Pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur (v. vinifera) var. kediri kuning di dalam pot - USD Repository

Gratis

0
1
136
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera) VAR. KEDIRI KUNING DI DALAM POT SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Disusun Oleh : Resi Mandalia NIM : 101434016 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera) VAR. KEDIRI KUNING DI DALAM POT SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Disusun Oleh : Resi Mandalia NIM : 101434016 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ini Ku persembahkan kepada : Kedua Orangtuaku, Heribertus Bambang Hernadi dan Restuti Subandiah Adik-adikku, Tivani Amanda, Bramantio Anugerah dan Livia Damayanti serta keluarga besarku yang selalu mendoakan dan mendukungku Sahabat-sahabatku DAN ALMAMATERKU, UNIVERSITAS SANATA DHARMA iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO Kita menunduk, merendahkan kepala dan badan, bukan Hanya pas mengikat tali sepatu. Tapi seharusnya dalam banyak kesempatan. Rendah hati adalah sifat terpuji dan tidak akan pernah membuat kita jadi rendahan atau hina. Justru sebaliknya *Tere Liye v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera) VAR. KEDIRI KUNING DI DALAM POT Resi Mandalia Prodi Pendidikan Biologi Tanaman anggur (Vitis vinifera) berasal dari daerah subtropis. Tanaman ini dibudidayakan di Indonesia terutama di daerah Probolinggo, Situbondo, Bali dan Palu. Produksi anggur belum dapat memenuhi permintaan dalam negeri sehingga Indonesia masih banyak mengimpor buah anggur. Banyak daerah di Indonesia yang berpotensi untuk pembudidayaan tanaman anggur terutama var. Kediri Kuning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur var. Kediri Kuning Penelitian ini dilaksanakan di lahan penelitian Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Sanata Dharma dengan ketinggian tempat 181193 m (dpl). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap non faktorial dengan 3 perlakuan dan kontrol dengan 3 kali ulangan yaitu: tanah regosol : pasir dan pupuk yaitu 2:1:1, tanah aluvial : pasir : pupuk 2:1:1, tanah latosol : pasir : pupuk yaitu 2:1:1 dan kontrol berupa pasir : pupuk yaitu 1:1. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), diameter batang (cm) dan jumlah daun tanaman anggur var. Kediri Kuning. Hasil penelitian menunjukkan pertambahan tinggi tanaman dan jumlah helai daun per minggu paling baik pada perlakuan jenis tanah aluvial dengan rerata 27,82 cm dan pertambahan daun 5 helai. Pertambahan diameter batang tertinggi terdapat pada perlakuan kontrol yaitu 0,0839 cm. Sedangkan rerata pertambahan tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah helai daun yang paling rendah yaitu pada perlakuan jenis tanah regosol dengan rerata masingmasing 7,81 cm; 0,0265 cm; 2 helai. Kata kunci : tanaman anggur var. Kediri Kuning, tanah latosol, tanah regosol, tanah aluvial viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE EFFECT OF SOIL TOWARDS THE GROWTH OF GRAPEVINES (V. vinifera) KEDIRI KUNING VARIETY IN POT Resi Mandalia Biology Education Program Study Grapevine originates from subtropical land. Most of the grapevines in Indonesia are cultivated in Probolinggo, Situbondo, Bali and Palu. Grapefruit’s production can’t suffice their demand locally thus Indonesia is still import it abroad. In reality, Indonesia has many potential areas to developt cultivation of grapevines, especially for Kediri Kuning varieties. This research is purpose to find out the effect of the growth of cultivation Kediri Kuning grapevine’s variety. This research was conducted in research plot of Program Study Biology Education, Sanata Dharma University whose is located at about 181-193 metres above sea level. This research applied non factorial randomized design with 3 different and kontrol. Then 3 repeat action, follow as ; Regosoil : sand and biofertilizer 2:1:1, Aluvialsoil : biofertilizer : sand 2:1:1, Latosoil : biofertilizer : sand 2:1:1, sand : biofertilizer is 1:1 as control action. The parameters were observed are the height of grapevine (cm), stem’s diameter (cm), and the amount of leaves. Result of this research reveals the highest of grapevine is found on Aluvialsoil action, average 27,82 cm and the lowest is found on Regosoil action average 7,81 cm. The biggest stem’s diameter is found on Kontrol action, 0,0839 cm meanwhile the smallest is found on Regosoil action, average 0,0265 cm. The most leaves of grapevine is found on Aluvial soil action, average 5 leaves and the less leaves is found on Regosoil, average 2 leaves. Key words : grapevines Kediri Kuning variety, latosoil, regosoil, aluvial soil ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Pengaruh Jenis Tanah Terhadap Pertumbuhan Tanaman Anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning di Dalam Pot. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan akademik untuk menyelesaikan Program Sarjana Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terimakasih yang sebesarbesarnya kepada beberapa pihak yang telah membantu, sehingga penulisan skripsi ini dapat diselesaikan sebagaimana mestinya, terutama kepada : 1. 2. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Bapak Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma 3. Bapak Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan 4. Bapak P. Wiryono Priyatamtama, SJ. dan Bapak Drs. A. Tri Priantoro, M.For.Sc, selaku dosen yang memberikan kesempatan penelitian payung. 5. Ibu Catarina Retno Setyati, M.Biotech, selaku dosen pembimbing yang sudah banyak memberikan masukan dan kritik dalam penyusunan skripsi ini hingga terselesaikan dengan baik 6. Ibu Dra. Maslichah Asy’ari, M.Pd, selaku dosen penguji yang telah banyak memberikan masukan dan kritik dalam penulisan skripsi ini. 7. Bapak dan Ibu Dosen dan seluruh Staf pada Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 8. Kedua orangtua saya, Heribertus Bambang H dan Restuti Subandiah 9. Teman-teman sebagai tempat share dan sumber motivasi yang sangat membantu dalam penyelesaian skripsi ini. Kepada Tiwi, Ester, Cecil, Kiki, Gilang, Nur, Dwi, Hugo, Yayan, Nesya, Tachul, Bayu dan semua teman-teman yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Terimakasih atas moment kebersamaan yang telah kita lalui bersama. 10. Tivany, Bramantio dan Livia sebagai adik-adik yang selalu memberikan tetesan keceriaan dan semangat. 11. Seluruh rekan P.BIO 2010 USD atas kerjasama dan bantuannya. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak terdapat kekurangannya, untuk itu saran, kritik yang membangun sangat diharapkan agar skripsi ini menjadi lebih baik. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi penulis dan semua pihak. Penulis x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................... iv HALAMAN MOTTO .............................................................................................v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIK ............................. vii ABSTRAK .......................................................................................................... viii ABSTRACT .......................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ............................................................................................x DAFTAR ISI ......................................................................................................... xi DAFTAR TABEL .................................................................................................xv DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang .............................................................................................1 B. Rumusan Masalah .......................................................................................4 C. Tujuan Penelitian ........................................................................................5 D. Manfaat Penelitian ......................................................................................5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tanaman Anggur (Vitis vinifera) var. Kediri Kuning ..................................6 1. Sejarah Tanaman Anggur (Vitis vinifera) var. Kediri Kuning ..............6 2. Morfologi Tanaman Anggur (Vitis vinifera) var. Kediri Kuning ..........7 xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a) Morfologi Batang ............................................................................7 b) Morfologi Daun ...............................................................................8 c) Morfologi Bunga .............................................................................8 3. Faktor Pertumbuhan Tanaman Anggur var. Kediri Kuning...................9 a) Faktor Dalam ...................................................................................9 1) Hormon dan Gen .......................................................................9 2) Ketahanan Tumbuhan .............................................................10 3) Kualitas Bibit ..........................................................................10 b) Faktor Luar ....................................................................................11 1) Keadaan Iklim .........................................................................11 2) Keadaan Tanah ........................................................................13 4. Karateristik Tanaman Anggur (Vitis vinifera) var. Kediri Kuning ......13 B. Karateristik Jenis Tanah ............................................................................15 1. Tanah dan Komponen Penyusunnya ...................................................15 2. Jenis Tanah ..........................................................................................16 a) Tanah Regosol ...............................................................................16 b) Tanah Aluvial ................................................................................17 c) Tanah Latosol ................................................................................18 C. Pengertian pH Tanah .................................................................................19 D. Pupuk Organik .........................................................................................19 1. Kompos Cacing (Vermikompos) ........................................................20 2. Pupuk Kandang ...................................................................................22 3. NOPKOR ...........................................................................................22 a) Mikroba Penambat N .....................................................................23 b) Mikroba Fiksasi dan Peluruh Fosfat .............................................23 c) Mikroba Fiksasi dan Peluruh Kalium ...........................................23 4. Pupuk Mikro Sistemik Daun LYPHOTRIL A .....................................24 E. Hama dan Penyakit ...................................................................................25 1. Hama ...................................................................................................25 a) Ulat Daun (Spodoptera sp.) ...........................................................25 b) Belalang (Valanga nigricornis) .....................................................25 c) Tungau (Tetranychus sp.)...............................................................26 d) Kumbang Daun (Apogonia sp.) .....................................................26 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Penyakit ...............................................................................................27 a) Tepung Palsu (Plasmopora viticola) .............................................27 b) Busuk Hitam (Guignardia bidwellii) .............................................27 F. Tanam Buah Dalam Pot (TABULAMPOT) .............................................28 G. Hipotesa .....................................................................................................28 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat ....................................................................................29 B. Jenis Penelitian ..........................................................................................29 C. Design Penelitian ......................................................................................29 D. Alat dan Bahan ..........................................................................................30 E. Cara Kerja ..................................................................................................32 a) Penyiapan Lahan ...................................................................................32 b) Penyiapan Media Tanah dan Pot ..........................................................32 c) Penanaman Anggur var. Kediri Kuning ................................................33 d) Perawatan dan Pengamatan ..................................................................34 1) Aplikasi NOPKOR ..........................................................................34 2) Aplikasi LYPOTHRIL A ..................................................................35 3) Aplikasi Insektisida Lanette .............................................................35 4) Aplikasi Fungsida Cobox .................................................................35 5) Penyiraman dan Pengukuran ...........................................................36 6) Pengamatan Intensitas Serangan Hama dan Penyakit .....................36 F. Analisis Data ..............................................................................................37 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pertambahan Tinggi Tanaman Anggur var. Kediri Kuning .......................43 B. Pertambahan Diameter Batang Tanaman Anggur var. Kediri Kuning ......48 C. Jumlah Daun Tanaman Anggur var. Kediri Kuning ..................................50 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V. IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN Implementasi Hasil Penelitian dalam Pembelajaran Biologi ...........................57 BAB VI. PENUTUP A. Kesimpulan ................................................................................................59 B. Saran ..........................................................................................................59 DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................60 LAMPIRAN ...........................................................................................................64 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL No Judul Halaman 1. Deskripsi Anggur var. Kediri kuning ................................................................14 2. Komposisi Hara Kompos .................................................................................20 3. Pola Percobaan Tanaman Anggur var. Kediri Kuning ......................................31 4. Kategori Skala Serangan ..................................................................................37 5. Contoh Tabel Rerata Data ................................................................................38 6. Rataan Laju Tinggi Tanaman Anggur var. Kediri Kuning ...............................46 7. Rataan Pertambahan Diameter Tanaman Anggur var. Kediri Kuning ..............49 8. Rataan Jumlah Helai Daun Tanaman Anggur var. Kediri Kuning....................54 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR No Judul Halaman 1. Anggur var. Kediri Kuning ...............................................................................79 2. Kotak Dialog Value Labels ..............................................................................39 3. Kotak Dialog Oneway ANOVA : Options .......................................................40 4. Output SPSS .....................................................................................................41 5. Grafik Pengaruh Jenis Tanah Terhadap Laju Pertambahan Tinggi Tanaman Anggur var. Kediri Kuning ...............................................................................43 6. Grafik Pengaruh Jenis Tanah Terhadap Laju Pertambahan Diameter Batang Tanaman Anggur var. Kediri Kuning................................................................48 7. Grafik Pengaruh Jenis Tanah Terhadap Laju Pertambahan Jumlah Daun Tanaman Anggur var. Kediri Kuning................................................................50 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN No Judul Halaman 1. Data Biro Pusat Statistik (BPS) Impor Anggur Tahun 2013 di Indonesia ..... 64 2. Data Suhu Harian Daerah Paingan, Sleman, DIY .......................................... 65 3. Tingkat Curah Hujan Daerah Paingan, Sleman, DIY ..................................... 67 4. Data pH dan Kelembaban Tanah Harian ...................................................... ..69 5. Data Pengamatan dan Pengukuran Pertambahan Tanaman Anggur var. Kediri Kuning ................................................................................................ ..71 6. Rataan dan Grafik Pertambahan Tinggi Tanaman Anggur var. Kediri Kuning............................................................................................................ ..77 7. Test Normalitas dan Homogenitas Tinggi Tanaman Anggur var. Kediri Kuning............................................................................................................ ..78 8. Hasil ANOVA terhadap Pertambahan Tinggi Batang Tanaman Anggur var. Kediri Kuning ......................................................................................... ..79 9. Rataan dan Grafik Pertambahan Diameter Batang Tanaman Anggur var. Kediri Kuning ................................................................................................ ..80 10. Tes Normalitas dan Homogenitas Diameter Batang Tanaman Anggur var. Kediri Kuning ................................................................................................ ..81 11. Hasil ANOVA terhadap Pertambahan Diameter Batang Tanaman Anggur var. Kediri Kuning ........................................................................................ ..82 12. Rataan dan Grafik Pertambahan Jumlah Daun Tanaman Anggur var. Kediri Kuning ................................................................................................ ..83 13. Tes Normalitas dan Homogenitas Jumlah Daun Tanaman Anggur var. Kediri Kuning ................................................................................................ ..84 14. Hasil ANOVA terhadap Pertambahan Jumlah Daun Tanaman Anggur var. Kediri Kuning ........................................................................................ ..85 15. Foto Alat dan Bahan Penelitian .................................................................... ..86 16. Foto Tanaman Anggur var. Kediri Kuning .................................................... ..88 17. Foto Serangan Hama dan Penyakit di Lapangan .......................................... ..90 18. Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) .............................................. ..92 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tanaman anggur (V. vinifera) merupakan tanaman buah perdu merambat dan berasal dari Timur Tengah kemudian dikembangkan di daerah Eropa yang memiliki iklim subtropis. Di Indonesia anggur mulai dikenal sekitar abad 19 di Probolinggo dan sekarang sudah berkembang di Situbondo, sepanjang pantai utara Bali (Gilimanuk, Buleleng, Singaraja, Karang Asem) dan Lembah Palu. Namun, sejauh ini produksi anggur di Indonesia belum mengimbangi permintaan pasar (konsumen) domestik, sehingga tiap tahun masih mengimpor. Data Biro Pusat Statistik (2014) menunjukkan impor anggur Indonesia sepanjang tahun 2013 mencapai 37.639.229 kg senilai 100.888.631 US$ (lampiran 1). Tanaman anggur V. vinifera mempunyai ciri yaitu : kulit buahnya tipis, rasa manis segar, biji mudah digigit dan rasa buah tidak sepat. Varietas tanaman anggur yang termasuk dalam jenis V. vinifera adalah Anggur Kediri Kuning, Probolinggo Biru dan putih, Gros Colman, Anggur Bali, White Malaga, Situbondo Kuning, Alphonso lavalle dan Golden Champion (Subowo dkk, 2005). Buah anggur selain dapat dikonsumsi langsung juga dapat diolah menjadi berbagai jenis produk misalnya: selai, kismis dan wine. Wine merupakan minuman fermentasi hasil perasan buah anggur yang mengandung alkohol. Wine memiliki harga jual yang relatif tinggi dibanding produk lainnya dari olahan buah anggur sehingga produksi wine dalam negeri pun mulai dilirik sebagai salah satu industri yang mempunyai prospek menguntungkan, salah satunya adalah PT. Hatten Wines. Perusahaan ini didirikan sejak tahun 1992 oleh Ida Bagus Rai Budiarsa yang telah merintis budidaya tanaman anggur khususnya jenis Alphonse 1

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 lavalle di daerah Singaraja seluas 15 hektar dan mengolahnya menjadi minuman anggur. Saat ini, Perusahaan Hatten Wines telah mendapatkan penghargaan sebagai Top 10 perusahaan anggur di Asia yang mencapai peningkatan produksi tercepat dengan mengandalkan bahan baku anggur lokal (Setya, 2010). Tanaman anggur mudah dibudidayakan di daerah tropis. Namun membutuhkan perhatian khusus dalam budidayanya. Tanaman ini tumbuh baik di daerah dataran rendah antara ketinggian 1-300 m di atas permukaan laut. Daerah yang memiliki angin terlalu kencang tidak baik bagi pertumbuhan tanaman anggur karena dapat merusak batang anggur yang tipis dan tidak terlalu kuat. Curah hujan rata-rata 800 mm/ tahun. Keadaan hujan yang terus-menerus dapat merusak premodia/ bakal bunga serta dapat menimbulkan serangan hama atau penyakit. Suhu rata-rata maksimal siang hari 310C dan rata-rata minimal malam hari 230C dengan kelembaban udara 75-80%. Media tanam untuk budidaya tanaman anggur adalah tanah. Tanah menyediakan unsur-unsur yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman anggur varietas Kediri Kuning. Tanah di Indonesia memiliki berbagai tipe sesuai dengan wilayahnya seperti tanah regosol yang penyebarannya di daerah gumuk pantai atau sekitar gunung api, tanah latosol yang didapat dari dua tempat berbeda yaitu di Patuk dan Langeran di sebelah utara Kecamatan Wonosari, Gunung Kidul dan tanah aluvial yang didapatkan di daerah Paingan. Masing-masing tanah memiliki tingkat kelembaban, kemampuan penyerapan air dan kandungan hara yang berbeda-beda. Selama ini budidaya tanaman masih dikonsentrasikan pada tanah aluvium karena memiliki hara dan kelembaban yang optimal bagi pertumbuhan beberapa jenis tanaman, termasuk tanaman anggur (V. vinifera). Tanaman anggur tidak tahan terhadap kondisi tanah yang tergenang air dan memiliki pH tanah

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 berkisar 6,5-7,0. Sedangkan konsumsi nutrien utama yang dibutuhkan setiap pohon tanaman anggur untuk tumbuh adalah 1.19 kg Natrium, 1.15 kg Pospat dan 0.843 kg Kalium (Suwahyono, 2011). Selama ini, budidaya anggur lokal kualitas terbaik di Indonesia masih diproduksi dari daerah Probolinggo, Jawa Timur. Penggunaan pupuk maupun pestisida anorganik pada tanah lahan pertanian pangan pada awalnya akan memberikan hasil yang positif. Namun seiring berjalannya waktu akan mengalami degradasi (penurunan) kesuburan dan memungkinkan terkena cemaran sehingga menjadi kurang produktif atau tidak subur. Selain itu, tanah akan kehilangan kelembaban dan daya ikatnya terhadap air. Ciri umum tanah atau lahan kritis (lahan dengan tingkat produktivitasnya rendah) ditandai dengan tingginya tingkat keasaman tanah, kekurangan hara P, K, C dan Mg, kejenuhan basa, serta kandungan bahan organik yang rendah. Penggunaan pupuk maupun pestisida anorganik dalam jangka panjang selain menyebabkan penurunan produktivitas tanah juga harganya relatif mahal karena Indonesia belum mampu memproduksi pupuk untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri secara mandiri. Besarnya biaya produksi dibanding hasil yang diperoleh sangat memberatkan para petani. Hal ini yang mencetuskan banyaknya penelitian untuk mensubtitusi penggunaan pupuk kimia dengan pupuk lain yang relatif lebih murah. Misalnya penggunaan pupuk hayati atau sering disebut biofertilizer yang dibuat dari mikroba yang memiliki kemampuan untuk menyediakan unsur hara bagi tanaman seperti nitrogen, fosfat, magnesium dan lain sebagainya. Rehabilitasi keseimbangan kehidupan mikrobia tanah juga dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik probiotik atau yang disebut Biosol. Pupuk ini menggunakan biakan kultur dari jasad renik campuran dengan mikrobia tanah

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 yaitu Nitrogen Phospat Kalium Organism Recovery atau disingkat NOPKOR. Pada tanah yang miskin hara dan miskin akan mikrobia yang berperan dalam pembentukan hara, NOPKOR dapat membantu mengembangbiakan siklus hidup mikrobia tersebut. Aplikasi NOPKOR ini sangat didukung oleh tata air yang mencukupi tanaman. Tanah dapat menjadi gembur kembali, ditandai dengan kemampuan aerasi dan penyerapan air pada tanah. Selama ini penanaman buah dan sayur masih terkendala lahan yang luas. Padahal, lahan pekarangan yang sempit pun dapat dijadikan tempat menanam atau budidaya buah dan sayur. Salah satunya dengan menggunakan pot. Penanaman buah menggunakan pot atau sering disebut tabulampot memiliki banyak kelebihan antara lain kondisi lingkungan di dalam tabulampot dapat dimanipulasi dan dikontrol, kebutuhan unsur hara mineral dan airnya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan untuk tumbuh optimal, lebih mudah penanggulangan hama dan penyakitnya. Tabulampot banyak diminati masyarakat karena memiliki nilai estetika dan mudah dipindahkan (Muktiani, 2011). B. Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur var. Kediri Kuning di dalam pot? 2. Jenis tanah manakah yang memberikan pengaruh optimal terhadap pertumbuhan tanaman anggur var. Kediri Kuning di dalam pot?

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 C. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui jenis tanah mana yang mendukung pertumbuhan tanaman anggur var. Kediri Kuning di dalam pot secara optimal. 2. Untuk mengetahui pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur var. Kediri Kuning di dalam pot D. Manfaat Penelitian 1. Hasil penelitian ini dalam jangka panjang akan diaplikasikan untuk pembudidayaan tanaman anggur var. Kediri Kuning pada daerah tertentu dengan kondisi tanah yang sesuai. 2. Sebagai sumber informasi kepada pihak-pihak yang membutuhkan mengenai budidaya tanaman anggur var. Kediri Kuning di dalam pot. 3. Sebagai bahan informasi yang dapat diaplikasikan dalam praktikum pembelajaran di sekolah, khususnya kelas XII semester I pada materi mengenai Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tanaman Anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning 1. Sejarah Tanaman Anggur Tanaman anggur merupakan tanaman asli dari daerah subtropis. Sumber pustaka banyak menyatakan bahwa tanaman anggur banyak tumbuh liar di daerah Tenggara Pegunungan Kaukasus di daerah Armenia (Rusia), di dekat Laut Kaspi kemudian menyebar ke daerah Yunani. Dari Yunani menyebar ke daratan Eropa, Afrika, Australia, Asia dan Amerika (Cahyono, 2010). Introduksi tanaman anggur ke Indonesia pada abad 17, dilakukan oleh pemerintah Hindia-Belanda. Daerah sentrum produksi anggur di Indonesia meliputi daerah Probolinggo, pasuruan, Panarukan, Buleleng dan Kupang (Rukmana, 1999). Salah satu anggur yang termasuk ke dalam spesies V. vinifera adalah varietas Kediri Kuning memiliki nama lain Anggur Belgi atau BS 88. Anggur ini dilepas berdasarkan SK Menteri Pertanian 361/Kpts/LB.240/6/2004 tanggal 2 Juni 2004. Dalam taksonomi tumbuhan, buah ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut Kingdom : Plantae Divisio : Spermatophyta Kelas : Dicotyledonae Ordo : Rhamnales Famili : Vitaceae Genus : Vitis Species : V. vinifera Varietas : Kediri Kuning (Nurcahyo, 1997) 6

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 Anggur merupakan tanaman tahunan (parennial), berbentuk perdu dan memanjat atau menjalar. Tubuh tanaman anggur terdiri atas akar, batang, daun, sulur, bunga dan buah. Sulur pada tanaman anggur letaknya berhadap-hadapan dengan daun dan bersifat terputus, artinya dua helai daun yang letaknya berdekatan masing-masing bersulur, sedangkan daun yang berikutnya tidak bersulur (Muktiani, 2011). Begitu sulur menyentuh penopang, sulur ini perlahanlahan akan membelit. Lilitannya semakin kuat seiring dengan pertumbuhan batang, dengan cara ini tanaman anggur tumbuh memanjat (Nurcahyo, 1997). Tanaman anggur yang berasal dari biji memiliki akar tunggang. Namun, apabila melalui stek dan cangkok akan memiliki akar serabut untuk meningkatkan serapan unsur hara dan air dari tanah. Tanaman anggur juga memiliki sifat batang yang mudah mengeluarkan akar sehingga lebih mudah diperbanyak dengan stek atau cangkok (Nurcahyo, 1997). Sistem perakaran menyebar ke seluruh arah pada bagian lapisan tanah atas sedalam (1,5–3,0 m). Akar tanaman anggur tidak tahan terhadap genangan air karena drainase yang buruk akan menurunkan kadar oksigen tanah (Zulkarnain, 2009). Oleh karena itu, tanaman anggur harus ditanam di tanah yang drainasenya baik. 2. Morfologi Tanaman Anggur a. Morfologi Batang Tanaman Anggur var. Kediri Kuning Batang merupakan bagian dari tubuh tanaman yang berperan sebagai alat pembentuk dan pembawa daun. Batang tanaman anggur beruas-ruas, berbukubuku serta berkayu. Spesifikasi batang tumbuhan anggur digunakan untuk tumbuh memanjat atau menjalar. Struktur batang dan percabangannya terdiri atas batang utama, cabang primer, cabang sekunder dan cabang tersier yang akan

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 menghasilkan cabang bunga atau buah. Cabang bermata tunas dapat digunakan sebagai bahan perbanyakan tanaman anggur secara vegetatif. Pada awal pertumbuhannya, batang anggur tampak lemah sehingga sulit untuk tumbuh tegak. Karenanya, diawal penanaman anggur dibutuhkan beberapa penopang/ajir yang terbuat dari batang kayu/bambu yang ditancapkan dekat batang anggur Batang atau ranting yang umumnya mendukung bunga keluar berasal dari cabang tersier. Ranting yang mendukung bunga ini sulit keluar jika cabang tersier tidak dipangkas (Suwito, 2007). b. Morfologi Daun Tanaman Anggur var. Kediri Kuning Tanaman anggur mempunyai daun tunggal, artinya terdiri atas satu helai daun pada satu tangkai daun. Struktur daun tanaman anggur mempunyai helai, tangkai daun dan sepasang daun penumpu. Umumnya daun anggur var. Kediri Kuning berbentuk jantung dengan tepi bergerigi. Gerigi pada tepi daun tidak menjorok terlalu dalam. Daun anggur memiliki bentuk tulang daun menjari (Nurcahyo, 1997). c. Morfologi Bunga Tanaman Anggur var. Kediri Kuning Bunga anggur berfungsi sebagai alat reproduksi. Bunga anggur (V. vinifera) pada umumnya melakukan penyerbukan sendiri (autogami) dan penyerbukan tetangga. Penyerbukan terjadi pada pagi atau sore hari (Setiadi, 1994). Penyerbukan bunga dibantu dengan angin, serangga dan manusia (Rukmana, 1999). Penyerbukan dan pembuahan akan menghasilkan buah. Buah anggur var. Kediri Kuning umumnya berbentuk jorong. Bentuk buah anggur dapat digunakan sebagai salah satu sifat dalam identifikasi varietas. Buah anggur

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 tersusun dalam tandan (malai). Pada varietas Kediri Kuning memiliki tandan (malai) yang lebih panjang dibandingkan varietas lain (Salam, 2014). Contoh buah anggur var. Kediri Kuning dapat dilihat pada gambar 1 : Gambar 1. Anggur var. Kediri Kuning Sumber : http://tabulampot.wordpress.com/2007/01/15/edi-yana-maniskan-anggur-bali/ 3. Faktor Pertumbuhan Tanaman Anggur var. Kediri Kuning a. Faktor Dalam 1) Hormon dan Gen Hormon adalah senyawa organik yang disintesis di salah satu bagian tumbuhan pada konsentrasi yang sangat rendah mampu menimbulkan respon fisiologis, misal auksin atau 2,4-D (Salisbury and Ross, 1995). Hormon auksin berperan penting dalam pemanjangan sel tumbuhan terutama pemanjangan akar dan batang. Menurut Wightman dkk, 1980 dalam Salisbury, (1995) adanya hormon auksin dapat memacu pertumbuhan dan perkembangan awal akar, terutama pada jaringan yang terpotong, misal stek. Selain itu, juga menyebabkan munculnya banyak akar di daerah ruas batang bagian bawah. Selain itu terdapat hormon giberelin dan sitokinin. Hormon giberelin mempunyai kemampuan khusus untuk memacu pertumbuhan batang, akar dan daun. Hormon sitokinin

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 memiliki fungsi utama untuk memacu pembelahan sel. Sel yang membelah akan mempengaruhi sel lain untuk berkembang menjadi kuncup, batang dan daun. Menurut Sitompul (2010) susunan gen yang diekspresikan pada fase-fase tumbuhan menghasilkan berbagai sifat tanaman yang mencakup bentuk dan fungsi tanaman. Sifat tanaman ini juga terkait dengan daya adaptasi pada tanaman terhadap lingkungan. 2) Ketahanan Tumbuhan Sifat ketahanan yang dimiliki oleh tanaman dapat merupakan sifat asli atau faktor genetik tetapi juga karena keadaan lingkungan yang menyebabkan tanaman tahan terhadap hama atau penyakit tertentu. Menurut Semangun (1996) tumbuhan tertentu mempunyai struktur morfologi yang menyebabkannya sukar diinfeksi oleh patogen dan sebaliknya. Menurut Untung (1993) ciri-ciri morfologi tanaman tertentu dapat menghasilkan rangsangan fisik untuk menjadi makanan serangga atau tempat meletakkan telur serangga. Variasi ukuran daun, bentuk, warna, kekerasan jaringan tanaman, adanya rambut atau kutikula juga menentukan tingkat serangan hama dan penyakit. 3) Kualitas Bibit Kualitas bibit memiliki peran penting dalam mendukung tingkat produktivitas suatu tanaman. Menurut Santoso (2010) ukuran bahan stek seperti panjang dan diameter batang stek harus menjadi pertimbangan dalam perbanyakan secara vegetatif, karena ukuran bahan stek terkait dengan keberadaan bahan cadangan makanan, yang umumnya karbohidrat. Menurut Sparta (2012) potensi cadangan makanan yang dimiliki masing-masing stek akan menentukan

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 pertumbuhan dan perkembangan bibit. Cadangan makanan stek ini mencakup kandungan karbohidrat dan mineral dari stek yang bervariasi di antara bagian batang. Menurut Prihatman (2009) bibit stek tanaman anggur yang baik adalah memilik panjang batang sekitar 25 cm, terdiri atas minimal 3 ruas dan diambil dari pohon induk yang sudah berumur di atas satu tahun, bentuknya bulat berdiameter sekitar 1 cm, kulitnya berwarna coklat muda dan cerah, berair dan bebas dari noda-noda hitam. Bibit umumnya diambil dari cabang tersier atau kuarter yang berwarna coklat akan tetapi lebih baik apabila bibit diambil dari cabang sekunder yang berdiameter lebih besar karena hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitasnya (Salam, 2014). Bibit minimal memiliki dua helai daun yang lebar, normal dan sehat, sehingga tidak mengalami gangguan dalam berfotosintesis ketika berada di pot dan juga bibit harus memiliki perakaran yang cukup bagus dan panjang tidak kurang dari 10 cm. Mata tunas yang sehat berukuran besar dan tampak padat sedangkan mata tunas yang tidak sehat ukurannya kecil dan ujungnya tampak memutih seperti kapuk (Suwito, 2007). b. Faktor Luar 1) Keadaan Iklim Tanaman anggur var. Kediri Kuning cocok ditanam pada daerah dengan ketinggian tempat 1-300 m dpl. Daerah Probolinggo sebagai daerah asal bibit anggur var. Kediri Kuning yang digunakan untuk penelitian berada pada ketinggian 2 m dpl dan tempat penelitian, yaitu daerah Paingan berada pada ketinggian 181-193 m dpl. Ketinggian tempat juga mempengaruhi perubahan suhu udara (Siagian, 2011).

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Suhu udara berpengaruh terhadap proses metabolisme tanaman, misalnya proses respirasi, fotosintesis, transpirasi, pembelahan sel, aktivitas enzim, absorbsi air, absorbsi unsur hara dan koagulasi protein (Cahyono, 2010). Tanaman anggur dapat tumbuh dan berproduksi baik, jika lokasi pembudidayaan memiliki suhu udara rata-rata tahunan berkisar 20-250C. Suhu optimal sangat menentukan pertumbuhan generatif yaitu pembungaan dan pembuahan. Kelembaban udara 7580% dan curah hujan optimum 800 mm/tahun. Menurut Anonim (2013), kriteria intensitas curah hujan adalah sebagai berikut :      Hujan sangat ringan Hujan ringan Hujan sedang Hujan berat Hujan sangat berat : intensitas < 5 mm per hari : intensitas 5-20 mm per hari : intensitas 20-50 mm per hari : intensitas 50-100 mm per hari : intensitas > 100 mm per hari Tanaman anggur var. Kediri Kuning mempunyai respon yang tinggi terhadap faktor lingkungan seperti sinar matahari, suhu, kelembaban serta penyerapan hara (Baswarsiati, 2002). Zona agroekologi yang iklimnya kering cocok untuk pengembangan agribisnis anggur karena menyebabkan kadar gula dalam buah meningkat, sedangkan rasa asamnya cenderung berkurang. Tanaman anggur tidak menyukai cuaca berkabut karena cuaca seperti itu menyebabkan timbulnya cendawan daun (Sumarjono, 2000). Tanaman anggur dalam pertumbuhannya sangat membutuhkan sinar matahari. Oleh karena itu tanaman anggur umumnya ditanam di tempat terbuka. Dengan cukup mendapatkan sinar matahari ini akan mempercepat pembungaan dan pembuahan. Jika kekurangan sinar matahari, tanaman anggur hanya tumbuh rimbun dan hijau tanpa buah (Nurcahyo, 1997).

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 2) Keadaan Tanah Tanaman anggur ini mempunyai toleransi yang tinggi terhadap berbagai jenis atau tipe tanah. Pada umumnya media pasir dan pupuk dengan perbandingan 1:1 sudah dapat menjadi media tanam yang baik, terutama karena media ini baik untuk pergerakan akar tanaman tanaman anggur. Tipe tanah yang paling baik adalah tanah liat berpasir (komposisi 30-50% tanah liat atau pasir). Umumnya, jenis tanah yang ideal untuk budidaya tanaman anggur adalah tanah aluvial dan grumosol (Rukmana, 1999) sedangkan menurut Cahyono (2010) tanah yang memiliki sifat-sifat fisika yang cocok untuk pertumbuhan anggur adalah jenis tanah latosol, aluvial dan podsolik. Tanah yang cocok untuk pertumbuhan tanaman anggur memiliki pH antara 6,5-7,0 (Setiadi, 1994). Tanah yang optimal banyak mengandung humus dan organisme pengurai yang membantu menyimpan kelebihan unsur hara, meningkatkan proses nitrifikasi, melancarkan aerasi tanah. Tanaman anggur untuk dapat tumbuh baik bila daerah penanaman memiliki kedalaman air tanah 1-1,5 m karena tanaman dapat menyerap air dan unsur hara dengan baik. 4. Karakteristik Anggur varietas Kediri Kuning Anggur var. Kediri Kuning memerlukan pemeliharaan yang sama seperti tanaman anggur pada umumnya untuk dapat memproduksi buah yang optimal. Anggur Kediri Kuning memiliki karateristik morfologi yang berbeda dengan anggur lainnya. Deskripsi anggur var. Kediri Kuning dapat dilihat pada tabel 1:

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Tabel 1. Deskripsi Anggur var. Kediri Kuning No Uraian deskripsi 1 Asal 2 Tinggi Tanaman 3 Bentuk Tanaman 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Karateristik varietas Belgia Tidak terbatas Merambat (menjalar), bersulur dengan ujung seperti kail dan batangnya beruas Kedudukan Sulur Tumbuh pada setiap dua ketiak daun, berurutan dan diikuti satu ketiak daun berikutnya yang tidak bersulur. Warna Batang Cokelat Bentuk Daun Pentagonal Panjang Daun 5,5 cm – 11,7 cm Lebar daun 7,5 cm – 13,0 cm Warna pupus daun Kuning muda Warna daun muda Hijau kekuningan Warna daun tua Hijau Keadaan daun Tidak berbulu Bentuk bunga Kecil, sempurna dalam tandan Warna bunga Hijau kekuningan Bentuk buah Jorong Warna kulit buah muda Hijau Warna kulit buah Kuning mengilat matang Warna daging buah Putih transparan Kulit buah Tertutup lapisan bedak tipis Jumlah biji per tandan 60-160 butir Jumlah biji per buah 2- 4 butir Sari buah 80% Warna sari buah Putih Kadar gula 200 Brix (jumlah gr gula yang terlarut dalam 1000 gr larutan) Umur panen 105-110 hari setelah pemangkasan Produktivitas 7,5-10 kg/tanaman umur 2 tahun Bobot buah per tandan 210-560 g Ketahanan terhadap Tahan HPT (Hama dan Penyakit Tanaman) Keterangan Perlu diperjarang buah 20-30%, cocok untuk konsumsi buah segar Sumber : Dadang WI (1997) diadaptasikan oleh Rukmana (1999)

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 B. Karateristik Jenis Tanah 1. Tanah dan Komponen Penyusunnya Tanah terbentuk dari pencampuran komponen penyusun tanah yang bersifat heterogen antara lain mineral sebanyak 45%, udara 20-30%, air sebanyak 20-30% dan bahan organik 5% (Sutanto, 2005). Kandungan air dan udara yang terdapat di dalam tanah menempati rongga di antara butiran yang disebut pori tanah. Komponen bahan organik terdiri atas fauna dan flora tanah, perakaran tanaman, serta hasil dekomposisi/penguraian sisa vegetasi atau hewan sebagai hasil kegiatan mikroorganisme dalam tanah. Tanah berfungsi sebagai media dasar bagi tanaman, maka harus memberikan kondisi yang cocok bagi tanaman agar akar tanaman dapat menyerap unsur hara dan air dengan baik. Tanah juga memegang peranan penting dalam hal pengaturan temperatur untuk tanaman baik di sekitar akar maupun pada bagian atas tanah (Hakim et al., 1986). Keseimbangan mineral asam dan basa sangat berpengaruh terhadap kesuburan tanah. Menurut Abdurachman (2002) potensi setiap jenis tanah untuk pertanian sangat ditentukan oleh sifat fisik (tekstur, kedalaman tanah, drainase) dan sifat-sifat kimia yang mencakup unsur-unsur berpengaruh terhadap kesuburan tanah (N, P, K, unsur mikro). Kesuburan ditentukan oleh kemampuan penetrasi udara yang terjadi secara langsung dan bisa ditemukan dalam rentang kedalaman permukaan tanah antara 60-150 cm (Murwono, 2013). Jenis tanah tertentu mempunyai potensi kesuburan tinggi, tetapi karena kurangnya pengolahan yang mendukung maka akan memproduksi hasil yang rendah. Hal ini dapat diatasi dengan meningkatkan perbaikan irigasi, perbaikan varietas yang berkualitas tinggi, perbaikan sistem pertanaman, perbaikan sistem perlindungan tanaman dan pemupukan yang ramah lingkungan.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 2. Jenis Tanah Media tanam untuk budidaya anggur adalah tanah. Tanah disusun oleh partikel-partikel seperti debu, pasir, lempung dengan tekstur yang berbeda. Tekstur tanah bersifat permanen/ tidak mudah diubah dan mempunyai pengaruh yang besar terhadap sifat tanah antara lain struktur, konsistensi kelengasan tanah, permeabilitas tanah, run off, daya infiltrasi dan lain-lain (Yulipriyanto, 2010). Tipe tanah yang digunakan dalam pengembangan budidaya anggur var. Kediri Kuning di Probolinggo yaitu tanah aluvial kelabu tua dan aluvial hidromorf (Ningrum, 2006). Berikut adalah beberapa jenis tanah yang digunakan dalam penelitian : a. Tanah Regosol Satuan tanah regosol dikategorikan sebagai tanah muda karena belum menunjukkan adanya perkembangan horizon tanah. Tanah regosol memiliki karateristik antara lain tekstur pasir, struktur berbutir tunggal, konsistensi lepaslepas, pH umumnya netral, kesuburan sedang, berasal dari bahan induk material vulkanis atau pasir pantai (Sartohadi dkk, 2012). Persebaran tanah regosol adalah di lereng gunung api muda dan pada daerah gumuk pasir pantai. Umumnya sangat sedikit vegetasi yang dapat hidup pada pasir ini karena kandungan hara yang rendah. Ukuran pasir berkisar 50-2000 μm. Tanah regosol yang digunakan pada penelitian ini diambil dari daerah gumuk pasir Pantai Samas, Yogyakarta dimana, tekstur pasir akan semakin halus apabila jaraknya semakin jauh dari garis pantai. Tekstur yang halus memiliki pori-pori yang besar sehingga kapasitas infiltrasi juga besar (Kartasapoetra, 2005). Tanah non kohesif (berpasir) mempunyai sifat kokoh, porous (mudah dilalui air) tetapi tidak ada ikatan antara partikel satu dengan yang lainnya (Budi,

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 2011). Sifat lain yang dimiliki adalah laju peresapan, kapasitas menahan air rendah, kapasitas adsorbsi rendah tetapi mudah diolah dan baik untuk sistem perakaran. Pengolahan tanah berpasir ini lebih baik dilakukan pada kondisi yang cukup basah karena apabila kondisinya terlalu kering dapat merusak struktur tanah berpasirnya. Tanah seperti ini mudah ditembus oleh akar-akar tanaman anggur (Suwito, 2007). b. Tanah Aluvial Persebaran tanah aluvium terdapat di daerah dataran aluvial sungai dan di daerah cekungan (depresi). Sifat tanah aluvial dipengaruhi oleh sumber bahan asal sehingga kesuburannya pun ditentukan oleh sifat bahan asalnya (Rosmarkam dkk, 2001) tanah aluvial di daerah Paingan ini dipengaruhi oleh hasil erupsi Gunung Merapi. Unsur yang terdeteksi dari abu erupsi Gunung Merapi antara lain Fe, Al, Mg dan Si yang berpengaruh pada kondisi kesuburan tanah (Hermawati, 2011) unsur Fe dan Al masih dalam jumlah yang aman bagi pertumbuhan tanaman. Tanah aluvial mempunyai sifat-sifat: tekstur beraneka, pH beraneka, kesuburan umumnya sedang hingga tinggi (Sartohadi dkk, 2012). Tanah aluvial memiliki tekstur yang remah dan porositas yang baik sehingga keberlangsungan pertukaran udara di dalam tanah juga dapat berjalan baik (aerasi baik) (Dwijoseputro, 1980) sehingga oksigen yang tersedia di dalam tanah dapat dimanfaatkan oleh mikroba tanah untuk proses respirasinya. Dimana mikroba (aerob) berperan dalam proses perombakan bahan organik menjadi anorganik yang dapat diserap oleh tanaman. Tanah aluvial yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari daerah Paingan.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 c. Tanah Latosol Di Indonesia, tanah latosol umumnya berasal dari batuan induk vulkanik, baik tuff maupun batuan beku, terdapat mulai dari tepi pantai sampai setinggi 900 m di atas permukaan laut dengan topografi miring, bergelombang, vulkanik fan sampai pegunungan dengan iklim basah tropika curah hujan berkisar antara 25007000 mm (Rosmarkam dkk, 2001). Menurut Sartohadi (2012) latosol tersebar di daerah beriklim basah, elevasi antara 300-1000 m. Satuan tanah latosol merupakan tanah yang telah berkembang atau terjadi deferensiasi horison. Tanah latosol mempunyai sifat-sifat : solum dalam, artinya lapisan dari permukaan tanah sampai pada bahan induk tanah termasuk dalam, tekstur lempung, struktur remah hingga gumpal, konsistensi gembur hingga teguh, warna cokelat, merah hingga kuning. Selain itu, tanah latosol memilliki pori-pori kecil sehingga kapasitas infiltrasinya rendah, kemampuan menahan air di permukaan tinggi (Saputra, 2013) sehingga absorbsi air oleh tanaman juga menjadi sulit. Menurut Kartasapoetra (2005) tanah latosol memiliki nutrisi tanah yang rendah, demikian pula kandungan bahan organiknya, sehingga tingkat kesuburan kimiawinya pun rendah. Selain itu umumnya tanah latosol ini memiliki pH yang asam berkisar 5-6. Tanah yang asam dapat menurunkan kegiatan mikroba tanah dan ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Menurut Hakim et al. (1986) tanah latosol dapat diklasifikasikan sebagai tanah masam, karena adanya pencucian berat akibat hancuran iklim yang intensif. Tanah latosol yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari daerah Langeran dan Patuk, Gunung Kidul.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 C. Pengertian pH Tanah pH tanah dapat dikaitkan dengan keberadaan konsentrasi ion H dan ion OH yang terdapat dalam larutan tanah. Bila konsentrasi ion H bertambah maka pH dinyatakan dalam keadaan asam (pH turun) dan sebaliknya apabila ion OH bertambah maka pH dinyatakan dalam keadaan basa (pH naik). pH sangat berpengaruh terhadap ketersediaan unsur hara dalam tanah, baik unsur makro maupun mikro. PH tanah juga dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain curah hujan, pemupukan atau pun pengapuran. Curah hujan yang tinggi terkait dengan pencucian kation-kation basa dari lapisan permukaan ke lapisan dalam tanah mengakibatkan dominasi ion Al dan H di permukaan, sehingga pH permukaan tanah menjadi asam (Pasaribu, 2011). Tanah dengan kisaran pH antara 6-7 merupakan pH terbaik. Suasana biologi dan penyediaan hara berada pada tingkat terbanyak pada kisaran pH tersebut tetapi pada tanah tropik, kisaran pH 5.5-6 pertumbuhan tanaman dan ketersediaan hara sudah baik asalkan unsur yang meracun sudah ditiadakan pada tanah dengan pH tersebut. Masing-masing tanaman memiliki perbedaan toleransi terhadap kepekatan ion H atau ion beracun lainnya sehingga setiap tanaman memiliki kriteria pH tertentu untuk tumbuh optimal (Hakim et al., 1986). D. Pupuk Organik Pupuk organik akhir-akhir ini banyak diaplikasikan pada pertanian organik. Pupuk organik merupakan pupuk dengan sebagian atau seluruh kandungannya terdiri dari bahan organik tumbuhan/hewan yang telah melalui proses rekayasa. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair dan digunakan untuk menyediakan hara tanaman serta dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 biologi tanah. Pupuk organik juga memiliki kelemahan antara lain kandungan haranya belum terukur dan memungkinkan adanya patogen lain yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman (Suwahyono, 2011). Kompos merupakan pupuk yang diperoleh dari proses mikrobiologis dengan menggunakan limbah oganik seperti dedaunan, sampah organik maupun kotoran hewan ternak. Kompos berperan sebagai soil conditioner, memberi aerasi tanah dan menahan air dan hara (Yulipriyanto, 2010). Kompos yang sudah matang memiliki ciri antara lain warnanya lebih gelap, tidak panas, butirannya halus menyerupai tanah dan tidak berbau. Tabel 2. Komposisi Hara Kompos : Kandungan Kompos Komposisi (%) Cairan 41 Bahan kering 59 Karbon 8,2 Hara : - Nitrogen (N) 0.09 - Fosfor (P) 0.36 - Kalium (K) 0.81 C/N ratio 23 Sumber : Marsono, Lingga Pinus. 2007. Petunjuk Penggunaan Pupuk .Hal.68 Beberapa macam pupuk yang diperoleh dari proses pengomposan antara lain : 1. Kompos Cacing (Vermikompos) Cacing dapat menjadi indikator kesuburan tanah dimana cacing tersebut merupakan penyumbang bahan organik terbesar di dalam tanah. Aktivitas cacing berperan penting dalam pendistribusian dan pencampuran bahan organik solum tanah (Hanafiah, 2013). Cacing tanah dapat mempengaruhi pH tanah yaitu membuat tanah mendekati pH netral karena cacing dapat menghasilkan Ca. pH

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 netral akan menarik datangnya mikroorganisme yang lainnya sehingga perombakan bahan organik dipercepat, menyebabkan bahan organik dan N-total meningkat P tersedia dan K tanah meningkat (Yulipriyanto, 2010). Kompos cacing adalah kompos yang terbuat dari bahan organik yang dicerna oleh cacing, yaitu kotoran cacing tersebut sehingga vermikompos merupakan campuran kotoran cacing tanah (casting) dengan sisa media atau pakan dalam budidaya cacing tanah. Pembentukan pupuk ini dengan memelihara cacing dalam tumpukan sampah organik hingga cacing tersebut berkembangbiak di dalamnya dan menguraikan sampah organik dan menghasilkan kotoran. Kompos cacing dapat menyuburkan tanaman karena kotoran cacing memiliki bentuk dan struktur yang mirip dengan tanah namun ukuran partikelnya lebih kecil dan lebih kaya akan bahan organik serta memiliki aerasi yang tinggi dan cocok dicampurkan pada media tanam. Spesies cacing yang umum digunakan dalam proses ini antara lain Eisenia foetida, Lumbricus terestris atau cacing yang biasa juga dapat digunakan. Kandungan kompos cacing yaitu humus dan mikrobia tanah. Kualitas kompos cacing tergantung pada jenis bahan/ pakan yang digunakan, jenis cacing tanah dan umur vermikompos. Vermikompos berkualitas baik ditandai dengan warna hitam kecoklatan hingga hitam, tidak berbau dan bertekstur remah dan matang (Marsono, 2007). Keunggulan kompos cacing atau vermikompos antara lain mempunyai kemampuan menahan air sebesar 40-60% sehingga mampu mempertahankan kelembaban, memperbaiki struktur tanah dan menetralkan pH tanah, mengandung berbagai unsur hara yang dibutuhkan tanaman, membantu menyediakan nutrisi bagi tanaman, meningkatkan kesuburan tanah, membantu proses penghancuran limbah organik dan memperbaiki kemampuan menahan air (Alex, 2011b).

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 2. Pupuk Kandang Pupuk kandang terbuat dari bahan baku kotoran ternak, baik berupa kotoran padat (feses) yang bercampur sisa makanan maupun air kencing (urine). Umumnya kotoran ternak yang digunakan adalah kotoran sapi. Ini adalah pupuk hewan yang baik karena mengandung N, K serta material serat dan selama tidak ada masalah polusi logam berat antibiotik (Yuliprianto, 2010). Kotoran ternak ini kemudian difermentasi hingga matang sehingga tidak ada lagi penguraian oleh mikroba. Kriteria pupuk kandang yang siap digunakan antara lain tidak berbau, bentuk pupuk seperti tanah yang gembur kalau diremas, tampak kering dan bewarna coklat tua. Untuk tanaman dalam pot, pupuk kandang adalah pupuk dasar diberikan sepertiga jumlah media tanam. Hal yang perlu diperhatikan dari pupuk kandang adalah sifat adanya istilah pupuk panas dan pupuk dingin. Pupuk panas merupakan pupuk yang penguraiannya berjalan sangat cepat sehingga terbentuk panas. Sedangkan pupuk dingin penguraiannya berjalan sangat lambat sehingga tidak terbentuk panas (Marsono, 2007). 3. NOPKOR Penelitian ini menggunakan pupuk hayati NOPKOR. Pupuk hayati adalah pupuk yang mengandung mikroba dan bermanfaat untuk membantu pertumbuhan tanaman serta tanah agar menjadi lebih baik. Populasi mikroba tanah NOPKOR diambil dari kawasan tropis dan subtropis. Menurut Murwono (2013) pemberian NOPKOR secara pengocoran perlu dilakukan secara periodik, dengan tujuan untuk menambah populasi mikroba tanah. Berdasarkan fungsinya NOPKOR memiliki beberapa kultur campuran berbagai mikroba tanah, antara lain :

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 a. Mikroba Penambat N Mikroba penambat N yang dapat menambatkan unsur N2 dari udara, kemudian melalui proses nitrifikasi, unsur N diubah menjadi nitrat yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Bakteri fiksasi N2 ini bersifat aerob yang artinya hanya dapat hidup apabila oksigen tersedia di dalam tanah (Murwono, 2013). Mekanisme penambatan unsur N tergantung dari mikroba yang digunakan. Ada yang bersimbiosis dengan tanaman seperti Rhizobium sp. dan bersifat nonsimbiosis seperti jenis bakteri Azotobacter chrococcum dan Bacillus megatherium (Suwahyono, 2011). b. Mikroba Fiksasi dan Peluruh P Mikroba ini mampu meluruhkan unsur fosfat yang terikat di dalam tanah sebagai senyawa organik atau batuan mineral. Pada prinsipnya mikroba tersebut akan mengeluarkan senyawa asam organik dan melepaskan ikatan fosfat sehingga dapat diserap tanaman. Inokulan mikroba dapat menyumbangkan sekitar 20-25% kebutuhan fosfat bagi tanaman (Suwahyono, 2011). c. Mikroba fiksasi dan peluruh K Kalium tanah sebagian besar berada dalam bentuk mineral yang kurang tahan terhadap pengaruh air, terutama air yang mengandung CO2. Mikroba membantu menyediakan CO2 di dalam tanah dan bereaksi dengan air menjadi asam karbonat yang mempercepat terjadinya reaksi pembebasan kalium tanah yang berasal dari mineral. Penyemprotan dan pengocoran dengan pupuk NOPKOR diharapkan akan mampu menambah populasi mikroba tanah yang dapat membentuk hara dan

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 mengembalikan kesuburan tanah. Populasi mikroba yang terdapat di dalamnya dapat membentuk ketahanan dari berbagai bentuk polutan, sehingga dapat diaplikasikan di kondisi tanah yang kritis (Murwono, 2013). 4. Pupuk Mikro Sistemik Daun LYPHOTRIL Tanaman dapat diberi pupuk akar dan pupuk daun. Pupuk daun mengandung unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman. Pupuk sistemik daun ini merupakan pupuk yang dapat langsung diserap oleh pori permukaan daun (stomata), batang dan buahnya. Menurut Marsono (2007) kelarutan pupuk daun juga lebih baik dibandingkan pupuk akar sehingga akan langsung diproses dalam metabolisme asimilasi dan lebih efisien. Komposisi dari Pupuk LYPHOTRIL ini antara lain unsur Nitrogen 17,40%, unsur P 24,85%, unsur K 18,25%, Kadar MgO dan CaO 1,78% serta vitamin (E, Caroteen) & Mineral (Boron, Cu, Zn, Cr, Mn, I) 3,68% (Murwono, 2010). Pupuk dengan mekanisme kerja sistemik pada daun juga memiliki kelebihan lain yaitu mempercepat pertumbuhan pucuk daun, pertumbuhan bunga, mencegah kerontokkan bunga, meningkatkan ketahanan daun dari paparan sinar UV matahari. Sebelum digunakan, LYPHOTRIL terlebih dahulu diencerkan dengan takaran tertentu. Penyemprotan dilakukan pagi hari untuk mempersiapkan daun dari paparan-UV dan berfotosintesis dengan optimal.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 E. Hama dan Penyakit yang Menyerang Tanaman Anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning 1. Hama a) Ulat Daun Serangan ulat daun menyebabkan daun anggur berlubang-lubang. Jika dibiarkan, hanya tulang daun saja yang tersisa. Di sekitar daun yang rusak umumnya ditemukan kotoran ulat tersebut (Suwito, 2007). Salah satu ulat yang sering menyerang daun tanaman anggur adalah ulat grayak (Spodoptera sp.) Ulat ini meyerang daun hingga rusak atau bolong-bolong. Ulat ini akan berpindah pada malam hari. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan disemprot insektisida seperti Lanette atau Tokuthion 500 EC. b) Belalang (Valanga nigricornis) Belalang merupakan serangga hama dari ordo Orthoptera. Gejala serangan belalang yaitu terdapat lubang-lubang pada daun terutama daun muda, lama-kelamaan daun tersebut bisa menjadi kering. Belalang ini menyerang daun tanaman dengan cara memakan daging daun (jaringan parenkim), sedangkan tulang daun dan urat-urat daun tidak dimakannya. Pada tahap nimfa maupun belalang dewasanya banyak merusak tanaman. Pemberantasan secara mekanik dengan mengambil dan membunuh belalang satu per satu sedangkan pemberantasan kimiawi disemprot dengan Phosdrin, Diazinon, Basudin dan insektida lainnya (Pracaya, 1993).

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 c) Tungau (Tetranychus uricae) Tungau merupakan salah satu hama utama pada tanaman anggur. Serangan tungau tersebut dapat menyebabkan daun menjadi bewarna kekuning-kuningan, mengeriting serta pertumbuhan dan pucuk terhambat. Pada serangan berat dari tungau ini dapat menyebabkan daun tanaman menjadi rontok semuanya sehingga tanaman akan mati (Anonim, 2010). Tungau dewasa aktif pada siang hari untuk memintal benang-benang yang sangat halus di balik daun. Setiap hari tungan bertelur sekitar 10 butir. Telurnya akan diletakkan di bawah sarang yang telah dibuatnya dan akan menetas setelah 4-7 hari (Pracaya, 2008). Tungau hidup dengan menghisap cairan dari sel-sel terutama pada daun, sehingga menyebabkan terganggunya proses fotosintesis. Akibat isapan tungau, daun menjadi bewarna kemerahan, kemudian menguning. Kemudian daun menjadi kering dan rontok (Nurcahyo, 1997). Pengendalian tungau dilakukan dengan memotong daun yang terserang dan menyemprotkan insektisida seperti Mitac 200 EC sesuai konsentrasi yang dianjurkan. d) Kumbang Daun (Apogonia sp.) Kumbang ini bewarna hitam atau cokelat yang aktif pada senja dan malam hari. Pada siang hari kumbang bersembunyi di dalam tanah. Kumbang menyerang dengan cara memakan atau merusak daun kemudian membuat lubang-lubang pada daun. Pengendalian kumbang ini dilakukan dengan menangkap kumbang ataupun memasang perangkap lampu penerang di malam hari (Rukmana, 1999).

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 2. Penyakit Penyakit yang sering menyerang tanaman anggur adalah : a) Tepung Palsu (Downy Mildew) Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Plasmopara viticola. Penyakit ini menyerang terutama pada musim hujan. Gejala serangan penyakit ini antara lain pada sisi atas daun mulai tampak bercak-bercak bewarna kuning kehjauan yang tidak berbatas tegak, kemudian bercak meluas dan berubah warna menjadi cokelat. Dalam cuaca lembab pada sisi bawah bercak terjadi lapisan putih bertepung, yang terdiri dari sporangiofor dan sporangium jamur. Akhirnya daun menjadi kering dan rontok. Gejala juga dapat timbul pada batang muda, sulur, tangkai buah dan buah (Semangun, 1994). Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan mengurangi kelembaban kebun (pemangkasan), memotong, memusnahkan bagian tanaman yang sakit dan memberikan fungisida seperti Antracol 10WP, Folirfos 400 AS atau Bayfidan 250EC (Rukmana, 1999). b) Busuk Hitam Penyakit ini banyak terjadi pada daerah yang panas dan lembab. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Guignardia bidwellii (Ell.) Viala et Ravaz. Gejala pada helai daun yaitu terdapat bercak-bercak kecoklatan. Bagian tersebut dikelilingi tepian bewarna hitam. Pada tunas, sulur, tangkai daun dan bunga dan tulang daun dapat timbul bercak bewarna ungu sampai hitam dan agak melekuk. Pengendalian dilakukan dengan memangkas bagian yang terkena penyakit, mengurangi kelembaban kebun dan pemberian fungisida seperti Fermate, Zerlate dan Maneb (Semangun, 1994).

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 F. Tabulampot Tanam Buah dalam Pot (Tabulampot) banyak diminati sebagai alternatif penanaman buah karena tidak membutuhkan lahan yang luas dalam penanaman buah. Tanaman anggur sangat mudah dibuahkan di dalam pot (Alex, 2011a). Hal ini karena akar tidak tumbuh dengan leluasa, sehingga hanya terbatas tumbuh pada area pot saja. Akibatnya pertumbuhan vegetatifnya, yaitu pertumbuhan yang meliputi batang dan daun menjadi maksimal, kondisi ini akan dapat merangsang pertumbuhan generatifnya (Muktiani, 2011). Pot yang biasa digunakan sebagai tabulampot biasanya terbuat dari bahan drum, pot semen, pot tanah, maupun pot plastik. Namun, pot yang paling cocok untuk budidaya anggur adalah pot tanah. Pot dari tanah memiliki pori-pori yang paling baik daripada pot lain. Dinding dasarnya dapat menyerap air dari media tanam. Sifat seperti ini dapat menjaga akar dari kekeringan ketika penyiraman terlambat dan tidak terlalu lembab saat penyiraman berlebihan (Nurcahyo, 1997). G. Hipotesa 1. Berdasarkan parameter pertumbuhan ; tinggi batang, diameter batang dan jumlah helai daun terdapat pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning di dalam pot 2. Jenis tanah aluvial memberikan dampak optimal terhadap pertumbuhan tanaman anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning di dalam pot

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2013 hingga April 2014, bertempat di Lahan Penelitian Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Sanata Dharma yang terletak di Desa Paingan, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. B. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Dalam penelitian ini menggunakan 3 jenis variabel, yaitu variabel bebas, variabel terikat dan variabel kontrol. Variabel bebas yang digunakan yaitu jenis tanah. Variabel terikat meliputi tinggi batang, diameter batang, jumlah daun. Sedangkan variabel kontrol adalah suhu udara, pemberian NOPKOR, pupuk kascing, umur bibit, pemeliharaan, penyiraman air. C. Design Penelitian Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 3 perlakuan dan kontrol dengan 3 kali pengulangan. Perlakuan yang dilakukan adalah sebagai berikut : T0 : Kontrol (pasir dan pupuk) TR : Tanah regosol, pasir dan pupuk TA : Tanah aluvial, pasir dan pupuk TL : Tanah latosol, pasir dan pupuk 29

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Model linier Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial adalah : Y = μ + τj+ εij Keterangan : Yij = Respon/nilai pengamatan dari perlakuan ke-i dan ulangan ke-j μ = nilai tengah umum (rataan) τj = pengaruh perlakuan ke-i εij= pengaruh ulangan ke- j (Hanafiah, 2012) Jumlah ulangan diperoleh dari : (t- 1)(r- 1) ≥ 15 (4-1)(r- 1) ≥ 15 3(r- 1) ≥ 15 3r ≥ 18 r ≥6 Menurut Hanafiah (2012) jumlah r ulangan dapat dibuat sekecil mungkin selagi hasil percobaan yang dilakukan masih dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Atas dasar ini, umumnya jumlah ulangan r = 4 di lapangan dan r = 3 di rumah kaca/laboratorium dianggap dapat mewakili hasil percobaan. Penelitian kali ini dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali. Pengulangan ini dilakukan untuk memperkecil penyimpangan dari hipotesis yang ingin dideteksi. Penelitian ini mengukur pertumbuhan tanaman anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning yang meliputi : tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun. Penelitian ini juga menggunakan Nitrogen Phospat Kalium Organism Recovery

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 for Polymer Saline and Oily (NOPKOR) sebagai probiotik yang diaplikasikan selain pupuk kandang dan pupuk kascing. Ketiga jenis tanah yang akan digunakan dalam percobaan mendapatkan perlakuan yang sama secara lengkap dan tanpa batasan tertentu. Pola percobaan tanaman anggur var. Kediri Kuning adalah sebagai berikut : Tabel 3. Pola Percobaan Tanaman Anggur var. Kediri Kuning TR1 TR2 TR3 TA1 TA2 TA3 TL1 TL2 TL3 TO1 TO2 TO3 Keterangan : TR1 : Tanah regosol, pasir dan pupuk, replikasi ke-1 TR2 : Tanah regosol, pasir dan pupuk, replikasi ke-2 TR3 : Tanah regosol, pasir dan pupuk, replikasi ke-3 TL1 : Tanah latosol, pasir dan pupuk, replikasi ke-1 TL2 : Tanah latosol, pasir dan pupuk, replikasi ke-2 TL3 : Tanah latosol, pasir dan pupuk, replikasi ke-3 TA1 : Tanah aluvial, pasir dan pupuk, replikasi ke-1 TA2 : Tanah aluvial, pasir dan pupuk, replikasi ke-2 TA3 : Tanah aluvial, pasir dan pupuk, replikasi ke-3 TO (Kontrol 1) : Pasir dan pupuk, replikasi ke-1 TO (Kontrol 2) : Pasir dan pupuk, replikasi ke-2 TO (Kontrol 3) : Pasir dan pupuk, replikasi ke-3 D. Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada penelitian ini antara lain alat-alat pertanian seperti cangkul, sekop, pot, para-para, penyiram tanaman (gembor), spray, baskom/ember, gelas pengukur, penggaris/meteran (mengukur tinggi batang), jangka sorong (mengukur diameter batang), label dan alat tulis. Alat moisturemeter, pH meter digunakan untuk mengukur tingkat kelembaban dan pH tanah di dalam pot.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 Bahan yang digunakan pada penelitian ini antara lain bibit anggur var. Kediri Kuning, jenis tanah yang berbeda; tanah regosol diambil di daerah Gumuk Pantai Samas, Bantul, Yogyakarta; tanah latosol diambil di daerah Patuk dan Langeran, Gunung Kidul, Yogyakarta; tanah aluvial di daerah Paingan, Sleman,Yogyakarta. Untuk mengatasi hama dan penyakit tanaman digunakan insektisida dan fungisida. Lipotril digunakan sebagai pupuk daun sistemik dan NOPKOR sebagai probiotik yang diaplikasikan. E. Cara Kerja a. Penyiapan Lahan Lahan penelitian diberi pembatas berupa pagar kawat berduri di sekitar lahan agar tanaman anggur tidak diganggu atau dimakan hewan ternak. Tanaman anggur merupakan tanaman monokultur sehingga pengaturan jarak perlu diperhatikan. Jarak tanam bisa diatur dengan pola 2 x 3 m2, 3 x 3 m2 atau tergantung dari jumlah tanaman yang akan digunakan per satuan luas. Lalu, penyiraman dan penyemprotan larutan insektisida maupun fungisida menggunakan sumber air yang berasal dari sumur air tanah. b. Penyiapan Media Tanah dan Pot Penyiapan tanah dilakukan dengan mengambil beberapa sampel tanah dari daerah Paingan, Gunung Kidul, Yogyakarta dan Pasir dari Pantai Samas, Bantul. Pengukuran pH dilakukan sebelum dan sesudah pencampuran tanah menggunakan pH meter. Pencampuran media tanah adalah sebagai berikut : 1) Pada perlakuan pertama, digunakan tanah regosol, pasir dan pupuk dengan perbandingan 2:1:1 dan dicampur secara merata (homogen)

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 2) Pada perlakuan kedua menggunakan media tanah aluvial yang diambil di daerah Paingan yang dicampurkan dengan pasir dan pupuk kandang, perbandingan 2:1:1 kemudian dicampurkan hingga merata (homogen) 3) Pada perlakuan ketiga menggunakan media tanah latosol yang diambil di daerah Gunung Kidul dan dicampurkan dengan pasir dan pupuk kandang, perbandingan 2:1:1 kemudian dicampurkan hingga merata (homogen) 4) Perlakuan ke empat sebagai kontrol menggunakan pasir yang dicampur pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 kemudian dicampurkan hingga merata (homogen) 5) Setiap perlakuan dimasukkan ke dalam pot sampai volumenya 25 cm3 dan menyisakan 5 cm3 dari permukaan pot 6) Sebelum ditanami bibit anggur, media tanah disiram terlebih dahulu dengan air setiap pagi dan sore hari dan didiamkan selama tiga hari (hal ini bertujuan untuk mendinginkan dan menjaga kelembaban tanah) c. Penanaman Anggur var Kediri Kuning Bibit anggur siap tanam berusia kurang lebih 1,5 bulan, perakarannya sepanjang 5-10 cm, pertumbuhannya sehat dan mempunyai dua tunas di samping kiri dan kanannya (Rukmana, 1999). Tata cara penanaman bibit anggur adalah sebagai berikut : 1) Siram media tanam dalam polybag bibit dengan air bersih hingga cukup basah. Sementara itu buat lubang tanam di dalam pot dengan menggunakan cetok sedalam kurang lebih 12-15 cm 2) Keluarkan bibit dari polybag secara hati-hati dengan cara menyobek salah satu sisi polybag

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 3) Masukkan (tanam) bibit anggur tepat di tengah-tengah lubang, letakkan posisi bibit dengan tegak 4) Timbun bidang perakaran dan pangkal batang bibit tanaman anggur sebatas leher perakaran, sambil dipadatkan pelan-pelan 5) Siram (airi) tanah di sekitar perakaran tanaman anggur hingga cukup basah (lembab) namun, jangan sampai tergenang 6) Kemudian ditaburi di sekitar tanaman dengan abu dapur sebagai upaya pencegahan hama penyakit di awal penanaman 7) Terakhir dengan memasang ajir dari bambu untuk tempat merambatkan tanaman anggur. Kemudian memasang rangka pagar menggunakan besi atau beton cor di samping kiri-kanan pot dan dibentangkan kawat berbentuk seperti pagar dengan tinggi kawat pertama 50 cm dari permukaan pot, kawat kedua 70 cm. d. Perawatan dan Pengamatan 1) Aplikasi NOPKOR Probiotik ini diaplikasikan dengan mengencerkan larutan NOPKOR yang sudah dibuat dengan air (perbandingan 1 tutup botol : 1 liter air). Probiotik NOPKOR yang sudah diencerkan diaplikasikan di sekitar akar dan batang tanaman anggur (jangan sampai mengenai daun dan tunasnya) sebanyak 150- 200 ml setiap minggu. Setelah dua bulan diberikan NOPKOR sebanyak dua minggu sekali sesuai standar SOP.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 2) Aplikasi LIPHOTRIL A Liphotril dalam bentuk cair diencerkan dalam air dengan perbandingan (3 tutup botol : 7 liter air) kemudian dimasukkan ke dalam botol spray dan di semprotkan di permukaan atas dan bawah daun dan tunas secara merata. Aplikasi dilakukan pada pagi hari sebelum jam 11 (Murwono, 2013) 3) Aplikasi Insektisida Lanette Umumnya hama yang menyerang tanaman anggur antara lain adalah Phylloxera vitifolia, kumbang Apogonia destructor, wereng daun, kutu putih, ulat daun, rayap sehingga dibutuhkan insektisida untuk mencegah hama tersebut. Penggunaan insektisida Lanette adalah dengan melarutkan sebanyak 1,5 gram per satu liter air. Kemudian larutan tersebut disemprotkan ke permukaan daun, batang dan tunas secara merata setiap minggu. Aplikasi disarankan saat sore hari menjelang malam karena hama yang ada umumnya menyerang saat malam hari dan pada siang hari akan bersembunyi di dalam tanah (Suwito, 2007). 4) Aplikasi Fungisida Cobox Penyakit yang menyerang tanaman anggur antara lain tepung palsu (downy mildew), busuk pucuk dan lainnya. Untuk mengatasi serangan penyakit ini, tanaman disemprot dengan fungisida cobox dengan komposisi larutan fungisida sebanyak 1,5-3 gram setiap liternya kemudian disemprotkan secara merata setiap minggu ke semua bagian tanaman kecuali akar.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 5) Penyiraman dan Pengukuran Hal yang perlu diperhatikan dalam penyiraman dan pengukuran adalah: a) Anggur tidak tahan pada air yang tergenang b) Anggur butuh pengairan yang harus dilakukan setiap harinya mulai tanam sampai pemangkasan c) Pengukuran meliputi tinggi, diameter, jumlah daun serta tingkat kesehatan daun tanaman anggur var. Kediri Kuning yang dilakukan setiap minggunya dimulai dari masa tanam sampai penelitian berakhir (untuk pengukuran diameter batang dan tingkat kesehatan daun dilakukan mulai tanggal 25 Desember 2013) d) Pengukuran kelembaban menggunakan alat moisture-meter tanah. Cara penggunaannya adalah sebagai berikut : o Sebelum digunakan alat tersebut harus dikalibrasi terlebih dahulu menggunakan air dan tekan tombol off. o Kemudian ditancapkan ke dalam tanah sedalam 15 cm lalu tekan tombol moist (tingkat kelembaban dalam skala 1-10 atau lebih dari itu termasuk kategori wet/ basah. o Untuk pengukuran pH tanah menggunakan alat pH meter cara penggunaannya sama dengan penggunaan moisture-meter. 6) Pengamatan Intensitas Serangan Hama dan Penyakit Pengamatan intensitas serangan hama dan penyakit dilakukan saat pertama kali dilihat adanya gejala serangan hama dan penyakit berupa daun yang bolongbolong, rontok ataupun timbul bercak-bercak pada tanaman. Pengamatan

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 dilakukan satu minggu sekali sebanyak 10 kali pengamatan, dengan menggunakan rumus : Rerata = ∑ ∑ dimana, P = Presentasi serangan (%) = Bagian daun tanaman yang terserang (%) = Jumlah seluruh daun yang diamati (helai) Tabel 4. Kategori Skala Serangan (Simamora, 2008) Skala Keterangan 0 Tidak terdapat gejala serangan (sehat) 1 > 1% - ≤ 15% luas permukaan daun terserang 2 > 15% - ≤ 25% luas permukaan daun terserang 3 > 25% - ≤ 50 % luas permukaan daun terserang 4 > 50% - ≤ 75% luas permukaan daun terserang 5 > 75% -≤ 100% luas permukaan daun terserang F. Analisis Data Analisa data menggunakan Anova Completely Randomized Design (CRD) dengan satu faktor tunggal dan dianalisis menggunakan aplikasi SPSS 16. Sebelumnya, rata-rata pertambahan tinggi, diameter, jumlah daun masing-masing dimasukkan dalam tabel sebagai berikut :

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Tabel 5. Pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning Perlakuan (T) TP TK TL Kontrol Jumlah (TU) Ulangan Tinggi Tanaman Anggur i1 i2 i3 .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. Ti1 Ti2 Ti3 Perlakuan Total Rerata Perlakuan Pengujian data sebelum masuk pada analisis varian (ANOVA) dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas terlebih dahulu untuk menguji distribusi dan varians data. Uji normalitas dapat dihitung dengan menggunakan Uji KolmogrovSmirnov Z pada aplikasi SPSS sedangkan uji homogeinity of variances langsung ditampilkan pada Uji Oneway Anova dalam aplikasi SPSS. Kriteria pengujian normalitas dan kesamaan varians adalah : 1. Normalitas a. Jika nilai Sig. < 0.05, maka Ho ditolak. Hal ini berarti data sampel berasal dari populasi berdistribusi tidak normal. b. Jika nilai Sig. > 0.05, maka Ho diterima. Hal ini berarti data sampel berasal dari populasi berdistribusi normal. 2. Homogenitas atau Kesamaan Varians a. Jika nilai Sig. < 0.05, maka Ho ditolak. Hal ini berarti masing-masing kelompok mempunyai varians yang tidak sama. b. Jika nilai Sig. > 0.05, maka Ho diterima. Hal ini berarti masing-masing kelompok mempunyai varians yang sama (Rachmatin, 2010)

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Uji Analisis Varian (Anova) dilanjutkan dengan menggunakan aplikasi SPSS terhadap data yang didapat. Berikut merupakan langkah-langkah penggunaannya : 1. Buka aplikasi SPSS 16 akan muncul dua tampilan yaitu pengisian data dan output data. 2. Masukkan data pengaruh jenis tanah terhadap misal tinggi batang tanaman dalam sheet Variable Views SPSS dengan format kolom satu untuk jenis tanah dan kolom dua untuk tinggi tanaman. Beri nama kolom satu dengan Tanah dan kolom dua dengan Tinggi. 3. Untuk Decimals, sebaris dengan Tanah isilah dengan “0” dan kolom yang sebaris dengan Tinggi diisi dengan “2” 4. Untuk Labels, isilah dengan Jenis Tanah untuk varibel tanah dan Tinggi Tanaman untuk variabel Tinggi. 5. Untuk Value, isilah jenis tanah dengan 1 “Regosol”, 2 untuk “Aluvial”, 3 untuk “Latosol” dan 4 untuk “Kontrol” maka akan mucul kotak dialog seperti ini, kemudian klik OK Gambar 2. Kotak dialog Value Labels 6. Untuk bagian Scale, bisa disesuaikan dengan keperluan.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 7. Kemudian masukkan data pada sheet Data, untuk kolom Tanah diisi dengan angka 1-4 yang mewakili jenis tanah sesuai pada kolom Value. 8. Apabila terdapat 12 data tinggi tanaman pada masing-masing jenis tanah beserta ulangannya maka dimasukkan ke dalam kolom Tinggi 9. Pilih menu Analyze pada tool bar, pilih menu Compare Means, kemudian pilih Oneway ANOVA 10. Masukkan variabel “Tinggi Tanaman” ke kotak Dependent List dan variabel “Jenis Tanah” ke dalam kotak Factor. Klik tombol Option sehingga muncul kotak dialog seperti ini Gambar 3. Kotak dialog Oneway ANOVA : Options 11. Klik pilihan Descriptive dan pilihan Homogeinity of variance test, kemudian klik Continue. 12. Klik tombol OK. Kemudian akan muncul hasil output SPSS dengan tingkat kepercayaan 95% pada tampilan output sebagai berikut :

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Descriptives Tinggi Tanaman Anggur 95% Confidence Interval for Mean N Mean Std. Std. Lower Upper Minimu Maximu Deviation Error Bound Bound m m Regosol Aluvial Latosol Kontrol Total Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic df1 df2 Sig. ANOVA Tinggi Tanaman Anggur var. Kediri Kuning Sum of Squares df Mean Square F Sig. Between Groups Within Groups Total Gambar 4. Output SPSS Hipotesis Ho= Perlakuan jenis tanah tidak memberikan pengaruh berbeda terhadap pertumbuhan (tinggi) tanaman anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning Hi = Perlakuan jenis tanah memberikan pengaruh berbeda terhadap pertumbuhan (tinggi) tanaman anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Berdasarkan hasil output SPSS, untuk menolak atau menerima hipotesis penelitian dengan kriteria sebagai berikut : a. Jika Statistik Hitung (F output) > Statistik Tabel (F.tabel), maka Ho ditolak b. Jika Statistik Hitung (F output) < Statistik Tabel (F.tabel), maka Ho diterima Bila hasil uji F tersebut dinyatakan beda nyata (signifikan), maka perlu dilakukan pengujian selanjutnya yaitu Uji Jarak Ganda Duncan (UJGD) dengan rumus : ( Rp = dimana sd =√ )( ) Rp : Nilai t pada tabel sd : Galat baku perbedaan rataan : Ragam kuadrat tengah r : Ulangan t : Banyaknya perlakuan p : Jarak Sumber : diadaptasi oleh Widhiastutie (2013) dari Gomez (1995)

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian pertumbuhan tanaman anggur var. Kediri Kuning berdasarkan parameter tinggi batang, diameter batang dan jumlah daun adalah sebagai berikut : A. Pertambahan Tinggi Tanaman Anggur var. Kediri Kuning Pengukuran tanaman anggur dilakukan dengan menggunakan meteran. Grafik laju pertambahan tinggi tanaman anggur var. Kediri Kuning setiap minggu 26 Februari 2014 19 Februari 2014 12 Februari 2014 05 Februari 2014 29 Januari 2014 22 Januari 2014 15 Januari 2014 08 Januari 2014 01 Januari 2014 25 Desember 2013 18 Desember 2013 11 Desember 2013 04 Desember 2013 27 Novmber 2013 20 November… 120 100 80 60 40 20 0 13 November… SKALA TINGGI TANAMAN dapat dilihat pada gambar 5 : Tanah Regosol Tanah Aluvial Tanah Latosol Kontrol TANGGAL PENGUKURAN Gambar 5. Grafik pengaruh jenis tanah terhadap laju pertambahan tinggi tanaman anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning Pada awal pengukuran sampai pada tanggal 15 Januari 2014 setiap perlakuan memiliki laju pertumbuhan tinggi batang di bawah 20 cm. Setelah tanggal 15 Januari 2014 tanah aluvial dan kontrol mengalami kenaikan mencapai 100 cm sedangkan tanah regosol dan latosol laju pertumbuhan tinggi batang 43

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 kurang dari 40 cm per minggunya (lampiran 5). Hal ini dapat dikarenakan pengaruh curah hujan di lapangan. Rata-rata curah hujan pada tanggal 13 November 2013 sampai 15 Januari 2014 termasuk kategori hujan ringan, yaitu 11 mm per hari sedangkan setelah tanggal 15 Januari 2014 intensitas hujannya meningkat menjadi 30 mm per hari dengan kategori hujan sedang (Anonim, 2010). Curah hujan yang rendah dapat menurunkan kelembaban tanah, akan tetapi hal ini dapat diatasi dengan penyiraman dimana, penyiraman tergantung pada kondisi kelembaban tanah regosol yang kemampuan menahan airnya rendah, yaitu bila kelembaban tanah regosol dibawah 50 % maka akan dilakukan penyiraman ke semua perlakuan tanah sebanyak 1 liter. Diduga tanaman mengalami cekaman air dari awal penelitian hingga 15 Januari 2014, yang terlihat pada laju tinggi batang yang relatif sama (kurang dari 20 cm). Adanya cekaman air menyebabkan perubahan fisiologis pada tumbuhan yang bersifat sementara, yaitu diawali dengan adanya penurunan tekanan turgor sel, penutupan stomata yang menghambat pertukaran CO2 dan O2 sehingga proses fotosintesis pun terhambat (Salisbury and Ross, 1955) dan menyebabkan pertumbuhan berjalan lambat. Setelah curah hujan meningkat dan dibantu juga dengan penyiraman, tanaman akan kembali pada kondisi pertumbuhan normal. Pencampuran media di awal penelitian tanah regosol, aluvial dan latosol menggunakan pasir dan pupuk dengan jumlah yang sama. Pasir bertujuan untuk memperlancar aerasi tanah dan pergerakan akar tanaman sedangkan pupuk digunakan untuk mencukupi nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman anggur var. Kediri Kuning. Pupuk kascing baru diberikan lagi pada tanggal 19 Januari dan 25 Januari 2014. Diduga tanaman di seluruh perlakuan tanah mengalami kekurangan unsur hara sehingga pertumbuhannya (parameter tinggi

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 batang, diameter batang dan jumlah daun) tidak berbeda. Padahal, pemberian pupuk kascing membantu menyediakan nutrisi bagi tanaman, meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki struktur tanah (Alex, 2011b). Tekstur dari pupuk kascing yang remah, berpartikel kecil dan memiliki aerasi yang baik sangat membantu menyediakan oksigen yang dibutuhkan dalam proses respirasi tumbuhan, dimana proses respirasi tersebut menghasilkan energi untuk kerja sel untuk menimbun garam-garaman. Hal ini didukung oleh Dwijoseputro (1980) yang menyatakan bahwa kemampuan sel untuk menimbun garam-garaman ada hubungan erat dengan kegiatan pernapasannya. Pupuk kascing dapat meningkatkan pH tanah karena mengandung Ca (Yulipriyanto, 2010) hal ini dapat dilihat bahwa pH tanah aluvial dan latosol meningkat menjadi netral (6-6,5) pada tanggal 30 Januari 2014 kemudian tanah latosol mengalami penurunan pH kembali menjadi asam yaitu 5,3. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk terutama pupuk kascing juga menentukan pH tanah perlakuan. Peran pupuk kascing juga dibantu dengan pemberian pupuk kandang dan NOPKOR. Sebelum menggunakannya, NOPKOR terlebih dahulu dilarutkan dalam air dengan perbandingan 1:1. Hal ini dikarenakan air berperan penting dalam kehidupan mikroba untuk melakukan siklus-siklus unsur di dalam tanah. Keberadaan hara selalu terkait dengan adanya air yang tersedia. Menurut Murwono (2013) pemberian NOPKOR secara pengocoran perlu dilakukan secara periodik, dengan tujuan untuk menambah populasi mikroba tanah. Data mengenai rata-rata pH tanah di lahan penelitian pada tanah aluvial, regosol dan kontrol memiliki pH 6,3-6,5 sedangkan pada tanah latosol memiliki pH 5,3 (lampiran 4). Menurut Hakim, et al. (1986) tanah yang memiliki pH antara 6-7 merupakan pH terbaik. Suasana biologi dan penyediaan hara umumnya berada di tingkat

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 terbanyak pada kisaran pH tersebut. Waktu pemupukan yang relatif lama dapat menyebabkan tanaman anggur var. Kediri Kuning di berbagai perlakuan jenis tanah berpotensi mengalami kekurangan hara dan mineral. Pemupukan mendukung penyediaan hara tanaman serta dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah sehingga perlu diberikan secara periodik (Suwahyono, 2011). Data yang dikumpulkan berupa selisih tinggi tanaman setiap minggunya sehingga didapatkan data laju pertambahan tinggi tanaman anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning pada tabel 6 : Tabel 6. Rataan Laju Tinggi Tanaman Anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning Perlakuan Aluvial Kontrol Latosol Regosol Grand Total Ulangan R1 R2 R3 21,34 37,75 14,09 8,85 82,03 27,63 7,78 26,71 34,49 24,76 7,06 6,78 73,09 62,12 Perlakuan Total Rerata Perlakuan 83,46 70,29 47,86 15,63 217,24 27,82 23,43 15,95 7,81 72,41 Berdasarkan tabel 6 dapat dilihat bahwa laju tinggi tanaman anggur var. Kediri Kuning tertinggi adalah perlakuan tanah aluvial dengan rerata 27,82 dan terendah pada perlakuan jenis tanah regosol dengan rerata 7,81. Pada jenis tanah regosol, ulangan kedua, terdapat data yang kosong dikarenakan tanaman tersebut mati setelah beberapa kali dilakukan pengukuran. Diduga hal ini terjadi karena tanah regosol bertekstur halus (memiliki pori-pori besar) sehingga kapasitas infiltrasi juga besar (Kartasapoetra, 2005). Kapasitas infiltrasi air yang besar dan drainase secara bebas dapat menyebabkan pencucian garam-garam mineral pada tanah sehingga menyebabkan defisiensi hara pada tanaman. Tanah regosol (Pantai Samas) juga diduga mempunyai potensi pasokan

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 hara N dan P yang lebih rendah. Hal ini sependapat dengan Kartasapoetra (2005) bahwa kandungan bahan organik pada tanah regosol tergolong rendah, akan tetapi dapat diatasi dengan pemberian pupuk organik dan anorganik. Menurut Hakim et al. (1986) gejala kekurangan nitrogen menyebabkan daun bewarna pucat kekuning-kuningan, tunas-tunas tidak tumbuh. Kekurangan fosfor akan menampakkan gejala pertumbuhan yang terhambat, tanaman kerdil serta perakarannya tidak tumbuh optimal disebabkan karena terjadi gangguan pada pembelahan sel. Gejala kekurangan unsur belerang juga menunjukkan adanya perubahan warna daun dari hijau menjadi kuning dan tanaman menjadi kerdil. Tanaman mati pada tanggal 29 Januari, dimana terlihat batang kering dan berwarna keabu-abuan serta daun rontok meskipun tanaman sudah diberi pupuk kascing pada tanggal 19 dan 25 Januari 2014. Disamping itu, kelembaban pada tanah regosol adalah yang paling rendah di antara perlakuan tanah lainnya yaitu 55,8%, berarti ketersediaan air di dalam tanah regosol juga rendah. Padahal dengan masuknya air dari tanah ke dalam sel-sel akar tentulah juga membawa ionion yang terdapat di dalam tanah, karena larutan tanah memang mengandung ionion (Dwijoseputro, 1980). Di dalam sel tumbuhan, air berfungsi menjaga tekanan turgor, proses transpirasi, fotosintesis, difusi-osmosis serta metabolisme tubuh lainnya. Oleh karena itu, tanaman anggur pada tanah regosol pertumbuhannya lebih lambat dibanding tanaman pada perlakuan jenis tanah lainnya. Pada uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal dan uji homogenitas varians menunjukkan perlakuan ketiga jenis tanah terhadap pertambahan tinggi batang tanaman anggur var. Kediri Kuning memiliki varians yang sama (lampiran 7). Dengan hasil tersebut maka pengujian ANOVA menggunakan uji F bisa dilakukan. Hasil analisa sidik ragam (ANOVA)

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 menunjukkan perlakuan jenis tanah (Hi) tidak mempengaruhi peningkatan tinggi tanaman anggur var. Kediri Kuning secara signifikan (lampiran 8). B. Pertambahan Diameter Batang Tanaman Anggur var. Kediri Kuning Pengukuran diameter batang dilakukan menggunakan jangka sorong. Grafik mengenai diameter batang tanaman anggur var. Kediri Kuning setiap SKALA DIAMETER BATANG (cm) minggu dapat dilihat pada gambar 6 : 0,6 0,5 0,4 0,3 0,2 0,1 0 Kontrol Latosol Aluvial Regosol TANGGAL PENGUKURAN Gambar 6. Grafik pengaruh jenis tanah terhadap pertambahan diameter tanaman anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning Pada awal pengukuran laju pertambahan diameter batang menunjukkan hasil tertinggi pada kontrol yaitu > 0,3 cm, diikuti dengan tanaman anggur di tanah latosol yang memiliki diameter batang awal > 0,2 cm, tanah aluvial yaitu >0,1 cm dan terakhir yaitu tanah regosol <0,1 cm. Selama pengukuran ketiga perlakuan dan kontrol, tidak memiliki laju pertambahan diameter batang yang berbeda jauh yaitu berkisar 0,01-0,2 cm (lampiran 5). Pertama, hal tersebut dimungkinkan karena berasal dari bibit yang sama, var. Kediri Kuning. Bibit tanaman anggur var. Kediri Kuning mempunyai respon yang tinggi terhadap faktor lingkungan seperti sinar matahari, suhu, kelembaban dan penyerapan hara

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 sehingga dapat memanfaatkan faktor tumbuh secara efisien untuk melakukan proses fisiologi termasuk juga menyimpan substrat untuk diameter batang (Baswarsiati dkk, 2002). Selama penelitian, perlakuan tanah regosol, aluvial dan latosol mengalami pertambahan diameter yang hampir sama diduga bibit diambil dari cabang tersier tanaman anggur var. Kediri Kuning karena berdiameter relatif kecil yaitu berkisar 0,02-0,04 (lampiran 8) dan termasuk dalam jaringan muda. Menurut Santoso (2010) ukuran diameter stek batang mencerminkan perbedaan tingkat umur jaringan batang pada stek, semakin muda umur jaringannya maka diameternya akan semakin kecil dan sebaliknya sehingga akumulasi karbohidratnya yang digunakan sebagai substrat metabolisme pun lebih rendah. Data yang dikumpulkan berupa selisih diameter tanaman setiap minggunya sehingga didapatkan data laju pertambahan diameter tanaman anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning pada tabel 8 : Tabel 7. Rataan Pertambahan Diameter Tanaman Anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning Perlakuan Ulangan Perlakuan Rerata Total Perlakuan R1 R2 R3 Kontrol 0,1330 0,0710 0,0476 0,252 0,0839 Aluvial 0,0536 0,0358 0,0416 0,131 0,0437 Latosol 0,0514 0,0370 0,0220 0,110 0,0368 Regosol 0,0248 0,0282 0,053 0,0265 Grand Total 0,2628 0,1394 0,546 0,1908 0,1438 Berdasarkan tabel 7 dapat dilihat bahwa laju pertambahan diameter batang tanaman anggur var. Kediri Kuning tertinggi adalah pada perlakuan kontrol dengan rerata 0,0839 cm sedangkan yang terendah pada perlakuan jenis tanah regosol dengan rerata 0,0265 cm.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Pada uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal dan uji homogenitas varians menunjukkan perlakuan ketiga jenis tanah terhadap pertambahan diameter batang tanaman anggur var. Kediri Kuning memiliki varians sama (lampiran 10). Hasil analisa sidik ragam (ANOVA) menunjukkan perlakuan jenis tanah (Hi) tidak mempengaruhi peningkatan diameter batang tanaman anggur var. Kediri Kuning secara signifikan (lampiran 11). C. Pertambahan Jumlah Daun Tanaman Anggur var. Kediri Kuning Grafik pertambahan jumlah daun tanaman anggur var. Kediri Kuning 25 Tanah Regosol Tanah Aluvial Tanah Latosol Kontrol 20 15 10 26 Februari… 19 Februari… 12 Februari… 05 Februari… 29 Januari 2014 22 Januari 2014 15 Januari 2014 08 Januari 2014 01 Januari 2014 25 Desember… 18 Desember… 11 Desember… 04 Desember… 27 November… 0 20 November… 5 13 November… SKALA JUMLAH DAUN setiap minggu dapat dilihat pada gambar 7 : Gambar 7. Grafik pengaruh jenis tanah terhadap jumlah daun tanaman anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning Pertambahan jumlah daun pada semua perlakuan dari awal pengukuran sampai pada tanggal 22 Januari 2014 masih relatif sama yaitu berada <5 daun setiap minggunya. Kemudian jumlah daun tanaman di tanah aluvial mulai meningkat dan mencapai pertambahan jumlah daun tertinggi pada akhir penelitian sebanyak >20 daun dalam seminggu. Tanaman anggur pada kontrol mengalami

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 peningkatan setelah tanggal 29 januari 2014 dan mengalami penurunan pada tanggal 12 Februari 2014 sehingga pertambahan jumlah daun <5. Tanaman di tanah latosol dan regosol mengalami pertambahan daun >5 daun pada 2 minggu terakhir pengukuran (lampiran 5). Di awal pengukuran jumlah daun relatif sama dan setelah beberapa minggu pertambahan jumlah daun di setiap perlakuan menunjukkan grafik yang berbeda. Pertama, hal ini dimungkinkan karena adanya proses adaptasi terhadap lingkungan, terutama lingkungan tanahnya. Pernyataan ini sependapat dengan Acquaah (2002) dalam Santoso (2010) bahwa bibit asal stek beberapa tanaman holtikultura tahunan dapat berhasil membentuk akar tetapi sulit bertahan setelah pindah tanam. Bibit anggur var. Kediri Kuning awalnya ditanam pada media pasir, pupuk dan tanah dengan perbandingan 1:1:1 di dalam polibag kemudian dipindahkan pada media tanah yang berbeda-beda (regosol, aluvial dan latosol). Tanah asal bibit anggur var. Kediri Kuning di Probolinggo umumnya memiliki jenis tanah aluvial kelabu tua dan aluvial hidromorf (Ningrum, 2006) sehingga bibit akan lebih mudah beradaptasi pada perlakuan tanah aluvial. Kedua, yaitu adanya intensitas serangan hama dan penyakit yang menyerang daun tanaman anggur var. Kediri Kuning. Prosentase daun sehat setiap minggu pada perlakuan tanah regosol, aluvial, latosol dan kontrol menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda yaitu dengan rata-rata 72-80% (lampiran 5). Hama yang banyak menyerang tanaman anggur var. Kediri Kuning antara lain adalah belalang (Valanga nigricornis), ulat daun (Spodoptera sp.), tungau (Tetranychus uricae) dan kumbang daun (Apogonia sp.). Serangan hama belalang ini mengakibatkan daun banyak yang bolong-bolong dan pada serangan yang berat hanya tersisa tulang daunnya saja. Belalang hanya menyerang ketika pagi sampai

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 sore hari dan meletakkan telurnya di dalam tanah maupun rerumputan di sekitar pot tanaman (Untung, 1993). Oleh karena itu, pengendalian hama ini dilakukan dengan pemotongan rumput dan pembalikkan tanah. Hampir semua daun terlihat bercak-bercak kuning kecokelatan dan berlubang, daerah sekitar daun yang berlubang bahkan ditemui kotoran ulat yang masih segar. Berdasarkan ciri-ciri yang tampak, tanaman banyak diserang hama ulat grayak. Serangan hama tungau (Tetranychus uricae) dapat dilihat pada permukaan bawah daun, dimana terdapat kumpulan benang-benang halus yang berisi telur-telur tungau tersebut (Pracaya, 1993). Pada beberapa daun ditemukan larva dan ulat yang menghisap cairan sel pada daun sehingga daun berubah warna menjadi coklat kering (lampiran 17). Serangan hama yang mulai memakan daun-daun tanaman yang sehat membuat luas daun permukaan daun berkurang sehingga proses fotosintesis dan energi yang dihasilkan tanaman juga berkurang. Tanaman yang mempunyai jumlah dan luas daun lebih banyak akan lebih cepat tumbuh karena kemampuan menghasilkan fotosintat lebih tinggi dari tanaman yang memiliki jumlah dan luas daun sedikit. Hal ini didukung oleh pendapat Hess (1975) dalam Baswarsiati (1992) bahwa semakin besar jumlah dan luas daun, menunjukkan hasil asimilat yang diserap dan proses penyerapan nutrisi dalam tanah yang semakin baik sehingga akan mendukung proses pembentukan dan perkembangan organ tanaman (daun, akar dan batang) dan berhubungan dengan proses sel tanaman untuk membesar (Suhartono, 2008). Penyakit yang ditemukan adalah penyakit tepung palsu/ downey mildew yang disebabkan oleh cendawan Plasmopora viticola terutama menyerang tanaman kontrol ulangan kedua. Perkembangan penyakit tepung palsu (downy

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 mildew) di lapangan sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca yaitu kondisi cuaca lembab. Data cuaca harian di lahan penelitian (lampiran 2) dapat menunjukkan curah hujan selama penelitian (musim hujan). Curah hujan harian rata-rata 18 mm/hari dan kelembaban udara 85 % sedangkan suhu udara rata-rata malam hari yaitu 23,750 C dan 31,250 C pada siang hari. Selain itu, di sekitar pot-pot penelitian banyak ditumbuhi rumput liar yang dapat meningkatkan kelembaban udara dan perkembangan penyakit. Gejala penyakit embun tepung mudah diketahui karena adanya lapisan tepung di bawah permukaan daun atau bagian tanaman lain yang terserang. Lapisan tepung tersebut merupakan miselium, konidia dan konidiofor dari fungi patogen. Penyebaran spora jamur juga ditentukan oleh faktor angin. Infeksi paling banyak terjadi pada suhu 23-250 C (pada malam hari), sedangkan di atas 320 C infeksi tidak terjadi (Dendang, 2010). Pada Plasmora viticola infeksi pada daun tua hanya dapat terjadi pada kelembaban 80-100 %, sedangkan pada daun muda cukup 70-80 % (Semangun, 1996). Kondisi seperti ini, menyebabkan tanaman yang ditanam dapat terserang penyakit downy mildew. Untuk penanganan hama dilakukan penyemprotan insektisida Lanette, sedangkan penanganan penyakit yang disebabkan jamur dilakukan dengan penyemprotan fungisida Antracol. Akan tetapi lebih baik apabila dilakukan pembersihan/ sanitasi dari rumput-rumput liar, yang dapat meningkatkan kelembaban lingkungan sekitar. Data yang dikumpulkan berupa selisih jumlah daun tanaman setiap minggunya sehingga didapatkan data laju pertambahan jumlah daun tanaman anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning pada tabel 10 :

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Tabel 8. Rataan Jumlah Daun Tanaman Anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning Perlakuan Ulangan Jumlah Daun Tanaman Perlakuan Rerata Anggur Total Perlakuan R1 R2 R3 Aluvial 3,44 4,75 6,44 14,63 4,88 Kontrol 6,56 1,75 4 12,31 4,10 Latosol 2,69 5,06 2,31 10,06 3,35 Regosol 2 1,56 3,56 1,78 Grand Total 14,69 14,31 40,56 14,11 11,56 Berdasarkan tabel 8 dapat dilihat bahwa laju pertambahan jumlah daun tanaman anggur var. Kediri Kuning tertinggi pada perlakuan tanah aluvial dengan rerata 4,88 sedangkan yang terendah pada perlakuan tanah regosol dengan rerata 1,78 setiap minggunya. Pada tanggal 29 Januari 2014, tanaman di pengulangan ketiga perlakuan tanah latosol terdapat banyak daun yang rontok. Rontoknya daun dalam jumlah banyak juga mengeluarkan merupakan hormon mekanisme asam absisat pertahanan untuk tumbuhan. menghambat Tumbuhan pertumbuhan (Dwijoseputro, 1980) yang diakibatkan oleh suasana atau kondisi lingkungan yang tidak mendukung pertumbuhan tanaman tersebut. Data yang didapatkan dilapangan menunjukkan bahwa pada tanggal 13-25 Januari 2014, pH tanah latosol terus mengalami penurunan dari pH 6 menjadi 5,2 meskipun sudah diupayakan dengan pemberian pupuk kascing. Rata-rata kelembaban tanah latosol lebih tinggi dibanding perlakuan tanah lainnya yaitu 95% (lampiran 4). Hal ini dapat menyebabkan terhambatnya pertukaran udara atau ketersediaan oksigen di dalam tanah. Pendapat ini didukung oleh Kertonegoro (2001) bahwa kelembaban tanah yang tinggi dapat

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 menyebabkan penurunan laju pernapasan disebabkan oleh hambatan gerakan oksigen di dalam tanah, karena pori-pori tanah terisi oleh air sehingga dapat menyebabkan mikroba tanah maupun akar tanaman sulit melakukan proses respirasi. Dimana proses respirasi yang terhambat menyebabkan terbatasnya energi yang dihasilkan oleh tanaman sehingga kerja sel pun akan terganggu dan menurunnya produktivitas tanaman, dapat dikatakan bahwa suasana lingkungan atau tanah latosol saat itu kurang mendukung pertumbuhan tanaman anggur var. Kediri Kuning. Tujuan dari tanaman menggugurkan daun-daunnya agar tanaman dapat mengehemat pemakaian hasil metabolitnya ke bagian tubuh yang paling membutuhkan agar tanaman dapat bertahan. Kemudian tanaman anggur var. Kediri Kuning di perlakuan tanah latosol berangsur-angsur membaik dan dapat dilihat pada grafik pertambahan jumlah daun yang meningkat setelah tanggal 29 Januari 2014 atau mengalami proses aklimatisasi. Keberhasilan adaptasi (aklimatisasi) ini ditandai dengan tumbuh tunas-tunas daun baru yang sehat. Tanaman anggur var. Kediri Kuning juga memiliki ketahanan terhadap penyakit seperti penyakit tepung palsu (downy mildew) yang mudah menyerang tanaman anggur varietas lain, akan tetapi rentan terhadap serangan hama. Daun tanaman anggur var. Kediri Kuning memiliki morfologi daun yang disukai oleh serangga atau hama. Menurut Untung (1993) ciri-ciri morfologi tanaman tertentu dapat menghasilkan rangsangan fisik untuk menjadi makanan serangga atau tempat meletakkan telur serangga. Variasi ukuran daun, bentuk, warna, kekerasan jaringan tanaman, adanya rambut atau kutikula juga menentukan tingkat serangan hama dan penyakit. Tanaman anggur var. Kediri Kuning memiliki permukaan bawah daun yang tidak berbulu (berkutikula), daun berkesan tipis dan bening (Nurcahyo, 1997) serta terdapat lapisan lilin di permukaan daunnya. Adanya

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 lapisan lilin pada permukaan daun menyebabkannya tidak basah pada waktu hujan sehingga dapat menghindari perkecambahan spora jamur (Semangun, 1996). Di sisi lain, morfologi daun anggur varietas ini yang tipis dan tidak berkutikula dapat menarik serangga atau hama tertentu untuk meletakkan sarang telurnya maupun memakan daun tersebut. Pada tanaman ulangan kedua perlakuan kontrol memiliki daun yang berkutikula, meskipun tidak tebal apabila terkena hujan akan membuat embun sehingga daun menjadi lembab dan perkembangan spora jamur dapat meningkat ditambah faktor angin yang mempercepat penyebaran spora penyakitnya (Suwito, 2007). Pada uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal dan uji homogenitas varians menunjukkan perlakuan ketiga jenis tanah terhadap pertambahan jumlah daun tanaman anggur var. Kediri Kuning memiliki varians yang sama (lampiran 13). Hasil analisa sidik ragam (ANOVA) menunjukkan perlakuan jenis tanah (Hi) tidak mempengaruhi peningkatan jumlah daun tanaman anggur var. Kediri Kuning secara signifikan (lampiran 14).

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI Penelitian mengenai pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning di dalam pot dapat dijadikan sebagai rancangan praktikum dalam pembelajaran biologi di sekolah terutama untuk siswa-siswi SMA kelas XII semester I. Kompetensi Dasar : 3.1 Menganalisis hubungan antara faktor internal dan faktor eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup berdasarkan hasil percobaan. 4.1 Merencanakan dan melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman dan melaporkan secara tertulis dengan menggunakan tata cara penulisan ilmiah yang benar. Pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning di dalam pot dapat diterapkan sebagai rancangan praktikum mengenai faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan misal rancangan praktikum tentang pemberian NOPKOR sebagai pupuk cair dapat menjadi faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan. Dalam perencanaan pelaksanaan praktikum, siswa-siswi dibagi menjadi beberapa kelompok. setiap kelompok mendiskusikan latar belakang serta hipotesis percobaan yang akan dilaksanakan dengan dibimbing oleh guru bersangkutan. Diharapkan melalui rancangan percobaan, percobaan, pengamatan dan presentasi 57

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 hasil percobaan siswa-siswi dapat mengembangkan sikap rasa ingin tahu, proaktif, percaya diri, komunikatif, tanggung jawab, menghargai pendapat teman serta kerjasama. Siswa-siswi diminta untuk membuat laporan hasil percobaan yang sesuai dengan sistematika penulisan ilmiah (RPP terlampir).

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur var. Kediri Kuning di dalam pot, dapat disimpulkan bahwa : 1. Jenis tanah tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman anggur var. Kediri Kuning berdasarkan parameter tinggi batang, diameter batang dan jumlah daun. 2. Perbedaan fisik dan kimiawi pada masing-masing jenis tanah memberikan pengaruh yang berbeda pada pertumbuhan tanaman anggur var. Kediri Kuning. Dimana tanah aluvial menunjukkan rerata pertambahan tinggi batang dan jumlah daun yang tertinggi dibandingkan perlakuan jenis tanah regosol, latosol dan kontrol. Sedangkan diameter batang menunjukkan rerata yang tertinggi pada kontrol. B. Saran 1. Budidaya tanaman anggur var. Kediri Kuning lebih baik dilakukan pada awal musim kemarau untuk meningkatkan produktivitas tanamannya. 2. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai penanganan hama dan penyakit tanaman anggur var. Kediri Kuning di lapangan. 59

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 DAFTAR PUSTAKA Abdurachman, D. dan Sulaeman. 2002. Pendekatan Pewilayahan Komoditas Pertanian menurut Pedo-Agroklimat Di Kawasan Timur Indonesia. Puslitbang vol 21(1) :7. Bogor Alex S. 2011. Mengintensifkan Pekarangan Rumah Menjadi Lebih Produktif. Penerbit Pustaka Baru Press: Yogyakarta Alex S. 2011. Sukses Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik. Penerbit Pustaka Baru Press: Yogyakarta Anonim. 2010. Jenis-jenis Tungau Pada Tanaman dalam http://digilib.upnjatim.ac.id/files/disk1/2/jiptupn-gdl-mochsodiqp-52-7v.jenis-u.pdf diunduh tanggal 24 Februari 2014 Anonim. 2013. Cara Membaca Angka Curah Hujan dalam http://www.chandratama.wordpress.com/2013/03/18/cara-membaca-angkacurah-hujan/ diakses tanggal 10 April 2014 Anonim. 2014. Suhu Harian Wilayah dalam http://www.Accuweather.com/id/id/sleman/206693/month/206693?/monyr/6/ 11/2013-28/02/2014 diakses tanggal 15 Maret 2014 Badan Pusat Statistik. Tabel Impor Menurut Komoditi Anggur dalam http://www.bps.go.id/eximframe.php?kat=2&id_subyek=08¬ab=50 diakses tanggal 20 Maret 2014 Baswarsiati, S, D.Rachmawati, Yuniastuti dan Indriana R.D. 2002. Teknik Top Working Pada Tanaman Anggur untuk Diversifikasi Varietas. BPTP : Jatim Baswarsiati, E.P. Kusumainderawati, N.I. Sidik dan Rebin. 1992. Penggunaan Berbagai Varietas Batang Bawah dan Batang Atas Pada Penyambungan Anggur dengan Cara Sambung. Pros. Seminar Hasil Penelitian Buah-buahan. Sub Balihorti. Malang. 5-12 Agustus 1992. Hal 153-156 Budi, S.G. 2011. Pengujian Tanah di Laboratorium; Penjelasan dan Panduan. Penerbit Graha Ilmu : Yogyakarta Cahyono, B. 2010. Buku Terlengkap Cara Sukses Brkebun Anggur Lokal dan Impor. Penerbit : Pustaka Mina : Jakarta Dendang, B. 2010. Intensitas Serangan Penyakit Embun Tepung (Oidium sp.) Pada Tiga Provenan Suren (Toona suren) Di Persemaian. Prosiding Workshop Sintesa Hasil Penelitian Hutan Tanaman Dwijoseputro. 1980. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. PT. Gramedia : Jakarta

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Ediyana. 2007. Maniskan Anggur Bali. dalam http://tabulampot.wordpress.com/2007/01/15/edi-yana-maniskan-anggur-bali/ diunduh tanggal 30 September 2013 Hanafiah, K.A. 2012. Rancangan Percobaan : Teori dan Aplikasi. Ed 3-Cet 14. Rajawali Press : Jakarta Hanafiah, K. A. 2013. Dasar-dasar Ilmu Tanah Ed.1-Cet 6. Rajawali Press : Jakarta Hakim, N, Nyakpa, MY, Lubis, AM, Nugroho, SG, Diha, MA, Hong, GB, Bailey, HH 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung: Lampung. Hal 174- 231 Hermawati, Nofia, Nita Handayani, Sunardi dan Yohannes Sardjono. 2011. Aplikasi Teknologi Nuklir untuk Penentuan Kandungan Unsur Abu Vulkanik Gunung Merapi Pasca Erupsi 201 Dengan Metode Analisis Aktivasi Neutron Cepat (AANC). UIN Sunan Kalijaga ; Yogyakarta. Hal 425 Kartasapoetra, Mulyani Sutejo, Mul dan A.G. 2005. Pengantar Ilmu Tanah. PT. Bhineka Cipta : Jakarta Kertonegoro, B. 2001. Aerasi Tanah dan Peranannya Bagi Tanaman. Fakultas Pertanian. UGM. Hal 1-23. Marsono, P.L. 2007. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya : Jakarta Muktiani. 2011. TABULAMPOT; Tanaman dalam Pot Limpahan Rejeki dari Lahan Sempit. Penerbit Pustaka Baru Press : Yogyakarta Murwono D. 2013. Sistem Organik Rasional Dalam Budidaya Pangan Dengan Model Mixed Farming. Penerbit Universitas Sanata Dharma: Yogyakarta Ningrum, D.A. 2006. Identifikasi Lahan Potensial Untuk Pengembangan Budidaya Anggur (Vitis sp.) di Probolinggo-Jawa Timur Dengan Menggunakan SIG (Sistem Informasi Geografi) http://studentresearch.umm.ac.id/index.php/dept_of_agronomy/article/view/3 309 diunduh tanggal 21 September 2013 Nurcahyo, E.M. 1997. Anggur dalam Pot. Penerbit Trubus Agrisarana : Surabaya, hal 4-29 Pasaribu, L. 2011. Studi Analisis Pengaruh Jenis Tanah, Kelembaban, Temperatur dan Kadar Garam Terhadap Tahanan Pertanahan Tanah. Tesis. UI : Jakarta Pracaya. 1993. Hama dan Penyakit Tanaman-Cetakan ketiga. Penebar Swadaya : Jakarta

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Pracaya. 2008. Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Secara Organik. Penerbit Kanisius Yogyakarta Hal. 80-127 Prihatman, K. 2009. Budidaya Anggur. Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi : Jakarta Rachmatin. 2010. Modul Pelatihan SPSS dalam http://pdfcrop.in/ebook/title/dewirachmatin-S-Si-M-Si.html diunduh tanggal 17 Januari 2014 Rukmana, R. 1999. Seri Budi Daya Anggur. Penerbit Kanisius : Yogyakarta Rosmarkam, Afandie dan Suntoro Wongsoatmojo. 2001. Taksonomi dan Klasifikasi Tanah Menurut USDA dan PPT Bogor. Fakultas Pertanian UGMUNS, hal 174-291 Salam. 2014. Wawancara tentang “Budidaya Anggur” di rumahnya, Probolinggo Salisbury, Frank B and Cleon W Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 3 diterjemahkan oleh Diah R Lukman dan Sumaryono. Penerbit ITB : Bandung. Hal 32-64. Saputra, D.I. 2013. Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Dosis Pupuk NP terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao Asal Kultur Jaringan. Skripsi. Instiper : Yogyakarta Santoso, B. 2010. Pertumbuhan dan Kualitas Bibit Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) Asal Stek Batang Pada Berbagai Panjang dan Diameter dalam http://fp.unram.ac.id/data/Profil%20Jurusan/Jurnal%20Crop%20Agro/Jurnal %20Crop%20Agro%20Vol%203%20No%201/5Bambang-ok.pdf diunduh tanggal 12 April 2014 Sartohadi, J, Jamulya dan Sari Dewi, N.I, 2012. Pengantar Geografi Tanah. Penerbit Pustaka Pelajar : Yogyakarta, hal.114-120 Semangun, H. 1994. Penyakit-penyakit Tanaman Holtikultura di IndonesiaCetakan ketiga. Gajah Mada University Press. Yogyakarta. Hal 294- 317 Semangun, H. 1996. Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Gajah Mada University Press : Yogyakarta. Hal 183-301 Setiadi. 1994. Bertanam Anggur. Penerbit : Penebar Swadaya : Jakarta Setya, T.R. 2010. Profil Hatten Wines dalam http://m.merdeka.com/profil/indonesia/h/hatten-wines/ diakses tanggal 20 Maret 2014 Simamora, M. 2008. Pengaruh Pemberian Beberapa Jenis Pupuk Kandang Terhadap Perkembangan Penyakit Penting Tanaman Jagung (Zea mays) Di Lapangan. Skripsi. Universitas Sumatera Utara, Medan

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Sitompul dan Bambang Guritno. 2010. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Universitas Gajah Mada Press: Yogyakarta. Hal 38-103 Sparta, Andre, Mega Andini dan Taupik Rahman. 2012. Pengaruh Berbagai Panjang Stek terhadap Pertumbuhan Bibit Buah Naga (Hylocereus polyryzus) dalam http://bengkulu.litbang.deptan.go.id/ind/images/dokumen/hortikultura/balaita namanbuahtropika.pdf diunduh tanggal 12 April 2014 Subowo dan Suparwoto. 2005. Budidaya Anggur dalam http://ml.scribd.com/doc/60523999/budidaya-anggur diunduh tanggal 14 September 2013 Suhartono, R.A. Sidqi Zaed ZM dan Ach. Khoiruiddin. 2008. Pengaruh Interval Pemberian Air Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glicine max (L) Merril) Pada Berbagai Jenis Tanah. Fakultas Pertanian. Universitas Trunojoyo : Madura Sumarjono, H. 2000. Prospek Berkebun Buah. Penerbit Penebar Swadaya : Jakarta, hal 92-98 Sutanto, R. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Kanisisus : Yogyakarta Suwahyono, U. 2011. Petunjuk Praktis Penggunaan Pupuk Organik secara Efektif dan Efisien. Penebar Swadaya : Jakarta Suwito, P. 2007. Bertanam Anggur dalam Pot. Azka Mulia Media : Jakarta, hal 28; 28-30 Untung, K. 1993. Pengantar Pengelolaan Hama Terpadu. UGM Press : Yogyakarta. Utami dan Syarif F. 2012. Pola Pertumbuhan 3 Aksesi Kangkung (Ipomoea sp.) Pada Berbagai Komposisi Media Tanam. Prosiding SEMNAS Pekan dan Penerapan Inovasi Teknik Holtikultura dalam Mendukung Pembangunan Holtikultura yang Berdaya Saing dan Berbasis SDM Genetik Lokal : Lembang Widhiastutie, D.W. 2013. Pengaruh Konsentrasi Rhizopus oryzae Terhadap Ketengikan dan Ketidakjenuhan Virgin Coconut Oil . Skripsi. IKIP PGRI Semarang : Semarang Yulipriyanto, H. 2010. Biologi Tanah dan Strategi Pengelolaannya Ed. Pertama. Graha Ilmu : Yogyakarta, hal.197-236 Zulkarnain. 2009. Dasar-dasar Holtikultura Ed. 1, Cet.1. Bumi Aksara: Jakarta. Hal. 60-88

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Lampiran 1 DATA BIRO PUSAT STATISTIK (BPS) IMPOR ANGGUR TAHUN 2013 DI INDONESIA BULAN BERAT/ KG HARGA ($) Januari 1.093.512 2.222, 198 Februari 2.926.958 6.777, 540 Maret 897.408 1.888, 314 April 1.973.518 5.277, 467 Mei 3.915.617 11.614, 594 Juni 6.797.653 18.249, 867 Juli 2.291.113 5.290, 394 Agustus 3.556.033 8.238, 222 September 3.159.740 8.650, 073 Oktober 3.334.104 9.060, 716 November 4.056.430 12.353, 332 Desember 3.637.143 11.265, 914 Sumber : http://www.bps.go.id/eximframe.php?kat=2&id_subyek=08¬ab=50

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Lampiran 2 DATA SUHU HARIAN DAERAH PAINGAN, SLEMAN, DIY BULAN NOVEMBER 2013 Tanggal 1 November 2 November 3 November 4 November 5 November 6 November 7 November 8 November 9 November 10 November 11 November 12 November 13 November 14 November 15 November 16 November 17 November 18 November 19 November 20 November 21 November 22 November 23 November 24 November 25 November 26 November 27 November 28 November 29 November 30 November Siang (oC) 31 31 32 31 32 32 32 31 32 32 31 31 32 31 30 30 30 32 32 31 32 31 31 30 30 31 29 32 31 31 Malam (oC) 25 25 24 24 24 25 25 24 24 23 24 24 11 23 24 24 23 23 24 25 24 25 24 11 9 24 24 24 25 25 BULAN DESEMBER 2013 Tanggal 1 Desember 2 Desember 3 Desember 4 Desember 5 Desember 6 Desember 7 Desember 8 Desember 9 Desember 10 Desember 11 Desember 12 Desember 13 Desember 14 Desember 15 Desember 16 Desember 17 Desember 18 Desember 19 Desember 20 Desember 21 Desember 22 Desember 23 Desember 24 Desember 25 Desember 26 Desember 27 Desember 28 Desember 29 Desember 30 Desember 31 Desember Siang (oC) 30 31 32 32 31 32 32 32 30 32 33 31 31 31 31 31 32 32 31 28 28 29 31 32 31 32 31 32 33 32 31 Malam (oC) 24 26 26 26 26 26 24 24 24 24 25 24 24 24 24 24 25 26 25 24 24 24 24 24 24 24 24 25 24 25 25 Sumber : http://www.accu.weather.com/id/id/sleman/206693/month/206693?monyr.htm

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 BULAN JANUARI 2014 Tanggal 1 Januari 2 Januari 3 Januari 4 Januari 5 Januari 6 Januari 7 Januari 8 Januari 9 Januari 10 Januari 11 Januari 12 Januari 13 Januari 14 Januari 15 Januari 16 Januari 17 Januari 18 Januari 19 Januari 20 Januari 21 Januari 22 Januari 23 Januari 24 Januari 25 Januari 26 Januari 27 Januari 28 Januari 29 Januari 30 Januari 31 Januari Siang (oC) 28 32 32 32 28 30 31 31 32 31` 32 32 32 34 31 31 31 30 30 32 32 33 31 33 31 31 32 31 32 33 33 Malam (oC) 25 25 25 25 25 24 24 24 25 25 25 25 24 24 25 25 24 25 25 25 24 24 23 24 23 24 25 23 23 23 24 BULAN FEBRUARI 2014 Tanggal 1 Februari 2 Februari 3 Februari 4 Februari 5 Februari 6 Februari 7 Februari 8 Februari 9 Februari 10 Februari 11 Februari 12 Februari 13 Februari 14 Februari 15 Februari 16 Februari 17 Februari 18 Februari 19 Februari 20 Februari 21 Februari 22 Februari 23 Februari 24 Februari 25 Februari 26 Februari 27 Februari 28 Februari Siang (oC) 33 31 32 32 34 33 33 33 33 34 33 33 32 29 33 34 33 34 31 32 34 32 32 32 32 32 32 32 Malam (oC) 24 23 24 25 24 24 25 25 24 25 25 24 25 25 24 24 24 24 24 24 24 23 24 24 25 25 24 25 Sumber : http://www.accu.weather.com/id/id/sleman/206693/month/206693?monyr.htm

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Lampiran 3 TINGKAT CURAH HUJAN DAERAH PAINGAN, SLEMAN BULAN NOVEMBER 2013 Tanggal 1 November 2 November 3 November 4 November 5 November 6 November 7 November 8 November 9 November 10 November 11 November 12 November 13 November 14 November 15 November 16 November 17 November 18 November 19 November 20 November 21 November 22 November 23 November 24 November 25 November 26 November 27 November 28 November 29 November 30 November Curah Hujan Harian (mm) 0 0 14 0 0 0 10 10 2 51 4 0 29 27 7 20 50 0 6 0 0 5 0 3 14 20 0 5 0 0 BULAN DESEMBER 2013 Tanggal 1 Desember 2 Desember 3 Desember 4 Desember 5 Desember 6 Desember 7 Desember 8 Desember 9 Desember 10 Desember 11 Desember 12 Desember 13 Desember 14 Desember 15 Desember 16 Desember 17 Desember 18 Desember 19 Desember 20 Desember 21 Desember 22 Desember 23 Desember 24 Desember 25 Desember 26 Desember 27 Desember 28 Desember 29 Desember 30 Desember 31 Desember Curah Hujan Harian (mm) 0 0 0 0 0 0 5 0 13 1 69 6 19 1 2 17 0 0 57 16 9 26 9 5 8 0 0 0 0 51 10 Sumber : http://www.accu.weather.com/id/id/sleman/206693/month/206693?monyr.htm

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 BULAN JANUARI 2014 Tanggal 1 Januari 2 Januari 3 Januari 4 Januari 5 Januari 6 Januari 7 Januari 8 Januari 9 Januari 10 Januari 11 Januari 12 Januari 13 Januari 14 Januari 15 Januari 16 Januari 17 Januari 18 Januari 19 Januari 20 Januari 21 Januari 22 Januari 23 Januari 24 Januari 25 Januari 26 Januari 27 Januari 28 Januari 29 Januari 30 Januari 31 Januari Curah Hujan Harian (mm) 9 0 10 4 68 6 0 47 0 38 0 7 9 8 0 0 7 1 6 30 9 37 1 9 28 9 783 25 5 3 39 BULAN FEBRUARI 2014 Tanggal 1 Februari 2 Februari 3 Februari 4 Februari 5 Februari 6 Februari 7 Februari 8 Februari 9 Februari 10 Februari 11 Februari 12 Februari 13 Februari 14 Februari 15 Februari 16 Februari 17 Februari 18 Februari 19 Februari 20 Februari 21 Februari 22 Februari 23 Februari 24 Februari 25 Februari 26 Februari 27 Februari 28 Februari Curah Hujan Harian (mm) 0 41 1 0 2 43 0 1 0 0 4 0 0 12 0 16 11 17 2 16 48 103 5 0 16 7 6 0 Sumber : http://www.accu.weather.com/id/id/sleman/206693/month/206693?monyr.htm

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Lampiran 4 DATA PH DAN KELEMBABAN HARIAN TANAH Tanggal 13 November 2013 15 November 2013 18 November 2013 21 November 2013 25 November 2013 27 November 2013 29 November 2013 1 Desember 2013 5 Desember 2013 7 Desember 2013 9 Desember 2013 12 Desember 2013 14 Desember 2013 16 Desember 2013 18 Desember 2013 20 Desember 2013 23 Desember 2013 26 Desember 2013 Aspek yang diukur pH Kelembaban (%) pH Kelembaban pH Kelembaban pH Kelembaban pH Kelembaban pH Kelembaban pH Kelembaban pH Kelembaban pH Kelembaban pH Kelembaban pH Kelembaban pH Kelembaban pH Kelembaban pH Kelembaban pH Kelembaban pH Kelembaban pH Kelembaban pH Kelembaban Regosol 7 20 6,8 30 6,8 40 6,8 40 6,2 60 7 20 7 25 6,4 20 6,8 40 6,6 40 6,2 39 6,2 70 6 79 7 50 7 25 6 65 6 80 6,4 70 Jenis Tanah Aluvial Latosol 7 5,5 100 70 6,2 5,5 100 100 6 5,7 90 100 6 5,2 90 100 6,2 5,6 98 100 6,8 5,4 60 100 6,8 6 60 100 6 5,2 60 100 6,6 5,4 60 80 6,6 6 65 90 6,8 6 90 100 6 5,5 95 100 6,4 6 73 90 6,3 6 90 100 6,8 6,5 50 95 6,2 6,7 100 100 5,8 90 7 100 6,2 100 6 60 Kontrol 6,5 80 6 95 6,5 90 6,2 80 6,4 80 6,6 65 6,5 50 6,6 70 6 60 6,8 40 6,4 88 6 90 6 79 6 90 6,9 55 6,2 70 6,2 60 5,4 40

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 3 Januari 2014 6 Januari 2014 9 Januari 2014 11 Januari 2014 13 Januari 2014 21 Januari 2014 25 Januari 2014 30 Januari 2014 1 Februari 2014 *4 Februari 2014 pH Kelembaban pH Kelembaban pH Kelembaban pH Kelembaban pH Kelembaban pH Kelembaban pH Kelembaban pH Kelembaban pH Kelembaban pH Kelembaban 7 80 7 30 7 30 6 70 5,7 70 6,5 100 6,5 80 6,4 90 6,5 100 6,5 100 6,8 100 6,6 80 7 45 6,5 70 5,5 100 6 100 5,8 100 6 100 6 100 6 100 5,4 75 5,6 100 7 100 6,8 100 6 100 5,5 100 5,2 100 6,5 100 5,5 100 5,3 100 Keterangan : *Pengukuran pH dan kelembaban tanah tidak dilakukan sampai tanggal 29 Februari 2014 dikarenakan alat yang sudah rusak berulang kali. Sumber : Data Penelitian di Lapangan 6,6 30 6,6 70 7 45 6,8 95 6,5 100 6 100 6,2 100 6 100 6 100 6,8 100

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Lampiran 5 DATA PENGAMATAN DAN PENGUKURAN PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGUR VAR. KEDIRI KUNING Hari/ tanggal 6 November 2013 13 November 2013 20 November 2013 27 November 2013 Pasir (Regosol) Variabel Paingan (Aluvial) G-K (Latosol) Kontrol Keterangan 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 Tinggi batang (cm) 8,9 12,9 5,5 5,5 6 5,7 3,5 6,7 5 4 4,5 4,9 Jumlah daun (helai) 9 8 6 8 7 5 3 4 5 4 8 4 Tinggi batang (cm) 9,3 13,1 5,6 5,8 6,1 6 3,7 7 5 4,2 4,8 5 Jumlah daun (helai) 9 7# 7 8 7 6* 3 3- 5# 4 8 4 Pertambahan jmlh daun 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 * = helaian daun dari tunas mulai terlihat Pertambahan tinggi 0,4 0,2 0,1 0,3 0,1 0,3 0,2 0,3 0 0,2 0,3 0,1 (-) = Ada daun yang gugur Tinggi batang (cm) 9,4 13,1 6,3 5,9 6,4 7,5 3,8 10 5,2 4,2 4,8 5 Jumlah daun (helai) 8- 7 9* 9* 9* 8* 4* 7* 6* 5* 12* 4 Pertambahan jmlh daun 0 0 2 1 2 2 1 4 1 1 4 0 Pertambahan tinggi 0,1 0 0,7 0,1 0,3 1,5 0,1 3 0,2 0 0 0 Tinggi batang (cm) 9,6 13,5 8,9 6,2 9,8 14,5 5,5 15 15,5 5 5 5,1 Jumlah daun (helai) 6- 7 11* 8- 10* 11* 2- 6- 7* 7* 9- 4 Pertambahan jmlh daun 0 0 2 0 1 3 0 0 1 2 0 0 0,2 0,4 2,6 0,3 3,4 7 1,7 5 10,3 0,8 0,2 0,1 Pertambahan tinggi Perhitungan pertama sehari setelah bibit ditanam # = sebagian daun berlubang dikarenakan hama Ada pemangkasan tunas karena tumbuh selain di batang primer Dilakukan pemangkasan tunas-tunas (pertumbuhan yang kurang terlihat/ relatif tetap adalah pasir 1,2 dan kontrol 3

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Hari/ tanggal 04-Des-13 Variabel 18-Des-13 G-K (Latosol) Kontrol Keterangan 9,6 13,5 11,6 6,3 16,2 25,7 5,5 22,5 24 14,2 6,5 5,1 Jumlah daun (helai) 6 7 11 8 12S 14s 3* 9s 10 10s 9 3- Pertambahan jmlh daun 0 0 0 0 2 3 1 3 3 3 0 0 0 0 2,7 0,1 6,4 11,2 0 7,5 8,5 9,2 1,5 0 Tinggi batang (cm) 9,6 13,5 15,9 9,5 31,3 41,5 6,8 35,5 35,5 24,3 17,5 7,6 Jumlah daun (helai) 6 5- 12+ 10 14+ 17 6 12 12 12 13 5 Pertambahan jmlh daun 0 0 1 2 2 3 3 3 2 2 4 2 Pertambahan tinggi 0 0 4,3 3,2 15,1 15,8 1,3 13 11,5 10,1 11 2,5 Tinggi batang (cm) 9,6 13,6 25 19,5 53,5 51,9 10,4 58,5 55,5 38,5 27 12,5 Jumlah daun (helai) 5 5 14 12 17+ 18 6 16 17 14 16 6 Pertambahan jmlh daun 0 0 2 2 3 1 0 4 5 2 3 1 Pertambahan tinggi 0 0,1 9,1 10 22,2 10,4 3,6 23 20 14,2 9,5 4,9 0,354 0,286 0,34 0,31 0,574 0,452 0,31 0,566 0,562 0,49 0,512 0,31 Daun yang tersisa (%) 89 90 70 76 73 74 98 74 70 95 85 99 Tinggi batang (cm) 9,6 13,7 36,8 28 56 52,5 14,5 61,2 56 58 36,3 22,2 Jumlah daun (helai) 6 7 16 13 16 15 8 15 13 18 18 10 Pertambahan jmlh daun 1 2 2 1 0 0 2 0 0 4 2 4 Pertambahan tinggi 0 0,1 11,8 8,5 2,5 0,6 4,1 2,7 0,5 19,5 9,3 9,7 Pertambahan diameter 0 0,138 0,014 0,202 0,038 0,2 0,118 0,036 0,048 0,206 0,124 0,054 0,354 0,424 0,354 0,512 0,612 0,652 0,428 0,602 0,61 0,696 0,636 0,364 Diameter (cm) 25-Des-13 Paingan (Aluvial) Tinggi batang (cm) Pertambahan tinggi 11-Des-13 Pasir (Regosol) Diameter (cm) (S) sudah ditumbuhi sulur dan pada kontrol 3, ada helai daun yang gugur Pada kontol 3 terjadi pergantian tunas, karena tunas yang diukur belum menunjukkan perubahan Pada pengukuran ke-7 ini, kelompok baru melakukan pengamatan diameter batang (dipilih yang paling besar) dan menggunakan jangka sorong serta pengamatan kerusakan daun oleh hama Pada tanaman yang tingginya lebih 50 cm di atas pot maka harus dipangkas (disisakan 2 tunas dibawahnya yang menuju ke kiri dan ke kanan untuk pembentukan batang.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Hari/ tanggal Variabel Pasir (Regosol) Pertambahan Daun Sht 01-Jan-14 Kontrol Keterangan -2 1 -3 -1 -7 0 -10 -9 -3 -5 0 88 88 71 73 72 67 98 64 61 92 80 99 Tinggi batang (cm) 12 13,7 38,5 37,5 72,5 60,2 19,5 79,8 58 75,3 50 32 Jumlah daun (helai) 11 8 15 12 19 14 11 20 13 20 20 13 Pertambahan jmlh daun 5 1 0 0 3 0 3 5 0 2 2 3 Pertambahan diameter 0,068 0,016 0,13 0,017 0,052 0,01 0,036 0,06 0,062 0,092 0,028 0,09 2,4 0 1,7 9,5 16,5 7,7 5 18,6 2 17,3 13,7 9,8 0,422 0,44 0,484 0,529 0,664 0,662 0,464 0,662 0,672 0,788 0,664 0,454 Pertambahan Daun Sht 0 0 3 0 0 0 0 10 0 -11 6 -8 Daun yang tersisa (%) 88 88 74 73 72 67 98 74 61 81 86 91 Tinggi batang (cm) 18,5 14 48,5 54 82,5 79,5 27,5 103 78 118 53 45 Diameter (cm) 0,432 0,472 0,486 0,638 0,792 0,694 0,502 0,69 0,692 0,792 0,692 0,484 Daun yang tersisa (%) 93 88 75 72 76 98 81 67 90 88 91 Pertambahan Daun Sht 5 0 1 82 9 0 9 0 7 6 9 2 0 Pertambahan Tinggi 12,5 0,3 10 16,5 10 19,3 8 23,2 20 42,7 3 13 Jumlah daun (helai) 9 8 17 15 19 22 13 22 21 28 17 15 Pertambahan jmlh daun 0 0,01 2 0,002 3 0,109 0 0,128 8 0,032 2 0,038 2 0,028 8 0,02 8 0,004 0 0,028 Pertambahan tinggi Pertambahan diameter 15-Jan-14 G-K (Latosol) Daun yang tersisa (%) Diameter (cm) 08-Jan-14 Paingan (Aluvial) 0 0,032 2 0,03 Tinggi batang (cm) 29,5 15 52 62 82,5 108,5 45 119,5 87 133,5 76 56 Diameter (cm) 0,484 0,592 0,488 0,672 0,794 0,694 0,51 0,694 0,722 0,798 0,696 0,486 Daun yang tersisa (%) 99 88 74 72 75 98 78 77 87 94 87 Pertambahan Daun Sht 6 0 -1 83 1 0 -1 0 -3 10 -3 6 -4 Pengukuran diameter batang (dicari yang paling besar dan umumnya berada di dekat pangkal batang) tetapi beberapa data, diambil dari ruas yang berbeda.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Hari/ tanggal Variabel G-K (Latosol) Kontrol Keterangan 11 1 3,5 8 0 29 17,5 16,5 9 15,5 23 11 Jumlah daun (helai) 10 5 14 17 19 25 17 23 23 32 23 16 0 0,002 2 0,034 0 0,002 3 0 4 0,008 1 0,004 4 0,006 6 0,004 1 0,002 Pertambahan diameter Tinggi batang (cm) 1 0,052 0 0,12 2 0,03 Tanggal 19 Januari 2014 diberi Pupuk Kascing dengan takaran masing-masing pot yaitu 1 kg Kemudian tanggal 25 Januari dipupuk lagi dengan Pupuk Kascing 40 15,1 52 93 108 119 51 130 91,5 207,5 97,5 76 0,486 0,592 0,492 0,692 0,798 0,704 0,512 0,718 0,726 0,798 0,698 0,532 Daun yang tersisa (%) 99 88 74 80 74 75 95 70 78 82 86 90 Pertambahan Daun Sehat 0 0 0 -3 2 0 -3 -8 1 -5 -8 3 Pertambahan tinggi 10,5 0,1 0 31 25,5 10,5 6 10,5 4,5 74 21,5 20 Jumlah daun (helai) 12 5 15 21 27 28 16 29 22 41 24 20 Pertambahan jmlh daun 2 0 1 4 8 3 0 6 0 9 1 4 Pertambahan diameter 0,002 0 0,004 0,02 0,004 0,01 0,002 0,024 0,004 0 0,002 0,046 50 15,1 52 109,5 163 176 51 203,5 91,5 282,5 116 124 Tinggi tanaman yang diberi 0,51 0,592 0,494 0,706 0,798 0,708 0,534 0,724 0,782 0,798 0,808 0,572 warna merah Daun yang tersisa (%) 94 88 83 71 64 79 95 69 80 82 80 83 Karena daun berguguran Pertambahan Daun Sehat -5 0 9 -9 -10 4 0 -1 2 0 -6 -7 cukup banyak Pertambahan tinggi 10 0 0 16,5 55 57 0 73,5 0 75 18,5 48 Gejalanya daun menguning Jumlah daun (helai) 16 3 15 22 35 43 15 41 10 49 25 26 Pertambahan jmlh daun 4 0 0 1 8 15 0 12 0 8 1 6 lalu rontok dengan cepat Belum teridentifikasi sebabnya Pertambahan diameter 0,024 0 0,002 0,014 0 0,004 0,022 0,006 0,056 0 0,11 0,04 Diameter (cm) Tinggi batang (cm) Diameter (cm) 29-Jan-14 Paingan (Aluvial) Pertambahan Tinggi Pertambahan jmlh daun 22-Jan-14 Pasir (Regosol) died

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Hari/ tanggal 05-Feb-14 Variabel G-K (Latosol) Kontrol Keterangan 59,5 55,5 149,5 207,5 234,5 70,5 292 91,5 319 116 165 Diameter (cm) 0,512 0,506 0,744 0,842 0,712 0,57 0,732 0,782 0,822 0,814 0,682 Daun yang tersisa (%) 75 67 64 59 65 88 70 78 76 69 63 Pertambahan Daun Sehat -19 -16 -7 -5 -14 -7 1 -2 -6 -11 -20 Pertambahan tinggi 9,5 3,5 40 44,5 58,5 19,5 88,5 0 36,5 0 41 Jumlah daun (helai) 17 18 29 44 48 20 52 10 68 25 34 Pertambahan jmlh daun 1 3 7 9 5 5 11 0 19 0 8 Pertambahan diameter 0,002 0,012 0,038 0,044 0,004 0,036 0,008 0 0,024 0,006 0,11 66 81,5 194 314 295 135 338 91,5 517 116,5 257 0,528 0,538 0,76 0,872 0,792 0,706 0,882 0,782 0,832 0,822 0,726 Daun yang tersisa (%) 75 77 70 72 73 89 71 81 66 75 64 Pertambahan Daun Sehat 0 10 6 13 8 1 1 3 -10 6 1 Pertambahan tinggi 6,5 26 44,5 106,5 60,5 64,5 46 0 198 0,5 92 Jumlah daun (helai) 20 21 37 59 64 26 65 10 96 27 45 Pertambahan jmlh daun 3 3 8 15 16 6 13 0 28 2 11 Pertambahan diameter 0,016 0,032 0,016 0,03 0,08 0,136 0,15 0 0,01 0,008 0,044 117 90 255 373 413 179 408 94 578 117 318 0,582 0,552 0,802 0,906 0,842 0,756 0,912 0,782 0,992 0,942 0,762 Daun yang tersisa (%) 78 78 68 66 74 87 69 79 69 70 61 Pertambahan Daun Sehat 3 1 -2 -6 1 -2 -2 -2 3 -5 -3 Pertambahan tinggi 51 8,5 61 59 118 44 70 2,5 61 0,5 61 Jumlah daun (helai) 30 24 40 65 77 35 73 14 97 30 56 Diameter (cm) Tinggi batang (cm) Diameter (cm) 19-Feb-14 Paingan (Aluvial) Tinggi batang (cm) Tinggi batang (cm) 12-Feb-14 Pasir (Regosol) (-) tidak mengalami pertumbuhan (kontrol 2) daun mengkerut, bagian tunasnya menghitam Diikuti dengan bag.batang yang menghitam. Ini merupakan gejala penyakit Tepung palsu (Downey mildew) Setelah beberapa hari terkena abu vulkanik, ditemukan beberapa kumbang (Apogonia sp) yang mati di permukaan tanah Tanaman tanah latosol (rep. 3) tumbuh tunas baru di bag. bawah

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Hari/ tanggal 26-Feb-14 Variabel Pasir (Regosol) Paingan (Aluvial) G-K (Latosol) Kontrol Keterangan Pertambahan jmlh daun 10 3 3 6 13 9 8 4 1 3 11 Pertambahan diameter 0,054 0,014 0,042 0,034 0,05 0,05 0,03 0 0,16 0,12 0,036 Tinggi batang (cm) 144,5 114 347 448 557,5 229 434 118 608 129 401 Diameter (cm) 0,602 0,622 0,846 0,932 0,868 0,824 0,936 0,782 1,82 1,22 0,786 Daun yang tersisa (%) 78 79 80 69 77 82 70 83 70 62 65 Pertambahan Daun Sehat 0 1 12 3 3 -5 1 4 1 -8 4 Pertambahan Tinggi 27,5 24 92 75 144,5 50 26 24 30 12 83 Jumlah daun (helai) 35 27 61 82 104 42 82 25 109 25 67 Pertambahan jmlh daun 5 3 21 17 27 7 9 11 12 0 11 Pertambahan diameter 0,02 0,07 0,044 0,026 0,026 0,068 0,024 0 0,828 0,278 0,024 Sumber : Data Penelitian di Lapangan

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Lampiran 6 : Rataan Tinggi Tanaman Anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning Perlakuan Ulangan Regosol Aluvial Latosol Kontrol Grand Total R1 R2 R3 8,85 21,34 14,09 37,75 82,03 27,63 26,71 7,78 62,12 6,78 34,49 7,06 24,76 73,09 Perlakuan Total Rerata Perlakuan 15.63 83,46 47,86 70,29 217,24 7,81 27,82 15,95 23,43 72,41 Keterangan : Regosol = tanah regosol (Pantai Samas) : pupuk, perbandingan 2:1 Aluvial = tanah aluvial (Paingan) : pupuk : pasir, 2:1:1 Latosol = tanah latosol (Gunung Kidul) : pupuk : pasir, 2:1:1 Kontrol = pasir : pupuk, perbandingan 1:1 RATAAN LAJU TINGGI TANAMAN 30 25 20 15 10 5 0 Regosol Aluvial Latosol Kontrol JENIS TANAH Gambar 1. Diagram Pengaruh Jenis Tanah terhadap Laju Pertambahan Tinggi Tanaman Anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Lampiran 7 : Test Normalitas Distribusi Data Tinggi Tanaman Anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Tinggi T Tanaman N 11 Normal Parameters a Mean 19.7491 Std. Deviation Most Extreme Differences 11.41409 Absolute .194 Positive .194 Negative -.128 Kolmogorov-Smirnov Z .643 Asymp. Sig. (2-tailed) .803 a. Test distribution is Normal Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai uji Kolmogorov-Smirnov Z 0.643 > 0.05, maka Ho diterima. Hal ini berarti data sampel berasal dari populasi berdistribusi normal. Pengujian data dilanjutkan dengan uji homogenitas. Test of Homogeneity of Variances Tinggi Anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning Levene Statistic df1 df2 Sig. 1.146 3 7 .316 Tabel di atas menunjukkan homogenitas varians yang dihasilkan dengan nilai levene statistic 1.146. nilai sig 0,316 > 0,05 pada level probabilitas artinya perlakuan ketiga jenis tanah terhadap pertambahan tinggi batang tanaman anggur var. Kediri Kuning memiliki varians yang sama (homogen).

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Lampiran 8 : Hasil ANOVA terhadap Pertambahan Tinggi Tanaman Anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning Sum of squares Between Groups Within Groups Total Keterangan : Df 564.134 738.681 3 7 1.302.815 10 Mean Square F 188.045 105.526 1.782 ts F Tabel 5% 1% 4.35 8.45 ts = tidak beda nyata (tidak signifikan) pada taraf nyata 5% dan 1% kk = 14.18% Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa Fhitung (1.782) < Ftabel 5% (4.35) dan Ftabel 1% (8.45). Hal ini menunjukkan perlakuan jenis tanah tidak mempengaruhi peningkatan tinggi tanaman anggur var. Kediri Kuning secara signifikan (Hi ditolak).

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Lampiran 9. Rataan Diameter Batang Tanaman Anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning Perlakuan Ulangan R1 Regosol Aluvial Latosol Kontrol Grand Total 0,0248 0,0536 0,0514 0,1330 0,2628 R2 R3 0,0358 0,0370 0,0710 0,1438 0,0282 0,0416 0,0220 0,0476 0,1394 Perlakuan Total Rerata Perlakuan 0,053 0,131 0,110 0,252 0,546 0,0265 0,0437 0,0368 0,0839 0,1908 Keterangan : Regosol = tanah regosol (Pantai Samas) : pupuk, perbandingan 2:1 Aluvial = tanah aluvial (Paingan) : pupuk : pasir, 2:1:1 Latosol = tanah latosol (Gunung Kidul) : pupuk : pasir, 2:1:1 RATAAN PERTAMBAHAN DIAMETER Kontrol = pasir : pupuk, perbandingan 1:1 0,1 0,08 0,06 0,04 0,02 0 Regosol Aluvial Latosol Kontrol JENIS TANAH Gambar 3. Diagram Pengaruh Jenis Tanah terhadap Laju Pertambahan Diameter Tanaman Anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Lampiran 10 : Tes Normalitas Distribusi Diameter Batang Tanaman Anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Diameter Tanaman N 11 Normal Parameters a Mean .04973 Std. Deviation Most Extreme Differences .031100 Absolute .264 Positive .264 Negative -.186 Kolmogorov-Smirnov Z .874 Asymp. Sig. (2-tailed) .429 a. Test distribution is Normal. Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai uji Kolmogorov-Smirnov Z 0.874 > 0.05, maka Ho diterima. Hal ini berarti data sampel berasal dari populasi berdistribusi normal. Pengujian data dilanjutkan dengan uji homogenitas. Test of Homogeinity of Variances Diameter Batang Tanaman Anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning Levene Statistic df1 4.317 df2 3 Sig. 7 .051 Menunjukkan homogenitas varians yang dihasilkan dengan nilai levene statistic 4.317 nilai sig 0,051 > 0,05 pada level probabilitas artinya perlakuan ketiga jenis tanah terhadap diameter batang tanaman anggur var. Kediri Kuning memiliki varians yang sama (homogen).

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Lampiran 11 : Hasil Anava terhadap Pertambahan Diameter Batang Tanaman Anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning Sum of squares Between Groups Within Groups Total Keterangan : Df Mean Square .005 .004 3 7 .002 .001 .010 10 F 2.691ts F Tabel 5% 1% 4.35 8.45 ts = tidak beda nyata (tidak signifikan) pada taraf nyata 5% dan 1% kk = 16,57% Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa Fhitung (2.691) < Ftabel 5% (4.35) dan Ftabel 1% (8.45). Hal ini menunjukkan perlakuan jenis tanah tidak mempengaruhi peningkatan diameter batang tanaman anggur var. Kediri Kuning secara signifikan (Hi ditolak).

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Lampiran 12 : Rataan Jumlah Helai Daun Tanaman Anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning Perlakuan Ulangan Jumlah Daun Tanaman Perlakuan Rerata Anggur Total Perlakuan R1 R2 R3 Aluvial 3,44 4,75 6,44 14,63 4,88 Kontrol 6,56 1,75 4 12,31 4,10 Latosol 2,69 5,06 2,31 10,06 3,35 Regosol 2 1,56 3,56 1,78 Grand Total 14,69 14,31 40,56 14,11 11,56 Keterangan : Regosol = tanah regosol (Pantai Samas) : pupuk, perbandingan 2:1 Aluvial = tanah aluvial (Paingan) : pupuk : pasir, 2:1:1 Latosol = tanah latosol (Gunung Kidul) : pupuk : pasir, 2:1:1 RATAAN PERTAMBAHAN HELAI DAUN Kontrol = pasir : pupuk, perbandingan 1:1 5 4 3 2 1 0 Regosol Aluvial Latosol Kontrol JENIS TANAH Gambar 5. Diagram Pengaruh Jenis Tanah terhadap Pertambahan Jumlah Daun Tanaman Anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Lampiran 13 : Tes Normalitas Distribusi Jumlah Helai Daun Tanaman Anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning Jumlah Daun N 11 Normal Parametersa Mean 3.6873 Std. Deviation Most Extreme Differences 1.81712 Absolute .163 Positive .163 Negative -.121 Kolmogorov-Smirnov Z .541 Asymp. Sig. (2-tailed) .932 a. Test distribution is Normal. Menunjukkan bahwa nilai uji Kolmogorov-Smirnov Z 0.541 > 0.05, maka Ho diterima. Hal ini berarti data sampel berasal dari populasi berdistribusi normal. Pengujian data dilanjutkan dengan uji homogenitas. Test of Homogeinity of Variances Jumlah Helai Daun Tanaman Anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning Levene Statistic df1 df2 Sig. 1.145 3 7 .395 Tabel di atas menunjukkan homogenitas varians yang dihasilkan dengan levene statistic 1.145 nilai sig 0,395 > 0,05 pada level probabilitas artinya perlakuan ketiga jenis tanah terhadap jumlah helai daun tanaman anggur var. Kediri Kuning memiliki varians yang sama (homogen).

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Lampiran 14 : Hasil Anava terhadap Jumlah Helai Daun Tanaman Anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning of squares df an Square F F Tabel 5% Between Groups 14.194 3 4.731 Within Groups 26.138 7 3.734 Total 40.332 10 1.267 ts 1% 4.35 8.45 Keterangan : ts = tidak beda nyata (tidak signifikan) pada taraf nyata 5% dan 1% kk = 13,7 % Tabel di atas menunjukkan bahwa Fhitung (2.691) < Ftabel 5% (4.35) dan Ftabel 1% (8.45). Hal ini menunjukkan perlakuan jenis tanah tidak mempengaruhi peningkatan jumlah helai daun tanaman anggur var. Kediri Kuning secara signifikan (Hi ditolak).

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Lampiran 15 : Foto Alat dan Bahan Jangka Sorong Pot Penyiram Tanaman Penyemprot Tanaman Pot pengukur Meteran

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 Pupuk Kascing Insektisida Lanette Mikroba NOPKOR Pupuk Cair LIPOTHRIL Fungisida Cobox-Antracol

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Lampiran 16 : Foto Tanaman Anggur (V. vinifera) var. Kediri Kuning di Lapangan Tanggal 19 Februari 2014 (Pengamatan minggu ke 16) Tanah Regosol (1) Tanah Regosol (2) Tanah Regosol (3) Tanah Aluvial (1) Tanah Aluvial (2) Tanah Aluvial (3)

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 Tanah Latosol (1) Kontrol (1) Tanah Latosol (2) Kontrol (2) Tanah Latosol (3) Kontrol (3)

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Lampiran 17 : Foto Serangan Hama dan Penyakit di Lapangan Kumpulan telur dan larva tungau (Tetranychus uricae) Daun yang bolong Gejala awal daun yang diserang Tungau (Tetranychus uricae) Serangan hama pada batang Hama Uret Kumbang Badak (Oryctes rhinoceros)

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Serangan ulat grayak (Spodoptera sp.) pada daun Spora Downey Midew Serangan Downey Mildew pada tunas, batang dan daun Penyakit belum teridentifikasi Hifa Plasmopora viticola

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Lampiran 18 : RENCANA PELAKSANAAN DAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMA Negeri 2 Balikpapan Mata Pelajaran : Biologi Kelas/ Semester : XII/ 1 Materi Pokok : Merencanakan dan Melaksankan Percobaan Alokasi waktu : 4 JP x 45 menit (2 x Pertemuan) A. Kompetensi Inti 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. 2. Mengembangkan prilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli dan ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 3. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 4. Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 B. Kompetensi Dasar 1.1 Peka dan peduli terhadap masalah lingkungan hidup menjaga dan menyayangi lingkungan sebagai manifestasi atau bentuk pengamalan ajaran agama yang dianutnya. 1.2 Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam mengamati kemampuan bioproses 2.1 Berperilaku ilmiah: tekun, teliti, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggungjawab dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium. 2.1 Menganalisis hubungan antara faktor internal dan eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup berdasarkan hasil percobaan. 4.1 Merencanakan dan melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dan melaporkan secara tertulis dengan menggunakan tatacara penulisan ilmiah yang benar. C. Indikator 1.2.1. Mengembangkan pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses. 2.1.1 Mengembangkan sikap teliti, jujur terhadap data dan berpikir kritis dalam observasi dan eksperimen 2.1.1 Menganalisis hubungan antara faktor internal dan eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup berdasarkan hasil percobaan. 4.1.1 Merumuskan rancangan percobaan mengenai faktor luar yang mempengaruhi proses perkembangan dan pertumbuhan tumbuhan. 4.1.2 Melaksanakan percobaan berdasarkan rancangan yang telah didikusikan oleh kelompok.

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 4.1.3 Membuat laporan tertulis berdasarkan data percobaan dan pengamatan menggunakan tata cara penulisan ilmiah yang benar. 4.1.4 Mengkomunikasikan hasil pengamatan serta kesimpulan yang didapatkan melalui grafik dan gambar. D. Tujuan Pembelajaran 1.2.1.1 Melalui pengamatan siswa dapat mengembangkan pola pikir ilmiahnya dalam kemampuan bioproses. 1.1.1.1 Melalui diskusi siswa dapat mengembangkan sikap berani dalam mengajukan pertanyaan dan beragumentasi bekerjasama dan gotong royong. 1.1.1.2 Melalui observasi dan eksperimen siswa dapat mengembangkan sikap teliti, jujur terhadap data dan berpikir kritis. 1.1.1.3 Melalui presentasi siswa dapat mengembangkan sikap responsif, proaktif dan menghargai pendapat teman 2.1.1.1 Melalui LKS siswa dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan 2.1.1.2 Melalui data hasil percobaan siswa dapat menganalisis faktor internal dan eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan 4.1.1.1 Melalui diskusi kelompok siswa dapat merumuskan rancangan percobaan mengenai faktor luar yang mempengaruhi proses perkembangan dan pertumbuhan tumbuhan. 1.1.2.1 Melakukan percobaan sesuai prosedur secara teliti dan sistematis didampingi oleh guru yang bersangkutan. 4.1.3.1 Melalui data percobaan dan pengamatan siswa dapat membuat laporan sesuai format yang disepakati bersama. 4.1.4.1 Melalui presentasi siswa dapat mengkomunikasikan hasil percobaan dan pengamatan data hasil percobaan.

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 E. Materi Ajar Faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan yang meliputi air, cahaya, nutrisi (pupuk atau jenis tanah), suhu dan kelembaban. F. Metode Pembelajaran Pendekatan : Pendekatan Konstruktif Model : Pembelajaran Guided Discovery Metode : Diskusi, eksperimen, pengamatan dan presentasi G. Sumber, Bahan dan Alat yang Digunakan 1. Sumber : - Buku Biologi kelas XII, Dyah Aryulina, Esis - Buku Biologi untuk SMA kelas XII, D.A Pratiwi. Erlangga - Buku-buku yang relevan 2. a) Bahan Pembelajaran : - Video pertumbuhan dan perkecambahan http://www.indismart.com/files/flash/12_PERTUMBUHAN_DAN_PERKEMB ANGAN.swf - Lembar Kerja Siswa (LKS) - Bahan dari internet - Hasil percobaan - Power point (ppt) b) Bahan Percobaan Terstruktur - Semai biji-bijian (kacang hijau, biji kacang panjang, kacang tanah, kacang kedelai, kacang merah, biji cabai) - Jenis tanah daerah persawahan dan pasir - 30 buah gelas plastik - Alat tulis (termasuk penggaris dan kertas pengamatan) - Air 3. Alat : - LCD - Laptop - Viewer - Speaker

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 H. Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 8 (2 x 45 menit) Kegiatan / Waktu Pendahuluan 10 Menit Fase  Menyiapkan kondisi belajar siswa  Melakukan dan menyampaikan : Apersepsi Tujuan Pembelajaran Motivasi Inti 65 Menit  Mengamati  Menanya  Mengumpulkan informasi  Mengasosiasikan Kegiatan Guru dan Siswa 1. Mengucapkan salam dan berdoa 2. Mengecek kesiapan siswa 3. Diberi 2 gambar tentang pertumbuhan secara generatif dan vegetatif, lalu menanyakan apa saja perbedaan dari kedua gambar tersebut! 4. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai 5. Guru mengingatkan kembali konsep-konsep pertumbuhan dan perkembangan 6. Guru mengorganisasi siswa dalam kelompok 7. Mengamati video contoh percobaan perkecambahan pada biji. 8. Mengkaji contoh kerja ilmiah dari video tersebut maupun sumber lain (artikel, jurnal dan lain-lain) 9. Mengajukan pertanyaan tentang bagaimana langkah penyusunan percobaan 10. Guru memberikan tema besar untuk percobaan mengenai pengaruh faktor luar yakni pemberian NOPKOR terhadap pertumbuhan tanaman 11. Siswa mendiskusikan rancangan dan usulan penelitian di dalam kelompok berdasarkan sumber yang didapat 12. Siswa mengolah informasi yang didapat dan menuangkannya dalam format rancangan percobaan

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 Kegiatan / Waktu Penutup 15 Menit Fase Kegiatan Guru dan Siswa  Mengkomunikasikan 13. Setiap kelompok mempresentasikan hasil rancangan percobaan 14. Guru membimbing siswa merangkum langkah-langkah yang harus dilakukan untuk merancang percobaan. 15. Guru memberikan tugas terstruktur siswa untuk membuat percobaan yang sudah dirancang secara berkelompok 16. Setiap kelompok juga melakukan pengamatan dan membuat laporan secara berkelompok 17. Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam Rangkuman Pertemuan 9 (2 x 45 menit) Kegiatan / Fase Kegiatan Guru dan Siswa Waktu Pendahuluan 10 Menit  Menyiapkan kondisi belajar siswa 1. Mengucapkan salam 2. Mengecek kehadiran dan kesiapan siswa  Melakukan dan Menyampaikan : Apersepsi 3. Mengajukan berdasarkan kalian pertanyaan percobaan lakukan, yang apakah perbedaan volume pengocoran NOPKOR mempengeruhi pertumbuhan? Tujuan Pembelajaran 4. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Kegiatan / Fase Kegiatan Guru dan Siswa Waktu Inti  Mengamati 5. Siswa membawa & mengamati hasil akhir percobaan 70 Menit  Menanya 6. Guru mengajukan pertanyaan hubungan volume pengocoran NOPKOR dalam terhadap percobaan pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan  Mengasosiasikan 7. Siswa menganalisis hasil pengamatan dan pengaruhnya dalam bentuk laporan tertulis 8. Guru mengorganisasikan siswa untuk mempresentasikan hasil pengamatan kelompok  Mengkomunikasikan 9. Siswa mempresentasikan hasil pengamatan kelompok 10. Guru membimbing kegiatan diskusi tanya jawab antara kelompok yang sedang presentasi dengan siswa lain  Mengumpulkan data 11. Siswa mencatat hal-hal penting yang disampaikan kelompok lain dalam presentasi Penutup 10 Menit  Evaluasi 12. Post Test  Mengumpulkan 13. Siswa mengumpulkan laporan Laporan Tertulis  Rangkuman tertulis 14. Guru membimbing siswa merangkum poin-poin hasil pembelajaran dan percobaan yang telah dilakukan

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Kegiatan / Fase Kegiatan Guru dan Siswa Waktu 15. Guru mengajak siswa merefleksikan hasil belajarnya 16. Guru menutup pelajaran dengan salam I. Penilaian 1. Jenis Penilaian : a. Penilaian Kognitif - Laporan dan Postest b. Penilaian Afektif c. Penilaian Psikomotorik 2. Bentuk Instrumen Penugasan Lembar Kerja Siswa (LKS), rubrik penilaian dan pedoman skoring terlampir Yogyakarta, 20 Juni 2014 Mengetahui, Kepala Sekolah Totok Ismawanto, M.M Pd Guru Mata Pelajaran Resi Mandalia, S.Pd

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 LEMBAR KERJA SISWA Judul : Pengaruh Faktor Luar Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan A. Tujuan : 4.1.1.1 Mengidentifikasi faktor – faktor yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan 4.1.1.2 Menjelaskan pengaruh faktor luar dengan proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan B. Alat dan Bahan Semaian biji kacang hijau, NOPKOR (yang sudah diencerkan dengan air), polibag, jenis tanah yang sama (di lingkungan sekolah), air, alat tulis C. Cara Kerja 1. Buatlah kelompok dimana setiap kelompok beranggotakan 4 orang 2. Rancanglah sebuah eksperimen yang bertemakan “Pengaruh Pemberian konsentrasi NOPKOR terhadap Pertumbuhan Tanaman” 3. Carilah informasi dari buku ajar ataupun internet mengenai eksperimen tersebut sebagai referensi 4. Susunlah rumusan masalah eksperimen, hipotesis, cara kerja dan hasil pengamatan seperti format yang telah ditentukan 5. Lakukanlah percobaan dengan 3 perlakuan, yaitu : - Perlakuan 1 : menggunakan konsentrasi NOPKOR 5% - Perlakuan 2 : menggunakan konsentrasi NOPKOR 6% - Perlakuan 3 : menggunakan konsentrasi NOPKOR 7% - Kontrol : tanpa pemberian NOPKOR 6. Lakukanlah pengamatan tinggi batang dan jumlah daun selama 7 hari 7. Catatlah data pengamatan tersebut ke dalam tabel 8. Analisislah data yang diperoleh melalui pertanyaan di bawah ini! - Perlakuan manakah yang menunjukkan pertumbuhan tanaman paling baik? Mengapa?

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 - Faktor apa saja yang mempengaruhi proses pertumbuhan tanaman? Adakah faktor dalam yang berperan dalam proses pertumbuhan tanaman? 9. - Bagaimana faktor tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman ? - Buatlah kesimpulan hasil percobaan dan pengamatan ! Buatlah laporan tertulis berdasarkan data hasil percobaan dan pengamatan masing-masing kelompok (sesuai dengan format yang ditentukan) !

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Contoh Format Laporan : A. Acara Praktikum Judul : Hari/tanggal : Tempat : B. Rumusan Masalah C. Tujuan Praktikum D. Hipotesis E. Alat, Bahan dan Cara Kerja F. Hasil Pengamatan/ Percobaan (dapat berupa tabel maupun grafik) G. Pembahasan H. Kesimpulan I. Daftar Pustaka (berdasarkan literatur yang digunakan) Skor = Rubrik Penilaian Laporan Praktikum No Aspek yang dinilai 1 Bentuk Laporan Skor Kriteria Penilaian 1 Bila 4 kriteria dari point 5 tidak dipenuhi 2 Bila 3 kriteria dari point 5 tidak dipenuhi 3 Bila 2 kriteria dari point 5 tidak dipenuhi 4 Bila 1 kriteria dari point 5 tidak dipenuhi 5  Tulis tangan  Penulisan sistematik  Menarik  Bahasa yang digunakan komunikatif (mudah dipahami)  Menyajikan dasar teori yang sesuai dengan tujuan praktikum

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 No Aspek yang dinilai 2 Data Pengamatan Skor Kriteria Penilaian 1 Tidak melampirkan data pengamatan 2 Tiga (3) kriteria skor 5 tidak dipenuhi 3 Dua (2) kriteria skor 5 tidak dipenuhi 4 Satu (1) kriteria skor 5 tidak dipenuhi 5  Data yang disajikan dalam bentuk tabel atau grafik  Data yang disajikan sesuai dengan hasil percobaan/ pengamatan  Data yang disajikan jelas dan mudah dipahami 3 Pembahasan 1 Tidak menyajikan pembahasan 2 Tiga (3) kriteria skor 5 tidak dipenuhi 3 Dua (2) kriteria skor 5 tidak dipenuhi 4 Satu (1) kriteria skor 5 tidak dipenuhi 5  Bahasa yang digunakan komunikatif  Pembahasan sesuai dengan hasil praktikum  Adanya hubungan antara pembahasan dengan literatur yang diambil 4 Ketepatan 1 Pengambilan  Kesimpulan tidak disajikan dalam bahasa yang komunikatif  Kesimpulan yang diambil tidak berdasarkan Kesimpulan data pengamatan  Kesimpulan yang disajikan tidak sesuai dengan pembahasan  Kesimpulan tidak sesuai dengan tujuan praktikum 2 Tiga (3) kriteria skor 5 tidak dipenuhi 3 Dua (2) kriteria skor 5 tidak dipenuhi 4 Satu (1) kriteria skor 5 tidak dipenuhi 5  Kesimnpulan disajikan menggunakan bahasa yang komunikatif  Kesimpulan sesuai dengan tujuan praktikum

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 No Aspek yang dinilai Skor Kriteria Penilaian  Kesimpulan yang disajikan sesuai dengan pembahasan  Kesimpulan pengamatan 5 Waktu pengumpulan 1 Terlambat 4 hari 2 Terlambat 3 hari 3 Terlambat 2 hari 4 Terlambat 1 hari 5 Tepat waktu laporan resmi diambil berdasarkan data

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 b. Penilaian Afektif Tujuan : Mengukur sikap siswa pada saat pembelajaran di kelas Kelas : XII/ I Materi : Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan No Nama Siswa (No.Dada) Aspek yang dinilai Memperhatikan penjelasan guru Berani mengemukakan pendapat 1 1 2 3 4 2 3 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Kriteria penilaian : A = 85-100 : sangat baik B = 70- 84 : baik C = 55- 69 : cukup D = 50- 54 : kurang E = 0- 49 : sangat kurang 4 Percaya diri dalam mempresentasi kan hasil percobaan 1 2 3 4 Antusias dalam menerima pembelajaran 1 2 3 4

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 Rubrik penilaian afektif : Aspek yang dinilai Memperhatikan Skor Kriteria Penilaian 4 Jika bersikap tenang, fokus serta memahami penjelasan guru materi yang disampaikan 3 Jika bersikap, fokus tetapi tidak memahami materi yang disampaikan 2 Jika bersikap tenang tetapi tidak fokus dan tidak memahami materi yang disampaikan 1 Jika tidak bersikap tenang, tidak fokus dan tidak memahami materi yang disampaikan Berani mengungkapkan 4 pendapat Jika pendapat mudah dipahami, runtut serta sistematis 3 Jika pendapat mudah dipahami, runtut, tetapi tidak sistematis 2 Jika pendapat mudah dipahami, tidak runtut dan juga tidak sistematis 1 Jika pendapat tidak mudah dipahami, tidak runtut dan juga tidak sistematis Percaya diri dalam 4 Jika pembawaan tenang, hasil diskusi mempresentasikan hasil mudah diskusi bahasa yang mudah dipahami 3 dimengerti serta menggunakan Jika pembawaan tenang, hasil diskusi mudah dimengerti tetapi bahasa tidak mudah dipahami 2 Jika pembawaan tenang, hasil diskusi sulit dimengerti dan juga menggunakan bahasa yang sulit dipahami 1 Jika pembawaan tidak tenang, hasil diskusi sulit dimengerti serta bahasa yang sulit dipahami

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Aspek yang dinilai Antusias dalam Skor Kriteria Penilaian 4 Jika semangat mengikuti pembelajaran, menerima pelajaran memperhatikan materi yang disampaikan serta aktif dalam kegiatan pembelajaran 3 Jika semangat mengikuti pembelajaran, memperhatikan materi yang disampaikan tetapi tidak aktif dalam kegiatan pembelajaran 2 Jika semangat mengikuti pembelajaran, tidak memperhatikan materi yang disampaikan dan juga tidak aktif dalam kegiatan pembelajaran 1 Jika tidak semangat mengikuti pembelajaran, tidak memperhatikan materi yang disampaikan dan juga tidak aktif dalam kegiatan pembelajaran

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 c. Penilaian Psikomotorik Tujuan : Mengukur keterampilan siswa pada saat pembelajaran (presentasi kelompok) berlangsung Kelas No : Nama Siswa (No.Dada) Aspek yang dinilai Kecakapan presentasi 1 2 3 4 Kecakapan ketika berdiskusi 1 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Kriteria penilaian : A = 85-100 : sangat baik B = 70- 84 : baik C = 55- 69 : cukup D = 50- 54 : kurang E = 0- 49 : sangat kurang 3 Kecakapan menjawab pertanyaan 4 1 2 3 4

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 Rubrik penilaian psikomotorik Aspek yang dinilai Kecakapan presentasi Skor 4 Kriteria Penilaian Jika pembawaan tenang, menggunakan bahasa yang logis, runtut dan sistematis 3 Jika pembawaan tenang, menggunakan bahasa yang logis tetapi tidak runtut dan sistematis 2 Jika pembawaanya menggunakan tenang, bahasa yang logis tidak dan penyampaiannya tidak runtut dan sistematis 1 Jika pembawaanya menggunakan tidak bahasa yang tenang, tidak logis serta penyampaian yang tidak runtut dan sistematis Kecakapan ketika 4 berdiskusi Jika fokus terhadap perintah guru, semua anggota kelompok terlibat dalam diskusi serta bersikap tenang 3 Jika fokus terhadap perintah guru, bersikap tenang tetapi tidak semua anggota kelompok terlibat dalam diskusi 2 Jika fokus terhadap perintah guru, tidak tenang dan tidak semua anggota kelompok terlibat dalam diskusi 1 Jika tidak fokus terhadap perintah guru, tidak tenang dan tidak semua anggota kelompok terlibat dalam diskusi Kecakapan menjawab 4 pertanyaan Jika menjawab dengan tepat menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan berbicara dengan percaya diri 3 Jika menjawab dengan tepat menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan berbicara dengan tidak percaya diri

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 Aspek yang dinilai Skor 2 Kriteria Penilaian Jika menjawab dengan tepat, tidak menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan berbicara dengan tidak percaya diri 1 Jika jawaban kurang/tidak tepat, tidak menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan berbicara dengan tidak percaya diri

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 KISI-KISI PENULISAN SOAL POSTEST TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Mata Pelajaran : Biologi Alokasi Waktu : 45 Menit Kelas/Program : XII IPA/I Bentuk Soal : Laporan dan Essay Semester Jumlah Soal : 5 Essay No : I Kompetensi Dasar Indikator Soal C1 1 3.1 Menganalisis hubungan antara faktor internal dan eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup berdasarkan hasil  Merumuskan rancangan percobaan mengenai faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan Bentuk Soal No Soal Kunci Jawaban √ Laporan Tertulis - Terlampir √ Essay 4 Ranah Kognitif C2 C3 C4 C5 C6 - Terlampir

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 No Kompetensi Dasar Indikator Soal percobaan  Melaksanakan percobaan berdasarkan rancangan yang telah didiskusikan oleh kelompok  Membuat laporan tertulis berdasarkan data percobaan dan pengamatan dengan menggunakan tatacara penulisan ilmiah yang benar  Menganalisis hubungan antara faktor internal dan eksternal 4.1 Merencanakan dan melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dan melaporkan secara tertulis dengan menggunakan tatacara penulisan ilmiah yang benar Ranah Kognitif √ √ Bentuk Soal Laporan Tertulis No Soal Essay 5 Kunci Jawaban Terlampir - Terlampir

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 No Kompetensi Dasar Indikator Soal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan berdasarkan percobaan  Mengkomunika sikan hasil pengamatan serta kesimpulan yang didapatkan melalui grafik dan gambar Ranah Kognitif √ Bentuk Soal No Soal Kunci Jawaban Essay Presentasi 1,2,3 Terlampir

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 SOAL POSTEST A. Essay 1. Berikut ini merupakan tabel data hasil pengamatan tinggi kecambah selama 7 hari Hari Panjang (cm) 1 0,5 2 3 3 10 4 17 5 21.5 6 23.5 7 25 Hubungan antara tinggi kecambah dengan lama pengamatan dapat digambarkan melalui grafik .... 2. Berdasarkan data di atas, kecepatan tumbuh dari kecambah tersebut adalah.. 3. Perhatikan data percobaan pengaruh suhu terhadap pertambahan tinggi suatu tanaman pada rentang suhu 50C dimulai dari suhu 00C RATAAN PERTAMBAHAN JUMLAH DAUN Y 5 4 3 2 1 0 Regosol Aluvial Latosol JENIS TANAH X Kontrol Buatlah kesimpulan dari percobaan ini ! 4. Seorang siswa SMA kelas XII akan membuat percobaan untuk membuktikan pengaruh air terhadap pertumbuhan tanaman. Bahan yang digunakan adalah biji kacang hijau (Vigna radiata), air dan tanah. Sedangkan alat yang digunakan antara lain gelas pelastik uk. 250 ml sebanyak 4 buah atau pot dan gelas ukur max 50 ml. Pertama-tama yang dilakukan adalah memasukkan tanah ke dalam gelas dengan takaran yang sama. Kemudian menanam biji kacang hijau (Vigna radiata) dimana masing-masing gelas ditanam dengan 4 buah biji kacang hijau. Dilakukan pengamatan setiap harinya :

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 - Gelas A diberi air sebanyak 20 ml Gelas B diberi air sebanyak 15 ml Gelas C diberi air sebanyak 10 ml Gelas D tanpa diberi air Siswa tersebut juga mengukur dan mengamati tinggi batang tanaman kacang hijau setiap harinya. Kemudian isilah data pengamatan ke dalam tabel berikut : Tabel tinggi tanaman setiap hari Hari Gelas A Gelas B Gelas C Gelas D ke- 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 6 7 Berdasarkan keterangan di atas, susunlah rancangan percobaannya! 5. Perhatikan gambar di bawah ini ! Jelaskan alasan terjadinya pembengkokan batang tanaman di atas !

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 KUNCI JAWABAN POSTEST 1. Grafik yang dapat menggambarkan hubungan antara tinggi kecambah dengan lama pengamatan yaitu .. Tinggi Kecambah 30 25 20 15 10 5 0 2. Berdasarkan data yang ada, kecepatan tumbuh dari kecambah tersebut adalah.. 4,1 cm setiap harinya (didapat dari mean selisih tinggi setiap hari) 3. Pertambahan panjang batang akan semakin baik pada suhu dengan rentang 30350C. Sedangkan suhu yang rendah yaitu 0-50C akan menghambat pertambahan tinggi batang. 4. Rancangan Percobaan : Judul : Pengaruh Air Terhadap Pertumbuhan Tanaman A. Tujuan Praktikum Membuktikan adanya pengaruh air terhadap pertumbuhan tanaman B. Landasan teori Air merupakan salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembanmgan tanaman. Terutama di dalam perkecambahan, air diperlukan sebagai media berlangsungnya reaksi kimia di dalam sel, komponen dasar pembentukan makanan dan membantu mengedarkan zat makanan ke seluruh bagian tanaman. Tumbuhan yang kekurangan air akan menjadi layu, daun menjadi kekuningan dan bila berlangsung terus menerus dapat menyebabkan kematian. C. Rumusan Masalah Bagaimanakah pengaruh air terhadap proses pertumbuhan perkembangan tanaman D. Hipotesis : Air memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman dan

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 E. Alat dan Bahan : 1. Bahan :  Biji kacang hijau (Vigna radiata)  Air dan tanah 2. Alat : - 4 buah gelas plastik/pot - Gelas ukur max 50 ml - Alat tulis F. Cara Kerja 1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan 2. Kemudian tanah dimasukkan ke dalam gelas plastik/ pot dengan takaran yang sama 3. Biji kacang hijau (Vigna radiata) ditanam ke dalam tanah dimana masing-masing gelas ditanami dengan 4 buah biji kacang hijau. 4. Dilakukan perawatan setiap harinya : - Gelas A diberi air sebanyak 20 ml - Gelas B diberi air sebanyak 15 ml - Gelas C diberi air sebanyak 10 ml - Gelas D tanpa diberi air Tinggi batang tanaman kacang hijau diukur setiap harinya. Kemudian data pengamatan dimasukkan ke dalam tabel berikut : Hari Gelas A Gelas B ke- 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 6 7 5. Pembahasan : 6. Kesimpulan Gelas C 1 2 3 4 Gelas D 1 2 3 4 : 5. Terjadinya pembengkokan batang ke arah cahaya akibat adanya penguraian auksin di sisi yang terkena cahaya. Sehinggga auksin pada bagian bawah akan membentuk batang yang lebih panjang dan batang akan membengkok ke arah datangnya-cahaya.

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 PEDOMAN PENSKORAN A. Essay 1. Skor 3 : Grafik yang digambar dengan data sesuai dan benar Skor 2 : Grafik yang dibuat tidak tepat tetapi menuliskan data benar Skor 1 : Grafik yang dibuat tidak tepat dan data yang dibuat salah 2. Skor 2 : Cara menghitung data dan hasilnya benar Skor 1 : Cara menghitung data benar tetapi hasil salah dan sebaliknya Skor 0 : Cara menhitung data dan hasilnya salah 3. Skor 2 : Kesimpulan yang dibuat sesuai dengan hasil data pengamatan Skor 1 : Kesimpulan yang dibuat tidak lengkap Skor 0 : Kesimpulan yang dibuat salah 4. Skor 6 Keterangan Apabila siswa dapat menuliskan semua langkah-langkah rancangan percobaan dengan runtut dan benar sesuai dengan informasi yang didapat 5 Apabila siswa dapat menuliskan 5 aspek rancangan percobaan dengan runtut dan benar sesuai informasi yang didapat 4 Apabila siswa dapat menuliskan 4 aspek rancangan percobaan dengan runtut dan benar sesuai informasi yang didapat 3 Apabila siswa dapat menuliskan 3 aspek rancangan percobaan dengan runtut dan benar sesuai informasi yang didapat 2 Apabila siswa dapat menuliskan 2 aspek rancangan percobaan dengan runtut dan benar sesuai informasi yang didapat 1 Apabila siswa hanya menuliskan 1 aspek rancangan percobaan 5. Skor 2 : Mengemukakan alasan dengan tepat sesuai teori yang ada Skor 1 : Mengemukakan alasan yang kurang tepat Skor 0 : Mengemukakan alasan yang slah atau tidak menjawab soal Total Skor yang didapat siswa adalah :

(137)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh pemupukan p terhadap berbagai perubahan bentuk P dalam tanah dan tanggapan tanaman dalam pola tanam pada podzolik merah kuning
0
3
260
Respon beberapa varietas terhadap tingkat pemberian air pada berbagai fase pertumbuhan tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merr) pada tanah podsolik merah kuning
0
27
426
Pengaruh pemupukan p terhadap berbagai perubahan bentuk P dalam tanah dan tanggapan tanaman dalam pola tanam pada podzolik merah kuning
0
7
250
Pengaruh jenis naungan, sistem irigasi, dan aplikasi pemupukan terhadap pertumbuhan tanaman mangga muda (Garcinia mangostana L.)
0
5
86
Pengaruh naungan dan jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan lidah Buaya (Aloe vera var. chinensis)
0
7
154
Pengaruh media tanam dan pupuk daun terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman hias "aglanema var. donna carmen"
0
15
51
Pengaruh dosis pupuk NPK Kujang terhadap pertumbuhan tiga jenis bahan tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.)
0
11
40
Respon beberapa varietas terhadap tingkat pemberian air pada berbagai fase pertumbuhan tanaman kedelai (Glycine max (L ) Merr) pada tanah podsolik merah kuning
0
4
208
Pengaruh konsentrasi GA3 dan pemupukan NPK terhadap keragaan tanaman cabai sebagai tanaman hias pot
0
4
104
Pengaruh bahan perbanyakan tanaman dan jenis pupuk organik terhadap pertumbuhan tanaman binahong (Anredera Cordifolia [Ten.] Steenis)
0
5
93
Pengaruh terak baja terhadap sifat kimia tanah serta pertumbuhan dan produksi tanaman Padi (Oryza Sativa) pada tanah gambut dalam dari Kumpeh, Jambi
0
5
151
Pengaruh jenis naungan, sistem irigasi, dan aplikasi pemupukan terhadap pertumbuhan tanaman mangga muda (Garcinia mangostana L)
2
22
76
Pengaruh pemberian pupuk cair lamtoro (Leucaena leucocephala) terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman kedelai (Glycine max) var. Grobogan.
3
14
147
laporan jenis jenis pertumbuhan tanaman
0
0
13
Pengaruh penggunaan beberapa jenis fungi mkoriza arbuskula terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman semangka (Citrullus vulgaris schard) - Universitas Negeri Padang Repository
0
0
11
Show more