Hubungan antara dukungan sosial dan stres kerja pada anggota Satsabhara polisi di Polres Klaten - USD Repository

Gratis

0
0
179
3 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN STRES KERJA PADA ANGGOTA SATSABHARA POLISI DI POLRES KLATEN Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun Oleh: Hilarius Feliks Hermawan 149114078 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI IIALAMAN PERSETUJUAI\I DOSEN PEMBIMBING JUI}TJL SKRIPSI: HT]BT}NGAII AIYTARA DI]K[]NGAI\[ SOSIAL DAI\I STRES KERJA PAI}A DI POLRES KLATEN *ffiT:.t {u 7r*"TlTlrmKan b e/ffi-n s e,:Y: ?*ld "4-. ' -d ooynror$' Robertus Landung Eko Prihatuoko, M.Psi., Psi. ii 3;v ranggal: [.9...0EC e0l8

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI HT]BUNGAII AI\TTARA DUKT]NGAN SOSIAL DAN STRES KERJA PADA ANGGOTA SATSABHARA POUSI DI POLRES KLATEN Dipersiapkan dan dihrlis oleh: )r'* { yarffi J,} m P .r{ # Penguji I Penguji II Penguji III &) Yogyakarra t2MAR Z0lg Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dhanna stiyani, M.Psi., Psi. llt B,

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO Mazmur 126: 5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan sorak-sorai. Mazmur 126: 6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya. Matius 21: 22 Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Semua hasil kerja keras dan jerih payah ini, saya persembahkan kepada Bunda Maria, Tuhan Yesus Kristus dan Bapa Disurga yang selalu memberkatiku, memberikan semangat untuk lebih kuat, penolongku, dan yang telah mengabulkan doa-doaku sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini. Bapak, ibu, adikku dan keluargaku yang telah memberikan dukungan, semangat dan mendoakanku dalam menghadapi segala masalah apapun. Dosen pembimbingku yang selalu sabar dan selalu membantuku dalam menemukan jalan keluar disetiap masalah yang kuhadapi dalam proses penulisan skripsi ini. Teman-temanku dan semua orang yang telah membantuku dalam setiap proses yang kulewati. v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuatkarya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 9 Desember 2018 Hilarius Feliks Hermawan V1

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN STRES KERJA PADA ANGGOTA SATSABHARA POLISI DI POLRES KLATEN Hilarius Feliks Hermawan ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif dan signifikan antara dukungan sosial (berdasarkan tipe dukungan) dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 85 anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Data dikumpulkan dengan skala dukungan sosial yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan tipe dukungan sosial menurut Sarafino (2008) dan skala stres kerja dikembangkan oleh peneliti berdasarkan aspek stres kerja menurut Robbins dan Judge (2008). Skala dukungan sosial tipe dukungan instrumental memiliki koefisien reliabilitas ( π‘Ÿπ‘₯π‘₯ ) sebesar (0,785), tipe dukungan emosional memiliki kefisien reliabilitas (π‘Ÿπ‘₯π‘₯ ) sebesar (0,803), tipe dukungan persahabatan memiliki koefisien reliabilitas (π‘Ÿπ‘₯π‘₯ ) sebesar (0,855), dan tipe dukungan informasi memiliki koefisien reliabilitas (π‘Ÿπ‘₯π‘₯ ) sebesar (0,800). Sedangkan skala stres kerja memiliki koefisien reliabilitas (π‘Ÿπ‘₯π‘₯ ) sebesar (0,941). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho dalam program SPSS for windows versi 23 dikarenakan tidak menggunakan syarat normalitas data. Hasil dalam penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan negatif kuat dan signifikan antara tipe dukungan intrumental (r: -0,719; p: 0,000), tipe dukungan emosional (r: -0,696; p: 0,000), tipe dukungan persahabatan (r: -0,736; p: 0,000) dan tipe dukungan informasi (r: -0,718; p: 0,000) dengan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi dukungan sosial (berdasarkan tipe dukungan) maka semakin rendah stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Kata Kunci: Dukungan Sosial, Stres Kerja, Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI RELATIONSHIP BETWEEN SOCIAL SUPPORT AND JOB STRESS ON MEMBERS OF THE POLICE SATSABHARA AT THE KLATEN POLICE STATION Hilarius Feliks Hermawan ABSTRACT The aim of this study is to find out the relationship between social support and job stress on members of the Police Satsabhara at the Klaten Police Station. The hypothesis in this study there is a negative and significant relationship between social support (based on support type) and job stress on members of the Police Satsabhara at the Klaten police station. The subjects in this study were 85 members of the Police Satsabhara at the Klaten Police Station. Data is collected with a social support scale developed by researchers based on the type of social support according to Sarafino (2008) and job stress scale developed by researchers based on aspects of job stress according to Robbins and Judge (2008). Scale of social support type of instrumental support has a reliability coefficient (π‘Ÿπ‘₯π‘₯ ) of (0.785), type of emotional support has efficiency reliability (π‘Ÿπ‘₯π‘₯ ) of (0.803), type of companionship support has a reliability coefficient (π‘Ÿπ‘₯π‘₯ ) of (0.855), and the type of information support has a reliability coefficient (π‘Ÿπ‘₯π‘₯ ) of (0.800). While the scale of job stress has a reliability coefficient (π‘Ÿπ‘₯π‘₯ ) of (0,941). Data analysis techniques in this study is using the Spearman Rho correlation test in the SPSS for Windows version 23 program because it does not use data normality requirements. The result in this study states that there is a strong and significant negative relationship between the types of instrumental support (r: -0.719; p: 0,000), types of emotional support (r: 0,696; p: 0,000), type of companionship support (r: -0,736; p: 0,000) and type of information support (r: -0,718; p: 0,000) with job stress on members of the Police Satsabhara at the Klaten Police Station. This can be interpreted that the higher social support (based on type of support), the job stress will be lower for members of the Police Satsabhara at the Klaten Police Station. Keywords: Social Support, Job Stress, Police Satsabhara Members at Klaten Police Station. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Hilarius Feliks Hermawan Nomor Mahasiswa :149 114 078 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas sanata Dharma Yogyakarta, karya ilmiah yang berjudul: HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN STRES KERJA PADA ANGGOTA SATSABHARA POLISI DI POLRES KLATEN Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk mengalihkan dalam bentuk media lain, menyimpan dan mengelolanya di internet atau media lainnya guna kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Dengan demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Pada tanggal: 9 Desember 2018 1X

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji Syukur kupanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi/tugas akhir ini dengan baik. Penulis berharap hasil dari tugas akhir ini dapat menambah pengetahuan atau wawasan pembaca mengenai tingkat dukungan sosial dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Semoga hasil tugas akhir ini juga dapat dipahami oleh pembaca dengan baik serta dapat berguna dan bermanfaat bagi pembaca. Kesuksesan dan keberhasilan dalam penyusunan tugas akhir ini tidak terlepas dari doa, dukungan, semangat atau motivasi serta arahan dari banyak pihak yang membantu penulis dalam menghadapi kesulitan dan tantangan. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, saya sebagai penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada: 1. Bunda Maria, Tuhan Yesus Kristus dan Bapa Disurga yang selalu memberkatiku, memberikan semangat untuk lebih kuat, penolongku, dan yang telah mengabulkan doa-doaku sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini. 2. Ibu Dr. Y. Titik Kristiyani, M.Psi., Psi. selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. 3. Ibu Monica Eviandaru M., M.Apss. Psych., Ph.D. selaku Kepala Program Studi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Maria Laksmi Anantasari, M.Si. selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah memberikan bimbingan KRS disetiap semester dari awal serta memberikan dorongan dalam menyelesaikan skripsi. 5. Robertus Landung Eko Prihatmoko M.Psi. selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang selalu sabar dalam membimbing, memberikan arahan dan petunjuk, waktu, saran dan kritik dalam menyelesaikan skripsi. 6. Seluruh dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan pengajaran dikelas ataupun diluar kelas, pengalaman dalam hidup dan pengetahuan baru selama masa pembelajaran. 7. Seluruh staf dan karyawan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah membantu segala kebutuhan administrasi dan kebutuhan lainnya dalam proses studi. 8. AKBP Juli Agung Pramono, S.H., S.I.K, M. Hum. selaku Kapolres Klaten yang telah mengijinkan peneliti untuk melakukan penelitian di Polres Klaten. Serta Seluruh anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten yang telah bersedia menjadi subjek dalam penelitian ini. Terimakasih kesediaan anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten yang telah meluangkan waktu untuk pengambilan data penelitian. 9. Bapak Fransiscus Asisi Minarso dan Ibu Agustina Sri Supadmiati, kedua orang tua saya yang sangat saya sayangi dan cintai. Terimakasih atas doa dan dukungan sehingga saya menjadi selalu semangat dalam mengerjakan skripsi ini hingga selesai. xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. Untuk mbah putri yang selalu mendoakan saya agar dapat berhasil dalam studi dan dapat cepat bekerja setelah lulus dari sarjana ini. 11. Terimakasih pula untuk mbah kakung yang juga selalu mendoakan dan mensupport agar selalu semangat. Akan tetapi, cucumu ini juga meminta maaf dikarenakan tidak dapat menunjukkan keberhasilan studi disaat sebelum Tuhan memanggil mbah kakung. 12. Untuk adikku, yang selalu memberikan dukungan agar selalu semangat dalam menghadapi masalah dalam perjalanan menyelesaikan skripsi ini. 13. Untuk teman-temanku kelas C angkatan 2014 yang telah banyak memberikan pengalaman baru dalam proses pembelajaran dikelas. Mengajarkanku mengenai kekompakan, kerja keras, kemandirian dan kepedulian. 14. Untuk teman-teman seperjuanganku, terimakasih atas semangat dan pengalaman-pengalaman informasi, yang diberikan untuk mendongkrak semangatku ini. Tidak ada gading yang tidak retak. Pada dasarnya penulis penyadari bahwa skripsi/tugas akhir ini masih jauh dari kesempurnaan dan memiliki banyak kekurangan. Oleh sebab itu, penulis terbuka dan menerima segala kritik serta saran dari pihak manapun. Yogyakarta, 9 Desember 2018 xll

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ..................................... ii HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI .............................................................. iii HALAMAN MOTTO ......................................................................................... iv HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................... v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .......................................... vi ABSTRAK ........................................................................................................ vii ABSTRACT ....................................................................................................... viii HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH .......................... ix KATA PENGANTAR ......................................................................................... x DAFTAR ISI .................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL ........................................................................................... xvii DAFTAR BAGAN ........................................................................................... xix DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xx BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1 A. Latar Belakang .......................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ................................................................................... 15 C. Tujuan Penelitian..................................................................................... 16 D. Manfaat Penelitian ................................................................................... 16 1. Manfaat Teoritis ............................................................................... 16 2. Manfaat Praktis ................................................................................. 16 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................ 17 A. Stres Kerja............................................................................................... 17 1. Pengertian Stres Kerja ...................................................................... 17 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Aspek Stres Kerja ............................................................................. 19 3. Faktor yang mempengaruhi Stres Kerja: ........................................... 20 4. Perbedaan individu berkaitan dengan Stres Kerja: ............................. 23 B. Dukungan Sosial ..................................................................................... 25 1. Pengertian Dukungan Sosial ............................................................. 25 2. Tipe Dukungan Sosial ....................................................................... 26 3. Dampak Dukungan sosial ................................................................. 27 C. Satsabhara Polisi ..................................................................................... 28 1. Pengertian Satsabhara Polisi ............................................................. 28 2. Karakteristik Satsabhara Polisi .......................................................... 29 D. Dinamika Hubungan Dukungan Sosial (Berdasarkan Tipe Dukungan Sosial) dan Stres Kerja pada Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten...................................................................................................... 30 E. Kerangka Berfikir Hubungan Dukungan Sosial (Berdasarkan Tipe Dukungan sosial) dan Stres Kerja pada Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten ........................................................................................... 35 F. Hipotesis ................................................................................................. 36 BAB III METODE PENELITIAN ..................................................................... 37 A. Jenis Penelitian ........................................................................................ 37 B. Variabel Penelitian .................................................................................. 37 C. Definisi Operasional ................................................................................ 38 1. Stres Kerja ........................................................................................ 38 2. Dukungan Sosial ............................................................................... 38 D. Subjek Penelitian ..................................................................................... 39 E. Metode dan Alat Pengambilan Data ......................................................... 41 1. Metode Pengambilan Data ................................................................ 41 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Alat Pengambilan Data ..................................................................... 41 a. Skala Dukungan Sosial pada Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten ......................................................................................... 41 b. Skala Stres Kerja pada Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. ........................................................................................ 44 F. Validitas, Seleksi Item dan Reliabilitas .................................................... 45 1. Validitas ........................................................................................... 45 2. Seleksi Item ...................................................................................... 48 3. Reliabilitas........................................................................................ 52 G. Metode Analisis Data............................................................................... 54 1. Uji Asumsi ....................................................................................... 54 a. Uji Normalitas ............................................................................. 54 b. Uji Linieritas ................................................................................ 55 2. Uji Hipotesis ..................................................................................... 56 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ..................................... 59 A. Pelaksanaan Penelitian ............................................................................. 59 B. Deskripsi Subjek Penelitian ..................................................................... 61 C. Deskripsi Data Penelitian ......................................................................... 62 a. Teoritik, Empirik dan Uji One Sample T-test ................................... 62 b. Kategori Variabel Dukungan Sosial yang Memuat Tipe Dukungan Sosial dan Variabel Stres Kerja ........................................................ 64 D. Hasil Analisis Data .................................................................................. 67 1. Uji Asumsi ........................................................................................... 67 a. Uji Normalitas ................................................................................. 67 b. Uji Linearitas.................................................................................... 69 2. Uji Hipotesis ......................................................................................... 72 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI E. Pembahasan ............................................................................................. 77 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.............................................................. 85 A. Kesimpulan ............................................................................................. 85 B. Keterbatasan Penelitian ........................................................................... 85 C. Saran ....................................................................................................... 86 1. Bagi Subjek ........................................................................................ 86 2. Bagi Organisasi .................................................................................. 87 3. Bagi Peneliti Selanjutnya .................................................................... 87 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................89 LAMPIRAN.......................................................................................................... 93 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1 Tabel Hasil Premilinary Wawancara Stres Kerja ..................................... 8 Tabel 2 Distribusi Item Skala Uji Coba Dukungan Sosial ................................... 43 Tabel 3 Distribusi Item Skala Uji Coba Stres Kerja ............................................ 45 Tabel 4 Distribusi Item Skala Dukungan Sosial Setelah Diseleksi ...................... 51 Tabel 5 Distribusi Item Skala Stres Kerja Setelah Diseleksi ............................... 52 Tabel 6 Nilai Korelasi dan Tingkat Hubungan.................................................... 57 Tabel 7 Hasil Deskriptif Data Identitas Subjek Penelitian................................... 61 Tabel 8 Hasil Analisis Deskriptif Data Penelitian ............................................... 62 Tabel 9 Tabel Pedoman/Norma Kategori ........................................................... 64 Tabel 10 Kategori Variabel Dukungan Sosial Tipe Instrumental ....................... 65 Tabel 11 Kategori Variabel Dukungan Sosial Tipe Emosional .......................... 65 Tabel 12 Kategori Variabel Dukungan Sosial Tipe Persahabatan....................... 66 Tabel 13 Kategori Variabel Dukungan Sosial Tipe Informasi ............................ 66 Tabel 14 Kategori Variabel Stres Kerja ............................................................. 66 Tabel 15 Uji Normalitas Dukungan Sosial (Berdasarkan Tipe) dan Stres Kerja ......................................................................................... 68 Tabel 16 Uji Linearitas Dukungan Sosial Tipe Instrumental dan Stres Kerja ......................................................................................... 70 Tabel 17 Uji Linearitas Dukungan Sosial Tipe Emosional dan Stres Kerja ......................................................................................... 70 Tabel 18 Uji Linearitas Dukungan Sosial Tipe Persahabatan dan Stres Kerja ......................................................................................... 71 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 19 Uji Linearitas Dukungan Sosial Tipe Informasi dan Stres Kerja ........................................................................................ 71 Tabel 20 Nilai Korelasi dan Tingkat Hubungan................................................. 73 Tabel 21 Uji Korelasional Dukungan Sosial Tipe Instrumental dan Stres Kerja ......................................................................................... 73 Tabel 22 Uji Korelasional Dukungan Sosial Tipe Emosional dan Stres Serja .......................................................................................... 74 Tabel 23 Uji Korelasional Dukungan Sosial Tipe Persahabatan dan Stres Kerja ......................................................................................... 75 Tabel 24 Uji Korelasional Dukungan Sosial Tipe Informasi dan Stres Kerja ......................................................................................... 76 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR BAGAN Bagan 1 Hubungan Dukungan Sosial (Berdasarkan Tipe Dukungan sosial) dan Stres kerja Pada Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten ........ 35 xix

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Skala Penelitian............................................................................. 93 Lampiran 2 Reliabilitas Skala ........................................................................ 110 Lampiran 3 Deskriptif Data (Empirik, Teoritik, Kategori dan Uji One Sample T-test) ........................................................................... 124 Lampiran 4 Uji Asumsi .................................................................................. 133 Lampiran 5 Uji Hipotesis ............................................................................... 137 Lampiran 6 Hasil Wawancara Premilinary.......................................................140 xx

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Satsabhara (Satuan Samapta Bhayangkara) adalah bagian dari unsur pelaksanaan tugas pokok yang berada dibawah naungan kapolres. Satsabhara memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan tugas turjawali (pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli), pengamanan markas, pengamanan kegiatan masyarakat serta instansi pemerintah, penanganan tipiring (tindak pidana ringan), TPTKP (tindakan pertama tempat kejadian perkara), objek vital, dan pengendalian massa dalam rangka pemeliharaan keamanan serta menjaga ketertiban masyarakat (Pasal 55 dalam Peraturan Kepala Kepolisian RI No. 23 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja pada Tingkat Kepolisian Resort dan Kepolisian Sektor). Berdasarkan hasil wawancara Wakil Kepala Satsabhara dan anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten, tanggung jawab tugas-tugas yang harus diemban oleh anggota Satsabhara sesuai dengan peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Tugas tersebut seperti pemberian bimbingan, arahan, pengawasan, pengendalian masa, perawatan dan pemeliharaan alat kendaraan Satsabhara, pengamanan markas, SAR, turjawali, pelatihan ketrampilan pengamanan, pengamanan unjuk rasa, pengamanan pada acara konser musik, pengawalan keamanan vvip 1

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 kunjungan presiden, pemeliharaan ketertiban, siaga SAR, turjawali, pengamanan objek vital kota serta wilayah-wilayah. Anggota Satsabhara juga siap bersedia membantu subdivisi lainnya seperti membantu mengatur lalu lintas, mengamankan barang bukti dan lain-lainnya (Wawancara, 30 Maret dan 11 April 2018). Banyak tantangan yang harus dihadapi oleh anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten, terutama pada tuntutan tugas yang harus mereka kerjakan. Hal tersebut membuat fisik mereka terkuras pada saat menjalankan tugas, bahkan mereka hanya memiliki sedikit waktu untuk istirahat dengan tenang (Wawancara, 30 Maret 2018). Anggota Satsabhara memiliki tanggung jawab yang tinggi dalam melaksanakan tugas sehari-hari di lapangan. Banyak masalah yang harus dihadapinya seperti kelelahan fisik pada saat menjalankan tugas, waktu kerja yang tidak menentu dan adanya tekanan yang tinggi dari atasan. Tekanan yang tinggi dari atasan dapat terjadi dikarenakan sistem organisasi polisi yang hierarki. Masalah-masalah tersebut dapat dirasakan oleh anggota Satsabhara disetiap harinya yang dapat membuat anggota Satsabhara dapat rentan mengalami stres kerja. Hal tersebut juga didukung oleh Morash, Haarr, Kwak (2006, dalam Singh, 2016) yang menyatakan bahwa budaya organisasi dan struktur dalam instansi kepolisian dapat menciptakan stres kerja. Berdasarkan CbsNews.com (Picchi, 11 Januari 2018), mengungkapkan bahwa pekerjaan polisi adalah pekerjaan yang memiliki tingkat stres kerja yang tinggi. Pekerjaan polisi berada diurutan ke 4,

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 pekerjaan yang memiliki stres kerja yang tinggi dibandingkan dengan pekerjaan lainnya seperti koordinator acara, reporter, broadcaster, pekerjaan yang terkait dengan hubungan masyarakat dan eksekutif senior di perusahaan. Hal tersebut dikarenakan pekerjaan polisi memiliki resiko mempertaruhkan nyawanya sebagai dari bagian pekerjaannya untuk membantu orang lain. Somodevilla (1978, dalam Singh, 2016) juga menyatakan bahwa menjadi petugas polisi adalah pekerjaan yang berada dibawah tekanan dan stres kerja yang tidak tertandingi dibandingkan dengan pekerjaan lainnya. Selain itu, berdasarkan dari surat kabar elektronik DetikNews.com (Saut, 23 Maret 2017), anggota Reserse, Satlantas dan Satsabhara memiliki tingkat stres kerja yang tinggi dibandingkan dengan divisi lainnya. Hal tersebut dikarenakan Reserse, Satlantas dan Sabhara memiliki beban kerja seperti tugas untuk penanganan kasus dan jam kerja yang berlebihan daripada divisi lainnya. Stres kerja sendiri merupakan kondisi dinamis di mana seseorang individu dihadapkan dengan kesempatan atau peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan atau diinginkan individu dan hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. (Robbins dan Judge 2008). Robbins dan Judge (2008) juga menyatakan bahwa stres kerja dapat dilihat dari aspek perilaku, psikologis dan fisik. Aspek perilaku stres kerja seperti muncul ketidakteraturan waktu tidur, produktivitas kerja menurun, gelisah, berbicara gagap, tingkat membolos atau mangkir kerja yang tinggi, perputaran kerja, perubahan kebiasaan makan, meningkatnya

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 konsumsi rokok dan alkohol. Selain itu, Aspek psikologis stres kerja yang muncul seperti mudah marah atau jengkel, mudah bosan atau jenuh, cemas, rasa tegang dan menunda-nunda pekerjaan. Kemudian, Aspek fisik stres kerja seperti metabolisme tubuh terganggu, detak jantung meningkat, tekanan darah naik, serangan jantung, sakit kepala dan tarikan pernafasan tidak teratur. Berdasarkan dari surat kabar elektronik SindoNews.com (Barnugroho, 18 September 2015), anggota Sabhara di wilayah Polda Daerah Istimewa Yogyakarta ditangkap satuan narkoba Polres Sleman dikarenakan mengkonsumsi ganja. Anggota Sabhara tersebut mengkonsumsi ganja dengan tujuan sebagai obat penenang dikarenakan mengalami kesulitan tidur. Berdasarkan dari surat kabar SindoNews.com (Kurniawan, 8 Oktober 2018) juga mengungkapkan bahwa 6 anggota kepolisian Polres Tangerang yang didominasi anggota Satsabhara dipecat tidak hormat dikarenakan membolos kerja atau mangkir kerja selama 30 hari berturutturut. Selain itu, dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Wakil (2015), mengungkapkan bahwa stres kerja yang dialami oleh polisi meningkatan konsumsi rokok dan minuman beralkohol. Hal tersebut dilakukan untuk mengatasi stres yang dialaminya. Wawancara juga dilakukan kepada beberapa anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten, empat (4) dari lima (5) anggota Satsabhara

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 mengalami stres kerja yang ditunjukkan pada aspek perilaku. Dalam menjalankan tugas kondisi yang mereka alami berkaitan dengan aspek perilaku stres kerja seperti perubahan kebiasaan makan, ketidakteraturan tidur, meminum minuman beralkohol dan konsumsi rokok meningkat (Wawancara, 30 Maret 2018). Berdasarkan data yang diperoleh diatas, maka dapat disimpulkan bahwa anggota polisi mengalami stres kerja yang ditunjukkan dalam aspek perilaku. Aspek perilaku stres kerja yang muncul pada anggota polisi adalah perilaku membolos, perubahan kebiasaan makan, mengalami ketidakteraturan tidur, konsumsi rokok meningkat, konsumsi minuman beralkohol, dan mengkonsumsi narkoba. Berdasarkan dari surat kabar elektronik HealthDetik.com (28 September 2012) mengungkapkan petugas kepolisian dan petugas pemadam kebakaran memiliki tekanan darah yang tinggi dibandingkan dengan pekerjaan lainnya. Hal tersebut juga didukung oleh hasil penelitian Mallik, Mukhopadhyay, Kumar dan Sinhababu (2014) yang meneliti mengenai hipertensi, prehipertensi dan normotensi (tensi normal) pada polisi di Kabupaten Bengal barat India. Ia menemukan bahwa 41,9% dari 1817 polisi mengalami hipertensi, 42,9% dari 1817 polisi mengalami prehipertensi dan sisanya sebanyak 15,2 % dari 1817 polisi mengalami normotensi.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 Wawancara juga dilakukan kepada beberapa anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten, empat (4) dari lima (5) anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten mengalami stres kerja yang ditunjukkan pada aspek fisik. Dalam menjalankan tugas kondisi yang mereka alami berkaitan dengan aspek fisik stres kerja seperti munculnya gangguan pada kepala yang terasa berat dan pusing serta keringat yang berlebihan (Wawancara, 30 Maret 2018). Berdasarkan data yang diperoleh diatas, maka dapat disimpulkan bahwa anggota polisi mengalami stres kerja yang ditunjukkan dalam aspek fisik. Aspek fisik stres kerja yang muncul pada anggota polisi ditandai dengan munculnya tekanan darah yang tinggi, keringat berlebihan, dan kepala terasa berat serta pusing. Husain (2014) melakukan penelitian mengenai tingkat depresi, kecemasan dan stres pada polisi di pakistan. Hasil penelitiannya menemukan bahwa dari 315 anggota kepolisian yang bertugas di tiga kabupaten di pakistan mengalami depresi dan stres yang berat serta mengalami kecemasan yang sangat berat atau parah. Selain itu, dari hasil wawancara yang dilakukan kepada wakil kepala Satsabhara Polisi di Polres Klaten (Wawancara, 11 April 2018) mengungkapkan bahwa aspek psikologis yang muncul pada anggota Satsabhara yang berkaitan dengan stres kerja adalah munculnya rasa cemas. Wakil kepala satuan Satsabhara tersebut mengungkapkan bahwa

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 anggotanya merasakan cemas pada saat mendengar kabar mengenai teror bom yang berfokus pada anggota kepolisian. Berdasarkan hasil wawancara kepada beberapa anggota Satsabhara pula, tiga (3) dari lima (5) anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten mengungkapkan bahwa dalam menjalankan tugas kondisi yang mereka alami berkaitan dengan aspek psikologis stres kerja seperti munculnya rasa bosan atau jenuh dikarenakan tugas yang monoton, rasa cemas dikarenakan informasi buruk yang mengancam anggota kepolisian dan rasa tegang disaat mendapatkan tugas baru secara mendadak (Wawancara, 30 Maret 2018). Berdasarkan data yang diperoleh diatas, maka dapat disimpulkan bahwa anggota kepolisian mengalami stres kerja yang ditunjukkan dalam aspek psikologis. Aspek psikologis stres kerja yang muncul pada anggota polisi ditandai dengan munculnya rasa cemas, rasa tegang dan rasa bosan atau jenuh pada saat menjalankan tugas. Menurut hasil wawancara kepada wakil kepala bagian Satsabhara Polisi di Polres Klaten, tidak dipungkiri semua pekerjaan akan memiliki titik stres kerja. Akan tetapi, tingkatan stres kerja yang dialami masingmasing individu akan berbeda (Wawancara, 11 April 2018). Selain itu, berdasarkan hasil wawancara kepada kepala bagian Satsabhara Polisi di Polres Klaten mengungkapkan bahwa anggota polisi lebih cenderung memiliki tingkatan stres kerja dengan kategori sedang. Hal tersebut dikarenakan banyaknya tuntutan tugas serta peran dukungan-dukungan dari atasan, masyarakat dan instansi sendiri yang kurang ditingkatkan

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 (Wawancara, 9 April 2018). Kepala bagian Satsabhara juga mengatakan bahwa anggota Satsabhara juga sudah mendapatkan perhatian dari segi pembinaan kesejahteraan rohani, mental, jasmani, moril dan materil, pembinaan dan pemeriksaan psikologis serta kesehatan jiwa khususnya dari bidang Bagsumda. Akan tetapi, kepala bagian Satsabhara Polres Klaten mengungkapkan bahwa masih ada anggota yang mengalami kondisi yang berkaitan dengan stres dalam bekerja (Wawancara, 9 April 2018). Tabel 1 Tabel Hasil Preliminary Wawancara Stres Kerja No 1. Inisial TB Bripda 2. CB Bripda 3. AA Bripda 4. SH Briptu 5. NN Bripka Perilaku Perubahan kebiasaan makan dan gangguan tidur Konsumsi rokok meningkat dan meminum minuman beralkohol Kebiasaan makan yang berubah dan konsumsi rokok meningkat Tidur tidak teratur dan hanya tidur sebentar saja. Merasa tidak ada perubahan yang berarti Psikologis Fisik Merasa bosan kepala terasa dan jenuh berat dan pusing Merasa bosan kepala dan tegang. sebelah. Sudah terbiasa pusing Kelelahan dan berkeringat dengan intensitas lebih. Merasa cemas Sudah terbiasa karena banyak dengan kondisi di teror. lapangan Merasa nyaman berkeringat yang dikarenakan lebih. sudah terbiasa.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 Kondisi stres kerja polisi juga didukung oleh temuan sebelumnya oleh VigfΓΊsdΓ³ttir (2017) dengan judul Social Support, Stress and Burnout among Icelandic Police Officers yang menemukan bahwa dari 93 polisi (subjek) di islandia mengalami stres kerja dengan kualifikasi stres kerja rendah dengan jumlah 2,5%, stres kerja sedang dengan jumlah 70,9% dan stres kerja tinggi dengan jumlah 26,9%. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian Amir, Hussain, Humayon, Raza, dan Ansari (2017) dengan judul Assessment of Work Stress among Police in Pakistan menemukan bahwa 116 atau 97% dari 120 responden polisi di pakistan mengalami stres kerja dengan kategori tinggi. Hal serupa juga ditunjukkan oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Jonyo (2015) yang menemukan bahwa polisi di Nakuru (Kenya) mengalami stres kerja tinggi 53,6% dan stres kerja sedang sebanyak 46,4% dari 84 subjek polisi. Menurut hasil pemaparan kondisi terkini melalui wawancara preliminary, surat kabar dan dari hasil penemuan sebelumnya dapat dilihat bahwa anggota polisi mengalami stres kerja. Stres kerja yang muncul pada anggota kepolisian sesuai dengan aspek stres kerja yang diungkapkan oleh Robbins dan Judge (2008) yaitu meliputi Aspek fisik, psikologi dan perilaku. Aspek perilaku stres kerja pada anggota anggota kepolisian yang muncul seperti membolos atau mangkir kerja, perubahan kebiasaan makan, mengalami ketidakteraturan tidur, konsumsi rokok meningkat, dan konsumsi minuman beralkohol. Aspek fisik stres kerja yang muncul ditandai dengan tekanan darah yang tinggi, keringat berlebihan, dan kepala

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 terasa berat serta pusing. Aspek psikologis stres kerja ditandai dengan munculnya rasa cemas, rasa bosan atau jenuh, dan rasa tegang pada saat menjalankan tugas. Selain itu, berdasarkan hasil penemuan sebelumnya menemukan bahwa subjek penelitian (polisi) mengalami stres kerja dengan kategori rendah hingga tinggi. Seseorang yang bekerja sebagai polisi seharusnya tidak mengalami stres dalam bekerja yang dibuktikan dengan ketidakmunculan gejala stres kerja. Pada faktanya berdasarkan informasi yang dikumpulkan melalui media masa, penelitian sebelumnya dan hasil wawancara preliminary menunjukkan bahwa anggota polisi khususnya anggota Satsabhara mengalami stres kerja. Kondisi stres dalam bekerja anggota polisi bagian Sabhara ditunjukkan dengan munculnya gejala perilaku, gejala fisik dan gejala psikologis. Berdasarkan pemaparan kondisi terkini pada anggota kepolisian melalui informasi dari media masa, penelitian sebelumnya dan hasil preliminary wawancara, maka peneliti tertarik untuk meneliti stres kerja pada anggota kepolisisan khususnya anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Dampak dari stres kerja dapat merugikan diri sendiri, orang disekitar dan organisasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Jonyo (2015) menyatakan bahwa stres kerja yang tinggi pada polisi dapat menyebabkan buruknya kinerja. Greenberg dan Baron (2000, dalam Jonyo, 2015) juga menyatakan bahwa stres kerja dapat mengurangi efisiensi, inisiatif/ kapasitas melakukan suatu hal dalam bekerja,

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 mengurangi minat dalam diri, membuat pikiran kaku, kurangnya perhatian pada organisasi, rekan kerja dan hilangnya tangung jawab dalam bekerja. Maka sangatlah perlu memberikan perhatian dan penanganan sejak dini mengenai stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Menurut Robbins dan Judge (2008), sumber seseorang dapat mengalami stres kerja berasal dari sumber organisasi, sumber lingkungan dan sumber personal. Selain itu, Robbins dan Judge (2008) menyatakan bahwa terdapat variabel yang dapat memoderasi antara faktor atau potensi stres kerja dengan stres kerja itu sendiri. Variabel yang dapat memoderasi tersebut berkaitan dengan perbedaan individu seperti persepsi, pengalaman kerja, dukungan sosial, keyakinan pada lokus kontrol, keyakinan diri dan permusuhan. Berdasarkan hasil wawancara pribadi kepada beberapa anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten, satu (1) dari lima (5) anggota mengungkapkan bahwa sumber yang menyebabkan anggota mengalami stres kerja adalah faktor personal yang berupa masalah keluarga yang dibawa ketempat kerja. Selanjutnya, berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada beberapa anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten, empat (4) dari lima (5) anggota Satsabhara (Wawancara, 30 Maret 2018), wakil kepala bagian Satsabhara (Wawancara, 11 April 2018) dan kepala bagian Satsabhara (Wawancara, 9 April 2018) mengungkapkan bahwa sumber yang menyebabkan anggota mengalami stres kerja adalah dukungan sosial yang sangat minim. Minimnya dukungan sosial yang

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 dimaksud adalah seperti kurangnya dorongan, penghargaan, perhatian dari atasan dan keluarga. Selain itu, ketidakpedulian antar rekan kerja dalam membantu menyelesaikan tugas serta jiwa keanggotaan antar keanggotaan yang minim. Hal tersebut juga ditambah dengan keengganan senior dalam memberikan tanggapan dan petunjuk kepada juniornya (Wawancara 9, 11 April dan 30 Maret 2018). Menurut hasil pemaparan preliminary wawancara kepada lima (5) anggota Satsabhara, wakil kepala Satsabhara serta kepala Satsabhara Polisi di Polres Klaten, peneliti ingin berfokus menghubungkan dukungan sosial dengan stres kerja. Dukungan sosial menurut Robbins dan Judge (2008) termasuk dalam variabel moderator antara potensial stres dengan stres kerja itu sendiri. Akan tetapi, pada penelitian ini dukungan sosial dilihat sebagai variabel bebas yang dapat mempengaruhi stres kerja. Hal tersebut dilandasan bahwa empat (4) dari lima (5) anggota (Wawancara, 30 Maret 2018), wakil kepala (Wawancara, 11 April 2018) dan kepala bagian (Wawancara, 9 April 2018) Satsabhara Polisi di Polres Klaten mengungkapkan bahwa mereka mengalami stres kerja yang disebabkan oleh dukungan sosial yang sangat minim. Maka dengan itu, dukungan sosial pada penelitian ini menjadi fokus sebagai variabel bebas. Hal tersebut juga didukung dari penelitian yang dilakukan oleh Noviati (2015) mengenai stres kerja yang ditinjau dari kecerdasan emosi, modal psikologis dan dukungan sosial pada karyawan percetakan, perawat dan anak buah kapal. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 dukungan sosial (variabel independen) memiliki hubungan negatif sangat kuat dan signifikan dengan stres kerja (variabel dependen). Hal ini dapat diartikan bahwa jika dukungan sosial yang diterima oleh karyawan percetakan, perawat dan anak buah kapal tinggi maka stres kerja yang dialaminya rendah. Variabel dukungan sosial dalam penelitian ini memiliki hubungan paling kuat diabandingkan dengan variabel modal psikologis dan kecerdasan emosional. Hal tersebut dapat diartikan bahwa dukungan sosial sangat berpengaruh secara langsung pada stres kerja. Individu yang bekerja secara langsung dihadapkan pada kondisi harus berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Maka dengan itu, lingkungan sosial memiliki kontribusi terhadap kondisi individu (Noviati, 2015). Seperti halnya dukungan sosial yang memiliki kontribusi terhadap kondisi stres kerja yang dialami seseorang. Menurut sarafino (2008), dukungan sosial adalah rasa nyaman, perhatian, penghargaan atau pertolongan yang diperoleh seseorang dari orang lain. Dukungan sosial menurut Sarafino (2008) tersebut memuat empat tipe dukungan, seperti tipe dukungan instrumental, tipe dukungan emosional, tipe dukungan persahabatan dan tipe dukungan informasi. Keberadaan dukungan yang diberikan oleh rekan kerja atau supervisor dapat membantu menyangga dampak stres kerja (Robbins dan Judge, 2008). Selain itu, dukungan sosial dapat mengurangi stres kerja seseorang dengan tingkat tekanan yang tinggi sekalipun (Robbins dan Judge, 2008). Dukungan sosial yang tinggi dapat membantu seseorang dalam

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 menurunkan tingkat stres kerja yang dialaminya khususnya pada anggota Satsabhara. Berdasarkan hasil wawancara Kepala Satsabhara Polisi di Polres Klaten (Wawancara, 9 April 2018) mengatakan bahwa dukungan berupa kepedulian antar rekan kerja dan kenaikan gaji dari instansi dapat membantu menurunkan tingkat stres dalam bekerja. Selain itu, bentuk nasehat, saran dan rasa keanggotaan juga dapat mengurangi stres kerja anggota. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan anggota mendapatkan perhatian kesejahteraan hidup yang lebih dari rekan kerja dan instansi. Selain itu, Sarafino (2008) juga mengungkapkan bahwa seseorang dengan dukungan sosial rendah atau menerima dukungan tidak sesuai yang dibutuhkan maka dapat berdampak pada ketidakberkurangnya tekanan atau stres yang dialami seseorang. Menurut Matterson dan Ivancevich (dalam Priansa dan Suwatno, 2011) seseorang yang tidak mendapatkan dukungan sosial yang memadai dalam menjalankan pekerjaan dengan beban kerja berlebihan dapat menimbulkan stres kerja. Robbins dan Judge (2008) juga menyatakan bahwa tidak adanya dukungan dari kolega serta buruknya hubungan antar pribadi dapat menyebabkan stres dalam bekerja. Terutama pada individu yang memerlukan kebutuhan sosial yang tinggi. Berdasarkan penelitian sebelumnya, hasil wawancara preliminary dan media massa, maka penelitian mengenai hubungan antara dukungan sosial dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten ini penting dan mendesak untuk dilakukan. Hal tersebut dikarenakan adanya masalah mengenai stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 Klaten yang ditandai dengan munculnya gejala perilaku, fisik dan psikologis. Hal tersebut diduga muncul dikarenakan minimnya dukungan sosial yang diterima pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Selain itu, penelitian ini juga dilandaskan pada hasil penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa dukungan sosial (variabel independen) menjadi salah satu penentu dari kondisi stres kerja (variabel dependen). Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan berfokus pada karyawan, perawat, anak buah kapal dan polisi secara umum. Maka dengan itu, penelitian ini juga penting untuk dilakukan pada konteks anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Hal tersebut dilandaskan dengan minimnya penelitian yang berfokus pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten mengenai hubungan dukungan sosial dan stres kerja. Maka dengan itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antara dukungan sosial dan stres kerja pada anggota kepolisian khususnya anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. B. Rumusan Masalah Berdasarkan masalah yang telah dipaparkan diatas, peneliti ingin mengetahui, β€œadakah hubungan negatif dan signifikan antara dukungan sosial dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten?”.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 C. Tujuan Penelitian Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah dukungan sosial memiliki hubungan dengan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu kontribusi pada ilmu psikologi di bidang industri dan organisasi mengenai dukungan sosial dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. 2. Manfaat Praktis a. Bagi peneliti Penulis dapat mengembangkan kemampuannya dalam penyusunan karya tulis serta dapat mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. b. Bagi anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten mengenai tingkat dukungan sosial yang diterima dan tingkat stres kerja yang dialami.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Stres Kerja 1. Pengertian Stres Kerja Berkaitan dengan stres dalam pekerjaan, setiap individu dapat mengalami stres ditempat kerja. Stres kerja dapat terjadi pada semua pekerjaan seseorang dari tingkat pemimpin hingga pada bawahan. Menurut Anoraga (2001), stres kerja adalah suatu bentuk respon fisik atau mental seseorang terhadap perubahan dari lingkungan yang mengganggu dan dapat mengancam individu tersebut. Hal serupa juga disampaikan oleh Riggio (2003) yang mengungkapkan bahwa stres kerja merupakan interaksi antara seseorang dengan lingkungan serta stressor yang memberikan suatu tantangan dan ancaman yang dapat menimbulkan reaksi psikologis dan fisiologis pada individu yang bekerja. Menurut pendapat dari Mangkunegara (2005) stres kerja adalah suatu perasaan yang tertekan yang dialami oleh seseorang dalam menghadapi suatu pekerjaan. Berdasarkan Luthans (2005) stres kerja adalah respon seseorang terhadap situasi eksternal yang dapat mengakibatkan munculnya penyimpangan fisik, psikologis dan perilaku. 17

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 Sutarto (2010) juga menyatakan bahwa stres kerja adalah suatu keadaan yang berasal dari penghayatan subjektif seseorang individu yang dapat berupa suatu interaksi antar individu dengan lingkungan kerja yang dapat menimbulkan keadaan yang mengancam serta memberikan suatu tekanan secara psikologis, fisik dan sikap individu. Pendapat mengenai stres kerja juga diungkapkan oleh Robbins dan Judge (2008), ia mengungkapkan bahwa stres kerja adalah kondisi dinamis di mana seseorang individu dihadapkan dengan kesempatan atau peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan atau diinginkan individu dan hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa stres kerja merupakan suatu respon seseorang dari lingkungan kerja yang dirasa menekan, mengganggu, mengancam dan menuntut yang berakibat pada terganggunya kondisi seseorang dari segi fisik, psikologis dan perilaku yang membuat seseorang tidak dapat bekerja secara maksimal.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 2. Aspek Stres Kerja Robbins dan Judge (2008), mengelompokkan aspek stres kerja menjadi tiga, yaitu: a) Fisiologikal Pada bagian ini, yang termasuk dalam aspek fisiologikal seperti metabolisme tubuh terganggu, detak jantung meningkat, tekanan darah naik, serangan jantung, sakit kepala dan tarikan pernafasan yang tidak teratur. b) Psikologikal, Pada bagian ini, yang termasuk dalam aspek psikologikal seperti kecemasan, ketegangan, mudah bosan atau jenuh, jengkel dan menunda pekerjaan. c) Perilaku, Pada bagian ini, yang termasuk dalam aspek perilaku adalah menurunnya produktivitas kerja, mengalami ketidakteraturan waktu tidur, berbicara gagap, gelisah, membolos atau mangkir kerja, perputaran kerja, perubahan dalam kebiasaan makan, pola merokok dan mengkonsumsi minuman alkohol.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 3. Faktor yang mempengaruhi Stres Kerja: Robbins dan Judge (2008), mengelompokkan faktor stres kerja menjadi tiga, yaitu: a) Lingkungan, Faktor dari lingkungan meliputi: ketidakpastian ekonomi, politik, dan teknologi. 1. Ketidakpastian konomi Suatu perubahan yang terjadi didalam dunia bisnis dapat menciptakan atau memunculkan suatu perubahan perekonomian yang drastis dan tidak terkontrol. Perubahan tersebut dapat membuat seseorang semakin cemas dengan keamanan kerja mereka. 2. Politik Suatu perubahan politik dapat memunculkan suatu sistem politik yang stabil jika sistem politik dijalankan dengan baik. Akan tetapi, jika suatu sistem politik tidak dijalankan dengan baik maka perubahan dalam sistem politik dapat menyebabkan timbulnya stres kerja. 3. Teknologi Suatu perubahan teknologi atau perkembangan teknologi dapat membuat diri individu mengalami stres kerja. Hal tersebut dapat disebabkan oleh perkembangan teknologi yang maju. Seiring

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 perkembangan jaman yang semakin maju maka ketrampilan karyawan dapat tergantikan oleh mesin atau robot. b) Organisasi, faktor dari organisasi meliputi: tuntutan tugas, tuntutan peran, dan tuntutan antar pribadi. 1. Tuntutan tugas Tuntutan tugas tersebut meliputi desain pekerjaan seperti keragaman tugas, kondisi kerja seperti tergannggu oleh suara bising dan tata letak kerja seperti ruangan yang penuh sesak dapat mempengaruhi tingkat kecemasan dan stres dalam bekerja seseorang. 2. Tuntutan peran Tuntutan peran ini berkaitan dengan tekanan yang diterima seseorang sebagai fungsi dari peran tertentu yang diamainkan dalam organisasi. 3. Tuntutan antar pribadi Suatu tekanan yang diciptakan oleh karyawan lainnya seperti tidak adanya dukungan dari rekan kerja serta hubungan antar pribadi yang buruk dapat menyebabkan stres dalam bekerja. c) Diri sendiri atau personal, Faktor dari diri sendiri meliputi: masalah keluarga, masalah ekonomi pribadi dan kepribadian.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 1. Masalah keluarga Suatu masalah keluarga yang dibawa ketempat kerja dapat menimbulkan stres kerja pada diri seseorang. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan masalah keluarga yang dibawa ketempat kerja seperti kesulitan hidup dalam perkawinan, retaknya hubungan dan masalah kedisiplinan anak-anak. 2. Masalah ekonomi pribadi Tingkat ekonomi atau pendapatan seseorang dapat mempengaruhi timbulnya stres dalam bekerja. Seseorang yang tidak dapat mengatur keuangan adalah salah satunya. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan jika seseorang karyawan memiliki tingkat pendapatan yang tidak terlalu besar, akan tetapi mereka menginginkan sesuatu yang melebihi kapasitas pendapatan mereka, maka hal tersebut akan menimbulkan stres dalam bekerja. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan ketidakmampuan seseorang karyawan dalam mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan. 3. Kepribadian Sifat-sifat atau kecenderungan dasar seseorang sendiri yang secara signifikan dapat mempengaruhi stres kerja. Artinya gejala stres kerja yang dialami individu sebenarnya berasal dari sifat kepribadiannya sendiri. Sebagian orang memiliki

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 kecenderungan yang melekat untuk memfokuskan aspek negatif dunia secara umum. 4. Perbedaan individu berkaitan dengan Stres Kerja: Perbedaan individu menurut Robbins dan Judge (2008) meliputi: persepsi, pengalaman kerja, dukungan sosial, keyakinan pada lokus kontrol, keyakinan diri dan permusuhan. 1. Persepsi Suatu persepsi akan mengatur hubungan antara kondisi stres karyawan dan reaksi karyawan. Sehingga potensi stres tidak terletak pada suatu kondisi objektif, tetapi stres terletak pada interpretasi karyawan terhadap suatu kondisi yang terjadi pada saat itu. 2. Pengalaman kerja Pengalaman kerja dapat mempengaruhi seseorang mengalami stres kerja. Hal ini dapat terjadi dikarenakan adanya hubungan dengan proses penyesuaian diri pada individu. Seseorang karyawan yang bekerja disuatu organisasi lebih lama akan cenderung memiliki potensi mengalami stres kerja pada tingkat yang lebih rendah dibandingkan dengan karyawan baru. Hal ini dapat terjadi dikarenakan karyawan senior memiliki kemampuan menyesuaikan diri yang lebih baik daripada

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 karyawan baru mengenai ketahanan stres kerja terhadap karakteristik organisasi. 3. Dukungan sosial Suatu dukungan sosial dapat mengurangi tingkat stres kerja seseorang karyawan. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan dukungan sosial dapat bertindak sebagai paliatif atau meringankan tingkat stres kerja seorang karyawan dari pekerjaan dengan tekanan tinggi sekalipun. Seperti halnya bentuk dukungan yang diberikan oleh rekan kerja atau supervisor yang dapat menyangga dampak stres kerja seorang karyawan. 4. Keyakinan pada lokus kontrol Seseorang dengan pusat kendali internal yakin bahwa ia dapat mengendalikan kehidupan. Akan tetapi, seseorang dengan pusat kendali eksternal ia lebih dikendalikan oleh lingkungan. Seseorang yang sedang menghadapi stres kerja, seseorang dengan pusat kendali internal yakin bahwa ia dapat menentukan hasil akhirnya. Seseorang dengan pusat kendali eksternal akan lebih bersikap pasif dan merasa tidak berdaya. 5. Keyakinan diri Keyakinan diri dapat mempengaruhi kondisi stres kerja seseorang. Keyakinan seseorang bahwa kemampuan dirinya sendiri dapat menunrunkan tingkat stres kerja. Seseorang

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 dengan keyakinan diri yang tinggi merasa lebih memandang positif terhadap masalah mengenai jam kerja yang panjang atau beban kerja yang berlebihan daripada dengan seseorang dengan keyakinan diri seseorang yang rendah. 6. Permusuhan Pada bagian ini, seseorang yang mudah marah, suka membangun permusuhan dan bersikap sinis kepada orang lain memiliki kemungkinan lebih besar mengalami stres kerja. B. Dukungan Sosial 1. Pengertian Dukungan Sosial Dukungan sosial adalah suatu kesenangan, penghargaan, perhatian atau bantuan yang didapatkan dari orang lain atau suatu kelompok (Sarafino, 1994). Pendapat mengenai dukungan sosial juga diungkapkan oleh Sarason (2001) bahwa dukungan sosial adalah suatu bentuk kesediaan orang lain, kepedulian orang lain, keberadaan orang lain yang menghargai serta menyayangi kita. Baron dan Byrne (2005) juga menyatakan bahwa dukungan sosial adalah suatu kenyamanan psikologis serta fisik yang diperoleh dari keluarga atau teman. Menurut Wallston, B. S., Alagna, S. W., Devellis, B. M., & Devellis, R. F. (1983) dukungan sosial adalah kenyamanan, bantuan, atau informasi yang diterima melalui kontak formal atau informal dengan individu atau kelompok. Selain itu, menurut pendapat Wills

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 dan Fegan (2001, dalam Schnall, E. 2005) dukungan sosial adalah sumber daya dan interaksi yang diberikan oleh orang lain yang mungkin berguna untuk membantu seseorang untuk mengatasi masalah. Menurut Sarafino (2008) dukungan sosial adalah rasa nyaman, perhatian, penghargaan atau pertolongan yang diperoleh seseorang dari orang lain, orang lain yang dimaksud seperti pacar/kekasih, keluarga, teman dekat, dokter atau organisasi yang bersangkutan. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial adalah rasa penghargaan, perhatian, kesenangan, bantuan dan kenyamanan dalam segi fisik dan psikis yang diterima seseorang dari orang lain dalam lingkungan sosialnya. 2. Tipe Dukungan Sosial Dukungan sosial menurut Sarafino (2008) memuat empat tipe dukungan seperti: a) Tipe dukungan instrumental: Dukungan yang melibatkan bantuan langsung dan nyata seperti kesediaan orang lain memberi atau meminjamkan uang dan membantu meringankan membutuhkan dukungan. tugas seseorang yang sedang

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 b) Tipe dukungan emosional: Dukungan yang melibatkan kesediaan orang lain untuk memberikan rasa empati, peduli, perhatian, penghargaan positif, dan dorongan kepada seseorang atau individu yang membutuhkan dukungan. c) Tipe dukungan informasi: Dukungan yang melibatkan kesediaan orang lain untuk memberikan nasehat, petunjuk, saran atau umpan balik mengenai bagaimana orang yang membutuhkan dukungan sosial dapat menemukan jalan keluar dari suatu masalah. d) Tipe dukungan persahabatan: Dukungan yang melibatkan kesediaan orang lain untuk menghabiskan waktu bersama dengan orang yang sedang membutuhkan dukungan, sehingga dapat memberikan perasaan keanggotaan dalam kelompok. 3. Dampak Dukungan sosial Sarafino (2008), mengelompokkan dampak dari dukungan sosial menjadi dua, yaitu: a) Direct Effects Hypothesis/Efek langgung Model ini menunjukkan bahwa dukungan sosial dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik dan psikologis seseorang dengan kepemilikan atau tidaknya tekanan atau stres.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Melalui model Direct Effects Hypothesis, dukungan sosial dapat memberikan suatu manfaat yang sama baiknya untuk seseorang yang memiliki tekanan atau yang tidak memiliki tekanan. b) Buffering Hypothesis/Penyangga Model ini berfokus pada dukungan sosial yang berperilaku sebagai buffer/penyangga dalam mempertahankan diri dari efek negatif tekanan atau stres yang tinggi. Dimana dukungan sosial dapat mempengaruhi kesehatan dengan melindungi seseorang terhadap efek negatif dari stres atau tekanan yang tinggi. Fungsi penyangga ini hanya efektif ketika seseorang menghadapi stres atau tekanan yang tinggi. Pada suatu kondisi tekanan atau stres yang rendah dukungan sosial menjadi sedikit atau tidak memiliki fungsi sebagai efek penyangga. C. Satsabhara Polisi 1. Pengertian Satsabhara Polisi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polisi) adalah salah satu fungsi alat negara yang memiliki peran guna memelihara keamanan, ketertiban masyarakat, penegakkan hukum, memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dengan tujuan guna terpeliharanya keamanan dalam negeri (Pasal 5 dalam UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia). Satsabhara (Satuan Samapta Bhayangkara) sendiri adalah bagian dari

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 unsur pelaksanaan tugas pokok yang berada dibawah naungan kapolres. Satsabhara adalah anggota kepolisian resort yang memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan tugas turjawali dan pengamanan kegiatan masyarakat dan instansi pemerintah, objek vital, TPTKP, penanganan tipiring, dan pengendalian massa dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat serta pengamanan markas (Pasal 55 dalam Peraturan Kepala Kepolisian RI No. 23 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja pada Tingkat Kepolisian Resort dan Kepolisian Sektor). 2. Karakteristik Satsabhara Polisi Berdasarkan Peraturan Kepala Kepolisian RI nomor 23 tahun 2010 pasal 55 ayat 3 tentang susunan dan tata kerja pada tingkat Kepolisian Resort dan Kepolisian Sektor, Satsabhara memiliki karakteristik fungsi tugas sebagai berikut: a. Pemberi pengawasan, arahan dan pengendalian pelaksanaan tugas Satsabhara (Satuan Samapta Bhayangkara). b. Pemberi arahan, bimbingan dan pelatihan keterampilan dalam pelaksanaan tugas pada lingkungan Satsabhara (Satuan Samapta Bhayangkara). c. Pemeliharaan dan perawatan kendaraan dan peralatan Satsabhara (Satuan Samapta Bhayangkara).

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 d. Menyiapkan personil serta peralatan guna kepentingan Turjawali (Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli), pengamanan unjuk rasa, pengamanan objek vital, pengendalian masa, negosiator, pencarian dan penyelamatan atau Search and Rescue (SAR). e. Pembinaan teknis pemeliharaan ketertiban umum berupa penegakan hukum Tipiring (Tindak Pidana Ringan) dan TPTKP (Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara). f. Pengamanan markas dengan melaksanakan pengaturan dan penjagaan. D. Dinamika Hubungan Dukungan Sosial (Berdasarkan Tipe Dukungan Sosial) dan Stres Kerja pada Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten Dukungan sosial sangatlah diperlukan oleh setiap individu yang tidak terkecuali anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Dukungan sosial dapat membantu seseorang dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dikarenakan manusia tidak luput akan bantuan dari individu lainnya. Bagi seseorang yang menerima dukungan sosial, mereka percaya bahwa dampak dukungan sosial dapat membantu mereka pada saat mengalami kesulitan atau suatu bahaya (Sarafino, 2008). Seorang individu dapat lebih merasakan kenyamanan jika ia mendapatkan suatu dukungan

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 sosial. Suatu bentuk dukungan sosial dapat mengurangi efek yang tidak baik dari dampak stres kerja. Dukungan sosial yang diterima memuat dukungan sosial tipe instrumental, dukungan sosial tipe informasi, dukungan sosial tipe emosional dan dukungan sosial tipe persahabatan (Sarafino, 2008). Bekerja menjadi polisi memiliki banyak tantangan, seperti halnya dalam menyelesaikan permasalahan atau kasus-kasus yang terjadi di masyarakat. Tidak hanya itu, seorang polisi memiliki banyak tuntutan tugas. Mereka harus siap siaga selama dua puluh empat jam untuk menjaga ketertiban masyarakat. Masalah-masalah yang dialami seorang polisi khususnya anggota polisi Satsabhara dapat menimbulkan suatu tekanan didalam dirinya. Masalah tersebut dapat muncul dari diri sendiri ataupun dari lingkungan sosialnya yang membuat diri seseorang khususnya anggota Satsabhara mengalami stres kerja yang ditunjukkan pada aspek fisik, psikologis dan perilaku (Robbins & Judge, 2008). Dukungan sosial memuat tipe dukungan instrumental, tipe dukungan emosional, tipe dukungan persahabatan dan tipe dukungan informasi. Ketersediaannya tipe dukungan instrummental dapat membantu seseorang guna meredakan stres kerja yang dialami individu. Tipe dukungan instrumental dapat membantu seseorang dengan wujud bantuan nyata dan langsung disaat seseorang mengalami stres kerja. Dukungan tersebut dapat berupa kepedulian orang lain untuk memberikan atau meminjamkan uang serta membantu meringankan tugas pada individu

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 yang sedang mengalami stres (Sarafino, 2008). Ketersediaan dukungan tipe instrumental cenderung berpengaruh pada rendahnya stres kerja seseorang dikarenakan mendapatkan kepedulian dari orang lain secara langsung dan nyata. Sebaliknya, jika seseorang membutuhkan bantuan nyata dan lagsung dari orang lain disekitar akan tetapi orang lain tidak memberikan maka dapat berpengaruh pada peningkatan stres kerja yang dialami. Bentuk dukungan sosial lainnya adalah tipe dukungan emosional. Wujud dari tipe dukungan emosional ini seperti kesediaan orang lain memberikan rasa kenyamanan pada seseorang yang sedang mengalami stres (Sarafino, 2008). Kenyamanan tersebut dapat berupa rasa empati, peduli, penghargaan positif, dorongan serta perhatian yang diterima individu dari orang lain yang dapat meredakan stres kerja yang dialami. Sarafino (2008) mengungkapkan bahwa dukungan sosial tipe dukungan emosional dan tipe dukungan informasi lebih sering terjadi dan tampak lebih melindungi dari dampak suatu stres. Berdasarkan Tipe dukungan informasi tersebut, dukungan dapat berupa kesediaan orang lain untuk memberikan nasehat, petunjuk, saran atau umpan balik mengenai bagaimana orang yang membutuhkan dukungan sosial dapat melakukan suatu hal atau bertindak dalam menemukan solusi masalah (Sarafino, 2008). Hal tersebut juga sesuai dengan hasil penelitian Handayani dan Noviati (2011, dalam Noviati 2015) bahwa tipe dukungan informasi dapat memberikan pengaruh cukup kuat dalam mencegah timbulnya stres kerja.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 Persepsi seseorang mendapatkan dukungan emosional dan informasi dapat menurunkan tingkat stres kerja seseorang. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan seseorang menerima rasa empati, peduli, penghargaan positif, dorongan, perhatian serta nasehat, petunjuk, saran atau umpan balik dari orang lain. Akan tetapi, jika seseorang tidak mendapatkan rasa empati, peduli, penghargaan positif, dorongan, perhatian serta nasehat, petunjuk, saran atau umpan balik dari orang lain disaat bekerja atau mengalami masalah ditempat kerja dapat meningkatkan stres kerja. Selain itu, Tipe dukungan persahabatan juga dapat mengurangi stres kerja yang dialami seseorang. Tipe Dukungan persahabatan ini berupa kesediaan orang lain untuk meluangkan waktu bersama dan perasaan keanggotaan pada seseorang yang membutuhkan dukungan (Sarafino, 2008). Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Shin & Lee (2016) bahwa jaringan persahabatan yang kuat dengan teman memiliki efek positif pada rendahnya stres kerja yang dialami. Robbins & Judge (2008) juga megungkapkan bahwa dengan memperluas jaringan dukungan seperti teman atau rekan kerja dapat menjadi salah satu sarana untuk mengurangi stres kerja yang dialami. Persepsi seseorang mendapatkan dukungan berupa kesediaan orang lain untuk melakukan aktivitas bersama dan menjalin perasaan keanggotaan dapat meredakan stres kerja yang dialami. Akan tetapi, ketika orang lain tidak bersedia untuk meluangkan waktu atau menjalin perasaan

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 kenggotaan kepada orang yang membutuhkan dapat meningkatkan stres didalam bekerja. Berdasarkan pemaparan tersebut, tingginya keempat tipe dukungan sosial yang diterima seseorang dalam bekerja dapat berpengaruh pada rendahnya stres kerja. Akan tetapi, jika dukungan yang diberikan tidak cukup, jenis yang diberikan salah atau tidak sesuai, serta seseorang yang membutuhkan dukungan mungkin tidak menginginkan maka hal tersebut dapat berpengaruh pada tidak adanya perubahan yang lebih baik dari stres kerja (Sarafino,2008).

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 E. Kerangka Berfikir Hubungan Dukungan Sosial (Berdasarkan Tipe Dukungan sosial) dan Stres Kerja pada Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten Tipe instrumental tinggi Stres kerja rendah Tipe emosional tinggi Stres kerja rendah Tipe persahabatn tinggi Stres kerja rendah Tipe informasi tinggi Stres kerja rendah Tipe instrumental rendah Stres kerja tinggi Tipe emosional rendah Stres kerja tinggi Tipe persahabatn rendah Stres kerja tinggi Tipe Informasi rendah Stres kerja tinggi Dukungan Sosial Bagan 1 Hubungan Dukungan Sosial (Berdasarkan Tipe Dukungan sosial) dan Stres kerja Pada Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 F. Hipotesis Berdasarkan kerangka berfikir mengenai keterkaitan dukungan sosial dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten, maka dengan itu diajukanlah hipotesis penelitian sebagai berikut: a. Ada hubungan negatif dan signifikan antara dukungan sosial tipe dukungan instrumental dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. b. Ada hubungan negatif dan signifikan antara dukungan sosial tipe dukungan emosional dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. c. Ada hubungan negatif dan signifikan antara dukungan sosial tipe dukungan persahabatan dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. d. Ada hubungan negatif dan signifikan antara dukungan sosial tipe dukungan informasi dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Selain itu bentuk penelitian ini adalah penelitian korelasional atau hubungan yang memiliki tujuan guna mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih (Siregar, 2013). Hal tersebut dikarenakan pada penelitian ini ingin mengetahui bagaimana hubungan antara variabel dukungan sosial yang memuat tipe-tipe dukungan sosial dengan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. B. Variabel Penelitian Variabel adalah suatu obyek yang dapat diukur dalam suatu penelitian (Suparno,2011). Pada penelitian ini, variabel yang digunakan adalah variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah variabel yang dapat diperkirakan mempengaruhi variabel lainnya (Suparno, 2011). Sedangkan variabel terikat adalah variabel yang dapat dipengaruhi oleh variabel lainnya (Suparno, 2011). Variabel dalam penelitian ini adalah: 1. Variabel bebas: Dukungan sosial (memuat tipe dukungan sosial). 2. Variabel terikat: Stres kerja. 37

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 C. Definisi Operasional 1. Stres Kerja Stres kerja merupakan suatu kondisi atau keadaan yang menekan individu (Polisi) dalam segi fisik, perilaku dan psikologis dalam melaksanakan tugas pekerjaan. Skala stres kerja ini diukur dengan berpatokan pada aspek stres kerja Robbins & Judge (2008) yang memuat aspek psikologis, aspek fisik dan aspek perilaku. Stres kerja seseorang dapat dikatakan tinggi apabila skor yang diperoleh dari pengukuran stres kerja tinggi. Sebaliknya, stres kerja seseorang dapat dikatakan rendah apabila skor yang diperoleh dari pengukuran stres kerja rendah. 2. Dukungan Sosial Dukungan sosial merupakan suatu tindakan positif yang diperoleh seseorang individu (Polisi) sebagai hasil bentuk hubungan dengan orang lain dalam bersosial yang memuat tipe-tipe dukungan sosial. Skala dukungan sosial ini mengacu pada tipe dukungan sosial Sarafino (2008) yang memuat tipe dukungan instrumental, tipe dukungan emosional, tipe dukungan persahabatan dan tipe dukungan informasi. Pada variabel dukungan sosial ini, keempat tipe dukungan sosial diukur kesemua subjek penelitian untuk melihat kecenderungan yang ada. Maka dengan itu, didalam penelitian ini akan meneliti ke empat tipe dukungan sosial yang diterima disetiap orang pada subjek

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 penelitian ini dan hasilnya akan dilihat secara keseluruhan subjek berdasarkan tipe dukungan sosial. Pada tipe dukungan sosial menurut Sarafino (2008), peneliti melakukan penjabaran mengenai pengertian pada masing-masing tipe dukungan sosial menjadi beberapa aspek. Hal tersebut dilakukan dengan pendekatan penyusunan deduktif (top down), dimana penyusunan disetir oleh teori (Widhiarso, 2010). Masing-masing tipe dukungan sosial dapat dikatakan tinggi apabila skor yang diperoleh dari pengukuran pada masing-masing tipe dukungan sosial tinggi. Sebaliknya, masing-masing tipe dukungan sosial dapat dikatakan rendah apabila skor yang diperoleh dari pengukuran pada masingmasing tipe dukungan sosial rendah. D. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Polres Klaten dipilih oleh peneliti dengan alasan bahwa instansi telah memberikan ijin atau kesempatan bagi peneliti untuk melakukan penelitian. Hal tersebut juga dilandaskan karena peneliti memiliki relasi dengan anggota-anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Selain itu, berdasarkan hasil wawancara premilinary menunjukkan bahwa anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten mengalami stres kerja

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 yang ditunjukan pada aspek psikologis, fisik dan perilaku yang disebabkan oleh dukungan sosial yang minim. Populasi adalah subjek penelitian secara keseluruhan (Arikunto, 2010) dan sampel adalah sebagian subjek penelitian yang mewakili populasi (Arikunto, 2010). Populasi dalam penelitian ini berjumlah 101 subjek. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sample of convenience yang termasuk dalam non-probability sampling. Nonprobability sampling yang dimaksud adalah bahwa tidak ada suatu jaminan seluruh anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi responden dalam suatu penelitian (Supratiknya, 2014). Selain itu, sample of convenience yang dimaksud adalah suatu kelompok subjek yang kebetulan dapat diakses (Supratiknya, 2014). Teknik tersebut dipilih dengan alasan bahwa peneliti mengalami kesulitan dalam menjangkau atau mengakses subjek. Hal tersebut dikarenakan Kasat Satsabhara tidak dapat mengumpulkan anggota secara serentak yang disebabkan banyak anggota yang sedang tugas diluar, cuti dan tidak masuk kerja dikarenakan sakit. Maka dengan itu, peneliti melakukan distribusi skala penelitian secara langsung kepada anggota Satsabhara yang secara kebetulan dapat ditemui pada saat sedang bertugas. Proses pengambilan data didampingi oleh salah satu anggota utusan Kepala Bagian Satsabhara Polres Klaten. Jumlah sampel yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 85 subjek.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 E. Metode dan Alat Pengambilan Data 1. Metode Pengambilan Data Metode pengambilan data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan mendistribusikan skala penelitian berupa kuesioner dalam bentuk hardcopy kepada subjek penelitian yaitu anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Jenis skala pada penelitian ini menggunakan skala penelitian psikologi yang dikembangkan dengan model skala likert. Isi item pernyataan dalam skala likert terdiri dari dua kategori yaitu unfavorabel dan favorabel (Supratiknya, 2014). Selain itu, dengan menggunakan skala likert, subjek atau responden akan menyatakan kesetujuan dan ketidaksetujuan pada beberapa pilihan respon seperti sangat setuju, setuju, tidak tahu, tidak setuju dan sangat tidak setuju (Supratiknya, 2014). Pada penelitian ini, skala terdiri dari dua bagian yaitu: skala dukungan sosial yang memuat tipetipe dukungan sosial pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten dan skala stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. 2. Alat Pengambilan Data a. Skala Dukungan Sosial pada Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten Skala ini disusun berdasarkan empat tipe dukungan sosial menurut Sarafino (2008). Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala yang disusun oleh peneliti sendiri berdasarkan empat tipe dukungan sosial menurut Sarafino (2008). Empat tipe

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 dukungan sosial tersebut adalah tipe dukungan emosional, tipe dukungan instrumental, tipe dukungan informasi dan tipe dukungan persahabatan. Berdasarkan dari definisi masing-masing tipe tersebut, peneliti melakukan eksplorasi definisi menjadi aspek yang kemudian dijabarkan kembali menjadi indikator. Selanjutnya, indikator disusun menjadi item favorable dan unfavorable dengan pilihan respon jawaban sangat setuju (ST), setuju (S), tidak setuju (TS) dan sangat tidak setuju (STS). Jumlah total item dukungan sosial sebanyak 48 item dengan jumlah item favorable 24 dan jumlah item unfavorable sebanyak 24. Pada skala penelitian ini, peneliti tidak memberikan pilihan jawaban tengah. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari kecenderungan Kecenderungan subjek dalam memilih memilih jawaban jawaban tengah tengah. menunjukkan ketidakpastian atau netralitas yang dapat berdampak pada penurunan validitas item pada skala (Supratiknya, 2014). Dalam pemberian skor atas jawaban responden pada skala dukungan sosial, maka peneliti memberikan penilaian atau skor pada skala tersebut dengan bentuk favorabel bergerak dari 4 (sangat setuju) sampai dengan 1 (sangat tidak setuju) dan unfavorable bergerak dari 1 (sangat setuju) sampai dengan 4 (sangat tidak setuju). Skor total yang diperoleh subjek menunjukkan tingkat dukungan sosial (berdasarkan tipe dukungan)

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 yang diterima oleh anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Jika semakin tinggi skor total yang diperoleh, maka semakin tinggi pula dukungan sosial (berdasarkan tipe dukungan) yang diterima anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Tabel 2 Distribusi Item Skala Uji Coba Dukungan Sosial. N o 1. 2. 3. Tipe Aspek F UF Dukungan Instrumental Diberi atau dipinjamkan uang Dibantu meringankan tugas Empati Peduli Perhatian Penghargaan positif Dorongan 4, 18, 36 15, 22, 26 1 28 46 29 9, 17, 40 25, 37, 47 42 7 21 13 41, 45 6, 23, 34 16, 39, 48 27, 32 2, 44 3 30 24 12, 19 10, 14, 24 5, 33, 43 20, 38 11, 31 8 35 24 Dukungan Emosional Dukungan Persahabatan Menghabiskan Waktu bersama Rasa keanggotaan 4. Dukungan Informasi Petunjuk Nasehat Umpan balik Saran Jumlah Total Jumlah Item % 6 12,5 6 12,5 2 2 2 2 4,16 4,16 4,16 4,16 4 8,33 6 12,5 6 12,5 4 8,33 4 8,33 2 2 48 4,16 4,16 100

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 b. Skala Stres Kerja pada Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Skala ini disusun berdasarkan tiga aspek stres kerja menurut robbins & judge (2008). Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala yang disusun oleh peneliti sendiri berdasarkan tiga aspek stres kerja menurut Robbins dan Judge (2008). Ketiga aspek stres kerja tersebut adalah aspek fisik, aspek psikologis dan aspek perilaku. Berdasarkan dari aspek-aspek stres kerja tersebut, peneliti melakukan penjabaran menjadi indikator. Selanjutnya, indikator disusun menjadi item favorable dan unfavorable dengan pilihan respon jawaban sangat setuju (ST), setuju (S), tidak setuju (TS) dan sangat tidak setuju (STS). Jumlah total item stres kerja sebanyak 54 item dengan jumlah item favorable sebanyak 27 item dan unfavorable sebanyak 27 item. Pada skala penelitian ini, peneliti juga tidak memberikan pilihan jawaban tengah. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari kecenderungan subjek dalam memilih jawaban tengah. Kecenderungan memilih jawaban tengah menunjukkan ketidakpastian atau netralitas yang dapat berdampak pada penurunan validitas item pada skala (Supratiknya, 2014). Dalam pemberian skor atas jawaban responden pada skala stres kerja, maka peneliti memberikan penilaian pada skala tersebut dengan bentuk favorabel bergerak dari 4 (sangat setuju) sampai

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 dengan 1 (sangat tidak setuju) dan unfavorable bergerak dari 1 (sangat setuju) sampai dengan 4 (sangat tidak setuju). Skor total yang diperoleh subjek menunjukkan tingkat stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Jika semakin tinggi skor total yang diperoleh, maka semakin tinggi pula stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Tabel 3 Distribusi Item Skala Uji Coba Stres Kerja. Aspek Fisik Psikologis Perilaku Jumlah Total Favorable Item 18 βˆ‘ Bobot 33,34% 18 33,34% 18 33,34% 54 100% Unfavorable 7,9,12,25,36,38 1,11,19,21,26, ,41,45,49 34,40,43,52 16,17,24,27,30, 2,6,10,15,18,23 31,33,42,50 ,46,48,54 3,13,14,20,22, 4,5,8,28,32,37, 29,35,39,51 44,47,53 27 27 F. Validitas, Seleksi Item dan Reliabilitas 1. Validitas Validitas adalah suatu kualitas yang menujukkan sejauh mana suatu tes dapat sungguh-sungguh mengukur atribut psikologis yang hendak diukur (Supratiknya, 2014). Validitas pada penelitian ini menggunakan uji validitas isi. Menurut Siregar (2013), Validitas isi ini digunakan untuk melihat kemampuan suatu alat ukur apakah dapat mengukur konsep yang seharusnya diukur.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 Jenis validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah content experts dan measurement experts (Davis dalam Supratiknya 2016). Content experts adalah penilai yang memiliki keahlian dalam bidang topik atau konstruk yang diteliti dan measurement experts adalah penilai yang memiliki keahlian dalam bidang penyusunan alat ukur psikologis (Davis dalam Supratiknya 2016). Content experts yang dipilih dalam penelitian ini adalah dua dosen aktif di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan enam mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Measurement experts dalam penelitian ini adalah dosen pembimbing skripsi peneliti. Validasi pada content experts, dosen dan mahasiswa yang dipilih memberikan penilaian pada masing-masing item skala stres kerja dan dukungan sosial. Penilaian skala dinilai dengan nila satu (tidak relevan) sampai dengan 4 (relevan). Selanjutnya, penilaian dibagi menjadi dua kategori baru yaitu relevan dan tidak relevan. Item yang memperoleh skor 1 dan 2 diberikan skor nol (0, tidak relevan) dan skor 3 dan 4 diberi skor satu (1, relevan) untuk keenam penilai mahasiswa. Sedangkan item yang memperoleh skor 1 dan 2 akan diberikan skor nol (0, tidak relevan) dan skor 3 dan 4 diberi skor 2 (2, relevan) untuk kedua dosen aktif. Kemudian peneliti menghitung IV-I pada masing-masing item skala stres kerja dan dukungan sosial dengan menjumlahkan skor

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 3 dan 4 yang diberikan penilai. Selanjutnya, hasil penjumlahan skor 3 dan 4 dibagi dengan jumlah keseluruhan penilai dengan bobot mahasiswa dihitung satu dan dosen aktif dihitung dengan bobot dua. Item dapat dikatakan relevan jika memiliki hasil akhir lebih dari 0,78 (Supratiknya, 2016). Dalam uji validitas isi (IV-I), skala dukungan sosial yang disusun berdasarkan tipe dukungan sosial Sarafino (2008) menunjukkan hasil IV-I yang bergerak dari 0,8 sampai dengan 1. Selanjutnya, pada skala stres kerja yang disusun berdasarkan aspek stres kerja Robbins & Judge (2008) menunjukkan hasil IV-I yang bergerak dari 0,8 sampai dengan 1. Berdasarkan hasil IV-I pada kedua skala tersebut maka dapat disimpulkan bahwa item dalam skala dukungan sosial dan stres kerja tergolong relevan secara keseluruhan. Supratiknya (2016) menjelaskan pula mengenai IVI-S atau indeks validitas isi skala. IVI-S adalah proporsi item yang memperoleh hasil nilai agak relevan (3) dan sangat relevan (4) dari para penilai. Sebuah skala dapat dikatakan baik jika memiliki IVI-S minimal 0,90. Pada skala dukungan sosial dalam penelitian ini diperoleh hasil IVI-S sebesar 0,9229 dan skala stres kerja dalam penelitian ini diperoleh hasil IVI-S sebesar 0,9111. Hal tersebut dapat diartikan bahwa skala yang disusun oleh peneliti memiliki IVI-S yang baik.

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 2. Seleksi Item Penelitian ini dilakukan satu kali dengan menggunakan try out terpakai atau uji coba terpakai yang merujuk pada Sutrisno Hadi (2005). Uji coba atau try out terpakai adalah uji coba yang hasilnya sekaligus dipakai atau digunakan sebagai data penelitian yang akan dianalisis (Hadi.S, 2005). Uji coba terpakai ini dipilih dengan alasan untuk mempersingkat waktu dikarenakan sulitnya subjek untuk ditemui serta atas perintah peraturan instansi yang hanya memperbolehkan sekali pengambila data. Seleksi item dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program SPSS For Windows versi 23. Parameter yang digunakan dalam seleksi item adalah daya diskriminasi item. Daya diskriminasi item adalah sejauh manakah suatu item dapat membedakan individu yang memiliki atribut yang diukur dan tidak memiliki atribut yang diukur (Azwar, 2018). Daya diskriminasi item diuji dengan komputasi koefisien korelasi antara distribusi skor item dengan distribusi skor skala (Azwar, 2018). Hasil dari komputasi tersebut adalah koefisien korelasi item total (π‘Ÿπ‘–π‘₯ ) yang dikenal dengan sebutan parameter daya beda item (Azwar, 2018). Hasil dari koefisien korelasi item total berada pada rentang 0 hingga 1,00 dengan tanda positif dan negatif (Azwar, 2018). Besaran daya diskriminasi item yang baik jika koefisien korelasi item total mendekati 1,00 (Azwar, 2018). Jika koefisien korelasi item total

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 mendekati 0 atau memiliki tanda negatif maka dapat diartikan bahwa daya diskriminasi item tidak baik (Azwar, 2018). Kriteria dalam pemilihan item didasarkan pada hasil koefisien korelasi item total dengan batasan π‘Ÿπ‘–π‘₯ sama atau lebih dari 0,30 (Azwar, 2018). Item yang memiliki hasil koefisien korelasi item total minimal 0,30 diartikan bahwa daya pembedanya dianggap memuaskan (Azwar, 2018). Item yang memiliki hasil koefisien korelasi item total atau π‘Ÿπ‘–π‘₯ kurang dari 0,30 dapat diartikan bahwa item tersebut memiliki daya diskriminasi yang rendah atau kurang baik (Azwar, 2018). Uji coba sekaligus pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 1 Agustus 2018 sampai dengan 9 Agustus 2018. Uji coba sekaligus pengambilan data ini dilakukan dengan memberikan berkas skala secara langsung kepada anggota Satsabhara. Uji coba tidak dilaksanakan secara klasikal atau bersama-sama dikarenakan pihak instansi tidak dapat atau kesulitan dalam menentukan waktu bagi anggotanya untuk berkumpul bersama. Setelah peneliti menerima kembali berkas skala uji coba yang sekaligus sebagai data yang akan digunakan dalam analisis data. Kemudian peneliti melakukan seleksi item guna menentukan item yang baik dan kurang baik. Item yang baik akan digunakan sedangkan yang kurang baik akan digugurkan.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 a. Skala Dukungan Sosial Pada skala dukungan sosial terdapat 48 item pernyataan yang memuat empat tipe dukungan sosial. Kemudian, item-item dalam skala dukungan sosial yang memuat tipe-tipe dukungan sosial diseleksi dengan melihat hasil nilai π‘Ÿπ‘–π‘₯ . Tipe dukungan instrumental terdiri dari 12 item pernyataan dengan perolehan nilai π‘Ÿπ‘–π‘₯ sama atau lebih dari 0,30 sebanyak 10 item dan perolehan nilai π‘Ÿπ‘–π‘₯ dibawah 0,30 sebanyak 2 item. Item dengan hasil nilai koefisien korelasi item total diatas 0,30 akan dipakai dan dibawah 0,30 atau bertanda negatif akan digugurkan. Tipe dukungan emosional terdiri dari 12 item pernyataan dengan perolehan nilai π‘Ÿπ‘–π‘₯ sama atau lebih dari 0,30 sebanyak 12 item dan perolehan nilai π‘Ÿπ‘–π‘₯ dibawah 0,30 tidak ada. Pada tipe dukungan emosional peneliti melakukan penggguguran 2 item guna menyeimbangkan jumlah item per tipe, sehingga jumlah item tipe dukungan emosional menjadi 10 item. Tipe dukungan persahabatan terdiri dari 12 item pernyataan dengan perolehan nilai π‘Ÿπ‘–π‘₯ sama atau lebih dari 0,30 sebanyak 10 item dan perolehan nilai π‘Ÿπ‘–π‘₯ dibawah 0,30 sebanyak 2 item. Item dengan hasil nilai koefisien korelasi item total diatas 0,30 akan dipakai dan dibawah 0,30 atau bertanda negatif akan digugurkan. Tipe dukungan informasi terdiri dari 12 item pernyataan dengan perolehan nilai π‘Ÿπ‘–π‘₯ sama atau lebih dari 0,30 sebanyak 10

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 item dan perolehan nilai π‘Ÿπ‘–π‘₯ dibawah 0,30 sebanyak 2 item. Item dengan hasil nilai koefisien korelasi item total diatas 0,30 akan dipakai dan dibawah 0,30 atau bertanda negatif akan digugurkan. Distribusi item dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 4 Distribusi Item Skala Dukungan Sosial Setelah Diseleksi. No Tipe Aspek F UF 1. Dukungan Instrumental Diberi atau dipinjamkan uang 4, 18, 36 15, 22, 26 1 28 46 29 9, 17, 40 25, 37, 47 5 12,5 5 12,5 42 7 21 13 2 2 2 2 5 5 5 5 (41), 45 6, 23, 34 16, 39, 48 27, 32 2, 44 3 30 23 (12), 19 10, 14, 24 5, 33, 43 20, 38 11, 31 8 35 17 2 5 5 12,5 5 12,5 3 7,5 3 7,5 2 2 40 5 5 100 2. 3. 4. Dukungan Emosional Dukungan Persahabatan Dukungan Informasi Dibantu meringankan tugas Empati Peduli Perhatian Penghargaan positif Dorongan Menghabiskan Waktu bersama Rasa keanggotaan Petunjuk Nasehat Umpan balik Saran Jumlah Total Jumlah Ite % m Keterangan: Bold : Item gugur dikarenakan memiliki hasil π‘Ÿπ‘–π‘₯ kurang dari 0,3. (Bold): Digugurkan untuk menyeimbangkan item per tipe.

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 b. Skala Stres Kerja Pada skala stres kerja terdapat 54 item pernyataan. Dalam skala stres kerja terdiri dari tiga aspek dan masing-masing aspek terdiri dari 18 item. Kemudian, Item-item dalam skala stres kerja diseleksi dengan melihat hasil π‘Ÿπ‘–π‘₯ . Dalam pengujian skala stres kerja menghasilkan 36 item yang memiliki nilai π‘Ÿπ‘–π‘₯ sama atau lebih dari 0,30 dan 18 item memiliki nilai π‘Ÿπ‘–π‘₯ kurang dari 0,30. Distribusi item dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 5 Distribusi Item Skala Stres Kerja Setelah Diseleksi Aspek Fisik Psikologis Perilaku Jumlah Total Favorable 7,9,12,25,36, 38,41,45,49 16,17,24,27,30 ,31,33,42,50 3,13,14,20,22, 29,35,39,51 27 Item 12 βˆ‘ Bobot% 33,34% 12 33,34% 12 33,34% 36 100% Unfavorable 1,11,19,21, 26, 34, 40,43 ,52 2,6,10,15,18, 23,46,48,54 4,5,8,28,32, 37,44,47,53 9 Keterangan: Bold: Item gugur dikarenakan memiliki hasil π‘Ÿπ‘–π‘₯ kurang dari 0,3. 3. Reliabilitas Reliabilitas bertujuan guna mengetahui konsistensi hasil pengukuran jika dilakukan satu atau dua kali pada gejala yang sama dan dengan alat pengukuran yang sama pula (Siregar, 2013). Pada dasarnya reliabilitas mengacu pada konsistensi dari hasil ukur yang mengandung kecermatan pengukuran (Azwar, 2018). Reliabilitas dapat

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 dinyatakan dengan koefisien reliabilitas yang dilambangkan dengan (π‘Ÿπ‘₯π‘₯ ) (Azwar, 2018). Hasil nilai dari koefisien reliabilitas bergerak dari 0,0 sampai dengan 1,00 (Azwar, 2018). Semakin tinggi nilai π‘Ÿπ‘₯π‘₯ dengan mendekati 1,00 maka dapat dikatakan pengukuran semakin reliabel (Azwar, 2018). Sebaliknya, jika semakin rendah nilai π‘Ÿπ‘₯π‘₯ dengan mendekati 0,0 maka pengukuran semakin tidak reliabel (Azwar, 2018). Pada penelitian ini meggunakan teknik analisis Alpha Cronbach melalui program SPSS For Windows versi 23. Hasil nilai reliabilitas dapat dikatakan baik jika koefisien reliabilitasnya (π‘Ÿπ‘₯π‘₯ ) lebih dari 0,6 (Siregar, 2013). Hasil nilai reliabilitas pada skala stres kerja sebelum digugurkan adalah 0,930. Setelah peneliti melakukan pengguguran item pada skala stres kerja, hasil nilai reliabilitasnya adalah 0,941. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat dikatakan bahwa skala stres kerja yang disusun oleh peneliti ini reliabel dan memadai untuk digunakan. Hasil nilai reliabilitas pada skala dukungan sosial sebelum digugurkan pada tipe dukungan instrumental adalah 0,760, tipe dukungan emosional adalah 0,819, tipe dukungan persahabatan adalah 0,827 dan tipe dukungan informasi adalah 0,775. Setelah peneliti melakukan pengguguran item pada skala dukungan sosial yang memuat tipe-tipe dukungan, hasil nilai reliabilitas pada tipe dukungan

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 instrumental adalah 0,785, tipe dukungan emosional adalah 0,803, tipe dukungan persahabatan adalah 0,855 dan tipe dukungan informasi adalah 0,800. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat dikatakan bahwa skala dukungan sosial yang memuat tipe dukungan instrumental, tipe dukungan emosional, tipe dukungan persahabatan dan tipe dukungan informasi yang disusun oleh peneliti ini reliabel dan memadai untuk digunakan. G. Metode Analisis Data 1. Uji Asumsi Uji asumsi dilakukan dengan tujuan guna mengetahui linearitas, varian atau pola dari suatu data (Siregar, 2013). Seperti halnya guna mengetahui apakah data pada penelitian berdistribusi normal atau tidak, untuk mengetahui apakah data memiliki varian yang sama atau tidak dan digunakan untuk menguji kelinearitasan data (Siregar, 2013). Pada penelitian ini, uji asumsi yang digunakan adalah uji normalitas dan uji linearitas. a. Uji Normalitas Pada penelitian ini dilakukan uji normalitas untuk mengetahui apakah persebaran data berdistribusi normal atau tidak (Siregar, 2013). Uji normalitas dilakukan dengan teknik analisis Kolmogorov-Smirnov pada program SPSS For Windows versi 23. Kolmogorov-Smirnov dipilih dikarenakan sampel dalam penelitian

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 ini lebih dari 50. Jika sampel kurang dari 50, maka uji normalitas yang dapat digunakan adalah Saphiro-Wilk (Mayers, 2013). Hasil data pengujian normalitas dapat dikatakan normal jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 (p)>0,05 (Santoso, 2010). Jika uji normalitas menunjukkan hasil distribusi normal maka pengujian dapat menggunakan uji statistik parametrik (Siregar, 2013). Sedangkan jika uji normalitas menunjukkan hasil distribusi yang tidak normal maka pengujian dapat menggunakan uji statistik nonparametrik (Siregar, 2013). b. Uji Linieritas Pada bagian ini, uji linieritas dilakukan untuk mengetahui bahwa hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen memiliki hubungan yang linier (Siregar, 2013). Pada penelitian ini, uji linieritas dilakukan pada variabel dukungan sosial yang memuat tipe dukungan instrumental, tipe dukungan emosional, tipe dukungan persahabatan dan tipe dukungan informasi dengan variabel stres kerja. Pada penelitian ini, uji linieritas dilakukan dengan menggunakan Compare Means (Test for Linearity) pada SPSS 23 For Windows. Hasil lineritas dapat dikatakan linier jika nilai sig pada linearity lebih kecil dari 0,05 (p)<0,05. (Priyatno, 2012).

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 2. Uji Hipotesis Pada uji hipotesis akan dilakukan dengan menggunakan statistik parametrik (Pearson’s Product Moment) jika data hasil uji normalitas normal (Mayers, 2013). Jika data hasil uji normalitas tidak normal, maka uji hipotesis pada penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan uji statistik non-parametrik (Spearman’s Rho) dikarenakan teknik ini tidak menggunakan syarat normalitas data (Mayers, 2013). Jika hasil nilai sig (p) >0,05 maka hipotesis nol diterima dan dapat diartikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut. Apabila hasil nilai sig (p)<0,05 maka hipotesis nol ditolak dan dapat diartikam bahwa ada hubungan signifikan antara kedua variabel tersebut (Priyatno, 2012). Pada uji hipotesis penelitian ini juga akan melihat kekuatan hubungan antar variabel yang ditunjukkan dengan perolehan hasil koefisien korelasi. Koefisien korelasi adalah hasil nilai yang menyatakan kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih (siregar, 2013). Selain itu, hasil dari koefisien korelasi juga dapat menentukan arah hubungan antar kedua variabel penelitian (Siregar, 2013). Hasil nilai koefisien korelasi berada dalam rentang -1 sampai dengan 1 dan dinyatakan dengan bentuk positif dan negatif (Siregar, 2013). Berikut tabel nilai korelasi dan tingkat hubungan menurut Siregar (2013):

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Tabel 6 Nilai Korelasi dan Tingkat Hubungan Nilai Korelasi 0,00-0,199 0,20-0,399 0,40-0,599 0,60-0,799 0,80-0,100 Tingkat hubungan Sangat Lemah Lemah Cukup Kuat Sangat Kuat Berikut penjelasan megenai ho dan ha pada penelitian ini: Ho1: Tidak ada hubungan negatif dan signifikan antara dukungan sosial tipe dukungan instrumental dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Ha1: Ada hubungan negatif dan signifikan antara dukungan sosial tipe dukungan instrumental dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Ho2: Tidak Ada hubungan negatif dan signifikan antara dukungan sosial tipe dukungan emosional dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Ha2: Ada hubungan negatif dan signifikan antara dukungan sosial tipe dukungan emosional dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Ho3: Tidak ada hubungan negatif dan signifikan antara dukungan sosial tipe dukungan persahabatan dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten.

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Ha3: Ada hubungan negatif dan signifikan antara dukungan sosial tipe dukungan persahabatan dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Ho4: Tidak ada hubungan negatif dan signifikan antara dukungan sosial tipe dukungan informasi dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Ha4: Ada hubungan negatif dan signifikan antara dukungan sosial tipe dukungan informasi dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten.

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Penelitian/ pengambilan data dalam penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 Agustus 2018 sampai dengan 9 Agustus 2018. Sebelum melaksanakan pengambilan data, pada tanggal 9 Juli 2018 peneliti terlebih dahulu mengajukan permohonan perijinan pada bagian SIUM (bagian penerima perijinan tingkat Polres) yang dilampiri surat pengantar dari Fakultas. Setelah permohonan ijin diserahkan dan disetujui oleh Kapolres Klaten, peneliti diarahkan untuk berkoordinasi sendiri dengan Kepala Bagian Satsabhara Polres Klaten guna pengambilan data penelitian. Proses pelaksanaan pengambilan data pada penelitian ini tidak dapat dilaksanakan secara klasikal dikarenakan pihak instansi kesulitan dalam menentukan waktu untuk mengumpulkan anggotanya. Hal tersebut dikarenakan pada saat itu anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten sedang melakukan bantuan tambahan personel dibeberapa Polsek wilayah Polres Klaten. Selain itu, ada beberapa anggota yang sedang mengambil cuti dan tidak masuk kerja dikarenakan sakit. Pada penelitian ini, peneliti secara langsung terjun untuk membagikan berkas skala kepada anggota Satsabhara yang didampingi 59

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 oleh salah satu anggota utusan dari Kepala Bagian Satsabhara. Pada saat itu, peneliti mengalami kendala atau kesulitan dalam menjangkau atau mengakses subjek penelitian. Hal tersebut dikarenakan peneliti harus mendatangi beberapa Polsek dimana anggota Satsabhara Polisi sedang ditugaskan. Maka dengan itu, pada penelitian ini menerapkan teknik sample of convience dalam menentukan sampel. Hal tersebut dipilih dengan alasan bahwa subjek penelitian secara kebetulan dapat dijangkau oleh peneliti. Jumlah populasi subjek dalam penelitian ini sebanyak 101 subjek, akan tetapi peneliti hanya dapat menjangkau atau mengakses 85 subjek untuk mengisikan skala penelitian. Maka dengan itu, sampel yang dapat digunakan dalam penelitian ini sebanyak 85 subjek anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Pada saat itu anggota Satsabhara yang dapat dijangkau di Polres Klaten pada tangga 1 sampai dengan 3 Agustus 2018 sebanyak 47 subjek, di Polsek Prambanan pada taggal 6 dan 7 Agustus 2018 sebanyak 24 Subjek dan di Polsek Karangnongko pada tanggal 9 Agustus 2018 sebanyak 14 subjek.

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 B. Deskripsi Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah anggota Satsabhara Polisi yang ditugaskan di Polres Klaten. Pengambilan data dilakukan di Polres Klaten, Polsek Prambanan dan Polsek Karangnongko. Berikut deskripsi subjek penelitian: Tabel 7 Hasil Deskriptif Data Identitas Subjek Penelitian Jenis Kelamin Umur Status Perkawinan Suku Pangkat Range Gaji Lama Bekerja Kriteria Laki-laki Perempuan 18-30 31-40 41-50 51-58 Sudah Menikah Belum menikah Jawa Selain Jawa BRIPDA BRIPTU BRIGPOL BRIPKA AIPDA AIPTU IPDA IPTU AKP 1 juta-2,5 juta 2,5 juta-5 juta 5 juta-7,5 juta 7,5juta-10 juta 10 juta keatas 1-10 Tahun 11-20 Tahun 21-30 Tahun 31-40 Tahun Jumlah 83 2 38 29 11 7 56 29 85 0 27 10 15 12 4 13 3 0 1 3 68 14 0 0 38 29 12 6 Jumlah Total 85 85 85 85 85 85 85

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 C. Deskripsi Data Penelitian a. Teoritik, Empirik dan Uji One Sample T-test Pada penelitian ini, peneliti menggunakan analisis deskriptif guna membandingkan hasil mean teoritik dan mean empirik pada variabel dukungan sosial yang memuat tipe dukungan instrumental, tipe dukungan emosional, tipe dukungan informasi serta tipe dukungan persahabatan dan variabel stres kerja. Deskriptif data pada penelitian ini juga dilakukan untuk menggolongkan subjek kedalam kategori tinggi, sedang atau rendah berdasarkan hasil skor total. Selain itu, uji one sample T-test juga dilakukan guna mengetahui apakah suatu nilai tertentu sungguh berbeda secara signifikan atau tidak dengan rata-rata suatu sampel (Kesumawati, Retta dan Sari, 2017). Berikut hasil perolehan analisis data: Tabel 8 Hasil Analisis Deskriptif Data Penelitian Data Teoritik Variabel Me an Skor Min Duksos Tipe Instrumental Duksos Tipe Emosional Duksos Tipe Persahabatan Duksos Tipe Informasi Stres Kerja Data Empirik SD Me an Max 25 10 40 5 25 10 40 5 25 10 40 5 25 10 40 5 90 36 144 18 27, 01 27, 96 27, 58 27, 76 85, 67 Skor Min Max 18 36 16 40 16 40 19 37 45 116 SD 4,41 2 4,31 9 4,77 9 4,32 2 15,3 10 One Samp le Ttest Sig. 0,000 0,000 0,000 0,000 0,011

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Hasil analisi deskriptif menunjukkan bahwa variabel dukungan sosial yang memuat tipe dukungan instrumental (Mean teoritik: 25 < Mean empirik: 27,01), tipe dukungan emosional (Mean teoritik: 25 < Mean empirik: 27,96), tipe dukungan persahabatan (Mean teoritik: 25 < Mean empirik: 27,58) dan tipe dukungan informasi (Mean teoritik: 25 < Mean empirik: 27,76) memiliki hasil mean empiris lebih besar daripada mean teoritik. Hal tersebut dapat diartikan bahwa subjek dalam penelitian ini memiliki dukungan sosial tipe dukungan instrumental, tipe dukungan emosional, tipe dukungan persahabatan dan tipe dukungan informasi yang tinggi. Berdasarkan hasil uji beda one sample t-test pada variabel dukungan sosial didapatkan hasil nilai signifikansi sebesar (p): 0,000 pada tipe dukungan instrumental, (p): 0,000 pada tipe dukungan emosional, (p): 0,000 pada tipe dukungan persahabatan dan (p): 0,000 pada tipe dukungan informasi. Secara keseluruhan dukungan sosial yang memuat tipe dukungan intrumental, tipe dukungan emosional, tipe dukungan persahabatan dan tipe dukungan informasi memiliki nilai signifikansi dalam uji beda one sample t-test lebih kecil dari 0,05. Hal tersebut dapat diketahui bahwa mean teoritik dan mean empiris memiliki perbedaan yang signifikan. Selanjutnya, Hasil analisi deskriptif menunjukkan bahwa variabel stres kerja (Mean teoritik: 90 < Mean empirik: 85,67) memiliki hasil mean empiris lebih kecil daripada mean teoritik. Hal

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 tersebut dapat diindikasikan bahwa subjek dalam penelitian ini memiliki stres kerja yang rendah. Berdasarkan hasil uji beda one sample t-test pada variabel stres kerja menunjukkan perolehan nilai signifikansi sebesar (p): 0,011. Hal tersebut dapat diartikan bahwa variabel stres kerja memiliki nilai signifikansi dalam uji beda one sample t-test lebih kecil dari 0,050. Hal tersebut dapat diketahui bahwa mean teoritik dan mean empiris memiliki perbedaan yang signifikan. b. Kategori Variabel Dukungan Sosial yang Memuat Tipe Dukungan Sosial dan Variabel Stres Kerja Kategori dalam variabel dukungan sosial ini memuat tipe dukungan instrumental, tipe dukungan emosional, tipe dukungan persahabatan serta tipe dukungan informasi dan variabel stres kerja. Dalam kategori ini peneliti mengelompokkan subjek kedalam kategori tinggi, sedang dan rendah. Norma kategori dilandaskan berdasarkan Azwar (2018) sebagai berikut: Tabel 9 Tabel Pedoman/Norma Kategori Pedoman/Norma Kategori X β‰₯ (Β΅+1Οƒ) Tinggi (Β΅-1Οƒ) ≀ X < (Β΅+1Οƒ) Sedang X < (Β΅-1Οƒ) Rendah Keterangan: X =Skor Subjek, Β΅ =Rerata , Οƒ =Deviasi Standar

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Pada penelitian ini, kategorisasi didasarkan pada mean teoritik dan standar deviasi teoritik. Hal tersebut dipilih dikarenakan penggunaan statistik teoritik alat ukur sebagai acuan (Widhiarso, 2017). Selain itu, statistik teoritik digunakan dikarenakan tinggi rendah skor yang diperoleh subjek tergantung pada rentang skor yang diperoleh pada sebuah alat ukur (Widhiarso, 2017). Tabel 10 Kategori Variabel Dukungan Sosial Tipe Instrumental. No. 1. 2. 3. Skor X β‰₯ 30 20≀ X < 30 X < 20 Total Kategori Tinggi Sedang Rendah Frekuensi 30 51 4 85 Berdasarkan hasil kategorisasi variabel dukungan sosial tipe instrumental didapatkan 30 subjek berada pada kategori tinggi, 51 subjek pada kategori sedang dan 4 subjek berada pada kategori rendah. Tabel 11 Kategori Variabel Dukungan Sosial Tipe Emosional. No. 1. 2. 3. Skor X β‰₯ 30 20≀ X < 30 X < 20 Total Kategori Tinggi Sedang Rendah Frekuensi 33 51 1 85 Berdasarkan hasil kategorisasi variabel dukungan sosial tipe emosional didapatkan 33 subjek berada pada kategori tinggi, 51

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 subjek pada kategori sedang dan 1 subjek berada pada kategori rendah. Tabel 12 Kategori Variabel Dukungan Sosial Tipe Persahabatan. No. 1. 2. 3. Skor X β‰₯ 30 20 ≀ X < 30 X < 20 Total Kategori Tinggi Sedang Rendah Frekuensi 32 50 3 85 Berdasarkan hasil kategorisasi variabel dukungan sosial tipe persahabatan didapatkan 32 subjek berada pada kategori tinggi, 50 subjek pada kategori sedang dan 3 subjek berada pada kategori rendah. Tabel 13 Kategori Variabel Dukungan Sosial Tipe Informasi. No. 1. 2. 3. Skor X β‰₯ 30 20 ≀ X < 30 X < 20 Total Kategori Tinggi Sedang Rendah Frekuensi 34 50 1 85 Berdasarkan hasil kategorisasi variabel dukungan sosial tipe informasi didapatkan 34 subjek berada pada kategori tinggi, 50 subjek pada kategori sedang dan 1 subjek berada pada kategori rendah. Tabel 14 Kategori Variabel Stres Kerja. No. 1. 2. 3. Skor X β‰₯ 108 72 ≀ X < 108 X < 72 Total Kategori Tinggi Sedang Rendah Frekuensi 4 63 18 85

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 Berdasarkan hasil kategorisasi variabel stres kerja didapatkan 4 subjek berada pada kategori tinggi, 63 subjek pada kategori sedang dan 18 subjek berada pada kategori rendah. D. Hasil Analisis Data 1. Uji Asumsi a. Uji Normalitas Pada bagian ini, uji normalitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah persebaran data pada penelitian ini berdistribusi normal atau tidak (Siregar, 2013). Selanjutnya, uji normalitas ini dilakukan dengan tujuan guna menentukan cara pengujian data pada uji hipotesis. Uji normalitas dilakukan dengan teknik analisis Kolmogorov-Smirnov pada program SPSS For Windows versi 23. Apabila hasil uji normalitas menunjukkan hasil distribusi data normal maka pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji statistik parametrik (Siregar, 2013). Sedangkan jika uji normalitas menunjukkan hasil distribusi data yang tidak normal maka pengujian hipotesis dapat dilakukan dengan menggunakan uji statistik nonparametrik (Siregar, 2013). Hasil data pengujian normalitas dapat dikatakan normal jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 (p)>0,05 (Santoso, 2010).

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Tabel 15 Uji Normalitas Dukungan Sosial (Berdasarkan Tipe) dan Stres Kerja. Variabel Duksos Tipe Instrumental Duksos Tipe Emosional Duksos Tipe Persahabatan Duksos Tipe Informasi Stres_Kerja Kolmogorov Smirnov Statistik Df Sig. ,098 85 ,024 Keterangan Distribusi Data Tidak Normal ,083 85 ,200 Normal ,129 85 ,001 Tidak Normal ,139 85 ,000 Tidak Normal ,131 85 ,001 Tidak normal Berdasarkan hasil uji normalitas pada variabel dukungan sosial, tipe dukungan instrumental menunjukkan nilai signifikansi (p): 0,024, tipe dukungan persahabatan menunjukkan nilai signifikansi (p): 0,001 dan tipe dukungan informasi menunjukkan nilai signifikansi (p): 0,000. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel dukungan sosial yang memuat tipe dukungan instrumental, tipe dukungan persahabatan dan tipe dukungan informasi memiliki hasil nilai signifikansi (p) lebih kecil dari 0,05 yang artinya distribusi data tidak normal. Berbeda dengan hasil uji normalitas pada variabel dukungan sosial tipe dukungan emosional yang memperoleh hasil nilai signifikansi (p): 0.200. Dukungan sosial pada tipe dukungan emosional menunjukkan nilai signifikansi (p) lebih besar dari 0,05 yang dapat diartikan bahwa distribusi data normal.

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Selain itu, pada variabel stres kerja menunjukkan hasil nilai signifikansi dalam uji normalitas (p): 0,001 lebih kecil dari 0,05. Hal tersebut dapat diartikan bahwa uji normalitas variabel stres kerja menunjukkan distribusi data tidak normal. Berdasarkan perolehan hasil uji normalitas menujukkan bahwa uji asumsi normalitas tidak terpenuhi. Maka dengan itu pada penelitian ini uji statistik yang akan digunakan adalah uji statistik hipotesis non parametrik. b. Uji Linearitas Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui bahwa hubungan antara variabel independen dengan variabel dependennya memiliki hubungan yang linear (Siregar, 2013). Pada penelitian ini, uji linearitas dilakukan dengan menggunakan Compare Means (Test for Linearity) pada SPSS 23 For Windows. Hasil uji linearitas terbukti jika nilai sig pada linearity lebih kecil dari 0,05 (p)<0,05 (Priyatno, 2012). Pada penelitian ini, uji lineritas dilakukan pada variabel dukungan sosial yang memuat tipe dukungan instrumental, tipe dukungan emosional, tipe dukungan persahabatan serta tipe dukungan informasi dengan variabel stres kerja.

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Tabel 16 Uji Linearitas Dukungan Sosial Tipe Dukungan Instrumental dan Stres Kerja. Stres Kerja * Duksos Tipe Instrumental (Combined) Linearity Defiation From Linearity Sig. 0,000 0,000 0,087 Keterangan Linear Berdasarkan hasil uji linearitas manunjukkan bahwa tipe dukungan instrumental dan stres kerja memiliki nilai signifikansi linearity sebesar (p)= 0,000 dibawah 0,05. Hal tersebut dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang linear antara tipe dukungan instrumental dan stres kerja. Tabel 17 Uji Linearitas Dukungan Sosial Tipe Dukungan Emosional dan Stres Kerja. Stres Kerja * Duksos Tipe Emosional (Combined) Linearity Defiation From Linearity Sig. 0,000 0,000 0,197 Keterangan Linear Berdasarkan hasil uji linearitas manunjukkan bahwa tipe dukungan emosional dan stres kerja memiliki nilai signifikansi linearity sebesar (p)= 0,000 dibawah 0,05. Hal tersebut dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang linear antara tipe dukungan emosional dan stres kerja.

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Tabel 18 Uji Linearitas Dukungan Sosial Tipe Dukungan Persahabatan dan Stres Kerja. Stres Kerja * Duksos Tipe Persahabatan (Combined) Linearity Defiation From Linearity Sig. 0,000 0,000 0,007 Keterangan Linear Berdasarkan hasil uji linearitas manunjukkan bahwa tipe dukungan persahabatan dan stres kerja memiliki nilai signifikansi linearity sebesar (p)= 0,000 dibawah 0,05. Hal tersebut dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang linear antara tipe dukungan persahabatan dan stres kerja. Tabel 19 Uji Linearitas Dukungan Sosial Tipe Dukungan Informasi dan Stres Kerja. Stres Kerja * Duksos Tipe Persahabatan (Combined) Linearity Defiation From Linearity Sig. 0,000 0,000 0,085 Keterangan Linear Berdasarkan hasil uji linearitas manunjukkan bahwa tipe dukungan informasi dan stres kerja memiliki nilai signifikansi linearity sebesar (p)= 0,000 dibawah 0,05. Hal tersebut dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang linear antara tipe dukungan informasi dan stres kerja.

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 2. Uji Hipotesis Berdasarkan hasil uji asumsi normalitas Kolmogorov-Smirnov, diperoleh hasil bahwa persebaran data pada variabel dukungan sosial yang memuat tipe dukungan instrumental, tipe dukungan persahabatan dan tipe dukungan informasi serta pada variabel stres kerja tidak normal. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil nilai signifikansi dalam uji normalitas sebesar (p= 0,042; 0,001; 0,000; 0,001)<0,05. Pada variabel dukungan sosial tipe dukungan emosional didapatkan hasil signifikansi pada uji normalitas sebesar 0,200 (p)>0,05 yang menunjukkan distribusi normal. Berdasarkan hasil uji normalitas tersebut, maka uji hipotesis yang dilakuakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan uji korelasi Spearman’ Rho yang tidak menggunakan syarat persebaran data yang normal. Hal tersebut dipilih dikarenakan jika dengan menggunakan uji korelasi pearson product moment persebaran data penelitian mensyaratkan distribusi yang normal. Berdasarkan hasil uji hipotesis, jika nilai sig (p) >0,05 maka hipotesis nol diterima dan dapat diartikan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara kedua variabel. Akan tetapi, jika nilai sig (p)<0,05 maka hipotesis nol ditolak dan dapat diartikam bahwa ada hubungan signifikan antara kedua variabel (Priyatno, 2012). Selain itu, hasil dari nilai koefisien korelasi berada dalam rentang -1 sampai dengan 1

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 (Siregar, 2013). Berikut tabel nilai korelasi dan tingkat hubungan menurut Siregar (2013): Tabel 20 Nilai Korelasi dan Tingkat Hubungan Nilai Korelasi 0,00-0,199 0,20-0,399 0,40-0,599 0,60-0,799 0,80-0,100 Tingkat Hubungan Sangat Lemah Lemah Cukup Kuat Sangat Kuat Berikut adalah hasil dari uji hipotesis hubungan pada variabel dukungan sosial yang memuat tipe dukungan instrumental, tipe dukungan emosional, tipe dukungan persahabatan dan tipe dukungan informasi dengan variabel stres kerja: Tabel 21 Uji Korelasional Dukungan Sosial Tipe Dukungan Instrumental dan Stres Kerja. Duksos Tipe Instrumental Spearman's Duksos Tipe rho Instrumental Stres_Kerja Correlation Coefficient Sig. (1-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (1-tailed) N Stres Kerja 1,000 -,719** . 85 ,000 85 -,719** 1,000 ,000 85 . 85

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Berdasarkan hasil analisis data uji korelasi diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,719 yang menunjukkan adanya hubungan negatif kuat. Selain itu, dari hasil analisis data juga menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang dapat diartikan bahwa ada hubungan signifikan antara variabel dukungan sosial tipe dukungan instrumental dan stres kerja. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Ho1 ditolak, sehingga ada hubungan negatif kuat dan signifikan antara dukungan sosial tipe dukungan instrumental dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Semakin tinggi dukungan sosial tipe dukungan instrumental, maka semakin rendah stres kerja yang dialami oleh anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Tabel 22 Uji Korelasional Dukungan Sosial Tipe Dukungan Emosional dan Stres Kerja. Duksos Tipe Emosional Stres Kerja Spearman's Duksos rho Tipe Emosional Correlation Coefficient Sig. (1-tailed) N Stres Kerja Correlation Coefficient Sig. (1-tailed) N 1,000 -,696** . 85 ,000 85 -,696** 1,000 ,000 85 . 85 Berdasarkan hasil analisis data uji korelasi diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,696 yang menunjukkan adanya

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 hubungan negatif kuat. Selain itu, dari hasil analisis data juga menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang dapat diartikan bahwa ada hubungan signifikan antara variabel dukungan sosial tipe dukungan emosional dan stres kerja. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Ho2 ditolak, sehingga ada hubungan negatif kuat dan signifikan antara dukungan sosial tipe dukungan emosional dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Semakin tinggi dukungan sosial tipe dukungan emosional, maka semakin rendah stres kerja yang dialami oleh anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Tabel 23 Uji Korelasional Dukungan Sosial Tipe Dukungan Persahabatan dan Stres Kerja. Duksos Tipe Persahabatan Stres Kerja Spearman Duksos Tipe Correlation 's rho Persahabatan Coefficient Sig. (1-tailed) N Stres Kerja Correlation Coefficient Sig. (1-tailed) N 1,000 -,736** . 85 ,000 85 -,736** 1,000 ,000 85 . 85 Berdasarkan hasil analisis data uji korelasi diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,736 yang menunjukkan adanya hubungan negatif kuat. Selain itu, dari hasil analisis data juga menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 dapat diartikan bahwa ada hubungan signifikan antara variabel dukungan sosial tipe dukungan persahabatan dan stres kerja. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Ho3 ditolak, sehingga ada hubungan negatif kuat dan signifikan antara dukungan sosial tipe dukungan persahabatan dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Semakin tinggi dukungan sosial tipe dukungan persahabatan, maka semakin rendah stres kerja yang dialami oleh anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Tabel 24 Uji Korelasional Dukungan Sosial Tipe Dukungan Informasi dan Stres Kerja. Duksos Tipe Informasi Spearman Duksos Correlation 's rho Tipe Coefficient Informasi Sig. (1-tailed) N Stres Correlation Kerja Coefficient Sig. (1-tailed) N Stres Kerja 1,000 -,718** . 85 ,000 85 -,718** 1,000 ,000 85 . 85 Berdasarkan hasil analisis data uji korelasi diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,718 yang menunjukkan adanya hubungan negatif kuat. Selain itu, dari hasil analisis data juga menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang dapat diartikan bahwa ada hubungan signifikan antara variabel dukungan sosial tipe dukungan informasi dan stres kerja. Berdasarkan

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Ho4 ditolak, sehingga ada hubungan negatif kuat dan signifikan antara dukungan sosial tipe dukungan informasi dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Semakin tinggi dukungan sosial tipe dukungan informasi, maka semakin rendah stres kerja yang dialami oleh anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. E. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel dukungan sosial yang memuat tipe dukungan instrumental, tipe dukungan emosional, tipe dukungan persahabatan serta tipe dukungan informasi dengan variabel stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan uji korelasi non-parametrik Spearman.s Rho dapat diketahui bahwa hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif kuat dan signifikan pada variabel dukungan sosial yang memuat tipe dukungan instrumental (koefisien korelasi: -0,719; p: 0,000), tipe dukungan emosional (koefisien korelasi: -0,696; p: 0,000), tipe dukungan persahabatan (koefisien korelasi: -0,736; p: 0,000) dan tipe dukungan informasi (koefisien korelasi: -0,718; p: 0,000) dengan variabel stres kerja. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Ho ditolak, sehingga dapat diartikan bahwa terdapat hubungan negatif kuat dan signifikan antara variabel dukungan sosial yang memuat tipe dukungan instrumental, emosional, persahabatan dan informasi dengan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten.

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Berdasarkan hasil tersebut maka dapat diartikan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang memuat tipe dukungan instrumental, emosional, persahabatan dan informasi pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten maka semakin rendah stres kerja yang dialami oleh anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Pada penelitian ini, juga dapat diketahui bahwa dukungan sosial yang memuat tipe dukungan instrumental, tipe dukungan emosional, tipe dukungan persahabatan dan tipe dukungan informasi yang diterima oleh subjek dalam penelitian ini tergolong tinggi. Hal tersebut dapat dibuktikan dari perolehan hasil mean empirik yang lebih besar daripada mean teoritik dengan nilai signifikansi perbedaan one sample t-test yang signifikan (p)<0,05. Dukungan sosial tipe dukungan instrumental memiliki nilai mean empirik: 27,01 dan mean teoritik: 25 dengan nilai signifikansi uji one sample T-test sebesar (p)= 0,000. Dukungan sosial tipe dukungan emosional memiliki nilai mean empirik: 27,96 dan mean teoritik: 25 dengan nilai signifikansi uji one sample T-test sebesar (p)= 0,000. Dukungan sosial tipe dukungan persahabatan memiliki nilai mean empirik: 27,58 dan mean teoritik: 25 dengan nilai signifikansi uji one sample T-test sebesar (p)= 0,000. Dukungan sosial tipe dukungan informasi memiliki nilai mean empirik: 27,76 dan mean teoritik: 25 dengan nilai signifikansi uji one sample T-test sebesar (p)= 0,000. Selain itu, pada variabel stres kerja dapat diketahui bahwa hasil uji deskriptif menunjukkan subjek dalam penelitian megalami stres kerja yang

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 rendah. Hal tersebut dapat dibuktikan dari perolehan hasil mean empirik yang lebih rendah dibanding mean teoritik dengan nilai signifikansi perbedaan one sample t-test yang signifikan (p)<0,05. Variabel stres kerja pada penelitian ini memiliki nilai mean empirik: 85,67 dan mean teoritik: 90 dengan nilai signifikansi uji one sample T-test sebesar (p)= 0,011. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial tipe dukungan instrumental berhubungan negatif kuat dengan stres kerja. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil perolehan bahwa dukungan sosial tipe dukungan instrumental dalam penelitian ini tinggi dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten tergolong rendah. Bentuk dukungan ini dapat berupa bantuan secara langsung dengan bentuk bantuan dalam meringankan tugas dan pemberian atau peminjaman uang kepada seseorang yang sedang mengalami stres (Sarafino, 2008). Bentuk dukungan berupa pinjaman atau pemberian uang dapat membantu anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten dalam meredakan stres yang dialami yang berkaitan dengan kebutuhan finansial. Hal tersebut sesuai yang disampaikan oleh Kepala Satsabhara Polisi di Polres Klaten dari hasil wawancara (9 April 2018) yang mengatakan bahwa dukungan berupa kenaikan gaji dari instansi dapat membantu menurunkan tingkat stres anggota dalam bekerja. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan intansi memberikan perhatian lebih pada kesejahteraan hidup anggota. Selain itu, bentuk dukungan langsung dari orang disekitar berupa bantuan meringankan tugas juga dapat meredakan stres kerja yang dialami oleh

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten ketika sedang dihadapkan pada suatu tugas yang berlebihan. Dari hasil perhitungan juga menunjukkan bahwa dukungan sosial tipe dukungan emosional dan informasi pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten berhubungan negatif kuat dan signifikan dengan stres kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial tipe dukungan emosional dan informasi pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten tergolong tinggi dan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten tergolong rendah. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Sarafino (2008) yang mengungkapkan bahwa dukungan sosial tipe dukungan emosional dan tipe dukungan informasi lebih sering terjadi dan tampak lebih melindungi dari dampak suatu stres. Tipe dukungan emosional dan tipe dukungan informasi pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten yang meningkat akan diikuti dengan stres kerja yang semakin rendah. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan bentuk tipe dukungan emosional tersebut dapat memberikan kenyamanan dan rasa memiliki pada saat seseorang mengalami stres (Sarafino, 2008). Berdasarkan hasil wawancara kepada kepala Satsabhara Polisi di Polres Klaten juga mengatakan bahwa dukungan berupa kepedulian antar rekan kerja dapat meredakan stres dalam bekerja yang dialami anggota (Wawancara 9 April 2018). Selain itu, hasil penelitian ini juga didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Handayani dan Noviati (2011, dalam Noviati 2015). Berdasarkan hasil penelitian Handayani dan Noviati (2011, dalam Noviati 2015) menemukan

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 bahwa tipe dukungan informasi dapat memberikan pengaruh cukup kuat dalam mencegah timbulnya stres kerja. Tipe dukungan informasi ini dapat berupa kesediaan orang lain dalam memberikan nasehat, petunjuk, saran atau umpan balik mengenai bagaimana orang yang membutuhkan dukungan sosial dapat menemukan jalan keluar dari suatu masalah (Sarafino, 2008). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat diketahui pula bahwa dukungan sosial tipe dukungan persahabatan memiliki hubungan negatif kuat dan signifikan dengan stres kerja. Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Shin & Lee (2016) dengan konteks petugas rumah sakit seperti suster, dokter dan ahli radiologi yang menunjukkan bahwa jaringan persahabatan dengan ikatan yang kuat memiliki efek positif pada rendahnya stres kerja yang dialami. Tipe dukungan persahabatan dalam penelitian ini tergolong tinggi dan stres kerja tergolong rendah pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan orang lain bersedia untuk menghabiskan waktu bersama dengan orang yang sedang membutuhkan dukungan, sehingga dapat memberikan perasaan keanggotaan dalam kelompok (Sarafino, 2008). Robbins & Judge (2008) juga meyatakan bahwa memperluas jaringan dukungan seperti teman atau rekan kerja dapat menjadi salah satu sarana untuk mengurangi stres kerja yang dialami.

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Berdasarkan hasil penelitian, tipe dukungan persahabatan paling berhubungan negatif kuat dan signifikan dengan stres kerja, diikuti tipe dukungan instrumental, informasi dan emosional. Secara keseluruhan, keempat tipe dukungan sosial ini berhubungan negatif kuat dan signifikan dengan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Maka dengan itu, dapat diartikan bahwa anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten sudah menerima dukungan sosial yang tinggi berdasarkan keempat tipe dukungan tersebut. Oleh karena itu pula, stres kerja yang dialami anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kesesuaian dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Novianti (2015) yang menyatakan bahwa dukungan sosial berhubungan negatif sangat kuat dengan stres kerja pada konteks perawat pegawai swasta dan ABK. Penelitian sebelumnya mengenai hubungan dukungan sosial dan stres kerja sudah pernah dilakukan. Akan tetapi, penelitian mengenai hubungan dukungan sosial berdasarkan tipe dukungan sosial dengan stres kerja jarang dilakukan. Maka dengan itu, hasil dari penelitian ini memiliki keunikan. Hasil dari penelitian ini dapat menunjukkan bahwa dukungan sosial berdasarkan tipe dukungan instrumental, emosional, persahabatan dan informasi berhubungan negatif kuat dan signifikan dengan stres kerja. Dukungan sosial memiliki pengaruh direct effect hypothesis, dimana dukungan sosial dapat diterima seseorang dengan kepemilikan tekanan (stres kerja) atau tidak memiliki tekanan (stres kerja) (Sarafino,

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 2008). Selain itu, dukungan sosial sangat diperlukan dalam mempertahankan diri dari efek negatif stres kerja yang tinggi sebagai buffering hypothesis (Sarafino, 2008). Dukungan sosial dapat berperan secara efektif ketika seseorang menghadapi tekanan atau stres kerja yang tinggi. Pada penelitian ini, peneliti merasa bahwa penelitian ini tidak sempurna dikarenakan masih terdapat kekurangan-kekurangan yang ada. Seperti dari hasil uji normalitas data dalam penelitian ini yang menunjukkan bahwa distribusi data tidak normal. Data yang tidak berdistribusi normal membuat hasil penelitian kurang dapat digeneralisasikan pada keseluruhan populasi anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Tidak normalnya data tersebut dapat terjadi dikarenakan subjek yang terlalu sedikit. Pada penelitian ini, awalnya peneliti ingin menggunakan keseluruhan subjek dalam populasi. Akan tetapi, peneliti memiliki kendala untuk menjangkau secara keseluruhan subjek. Maka dengan itu, peneliti hanya dapat menggunakan sebagian subjek dari populasi. Pada saat proses mengerjakan skala, peneliti mendampingi dan mengawasi subjek secara langsung. Akan tetapi, peneliti tidak dapat mendampingi dan mengawasi subjek secara keseluruhan. Hal tersebut tersebut terjadi dikarenakan dalam mengisi skala, subjek memilih tempat yang berbeda-beda dan yang dianggapnya nyaman. Tempat yang dipilih subjek seperti didalam truk, dimeja kerja, ditaman dan di pos keamanan.

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 Berdasarkan hasil pengawasan peneliti, subjek terlihat mengerjakan skala penelitian dengan tergesa-gesa dikarenakan waktu mengerjakan terlalu dekat dengan jadwal apel pagi. Selain itu, subjek juga terlihat memiliki antusias yang kurang dan tidak fokus dikarenakan proses mengerjakan dilakukan setelah subjek menyelesaikan tugas di Polsek Prambanan dan Polsek Karangnongko. Tergesa-gesa, antusias yang kurang dan tidak fokus dalam megerjakan skala penelitian dapat mempengaruhi hasil yang kurang maksimal serta tidak sesuai kondisi yang dialami subjek. Selain itu, peneliti juga menyadari bahwa dalam penelitian ini memiliki kekurangan dalam ketepatan item mengungkap stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten terutama pada aspek fisiologis. Item stres kerja yang disusun sendiri oleh peneliti yang mengacu pada teori stres kerja (Robbins dan Judge 2008) terutama aspek fisik kurang relevan jika diukur dengan menggunakan angket atau kuesioner. Aspek fisik akan lebih relevan/ valid dan reliabel jika diukur dengan menggunakan teknik pengukuran physiological measure (Eysenck, 2002). Pengukuran yang menggunakan alat bantu medis seperti tensi meter atau sphygmomanometer untuk mengukur tinggi rendahnya tekanan darah. Selain itu, seperti alat medis stetoskop yang relevan untuk mengukur intensitas detak jantung yang dialami seseorang. Alat tersebut dapat membantu untuk mengetahui kondisi seseorang terkait masalah stres didalam bekerja seseorang pada aspek fisik.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial yang berupa tipe dukungan instrumental (Koefisien korelasi: -0,719, p: 0,000), tipe dukungan emosional (Koefisien korelasi: -0,696 , p: 0,000), tipe dukungan persahabatan (Koefisien korelasi: -0,736, p: 0,000) dan tipe dukungan informasi (Koefisien korelasi: -0,718, p: 0,000) memiliki hubungan negatif kuat dan signifikan dengan stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Hal ini dapat diartikan semakin tinggi dukungan sosial berdasarkan tipe, maka semakin rendah stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. B. Keterbatasan Penelitian Keterbatasan dalam penelitian ini adalah data yang digunakan pada penelitian tidak berdistribusi normal. Maka dengan itu, hasil penelitian kurang dapat digeneralisasikan pada keseluruhan populasi anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan subjek yang terlalu sedikit. Dalam proses pengambilan data, peneliti tidak dapat menjangkau keseluruhan subjek atau populasi. Peneliti juga tidak dapat mendampingi serta mengawasi subjek dalam proses mengerjakan 85

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 skala penelitian ini dengan maksimal. Selain itu, subjek memiliki antusias yang kurang, tergesa-gesa dan tidak fokus dalam megerjakan skala penelitian. Hal tersebut dapat berakibat pada pengisian skala yang tidak sesuai kondisi yang dialami subjek. Keterbatasan lainnya adalah didalam penelitian ini memiliki kekurangan dalam ketepatan item mengungkap stres kerja pada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten terutama pada aspek fisiologis. Item stres kerja yang disusun sendiri oleh peneliti yang mengacu pada teori stres kerja (Robbins dan Judge 2008) terutama aspek fisik kurang relevan jika diukur dengan menggunakan angket atau kuesioner. Aspek fisik akan lebih relevan/ valid dan reliabel jika diukur dengan menggunakan teknik pengukuran physiological measure (Eysenck, 2002). Pengukuran yang menggunakan alat sphygmomanometer bantu medis seperti tensi meter atau untuk mengukur tinggi rendahnya tekanan darah. Selain itu, seperti alat medis stetoskop yang relevan untuk mengukur intensitas detak jantung yang dialami seseorang. Alat tersebut dapat membantu untuk mengetahui kondisi seseorang terkait masalah stres didalam bekerja seseorang pada aspek fisik. C. Saran 1. Bagi Subjek Berdasarkan hasil penelitian ini, dukungan sosial berdasarkan tipe dukungan instrumental, tipe dukungan emosional, tipe dukungan

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 persahabatan dan tipe dukungan informasi tergolong tinggi dan stres kerja rendah. Maka dengan itu, anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten diharapkan dapat mempertahankan dukungan-dukungan yang diterimanya dari orang lain dengan manjaga relasi yang baik dengan orang-orang disekitar. 2. Bagi Organisasi Bagi instansi Kepolisian Resort Klaten khususnya dalam divisi Satsabhara diharapkan dapat mempertahankan dukungan-dukungan sosial yang diberikan kepada anggotanya. Hal tersebut diharapkan tetap dapat menekan atau mengurangi efek dari stres kerja sehingga anggota dapat melaksanakan tugasnya dengan maksimal dengan kondisi stres kerja yang minim. 3. Bagi Peneliti Selanjutnya Bagi peneliti selanjutnya yang memiliki minat untuk melakukan penelitian dengan topik yang serupa maka disarankan agar peneliti dapat menggunakan sampel dengan jumlah lebih banyak. Selain itu, peneliti disarankan dapat mendampingi subjek dalam proses mengerjakan skala penelitian dengan maksimal. Selanjutnya, peneliti diharapkan dapat menyesuaikan dan menciptakan kondisi yang nyaman dalam proses mengerjakan skala penelitian. Hal tersebut dimaksudkan agar subjek dapat mengerjakan skala dengan baik dan maksimal sesuai kondisi yang dialami. Pengerjaan skala dengan baik

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 dan maksimal sesuai kondisi yang dialami dapat berdampak pada hasil data sesuai kondisi subjek serta berpengaruh pada normalnya distribusi data, sehingga data hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada keseluruhan populasi. Selain itu, untuk penelitian selanjutnya disarankan agar dapat membuat atau menyusun item dengan baik serta tepat sehingga dapat maksimal mengukur yang seharusnya hendak diukur.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA A. A. (2018, 30 Maret). Wawancara pribadi preliminary. Amir. H., Humayon, A. A., Raza. S., Hussain. S. M., & Ansari. N. U.A. (2017). Assessment of work stress among police in pakistan. Journal of Applied Environmental and Biological Sciences, 8(2) 68-73, ISSN: 2090-4274. Anoraga, Panji. (2001). Psikologi Kerja. Jakarta: PT Rineka Cipta. Arikunto, S. (2010). Prosedur Suatu Penelitian: Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Azwar, S. (2018). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Barnugroho, M. (2015, 18 September). 2 Oknum Sabhara di Polda DIY Tertangkap Konsumsi Ganja. Sindonews.com. (Diakses pada: Sabtu, 26 Mei 2018; Pukul: 14.01 WIB). Diterima dari: https://daerah.sindonews.com/read/1046236/189/2-oknum-sabhara-dipolda-diy-tertangkap-konsumsi-ganja-1442571343/ Baron, R. A. & Byrne, D. (2005). Psikologi Sosial. Buku: 2. Edisi: 10. Alih Bahasa: Ratna Djuwita. Jakarta: Erlangga. C. B. (2018, 30 Maret). Wawancara pribadi preliminary. D. M. (2018, 9 April). Wawancara pribadi preliminary. Eysenck, I. (2002). Simply Psychology. UK: Psychologycal Press. HealthDetik. (2012, 28 September). Polisi dan Pemadam Kebakaran Banyak yang Tak Sadar Punya Tekanan Darah Tinggi. HealthDetik.com. (Diakses pada: Sabtu, 26 Mei 2018; Pukul: 15.00 WIB). Diterima dari: https://health.detik.com/berita-detikhealth/2043793/polisi-dan-pemadamkebakaran-banyak-yang-tak-sadar-punya-tekanan-darah-tinggi Hadi, S. (2005). Aplikasi ilmu statistika di fakultas psikologi. Anima Indonesian Psychological Journal, Vol. 20, No.3, Page 203-229. Husain, W. (2014). The levels of depression, anxiety and stress in police officers. Pakistan: Department of Psychology, Foundation University, Rawalpindi. Vol. 5. ISSN: 2223-9944. eISSN: 2223-9553. 89

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Jonyo, E. O. (2015). Effects of occupational stress on work performance of police officers in nakuru police division, kenya. IOSR Journal of Computer Engineering, Vol: 17, Issue: 6, PP: 61-88. e-ISSN: 2278-0661, p-ISSN: 2278-8727, DOI: 10.9790/0661-17646188. Kesumawati, N., Retta, A. L., & Sari, N. (2017). Pengantar Statistik Penelitian. Depok: PT Raja Grafindo Persada. Kurniawan, H. (2018, 8 Oktober). Bolos Kerja Ratusan Hari, 6 Polisi Polres Tangerang Dipecat Tidak Hormat. SindoNews.com. (Diakses pada: Senin, 28 Januari 2019; Pukul: 14.15 WIB). Diterima dari: https: //metro.sindonews.com/read/1344615/170/bolos-kerja-ratusan-hari-6 polisi-polres-tangerang-dipecat-tidak-hormat-1539011887 Luthans, F. (2005). Organization Behavior. New York: MC Graw Hill. Mallik, D., Mukhopaddhyay, D. K., Kumar, P., & Sinhababu, A. (2014). Hypertension, prehypertension and normotension among police personel in a district of west bengal, india. Journal Of The Association Of Physicians Of India, Vol: 62. Mangkunegara. (2005). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Mayers, A. (2013). Introduction to Statistics and SPSS in Psychology. Pearson Education Limited. Noviati, N. P. (2015). Stres kerja ditinjau dari kecerdasan emosi, modal psikologi dan dukungan sosial. Psikologika, Vol: 20, No: 1. N. N. (2018, 30 Maret). Wawancara pribadi preliminary. Picchi, A. (2018, 11 Januari). 9 Most Stressful American Jobs in 2018. CbsNews.com. (Diakses pada: Senin, 28 Januari 2018; Pukul: 15.09 WIB). Diterima dari: https://www.cbsnews.com/media/9-most-stressfulamerican-jobs-in-2018/ Priansa, J., Suwanto (2011). Manajemen SDM Dalam Organisasi Publik dan Bisnis. Bandung: Alfabeta. Priyatno, D. (2012). Belajar Praktik Analisis Parametrik dan Non Parametrik dengan SPSS & Prediksi Pertanyaan Pendadaran Skripsi dan Tesis. Yogyakarta: Gava Media. Republik Indonesia. (2002). Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Sekretariatan Negara: Jakarta.

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Republik Indonesia. (2010). Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia No. 23 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja pada Tingkat Kepolisian Resort dan Kepolisian Sektor. Sekretariatan Negara: Jakarta Riggio, R. E. (2003). Instroduction to Insdustrial/ Organization Psychology. New Jersey Inc: New Jersey US. Robbins, S. P., & Judge, T.A. (2008). Perilaku Organisasi. Buku: 2. Edisi: 12. Alih Bahasa: Diana Angelica. Jakarta: Salemba Empat. Santoso, A. (2010). Statistik Untuk Psikologi: Dari Blog Menjadi Buku. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Sarafino, E. P (1994). Health Psychology: Biopsychosocial Interactions/ Two Edition. New Jearsey: John Wiley & Sons, Inc. Sarafino, E. P. (2008). Health Psychology: Biopsychosocial Interactions/ Six Edition. New Jearsey: John Wiley & Sons, Inc. Sarason, T. G., & Sarason, B. R. (2001). Abnormal Psychological. New Jearsey: Prentice Nal, Inc. Schnall, E. (2005). Social support: a role for social work in the treatment and prevention of hypertension. EJBM. 21: 51-56. S. H. (2018, 30 Maret). Wawancara pribadi preliminary. Shin, S. Y. & Lee, S. G. (2016). Effects of hospital workers frienship networks on job stress. Plos One 11(2): e0149428. DOI: 10.1371/ journal.pone.0149428. Singh, A. P. (2016). Coping with work stress in police employees. Society for Police and Crimminal Psychology. DOI 10.1007/s11896-016-9215-8. Siregar, S. (2013). Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif: dilengkapi dengan perhitungan manual dan aplikasi SPSS versi 17. Jakarta: Bumi Aksara. S. U. (2018, 11 April). Wawancara pribadi preliminary. Suparno, P. (2011), Pengantar Satistik: Untuk Pendidikan dan Psikologi (Buku Mahasiswa). Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Supratiknya, A. (2014). Pengukuran Psikologis. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Supratiknya, A. (2016). Kuantifikasi Validitas Isi dalam Asesmen Psikologis. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Sutarto, W. (2010). Psikologi Industri & Organisasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. T. B. (2018, 30 Maret). Wawancara pribadi preliminary. VigfΓΊsdΓ³ttir, R. (2017). Social support, stress and burnout among icelandic police officers. Reykjavik University. ID number: 310192 – 2799. Wakil, A. A. (2015). Occupational stress among nigerian police officer: an examination of the coping strategies and the consequences. An International Multidisciplinary Journal, Ethiopia. Vol. 9(4), No. 39. ISSN: 1994-9057, e-ISSN: 2070-0083, DOI: http://dx.doi.org/10.4314/afrrev.v9i4.2. Wallston, B. S., Alagna, S. W., Devellis, B. M., & Devellis, R. F. (1983). Social support and physical illness. Health Psychology. 2(4), 367-391. Widhiarso, W. (2010). Perbedaan pengertian aspek dan dimensi dalam pengembangan alat ukur. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. Widhiarso, W. (2017). Penghkategorian data dengan menggunakan statistik hipotetik dan statistik empirik. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Lampiran 1: SKALA PENELITIAN

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 SKALA PENELITIAN DINAMIKA KERJA PADA ANGGOTA SATSABHARA POLISI DI POLRES KLATEN Disusun Oleh: Hilarius Feliks Hermawan 149114078 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA 2018

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 Yogyakarta, 29 Juni 2018 Yth. Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten Di tempat Dengan Hormat, Perkenalkan saya Hilarius Feliks Hermawan, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Pada saat ini, saya ingin meminta bantuan kepada anggota kepolisian khususnya anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten untuk mengisi kuesioner skala penelitian yang saya susun guna kepentingan penyelesaian skripsi saya. Sebelumnya, saudara diminta untuk mengisikan identitas yang sebenarnya dan secara lengkap. Selanjutmya, saya berharap dalam pengisian kuesioner saudara dapat mengisikan sesuai dengan kondisi atau keadaan yang saudara alami. Didalam kuesioner ini tidak ada pilihan jawaban salah atau benar. Kerahasiaan seluruh informasi mengenai identitas dan pilihan jawaban yang saudara berikan akan terjamin kerahasiaannya sesuai kode etik psikologi. Demikianlah harapan saya, saya mengucapkan terimakasih atas bantuan dan kerjasamanya yang telah diberikan. Yogyakarta, 29 Juni 2018 Hilary Hilarius Feliks Hermawan

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Lembar Persetujuan Saya yang bertanda tangan dibawah ini: Nama/Inisial : ......................................................... Umur : ......................................................... Status Perkawinan : Sudah Menikah/Belum Menikah (Coret yang tidak perlu) Suku : ....................................................... Lama Bekerja : ....................................................... Pangkat : ....................................................... Range Gaji : 1. Rp1.000.000,00-Rp 2.500.000,00 2. Rp 2.500.000,00-Rp 5.000.000,00 3. Rp 5.000.000,00-Rp 7.500.000,00 4. Rp 7.500.000,00-Rp 10.000.000,00 5. Rp 10.000.000,00 < Keatas (Lingkari pada nomor yang sesuai) bersedia mengisi kuesioner pada skala penelitian dinamika kerja dengan jawaban yang sesuai pada pribadi saya. Tanda Tangan ...................................

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 Petunjuk Pengerjaan: Bagian A Bacalah dengan cermat setiap pernyataan yang tertulis dalam skala ini. Saudara diminta memberikan respon atau jawaban terhadap pernyataan tersebut dengan memberikan tanda (√) pada kolom pilihan jawaban yang telah tersedia. Saudara diminta untuk memilih jawaban yang mewakili kondisi atau keadaan yang dialami. Berikut pilihan jawaban yang tersedia: SS : Sangat Setuju S : Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju Tidak ada jawaban benar ataupun salah, oleh karena itu pilihlah jawaban yang paling sesuai keadaaan yang dialami. Contoh pengerjaan: No. Pernyataan 1. Saya merasa semangat kerja STS TS S SS √ Jika jawaban yang sudah anda pilih dirasa kurang mewakili keadaan anda, maka saudara dapat mengganti jawaban dengan memberikan tanda (=) pada jawaban yang saudara anggap kurang tepat. Kemudian beri tanda (√) pada kolom jawaban yang dirasa mewakili keadaan saudara. No. Pernyataan 1. Saya merasa semangat kerja STS TS √ S SS =√

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 No. Pernyataan STS 1. Detak jantung saya stabil disaat menghadapi tugas baru yang diberikan oleh atasan. 2. Saya tetap tenang ketika sedang dihadapkan banyak tuntutan tugas seperti pengamanan unjuk rasa, pengendalian masa dan lain-lainnya. 3. Nafsu makan saya (drastis)/menurun bertambah (drastis) ketika banyak sedang menghadapi tuntutan tugas yang lebih. 4. Saya percaya diri dan dapat mengontrol cara berbicara ketika diberikan tanggung jawab tugas sebagai negosiator. 5. Saya merasa siap dan tenang dengan perintah atasan. 6. Disaat memikirkan peran baru saya yang menantang, saya tetap tenang dan dapat mengontrol perilaku saya. 7. Jika saya mendapatkan peran baru ditempat kerja, sesekali perut saya terasa sakit (diare). 8. Saya dapat membatasi konsumsi rokok (jika perokok) dan saya tetap tidak merokok (jika bukan perokok) ketika menghadapi banyak tugas sekalipun. 9. Tekanan darah saya naik ketika memikirkan pendapatan atau gaji yang tidak bisa memenuhi kebutuhan. 10. Saya tetap bersendagurau ketika diganggu pada saat menghadapi tugas yang berat seperti pengamanan unjuk rasa. TS S SS

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 No. Pernyataan STS 11. Saya merasa pernafasan saya tetap stabil walaupun sedang menghadapi masalah dengan rekan ditempat kerja. 12. Saya megalami sakit kepala disaat sedang menjalankan tugas yang diperintahkan oleh atasan saya. 13. Saya tidak dapat mengontrol cara berbicara, ketika saya merasa tidak percaya diri dengan tanggung jawab tugas sebagai negosiator. 14. Di saat menghadapi pekerjaan yang lebih berat, konsumsi rokok saya semakin meningkat (bagi perokok) dan saya menjadi perokok aktif (jika bukan perokok). 15. Saya semangat untuk memulai pekerjaan walaupun tidak ada yang mendukung saya. 16. Saya merasa cemas ketika menghadapi suatu masalah di tempat kerja. 19. 17. Saya merasa malas ketika akan memulai hari untuk bekerja dikarenakan atasan yang tidak pernah mendukung bawahannya. 18. Saya dapat berkonsentrasi dengan baik ketika dihadapkan peran tugas sebagai negosiator. 19. Disaat sedang terbebani dengan pikiran tugas dikantor dan masalah dirumah, saya tetap merasa rileks pada bagian dada saya. 20. Saya bekerja dengan kurang maksimal dikarenakan tidak adanya dukungan dari atasan dan rekan kerja. TS S SS

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 No. Pernyataan 21. Saya tetap merasa rileks pada pernafasan walaupun sedang STS melaksanakan tugas berat seperti pengendalian masa dan unjuk rasa. 22. Saya pernah membolos kerja dikarenakan saya bosan dengan pekerjaan. 23. Saya merasa tenang ketika menghadapi masalah di tempat kerja. 24. Saya suka menunda pekerjaan yang diperintahkan atasan dikarenakan tuntutan tugas dan gaji yang saya terima tidak sepadan. 25. Badan saya mengeluarkan keringat berlebihan ketika melaksanakan tugas pelatihan ketrampilan anggota Satsabhara. 26. Kondisi perut saya tetap rileks walaupun sedang menghadapi suatu peran baru ditempat kerja yang menantang. 27. Saya merasa tidak tenang dan berjalan mondarmandir disaat sedang memikirkan peran baru ditempat kerja yang lebih menantang. 28. Nafsu makan saya tetap stabil disaat menghadapi tuntutan tugas yang diberikan secara terus- menerus. 29. Di saat saya merasa tertekan dengan tugas-tugas yang diberikan oleh atasan, sesekali saya mengkonsumsi minuman beralkohol (Bagi yang tidak terbiasa dan terbiasa mengkonsumsi minuman beralkohol). TS S SS

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 No. Pernyataan STS 30. Ketika menghadapi tugas berat seperti pengamanan unjuk rasa, saya mudah marah jika diganggu oleh rekan kerja. 31. Saya susah memfokuskan pikiran jika sedang menghadapi peran tugas sebagai negosiator. 32. Saya semangat kerja, sehingga saya selalu berangkat di setiap hari kerja. 33. Saya merasa mudah tegang di saat menghadapi banyak tuntutan tugas seperti pengamanan unjuk rasa, pengendalian masa dan lain-lainnya. 34. Tekanan darah saya tetap stabil disaat sedang memikirkan masalah gaji yang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup. 35. Waktu tidur saya tidak teratur ketika menghadapi masalah keluarga dan masalah ditempat kerja. 36. Pernafasan saya tidak teratur ketika saya menghadapai suatu masalah dengan rekan di tempat kerja. 37. Saya tetap semangat bekerja walaupun rekan kerja atau atasan tidak mendukung kerja saya. 38. Saya merasa detak jantung berdenyut lebih cepat disaat menghadapai tugas baru seperti pengamanan VVIP Presiden. 39. Saya gelisah ketika diberi tugas yang mendadak. 40. Saya merasa rileks pada bagian kepala ketika sedang menjalankan tugas yang diperintahkan oleh atasan. TS S SS

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 No. Pernyataan STS 41. Saya mengalami sesak nafas jika kelelahan disaat melaksanakan tugas berat seperti pengamanan unjuk rasa. 42. Saya mudah bosan dengan pekerjaan yang monoton seperti penjagaan dan pengaturan pengamanan markas. 43. Keringat saya tidak berlebihan ketika menghadapi banyak tuntutan tugas. 44. Saya dapat menjaga diri dengan tidak mengkonsumsi minuman beralkohol disaat sedang menghadapi tekanan kerja. (Bagi yang tidak terbiasa dan terbiasa mengkonsumsi minuman beralkohol). 45. Dada saya terasa nyeri ketika memikirkan tugas dikantor dan masalah yang ada dirumah. 46. Saya selalu ambius dalam melaksanakan tugas tepat waktu, walaupun gaji yang saya terima tidak sepadan. 47. Saya dapat tidur sesuai ritme tidur walaupun sedang dihadapkan suatu masalah kerja dan keluarga. 48. Saya merasa nyaman monoton seperti dengan pekerjaan yang penjagaan dan pengaturan pengamanan markas. 49. Kepala saya terasa berat ketika mendapatkan beban tugas yang berlebihan. 50. Saya suka pekerjaan yang menantang, maka dengan itu saya merasa bosan dengan pekerjaan yang kurang menantang. TS S SS

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 No. Pernyataan STS 51. Disaat diberikan tanggung jawab berat dalam suatu TS S SS tugas, saya ingin berpindah kedivisi lainnya dengan tanggung jawab tugas yang ringan. 52. Kepala saya terasa rileks walaupun sedang dihadapkan beban tugas yang berlebihan. 53. Saya merasa nyaman dengan divisi kerja ini walaupun dihadapkan pada tuntutan tanggung jawab tugas seberat apapun. 54. Pekerjaan yang diperintahkan menyenangkan, menantang dan menarik buat saya. Selanjutnya...............................................................................................................

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 Petunjuk Pengerjaan: Bagian B Bacalah dengan cermat setiap pernyataan yang tertulis dalam skala ini. Saudara diminta memberikan respon atau jawaban terhadap pernyataan tersebut dengan memberikan tanda (√) pada kolom pilihan jawaban yang telah tersedia. Saudara diminta untuk memilih jawaban yang mewakili kondisi atau keadaan yang dialami. Berikut pilihan jawaban yang tersedia: SS : Sangat Setuju S : Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju Tidak ada jawaban benar ataupun salah, oleh karena itu pilihlah jawaban yang paling sesuai keadaaan yang dialami. Contoh pengerjaan: No. Pernyataan 1. Saya merasa semangat kerja STS TS S SS √ Jika jawaban yang sudah anda pilih dirasa kurang mewakili keadaan anda, maka saudara dapat mengganti jawaban dengan memberikan tanda (=) pada jawaban yang saudara anggap kurang tepat. Kemudian beri tanda (√) pada kolom jawaban yang dirasa mewakili keadaan saudara. No. Pernyataan 1. Saya merasa semangat kerja STS TS √ S SS = √

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 No. Pernyataan STS 1. Disaat saya sedang sedih, pacar/istri/suami saya memberikan rasa nyaman dengan penghiburan atau candaan. 2. Saya menerima rasa nyaman dalam bentuk nasehat yang positif dan membangun dari orang tua saya ketika menghadapi suatu masalah. 3. Disaat saya bertanya kepada rekan kerja mengenai jalan keluar atas kesulitan dalam menyelesaikan tugas dari atasan, rekan kerja bersedia menanggapinya dengan baik. 4. Instansi tempat saya bekerja memberikan kenyamanan dengan menyediakan fasilitas koperasi simpan pinjam. 5. Senior saya acuh tak acuh dengan pentingnya kekompakan dalam keanggotaan. 6. Keluarga saya meluangkan waktu untuk berlibur bersama. 7. Rekan kerja saya kepentingannya lebih memfokuskan masing-masing dalam meyelesaikan tugas. 8. Rekan kerja saya menolak untuk memberikan tanggapan atas pertanyaan saya mengenai kesulitan dalam menyelesaikan tugas. 9. Keluarga atau orang tua cenderung menolak untuk membantu saya guna memberi atau meminjamkan uang disaat saya terdesak membutuhkannya. 10. Di saat saya ingin berbagi cerita, pacar/istri /suami sulit untuk meluangkan waktu guna mendengarkan cerita saya. TS S SS

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 No. Pernyataan STS 11. Disaat anggotanya tidak dapat menyelesaikan tugas dengan baik, atasan saya enggan memberikan nasehat yang membangun. 12. Keluarga saya masa bodoh mengenai masalah pekerjaan saya. 13. Instansi tempat saya bekerja tidak memberikan suatu penghargaan bagi anggota yang berprestasi. 14. Atasan saya terlalu sibuk dengan kepentingannya sehinggga jarang meluangkan waktu untuk berdinamika bersama anggota. 15. Ditempat saya bekerja, divisi lain siap membantu tugas divisi lainnya. 16. Senior saya memberikan perasaan nyaman dengan menanamkan jiwa keanggotaan yang kompak. 17. Instansi tempat anggotanya saya dalam bekerja mempersulit menggunakan fasilitas pendukung koperasi simpan pinjam. 18. Instansi tempat saya bekerja menghargai kerja anggotanya dengan memberikan pendapatan tambahan ketika bekerja melebihi batas jam kerja. 19 Atasan saya hanya memberi tugas tanpa mempedulikan kondisi anggota. 20. Rekan kerja diam dan mengabaikan saya, ketika melihat saya kesulitan dalam menyelesaikan suatu tugas. 21. Rekan kerja mengabaikan kondisi saya yang kurang semangat dalam bekerja. TS S SS

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 No. Pernyataan STS 22. Rekan kerja saya bersedia membantu di saat saya kesulitan dalam menyelesaikan tugas. 23. Pacar/istri/suami senatiasa memberikan perhatian dengan meluangkan waktu untuk mendengarkan keluh kesah saya. 24. Keluarga saya sangatlah sibuk dengan urusannya masing-masing. 25. Ditempat saya bekerja, antar divisi enggan saling membantu. 26. Masyarakat diwilayah hukum tempat saya bekerja siap sedia membantu tugas anggota Satsabhara dalam mewujudkan ketertiban masyarakat. 27. Atasan saya perhatian kepada anggotanya dengan memberikan arahan atau petunjuk jika anggotanya melakukan kesalahan dalam melaksanakan tugas. 28 Rekan kerja peduli kepada saya dengan menolong saya ketika kesulitan dalam meyelesaikan tugas. 29. Instansi tempat saya bekerja memberikan sertifikat dan penghargaan pada anggota berprestasi. 30. Pacar/istri/ suami bersedia memberikan rasa nyaman dengan memberikan suatu saran untuk menemukan jalan keluar dari masalah yang sedang saya hadapi. 31. Orang tua cenderung menyalahkan dan memarahi saya ketika saya meminta bantuan dalam menyelesaikan suatu masalah. 32. Rekan kerja bersedia memberikan petunjuk ketika saya kesulitan dalam menyelesaikan suatu tugas. TS S SS

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 No. Pernyataan STS 33. Rekan kerja cenderung mengabaikan saya dalam suatu pertemuan yang diadakan. 34. Atasan saya memberikan rasa nyaman dengan bentuk waktu untuk mendampingi anggotanya disetiap menghadapi tugas berat. 35. Pacar/ istri/ suami membiarkan saya untuk menyelesaikan masalah yang sedang saya hadapi tanpa memberikan saran yang mendukung untuk menemukan jalan keluarnya. 36. Keluarga atau orang tua bersedia membantu disaat saya terdesak membutuhkan uang dengan memberi atau meminjamkannya. 37. Rekan kerja saya acuh tak acuh dengan kesulitan yang saya hadapi disaat menjalankan tugas kerja. 38. Atasan saya cenderung memarahi saya jika saya membuat kesalahan dalam melaksanakan tugas. 39. Rekan kerja menghargai saya dengan melibatkan saya dalam pertemuan yang dilakukan bersama. 40. Ketika mendapatkan tugas tambahan dan jam kerja sudah berlebihan, instansi tempat saya bekerja menghiraukan pentingnya pendapatan tambahan. 41. Pada saat memulai tugas baru, atasan memotivasi anggota agar dapat bekerja dengan maksimal dan profesional. 42. Pacar/ istri/ suami saya masa bodoh dengan keadaan saya. 43. Senior saya enggan menolong dan berbagi cerita mengenai pengalaman kerja. TS S SS

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 No. Pernyataan STS 44. Atasan saya memberikan nasehat bagi anggotanya TS S SS disaat anggotanya tidak dapat menyelesaikan tugas dengan baik. 45. Keluarga saya selalu perhatian kepada saya dengan memberikan dorongan untuk lebih semangat bekerja. 46. Rekan kerja menanyakan keadaan saya, ketika saya terlihat kurang bersemangat pada saat melaksanakan tugas. 47. Masyarakat diwilayah tempat saya bekerja sering membuat gaduh dan melanggar peraturan keamanan. 48. Dalam menghadapi suatu masalah ditempat kerja, senior saya siap sedia untuk menolong dan berbagi pengalaman penyelesaian. Terimakasih telah meluangkan waktu untuk mengisikan kuesioner penelitian Dinamika Kerja pada Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten.

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 Lampiran 2: RELIABILITAS SKALA

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 Reliabilitas Skala Stres Kerja Reliabilitas 1: Item skala stres kerja sebelum diseleksi Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items N of Items ,930 ,929 54 Item-Total Statistics Scale Corrected Scale Mean if Variance if Item-Total Item Deleted Item Deleted Correlation item1 item2 item3 item4 item5 item6 item7 item8 item9 item10 item11 item12 item13 item14 item15 item16 item17 item18 item19 item20 item21 item22 item23 item24 item25 122,86 122,88 122,33 123,18 123,01 123,02 122,64 123,01 122,58 122,53 122,76 122,69 122,80 122,59 122,84 122,59 122,71 122,94 122,74 122,58 122,94 122,65 122,84 122,62 122,52 308,932 308,938 313,176 317,504 315,297 311,190 311,020 314,297 310,009 325,324 312,515 310,858 305,495 308,959 308,306 308,817 303,448 314,485 308,432 312,366 316,746 307,255 314,211 301,618 305,776 ,377 ,508 ,381 ,204 ,289 ,364 ,354 ,323 ,468 -,143 ,358 ,422 ,557 ,511 ,411 ,471 ,590 ,319 ,569 ,405 ,246 ,600 ,365 ,677 ,610 Squared Multiple Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ,930 ,928 ,929 ,930 ,930 ,929 ,930 ,930 ,929 ,933 ,929 ,929 ,928 ,928 ,929 ,929 ,927 ,930 ,928 ,929 ,930 ,928 ,929 ,927 ,927

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 item26 item27 item28 item29 item30 item31 item32 item33 item34 item35 item36 item37 item38 item39 item40 item41 item42 item43 item44 item45 item46 item47 item48 item49 item50 item51 item52 item53 item54 122,73 122,59 122,81 122,93 122,78 122,45 122,93 122,71 122,85 122,44 122,40 123,00 122,58 122,54 122,92 122,71 122,66 122,69 123,01 122,72 122,59 122,87 122,68 122,58 122,59 122,52 122,76 122,84 122,81 307,866 307,578 315,131 301,947 307,271 312,226 306,400 313,829 313,250 310,534 313,171 311,619 307,247 309,656 315,981 308,662 310,108 314,405 305,774 307,919 310,531 316,543 320,219 310,009 308,817 305,776 312,515 314,211 315,131 ,574 ,597 ,277 ,653 ,554 ,382 ,477 ,391 ,354 ,507 ,349 ,460 ,713 ,522 ,265 ,566 ,470 ,337 ,627 ,506 ,436 ,209 ,069 ,468 ,471 ,610 ,358 ,365 ,277 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ,928 ,928 ,930 ,927 ,928 ,929 ,929 ,929 ,929 ,928 ,929 ,929 ,927 ,928 ,930 ,928 ,929 ,929 ,927 ,928 ,929 ,930 ,931 ,929 ,929 ,927 ,929 ,929 ,930 Reliabilitas 2: item skala stres kerja setelah diseleksi dan terdapat item gugur kembali. Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items N of Items ,936 ,936 45

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 Item-Total Statistics Scale Corrected Scale Mean if Variance if Item-Total Item Deleted Item Deleted Correlation item1 item2 item3 item6 item7 item8 item9 item11 item12 item13 item14 item15 item16 item17 item18 item19 item20 item22 item23 item24 item25 item26 item27 item29 item30 item31 item32 item33 item34 item35 item36 item37 item38 item39 item41 103,19 103,21 102,66 103,35 102,96 103,34 102,91 103,09 103,02 103,13 102,92 103,16 102,92 103,04 103,27 103,07 102,91 102,98 103,16 102,95 102,85 103,06 102,92 103,26 103,11 102,78 103,26 103,04 103,18 102,76 102,73 103,33 102,91 102,87 103,04 272,821 273,121 274,513 275,945 272,344 278,561 272,443 277,039 272,142 268,114 271,005 273,401 271,267 266,177 278,438 272,638 274,729 269,404 278,806 264,569 268,512 272,032 270,053 264,861 269,715 274,604 268,646 276,892 277,480 272,849 274,938 275,962 270,396 272,400 270,939 ,355 ,468 ,460 ,302 ,419 ,263 ,501 ,296 ,500 ,589 ,564 ,350 ,503 ,622 ,272 ,527 ,437 ,656 ,282 ,705 ,641 ,537 ,637 ,682 ,593 ,412 ,517 ,386 ,300 ,548 ,403 ,401 ,726 ,544 ,614 Squared Multiple Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ,936 ,935 ,935 ,936 ,935 ,936 ,934 ,936 ,934 ,933 ,934 ,936 ,934 ,933 ,936 ,934 ,935 ,933 ,936 ,932 ,933 ,934 ,933 ,933 ,934 ,935 ,934 ,935 ,936 ,934 ,935 ,935 ,933 ,934 ,933

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 item42 item43 item44 item45 item46 item49 item50 item51 item52 item53 102,99 103,02 103,34 103,05 102,92 102,91 102,92 102,85 103,09 103,16 271,678 278,547 269,894 270,212 274,838 272,443 271,267 268,512 277,039 278,806 ,541 ,279 ,599 ,547 ,388 ,501 ,503 ,641 ,296 ,282 . . . . . . . . . . ,934 ,936 ,934 ,934 ,935 ,934 ,934 ,933 ,936 ,936 Reliabilitas 3: item skala stres kerja setelah diseleksi dan terdapat item gugur kembali. Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items N of Items ,939 ,940 38 Item-Total Statistics Scale Corrected Scale Mean if Variance if Item-Total Item Deleted Item Deleted Correlation item1 item2 item3 item6 item7 item9 item12 item13 item14 item15 item16 item17 item19 87,71 87,73 87,18 87,87 87,48 87,42 87,54 87,65 87,44 87,68 87,44 87,55 87,59 235,496 236,128 235,195 239,304 232,776 233,890 232,204 228,874 232,439 235,672 233,177 227,512 235,269 ,323 ,411 ,511 ,229 ,473 ,518 ,581 ,645 ,586 ,330 ,503 ,658 ,486 Squared Multiple Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted . . . . . . . . . . . . . ,939 ,938 ,937 ,940 ,938 ,937 ,937 ,936 ,937 ,939 ,937 ,936 ,937

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 item20 item22 item24 item25 item26 item27 item29 item30 item31 item32 item33 item34 item35 item36 item37 item38 item39 item41 item42 item44 item45 item46 item49 item50 item51 87,42 87,49 87,47 87,36 87,58 87,44 87,78 87,62 87,29 87,78 87,55 87,69 87,28 87,25 87,85 87,42 87,39 87,55 87,51 87,86 87,56 87,44 87,42 87,44 87,36 235,723 230,539 225,943 230,330 234,866 231,749 226,223 231,214 235,686 229,985 238,036 240,643 234,562 236,331 238,655 232,366 233,859 232,631 232,420 232,718 231,130 237,654 233,890 233,177 230,330 ,470 ,700 ,747 ,654 ,490 ,652 ,722 ,617 ,439 ,545 ,406 ,218 ,552 ,414 ,342 ,726 ,563 ,626 ,594 ,561 ,593 ,335 ,518 ,503 ,654 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ,938 ,936 ,935 ,936 ,937 ,936 ,935 ,936 ,938 ,937 ,938 ,939 ,937 ,938 ,938 ,936 ,937 ,936 ,936 ,937 ,936 ,939 ,937 ,937 ,936 Reliabilitas 4: Item skala stres kerja setelah digugurkan dan setelah di seimbangkan item per aspek. Reliability Statistics Cronbach's Alpha ,941 Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items ,942 36

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 Item-Total Statistics Scale Corrected Scale Mean if Variance if Item-Total Item Deleted Item Deleted Correlation item1 item2 item3 item7 item9 item12 item13 item14 item15 item16 item17 item19 item20 item22 item24 item25 item26 item27 item29 item30 item31 item32 item33 item35 item36 item37 item38 item39 item41 item42 item44 item45 item46 item49 item50 83,48 83,51 82,95 83,26 83,20 83,32 83,42 83,21 83,46 83,21 83,33 83,36 83,20 83,27 83,25 83,14 83,35 83,21 83,55 83,40 83,07 83,55 83,33 83,06 83,02 83,62 83,20 83,16 83,33 83,28 83,64 83,34 83,21 83,20 83,21 224,586 225,467 223,855 221,408 222,876 220,672 217,604 221,097 224,918 222,074 216,343 224,615 224,305 219,224 214,974 219,289 224,160 220,717 215,226 220,029 224,471 218,941 226,747 223,223 224,880 227,952 221,329 222,758 221,509 221,086 221,854 220,013 226,836 222,876 222,074 ,315 ,388 ,522 ,485 ,514 ,603 ,658 ,600 ,315 ,504 ,667 ,462 ,484 ,715 ,750 ,655 ,469 ,651 ,726 ,624 ,442 ,546 ,412 ,564 ,428 ,315 ,725 ,563 ,629 ,607 ,551 ,597 ,318 ,514 ,504 Squared Multiple Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ,942 ,940 ,939 ,940 ,939 ,939 ,938 ,939 ,942 ,939 ,938 ,940 ,940 ,938 ,937 ,938 ,940 ,938 ,937 ,938 ,940 ,939 ,940 ,939 ,940 ,941 ,938 ,939 ,938 ,939 ,939 ,939 ,941 ,939 ,939

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 item51 83,14 219,289 ,655 . ,938 Reliabilitas Skala Dukungan Sosial (Berdasarkan Tipe dukungan Sosial) Dukungan Sosial Tipe Dukungan Instrumental: Reliabilitas 1: Item skala dukungan sosial tipe dukungan instrumental sebelum diseleksi Reliability Statistics Cronbach's Alpha item4 item9 item15 item17 item18 item22 item25 item26 item36 item37 item40 item47 Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items ,760 ,745 Scale Mean if Item Deleted Item-Total Statistics Scale Corrected Variance if Item-Total Item Deleted Correlation 28,67 29,42 28,66 28,92 28,69 28,71 29,09 28,56 29,49 28,80 28,81 28,73 12 17,652 21,390 16,989 18,362 19,310 18,520 19,443 18,320 18,253 17,329 18,655 16,962 ,449 -,040 ,522 ,412 ,320 ,405 ,232 ,479 ,392 ,526 ,366 ,580 Squared Multiple Correlation ,546 ,347 ,571 ,351 ,312 ,391 ,295 ,420 ,510 ,675 ,513 ,528 Cronbach's Alpha if Item Deleted ,737 ,779 ,727 ,742 ,751 ,743 ,762 ,735 ,744 ,727 ,747 ,720

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Reliabilitas 2: Item skala dukungan sosial tipe dukungan instrumental setelah diseleksi. Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items N of Items ,785 ,783 Scale Mean if Item Deleted item4 item15 item17 item18 item22 item26 item36 item37 item40 item47 10 Item-Total Statistics Scale Corrected Variance if Item-Total Item Deleted Correlation 24,18 24,16 24,42 24,20 24,21 24,07 25,00 24,31 24,32 24,24 15,861 14,758 16,747 17,162 16,717 16,328 15,929 15,643 16,934 15,349 ,442 ,594 ,367 ,368 ,391 ,505 ,471 ,503 ,337 ,548 Squared Multiple Correlation ,499 ,517 ,330 ,271 ,341 ,399 ,435 ,640 ,476 ,519 Cronbach's Alpha if Item Deleted ,768 ,747 ,777 ,776 ,774 ,761 ,764 ,760 ,780 ,754 Dukungan Sosial Tipe Dukungan Emosional: Reliabilitas 1: Item skala dukungan sosial tipe dukungan emosional sebelum diseleksi Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items N of Items ,819 ,821 12

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 Scale Mean if Item Deleted item1 item7 item12 item13 item19 item21 item28 item29 item41 item42 item45 item46 30,88 30,82 30,95 30,87 31,06 31,12 30,72 30,67 30,67 31,04 30,71 30,74 Item-Total Statistics Scale Corrected Variance if Item-Total Item Deleted Correlation 21,700 21,052 21,188 21,090 20,413 20,843 21,657 21,033 22,009 20,273 21,162 22,004 ,358 ,477 ,455 ,529 ,482 ,603 ,498 ,485 ,355 ,528 ,487 ,417 Squared Multiple Correlation ,294 ,463 ,358 ,423 ,452 ,441 ,602 ,626 ,306 ,494 ,443 ,442 Cronbach's Alpha if Item Deleted ,815 ,805 ,806 ,800 ,805 ,795 ,804 ,804 ,815 ,800 ,804 ,809 Reliabilitas 2: Item skala dukungan sosial tipe dukungan emosional setelah diseleksi. Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items ,803 ,806 Scale Mean if Item Deleted item1 item7 item13 item19 item21 item28 item29 N of Items 25,19 25,13 25,18 25,36 25,42 25,02 24,98 10 Item-Total Statistics Scale Corrected Variance if Item-Total Item Deleted Correlation 15,869 15,233 15,480 14,758 15,342 15,999 15,452 ,363 ,500 ,512 ,488 ,571 ,473 ,463 Squared Multiple Correlation ,294 ,449 ,393 ,438 ,377 ,595 ,625 Cronbach's Alpha if Item Deleted ,800 ,784 ,783 ,786 ,777 ,787 ,788

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 item42 item45 item46 25,34 25,01 25,05 14,537 15,488 16,236 ,554 ,480 ,406 ,491 ,419 ,432 ,777 ,786 ,794 Dukungan Sosial Tipe Dukungan Persahabatan: Reliabilitas 1: Item skala dukungan sosial tipe dukungan persahabatan sebelum diseleksi Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items ,827 ,834 Scale Mean if Item Deleted item5 item6 item10 item14 item16 item23 item24 item33 item34 item39 item43 item48 N of Items 30,21 29,55 29,88 29,86 29,55 29,71 29,81 29,98 29,69 30,09 29,99 29,36 12 Item-Total Statistics Scale Corrected Variance if Item-Total Item Deleted Correlation 24,455 20,988 24,962 22,337 20,988 23,996 23,393 23,261 21,477 22,872 21,274 23,496 ,293 ,684 ,109 ,569 ,684 ,411 ,442 ,524 ,550 ,681 ,654 ,355 Squared Multiple Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted . . . . . . . . . . . . ,828 ,796 ,850 ,808 ,796 ,820 ,818 ,813 ,809 ,804 ,799 ,825

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 Reliabilitas 2: Item skala dukungan sosial tipe dukungan persahabatan setelah diseleksi. Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized N of Alpha Items Items ,855 ,856 10 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted item6 item14 item16 item23 item24 item33 item34 item39 item43 item48 Scale Variance if Item Deleted 24,61 24,92 24,61 24,76 24,87 25,04 24,75 25,15 25,05 24,42 Corrected Item-Total Correlation 17,193 19,172 17,193 20,158 19,828 19,963 17,807 19,369 18,117 19,199 ,745 ,503 ,745 ,443 ,430 ,461 ,578 ,665 ,604 ,457 Squared Multiple Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted . . . . . . . . . . ,824 ,846 ,824 ,851 ,852 ,849 ,841 ,837 ,838 ,851 Dukungan Sosial Tipe Dukungan Informasi: Reliabilitas 1: Item skala dukungan sosial tipe dukungan informasi sebelum diseleksi Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized N of Alpha Items Items ,775 ,776 12

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 Scale Mean if Item Deleted item2 item3 item8 item11 item20 item27 item30 item31 item32 item35 item38 item44 29,49 29,64 30,02 30,07 29,95 29,78 29,52 29,88 29,72 29,67 30,20 29,62 Item-Total Statistics Scale Corrected Variance if Item-Total Item Deleted Correlation 17,396 18,663 16,857 20,019 17,879 17,866 18,324 17,629 17,443 17,390 19,471 17,785 ,529 ,399 ,561 ,095 ,472 ,493 ,476 ,365 ,443 ,509 ,211 ,432 Squared Multiple Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted ,391 ,355 ,589 ,321 ,389 ,373 ,297 ,370 ,348 ,515 ,284 ,521 ,747 ,761 ,742 ,790 ,753 ,752 ,755 ,767 ,756 ,749 ,778 ,757 Reliabilitas 2: Item skala dukungan sosial tipe dukungan informasi setelah diseleksi. Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items N of Items ,800 ,805 Scale Mean if Item Deleted item2 item3 item8 item20 item27 item30 item31 24,75 24,89 25,28 25,21 25,04 24,78 25,14 10 Item-Total Statistics Scale Corrected Variance if Item-Total Item Deleted Correlation 15,260 16,215 14,681 16,074 15,534 16,080 15,432 ,521 ,443 ,567 ,392 ,520 ,479 ,363 Squared Multiple Correlation ,355 ,305 ,582 ,251 ,373 ,270 ,320 Cronbach's Alpha if Item Deleted ,777 ,787 ,771 ,792 ,778 ,783 ,799

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 item32 item35 item44 24,98 24,93 24,88 15,142 15,257 15,010 ,463 ,500 ,538 ,317 ,509 ,409 ,784 ,780 ,775

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 Lampiran 3: DESKRIPTIF DATA

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 Empirik: Descriptive Statistics N Duksos_Tipe_Instrumental Duksos_Tipe_Emosional Duksos_Tipe_Persahabatan Duksos_Tipe_Informasi Stres_Kerja Valid N (listwise) Min 85 85 85 85 85 85 18 16 16 19 45 Max 36 40 40 37 116 Mean Std. Deviation 27,01 27,96 27,58 27,76 85,67 4,412 4,319 4,779 4,322 15,310 Teoritik: Rumus: π‘€π‘’π‘Žπ‘› π‘‡π‘’π‘œπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘˜ = (nilai terendah x βˆ‘item) + (nilai tertinggi x βˆ‘item) 2 π‘†π‘‘π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿ π·π‘’π‘£π‘–π‘Žπ‘ π‘– = skor tertinggi βˆ’ skor terendah 6 Dukungan Sosial: Dukungan Sosial Tipe Dukungan Instrumental: Mean teoritik: π‘€π‘’π‘Žπ‘› π‘‡π‘’π‘œπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘˜ = (nilai terendah x βˆ‘item) + (nilai tertinggi x βˆ‘item) 2 π‘€π‘’π‘Žπ‘› π‘‡π‘’π‘œπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘˜ = (10) + (40) 2 π‘€π‘’π‘Žπ‘› π‘‡π‘’π‘œπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘˜ = π‘€π‘’π‘Žπ‘› π‘‡π‘’π‘œπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘˜ = (1 x 10) + (4 x 10) 2 50 = πŸπŸ“ 2

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 Standar Deviasi: π‘†π‘‘π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿ π·π‘’π‘£π‘–π‘Žπ‘ π‘– = π‘†π‘‘π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿ π·π‘’π‘£π‘–π‘Žπ‘ π‘– = skor tertinggi βˆ’ skor terendah 6 40 βˆ’ 10 =πŸ“ 6 Dukungan Sosial Tipe Dukungan Emosional: Mean teoritik: π‘€π‘’π‘Žπ‘› π‘‡π‘’π‘œπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘˜ = (nilai terendah x βˆ‘item) + (nilai tertinggi x βˆ‘item) 2 π‘€π‘’π‘Žπ‘› π‘‡π‘’π‘œπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘˜ = (10) + (40) 2 π‘€π‘’π‘Žπ‘› π‘‡π‘’π‘œπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘˜ = π‘€π‘’π‘Žπ‘› π‘‡π‘’π‘œπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘˜ = Standar Deviasi: (1 x 10) + (4 x 10) 2 50 = πŸπŸ“ 2 π‘†π‘‘π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿ π·π‘’π‘£π‘–π‘Žπ‘ π‘– = π‘†π‘‘π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿ π·π‘’π‘£π‘–π‘Žπ‘ π‘– = skor tertinggi βˆ’ skor terendah 6 40 βˆ’ 10 =πŸ“ 6 Dukungan Sosial Tipe/Kategori Persahabatan: Mean teoritik: π‘€π‘’π‘Žπ‘› π‘‡π‘’π‘œπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘˜ = π‘€π‘’π‘Žπ‘› π‘‡π‘’π‘œπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘˜ = π‘€π‘’π‘Žπ‘› π‘‡π‘’π‘œπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘˜ = π‘€π‘’π‘Žπ‘› π‘‡π‘’π‘œπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘˜ = (nilai terendah x βˆ‘item) + (nilai tertinggi x βˆ‘item) 2 (1 x 10) + (4 x 10) 2 (10) + (40) 2 50 = πŸπŸ“ 2

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 Standar Deviasi: π‘†π‘‘π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿ π·π‘’π‘£π‘–π‘Žπ‘ π‘– = π‘†π‘‘π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿ π·π‘’π‘£π‘–π‘Žπ‘ π‘– = skor tertinggi βˆ’ skor terendah 6 40 βˆ’ 10 =πŸ“ 6 Tipe Dukungan Sosial Informasi: Mean teoritik: π‘€π‘’π‘Žπ‘› π‘‡π‘’π‘œπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘˜ = (nilai terendah x βˆ‘item) + (nilai tertinggi x βˆ‘item) 2 π‘€π‘’π‘Žπ‘› π‘‡π‘’π‘œπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘˜ = (10) + (40) 2 π‘€π‘’π‘Žπ‘› π‘‡π‘’π‘œπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘˜ = π‘€π‘’π‘Žπ‘› π‘‡π‘’π‘œπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘˜ = Standar Deviasi: (1 x 10) + (4 x 10) 2 50 = πŸπŸ“ 2 π‘†π‘‘π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿ π·π‘’π‘£π‘–π‘Žπ‘ π‘– = π‘†π‘‘π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿ π·π‘’π‘£π‘–π‘Žπ‘ π‘– = skor tertinggi βˆ’ skor terendah 6 40 βˆ’ 10 =πŸ“ 6 STRES KERJA Mean Teoritik: π‘€π‘’π‘Žπ‘› π‘‡π‘’π‘œπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘˜ = π‘€π‘’π‘Žπ‘› π‘‡π‘’π‘œπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘˜ = π‘€π‘’π‘Žπ‘› π‘‡π‘’π‘œπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘˜ = π‘€π‘’π‘Žπ‘› π‘‡π‘’π‘œπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘˜ = (nilai terendah x βˆ‘item) + (nilai tertinggi x βˆ‘item) 2 (1 x 36) + (4 x 36) 2 (36) + (144) 2 180 = πŸ—πŸŽ 2

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 Standar Deviasi: π‘†π‘‘π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿ π·π‘’π‘£π‘–π‘Žπ‘ π‘– = π‘†π‘‘π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿ π·π‘’π‘£π‘–π‘Žπ‘ π‘– = skor tertinggi βˆ’ skor terendah 6 144 βˆ’ 36 = πŸπŸ– 6 Descriptive Statistics Teoritik N Duksos_Tipe_Instrumental Duksos_Tipe_Emosional Duksos_Tipe_Persahabatan Duksos_Tipe_Informasi Stres_kerja Minimum Maximum 85 85 85 85 85 10 10 10 10 36 Mean 40 40 40 40 144 Std. Deviation 25 25 25 25 90 5 5 5 5 18 Empirik dan Teoritik: Variabel Duksos Tipe Instrumental Duksos Tipe emosional Duksos Tipe Persahabatan Duksos Tipe Informasi Stres Kerja N Data Teoritik Mean Skor Min Max SD Mean Data Empirik Skor Min Max SD 85 25 10 40 5 27,01 18 36 4,412 85 25 10 40 5 27,96 16 40 4,319 85 25 10 40 5 27,58 16 40 4,779 85 25 10 40 5 27,76 19 37 4,322 85 90 36 144 18 85,67 45 116 15,310

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 KATEGORI SKOR Kategori Skor Stres Kerja No. 1. 2. 3. Pedoman X β‰₯ (Β΅+1Οƒ) (Β΅-1Οƒ) ≀ X < (Β΅+1Οƒ) X < (Β΅-1Οƒ) Skor X β‰₯ 108 72 ≀ X < 108 X < 72 Total Kategori Tinggi Sedang Frekuensi 4 63 Rendah 18 85 Kategori Tinggi Sedang Rendah Frekuensi 30 51 4 85 Kategori Tinggi Sedang Rendah Frekuensi 33 51 1 85 Keterangan: X = Skor Subjek Β΅ = Rerata (mean) Teoritik Οƒ = Deviasi standar (SD) Teoritik Kategori Skor Dukungan Sosial Dukungan Sosial Tipe Dukungan Instrumental: No. 1. 2. 3. Pedoman X β‰₯ (Β΅+1Οƒ) (Β΅-1Οƒ) ≀ X < (Β΅+1Οƒ) X < (Β΅-1Οƒ) Skor X β‰₯ 30 20≀ X < 30 X < 20 Total Keterangan: X = Skor Subjek Β΅ = Rerata (mean) Teoritik Οƒ = Deviasi Standar (SD) Teoritik Dukungan Sosial Tipe Dukungan Emosional: No. 1. 2. 3. Pedoman X β‰₯ (Β΅+1Οƒ) (Β΅-1Οƒ) ≀ X < (Β΅+1Οƒ) X < (Β΅-1Οƒ) Skor X β‰₯ 30 20≀ X < 30 X < 20 Total Keterangan: X = Skor Subjek Β΅ = Rerata (mean) Teoritik Οƒ = Deviasi Standar (SD) Teoritik

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 Dukungan Sosial Tipe Dukungan Persahabatan: No. 1. 2. 3. Pedoman X β‰₯ (Β΅+1Οƒ) (Β΅-1Οƒ) ≀ X < (Β΅+1Οƒ) X < (Β΅-1Οƒ) Skor X β‰₯ 30 20 ≀ X < 30 X < 20 Total Kategori Tinggi Sedang Rendah Frekuensi 32 50 3 85 Kategori Tinggi Sedang Rendah Frekuensi 34 50 1 85 Keterangan: X = Skor Subjek Β΅ = Rerata (mean) Teoritik Οƒ = Deviasi Standar (SD) Teoritik Dukungan Sosial Tipe Dukungan Informasi: No. 1. 2. 3. Pedoman X β‰₯ (Β΅+1Οƒ) (Β΅-1Οƒ) ≀ X < (Β΅+1Οƒ) X < (Β΅-1Οƒ) Skor X β‰₯ 30 20 ≀ X < 30 X < 20 Total Keterangan: X = Skor Subjek Β΅ = Rerata (mean) Teoritik Οƒ = Deviasi Standar (SD) Teoritik UJI ONE SAMPLE T-TEST Stres Kerja One-Sample Test Test Value = 90 T Stres_Kerja 2,607 Df 84 Sig. (2tailed) ,011 Mean Differenc e -4,329 95% Confidence Interval of the Difference Lower -7,63 Upper -1,03

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 Dukungan Sosial Tipe Dukungan Instrumental: One-Sample Test Test Value = 25 t Duksos_Tipe_Instrument al df 4,204 84 Sig. (2tailed) Mean Difference ,000 95% Confidence Interval of the Difference Lower 2,012 1,06 Upper 2,96 Tipe Dukungan Emosional: One-Sample Test Test Value = 25 t Duksos_Tipe_Emosional df 6,329 84 Sig. (2tailed) Mean Difference ,000 95% Confidence Interval of the Difference Lower 2,965 2,03 Upper 3,90 Tipe Dukungan Persahabatan: One-Sample Test Test Value = 25 t Duksos_Tipe_Persahabatan Sig. Mean df (2-tailed) Difference 4,970 84 ,000 2,576 95% Confidence Interval of the Difference Lower 1,55 Upper 3,61

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 Tipe Dukungan Informasi: One-Sample Test Test Value = 25 t Duksos_Tipe_Informasi 5,897 df 84 Sig. Mean (2-tailed) Difference ,000 2,765 95% Confidence Interval of the Difference Lower 1,83 Upper 3,70

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 Lampiran 4: UJI ASUMSI

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 Uji Normalitas Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Duksos_Tipe_Instrumental Duksos_Tipe_Emosional Duksos_Tipe_Persahabatan Duksos_Tipe_Informasi Stres_Kerja ,104 ,083 ,129 ,139 ,131 df Shapiro-Wilk Sig. 85 85 85 85 85 ,024 ,200* ,001 ,000 ,001 Statistic ,974 ,979 ,973 ,951 ,971 df Sig. 85 85 85 85 85 ,083 ,192 ,076 ,003 ,050 F Sig. 7,366 ,000 10430,766 105,207 ,000 *. This is a lower bound of the true significance. a. Lilliefors Significance Correction Uji Linearitas Linearitas Duksos Tipe Dukungan Instrumental dan Stres Kerja: ANOVA Table Sum of Squares Stres_Kerja * Between (Combined) Duksos_ Groups Linearity Tipe_ Deviation Instrumental from Linearity Within Groups Total df Mean Square 13145,195 18 730,289 10430,766 1 2714,429 17 159,672 6543,581 66 99,145 19688,776 84 1,610 ,087

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 Linearitas Duksos Tipe Dukungan Emosional dan Stres Kerja: ANOVA Table Sum of Squares Stres_Kerja * Between (Combined) Duksos_Tipe_ Groups Linearity Emosional Deviation from Linearity Within Groups Total df Mean Square 11936,896 17 702,170 9445,002 1 2491,894 16 155,743 7751,880 67 115,700 19688,776 84 F Sig. 6,069 ,000 9445,002 81,634 ,000 1,346 ,197 F Sig. 9,591 ,000 11200,601 140,642 ,000 Linearitas Duksos Tipe Dukungan Persahabatan dan Stres Kerja: ANOVA Table Sum of Squares df Mean Square Stres_Kerja * Between (Combined) Duksos_Tipe_ Groups Linearity Persahabatan Deviation from Linearity Within Groups Total 14512,243 19 11200,601 1 763,802 3311,642 18 183,980 5176,533 65 79,639 19688,776 84 2,310 ,007

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 Linearitas Duksos Tipe Dukungan Informasi dan Stres Kerja ANOVA Table Sum of Squares df Mean Square Stres_Kerja * Between (Combined) Duksos_Tipe_ Groups Linearity Informasi Deviation from Linearity Within Groups Total 13285,117 16 10961,927 1 830,320 8,817 ,000 10961,927 116,404 ,000 2323,190 15 154,879 6403,660 68 94,171 19688,776 84 F Sig . 1,645 ,085

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 Lampiran 5: UJI HIPOTESIS

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 Uji Korelasi Duksos Tipe Dukungan Instrumental dan Stres Kerja Correlations Duksos_Tipe_ Instrumental Spearman's rho Duksos_Tipe_ Correlation Instrumental Coefficient Sig. (1-tailed) N Stres_Kerja Correlation Coefficient Sig. (1-tailed) N Stres_Kerja 1,000 -,719** . ,000 85 85 -,719** 1,000 ,000 . 85 85 **. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed). Uji Korelasi Duksos Tipe Dukungan Emosional dan Stres Kerja Correlations Duksos_Tipe_E mosional Spearman's rho Duksos_Tipe_ Correlation Emosional Coefficient Sig. (1-tailed) N Stres_Kerja Correlation Coefficient Sig. (1-tailed) N **. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed). Stres_Kerja 1,000 -,696** . ,000 85 85 -,696** 1,000 ,000 . 85 85

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 Uji Korelasi Duksos Tipe Dukungan Persahabatan dan Stres Kerja Correlations Duksos_Tipe_ Persahabatan Spearman's rho Duksos_Tipe_P Correlation ersahabatan Coefficient Sig. (1-tailed) N Stres_Kerja Correlation Coefficient Sig. (1-tailed) N Stres_Kerja 1,000 -,736** . ,000 85 85 -,736** 1,000 ,000 . 85 85 **. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed). Uji Korelasi Duksos Tipe Dukungan Informasi dan Stres Kerja Correlations Duksos_Tipe_ Informasi Spearman's rho Duksos_Tipe_ Informasi Correlation Coefficient Sig. (1-tailed) N Stres_Kerja Correlation Coefficient Sig. (1-tailed) N **. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed). Stres_Kerja 1,000 -,718** . ,000 85 85 -,718** 1,000 ,000 . 85 85

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 Lampiran 6: HASIL WAWANCARA PRELIMINARY

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 Wawancara Premelinary Subjek : AA (Bripda) Hari dan Tanggal : Jumat, 30 Maret 2018 Jam : 09.17 Tempat : Polres Klaten Jenis Wawancara : Terstruktur Alat bantu : Lembar pertanyaan, bulpen dan kertas kosong No 1. 2. Pewawancara Hasil Wawancara Selamat siang dan saya ucapkan terimakasih kepada Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten yang telah meluangkan waktu untuk saya wawancarai. Wawancara dilakukan guna keperluan data pendukung tugas akhir atau skripsi. Proses wawancara dilakukan dengan mengajukan beberapa Untuk identitas disamarkan saja. pertanyaan yang berkaitan dengan dinamika kerja keseharian yang dialami oleh Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten dalam bekerja. Sebelum masuk ke inti pertanyaan, mengajukan pertanyaan kepada Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten, apakah anggota mempersilakan pewawancara menunjukkan identitas asli berupa nama di tugas akhir? Berapa lama bekerja menjadi polisi dan Sudah bekerja selama 5 tahun. khususnya dibagian Satsabhara?

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 3. 4. 5. Apa yang menjadi kekhasan dari Anggotanya kebanyakan anggota Satsabhara dibandingkan anggota yang muda-muda. dengan anggota lain? Seperti anggota yang baru saja diterima menjadi polisi dan telah menyelesaikan pendidikan Bintara. Dari tugas sendiri seperti kesiap-siagaan anggota dalam pengendalian masa atau masyarakat. Anggota siaga, siap dan sedia jika dibutuhkan, kapan pun itu. Anggota Sabhara jika dibutuhkan akan siap dan pada saat itupun akan meluncur. Tugas apa saja yang dihadapi anggota Melaksanakan pelatihan Satsabhara pada saat ini? ketrampilan pengamanan, memberikan pengamanan pada acara konser musik seperti di stadion trikoyo, alun-alun dan lainnya. Selanjutnya terkadang juga memberikan pengawalan keamanan vvip kunjungan presiden di Klaten. Seperti waktu presiden kunjungan ke pasar Pedan. Untuk saat ini, tantangan apa saja yang Tantangan lebih ke dihadapi anggota Satsabhara disaat masyarakatnya, sering sekali menjalankan tugas? masyarakat atau masa yang ingin melihat konser susah dikendalikan. Tidak punya tiket tapi protes ingin masuk. Anggota terkadang emosi menghadapi masalah tersebut. Selanjutnya dalam pengamanan presiden, banyak antusias masyarakat untuk bertemu presiden. Pengendalian masa itu susah, dikarenakan berhadapan dengan banyak orang yang memiliki pemikiran berbedabeda. Jika anggota luput dan berbuat salah dilapangan, anggota biasanya dimarahi sama atasan atau senior.

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 6. 7. 8. 9. 10. Untuk saat ini resiko kerja apa yang Resikonya seperti kena marah dihadapi oleh anggota Satsabhara Polisi? dari atasan atau senior jika tidak menjalankan tugas dengan maksimal. Fisik yang sangat capek dalam menjalankan tugas. Jam tidur menjadi tidak terkontrol. Bagaimana reaksi tubuh atau fisik yang Kondisi tubuh atau fisik seperti anda alami saat ini, dalam menghapi berkeringetan yang berlebihan. tantangan atau masalah dalam bekerja? Berbeda dengan keringat yang biasanya. Dalam menghadapi tugas keringat jadi banyak. Seragam bisa menjadi basah. Selanjutnya seperti rasa lelah, kelelahan yang teramat sangat, seperti habis lari keliling stadion sepuluh kali. Bagaimana reaksi perilaku yang anda Konsumsi makanan, dalam alami saat ini, dalam menghapi menghadapi tantangan kerja tantangan atau masalah dalam bekerja? konsumsi makan bertambah banyak. Bisa dua kali lipatnya. Selain itu konsumsi rokok, konsumsi rokok meningkat dibandingkan dengan hari-hari biasa. Tapi tidak merokok di lingkungan kantor. Bagaimana reaksi psikologis yang anda Reaksi psikologis lebih biasa alami saat ini, dalam menghapi saja, tidak ada perubahan. tantangan atau masalah dalam bekerja? Sudah terbiasa dalam menghadapi. Menurut anda, apa yang menyebabkan Tugas yang berlebihan, akan anda mengalami reaksi fisik, perilaku tetapi banyak tugas tidak dan psikologis seperti saat ini didalam menjadikan masalah untuk saya bekerja? jika rekan kerja memiliki kepedulian dan bersedia bekerja sama menyelesaikan tugas. Akan tetapi, terkadang kondisi dilapangan kekompakan ini masih sedikit minim. Kepedulian dan kesediaan rekan lainnya untuk kompak melaksanakan tugas kurang ditingkatkan. Pelampiasannya biasanya ya merokok, dengan merokok jadi rileks.

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 Subjek : TB (Bripda) Hari dan Tanggal : Jumat, 30 Maret 2018 Jam : 09.59 Tempat : Polres Klaten Jenis Wawancara : Terstruktur Alat bantu : Lembar pertanyaan, bulpen dan kertas kosong No 1. 2. 3. 4. Pewawancara Selamat siang dan saya ucapkan terimakasih kepada Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten yang telah meluangkan waktu untuk saya wawancarai. Wawancara dilakukan guna keperluan data pendukung tugas akhir atau skripsi. Proses wawancara dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan dinamika kerja keseharian yang dialami oleh Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten dalam bekerja. Sebelum masuk ke inti pertanyaan, mengajukan pertanyaan kepada Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten, apakah anggota mempersilakan pewawancara menunjukkan identitas asli berupa nama di tugas akhir? Berapa lama bekerja menjadi polisi dan khususnya dibagian Satsabhara? Apa yang menjadi kekhasan dari anggota Satsabhara dibandingkan dengan anggota lain? Hasil Wawancara Pakai nama samaran saja (TB). Sudah bekerja 3 tahun. Kekhasan anggota Sabhara disiplin, kompak, dan selalu bersama-sama. Bekerja dengan pleton-pleton. Tugas apa saja yang dihadapi anggota Menjalankan tugas Satsabhara pada saat ini? pemeliharaan ketertiban masyarakat atau masa, membantu mengatur lalu lintas di pagi hari dan siaga SAR.

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 5. 6. 7. 8. 9. 10. Untuk saat ini, tantangan apa saja yang Tantangannya kita harus siaga dihadapi anggota Satsabhara disaat disetiap saat, dikarenakan menjalankan tugas? terkadang perintah tugas muncul secara tiba-tiba. Selain itu, walaupun terkadang sudah terjadwal, terkadang kita tidak bisa memprediksi kondisi di lapangan, bisa jadi dilapangan terjadi suatu masalah yang riskan. Untuk saat ini resiko kerja apa yang Resikonya biasanya berhadapat dihadapi oleh anggota Satsabhara Polisi? dengan masa atau masyarakat yang penuh emosi, masyarakat yang susah diatur. Seperti anakanak muda jaman sekarang yang suka nongkrong dan genkgenk yang suka mabukmabukan yang emosinya tidak terkontrol. Bagaimana reaksi tubuh atau fisik yang Dalam menghadapi masalah anda alami saat ini, dalam menghapi dalam bekerja kepala menjadi tantangan atau masalah dalam bekerja? pusing dan menjadi terasa berat. Bagaimana reaksi perilaku yang anda Disaat menghadapi tugas yang alami saat ini, dalam menghapi tantangan banyak, tidur menjadi sulit dan atau masalah dalam bekerja? tidak terkontrol. Pola makan dan porsi makan juga menjadi berubah. Bagaimana reaksi psikologis yang anda Dalam bertugas terkadang alami saat ini, dalam menghapi tantangan merasa bosan dan jenuh, atau masalah dalam bekerja? dikarenakan tugas yang sama dengan masalah yang sama. Menurut anda, apa yang menyebabkan Masalah pekerjaan, biasanya anda mengalami reaksi fisik, perilaku kepikiran mengenai suatu tugas dan psikologis seperti saat ini didalam dan masalah diwaktu tugas. bekerja? Pada saat seperti itu, senior tidak bersedia menanggapi dan memberikan arahan atau petunjuk atau kurang jelas petunjukknya. Langsung pusing kepala, malamnya tidur tidak nyenyak dikarenakan selalu kepikiran tugas. Bosan juga dikarenakan masalahnya diseputaran itu.

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 Subjek : CB (Bripda) Hari dan Tanggal : Jumat, 30 Maret 2018 Jam : 10.27 Tempat : Polres Klaten Jenis Wawancara : Terstruktur Alat bantu : Lembar pertanyaan, bulpen dan kertas kosong No 1. 2. 3. Pewawancara Selamat siang dan saya ucapkan terimakasih kepada Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten yang telah meluangkan waktu untuk saya wawancarai. Wawancara dilakukan guna keperluan data pendukung tugas akhir atau skripsi. Proses wawancara dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan dinamika kerja keseharian yang dialami oleh Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten dalam bekerja. Sebelum masuk ke inti pertanyaan, mengajukan pertanyaan kepada Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten, apakah anggota mempersilakan pewawancara menunjukkan identitas asli berupa nama di tugas akhir? Berapa lama bekerja menjadi polisi dan khususnya dibagian Satsabhara? Hasil Wawancara Kalau yang lain gimana? Kalau samaran, saya juga pakai nama samaran saja. Sudah bekerja selama 3,5 tahun. Apa yang menjadi kekhasan dari Kekhasan anggota Sabhara anggota Satsabhara dibandingkan bekerja di luar kantor atau dengan anggota lain? dilapangan dan biasanya berhadapan dengan masyarakat langsung dengan kuantitas yang banyak. Contohnya pengamanan konser, pengamanan demo dan pengawalan pengamanan suporter bola. Berbeda dengan lantas atau reserse, seperti

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 4. Tugas apa saja yang dihadapi anggota Satsabhara pada saat ini? 5. Untuk saat ini, tantangan apa saja yang dihadapi anggota Satsabhara disaat menjalankan tugas? 6. Untuk saat ini resiko kerja apa yang dihadapi oleh anggota Satsabhara Polisi? 7. Bagaimana reaksi tubuh atau fisik yang anda alami saat ini, dalam menghapi tantangan atau masalah dalam bekerja? 8. Bagaimana reaksi perilaku yang anda alami saat ini, dalam menghapi tantangan atau masalah dalam bekerja? 9. Bagaimana reaksi psikologis yang anda alami saat ini, dalam menghapi tantangan atau masalah dalam bekerja? reserse yang dicari satu orang tapi melibatkan team. dikarenakan susahnya pengungkapkan tersangka. Saat ini seperti patroli biasa disetiap malam, dan diklaten mulai banyak genk-genk motor. Seperti genk motor KLX yang biasa membuat resah masyarakat. Tantangan lebih pada perilaku anak-anak muda yang menyeleweng. Membuat angggota Satsabhara bekerja lebih ekstra dan tidak mengenal waktu. Bekerja dari pagi hingga larut malam untuk melaksanakan giat patroli untuk mengantisipasi kondisi yang mengancam masyarakat. Resiko kerja siaga selama 24 jam, walaupun sudah dibagi jam kerja masing-masing akan tetapi keseluruhan anggota Satsabhara tetap siap siaga. selain itu, dikarenakan tugas terkadang waktu untuk bersama keluarga itu sangat minim. Merasakan pusing kepala sebelah, biasa disebut migren. Jika mendapat tugas dadakan biasanya saya alami migren. Waktu ini lebih kearah konsumsi rokok yang meningkat dan minum minuman beralkohol, menjadi ketergantungan. Waktu ini, lebih merasakan bosan dengan tugas yang sama dan tegang karena perintah tugas dadakan.

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 10. Menurut anda, apa yang menyebabkan anda mengalami reaksi fisik, perilaku dan psikologis seperti saat ini didalam bekerja? Lebih pada lingkungan kerja seperti kurangnya dorongan dan perhatian dari atasan dan sesama rekan kerja. Kekurang kompakan dalam melaksanakan tugas, dan biasanya atasan memerintah akan tetapi kurang memperhatikan kondisi anggotanya. Menjadi bosan jika kondisi seperti ini.

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 Subjek : NN (Bripka) Hari dan Tanggal : Jumat, 30 Maret 2018 Jam : 14.05 Tempat : Polres Klaten Jenis Wawancara : Terstruktur Alat bantu : Lembar pertanyaan, bulpen dan kertas kosong No 1. 2. 3. Pewawancara Selamat siang dan saya ucapkan terimakasih kepada Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten yang telah meluangkan waktu untuk saya wawancarai. Wawancara dilakukan guna keperluan data pendukung tugas akhir atau skripsi. Proses wawancara dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan dinamika kerja keseharian yang dialami oleh Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten dalam bekerja. Sebelum masuk ke inti pertanyaan, mengajukan pertanyaan kepada Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten, apakah anggota mempersilakan pewawancara menunjukkan identitas asli berupa nama di tugas akhir? Berapa lama bekerja menjadi polisi dan khususnya dibagian Satsabhara? Hasil Wawancara Lebih nyaman kalau disamarkan, atau pakai nama inisial. Sudah bekerja selama 12 tahun. Apa yang menjadi kekhasan dari anggota Dari anggota kekhasan lebih Satsabhara dibandingkan dengan pada anggota yang baru saja anggota lain? menyelesaikan pendidikan. Banyak anggota yang mudamuda. Dari tugas seperti menjaga keamanan mulai dari markas hingga masyarakat dan banyak pada pegendalian masa.

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 4. 5. 6. 7. 8. 9. Tugas apa saja yang dihadapi anggota Menjaga ketertiban dan Satsabhara pada saat ini? keamanan masyarakat. Seperti pengawalan kegiatan demo, back-up keamanan instansi yang membutuhkan. Pengamanan markas, markas skala Polres dan Satsabhara sendiri. Pelatihan ketrampilan anggota dalam menjaga keamanan kegiatan. Untuk saat ini, tantangan apa saja yang Tantangan lebih kepada jam dihadapi anggota Satsabhara disaat kerja yang mungkin melebihi menjalankan tugas? jam kerja biasanya. Biasanya yang sering terjadi masyarakat yang tidak bersahabat, anakanak muda yang genk-genkan dan mabuk-mabukkan, perjudian. Untuk saat ini resiko kerja apa yang Resiko kerja biasanya dihadapi oleh anggota Satsabhara Polisi? masyarakat yang tidak bersahabat dengan anggota bahkan menentang. Tuntutan dari atasan juga, yang mungkin tidak maksimal berjalan dan berdampak pada peringatan keras (marah) dari atasan. Jam kerja yang lebih, untuk pengajuan cuti satu hari pun susah. Bagaimana reaksi tubuh atau fisik yang Untuk fisik lebih ke keringat anda alami saat ini, dalam menghapi yang berlebihan, setiap tantangan atau masalah dalam bekerja? menghadapi tantangan atau masalah keringat berlebihan. Bagaimana reaksi perilaku yang anda Tidak ada perubahan yang alami saat ini, dalam menghapi signifikan, dikarenakan sudah tantangan atau masalah dalam bekerja? terbiasa menghadapi masalah dan bisa mengendalikan perilaku ke hal positif. Bagaimana reaksi psikologis yang anda Tidak ada perubahan juga, alami saat ini, dalam menghapi sudah dapat menyesuaikan diri tantangan atau masalah dalam bekerja? dengan kondisi dan sudah nyaman dengan pekerjaan ini.

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 10. Menurut anda, apa yang menyebabkan Lebih pada kondisi kerja anda mengalami reaksi fisik seperti saat dimana ketidakpedulian dan ini didalam bekerja? perhatian rekan kerja dalam menyelesaikan tugas. Terkadang menghadapi tugas atau masalah kerja sendiri.

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 Subjek : SH (Briptu) Hari dan Tanggal : Jumat, 30 Maret 2018 Jam : 13.11 Tempat : Polres Klaten Jenis Wawancara : Terstruktur Alat bantu : Lembar pertanyaan, bulpen dan kertas kosong No 1. 2. 3. 4. Pewawancara Selamat siang dan saya ucapkan terimakasih kepada Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten yang telah meluangkan waktu untuk saya wawancarai. Wawancara dilakukan guna keperluan data pendukung tugas akhir atau skripsi. Proses wawancara dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan dinamika kerja keseharian yang dialami oleh Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten dalam bekerja. Sebelum masuk ke inti pertanyaan, mengajukan pertanyaan kepada Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten, apakah anggota mempersilakan pewawancara menunjukkan identitas asli berupa nama di tugas akhir? Berapa lama bekerja menjadi polisi dan khususnya dibagian Satsabhara? Apa yang menjadi kekhasan dari anggota Satsabhara dibandingkan dengan anggota lain? Hasil Wawancara Menggunakan nama inisial saja. Sudah bekerja selama 9 tahun. Kekhasan dari anggota Sabhara seperti kekompakan pletonpletonnya, didominasi anggotaanggota muda dan dari segi tugas lebih ke preventif serta siaga 24 jam. Tugas apa saja yang dihadapi anggota Saat ini lebih ke turjawali, Satsabhara pada saat ini? pengamanan objek vital kota serta wilayah-wilayah dan pengamanan markas.

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153 5. 6. 7. 8. 9. 10. Untuk saat ini, tantangan apa saja yang Tantangan lebih ke masyarakat dihadapi anggota Satsabhara disaat atau anak-anak muda yang menjalankan tugas? biasanya sulit mentaati peraturan. Perintah atasan yang diluar dugaan dan jam kerja yang lebih. Terkadang hanya sedikit waktu untuk bertemu dengan keluarga. Untuk saat ini resiko kerja apa yang Resikonya banyak, biasanya dihadapi oleh anggota Satsabhara Polisi? masyarakat khususnya anakanak muda yang tidak dapat menerima kehadiran anggota dengan baik. Lebih dilihat bukan sebagai pelindung pengayom, akan tetapi lebih ke sudut pandang mengganggu atau kasarnya musuh mereka. Bagaimana reaksi tubuh atau fisik yang Untuk saat ini, biasa saja untuk anda alami saat ini, dalam menghapi fisik. Sudah terbiasa dengan tantangan atau masalah dalam bekerja? kondisi lapangan. Bagaimana reaksi perilaku yang anda Yang paling terasa kesulitan alami saat ini, dalam menghapi tantangan tidur, waktu tidur jadi tidak atau masalah dalam bekerja? teratur dan tidak terkontrol. Biasanya hanya tidur dengan waktu yang singkat saja. Bagaimana reaksi psikologis yang anda Merasa cemas dikarenakan alami saat ini, dalam menghapi tantangan banyak teror bom yang atau masalah dalam bekerja? berfokus kepada polisi. Banyak sekali teror yang mengarah kepada anggota polisi. Sabhara garis depan, dikarenakan Sabhara salah satu anggota yang berjaga di pos. Menurut anda, apa yang menyebabkan Lebih pada situasi keluarga anda mengalami reaksi fisik, perilaku kurangnya perhatian keluarga dan psikologis seperti saat ini didalam dan dorongan. Karena itu, bekerja? terkadang kerja menjadi tidak maksimal. Terkhusus memiliki masalah keluarga yang dibawa ketempat kerja. keluarga terkadang teramat takut dengan kondisi dimana banyak teror bom yang mengarah kepada anggota polisi.

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154 Subjek : SU Hari dan Tanggal : Rabu, 11 April 2018 Jam : 11.05 Tempat : Polres Klaten Jenis Wawancara : Terstruktur Alat bantu : Lembar pertanyaan, bulpen dan kertas kosong No 1. 2. 3. 4. Pewawancara Selamat siang dan saya ucapkan terimakasih kepada bapak yang telah meluangkan waktu untuk saya wawancarai. Wawancara dilakukan guna keperluan data pendukung tugas akhir atau skripsi. Proses wawancara dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan stres kerja pada Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten dalam bekerja. Sebelum masuk ke inti pertanyaan, mengajukan pertanyaan kepada Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten, apakah anggota mempersilakan pewawancara menunjukkan identitas asli berupa nama di tugas akhir? Berapa lama bekerja menjadi polisi dan khususnya dibagian Satsabhara? Hasil Wawancara Lebih baik disamarkan saja dengan menggunakan nama inisial. Untuk Satsabhara sudah beberapa kali, akan tetapi untuk diPolres Klaten belum lama. Apa yang menjadi kekhasan dari anggota Kekhasan dari anggota Sabhara Satsabhara dibandingkan dengan anggota lebih pada kekompakan, lain? dikarenakan banyak tugas yang dilakukan secara bersama-sama dan anggota banyak yang masih muda. Semangatnya masih tinggi dan kuat. Tugas apa saja yang dihadapi anggota Banyak tugas-tugas anggota Satsabhara pada saat ini? Satsabhara saat ini, seperti pemberian arahan, pengawasan, pengendalian masa, bimbingan, merawat alat dan kendaraan

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155 5. 6. Satsabhara. Lalu juga melaksanakan pengamanan markas, siaga SAR, turjawali, serta pengamanan unjuk rasa. Disetiap pagi ada juga anggota bersedia membantu subdivisi lainnya seperti membantu mengatur lalu lintas, mengamankan barang bukti. Untuk saat ini, tantangan apa saja yang Tantangan lebih pada kondisi dihadapi anggota Satsabhara disaat masyarakat yang kurang baik menjalankan tugas? seperti perjudian, miras, dan genk-genk anak muda saat ini. Susah untuk diatur dan dibasmi, sudah melakukan razia dan pengamanan akan tetapi dilain waktu muncul lagi. Hal tersebut juga dapat berdampak pada anggota, indikator keberhasilan tertunda dicapai dan anggota mendapat peringatan tegas dari atasan untuk lebih giat lagi. Untuk saat ini resiko kerja apa yang Resikonya lebih pada dihadapi oleh anggota Satsabhara Polisi? pandangan masyarakat, kita bertugas memberikan pengamanan, preventif, mencegah suatu kondisi yang tidak baik. Akan tetapi banyak masyarakat yang memandang kita sebagai pengganggu. Seperti mengamankan minuman keras, tempat perjudian dan mengarahkan anak-anak muda untuk tidak melakukan aktivitas menongkrong yang tidak jelas dipinggir jalan, anggota melakukan pengamanan dan antisipasi situasi yang tidak diinginkan, akan tetapi masyarakat tidak terima dan anggota dianggap mengganggu.

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156 7. 8. Bagaimana kondisi anggota berkaitan Untuk kondisi stres kerja dengan stres dalam bekerja? anggota, tidak dipungkiri anggota mengalami stres dalam bekerja. Secara keseluruhan, semua pekerjaan tidak dipungkiri akan memiliki titik stres dalam bekerja. Akan tetapi, stres kerja yang dialami seseorang yang sedang bekerja berbeda-beda. Seperti anggota sendiri, ada anggota yang memiliki stres disaat bekerja yang rendah, sedang hingga tinggi. Titik stres yang dialami anggota berbeda-beda. Seperti sekarangpun, ada anggota yang mengalami stres dalam bekerja. Tetapi tingkatannya berbedabeda. Menurut bapak, apa yang menyebabkan Untuk penyebabnya bisa anggota mengalami stres kerja seperti banyak penyebab, sperti saat ini? banyakya tugas, memiliki masalah pribadi, hubungan dengan rekan kerja dan atasan juga. Untuk saat ini, banyak anggota yang kemungkinan mengalami stres kerja dikarenakan hubungan dengan kondisi lapangan, seperti peran masyarakat yang kurang mendukung. Masyarakat tidak menghargai dan berempati pada anggota dalam melaksanakan tugas. Masyarakat menilai negatif anggota yang bertugas, terkadang masyarakat juga menentang akan kehadiran anggota sebagai pelindung masyarakat.

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157 Subjek : DM Hari dan Tanggal : Senin, 9 April 2018 Jam : 14.05 Tempat : Polres Klaten Jenis Wawancara : Terstruktur Alat bantu : Lembar pertanyaan, bulpen dan kertas kosong No 1. 2. 3. Pewawancara Selamat siang dan saya ucapkan terimakasih kepada bapak yang telah meluangkan waktu untuk saya wawancarai. Wawancara dilakukan guna keperluan data pendukung tugas akhir atau skripsi. Proses wawancara dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan stres kerja pada Anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten dalam bekerja. Sebelum masuk ke inti pertanyaan, mengajukan pertanyaan kepada anggota Satsabhara Polisi di Polres Klaten, apakah anggota mempersilakan pewawancara untuk menunjukkan identitas asli berupa nama di tugas akhir? Tugas apa saja yang dihadapi anggota Satsabhara pada saat ini? Hasil Wawancara Untuk nama disamarkan saja, boleh digantikan dengan nama inisial. Untuk tugas yang dihadapi saat ini banyak, seperti pengendalian masa, pengamanan bank, turjawali yang dilakukan disetiap hari dan disetiap saat untuk berpatroli dan lainlainnya. Untuk saat ini, tantangan apa saja yang Tantangan lebih pada kondisi dihadapi anggota Satsabhara disaat lapangan, dikarenakan kondisi menjalankan tugas? lapangan tidak dapat diperkirakan. Selain itu, anggota harus dapat menjalankan fungsi tugasnya dengan maksimal.

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158 4. Untuk saat ini resiko kerja apa yang Resiko kerja biasanya pada dihadapi oleh anggota Satsabhara Polisi? kondisi dilapangan, terkadang anggota Satsabhara menerima penolakan dari masyarakat. Seperti sedang melakukan pengawalan kepentingan pemerintah, anggota hanya mengawal jalannya kegiatan, akan tetapi dilapangan terkadang anggota Sabhara menjadi sasaran emosi masyarakat. 5. Bagaimana kondisi anggota berkaitan Pada saat ini, anggota lebih dengan stres dalam bekerja? cenderung memiliki stres kerja yang sedang. Anggota sudah mendapatkan perhatian dari segi pembinaan kesejahteraan rohani, mental, jasmani, moril dan materil, pembinaan dan pemeriksaan psikologis serta kesehatan jiwa khususnya dari bidang Bagsumda. Akan tetapi, pada saat ini masih ada anggota yang mengalami kondisi yang berkaitan dengan stres dalam bekerja. 6. Menurut bapak, apa yang menyebabkan Hal tersebut dikarenakan anggota mengalami stres kerja seperti banyaknya tuntutan tugas. saat ini? Banyak tugas yang harus dikerjakan oleh anggota Satsabhara. Akan tetapi tuntutan tugas sudah biasa dihadapi oleh anggota. Peran dukungan-dukungan dari atasan, masyarakat dan instansi sendiri yang penting. Banyak tugas harus dihadapi, jika atasan, masyarakat dan instansi memberikan dukungan yang tinggi maka anggota akan lebih nyaman dalam bekerja. Akan tetapi untuk saat ini dukungan dari atasan, masyarakat dan

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159 instansi masih kurang ditingkatkan. Hal tersebut berdampak pada kondisi stres anggota. Seperti saya sendiri, saya juga merasa stres. Sudah banyak melaksanakan tugas dengan maksimal akan tetapi atsan terkadang kurang puas, kurang memberikan dorongan, perhatian dan kurang menghargai jajarannya dalam melaksanakan tugas. Tepat jika dilakukan penelitian mengenai stres kerja, dikarenakan itu sangat berpengaruh pada pekerjaan. Selain itu, masyarakat juga terkadang kurang memberikan dukungan kepada anggota, sebaliknya, masyarakat cenderung menambah pekerjaan atau PR anggota. Dukungan itu sangat penting bagi jajaran anggota Satsabhara. Kepedulian antar rekan kerja, pemberian nasihat, saran, keanggotaan yang kompak dan kenaikan gaji dari instansi dapat membantu menurunkan tingkat stres dalam bekerja. Dimana anggota mendapatkan perhatian kesejahteraan hidup yang lebih dari rekan kerja dan instansi.

(180)

Dokumen baru

Download (179 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan antara outcome-expectancy dengan motivasi kerja anggota polantas Polres Metro Tangerang
0
3
130
Hubungan dukungan sosial dengan Coping stres homoseksual di Jakarta
0
10
244
Hubungan kemandirian dan dukungan sosial dengan tingkat stres lansia
3
11
170
Hubungan antara dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada siswa SMK.
4
12
125
Hubungan antara self-esteem dan dukungan sosial dengan kecemasan kesempatan kerja pada penyandang disabilitas fisik.
1
10
140
Hubungan antara dukungan sosial dan tingkat stres orangtua dari anak autis.
0
6
123
Hubungan antara ketrampilan komunikasi interpersonal perawat dengan pasien dan stres kerja perawat - USD Repository
0
0
98
Hubungan antara stres kerja pada prajurit TNI-AD di Yonif 400/Raider dan kekerasan dalam rumah tangga - USD Repository
0
0
184
Hubungan antara adversity quotient dan stres pada mahasiswa yang bekerja - USD Repository
0
0
119
Hubungan antara tingkat dependensi dan tingkat stres pada mahasiswa - USD Repository
0
0
127
Hubungan antara dukungan sosial dengan stres kerja karyawan bagian produksi PT. Industri Karet Nusantara PRTRA (Pabrik Rubber Thread and Rubber Articles - USD Repository
0
0
154
Hubungan antara dukungan sosial yang dipersepsikan dan harga diri remaja - USD Repository
0
0
84
Hubungan antara inteligensi, dukungan sosial orang tua, dan konsep diri terhadap prestasi belajar anak - USD Repository
0
0
101
Hubungan antara self-regulated learning dan stres akademik pada mahasiswa - USD Repository
0
0
118
Hubungan antara kecerdasan emosional dengan perilaku prososial pada polisi - USD Repository
0
0
120
Show more