0

  1.0

  4.0

  2.0

  1.0

  6.0

  0.0

  2.0

  1.0

  1.0

  5.0

  6.0

  2.0

  0.0

  3.0

  5.0

  1.0

  3.0

  6.0

  6.0

  6.0

  5.0

  4.0

  4.0

  3.0

  6.0

  4.0

  1.0

  1.0

  4.0

  2.0

  5.0

  5.0

  3.0

  4.0

  4.0

  3.0

  0.0

  3.0

  4.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  1.0

  1.0

  4.0

  1.0

  2.0

  1.0

  0.0

  1.0

  1.0

  4.0

  0.0

  1.0

  0.0

  1.0

  2.0

  2.0

  1.0

  0.0

  3.0

  2.0

  2.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  1.0

  2.0

  1.0

  1.0

  1.0

  3.0

  0.0

  0.0

  1.0

  1.0

  2.0

  1.0

  0.0

  2.0

  1.0

  1.0

  3.0

  4.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  0.0

  0.0

  2.0

  1.0

  0.0

  3.0

  6.0

  0.0

  0.0

  5.0

  6.0

  2.0

  1.0

  1.0

  1.0

  2.0

  1.0

  2.0

  1.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  0.0

  1.0

  2.0

  2.0

  0.0

  4.0

  3.0

  0.0

  0.0

  3.0

  2.0

  2.0

  1.0

  3.0

  5.0

  2.0

  1.0

  1.0

  4.0

  5.0

  2.0

  5.0

  0.0

  6.0

  4.0

  3.0

  1.0

  4.0

  4.0

  5.0

  4.0 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  113 LAMPIRAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

RELIABILITAS DAN KORELASI AITEM-TOTAL DSES

  Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha

  Cronbach's Alpha Based on

  Standardized Items N of Items

  .868 .870

6 Item-Total Statistics

  Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if

  Item Deleted Corrected

  Item-Total Correlation

  Squared Multiple

  Correlation Cronbach's

  Alpha if Item Deleted dse1 11.7246 19.261 .688 .601 .841 dse2 11.6232 18.621 .699 .514 .840 dse3 11.2464 20.306 .587 .411 .859 dse4 12.0725 20.215 .594 .441 .858 dse5 12.0435 19.513 .799 .692 .825 dse6 11.9420 20.438 .649 .511 .849

  114 LAMPIRAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

RELIABILITAS DAN KORELASI AITEM-TOTAL BVS

  Cronbach's Alpha

  Cronbach's Alpha Based on

  Standardized Items N of Items

  .597 .603

4 Item-Total Statistics

  Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if

  Reliability Statistics

  Item-Total Correlation

  Squared Multiple

  Correlation Cronbach's

  Alpha if Item Deleted

  BV1 4.9565 1.925 .395 .193 .515 BV2 4.6377 2.029 .411 .200 .511 BV3 4.8261 2.028 .227 .055 .644 BV4 4.5362 1.488 .516 .302 .400

  Item Deleted Corrected

  115 LAMPIRAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

RELIABILITAS DAN KORELASI AITEM-TOTAL THREAT INDEX: FAKTOR

  Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha

  Cronbach's Alpha Based on

  Standardized Items N of Items

  .880 .880

9 Item-Total Statistics

  Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if

  Item Deleted Corrected

  Item-Total Correlation

  Squared Multiple

  Correlation Cronbach's

  Alpha if Item Deleted ti1 9.2754 53.879 .614 .445 .869 ti2 9.0580 52.997 .706 .578 .859 ti3 9.5797 56.424 .637 .465 .865 ti4 9.4928 61.754 .445 .356 .880 ti5 9.6522 58.642 .641 .511 .866 ti6 9.5217 58.577 .611 .486 .868 ti7 9.3333 58.431 .520 .383 .875 ti8 9.2754 54.261 .743 .585 .856 ti9 9.3333 53.373 .721 .676 .858

  116 LAMPIRAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

RELIABILITAS DAN KORELASI AITEM-TOTAL THREAT INDEX: FAKTOR

  Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha

  Cronbach's Alpha Based on

  Standardized Items N of Items

  .780 .786

  Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if

  KETIDAKPASTIAN

A. SEBELUM SELEKSI

8 Item-Total Statistics

  Item-Total Correlation

  Squared Multiple

  Correlation Cronbach's

  Alpha if Item Deleted ti10 9.6957 43.950 .607 .415 .736 ti11 9.5942 42.627 .544 .401 .746 ti12 9.6522 47.318 .527 .412 .752 ti13 9.7101 47.003 .548 .366 .750 ti14 9.5652 45.720 .487 .330 .756 ti15 9.2754 51.967 .163 .122 .807 ti16 9.4638 42.458 .501 .344 .756 ti17 9.5362 44.105 .566 .421 .743

  Item Deleted Corrected

  117

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B. SETELAH SELEKSI

  Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items

  N of Items .807 .815

  7 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation

  Squared Multiple Correlation

  Cronbach's Alpha if Item Deleted ti10

  Reliability Statistics

  7.9420 36.850 .582 .399 .774 ti12

  8.0000 41.412 .568 .402 .779 ti13

  8.0580 41.585 .556 .366 .781 ti14

  7.9130 40.375 .493 .319 .790 ti16

  7.8116 38.243 .456 .286 .802 ti17

  7.8841 38.986 .564 .420 .777

  8.0435 38.425 .632 .413 .765 ti11

  118 LAMPIRAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

RELIABILITAS DAN KORELASI AITEM-TOTAL THREAT INDEX: FAKTOR

  

FATALISME

Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha

  Cronbach's Alpha Based on

  Standardized Items N of Items

  .859 .864

8 Item-Total Statistics

  Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if

  Item Deleted Corrected

  Item-Total Correlation

  Squared Multiple

  Correlation Cronbach's

  Alpha if Item Deleted ti18 9.6232 60.974 .692 .555 .831 ti19 10.0580 67.291 .592 .491 .844 ti20 10.0435 66.366 .687 .617 .835 ti21 9.2754 62.114 .658 .596 .836 ti22 10.1449 73.214 .429 .215 .859 ti23 9.4493 61.957 .536 .381 .856 ti24 10.0145 65.250 .725 .739 .831 ti25 9.8116 65.773 .591 .638 .844

  119

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LAMPIRAN KORELASI ANTAR FAKTOR THREAT INDEX

  

Correlations

ThreatToWellBein g Uncertainity_7 Fatalism
  • ** ** ThreatToWellBeing Pearson Correlation 1 .873 .755 Sig. (2-tailed) .000 .000 N

  69

  69

  69 ** ** Uncertainity_7 Pearson Correlation .873 1 .852 Sig. (2-tailed) .000 .000

  N

  69

  69 ** **

  69 Fatalism Pearson Correlation .755 .852

  1 Sig. (2-tailed) .000 .000 N

  69

  69

  69 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  

Descriptives

Statistic Std. Error ThreatToWellBeing Mean

  10.5652 1.01028 95% Confidence Interval for Lower Bound 8.5492 Mean Upper Bound 12.5812 5% Trimmed Mean 9.6916 Median

  9.0000 Variance 70.426 Std. Deviation 8.39201 Minimum

  .00 Maximum

  41.00 Range

  41.00 Interquartile Range

  10.50 Skewness 1.615 .289 Kurtosis 3.333 .570

  120

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Uncertainity_7 Mean 9.2754 .86784 95% Confidence Interval for Lower Bound 7.5436

  Mean Upper Bound 11.0071 5% Trimmed Mean 8.5612 Median

  7.0000 Variance 51.967 Std. Deviation 7.20883 Minimum

  .00 Maximum

  33.00 Range

  33.00 Interquartile Range

  9.50 Skewness 1.400 .289 Kurtosis 2.332 .570 Fatalism Mean

  11.2029 1.10134 95% Confidence Interval for Lower Bound 9.0052 Mean Upper Bound 13.4006 5% Trimmed Mean 10.4895 Median

  9.0000 Variance 83.694 Std. Deviation 9.14842 Minimum

  .00 Maximum

  41.00 Range

  41.00 Interquartile Range

  11.50 Skewness 1.160 .289 Kurtosis 1.014 .570

  121 LAMPIRAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Reliabilitas Komposit TI Global

Threat

  w1 1 w₁²sd₁² 70,42734 w2 1 w₂²sd₂² 51,96824 w3 1 w₃²sd²₃ 83,69505 sd1 8,3921 total (A) 206,0906 sd2 7,2089 w₁²sd₁²αr₁ 61,97606 sd3 9,1485 w₂²sd₂²αr₂ 41,93837 α1 0,88 w₃²sd²₃αr₃ 71,89405 α2 0,807 total (B) 175,8085 α3 0,859 w₁w₂sd₁sd₂r₁₂ 52,81459 r12 0,873 w₁w₃sd₁sd₃r₁₃ 57,96522 r13 0,755 w₂w₃sd₂sd₃r₂₃ 56,18993 r23 0,852 total ( C) 166,9697

  A-B 30,28215 A+2C 540,0301 rxx' 0,943925

  122

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LAMPIRAN UJI NORMALITAS

  

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

ThreatToWell usia dseTotal BVtotal Being Uncertainity_7 Fatalism TItotal

  N a

  69

  69

  69

  69

  69

  69

  69 Normal Parameters Mean 23.3623 14.1304 6.3188 10.5652 9.2754 11.2029 31.0435 Std. Deviation 2.32375E 1.88626 5.26060 1.71063 8.39201 7.20883 9.14842

  1 Most Extreme Absolute .155 .107 .130 .132 .160 .147 .131 Differences Positive .113 .107 .130 .132 .160 .147 .131 Negative -.155 -.061 -.127 -.113 -.111 -.110 -.117

  

Kolmogorov-Smirnov Z 1.289 .887 1.078 1.092 1.330 1.217 1.088

Asymp. Sig. (2-tailed) .072 .411 .196 .184 .058 .103 .187

a. Test distribution is Normal.

  LAMPIRAN UJI HOMOGENITAS

UJI T-TEST

  

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means

  95% Confidence Interval of the Difference Sig. (2- Mean Std. Error

  F Sig. t df tailed) Difference Difference Lower Upper dseTot Equal variances 2.679 .106 1.106 67 .273 1.41026 1.27543 -1.13552 3.95603 al assumed

  Equal variances 1.159 66.348 .251 1.41026 1.21731 -1.01993 3.84045 not assumed

  123

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means

  F Sig. t df Sig. (2- tailed) Mean

  Difference Std. Error Difference 95% Confidence

  Interval of the Difference Lower Upper

  BVto tal Equal variances assumed

  .030 .863 .503 67 .616 .21026 .41772 -.62352 1.04403 Equal variances not assumed .504 62.851 .616 .21026 .41715 -.62339 1.04390

  

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means

  F Sig. t df Sig. (2- tailed) Mean

  Difference Std. Error Difference 95% Confidence

  Interval of the Difference Lower Upper TItot al Equal variances assumed 1.170 .283 -.863

  67 .391 -4.87692 5.65380 -16.16196 6.40811 Equal variances not assumed

  • .835 53.335 .408 -4.87692 5.84323 -16.59523 6.84138

  124

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LAMPIRAN UJI ASUMSI PENELITIAN UJI LINIERITAS

  ANOVA Table Sum of Squares df Mean Square F Sig. dseTotal * usia Between Groups (Combined) 246.390 7 35.199 1.313 .260 Linearity 81.313

  1 81.313 3.033 .087 Deviation from Linearity 165.077 6 27.513 1.026 .417 Within Groups 1635.436 61 26.810 Total 1881.826 ANOVA Table

  68 Sum of Squares df Mean Square F Sig.

  BVtotal * usia Between Groups (Combined) 37.184 7 5.312 2.003 .069 Linearity 20.236 1 20.236 7.629 .008 Deviation from Linearity 16.948 6 2.825 1.065 .393 Within Groups 161.802 61 2.652 Total 198.986

  68

  125

  ANOVA Table Sum of Squares df Mean Square F Sig.

  TItotal * usia Between Groups (Combined) 6190.666 7 884.381 1.767 .110 Linearity 2882.386 1 2882.386 5.759 .019 Deviation from Linearity

  3308.280 6 551.380 1.102 .372 Within Groups 30528.204 61 500.462 Total 36718.870 68 \ANOVA Table

  Sum of Squares df Mean Square F Sig. TItotal * dseTotal Between Groups (Combined) 7067.524 18 392.640 .662 .830 Linearity 237.555

  1 237.555 .401 .530 Deviation from Linearity 6829.969 17 401.763 .677 .809 Within Groups 29651.345 50 593.027 Total 36718.870

  68 ANOVA Table Sum of Squares df Mean Square F Sig.

  TItotal * BVtotal Between Groups (Combined) 4898.864 5 979.773 1.940 .100 Linearity 514.750 1 514.750 1.019 .317 Deviation from Linearity 4384.113 4 1096.028 2.170 .083 Within Groups 31820.006 63 505.079 Total 36718.870

  68 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  126

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LAMPIRAN KORELASI PRODUCT MOMENT PEARSON (DSES, BVS, USIA, GLOBAL THREAT)

  Correlations usia dseTotal BVtotal TItotal ** * usia Pearson Correlation

  1 -.208 -.319 -.280

Sig. (2-tailed) .087 .008 .020

N
  • ** 69

  69

  69

  69 dseTotal Pearson Correlation -.208 1 .574 .080

Sig. (2-tailed) .087 .000 .511

  N

  69 ** **

  69

  69

  69 BVtotal Pearson Correlation -.319 .574 1 .118

Sig. (2-tailed) .008 .000 .333

N

  69

  69

  69

  69 * TItotal Pearson Correlation -.280 .080 .118

  1 Sig. (2-tailed) .020 .511 .333 N

  69

  69

  69

  69 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  • . Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

  127

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LAMPIRAN PEMERIKSAAN TERPISAH

REGRESI NON-LINIER

  KEPERCAYAAN DAN NILAI RELIGIUS DAN SPIRITUAL DENGAN KECEMASAN KEMATIAN

  Model Summary Adjusted R Std. Error of the R R Square Square Estimate

  .334 .111 .084 22.235 The independent variable is BVtotal.

  ANOVA

Sum of Squares df Mean Square F Sig.

  Regression 4088.041 2 2044.020 4.134 .020 Residual 32630.829 66 494.406 Total 36718.870

68 The independent variable is BVtotal.

  Coefficients Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients

  B Std. Error Beta t Sig. BVtotal 37.912 13.595 2.791 2.789 .007 BVtotal ** 2 -2.848 1.060 -2.691 -2.688 .009 (Constant) -86.572 41.278 -2.097 .040

  128

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Error for TItotal with BVtotal from CURVEFIT, MOD_1 QUADRATIC

  N

  69 Normal Parameters a Mean .0000000 Std. Deviation 21.90582409

Most Extreme Differences Absolute .129

Positive .129

  Negative -.085 Kolmogorov-Smirnov Z 1.074 Asymp. Sig. (2-tailed)

  .199 a. Test distribution is Normal.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  69

  69 dseTotal Pearson Correlation

  129 LAMPIRAN PEMERIKSAAN TERPISAH KORELASI PRODUCT MOMENT PEARSON

  BVS, DSES , USIA, KONSTRUK KEMATIAN, KONSTRUK INTI Correlations usia dseTotal BVtotal konstrukinti konstrukmati TItotal usia Pearson Correlation 1 -.208 -.319 ** -.160 -.255 * -.280 * Sig. (2-tailed) .087 .008 .188 .034 .020

  N

  69

  69

  69

  69

  • .208 1 .574 **
  • .319 **

  69

  • .160 .535

    **

  69 TItotal Pearson Correlation

  .311

**

.260 * .317 ** 1 .826 ** Sig. (2-tailed) .034 .009 .031 .008 .000 N

  69

  69

  69

  69

  69

  .080 .118 .079 .826 **

  69

  1 Sig. (2-tailed) .020 .511 .333 .517 .000 N

  69

  69

  69

  69

  69

  69 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  69 konstrukmati Pearson Correlation

  69

  .535 ** .311 ** .080 Sig. (2-tailed) .087 .000 .000 .009 .511 N

  .574

**

1 .458 ** .260 * .118 Sig. (2-tailed) .008 .000 .000 .031 .333 N

  69

  69

  69

  69

  69

  69 BVtotal Pearson Correlation

  69

  69

  69

  69

  69

  69 konstrukinti Pearson Correlation

  .458 ** 1 .317 ** .079 Sig. (2-tailed) .188 .000 .000 .008 .517 N

  69

  69

  • .255 *
  • .280 *
    • . Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Dokumen baru

Download (148 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
126
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
165
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
160
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
120
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
169
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
121
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
84
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
145
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
143
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
148
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
117
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
249
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
92
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
61
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
187
Show more