PEMANFAATAN PENDEKATAN ILMIAH (SCIENTIFIC APPROACH) TERKAIT MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN PERSEGI DAN PERSEGIPANJANG DI KELAS VII-H SMP NEGERI 1 BANGUNTAPAN BANTUL TAHUN AJARAN 20132014 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syar

Gratis

0
0
248
2 months ago
Preview
Full text

  

PEMANFAATAN PENDEKATAN ILMIAH (SCIENTIFIC APPROACH)

TERKAIT MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK

BAHASAN PERSEGI DAN PERSEGIPANJANG DI KELAS VII-H SMP

NEGERI 1 BANGUNTAPAN BANTUL TAHUN AJARAN 2013/2014

  

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Matematika

  

Oleh:

Theresia Tri Susanti

NIM : 101414014

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

  

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

PEMANFAATAN PENDEKATAN ILMIAH (SCIENTIFIC APPROACH)

TERKAIT MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK

BAHASAN PERSEGI DAN PERSEGIPANJANG DI KELAS VII-H SMP

NEGERI 1 BANGUNTAPAN BANTUL TAHUN AJARAN 2013/2014

  

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Matematika

  

Oleh:

Theresia Tri Susanti

NIM : 101414014

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

  

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

  

SKRIPSI

PEMANFAATAN PENDEKATAN ILMIAH (SCIENTIFIC APPROACH)

TERKAIT MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK

BAHASAN PERSEGI DAN PERSEGIPANJANG DI KELAS VII-H SMP

  NEGERI 1 BANGUNTAPAN BANTUL TAHUN AJARAN 2013/2014

Oleh :

Theresia Tri Susanti

  

101414014

Telah disetujui oleh :

Pembimbing

  

SKRIPSI

PEMANFAATAN PENDEKATAN ILMIAH (SCIENTIFIC APPROACH)

TERKAIT MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK

BAHASAN PERSEGI DAN PERSEGIPANJANG DI KELAS VII-H SMP

  

NEGERI 1 BANGUNTAPAN BANTUL TAHUN AJARAN 2013/2014

Dipersiapkan dan ditulis oleh

Theresia Tri Susanti

  

101414014

Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji

pada tanggal ..................

dan dinyatakan memenuhi syarat

Susunan Panitia Penguji :

  Nama Lengkap Tanda Tangan

Ketua : Drs. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd. ........................

  

Sekretaris : Ch. Enny Murwaningtyas, M.Si. .......................

Anggota : Drs. Th. Sugiarto, M.T. ........................

Anggota : Ch. Enny Murwaningtyas, M.Si. ........................

Anggota : Dominikus Arif Budi P, M.Si. ........................

  Yogyakarta, ..... Agustus 2014 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma

Dekan,

  

MOTTO

Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.

  Lukas, 1 : 37

Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak

menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka

menyerah.

  Thomas Alva Edison

Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal,tetapi

bangkit kembali setiap kali kita jatuh.

  Confusius

  

Halaman Persembahan

Skripsi ini ku persembahkan kepada :

   Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan kehidupan,

menuntunku dan selalu melimpahkan berkat-Nya untukku.

   Ibu dan Bapakku yang telah mendukungku, memberiku motivasi dalam segala hal serta memberikan kasih sayang yang teramat besar. Doa kalian adalah kekuatan dalam hidupku.

   Kakak-kakakku Agustina Budi Pratiwi dan Dwi Kristina Setiawati serta adikku Ragil Setiyanto, yang dengan penuh kasih senantiasa mendukung dan mendoakanku.

   Stephanus Agung Prasetyo, Yulita dan Veronica Maya Santi yang telah menemani dan membantuku mengerjakan skripsi.

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini

tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan

dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, ... Agustus 2014 Penulis, Theresia Tri Susanti

  

ABSTRAK

Theresia Tri Susanti. 2014. Pemanfaatan Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach)

Terkait Motivasi dan Hasil Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Persegi dan

Persegipanjang di Kelas VII-H SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul Tahun Ajaran

2013/2014. Skripsi. Yogyakarta : PENDIDIKAN MATEMATIKA, JURUSAN

PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN

ILMU PENGETAHUAN ALAM,

  Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang: bagaimana motivasi

dan hasil belajar siswa kelas VII-H SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul pada materi

Persegipanjang jika diajarkan dengan metode pembelajaran konvensional; bagaimana

motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII-H SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul pada

materi persegi jika diajarkan dengan pendekatan ilmiah; dan bagaimana perbandingan

motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII-H SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul antara

pembelajaran dengan metode konvensional dibandingkan dengan pendekatan ilmiah

untuk materi persegi dan Persegipanjang.

  Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII-H SMP Negeri 1

Banguntapan Bantul tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 27 siswa. Instrumen yang

digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan tes hasil belajar siswa. Analisis data

angket dilakukan dengan cara menghitung skor untuk motivasi siswa dalam belajar

matematika menggunakan metode konvensional dan pendekatan ilmiah untuk seluruh

siswa. Analisis tes hasil belajar siswa menggunakan metode konvensional dan

pendekatan ilmiah dilakukan dengan cara menghitung rata-rata dan penyebaran data

untuk melihat kualitas pengunaan dalam belajar matematika. Untuk melihat

perbandingan motivasi dan hasil belajar siswa menggunakan metode konvensional dan

pendekatan ilmiah, peneliti hanya mengkaji secara numerik dengan membandingkan

skor dan rata-rata.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Secara keseluruhan, motivasi dalam belajar

matematika menggunakan metode pembelajaran konvensional adalah baik, yaitu dengan

perolehan rata-rata skor motivasi sebesar 3,14 dari skala 4. Hasil belajar matematika

dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional mendapat nilai rata-rata

sebesar 80,93 dan standar deviasinya adalah 12,244 (2) Secara keseluruhan, motivasi

dalam belajar matematika menggunakan pendekatan ilmiah adalah baik, yaitu dengan

perolehan rata-rata skor motivasi sebesar 3,23 dari skala 4. Hasil belajar matematika

dengan menggunakan pendekatan ilmiah mendapat nilai rata-rata sebesar 81 dan standar

deviasinya adalah 10,506. (3) Jika dibandingkan baik motivasi maupun hasil belajar

matematika menggunakan metode konvensional maupun pendekatan ilmiah, maka

secara numerik tampak bahwa motivasi dan hasil belajar siswa menggunakan

pendekatan ilmiah mendapat skor yang lebih tinggi dibandingkan dengan motivasi dan

hasil belajar siswa menggunakan metode konvensional.

  

ABSTRACT

Theresia Tri Susanti. 2014. The Use of Scientific Approach (Scientific Approach)

Related To Motivation and Students’ Learning Outcomes on the Topics Of Square

and Rectangle in Grade VII-H SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul For The

Academic Year Of 2013/2014. Thesis. Yogyakarta: MATH EDUCATION,

EDUCATION DEPARTMENT OF MATHEMATICS AND NATURAL

SCIENCES, FACULTY TEACHER TRAINING AND EDUCATION, SANATA

DHARMA UNIVERSITY.

  This study aims to gain an overview of: how motivation and learning outcomes of

students of grade VII-H SMP Negeri 1 Banguntapan on the topic of rectangle if the

material is taught by using conventional teaching methods; how motivation and learning

outcomes of students of grade VII-H SMP Negeri 1 Banguntapan on the topic of square

if the material is taught by using a scientific approach; and how it compares to

motivation and learning outcomes of students of grade VII-H SMP Negeri 1

Banguntapan between learning by applying the conventional method compared with a

scientific approach for the square and rectangular materials.

  The subjects in this study were all students of grade VII-H SMP Negeri 1

Banguntapan for the academic year of 2013/2014, there were 27 students as the subjects

in this study. The instrument used in this study is a questionnaire and student learning

outcomes tests. Questionnaire data analysis was done by calculating the score for a

student's motivation to learn mathematics using conventional methods and scientific

approach for all students. Analysis of student learning outcomes tests using

conventional methods and scientific approach is done by calculating the average and

spread of the data to see the quality of use in learning mathematics. For a comparison of

motivation and learning outcomes of students using the conventional method and the

scientific approach, researchers only examine numerically by comparing scores and

average.

  The results showed that (1) Overall, motivation in learning mathematics using

conventional teaching methods are good, with an average gain score of 3.14 on a scale

of motivation 4 Results learn math by using conventional teaching methods have an

average value was 80.93 and the standard deviation was 12,244 (2) Overall, the

motivation to learn mathematics using the scientific approach are good, namely the

acquisition of an average score of 3.23 on a scale of motivation 4. Results learn math by

using learning scientific approach scored an average of 81 and the standard deviation

was 10,506. (3) When compared to both motivation and learning outcomes of

mathematics using conventional methods and scientific approach, then numerically it

appears that students 'motivation and learning outcomes using scientific approach

scored higher than the students' motivation and learning outcomes using conventional

methods.

  

Keywords: Learning Outcomes, Conventional Method, Motivation, Scientific Approach

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:

Nama : Theresia Tri Susanti

  Nomor Mahasiswa : 101414014

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan

Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :

Pemanfaatan Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach) Terkait Motivasi dan Hasil

Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Persegi dan Persegipanjang di Kelas VII-H

SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul Tahun Ajaran 2013/2014.

  

Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata

Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelola

dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan

mempublikasikan di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa

perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama

tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

  Demikian ini pernyataan yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal, .... Agustus 2014 Yang menyatakan,

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Pengasih atas

berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang

berjudul Pemanfaatan Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach) Terkait Motivasi

dan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Persegi dan Persegipanjang di Kelas

  

VII-H SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul Tahun Ajaran 2013/2014 . Pembuatan

skripsi ini bertujuan untuk memenuhi syarat dalam memperoleh gelar Sarjana

Pendidikan dari Program Studi Pendidikan Matematika. Penulis menyadari bahwa

skripsi ini tidak akan selesai tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak,

baik yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu,

penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua

pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini, diantaranya kepada : 1.

  Rohandi, Ph.D. selaku Dekan FKIP 2. Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Matematika.

  3. Drs. Th Sugiarto, M.T. sebagai dosen pembimbing yang dengan penuh kesabaran telah membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

  4. Dra. Sambiyanti, M.Pd. sebagai kepala sekolah SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan penelitian di sekolah tersebut.

  5. Ibu Rohmah, S.Pd. sebagai guru pengampu matematika SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul yang telah memberikan kesempatan dan membantu penulis dalam pelaksanaan pembuatan skripsi ini.

  6. Seluruh siswa kelas VII-G dan VII-H yang telah bekerja sama dengan baik dalam pelaksanaan pembuatan skripsi ini.

  7. Orang tuaku, Bapak Budiyanto dan Ibu Sugeng Rahayu serta kakakku

  8. Stephanus Agung Prasetyo yang telah membantu dan memberi semangat penulis dalam mengerjakan skripsi ini.

  9. Teman-teman terbaikku Veronica Maya Santi, Yulita, Maria Clara dan seluruh mahasiswa angkatan 2010 Program Studi Pendidikan Matematika.

  10. Seluruh pihak dengan tidak mengurangi rasa hormat karena tidak dapat menyebutkan satu persatu yang telah membantu dalam proses pengerjaan skripsi ini.

  Penulis mengharapkan adanya saran serta kritik yang membangun. Akhir kata, semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.

  Yogyakarta, Agustus 2014 Penulis, Theresia Tri Susanti

  

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ......................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii

HALAMAN MOTO ...................................................................................... iv

HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................... v

  

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................. vi

ABSTRAK ..................................................................................................... vii

ABSTRACT .................................................................................................... viii

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ..................... ix

KATA PENGANTAR ................................................................................... x

DAFTAR ISI .................................................................................................. xii

DAFTAR GAMBAR DAN TABEL ............................................................. xv

  

DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xix

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ..................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ................................................................................ 4 C. Tujuan Penelitian ................................................................................. 5 D. Batasan Istilah ...................................................................................... 5 E. Manfaat Penelitian ............................................................................... 7 F. Sistematika Penulisan .......................................................................... 8 BAB II LANDASAN TEORI A. Matematika Sekolah ............................................................................. 11 B. Pembelajaran Matematika .................................................................... 12 C. Persegipanjang dan Persegi .................................................................. 14 D. Metode Pembelajaran Konvensional .................................................... 17

  G.

  Motivasi ................................................................................................ 27 H. Hasil Belajar ......................................................................................... 33 I. Kajian Kesetaraan Materi Persegipanjang dan Persegi Dalam

Pembelajaran ........................................................................................

  36 J. Kerangka Berfikir ................................................................................. 39

  BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ..................................................................................... 41 B. Desain Penelitian .................................................................................. 41 C. Subyek Penelitian ................................................................................. 42 D. Obyek Penelitian .................................................................................. 43 E. Tempat dan Waktu Penelitian .............................................................. 43 F. Variabel Penelitian ............................................................................... 43 G. Jenis Data ............................................................................................. 44 H. Metode Pengumpulan Data .................................................................. 45 I. Instrumen Penelitian dan Instrumen Pembelajaran ............................. 46 J. Perencanaan Penelitian......................................................................... 62 K. Validasi Instrumen ............................................................................... 64 L. Teknik Analisis Data ............................................................................ 68 BAB IV PELAKSANAAN, TABULASI DATA, ANALISIS DATA, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian .................................................. 74 B. Tabulasi Data ....................................................................................... 85 C. Hasil Analisis Data ............................................................................... 91 D. Pembahasan Hasil Analisis .................................................................. 113 E. Kelemahan Penelitian........................................................................... 119

  BAB V PENUTUP A. Kesimpulan .......................................................................................... 120 B. Saran ..................................................................................................... 123

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 125

LAMPIRAN ....................................................................................................

  127

  

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Persegipanjang ...................................................................

  14 Gambar 2.2 Persegi ................................................................................

  16 Gambar 2.3 Ranah Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan .................

  21 Gambar 2.4 Langkah-Langkah Pendekatan Ilmiah ..............................

  21 DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Lima Pengalaman Belajar Pokok .......................................

  22 Tabel 2.2 Ranah Kognitif Berdasarkan Taksonomi Bloom ...............

  36 Tabel 2.3 Kompetensi Dasar, Materi Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, dan Indikator ...............................

  37 Tabel 2.4 Indikator Materi Persegi dan Persegipanjang ....................

  38 Tabel 2.5 Tuntutan Pembelajaran Materi Persegi dan Persegipanjang ..................................................................

  38 Tabel 3.1 Desain Penelitian ...............................................................

  42 Tabel 3.2 Kegiatan Metode Konvensional yang Akan Dikembangkan ...................................................................

  47 Tabel 3.3 Kegiatan Pendekatan Ilmiah (5M) yang Akan Dikembangkan ...................................................................

  50 Tabel 3.4 Indikator Angket Motivasi .................................................

  51 Tabel 3.5 Kisi-Kisi Angket Motivasi Belajar Siswa ..........................

  53 Tabel 3.6 Pemberian Skor Angket Pernyataan Positif .......................

  53 Tabel 3.7 Pemberian Skor Angket Pernyataan Negatif .....................

  53 Tabel 3.8a Kesesuaian Indikator dengan Tes Hasil Belajar

  Materi Persegipanjang .......................................................

  55 Tabel 3.8c Kesesuaian Indikator dengan Tes Hasil Belajar Materi Persegi ....................................................................

  58 Tabel 3.8d Rubrik Penilaian Tes Hasil Belajar Materi Persegi ...........

  59 Tabel 3.9 Kriteria Koefisien Korelasi ................................................

  66 Tabel 3.10 Kriteria Reliabilitas ............................................................

  67 Tabel 3.11 Tabel Persiapan Tabulasi Pengisian Angket Untuk Metode Konvensional dan Pendekatan Ilmiah ..................

  68 Tabel 3.12 Skor Kuesioner Motivasi Siswa .........................................

  69 Tabel 3.13a Tabel Persiapan Analisis Motivasi dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Metode Konvensional ............

  69 Tabel 3.14a Tabel Persiapan Analisis Motivasi Dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan Ilmiah .................

  69 Tabel 3.15a Tabel Persiapan Hasil Kesimpulan Analisis

Angket Motivasi untuk Metode Konvensional

dan Pendekatan Ilmiah .......................................................

  70 Tabel 3.16 Kriteria Motivasi ................................................................

  71 Tabel 3.17 Tabel Persiapan Tabulasi Hasil Belajar Siswa ..................

  71 Tabel 3.18 Tabel Persiapan Analisis Hasil Belajar Siswa ...................

  72 Tabel 3.19 Tabel Persiapan Kesimpulan Rata-Rata dan Presentase Motivasi Siswa Menggunakan Pembelajaran Konvensional dan Pendekatan Ilmiah .........

  73 Tabel 3.20 Tabel Persiapam Perbandingan Hasil Belajar Siswa .........

  73 Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas Tes Hasil Belajar Siswa ......................

  75 Tabel 4.2 Jadwal Pembelajaran-Persegipanjang ................................

  78 Tabel 4.3 Kegiatan Pembelajaran Materi Persegipanjang Pokok

  Bahasan Keliling dan Luas Persegipanjang .......................

  80 Tabel 4.5 Jadwal Pembelajaran Persegi .............................................

  82 Tabel 4. 6 Kegiatan Pembelajaran Materi Persegi Pokok Bahasan Unsur-Unsur, Sifat-Sifat, Keliling dan Luas Persegi .........

  83 Tabel 4.7 Tabulasi Pengisian Angket Motivasi Siswa Menggunakan Metode Konvensional ................................

  86 Tabel 4.8 Tabulasi Pengisian Angket Motivasi Siswa Menggunakan Pendekatan Ilmiah ......................................

  87 Tabel 4.9 Hasil Belajar Siswa Materi Persegipanjang .......................

  89 Tabel 4.10 Hasil Belajar Siswa Materi Persegi ...................................

  90 Tabel 4.11a Analisis Motivasi dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Metode Konvensional Aspek A1 ...............

  91 Tabel 4.11b Analisis Motivasi dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Metode Konvensional Aspek A2 ...............

  95 Tabel 4.11c Analisis Motivasi dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Metode Konvensional Aspek A3 ...............

  97 Tabel 4.11d Analisis Motivasi dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Metode Konvensional Aspek A4 ...............

  98 Tabel 4.12a Analisis Motivasi dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan Ilmiah Aspek A1 .................... 100 Tabel 4.12b Analisis Motivasi dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan Ilmiah Aspek A2 .................... 104 Tabel 4.12c Analisis Motivasi dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan Ilmiah Aspek A3 .................... 106 Tabel 4.12d Analisis Motivasi dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan Ilmiah Aspek A4 .................... 108

  Tabel 4.13b Analisis Angket Motivasi Metode Konvensional dan Pendekatan Ilmiah Aspek A2 ............................................ 110 Tabel 4.13c Analisis Angket Motivasi Metode Konvensional dan Pendekatan Ilmiah Aspek A3 ............................................ 110 Tabel 4.13d Analisis Angket Motivasi Metode Konvensional dan Pendekatan Ilmiah Aspek A4 ............................................ 111

Tabel 4.14 Analisis Hasil Belajar Siswa Kelas VI-H .......................... 112Tabel 4.15 Kesimpulan Rata-Rata dan Presentase Motivasi Siswa Meggunakan Metode Pembelajaran Konvensional

  dan Pendekatan Ilmiah ....................................................... 117

  

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A Lampiran A.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Metode Konvensional ....................................................... 128 Lampiran A.2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Menggunakan Pendekatan Ilmiah ...................................... 134

Lampiran A.3 Jadwal Pelajaran SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul ....... 145

Lampiran A.4 Lembar Observasi Pelaksanaan Pembelajaran .................. 146

Lampiran A.5 Soal Uji Coba Tes Hasil Belajar Siswa ............................. 153

Lampiran A.6 Perhitungan Validitas Butir Soal dan Reliabilitas

  Tes Hasil Belajar Siswa Materi Persegipanjang ................ 155 Lampian A.7 Perhitungan Validitas Butir Soal dan Reliabilitas Tes Hasil Belajar Siswa Materi Persegi ............................. 161

  LAMPIRAN B Lampiran B.1 Daftar Nama Siswa Kelas VII-H SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul ........................................................... 167

Lampiran B.2 Daftar Hadir Pembelajaran Materi Persegipanjang ........... 168

Lampiran B.3 Daftar Hadir Pembelajaran Materi Persegi ........................ 170

Lampiran B.4 Daftar Hadir Tes Hasil Belajar Materi Persegi Panjang dan Materi Persegi ............................................... 172 Lampiran B.5 Daftar Hadir Pengisian Angket Pembelajaran dengan Menggunakan Metode Konvensional dan

  Pendekatan Ilmiah ............................................................. 174

  LAMPIRAN C

Lampiran C.1 Instrumen Penelitian Angket ............................................. 177

Lampiran C.2 Data Angket Motivasi Siswa dengan Metode

  Konvensional ..................................................................... 183 Lampiran C.3 Data Angket Motivasi Siswa dengan Pendekatan Ilmiah ................................................................................. 192 Lampiran C.4 Perhitungan Standar Deviasi Angket Motivasi Siswa dengan Metode Konvensional ................................. 201 Lampiran C.5 Perhitungan Standar Deviasi Angket Motivasi Siswa dengan Pendekatan Ilmiah ...................................... 203

Lampiran C.6 Soal Tes Hasil Belajar Siswa ............................................. 205

  

Lampiran C.7 Kunci Jawaban Tes Hasil Belajar ..................................... 207

Lampiran C.8 Jawaban Hasil Belajar Siswa Materi Persegipanjang ........ 213

Lampiran C.9 Jawaban Hasil Belajar Siswa Materi Persegi ..................... 216

Lampiran C.10 Perhitungan Standar Deviasi Hasil Belajar Siswa ............. 220

LAMPIRAN D

Dokumentasi ........................................................................................... 222

LAMPIRAN E

Lampiran E.1 Surat Izin Pelaksanaan Penelitian ...................................... 225

Lampiran E.2 Surat Izin Penelitian BAPPEDA Bantul ............................ 226

Lampiran E.3 Surat Bukti Pelaksanaan Penelitian di SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul ............................... 227

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan

  teknologi modern, memiliki peran penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Begitu pentingnya membangun kemampuan berpikir matematika, maka matematika diberikan kepada semua siswa mulai dari sekolah dasar untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir logis, analisis, sistematis, kritis, dan kreatif.

  Menurut Marpaung (2003 : 240-241), pendidikan matematika di Indonesia mulai dari tingkat SD, SMP, SMA masih belum memuaskan. Siswa cenderung mempelajari matematika dengan menghafal tanpa adanya pemahaman. Masih banyak siswa beranggapan bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit dan bahkan menakutkan sehingga membuat motivasi belajar sangat rendah.

  Dari wawancara dengan guru pengampu mata pelajaran matematika kelas

VII-H SMP Negeri 1 Banguntapan, beliau mengeluhkan kurangnya motivasi belajar siswa kelas VII-H dalam mengikuti proses pembelajaran matematika.

  Kesadaran dari dalam diri siswa untuk mau terlibat aktif di dalam proses pembelajaran juga masih rendah. Guru harus mendorong siswa untuk mau kegiatan pembelajaran. Guru diberi kebebasan dalam memilih metode pengajaran yang akan diterapkan dalam proses pembelajaran sesuai dengan materi pelajaran yang disampaikan. Guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran dengan menggunakan satu metode saja, tetapi harus mampu menggunakan beberapa metode mengajar yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Kenyataan yang ada menunjukkan bahwa masih banyak guru yang terjebak dalam corak pengajaran konvensional. Pengajaran dengan metode konvensional di dalam proses pembelajaran yang peneliti amati diawali dengan ceramah oleh guru, siswa diminta membaca buku, guru memberikan pertanyaan, latihan soal dan diakhiri dengan kuis. Metode ini menempatkan guru sebagai inti dalam keberlangsungan proses pembelajaran. Dalam metode ini, peran siswa dapat dikatakan pasif. Siswa kurang diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat dan berdiskusi dengan siswa yang lain.

  Pada tahun 2014, beberapa sekolah mulai menerapkan kurikulum 2013. "Tahun ini, kurikulum baru atau disebut juga kurikulum 2013 akan diterapkan serentak di seluruh sekolah, mulai SD hingga SMA dan sederajat," kata Rektor IKIP PGRI Semarang Muhdi di Semarang , Jum’at (Republika.co.id Jum ’at 14 Februari 2014). Kurikulum 2013 adalah pembelajaran kompetensi dengan memperkuat proses pembelajaran melalui Pendekatan Ilmiah dan penilaian otentik untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan

  (scientific approach) . Proses pembelajaran harus menyentuh tiga ranah, yaitu sikap (attitude), keterampilan (skill), dan pengetahuan (knowledge). Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensii sikap, keterampilan dan pengetahuan.

  Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud, Ibnu Hamad menyampaikan bahwa SKL dalam Kurikulum 2013 menekankan pentingnya penguatan kompetensi sikap (spiritual dan sosial) setiap lulusan. Untuk mencapai kompetensi ini, semua mata pelajaran diupayakan untuk berkontribusi terhadap pembentukan sikap, disamping pada pengembangan pengetahuan dan keterampilan. Untuk penyusunan standar isinya, Kurikulum 2013 memakai pendekatan scientific base: ilmu pengetahuan digunakan sebagai penggerak pembelajaran untuk semua mata pelajaran. Fenomena alam, sosial, dan budaya menjadi muatan bahan ajar.

  (kemdikbud.go.id/kemdikbud/kurikulum-strategi-kebudayaan) Pendekatan Ilmiah merupakan proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”.

  Dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan guru matematika di SMP Negeri 1 Banguntapan, diperoleh bahwa upaya yang dapat dilakukan adalah melalui variasi model pembelajaran untuk mengetahui perbandingan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII-H SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul, antara pembelajaran dengan menggunakan metode konvensional dan pembelajaran dengan pendekatan ilmiah dimana proses pembelajaran untuk semua jenjang pendidikan akan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah sebagai implementasi Kurikulum 2013.

B. Rumusan Masalah

  Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII-H SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul pada materi persegipanjang, jika diajarkan dengan metode pembelajaran konvensional? 2. Bagaimana motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII-H SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul pada materi persegi, jika diajarkan dengan metode pendekatan ilmiah (scientific approach)? 3. Bagaimana perbandingan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII-H SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul, antara pembelajaran dengan metode

C. Tujuan Penelitian 1.

  Mengetahui motivasi dan hasil belajar siswa pada materi persegipanjang, jika diajarkan dengan metode pembelajaran konvensional.

2. Mengetahui motivasi dan hasil belajar siswa pada materi persegi, jika diajarkan dengan metode pendekatan ilmiah (scientific approach).

  3. Mengetahui perbandingan motivasi dan hasil belajar siswa antara pembelajaran dengan metode konvensional dibandingkan dengan metode pendekatan ilmiah (scientific approach).

D. Batasan Istilah

  Agar tidak terjadi kesalahpahaman istilah, maka ada beberapa istilah dan batasan-batasan ruang lingkup penelitian yang perlu dijelaskan oleh penulis sebagai berikut: 1.

  Pemanfaatan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pemanfaatan berasal dari kata dasar manfaat yang berarti guna, faedah, laba, untung. Sedangkan

pemanfaatan mempunyai arti proses, cara, perbuatan memanfaatkan.

  2. Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach) Proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan- tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”.

  3. Motivasi Belajar Motivasi belajar adalah keadaan psikologis yang merangsang dan memberi arah aktivitas seseorang. Motivasi itulah yang membimbing seseorang ke arah tujuannya (Hasan Galunggung, 2005 : 33), yang dimaksud motivasi belajar dalam hal ini adalah keadaan psikologi siswa sebagai daya penggerak yang menimbulkan keinginan siswa untuk melakukan kegiatan belajar pada mata pelajaran matematika. Pengukuran motivasi dibatasi pada beberapa aspek, yaitu : rasa senang, perhatian, rasa tertarik, rasa ingin tahu, dan antusiasme atau kemauan.

  4. Hasil Belajar Hasil belajar adalah perubahan perilaku yang diperoleh pebelajar setelah menjalani aktifitas belajar. Makin tinggi proses belajar yang dilakukan oleh siswa, harus makin tinggi pula hasil belajar yang dicapai. Hasil belajar dikategorikan menjadi tiga ranah antara lain kognitif (berkenaan dengan hasil belajar intelektual), afektif (berkenaan dengan sikap) serta psikomotorik (berkenaan dengan keterampilan dan kemampuan bertindak). Dalam penelitian ini hasil belajar yang diteliti adalah hasil belajar siswa dibidang kognitif yang berupa prestasi yang diperoleh siswa, sikap atau tanggapan siswa, dan keterampilan siswa menyelesaikan soal - soal setelah

  Materi pokok bahasan persegi dan persegipanjang adalah materi yang akan diberikan pada penelitian tersebut.

  Berdasarkan uraian diatas maka arti keseluruhan dari “PEMANFAATAN PENDEKATAN

  ILMIAH (SCIENTIFIC APPROACH) TERKAIT MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN PERSEGI DAN PERSEGIPANJANG DI KELAS VII-H SMP NEGERI 1 BANGUNTAPAN BANTUL TAHUN AJARAN 2013/2014

  ” adalah membandingkan motivasi dan hasil belajar matematika yang diperoleh siswa kelas VII-H SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul sebagai subyek penelitian, apabila kegiatan belajar mengajar menggunakan metode konvensional dan dengan pendekatan ilmiah (scientific approach).

E. Manfaat Penelitian

  Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi : 1.

  Penulis Penelitian ini menjadi awal yang baik untuk mengasah dan mengembangkan kemampuan diri sebagai calon pendidik ataupun peneliti.

  2. Siswa Setelah melaksanakan penelitian ini, diharapkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika lebih besar dibandingkan dengan sebelum melaksanakan penelitian, serta memahami bahwa matematika memiliki sisi lain yang menarik dan menyenangkan.

  3. Guru Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi pendidik tentang manfaat yang diperoleh dengan menggunakan pendekatan ilmiah pada pembelajaran serta sebagai masukan dalam mengelola dan meningkatkan strategi belajar mengajar serta mutu pengajaran.

  4. Sekolah Dengan mengetahui pengaruh pendekatan ilmiah terhadap hasil belajar dan motivasi siswa maka diharapkan dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam rangka pembinaan dan pengembangan sekolah yang bersangkutan.

  5. Peneliti Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan sekaligus wawasan ilmu pengetahuan dan pengalaman bagi peneliti-peneliti lain yang ingin mengembangkan dan meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika.

F. Sistematika Penulisan 1. Bagian Awal Skripsi

  Pada bagian awal penulisan skripsi memuat beberapa halaman yang terdiri dari halaman judul, halaman persetujuan pembimbing, halaman pengesahan, halaman moto, halaman persembahan, halaman pernyataan

2. Bagian Isi

  Bagian ini terdiri dari lima bab, yaitu: BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, batasan istilah, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.

  BAB II LANDASAN TEORI Bab ini berisi tentang teori-teori yang melandasi penelitian ini yaitu matematika sekolah, pembelajaran matematika, persegipanjang dan persegi, metode pembelajaran konvensional, pendekatan ilmiah, pokok-pokok kegiatan pembelajaran pada metode konvensional dan pendekatan ilmiah, motivasi, hasil belajar, kajian kesetaraan materi persegipanjang dan persegi dalam pembelajaran, dan kerangka berfikir.

  BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi tentang aspek-aspek metodologi penelitian yaitu jenis penelitian, desain penelitian, subyek penelitian, obyek penelitian, tempat dan waktu penelitian, variabel penelitian, jenis data, metode pengumpulan data, instrumen penelitian dan instrumen pembelajaran, perencanaan penelitian, validasi instrumen, dan teknik analisis data.

BAB IV PELAKSANAAN, TABULASI DATA, ANALISIS DATA, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  Bab ini berisi tentang persiapan dan pelaksanaan penelitian, tabulasi data, hasil analisis data, pembahasan hasil analisis, dan kelemahan penelitian.

  BAB V PENUTUP Bab ini berisi tentang kesimpulan penelitian yang telah disesuaikan dengan tujuan penelitian dan saran-saran yang terkait dengan skripsi.

3. Bagian Akhir Skripsi Pada bagian akhir skripsi memuat daftar pustaka dan lampiran-lampiran.

BAB II LANDASAN TEORI A. Matematika Sekolah Matematika adalah sebagai suatu bidang ilmu yang merupakan alat pikir,

  berkomunikasi, alat untuk memecahkan berbagai persoalan praktis yang unsur- unsurnya logika dan intuisi, analisis dan konstruksi, generalitas dan individualitas, serta mempunyai cabang-cabang antara lain aritmatika, aljabar, geometri dan analisis (Hamzah B. Uno, 2007:129).

  Matematika yang diajarkan di jenjang pendidikan seperti Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas disebut matematika sekolah. Penyajian matematika sekolah disesuaikan dengan karakteristik siswa. Pola pikir matematika sebagai ilmu adalah deduktif, sifat atau teorema yang ditemukan secara induktif, selanjutnya harus dibuktikan secara deduktif. Namun dalam matematika sekolah pola pikir induktif dapat digunakan dengan maksud menyesuaikan dengan tahap perkembangan intelektual siswa. Matematika sekolah terdiri atas bagian matematika yang dipilih guna menumbuh kembangkan kemampuan-kemampuan dan membentuk kepribadian siswa.

  Matematika diajarkan di sekolah sebagai penunjang dan membantu bidang studi lainnya, seperti ilmu pengetahuan alam, kedokteran, geografi, ekonomi, pendidikan, dan lain-lain. Ruseffendi (2005: 526) memaparkan alasan utama mengapa matematika diajarkan di sekolah ialah karena kegunaannya untuk

  12 berkomunikasi di antara manusia-manusia itu sendiri. Serta belajar matematika dapat meningkatkan kemampuan berfikir logis dan tepat.

B. Pembelajaran Matematika

  Pembelajaran matematika bagi para siswa merupakan pembentukan pola pikir dalam pemahaman suatu pengertian maupun dalam penalaran suatu hubungan diantara pengertian-pengertian itu. Dalam pembelajaran matematika, siswa dibiasakan untuk memperoleh pemahaman melalui pengalaman tentang sifat-sifat yang dimiliki dan yang tidak dimiliki dari sekumpulan objek (abstraksi). Siswa diberi pengalaman menggunakan matematika sebagai alat untuk memahami atau menyampaikan informasi misalnya melalui persamaan-persamaan, atau tabel- tabel dalam model-model matematika yang merupakan penyederhanaan dari soal-soal cerita atau soal-soal uraian matematika lainnya.

  National Coucil of Teachers of Mathematics (NCTM) merekomendasikan 4 (empat) prinsip pembelajaran matematika, yaitu : 1.

  Matematika sebagai pemecahan masalah.

  2. Matematika sebagai penalaran.

  3. Matematika sebagai komunikasi, dan 4.

  Matematika sebagai hubungan (Erman Suherman, 2003:298). Matematika perlu diberikan kepada siswa untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif serta kemampuan bekerjasama. Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan

  13

(Depdiknas, 2006:346) menyebutkan pemberian mata pelajaran matematika

bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:

  1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antara konsep dan mengaplikasi konsep atau logaritma secara luwes, akurat, efisien dan tepat dalam pemecahan masalah.

  2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.

  3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model, dan menafsirkan solusi yang diperoleh.

4. Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk menjelaskan keadaan/masalah.

  5. Memiliki sifat menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu: memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam pelajaran matematika serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. Tujuan umum pertama, pembelajaran matematika pada jenjang pendidikan

dasar dan menengah adalah memberikan penekanan pada penataan latar dan

pembentukan sikap siswa. Tujuan umum adalah memberikan penekanan pada

keterampilan dalam penerapan matematika, baik dalam kehidupan sehari-hari

maupun dalam membantu mempelajari ilmu pengetahuan lainnya.

  14 Fungsi mata pelajaran matematika sebagai: alat, pola pikir, dan ilmu atau pengetahuan (Erman Suherman, 2003:56). Pembelajaran matematika di sekolah menjadikan guru sadar akan perannya sebagai motivator dan pembimbing siswa dalam pembelajaran matematika di sekolah.

C. Persegipanjang dan Persegi

  Segi empat adalah poligon yang mempunyai empat sisi sedangkan jajar genjang adalah segi empat dengan sisi-sisi berhadapan sejajar. Persegi dan persegipanjang adalah bangun datar yang masing-masing memiliki empat sisi. Persegipanjang adalah jajar genjang yang salah satu sudutnya siku-siku sedangkan persegi adalah persegipanjang dengan dua sisi terdekat yang sama panjang . Kedua bangun datar ini memiliki persamaan yaitu setiap sudutnya memiliki sudut sebesar 90 derajat. Jika membahas tentang sisi, sebenarnya bukan hanya persegi dan persegipanjang yang memiliki empat sisi jadi kita tidak bisa mengkategorikannya hanya berdasarkan pada jumlah sisi yang dimiliki.

  Berikut penjelasannya : 1.

   Pesegipanjang a. Mengidentifikasi sifat-sifat persegipanjang: D C A B

Gambar 2.1 Persegipanjang

  15 Unsur-unsur suatu persegipanjang terdiri atas panjang, lebar, dan diagonal.

  1) AB dan CD pada persegipanjang ABCD tersebut dinamakan panjang. 2) AD dan BC pada persegipanjang ABCD tersebut dinamakan lebar. 3) AC dan BD pada persegipanjang ABCD tersebut dinamakan diagonal. Beberapa sifat yang dimiliki oleh persegipanjang antara lain sebagai berikut: 1)

  Sisi-sisi yang berhadapan pada suatu persegipanjang sama panjang dan sejajar.

  2)

Sudut-sudut pada persegipanjang merupakan sudut siku-siku.

3) Diagonal-diagonal pada persegipanjang sama panjang. 4) Diagonal-diagonal pada persegipanjang saling membagi dua sama panjang. 5) mempunyai dua sumbu simetri 6) mempunyai dua simetri lipat dan dua simetri putar

b. Menghitung keliling dan luas persegipanjang :

  Ketika di Sekolah Dasar, kita telah mempelajari keliling dan luas

persegipanjang. Keliling adalah ruas garis yang membatasi suatu bidang.

  

Luas adalah besaran yang menyatakan ukuran dua dimensi suatu bagian

permukaan yang dibatasi oleh kurva tertutup.

  

Misalnya, suatu persegipanjang memiliki panjang p dan lebar l.

Berdasarkan Gambar 2.1 : Keliling ( K) persegipanjang ABCD adalah :

  16 Berdasarkan Gambar 2.1, luas persegipanjang ABCD adalah: 2.

   Persegi a. Mengidentifikasi sifat-sifat persegi : Perhatikan gambar persegi ABCD dibawah ini.

Gambar 2.2 Persegi Unsur-unsur suatu persegi adalah sebagai berikut.

  1)

AB, BC, CD, dan AD dinamakan sisi persegi ABCD.

2) AC dan BD dinamakan diagonal persegi ABCD. Sifat-sifat persegi: 1) semua sisi persegi sama panjang, 2) diagonal-diagonal persegi membagi sudut-sudut persegi menjadi dua sama besar

  A D B C

  17 3) diagonal-diagonal persegi saling berpotongan tegak lurus membentuk sudut siku-siku 4) mempunyai 4 sumbu simetri 5) mempunyai 4 simetri lipat dan 4 simetri putar b.

   Menghitung keliling dan luas persegi : Oleh karena persegi merupakan bentuk khusus dari persegipanjang maka cara untuk mencari keliling dan luas persegi sama saja dengan cara mencari keliling dan luas persegipanjang.

  Kita telah mengetahui bahwa panjang setiap sisi persegi adalah sama. Berdasarkan Gambar 2.2 , keliling persegi ABCD adalah : K adalah keliling persegi dan s adalah sisi persegi tersebut. dengan Sedangkan luas persegi ABCD adalah :

D. Metode Pembelajaran Konvensional

  Pembelajaran konvensional mempunyai beberapa pengertian, diantaranya: 1.

  Menurut Djamarah (2010) metode pembelajaran konvensional adalah metode

  18 metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar dan pembelajaran.

  2. Freire (1999) memberikan istilah terhadap pengajaran seperti itu sebagai suatu penyelenggaraan pendidikan ber- ‘gaya bank” (banking concept of education).

  Penyelenggaraan pendidikan hanya dipandang sebagai suatu aktivitas pemberian infor masi yang harus “ditelan” oleh siswa, yang wajib diingat dan dihafal.

  Di sini terlihat bahwa proses pembelajaran lebih banyak didominasi guru sebagai “pen-transfer” ilmu, sementara siswa lebih pasif sebagai “penerima” ilmu. Menurut Djamarah (2010) praktik dalam metode mengajar konvensional dapat dikombinasikan dengan metode belajar yang lain, seperti diskusi dan pemberian tugas. Sehingga metode mengajar yang terjadi adalah ceramah, dilanjutkan diskusi, pemberian tugas, dan dapat diakhiri dengan presentasi siswa. Ceramah dimaksudkan untuk memberikan penjelasan mengenai bahan yang akan dibahas dalam diskusi, sehingga diskusi dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.

  Dalam penelitian ini, pembelajaran konvensional yang dimaksud adalah pembelajaran yang umunnya dipakai oleh guru pengampu matematika di sekolah tempat penelitian, yaitu pembelajaran yang diawali dengan ceramah, dimana guru pengampu memberikan arahan kepada siswa untuk membaca materi yang akan dipelajari, kemudian guru akan memberikan

  19 pertanyaan berkaitan dengan materi yang telah siswa baca, dilanjutkan dengan latihan soal, dan diakhiri dengan kuis pada akhir pembelajaran.

E. Pendekatan Ilmiah

  Menurut (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013) yang diambil dari power point Pelatihan Pendampingan Kurikulum 2013 oleh Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2013 , akan dijelaskan mengenai lingkup materi dari Pendekatan Ilmiah.

1. Tujuan Pembelajaran Dalam Pendekatan Ilmiah

  

Beberapa tujuan pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah:

a.

  Untuk meningkatkan kemampuan intelek, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.

  b.

  Untuk membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik.

  c.

  Terciptanya kondisi pembelajaran dimana siswa merasa bahwa belajar itu merupakan suatu kebutuhan.

  d.

  Diperolehnya hasil belajar yang tinggi.

  e.

  Untuk melatih siswa dalam mengomunikasikan ide-ide, khususnya dalam menulis artikel ilmiah f.

  Untuk mengembangkan karakter siswa

  20

  2. Pengertian Pembelajaran Dengan Pendekatan Ilmiah Proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan- tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”.

  3. Prinsip-prinsip pembelajaran dengan pendekatan Saintifik Prinsip-prinsip pembelajaran dengan Pendekatan Ilmiah antara lain: 1.

  Pembelajaran berpusat pada siswa 2. Pembelajaran membentuk students’ self concept 3. Pembelajaran terhindar dari verbalisme 4. Pembelajaran memberikan kesempatan pada siswa untuk mengasimilasi dan mengakomodasi konsep, hukum, dan prinsip

  5. Pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berpikir siswa

  6. Pembelajaran meningkatkan motivasi belajar siswa dan motivasi mengajar guru

  7. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih kemampuan dalam komunikasi

  21

  8. Adanya proses validasi terhadap konsep, hukum, dan prinsip yang dikonstruksi siswa dalam struktur kognitifnya.

  4. Proses Pembelajaran Proses pembelajaran menyentuh tiga ranah, yaitu: sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

  Hasil belajar melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi.

  5. Langkah-Langkah Pendekatan Ilmiah

Gambar 2.4 Langkah-Langkah Pendekatan Ilmiah

  Observing (mengamati) Questioning

  (menanya) Associating (menalar) Experiment ing (mencoba)

  Networking (membentuk Jejaring)

Gambar 2.3 Ranah Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan

  22 Langkah Pendekatan Ilmiah (PERMENDIKBUD 81A)

Tabel 2.1 Lima Pengalaman Belajar Pokok Dalam Proses Pembelajaran

  Pengalaman Kompetensi Yang No Kegiatan Belajar Belajar Dikembangkan

  Melatih kesungguhan, Membaca, mendengar, menyimak,

  1. Mengamati ketelitian, mencari informasi melihat (tanpa atau dengan alat) Mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami

  Mengembangkan kreativitas, dari apa yang diamati atau rasa ingin tahu, kemampuan pertanyaan untuk mendapatkan merumuskan pertanyaan untuk informasi tambahan tentang apa

  2. Menanya membentuk pikiran kritis yang yang diamati (dimulai dari perlu untuk hidup cerdas dan pertanyaan faktual sampai ke belajar sepanjang hayat pertanyaan yang bersifat hipotetik)

  Mengembangkan sikap teliti, jujur,sopan, menghargai

  • melakukan eksperimen pendapat orang lain,
  • membaca sumber lain selain kemampuan berkomunikasi, buku teks menerapkan kemampuan
  • mengamati objek/ kejadian/

  3. Mencoba mengumpulkan 4.informasi aktivitas melalui berbagai cara yang

  • wawancara dengan nara dipelajari, mengembangkan sumber kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.

  1. mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi. Mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja

  Mengasosiasi / 2. keras, kemampuan menerapkan Pengolahan informasi yang 4. menalar dikumpulkan dari yang prosedur dan kemampuan bersifat menambah keluasan berpikir induktif serta deduktif dan kedalaman sampai kepada dalam menyimpulkan pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan

  23

  sikan kesimpulan berdasarkan hasil teliti, toleransi, kemampuan analisis secara lisan, tertulis, atau berpikir sistematis, media lainnya mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar.

6. Langkah Pembelajaran a.

  Kegiatan Pendahuluan 1) Kegiatan pendahuluan bertujuan untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif yang memungkinkan siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. 2) Sebagai contoh ketika memulai pembelajaran, guru menyapa anak dengan nada bersemangat dan gembira (mengucapkan salam), 3) mengecek kehadiran para siswa dan menanyakan ketidakhadiran siswa apabila ada yang tidak hadir.

  b.

  Kegiatan Inti 1) Kegiatan inti dalam pembelajaran adalah suatu proses pembentukan pengalaman dan kemampuan siswa secara terprogram yang dilaksanakan dalam durasi waktu tertentu. 2) Kegiatan inti dalam metode saintifik ditujukan untuk terkonstruksinya konsep, hukum atau prinsip oleh siswa dengan bantuan dari guru melalaui langkah-langkah kegiatan yang diberikan di muka.

  24 c.

  Kegiatan Penutup 1) Kegiatan penutup ditujukan untuk dua hal pokok.

  2) Pertama, validasi terhadap konsep, hukum atau prinsip yang telah dikonstruk oleh siswa. 3) Kedua, pengayaan materi pelajaran yang dikuasai siswa. Validasi dapat dilakukan dengan mengindentifikasi kebenaran konsep,

hukum atau prinsip yang telah dikonstruk oleh siswa.

7. Teknik Penilaian Dalam Pembelajaran Dengan Pendekatan Ilmiah

  Penilaian pada pembelajaran dengan Pendekatan Ilmiah meliputi : a.

  Penilaian proses atau keterampilan 1) observasi saat siswa bekerja kelompok, 2) bekerja individu, 3) berdiskusi, 4) presentasi dengan menggunakan lembar observasi kinerja.

  b.

  Penilaian Produk Pemahaman Konsep, Prinsip, Dan Hukum Dilakukan Dengan Tes Tertulis.

  c.

  Penilaian Sikap.

  Penilaian sikap, melalui : 1) Observasi Saat Siswa Bekerja Kelompok, 2) Bekerja Individu,

  25

4) Saat Presentasi Dengan Menggunakan Lembar Observasi Sikap.

F. Pokok-Pokok Kegiatan Pembelajaran Pada Metode Konvensional dan Pendekatan Ilmiah

  Berikut ini akan dijelaskan mengenai pokok-pokok kegiatan pembelajaran yang terdapat pada metode pembelajaran konvensional maupun pada pendekatan ilmiah.

  1. Metode Konvensional Pokok-pokok kegiatan pembelajaran dengan metode konvensional pada materi persegipanjang antara lain: a.

  Guru mempersiapkan alat-alat peraga atau alat –alat lain sebelum pelajaran dimulai.

  b.

  Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai bahan apersepsi.

  c.

  Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk membaca materi yang akan dipelajari yaitu tentang unsur-unsur, sifat-sifat, keliling dan luas persegipanjang.

  d.

  Guru mengontrol pemahaman siswa dengan mengajukan pertanyaan kepada siswa yang ditunjuk untuk menjawab. Pertanyaan yang

diajukan berkaitan dengan materi yang telah siswa baca.

  e.

  Guru berceramah untuk menjelaskan kembali materi yang telah siswa baca sebelumnya.

  f.

  26 g.

  Di akhir pertemuan, siswa diberi kuis berkaitan dengan materi yang telah dipelajari pada pertemuan tersebut.

  2. Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach) Pokok-pokok kegiatan pembelajaran dengan pendekatan ilmiah pada materi persegi antara lain: Mengamati : Siswa di bagi dalam kelompok. Pada pembelajaran a. mengenai materi persegi, guru memfasilitasi siswa dengan memberikan model bangun persegi. Siswa diminta mengamati bangun persegi. Menanya : Mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak b. dipahami mengenai materi persegi baik menentukan unsur-unsur, sifat- sifat, mencari keliling dan luas persegi maupun menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan keliling dan luas dari bangun persegi. Mengasosiasi / menalar : mengolah informasi yang sudah dikumpulkan c. baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi.

  Mencoba: Siswa dalam kelompok mencoba menyimpulkan apa saja d. yang telah diperoleh baik menyebutkan unsur-unsur, sifat-sifat persegi, keliling serta luas persegi.

  27 e.

  Mengkomunikasikan : Masing-masing kelompok presentasi menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis dari tiap kelompok . Pokok-pokok kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode konvensional maupun dengan pendekatan ilmiah dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 3 (RPP Pembelajaran Metode Konvensional) dan lampiran 4 ( RPP Pembelajaran dengan Pendekatan Ilmiah).

G. Motivasi

  Motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakkan seseorang bertingkah laku. Dorongan ini berada pada diri seseorang yang menggerakkan untuk melakukan sesuatu sesuai dengan dorongan dalam dirinya. Oleh karena itu, perbuatan seseorang didasari atas motivasi tertentu mengandung tema sesuai dengan motivasi yang mendasarinya (Hamzah B.Uno 2008: 1). Motivasi juga dapat dikatakan sebagai perbedaan antara dapat melaksanakan dan mau melaksanakan.

  Motivasi berbeda dengan minat. Ia adalah daya penggerak/ pendorong untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang bisa berasal dari dalam diri sendiri dan juga dari luar (Dalyono, 2010: 57). Motivasi yang berasal dari dalam diri (intrinsik) yaitu dorongan yang datang dari hati sanubari, umumnya karena kesadaran akan pentingnya sesuatu. Atau dapat juga karena dorongan bakat apabila ada kesesuaian dengan bidang yang dipelajari. Motivasi yag berasal dari luar

  28

(ekstrinsik) yaitu dorongan yang datang dari luar diri (lingkungan), misalnya dari

orang tua, guru, teman-teman dan anggota masyarakat. Seseorang yang belajar

dengan motivasi kuat, akan melaksanakan semua kegiatan belajarnya dengan

sungguh-sungguh, penuh gairah atau semangat. Sebaliknya, belajar dengan

motivasi yang lemah, akan malas bahkan tidak mau mengerjakan tugas-tugas

yang berhubungan dengan pelajaran.

  Hamzah B. Uno (2008: 17), menjelaskan bahwa fungsi motivasi dalam belajar adalah sebagai berikut:

  1. Mendorong manusia untuk melakukan suatu aktivitas yang didasarkan atas pemenuhan kebutuhan.

  2. Menentukan arah tujuan yang hendak dicapai.

  3. Menentukan perbuatan yang harus dilakukan.

  Selanjutnya, motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan

pencapaian prestasi. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan

menunjukkan hasil yang baik. Dengan kata lain bahwa dengan adanya usaha

yang tekun dan didasari adanya motivasi, maka seseorang yang belajar itu akan

dapat melahirkan prestasi yang baik. Berdasarkan pendapat di atas, dapat

disimpulkan bahwa fungsi motivasi belajar merupakan sebagai dorongan untuk

memenuhi kebutuhan pada diri seseorang dengan tujuan agar seseorang belajar

dapat melahirkan prestasi yang lebih baik. Dengan hal tersebut seseorang akan

melakukan suatu usaha yang sungguh sungguh karena adanya motivasi yang

  29 Model pembelajaran ARCS merupakan suatu bentuk pendekatan pemecahan

masalah untuk merancang aspek motivasi serta lingkungan belajar dalam

mendorong dan mempertahankan motivasi siswa untuk belajar (Keller, 1987).

Model pembelajaran ini berkaitan erat dengan motivasi siswa terutama motivasi

untuk memperoleh pengetahuan yang baru. ARCS sendiri adalah akronim dari

bentuk sikap siswa yakni attention (perhatian), relevance (relevansi), confidence

(percaya diri), dan satisfaction (kepuasan). ARCS ini digunakan untuk mengukur

motivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran. Berikut ini penjelasannya.

1. Perhatian Perhatian siswa akan muncul dengan didorong oleh rasa ingin tahu.

  Rasa ingin tahu muncul karena adanya rangsangan sehingga siswa akan memberikan perhatian dan perhatian tersebut dapat terpelihara selama proses kegiatan pembelajaran bahkan lebih lama lagi. Rasa ingin tahu dapat dirangsang dengan memberikan elemen-elemen yang baru, yang lain dari pada yang lain, yang akan membuat siswa ,merasa penasaran dan berusaha untuk mencari lebih jauh lagi tentang hal yang sedang mereka pelajari.

  Menurut Keller (1987) strategi untuk menjaga dan meningkatkan perhatian siswa yaitu sebagai berikut: a.

  Gunakan metode penyampaian dalam proes pembelajaran yang bervariasi (kelas, diskusi kelompok, bermain peran, simulasi, curah pendapat, demontrasi, studi kasus).

  30 b.

  Gunakan media (media pandang, audio, dan visual) untuk melengkapi penyampaian materi pembelajaran.

  c.

  

Bila merasa tepat gunakan humor dalam proses pembelajaran.

  d.

  Gunakan peristiwa nyata, dan contoh-contoh untuk memperjelas konsep yang digunakan.

  e.

  Gunakan teknik bertanya untuk melibatkan siswa.

  2. Relevan Relevan dalam hal ini adalah adanya keterkaitan antara materi pelajaran dengan kebutuhan siswa saat ini. Dari keterkaitan atau kesesuaian ini otomatis dapat menumbuhkan motivasi belajar di dalam diri siswa karena siswa merasa bahwa materi pelajaran yang disajikan mempunyai manfaat langsung secara pribadi dalam kehidupan sehari-hari siswa.

  Motivasi siswa akan bangkit dan berkembang apabila mereka merasakan bahwa apa yang dipelajari itu memenuhi kebutuhan pribadi, bermanfaat serta sesuai dengan nilai yang diyakini atau dipegangnya. Strategi untuk menunjukan relevensi adalah sebagai berikut: a.

  Sampaikan kepada siswa apa yang dapat mereka peroleh dan lakukan setelah mempelajari materi pembelajaran ini bearti guru harus menjelaskan tujuan intruksional.

  b.

  Jelaskan manfaat pengetahuan, keterampilan atau sikap serta nilai yang akan dipelajari dan bagaimana hal tersebut dapat diaplikasikan dalam

  31 c.

  Berikan contoh, latihan atau tes yang langsung berhubungan dengan kondisi siswa.

  3. Kepercayaan Diri Merasa bahwa diri sendiri mampu untuk melakuan suatu hal dan dapat berinteraksi positif dengan lingkungannya. Prinsip yang berlaku dalam hal ini adalah bahwa motivasi akan meningkat sejalan dengan meningkatnya harapan untuk berhasil. Hal ini sering kali dipengaruhi oleh pengalaman sukses di masa lampau. Motivasi dapat menghasilkan ketekunan yang membawa keberhasilan (prestasi), dan selanjutnya pengalaman sukses tersebut akan memotivasi siswa untuk mengerjakan tugas berikutnya.

  Menurut Keller (1987) strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa adalah sebagai berikut: a.

  Meningkatkan harapan siswa untuk berhasil dengan memperbanyak pengalaman siswa, misal dengan menyusun materi pembelajaran agar dengan mudah difahami, di urutkan dari materi yang mudah ke sukar. Dengan demikian, siswa merasa mengalami keberhasilan sejak awal proses pembelajaran.

  b.

  Susunlah kegiatan pembelajaran ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil, sehingga siswa tidak dituntut untuk mempelajari terlalu banyak konsep baru dengan sekaligus.

  c.

  Meningkatkan harapan untuk berhasil, hal ini dapat dilakukan dengan

  32 pembelajaran. Hal ini akan membantu siswa mempunyai gambaran yang jelas mengenai apa yang diharapkan.

  d.

  Meningkatkan harapan untuk berhasil dengan menggunakan strategi yang memungkinkan kontrol keberhasilan di tangan siswa sendiri.

  e.

  Tumbuh kembangkan kepercayaan diri siswa dengan menganggap siswa telah memahami konsep ini dengan baik serta menyebut kelemahan siswa sebagai hal-hal yang masih perlu dikembangkan.

  f.

  Berilah umpan balik yang relevan selama proses pembelajaran agar siswa mengetahui pemahaman dan prestasi belajar mereka sejauh ini.

  4. Kepuasan Keberhasilan dalam mencapai tujuan akan membuat suatu kepuasan tersendiri dan akan membuat siswa termotivasi untuk melakukan hal yang sama untuk berusaha mencapai tujuan dipengaruhi oleh konsekuensi yang diterima, baik berasal dari dalam maupun dari luar siswa. Untuk memelihara dan meningkatkan motivasi siswa, guru dapat memberikan penguatan berupa pujian, kesempatan dan lain-lain. Perasaan ini dapat meningkat kepada perasaan percaya diri siswa nantinya dengan membangkitkan semangat belajar diantaranya dengan: a.

  Mengucapkan “baik”, “bagus” dan seterusnya bila peserta didik menjawab /mengajukan pertanyaan.

  b.

  Memuji dan memberi dorongan, dengan senyuman, anggukan dan

  33 c.

  Memberi tuntunan pada siswa agar dapat memberi jawaban yang benar d. Memberi pengarahan sederhana agar siswa memberi jawaban yang benar. (Keller, 1987)

  Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa setiap orang yang melakukan kegiatan pasti memiliki alasan yang besar yang menjadikan dasar dari keyakinan dalam melakukan hal tersebut. Motivasi belajar merupakan suatu keadaan yang terdapat pada diri seseorang individu dimana ada suatu dorongan untuk melakukan sesuatu guna mencapai tujuan guna memenuhi kebutuhan- kebutuhan tersebut.

H. Hasil Belajar

  Hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku. tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang luas mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotoris (Nana Sudjana, 2010:3, 22-23). Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan kurikuler maupun tujuan instruksional, menggunakan klasifikasi hasil belajar dari benyamin Bloom yang secara garis yang membaginya menjadi tiga ranah, yakni ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik.

  Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi. Ketiga aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah dan

  34 Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek, yakni penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi dan internalisasi.

  Ranah psikologi berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan

bertindak. Ada enam aspek ranah psikomotoris, yakni gerakan refleks,

keterampilan gerakan dasar, kemampuan perseptual, keharmonisan atau

ketepatan, gerakan keterampulan kompleks, dan gerakan ekspresif dan

interpretatif (Winkel, 1987 : 150-154).

  Ketiga ranah tersebut menjadi objek penelitian hasil belajar. Diantara ketiga

ranah itu, ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai oleh para guru di sekolah

karena berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menguasai isi bahan

pengajaran.

  Hasil belajar yang dicapai siswa dalam proses pembelajaran tidak dapat

terlepas dari faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya. Untuk itu, Syah (2006:

144 ) “ mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil siswa terdiri dari

dua faktor yaitu faktor yang datangnya dari individu siswa (internal factor), dan

faktor yang datang dari luar diri individu siswa

  (eksternal factor)”. Keduanya dapat dijelaskan sebagai berikut : 1.

  Faktor internal anak, meliputi: a.

  Faktor psikis (jasmani). Kondisi umum jasmani yang menandai dapat mempengaruhi semangat dan intensitas anak dalam mengikuti pelajaran.

  35 b.

  Faktor psikologis (kejiwaan). Faktor yang termasuk aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kualitas perolehan hasil belajar siswa antara lain : (1) intelegensi, (2) sikap (3) bakat, (4) minat, dan (5) motivasi.

2. Faktor eksternal anak, meliputi: a.

  Faktor lingkungan sosial, seperti para guru, sifat para guru, staf adminitrasi dan teman-teman sekelas.

  b.

  Faktor lingkungan non-sosial, seperti sarana dan prasarana sekolah/belajar, letaknya rumah tempat tinggal keluarga, keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan anak.

  c.

  Faktor pendekatan belajar, yaitu cara guru mengajar guru, maupun

metode, model dan media pembelajaran yang digunakan.

  Dalam penelitian ini, hanya ranah kognitif saja yang digunakan sebagai landasan untuk mengukur hasil belajar siswa. Untuk mengukur hasil belajar siswa, dilakukan tes hasil belajar. Tes hasil belajar matematika adalah tes yang digunakan untuk mengukur sejauh mana hasil belajar siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Tes ini diberikan kepada siswa setelah siswa selesai mempelajari materi yang diajarkan. Rancangan indikator tersebut disesuaikan berdasarkan taksonomi Bloom (Wingkel : 273), namun dibatasi hanya pada ranah kognitif saja yaitu, pengetahuan (K ),

  1 pemahaman (K 2 ), penerapan (K 3 ), analisis (K 4 ), sintesis (K 5 ), dan evaluasi

  36

Tabel 2.2 Ranah Kognitif Berdasarkan Taksonomi Bloom

KOGNITIF KETERANGAN

  Mencangkup ingatan akan hal-hal yang pernah 1.

  1 ) dipelajari dan disimpan dalam ingatan, dapat

  Pengetahuan (K berupa fakta, kaidah, dan prinsip.

  Mencangkup kemampuan untuk menangkap 2. )

  Pemahaman (K

  2 makna dan arti dari bahan yang dipelajari.

  Mencakup kemampuan untuk menerapkan 3. )

  Penerapan (K

  3 suatu kaidah pada suatu kasus.

  Mencakup kemampuan untuk merinci suatu 4. )

  Analisis (K

  4 kesatuan ke dalam bagian-bagian.

  Mencakup kemampuan untuk membentuk 5. )

  Sintesis (K

  5 suatu kesatuan atau pola baru.

  Mencakup kemampuan untuk membentuk suatu pendapat mengenai sesuatu atau beberapa 6. ).

  Evaluasi (K

  6

  hal, bersama dengan pertanggungjawaban berdasar kriteria tertentu.

I. Kajian Kesetaraan Materi Persegipanjang dan Persegi Dalam Pembelajaran Materi persegi dan persegipanjang merupakan materi kelas VII semester genap.

  Berikut merupakan SK, KD, Indikator, dan tuntutan dari persegi dan persegipanjang: Sekolah : SMP Mata Pelajaran : Matematika Kelas :VII Semester : 2 Geometri

  37

Tabel 2.3 Kompetensi Dasar, Materi Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, dan Indikator

  Kompetensi Dasar Materi Kegiatan Pembelajaran Indikator Pembelajaran

  Mengidentifikasi Mengamati model- Menyebutkan unsur- sifat-sifat Persegi model bangun datar unsur : panjang, lebar, persegipanjang, (persegipanjang dan diagonal dari persegi, persegi) berdasarkan persegipanjang. trapesium, unsur-unsurmya. Menyebutkan unsur-

  6.2  Persegipanjang, 1.

   jajargenjang, unsur : sisi, diagonal

  Mendiskusikan belah ketupat, unsur-unsur dari persegi dan layang- persegipanjang dan 2.

  Menyebutkan sifat-sifat layang. persegi dengan persegipanjang dan menggunakan model- menyebutkan sifat-sifat model bangun datar. persegi

   3.

  Mendiskusikan sifat- Mendeskripsikan sifat bangun datar pengertian persegi dan persegipanjang dan persegipanjang. persegi. Menghitung Menentukan rumus Menemukan rumus

   6.3 Persegipanjang 4. keliling dan luas Persegi keliling keliling bangun datar bangun segitiga persegipanjang dan persegipanjang dan dan segi empat persegi. persegi.

   serta 5. menggunakanny persegipanjang dan yang berkaitan dengan a dalam persegi. menghitung keliling

  Menentukan keliling Menyelesaikan masalah

   pemecahan bangun datar

  Menghitung unsur- masalah. unsur persegipanjang persegipanjang dan dan persegi, jika persegi. kelilingnya diketahui 6.

  Menghitung panjang, lebar, diagonal dari bangun persegipanjang dan menghitung sisi dan diagonal dari persegi, jika kelilingnya diketahui. Menentukan rumus Menemukan rumus luas

   7. luas persegipanjang bangun datar dan persegi. persegipanjang dan

   persegi.

  Menentukan luas persegipanjang dan

  8. Menyelesaikan masalah persegi. yang berkaitan dengan  menghitung luas bangun

  Menghitung unsur- unsur persegipanjang datar persegipanjang dan dan persegi, jika persegi. luasnya diketahui 9.

  Menghitung panjang, lebar, diagonal dari bangun persegipanjang dan menghitung sisi dan diagonal dari persegi,

  38 Dari tabel 2.2 , indikator materi persegi dan persegipanjang akan dijabarkan sebagai berikut.

Tabel 2.4 Indikator Materi Persegi dan Persegipanjang

  

Indikator Persegipanjang Indikator Persegi

1.

  1. Menyebutkan unsur-unsur : panjang, lebar, Menyebutkan unsur-unsur : sisi, diagonal diagonal dari persegipanjang. dari persegi

  2.

  2. Menyebutkan sifat-sifat persegipanjang . Menyebutkan sifat-sifat persegi 3.

  3. Mendeskripsikan pengertian persegipanjang. Mendeskripsikan pengertian persegi.

  4.

  4. Menemukan rumus keliling bangun datar Menemukan rumus keliling bangun datar persegipanjang. persegi.

  5.

  5. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan Menyelesaikan masalah yang berkaitan menghitung keliling bangun datar dengan menghitung keliling bangun datar persegipanjang. persegi.

  6.

  6. Menghitung panjang, lebar, diagonal dari Menghitung sisi dan diagonal dari bangun persegipanjang jika kelilingnya persegi, jika kelilingnya diketahui. diketahui.

  7. Menemukan rumus luas bangun datar 7. persegi. Menemukan rumus luas bangun datar persegipanjang.

  8. Menyelesaikan masalah yang berkaitan 8. dengan menghitung luas bangun datar

  Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung luas bangun datar persegipanjang. persegi.

  9.

  9. Menghitung panjang, lebar, diagonal dari Menghitung sisi dan diagonal dari persegi, bangun persegipanjang jika luasnya diketahui. jika luasnya diketahui

  Selain itu, akan dijelaskan pula tuntutan hasil pembelajaran materi Persegi dan Persegipanjang sebagai berikut.

Tabel 2.5 Tuntutan Pembelajaran Materi Persegi dan Persegipanjang

  PERSEGIPANJANG PERSEGI Identifikasi unsur-unsur: Identifikasi unsur-unsur: 1.

  1. Mengamati model-model bangun Mengamati model-model bangun datar datar -persegipanjang berdasarkan -persegi berdasarkan unsur-unsurnya. unsur-unsurnya.

  2. Menyebutkan unsur-unsur: sisi, 2. doagonal persegi

  Menyebutkan unsur-unsur: panjang, lebar, diagonal persegipanjang Identifikasi sifat-sifat : Identifikasi sifat-sifat : 1.

  Menyebutkan sifat-sifat bangun datar – 1. persegi. Menyebutkan sifat-sifat bangun datar

  • persegipanjang. Menghitung keliling persegi : Menghitung keliling persegipanjang : 1.

  Menemukan rumus keliling persegi 1.

  2. Menemukan rumus keliling Menghitung keliling persegi persegipanjang

  3. Menghitung sisi atau diagonal persegi, 2. jika kelilingnya diketahui

  Menghitung keliling persegipanjang

  39

  PERSEGIPANJANG PERSEGI

  3. Menghitung luas persegi: Menghitung panjang, lebar, atau diagonal persegipanjang, jika

  1. Menemukan rumus luas persegi kelilingnya diketahui

  2. Menghitung luas persegi Menghitung luas persegipanjang 3.

  Menghitung sisi atau diagonal persegi, 1. jika luasnya diketahui

  Menemukan rumus luas persegipanjang

2. Menghitung luas persegipanjang 3.

  Menghitung panjang, lebar, atau diagonal persegipanjang, jika luasnya diketahui

  Dari penjelasan tabel 2.4 kita dapat melihat bahwa antara topik persegi dan persegipanjang lebih kurang memiliki kesetaraan baik dalam indikator materi pembelajaran maupun didalam tuntutan hasil pembelajaran.

  J. Kerangka Berfikir Penelitian tentang pengaruh pendekatan ilmiah (scientific approach) ditinjau dari motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII-H SMP Negeri 1 Banguntapan

  Bantul pada pokok bahasan persegi dan persegipanjang dapat dijelaskan sebagai berikut: Demi menumbuhkan motivasi siswa dalam proses belajar mengajar dibutuhkan suatu variasi model pembelajaran yang dapat memicu semangat siswa dan antusiasme siswa. Pendekatan ilmiah memberikan waktu dan kesempatan yang sangat luas untuk berinteraksi didalam diskusi kelompok, memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggali sendiri pengetahuannya sehingga siswa tidak hanya memahami matematika dalam bentuk hafalan.

  Keberhasilan dari pendekatan ini ditentukan oleh tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan.

  40 Dalam belajar matematika diperlukan banyak latihan dan diskusi. Jika

dilaksanakan diskusi soal-soal yang semula sangat berat bila dikerjakan sendiri

  

(biasanya pada metode pembelajaran konvensional), maka akan lebih

memudahkan siswa bila dikerjakan secara bersama. Penelitian ini dilaksanakan

melalui dua tahapan. Tahapan pertama, guru pengampu akan mengajarkan materi

persegipanjang dengan menggunakan metode konvensional. Tahapan kedua,

guru pengampu akan mengajarkan materi persegi dengan menggunakan metode

pendekatan ilmiah. Materi persegipanjang dan persegi lebih kurang memiliki

kesetaraan baik dalam indikator materi pembelajaran maupun didalam tuntutan

hasil pembelajaran. Diharapkan dengan pendekatan ilmiah, siswa akan lebih

leluasa dalam mengungkapkan ide, gagasan. Jika kegiatan ini dilaksanakan

dengan optimal, maka diharapkan akan meningkatkan motivasi dan hasil belajar

dari peserta didik.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian campuran dari

  kuantitatif dan kualitatif, karena data yang diperoleh adalah data dalam bentuk angka dan uraian. Penelitian kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok. Seperti yang dikatakan Bogdam dan Taylor (dalam Moleong 2009:4) metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Penelitian kuantitatif adalah pengukuran gejala-gejala atau indikasi sosial dalam skor-skor atau angka- angka untuk dianalisis secara statistik.

  Hasil penelitian akan dianalisis secara mendalam yaitu pemaparan bagaimana motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII-H SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul dalam belajar matematika dengan metode konvensional dan pendekatan ilmiah (scientific approach).

B. Desain Penelitian

  Proses pembelajaran baik materi persegipanjang maupun materi persegi dilaksanakan oleh guru pengampu mata pelajaran matematika kelas VII-H sedangkan peneliti bertindak sebagai observer. Penelitian akan dilakukan melalui dua tahapan. Tahapan yang pertama, guru pengampu kelas tersebut akan mengajarkan materi persegipanjang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Metode konvensional yang dimaksud adalah metode yang biasanya dipakai di kelas tersebut dan dinilai oleh guru pengampu menjadi metode andalan. Metode konvensional yang menjadi andalan guru pengampu berupa ceramah diawal pembelajaran, siswa diminta membaca buku, diberikan pertanyaan, latihan soal dan diakhiri dengan kuis. Tahap kedua, guru pengampu akan mengajarkan materi persegi menggunakan pendekatan ilmiah. Pemilihan ini dilakukan dengan cara undian yang telah dilakukan sebelumnya. Desain penelitian dapat digambarkan melalui tabel berikut :

Tabel 3.1 Desain Penelitian

  METODE Konvensional Pendekatan Ilmiah

  MATERI Persegipanjang

  X √

  Persegi

  X √

  Data mengenai motivasi siswa terkait penggunaan metode akan diolah untuk melihat rata-rata setiap indikator motivasi yang diturunkan dari landasan teori.

C. Subyek Penelitian

  Subyek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VII-H SMP Negeri 1

Banguntapan Bantul tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 27 siswa.

  D. Obyek Penelitian Obyek penelitian ini adalah motivasi dan hasil belajar siswa pada saat pembelajaran matematika dengan metode konvensional dan menggunakan pendekatan ilmiah (scientific approach).

  E. Tempat dan Waktu Penelitian 1.

  Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di kelas VII-H SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul tahun ajaran 2013/2014.

  2. Waktu Penelitian Penelitian dilakukan pada semester genap antara bulan April sampai Mei 2014.

  F. Variabel Penelitian Menurut Sugiyono (2010: 38) variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.

  Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lainnya, variabel penelitian dapat dibedakan menjadi variabel independent / variabel bebas dan variabel dependent atau variabel terikat. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2010: 39). Berikut ini adalah variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian ini : 1.

  Variabel Bebas Variabel bebas pada penelitian ini yaitu: a.

  Metode Pembelajaran Konvensional b.

  Pembelajaran dengan Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach) 2. Variabel Terikat Variabel terikat pada penelitian ini yaitu: a.

  Motivasi Belajar siswa pada Metode Konvensional b.

  Hasil Belajar pada Metode Konvensional c. Motivasi Belajar siswa pada Pendekatan Ilmiah (Scientific

  Approach) d.

  

Hasil Belajar pada Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach)

G.

   Jenis Data Jenis-jenis data yang akan diperlukan dalam penelitian ini adalah data tentang angket motivasi belajar siswa dan data hasil belajar siswa setelah pembelajaran baik menggunakan metode konvensional maupun menggunakan pendekatan ilmiah (scientific approach). Data yang berhubungan dengan motivasi siswa terhadap metode pembelajaran

  Sedangkan data-data yang berhubungan dengan hasil belajar siswa terkait dengan metode pembelajaran konvensional maupun pendekatan ilmiah dianalisis secara kuantitatif.

H. Metode Pengumpulan Data

  Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data (Ridwan, 2008: 51).

  Metode (cara atau teknik) merujuk suatu kata yang abstrak dan tidak diwujudkan dalam benda, tetapi hanya dapat dilihatkan penggunaannya melalui: angket, pengamatan, ujian (tes), dokumentasi dan lainnya. Peneliti dapat menggunakan salah satu atau gabungan tergantung dari masalah yang dihadapi.

  Dalam penelitian ini data-data dikumpulkan melalui beberapa metode yang dilakukan peneliti, antara lain:

  1. Angket/kuesioner Angket digunakan untuk mengambil data mengenai motivasi siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran matematika baik menggunakan metode pembelajaran konvensional maupun pendekatan ilmiah (scientific approach).

  2. Tes Hasil Belajar Tes merupakan alat bantu atau prosedur yang digunakan untuk aturan-aturan yang telah ditentukan (Suharsimi Arikunto, 2002). Tes hasil belajar digunakan untuk melihat perbedaan hasil belajar siswa dimana pembelajarannya menggunakan metode konvensional dan pendekatan ilmiah.

  3. Dokumentasi Dokumen yang digunakan berupa daftar nama siswa, daftar nilai siswa, dan foto kegiatan pembelajaran. Dokumentasi dilakukan untuk memperkuat data yang diperoleh dari observasi. Dokumentasi untuk memberikan gambaran secara lebih nyata mengenai kegiatan siswa dan menggambarkan suasana kelas ketika proses belajar mengajar berlangsung.

I. Instrumen Penelitian dan Instrumen Pembelajaran 1.

  Instrumen Pembelajaran Instrumen pembelajaran dalam materi ini merupakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dalam penelitian ini menggunakan dua RPP. RPP yang pertama adalah rencana pembelajaran materi persegipanjang yang diajarkan menggunakan metode konvensional, dimana metode konvensional yang dimaksud adalah metode yang biasanya digunakan oleh guru pengampu, yaitu pembelajaran diawali dengan ceramah, siswa diminta membaca buku kemudian guru akan memberikan pertanyaan kepada siswa mengenai materi yang sudah

  

siswa baca, dan diakhiri dengan kuis untuk melihat tingkat pencapaian

materi ajar.

  Rancangan pembelajaran menggunakan metode konvensional ini

dirancang untuk 2 x pertemuan @40 menit, dimana pertemuan

pertama membahas tentang unsur-unsur, sifat-sifat, definisi dari

persegipanjang. Sedangkan pertemuan kedua membahas tentang

keliling dan luas persegipanjang serta penerapannya. Diakhir setiap

pertemuan, siswa diberi kuis untuk melihat sejauh mana pemahaman

siswa tentang materi yang baru saja diajarkan. Rancangan

pembelajaran dengan menggunakan metode konvensional ini dibuat

berdasarkan observasi awal dengan guru pengampu tentang metode

pembelajaran yang biasa digunakan dalam mengajar mata pelajaran

matematika, dan dalam pembuatannya juga didiskusikan dengan guru

pengampu mata pelajaran matematika kelas VII-H.

Tabel 3.2 Kegiatan Metode Konvensional yang Akan Dikembangkan

  Jenis Kegiatan Kegiatan Guru Kegiatan Siswa

  Eksplorasi

   Guru memberikan penjelasan  Siswa mencari tahu benda- benda yang ada di dalam . singkat mengenai materi yang kehidupan sehari hari yang akan dipelajari yaitu bangun datar berbentuk persegipanjang. persegipanjang.

   Siswa membaca buku paket  Guru meminta siswa membaca mengenai persegipanjang baik buku paket mengenai materi unsur-unsur, sifat-sifat, persegipanjang keliling dan luas persegipanjang.

  Elaborasi

   Guru meminta siswa  Siswa menyebutkan benda- menyebutkan benda-benda dalam benda dalam kehidupan kehidupan sehari-hari yang sehari hari yang berbentuk Jenis Kegiatan Kegiatan Guru Kegiatan Siswa berbentuk persegipanjang. persegipanjang  Guru memberikan pertanyaan  Siswa menjawab pertanyaan kepada siswa berkatian dengan yang diberikan oleh guru materi yang telah siswa baca. berkaitan dengan materi yang telah dibaca.

   Guru memberi contoh soal dilanjutkan dengan latihan soal  Siswa memperhatikan LKS penjelasan guru mengenai contoh soal yang diberikan.

   Guru bersama siswa membahas dilanjutkan dengan bersama-sama jawaban dari latihan soal LKS mengerjakan soal LKS.

   Siswa dengan guru membahas jawaban dari latihan soal LKS

  Konfirmasi

   Guru memberikan kuis kepada  Siswa mengerjakan soal kuis siswa berkaitan dengan materi yang diberikan oleh guru yang telah dipelajari berkaitan dengan materi yang telah dipelajari.  Guru mengajak siswa menyimpulkan hal-hal apa saja

   Siswa menyimpulkan hal-hal yang telah dipelajari. yang telah dipelajari selama proses pembelajaran.

  Kegiatan pembelajaran dengan metode konvensional pada materi

persegipanjang dilakukan dalam dua kali pertemuan, sehingga RPP

dalam penelitian ini dibuat untuk 2 kali pertemuan dalam satu

pertemuan terdiri dari dua jam pelajaran (1 jam pelajaran terdiri atas

40 menit).

  

(RPP dengan metode Konvensional selengkapnya dapat dilihat pada lampiran A.1 ) Rancangan pembelajaran yang ke-dua adalah rencana

pembelajaran materi persegi, yang diajarkan dengan pendekatan

ilmiah. Pada pertemuan pertama, siswa akan dibagi dalam beberapa kelompok yang beranggotakan 4-5 orang dan diberi lembar kerja siswa. Guru memfasilitasi siswa dengan memberikan dua LKS, LKS yang pertama mengenai menemukan unsur-unsur dan sifat-sifat persegi. LKS kedua mengenai menemukan keliling dan luas persegi.

  Siswa dalam kelompok kemudian akan berdiskusi untuk menemukan sendiri unsur-unsur dan sifat-sifat dari persegi melalui pengamatan pada LKS. Masing-masing siswa dalam kelompok akan saling menayakan unsur-unsur apa saja yang ada pada bangun persegi dan sifat-sifatnya . Kemudian tiap kelompok akan “mengumpulkan informasi” dari tiap-tiap jawaban yang ada dan mengolahnya yang kemudian akan dituliskan pada lembar kerja siswa dan nantinya tiap kelompok akan mempresentasikan hasil diskusinya. Pada pertemuan ke-dua, siswa kembali pada kelompok dan dengan langkah yang sama, mereka akan diminta untuk menemukan sendiri cara menghitung keliling dan luas persegi dan penerapannya.

  Dalam RPP dijabarkan kegiatan inti pembelajaran dengan pendekatan ilmiah yang meliputi langkah

  • – langkah : mengamati, menanya, mencoba, menalar, mengkomunikasikan. Kegiatan yang harus dikembangkan selama pembelajaran pada topik persegi adalah sebagai berikut:

Tabel 3.3 Kegiatan Pendekatan Ilmiah (5M) yang akan Dikembangkan

  Jenis Kegiatan Kegiatan Guru Kegiatan Siswa

  Mengamati

   Membagi siswa dalam  Masing-masing siswa dalam beberapa kelompok yang kelompok berdiskusi, beranggota 4-5 orang bergantian mengamati model bangun persegi pada LKS  Guru memfasilitasi siswa dengan memberikan LKS

   Siswa mengamati bangun mengenai menemukan tersebut untuk mencari tahu usnur-unsur, sifat, tentang unsur-unsur, sifat- keliling dan luas persegi sifat serta bagaimana cara mencari keliling maupun  Mengarahkan siswa luasnya kemudian mencatat untukmengamati unsur- unsur, sifat-sifat , keliling data-data yang diperoleh. dan luas persegi.

  Menanya

   Guru membimbing siswa  Masing-masing siswa dalam untuk mengajukan kelompok saling berdiskusi pertanyaan tentang apa saling tanya jawab, yang telah siswa amati mengajukan pertanyaan- baik unsur maupun sifat- pertanyaan berkaitan dengan sifat persegi, mencari data yang diperoleh keliling ataupun mencari  Setiap kelompok luas dari persegi mengumpulkan informasi apa saja yang telah diperoleh baik dari pengamatan maupun pertanyaan-petanyaan yang telah didiskusikan.

  Mencoba

  percobaan  Memberikan soal  Melakukan kontekstual mengenai menemukan keliling dan luas keliling dan luas persegi persegi.

   Memdampingi siswa dalam melakukan kegiatan mencoba menemukan keliling dan luas persegi

  Menalar

   Guru membimbing setiap  Menganalisis informasi yang kelompok untuk telah diperoleh selama menganalisis dan pembelajaran. mengambil kesimpulan  Membuat kesimpulan akan mengenai unsur-unsur, unsur-unsur, sifat-sifat, keliling sifat-sifat, keliling dan dan luas persegi. luas persegi.

  Mengkomunikasikan

   Mendampingi siswa  Tiap kelompok akan dalam mempresentasikan mempresentasikan hasil diskusi, hasil diskusi kelompok lain menaggapi Kegiatan pembelajaran dengan pendekatan ilmiah dilakukan dalam dua kali pertemuan, sehingga RPP dalam penelitian ini dibuat untuk 2 kali pertemuan dalam satu pertemuan terdiri dari dua jam pelajaran (1 jam pelajaran terdiri atas 40 menit).

  ( RPP Pendekatan Ilmiah selengkapnya dapat dilihat pada lampiran A.2)

  2. Instrumen Penelitian Instrumen untuk pengumpulan data dalam penelitian ini berupa angket dan tes hasil belajar. Angket digunakan untuk mengetahui bagaimana motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran matematika dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional dan dengan pendekatan ilmiah. Tes hasil belajar digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran matematika dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional dan dengan pendekatan ilmiah.

  Berikut adalah indikator angket motivasi:

Tabel 3.4 Indikator Angket Motivasi

  Indikator a. Perhatian siswa terhadap pembelajaran.

  b.

  Relevansi pembelajaran dengan kebutuhan siswa.

  c.

  Kepercayaan diri siswa terhadap kemampuannya mengerjakan tugas-tugas pembelajaran.

  d.

  Kepuasan siswa terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Berdasarkan Tabel 3.4, maka dapat disusun kisi-kisi intrumen angket untuk motivasi siswa dalam belajar matematika. Kisi-kisi instrumen tersebut dapat dilihat pada point berikut: a.

   Angket Angket disusun untuk menanyakan dan mengetahui hal-hal yang tidak dapat / kurang jelas diamati pada saat observasi.

  Selain itu, mempermudah peneliti dalam melakukan tanya jawab tentang bagaimana tanggapan siswa terhadap pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah. Angket motivasi belajar yang digunakan jika dilihat dari cara menjawabnya termasuk angket tertutup yaitu angket yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih (Suharsimi Arikunto, 2006:53). Angket terdiri dari 20 pernyataan yang terdiri dari 4 pilihan jawaban, dinyatakan dalam bentuk 10 pernyataan positif dan 10 pernyataan negatif. Pedoman penskoran untuk setiap kriteria adalah Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS).

  Kisi-kisi dari angket diturunkan dari indikator angket pada

tabel 3.4 dan landasan teori, khususnya motivasi siswa terhadap pembelajaran menggunakan metode konvensionalTabel 3.5 Kisi-Kisi Angket Motivasi Belajar Siswa

PENDEKATAN KONVENSIONAL

  INDIKATOR Butir Pernyataan Butir Pernyataan Positif Negatif Positif Negatif

  Tingkat perhatian 1, 5, 1, 5, 2, 3, 7, 2, 3, 7,

  1. siswa terhadap 6, 9, 14, 6, 9, 14, 8, 16 8, 16 pembelajaran.

  17

  17 Tingkat relevansi 2. pembelajaran dengan 4, 12 10, 11 4, 12 10, 11 kebutuhan siswa.

  Tingkat kepercayaan diri siswa terhadap 3. kemampuannya 19 13, 15 19 13, 15 mengerjakan tugas- tugas pembelajaran. Tingkat kepuasan siswa terhadap proses

  4.

  20

  18

  20

  18 pembelajaran yang telah dilaksanakan.

  JUMLAH

  10

  10

  10

  10 Pernyataan di dalam angket terdapat pernyataan positif dan negatif

  dengan pemberian ketentuan skor sebagai berikut:

Tabel 3.6 Pemberian Skor Angket Pernyataan Positif

  Pilihan Jawaban Skor

  Sangat tidak setuju

  1 Tidak setuju

  2 Setuju

  3 Sangat setuju

  4 Tabel 3.7

  Pemberian Skor Angket Pernyataan Negatif Pilihan Jawaban Skor

  Sangat tidak setuju

  4 Tidak setuju

  3 Setuju

  2 Sangat setuju

  1

b. Tes Hasil Belajar Matematika

  Tes hasil belajar matematika adalah tes yang digunakan untuk mengukur sejauh mana hasil belajar siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Tes ini diberikan kepada siswa setelah siswa selesai mempelajari materi persegipanjang. Tes ini juga akan diberikan kepada siswa setelah siswa mempelajari materi persegi.

  Melalui tes ini, dapat dilihat kecapaian tujuan belajar siswa untuk kedua materi ajar. Rancangan indikator-indikator pada soal tes hasil belajar matematika adalah sebagai berikut: 1)

  Tes Hasil Belajar untuk Materi Persegipanjang Tabel 3.8a Kesesuaian Indikator dengan TesHasil Belajar Materi Persegipanjang

  NOMOR SOAL NO

  INDIKATOR K K K K K K

  1

  2

  3

  4

  5

  6 Menyebutkan unsur-

  unsur : panjang, lebar, 1.

  1 - - - - - diagonal dari persegipanjang Menyebutkan sifat-sifat

  2. persegipanjang

  2 - - - - - Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan

  3. - - - - - menghitung keliling

  3 bangun datar persegipanjang. Menghitung panjang, lebar, atau diagonal dari

  4. - - persegipanjang jika -

  4 - - kelilingnya diketahui Menyelesaikan masalah 5.

  5 - - - - - yang berkaitan dengan

  NOMOR SOAL NO

  INDIKATOR K K K K K K

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  menghitung luas bangun datar persegipanjang Menghitung panjang, lebar, atau diagonal dari

  6. persegipanjang jika 6 - - - - - luasnya diketahui

  2) Rubrik Penilaian Tes Hasil Belajar Materi Persegipanjang Tabel 3.8b Rubrik Penilaian Tes Hasil Belajar Materi Persegipanjang

  No Soal Skor Kriteria

  Siswa dapat menuliskan ketiga unsur 5 dengan tepat dengan dua perwakilan tiap unsurnya Siswa dapat menuliskan ketiga unsur dengan tepat , namun hanya

  4 menuliskan satu perwakilan tiap unsurnya Siswa dapat menuliskan ketiga unsur 3 dengan tepat namun tidak menuliskan perwakilan tiap unsurnya. Siswa dapat menuliskan dua unsur 3 dengan tepat dengan dua perwakilan tiap unsurnya

  1 Siswa dapat menuliskan dua unsur 2 dengan tepat dengan satu perwakilan tiap unsurnya. Siswa dapat menuliskan dua unsur 1 dengan tepat namun tidak menuliskan perwakilan tiap unsurnya. Siswa dapat menuliskan satu unsur 1 dengan tepat dengan dua perwakilan tiap unsurnya Siswa dapat menuliskan satu unsur

  0,5 dengan tepat dengan satu perwakilan tiap unsurnya Siswa tidak menjawab soal Siswa dapat menuliskan 4 sifat 5 bangun datar persegipanjang dengan tepat

  2 Siswa dapat menuliskan 3 sifat 4 bangun datar persegipanjang dengan tepat

  No Soal Skor Kriteria

  Siswa dapat menuliskan 2 sifat 3 bangun datar persegipanjang dengan tepat Siswa dapat menuliskan 1 sifat 2 bangun datar persegipanjang dengan tepat Siswa menuliskan minimal satu sifat

  1 namun tidak tepat Siswa tidak menjawab soal sama sekali Siswa dapat menghitung keliling persegipanjang dengan tepat dan

  10 menggunakan sistematika menjawab soal. Siswa dapat menghitung keliling persegipanjang dengan tepat namun

  9 tidak menggunakan sistematika menjawab soal. Siswa mengalami sedikit kesalahan dalam menghitung keliling

  7 persegipanjang namun menggunakan sistematika menjawab soal. Siswa mengalami sedikit kesalahan

  3 dalam menghitung keliling 5 persegipanjang dan tidak menggunakan sistematika menjawab soal Siswa hanya menulis apa yang diketahui dan ditanyakan namun

  4 dapat menuliskan rumus keliling persegipanjang. Siswa hanya menulis apa yang 2 diketahui dan ditanyakan tanpa menjawab soal Siswa tidak menjawab soal sama sekali.

  Siswa menghitung panjang dan lebar halaman dengan tepat dengan 10 menggunakan sistematika menjawab soal. Siswa menghitung panjang dan lebar halaman dengan tepat namun tidak

  4

  9 menggunakan sistematika menjawab soal. Siswa dapat menghitung keliling 8 persegipanjang dan menemukan nilai x dengan tepat

  6 Siswa dapat menghitung keliling

  No Soal Skor Kriteria

  persegipanjang namun mengalami kesalahan dalam menentukan nilai x Siswa hanya memasukan nilai 4 panjang dan lebar ke dalam rumus tanpa mencari nilai x Siswa hanya menulis apa yang diketahui dan ditanyakan namun

  3 dapat menuliskan rumus keliling persegipanjang Siswa hanya menulis apa yang 2 diketahui dan ditanyakan tanpa menjawab soal Siswa tidak menjawab soal sama sekali.

  Siswa dapat menghitung luas taman 10 dengan tepat dan menggunakan sistematika menjawab soal. Siswa dapat menghitung luas taman dengan tepat namun tidak

  9 menggunakan sistematika menjawab soal. Siswa dapat menghitung luas taman dan luas kolam dengan tepat namun

  7 mengalami kesalahan dalam proses mengurangkan. Siswa dapat menghitung luas taman 6 dan luas kolam dengan tepat namun tidak tidak mengurangkannya.

  5 Siswa hanya dapat menghitung luas taman dengan tepat / siswa hanya 4 dapat menhitung luas kolam dengan tepat. Siswa hanya menulis apa yang diketahui dan ditanyakan namun

  3 dapat menuliskan rumus luas persegipanjang Siswa hanya menulis apa yang 2 diketahui dan ditanyakan tanpa menjawab soal Siswa tidak menjawab soal sama sekali.

  Siswa dapat menghitung lebar sawah 10 dengan tepat dan dengan sistematika menjawab soal

  6 Siswa menjawab dengan benar namun tidak menggunakan 9 sistematika menjawab soal matematika

  Menghitung sisi atau diagonal dari persegi jika

  3 K

  Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung luas bangun datar persegi

  Menghitung sisi atau diagonal dari persegi, jika kelilingnya diketahui

  Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling bangun datar persegi

  2. Menyebutkan sifat-sifat persegi 2 - - - - - 3.

  Menyebutkan unsur- unsur : sisi, diagonal dari persegi 1 - - - - -

  6 1.

  5 K

  4 K

  2 K

  No Soal Skor Kriteria

  1 K

  INDIKATOR NOMOR SOAL K

  NO

  3)

Tes Hasil Belajar untuk Materi Persegi

Tabel 3.8c Kesesuaian Indikator dengan TesHasil Belajar Materi Persegi

  2 Siswa hanya menuliskan apa yang diketahi dan ditanyakan tanpa menjawab soal Siswa tidak menjawab soal sama sekali.

  4 Siswa dapat menuliskan rumus luas persegipanjang.

  5 Siswa dapat menuliskan rumus luas persegipanjang dan memasukan nilai yang sudah diketahui

  6 Siswa salah dalam proses menghitung lebar sawah dan tidak menjawab soal dengan sistematika namun benar secara konsep

  7 Siswa salah dalam proses menghitung lebar sawah namun benar secara konsep dan menggunakan sistematika menjawab soal matematika

  • 3 - - - - 4.
  • 4 - - - 5.
  • 5 - - - - 6.
  • 6 - - -

  NOMOR SOAL NO

  INDIKATOR K K K K K K

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  luasnya diketahui

  4) Rubrik Penilaian Tes Hasil Belajar Materi Persegi Tabel 3.8d Rubrik Penilaian Tes Hasil Belajar Materi Persegi

  No Soal Skor Kriteria

  Siswa dapat menuliskan dua unsur 5 dengan tepat dengan dua perwakilan tiap unsurnya Siswa dapat menuliskan dua unsur dengan tepat , namun hanya

  4 menuliskan satu perwakilan tiap unsurnya Siswa dapat menuliskan dua unsur 3 dengan tepat namun tidak menuliskan perwakilan tiap unsurnya.

  1 Siswa dapat menuliskan satu unsur 3 dengan tepat dengan dua perwakilan tiap unsurnya Siswa dapat menuliskan satu unsur 2 dengan tepat dengan satu perwakilan tiap unsurnya. Siswa dapat menuliskan satu unsur 1 dengan tepat namun tidak menuliskan perwakilan tiap unsurnya. Siswa tidak menjawab soal Siswa dapat menuliskan 4 sifat

  5 bangun datar persegi dengan tepat Siswa dapat menuliskan 3 sifat

  4 bangun datar persegi dengan tepat Siswa dapat menuliskan 2 sifat

  3 bangun datar persegi dengan tepat

  2 Siswa dapat menuliskan 1 sifat

  2 bangun datar persegi dengan tepat Siswa menuliskan minimal satu sifat

  1 namun tidak tepat Siswa tidak menjawab soal sama sekali Siswa dapat menghitung keliling persegi dengan tepat dan

  10 menggunakan sistematika menjawab soal.

  3 Siswa dapat menghitung keliling persegi dengan tepat namun tidak 9 menggunakan sistematika menjawab soal.

  7 Siswa mengalami sedikit kesalahan

  No Soal Skor Kriteria

  dalam menghitung keliling persegi namun menggunakan sistematika menjawab soal. Siswa mengalami sedikit kesalahan dalam menghitung keliling persegi

  5 dan tidak menggunakan sistematika menjawab soal Siswa hanya menulis apa yang diketahui dan ditanyakan namun

  4 dapat menuliskan rumus keliling persegi Siswa hanya menulis apa yang 2 diketahui dan ditanyakan tanpa menjawab soal Siswa tidak menjawab soal sama sekali.

  Siswa menghitung panjang sisi halaman dengan tepat dengan 10 menggunakan sistematika menjawab soal. Siswa menghitung panjang sisi halaman dengan tepat namun tidak

  9 menggunakan sistematika menjawab soal. Siswa dapat menghitung keliling 8 persegi dan menemukan nilai x dengan tepat Siswa dapat menghitung keliling 6 persegi namun mengalami kesalahan

  4 dalam menentukan nilai x Siswa hanya memasukan nilai 4 panjang yang diketahui ke dalam rumus tanpa mencari nilai x Siswa hanya menulis apa yang diketahui dan ditanyakan namun

  3 dapat menuliskan rumus keliling persegi Siswa hanya menulis apa yang 2 diketahui dan ditanyakan tanpa menjawab soal Siswa tidak menjawab soal sama sekali.

  Siswa dapat menghitung luas rumput 10 dengan tepat dan menggunakan sistematika menjawab soal.

  5 Siswa dapat menghitung luas rumput 9 dengan tepat namun tidak menggunakan sistematika menjawab

  No Soal Skor Kriteria soal.

  Siswa dapat menghitung luas halaman dan luas kolam dengan 7 tepat namun mengalami kesalahan dalam proses mengurangkan. Siswa dapat menghitung luas halaman dan luas kolam dengan

  6 tepat namun tidak tidak mengurangkannya. Siswa hanya dapat menghitung luas halaman dengan tepat / siswa hanya

  4 dapat menghitung luas kolam dengan tepat. Siswa hanya menulis apa yang 3 diketahui dan ditanyakan namun dapat menuliskan rumus luas persegi Siswa hanya menulis apa yang 2 diketahui dan ditanyakan tanpa menjawab soal Siswa tidak menjawab soal sama sekali.

  Siswa dapat menghitung panjang sisi 10 sawah dengan tepat dan dengan sistematika menjawab soal Siswa dapat menghitung panjang sisi sawah dengan tepat namun tidak

  9 menggunakan sistematika menjawab soal matematika Siswa salah dalam proses menghitung panjang sisi sawah

  7 namun benar secara konsep dan menggunakan sistematika menjawab soal matematika Siswa salah dalam proses menghitung

  6 panjang sisi sawah dan tidak 6 menjawab soal dengan sistematika namun benar secara konsep Siswa dapat menuliskan rumus luas 5 persegi dan memasukan nilai yang sudah diketahui Siswa dapat menuliskan rumus luas

  4 persegi Siswa hanya menuliskan apa yang diketahi dan ditanyakan tanpa

  2 menjawab soal Siswa tidak menjawab soal sama sekali.

  J. Perencanaan Penelitian Dalam melaksanakan penelitian di SMP Negeri 1 Banguntapan, penelitian mempunyai langkah-langkah dalam melaksanakan penelitian tersebut yaitu : 1.

  Tahap persiapan Dalam tahap persiapan ini, peneliti melakukan berbagai persiapan antara lain: a.

  Menghubungi pihak yang terkait yakni Kepala SMP Negeri 1 Banguntapan untuk meminta izin melaksanakan penelitian di sekolah tersebut.

  b.

  Melakukan diskusi dengan guru mata pelajaran matematika mengenai permasalahan-permasalahan yang ada di SMP tersebut serta menyampaikan ide penelitan.

  c.

  Menetapkan subyek penelitian d. Meminta surat pengantar dari universitas untuk dapat melaksanakan penelitian di SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul kemudian menyerahkannya ke Kepala Sekolah yang bersangkutan.

  e.

  Menyusun instrumen-instrumen.

  f.

  Melakukan observasi dikelas yang akan digunakan penelitian untuk

2. Tahap Pelaksanaan Penelitian a.

  Pembelajaran dengan Metode Konvensional Pembelajaran diawali dengan ceramah, siswa diminta membaca materi persegipanjang dari buku paket kemudian guru akan memberikan pertanyaan kepada siswa mengenai materi yang sudah siswa baca dilanjutkan dengan latihan soal. Pertemuan pertama membahas tentang sifat-sifat dari persegipanjang dan kelilingnya.

  Sedangkan pertemuan kedua membahas tentang luas permukaan persegipanjang dan penerapannya. Diakhir setiap pertemuan, siswa diberi kuis untuk melihat sejauh mana pemahaman siswa tentang materi yang baru saja diajarkan.

  b.

  Pembelajaran dengan Pendekatan Ilmiah Pada pertemuan pertama, siswa akan dibagi dalam beberapa kelompok yang beranggotakan 4-5 orang dan diberi lembar kerja kelompok. Guru memfasilitasi siswa dengan memberikan dua LKS, LKS yang pertama mengenai menemukan unsur-unsur dan sifat- sifat persegi. LKS kedua mengenai menemukan keliling dan luas persegi. Siswa dalam kelompok kemudian akan berdiskusi untuk menemukan sendiri unsur-unsur dan sifat-sifat dari persegi melalui pengamatan pada LKS. Masing-masing siswa dalam kelompok persegipanjang dan bagaimana cara mencari kelilingnya. Kemudian tiap kelompok akan “mengumpulkan informasi” dari tiap-tiap jawaban yang ada dan mengolahnya yang kemudian akan dituliskan pada lembar kerja kelompok dan nantinya tiap kelompok akan mempresentasikan hasil diskusinya. Pada pertemuan ke-dua, siswa kembali pada kelompok dan dengan langkah yang sama, mereka akan diminta untuk menemukan sendiri cara menghitung luas persegipanjang dan penerapannya.

  3. Tahap Analisis Data Peneliti melakukan analisis data yang telah diperoleh setelah melakukan penelitian di kelas VII-H SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul. Data yang dianalisis adalah angket dan tes hasil belajar siswa.

  Analisis tersebut digunakan untuk mengetahui kesulitan-kesulitan siswa dalam konsep segiempat dan sifat-sifatnya, mengetahui ketercapaian nilai siswa setelah mengikuti pembelajaran sehingga dapat diketahui tuntas tidaknya siswa tersebut dan mengetahui ada tidaknya kemajuan pemahaman siswa terhadap pemahaman konsep segi empat dan sifat- sifatnya.

  K. Validasi Instrumen Untuk mengetahui validitas setiap instrumen dilakukan dua teknik

  Teknik penilaian pakar digunakan untuk mengetahui validitas instrumen kuesioner, sedangkan rumus korelasi produk digunakan untuk mengetahui validitas tes hasil belajar. Uji coba soal tes hasil belajar dilaksanakan pada kelas VII-G SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul. Jumlah keseluruhan subyek yang digunakan u tuk uji coba adalah 27 siswa.

  1. Kuesioner Kuesioner pengaruh metode pembelajaran terhadap motivasi siswa dalam belajar matematika tidak diuji cobakan terhadap subyek penelitian, namun untuk mengetahui kesahihan setiap butir pernyataan dilakukan teknik penilaian pakar. Dimana kuesioner tersebut terdiri dari 20 butir pernyataan.

  2. Tes Hasil Belajar Siswa Sebelum soal tes digunakan, soal tersebut diuji terlebih dahulu validitasnya. Sebuah item dikatakan valid apabila mempunyai dukungan yang besar terhadap skor total (Suharsimi Arikunto 2006:76). Untuk mengetahui tingkat kesahihan butir soal, digunakan rumus korelasi produk moment dari pearson. Rumus korelasi produk moment dari pearson adalah sebagai berikut:

  Keterangan : = koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y, dua variabel yang dikorelasi = Jumlah siswa

  = Nilai uji coba instrumen siswa = total skor tiap siswa Setelah harga didapat kemudian dikonsultasikan dengan nilai tabel product momen. Butir soal dikatakan valid apabila tetapi jika maka butir soal tersebut dikatakan tidak valid. Untuk soal materi persegipanjang, berdasarkan tabel r product moment dengan

  = 0,05 dan N = 27 maka nilai r tabel = 0,381. Sedangkan untuk soal materi persegi, berdasarkan tabel r product moment dengan

  = 0,05 dan N = 25 maka nilai r tabel = . 0,396 Untuk mengadakan interpretasi mengenai besarnya korelasi adalah sebagai berikut:

Tabel 3.9 Kriteria Koefisien Korelasi

  Koefisien Korelasi Kriteria antara 0,00 - 0,200 sangat rendah antara 0,201 - 0,400 rendah antara 0,401 - 0,600 cukup antara 0,601 - 0,800 tinggi antara 0,801 - 1,00 sangat tinggi

  3. Reliabilitas Soal Suatu instrumen penelitian dikatakan mempunyai nilai reliabilitas yang tinggi, apabila tes yang dibuat mempunyai hasil yang konsisten dalam mengukur yang hendaknya diukur apabila dilakukan tes kembali.

  Untuk menguji apakah instrumen tes reliabel atau tidak dilakukan uji reliabilitas dengan menggunakan rumus alpha.

  Rumus alpha sebagai berikut: Keterangan: = reliabilitas tes secara keseluruhan

= banyaknya butir pertanyaan/ banyaknya soal

  = jumlah vs butir = varians total Kriteria pengumpulan reliabilitas yaitu setelah didapat harga kemudian harga di konsultasikan dengan harga r product momen pada tabel. Jika maka tes yang di uji cobakan reliabel. Kriteria penafsiran sebagai berikut:

Tabel 3.10 Kriteria Reliabilitas

  Koefisien Reliabilitas Kriteria 0,000 reliabel sangat rendah 0,200 reliabel rendah

  0,400 reliabel cukup reliabel tinggi 0,600 0,800 reliabel sangat tinggi L.

   Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1.

  Analisis Hasil Kuesioner Hasil kuesioner akan dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut: a.

  Tabulasi data Data motivasi dan hasil belajar siswa dalam mengikuti proses pembelajaran matematika menggunakan metode konvensional dan pendekatan ilmiah akan disajikan dalam tabel tabulasi. Baik tabulasi pengisian angket motivasi siswa untuk metode konvensional dan Pendekatan Ilmiah akan dipersiapkan sebagai berikut :

Tabel 3.11 Tabel Persiapan Tabulasi Pengisian Angket Untuk Metode

  Konvensional dan Pendekatan Ilmiah No pernyataan Siswa Ke-

  1 2 dst. 1 ... ... ... 2 ... ... ... dst. ... ... ...

  b.

  Pemberian Skor Data motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran

  hasil pengukuran terhadap motivasi siswa. Pemberian skor dapat dilihat pada tabel berikut:

  Tabel 3.13a Tabel Persiapan Analisis Motivasi Dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Metode Konvensional

  NILAI 1 A.1 ... ... ... ... dst. dst. dst. dst. dst. dst.

  Pernyataan Negatif

  Positif NILAI

  NO SISWA HASIL ANGKET Pernyataan

  Tabel 3.14a Tabel Persiapan Analisis Motivasi Dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan Ilmiah

  NILAI 1 A.1 ... ... ... ... dst. dst. dst. dst. dst. dst.

  Pernyataan Negatif

  Positif NILAI

  NO SISWA HASIL ANGKET Pernyataan

  Membuat tabel analisis data angket motivasi siswa untuk tiap indikator untuk pengambilan nilai dari setiap jawaban siswa.

Tabel 3.12 Skor Kuesioner Motivasi Siswa

  1 c.

  4. STS SS Sangat rendah

  2

  3. TS S Rendah

  3

  2. S TS Tinggi

  4

  1. SS STS Sangat Tinggi

  NO PERNYATAAN ANGKET KRITERIA DAN NILAI HASIL ANGKET POSITIF NEGATIF Kriteria Nilai

  Tabel 3.13a merupakan tabel persiapan yang akan digunakan untuk menganalisis motivasi belajar siswa menggunakan metode pembelajaran konvensional. Sedangkan tabel 3.14a merupakan

  belajar siswa menggunakan Pendekatan Ilmiah. Hasil angket akan disajikan berdasarkan indikator motivasi siswa dalam setiap metode pembelajaran. Pemberian nilai untuk hasil jawaban angket siswa diberikan tabel berdasarkan kaidah penskoran hasil pengisian angket sesuai dengan tabel 3.12.

  1 Sangat tinggi 4 ... ... ... ...

  Rata-Rata ... ... Kriteria ... ...

  1 Jumlah

  4 Sangat rendah

  2

  3 Rendah

  2 Tinggi 3 dst. dst. dst. dst.

  Nilai

  d.

  Jumlah Jumlah

  Jumlah Nilai

  ILMIAH Jumlah

  NO KRITERIA NILAI METODE KONVENSIONAL PENDEKATAN

  Tabel 3.15a Tabel Persiapan Hasil Kesimpulan Analisis Angket Motivasi untuk Metode Konvensional dan Pendekatan Ilmiah

  Mendeskripsikan skor baik dari hasil angket yang memiliki motivasi tergolong sangat baik, baik, cukup, dan kurang dalam belajar matematika menggunakan metode pembelajaran konvensional dan pembelajaran dengan Pendekatan Ilmiah untuk setiap indikator.

  Berdasarkan tabel 3.13a untuk tabel persiapan analisis metode konvensional dan tabel 3.14a untuk tabel persiapan analisis Pendekatan Ilmiah, maka dapat dihitung skor dan rata-rata

  motivasi siswa untuk tiap indikator dari ke-dua metode pembelajaran.

  Rata-rata dari motivasi belajar siswa didapat dengan cara membagi antara total nilai yang didapat dengan jumlah jawaban

maksimum. Kriteria rata-rata adalah sebagai berikut :

  Tabel. 3.16 Kriteria Motivasi Skor Motivasi Kriteria Motivasi Sangat positip/ sangat tinggi

  Positip/tinggi Negatif/rendah Sangat negatif/rendah

  (Djemari Mardapi, 2007:123) : rerata skor motivasi kelas : rerata skor motivasi keseluruhan kelas untuk aspek yang sama

  : simpangan baku skor motivasi keseluruhan kelas untuk aspek yang sama

  Hasil angket pada penelitian ini akan dianalisis secara numerik, dilanjutkan dengan dianalisis secara statistik menggunakan SPSS.

  2. Analisis Data Hasil Belajar Siswa Pada penelitian ini, hasil belajar siswa hanya akan dianalisis secara numerik saja, belum akan dianalisis secara statistik.

Tabel 3.17 Tabel Persiapan Tabulasi Hasil Belajar Siswa

  Soal nomor

  1

  2

  3 Skor Total Nilai Keterangan Skor .... .... ... ... maksimum No Absen 1 .. ... ... ... ... ...

  dst

Tabel 3.16 akan diisi berdasarkan skor jawaban tes belajar siswa menggunakan ke dua metode. Nilai siswa akan didapat dengan cara

  membagi skor total jawaban siswa dengan skor maksimum tes hasil belajar, kemudian dikali 100.

Tabel 3.18 Tabel Persiapan Analisis Hasil Belajar Siswa

NILAI NO SISWA PENDEKATAN KONVENSIONAL

  ILMIAH 1 A1 ... ...

  dst dst dst dst RATA-RATA

  Nilai hasil belajar tiap siswa baik menggunakan metode konvensional maupun pendekatan ilmiah akan dibandingkan

menggunakan tabel yang sudah dipersiapkan seperti tabel 3.17.

  Hasil tes pembelajaran pada penelitian ini akan dianalisis secara numerik. Sebagai penguat hasil analisis, akan diadakan analisis statistik dengan SPSS.

  3. Perbandingan Motivasi Belajar dan Hasil Belajar untuk Dua Metode a.

  Perbandingan Motivasi Belajar Siswa

  Untuk membandingkan motivasi belajar siswa tiap indikator menggunakan kedua metode maka dibuat tabel persiapan seperti dibawah ini:

Tabel 3.19 Tabel Persiapan Kesimpulan Rata-rata dan Presentase Motivasi Siswa

  Menggunakan Pembelajaran Konvensional dan Pendekatan Ilmiah

  INDIKATOR MOTIVASI A1 A2 A3 A4

  KONVE

  IL KONVE

  IL KONVE

  IL KONVE

  IL NSION MI NSION MI NSION MI NSION MI AL AH AL AH AL AH AL AH

  M E ... ... ... ... ... ... ... ... A N SD ... ... ... ... ... ... ... ...

  % .. ... ... ... ... ... ... ...

  b.

  Perbandingan Hasil Belajar Siswa Untuk membandingkan hasil belajar siswa menggunakan kedua metode maka dibuatlah tabel persiapan seperti dibawah ini:

Tabel 3.20 Tabel Persiapan Perbandingan Hasil Belajar Siswa

  METODE Rata-rata Hasil Belajar KONVENSIONAL ... PENDEKATAN ILMIAH ...

BAB IV PELAKSANAAN, TABULASI DATA, ANALISIS DATA, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian 1. Persiapan Tahap persiapan penelitian merupakan suatu kegiatan perencanaan kesiapan yang dilakukan sebelum melaksanakan kegiatan belajar di kelas. Tahap persiapan dalam penelitian ini meliputi menyiapkan materi yang akan

  diajarkan, rancangan pembelajaran, alat pengumpulan data berupa lembar kuesioner dan tes hasil belajar.

  Rancangan pembelajaran meliputi pembuatan RPP untuk metode konvensional dan pendekatan ilmiah, pembagian kelompok diskusi, pembuatan LKS, dan teknis untuk pembagian materi pada setiap pertemuan pembelajaran. Semua rancangan pembelajaran tersebut dibuat berdasarkan kolaborasi antara guru pengampu dan peneliti agar apa yang dilaksanakan pada saat penelitian sesuai dengan tujuan penelitian dan dapat dilaksanakan sesuai dengan perencanaan.

  Untuk mengetahui kesahihan tiap butir soal, maka soal yang akan digunakan diuji cobakan terlebih dahulu pada kelas VII-G. Uji coba dilakukan pada hari Jum’at tanggal 5 April 2014 dengan materi yang diujikan yaitu unsur-unsur, sifat-sifat, keliling, dan luas persegipanjang. Uji coba kedua dilaksanakan pada hari Senin, 7 April 2014 dengan materi yang diujikan yaitu unsur-unsur, sifat-sifat, keliling dan luas persegi. Masing- masing materi tes disusun terdiri dari 6 butir soal uraian. Dari 6 butir soal pada materi persegipanjang, terdapat 1 butir soal tidak valid yaitu butir soal nomor 1. Sedangkan pada materi persegi, terdapat 1 butir soal tidak valid yaitu butir soal nomor 2. Soal yang tidak valid dikonsultasikan dengan dosen pembimbing. Perbaikan dilakukan saat proses pembelajaran karena diketahui butir soal tidak valid disebabkan kurang pahamnya siswa akan maksud soal yang diberikan, sehingga jawaban siswa kurang sesuai dengan rubrik penilaian yang dibuat oleh peneliti. Setelah melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing, semua soal dapat digunakan dalam penelitian di kelas VII-H.

Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas Tes Hasil Belajar Siswa

  MATERI No. Persegip Soal Sub Materi Validitas Kriteria Persegi Validitas Kriteria anjang

  Menyebutkan 0,35554 Tidak 0,40046

  1. Rendah Valid Cukup unsur-unsur Valid Menyebutkan 0,57743 0,27633 Tidak

  2. Valid Cukup Rendah sifat-sifat Valid

  Menghitung 0,70949 0,59849

  3. Valid Tinngi Valid Cukup Keliling Menghitung unsur jika 0,68023 0,67159

  4. Valid Tinggi Valid Tinggi diketahui kelilingnya Menghitung 0,5573 0,77546

  5. Valid Cukup Valid Tinggi luas Menghitung

  0,47886 0,76969 6. unsur jika luas Valid Cukup Valid Tinggi diketahui

  0,520 0,633 Tinggi Cukup

  Reliabilitas

  Keterangan : Tes uji coba hasil belajar untuk materi persegipanjang dengan metode konvensional dibagi menjadi 4 sub materi yaitu unsur-unsur, sifat-sifat, keliling dan luas persegipanjang. Sedangkan untuk materi persegi dengan pendekatan ilmiah juga dibagi menjadi 4 sub materi yaitu unsur-unsur, sifat-sifat, keliling dan luas persegi. Tiap materi mempunyai hasil perhitungan validitas dan reliabilitas.

2. Pelaksanaan

  Penelitian mengenai pemanfaatan pendekatan ilmiah (scientific approach) terkait motivasi dan hasil belajar pada pokok bahasan persegi dan persegipanjang di kelas VII-H SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul tahun ajaran 2013/2014, dimulai dari tanggal Senin 7 April 2014 sampai dengan Selasa 22 April 2014. Penelitian berlangsung selama 6 kali pertemuan atau selama 8 jam pelajaran @40 menit.

  Pada penelitian ini, kegiatan belajar mengajar di kelas VII-H dilakukan dengan dua metode pembelajaran yaitu pembelajaran dengan menggunakan metode konvensional untuk materi bangun datar persegipanjang dan menggunakan Pendekatan Ilmiah untuk materi bangun datar persegi. Pembelajaran dengan dua metode ini dipimpin oleh guru pengampu matematika berkolaborasi dengan peneliti, yang bertujuan agar kegiatan pembelajaran matematika dengan kedua metode dapat berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan dalam RPP.

  Pada metode pembelajaran untuk materi persegipanjang, guru mengawali dengan memberikan apersepsi. Siswa diminta menyebutkan macam-macam bangun segi empat. Guru meminta siswa membaca buku paket BSE (Buku Sekolah Elektronik) halaman 250 kemudian guru memberikan pertanyaan kepada siswa berkaitan dengan materi yang dibaca siswa. Selanjutnya, guru menerangkan kepada siswa serta diberikan latihan soal. Di akhir pembelajaran, siswa diberikan kuis berkaitan dengan materi yang telah diajarkan. Ketika pembelajaran materi bangun datar persegi, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok beranggotakan 5-6 siswa.

  Pembagian anggota kelompok ditentukan oleh guru pengampu matematika dan dilakukan secara acak. Masing-masing siswa di dalam kelompok diberikan 2 LKS. LKS pertama mengenai menemukan unsur-unsur dan sifat-sifat bangun datar persegi. Siswa saling berdiskusi di dalam kelompok dengan langkah

  5M (mengamati, menanya, mencoba, menalar, mengkomunikasikan) dan dilanjutkan dengan presentasi tiap kelompok.

  Namun dalam pelaksanaannya, hanya 2 dari total 5 kelompok yang mempresentasikan hasil diskusinya. Selanjutnya, guru membagikan LKS yang kedua mengenai menemukan rumus keliling dan luas bangun datar persegi. Siswa kembali saling berdiskusi di dalam kelompok dilanjutkan dengan presentasi. Namun karena keterbatasan waktu, hanya 1 kelompok yang mempresentasikan hasil diskusinya.

  Keseluruhan pelaksanaan penelitian yang terjadi lebih cepat dari pada yang telah direncanakan oleh peneliti yaitu 6 kali pertemuan (8 jam pelajaran @40 menit) , dari 6 kali pertemuan (10 jam pelajaran @40 menit) pembelajaran dan penyampaian materi dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional pada sub materi keliling dan luas persegipanjang lebih cepat dari perkiraan yaitu 1 jam pelajaran dari 2 jam pelajaran yang direncanakan. Begitu juga dengan pembelajaran dengan menggunakan metode Pendekatan Ilmiah juga selesai lebih cepat yaitu 1 jam pelajaran dari 2 jam pelajaran. Namun isi atau substansi yang telah direncanakan dapat diselesaikan dengan baik.

  a.

  Kegiatan Pembelajaran Matematika dengan Metode Konvensional Penelitian menggunakan metode konvensional dilaksanakan pada tanggal 7 April 2014 sampai dengan 15 April 2014.

Tabel 4.2 Jadwal Pembelajaran-Persegipanjang

HARI /TANGGAL JAM KE- MATERI

  Senin, 7 April 2014

  2 Unsur-unsur dan sifat-sifat persegipanjang Senin, 14 April 2014

  2 Keliling dan luas persegipanjang, latihan soal, dan diakhiri denga kuis

  Selasa, 15 April 2014 1-2 Tes hasil belajar persegipanjang, pengisian angket dan teknis kegiatan pembelajaran persegi

  1) Kegiatan Pembelajaran Matematika dengan Metode konvensional, satu jam pelajaran @40 menit (tanggal 7 April

  2014).

  Kegiatan pembelajaran matematika dengan metode pembelajaran konvensional yang dilaksanakan pada tanggal 7 April 2014 meliputi sesi tanya jawab, presentasi guru dan latihan soal. Pembelajaran berlangsung selama satu jam pelajaran (40 menit).

  Secara keseluruhan, tahapan pembelajaran dilakukan sebagai berikut :

Tabel 4.3 Kegiatan Pembelajaran Materi Persegipanjang Pokok Bahasan Unsur-

  unsur dan Sifat-Sifat Persegipanjang

Jenis Kegiatan Kegiatan Guru Kegiatan Siswa

Pendahuluan

  Guru menyampaikan salam Siswa mempersiapkan diri kepada siswa, berdoa dan untuk mengikuti pelajaran. mengabsen siswa.

  Guru mengawali dengan memberikan apersepsi. Siswa Siswa menyebutkan macam- diminta menyebutkan macam- macam bangun segi empat. macam bangun segi empat.

  Kegiatan Inti

  Guru memberikan penjelasan singkat mengenai materi yang Siswa mencari tahu benda- akan dipelajari. Guru meminta benda yang ada di dalam siswa mencari tahu benda-benda kehidupan sehari-hari yang yang ada di dalam kehidupan berbentuk persegipanjang. sehari-hari yang berbentuk Eksplorasi persegipanjang.

  Guru meminta siswa membaca Siswa membaca buku paket buku paket BSE (Buku Sekolah BSE (Buku Sekolah Elektronik) halaman 250-254 Elektronik) halaman 250-254 mengenai sifat-sifat dan keliling mengenai sifat-sifat dan persegipanjang. keliling persegipanjang. Guru memberikan pertanyaan

  Siswa menjawab pertanyaan kepada siswa berkaitan dengan yang diberikan oleh guru. materi yang dibaca siswa.

  Elaborasi

  Siswa memperhatikan Guru menerangkan kepada siswa penjelasan guru dilanjutkan serta diberikan latihan soal. dengan latihan soal.

  Guru bersama dengan siswa Guru bersama dengan siswa

  Konfirmasi

  membahas latihan soal. membahas latihan soal

  Penutup

  Di akhir pelajaran, siswa di beri pekerjaan rumah Uji

  

Jenis Kegiatan Kegiatan Guru Kegiatan Siswa

Pendahuluan

  Kompetensi 7 halaman 255.

  2) Pembelajaran Matematika dengan Metode Kegiatan konvensional, satu jam pelajaran @40 menit (tanggal 14 April 2014).

  Kegiatan pembelajaran matematika dengan metode pembelajaran konvensional yang dilaksanakan pada tanggal 14 April 2014 meliputi sesi penjelasan guru mengenai luas persegipanjang, pembahasan soal, siswa maju mengerjakan soal, dan di akhir pembelajaran siswa diberi kuis.

  Secara keseluruhan, tahapan pembelajaran dilakukan sebagai berikut:

Tabel 4.4 Kegiatan Pembelajaran Materi PersegipanjangPokok Bahasan Keliling

  dan Luas Persegipanjang Jenis Kegiatan Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Pendahuluan

  Guru menyampaikan salam kepada siswa, berdoa dan mengabsen siswa.

  Siswa mempersiapkan diri Guru menyampaikan tujuan untuk mengikuti pelajaran. pembelajaran yaitu agar siswa dapat menemukan keliling dan luas persegipanjang

  Kegiatan Inti

  Guru dan siswa bersama-sama Siswa yang ditunjuk membahas pekerjaan rumah yang maju menuliskan hasil

  Eksplorasi diberikan pada pertemuan pekerjaan rumah serta

  sebelumnya. menjelaskannya, siswa lain menanggapi. Guru menjelaskan kepada siswa Siswa mendengarkan

  Elaborasi mengenai luas bangun datar penjelasan guru

  Jenis Kegiatan Kegiatan Guru Kegiatan Siswa

  mencatat hal-hal penting yang dijelaskan oleh guru. Guru memberikan latihan soal mengenai keliling dan luas persegipanjang.

  Secara individu siswa mengerjakan latihan soal yang diberikan.

  Guru meminta siswa maju mengerjakan latihan soal.

  Siswa yang telah ditunjuk maju untuk mengerjakan latihan soal, siswa lain menanggapi.

  Konfirmasi

  Guru bersama dengan siswa membahas latihan soal. Guru mengajak siswa menyimpulkan point-point penting yang telah dipelajari.

  Siswa menyimpulkan point-point penting yang telah dipelajari.

  Penutup

  Guru memberikan kuis kepada siswa berkaitan dengan materi luas persegipanjang yang telah dipelajari.

  Secara individu siswa mengerjakan soal kuis yang diberikan.

  3) Tes hasil belajar materi persegipanjang dengan sub materi unsur- unsur, sifat-sifat, keliling serta luas bangun datar persegipanjang dan dilanjutkan dengan pengisian angket motivasi, dua jam pelajaran @40 menit. ( tanggal 15 April 2014) b. Kegiatan Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Pendekatan Ilmiah

  Penelitian terkait motivasi dan hasil belajar siswa dalam belajar matematika yang kegiatannya menggunakan Pendekatan Ilmiah dilaksanakan pada tanggal 19 April 2014 sampai dengan 22 April 2014.

Tabel 4.5 Jadwal Pembelajaran-Persegi

HARI /TANGGAL JAM KE- MATERI

  Unsur-unsur dan sifat-sifat Sabtu, 19 April 2014 5-6 persegi, keliling dan luas persegi, presentasi Senin, 21 April 2014

  2 Tes hasil belajar persegi Pengisian angket motivasi dengan metode Pendekatan

  Selasa, 22 April 2014

  1 Ilmiah

  1) Kegiatan Pembelajaran Matematika dengan Pedekatan Ilmiah, dua jam pelajaran @40 menit. ( tanggal 19 April 2014) Kegiatan pembelajaran matematika dengan pendekatan ilmiah yang dilaksanakan pada tanggal 19 April 2014 meliputi sesi diskusi kelompok dilanjutkan dengan presentasi kelompok.

  Kelompok dibagi menjadi 5 kelompok. Tiga kelompok beranggotakan 5 siswa dan dua kelompok beranggotakan 6 siswa. Pembagian anggota kelompok ditentukan oleh guru pengampu matematika dan dilakukan secara acak. Masing- masing siswa di dalam kelompok diberikan 2 LKS. Secara keseluruhan, tahapan pembelajaran dilakukan sebagai berikut :

Tabel 4.6 Kegiatan Pembelajaran Materi Persegi Pokok Bahasan Unsur-Unsur, Sifat-

  Sifat, Keliling dan Luas Persegi Jenis

  Kegiatan Siswa Kegiatan Guru Kegiatan Pendahuluan

  Guru menyampaikan salam kepada siswa. Guru mengabsen siswa.

  Siswa mempersiapkan diri untuk Guru menyampaikan tujuan mengikuti pelajaran. pembelajaran yaitu agar siswa dapat menemukan unsur-unsur, sifat-sifat, dan deskripsi dari persegi. Guru membagi siswa ke dalam kelompok secara acak. Guru pengampu menjelaskan kepada siswa kegiatan yang akan dilaksanakan pada pembelajaran kali ini. Guru pengampu membagikan dua Siswa berkumpul dengan LKS kepada masing masing siswa kelompok yang sudah ditentukan dalam kelompok. LKS pertama oleh guru pengampu. mengenai bagaimana siswa secara mandiri menemukan unsur-unsur dan sifat-sifat bangun datar persegi. LKS yang kedua mengenai menemukan rumus keliling dan luas bangun datar persegi

  Kegiatan Inti

  Guru memfasilitasi siswa dengan Siswa membaca petunjuk yang memberikan busur serta penggaris ada pada LKS. Siswa mengamati Mengamati kepada masing-masing kelompok. gambar bangun datar persegi yang ada pada LKS.

  Masing-masing siswa dalam Guru membimbing siswa dalam kelompok saling berdiskusi kelompok untuk saling mengajukan dengan mengajukan pertanyaan- pertanyaan tentang apa yang telah pertanyaan. siswa amati dari LKS pertama Setiap kelompok mengumpulkan

  Menanya mengenai unsur maupun sifat-sifat informasi apa saja yang telah persegi dilanjutkan dengan LKS diperoleh baik dari pengamatan kedua mengenai keliling dan luas maupun pertanyaan-petanyaan persegi. yang telah didiskusikan.

  Jenis Kegiatan Kegiatan Guru Kegiatan Siswa

  Mencoba Mendampingi siswa dalam melakukan kegiatan mencoba menemukan unsur-unsur, sifat-sifat dan definisi bangun datar persegi sesuai dengan perintah yang ada di LKS pertama serta rumus keliling dan luas persegi yang ada di LKS kedua.

  Siswa dalam kelompok mencoba menemukan unsur-unsur, sifat- sifat dan definisi bangun datar persegi sesuai dengan perintah yang ada di LKS pertama dan kedua kemudian mengisikan apa yang di peroleh ke lembar jawab LKS.

  Menalar Guru membimbing setiap kelompok untuk menganalisis dan mengambil kesimpulan dari

  2 LKS yang diberikan mengenai unsur-unsur, sifat-sifat, definisi serta keliling dan luas bangun datar persegi.

  Siswa dalam kelompok secara bersama-sama menganalisis dan mengambil kesimpulan dari kedua LKS tersebut.

  Mengkomunik asikan Guru meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok, kelompok lain menanggapi.

  Pada LKS pertama, hanya 2 dari total 5 kelompok yang mempresentasikan hasil diskusinya. Pada LKS kedua, hanya 1 kelompok yang mempresentasikan hasil diskusinya.

  Penutup

  Guru bersama siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan Guru memberikan motivasi kepada siswa untuk terus belajar dirumah.

  Bersama dengan guru pengampu menyimpulkan apa yang telah dipelajari.

  2) Tes hasil belajar materi persegi dengan sub materi unsur-unsur, sifat-sifat, keliling serta luas bangun datar persegi, satu jam

pelajaran @40 menit. ( tanggal 21 April 2014)

  3) Pengisisan angket motivasi belajar dengan Pendekatan Ilmiah, satu jam pelajaran @40 menit (tanggal 22 April 2014).

B. Tabulasi Data 1. Data Hasil Pengisian Angket

  Pengisian angket/kuesioner masing-masing metode dilakukan setelah tes hasil belajar pada masing-masing sub bab. Pengisian angket yang kegiatan pembelajarannya menggunakan metode pembelajaran konvensional dilaksanakan pada tanggal 15 April 2014, sedangkan pengisian angket yang kegiatan pembelajarannya menggunakan pendekatan ilmiah dilaksanakan pada tanggal 22 April 2014.

  Pada pengisian angket untuk metode konvensional, jumlah peserta yang mengikuti pengisian angket adalah 27 siswa dari total siswa kelas VII- H sebanyak 27 siswa. Pada pengisian angket untuk pendekatan ilmiah, jumlah peserta yang mengikuti pengisian angket adalah 27 siswa dari total siswa kelas VII-H sebanyak 27 siswa.

  Berikut merupakan tabulasi angket motivasi untuk metode konvensional dan pendekatan ilmiah:

Tabel 4.7 Tabulasi Pengisian Angket Motivasi Siswa Menggunakan Metode Konvensional

  12 S STS STS S SS S STS STS SS STS TS S TS S TS STS S TS S SS

  4 SS TS STS S S S STS STS SS TS TS S STS S TS STS S TS STS STS

  5 S TS TS S S TS TS TS S TS TS TS TS S S TS TS STS SS SS

  6 S TS TS S SS S TS TS S S S SS TS SS TS TS S TS S S

  7 S TS TS S S S TS STS S TS TS S STS S STS STS S TS S S

  8 SS TS TS SS TS S TS STS SS TS TS S STS TS S STS S TS S SS

  9 S S TS S S S TS TS SS TS TS S S S TS STS SS TS S SS

  10 S TS S S S S TS TS S S S TS S SS S TS S S TS TS

  11 SS STS TS SS S S STS STS SS STS TS S STS S STS STS SS TS S SS

  13 S TS TS SS S S S TS S TS TS S TS S TS TS S S S SS

  2 TS S TS SS TS S TS STS S TS STS SS STS S STS STS TS STS S S

  14 S TS TS S S S TS STS S TS S TS STS S TS STS TS TS S SS

  15 SS STS STS SS S S STS STS SS STS TS SS TS SS STS STS S S S S

  16 S TS TS S TS S TS TS S TS TS S TS S TS TS TS STS S S

  17 S TS TS S S S TS TS S TS TS S TS S S TS S S S S

  18 S STS TS S S S TS STS S STS STS S STS S STS STS S STS SS SS

  19 S TS TS S S S TS TS S TS TS S TS S S TS S TS S S

  20 S TS TS TS S TS TS TS TS STS STS TS TS STS TS TS TS TS S SS

  21 S TS TS TS S S TS TS S TS TS TS STS S STS TS TS TS S SS

  22 S TS TS S S S TS TS S TS TS S TS S S TS S S S S

  3 S STS TS S S S STS STS S STS STS S STS S STS STS S STS SS SS

  1 S STS STS SS S S TS STS SS STS TS S TS SS TS STS S TS SS SS

  Siswa ke-

  9

  Nomor Pernyataan

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

  

10

  20

  11

  12

  13

  14

  15

  16

  17

  18

  19

  23 SS STS STS S SS SS STS STS SS STS STS S TS S TS STS SS STS S SS

  24 S TS TS S S S TS TS S S TS S TS TS TS TS S TS S S

  25 SS TS TS TS S S STS STS S S TS TS STS TS STS TS TS STS SS SS

  26 S S TS S S S TS STS S TS TS S TS S TS TS TS TS S S

  27 S S TS SS TS S TS STS TS S TS TS STS S SS TS STS S S SS

Tabel 4.8 Tabulasi Pengisian Angket Motivasi Siswa Menggunakan Pendekatan Ilmiah

  Nomor Pernyataan Siswa ke-

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

  9

  10

  11

  12

  13

  14

  15

  16

  17

  18

  19

  20

  1 SS SS STS S S S TS STS S STS TS STS TS SS STS STS SS TS S SS

  2 S S S TS S S S S S S STS S TS S STS TS S S SS S

  3 SS STS STS SS SS SS STS STS SS STS STS S STS S STS TS S STS SS SS

  4 SS TS STS S S S TS STS SS TS TS S STS SS TS STS S TS S S

  5 S TS STS TS S TS TS TS S STS TS TS TS S TS TS TS TS S SS

  6 SS S TS S S S S TS S S TS S TS S TS S S TS S S

  7 S TS TS S S S TS TS S S S S TS S TS TS S TS S S

  8 S STS TS S SS TS STS TS S S STS S TS TS TS TS TS TS S SS

  9 SS TS TS S SS S TS TS S TS TS S TS S TS TS S TS S S

  10 S TS TS S S S TS TS TS TS TS S TS TS TS S S TS S S

  11 SS STS TS SS SS SS STS STS SS STS TS SS TS SS STS STS SS STS S SS

  12 SS STS STS S SS S TS STS SS TS TS S TS S TS TS S TS S S

  13 S TS TS S S S STS TS S S TS S STS S STS TS S SS SS SS

  14 S TS TS TS S S TS TS S TS TS TS TS TS S STS TS TS S S

  15 S STS STS S S S STS STS S STS TS S STS S STS STS S STS S S

  16 S TS TS S S S S TS S TS TS S TS S TS TS TS TS S S

  17 S TS TS S S S TS TS S TS TS S TS S TS TS S TS S S

  18 SS STS STS SS SS SS STS STS SS STS STS S TS S TS STS SS STS SS SS

  19 S STS TS TS S S TS STS S TS TS S TS S TS TS S TS S S

  20 S TS TS TS S S TS TS S TS TS S TS S TS TS TS TS SS SS

  21 S TS TS TS S S TS STS S TS STS TS STS SS STS TS TS TS SS SS

  22 S TS TS S S S TS TS S TS TS S TS S TS TS S TS S S

  23 S STS STS S S S STS STS SS STS TS S STS S STS STS S TS S SS

  24 S TS TS S TS S TS TS S TS TS S TS TS TS STS S TS S S

  25 S STS TS S TS S TS STS S TS STS S STS SS STS STS TS STS SS SS

  26 S STS TS S S S TS STS S S TS S STS S TS STS TS TS S S

  27 S TS TS S TS STS TS STS SS S TS TS TS TS TS TS TS STS S SS

2. Tabulasi Hasil Belajar Siswa

  19

  9

  10

  5

  10

  42

  84 Tuntas

  18

  2

  5 10 9,5

  10 10 46,5

  93 Tuntas

  5

  5

  2

  9

  4

  5

  9

  34

  68 Belum Tuntas

  20 4 3,5

  9

  9

  9 10 44,5

  89 Tuntas

  3

  17

  5

  9

  2

  4

  8

  9

  9

  7

  39

  78 Tuntas

  15

  5

  2

  9

  82 Tuntas

  7

  9

  41

  82 Tuntas

  16

  5

  2

  9

  6

  9

  10

  41

  21

  2

  42 Belum Tuntas

  9

  5

  9

  9

  9

  9

  44

  88 Tuntas

  26

  2

  3

  9

  10

  25

  10

  43

  86 Tuntas

  27

  1

  4

  9

  6

  10

  10

  40

  80 Tuntas Jumlah Skor 85 92,5 242 206 214 253 1092,5

  3

  78 Tuntas

  10

  42

  10

  9

  9

  45

  90 Tuntas

  22

  5

  4

  9

  9

  5

  10

  84 Tuntas

  39

  23 5 4,5

  10

  10

  10 10 49,5

  99 Tuntas

  24

  3

  3

  9

  5

  10

  9

  14

  Berikut merupakan tabulasi penskoran dan penilaian untuk tes hasil belajar siswa materi persegipanjang dan persegi :

Tabel 4.9 Hasil Belajar Siswa Materi Persegipanjang

  4

  3

  3

  5

  10

  10

  10

  10

  48

  96 Tuntas

  4

  4

  10

  41

  10

  10

  10

  48

  96 Tuntas

  5 3 2,5

  9

  8

  7 8 37,5

  75 Tuntas

  6

  3

  82 Tuntas

  9

  10

  10

  Nomor soal

  1

  2

  3

  4

  5

  6 Skor Total Nilai Keterangan Skor per soal

  5

  5

  10

  10

  10 50 100

  9

  No

  1 2,5

  4

  10

  6

  10 10 42,5

  85 Tuntas

  2

  2

  4

  8

  9

  2

  2

  8

  3

  6

  10

  10

  40

  80 Tuntas

  11

  5

  5 10 9,5

  3 10 42,5

  85 Tuntas

  12

  4

  4

  10

  10

  10

  10

  47

  94 Tuntas

  13

  1

  4

  2

  3

  3

  9

  1

  2

  2

  10

  29

  58 Belum Tuntas

  7

  3

  2

  9

  9

  6

  9

  38

  76 Tuntas 8 1,5

  9

  10

  5

  9 9 35,5

  71 Belum Tuntas

  9

  1

  3

  8

  4

  8

  8

  32

  64 Belum Tuntas

  21 Jumlah Skor Maks 135 135 270 270 270 270 1350

Tabel 4.10 Hasil BelajarSiswa Materi Persegi

  5

  10

  10

  10 50 100 Tuntas

  19 3 3,5

  9

  10

  9 3 37,5

  75 Tuntas

  20

  3

  9

  5

  8

  10

  9

  44

  88 Tuntas

  21

  3

  4

  10

  8

  9

  10

  5

  41

  9

  7

  36

  72 Belum Tuntas 14 3,5

  3

  9

  3

  8 7 33,5

  67 Belum Tuntas

  15 5 4,5 9,5

  7

  9

  44

  18

  88 Tuntas

  16 5 4,5

  9

  6

  9 8 41,5

  83 Tuntas

  17 4 4,5

  9

  5

  10 3 35,5

  71 Belum Tuntas

  7

  82 Tuntas

  5

  5

  4

  9

  8

  9

  10

  45

  90 Tuntas

  26

  3

  4

  9

  9

  25

  7

  37

  74 Belum Tuntas

  27

  3

  4

  9

  5

  9

  10

  40

  5

  74 Belum Tuntas

  22

  9

  4

  3

  9

  5

  10

  10

  41

  82 Tuntas

  23

  5

  5

  5

  37

  10

  10

  44

  88 Tuntas

  24

  3

  4

  9

  9

  9

  3

  8

  9

  Nomor soal

  10

  5

  5

  10

  6

  10

  10

  46

  92 Tuntas

  4

  3

  5

  10

  75 Tuntas

  10

  10

  48

  96 Tuntas

  5

  3

  5

  9

  1

  2

  8

  3

  9 7 37,5

  56 Belum Tuntas

  10 50 100

  1

  2

  3

  4

  5

  6 Skor Total Nilai Keterangan Skor per soal

  5

  5

  10

  10

  10

  No

  5

  1

  5

  5

  10

  8

  10

  10

  48

  96 Tuntas

  2 3 4,5

  9

  28

  6

  4

  10

  3

  5

  9

  5

  10

  10

  42

  84 Tuntas

  11

  3

  5

  7

  77 Tuntas

  9

  9

  43

  86 Tuntas

  12 5 4,5

  10

  8

  10 10 47,5

  95 Tuntas

  13

  3

  10

  9 7 38,5

  3

  5

  4

  8

  5

  9

  2

  31

  62 Belum Tuntas

  7

  3

  4

  9

  9

  5

  9

  39

  78 Tuntas 8 4,5 4,5

  9

  4

  9

  7

  38

  76 Tuntas 9 4,5

  4

  9

  80 Tuntas Jumlah Skor 102,5 117,5 249,5 168 244 212 1093,5 Jumlah Skor Maks 135 135 270 270 270 270 1350

C. Hasil Analisis Data 1. Data Motivasi Siswa

  Data hasil pengisian angket motivasi dimana analisisnya mengacu pada tabel 3.12 untuk penskoran, tabel 3.13a untuk analisis menggunakan metode konvensional, tabel 3.14a untuk analisis menggunakan metode Pendekatan Ilmiah, dan tabel 3.15a untuk kesimpulan analisis angket untuk metode konvensional dan metode Pendekatan Ilmiah.

  a.

  Analisis Motivasi dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Metode Konvensional

1) Indikator : Tingkat perhatian siswa terhadap pembelajaran.

  NO SISWA HASIL ANGKET SKOR TOTAL Pernyataan Positif SKOR Pernyataan Negatif SKOR

  1. S1 S S S SS SS

  3

  3

  3

  Tabel 4.11a Analisis Motivasi dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Metode Konvensional Aspek A1

  4 STS STS TS STS STS

  4

  4

  3

  4

  4

  39

  Hasil analisis butir pernyataan positif untuk nomor pernyataan 1, 5, 6, 9, 14, 17, sedangkan butir pernyataan negatif untuk nomor pernyataan 2, 3, 7, 8, dan 16 akan di sajikan pada tabel 4.11a berikut:

  4

  NO SISWA HASIL ANGKET SKOR TOTAL Pernyataan Positif SKOR Pernyataan Negatif SKOR

  3

  3

  3

  3 TS TS TS STS STS

  3

  3

  3

  3

  3

  7. S7 S S S S S S

  35

  3

  4

  3

  3

  3

  3 TS TS TS TS TS

  4

  3

  3

  4

  3

  6. S6 S SS S S SS S

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  4 S TS TS TS

  3

  3

  3

  9. S9 S S S SS

  35

  4

  35

  3

  3

  3

  3 TS TS TS STS STS

  2

  4

  3

  2

  4

  8. S8 SS TS S SS TS S

  31

  3

  S

  4

  4

  3 STS TS STS STS STS

  3

  3

  3

  3

  3

  3. S3 S S S S S S

  31

  4

  3

  4

  3

  2

  2 S TS TS STS STS

  3

  3

  3

  2

  2

  2. S2 TS TS S S S TS

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  2 TS TS TS TS TS

  3

  3

  2

  3

  3

  5. S5 S S TS S S TS

  39

  4

  4

  4

  4

  3

  3 TS STS STS STS STS

  3

  4

  3

  3

  4

  4. S4 SS S S SS S S

  37

  35

  NO SISWA HASIL ANGKET SKOR TOTAL Pernyataan Positif SKOR Pernyataan Negatif SKOR

  3

  3 STS STS STS STS STS

  4

  4

  3

  3

  4

  15. S15 SS S S SS SS S

  34

  4

  4

  3

  4

  3

  2 TS TS TS STS STS

  3

  3

  3

  3

  3

  14. S14 S S S S S TS

  32

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3 TS TS TS

  3

  3

  17. S17 S S S

  31

  3

  3

  3

  4

  3

  2 TS TS TS TS TS

  3

  3

  3

  2

  3

  16. S16 S TS S S S TS

  41

  4

  3

  3

  S SS

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  11. S11 SS S S SS S SS

  33

  3

  3

  3

  3

  4

  3 TS S TS TS TS

  4

  3

  3

  3

  3

  10. S10 S S S S SS S

  4

  4 STS

  3

  4 STS TS STS STS STS

  3

  3

  4

  3 TS TS S TS TS

  3

  3

  3

  3

  3

  13. S13 S S S S S S

  40

  4

  4

  4

  4

  4

  3 STS STS STS STS STS

  3

  4

  3

  4

  3

  12. S12 S SS S SS S S

  40

  4

  4

  33

  NO SISWA HASIL ANGKET SKOR TOTAL Pernyataan Positif SKOR Pernyataan Negatif SKOR

  3

  4

  4

  4

  4

  23. S23 SS SS SS SS S SS

  33

  3

  3

  3

  3

  3 TS TS TS TS TS

  4 STS STS STS STS STS

  3

  3

  3

  3

  3

  22. S22 S S S S S S

  32

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3 TS TS

  4

  25. S25 SS S

  32

  3

  3

  3

  3

  3 TS TS TS TS TS

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  24. S24 S S S S TS S

  43

  4

  4

  4

  3

  2 TS TS TS TS TS

  S S S

  3 STS TS TS STS STS

  3

  3

  3

  19. S19 S S S S S S

  36

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  18. S18 S S S S S S

  3

  3

  3 TS TS

  3

  3

  3

  3 TS TS TS TS TS

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  21. S21 S S S S S TS

  28

  3

  3

  3

  3

  2 TS TS TS TS TS

  3

  1

  2

  2

  3

  3

  20. S20 S S TS TS STS TS

  33

  3

  3

  3

  3

  34

  NO SISWA HASIL ANGKET SKOR TOTAL Pernyataan Positif SKOR Pernyataan Negatif SKOR

  15

  Tabel 4.11b Analisis Motivasi dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Metode Konvensional Aspek A2

  NO SISWA HASIL ANGKET SKOR TOTAL Pernyataan Positif SKOR Pernyataan Negatif SKOR

  1. S1 SS S

  4

  3 STS TS

  4

  3

  14

  2. S2 SS SS

  4

  4 TS STS

  3

  4

  3. S3 S S

  29

  3

  3 STS STS

  4

  4

  14

  4. S4 S S

  3

  3 TS TS

  3

  3

  12

  5. S5 S

  3 TS

  3

  2) Indikator : Tingkat relevansi pembelajaran dengan kebutuhan siswa. Hasil analisis butir pernyataan positif untuk nomor pernyataan 4, 12, sedangkan butir pernyataan negatif untuk nomor pernyataan 10, dan 11 akan disajikan pada tabel 4.11b berikut :

  3

  S S TS TS

  2

  3

  3

  2

  2 STS STS TS

  4

  4

  3

  26. S26 S S S S S TS

  3

  3

  3

  3

  3

  2 S TS TS STS TS

  3

  4

  3

  4

  3

  32

  27. S27 S TS S TS S STS

  3

  2

  3

  2

  2

  1 S TS TS STS TS

  2

  3

  3

  11

  NO SISWA HASIL ANGKET SKOR TOTAL Pernyataan Positif SKOR Pernyataan Negatif SKOR

  12

  22. S22 S S

  10

  3

  3

  2 TS TS

  2

  21. S21 TS TS

  12

  4

  4

  2 STS STS

  2

  20. S20 TS TS

  3

  3 TS TS

  3

  3 TS TS

  3

  19. S19 S S

  14

  4

  4

  3 STS STS

  3

  18. S18 S S

  12

  3

  3

  3 TS TS

  3

  3

  17. S17 S S

  2 S TS

  3

  2

  2 S TS

  4

  27. S27 SS TS

  12

  3

  3

  3 TS TS

  3

  26. S26 S S

  9

  3

  2

  2

  3

  25. S25 TS TS

  11

  3

  2

  3 S TS

  3

  24. S24 S S

  14

  4

  4

  3 STS STS

  3

  23. S23 S S

  12

  3

  12

  6. S6 S SS

  3

  9

  2

  2

  2 S S

  3

  10. S10 S TS

  12

  3

  3

  3 TS TS

  3

  9. S9 S S

  13

  3

  4

  3 TS TS

  4

  8. S8 SS S

  12

  3

  3

  3 TS TS

  3

  7. S7 S S

  11

  2

  2

  4 S S

  3

  11. S11 SS S

  3 STS TS

  3

  3

  3

  3 TS TS

  3

  16. S16 S S

  15

  3

  4

  4 STS TS

  4

  15. S15 SS SS

  10

  2

  3

  2 TS S

  14. S14 S TS

  4

  13

  3

  3

  3 TS TS

  4

  13. S13 SS S

  13

  3

  4

  3 STS TS

  3

  12. S12 S S

  14

  3

  11 Keterangan : A2 adalah aspek relevansi pembelajaran dengan kebutuhan siswa

  3) Indikator : Tingkat kepercayaan diri siswa terhadap

kemampuannya mengerjakan tugas-tugas pembelajaran.

Hasil analisis butir pernyataan positif untuk nomor pernyataan 19, sedangkan butir pernyataan negatif untuk nomor pernyataan 13, dan 15 akan disajikan pada tabel 4.11c berikut :

  Tabel 4.11c Analisis Motivasi dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Metode Konvensional Aspek A3

  NO SISWA HASIL ANGKET SKOR Pernyataan Pernyataan TOTAL SKOR SKOR Positif Negatif

  TS

  3

  1. S1 SS

  4

  10 TS

  3 STS

  4

  2. S2 S

  3

  11 STS

  4 STS

  4

  3. S3 SS

  4

  12 STS

  4 STS

  4

  4. S4 STS

  1

  8 TS

  3 TS

  3

  5. S5 SS

  4

  9 S

  2 TS

  3

  6. S6 S

  3

  9 TS

  3 STS

  4

  7. S7 S

  3

  11 STS

  4 STS

  4

  8. S8 S

  3

  9 S

  2 S

  2

  9. S9 S

  3

  8 TS

  3 S

  2

  10. S10 TS

  2

  6 S

  2 STS

  4

  11. S11 S

  3

  11 STS

  4 TS

  3

  12. S12 S

  3

  9 TS

  3 TS

  3

  13. S13 S

  3

  9 TS

  3 STS

  4

  14. S14 S

  3

  10 TS

  3 TS

  3

  15. S15 S

  3

  10 STS

  4 TS

  3

  16. S16 S

  3

  9 TS

  3

  NO SISWA HASIL ANGKET SKOR Pernyataan Pernyataan TOTAL SKOR SKOR Positif Negatif

  TS

  3

  17. S17 S

  3

  8 S

  2 STS

  4

  18. S18 SS

  4

  12 STS

  4 TS

  3

  19. S19 S

  3

  8 S

  2 TS

  3

  20. S20 S

  3

  9 TS

  3 STS

  4

  21. S21 S

  3

  11 STS

  4 TS

  3

  22. S22 S

  3

  8 S

  2 TS

  3

  23. S23 S

  3

  9 TS

  3 TS

  3

  24. S24 S

  3

  9 TS

  3 STS

  4

  25. S25 SS

  4

  12 STS

  4 TS

  3

  26. S26 S

  3

  9 TS

  3 STS

  4

  27. S27 S

  3

  8 SS

  1 Keterangan : A3 adalah aspek tingkat kepercayaan diri siswa terhadap kemampuannya mengerjakan tugas-tugas pembelajaran

  4) Indikator : Tingkat kepuasan siswa terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Hasil analisis butir pernyataan positif untuk nomor pernyataan 20, sedangkan butir pernyataan negatif untuk nomor pernyataan 18, akan disajikan pada tabel 4.11d berikut :

  Tabel 4.11d Analisis Motivasi dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Metode Konvensional Aspek A4

  NO SISWA HASIL ANGKET SKOR Pernyataan Pernyataan TOTAL SKOR SKOR Positif Negatif

  1. SS

  4 TS

  3

  7 S1

  2. S

  3 STS

  4

  7 S2

  3. SS

  4 STS

  4

  8 S3

  NO SISWA HASIL ANGKET SKOR TOTAL Pernyataan Positif SKOR Pernyataan Negatif SKOR 4.

  4 TS

  3 S

  7 22. S22 S

  3

  4 TS

  7 21. S21 SS

  3

  6 20. S20 SS

  5 23. S23 SS

  3

  3 TS

  8 19. S19 S

  4

  4 STS

  5 18. S18 SS

  2

  2

  4 STS

  7 17. S17 S

  3

  Hasil analisis butir pernyataan positif untuk nomor pernyataan 1, 5, 6, 9, 14, 17, sedangkan butir pernyataan negatif untuk nomor

  Analisis Motivasi dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Metode Pendekatan Ilmiah

  b.

  6 Keterangan : A4 adalah aspek kepuasan siswa terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan

  2

  4 S

  6 27. S27 SS

  3 TS

  4

  8 26. S26 S

  4

  4 STS

  6 25. S25 SS

  3

  3 TS

  8 24. S24 S

  3 S

  4

  S4 STS

  6 7. S7 S

  4 TS

  7 9. S9 SS

  3

  4 TS

  6 8. S8 SS

  3

  3 TS

  3

  7 10. S10 TS

  3 TS

  8 6. S6 S

  4

  4 STS

  4 5. S5 SS

  3

  1 TS

  3

  2 S

  3 STS

  2

  5 16. S16 S

  2

  3 S

  7 15. S15 S

  3

  4 TS

  6 14. S14 SS

  4 S

  2

  7 13. S13 SS

  3

  4 TS

  7 12. S12 SS

  3

  4 TS

  4 11. S11 SS

1) Indikator : Tingkat perhatian siswa terhadap pembelajaran.

  pernyataan 2, 3, 7, 8, dan 16 akan di sajikan pada tabel 4.12a berikut : Tabel 4.12a Analisis Motivasi dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan

  3

  3

  S S TS S S TS

  5. S5

  39

  4

  4

  3

  4

  STS TS STS STS

  2

  3 TS

  4

  4

  3

  3

  4

  SS S S SS SS S

  4. S4

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  TS S TS

  3 S

  3

  3

  SS S S S

  3

  6. S6

  32

  3

  3

  3

  4

  3

  STS TS TS TS

  2 TS

  41

  4

  Pendekatan Ilmiah Aspek A1 NO SISWA HASIL ANGKET SKOR TOTAL Pernyataan Positif SKOR Pernyataan Negatif SKOR

  1

  3

  S S S S S S

  2. S2

  37

  4

  4

  3

  4

  STS TS STS STS

  3

  4 SS

  4

  3

  3

  3

  4

  SS S S S SS SS

  1. S1

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  STS STS STS TS

  3 STS

  3

  4

  4

  4

  SS SS SS SS S S

  3

  3. S3

  29

  3

  2

  2

  2

  2

  S S S TS

  3 S

  31

  NO SISWA HASIL ANGKET SKOR TOTAL Pernyataan Positif SKOR Pernyataan Negatif SKOR S S

  4

  4

  3

  4

  TS STS STS STS

  4 STS

  4

  4

  4

  4

  SS SS SS SS SS SS

  4

  11. S11

  30

  2

  3

  3

  3

  3

  TS TS TS S

  3 TS

  2

  4

  43

  3

  4

  3

  3

  TS

  3 TS

  3

  S S

  13. S13

  39

  3

  3

  12. S12

  4

  4

  STS TS STS TS

  3 STS

  3

  4

  3

  4

  4

  SS SS S SS S S

  2

  3

  3 S

  3

  3

  2

  4

  3

  S SS TS S TS TS

  8. S8

  33

  3

  3

  3

  2 STS

  3

  TS TS TS TS

  3 TS

  3

  3

  3

  3

  3

  S S S S S S

  7. S7

  2

  TS STS TS TS

  3

  3

  S S S TS TS S

  10. S10

  35

  3

  3

  3

  3

  3

  TS TS TS TS

  3 TS

  3

  4

  3

  4

  4

  SS SS S S S S

  9. S9

  33

  3

  3

  4

  3

  34

  NO SISWA HASIL ANGKET SKOR TOTAL Pernyataan Positif SKOR Pernyataan Negatif SKOR S S S

  3

  4 STS

  3

  4

  4

  4

  4

  SS SS SS SS S SS

  18. S18

  33

  3

  4

  3

  3

  3

  TS TS TS TS

  3 TS

  3

  3

  3

  3

  3

  STS STS STS STS

  4

  17. S17

  TS TS STS TS

  3

  3 TS

  S

  20. S20

  35

  3

  4

  3

  3

  4

  3 STS

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  S S S S S S

  19. S19

  43

  4

  4

  S S S S S S

  31

  3

  2

  S S S S S S

  15. S15

  32

  4

  3

  3

  3

  3

  TS TS TS STS

  2 TS

  3

  3

  3

  3

  3

  S S S S TS TS

  14. S14

  3

  3

  TS

  3 TS

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  TS S TS TS

  2 TS

  3

  3

  3

  3

  S S S S S TS

  3

  16. S16

  38

  4

  4

  4

  4

  4

  STS STS STS STS

  3 STS

  3

  32

  NO SISWA HASIL ANGKET SKOR TOTAL Pernyataan Positif SKOR Pernyataan Negatif SKOR S S S TS

  3

  2

  3

  S TS S S SS TS

  25. S25

  32

  4

  3

  3

  3

  TS TS TS STS

  3

  3 TS

  2

  3

  3

  2

  3

  S TS S S TS S

  24. S24

  39

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  TS TS STS STS

  2 STS

  3

  3

  3

  2 STS

  3

  S S S S S TS

  26. S26

  35

  4

  4

  3

  3

  4

  TS TS STS STS

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  TS TS STS TS

  2 TS

  4

  3

  3

  22. S22

  3

  S S S S SS TS

  21. S21

  3

  3

  3

  TS TS

  2 TS

  3

  3

  34

  S S S S S S

  4

  33

  STS STS STS STS

  3 STS

  3

  4

  3

  3

  3

  S S S SS S S

  23. S23

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  TS TS TS TS

  3 TS

  3

  3

  3

  3

  35

  NO SISWA HASIL ANGKET SKOR TOTAL Pernyataan Positif SKOR Pernyataan Negatif SKOR

  TS TS

  11 6. S6 S S

  3

  4

  TS

  2 STS

  2

  5. S5

  3 S

  12

  3

  3

  TS

  3 TS

  3

  3

  TS

  4

  2

  4

  2

  3 S

  3

  10 8. S8 S S

  2

  S

  2

  3 S

  3

  S S

  7. S7

  11

  3

  15 4. S4 S S

  4

  27. S27

  TS TS STS TS

  30 Keterangan : A1 adalah aspek perhatian siswa terhadap pembelajaran 2) Indikator : Tingkat relevansi pembelajaran dengan kebutuhan siswa. Hasil analisis butir pernyataan positif untuk nomor pernyataan 4, 12, sedangkan butir pernyataan negatif untuk nomor pernyataan 10, dan 11 akan disajikan pada tabel 4.12b berikut :

  3

  4

  3

  3

  3

  2 TS

  NO SISWA HASIL ANGKET SKOR TOTAL Pernyataan Positif SKOR Pernyataan Negatif SKOR 1.

  2

  4

  1

  2

  3

  S TS STS SS TS TS

  Tabel 4.12b Analisis Motivasi dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan Ilmiah Aspek A2

  S1 S STS

  STS

  3 S

  3 STS

  4

  11 3. S3 SS S

  4

  2

  STS

  2

  3

  TS S

  2. S2

  11

  3

  4

  TS

  1 STS

  12

  NO SISWA HASIL ANGKET SKOR TOTAL Pernyataan Positif SKOR Pernyataan Negatif SKOR 9.

  TS TS

  3

  3

  TS

  3 TS

  3

  S S

  22. S22

  11

  4

  3

  STS

  2 TS

  2

  21. S21

  3

  11

  3

  3

  TS

  3 TS

  2

  11 20. S20 TS S

  3

  3

  TS

  3 TS

  2

  TS S

  19. S19

  12 23. S23 S S

  3 STS

  4

  3

  10 Keterangan : A2 adalah aspek relevansi pembelajaran dengan

  3

  2

  TS

  2 S

  3

  S TS

  27. S27

  11

  3

  2

  TS

  3 S

  13 26. S26 S S

  TS

  4

  3

  STS

  3 TS

  3

  12 25. S25 S S

  3

  3

  TS

  3 TS

  3

  13 24. S24 S S

  3

  4

  15

  4

  S9 S S

  4 STS

  TS

  3 S

  3

  12 13. S13 S S

  3

  3

  TS

  3 TS

  3

  15 12. S12 S S

  3

  4

  TS

  4

  3

  SS SS

  11. S11

  12

  3

  3

  TS

  3 TS

  3

  12 10. S10 S S

  3

  3

  TS

  3 TS

  3

  2

  11

  STS

  TS

  3 STS

  4

  12 18. S18 SS S

  3

  3

  TS

  3 TS

  3

  S S

  17. S17

  12

  3

  3

  3 TS

  14. S14

  3

  13 16. S16 S S

  3

  4

  TS

  3 STS

  3

  10 15. S15 S S

  3

  3

  TS

  2 TS

  2

  TS TS

  kebutuhan siswa

  3) Indikator : Tingkat kepercayaan diri siswa terhadap

kemampuannya mengerjakan tugas-tugas pembelajaran.

Hasil analisis butir pernyataan positif untuk nomor pernyataan 19, sedangkan butir pernyataan negatif untuk nomor pernyataan 13, dan 15 akan disajikan pada tabel 4.12c berikut :

  Tabel 4.12c Analisis Motivasi dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan Ilmiah Aspek A3

  NO SISWA HASIL ANGKET SKOR Pernyataan Pernyataan TOTAL SKOR SKOR Positif Negatif TS

  3 S

  10

  1. S1

  3 STS

  4 TS

  3 SS

  11 2.

  4 S2

  STS

  4 STS

  4 SS

  12 3.

  4 S3

  STS

  4 STS

  4 S

  10

  4. S4

  3 TS

  3 TS

  3 S

  9 5.

  3 S5

  TS

  3 TS

  3 S

  3 S6

  9 6.

  TS

  3 TS

  3 S

  9

  7. S7

  3 TS

  3 TS

  3 S

  9 8.

  3 S8

  TS

  3 TS

  3 S

  9

  9. S9

  3 TS

  3 TS

  3 S

  9 10.

  3 S10

  TS

  3 TS

  3 S

  10 11.

  3 S11

  STS

  4 TS

  3 S

  9

  12. S12

  3 TS

  3 STS

  4 SS

  12 13.

  4 S13

  STS

  4

  NO SISWA HASIL ANGKET SKOR Pernyataan Pernyataan TOTAL SKOR SKOR Positif Negatif TS

  3 S

  8 14.

  3 S14

  S

  2 STS

  4 S

  11 15.

  3 S15

  STS

  4 TS

  3 S

  9

  16. S16

  3 TS

  3 TS

  3 S

  9 17.

  3 S17

  TS

  3 TS

  3 SS

  10 18.

  4 S18

  TS

  3 TS

  3 S

  9

  19. S19

  3 TS

  3 TS

  3 SS

  10 20.

  4 S20

  TS

  3 STS

  4 SS

  4 S21

  12 21.

  STS

  4 TS

  3 S

  9

  22. S22

  3 TS

  3 STS

  4 S

  11 23.

  3 S23

  STS

  4 TS

  3 S

  9

  24. S24

  3 TS

  3 STS

  4 SS

  12 25.

  4 S25

  STS

  4 STS

  4 S

  10 26.

  3 S26

  TS

  3 TS

  3 S

  9

  27. S27

  3 TS

  3 Keterangan : A3 adalah aspek tingkat kepercayaan diri siswa terhadap

  kemampuannya mengerjakan tugas-tugas pembelajaran

  4) Indikator : Tingkat kepuasan siswa terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Hasil analisis butir pernyataan positif untuk nomor pernyataan 20, sedangkan butir pernyataan negatif untuk nomor pernyataan 18,

  Tabel 4.12d Analisis Motivasi dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan Ilmiah Aspek A4

  4

  7 21. S21 SS

  3

  4 TS

  6 20. S20 SS

  3

  3 TS

  8 19. S19 S

  4 STS

  3

  6 18. S18 SS

  3

  3 TS

  6 17. S17 S

  3

  3 TS

  7 16. S16 S

  4

  4 TS

  7 22. S22 S

  6 15. S15 S

  4

  pembelajaran yang telah dilaksanakan c.

  8 Keterangan : A4 adalah aspek kepuasan siswa terhadap proses

  4

  4 STS

  6 27. S27 SS

  3

  3 TS

  8 26. S26 S

  4 STS

  3 TS

  6 25. S25 SS

  3

  3 TS

  7 24. S24 S

  3

  4 TS

  6 23. S23 SS

  3

  3 STS

  3

  NO SISWA HASIL ANGKET SKOR TOTAL Pernyataan Positif SKOR Pernyataan Negatif SKOR 1.

  8 4. S4 S

  3

  3 TS

  7 6. S6 S

  3

  4 TS

  6 5. S5 SS

  3

  3 TS

  4

  3 TS

  4 STS

  5 3. S3 SS

  2

  3 S

  7 2. S2 S

  3

  4 TS

  S1 SS

  6 7. S7 S

  3

  3 TS

  4 STS

  5 14. S14 S

  1

  4 SS

  6 13. S13 SS

  3

  3 TS

  8 12. S12 S

  4

  6 11. S11 SS

  6 8. S8 SS

  3

  3 TS

  6 10. S10 S

  3

  3 TS

  7 9. S9 S

  3

  4 TS

  Kesimpulan Analisis Angket Motivasi untuk Metode Konvensional dan Metode Pendekatan Ilmiah

  Dari hasil pengumpulan data angket metode pembelajaran konvensional dan metode Pendekatan Ilmiah dapat dituliskan deskripsi jumlah siswa yang memiliki motivasi yang tergolong sangat tinggi, tinggi, rendah, dan sangat rendah untuk setiap indikator sesuai dengan tabel 3.12.

1) Indikator : Tingkat perhatian siswa terhadap pembelajaran.

  Karena jumlah siswa yang mengikuti pengisian angket adalah sebanyak 27 orang, maka jumlah maksimum jawaban adalah 297, diperoleh dari jumlah siswa dikalikan butir pernyataan yaitu 27 x 11.

  Tabel 4.13a Analisis Angket Motivasi Metode Konvensional dan Pendekatan Ilmiah Aspek A1

  METODE KONVENSIONAL SAINTIFIK NO KRITERIA NILAI Jumlah Jumlah

  Jumlah Jumlah Nilai Nilai

  1 Sangat tinggi

  4 72 288 80 320

  2 Tinggi 3 197 591 186 558

  3 Rendah

  2

  26

  52

  29

  58

  4 Sangat rendah

  1

  2

  2

  2

  2 Jumlah 297 933 297 938

  Rata-rata 3,14 3,16 Kriteria Motivasi Tinggi Rendah Standar Deviasi 0,336 0,348 2) Indikator : Tingkat relevansi pembelajaran dengan kebutuhan siswa. Karena jumlah siswa yang mengikuti pengisian angket adalah sebanyak 27 orang, maka jumlah maksimum jawaban adalah 108, di peroleh dari jumlah siswa dikalikan butir pernyataan yaitu 27 x 4.

  Tabel 4.13b Analisis Angket Motivasi Metode Konvensional dan Pendekatan Ilmiah Aspek A2

  3 46 138 56 168

  Jumlah Jumlah

  Nilai

  1 Sangat tinggi

  4

  24

  96

  24

  96

  2 Tinggi

  3 Rendah

  NO KRITERIA NILAI METODE KONVENSIONAL SAINTIFIK Jumlah

  2

  9

  18

  1

  2

  4 Sangat rendah

  1

  2

  2 Jumlah 81 254 81 266

  Jumlah Nilai

  Tabel 4.13c Analisis Angket Motivasi Metode Konvensional dan Pendekatan Ilmiah Aspek A3

  NO KRITERIA NILAI METODE KONVENSIONAL SAINTIFIK Jumlah

  2 Tinggi

  Jumlah Nilai

  Jumlah Jumlah

  Nilai

  1 Sangat tinggi

  4

  23

  92

  17

  68

  3 67 201 72 216

  Rata-rata 3,05 2,97 Kriteria Motivasi Rendah Rendah Standar Deviasi 0,403 0,342 3) Indikator : Tingkat kepercayaan diri siswa terhadap kemampuannya mengerjakan tugas-tugas pembelajaran. Karena jumlah siswa yang mengikuti pengisian angket adalah sebanyak 27 orang, maka jumlah maksimum jawaban adalah 81, diperoleh dari jumlah siswa dikalikan butir pernyataan yaitu 27 x 3.

  3 Rendah

  2

  18

  36

  18

  36

  4 Sangat rendah

  1

  1

  1 Jumlah 108 329 108 321

  Rata-rata 3,14 3,28 Kriteria Motivasi Tinggi Tinggi

  4) Indikator : Tingkat kepuasan siswa terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Karena jumlah siswa yang mengikuti pengisian angket adalah sebanyak 27 orang, maka jumlah maksimum jawaban adalah 54, di peroleh dari jumlah siswa dikalikan butir pernyataan yaitu 27 x 2.

  72 34 102

  1 Jumlah 54 175 54 177

  1

  1

  1

  1

  4 Sangat rendah

  2

  1

  14

  7

  2

  3 Rendah

  24

  Tabel 4.13d Analisis Angket Motivasi Metode Konvensional dan Pendekatan Ilmiah Aspek A4

  3

  2 Tinggi

  72

  18

  88

  22

  4

  1 Sangat tinggi

  Nilai

  Jumlah Jumlah

  Jumlah Nilai

  NO KRITERIA NILAI METODE KONVENSIONAL SAINTIFIK Jumlah

  Rata-rata 3,24 3,28 Kriteria Motivasi Tinggi Tinggi Standar Deviasi 0,567 0,437 2. Data Hasil Belajar Siswa Tes hasil belajar siswa dilaksanakan dua kali. Tes pertama adalah tes materi persegipanjang, sedangkan tes kedua adalah tes materi persegi, dengan nilai KKM adalah 75. Tes materi persegipanjang dilaksanakan pada tanggal 15 April 2014. Sedangkan tes materi persegi dilaksanakan pada tanggal 21 April 2014. Data hasil belajar siswa mengacu pada tabel 3.17 pada pelajaran matematika yang kegiatan pembelajarannya menggunakan metode konvensional dan metode Pendekatan Ilmiah akan disajikan dalam tabel berikut :

Tabel 4.14 Analisis Hasil Belajar Siswa Kelas VII-H

  93 Tuntas 100 Tuntas

  21 S21

  88 Tuntas

  89 Tuntas

  20 S20

  75 Tuntas

  68 Belum Tuntas

  19 S19

  18 S18

  82 Tuntas

  71 Belum Tuntas

  84 Tuntas

  17 S17

  83 Tuntas

  82 Tuntas

  16 S16

  88 Tuntas

  82 Tuntas

  90 Tuntas

  22 S22

  67 Belum Tuntas

  90 Tuntas

  RATA-RATA 80,93

  80 Tuntas

  80 Tuntas

  27 S27

  74 Belum Tuntas

  86 Tuntas

  26 S26

  88 Tuntas

  84 Tuntas

  25 S25

  74 Belum Tuntas

  78 Tuntas

  24 S24

  88 Tuntas

  99 Tuntas

  23 S23

  82 Tuntas

  15 S15

  78 Tuntas

  NO SISWA NILAI PERSEGIPANJANG (KONVENSIONAL) Keterangan PERSEGI (SAINTIFIK) Keterangan

  4 S4

  58 Belum Tuntas

  6 S6

  56 Belum Tuntas

  75 Tuntas

  5 S5

  96 Tuntas

  96 Tuntas

  92 Tuntas

  7 S7

  96 Tuntas

  3 S3

  75 Tuntas

  82 Tuntas

  2 S2

  96 Tuntas

  85 Tuntas

  1 S1

  62 Belum Tuntas

  76 Tuntas

  14 S14

  11 S11

  72 Belum Tuntas

  42 Belum Tuntas

  13 S13

  95 Tuntas

  94 Tuntas

  12 S12

  86 Tuntas

  85 Tuntas

  84 Tuntas

  78 Tuntas

  80 Tuntas

  10 S10

  77 Tuntas

  64 Belum Tuntas

  9 S9

  76 Tuntas

  71 Belum Tuntas

  8 S8

  81

D. Pembahasan Hasil Analisis 1. Hasil Analisis Terkait Motivasi Siswa Menggunakan Metode Konvensional dan Metode Pendekatan Ilmiah a.

  Indikator : Tingkat perhatian siswa terhadap pembelajaran.

  Motivasi dengan indikator tingkat perhatian siswa terhadap pembelajaran matematika dengan metode konvensional mendapat skor sebesar 933 dengan rata-rata 3,14 , standar deviasinya adalah 0,336 dan kriteria motivasinya adalah rendah. Sedangkan motivasi dengan indikator tingkat perhatian siswa terhadap pembelajaran matematika dengan metode Pendekatan Ilmiah mendapat skor sebesar 938 dengan rata-rata 3,16 , standar deviasinya adalah 0,348 dan kriteria motivasinya adalah rendah.

  Secara presentase, motivasi dengan indikator tingkat perhatian siswa terhadap pembelajaran matematika dengan metode konvensional adalah , sedangkan presentase motivasi dengan indikator tingkat perhatian siswa terhadap pembelajaran matematika dengan metode Pendekatan Ilmiah adalah . Setelah diuji dengan SPSS diperoleh bahwa rata-rata skor motivasi antara metode konvensional dan pendekatan Ilmiah dengan indikator tingkat perhatian siswa terhadap pembelajaran matematika belum nampak adanya perbedaan yang signifikan. b.

  Indikator : Tingkat relevansi pembelajaran dengan kebutuhan siswa Motivasi dengan indikator tingkat relevansi pembelajaran dengan kebutuhan siswa dengan metode konvensional mendapat skor sebesar 329 dengan rata-rata 3,05 , standar deviasi 0,403 dan kriteria motivasinya adalah rendah. Sedangkan motivasi dengan indikator tingkat relevansi pembelajaran dengan kebutuhan siswa dengan metode Pendekatan Ilmiah mendapat skor sebesar 321 dengan rata-rata 2,97 ,

standar deviasi 0,342 dan kriteria motivasinya adalah rendah.

  Secara presentase, motivasi dengan indikator tingkat relevansi pembelajaran dengan kebutuhan siswa dengan metode konvensional adalah , sedangkan presentase motivasi dengan indikator tingkat relevansi pembelajaran dengan kebutuhan siswa dengan metode Pendekatan Ilmiah adalah

  . Setelah diuji dengan SPSS diperoleh bahwa rata-rata skor motivasi antara metode konvensional dan pendekatan Ilmiah dengan indikator tingkat relevansi pembelajaran dengan kebutuhan siswa belum nampak adanya perbedaan yang signifikan.

  c.

  Indikator : Tingkat kepercayaan diri siswa terhadap kemampuannya mengerjakan tugas-tugas pembelajaran Motivasi dengan indikator tingkat kepercayaan diri siswa terhadap kemampuannya mengerjakan tugas-tugas pembelajaran dengan metode konvensional mendapat skor sebesar 254 dengan rata-rata 3,14 , standar deviasi 0,482 dan kriteria motivasinya adalah tinggi. Sedangkan motivasi dengan indikator tingkat kepercayaan diri siswa terhadap kemampuannya mengerjakan tugas-tugas pembelajaran dengan metode Pendekatan Ilmiah mendapat skor sebesar 266 dengan rata-rata 3,28,

standar deviasi 0,382 dan kriteria motivasinya adalah tinggi.

  Secara presentase, motivasi dengan indikator tingkat kepercayaan diri siswa terhadap kemampuannya mengerjakan tugas-tugas pembelajaran dengan metode konvensional adalah , sedangkan presentase motivasi dengan indikator tingkat kepercayaan diri siswa terhadap kemampuannya mengerjakan tugas- tugas pembelajaran dengan metode Pendekatan Ilmiah adalah . Setelah diuji dengan SPSS diperoleh bahwa rata- rata skor motivasi antara metode konvensional dan pendekatan Ilmiah dengan indikator tingkat kepercayaan diri siswa terhadap kemampuannya mengerjakan tugas-tugas pembelajaran belum nampak adanya perbedaan yang signifikan.

  d.

  Indikator : Tingkat kepuasan siswa terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan Dari hasil analisis pada tabel 4.13d dapat dideskripsikan bahwa metode Pendekatan Ilmiah lebih unggul secara skor, rata-rata dan standar deviasi dibandingkan dengan metode konvensional. Motivasi dengan indikator tingkat kepuasan siswa terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan metode konvensional mendapat skor sebesar 175 dengan rata-rata 3,24 , standar deviasi 0,567 dan kriteria motivasinya adalah tinggi. Sedangkan motivasi dengan indikator tingkat kepuasan siswa terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan metode Pendekatan Ilmiah mendapat skor sebesar 177 dengan rata-rata 3,28 , standar deviasi 0,437 dan kriteria motivasinya adalah tinggi.

  Secara presentase, motivasi dengan indikator tingkat kepuasan siswa terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan metode konvensional adalah , sedangkan presentase motivasi dengan indikator tingkat kepuasan siswa terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan metode Pendekatan Ilmiah adalah . Setelah diuji dengan SPSS diperoleh bahwa rata-rata skor motivasi antara metode konvensional dan pendekatan Ilmiah dengan indikator tingkat kepuasan siswa terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan belum nampak adanya perbedaan yang signifikan.

Tabel 4.15 Kesimpulan Rata-rata dan Presentase Motivasi Siswa Menggunakan Metode

  Pembelajaran Konvensional dan Pendekatan Ilmiah.

INDIKATOR MOTIVASI A1 A2 A3 A4

  KONV ENSIO NAL

  ILMI AH KONV ENSIO NAL

  ILMI AH KONV ENSIO NAL

  ILMI AH KONV ENSIO NAL

  ILMI AH

  

MEAN 3,14 3,16 3,05 2,97 3,14 3,28 3,24 3,28

SD 0,336 0,348 0,403 0,342 0,482 0,382 0,567 0,437 % 78,54 % 78,96 % 76,16 %

  

74,31

%

78,395 % 82,09 8% 81,02 % 81,94 %

  Keterangan : Berdasarkan analisis dan pembahasan diatas dan setelah diuji dengan SPSS, secara keseluruhan diperoleh bahwa rata-rata skor motivasi antara metode konvensional dan pendekatan ilmiah belum nampak adanya perbedaan yang signifikan. Hal tersebut diduga karena kurangnya waktu saat pelaksanaan penelitian pada pembelajaran persegi. Tidak semua kelompok dapat mempresentasikan hasil diskusinya. Siswa juga belum sempat diberi latihan soal mengenai persegi.

  Jumlah siswa yang nilainya memenuhi kriteria ketuntasan minimal

pada metode pembelajaran konvensional sebanyak 22 siswa dan yang tidak

memenuhi kriteria ketuntasan minimal sebanyak 5 siswa. Sedangkan jumlah

A1 merupakan aspek perhatian siswa terhadap pembelajaran.

  A2 merupakan aspek relevansi pembelajaran dengan kebutuhan siswa. A3 merupakan aspek kepercayaan diri siswa terhadap kemampuannya mengerjakan tugas-tugas pembelajaran. A4 merupakan aspek kepuasan siswa terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.

2. Hasil Analisis Hasil Belajar Siswa Menggunakan Metode Konvensional dan Metode Pendekatan Ilmiah

  siswa yang nilainya memenuhi kriteria ketuntasan minimal pada metode pendekatan ilmiah sebanyak 20 siswa dan yang tidak memenuhi kriteria ketuntasan minimal sebanyak 7 siswa. Presentase siswa yang tuntas pada tes hasil belajar menggunakan metode kovensional adalah

, sedangkan presentase siswa yang tidak tuntas adalah

. Presentase siswa yang tuntas pada tes hasil belajar menggunakan metode Pendekatan Ilmiah adalah , sedangkan presentase siswa yang tidak tuntas adalah . Maka presentase ketuntasan menggunakan metode konvensional lebih tinggi dari pada presentase ketuntasan menggunakan metode Pendekatan Ilmiah. Dari hasil tabel 4.14 secara skor rata-rata memang nampak bahwa hasil belajar matematika siswa menggunakan metode pendekatan ilmiah lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional.

  Hasil belajar dengan metode konvensional mempunyai rata-rata sebesar 80,93. Sedangkan hasil belajar menggunakan metode pendekatan ilmiah mempunyai rata-rata sebesar 81. Namun setelah diuji dengan SPSS, antara hasil belajar menggunakan metode konvensional maupun dengan pendekatan ilmiah belum nampak adanya perbedaan yang signifikan. Hal tersebut diduga karena kurangnya waktu saat pelaksanaan penelitian pada pembelajaran persegi. Tidak semua kelompok dapat mempresentasikan hasil diskusinya. Siswa juga belum sempat diberi latihan soal mengenai persegi

E. Kelemahan Penelitian

  Dalam penelitian pemanfaatan pendekatan ilmiah terkait motivasi dan hasil belajar siswa pada pokok bahasan persegi dan persegipanjang di kelas VII-H SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul tahun ajaran 2013/2014, terdapat kelemahan dalam pelaksanaan penelitian. Kelemahan tersebut diantaranya :

  1. Pada saat pembagian kelompok yang ditentukan oleh guru pengampu ketika pembelajaran menggunakan metode Pendekatan Ilmiah , siswa tidak segera menempatkan diri pada kelompoknya. Selain itu, siswa harus mengatur meja dan kursi terlebih dahulu agar mereka dapat duduk mengelompok. Hal ini mengakibatkan waktu untuk diskusi dan presentasi menjadi berkurang.

  2. Pada saat diskusi kelompok berlangsung, suasana kelas menjadi sedikit gaduh. Siswa berebut bertanya karena mengalami kesulitan untuk memahami maksud soal pada LKS. Peneliti harus berkeliling untuk menjelaskan maksud dari soal di LKS kepada tiap-tiap kelompok.

  3. Kemiripan angket motivasi belajar siswa untuk metode konvensional dan metode Pendekatan Ilmiah membuat sebagian siswa sulit membedakan antara angket motivasi belajar untuk metode konvensional dan angket motivasi untuk metode Pendekatan Ilmiah. Penomoran pengisian angket juga menjadi faktor kejenuhan siswa dalam mengisi angket.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka penelitian

  pemanfaatan pendekatan ilmiah (scientific approach) terkait motivasi dan hasil belajar siswa pada pokok bahasan persegi dan persegipanjang di kelas

  VII-H SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul tahun ajaran 2013/2014 dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Motivasi dan hasil belajar matematika menggunakan metode konvensional disimpulkan sebagai berikut : a.

  Motivasi Dalam belajar matematika menggunakan metode pembelajaran konvensional dengan seluruh indikator yang diteliti, berdasarkan kriteria motivasi sesuai dengan Tabel 3.16, motivasi siswa pada indikator tingkat perhatian siswa terhadap pembelajaran mempunyai rata-rata 3,14 dengan kriteria tinggi, motivasi siswa pada indikator tingkat relevansi pembelajaran dengan kebutuhan siswa mempunyai rata-rata 3,05 dengan kriteria rendah, motivasi siswa pada indikator tingkat kepercayaan diri siswa terhadap kemampuannya mengerjakan tugas-tugas pembelajaran mempunyai rata-rata 3,14 dengan kriteria tinggi, motivasi siswa pada indikator tingkat kepuasan siswa terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan mempunyai rata-rata 3,24 dengan kriteria motivasi tinggi.

  b.

  Hasil Belajar Pembelajaran matematika dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional mendapat nilai rata-rata sebesar 80,93 dengan jumlah siswa yang belum tuntas adalah 5 orang, dan standar deviasinya adalah 12,244.

  2. Motivasi dan hasil belajar matematika menggunakan Pendekatan Ilmiah disimpulkan sebagai berikut : a.

  Motivasi Dalam belajar matematika menggunakan Pendekatan Ilmiah dengan seluruh indikator yang diteliti, berdasarkan kriteria motivasi sesuai dengan Tabel 3.16, motivasi siswa pada indikator tingkat perhatian siswa terhadap pembelajaran mempunyai rata-rata 3,16 dengan kriteria rendah, motivasi siswa pada indikator tingkat relevansi pembelajaran dengan kebutuhan siswa mempunyai rata- rata 2,97 dengan kriteria rendah, motivasi siswa pada indikator tingkat kepercayaan diri siswa terhadap kemampuannya mengerjakan tugas-tugas pembelajaran mempunyai rata-rata 3,28 dengan kriteria tinggi, motivasi siswa pada indikator tingkat dilaksanakan mempunyai rata-rata 3,28 dengan kriteria motivasi tinggi.

  b.

  Hasil Belajar Pembelajaran matematika dengan menggunakan Pendekatan Ilmiah mendapat nilai rata-rata sebesar 81 dengan jumlah siswa yang belum tuntas adalah 7 orang, dan standar deviasinya adalah 10,506.

  3. Perbandingan motivasi dan hasil belajar matematika ketika menggunakan metode pembelajaran konvensional dan Pendekatan Ilmiah dapat disimpulkan sebagai berikut : Secara numerik, tampak bahwa terdapat perbedaan motivasi dan hasil belajar dalam belajar matematika saat menggunakan metode pembelajaran konvensional dan Pendekatan Ilmiah dimana untuk metode konvensional total skor motivasi adalah 1691 dengan rata-rata 3,14 dan rata-rata hasil belajarnya adalah 80,93. Untuk metode pendekatan ilmiah total skor motivasi adalah 1702 dengan rata-rata 3,17 dan rata-rata hasil belajarnya adalah 81.

  Berdasarkan pembahasan pada bab IV bagian D, dan diuji dengan SPSS dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar matematika antara metode konvensional dibandingkan dengan metode pendekatan ilmiah tidak nampak adanya perbedaan yang signifikan. Hasil belajar antara metode pendekatan ilmiah juga tidak nampak adanya perbedaan yang signifikan. Hal tersebut diduga karena kurangnya waktu saat pelaksanaan penelitian pada pembelajaran persegi. Tidak semua kelompok dapat mempresentasikan hasil diskusinya. Siswa juga belum sempat diberi latihan soal mengenai persegi B.

   Saran Saran yang dapat peneliti sumbangkan sehubungan dengan penelitian pemanfaatan pendekatan ilmiah (scientific approach) terkait motivasi dan hasil belajar siswa pada pokok bahasan persegi dan persegipanjang di kelas

VII-H SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul adalah : 1.

  Selama kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah khususnya saat berdiskusi kelompok, disarankan guru membagi anggota kelompok pada pertemuan sebelumnya agar ketika diskusi akan dimulai, siswa segera menempatkan diri ke kelompoknya masing-masing sehingga waktu untuk berdiskusi tidak terpotong untuk mengatur siswa masuk ke kelompok.

  2. Sebaiknya guru mengawasi kegiatan belajar siswa dengan berkeliling ataupun memantau jalannya diskusi dalam kelompok tersebut. Dengan berkeliling dan memantau hasil diskusi siswa, guru dapat melihat keoptimalan diskusi tiap kelompok.

3. Ketika akan memberikan angket motivasi belajar siswa dengan metode

  ilmiah, sebaiknya siswa diberi penjelasan terlebih dahulu mengenai perbedaan kedua angket tersebut. Sebaiknya urutan penomoran kedua angket dibuat berbeda agar siswa tidak jenuh dalam mengisi angket.

  

DAFTAR PUSTAKA

Dalyono. 2010. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.

  

Depdiknas. 2006. Pengembangan Modul Pada Materi Segiempat Untuk Siswa Kelas

  VII SMP Berdasarkan Pendekatan Kontekstual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. 08301244031.pdf (diakses: 8 Maret 2014, 01.23)

  

Djemari Mardapi. 2007. Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Nontes. Yogyakarta:

Mitra Cendekia Offset.

Erman Suherman, dkk. 2003. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer.

  Bandung : UPI

Freire, Paulo. 1999. Politik Pendidikan, Kebudayaan, Kekuasaan, dan Pembebasan,

Agung P dan Fuad (terj), Yogyakarta: Read dan Pustaka Pelajar.

Hasan Galunggung. 2005. Teori-Teori Kesalahan Mental. Jakarta : Pustaka Al-

Husna.

Hamzah B. Uno. 2007. Skripsi Alidah.

  kses: 7 Maret 2014 , 21.57) Hamzah B. Uno. 2008. Teori Motivasi & Pengukurannya. Jakarta : Bumi Aksara.

  Kemendikbud. 2013. Kurikulum Sebagai Strategi Kebudayaan. (dikases :

  7 Maret 2014, 22.34)

Kemendikbud. 2013. Pendekatan Saintifik.

13:01 )

  

Keller. 1987. Pembelajaran Inovatif.

(diakses 25 Maret 2014, 20.47)

  

Marpaung, Y. 2003. Pendekatan Sosio Kultural dalam Pembelajaran Matematika

dan Sains . Dalam P. J Suwarno, Paul Suparno, B. Rahmanto, F. Kartika Sari & T.

  

Moleong, Lexy J. 2009. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja

Rosdakarya.

  

Nana Sudjana. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT

Remaja Rosda Karya Offet.

  Riduwan. 2008. Dasar-dasar Statistika. Bandung: Alfabetha

Ruseffendi. 2005. Skripsi Alidah. http://skripsialidahmtk3.wordpress.com

/2011/09/07/skripsi-alidah/ (diakses: 7 Maret 2014

  • – 21.57)

    Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, KualItatif,

    dan R&D . Bandung:Alfabeta.

  

Suharsimi Arikunto. 2002. Dasar-dasar Evaluasi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Suharsimi Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta :

PT Rineka Cipta.

  Syah. 2006. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar. mempengaruhi-

  ( diakses 9 Maret 2014, 22.13) hasil.html Syaiful Djamarah. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.

  Winkel, W. S. 1987. Psikologi Pengajaran. Jakarta : Gramedia.

  LAMPIRAN A Lampiran A.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Metode Konvensional

Lampiran A.2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Menggunakan

Pendekatan Ilmiah Lampiran A.3 Jadwal Pelajaran SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul Lampiran A.4 Lembar Observasi Pelaksanaan Pembelajaran Lampiran A.5 Soal Uji Coba Tes Hasil Belajar Siswa

Lampiran A.6 Perhitungan Validitas Butir Soal dan Reliabilitas Tes Hasil

  Belajar Siswa Materi Persegi Panjang

Lampian A.7 Perhitungan Validitas Butir Soal dan Reliabilitas Tes Hasil

Belajar Siswa Materi Persegi

  Lampiran A.1 l 128

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

  I. Standar Kompetensi :

6. Memahami konsep segi empat dan segitiga serta menentukan ukurannya.

  II. Kompetensi Dasar :

  6.2 Mengidentifikasi sifat-sifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat, dan layang-layang.

  6.3 Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.

  III.

   Indikator : 1.

  Nama Sekolah : SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul

Mata Pelajaran : Matematika

Kelas / Semester :VII -H / Genap Alokasi Waktu :5 x 40 menit (3 pertemuan)

  2. Menyebutkan sifat-sifat persegi panjang .

  3. Mendeskripsikan pengertian persegi panjang.

  4. Menemukan rumus keliling bangun datar persegi panjang.

  5. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling bangun datar persegi panjang.

  6. Menghitung panjang, lebar, diagonal dari bangun persegi panjang jika kelilingnya diketahui.

  7. Menemukan rumus luas bangun datar persegi panjang.

  8. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung luas bangun datar persegi panjang.

  Menyebutkan unsur-unsur : panjang, lebar, diagonal dari persegi panjang.

  Lampiran A.1 l 129

9. Menghitung panjang, lebar, diagonal dari bangun persegi panjang jika luasnya diketahui.

IV. Tujuan Pembelajaran 1.

  Siswa mampu menyebutkan unsur-unsur : panjang, lebar, diagonal dari persegi panjang.

  2. Siswa mampu menyebutkan sifat-sifat persegi panjang .

  3. Siswa mampu mendeskripsikan pengertian persegi panjang.

  4. Siswa mampu menemukan rumus keliling bangun datar persegi panjang.

  5. Siswa mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling bangun datar persegi panjang.

  6. Siswa mampu menghitung panjang, lebar, diagonal dari bangun persegi panjang jika kelilingnya diketahui.

  7. Siswa mampu menemukan rumus luas bangun datar persegi panjang.

  8. Siswa mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung luas bangun datar persegi panjang.

  9. Siswa mampu menghitung panjang, lebar, diagonal dari bangun persegi panjang jika luasnya diketahui.

V. Materi Ajar

  Materi Pokok : Persegi Panjang Rincian Materi :  Macam-macam benda berbentuk persegi panjang dalam kehidupan sehari-hari.

   Unsur-unsur, sifat-sifat dan deskripsi dari persegi panjang.  Keliling dan Luas Persegi Panjang VI.

   Metode Pembelajaran : Metode Pembelajaran Konvensional

  Lampiran A.1 l 130

VII. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

  Pertemuan ke-1 (1 x 40 menit = 40 menit) Tahap Alokasi No Kegiatan Pembelajaran Metode Pembelajaran Waktu Pendahuluan 5 menit

   Guru menyampaikan salam kepada siswa 1 menit  Guru mengabsen siswa Ceramah Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu agar 1.

siswa dapat menemukan unsur-unsur, sifat-sifat, dan 2 menit

deskripsi dari persegi panjang.

  Guru memberikan review singkat mengenai persegi 2 menit Tanya Jawab panjang yang telah di peroleh di SD.

  Kegiatan Inti 30 menit Eksplorasi :  Guru memberikan penjelasan singkat mengenai materi yang akan dipelajari 2.

  Ceramah

  Siswa mencari tahu benda-benda yang ada di dalam kehidupan sehari hari yang berbentuk persegi panjang  Guru meminta siswa membaca buku paket mengenai

   15 menit

  unsur, sifat-sifat, dan deskripsi persegi panjang Elaborasi:

   Guru meminta siswa untuk menyebutkan unsur- unsur, sifat-sifat, dan deskripsi persegi panjang.  Guru memberikan pertanyaan berkaitan dengan Diskusi materi yang siswa baca. Siswa menjawab 15 menit dan pertanyaan yang telah diberikan.

  Tanya Jawab  Guru memberi contoh soal dilanjutkan dengan latihan soal LKS  Guru bersama siswa membahas bersama-sama jawaban dari latihan soal LKS

  Konfirmasi: Guru memberikan kuis kepada siswa berkaitan 5 menit Tes dengan materi yang telah dipelajari.

3. Penutup

  10 menit Ceramah

  Lampiran A.1 l 131

Tahap Alokasi

No Kegiatan Pembelajaran Metode

  Pembelajaran Waktu  Guru bersama siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan 10 menit  Guru memberikan motivasi kepada siswa untuk terus belajar dirumah  Guru mengucapkan salam

  Pertemuan ke-2 (2 x 40 menit = 80 menit)

Tahap Alokasi

No Kegiatan Pembelajaran Metode

  Pembelajaran Waktu Pendahuluan 15 menit  Guru menyampaikan salam kepada siswa 2 menit  Guru mengabsen siswa Ceramah Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu agar 1. siswa dapat menemukan keliling dan luas persegi 3 menit panjang Guru memberikan review singkat mengenai keliling dan luas persegi panjang yang telah di peroleh di 10 menit Tanya Jawab SD.

  Kegiatan Inti 55 menit Eksplorasi :  Guru memberikan penjelasan singkat mengenai 2.

  Ceramah

materi yang akan dipelajari 10 menit

   Guru meminta siswa membaca buku paket mengenai keliling dan luas persegi.

  Elaborasi:  Guru memberikan pertanyaan berkaitan dengan materi yang siswa baca. Siswa menjawab Diskusi pertanyaan yang telah diberikan.

  40 menit dan  Guru memberi contoh soal dilanjutkan dengan Tanya Jawab latihan soal LKS

   Guru bersama siswa membahas bersama-sama jawaban dari latihan soal LKS

  Lampiran A.1 l 132

Tahap Alokasi

No Kegiatan Pembelajaran Metode

  Pembelajaran Waktu Konfirmasi: Guru memberikan kuis kepada siswa berkaitan 5 menit Tes dengan materi luas persegi panjang yang telah dipelajari.

  Penutup 10 menit

   Guru bersama siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan 3.

  Ceramah 10 menit  Guru memberikan motivasi kepada siswa untuk terus belajar dirumah  Guru mengucapkan salam

  Pertemuan ke-3 (2 x 40 menit = 80 menit)

Tahap Alokasi

No Kegiatan Pembelajaran Metode

  Pembelajaran Waktu

Pendahuluan 10 menit

   Guru menyampaikan salam kepada siswa  Guru mengabsen siswa  Guru meminta siswa menyiapkan diri untuk 1.

  Ceramah 10 menit mengikuti tes

   Guru membagikan soal tes (lampiran: soal tes hasil belajar siswa) dan lembar jawab kepada siswa.

  

Kegiatan Inti 60 menit

2.

  Tes  Siswa mengerjakan tes dengan sungguh- 60 menit sungguh.

  Penutup 10 menit  Guru mengumpulkan lembar jawab siswa.

3. Ceramah

   Guru memberikan motivasi kepada siswa 10 menit untuk terus belajar dirumah

  Lampiran A.1 l 133

VIII. Sumber Belajar a.

  Sumber Pembelajaran: 1) BSE 2) Marsigit. 2009. Matematika SMP Kelas VII. Yudhistira.

  b.

  Media Pembelajaran : Buku Paket, Penggaris, LKS, Soal-soal Latihan.

IX. Penilaian Hasil Belajar a.

  Teknik Penilaian : Kuis, Test tertulis b.

  Bentuk Instrumen

: Uraian

Yogyakarta, 19 Maret 2014 Mengetahui,

  Guru Mata Pelajaran Peneliti Rohmah, S,Pd. Theresia Tri Susanti Nim: 101414014

  Lampiran A.2 l 134

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

  Nama Sekolah : SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul

Mata Pelajaran : Matematika

Kelas / Semester :VII -H / Genap Alokasi Waktu :5 x 40 menit (3 pertemuan)

  I. Standar Kompetensi :

6. Memahami konsep segi empat dan segitiga serta menentukan ukurannya.

  II. Kompetensi Dasar :

  6.2 Mengidentifikasi sifat-sifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat, dan layang-layang.

  6.3 Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.

  : 1. Menyebutkan unsur-unsur : sisi, diagonal dari persegi 2.

III. Indikator

  Menyebutkan sifat-sifat persegi 3. Mendeskripsikan pengertian persegi.

  4. Menemukan rumus keliling bangun datar persegi.

  5. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling bangun datar persegi.

  6. Menghitung sisi dan diagonal dari persegi, jika kelilingnya diketahui.

  7. Menemukan rumus luas bangun datar persegi.

  8. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung luas bangun datar persegi.

  9. Menghitung sisi dan diagonal dari persegi, jika luasnya diketahui

  Lampiran A.2 l 135

IV. Tujuan Pembelajaran 1.

  Siswa mampu menyebutkan unsur-unsur : sisi, diagonal dari persegi 2. Siswa mampu menyebutkan sifat-sifat persegi 3. Siswa mampu mendeskripsikan pengertian persegi.

  4. Siswa mampu menemukan rumus keliling bangun datar persegi.

  5. Siswa mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling bangun datar persegi.

  6. Siswa mampu menghitung sisi dan diagonal dari persegi, jika kelilingnya diketahui.

  7. Siswa mampu menemukan rumus luas bangun datar persegi.

  8. Siswa mampu menemukan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung luas bangun datar persegi.

  9. Siswa mampu menemukan menghitung sisi dan diagonal dari persegi, jika luasnya diketahui.

V. Materi Ajar

  Materi Pokok : Persegi Rincian Materi :  Macam-macam benda berbentuk persegi dalam kehidupan sehari-hari.  Unsur-unsur, sifat-sifat dan deskripsi dari persegi.  Keliling dan Luas Persegi.

VI. Metode Pembelajaran : Metode Pendekatan Ilmiah ( Scientifik Approach) VII. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

  Pertemuan ke-1 (1 x 40 menit = 40 menit) No Tahap Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu Metode 1. Pendahuluan 5 menit

  Ceramah  Guru menyampaikan salam kepada siswa  Guru mengabsen siswa 1 menit Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu agar siswa dapat menemukan unsur-unsur, sifat-sifat, dan 2 menit

  Lampiran A.2 l 136 Tahap Alokasi No Kegiatan Pembelajaran Metode Pembelajaran Waktu deskripsi dari persegi.

  Guru memberikan review singkat mengenai persegi 2 menit Tanya Jawab panjang yang telah di peroleh di SD.

  Kegiatan Inti 32 menit Mengamati:  Siswa dibagi dalam beberapa kelompok yang beranggota 4 orang dan diberikan Lembar Kerja Kelompok ( Lampiran: Lembar Kerja Siswa: )  Guru memfasilitasi siswa dengan memberikan 2.

  Diskusi model bangun persegi yang dibuat dari kertas 5 menit asturo dengan ukuran dan warna bangun persegi yang berbeda-beda.

   Masing-masing siswa dalam kelompok bergantian mengamati model bangun persegi tersebut Menanya:

   Guru membimbing siswa untuk mengajukan pertanyaan tentang apa yang telah siswa amati baik unsur maupun sifat-sifat persegi  Masing-masing siswa dalam kelompok saling Diskusi 5 menit berdiskusi dengan mengajukan pertanyaan- pertanyaan  Setiap kelompok mengumpulkan informasi apa saja yang telah diperoleh baik dari pengamatan maupun pertanyaan-petanyaan yang telah didiskusikan

  Mencoba:

   Memdampingi siswa dalam melakukan kegiatan

  7 menit Diskusi

  mencoba menemukan unsur-unsur, sifat-sifat dan definisi bangun datar persegi

  Lampiran A.2 l 137

Tahap Alokasi

No Kegiatan Pembelajaran Metode

  Pembelajaran Waktu Menalar:

   Guru membimbing setiap kelompok untuk

  5 menit Diskusi

  menganalisis dan mengambil kesimpulan mengenai unsur-unsur, sifat-sifat, dan definisi bangun datar persegi

  Mengkomunikasikan: 10 menit Presentasi

   Tiap kelompok akan mempresentasikan hasil diskusi, kelompok lain menaggapi Penutup

  3 menit  Guru bersama siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan 3.

  Ceramah 3 menit  Guru memberikan motivasi kepada siswa untuk terus belajar dirumah  Guru mengucapkan salam

  Pertemuan ke-2 (2 x 40 menit = 80 menit)

Tahap Alokasi

No Kegiatan Pembelajaran Metode

  Pembelajaran Waktu Pendahuluan 3 menit  Guru menyampaikan salam kepada siswa 2 menit 1.

  Ceramah  Guru mengabsen siswa Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu agar 1 menit siswa dapat menemukan keliling dan luas persegi

  Kegiatan Inti 72 menit Mengamati:  Siswa dibagi dalam beberapa kelompok yang beranggota 4 orang dan diberikan Lembar Kerja

  2. Kelompok ( Lampiran: Lembar Kerja Siswa: ). Diskusi 25 menit  Masing-masing siswa dalam kelompok bediskusi untuk menemukan keliling dan luas persegi . Siswa mengamati gambar bangun persegi yang ada pada LKS dan mengerjakan soal pada LKS

  Lampiran A.2 l 138 Tahap Alokasi

  

No Kegiatan Pembelajaran Metode

Pembelajaran Waktu Menanya:

   Guru membimbing siswa untuk mengajukan pertanyaan tentang apa yang telah siswa amati baik keliling atau luas bangun datar persegi  Masing-masing siswa dalam kelompok saling Diskusi berdiskusi dengan mengajukan pertanyaan- 7 menit pertanyaan  Setiap kelompok mengumpulkan informasi apa saja yang telah diperoleh baik dari pengamatan maupun pertanyaan-petanyaan yang telah didiskusikan

  Mencoba:  Memberikan soal kontekstual mengenai keliling dan luas persegi 10 menit Diskusi  Memdampingi siswa dalam melakukan kegiatan menghitung keliling dan luas persegi

  Menalar:  Guru membimbing setiap kelompok untuk 10 menit Diskusi menganalisis dan mengambil kesimpulan mengenai keliling dan luas bangun datar persegi

  Mengkomunikasikan: 20 menit Presentasi

   Tiap kelompok akan mempresentasikan hasil diskusi, kelompok lain menaggapi Penutup

  5 menit  Guru bersama siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan 3.

  Ceramah 5 menit  Guru memberikan motivasi kepada siswa untuk terus belajar dirumah  Guru mengucapkan salam

  Lampiran A.2 l 139 Pertemuan ke-3 (2 x 40 menit = 80 menit)

  Tahap Alokasi No Kegiatan Pembelajaran Metode Pembelajaran Waktu Pendahuluan 10 menit  Guru menyampaikan salam kepada siswa  Guru mengabsen siswa  Guru meminta siswa menyiapkan diri untuk 1.

  Ceramah 10 menit mengikuti tes

   Guru membagikan soal tes (lampiran: soal tes hasil belajar siswa) dan lembar jawab kepada siswa.

  Kegiatan Inti 60 menit 2.

  Tes  Siswa mengerjakan tes dengan sungguh- 60 menit sungguh.

  Penutup 10 menit  Guru mengumpulkan lembar jawab siswa.

3. Ceramah

   Guru memberikan motivasi kepada siswa 10 menit untuk terus belajar dirumah  Guru mengucapkan salam VIII.

   Sumber Belajar a.

  Sumber Pembelajaran: 1) BSE 2) Marsigit. 2009. Matematika SMP Kelas VII. Yudhistira.

  b.

  Media Pembelajaran : Buku Paket, Penggaris, LKS, Soal-soal Latihan.

  Lampiran A.2 l 140

IX. Penilaian Hasil Belajar

  a. : Kuis, Test tertulis Teknik Penilaian b. : Uraian Bentuk Instrumen

  Yogyakarta, 19 Maret 2014 Mengetahui, Guru Mata Pelajaran Peneliti Rohmah, S,Pd. Theresia Tri Susanti Nim: 101414014

  Lampiran A.2 l 141

Lembar Kerja Siswa (LKS)

  

Materi : Unsur, Sifat dan Definisi Bangun Datar Persegi

Waktu : 1 jam pelajaran (1 x 40 menit)

Kerjakan soal-soal berikut dalam kelompok! 1.

  Amatilah bangun persegi ABCD yang telah diberikan! D C O B A a.

  Gunakan penggaris untuk mengukur segmen pada model bangun persegi ABCD tersebut! AB = ....... cm BC = ....... cm CD = ......cm AD = ....... cm AC = .......cm BD = ....... cm OA = ....... cm OB = ....... cm OC = ....... cm OD = ....... cm b.

  Bagaimana panjang AB dan DC, AD dan BC, AC dan BD? ......................................................................................................................

  ......................................................................................................................

  c.

  Bagaimana panjang OA, OB, OC dan OD? ......................................................................................................................

  .....................................................................................................................

  d.

  Berapakah besar sudut-sudut berikut ini? ∠DAB = ..... ° ∠ABC = ..... ° ∠BCD = .... . ° ∠ADC = ..... °

  Lampiran A.2 l 142 Bagaimanakah ukuran ∠DAB, ∠ABC , ∠BCD, ∠ADC ? .................................................................................................................

  e.

  Gunakan busur derajat untuk mengukur sudut berikut ini! ∠AOB= ..... ° ∠BOC = ...... ° ∠COD = ..... ° ∠AOD = ..... ° ∠OAB = ..... ° ∠OBA = ...... .° ∠OBC = ..... ° ∠OCB = ..... ° ∠OCD = ..... ° ∠ODC = ....... ° ∠ODA = ..... ° ∠OAD = .... ° Bagaimanakah ukuran ∠AOB, ∠BOC, ∠COD, ∠AOD? ................................................................................................................. Bagaimanakah ukuran ∠OAB, ∠OBA, ∠OBC, ∠OCB? ................................................................................................................. Bagaimanakah ukuran ∠OCD, ∠ODC, ∠ODA, ∠OAD? ................................................................................................................. Dari pengamatan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan : 1.

  Unsur-unsur persegi antara lain : ........................................................................................................................

  2. Sifat-sifat dari persegi antara lain : ..............................................................................................................

   ...............................................................................................................

   ...............................................................................................................

   ...............................................................................................................

   ...............................................................................................................

   ...............................................................................................................

   3. Definisi persegi adalah : .........................................................................................................................

  ........................................................................................................................

  Lampiran A.2 l 143

Lembar Kerja Siswa (LKS)

  

Materi : Keliling dan Luas Persegi

Waktu : 1 jam pelajaran (1 x 40 menit)

Kerjakan soal-soal berikut dalam kelompok!

  Keliling persegi = 1 + 1 + 1 + 1 1.

  1 = .... + .... + .... + ....

  1 = .......

  2. Keliling persegi = 2 + 2 + 2 + 2 = .... + .... + .... + ....

  

= .......

  3. Keliling persegi = .... + ... + .... + ...

  = .... + .... + .... + .... = .......

  Dari pola diatas dapat disimpulkan bahwa : Keliling persegi = .... + .... + .... + ....

  = .....

  Lampiran A.2 l 144

  4. Perhatikan gambar berikut! 5.

  6.

  1

  1 Setiap kotak kecil dalam persegi tersebut luasnya adalah 1 satuan luas (SL) Luas persegi tersebut adalah 1 SL + 1 SL + 1 SL + 1 SL = 4 SL Luas persegi = 2 x 2 = .... x ....

  = ..... Satu kotak persegi tersebut luasnya adalah 1 satuan luas (SL) .

  Luas persegi = 1 x 1 = .... x ....

  = .....

  Setiap kotak kecil dalam persegi tersebut luasnya adalah 1 satuan luas (SL). Luas persegi tersebut adalah ....... SL

Luas persegi = ...... x ......

  = ...... x .....

  = .........

  Dari pola diatas dapat disimpulkan bahwa: Luas persegi = Hasil kali jumlah satuan panjang dua sisi yang saling tegak lurus = ..... x ...... = .......

  Lampiran A.4 l 146

  Lampiran A.4 l 147

  Lampiran A.4 l 148

  Lampiran A.4 l 149

  Lampiran A.4 l 150

  Lampiran A.4 l 151

  Lampiran A.4 l 152

  Lampiran A.5 l 153

TES HASIL BELAJAR SISWA

PERSEGI PANJANG

  

Kelas : VII H Hari, Tanggal : Selasa, 15 April 2014

Bentuk Soal : Uraian Waktu : 40 menit Sifat Tes : Buku Tertutup Petunjuk:

  

Jawablah soal-soal di bawah ini pada lembar jawab yang telah disediakan dan lengkapilah

dengan langkah-langkah pengerjaan secara jelas!

  1. Tuliskan unsur-unsur bangun datar persegi panjang ABCD berdasarkan gambar dibawah C ini!

  D O A B 2.

  Tuliskan 4 sifat bangun datar persegi panjang! 3. Seorang pemain bola melakukan pemanasan dengan berlari mengelilingi lapangan sepak bola sebanyak satu kali putaran. Hitunglah jarak yang ditempuh pemain tersebut jika diketahui panjang lapangan adalah 100 m dan lebar lapangan 75 m.

  4. Halaman rumah berbentuk persegi panjang berukuran panjang (x + 20) meter dan lebar (x) meter. Di sekeliling halaman itu dipasang pagar dengan biaya Rp 100.000,00 per meter. Biaya yang diperlukan untuk memasang pagar tersebut adalah Rp. 28.000.000,00. Hitunglah panjang dan lebar halaman rumah tersebut.

  5. Sebuah taman berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 25 m dan lebar 15 m.

  Ditengah taman terdapat kolam berbentuk persegi panjang dengan panjang 8 m dan lebar 5 m. Pengelola taman berencana menanam rumput untuk menutupi taman tersebut. Berapakah luas rumput yang dibutuhkan untuk menutupi taman tersebut? 6. Seorang petani mempunyai sebidang sawah berbentuk persegi panjang dengan luas

  2 675m . Jika sawah tersebut mempunyai ukuran panjang 27 m, hitunglah lebar sawah

  Lampiran A.5 l 154

TES HASIL BELAJAR SISWA PERSEGI

  Kelas : VII H Hari/ Tanggal : Bentuk Soal : Uraian Waktu : 40 menit Sifat Tes : Buku Tertutup Petunjuk:

  

Jawablah soal-soal di bawah ini pada lembar jawab yang telah disediakan dan lengkapilah

dengan langkah-langkah pengerjaan secara jelas!

  1. Tuliskan unsur-unsur bangun datar persegi ABCD berdasarkan gambar dibawah ini! D C O B A 2.

  Tuliskan 4 sifat bangun datar persegi! 3. Seorang siswa melakukan pemanasan mengelilingi kolam renang yang permukaannya berbentuk persegi sebanyak satu kali putaran. Hitunglah jarak yang ditempuh siswa tersebut jika diketahui panjang sisi kolam renang adalah 75 m.

  4. Halaman taman berbentuk persegi dengan panjang sisi (x -30) meter. Di sekeliling taman dipasang pagar dengan biaya Rp 125.000,00 per meter. Total biaya yang diperlukan untuk memasang pagar tersebut adalah Rp. 25.000.000,00. Hitunglah panjang sisi taman tersebut.

  5. Halaman belakang rumah Rima berbentuk persegi dengan panjang sisi 30 m. Di tengah halaman terdapat kolam renang dengan permukaan persegi yang panjang sisinya 10 m.

  Halaman belakang rumah Rima akan ditutupi rumput. Berapakah luas rumput yang dibutuhkan untuk menutupi halaman tersebut? 2 6.

  , Seorang petani mempunyai sebidang sawah berbentuk persegi dengan luas 1225 m

  Lampiran A.6 l 155

Perhitungan Validitas Butir Soal dan Reliabilitas Tes Hasil Belajar

Siswa Materi Persegi Panjang

nomor soal

  5

  18 Siswa 18

  3

  3

  9

  3

  10

  9

  37

  19 Siswa 19

  3

  10

  8

  10

  10

  10

  48

  20 Siswa 20

  3

  2

  9

  4

  9

  26

  9

  37

  9 9 39,5

  1

  2

  2

  3

  9

  9

  26

  15 Siswa 15 3 2,5

  10

  6

  16 Siswa 16

  2

  3

  3

  9

  2

  9

  9

  35

  17 Siswa 17

  3

  2

  2

  10

  21 Siswa 21

  40

  29

  9

  2

  28

  25 Siswa 25

  3

  3

  3

  3

  8

  9

  26 Siswa 26

  9

  3

  5

  7

  3

  10

  9

  37

  27 Siswa 27 3 2,5

  9

  4

  9 8 35,5

  3

  2

  3

  2

  3

  8

  5

  9

  7

  35

  22 Siswa 22

  3

  5

  9

  10

  3

  9

  38

  23 Siswa 23

  3

  3

  9

  2

  10

  9

  36

  24 Siswa 24

  14 Siswa 14

  10

  1

  2

  3 Siswa 3

  3

  3

  3

  3

  7

  9

  28

  4 Siswa 4 3 2,5

  8

  8 8 31,5

  7

  5 Siswa 5

  3

  5

  9

  3

  7

  8

  35

  6 Siswa 6

  3

  4

  36

  9

  4

  10 No Nama

  2

  3

  4

  5

  6 Y skor per soal

  5

  5

  10

  10

  10

  1 Siswa 1

  5

  3

  5

  6

  6

  9

  9

  38

  2 Siswa 2

  3

  3

  9

  9

  9

  10

  12 Siswa 12

  7

  31

  11 Siswa 11

  3

  2

  9

  3

  9

  8

  34

  3

  3

  4

  10

  6

  10

  10

  43

  13 Siswa 13

  3

  3

  9

  5

  7

  8

  9

  9

  38

  7 Siswa 7

  3

  3

  9

  3

  9

  10

  37

  8 Siswa 8 3 2,5

  3

  3

  8 8 33,5

  9 Siswa 9

  3

  3

  3

  5

  9

  9

  32

  10 Siswa 10

  3

  Butir soal dikatakan valid apabila . Berdasarkan tabel r product moment

  Lampiran A.6 l 156 Butir Soal Nomor 1 Butir Soal Nomor 2 X1 (X1)² Y Y² X1*Y X2 (X2)² Y Y² X2*Y

  3

  3

  74

  4 37 1369

  2

  9 37 1369 111

  3

  25 48 2304 240

  5

  9 48 2304 144

  3

  9 37 1369 111

  9 37 1369 111

  3

  3

  52

  4 26 676

  2

  78

  9 26 676

  3

  9 35 1225 105

  3

  9 35 1225 105

  3

  3 9 39,5 1560,25 118,5 2,5 6,25 39,5 1560,25 98,75

  9 35 1225 105

  9 35 1225 105

  4 26 676

  3

  86 301 944 33665 3084 PEMBILANG : 484 PEMBILANG : 2084 PENYEBUT : 1361,31 PENYEBUT : 3609,11 rxy : 0,35554 rxy : 0,57743 Validitas : TIDAK VALID Validitas :

  3 9 35,5 1260,25 106,5 2,5 6,25 35,5 1260,25 88,75 ∑X1 ∑(X1)² ∑Y ∑Y² ∑X1*Y ∑X2 ∑(X2)² ∑Y ∑Y² ∑X2*Y 79 235 944 33665 2780

  25 37 1369 185

  5

  9 37 1369 111

  3

  87

  9 29 841

  3

  87

  9 29 841

  56

  3

  4 28 784

  2

  84

  9 28 784

  3

  9 36 1296 108

  3

  9 36 1296 108

  3

  25 38 1444 190

  5

  9 38 1444 114

  52

  2

  3

  3 9 31,5 992,25 94,5 2,5 6,25 31,5 992,25 78,75

  3

  9 37 1369 111

  3

  16 38 1444 152

  4

  9 38 1444 114

  3

  25 35 1225 175

  5

  9 35 1225 105

  3

  84

  3 9 33,5 1122,25 100,5 2,5 6,25 33,5 1122,25 83,75

  9 28 784

  3

  84

  9 28 784

  3

  9 36 1296 108

  3

  9 36 1296 108

  3

  25 38 1444 190

  5

  9 38 1444 114

  9 37 1369 111

  3

  26

  4 34 1156

  1 26 676

  1

  9 40 1600 120

  3

  9 40 1600 120

  3

  16 43 1849 172

  4

  9 43 1849 129

  3

  68

  2

  9 32 1024

  9 34 1156 102

  3

  93

  9 31 961

  3

  93

  9 31 961

  3

  96

  9 32 1024

  3

  96

  VALID

  Lampiran A.6 l 157 Butir Soal Nomor 3 Butir Soal Nomor 4 X3 (X3)² Y Y² X3*Y X4 (X4)² Y Y² X4*Y

  81 37 1369 333

  9

  25 35 1225 175

  5

  64 35 1225 280

  8

  16 37 1369 148

  4

  81 37 1369 333

  9

  9 37 1369 111 10 100 48 2304 480 10 100 48 2304 480

  3

  9

  2

  52

  4 26 676

  2

  52

  4 26 676

  2

  70

  4 35 1225

  2

  81 35 1225 315

  9

  81 38 1444 342

  4 38 1444

  9 26 676

  87

  VALID Validitas :

  PEMBILANG : 6497 PEMBILANG : 4274,5 PENYEBUT : 9157,3 PENYEBUT : 6283,86 rxy : 0,70949 rxy : 0,68023 Validitas :

  4 16 35,5 1260,25 142 ∑X3 ∑(X3)² ∑Y ∑Y² ∑X3*Y ∑X4 ∑(X4)² ∑Y ∑Y² ∑X4*Y 206 1746 944 33665 7443 103 475 944 33665 3759,5

  9 81 35,5 1260,25 319,5

  9 37 1369 111

  3

  49 37 1369 259

  7

  87

  9 29 841

  3

  9 29 841

  76

  3

  84

  9 28 784

  3

  81 28 784 252

  9

  72

  4 36 1296

  2

  81 36 1296 324

  9

  78 10 100 39,5 1560,25 395 6 36 39,5 1560,25 237

  3

  6

  84

  16 38 1444 152

  4

  81 38 1444 342

  9

  9 35 1225 105

  3

  81 35 1225 315

  9

  63

  2 4 31,5 992,25

  8 64 31,5 992,25 252

  9 28 784

  81 37 1369 333

  3

  84

  9 28 784

  3

  25 36 1296 180

  5

  81 36 1296 324

  9

  36 38 1444 228

  6

  36 38 1444 228

  9

  3

  52

  9

  4 26 676

  2

  25 40 1600 200

  5

  81 40 1600 360

  9

  36 43 1849 258

  6

  9 34 1156 102 10 100 43 1849 430

  3

  81 34 1156 306

  93

  9 37 1369 111

  9 31 961

  3

  64 31 961 248

  8

  25 32 1024 160

  5

  96

  9 32 1024

  3

  3 9 33,5 1122,25 100,5

  9 81 33,5 1122,25 301,5

  VALID

  Lampiran A.6 l 158

  8

  81 35 1225 315

  9

  81 37 1369 333 10 100 37 1369 370

  9

  81 37 1369 333 10 100 48 2304 480 10 100 48 2304 480

  9

  64 26 676 208 10 100 37 1369 370

  81 26 676 234

  49 35 1225 245 10 100 38 1444 380

  9

  81 35 1225 315

  9

  81 35 1225 315

  9

  9 81 39,5 1560,25 355,5

  9 81 39,5 1560,25 355,5

  81 26 676 234

  7

  9

  81 26 676 234

  9

  VALID Validitas :

  PEMBILANG : 1807 PEMBILANG : 2672,5 PENYEBUT : 3242,41 PENYEBUT : 5581 rxy : 0,5573 rxy : 0,47886 Validitas :

  8 64 35,5 1260,25 284 ∑X5 ∑(X5)² ∑Y ∑Y² ∑X5*Y ∑X6 ∑(X6)² ∑Y ∑Y² ∑X6*Y 241 2173 944 33665 8493 229 2007 944 33665 8105,5

  9 81 35,5 1260,25 319,5

  81 37 1369 333

  9

  81 29 841 261 10 100 37 1369 370

  64 29 841 232

  81 38 1444 342 10 100 36 1296 360

  8

  56

  4 28 784

  2

  81 28 784 252

  9

  81 36 1296 324

  9

  9

  9

  Butir Soal Nomor 5 Butir Soal Nomor 6

  7

  49 35 1225 245

  7

  8 64 31,5 992,25 252

  8 64 31,5 992,25 252

  81 28 784 252

  9

  49 28 784 196

  49 36 1296 252

  64 35 1225 280

  7

  81 36 1296 324

  9

  81 38 1444 342

  9

  81 38 1444 342

  9

  X5 (X5)² Y Y² X5*Y X6 (X6)² Y Y² X6*Y

  8

  9

  64 34 1156 272 10 100 43 1849 430 10 100 43 1849 430 10 100 40 1600 400 10 100 40 1600 400

  81 32 1024 288

  8

  81 34 1156 306

  9

  49 31 961 217

  7

  49 31 961 217

  7

  9

  81 38 1444 342

  81 32 1024 288

  9

  8 64 33,5 1122,25 268

  8 64 33,5 1122,25 268

  81 37 1369 333 10 100 37 1369 370

  9

  81 38 1444 342

  9

  VALID

  Lampiran A.6 l 159

Reliabilitas Tes Hasil Belajar Siswa Materi Persegi Panjang

nomor soal

  10

  3

  9

  3

  10

  9

  37 74,00

  Siswa 19

  3

  5

  10

  10

  Siswa 18

  10

  48 96,00

  Siswa 20

  3

  2

  9

  4

  9

  10

  37 74,00

  Siswa 21

  3

  26 52,00

  3

  3

  2

  3

  9

  9

  26 52,00

  Siswa 15 3 2,5

  10

  6

  9 9 39,5 79,00

  Siswa 16

  3

  8

  9

  2

  9

  9

  35 70,00

  Siswa 17

  3

  2

  2

  2

  9

  3

  8

  1

  7

  3

  3

  3

  3

  8

  9

  29 58,00

  Siswa 26

  3

  5

  3

  28 56,00

  10

  9

  37 74,00

  Siswa 27 3 2,5

  9

  4

  9 8 35,5 71,00

  Si² 0,148 1,041 6,704 3,157 0,840 2,490

  St² 25,383

  ∑Si² 14,380

  Reliabilitas 0,52

  Siswa 25

  2

  5

  Siswa 23

  9

  7

  35 70,00

  Siswa 22

  3

  5

  9

  2

  10

  9

  38 76,00

  3

  9

  3

  9

  2

  10

  9

  36 72,00

  Siswa 24

  3

  2

  9

  3

  2

  Siswa 14

  1

  8 8 31,5 63,00

  3

  3

  3

  3

  7

  9

  28 56,00

  Siswa 4 3 2,5

  8

  2

  Siswa 5

  36 72,00

  3

  5

  9

  3

  7

  8

  35 70,00

  Siswa 6

  3

  4

  9

  Siswa 3

  7

  9

  Siswa 1

  2

  3

  4

  5

  6 SKOR TOTAL NILAI skor per soal

  5

  5

  10

  10

  10

  10 Nama

  3

  9

  5

  6

  6

  9

  9

  38 76,00

  Siswa 2

  3

  3

  9

  5

  4

  9

  40 80,00

  4

  Siswa 11

  3

  2

  9

  3

  9

  8

  34 68,00

  Siswa 12

  3

  10

  7

  6

  10

  10

  43 86,00

  Siswa 13

  3

  3

  9

  5

  10

  10

  31 62,00

  7

  38 76,00

  8 8 33,5 67,00

  Siswa 7

  3

  3

  9

  3

  9

  10

  37 74,00

  Siswa 8 3 2,5

  9

  3

  Siswa 9

  3

  3

  3

  3

  5

  9

  9

  32 64,00

  Siswa 10

  3

  3

  8

  Interpretasi CUKUP

  Lampiran A.6 l 160 Rumus alpha :

  = 0,5201

  Lampiran A.7 l 161

Perhitungan Validitas Butir Soal dan Reliabilitas Tes Hasil Belajar

Siswa Materi Persegi

nomor soal

  9

  2

  8

  9

  27

  17 Siswa 17

  3

  4

  10

  2

  10

  38

  3

  18 Siswa 18

  3

  5

  10

  10

  10

  10

  48

  19 Siswa 19

  3

  4

  1

  8

  2

  13 Siswa 13

  3

  4

  8

  2

  9

  9

  35

  14 Siswa 14

  3

  8

  16 Siswa 16

  2

  2

  5

  22

  15 Siswa 15

  1 4,5

  9

  1

  9

  1 25,5

  3

  9

  9

  10

  1

  5

  8

  3

  8

  8

  33

  24 Siswa 24

  3

  5

  3

  39

  9

  9

  39

  25 Siswa 25

  3

  3

  8

  2

  8

  8

  23 Siswa 23

  10

  9

  21 Siswa 21

  9

  41

  20 Siswa 20

  1

  5

  7

  2

  2

  8

  25

  1

  10

  4

  6

  1

  2

  1

  15

  22 Siswa 22

  3

  4

  10

  2

  38

  8

  1

  3

  35

  3 Siswa 3

  1

  5

  8

  4

  8

  9

  35

  4 Siswa 4

  4

  8

  8

  1

  2

  8

  26

  5 Siswa 5

  3 4,5

  7

  2

  2

  9

  2

  6 Siswa 6

  10 No Nama

  2

  3

  4

  5

  6 Y skor per soal

  5

  5

  10

  10

  10

  1 Siswa 1

  8

  3

  5

  10

  5

  8

  9

  40

  2 Siswa 2

  3

  5

  2 20,5

  3

  3

  11 Siswa 11

  5

  33

  10 Siswa 10

  3

  2

  7

  2

  8

  9

  31

  1

  1

  5

  9

  1

  8

  1

  25

  12 Siswa 12

  3

  5

  10

  9

  10

  4

  9

  10

  3

  9

  9

  38

  7 Siswa 7

  3

  5

  8

  3

  9

  5

  37

  8 Siswa 8

  1

  5

  8

  10

  8

  9

  41

  9 Siswa 9

  3

  32 Butir soal dikatakan valid apabila . Berdasarkan tabel r product moment dengan = 0,05 dan N = 25 maka nilai r tabel = 0,396

  Lampiran A.7 l 162 Butir Soal Nomor 1 Butir Soal Nomor 2 X1 (X1)² Y Y² X1*Y X2 (X2)² Y Y² X2*Y

  3

  60

  16 15 225

  4

  15

  1 15 225

  1

  25 25 625 125

  5

  25

  1 25 625

  1

  9 41 1681 123

  9 41 1681 123

  9 39 1521 117

  3

  25 48 2304 240

  5

  9 48 2304 144

  3

  16 38 1444 152

  4

  9 38 1444 114

  3

  81

  9 27 729

  3

  27

  3

  4

  1

  96

∑X1 ∑(X1)² ∑Y ∑Y² ∑X1*Y ∑X2 ∑(X2)² ∑Y ∑Y² ∑X2*Y

59 161 819 28281,

  Validitas :

  0,27633

  rxy :

  4442,34

  rxy :

  4472,86

  PENYEBUT :

  1779

  PENYEBUT :

  1236

  PEMBILANG : 484 PEMBILANG :

  5 3522

  5 2004 106 471,5 819 28281,

  9 32 1024

  16 39 1521 156

  3

  96

  9 32 1024

  3

  25 39 1521 195

  5

  9 39 1521 117

  3

  25 33 1089 165

  5

  33

  1 33 1089

  1

  1 27 729

  1 1 25,5 650,25 25,5 4,5 20,25 25,5 650,25 114,75

  3

  78

  1 41 1681

  1

  25 37 1369 185

  5

  9 37 1369 111

  3

  16 38 1444 152

  4

  9 38 1444 114

  3

  3 9 20,5 420,25 61,5 4,5 20,25 20,5 420,25 92,25

  16 26 676 104

  4

  9 26 676

  5

  3

  25 35 1225 175

  5

  35

  1 35 1225

  1

  25 35 1225 175

  5

  9 35 1225 105

  3

  25 40 1600 200

  5

  9 40 1600 120

  41

  25 41 1681 205

  44

  25 25 625 125

  4 22 484

  2

  66

  9 22 484

  3

  16 35 1225 140

  4

  9 35 1225 105

  3

  25 38 1444 190

  5

  9 38 1444 114

  3

  5

  3

  25

  1 25 625

  1

  62

  4 31 961

  2

  93

  9 31 961

  3

  25 33 1089 165

  5

  99

  9 33 1089

  VALID Validitas : TIDAKVALID Korelasi : CUKUP Korelasi : RENDAH

  Lampiran A.7 l 163 Butir Soal Nomor 3 Butir Soal Nomor 4 X3 (X3)² Y Y² X3*Y X4 (X4)² Y Y² X4*Y

  2

  78

  4 39 1521

  2

  15 10 100 39 1521 390

  1 15 225

  1

  90

  36 15 225

  6

  50

  4 25 625

  49 25 625 175

  64 33 1089 264

  7

  81 41 1681 369

  9

  64 41 1681 328

  8

  76 10 100 48 2304 480 10 100 48 2304 480

  4 38 1444

  2

  54 10 100 38 1444 380

  4 27 729

  2

  8

  3

  4

  PEMBILANG :

  VALID Validitas :

  Validitas :

  0,67159

  rxy :

  0,59849

  rxy :

  12367

  PENYEBUT :

  6982,52

  PENYEBUT :

  8305,5

  4179

  9 33 1089

  PEMBILANG :

  5 2887,5

  5 7014 78 412 819 28281,

  64

∑X3 ∑(X3)² ∑Y ∑Y² ∑X3*Y ∑X4 ∑(X4)² ∑Y ∑Y² ∑X4*Y

209 1801 819 28281,

  4 32 1024

  2

  64 32 1024 256

  8

  9 39 1521 117

  3

  99 10 100 39 1521 390

  16 27 729 108

  1 1 25,5 650,25 25,5

  10 100 40 1600 400

  64 26 676 208

  3

  64 37 1369 296

  8

  9 38 1444 114

  3

  41 10 100 38 1444 380

  2 4 20,5 420,25

  7 49 20,5 420,25 143,5

  26

  1 26 676

  1

  8

  8

  16 35 1225 140

  4

  64 35 1225 280

  8

  70

  4 35 1225

  2

  64 35 1225 280

  8

  25 40 1600 200

  5

  9 37 1369 111

  64 41 1681 328 10 100 41 1681 410 10 100 33 1089 330

  9 81 25,5 650,25 229,5

  3

  44

  4 22 484

  2

  64 22 484 176

  8

  70

  4 35 1225

  2

  64 35 1225 280

  8

  9 38 1444 114

  25 10 100 38 1444 380

  1

  1 25 625

  1

  81 25 625 225

  9

  62

  4 31 961

  2

  49 31 961 217

  7

  33

  1 33 1089

  VALID Korelasi : CUKUP Korelasi : TINGGI

  Lampiran A.7 l 164

  9

  1 15 225

  1

  30

  4 15 225

  2

  64 25 625 200

  8

  50

  4 25 625

  2

  81 41 1681 369

  81 41 1681 369

  8

  9

  81 38 1444 342 10 100 48 2304 480 10 100 48 2304 480

  9

  81 27 729 243 10 100 38 1444 380

  9

  64 27 729 216

  8

  1 1 25,5 650,25 25,5

  9 81 25,5 650,25 229,5

  25 22 484 110

  5

  15 10 100 39 1521 390 10 100 39 1521 390

  64 33 1089 264

  4 22 484

  PEMBILANG :

  VALID Validitas :

  Validitas :

  0,76969

  rxy :

  0,77546

  rxy :

  13858,1

  PENYEBUT :

  13038,1

  PENYEBUT :

  10666,5

  10110,5

  8

  PEMBILANG :

  5 6454,5

  5 6399,5 184 1566 819 28281,

  64 32 1024 256

∑X5 ∑(X5)² ∑Y ∑Y² ∑X5*Y ∑X6 ∑(X6)² ∑Y ∑Y² ∑X6*Y

183 1527 819 28281,

  8

  64 32 1024 256

  8

  81 39 1521 351

  9

  81 39 1521 351

  9

  64 33 1089 264

  44

  2

  Butir Soal Nomor 5 Butir Soal Nomor 6

  2

  9

  81 38 1444 342

  9

  41

  2 4 20,5 420,25

  41

  2 4 20,5 420,25

  64 26 676 208

  8

  52

  4 26 676

  81 35 1225 315

  9

  9

  64 35 1225 280

  8

  81 35 1225 315

  9

  64 35 1225 280

  8

  81 40 1600 360

  9

  64 40 1600 320

  8

  X5 (X5)² Y Y² X5*Y X6 (X6)² Y Y² X6*Y

  81 38 1444 342

  81 37 1369 333

  81 35 1225 315

  8

  9

  81 35 1225 315

  9

  81 38 1444 342

  9

  64 38 1444 304

  8

  25

  1 25 625

  1

  64 25 625 200

  81 31 961 279

  9

  9

  64 31 961 248

  8

  25 33 1089 165

  5

  81 33 1089 297

  9

  81 41 1681 369

  9

  64 41 1681 328

  8

  81 37 1369 333

  VALID

  Lampiran A.7 l 165

Reliabilitas Tes Hasil Belajar Siswa Materi Persegi

nomor soal

  10

  4

  10

  2

  10

  9

  38 76,00

  Siswa 18

  3

  5

  10

  Siswa 17

  10

  10 48 96,00

  Siswa 19

  3

  3

  8

  9

  9

  9

  41 82,00

  3

  9 27 54,00

  1

  Siswa 15

  8

  2

  9

  9

  35 70,00

  Siswa 14

  3 2,5

  8

  2

  2 5 22,5 45,00

  1

  8

  5

  9

  9

  1

  25 50,00

  Siswa 16

  1

  3

  4

  2

  Siswa 20

  5

  3

  8

  10

  3

  9

  9 39 78,00

  Siswa 25

  3

  3

  8

  2

  8

  32 64,00

  3

  Si²

  0,907 0,761 2,240 7,873 7,810 9,310

  St²

  61,206

  ∑Si²

  28,901

  Reliabilitas

  0,633

  Interpretasi

  TINGGI Rumus alpha :

  5

  Siswa 24

  7

  Siswa 22

  2

  2

  8 25 50,00

  Siswa 21

  1

  5

  6

  2

  1

  15 30,00

  3 3,5

  33 66,00

  10

  2

  10 10 38,5 77,00

  Siswa 23

  1

  5

  8

  3

  8

  8

  4

  Siswa 13

  1

  Siswa 4

  35 70,00

  Siswa 3

  1

  5

  8

  4

  8

  9

  35 70,00

  3

  8

  4

  8

  1

  2

  8 26 52,00

  Siswa 5

  3

  5

  7

  2

  9

  2

  1

  10 Nama

  2

  3

  4

  5

  6 SKOR TOTAL NILAI skor per soal

  5

  5

  10

  10

  10

  Siswa 1

  8

  3

  5

  10

  5

  8

  9

  40 80,00

  Siswa 2

  3

  5

  2

  20 40,00

  9 38 76,00

  1

  5

  32 64,00

  Siswa 10

  3

  3

  7

  2

  8

  9 32 64,00

  Siswa 11

  5

  10

  9

  8

  1

  24 48,00

  Siswa 12

  3

  5

  10

  3

  8

  9

  5

  Siswa 6

  3

  3

  4

  10

  3

  9

  9 38 76,00

  Siswa 7

  3

  5

  8

  9

  3

  9

  37 74,00

  Siswa 8

  1

  5

  8

  10

  8

  9 41 82,00

  Siswa 9

  = 0,633

  

LAMPIRAN B

Lampiran B.1 Daftar Nama Siswa Kelas VII-H SMP Negeri 1 Banguntapan

Bantul Lampiran B.2 Daftar Hadir Pembelajaran Materi Persegi Panjang Lampiran B.3 Daftar Hadir Pembelajaran Materi Persegi Lampiran B.4 Daftar Hadir Tes Hasil Belajar Materi Persegi Panjang dan Materi Persegi Lampiran B.5 Daftar Hadir Pengisian Angket Pembelajaran dengan Menggunakan Metode Konvensional dan Pendekatan Ilmiah

  Lampiran B.1 l 167 Daftar Nama Siswa Kelas VII-H SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul No Absen Nama

  1 ADDELIA PUSPITA SARI

  2 ADNANTA PUTRA TARISKA

  3 ADRIKA NOVITASARI

  4 ALYZA FIRDAUS NABILA

  5 ANISSA NOOR SHOLIKHAH

  6 ARDHANARISWARI

  7 BERLIANA LARASATI

  8 BUKHORI ANWAR

  9 FANY DEWA KUSUMA

  10 GOVIN KALIS SANGGA MUKTI

  11 HUWAIDA KAMELIA ANGGRAINI

  12 INES NISA AZIZA

  13 MUHAMMAD HAFIDH FAHRIZAL

  14 MUHAMMAD RAFI FAUZAN

  15 PRAMITAVA LAILARA ISTU DIAH

  16 PRIMADI PRIYO LAKSONO

  17 RAHMA NUR AINI

  18 RANA ADHELIA PUTRI

  19 REGITA AYU CAHYANI

  20 RILO PRASETYO

  21 RIZKY BAGAS ADITYA

  22 SEKAR SARI ANGGRAENI

  23 SEVIA AMANDA ALA

  24 TSUROYYA ANIQOH

  25 TUFFAHATI NADHIFA SRIHADINI

  26 WENTAR PERMANA DINILART

  

27 YULICO ARDITYA YUDHA PRATAMA

  LAMPIRAN C Lampiran C.1 Instrumen Penelitian Angket

Lampiran C.2 Data Angket Motivasi Siswa dengan Metode Konvensional

Lampiran C.3 Data Angket Motivasi Siswa dengan Pendekatan Ilmiah

Lampiran C.4 Perhitungan Standar Deviasi Angket Motivasi Siswa dengan

  Metode Konvensional

Lampiran C.5 Perhitungan Standar Deviasi Angket Motivasi Siswa dengan

Pendekatan Ilmiah Lampiran C.6 Soal Tes Hasil Belajar Siswa

  Lampiran C.7 Kunci Jawaban Tes Hasil Belajar Lampiran C.8 Jawaban Hasil Belajar Siswa Materi Persegi Panjang Lampiran C.9 Jawaban Hasil Belajar Siswa Materi Persegi Lampiran C.10 Perhitungan Standar Deviasi Hasil Belajar Siswa

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK (SCIENTIFIC APPROACH) DI SMK NEGERI 1 KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2014/2015.
0
0
14
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA SUB POKOK BAHASAN KELILING DAN LUAS PERSEGI PANJANG DAN PERSEGI SISWA KELAS I SEMESTER GENAP SMP NEGERI 12 JEMBER TAHUN AJARAN 2004 2005
0
0
16
UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE INKUIRI SISWA KELAS VII SMP 1 BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20122013
0
0
10
PENERAPAN METODE EKSPERIMEN TERHADAP POKOK BAHASAN BUNYI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MTsN 2 PALANGKA RAYA KELAS VIII SEMESTER II TAHUN AJARAN 20132014 (STUDI EKSPERIMEN) SKRIPSI Diajukan Untuk Melengkapi dan Memenuhi Salah Satu Syarat Memperole
0
0
22
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE THE LEARNING CELL PADA POKOK BAHASAN BUNYI DI KELAS VIII SMPN 2 PALANGKARAYA SEMESTER II TAHUN AJARAN 20132014 SKRIPSI Diajukan Untuk Melengkapi dan Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
20
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER PADA POKOK BAHASAN USAHA DAN ENERGI KELAS VIII SEMESTER II DI MTs NEGERI 2 PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN 20132014 SKRIPSI Diajukan Untuk Melengkapi dan Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidi
0
0
19
KEGIATAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 1 SD DENGAN METODE MONTESSORI PADA POKOK BAHASAN MEMBACA DAN MENULIS LAMBANG BILANGAN DENGAN BANTUAN PAPAN SEGUIN SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
0
0
146
SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN PERSEGIPANJANG DAN PERSEGI DI KELAS VII SMP ( Studi Kasus pada Dua Siswa Kelas VII SMP )
0
0
198
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL TAI (Team Assisted Individualization) DAN HASIL BELAJAR SISWA, PADA SUB POKOK BAHASAN MEANRATA-RATA DI KELAS XI IPA 3 SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20102011 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu
0
1
269
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN MASALAH OPEN ENDED DALAM MENUMBUHKAN KREATIVITAS BERPIKIR MATEMATIS DAN KETERLIBATAN SISWA POKOK BAHASAN PELUANG KELAS XI SEMESTER 1 SMA NEGERI 2 BANTUL Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
0
0
257
SMP BUDYA WACANA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20112012 PADA POKOK BAHASAN GETARAN DAN GELOMBANG Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika
0
0
107
PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA POKOK BAHASAN KELILING DAN LUAS PERSEGI DAN PERSEGI PANJANG PADA SISWA KELAS III SD 1 PALBAPANG BANTUL
0
0
212
AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN SIMETRI LIPAT DI SD DENGOK I GUNUNGKIDUL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
147
PENGARUH MOTIVASI DAN MINAT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUM PADA SISWA KELAS VIII-G SMP NEGERI 1 BANGUNTAPAN BANTUL DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperol
0
0
253
DESKRIPSI MOTIVASI BELAJAR INTRINSIK SISWA KELAS VIII SMP BOPKRI 3 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20132014 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN BELAJAR Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Progra
0
0
96
Show more