Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Bermain di Lingkungan Rumah mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository

Gratis

0
0
160
3 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMA BERMAIN DI LINGKUNGAN RUMAH MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Tri Mardanila Novitasari NIM: 151134084 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Karya sederhana ini peneliti persembahkan kepada: 1. ALLAH SWT yang selalu memberikan petunjuk dan hidayah, serta memudahkan saya dalam setiap langkah. 2. Orang tua tercinta, Bapak Abu Bakar dan Ibu Marmiati yang senantiasa memberikan kasih sayang, dukungan, motivasi lewat doanya. 3. Kakak-kakakku tercinta, Dita Meiriska Erawandani dan Franuria Jatra Bayu Hajindra, walaupun sering bertengkar tapi hal itu selalu menjadi warna yang tak akan bisa tergantikan, terimakasih atas doa dan dukungannya selama ini. 4. Keluarga Besarku yang selalu memberi motivasi dan dukungan untuk meraih kesuksesan. 5. Sahabat-sahabatku yang selalu menghibur, mengingatkan, dan memberikan semangat . 6. Universitas Sanata Dharma, almamater yang saya banggakan. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Sesungguhnya Allah SWT tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS Ar Ra’d 11) Jika kamu belum meraih kesuksesan, jangan pernah berhenti untuk terus mencoba. (William Edward Hickson) ALLAH SWT selalu memberikan kemudahan dalam setiap kesulitan, jika kita juga ingin berusaha. (Tri Mardanila Novitasari) v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 19 Februari 2019 Peneliti Tri Mardanila Novitasari vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Tri Mardanila Novitasari Nomor Mahasiswa : 151134084 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMA BERMAIN DI LINGKUNGAN RUMAH MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk Pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai peneliti. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 19 Februari 2019 Yang menyatakan Tri Mardanila Novitasari vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMA BERMAIN DI LINGKUNGAN RUMAH MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR Tri Mardanila Novitasari Universitas Sanata Dharma 2019 Pembelajaran Inovatif adalah pembelajaran yang dirancang oleh guru, yang sifatnya baru dan bertujuan untuk memfasilitasi siswa dalam mengembangkan pengetahuannya sendiri dalam merubah perilaku ke arah yang lebih baik sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh siswa. Namun, pada kenyataannya pembelajaran inovatif belum sepenuhnya dirancang oleh guru di Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perangkat pembelajaran inovatif sub tema Bermain di Lingkungan Rumah mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT). Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan. Pengembangan perangkat pembelajaran ini menggunakan langkah-langkah pengembangan Borg & Gall yang terdiri dari tujuh tahap yaitu, (1) potensi masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi ahli, (5) revisi produk, (6) uji coba produk, (7) revisi produk hasil uji coba terbatas dan dihasilkan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema bermain di lingkungan rumah mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata pada model Problem Based Learning (PBL) adalah 4,2 dengan kategori “baik” dan skor rata-rata pada model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT) adalah 4,10 dengan kategori “baik”. Hasil uji coba produk perangkat pembelajaran inovatif menunjukkan skor rata-rata 4,3 dengan kategori “sangat baik” pada model Problem Based Learning (PBL) dan skor rata-rata 4,26 dengan kategori “sangat baik” pada model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT). Berdasarkan hasil validasi pakar pembelajaran inovatif, guru kelas II Sekolah Dasar, dan mahasiswa PGSD 2015, diperoleh hasil skor rata-rata akhir yaitu 4,18 dengan kategori “baik”. Dengan demikian, produk yang dikembangkan ini mempunyai kualitas yang baik dan layak untuk digunakan sebagai perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar. Kata Kunci: perangkat pembelajaran inovatif mengacu kurikulum 2013, model Problem Based Learning (PBL), dan model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT). viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE DEVELOPMENT OF INNOVATIVE LEARNING DEVICE IN ‘BERMAIN DI LINGKUNGAN RUMAH’ SUB-THEME REFERS TO CURRICULUM 2013 FOR 2ND GRADERS OF ELEMENTARY SCHOOL Tri Mardanila Novitasari Sanata DharmaUniversity 2019 Innovative learning is a learning process designed by teacher, up-to-date, and aimed for facilitating the students in developing their knowledge in order to change to better behavior in accordance with the potential of the students. However, at the fact, the innovative learning has not completely been designed by elementary school teacher. This research was aimed to know the quality of innovative learning device in ‘Bermain di Lingkungan Rumah’ sub-theme which refers to Curriculum 2013 using Problem Based Learning and cooperative learning model type Numbered Head Together (NHT). This research was a development research. The development of this learning device used development procedures by Borg and Gall which was consisted of seven steps as follow (1) potential problem, (2) data collection, (3) product design, (4) expert validation, (5) product revision, (6) product trial, (7) product revision of limited trial result in order to design innovative learning device in ‘Bermain di Lingkungan Rumah’ sub-theme which refers to Curriculum 2013 for 2nd graders of elementary school. The result of this research showed that the average score of Problem Based Learning was 4.2, which was categorized as “good”, while average score of cooperative learning model type Numbered Head Together (NHT) showed 4.10, which was categorized as “good” as well. The product trial result of innovative learning device showed 4.3 as the average score, which was categorized “very good” in Problem Based Learning, while the cooperative learning model type Numbered Head Together (NHT) showed 4.26 as the average score, which was categorized as “very good”. Based on the result of innovative learning expert validation, 2nd graders elementary school teachers, PGSD students batch 2015, it could be obtained the final average score of 4.18 which was categorized as “good”. Therefore, this developed product has good quality and is feasible to be used as an innovative learning device refers to Curriculum 2013 for 2nd graders of elementary school. Keywords: innovative learning device refers to Curriculum 2013, Problem Based Learning model, cooperative learning model type Numbered Head Together (NHT) ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan nikmat dan rahmat-Nya, sehingga skripsi yang berjudul Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema Bermain Di Lingkungan Rumah Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar dapat diselesaikan dengan baik. Skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Dalam penyusunan skripsi ini, penulis tidak lepas dari bantuan, dukungan, bimbingan, nasihat, dan kerjasama dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd. selaku Ketua Program Studi PGSD. 3. Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd. selaku Wakil Ketua Program Studi PGSD. 4. Drs. Puji Purnomo, M.Si. selaku Dosesn Pembimbing I yang telah membimbing dan memberi dukungan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 5. Andreas Erwin Prasetya, M.Pd. dan Brigitta Erlita Tri Anggadewi, M.Psi. selaku dosen penguji yang telah bersedia memberikan waktu pada saya untuk menempuh ujian akhir skripsi. 6. Para Dosen dan Staf PGSD yang telah melayani peneliti dengan baik. 7. MM. Suyatini, M.Pd. selaku Kepala Sekolah SD Negeri Kentungan yang telah memberikan izin untuk peneliti melakukan validasi uji coba produk penelitian. 8. Paskalis Adi Pristanto, S.Pd. selaku validator Pakar Pembelajaran Inovatif yang telah memberikan bantuan dalam penelitian ini dengan melakukan validasi produk penelitian. 9. Tutut, S.Pd. selaku validator Pakar Pembelajaran Inovatif yang telah memberikan bantuan dalam penelitian ini dengan melakukan validasi x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI produk penelitian dan selaku guru kelas IIB SDN Kentungan yang telah membantu peneliti dalam melakukan validasi uji coba produk penelitian. 10. Siswa kelas IIB SDN Kentungan yang dengan senang hati membantu dan berinteraksi secara aktif selama proses penelitian. 11. Kedua orang tuaku, Abu Bakar dan Marmiati tercinta yang tidak pernah berhenti mendoakan dan memberikan semangat bagi peneliti untuk menyelesaikan skripsi ini. 12. Kakakku tercinta, Dita Meiriska Erawandani dan Franuria Jatra Bayu Hajindra yang senantiasa memberikan semangat dan doa untuk memotivasi peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini. 13. Sahabatku terkasih Adit, Dinda, Siska, Elin, Ella, Intan, Dara, Mia, Dipta, Putri, Herlin yang selalu memberikan dukungan, semangat, dan bantuan selama penyusunan skripsi ini. 14. Teman-teman skripsi payung R & D pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yang saling memberikan dukungan dan bantuan satu sama lain. 15. Teman-teman angkatan 2015 PGSD yang selaku mengiringi langkah peneliti selama menjalani perkuliahan. 16. Seluruh pihak yang telah membantu baik secara moral maupun material, yang tidak dapat peneliti sebutkan satu per satu. Peneliti sangat bersyukur karena bantuan dari berbagai pihak akhirnya penulisan skripsi ini dapat terselesaikan. Demikian ucapan terima kasih yang penulis sampaikan kepada semua pihak yang menjadi bagian dalam penyelesaian skripsi ini. Penulis menyadari bahwa masih memiliki banyak kekurangan, walaupun demikian, semoga tetap bermanfaat bagi semua pihak. Yogyakarta, 19 Februari 2019 Peneliti Tri Mardanila Novitasari xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN ......................................................................... iv HALAMAN MOTTO ......................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................. vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS .......................................................... vii ABSTRAK ........................................................................................................... viii ABSTRACT .......................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ......................................................................................... x DAFTAR ISI ........................................................................................................ xii DAFTAR TABEL ............................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ........................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 5 C. Tujuan Penelitian....................................................................................... 5 D. Manfaat Penelitian..................................................................................... 5 E. Batasan Istilah ........................................................................................... 6 F. Spesifikasi Produk yang Dikembangkan ................................................... 7 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................. 10 A. Kajian Pustaka ........................................................................................... 10 1. Kurikulum SD 2013 ............................................................................. 10 2. Keterampilan Belajar Dasar Abad 21 ................................................... 13 3. Perangkat Pembelajaran ....................................................................... 18 4. Pembelajaran Inovatif ........................................................................... 23 5. Model Problem Based Learning .......................................................... 25 6. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together ...... 28 B. Penelitian yang Relevan ............................................................................ 31 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Kerangka Berpikir ..................................................................................... 34 D. Pertanyaan Penelitian ................................................................................ 35 BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 36 A. Jenis Penelitian .......................................................................................... 36 B. Prosedur Pengembangan ........................................................................... 37 1. Potensi Masalah .................................................................................. 38 2. Pengumpulan Data .............................................................................. 39 3. Desain Produk ..................................................................................... 39 4. Validasi Ahli ....................................................................................... 40 5. Revisi Produk ...................................................................................... 40 6. Uji Coba Produk.................................................................................. 40 7. Revisi Produk ...................................................................................... 41 C. Setting Penelitian ....................................................................................... 41 1. Lokasi Penelitian ................................................................................ 41 2. Subyek Penelitian ............................................................................... 41 3. Obyek Penetilian ................................................................................ 41 4. Waktu Penelitian ................................................................................ 41 D. Instrumen Penelitian ................................................................................... 41 1. Pedoman Waancara ............................................................................ 41 2. Pedoman Observasi ............................................................................ 43 3. Instrumen Validasi .............................................................................. 44 E. Teknik Pengumpulan Data .......................................................................... 47 F. Teknik Analisis Data ................................................................................... 47 1. Data Kualitatif .................................................................................... 47 2. Data Kuantitatif ................................................................................... 48 G. Jadwal Pelaksanaan Penelitian ................................................................... 51 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN................................... 52 A. Analisis Kebutuhan ................................................................................... 52 1. Data Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan ...................................... 52 B. Deskripsi Produk Awal ............................................................................. 57 1. Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Prosem) .............. 57 2. Silabus ................................................................................................ 58 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH) ........ 58 C. Validasi Ahli dan Revisi Produk ............................................................... 60 1. Data Validasi Pakar Pembelajaran Inovatif ....................................... 60 2. Revisi Produk ..................................................................................... 67 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Uji Coba Terbatas ...................................................................................... 69 1. Data Uji Coba Terbatas ...................................................................... 69 2. Revisi Produk ..................................................................................... 73 E. Kajian Produk Akhir ................................................................................ 74 F. Hasil Penelitian dan Pembahasan.............................................................. 76 1. 2. Hasil Penelitian ................................................................................. 76 Pembahasan ....................................................................................... 76 BAB V PENUTUP ............................................................................................... 84 A. Kesimpulan................................................................................................ 84 B. Keterbatasan Penelitian dan Pengembangan ............................................. 85 C. Saran .......................................................................................................... 85 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 86 LAMPIRAN ......................................................................................................... 89 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.1 Tahapan Pembelajaran dengan Model Problem Based Learning ............28 Tabel 3.1 Daftar Pertanyaan Wawancara Analisis Kebutuhan ................................42 Tabel 3.2 Pedoman Instrumen Observasi Guru .......................................................44 Tabel 3.3 Pedoman Instrumen Observasi Siswa ......................................................44 Tabel 3.4 Pedoman Validasi Uji Validasi Pakar dan Guru ......................................47 Tabel 3.5 Konversi Data Kuantitatif ke Data Kualitatif Skala Lima ......................48 Tabel 3.6 Kriteria Skor Skala Lima .........................................................................50 Tabel 3.7 Jadwal Pelaksanaan Penelitian .................................................................51 Tabel 4.1 Komentar dan Revisi Pakar Pembelajaran Inovatif model Problem Based Learning (PBL) .......................................................................................65 Tabel 4.2 Komentar dan Revisi Pakar Pembelajaran Inovatif model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) ...................................67 Tabel 4.3 Komentar dan Saran Guru Kelas IIB Sekolah Dasar saat Uji Coba Produk ....................................................................................................72 Tabel 4.4 Komentar dan Saran Mahasiswa PGSD 2015 saat Uji Coba Produk ......73 Tabel 4.5 Rekapitulasi Skor Validasi Pakar Pembelajaran Inovatif dan Hasil Uji Coba Produk ......................................................................................76 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1 Literatur Map Penelitian Yang Relevan ............................................ 33 Gambar 2.2 Bagan kerangka berpikir pada penelitian ini ..................................... 35 Gambar 3.1 Prosedur Pengembangan Produk dari Borg and Gall........................ 37 Gambar 3.2 Langkah-langkah Pengembangan Produk ........................................ 38 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1 Surat Izin Penelitian.......................................................................... 90 Lampiran 2 Surat Keterangan Penelitian ............................................................. 91 Lampiran 3 Surat Izin Observasi dan Wawancara ............................................... 92 Lampiran 4 Pedoman Wawancara ....................................................................... 93 Lampiran 5 Rangkuman Wawancara Survei Kebutuhan ..................................... 94 Lampiran 6 Lembar Instrumen Observasi Analisis Kebutuhan Guru dan Siswa 99 Lampiran 7 Instrumen Validasi RPP.................................................................... 101 Lampiran 8 Instumen Validasi Uji Coba Produk ................................................. 104 Lampiran 9 Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran Inovatif Model PBL Pakar Pembelajaran Inovatif ...................................................................... 105 Lampiran 10 Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran Inovatif Model PBL Guru Kelas IIB SDN Kentungan .............................................................. 112 Lampiran 11 Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran Inovatif model pembelajaran kooperatif tipe NHT Pakar Pembelajaran inovatif .......................... 119 Lampiran 12 Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran Inovatif model pembelajaran kooperatif tipe NHT Guru Kelas IIB SDN Kentungan ................... 126 Lampiran 13 Hasil Uji Coba Produk Model PBL Guru kelas IIB SDN Kentungan........................................................................................ 133 Lampiran 14 Hasil Uji Coba Produk Model PBL Mahasiswa PGSD 2015.......... 135 Lampiran 15 Hasil Uji Coba Produk Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT Guru kelas IIB SDN Kentungan ............................................................... 137 Lampiran 16 Hasil Uji Coba Produk del Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT Mahasiswa PGSD 2015 ................................................................... 139 Lampiran 17 Dokumentasi penelitian .................................................................... 141 Lampiran 18 Biodata Penulis ................................................................................. 142 Lampiran 19 Produk Perangkat Pembelajaran Inovatif Dicetak Terpisah ............. 143 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab I ini berisi mengenai enam hal yaitu latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan istilah, dan spesifikasi produk yang dikembangkan. A. Latar Belakang Masalah Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 yang berkaitan dengan standar proses mengisyaratkan bahwa guru diharapkan dapat mengembangkan perencanaan pembelajaran, yang kemudian dipertegas melalui Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang standar proses, yang antara lain mengatur tentang perencanaan proses pembelajaran yang mensyaratkan bagi pendidik pada satuan pendidikan untuk mengembangkan perencanaan pembelajaran. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun perangkat pembelajaran secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk menciptakan peserta didik yang inovatif, kreatif, dan berwatak, kualitas pendidikan haruslah diperhatikan. Kualitas sebuah pendidikan harus sejalan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tantang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Zainal (2011: 1-2) menjelaskan bahwa kurikulum adalah salah satu alat yang dipergunakan agar tujuan pendidikan dapat tercapai dan sebagai pedoman saat melaksanakan pembelajaran di semua jenjang pendidikan. Pada zaman dahulu kurikulum lebih menekankan pada mata pelajaran, namun saat ini kurikulum lebih menekankan pada kehidupan nyata, proses, dan keaktifan siswa yang tidak hanya hafalan saja tetapi mementingkan sikap dan keterampilan 1

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 peserta didik. Peraturan terakhir pada sistem pendidikan di Indonesia yaitu dengan ditetapkannya Kurikulum 2013, dengan adanya perubahan kurikulum ini diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat meningkat. Sanjaya (2008: 106) menyatakan bahwa proses pembelajaran harus diarahkan supaya siswa mampu mengatasi masalah dan tantangan dalam kehidupan yang cepat berubah, dengan adanya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) diharapkan guru dapat membuat proses pembelajaran yang tidak membosankan dan mengedepankan keaktifan peserta didik. Namun hingga saat ini, Kurikulum 2013 masih menjadi perdebatan di kalangan para guru. Masalah yang muncul terletak pada tingkat pemahaman guru yang masih kurang pada kurikulum 2013. Pada implementasi kurikulum 2013 guru dituntut untuk cerdas dan kreatif dalam menyajikan RPP agar siswa lebih aktif dan dapat mengembangkan kreatifitasnya dalam melaksanakan pembelajaran, sedangkan guru sendiri tidak kreatif dalam mengembangkan RPP sehingga siswa tidak aktif dan cenderung bosan saat pembelajaran. Hal tersebut dikarenakan guru kurang memahami bahwa salah satu karakteristik Kurikulum 2013 yaitu menggunakan pembelajaran inovatif dan guru tidak menerapkannya dalam mengembangkan RPP. Tingkat pemahaman guru yang kurang tidak hanya terdapat pada Kurikulum 2013 saja, namun dapat juga dilihat pada pengetahuannya mengenai pembelajaran inovatif. Kegiatan pada Kurikulum 2013 bertujuan untuk membuat siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang mengacu pada Kurikulum 2013 harusnya tidak menitik beratkan pada aspek kognitif saja, tetapi juga meliputi aspek afektif dan psikomotorik. Guru juga harus menuntun siswa menuju berpikir tingkat tinggi (Pratowo, 2015:3). Berdasarkan informasi yang diperoleh peneliti saat melakukan wawancara dan observasi yang telah dilakukan terhadap guru kelas II di SD Negeri Puren dan guru kelas II SD Negeri Kentungan yang telah menerapkan kurikulum 2013 sejak tahun 2016. Hasil wawancara menunjukkan bahwa penerapan kurikulum 2013 harus menggunakan pembelajaran inovatif. Pembelajaran inovatif dilakukan pada suatu pembelajaran agar membuat peserta didik lebih aktif saat pembelajaran berlangsung dan mengembangkan potensi belajarnya. Selain itu, ketika peneliti

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 mengobservasi guru kelas II di kedua SD tersebut, guru mengajarkan materi yang terdapat di buku tanpa ada kegiatan pembelajaran yang menarik dan kreatif. Ketika peneliti mewawancarai mengenai pembelajaran inovatif, beliau menyampaikan bahwa beliau belum sepenuhnya memahami pembelajaran inovatif untuk peserta didik kelas rendah. Guru hanya mengajar sesuai dengan pedoman buku tanpa mengerti caranya mengelola kelas yang efektif. Hasil wawancara dan observasi yang peneliti lakukan menunjukkan bahwa, guru mengalami kesulitan-kesulitan dan kendala saat mengajar dikelas. Kesulitan yang telah dihadapi oleh guru yaitu tentang pembuatan perangkat pembelajaran inovatif, mendesain pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran inovatif dalam Kurikulum 2013. Berdasarkan kesulitan yang dihadapi oleh guru tersebut maka penelitian ini berguna untuk memenuhi kebutuhan guru yaitu tentang mendesain pembelajaran inovatif dalam Kurikulum 2013. Peneliti mencoba memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan cara membuat contoh perangkat pembelajaran inovatif Model Problem Based Learning (PBL) dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) sub tema Bermain di Lingkungan Rumah untuk kelas II mengacu kurikulum 2013. Pentingnya perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) dalam sub tema Bermain di Lingkungan Rumah yaitu untuk memberikan kesempatan siswa untuk mengalami atau melakukan sendiri agar siswa dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran dan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Pengembangan contoh perangkat pembelajaran inovatif ini diharapkan mampu membantu guru untuk mendapatkan gambaran dalam melakukan pembelajaran inovatif dikelas. Berdasarkan permasalahan yang muncul di Sekolah Dasar maka peneliti memilih SD Negeri Kentungan sebagai lokasi penelitian karena SDN kentungan belum sepenuhnya melakukan kegiatan pembelajaran inovatif dan paham menggenai pembelajaran inovatif, sehingga peneliti beranggapan bahwa suatu perangkat pembelajaran inovatif itu sangat penting dan dapat membawa siswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung dengan situasi alam sekitarnya

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 guna untuk meningkatkan hasil belajar siswa salah satunya melalui keterampilan proses. Apabila biasanya aktivitas kelas berdominasi kepada guru, maka perlu diubah menjadi berdominasi oleh aktivitas siswa. Peneliti melakukan tindak lanjut untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan melakukan pengembangan terhadap perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Bermain Di Lingkungan Rumah mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar. Salah satu karakteristik yang harus muncul dari penerapan model pembelajaran inovatif dalam Kurikulum 2013 yaitu dengan penggunaan pembelajaran tematik-terpadu. Dapat dijelaskan bahwa pembelajaran terpadu itu mempunyai beberapa karakteristik diantaranya: (1) Berpusat pada anak, (2) Memberi pengalaman langsung, (3) Fleksibel, (4) Penyajian berbagai konsep mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran, (5) Pemisahan mata pelajaran yang tidak terlihat, (6) Hasil belajar dapat berkembang sesuai minat dan kebutuhan anak karena pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik peserta didik (Kurniawan, 2014 : 92). Peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif di kelas II Sekolah Dasar tersebut dikarenakan guru cenderung terpaku dalam buku pegangan guru dan langkah-langkah kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan buku pegangan guru dan buku pegangan siswa, sehingga saat kegiatan pembelajaran guru belum sepenuhnya melakukan pembelajaran inovatif di kelas. Berdasarkan permasalahan yang ada di kelas II Sekolah Dasar, peneliti memberikan solusi terhadap permasalahan yang dialami oleh guru yaitu dalam hal mendesain suatu pembelajaran agar tampak lebih aktif dan tidak membuat siswa menjadi bosan sehingga siswa dalam mengikuti pembelajaran selalu merasakan kesenangan. Melalui pengembangan ini pula guru dapat lebih kreatif untuk mendesain pembelajarannya.

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Bermain di Lingkungan Rumah mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar? C. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Bermain di Lingkungan Rumah mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar. D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Peneliti Peneliti memperoleh wawasan dan pengalaman baru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Bermain di Lingkungan Rumah untuk siswa kelas II Sekolah Dasar. 2. Bagi guru Guru mendapatkan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Bermain di Lingkungan Rumah mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II yang nantinya dapat digunakan saat melaksanakan pembelajaran di kelas. 3. Bagi sekolah Sekolah mendapatkan referensi dan pengetahuan dalam mengembangkan rencana pembelajaran inovatif yang mengacu kurukulum 2013. 4. Bagi Prodi PGSD Penelitian ini dapat menambahkan pustaka PGSD Universitas Sanata Dharma terkait dengan perangkat pembelajaran inovatif.

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 E. Batasan Istilah 1. Pembelajaran Inovatif adalah pembelajaran yang dirancang oleh guru, yang sifatnya baru, tidak seperti yang dilakukan biasanya, dan bertujuan untuk memfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuan sendiri dalam rangka proses perubahan perilaku ke arah yang lebih baik sesuai dengan potensi dan perbedaan yang dimiliki oleh siswa. 2. Perangkat pembelajaran inovatif adalah perangkat yang digunakan untuk mendukung proses pembelajaran. Salah satu perangkat yang mendukug proses pembelajaran yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sudah disusun secara sistematis. Perangkat pembelajaran RPP yang berisi kompetensi inti, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, indikator, materi pembelajaran, satuan pendidikan, kalas/semester, tema/subtema, pertemuan ke-, alokasi waktu, pendekatan, metode, kegiatan pembelajaran, LKS, sumber belajar, teknik penilaian, instrumen penilaian, dan refleksi. 3. Kurikulum SD 2013 adalah kurikulum yang pembelajarannya dilakukan secara tematik-terpadu dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 4. Model Problem Based Learning (PBL) merupakan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan dan konsep yang esensial dari materi pembelajaran. 5. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang melibatkan siswa dalam memahami suatu pembelajaran atau dapat mengukur pemahaman siswa dengan cara menggunakan nomor yang diberikan pada masing-masing anggota kelompok agar dapat mencapai suatu tujuan pembelajan.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 F. Spesifikasi Produk yang Dikembangkan Spesifikasi produk yang dikembangkan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah: 1. Cover Cover depan produk terdiri dari judul pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yaitu pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Bermain di Lingkungan Rumah Mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah dasar; nama penulis, logo universitas, keterangan yang berisi Program Studi yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan yaitu Ilmu Pendidikan, Fakultas yaitu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas yaitu Sanata Dharma Yogyakarta. Cover belakang berisi sinopsis dan biodata singkat penulis. 2. Ukuran kertas Produk dicetak dalam ukuran kertas A4 dengan berat 70 gram sedangkan sampul dicetak dengan kertas ivory 230 supaya terlihat kokoh. 3. Format tulisan Produk ditulis menggunakan Theme font “Times New Roman” dengan spasi 1,5 supaya setiap bagian dalam RPP terlihat jelas. 4. Kata pengantar Kata pengantar terdiri dari ucapan syukur kepada Tuhan Yang MahaEsa, penjelasan kerangka berpikir seputar pembelajaran inovatif; ucapan terimakasih kepada pihak yang membantu dan terlibat dalam penyusun produk, dan kesediaan penulis dalam menerima kritik dan saran terkait dengan produk yang dikembangkan. 5. Daftar isi Daftar isi terdiri dari garis besar isi buku beserta nomor halaman. 6. Produk yang dikembangkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari program tahunan, program semester, silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 7. Perangkat pembelajaran program tahunan untuk kelas II SD semester gasal dan genap. Program Tahunan adalah rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran berisi antara lain rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Program tahunan dibuat sesuai dengan kalender pendidikan dari tahun 2018/2019. Komponen-komponen dalam menyusun Program Tahunan: Identitas (antara lain muatan pelajaran, kelas, tahun pelajaran) dan Format isian (antara lain tema, subtema, dan alokasi waktu). 8. Perangkat pembelajaran program semester untuk kelas II SD semester gasal. Program Semester merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun program tahunan. Program semester dilihat melalui kalender pendidikan dari semester gasal tahun 2018/2019. Program Semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. 9. Perangkat pembelajaran silabus untuk kelas II SD semester gasal tahun 2018/2019. Silabus merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum berisikan garis-garis besar materi pelajaran, kegiatan pembelajaran dan rancangan penilaian. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu atau kelompok mata pelajaran/ tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. 10. Komponen perangkat pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran disusun lengkap terdiri dari 1) identitas RPP; 2) kompetensi inti; 3) kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pembelajaran; 4) pendekatan, tipe, model dan metode; 5) alat dan bahan serta sumber belajar; 6) langkah pembelajaran; 7) penilaian; 8) rangkuman materi 9) lampiran yang berisi LKPD, media dan rubrik penskoran yang berjumlah enam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 11. Mengandung karakteristik Kurikulum SD 2013 Karakteristik pembelajaran terpadu memuat unsur keterpaduan antara mata pelajaran yang akan diajarkan, saintifik yang dikembangakn adalah 5 M yaitu: mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan yang akan diaplikasikan di dalam kegiatan inti. Kemudian adanya penilaian otentik yaitu penilaian proses dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Kurikulum 2013 terdapat pendidikan karakter pada siswa dan kemamouan berpikir tinggi yaitu menerapkan taksonomi bloom mulai dari C4 sampai C6. 12. Mengembangkan keterampilan dasar abad 21 Mengembangakan empat keterampilan 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative). 13. Sesuai dengan karakteristik pembelajaran inovatif Karakteristik pembelajaran inovatif yaitu: (1) Pembelajaran,bukan pengajaran; (2) Guru sebagai fasilitator bukan instrastuktur; (3) Siswa sebagai subjek, bukan objek; (4) Multimedia bukan monomedia; (5) Sentuhan manusiawi bukan hewani; (6) Pembelajaran induktif, bukan deduktif; (7) Materi bermakna bagi siswa bukan sekedar dihafalkan; (8) Keterlibatan siswa partisipatif, bukan pasif. Model pembelajaran yang telah dikembangkan dalam membuat perangkat pembelajaran inovatif yaitu; Model Problem Based Learning (PBL) dan Model Pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT). Adanya dua model yang dikembangkan tersebut tiga RPP menggunakan model pembelajaran kooperatif dan tiga RPP menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. 14. Soal Penilaian Post Test mengacu pada panduan penilaian untuk Sekolah Dasar. Terdapat enam soal penilaian Post Test untuk setiap satu subtema yang diberikan pada akhir pembelajaran. 15. Menggunakan Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) Peneliti menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar menggunakan PUEBI yang disempurnakan yang meliputi bahasa, peristilahan, nama orang, nama tempat, tanda baca, dan kata penghubung.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Bab II ini akan menguraikan empat bagian yaitu kajian pustaka, penilaian yang relevan, kerangka berpikir dan pertanyaan penelitian. Kajian pustaka membahas tentang beberapa topik yang berkaitan dengan penelitian. Penelitian yang relevan membahas tentang hasil penelitian-penelitian yang berkaitan dan mempunyai relevansi dengan variabel penelitian yang akan peneliti lakukan. Kerangka berpikir membahas tentang rumusan konsep yang didapat dari hasil kajian teori. Bagian terakhir pada bab II ini adalah pertanyaan penelitian. A. Kajian Pustaka 1. Kurikulum SD 2013 a. Pengertian Kurikulum SD 2013 Daryanto (2014: 1) menyatakan secara konseptual kurikulum ialah suatu respon pendidikan terhadap kebutuhan masyarakat dan bangsa dalam membangun generasi masa depan. Kurikulum secara pedagogis merupakan rancangan pendidikan yang memberi kesempatan untuk peserta didik mengembangkan potensi dirinya dalam suatu suasana belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan kemampuan supaya memiliki kualitas yang diinginkan oleh masyarakat sekitarnya. Secara yudiris, kurikulum merupakan suatu kebijakan publik yang didasarkan kepada dasar filosofi bangsa dan keputusan yudiris di bidang pendidikan. Fadlillah (2014: 16) menjelaskan bahwa kurikulum 2013 adalah sebuah kurikulum yang dikembangkan untuk meningkatkan dan menyeimbangkan kemampuan soft skills dan hard skills yang berupa sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa kurikulum SD 2013 merupakan segala sesuatu yang sudah direncanakan secara matang oleh pihak yang berwenang untuk menjadi acuan dalam kegiatan belajar mengajar, kurikulum SD 2013 juga pembelajarannya dilakukan secara tematik-terpadu dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 10

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 b. Karakteristik Kurikulum SD 2013 Sesuai dengan pengertiannya, Kurikulum SD 2013 memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) Pembelajaran Terpadu Daryanto (2014: 42) menjelaskan bahwa pembelajaran terpadu merupakan suatu model pembelajaran yang mencoba memadukan beberapa pokok bahasan atau bidang studi atau berbagai materi dalam satu sajian pembelajaran keterangan seperti ini disebut juga dengan kurikulum atau pengajaran lintas bidang studi. Senada dengan penjelasan Daryanto, Prastowo (2015: 45) memaparkan bahwa pembelajaran tematik adalah saah satu model dalam pembelajaran terpadu (integrated instruction) yang merupakan sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa, baik secara individual maupun kelompok, aktif menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara holistis, bermakna, dan autentik. 2) Pendekatan Saintifik Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran kurikulum 2013 ini ialah pendekatan scientific. Fadlillah. (2014: 175) Pendekatan scientific ialah pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran yang dilakukan melalui proses ilmiah. Segala sesuatu yang dipelajari peserta didik melalui indera dan akal pikirannya sendiri merupakan proses mendapatkan pengetahuan dari pengalamannya sendiri. Melalui pendekatan ini peserta didik diharapkan mampu menghadapi dan memecahkan masalah yang dihadapi dengan baik. Pendekatan scientific ini merupakan pendekatan pembelajaran yang dilakukan melalui proses 5M yaitu, menanya, mengamati, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan. Kegiatan ini dapat membentuk sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik dengan maksimal. (Majid & Chaerul. 2014: 69) pendekatan saintifik merupakan pendekatan yang mengembangkan aktivitas siswa yaitu, mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyaji, menalar, dan mencipta. Aktivitas belajar tersebut

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 merupakan aktivitasdalam mengembangkan keterampilan berpikir untuk mengembangkan rasa ingin tahu siswa. Berdasarkan teori diatas, peneliti menyimpulkan bahwa pendekatan saintifik adalah pendekatan dimana pembelajarannya menngunakan proses ilmiah untuk memperoleh pengetahuan yang melalui proses mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan. 3) Pendidikan Karakter Mulyasa (2013: 7) menyatakan pada kurikulum 2013 lebih menekankan pada pendidikan karakter terutama pada tingkat dasar sebagai pondasi bagi tingkat berikutnya. Melalui pengembangan pendidikan karakter di kurikulum 2013 diharapkan siswa dapat menjadi generasi yang bermartabat dan mempunyai nilai tambah. Oleh karena itu, implementasikan kurikulum 2013 ini harus benar-benar diimplementasikan karena dapat mengahasilkan generasi yang produktif, kreatif, inovatif, dan berkarakter. Pendidikan karakter dalam kurikulum 2013 memiliki tujuan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan. Hal ini dapat membentuk budi pekerti dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang sehingga dapat terwujud dalam perilaku sehari hari. Pendidikan karakter pada kurikulum 2013 ini tertuang pada Kompetensi Inti (KI) 1 mengenai sikap Ketuhanan dan Kompetensi Inti (KI) 2 mengenai sikap sosial. Pada implementasi kurikulum 2013 pendidikan karakter diharapkan mampu diintegrasikan pada pembelajaran disetiap bidang studi. 4) Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (High Order Thinking Skill) Yani (2014: 73-77) menyatakan karakteristik kurikulum 2013 ini peserta didik dituntut untuk memiliki kemampuan menalar/ menganalisis, mengkomunikasikan, dan mencipta. Untuk mencapai kemampuan ini peserta didik perlu dibina kemampuannya dalam literasi teknologi informasi dan komunikasi, kemampuan konstektual, dan kemapuan menggunakan menyampaikan gagasan. berbagi media komunikasi untuk

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 Kurikulum 2013 pendidikan tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan saja namun harus memberikan ilmu ilmiah agar peserta didik dapat berpikir logis, inovatif, konsisten, dan adaptif. Pendidikan juga dituntut mampu menanamkan nilai-nilai luhur untuk diterapkan peserta didik dikehidupan sehari-hari. Harapan dari karakteristik kurikulum 2013 ini peserta didik dapat memiliki kemampuan berpikir kritis, dapat memecahkan masalah, memiliki kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama, memiliki kemampuan menciptakan, belajar konstektual, dan memiliki kemampuan informasi dan literasi media. 5) Penilaian Otentik Daryanto (2014: 113) mengemukakan penilaian otentik merupakan pengukuran yang bermakna atas hasil belajar peserta didik di ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian otentik dikatakan bermakna karena pada penilaian ini pendidik menerapkan kriteria yang berkaitan dengan kompetensi dasar yang telah dipilih. Fadillah (2014: 179) menyatakan bahwa penilaian otentik merupakan penilaian secara utuh, meliputi kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar. Penilaian otentik dapat membantu guru dalam mengetahui pencapaian kompetensi peserta didik meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Berdasarkan penjelasan para ahli di atas, Kurikulum 2013 mengembangkan pendidikan karakter melalui aspek sikap spiritual dan sikap sosial yang pengajarannya tidak secara langsung. 2. Keterampilan Belajar Dasar Abad 21 a. Pilar Pendidikan Pilar pendidikan merupakan soko guru pendidikan. UNESCO memberikan lima pilar pendidikan yang terdiri atas learning to know, learning to do, learning to be, learning to live together, dan learning to be believe in god . Tetapi untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, tidak cukup dengan empat pilar tersebut, maka dalam pendidikan di Indonesia ditambah dengan dengan pilar pendidikan “belajar untuk memperkuat keimanan, ketaqwaan, dan akhlak mulia”. Berikut uraian masing-masing pilar pendidikan tersebut.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 1) Belajar untuk mencari tahu (Learning to Know) Belajar untuk mencari tahu terkait dengan cara mendapatkan pengetahuan melalui penggunaan media atau alat yang ada. Media bisa berupa buku, orang, internet, dan teknologi yang lainya. Implementasinya untuk mencari tahu tersebut di Indonesia sudah berjalan melalui proses belajar membaca, menghafal, dan mendengarkan, baik yang terjadi di dalam kelas maupun dalam kehidupan sehari-hari. 2) Belajar untuk mengerjakan (Learning to Do) Belajar untuk melakukan atau berkarya, hal ini tidak terlepas dari belajar mengetahui karena perbuatan tidak terlepas dari ilmu pengetahuan. Belajar untuk melakukan atau berkarya merupakan upaya untuk senantiasa melakukan dan berlatih keterampilan untuk keprofesionalan dalam bekerja. Terkait dengan pembelajaran didalam kelas, maka belajar untuk mengerjakan ini sangat diperlukan latihan keterampilan bagaimana peserta didik dapat menggunakan pengetahuan tentang konsep atau prinsip mata pelajaran tertentu dalam mata pelajaran lainnya atau dalam kehidupannya sehari-hari. Dengan demikian peserta didik memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dapat mempengaruhi kehidupannya dalam mennetukan pilihan kerja yang ada di masyarakat. 3) Belajar untuk menjadi diri sendiri (Learning to Be) Belajar untuk menjadi atau berkembang utuh, belajar untuk menjadi atau berkembang secara utuh berkaitan dengan tuntutan kehidupan yang semakin kompleks sehingga dibutuhkan suatu karakter pada diri individu. Belajar menjadi pribadi yang berkembang secara optimal yang memiliki kesesuaian dan keseimbangan pada kepribadianya baik itu moral, intelektual, emosi, spiritual, maupun sosial, sehingga dalam pembelajaran, guru memiliki kewajiban untuk mengembangkan potensi peserta sesuai dengan bakat dan minatnya agar peserta didik tersebut dapat menentukan pilihannya, terlepas dari

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 siapa dan apa pekerjaanya, tetapi yang penting adalah dia menjadi sosok yang pribadi memiliki keunggulan. 4) Belajar untuk bersosial (Learning to Live Together ) Belajar hidup bersama ini sangat penting, karena masyarakat yang beragam, baik dilihat dari latar belakang, suku, ras, agama, etnik, atau pendidikan. Pada pembelajaran, peserta didik harus memahami bahwa keberagaman tersebut bukan untuk dibeda-bedakan, akan tetapi dipahamkan bahwa keberagaman tersebut tergabung dalam suatu lingkungan masyarakat. Oleh karena itu saling membantu dan menghargai satu dengan yang lainya sangat diperlukan agar tercipta masyarakat yang tertib dan aman, sehingga setiap individu dapat belajar dan hidup dalam kebersamaan dan kedamaian. 5) Belajar untuk Memperkuat Keimanan, Ketaqwaan, dan Akhlak Mulia (Learning to believe in God) Pilar yang ini hanya terdapat dalam secara tersirat dalam pendidikan di Indonesia sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas yang menyatakan bahwa salah satu tujuan pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Implementasi dari pilar tersebut diwujudkan secara langsung dalam mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, dan mata pelajaran PPKn, dan dalam mata pelajaran lain sebagai hasil pembelajaran tidak langsung melalui pencapaian KI-1 (Kompetensi Spiritual). b. Kecakapan Belajar Abad 21 Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang sangat diperlukan oleh semua manusia di seluruh dunia. Ilmu pengetahuan Indonesia merupakan negara berkembang yang masih tertinggal dari negara berkembang lainnya. Meskipun demikian, pendidikan di Indonesia memiliki kelebihan dibanding negara-negara tersebut atau negara maju lainnya dengan dasar

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 pendidikan Pancasila dan UUD 1945 yang berakar pada budaya bangsa yang mengedepankan karakter yang sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan Abad 21. Pembelajaran Abad 21 merupakan pembelajaran yang mengintegrasikan kemampuan literasi, kecakapan pengetahuan, keterampilan dan sikap, serta penguasaan terhadap teknologi. Literasi menjadi bagian terpenting dalam sebuah proses pendidikan, peserta didik yang dapat melaksanakan kegiatan literasi dengan maksimal tentunya akan mendapatkan pengalaman belajar lebih dibanding dengan peserta didik lainnya. Pendidikan Abad 21 merupakan pendidikan yang mengintegrasikan antara kecakapan pengetahuan, keterampilan, dan sikap, serta penguasaan terhadap TIK. Kecakapan tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai model pembelajaran berbasis aktivitas yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan materi pembelajaran. Kecakapan yang dibutuhkan di Abad 21 juga merupakan keterampilan berpikir lebih tinggi Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang sangat diperlukan dalam mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan global. Hosnan (2014: 87), Pada era abad 21 ini diharapkan peserta didik untuk memiliki kecakapan berpikir dan belajar. Kecakapan tersebut diantaranya adalah kecakapan pemecahan masalah (problem solving skill), kecakapan berpikir kritis (critical thingking skill), kolaborasi (collaboration skill), kecakapan berkomunikasi (communication skill) dan kecakapan kreativitas (creativity and innovatipn skill). 1) Communication skill Siswa dituntut untuk memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia. Siswa diberikan kesempatan menggunakan kemampuannya untuk mengutarakan ide-idenya, baik itu pada saat berdiskusi dengan teman-temannya maupun ketika menyelesaikan masalah dari guru.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 2) Collaboration skill Siswa menunjukkan kemampuannya dalam kerja sama kelompok dan kepemimpinan, beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggung jawab, bekerja secara produktif dengan yang lain, menempatkan empati pada tempatnya, menghormati perspektif berbeda. Siswa juga menjalankan tanggung jawab pribadi dan fleksibilitas secara pribadi, pada tempat belajar dan hubungan masyarakat, menempatkan dan mencapai standar dan tujuan yang tinggi untuk diri sendiri dan orang lain, memaklumi kerancuan. 3) Critical thingking and problem solving skill Siswa berusaha untuk memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit, memahami interkoneksi antarsistem. Siswa juga menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk berusaha menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dengan mandiri, siswa juga memiliki kemampuan untuk menyusun dan mengungkapkan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah. 4) Creativity and innovatipn skill Model dan metode serta keterampilan yang akan digunakan dalam pembelajaran masa kini dituntut untuk lebih bersifat multimodel dan multimetode dan real world problem, sehingga model pembelajaran berbasis proyek lebih banyak dituntut. Proses pembelajaran lebih berpusat pada siswa serta meninggalkan perlakuan yang bersifat menyamakans emua siswa, tetapi lebih bersifat individual. Untuk mewujudkan karakter abad 21, maka diupayakan adanya Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) untuk mengembangkan nilai karakter religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreativ, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab dan lainlain. Nilai nilai tersebut dapat dikristalisasikan menjadi 5 nilai utama yaitu: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan integritas.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 3. Perangkat Pembelajaran Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2016 tentang tandar Nasional Pendidikan salah satu standar yang harus dikembangkan adalah standar proses. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai kompetensi kelulusan. Standar proses meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran. Trianto (2010: 96) menyatakan bahwa perangkat yang digunakan dalam proses pembelajaran disebut dengan perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang diperlukan untuk mengelola proses pembelajaran berupa buku, silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), instrumen evaluasi, dan media yang digunakan dalam pembelajaran. a. Program Tahunan dan Semester Program Tahunan (Prota) berdasarkan kurikulum 2013 merupakan program umum tematik terpadu untuk setiap kelas yang dikembangkan oleh guru. Program Tahunan tersebut sebagai rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan mata pelajaran setelah diketahui kepastian jumlah jam pelajaran efektif dalam satu tahun. Program tahunan perlu dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru sebelum tahun pelajaran, karena merupakan pedoman bagi pengembangan program-program berikutnya, yakni Program Semester, Silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Program Semester (Prosem) merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun program tahunan. Program semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 b. Silabus Silabus dalam pembelajaran adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar. Silabus berisikan komponen pokok yang dapat menjawab pertanyaan berikut: 1) Kompetensi yang akan ditanamkan kepada peserta didik melalui suatu kegiatan pembelajaran; 2) kegiatan yang harus dilakukan untuk menanamkan / membentuk kompetensi tersebut; 3) upaya yang harus dilakukan untuk mengetahui bahwa kompetensi tersebut sudah dimiliki peserta didik. Silabus bermanfaat sebagai pedoman sumber pokok dalam pengembangan pembelajaran lebih lanjut, mulai dari pembuatan rencana pembelajaran, pengelolaan kegiatan pembelajaran, dan pengembangan sistem penilaian. Dalam pengembangan Silabus, terdiri dari beberapa prinsip, di antaranya: 1) Ilmiah. Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. 2) Relevan. Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik. 3) Sistematis. Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 4) Konsisten. Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian. 5) Memadai. Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. 6) Aktual dan Kontekstual. pengalaman belajar, Cakupan indikator, materi pokok, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi. 7) Fleksibel. Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. 8) Menyeluruh. Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor). c. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Permendikbud Nomor 22 (2016: 6) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih, RPP dilaksanakan unruk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD), RPP disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan sekali pertemuan atau lebih. Trianto (2010: 108) menyatakan bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang berisi prosedur dan manajemen pembelajaran dalam mencapai satu kompetensi dasar yang telah ditetapkan menurut kompetensi inti. Murganayasa, Arini, dan Japa (2014: 46) mengemukakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD). Berdasarkan teori diatas, dapat disimpulkan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 yang telah dibuat untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang telah ditetapkan. Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 memaparkan bahwa dalam menyusun RPP harus memperhatikan beberapa komponen yang ada didalam RPP, komponen RPP terdiri dari: 1) Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan; 2) Identitas mata pelajaran atau tema/subtema; 3) Kelas/ semester; 4) Materi pokok; 5) Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan utuk mencapai KD dan bebab belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai; 6) Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan KD dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur. Kata kerja operasional mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan; 7) Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi; 8) Materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi; 9) Metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai; 10) Media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran; 11) Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber lain yang relevan; 12) Langkah-langkah pembelajaran pendahuluan, inti, dan penutup; dan 13) Penilaian hasil pembelajaran. dilakukan melalui tahapan

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 Majid (2014: 126-131), memaparkan komponen-komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai berikut: 1) Mencantumkan identitas 2) Mencantumkan tujuan pembelajaran Tujuan pembelajaran dapat dirumuskan dengan mengacu pada rumusan yang terdapat dalam indikator. Tujuan pembelajaran mengandung unsur: a) Audience (A) Peserta didik yang menjadi subjek dari tujuan pembelajaran. b) Bahavior (B) Kata kerja yang mendeskripsikan kemampuan peserta didik setelah mengikuti pembelajaran. c) Condition (C) Situasi pada saat tujuan pembelajaran telah diselesaikan. d) Degree (D) Standar yang harus dicapai oleh peserta didik sehingga dapat dinyatakan telah tercapai tujuan pembelajaran. 3) Mencantumkan Materi Pembelajaran Materi pembelajaran merupakan materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. 4) Mencantumkan Model/Metode Pembelajaran Penetapan model/metode pembelajaran bergantung pada karakteristik pendekatan atau strategi yang dipilih serta bergantung pada jenis materi yang akan diajarkan kepada peserta didik. 5) Mancantunkan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 6) Mencantumkan Media/Alat/Bahan/Sumber Belajar 7) Mencantumkan Penilaian Penilaian dijabarkan atas tehnik penilaian, berbentuk instrumen dan intrumen digunakan untuk mengukur ketercapaian indikator dan tujuan pembelajaran.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa komponen-komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terdiri dari: 1) Identitas (Satuan pendidikan, kelas/semester, tema/subtema, mupel yang terkait, alokasi waktu, hari/tanggal); 2) kompetensi dasar; 3) indikator hasil belajar yang akan dicapai peserta didik yang diturunkan dari Kompetensi Dasar (KD); 4) tujuan pembelajaran yang disusun menggunakan kata kerja operasional dan mengandung unsur ABCD (Audience, Behavior, Condition, Degree). 5) langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup yang disertai alokasi waktu pada masing-masing kegiatan berdasarkan sintaks yang digunakan; 6) metode/model, alat/bahan, media dan sumber belajar; 7) penilaian (soal, teknik penilaian, dan intrumen penilaian). 4. Pembelajaran Inovatif a. Pengertian Pembelajaran Inovatif Shoimin (2014: 20-21) mengemukakan bahwa pembelajaran inovatif merupakan upaya penemuan atau pembaruan dalam sistem pembelajaran yang dilakukan dengan tujuan mendapatkan kualitas pendidikan yang lebih baik serta lebih efektif dan efisien. Pembelajaran inovatif sebagai bentuk kreativitas guru dalam mengelola pembelajaran yang semula monoton, membosankan, menjenuhkan, menuju pembelajaran yang menyenangkan, variatif, dan bermakna. Pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang bersifat student centered, maksudnya, pembelajaran yang lebih memberikan peluang kepada mahasiswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri (self directed) dan dimediasi oleh teman sebaya (peer mediated instruction). Pembelajaran inovatif mendasarkan diri pada paradigma konstruktivistik. Pembelajaran inovatif yang berlandaskan paradigma konstruktivistik membantu siswa untuk mengiternalisasi, membentuk kembali, atau mentransformasi informasi baru (Oentoro, 2010).

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dirancang oleh guru, yang sifatnya baru, tidak seperti biasanya dilakukan, dan bertujuan untuk memfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuan sendiri dalam rangka prosees perubahan perilaku ke arah yang lebih baik sesuai dengan potensi dan perbedaan yang dimiliki siswa. Tujuan dari pembelajaran inovatif yaitu memfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuan sendiri dalam rangka proses perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. b. Karakteristik Pembelajaran Inovatif Suyatno (2009: 7) Paradigma pembelajaran inovatif diyakini mampu memfasilitasi siswa untuk mengembangkan kecakapan hidup dan siap terjun di masyarakat. Dengan begitu, pembelajaran inovatif ditandai dengan prinsipprinsip berikut : (1) Pembelajaran,bukan pengajaran; (2) Guru sebagai fasilitator bukan instrastuktur; (3) Siswa sebagai subjek, bukan objek; (4) Multimedia bukan monomedia; (5) Sentuhan manusiawi bukan hewani; (6) Pembelajaran induktif, bukan deduktif; (7) Materi bermakna bagi siswa bukan sekedar dihafalkan; (8) Keterlibatan siswa partisipatif, bukan pasif. c. Keunggulan Pembelajaran Inovatif Mulyasa (2016) menyatakan bahwa keunggulan dari pembelajaran inovatif adalah sebagai berikut : 1) Membangun pengalaman belajar peserta didik dengan berbagai keterampilan proses sehingga mendapatkan pengalaman, pemahaman, keterampilan, dan pengetahuan baru. 2) Menciptakan peserta didik yang aktif (melakukan pengalaman, melakukan penyelidikan, melakukan percobaan, mengidentifikasi, menganalisis, merefleksikan, dsb). 3) Menciptakan peserta didik yang kreatif (mencari hal-hal yang baru, melakukan percobaan, menuliskan kesimpulan, melaporkan hasil kreativitas). 4) Menciptakan peserta didik yang efektif (mengajarkan lembar tugas, belajar kelompok, tepat waktu menggumpulkan hasil, disiplin dalam belajar).

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 5) Menciptakan pembelajaran yang menyenangkan (belajar sambil bermain, tidak merasa tertekan, lebih akrab dengan guru, belajar diluar kelas, belajar sambil menyanyi). 5. Model Problem Based Learning (PBL) a. Pengertian Model Problem Based Learning (PBL) Model Problem Based Learning (PBL) adalah model pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran siswa pada masalah autentik sehingga siswa dapat menyusun pengetahuannya sendiri, menumbuhkembangkan keterampilan yang lebih tinggi, memandirikan siswa dan meningkatkan kepercayaan diri sendiri (Arends, dalam Hosnan 2014: 295). Ibrahim (dalam Hosnan, 2014: 295) juga berpendapat, bahwa model Problem Based Learning meliputi pengajuan pertanyaan atau masalah, memusatkan pada keterkaitan anrardisiplin, penyelidikan autentik, kerja sama dan menghasilkan karya serta peragaan. PBL tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya pada siswa. Pembelajaran berbasis masalah, antara lain bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir dan keterampilan pemecahan masalah. Menurut Nurhadi (2004): 109) model Problem Based Learning merupakan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilam pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning merupakan sebuah model pembelajaran yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajarannya menggunakan masalah dunia nyata untuk dipecahkan dengan berpikir kritis dan menggunakan kecerdasan pada suatu meta pelajaran. b. Karakteristik Model Problem Based Learning (PBL) Nurhadi (2004: 109-110) menjelaskan bahwa karakteristik model Problem Based Learning, yaitu: (a) pembelajaran berdasarkan masalah berpusat pada pertanyaan atau masalah yang sesuai dengan kehidupan nyata siswa; (b) pemecahan masalah tidak hanya ditinjau dari satu ilmu saja, tetapi juga antau disiplin ilmu lainnya; (c) melakukan penyelidikan otentik untuk

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 mencari penyelesaian dari masalah nyata; (d) menghasilkan produk atau karya yang menjelaskan atau mewakili bentuk penyelesaian masalah yang mereka temukan. Trianto (2009: 93) menjelaskan bahwa terdapat lima karakteristik model Problem Based Learning, yaitu: (a) adanya pengajuan pertanyaan atau masalah; (b) berfokus pada keterkaitan antar disiplin; (c) penyelidikan autentik; (d) menghasilkan produk atau karya dan mempresentasikannya; dan (e) kerja sama. c. Tujuan Model Problem Based Learning (PBL) Secara terperinci Ibrahim dan Nur (dalam Rusman, 2010: 242) menyebutkan tujuan dari model Problem Based Learning yaitu: (a) membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir dan memecahkan masalah; (b) belajar berbagai peran orang dewasa melalui keterlibatan mereka dalam pengalaman nyata dan; (c) menjadikan para siswa yang otonom atau dapat mandiri. d. Kelebihan dan Kelemahan Model Problem Based Learning (PBL) Model Problem Based Learning juga memiliki kelebihan dan kelemahan. Warsono dan Harianto (2012: 152) memaparkan kelebihan dari model Problem Based Learning sebagai berikut: (a) siswa akan terbiasa menghadapi masalah (problem posing) dan tertantang untuk menyelesaikan berbagai masalah tidak hanya terkait dengan pembelajaran di kelas tetapi juga menghadapi masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari (real word); (b) memupuk solidaritas sosial dengan terbiasa berdiskusi dengan teman-teman; (c) semakin mengakrabkan guru dengan siswa; (d) membiasakan siswa melakukan eksperimen. Warsono dan Harianto (2012: 152) juga menjelaskan kelemahan model Problem Based Learning, yaitu: (a) tidak banyak guru yang mampu menghantarkan siswa kepada pemecahan masalah; (b) seringkali memerlukan biaya yang mahal dan waktu yang panjang; (c) aktivitas siswa di luar sekolah sulit dipantau.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 e. Langkah-Langkah Pelaksanaan Model Problem Based Learning Langkah-langkah menggunakan model Problem Based Learning dalam pembelajaran menurut Ibrahim dan Nur (dalam Rusman, 2010: 243) adalah sebagai berikut: 1) Orientasi siswa pada masalah. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang diperlukan, dan memotivasi siswa terlibat pada aktivitas pemecahan masalah. 2) Mengorganisasi siswa untuk belajar. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut. 3) Membimbing pengalaman individual/kelompok. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan ekperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. 4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, dan membuat mereka untuk berbagi tugas dengan temannya. 5) Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses yang mereka lakukan. Nur (dalam Rusmono, 2012: 81) mengatakan untuk melaksanakan pembelajaran dengan model Problem Based Learning, ada lima tahap pembelajaran yang harus dilakukan, yaitu:

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Tahap Pembelajaran Perilaku Guru Guru menginformsdiksn tujusn-tujuan Tahap 1: Mengorganisasikan siswa pada pembelajaran, mendeskripsikan kebutuhanmasalah kebutuhan logistik penting, dan memotivasi siswa agar terlibat dalam kegiatan pemecahan masalah yang mereka pilih sendiri. Guru membantu siswa menentukan dan Tahap 2: Mengorganisasikan siswa mengatur tugas-tugas belajar yang untuk belajar berhubungan dengan masalah itu. Guru mendorong siswa menyimpulkan Tahap 3: Membantu penyelidikan informasi yang sesuai, melaksanakan mandiri dan kelompok eksperimen, mencari penjelasan, dan solusi. Guru membantu siswa dalam Tahap 4: merencanakan dan menyiapkan hasil karya Mengembangkan dan mempresentasikan hasil karya yang sesuai seperti laporan, rekaman vidio, dan model, serta membantu mereka serta pameran berbagi karya-karya yang telah mereka buat. Guru membantu siswa melakukan refleksi Tahap 5: Menganalisis dan atas penyelidikan dan proses-proses yang mengevaluasi proses merela gunakan. pemecahan masalah Tabel 2.1 Tahapan Pembelajaran dengan Model Problem Based Learning 6. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) a. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Numbered Head Together (NHT) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran ini dikembangkan oleh Spenser Kagan (1993) dalam Nurhadi dan Agus (2003: 66) Model pembelajaran kooperatif tipe NHT mengacu pada kelompok belajar siswa, masing-masing anggota memiliki bagian tugas (pertanyaan) dengan nomor yang berbeda-beda. Menurut Hosnan (2014: 252) menjelaskan bahwa Model Pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan akademik.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 Berdasarkan teori diatas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang melibatkan siswa dalam memahami suatu pembelajaran atau dapat mengukur pemahaman siswa dengan cara menggunakan nomor yang diberikan pada masing-masing anggota kelompok agar dapat mencapai suatu tujuan pembelajan. b. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Menurut Aris Shoimin (2014: 108-109) menjelaskan bahwa kelebihan dan kekurangan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) antara lain: Kelebihan: 1) Setiap murid menjadi siap; 2) Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh; 3) Murid yang pandai dapat mengajari murid yang kurang pandai; 4) Terjadi interaksi secara intens antar siswa dalam menjawab soal; 5) Tidak ada murid yang mendominasi dalam kelompok karena ada nomor yang membatasi. Kekurangan: 1) Tidak terlalu cocok diterapkan dalam jumlah siswa banyak karena membutuhkan waktu yang lama; 2) Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru karena kemungkinan waktu yang sangat terbatas. c. Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Menurut Trianto, (2011:62) Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) atau penomeran berpikir bersama adalah jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa sebagai alternatif terhadap struktur kelas tradisional. Sintak yang harus dilaksanakan dalam pembelajaran Numbered Head Together (NHT) yaitu:

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 Langkah 1: Persiapan Guru mempersiapkan rancangan pelajaran dengan membuat rancangan program pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS) yang sesuai dengan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Langkah 2: Pembentukan Kelompok Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, kemudian membagikan nomer kepada setiap siswa dalam kelompok. Langkah 3: Tiap kelompok harus memiliki buku paket atau buku panduan Guru membagikan pertanyaan berupa Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada setiap kelompok. Kemudian masing-masing kelompok diminta untuk mendiskusikan pertanyaan tersebut secara bersama-sama. Langkah 4: Diskusi Masalah Guru membagikan LKS kepada setiap siswa sebagai bahan yang akan dipelajari. Dalam kerja kelompok setiap siswa berpikir bersama untuk menggambarkan dan meyakinkan bahwa tiap orang mengetahui jawaban dari pertanyaan yang telah ada dalam LKS atau pertanyaan yang telah diberikan oleh guru. Pertanyaan dapat bervariasi, dari yang bersifat spesifik sampai yang bersifat umum. Langkah 5: Memanggil nomor anggota dan pemberian jawaban Guru menyebut satu nomor dan para siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban kepada siswa di kelas. Langkah 6: Pemberian Kesimpulan Guru bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang disajikan.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 B. Penelitian yang Relevan Penelitian pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar merupakan hal yang baru sehingga sedikit yang dapat digunakan sebagai sumber penelitain yang relevan. Berikut ini tiga penelitian yang relevan yang sesuai dengan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran inovatif. Penelitian yang pertama dilakukan oleh Mijahamuddin, Alwi (2013). Penelitian yang dilakukan adalah Research and Development (R&D) dengan judul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Berbasis Konstektual pada Mata Pelajaran IPA Kelas V Sekolah Dasar”. Penelitian ini mengahasilkan produk perangkat pembelajaran inovatif berbasis kontekstual yang ditinjau dari komponen buku model, komponen buku guru, komponen buku siswa, komponen RPP, dan komponen LKS. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan Borg and Gall. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran inovatif berbasis konstektual yang dikembangkan oleh peneliti tergolong sangat baik dan layak digunakan dalam pembelajaran dikelas V. Hal ini ditunjukkan dari presentase rata-rata 93,83 % siswa senang terhadap pembelajaran berbasis kontekstual yang termasuk dalam kategori “baik”. Penelitian yang dilakukan Mijahamuddin, Alwi dinyatakan memiliki relevansi dengan penelitian yang dilakukan peneliti karena penelitian yang dilakukan adalah penelitian R & D untuk perangkat pembelajaran inovatif. Penelitian yang kedua adalah penelitian yang dilakukan oleh Maria Sriharyani (2012) yang berjudul “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Menggunakan Model Cooperative Learning Tipe NHT Pada Pelajaran IPS Siswa Kelas IV SD Kanisius Wirobrajan Semester Genap Tahun Ajaran 2011/2012” Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana meningkatkan minat dan prestasi siswa dalam mempelajari materi aktivitas ekonomi, sumber daya alam dan potensi daerah menggunakan model cooperative learning tipe NHT pada siswa kelas IV SD. Hasil yang diperoleh setelah diberi tindakan menunjukkan bahwa adanya peningkatan pada minat dan prestasi siswa. Nilai rata-rata siswa pada akhir siklus I 54,84% dan nilai rata-rata pada akhir siklus II

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 56,67%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwapenggunaan model pembelajaran cooperative learning tipe NHT dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa kelas IV SD Kanisius Wirobrajan tahun ajaran 2011/2012 dalam mata pelajaran IPS. Penelitian yang ketiga adalah penelitian yang berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Mengacu Kurikulum SD 2013 Pada Sub Tema Aku dan Teman Baru untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar”. Penelitian ini dilakukan oleh Metubun, Evi Anastasia (2015) dan penelitian ini menggunakan prosedur pengembangan Jerold E. Kemp dan prosedur penelitian pengembangan yang dikemukakan oleh Borg and Gall. Penelitian ini menghasilkan suatu produk berupa perangkat pembelajaran yang mengacu pada Kurikulum SD 2013 dan menggunakan pendekatan tematik integratif, pendekatan saintifik, pemdidikan karakter, serta penilaian otentik pada kegiatan pembelajaran. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran tersebut memperoleh rerata skor 4,24 dan termasuk dalam kategori “sangat baik”. Penelitian ini memiliki relevansi dengan penelitian yang dilakukan peneliti karena penelitian ini memfokuskan penelitian pada perangkat pembelajaran sub tema aku dan teman baru mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa Sekolah Dasar. Berdasarkan ketiga penelitian diatas, dapat diketahui bahwa penelitianpenelitian yang dilakukan tersebut berfokus pada perangkat pembelajaran yang mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa Sekolah Dasar dan peneliti beranggapan bahwa pentingnya perangkat pembalajaran untuk menjunjung keberhasilan dalam penerapan pembelajaran inovatif di kelas II khususnya Pendekatan Problem Based Learning (PBL) dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT). Oleh karena itu peneliti akan membuat penelitian yang berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Dalam Sub Tema Bermain di Lingkungan Rumah Mengacu Kurikulum 2013 Untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar”. Gambar 2.1 Menunjukkan literatur map hasil penelitian yang relevan.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 Mijahamuddin, Alwi Sriharyani, Maria (2012) Metubun, Evi (2013) melakukan melakukan penelitian Anastasia (2015) penelitian dengan judul dengan judul melakukan penelitian “Pengembangan “Peningkatan Minat dan dengan judul Perangkat Prestasi Belajar “Pengembangan Pembelajaran Inovatif Menggunakan Model Perangkat Berbasis Konstektual Cooperative Learning Pembelajaran pada Mata Pelajaran Tipe NHT Pada Mengacu Kurikulum IPA Kelas V Sekolah Pelajaran IPS Siswa SD 2013 Pada Sub Dasar.” Kelas IV SD Kanisius Tema Aku dan Teman Wirobrajan Semester Baru untuk Siswa Genap Tahun Ajaran Kelas I Sekolah 2011/2012” Dasar.” Tri Mardanila Novitasari (2019) melakukan penelitian dengan judul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema Bermain di Lingkungan Rumah Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar.” Gambar 2.1 Literatur Map Penelitian Yang Relevan

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 C. Kerangka Berpikir Pengembangan pelaksanaan pembelajaran inovatif di Sekolah Dasar yaitu dengan adanya tuntutan kreatifitas dan inovatif guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran. Peneliti masih melihat guru Sekolah Dasar belum menguasai perbagai pembelajaran-pembelajaran inovatif, khususnya model Problem Based Learning (PBL) dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT). Peneliti juga menemukan permasalahan bahwa guru hanya mengajar dan mengacu pada langkah-langkah yang terdapat di buku guru. Guru belum sepenuhnya mengembangkan langkah-langkah pembelajaran sendiri saat merancang perangkat pembelajaran inovatif. Setelah peneliti melakukan wawancara dengan guru kelas II Sekolah Dasar yang sudah menerapkan Kurikulum 2013, kenyataannya guru masih sangat membutuhkan contoh perangkat pembelajaran inovatif. Berdasarkan permasalahan dan alasan diatas, peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif berupa Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem), Silabus, dan enam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Produk yang dirancang menjadi perangkat pembelajaran inovatif yang akan membantu guru dalam memahami pembelajaran inovatif, khususnya Model Problem Based Learning (PBL) dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT). Oleh karena itu, peneliti berasumsi jika guru mengetahui dan memahami RPP pembelajaran inovatif guru akan lebih kreatif dalam mengelola dan mengembangkan perangkat pembelajaran. Berikut ini bagan kerangka berpikir yang dibuat oleh peneliti:

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 Kurikulum 2013 Pembelajaran di SD menggunakan pembelajaran Inovatif Guru masih sangat membutuhkan contoh perangkat pembelajaran inovatif yang baik mengacu Kurikulum SD 2013. Perangkat pembelajaran inovatif Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prsem), Silabus, dan RPP dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT). Peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif sub tema Bermain di Lingkungan Rumah mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar. Gambar 2.2 Bagan kerangka berpikir pada penelitian ini. D. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan uraian teori diatas, maka dapat dirumuskan beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut: 1. a. Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema Bermain di Lingkungan Rumah Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar menurut pakar Kurikulum 2013? b. Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema Bermain di Lingkungan Rumah Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar menurut guru SD berdasarkan hasil uji coba terbatas?

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab III akan membahas mengenai jenis penelitian, prosedur pengembangan, setting penelitian, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan jadwal pelaksanaan penelitian. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian R & D (Research and Development) atau penelitian pengembangan. Penelitian (R & D) adalah sebuah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2012: 297). Senada dengan pendapat diatas, (Sukmadinata, 2011: 164) mengemukakan bahwa penelitian R & D adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang dapat dipertanggungjawabkan. Peneliti memilih jenis penelitian ini karena peneliti akan mengembangkan produk berupa perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Bermain di Lingkungan Rumah Kelas II yang mengacu kurikulum 2013 pada jenjang Sekolah Dasar. Jenis penelitian R&D atau penelitian pengembangan bertujuan menghasilkan suatu produk yang handal melalui tahaptahap pengujian dan revisi, produk yang dihasilkan sesuai kebutuhan lapangan, sesuai dengan analisis kebutuhan, proses pengembangan produk dilakukan secara ilmiah dan menganalisis produk secara emperis. Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian R & D adalah metode penelitian yang digunakan untuk membuat sebuah produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada dan menguji keefektifan produk tersebut. Penelitian ini mengembangkan suatu produk yang baru yaitu enam perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus jaringan indikator (web), RPP, Penilaian, LKPD, Rangkuman Materi, Media, dan Lembar Refleksi. 36

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 B. Prosedur Pengembangan Prosedur pengembangan produk yang digunakan dalam penelitian Research and Development (R & D) ini adalah menggunakan langkah-langkah pengembangan Borg and Gall . Menurut Borg and Gall dalam Sugiono (2013: 407), penelitian R & D terdiri dari 10 langkah utama, yaitu: Potensi dan Masalah Pengumpulan Data Desain Produk Validasi Produk Uji Coba Pemakaian Revisi Produk Uji Coba Produk Revisi Desain Revisi Produk Akhir Produksi Masal Gambar 3.1 Prosedur Pengembangan Produk dari Borg and Gall Berdasarkan gambar 3.1 di atas, penelitian pengembangan dimulai dari adanya potensi masalah yang terjadi di lapangan berupa data-data yang telah peneliti temukan secara langsung atau dokumentasi. Data-data yang telah diperoleh dikumpulkan sebagai bahan perencanaan pembuatan produk pengembangan. Berdasarkan data-data yang telah terkumpul, produk lalu didesain dalam bentuk perangkat pembelajaran inovatif. Produk yang sudah didesain kemudian divalidasi oleh pakar ahli yang sudah berpengalaman dalam menilai suatu produk untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan dari produk yang sudah dibuat (Sugiyono, 2012: 302). Setelah melakukan validasi produk, maka akan diketahui kelemahan produk yang telah dibuat. Kelemahan produk dijadikan dasar untuk memperbaiki desain produk dan selanjutnya produk dapat diuji cobakan secara masal. Berdasarkan penjelasan di atas, penelitian ini dibatasi tujuh langkah prosedur pengembangan, dikarenakan terbatasnya waktu yang dibutuhkan dalam penelitian ini atau keterbatasan penelitian. Langkah-langkah prosedur pengembangan yang

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 dilakukan penelitiantara lain, (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi produk; (5) revisi desain; (6) uji coba terbatas pada siswa SD Kelas II Semester I; dan (7) revisi produk hasil uji coba terbatas. Berikut ini penjelasan langkah-langkah pengembangan yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan produk ini: Langkah 1: Potensi dan Masalah Analisis Kebutuhan (Wawancara) Langkah 2 : Pengumpulan Data Hasil Wawancara Langkah 3 : Desain Produk 1. Mengembangkan instrmen penilaian produk 2. Analisis kurikulum (KI, KD, Indikator, Tujuan Pembelajaran mengacu Taksonomi Bloom). 3. Pemetaan KD dan Indikator Pembelajaran 4. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 5. Membuat Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem), Silabus. Langkah 4: Validasi Desain Langkah 7: Revisi Produk Hasil Uji Coba Terbatas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pembelajaran Inovatif Langkah 5: Revisi Desain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pembelajaran Inovatif Langkah 6: Uji Coba Produk Secara Terbatas Gambar 3.2 Langkah-langkah Pengembangan Produk Berdasarkan gambar 3.2 diatas, langkah-langkah pengembangan produk tersebut dijabarkan oleh peneliti sebagai berikut: 1. Potensi Masalah Penelitian ini diawali dengan adanya potensi dan masalah. Potensi dan masalah merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan dan akan memiliki nilai tambah. Sedangkan, masalah ialah suatu hal yang terjadi dan dianggap

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 dapat menjadi suatu hambatan. Potensi dan masalah didapatkan dari pengamatan secara langsung. Peneliti melakukan analisis kebutuhan untuk mengetahui adanya potensi dan masalah yang ada. Analisis kebutuhan yang telah dilakukan dengan melalui wawancara secara langsung dengan guru kelas II di SD Negeri Puren dan SD Negeri Kentungan. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui adanya fakta dan masalah yang terjadi dilapangan mengenai ketersediaan perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) inovatif khususnya model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) dan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT). 2. Pengumpulan Data Setelah mendapatkan potensi dan masalah didapatkan, maka langkah selanjutnya ialah mengumpulkan data atau informasi yang dapat diperlukan dalam penelitian ini. Hasil dari wawancara akan digunakan sebagai bahan untuk perencanaan suatu produk yang berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pembelajaran inovatif dan diharapkan dapat mengatasi yang telah ditemukan. 3. Desain Produk Desain produk dimulai dengan menentukan desain awal perangkat pembelajaran inovatif. Perangkat pembelajaran ini dilakukan dengan menentukan tema, dan subtema kemudian memilih Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) yang sesuai dengan tema yang dipilih. Berdasarkan KI dan KD tersebut kemudian peneliti melakukan pembuatan silabus berdasarkan KD. Silabus yang dibuat berdasarkan indikator dan tujuan sesuai dengan subtema yang telah dipilih kemudian untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dapat diturunkan dari silabus. Langkahlangkah kegiatan pembelajaran di dalam RPP mengacu pembelajaran inovatif pada kurikulum 2013 khususnya yang peneliti gunakan adalah model Probem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) dan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT), selanjutnya membuat kegiatan belajar harian sesuai dengan RPP.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Peneliti juga membuat Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang diturunkan dari kegiatan dalam RPP. Di dalam LKPD terdapat soal-soal yang merupakan rangkuman materi yang telah dipelajari. Soal-soal yang dibuat bertujuan untuk memudahkan guru untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Kemudian , peneliti melanjutkannya dengan penilaian. Penilaian yang digunakan dalam perangkat pembelajaran inovatif ini yaitu penilaian otentik yang mencakup semua aspek (sikap, pengetahuan, keterampilan) bisa dinilai oleh guru serta dapat mengetahui ketercapaian perangkat pembelajaran inovatif yang dirancang oleh peneliti. 4. Validasi Ahli Validasi Ahli merupakan proses kegiatan untuk menilai suatu rancangan produk yang telah dibuat. Validasi ahli ini dilakukan dengan menghadirkan dua pakar atau ahli yang terdiri dari satu mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) dan guru kelas II yang sudah berpengalaman untuk menilai produk yang telah dirancang. Melalui validasi produk ini bertujuan untuk mmperoleh kritik dan saran serta penilaian terhadap produk yang telah dirancang oleh peneliti dan dengan adanya kritik dan saran tersebut, dapat diketahui kelebihan dan kekurangan produk yang sudah dikembangkan serta adanya perbaikan yang harus dilakukan peneliti. 5. Revisi Produk Setelah desain produk telah divalidasi oleh pakar atau ahli, langkah selanjutnya adalah revisi desain. Berdasarkan kritik dan saran dari validasi ahli, peneliti mengetahui kesalahan dan kekurangan dari produk tersebut. Revisi produk dilakukan untuk memperbaiki kesalahan dan kekurangan dari produk yang sudah divalidasi oleh pakar atau ahli. 6. Uji Coba Produk Uji coba produk yang peneliti lakukan adalag uji coba terbatas. Uji coba terbatas ini bertujuan untuk mengetahui kefektifan dan keefisiensinan produk dalam mengatasi masalah dan di uji cobakan dengan jumlah siswa yang terbatas yaitu dua puluh tujuh siswa kelas II SD Negeri Kentungan. Uji coba

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 dilakukan selama empat hari untuk mengetahui kelayakan kualitas produk yang telah dikembangkan oleh peneliti. 7. Revisi Produk Setelah melakukan uji coba produk secara terbatas pada dua puluh tujuh siswa SD Negeri Kentungan, maka dapat diketahui kinerja produk yang dibuat. Langkah selanjutnya yaitu merevisi desain produk mengenai kelemahan yang telah didapatkan. C. Setting Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Kentungan Yogyakarta yang beralamatkan di Jalan Kaliurang KM 6,5 Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. 2. Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah guru kelas II SD Negeri Kentungan tahun 2018/2019. 3. Obyek Penelitian Obyek penelitian ini yaitu pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Bermain di Lingkungan Rumah. 4. Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan selama bulan terhitung pada bulan April 2018 sampai bulan Januari 2019. Penelitian ini diawali dengan analisis kebutuhan hingga penyelesaian laporan skripsi. D. Instrumen Penelitian Penelitian pengembangan ini menggunakan daftar pertanyaan wawancara, observasi dan instrumen validasi sebagai instrumen penelitian. 1. Pedoman Wawancara Penelitian pengembangan ini menggunakan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara. Pedoman wawancara digunakan untuk menganalisis kebutuhan terhadap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pembelajaran inovatif model Problem Based Learning (PBL) dan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) untuk siswa Kelas II SD.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 Tabel 3.1 di bawah ini menjabarkan mengenai daftar-daftar pertanyaan yang digunakan dalam wawancara. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Daftar Pertanyaan Wawancara Sejak kapan SD ini menerapkan kurikulum 2013? Apakah bapak atau ibu pernah mengikuti pelatihan Kurikulum SD 2013? Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terhadap kurikulum SD 2013? Apakah bapak/ibu sudah mengetahui karakteristik kurikulum SD 2013? Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran? Bagaimana cara bapak/ibu merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa? Bagaimana cara bapak/ibu menumbuh kembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran? Apakah bapak/ibu setiap pembelajaran menggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda? Apakah tujuan pembelajaran yang bapak/ibu kembangkan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter? Apakah bapak/ibu mengetahui keterampilan yang harus dikuasai sesuai pada abad 21 seperti (berfikirkritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? Apakah dalam pembuatan RPP bapak/ibu sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berfikirkritis, kreatif, kolaboratif, komunikasi)? Apakah pembelajaran dengan ceramah masih mendominasi di kelas? Pernahkah bapak/ibu menggunakan model pembelajaran inovatif yang lain? Apakah modelnya itu? Apakah ibu/bapak mengetahui pembelajaran inovatif? Kesulitan apa saja yang bapak/ibu alami dalam pembuatan model pembelajaran inovatif? Bagaimana cara mengatasi kesulitan yang dialami? Apakah contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah bapak/ibu? Apakah bapak/ibu masih perlu bentuk contoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, dan model pembelajaran kooperatif, model kuantum dsb? Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas? Apakah bapak/ibu mempunyai rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa ? Menurut bapak/ ibu apakah perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapkan dalam proses pembelajaran dewasa ini? Apakah bapak/ibu sudah mengetahui jenis belajar taksonomi bloom yang sudah direvisi? Tabel 3.1 Daftar Pertanyaan Wawancara Analisis Kebutuhan.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 2. Pedoman Observasi Observasi bertujuan untuk memperoleh hasil pengamatan di lapangan, sehingga peneliti memperoleh pertimbangan untuk menilai kualitas produk yang akan dikembangkan. Observasi dilakukan di SD Negeri Puren dan SD Negeri Kentungan. Tabel 3.2 di bawah ini penjabaran mengenai kisi-kisi observasi guru dan tabel 3.3 penjabaran mengenai kisi-kisi observasi siswa. No Daftar Pernyataan Kegiatan Awal (Pendahuluan) 1. 2. 3. Guru membuka pembelajaran dengan berdoa Guru melakukan presensi kepada siswa Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran 4. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran 5. Guru memberikan motivasi Kagiatan Inti 6. Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menerepkan 5M pada siswa Guru menggunakan bahasa baku yang baik Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal Guru tidak berpaku pada satu tempat Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan sehari-hari Guru memberikan apresiasi kepada siswa Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran Ya Tidak

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 Kegiatan Penutup 24. Guru membuat ringkasan secara lisan 25. Guru membuat ringkasan secara tertulis 26. Guru menunjukkan sumber lain 27. Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan 28. Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif 29. Guru memberikan evaluasi kepada siswa 30. Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan Tabel 3.2 Pedoman Instrumen Observasi Guru No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Pernyataan Ya Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi Siswa mengajukan pertanyaan Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis Tabel 3.3 Pedoman Instrumen Observasi Siswa Tidak 3. Instrumen Validasi Lembar instrumen validasi digunakan untuk menentukan kelayakan produk yang akan dikembangkan. Instrumen validasi berisi pertanyaan yang disusun berdasarkan indikator Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang baik untuk melakukan validasi RPP yang telah dibuat oleh peneliti. Tabel 3.4 di bawah ini penjabaran mengenai kisi-kisi validasi yang digunakan untuk uji validasi, baik uji validasi oleh ahli dan guru.

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 No. Aspek Yang Dinilai Prota (Program Tahunan) 1 Prota memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prota memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, alokasi waktu). 3 Jumlah jam efektif (16 minggu) sesuai dengan jumlah minggu efektif, jumlah alokasi waktu sama dengan total jam pelajaran dalam satu tahun. 4 Proporsi pembagian waktu setiap tema dan sub tema sesuai. Prosem (Program Semester) 1 Prosem memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, semester, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prosem memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, pembelajaran, bulan, alokasi waktu). 3 Materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. Silabus 1 Silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan tema/subtema. 2 Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 3. Keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1 Kejelasan dan kelengkapan Identitas RPP (satuan pendidikan, kelas, semester, tema/subtema/ pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal). 2. Kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD. 3. Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). 4. Materi Pembelajaran (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran). 5. Rumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. 6. Strategi Pembelajaran (pendekatan, model, metode; langkah-langkah pembelajaran; dan tahapan kegiatan pembelajaran; serta penerapan pembelajaran saintifik) sesuai. 7. Pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan kondisi kelas). 8. Pemilihan sumber belajar (bahan cetak, lingkungan sekitar dan internet). 9. Evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remedial) 10. Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4-C6 / HOTS).

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 11. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan makna model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) / model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah). 12. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT)/ model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah). Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan sintaks (langkah-langkah) model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT)/ model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah). Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu : mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan. Mengembangkan 4 ketrampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative). Kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman penskoran). 13. 14. 15. 16. Media Pembelajaran 1 Kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, materi yang dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). 2 Keterbacaan tulisan jenis dan ukuran, keruntutan penyajian materi, kelengkapan materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media. 3 Keharmonisan tata letak dan warna media, tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media, kebenaran dalam menggunakan kaidah bahasa, efektivitas gambar/ ilustrasi/ animasi/ video dalam penjelasan konsep, dan kesesuaian media dengan materi. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) 1 LKPD disajikan secara sistematis, merupakan materi atau tugas yang esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. 2 Kelayakan isi ( sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi). 3 Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berfikir kritis, kemultitafsiran kalimat). 4 Kelayakan kegiatan (pemberian pengalaman langsung dalam LPKD, pengidentifikasian hasil temuan dalam LKPD, perencanaan kerja ilmiah dalam LKPD, pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). 5 Kelayakan tampilan (daya tarik sampul/ cover LKPD, kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). 6 Kelayakan penyajian (kemudahan langkah-langkah dalam kegiatan LKPD, penyajian materi LKPD yang disertai obyek langsung, penempatan siswa dalam LKPD dalam subyek belajar). Bahasa 1 Penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia).

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 2 3 Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Bahasa yang digunakan komunikatif. 4 Kalimat yang digunakan jelas dan mudah dimengerti. 5 Kejelasan petunjuk/arahan. Tabel 3.4 Pedoman Validasi Uji Validasi Pakar dan Guru. E. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data merupakan langkah awal sebelum melakukan penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan analisis kebutuhan. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Peneliti melakukan wawancara dan observasi dengan guru kelas II SD Negeri Puren dan SD Negeri Kentungan sebagai pelaksana Kurikulum 2013 guna untuk mengetahui analisis kebutuhan terhadap perangkat pembelajaran inovatif. Wawancara dilaksanakan dengan menggunakan teknik wawancara terstruktur dan menggunakan pedoman wawancara khusus. Sedangkan observasi pada penelitian ini digunakan peneliti untuk menilai kualitas produk yang akan dikembangkan dalam penelitian. Observasi disusun berdasarkan indikator penilaian untuk membantu peneliti dalam melakukan mengembangkan perangkat pembelajarannya. F. Teknik Analisis Data Analisis data berfungsi untuk mengetahui produk yang dihasilkan sudah sesuai dengan kebutuhan saat ini atau belum. Data yang diperoleh dari uji coba diklasifikasikan menjadi dua yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif berupa komentar dan sara yang diberikan pakar pembelajaran inovatif, guru kelas II SD Negeri Kentungan. Data kuantitatif diperoleh dari menghitung skor yang diberikan sebagai penilaian akan perangkat pembelajaran inovatif. 1. Data Kualitatif Data kualitatif didapatkan melalui hasil wawancara dengan para guru kelas II Sekolah Dasar sebagai pelaksana Kurikulum 2013 untuk menganalisis kebutuhan yang ada. Selain itu, data kualitatif juga didapat dari komentar, kritik dan saran yang dikemukanan oleh pakar dan guru kelas II Sekolah Dasar pelaksana Kurikulum 2013 yang telah memvalidasi produk penelitian. Komentar tersebut diperoleh dari para ahli guna mengetahui kelayakan perangkat

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 pembelajaran terpadu. Data dianalisis sebagai dasar untuk mengetahui kelayakan produk yang dihasilkan. 2. Data Kuantitatif Data berupa skor dari penelitian dua validator ahli dan satu guru kelas II Sekolah Dasar. Data yang dianalisis sebagai dasar dari hasil penilaian kuisioner yang diubah menjadi interval. Langkah awal yang akan peneliti lakukan yaitu menghitung rata-rata hasil instrumen yang telah dinilai dengan rumus sebagai berikut: jumlah skor yang didapat Rata-rata = jumlah item keseluruhan Skala penilaian terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan yaitu skor 5 (sangat baik), skor 4 (baik), skor 3 (cukup), skor 2 (kurang baik), skor 1 (sangat kurang baik). Skor yang sudah didapat kemudian dikonversikan menjadi dua data kualitatif skala lima dengan acuan dari (Sukardjo, 2008: 101) yang dapat dilihat pada tabel berikut ini: Interval Skor Kategori X>Xi + 1,80 Sbi Sangat baik Xi + 0,60 SBi< X≤ Xi + 1,80 Sbi Baik Xi - 0,60 SBi< X≤ Xi + 0,60 Sbi Cukup Xi - 1,80 SBi< X≤ Xi + 0,60 Sbi Kurang X≤ Xi – 1,80 Sbi Sangat kurang Tabel 3.5 Konversi Data Kuantitatif ke Data Kualitatif Skala Lima

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Keterangan : 1 Rerata ideal ( x i ) : (skor maksimal ideal + skor 2 minimal) 1 : (skor maksimal ideal – skor 6 Simpangan baku ideal (SBi) minimal) X : Skor aktual Berdasarkan rumus konversi diatas perhitungan data-data kuantitatif dilakukan untuk memperoleh data kuantitatif dengan menerapkan rumus konversi tersebut. Penentuan rumus kuantitatif pengembangan ini diterapkan dengan konversi sebagai berikut : Diketahui : Skor maksimal ideal :5 Skor minimal ideal :1 Rerata ideal ( x i ) : (5+1) = 3 2 Simpangan baku ideal Ditanyakan : 1 1 : (5-1) = 0,67 6 Interval skor kategori sangat baik, baik, cukup, kurang baik, sangat kurang baik. Jawaban : Kategori sangat baik = X > x i + 1,80SBi = X > 3 + (1,80 . 0,67) = X > 3 + (1,21) = X > 4,21 Kategori baik = x i + 0,60SBi< X ≤ x i + 1,80 SBi = 3 + (0,60 . 0,67) < X ≤ 3 + (1,80 .0,67) = 3 + (0,40) < X ≤ 3 + (1,21) = 3,40< X ≤ 4,21 Kategori cukup baik = x i – 0,60SBi< X ≤ x i + 0,60 SBi = 3- (0,60 . 0,67) < X ≤ 3 + (0,60 . 0,67)

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 = 3 – (0,40) < X ≤ 3 + (0,40) = 2,60< X ≤ 3,40 = x i – 1,80SBi< X ≤ x i – 0,60 SBi Kategori kurang baik = 3 – (1,80 . 0,67) < X ≤ 3 – (0,60 . 0,67) = 3 – (1,21) < X ≤ 3 – (0,40) = 1,79< X ≤ 2,60 Kategori sangat kurang baik = X ≤ x i – 1,80SBi = X ≤ 3 – (1,80 . 0,67) = X ≤ 3 – (1,21) = X ≤ 1,79 Berdasarkan perhitungan tersebut, diperoleh konversi data kuantitatif menjadi data kualitatif skala lima sebagai berikut : Interval skor X > 4,21 Kriteria Sangat baik 3,40< X ≤ 4,21 Baik 2,60< X ≤ 3,40 Cukup 1,79< X ≤ 2,60 Kurang X ≤ 1,79 Sangat kurang Tabel 3.6 Kriteria Skor Skala Lima Hasil dari perhitungan skor masing-masing validasi yang dilakukan dicari rerata skor perolehannya kemudian dapat dikonversikan dari data kuantitatif ke data kualitatif dalam kategori tertentu seperti yang tertera pada tabel kriteria skor skala lima.

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 G. Jadwal Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan penelitian pengembangan produk perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum SD 2013 dijabarkan dalam tabel dibawah ini: √ √ √ Februari Januari √ Desember √ November Oktober Agustus √ Juli √ September Wawancara analisis Juni 1 Kegiatan April No Mei Bulan √ kebutuhan 2 Pengumpulan data √ 3 Pembuatan Desain Produk √ 4 Validasi Produk 5 Revisi Produk 6 Uji Coba Terbatas 7 Revisi Produk Akhir 8 Analisis Data 9 Ujian Skripsi √ 10 Revisi Akhir √ √ √ √ √ √ Tabel 3.7 Jadwal Pelaksanaan Penelitian

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV ini berisi uraian hasil penelitian dan pembahasan mengenai produk perangkat pembelajaran inovatif . Bagian-bagian yang akan dijelaskan dalam bab ini adalah analisis kebutuhan, deskripsi produk awal, data uji coba dan revisi produk, kajian produk akhir dan pembahasan. A. Analisis Kebutuhan Perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan peneliti. Peneliti melakukan wawancara untuk mendapatkan data analisis kebutuhan yang diperlukan oleh peneliti. Wawancara dilakukan kepada guru kelas II SD Negeri Puren yaitu dengan Ibu Dina pada hari Jumat tanggal 20 April 2018. Peneliti juga melakukan wawancara kepada guru kelas IIB SD Negeri Kentungan yaitu dengan Ibu Tutut pada hari Rabu 25 April 2018. Wawancara dan observasi ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui adanya fakta dan masalah yang ada di lapangan yang berkaitan dengan perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu kurikulum 2013. Dari data hasil wawancara dan observasi ini akan dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan perangkat pembelajaran inovatif khususnya pada model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) dan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT). Berikut akan dijabarkan data hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti. 1. Data Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan yang peneliti lakukan yaitu mengenai produk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu kurikulum 2013. Peneliti melakukan wawancara dengan berpedoman pada dua puluh dua butir pertanyaan. Berikut hasil data wawancara dengan Ibu Dina guru kelas II SD Negeri Puren dan Ibu Tutut guru kelas IIB SD Negeri Kentungan. Butir pertanyaan yang pertama adalah mengenai penerapan kurikulum 2013 di SDN Puren dan SDN Kentungan. Hasil wawancara menyatakan bahwa SDN Puren dan SDN Kentungan ini sama-sama sudah menerapkan kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2016/2017. Penerapan Kurikulum 2013 diawali oleh 52

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 dua kelas yaitu kelas I dan kelas IV, setelah itu ditahun berikutnya menerapkan Kurikulum 2013 di kelas-kelas lainnya. Butir pertanyaan kedua adalah mengenai pelatihan kurikulum SD 2013 yang sudah pernah diikuti. Berdasarkan pertanyaan tersebut, Ibu Dina dan Ibu Tutut memberikan jawaban yang sama bahwa beliau pernah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 atau mengikuti diklat pada tahun 2017. Kedua guru melaksanakan diklat untuk memahami lebih lanjut mengenai penerapan Kurikulum SD 2013. Butir pertanyaan ketiga tentang sejauh mana pemahaman guru tentang kurikulum SD 2013. Hasil wawancara menyatakan bahwa Ibu Dina sudah mengetahui Kurikulum SD 2013, mata pelajaran dalam Kurikulum 2013 berbasis tema. Pada setiap tema menggabungkan beberapa mata pelajaran yang saling berkairan atau berhubungan. Ibu Tutut juga sudah mengetahui mengetahui Kurikulum SD 2013 yang menekankan pendekatan saintifik. Butir pertanyaan keempat tentang karakteristik kutrikulum SD 2013 yang telah diketahui. Ibu Dina menyatakan bahwa mengetahui karakteristik Kurikulum 2013, guru juga menyebutkan karakteristiknya diantaranya: menggunakan pembelajaran terpadu, menggunakan pendekatan saintifik, pendidikan karakter, penilaian otentik. Ibu Tutut menyatakan bahwa karakteristik Kurikulum SD 2013 adalah pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa agar lebih aktif, dan juga sering berkomunikasi dengan orang tua. Butir pertanyaan kelima mengenai sejauh mana pemahaman terkait pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Ibu Dina dan Ibu Tutut berpendapat sama bahwa siswa diberi kesempatan untuk berani bertanya, mengamati, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan. Butir pertanyaan keenam adalah mengenai cara merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa. Ibu Dina merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran mengambil dari buku guru dan mencari RPP di internet. Ibu Tutut merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran dengan mengutip dari buku guru yang sudah sesuai dengan KI dan KD. Apabila dirasa kurang guru juga menambahkannya sendiri.

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 Butir pertanyaan yang ketujuh tentang cara menumbuh kembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran. Ibu Dina menyatakan bahwa setiap pembelajaran dikelas selalu mengajarkan kepada siswa sikap jujur, disiplin, dan menghargai orang lain. Ibu Tutut menyatakan dengan menyelipkan dalam pembelajaran yaitu nilai-nilai religiusitas, nasionalis, kejujuran, disiplin, dan mandiri. Butir pertanyaan kedelapan mengenai setiap pembelajaran dikelas apakah guru menggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda. Ibu Dina dan Ibu Tutut menyatakan bahwa guru terkadang memakai model pembelajaran yang berbeda-beda. Butir pertanyaan kesembilan mengenai tujuan pembelajaran yang dikembangkan apa sudah mengupayakan ketercapainya pendidikan karakter. Ibu Dina dan Ibu Tutut menyatakan bahwa sudah mengupayakan pendidikan katakter pada tujuan pembelajaran. Butir pertanyaan yang kesepuluh adalah pengetahuan mengenai keterampilan yang harus dikuasai sesuai pada abad 21 seperti (berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikasi). Ibu Dina dan Ibu Tutut menyatakan bahwa beliau belum mengetahui mengenai keterampilan abad 21. Butir pertanyaan kesebelas mengenai pembuatan RPP dengan merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran yang terkait dengan keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikasi. Ibu Dina menyatakan bahwa beliau belum pernah menggunakan keterampilan abad 21 dan beliau juga kurang mengerti apa itu keterampilan abad 21. Ibu Tutut menyatakan bahwa beliau belum menggunakan keterampilan di abad 21, dan guru hanya mengambil dari buku guru saja. Butir pertanyaan kedua belas tentang pembelajaran dengan metode ceramah masih mendominasi di kelas. Ibu Dina dan Ibu Tutut menyatakan hal yang sama bahwa pembelajaran ceramah masih digunakan tapi tidak selalu menggunakan pembelajaran ceramah dan tidak terus menerus. Butir pertanyaan ketiga belas adalah mengenai model pembelajaran inovatif yang digunakan saat pembelajaran di kelas. Ibu Dina menyatakan

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 bahwa beliau pernah memakai inkuiri kan tetapi tidak sering. Ibu Tutut menyatakan bahwa beliau pernah memakan STAD dan inkuiri. Butir pertanyaan keempat belas mengenai pembelajaran inovatif yang diketahui. Ibu Dina dan Ibu Tutut menyatakan bahwa beliau sudah sedikit mengetahui pembelajaran inovatif, akan tetapi belum melakukannya secara maksimal. Butir pertanyaan kelima belas adalah tentang kesulitan apa yang dialami dalam pembuatan model pembelajaran inovatif. Ibu Dina menyatakan bahwa pengetahuannya maih kurang dalam menyusun RPP menggunakan model pembelajaran inovatif. Ibu Tutut menyatakan bahwa pengetahuan dan penguasaan teknologi masih kurang dalam pembuatan model pembelajaran inovatif. Butir pertanyaan keenam belas adalah cara mengatasi kesulitan yang dialami dalam pembuatan model pembelajaran inovatif. Ibu Dina dan Ibu Tutut menyatakan bahwa cara mengatasi kesulitannya adalah dengan bertanya dengan para guru-guru dan belajar dari internet. Butir pertanyaan ketujuh belas adalah mengenai ketersediaan contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 yang ada di sekolah. Ibu Dina dan Ibu Tutut menyatakan bahwa di sekolah belum tersedia contih perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013. Butir pertanyaan kedelapan belas mengenai kebutuhan guru terhadap perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013. Ibu Dina dan Ibu Tutut menyatakan bahwa beliau perlu contoh perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013. Butir pertanyaan kesembilan belas adalah penerapan pembelajaran inovatif di kelas. Ibu Dina menyatakan bahwa ketika guru mengajar siswa juga terkadang ada yang tidak mau untuk diajak untuk berdiskusi kelompok, akan tetapi guru selalu berusaha agar siswa juga bisa belajar bersama-sama dengan temannya tanpa memilih teman. Ibu Tutut menyatakan bahwa siswa tidak merasa bosan apabila guru juga berusaha mendesain pembelajaran inovatif dengan menyenangkan.

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Butir pertanyaan kedua puluh mengenai rencana mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Ibu Dina dan Ibu Tutut menyatakan bahwa guru ingin sekali untuk mengembangkan pembelajaran inovatif supaya siswa juga dapat belajar dengan menyenangkan dan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Butir pertanyaan kedua puluh satu yaitu pentingnya perangkat pembelajaran inovatif jika diterapkan dalam proses pembelajaran. Ibu Dina dan Ibu Tutut menyatakan bahwa pembelajaran inovatif sangat penting untuk diterapkan disekolah ataupun dikelas untuk membantu siswa belajar dengan aktif. Butir pertanyaan yang terakhir atau yang kedua puluh dua mengenai pengetahuan jenis belajar taksonomi bloom yang sudah direvisi. Ibu Dina menyatakan bahwa beliau mengetahui jenis belajar taksonomi bloom, akan tetapi beliau belum mengetahui jika ada yang sudah direvisi. Ibu Tutut menyatakan bahwa beliau pernah mengetahui jenis belajar taksonomi bloom dan beliau sudah lupa. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas II SD Negeri Puren dan SD Negeri Kentungan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa guru sudah cukup memahami mengenai kurikulum SD 2013. Penyusunan indikator dan tujuan pembelajaran guru hanya mengikuti indikator dan tujuan yang sesuai dengan buku tema, tetapi guru juga mengembangkan sesuai dengan kemampuan siswa. Pemahaman guru mengenai pembelajaran inovatif juga masih belum paham sehingga guru mengalami kesulitan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas dan mengembangkan perangkat pembelajaran yang mengacu Kurikulum SD 2013. Guru sudah melaksanakan pembelajaran yang mengacu kurikulum SD 2013 akan tetapi masih menemukan kesulitan. Guru masih sangat memerlukan contoh perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. Melalui contoh perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 dapat memberikab inspirasi kepada guru mengenai penyusunan perangkat pembelajaran yang mudah dijalankan dan menjadikan suasana pembelajaram di kelas lebih efektif.

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 B. Deskripsi Produk Awal Setelah melakukan analisis kebutuhan yang sebagai dasar dalam menyusun perangkat pembelajaran inovatif, langkah selanjutnya adalah pembuatan produk perangkat pembelajaran inovatif. Peneliti melakukan beberapa langkah dalam pengembangan perangkat pembelajaran inovatif. Peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif kelas II Tema 2 Bermain di Lingkunganku dan Subtema 1 Bermain di Lingkungan Rumah mengacu Kurikulum 2013 yang terdiri dari (1) Program Tahunan (Prota), (2) Program Semester (Prosem), (3) Silabus, (4) Enam set Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Langkah awal yang peneliti lakukan adalah menentukan kompetensi inti dan kompetensi dasar dalam setiap pembelajaran dengan pedoman pada buku guru dan buku siswa kelas II tema 2 Bermain di Lingkunganku revisi 2017. Peneliti menentukan indikator dan membuat pemetaan secara keseluruhan dalam satu subtema. Langkah selanjutnya yaitu membuat program tahunan (prota), program semester (prosem), silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH) berdasarkan indikator dan tujuan pada setiap muatan pelajaran. Kemudian peneliti membuat lampiran yang berisikan materi pembelajaran, media pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), instrumen penilaian, lembar soal evalusai, lembar kunci jawaban, lembar refleksi, lembar pengayaan, lembar remidial, dan sintaks model pembelajaran yang digunakan. 1. Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Prosem) Program Tahunan (Prota) merupakan program umum tematik terpadu untuk setiap kelas yang dikembangkan oleh guru. Program Tahunan digunakan sebagai rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan mata pelajaran setelah diketahui kepastian jumlah jam pelajaran efektif dalam satu tahun. Program tahunan perlu dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru sebelum tahun pelajaran, karena merupakan pedoman bagi pengembangan program-program berikutnya, yakni Program Semester, Silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Langkah awal peneliti lakukan ketika membuat prota yaitu dengan pedoman kepada buku guru dan buku siswa kelas II tema 2 Bermain di Lingkunganku revisi 2017.

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Program Semester (Prosem) merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun program tahunan. Program semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester gasal. Penyusunan prosem dapat disesuaikan dengan kalender pendidikan. 2. Silabus Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar. Silabus juga merupakan pedoman yang digunakan dalam proses pembelajaran yang dikembangkan dalam RPPTH. Pendekatan yang dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran adalah tematik terpadu dan pendekatan saintifik. Silabus disusun secara sistematisa dan berisikan komponen yang saling berhubungan untuk memenuhi kompetensi dasar yang ingin dicapai antara lain: (1) identitas sekolah; (2) muatan pelajaran; (3) kompetensi inti dan kompetensi dasar; (4) kegiatan pembelajaran; (5) teknik penilaian dan intrumen penilaian; (6) alokasi waktu; (7) sumber belajar. 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian merupakan rencana kegiatan yang menggambarkan prosedur pembelajaran untuk mnecapai kompetensi dasar yang telah dijabarkan dalam silabus. RPPTH juga disusun secara sistematis sesuai dengan pendekatan integratir dan pendekatan saintifik yang telah telah digunakan oleh peneliti dalam mengembangkan produk perangkat pembelajaran. Komponen-komponen RPPTH terdiri dari antara lain: (1) identitas sekolah; (2) kompetensi inti; (3) kompetensi dasar; (4) indikator; (5) tujuan pembelajaran; (6) materi pembelajaran; (7) pendekatan, metode, dan model pembelajaran; (8) media, alat, dan sumber belajar; (9) langkah-langkah kegiatan pembelajaran; (10) penilaian (11) lampiran-lampiran. RPPTH dibuat untuk enam pembelajaran dalam satu subtema. Pembelajaran pertama sampai pembelajaran enam memiliki alokasi waktu 5 JP (5x35 menit) yang terdiri dari 2 penggalan. RPPTH ini memiliki kelebihan yaitu memiliki desain yang dibuat secara terperinci namun sederhana sehingga dapat mudah dipahami dan digunakan guru untuk kegiatan pembelajaran. Setiap

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 pembelajaran dibuat sesuai dengan sintaks dalam model pembelajaran yang digunakan dan berfungsi untuk mengaktifkan siswa saat kegiatan pembelajaran sehingga peran guru hanya sebagai fasilitator. Penilaian otentik yang dibuat juga sesuai dengan kegiatan pembelajaran yang telah direncanakan dalam RPPTH. Lembar kerja peserta didik (LKPD) juga merupakan salah satu lampiran didalam RPPTH. LKPD dikembangkan dalam penelitian ini adalah lembar kerja untuk siswa kelas II SD yang mengaci pendekatan tematik integratif dan pendekatan saintifik kurikulum SD 2013. LKPD ini berisi rangkuman materi yang telah dipelajari siswa dan dipahami siswa dengan baik serta sesuai dengan kompetensi dan tujuan yang telah dibuat. Kegiatan pembelajaran dalam LKPD dibuat semenarik mungkin agar siswa dapat lebih aktif dalam pembelajaran. Pendidikan karakter juga diterapkan dalam kegiatan pembelajaran seperti sikap percaya diri, bertanggung jawab, disiplin, dan sikap spiritual. Lembar kerja peserta didik memuat tujuan pembelajatan, materi pokok, soal latihan, dan kegiatan yang dilakukan siswa. Di dalam LKPD juga terdapat Post Test, refleksi, soal pengayaan, dan lembar remidial. Kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam LKPD sesuai dengan kegiatan yang telah dijabarkan dalam RPPTH. Post Test dilakukan pada akhir pembelajaran yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan. Selain itu Post Test pada akhir pembelajaran juga terdapat refleksi. Pada bagian refleksi siswa dapat menyimpulkan materi yang telah didapatkan dan dipahami pada kegiatan pembelajaran, selain itu siswa juga dapat mengungkapkan perasaan dan sikap yang telah dilakukan pada kegiatan pembelajaran. Dalam LKPD juga terdapat lembar kerjasama dengan orang tua (Lembar Pengayaan). Lembar pengayaan bertujuan untuk mengajak orang tua untuk ikut berperan penting dalam kegiatan belajar siswa dan ikut perperan penting dalam tugas siswa di rumah. Intrumen penilaian juga merupakan lampiran dalam RPPTH yang berisi panduan penilaian masing-masing muatan pelajaran dengan menggunakan penilaian otentik. Penilaian untuk ranah sikap spiritual berisikan penilaian sikap, kepercayaan dan rasa syukur siswa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Penilaian untuk ranah afektif berisikan tentang sikap siswa selama kegiatan pembelajaran

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 berlangsung yang sesuai dengan indikator dan tujuan yang ingin dicapai berdasarkan pengamatan guru. Penilaian untuk ranah kognitif berisikan tentang kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan tes lisan, tes tertulis, dan penugasan. Penilaian untuk ranah kognitif berisikan tentang penilaian kinerja siswa dalam kegiatan pembelajaran. Penilaian-penilaian yang telah dijabarkan tersebut memiliki pedoman masing-masing penilaian seperti rubrik penilaian atau kriteria, Post Test serta kunci jawaban. C. Validasi Ahli dan Revisi Produk Produk awal Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH) yang telah dibuat oleh peneliti diberikan kepada pakar pembelajaran inovatif yaitu satu orang mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) dan satu orang guru kelas II Sekolah Dasar untuk divalidasi. Validasi ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan kelayakan perangkat pembelajaran inovatif yang telah dikembangkan. 1. Data Validasi Pakar Pembelajaran Inovatif Pakar pembelajaran inovatif yang menjadi validator adalah satu orang mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) yaitu Bapak A dan satu orang guru kelas II Sekolah Dasar yaitu Ibu T. Validasi dilakukan sebanyak satu kali pada bulan Juni. Validator dapat memberikan saran dan kritik yang dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan revisi produk. Validator juga dapat memberikan skor penelitian dari skala 1 sampai 5. Lembar instrumen validasi terdapat aspek penilaian yang terdapat dalam pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yang peneliti kembangkan antara lain: (1) Prota (Program Tahunan); (2) Prosem (Program Semester); (3) silabus; (4) RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran); (5) media pembelajaran; (6) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD); (7) penggunaan bahasa yang baik dan benar sesuai PUEBI. Berdasarkan hasil validasi dari ketujuh aspek penilaian, 3 (tiga) set perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) yang dilakukan oleh validator pakar pembelajaran inovatif Bapak A, maka validator memberikan rerata skor 3,96 dengan kategori “baik”. Validator Bapak A juga memberikan rerata

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 skor 4,01 dengan kategori “baik” dari 3 (tiga) set perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT). Validator memberikan masukan bahwa produk yang dibuat dinyatakan layak untuk digunakan/ uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Validator pakar pembelajaran inovatif Bapak A memberikan komentar untuk beberapa komponen diantaranya yaitu: (1) materi pokok sesuai dengan kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional; (2) silabus memuat identitas sekolah, kompetensi inti (KI), kompetensi dasar (KD), dan tema/subtema; (3) kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD; (4) rumusan tujuan hanya mengandung 1 jenis tingkah laku yang dapat diamati dan diukur; (5) pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan kondisi kelas); (6) evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remidial); (7) kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman penskoran); (8) kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, materi yang dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi); (9) LKPD disajikan secara sistematis, merupakan materi atau tugas yang esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa; (10) penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Komentar yang diberikan yaitu: (1) materi pokok belum disertakan; (2) kompetensi inti (KI) belum disertakan dalam silabus; (3) rumuskan indikator dengan menggunakan kalimat yang efektif; (4) masih ada rumusan tujuan yang memuat lebih dari 1 jenis tingkah laku; (5) belum ada media konkrit; (6) soal evaluasi diperbaiki dan komponen penilaian dilengkapi komponrn penilaiannya; (7) pedoman rubrik penskoran dapat disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran; (8) media pembelajaran dapat dikembangkan lagi; (9)

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 kegiatan dalam LKPD dapat dibuat lebih menarik lagi dan disajikan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai; (10) LKPD masih bisa ditingkatkan lagi; (11) penggunaan bahasa belum sesuai dengan PUEBI. Setelah peneliti melalukan revisi berdasarkan saran dan komentar yang diberikan oleh pakar pembelajaran inovatif, produk yang dikembangakan kemudian juga divalidasi oleh satu guru kelas II Sekolah Dasar. Validasi dilakukan pada bulan Juni 2018, adapun aspek yang dinilai dalam intrumen validasi yang dilakukan guru kelas II Sekolah Dasar meliputi: (1) Prota (Program Tahunan); (2) Prosem (Program Semester); (3) silabus; (4) RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran); (5) media pembelajaran; (6) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD); (7) penggunaan bahasa yang baik dan benar sesuai PUEBI. Berdasarkan hasil validasi dari ketujuh aspek penilaian, 3 (tiga) set perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) yang dilakukan validator guru kelas II Sekolah Dasar yaitu Ibu T, maka validator memberikan rerata 4,2 dengan kategori “baik”. Validator Ibu T juga memberikan rerata skor 4,20 dengan katergori “baik” dari 3 (tiga) set perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT). Validator memberikan masukan bahwa produk yang dibuat dinyatakan layak untuk digunakan/ uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Validator guru kelas II Sekolah Dasar Ibu T memberikan komentar untuk beberapa komponen diantaranya yaitu: (1) prosem memuat komponen yang lengkap (tema, subtema pembelajaran, bulan, alokasi waktu; (2) rumusan tujuan hanya mengandung satu jenis tingkah laku yang dapat diamati dan diukur; (3) evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remidial); (4) rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan makna model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT); (5) mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu: mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 mengomunikasikan; (6) mengembangkan 4 keterampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu: berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creativel thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative); (7) kesesuaiam jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, materi yang dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi); (8) LKPD disajikan secara sistematis, merupakan materi atau tugas yang esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa; (9) penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Komentar yang diberikan yaitu: (1) tiga hari pertama adalah PLS (Pengenalan Lingkungan Sekolah); (2) masih ada 2 jenis tingkah laku dalam indikator dan tujuan pembelajaran; (3) menambahkan lagi soal yang berpikir tingkat tinggi HOTS); (4) dalam kegiatan pembelajaran gunakan kalimat yang lebih efektif; (5) hindari kata guru di awal kalimat (siswa yang aktif); (6) tambahkan lagi berpikir kritis dan berpikir kreatif dalam kegiatan pembelajaran; (7) akan lebih baik menambah video pembelajaran yang sesuai; (8) LKPD masih bisa ditingkatkan kesulitannya; (9) masih ada bahasa/ kata yang belum sesuai PUEBI. Berdasarkan validasi yang sudah dilakukan oleh validator guru guru kelas II Sekolah Dasar, terdapat beberapa saran yang diberikan untuk melakukan revisi produk. Saran yang diberikan validator bervariasi mulai dari penyusunan prota hingga penyusunan RPPTH beserta lampiran-lampirannya. Berikut peneliti menjabarkan rangkuman revisi produk berdasarkan komentar dan saran dari hasil validasi yang telah diberikan guru kelas II pelaksana Kurikulum 2013. Perangkat pembelajaran yang telah divalidasi oleh guru kelas II pelaksana Kurikulum 2013 direvisi sesuai dengan saran yang diberikan. Perangkat pembelajaran inovatif yang telah divalidasi oleh kedua pakar pembelajaran inovatif kemudian direvisi oleh peneliti sesuai dengan saran yang diberikan. Saran tersebut dujabarkan dalam tabel berikut, yaitu:

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 No 2 3 1 2 9 14 15 Aspek yang Dinilai Komentar Revisi PROSEM (PROGRAM SEMESTER) Prosem memuat komponen Tiga hari pertama Mengubah hari yang lengkap (tema, adalah PLS efektif dan subtema pembelajaran, (Pengenalan dimulai tanggal bulan, alokasi waktu Lingkungan Sekolah) 19 Juli 2018. Materi pokok sesuai Materi pokok belum Menambahkan dengan kompetensi inti disertakan. materi pokok (KI) dan kompetensi dasar sesuai dengan KI (KD), serta alokasi waktu dan KD. yang digunakan proporsional. SILABUS Silabus memuat identitas KI belum disertakan Menambahkan KI sekolah, kompetensi inti dalam silabus. dalam silabus. (KI), kompetensi dasar (KD), dan tema/subtema. RPP (RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN) Kesesuaian rumusan Rumuskan indikator Mengubah indikator dengan KI dan dengan menggunakan indikator agar KD. kalimat yang efektif. sesuai dengan KD. Evaluasi (mencakup aspek Soal evaluasi Memperbaiki sikap, pengetahuan, diperbaiki dan kalimat yang keterampilan, kesesuaian komponen penilaian belum efektif dan evaluasi dengan tujuan atau dilengkapi. melengkapi indikator, komponen komponen penilaian lengkap, penilaian. lagi Menambahkan perencanaan kegiatan Menambahkan soal yang berpikir soal HOTS sesuai pengayaan, dan remidial) tingkat tinggi HOTS. dengan indikator dan tujuan pembelajaran. Mengembangkan 5M Hindari kata guru Mengubah dalam kegiatan inti yaitu: diawal kalimat (siswa kalimat menjadi mengamati, menanya, yang aktif) siswa yang aktif mencoba, menalar, dan dalam kegiatan mengomunikasikan. pembelajaran. Mengembangkan 4 Tambahkan lagi Menambahkan keterampilan dasar belajar berpikir kritis dan kegiatan-kegiatan abad 21 4C yaitu: berpikir berpikir kreatif dalam pembelajaran kritis (critical thinking), kegiatan dengan berpikir kreatif (creativel pembelajaran. menggunakan thinking), kerjasama kemampuan (collaborative), dan berpikir kritis dan komunikasi berpikir kreatif. (communicative)

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 No Aspek yang Dinilai Komentar 16 Kelengkapan instrumen Pedoman rubrik evaluasi (soal, kunci, rubrik penskoran dapat pedoman penskoran) disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran. 1 1 1 Revisi Mengubah pedoman rubrik penskoran yang sesuai dengan soal atau kegiatan pembelajaran. MEDIA PEMBELAJARAN Kesesuaian jenis media Media pembelajaran Mengubah media dengan kompetensi yang dapat dikembangkan pembelajaran harus dicapai, materi yang lagi. dengan media dibahas, strategi yang lebih pembelajaran yang dipilih, konkret. karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). LKPD (LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK) LKPD disajikan secara Kegiatan dalam LKPD Mengubah soal sistematis, merupakan dapat dibuat lebih sesuai dengan materi atau tugas yang menarik lagi dan tujuan esensial, setiap kegiatan disajikan sesuai pembelajaran dan yang disajikan mempunyai dengan tujuan tingkat tujuan yang jelas, penyajian pembelajaran yang kesulitannya. LKPD dilengkapi dengan ingin dicapai. gambar ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin LKPD masih bisa tahu siswa. ditingkatkan kesulitannya. BAHASA Penggunaan bahasa sesuai Masih ada bahasa/ kata Mengubah dengan PUEBI (Panduan yang belum sesuai kalimat menjadi Umum Ejaan Bahasa PUEBI kalimat yang baik Indonesia). dan benar sesuai dengan PUEBI. Penggunaan bahasa belum sesuai denagn PUEBI Tabel 4.1 Komentar dan Revisi Pakar Pembelajaran Inovatif model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) No 2 Aspek yang Dinilai Komentar Revisi PROSEM (PROGRAM SEMESTER) Prosem memuat komponen Tiga hari pertama Mengubah hari yang lengkap (tema, adalah PLS efektif dan

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 No 5 7 11 1 Aspek yang Dinilai Komentar Revisi subtema pembelajaran, (Pengenalan dimulai tanggal bulan, alokasi waktu. Lingkungan Sekolah). 19 Juli 2018. RPP (RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN) Rumusan tujuan hanya Masih ada rumusan Mengganti dan mengandung satu (1) jenis tujuan yang memuat memilih jenis tingkah laku yang dapat lebih dari 1 jenis tingkah laku yang diamati dan diukur. tingkah laku. sesuai dengan kemampuan siswa. Masih ada 2 jenis jenis tingkah laku dalam indikator dan tujuan pembelajaran. Pemilihan media Belum ada media Menambahkan pembelajaran (sesuai konkret. media konkret dengan tujuan, materi, dan sesusi dengan kondisi kelas). kegiatan pembelajarannya. Rancangan kegiatan Dalam kegiatan Merubah kalimatpembelajaran sesuai pembelajaran gunakan kalimat pada dengan makna model kalimat yang lebih kegiatan pembelajaran kooperatif efektif. pembelejaran tipe Numbered Head lebih singkat dan Together (NHT). jelas. MEDIA PEMBELAJARAN Kesesuaian jenis media Akan lebih baik Menambahkan dengan kompetensi yang menambah video video harus dicapai, materi yang pembelajaran yang pembelajaran dibahas, strategi sesuai. yang sesui dengan pembelajaranyang dipilih, materi karakteristik siswa, media pembelajaran. terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). LKPD (LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK)

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 No Aspek yang Dinilai Komentar Revisi 1 LKPD disajikan secara LKPD masih bisa Mengganti tugas sistematis, merupakan ditingkatkan. dan kegiatan materi atau tugas yang dalam lembar esensial, setiap kegiatan kerja yang sesuai yang disajikan mempunyai dengan tingkat tujuan yang jelas, penyajian kesulitan dan LKPD dilengkapi dengan tingkat gambar dan ilustrasi, pemahaman kegiatan yang disajikan siswa. dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. 1 BAHASA Penggunaan bahasa sesuai Masih ada bahasa yang Merubah bahasa dengan PUEBI (Panduan belum sesuai dengan sesuai dengan Umum Ejaan Bahasa PUEBI. PUEBI dan Indonesia). mudah dipahami oleh siswa. Tabel 4.2 Komentar dan Revisi Pakar Pembelajaran Inovatif model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT). 2. Revisi Produk Berdasarkan hasil validasi pakar pembelajaran inovatif, peneliti dapat melakukan revisi produk pada bagian Prosem, silabus, RPP, media pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan penggunaan bahasa yang baik dan benar. Revisi produk dapat dilakukan sebelum melakukan uji coba di lapangan. Revisi yang dilakukan pada bagian-bagian sesuai saran yang telah diberikan oleh pakar pembelajaran inovatif. Pakar pembelajaran inovatif memberikan komentar untuk memberikam materi pokok yang sesuai dengan KI dan KD dalam pembuatan prosem, peneliti merevisi prosem untuk menambahkan materi pokok yang sesuai dengan KI dan KD. Peneliti merevisi pada bagian identitas dalam silabus. Peneliti melakukan revisi berupa menambahkan KI dalam didalam silabus agar lebih jelas dan lengkap. Selanjutnya peneliti juga merevisi bagian RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) untuk mengubah indikator agar sesuai dengan KD, memperbaiki kalimat yang belum efektif, melengkapi komponen penilaian, dan mengubah pedoman rubrik penskoran yang sesuai dengan

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 kegiatan pembelajaran. Pada bagian media pembelajaran peneliti juga merevisi untuk mengubah dan menambahkan media pembelajaran dengan media yang lebih konkret. Pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) peneliti mengubah soal sesuai dengan tujuan pembelajaran dan tingkat kesulitannya. Peneliti melakukan revisi pada bagian penggunaan bahasa dengan mengubah kalimat menjadi kalimat yang baik dan benar sesuai dengan PUEBI. Berdasarkan saran dari guru kelas II Sekolah Dasar peneliti melakukan perbaikan pada bagian program semester, RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), LKPD, dan bahasa sesuai dengan saran yang diberikan oleh guru kelas II Sekolah Dasar. Pada bagian prosem, validator memberikan saran untuk mengganti tanggal dimulainya hari efektif karena tiga hari pertama masuk sekolah adalah PLS (Pengenalan Lingkungan Sekolah). Maka dari itu peneliti melakukan revisi dengan mengubah hari efektif yang dimulai tanggal 19 Juli 2018. Selanjutnya adalah RPP, pada bagian ini validator memberikan saran untuk menambahkan lagi soal yang berpikir tingkat tinggi HOTS,untuk menghindari kata guru diawal kalimat (siswa yang aktif), dan diminta untuk menambahkan lagi kegiatan pembelajaran yang menggali kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif. Peneliti melakukan revisi pada RPP berupa menambahkan soal HOTS sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran, mengubah kalimat menjadi siswa yang aktif dalam kegiatan pembelajara, dan menambahkan kegiatankegiatan pembelajaran dengan menggunakan kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif. Validator juga memberikan saran pada bagian LKPD untuk bisa meningkatkan soal-soal dengan tingkat yang lebih sulit. Peneliti juga revevisi dengan mengubah soal sesuai dengan tujuan pembelajaran dan tingkat kesulitannya. Selanjutnya dalam penggunaan bahasa validator juga memberikan saran bahwa masih ada bahasa/ kata yang belum sesuai PUEBI. Peneliti melakukan revisi dengan mengubah kalimat-kalimat yang lebih baik dan benar sesuai dengan PUEBI.

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 D. Uji Coba Terbatas Setelah divalidasi oleh pakar pembelajaran inovatif dan melakukan revisi, peneliti melakukan uji coba di lapangan. Produk yang dikembangkan oleh peneliti diberikan kepada satu guru kelas II SD Negeri Kentungan untuk divalidasi agar mengetahui kualitas dan kelayakan produk yang dikembangkan. 1. Data Uji Coba Terbatas Setelah peneliti melakukan revisi perangkat pembelajaran inovatif berdasarkan pakar pembelajaran inovatif. Produk akan diuji cobakan di kelas II di SD Negeri Kentungan yang terletak di Jalan kaliurang Km 6,5 No.21 D, Kentungan, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Guru SD Negeri Kentungan yang menjadi validator adalah satu orang guru kelas IIB yaitu Ibu Tutut. Uji coba produk perangkat pembelajaran inovatif diuji cobakan sebanyak 4 kali atau 4 set RPP yaitu 2 set menggunakan model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) dan 2 set RPP menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) yang dilakukan pada tanggal 20, 21, 24, dan 25 Agustus 2018 di kelas IIB SD Negeri Kentungan. Jumlah jam uji coba produk selama satu hari adalah 5 JP (5x35 menit). Terdapat dua instrumen uji coba produk yaitu; (1) instrumen uji coba untuk menilai guru atau peneliti saat melakukan uji coba produk perangkat pembelajaran inovatif; (2) instrumen uji coba untuk menilai siswa atau subyek saat peneliti melakukan uji coba produk. Instrumen uji coba yang digunakan peneliti dibedakan menurut model pembelajaran yang digunakan yaitu, model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) dan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT). Terdapat beberapa aspek penilaian dalam uji coba produk untuk menilai guru atau peneliti saat melakukan uji coba produk yaitu; (1) guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan makna dan karakteristik model pembelajaran inovatif yang digunakan; (2) guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan sintaks model pembelajaran inovatif yang digunakan; (3) guru menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan) kepada siswa; (4) guru telah mengembangkan

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 keterampilan belajara dasar abad 21 (Berfikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif); (5) guru menguasai materi dalam mengajar dan tidak terjadi miskonsepsi; (6) guru lebih berperan sebagai motivator & fasilitator pada saat pembelajaran; (7) pembelajaran berpusat pada siswa; (8) guru menggunakan beragam media dalam pembelajaran; (9) guru mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran; (10) guru mengusahakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi; (11) guru mengembangkan pendidikan karakter; (12) guru melaksanakan pembelajaran terpadu dengan landau; (13) guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan; (14) guru melaksanakan penilaian otentik. Berdasarkan hasil uji coba produk di kelas IIB selama dua hari dengan menggunakan model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) guru kelas IIB Ibu T memberikan penilaian terhadap uji coba yang dilakukan peneliti, maka Ibu T memberikan rerata skor 4,17 dengan kategori “baik”. Validator juga memberikan komentar untuk beberapa aspek penilaian yaitu; (1) guru sudah melaksanakan sintaks model pembelajaran PBL dengan runtut; (2) media yang digunakan oleh guru kurang terlihat jelas dari belakang; (3) guru menpunyai semangat tinggi saat mengajar; (4) guru menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dengan bernyanyi. Berdasarkan hasil uji coba produk di kelas IIB selama dua hari dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) guru kelas IIB Ibu T memberikan penilaian terhadap uji coba yang dilakukan peneliti, maka Ibu T memberikan rerata skor 4,21 dengan kategori “sangat baik”. Validator juga memberikan komentar untuk beberapa aspek penilaian yaitu; (1) guru sudah menerapkan 5M dalam kegiatan pembelajaran; (2) guru selalu memberikan kesempatan siswa untuk berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran dikelas; (3) guru sudah mengembangkan pendidikan karakter disiplin dan jujur kepada siswa. Terdapat beberapa aspek penilaian dalam uji coba produk untuk menilai siswa saat peneliti melakukan uji coba produk yaitu, (1) siswa dapat mencapai indikator pembelajaran yang ditetapkan, (2) siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, (3) siswa melaksanakan 5M dalam pembelajaran

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan), (4) siswa terkesan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, (5) siswa asyik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, (6) siswa terlibat dalam penggunaan media pembelajaran, (7) siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran, (8) siswa berkembang kemampuan 4C-nya. Berdasarkan hasil uji coba produk di kelas IIB selama dua hari dengan model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) mahasiswa PGSD 2015 juga memberikan penilaian terhadap uji coba yang dilakukan peneliti, maka mahasiswa PGSD 2015 memberikan rerata skor 4,43 dengan kategori “sangat baik”. Mahasiswa PGSD 2015 juga memberikan komentar untuk beberapa aspek penilaian yaitu; (1) siswa terlihat antusias dalam kegiatan pembelajaran; (2) siswa terlihat senang dan terlihat dalam penggunaan media; (3) siswa sangat senang dan antusias dalam mengikuti pembelajaran; (4) kemampuan 4C yang diterapkan dapat berkembang atau tersampaikan kepada siswa. Berdasarkan hasil uji coba produk di kelas IIB selama dua hari dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) mahasiswa PGSD 2015 juga memberikan penilaian terhadap uji coba yang dilakukan peneliti, maka mahasiswa PGSD 2015 memberikan rerata skor 4,31 dengan kategori “sangat baik”. Mahasiswa PGSD 2015 juga memberikan komentar untuk beberapa aspek penilaian yaitu; (1) 5M sudah terlaksana dalam kegiatan pembelajaran; (2) siswa melaksanakan pengalaman langsung dalam pembelajaran. Berikut peneliti menjabarkan rangkuman komentar dan revisi perangkat pembelajaran setelah diuji cobakan di kelas IIB SDN Kentungan. Perangkat pembelajaran yang telah diuji cobakan tersebut direvisi sesuai saran yang diberikan. No 2 Aspek yang Dinilai Komentar Revisi Model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) Guru melaksanakan Guru sudah Sintaks model PBL pembelajaran sesuai melaksanakan sintaks juga masih ada dengan sintaks model model pembelajaran berbaikan dalam pembelajaran inovatif yang PBL dengan runtut. kegiatan per digunakan. sintaksnya.

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 No 8 10 3 7 11 Aspek yang Dinilai Komentar Guru menggunakan Media yang digunakan beragam media dalam oleh guru kurang pembelajaran. terlihat jelas dari belakang. Revisi Hari penelitian selanjutnya peneliti memberikan satu persatu dalam setiap kelompoknya. Guru mengusahakan Guru mempunyai Guru juga selalu kegiatan pembelajaran semangat tinggi saat memperhatikan yang bervariasi. mengajar. peran siswa dalam kelompok. Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) Guru menerapkan Guru sudah Guru juga selalu pendekatan saintifik 5M menerapkan 5M dalam membantu siswa (mengamati, menanya, kegiatan pembelajaran. untuk menalar, mencoba, mengembangkan mengomunikasikan) 5M karena siswa kepada siswa. kelas II masih sulit menalar. Pembelajaran berpusat Guru selalu Guru juga pada siswa. memberikan memperhatikan kesempatan siswa untuk kegiatan berperan aktif dalam pembelajaran ketika kegiatan pembelajaran siswa berperan aktif dikelas. dengan tugasnya. Guru mengembangkan Guru sudah Guru juga dapat pendidikan karakter. mengembangkan mengembangkan pendidikan karakter pendidikan karakter disiplin dan jujur yang lainnya. kepada siswa. Tabel 4.3 Komentar dan Saran Guru Kelas IIB Sekolah Dasar saat Uji Coba Produk No 2 4 6 Aspek yang Dinilai Komentar Revisi Model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) Siswa terlibat aktif dalam Siswa terlihat antusias Guru juga selalu kegiatan pembelajaran. dalam kegiatan memperhatikan pembelajaran. materi yang termuat dalam kegiatan pembelajaran. Siswa terkesan senang Siswa terlihat senang Guru harus dalam mengikuti kegiatan dan terlihat dalam mempertahankan pembelajaran. penggunaan media. suasana kelas yang menyenangkan. Siswa terlibat dalam Siswa sangat senang dan Guru juga selalu penggunaan media antusias dalam memperhatiakan pembelajaran siswa dalam

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 No Aspek yang Dinilai Komentar mengikuti pembelajaran. Revisi kelompok belajarnya saat kegiatan pembelajaran. 8 Siswa berkembang Kemampuan 4C yang Guru lebih kemampuan 4C-nya diterapkan dapat memperhatikan berkembang atau kemampuan tersampaikan kepada berpikir kritis siswa. (critical thinking) Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) 3 Siswa melaksanakan 5M 5M sudah terlaksana Guru lebih dalam pembelajaran dalam kegiatan memperhatikan dan (mengamati, menanya, pembelajaran. membantu siswa menalar, mencoba, untuk mengomunikasikan). mengembangkan kemampuan menalar, mencoba, dan mengomunikasikan 7 Siswa memperoleh Siswa melaksanakan Guru dapat pengalaman langsung pengalaman langsung membantu siswa dalam pembelajaran dalam pembelajaran. penggali pengalaman secara langsung. Tabel 4.4 Komentar dan Saran Mahasiswa PGSD 2015 saat Uji Coba Produk 2. Revisi Produk Revisi produk dilakukan berdasarkan saran yang diberikan oleh validator. Revisi yang dilakukan peneliti antara lain: (1) sintaks model PBL juga masih ada berbaikan dalam kegiatan per sintaksnya; (2) hari penelitian selanjutnya peneliti memberikan satu persatu dalam setiap kelompoknya; (3) guru juga selalu memperhatikan peran siswa dalam kelompok; (4) guru juga selalu membantu siswa untuk mengembangkan 5M karena siswa kelas II masih sulit menalar. (5) guru juga memperhatikan kegiatan pembelajaran ketika siswa berperan aktif dengan tugasnya; (6) Guru juga dapat mengembangkan pendidikan karakter yang lainnya.

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 E. Kajian Produk Akhir Produk akhir diperoleh berdasarkan saran dan komentar yang diberikan oleh pakar pembelajaran inovatif dan guru kelas II Sekolah Dasar selaku validator. Peneliti memperbaiki produk awal sesuai dengan komentar dan saran yang diberikan. Berdasarkan hasil uji coba peneliti mendapatkan masukan dari guru kelas IIB yang digunakan sebagai revisi akhir terhadap produk perangkat pembelajaran inovatif yang peneliti. Produk akhir yang peneliti buat berisi; (1) program tahunan (prota); (2) program semester (prosem); (3) silabus; (4) enam set Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) beserta pemetaan, rangkuman materi, LKPD, instrumen penilaian serta soal evaluasi/ Post Test. Produk akhir yang dihasilkan yaitu berupa (1) program tahunan (prota); (2) program semester (prosem); (3) silabus; (4) enam set Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) beserta pemetaan, rangkuman materi, LKPD, instrumen penilaian serta soal evaluasi/ Post Test. Komponen yang terdapat pada program semester yaitu. (1) identitas lengkap yang meliputi kelas, satuan pendidikan, dan tahun ajaran, (2) tema, sub tema, dan alokasi waktu, dan (3) minggu belajar efektif yang berjumlah 16 minggu. Program semester (Prosem) memiliki komponen yaitu, (1) identitas lengkap yang meliputi, kelas, semester, satuan pendidikan, dan tahun ajaran, (2) tema, sub tema, dan alokasi waktu, (3) materi pokok sesuai dengan kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) serta alokasi waktu yang operasional. Komponen-komponen silabus yang meliputi, (1) identitas, KI, dan KD, (2) materi pokok, (3) kegiatan pembelajaran, (4) penilaian, (5) alokasi waktu, dan (6) sumber belajar. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Komponen yang terdapat pada RPP antara lain: (1) identitas sekolah; (2) kompetensi inti (KI); (3) kompetensi dasar (KD); (4) indikator; (5) tujuan pembelajaran; (6) materi pembelajaran; (7) pendekatan, model, metode, dan teknik pembelajaran; (8) langkah-langkah kegiatan pembelajaran; (9) media, alat, dan sumber belajar; (10) penilaian; (11) lampiran. Pertama, identitas RPP berisi tentang nama satuan pendidikan, kelas/semester, tema/subtema, pembelajaran ke-, muatan pelajaran, alokasi waktu, hari/tanggal. Kedua, Kompetensi Inti (KI) merupakan gambaran mengenai kompetensi yang harus dipelajari dalam aspek spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan.

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Ketiga, Kompetensi Dasar (KD) merupakan kemampuan khusus yang mencakup spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Spiritual dan sikap sosial hanya muncul pada mata pelajaran PPKn. Keempat, indikator dikembangkan berdasarkan karaker siswa dan digunakan sebagai alat untuk penilaian. Perumusan indikator dengan menggunakan Kata Kerja Operasional (KKO) berdasarkan Taksonomi Bloom. Kelima, tujuan pembelajaran disusun berdasarkan kompetensi dasar dan perumusan indikator dengan menggunakan kata kerja operasional sehingga dapat diukur dan diamati. Tujuan pembelajaran mengandung ABCD (Audience, Behavior, Condition, dan Degree). Keenam, materi pelajaran yang ditulis hanya materi yang pokok dan yang digunakan saat pembelajaran. Ketujuh, pendekatan, model, metode, dan teknik pembelajaran ditulis berdasarkan kegiatan yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan saintifik. Kedelapan, langkah-langkah kegiatan pembelajaran merupakan skenario pembelajaran mengenai kegiatan belajar yang akan dilakuakan saat pembelajaran. Kesembilan, media, alat, dan sumber belajar ditentukan berdasarkan kegiatan yang akan dilakukan dan digunakan dalam proses pembelajaran. Kesepuluh, penilaian berisikan teknik penilaian, bentuk intrumen penilaian, rubrik penilaian, dan pedoman penskoran. Pada penilaian ranah kognitif (pengetahuan) berisi soal-soal dan kunci jawaban. Kesebelas, lampiran memuat penilaian setiap muatan pelajaran, materi pelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dirancang semenarik mungkin, media pembelajaran, intrumen penilaian dan rubrik penilaian, soal evaluasi dan kunci jawaban yang dikerjakan pada akhir pembelajaran yang bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terkait dengn materi yang diberikan, refleksi berisi tentang beberapa pertanyaan untuk siswa dengan tujuan sebagai sarana siswa untuk menuangkan apa yang dirasakan selama pembelajaran berlangsung ke dalam bentuk tulisan, lembar pengayaan berisikan kegiatan yang dilakukan siswa dirumah dengan bantuan orang tua, remidial dilaksanakan setelah melakukan analisis terhadap hasil evaluasi belajar siswa, dan sintaks model pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 F. Hasil Penelitian dan Pembahasan 1. Hasil Penelitian Pengembangan produk perangkat pembelajaran inovatif diperoleh hasil validasi dan hasil uji coba produk oleh pakar pembelajaran inovatif dan guru kelas II Sekolah Dasar. Perangkat pembelajaran inovatif tersebut masuk dalam kategori “baik” dengan skor rata-rata yaitu 4,18. Berikut peneliti jabarkan dalam tabel sebagai berikut: No Validasi Perangkat Pembelajaran Inovatif Skor Kategori Uji Validasi Model Problem Based Learning (PBL) 1 Pakar Pembelajaran Inovatif (A) 3,96 Baik 2 Guru Kelas II Sekolah Dasar (T) 4,2 Baik Uji Validasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Number Head Together (NHT) 1 Pakar Pembelajaran Inovatif (A) 4,01 Baik 2 Guru Kelas II Sekolah Dasar (T) 4,20 Baik Uji Coba Produk Model Problem Based Learning (PBL) 1 Guru Kelas II Sekolah Dasar (T) 4,17 Baik 2 Mahasiswa PGSD 2015 (M) 4,43 Sangat Baik Uji Coba Produk Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Number Head Together (NHT) 1 Guru Kelas II Sekolah Dasar (T) 4,21 Sangat Baik 2 Mahasiswa PGSD 2015 (M) 4,31 Sangat Baik Jumlah 33,49 Rata-rata 4,18 Kategori Baik Tabel 4.5 Rekapitulasi Skor Validasi Pakar Pembelajaran Inovatif dan Hasil Uji Coba Produk 2. Pembahasan Peneliti mengembangakan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Bermain di Lingkungan Rumah mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas II SD Negeri Puren dan SD Negeri Kentungan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa guru sebatas mengetahui dan belum sepenuhnya memahami secara penuh mengenai kurikulum SD 2013. Penyusunan indikator dan tujuan pembelajaran guru hanya mengikuti indikator dan tujuan yang sesuai dengan buku tema, tetapi guru juga mengembangkan sesuai dengan kemampuan siswa. Pemahaman guru mengenai pembelajaran inovatif juga masih sebatas mengetahui dan masih

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 belum paham sehingga guru mengalami kesulitan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas dan mengembangkan perangkat pembelajaran. Guru sudah melaksanakan pembelajaran yang mengacu kurikulum SD 2013 akan tetapi masih menemukan kesulitan. Guru masih sangat membutuhkan contoh perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. Melalui contoh perangkat pembelajaran inovatif, dapat memberikan inspirasi kepada guru mengenai penyusunan perangkat pembelajaran inovatif yang mudah dijalankan dan menjadikan suasana pembelajaram di kelas lebih menyenangkan. Pengembangan produk perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan oleh peneliti menggunakan prosedur pengembangan Borg and Gall. Sesuai dengan pendapat Sugiyono (2015: 38) pengembangan produk yang sudah dirancang, kemudian dilakukan validasi dan uji coba produk setelah itu dilakukan revisi produk sampai dihasilkan produk yang sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Hasil validasi terhadap pelaksanaan uji coba terbatas dan pekerjaan siswa dari soal evaluasi berpedoman pada beberapa aspek yang dinilai dari 7 komponen yaitu (1) Program Tahunan (Prota), (2) Program Semester (Prosem), (3) silabus, (4) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (5) media, (6) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan (7) bahasa. Aspek-aspek yang terdapat pada komponen Prota, Prosem dan silabus yaitu, (1) kelengkapan identitas, (2) kelengkapan tema, subtema, dan alokasi waktu, (3) kesesuaian jumlah jam efektif dan jumlah alokasi waktu, (4) Kesesuaian pembagian waktu setiap tema dan subtema, (5) kelengkapan tema, subtema, pembelajaran, bulan, dan alokasi waktu, (6) kesesuaian materi pokok dan alokasi waktu yang digunakan sesuai, (7) memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan tema/subtema, (8) memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar, dan (9) keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. Sedangkan aspek-aspek yang terdapat pada komponen RPP, media, LKPD, dan Bahasa yaitu (1) kejelasan dan kelengkapan identitas RPP, (2) kesesuaian rumusan indikator, (3) kesesuaian tujuan pembelajaran, (4) materi sesuai sistematis, dan lengkap, (5) rumusan tujuan, (6) kesesuaian strategi pembelajaran, (7) kesesuaian pemilihan media pembelajaran, (8) pemilihan

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 sumber belajar, (9) evaluasi, (10) mengembangkan HOTS, (11) rancangan kegiatan sesuai dengan model pembelajaran yang digunakan, (12) rancangan kegiatan sesuai karakteristik model pembelajaran, (13) kegiatan sesuai dengan sintaks kegiatan pembelajaran, (14) mengembangkan 5M, (15) mengembangkan 4C, (16) kelengkapan instrumen evaluasi, (17) kesesuaian media yang digunakan, (18) media mudah digunakan, (19) media yang digunakan menarik, (20) kesesuaian LKPD, (21) kelayakan isi, (22) kelayakan bahasa, (23) kelayakan kegiatan, (24) kelayakan tampilan, (25) kelayakan penyajian, (26) kesesuaian dengan PUEBI, (27) sesuai tingkat perkembangan siswa, (28) komunikatif, (29) jelas dan mudah dimengerti, dan (30) kejelasan petunjuk/arahan. Hasil validasi produk perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) diperoleh dari dua validator pembelajaran inovatif (Bapak A dan Ibu T). Validasi dari validator pakar pembelajaran inovatif Bapak A pada model model Problem Based Learning (PBL) diperoleh skor rata-rata 3,96 dengan kategori “baik” dan pada model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) diperoleh skor rata-rata 4,01 dengan kategori “baik”. Hasil validasi dari guru kelas II Sekolah Dasar Ibu T pada model model Problem Based Learning (PBL) diperoleh skor rata-rata 4,2 dengan kategori “baik” dan pada model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) diperoleh skor rata-rata 4,20 dengan kategori “baik”. Hasil uji coba produk diperoleh dari dua observer yaitu guru Kelas II dan satu mahasiswa PGSD 2015 yang menilai kegiatan pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT). Pada uji coba produk menggunakan model model Problem Based Learning (PBL) guru kelas II Sekolah Dasar Ibu T memberi skor 4,17 dengan kategori “baik” dan pada uji coba produk menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) diperoleh skor rata-rata 4,21 dengan kategori “sangat baik”. Sedangkan mahasiswa PGSD 2015 pada uji coba produk menggunakan model Problem

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Based Learning (PBL) memberi skor rata-rata 4,43 dengan kategori “sangat baik” dan pada uji coba produk menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) diperoleh skor rata-rata 4,31 dengan kategori “sangat baik”. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba produk pengembangan perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) diperoleh skor rata-rata 4,18 dengan kategori “baik”. Perangkat pembelajaran dinyatakan “baik” karena memenuhi aspek pada setiap komponen perangkat pembelajaran yaitu (1) Program Tahunan (Prota), (2) Program Semester (Prosem), (3) Silabus, (4) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (5) Media Pembelajaran, (6) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan (7) Bahasa. Hal ini selaras dengan pendapat Kunandar (2014:3) yang menyatakan bahwa suatu perangkat pembelajaran yang baik harus mencakup mencakup Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem), silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan dua model pembelajaran inovatif dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini selaras dengan pendapat Sugiyono (2017: 414-415) yang memaparkan produk yang dikembangkan di dunia pendidikan dapat di diujicobakan dengan membandingkan efektivitas keadaan sebelum dan sesudah menggunakan metode mengajar yang baru dengan indikator: pemahaman siswa lebih tinggi, siswa bertambah kreatif, dan hasil belajar meningkat. Semiawan (2007: 186) juga menjelaskan bahwa penelitian dan pengembangan produk di dalam dunia pendidikan diarahkan untuk membawa perbaikan kualitas bagi peserta didik. Penelitian pengembangan produk yang pernah ada dengan judul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Mengacu Kurikulum SD 2013 Pada Sub Tema Bermaian di Lingkungan Rumah untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar” memiliki persamaan langkah-langkah pengembangan yang digunakan oleh peneliti dalam mengembangkan produk ini. Akan tetapi terdapat perbedaan dari penelitian sebelumnya dengan penelitian ini yaitu penelitian ini menggunakan dua model pembelajaran inovatif pada enam RPP dan tidak hanya berfokus pada satu muatan pelajaran saja melainkan semua muatan pelajaran yang terdapat di

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 dalam sub tema Bermain di Lingkungan Rumah mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar. Pelaksanaan uji coba produk juga menunjukkan bahwa produk yang dibuat oleh peneliti dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan melibatkan siswa berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki beberapa persamaan dengan penelitian sebelumnya, tetapi penelitian ini juga memiliki perbedaan yaitu pada penggunaan model pembelajaran inovatif dan muatan pelajaran yang digunakan pada penelitian. Produk yang dikembangkan sesuai dengan spesifikasi produk pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yang menggunakan 2 (dua) model pembelajaran inovatif ini mencakup 17 komponen. Berikut akan dipaparkan 17 komponen tersebut. Pertama, Cover depan produk terdiri dari judul pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yaitu Perangkat Pembelajaran Inovatif pada sub tema Bermain di Lingkungan Rumah Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar; gambar yang mencerminkan isi produk perangkat pembelajaran inovatif; nama penulis; logo Universitas Sanata Dharma, keterangan yang berisi Program Studi yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan yaitu Ilmu Pendidikan, Fakultas yaitu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas yaitu Sanata Dharma Yogyakarta. Cover belakang berisi sinopsis dan biodata singkat peneliti. Kedua, ukuran kertas produk dicetak dalam ukuran kertas A4 dengan berat 70 gram sedangkan sampul dicetak dengan kertas ivory 230 supaya terlihat kokoh. Ketiga, format penulisan produk ditulis menggunakan theme font “Times New Rowman” dengan spasi 1,5 supaya setiap bagian dalam perangkat pembelajaran terlihat jelas. Keempat, Kata Pengantar berisi tentang ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah membantu dalam pembuatan produk yang dikembangakan; orang-orang yang sudah membantu dalam penyusunan pengembangan produk; kesediaan peneliti dalam menerima kritik dan saran dari pembaca terkait produk yang dikembangkan. Kata pengantar yang dibuat tertera pada halaman. Kelima, Daftar Isi terdiri dari garis besar isi yang terdapat di dalam buku beserta nomor halaman. Daftar isi tertera pada halaman.

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Keenam, perangkat pembelajaran program tahunan untuk kelas II SD semester gasal dan genap. Program Tahunan adalah rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran berisi antara lain rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Program tahunan dibuat sesuai dengan kalender pendidikan sekolah yang digunakan untuk penelitian dari tahun 2018/2019. Komponen-komponen dalam menyusun Program Tahunan: Identitas (antara lain satuan pendidikan, kelas, semester) dan format isian (antara lain tema, subtema, dan alokasi waktu). Program tahunan terdapat 7 halaman berbentuk potrait. Ketujuh, perangkat pembelajaran program semester untuk kelas II SD semester gasal. Program Semester merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun program tahunan. Program semester dilihat melalui kalender pendidikan sekolah yang digunakan untuk penelitian dari semester gasal tahun 2018/2019. Program Semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Program semester terdapat 6 halaman berbentuk landscape. Kedelapan, perangkat pembelajaran silabus untuk kelas II SD semester gasal tahun 2018/2019. Silabus merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum berisikan garis-garis besar materi pelajaran, kegiatan pembelajaran dan rancangan penilaian. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu ataukelompok mata pelajaran/ tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. Kesembilan, komponen perangkat pembelajaran RPP. Perangkat pembelajaran RPP disusun lengkap yang terdiri dari: (1) identitas RPP, (2) kompetensi inti; (3) kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pebelajaran; (4) pendekatan, tipe, model dan metode, (5) alat dan bahan serta sumber belajar; (6) langkah pembelajaran, (7) penilaian, (8) rangkuman materi (9) lampiran yang berisi media, LKPD, rubrik penskoran setiap aspek (sikap, pengetahuan, dan keterampilan), soal evaluasi dan kunci jawaban, soal pengayaan, rubrik remedial, dan deskripsi model pembelajaran. Dalam satu sub ema terdapat enam

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 pembelajaran, sehingga menghasilkan 6 (enam) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Kesepuluh, model pembelajaran yang digunakan. RPP menggunakan dua model pembelajaran inovatif yaitu (1) Problem Based Learning (PBL) atau yang dikenal juga dengan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) yang menekankan pembelajaran berdasarkan pada masalah mengenai materi yang akan dipelajari, (2) model pembelajaran kooperatif tipe Numberede Head Together (NHT) atau penomeran berpikir bersama menekankan pada pola interaksi siswa dan meningkatkan penguasaan akademik. Kesebelas, terdapat pendekatan scientific. Pendekatan scientific merupakan proses pembelajaran yang dirancang supaya peserta didik mengkonstruk konsep, hukum, atau prinsip melalui tahap mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum, atau prinsip yang ditemukan. Kedua belas, mengembangkan keterampilan 4C (critical thinking, creative thinking, collaborative, communicative). Ketigabelas, menggunakan pembelajaran terpadu. Pembelajaran terpadu mempunyai karakteristik berpusat pada siswa, memberikan pengalaman langsung, pemisah mata pelajaran yang tidak begitu jelas, menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran, bersifat fleksibel (guru dapat mengaitkan mata pelajaran yang satu dengan yang lain), dan menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan. Keempat belas, mengembangkan pendidikan karakter. Pendidikan karakter diintegrasikan dalam seluruh mata pelajaran pada setiap bidang studi yang terdapat dalam kurikulum. Pendidikan karakter yang dikembangkan memuat aspek spiritual dan aspek sosial. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap bidang studi perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dihubungkan dengan kontekas kehidupan sehari-hari. Kelima belas, menerapkan High Order Thinking Skill (HOTS). High Order Thinking Skill (HOTS) meliputi tingkat taksonomi bloom pada C4 sampai C6 dalam perumusan indikator dan tujuan. C4 merupakan kegiatan menganalisis

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 yang menggunakan kata kerja operasional memilih, membandingkan, menguraikan, mengaitkan, dan lain-lain. Sedangkan C5 yaitu kegiatan mengevaluasi yang menggunakan kata kerja operasional mengkritik, memeriksa, menilai, membuktikan, dan lain-lain. Dan C6 yaitu kegiatan mencipta yang menggunakan kata kerja operasional merumuskan, merencanakan, memproduksi, membuat hipotesis, mendesain, menciptakan, dan lain-lain. Keenam belas, menerapkan penilaian otentik. Penilaian otentik mengandung aspek sikap spiritual dan sosial, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan. Penilaian dilengkapi dengan instrumen penilaian yang memuat kunci jawaban dari soal tertulis, daftar cek atau pedoman observasi bagi penilaian dengan teknik observasi, dan cara penskoran. Ketujuh belas, memperhatikan ketentuan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang meliputi tanda baca, huruf kapital, ejaan baku, kalimat baku, nama orang, nama tempat, dan kata penghubung. Dengan demikian, produk yang dikembangkan oleh peneliti dapat dikatakan memiliki kualitas yang “baik” dan layak digunakan sebagai perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan dua model pembelajaran inovatif yaitu model Problem Based Learning (PBL) dan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dalam sub tema Bermain di Lingkungan Rumah untuk siswa kelas II Sekolah Dasar yang mengacu Kurikulum 2013.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP Bab V ini membahas mengenai tiga hal yaitu, (A) kesimpulan, (B) keterbatasan pengembangan, dan (C) saran. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka peneliti dapat menyimpulkan sebagai berikut: 1. a. Berdasarkan hasil validasi perangkat pembelajaran inovatif, pakar pembelajaran inovatif Bapak A dan Ibu T memberikan skor rata-rata 4,2 pada model Problem Based Learning (PBL) dengan kategori “baik”. Pakar pembelajaran inovatif Bapak A dan Ibu T juga memberikan skor rata-rata 4,10 dengan kategori “baik” pada model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT). b. Berdasarkan hasil uji coba produk perangkat pembelajaran inovatif, guru kelas II Sekolah Dasar Ibu T dan mahasiswa PGSD 2015 memberikan skor rata-rata 4,3 dengan kategori “ sangat baik” pada model Problem Based Learning (PBL). Guru kelas II Sekolah Dasar Ibu T dan mahasiswa PGSD 2015 memberikan skor rata-rata 4,26 dengan kategori “ sangat baik” pada model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT), sehingga sehingga dapat diuji cobakan lebih luas lagi. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa produk yang telah dibuat peneliti memiliki skor rata-rata 4,18 dengan kategori “baik”. Dari skor rata-rata yang diperoleh, disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran inovatif untuk kelas II Sekolah Dasar mengacu Kurikulum 2013 ini layak diuji cobakan pada scope yang lebih luas. 84

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 B. Keterbatasan Penelitian dan Pengembangan Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Keterbatasan itu dapat dilihat dari paparan berikut ini: 1. Wawancara untuk analisis kebutuhan hanya dilakukan dengan dua orang guru SD kelas II. 2. Waktu penelitian uji coba lapangan hanya dilakukan selama empat hari karena pihak sekolah tidak mengizinkan penelitian dalam waktu lama supaya tidak menggangu kegiatan belajar mengajar. 3. Uji coba perangkat pembelajaran inovatif hanya dilaksanakan di satu sekolah saja yaitu di SD Negeri Kentungan karena waktu dan biaya. C. Saran Saran yang dapat diberikan kepada peneliti yang akan mengembangakan perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa Kelas II Sekolah Dasar sebagai berikut: 1. Wawancara untuk analisis kebutuhan sebaiknya dilakukan kepada beberapa guru SD Kelas II sehingga data yang dihasilkan lebih jelas dalam mengetahui kesulitan yang dialami oleh guru SD Kelas II dengan lebih mendalam. 2. Waktu penelitian uji coba lapangan seharusnya dilakukan selama enam hari, sehingga data yang didapatkan lebih banyak. 3. Uji coba perangkat pembelajaran inovatif dilaksanakan di beberapa sekolah dasar untuk mengetahui keberhasilan kualitas produk.

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 DAFTAR PUSTAKA Ahmadi, R. (2014). Pengantar Pendidikan: Asas & Filsafat Pendidikan. Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA. Mulyasa. (2014). Guru dalam Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA. Shoimin, A. (2014). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA. Sukmadinata, N. S. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Majid, Abdul. (2005). Perencanaan pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Fadlillah, M. (2014). Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran SD/MI, SMP/MTS, & SMA/MA. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Kurniawan, Deni. (2014). Pembelajaran Terpadu Tematik (Teori, Praktik, dan Penelitian). Bandung: Alfabeta. Kuswana, Wowo Sunaryo. (2012). Taksonomi Kognitif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Hidayat, S. (2013). Pengembangan kurikulum baru. Bandung: Remaja Rosdakarya. Trianto. (2010). Model pembelajaran terpadu. Jakarta: Bumi Aksara. ______. (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: PT Fajar Interpratama Mandiri. ______. (2011). Desain Pengembangan Pembelajaran Tematik Bagi Anak Usia Dini TK/RA & Anak Usia Kelas Awal SD/MI. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group. ______. (2014). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Konstektual. Jakarta: Prenadamedia Group.

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 Majid, Abdul, dan Chaerul, R. (2014). Pendekatan Ilmiah dalam Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya. Permendikbud Nomor 20 tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah. Permendikbud Nomor 21 tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah. Permendikbud Nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Permendikbud Nomor 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Permendikbud Nomor 24 tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan. Agus Suprijono. (2010). Cooperative Learning . Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Daryanto dan Rahardjo, Mulyo. (2012). Model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta: GAVA MEDIA. Daryanto. (2014). Pendekatan Pembelajaran Saintiifik Kurikulum 2013. Yogyakarta: Gava Media. _______. (2014). Pendekatan Tematik, Terpadu, Terintegrasi (Kurikulum 2013). Yogyakarta: Gava Media. Majid, Abdul. (2014). Penilaian Autentik Proses dan Hasil Belajar. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA. Isjoni. (2013). Pembelajaran Kooperatif Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antar Peserta Didik. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Huda, M. (2014). Cooperative Learning Metode, Teknik, Struktur dan Model Terapan. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Budiyono. (2017). Pengantar Metodologi Penelitian Pendidikan. Jawa Tengah: UPT Penerbitan dan Percetakan UNS (UNS Press). Sugiyono.(2012). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: Alfabeta.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Rusman. (2012). Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Prastowo, A. (2015). Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik Terpadu Implementasi Kurikulum 2013 Untuk SD/MI. Jakarta: Kencana. Zainal, Arifin. (2011). Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset. Sanjaya, W. (2008). Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Media Grup. _________. (2013). Penelitian Pendidikan: Jenis, Metode, dan Prosedur. Jakarta: Kencana Media Grup. Idi, Adsullah. (2014). Pengembangan Kurikulum Teori & Praktik. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Yaumi, M. (2013). Prinsip-Prinsip Desain Pembelajaran Disesuaikan dengan Kurikulum 2013. Jakarta: PT Kharisma Putra Utama. Suryani, Nunuk, Achmad Setiawan, dan Aditin Putria. (2018). Media Pembelajaran Inovatif dan Pengembangannya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Hosnan, M. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21 Kunci Sukses Implementasi Kurikulum 2013. Bogor: Ghalia Indonesia. Abdullah, Ridwan. (2016). Inovasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 LAMPIRAN

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Lampiran 1 Surat Izin Penelitian

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Lampiran 2 Surat Keterangan Penelitian

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Lampiran 3 Surat Izin Observasi dan Wawancara

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Lampiran 4 Pedoman Wawancara No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Daftar Pertanyaan Wawancara Sejak kapan SD ini menerapkan kurikulum 2013? Apakah bapak atau ibu pernah mengikuti pelatihan Kurikulum SD 2013? Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terhadap kurikulum SD 2013? Apakah bapak/ibu sudah mengetahui karakteristik kurikulum SD 2013? Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran? Bagaimana cara bapak/ibu merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa? Bagaimana cara bapak/ibu menumbuh kembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran? Apakah bapak/ibu setiap pembelajaran menggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda? Apakah tujuan pembelajaran yang bapak/ibu kembangkan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter? Apakah bapak/ibu mengetahui keterampilan yang harus dikuasai sesuai pada abad 21 seperti (berfikirkritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? Apakah dalam pembuatan RPP bapak/ibu sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berfikirkritis, kreatif, kolaboratif, komunikasi)? Apakah pembelajaran dengan ceramah masih mendominasi di kelas? Pernahkah bapak/ibu menggunakan model pembelajaran inovatif yang lain? Apakah modelnya itu? Apakah ibu/bapak mengetahui pembelajaran inovatif? Kesulitan apa saja yang bapak/ibu alami dalam pembuatan model pembelajaran inovatif? Bagaimana cara mengatasi kesulitan yang dialami? Apakah contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah bapak/ibu? Apakah bapak/ibu masih perlu bentuk contoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, dan model pembelajaran kooperatif, model kuantum dsb? Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas? Apakah bapak/ibu mempunyai rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa ? Menurut bapak/ ibu apakah perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapkan dalam proses pembelajaran dewasa ini? Apakah bapak/ibu sudah mengetahui jenis belajar taksonomi bloom yang sudah direvisi?

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Lampiran 5 Rangkuman Wawancara Survei Kebutuhan No Daftar Pertanyaan Wawancara Jawaban Pertanyaan 1 Sejak kapan SD ini menerapkan SDN Puren dan SDN Kentungan sama- kurikulum 2013? sama sudah menerapkan kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2016/2017. Penerapan Kurikulum 2013 diawali oleh dua kelas yaitu kelas I dan kelas IV, setelah itu ditahun berikutnya menerapkan Kurikulum 2013 di kelas-kelas lainnya. 2 Apakah bapak atau ibu pernah Guru SDN Puren dan SDN Kentungan mengikuti pelatihan Kurikulum sama-sama menjawab pernah mengikuti SD 2013? pelatihan Kurikulum 2013 atau mengikuti diklat pada tahun 2017. Kedua guru melaksanakan diklat untuk memahami lebih lanjut mengenai penerapan Kurikulum SD 2013. 3 Sejauh mana pemahaman Guru SDN Puren menyatakan bahwa sudah bapak/ibu terhadap kurikulum SD mengetahui Kurikulum SD 2013, mata 2013? pelajaran dalam Kurikulum 2013 berbasis tema. Pada setiap tema menggabungkan beberapa mata pelajaran yang saling berkairan atau berhubungan. Guru SDN Kentungan juga sudah mengetahui mengetahui Kurikulum SD 2013 yang menekankan pendekatan saintifik. 4 Apakah bapak/ibu mengetahui kurikulum SD 2013? sudah Guru SDN Puren menyatakan bahwa karakteristik mengetahui karakteristik Kurikulum 2013, guru juga menyebutkan karakteristiknya diantaranya: menggunakan pembelajaran terpadu, menggunakan pendekatan saintifik, pendidikan karakter, penilaian otentik. Guru SDN Kentungan menyatakan

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 bahwa karakteristik Kurikulum SD 2013 adalah pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa agar lebih aktif, dan juga sering berkomunikasi dengan orang tua. 5 Sejauh mana pemahaman Guru SDN Puren dan Guru SDN Kentungan bapak/ibu terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran? berpendapat sama bahwa siswa diberi kesempatan untuk berani mengamati, mencoba, bertanya, menalar, dan mengomunikasikan. 6 Bagaimana cara bapak/ibu Guru SDN Puren merumuskan indikator merumuskan indikator dan tujuan dan tujuan pembelajaran mengambil dari pembelajaran buku guru dan mencari RPP di internet. sesuai dengan kemampuan siswa? Guru SDN Kentungan merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran dengan mengutip dari buku guru yang sudah sesuai dengan KI dan KD. Apabila dirasa kurang guru juga menambahkannya sendiri. 7 Bagaimana cara menumbuh pendidikan bapak/ibu Guru SDN Puren menyatakan bahwa setiap kembangkan pembelajaran dikelas selalu mengajarkan karakter dalam pembelajaran? kepada siswa sikap jujur, disiplin, dan menghargai Kentungan orang lain. Guru menyatakan SDN dengan menyelipkan dalam pembelajaran yaitu nilai-nilai religiusitas, nasionalis, kejujuran, disiplin, dan mandiri. 8 Apakah bapak/ibu setiap Guru SDN Puren dan menyatakan Guru SDN bahwa guru pembelajaran menggunakan RPP Kentungan dengan model pembelajaran yang terkadang memakai model pembelajaran berbeda? yang berbeda-beda.

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 9 Apakah tujuan pembelajaran yang Guru SDN Puren dan Guru SDN Kentungan bapak/ibu kembangkan mengupayakan sudah tercapainya pendidikan karakter? 10 Apakah menyatakan bahwa sudah mengupayakan pendidikan katakter pada tujuan pembelajaran. bapak/ibu mengetahui Guru SDN Puren dan Guru SDN Kentungan keterampilan yang harus dikuasai menyatakan sesuai mengetahui mengenai keterampilan abad pada abad 21 seperti (berfikirkritis, kreatif, kolaborasi, bahwa beliau belum 21. komunikasi)? 11 Apakah dalam pembuatan RPP Guru SDN Puren menyatakan bahwa beliau bapak/ibu sudah merumuskan belum pernah menggunakan keterampilan indikator dan tujuan pembelajaran abad 21 dan beliau juga kurang mengerti terkait dengan keterampilan apa itu keterampilan abad 21. Guru SDN tersebut (berfikirkritis, kreatif, Kentungan kolaboratif, komunikasi)? menyatakan bahwa beliau belum menggunakan keterampilan di abad 21, dan guru hanya mengambil dari buku guru saja. 12 Apakah pembelajaran dengan Guru SDN Puren dan Guru SDN Kentungan ceramah masih mendominasi di menyatakan kelas? hal yang sama bahwa pembelajaran ceramah masih digunakan tapi tidak selalu menggunakan pembelajaran ceramah dan tidak terus menerus. 13 Pernahkah bapak/ibu Guru SDN Puren menyatakan bahwa beliau model penrnah memakai inkuiri kan tetapi tidak pembelajaran inovatif yang lain? sering. Guru SDN Kentungan menyatakan Apakah modelnya itu? bahwa beliau pernah memakan STAD dan menggunakan inkuiri. 14 Apakah ibu/bapak pembelajaran inovatif? mengetahui Guru SDN Puren dan Guru SDN Kentungan menyatakan bahwa beliau sudah sedikit mengetahui pembelajaran inovatif, akan

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 tetapi belum melakukannya secara maksimal. 15 Kesulitan apa saja yang bapak/ibu Guru SDN Puren menyatakan bahwa alami dalam pembuatan model pengetahuannya pembelajaran inovatif? menyusun maih RPP kurang dalam menggunakan model pembelajaran inovatif. Guru Kentungan menyatakan SDN bahwa pengetahuan dan penguasaan teknologi masih kurang dalam pembuatan model pembelajaran inovatif. 16 Bagaimana cara mengatasi Guru SDN Puren dan Guru SDN Kentungan kesulitan yang dialami? menyatakan bahwa cara kesulitannya adalah dengan mengatasi bertanya dengan para guru-guru dan belajar dari internet. 17 Apakah contoh perangkat Guru SDN Puren dan Guru SDN Kentungan pembelajaran inovatif yang sesuai menyatakan bahwa di sekolah belum dengan tuntutan kurikulum 2013 tersedia contih perangkat pembelajaran sudah tersedia di sekolah inovatif yang sesuai dengan karakteristik bapak/ibu? 18 Kurikulum 2013. Apakah bapak/ibu masih perlu Guru SDN Puren dan Guru SDN Kentungan bentuk contoh untuk perangkat menyatakan bahwa beliau perlu contoh pembelajaran inovatif yang perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model mengacu Kurikulum 2013. PBL, model inquiri, dan model pembelajaran kooperatif, model kuantum dsb? 19 Apakah siswa pernah merasa Guru SDN Puren menyatakan bahwa ketika bosan ketika guru menerapkan guru mengajar siswa juga terkadang ada pembelajaran inovatif di kelas? yang tidak mau untuk diajak untuk berdiskusi kelompok, akan tetapi guru selalu berusaha agar siswa juga bisa belajar

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 bersama-sama dengan temannya tanpa memilih teman. Guru SDN Kentungan menyatakan bahwa siswa tidak merasa bosan apabila guru juga berusaha mendesain pembelajaran inovatif dengan menyenangkan. 20 Apakah bapak/ibu mempunyai Guru SDN Puren dan Guru SDN Kentungan rencana untuk mengembangkan menyatakan bahwa guru ingin sekali untuk pembelajaran inovatif agar mengembangkan pembelajaran inovatif kedepannya mampu meningkatkan supaya siswa juga dapat belajar dengan prestasi belajar siswa ? menyenangkan dan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. 21 Menurut bapak/ ibu apakah Guru SDN Puren dan Guru SDN Kentungan perangkat pembelajaran inovatif menyatakan bahwa pembelajaran inovatif penting jika diterapkan dalam sangat penting untuk diterapkan disekolah proses pembelajaran dewasa ini? ataupun dikelas untuk membantu siswa belajar dengan aktif. 22 Apakah mengetahui bapak/ibu jenis sudah Guru SDN Puren menyatakan bahwa beliau belajar mengetahui jenis belajar taksonomi bloom, taksonomi bloom yang sudah akan tetapi beliau belum mengetahui jika direvisi? ada yang sudah direvisi. Guru SDN Kentungan menyatakan bahwa beliau pernah mengetahui jenis belajar taksonomi bloom dan beliau sudah lupa.

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Lampiran 6 Lembar Instrumen Observasi Analisis Kebutuhan Guru dan Siswa No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. Pernyataan Kegiatan Awal (Pendahuluan) Guru membuka pembelajaran dengan berdoa Guru melakukan presensi kepada siswa Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran Guru menjelaskan tujuan pembelajaran Guru memberikan motivasi Kegiatan Inti Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menerepkan 5M pada siswa Guru menggunakan bahasa baku yang baik Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal Guru tidak berpaku pada satu tempat Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan sehari-hari Guru memberikan apresiasi kepada siswa Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran Kegiatan Penutup Guru membuat ringkasan secara lisan Guru membuat ringkasan secara tertulis Guru menunjukkan sumber lain Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif Ya √ √ Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 29. Guru memberikan evaluasi kepada siswa 30. Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Pernyataan Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi Siswa mengajukan pertanyaan Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis √ Ya √ √ √ √ √ Tidak √ √ √ √ √ √

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 Lampiran 7 Instrumen Validasi RPP Pertanyaan Validasi Produk Perangkat Pembelajaran Inovatif No. Aspek Yang Dinilai Prota (Program Tahunan) 1 Prota memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prota memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, alokasi waktu). 3 Jumlah jam efektif (16 minggu) sesuai dengan jumlah minggu efektif, jumlah alokasi waktu sama dengan total jam pelajaran dalam satu tahun. 4 Proporsi pembagian waktu setiap tema dan sub tema sesuai. Prosem (Program Semester) 1 Prosem memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, semester, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prosem memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, pembelajaran, bulan, alokasi waktu). 3 Materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. Silabus 1 Silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan tema/subtema. 2 Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 3. Keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1 Kejelasan dan kelengkapan Identitas RPP (satuan pendidikan, kelas, semester, tema/subtema/ pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal). 2. Kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD. 3. Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). 4. Materi Pembelajaran (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran). 5. Rumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. 6. Strategi Pembelajaran (pendekatan, model, metode; langkah-langkah pembelajaran; dan tahapan kegiatan pembelajaran; serta penerapan pembelajaran saintifik) sesuai. 7. Pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan kondisi kelas).

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. Pemilihan sumber belajar (bahan cetak, lingkungan sekitar dan internet). Evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remedial) Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4-C6 / HOTS). Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan makna model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) / model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah). Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT)/ model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah). Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan sintaks (langkah-langkah) model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT)/ model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah). Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu : mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan. Mengembangkan 4 ketrampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative). Kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman penskoran). Media Pembelajaran 1 Kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, materi yang dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). 2 Keterbacaan tulisan jenis dan ukuran, keruntutan penyajian materi, kelengkapan materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media. 3 Keharmonisan tata letak dan warna media, tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media, kebenaran dalam menggunakan kaidah bahasa, efektivitas gambar/ ilustrasi/ animasi/ video dalam penjelasan konsep, dan kesesuaian media dengan materi. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) 1 LKPD disajikan secara sistematis, merupakan materi atau tugas yang esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. 2 Kelayakan isi ( sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi).

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 3 Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berfikir kritis, kemultitafsiran kalimat). 4 Kelayakan kegiatan (pemberian pengalaman langsung dalam LPKD, pengidentifikasian hasil temuan dalam LKPD, perencanaan kerja ilmiah dalam LKPD, pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). 5 Kelayakan tampilan (daya tarik sampul/ cover LKPD, kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). 6 Kelayakan penyajian (kemudahan langkah-langkah dalam kegiatan LKPD, penyajian materi LKPD yang disertai obyek langsung, penempatan siswa dalam LKPD dalam subyek belajar). Bahasa 1 Penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia). 2 Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. 3 Bahasa yang digunakan komunikatif. 4 Kalimat yang digunakan jelas dan mudah dimengerti. 5 Kejelasan petunjuk/arahan.

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 Lampiran 8 Instumen Validasi Uji Coba Produk Pertanyaan Uji Coba Produk Perangkat Pembelajaran Inovatif No Kegiatan Pembelajaran 1 5 Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan makna dan karakteristik model pembelajaran inovatif yang digunakan. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan sintaks model pembelajaran inovatif yang digunakan. Guru menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan) kepada siswa. Guru telah mengembangkan keterampilan belajara dasar abad 21 (Berfikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif) Guru menguasai materi dalam mengajar dan tidak terjadi miskonsepsi. 6 Guru lebih berperan sebagai motivator & fasilitator pada saat pembelajaran. 7 8 Pembelajaran berpusat pada siswa. Guru menggunakan beragam media dalam pembelajaran. 9 10 11 12 13 14 Guru mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran. Guru mengusahakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi. Guru mengembangkan pendidikan karakter. Guru melaksanakan pembelajaran terpadu dengan landai. Guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Guru melaksanakan penilaian otentik. No 1 Kegiatan Pembelajaran Siswa dapat mencapai indikator pembelajaran yang ditetapkan. 2 3 4 2 3 4 5 6 7 8 Siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Siswa melaksanakan 5M dalam pembelajaran (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan). Siswa terkesan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa asyik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa terlibat dalam penggunaan media pembelajaran Siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran Siswa berkembang kemampuan 4C-nya

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 Lampiran 9 Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran Inovatif Model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) Pakar Pembelajaran Inovatif

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 Lampiran 10 Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran Inovatif Model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) Guru Kelas IIB SDN Kentungan

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 Lampiran 11 Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran Inovatif model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) Pakar Pembelajaran inovatif

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 Lampiran 12 Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran Inovatif model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) Guru Kelas IIB SDN Kentungan

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 Lampiran 13 Hasil Uji Coba Produk Model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) Guru kelas IIB SDN Kentungan

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 Lampiran 14 Hasil Uji Coba Produk Model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) Mahasiswa PGSD 2015

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 Lampiran 15 Hasil Uji Coba Produk Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Guru kelas IIB SDN Kentungan

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 Lampiran 16 Hasil Uji Coba Produk del Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Mahasiswa PGSD 2015

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 Lampiran 17 Dokumentasi penelitian Guru sedang menjelaskan materi. Siswa duduk bersama kelompok mendengarkan penjelasan dari guru. Guru membimbing siswa untuk mencari jawaban dengan menggunakan media pembelajaran. Guru bersama siswa membagi kelompok. Siswa sedang melakukan kegiatan mencoba dan dibantu oleh guru. Siswa sedang menjawab Post Test diakhir pembelajaran.

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 Lampiran 18 Biodata Penulis BIODATA PENULIS Tri Mardanila Novita Sari merupakan anak ketiga dari pasangan Abu Bakar dan Marmiati. Lahir di Margo Bhakti, 15 November 1997. Peneliti menempuh pendidikan awal yang dimulai dari TK Mekar Sari 2 Margo Bhakti, tamat pada tahun 2003. Pendidikan dasar diperoleh di SD Negeri 3 Margo Bhakti, tamat pada tahun 2009. Pendidikan menengah pertama diperoleh di SMP Negeri 2 Mesuji, tamat pada tahun 2012. Pendidikan menengah atas diperoleh di SMK Negeri 1 Kayuagung bidang keahlian Akuntansi, tamat pada tahun 2015. Pada tahun 2015, peneliti tercatat sebagai mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Masa Pendidikan di Universitas Sanata Dharma diakhiri dengan penulisan tugas akhir skripsi dengan judul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema Bermain di Lingkungan Rumah Mengacu Kurikulum 2013 Untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar”.

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 Lampiran 19 Produk Perangkat Pembelajaran Inovatif Dicetak Terpisah

(161)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada sub tema pemanfaatan energi untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
1
7
190
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum Sekolah Dasar 2013 pada subtema pekerjaan orang tuaku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar.
0
0
155
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 pada sub tema kegiatan malam hari untuk siswa kelas satu (I) Sekolah Dasar.
0
0
151
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 pada sub tema aku dan teman baru untuk siswa kelas 1 sekolah dasar.
0
0
114
Pengembangan perangkat pembelajaran sub tema keunikan daerah tempat tinggalku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
0
1
174
Pengembangan prototype perangkat pembelajaran kurikulum 2013 sub tema Kegiatan Ekstrakurikulerku untuk siswa kelas II SD dengan pendekatan kontekstual.
0
0
209
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema Hewan di Sekitarku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas satu (I) Sekolah Dasar.
0
0
178
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada sub tema keberagaman makhluk hidup di lingkunganku untuk siswa kelas IV SD.
1
6
269
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 4 Hidup Rukun di Masyarakat mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
234
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Kegiatan Keluargaku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
195
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam Subtema 4 Aku Istimewa Mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
221
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Kegiatan Siang Hari mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
1
194
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Bermain di Rumah Teman mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
1
204
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema anggota keluargaku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
1
2
197
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema tugasku sebagai umat beragama mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
270
Show more