Pengembangan prototipe cergam IPA tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik untuk kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository

Gratis

0
0
173
3 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN PROTOTIPE CERGAM IPA TENTANG PENGOLAHAN ENERGI PANAS MATAHARI MENJADI MENJADI ENERGI LISTRIK UNTUK KELAS IV SEKOLAH DASAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Prog Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh : Ulfi Aulia Fauziana NIM 151134253 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN PROTOTIPE CERGAM IPA TENTANG PENGOLAHAN ENERGI PANAS MATAHARI MENJADI NJADI ENERGI LISTRIK UNTUK KELAS IV SEKOLAH DASAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Prog Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh : Ulfi Aulia Fauziana NIM 151134253 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Karya tulis ini peneliti persembahkan kepada: 1. Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan Rahmat serta KaruniaNya. 2. Kedua orang tua, Bapak Supriyatno dan Ibu Kustiyati yang selalu mendoakan, mendukung, membimbing, dan memberi semangat peneliti sehingga peneliti selalu termotivasi untuk segera menyelesaikan skripsi. 3. Keluarga besar Saminu Sulasmi yang telah memberikan dukungan moral. 4. Almamater Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Dan janganlah kamu berputus asa dari Rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus dari Rahmat Allah melainkan orang yang kufur (QS Yusuf: 87) vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 29 Januari 2019 Peneliti Ulfi Aulia Fauziana vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Ulfi Aulia Fauziana Nomor Mahasiswa : 151134253 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universtas Sanata Dharma, karya ilmiah sayayang berjudul: PENGEMBANGAN PROTOTIE CERGAM IPA TENTANG PENGOLAHAN ENERGI PANAS MATAHARI MENJADI ENERGI LISTRIK UNTUK KELAS IV SEKOLAH DASAR Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai peneliti. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 9 Januari 2019 Yang menyatakan Ulfi Aulia Fauziana viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENGEMBANGAN PROTOTIPE CERGAM IPA TENTANG PENGOLAHAN ENERGI PANAS MATAHARI MENJADI ENERGI LISTRIK UNTUK KELAS IV SEKOLAH DASAR Ulfi Aulia Fauziana Universitas Sanata Dharma 2019 Fokus penelitian ini berkaitan dengan pengembangan prototipe cergam tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik yang diajarkan di kelas IV Sekolah Dasar pada pembelajaran 1 dalam buku tematik tema 2 “Selalu Berhemat Energi” subtema 3 “Energi Alternatif”. Dari angket yang dibagikan pada 22 siswa kelas IV Sekolah Dasar, mereka membutuhkan cergam tentang energi alternatif. Peneliti membuat cergam berisi informasi tentang manfaat energi panas matahari menjadi energi listrik. Cergam dibuat dengan menggunakan gambar ilustrasi panel surya dan matahari dan dibuat berwarna agar siswa tertarik membaca. Maka dari itu, judul penelitian ini adalah “Pengembangan Prototipe Cergam IPA tentang Pengolahan Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik untuk Kelas IV Sekolah Dasar”.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas produk. Prosedur pengembangan penelitian ini adalah Research & Development (R&D) menggunakan enam langkah menurut Sugiyono, yaitu: (1) potensi dan masalah, (2) mengumpulkan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) perbaikan desain, (6) uji coba produk. Prototipe divalidasi oleh seorang guru kelas IV Sekolah Dasar dan seorang dosen IPA dengan skor ratarata 3,1 (dari rentang nilai 1-4) termasuk “baik” sehingga layak diujicobakan setelah diperbaiki. Uji coba dilakukan kepada 22 siswa kelas IVSekolah Dasar dengan hasil 3,4. Hal tersebut menunjukkan siswa memahami materi pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik. Prototipe cergam dapat dijadikan media pembelajaran yang memberi informasi pada siswa tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik pada pembelajaran 1 dalam buku tematik tema 2 dan sebagai sarana literasi dalam menunjang Gerakan Literasi Sekolah. Kata kunci: cergam, energi panas matahari, energi listrik, panel surya ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT DEVELOPMENT OF SCIENCE STORY BOOK PROTOTYPE ABOUT THE PROCESSING OF SOLAR THERMAL ENERGY TO BE ELECTRICAL ENERGY FOR CLASS IV OF PRIMARY SCHOOL Ulfi Aulia Fauziana Sanata Dharma University 2019 The focus of this study discusses developmet of storybook about solar thermal energy into electrical energy studied in class IV of elementary school in learning 1 in the thematic book theme 2 "Always Save Energy" sub-theme 3 "Alternative Energy". From the questionnaire distributed to 22 fourth grade students of elementary school, they needed a battle about alternative energy. The researcher made a story book containing information about the benefits of solar thermal energy into electrical energy. Creams are made using illustrations of solar and solar panels and are made so students are interested in reading. Therefore, the title of this research is "Development of Science Story Book Prototype about the Processing of Solar Thermal Energy to be Electrical Energy for Class IV of Primary School". The purpose of this study is to study product quality. The procedure for developing this research is Research & Development (R & D) using six steps according to Sugiyono, namely: (1) potential and problems, (2) gathering information, (3) product design, (4) design validation, (5) design improvements, (6) product testing. The prototype was validated by a fourth grade primary school teacher and a science lecturer with an average score of 3.1 (from a range of 1-4 grades) including "very good" so that it was worth testing after being repaired. The trial was conducted on 22 fourth grade students of primary school with 3,4. This shows students understand the material for processing solar thermal energy to be electrical energy.The prototype can be used as learning media that informs students about processing solar thermal energy into electrical energy in learning 1 in theme 2 thematic books and as a means of literacy in supporting Gerakan Literasi Sekolah. Keywords: book story, solar thermal energy, electrical energy, Solar Cell x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat, rahmat dan cintaNya yang telah dilimpahkan kepada peneliti melalui perhatian dan kasih sayang dari keluarga, para dosen dan teman-teman, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar dan tepat waktu. Skripsi yang berjudul “PENGEMBANGAN PROTOTIPE CERGAM IPA TENTANG PENGOLAHAN ENERGI PANAS MATAHARI MENJADI ENERGI LISTRIK UNTUK KELAS IV SEKOLAH DASAR” disusun sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Peneliti menyadari bahwa penyusunan skripsi ini dapat diselesaikan berkat dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, peneliti mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Ibu Christiyanti Aprinastuti, M.Si., M.Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Ibu Kintan Limiansih, S.pd., M.Pd. selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan Dosen Pembimbing II yang telah memberikan motivasi, mengarahkan, dan membimbing peneliti selama menyelesaikan penulisan skripsi. 4. Ibu Dra. Ignatia Esti Sumarah, M.Hum. selaku Dosen Pembimbing I yang telah sabar mendampingi, membimbing, dan mengarahkan peneliti selama menyelesaikan penulisan skripsi. 5. Kedua orang tua, Bapak Supriyatno dan Ibu Kustiyati yang selalu mendoakan, memberi motivasi, membiayai, mengarahkan, dan membimbing peneliti selama menyelesaikan penulisan skripsi. 6. Keluarga besar Saminu Sulasmi yang telah memberikan dukungan moral. 7. Ibu Anggun Nisa Dwi T., S.Pd. yang telah berkenan menjadi validator cergam. xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Bapak Drs. Domi Severinus, M.Si. yang telah berkenan menjadi validator cergam. 9. Bapak Sumarno, S.Pd. selaku Kepala Sekolah SD Negeri Karangmloko I yang telah memberi izin penelitian. 10. Siswa-siswi kelas IV SD Negeri Karangmloko I dan SD Negeri Kledokan tahun pelajaran 2017/2018 yang terlibat dalam penelitian. 11. Dwi Setyo Wibowoyang telah memberikan arahan, semangat, motivasi, dan menemani pada saat menyelesaikan penulisan skripsi. 12. Teman-teman satu penelitian kolaboratif, yaitu Aya dan Vita yang telah memberi semangat dan motivasi dalam menyelesaikan penulisan skripsi. Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Peneliti berharap, semoga skripsi ini dapat bemanfaat bagi dunia pendidikan dan para pembaca. Yogyakarta, 29 Januari 2019 Peneliti Ulfi Aulia Fauziana xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL.................................................................................. ii HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................... iii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................... iv HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................ v HALAMAN MOTTO................................................................................ vi PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................... vii LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ................................ viii ABSTRAK .................................................................................................. ix ABSTRACT................................................................................................. x KATA PENGANTAR ............................................................................... xi DAFTAR ISI .............................................................................................. xiii DAFTAR TABEL ...................................................................................... xvii DAFTAR GAMBAR ................................................................................. xviii DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................. xix BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah .................................................................. 1 1.2 Rumusan Masalah ........................................................................... 5 1.3 Tujuan Penelitian ............................................................................. 5 1.4 Manfaat Penelitian ........................................................................... 6 1.5 Definisi Operasional ........................................................................ 6 1.6 Spesifikasi Produk ........................................................................... 7 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Landasan Teori ................................................................................. 9 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.1 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)................................................ 9 2.1.2 Tematik Kelas IV Sekolah Dasar Tema 2: “Selalu Berhemat Energi” Subtema 3: “Energi Alternatif”....................................10 2.1.3 Energi ..........................................................................................12 2.1.4 Energi Alternatif .........................................................................15 2.1.5 Energi Matahari ..........................................................................16 2.1.6 Energi Listrik ..............................................................................19 2.1.7 Panel Surya .................................................................................20 2.1.7.1 Pengertian Panel Surya ........................................................20 2.1.7.2 Cara Kerja Panel Surya ........................................................22 2.1.8 Cerita Bergambar ........................................................................24 2.1.8.1 Pengertian Cerita Bergambar ...............................................24 2.1.8.2 Karakteristik Cerita Bergambar ...........................................25 2.1.8.3 Jenis-Jenis Cerita Bergambar ...............................................26 2.1.8.3.1 Jenis Cerita Bergambar Menurut Rothkei dan Mainbach .............................................................................26 2.1.8.3.2 Jenis Cerita Bergambar Menurut McElmeel ................28 2.1.8.4 Fungsi Cerita Bergambar .....................................................30 2.1.9 Literasi .........................................................................................32 2.1.9.1 Pengertian Literasi ...............................................................32 2.1.9.2 Gerakan Literasi (GLS) ........................................................34 2.1.10 Karakteristik Siswa Kelas IV Sekolah .......................................37 2.2 Hasil Penelitian yang Relevan ............................................................39 2.3 Kerangka Berpikir ..............................................................................43 2.3 Pertanyaan Penelitian...........................................................................44 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian ....................................................................................45 3.2 Setting Penelitian .................................................................................46 3.2.1 Tempat Penelitian ........................................................................46 3.2.2 Subjek Penelitian .........................................................................47 3.2.3 Objek Penelitian ...........................................................................47 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.2.4 Waktu Penelitian ..........................................................................47 3.3 Prosedur Pengembangan ......................................................................47 1. Potensi dan Masalah .........................................................................47 2. Pengumpulan Data ............................................................................48 3. Desain Produk ...................................................................................48 4. Validasi Desain .................................................................................49 5. Perbaikan Desain ..............................................................................49 6. Uji Coba Produk ...............................................................................49 7. Perbaikan Produk ..............................................................................49 8. Uji Coba Pemakaian .........................................................................50 9. Perbaikan Produk ..............................................................................50 10. Produksi Masal................................................................................50 3.4 Teknik Pengumpulan Data ..................................................................51 3.4.1 Wawancara ...................................................................................52 3.4.2 Angket ..........................................................................................52 3.5 Instrumen Penelitian ............................................................................53 3.5.1 Pedoman Wawancara ...................................................................53 3.5.2 Angket ..........................................................................................55 3.6 Teknik Analisis Data ...........................................................................56 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ....................................................................................58 4.1.1 Prosedur Pengembangan .............................................................58 4.1.1.1 Potensi dan Masalah .................................................................59 4.1.1.1 Pengumpulan Data ....................................................................59 4.1.1.2 Desain Produk ...........................................................................63 4.1.1.2.1 Kisi-Kisi Cerita Bergambar ...........................................64 4.1.1.2.2 Produk Cerita Bergambar ..............................................65 4.1.1.3 Validasi Desain .........................................................................67 4.1.1.4 Perbaikan Desain .......................................................................69 4.1.1.5 Uji Coba Produk........................................................................76 4.1.2 Kualitas Produk ...........................................................................80 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.2 Pembahasan .........................................................................................84 4.3 Kelebihan dan Kekurangan Prototipe ..................................................88 4.3.1 Kelebihan Prototipe Cergam ................................................88 4.3.2 Kekurangan Prototipe Cergam .............................................89 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ..........................................................................................90 5.2 Keterbatasan Penelitian .......................................................................91 5.3 Saran ....................................................................................................92 KEPUSTAKAAN .........................................................................................93 LAMPIRAN ..................................................................................................95 CURRICULUM VITAE ................................................................................155 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Pedoman Wawancara .................................................................. 54 Tabel 3.2 Kisi-Kisi Instrumen Angket Siswa .............................................. 55 Tabel 3.3 Angket Siswa .............................................................................. 56 Tabel 3.4 Hasil Interval ............................................................................... 57 Tabel 4.1 Rekap Angket Siswa ................................................................... 60 Tabel 4.2 Kisi-Kisi Cerita Bergambar ......................................................... 64 Tabel 4.3 Rekap Validasi Desain Produk .................................................... 68 Tabel 4.3 Pedoman Penggolongan Kualitas ................................................ 69 Tabel 4.4 Rekap Hasil Uji Coba .................................................................. 83 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Bagan Penelitian yang Relevan ............................................... 42 Gambar 3.1 Prosedur Penelitian Pengembangan yang Digunakan ............. 51 Gambar 4.1 Produk Awal Cergam ............................................................. 66 Gambar 4.2 Perbaikan Bagian 1 .................................................................. 71 Gambar 4.3 Perbaikan Bagian 2 .................................................................. 73 Gambar 4.4 Perbaikan Bagian 3 .................................................................. 75 Gambar 4.5 Kegiatan Awal Pembelajaran ................................................. 78 Gambar 4.6 Siswa Membaca Prototipe Cergam ......................................... 79 Gambar 4.7Kegiatan Inti Pembelajaran ...................................................... 79 Gambar 4.8 Kegiatan Penutup Pembelajaran .............................................. 80 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1a Surat Izin Penelitian ............................................................... 96 Lampiran 1b Surat Izin Uji Coba Produk .................................................... 99 Lampiran 1c Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian................. 100 Lampiran 2 Pedoman Wawancara ............................................................... 101 Lampiran 3 Hasil Wawancara ..................................................................... 102 Lampiran 4 Kisi-Kisi Angket Siswa ........................................................... 108 Lampiran 4a Angket Siswa ......................................................................... 109 Lampiran 4b Hasil Angket Siswa ................................................................ 110 Lampiran 4c Rekap Hasil Angket Siswa ..................................................... 113 Lampiran 5 Angket Validator ..................................................................... 116 Lampiran 5a Hasil Angket Validator I ........................................................ 121 Lampiran 5b Hasil Angket Validator II ...................................................... 123 Lampiran 5c Rekap Hasil Angket Validator ............................................... 127 Lampiran 6 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPTH) ............ 129 Lampiran 7 Soal Refleksi Siswa ................................................................. 146 Lampiran 7a Hasil Refleksi Siswa .............................................................. 147 Lampiran 7b Rekap Hasil Refleksi Siswa ................................................... 150 Lampiran 7c Rubrik Penilaian Refleksi Siswa ........................................... 152 Lampiran 8 Kisi-Kisi Prototipe Cergam ..................................................... 153 xix

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab ini peneliti akan membahas mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, spesifikasi produk, dan definisi operasional. 1.1 Latar Belakang Masalah Energi alternatif merupakan sumber energi terbarukan yang tidak akan habis dipakai. Sumber energi ini diciptakan karena terdapat ancaman bahwa suatu saat sumber energi akan habis (Widodo,dkk., 2014: 6). Terdapat beberapa sumber energi alternatif yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan manusia, yaitu energi yang berasal dari air, angin, matahari, panas bumi (Herliani, dkk. 2003: 139-146). Materi tentang energi alternatif menjadi salah satu muatan pelajaran IPA yang diajarkan pada pembelajaran tematik Kurikulum 2013 kelas IV Sekolah Dasar. Materi tentang energi alternatif termasuk ke dalam mata pelajaran IPA yang diajarkan dikelas IV Sekolah Dasar pada pembelajaran 1 yang terdapat dalam buku tematik tema 2: “Selalu Berhemat Energi” subtema 3: “Energi Alternatif” yang dikolaborasikan dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia dan IPS. Pada tema ini, materi tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik belum dipelajari dan dibahas lebih mendalam. Mata pelajaran IPS membahas tentang sumber daya alam yang terdapat di Indonesia sebagai negara tropis. Dan pada mata pelajaran IPA membahas tentang salah satu sumber daya alam yang ada di Indonesia yaitu matahari. Matahari 1

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 mengahasilkan energi panas yang bermanfaat bagi makhluk hidup. Salah satunya yaitu sebagai pembangkit listrik tenaga surya (matahari) dengan menggunakan panel surya. Sedangkan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia menjelaskan tentang cara panel surya dalam mengubah energi panas matahari menjadi energi listrik yang kemudian disimpan dalam baterai. Berdasarkan hasil angket siswa yang dibagikan di SD Negeri Kledokan pada tanggal 7 November 2018, peneliti memperoleh data bahwa 55% siswa mengetahui macam-macam sumber energi alternatif dan menyetujui bahwa energi alternatif merupakan energi yang dapat digunakan untuk menggantikan energi yang berasal dari fosil maupun minyak bumi. Kemudian sebanyak 41% siswa menjawab menyetujui bahwa manfaat belajar energi alternatif untuk mengetahui pemanfaatan energi alternatif yang ramah lingkungan. Selain itu, peneliti mendapatkan data sebanyak 68% siswa menyatakan bahwa belum pernah membaca cergam, khususnya mengenai energi alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan literasi sebelum pelajaran dimulai. Cerita bergambar atau cergam merupakan buku bacaan cerita yang menampilkan teks narasi secara verbal dan disertai gambar-gambar ilustrasi. Dalam setiap cergam untuk anak pasti terdapat berbagai gambar ilustrasi yang menarik, dan pada umumnya penuh dengan warna-warni sehingga dapat menarik perhatian anak dan pembaca pada umumnya (Nurgiyantoro, 2005: 152-159). Ada enam jeniscergam menurut McElmeel (dalam Krissandi, 2017: 24-25), yaitu: fiksi, historis, informasi, biografi, cerita rakyat, dan kisah nyata.

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Jenis cergam informasi berisi fakta dan data tentang sesuatu yang berguna untuk menambah wawasan, keterampilan, dan juga bekal teoritis dalam diri pembacanya. Cergam yang peneliti kembangkan termasuk ke dalam jenis cergam yang memuat informasi tentangpegolahan energi panas matahari menjadi energi listrik dengan menggunakan sebuah alat, yaitu panel surya. Panel surya merupakan alat konversi energi panas matahari menjadi energi listrik (Julisman, dkk. 2017: 35). Bagian penyusun dari panel surya yaitu kaca, silikon, dan logam.Penerapan tekhnologi panel surya untuk memanfaatkan potensi energi panas matahari yang tersedia merupakan solusi yang tepat (Subandi, dkk (dalam Ramadhan,dkk. 2016: 60)). Hal tersebut karena Indonesia merupakan negara tropis dimana terdapat energi panas matahari yang berkesinambungan sepanjang tahun. Panel surya akan lebih diminati karena dapat digunakan untuk berbagai keperluan dan juga berbagai tempat (Ubaidillah, dkk (dalam Ramadhan, dkk. 2016: 60)). Biasanya panel surya dipasang di berbagai tempat yang mudah menyerap energi panas matahari. Berdasarkan hasil wawancara dengan tiga guru kelas IV Sekolah Dasar mengatakan bahwa cergam dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran tentang energi alternatif. Cergam dapat membuat siswa menjadi lebih tertarik untuk belajar karena terdapat gambar dan cergam dapat memberikan gambaran konsep-konsep tentang materi yang akan diajarkan.Cergam diperlukan agar dapat menjadi sarana dalam membantu siswa mengetahui proses terjadinya perubahan energi alternatif menjadi energi

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 listrik dan dapat mengetahui sumber energi selain minyak bumi yang lebih ramah lingkungan. Peneliti mengembangkan cergam tersebut karena terinspirasi oleh penelitian yang dilakukan oleh Sirilius Prasetya Nugraha yang berjudul “Pengembangan Buku Cerita Bergambar Berbasis Pendidikan Anti Korupsi untuk Pembelajaran Membaca Siswa Kelas IVA SD Negeri Dayuharjo Tahun Ajaran 2016/2017”. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku cerita bergambar berbasis anti korupsi dan mendeskripsikan kualitas buku cerita bergambar untuk pembelajaran membaca siswa kelas IV A SD Negeri Dayuharjo. Media buku cerita bergambar dibuat secara imajinatif agar siswa atau pembaca tertarik untuk membaca dan memahami isi dari bacaan tersebut. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa buku cerita bergambar yang dikembangkan dapat membantu pemahaman siswa terkait pendidikan anti korupsi dan membuat siswa lebih tetarik untuk membaca. Cergam yang peneliti kembangkan dapat menjadi sarana literasi dalam mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya pembelajar sepanjang hayat (Faizah, dkk. Kemendikbud, 2016: 2). Melalui Gerakan Literasi Sekolah dapat mengembangkan minat siswa dalam membaca sehingga dapatmengembangkan kemampuan memahami bacaan dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi, berpikir kritis, serta mengolah kemampuan komunikasi secara kreatif melalui kegiatan menanggapi bacaan pengayaan.Cergam yang berjudul

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 “Manfaat Panel Surya: Mengubah Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik” merupakan salah satu realisasi yang peneliti upayakan untuk menghadirkan cergam yang berisi informasi tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik oleh panel surya sebagai sebagai sarana literasi dalam menunjang Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan juga media pembelajaranpada pembelajaran 1 dalam buku tematiktema 2 “Selalu Berhemat Energi” subtema 3: “Energi Alternatif” tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik untuk kelas IV Sekolah Dasar. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian dan pengembangan ini adalah sebagai berikut : 1.2.1 Bagaimana proses dalam menyusun prototipe cergam IPA tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik untuk IV Sekolah Dasar? 1.2.2 Bagaimana kualitas produk prototipecergam IPA tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik untuk kelas IV Sekolah Dasar? 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah sebagai berikut : 1.3.1 Untuk mengetahui proses dalam menyusun prototipe cergam IPA tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik untuk kelas IV Sekolah Dasar.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 1.3.2 Untuk mendeskripsikan tingkat kualitas produk prototipecergam IPA tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik untuk kelas IV Sekolah Dasar. 1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Bagi Siswa Siswa dapat mengetahui dan menggunakan cergam yang berisi informasi tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik dengan menggunakan sebuah alat yaitu panel surya. 1.4.2 Bagi Guru Guru mendapatkan sarana literasi dan media dalam proses pembelajaran di kelas berupa cergam yang berisi infomasi tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik menggunakan panel surya. 1.4.3 Bagi Peneliti Peneliti dapat melakukan penelitian dalam mengembangkan cergam yang berisi informasi tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik untuk kelas IV Sekolah Dasar. 1.5 Definisi Operasional 1.5.1 Prototipe adalah bentuk awal dari sebuah karya tulis yang belum dicetak dan dipublikasikan secara luas sehingga belum memiliki hak cipta dari karya yang akan dibuat. 1.5.2 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu yang mempelajari alam sekitar berdasarkan hasil eksperimen dan observasi.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 1.5.3 Cerita bergambar (Cergam) adalah buku yang berisi cerita disertai gambar-gambar yang sesuai dengan isi cerita dan memiliki maksud untuk memberikan informasi maupun pengetahuan kepada pembacanya. 1.5.4 Energi matahari adalah energi yang berasal dari matahari yang dapat digunakan manusia untuk melakukan suatu kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. 1.5.5 Energi listrik adalah energi yang dimiliki oleh benda karena adanya arus listrik, sehingga dapat membantu menyalakan barang-barang elektronik yang biasanya digunakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. 1.5.6 Siswa kelas IV Sekolah Dasar adalah anak usia 9-10 tahun yang mempunyai tingkat persepsi terhadap suatu bentuk maupun objek yang semakin kuat. 1.6 Spesifikasi Produk yang Diharapkan Produk yang dikembangkan memiliki spesifikasi sebagai berikut: 1.6.1 Prototipe cergam dibuat berdasarkan pada buku kurikulum 2013 pada Tema 2: “Selalu Berhemat Energi”, subtema 3: “Energi Alternatif” tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. 1.6.2 Prototipe cergam berjudul “Manfaat Panel Surya: Mengubah Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik”, terdiri dari 17 halaman.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 1.6.3 Prototipe cergam terdiri dari cover, kata pengantar, halaman isi cerita, pertanyaan refleksi, daftar referensi, dan profil penulis. 1.6.4 Prototipecergam dibuat berwarna dan terdapat gambar ilustrasi agar siswa tertarik untuk membaca. 1.6.5 Prototipe cergam menggunakan bahasa yang sederhana sehingga siswa dapat lebih mudah memahami isi cerita. 1.6.6 Prototipe cergam disesuaikan dengan karakteristik perkembangan siswa kelas IV Sekolah Dasar. 1.6.7 Prototipe cergam dibuat dengan ukuran kertas A5. 1.6.8 Prototipe cergam dicetak dengan menggunakan kertas ivory dengan ketebalan 0,4 mm. 1.6.9 Prototipe cergam bukan sumber utama yang mengajarkan materi yang terdapat pada buku tematik kelas IV Sekolah Dasar dalam pembelajaran 1 tema 2: “Selalu Berhemat Energi” subtema 3: “Energi Alternatif”, sehingga apabila akan mengajarkan mata pelajaran Bahasa Indonesia perlu menambahkan kegiatan lain.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini menguraikan tentang landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini. Pembahasan teori terdiri dari beberapa bagian yaitu kajian teori, hasil penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan pertanyaan peneliti. 2.1 Kajian Pustaka Kajian pustaka menguraikan teori-teori yang mendukung penelitian, yaitu teori Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), tematik kelas IV Sekolah Dasar tema 2 “Selalu Berhemat Energi” subtema 3 “Energi Alternatif”, energi, energi alternatif, energi matahari, energi listrik, panel surya, cerita bergambar (cergam), literasi, karakteristik siswa kelas IV Sekolah Dasar. 2.1.1 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Ilmu pengetahuan alam merupakan terjemahan kata-kata dalam bahasa Inggris, yaitu natural science, yang artinya ilmu pengetahuan alam (IPA). Berhubungan dengan alam atau bersangkut paut dengan alam, science artinya ilmu pengetahuan. Jadi, IPA atau science adalah ilmu yang mempelajari tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam ini. IPA membahas tentang gejala-gejala alam yang disusun secara sistematis yang didasarkan pada hasil percobaan dan pengamatan yang dilakukan oleh manusia (Samatowa, 2011: 3). Menurut James Conant (dalam Samatowa, 2011: 1) science adalah suatu deretan konsep serta skema konseptual yang berhubungan satu sama lain, yang tumbuh sebagai hasil dari eksperimentasi dan observasi, serta berguna untuk diamati dan dieksperimentasikan lebih lanjut. 9

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 Menurut A.N.Whitehead (dalam Samatowa, 2011: 1) science dibentuk karena adanya pertemuan dua orde pengalaman. Orde pertama didasarkan pada hasil observasi terhadap gejala/fakta (orde observasi), dan yang kedua didasarkan pada konsep-konsep manusia mengenai alam (orde konsepsional). Menurut Samatowa (2011: 4) IPA melatih siswa berpikir kritis dan objektif. Pengetahuan yang benar artinya pengetahuan yang dibenarkan menurut tolak ukur kebenaran ilmu, yaitu rasional dan objektif. Rasional artinya masuk akal atau logis, diterima oleh akal sehat. Objektif artinya sesuai dengan objeknya, sesuai dengan kenyataan atau sesuai dengan pengalaman pengamatan melalui panca indera. Berdasarkan beberapa teori di atas, yang dimaksud IPA adalah ilmu yang mempelajari tentang alam sekitar berdasarkan hasil eksperimentasi dan observasi. Salah satu materi yang terdapat dalam IPAyang diajarkan di kelas IV Sekolah Dasar yaitu tentang energi. Materi tentang energi masuk ke dalam tematik kelas IV Sekolah Dasar yaitu pada Tema 2 : “Selalu Berhemat Energi” subtema 3: “Energi Alternatif”. 2.1.2 Tematik Kelas IV Sekolah Dasar Tema 2 “Selalu Berhemat Energi” Subtema 3: “Energi Alternatif” Kurikulum 2013 SD/MI menggunakan pendekatan pembelajaran tematik integratif dari kelas I sampai kelas VI. Pembelajaran tematik merupakan salah satu model pembelajaran integratif (integrated instruction) yang merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individu maupun kelompok aktif menggali dan menemukan konsep-

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara holistik, bermakna, dan autentik (Majid dan Rochman, 2014: 106-107). Pembelajaran berbasis integratif yang diterapkan pada tingkatan pendidikan dasar ini menyuguhkan proses belajar berdasarkan tema untuk kemudian dikombinasikan dengan mata pelajaran lainnya. Dalam Kurikulum 2013, terdapat delapan mata pelajaran untuk sekolah dasar, yaitu Agama, Matematika, Bahasa Indonesia, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Seni Budaya, IPA, dan IPS (Mulyasa, 2013: 170). Di kelas IV Sekolah Dasar, materi tentang energi alternatif termasuk ke dalam mata pelajaran IPA yang diajarkan pada pembelajaran 1 yang terdapat pada buku tematik tema 2: “Selalu Berhemat Energi” subtema 3: “Energi Alternatif” yang dikolaborasikan dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia dan IPS. Pada tema ini, materi tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik belum dipelajari dan dibahas lebih mendalam. Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yaitu 3.1 mengidentifikasi karakteristik ruang dan pemanfaatan sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat dari tingkat kota/kabupaten sampai tingkat provinsi dan 4.1 menyajikan karakteristik ruang dan pemanfaatan sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat dari tingkat kota/kabupaten sampai tingkat provinsi. Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPA yaitu 3.5 memahami berbagai sumber energi perubahan energi, dan sumber energi alternatif (angin, air, matahari, panas bumi, bahan bakar organik, dan nuklir) dalam kehidupan sehari-hari dan 4.5 menyajikan laporan hasil pengamatan dan penelusuran informasi tentang berbagai perubahan bentuk energi.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 Sedangkan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yaitu 3.4 membandingkan teks petunjuk penggunaan dua alat yang sama dan berbeda dan 4.4 menyajikan teks petunjuk penggunaan alat dalam bentuk teks tulis dan visual menggunakan kosa kata baku dan kalimat efektif. Maka pada pembelajaran 1, mata pelajaran IPS mengajarkan karakteristik sumber daya alam yang terdapat di dataran tinggi dan rendah berbeda, khususnya Indonesia yang merupakan negara tropis. Pada mata pelajaran IPA mengajarkan salah satu sumber daya alam yang terdapat di Indonesia yaitu matahari yang menghasilkan energi panas yang bermanfaat bagi makhluk hidup, salah satunya untuk pembangkit listrik dengan menggunakan panel surya. Kemudian pada mata pelajaran Bahasa Indonesia mengajarkan tentang cara panel surya mengubah energi panas matahari menjadi energi listrik yang kemudian disimpan dalam baterai dan disalurkan ke rumah dengan menggunakan kabel. Salah satu materi IPA yang diajarkan pada tema 2: “Selalu Berhemat Energi”, subtema 3: “Energi Alternatif” adalah tentang energi. 2.1.3 Energi Dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti belajar, bekerja, berolahraga, berjalan, dan berpikir, manusia membutuhkan energi. Energi merupakan kemampuan untuk melakukan suatu kerja atau usaha. Benda yang bergerak artinya benda melakukan usaha atau kerja, sehingga membutuhkan energi. Manusia dapat memanfaatkan perubahan energi dari benda-benda di sekitar, seperti lampu, setrika, kipas angin, mesin cuci, dan lain-lain untuk meringankan pekerjaan. Lampu mengubah energi listrik menjadi energi

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 cahaya dan energi panas. Setrika mengubah energi listrik menjadi energi panas. Kipas angin dan mesin cuci mengubah energi listrik menjadi energi gerak (Herliani,R.R.,dkk, 2003: 128-129).Menurut Suherlan (2009: 2) energi merupakan kemampuan yang dapat digunakan untuk melakukan kerja atau usaha. Setiap benda memiliki kemampuan melakukan usaha memiliki energi. Hal tersebut dikarenakan usaha dan energi memilki hubungan langsung. Energi merupakan suatu kemampuan yang dapat digunakan untuk bekerja, bergerak, bernapas, dan mengerjakan hal lainnya. Energi menyebabkan mobil dan motor dapat berjalan. Pesawat terbang dapat terbang karena adanya energi. Begitu juga kereta api dapat berjalan cepat karena adanya energi. Energi dapat digunakan untuk menyalakan listrik di rumah. Energi terdapat dimana-mana, bahkan tumbuhan dan hewan juga membutuhkan energi untuk dapat tumbuh dan berkembang. Dengan demikian, untuk melakukan suatu usaha, diperlukan energi. Energi terdapat dalam berbagai bentuk. Kerja kehidupan bergantung pada kemampuan organisme mengubah energi dari suatu bentuk ke bentuk lainnya (Widodo, dkk. Kemendikbud, 2016: 190). Energi adalah kemampuan untuk melakukan pekerjaan. Energi merupakan daya yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai proses kegiatan, meliputi energi mekanik, panas, dan lain-lain. Ada beberapa energi alam yang dapat digunakan sebagai energi alternatif yang bersih, tidak berpolusi, aman, dan persediaannya tidak terbatas yang dikenal dengan energi terbarukan Ramadhan,dkk., 2016: 59)). atau energi alternatif (Akhmad (dalam

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 Menurut Safitri (2009: 18-31) energi merupakan merupakan sebuah kemampuan benda yang dapat menjadikan manusia agar dapat melakukan usaha maupun kerja. Energi bersifat kekal, maksudnya tidak dapat dimusnahkan. Dengan demikian, jumlah energi di akan selalu tetap. Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Energi dapat berasal dari matahari, api, atau benda-benda lainnya. Setiap benda yang bergerak memerlukan energi. Tanpa energi, tidak akan terdapat gerakan apapun. Terdapat bermacam-macam bentuk energi. Berdasarkan bentuknya, energi dibedakan atas beberapa macam, yaitu energi kimia, energi panas (kalor), energi listrik, energi cahaya, dan energi bunyi. Energi dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk menunjang kebutuhan hidupnya. Contohnya, energi panas yang dihasilkan oleh setrika digunakan untuk merapikan pakaian. Menurut Sumantoro (2009: 142) energi merupakan sesuatu yang dapat melakukan pekerjaan atau usaha. Bentuk dari energi antara lain: energi kinetik atau energi gerak, energi listrik, energi panas (kalor), energi cahaya, energi bunyi, energi kimia, energi potensial, dan energi alternatif. Menurut Ramadhan, dkk (2016: 59) energi adalah kemampuan untuk melakukan pekerjaan. Energi merupakan daya yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai proses kegiatan, seperti energi mekanik, panas, dan lainlain. Terdapat beberapa energi alam yang bersih, tidak berpolusi, aman, dan persediaannya tidak terbatas, yang dikenal sebagai energi alternatif. Berdasarkan beberapa teori di atas, dapat disimpulkan bahwa energi adalah suatu kemampuan untuk melakukan usaha maupun kerja. Energi terdapat

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 dimana-mana dan dapat diubah menjadi bentuk lain. Selain itu, energi dapat berasal dari matahari, api, atau benda-benda lainnya. Bentuk dari energi antara lain: energi kinetik atau energi gerak, energi listrik, energi panas (kalor), energi cahaya, energi bunyi, energi kimia, energi potensial, dan energi alternatif. Menurut Sumantoro (2009: 161) sumber energi tidak semuanya tetap ada selamanya, seperti sumber energi yang berasal dari fosil dan minyak bumi. Apabila minyak bumi dan fosil digali terus-menerus maka lamakelamaan akan habis. Oleh karena itu, sebelum sumber energi habis, perlu mencari sumber energi lainnya, yaitu sumber energi alternatif. 2.1.4 Energi Alternatif Energi alternatif merupakan energi yang menggunakan bahan bakar selain fosil maupun minyak bumi. Minyak bumi merupakan sisa-sisa jasad renik (makhluk hidup yang sangat kecil) yang hidup di laut dan mati berjutajuta tahun yang lalu. Minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Disamping tidak dapat diperbaharui, bahan bakar minyak bumi dapat menyebabkan polusi. Pembakaran minyak secara tidak terkendali dapat menyebabkan polusi udara. Selain itu, minyak yang tumpah ke laut akan menyebabkan ikan-ikan mati (Herliani, dkk., 2003: 139-146). Menurut Safitri (2009: 50-70) terdapat beberapa sumber energi yang melimpah di muka bumi ini, seperti matahari, air, angin, nuklir, dan biogas. Menurut Widodo, dkk (2014: 6) energi alternatif merupakan sumber energi terbarukan atau tidak akan habis dipakai. Sumber energi ini diciptakan karena terdapat ancaman bahwa suatu saat sumber energi akan habis. Sumber

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 energi terbarukan yang saat ini mulai dikembangkan adalah biogas dari kotoran ternak, air mengalir, angin, dan panas matahari. Menurut Rahim, dkk (2007: 40) sumber energi alternatif merupakan sumber energi yang bisa digunakan tanpa mengurangi jumlahnya secara permanen. Matahari, angin, dan air merupakan sumber yang dapat diperbaharui. Batu bara, minyak, gas merupakan bahan bakar fosil dan termasuk ke dalam sumber alam yang tidak dapat diperbaharui sehingga suatu waktu sumber–sumber tersebut akan habis. Disebut demikian karena batu bara, minyak, dan gas alam terbuat dari sisa tumbuhan dan hewan kecil yang telah menjadi fosil. Minyak bumi terbuat dari sisa makhluk laut kecil yang hidup berjuta-juta tahun yang lalu. Berdasarkan beberapa teori di atas, dapat disimpulkan bahwa energi alternatif adalah sumber energi yang menggunakan bahan bakar selain dari minyak bumi maupun gas alam. Beberapa energi alternatif yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan manusia, yaitu energi yang berasal dari matahari, air, angin, nuklir, dan biogas. Dari beberapa macam energi alternatif tersebut, peneliti fokus pada salah satu macam energi alternatif, yaitu energi yang berasal dari matahari. 2.1.5 Energi Matahari Indonesia yang terletak di daerah tropis memiliki keuntungan cukup besar yaitu menerima energi panas matahari yang berkesinambungan sepanjang tahun (Hasan (dalam Ramadhan, dkk., 2016: 59)). Energi matahari dapat dimanfaatkan dengan bantuan panel surya. Energi matahari merupakan salah satu sumber energi yang ramah lingkungan dan sangat menjanjikan pada

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 masa yang akan datang karena tidak ada polusi yang dihasilkan selama proses konversi energi, dan sumber energinya banyak tersedia di alam (Rahayuningtyas, dkk (dalam Ramadhan, dkk., 2016: 60)). Energi panas yang berasal dari matahari tidak akan pernah habis meskipun digunakan berkali-kali oleh banyak makhluk hidup (Sumantoro, 2009: 144). Matahari merupakan sumber energi yang paling besar dan merupakan sumber energi yang tidak akan habis. Makhluk hidup di muka bumi memanfaatkan energi matahari, termasuk manusia. Manusia memanfaatkan energi matahari untuk kebutuhan sehari-hari, seperti menjemur pakaian, mengeringkan bahan makanan, membuat garam, dan sebagainya. Selain itu, manusia memanfaatkan energi matahari sebagai pembangkit listrik dengan menggunakan panel surya. Makhluk hidup lain, seperti tumbuhan memanfaatkan energi matahari untuk membuat makanan melalui proses fotosintesis. Di negara Indonesia, sinar dan panas matahari banyak dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari maupun rumah tangga (Safitri, 2009: 51-52). Manfaat energi panas matahari yaitu untuk mengeringkan baju, menghangatkan tubuh, membantu pembuatan garam, membantu pembuatan ikan asin, dan untuk siklus air di bumi (Sumantoro, 2009: 144). Menurut Suherlan (2009: 17) energi matahari adalah energi yang utama di bumi. Energi matahari mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Manfaat dari energi matahari yaitu sebagai pemanas ruangan, penerangan ruangan, kompor matahari, pengeringan hasil pertanian, distilasi air kotor, pemanas air, pembangkit listrik. Menurut Suharti (2010, 44-45)

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 energi matahari merupakan energi yang merambat ke bagian lebih luar sampai ke permukaan matahari sebelum dipancarkan ke luar angkasa. Energi matahari memiliki manfaat yang sangat besar untuk proses mahkluk hidup di muka bumi, seperti untuk membantu fotosintesis. Hampir semua energi yang terbentuk di bumi berasal dari atau terbentuk oleh pengaruh energi matahari. Energi matahari diperlukan tumbuhan hijau untuk membuat makanan. Dalam kehidupan sehari-hari, energi panas matahari digunakan manusia untuk mengeringkan pakaian, menjemur padi, dan sebagainya (Herliani, dkk. 2003: 144-145). Menurut Jasa, dkk (2016: 2) energi matahari adalah energi yang berasal dari panas matahari. Energi panas matahari diserap melalui sel surya (photovoltaic), kemudian diubah menjadi energi listrik.Selanjutnya, energi panas matahari yang sudah diubah menjadi energi listrik disimpan dalam baterai. Berdasarkan beberapa teori di atas, dapat disimpulkan bahwa energi matahari merupakan energi yang berasal dari matahari. Matahari merupakan sumber energi yang terbesar dan ramah lingkungan. Selain itu, matahari menghasilkan energi panas yang bermanfaat bagi makhluk hidup, misalnya untuk membantu proses fotosintesis tumbuhan, penerangan ruangan, mengeringkan pakaian, pembangkit listrik, mengeringkan ikan asin, dan lainlain. Dari beberapa manfaat energi panas matahari tersebut, peneliti fokus pada salah satu manfaat dari energi panas matahari, yaitu untuk pembangkit listrik.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 2.1.6 Energi Listrik Energi listrik merupakan energi yang dimiliki oleh benda karena adanya arus listrik. Energi listrik dapat dialirkan melalui kabel. Energi listrik dapat diubah menjadi energi lainnya, misalnya energi panas, energi gerak, energi bunyi, maupun energi cahaya. Energi listrik merupakan energi yang paling banyak digunakan. Di dalam rumah banyak alat yang menggunakan energi listrik, contohnya untuk penerangan, untuk menyalakan kipas, kulkas, televisi, dan sebagainya. Alat rumah tangga yang menggunakan energi listrik disebut alat elektronik (Safitri, 2009: 27).Menurut Karim, dkk (2008: 185) energi listrik merupakan salah satu bentuk energi yang paling banyak digunakan. Energi ini dipindahkan dalam bentuk aliran muatan listrik melalui kawat logam konduktor yang disebut arus listrik. Menurut Suherlan (2009: 8) energi listrik memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Manfaatnya dari energi listrik yaitu untuk menyalakan televisi, mesin cuci, kipas angin, dan peralatan rumah tangga maupun kantor lainnya. Semua peralatan tersebut dapat digunakan karena ada arus listrik yang mengalir di dalamnya. Hal ini menunjukkan bahwa arus listrik dapat menghasilkan energi.Menurut Widodo, & dkk (2014: 6) energi listrik merupakan energi yang dimiliki muatan listrik dan arus listrik. Energi ini merupakan energi yang paling banyak digunakan. Hal tersebut dikarenakan energi listrik mudah diubah menjadi energi lainnya. Sedangkan, menurut Ikatan Tentor Indonesia (2015: 170) energi listrik adalah kondisi partikel elektron dan proton yang menyebabkan penarikan dan penolakan gaya di

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 antara mereka. Energi listrik merupakan sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik timbul karena muatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif. Berdasarkan beberapa teori di atas, dapat disimpulkan bahwa energi listrik adalah sebuah energi yang memiliki muatan dan arus listrik. Energi disalurkan dengan menggunakan kabel. Selain itu, energi listrik dapat digunakan untuk menyalakan alat-alat elektronik, seperti televisi, mesin cuci, kipas angin, dan peralatan rumah tangga maupun kantor lainnya.Salah satu alat yang dapat mengubah energi panas matahari menjadi energi listrik adalah panel surya. 2.1.7 Panel Surya 2.1.7.1 Pengertian Panel Surya Energi panas matahari dapat dimanfaatkan manusia untuk memanaskan air maupun pembangkit listrik. Namun, energi panas matahari yang sampai ke permukaan bumi harus dikumpulkan terlebih dahulu. Alat yang digunakan sebagai pengumpul energi panas matahari disebut panel surya. Panel surya merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengumpulkan energi panas matahari dan kemudian diubah menjadi energi listrik. Alat ini berbentuk kotak-kotak, berwarna hitam serta bagian atasnya terbuat dari kaca. Panel surya biasanya diletakkan di atap rumah (Suharti, 2010: 45).Cara keja panel surya dengan prinsip p-n junction, yaitu junction antara semikonduktor tipe-p dan tipe-n. Semikonduktor ini terdiri dari atomatom yang terdapat elektron sebagai penyusun dasar. Semikonduktor tipe-n

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 mempunyai kelebihan elektron (muatan negatif), sedangkan semikonduktor tipe-p mempunyai kelebihan muatan positif dalam struktur atomnya (Julisman, dkk. 2017: 35). Panel surya merupakan alat konversi energi panas matahari menjadi energi listrik (Julisman, dkk. 2017: 35). Biasanya panel surya dapat dipasang di berbagai tempat yang mudah menyerap energi panas matahari (selalu terdapat energi panas matahari). Panel surya biasanya berwarna biru gelap. Panel surya tersusun atas kaca, silisium atau silicon (Si). Kaca dipilih karena bahan tersebut dapat ditembus oleh sinar matahari. Silikon dijadikan sebagai salah satu bahan penyusun panel surya karena silikon merupakan bahan semikonduktor. Semikonduktor adalah material yang dapat menghantarkan listrik jika mendapat energi cahaya atau panas, sedangkan pada temperatur rendah menjadi material yang bersifat isolasi (tidak mengahantarkan listrik). Selain itu, silikon tersedia dalam jumlah yang cukup besar karena sebagai material kedua terbesar yang tersedia di bumi dan proses pembuatan material silikon ramah lingkungan. Bagi kebanyakan orang, termasuk orang di Indonesia biaya yang digunakan untuk membuat pembangkit listrik tenaga surya (matahari) sangat mahal (Nugraha dan Sunardi, 2012: 20-27) Panel surya merupakan sebuah alat berukuran tipis (hampir sama dengan kertas). Panel surya terbuat dari silikon (Si) yang dimurnikan atau polikristalin silikon dan logam. Logam tersebut yang mampu menghasilkan listrik karena memiliki banyak elektron (Zubaidah, dkk. Kemendikbud, 2015: 132). Menurut Safitri (2009: 53) panel surya adalah sebuah alat yang

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 memanfaatkan panas matahari sebagai sumber energinya. Panel surya biasanya diletakkan di atas atap. Alat ini telah memanfaatkan tekhnologi untuk mengubah energi panas matahari menjadi energi listrik. Penerapan tekhnologi panel surya untuk memanfaatkan potensi energi panas matahari yang tersedia merupakan solusi yang tepat (Subandi, dkk (dalam Ramadhan,dkk. 2016: 60)).Panel surya akan lebih diminati karena dapat digunakan untuk berbagai keperluan yang relevan dan di berbagai tempat, seperti perkantoran dan pabrik(Ubaidillah, dkk (dalam Ramadhan, dkk. 2016: 60)). Selain itu, di hotel-hotel biasanya juga memanfaatkan panel surya (Herliani, dkk. 2003: 145). Berdasarkan beberapa teori di atas, dapat disimpulkan bahwa panel surya merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengubah energi panas matahari menjadi energi listrik. Panel surya ukurannya sangat tipis dan terbuat dari kaca, silikon, dan logam. Biaya yang digunakan untuk membuat panel surya sangat mahal, sehingga biasanya digunakan di perkantoran, pabrik, dan hotel. Biasanya panel surya dipasang di berbagai tempat yang dapat menyerap energi panas matahari. Cara kerja panel surya dengan prinsip p-n junction, yaitu junction antara semikonduktor tipe-p dan tipe-n. 2.1.7.2 Cara Kerja Panel Surya Cara keja panel surya dengan prinsip p-n junction, yaitu junction antara semikonduktor tipe-p dan tipe-n. Semikonduktor ini terdiri dari atomatom yang terdapat elektron sebagai penyusun dasar. Semikonduktor tipe-n mempunyai kelebihan elektron (muatan negatif), sedangkan semikonduktor

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 tipe-p mempunyai kelebihan hole (muatan positif) dalam struktur atomnya. Kondisi kelebihan elektron dan hole tersebut bisa terjadi dengan mendoping material dengan atom dopant. Doping adalah memberikan atau menanamkan atom yang berbeda pada lapisan silikon. Sebagai contoh untuk mendapatkan material silikon tipe-p, silikon didoping oleh atom boron, sedangkan untuk mendapatkan material silikon tipe-n, silikon didoping oleh atom fosfor. Ilustrasi tersebut menggambarkan junction semikonduktor tipe-p dan tipe-n Julisman, 2017: 35-36). Peran dari p-n junction ini adalah untuk membentuk medan listrik sehingga elektron (dan hole) bisa diekstrak oleh material kontak untuk menghasilkan listrik. Ketika semikonduktor tipe-p dan tipe-n terkontak, maka kelebihan elektron akan bergerak dari semikonduktor tipe-n ke tipe-p sehingga membentuk kutub positif pada semikonduktor tipe-n, dan sebaliknya kutub negatif pada semikonduktor tipe-p. Akibat dari aliran elektron dan hole ini, maka terbentuk medan listrik yang mana ketika panas matahari mengenai susunan p-n junction ini maka akan mendorong elektron bergerak dari semikonduktor menuju logam (Julisman, 2017: 35-36). Aliran elektron inilah yang kita kenal sebagai aliran listrik. Jika kontak tersebut diberi beban (misalkan lampu), lampu akan menyala selama elektron mengalir. Dan sebaliknya, hole bergerak menuju kontak positif menunggu elektron datang. Demikian seterusnya, sehingga elektron-elektron ini selalu mengalir selama ada tambahan energi sinar matahari yang mengenainya (Nugraha dan Sunardi, 2012: 24). Selanjutnya, energi matahari yang sudah diubah menjadi energi

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 listrik disimpan menggunakan baterai (Jasa, dkk. 2016: 2). Energi listrik tersebut kemudian dialirkan ke rumah melalui kabel (Safitri, 2009: 27). Berdasarkan uraian di atas, peneliti fokus pada tempat yang dapat digunakan untuk meletakkan, bagian-bagian, cara kerja, dan manfaat dari panel surya. Pada bagian tersebut, dijadikan sebagai bahan dalam pembuatan sebuah cergam. 2.1.8 Cerita Bergambar 2.1.8.1 Pengertian Cerita Bergambar Cerita bergambar atau biasanya disingkat cergam merupakan buku yang berupa urutan gambar dalam panel-panel dengan teks verbal di bawah tiap gambar di luar panel. Gambar-gambar tersebut diurutkan sehingga membentuk suatu cerita, sedangkan teks di bawahnya berisi narasi dan dialog antartokoh. Teks narasi mengisahkan aktivitas, latar, atau sesuatu yang lain yang memperjelas gambar-gambar yang disajikan. Dalam setiap cergam untuk anak pasti terdapat berbagai gambar ilustrasi yang menarik, dan pada umumnya penuh dengan warna-warni sehingga dapat menarik perhatian anak dan pembaca pada umumnya. Cergam untuk anak mestilah lebih pendek dan bahkan masih didominasi oleh gambar-gambar karena daya imajinasi dan daya ingatnya yang masih terbatas. Tema dan persoalan dalam cergam dapat berupa persoalan kehidupan manusia. Berbagai persoalan kehidupan yang dijadikan cerita harus berangkat dari hal-hal umum yang diketahui anak (Nurgiyantoro, 2005: 152-159). Bahasa yang digunakan dalam cergam untuk anak harus

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 sederhana karena pemahaman kata-kata berada dalam konteks cerita dan dapat dipahami bersama dengan bantuan gambar (Nurgiyantoro, 2005: 157-159). Menurut Rothkei dan Mainbach (dalam Krissandi, 2017: 20) cergam memuat pesan melalui ilustrasi dan teks tertulis. Kedua elemen ini merupakan elemen penting pada cerita. Cergam ini memuat berbagai tema yang sering didasarkan pada pengalaman kehidupan sehari-hari anak. Karakter dapat berupa manusia atau binatang.Menurut Krissandi (2017: 21) cergam adalah tuturan teks cerita anak yang ditulis berdasarkan suatu aktivitas atau kejadian tertentu sesuai dengan sudut pandang anak sehingga dapat menarik minat baca yang tersusun atas teks dan gambar yang keduanya saling melengkapi. Berdasarkan beberapa teori di atas, dapat disimpulkan bahwa cergam adalah buku bacaan cerita yang di dalamnya terdapat gambar dan teks dimana keduanya saling melengkapi.Tema cergam didasarkan pada pengalaman kehidupan sehari-hari. Karakter dalam cergam dapat berupa manusia, binatang, dan gambar ilustrasi yang menarik. Selain itu, cergam dibuat warnawarni agar dapat menarik perhatian anak dan pembaca pada umumnya. 2.1.8.2 Karakteristik Cerita Bergambar Beberapa karakteristik cergam yang sesuai bagi anak (Aprianti (dalam Krissandi, 2017: 21)) sebagai berikut: 1. Bacaannya disukai. 2. Topik menarik perhatian anak. 3. Disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. 4. Menghubungkan pengalaman dan ketertarikan anak.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 5. Penulisan cerita sangat bersahabat dan menjadi kesukaan anak. 6. Ilustrasi cerita sangat relevan pada latar belakang keluarga dan budaya anak. 7. Isi cerita merupakan kesukaan anak yang selalu ingin didengar. 8. Bahasa dan gambar mampu memberikan informasi serta ide baru bagi anak. Berdasarkan teori di atas, peneliti mengembangkan cergam berdasarkan salah satu karakteristik cergam yaitu bahasa dan gambar mampu memberikan informasi serta ide baru bagi anak. Bahasa dan gambar dalam cergam dapat memberikan informasi kepada siswa mengenai pengertian energi macam-macam energi, energi alternatif, macam-macam energi alternatif, pengertian panel surya , tempat yang dapat digunakan untuk meletakkan panel surya, bagian-bagian, cara kerja, manfaat panel surya. 2.1.8.3 Jenis-Jenis Cerita Bergambar 2.1.8.3.1 Jenis Cerita Bergambar Menurut Rothkei dan Mainbach Jenis cergam menurut Rothkei dan Mainbach (dalam Krissandi, 2017: 22-24) dibedakan menjadi lima macam, yaitu: 1. Buku Abjad (Alphabet book) Dalam buku abjad, setiap huruf abjad dikaitkan dengan ilustrasi objek yang diawali dengan huruf. Ilustrasi harus jelas berkaitan dengan huruf-huruf kunci dan gambar objek serta mudah teridentifikasi. Beberapa buku abjad diorganisasi pada sekitar tema khusus, seperti peternakan dan transportasi.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 Buku abjad berfungsi untuk membantu anak, menstimulasi, dan membantu pengembangan kosa kata. 2. Buku Mainan (Toys Book) Buku mainan terdiri dari buku papan, buku pakaian, dan buku pipet tangan. Buku permainan ini mengarahkan anak-anak untuk lebih memahami teks, dapat mengeksplorasi konsep nomor, kata bersajak, dan alur cerita. buku mainan membantu anak-anak mengembangkan keterampilan kognitif, meningkatkan kemampuan bahasa dan sosialnya, serta mencintai buku. 3. Buku Konsep (Concept Book) Buku konsep adalah buku yang menyajikan konsep dengan menggunakan satu atau lebih contoh untuk membantu pemahaman konsep yang sedang dikembangkan. Konsep ditekankan pengajarannya melalui alur cerita atau dijelaskan secara repetisi dan perbandingan. 4. Buku Bergambar Tanpa Kata (Wordless Picture Book) Buku bergambar tanpa kata adalah buku untuk menampilkan cerita melalui ilustrasi saja. Buku bergambar tanpa kata terdiri dari berbagai bentuk, seperti buku humor, buku serius, buku informasi, atau buku fiksi. Buku ini mempunyai beberapa keunggulan, misalnya untuk mengembangkan bahasa tulis dan lisan secara produktif yang mengikuti gambar. Keterampilan pemahaman juga dapat dikembangkan pada saat anak membaca cerita melalui ilustrasi. Anak menganalisis maksud pengarang dengan mengidentifikasi ide pokok dan memahami ceritanya.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 5. Cerita Bergambar (Cergam) Cergam memuat pesan melalui ilustrasi dan teks tertulis. Cergam yang baik memuat elemen intrinsik sastra, seperti alur, struktur yang baik, karakter yang baik, perubahan gaya, latar dan tema yang menarik. Cergam dapat menimbulkan imajinasi orisional dan mempersiapkaan stimulus berpikir kreatif. Selain itu, cergam dapat memberikan apresuasi bahasa dan mengembangkan komunikasi lisan, mengembangkan proses berpikir kognitif, ungkapan perasaan, dan meningkatkan kepekaan seni pada anak. Berdasarkan teori di atas, produk yang peneliti kembangkan termasuk ke dalam jenis cergam. Karakter tokoh menggunakan gambar ilustrasi berupa panel surya dan matahari. Selain itu, cergam dibuat warna-warni agar siswa tertarik untuk membaca. 2.1.8.3.1 Jenis Cerita Bergambar MenurutMcElmeel Menurut McElmeel (dalam Krissandi, 2017: 24-25) cergam memiliki 6 jenis, yaitu: 1. Fiksi Buku fiksi adalah buku yang menceritakan cerita khayal, rekaan, atau sesuatu yang tidak ada dan terjadi sungguh-sungguh. Kategori yang termasuk dalam fiksi adalah cerita hewan, misteri, humor, dan cerita fantasi yang dibuat penulis sesuai imajinasinya.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 2. Historis Buku historis adalah buku yang mendasarkan diri pada suatu fakta atau kenyataan di masa lalu. Buku ini meliputi kejadian sebenarnya, tempat, atau karakter yang merupakan bagian dari sejarah. 3. Informasi Buku informasi adalah buku-buku yang memberikan informasi faktual. Buku informasi menyampaikan fakta dan data apa adanya, yang berguna untuk menambah keterampilan, wawasan, dan juga bekal teoritis dalam batas tertentu bagi anak. 4. Biografi Biografi adalah kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang mulai dari kelahirannya hingga kematiannya jika sudah meninggal. 5. Cerita Rakyat Cerita rakyat merupakan cerita atau kisah yang asal mulanya bersumber dari masyarakat serta tumbuh dan berkembang dalam masyarakat lampau. 6. Kisah Nyata Kisah nyata berfokus pada peristiwa yang sebenarnya dari sebuah situasi atau peristiwa. Berdasarkan teori di atas, cergam yang penulis kembangkan termasuk ke dalam jenis cergam yang memuat informasi. Informasi yang terdapat dalam cergam berupa pengertian energi, macam-macam energi, energi alternatif, macam-macam energi alternatif, pengertian panel surya beserta

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 tempat yang dapat digunakan untuk meletakkan, bagian-bagian, cara kerja, dan manfaat panel surya. 2.1.8.4 Fungsi Cerita Bergambar Menurut Mitchell (dalam Nurgiyantoro, 2005: 159-161) fungsi dan pentingya cergam bagi siswa sebagai berikut: 1. Cergam dapat membantu siswa terhadap pengembangan dan perkembangan emosi. Siswa akan merasa terfasilitasi dan terbantu untuk memahami dan menerima dirinya sendiri dan orang lain, untuk mengekspresikan berbagai emosinya, seperti rasa takut dan rasa senang, sedih dan bahagia. Berbagai sikap dan reaksi emosi siswa perlu mendapat rangsangan untuk penyaluran agar perkembangan emosi berjalan secara wajar dan terkontrol. Pemahaman dan penerimaan terhadap keadaan diri sendiri dan orang lain dapat dikembangkan lewat pembelajaran, dan salah satu medianya adalah menggunakan cergam. 2. Cergam dapat membantu siswa untuk belajar tentang dunia. Selain itu, juga dapat menyadarkan siswa tentang keberadaan dunia di tengah masyarakat dan alam. Melalui cergam, siswa dapat belajar tentang kehidupan masyarakat, baik perspektif sejarah masa lalu maupun masa kini, belajar tentang keadaan geografi dan kehidupan alam flora dan fauna. Hal tersebut akan menyadarkan siswa mengenai kehidupan yang lebih luas yang akan menambah perkembangan dirinya. pengalaman hidup yang penting dalam

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 3. Cergam dapat membantu anak belajar tentang orang lain, hubungan yang ada dan terjadi, serta pengembangan perasaan. Melalui cergam yang menampilkan kehidupan keluarga, para tetangga, kawan sebaya, pergaulan di sekolah, dan lain-lain yang mengisahkan relasi kehidupan antarmanusia dapat membelajarkan siswa bersikap, bertingkah laku, verbal dan nonverbal, yang benar sesuai kehidupan sosial-budaya di masyarakat. Pada hakikatnya, melalui cergam, siswa belajar tentang kehidupan yang disajikan secara lebih konkret lewat kata-kata dan gambar ilustrasi. 4. Cergam dapat membantu siswa untuk memperoleh kesenangan. Hal ini merupakan salah satu hal terpenting dalam pemberian cergam, yaitu memberikan kesenangan dan kenikmatan batiniah. Kesenangan dan kenikmatan batiniah dapat diperoleh melalui cerita dan gambar-gambar yang menarik, bagus dan cenderung realistik, dan hal-hal lucu yang merangsang anak untuk tertawa senang. 5. Cergam dapat membantu siswa untuk mengapresiasi keindahan, baik cerita secara verbal maupun gambar-gambar ilustrasi yang mendukungnya. Keindahan cerita verbal dapat diperoleh lewat kemenarikan plot dan karakter tokoh, sedangkan gambar-gambar ilustrasi diperoleh lewat ketepatan pelukisan objek, komposisi warna, dan berbagai aksi yang menarik. 6. Cergam dapat membantu siswa dalam menstimulasi imajinasi. Cerita dan gambar-gambar mempunyai fungsi untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya imanjinasi pada anak. Melalui cerita verbal, imajinasi

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 sudah terkembangkan, apabila ditambah dengan gambar-gambar ilustrasi yang mendukung cerita akan semakin dikonkretkan dan diperkuat. Hal tersebut dapat memperkuat pemahaman terhadap cerita dan daya imajinasi. Berdasarkan teori di atas, peneliti mengembangkan cergam berdasarkan beberapa fungsi cergam, yaitu cergam dapat membantu siswa untuk belajar tentang dunia dan cergam dapat membantu siswa dalam menstimulasi imajinasi. Melalui cergam tersebut, siswa dapat mengetahui bahwa terdapat alat yang digunakan untuk mengolah energi panas matahari menjadi energi listrik, yaitu dengan menggunakan sebuah alat bernama panel surya. Gambar dan tulisan dalam cergam mendorong tumbuh dan berkembangnya imanjinasi pada siswa. Selain itu, cergam yang peneliti kembangkan dapat menjadi sarana literasi dalam menunjang Gerakan Literasi Sekolah (GLS). 2.1.9 Literasi 2.1.9.1 Pengertian Literasi Literasi merupakan kemampuan dalam mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan atau berbicara. Pada abad ke-21 ini, kemampuan berliterasi siswa berkaitan erat dengan tuntutan keterampilan membaca yang berujung pada kemampuan memahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif. Namun, pembelajaran di sekolah saat ini masih belum mampu mewujudkan hal tersebut. Praktik pendidikan yang dilaksanakan di sekolah belum memperlihatkan fungsi sekolah sebagai

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 organisasi pembelajaran yang berupaya untuk mendukung mereka sebagai pembelajar sepanjang hayat (Faizah, dkk. Kemendikbud, 2016: 1). Maka dari itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan gerakaan literasi sekolah (GLS) yang melibatkan semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga satuan pendidikan. Selain itu, pelibatan unsur eksternal dan unsur publik, yaitu orang tua peserta didik, alumni, masyarakat, dunia usaha, dan industri juga menjadi komponen penting dalam Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Tujuan khusus dikembangkannya Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah menumbuhkembangkan budaya literasi di sekolah, meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar menjadi pembelajar sepanjang hayat, menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan, menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca (Faizah, dkk., Kemendikbud, 2016: 1). Sama seperti tujuan khusus dari Gerakan Literasi Sekolah (GLS), peneliti menghubungkan sarana berupa “Prototipe Cergam IPA tentang Pengolahan Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik untuk Kelas IV Sekolah Dasar”. Pada bagian cergam dapat dijadikan sebagai sarana literasi dan media dalam kegiatan pembelajaran siswa di sekolah.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 2.1.9.2 Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya pembelajar sepanjang hayat melalui pelibatan publik. Semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan terlibat dalam pengembangan kegiatan ini. Tujuan umum dari Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah menumbuhkembangkan budi pekerti siswa melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah (GLS) agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat. Tahapan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dilakukan di Sekolah Dasar yaitu: 1) pembiasaan yang dilakukan dengan penumbuhan minat baca melalui kegiatan 15 menit membaca (Pemendikbud No. 23 Tahun 2015), 2) pengembangan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan literasi melalui kegiatan menanggapi buku pengayaan, 3) pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi di semua mata pelajaran dengan menggunakan buku pengayaan dan strategi membaca di semua mata pelajaran (Faizah, dkk. Kemendikbud, 2016: 2-5). Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang digagas Kementrian dan Kebudayaan didasarkan atas pandangan Beers (dalam Abidin, 2017: 280-281) yang menjelaskan bahwa praktik-praktik yang baik dalam gerakan literasi sekolah menekankan prinsip-prinsip: 1) perkembangan literasi berjalan sesuai tahap perkembangan yang dapat diprediksi, 2) program literasi yang baik bersifat berimbang, 3) program literasi terintegrasi dengan kurikulum, 4) kegiatan membaca dan menulis dapat dilakukan kapan pun, 5) kegiatan literasi

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 mengembangkan budaya lisan, 6) kegiatan literasi perlu mengembangkan kesadaran terhadap keberagaman. Pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan sekolah di seluruh Indonesia. Kesiapan ini mencangkup kesiapan kapasitas sekolah (ketersediaan fasilitas, bahan bacaan, sarana, prasarana literasi), kesiapan warga sekolah, dan kesiapan sistem pendukung lainnya (partisipasi publik, dukungan kelembagaan, dan perangkat kebijakan yang relevan). Tahapan pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dilakukan dalam tiga tahap sebagai berikut (Abidin, 2017: 281-282): 1. Tahap ke-1: Pembiasaan kegiatan membaca yang menyenangkan di ekosistem sekolah. Pembiasaan ini bertujuan menumbuhkan minat terhadap bacaan dan kegiatan membaca dalam diri warga sekolah. Penumbuhan minat baca merupakan hal fundamental bagi pengembangan kemampuan literasi siswa. 2. Tahap ke-2: Pengembangan minat baca untuk meningkatkan kemampuan literasi. Kegiatan pada tahap ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan memahami bacaan dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi, berpikir kritis, dan mengolah kemampuan komunikasi secara kreatif melalui kegiatan menanggapi bacaan pengayaan.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 3. Tahap ke-3: Pelaksanaan pembelajaran berbasis literasi. Kegiatan pada tahap ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan memahami teks dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi, berpikir kritis, dan mengolah kemampuan komunikasi secara kreatif. Kegiatan ini dapat dilakukan melalui kegiatan menanggapi teks buku bacaan pengayaan dan buku pelajaran. Dalam tahap ini, terdapat tagihan yang bersifat akademis (terkait dengan mata pelajaran). Kegiatan membaca tahap ini dilakukan untuk mendukung pelaksanaan Kurikulum 2013, yang mensyaratkan siswa membaca buku nonteks pelajaran. Buku nonteks pelajaran tersebut dapat berupa buku yang berisi tentang pengetahuan umum, kegemaran, minat khusus, atau teks multimodal, serta dapat dikaitkan dengan mata pelajaran tertentu sebanyak enam buku bagi siswa Sekolah Dasar. Literasi sudah selayaknya mulai diperkenalan sejak pendidikan dasar. Hal tersebut bertujuan agar siswa dapat meningkatkan kemampuan untuk mengakses informasi dan pengetahuan. Selain itu, melalui literasi siswa mampu membedakan informasi yang bermanfaat dan tidak bermanfaat karena literasi dapat mengarahkan siswa pada kemampuan memahami pesan yang diwujudkan dalam berbagai bentuk teks (lisan, tulis, visual). Pada pengembangan prototipe cergam tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik untuk kelas IV Sekolah Dasar yang disusun oleh peneliti dapat dijadikan sebagai media pembelajaran dan jugadapatdijadikan sarana literasi siswa dalam menunjang kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 dilakukan dengan membaca buku non pelajaran selama 15 menit sebelum waktu belajar dimulai. 2.1.10 Karakteristik Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Tahap perkembangan anak menurut Piaget (dalam Sujiono, 2009: 79- 82) sebagai berikut: 1. Tahap Sensorimotor (0- 2 tahun) Periode ini ditandai dengan adanya interaksi dengan lingkungan yang didasarkan pada penerimaan anak yang berkaitan dengan masukan-masukan di indra adanya reaksi-reaksi otot. Periode ini dimulai dengan tindakan yang refleksif, yang secara berangsur-angsur mulai dikendalikan oleh anak, dan diakhiri dengan sebuah konsep perkembangan yang telah dimiliki anak tentang sebuah konsep pemisahan dari orang lain dan juga merupakan permulaan dari berpikir simbolis. Tugas dari periode ini adalah untuk mengembangkan suatu konsep dari objek yang tetap, gagasan dimana objek ada bahkan ketika mereka tidak dapat dilihat atau didengar. 2. Tahap Praoperasional (2- 7 tahun) Permulaan pada tahap ini ditandai dengan adanya kemampuan dalam menghadirkan objek dan pengetahuan melalui imitasi, permainan simbolis, menggambar, gambaran mental, dan bahasa lisan. Anak masih bersikap egosentris dimana mereka tidak dapat menerima pendapat orang lain dengan mudah. Egosentris adalah suatu faktor di dalam pemikiran pada tahap ini karena anak tidak mempertanyakan mengenai pemikiran mereka sendiri, oleh karena itu tidak mengubah skema dengan cepat.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 Anak yang berada pada tahap praoperasionalsudah mulai memperhatikan satu titik permasalahan, menghiraukan satu unsur suatu masalah pada waktu yang sama dan tidak dapat mengkoordinir informasi yang diperoleh dari berbagai sumber. Selain itu, anak mempunyai kesukaran dalam memberikan alasan yang masuk akal mengenai transformasi. Anak cenderung untuk berkonsentrasi pada salah satu unsur dan bukan pada proses transformasi dari suatu objek atau benda yang sedang berlangsung dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya. 3. Tahap Operasional Konkret (7- 12 tahun) Pada tahap operasional konkret memungkinkan anak untuk menyelesaikan masalah dengan mengkoordinasikan informasi yang didapat lebih dari satu sumber yang ada dalam memecahkan masalah. Anak sudah tidak bersikap egosentris lagi karena mereka sadar bahwa orang lain dapat menyimpulkan hal yang berbeda dari kesimpulan yang mereka buat sendiri. Selain itu, anak dapat belajar dari perbedaan pengalaman yang telah diperoleh, memiliki kemampuan untuk berpikir dengan pemikiran yang berdasarkan pada kenyataan. Siswa kelas IV Sekolah Dasar umumnya berusia 8-10 tahun, sehingga siswa termasuk ke dalam tahap operasional konkret. Pada tahap ini, siswa memiliki kemampuan untuk berpikir dengan pemikiran yang berdasarkan pada kenyataan. Prototipe cergam yang peneliti buat berisi informasi yang memuat kenyataan bahwa energi panas matahari dapat diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan panel surya.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 2.2 Hasil Penelitian yang Relevan Berikut merupakan hasil penelitian yang relevan terkait dengan Prototipe Cergam IPA tentang Pengolahan Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik untuk Kelas IV Sekolah Dasar: Penelitian pertama,Pengembangan Buku Cerita Bergambar Berbasis Pendidikan Anti Korupsi untuk Pembelajaran Membaca Siswa Kelas IVA SD Negeri Dayuharjo Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini dilakukan oleh Sirilius Prasetya Nugraha. Tujuan dari penelitian adalah mengembangkan buku cerita bergambar berbasis anti korupsi dan mendeskripsikan kualitas buku cerita bergambar untuk pembelajaran membaca siswa kelas IV A SD Negeri Dayuharjo. Penelitian ini mengungkapkan bahwa media buku cerita bergambar dibuat secara imajinatif agar siswa atau pembaca tertarik untuk membaca dan memahami isi dari bacaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita bergambar yang dikembangkan dapat membantu pemahaman siswa terkait pendidikan anti korupsi dan membuat siswa lebih tetarik untuk membaca. Penelitian kedua, Peningkatan hasil belajar IPA Materi Energi Alternatif melalui Pendekatan Kotekstual pada Siswa Kelas IV NU 3 Pasir Kidul Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini dilakukan oleh Sri Kusbandiyah. Tujuan dari penelitiannya adalah meningkatkan hasil belajar IPA materi energi alternatif melalui pendekatan kontekstual. Dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa mata pelajaran IPA bagi sebagian siswa sering dianggap sebagai mata pelajaran yang

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 sulit, apabila kondisi tersebut tidak segera ditindaklanjuti maka akan memberikan dampak terhadap hasil belajar siswa yang rendah. Rendahnya hasil belajar IPA ditemui pada siswa kelas IV MI Ma’arif NU 3 Pasir Kidul Kecamatan Purwokerto Barat pada Standar Kompetensi memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil dari penelitian ini adalah pembelajaran IPA materi energi alternatif dapat meningkat melalui pendekatan kontekstual. Penelitian ketiga, Rancang Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya sebagai Sumber Listrik pada Shelter di Masjid Muhajirin Pasir Putih Tabing Padang. Penelitian ini dilakukan oleh Khamaruzzaman Ali. Tujuan dari penelitiannya adalah merancang dan membangun pembangkit listrik tenaga surya sebagai sumber listrik pada shelter yang dapat digunakan apabila sumber listrik PLN padam, mengetahui dan memahami prinsip kerja pembangkit listrik tenaga surya. Hasil dari penelitian ini adalah prinsip kerja panel surya sebagai penerangan dengan pemakaian pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang paling utama adalah memanfaatkan semaksimal mungkin panas matahari yang ditangkap oleh modul itu sendiri dan disimpan oleh baterai. Adanya pembangkit listrik tenaga surya dapat membantu memenuhi kebutuhan penerangan pada Masjid Muhajirin Pasir Putih Tabing Padang Berdasarkan pada ketiga penelitian di atas, peneliti belum menemukan adanya penelitian yang memfokuskan pengembangan prototipe cergam pada muatan pelajaran IPA kelas IV Sekolah Dasar pada tema 3: “Selalu Berhemat Energi” subtema 2: “Energi Alternatif” tentang pengolahan energi panas

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 matahari menjadi energi listrik. Penelitian di atas belum saling bekaitan, sehingga peneliti akan mengembangkan prototipe cergam IPA tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik untuk kelas IV Sekolah Dasar.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 Gambar 2.1 Penelitian yang Relevan Penelitian yang relevan berkaitan dengan cergam Sirilius Prasetya Nugraha (2017) “Pengembangan Buku Cerita Bergambar Berbasis Pendidikan Anti Korupsi untuk Pembelajaran Membaca Siswa Kelas IV A SD Negeri Dayuharjo Tahun Ajaran 2016/2017” Penelitian yang relevan berkaitan dengan IPA Penelitian yang relevan berkaitan dengan panel surya Sri Kusbandiyah Khamaruzzaman Ali (2014) (2016) ”Peningkatan hasil “Rancang Bangun belajar IPA Materi Pembangkit Listrik Energi Alternatif Tenaga melalui Pendekatan Suryasebagai Kotekstual pada Sumber Listrik pada Siswa Kelas IV NU 3 Shelter di Masjid Pasir Kidul Muhajirin Pasir Purwokerto Barat Putih Kabupaten TabingPadang” Banyumas Tahun Pelajaran2013/2014 ” Ulfi Aulia Fauziana (2019) “Pengembangan Prototipe Cergam IPA tentang Pengolahan Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik untuk Kelas IV Sekolah Dasar”

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 2.3 Kerangka Berpikir Energi merupakan kemampuan yang dapat digunakan untuk bekerja, bergerak, bernapas, dan mengerjakan hal lainnya (Widodo, dkk. Kemendikbud, 2016: 190). Bentuk dari energi antara lain: energi kinetik atau energi gerak, energi listrik, energi panas (kalor), energi cahaya, energi bunyi, energi kimia, energi potensial, dan energi alternatif (Sumantoro, 2009: 142).Energi alternatif merupakan energi yang menggunakan bahan bakar selain fosil maupun minyak bumi (Herliani, dkk., 2003: 139). Terdapat beberapa energi alternatif yang bisa dimanfaatkan oleh manusia, yaitu energi yang berasal dari matahari, air, angin, nuklir, dan biogas (Safitri, 2009: 50-70). Dari hasil wawancara dengan tiga guru kelas IV Sekolah Dasar, energi alternatif perlu diajarkan karena dapat membantu siswa mengetahui proses terjadinya perubahan energi alternatif menjadi energi listrik dan dapat mengetahui sumber energi selain minyak bumi yang lebih ramah lingkungan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti membuat sebuah produk berupa prototipe cergam IPA tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik. Desain produk yang sudah dibuat oleh peneliti divalidasi oleh dua validator, yaitu seorang guru kelas IV Sekolah Dasar dan seorang dosen IPA. Melalui hasil validasi tersebut, diperoleh kritik dan saran dari para ahli yang dapat dijadikan acuan peneliti untuk melakukan perbaikan produk agar menjadi lebih baik. Setelah perbaikan produk selesai, produk siap diujicobakan pada siswa kelas IV Sekolah Dasar yang pernah mendapatkan materi tema 2: “Selalu Berhemat Energi” subtema 3: “Energi Alternatif” tentang pengolahan

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 energi panas matahari menjadi energi listrik. Produk yang telah diperbaiki oleh para ahli merupakan produk akhir dalam penelitian yang berjudul “Pengembangan Prototipe Cergam IPA tentang Pengolahan Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik untuk Kelas IV Sekolah Dasar”. 2.4 Daftar Pertanyaan Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut: 2.4.1 Bagaimana mengembangkan prototipe cergam IPA tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik untuk kelas IV Sekolah Dasar? 2.4.2 Bagaimana kualitas prototipe cergam IPA tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik untuk kelas IV berdasarkan hasil validasi seorang guru kelas IV Sekolah Dasar dan seorang dosen IPA? 2.4.3 Apakah prototipe cergamdapat membantu siswa kelas IV Sekolah Dasar mengetahui perubahan energi panas matahari menjadi energi listrik?

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab III dalam metode penelitian ini akan membahas tentang jenis penelitian, setting penelitian, prosedur penelitian, uji ccoba produk, instrumen penelitian, teknik penelitian, pengumpulan data, teknik analisis data, serta jadwal penelitian. 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Research & Development (R&D). Metode penelitian dan pengembangan merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan dari produk tersebut (Sugiyono, 2017: 772). Menurut Borg & Gall (dalam Setyosari, 2013: 222) penelitian pengembangan merupakan suatu proses yang dipakai untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan. Pada penelitian ini mengikuti suatu langkah-langkah secara siklus. Langkah-langkah penelitian pengembangan ini yaitu: (1) kajian tentang temuan penelitian produk yang akan dikembangkan, (2) mengembangkan produk berdasarkan temuan-temuan tersebut, (3) melakukan uji coba lapangan, (4) melakukan revisi terhadap hasil lapangan. Menurut Sukmadinata (2008: 164) penelitian dan pengembangan adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurut Putra (dalam Sudaryono, 2016: 15) metode 45

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut.Untuk dapat menghasilkan produk tertentu, digunakan penelitian yag bersifat analisis kebutuhan dan menguji keefektifan produk tersebut. Berdasarkan beberapa teori di atas, dapat disimpulkan bahwa Research & Development merupakanmetode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk yang telah dibuat. 3.2 Setting Penelitian Setting penelitian ini akan membahas tempat penelitian, subjek penelitian, objek penelitian, dan waktu penelitian. 3.2.1 Tempat Penelitian Peneliti melakukan wawancara kepada tiga guru kelas IV Sekolah Dasar untuk memperoleh data awal sebelum membuat angket analisis kebutuhan siswa. Angket tersebut digunakan untuk mengetahui seberapa pemahaman siswa dalam memahami materi tentang energi alternatif. Pemberian angket dilaksanakan di SD Negeri Kledokan yang berada di Jl. Garuni 3, Kledokan, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, daerah Istimewa Yogyakarta 55281. Sedangkan uji coba produk dilaksanakan di SD Negeri Karangmloko I yang berada di Jl. Palagan Tentara Pelajar No. 82, Tegal Rejo, Sariharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 3.2.2 Subjek Penelitian Subjek penelitian saat wawancara adalah tiga guru kelas IV SD Negeri Kledokan. Subjek dalam pemberian angket dan uji coba produk yang akan diteliti adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar yang sudah pernah mendapatkan materi pada tema 2: “Selalu Berhemat Energi”, subtema 3: “Energi Alternatif” tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik. 3.2.3 Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah pengembangan prototipe cergam IPA tentang pengolahan energi panas matahari nenjadi energi listrik untuk kelas IV Sekolah Dasar. 3.2.4 Waktu Penelitian Penelitian ini membutuhkan waktu selama lima bulan. Terhitung dari bulan Agustus 2018 sampai bulan Desember 2018. 3.3 Prosedur Pengembangan Penelitian ini menggunakan tahapan penelitian Research & Development. Menurut Sugiyono (2017: 773-791) terdapat sepuluh langkah pengembangan pada penelitian Research & Developmentyaitu: 1. Potensi dan Masalah Suatu penelitian dapat berangkat dari adanya potensi atau masalah. Potensi masalah merupakan segala sesuatu yang apabila didayagunakan akan memilki nilai tambah. Suatu masalah dapat dijadikan sebagai potensi apabila kita dapat mendayagunakannya. Potensi dan masalah yang dikemukakan dalam

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 suatu penelitian harus ditunjukkan dengan data yang empirik. Data tentang potensi masalah tidak harus dicari sendiri, melainkan dapat berdasarkan laporan penelitian orang lain, atau dokumentasi laporan kegiatan dari perorangan atau instansi tertentu yang masih up to date. 2. Pengumpulan Data Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukkan secara faktual dan up to date, selanjutnya mengumpulkan berbagai data yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang dihrapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Dalam tahap ini, diperlukan suatu metode penelitian tersendiri. Metode apa yang akan digunakan untuk penelitian tergantung pada permasalahan dan ketelitian tujuan yang ingin dicapai. 3. Desain Produk Desain produk merupakan langkah yang digunakan untuk merancang atau mendesain produk. Produk dapat berupa barang, model, sistem kerja, metode kerja, kebijakan, buku ajar, manual, dan sejenisnya. Dalam bidang pendidikan, produk-produk yang dihasilkan melalui penelitian R&D diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pendidikan. Hasil akhir dari kegiatan mendesain produk adalah berupa desain produk yang baru, yang lengkap dengan spesifikasinya. Desain produk harus diwujudkan dalam gambar atau bagan, sehingga dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan membuatnya.

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 4. Validasi Desain Validasi desain merupakan suatu proses kegiatan yang dilakukan untuk menilai apakah rancangan produk, secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. Dikatakan secara rasional, karena validasi di sini masih bersifat penilaian berdasarkan pemikiran rasional, belum fakta lapangan. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang. Setiap pakar diminta untuk menilai desain produk yang telah dihasilkan, kemudian dapat diketahui kelemahan dan kekuatannya. 5. Perbaikan Desain Setelah tahap desain produk, kemudian divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli lainnya, maka akan diketahui kelemahannya. Selanjutnya, kelemahan tersebut dikurangi dengan cara memperbaiki desain. Yang bertugas memperbaiki desain adalah peneliti yang hendak menghasilkan produk tersebut. 6. Uji Coba Produk Desain produk yang telah dibuat tidak langsung diujicobakan, namun produk tersebut harus dibuat terlebih dahulu. Setelah divalidasi dan diperbaiki, maka selajutnya produk tersebut dapat dibuat dalam bentuk prototipe. Prototipe inilah yang selanjutnya akan diuji coba. 7. Perbaikan Produk Setelah melakukan uji coba produk, maka akan diketahui kelemahannya. Kemudian dari kelemahan tersebut, dapat segera dilakukan

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 perbaikan. Setelah diperbaiki, maka dapat diproduksi masal, atau digunakan pada ruang lingkup yang lebih luas. 8. Uji Coba Pemakaian Setelah dilakukan pengujian terhadap produk berhasil, dan mungkin terdapat perbaikan yang tidak terlalu penting, maka selanjutnya produk yang telah diperbaiki tersebut diterapkan dalam kondisi nyata untuk lingkup yang luas. Dalam pengujian produk baru tesebut harus tetap dinilai kekurangan atau hambatannya. Hal tersebut berguna untuk perbaikan lebih lanjut 9. Perbaikan Produk Revisi produk ini dilakukan, apabila dalam kondisi nyata terdapat kekurangan dan kelemahan. Dalam uji pemakaian, sebaiknya pembuat produk selalu mengevaluasi bagaimana kinerja produk. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang ada, sehingga dapat digunakan dalam penyempurnaan dan pembuatan produk baru lagi. 10. Pembuatan Produk Masal Pembuatan produk masal ini dilakukan apabila produk yang telah diujicoba diyatakan efektif dan layak untuk diproduksi masal. Suatu produk akan diproduksi masal apabila telah memenuhi studi kriteria kelayakan yang ditetapkan. Untuk dapat memproduksi masal, maka peneliti perlu bekerjasama dengan perusahaan. Dari 10 langkah-langkah di atas, berkaitan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti tidak semua langkah pengembangan dilaksanakan dikarenakan keterbatasan waktu dalam mengujicobakan pototipe cergam.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Peneliti hanya menggunakan enam tahap, yaitu (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan Data, (3) Desain Produk, (4) Validasi Desain, (5) Perbaikan Desain, (6) Uji Coba Produk. Berikut bagan enam langkah yang dilakukan daam penelitian ini: Gambar 3.1 Langkah-langkah Penelitian Pengembangan (Sugiyono, 2017: 773791) Potensi dan Masalah Uji Coba Produk 3.4 Pengumpulan Data Perbaikan Desain Desain Produk Validasi Desain Teknik Pengumpulan Data Data yang dihasilkan dalam penelitianResearch and Development (R&D) berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui kegiatan wawancara dengan tiga guru kelas IV Sekolah Dasar. Data kuantitatif diperoleh dari hasil pembagian angket kepada 22 siswa di SD Negeri Kledokanyang pernah mendapatkan materi tentang tema 2: “Selalu Berhemat Energi”, subtema 3: “Energi Alternatif”. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua teknik pengumpulan data, yaitu wawancara dan angket.

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 3.4.1 Wawancara Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan megajukan pertanyaan kepada responden dan mencatat atau merekam jawaban responden (Ali (dalam Mahmud, 2011: 173)). Agar wawancara dapat dijadikan sebagai teknik pengumpulan data yang efektif, maka harus menyusun pedoman wawancara terlebih dahulu sehingga pertanyaan yang diajukan menjadi terarah. Secara umum, terdapat dua macam pedoman wawancara, yaitu pedoman wawancara tidak terstruktur dan pedoman wawancara terstruktur. Pedoman wawancara tidak terstruktur hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan. Jenis pedoman ini lebih banyak bergantung pada pewawancara dan sangat tepat untuk penelitian kasus. Sedangkan pedoman wawancara terstruktur adalah pedoman wawancara yang disusun secara terperinci sehingga menyerupai checklist. Pewawancara tinggal memberikan tanda √ (check) pada nomor yang sesuai (Mahmud, 2011: 174-175). Dalam penelitian ini menggunakan pedoman wawancara terstruktur dimana peneliti melakukan wawancara berdasarkan pedoman pada lembar pertanyaan wawancara. 3.4.2 Angket Angket adalah teknik pengumpulan data dengan menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi oleh responden. Data yang diperlukan indikator dari variabel serta merupakan dimensi-dimensi terukur dari konsep, ditangkap melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada sumber data (responden). Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan merupakan data yang diperlukan. Kebenaran dari data yang diperlukan bergantung pada

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 kebenaran pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket harus memerhatikan lingkup, jenis, dan sifat data yang akan dikumpulkan. Dilihat dari segi bentuk pertanyaan, angket terdapat dua macam, yaitu angket dalam bentuk pertanyaan tertutup (closed question) dan angket dalam bentuk pertanyaan terbuka (opened question). Pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang jawabannya telah disediakan dan tinggal dipilih oleh responden. Sedangkan pertanyaan terbuka adalah pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya tidak disediakan ,melainkan diserahkan kepada responden (Mahmud, 2011: 177-178). Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis angket dalam bentuk pertanyaan tertutup (closed question). 3.5 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian merupakan suatu alat yang digunakan untuk memperoleh data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan peneliti (masalah) dan menguji hipotesis yang telah diperoleh (Margono , 2003: 155). Berikut adalah instumen penelitian yang digunakan: 3.5.1 Pedoman Wawancara Pedoman wawancara adalah alat yang digunaan dalam pelaksanaan wawancara. Pedoman ini berisi uraian mengenai data yang akan dicaritau lebih mendalam oleh peneliti.Peneliti menggunkan teknik wawancara terstruktur yaitu dengan menggunakan pedoman yang berisi garis-garis besar dalam wawancara tentang energi alternatif.Berikut adalah pedoman wawancara yang digunakan oleh peneliti:

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 Tabel 3.1 Pedoman Wawancara Variabel Indikator Pertanyaan Cerita Ketersediaan cergam untuk 1. Apakah ada cergamyang berisi Bergamba siswa kelas IV Sekolah Dasar tentang materi pembelajaran r (Cergam) untuk siswa kelas IV? 2. Berapakahjumlahcergam untuksiswakelas IV Sekolah Dasar yang tersedia di sekolah? Penggunaan cergam 3. Apakahcergam dapat barsebagai media dimanfaatkandalampembelajar Pembelajaran IPA an di kelas? Desain cergam yang 4. Menurut Bapak/Ibu apa saja dibutuhkan untuk siswa kelas ciri-ciri cergam untuk siswa IV kelas IV Sekolah Dasar? (gambar, tulisan, dan bahasa) Pembelaja Kesulitan guru dalam 5. Pernahkah bapak/ibu ran IPA menerangkan materi menjelaskan materi tentang Materi pembelajaran energi alternatif sumber energi alternatif Energi maupun proses perubahan Alternatif energi alternatif untuk siswa (angin, air kelas IV Sekolah Dasar? dan matahari). 6. Apakah menurut Bapak/Ibu materi tentang sumber dan proses perubahan energi alternatif perlu diajarkan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar? 7. Kesulitanapasaja yang Bapak/Ibualamiselamamemba ntu siswa belajar tentang materi energi alternatif? Keaktifan siswa dalam 8. Bagaimana keaktifan siswa mengikuti pembelajaran selama mengikuti mengenai energi alternatif pembelajaran dengan materi energi alternatif? Usaha mengatasi kesulitan 9. Apa saja usaha yang yang dialami dalam Bapak/Ibu lakukan dalam pembelajaran energi mengatasi kesulitan yang alternatif. dialami siswa dalam pembelajaran energi alternatif?

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 3.5.2 Angket Jenis angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dalam bentuk pertanyaan tertutup (closed question). Angket digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai materi yang terdapat pada tema 2: “Selalu Berhemat Energi” subtema 3: “Energi Alternatif”. Angket terdiri dari tujuh pertanyaan yang dibagikan kepada siswa kelas IV di SD Negeri Kledokan.Berikut kisi-kisi dan angket siswa yang akan digunakan oleh peneliti: Tabel 3.2 Kisi-kisi Angket Siswa Variabel Indikator Cerita Bergambar Ketersediaan cergam untuk (Cergam) siswa kelas IV Sekolah Dasar Penggunaan cergam sebagai media pembelajaran IPA Pembelajaran IPA Kesulitan siswa dalam materi energi memahami materi energi alternatif (angin, alternatif air, matahari) No.item 1 Jumlah 1 2, 3 2 4, 5, 6, 7 4

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Tabel 3.3 Angket Siswa No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pertanyaan Di sekolah saya ada buku cerita bergambar untuk siswa kelas IV. Saya membaca buku cerita bergambar sebelum memulai pembelajaran atau saat pembelajaran. Ada buku cerita bergambar yang pernah saya baca tentang energi alternatif. Saya belajar materi tentang energi alternatif sejak kelas IV. Energi alternatif adalah energi yang dapat digunakan untuk mengantikan energi yang berasal dari fosil maupun minyak bumi. Macam-macam dari sumber energi alternatif yaitu angin, air, dan matahari. Manfaat belajar energi alternatif yaitu untuk mengetahui pemanfaatan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. STS TS R S SS 3.6 Teknik Analisis Data Tujuan dari analisis data adalah untuk mengetahui kelayakan produk dan melakukan perbaikan produk yang dibuat oleh peneliti. Data yang telah diperoleh akan dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa skor dari hasil validasi ahli, yaitu guru kelas IV Sekolah Dasar dan dosen IPA dan hasil uji coba dengan 22 siswa di SD Negeri Karangmloko I. Sedangkan data kualitatif berupa kritik, saran, masukan dari guru kelas IV dari hasil wawancara dengan 3 guru kelas IV Sekolah Dasar. Peneliti menggunakan pedoman penskoran skala Likert1-4. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 fenomena sosial (Sugiyono, 2017: 158). Pedoman penskoran 1-4 yaitu sangat baik, baik, tidak baik, dan sangat tidak baik. Tabel 3.5 Hasil Interval Skala 1 - 4 Interval Skor 3,26 - 4,00 2,51 – 3,25 1,76 – 2,50 1,00–1,75 Kriteria Sangat Baik Baik Tidak Baik Sangat Tidak Baik

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV membahas mengenai hasil penelitian yang berisi: (1) prosedur pengembangan prototipe cergam IPA tentang pengolahan energi panas matahari mejadi energi listrik untuk kelas IV Sekolah Dasar (2) deskripsi kualitas prototipe cergam yang berjudul “Manfaat Panel Surya: Mengubah Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik”. Peneliti juga menguraikan tentang pembahasan berkaitan dengan hasil penelitian, serta terdapat kelebihan dan kelemahan prototipe cergam. 4.1 Hasil Penelitian Pada bagian hasi penelitian ini, peneliti akan membahas tentang prosedur pengembangan dan kualitas produk. 4.1.1 Prosedur Pengembangan Pada bagian ini, prototipe cergam IPA tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik untuk kelas IV Sekolah Dasar yang berjudul “Manfaat Panel Surya: Mengubah Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik” peneliti kembangkan dengan mengambil enam dari sepuluh prosedur yang dipaparkan oleh Sugiyono(2017: 773-791). Adapun prosedur yang dilakukan olehpeneliti sebagai berikut: 58

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 4.1.1.1 Potensi dan Masalah Berdasarkan hasil studi kepustakaan buku tematik kelas IV Sekolah Dasar pada tema 2: “Selalu Berhemat Energi” subtema 3 “Energi alternatif“, materi tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik belum dibahas dan dipelajari lebih mendalam.Kemudian berdasarkan dari wawancara dengan tiga guru kelas IV Sekolah Dasar peneliti mendapatkan data bahwa mereka mengalami kesulitan mengenai media yang digunakan dalam mengajarkan materi tentang energi alternatif. Guru mengatakan bahwa cergam dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Hasil wawancara yang didapatkan oleh peneliti akan dijadikan acuan dalam menyusun angket kebutuhan siswa. Angket ini dibagikan kepada anak kelas IV Sekolah Dasar yang berjumlah 22 siswa di SD Negeri Kledokan. Penyebaran angket dilaksanakan pada tanggal 7 November 2018. Hasil angket menunjukkan bahwa 68% siswa belum pernah membaca cergam, khususnya mengenai energi alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan literasi sebelum pelajaran dimulai.Berdasarkan hasil wawancara dan pembagian angket, peneliti terdorong untuk mengembangkan prototipe cergam IPA tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik untuk kelas IV Sekolah Dasar. 4.1.1.2 Pengumpulan Data Pengumpulan data diperoleh dari wawancara dan angket. Wawancara menggunakan pedoman wawancara terstruktur, sedangkan angket yang disebarkan kepada siswa menggunakan jenis angket dalam bentuk pertanyaan

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 tertutup (closeed question). Wawancara dilaksanakan dengan tiga guru kelas IV Sekolah Dasar. Sedangkan angket diberikan kepada siswa kelas IV SD Negeri Kledokan yang berjumlah 22 siswa pada tanggal 7 November 2018. Tabel 4.1 Rekap Angket Siswa No 1 Pertanyaan Di sekolah saya ada buku cerita bergambar untuk siswa kelas IV.      2 Saya membaca buku cerita bergambar sebelum memulai pembelajaran atau saat pembelajaran      3 Ada buku cerita bergambar yang pernah saya baca tentang energi alternatif.   Jawaban (50%) 11 siswa menyatakan sangat setuju dengan pernyataaan tersebut. (46%) 10 siswa menyatakan setuju dengan pernyataaan tersebut. (4%) 1 siswa menyatakan tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. (0%) 0 siswa menyatakan ragu-ragu dengan pernyataaan tersebut. (0%) 0 siswa menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. (32%) 7 siswa menyatakan ragu-ragu dengan pernyataaan tersebut. (27%) 6 siswa menyatakan tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. (4%) 18 siswa menyatakan setuju dengan pernyataaan tersebut. (14%) 3 siswa menyatakan sangat setuju dengan pernyataaan tersebut. (9%) 2 siswa menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. (68%) 15 siswa menyatakan tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. (18%) 4 siswa menyatakan sangat tidak setuju dengan

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61    4 Saya belajar materi tentang energi alternatif sejak kelas IV.      5 Energi alternatif adalah energi yang dapat digunakan untuk mengantikan energi yang berasal dari fosil maupun minyak bumi.      6 Macam-macam dari sumber energi alternatif yaitu angin, air, dan matahari.   pernyataaan tersebut. (14%) 3 siswa menyatakan ragu-ragu dengan pernyataaan tersebut. (0%) 0siswa menyatakan setuju dengan pernyataaan tersebut. (0%) 0 siswa menyatakan sangat setuju dengan pernyataaan tersebut. (55%) 12 siswa menyatakan sangat setuju dengan pernyataaan tersebut. (27%) 6 siswa menyatakan ragu-ragu dengan pernyataaan tersebut. (18%) 4 siswa menyatakan setuju dengan pernyataaan tersebut. (0%) 0 siswa menyatakan tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. (0%) 0 siswa menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. (55%) 12 siswa menyatakan sangat setuju dengan pernyataaan tersebut. (27%) 6 siswa menyatakan setuju dengan pernyataaan tersebut. (9%) 2 siswa menyatakan ragu-ragu dengan pernyataaan tersebut. (9%) 2 siswa menyatakan tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. (0%) 0 siswa menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. (55%) 12 siswa menyatakan sangat setuju dengan pernyataaan tersebut. (41%) 9 siswa menyatakan setuju dengan pernyataaan

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62    7 Manfaat belajar energi alternatif yaitu untuk mengetahui pemanfaatan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.      tersebut. (4%) 1 siswa menyatakan tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. (0%) 0 siswa menyatakan ragu-ragu dengan pernyataaan tersebut. (0%) 0 siswa menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. (41%) 9 siswa menyatakan sangat setuju dengan pernyataaan tersebut. (41%) 9 siswa menyatakan setuju dengan pernyataaan tersebut. (10%) 2 siswa menyatakan tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. (4%) 1 siswa menyatakan ragu-ragu dengan pernyataaan tersebut. (4%) 1 siswa menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. Berdasarkan hasil angketyang dibagikan kepada 22 siswa di SD Negeri Kledokan, peneliti mendapatkan data bahwa 55% siswa mengetahui macam-macam sumber energi alternatif dan menyetujui bahwa energi alternatif merupakan energi yang dapat digunakan untuk menggantikan energi yang berasal dari fosil maupun minyak bumi. Kemudian sebanyak 41% siswa menjawab menyetujui bahwa manfaat belajar energi alternatif untuk mengetahui pemanfaatan energi alternatif yang ramah lingkungan. Selain itu, peneliti mendapatkan data sebanyak 68% siswa menyatakan bahwa belum pernah membaca cergam, khususnya mengenai energi alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan literasi sebelum pelajaran dimulai.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Cergam yang peneliti buat perlu dinilai oleh guru terlebih dahulu. Maka dari itu, peneliti membuat instrumen wawancara kepada tiga guru kelas IV sekolah dasar dan memperoleh data bahwacergam dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran.Ciri-ciri cergam untuk siswa kelas IV yaitu warnanya menarik, gambarnya sesuai dengan tema dan real(nyata),menggunakan bahasa yang dapat dipahami siswa, serta tulisannya sesuai dengan EYD.Melalui cergam, siswa menjadi lebih tertarik untuk belajar dan dapat memberikan gambaran konsep-konsep tentang materi yang akan diajarkan. Berdasarkan data yang didapatkan oleh peneliti dari hasil wawancara dan angket tersebut, akan digunakan untuk dijadikan acuan dalam mengembangkan desain produk. Hal ini agar produk yang dikembangkan oleh peneliti dapat bermanfaat bagi siswa. Oleh karena itu, prototipe cergam yang berjudul “Manfaat Panel Surya: Mengubah Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik” diharapkan dapat memberikan informasi bagi siswa,dijadikan sebagai media dalam pembelajaran dan juga sebagai sarana litersai dalam menunjang Gerakan Literasi Sekolah (GLS). 4.1.1.3 Desain Produk Berdasarkan hasil wawancara dengan tiga guru kelas IV Sekolah Dasar dan angket siswa yang dibagikan kepada 22 siswa di SD Negeri Kledokan, peneliti terdorong untuk membuat sebuah cergam. Cara yang digunakan oleh peneliti dalam membuat cergam adalah sebagai berikut:

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 4.1.1.3.1 Kisi-Kisi Cerita Bergambar Sebelum membuat cergam, peneliti membuat kisi-kisi terlebih dahulu. Adapun kisi-kisi cergam yang peneliti buat adalah sebagai berikut: Tabel 4.1 Kisi-Kisi Cerita Bergambar No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Keterangan Halaman Cover Informasi tentang judul cergam “Manfaat Panel Surya: Mengubah Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik” dan nama penulis dari cergam. 1 Informasi tentang kata pengantar yang mendeskripsikan tujuan dan ucapan terima kasih kepada pihak yang telah membantu dalam penulisan cergam. 2 Informasi tentang energi merupakan kemampuan untuk melakukan suatu hal, macam-macam dari energi, dan energi alternatif merupakan energi yang bukan berasal dari fosil dan minyak bumi. 3 Informasi tentang macam-macam energi alternatif yaitu air, angin, matahari, panas bumi, biogas, dan nuklir. 4 Informasi tentang matahari merupakan sumber energi paling besar dan 3 manfaat energi panas matahari, yaitu: fotosintesis, mengeringkan pakaian, dan mengeringkan ikan asin. 5 Informasi tentang panel surya merupakan alat yang dapat mengubah energi panas matahari menjadi energi listrik dan tiga bagian penyusun panel surya (kaca, silikon, dan logam). 6 Informasi tentang kaca yang dapat ditembus oleh energi panas matahari kemudian menuju silikon. 7 Informasi tentang dua jenis silikon dalam panel surya, yaitu silikon tipe-n dan silikon tipe-p. 8 Informasitentang logam yang memiliki banyak elektron sehingga dapat menjadi penghantar listrik. 9 Informasi tentang tempat yang dapat digunakan untuk meletakkan panel surya, yaitu atas atap, tanah lapang, dan tepi pantai. 10 Informasi tentang cara kerja dari panel surya mengubah energi panas matahari sampai ke logam untuk kemudian disimpan di dalam baterai bagian pertama. 11 Informasi tentang cara kerja dari panel surya mengubah energi panas matahari sampai ke logam untuk kemudian disimpan di dalam baterai bagian kedua. 12 Informasi tentang energi listrik yang ditampung dalam

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 14 13 15 14 16 15 17 18 16 17 baterai kemudian disalurkan ke berbagai peralatan elektronik menggunakan kabel dan contoh dari peralatan elektronik yaitu kulkas, komputer, televisi, dan kipas angin. Informasi tentang saran bahwa panel surya merupakan salah satu alat yang dapat digunakan sebagai pengolah sumber energi alternatif ramah lingkungan yang dapat mengubah energi panas matahari menjadi energi listrik, terutama di Indonesia yang berada di daerah tropis. Namun, biaya yang dikeluarkan untuk membuat panel surya sangat mahal dan biasanya hanya digunakan di perkantoran, pabrik, dan hotel. Informasi tentang pertanyaan refleksi yang diberikan kepada siswa sehingga penulis mengetahui pemahaman siswa mengenai isi cergam, yaitu: 1. Panel surya adalah ... 2. Bagian-bagian penyusun dari panel surya adalah ... 3. Energi panas matahari yang sudah diubah menjadi energi listrik disimpan dalam ... supaya ... Informasi tentang pertanyaan refleksi yang diberikan kepada siswa sehingga penulis mengetahui pemahaman siswa mengenai isi cergam, yaitu: 4. Informasi yang saya dapatkan tentang panel surya setelah membaca cergam adalah ... Daftar referensi Profil penulis. 4.1.1.3.2 Produk Cerita Bergambar Setelah membuat kisi-kisi, kemudian peneliti membuat produk cergam. Adapun produk awal cergam yang peneliti buat adalah sebagai berikut:

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Gambar 4.1Produk Awal Cergam Cover Dalam membuat cergam, peneliti menggunakan gambar ilustrasi yang sesuai dengan alur cerita yang telah dibuat. Gambar ilustrasi yang dibuat menceritakan tentang panel surya yang dapat mengubah energi panas matahari menjadi energi listrik. Pada bagian awal isi cerita, dijelaskan secara singkat bahwa energi merupakan suatu kemampuan yang dapat digunakan untuk melakukan suatu hal, macam-macam dari energi, dan energi alternatif merupakan energi yang bukan berasal dari fosil dan minyak bumi. Macammacam dari energi alternatif yaitu angin, air, matahari, panas bumi, biogas, dan nuklir. Matahari merupakan sumber energi yang paling besar. Energi panas matahari bermanfaat bagi makhluk hidup untuk fotosintesis, mengeringkan pakaian, dan mengeringkan ikan asin. Selain itu, energi panas matahari dapat diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan panel surya. Panel surya terdiri dari tiga bagian, yaitu kaca, silikon, dan logam. Kaca dapat dengan mudah ditembus oleh energi panas matahari kemudian

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 menuju siilkon. Terdapat dua jenis silikon, yaitu silikon tipe-n yang bermuatan negatif dan silikon tipe-p yang bermuatan positif. Logam memiliki banyak elektron sehingga dapat menjadi penghantar listrik. Panel surya biasanya diletakkan di tempat yang mudah menyerap energi panas matahari, seperti di atas atap, tanah lapang, dan tepi pantai. Cara panel surya mengubah energi panas matahari menjadi energi listrik yaitu energi panas matahari yang masuk melalui kaca diserap oleh silikon. Muatan negatif dalam silikon menjadi bergerak bebas dan ketika silikon n dan silikon p saling bersentuhan maka membentuk kutub positif pada silikon n dan kutub negatif pada silikon p. Akibat aliran muatan negatif dan positif ini terbentuklah medan listrik. Saat energi panas matahari mengenai silikon p dan silikon n, muatan negatif bergerak dari silikon menuju logam. Aliran negatif ini yang disebut energi listrik yang kemudian simpan dalam baterai.Energi listrik yang ditampung dalam baterai kemudian disalurkan ke peralatan elektronik melalui kabel. Pada bagian akhir cerita, terdapat saran untuk menggunakan panel surya, pertanyaan refleksi untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai isi prototipe cergam, daftar referensi, dan profil dari penulis cergam. 4.1.1.4 Validasi Desain Validasi desain dilakukan olehseorang guru kelas IV Sekolah Dasar dan seorang dosen IPA.Validasi dilakukan pada tanggal 6Desember 2018. Validasi ini bertujuan untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan produk. Aspek dari prototipe cergam yang dinilai adalah (1) bahasa, (2) format penulisan, (3) dan isi prortotipe cergam.Validasi dilakukan dengan cara

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 memberikan desain produk dan lembar validasi kepada para ahli. Berikut adalah tabel penjabaran skor, komentar, dan saran: Tabel 4.2 Rekap Validasi Desain Produk No Item yang Dinilai 1 Bahasa Bahasa sesuai dengan EYD. Format Penulisan Cergam Menggunakan kepustakaan sesuai dengan teori pemanfaatan energi matahari Menggunakan kepustakaan sesuai dengan teori panel surya. Cergam dibuat sesuai dengan kaidah penulisan cergam (warnawarni, menggunakan bahasa yang mudah dipahami siswa, gambar sesuai dengan tema, dan nyata). 2 3 Isi Cergam berisi informasi tentang energi dan macam-macam energi. Cergam berisi tentang energi alternatif dan macam-macam energi alternatif. Cergam berisi informasi sederhana tentang matahari dan manfaat energi panas matahari bagi makhluk hidup. Cergam berisi informasi tentang keterkaitan antara energi panas matahari dengan panel surya. Cergam berisi penjelasan tentang fungsi panel surya. Cergam berisi tentang bagianbagian panel surya. Cergam berisi tentang tempat Validator I Skor Saran Validator II Skor Saran 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 Halaman 7,10, dan 11 penjelasan tentang silikon p dan n terlalu sulit untuk siswa kelas IV

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 yang dapat digunakan untuk meletakkan panel surya. Cergam berisi tentang cara kerja panel surya. Cergam berisi tentang alur cerita tentang manfaat panel surya yang mudah dipahami siswa. Cergam memuat saran agar siswa menyadari pentingnya memanfaatkan energi panas matahari sebagai energi alternatif. Total Skor Skor Rata-rata Nilai Rata-rata Berdasarkan nilai rata-rata 3 3 3 3 3 3 45 hasil 42 43,5 3,1 validasi sebesar 3,1.Dalam mengetahui kelayakan penggunaan prototipe cergam berdasarkan jumlah skor, peneliti menyajikan pedoman penggolongan kualitas sebagai berikut: Tabel 4.3 Pedoman Penggolongan Kualitas No Kelayakan Instrumen 1 Layak diujicobakan tanpa revisi 2 Layak diujicobakan dengan revisi 3 Tidak layak diujicobakan Bobot Skor 3,5 – 4,00 2,5 – 3,5 0 – 2,5 Berdasarkan hasil validasi tersebut menunjukkan bahwa prototipe cergam yang berjudul “Manfaat Panel Surya: Mengubah Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik” sudah layak diujicobakan dengan diperbaiki terlebih dahulu. Setelah melakukan perbaikan,kemudian prototipe cergam dapat dibagikan kepada siswa kelas IV Sekolah Dasar. 4.1.1.5 Perbaikan Desain Berdasarkan hasil validasi oleh seorang guru kelas IV Sekolah Dasar dan seorang dosen Ilmu Pengetahuan (IPA), peneliti melakukan perbaikan desain produk berupa prototipe cergam yang berjudul “Manfaat Panel Surya:

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Mengubah Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik”. Kritik dan saran dari kedua ahli digunakan sebagai pedoman untuk memperbaiki desain produk. Perbaikan yang perlu dilakukan oleh peneliti yaitu pada halaman 7, 10, dan 11 bahasa yang digunakan untuk menjelaskan materi masih terlalu sulit untuk dipahami oleh siswa kelas IV Sekolah Dasar. Maka dari itu, peneliti menyederhanakan bahasa yang digunakan agar lebih mudah dipahami oleh siswa. Peneliti berharap setelah melakukan perbaikan tersebut dapat menjadikan prototipe cergam yang berjudul “Manfaat Panel Surya: Mengubah Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik” dapat dipahami oleh siswa kelas IV Sekolah Dasar. Berikut adalah hasil perbaikan isi cergam:

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Gambar 4.2 Pebaikan Bagian 1 Sebelum Perbaikan Halaman 7 Sesudah Perbaikan Halaman 7 Perbaikan: Penjelasan tentang silikon p dan n masih terlalu sulit untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar, sehingga peneliti lebih menyerderhanakan bahasa yang digunakan. Penjelasan sebelum perbaikan yaitu “Silikon tipe-n berbentuk padat. Terdiri dari atom-atom dan banyak elektron (muatan negatif) yang bertebaran di sekitar atom itu, sehingga silikon bermuatan negatif.” dan

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 “Silikon tipe-p juga berbentuk padat. Terdiri dari atom-atom dan hole (muatan positif) sehingga bermuatan lebih positif dibandingkan dengan silikon tipe-n.“. Setelah dilakukan perbaikan menjadi “Silikon tipe-n berbentuk padat. Terdiri dari banyak muatan negatif (elektron) sehingga silikon ini bermuatan negatif.” dan “ Silikon tipe-p juga berbentuk padat. Terdiri dari muatan positif (hole), sehingga silikon ini bermuatan positif.”

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Gambar 4.3 Perbaikan Bagian 2 Sebelum Perbaikan Halaman 10 Sesudah Perbaikan Halaman 10 Perbaikan: Penjelasan tentang silikon p dan n masih terlalu sulit untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar, sehingga peneliti lebih menyerderhanakan bahasa yang digunakan. Penjelasan sebelum perbaikan yaitu “Dengan demikian, cara

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 panel surya mengubah energi panas matahari menjadi energi listrik yaitu energi panas matahari yang diterima, masuk melalui kaca. Energi panas matahari yang masuk tersebut kemudian diserap oleh silikon. Hal tersebut menyebabkan elektron dalam silikon yang semula diam menjadi bergerak bebas. Ketika silikon n dan silikon p saling bersentuhan, maka elektron akan bergerak dari silikon n ke silikon p sehingga membentuk kutub positif pada silikon n dan kutub negatif pada silikon p.” Setelah dilakukan perbaikan menjadi “Dengan demikian, cara panel surya mengubah energi panas matahari menjadi energi listrik yaitu energi panas matahari yang diterima, masuk melalui kaca. Energi panas matahari yang masuk tersebut kemudian diserap oleh silikon, sehingga muatan negatif dalam silikon menjadi bergerak bebas. Ketika silikon n dan silikon p saling bersentuhan, maka akan membentuk kutub positif pada silikon n dan membentuk kutub negatif pada silikon p.”

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Gambar 4.4 Perbaikan Bagian 3 Sebelum Perbaikan Halaman 11 Sesudah Perbaikan Halaman 11 Perbaikan: Penjelasan tentang silikon p dan n masih terlalu sulit untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar, sehingga peneliti lebih menyerderhanakan bahasa

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 yang digunakan. Penjelasan sebelum perbaikan yaitu “Akibat dari aliran elektron dan hole ini, maka terbentuklah medan listrik yang ketika energi panas matahari mengenai silikon p dan silikon n maka akan mendorong elektron bergerak dari silikon menuju logam. Aliran elektron inilah yang kita kenal sebagai energi listrik. Dan sebaliknya, hole bergerak menuju kutub positif menunggu elektron datang. Demikian seterusnya, sehingga elektron-elektron selalu mengalir selama ada tambahan energi panas matahari yang mengenainya. Selanjutnya, energi panas matahari yang sudah diubah menjadi energi listrik disimpan dalam baterai.” Setelah dilakukan perbaikan menjadi “Akibat dari aliran muatan negatif dan muatan positif ini, maka akan membentuk medan listrik. Dan ketika energi panas matahari mengenai silikon p dan silikon n, muatan negatif akan bergerak dari silikon menuju logam. Aliran muatan negatif ini yang kita kenal sebagai energi listrik. Selanjutnya, energi panas matahari yang sudah diubah menjadi energi listrik disimpan dalam baterai.” 4.1.1.6 Uji Coba Produk Uji coba produk dilakukan setelah melakukan perbaikan prototipe cergam. Uji coba produk dilakukan kepada siswa kelas IV di SD Negeri Karangmloko I yang berjumlah 22 siswa pada tanggal 12 Desember 2018. Tujuan dari uji coba produk adalah untuk mengetahui kualitas dan keefektifan dari prototipe cergam yang berjudul “Manfaat Panel Surya: Mengubah Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik” dalam membantu pemahaman siswa pada pembelajaran 1 dalam buku tematik tema 2 “Selalu Berhmat Energi”

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 subtema 3 “Energi Alternatif” tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi lisrik. Dalam melakukan uji coba produk ini, peneliti membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH) pada pembelajaran 1 dalam buku tematiktema 2 “Selalu Berhemat Energi” subtema 3 “Energi Alternatif” tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik. RPPTH yang dibuat menggunakan pendekatan saintifik dengan sintaks (langkah)5M, yaitu: (1) Mengamati, (2) Menalar, (3) Menanya, (4) Mencoba, dan (5) Mengomunikasikan. Sedangkan metode pembelajaran yang digunakan yaitu metode inquiry dengan sintaks tanya jawab, ceramah, penugasan, diskusi, evaluasi. RPPTH dapat dilihat dalam lampiran 6. Kegiatan pada awal pembelajaran dimulai dengan terlebih dahulu menyapa siswa, menyuruh salah satu siswa untuk memimpin doa sebelum memulai pelajaran, mengingatkan siswa tentang materi pelajaran sebelumnya dan mengaitkan dengan materi pelajaran yang akan disampaikan, menyanyikan sebuah lagu agar siswa lebih bersemangat dalam belajar, melakukan apersepsi, dan menyampaikan materi yang akan dipelajari, tujuan pembelajaran, dan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan.

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Gambar 4.5 Kegiatan Awal Pembelajaran Pada kegiatan inti, diterapkan sintaks dari pendekatan saintifik dan metode pembelajaran inquiry. Pada langkah mengamati, guruterlebih dahulu menjelaskan tentang karakteristik sumber daya alam di dataran tinggi dan rendah berbeda, khususnya di Indonesia yang merupakan negara tropis (mengajarkan IPS). Kemudian menjelaskan salah satu macam dari sumber daya alam yang terdapat di Indonesia, yaitu matahari. Matahari merupakan sumber energi yang terbesar dan ramah lingkungan. Selain itu, matahari menghasilkan energi panas yang bermanfaat bagi makhluk hidup, salah satunya untuk pembangkit listrik dengan mengguakan panel surya (mengajarkan IPA).Dilanjutkan dengan menjelaskan cara panel surya dalam mengubah energi panas matahari menjadi energi listrik yang kemudian ditampung dalam baterai dan disalurkan ke rumah dengan menggunakan kabel (mengajarkan Bahasa Indonesia).Semua materi IPA, IPS, dan Bahasa Indonesia tersebut terdapat dalam prototipe cergam yang peneliti buat, berjudul “Manfaat Panel Surya: Mengubah Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik”. Prototipe

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 cergam tersebut dijadikan media dalam pembelajaran agar siswa lebih tertarik dan mudah memahami materi yang akan diajarkan. Gambar 4.6 Gambar Siswa Membaca Prototipe Cergam Langkah menalar, siswa mengidentifikasi isi dari prototipe cergam. Langkah menanya, guru memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya mengenai hal yang kurang dimengerti maupun hal yang ingin diketahui lebih lanjut. Langkah mencoba, guru meminta siswa untuk mengerjakan soal dalam kelompok. Dan pada langkah mengomunikasikan, setiap kelompok diminta untuk maju ke depan untuk mempresentasikan hasil diskusinya secara bergantian. Gambar 4.7 Kegiatan Inti Pembelajaran

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Pada akhir pembelajaran, kegiatan yang dilakukan yang dilakukan yaitu memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya apabila terdapat hal-hal yang masih kurang dipahami, membuat kesimpulan pada pembelajaran yang telah dilakukan, memberi siswa beberapa pertanyaan lisan sebagai evaluasi, mengisi lembar refleksi, dan menutup pembelajaran dengan salam. Gambar 4.8 Kegiatan Penutup Pembelajaran Refleksi yang diberikan bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa dalam memahami isi bacaan dari prototipe cergam. Lembar refleksi disediakan sendiri agar cergam tidak dicoret-coret oleh siswa sehingga bisa digunakan kembali. 4.1.2 Kualitas Produk Peneliti melakukan uji coba produk dengan membagikan prototipe cergam yang berjudul“Manfaat Panel Surya: Mengubah Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik”. Kualitas protipe cergam didapatkan berdasarkan hasil dari refleksi yang dituliskan oleh siswa. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang prototipe cergam yang

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 telah dibaca. Lembar refleksi terdiri dari 4 pertanyaan. Jawaban siswa pada lembar refleksi kemudian dikonversikan menjadi skor menggunakan skala empat yang terdiri dari skor 1-4 berdasarkan pedoman penilaian yang telah disusun oleh peneliti. Nilai pada setiap nomor soal yang diperoleh oleh siswa akan dihitung rata-ratanya. Kemudian hasil nilai tersebut akan dijadikan sebagai landasan untuk mengetahui kualitas produk. Berdasarkan hasil refleksi dalam uji coba produk, peneliti mendapatkan data bahwa21 siswa menjawab panel surya merupakan sebuah alat yang dapat megubah energi panas matahari menjadi energi listrik, dan 1 siswa menjawab panel surya merupakan sebuah alat yang dapat mengubah energi listrik. Berdasarkan jawaban siswa pada soal nomor 1 tentang pengertian panel surya setelah membaca prototipe cergam memperoleh hasil rata-rata 3,9. Pada soal kedua peneliti mendapatkan data bahwa 17 siswa menjawab bagian-bagian penyusun dari panel surya adalah kaca, silikon, logam, dan 5 siswa menjawab bagian-bagian penyusun dari panel surya adalah kaca, silikon, logam, dan baterai. Berdasarkan jawaban siswa pada soal kedua, maka hasil rata-rata yang diperoleh adalah 3,99. Pada soal ketiga peneliti memperoleh data bahwa 13 siswa menjawab energi panas matahari yang telah diubah menjadi energi listrik disimpan dalam baterai supaya dapat mengalir ke peralatan elektronik melalui kabel sehingga peralatan elektronik dapat menyala, 4 siswa menjawab energi panas matahari yang telah diubah menjadi energi listrik disimpan dalam panel surya supaya energi matahari dapat diserap panel surya, 2 siswa menjawab energi panas matahari yang telah diubah

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 menjadi energi listrik disimpan dalam panel surya supaya tidak akan habis, 2 siswa menjawab energi panas matahari yang telah diubah menjadi energi listrik disimpan dalam logam supaya dapat menjadi penghantar listrik, dan 1 siswa menjawab energi panas matahari yang telah diubah menjadi energi listrik disimpan dalam silikon supaya logam dapat menjadi penghantar listrik. Berdasarkan jawaban siswa pada soal ketiga, maka hasil rata-rata yang didapatkan yaitu 2,81. Pada soal keempat peneliti mendapatkan data bahwa infomasi yang siswa dapatkan tentang panel surya setelah membaca cergam adalah 12 siswa mendapatkan informasi tentang alat yang dapat mengubah energi panas matahari menjadi energi listrik, 3 siswa mendapatkan informasi tentang mengenal manfaat matahari, 2 siswa mendapatkan tentang informasi mengenal panel surya, bagian-bagian panel surya, dan mengetahui bahwa energi panas matahari dapat diubah menjadi energi listrik, 2 siswa menjawab mendapatkan informasi tentang mengetahui manfaat panel surya, 1 siswa mendapatkan informasi tentang panel surya dapat mengolah energi alternatif, 1 siswa mendapatkan informasi tentang kita harus menghemat energi dan tidak boros, dan 1 siswa mendapatkan informasi tentang mengetahui proses terbentuknya baterai. Berdasarkan jawaban siswa pada soal keempat, maka hasil rata-rata yang diperoleh yaitu 3,61. Berikut peneliti paparkan tabel uji coba produk yang peneliti lakukan dan hasil rekapnya:

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 Tabel 4.4 Rekap Hasil Uji Coba No 1 2 3 4 Soal Jawaban Panel surya adalah Alat yang dapat ... mengubah energi panas matahari menjadi energi listrik. Alat yang dapat mengubah energi listrik. Bagian-bagian Kaca, silikon, logam. penyusun dari panel surya adalah Kaca, silikon, logam, baterai. ... Energi panas Baterai, supaya dapat matahari yang mengalir ke peralatan sudah diubah elektronik melalui kabel menjadi energi sehingga peralatan dapat listrik disimpan menyala. dalam ... supaya ... Panel surya, supaya energi matahari dapat diserap panel surya. Panel surya, supaya tidak akan habis. Logam, supaya dapat menjadi penghantar listrik. Silikon, supaya logam dapat menjadi penghantar listrik. Informasi yang Alat yang dapat saya dapatkan mengubah energi panas tentang panel surya matahari menjadi energi setelah membaca listrik. cergam ini adalah Dapat mengenal manfaat ... matahari. Dapat mengenal panel surya, bagian-bagian panel surya, dan tahu bahwa energi panas matahari dapat diubah menjadi listrik. Dapat mengetahui manfaat panel surya. Jawa ban sejeni s 21 Skor 4 Ratarata tiap nomor 3,81 1 2 0,09 17 4 3,09 5 4 0,90 13 4 2,36 4 1 0,18 2 1 0,09 2 1 0,09 1 1 0,09 12 4 2,18 3 3 0,40 2 4 0,36 2 4 0,36

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 Dapat mengetahui bahwa 1 3 panel surya dapat mengolah energi alternatif. Kita harus menghemat 1 1 energi dan tidak boros. Dapat mengetahui proses 1 1 terbentuknya baterai. Jumlah Rata-rata = jumlah rata-rata tiap nomor : jumlah soal 0,13 0,09 0,09 13,5 3,4 Berdasarkan hasil refleksi, rata-rata skor keseluruhan diperoleh dari dari setiap nomor pada soal refleksi kemudian dijumlahkan secara keseluruhan lalu dibagi dengan jumlah soal yang diberikan. Rata-rata yang diperoleh adalah 3,4. Rata-rata tersebut dapat digunakan sebagai nilai untuk menentukan kualitas kelayakan produk. Berdasarkan dari tabel klasifikasi kualitas produk yang digunakan oleh peneliti, dapat disimpulkan bahwa prototipe cergam yang dibuat mempunyai kualitas yang baik dan layak digunakan karena rata-rata dari hasil refleksi termasuk ke dalam kategori “sangat baik”. 4.2 Pembahasan Berdasarkan hasil validasi dengan seorang guru kelas IV Sekolah Dasar dan seorang dosen IPA, prototipe cergam yang berjudul “Manfaat Panel Surya: Mengubah Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik” mendapatkan skor 3,1 yang berarti termasuk dalam kategori baik dan layak diujicobakan setelah dilakukan perbaikan.Dan ketika prototipe cergam diujicobakan kepada 22 siswa di SD Negeri Karangmloko 1 mendapatkan skor 3,4. Prototipe cergamtermasuk ke dalam kategori sangat baik yang berarti siswa memahami materi yang terdapat pada pembelajaran 1 dalam buku

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 tematik tema 3: “Selalu Berhemat Energi” subtema 3: “Energi Alternatif” tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik menggunakan panel surya.Prototipe cergam dapat dikatakan baik karena dikembangkan dengan memperhatikan sebagai berikut: 4.2.1 Prototipe dikembangkan dengan memuat pembelajaran tema 2: “Selalu Berhemat Energi” subtema 3: “Energi Alternatif” Energi alternatif merupakan energi yang menggunakan bahan bakar selain fosil maupun minyak bumi (Herliani, dkk. 2003: 139). Energi ini diciptakan karena terdapat ancaman bahwa suatu saat sumber energi akan habis (Widodo, dkk. 2014: 6). Salah satu macam energi alternatif yaitu energi yang berasal dari matahari. Matahari merupakan merupakan sumber energi yang paling besar. Matahari menghasilkan energi panas yang dapat bermanfaat bagi makhluk hidup, yaitu untuk menjemur pakaian, mengeringkan bahan makanan, membuat garam, dan sebagai pembangkit listrik (Safitri, 2009: 51-52). Prototipe cergam yang peneliti buat memuat informasi tentang energi alternatif. Materi tentang energi alternatif perlu diajarkan pada siswa agar siswa mengetahui sumber energi lain yang lebih ramah lingkungan apabila digunakan. Energi alternatif juga dapat digunakan untuk pembangkit listrik. Prototipe ini dibuat agar siswa mengetahui informasi yang terdapat pada pembelajaran 1 dalam buku tematik tema 2 “Selalu Berhemat Energi” subtema 3 ”Energi Alternatif” tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 4.2.2 Prototipe dikembangkan dengan mengacu pada kekhasan panel surya Panel surya merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengumpulkan energi panas matahari kemudian diubah menjadi energi listrik. Alat ini berbentuk kotak-kotak dan di bagian atas terbuat dari kaca (Suharti, 2010: 45). Panel surya juga terbuat dari silikon (Si) dan logam (Zubaidah, dkk., Kemendikbud, 2015: 132). Biasanya panel surya dipasang di tempat yang mudah menyerap energi panas matahari (Nugraha dan Sunardi, 2012: 27). Energi panas matahari yang sudah diubah menjadi energi listrik kemudian disimpan menggunakan baterai (Jasa, dkk., 2016: 2). Energi listrik tersebut kemudian dialirkan ke rumah melalui kabel (Safitri, 2009:27). Namun biaya yang digunakan untuk memasang panel surya sangat mahal sehingga biasanya hanya digunakan di perkantoran, pabrik, dan hotel. Hal tersebut menjadi inspirasi peneliti dalammengembangkan prototipe cergam dengan gambar ilustrasi yang mengacu pada kekhasan dari panel surya. Gambar ilustrasi yang dibuat berupa panel surya yang dibuat dengan bentuk kotak-kotak dengan warna biru tua.Dalam prototipe cergam, juga terdapat gambar ilustrasi dari tempat yang dapat digunakan untuk memasang panel surya, yaitu tepi pantai, tanah lapang, dan atas atap. 4.2.4Prototipe dikembangkan dengan memperhatikan kaidah penulisan cergam Cerita bergambar atau cergam adalah tuturan teks cerita anak yang ditulis berdasakan suatu aktivitas atau kejadian tertentu sesuai dengan sudut pandang anak sehingga dapat menarik minat baca yang tersusun atas teks dan

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 gambar yang keduanya saling melengkapi (Krissandi, 2017: 21). Dalam setiap cergam untuk anak, terdapat berbagai gambar ilustrasi yang menarik, warnawarni, dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami (Nurgiyantoro, 2005: 152-159). Karakteristik dari cergam yaitu bacaannya disukai, disesuaikan dengan perkembangan pada anak, bahasa dan gambar mampu memberikan informasi serta ide baru bagi anak (Aprianti (dalam Krissandi, 2017: 21)). Selain itu, melalui cergam dapat membantu siswa dalam menstimulasi imajinasi (Mitchell (dalam Nurgiyantoro, 2005: 159-161)). Siswa kelas IV Sekolah Dasar termasuk dalam tahap perkembangan operasional konkret, dimana siswa memiliki kemampuan untuk berpikir dengan pemikiran yang berdasarkan kenyataan. Peneliti mengembangkan cergam menggunakan gambar ilustrasi dan dibuat berdasarkan hal-hal konkrit yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Gambar ilustrasi dan teks yang terdapat dalam cergam, dapat menstimulasi imajinasi siswa dan memberikan informasi tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik dengan menggunakan panel surya. Selain itu, cergam dibuat berwarna agar siswa tertarik untuk membaca dan memahami isi dari cergam. 4.2.3Prototipe dikembangkan dengan memperhatikan kaidah literasi Literasi merupakan kemampuan dalam mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan atau berbicara. Melalui literasi, dapat meningkatkanketerampilan membaca dan memahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif dari siswa (Faizah, dkk. Kemendikbud, 2016: 1). Selain itu, melalui literasi siswa dapat mengembangkan kemampuan

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 memahami teks, berpikir kritis, dan mengolah kemampuan komunikasi secara kreatif melalui kegiatan menanggapi teks buku bacaan pengayaan. Penumbuhan minat baca merupakan hal yang penting bagi pengembangan kemampuan literasi siswa (Abidin, 2017: 281-282). Penumbuhan minat baca dapat dilakukan dengan pembiasaan membaca 15 menit sebelum pembelajaran dimulai (Faizah, dkk. Kemendikbud, 2016: 1-5). Prototipe cergam yang peneliti kembangkan dapat menumbuhkan minat membaca pada siswa karena dibuat berwarna dan disertai dengan gambar ilustrasi yang menarik. Melalui gambar ilustrasi dan teks cerita yang terdapat dalam prototipe cergam, siswa dapat mengembangkan kemampuan dalam memahami bacaan. Pada bagian refleksi, siswa dapat mengembangkan kemapuan mengolah informasi yang telah didapatkan secara kreatif. Maka dari itu, prototipe cergam dapat dijadikan sebagai sarana literasi dalam menunjang Gerakan Literasi Sekolah (GLS). 4.3 Kelebihan dan Kekurangan Prototipe Cergam Peneliti memperoleh masukan dari hasil validasi dan uji coba prototipe cergam. Dari hasil tersebut, peneliti mendapatkan data-data sehingga dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan prototipe cergam yang telah peneliti kembangkan. Berikut merupakan penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan prototipe cergam yang dikembangkan oleh peneliti: 4.3.1 Kelebihan Prototipe Cergam Prototipe cergam yang berjudul “Manfaat Panel Surya: Mengubah Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik” memiliki kelebihan, antara

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 lain: (1) prototipe cergam berisi informasi tentang energi alternatif; (2) terdapat kaidah penulisan cergam yaitu terdapat gambar ilustrasi yang menarik, warnawarni, nyata, dan bahasanya dapat dipahami oleh siswa; (3) cergam berjudul “Manfaat Panel Surya: Mengubah Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik” memuat materi yang terdapat pada pembelajaran 1 pada buku tematik tema 2: “Selalu Berhemat Energi” subtema 3: “Energi Alternatif” (4) refleksi di akhir digunakan untuk mengetahui seberapa pemahaman siswa setelah membaca prototipe cergam. 4.3.2 Kekurangan Prototipe Cergam Prototipe cergam yang berjudul “Manfaat Panel Surya: Mengubah Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik” ini juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain sebagai berikut: (1) terdapat bagian prototipe cergam yang hanya memuat tulisan saja, (2) pada bagian refleksi hanya mengacu pada mata pelajaran IPA yang tedapat pada pembelajaran 1 dalam buku tematik kelas IV Sekolah Dasar tema 2 “Selalu Berhemat Energi” subtema 3: “Energi Alternatif” tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik, (3)prototipe hanya digunakan untuk media pembelajaran dan literasi pada mata pelajaran IPA, (4) tidak terdapat glosarium.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP Bab V menguraikan kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran. Berikut penjelasan dari masing-masing sub bab: 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: 5.1.1 Prosedur pengembangan produk “PrototipeCergam IPA tentang Pengolahan Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik untuk Kelas IV Sekolah Dasar”, yaitu: (1) potensi dan masalah: media pembelajaran tentang energi alternatif dibutuhkan siswa kelas IV Sekolah Dasar, (2)pengumpulan data: wawancara dengan tiga guru kelas IV Sekolah Dasar dan pembagian angket pada siswa kelas IV Sekolah Dasar, (3) desain produk: menyusun kisi-kisi prototipe cergam dan membuat prototipe cergam dengan gambar ilustrasi dan dibuat berwarna, (4) validasi desain: meminta dua orang ahli untuk menilai prototipe cergam, (5) perbaikan desain:memperbaiki prototipe cergam sesuai saran, (6) uji coba produk: melakukan uji coba prototipe cergam pada siswa kelas IV Sekolah Dasar. 5.1.2 Kualitas prototipe cergam yang berjudul “Manfaat Panel Surya: Mengubah Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik” mendapat skor 3,1 menurut validasi ahli, yaitu tiga guru kelas IV Sekolah Dasar 90

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 dan seorang dosen IPA dan termasuk dalam kategori baik dan layak digunakan setelah dilakukan perbaikan. Sedangkan berdasarkan hasil uji coba terhadap 22 siswa di SD Negeri Karangmloko 1 mendapat skor 3,4.Termasuk dalam kategori baik untuk membantu siswa dalam memahami materi pada pembelajaran 1 dalam buku tematik kelas IV Sekolah Dasar tema 2 “Selalu Berhemat Energi” subtema 3 “Energi Alternatif” tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik. Prototipe cergam yang berjudul “Manfaat Panel Surya: Mengubah Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik” dapat membantu siswa dalam memahami informasi tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik. Dengan adanya hal ini, peneliti berharap prototipe cergam yang disusun peneliti bisa berguna sebagai media pembelajaran dan sarana literasi dalam menunjang Gerakan Literasi Sekolah (GLS). 5.2 Keterbatasan Penelitian Pada keterbatasan penelitian, peneliti memiliki beberapa keterbatasan, antara lain: 5.2.1 Terdapat bagian isi prototipe cergam yang hanya memuat tulisan saja. 5.2.2 Pada pertanyaan refleksi prototipe cergam hanya mengacu pada mata pelajaran IPA yang tedapat pada pembelajaran 1 dalam buku tematik kelas IV Sekolah Dasar tema 2 “Selalu Berhemat Energi” subtema 3: “Energi Alternatif” tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik.

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 5.2.3 Dalam prototipe cergam ini belum terdapat glosarium yang menjelaskan kosa kata dari bahasa yang kurang dipahami oleh siswa. 5.3 Saran 5.3.1 Peneliti sebaiknya menambahkan gambar ilustrasi pada setiap bagian isi prototipe cergam agar siswa lebih tertarik untuk membaca. 5.3.2 Peneliti seharusnya membuat pertanyaan refleksi yang mengacu pada tiga mata pelajaran yang diajarkan pada pembelajaran 1 dalam buku tematik kelas IV Sekolah Dasar tema 2 “Selalu Berhemat Energi” subtema 3: “Energi Alternatif” tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik, yaitu IPA, IPS, dan Bahasa Indonesia. 5.3.3 Peneliti sebaiknya membuat glosarium yang menjelaskan kosa kata dari bahasa yang kurang dipahami oleh siswa.

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Abidin, Y., dkk. (2017). Pembelajaran Literasi Strategi Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika, Sains, Membaca, dan Menulis. Jakarta: Bumi Aksara. Faizah, D. U., dkk. (2016). ManualPendukung Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah. Jakarta: Kemendikbud. Herliani, R.R., dkk. (2003). Sains 4 untuk Sekolah Dasar Kelas 4. Jakarta: PT Grasindo. Ikatan Tentor Indonesia. (2015). A-Z Menguasai Fisika dalam 10 Menit. Yogyakarta: Penerbit Indoliterasi. Jasa, L., dkk. (2016). Mikro Hidro Stategi Memanfaatkan Energi Murah dan Ramah Lingkungan. Denpasar: Teknosain. Julisman, A., Sara, I.D., Siregar, R.H. (2017). Prototipe Pemanfaatan Panel Surya sebagai Sumber Energi pada Sistem Otomatisasi Atap Stadion Bola. Jurnal Online Teknik Elektro, 2, 35-42. Karim, S., dkk. (2008). Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar untuk Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsaniwiyah. Jakarta: Pusat Perbukuan. Krissandi, A. D. S. (2017). Merancang Buku Cerita Bergambar. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press. Mahmud. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: CV Pustaka Setia. Majid, A. dan Rochman, C. (2014). Pendekatan Ilmiah dalam Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Mulyasa. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Nugraha, T., & Sunardi, D. (2012). Seri Sains Energi Terbarukan: Energi Surya. Jakarta: PT. Pelangi Ilmu Nusantara. Nurgiyantoro, B. (2005). Sastra Anak Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Rahim, D., dkk. (2007). Seri Anak Pintar 1000 Tanya & Jawab untuk Anak dan Pealajar Teknologi di Sekitar Kita. Jakarta: PT Lentera Abadi. Ramadhan, A.I., Diniardi, E., Mukti, S., (2016). Analisis Desain Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Kapasitas 50 WP. Teknik, 26409919. 93

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Safitri, D. (2009).Mengenal Energi.Bandung:PT Graha Bandung Kencana. Samatowa, U. (2011). Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jakarta: PT Indeks. Sanusi, A. (2011). Metodologi Penelitian Bisnis. Jakarta: Penerbit Salemba Empat. Setyosari, P. (2013). Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta: Kencana. Sudaryono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Prenadamedia Group. Sujiono, Y. N. (2009). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT Indeks. Sukmadinata, N. S. (2008). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sugiyono. (2017).Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi dan R&D). Jakarta: Alfabeta. Suherlan. (2009).Energi. Ciledug:PT Nusantaralestari Ceriapratama. Suharti, B. (2010).Ayo Megenal Matahari. Tangerang:PT Panca Anugrah Sakti. Sumantoro. (2009). AyoBelajar Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 4 SD. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Widodo, W., dkk. (2014). Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Kemendikbud. Widodo, W., dkk. (2016). Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Kemendikbud. Zubaidah, S., dkk. (2015). Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Kemendikbud.

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 95

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Lampiran 1a. Surat Izin Penelitian

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Lampiran 1b. Surat Izin Uji Coba

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Lampiran 1c. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 Lampiran 2. Pedoman Wawancara Variabel Indikator Buku Cerita Ketersediaan buku Bergambar cerita bergambar (Cergam) untuk siswa kelas IV Penggunaan buku cerita bergam barsebagai media Pembelajaran IPA Desain buku cerita bergambar yang dibutuhkan untuk siswa kelas IV Pembelajaran Kesulitan guru dalam IPA Materi menerangkan materi Energi pembelajaran energi Alternatif alternatif (angin, air dan matahari). Keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran mengenai energi alternatif Usaha mengatasi kesulitan yang dialami dalam pembelajaran energi alternatif. Pertanyaan 1. Apakah ada buku cerita bergambar yang berisi tentang materi pembelajaran untuk siswa kelas IV? 2. Berapakah jumlah buku cerita bergambar untuk siswa kelas IV yang tersedia di sekolah? 3. Apakahbukuceritabergambar dapat dimanfaatkandalampembelajaran di kelas? 4. Menurut Bapak/Ibu apa saja ciriciri cerita bergambar untuk siswa kelas IV ? (gambar, tulisan, dan bahasa) 5. Pernahkah bapak/ibu menjelaskan materi tentang sumber energi alternatif maupun proses perubahan energi alternatif untuk siswa kelas IV? 6. Apakah menurut Bapak/Ibu materi tentang sumber dan proses perubahan energi alternatif perlu diajarkan untuk siswa kelas IV? 7. Kesulitanapasaja yang Bapak/Ibualamiselamamembantu siswa belajar tentang materi energi alternatif? 8. Bagaimana keaktifan siswa selama mengikuti pembelajaran dengan materi energi alternatif? 9. Apa saja usaha yang Bapak/Ibu lakukan dalam mengatasi kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajaran energi alternatif?

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 Lampiran 3. Hasil Wawancara No Pertanyaan dan Jawaban Responden 1 Apakah ada buku cerita bergambar yang berisi tentang materi pembelajaran untuk siswa kelas IV ? Erna Sulistiyaningsih, S.Pd. Jawaban: Saya belum pernah menjumpai dengan adanya buku cerita bergambar yang memuat materi pelajaran. Tri Nafiah, S.Pd. Jawaban: Saat ini belum ada buku cerita bergambar yang khusus berisi tentang materi pembelajaran untuk siswa kelas IV SD Negeri Kledokan. Ayu Artiana Putri, S.Pd. Jawaban : Belum ada, namun jika buku cerita bergambar seperti kancil dan buaya di perpustakaan ada. 2 Berapakah jumlah buku cerita bergambar untuk siswa kelas IV yang tersedia di sekolah? Erna Sulistiyaningsih,S.Pd. Jawaban: Karena Bu Erna belum pernah menjumpai adanya buku cerita bergambar maka jawaban responden tidak mengetahui jumlah bukunya. Tri Nafiah, S.Pd. Jawaban: Masih belum ada buku cerita bergambar untuk siswa kelas IV yang tersedia di SD Negeri Kledokan. Ayu Artiana Putri, S.Pd Jawaban : Jumlahnya kurang tau, karena bukubuku tersebut terdapat di perpustakaan dan saya belum sempat menghitung. Kesimpulan Berdasarkan hasil wawancara dengan ketiga guru dapat disimpulkan bahwa di sekolah belum pernah dijumpai buku cerita bergambar yang memuat materi pembelajaran untuk siswa kelas IV sekolah dasar. Berdasarkan hasil wawancara dengan ketiga guru dapat disimpulkan bahwa dari tiga guru yang diwawancara, dua guru mengatakan belum ada buku cerita bergambar di sekolah tersebut. Namun, salah seorang guru mengatakan jika di sekolah tersebut terdapat buku cerita bergambar tetapi beliau tidak mengetahui jumlah pastinya.

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 3 4 Apakah buku cerita bergambar dapat Berdasarkan hasil wawancara dimanfaatkan dalam pembelajaran di dengan ketiga guru dapat kelas? disimpulkan bahwa buku cerita bergambar dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran.Dengan adanya Erna Sulistiyaningsih,S.Pd. buku cerita bergambar siswa Jawaban: menjadi lebih tertarik untuk Bisa, karena anak-anak akan lebih belajar dan dapat memberikan tertarik untuk belajar apabila gambaran konsep-konsep menggunakan media pembelajaran tentang materi yang akan seperti buku cerita bergambar. diajarkan. Tri Nafiah, S.Pd. Jawaban: Ya, menurut saya buku cerita bergambar dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran di kelas karena dapat membantu siswa dalam memberikan gambaran mengenai konsep-konsep materi yang terdapat dalam isi buku cerita bergambar. Ayu Artiana Putri, S.Pd Jawaban : Bisa, karena dapat digunakan sebagai media pembelajaran dan dapat membuat anak-anak tertarik untuk belajar. Menurut Bapak/Ibu apa saja ciri-ciri Berdasarkan hasil wawancara cerita bergambar untuk siswa kelas IV ? dengan ketiga guru dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri Erna Sulistiyaningsih,S.Pd. cerita bergambar untuk siswa Jawaban: Ciri-ciri buku cerita bergambar yang kelas IV yaitu warnanya sesuai untuk anak kelas IV sekolah menarik, gambarnya sesuai dasar yaitu: menarik, gambar sesuai dengan tema dan real(nyata), dengan tema, kata-kata mudah menggunakan bahasa yang dapat dipahami, warna gambar menarik, dan dipahami siswa, serta tulisannya sesuai dengan EYD. tulisan sesuai dengan EYD. Tri Nafiah, S.Pd. Jawaban: Menurut saya, ciri-ciri cerita bergambar untuk siswa kelas IV yaitu warnanya menarik (warna-warni), menggunakan gambar yang real (nyata), bahasanya mudah dimengerti dan dipahami oleh siswa. Ayu Artiana Putri, S.Pd

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 5 6 Jawaban : Menurut saya, buku cerita bergambar ciri-cirinyaadalah penuh warna-warni, tulisannya tidak terlalu kecil dan juga besar, bahasanya jangan terlalu tinggi agar anak dapat memahami, dan gambar harus disesuaikan dengan anakanak zaman sekarang yang sering menonton kartun dan juga harus konkret. Pernahkah bapak/ibu menjelaskan materi tentang sumber energi alternatif maupun proses perubahan energi alternatif untuk siswa kelas IV? Erna Sulistiyaningsih,S.Pd. Jawaban: Pernah, dalam tema 2”Berhemat Energi”, Subtema 3 “Energi Alternatif” tentang proses perubahan energi alternatif angin, air, dan matahari menjadi listrik. Tri Nafiah, S.Pd. Jawaban: Ya, saya pernah menjelaskan materi tentang sumber energi alternatif maupun proses perubahan energi alternatif untuk siswa kelas IV. Ayu Artiana Putri, S.Pd Jawaban : Pernah, beberapa minggu yang lalu baru saja memberikan materi energi alternatif. Apakah menurut Bapak/Ibu materi tentang sumber dan proses perubahan energi alternatif perlu diajarkan untuk siswa kelas IV? Erna Sulistiyaningsih,S.Pd. Jawaban: Perlu, agar anak-anak mengetahui proses terjadinya perubahan dari energi alternatif menjadi energi listrik Tri Nafiah, S.Pd. Jawaban: Menurut saya materi tentang sumber dan proses perubahan energi alternatif perlu diajarkan untuk siswa kelas IV Berdasarkan hasil wawancara dengan ketiga guru dapat disimpulkan bahwa ketiga guru tersebut pernah mengajarkan materi tentang sumber energi alternatif maupun proses perubahan energi alternatif untuk siswa kelas IV Berdasarkan hasil wawancara dengan ketiga guru dapat disimpulkan bahwa sumber dan proses perubahan energi alternatif perlu diajarkan karena dapat membantu siswa mengetahui proses terjadinya perubahan energi alternatif menjadi energi listrik dan dapat mengetahui sumber energi selain minyak bumi yang lebih ramah lingkungan.

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 7 8 agar siswa mengetahui sumber-sumber energi selain minyak bumi dan gas alam yang bisa dipakai untuk ke depannya. Ayu Artiana Putri, S.Pd Jawaban : Sangat perlu apalagi dizaman seperti ini anak akan lebih memahami bahwa banyak energi yang ramah lingkungan, hemat, dan tidak merusak alam. Kesulitan apa saja yang Bapak/Ibu alami selama membantu siswa belajar tentang materi energi alternatif? Erna Sulistiyaningsih,S.Pd. Jawaban: Kesulitan yang saya alami karena tidak ada media yang mendukung materi tersebut. Tri Nafiah, S.Pd. Jawaban: Kesulitan yang saya alami selama membantu siswa belajar tentang energi alternatif yaitu waktu untuk menyiapkan media yang digunakan saat mengajarkan materi tentang energi alteernatif. Selain itu, perlu adanya contoh konkrit dari pemanfaatan sumber energi alternatif agar siswa lebih memahami materi. Ayu Artiana Putri, S.Pd Jawaban : Kesulitannya dalam media pembelajaran, karena tidak cukup waktu untuk menyediakan media tentang energi alternatif. Bagaimana keaktifan siswa selama mengikuti pembelajaran dengan materi energi alternatif? Erna Sulistiyaningsih,S.Pd. Jawaban: Keaktifan siswa selama mengikuti pelajaran dikelas kurang aktif karena saat guru memberikan soal siswa banyak yang tidak bisa menjawab dikarenakan lupa. Tri Nafiah, S.Pd. Jawaban: Berdasarkan hasil wawancara dengan ketiga guru dapat disimpulkan bahwa kesulitan guru dalam menyampaikan materi energi alternatif yaitu media pembelajarannya yang digunakan saat menyampaikan materi Berdasarkan hasil wawancara dengan ketiga guru dapat disimpulkan bahwa siswa kurang aktif dalam pembelajaran dengan materi energi alternatif.

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 9 Keaktifan siswa selama mengikuti pembelajaran dengan materi energi alternatif yaitu siswa merasa senang apabila belajar menggunakan media, namun harus ditambah dengan teori agar siswa lebih memahami materi. Ayu Artiana Putri, S.Pd Jawaban : Anak dalam pembelajaran masih belum aktif, apalagi saya hanya menggunakan film Pulau Bintang sebagai media. Anak-anak banyak yang mengantuk dan tertidur saat ditayakan film tersebut. Apa saja usaha yang Bapak/Ibu lakukan dalam mengatasi kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajaran energi alternatif? Erna Sulistiyaningsih,S.Pd. Jawaban: Usaha yang saya lakukan yaitu dengan: menerangkan kembali materi, memberikan soal penguatan, dan tentor sebaya yaitu dengan berdiskusi bersama teman yang sudah paham. Tri Nafiah, S.Pd. Jawaban: Usaha yang saya lakukan dalam mengatasi kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajaran energi alternatif yang meluangkan waktu untuk mempersiapkan media yang digunakan dalam pembelajaran. Ayu Artiana Putri, S.Pd Jawaban : Karena kurangnya waktu dalam pembuatan media saya menggunakan film Pulau Bintang yang sangat cocok diajarkan untuk materi ini. Penjelasannya sangat bagus dan bahasanya tidak terlalu tinggi. Berdasarkan hasil wawancara dengan ketiga guru dapat disimpulkan bahwa usaha yang guru-guru tersebut lakukan adalah dengan menjelaskan kembali materi, memberikan soal, membuat media serta menayangkan film yang memuat materi tentang energi alternatif.

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 Berdasarkan hasil wawancara dengan tiga guru kelas IV sekolah dasar, peneliti mendapatkan data bahwa buku cerita bergambar dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Melalui buku cerita bergambar, siswa menjadi lebih tertarik untuk belajar dan dapat memberikan gambaran konsep-konsep tentang materi yang akan diajarkan. Buku cerita bergambar diperlukan agar dapat menjadi sarana supaya membantu siswa mengetahui proses terjadinya perubahan energi alternatif menjadi energi listrik dan dapat mengetahui sumber energi selain minyak bumi yang lebih ramah lingkungan. Data-data hasil wawancara dengan tiga guru keas IV sekolah dasar dapat membantu peneliti dalam membuat cerita bergambar. Cerita bergambar merupakancerita anak yang ditulis berdasarkan suatu aktivitas atau kejadian tertentu sesuai dengan sudut pandang anak sehingga dapat menarik minat baca, yang tersusun atas tes dan gambar yang keduanya saling melengkapi.Ciri-ciri cerita bergambar untuk siswa kelas IV yaitu warnanya menarik, gambarnya sesuai dengan tema dan real(nyata),menggunakan bahasa yang dapat dipahami siswa, serta tulisannya sesuai dengan EYD.Cerita bergambar yang peneliti kembangkan termasuk ke dalam jenis cerita bergambar yang memuat informasi. Jenis cerita bergambar informasi berisi fakta dan data tentang sesuatu yang berguna untuk menambah wawasan, keterampilan, dan juga bekal teoritis dalam diri pembacanya. Selain itu, cerita bergambar dibuat warna-warni agar dapat menarik perhatian siswa dan pembaca pada umum.

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 Lampiran 4. Kisi-kisi Angket Siswa Variabel Indikator Cerita Bergambar Ketersediaan cergam untuk (Cergam) siswa kelas IV Sekolah Dasar Penggunaan cergam sebagai media pembelajaran IPA Pembelajaran IPA Kesulitan siswa dalam materi energi memahami materi energi alternatif (angin, alternatif air, matahari) No.item 1 Jumlah 1 2, 3 2 4, 5, 6, 7 4

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 Lampiran 4a. Angket Siswa ANGKET UNTUK SISWA KELAS IV SD Nama : .............................................. Kelas : .............................................. Petunjuk: Isilah angket di bawah ini dengan memberi tanda centang (V) pada salah satu jawaban yang anda pilih di kolom yang tersedia! Keterangan: STS : Sangat Tidak Setuju TS : Tidak Setuju R : Ragu-ragu S : Setuju SS : Sangat Setuju No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pertanyaan Di sekolah saya ada buku cerita bergambar untuk siswa kelas IV Saya membaca buku cerita bergambar sebelum memulai pembelajaran atau saat pembelajaran Ada buku cerita bergambar yang pernah saya baca tentang energi alternatif Saya belajar materi tentang energi alternatif sejak kelas IV Energi alternatif adalah energi yang dapat digunakan untuk mengantikan energi yang berasal dari fosil maupun minyak bumi. Macam-macam dari sumber energi alternatif yaitu angin, air, dan matahari. Manfaat belajar energi alternatif yaitu untuk mengetahui pemanfaatan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. STS TS R S SS

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 Lampiran 4b. Hasil Angket Siswa

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 Lampiran 4c. Rekap Hasil Angket Siswa No 1 Pertanyaan Di sekolah saya ada buku cerita bergambar untuk siswa kelas IV.      2 Saya membaca buku cerita bergambar sebelum memulai pembelajaran atau saat pembelajaran      3 Ada buku cerita bergambar yang pernah saya baca tentang energi alternatif.     Jawaban (50%) 11 siswa menyatakan sangat setuju dengan pernyataaan tersebut. (46%) 10 siswa menyatakan setuju dengan pernyataaan tersebut. (4%) 1 siswa menyatakan tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. (0%) 0 siswa menyatakan ragu-ragu dengan pernyataaan tersebut. (0%) 0 siswa menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. (32%) 7 siswa menyatakan ragu-ragu dengan pernyataaan tersebut. (27%) 6 siswa menyatakan tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. (4%) 18 siswa menyatakan setuju dengan pernyataaan tersebut. (14%) 3 siswa menyatakan sangat setuju dengan pernyataaan tersebut. (9%) 2 siswa menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. (68%) 15 siswa menyatakan tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. (18%) 4 siswa menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. (14%) 3 siswa menyatakan ragu-ragu dengan pernyataaan tersebut. (0%) 0 siswa menyatakan setuju dengan pernyataaan

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114  4 Saya belajar materi tentang energi alternatif sejak kelas IV.      5 Energi alternatif adalah energi yang dapat digunakan untuk mengantikan energi yang berasal dari fosil maupun minyak bumi.      6 Macam-macam dari sumber energi alternatif yaitu angin, air, dan matahari.     tersebut. (0%) 0 siswa menyatakan sangat setuju dengan pernyataaan tersebut. (55%) 12 siswa menyatakan sangat setuju dengan pernyataaan tersebut. (27%) 6 siswa menyatakan ragu-ragu dengan pernyataaan tersebut. (18%) 4 siswa menyatakan setuju dengan pernyataaan tersebut. (0%) 0 siswa menyatakan tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. (0%) 0 siswa menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. (55%) 12 siswa menyatakan sangat setuju dengan pernyataaan tersebut. (27%) 6 siswa menyatakan setuju dengan pernyataaan tersebut. (9%) 2 siswa menyatakan ragu-ragu dengan pernyataaan tersebut. (9%) 2 siswa menyatakan tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. (0%) 0 siswa menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. (55%) 12 siswa menyatakan sangat setuju dengan pernyataaan tersebut. (41%) 9 siswa menyatakan setuju dengan pernyataaan tersebut. (4%) 1 siswa menyatakan tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. (0%) 0 siswa menyatakan ragu-ragu dengan pernyataaan

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115  7 Manfaat belajar energi alternatif yaitu untuk mengetahui pemanfaatan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.      tersebut. (0%) 0 siswa menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. (41%) 9 siswa menyatakan sangat setuju dengan pernyataaan tersebut. (41%) 9 siswa menyatakan setuju dengan pernyataaan tersebut. (10%) 2 siswa menyatakan tidak setuju dengan pernyataaan tersebut. (4%) 1 siswa menyatakan ragu-ragu dengan pernyataaan tersebut. (4%) 1 siswa menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataaan tersebut.

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 Lampiran 5. Angket Validator TOR Energi alternatif merupakan energi yang menggunakan bahan bakar selain fosil maupun minyak bumi. Terdapat beberapa sumber energi alternatif yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan manusia, yaitu energi yang berasal dari air, angin, matahari, panas bumi (Herliani, dkk. 2003: 139-146). Materi tentang energi alternatif menjadi salah satu muatan pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang diajarkan pada pembelajaran tematik Kurikulum 2013 kelas IV Sekolah Dasar, yaitu pada tema 2: “Selalu Berhemat Energi”, subtema 3: “Energi Alternatif”. Berdasarkan hasil angket siswa yang dibagikan di SD Negeri Kledokan peneliti memperoleh data bahwa 55% siswa mengetahui macam-macam sumber energi alternatif dan menyetujui bahwa energi alternatif merupakan energi yang dapat digunakan untuk menggantikan energi yang berasal dari fosil maupun minyak bumi. Selain itu, peneliti mendapatkan data sebanyak 68% siswa menyatakan bahwa belum pernah membaca buku cergam, khususnya mengenai energi alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan literasi sebelum pelajaran dimulai. Kemudian, dari hasil wawancara dengan tiga guru kelas IV Sekolah Dasar, peneliti memperoleh data bahwacergam dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Cerita bergambar atau cergam merupakan buku bacaan cerita yang menampilkan teks narasi secara verbal dan disertai gambar-gambar ilustrasi (Nurgiyantoro, 2005: 152). Ciri-ciri cergam untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar yaitu warnanya menarik,gambarnya sesuai dengan tema dan real(nyata),menggunakan bahasa yang dapat dipahami siswa, serta tulisannya sesuai dengan EYD. Peneliti mengembangkan prototipe cergamyang berjudul “Manfaat Panel Surya: Mengubah Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik” yang bertujuan sebagai literasi dalam menunjang Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan upaya yang dilakukan secara

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik (Faizah, dkk. Kemendikbud, 2016: 2). Selain itu, dari cergam tersebut peneliti memberikan informasi serta pengetahuantentangpengertian energi, macam-macam energi, pengertian energi alternatif, macam-macam energi alternatif, pengertian panel surya, tempat yang dapat digunakan untuk memasang panel surya, bagian-bagian panel surya, cara kerja panel surya, dan manfaat panel surya. Oleh karena itu, peneliti meminta kesediaan Bapak untuk memvalidasi cergam yang peneliti susun ini. Atas bantuan Bapak, peneliti mengucapkan terima kasih. KEPUSTAKAAN Faizah, Dewi Utama, & dkk. (2016). Manual Pendukung Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah. Jakarta: Kemendikbud. Herliani, R.R., dkk. (2003). Sains 4 untuk Sekolah Dasar Kelas 4. Jakarta: PT Grasindo. Nurgiyantoro, Burhan. (2005). Sastra Anak Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Kepada Yth.......................................................... Di tempat Dengan Hormat, Bersama ini, peneliti memohon kesediaan Bapak untuk memvalidasi prototipe cergam yang berjudul “Manfaat Panel Surya: Mengubah Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik” yang isinya cerita tentang manfaat dari panel surya yang dapat mengolah energi panas matahari menjadi energi listrik. Cergam tersebut berkaitan dengan materi pelajaran kelas IV Sekolah Dasar, tema 2: “Selalu Berhemat Energi”, subtema 3: “Energi Alternatif” tentang pengolahan energi panas matahari menjadi energi listrik. Melalui cergam ini, siswa diharapkan dapat tertarik mengembangkan tekhnologi yang ramah lingkungan. Peneliti mengharapkan Bapak memberikan tanda √ (check) pada kolom skor dengan rentan nilai 1-4, yang berarti: Skor 1, jika kriteria cergam sangat tidak baik. Skor 2, jika kriteria cergam tidak baik. Skor 3, jika kriteria cergam baik. Skor 4, jika kriteria cergam sangat baik.

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 RUBRIK PENILAIAN VALIDATOR No Item Yang Dinilai 1 Bahasa 2 Format Penulisan Cergam 3 Isi Keterangan Bahasa sesuai dengan EYD Menggunakan kepustakaan sesuai dengan teori pemanfaatan energi matahari Menggunakan kepustakaan sesuai dengan teori panel surya. Cergam dibuat sesuai dengan kaidah penulisan cergam (warna-warni, menggunakan bahasa yang mudah dipahami siswa, gambar sesuai dengan tema, dan nyata). Cergam berisi informasi tentang energi dan macammacam energi. Cergam berisi tentang energi alternatif dan macam-macam energi alternatif. Cergam berisi informasi sederhana tentang matahari dan manfaat energi panas matahari bagi makhluk hidup. Cergam berisi informasi tentang keterkaitan antara energi panas matahari dengan panel surya. Cergam berisi penjelasan tentang fungsi panel surya. Cergam berisi tentang bagian-bagian panel surya. Cergam berisi tentang tempat yang dapat digunakan untuk meletakkan panel surya. Cergam berisi tentang Skor 1 2 3 Komentar/Saran 4

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 Jumlah cara kerja panel surya. Cergam berisi tentang alur cerita tentang manfaat panel surya yang mudah dipahami siswa. Cergam memuat saran agar siswa menyadari pentingnya memanfaatkan energi panas matahari sebagai energi alternatif. Total Skor Rata-rata Skor Berdasarkan jumlah skor tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa prototipe cergam yang berjudul “Manfaat Panel Surya: Mengubah Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik”: a. Layak diujicobakan tanpa revisi. b. Layak diujicobakan setelah revisi. c. Tidak layak diujicobakan. 2018 Yogyakarta,.......................... Validator (...................................................)

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 Lampiran 5a. Hasil Angket Validator I

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 Lampiran 5b. Hasil Angket Validator II

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 Lampiran 5c. Rekap Hasil Angket Validator No Item yang Dinilai 1 Bahasa Bahasa sesuai dengan EYD. Format Penulisan Cergam Menggunakan kepustakaan sesuai dengan teori pemanfaatan energi matahari Menggunakan kepustakaan sesuai dengan teori panel surya. Cergam dibuat sesuai dengan kaidah penulisan cergam (warnawarni, menggunakan bahasa yang mudah dipahami siswa, gambar sesuai dengan tema, dan nyata). 2 3 Isi Cergam berisi informasi tentang energi dan macam-macam energi. Cergam berisi tentang energi alternatif dan macam-macam energi alternatif. Cergam berisi informasi sederhana tentang matahari dan manfaat energi panas matahari bagi makhluk hidup. Cergam berisi informasi tentang keterkaitan antara energi panas matahari dengan panel surya. Cergam berisi penjelasan tentang fungsi panel surya. Cergam berisi tentang bagianbagian panel surya. Cergam berisi tentang tempat yang dapat digunakan untuk meletakkan panel surya. Cergam berisi tentang cara kerja Validator I Skor Saran Validator II Skor Saran 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 Halaman 7,10, dan 11 penjelasan tentang silikon p dan n terlalu sulit untuk siswa kelas IV

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 panel surya. Cergam berisi tentang alur cerita tentang manfaat panel surya yang mudah dipahami siswa. Cergam memuat saran agar siswa menyadari pentingnya memanfaatkan energi panas matahari sebagai energi alternatif. Total Skor Skor Rata-rata Nilai Rata-rata 3 3 3 3 45 42 43,5 3,1

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 Lampiran 6. Rencana Pelaksanaan Pembelajarn Harian (RPPTH) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK HARIAN (RPPTH) Status Pendidikan : SD Negeri Karangmloko 1 Kelas / Semester : IV / 1 Tema : 2. Selalu Berhemat Energi Subtema : 3. Energi Alternatif Pembelajaran Ke :1 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit A. KOMPETENSI INTI 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteaksi dengan keluarga, teman, dan guru. 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar,melihat, membaca) dan bertanya berdasarkan rasa ingin tahu tentangdirinya, makhluk ciptaanTuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah. 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis,dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anaksehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak berimandan berakhlak mulia.

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 B. KOMPETENSI DASAR 1. Bahasa Indonesia 3.4 Membandingkan teks petunjuk penggunaan dua alat yang sama dan berbeda. 4.4 Menyajikan teks petunjuk penggunaan alat dalam bentuk teks tulis dan visual menggunakan kosa kata baku dan kalimat efektif. 2. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 3.5 Memahami berbagai sumber energi perubahan bentuk energi, dan sumber energi alternatif (angin, air, matahari, panas bumi, bahan bakar organik, dan nuklir) dalam kehidupan sehari-hari. 4.5 Menyajikan laporan hasil pengamatan dan penelusuran informasi tentang berbagai perubahan bentuk energi. 3. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) 3.1 Mengidentifikasi karakteristik ruang dan pemanfaatan sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat dari tingkat kota/kabupaten sampai tingkat provinsi. 4.1 Menyajikan pemanfaatan hasil identifikasi sumber daya karakteristik alam untuk ruang dan kesejahteraan masyarakat dari tingkat kota/kabupaten sampai tingkat provinsi. C. INDIKATOR 1. Bahasa Indonesia 3.4.1 Mempraktikkan teks petunjuk yang dibaca. 4.4.1 Menuliskan teks petunjuk penggunaan alat dalam bentuk teks tulis dan visual menggunakan kosa kata baku dan kalimat efektif. 2. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 3.5.1 Menjelaskan manfaat energi panas matahari dalam kehidupan sehari-hari. 4.5.1 Menuliskan hasil mengidentifikasi tentang perubahan bentuk energi panas matahari.

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 3. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) 3.1.1 Mengidentifikasi sumber daya alam dan pemanfaatannya. 4.1.1 Menyajikan hasil identifikasi sumber daya alam dan pemanfaatannya dalam bentuk tulisan. D. TUJUAN Setelah kegiatan pembelajaran dilaksanakan, peserta didik diharapkan: 1. Dengan mengamati beberapa gambar contoh pemanfaatan energ alternatif, siswa dapat mengetahui jenis energi alternatif dalam kehidupan sehari-hari. 2. Dengan mengamati beberapa gambar contoh pemanfaatan energi alternatif, siswa dapat mengidentifikasi manfaat energi alternatif dalam kehidupan sehari-hari. E. MATERI PEMBELAJARAN 1. Energi alternatif (IPA), karakteristik ruang pemanfaatan panel surya (IPS), cara panel surya mengubah energi panas matahari menjadi energi listrik (Bahasa Indonesia). F. PENDEKATAN, METODE, DAN MEDIA PEMBELAJARAN 1. Pendekatan : Saintifik 2. Metode Pembelajaran : Paikem (tanya jawab, ceramah, penugasan, diskusi, dan evaluasi) 3. Media :LKS, cergam, lembar refleksi G. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Pendahuluan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu 10 menit 1. Guru menyapa siswa. 2. Salah satu siswa memimpin doa. 3. Guru melakukanpresensi. 4. Guru mengingatkan siswa tentang pelajaran sebelumnya dan mengaitkan dengan pelajaran yang akan

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 disampaikan. Motivasi 5. Siswa dan guru menyanyikan lagu berjudul “Di Sini Senang, Di Sana Senang” Di sini senang Di sana senang Di mana-mana hatiku senang Di sini senang Di sana senang Di mana-mana hatiku senang La la la la la la la La la la la la la la La la la la la la la La la la la La la la la la la la La la la la la la la La la la lal la la la La la la la 6. Guru bertanya kepada siswa“Apakah kalian tahu Indonesia memiliki sumber daya alam yang berlimpah?Contohnya?” (Apersepsi). 7. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari, tujuan kegiatan-kegiatan pembelajaran, yang dan akan dilaksanakan(Orientasi). Inti 1. Guru membagi kelompok. siswa menjasi 5-6 50 menit

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 2. Gurumenjelaskan tentang karakteristik sumber daya alam yang terdapat di dataran tinggi berbeda, dan khususnya merupakan Kemudian negara guru dataran rendah Indonesia yang tropis (IPS). menjelaskan bahwa salah satu macam dari sumber daya alam yang ada di Indonesia yaitu matahari. Matahari mengahasilkan energi panas yang bermanfaat bagi makhluk hidup, salah satunya untuk pembangkit listrik dengan menggunakan panel surya (IPA). Selanjutnya guru menunjukkan dua contoh teks petunjuk penggunaan alat yang berbeda, yaitu kulkas dan televisi (Bahasa Indonesia) (Mengamati). 3. Guru meminta siswa untuk mengamati cergam yang dibawa oleh guru. 4. Guru meminta siswa mengidentifikasi isi dari cergam (Menalar). 5. Guru bersama siswa melakukan tanya jawab seputar cergam yang telah ditunjukkan 6. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai hal yang masih kurang dipahami dari penjelasan yang telah disampaikan (Menanya). 7. Guru meminta siswa mengerjakan soalsoal yang telah dibagikan di dalam kelompok (Mencoba). 8. Guru meminta semua kelompok secara

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 bergantian maju ke mempresentasikan depan hasil untuk pekerjaan kelompoknya (Mengomunikasikan). Penutup 1. Guru memberikan kesempatan kepada 10 menit siswa untuk bertanya. 2. Siswa bersama kesimpulan pembelajaran guru tentang yang telah membuat kegiatan dilakukan (Menyimpulkan). 3. Guru memberikan pertanyaan sebagai evaluasi dalam pembelajaran hari ini (Evaluasi). 4. Guru meminta siswa melakukan refleksi kegiatan hari ini dengan mengisi lembar refleksi (Refleksi). 5. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam. H. SUMBER PEMBELAJARAN 1. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2017). Hemat Energi: Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 untuk Guru Kelas IV. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud. 2. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2017). Hemat Energi: Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas IV. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud. 3. Safitri, Desi. (2009). Mengenal Energi. Bandung: PT Graha Bandung Kencana.

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 I. LAMPIRAN 1. Materi Ajar 2. Lembar Kerja Kelompok 3. Soal Refleksi 4. Instrumen Penilaian

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 Lampiran 1 Materi Ajar Energi Alternatif dan Macam-Macam Energi Alternatif Energi alternatif adalah sumber energi yang menggunakan bahan bakar selain dari minyak bumi, fosil, maupun gas alam. Sumber energi ini diciptakan karena terdapat ancaman bahwa suatu saat sumber energi akan habis. Beberapa sumber energi alternatif yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan manusia, yaitu energi yang berasal dari air, angin, matahari, panas bumi, nuklir, dan biogas. 1. Air Air juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi. Permukaan bumi sebagian besar terdiri dari air. Oleh karena itu, air merupakan sumber energi yang tidak akan habis dan dapat diperbarui. Air digunakan untuk pembangkit listrik. Untuk menghasilkan energi listrik dengan menggunakan air, yaitu dengan cara membendung air. Di bendungan tersebut dibuat suatu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). 2. Angin Angin dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan energi listrik. Cara memnfaatkan angin sebagai sumber energi listrik dengan menggunakan kincir angin. Kincir angin dipakai untuk memompa angin, dan angin tersebut digunakan untuk menggerakkan turbin dari sebuah generator yang akan menghasilkan energi listrik. 3. Matahari Matahari merupakan sumber energi yang terbesar dan ramah lingkungan. Selain itu, matahari menghasilkan energi panas yang bermanfaat bagi makhluk hidup, misalnya untuk membantu proses fotosintesis tumbuhan, penerangan ruangan, mengeringkan pakaian, pembangkit listrik, mengeringkan ikan asin, dan lain-lain. 4. Panas Bumi Energi panas bumi dihasilkan dan disimpan di dalam inti bumi. Jika dibandingkan dengan bahan bakar fosil, panas bumi merupakan sumber energi bersih dan hanya melepaskan sedikit gas rumah kaca. Salah satu pemanfaatan energi panas bumi adalah untuk menghasilkan energi listrik. Pemanfaatan energi panas bumi untuk pembangkit listrik secara garis besar dilakukan dengan cara melihat resource dari panas bumi tersebut. 5. Nuklir Saat ini nuklir dikenal sebagai bahan bakar untuk membuat senjata pemusnah masal. Nuklir juga dapat digunakan untuk membangkitkan energi listrik. Hasil listrik dari nuklir sangatlah besar. Meskipun demikian, penggunaan nuklir sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan radiasi yang sangat tinggi. 6. Biogas

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 Biogas merupakan sumber energi alternatif yang dikembangkan saat ini. Sumber energi biogas berasal dari makhluk hidup. Sumber energi biogas yang diproduksi secara sederhana berasal dari sisa pembuangan atau kotoran hewan dan manusia. Bahan biogas ditempatkan dalam tangki penampungan sampai beberapa waktu sehingga menghasilkan gas. Gas yang dihasilkn dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk berbagai keperluan. Teks petunjuk penggunaan kulkas: 1. Pertama, menancapkan kabel kulkas ke sambungan listrik (stopkontak). 2. Kedua, harus memastikan kabel terhubung ke kulkas. 3. Ketiga, harus membuka pintu kulkas dengan hati-hati. 4. Dan terakhir kulkas siap digunakan. Teks petunjuk penggunaan kulkas: 1. Pertama, menancapkan kabel kulkas ke sambungan listrik (stopkontak). 2. Tekan tombol power pada panel yang tersedia di bagian muka tv. 3. Ambil remotcontrol (bila ada) berrguna untuk memindah chanel televisi yang diinginkan. 4. Usahakan duduk +/- 2/3 meter dari layar televisi. 5. Selanjutnya, acara dalam televisi siap untuk disaksikan.

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 Lampiran 2 Lembar Kerja Kelompok LEMBAR KERJA KELOMPOK Nama Anggota Kelompok: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kelas : Jawablah soal-soal di bawah ini dengan berdiskusi bersama teman satu kelompokmu! 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan energi alternatif! 2. Sebutkan macam-macam energi alternatif! 3. Sebutkan 3 contoh manfaat dari energi panas matahari bagi makhluk hidup!

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 Lampiran 3 Soal Refleksi REFLEKSI Nama : Kelas : Setelah membaca cergam, cobalah jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini! 1. Panel surya adalah ......................................................................................... ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ 2. Bagian-bagian penyusun dari panel surya adalah ......................................... ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ 3. Energi panas matahari yang sudah diubah menjadi energi listrik disimpan dalam ............... supaya ................................................................................. ....................................................................................................................... 4. Informasi yang saya dapatkan tentang panel surya setelah membaca cergam ini adalah .......................................................................................... ........................................................................................................................ ........................................................................................................................

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 Lampiran 4 Instrumen Penilaian 1. Bahasa Indonesia a. Ranah Pengetahuan Indikator Teknik 3.4.1 Mempraktikkan teks petunjuk yang dibaca. Tes tertulis Penilaian Instrumen Pertanyaan dan kunci jawaban Rubrik Penilaian Aspek Baik Sekali Baik Cukup Perlu Bimbingan 4 Memprakti Mampu kkan teks mempraktikk an teks petunjuk petunjuk yang yang dibacadengan dibaca. tepat, urut, dan lengkap. 3 2 1 Mampu mempraktikk an teks petunjuk yang dibacadengan tepat dan urut. Mampu mempraktik kan teks petunjuk yang dibacadenga n tepat. Mampu mempraktik kan teks petunjuk yang dibaca secara kurang tepat. Nilai = x 100 b. Ranah Keterampilan Indikator 4.4.1 Menuliskan teks petunjuk penggunaan alat dalam bentuk teks tulis dan visual menggunakan kosa kata baku dan kalimat efektif. Teknik Unjuk Kerja Penilaian Instrumen Rubrik dan lembar penilaian

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 Lembar Penilaian Nama Kriteria No. Jumlah Nilai Skor Kelengkapan Kerapian 1. 2. 3. 4. 5. 2. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) a. Ranah Pengetahuan Indikator 3.5.1Menjelaskan manfaat energi panas matahari dalam kehidupan sehari-hari. Teknik Tes tertulis Penilaian Instrumen Pertanyaan dan kunci jawaban Rubrik Penilaian Aspek Baik Sekali Baik Cukup Perlu Bimbingan 4 Menjelask Mampu menjelaskan an 3 manfaat manfaat energi panas energi matahari dalam panas kehidupan matahari sehari-hari. dalam kehidupan 3 2 1 Mampu menjelaskan 2 manfaat energi panas matahari dalam kehidupan sehari-hari Mampu menjelaskan 1 manfaat energi panas matahari dalam kehidupan sehari-hari Tidak mampu menjelaskan manfaat energi panas matahari dalam kehidupan sehari-hari

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 seharihari. Nilai = x 100 b. Ranah Keterampilan Indikator 4.1.1 Menyajikan hasil identifikasi tentang perubahan bentuk energi panas matahari. Teknik Unjuk Kerja Penilaian Instrumen Rubrik dan lembar penilaian Lembar Penilaian Nama No. Kriteria Jumlah Skor Kelengkapan Kerapian 1 2 3 4 5 3. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) a. Ranah Pengetahuan Indikator 3.1.1 Mengidentifikasi sumber daya alam dan pemanfaatannya. Teknik Tes tertulis Penilaian Instrumen Pertanyaan dan kunci jawaban Nilai

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 Rubrik Penilaian Aspek Baik Sekali Baik Cukup Perlu Bimbingan Mengiden tifikasi sumber daya alam 4 3 2 1 Mampu mengidentifi kasi 4 sumber daya alam dan pemanfaatan nyadengan tepat. Mampu mengidentif ikasi 3 sumber daya alam dan pemanfaata nnya dengan tepat. Mampu mengidentifi kasi 2 sumber daya alam dan pemanfaatan nya dengan tepat. Mampu mengidentifi kasi 1 sumber daya alam dan pemanfaatan nyadengan tepat. Nilai = x 100 b. Ranah Keterampilan Indikator 4.1.1 Menyajikan hasil identifikasi sumber daya alam dan pemanfaatannya dalam bentuk tulisan. Teknik Unjuk Kerja Penilaian Instrumen Rubrik dan lembar penilaian Lembar Penilaian No Nama Kriteria . Skor Kelengkapan 1 2 3 4 5 Jumlah Kerapian Nilai

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 Lampiran 7.Soal Refleksi Siswa REFLEKSI Nama : Kelas : Setelah membaca cergam, cobalah jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini! 1. Panel surya adalah ......................................................................................... ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ 2. Bagian-bagian penyusun dari panel surya adalah ......................................... ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ 3. Energi panas matahari yang sudah diubah menjadi energi listrik disimpan dalam ............... supaya ................................................................................. ....................................................................................................................... 4. Informasi yang saya dapatkan tentang panel surya setelah membaca cergam ini adalah .......................................................................................... ........................................................................................................................ ........................................................................................................................

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 Lampiran 7a. Hasil Refleksi Siswa

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 Lampiran 7b. Rekap Hasil Refleksi Siswa No 1 2 3 4 Soal Jawaban Panel surya adalah Alat yang dapat ... mengubah energi panas matahari menjadi energi listrik. Alat yang dapat mengubah energi listrik. Bagian-bagian Kaca, silikon, logam. penyusun dari panel surya adalah Kaca, silikon, logam, baterai. ... Energi panas Baterai, supaya dapat matahari yang mengalir ke peralatan sudah diubah elektronik melalui kabel menjadi energi sehingga peralatan dapat listrik disimpan menyala. dalam ... supaya ... Panel surya, supaya energi matahari dapat diserap panel surya. Panel surya, supaya tidak akan habis. Logam, supaya dapat menjadi penghantar listrik. Silikon, supaya logam dapat menjadi penghantar listrik. Informasi yang Alat yang dapat saya dapatkan mengubah energi panas tentang panel surya matahari menjadi energi setelah membaca listrik. cergam ini adalah Dapat mengenal manfaat ... matahari. Dapat mengenal panel surya, bagian-bagian panel surya, dan tahu bahwa energi panas matahari dapat diubah menjadi listrik. Dapat mengetahui Jawa ban sejeni s 21 Skor 4 Ratarata tiap nomor 3,81 1 2 0,09 17 4 3,09 5 4 0,90 13 4 2,36 4 1 0,18 2 1 0,09 2 1 0,09 1 1 0,09 12 4 2,18 3 3 0,40 2 4 0,36 2 4 0,36

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 manfaat panel surya. Dapat mengetahui bahwa 1 3 panel surya dapat mengolah energi alternatif. Kita harus menghemat 1 1 energi dan tidak boros. Dapat mengetahui proses 1 1 terbentuknya baterai. Jumlah Rata-rata = jumlah rata-rata tiap nomor : jumlah soal 0,13 0,09 0,09 13,5 3,4

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 Lampiran 7c. Rubrik Penilaian Refleksi No 1 2 3 4 Pertanyaan Skor 4 Panel surya Jawaban adalah ... dituliskan dengan lengkap dan benar 3 Jawaban dituliskan dengan lengkap namun kurang benar BagianMenyebutkan Menyebutkan bagian 3 bagian- 2 bagianpenyusun bagian bagian dari panel penyusun penyusun surya adalah dari panel dari panel ... surya surya Energi panas matahari yang sudah diubah menjadi energi listrik disimpan dalam ... supaya ... Informasi yang saya dapatkan tentang panel surya setelah membaca cergam ini adalah ... Jawaban dituliskan dengan lengkap dan benar Jawaban dituliskan dengan lengkap namun kurang benar Jawaban sesuai dengan isi prototipe cergam dan diuraikan dengan jelas Jawaban sesuai dengan isi prototipe cergam dan diuraikan dengan kurang jelas 2 Jawaban dituliskan kurang lengkap dan kurang benar 1 Jawaban dituliskan tidak lengkap dan tidak benar Menyebutkan 1 bagianbagian penyusun dari panel surya Tidak menyebutkan bagianbagian penyusun dari panel surya Jawaban Jawaban dituliskan dituliskan kurang tidak lengkap dan lengkap dan kurang benar tidak benar Jawaban kurang sesuai dengan isi prototipe cergam dan diuraikan dengan kurang jelas Jawaban tidak sesuai dengan isi prototipe cergam dan diuraikan dengan tidak jelas

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 Lampiran 8. Kisi-kisi Produk Cergam KISI-KISI CERGAM “MANFAAT PANEL SURYA: “MENGUBAH ENERGI PANAS MATAHARI MENJADI ENERGI LISTRIK” No 1 Halaman Cover 2 1 3 2 4 3 5 4 6 5 7 6 8 7 9 8 10 9 11 10 12 11 13 12 Keterangan Informasi tentang judul cergam “Manfaat PaneL Surya: Mengubah Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik” dan nama penulis dari cergam. Informasi tentang kata pengantar yang mendeskripsikan tujuan dan ucapan terima kasih kepada pihak yang telah membantu dalam penulisan cergam. Informasi tentang energi merupakan kemampuan untuk melakukan suatu hal, macam-macam dari energi, dan energi alternatif merupakan energi yang bukan berasal dari fosil dan minyak bumi. Informasi tentang macam-macam energi alternatif yaitu air, angin, matahari, panas bumi, biogas, dan nuklir. Informasi tentang matahari merupakan sumber energi paling besar dan 3 manfaat energi panas matahari, yaitu: fotosintesis, mengeringkan pakaian, dan mengeringkan ikan asin. Informasi tentang panel surya merupakan alat yang dapat mengubah energi panas matahari menjadi energi listrik dan tiga bagian penyusun panel surya (kaca, silikon, dan logam). Informasi tentang kaca yang dapat ditembus oleh energi panas matahari kemudian menuju silikon. Informasi tentang dua jenis silikon dalam panel surya, yaitu silikon tipe-n dan silikon tipe-p. Informasi tentang logam yang memiliki banyak elektron sehingga dapat menjadi penghantar listrik. Informasi tentang tempat yang dapat digunakan untuk meletakkan panel surya, yaitu atas atap, tanah lapang, dan tepi pantai. Informasi tentang cara kerja dari panel surya mengubah energi panas matahari sampai ke logam untuk kemudian disimpan di dalam baterai bagian pertama. Informasi tentang cara kerja dari panel surya mengubah energi panas matahari sampai ke logam untuk kemudian disimpan di dalam baterai bagian kedua. Informasi tentang energi listrik yang ditampung dalam baterai kemudian disalurkan ke berbagai peralatan elektronik menggunakan kabel dan contoh dari peralatan elektronik yaitu kulkas, komputer, televisi, dan kipas angin.

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153 14 13 15 14 16 15 17 18 16 17 Informasi tentang saran bahwa panel surya merupakan salah satu alat yang dapat digunakan sebagai pengolah sumber energi alternatif ramah lingkungan yang dapat mengubah energi panas matahari menjadi energi listrik, terutama di Indonesia yang berada di daerah tropis. Namun, biaya yang dikeluarkan untuk membuat panel surya sangat mahal dan biasanya hanya digunakan di perkantoran, pabrik, dan hotel. Informasi tentang pertanyaan refleksi yang diberikan kepada siswa sehingga penulis mengetahui pemahaman siswa mengenai isi cergam, yaitu: 4. Panel surya adalah ... 5. Bagian-bagian penyusun dari panel surya adalah ... 6. Energi panas matahari yang sudah diubah menjadi energi listrik disimpan dalam ... supaya ... Informasi tentang pertanyaan refleksi yang diberikan kepada siswa sehingga penulis mengetahui pemahaman siswa mengenai isi cergam, yaitu: 4. Informasi yang saya dapatkan tentang panel surya setelah membaca cergam adalah ... Informasi tentang daftar referensi dalam pembuatan cergam. Informasi tentang tentang profil penulis.

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI CURRICULUM VITAE Ulfi Aulia Fauziana merupakan anak tunggal dari pasangan Supriyatno dan Kustiyati. Lahir di Klaten, 31 Mei 1997. Pernah menempuh jenjang pendidikan sekolah dasar di SD Negeri 3 Buntalan tahun 20062009. Menempuh jenjang pendidikan sekolah menengah pertama di SMP Negeri 5 Klaten tahun 2009-2012. Menempuh jenjang sekolah menengah atas di SMA Negeri 1 Jogonalan tahun 2012-2015. Kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Sanata Dharma jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tahun 2015. Peneliti pernah mengikuti kegiatan kemahasiswaan antara lain, INSADHA, INFISA, Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD), Week-End Moral, English Club (EC), Lomba Kreativitas Mahasiswa (LKM) 2017 menjabat sebagai koordinator acara, Festival Seni Karawitan Gending Gerejani ke-4 menjabat sebagai usaha dana. Peneliti mengakhiri pendidikan di Unversitas Sanata Dharma dengan menulis skripsi berjudul “Pengembangan Prototipe Cergam IPA tentang Pengolahan Energi Panas Matahari Menjadi Energi Listrik untuk Kelas IV Sekolah Dasar” tahun 2019. 154

(174)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

“Threger” thermoelectric charger sebagai alat konversi energi panas buang motor bakar menjadi sumber energi listrik
1
12
33
Pengembangan LKS IPA berbasis pendekatan saintifik untuk siswa kelas IV materi macam macam energi
0
3
153
Pengembangan LKS IPA berbasis pendekatan saintifik untuk siswa kelas IV SD materi gaya, gerak, dan energi
0
2
156
i audit energi listrik
0
1
23
energi dan daya listrik docx
0
0
2
Dampak energi panas bumi haruku
0
0
19
Kalor didefinisikan sebagai energi panas
0
0
9
Perbandingan kemampuan kolektor surya plat datar berwarna hitam dan biru dengan atau tanpa lapisan kaca penutup dalam mengkonversi energi radiasi matahari menjadi energi termal - USD Repository
0
0
97
Pemanfaatan panas knalpot sepeda motor menjadi energi listrik DC
0
0
8
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema bahan-bahan makanan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
287
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema jenis-jenis makanan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
255
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema keanekaragaman energi untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
279
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema jenis-jenis pekerjaan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
314
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema energi bermanfaat dalam kehidupan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
329
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema keindahan alamku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
333
Show more