Hubungan antara dukungan emosional orangtua dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
1
113
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN EMOSIONAL ORANGTUA DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun oleh: Florianus Bryan Aji Nugroho NIM: 099114058 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 1

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “GUSTI MESTI PARING DALAN!” -nn- iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Halaman persembahan: Karya ini kupersembahkan untuk Tuhan Yesus. Bunda Maria, Santo Florianus, Santo Matias. Keluargaku Bapak, Ibuk dan adik-adik. Seluruh teman-temanku. v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah Yogyakarta, 17 Maret 2014 Penulis, Florianus Bryan Aji Nugroho vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN EMOSIONAL ORANGTUA DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK Studi Pada Mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Florianus Bryan Aji Nugroho ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan emosional dari orangtua dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang sedang menghadapi tugas. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan negatif antara dukungan emosional orangtua dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang sedang menghadapi tugas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek yang digunakan berjumlah 72 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma semester V dan VII serta bertempat tinggal bersama dengan orangtua. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pengukuran yang dijumlahkan atau model Likert. Skala yang digunakan terdiri dari skala dukungan emosional orangtua dan skala prokrastinasi akademik yang disusun oleh peneliti. Koefisien reliabilitas dari skala dukungan emosional orangtua adalah sebesar 0,941 sedangkan dari skala prokrastinasi akademik adalah sebesar 0,945. Validitas yang digunakan dalam penelitian adalah validitas isi yaitu diestimasi melalui pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau melalui professional judgement. Analisis data menggunakan teknik korelasi product moment Pearson dengan program SPSS for Windows versi 15. Hasil analisis data menunjukkan adanya korelasi signifikan antara variabel dukungan emosional orangtua dengan prokrastinasi akademik yaitu sebesar r= -0,368 (taraf signifikansi 0,01), sehingga hipotesis penelitian ini dapat diterima. Kesimpulannya, terdapat hubungan negatif antara kedua variabel yang berarti semakin tinggi dukungan emosional yang diberikan orangtua maka semakin rendah tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang sedang menghadapi tugas di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Kata kunci: dukungan emosional orangtua, prokrastinasi akademik vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI THE RELATION BETWEEN PARENTAL EMOTIONAL SUPPORTS AND ACADEMIC PROCRASTINATION Study in Psychology Students in Sanata Dharma University Florianus Bryan Aji Nugroho ABSTRACT This study aims to know the relationship between parental emotional supports and academic procrastination on the Psychology Faculty students of Sanata Dharma University. The hypothesis was that there was a negative relationship between parental emotional supports and academic procrastination on the Psychology Faculty students of Sanata Dharma University. This study was a quantitative correlative study. The participants of this study were 72 Psychology Faculty students of Sanata Dharma University who were in semester five and seven. All of the participants lived with their parents. This study employed the summated measure test or Likert model. The researcher composed the scale used in this study, namely the parental emotional supports scale, and the academic procrastination scale. The coefficient reliability of the parental emotional supports scale was 0, 941. Meanwhile, the coefficient reliability of the academic procrastination scale was 0, 945. In this study, the researcher employed a content validity to establish the validity. In the content validity, the researcher estimated the validity by testing the questionnaire using rational analysis or professional judgment. The data analysis was done by employing Pearson product moment correlation technique with SPSS version 15 program for Windows. The data analysis result showed that there was a significant correlation between the parental supports variable and the academic procrastination variable in which the value of r = 0,368 (significance level 0, 01). Therefore, the hypothesis was accepted. In conclusion, there was a negative correlation between the parental supports and the academic procrastination on the Psychology Faculty students of Sanata Dharma University. Keywords: parental emotional supports, academic procrastination viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Nama Nomor Mahasiswa : Florianus Bryan Aji Nugroho : 099114058 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: Hubungan antara Dukungan Emosional Orangtua dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 17 Maret 2014 Yang menyatakan, (Florianus Bryan Aji Nugroho) ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Beribu-ribu syukur dan pujian penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas karunia dan kasih sayang-Nya sehingga dengan penuh perjuangan penulis dapat menyelesaikan dengan baik skripsi yang berjudul “Hubungan antara Dukungan Emosional Orangtua dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta”. Perjuangan penulis melewati proses berliku sampai skripsi ini selesai telah membuahkan banyak pengalaman dan pembelajaran yang sangat bermanfaat bagi kehidupan penulis. Keberhasilan penulis ini tidak luput dari campur tangan pihak yang dengan senang hati memberikan bantuan, dorongan semangat, bimbingan, nasehat ataupun saran. Dalam hal ini, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada: 1. Seluruh jajaran pengurus Dekanat dan Program Studi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. 2. Bapak Dr. C. Priyo Widiyanto, M.Si. selaku pembimbing skripsi yang telah memberi ilmu, masukan, nasehat, pengalaman dan dorongan semangat kepada penulis. 3. Bapak Agung Santoso yang telah meluangkan waktu untuk sekedar mendengarkan keluh kesah penulis dan atas segala masukannya. 4. Segenap dosen Fakultas Psikologi yang telah memberikan ilmu dan pengalamannya. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Staf karyawan Sekretariat Fakultas Psikologi : Bu Nanik dan Mas Gandung atas bantuan urusan administrasinya sehingga mulus lancar. Kepada Mas Muji dan Mas Doni atas segala candaan dan “sindiran” semangatnya sehingga penulis semakin terpacu. 6. Bapak dan Ibuk yang tak henti-hentinya mendoakan, menyemangati, membimbing, menghibur, dan segalanya sehingga penulis mempunyai alasan untuk berjuang demi mendapatkan keberhasilan hidup. 7. Keluarga besar (Simbah, Budhe, dll) yang selalu mendoakan penulis. 8. Adikku Clarin dan Nugi yang selalu memberi keceriaan ketika penulis jenuh. 9. Maria Evita Sari, calon teman hidup yang selalu meluangkan waktu dan tenaga menyemangati penulis ketika menemui hambatan. Kamu luar biasa! 10. Teman-teman eks dan alumni-Seminari Mertoyudan yang selalu menguatkan penulis dengan segala pengalaman hidup bersama. Hidup Friendsheep! 11. Teman- teman Psikologi angkatan 2009 atas segala nasehat, semangat, tempat curhat dan galau penulis. Terutama grup „konco kenthel‟ (Vero, Riri, Sherly, Ovin, Ayuk, Pingkan, Gatyo, Putra dll) yang dengan berat hati dan terpaksa bersedia menjadi tempat curahan hati penulis. Terima kasih atas segala diskusi dan brainstorming-nya, dolan-dolannya sehingga penulis menjadi segar kembali untuk mengerjakan skripsi. 12. Teman-teman kelompok psikologi pendidikan (Albert, Cacha, Ruthie, Lala), yang pernah ada lalu hilang… kalian sempat membimbing dan memberi masukan luar biasa ketika penulis “terjebak” dalam penelitian yang tidak diinginkan. xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13. Eks panitia LIVE IN 2010 dan 2011 atas segala pengalaman kekeluargaannya. Agnes dan Stanis terima kasih atas sepak terjangnya di Div. Eksternal. Mas Ochi dan Baskoro atas segala nasehat, masukan dan teman satu perguruannya. 15. Orang-orang yang telah memberikan bantuan secara teknis maupun non-teknis dalam pengerjaan skripsi penulis. 16. Semua pihak yang memberikan kontribusi positif yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Penulis benar-benar menyadari penulisan skripsi ini masih banyak terdapat kekurangan sehingga jauh dari kata sempurna. Maka dari itu, penulis sangat berharap mendapatkan kritik dan saran yang membangun demi kebaikan penulis. Semoga skripsi ini dapat berguna dan bermanfaat bagi segala pihak yang membaca. Terima Kasih Yogyakarta, 17 Maret 2014 Penulis . xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL…...…………………………………………….. i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING…………… ii HALAMAN PENGESAHAN……………………………………….. iii HALAMAN MOTTO………………………………………………... iv HALAMAN PERSEMBAHAN……………………………………... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA……………………………... vi ABSTRAK………………………………………………………….... vii ABSTRACT………………………………………………………….. viii LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI………... ix KATA PENGANTAR……………………………………………….. x DAFTAR ISI………………………………………………………… xiii DAFTAR BAGAN…………………………………………………... xvii DAFTAR TABEL……………………………………………………. xviii DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………. xix BAB I PENDAHULUAN……………………………………………. 1 A. Latar Belakang…………………...…………………………….. 1 B. Rumusan Masalah……………..…….…………………………. 7 C. Tujuan Penelitian……………………………………………….. 8 D. Manfaat Penelitian……………………………………………… 8 1. Manfaat Teoretis…………………………………….……… 8 2. Manfaat Praktis……………………………………………... 8 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI……………………………………….. 9 A. Prokrastinasi Akademik………………………………….…… 9 1. Pengertian Prokrastinasi Akademik……………………….. 9 2. Dasar Teori Prokrastinasi Akademik……………………… 10 3. Penyebab Prokrastinasi Akademik………………………… 13 4. Dampak Prokrastinasi Akademik………………………….. 16 5. Aspek Prokrastinasi Akademik ………………………….... 18 B. Dukungan Emosional………………………………………….. 19 1. Pengertian Dukungan Emosional…………………………... 19 2. Aspek Dukungan Emosional………………………………. 20 3. Manfaat Dukungan Emosional…………………………….. 21 C. Dukungan Emosional dari Orangtua………………………….. 22 1. Peran Orangtua………………………………………......... 22 2. Pengertian Dukungan Emosional dari Orangtua…………... 23 D. Hubungan antara Dukungan Emosional Orangtua dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa yang sedang Berhadapan dengan Tugas ……………………..……………… 24 E. Hipotesis Penelitian…………………………………………….. 26 BAB III METODE PENELITIAN…………………………………… 28 A. Jenis Penelitian………………………………………………… 28 B. Variabel Penelitian…………………………………………….. 28 C. Definisi Operasional…………………………………………… 28 D. Subjek Penelitian……………………………………………… 30 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI E. Metode dan Alat Pengumpulan Data………………………….. 31 1. Skala Dukungan Emosional dari Orangtua…….………….. 31 2. Skala Prokrastinasi Akademik……………………………... 33 F. Pertanggung Jawaban Alat Ukur………………………………. 34 1. Validitas……………………………………………………. 35 2. Reliabilitas………………………………………………….. 38 G. Metode Analisis Data…………………………………………. 39 BAB IV METODE ANALISIS DAN PEMBAHASAN…………….. 40 A. Pelaksanaan Penelitian………………………………………… 40 B. Deskripsi Data Penelitian……………………………………… 40 C. Uji Hipotesis…………………………………………………… 44 1. Uji Asumsi…………………………………………………. 44 1.1. Uji Normalitas…………………………………………... 45 1.2. Uji Linearitas……………………………………………. 46 2. Uji Hipotesis………………………………………………... 46 D. Pembahasan……………………………………………………. 47 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN……………………………… 52 A. Kesimpulan…………………………………………………….. 52 B. Saran…………………………………………………………… 52 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………… 55 LAMPIRAN………………………………………………………….. 60 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR BAGAN Halaman Gambar 2.1 : Skema Definisi Dukungan Emosional………………………… 20 Gambar 2.2 : Skema Hubungan Antara Dukungan Emosional dari Orangtua dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa yang sedang Berhadapan dengan Tugas ………………….........................................26 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1. Skor berdasarkan kategori jawaban untuk skala dukungan emosional Dari orangtua………………………………………………………..... 32 2. Blue Print distribusi item skala dukungan emosional dari orangtua Sebelum ujicoba………………………………………………………. 32 3. Skor berdasarkan kategori jawaban untuk skala prokrastinasi Akademik………………………………………………………….…. 33 4. Blue Print distribusi item skala Prokrastinasi Akademik Sebelum Ujicoba………………………………………………………………… 34 5. Distribusi item skala dukungan emosional dari orangtua setelah Ujicoba………………………………………………………………… 37 6. Distribusi item skala Prokrastinasi Akademik setelah ujicoba………… 38 7. Hasil Analisis Deskriptif………………………………………………. 40 8. Kategori Subjek untuk Skala Dukungan Emosional Orangtua………... 42 9. Kategori Subjek untuk Skala Prokrastinasi Akademik………………… 42 10. Kategori Subjek berdasarkan Angkatan……………………………… 43 11. Hasil Uji Normalitas………………………………………………….. 45 12. Hasil Uji Linearitas…………………………………………………… 46 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1. Skala Uji Coba Dukungan Emosional Orangtua ……………………….. 61 2. Skala Uji Coba Prokrastinasi Akademik ……………………………….. 66 3. Uji Validitas dan Reliabilitas Skala Uji Coba Dukungan Emosional Orangtua…………………………………………………….. 70 4. Uji Validitas dan Reliabilitas Skala Uji Coba Prokrastinasi Akademik………………………………………………………………... 72 5. Skala Penelitian Dukungan Emosional Orangtua……………………….. 75 6. Skala Penelitian Prokrastinasi Akademik……………………………….. 78 7. Uji Validitas dan Reliabilitas Skala Penelitian Dukungan Emosional Orangtua…………………………………………………….. 82 8. Uji Validitas dan Reliabilitas Skala Penelitian Prokrastinasi Akademik………………………………………………………………... 84 9. Uji Korelasi ……………………………………………………………... 93 10. Uji Normalitas …………………………………………………………. 94 11. Uji Linearitas …………………………………………………………... 95 xviii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia tidak terlepas dari proses belajar. Dalam belajar, manusia dituntut untuk melatih diri dalam proses dan mengarahkan diri pada hasil. Berkaitan dengan hal tersebut, salah satu pelaku kegiatan belajar adalah mahasiswa. Mahasiswa merupakan sebutan untuk orang yang menjalani pendidikan di perguruan tinggi. Kegiatan belajar mahasiswa meliputi praktikum, eksperimen, pertemuan formal dengan dosen, belajar mandiri dan lainnya. Tuntutan tugas dan pekerjaan dalam lingkup perguruan tinggi seringkali memunculkan fenomena negatif. Dalam wawancara yang dilakukan penulis terhadap beberapa mahasiswa fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, seluruhnya menunjukkan seringkali gagal melakukan proses belajar sesuai dengan jadwal atau target yang sudah ditentukan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa mahasiswa baru akan mulai mengerjakan tugas atau belajar ketika menjelang deadline saja. Hal ini dikeluhkan oleh mahasiswa itu sendiri karena pada akhirnya hasil yang dicapai tidak maksimal. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa mahasiswa menunda untuk tidak belajar secara intensif karena alasan paling utama yaitu malas dan atau materinya sulit sehingga memilih untuk mengabaikannya. Fenomena ini terjadi karena mahasiswa cenderung mudah tergoda sehingga lebih memilih kegiatan yang lebih menyenangkan seperti menonton TV, bermain game atau hang out dengan teman daripada belajar. 1

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Fenomena di atas berkaitan dengan penelitian dari Ferrari (2005) yang menjelaskan dinamika psikologis pelajar dalam menghadapi tugas sekolahnya. Berhadapan dengan tugas yang dianggap tidak menyenangkan, membosankan atau menekan seringkali memunculkan kecemasan dan ketakutan bagi pelajar atau dalam hal ini mahasiswa sehingga secara teori respon yang muncul adalah berhenti sejenak atau berpaling ke kegiatan lain yang dianggap lebih menyenangkan. Akibatnya ketika mendekati ujian, mahasiswa merasa waktu untuk belajar kurang sehingga hasilnya menjadi tidak maksimal. Perilaku penundaan terhadap tugas disebut dengan istilah prokrastinasi. Prokrastinasi dikatakan sebagai perilaku yang mengarah pada trait dan berkaitan dengan struktur mental (Ferrari, 2005). Prokrastinasi juga dapat diartikan sebagai perilaku penundaan dalam mengerjakan tugas dan membuat keputusan (Millgram, 1998). Dalam bidang pendidikan, istilah yang digunakan adalah prokrastinasi akademik dengan pelajar sebagai prokrastinator. Ada berbagai macam faktor internal dan eksternal penyebab munculnya prokrastinasi. Rosario dkk., (2009) menyatakan faktor internal melibatkan dinamika psikologis dimana pelaku merasa cemas dan tidak mendapatkan ide, sedangkan faktor eksternal meliputi tingkat kesulitan , jumlah tugas yang diberikan, kondusifitas lingkungan belajar, persepsi terhadap pengajar dan interaksi sosial. Dalam konteks akademik, yang berperan penting dalam keberhasilan belajar adalah pengajar. Pengajar dibedakan menjadi formal dan informal. Pengajar dalam konteks formal adalah guru atau dosen, sedangkan dalam konteks informal adalah orangtua (Wehbern, 2002). Pengajar yang tidak memberikan

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 dukungan emosional yang memadai bagi pelajar akan menimbulkan kegagalan proses belajar. Dukungan emosional adalah kesediaan seseorang untuk memenuhi kebutuhan orang lain berupa ekspresi dari afeksi, kepercayaan, perhatian dan perasaan didengarkan (Cohen, 1991). Dukungan emosional dimanifestasikan dalam aspek-aspek seperti pemberian perhatian atau kasih sayang, ungkapan rasa simpati dan penghargaan atau penilaian. Permasalahan yang terjadi selain kegagalan manajemen kognitif pelajar adalah kurangnya porsi dukungan secara emosi dari orangtua dibandingkan dengan tingkat kecemasan pelajar ketika berhadapan dengan tugas yang sulit (Ferrari, 2000). Ariely, D. dkk., (2002) mengemukakan bahwa kesalahan penanganan perilaku prokrastinasi akademik oleh pengajar dikarenakan tidak memiliki pengetahuan akan dinamika psikologis peserta ajar sehingga tidak muncul usaha untuk meningkatkan kemauan belajar dan mengurangi perilaku prokrastinasi. Akibatnya, pelajar akan terus mengulangi perilaku tersebut. Orangtua sebagai pengajar informal seharusnya memiliki waktu lebih banyak untuk bertemu dengan anak sebagai pelajar. Dalam hal ini, orangtua memegang peran penting dalam mendorong dan memberikan dukungan secara emosional yang terwujud dalam keberhasilan belajar. Chaplin (1993) menyatakan bahwa dukungan emosional merupakan salah satu bentuk dari dukungan sosial yang memiliki peran terpenting dibandingkan dengan dukungan lainnya. Berhadapan dengan tugas sulit dan dianggap tidak menyenangkan, masalah yang terjadi adalah orangtua seringkali tidak memperhatikan aspek afektif anak atau

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 pelajar sehingga tidak memunculkan rasa nyaman dan dorongan semangat untuk mengerjakan tugas tepat waktu. Penelitian yang relevan menyatakan bahwa prokrastinasi merupakan salah satu manifestasi dari kecemasan pelajar akan lingkungan belajarnya (Burka & Yuen, 1993). Solomon, J.L. (1994) menjelaskan bahwa pelajar yang merasa cemas akan cenderung mencari kegiatan lain yang tidak membuat cemas walaupun kegiatan tersebut tidak relevan. Pedro & Costra (2007) dalam penelitiannya menjelaskan prokrastinasi berkorelasi dengan penyebab kemunculannya yaitu self regulated learning dan dukungan sosial yang di dalamnya mencakup dukungan emosional. Selain itu, penelitian lain mengenai prokrastinasi akademik juga menunjukkan terdapat hubungan antara motivasional belief dan aspek-aspek penting dalam dukungan emosional (Wolters, 2003). Dalam penelitian tersebut terdapat indikasi bahwa seseorang melakukan prokrastinasi ketika mereka mempunyai waktu untuk melakukan usaha tetapi mereka belum tentu mampu menyelesaikan tugas sesuai standar yang telah ditetapkan. Di samping itu, prokrastinasi akademik juga dihubungkan pada aspekaspek dukungan emosional dari orangtua seperti memberi perhatian, semangat, saran, nasehat dan rasa nyaman. Orangtua sebagai salah satu faktor penyebab munculnya prokrastinasi seharusnya memiliki pengetahuan mengenai dinamika psikologis individu. Ketika orangtua gagal membaca situasi ini maka mahasiswa akan cenderung memilih prokrastinasi sebagai cara saat berhadapan dengan tugas yang sulit dan menyita banyak waktu sehingga terkesan membosankan. Penelitian yang dilakukan oleh

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Rosario, P. (2009) menunjukkan bahwa peran guru dan orangtua memiliki hubungan yang signifikan dengan prokrastinasi akademik. Dalam penelitiannya dijelaskan seharusnya pengajar mampu menciptakan lingkungan belajar yang mampu memunculkan kemauan pelajar mengerjakan tugas dan membuat keputusan sehingga prokrastinasi akademik dapat dicegah. Hal ini dapat tercipta dengan persepsi akan dukungan emosional yang baik dari mahasiswa terhadap dosen dan orangtuanya. Berdasarkan penelitian-penelitan sebelumnya, peneliti menyimpulakan belum ada penjelasan secara langsung hubungan antara dukungan emosional dengan prokrastinasi akademik. Penelitian Ferrari tidak menjelaskan mendalam mengenai dukungan secara afektif dalam telaah penyebab munculnya prokrastinasi akademik. Sedangkan, penelitian dukungan emosional lebih menjelaskan dampak situasi emosional yaitu mengenai kecemasan dan tidak menjelaskan secara langsung kaitan dengan perilaku penundaan. Maka, peneliti mengkaitkan penelitian-penelitian sebelumnya untuk menemukan hubungan logis antara kedua variabel yang menjadi fokus penelitian yaitu dukungan emosional orangtua dan prokrastinasi akademik dalam skema kaitan sebab akibat. Menurut uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa prokrastinasi akademik merupakan masalah umum bagi mahasiswa. Banyak faktor yang terkait dengan munculnya kecenderungan prokrastinasi pada mahasiswa salah satunya dukungan emosional dari orangtua yang relevan dalam bidang akademik. Masalah yang terjadi adalah orangtua seringkali terlalu fokus pada pemenuhan kebutuhan materi perkuliahan anak dan kurang dapat membaca kebutuhan afeksinya sehingga anak

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 sebagai mahasiswa cenderung mengabaikan dan menunda penyelesaian tugas yang dianggap tidak menyenangkan. Akibatnya, banyak ditemui mahasiswa yang gagal menyelesaikan tugas pembuatan laporan, makalah dan karya ilmiah lainnya sesuai rencana ataupun deadline yang sudah ditentukan sehingga hasilnya tidak maksimal, bahkan ada yang tidak berhasil menyelesaikan kuliahnya dikarenakan penundaan terhadap segala tugas yang diberikan sehingga seringkali terlambat mengumpulkannya. Oleh karena itu, masalah utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah kecemasan yang muncul dari mahasiswa yang menghadapi tugas yang dianggap tidak menyenangkan namun orangtua selaku pengajar kurang memberi dukungan secara emosional sehingga mahasiswa berulang-ulang mengalami kegagalan belajar. Berdasarkan penelitian-penelitan sebelumnya, peneliti menyimpulkan belum ada penjelasan secara langsung hubungan antara dukungan emosional dengan prokrastinasi akademik. Referensi penelitian prokrastinasi akademik tidak menjelaskan mengenai dukungan secara afektif dalam telaah penyebab munculnya prokrastinasi akademik. Sedangkan, penelitian dukungan emosional lebih menjelaskan dampak situasi emosional yaitu mengenai kecemasan dan tidak menjelaskan secara langsung kaitan dengan perilaku penundaan. Maka, peneliti mengkaitkan penelitian-penelitian sebelumnya untuk menemukan hubungan logis antara kedua variabel yang menjadi fokus penelitian yaitu dukungan emosional orangtua dan prokrastinasi akademik dalam skema kaitan sebab akibat. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori prokrastinasi akademik dari Ferrari dan teori dukungan emosional dari Cohen. Teori dari Ferrari dan

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 Cohen dianggap peneliti mempunyai penjelasan paling lengkap dalam mengurai masalah utama penelitian dan dapat membantu menciptakan pembahasan yang komprehensif. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode skala karena dirasa sesuai dengan pendekatannya yaitu survei serta berkaitan dengan jumlah subjek yang relatif banyak. Alasan penggunaan metode skala didasarkan pada asas bahwa subjek adalah orang yang paling tahu dirinya, apa yang dinyatakan subjek kepada peneliti adalah benar dan dapat dipercaya, serta interpretasi subjek tentang pernyataan yang diajukan kepadanya adalah sama dengan yang dimaksud peneliti (Hadi, S., 1992). Subjek penelitian diambil dari mahasiswa semester VII Universitas Sanata Dharma yang tinggal bersama dengan orangtua. Hal ini didasarkan bahwa mahasiswa pada semester tersebut masih aktif mengikuti kuliah, sedang berhadapan dengan tugas yang cukup banyak seperti pembuatan makalah, laporan pengetesan dan penyusunan mata kuliah seminar serta sudah beradaptasi dengan pola belajar di perguruan tinggi. Maka dari itu, peneliti tertarik untuk melihat hubungan antara dukungan emosional dari orangtua dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas. B. Rumusan Masalah Berdasarkan penjelasan latar belakang masalah di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Apakah ada hubungan antara dukungan emosional orangtua dengan tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang sedang menghadapi tugas.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 C. Tujuan Penelitian Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat adanya hubungan antara dukungan emosional orangtua dengan tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang sedang menghadapi tugas. D. Manfaat penelitian 1. Manfaat Teoretis Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan referensi kepustakaan dalam bidang psikologi pendidikan, khususnya menyangkut hubungan antara dukungan emosional dengan tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa khususnya pada tugas yang dianggap sulit dan tidak menyenangkan. 2. Manfaat Praktis Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi mengenai permasalahan munculnya prokrastinasi akademik pada mahasiswa serta pentingnya dukungan emosional orangtua dalam mengatasi hal tersebut, sehingga orangtua atau pengajar lain dapat lebih memberikan dukungan emosional kepada mahasiswa ketika menghadapi suatu tugas atau pekerjaan tertentu.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Prokrastinasi Akademik 1. Pengertian Prokrastinasi Akademik Istilah prokrastinasi berasal dari bahasa Latin procrastinare yang berarti proses berhenti sejenak. Dalam praktek akademis, hal ini sering terjadi dalam perspektif pengajar maupun peserta ajar. Prokrastinasi akademik dapat menghambat pencapaian tujuan sehingga menimbulkan permasalahan sosial maupun prestasi akademik. Millgram (1998) menjelaskan prokrastinasi akademik adalah sikap, perilaku menunda tugas atau membuat suatu keputusan. Sikap atau perilaku ini menjadi menyimpang karena Akerlof (2001) menegaskan pada dasarnya prokrastinasi dilandaskan pada sikap atau perilaku penundaan yang irrasional. Pengertian lainnya mengatakan bahwa prokrastinasi merupakan segala perilaku penundaan terlepas dari tujuan penundaan itu sendiri (Ferrari, Johnson, & McCown, 2005). Ferrari, Johnson & McCown (2005) menerangkan adanya batasan prokrastinasi meliputi; kebiasaan yang mengarah pada trait dan biasanya disertai keyakinan irrasional serta melibatkan komponen perilaku atau struktur mental tertentu. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa prokrastinasi akademik menunjukkan bahwa perilaku muncul ketika seseorang berhenti sejenak dan melakukan penundaan karena keyakinan irrasional tertentu 9

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 sehingga pencapaian tujuan menjadi terhambat. Hal ini disertai proses struktur mental sehingga dapat dikaji secara psikologis. 2. Dasar Teori Prokrastinasi Akademik Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori utama dari Ferrari dkk (1995) yang menjelaskan bahwa prokrastinasi akademik merupakan perilaku penundaan atau penghindaran terhadap tugas formal seperti tugas sekolah, tugas kuliah atau tugas kursus. Prokrastinasi akademik dapat dijelaskan dengan beberapa teori psikologis seperti Psikodinamika, Behaviorisme dan Cognitif-Behavioral. 2.1. Psikodinamika Teori psikodinamika memiliki pemahaman mengenai perkembangan kognitif manusia dipengaruhi oleh keadaan di masa lalu. Aitken (1992) menjelaskan bahwa ketika seseorang pernah mengalami kegagalan di masa lalu, misalnya gagal menyelesaikan tugas akademik, maka akan cenderung prokrastinasi saat dihadapkan dengan tugas yang sama (dikutip dari Rosario et al, 2009). Hal tersebut dikarenakan orang akan teringat akan pengalaman kegagalannya sehingga berusaha menghindari atau menunda pekerjaannya, yang dipersepsikan akan memunculkan perasaan seperti di masa lalu (Ferrari et al, dalam Romano,1996). Dalam teori psikodinamika, Freud menjelaskan perilaku prokrastinasi sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri. Ketika sebuah tugas yang dianggap

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 mengancam ego, maka akan muncul kecemasan dan ketakutan. Akibatnya, seseorang akan cenderung menghindari atau menunda tugas tersebut agar ego tidak terancam (Ferrari et al, 2005). 2.2. Behaviorisme Teori ini menjelaskan mengenai proses pembelajaran seseorang hingga dapat memunculkan prokrastinasi akademik. Bijou (1995) menjelaskan ketika seseorang merasa sukses dalam menyelesaikan tugasnya melalui tindakan penundaan, maka cenderung akan mengulangi perbuatannya. Hal ini dirasa sebagai metode paling tepat sehingga merasa nyaman dengan penundaan. Dalam teori lainnya mengenai reinforcement, adanya obyek lain yang memberikan hadiah lebih menyenangkan daripada obyek yang diprokrastinasi juga dapat memunculkan prokrastinasi akademik (McCown & Johnson, 1995). Sebagai contoh, ketika seseorang berhadapan dengan tugas yang dianggap sulit dan tidak menyenangkan, maka akan lebih memilih pergi jalan-jalan karena dianggap lebih menyenangkan dan mengabaikan tugas tersebut. Di samping itu, punishment juga mempunyai peran di dalamnya. Van Eerde (2000) mengemukakan bahwa kecenderungan prokrastinasi akan lebih kecil ketika resiko atau konsekuensi lebih cepat diterima. 2.3. Cognitive- Behavioral Prokrastinasi merupakan perilaku penundaan yang irrasional (Akerlof, 1991). Solomon & Rothblum (1994) menambahkan keyakinan irrasional dapat

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 disebabkan oleh suatu kesalahan dalam mempersepsikan tugas, seperti misalnya menganggap tugas sebagai beban dan sangat membosankan, serta takut akan kegagalan dalam menyelesaikan tugas. Akibat keyakinan irrasional ini, seseorang merasa tidak mampu menyelesaikan tugasnya sehingga memilih tindakan penundaan atan penghindaran. Prokrastinasi disebabkan oleh beberapa sikap atau perilaku yang berdinamika. Proses psikologis yang terjadi memunculkan situasi tertentu sehingga seseorang memutuskan untuk menunda pekerjaannya. Wegner & Kanfer (1994) mengemukakan dua istilah yang relevan yaitu self-regulation dan motivasi. Berkaitan dengan dinamika psikologisnya, prokrastinasi dipandang sebagai mekanisme motivasional seseorang dalam tujuan menghindari ancaman untuk sementara waktu, dengan kata lain untuk melindungi diri dalam waktu yang relatif singkat. Bentuk penghindaran terhadap ancaman ini dapat digolongkan dalam kemampuan emotion-oriented coping (Lazarus & Folkman, 1984). Milgram (1998) menjelaskan bahwa prokrastinasi dapat dikaitkan dengan appraisalanxiety-avoidance, dimana seseorang mencoba melihat situasi yang dihadapi. Penilaian terhadap situasi tersebut jikalau dianggap mengancam, maka seseorang akan mencoba untuk mengatasinya dengan segala kemampuan. Tetapi ketika seseorang merasa tidak mampu mengatasi, respon yang muncul adalah stress atau cemas dan mencoba untuk keluar dari situasi tersebut. Dalam hal ini, Milgram (1998) menjelaskan bahwa perilaku penghindaran digunakan untuk mengurangi kecemasan.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Dalam mekanisme kognitif lainnya, prokrastinasi dikatakan sebagai hasil perencanaan yang keliru atau dampak dari terlalu optimis dalam penggunaan waktu saat beraktifitas (Steel, 2007). Relasi antara keinginan untuk menyelesaikan tugas secara cepat dan prediksi penyelesaian tugas yang terlalu optimis adalah: (a) berfokus pada masa depan dan mengabaikan segala hambatan, dan (b) melupakan pengalaman masa lalu sehingga sulit untuk belajar dan pada akhirnya memunculkan perilaku yang sama berulang-ulang. 3. PENYEBAB PROKRASTINASI AKADEMIK Relevansi teori prokrastinasi akademik meliputi motivasi, perilaku menghindar dan perilaku impulsif akan dijabarkan sebagai faktor penyebab munculnya prokrastinasi akademik. 3.1. Person: Avoidance Perilaku ini muncul ketika situasi atau keadaan tertentu dianggap sebagai ancaman atau suatu hal yang tidak menarik. Dalam hal ini, prokrastinator cenderung menghindari tantangan karena dianggap tidak menyenangkan. Perilaku menghindar membawa dampak pada situasi emosional tertentu sehingga semakin menjauhi perilaku pencapaian. Prokrastinator merasa menyelesaikan tugas dapat dilakukan dengan mudah dan tanpa usaha. Scher & Ferrari (2000) menjelaskan bahwa perilaku ini juga terjadi pada tugas yang terlalu sulit dan tidak menyenangkan.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Akibatnya, akan muncul kecemasan dan ketakutan sehingga akan meninggalkan pekerjaan tersebut. Selain itu, perilaku penundaan juga terjadi karena rendahnya selfconfidence. Karena takut penolakan dari orang lain, seseorang terkadang lebih memilih menahan ide-ide yang dimiliki. Sebaliknya, ketika seseorang terlalu optimis dan perfeksionis maka juga akan memunculkan penundaan. Rosario, dkk., (2009) mengemukakan bahwa seseorang lebih memilih menunda karena menunggu waktu yang tepat untuk bertindak agar memperoleh hasil yang maksimal. 3.2. Person: Impulsiveness Variabel relevansi dari hal ini adalah kurangnya kemampuan membuat pilihan yang bijak terkait struktur kognitif seseorang dan kemampuan pengendalian diri seseorang untuk mengatasi situasi yang tidak menyenangkan. Kemampuan masing-masing individu dalam struktur kognitif mempengaruhi perilaku yang berkaitan dengan pembuatan keputusan dan perencanaan (Bar-Tal, Kishon, & Tabak, 1997). Tuttle (1997) menambahkan pentingnya jangkauan waktu. Orientasi jangka pendek akan memunculkan impulsifitas sedangkan orientasi jangka panjang akan menekan impulsifitas disebabkan fokus pada tujuan jangka panjang.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 3.3. Faktor Tugas Ada beberapa dimensi tertentu dalam tugas yang menjadikan prokrastinasi akademik dapat muncul. Hal ini dikarenakan tugas tersebut dianggap mengancam sehingga proses penundaan terjadi. Keseimbangan antara kesempatan dan kemampuan seseorang menjadi penting dalam meningkatkan konsentrasi dan keterlibatan dengan orientasi pencapaian tujuan (Moneta & Csikszwntmihalyi, 1996). Berdasarkan hal tersebut, maka tugas digolongkan menjadi dua yaitu tugas yang terlalu sulit sehingga dianggap kurang menarik dan tugas yang cukup mudah. Penelitian sebelumnya menjelaskan bahwa tugas yang kompleks atau sulit dikerjakan seringkali dianggap sebagai ancaman (Drach-Zahavy & Erez, 1997). 3.4. Faktor organisasi Faktor ini terkait dengan kontrol sosial. Kontrol sosial dapat digambarkan sebagai kinerja norma atau aturan yang berlaku dan juga budaya dalam organisasi (Schriber & Gutek, 1987). Budaya dalam organisasi mungkin saja mendorong seseorang untuk menjadi tepat waktu atau bahkan mendorong untuk prokrastinasi.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 4. Dampak Prokrastinasi Akademik Prokrastinasi dapat menyebabkan seseorang tertekan dan terganggu atau bahkan seseorang tidak terganggu sama sekali, tergantung masing-masing orang dan situasinya. 4.1. Efek Psikologis Dinamika konsekuensi. perilaku Ariely & menghindar secara Wertenbroch (2002) negatif membawa menjelaskan bahwa prokrastinasi membentuk pola pikir seseorang menjadi tidak terkontrol dalam hal perencanaan dan apa yang sebaiknya dikerjakan saat ini. Dampaknya akan muncul rasa bersalah, penyesalan, kekecewaan terhadap diri sendiri dan beberapa emosi yang terkait. Ditemukan korelasi antara prokrastinasi dengan gejala-gejala lower mental well-being seperti depresi dan kecemasan (Flett, Blankstein, & Martin, 1995). 4. 2. Konsekuensi Eksternal 4.2.1. Performansi tugas Dampak utama prokrastinasi adalah tekanan waktu pengerjaan tugas. Hal ini mengakibatkan beberapa konsekuensi seperti kegagalan mencapai deadline atau menggunakan kecepatan dan kemampuan mengerjakan tugas dengan maksimal. Hal ini juga ditentukan dari tingkat kesulitan tugas, jika tugas cukup mudah maka tekanan waktu tidak akan berpengaruh besar (Van Eerde,

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 2000). Dalam penelitiannya, Wegner & Kanfer (1994) mengemukakan bahwa prokrastinasi tidak sepenuhnya merugikan. Prokrastinasi mungkin dapat memunculkan performasi yang lebih baik dalam tugas-tugas kreatif atau tugas yang melibatkan pencarian informasi. Dalam hal ini, penundaan dimaksudkan untuk mendapatkan informasi dan insight sehingga dapat menunjang performasi seseorang. 4.2.2. Perilaku menyimpang Dampak dari dinamika perilaku menghindari penyelesaian tugas akan membawa kemalasan dalam bekerja atau bahkan dapat menjadikan seseorang menarik diri dalam jangka waktu yang lama. 4.2.3. Interaksi Sosial Lingkungan sosial seringkali dirugikan dengan orang yang melakukan prokrastinasi. Ketika berhadapan dengan tugas bersama, orang lain akan kehilangan waktu untuk menunggu pekerjaan prokrastinator. Selain itu, orang lain akan menghabiskan waktu untuk terus mengingatkan prokrastinator dalam hal deadline tugas.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 5. Aspek Prokrastinasi Akademik Ferrari (1995) mengemukakan bahwa dinamika psikologis yang memunculkan prokrastinasi akademik dapat termanifestasikan dalam aspek-aspek seperti: a. Penundaan dalam proses memulai Ketika seseorang tahu bahwa tugas sangat penting bagi dirinya sehingga harus segera diselesaikan, namun memilih menunda-nunda dalam proses memulai atau saat proses pengerjaan. b. Keterlambatan dalam mengerjakan tugas. Prokrastinator cenderung lebih membutuhkan waktu lama ketika mengerjakan suatu tugas. Waktu digunakan untuk mempersiapkan dan melakukan hal-hal yang berlebihan, seringkali tidak berhubungan dengan tugas itu sendiri. c. Ketidakserasian antara batas waktu target dengan kinerja lapangan. Prokrastinator sering mengalami kesulitan menyesuaikan diri dengan deadline. Batas waktu target penyelesaian tugas sudah dipahami namun seseorang tidak segera melakukannya sehingga menyebabkan kegagalan dan keterlambatan. d. Prokrastinator lebih memilih kegiatan lain yang dirasa lebih menyenangkan. Keinginan melakukan kegiatan lain yang lebih menyenangkan dilakukan secara sadar sehingga tugas utamanya menjadi terbengkalai.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 B. DUKUNGAN EMOSIONAL 1. Pengertian Dukungan Emosional Dukungan emosional merupakan salah satu bentuk dari dukungan sosial. Cohen (1991) menjelaskan dukungan emosional adalah kesediaan seseorang untuk memenuhi kebutuhan orang lain berupa ekspresi dari afeksi, kepercayaan, perhatiaan dan perasaan didengarkan. Selain itu, Thoits (1983) juga mendefinisikan dukungan emosional sebagai perasaan sosial dasar yang dibutuhkan individu secara terus menerus yang dipuaskan melalui interaksi dengan orang lain. Dari interaksi tersebut individu menjadi tahu bahwa orang lain memperhatikan, menghargai, dan mencintai dirinya. Dukungan emosional dimanifestasikan dalam bentuk tindakan pemberian perhatian, ungkapan rasa simpati akan kegagalan dan penghargaan atau penilaian akan keberhasilan. Dukungan emosional diberikan untuk meningkatkan motivasi pelajar dalam memberikan kenyamanan dan perhatian sehingga ada pencapaian yang baik. Dalam hal ini, dukungan emosional juga dapat memberikan keuntungan emosional atau berpengaruh pada tingkahlaku penerimanya (Kuntjoro, 2002). Selain itu, dukungan emosional juga dapat berarti bentuk kenyamanan perasaan yang diberikan orang lain sehingga seseorang merasa dicintai dan dikasihi (Gottlieb, 1993). Ketika individu merasa nyaman secara perasaan maka akan terbangun emosi yang positif dan dapat mendukung kinerja dan performasi seseorang ketika berhadapan dengan kondisi atau tugas tertentu.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 Onwuebuzie (2000) menambahkan bahwa kondisi psikologis dan perilaku pengajar membawa dampak afektif tidak langsung dalam keberhasilan belajar siswa. Maka dapat disimpulkan bahwa dukungan emosional dapat berupa kenyamanan, penerimaan, dorongan semangat, serta penilaian dari orang lain baik individu maupun kelompok yang membuat seseorang merasa dihargai dan dicintai sehingga memunculkan perasaan nyaman. Berikut skema teori dukungan emosional (Sheridan & Radmacl, 1992). DUKUNGAN SOSIAL Ketersediaan sumber daya yang memberikan kenyamanan FISIK dan PSIKOLOGIS yang didapat dari interaksi dengan orang lain Dukungan Emosional Dukungan Instrumental Dukungan Informational Dukungan Harga Diri Dukungan dari Kelompok Sosial Pemberian perasaan nyaman, yakin, diperdulikan dan dicintai oleh pemberi dukungan. Penyediaan materi berupa bantuan langsung seperti uang, barang, makanan, dsb. Pemberian informasi, saran atau feedback dari kondisi individu. Pemberian penghargaa n positif, persetujuan pendapat individu, dsb. Membuat individu merasa kelompok memiliki minat dan aktifitas sosial yang sama dengannya. 2. Aspek Dukungan Emosional Dalam penelitiannya, Cohen (1991) menjelaskan bentuk manifestasi dari dukungan emosional menjadi beberapa aspek seperti berikut:

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 a. Ungkapan kasih sayang. Dukungan emosional dapat diberikan dengan ungkapan yang menjadikan individu merasa dicintai dan dikasihi misalnya seperti dorongan semangat, perhatian dan keterbukaan untuk mendengarkan. b. Ungkapan rasa simpati. Dapat diberikan ketika individu dalam keadaan yang tidak menyenangkan misalnya seperti ungkapan untuk membesarkan hati, mendengarkan keluhan dan penerimaan terhadap keadaan individu. c. Penghargaan atau penilaian. Diberikan ketika individu mampu menyelesaikan suatu tugas seperti misalnya memberikan pujian atau apresiasi, dorongan maju, dan memberikan motivasi. 3. Manfaat Dukungan Emosional Individu yang berinteraksi dengan lingkungannya akan lebih baik dalam menghindari permasalahan daripada individu yang tidak sama sekali berinteraksi (Baron & Byrne, 2005). Dalam penelitiannya, Baron & Bryne juga menjelaskan bahwa individu yang mendapat dukungan emosional dari interaksi sosialnya akan lebih mudah mengatasi stres yang muncul. Hasilnya adalah perasaan diterima oleh

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 lingkungan (Self of Acceptance) yang dapat menumbuhkan perasaan emosi yang positif. Manfaat lain dari dukungan emosional adalah bagi individu yang mengalami dukungan interpersonal ini akan mengalami hal-hal positif dalam hidupnya, memiliki harga diri, dan mempunyai pandangan yang optimis (Cohen, 1991). Kahn (1995) menambahkan bahwa dukungan emosional mampu membantu individu mengurangi pengaruh yang negatif dari stressor. Ketika berhadapan dengan situasi yang penuh tekanan, individu seringkali mengalami tekanan emosional yang dapat berlanjut pada tingkat depresi, kesedihan, kecemasan dan kurangnya harga diri. Maka dari itu, dengan dukungan emosional yang efektif akan menjadikan individu tersebut merasa nyaman dan merasa ada orang lain yang dapat membantu dan mendukunganya. C. Dukungan Emosional dari Orangtua 1. Peran Orangtua Dalam konteks akademik maupun non-akademik, orangtua memegang peranan penting sebagai pengajar, pengawas maupun pembimbing anak sebagai seorang pelajar. Kartono (1982) menyatakan bahwa orangtua harus menjadi pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya. Dalam hal ini dimaksudkan orangtua bertanggungjawab dalam membentuk dan membina anak-anaknya baik dari segi psikologis maupun fisiologis. Lingkungan keluarga sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian anak sehingga orangtua harus berusaha menciptakan lingkungan keluarga yang sesuai dengan keadaan anak. Orangtua

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 seharusnya memiliki pengetahuan tentang pendidikan anak sehingga mampu menciptakan lingkungan yang nyaman dalam belajar sehingga anak merasa diperhatikan dan dicintai (Aly, 1999). Maka dari itu, Sabri A. (1999) mengungkapkan bahwa selain memperhatikan fungsi biologis dan sosial anak, orangtua juga mampu menjalankan fungsi afeksi yaitu menciptakan hubungan sosial yang penuh kasih sayang dan rasa aman. 2. Pengertian Dukungan Emosional dari Orangtua Orangtua sebagai pengajar informal memiliki peranan penting dalam perkembangan anak didiknya. Dalam mencapai keberhasilan belajar anak, orangtua seharusnya memberikan dukungan emosional yang efektif. Dukungan emosional dapat berupa perhatian, dukungan semangat, penerimaan, keterbukaan akan keluhan anak, kepercayaan dan sebagainya sehingga anak sebagai pelajar merasa dicintai dan nyaman. Ferrari (2000) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa ketika seorang anak sudah merasa nyaman dan tidak merasa terancam oleh lingkungan belajarnya, maka akan muncul kemauan dan kepercayaan diri untuk menghadapi berbagai macam tugas bahkan tugas yang sulit dan menyita banyak waktu sekalipun. Maka dari itu, perlu keseimbangan antara fungsi biologis, sosial dan afektif atau dukungan emosional dari orangtua agar anak sebagai pelajar dapat menemukan performasi terbaiknya.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 D. Hubungan antara Dukungan Emosional Orangtua dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa yang Sedang Berhadapan dengan Tugas Individu yang berhadapan dengan situasi tertekan akan menimbulkan perasaan stres dan tidak nyaman. Dalam lingkup pendidikan di perguruan tinggi, mahasiswa seringkali berhadapan dengan situasi tersebut. Salah satunya adalah tugas yang dianggap sulit dan tidak menyenangkan dimana membutuhkan lebih banyak waktu dan proses dalam penyelesaiannya. Mahasiswa menganggap tugas tersebut mengancam dan tidak menyenangkan sehingga memilih untuk menghindari dan menundanya sehingga ketika batas pengumpulan tiba hasilnya tidak maksimal. Faktor emosional mahasiswa menjadi salah satu faktor penyebab terjadi fenomena tersebut. Manusia pada dasarnya adalah mahluk sosial sehingga akan selalu berinteraksi dengan orang lain. Menurut Baron dan Bryne (2005), interaksi manusia dengan orang lain dapat berupa bantuan langsung maupun tidak langsung. Demikian pula dengan dukungan yang diterima. Dukungan emosional memberikan kenyamanan secara psikologis yang bermanfaat ketika individu mengalami stres. Taylor, Peplau dan Sears (2000) menjelaskan bahwa dukungan emosional yang paling berpengaruh berasal dari keluarga sebagai significant other. Dalam hal ini orangtua sebagai pengajar dan pendidik. Dari uraian di atas, terdapat hubungan antara penundaan pekerjaan oleh mahasiswa karena tugas yang diberikan sulit dengan dukungan emosional dari orangtuanya. Ketika mahasiswa berhadapan dengan tugas-tugas yang sulit seperti membuat laporan, makalah, artikel dan tugas yang membutuhkan kemampuan

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 menulis lainnya, akan muncul rasa cemas dan merasa tidak mampu mengerjakannya dengan baik sehingga memilih untuk menundanya saja. Hal ini disebabkan rasa tidak percaya diri, cemas, dan terancam akan tugas tersebut sehingga memilih kegiatan yang lebih menyenangkan lainnya. Hal di atas dapat dihilangkan dengan adanya lingkungan belajar yang kondusif. Dalam hal ini adanya dukungan dari orangtua sehingga mahasiswa merasa dirinya dibantu dan didorong untuk dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik (Burka dan Yuen, 2000). Orangtua yang mampu memberikan perhatian dan kasih sayang akan berdampak pada perasaan emosional anak sehingga merasa nyaman dan dicintai. Maka akan muncul perasaan optimisme, percaya diri dan perasaan didukung sehingga mahasiswa dapat mengerjakan tugas yang sulit sekalipun tanpa penundaan dan penghindaran. Maka berdasarkan korelasi teori, seseorang yang mendapatkan bentuk dukungan secara emosi akan mampu mengendalikan diri dan mengurangi rasa cemasnya ketika berhadapan dengan tugas. Kondisi ini dapat menghindarkan seseorang pada perilaku avoidance, sehingga tidak muncul prokrastinasi akademik. Terkait dengan hal tersebut, teori psikoanalisa menjelaskan mengenai usaha mengurangi kecemasan akan tugas dengan pemberian rasa nyaman dan kasih sayang dari orangtua. Sedangkan teori behaviorisme menjelaskan fungsi reward terkait pujian dan punishment terkait hukuman untuk menghilangkan perilaku menunda. Selain itu, jika dikaitkan dengan teori cognitive-behavioral, dukungan emosional digunakan untuk mengubah persepi seseorang agar tidak

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 melihat tugas yang dihadapi sebagai suatu hal yang mengancam. Berikut skema korelasi teori. Tugas (Stressor) - Laporan praktikum - Ujian Take Home tertulis - Makalah, paper, artikel, dll - Membaca, dll Cemas, tidak menyenangkan, membosankan, dll DEADLINE/ Batas Pengumpulan PROKRASTI NASI AKADEMIK Dapat dicegah/di kurangi Rasa percaya diri, optimisme, semangat, nyaman, dicintai, didukung, diterima, dll Dukungan Emosional Orangtua - Ungkapan kasih sayang - Ungkapan rasa simpati - Penghargaan atau penilaian Gb 1. Skema Korelasi Teori E. Hipotesa Penelitian Dari uraian di atas, peneliti memiliki dugaan adanya hubungan negatif antara dukungan emosional orangtua dengan tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Artinya, bahwa ketika dukungan emosional dari orangtua yang diberikan semakin tinggi maka tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang sedang berhadapan dengan tugas akan berkurang. Begitu juga sebaliknya,

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 ketika dukungan emosional dari orangtua yang diberikan semakin rendah maka tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang sedang berhadapan dengan tugas akan semakin tinggi.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional. Penelitian korelasional bertujuan untuk menyelidiki sejauh mana variasi pada satu variabel berkaitan dengan variasi pada satu atau lebih variabel. Dalam hal ini, penelitian korelasional digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel tersebut. B. Variabel Penelitian Menurut Arikunto (2002), variabel adalah obyek penelitian atau suatu hal yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Maka variabel-variabel dalam penelitian ini meliputi: 1. Variabel bebas : Dukungan emosional orangtua 2. Variabel tergantung : Prokrastinasi akademik C. Definisi Operasional 1. Prokrastinasi akademik Prokrastinasi akademik merupakan tindakan penundaan dalam mengerjakan tugas sehingga menghambat dalam penyelesaian tugas. Dalam hal ini, memiliki empat aspek pokok yang akan diungkapkan melalui skala, yaitu: a. Kesenjangan waktu antara perencanaan dan kinerja lapangan 28

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 b. Kelambanan dalam mengerjakan tugas c. Pemilihan untuk melakukan aktivitas lain yang dianggap lebih menyenangkan d. Penundaan untuk memulai atau menyelesaikan tugas Tingkat prokrastinasi akademik mahasiswa dapat dilihat dari besarnya skor total dari skala yang diisi oleh mahasiswa. Semakin besar skor total yang diperoleh maka semakin tinggi tingkat prokrastinasi akademik mahasiswa. Demikian sebaliknya, semakin rendah skor total maka semakin rendah tingkat prokrastinasi akademik yang dimiliki mahasiswa. 2. Dukungan emosional orangtua Dukungan emosional orangtua adalah bantuan yang diberikan oleh orangtua, dapat berupa saran, dukungan semangat, dukungan dalam memecahkan masalah, perhatian, dan atau penghargaan sehingga penerima bantuan merasa nyaman, bahagia dan dicintai. Terdiri dari tiga aspek, yaitu: a. Ungkapan kasih sayang, yaitu berupa dorongan semangat, perhatian dan keterbukaan untuk mendengarkan. b. Ungkapan rasa simpati, yaitu berupa ungkapan untuk membesarkan hati, mendengarkan keluhan dan penerimaan terhadap keadaan individu. c. Penghargaan atau penilaian, yaitu berupa pujian atau apresiasi, dorongan maju, dan memberikan motivasi. Tingkat dukungan emosional orangtua dapat dilihat dari besarnya skor total yang diperoleh dari skala yang telah diisi oleh mahasiswa. Semakin tinggi skor total yang diperoleh maka semakin tinggi pula tingkat dukungan emosional

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 yang diberikan orangtua terhadap mahasiswa. Demikian sebaliknya, semakin rendah skor total yang diperoleh maka semakin rendah dukungan emosional dari orangtua yang diterima mahasiswa. D. Subjek Penelitian Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Hal ini didasarkan pada penilaian dan upaya cermat untuk memperoleh sampel yang representatif dengan cara meliputi wilayah atau kelompok yang diduga sebagai anggota sampelnya (Kerlinger, 2004). Dalam penelitian ini, subjek yang digunakan adalah mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2010 dan 2011. Diambil semester tersebut dikarenakan mahasiswa sedang banyak menghadapi tugas. Mahasiswa yang dipilih adalah mahasiswa yang tinggal bersama dengan orangtua. Subjek penelitian berjumlah 72 orang. Variasi pemilihan mahasiswa dari dua angkatan diharapkan akan memberikan gambaran dukungan emosional orangtua dan prokrastinasi akademik dalam menghadapi tugas yang lebih beragam. Prosedur pengambilan data dilakukan oleh peneliti dengan masuk ke kelas subjek angkatan 2010 dan 2011 serta di luar kelas (bertemu informal). Subjek dipilih berdasarkan mahasiswa yang tinggal bersama dengan orangtua di sekitar daerah Yogyakarta. Hal tersebut diketahui peneliti dengan cara observasi dan wawancara informal dengan calon subjek beberapa waktu sebelumnya.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 E. Metode dan Alat Pengumpulan Data Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan skala. Skala merupakan kumpulan pernyataan-pernyataan yang ditulis, disusun dan dianalisis sedemikian rupa sehingga respon subjek terhadap pernyataan tersebut dapat diberi skor dan kemudian diinterpretasikan (Azwar, 2001). Skor berbentuk angka-angka yang merepresentasikan banyaknya atribut yang dimiliki subjek sehingga memiliki arti kuantitas. Dalam penelitian ini, skala yang digunakan adalah skala persepsi dukungan emosional dan skala prokrastinasi akademik. Keduanya disusun berdasarkan metode yang dijumlahkan yaitu metode skala penentuan sikap yang menggunakan distribusi respon subjek sebagai dasar penentuan skala. Dalam skala persepsi dukungan emosional orangtua terdiri dari empat kategori jawaban yaitu; “Sangat Sesuai” (SS), “Sesuai” (S), “Tidak Sesuai” (TS) dan “Sangat Tidak Sesuai” (STS). Sedangkan dalam skala prokrastinasi akademik diberikan empat kategori jawaban yaitu; “Tidak Pernah” (TP), “Jarang” (J), “Sering” (S) dan “Selalu” (SL). Di bawah ini akan diuraikan penyusunan item, pemberian skor skala serta distribusi item sebelum uji coba. 1. Skala dukungan emosional dari orangtua Skala ini terdiri dari 48 butir item yang terdiri dari 24 butir item favorabel dan 24 item unfavorabel. Item yang bersifat favorabel adalah item yang isinya mendukung, memihak atau menunjukkan ciri adanya atribut yang diukur.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 Demikian sebaliknya, item yang bersifat unfavorabel adalah item yang isinya tidak mendukung atau tidak menggambarkan ciri atribut yang diukur. Pada skala ini, penilaian pernyataan untuk item yang bersifat favorabel bergerak dari angka 4 sampai 1 dan untuk item unfavorabel bergerak dari angka 1 sampai 4. Skor setiap item kemudian saling dijumlahkan sehingga membentuk skor total. Pernyataan Kategori jawaban Favorabel Unfavorabel Sangat Sesuai (SS) 4 1 Sesuai (S) 3 2 Tidak Sesuai (TS) 2 3 Sangat Tidak Sesuai (STS) 1 4 Semakin tinggi skor yang diperoleh subjek maka semakin tinggi pula dukungan emosional yang diterima orangtua dan sebaliknya, semakin rendah skor maka semakin rendah pula dukungan emosional yang diterima dari orangtua. Berikut ini disajukan blue print skala persepsi dukungan emosional orangtua. Aspek Jumlah Favorabel % Unfavorabel Ungkapan kasih 6, 7, 16, 21,24,32, 33, 38, sayang 17,13,19,20,45, 41,42,43, 58, 49 20 33,333 20 33,333 46, 47 Ungkapan 2, 4, 5, 8,9, 12, 22,25,27,30,35,3

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 simpati 15,46, 60, 51 4, 36, 59, 52, 53 Penghargaan/ 1,3, 10, 11, 23,26,28,29, 31, Penilaian 14,18,47, 48, 54, 37, 40,44, 56, 55 57, 30 30 Total 20 33,333 60 100 2. Skala Prokrastinasi Akademik Skala ini terdiri dari 40 butir item yang terdiri dari 20 butir item favorabel dan 20 item unfavorabel. Item yang bersifat favorabel adalah item yang isinya mendukung, memihak atau menunjukkan ciri adanya atribut yang diukur. Demikian sebaliknya, item yang bersifat unfavorabel adalah item yang isinya tidak mendukung atau tidak menggambarkan ciri atribut yang diukur. Pada skala ini, penilaian pernyataan untuk item yang bersifat favorabel bergerak dari angka 4 sampai 1 dan untuk item unfavorabel bergerak dari angka 1 sampai 4. Skor setiap item kemudian saling dijumlahkan sehingga membentuk skor total. Pernyataan Kategori jawaban Favorabel Unfavorabel Tidak Pernah (TP) 4 1 Jarang (J) 3 2 Sering (S) 2 3 Selalu (SL) 1 4

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Semakin tinggi skor yang diperoleh subjek maka semakin tinggi pula tingkat prokrastinasi yang dimiliki subjek dan sebaliknya, semakin rendah skor maka semakin rendah tingkat prokrastinasi yang dimiliki subjek. Berikut ini disajukan blue print skala prokrastinasi akademik. Aspek Jumlah Favorabel % Unfavorabel Kesenjangan waktu antara 6, 13, 20, 25, 2, 10, 19, 22, 28, rencana dengan kinerja 26, 43 42 Melakukan aktivitas lain 16, 17, 21, 35, 14, 18, 24, 34, yang lebih menyenangkan 36, 45 32, 44 Kelambanan mengerjakan 3, 15, 23, 27, 5, 11, 30, 31, 38, tugas 37, 41 46 Penundaan memulai dan 1, 8, 33, 9, 38, 4, 7, 12, 29, 40, menyelesaikan tugas 48 47 Total 24 24 12 25 12 25 12 25 12 25 48 100 lapangan F. Pertanggung Jawaban Alat Ukur Pertanggung jawaban alat ukur dilakukan dengan melakukan uji coba (try out) terhadap skala dengan responden yang memiliki karakteristik hampir sama dengan responden penelitian demi memperoleh validitas dan reliabilitas.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 1. Validitas Menurut Azwar (2005), validitas adalah karakteristik utama yang harus dimiliki oleh setiap skala. Validitas adalah ketepatan dan kecermatan skala dalam menjalankan fungsi ukurnya, artinya sejauh mana suatu skala mampu mengukur apa yang seharusnya diukur (Azwar, 2005; Supratiknya, 1998). Validitas dalam penelitian ini meliputi: 1.1. Validitas isi Validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau lewat professional judgement (Azwar, 2005). Salah satu caranya adalah dengan mengkonsultasikan item-item yang telah dibuat pada skala kepada pihak yang berkompeten, dalam hal ini yang dimaksud adalah dosen pembimbing penelitian. 1.2. Seleksi item Dalam hal ini yang penting adalah daya beda atau daya diskriminasi item yang berarti sejauh mana item mampu membedakan antara individu atau kelompok individu yang memiliki dan yang tidak memiliki atribut yang akan diukur (Azwar, 2005: 59). Suatu item dikatakan baik jika mampu membedakan subjek yang bersikap positif dan subjek yang bersikap negatif. Teknik yang digunakan adalah dengan mengkorelasikan skor item dengan skor item total yang akan menghasilkan koefisien korelasi item total (rix). Koefisien korelasi dikatakan baik apabila batasan koefisien korelasi terebut = 0,30. Jika jumlah item yang lolos ternyata masih tidak

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 mencukupi jumlah yang diinginkan maka dapat dipertimbangkan dengan menurunkan batasan koefisien korelasi menjadi = 0,25. Item yang memiliki koefisien korelasi dibawah batasan dapat dikatakan memiliki daya beda yang rendah (Azwar, 2005: 65). 1) Skala Dukungan Emosional Orangtua Uji skala ini menggunakan program SPSS for Windows versi 15.0 dengan cara mengukur korelasi antara skor item dengan skor item total. Skala ini memiliki jumlah item total sebanyak 48 butir yang terdiri dari 24 item favourabel dan 24 item unfavourabel. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan mana koefisien item total berkisar antara -0,597 sampai 0,707. Item-item tersebut lalu diseleksi dengan cara menggugurkan item yang memiliki koefisien korelasi item total kurang dari 0,25. Hasil seleksi menunjukkan ada 14 item yang dinyatakan tidak layak dan 46 item dinyatakan layak digunakan dalam penelitian lebih lanjut. Item yang gugur adalah no 4, 7, 10, 12, 26, 28, 36, 43, 44, 46, 53, 55, 56, 59, dan 60. Peneliti tidak melakukan penyetaraan dengan pertimbangan jika melakukan seleksi item lagi maka jumlah item akan menjadi 25 butir. Menurut Azwar (2005) jumlah item yang kurang dari 30 butir dalam suatu skala penelitian akan menyebabkan terjadinya efek spurious overlap yaitu koefisien korelasi item total lebih tinggi dari sebenarnya. Selain itu parameter daya diskriminasi item rix tidak dijadikan patokan tunggal dalam menentukan item mana yang akan diikutsertakan dalam bagian skala penelitian karena masih ada pertimbangan lain seperti tujuan

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 penggunaan hasil ukur skala dan komposisi aspek-aspek atau komponen yang dicakup oleh kawasan ukur yang harus diungkap oleh skala. Berikut tabel distribusi setelah ujicoba. Aspek Jumlah Favorabel Unfavorabel 6, 16, 21,24,32, 33, 38, sayang 17,13,19,20,45, 47 41,42, 58, Ungkapan 2, 5, 8,9, 15,46, 49 22,25,27,30,35,34, 51 52, 1,3, 11, 14,18,47, 23,29, 31, 37, 40, 53 48, 54, 57, 24 22 Ungkapan kasih simpati Penghargaan/ Penilaian Total 16 15 15 46 2) Skala Prokrastinasi Akademik Uji skala ini menggunakan program SPSS for Windows versi 15.0 dengan cara mengukur korelasi antara skor item dengan skor item total. Skala ini memiliki jumlah item total sebanyak 48 butir yang terdiri dari 24 item favorabel dan 24 item unfavorabel. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan mana koefisien item total berkisar antara 0,185 sampai 0,697. Item-item tersebut lalu diseleksi dengan cara menggugurkan item yang memiliki koefisien korelasi item total kurang dari 0,30. Hasil seleksi menunjukkan ada 3 item yang dinyatakan tidak layak dan 45 item dinyatakan layak digunakan dalam penelitian lebih lanjut. Item yang gugur adalah no 12, 21, dan 31. Berikut tabel distribusi setelah ujicoba.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Aspek Jumlah Favorabel Unfavorabel Kesenjangan waktu antara 6, 13, 20, 25, 26, 2, 10, 19, 22, 28, rencana dengan kinerja 43 42 16, 17, 35, 36, 45 14, 18, 24, 34, 32, 12 lapangan Melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan 11 44 Kelambanan mengerjakan 3, 15, 23, 27, 37, 5, 11, 30, 38, 46 11 tugas 41 Penundaan memulai dan 1, 8, 33, 9, 38, 48 4, 7, 29, 40, 47 11 23 22 45 menyelesaikan tugas Total 2. Reliabilitas Reliabilitas menunjuk pada taraf kepercayaan atau konsistensi hasil ukur (Azwar, 2005). Pengujian reliabilitas dilakukan dengan menggunakan data jawaban respon yang dihasilkan dari uji coba item. Reliabilitas dinyatakan dengan koefisien reliabilitas (rxx) yang memiliki rentang dari 0 hingga 1,00. Dalam hal ini artinya semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati angka 1,00 maka semakin tinggi pula reliabilitasnya. Pada penelitian ini, digunakan pendekatan konsistensi internal untuk memperkirakan tinggi rendahnya reliabilitas dengan menggunakan teknik estimasi Alpha (α) dari Cronbach. Data untuk menghitung koefisien reliabilitas Alpha diperoleh lewat penyajian skala yang dikenakan hanya

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 sekali saja pada sekelompok responden (Azwar, 2005: 87). Hasil perhitungan koefisien reliabilitas skala dukungan emosional orangtua sebesar 0,941 dan pada skala prokrastinasi akademik sebesar 0,945. G. Metode Analisis Data Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan emosional dari orangtua dengan kecenderungan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang sedang menghadapi tugas. Maka teknik analisis yang digunakan adalah uji korelasi. Dalam penelitian, uji korelasi dapat dilakukan menggunakan teknik Korelasi Product Moment dari Carl Pearson. Teknik ini mempunyai tujuan untuk mencari hubungan antara dua variabel yang memiliki hubungan searah. Perhitungan koefisien korelasi ini menggunakan program SPSS for Windows versi 15.0. Dalam teknik korelasi product moment terdapat dua prasyarat yang harus dilakukan yaitu uji normalitas dan uji linearitas.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV METODE ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Pengambilan data dilakukan pada tanggal 7 November 2013 sampai dengan 24 November 2013. Penelitian ini dilaksanakan di Kampus III Fakultas Psikologi Sanata Dharma Yogyakarta. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi yang sedang menghadapi tugas-tugas menulis seperti laporan tes, pembuatan makalah atau artikel dan tugas seminar. Peneliti mengambil subjek mahasiswa angkatan 2011 semester 5 dan angkatan 2010 semester7 dengan jumlah total 72 mahasiswa. Subjek terdiri dari angkatan 2011 berjumlah 37 subjek dan angkatan 2010 berjumlah 35 subjek. B. Deskripsi Data Penelitian Berdasarkan hasil analisis deskriptif dapat diperoleh gambaran mengenai skor skala dukungan emosional orangtua dan skor skala prokrastinasi akademik sebagai berikut. Variabel Xmin Xmax Mean Mean Teoritik Empirik 115 100.56 SD Dukungan Emosional 68 127 12.23080 Orangtua 40

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Prokrastinasi 105 174 17.31858 112.5 146.58 Akademik Berdasarkan data di atas, variabel dukungan emosional orangtua memiliki mean empirik sebesar 100.56 dan mean teoritik sebesar 115. Mean empirik lebih rendah dari mean teoritik menunjukkan bahwa subjek penelitian ini yaitu mahasiswa Fakultas Psikologi Sanata Dharma mendapatkan dukungan emosional dari orangtua yang cenderung rendah. Pada variabel prokrastinasi akademik, dapat dilihat bahwa variabel ini memiliki mean empirik sebesar 146,58 dan mean teoritik sebesar 112,5. Mean empirik lebih tinggi daripada mean teoritik menunjukkan bahwa subjek peneiltian ini yaitu mahasiswa Fakultas Psikologi Sanata Dharma memiliki perilaku prokrastinasi yang cenderung tinggi. Data yang diperoleh kemudian dikelompokkan untuk mengetahui variasi nilai skor subjek secara lebih detail. Dalam hal ini, peneliti membuat kategoriasasi skor kedua variabel tersebut. Penggunaan katergori jenjang mempunyai tujuan untuk menempatkan subjek ke dalam kelompok yang terpisah secara berjenjang menurut kontinum berdasarkan atribut yang diukur. Menurut Azwar (1999), kontinum jenjang yang digunakan terdiri dari lima kategori yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 1. Dukungan emosional orangtua Kategori Norma Skor F % 149,5 < x 0 0 Tinggi 126,5 < x < 149,5 1 1,3889 Sedang 103,5 < x < 126,5 26 36,111 Rendah 80,5 < x < 103,5 42 58,333 x < 80,5 3 4,1667 Sangat tinggi Sangat rendah Berdasarkan data di atas, jumlah total subjek penelitian sebanyak 72 mahasiswa, terdapat 42 subjek (58,33%) berada dalam kategori rendah, 26 subjek (36,11%) berada dalam kategori sedang, 3 subjek (4,17%) berada dalam kategori sangat rendah, dan 1 subjek (1,39%) berada dalam kategori tinggi. Sedangkan F dan persentase subjek yang merasakan dukungan emosional sangat tinggi adalah 0 subjek (0%). 2. Prokrastinasi akademik Kategori Norma Skor F % 146,5 < x 40 55,556 Tinggi 123,75 < x < 146,25 25 34,722 Sedang 101 < x < 123,75 7 9,722 Rendah 78,75 < x < 101 0 0 x < 78,75 0 0 Sangat tinggi Sangat rendah

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Berdasarkan data di atas, jumlah total subjek penelitian sebanyak 72 mahasiswa, terdapat 40 subjek (55,56%) berada dalam kategori sangat tinggi, 25 subjek (34,72%) berada dalam kategori tinggi, dan 7 subjek (9,72%) berada dalam kategori sedang. Sedangkan F dan persentase subjek yang merasakan dukungan emosional rendah dan sangat rendah adalah 0 subjek (0%). Dukungan emosional Prokrastinasi Akademik Angkatan/ orangtua N Semester Kategori 2011/ V 2010/ VII 37 35 Jumlah Kategori Jumlah Sangat Tinggi 0 Sangat Tinggi 19 Tinggi 0 Tinggi 14 Sedang 19 Sedang 4 Rendah 17 Rendah 0 Sangat rendah 1 Sangat rendah 0 Sangat Tinggi 0 Sangat Tinggi 21 Tinggi 1 Tinggi 11 Sedang 7 Sedang 3 Rendah 25 Rendah 0 Sangat rendah 2 Sangat rendah 0 Berdasarkan data di atas, dapat diketahui bahwa subjek angkatan 2011 semester V yang mendapatkan dukungan emosional dari orangtua dalam kategori sangat tinggi dan kategori tinggi ada 0 subjek (0%), 19 subjek (51,35%) berada dalam kategori sedang, 17 subjek (45,95%) berada dalam kategori rendah, dan 1

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 subjek (2,7%) berada dalam kategori sangat rendah. Sedangkan untuk mahasiswa yang memiliki tingkat prokrastinasi sangat tinggi ada 19 subjek (51,35%), 14 subjek (37,84%) berada dalam kategori tinggi, dan 4 subjek (10,81%) berada dalam kategori sedang. Sedangkan untuk mahasiswa yang memiliki kecenderungan prokrastinasi akademik dalam kategori rendah dan sangat rendah tidak ada. Selain itu, dapat diketahi bahwa subjek angkatan 2010 semester VII yang mendapatkan dukungan emosional dari orangtua dalam kategori sangat tinggi ada 0 subjek (0%), 1 subjek (2,86%) berada dalam kategori tinggi, 7 subjek (20%) berada dalam kategori sedang, 25 subjek (71,43%) berada dalam kategori rendah, dan 2 subjek (5,71%) berada dalam kategori sangat rendah. Sedangkan untuk mahasiswa yang memiliki tingkat prokrastinasi sangat tinggi ada 21 subjek (60%), 11 subjek (31,43%) berada dalam kategori tinggi, dan 3 subjek (8,57%) berada dalam kategori sedang. Sedangkan untuk mahasiswa yang memiliki kecenderungan prokrastinasi akademik dalam kategori rendah dan sangat rendah tidak ada. C. Uji Hipotesis 1. Uji Asumsi Uji asumsi dilakukan untuk memperoleh kesimpulan yang tidak menyimpang dari tujuan penelitian, maka akan dilakukan uji normalitas dan uji linearitas sebagai syarat untuk melakukan analisis data.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 1.1. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui sebaran variabel bebas dan variabel tergantung bersifat normal atau tidak. Menurut Triton (2006), jika nilai probabilitas atau p>0,05 berarti distribusi data penelitian tersebut dapat dikatakan normal. Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan One Sample Kolmogorov-Smirnov Test dari program Windows SPSS versi 15.0. Berikut disajikan uji normalitas kedua variabel. KolmogorovVariabel Probabilitas Signifikansi Smirnov Test Keterangan (p) Dukungan Emosional 0,651 0,790 orangtua NORMAL p>0,05 Prokrastinasi 0,646 0,799 NORMAL Akademik Berdasarkan data di atas, diketahui bahwa pada variabel dukungan emosional orangtua memiliki probabilitas (p) sebesar 0,790 dan nilai Kolmogorov Z sebesar 0,651. Hal ini menunjukkan terpenuhinya syarat uji normalitas. Sedangkan pada variabel prokrastinasi akademik, nilai probabilitas (p) sebesar 0,799 dan nilai Kolmogorov Z sebesar 0,646. Hal ini juga menunjukkan bahwa variabel ini juga memenuhi syarat uji normalitas. Kesimpulannya, kedua variabel dapat dikatakan telah memenuhi syarat uji normalitas.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 1.2. Uji Linearitas Uji linearitas digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas dan tergantung membentuk kurva linear atau bergaris lurus atau tidak. Asumsi uji linearitas adalah ketika nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 (p<0,05). Berikut hasil uji normalitas kedua variabel. Variabel F Signifikasi P Keterangan 4,373 0,03 p<0,05 LINEAR Dukungan Emosional Orangtua dengan Prokrastinasi Akademik Berdasarkan data di atas, diketahui bahwa nilai p lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,03. Oleh karena itu, hasil uji linearitas menunjukkan bahwa variabel dukungan emosional orangtua dengan prokrastinasi akademik bersifat linear. 2. Uji Hipotesis Dalam penelitian ini, uji hipotesis dilakukan dengan teknik korelasi Product Moment melalui program Windows SPSS versi 15.0. Taraf signifikansi yang digunakan adalah 0,01 atau disebut dengan taraf signifikansi one-tailed. Hal ini berdasarkan hipotesis dalam penelitian ini bersifat satu arah. Hasil uji hipotesis menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,368 dengan nilai p=0,01 (p<0,05).

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Data ini menunjukkan adanya hubungan negatif antara dukungan emosional orangtua dengan prokrastinasi akademik. Kesimpulannya adalah bahwa semakin tinggi dukungan emosional dari orangtua yang diterima mahasiswa maka semakin rendah tingkat kecenderungan prokrastinasi akademik yang muncul. Sebaliknya, semakin rendah dukungan emosional yang diberikan orangtua maka semakin tinggi tingkat prokrastinasi akademik yang dilakukan mahasiswa. Dengan demikian, hipotesis penelitian ini dapat diterima. D. Pembahasan Dalam penelitian ini, dapat dilihat bahwa rerata skor pada variabel dukungan emosional orangtua lebih rendah dari rerata teoritiknya yaitu 100,56 < 115. Hal ini menunjukkan bahwa subjek penelitian ini yaitu mahasiswa Fakultas Psikologi Sanata Dharma cenderung kurang mendapat dukungan emosional dari orangtuanya. Alasan yang didapatkan peneliti dari wawancara dalam hal ini dikarenakan kurangnya waktu bertemu antara orangtua dengan anak, kurangnya pengetahuan orangtua terhadap kondisi anak, kebiasaan menyendiri, dan lain sebagainya. Sedangkan pada variabel prokrastinasi akademik, skor rerata empiriknya lebih tinggi dari rerata teoritiknya yaitu 146,58 > 112,5. Hal ini menunjukkan bahwa subjek penelitian ini memiliki tingkat prokrastinasi dalam menghadapi tugas yang cukup tinggi. Berdasarkan uji coba korelasi Product Moment, koefisien korelasi untuk variabel dukungan emosional orangtua dan prokrastinasi akademik sebesar – 0,368. Koefisien ini bernilai negatif yang berarti menunjukkan hubungan negatif

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 kedua varibel. Maka, hipotesis penelitian ini yang berbunyi dukungan emosional dari orangtua yang diberikan semakin tinggi maka tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang sedang berhadapan dengan tugas akan berkurang dapat diterima. Demikian juga sebaliknya, semakin rendah dukungan emosional yang diberikan oleh orangtua kepada mahasiswa maka semakin tinggi kecenderungan prokrastinasi akademik mahasiswa muncul. Dengan diterimanya hipotesis penelitian ini, maka dapat dinyatakan bahwa dukungan emosional orangtua berhubungan terhadap tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi yang sedang menghadapi tugas. Dukungan emosional merupakan proses aktif terhadap individu dimana seseorang bersedia memberi dorongan semangat dan keterbukaan akan keluhan sehingga secara afektif seseorang yang menerimanya merasa nyaman dan dicintai. Para ahli membuat klasifikasi komponen utama dari berbagai kepentingan yang diperoleh seorang dalam suatu hubungan (House, dalam Sears, 1988). Weiss (1994) menyebut komponen atau dimensi merupakan bentuk-bentuk bantuan yang dapat diperoleh dari hubungan dengan orang lain. Dalam perkuliahan, mahasiswa seringkali berhadapan dengan tugas-tugas yang dianggap sulit sehingga secara afektif merasa tertekan dan terancam. Hal ini memunculkan ketakutan dan kecemasan sehingga mahasiswa memilih untuk menghindari tugas-tugas sulit tersebut. Berdasarkan pernyataan tersebut, dukungan emosional dari orangtua mempunyai peranan dalam tercapainya suatu tujuan belajar. Dalam hal ini, nampak bahwa dukungan emosional memiliki kaitan dengan perilaku akademik. Berkaitan dengan penelitian, dukungan emosional

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 yang diberikan orangtua mahasiswa Fakultas Psikologi Sanata Dharma berkaitan dengan perilaku mereka dalam menghadapi tugas-tugas. Subjek memiliki dukungan emosional dari orangtuanya cenderung rendah dan tingkat prokrastinasi dalam mengerjakan tugas-tugas cenderung tinggi. Seseorang yang mendapatkan dukungan emosional dari orangtua secara efektif mempunyai ketenangan dalam proses berpikir dan belajar serta mempunyai strategi dan kemampuan untuk mengendalikan aspek-aspek penting dalam perilaku belajarnya (Weiss, 1994). Ketika seseorang kurang mendapat dukungan emosional dari orangtua, maka akan sulit memotivasi diri sendiri dan kurang menggunakan strategi yang memungkinkan mereka gagal dalam tujuan belajar. Dalam hal ini tujuan belajar subjek adalah menyelesaikan tugas-tugas dengan berbagai tingkat kesulitan. Dapat dikatakan bahwa mahasiswa menjadi kurang mampu mengatur dirinya dalam menghadapi tugas-tugas sulit sehingga tidak dapat menggunakan ketrampilan mengenai strategi kognitif yang dapat digunakan untuk meningkatkan performasi belajarnya. Dalam menghadapi tugas-tugas yang tergolong sulit dan memakan waktu yang relatif lama, mahasiswa dituntut untuk mencari dan menggunakan berbagai literatur dan informasi. Adanya ketenangan dan kenyamanan dalam memilih serangkaian strategi kognitif yang tepat dapat membantu subjek dalam memperhatikan informasi yang diperolehnya. Subjek yang merasa cemas dan takut terhadap tugas sehingga kurang dapat memaksimalkan strategi kognitifnya akan mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas. Kesulitan-kesulitan inilah yang memungkinkan subjek untuk menghindari dan menunda penyelesaian tugas.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Pada dasarnya, jika seseorang kurang memaksimalkan strategi kognitifnya maka prokrastinasi akan cenderung muncul (Wolter, 2003). Tingkat prokrastinasi yang cenderung tinggi juga disebabkan oleh tertekannya mahasiswa secara afektif. Perasaan tidak mampu dan tidak berdaya akan tugas yang dikerjakan menimbulkan perilaku penghindaran dan penundaan. Menurut Burka & Yuen (2008), dukungan emosional dari orang terdekat membantu seseorang untuk merasa nyaman dan menjadi optimis sehingga mampu mengendalikan diri dengan baik. Dalam hal ini, mahasiswa menjadi optimis dan kecemasan dalam pengerjaan tugas menjadi berkurang. Berdasarkan uraian di atas, ketika seseorang telah mendapatkan dukungan afeksi dari orang terdekat maka kecenderungan avoidance yang dapat menyebabkan prokrastinasi akademik dapat dicegah. Orang terdekat dalam hal ini orangtua dapat menjadi kontrol sosial bagi prokrastinator. Keadaan atau situasi yang dimunculkan dapat mempengaruhi munculnya prokrastinasi. Dalam teori behaviorisme dijelaskan bahwa ketika seseorang mendapatkan reward atas usahanya maka perilaku tersebut akan diulangi. Dalam konteks ini, orangtua dapat memberikan pujian dan bentuk apresiasi lainnya sebagai bentuk reward, sehingga ketika mahasiswa berhasil menyelesaikan tugasnya tepat waktu maka perilaku tersebut akan diulangi. Kondisi ini dapat menekan munculnya kecenderungan avoidance yang menyebabkan prokrastinasi akademik. Millgram (1998) menjelaskan bahwa prokrastinasi terkait dengan appraisal-anxiety-avoidance. Jika dikaitkan dengan teori cognitive-behavioral, ketika mahasiswa melakukan penilaian terhadap tugas yang sedang dihadapi, jika

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 tugas tersebut dinilai atau dipersepsikan tidak menyenangkan maka akan muncul kecemasan dan akhirnya muncul perilaku menghindar. Dukungan afeksi dibutuhkan untuk mengurangi kecemasan tersebut sehingga perilaku menghindar tidak muncul. Orangtua berusaha mengubah persepsi negatif mahasiswa terhadap tugas dengan berbagai cara seperti dorongan untuk menyemangati, pujian, nasehat maupun saran. Hal ini dilakukan agar mahasiswa dapat berpikir optimis dalam menghadapi tugas. Rendahnya kenyamanan mahasiswa dalam memilih dan menjalani strategi-strategi yang membantu proses belajar menyebabkan mahasiswa kurang memiliki kemampuan mengendalikan diri. Dalam hal ini, serangkian strategi tersebut dapat membantu untuk mengatasi perasaan cemas dan takut. Oleh karena itu, mahasiswa kurang mampu bertahan dan memaksimalkan usaha dan kemauannya dalam menyelesaiakan tugas-tugas. Hal inilah yang akan mendorong mahasiswa untuk menghindari dan menunda pengerjaan tugas.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan yang didapatkan adalah bahwa terdapat hubungan yang negatif antara dukungan emosional dari orangtua dengan tingkat prokrastinasi akademik mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma saat berhadapan dengan tugas. Hal tersebut ditunjukkan dengan koefisien korelasi sebesar -0,368. Artinya, semakin tinggi dukungan emosional yang diberikan orangtua kepada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, maka semakin rendah tingkat prokrastinasi akademik yang muncul saat berhadapan dengan tugas. Demikian sebaliknya, semakin rendah dukungan dukungan emosional yang diberikan orangtua kepada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, maka semakin tinggi tingkat prokrastinasi akademik yang muncul saat berhadapan dengan tugas. B. Saran 1. Bagi orangtua mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang sedang menghadapi tugas memiliki kecenderungan prokrastinasi akademik yang cukup tinggi. Hal ini berkaitan dengan rendahnya dukungan emosional yang diterima dari orangtua. Sejalan dengan keadaan ini, diharapkan orangtua mahasiswa mampu memberikan 52

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 apresiasi afektif terhadap segala perkembangan dari pengerjaan tugas para mahasiswa. Peran orangtua diharapkan mampu untuk membantu mahasiswa antara lain dengan memberi dorongan semangat ketika mengalami kegagalan, memberi pujian atau apresiasi ketika mahasiswa berhasil dan kesediaan mendengarkan keluhan mahasiswa mengenai perkembangan perkuliahannya. Dengan begitu, mahasiswa ketika berhadapan dengan tugas yang notabene menimbulkan kecemasan dapat lebih tenang karena merasa dikuatkan dan dimotivasi oleh orangtua. Hal tersebut dapat membantu mahasiswa mendapatkan kenyamanan dan dapat mengurangi kecenderungan mahasiswa untuk menghindari pengerjaan tugas yang menimbulkan kecemasan dan ketakutan. 2. Bagi mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang sedang mengerjakan tugas: Berdasarkan hasil penelitian ini, mahasiswa diharapkan dapat menerima dukungan emosional dari orangtua sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang. Dengan begitu, mahasiswa diharapkan lebih mampu mengatur dan mengendalikan diri dari ketakutan dan kecemasan akan tugas kuliah yang sulit. Dukungan emosional yang efektif dari orangtua dapat membantu mahasiswa untuk memilih strategi –strategi yang mendukung pengerjaan tugas-tugas secara rutin dan teratur seperti membuat catatan harian pengerjaan tugas, membuat jadwal dan target pengerjaan, dan kemauan meminta bantuan dan dukungan semangat dari orang terdekat seperti orangtua ketika menghadapi permasalahan.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 3. Bagi peneliti selanjutnya: Pada skala penelitian dukungan emosional orangtua, jumlah item pada aspek tidak merata. Hal ini dikarenakan banyaknya item yang gugur ketika melakukan uji coba skala. Maka dari itu, untuk peneliti selanjutnya diharapkan lebih memperhatikan pembuatan item pada skala ini dengan mempertimbangkan sisi kualitas dan juga kuantitas.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Ainslie, G. 1975. Specious Reward: A behavioral thepry of impulsiveness and impulsive control. Psychological Bulletin, 82, 463-496. Diunduh pada tanggal 5 Juni 2013 di http://pss.sagepub.com/content/14/4/22 Aitken, M. 1992. A Personality Profile of the College Student Procrastinator. Doctoral Disertation. University of Pittsburgh. Diunduh pada tanggal 5 Mei 2013 di psycnet.apa.org/index.cfm?fa=main.doiLanding&uid=200623058-004. Akerlof, G. A. 2001. Procrastination and Obedience. American Economic Review, 81, 1-19. Aly. 1999. Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta. Ariely, D., & Wertenbroch, K. 2002. Procrastination, Deadlines, and Performance: Self-Control by Precommitment. Research Article, 13 (3). Diunduh pada tanggal 5 Juni 2013 di http://pss.sagepub.com/content/13/3/219. Arikuntom, S. 2002. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta Azwar, S. 2001. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S. 2004. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Bar-Tal, Kishon, M., & Tabak. 1997. A Grounded Theory of Academic Procrastination. Bulletin of Educational Psychology. Vol. 80. Baron & Byrne, K. 2005. Family background, individual, and environmental influences, aspirations and young adults educational attainment: A followup study. Journal of Personality and Social Psychology, 74, 1421-1436. Burka, J. B. & Yuen L. M. 2008. Procrastination: Why you do it, what to do it?. Perseus Books. Chaplin, J.P. 1993. Kamus Lengkap Psikologi.Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Cohen, S. 1991. Emotional Support: Theory and Practice. London: John Wiley and Sons. Diunduh pada tanggal 5 Juni 2013 di http://pss.sagepub.com/content/24/2/87 55

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Drach-Zahavy, S., & Erez, M. 1997. Scholl Variables: Tasks. New York: Centerpoint. Diunduh pada tanggal 12 Juni 2013 di http://revistas.ucm.es/index.php/SJOP/journal/view/42928 Ferrari, J. R. 1991. Self Handicapping by Procrastination: Protecting Self Esteem, Social Esteem or Both. Journal of Research in Personality. Ferrari, J.R. 2000. Procrastination and attention: Factor analysis of attention deficit, boredomness, intelligence, self-esteem, and task delay frequencies. Journal of Social Behaviour and Personality, 15, 185-196. Ferrari, J.R. 2001. Procrastination as self-regulation failure of performance: Effect of cognitive load, self-awareness, and time limits on “working best under pressure.” Europan Journal of Personality, 15, 391-406. Ferrari, J.R., & Beck, B. 1998. Affective responses before and after fraudulent excuses by academic procrastinator. Education, 118, 529-537. Ferrari, J.R., & Diaz-Morales, J.F. 2007. Perseptions of Self-concept and Selfpresentation by Procrastinators: Further Evidence. The Spanish Journal of Psychology, 10 (1), 91-96. Diunduh pada tanggal 12 Juni 2013 di http://revistas.ucm.es/index.php/SJOP/article/view/30085 Ferrari, J.R., & Dovidio, J.F. 2000. Examining behavioral processes in indecision: Decisional Procrastination and decision-making style. Journal of Research in Personality, 34, 127-137. Ferrari, J.R., & Patel, T. 2004. Social comparisons by procrastinators: Rating peers with similar or dissimilar tendencies. Personality and Individual Differences, 37, 359-366. Flett, G., Blankstein, P., & Martin, T. 1995. Dimensions of Perfectionism and Procrastination. Dalam J. R. Ferrari, J. Johnson & W. McCown, (Eds.), Procrastination and Task Avoidance: Theory, Research and Practice, (113-136). New York: Plenum Press. Gottlieb, B.H. 1993. Emotional Support Strategies Guidelines for Mental Health Pratice. Baverly Hills: Sage Publications. Hadi, S. 1991. Analisis Butir untuk Instrumen (Angket, Tes, dan Skala Nilai dengan BASICA). Yogyakarta: Andi Offset. Hakim, W.R.. 2011. Psikologi dalam Belajar. Bandung: Alam.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Hurlock, D.B. 1994. Psikologi Perkembangan: Suatu Pengantar Sepanjang Rentang Kehidupan (terjemahan Istiwidayanti dan Soedjarwo). Jakarta: Erlangga. Janssen, T. & Carton, J.S. 1999. The Effect of Locus of Control and Task Difficulty on Procrastination. The Journal of Genetic Psychology, 160 (4). 436-442. Kahn, M.J. 1995. Emotional Social Support and achievement in adolescence: A multi-cultural study. Journal of Applied Development Psychology, 15, 201-212. Kartono, K. 1992. Psikologi Anak (Psikologi Perkembangan). Bandung: Mandar Maju. Kimbrough, C. 2007. Procrastination: The Death of Opportunity. Faculty Publications, College of Journalism & Mass Communications, 37. Diunduh pada tanggal 5 Mei 2013 di http://digitalcommons.unl.edu/journalismfacpub/37. Kuntjoro, Z.S. 2002. Dukungan Emosional pada Anak. Diunduh pada tanggal 12 Agustus 2013 di http://www.e-psikologi.com. Lazarus, R.S., & Folkman. 1984. Pattern of Adjustment and Human Effetiveness. Tokyo: McGraw-Hill Kogakushu Ltd. Locke, W. 1975. Introduction to Personalty Structure. CBS College Publishing. Loewenstein & Elster. 1992. Behavioral self-control in treating procrastination in studying. Psychological Reports, 42, 59-69. Diunduh pada tanggal 5 Juni 2013 di http://pss.sagepub.com/content/9/4/121. MacDonald, A. P, Buehler R. G., & Griffin. 1997. Ellis‟s irrational values: A validation study. Rational Living, 7, 87-91. McCown, W., & Johnson, J. 1989. Validation of An Adult Inventory of Procrastination. Dipresentasikan pada Society for Personality Assessement, New York. Diunduh pada tanggal 5 Juni 2013 di http://www.forumsains.com/artikel/paper-presented/. Millgram, N. 1998. Procrastination Things. New York: Centerpoint. Milgram, N., Sroloff, B., & Rosenbaum, M. 1998. The Procrastination in Everyday Life, Journal of Research in Personality, 22, 197-212.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Mischel, J.L. 1996. Overcoming the Powelessness of Academic Procrastination. Journal of Conseling, 16, 17-24. Onwuegbuzie, A. 2000. Academic Procrastinantion and Perfectionist Tendencies Among Graduate Students. Journal of Social Psychology and Personality, 15, 103-110. Pedro, G., & Costra, L. 2007. Doing the Thing We Do: A Grounded Theory of Academic Procrastination. Journal of Educational Psychology, 99. Peterson. 1995. If I don‟t do well tommorow, there‟s a reason: Predictors of adolescent‟s use of self-handicaping strategies. Journal of Educational Psychology, 3. Diunduh pada tanggal 20 Juni 2013 di http://pss.sagepub.com/content/13/4/214. Rosario, P., Costa, M., Nunez, J.C., Gonzalez-Pienda, J., Solano, P., & Valle, A. 2009. Academic Procrastination: Associations with Personal, School, and Family Variables. Journal of Psychology, 12 (1), 118-127. Sabri, A. 1999. Peranan Orangtua dalam Pendidikan Anak dan Hubungannya dengan Prestasi Belajarnya. Diunduh pada tanggal 20 Mei 2013 di http://re-searchengines.com/sabri2.htm. Santrock, J.W. 2003. Adolesence: Perkembangan Remaja Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga. Scher, S., & Ferrari, J. 2000. The Recall of Completed and Noncompleted Tasks Through Daily Logs to Measure Procrastination. Journal of Social Behaviour and Personality, 15, 255-265. Solomon, J.L., & Rothblum, E.D. 1984. Academic Procrastination: Frequency and Cognitif-Behavioral Correlates. Journal of Conseling Psychology, 4, 503509. Diunduh pada tanggal 5 Mei 2013 di http://psycnet.apa.org/journals/cou/31/4/503/ Steel, P. 2007. The Nature of Procrastination: A Meta-Analytic and Theoritical Review of Quintessential Self-Regulatory Failure. Psychological Bulletin, 133 (1), 65-94. Stephanie. 1994. Procrastination Across Variables. Diunduh pada tanggal 24 Mei 2013 di www.mwsc.edu/psychology/research/psy302/fall96/Stephaniepage.html Stober, J., & Joorman, J. 2001. Worry, Procrastination, and Perfectionism: Differentiating Amount of Worry, Pathological Worry, Anxiety, and Deprression. Cognitive Therapy and Research, 25 (1), 49-60.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Taylor, N.E., Peplau dan Sears J.E. 2000. Parent academic involvement as related to scholl behavior, achievement, and aspirations: demographic variations across. Child Development Bulletin, 75, 1491-1509. Thoits, N.H., & Sarason. 1983. Parental Influence: Emotional Support Effectiveness. Psychological Review. Diunduh pada tanggal 2 Agustus 2013 di http://www.dapul.es/archieve/review02/parental_article.htm Van Eerde, W. 2000. Procrastination: Self-regulation in Initiating Aversive Goals. Applied Psychology: An International Review, 49 (3), 372-389. Wegner, & Kanfer, L. 1994. Academic procrastination: a multi dimensional approach to task aversiveness across stages of personal project. Personality and Individual Differences, 28. Wehbern. 2002. Correlates of Academic Procrastination and Mathematics Achievement of University Undergraduate Students. Eurasia Journal of Mathematics, Science & Technology, 2002, 3(4), 363-370. Weiss, A.A. & Cohen. 1991. Emotional Support: Theory and Practice. London: John Wiley and Sons. Diunduh pada tanggal 15 Maret 2013 di http://www.des.mory.edu/arc/Weiss_Cohen3. Wolters, A. 2003. Understanding Procrastination from A Self Regulated Learning Perspective. Journal of Educational Psychology. Vol. 95 no. 1, 179-187.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN A SKALA UJI COBA 60

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 SKALA UJI COBA Kepada: Yth. Teman-teman Di tempat. Sehubungan dengan penelitian tugas akhir saya, perkenankanlah saya meminta bantuan dari teman-teman untuk meluangkan waktu mengisi angket berikut ini. Angket ini berisi beberapa pernyataan yang terbagi dalam dua bagian. Teman-teman diharapkan dengan sangat dapat jujur dalam mengisi atau menjawab pernyataan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Hasil angket ini akan digunakan untuk keperluan akademik sehingga segala bentuk informasi dapat terjamin kerahasiaannya. Atas segala perhatian dan bantuan teman-teman, saya ucapkan terima kasih. Hormat saya, Florianus Bryan Aji N. 09/PSI/USD

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 IDENTITAS DIRI Jenis Kelamin : Angkatan :(L/P) Tinggal bersama (sebutkan anggota keluarga) : PETUNJUK PENGISIAN ANGKET (BAGIAN I) Di bawah ini terdapat sejumlah pernyataan tentang pengalaman hidup bersama dengan orangtua. Teman-teman diminta untuk memilih jawaban yang dirasa paling sesuai dengan cara memberi tanda (√) dalam kotak yang tersedia, dengan penjelasan sebagai berikut: STS = Sangat Tidak Sesuai dengan pengalaman TS = Tidak Sesuai dengan pengalaman S = Sesuai dengan pengalaman SS = Sangat Sesuai dengan pengalaman Silakan memilih jawaban yang paling menggambarkan keadaan diri teman-teman tanpa ada yang terlewatkan. Dalam hal ini, tidak ada jawaban yang dianggap salah. #SELAMAT MENGERJAKAN# No. 1 2 3 4 5 Pernyataan Orangtua selalu mendorong saya untuk giat belajar sehingga saya selalu semangat Orangtua memberikan petunjuk mengenai caracara memecahkan masalah ketika saya sedang sedih Orangtua memberi kepercayaan terhadap saya dalam berbagai hal ketika kuliah Ketika saya kesulitan belajar, orangtua mendorong saya dengan memberikan solusi Walaupun saya memperoleh nilai yang jelek, Jawaban STS TS S SS

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 No. 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 orangtua selalu membesarkan hati saya Pernyataan Orangtua memenuhi kebutuhan belajar saya, sehingga saya merasa tenang Orangtua mau menyempatkan diri untuk mendengar keluh kesah saya Saya diberi nasehat dengan cara yang halus oleh orangtua ketika saya melakukan kesalahan Saya diberi masukan oleh orangtua ketika berhadapan dengan sebuah pilihan sehingga saya merasa senang Saya merasa orangtua selalu menguatkan saya jika berada pada masa-masa sulit Setiap ucapan dan sikap orangtua menunjukkan kepedulian terhadap saya Saya dihibur oleh orangtua ketika mendapat nilai yang jelek Orangtua memperhatikan perkembangan belajar saya Orangtua mendukung saya mengikuti kegiatan di luar kuliah Orangtua selalu menyampaikan wejangan untuk masa depan saya sehingga kecemasan saya akan masa depan menjadi hilang Saya merasa nyaman ketika berada di dekat orangtua saya Orangtua membantu saya mengerjakan pekerjaan/ tugas yang sulit dengan solusi yang mudah ditangkap Orangtua memuji saya ketika nilai ujian saya baik Orangtua bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing belajar saya secara pribadi sehingga saya merasa diperhatikan Orangtua dengan senang hati bersedia membelikan saya buku ketika saya membutuhkan Saya merasa cemas karena buku yang disediakan orangtua kurang cukup untuk menunjang perkuliahan Orangtua saya jarang memberikan saya nasehat sehingga saya sering merasa kebingungan Ketika saya kecewa dengan hasil ujian saya, STS TS S SS

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 No. 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 orangtua justru memarahi saya Pernyataan Saya merasa diabaikan ketika orangtua mengabaikan perlengkapan dan keperluan belajar saya Orangtua mengabaikan saya ketika saya kesulitan dalam mengikuti mata kuliah tertentu Orangtua mencela hasil usaha belajar saya Orangtua cenderung tertutup ketika saya meminta pendapat untuk menghadapi masalah Orangtua melarang saya untuk berkegiatan di luar kegiatan kuliah Orangtua meremehkan kemampuan saya Orangtua saya terlalu sibuk sehingga mengabaikan saya begitu saja ketika saya melakukan kesalahan Ketika saya sedih, orangtua malah sibuk dengan pekerjaannya sehingga saya terabaikan Orangtua merasa keberatan jika saya meminta perhatian lebih ketika kesulitan belajar sehingga saya harus berjuang sendiri Orangtua saya masa bodoh dengan masalahmasalah saya Orangtua membiarkan saya walaupun saya membolos kuliah Solusi dan nasehat yang diberikan orangtua malah membuat saya bingung Ketika nilai saya baik, orangtua saya mendiamkan saja Saya merasa takut ketika saya berhadapan dengan orangtua saya Ketika orangtua ingin berbicara dengan saya, saya merasa cemas Saya merasa terancam ketika orangtua berada di dekat saya ketika saya belajar Orangtua selalu menanggapi pendapat saya dengan negatif Orangtua saya keberatan ketika saya meminta waktu untuk konsultasi mengenai tugas kuliah Saya merasa orangtua saya menjadi penghambat dalam belajar Orangtua malah memarahi saya ketika saya meminta bantuan untuk mengerjakan tugas STS TS S SS

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 kuliah yang sulit No. 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 Pernyataan Orangtua tetap mengabaikan saya walaupun saya berprestasi di luar kegiatan kuliah Dengan semangat, orangtua bersedia menghampiri saya dan membantu saya mengerjakan tugas kuliah yang sulit Orangtua menentang saya berkegiatan di luar perkuliahan Saya merasa nyaman ketika orangtua memberi saya saran agar menjadi orang yang berguna kelak Saya merasa selalu diperhatikan oleh orangtua saya Ketika saya berprestasi di luar kegiatan kuliah, orangtua tetap memberi ucapan selamat kepada saya Saya merasa diperhatikan orangtua saya karena orangtua saya selalu memberikan saya semangat dalam belajar Ketika orangtua saya mau menjadi teman curhat saya, saya merasa dikuatkan Orangtua saya menenangkan saya ketika saya cemas karena gagal ujian Orangtua saya selalu memperhatikan perkembangan saya di kampus Orangtua saya selalu memandang positif kemampuan saya Ketika saya malas mengerjakan tugas, orangtua saya dengan senang hati selalu mengingatkan saya Saya merasa tenang dalam belajar karena kebutuhan perkuliahan saya selalu dipenuhi orangtua saya Saat saya dimarahi dosen ketika kuliah, orangtua saya membesarkan hati saya Orangtua selalu ada saat saya butuh Saya merasa nyaman di rumah karena orangtua saya selalu memberikan dorongan semangat dalam belajar Saya merasa orangtua mencintai saya apapun keadaan dan kondisi saya dalam belajar STS TS S SS

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 PETUNJUK PENGISIAN ANGKET (BAGIAN II) Di bawah ini terdapat sejumlah pernyataan tentang pengalaman mengerjakan tugas kuliah. Teman-teman diminta untuk memilih jawaban yang dirasa paling sesuai dengan cara memberi tanda (√) dalam kotak yang tersedia, dengan penjelasan sebagai berikut: TP = jika pernyataan tersebut Tidak Pernah dialami J = jika pernyataan tersebut Jarang dialami S = jika pernyataan tersebut Sering dialami SL = jika pernyataan tersebut Selalu dialami Silakan memilih jawaban yang paling menggambarkan keadaan diri teman-teman tanpa ada yang terlewatkan. Dalam hal ini, tidak ada jawaban yang dianggap salah. #SELAMAT MENGERJAKAN# No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Pernyataan Saya mengalami kesulitan dalam memulai atau mengerjakan tugas kuliah yang diberikan dosen Saya mengerjakan tugas kuliah pada minggu terakhir menjelang deadline Jadwal kegiatan yang sudah saya buat tidak saya laksanakan tepat waktu Pengerjaan tugas kuliah menjadi tertunda karena saya sibuk mengurusi kegiatan lain yang lebih menyenangkan Saya gagal dalam menyelesaikan tugas kuliah sesuai jadwal yang telah saya susun Mengikuti kegiatan yang menyenangkan membuat saya lupa akan tugas kuliah Saya terbiasa menunda mengerjakan tugas kuliah Tugas kuliah yang banyak membuat saya malas untuk memulai mengerjakannya Saya kesulitan untuk memenuhi jadwal yang sudah Jawaban TP J S SL

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 No. 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 saya dan atau orang lain tetapkan Pernyataan Saya lebih suka mengerjakan kegiatan lain yang lebih menyenangkan meskipun deadline pengumpulan tugas kuliah sudah dekat Saya lebih suka mengerjakan kegiatan lain yang lebih menyenangkan meskipun deadline pengumpulan tugas kuliah sudah dekat Saya berusaha menyelesaikan tugas kuliah sesempurna mungkin sehingga terlambat dalam mengumpulkan Mengerjakan tugas kuliah itu membosankan shingga saya dahulukan kegiatan lain yang lebih menyenangkan Dalam mengerjakan tugas, saya lebih lama dibanding teman-teman saya sehingga membuat saya terlambat dalam mengumpulkannya Saya malas mengerjakan tugas kuliat terlalu cepat Ide-ide saya baru muncul ketika mendekati batas akhir pengumpulan tugas sehingga saya baru mulai mengerjakannya Saya baru bisa mengerjakan tugas kuliah setelah melakukan kegiatan lain yang menyenangkan Hal-hal di luar tugas mudah terlintas di benak saya saat sedang mengerjakan tugas kuliah Saya sulit melaksanakan target yang saya buat dalam mengerjakan tugas Waktu yang diberikan dosen untuk mengerjakan tugas kuliah tidak cukup sehingga saya terlambat dalam mengumpulkannya Saya kesulitan melanjutkan kembali pengerjaan tugas kuliah yang sempat terhenti karena hal lain Jadwal yang saya buat saya laksananak sesuai dengan rencana Saya lebih cepat dalam mengerjakan tugas dibanding teman-teman saya Menurut saya, mengerjakan tugas kuliah itu menyenangkan sehingga saya tidak mau menunda untuk mengerjakannya Saya segera mengerjakan tugas kuliah yang diberikan dosen selagi merasa masih banyak waktu Tugas kuliah yang ada saya selesaikan tepat waktu sesuai dengan rencana yang sudah saya buat TP J S SL

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 No. 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 Pernyataan Saya dapat mengendalikan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak relevan saat sedang mengerjakan tugas kuliah Pengerjaan tugas kuliah tidak terhambat meskipun ada hal-hal lain yang saya kerjakan Saya terbiasa mengerjakan tugas kuliah tepat waktu Saya memilih mengerjakan tugas kuliah terlebih dahulu baru menyelesaikan kegiatan lain Saya puas dengan hasil kerja yang saya lakukan karena saya dapat mengerjakan tugas kuliah tepat waktu Saya langsung menyelesaikan tugas kuliah yang sudah saya kerjakan sebelumnya Walaupun saya mengikuti kegiatan lain di luar mata kuliah, saya tetap bisa mengikuti tugas kuliah dengan baik Saya menyelesaikan tugas kuliah jauh-jauh hari sebelum deadline Saya lebih mengutamakan untuk menyelesaikan tugas kuliah daripada melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan Saya memiliki banyak waktu luang untuk menyelesaikan tugas kuliah sehingga dengan segera dapat dikerjakan Saya segera mengerjakan tugas kuliah yang diberikan oleh dosen agar tidak terlambat mengumpulkannya Saya seringkali merasa dikerjar-kejar oleh waktu saat menyelesaikan tugas kuliah karena saya mengikuti jdwal yang saya buat Saya mengerjakan tugas lebih cepat dari rencana yang telah ditentukan sehingga tidak terlambat dalam mengumpulkannya Waktu yang diberikan dosen untuk mengerjakan tugas kuliah itu cukup Saya mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen dengan cepat untuk menghindari kemalasan di kemudian hari Saya melanggar target yang telah saya buat sendiri Saya merasa cemas jika rencana saya dalam mengerjakan tugas meleset sedikit saja Saya lebih memilih jalan-jalan daripada TP J S SL

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 No. 45 46 47 48 menyelesaikan tugas jauh-jauh hari Pernyataan Saya rela meninggalkan ajakan teman saya untuk pergi demi mengerjakan tugas Saya terbiasa mengerjakan tugas dengan cepat dan segera Ketika saya menunda memulai mengerjakan tugas, alasan saya selalu karena tugasnya sulit Saya memilih pelan-pelan saja dalam mengerjakan tugas agar ide yang muncul lebih banyak TP J S SL

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS SKALA DUKUNGAN EMOSIONAL ORANGTUA UJI COBA

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS SKALA PROKRASTINASI AKADEMIK UJI COBA

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN B SKALA PENELITIAN 74

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 SKALA PENELITIAN IDENTITAS DIRI Jenis Kelamin : Angkatan :(L/P) Tinggal bersama (sebutkan anggota keluarga) : PETUNJUK PENGISIAN ANGKET (BAGIAN I) Di bawah ini terdapat sejumlah pernyataan tentang pengalaman hidup bersama dengan orangtua. Teman-teman diminta untuk memilih jawaban yang dirasa paling sesuai dengan cara memberi tanda (√) dalam kotak yang tersedia, dengan penjelasan sebagai berikut: STS = Sangat Tidak Sesuai dengan pengalaman TS = Tidak Sesuai dengan pengalaman S = Sesuai dengan pengalaman SS = Sangat Sesuai dengan pengalaman Silakan memilih jawaban yang paling menggambarkan keadaan diri teman-teman tanpa ada yang terlewatkan. Dalam hal ini, tidak ada jawaban yang dianggap salah. #SELAMAT MENGERJAKAN# No. 1 2 3 Pernyataan Orangtua memberi kepercayaan terhadap saya dalam berbagai hal ketika kuliah Orangtua saya terlalu sibuk sehingga mengabaikan saya begitu saja ketika saya melakukan kesalahan Orangtua selalu mendorong saya untuk giat Jawaban STS TS S SS

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 4 No. 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 No. 21 belajar sehingga saya selalu semangat Orangtua membantu saya mengerjakan tugas dengan solusi yang mudah ditangkap Pernyataan Orangtua saya menenangkan saya ketika saya cemas karena gagal ujian Ketika orangtua ingin berbicara dengan saya, saya merasa cemas Orangtua dengan senang hati bersedia membelikan saya buku ketika saya membutuhkan Saya merasa orangtua saya menjadi penghambat dalam belajar Saya merasa selalu diperhatikan oleh orangtua saya Orangtua mendukung saya mengikuti kegiatan di luar kuliah Orangtua selalu menyampaikan wejangan untuk masa depan saya sehingga kecemasan saya akan masa depan menjadi hilang Saya merasa nyaman ketika berada di dekat orangtua saya Walaupun saya memperoleh nilai yang jelek, orangtua selalu membesarkan hati saya Orangtua memuji saya ketika nilai ujian saya baik Ketika orangtua saya mau menjadi teman curhat saya, saya merasa dikuatkan Saya diberi masukan oleh orangtua ketika berhadapan dengan sebuah pilihan sehingga saya merasa senang Orangtua memperhatikan perkembangan belajar saya Orangtua saya jarang memberikan saya nasehat sehingga saya sering merasa kebingungan Ketika saya kecewa dengan hasil ujian saya, orangtua justru memarahi saya Saya merasa diabaikan ketika orangtua mengabaikan perlengkapan dan keperluan belajar saya Pernyataan Orangtua mengabaikan saya ketika saya kesulitan dalam mengikuti mata kuliah tertentu STS TS S SS STS TS S SS

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 No. Orangtua cenderung tertutup ketika saya meminta pendapat untuk menghadapi masalah Saat saya dimarahi dosen ketika kuliah, orangtua membesarkan hati saya Orangtua memberikan petunjuk mengenai caracara memecahkan masalah ketika saya sedang sedih Ketika saya sedih, orangtua malah sibuk dengan pekerjaannya sehingga saya terabaikan Orangtua merasa keberatan jika saya meminta perhatian lebih ketika kesulitan belajar sehingga saya harus berjuang sendiri Orangtua saya masa bodoh dengan masalahmasalah saya Orangtua memenuhi kebutuhan belajar saya, sehingga saya merasa tenang Solusi dan nasehat yang diberikan orangtua malah membuat saya bingung Saya merasa takut ketika saya berhadapan dengan orangtua saya Saya diberi nasehat dengan cara yang halus oleh orangtua ketika saya melakukan kesalahan Saya merasa terancam ketika orangtua berada di dekat saya ketika saya belajar Orangtua selalu menanggapi pendapat saya dengan negative Orangtua saya keberatan ketika saya meminta waktu untuk konsultasi mengenai tugas kuliah Setiap ucapan dan sikap orangtua menunjukkan kepedulian terhadap saya Dengan semangat, orangtua bersedia menghampiri saya dan membantu saya mengerjakan tugas kuliah yang sulit Saya merasa nyaman ketika orangtua memberi saya saran agar menjadi orang yang berguna kelak Saya merasa cemas karena buku yang disediakan orangtua kurang cukup untuk menunjang perkuliahan Ketika saya berprestasi di luar kegiatan kuliah, orangtua tetap memberi ucapan selamat kepada saya Pernyataan STS TS S SS

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 40 41 42 43 44 45 46 Saya merasa diperhatikan orangtua saya karena orangtua saya selalu memberikan saya semangat dalam belajar Orangtua bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing belajar saya secara pribadi sehingga saya merasa diperhatikan Orangtua selalu ada saat saya butuh Orangtua membiarkan saya walaupun saya membolos kuliah Orangtua saya selalu memandang positif kemampuan saya Orangtua meremehkan kemampuan saya Orangtua tetap mengabaikan saya walaupun saya berprestasi PETUNJUK PENGISIAN ANGKET (BAGIAN II) Di bawah ini terdapat sejumlah pernyataan tentang pengalaman mengerjakan tugas kuliah. Teman-teman diminta untuk memilih jawaban yang dirasa paling sesuai dengan cara memberi tanda (√) dalam kotak yang tersedia, dengan penjelasan sebagai berikut: TP = jika pernyataan tersebut Tidak Pernah dialami J = jika pernyataan tersebut Jarang dialami S = jika pernyataan tersebut Sering dialami SL = jika pernyataan tersebut Selalu dialami Silakan memilih jawaban yang paling menggambarkan keadaan diri teman-teman tanpa ada yang terlewatkan. Dalam hal ini, tidak ada jawaban yang dianggap salah.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 #SELAMAT MENGERJAKAN# No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Pernyataan Mengerjakan tugas kuliah itu membosankan shingga saya dahulukan kegiatan lain yang lebih menyenangkan Saya kesulitan untuk memenuhi jadwal yang sudah saya dan atau orang lain tetapkan Jadwal kegiatan yang sudah saya buat tidak saya laksanakan tepat waktu Pengerjaan tugas kuliah menjadi tertunda karena saya sibuk mengurusi kegiatan lain yang lebih menyenangkan Hal-hal di luar tugas mudah terlintas di benak saya saat sedang mengerjakan tugas kuliah Mengikuti kegiatan yang menyenangkan membuat saya lupa akan tugas kuliah Saya terbiasa menunda mengerjakan tugas kuliah Tugas kuliah yang banyak membuat saya malas untuk memulai mengerjakannya Saya mengerjakan tugas kuliah pada minggu terakhir menjelang deadline Saya lebih suka mengerjakan kegiatan lain yang lebih menyenangkan meskipun deadline pengumpulan tugas kuliah sudah dekat Saya lebih suka mengerjakan kegiatan lain yang lebih menyenangkan meskipun deadline pengumpulan tugas kuliah sudah dekat Saya mengalami kesulitan dalam memulai atau mengerjakan tugas kuliah yang diberikan dosen Dalam mengerjakan tugas, saya lebih lama dibanding teman-teman saya sehingga membuat saya terlambat dalam mengumpulkannya Saya malas mengerjakan tugas kuliat terlalu cepat Waktu yang diberikan dosen untuk mengerjakan tugas kuliah itu cukup Saya baru bisa mengerjakan tugas kuliah setelah melakukan kegiatan lain yang menyenangkan Saya gagal dalam menyelesaikan tugas kuliah sesuai jadwal yang telah saya susun Saya sulit melaksanakan target yang saya buat dalam mengerjakan tugas Jawaban TP J S SL

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 19 No. 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Pengerjaan tugas kuliah tidak terhambat meskipun ada hal-hal lain yang saya kerjakan Pernyataan Saya lebih memilih jalan-jalan daripada menyelesaikan tugas jauh-jauh hari Saya lebih cepat dalam mengerjakan tugas dibanding teman-teman saya Menurut saya, mengerjakan tugas kuliah itu menyenangkan sehingga saya tidak mau menunda untuk mengerjakannya Saya terbiasa mengerjakan tugas dengan cepat dan segera Tugas kuliah yang ada saya selesaikan tepat waktu sesuai dengan rencana yang sudah saya buat Saya dapat mengendalikan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak relevan saat sedang mengerjakan tugas kuliah Waktu yang diberikan dosen untuk mengerjakan tugas kuliah tidak cukup sehingga saya terlambat dalam mengumpulkannya Saya terbiasa mengerjakan tugas kuliah tepat waktu Saya memilih mengerjakan tugas kuliah terlebih dahulu baru menyelesaikan kegiatan lain Saya mengerjakan tugas lebih cepat dari rencana yang telah ditentukan sehingga tidak terlambat dalam mengumpulkannya Walaupun saya mengikuti kegiatan lain di luar mata kuliah, saya tetap bisa mengikuti tugas kuliah dengan baik Saya menyelesaikan tugas kuliah jauh-jauh hari sebelum deadline Saya memilih pelan-pelan saja dalam mengerjakan tugas agar ide yang muncul lebih banyak Saya memiliki banyak waktu luang untuk menyelesaikan tugas kuliah sehingga dengan segera dapat dikerjakan Saya rela meninggalkan ajakan teman saya untuk pergi demi mengerjakan tugas Saya seringkali merasa dikerjar-kejar oleh waktu saat menyelesaikan tugas kuliah karena saya mengikuti jdwal yang saya buat Saya langsung menyelesaikan tugas kuliah yang sudah saya kerjakan sebelumnya TP J S SL

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 No. 37 38 39 40 41 42 43 44 45 Pernyataan Ide-ide saya baru muncul ketika mendekati batas akhir pengumpulan tugas sehingga saya baru mulai mengerjakannya Saya mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen dengan cepat untuk menghindari kemalasan di kemudian hari Saya melanggar target yang telah saya buat sendiri Saya merasa cemas jika rencana saya dalam mengerjakan tugas meleset sedikit saja Jadwal yang saya buat saya laksanakan sesuai dengan rencana Saya segera mengerjakan tugas kuliah yang diberikan oleh dosen agar tidak terlambat mengumpulkannya Saya segera mengerjakan tugas kuliah yang diberikan dosen selagi merasa masih banyak waktu Ketika saya menunda memulai mengerjakan tugas, alasan saya selalu karena tugasnya sulit Saya lebih mengutamakan untuk menyelesaikan tugas kuliah daripada melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan TP J S SL

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS SKALA DUKUNGAN EMOSIONAL ORANGTUA (SKALA PENELITIAN)

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS SKALA PROKRASTINASI AKADEMIK (SKALA PENELITIAN)

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS SKALA PROKRASTINASI AKADEMIK Tahap I

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS SKALA DUKUNGAN EMOSIONAL ORANGTUA Tahap I

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS SKALA DUKUNGAN EMOSIONAL ORANGTUA Tahap II

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 LAMPIRAN C Uji Korelasi, Uji Normalitas dan Uji Linearitas

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 UJI KORELASI

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 UJI NORMALITAS

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 UJI LINEARITAS

(114)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan antara pola asuh demokratis orang tua dengan prokrastinasi akademik mahasiswa psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
1
19
128
Studi deskriptif kuantitatif : prokrastinasi pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.
1
3
117
Hubungan antara hardiness dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa tingkat akhir.
3
27
170
Hubungan antara orientasi tujuan dan prestasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
5
130
Hubungan antara orientasi tujuan dan prestasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
0
0
128
Hubungan antara persepsi mahasiswa psikologi Universitas Sanata Dharma terhadap profesi psikolog dengan motif berprestasi - USD Repository
0
0
184
Hubungan antara intensitas mengakses facebook dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa - USD Repository
0
0
135
Studi deskriptif konsep diri fisik : studi pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
105
Sikap mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta terhadap keperawanan wanita - USD Repository
0
5
102
Hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan dalam menghadapi dunia kerja pada mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
132
Kecenderungan perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
136
Studi deskriptif tingkat kepribadian tahan banting (hardiness personality) pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
5
121
Perbedaan prokrastinasi akademik antara mahasiswa etnis Jawa dan Cina - USD Repository
0
0
109
Hubungan antara persepsi popularitas dengan terbentuknya konsep diri pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
90
Hubungan antara harga diri dengan kesepian pada mahasiswa baru angkatan 2013/2014 Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
114
Show more