ANALISIS KOMPARASI PERILAKU KONSUMSI SISWA-SISWI SMA NEGERI 6 YOGYAKARTA DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA, PENGARUH KELOMPOK REFERENSI, DAN MOTIVASI BERBELANJA

Gratis

0
0
180
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ANALISIS KOMPARASI PERILAKU KONSUMSI SISWA-SISWI SMA NEGERI 6 YOGYAKARTA DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA, PENGARUH KELOMPOK REFERENSI, DAN MOTIVASI BERBELANJA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi Oleh: Dwi Handayani NIM: 101324031 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ANALISIS KOMPARASI PERILAKU KONSUMSI SISWA-SISWI SMA NEGERI 6 YOGYAKARTA DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA, PENGARUH KELOMPOK REFERENSI, DAN MOTIVASI BERBELANJA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi Oleh: Dwi Handayani NIM: 101324031 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI ANALISIS KOMPARASI PERlLAKU KONSUMSI SISWA·SISWI SMA NEGERl 6 VOGVAKARTA DlTlNJAU DARJ STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA, PENGARUH KELOMPOK REFERENSI, DAN MOTIVASI, BERBELANJA Oleh: Owi Handayani NIM: 101324031 .- 'l'e1ah disenJ.jui oleh: Pembimbing I ~ TlUlggal: 7 Juli 20\4 Dr.C, Pembimbing II C j. -----. TlUlggal: 16 Juli 2014 Indra Darmawan, S.E., M.Si. "

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Kupersembahkan karya ini untuk: Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW Ayahanda Sugeng Riyatin dan Ibunda Mursinah Kakakku Lia Nurmayasari, Amd.Keb Sahabat-sahabatku tercinta Keluarga Besar Pendidikan Ekonomi 2010 Almamaterku Universitas Sanata Dharma iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “Siapa yang Bersungguh-Sungguh Pasti Berhasil” “Your Future is determined by what you start today” Tidak ada yang kebetulan di muka bumi.Semua adalah skenario Tuhan, pemilik rencana paling sempurna. Dengan meyakini semua skenario dari Tuhan, kita bias menerima kejadian apapun dengan lapang dada sambil terus memperbaiki diri, agar tibalah skenario yang lebih baik lagi. _Darwis Tere Liye_ Kita menilai diri dari apa yang kita piker bias kita lakukan, padahal orang lain menilai kita dari apa yang sudah kita lakukan. Untuk itu apabila anda berpikir bias, segeralah lakukan. _Mario Teguh_ v

(7) 'S!lnU~d "IO~ \{I' ~l JuU !prn;g~ 'u!'J !muo ~ ~ nva Wq l V \ ~ !U! '!f'IlllAllS JuIlA !sd!J'l' tt."'-I(t!
(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR FERNYAT AAN PIERSETUJlJAN PUBUKASI KARYA ILMlAH UN1lJX KEP£NTINGAN AKADI:MIS NiIIIl& Demi ~ : Owi Handayani g' bMpD ilmu penrehoan. saya manberibn tes-da Petptmebll\ Univcni1as Sanauo Dbarma karya ilmiah sayayana berjudul: ANAUSIS KOMPARASI"PEIULAlCU KONSUMSI SlSWA-SlSWI SMA NEGE.RJ' YOGYAKARTA DrTlNJAU DAR] STATUS SOSlAL UONOMl ORANG TUA. BURA~P KELOMI'OK itU'ERENSI, DAN MOTtVASl8ERBELANJA baena peranpat y&nll diperlubn (hila ada). Denpn demikian saya memberikan f'e..pl'....._ ~ UaiYenitas S - DbMaa bak lIlltUIr. mmyimpua, • 'iM'- daliIm bel:lIJ.*. media _ .... ii_Iii; ..... daI.n bml:uk J*lp.lm lDa1C;h~y JIIaI1I . . . . . . . . . . " ' I p ' l b ~ y a iii Imcmd: au . . . 1ain LIIlIUIr. kepmtinpn abdemis taDJ- perlu maninta ijin dari Slya • 'P'. memberi.kan royaIti kepMIa Slya ." I am I~ plIIIIIIis. ~Yid'" "'1 1P':7Juli2014 Y-. )tt'w, -~ ..... - , jMi ., Rtap mencantwnkan lllIlD& Slya

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK ANALISIS KOMPARASI PERILAKU KONSUMSI SISWA-SISWI SMA NEGERI 6 YOGYAKARTA DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA, PENGARUH KELOMPOK REFERENSI, DAN MOTIVASI BERBELANJA Dwi Handayani Universitas Sanata Dharma 2014 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perilaku konsumsi siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua, pengaruh kelompok referensi, dan motivasi berbelanja. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian komparatif yang dilaksanakan di SMA Negeri 6 Yogyakarta pada bulan Juni 2014. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas X dan XI SMA Negeri 6 Yogyakarta dengan jumlah 514 orang pada tahun ajaran 2013/2014.Pengambilan sampel dilakukan secara proportionate stratified random samplingsebanyak 80 siswa.Data dikumpulkan dengan alat bantu kuesioner. Uji instrument berupa uji validitas dan reliabilitas yang digunakan pada variabel pengaruh kelompok referensi, motivasi berbelanja, dan perilaku konsumsi.Teknik analisis data menggunakan one way anova. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaaan perilaku konsumsi siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua (nilai sig. 0,007< =0,05), dimana status sosial ekonomi orang tua tinggi menjadikan perilaku konsumsi siswa pada kategori kurang rasional, sedangkan status sosial ekonomi orang tua rendah menjadikan perilaku konsumsi siswa berada dalam kategori rasional. (2) terdapat perbedaaan perilaku konsumsi siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta ditinjau dari pengaruh kelompok referensi (nilai sig. 0,012 < =0,05), dimana pengaruh kelompok referensi yang tinggi menjadikan perilaku konsumsi siswa pada kategori kurang rasional, sedangkan pengaruh kelompok referensi yang rendah menjadikan perilaku konsumsi siswa pada kategori rasional, dan (3) tidak terdapat perbedaaan perilaku konsumsi siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta ditinjau dari motivasi berbelanja (nilai sig. 0,718 > =0,05), dimana siswa memiliki perilaku konsumsi yang sama, meskipun siswa memiliki motivasi berbelanja yang berbeda. Hal ini tidak akan mempengaruhi perilaku konsumsi siswa. Kata Kunci: Perilaku konsumsi, status sosial ekonomi orang tua, pengaruh kelompok referensi, motivasi berbelanja viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT COMPARATIVE ANALYSIS OF CONSUMPTIVE BEHAVIOR OF SIX STATE SENIOR HIGH SCHOOL YOGYAKARTA PERCEIVED FROM SOSIAL ECONOMIC STATUS OF PARENTS, INFLUENCE OF REFERENCE GROUP, AND SHOPPING MOTIVATIONS Dwi Handayani Sanata Dharma University 2014 The purpose of this research is to find out the differences in consumption behavior of Six State Senior High School Yogyakarta perceived from social economic status of parents, influence of reference group, and shopping motivations. This research is a comparative research that was conducted in Six State Senior High School Yogyakarta in June, 2014. The population of this study are 514 students of the tenth grade and the eleventh grade 2013/2014 academic year. The samples were 80 students taken by a proportionate stratified random sampling. The data were gathered by questionnaire. Instrument test, namely validity and reliability were applied at variable influence of reference group, motivation to shop, and consumption behavior. The technique of analysing the data was one way anova. The results show that: (1) there is a difference in consumption behavior of Six State Senior High School Yogyakarta in terms of social economic status of parents (the sig. 0,007< =0,05). The higher social economic status of parents makes consumption behavior of students less rational whereas, the lower social economic status of parents makes the behavior of students rational. (2) there is a difference in consumption behavior of Six State Senior High School Yogyakarta perceived from influence of reference group (the sig. 0,012 < =0,05). The influence of the stonger reference group makes the consumption behavior of students less rational, while the influence of reference groups makes consumption behavior of students rational, and (3) there is no difference in consumption behavior of Six State Senior High School Yogyakarta perceived from shopping motivations (the sig. 0,718 > =0,05). Students have the same consumption behavior although the students have different shopping motivations. This will not affect the consumption behavior of students. Key words: Behavior consumption, social economic status of parents, influence of reference group, and shopping motivations ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmat, kasih, dan karunia-Nya yang diberikan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi dengan judul “Analisis Komparasi Perilaku Konsumsi Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua, Pengaruh Kelompok Referensi, Dan Motivasi Berbelanja Pada Siswa-Siswi Di SMA Negeri 6 Yogyakarta” ini disusun untuk memenuhi syarat dalam memperoleh gelar sarjana Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi di Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam pembuatanskripsi ini tidak lepas dari beberapa pihak yang telah memberikan bantuan moril, materil, dukungan, bimbingan maupun kerja sama kepada penulis, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Rohandi, Ph. D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Bapak Indra Darmawan, S.E., M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi,Universitas Sanata Dharma. 3. Bapak Dr. C. Teguh Dalyono, M.S. selaku Dosen Pembimbing I, yang telah membimbing, memberi inspirasi, meluangkan waktu dengan penuh kesabaran dalam memberikan bimbingan serta menjadi motivator bagi penulis. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Bapak Indra Darmawan, S.E., M.Si. selaku Dosen Pembimbing II yang dengan penuh ketelitian dalam memeriksa skripsi ini. 5. Bapak Y.M.V Mudayen, S.Pd., M.Sc. selaku dosen tamu penguji dalam skripsi ini. 6. Bapak Drs. Joko Wicoyo, M.Si. Yang telah meluangkan waktunya untuk mengoreksi abstract penulis. 7. Segenap Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma,yang telah mendidik dan membimbing saya selama kuliah. Terima kasih banyak atas ilmu yang telah diberikan, segala jasa dan kenangan tidak akan pernah saya lupakan. 8. Mbak Titin selaku staf sekretariat Pendidikan Ekonomi yang selama ini telah membantu melayani dalam administrasi. 9. Ayahanda Sugeng Riyatin dan Ibunda Mursinah selaku orang tua saya. Terimakasih atas doa, semangat, dukungan serta kasih sayang yang telah diberikan selama ini. 10. Bapak dan Ibu Guru Ekonomi dan Akuntansi SMA Negeri 6 Yogyakarta yang telah berkenan membantu saya. 11. Lia Nurmayasari, Amd.Keb. selaku kakak kandungku satu-satunya yang aku sayangi. Terima kasih telah memberikan dukungan dan nasehat-nasehat selama ini. 12. Amal Wira Nurhanafi yang selalu memberikan motivasi dan kasih sayangnya selama ini. xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13. Sahabat-sahaballru Milia, Roma, Yuscina, dan semua temM-teman dari prodi Pendidilwl Ekonomi 2010. Terima kasih teiah menjadi keluarp bani, kewjasarna dan ~n Uapmoke di ~id kan Ekonomi 2010. 14. Teman-lemall HlMAPENSI yang Ielab menjadi Ieman Ierlloailr. dan bulyak memberi pengalaman daIam bel'Olptlisasi selama kuliah di Universitas IS. TeuwHeman kost Laras, Uwik, Ermi, Dita, Shint&, dan Ayu. YllI1g lelab _jap tebenamaan, kKeluarpan, pcrsahabatan, cintl dan kasih yang aku c!apethn 5e1am. di Yogyakarta. I E. MbU Y~ Mas Iswara, Mas Yohan, Kak Mario, dan Kak Doni yang sedikit _y.ak membultu dan metn(lI:ivasi daIam pembuatan sluipsi in1. 17. S-- pihak dan Ieman-lemall yang telah mcmbantu pmyusunan skripsi ,.... tidak dapat disebutbn satu pmatu hingga ~ndujwret P , 'js f bertIarap, semoga apa yang telab penuiis SlISUll daIam skripsi ini dapat t.ai 111m... pihak. Penulis menyadar1 ~nhueps t I'" -.yat ~ I t skripsi ini. M bahwa perlelilian ini U:turanpn dan jauh dari ilCtnpuma.Dmgan rendah bali, penulis kritik dan 5IlIalI yang bersifal membangun demi kern.juan karya . . . beik dan $CIIlOp penelitian ini dapat bmnanfaat bagi pembllea. Yogyabrta, 1 Juli 2014 Penulis Owi Handayani xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .......................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... iv HALAMAN MOTTO .................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................ vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ..................................... vii ABSTRAK ...................................................................................................... viii ABSTRACT ..................................................................................................... ix KATA PENGANTAR .................................................................................... x DAFTAR ISI ................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL .......................................................................................... xvii DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xix DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xx BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ......................................................................... 1 B. Batasan Masalah ..................................................................................... 7 C. Rumusan Masalah .................................................................................. 7 D. Variabel Penelitian Dan Definisi Operasional ....................................... 8 E. Tujuan Penelitian .................................................................................... 10 F. Manfaat Penelitian .................................................................................. 10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA.................................................................... 13 A. Deskripsi Teori ....................................................................................... 13 1. Perilaku Konsumen .......................................................................... 13 2. Status Sosial Ekonomi Orang Tua .................................................... 25 3. Pengaruh Kelompok Referensi ......................................................... 29 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Motivasi Berbelanja.......................................................................... 33 5. Remaja .............................................................................................. 38 B. Kajian Penelitian yang Relevan.............................................................. 41 C. Kerangka Teoritik ................................................................................... 42 D. Hipotesis ................................................................................................. 46 BAB III METODE PENELITIAN ............................................................... 47 A. Jenis Penelitian ....................................................................................... 47 B. Subjek dan Objek Penelitian .................................................................. 47 C. Tempat dan Waktu Penelitian ................................................................ 48 D. Populasi dan Sampel............................................................................... 49 1. Populasi ............................................................................................ 49 2. Sampel .............................................................................................. 49 E. Data Yang Dicari .................................................................................... 51 1. Data Primer ....................................................................................... 51 2. Data Sekunder .................................................................................. 51 F. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ........................................ 52 G. Teknik Pengumpulan Data ..................................................................... 71 H. Instrument Penelitian .............................................................................. 72 I. Validasi Instrumen Penelitian................................................................. 74 J. Teknik Analisis Data .............................................................................. 79 1. Analisis Varians................................................................................ 79 2. Uji Hipotesis ..................................................................................... 79 a. Uji Prasyarat ............................................................................... 79 1) Uji Normalitas....................................................................... 79 2) Uji Homogenitas ................................................................... 80 b. Uji Hipotesis ............................................................................... 81 1) One Way Anova .................................................................... 81 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV GAMBARAN UMUM ..................................................................... 84 A. Deskripsi Lokasi ..................................................................................... 84 B. Letak dan Luas Wilayah ......................................................................... 84 C. Sejarah Berdirinya SMA Negeri 6 Yogyakarta ...................................... 84 D. SMA Negeri 6 Yogyakarta ..................................................................... 89 E. Kondisi fisik dan Lingkungan SMA Negeri 6 Yogyakarta .................... 90 F. Deskripsi Responden .............................................................................. 91 1. Jumlah Peserta Didik SMA Negeri 6 Yogyakarta ............................. 91 2. Deskripsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ............................. 92 3. Deskripsi Responden Berdasarkan Daerah Asal................................ 92 4. Hubungan Guru Dengan Siswa .......................................................... 93 5. Kegiatan Siswa Di Sekolah ................................................................ 93 BAB V HASIL TEMUAN LAPANGAN DAN PEMBAHASAN ............... 95 A. Deskripsi Data ........................................................................................ 95 1. Deskripsi Data Tentang Status Sosial Ekonomi Responden ............ 95 2. Deskripsi Data Tentang Pengaruh Kelompok Referensi Responden ........................................................................ 96 3. Deskripsi Data Tentang Motivasi Berbelanja Responden ................ 96 4. Deskripsi Data Tentang Perilaku Konsumsi Responden .................. 97 B. Analisis Data .......................................................................................... 98 1. Pengujian Prasyarat .......................................................................... 98 a. Uji Normalitas ............................................................................ 98 b. Uji Homogenitas ......................................................................... 99 C. Pengujian Hipotesis ................................................................................ 100 D. Pembahasan ............................................................................................ 104 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN........................................................ 120 A. Kesimpulan ............................................................................................. 120 B. Saran ....................................................................................................... 121 C. Keterbatasan ........................................................................................... 122 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 123 LAMPIRAN .................................................................................................... 125 RIWAYAT HIDUP ........................................................................................ 159 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel III.1 Mean dan Standar Deviasi Variabel Perilaku Konsumsi Siswa .......................................................................... 53 Tabel III.2 Interval Rata-rata Penilaian Responden Terhadap Perilaku Konsumsi Siswa............................................................ 54 Tabel III.3 Kelompok Pekerjaan ................................................................... 57 Tabel III.4 Mean dan Standar Deviasi Variabel Status Sosial Ekonomi Orang Tua .................................................................... 61 Tabel III.5 Interval Rata-rata Penilaian Responden Terhadap Status Sosial Ekonomi Orang Tua .............................................. 62 Tabel III.6 Frekuensi Memilih Produk Tertentu Yang Dimiliki Oleh Tokoh Idola ......................................................... 64 Tabel III.7 Frekuensi Memilih Produk Tertentu Yang Dianjurkan Oleh Orang Tua ....................................................... 64 Tabel III.8 Frekuensi Memilih Produk Tertentu Yang Dimiliki Oleh Teman Terdekat (Sahabat) .................................. 64 Tabel III.9 Mean dan Standar Deviasi Variabel Pengaruh Kelompok Referansi Responden ................................................ 65 Tabel III.10 Interval Rata-rata Penilaian Responden Terhadap Pengaruh Kelompok Referensi ................................................... 66 Tabel III.11 Membeli Produk Atas Dasar Pertimbangan Harga ..................... 67 Tabel III.12 Membeli Produk Atas Dasar Kualitas Barang ............................ 68 Tabel III.13 Membeli Produk Karena Selera .................................................. 68 Tabel III.14 Membeli Produk Demi Menjaga Penampilan Diri dan Gengsi ................................................................................... 68 Tabel III.15 Mean dan Standar Deviasi Variabel Motivasi Berbelanja Responden ................................................................ 69 Tabel III.16 Interval Rata-rata Penilaian Responden Terhadap xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Motivasi Berbelanja .................................................................... 70 Tabel III.17 Kisi-kisi Variabel Status Sosial Ekonomi Orang Tua................. 73 Tabel III.18 Kisi-kisi Variabel Pengaruh Kelompok Referensi ...................... 73 Tabel III.19 Kisi-kisi Variabel Motivasi Berbelanja....................................... 74 Tabel III.20 Kisi-kisi Variabel Perilaku Konsumsi ........................................ 74 Tabel III.21 Hasil Uji Validitas Variabel Pengaruh Kelompok Referensi...... 76 Tabel III.22 Hasil Uji Validitas Variabel Motivasi Berbelanja ...................... 77 Tabel III.23 Hasil Uji Validitas Variabel Perilaku Konsumsi ........................ 77 Tabel III.24 Hasil Uji Reliabilitas ................................................................... 79 Tabel IV.1 Deskripsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin...................... 92 Tabel IV.2 Deskripsi Responden Berdasarkan Daerah Asal ........................ 92 Tabel V.1 Deskripsi Status Sosial Ekonomi Responden ............................ 95 Tabel V.2 Deskripsi Responden Pengaruh Kelompok Referensi Responden .................................................................. 96 Tabel V.3 Deskripsi Motivasi Berbelanja Responden ................................ 96 Tabel V.4 Deskripsi Perilaku Konsumsi Responden .................................. 97 Tabel V.5 Ringkasan Hasil Uji Normalitas Data ........................................ 98 Tabel V.6 Hasil Pengujian Homogenitas Perilaku Konsumsi .................... 99 Tabel V.7 Hasil ANOVA Perilaku Konsumsi Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi ........................................................ 101 Tabel V.8 Hasil ANOVA Perilaku Konsumsi Ditinjau Dari Pengaruh Kelompok Referensi ........................................... 102 Tabel V.9 Hasil ANOVA Perilaku Konsumsi Ditinjau Dari Motivasi Berbelanja ............................................................ 103 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar II.1 Empat Tipe Perilaku Pembelian ................................................. 22 Gambar II.2 Tahap-tahap Dalam ProsesKeputusan Pembelian ...................... 24 Gambar II.3 Model Proses Motivasi ............................................................... 34 Gambar II.4 Bagan Kerangka Pemikiran ........................................................ 46 xix

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Kuesioner ..................................................................................... 125 Lampiran 2 Uji Validitas Dan Reliabilitas ...................................................... 133 Lampiran 3 Data Penelitian ............................................................................. 138 Lampiran 4 Hasil Statistik Deskriptif ............................................................. 141 Lampiran 5 Uji Prasyarat ................................................................................ 146 Lampiran 6 Uji Hipotesis ................................................................................ 148 Lampiran 7 Surat Ijin Penelitian ..................................................................... 152 Lampiran 8 Hasil Dokumentasi ...................................................................... 156 xx

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perekonomian Indonesia saat ini dapat dikatakan sudah maju dari keadaan sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dengan adanya pergeseranpergeseran dalam bidang ekonomi yang sudah mulai tampak jelas. Indonesia sebagai Negara agraris sedikit demi sedikit bergeser meninggalkan kehidupan pola pertanian menuju ke tatanan yang berpegang pada prinsip ekonomi industri. Secara keseluruhan, kemajuan yang telah dicapai dalam bidang sosial ekonomi turut meningkatkan taraf kehidupan bagi masyarakat Indonesia. Sumarwan (2011:3) menyatakan bahwa perilaku konsumen merupakan proses yang dinamis yang mencakup perilaku konsumen individual, kelompok dan anggota masyarakat secara terus menerus mengalami perubahan. Perilaku konsumen dalam membeli barang dipengaruhi oleh berbagai faktor, dan dikategorikan menjadi dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal yang meliputi kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi, keluarga, serta demografi. Faktor internal antara lain meliputi motivasi, pengamatan, belajar, kepribadian dan konsep diri. Perkembangan jaman telah membawa implikasi yang secara impisit menyebabkan hasrat konsumtif dan daya beli juga bertambah. Dewasa ini berbagai macam produk ditawarkan kepada konsumen. 1

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Produk-produk yang ditawarkan pun bukan hanya barang yang dapat memuaskan kebutuhan seseorang, melainkan produk yang dapat memuaskan kesenangan konsumen. Keinginan dan kebutuhan telah menjadi sesuatu yang baur, cair, tidak jelas, dan makin sulit dibedakan satu dengan yang lain. Informasi mengenai produk, baik melalui iklan maupun direct selling pun berkembang semakin bervariasi dan telah menggunakan teknologi mutakhir yang sangat canggih. Selain itu, telah menjamurnya restoran siap saji (fast food) dan munculnya tempat hiburan seperti kafe, klub malam, diskotik, serta banyaknya pembangunan tokotoko swalayan dan department store. Hal ini mengakibatkan kebiasaan dan gaya hidup orang pun berubah dalam waktu yang relatif singkat menuju ke arah kehidupan mewah dan cenderung berlebihan yang pada ujung-ujungnya menimbulkan pola hidup konsumtif. Perilaku konsumtif merupakan suatu fenomena yang banyak melanda kehidupan masyarakat khususnya yang tinggal di daerah perkotaan. Dengan semakin menjamurnya pembangunan mall atau department store beberapa tahun belakangan ini, sedikit banyak telah membuat banyak kekhawatiran akan semakin meningkatnya perilaku konsumtif terutama di kalangan remaja. Perilaku konsumtif adalah suatu perilaku membeli yang tidak didasarkan kepada kebutuhan yang rasional, melainkan karena didasari oleh keinginan yang irasional atau sudah mencapai suatu taraf yang tidak irasional lagi. Dengan kata lain, seseorang tersebut lebih mementingkan faktor keinginan daripada kebutuhannya.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Kelompok usia remaja sendiri adalah salah satu pasar yang potensial bagi produsen. Hal ini dikarenakan pola konsumsi seseorang terbentuk pada usia remaja. Di samping itu, remaja biasanya mudah terbujuk dengan rayuan iklan, tidak realistis, suka ikut-ikutan teman sebaya atau idolanya, dan cenderung boros dalam menggunakan uangnya. Dapat dilihat perilaku konsumen remaja saat ini adalah dengan menggunakan pakaian dan aksesoris mengikuti trend masa kini atau meniru artis idolanya. Menyukai pakaian dan aksesoris yang mencolok dengan memadupandankan warnanya (mulai dari pakaian, jam tangan, sepatu, topi, dompet, tas, kaca mata, dan sebagainya) karena remaja selalu ingin tampil beda. Sifat-sifat remaja inilah yang yang dimanfaatkan oleh sebagian produsen untuk memasuki pasar remaja. Remaja melakukan pembelian secara berlebihan tersebut tanpa didasari kebutuhannya melainkan untuk bisa diterima oleh lingkungannya, untuk menaikkan prestige, dan agar dapat diterima dalam kelompoknya. Membeli dalam hal ini sudah tidak lagi dilakukan karena produk tersebut memang dibutuhkan, akan tetapi membeli dilakukan karena beberapa alasan lain seperti sekedar mengikuti arus mode yang sedang “in” atau trend, hanya ingin mencoba produk baru, ingin memperoleh pengakuan sosial, mengikuti bintang idola, dan sebagainya. Pada usia ini remaja cenderung melepaskan diri sendiri sedikit demi sedikit dari ikatan psikis orangtuanya. Remaja berusaha menjadi mandiri melalui proses sosialisasi yang terjadi antara remaja dan teman

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 sebaya. Menurut Suryani (2013:161), kelompok referensi merupakan individu atau kelompok yang dijadikan rujukan yang mempunyai pengaruh nyata bagi individu. Kelompok referensi dapat dijadikan sebagai dasar acuan bagi seseorang dalam menentukan keputusan pembelian atau konsumsi mereka. Remaja yang sering dikatakan dalam proses pencarian jati diri akan seantiasa mencari sebuah kelompok referensi yang mereka anggap menarik dan dapat membuat mereka mendapat penghargaan diri yang lebih tinggi. Dalam lingkungan pergaulan, kelompok referensi dapat membawa pengaruh yang besar melalui tukar-menukar informasi dan pengalaman. Remaja sering sekali minder melihat teman-temannya memakai barang yang sedang trend dan “wah” sedangkan dia tidak. Pada dasarnya dalam sebuah kelompok-kelompok masyarakat ada rasa yang memiliki yang kuat dengan komunitas sehingga seperti menjadi sebuah tuntunan untuk diterima anggota lainnya yaitu dengan cara meniru apa yang dikonsumsi mereka. Status ekonomi orang tua merupakan salah satu faktor intern yang mempengaruhi perilaku konsumsi remaja. Satus sosial ekonomi orang tua dapat dilihat melalui pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan kepemilikan harta orang tua. Semakin tinggi pendapatan orang tua, maka akan semakin tinggi pula memberikan kesempatan bagi anaknya untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Sedangkan orang tua yang mempunyai pendapatan cukup atau bahkan rendah, maka tidak memiliki banyak kesempatan untuk

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 memenuhi kebutuhan anaknya karena pendapatannya hanya akan cukup untuk memenuhi kebutuhan pokoknya saja. Pada kenyataannya dalam keputusan pembelian konsumen didorong lebih dari satu kebutuhan. Hal ini disebabkan karena manusia pada dasarnya merupakan makhluk yang memiliki begitu banyak keinginan dan cenderung ingin memuaskan kebutuhannya secara bersamaan. Kekuatan dorongan tersebut tersebut dihasilkan dari suatu tekanan yang belum atau tidak terpenuhinya kebutuhan, keinginan, dan permintaan. Dengan demikian jika seorang remaja memiliki motivasi yang tinggi terhadap produk tertentu, maka dia akan terdorong untuk membeli produk tersebut. Sebaliknya jika motivasinya rendah, maka dia akan mencoba menghindari produk tersebut. Motivasi adalah dorongan dari dalam diri seseorang yang mengarahkan orang tersebut untuk mencari cara dalam mencapai tujuannya. Motivasi juga berpengaruh pada tingkah laku seorang remaja dalam membuat keputusan pembelian. Misalnya motif yang mendorong seorang remaja membeli sepatu basket adalah ingin tampil keren, beda dari sepatu basket temannya, dan di lain sisi terdapat sekelompok remaja yang ingin memiliki rasa aman saat bermain basket, ada lagi kelompok yang hanya ingin mengataskan merk dari sepatu tersebut. Perkembangan jaman yang seperti inilah yang telah merubah paradigma dan tata nilai hidup manusia khususnya remaja, termasuk dalam hal konsumsi. Remjaja yang berusia 15-18 tahun dapat dikategorikan

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 sebagai remaja pertengahan (middle adolescent) dan biasanya duduk di bangku SMA. Siswa SMA yang tidak pernah lepas dari pengaruh konsumtivisme, sehingga tidak mengherankan kalau siswa SMA menjadi sasaran empuk dari berbagai produk perusahaan. Hal ini terjadi pada siswa SMA, siswa SMA merupakan masa remaja yang masih mencari jati dirinya dan labil. Siswa SMA biasanya ingin diakui keberadaannya, suka ganti-ganti merk, mudah termakan trend dan gemar tampil keren. Siswa SMA rela mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan barang yang mampu menaikkan kedudukan atau keberadaannya yang ingin diakui. Salah satu SMA yang berada di Yogyakarta adalah SMA Negeri 6 Yogyakarta. Siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta berasal dari keluarga kelas ekonomi menengah ke atas dengan kemampuan finansial yang tinggi, sehingga keadaan tersebut dapat mendorong timbulnya perilaku konsumtif bagi siswa. Dari uraian di atas maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Analisis Komparasi Perilaku Konsumsi SiswaSiswi SMA Negeri 6 Yogyakarta Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua, Pengaruh Kelompok Referensi, Dan Motivasi Berbelanja.” Hal ini menarik untuk diteliti mengingat perilaku konsumsi pada remaja telah mengarah ke konsumtivisme, dimana perilaku konsumtif ini banyak melanda dikehidupan remaja yang sebenarnya kemampuan finansial untuk memenuhi kebutuhannya. belum memiliki

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 B. Batasan Masalah Mengingat begitu luasnya wilayah perilaku konsumen, maka dirasa perlu adanya batasan masalah agar penelitian lebih terfokus dan lebih terarah dengan tujuannya. Dalam hal ini peneliti akan membatasi perilaku konsumen hanya mencakup status sosial ekonomi orang tua, pengaruh kelompok referensi, dan motivasi berbelanja pada siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta. C. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka permasalahan yang muncul dalam penelitian adalah sebagai berikut: 1. Apakah ada perbedaan perilaku konsumsi siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua? 2. Apakah ada perbedaan perilaku konsumsi siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta ditinjau dari pengaruh kelompok referensi? 3. Apakah ada perbedaan perilaku konsumsi siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta ditinjau dari motivasi berbelanja?

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel penelitian adalah suatu atribut dari orang atau objek yang mempunyai variasi antara satu dengan yang lainnya dalam kelompok tersebut (Sugiyono, 2010). Variabel-variabel dan definisi operasional dalam penelitian ini adalah: 1. Perilaku konsumsi Perilaku Konsumsi adalah tindakan siswa dalam mengkonsumsi atau membeli suatu barang (pakaian, tas, sepatu, makanan, minuman, dan lain-lain) untuk memuaskan kebutuhan atau keinginan mereka. Indikator untuk mengukur variabel perilaku konsumsi adalah: a. Perilaku siswa dalam memilih tempat perbelanjaan b. Perilaku siswa dalam mengkonsumsi makanan dan minuman c. Perilaku siswa dalam menggunakan uang saku d. Perilaku siswa dalam mengisi waktu luang e. Perilaku siswa dalam memilih barang-barang branded 2. Status Sosial Ekonomi Orang Tua Status Sosial itu sendiri merupakan posisi atau kedudukan seseorang dalam suatu kelompok masyarakat. Unsur-unsur status sosial mencakup pendidikan, jabatan, pendapatan, pekerjaan, kepemilikan harta benda dan lainnya yang dimiliki oleh seseorang di

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 dalam suatu masyarakat. Indikator dalam status sosial ekonomi orang tua ialah sebagai berikut: a. Pendidikan orang tua b. Pekerjaan orang tua c. Penghasilan orang tua d. Kepemilikan harta atau fasilitas yang dimiliki 3. Pengaruh kelompok referensi Pengaruh kelompok referensi adalah pengaruh dari seorang individu atau sekelompok orang yang secara nyata memberikan pengaruh secara langsung maupun tidak langsung dalam keputusan pembelian dan konsumsi. Indikator pengaruh kelompok referensi ialah sebagai berikut: a. Memilih produk tertentu yang dimiliki oleh tokoh idola b. Memilih produk tertentu yang dianjurkan oleh anggota keluarga c. Memilih produk tertentu yang digunakan oleh teman terdekat (sahabat) 4. Motivasi berbelanja Motivasi berbelanja adalah dorongan dalam diri seorang siswa untuk membeli barang dengan beberapa pertimbangan guna mencapai tujuan tertentu. Indikator dalam motivasi berbelanja ialah sebagai berikut:

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a. Membeli produk atas pertimbangan harga b. Membeli produk atas pertimbangan kualitas barang c. Membeli produk karena selera d. Membeli produk demi menjaga penampilan diri dan gengsi 10 E. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengidentifikasi perbedaan perilaku konsumsi siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua. 2. Untuk mengidentifikasi perbedaan perilaku konsumsi siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta ditinjau dari pengaruh kelompok referensi. 3. Untuk mengidentifikasi perbedaan perilaku konsumsi siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta ditinjau dari motivasi berbelanja. F. Manfaat Penelitian Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, maka hasil penelitian ini diharapkan akan bermanfaat bagi pihak-pihak yang memerlukan, antara lain:

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 1. Bagi Peneliti a. Dapat mengetahui secara mendalam mengenai perbedaan perilaku konsumsi pada remaja, khususnya siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta. b. Sebagai sarana berlatih dalam bidang penelitian. 2. Bagi Universitas Sanata Dharma Hasil penelitian ini diharapakan dapat memberikan kontribusi bagi perpustakaan Universitas Sanata Dharma yang berguna bagi mahasiswa atau siapa saja yang membutuhkannya dalam rangka pengembangan ilmu pendidikan remaja. 3. Bagi SMA yang bersangkutan Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai masukan yang berguna dalam proses kegiatan belajar mengajar khususnya dalam hal penampilan para siswa-siswinya sebagai seorang pelajar. 4. Bagi para siswa-siswi Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi agar menjadi konsumen yang bertindak secara rasional dan dapat mengambil keputusan yang tepat untuk menentukan konsumsi akan suatu barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan dan keinginannya.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 5. Bagi Orang Tua Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang perilaku konsumsi siswa-siswi dan dapat dapat memberikan masukan bagi orang tua untuk mengarahkan perilaku konsumsi anakanaknya agar tidak bertindak secara irasional dalam mengambil keputusan. 6. Bagi pihak lain Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan untuk menambah pengetahuan atau disiplin ilmu bagi semua pihak terutama untuk penelitian yang meneliti tentang perilaku konsumsi pada remaja.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Deskripsi Teori 1. Perilaku Konsumen a. Pengertian Perilaku Konsumen Perilaku konsumen merupakan proses yang dinamis yang mencakup perilaku individual, kelompok dan anggota masyarakat yang secara terus menerus mengalami perubahan. Menurut Engel, Blackwell, dan Miniard (1994), agar dapat memahami perilaku konsumen secara tepat dengan memperhatikan tindakan langsung yang dilakukan konsumen dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan barang dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan tersebut. Perilaku yang dilakukan antar konsumen tentu akan beragam sesuai dengan kondisi konsumen, situasi dan kondisi eksternal yang mempengaruhinya. Hawkins dan Mothersbaugh (Suryani, 2013:6) menyatakan: “Consumer behavior is the study if individuals, group or organizations, and the processes they use to select, secure, use, and dispose of products, services, experiences or ideas to satisfy needs and the impacts that these processes have on the consumer and society.” 13

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Merujuk pada pendapat Hawkins dan Mothersbaugh, perilaku konsumen merupakan studi tentang bagaimana individu, kelompok dan organisasi serta proses yang dilakukan untuk memilih, mengamankan, menggunakan dan memperhatikan produk, jasa, pengalaman atau ide untuk memuaskan kebutuhannya dan dampaknya terhadap konsumen dan masyarakat. Hal yang hampir sama diungkapkan oleh Schiffman dan Kanuk (2007) bahwa perilaku konsumen merupakan studi yang mengkaji bagaimana individu membuat keputusan membelanjakan sumber daya yang tersedia dan dimiliki (waktu, uang dan usaha) untuk mendapatkan barang atau jasa yang nantinya akan dikonsumsi. Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa perilaku konsumen ialah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu yang berhubungan dalam proses pengambilan keputusan untuk mendapatkan, menggunakan barangbarang dan jasa secara ekonomis serta dapat dipengaruhi oleh lingkungan. Seorang ekonom yang bernama James S. Dusenberry (Andersson, 2006) menyebutkan bahwa konsumsi seseorang banyak dipengaruhi oleh konsumsi orang lain dalam hubungan sosialnya. Duesenberry menyebutnya sebagai konsep

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 Demonstration Effect. Demonstration Effects yang dimaksud di sini adalah efek peniruan oleh masyarakat dalam mengkonsumsi barang karena terpengaruh oleh pola konsumsi kelompok masyarakat lain yang lebih kaya atau berpenghasilan tinggi. Tak jarang masyarakat juga meniru pola konsumsi para bintang dunia. Bagaimana para bintang dunia itu berpenampilan, baik pakaian, sepatu, tas dan assesoris lainnya, kemudian kendaraan apa yang digunakan para bintang tersebut, akan ditiru oleh masyarakat. (Sumber: www.anneahira.com/teori-konsumsi.htm) b. Macam-macam Perilaku Konsumen Setiap konsumen mempunyai selera yang berbeda satu dengan yang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga selera akan mempengaruhi tingkat konsumsi seseorang. Jika dilihat dari perilaku konsumen dalam mengonsumsi suatu barang dibedakan menjadi dua macam, yaitu perilaku konsumen rasional dan perilaku konsumen irasional. 1) Perilaku Konsumen Rasional Suatu konsumsi dapat dikatakan rasional jika memerhatikan halhal berikut : (a) Barang tersebut dapat memberikan kegunaan optimal bagi konsumen (b) Barang tersebut benar-benar diperlukan konsumen

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 (c) Mutu barang terjamin (d) Harga sesuai dengan kemampuan konsumen 2) Perilaku Konsumen Irasional Suatu perilaku dalam mengkonsumsi dapat dikatakan tidak rasional jika konsumen tersebut membeli barang tanpa dipikirkan kegunaannya terlebih dahulu, contohya yaitu : (a) Tertarik dengan promosi atau iklan baik di media cetak maupun elektronik (b) Memiliki merk yang sudah dikenal banyak konsumen (c) Ada bursa obral atau bonus-bonus dan banjir diskon (d) Prestise atau gengsi c. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Menurut Kotler dan Armstrong (2006:159), faktor yang berpengaruh terhadap perilaku konsumen adalah faktor kebudayaan, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologis. 1) Faktor kebudayaan Faktor kebudayaan memiliki pengaruh yang paling luas dan mendalam pada perilaku konsumen. a) Budaya Budaya adalah determinan dasar keinginan dan perilaku seseorang atau faktor penentu paling pokok dari keinginan seseorang.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 b) Sub Budaya Tiap budaya mempunyai sub budaya yang lebih kecil, atau kelompok orang dengan sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi hidup yang sama, yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk anggota mereka. c) Kelas Sosial Kelas sosial adalah pembagian yang relatif permanen dan berjenjang dalam masyarakat di mana anggotanya berbagi nilai, minat, dan perilaku yang sama. 2) Faktor sosial a) Kelompok Referensi Perilaku seseorang yang dipengaruhi oleh banyak kelompok kecil yang mempunyai pengaruh langsung ataupun tidak langsung terhadap sikap atau perilaku orang tersebut. b) Keluarga Keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat. Anggota keluarga pembeli dapat memberi pengaruh yang kuat terhadap perilaku pembeli atau perilaku konsumsi.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 c) Peran dan Status Orang berpartisipasi dalam banyak kelompok, keluarga, klub maupun organisasi. Posisi seseorang dalam setiap kelompok dapat ditentukan dalam segi peran dan status. 3) Faktor pribadi a) Usia dan Tahap Siklus Hidup Daur hidup orang akan mengubah barang dan jasa yang mereka beli sepanjang kehidupan mereka. Kebutuhan dan selera seseorang akan berubah sesuai dengan bertambahnya usia. b) Pekerjaan Pekerjaan seseorang akan mempengaruhi barang dan jasa yang akan dibeli. c) Situasi Ekonomi Situasi ekonomi seseorang akan mempengaruhi pemilihan produk yang akan dibeli. d) Gaya Hidup Gaya hidup seseorang menunjukan pola kehidupan orang yang bersangkutan yang tercermin dalam kegiatan, minat, dan pendapatnya. e) Kepribadian dan Konsep Diri Kepribadian merupakan karakteristik kecenderungan merespon individu melintasi situasi yang serupa atau mirip.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Setiap orang akan mempunyai karakteristik pribadi yang menyebabkan perilaku pembeliannya. Kepribadian adalah sekumpulan sifat psikologis manusia yang menyebabkan respon yang relatif konsisten dan tahan lama terhadap rangsangan lingkungan (termasuk perilaku pembeliannya) 4) Fakor psikologis a) Motivasi Motivasi merupakan kekuatan yang enerjik yang menggerakan perilaku dan memberi tujuan dan arah pada perilaku. b) Persepsi Persepsi yaitu proses yang digunakan oleh individu untuk memilih dan mengorganisasikan masukan informasi guna menciptakan gambaran yang mempunyai arti. c) Pembelajaran Pembelajaran dapat mendorong perubahan dalam perilaku kita yang timbul dari pengalaman. d) Kepercayaan dan Sikap Melalui pembelajaran, seseorang akan mendapatkan suatu kepercayaan dan sikap. Pada akhirnya, kepercayaan dan sikap ini mempengaruhi perilaku pembelian seseorang.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 d. Tipe perilaku pembelian konsumen Menurut Kotler (2006:177) bahwa ada 4 (empat) tipe perilaku pembelian konsumen berdasarkan pada tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat perbedaan di Antara merek sebagai berikut: 1) Perilaku pembelian kompleks (Complex Buying Behaviour) Perilaku pembelian konsumen dalam situasi yang ditentukan oleh keterlibatan konsumen yang tinggi dalam pembelian dan perbedaan yang dianggap signifikan antarmerek. Perilaku membeli ini terjadi pada waktu membeli produkproduk yang mahal, tidak sering dibeli, berisiko dan dapat mencerminkan pembelinya, seperti mobil, televisi, jam tangan, komputer pribadi, pakaian, dan lain-lain. 2) Perilaku pembelian pengurangan disonansi/ ketidakcocokan (Dissonance Reducing Buying Behaviour) Perilaku pembelian konsumen dalam situasi yang mempunyai karakter keterlibatan tinggi tetapi hanya ada sedikit anggapan perbedaan antar merek. Perilaku membeli ini terjadi untuk pembelian produk yang mahal, tidak sering dilakukan, berisiko, dan membeli secara relative cepat karena perbedaan merek tidak terlihat misalnya karpet, pipa PVC, keramik, dan lain-lain. Pembeli biasanya mempunyai respon

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI terhadap harga Konsumen atau akan yang memberikan memperhatikan 21 kenyamanan. informasi yang mempengaruhi keputusan pembelian. 3) Perilaku pembelian kebiasaan (Habitual Buying Behaviour) Perilaku pembelian dalam situasi yang mempunyai karakter keterlibatan konsumen rendah dan anggapan perbedaan merek sedikit. Konsumen memilih produk secara berulang bukan karena merek produk, tetapi karena konsumen tidak mengevaluasi kembali mengapa mereka membeli produk tersebut. Perilaku ini biasanya terjadi pada produk-produk seperti gula, air mineral dalam kemasan, garam, deterjen, dan lain-lain. 4) Perilaku pembelian mencari keragaman (Variety Seeking Buying Behaviour) Perilaku pembelian konsumen yang mempunyai karakter keterlibatan konsumen yang rendah tetapi dengan anggapan perbedaan merek yang signifikan. Konsumen berperilaku dengan tujuan mencari keragaman dan bukan kepuasan. Jadi dalam perilaku ini, merek bukan merupakan suatu yang mutlak. Perilaku pembeli yang mencari keragaman biasanya terjadi pada produk-produk yang sering dibeli,

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 harganya murah dan konsumen sering mencoba merek-merek baru. Gambar II.1 Empat tipe perilaku pembelian Keterlibatan tinggi Keterlibatan rendah Banyak perbedaan antar merek Perilaku Pembelian Kompleks Perilaku Pembelian yang mencari keragaman Sedikit perbedaan antar merek Perilaku Pembelian pengurangan disonansi Perilaku Pembelian kebiasaan Sumber: Kotler (2006) e. Tahap-Tahap Dalam Proses Keputusan Pembelian Perilaku konsumen akan menentukan proses pengambilan keputusan dalam pembelian mereka. Proses pengambilan keputusan tersebut merupakan sebuah pendekatan penyelesaian masalah yang terjadi atas lima tahap yaitu sebagai berikut : (Kotler, 2006:179) 1) Pengenalan kebutuhan (Need recognition) Proses pembelian dimulai dengan pengenalan kebutuhan. Pada tahap ini konsumen merasakan bahwa ada hal yang dirasakan kurang dan menuntut untuk dipenuhi. Konsumen menyadari bahwa terdapat perbedaan antara apa yang dialaminya dengan yang diharapkan. Kesadaran akan perlunya memenuhi kebutuhan ini terjadi karena adanya

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 rangsangan dari dalam maupun dari luar. Misalnya rasa haus (dari dalam), karena bau roti yang enak yang ada di food court suatu pusat perbelanjaan. 2) Pencarian informasi (Information search) Konsumen tertarik mungkin mencari lebih banyak informasi atau mungkin tidak. Konsumen yang tergugah kebutuhannya akan terdorong untuk mencari informasi yang lebih banyak mengenai produk atau jasa yang ia butuhkan. Pencarian informasi dapat bersifat aktif maupun pasif. Informasi yang bersifat aktif dapat berupa kunjungan terhadap beberapa toko untuk membuat perbandingan harga dan kualitas produk, sedangkan pencarian informasi pasif, dengan membaca suatu pengiklanan di majalah atau surat kabar tanpa mempunyai tujuan khusus dalam perkiraannya tentang gambaran produk yang diinginkan. 3) Evaluasi alternatif (Alterntive evalution) Tahap proses keputusan pembeli di mana konsumen menggunakan informasi untuk mengevaluasi merek alternatif dalam sekelompok pilihan.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 4) Keputusan pembelian (Purchase decision) Keputusan membeli disini merupakan proses pembelian yang nyata. Jadi, setelah tahap-tahap sebelumnya dilakukan maka konsumen harus mengambil keputusan apakah membeli atau tidak. Bila konsumen memutuskan untuk membeli, konsumen akan menjumpai serangkaian keputusan yang harus diambil menyangkut jenis produk, merek, penjual, kuantitas, waktu pembelian dan cara pembayarannya. 5) Perilaku pascapembelian (Postpurchase behavior) Setelah membeli produk, konsumen akan mengalami level kepuasan atau ketidakpuasan. Gambar II.2 Tahap-tahap dalam proses keputusan pembelian Pengenalan Kebutuhan Pencarian Informasi Perilaku Pascapembelian Sumber: Kotler (2006) Evaluasi Alternatif Keputusan Pembelian

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. 25 Status Sosial Ekonomi Orang Tua Status sosial dapat diartikan sebagai posisi atau kedudukan seseorang dalam suatu kelompok masyarakat. Status sosial ekonomi merupakan kombinasi dari status sosial dan status ekonomi yang dimiliki seseorang dalam suatu kelompok. Status ekonomi kemungkinan besar merupakan pembentuk gaya hidup keluarga. Pendapat tersebut didukung oleh Hopkins yang menyatakan bahwa status sosial ekonomi merupakan hasil kombinasi dari status sosial dan status ekonomi dimana mencakup tingkat pendidikan, pekerjaan, jabatan, dan kepemilikan harta. Posisi atau kedudukan seseorang ditentukan oleh yang dia miliki serta dipandang penting oleh masyarakat. Semakin tinggi tingkat pendidikan, pekerjaan, jabatan dan kepemilikan harta seseorang maka semakin tinggi pula status sosial ekonomi di masyarakat. Melihat uraian di atas, dapat diuraikan unsur-unsur yang terdapat dalam status sosial ekonomi. Unsur-unsur tersebut antara lain: a. Pekerjaan Pekerjaan menjadi salah satu unsur penting dalam status sosial ekonomi seseorang sebab kebutuhan akan terpenuhi apabila seseorang tersebut bekerja. Keterpenuhan kebutuhan tersebut dapat menentukan status sosial ekonomi seseorang. Selain mendapatkan

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 pemenuhan kebutuhan, pekerjaan atau bekerja akan mendapatkan kepuasan jasmani. Menurut Soeroto (blog.ub.ac.id), pekerjaan adalah kegiatan yang menghasilkan barang dan jasa untuk diri sendiri maupun orang lain, baik orang melakukan dengan mendapatkan upah maupun tidak. Jika ditinjau dari aspek ekonomis bekerja dapat diartikan sebagai pekerjaan untuk menghasilkan barang dan jasa dengan maksud untuk memperoleh penghasilan baik berupa uang maupun baran dalam kurun waktu tertentu. Menurut pedoman ISCO (International Standart Clasification of Oecupation), (dikutip Prilanita, 2013) pekerjaan diklasifikasikan menjadi : 1) Profesional ahli teknik dan ahli jenis 2) Kepemimpinan dan ketatalaksanaan 3) Administrasi tata usaha dan sejenisnya 4) Jasa 5) Petani 6) Produksi dan operator alat angkut Dari berbagai klasifikasi pekerjaan diatas, orang akan dapat memilih pekerjaaan yang sesuai dengan kemampuan dan ketrampilan yang dimilikinya. Dalam masyarakat tumbuh kecenderungan bahwa orang yang bekerja akan lebih terhormat di mata masyarakat, artinya lebih dihargai secara sosial dan ekonomi,

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 akan tetapi ada pula pekerjaan yang kurang dihargai oleh masyarakat. Sehingga ststus sosial ekonomi pun dapat dilihat dari jenis pekerjaan yang dimilikinya. b. Pendapatan Seperti yang telah diuraikan di atas, bahwa pemenuhan kebutuhan pun menjadi salah satu tolok ukur penilaian status sosial ekonomi oleh masyarakat. Tentunya dalam memenuhi kebutuhan tersebut dibutuhkan pendapatan. Semakin tinggi pendapatan, semakin makmur, dan sejahtera, maka akan semakin dihargai di masyarakat. Pendapatan seseorang dapat memperlihatkan berada dalam golongan manakah orang tersebut. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa pendapatan menjadi salah satu pengaruh status sosial ekonomi. Biro pusat statistik mengkategorikan pendapatan sebagai berikut: 1) Pendapatan berupa uang adalah segala penghasilan berupa uang yang sifatnya regular dan diterima biasanya sebagai balas atau kontra prestasi, sumbernya berasal dari: a) Gaji dan upah yang diterima dari gaji pokok, kerja sampingan, kerja lembur dan kerja kadang-kadang. b) Usaha sendiri yang meliputi hasil bersih dari usaha sendiri, komisi, penjualan dari kerajinan rumah.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 c) Hasil investasi yakni pendapatan yang diperoleh dari hak milik tanah. Keuntungan serial yakni pendapatan yang diperoleh dari hak milik. 2) Pendapatan yang berupa barang, yaitu pembayaran upah dan gaji yang ditentukan dalam beras, pengobatan, transportasi, perumahan dan rekreasi. c. Pendidikan Dalam beberapa kasus, semakin tinggi status sosial ekonomi seseorang maka semakin tinggi pula tingkat pendidikan yang mereka tempuh. Hal tersebut mengingat bahwa untuk memiliki pendidikan yang tinggi, seseorang harus menyiapkan beberapa hal. Salah satunya adalah biaya. Biaya pendidikan akan semakin terpenuhi jika pendapatan yang diperoleh seseorang tersebut semakin tinggi. Dewasa ini pendidikan dapat dijadikan untuk meningkatkan harga diri seseorang. Banyak masyarakat yang memandang apabila seseorang tersebut mwmiliki gelar sarjana lebih memiliki status sosial ekonomi yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan seseorang yang notabennya hanya lulusan SD, SMP ataupun SMA. Masyarakat menganggap bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin tinggi gaji yang diterima, selain itu dalam hal mendapatkan kesempatan pekerjaan juga akan lebih baik. Oleh karena itu secara umum masyarakat mengkategorikan semakin

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 tinggi tingkat pendidikan konsumen, semakin tinggi pula status sosial ekonominya. d. Kepemilikan Harta Selain pekerjaan, pendapatan dan pendidikan yang menjadi tolok ukur status sosial ekonomi adalah kepemilikan harta seseorang tersebut. Semakin banyak seseorang itu memiliki sesuatu yang berharga seperti rumah, mobil, tanah, dll maka dapat dikatakan bahwa orang tersebut mempunyai kemampuan ekonomi yang tinggi dan mereka semakin dihormati oleh orang-orang disekitarnya. 3. Pengaruh Kelompok Referensi Siswa sebagai mahluk sosial tentunya memiliki kecenderungan untuk bergaul dengan orang lain dan terlibat dalam sebuah kelompok dalam lingkungan pergaulannya. Siswa adalah para anak muda yang memiliki hubungan persahabatan yang erat secara individual mupun kelompok. Kelompok persahabatan itu tentunya terbentuk dari adanya perasaan saling mengenal dan saling menerima antar anggota persahabatannya. Penerimaan tersebut dapat didasari oleh berbagai kesamaan yang dimiliki misalnya kebiasaan berbelanja, kebiasaan jalan-jalan, kebiasaan menonton film, kebiasaan mendengarkan musik dll.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Sebagai makhluk sosial, konsumen senantiasa berinteraksi dengan individu lain baik secara personal di dalam kelompok dan di luar kelompok. Diantara berbagai kelompok yang ada di masyarakat, bentuk kelompok yang mempunyai relevansi dengan perilaku konsumen adalah kelompok referensi. Kelompok dapat didefinisikan sebagai dua atau lebih orang yang berinteraksi untuk melakukan sesuatu guna mencapai tujuan. Menurut Engel (1994:166), istilah kelompok referensi didefinisikan sebagai “orang atau kelompok orang yang mempengaruhi secara bermakna perilaku individu”. Kelompok referensi memberikan standar (norma) dan nilai yang dapat menjadi perspektif penentu mengenai bagaimana seseorang berpikir atau berperilaku. Dan menurut Suryani (2013:161), kelompok referensi merupakan individu atau kelompok yang dijadikan rujukan yang memiliki pengaruh nyata bagi individu untuk melakukan keputusan dalam pembelian atau konsumsi. Menurut Suryani (2013:161), ditinjau dari intesitas dan kedekatan hubungan di antara anggota kelompok, kelompok dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: a. Kelompok Primer Kelompok primer adalah kelompok yang intensitas hubungannya kuat dan sering berinteraksi, misalnya keluarga,

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 tetangga, sahabat karib dan rekan kerja. Kelompok ini cenderung bersifat informal. b. Kelompok Sekunder Kelompok sekunder merupakan kelompok yang cenderung lebih resmi dan kurang terjadi interaksi yang berkesinambungan. Kelompok ini termasuk organisasi keagamaan, himpunan mahasiswa, dan serikat buruh. Berikut ini kelompok yang relevan dengan perilaku konsumen, antara lain: a. Keluarga Keluarga merupakan bentuk kelompok primer yang berperan penting dalam sosialisasi anggotanya terhadap perilaku penggunaan produk. Seorang ibu memiliki pengaruh yang kuata terhadap anak perempuan dalam mengkonsumsi produk-produk kecantikan, dan menanamkan kebiasaan-kebiasaan, termasuk kebiasaan pemilihan produk dalam berbelanja. b. Kelompok Persahabatan Kelompok persahabatan merupakan bentuk dari kelompok informal. Konsumen sebagai manusia (makhluk sosial) membutuhkan hubungan sosial melalui persahabatan. Bagi konsumen yang kebutuhan afiliasinya tinggi, keberadaan

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 kelompok persahabatan ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan sosial, bekerja sama, bergabung dan berinteraksi dengan orang lain. Kelompok persahabatan ini biasanya terbentuk karena adanya kesamaan dalam hal adanya kebutuhan sosial, hobi atau kegemaran, sikap dan perilaku. Jika salah satu anggota persahabatan berhasil dipengaruhi dalam membeli suatu produk, maka hal ini akan sangat membantu untuk mempengaruhi anggota lain di dalam kelompok persahabatan tersebut. c. Kelompok Sosial Formal Di dalam masyarakat terdapat sekelompok orang-orang yang secara formal membentuk suatu kelompok. Misalnya kelompok arisan PKK, kelompok keagamaan, perkumpulan olahraga, dan lain-lain. Kelompok ini memberi pengaruh yang kuat kepada anggota dalam menerima nilai-nilai yang diyakini dalam memilih majalah, buku bacaan, berpakaian dan aksesories yang digunakan. d. Kelompok Pembelanja Kelompok ini mulai banyak bermunculan di kota-kota, sekelompok anak muda yang punya kesenangan jalan-jalan di mall, cuci mata, dan berbelanja, karena kesamaan minat dan kebutuhan bergabung dalam satu kelompok. Suatu kelompok dapat dikatakan kelompok pembelanja jika terdiri dari dua orang

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 atau lebih yang suka berbelanja bersama dalam waktu yang sama apakah membeli makanan, pakaian, aksesoris, sepatu, tas, dan lain-lain. e. Kelompok Kerja Bagi konsumen yang bekerja yang sebagian besar waktunya dihabiskan di tempat kerja, keterlibatan dalam kelompok kerja menjadi hal yang penting. Disela-sela pekerjaan inilah kadang-kadang interaksi melalui komunikasi tidak hanya terbatas pada masalah pekerjaan tetapi juga berkenaan dengan masalah sehari-hari termasuk perilaku belanja seperti pemilihan merek, dan respon terhadap hal-hal terkini mengenai produk yang dipasarkan di pasar. f. Kelompok Gerakan Konsumen Konsumen yang memiliki kesadaran atas hak-haknya sebagai konsumen dan menyadari pentingnya kontrol terhadap pemenuhan hak-hak konsumen membentuk suatu kelompok yang disebut sebagai kelompok gerakan konsumen. 4. Motivasi Berbelanja Motivasi dapat digambarkan sebagai tenaga pendorong dalam diri individu yang memaksa mereka untuk bertindak (Schiffman dan Kanuk, 2007). Tenaga pendorong tersebut dihasilkan oleh keadaan

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 tertekan, yang timbul sebagai akibat kebutuhan yang tak terpenuhi. Individu secara sadar maupun tidak sadar berjuang untuk mengurangi ketegangan tersebut melalui perilaku yang mereka harapakan akan memenuhi kebutuhan mereka dan dengan demikian akan membebaskan mereka dari tekanan yang mereka rasakan. Tujuan tertentu yang mereka pilih dan pola tindakan yang mereka lakukan untuk mencapai tujuan tersebut merupakan hasil pemikiran dan proses belanja individu (Schiffman dan Kanuk, 2007:72). Gambar II.3 di bawah ini menyajikan model proses motivasi konsumen khususnya dalam belanja: Gambar II.3 Model Proses Motivasi Belajar Kebutuhan, keinginan, dan hasrat yang belum terpenuhi Ketegangan Perilaku Dorongan Pemenuhan tujuan atau kebutuhan Proses kesadaran Pengurangan ketegangan Sumber: Schiffman dan Kanuk (2007) Gambar II.3 di atas menggambarkan bahwa motivasi sebagai keadaan tertekan karena kebutuhan yang membuat individu melakukan perilaku yang menuntut anggapannya akan memuaskan

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 kebutuhan dan dengan demikian akan mengurangi ketegangan. Tujuan khusus yang ingin dicapai konsumen dan rangkaian tindakan yang mereka ambil untuk pencapaian suatu tujuan, dipilih atas dasar proses berpikir (kesadaran) dan proses belajar sebelumnya. Konsumen sangat beraneka ragam perilakunya dalam berbelanja, dan perilaku berbelanja berkaitan erat dengan motivasi mereka untuk berbelanja. Bagi suatu perusahaan mengetahui motivasi berbelanja konsumen tentunya sangatlah penting karena motivasi merupakan faktor pendorong seseorang untuk mengetahui kebutuhan dan keinginannya agar mencapai kepuasan. Menurut Engel (1994) faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi konsumen terhadap keputusan pembelian meliputi produk, harga, pelayanan, dan lokasi. a. Produk Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan dipasar untuk menarik perhatian, penggunaan, atau konsumsi yang dapat memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan (Kotler, 2006:266). Unsur-unsur yang terkait dengan suatu produk adalah kualitas, pilihan yang ada (options), gaya, merek, pengemasan, penampilan (features), ukuran, jenis (product lines), Macam (product items), jaminan, dan pelayanan. Kualitas produk adalah ukuran seberapa baik unjuk kerja produk dan seperapa lama unjuk kerjanya. Para pembeli mengagumi produk-produk yang dibuat secara baik serta dapat

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 menghargai mutu dan kinerja (Kotler,2006). Kebanyakan produk disediakan pada mulanya berawal pada satu di Antara empat tingkat kualitas, yaitu kualitas rendah, kualitas rata-rata (sedang), kualitas baik (tinggi), dan kualitas sangat baik. Konsumen lebih menyukai toko atau tempat belanja yang menawarkan bermacam-macam produk dan merek, atau terdapat berbagai pilihan seperti warna, ukuran, gaya, daripada toko yang hanya menyediakan jenis pilihan yang hanya sedang-sedang saja. Merek adalah nama, istilah, simbol, tanda, rancangan atau kombinasi dari hal-hal tersebut, dengan maksud untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari seseorang atau sekelompok penjual dan untuk membedakannya dari produk pesaing. Merek merupakan faktor pembeda yang penting. Seperti halnya produk, dalam berbelanja konsumen juga menginginkan adanya keragaman merek untuk suatu produk tertentu. b. Harga Motivasi berbelanja akan juga dipengaruhi oleh harga misalnya seorang konsumen dengan pertimbangan ekonomis akan memilih harga yang sesuai dengan kemampuannya. Konsumen memiliki gambaran mengenai harga barang dagangan pada setiap toko yang dikenalnya, yang merupakan penetapan harga dalam toko tersebut.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Diskon (potongan harga) merupakan modifikasi harga dasar penjualan untuk menghargai pelanggan atas tindakan-tindakannya seperti pembayaran diawal, kuantitas pembelian, dan pembelian di luar musim. Tindakan itu bermaksud untuk menarik konsumen agar tetap menjadi pelanggan dan mau melakukan tindakan yang membawa keuntungan bagi perusahaan. c. Pelayanan Keputusan konsumen mengenai produk atau jasa yang akan dibeli sering tergantung dengan pelayanan penjual. Suatu penjualan produk tentunya sangat ditentukan pula oleh baik tidaknya pelayanan yang diberikan oleh suatu perusahaan dalam memasarkan produknya. Pelayanan dapat memotivasi konsumen karena hal ini menyangkut suasana toko tersebut baik dari segi pramuniaga yang ramah, fasilitas yang diberikan, dan lain sebagainya. Pelayanan dapat mencakup pelayanan sewaktu penawaran, pelayanan dalam pembelian, dan pada saat penyerahan produk yang dijual, dan lain sebagainya. d. Lokasi Pada umumnya konsumen akan memilih toko yang dekat dengan tempat tinggal mereka. Lokasi yang bagus adalah lokasi yang letaknya strategis baik dari segi transportasi yang menggambarkan mudahnya lokasi tersebut dijangkau, misalnya ketersediaan sarana angkutan umum.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. 38 Remaja Masa remaja merupakan periode peralihan antara masa kanakkanak dan dewasa. Pada masa ini remaja mulai mencari identitas dirinya, sehingga seseorang yang berada dalam masa remaja akan sangat mudah berpengaruh oleh sesuatu atau berbagai hal di sekelilingnya, baik itu yang positif maupun yang negatif. Hal ini cenderung terjadi karena kondisi emosi remaja yang tidak stabil dan cenderung sensitif terhadap semua hal yang berkaitan dengan pribadinya dan permasalahan-permasalahan dalam dirinya. Dengan adanya perubahan pada usia remaja tersebut, maka terbentuklah suatu pola konsumsi yang dapat berkembang menjadi pola konsumtif. Sedangkan dalam Santrock (2007) menjelaskan definisi remaja memerlukan pertimbangan tentang usia dan pengaruh dari faktor sosial-sejarah sehingga remaja (adolescene) dapat diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa, yang melibatkan perubahan-perubahan biologis, kognitif, dan sosioemosional. a. Masa Remaja Rosandi (dikutip Wagner, 2009) membagi masa remaja menjadi beberapa tahap yaitu: 1) Remaja awal (early adolescent) pada usia 11-14 tahun. Remaja awal biasanya berada pada tingkat SMP, perubahan

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 yang terjadi pada masa ini sangat cepat, baik pertumbuhan fisik dan kapasitas intelektual. Pada masa ini tugas perkembangannya lebih dipengaruhi oleh perubahan fisik dan mental yang cepat, yaitu adaptasi dan penerimaan keadaan tubuh yang berubah. 2) Remaja pertengahan (middle adolescent) pada usia 15-18 tahun, biasanya duduk di bangku SMU. Pada masa ini remaja secara fisik menjadi percaya diri dan mendapatkan kebebasan secara psikologi dari orang tua, memperluas pergaulan dengan teman sebaya dan mulai mengembangkan persahabatan dan keterkaitan dengan lawan jenis. 3) Remaja akhir (late adolescent) pada usia 18-21 tahun. Umumnya terjadi pada akhir SMU sampai individu mencapai kematangan fisik, emosi dan kesadaran akan keadaan sosialnya, memiliki identitas personal dalam relasinya dengan orang lain, mengetahui peran sosial, sistem nilai dan tujuan dalam hidupnya. b. Remaja Sebagai Konsumen Kelompok usia remaja adalah salah satu pasar potensial bagi produsen. Alasannya antara lain karena perilaku konsumsi seseorang terbentuk pada usia remaja. Di sisi lain, remaja biasanya mudah terbujuk rayuan iklan, tidak realistis, meniru teman, dan cenderung boros dalam menggunakan uangnya. Sifat-

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 sifat remaja inilah yang dimanfaatkan oleh sebagian produsen untuk memasuki pasar remaja. Adanya mall, cafe, supermarket, department store, dan tempat belanja maupun hang out lainnya telah menjadi rumah kedua bagi remaja yang memiliki orang tua dengan kelas ekonomi yang cukup berada dan tinggal di kota-kota besar. Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka juga dapat mengikuti mode yang sedang beredar. Padahal mode itu sendiri selalu berubah sesuai perkembangan waktu, sehingga para remaja tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Pada akhirnya, muncullah perilaku konsumtif. Kaum remaja merupakan pembeli potensial untuk produkproduk seperti kosmetik, pakaian, sepatu, aksesoris, dan kaset. Hal ini disebabkan oleh sifat-sifat remaja yang mudah terbujuk dengan rayuan iklan, suka ikut-ikutan teman atau alasan konformitas yang tidak realistis serta cenderung boros dalam menggunakan uangnya untuk keperluan rekreasi dan hobi. Remaja lebih banyak berada di luar rumah bersama dengan teman-teman sebaya sebagai kelompok, maka dapatlah dimengerti bahwa pengaruh teman-teman sebaya pada sikap, pembicaraan, minat, penampilan, dan perilaku lebih besar daripada pengaruh keluarga.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 B. Kajian Hasil Penelitian yang Relevan Dalam penelitian ini peneliti belum menemukan peneliti lain yang meneliti hal yang sama tentang perbedaan perilaku konsumsi ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua, kelompok referensi, dan motivasi berbelanja pada siswa. Namun, ada terdapat penelitian yang meneliti perilaku konsumsi, seperti: 1. Penelitian Farida Indrayani Purwaningtiyas (2005) Penelitian yang dilakukan Farida meneliti tentang: perbedaan perilaku konsumsi masyarakat ditinjau dari status sosial ekonomi dan intensitas kebutuhan (studi kasus: Masyarakat RW VIII, kampong Gedongkiwo, Kelurahan Gedungkiwo, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta). Tujuan penelitian adalah untuk menguji dan menganalisis tentang perbedaan perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi barang primer, sekunder, dan tersier ditinjau dari status sosial ekonomi. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat, paling tidak bias digunakan sebagai refleksi, sehingga masyarakat bias bersikap lebih bijaksana dan lebih rasional dalam membelanjakan uangnya terutama untuk membeli barang-barang konsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) ada perbedaan perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi barang primer ditinjau dari status sosial ekonomi, yaitu konsumen yang berstatus sosial ekonomi rendah

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 dan sedang mempunyai perilaku yang rasional dalam mengkonsumsi barang primer, sedangkan konsumen yang berstatus sosial tinggi mempunyai perilaku tidak rasional dalam mengkonsumsi barang primer. 2) ada perbedaan perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi barang sekunder ditinjau dari status sosial ekonomi, yaitu konsumen yang berstatus sosial ekonomi rendah dan sedang mempunyai perilaku yang rasional dalam mengkonsumsi barang sekunder, sedangkan konsumen yang berstatus sosial tinggi mempunyai perilaku tidak rasional dalam mengkonsumsi barang sekunder. 3) ada perbedaan perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi barang tersier ditinjau dari status sosial ekonomi, yaitu konsumen yang berstatus sosial ekonomi rendah mempunyai perilaku yang rasional dalam mengkonsumsi barang tersier, sedangkan konsumen yang berstatus sosial sedang dan tinggi mempunyai perilaku tidak rasional dalam mengkonsumsi barang tersier. C. Kerangka Teoretik 1. Perbedaan perilaku konsumsi ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua pada siswa Perilaku konsumsi siswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah status sosial ekonomi orang tua. Status sosial ekonomi memiliki beberapa unsur seperti pekerjaan, pendapatan, pendidikan dan kepemilikan harta. Perilaku konsumsi siswa-siswi tak

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 lepas dari status sosial ekonomi orang tuan. Dalam hal ini keadaan ekonomi keluarga sangat berperan utama sebab yang menentukan jumlah uang saku terhadap anaknya adalah orang tua. Perilaku konsumsi yang berlebihan saat ini jarang disadari oleh orang tua dan putra-putrinya. Hal tersebut dapat disebabkan karena adanya pola pikir seseorang yang ingin mengikuti kemajuan jaman. Seperti halnya ingin mengikuti mode pakaian, tas, sepatu, aksesories yang sedang ngetrend, dan mengkonsumsi produk barang atau jasa lainnya. Status sosial ekonomi orang tua yang rendah dan yang tinggi akan berbeda dalam hal perilaku konsumsinya. Orang tua yang memiliki penghasilan tinggi siswa cenderung memiliki gaya hidup yang tinggi pula dan orang tua yang memiliki penghasilan rendah maka siswa akan cenderung memiliki gaya hidup sederhana. Orang tua yang berstatus sosial ekonomi yang tinggi seringkali memberi uang saku berlebih pada anaknya dengan tujuan untuk membeli barangbarang kebutuhan yang berkaitan dengan pendidikan, tetapi oleh siswa seringkali disalahgunakan, sehingga mereka sering tidak rasional dalam berkonsumsi.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 2. Perbedaan perilaku konsumsi ditinjau dari pengaruh kelompok referensi pada siswa Kelompok referensi juga mempunyai pengaruh terhadap perilaku konsumsinya. Siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta pada dasarnya memiliki banyak kegiatan baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Dengan demikian lingkup pergaulan siswa sangat luas. Saat ini banyak remaja khususnya siswa-siswi SMA ingin mengaktualisasikan dirinya seperti apa yang dilihatnya di dalam media massa. Hal ini dilakukan karena mereka ingin tampil seperti tokoh yang diidolakan maupun bintang film yang dilihatnya. Selain itu kebiasaan berkumpul dengan teman-teman sebayanya atau terdekatnya dapat mengubah perilaku konsumsinya sesuai dengan teman-teman dalam lingkungan pergaulannya agar dapat diterima dan diakui sebagai anggota kelompok tersebut. Siswa biasanya merasa tidak percaya diri bila tidak dapat memakai barang ataupun jasa seperti apa yang dipakai teman-temannya sehingga mereka berusaha keras untuk mendapatkannya. Namun hal ini akan berbeda perilaku konsumsinya dengan apa yang dianjurkan oleh anggota keluarganya. Sehingga siswa dapat memilih dan membeli suatu produk yang dimiliki bintang film, tokoh idola, yang dianjurkan oleh anggota keluarga, dan digunakan oleh teman terdekatnya. Siswa cenderung terdorong untuk membeli produk tersebut untuk mengaktualisasikan diri, dan tidak

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 mementingkan bagaimana fungsi dan manfaat barang yang akan dikonsumsi. 3. Perbedaan perilaku konsumsi ditinjau dari motivasi berbelanja pada siswa Siswa memiliki motivasi berbelanja yang berbeda-beda, hal ini akan terlihat pada perilaku konsumsinya. Motivasi berbelanja merupakan proses dimana individu mengenal kebutuhannya dan mengambil tindakan untuk memuaskan kebutuhan dengan membeli barang atau jasa yang diinginkan. Motivasi berbelanja siswa untuk membeli barang dapat dilihat melalui produk itu sendiri, harga, dan lokasi. Siswa dapat melakukan kegiatan berbelanja karena produk tersebut memiliki kualitas dan ketersediaan produk yang bagus, serta memiliki keragaman merek. Namun ada juga siswa yang termotivasi untuk berbelanja karena barang tersebut terjangkau atau bahkan terdapat pemotongan harga (discount), serta lokasi yang mudah dijangkau. Tentunya motivasi berbelanja antara siswa yang satu dengan yang lainnya berbeda, tergantung pada dorongan yang ada pada dalam diri siswa tersebut. Motivasi berbelanja yang kuat tentunya akan mendorong perilaku konsumtif pada siswa tersebut.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Berdasarkan uraian di atas maka dirumuskan model penelitian sebagai berikut : Status Sosial Ekonomi Pengaruh Kelompok Referensi Perbedaan Perilaku Konsumsi Siswa Motivasi Berbelanja Gambar II.4 Bagan Kerangka Pemikiran D. Hipotesis Berdasarkan latar belakang penelitian, rumusan masalah dan landasan teori di atas maka dalam penelitian ini hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Terdapat perbedaan perilaku konsumsi siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua. 2. Terdapat perbedaan perilaku konsumsi siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta ditinjau dari pengaruh kelompok referensi. 3. Terdapat perbedaan perilaku konsumsi siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta ditinjau dari motivasi berbelanja.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian komparatif. Penelitian komparatif merupakan penelitian yang bersifat membandingkan. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan dua atau lebih fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang di teliti berdasarkan kerangka pemikiran tertentu. Metode penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah penelitian survei yaitu penelitian yang mengumpulkan informasi tentang tindakan, karakteristik, pendapat dari sekelompok responden yang dijadikan representatif yang dianggap sebagai populasi. Fokus penelitian survei ini adalah survei sampel yaitu tidak melibatkan seluruh populasi melainkan sampel dari populasi tersebut. B. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. 2. Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah perilaku konsumsi, status sosial ekonomi orang tua, pengaruh kelompok referensi, dan motivasi berbelanja. 47

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 C. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat penelitian dilakukan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Adapun alasan memilih lokasi tersebut yaitu: a. Remaja sebagai bagian dari masyarakat yang terbesar merupakan sasaran bagian tayangan media massa dan periklanan lainnya yang memuat berbagai konsumsi dan gaya hidup masyarakat modern. Masyarakat yang paling setia mengikuti trend perkembangan jaman adalah para remaja putra dan putri yang bersekolah di SMA. b. Siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta berasal dari status sosial ekonomi yang berbeda-beda, baik dari tingkat pendidikan, pendapatan, pekerjaan dan kepemilikan harta orangtuanya. Sehingga hal ini dapat mendukung kelengkapan data dalam penelitian ini. c. Siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta memiliki penampilan yang mengikuti arus mode remaja saat ini, disamping itu juga mereka banyak yang mengikuti kegiatan atau kursus di luar sekolah untuk meningkatkan kepribadiannya atau mengisi waktu luangnya. 2. Waktu Penelitian Penelitian dilakukan pada bulan Mei hingga Juli 2014.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 D. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Populasi menunjuk pada sejumlah individu yang paling sedikit mempunyai satu sifat atau ciri yang sama untuk diteliti. Adapaun populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas X dan XI SMA Negeri 6 Yogyakarta dengan jumlah 514 orang. 2. Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2010). Cara menentukan ukuran sampel yang diambil dari populasi diketahui, maka rumus yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu: Keterangan: ( ) n = jumlah sampel N = jumlah populasi e = error level 10% (tingkat kesalahan sebesar 10%)

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 maka dengan menggunakan rumus diatas diperoleh sampel sebesar: ( ) Berdasarkan perhitungan diatas, diperoleh hasil jumlah sampel yang diperlukan untuk penelitian ini sebanyak 77 responden. 3. Teknik Pengambilan Sampel Pengambilan sampel dilakukan secara proportionate stratified random sampling. Menurut Sugiyono (2010), teknik proportionate stratified random sampling, adalah teknik penentuan sampel digunakan bila populasi memiliki anggota atau unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proposional. Maka jumlah sampel yang diambil berdasarkan masing-masing bagian tersebut ditentukan kembali dengan rumus: N = (populasi kelas/ jumlah populasi keseluruhan) x jumlah sampel yang ditentukan

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kelas 10 : (254/514) x 77 = 38,05 dibulatkan 38 Kelas 11 : (260/514) x 77 = 38,95 dibulatkan 39 51 Keseluruhan sampel kelas tersebut adalah 38 + 39 = 77 sampel. Namun, peneliti menggunakan sampel sebanyak 80 responden agar mempermudah dalam penghitungan. E. Data yang Dicari Berdasarkan variabel-variabel yang diteliti, maka data yang dibutuhkan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Data Primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari subjek penelitian (responden) tentang apa yang diteliti. Data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui kuesioner yang diisi oleh responden. 2. Data sekunder, yaitu data yang tidak diperoleh langsung dari subjek penelitian (responden), tetapi diperoleh dari monografi SMA tersebut. Adapun data yang dicari adalah: a. Keadaan geografis b. Keadaan demografis c. Data siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 F. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah suatu atribut dari orang atau objek yang mempunyai variasi antara satu dengan yang lainnya dalam kelompok tersebut (Sugiyono, 2010). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel penelitian yaitu perilaku konsumsi, status sosial ekonomi orang tua, kelompok referensi, dan motivasi berbelanja. 2. Definisi Operasional a. Perilaku Konsumsi Perilaku Konsumsi adalah tindakan siswa dalam mengkonsumsi atau membeli suatu barang (pakaian, tas, sepatu, makanan, minuman, dan lain-lain) untuk memuaskan kebutuhan atau keinginan mereka. Indikator untuk mengukur variabel perilaku konsumsi adalah: 1) Perilaku siswa dalam memilih tempat perbelanjaan 2) Perilaku siswa dalam mengkonsumsi makanan dan minuman 3) Perilaku siswa dalam menggunakan uang saku 4) Perilaku siswa dalam mengisi waktu luang 5) Perilaku siswa dalam memilih barang-barang branded

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Dalam penelitian ini, peneliti menghitung skor rata-rata (mean) dan standar deviasi untuk setiap item pertanyaan. Analisis dilakukan pada masing-masing item pertanyaan. Rumus digunakan dalam mencari mean dan standar deviasi adalah sebagai berikut: Mean = Standar Deviasi = √∑( ( ) ̅) (Sumber: Sugiyono, 2010) Keterangan: ̅ = rata-rata (mean) Xi = jumlah skor N = jumlah responden Namun dalam penelitian ini, untuk mencari jumlah mean dan standar deviasi dilakukan dengan bantuan program SPSS. Mean dan standar deviasi dalam variabel ini sebagai berikut: Tabel III.1 Mean dan Standar Deviasi Variabel Perilaku Konsumsi Responden Varibel N Mean Standar Deviasi Perilaku Konsumsi 80 20,95 2,85 Sumber: Data primer, diolah 2014 Untuk mengetahui penilaian perilaku konsumsi siswa SMA negeri 6 Yogyakarta, dapat ditunjukkan dengan memasukkan nilai mean dan standar deviasi yang diperoleh dengan interval di bawah ini:

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Tabel III.2 Interval Rata-rata Penilaian Responden Terhadap Perilaku Konsumsi Perilaku Konsumsi Rumus Interval Interval Rasional X < M – SD 15 – 18,10 Cukup Rasional M – SD ≤ X < M + SD 18,10 – 23.80 Tidak Rasional M + SD ≤ X 23,80 – 27 Sumber: Data primer, data diolah 2014 Kategori perilaku konsumsi siswa dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu: 1) Perilaku konsumsi rasional Perilaku konsumsi rasional dalam penelitian ini berarti siswa membeli atau mengkonsumsi suatu barang atas dasar kebutuhan. Siswa yang mempunyai sifat yang rasional, yaitu siswa membeli barang yang benar-benar dibutuhkan, siswa tidak memiliki kebiasaan berbelanja di mall atau department store, mutu atau kualitas barang baik atau dengan kata lain siswa tidak terlalu mementingkan merk pada barang tersebut, siswa membeli dengan harga yang sesuai kemampuan siswa. Oleh karena itu, siswa yang berada dalam kelompok ini memiliki perilaku konsumsi yang didasarkan oleh kebutuhan yang rasional dan dapat mengontrol pengeluarannya. 2) Perilaku konsumsi cukup rasional Perilaku konsumsi cukup rasional dalam penelitian ini berarti siswa membeli atau mengkonsumsi suatu barang atas dasar

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 kebutuhan dan keinginan. Siswa yang memiliki perilaku konsumsi cukup rasional, yaitu siswa terkadang membeli barang karena kebutuhannya namun terkadang membeli karena ada bursa obral, diskon, atau bonus-bonus. Siswa tidak selalu berbelanja di mall atau department store, siswa mengisi waktu luangnya untuk belajar dan mengunjungi pusat keramaian, siswa tidak harus selalu makan dengan harga yang mahal. Dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumsi cukup rasional ini siswa tidak selalu bertindak rasional tetapi juga terkadang bertindak irasional. 3) Perilaku konsumsi kurang rasional Perilaku konsumsi kurang rasional dalam penelitian ini berarti siswa tersebut mengkonsumsi atau membeli barang tanpa memikirkan kegunaanya terlebih dahulu. Perilaku konsumsi ini hanya memuaskan kepuasan atau keinginan semata, seperti siswa cenderung boros dalam menggunakan uangnya, siswa memiliki kebiasaan berbelanja di mall, siswa mengisi waktu luangnya dengan berkunjung ke tempat hiburan (mall, game center, cafe, dll), siswa membeli barang-barang branded padahal tidak terlalu membutuhkannya, siswa membeli barang yang kurang dapat memberikan kegunaan optimal. Oleh karena itu, siswa yang berada dalam kelompok ini memiliki perilaku konsumsi yang tidak didasarkan oleh kebutuhan yang rasional dan kurang dapat mengontrol pengeluarannya.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 b. Status Sosial Ekonomi Orang Tua Status Sosial itu sendiri merupakan posisi atau kedudukan seseorang dalam suatu kelompok masyarakat. Unsur-unsur status sosial mencakup pendidikan, jabatan, pendapatan, pekerjaan, kepemilikan harta benda dan lainnya yang dimiliki oleh seseorang di dalam suatu masyarakat. Indikator dalam status sosial ekonomi orang tua ialah sebagai berikut: 1. Pendidikan orang tua Pendidikan orang tua merupkan tingkat pendidikan formal terakhir yang ditempuh oleh anggota hingga mendapatkan bukti kelulusan. Tingkat pendidikan yang dicapai oleh orang tua (ayah) antara lain: a) Tidak tamat SD b) Tamat SD c) Tamat SMP d) Tamat SMA/SMK e) Lulus Akademi (DIII) f) Lulus Sarjana (S1) g) Lulus Pascasarjana (S2 dan S3)

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Berdasarkan tingkat pendidikan di atas, peneliti membagi menjadi 5 kelompok, yaitu: 2. Kelompok 1: A-B diberi skor 1 Kelompok 2: C-D diberi skor 2 Kelompok 3: E diberi skor 3 Kelompok 4: F diberi skor 4 Kelompok 5: G diberi skor 5 Pekerjaan orang tua Pekerjaan orang tua merupakan kegiatan pokok yang dilakukan oleh orang tua (ayah) untuk memperoleh penghasilan. James J. Spillane mengelompokkan pekerjaan atau jabatan ke dalam Sembilan kelompok sebagai berikut : Tabel III.3 Golongan Golongan A Pekerjaan Meninggal dunia, Pensiunan, Tidak mempunyai pekerjaan. Golongan B Buruh nelayan, Buruh tani, Petani kecil, Penebang kayu. Golongan C Petani penyewa, Buruh tidak tetap, Penarik becak. Golongan D Pembantu, Penjual Keliling, Tukang cuci. Golongan E Seniman, Buruh tetap, Montir, Pandai besi, Penjahit, Sopir bus/colt, Tukang kayu, Tukang listrik, dan Tukang mesin. Golongan F Pemilik bus/colt, Pengawas Keamanan, Petani, Pemilik tanah, Pegawai sipil (ABRI), Mandor,

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pemilik perusahaan/toko/pabrik, 58 Pedagang, Pegawai kantor,Peternak, Tuan tanah. Golongan G ABRI (Tamtama s/d Bintara), Pegawai badan hukum, Kepala kantor pos cabang, Manajer perusahaan kecil, Supervisor/pengawas, Pamong kerja, Guru SD, Kepala bagian, Pegawai negeri sipil (Golongan I A s/d I D). Golongan H Guru SMA/SMP, Perawat, Pekerja sosial, Perwira ABRI (Letda, Lettu, Kapten), PNS (Golongan II A s/d II D), Kepala sekolah, Kontraktor, Wartawan. Golongan I Ahli hukum, Manajer perusahaan, Ahli ilmu tanah, Apoteker, Arsitek, Dokter, Dosen/guru besar, Gubernur, Kepala kantor, Menteri PNS (Golongan III A ke atas), Pengarang, Peneliti, Pilot, Walikota/Bupati, Kontraktor besar. Berdasarkan penggolongan di atas, peneliti membagi menjadi 5 golongan, yaitu: Golongan 1: A diberi skor 1 Golongan 2: B – D diberi skor 2 Golongan 3: E diberi skor 3 Golongan 4: F diberi skor 4 Golongan 5: G – I diberi skor 5

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. 59 Penghasilan orang tua Pendapatan orang tua merupakan jumlah total penerimaan anggota dari penghasilan pokok, penghasilan sampingan yang berupa uang selama satu bulan. Untuk melihat tinggi rendahnya pendapatan yang diterima orang tua, diberikan alternatif 5 pilihan. Pendapatan minimum mengacu pada pendapatan minimum (UMK) yang telah berlaku di Yogyakarta tahun 2014, yaitu Rp. 1.173.300,00. Adapun alternatif pilihan jumlah penghasilan tersebut antara lain: a) Penghasilan kurang dari Rp 1.200.000,00 (diberi skor 1) b) Penghasilan antara Rp 1.200.000,00 – Rp 1.750.000,00 (diberi skor 2) c) Penghasilan antara Rp 1.751.000,00 – Rp 2.300.000,00 (diberi skor 3) d) Penghasilan antara Rp 2.310.000,00 – Rp 2.850.000,00 (diberi skor 4) e) Penghasilan lebih dari Rp 2.850.000,00 (diberi skor 5) 4. Kepemilikan harta atau fasilitas yang dimiliki Selain pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan, kepemilikan harta atau fasilitas yang dimiliki seseorang pun dapat menunjukkan bahwa orang tersebut berada dalam status sosial ekonomi rendah, sedang, atau tinggi. Hal ini dapat dilihat melalui:

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a) Jumlah biaya pemakaian listrik dalam sebulan: (1) Rp 0 – Rp 50.000 diberi skor 1 (2) Rp 51.000 – Rp 100.000 diberi skor 2 (3) Rp 101.000 – Rp 200.000 diberi skor 3 (4) Rp 201.000 – Rp 300.000 diberi skor 4 (5) Lebih dari Rp 300.000 diberi skor 5 b) Status rumah atau tempat tinggal (1) Kos atau asrama diberi skor 1 (2) Kontrak diberi skor 2 (3) Rumah Dinas diberi skor 3 (4) Rumah Saudara diberi skor 4 (5) Rumah Sendiri diberi skor 5 c) Bacaan koran langganan (1) Tidak berlangganan diberi skor 1 (2) Tribun atau Radar Yogyakarta diberi skor 2 (3) Kedaulatan Rakyat diberi skor 3 (4) Jawa Pos diberi skor 4 (5) Kompas diberi skor 5 d) Jenis kendaraan yang digunakan sehari-hari (1) Angkutan umum diberi skor 1 (2) Sepeda diberi skor 2 (3) Sepeda motor diberi skor 3 (4) Mobil diberi skor 4 60

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (5) Lebih dari satu jenis kendaraan 61 diberi skor 5 Dalam penelitian ini, peneliti menghitung skor rata-rata (mean) dan standar deviasi untuk setiap item pertanyaan. Analisis dilakukan pada masing-masing item pertanyaan. Rumus digunakan dalam mencari mean dan standar deviasi adalah sebagai berikut: Mean = Standar Deviasi = √∑( ( ) ̅) (Sumber: Sugiyono, 2010) Keterangan: ̅ = rata-rata (mean) Xi = jumlah skor N = jumlah responden Namun dalam penelitian ini, untuk mencari jumlah mean dan standar deviasi dilakukan dengan bantuan program SPSS. Mean dan standar deviasi dalam variabel ini sebagai berikut: Tabel III.4 Mean dan Standar Deviasi Variabel Status Sosial Ekonomi Responden Varibel N Mean Standar Deviasi Status Sosial EKonomi 80 24,80 5,20 Sumber: Data primer, diolah 2014

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Untuk mengetahui penilaian status sosial ekonomi siswa SMA Negeri 6 Yogyakarta, dapat ditunjukkan dengan memasukkan nilai mean dan standar deviasi yang diperoleh dengan interval di bawah ini Tabel III.5 Interval Rata-rata Penilaian Responden Terhadap Status Sosial Ekonomi Status Sosial Ekonomi Rumus Interval Interval Rendah X < M – SD 11 – 19,60 Sedang M – SD ≤ X < M + SD 19,60 – 30 Tinggi M + SD ≤ X 30 - 35 Sumber: Data primer, data diolah 2014 Kategori status sosial ekonomi orang tua dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu: 1) Status sosial ekonomi tinggi Status sosial ekonomi tinggi dalam penelitian ini berarti orang tua tersebut memiliki pendidikan, pekerjaan, penghasilan, dan kepemilikan harta yang tinggi. Status sosial ekonomi orang tua termasuk tinggi apabila memenuhi kriteria yaitu: pendidikan terakhir orang tua adalah diploma ataupun sarjana, gaji diatas UMR (skor 4 dan 5) dan pekerjaan orang tua dalam golongan G, H dan I. Fasilitas yang dimiliki dengan skor 4 dan 5. Oleh karena itu, orang tua siswa yang berada dalam kelompok ini memiliki perilaku konsumsi yang lebih tinggi. 2) Status sosial ekonomi sedang Status sosial ekonomi sedang dalam penelitian ini berarti orang tua tersebut memiliki pendidikan, pekerjaan, penghasilan,

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 dan kepemilikan harta yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Status sosial ekonomi orang tua termasuk sedang apabila memenuhi kriteria yaitu: pendidikan terakhir orang tua adalah SMP atau SMA, gaji UMR (skor 2 dan 3) dan pekerjaan orang tua dalam golongan E. Fasilitas yang dimiliki dengan skor 3. Dengan kata lain, orang tua siswa yang berada dalam kelompok ini memiliki status sosial ekonomi yang biasa saja. 3) Status sosial ekonomi rendah Status sosial ekonomi rendah dalam penelitian ini berarti orang tua tersebut memiliki pendidikan, pekerjaan, penghasilan, dan kepemilikan harta yang rendah atau menengah kebawah. Status sosial ekonomi orang tua termasuk rendah apabila memenuhi kriteria yaitu: pendidikan terakhir orang tua adalah SD atau tidak tamat SD, gaji dibawah UMR (skor 1) dan pekerjaan orang tua dalam golongan A, B, C, dan D. Fasilitas yang dimiliki dengan skor 1 dan 2. c. Pengaruh Kelompok Referensi Pengaruh kelompok referensi adalah pengaruh dari seorang individu atau sekelompok orang yang secara nyata memberikan pengaruh secara langsung maupun tidak langsung dalam keputusan pembelian dan konsumsi. Variabel ini diukur melalui 3 indikator, yaitu memilih produk tertentu yang dimiliki oleh tokoh idola, yang

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 dianjurkan orang tua, dan yang digunakan oleh teman-teman terdekat (sahabat). 1) Frekuensi memilih produk tertentu yang dimiliki oleh tokoh idola Tabel III.6 Frekuensi memilih produk tertentu yang dimiliki oleh tokoh idola Pernyataan Skor Tidak Pernah Jarang Sering Selalu 1 2 4 5 2) Frekuensi memilih produk tertentu yang dianjurkan oleh anggota keluarga Tabel III.7 Frekuensi memilih produk tertentu yang dianjurkan oleh orang tua Pernyataan Skor Tidak Pernah Jarang Sering Selalu 1 2 3 4 3) Frekuensi memilih produk tertentu yang digunakan oleh teman terdekat (sahabat) Tabel III.8 Frekuensi memilih produk tertentu yang digunakan oleh teman terdekat (sahabat) Pernyataan Tidak Pernah Jarang Sering Selalu Skor 1 2 3 4

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Dalam penelitian ini, peneliti menghitung skor rata-rata (mean) dan standar deviasi untuk setiap item pertanyaan. Analisis dilakukan pada masing-masing item pertanyaan. Rumus digunakan dalam mencari mean dan standar deviasi adalah sebagai berikut: Mean = Standar Deviasi = √∑( ( ) ̅) (Sumber: Sugiyono, 2010) Keterangan: ̅ = rata-rata (mean) Xi = jumlah skor N = jumlah responden Namun dalam penelitian ini, untuk mencari jumlah mean dan standar deviasi dilakukan dengan bantuan program SPSS. Mean dan standar deviasi dalam variabel ini sebagai berikut: Tabel III. 9 Mean dan Standar Deviasi Variabel Pengaruh Kelompok Referensi Responden Varibel N Mean Standar Deviasi Pengaruh Kelompok 80 15,45 1,95 Referensi Sumber: Data primer, diolah 2014

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Untuk mengetahui penilaian kelompok referensi siswa SMA Negeri 6 Yogyakarta, dapat ditunjukkan dengan memasukkan nilai mean dan standar deviasi yang diperoleh dengan interval di bawah ini: Tabel III. 10 Interval Rata-rata Penilaian Responden Terhadap Pengaruh Kelompok Referensi Status Sosial Ekonomi Rumus Interval Interval Lemah X < M – SD 12 – 13,50 Sedang M – SD ≤ X < M + SD 13,50 – 17,40 Kuat M + SD ≤ X 17,40 – 20 Sumber: Data primer, data diolah 2014 Kategori kelompok referensi dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu: 1) Kelompok referensi kuat Kelompok referensi kuat dalam penelitian ini berarti siswa cenderung banyak memilih produk berdasarkan apa yang dimiliki oleh tokoh idola, dianjurkan oleh keluarga, dan yang digunakan oleh teman terdekat (sahabat). Sehingga tokoh idola, anggota keluarga, dan teman terdekat yang dijadikan acuan dalam mengambil keputusan konsumsinya. 2) Kelompok referensi sedang Kelompok referensi sedang dalam penelitian ini berarti siswa sedikit banyak memilih produk tertentu yang dimiliki oleh tokoh idola, mendapat anjuran atau saran dari keluarga, dan teman terdekat (sahabat). Sehingga tokoh idola, anggota keluarga, dan

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 teman terdekat sedikit banyak dijadikan acuan dalam mengambil keputusan konsumsinya. 3) Kelompok referensi lemah Kelompok referensi lemah dalam penelitian ini berarti siswa tidak pernah atau jarang memilih produk tertentu yang dimiliki oleh tokoh idolanya, dianjurkan oleh keluarga, dan teman terdekat (sahabat). Sehingga tokoh idola, anggota keluarga, dan teman terdekat tidak pernah atau jarang dijadikan acuan dalam mengambil keputusan konsumsinya. d. Motivasi Berbelanja Motivasi berbelanja adalah dorongan dalam diri seorang siswa untuk membeli barang dengan beberapa pertimbangan guna mencapai tujuan tertentu. Indikator dalam motivasi berbelanja sebagai berikut membeli produk atas pertimbangan harga, membeli produk atas pertimbangan kualitas barang, membeli produk karena selera, dan membeli produk demi menjaga penampilan diri dan gengsi. 1) Membeli produk atas dasar pertimbangan harga Tabel III.11 Membeli produk atas dasar pertimbangan harga Pernyataan Tidak Pernah Jarang Sering Selalu Skor 1 2 3 4

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 2) Membeli produk atas dasar pertimbangan kualitas barang Tabel III.12 Membeli produk atas dasar kualitas barang Pernyataan Skor Tidak Pernah Jarang Sering Selalu 1 2 3 4 3) Membeli produk karena selera Tabel III.13 Membeli produk karena selera Pernyataan Skor Tidak Pernah Jarang Sering Selalu 1 2 3 4 4) Membeli produk demi menjaga penampilan diri dan gengsi. Tabel III.14 Membeli produk demi menjaga penampilan diri dan gengsi Pernyataan Tidak Pernah Jarang Sering Selalu Skor 1 2 3 4 Dalam penelitian ini, peneliti menghitung skor rata-rata (mean) dan standar deviasi untuk setiap item pertanyaan. Analisis dilakukan

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 pada masing-masing item pertanyaan. Rumus digunakan dalam mencari mean dan standar deviasi adalah sebagai berikut: Mean = Standar Deviasi = √∑( ( ) ̅) (Sumber: Sugiyono, 2010) Keterangan: ̅ = rata-rata (mean) Xi = jumlah skor N = jumlah responden Namun dalam penelitian ini, untuk mencari jumlah mean dan standar deviasi dilakukan dengan bantuan program SPSS. Mean dan standar deviasi dalam variabel ini sebagai berikut: Tabel III.15 Mean dan Standar Deviasi Variabel Motivasi Berbelanja Responden Varibel N Mean Standar Deviasi Motivasi Berbelanja 80 15,58 1,95 Sumber: Data primer, data diolah 2014 Untuk mengetahui penilaian motivasi berbelanja siswa SMA Negeri 6 Yogyakarta, dapat ditunjukkan dengan memasukkan nilai mean dan standar deviasi yang diperoleh dengan interval di bawah ini:

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Tabel III.16 Interval Rata-rata Penilaian Responden TerhadapMotivasi Berbelanja Status Sosial Ekonomi Rumus Interval Interval Rendah X < M – SD 11 – 13,63 Sedang M – SD ≤ X < M + SD 13,63 – 17,52 Tinggi M + SD ≤ X 17,52 – 20 Sumber: Data primer, data diolah 2014 Kategori motivasi berbelanja dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu: 1) Motivasi berbelanja yang tinggi Motivasi berbelanja yang tinggi dalam penelitian ini berarti adanya dorongan yang tinggi dalam diri siswa untuk membeli produk dengan dasar pertimbangan harga, kualitas barang, selera, dan demi menjaga penampilan diri serta gengsi mereka dalam mengambil keputusan berbelanja. 2) Motivasi berbelanja yang sedang Motivasi berbelanja yang sedang dalam penelitian ini berarti jarang terdapat dorongan dalam diri siswa dalam membeli produk dengan dasar pertimbangan harga, kualitas barang, selera, dan demi menjaga penampilan diri serta gengsi mereka dalam mengambil keputusan berbelanja. Pencapaian target maksimal bukan keinginan dari siswa. Dorongan yang ada dalam diri siswa tidak tinggi dan juga tidak rendah atau dapat dikatakan motivasi berbelanjanya biasa saja.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 3) Motivasi berbelanja yang rendah Motivasi berbelanja yang rendah dalam penelitian ini berarti rendahnya dorongan yang rendah dalam diri siswa untuk membeli produk dengan mempertimbangkan harga, kualitas barang, selera, dan untuk penampilan diri serta gengsi mereka dalam mengambil keputusan berbelanja. Motivasi belanja yang rendah terjadi pada siswa yang tidak holic dengan kegiatan belanja atau bahkan semata-mata hanya sebagai windows shopping (hanya melihat-lihat tetapi tidak membeli). G. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan cara menggumpulkan data yang dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebar kuesioner atau angket kepada para responden dan dokumentasi. 1. Kuesioner Menurut Sugiyono (2010), kuesioner merupakan pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan-pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang perilaku konsumsi siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta yang ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua, pengaruh kelompok referensi, dan motivasi berbelanja.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 2. Dokumentasi Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan penyimpanan sejumlah besar fakta dan data dengan menggunakan catatan dan dokumen yang telah ada. Melalui cara ini peneliti bermaksud untuk memperoleh data sekunder yaitu data siswa, lingkungan fisik dan fasilitas SMA Negeri 6 Yogyakarta H. Intrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat bantu pada waktu penelitian menggunakan suatu metode. Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah: 1. Lembar Angket Lembar angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup yaitu angket yang dilengkapi dengan pilihan jawaban sehingga responden hanya memberikan jawaban pada pilihan jawaban yang telah tersedia. Skala pengukuran angket pada variabel kelompok referensi, motivasi berbelanja dan perilaku konsumsi menggunakan skala likert dengan empat alternatif jawaban yaitu selalu (S), sering (SR), jarang (J) tidak pernah (TP), dengan masing-masing skor 4,3,2,1 untuk pertanyaan positif dan 1,2,3,4 untuk pertanyaan negatif.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 a) Kisi-kisi Variabel Status Sosial Ekonomi Orang Tua Tabel III.17 Kisi-Kisi Status Sosial Ekonomi Orang Tua Variabel Indikator Pernyataan Status a. Pendidikan orang tua (ayah) 1 sosial b. Pekerjaaan orang tua (ayah) 2 ekonomi c. Penghasilan orang tua (ayah) 3 orang tua d. Kepemilikan harta atau fasilitas 4,5,6,7 yang dimiliki b) Kisi-kisi Variabel Kelompok Referensi Tabel III.18 Kisi-Kisi Pengaruh Kelompok Referensi Variabel Kelompok Referensi Pernyataan Indikator a. Memilih produk tertentu yang Positif Negatif 8 12 10 13 9 11 dimiliki oleh tokoh idola b. Memilih produk tertentu yang dianjurkan oleh anggota keluarga c. Memilih produk tertentu yang digunakan oleh teman terdekat (sahabat)

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 c) Kisi-kisi Variabel Motivasi Berbelanja Tabel III.19 Kisi-Kisi Motivasi Berbelanja Variabel Motivasi Berbelanja Pernyataan Indikator a. Membeli produk Positif Negatif atas dasar 16 21 atas dasar 17 20 c. Membeli produk karena selera 15 19 d. Membeli produk demi menjaga 14 18 pertimbangan harga b. Membeli produk pertimbangan kualitas barang penampilan diri dan gengsi. d) Kisi-kisi Variabel Perilaku Konsumsi Tabel III.20 Kisi-Kisi Perilaku Konsumsi Variabel Pernyataan Indikator Positif Negatif 22 29 dan 28 24 dalam 25 30 30 23 26 31 Perilaku a. Perilaku siswa dalam berbelanja Konsumsi b. Perilaku siswa mengkonsumsi makanan dalam minuman c. Perilaku siswa menggunakan uang saku yang berlebihan d. Perilaku siswa dalam mengisi waktu luang e. Perilaku siswa dalam memilih merk pada barang

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 I. Validasi Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dapat dikatakan valid jika pertanyaan di dalamnya mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Untuk megukur validitas dapat dilakukan dengan melakukan korelasi antar skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel. Variabel yang diuji validitasnya adalah pengaruh kelompok referensi, motivasi berbelanja, dan perilaku konsumsi. Untuk menguji validitas digunakan rumus korelasi Product Moment: rxy = Keterangan: √( ( ( ) )( rxy = Koefisien korelasi N = Jumlah responden X = Nilai skor masing-masing item Y = Nilai skor seluruh item )( ) ( ) ) Pengujian validitas instrumen dilakukan terhadap 40 responden. Intrumen berupa kuesioner yang diisi oleh responden yaitu siswa kelas XI IPS 1 dan XI IPS 2 SMA Negeri 6 Yogyakarta yang terdiri dari 6 item pertanyaan untuk variabel pengaruh kelompok referensi, 8 item pertanyaan

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 untuk variabel motivasi berbelanja, dan 10 item pertanyaan untuk variabel perilaku konsumsi. Item pertanyaan dikatakan valid jika telah memenuhi kriteria hasil uji validitas yaitu mempunyai nilai r hitung yang lebih besar dari r tabel (0,312). Hasil uji validitas untuk variabel pengaruh kelompok referensi, motivasi berbelanja, dan perilaku konsumsi adalah sebagai berikut: Tabel III.21 Hasil Uji Validitas Pengaruh Kelompok Referensi No. Item r hitung r tabel Kesimpulan Item_8 0,579 0,312 Valid Item_9 0,551 0,312 Valid Item_10 0,633 0,312 Valid Item_11 0,427 0,312 Valid Item_12 0,564 0,312 Valid Item_13 0,620 0,312 Valid Sumber: Data primer, data diolah 2014 Dari hasil uji validitas terlihat bahwa tidak ada item pertanyaan yang mempunyai nilai r hitung (corrected item total correlation) < 0,312 sehingga semua item pertanyaan pada variabel pengaruh kelompok referensi valid. Dari hasil uji validitas disimpulkan bahwa jumlah item yang valid untuk variabel pengaruh kelompok referensi sebanyak 6 item pertanyaan.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Tabel III.22 Hasil Uji Validitas Motivasi Berbelanja No. Item r hitung r tabel Kesimpulan Item_14 0,582 0,312 Valid Item_15 0,136 0,312 Gugur Item_16 0,530 0,312 Valid Item_17 0,546 0,312 Valid Item_18 0,474 0,312 Valid Item_19 0,524 0,312 Valid Item_20 0,567 0,312 Valid Item_21 0,515 0,312 Valid Sumber: Data primer, data diolah 2014 Dari hasil uji validitas terlihat bahwa item pertanyaan nomer 15 mempunyai nilai r hitung (corrected item total correlation) < 0,312 sehingga dikatakan bahwa item pertanyaan tersebut tidak valid. Dari hasil uji validitas disimpulkan bahwa jumlah item yang valid untuk variabel motivasi berbelanja sebanyak 7 item pertanyaan. Tabel III.23 Hasil Uji Validitas Perilaku Konsumsi No. Item r hitung r tabel Kesimpulan Item_22 0,576 0,312 Valid Item_23 0,097 0,312 Gugur Item_24 0,463 0,312 Valid Item_25 0,129 0,312 Gugur Item_26 0,449 0,312 Valid Item_27 0,582 0,312 Valid Item_28 0,490 0,312 Valid Item_29 0,579 0,312 Valid

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No. Item r hitung r tabel Kesimpulan Item_30 0,561 0,312 Valid Item_31 0,587 0,312 Valid 78 Sumber: Data primer, data diolah 2014 Dari hasil uji validitas terlihat bahwa item pertanyaan nomer 23 dan 25 mempunyai nilai r hitung (corrected item total correlation) < 0,312 sehingga dikatakan bahwa item pertanyaan tersebut tidak valid. Dari hasil uji validitas disimpulkan bahwa jumlah item yang valid untuk variabel perilaku konsumsi sebanyak 8 item pertanyaan. 2. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau diandalkan (Noor, 2010). Uji reliabilitas digunakan untuk melihat keandalan kuesioner dalam sebuah penelitian. Suatu kuesioner dinyatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (keajegan). Variabel yang diuji reliabilitasnya adalah pengaruh kelompok referensi, motivasi berbelanja, dan perilaku menggunakan rumus Alpha Cronbach: r= Keterangan: r = Reliabilitas instrumen k = Jumlah butir pertanyaan 1-  konsumsi. Dengan

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 = Jumlah varian butir 2 = Total varian 79 Hasil uji reliabilitas cronbach’s alpha yang didapat untuk masingmasing variabel ditunjukkan dalam tabel berikut: Tabel III.24 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Nilai Cronbach’s Alpha Keterangan Pengaruh Kelompok Referensi 0,804 Reliabel Motivasi Berbelanja 0,784 Reliabel Perilaku Konsumsi 0,787 Reliabel Sumber: Data primer, data diolah 2014 Berdasarkan tabel hasil uji reliabilitas di atas, dapat dilihat bahwa koefisien Cronbach’s Alpha semua variabel di atas 0,6. Suatu instrumen penelitian dikatakan reliabel apabila rhitung > rtabel, sebaliknya instrumen dikatakan tidak reliabel jika rhitung < rtabel.Sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen yang digunakan di dalam penelitian ini reliabel. Dari hasil uji validitas dan reliabilitas yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa angket sudah layak untuk digunakan sebagai instrumen penelitian. J. Teknik Analisis Data 1. Analisis Varians (Anova) Pengujian Statistik Deskriptif dimaksudkan untuk mendiskripsikan dan membandingkan data penelitian tentang perbedaan perilaku konsumsi

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 siswa yang akan ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua, kelompok referensi, dan motivasi berbelanja. Pendeskripsian data dilakukan berdasarkan perhitungan standar deviasi. Teknik analisis data menggunakan analisis varians (Anova). Menurut Sugiyono (2010), Anova merupakan salah satu teknik statistik parametris inferensial yang digunakan untuk menguji hipotesis komparatif rata-rata k sampel secara serempak. 2. Pengujian Hipotesis a. Uji Prasyarat 1) Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk melihat apakah sebaran data yang digunakan berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas dilakukan dengan program SPSS. Dengan menggunakan rumus Kolmogorov-Smirnov dengan rumus: D = ( F0 (x) – Sn (x)) Keterangan: D = Deviasi maksimum F0 = Fungsi distribusi frekuensi kumulatif Sn = Distribusi frekuensi kumulatif yang diobservasi Jika nilai asymp.sig. (2 tailed) > 0,1, maka distribusi data dikatakan normal. Sedangkan jika nilai asymp.sig. (2 tailed) < 0,1, maka distribusi tersebut tidak normal.

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 2) Uji Homogenitas Uji homogenitas varians ini bertujuan untuk mengetahui apakah kedua kelompok mempunyai varians yang sama atau tidak. Jika kedua kelompok itu mempunyai varians yang sama maka kelompok tersebut dikatakan homogen. Uji homogenitas menggunakan uji Levene. Uji Levene menggunakan rumus: b. Uji Hipotesis 1) One Way Anova Dalam penelitian ini, pengujian hipotesisnya menggunakan analisis varians satu arah (One Way Anova). One Way Anova digunakan untuk mengolah data yang hanya mengenal satu variabel saja. Menurut Sugiyono (2010), langkah-langkah dalam pengujian hipotesisnya, antara lain: a) Menghitung Jumlah Kuadrat Total (JKtot) dengan rumus: JKtot = (∑ ∑ ) b) Menghitung Jumlah Kuadrat Antar Kelompok (JKant) dengan rumus: JKant =∑ (∑ ) (∑ )

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 c) Menghitung Jumlah Kuadrat Dalam Kelompok (JKdal) dengan rumus: JKdal = JKtot JKant d) Menghitung Mean Kuadrat Antar Kelompok (JKant) dengan rumus: MKant = e) Menghitung Mean Kuadrat Dalam Kelompok (JKdal) dengan rumus: MKdal = f) Menghitung F hitung (Fhit) dengan rumus: Fhit = Formulasi uji hipotesis mengenai perilaku konsumsi ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua, kelompok referensi, dan motivasi berbelanja pada siswa sebagai berikut: (1) Perumusan hipotesis 1 H0 : Tidak adanya perbedaan yang signifikan perilaku konsumsi ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua pada siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta. H1 : Adanya perbedaan yang signifikan perbedaan perilaku konsumsi ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua pada siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta.

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 (2) Perumusan hipotesis 2 H0 : Tidak adanya perbedaan yang signifikan perilaku konsumsi ditinjau dari pengaruh kelompok referensi pada siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta. H1 : Adanya perbedaan yang signifikan perbedaan perilaku konsumsi ditinjau dari pengaruh kelompok referensi pada siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta. (3) Perumusan hipotesis 3 H0 : Tidak adanya perbedaan yang signifikan perilaku konsumsi ditinjau dari motivasi berbelanja pada siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta. H1 : Adanya perbedaan yang signifikan perbedaan perilaku konsumsi ditinjau dari motivasi berbelanja pada siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta. H0 : 1 ≠ 2 H1 : 1 = 2 (a) Tingkat Signifikansi yang digunakan 5% (b) Kriteria pengujian hipotesis - Jika nilai fhitung < ftabel maka H0 diterima - Jika nilai fhitung > ftabel maka H1 diterima

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV GAMBARAN UMUM A. Deskripsi Lokasi 1. Letak dan Luas Wilayah SMA Negeri 6 Yogykarta berlokasi di Jln. C. Simanjuntak 2 Yogyakarta 55223, yang berkelurahan Terban, Gondokusuman hanya sekitar lima menit dari ikon Yogyakarta yang sangat terkenal, Tugu Jogja. Luas tanah dan bangunan di SMA Negeri 6 Yogyakarta sekitar 8.780 m2 dan 3.428 m2, selain itu juga memiliki halaman yang luas sekitar 2.226 m2. Halaman luas dan pepohonan rindang menghiasi setiap sudut sekolah. Bangunan tua bekas milik Belanda ini masih berdiri kokoh, pintu dan jendela menjadi ciri khasnya. 2. Sejarah Berdirinya SMA Negeri 6 Yogyakarta Setelah perang kemerdekaan usai, dibenahilah sistem pendidikan di Sekolah Menengah Atas, sekolah yang sudah ada adalah SMA Bagian A (Sastra) dan SMA Bagian B (Eksata). Asal mula berdirinya SMA NEGERI 6 Yogyakarta tidak dapat dipisahkan dengan SMA Bagian A (Sastra) yang terletak di Jalan C. Simanjuntak 2 (dahulu Jalan Jati no 1) yang pada waktu itu dipimpin oleh Bapak R. DS Hadiwidjono bersama bapak-bapak: Jurjanal, Prof. Ir. Harjono, Prof. Ir. Supardi dan Prof. Suhardi, SH., didirikan Sekolah Menengah Umum Atas Bagian C (Yuridis Ekonomi) pada tanggal 17 September 1949 dan ditunjuk selaku 84

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 direkturnya adalah Bapak R. DS Hadiwidjono yang pada saat itu jugamenjabat sebagai Direktur SMA Bagian A (Sastra) Yogyakarta. Adanya kedua jenis Sekolah Menengah Atas tersebut belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, karena itu dibuka jurusan baru yang mempunyai dasar sosial-ekonomi-yuridis yang kemudian diberi nama SMA Bagian C.Adapun tujuan semula dibukanya SMA C adalah: a. Untuk memenuhi kebutuhantenaga menengah seperti Pamong Praja dan Pengadilan Negeri serta tenaga administrasi yang selama perang kemerdekaan telah banyak menyusut. b. Memberikan kesempatan pada siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi ( Universitas, Akademi, dan lain-lain). Berkat perjuangan yang gigih dari R. DS Hadiwidjono maka melalui Surat Keputusan Menteri P & K No.210/B tanggal 27 Oktober 1949 SMA/C memperoleh status menjadi SMA Negeri Bagian C, segala kesulitan dapat diatasi meskipun sarana dan prasarana pendidikan pada saat itu belum memadai. Sejak tanggal 31 Maret 1950 Pimpinan SMA/C yang semula dirangkap oleh R.DS Hadiwidjono diserahkan kepada pimpinan yang baru yaitu Bapak R.M. Soewito Poespokoesomo dan sebagai wakilnya ditunjuk Bapak. R.A. Djakatirtana, S.H., dengan jumlah kelas ada 7 ruang, tenaga guru 7 orang, dan karyawan 12 orang. Karena Bapak R.M. Soewito Poespokoesoemo tidak dapat melaksanakan tugasnya (sakit),

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 maka Bapak R.A. Djakatirtana, S.H. ditunjuk sebagai Pimpinan SMA/C dan banyak kemajuan yang dicapainya. Kemudian timbul persoalan baru mengenai kenyataan bahwa para calon siswa yang berasal dari kedua kelompok siswa yang berbeda, yaitu sebagian dari mereka yang pernah menjadi Tentara Pelajar (TP) yang didemobilisir dan sebagian lagi mereka yang bukan Tentara Pelajar (TP). Perlu diketahui bahwa siswa bekas Tentara Pelajar (TP) sebelum tahun 1950 adalah siswa-siswa dari SMA PERJOANGAN yaitu suatu SMA yang didirikan untuk menampung pelajar-pelajar yang kembali dari Front Perjoangan agar mereka tidak terasing dari pelajaran sekolah dan yang kemudian akan pergi lagi ke Front Perjoeangan. Karena kedua kelompok siswa tersebut mempunyai sikap dan perilaku dan sikap mental yang berbeda, maka ada gagasan sebaiknya kedua kelompok siswa tersebut dipisahkan dalam belajar sehingga masing-masing merupakan kelompok yang homogen. Selain itu, jumlah siswanya semakin banyak sehingga tak tertampung. Akhirnya diputuskan bahwa siswa bekas Tentara Pelajar (TP) dimasukkan SMA/C yang dibuka siang hari dan tempatnya sama di Jalan Pogung 2, gedung bersejarah milik yayasan BOPKRI. Terhitung mulai tanggal I Juni 1952, SMA/C secara resmi dipecah menjadi dua sekolah sesuai dengan Surat Keputusan Menteri P & K Nomor 3094/B tanggal 21 Juli 1952.

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a. 87 SMA/C Negeri I dengan Pimpinan Sekolah Bapak Parmanto,S.H. dengan jumlah kelas sebanyak 12 ruang dan masuk siang hari. Lokasi Jalan Pogung Nomor 2 Yogyakarta. SMA/C Negeri I kemudian menjadi SMA/C V dan terakhir menjadi SMA 5 Yogyakarta yang sekarang berlokasi di Jalan Pembayun Kota Gede Yogyakarta. b. SMA/C Negeri II dengan Pimpinan Sekolah Bapak R.A Djakatirtana, S.H. dengan jumlah kelas sebanyak 12 ruang dan masuk pagi hari. Lokasi juga di Jalan Pogung Nomor 2 Yogyakarta. c. SMA/C Negeri II kemudian menjadi SMA/C VI dan terakhir menjadi SMA NEGERI 6 Yogyakarta sejak bulan Agustus 1957 lokasinya pindah ke Jalan C. Simanjuntak Nomor 2 (dahulu Jalan Jati No. 1) Yogyakarta, yaitu gedung yang dahulu ditempati SMA/A (Sastra) yang telah pindah ke gedung baru di Jl. Hos Cokroaminoto Yogyakarta.SMA/C IIuntuk pertama kalinya mengadakan Ujian bagi siswa kelas III tahun 1952. Dalam perkembangannya, SMA/C yang semula menyediakan tenaga menengah yang siap terjun ke dunia kerja, selaras dengan tuntutan jaman pada akhirnya lebih banyak menyiapkan siswanya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Berbagai upaya perbaikan selalu diusahakan baik tenaga kependidikan, tenaga tata usaha/administrasi maupun penambahan ruang-ruang kelas yang memadai. Atas prakarsa Bapak Prof. Daud Yusuf yang pada waktu itu

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang merupakan alumni SMA/A yang pernah menempati gedung tersebut pada tahun 1981 diadakan renovasi besar-besaran dengan menambah dan merombak ruangan lama yang kurang memenuhi syarat sehingga jumlah ruang yang lama 7 ruang sedang ruang kelas baru menjadi 25 ruang. Selanjutnya SMA NEGERI 6 Yogyakarta direncanakan akan menjadi Sekolah Tipe A yaitu dengan jumlah kelas sebanyak 27 ruang dan diharapkan mempunyai jurusan/program yang lengkap (IPA, IPS, dan Bahasa). Untuk mengimbangi kerja pikir para siswa, sekolah mengadakan berbagai kagiatan ekstra kurikuler dan siswa memilih sesuai dengan minatnya untuk mengembangkan kreativitasnya. Untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan dan mengembangkan sekolah telah didirikan suatu yayasan dengan nama Yayasan SISWO UTOMO yang didirikan oleh alumni SMA NEGERI 6 Yogyakarta pada tanggal 7 April 1991 yang tujuannya antara lain memberikan bantuan untuk kemajuan sekolah serta beasiswa bagi siswa yang berprestasi. Kerjasama yang kompak antara Pengurus Komite Sekolah dengan Kepala Sekolah, para guru/karyawan sangat menunjang untuk kemajuan sekolah. Dari prestasi akademik maupun nonakademik (kegiatan dan

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 kreativitas) yang telah dicapai selama ini SMA NEGERI 6 Yogyakarta menduduki peringkat yang cukup terhormat di Yogyakarta. 3. SMA Negeri 6 Yogyakarta SMA Negeri 6 Yogyakarta saat ini bukanlah sebagai sekolah biang ribut dan prestasi nol besar. Sekolah yang semula dikenal sering tawuran kini telah mengikrarkan diri sebagai “The Research School of Yogyakarta”, atau sekolah riset. Beragam prestasi di bidang Karya Ilmiah Remaja (KIR) membuat sekolah yang berdiri 27 Oktober 1949 ini tidak ragu untu menyebut diri sebagai The Research School of Yogyakarta yang pertama di Kota Yogyakarta. Kini SMA Negeri 6 Yogyakarta bisa disebut sebagai salah satu sekolah unggulan di Kota Yogyakarta, bukan SMA yang mencintai ajang tawarun melainkan menyukai bidang penelitian. Di sekolah ini siswa secara individu atau kelompok wajib membuat penelitian yang diikutkan dalam lomba di tingkat kota, nasional, hingga internasional. Juara bukanlah tujuan utama. Program ini semata-mata untuk mendorong siswa percaya diri atas karyanya dan terus berinovasi, terutama untuk memecahkan masalah yang ada di lingkungan sekitar. Meskipun sekolah riset, fasilitas laboratorium yang ada di sekolah ini layaknya laboratorium standar yang dimiliki SMA lain. Namun, berbagai keterbatasan peralatan laboratorium tidak menghalangi kreativitas siswa untuk mewujudkan ide penelitian mereka. Adanya

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 ruang pusat riset di SMA Negeri 6 Yogyakarta dapat menjadi ajang untuk memamerkan inovasi-inovasi yang berhasil meraih penghargaan di tingkat daerah, nasional, hingga internasional semakin memicu siswa untuk menunjukkan eksistensinya. Sekolah juga secara rutin menggelar Research Day sebagai ajang lomba antarkelas di tingkat sekolah. 4. Kondisi Fisik dan Lingkungan SMA Negeri 6 Yogyakarta Tanah sekolah sepenuhnya adalah tanah Kasultanan Yogyakarta dengan luas areal lebih kurang 5.770 m2. Sekolah dikelilingi pagar sepanjang 360m. Bangunan sekolah pada umumnya dalam kondisi baik. Jumlah ruang untuk menunjang kegiatan belajar mengajar memadai. Lingkungan di SMA Negeri 6 Yogyakarta sangan rindang karena dipenuhi dengan pepohonan dan bunga disetiap lorong, halaman, taman, dan tempat parkirnya. Ditepi samping kanan digunakan untuk parker sepeda maupun motor milik siswa, guru dan karyawan. Sedangkan untuk tamu dan mobil terletak dibagian depan setelah gerbang. Pintu gerbang dan beberapa kelas telah direnovasi menjadi lebih baik lagi. Didekat pintu masuk SMA disambut dengan almari besar berkaca yang berisi berbagai piala penghargaan yang telah diraih oleh siswa. Bagian depan halaman dipergunakan sebagai tempat upacara bendera setiap hari senin dan hari-hari besar lainnya. Dalam gedung SMA Negeri 6 Yogyakarta ini memiliki gedung-gedung berlantai dua yang digunakan untuk ruang kelas siswa dan tempat beribadah (mushola).

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 SMA Negeri 6 Yogyakarta ini memiliki satu ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, ruang wakil kepala sekolah, ruang BP/BK, ruang guru, ruang komite, ruang pertemuan. Selain itu juga terdapat fasilitas-fasilitas yang menunjang seperti perpustakaan yang berAC, ruang laboratorium IPA terdiri dari 3 ruang, laboraturium Bahasa terdiri dari 1 ruang, laboraturium komputer dan ruang AVA terdiri dari 2 ruang, 29 ruang kelas, ruang OSIS, UKS, galery lingkungan hidup, dan research centre terdiri masing-masing 1 ruang, serta 15 ruang toilet. Disamping fasilitas-fasilitas tersebut, SMA Negeri 6 Yogyakarta juga memiliki 1 unit lapangan olah raga, 1 unit tempat penjaga sekolah, 2 unit kantin sekolah, dan 1 unit tempat pengolahan sampah. B. Deskripsi Responden 1. Jumlah Peserta Didik SMA Negeri 6 Yogyakarta Jumlah peserta didik pada tahun ajaran 2013/2014 seluruhnya 771 siswa. Peserta didik kelas X berjumlah 254 siswa tersebar merata sebanyak 8 rombongan belajar. Peserta didik kelas XI berjumlah 260 siswa tersebar merata program IPA sebanyak 6 rombongan belajar dan program IPS sebanyak 3 rombongan belajar. Peserta didik kelas XII berjumlah 257 siswa tersebar merata program IPA sebanyak 6 rombongan belajar dan program IPS sebanyak 3 rombongan belajar. Namun, responden dalam penelitian ini dilakukan pada kelas XI dan X sebanyak 80 siswa, masing-masing terdiri dari 40 siswa.

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. 92 Deskripsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Berikut ini disajikan tabel deskripsi data berdasarkan jenis kelamin siswa SMA Negeri 6 Yogyakarta. Tabel IV.1 Deskripsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi Persentase Laki-Laki 32 40% Perempuan 48 60% Total 80 100% Sumber: Data primer, diolah 2014 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa dari 80 responden yang diambil dalam penelitian, responden berjenis kelamin perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Responden perempuan sebanyak 48 siswa (60%) dan sisanya berjenis kelamin laki-laki sebanyak 32 orang (40%). 3. Deskripsi Responden Berdasarkan Daerah Asal Berikut ini disajikan tabel deskripsi data berdasarkan daerah asal siswa SMA Negeri 6 Yogyakarta. Tabel IV.2 Deskripsi Responden Berdasarkan Daerah Asal Daerah Asal Frekuensi Persentase Yogyakarta 68 85% Luar Yogyakarta 12 15% Total 80 100% Sumber: Data primer, diolah 2014

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa dari 80 responden yang diambil dalam penelitian, responden yang daerah asalnya Yogyakarta lebih banyak daripada luar Yogyakarta (pendatang). Responden yang berdaerah asal Yogyakarta sebanyak 68 siswa (85%), sedangkan yang berdaerah asal dari luar Yogyakarta sebanyak 12 siswa (15%). 4. Hubungan Guru Dengan Siswa Hubungan antara guru dengan siswa sangat baik. Terlihat pada saat pagi hari sewaktu masuk setelah pintu gerbang, kepala sekolah atau Bapak Mifta Khoddin dengan beberapa guru berdiri dengan seyumnya yang sangat ramah kepada semua siswa yang baru saja datang. Di SMA Negeri 6 Yogyakarta memiliki tradisi agar semua siswa untuk berjabat tangan sebagai simbolis rasa patuhnya dan sopan santun kepada guru maupun kepala sekolahnya. Siswa dan guru pun nampak akrab seperti layaknya orang tua mereka sendiri. Sebelum jam pelajaran dimulai maka akan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama dan dalam posisi berdiri. Semua guru, karyawan dan siswa diharapkan berdiri tanpa terkecuali. 5. Kegiatan Siswa Di Sekolah Kegiatan siswa pada prinsipnya adalah mengikuti belajar mengajar secara aktif. Siswa diharapkan berperan aktif di dalam kegiatan yang menunjang pendidikan, dan juga yang dapat meningkatkan dan menjaga nama baik sekolah. Seluruh kegiatan belajar mengajar dilaksanakan pagi

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 hari mulai pukul 07.15 hingga siang hari pukul 13.45. Khusus hari Jumat, kegiatan belajar mengajar mulai pukul 07.15 sampai 11.30. Selain belajar, siswa juga harus mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang ditentukan oleh ekstrakurikuler, pihak sekolah, tes/ulangan, misalnya pendalaman mengikuti materi serta kegiatan berbagai perlombaan tingkat SMA. Sistem belajar di SMA Negeri 6 Yogyakarta adalah Moving Class, artinya siswa pindah kelas saat pergantian pelajaran. Dengan moving class, siswa menjadi tidak bosan dengan suasana kelas karena mereka dapat merasakan suasana belajar di ruang yang berbeda-beda. Meskipun demikian, sistem moving class memiliki beberapa kendala, diantaranya dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk pindah ruang saat pergantian jam pelajaran sehingga waktu belajar (JP) nya berkurang, siswa sering lupa dengan ruang kelasnya sehingga sebelum masuk kelas untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar, siswa harus ke tempat piket untuk melihat jadwal ruang kelas, tiap ganti pelajaran siswa harus melakukan adaptasi kembali dengan ruang kelas yang berbeda.

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V HASIL TEMUAN LAPANGAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta. Siswa-siswi yang mengisi kuesioner merupakan siswasiswi dari kelas X , XI IPA dan XI IPS. Berikut ini disajikan deskripsi responden berdasarkan data penelitiannya. 1. Deskripsi Tentang Status Sosial Ekonomi Responden Tabel V.1 Deskripsi Status Sosial Ekonomi Responden No Kategori Interval Skor Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi X ≥ 30,00 10 12,5 2. Sedang 19,60 ≤ X < 30,00 52 65,0 3. Rendah X < 19,60 18 22,5 80 100 Total Sumber: Data primer, diolah 2014 Berdasarkan hasil pada Tabel V.1 menunjukkan bahwa dalam status sosial ekonomi, mayoritas responden berada dalam kategori sedang yaitu sebanyak 52 responden (65,0%), lalu kategori rendah ada sebanyak 18 responden (22,5%), dan yang masuk dalam kategori tinggi ada sebanyak 10 responden (12,5%). 95

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 2. Deskripsi Tentang Pengaruh Kelompok Referensi Responden Tabel V.2 Deskripsi Pengaruh Kelompok Referensi Responden No Kategori Interval Skor Frekuensi Persentase (%) 1. Kuat X ≥ 17,40 14 17,5 2. Sedang 13,50 ≤ X < 17,40 54 67,5 3. Lemah X < 13,50 12 15,0 80 100 Total Sumber: Data primer, diolah 2014 Tabel V.2 menunjukkan hasil kategorisasi pada pengaruh kelompok referensi yang paling banyak masuk dalam kategori sedang yaitu sebanyak 54 responden (67,5%) dan dalam kategori pengaruh kelompok referensi kuat sebanyak 14 responden (17,5%). Sedangkan yang berada dalam kategori lemah ada sebanyak 12 responden (15,0%). 3. Deskripsi Tentang Motivasi Berbelanja Responden Tabel V.3 Deskripsi Motivasi Berbelanja Responden No Kategori Interval Skor Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi X ≥ 17,52 13 16,3 2. Sedang 13,63 ≤ X < 17,52 57 71,3 3. Rendah X < 13,63 10 12,5 80 100 Total Sumber: Data primer, diolah 2014

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 Berdasarkan hasil pada Tabel V.3 menunjukkan bahwa dalam motivasi berbelanja, mayoritas responden berada dalam kategori sedang yaitu sebanyak 57 responden (57,0%), lalu kategori tinggi ada sebanyak 13 responden (16,3%), dan yang masuk dalam kategori rendah ada sebanyak 10 responden (12,5%). 4. Deskripsi Tentang Perilaku Konsumsi Responden Tabel V.4 Deskripsi Perilaku Konsumsi Responden No Kategori Interval Skor 1. Kurang rasional X ≥ 23,80 17 21,3 2. Cukup rasional 18,10 ≤ X < 23,80 44 55,0 3. Rasional X < 18,10 19 23,8 80 100 Total Frekuensi Persentase (%) Sumber: Data primer, diolah 2014 Tabel V.4 menunjukkan bahwa tingkat perilaku konsumsi responden adalah sebagai berikut: responden yang memiliki perilaku konsumsi rasional sebanyak 19 orang (23,8%), responden yang memiliki perilaku konsumsi cukup rasional sebanyak 44 orang (55,0%), dan responden yang memiliki perilaku konsumsi kurang rasional sebanyak 17 orang (21,3%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa atau responden memiliki perilaku konsumsi yang cukup rasional yaitu sebanyak 44 orang (66,0%).

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 B. Analisis Data 1. Pengujian Persyaratan Analisis Data a. Pengujian Normalitas Uji normalitas sebaran perlu dilakukan karena data yang diambil dalam penelitian ini adalah dari sampel, sehingga dari uji normalitas sebaran ini akan dapat diketahui normal tidaknya penyebaran data pada variabel tersebut. Pengujian normalitas data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov Test dan dikerjakan dengan bantuan program SPSS 13.0 for Windows. Ringkasan hasil pengujian tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel V.5 Ringkasan Hasil Uji Normalitas Data Data Variabel Status Sosial Ekonomi Asymp. Sig. Kolmogorof- (2-tailled) Smirnov Z 0,238 1,032 Normal 0,066 1,305 Normal 0,084 1,258 Normal 0,430 0,873 Normal Keterangan Pengaruh Kelompok Referensi Motivasi Berbelanja Perilaku Konsumsi Sumber: Data primer, diolah 2014

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Dari hasil uji normalitas menggunakan uji KolmogorovSmirnov (KS) diperoleh nilai sig. pada status sosial ekonomi sebesar 0,238 (p>0,05), nilai sig. pada pengaruh kelompok referensi sebesar 0,066 (p>0,05), nilai sig. pada motivasi berbelanja sebesar 0,084 (p>0,05) dan nilai sig. pada perilaku konsumsi sebesar 0,430 (p>0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa distribusi data tersebut adalah normal. b. Pengujian Homogenitas Pengujian homogenitas dalam penelitian dilakukan berdasarkan hasil Uji Levene Statistic Test dan dikerjakan dengan bantuan program SPSS 13.0 for Windows. Hasil pengujian homogenitas dapat dilihat pada Tabel berikut ini. Tabel V.6 Hasil Pengujian Homogenitas Perilaku Konsumsi No. Variabel Levene Statistic df1 df2 Sig. 1. Status Sosial Ekonomi 0,226 2 77 0,799 2. Pengaruh Kelompok Referensi 0,144 2 77 0,866 3. Motivasi Berbelanja 0,834 2 77 0,438 Sumber: Data primer, diolah 2014 Berdasarkan Tabel V.6 diketahui hasil untuk kesamaan varians data perilaku konsumsi terhadap status sosial ekonomi, pengaruh kelompok referensi dan kelompok berbelanja. Nilai sig. untuk masing-

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 masing variabel yaitu untuk status sosial ekonomi nilainya 0,799, pengaruh kelompok referensi nilainya 0,866 dan pada motivasi berbelanja nilainya 0,438. Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara keseluruhan memiliki nilai sig. > 0,05. Dengan demikian dapat dismpulkan bahwa terdapat kesamaan varians populasi dalam penelitian ini. 2. Pengujian Hipotesis a. Perilaku konsumsi ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua pada siswa-siswi di SMA Negeri 6 Yogyakarta 1) Rumusan Hipotesis H0 : Tidak adanya perbedaan yang signifikan perilaku konsumsi siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua. H1 : Adanya perbedaan yang signifikan perilaku konsumsi siswasiswi SMA Negeri 6 Yogyakarta ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua.

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 2) Pengujian Hipotesis Tabel V.7 Hasil ANOVA Perilaku Konsumsi Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi ANOVA PERILAKU KONSUMSI Between Groups Within Groups Total Sum of Squares 77.323 562.477 639.800 df 2 77 79 Mean Square 38.662 7.305 F 5.293 Sig. .007 Sumber: Data primer, diolah 2014 Hasil statistik pada tabel V.7 menunjukkan bahwa terdapat perbedaaan perilaku konsumsi ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua. Hal tersebut dibuktikan dari nilai F hitung yang diperoleh sebesar 5,293 dengan nilai sig. sebesar 0,007 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian didukung oleh data hasil penelitian. Artinya bahwa dengan adanya status sosial ekonomi dari orang tua yang berbeda maka terjadi perbedaan perilaku konsumsi siswa. b. Perilaku konsumsi ditinjau dari pengaruh kelompok referensi pada siswa-siswi di SMA Negeri 6 Yogyakarta 1) Rumusan Hipotesis H0 : Tidak adanya perbedaan yang signifikan perilaku konsumsi siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta ditinjau dari pengaruh kelompok referensi.

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 H1 : Adanya perbedaan yang signifikan perilaku konsumsi siswasiswi SMA Negeri 6 Yogyakarta ditinjau dari pengaruh kelompok referensi. 2) Pengujian Hipotesis Tabel V.8 Hasil ANOVA Perilaku Konsumsi Ditinjau Dari Pengaruh Kelompok Referensi ANOVA PERILAKU KONSUMSI Between Groups Within Groups Total Sum of Squares 69.362 570.438 639.800 df 2 77 79 Mean Square 34.681 7.408 F 4.681 Sig. .012 Sumber: Data primer, diolah 2014 Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perilaku konsumsi ditinjau dari pengaruh kelompok referensi. Hal tersebut dibuktikan dari nilai F hitung yang diperoleh sebesar 4,681 dengan nilai sig. sebesar 0,012 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian didukung oleh data hasil penelitian. Artinya bahwa dengan adanya pengaruh kelompok referensi yang berbeda maka terjadi perbedaan perilaku konsumsi siswa.

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 c. Perilaku konsumsi ditinjau dari motivasi berbelanja pada siswasiswi di SMA Negeri 6 Yogyakarta 1) Rumusan Hipotesis H0 : Tidak adanya perbedaan yang signifikan perilaku konsumsi siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta ditinjau dari motivasi berbelanja. H1 : Adanya perbedaan yang signifikan perilaku konsumsi siswasiswi SMA Negeri 6 Yogyakarta ditinjau dari motivasi berbelanja. 2) Pengujian Hipotesis Tabel V.9 Hasil ANOVA Perilaku Konsumsi Ditinjau Dari Motivasi Berbelanja ANOVA PERILAKU KONSUMSI Between Groups Within Groups Total Sum of Squares 5.481 634.319 639.800 df 2 77 79 Mean Square 2.740 8.238 F .333 Sig. .718 Sumber: Data primer, diolah 2014 Hasil statistik pada tabel V.9 menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaaan perilaku konsumsi ditinjau dari motivasi berbelanja. Hal tersebut dibuktikan dari nilai F hitung yang diperoleh sebesar 0,333 dengan nilai sig. sebesar 0,718 (p>0,05). Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian tidak didukung

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 oleh data hasil penelitian. Artinya bahwa dengan adanya motivasi berbelanja yang berbeda maka perilaku konsumsi siswa akan tetap sama. 3. Pembahasan a. Perilaku konsumsi siswa-siswi di SMA Negeri 6 Yogyakarta ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaaan perilaku konsumsi ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua. Hal ini dibuktikan dari nilai F hitung yang diperoleh sebesar 5,293 dengan nilai sig. sebesar 0,007 (p<0,05). Hasil penelitian ini mengandung arti bahwa adanya perbedaan status sosial ekonomi dari orang tua menjadikan perbedaan perilaku konsumsi siswa. Status sosial ekonomi orang tua yang semakin tinggi menjadikan perilaku konsumsi anak semakin kurang rasional. Status sosial ekonomi orang tua yang rendah, maka perilaku konsumsi anak cenderung rasional. Sedangkan status sosial ekonomi orang tua yang sedang, perilaku konsumsi anak cenderung cukup rasional. Hasil penelitian ini diduga disebabkan karena perbedaan unsur-unsur dalam status sosial ekonomi orang tua. Unsur-unsur status sosial ekonomi orang tua meliputi pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, penghasilan orang tua, dan kepemilikan harta atau fasilitas yang dimiliki orang tua.

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Status sosial ekonomi tinggi dalam penelitian ini berarti orang tua tersebut memiliki pendidikan, pekerjaan, penghasilan, dan kepemilikan harta yang tinggi. Status sosial ekonomi orang tua tinggi ditandai dengan gaji orang tua yang tinggi, kemampuan membayar listrik bulanan lebih dari Rp. 300.000,00, memiliki langganan koran dengan harga koran yang relatif mahal, seperti kompas dan jawa pos, dan orang tua memiliki kendaraan mobil atau lebih dari satu jenis kendaraan. Seorang anak yang gaji orang tuanya tinggi menjadikan perilaku konsumsi anak yang kurang rasional, sehingga anak akan selalu dan memiliki kebiasaan berbelanja di pusat pertokoan (Mall) seperti Galeria, Distro, Matahari, Ambarukmo Plaza, Mirota dan Malioboro Mall dan tidak berbelanja di toko biasa. Lalu dengan orang tua yang berpenghasilan tinggi, anak akan mengisi waktu luang dengan berbelanja di pusat pertokoan ataupun menonton film di bioskop dibandingkan dengan berdiam diri di rumah. Selain itu, anak yang orang tuanya memiliki mobil akan lebih memilih tempat makan dan memilih makan di KFC, Mc. Donald, dan Dunkin Donuts yang merupakan tempat makan dengan harga mahal dibandingkan dengan warung makan biasa. Dengan mobil yang dimiliki akan memudahkan akses ke tampat makan yang berkelas. Status sosial ekonomi orang tua sedang ditandai dengan gaji orang tua yang cukup, kemampuan orang tua membayar listrik per

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 bulan lebih dari Rp. 50.000,00 dan kurang dari Rp. 300.000,00, mempunyai langganan koran dengan harga yang sedang (tidak murah dan tidak mahal) seperti Kedaulatan Rakyat, dan orang tua yang memiliki sepeda motor. Status sosial ekonomi orang tua sedang menjadikan perilaku konsumsi anak yang cenderung cukup rasional. Terkadang anak membeli barang karena kebutuhannya namun terkadang membeli karena ada bursa obral, diskon, atau bonus-bonus dan iswa tidak selalu berbelanja di mall atau department store. Anak dengan perilaku konsumsi cukup rasional akan menghabiskan waktu luang dengan kadang-kadang berbelanja ke pusat pertokoan dan kadang-kadang hanya di rumah. Selain itu, anak yang orang tuanya memiliki sepeda motor kadang-kadang akan memilih makan di KFC, Mc. Donald, atau Dunkin Donuts, tetapi kadang-kadang juga makan di warung makan biasa. Status sosial ekonomi orang tua rendah ditandai dengan gaji orang tua dibawah UMR, kemampuan orang tua membayar listrik perbulan kurang dari Rp.50.000,00, orang tua yang tidak memiliki langganan bacaan koran, dan orang tua tidak memiliki kendaraan bermotor. Status sosial ekonomi orang tua rendah menjadikan perlaku konsumsi anak pada kategori rasional atau sesuai dengan kebutuhannya. Siswa yang mempunyai sifat yang rasional, yaitu siswa membeli barang yang benar-benar dibutuhkan, siswa tidak harus

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 berbelanja di mall atau department store, mutu atau kualitas barang baik atau dengan kata lain siswa tidak terlalu mementingkan merk pada barang tersebut, siswa membeli dengan harga yang sesuai kemampuan siswa. Oleh karena itu, siswa yang berada dalam kelompok ini memiliki perilaku konsumsi yang didasarkan oleh kebutuhan yang rasional dan dapat mengontrol pengeluarannya. Lalu anak dengan perilaku konsumsi rasional akan menghabiskan waktu luang di rumah dan hanya membeli barang yang sangat dibutuhkan saja. Sedangkan barang-barang yang tidak dibutuhkan tidak akan dibeli. Selain itu, anak akan memilih makan di warung makan biasa yang dekat dengan rumah daripada ke tempat makan yang jauh karena tidak memiliki sarana kendaraan. Biasanya tempat makan dengan harga yang tinggi berada di pusat kota, sedangkan warung makan biasa ada di dekat rumah-rumah penduduk. Dalam penelitian ini, terdapat beberapa siswa dengan status sosial ekonomi orang tua yang rendah memiliki perilaku konsumsi kurang rasional. Dimana status sosial ekonomi orang tua yang rendah seharusnya memiliki perilaku konsumsi yang baik atau rasional. Hal ini sejalan dengan teori demonstration effect. Efek peniruan (demonstration effect) adalah berubahnya pola konsumsi masyarakat bawah menjadi lebih konsumtif dari yang seharusnya, karena terpengaruh oleh perilaku konsumsi kelompok masyarakat yang sudah kaya dan berpenghasilan tinggi. Misalnya, siswa-siswa SMA Negeri 6

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Yogyakarta yang belum berpenghasilan membiasakan diri makan atau jajan di cafe atau mall. Demikian juga keluarga yang sebenarnya belum memiliki penghasilan cukup, memaksakan diri untuk makan bersama di restoran (mewah) untuk merayakan hari ulang tahun anak. Status sosial ekonomi orang tua yang tinggi memiliki perilaku konsumsi yang kurang rasional akan tetapi diimbangi dengan pendapatannya. Hal ini dapat dikatakan memiliki perilaku konsumsi yang kurang irasional ketika pendapatan yang diterima melebihi jumlah pengeluarannya, tentunya juga harus didasari oleh kebutuhan yang rasional. Perilaku konsumsi baik dalam penelitian ini berarti siswa tersebut mempunyai sifat yang rasional, seperti siswa membeli barang yang benar-benar dibutuhkan, siswa mengisi waktu luangnya dengan baik, barang tersebut dapat memberikan kegunaan optimal bagi siswa, mutu atau kualitas barang baik atau dengan kata lain siswa tidak terlalu mementingkan merk pada barang tersebut, siswa membeli dengan harga yang sesuai kemampuan siswa. Oleh karena itu, siswa yang berada dalam kelompok ini memiliki perilaku konsumsi yang didasarkan oleh kebutuhan yang rasional dan dapat mengontrol pengeluarannya. Temuan dalam penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Farida Indrayani Purwaningtiyas (2005). Hasil penelitian Farida menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perilaku konsumsi ditinjau dari status sosial ekonomi. Konsumen yang

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 berstatus sosial ekonomi rendah dan sedang mempunyai perilaku yang rasional dalam mengkonsumsi barang primer, barang sekunder, dan barang tersier, sedangkan konsumen yang berstatus sosial tinggi mempunyai perilaku tidak rasional dalam mengkonsumsi barang primer, barang sekunder, dan barang tersier. b. Perilaku konsumsi siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta ditinjau dari pengaruh kelompok referensi Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perilaku konsumsi ditinjau dari pengaruh kelompok referensi. Hal ini dibuktikan dari nilai F hitung yang diperoleh sebesar 4,681 dengan nilai sig. sebesar 0,012 (p<0,05). Hasil penelitian ini memiliki arti bahwa adanya pengaruh kelompok referensi yang berbeda menjadikan perbedaan perilaku konsumsi siswa. Dalam penelitian ini, diketahui bahwa sebagian besar siswa memiliki pengaruh kelompok referensi pada kategori sedang dan memiliki pola perilaku konsumsi yang cukup rasional. Dewasa ini seseorang dituntut agar dapat mengikuti gaya dalam lingkungannya supaya diterima sebagai anggota suatu kelompok tertentu maka mereka tidak segan untuk mengikuti gaya hidup dari tempat mereka berada meskipun uang mereka tidak cukup untuk memenuhinya dengan berbagai cara walaupun harus memaksakan dirinya untuk berhutang. Remaja saat ini cenderung

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 mengkonsumsi barang dan jasa hanya sekedar untuk menaikkan gengsinya atau hanya sekedar untuk pamer. Sehingga mereka tidak memikirkan bahwa barang atau jasa tersebut sebenarnya terkadang tidak sesuai dengan kebutuhannya melainkan karena oengaruh kelompok referensi agar tidak merasa tertinggal dan berbeda dari kelompok referensinya. Pengaruh kelompok referensi meliputi produk yang digunakan oleh tokoh idola, anjuran dari keluarga, dan yang digunakan dari teman dekat. Seorang siswa yang memiliki pengaruh kelompok referensi kuat, maka perilaku konsumsinya juga akan meningkat atau kurang rasional dalam mengkonsumsi. Seorang siswa yang memiliki pengaruh kelompok referensi sedang, maka perilaku konsumsinya cenderung cukup rasional. Seorang anak yang memiliki pengaruh kelompok referensi lemah, maka perilaku konsumsinya juga akan rasional. Pengaruh kelompok referensi kuat berarti bahwa siswa memilih produk tertentu yang dimiliki oleh tokoh idola, dianjurkan oleh keluarga, dan yang digunakan oleh teman terdekat (sahabat). Semakin banyak kelompok referensi menjadikan semakin kuat pengaruh kelompok referensi, sehingga perilaku konsumsi siswa juga semakin kurang rasional. Kelompok referensi juga ditandai dengan pengaruh yang kuat dari tokoh idola, keluarga, atau teman. Adanya pengaruh yang kuat dari tokoh idola akan menjadikan perilaku

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 konsumsi siswa pada kategori kurang rasional. Seorang tokoh idola yang menggunakan sepatu Reebok akan menjadikan siswa berkeinginan menirukan tokoh idolanya dengan membeli sepatu Reebok tersebut. Pengaruh kelompok referensi sedang berarti bahwa siswa jarang memilih produk tertentu yang dimiliki oleh tokoh idola, dianjurkan oleh keluarga, dan yang digunakan oleh teman terdekat (sahabat). Sehingga perilaku konsumsi siswa juga cenderung cukup rasional. Adanya pengaruh yang sedang (tidak tinggi dan tidak rendah) dari kelompok referensi juga akan menjadikan perilaku konsumsi siswa pada kategori cukup rasional. Seorang siswa memilih HP Samsung karena ada sedikit pengaruh teman terdekatnya dan karena keinginan sendiri. Siswa merasa dengan memiliki HP Samsung telah dapat memenuhi kebutuhannya. Pengaruh kelompok referensi lemah berarti bahwa siswa hanya kadang-kadang memilih produk tertentu yang dimiliki oleh tokoh idola, dianjurkan oleh keluarga, dan yang digunakan oleh teman terdekat (sahabat). Semakin sedikit kelompok referensi menjadikan semakin lemah pengaruh kelompok referensi, sehingga perilaku konsumsi siswa juga semakin baik atau rasional. Pengaruh kelompok referensi pada kategori lemah akan menyebabkan perilaku konsumsi anak pada kategori rasional. Kelompok referensi pada kategori rendah berarti bahwa pengaruh orang tua atau tokoh idola atau teman sangat

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 lemah terhadap keinginan anak membeli suatu produk. Seorang anak dapat memilih membeli barang atas seleranya sendiri, kelompok referensi jarang dijadikan acuan. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh kelompok referensi tinggi, sedang, rendah menjadikan perilaku konsumsi yang berbeda pula. Mayoritas siswa sedikit banyak memilih produk tertentu yang dimiliki oleh tokoh idola, mendapat anjuran atau saran dari keluarga, dan teman terdekat (sahabat), sehingga tokoh idola, anggota keluarga, dan teman terdekat jarang dijadikan acuan dalam mengambil keputusan untuk mengkonsumsi sesuatu. Mayoritas siswa memiliki tokoh idola, sehingga mudah terpikat untuk membeli barang yang baru sesuai yang diiklankan oleh tokoh idola melalui media massa. Selain itu, mereka juga membeli barang atas anjuran atau saran dari orang tua. Pengaruh dari teman juga menjadikan siswa membeli suatu produk. Siswa suka melakukan kegiatan belanja barang-barang yang sedang menjadi mode diantara teman-temannya. Hal ini sesuai dengan karakteristik remaja menurut Rosandi (dikutip Wagner, 2009) bahwa masa remaja pada usia 15-18 tahun atau pada masa usia SMA mulai memperluas pergaulan dengan teman sebaya dan mulai mengembangkan persahabatan. Menurut Suryani (2013:161), kelompok referensi merupakan individu atau kelompok yang dijadikan rujukan yang memiliki pengaruh nyata bagi individu untuk melakukan keputusan dalam pembelian atau konsumsi.

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 Sebagai makhluk sosial, siswa juga memiliki kecenderungan untuk bergaul dengan orang-orang di sekitarnya. Seorang siswa dapat memiliki kelompok, misalnya persahabatan, kelompok dalam organisasi di sekolah, maupun kelompok dalam organisasi di masyarakat. Pihak-pihak yang berada dalam kelompok tersebut biasanya saling berbagi norma-norma dan tujuan serta memiliki kesamaan identitas. Jika salah satu anggota kelompok berhasil dipengaruhi dalam membeli suatu produk, maka hal ini akan sangat membantu untuk mempengaruhi anggota lain di dalam kelompok tersebut. Perilaku konsumsi seseorang terbentuk pada usia remaja. Pada usia remaja, seseorang akan mudah terbujuk rayuan teman. Remaja pada usia SMA lebih banyak menggunakan waktunya di luar rumah untuk berkumpul dengan kelompoknya, maka dapat dimengerti bahwa kelompok referensi dapat mempengaruhi perilaku konsumsinya. Kebiasaan yang ada pada suatu kelompok untuk menggunakan produk tertentu akan menjadikan anggota kelompok yang lain juga membeli produk tersebut. Kebiasaan berkumpul dengan teman-teman sebayanya atau terdekatnya dapat mengubah perilaku konsumsinya sesuai dengan teman-teman dalam lingkungan pergaulannya agar dapat diterima dan diakui sebagai anggota kelompok tersebut. Siswa biasanya merasa tidak percaya diri bila tidak dapat memakai barang ataupun jasa

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 seperti apa yang dipakai teman-temannya sehingga mereka berusaha keras untuk mendapatkannya. Hal ini menujukkan bahwa adanya perbedaan kelompok referensi menjadikan perilaku konsumsi siswa yang berbeda pula. Semakin banyak kelompok referensi maka akan semakin tinggi perilaku konsumsi siswa. Begitu juga sebaliknya, semakin sedikit kelompok referensi, maka akan semakin rendah perilaku konsumsi siswa. Dalam penelitian ini, beberapa siswa mengalami efek peniruan (demonstration effects). Tak jarang siswa juga meniru pola konsumsi para bintang dunia. Bagaimana para bintang dunia itu berpenampilan, baik pakaian, sepatu, tas dan assesoris lainnya, kemudian kendaraan apa yang digunakan para bintang tersebut, akan ditiru oleh siswa. c. Perilaku konsumsi siswa-siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta ditinjau dari motivasi berbelanja Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaaan perilaku konsumsi ditinjau dari motivasi berbelanja. Hal tersebut dibuktikan dari nilai F hitung yang diperoleh sebesar 0,333 dengan nilai sig. sebesar 0,718 (p>0,05). Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian tidak didukung oleh data hasil penelitian. Hasil penelitian ini memiliki arti bahwa meskipun motivasi berbelanja berbeda, namun perilaku konsumsi siswa akan tetap sama.

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 Tidak ada perbedaan perilaku berbelanja pada siswa yang memiliki motivasi berbelanja tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi berbelanja rendah. Siswa yang memiliki motivasi berbelanja tinggi berarti bahwa dorongan dalam diri siswa untuk membeli produk dengan dasar pertimbangan harga, kualitas barang, selera tinggi, dan demi menjaga penampilan diri serta gengsi mereka dalam mengambil keputusan berbelanja. Siswa dengan motivasi berbelanja tinggi selalu merasa bahwa dengan memiliki barang (pakaian, tas, jam, dll) yang sedang ngetrend dan bermerk dapat menaikkan gengsi. Namun, motivasi berbelanjanya yang tinggi tidak menjadikan perbedaan dalam perilaku konsumsi. Mekipun siswa selalu merasa bahwa dengan memiliki barang yang sedang ngetrend dapat menaikkan gengsi namun belum tentu siswa tersebut akan membeli barang tersebut di Mall. Dapat juga anak tersebut membeli di toko biasa. Hal ini disebabkan karena faktor lain, seperti faktor harga. Harga barang yang sedang ngetrend di mall lebih mahal dibandingkan dengan harga barang tersebut di toko biasa. Meskipun motivasi berbelanja siswa tinggi, namun karena faktor keterjangkauan harga, siswa tersebut dapat membeli barang di mall mapun di toko biasa. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi berbelanja yang tinggi dapat menjadikan perilaku konsumsi yang kurang rasional, cukup rasional, maupun rasional.

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 Tidak ada perbedaan perilaku berbelanja pada siswa yang memiliki motivasi berbelanja sedang dengan siswa yang memiliki motivasi berbelanja rendah. Siswa yang memiliki motivasi berbelanja sedang berarti jarang terdapat dorongan dalam diri siswa dalam membeli produk dengan dasar pertimbangan harga, kualitas barang, selera, dan demi menjaga penampilan diri serta gengsi mereka dalam mengambil keputusan berbelanja. Pencapaian target maksimal bukan keinginan dari siswa. Dorongan yang ada dalam diri siswa tidak tinggi dan juga tidak rendah atau dapat dikatakan motivasi berbelanjanya biasa saja. Namun, motivasi berbelanjanya yang sedang tidak menjadikan perbedaan dalam perilaku konsumsi. Meskipun siswa mengetahui kalau di restoran biaya makan lebih mahal daripada di warung biasa, namun belum tentu siswa tersebut akan membeli makan di warung biasa yang harganya lebih murah. Dapat juga anak tersebut membeli di toko biasa. Hal ini disebabkan karena faktor lain, seperti faktor pelayanan. Seorang siswa dengan motivasi berbelanja sedang mungkin akan memilih makan di restoran karena pelayanan yang sangat memuaskan meskipun harganya lebih mahal dibandingkan dengan harga di warung makan biasa. Tidak ada perbedaan perilaku konsumsi pada siswa yang memiliki motivasi berbelanja tinggi, motivasi berbelanja sedang, dengan siswa yang memiliki motivasi berbelanja rendah. Siswa yang memiliki motivasi rendah berarti rendahnya dorongan dalam diri

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 siswa untuk membeli produk dengan mempertimbangkan harga, kualitas barang, selera, dan untuk penampilan diri serta gengsi mereka dalam mengambil keputusan berbelanja. Motivasi belanja yang rendah terjadi pada siswa yang tidak holic dengan kegiatan belanja atau bahkan semata-mata hanya sebagai windows shopping (hanya melihatlihat tetapi tidak membeli). Namun, motivasi berbelanjanya yang rendah tidak menjadikan perbedaan dalam perilaku konsumsi. Seorang siswa yang memiliki motivasi belanja yang rendah dapat juga memiliki perilaku konsumsi rasional. cukup rasional, dan bahkan kurang rasional. Mekipun siswa tidak pernah menghiraukan adanya midnight sale maupun promo barang, namun belum tentu siswa tersebut tidak akan membeli barang tersebut di Mall. Dapat juga anak tersebut membeli di Mall karena lokasi mall yang lebih dekat dengan rumahnya dibandingkan dengan toko biasa. Pada penelitian ini, diketahui bahwa sebagian besar siswa memiliki motivasi pada kategori sedang dan memiliki pola perilaku konsumsi yang cukup rasional. Motivasi merupakan tenaga pendorong dalam diri individu yang memaksa mereka untuk bertindak (Schiffman dan Kanuk, 2007). Berdasarkan pengertian ini, motivasi berbelanja merupakan daya dorong dari dalam diri seseorang yang mendorong mereka untuk berbelanja. Motivasi berbelanja itu tumbuh karena adanya kebutuhan dan keinginan dalam diri individu. Adanya kebutuhan dan keinginan tersebut mendorong seseorang untuk

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 memenuhi kebutuhannya ataupun keinginannya. Keputusan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya tersebut merupakan hasil pemikiran dan proses belanja individu (Schiffman dan Kanuk, 2007:72). Hasil penelitian ini diduga disebabkan karena hasil pemikiran dan proses belanja siswa dipengaruhi oleh faktor harga, kualitas barang, selera, dan demi menjaga penampilan diri. Siswa dapat melakukan kegiatan berbelanja karena produk tersebut memiliki kualitas dan ketersediaan produk yang bagus, serta memiliki keragaman merek. Siswa dapat lebih memilih produk dengan kualitas yang bagus karena dapat digunakan lebih lama dan dapat memperindah penampilan. Namun ada juga siswa yang termotivasi untuk berbelanja karena barang tersebut terjangkau atau bahkan terdapat pemotongan harga (discount), serta lokasi yang mudah dijangkau. Potongan harga dapat menarik minat siswa untuk membeli karena dengan adanya potongan harga maka siswa dapat membeli produk lain dari sisa uangnya. Selain itu, setiap siswa juga memiliki selera yang berbeda. Siswa yang memiliki selera tinggi terhadap suatu produk akan lebih memilih untuk membeli produk tersebut. Begitu juga sebaliknya, seorang siswa yang tidak memiliki selera terhadap suatu produk, maka sia akan lebih memilih produk lain menurut seleranya.

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 Seorang siswa juga akan membeli suatu produk karena untuk menjaga prenampilan. Menurut Rosandi (dikutip Wagner, 2009), karakteristik siswa ada usia 15-18 tahun, biasanya duduk di bangku SMU mulai menunjukkan keterkaitan dengan lawan jenis. Hal ini dapat menjadikan siswa tersebut untuk selalu menjaga penampilannya. Oleh sebab itu, siswa tersebut akan membeli produk-produk tertentu untuk menjaga penampilannya. Uraian tersebut menunjukkan bahwa motivasi berbelanja antara siswa yang satu dengan yang lainnya berbeda, tergantung pada dorongan yang ada pada dalam diri siswa tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun motivasi yang dimiliki oleh siswa berbeda, namun perilaku konsumsi mereka tetap sama.

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data, pengujian hipotesis dan pembahasan masing-masing masalah penelitian telah diuraikan pada bab V, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. 1. Dari hasil analisis data yang pertama dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaaan perilaku konsumsi siswa ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua. Hal ini berarti bahwa adanya perbedaan status sosial ekonomi dari orang tua menjadikan perbedaan perilaku konsumsi siswa. Status sosial ekonomi orang tua tinggi menjadikan perilaku konsumsi anak berada dalam kategori kurang rasional. Semakin rendah status sosial ekonomi orang tua menjadikan perilaku konsumsi anak berada dalam kategori rasional. 2. Dari hasil analisis data yang kedua dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan perilaku konsumsi siswa ditinjau dari pengaruh kelompok referensi. Hal ini berarti bahwa adanya perbedaan pengaruh kelompok referensi menjadikan perbedaan perilaku konsumsi siswa. Pengaruh kelompok referensi kuat menjadikan perilaku konsumsi anak berada dalam kategori kurang rasional. Semakin lemah pengaruh kelompok referensi menjadikan perilaku konsumsi anak berada dalam kategori rasional. 120

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 3. Dari hasil analisis data yang ketiga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaaan perilaku konsumsi siswa ditinjau dari motivasi berbelanja. Hasil penelitian ini memiliki arti bahwa siswa memiliki perilaku konsumsi yang sama, meskipun motivasi berbelanjanya berbedabeda. B. Saran Berdasarkan kesimpulan yang diberikan diatas, maka peneliti dapat memberikan beberapa saran sebagai berikut. 1. Hendaknya siswa dapat mengatur perilaku konsumsinya meskipun orang tua berada dalam kategori status sosial ekonomi cukup ataupun tinggi, sehingga perilaku konsumsi tidak berlebihan. Selain itu, hendaknya orang tua dapat memberikan keteladanan dalam melakukan kegiatan konsumsi. 2. Peran kelompok referensi sangat besar dalam mempengaruhi perilaku konsumsi siswa sehingga perlu juga diperhatikan pergaulan siswa agar siswa dapat memiliki pertimbangan-pertimbangan yang rasional dalam mengkonsumsi barang maupun jasa, sehingga produk yang dibeli lebih bermanfaat dan sesuai kebutuhan. 3. Bagi peneliti lain yang ingin mengidentifikasi perbedaan perilaku konsumsi siswa, hendaknya meneliti variabel lain selain status sosial ekonomi orang tua, kelompok referensi, dan motivasi berbelanja.

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 C. Keterbatasan Penelitian Dalam penelitian ini terdapat beberapa kelemahan yang mngkin dapat menyebabkan temuan dalam penelitian ini bukan merupakan gambaran sesungguhnya dari subyek penelitian: 1. Penelitian ini hanyaberfokus saja pada tiga variabel yaitu status sosial ekonomi orang tua, kelompok referensi, dan motivasi berbelanja. Sedangkan masih banyak variabel-variabel lain yang mempengaruhi perilaku konsumsi siswa seperti agama, pengaruh psikologi, kebudayaan, umur, dan lain-lain. 2. Sumber data pada penelitian ini dikumpulkan menggunakan kuesioner. Ada kemungkinan bahwa responden penelitian menjawab item-item pertanyaan kurang sungguh-sungguh, meskipun hal tersebut telah diantisipasi sebelumnya oleh peneliti dengan memberikan arahan kepada siswa agar kuesioner diisi berdasarkan kondisi yang sebenarnya. Keterbatasan lainnya adalah kuesioner yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini bukan merupakan instrumen terstandar. Meskipun demikian, peneliti telah berusaha menempuh prosedur penyusunan kuesioner dan melakukan uji validitas dan reliabilitas instrumen. 3. Item yang digunakan sebagai alat pengumpul data kurang dapat mengungkap setiap aspek dari masing-masing variabel karena jumlah item pertanyaan dirasa kurang dan terbatas.

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 DAFTAR PUSTAKA Anneahira. Teori Konsumsi. Diakses dari http://www.anneahira.com/teorikonsumsi.htm tanggal 15 Juli 2014. Azwar, Saifudin. 2009. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Engel, James F., Blackwell, Roger D., Miniard, Paul W. 1994. Perilaku Konsumen, Alih bahasa Budiyanto, 6th. Jakarta: Binarupa Aksara Kotler, Philip and Gary Armstrong. 2006. Prinsip-prinsip Pemasaran jilid 1 edisi 12. Jakarta: Erlanggga. Nn. Indikator Perilaku Konsumtif. Diakses http://www.psychologymania.com/2012/06/indikator-perilaku konsumtif.html tanggal 22 Maret 2014. dari Nn. UMK Tahun 2014 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Diakses dari http://www.nakertrans.jogjaprov.go.id/ tanggal 26 Maret 2014. Noor, Juliansyah. 2010. Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah. Jakarta: Kencana. Prilanita, Yeni Nur. 2013. Kontribusi Status Sosial Ekonomi, Partisipasi dan Pemahaman Anggota Terhadap Tingkat Keberhasilan Pemberdayaan Ekonomi Dalam Program CSR Harihusada. Skripsi. Pendidikan Ekonomi. Universitas Sanata Dharma. Purwaningtiyas, Farida Indrayani. 2005. Perbedaan Perilaku Konsumsi Masyarakat Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Dan Intensitas Kebutuhan (studi kasus: Masyarakat RW VIII, kampung Gedongkiwo, Kelurahan Gedungkiwo, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta). Skripsi. Pendidikan Ekonomi. Universitas Sanata Dharma. Santrock, John W. 2007. Remaja, edisi ke-sebelas. Jakarta: Erlangga Schiffman, Leon G., Kanuk, Leslie Lazar. 2007. Perilaku Konsumen, edisi tujuh. Jakarta: PT Indeks

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 Soeroto, Status Sosial Ekonomi. Diakses dari http://blog.ub.ac.id/agrodan/ tanggal 26 Maret 2014. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. 2010. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. Sumarwan, Ujang. 2011. Perilaku Konsumen, edisi ke-dua. Bogor: Ghalia Indonesia Suryani, Tatik. 2013. Perilaku Konsumen Di Era Internet. Yogyakarta: Graha Ilmu Wagner. 2009. Gaya Hidup “Shopping Mall” Sebagai Bentuk Perilaku Konsumtif Pada Remaja Di Perkotaan (Kasus: Konsumen Remaja Di Tiga One Stop Shopping Mall di Jakarta). Skripsi. Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. Institut Pertanian Bogor

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 1 KUESIONER 125

(147) EIOt!~W'" ..,Iw-, ~ w.
(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 KUESIONER ANALISIS KOMPARASI PERILAKU KONSUMSI SISWA-SISWI SMA NEGERI 6 YOGYAKARTA DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA, PENGARUH KELOMPOK REFERENSI, DAN MOTIVASI BERBELANJA BAGIAN I Identitas Responden 1. Nama : ………………………………………………………… 2. Jenis Kelamin : ………………………………………………………… 3. Kelas : ………………………………………………………… 4. NIS : ………………………………………………………… 5. Alamat : ………………………………………………………… 6. Daerah Asal : ………………………………………………………… BAGIAN II Status Sosial Ekonomi Orang Tua Berikan tanda silang (X) pada pilihan jawaban di setiap pertanyaan dan isilah titik-titik pada pertanyaan yang berbentuk esai di bawah ini yang menurut Anda sesuai dengan keadaan yang sebenarnya! 1. Pendidikan terakhir yang Orang Tua Anda tempuh: a. Tidak tamat SD b. Tamat Sekolah Dasar (SD) c. Tamat Sekolah Mengengah Pertama (SMP) d. Tamat Sekolah Menengah Atas (SMA) e. Lulus Akademi (D3) f. Lulus Sarjana (S1) g. Lulus Pascasarjana (S2 dan S3)

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Pekerjaan Orang Tua Pekerjaan ayah………………………………………………………… 3. Penghasilan total Orang Tua Anda dalam satu bulan: a. Penghasilan kurang dari Rp 1.200.000,00 b. Penghasilan antara Rp 1.210.000,00 – Rp 1.750.000,00 c. Penghasilan antara Rp 1.751.000,00 – Rp 2.300.000,00 d. Penghasilan antara Rp 2.310.000,00 – Rp 2.850.000,00 e. Penghasilan lebih dari Rp 2.851.000,00 4. Jumlah biaya pemakaian listrik Anda dalam sebulan: a. Rp 0 – Rp 50.000 b. Rp 51.000 – Rp 100.000 c. Rp 101.000 – Rp 200.000 d. Rp 201.000 – Rp 300.000 e. Lebih dari Rp 300.000 5. Status rumah atau tempat tinggal yang Anda tempati: a. Kos atau asrama b. Kontrak c. Rumah Dinas d. Rumah Saudara e. Rumah Sendiri 6. Bacaan koran langganan Anda (jawaban dapat lebih dari satu): a. Tidak berlangganan b. Tribun atau Radar Yogyakarta c. Kedaulatan Rakyat d. Jawa Pos e. Kompas 128

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 7. Jenis kendaraan yang Anda miliki: a. Angkutan umum b. Sepeda c. Sepeda motor d. Mobil e. Lebih dari satu jenis kendaraan Petunjuk Bagian III, IV, dan V: Berikan tanda centang (√) pada pilihan jawaban yang paling Anda anggap sesuai dengan keadaan Anda yang sebenarnya pada kolom yang telah disediakan! Keterangan: SL : Selalu SR : Sering J : Jarang TP : Tidak Pernah

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 BAGIAN III Pengaruh Kelompok Referensi No. Pernyataan 8. Saya mudah terpikat untuk membeli barang yang baru (ngetrend) sesuai yang diiklankan oleh tokoh idola lewat media massa, baik surat kabar maupun Televisi. 9. Saya suka melakukan kegiatan berbelanja barang-barang yang menjadi mode diantara teman-teman. 10. Saya membeli barang-barang yang dianjurkan oleh orang tua saya. 11. Saya merasa malu memiliki pakaian yang sama dengan teman-teman. 12. Saya kurang mengikuti informasi tentang trend mode yang melanda kaum remaja masa kini di media massa. 13. Meskipun barang-barang yang saya beli tidak disukai oleh orang tua tetapi saya tetap membeli barang tersebut. SL SR J TP

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 BAGIAN IV Motivasi Berbelanja No. Pernyataan SL 14. Saya merasa bahwa dengan memiliki barang (pakaian, tas, sepatu, jam, dll) yang sedang trend atau “in” dan bermerek itu dapat menaikkan gengsi. 15. Pada saat diskon harga, saya buru-buru membeli barang (pakaian, tas, sepatu, dll) meskipun saya tidak memerlukannya. 16. Saya melakukan pertimbangan kualitas dan kegunaannya sebelum memutuskan untuk membeli suatu barang (tas, pakaian, sepatu, dll) 17. Saya merasa malu memiliki pakaian yang tidak bermerek dan trendy. 18. Saya lebih senang membeli barang yang modelnya sederhana karena bagi saya yang penting nyaman bila dipakai. 19. Jika saya sedang berbelanja, jalan di pertokoan tiba-tiba saya melihat suatu barang yang membuat saya tertarik dan berkeinginan untuk membeli barang itu tanpa mempertimbangkan kualiatas dan kegunaannya, maka saya langsung membeli barang tersebut. 20. Ada tidaknya midnight sale, maupun promo membeli pakaian. barang, saya diskon harga, akan tetap SR J TP

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 BAGIAN V Perilaku Konsumsi No. Pertanyaan 21. Saya mempunyai kebiasaan berbelanja di pusat pertokoan (Mall) seperti SL Galeria, Distro, Matahari, Ambarukmo Plaza, Mirota, dan Malioboro Mall. 22. Saya kurang menyukai makanan dan minuman yang serba instant (fast food). 23. Saya menyukai HP yang bermerek dan terkenal seperti Apple, Samsung, Smartfren, Sony Erickson, dan Blackberry. 24. Saya mengkonsumsi makanan dan minuman seperti KFC, Dunkin Donats, Mc Donals, Pepsi, Ice Cream, Coca-cola, dll. 25. Saya lebih menyukai berbelanja di pasar klitikhan, second plus, dan toko baju biasa. 26. Saya mengisi waktu luang dengan berbelanja di pusat-pusat perbelanjaan, menonton film di bioskop, atau bermain bersama dengan teman di cafe maupun game center. 27. Saya menabung apabila memiliki uang lebih. 28. Saya cenderung menyukai HP seperti Mito, Nexian, Asia Fone. SR J TP

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 2 UJI VALIDITAS DAN REABILITAS 133

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 Data Uji Coba Penelitian No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 8 4 2 4 4 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 3 2 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 Referensi 9 10 11 12 4 4 3 3 3 3 3 2 4 4 4 3 3 4 4 4 3 2 2 3 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 4 3 3 4 4 3 3 4 2 3 2 3 3 3 2 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 3 4 3 2 3 3 3 2 2 4 4 4 3 3 2 3 2 4 4 4 4 3 2 3 3 3 2 3 2 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 2 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 13 4 3 3 4 2 3 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 2 2 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 Total 22 16 22 23 15 21 21 22 22 17 17 15 21 21 16 16 24 21 22 22 19 16 21 16 23 16 15 20 20 21 21 21 20 21 22 21 20 17 22 23 14 4 3 3 3 3 4 3 4 4 2 3 4 3 4 3 2 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 2 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 4 SOAL Motivasi Berbelanja Perilaku Konsumsi Total Total 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 3 4 4 4 4 4 3 30 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 35 4 3 4 4 3 4 4 29 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 36 3 4 4 3 3 3 4 27 4 2 3 4 4 4 3 4 4 4 36 4 4 4 4 4 3 4 30 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 34 4 4 3 3 4 4 3 28 3 4 3 3 3 3 2 3 3 2 29 4 4 3 4 4 4 3 30 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 35 4 4 3 4 3 4 3 28 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 36 4 3 3 4 4 4 4 30 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 35 4 4 4 3 3 4 3 29 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 36 4 3 2 3 2 3 2 21 3 3 2 3 3 2 3 2 2 3 26 4 4 4 3 3 4 3 28 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 36 4 3 3 3 4 4 4 29 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 35 4 4 3 3 2 4 3 26 4 4 3 3 4 4 3 4 3 4 36 3 3 4 4 4 4 4 30 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 34 3 3 2 2 3 3 2 21 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 28 3 3 3 3 3 3 3 23 4 4 3 4 2 4 3 3 2 3 32 4 4 4 3 4 4 4 31 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 35 4 3 3 3 3 3 4 27 4 3 4 3 3 4 4 3 3 4 35 4 4 3 3 3 4 4 29 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 35 4 4 3 4 3 3 4 29 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 35 4 4 3 2 3 4 2 25 2 3 2 3 3 2 3 3 2 3 26 3 2 3 3 2 3 2 21 4 3 3 4 3 2 3 4 3 3 32 4 4 4 3 4 3 4 30 3 3 3 4 3 3 2 2 2 2 27 3 3 2 2 3 3 3 22 3 4 3 4 3 4 2 4 2 3 32 3 3 4 4 4 3 3 27 3 4 3 3 3 4 3 3 2 3 31 3 3 4 3 4 4 4 28 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 38 4 3 4 2 3 4 3 27 2 4 3 4 2 3 2 3 3 3 29 4 4 4 3 3 4 4 30 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 29 4 3 2 3 2 3 3 22 4 3 2 4 3 4 3 4 3 3 33 4 4 3 3 3 4 4 28 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 35 4 4 3 3 4 4 3 28 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 36 4 4 4 3 4 4 3 30 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 36 4 3 3 4 4 4 3 29 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 35 3 3 3 2 4 3 2 23 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 36 3 4 4 3 3 4 3 27 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 38 4 2 3 2 3 2 3 22 3 4 2 3 3 3 3 3 2 2 28 4 4 3 3 4 3 3 28 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 38 4 2 2 2 2 2 3 20 3 3 3 3 2 2 2 2 3 2 25 3 4 3 3 4 4 4 29 4 4 3 4 3 4 3 3 3 3 34 4 4 3 3 4 4 3 29 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 37

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HASIL UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS VARIABEL PENGARUH KELOMPOK REFERENSI Reliability Ca se Proce ssing Summary N Cases Valid Ex cludeda Total 40 0 40 % 100.0 .0 100.0 a. Lis twis e deletion bas ed on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha .804 N of Items 6 Ite m-Total Statistics Soal_8 Soal_9 Soal_10 Soal_11 Soal_12 Soal_13 Sc ale Mean if Item Deleted 16.2250 16.2750 16.5750 16.5750 16.6500 16.5750 Sc ale Varianc e if Item Deleted 5.307 5.230 4.866 5.533 5.310 5.174 Correct ed Item-Total Correlation .579 .551 .633 .427 .564 .620 Cronbach's Alpha if Item Deleted .769 .775 .755 .803 .773 .760 135

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HASIL UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS MOTIVASI BERBELANJA Reliability Ca se Proce ssing Summary N Cases Valid Ex cludeda Total 40 0 40 % 100.0 .0 100.0 a. Lis twis e deletion bas ed on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha .784 N of Items 8 Ite m-Total Statistics Soal_14 Soal_15 Soal_16 Soal_17 Soal_18 Soal_19 Soal_20 Soal_21 Sc ale Mean if Item Deleted 23.6250 23.3000 23.5250 23.7500 23.9250 23.6750 23.4500 23.7500 Sc ale Varianc e if Item Deleted 7.728 9.549 7.846 7.679 7.969 7.661 7.895 7.782 Correct ed Item-Total Correlation .582 .136 .530 .546 .474 .524 .567 .515 Cronbach's Alpha if Item Deleted .745 .804 .754 .751 .763 .755 .749 .757 136

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HASIL UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS PERILAKU KONSUMSI Reliability Ca se Proce ssing Summary N Cases Valid Ex cludeda Total 40 0 40 % 100.0 .0 100.0 a. Lis twis e deletion bas ed on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha .787 N of Items 10 Ite m-Total Statistics Soal_22 Soal_23 Soal_24 Soal_25 Soal_26 Soal_27 Soal_28 Soal_29 Soal_30 Soal_31 Sc ale Mean if Item Deleted 29.8250 29.8000 30.1250 29.8500 30.2000 29.8750 30.1750 29.9250 30.2750 30.1000 Sc ale Varianc e if Item Deleted 10.558 12.472 10.881 12.438 11.087 10.010 10.712 10.379 10.358 10.195 Correct ed Item-Total Correlation .576 .097 .463 .129 .449 .582 .490 .579 .561 .587 Cronbach's Alpha if Item Deleted .754 .806 .768 .801 .769 .751 .764 .753 .755 .751 137

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 3 DATA PENELITIAN 138

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 DATA PENELITIAN No. Jenis Kelamin Kelas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 P P L L L P P P P L P P P P L L L L P P P L L P L L L L L P L P P P P P P P P P L L L L P L P L P L P L P P P P P P P L L L L L P P L P L P X-3 X-3 X-3 X-3 X-3 X-3 X-3 X-3 X-3 X-3 X-3 X-3 X-3 X-3 X-3 X-3 X-3 X-3 X-3 X-3 X-6 X-6 X-6 X-6 X-6 X-6 X-6 X-6 X-6 X-6 X-6 X-6 X-6 X-6 X-6 X-6 X-6 X-6 X-6 X-6 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPA 3 XI IPA 3 XI IPA 3 XI IPA 3 XI IPA 3 XI IPA 3 XI IPA 3 XI IPA 3 XI IPA 3 XI IPA 3 1 4 2 3 1 5 2 2 3 2 4 4 2 3 4 3 4 5 2 3 2 2 4 5 5 3 4 3 2 2 4 4 5 5 2 4 4 4 2 2 4 4 2 2 5 2 4 3 5 2 5 4 2 4 4 4 4 3 2 2 2 5 2 5 3 5 5 4 5 3 3 2 4 3 5 3 5 3 2 3 3 1 3 3 3 5 3 4 3 3 3 4 4 4 5 5 4 4 4 2 5 5 4 4 4 4 5 4 5 2 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4 2 4 5 4 4 4 5 5 4 5 1 4 3 5 3 5 3 5 3 2 2 5 1 4 5 3 5 3 5 5 2 2 1 4 3 5 5 3 4 4 1 5 5 5 5 4 2 5 5 4 1 3 5 1 2 3 5 3 5 3 5 5 5 4 2 4 5 4 5 3 1 1 3 4 1 4 3 5 3 2 5 3 5 SSE 4 4 2 5 4 5 3 2 3 1 1 3 3 3 3 5 3 5 1 3 2 3 4 5 2 3 5 3 2 4 5 4 5 4 1 3 4 2 3 4 5 2 3 3 2 4 5 5 3 2 4 4 2 4 5 3 4 2 2 2 2 3 2 4 2 3 4 3 3 3 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 4 5 5 5 4 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 3 3 5 5 5 5 5 1 5 5 5 3 5 5 4 5 5 5 1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 2 4 5 4 2 5 5 5 5 5 4 5 6 1 1 3 2 3 2 5 1 1 1 1 2 5 1 3 1 5 1 1 3 1 1 5 1 3 1 3 1 3 5 2 2 1 1 1 5 1 1 1 1 2 2 3 2 3 1 3 5 1 5 3 1 1 3 1 2 1 1 1 1 5 1 5 1 1 1 5 3 1 5 7 5 5 3 3 5 5 1 5 5 5 5 5 3 5 5 5 4 3 3 3 3 5 5 5 5 3 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 1 5 5 3 5 5 3 5 2 5 5 3 5 5 3 5 5 3 5 3 3 3 3 5 2 5 5 3 5 5 5 3 3 TOTAL 28 21 29 21 33 23 19 22 22 15 25 25 25 28 26 27 32 17 19 19 22 26 35 28 25 26 27 18 29 33 27 29 28 20 28 32 26 11 24 29 18 21 25 26 25 26 28 32 18 33 30 19 27 31 24 30 21 18 13 19 32 16 29 23 27 28 28 31 18 28 8 3 2 2 2 1 2 3 1 3 2 4 2 3 3 2 2 2 1 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 2 3 2 2 2 3 3 1 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 3 2 1 1 2 2 2 1 2 3 2 3 2 3 1 2 SOAL REFERENSI MOTIVASI PERILAKU KONSUMSI TOTAL TOTAL TOTAL 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 3 4 4 3 2 19 3 4 1 3 2 1 3 17 3 3 4 3 3 4 2 3 25 2 3 4 3 3 17 1 2 1 4 1 1 4 14 1 2 1 2 2 2 1 4 15 3 1 2 3 1 12 2 2 1 4 1 1 3 14 3 3 3 2 3 3 2 3 22 3 2 3 4 2 16 3 4 1 3 3 1 3 18 2 2 3 2 1 2 3 3 18 2 4 4 3 3 17 1 1 1 4 2 1 4 14 2 3 3 2 4 3 1 4 22 2 2 3 3 2 14 2 4 1 3 2 2 3 17 3 2 3 3 3 3 2 4 23 2 2 3 4 3 17 3 2 1 1 3 1 2 13 3 3 3 2 4 3 3 4 25 2 3 3 3 3 15 2 2 2 4 2 1 3 16 2 3 3 2 3 2 3 4 22 2 2 2 2 3 14 2 2 1 3 2 2 2 14 2 2 3 2 4 2 1 4 20 2 3 4 3 4 18 2 1 1 4 2 1 3 14 2 2 3 2 2 3 1 3 18 3 2 3 3 3 18 2 1 2 4 1 1 2 13 4 4 4 3 3 2 1 4 25 3 3 4 3 3 18 3 2 2 3 2 2 2 16 3 3 3 3 4 4 1 4 25 2 2 3 3 2 15 2 2 2 3 2 2 3 16 2 3 3 2 3 2 2 4 21 2 4 3 3 3 18 2 3 1 3 2 2 1 14 4 3 3 3 3 3 2 4 25 2 3 4 2 1 14 2 1 1 4 2 2 2 14 2 3 3 2 2 3 2 4 21 1 3 4 1 3 14 1 2 1 4 1 2 3 14 4 2 3 2 2 2 1 4 20 2 3 3 2 2 14 3 1 3 2 3 2 3 17 2 3 3 3 3 3 1 3 21 1 3 4 3 2 14 2 2 3 4 3 1 4 19 1 3 1 2 3 1 3 3 17 2 2 3 4 4 17 3 3 1 4 2 2 3 18 2 3 1 2 3 2 3 3 19 2 2 4 3 3 16 2 1 2 4 2 1 3 15 2 2 2 2 3 2 2 3 18 2 3 3 3 3 16 2 2 2 3 1 2 2 14 3 2 3 3 3 3 1 3 21 2 3 3 2 2 14 2 2 2 4 1 1 3 15 2 2 2 2 3 3 3 4 21 2 2 2 3 2 14 2 3 2 2 2 2 3 16 3 3 3 3 3 3 2 4 24 1 3 2 2 2 12 2 2 2 3 2 1 3 15 2 3 3 2 2 2 1 2 17 2 3 4 3 2 16 3 3 1 4 2 2 4 19 3 2 4 3 1 3 2 4 22 2 2 3 3 2 14 3 2 2 3 2 2 3 17 3 2 3 2 3 3 1 3 20 2 3 2 3 3 15 2 2 2 3 2 3 2 16 2 2 3 2 3 2 1 3 18 2 2 3 2 3 14 2 1 1 3 1 1 2 11 2 2 2 1 4 1 1 4 17 1 3 3 2 3 14 4 2 1 3 2 1 4 17 1 3 4 3 3 3 2 4 23 4 4 1 3 2 17 4 4 3 1 3 2 2 19 4 2 4 3 4 3 2 4 26 2 3 3 2 3 15 2 2 2 4 2 3 3 18 2 3 3 3 1 2 1 3 18 2 4 3 4 4 20 2 2 2 3 3 2 2 16 3 3 4 4 3 3 1 4 25 2 2 3 2 2 13 4 2 1 2 2 1 2 14 2 4 3 3 2 3 2 3 22 3 2 3 2 2 14 3 2 2 3 2 2 3 17 2 3 3 2 3 2 3 3 21 2 4 4 2 3 17 2 2 1 3 2 2 2 14 4 3 3 3 4 3 1 3 24 3 2 2 3 2 15 3 2 2 2 3 2 2 16 3 2 3 3 4 3 2 4 24 3 3 2 3 3 17 2 3 2 3 2 2 3 17 4 3 3 3 3 3 2 4 25 1 1 4 1 4 12 1 1 2 3 2 1 4 14 1 3 3 1 2 1 1 4 16 3 3 2 3 2 15 3 2 3 3 2 3 3 19 3 3 3 3 3 3 1 3 22 3 3 3 4 1 15 3 2 2 3 2 3 2 17 4 2 4 3 4 3 1 4 25 2 3 3 3 2 15 2 2 2 3 1 1 3 14 2 3 3 2 3 2 2 4 21 1 3 4 2 2 14 3 2 2 4 1 2 4 18 2 2 3 3 2 2 2 4 20 2 2 3 3 2 14 3 2 2 4 2 3 3 19 3 2 3 2 3 3 1 4 21 1 3 3 2 3 13 2 2 1 3 1 1 2 12 3 3 3 3 1 3 1 3 20 1 3 3 3 4 16 1 1 1 4 1 1 3 12 2 2 3 2 3 2 1 3 18 1 2 4 1 3 13 2 1 2 3 2 1 3 14 2 3 4 3 3 2 2 3 22 1 2 3 3 2 13 2 1 2 3 2 2 3 15 2 3 2 2 2 2 3 3 19 1 3 4 2 3 15 2 2 2 4 1 1 2 14 3 3 3 3 3 2 1 4 22 2 3 3 3 3 17 2 1 3 4 2 2 2 16 3 3 3 2 4 3 3 4 25 2 3 3 3 3 16 1 2 2 4 2 2 2 15 3 3 2 3 3 2 2 3 21 2 2 4 4 2 16 3 2 1 4 2 2 3 17 3 2 4 2 3 3 1 3 21 2 3 3 3 2 15 2 2 1 3 2 2 3 15 3 3 3 3 2 2 1 3 20 2 3 4 4 3 18 3 3 2 3 2 2 2 17 3 2 3 3 3 3 2 3 22 2 4 3 3 4 19 1 1 2 4 1 2 2 13 3 3 4 4 3 2 2 4 25 2 2 2 2 2 13 3 3 1 2 2 2 3 16 1 2 4 3 4 3 1 4 22 3 3 3 4 4 19 3 3 3 3 3 2 3 20 4 3 4 3 4 3 2 4 27 2 2 4 3 3 15 1 1 4 4 2 2 3 17 3 2 2 2 1 2 1 3 16 1 2 4 3 3 14 1 1 1 4 2 1 4 14 1 3 2 2 3 2 1 4 18 2 2 3 2 2 13 2 2 2 3 2 2 2 15 2 3 3 2 3 2 2 3 20 2 3 3 2 3 15 2 2 1 3 2 1 1 12 1 3 3 3 2 2 2 3 19 2 3 2 2 3 14 2 2 2 1 2 2 4 15 2 2 3 2 2 2 2 3 18 1 2 4 2 3 13 2 1 1 4 1 1 4 14 1 2 2 2 2 2 2 3 16 2 2 3 3 2 14 3 2 2 3 2 2 2 16 3 2 2 2 3 3 2 3 20 2 3 3 1 3 15 2 2 3 3 3 2 3 18 2 1 3 3 3 2 3 3 20 2 3 4 3 4 18 3 2 2 3 2 3 3 18 3 3 3 3 3 3 2 3 23 1 2 4 3 4 17 1 1 1 4 1 1 4 13 2 2 3 3 2 1 1 3 17 2 2 3 3 2 14 2 3 2 3 2 2 2 16 3 2 3 2 1 2 2 3 18 3 3 4 3 3 19 2 2 2 4 2 2 3 17 3 3 3 3 3 2 2 4 23 2 2 4 3 4 16 1 2 2 3 2 3 4 17 2 3 3 1 2 1 2 3 17 2 3 3 3 3 16 2 1 1 4 2 2 3 15 3 2 3 2 3 2 2 3 20

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No. Jenis Kelamin Kelas 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 L P P P P P P P P P XI IPA 3 XI IPA 3 XI IPA 3 XI IPA 3 XI IPA 3 XI IPA 3 XI IPA 3 XI IPA 3 XI IPA 3 XI IPA 3 1 2 5 2 5 4 4 2 4 4 2 2 4 4 4 5 5 4 4 1 4 4 3 2 5 3 5 4 5 2 2 5 4 SSE 4 3 5 3 3 3 3 2 2 5 3 5 5 5 2 5 5 5 5 2 5 5 6 3 1 1 1 1 1 1 5 2 1 7 3 5 3 5 3 5 3 3 5 3 TOTAL 22 30 18 29 25 27 19 19 30 22 8 2 2 3 3 3 2 2 3 2 2 140 SOAL REFERENSI MOTIVASI PERILAKU KONSUMSI TOTAL TOTAL TOTAL 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 3 3 2 4 4 18 2 1 2 3 3 2 3 16 3 3 3 2 3 2 2 3 21 1 3 3 2 2 13 3 1 2 3 2 2 3 16 3 2 4 4 3 1 1 4 22 3 3 3 4 3 19 2 3 2 3 2 2 3 17 3 2 3 2 4 1 1 4 20 3 3 3 3 3 18 2 2 1 4 1 2 3 15 2 2 3 2 2 2 1 3 17 2 3 3 3 2 16 3 2 2 2 2 2 2 15 4 3 3 3 4 2 3 4 26 2 3 2 4 4 17 3 2 1 3 3 1 4 17 3 3 3 2 4 1 1 3 20 2 3 3 4 2 16 2 1 1 3 1 1 4 13 2 2 3 1 3 2 2 4 19 1 2 2 1 3 12 3 1 1 3 1 2 3 14 2 4 3 3 3 3 1 4 23 3 3 3 3 3 17 3 3 2 3 3 2 2 18 4 3 4 2 4 2 2 4 25 2 3 3 2 3 15 2 1 1 3 1 2 3 13 2 2 2 2 3 2 3 3 19

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 4 HASIL STATISTIK DESKRIPTIF 141

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HASIL STATISTIK DESKRIPTIF Sta tisti cs SS E N Mean Median Mode Std. Deviation Varianc e Minimum Maximum Sum Valid Missing 80 0 24.8000 26.0000 28.00 5.20321 27.073 11.00 35.00 1984.00 RE FERENS I MOTIVA SI 80 80 0 0 15.4500 15.5750 15.0000 16.0000 14.00 14.00 1.95455 1.94725 3.820 3.792 12.00 11.00 20.00 20.00 1236.00 1246.00 PE RILA KU KONSUMSI 80 0 20.9500 21.0000 20.00 2.84583 8.099 15.00 27.00 1676.00 142

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERHITUNGAN KATEGORISASI SSE ORANG TUA Skor Max Skor Min M SD = = = = 35 11 24.80 5.20 Tinggi Sedang Rendah : X ≥ M + SD : M – SD ≤ X < M + SD : X < M – SD Kategori Tinggi Sedang Rendah : : : Skor X 19.60 X ≥ ≤ < 30.00 X 19.60 < 30.00 PENGARUH KELOMPOK REFERENSI Skor Max Skor Min M SD = = = = 20 12 15.45 1.95 Kuat Sedang Lemah : X ≥ M + SD : M – SD ≤ X < M + SD : X < M – SD Kategori Kuat Sedang Lemah : : : Skor X 13.50 X ≥ ≤ < 17.40 X 13.50 < 17.40 < 17.52 MOTIVASI BERBELANJA Skor Max Skor Min M SD = = = = 20 11 15.58 1.95 Tinggi Sedang Rendah : X ≥ M + SD : M – SD ≤ X < M + SD : X < M – SD Kategori Tinggi Sedang Rendah : : : Skor X 13.63 X ≥ ≤ < 17.52 X 13.63 143

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERILAKU KONSUMSI Skor Max Skor Min M SD = = = = 27 15 20.95 2.85 Kurang Rrasional Cukup Rasional Rasional : X ≥ M + SD : M – SD ≤ X < M + SD : X < M – SD Kategori Kurang Rrasional Cukup Rasional Rasional : : : Skor X 18.10 X ≥ ≤ < 23.80 X 18.10 < 23.80 144

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HASIL KATEGORISASI SS E Valid Tinggi Sedang Rendah Total Frequency 10 52 18 80 Percent 12.5 65.0 22.5 100.0 Valid P ercent 12.5 65.0 22.5 100.0 Cumulative Percent 12.5 77.5 100.0 REFERENSI Valid Kuat Sedang Lemah Total Frequency 14 54 12 80 Percent 17.5 67.5 15.0 100.0 Valid Percent 17.5 67.5 15.0 100.0 Cumulative Percent 17.5 85.0 100.0 MOTIVASI Valid Tinggi Sedang Rendah Total Frequency 13 57 10 80 Percent 16.3 71.3 12.5 100.0 Valid Percent 16.3 71.3 12.5 100.0 Cumulative Percent 16.3 87.5 100.0 PERILAKU KONSUMSI Valid Kurang rasional Cukup rasional Rasional Total Frequency 17 44 19 80 Percent 21.3 55.0 23.8 100.0 Valid Percent 21.3 55.0 23.8 100.0 Cumulative Percent 21.3 76.3 100.0 145

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 5 UJI PRASYARAT 146

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 HASIL UJI NORMALITAS NPar Tests One-Sa mpl e Kolmogorov-Sm irnov Te st SS E N Normal Parametersa,b Most E xtreme Differences Mean Std. Deviation Absolut e Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z As ymp. Sig. (2-tailed) a. Test dis tribution is Normal. b. Calculated from data. 80 24.8000 5.20321 .115 .093 -.115 1.032 .238 RE FERENS I MOTIVA SI 80 80 15.4500 15.5750 1.95455 1.94725 .146 .141 .146 .141 -.099 -.118 1.305 1.258 .066 .084 PE RILA KU KONSUMSI 80 20.9500 2.84583 .098 .088 -.098 .873 .430

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 6 UJI HIPOTESIS 148

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 HASIL ONEWAY ANOVA BERDASARKAN SSE ORANG TUA Oneway De scriptive s PERILAKU KONSUMSI N 10 52 18 80 Tinggi Sedang Rendah Total Mean 22.6000 21.1923 19.3333 20.9500 Std. Deviation 2.31900 2.75851 2.72246 2.84583 Std. Error .73333 .38254 .64169 .31817 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound Upper Bound 20.9411 24.2589 20.4243 21.9603 17.9795 20.6872 20.3167 21.5833 Minimum 18.00 15.00 16.00 15.00 Test of Homogeneity of Variances PERILAKU KONSUMSI Levene Statistic .226 df1 df2 2 Sig. .799 77 ANOVA PE RILA KU KONSUMSI Between Groups Within Groups Total Sum of Squares 77.323 562.477 639.800 df 2 77 79 Mean S quare 38.662 7.305 F 5.293 Sig. .007 Post Hoc Tests Multipl e Compa risons Dependent V ariable: P ERILAKU KONSUMSI Tukey HSD (I) SSE Tinggi Sedang Rendah (J) SSE Sedang Rendah Tinggi Rendah Tinggi Sedang Mean Difference Std. Error (I-J) 1.40769 .93326 3.26667* 1.06598 -1. 40769 .93326 1.85897* .73913 -3. 26667* 1.06598 -1. 85897* .73913 Sig. .293 .008 .293 .037 .008 .037 *. The mean difference is significant at the . 05 level. 95% Confidence Interval Lower B ound Upper B ound -.8227 3.6380 .7191 5.8142 -3. 6380 .8227 .0926 3.6254 -5. 8142 -.7191 -3. 6254 -.0926 Maximum 26.00 27.00 25.00 27.00

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 HASIL ONEWAY ANOVA BERDASARKAN PENGARUH KELOMPOK REFERENSI Oneway De scriptive s PERILAKU KONSUMSI N 14 54 12 80 Kuat Sedang Lemah Total Mean 22.9286 20.6296 20.0833 20.9500 Std. Deviation 2.97332 2.69378 2.53909 2.84583 Std. Error .79465 .36658 .73297 .31817 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound Upper Bound 21.2118 24.6453 19.8944 21.3649 18.4701 21.6966 20.3167 21.5833 Minimum 17.00 15.00 16.00 15.00 Maximum 27.00 26.00 23.00 27.00 Test of Homogeneity of Variances PERILAKU KONSUMSI Levene Statistic .144 df1 df2 2 Sig. .866 77 ANOVA PE RILA KU KONSUMSI Between Groups Within Groups Total Sum of Squares 69.362 570.438 639.800 df 2 77 79 Mean S quare 34.681 7.408 F 4.681 Sig. .012 Post Hoc Tests Multipl e Compa risons Dependent V ariable: P ERILAKU KONSUMSI Tukey HSD (I) REFE RENSI (J) REFERE NSI Kuat Sedang Lemah Sedang Kuat Lemah Lemah Kuat Sedang Mean Difference (I-J) Std. Error 2.29894* .81630 2.84524* 1.07076 -2. 29894* .81630 .54630 .86865 -2. 84524* 1.07076 -.54630 .86865 *. The mean difference is significant at the . 05 level. Sig. .017 .026 .017 .805 .026 .805 95% Confidence Interval Lower B ound Upper B ound .3481 4.2498 .2863 5.4042 -4. 2498 -.3481 -1. 5296 2.6222 -5. 4042 -.2863 -2. 6222 1.5296

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 HASIL ONEWAY ANOVA BERDASARKAN MOTIVASI BERBELANJA Oneway De scriptive s PERILAKU KONSUMSI N 13 57 10 80 Tinggi Sedang Rendah Total Mean 21.3846 20.9474 20.4000 20.9500 Std. Deviation 3.17644 2.72174 3.30656 2.84583 Std. Error .88098 .36050 1.04563 .31817 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound Upper Bound 19.4651 23.3041 20.2252 21.6695 18.0346 22.7654 20.3167 21.5833 Minimum 17.00 15.00 17.00 15.00 Test of Homogeneity of Variances PERILAKU KONSUMSI Levene Statistic .834 df1 df2 2 Sig. .438 77 ANOVA PE RILA KU KONSUMSI Between Groups Within Groups Total Sum of Squares 5.481 634.319 639.800 df 2 77 79 Mean S quare 2.740 8.238 F .333 Sig. .718 Post Hoc Tests Multipl e Compa risons Dependent V ariable: P ERILAKU KONSUMSI Tukey HSD (I) MOTIVAS I (J) MOTIVAS I Tinggi Sedang Rendah Sedang Tinggi Rendah Rendah Tinggi Sedang Mean Difference (I-J) .43725 .98462 -.43725 .54737 -.98462 -.54737 Std. Error .88216 1.20726 .88216 .98403 1.20726 .98403 Sig. .874 .695 .874 .844 .695 .844 95% Confidence Interval Lower B ound Upper B ound -1. 6710 2.5455 -1. 9006 3.8698 -2. 5455 1.6710 -1. 8043 2.8991 -3. 8698 1.9006 -2. 8991 1.8043 Maximum 27.00 26.00 25.00 27.00

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 7 SURAT IJIN PENELITIAN 152

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 8 HASIL DOKUMENTASI 156

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI RIWAYAT HIDUP PENULIS DWI HANDAYANI, lahir pada 03 Februari 1992 di Lampung. Setelah menempuh pendidikan formal di SD Gula Putih Mataram, SMP Gula Putih Mataram, dan SMA Sugar Group Companies. Mulai tahun 2010 menjadi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, aktif dalam Organisasi HIMAPENSI Universitas Sanata Dharma sebagai divisi usaha dana (2010-2011) dan Wakil Ketua (2012-2013). Pada tahun 2013 mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat yang dibiayai DIKTI di Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan Yogyakarta. Telah melakukan program pengalaman lapangan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Pada akhir masa pendidikan, penulis terpilih untuk mengerjakan tugas akhir dengan topik perbedaan perilaku konsumsi siswa. Dengan ketekunan, motivasi tinggi untuk terus belajar dan berusaha, penulis telah berhasil menyelesaikan pengerjaan tugas akhir skripsi ini. Semoga dengan penulisan tugas akhir skripsi ini mampu memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan serta bagi penelitian lanjutan tentang perbedaan perilaku konsumsi siswa di Indonesia. Data Pribadi Penulis : Nama : Dwi Handayani Alamat : PT GPM, Housing II blok F.059 RT 5/ RW 10, Kel. Mataram Udik, Kec. Bandar Mataram, Lampung Tengah E-mail : dwihandayani507@yahoo.com 159

(181)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR ANAK PADA SISWA-SISWI KELAS X DAN XI DI SMA NEGERI 10 BANDAR LAMPUNG
1
47
93
PENGARUH KETERAMPILANPENALARAN TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA
2
17
190
MINAT MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR DAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG MINAT MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR DAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA PADA SISWA KELAS XII SMA N 2 SUKOHAR
0
1
18
MINAT MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR DAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG MINAT MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR DAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA PADA SISWA KELAS XII SMA N 2 SUKOHAR
0
1
14
PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA
0
0
15
PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA
0
0
12
PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA
0
0
6
PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA
0
0
11
HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA, PRESTASI BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN MINAT SISWA MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI
0
0
150
ANALISIS KOMPETENSI SOSIAL GURU DITINJAU DARI USIA, PENGALAMAN KERJA, DAN STATUS SOSIAL EKONOMI
0
0
161
ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DITINJAU DARI USIA, PENGALAMAN KERJA, DAN STATUS SOSIAL EKONOMI
0
0
170
MINAT MAHASISWA UNTUK MENJADI GURU DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DAN PERBEDAAN ETNIS
0
0
126
HUBUNGAN PERHATIAN ORANG TUA, MOTIVASI BELAJAR, DAN STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI
0
1
155
PENGARUH TONSILITIS, INTELEGENSI, DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA, DAN STATUS SOSIAL EKONOMI TERHADAP PRESTASI BELAJAR
0
0
117
KONTRIBUSI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA, KELOMPOK REFERENSI DAN IKLAN TELEVISI TERHADAP POLA KONSUMSI MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI DAN PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 20112012
0
3
201
Show more