KEEFEKTIFAN PENDEKATAN PMRI TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA PADA PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN PECAHAN DI KELAS IV SD NEGERI KEPUTRAN A YOGYAKARTA

Gratis

0
6
379
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KEEFEKTIFAN PENDEKATAN PMRI TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA PADA PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN PECAHAN DI KELAS IV SD NEGERI KEPUTRAN A YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Viannytha Dwi Mayasari NIM: 101134100 PROGAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KEEFEKTIFAN PENDEKATAN PMRI TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA PADA PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN PECAHAN DI KELAS IV SD NEGERI KEPUTRAN A YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Viannytha Dwi Mayasari NIM: 101134100 PROGAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Kupersembahkan karya sederhanaku ini kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria yang senantiasa memberikan rahmat dan kasih yang melimpah serta menjaga dan menyertaiku dalam segala hal. 2. Kedua orangtua, Bapak Isnu Kandarta dan Ibu Tri Sakti Nurani yang telah memberikan segala kasih sayangnya untukku dan mendorongku dalam menggapai cita-cita. 3. Kakakku Maria Ratih Puspitasari dan Stevanus Oki Rudi Susanto yang selalu memberi dukungan dan semangat bagi kuliahku. 4. Semua teman-teman PGSD angkatan 2010 yang telah berbagi cerita selama kuliah. 5. Almamater Universitas Sanata Dharma Yogyakarta iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO Jika mereka mampu menjadi lebih baik, mengapa saya tidak? Semangat manusia tidak bisa dilumpuhkan, jika anda masih bisa bernafas, maka anda masih bisa mempunyai impian. (Mike Brown) v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan atau daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah Yogyakarta, 2 Juni 2014 Penulis, Viannytha Dwi Mayasari vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Viannytha Dwi Mayasari Nomor Mahasiswa : 101134100 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: KEEFEKTIFAN PENDEKATAN PMRI TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA PADA PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN PECAHAN DI KELAS IV SD NEGERI KEPUTRAN A YOGYAKARTA Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 2 Juni 2014 Yang menyatakan Viannytha Dwi Mayasari vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK KEEFEKTIFAN PENDEKATAN PMRI TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA PADA PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN PECAHAN DI KELAS IV SD NEGERI KEPUTRAN A YOGYAKARTA Viannytha Dwi Mayasari Universitas Sanata Dharma 2010 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pendekatan PMRI terhadap hasil belajar dan keaktifan siswa pada pembelajaran materi penjumlahan pecahan kelas IV SD Negeri Keputran A Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian yang telah dilakukan tahun lalu. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Keputran A Yogyakarta, bulan Januari 2014-Februari 2014. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Sampel penelitian sebanyak 62 siswa yaitu 31 siswa kelas IV.2 dan 31 siswa kelas IV.3. Variabel yang digunakan adalah variabel independen yaitu pendekatan PMRI dan variabel dependen yaitu keaktifan dan hasil belajar. Keterlaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI dilihat dari munculnya kelima karakteristik PMRI. Hasil pengamatan 4 pertemuan diperoleh rata-rata 36,25 yang termasuk kriteria sangat terlaksana. Keefektifan PMRI berdasarkan hasil belajar menunjukkan pendekatan PMRI berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD SD Negeri Keputran A Yogyakarta. Hal itu ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed) ≤ 0,05 yaitu 0,000, maka pendekatan PMRI berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar. Hasil posttest menunjukkan t test > t hitung yaitu 4,109>1,671 maka rata-rata skor posttest kelas eksperimen lebih tinggi yaitu 8,02. Hasil belajar berdasarkan KKM menujukkan terdapat 80,64% siswa tuntas KKM di kelas eksperimen dan 61,29% siswa tuntas KKM di kelas kontrol. Keefektifan PMRI terhadap keaktifan ditinjau dari pengamatan keaktifan menunjukkan bahwa di kelas eksperimen terdapat 21,77% siswa sangat aktif dan 50% siswa aktif sedangkaan di kelas kontrol terdapat 14,51% siswa sangat aktif dan 40,32% siswa aktif. Keaktifan siswa diperkuat dengan hasil kuesioner yang menunjukkan bahwa terdapat 54,83% siswa sangat aktif dan 45,16% siswa aktif sedangkan kelas kontrol terdapat 19,35% siswa sangat aktif dan 80,64% siswa aktif. Kata kunci : pendekatan PMRI, hasil belajar, keaktifan, penjumlahan pecahan viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE EFFECTIVENESS OF PMRI APPROACH TOWARDS STUDENTS’ RESULT AND PARTICIPATION IN LEARNING THE FRACTION ADDITION IN GRADE IV SD NEGERI KEPUTRAN A YOGYAKARTA Viannytha Dwi Mayasari Sanata Dharma University 2010 This research is intended to discover the effectiveness of PMRI approach towards students’ result and participation in learning the fraction addition in Grade IV SD Negeri Keputran A Yogyakarta. This research is the follow up of the research which was conducted last year. This research was conducted in SD Negeri Keputran A Yogyakarta in January-February 2014. This research is a quasi-experimental research. The sample of this research was 62 students; those were 31 students of IV.2 and 31 students of IV.3. The variable used was independent variable; it was PMRI approach, and the dependent variable; those were the students’ participation and their result. The learning process of PMRI approach was seen from five characteristics of PMRI. The result of 4 times observation acquired 36,25 averages which was included the criteria. The effectiveness of PMRI in students’ result showed that PMRI approach influenced IV grade of SD Negeri Keputran A Yogyakarta significantly. It was shown by the price of sig. (2-tailed) ≤ 0,05 that was 0,000, so that PMRI approach influenced significantly towards the result. The result of posttest showed t test > calculate t, which was 4,109 >1,671 so the posttest score average of experiment class was higher; 8,20. The result showed that 80,64% students could complete KKM in experiment class and 61,29% students could complete KKM in control class. The effectiveness of PMRI towards students’ participation was seen through observation in experimental class. It showed that 21,77% students were very active and 50% students were active in the experimental class. Where as in the control class, 14,51% students were very active and 40,32% students were active. Students’ participation was also seen in the questionnaires result. Those showed that 54.83% students were very active and 45,16% were active in experimental class. In the control class, 19,35% students were very active and 80,64% students were active. Keywords: PMRI approach, result, participation, fraction addition ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria atas segala kasih dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesainan skripsi yang berjudul “Keefektifan Pendekatan PMRI terhadap Hasil Belajar dan Keaktifan Siswa pada Pembelajaran Penjumlahan Pecahan di Kelas IV SD Negeri Keputran A Yogyakarta”. Skripsi ini disusun untuk melengkapi syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan bimbingan dan dukungan dalam proses penyusunan skripsi ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Gregorius Ari Nugrahanta, SJ., SS., BST., M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 3. Catur Rismiati., S.Pd., M.A., Ed.D., selaku wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 4. Haniek Sri Pratini, M.Pd., selaku dosen pembimbing I yang telah memberikan saran, kritik, dorongan, semangat, tenaga, pikiran dan waktu untuk membimbing penulis dalammenyelesaikan skripsi. 5. Veronika Fitri Rianasari, M.Sc., selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan bantuan ide, saran, kritik, semangat, tenaga, pikiran dan waktu untuk membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi. 6. Marsono, S.Pd., selaku kepala SD Negeri Keputran A Yogyakarta yang telah memberikan ijin penelitian di kelas IV SD Negeri Keputran A Yogyakarta. 7. Wahono, S.Pd., selaku guru kelas IV.3 SD Negeri Keputran A Yogyakarta yang telah memberikan waktu, tenaga, bantuan, ijin penelitian di kelas IV.3 SD Negeri Keputran A Yogyakarta. 8. Muryanti, S.Pd., selaku guru kelas IV.2 SD Negeri Keputran A Yogyakarta yang telah memberikan waktu, tenaga, bantuan,ijin penelitian di kelas IV.2 SD Negeri Keputran A Yogyakarta. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9. Siswa kelas IV.3 dan kelas IV.2 SD Negeri Keputran A Yogyakarta atas kerjasamanya sehingga penelitian dapat berjalan dengan lancar. 10. Bapak Isnu Kandarta, Ibu Tri Sakti Nurani kedua orang tuaku tercinta yang tidak pernah berhenti memberikan doa, dukungan, semangat dan kasih sayang sehingga skripsi ini bisa terselesaikan. 11. Kakakku tersayang Maria Ratih Puspitasari dan Stevanus Oki Rudi Susanto yang setia memberikan doa, dukungan dan semangat sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. 12. Dwi Ari Setya Wibawa yang telah memberikan waktu, tenaga, semangat, dukungan dan doa selama penulisan skripsi ini. 13. Sahabat-sahabat terbaikku Yenny, Danik, Tira, Christ yang telah memberikan bantuan dan dukungan selama penulisan skripsi. 14. Teman-teman seperjuangan payung PMRI (Ayu, Tina, Esti, Wulan, Hananta, Meyta, Rizki) yang telah memberikan bantuan selama melaksanakan penelitian. 15. Teman-teman kost (Vita, Ira, Stevi, Tanti) yang memberikan semangat sehingga terselesaikan skripsi ini. 16. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu oleh penulis, yang telah membantu, memberikan doa, semangat, dukungan dan inspirasi hingga skripsi ini terselesaikan. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan masukan, saran, dan kritik yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Yogyakarta, 2 Juni 2014 Penulis, Viannytha Dwi Mayasari xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ....................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................. iv HALAMAN MOTTO ................................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ..................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS .................................. vii ABSTRAK ................................................................................................... viii ABSTRACT ................................................................................................. ix KATA PENGANTAR ................................................................................. x DAFTAR ISI ................................................................................................ xii DAFTAR TABEL ....................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR ................................................................................... xvii DAFTAR DIAGRAM ................................................................................. xviii DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... xix BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1 1.1 Latar Belakang .................................................................................. 1 1.2 Rumusan Masalah ............................................................................. 5 1.3 Tujuan Penelitian ............................................................................. 6 1.4 Manfaat Penelitian ........................................................................... 6 1.5 Definisi Operasional ......................................................................... 7 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI ..................................................................... 9 2.1 Kajian Pustaka .................................................................................. 9 2.1.1 Teori-teori yang Mendukung ................................................... 9 a. Pengertian Pendekatan Pembelajaran ............................... 9 b. Keefektifan ....................................................................... 10 c. Hasil Belajar ..................................................................... 11 d. Keaktifan .......................................................................... 12 e. Pendekatan PMRI .............................................................. 13 f. Pecahan .............................................................................. 16 2.1.2 Hasil Penelitian yang Relevan ................................................ 18 2.2 Kerangka Berpikir ............................................................................. 22 2.3 Hipotesis Penelitian .......................................................................... 22 BAB III METODE PENELITIAN ............................................................ 23 3.1 Jenis Penelitian ................................................................................. 23 3.2 Waktu dan Tempat Penelitian .......................................................... 24 3.3 Populasi dan Sampel ........................................................................ 24 3.4 Variabel Penelitian ........................................................................... 26 3.5 Data Penelitian ................................................................................. 26 3.6 Instrumen Penelitian ......................................................................... 27 3.7 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen ......................................... 32 3.8 Teknik Pengumpulan Data ............................................................... 33 3.9 Teknik Analisis Data ........................................................................ 35 BAB IV HASIL PENELITIAN, ANALISIS DAN PEMBAHASAN ...... 40 4.1 Hasil Penelitian ................................................................................ 40 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.1.1 Deskripsi Pembelajaran PMRI di Kelas Eksperimen .............. 40 4.1.2 Deskripsi Pembelajaran PMRI di Kontrol .............................. 56 4.1.3 Data Hasil Belajar ................................................................... 57 4.1.4 Data Hasil Keaktifan ............................................................... 62 4.2 Analisis Data …................................................................................64 4.2.1 Analisis Keterlaksanaan PMRI ............................................... 64 4.2.2 Analisis Data Hasil Belajar ..................................................... 69 4.2.3 Analisis Data Hasil Keaktifan ................................................. 79 4.3 Pembahasan ...................................................................................... 84 4.4 Keterbatasan Penelitian .................................................................... 89 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...................................................... 90 5.1 Kesimpulan ...................................................................................... 90 5.2 Saran ................................................................................................. 92 DAFTAR REFERENSI ............................................................................. 93 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Kisi-kisi Pretest dan Posttest ...................................................... 27 Tabel 3.2 Kisi-kisi Kuesioner .................................................................... 28 Tabel 3.3 Kisi-kisi Lembar Pengamatan Keaktifan . .................................. 29 Tabel 3.4 Kisi-kisi Lembar Pengamatan Keterlaksanaan . ......................... 30 Tabel 3.5 Rubrik Penskoran Tes. ................................................................ 32 Tabel 3.6 Hasil Uji Validitas ...................................................................... 32 Tabel 3.7 Kriteria Koefisien Reliabilitas .................................................... 33 Tabel 3.8 Hasil Uji Reliabilitas Soal ........................................................... 33 Tabel 3.9 . Kualifikasi Keterlaksanaan ......................................................... 35 Tabel 3.10 Kualifikasi Keaktifan Berdasarkan Kuesioner ........................... 38 Tabel 3.11 Kualifikasi Keaktifan Berdasarkan Pengamatan ........................ 39 Tabel 4.1 Data Keterlaksanaan Berdasarkan Pengamatan ......................... 56 Tabel 4.2 Data Hasil Belajar Pretest Kelas Eksperimen ............................ 58 Tabel 4.3 . Data Hasil Belajar Posttest Kelas Eksperimen .......................... 59 Tabel 4.4. Data Hasil Belajar Pretest Kelas Kontrol ................................... 60 Tabel 4.5 Data Hasil Belajar Posttest Kelas Kontrol ................................ 61 Tabel 4.6 Data Keaktifan Siswa Kelas Eksperimen dan Kontrol Berdasarkan Pengamatan ................................................................................ 62 Tabel 4.7 Data Keaktifan Siswa Kelas Eksperimen dan Kontrol Berdasarkan Kuesioner ................................................................................... 63 Tabel 4.8 Analisis Data Keterlaksanaan Berdasarkan Pengamatan ........... 69 Tabel 4.9 Hasil Uji Normalitas Hasil Belajar ............................................. 70 Tabel 4.10 Hasil Uji Homogenitas Pretest Hasil Belajar ............................ 72 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.11 Perbandingan Rata-rata Pretest ................................................... 73 Tabel 4.12 Uji Perbedaan Rata-rata Pretest dan Posttest ............................. 74 Tabel 4.13 Perbandingan Rata-rata Posttest ................................................ 75 Tabel 4.14 Hasil Uji One-Tailed .................................................................. 76 Tabel 4.15 Analisis Data Hasil Belajar Berdasarkan KKM Kelas Eksperimen.................................................................................. 77 Tabel 4.15 Analisis Data Hasil Belajar Berdasarkan KKM Kelas Kontrol .. 78 Tabel 4.16 Analisis Data Pengamatan Keaktifan Kelas Eksperimen .......... 80 Tabel 4.18 Persentase Keaktifan Siswa Kelas Eksperimen .......................... 81 Tabel 4.19 Analisis Data Pengamatan Keaktifan Kelas Kontrol ................. 82 Tabel 4.20 Persentase Keaktifan Siswa Kelas Kontrol ................................. 83 Tabel 4.18 Analisis Data Keaktifan Berdasarkan Kuesioner ....................... 83 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Bagan Penelitian yang Relevan ................................................ 21 Gambar 3.1 Non-Equivalen Control Group Design .................................... 23 Gambar 4.1 Kegiatan Siswa Menggunakan Roti Tawar ............................. 43 Gambar 4.2 Kegiatan Siswa Menggunakan Tahu ....................................... 43 Gambar 4.3 Kegitan Siswa Berdiskusi Pola Penjumlahan Pecahan Penyebut Sama ......................................................................................... 45 Gambar 4.4 Siswa Mencari Teman Sekelompoknya .................................. 47 Gambar 4.5 Siswa Bersama Guru Demonstrasi Terang Bulan .................. 48 Gambar 4.6 Media Papan Pecahan dan Papan Terang Bulan ..................... 48 Gambar 4.7 Siswa Berdiskusi Bersama Kelompok .................................... 49 Gambar 4.8 Perwakilan Kelompok Mempresentasikan Hasil Diskusi ....... 50 Gambar 4.9 Siswa Berebut Menjawab Kuis Cepat Tepat ........................... 51 Gambar 4.10 Siswa Mengerjakan Soal Secara Berkelompok ....................... 52 Gambar 4.11 Siswa Bermain Papan Harga .................................................. 54 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR DIAGRAM Diagram 4.1 Hasil Belajar Berdasarkan KKM ............................................ 80 Diagram 4.2 Keaktifan Siswa Berdasarkan Kuesioner Kelas Eksperimen .. 84 Diagram 4.3 Keaktifan Siswa Berdasarkan Kuesioner Kelas Kontrol ........ 85 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Silabus ................................................................................... [1] Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 1 .................................. [9] Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 2 .................................. [20] Lampiran 4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 3 .................................. [32] Lampiran 5 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 4 .................................. [43] Lampiran 6 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran kelas kontrol 1............. [54] Lampiran 7 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran kelas kontrol 2 ............. [57] Lampiran 8 Materi Ajar ............................................................................ [60] Lampiran 9 Bahan Ajar ............................................................................ [65] Lampiran 10 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 1 ......................................... [80] Lampiran 11 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 2 ......................................... [84] Lampiran 12 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 3 ......................................... [88] Lampiran 13 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 4 ......................................... [92] Lampiran 14 Soal Evaluasi Pertemuan 1 .................................................... [94] Lampiran 15 Soal Evaluasi Pertemuan 2 .................................................... [96] Lampiran 16 Soal Evaluasi Pertemuan 3 .................................................... [98] Lampiran 17 Soal Evaluasi Pertemuan 4 .................................................... [99] Lampiran 18 Kunci Jawaban Soal Evaluasi Pertemuan 1 .......................... [101] Lampiran 19 Kunci Jawaban Soal Evaluasi Pertemuan 2 .......................... [102] Lampiran 20 Kunci Jawaban Soal Evaluasi Pertemuan 3 .......................... [103] Lampiran 21 Kunci Jawaban Soal Evaluasi Pertemuan 4 .......................... [104] Lampiran 22 Lembar Keterlaksanaan Pembelajaran .................................. [106] Lampiran 23 Lembar Kuesioner Keaktifan ................................................ [108] xix

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 24 Lembar Observasi Keaktifan................................................. [111] Lampiran 25 Hasil Pekerjaan LKS Pertemuan 1 ........................................ [113] Lampiran 26 Hasil Pekerjaan LKS Pertemuan 2 ........................................ [121] Lampiran 27 Hasil Pekerjaan LKS Pertemuan 3 ........................................ [129] Lampiran 28 Hasil Pekerjaan LKS Pertemuan 4 ........................................ [135] Lampiran 29 Hasil Pekerjaan Soal Evaluasi Pertemuan 1 ......................... [140] Lampiran 30 Hasil Pekerjaan Soal Evaluasi Pertemuan 2 ......................... [144] Lampiran 31 Hasil Pekerjaan Soal Evaluasi Pertemuan 3 ......................... [146] Lampiran 32 Hasil Pekerjaan Pretest Kelas Eksperimen ........................... [148] Lampiran 33 Hasil Pekerjaan Pretest Kelas Kontrol .................................. [152] Lampiran 34 Hasil Pekerjaan Posttest Kelas Eksperimen .......................... [156] Lampiran 35 Hasil Pekerjaan Posttest Kelas Kontrol ................................ [160] Lampiran 36 Hasil Validasi Ahli Lembar Keterlaksanaan Pembelajaran .. [164] Lampiran 37 Hasil Validasi Ahli Lembar Kuesioner Keaktifan ................ [168] Lampiran 38 Hasil Validasi Ahli Lembar Observasi Keaktifan ................. [172] Lampiran 39 Hasil Pengamatan Keterlaksanaan Pembelajaran ................. [176] Lampiran 40 Hasil Pengisian Kuesioner Siswa Kelas Eksperimen............ [183] Lampiran 41 Hasil Pengisian Kuesioner Siswa Kelas Kontrol .................. [189] Lampiran 42 Hasil Pengamatan Keaktifan Siswa Kelas Eksperimen ........ [195] Lampiran 43 Hasil Pengamatan Keaktifan Siswa Kelas Kontrol ............... [219] Lampiran 44 Transkripsi Pertemuan 1 ....................................................... [231] Lampiran 45 Transkripsi Pertemuan 2 ....................................................... [236] Lampiran 46 Transkripsi Pertemuan 3 ....................................................... [241] Lampiran 47 Transkripsi Pertemuan 4 ....................................................... [245] xx

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 48 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas ....................................... [250] Lampiran 49 Hasil Uji Normalitas ............................................................. [252] Lampiran 50 Hasil Uji Homogenitas .......................................................... [253] Lampiran 51 Hasil Uji Pretest .................................................................... [254] Lampiran 52 Hasil Uji Perbedaan Pretest dan Posttest .............................. [255] Lampiran 53 Hasil Uji Perbedaan Posttest-Posttest ................................... [256] Lampiran 54 Foto Kegiatan Pembelajaran ................................................. [257] Lampiran 55 Surat Ijin Penelitian ............................................................... [258] Lampiran 56 Surat Keterangan Sudah Penelitian ....................................... [259] Lampiran 57 Biodata .................................................................................. [260] xxi

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini akan diuraikan lima hal, yaitu latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional yang digunakan dalam penelitian ini. kelima hal tersebut dipaparkan dalam subbab-subbab berikut ini. 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan kebutuhan yang mendasar bagi kehidupan manusia. Pendidikan mampu mewujudkan manusia menjadi pribadi yang utuh serta menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan secara menyeluruh baik ranah kognitif, afektif maupun psikomotor. Pendidikan di Sekolah dasar (SD) merupakan jenjang tingkat pertama dalam Program Pendidikan Dasar Sembilan Tahun, sehingga sangat berpengaruh pada jenjang selanjutnya. Pembelajaran yang diterapkan di SD memberikan kontribusi dalam pencapaian mencerdaskan kehidupan bangsa. Jenjang pendidikan SD berpengaruh pada pembentukan pribadi siswa dalam hal sikap, kecerdasan, dan kepribadian anak. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang selalu digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan dasar anak diberikan pendidikan matematika agar anak dapat berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta memiliki kemampuan bekerjasama (BSNP, 2006:127). 1

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Menurut Wijaya (2011:7) salah satu tujuan pendidikan matematika yaitu untuk menyelesaikan masalah yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Matematika menjadi salah satu ilmu dasar yang mempunyai peranan cukup besar untuk kehidupan sehari-hari dan dalam pengembangan ilmu dan teknologi. Selain itu, matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang selalu ada di setiap jenjang pendidikan dari mulai SD sampai SMA. Hal ini karena dasar Matematika sangat penting untuk pembentukan logika seseorang. Hadi (2005) mengatakan matematika biasanya dipandang sebagai ilmu yang sulit dipahami sehingga mayoritas pelajar menganggap mata pelajaran matematika sebagai momok atau ketakutan sehingga siswa tidak termotivasi untuk belajar matematika. Ketakutan siswa dapat mengakibatkan hasil belajar matematika cenderung rendah. Padahal matematika sangat penting dalam kehidupan sehari-hari karena melibatkan logika dan perhitungan. Pembelajaran matematika pada jenjang SD lebih difokuskan dalam pemecahan masalah (BSNP, 2006). Kemampuan memecahkan masalah dapat meningkat bila mengembangkan keterampilan memahami masalah, membuat model matematika, menyelesaikan masalah, dan menafsirkan solusinya. Soalsoal semacam itu dalam pelajaran matematika di SD disebut sebagai soal cerita. Soal cerita sangat penting ditekankan pada pembelajaran matematika karena erat hubungannya bagi kehidupan sehari-hari. Mata pelajaran matematika pada satuan pendidikan SD meliputi tiga aspek, yaitu bilangan, geometri dan pengukuran, serta pengolahan data. Pada aspek bilangan terdapat materi mengenai pecahan. Materi pecahan pada jenjang SD merupakan materi yang berkelanjutan. Operasi pecahan diajarkan di kelas III

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 semester ganjil, genap, di kelas IV semester genap, di kelas V semester genap, dan diulang kembali di kelas VI. Menurut Budiyono (2008), pokok bahasan operasi hitung pecahan dianggap lebih sulit dibandingkan dengan operasi hitung pada bilangan lainnya seperti bilangan asli, bilangan cacah, dan bilangan bulat. Operasi hitung pecahan juga memiliki cakupan yang cukup luas seperti pecahan desimal dan pecahan biasa yang terdiri dari pecahan campuran yang melibatkan bagian bulat dan juga pecah. Penyebab kesulitan ini dapat berasal dari diri siswa itu sendiri atau dari luar siswa, misalnya cara penyajian materi pelajaran atau suasana pembelajaran yang dilaksanakan. Saat ini masih banyak guru menggunakan cara mengajar tradisional seperti metode ceramah yang membuat siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di SD Negeri Keputran A Yogyakarta pada tanggal 10 Januari 2014, suasana sekolah cukup kondusif untuk dilaksanakan kegiatan belajar mengajar. Dalam kegiatan pembelajaran, guru lebih sering memberikan pertanyaan tipe isian sehingga siswa bingung ketika menjumpai soal cerita. Guru jarang memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya sehingga banyak siswa yang kurang paham tetapi tidak bertanya. Hal ini dapat mengakibatkan siswa pasif dalam kegiatan pembelajaran. Selain pengamatan, peneliti juga melakukan wawancara dengan guru. Banyak guru mengeluhkan kurangnya media yang dapat digunakan khususnya pada pelajaran IPS dan matematika. Khusus pada guru kelas IV.3, guru ingin menciptakan inovasi baru pada pembelajaran matematika supaya siswa mudah memahami materi terutama pecahan. Salah satu usaha yang dilakukan guru yaitu

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 dengan pengamatan metode pembelajaran pecahan di SD lain yang menjadi peringkat pertama Ujian Nasional. Metode tersebut kemudian diterapkan di SD Negeri Keputran A Yogyakarta, namun hasil belajar siswa kurang maksimal ketika mengerjakan tipe soal cerita. Salah satu pendekatan yang terdapat di Indonesia dalam pembelajaran matematika yang berorientasi pada pemecahan masalah sehari-hari yaitu Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Pendekatan ini merupakan pendekatan yang mengadaptasi teori pendidikan matematika yang dikembangkan di Belanda tahun 1970 yaitu Realistic Mathematics Education (RME). Penggunaan pendekatan pembelajaran ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk mengetahui sesuatu, memperoleh sesuatu, serta mengukur sejauh mana pemahaman siswa akan sesuatu. Menurut Supinah (2008:7) pendekatan PMRI sebagai pendekatan pembelajaran matematika yang dihubungkan dengan kenyataan, berada dekat dengan siswa dan relevan dengan kehidupan masyarakat agar memiliki nilai manusiawi PMRI memandang matematika sebagai kegiatan manusia dan sekaligus sebagai alat, hal ini berarti perlu menempatkan kedua pandangan ini pada tempat yang sesuai perkembangan jiwa peserta didik. Penerapan PMRI pada pelajaran matematika dinilai lebih tepat untuk dijalankan dalam proses pembelajaran. Sesuai dengan pandangan matematika sebagai kegiatan manusia, maka PMRI diupayakan semaksimal mungkin agar siswa aktif membangun sendiri pengetahuannya sedangkan peran guru sebagai fasilitator. Selain aktif siswa juga dapat meningkatkan hasil belajarnya pada mata pelajaran matematika.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Hadi (2005) menyebutkan bahwa PMRI sejalan dengan teori belajar yang berkembang saat ini, seperti konstruktivisme dan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL). Namun baik konstruktivisme maupun pembelajaran kontekstual mewakili teori belajar secara umum, sedangkan PMRI suatu pembelajaran yang dikembangkan khusus untuk matematika. Dalam pendekatan PMRI pada awal pembelajaran guru menyajikan masalah kontekstual atau realistik karena siswa akan termotivasi untuk mempelajarai matematika karena masalah berkaitan dengan dunia nyata (real) yang sering dijumpai pada kehidupan sehari-hari atau dapat dibayangkan oleh siswa. Berdasarkan paparan di atas, peneliti memilih untuk melakukan penelitian tentang pembelajaran yang menerapkan pendekatan PMRI. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian tahun lalu yang dilakukan oleh Nofi Rumianti yang berjudul “Implementasi Perangkat Pembelajaran Penjumlahan Pecahan Menggunakan Pendekatan PMRI di Kelas IV SD Negeri Daratan Minggir Sleman”. Pada penelitian ini melihat keefektifan pembelajaran matematika melalui penggunaan pendekatan PMRI di SD Negeri Keputran A Yogyakarta. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian dengan judul “Keefektifan Pendekatan PMRI Terhadap Hasil Belajar dan Keaktifan Siswa pada Pembelajaran Penjumlahan Pecahan di Kelas IV SD Negeri Keputran A Yogyakarta”. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 1. Bagaimanakah keterlaksanaan pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) kelas IV SD Negeri Keputran A Yogyakarta?; 2. Apakah penggunaan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) efektif dalam pembelajaran penjumlahan pecahan kelas IV SD Negeri Keputran A Yogyakarta? 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1. Mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) di kelas IV SD Negeri Keputran A Yogyakarta; 2. Mengetahui keefektifan penggunaan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dalam pembelajaran penjumlahan pecahan kelas IV SD Negeri Keputran A Yogyakarta. 1.4 Manfaat Penelitian 1. Teoritis Hasil penelitian tersebut dapat menambah wawasan tentang salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat membentuk keutuhan 2. Secara praktis a. Bagi peneliti sendiri, telah memberikan pengetahuan baru dalam hal Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) sebagai upaya

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 mengefektifkan pembelajaran terutama pembelajaran Matematika materi penjumlahan pecahan. b. Bagi guru, penelitian ini dapat menjadi alternatif guru untuk menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) sehingga pembelajaran semakin efektif. c. Bagi sekolah, penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan bagi pihak sekolah untuk menciptakan pembelajaran inovatif dalam proses pembelajaran. d. Bagi Progran Studi, hasil penelitian ini dapat menambahkan referensi untuk perpustakaan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Eksperimen, terutama bagi sebagai contoh yang masih melakukan Penelitian Kuasi Eksperimen dan Penelitian mengalami Kuasi kesulitan belum berani untuk memulainya, sedangkan bagi yang sudah biasa melakukan dapat dijadikan sebagai bahan pembanding. 1.5 Definisi Operasional Definisi operasional digunakan untuk membatasi istilah-istilah yang akan digunakan sebagai dasar teori dalam penelitian ini. Definisi operasional yang digunakan sebagai berikut: a. Keefektifan adalah kegiatan belajar yang diusahakan sedemikian rupa baik dari penataan ruang kelas (fisik) sampai metode yang digunakan (non fisik) untuk mencapai tujuan belajar.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 b. Hasil belajar adalah skor yang diperoleh siswa setelah mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. c. Keaktifan siswa adalah keterlibatan siswa secara aktif untuk mencari, memperoleh, dan mengolah belajarnya sendiri. d. Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) adalah pendekatan yang dirancang khusus untuk pembelajaran matematika yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan budaya di Indonesia. e. Pecahan adalah bilangan rasional yang dapat ditulis dalam bentuk dengan a dan b merupakan bilangan bulat, bilangan b tidak sama dengan nol, dan bilangan b bukan faktor bilangan a.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Pada bagian landasan teori ini dibahas beberapa hal terkait dengan teoriteori dalam peneltitian. Landasan teori ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kajian pustaka, kerangka berpikir, dan hipotesis penelitian. 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Teori-teori yang Mendukung a. Pengertian Pendekatan Pembelajaran Komalasari (2011:54) mendefinisikan pendekatan pembelajaran merupakan titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran yang sifatnya masih sangat umum. Proses pembelajaran mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu. Pernyataaan tersebut diperkuat dengan pernyataan menurut Danim (2008) bahwa pendekatan pembelajaran adalah sebagai sudut pandang kita terhadap pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Pemilihan pendekatan dalam pembelajaran merupakan hal yang penting untuk mencapai tujuan pembelajaran. Galo dalam Siregar dan Nara (2011:75) menjelaskan pendekatan pembelajaran yaitu suatu cara pandang dalam mengupayakan cara siswa berinteraksi dengan lingkungannya. Jadi, pendekatan pembelajaran yaitu strategi terhadap proses pembelajaran guna mencapai tujuan yang diharapkan. 9

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 b. Keefektifan Triatna (dalam Supardi, 2013:2) mendefinisikan efektivitas adalah ukuran yang menyatakan sejauh mana sasaran/tujuan (kuantitas, kualitas dan waktu) telah dicapai. Keefektifan pembelajaran adalah hasil yang diperoleh setelah pelaksanaan proses belajar mengajar (Sardiman dalam Trianto, 2009:20). Suatu pembelajaran dikatakan efektif apabila memenuhi persyaratan utama keefektifan pengajaran, yaitu: 1. Presentase waktu belajar siswa yang tinggi dicurahkan terhadap KBM. 2. Rata-rata perilaku melaksanakan tugas yang tinggi di antara siswa. 3. Ketetapan antara kandungan materi ajaran dengan kemampuan siswa (orientasi keberhasilan belajar) diutamakan 4. Mengembangkan suasana belajar yang akrab dan positif, (Soemosasmito dalam Trianto, 2009:20). Mengajar yang efektif berarti guru dan siswa melakukan kegiatan-kegiatan yang tepat dan mencapai tujuan mengajar. Kegiatan guru dan kegiatan siswa harus direncanakan dan dilaksanakan secara efektif mencakup: 1. Guru dan siswa peka pada bahan ajar, kebutuhan siswa, serta tujuan yang hendak dicapai. 2. Penggunaan metode mengajar dan teknik mengajar guru secara tepat. 3. Penggunaan tes awal dan tes akhir untuk mengetahui hasil yang dicapai siswa.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 Jadi, keefektifan pembelajaran merupakan kegiatan belajar yang diusahakan sedemikian rupa baik dari penataan ruang kelas (fisik) sampai metode yang digunakan (non fisik) untuk mencapai tujuan belajar. c. Hasil Belajar Masidjo (2010: 40) mendefinisikan hasil belajar adalah skor atau nilai yang menunjukkan prestasi seseorang dalam suatu bidang sebagai hasil belajar yang khas yang dilakukan secara sengaja dalam bentuk pengetahuan, pemahaman, keterampilan, sikap dan nilai. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kemampuan kognitif yang dimiliki siswa dan fakor lain di antaranya situasi belajar yang diciptakan guru. Hasil belajar dapat diukur dengan tes atau evaluasi. Evaluasi merupakan suatu kegiatan memperbandingkan hasil pengukuran sifat suatu objek dengan acuan yang relevan sedemikian rupa sehingga diperoleh suatu kualitas yang bersifat kuantitatif, menggunakan simbol berupa angka atau huruf. Winkel (2009: 45) mendefinisikan hasil belajar adalah perubahan yang mengakibatkan manusia berubah dalam sikap dan tingkah lakunya. Rangkaian proses belajar dilakukan dalam bentuk keterlibatannya dalam pendidikan informal, formal, dan nonformal. Belajar menurut Gora dan Sunarto (2010: 15) adalah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh penguasaan kompetensi baru secara permanen sebagai hasil dari pengalaman individu iu sendiri dalam berineraksi dengan lingkungannya. Daryanto dan Rahardjo (2012: 16) mengemukakan belajar adalah proses melihat, mengamati, dan memahami sesuatu, indikator belajar ditujukan dengan

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 perubahan dalam tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Menunjuk pada definisi-definisi belajar di atas yang dimaksud belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif menetap dari usaha seseorang yang berinteraksi dengan lingkungannya Kemampuan inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lain. Jadi, hasil belajar adalah skor yang diperoleh siswa setelah mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. d. Keaktifan Siswa Chaer (2011:260) menjelaskan keaktifan adalah kata yang memiliki kata dasar aktif dan memiliki awalan ke- dan akhiran –an. Imbuhan ke-an dapat memiliki makna hal atau keadaan. Keadaan yang dimaksud yaitu keterlibatan secara aktif. Uno (2011:10) mengungkapkan bahwa pembelajaran yang aktif adalah siswa sebagai peserta belajar yang harus aktif dalam pembelajaran sedangkan peran guru sebagai orang yang menciptakan suasana belajar yang kondusif atau sebagai fasilitator dalam belajar. Jika proses pembelajaran aktif maka siswa akan saling berdialog secara interaktif antara siswa dan siswa, siswa dengan guru atau siswa dengan sumber yang lainnya. Yamin (2007:77) mengungkapakan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dapat merangsang dan mengembangkan bakat yang dimiliknya, berfikir kritis, dan dapat memecahkan permasalaha- permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Yamin (2007:77) juga menyebutkan ada 6 aspek terjadinya keaktifan siswa. Aspek pertama adalah partisipasi siswa dalam menerapkan tujuan kegiatan pembelajaran. Aspek kedua yaitu tekanan pada aspek afektif dalam

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 belajar. Partispasi siswa dalam kegiatan pembelajaran terutama yang berbentuk interaksi antar siswa merupakan aspek yang ketiga. Aspek yang keempat yaitu kekompakan kelas sebagai kelompok belajar. Aspek kelima adalah kebebasan belajar yang diberikan kepada siswa dan kesempatan untuk berbuat serta mengambil keputusan penting dalam proses pembelajaran. Aspek yang keenam adalah pemberian waktu untuk menanggulangi masalah pribadi siswa. Jadi, keaktifan siswa adalah keterlibatan siswa secara aktif untuk mencari, memperoleh, dan mengolah belajarnya sendiri. e. Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) Menurut Hadi (2005:7) pendekatan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) merupakan pendekatan pembelajaran matematika yang diprakarsai oleh seorang profesor matematika dari ITB (Institut Teknik Bandung). Pendekatan PMRI ini mengadaptasi pendekatan pembelajaran matematika di Belanda yang dikembangkan di Institut Freudenthal sejak tahun 1971 yang diberi nama RME (Realistic Mathematic Education) atau PMR (Pendidikan Matematika Realistik). Hadi (2005:36) menyebutkan pendekatan PMR sejalan dengan teori belajar konstruktivisme dan pembelajaran kontekstual. Selain itu pendekatan PMRI mengajarkan matematika yang dapat dibayangkan dan disenangi oleh siswa. Suryanto (2010:37) menyatakan bahwa Pendidikan Matematika Realistik Indonesia adalah pendidikan matematika sebagai adaptasi dari RME yang diselaraskan dengan kondisi budaya, geografi, dan kehidupan masyarakat Indonesia. Wijaya (2012:21) menyatakan bahwa dalam Pendidikan Matematika

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Realistik, permasalahan realistik digunakan sebagai fondasi dalam membangun konsep matematika atau sumber dalam pembelajaran (a source for learning). Berdasarkan beberapa pendapat di atas, peneliti menyimpulkan bahwa Pendidikan Matematika Realistik Indonesia adalah pendekatan yang dirancang khusus untuk pembelajaran matematika yang dekat dengan kehidupan seharihari dan budaya di Indonesia. Pendekatan PMRI memiliki beberapa prinsip yang merupakan dasar teoritis PMRI yaitu: 1. Guided re-invention (Penemuan Kembali Secara Terbimbing) Suryanto (2010:42) menyebutkan bahwa penggunaan masalah yang kontekstual yang realistis yang mengandung topik matematis, siswa diberi kesempatan untuk membangun dan menemukan kembali ide-ide dan konsep matematis. 2. Progressive Mathematization (Matematisasi Progresif) Wijaya (2011:32) menyatakan matematisasi diartikan sebagai proses mematematikakan suatu konteks, yaitu proses menerjemahkan suatu konteks menjadi konsep matematika. Menurut Suryanto (2010:42) dikatakan progresif karena terdiri atas dua langkah yang berurutan, yaitu matematisasi horisontal (berawal dari masalah kontekstual yang diberikan dan berakhir pada matematika formal) dan matematisasi vertikal (dari matematika formal ke matematika formal yang lebih luas). 3. Didactical Phenomenology (Fenomena Didaktis)

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 Suryanto (2010:42) menyatakan bahwa prisip ini menekankan fenomena pembelajaran yang bersifat mendidik dan menekankan pentingnya masalah kontekstual untuk memperkenalkan topik-topik matematika kepada siswa. 4. Self-developed Model (Membangun Sendiri Model). Terdapat 2 model dalam pendekatan PMRI, yaitu model of dan model for. Suryanto (2010:43) menyatakan Model of masih dapat disebut dengan matematika informal. Model for adalah model yang sudah sangat erat dengan matematika formal. Pendekatan PMRI memiliki lima karakteristik PMRI (de Lange dalam Zulkardi, 2005: 14), yaitu: 1. The use of context (penggunaan masalah kontekstual) Masalah kontekstual berfungsi untuk memanfaatkan realitas sebagai sumber aplikasi matematika. Selain itu juga untuk melatih kemampuan siswa khususnya dalam menerapkan matematika pada situasi nyata. Bentuk konteks tidak harus berupa masalah dunia nyata namun bisa dalam bentuk permainan, penggunaan alat peraga, atau situasi lain selama hal tersebut bermakna dan dapat dibayangkan oleh siswa. 2. The use of models (penggunaan berbagai model) Istilah model berkaitan dengan model matematika yang merupakan jembatan bagi siswa jembatan bagi siswa dari situasi informal ke formal. Model dapat berupa model yang menggambarkan situasi konteks maupun model yang dikembangkan siswa uang mengarah pada pencarian solusi secara sistematis. 3. Student contributions (kontribusi siswa)

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 Menggunakan kontribusi siswa dimana siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan strategi-strategi informal dalam menyelesaikan masalah yang dapat mengarahkan mereka pada pengkontribusian prosedur pemecahan, dengan bimbingan guru diharapkan siswa bisa menemukan. Hasil konstruksi siswa akan digunakan sebagai landasan pengembangan konsep matematika. 4. Interactivity (interaktivitas) Interaksi antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru serta siswa dengan perangkat pembelajaran juga harus ada dalam pembelajaran. Bentuk-bentuk interaksi misalnya diskusi, penjelasan, persetujuan, pertanyaan, dan sebagainya digunakan untuk mencapai bentuk pengetahuan matematika formal dari bentukbentuk pengetahuan matematika informal yang ditentukan sendiri oleh siswa. 5. Intertwining (keterkaitan) Struktur dan konsep matematika saling berkaitan, biasanya pembahasan suatu topik (unit pelajaran) harus dieksplorasi untuk mendukung terjadinya proses pembelajaran yang lebih bermakna. f. Pecahan Heruman (2007:43) menyebutkan pecahan adalah suatu bilangan rasional yang menyatakan bagian dari suatu benda yang utuh. Bagian dalam gambar merupakan bagian yang ditandai dengan arsiran. Bagian yang diarsir merupakan pembilang dan yang utuh merupakan penyebut. Pecahan merupakan bagian dari bilangan rasional yang dapat ditulis dalam bentuk dengan a dan b merupakan bilangan bulat dan b tidak sama dengan nol (Sukayati, 2003:1). Kegiatan mengenal konsep pecahan akan mudah dipahami

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 menggunakan obyek-obyek nyata. Peraga dapat berupa daerah-daerah bangun datar beraturan misalnya persegi, persegi panjang, atau lingkaran yang akan sangat membantu dalam memperagakan konsep pecahan. Marsigit (2009:34) menjelaskan pecahan adalah bilangan yang dinyatakan dalam bentuk , dengan a dan b adalah bilangan bulat, bilangan b ≠ 0, dan bilangan b bukan faktor dari bilangan a. Bilangan a disebut pembilang dan bilangan b disebut penyebut. Bilangan b tidak sama dengan 0 karena bilangan b merupakan unit dasar keutuhan, jika 0 berarti tidak ada unit lengkap yang dapat digunakan untuk membandingkan bagian-bagian lain. Jadi pecahan merupakan bilangan rasional yang dapat ditulis dalam bentuk dengan a dan b merupakan bilangan bulat, bilangan b tidak sama dengan nol, dan bilangan b bukan faktor bilangan a. Operasi penjumlahan pecahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda. Berikut penjelasan kedua penjumlahan tersebut. a. Penjumlahan pecahan berpenyebut sama Penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dilakukan dengan menjumlahkan pembilang-pembilangnya, sedangkan penyebutnya tidak dijumlahkan (Sukayati, 2003:20) Contoh: 1 4 2 3 4 4 + = b. Penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda Penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama dapat diselesaikan dengan cara menyamakan penyebut dengan KPK kedua bilangan (mencari bentuk pecahan

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 yang senilai), kemudian menjumlahkan pecahan baru seperti pada penjumlahan pecahan berpenyebut sama (Sukaryati, 2003:12). 1 1 Contoh: + 2 = 4 2.1.2 3 4 Hasil Penelitian yang Relevan Penelitian pertama yaitu penelitian yang ditulis oleh Kartika (2011) dengan judul Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik dan Penalaran Operasional Konkret Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Negeri I Semarapura Kangin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen semu. Hasil dari penelitian ini adalah prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran matematika realistik lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran konvensional. Penelitian kedua yaitu penelitian yang ditulis oleh Mardha (2012) dengan judul Pengembangan Perangkat Pembelajaran Penjumlahan Pecahan yang Mencakup Interaktivitas dengan Pendekatan PMRI di Kelas IV SD Kanisius Kintelasn I Tahun Pelajaran 2011/2012. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan yang mencakup interaktivitas dengan pendekatan PMRI di kelas IV SD Kanisius Kintelan I. Penelitian ini mengembangkan hasil produk berupa perangkat pembelajaran seperti silabus, Rencana Perencanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Siswa (LKS), bahan ajar, serta evaluasi yang menggunakan pendekatan PMRI. Produk yang telah dirancang kemudian diujicobakan pada siswa yang berjumlah 29 siswa dengan mencerminkan karakteristik PMRI seperti penggunaan masalah kontekstual sebagai starting

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 point, pemodelan, interaktivitas, intertwining, dan kontribusi siswa untuk mengetahui interaktivitas pembelajaran di kelas. Melalui produk yang telah dirancang dan diujicobakan menunjukkan bahwa terdapat interaktivitas antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. Penelitian ketiga yaitu jurnal yang ditulis oleh Kusumaningtyas (2012) dengan judul Penerapan PMRI terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Berbantuan Alat Peraga Materi Pecahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tes belajar peserta didik aspek kemampuan peemecahan masalah dengan pembelajaran PMRI berbantuan alat peraga pada materi pecahan mencapai KKM individu sebesar 60 dan KKM klasikal sebesar 75%, selain itu untuk mengetahui rata-rata hasil belajar peserta didik aspek kemampuan pemecahan masalah dengan pembelajaran PMRI berbantuan alat peraga pada materi pecahan lebih tinggi daripada pembelajaran ekspositori. Hasil penelitian didapatkan hasil bahwa hasil tes belajar peserta didik pada aspek pemecahan masalah mencapai KKM dan ratarata dari hasil belajar aspek kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar yang berupa kemampuan pemecahan masalah kelas kontrol karena keaktifan peserta didik pada kelas eksperimen lebih tinggi, dan juga peserta didik dapat bertukar pendapat satu sama lain dalam proses diskusi. Penelitian keempat yaitu penelitian yang ditulis oleh Latrisariasih (2012), Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar Menggunakan Pendekatan Kontekstual Pada Materi Pecahan Siswa Kelas IV SD Kanisius Sorowajan Semester II Tahun Pelajaran 2011/2012. Penelitian ini bertujuan untuk

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 mengetahui peningkatan keaktifan dan prestasi belajar siswa kelas IV SD Kanisius Sorowajan mengenai materi pecahan menggunakan pendekatan kontekstual tahun pelajaran 2011/2012 yang ditandai dengan peningkatan ratarata keaktifan siswa, peningkatan nilai rata-rata, dan presentase siswa yang mencapai KKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data awal siswa ratarata keaktifan siswa 6,28. Setelah dilakukan tindakan menggunakan pendekatan kontekstual siklus I rata-rata keaktifan siswa menjadi 9,28 yang menunjukkan kriteria cukup. Siklus II rata-rata keaktifan menjadi 12,87 sangat kriteria sangat tinggi. Hasil mengenai prestasi belajar nilai awal rata-rata adalah 57,82 dan presentasi siswa mencapai KKM 57,14%. Siklus I terlihat adanya peningkatan menjadi 68,59 dan presentasi 76,48%. Pada siklus II meningkat menjadi 74,19 dan presentase 88,24%. Berdasarkan hasil tersebut dapat dilihat bahwa pendekatan kontekstual dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa kelas IV SD Kanisius Sorowajan.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada bagan berikut ini: Prestasi belajar dan keaktifan Kartika, (2011). Pengaruh Pendekatan PMRI Mardha, (2012), Pengembangan Pembelajaran Matematika Realistik Perangkat Pembelajaran dan Penalaran Operasional Konkret Penjumlahan Pecahan yang Terhadap Prestasi Belajar Mencakup Interaktivitas dengan Matematika Pendekatan PMRI Latrisariasih (2012), Peningkatan Kusumaningtyas (2012), Keaktifan dan Prestasi Belajar Penerapan PMRI Terhadap Menggunakan Pendekatan Kemampuan Pemecahan Kontekstual Pada Materi Masalah Matematika Berbantuan Alat Peraga yang akan diteliti: Keefektifan Pendekatan PMRI terhadap Hasil Belajar dan Keaktifan Siswa pada Pembelajaran Penjumlahan Gambar 2.1 Bagan Penelitian yang Relevan

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 2.2 Kerangka Berpikir Pendekatan pembelajaran menjadi faktor yang berpengaruh dalam proses pembelajaran karena pendekatan pembelajaran berkaitan dengan pandangan seorang guru untuk membuat siswa aktif dalam kegiatan belajarnya sehingga tujuan suatu pembelajaran tersebut dapat tercapai. Pemilihan pendekatan pembelajaran yang tepat mampu membuat pembelajaran efektif terhadap hasil belajar dan keaktifan siswa . Pendekatan PMRI dapat dijadikan alternatif bagi guru sebagai pendekatan inovatif yang menyajikan situasi pembelajaran menggunakan benda-benda nyata yang biasanya ditemui oleh siswa dan menggunakan masalah kontekstual. Siswa dituntut untuk menemukan sendiri jawaban dari permasalahan yang didapatkannya, sehingga siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran baik aktivitas individu maupun kelompok. Peran guru sebagai fasilitator harus mampu menjelaskan materi penjumlahan pecahan yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari atau pemecahan masalah. Pendekatan PMRI lebih melibatkan siswa dalam proses pembelajaran, maka capaian hasil belajar dan keaktifan pada kelas eksperimen akan lebih tinggi daripada kelas kontrol. 2.3 Hipotesis Penelitian Berdasarkan uraian-uraian di atas, peneliti menyusun hipotesis untuk penelitian ini yaitu “Penggunaan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) efektif terhadap hasil belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran penjumlahan pecahan kelas IV SD Keputran A Yogyakarta”

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab ini akan menguraikan tentang metode penelitian ini yang terdiri dari jenis penelitian, waktu dan tempat penelitian, populasi dan sampel, variabel penelitian, data penelitian, instrument penelitian, uji validitas dan reliabilitas instrument, teknik pengumpulan data, teknik analisis data. 3.1 Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan menggunakan jenis quasi eksperimental tipe non-equivalen control group design (Sugiyono 2010:114-116). Penelitian kuasi eksperimen adalah penelitian yang digunakan untuk membandingkan skor pretest dan skor posttest untuk melihat perubahan yang terjadi setelah menerapkan suatu pendekatan baru. Berikut ini gambar non-equivalen control group design. O1 X O3 O2 O4 Gambar 3.1 : non-equivalen control group design (Sugiyono, 2012: 79) Keterangan : O1= hasil pretest kelas eksperimen O2= hasil posttest kelas eksperimen O3= hasil pretest kelas kontrol O4= hasil posttest kelas kontrol X = perlakuan atau treatment penggunaan pendekatan PMRI Peneliti memilih jenis penelitian kuasi eksperimen karena penelitian ini menggunakan desain penelitian dengan dua kelas dan pemilihan kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak secara random. Kedua kelas tersebut kemudian diberi pretest dengan tujuan untuk mengetahui keadaan awal dari masing-masing kelas 23

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 serta untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan kata lain pretest digunakan untuk mengetahui titik tolak atau titik pijak dari kedua kelas tersebut sama atau berbeda. Kemudian kelas pertama (kelas IV.3) diberi perlakukan atau treatment yaitu dengan menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dalam pembelajaran. Kelas kedua (kelas IV.2) tidak diberi perlakuan dengan menggunakan pendektan PMRI. Setelah diberikan perlakuan dilakukan posttest pada masing-masing kelas. Posttest untuk mengetahui pengaruh perlakuan atau treatment yang telah dilakukan pada kelas eksperimen. Sugiyono, 2010:112 mengatakan jika terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, maka perlakuan yang diberikan berpengaruh secara signifikan. 3.2 Waktu dan tempat penelitian 3.2.1 Waktu penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2013/2014 pada bulan Januari-Maret 2014 3.2.2 Tempat penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Keputran A Yogyakarta yang beralamat di Jalan Patehan Kidul No.8, Patehan, Kraton, Yogyakarta. 3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi Penelitian Menurut Sugiyono (2010: 117) yang dimaksud populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 dan karakteristik tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah yakni siswa kelas IV SD Negeri Keputran A Yogyakarta yang berjumlah 90 siswa. Terdiri dari 3 kelas yaitu kelas IV.1 berjumlah 28 siswa, IV.II 31 siswa, dan IV.III berjumlah 31 siswa. 3.3.2 Sampel Penelitian Menurut Sugiyono (2010: 118) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut Sampel yang dipilih oleh peneliti adalah sampel purposif. Sampling purposif, yaitu teknik sampling yang digunakan oleh peneliti jika peneliti mempunyai pertimbanganpertimbangan tertentu di dalam pengambilan sampelnya (Arikunto, 2000: 128). Peneliti menentukan sampel dengan cara mengundi kelas yang akan dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengundian dilakukan dengan membuat undian menggunakan lintingan kertas yang bertuliskan kelas IV.1, IV.2, IV.3. Undian pertama yang diambil dijadikan kelas eksperimen dan undian kedua yang diambil dijadikan kelas kontrol. Undian pertama yang diambil yaitu kelas IV.3 dan undian kedua yaitu kelas IV.2, berarti kelas IV.3 sebagai kelas eksperimen yang mewakili populasi mendapatkan perlakuan pendekatan PMRI sedangkan kelas IV.2 mewakili populasi yang tidak mendapatkan perlakuan pendekatan PMRI. Kegiatan pembelajaran di kelas eksperimen dan kelas kontrol dilaksanakan oleh guru mitra. Guru mitra yaitu wali kelas dari masing-masing kelas. Pelaksanaan pembelajran dilakukan oleh guru mitra karena lebih

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 mengenal karakteristik siswa yang akan diteliti dan peneliti menjalankan fungsi sebagai pengamat. 3.4 Variabel Penelitian Menurut Sugiyono (2010: 60-61), variabel penelitian adalah atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen (bebas) dalam penelitian ini adalah pendekatan PMRI. Variabel dependen (terikat) dalam penelitian ini adalah hasil belajar dan keaktifan matematika materi penjumlahan pecahan. 3.5 Data penelitian Data penelitian ini data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif yaitu data keterlaksanaan pembelajaran yang diperoleh dari pengamatan , data hasil belajar siswa diperoleh dari hasil pretest dan posttest, dan data keaktifan diperoleh dari hasil pengamatan dan kuesioner. Data kualitatif diperoleh dari hasil analisis keterlaksanaan pembelajaran berupa transkripsi video proses pembelajaran di kelas eksperimen. Transkripsi video melalui tahapan reduksi data yaitu penggolongan, pemilihan atau membuang yang tidak perlu sehingga dapat ditarik kesimpulan.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 3.6 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen data kuantitatif dan instrumen data kualitatif. Berikut penjelasan dari masing-masing instrumen. 3.6.1 Instrumen data kuantitatif 1. Lembar Pretest dan Posttest Instrumen penelitian dalam penelitian ini berupa lembar pretest dan posttest. Instrumen penilaian yang digunakan adalah soal pretest dan soal posttest. Peneliti menggunakan soal evaluasi yang digunakan pada penelitian tahun lalu. Lembar tes hasil belajar dapat dilihat pada lampiran halaman 97. Berikut kisi-kisi pretest dan posttest. Tabel 3.1 Kisi-Kisi Pretest dan Posttest. No 1. 2. Indikator Nomor Jumlah So So al al 1, 2a 2 Kognitif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut sama b. Menemukan pola 2b,2c penjumlahan berbeda dengan penyebut c. Mengubah soal cerita ke 1,2 dalam kalimat matematika d. Menjumlahkan da pecahan 3,4,5 Afektif a. Menemukan pola penjumlahan dengan semangat kerja sama b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika dengan menghargai pendapat teman. c. Menunjukkan sikap tanggung jawab ketika bekarja mengerjakan tugas individu 2 2 3 Keterangan Taraf kesukaran: 1. Mudah: no soal 2a, 3 2. Sedang: no soal 1,4,5 3. Mudah: no soal 2b,2c Soal untuk indikator c tidak dihitung karena sudah terhitung di indikator a dan b Kriteria penilaian terdapat pada rubrik penilaian afektif

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 3. Psikomotor a. Mendemonstrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan menggunakan media b. Menulis jawaban soal evaluasi dengan tulisan yang rapi Jumlah soal evaluasi Kriteria penilaian terdapat pada rubrik psikomotor 5 2. Lembar Kuesioner Keaktifan Keaktifan dalam penelitian ini dilihat melalui kuesioner pada siswa kelas IV.2 dan kelas IV.3. Menurut Supratiknya (2012), kuesioner dilihat dari segi isi informasi dibedakan menjadi 2 macam yaitu kuesioner yang bertujuan mengungkap fakta dan kuesioner yang bertujuan mengungkap pendapat atau jenis-jenis tanggapan pribadi lainnya, seperti pikiran, penelaran, tanggapan perasaan dan sikap. Penelitian ini memilih jenis kuesioner tertutup untuk menjaring informasi berupa fakta. Jawaban yang berisi kemungkinan fakta yang diharapkan itu bisa sudah disediakan atau disajikan sehingga siswa memilih dengan cara memberi tanda centang pada salah satu jawaban yang sesuai dengan keadaan dirinya. Lembar kuesioner keaktifan dapat dilihat pada lampiran halaman 106. Berikut ini kisi-kisi kuesioner. Tabel 3.2 Kisi-Kisi Kuesioner Aspek Aktivitas siswa Indikator Keaktifan Aktivitasaktivitas yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran Deskriptor keaktifan Siswa membaca sumber belajar yang tersedia Siswa mendengarkan ketika guru sedang menjelaskan materi Siswa menulis atau mencatat hal-hal penting selama proses belajar Siswa menyelesaikan setiap tugas yang diberikan sesuai dengan waktu yang telah Nomor Pernyataan UnFafavora vorable ble 1 2 3 4

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 Partisipasi atau keterlibatan siswa Interaksi Partisipasi atau keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran Interaksi dalam proses pembelajaran, baik antara siswa dengan siswa ataupun siswa dengan guru ditentukan Siswa melakukan kerjasama atau diskusi tentang sesuatu dengan siswa lain dalam kelompok Siswa melakukan kegiatan belajar sendiri Siswa memecahkan masalah yang dihadapi selama kegiatan belajar Siswa memanfaatkan sumber belajar yang ada secara optimal dalam belajar Siswa memperhatikan presentasi hasil kerja kelompok Siswa ikut serta mengambil keputusan dalam berdiskusi Siswa memberikan kontribusi cara penyelesaian masalah yang berbeda-beda Siswa mencari sumber belajar yang relevan dengan tujuan pembelajaran Siswa berpartisipasi memberikan informasi atau pendapat dalam kegiatan diskusi Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru atau siswa lain Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru atau siswa lainnya Siswa menanggapi pendapat dari siswa lain 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 3. Lembar pengamatan keaktifan Pengamatan keaktifan ini digunakan untuk mengetahui tingkat keaktifan siswa saat mengikuti proses pembelajaran. Lembar pengamtan keaktifan dapat dilihat pada lampiran halaman 109. Berikut ini kisi-sisi lembar pengamatan keaktifan. Tabel 3.3 Kisi-Kisi Lembar Pengamatan Keaktifan Aspek Aktivitas siswa Indikator Keaktifan Aktivitasaktivitas yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran Deskriptor keaktifan Siswa membaca sumber belajar yang tersedia Siswa menulis atau mencatat hal-hal penting selama proses belajar Siswa melakukan kerjasama atau diskusi tentang sesuatu dengan siswa lain dalam kelompok Siswa melakukan kegiatan belajar sendiri Siswa memecahkan masalah yang dihadapi

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Partisipasi atau keterlibatan siswa Partisipasi atau keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran Interaksi Interaksi dalam proses pembelajaran, baik antara siswa dengan siswa ataupun siswa dengan guru selama kegiatan belajar Siswa memanfaatkan sumber belajar yang ada secara optimal dalam belajar Siswa memperhatikan presentasi hasil kerja kelompok Siswa ikut serta mengambil keputusan dalam berdiskusi Siswa memberikan kontribusi cara penyelesaian masalah yang berbeda-beda Siswa berpartisipasi memberikan informasi atau pendapat dalam kegiatan diskusi Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru atau siswa lain Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru atau siswa lainnya Siswa menanggapi pendapat dari siswa lain Siswa membantu teman yang mengalami kesulitan dalam belajar 4. Lembar pengamatan keterlaksanaan Lembar pengamatan keterlaksanaan digunakan oleh peneliti untuk mengamati setiap proses pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI. Keterlaksanaan pembelajaran ini dilihat dari kemunculan karakteristik PMRI dalam proses pembelajaran. Lembar pengamatan keterlaksanaan dapat dilihat pada lampiran halaman 104. Berikut kisi-kisi lembar pengamatan keterlaksanaan. Tabel 3.4 Kisi-Kisi Lembar Pengamatan Keterlaksanaan Kegiatan Pembelajaran Karakteristik PMRI PMRI 1 Awal PMRI 4 Inti PMRI 2 PMRI 2 Aspek yang diamati Guru menyajikan masalah kontekstual atau soal cerita secara lisan atau tertulis. (Penggunaan Konteks) Guru membangkitkan motivasi belajar siswa dengan kegiatan yang menarik. (Interaktifitas) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan penyelesaianpenyelesaian masalah yang berbedabeda. (Penggunaan Model) Guru membimbing siswa untuk No. Pernyataan 1 2 3 4

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 PMRI 4 PMRI 3 PMRI 4 PMRI 4 PMRI 5 PMRI 5 PMRI 3 Akhir PMRI 5 Keterangan : PMRI 1 PMRI 2 PMRI 3 PMRI 4 PMRI 5 menggunakan model-model yang dikembangkan oleh siswa untuk membangun suatu prosedur penyelesaian. (Penggunaan Model) Guru member kebebasan kepada siswa untuk saling berdiskusi berkaitan dengan materi yang diajarkan. (Interaktivitas) Guru member kebebasan kepada siswa untuk menemukan cara menyelesaikansoal yang diberikan. (Pemanfaatan Konstruksi Siswa) Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk menggunakan model-model yang dibangun oleh siswa untuk masalah kontekstual yang diberikan. (Interaktivitas) Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk saling bertanya jawab. (Interaktivitas) Guru mengaitkan konsep matematika satu dengan konsep matematika lain berdasarkan dengan topik yang diajarkan. (Keterkaitan) Guru mengaitkan konsep matematika dengan konsep dari mata pelajaran lain berdasarkan dengan topik yang diajarkan. (Keterkaitan) Guru membimbing siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari. (Pemanfaatan Konstruksi Siswa) Guru melakukan refleksi dan penguatan. (Keterkaitan). 4 5 6 7 8 9 10 11 = karakteristik penggunaan konteks = karakteristik penggunaan model = karakteristik pemanfaatan hasil konstruksi siswa = karakteristik interaktivitas = karakteristik keterkaitan 3.6.2 Instrumen data kualitatif Transkripsi video diperoleh dari dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rekaman video proses pembelajaran dan diperkuat dengan foto kegiatan selama proses pembelajaran di kelas eksperimen dan kelas kontrol.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 3.7 Uji validitas dan reliabilitas instrumen Masidjo (2006:242) berpendapat validitas adalah taraf di mana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Uji validitas dilakukan untuk mengetahui kualitas instrumennya. Macam validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas konstruksi dan validitas isi. Pengujian validitas instrumen pretest dan posttest dilakukan kepada siswa kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta dengan jumlah 36 siswa. Rubrik penskoran sebagai berikut: Tabel 3.5 Rubrik Penskoran Tes No. 1. 2. 3. 4. Kriteria Menjawab dengan cara yang lengkap dan jawaban benar Menjawab dengan cara yang lengkap tetapi jawaban salah Menjawab dengan cara yang kurang lengkap dan jawaban benar Menjawab dengan cara yang kurang lengkap dan jawaban salah Skor 4 3 2 1 Hasil uji soal diperoleh hasil uji validitas dan reliabilitas, sebagai berikut: Tabel 3.6 Hasil Uji Validitas Soal No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Nomor soal 1 2a 2b 2c 3 4 5 Pearson correlation 0.594** 0.329* 0.729** 0.724** 0.388* 0.768** 0.731** Sig. (2-tailed) 0.000 0.050 0.000 0.000 0.019 0.000 0.000 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel 3.6 diketahui bahwa hasil Pearson correlation pada tujuh soal menunjukkan bahwa nilai masing-masing diatas 0,329 dan sig.(2-tailed)≤ 0,05 serta harga Sig.(2-tailed) pada soal nomor 1, 2b, 2c, 4 dan 5 adalah 0,000, sedangkan pada nomor 2a yaitu 0,050 dan nomor 3 yaitu 0,019. Maka instrumen tersebut termasuk instrument yang valid (Sugiyono, 2010:177-183).

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 Uji reliabilitas dengan internal consistency, yaitu dengan dilakukan dengan cara mencobakan instrumen sekali saja kemudian data dianalisis dengan teknik tertentu. Pengujian reliabilitas instrument menggunakan teknik Alpha Cronbach. Kriteria untuk menentukan reliabilitasnya adalah jika harga Alpha Cronbach >0,60 suatu variabel disebut reliabel (Nunnaly, dalam Ghozali, 2009) Berikut tabel kriteria koefisien reliabilitas untuk melihat hasil perhitungan reliabilitas instrument (Masidjo, 1995:209) : Tabel 3.7 Kriteria Koefisien Reliabilitas Interval Koefisien reliabilitas ± 0,91 - ± 1,00 ± 0,71 - ±0,90 ± 0,41 - ± 0,70 ± 0,21 - ± 0,40 ± 0 - ± 0,20 Kualifikasi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Hasil perhitungan reliabilitas dengan SPSS 20 menggunakan rumus Alpha Cronbach sebagai berikut: Tabel 3.8 Uji Reliabilitas Soal Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .744 .729 N of Items 7 Berdasarkan hasil uji reliabilitas diperoleh hasil Cronbach’s Alpha sebesar 0,744 dengan kualifikasi tinggi. 3.8 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh data kuantitatif dan data kualitatif. Berikut penjelasan tentang teknik pengumpulan data dalam penelitian ini.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 3.8.1 Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif a. Penyebaran kuesioner Kuesioner digunakan untuk memperoleh data keaktifan belajar siswa saat mengikuti pembelajaran matematika pada materi penjumlahan pecahan. Siswa mengisi dengan cara memberi tanda centang pada pernyataan dilembar kuesioner yang dibagikan setiap siswa. Pengisian kuesioner dilakukan pada pertemuan terakhir pada pembelajaran matematika di kelas IV yang menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. b. Pengamatan Pengamatan dilakukan sebanyak 4 kali dikelas eksperimen yaitu pengamatan keaktifan setiap siswa dalam kegiatan belajar mengajar dan pengamatan menggunakan keterlaksanaan pendekatan guru PMRI dalam untuk kegiatan melihat belajar kemunculan mengajar kelima karakteristik yang ada dalam PMRI. Pengamatan keaktifan di kelas kontrol dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pengamatan keaktifan setiap siswa dalam kegiatan belajar mengajar dan pengamatan proses pembelajaran tanpa menggunakan pendekatan PMRI. c. Tes Penelitian ini menggunakan tes tertulis yaitu pretest pada pelajaran matematika sebelum materi penjumlahan pecahan dan posttest pada akhir pembelajaran materi penjumlahan pecahan. Soal pretest dan posttest merupakan soal yang sama. Tes tersebut dibagikan kepada siswa kelas IV.2 dan siswa kelas IV.3 SD Keputran A Yogyakarta. Peneliti akan membandingkan hasil pretest dan hasil posttest kelas kontrol dan kelas

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 eksperimen untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI. 3.8.2 Teknik Pengumpulan Data Kualitatif Dokumentasi berupa video proses pembelajaran digunakan untuk transkripsi pembelajaran oleh peneliti. Dokumentasi dilakukan di kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk membandingkan proses pembelajaran dimasing-masing kelas. Teknik ini dilakukan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI dan kegiatan yang dilakukan dalam proses pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI. Selain video juga terdapat foto-foto proses pembelajaran yang menggambarkan suasana pembelajaran baik di kelas ekseprimen maupun di kelas kontrol. 3.9 Teknik Analisis Data 1. Teknik analisis keterlaksanaan Keterlaksanaan dianalisis dengan melihat jumlah skor pada setiap indikator yang diamati. Adapun kualifikasi keterlaksanaan yang dihitung menggunakan PAP tipe II yaitu sebagai berikut : Tabel 3.9 Kualifikasi keterlaksanaan Persentase 81 % - 100 % 66 % -80 % 56 % - 65 % 46 % - 55 % Dibawah 46 % Rentang Skor 36 – 44 29 – 35 25 – 28 20 -24 Dibawah 20 Kualifikasi Sangat terlaksana Terlaksana Cukup terlaksana Kurang terlaksana Sangat tidak terlaksana

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 2. Teknik analisis data hasil belajar siswa menggunakan program computer SPSS 20 yang meliputi beberapa langkah, yaitu: A. Uji normalitas data Uji normalitas data dengan menggunakan teknik KolmogorovSmirnov. Peneliti menggunakakan teknik Kolmogorov-Smirnov dengan tujuan untuk menentukan jenis statistik yang akan digunakan (Sarwono, 2010:27), kriteria yang digunakan dalam teknik Kolmogorov-Smirnov antara lain : 1) Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, data berdistribusi normal. Jika data berdistribusi normal, teknik statistik inferensial yang digunakan adalah statistik parametrik. 2) Jika harga sig.(2-tailed) ≤ 0,05, data berdistribusi tidak normal. Jika data berdistribusi tidak normal, teknik statistik yang digunakan adalah statistik non-parametrik. B. Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah kedua data memiliki dasar yang sama sehingga memungkinkan untuk dilakukan pembandingan. Uji perbedaan ini dilakukan dengan menganalisis hasil pretest dan posttest yang dilakukan oleh kelas eksperimen dan kelas kontrol. Jika nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa varian dari kedua kelompok data adalah sama (Prayitno, 2008:31). Syarat atau kriteria untuk menilai perbedaan data yaitu : 1) Jika harga sig.(2-tailed)>0,05, hasil pretest dan posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki varians sama.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 2) Jika harga sig.(2-tailed)≤0,05, hasil pretest dan posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki varians berbeda. C. Uji statistik a. Uji perbedaan data pretest Uji perbedaan data pretest dilakukan untuk mengetahui apakah kedua data memiliki dasar yang sama sehingga memungkinkan untuk dilakukan pembandingan. Uji perbedaan ini dilakukan dengan menganalisis hasil pretest yang dilakukan oleh kelas eksperimen dan kelas kontrol. Jika nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa varian dari kedua kelas data adalah sama ( Prayitno, 2008:31). Syarat atau kriteria untuk menilai perbedaan data yaitu : 1) Jika harga sig.(2-tailed)>0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelas kontrol dan eksperimen. Dengan kata lain antara kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki perbedaan data. 2) Jika harga sig.(2-tailed)<0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelas kontrol dan kelas eksperimen. Dengan kata lain antara kelas kontrol dan kelas eksperimen tidak memiliki perbedaan b. Uji perbedaan rata-rata pretest dan posttest Uji perbedaan rata-rata pretest dan posttest digunakan untuk memastikan apakah ada atau tidak ada kenaikan yang terjadi dalam kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan membandingkan rata-rata pretest dan posttest. Pengujian ini dengan menggunakan tingkat signifikansi 5% (Prayitno, 2008:101). Perbandingan tersebut menggunakan kriteria sebagai berikut:

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 1) Jika harga sig.(2-tailed)>0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata pretest dan posttest. 2) Jika harga sig.(2-tailed)≤0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara ratarata pretest dan posttest. c. Uji perbedaan data posttest Uji pengaruh perlakuan dilakukan untuk memastikan apakah ada atau tidak ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kriteria yang digunakan dalam uji pengaruh antara lain: 1) Jika harga sig.(2-tailed) ≤0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. 2) Jika harga sig.(2-tailed) >0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. D. Teknik analisis hasil belajar berdasarkan KKM Hasil belajar siswa yang telah diperoleh dihitung nilai yang tuntas KKM. KKM yang ditetapkan oleh SD Negeri Keputran A Yogyakarta yaitu 70. Hasil belajar kelas eksperimen dihitung jumlah siswa yang nilanya ≥ 70. Begitu juga dengan kelas kontrol yang nilainya ≥ 70. Pendekatan PMRI dikatakan efektif jika jumlah siswa yang tuntas KKM lebih banyak daripada kelas kontrol. E. Teknik analisis keaktifan Analisis keaktifan ada 2 yaitu kuesioner keaktifan dan pengamatan keaktifan . a. Kuesioner keaktifan akan dianalisis dengan melihat jumlah skor yang diperoleh oleh setiap siswa dan skor rata-rata keaktifan kelas. Adapun kualifikasi skor keaktifan berdasarkan kuesioner yang dihitung menggunakan PAP tipe II yaitu:

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Tabel 3.10 Kualifikasi keaktifan berdasarkan kuesioner Persentase 81 % - 100 % 66 % -80 % 56 % - 65 % 46 % - 55 % Dibawah 46 % Rentang Skor 65 – 80 53 – 64 45 – 52 37 – 44 Dibawah 37 Kualifikasi Sangat aktif Aktif Cukup aktif Kurang aktif Sangat tidak aktif b. Pengamatan keaktifan siswa akan dianalisis dengan melihat jumlah skor yang diperoleh oleh setiap siswa kemudian dikualifikasikan sesuai skor yang didapat berdasarkan perhitungan menggunakan PAP tipe II sebagai berikut: Tabel 3.11 Kualifikasi keaktifan berdasarkan pengamatan Persentase 81 % - 100 % 66 % -80 % 56 % - 65 % 46 % - 55 % Dibawah 46 % Rentang Skor 10 – 12 8-9 6–7 4–5 Dibawah 4 Kualifikasi Sangat aktif Aktif Cukup aktif Kurang aktif Sangat tidak aktif 3. Teknik analisis kualitatif Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu transkripsi video pembelajaran yang berlangsung dengan menggunakan pendekatan PMRI. Melalui transkip tersebut mampu mendukung argumen peneliti dalam menganalisa dan membahas hasil penelitian. Transkripsi tersebut dapat terlihat respon guru dan siswa, proses belajar mengajar menggunakan Pendekatan PMRI serta melihat keaktifan siswa saat pembelajaran. Argumen yang disampaikan peneliti didukung dengan menunjuk pada bagian transkripsi tertentu. Selain itu argument peneliti juga dapat didukung dengan gambar kegiatan yang dilakukan siswa dalam pembelajaran.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN, ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pada Bab IV ini peneliti akan menguraikan hasil penelititan, analisis data hasil penelitian dan pembahasan yang telah dirumuskan pada Bab I. Peneliti membagi menjadi 4 bagian sub bab yaitu hasil penelitian, analisis, pembahasan dan keterbatasan penelitian. 4.1 Hasil Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian tahun lalu. Penelitian tahun lalu merupakan penelitian implementasi perangkat pembelajaran yang melihat kemunculan indikator-indikator karakteristik Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Pada penelitian ini meneliti keefektifan pendekatan PMRI terhadap hasil belajar dan keaktifan siswa. Berikut ini hasil penelitian yang diperoleh. 4.1.1 Deskripsi Pembelajaran PMRI di Kelas Eksperimen 4.1.1.1 Keterlaksanaan Pembelajaran PMRI Berdasarkan Dokumentasi Deskripsi pembelajaran setiap pertemuan akan dijelaskan beserta kemunculan karakteristik PMRI dalam proses pembelajaran. Pada setiap pertemuan akan memunculkan kelima karakteristik PMRI dengan keterangan seperti berikut. PMRI 1 = Karakteristik penggunaan konteks PMRI 2 = Karakteristik penggunaan model PMRI 3 = Karakteristik pemanfaatan konstruksi siswa PMRI 4 = Karakteristik interaktivitas PMRI 5 = Karakteristik keterkaitan 40

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 1. Pertemuan Pertama Pada pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 28 Januari 2014 pada pukul 09.35-11.20 WIB. Pada kegiatan awal guru mengkondisikan suasana kelas supaya kondusif karena pembelajaran dilakukan setelah jam istirahat pertama kemudian mengucapkan salam kepada siswa dan menyampaikan materi yang akan dipelajari hari ini yaitu penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Tidak lupa guru juga melakukan presensi untuk mengecek kehadiran siswa. Setelah itu guru mengajak siswa untuk bermain “mencari pasangan”. Siswa terlihat antusias untuk melakukan permainan tersebut. Berikut transkripsi yang menunjukkan munculnya karakteristik PMRI 1 dan PMRI 4. G : Ya kalau tidak ada, pak W nanti akan membagi kertas setiap anak untuk membentuk kelompok melalui potongan kertas ini kemudian kita bermain mencari pasangan. Nanti siswa mengambil satu per satu, yang warnanya sama menjadi satu kelompok. Paham? SS : Pahamm… Guru memanggil satu per satu nama siswa untuk mengambil potongan kertas secara tertib . G : Ya, yang sudah mendapat potongan kertas duduk dahulu. Sudah?? Nanti yang warnanya merah duduk disini, cari temannya sendiri. Kelompok 2 yang warnanya ini disini duduk berhadap-hadapan. Siswa mencari teman sekelompoknya berdasarkan warna yang didapatkannya X11: Pak, warna biru dimana? G : Ohh iya yang wana biru disini. Duduk daling berhadap-hadapan. X2 : Yang kuning pak?? G : Ohh ya ada wana kuning disini. Hijau disini Setiap kelompok menyusun potongan kertas menjadi bentuk lingkaran. Setiap kelompok menyebutkan pecahan yang terbentuk dari lingkaran tersebut sesuai kertas yang diarsir dan menjadikan pecahan itu menjadi nama kelompoknya. Setelah terbentuk kelompok, guru meminta kelompok menunjuk

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 salah satu temannya untuk menjadi ketua supaya setiap kelompok terdapat salah satu siswa yang mampu mengkoordinir kelompoknya. Pada kegiatan inti guru membagikan LKS yang terdiri dari dua buah cerita yang mencerminkan karakteristik PMRI 1. Pada soal cerita nomor 1 menggunakan konteks memotong roti tawar dan pada soal cerita nomor 2 menggunakan konteks memotong dan menggoreng tahu. Konteks yang disajikan dalam soal cerita tersebut merupakan konteks yang dekat dengan kehidupan siswa sehari-hari. Setelah siswa mendapatkan LKS, guru meminta ketua kelompok untuk maju mengambil roti tawar dan tahu sebagai media yang digunakan untuk membantu siswa menyelesaikan soal. Penggunaan media tersebut menunjukkan munculnya karakteristik PMRI 2. Media yang dibagikan pertama yaitu roti tawar untuk mengerjakan soal nomor 1. Kelompok yang sudah mendapat roti tawar langsung mengerjakan soal yang ada di LKS dengan berdiskusi. Bagi yang sudah selesai mengerjakan soal pertama, ketua kelompok mengambil media selanjutnya untuk mengerjakan soal nomor selanjutnya yaitu tahu. Siswa diberi kebebasan untuk cara memotong roti tawar dan tahu sesuai keinginan mereka tetapi sesuai dengan perintah dalam soal. Pembagian media dibagi satu persatu supaya siswa dapat fokus pada setiap nomor soal. Guru selalu berkeliling mendampingi setiap kelompok saat mengerjakan LKS. Setiap anggota kelompok memberikan pendapat mereka saat mengerjakan LKS. Siswa tidak segan untuk bertanya pada guru jika ada instruksi yang kurang jelas. Berikut ini gambar yang menunjukkan siswa menyelesaikan soal dengan menggunakan roti tawar dan tahu sebagai media.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Gambar 4.1 Kegiatan Siswa Menyelesaikan Soal Menggunakan Roti Tawar Gambar 4.2 Kegiatan Siswa Menyelesaikan Soal Menggunakan Tahu Setelah semua kelompok selesai mengerjakan LKS, dilanjutkan presentasi hasil diskusi kelompok yang mencerminkan karakteristik PMRI 4. Kegiatan presentasi hasil diskusi merupakan kegiatan yang jarang dilakukan oleh guru sebelum menggunakaan pendekatan PMRI sehingga siswa masih bingung cara mempresentasikan hasil diskusinya. Berikut ini transkripsi kegiatan presentasi. G: Kelompoknyna siapa yang belum selesai??? Pak W minta semuanya mendengarkan dahulu.. Ternyata anak-anak sudah pintar hanya pak W ingin anak2 berani tampil di depan berbicara apa yang kamu lakukan tadi. Boleh ketuanya, boleh wakilnya. Dari kelompoknya siapa dahului??? BS : Ketuanya saja pakk… G : Caranya maju bagaimana? Tidak asal maju, tugasmu yang sudah kamu kerjakan itu dibicarakan di depan. Ya sekarang kelompoknya X17 maju dibawa tugasnya. Salah tidak apa-apa karena kita sedang belajar. Perhatikan teman kalian ketua kelompok biru mau mempresentasikan hasil kerjanya.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 BS : Sttttt G : Perhatikan teman kalian ketua kelompok biru mau mempresentasikan hasil kerjanya X17 Soalnya dibaca pak?? : G : Ya silahkan boleh dibaca soal…… X17 Ibu memotong roti tawar menjadi empat bagian sama besar. Kemudian : potongan roti tawar tadi dibagikan kepada Evan, Migel dan Tika. Masing-masing mendapat satu potong roti tawar, sehingga masih tersisa 1 potong roti tawar. G : Diulangi,koncomu masih belum bisa belajar dengan baik menghargai teman. jika ada temannya yang berbicara yang lain mendengarkan. Begitu juga jika pak guru sedang berbicara yang lain mendengarkan. Ya silahkan rizka diulangi dibaca. X17 Ibu memotong roti tawar menjadi empat bagian sama besar. Kemudian : potongan roti tawar tadi dibagikan kepada Evan, Migel dan Tika. Masing-masing mendapat satu potong roti tawar, sehingga masih tersisa 1 potong roti tawar. Lalu satu potong roti tawar itu ibu berikan kepada Tika. Berapa bagian roti tawar yang dimiliki Tika sekarang? G : Ya coba ditulis di papan tulis. X17 menulis jawaban kelompoknya Pada saat kegiatan presentasi guru memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya atau memberi tanggapan pada kelompok yang sedang mempresentasikan hasil diskusi yang menunjukkan karakteristik PMRI 3 dan PMRI 4. Namun pada kesempatan untuk bertanya atau memberi tanggapan belum muncul dalam pembelajaran. Setelah kelompok mempresentasikan pekerjaan mereka, guru mengecek jawaban siswa dan mengajak siswa tepuk tangan sebagai penghargaan pada siswa yang sudah berani mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Setelah setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, guru memberikan penjelasan soal pertama tentang penjumlahan pecahan berpenyebut sama menggunakan media roti tawar. Melalui penjelasan tersebut siswa diminta untuk membuat cara menyelesaikan penjumlahan pecahan berpenyebut sama lalu ditulis di LKS. Dalam membuat cara menyelesaikan penjumlahan pecahan

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 berpenyebut sama, setiap siswa diusahakan untuk memberikan pendapat mereka kemudian pendapat tersebut dijadikan satu. Membuat cara menyelesaikan pecahan yang berpenyebut sama ini merupakan karakteristik PMRI 4. Berikut ini gambar kegiatan siswa berdiskusi membuat pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama. Gambar 4.3 Kegiatan Siswa Berdiskusi Membuat Pola Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Sama Setelah tiap kelompok selesai membuat cara penyelesaian masing-masing perwakilan kelompok membacakan hasil diskusi mereka. Siswa membuat rumusan pola penjumlahan dengan bermusyawarah sehingga setiap siswa berperan memberikan pendapat dalam berdiskusi. Dari cara penyelesaian yang telah dibuat oleh siwa tiap kelompok, siswa dibimbing guru membuat kesimpulan bersama-sama tentang cara penyelesaian penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama. Guru dan siswa melakukan tanya jawab untuk menyimpulkan pola penjumlahan berpenyebut sama. Dalam tanya jawab, salah satu siswa memberikan pendapatnya bahwa jika penjumlahan pecahan berpenyebut sama itu hanya pembilangnya saja yang dijumlahkan dan penyebutnya tetap sama. Kegiatan menyimpulkan ini menunjukkan munculnya karakteristik PMRI 3. Setelah menyimpulkan bersama, tidak lupa guru memberikan kesempatan pada siswa jika ada yang belum paham namun kesempatan ini tidak ada yang

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 bertanya. Kegiatan selanjutnya guru membagikan lembar soal evaluasi, siswa mengerjakan soal evaluasi yang dikerjakan secara mandiri. Guru memberikan waktu 15 menit pada siswa untuk mengerjakan soal dan jika sudah selesai siswa mengumpulkan lembar pekerjaan evaluasi dan LKS. Serta mengumpulkan media yang telah digunakan. Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdoa. 2. Pertemuan Kedua Pada pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2014, pukul 08.10-09.20 WIB. Kegiatan diawali dengan berdoa dan memberi salam. Guru mengkondisikan suasana kelas dengan mengatur tempat duduk siswa yang kurang serius saat mengikuti pembelajaran. Kemudian guru mengajak siswa untuk bernyanyi “ambilkan bulan” untuk memotivasi siswa yang termasuk karakteristik PMRI 1. Setelah bernyanyi guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu penjumlahan pecahan berbeda penyebut. Kemudian guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok dengan cara siswa mengambil satu kartu. Pengambilan kartu dilakukan satu per satu sesuai nomor urut presensi. Sebelum siswa mengambil kartu, guru dan siswa menyepakati norma kelas selama pembelajaran. Pada kegiatan menyepakati norma kelas ini menunjukkan munculnya karakteristik PMRI 4. Berikut ini transkripsi yang menunjukkan siswa menyepakati norma kelas. G : “Oiya sebelum melanjutkan pelajaran, ada aturan mengikuti pelajaran. Yang pertama kalau ada yang menjelaskan yang lain mendengarkan, kedua kalau mau bertanya angkat tangan terlebih dahulu tidak asal bicara. Setuju??” BS : “Setuju..” G : “Belum semua setuju. Setuju semua??”” SS : “Setujuuu…”

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Setelah semua menyepakati norma, pembagian kelompok dimulai. Pembagian kelompok ini menunjukkan munculnya karakteristik PMRI 5. Semua siswa yang sudah mendapat kartu berkumpul di dalam kelompok mereka masingmasing sesuai kartu yang mereka dapat (berbentuk bangun datar). Saat pembentukan kelompok, guru mendampingi siswa untuk mengatur tempat duduk. Berikut gambar ketika siswa sedang mencari teman sekelompoknya. Gambar 4.4 Siswa Mencari Teman Sekelompoknya Setelah siswa siap untuk mengikuti pembelajaran, guru membacakan soal pecahan “Dafa dan Putri”. Setelah menceritakan soal, guru mendemonstrasikan memotong terang bulan dan membagi potongan terang bulan sesuai yang ada dalam cerita. Guru membacakan soal yang ada dalam cerita dan siswa mencoba menjawab dengan mengangkat tangan terlebih dahulu sebelum menjawab. Kegiatan ini mencerminkan karakteristik PMRI 1 dan PMRI 5. Berikut gambar ketika guru mendemonstrasikan penyelesaian masalah bersama siswa.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Gambar 4.5 Siswa Bersama Guru Mendemonstrasikan Penjumlahan Pecahan Menggunakan Kue Terang Bulan Guru membagikan LKS dan media yang digunakan yaitu papan terang bulan dan papan pecahan. Media tersebut mampu membuat siswa antusias dalam pembelajaran. Papan pecahan yang yang diberikan kepada siswa yaitu pecahan 1 utuh, setengahan, sepertigaan, seperempatan, seperenaman, dan seperdelapanan). Berikut ini media yang digunakan dalam pembelajaran. Gambar 4.6 Media Papan Pecahan (Sebelah Kiri) dan Papan Terang Bulan (Sebelah Kanan) Setelah media diterima setiap kelompok, siswa mencoba mencari jawaban dengan alat bantu media yang mereka terima. Pertama siswa mengerjakan soal nomor 1 menggunakan media papan terang bulan. Pada soal nomor dua, isswa menyelesaikan soal dengan menggunakan papan pecahan. Dalam penggunaan media papan pecahan, siswa masih tampak bingung tetapi mereka tidak segan

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 untuk bertanya pada guru. Setiap kelompok saling berdiskusi untuk menemukan hasil jawaban mereka. Kegiatan berdiskusi tersebut menunjukkan munculnya karakteristik PMRI 4. Berikut ini gambar siswa sedang berdiskusi bersama kelompoknya. Gambar 4.7 Siswa Berdiskusi Bersama Kelompoknya Setelah siswa selesai mengerjakan LKS bersama dengan teman sekelompoknya, setiap kelompok memilih salah satu wakil kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya yang menunjukkan karakteristik PMRI 4. Guru membahas hasil diskusi siswa satu per satu dan memberikan kesempatan pada siswa yang belum jelas atau memberikan tanggapan pada kelompok yang sedang presentasi (PMRI3 dan PMRI 4). Terdapat beberapa kelompok yang memberikan tanggapan karena jawaban yang mereka temukan berbeda. Kemudian guru menjelaskan jawaban yang tepat dengan menggunakan media papan terang bulan. Berikut ini gambar siswa mempresentasikan jawaban kelompok mereka.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Gambar 4.8 Perwakilan Kelompok Mempresentasikan Hasil Diskusi Kegiatan akhir guru menunjuk beberapa siswa untuk mengerjakan soal penjumlahan pecahan berpenyebut beda kemudian siswa bersama guru menarik kesimpulan bersama-sama. Hal ini menunjukkan munculnya karakteristik PMRI 5. Kemudian guru membagi soal evaluasi kepada siswa untuk dikerjakan. Beberapa saat kemudian siswa mengumpulkan hasil pekerjaan di meja guru. Ketika semua siswa sudah mengumpulkan, guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam dan mempersiapkan siswa untuk mengikuti pelajaran selanjutnya. 3. Pertemuan Ketiga Pertemuan ketiga ini dilaksanakan pada tanggal 8 Februari 2014, pukul 08.10-09.20 WIB. Pada kegiatan awal guru membuka pembelajaran dengan salam kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu penjumlahan berbeda penyebut. Setelah semua siap mengikuti pembelajaran, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok seperti pada pertemuan sebelumnya. Setelah siswa berkumpul didalam kelompok mereka masing-masing, guru mengingatkan beberapa norma yang berlaku selama pembelajaran seperti pada pertemuan lalu. Beberapa saat kemudian guru mengadakan kuis cepat tepat. Siswa mengerjakan soal yang dibacakan oleh guru secara individu. Bagi siswa yang

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 sudah selesai guru mengecek jawaban siswa dan memberikan bintang kepada siswa yang mengerjakan soal dengan benar. Kuis cepat tepat ini membuat siswa antusias dalam menjawab terlebih ketika mendapatkan bintang seperti gambar berikut. Gambar 4.9 Siswa Berebut Menjawab Saat Kuis Cepat Tepat Guru membagikan LKS pada setiap siswa dan membagikan media papan pecahan pada setiap kelompok yang mencerminkan karakteristik PMRI 4. Siswa berdiskusi bersama teman sekelompoknya dan mengerjakan soal yang ada di LKS. Pada soal pertama guru menyajikan permasalahan kontekstual kemudian siswa menyelesaikan soal menggunakan media papan pecahan yang memunculkan karakteristik PMRI 1. Pada soal kedua siswa mengerjakan dengan cara mereka sendiri tanpa menggunakan media. Siswa mengerjakan soal pecahan berpenyebut berbeda dengan cara penyelesaiannya sendiri untuk menyamakan penyebut. Kegitan ini yang memunculkan karakteristik PMRI 2. Guru selalu mendampingi siswa saat mengerjakan LKS di setiap kelompok. Berikut ini gambar kegiatan siswa mengerjakan soal secara berkelompok.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Gambar 4.10 Siswa Mengerjakan Soal Secara Berkelompok Setelah siswa selesai mengerjakan LKS, perwakilan dari masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dengan menuliskan dipapan tulis yang merupakan pencerminan karakteristik PMRI 4. Bagi kelompok yang menjawab benar mendapatkan bintang sebagai penghargaan. Penghargaan bintang ini mampu membuat siswa menjadi lebih aktif untuk mengikuti pembelajaran. Setelah selesai, guru memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya jika ada yang belum jelas atau ingin menanggapi jawaban dari kelompok lain. Pada kesempatan tersebut banyak siswa yang berani untuk menanggapi jawaban teman yang presentasi karena berbeda jawaban dengan kelompok yang presentasi. Hal tersebut ditunjukkan pada transkripsi sebagai berikut. 1 3 13 G X17 : “ + = benar atau salah anak-anak?” 3 4 12 : “ salah pak…” G X23 G X23 G BS G BS G : “ya kita cek bersama-sama. + 4 = 12 + 12 = ? Coba X23 12 : 3 = berapa? 3 :”4”. : “iya. 4 x 1 = berapa??” : “4”. : “ lalu, 12 : 4 = berapa? : “3”. : “3 x 3= berapa?” : ” 9” 1 3 4 9 13 : iya, jadi + = + = . Ya, jawaban X17 benar hanya tadi tidak 3 4 12 12 12 dituliskan caranya”. 1 3

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Di akhir pembelajaran, guru membuat beberapa pertanyaan kemudian menunjuk beberapa siswa untuk menjawab kemudian menarik kesimpulan bersama-sama. Kegiatan menyimpulkan pola penjumlahan berbeda penyebut memunculkan karakteristik PMRI 3. Setelah itu guru membagikan soal evaluasi pada siswa untuk dikerjakan secara individu. Beberapa saat setelah siswa selesai mengerjakan soal evaluasi, guru menutup pembelajaran dengan memberikan beberapa nasihat kepada siswa sebagai refleksi dan penguatan kepada siswa (PMRI 5). Kemudian memberikan tugas rumah pada siswa untuk membuat 2 soal tentang pecahan berbeda penyebut yang akan dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. Penugasan ini merupakan kegiatan yang memunculkan karakteristik PMRI 5. Setelah semua siswa pahan tugas rumah, guru menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup. 4. Pertemuan Keempat Pertemuan keempat dilaksanakan pada tanggal 22 Februari 2014, pukul 08.10-09.20 WIB. Sebelum masuk pada kegiatan awal, guru menasehati siswa terlebih dahulu karena siswa terlambat masuk kelas setelah istirahat. Guru mengawali pembelajaran dengan menjelaskan tujuan pembelajaran dengan memunculkan karakteristik PMRI 5. Kemudian siswa diajak untuk bermain papan harga untuk memotivasi siswa. Sebelum dilakukan permainan guru mengajak siswa untuk mengingat kembali penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan penjumlahan berpenyebut berbeda. Guru mengajak bermain papan harga, setiap siswa mengambil kartu papan harga yang senilai setengah dan satu guru menjelaskan petunjuk permainan yaitu siswa berkumpul sesuai dengan jumlah bilangan yang terdapat dalam cerita yang

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 dibacakan oleh guru. Ketika guru menyebutkan suatu bilangan, maka siswa mencari temannya agar jumlah bilangan yang terbentuk dalam kelompoknya sesuai dengan bilangan yang disebutkan oleh guru. Setelah semua mendapatkan kartu papan harga, guru membacakan cerita tentang pecahan, kemudian siswa berkumpul bersama sesuai jumlah pecahan yang dibacakan oleh guru. Berikut ini gambar ketika siswa bermain papan harga. Gambar 4.11 Siswa Bermain Papan Harga Selesai bermain papan harga, guru mengkondisikan suasana kelas supaya kondusif. Guru kembali mengingatkan siswa pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda dengan beberapa pertanyaan. Siswa berebut untuk menjawab pertanyaan tersebut. Guru menggunakan reward bintang untuk siswa yang dapat menjawab dan menjelaskan langkah penyelesaian dengan tepat. Pada kegiatan inti, guru membagikan LKS kepada siswa, kemudian siswa berdiskusi bersama didalam kelompok. Kelompok sesuai dengan kelompok pada pertemuan lalu. Saat siswa berdiskusi untuk membuat kesimpulan, guru mendampingi siswa disetiap kelompok. Kegiatan berdiskusi bersama teman sekelompok ini menunjukkan karakteristik PMRI 4. Setelah semua kelompok selesai mengerjakan LKS, perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 dengan menuliskan dipapan tulis. Guru membahas setiap hasil kerja kelompok dan memberikan kesempatan pada siswa yang belum paham. Kesempatan untuk bertanya yang menunjukkan karakteristik PMRI 3 itu ternyata tidak ada yang bertanya. Kesimpulan yang dibuat oleh tiap kelompok pada dasarnya memiliki makna yang sama tetapi dalam kata-kata yang berbeda, sehingga guru dan siswa menarik kesimpulan bersama-sama dari beberapa hasil kerja kelompok yang menunjukkan karakteristik PMRI 3. Di akhir kegiatan, guru memberikan kesempatan bertanya lagi pada siswa yang masih belum jelas supaya memastikan siswa sudah paham semua. Selanjutnya guru membagikan lembar evaluasi kepada siswa untuk dikerjakan secara mandiri. Beberapa saat kemudian siswa mengumpulkan pekerjaan mereka masing-masing. Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam. 4.1.1.2 Keterlaksanaan Pembelajaran PMRI Berdasarkan Pengamatan Data keterlaksanaan proses pembelajaran diperoleh dari pengamatan peneliti terhadap pelaksanaan pembelajaran yang ada di kelas eksperimen. Peneliti mengamati melalui lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran. Aspek yang diamati meliputi munculnya kelima karakteristik PMRI dalam pembelajaran. Berikut ini data keterlaksanaan proses pembelajaran. Tabel 4.1 Data Keterlaksanaan Pembelajaran Berdasarkan Pengamatan Pertemuan ke1 2 3 4 1 3 3 3 4 Aspek Kegiatan 2 3 4 5 6 7 8 9 10 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 2 3 3 4 3 3 2 4 2 2 3 3 3 2 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 Total Skor Seluruh Pertemuan Rata-Rata Skor Seluruh Pertemuan 11 4 3 2 4 Total Skor 40 34 29 42 145 36,25 proses

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 4.1.2 Deskripsi Pembelajaran PMRI di Kelas Kontrol Proses pembelajaran di kelas kontrol dilakukan sebanyak 2 kali. Secara umum proses pembelajaran di kelas kontrol pada setiap pertemuan kegitannya hamper sama. Guru menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dalam proses pembelajaran. Saat menjelaskan cara pengerjaan soal, guru menggunakan metode ceramah. Metode tanya jawab digunakan saat tanya jawab membahas soal. Jenis soal yang digunakan oleh guru merupakan soal isian. Pembelajaran di kelas kontrol tidak menggunakan alat peraga untuk menjelaskan materi penjumlahan pecahan berpenyebut sama maupun berpenyebut berbeda. Proses pembelajaran secara umum diawali dengan guru menunjuk salah satu siswa untuk memimpin doa. Siswa memberikan salam kepada guru dan guru membalas salam siswa. Sebelum pembelajaran dimulai, guru mengkondisikan suasana kelas supaya kondusif. Kemudian guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu penjumlahan pecahan. Tidak lupa guru mengecek kehadiran siswa yang tidak berangkat pada hari itu. Kegiatan inti guru meminta siswa untuk membuka buku paket yang dimiliki siswa kemudian guru menjelaskan secara lisan di depan kelas tentang penjumlahan pecahan penyebut sama maupun penjumlahan berpenyebut berbeda dan sesekali menuliskan cara penyelesaian penjumlahan pecahan di papan tulis dari contoh soal. Namun ketika guru menjelaskan didepan kelas, siswa yang duduk dibagian belakang tidak fokus dalam mengikuti pembelajaran tetapi justru sibuk dengan kegiatannya sendiri yaitu menggambar pesawat. Saat menjelaskan, guru memberikan contoh soal kemudian menunjuk siswa untuk mencoba mengerjakan soal tersebut. Setelah guru menjelaskan, guru

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 meminta siswa mengerjakan soal latihan yang ada di buku paket secara mandiri. Guru berkeliling saat siswa mengerjakan tugas untuk mengecek pekerjaan siswa. Jika siswa sudah selesai maka guru membahas bersama dengan meminta siswa menuliskan jawaban di papan tulis bagi siswa yang mau dan berani maju menuliskan jawabannya. Pada kegiatan akhir guru memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya jika ada yang belum paham. Kemudian guru menuliskan 5 soal di papan tulis untuk dikerjakan secara mandiri. Jika siswa sudah selesai mengerjakan diperbolehkan untuk menyiapkan diri untuk mengikuti pembelajaran selanjutnya. 4.1.3 Data Hasil Belajar Data hasil belajar diperoleh dari rata-rata skor yang didapatkan melalui tes. Tes dikerjakan oleh siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tes dilakukan sebanyak dua kali yaitu pretest dan posttest. Data hasil belajar dari pretest dan posttest merupakan tipe soal uraian yang telah dikerjakan oleh siswa baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol dengan soal yang sama. Pretest di kelas eksperimen dilakukan pada tanggal 24 Januari 2014. Pengerjaan soal pretest dikerjakan oleh siswa sebelum siswa mempelajari materi penjumlahan pecahan. Berikut data hasil belajar pretest di kelas eksperimen. Tabel 4.2 Data Hasil Belajar Pretest Kelas Eksperimen No siswa 1 2 3 4 1 3 2 3 2 2a 4 1 2 4 Pre-eksperimen No Item 2b 2c 3 4 3 2 2 1 1 2 2 1 4 4 3 4 3 2 1 2 5 1 2 1 2 Jumlah Nilai 20 11 12 21 7.14 3.93 4.29 7.5

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 3 1 2 2 2 3 1 1 2 2 3 3 1 3 2 3 2 2 1 1 3 1 1 2 2 2 4 2 3 4 1 2 2 3 3 4 4 2 2 2 4 2 1 2 3 3 3 2 2 2 2 3 2 2 2 2 4 2 3 3 2 1 4 4 2 3 3 2 3 2 2 2 3 2 2 2 1 2 2 3 2 2 1 4 3 2 3 2 1 4 4 2 1 2 4 2 2 1 1 2 2 3 3 3 1 2 2 2 2 2 2 1 3 3 3 2 2 2 3 1 2 1 3 3 3 2 2 3 2 3 2 2 1 2 1 1 2 2 2 2 3 2 1 2 1 2 2 1 2 1 2 2 3 2 2 1 1 3 3 3 2 2 1 3 3 2 2 3 1 3 3 2 2 1 3 2 2 4 3 4 3 2 3 2 2 2 1 1 14 13 14 21 13 16 20 14 12 21 19 16 13 14 18 15 17 15 17 16 15 16 14 14 14 14 14 5 4.64 5 7.5 4.64 5.71 7.14 5 4.29 7.5 6.79 5.71 4.64 5 6.43 5.36 6.07 5.36 6.07 5.71 5.36 5.71 5 5 5 5 5 Posttest dilakukan diakhir pembelajaran pada pertemuan keempat yaitu tanggal 22 Februari 2014, setelah mendapatkan pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan. Berikut data hasil belajar posttest di kelas eksperimen. Tabel 4.3 Data Hasil Belajar Posttest Kelas Eksperimen No Siswa 1 2 1 4 2 Post-eksperimen No Item 2a 2b 2c 3 4 4 2 3 4 2 4 3 2 3 3 5 4 3 Jum lah 23 20 Nilai 8.21 7.14

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 4 3 2 4 3 3 2 2 3 4 2 2 4 4 2 2 4 2 2 4 2 3 4 3 2 2 2 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 2 4 3 4 4 3 4 3 4 3 2 3 4 2 3 2 4 3 3 4 3 2 4 3 4 4 4 4 3 4 2 3 3 2 3 3 2 3 3 4 3 2 3 3 4 4 2 4 2 2 3 4 4 3 2 2 3 2 4 3 2 3 3 4 2 3 2 2 4 4 4 4 2 4 4 4 2 2 3 4 3 3 4 2 2 4 3 3 2 3 2 4 2 3 4 4 4 3 4 3 4 2 3 3 4 3 4 4 2 2 2 3 4 4 3 3 3 3 2 2 4 4 3 3 3 3 3 4 3 2 4 4 4 2 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 2 3 3 2 23 23 24 23 21 21 27 26 22 25 19 26 26 18 17 22 26 22 27 25 18 26 21 18 22 21 19 21 24 8.21 8.21 8.57 8.21 7.5 7.5 9.64 9.29 7.86 8.93 6.79 9.29 9.29 6.43 6.07 7.86 9.29 7.86 9.64 8.93 6.43 9.29 7.5 6.43 7.86 7.5 6.79 7.5 8.57 Pretest di kelas kontrol dilakukan sama seperti kelas eksperimen yaitu tanggal 24 Januari 2014. Pengerjaan soal pretest dikerjakan oleh siswa sebelum siswa mempelajari materi penjumlahan pecahan. Banyak siswa yang masih bingung untuk mengerjakan soal pretest tersebut. Data hasil belajar pretest yang diperoleh di kelas kontrol sebagai berikut:

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Tabel 4.4 Data Hasil Belajar Pretest Kelas Kontrol No siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2a 2 2 2 4 2 2 3 2 1 2 2 2 1 2 2 1 1 2 1 2 2 4 2 1 2 4 2 2 1 3 2 2 1 2 2 3 1 4 2 4 2 2 3 2 2 4 2 2 1 2 2 1 2 3 3 2 2 3 2 4 1 2 Pretest No Item 2b 2c 3 2 3 2 1 3 2 3 3 2 2 2 3 2 2 1 3 2 3 2 4 4 2 2 4 4 3 3 1 2 2 3 2 2 2 1 4 4 4 4 1 2 2 2 4 4 3 2 2 2 2 2 3 1 2 2 2 1 4 4 2 3 Jumlah 3 3 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 3 3 2 2 2 4 2 2 2 3 2 1 3 2 3 1 3 2 3 3 2 2 1 2 2 3 2 2 3 2 2 3 4 3 2 2 3 5 3 2 3 3 3 1 3 2 2 2 1 1 2 2 2 3 3 3 2 2 3 2 2 4 3 1 2 2 2 3 3 17 18 15 18 15 12 16 13 15 13 20 12 22 17 13 16 13 15 19 21 15 16 21 17 14 13 18 17 14 21 16 Nilai 6.07 6.43 5.36 6.43 5.36 4.29 5.71 4.64 5.36 4.64 7.14 4.29 7.86 6.07 4.64 5.71 4.64 5.36 6.79 7.5 5.36 5.71 7.5 6.07 5 4.64 6.43 6.07 5 7.5 5.71 Posttest di kelas kontrol dilakukan pada tanggal 25 Februari 2014. Siswa mengerjakan soal setelah materi penjumlahan selesai dilaksanakan. Saat mengerjakan banyak siswa yang terlihat masih bingung untuk mengerjakan soal

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 dalam bentuk soal cerita, terlebih ketika menemukan soal cerita pecahan yang berpenyebut berbeda. Berikut ini data hasil belajar posttest kelas kontrol. Tabel 4.5 Data Hasil Belajar Posttest Kelas Kontrol No siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2a 2 2 2 4 2 4 2 3 3 3 2 2 2 2 4 2 3 3 3 2 3 3 2 2 2 2 4 3 2 3 2 2 2 2 2 2 4 2 2 3 2 2 2 2 3 2 3 2 2 3 3 2 3 3 2 3 3 2 2 3 4 2 Posttest No Item 2b 2c 3 3 2 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 2 1 3 3 3 2 3 2 3 2 2 2 2 2 4 3 2 4 2 2 2 3 3 4 2 2 2 2 1 3 3 2 2 2 2 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 2 3 2 3 2 3 2 2 4 3 2 2 2 2 3 3 3 4 2 2 4 2 3 3 3 2 2 2 3 4 3 2 2 4 3 4 2 3 3 2 2 4 2 2 2 3 2 1 2 3 1 2 3 2 2 2 1 3 2 2 2 2 2 2 3 5 Jumlah 3 18 2 20 2 20 3 24 2 17 1 15 2 20 3 21 2 20 2 22 3 23 2 15 3 20 3 21 2 15 2 23 2 20 3 15 2 17 3 23 2 21 2 20 3 22 2 17 2 14 2 21 2 16 3 24 3 17 2 23 2 16 Nilai 6.43 7.14 7.14 8.57 6.07 5.36 7.14 7.5 7.14 7.86 8.21 5.36 7.14 7.5 5.36 8.21 7.14 5.36 6.07 8.21 7.5 7.14 7.86 6.07 5 7.5 5.71 8.57 6.07 8.21 5.71

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 4.1.4 Data Keaktifan 4.1.4.1 Data Keaktifan Berdasarkan Pengamatan Data keaktifan diperoleh melalui pengamatan yang dilakukan peneliti dan dibantu oleh satu pengamat yang sudah memahami tentang pendekatan PMRI. Pengamatan dilakukan selama pertemuan pembelajaran di kelas eksperimen sebanyak 4 kali dan di kelas kontrol sebanyak 2 kali. Data hasil pengamatan keaktifan diperoleh sebagai berikut: Tabel 4.6 Data Keaktifan Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Berdasarkan Pengamatan No Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Ratarata Pertemuan ke- 1 9 6 7 10 7 8 9 9 9 7 8 10 10 9 7 9 8 9 6 6 6 10 7 6 10 9 7 9 10 9 9 8,22 Kelas Eksperimen Pertemuan Pertemuan ke- 2 ke- 3 10 11 8 8 10 7 9 8 7 8 8 9 11 7 8 9 8 7 8 8 11 9 9 7 8 7 10 8 8 9 10 10 10 6 7 9 9 6 7 9 7 8 9 9 7 8 7 7 9 10 7 8 6 9 9 9 10 10 9 9 7 10 8,48 8,35 Pertemuan ke- 4 10 6 9 9 7 9 7 9 9 8 8 7 10 9 8 7 10 10 6 8 8 9 11 10 8 10 9 7 8 8 10 8,51 Kelas Kontrol Pertemuan Pertemuan ke- 1 ke- 2 7 8 6 7 8 8 10 7 6 9 7 6 9 10 7 6 6 9 10 7 5 8 9 10 7 7 6 8 6 9 7 10 7 5 7 7 8 11 6 7 8 7 7 8 8 7 7 8 9 10 10 8 8 8 8 9 6 10 7 8 8 9 7,75 8,09

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 4.1.4.2 Data Keaktifan Berdasarkan Kuesioner Data keaktifan belajar siswa diambil dari kelas eksperimen dan kelas kontrol melalui kuesioner keaktifan siswa dan pengamatan keaktifan siswa pada setiap pertemuan. Pada kuesioner, siswa menjawab 20 butir pernyataan yang memuat 14 pernyataan favorable dan 6 pernyataan unfavorable. Selain kuesioner, peneliti juga mengamati keaktifan siswa saat mengikuti pembelajaran di setiap pertemuan melalui 14 deskriptor keaktifan. Beikut data keaktifan yang diperoleh. Tabel 4.7 Data Keaktifan Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Berdasarkan Kuesioner No Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Rata-rata Kelas Eksperimen Total Skor 67 52 67 63 59 65 59 64 66 66 53 57 65 64 64 60 68 64 51 62 64 65 68 68 65 64 61 66 68 68 66 63,19 No Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Kelas Kontrol Total Skor 69 59 63 69 63 60 57 58 53 59 59 62 53 58 52 49 54 60 56 53 60 59 57 55 58 59 51 54 45 49 52 56,93

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 4.2 Analisis Data 4.2.1 Keterlaksanaan PMRI di Kelas PMRI 4.2.1.1 Analisis Keterlaksanaan Pembelajaran PMRI Berdasarkan Dokumentasi 1. Pertemuan Pertama Pada pertemuan pertama karakteristik PMRI 1 yaitu penggunaan konteks, muncul ketika siswa diajak untuk melakukan permainan “Mencari Pasangan”. Dalam permainan siswa antusias mengikuti permainan sehingga mampu memotivasi siswa untuk lebih bersemangat mengikuti pembelajaran. Dalam permainan ini siswa diberikan potongan kertas yang terdiri dari beberapa warna. Setelah siswa mendapatkan potongan kertas, lalu mereka mencari teman yang memiliki warna yang sama. Setelah berkumpul bersama teman sekelompoknya, mereka menggabungkan potongan tadi, maka terbentuk lingkaran yang terdapat arsiran sebuah bilangan pecahan. Bilangan pecahan yang didapat akan menjadi nama kelompok mereka. Kemunculan PMRI 1 juga muncul ketika siswa mendapatkan dua buah soal cerita yang berkaitan denga penjumlahan pecahan penyebut sama. Soal cerita yang diberikan merupakan soal cerita dengan menggunakan permasalahan yang kontestual yang dekat dengan kehidupan siswa seperti memotong roti tawar maupun memotong dan menggoreng tahu. Kemunculan karakteristik PMRI 2 penggunaan model pada pertemuan pertama yaitu ketika siswa menyelesaikan soal cerita menggunakan media roti tawar dan tahu. Hal itu muncul pada kegiatan siswa ketika memotong roti tawar dan tahu. Terlihat beberapa cara yang berbeda saat siswa memotong roti tawar maupun tahu.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Kemunculan karakteristik PMRI 3 pemanfaatan konstruksi siswa pada pertemuan pertama muncul saat guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menanggapi jawaban teman yang presentasi dan saat siswa dibimbing guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari yaitu pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Kemunculan karakteristik PMRI 4 interaktivitas muncul ketika siswa membentuk kelompok, menyelesaikan soal menggunakan media roti tawar dan tahu, presentasi, menanggapi atau bertanya pada kelompok yang sedang presentasi, dan saat siswa berdiskusi pola penjumlahan berpenyebut sama. Kemunculan karakteristik PMRI 5 keterkaitan muncul ketika guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Keterlaksanaan kemunculan karakteristik PMRI pada proses pembelajaran melalui lembar pengamatan, total skor pengamatan pada pertemuan pertama yaitu 40. Skor 40 termasuk kualifikasi sangat terlaksana. 2. Pertemuan Kedua Kemunculan karakteristik PMRI 1 pada pertemuan kedua ditunjukkan saat siswa diajak untuk menyanyikan lagu ”ambilkan bulan”. Kegiatan menyanyi ini mampu memotivasi siswa untuk lebih semangat meskipun ada beberapa siswa yang kurang hafal lirik lagu “ambilkan bulan”. Setelah bernyanyi, guru bercerita tentang kue terang bulan milik ibu. Tokoh dalam cerita merupakan tokoh yang dekat dengan kehidupan siswa seperti ibu, kakak, dika yang merupakan salah satu nama siswa. Kemunculan karakteristik PMRI 2 ditunjukkan ketika setiap kelompok dibagikan media untuk membantu siswa menyelesaikan soal. Media yang

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 didapatkan oleh setiap kelompok yaitu papan terang bulan dan satu paket papan pecahan. Papan terang bulan digunakan siswa untuk menyelesaikan soal pertama dan papan pecahan digunakan untuk menyelesaikan soal kedua. Kemunculan karakteristik PMRI 3 ditunjukkan ketika siswa menanggapi presentasi kelompok lain dan bertanya jika ada materi yang belum dipahami. Ada beberapa siswa yang menanggapi jawaban dari kelompok yang presentasi karena jawabannya berbeda kemudian guru menjelaskan kembali penyelesaian soal tersebut. Kemunculan karakteristik PMRI 4 ditunjukkan pada kegiatan siswa berdiskusi menyelesaikan soal menggunakan media papan terang bulan dengan cara mereka. Selain itu juga ditunjukkan dengan adanya presentasi hasil diskusi setiap kelompok. Ketika kelompok lain mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya, siswa lain diberi kesempatan untuk menanggapi. Kemunculan karakteristik PMRI 5 ditunjukkan pada kegiatan pembagian kelompok berdasarkan nomor dada, siswa mendengarkan cerita “dafa dan putri”, kegiatan refleksi dan penguatan diakhir pembelajaran. Keterlaksanaan kemunculan karakteristik PMRI pada proses pembelajaran melalui lembar pengamatan, total skor pengamatan pada pertemuan kedua yaitu 34. Skor 34 termasuk kualifikasi terlaksana. 3. Pertemuan ketiga Kemunculan karakteristik PMRI 1 ditunjukkan pada kegaitan kuis cepat tepat yang menggunakan nama-nama siswa dalam soal cerita, siswa menyelesaikan soal pertama menggunakan media papan pecahan. Penggunaan

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 konteks permasalahan yang ada dalam kehidupan sehari-hari akan memudahkan siswa dalam mengerjakan soal. Kemunculan karakteristik PMRI 2 ditunjukkan ketika siswa menyelesaikan soal kedua dengan cara mereka sendiri tanpa menggunakan media. Terdapat beberapa cara yang digunakan siswa untuk menjawab yaitu menggunakan KPK, perkalian penyebut untuk menyamakan penyebut. Kemunculan karakteristik PMRI 3 ditunjukkan ketika siswa bersama guru menyimpulkan kembali pola penjumlahan pecahan berbeda penyebut. Penyimpulan pola penjumlahan ini didapatkan dari beberapa hasil jawaban siswa saat berdiskusi. Kemunculan karakteristik PMRI 4 ditunjukkan ketika siswa mendapatkan dua buah soal kemudian mendiskusikan cara penyelesaiannya. Setelah selesai perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Kegiatan presentasi juga memberikan kesempatan pada siswa lain yang ingin menanggapi hasil diskusi kelompok yang sedang presentasi. Kemunculan karakteristik PMRI 5 ditunjukkan pada kegiatan refleksi dan penguatan di akhir pembelajaran. Keterlaksanaan kemunculan karakteristik PMRI pada proses pembelajaran melalui lembar pengamatan, total skor pengamatan pada pertemuan ketiga yaitu 29. Skor 29 termasuk kualifikasi terlaksana. 4. Pertemuan Keempat Kemunculan karakteristik PMRI 1 ditunjukkan pada kegiatan permainan “papan harga”. Permainan ini mampu memotivasi siswa untuk lebih bersemangat. Selain itu guru menanyakan kembali pola penjulahan pecahan melalui soal cerita

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 yang didalam soal cerita tersebut terdapat nama-nama siswa sehingga siswa lebih bersemangat untuk menjawab. Kemunculan karakteristik PMRI 2 ditunjukkan dengan adanya kesempatan kepada didea untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang berbeda. Kemunculan karakteristik PMRI 3 ditunjukkan dengan adanya kesempatan bagi siswa yangbelum paham untuk bertanya. Kemunsulan karakteristik PMRI 4 ditunjukkan dengan adanya norma kelas yang telah disepakati siswa pada pertemuan kedua yaitu untuk mendengarkan jika ada yang menjelaskan dan mengangkat tangan sebelum bertanya atau menjawab. Sedangakan kemunculan karakteristik PMRI 5 ditunjukkan pada menyampaian tujuan pembelajara yang akan dilaksanakan. Keterlaksanaan kemunculan karakteristik PMRI pada proses pembelajaran melalui lembar pengamatan, total skor pengamatan pada pertemuan keempat yaitu 42. Skor 42 termasuk kualifikasi terlaksana. 4.2.1.2 Analisis Keterlaksanaan Pembelajaran PMRI Berdasarkan Pengamatan Data keterlaksanaan yang diperoleh jumlah skor tiap pertemuan dikualifikasikan sesuai rentang skor yang sudah ditetapkan. Berikut analisis data keterlaksanaan: Tabel 4.8 Analisis Data Keterlaksanaan Berdasarkan Pengamatan Pertemuan ke1 2 3 4 1 3 3 3 4 Aspek Kegiatan 2 3 4 5 6 7 8 9 10 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 2 3 3 4 3 3 2 4 2 2 3 3 3 2 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 Total Skor Seluruh Pertemuan Rata-Rata Skor Seluruh Pertemuan 11 4 3 2 4 Total Skor 40 34 29 42 145 36,25 Kualifikasi Sangat Terlaksana Terlaksana Terlaksana Sangat Terlaksana Sangat Terlaksana

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Skor yang diperoleh pada tiap pertemuan, dikualifikasikan sesuai rentang skor yang telah ditetapkan. Pada pertemuan pertama termasuk kualifikasi sangat terlaksana karena memiliki skor 40, pertemuan kedua termasuk kualifikasi terlaksana karena memiliki skor 34, pertemuan ketiga termasuk kualifikasi terlaksana karena memiliki skor 29, dan pertemuan keempat termasuk kualifikasi sangat terlaksana karena memilki skor 42. Setelah total skor pada tiap pertemuan dihitung, kemudian semua total skor dari seluruh pertemuan dijumlahkan diperoleh hasil 145. Total skor seluruh pertemuan tersebut lalu dirata-rata. Hasil rata-rata skor seluruh pertemuan di kelas eksperimen yaitu 36,25. Berdasarkan penghitungan rata-rata tersebut berarti keterlaksanaan pembelajaran PMRI di kelas eksperimen sangat terlaksana. 4.2.2 Analisis Data Hasil Belajar 4.2.2.1 Analisis Data Hasil Belajar dengan Uji Statistik A. Uji Normalitas data pretest dan posttest Hasil Belajar Uji normalitas menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov untuk menentukan jenis statistik yang akan digunakan. Analisis data menggunakan hipotesis statistik yaitu: H0 : Data berdistribusi tidak normal. H1 : Data berdistibusi normal. Adapun kriteria yang digunakan dalam teknik Kolmogorov-Smirnov yaitu: a. Jika harga sig.(2-tailed)>0,05, data berdistribusi normal. Jika data berdistribusi normal, teknik statistik inferensial yang digunakan adalah statistik parametrik.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 b. Jika harga sig.(2-tailed)≤0,05, data berdistribusi tidak normal. Jika data berdistribusi tidak normal, teknik statistik yang digunakan adalah statistik non-parametrik. Hasil uji normalitas pretest dan posttest menggunakan teknik KolmogorovSmirnov dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 4.9 Hasil Uji Normalitas Hasil Belajar dengan Kolmogorov-Smirnov Pretest Eksperi men Posttest Eksperimen Pretest Kontrol Posttest Kontrol Mean Std. Deviasi Asymp.Sig. (2tailed) 0,185 Analisis Keterangan 1,009 Kolgomorof Smirnov Z 1,091 5,56 Sig>0,05 Distribusi Normal 8,01 1,038 0,638 0,811 Sig>0,05 5,78 1,011 0,639 0,808 Sig>0,05 6,91 1,081 1,099 0,179 Sig>0,05 Distribusi Normal Distribusi Normal Distribusi Normal Pada tabel 4.9 hasil analisis statistik menunjukkan, pretest kelas kontrol dan posttest kelas kontrol memiliki distribusi data normal karena harga sig.(2tailed) pretest kelas kontrol berada di atas 0,05 yaitu sebesar 0,808 dan harga sig.(2-tailed) postest kelas kontrol 0,179. Pada kelas eksperimen memiliki distribusi data yang normal pada pretest maupun posttest. Harga sig.(2-tailed) pretest kelas eksperimen berada di atas 0,05 yaitu sebesar 0,185 dan harga sig.(2tailed) posttest kelas eksperimen yaitu 0,811. Harga sig.(2-tailed) pretest dan posttest kelas kontrol dan harga sig.(2tailed) pretest dan posttest kelas eksperimen menunjukkan keadaan yang normal atau denga kata lain H0 ditolak dan H1 diterima sehingga aspek hasil belajar pada kedua kelas akan dianalisis dengan menggunakan statistik parametrik.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 B. Uji homogenitas data pretest dan posttest Uji homogenitas ini merupakan uji prasyarat yang harus dilakukan sebelum melakukan uji statistik. Setelah mengetahui bahwa distribusi data normal, maka untuk analisis selanjutnya digunakan statistik parametrik, yaitu Levene’s test. Analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut: H0 : varians sama H1 : varians berbeda Kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut: a. Jika harga sig.(2-tailed)>0,05, hasil pretest dan posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki varians sama. b. Jika harga sig.(2-tailed)≤0,05, hasil pretest dan posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki varians berbeda. Hasil uji homogenitas pretest dan posttest dengan menggunakan SPSS 20 dengan rumus Levene test diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 4.10 Uji Homogenitas Pretest Hasil Belajar Pretest Posttest Levene’s Test 0,000 0,253 Pada tabel 4.10 Sig.(2-tailed) Analisis Keterangan 0,996 0,617 Sig > 0,05 Sig > 0,05 Varian sama Varian sama menunjukkan, harga Sig.(2-tailed) pada pretest dan posttest>0,05. Hasil pretest Sig.(2-tailed)>0,05 yaitu 0,996 dan hasil posttest Sig.(2-tailed)>0,05 yaitu 0,617. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak, artinya hasil pretest dan posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki varians sama.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 C. Uji Statistik 1. Uji perbedaan rata-rata pretest Uji perbedaan pretest dilakukan untuk mengetahui apakah kedua data memiliki dasar yang sama sehingga memungkinkan untuk dilakukan pembandingan. Uji perbedaan ini dilakukan dengan menganalisis hasil rata-rata pretest yang dilakukan oleh kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hipotesis statistik uji perbedaan pretest sebagai berikut. H0 : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata pretest dan rata-rata pretest eksperimen kelas kontrol. Dengan kata lain antara kelas kontrol dan kelas eksperimen tidak memiliki perbedaan H1 : Ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan kata lain antara kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki perbedaan data. Kriteria untuk menilai perbedaan data yaitu : a. Jika harga sig.(2-tailed)>0,05, H0 diterima dan H1 ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelas eksperimen dan pretest kontrol. b. Jika harga sig.(2-tailed)≤0,05, H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelas eksperimen dan pretest kontrol. Hasil analisis data perbandingan rata-rata pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.11 Perbandingan Rata-rata Pretest Hasil Pretest Kelas eksperimen dan kelas kontrol Signifikansi 0,397 Keterangan Tidak ada perbedaan

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Dari tabel 4.11 rata-rata pretest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan bahwa harga (2-tailed)>0,05 adalah 0,397, sehingga dapat diketahui bahwa H0 diterima dan H1 ditolak yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelas eksperimen dan pretest kontrol. Dengan kata lain kelas eksperimen dan keals kontrol berawal dari titik pijak yang sama. 2. Uji perbedaan rata-rata pretest dan posttest Uji perbedaan rata-rata pretest dan posttest digunakan untuk memastikan apakah ada atau tidak ada kenaikan yang terjadi dalam kelas eksperimen dan kontrol dengan membandingkan hasil rata-rata pretest dan posttest. Uji perbedaan ini berkaitan dengan uji normalitas. Pada kelas eksperimen dan kelas kontrol harga sig.(2-tailed) pada rata-rata pretest dan posttest > 0,05 sehingga data tersebut dikatakan normal, sehingga analisis statistik yang digunakan untuk data normal adalah statistik parametrik paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Analisis data pada kelas eksperimen dan kelas kontrol menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut : H0 : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata pretest dan posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara rata-rata pretest dan posttest. H1 : Ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara rata-rata pretest dan posttest. Dengan kriteria sebagai berikut: a. Jika harga sig.(2-tailed)>0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata pretest dan posttest.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 b. Jika harga sig.(2-tailed)≤0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara ratarata pretest dan posttest. Hasil analisis data perbandingan rata-rata pretest dan posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.12 Uji perbedaan rata-rata pretest dan posttest Kelas Eksperimen Kontrol Df 30 30 Sig.(2-tailed) 0,000 0,000 Analisis Sig.≤ 0,05 Sig.≤ 0,05 Keterangan Terdapat perbedaan Terdapat perbedaan Tabel 4.12 menunjukkan bahwa hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol terdapat kenaikan yang signifikan pada rata-rata pretest dan posttest. Hal itu ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed <0,05, yaitu 0,000 pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Maka H0 ditolak dan H1 diterima artinya ada perbedaan yang signifikan antara hasil rata-rata pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara rata-rata pretest dan posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. 4. Uji Perbedaan Posttest Uji perbedaan Posttest dilakukan untuk memastikan ada atau tidak ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Analisis data uji pengaruh perlakuan menggunakan hipotesis statistic two-tailed dan one-tailed. Berikut ini hipotesis statistik two-tailed pada uji perlakuan. H0 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan kata lain perlakuan penggunaan pendekatan PMRI tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 H1 : Terdapat perbedaan yang signifikan atara posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan kata lain perlakuan penggunaan pendekatan PMRI berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa. Kriteria yang digunakan dalam uji perbandingan posttest antara lain: a. Jika harga sig.(2-tailed) ≤0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. b. Jika harga sig.(2-tailed) >0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil uji perbandingan posttest hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan menggunkaan SPSS 20 dengan rumus Independent sample t-test adalah sebagai berikut : Tabel 4.13 Perbandingan Rata-rata Posttest Hasil Posttest Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Sig.(2-tailed) 0,000 Analisis Sig.< 0,05 Keterangan Terdapat pengaruh Hasil uji perbandingan posttest sesuai tabel 4.12 menunjukkan, harga sig.2-tailed ≤ 0,05 yaitu 0,000. Maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan kata lain perlakuan penggunaan pendekatan PMRI berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa. Hasil uji perbandingan untuk menentukan kelas yang lebih efektif dapat dilihat dari hipotesis statistik one-tailed sebagai berikut. H0 : rata-rata skor posttest kelas eksperimen ≤ rata-rata posttest kelas kontrol. H1 : rata-rata skor posttest kelas eksperimen > rata-rata posttest kelas kontrol Dengan kriteria sebagai berikut.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 a. Ho diterima dan H1 ditolak jika t-test ≤ t tabel, maka rata-rata kelas eksperimen ≤ rata-rata kelas kontrol. b. Ho ditolak dan H1 diterima jika t-test > t tabel, maka rata-rata kelas eksperimen > rata-rata kelas kontrol. Berikut hasil analisis statistik One-Tailed. Tabel 4.14 Hasil Analisis One-Tailed Kelas Posttest Eksperimen Kontrol N Mean 31 31 8.02 6.91 Std. Deviation 1.039 1.081 Std. Error Mean T .187 4,109 .194 Berdasarkan tabel 4.13, t-test pada rata-rata posttest yaitu 4,109. T tabel untuk distribusi frekuensi 60 yaitu 1,671. Maka dapat dikatakan bahwa t-test > t tabel yaitu 4,109>1,671. Setelah melihat t-test dan t tabel, kemudian melihat ratarata posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Rata-rata kelas eksperimen > rata-rata kelas kontrol yaitu 8,02>6,91. Sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti rata-rata skor posttest kelas eksperimen > rata-rata posttest kelas kontrol. Selain membandingkan t test dan t hitung serta rata-rata skor, yang perlu dilakukan perbandingan adalah Mean dan standar deviasi. Jika nilai rata-rata kelas mempunyai rata-rata skor tinggi namun standar deviasi rendah, maka kelas tersebut lebih baik dari pada kelas yang mempunyai rata-rata skor rendah namun standar deviasinya tinggi. Pada tabel 4.13 menunjukkan pada kelas eksperimen mempunyai rata-rata skor 8,02 dan standar deviasi 1.039, sedangkan pada kelas kontrol rata-rata skor 6,91 dan standar deviasi 1,081. Maka dapat disimpulkan kelas eksperimen yang menggunakan pendekatan PMRI lebih baik daripada kelas kontrol yang tidak menggunakan pendekatan PMRI.

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 4.2.2.2 Analisis Data Hasil Belajar Berdasarkan KKM Dari data posstest yang diperoleh, dianalisis ketuntasan nilai siswa. Batas tuntas KKM yaitu 70. Jika siswa mendapatkan nilai ≥70 maka dikatakan tuntas, sedangkan siswa yang mendapatkan nilai < 70 maka dikatakan tidak tuntas. Berikut tabel analisis hasil belajar berdasarkan KKM: Tabel 4.15 Analisis Data Hasil Belajar Berdasarkan KKM Kelas Eksperimen No Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 1 4 2 4 3 2 4 3 3 2 2 3 4 2 2 4 4 2 2 4 2 2 4 2 3 4 3 2 2 2 Post-eksperimen No Item 2a 2b 2c 3 4 2 3 4 4 3 2 3 4 3 3 2 4 2 4 4 4 3 3 4 3 4 2 4 3 2 3 4 4 3 3 2 3 2 4 4 4 4 4 4 4 3 2 4 3 3 4 2 4 4 2 2 4 3 2 3 4 2 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 4 2 2 4 4 2 2 4 4 3 4 4 3 2 3 2 4 4 3 4 2 3 2 3 3 2 3 4 3 3 2 4 2 3 4 3 3 4 2 4 3 2 3 4 2 3 4 3 4 3 4 2 3 3 4 3 4 4 2 2 2 3 4 4 3 3 3 3 2 2 4 4 3 5 4 3 3 3 4 3 2 4 4 4 2 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 2 3 Jum lah 23 20 23 23 24 23 21 21 27 26 22 25 19 26 26 18 17 22 26 22 27 25 18 26 21 18 22 21 19 Nilai 8.21 7.14 8.21 8.21 8.57 8.21 7.5 7.5 9.64 9.29 7.86 8.93 6.79 9.29 9.29 6.43 6.07 7.86 9.29 7.86 9.64 8.93 6.43 9.29 7.5 6.43 7.86 7.5 6.79 Keterangan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 30 31 3 4 3 4 2 3 3 2 4 4 3 3 3 2 21 24 7.5 8.57 Tuntas Tuntas Pada tabel 4.15 menunjukkan dari 31 siswa di kelas eksperimen terdapat 25 siswa atau 80,64% yang mendapatkan nilai diatas KKM atau tuntas KKM. Maka dapat disimpulkan terdapat 80,64% siswa tuntas KKM. Sedangakan di kelas kontrol diperoleh tabel analisis data sebagai berikut: Tabel 4.16 Analisis Data Hasil Belajar Berdasarkan KKM Kelas Kontrol No siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 1 2a 2 2 2 4 2 4 2 3 3 3 2 2 2 2 4 2 3 3 3 2 3 3 2 2 2 2 4 3 2 3 2 2 2 2 2 2 4 2 2 3 2 2 2 2 3 2 3 2 2 3 3 2 3 3 2 3 Posttest No Item 2b 2c 3 3 2 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 2 1 3 3 3 2 3 2 3 2 2 2 2 2 4 3 2 4 2 2 2 3 3 4 2 2 2 2 1 3 3 2 2 2 2 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 2 3 2 3 2 3 2 2 4 3 2 2 2 2 3 3 3 4 2 2 4 2 3 3 Keterangan 4 3 4 2 3 3 2 2 4 2 2 2 3 2 1 2 3 1 2 3 2 2 2 1 3 2 2 2 2 5 Jumlah 3 18 2 20 2 20 3 24 2 17 1 15 2 20 3 21 2 20 2 22 3 23 2 15 3 20 3 21 2 15 2 23 2 20 3 15 2 17 3 23 2 21 2 20 3 22 2 17 2 14 2 21 2 16 3 24 Nilai 6.43 7.14 7.14 8.57 6.07 5.36 7.14 7.5 7.14 7.86 8.21 5.36 7.14 7.5 5.36 8.21 7.14 5.36 6.07 8.21 7.5 7.14 7.86 6.07 5 7.5 5.71 8.57 Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 29 30 31 3 2 4 2 3 2 3 2 3 2 3 2 2 4 2 2 2 3 3 2 2 17 23 16 6.07 8.21 5.71 Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Pada tabel 4.16 menunjukkan dari 31 siswa di kelas kontrol terdapat 19 siswa atau 61,29% siswa yang tuntas KKM atau memiliki nilai diatas atau sama dengan 70. Persentase ketuntasan hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol disajikan dalam bentuk diagram sebagai berikut. Diagram 4.1 Hasil Belajar Berdasarkan KKM 100% 80.64% 80% 61.29% 60% Tuntas 38.71% 40% Tidak Tuntas 19.36% 20% 0% Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Pada diagram 4.1 menunjukkan persentase ketuntasan rata-rata hasil belajar berdasarkan KKM pada kelas eksperimen yang pembelajarannya menggunakan pendekatan PMRI lebih tinggi daripada kelas kontrol yang pembelajarannya menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Hal itu ditunjukkan dengan persentase ketuntasan rata-rata hasil belajar kelas eksperimen 80,64% dan kelas kontrol 61,29%. 4.2.3 Analisis Data Keaktifan 4.2.3.1 Analisis Data Keaktifan Berdasarkan Pengamatan Pengamatan keaktifan dianalisis dengan melihat jumlah skor yang diperoleh oleh setiap siswa disetiap pertemuan. Selain itu peneliti juga

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 menganalisis skor rata-rata keaktifan kelas. Berikut ini hasil pengamatan keaktifan siswa kelas eksperimen. Tabel 4.17 Analisis Data Pengamatan Keaktifan Kelas Eksperimen No Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 SKOR TIAP PERTEMUAN I 9 6 7 10 7 8 9 9 9 7 8 10 10 9 7 9 8 9 6 6 6 10 7 6 10 9 7 9 10 9 9 Kualifikasi Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Sangat Aktif Cukup Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Sangat Aktif Sangat Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Sangat Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Sangat Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Sangat Aktif Aktif Aktif II 10 8 10 9 7 8 11 8 8 8 11 9 8 10 8 10 10 7 9 7 7 9 7 7 9 7 6 9 10 9 7 Kualifikasi Sangat Aktif Aktif Sangat Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Sangat Aktif Aktif Aktif Aktif Sangat Aktif Aktif Aktif Sangat Aktif Aktif Sangat Aktif Sangat Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Sangat Aktif Aktif Cukup Aktif III 11 8 7 8 8 9 7 9 7 8 9 7 7 8 9 10 6 9 6 9 8 9 8 7 10 8 9 9 10 9 10 Kualifikasi Sangat Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Aktif Sangat Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Cukup Aktif Sangat Aktif Aktif Aktif Aktif Sangat Aktif Aktif Sangat Aktif IV 10 6 9 9 7 9 7 9 9 8 8 7 10 9 8 7 10 10 6 8 8 9 11 10 8 10 9 7 8 8 10 Kualifikasi Sangat Aktif Cukup Aktif Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Cukup Aktif Sangat Aktif Aktif Aktif Cukup Aktif Sangat Aktif Sangat Aktif Cukup Aktif Aktif Aktif Aktif Sangat Aktif Sangat Aktif Aktif Sangat Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Aktif Sangat Aktif Berdasarkan tabel 4.17 dapat terlihat persentase siswa yang sangat aktif, aktif, cukup aktif dan kurang aktif. Berikut ini tabel persentase siswa tiap pertemuan di kelas eksperimen.

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Tabel 4.18 Persentase Keaktifan Siswa Kelas Eksperimen Kriteria Sangat aktif Aktif Cukup aktif Kurang aktif Pertemuan I 19,35% 45,16% 35,48% 0% Pertemuan II 25,80% 45,16% 29,03% 0% Pertemuan III 16,12% 58,06% 25,80% 0% Pertemuan IV 25,80% 51,61% 22,58% 0% Rata-rata 21,77% 50% 28,22% 0% Kriteria keaktifan kelas dalam pengamatan kelas yaitu diatas kriteria cukup, maka di kelas ekperimen terdapat 21,77% siswa sangat aktif dan 50% siswa aktif. Hasil keaktifan kelas eksperimen akan dibandingkan dengan hasil keaktifan kelas kontrol. Berikut ini analisis data pengamatan keaktifan siswa kelas kontrol. Tabel 4.19 Analisis Data Pengamatan Keaktifan Kelas Kontrol Kelas Kontrol Pertemuan No siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 I 7 6 8 10 6 7 9 7 6 10 7 9 7 6 6 7 7 7 8 6 8 7 8 7 Kualifikasi Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Sangat Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Sangat Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif II 8 7 8 7 9 6 10 6 9 7 8 10 7 8 9 10 8 7 11 7 7 8 7 8 Kualifikasi Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Sangat Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Sangat Aktif Cukup Aktif Aktif Aktif Sangat Aktif Aktif Cukup Aktif Sangat Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 25 26 27 28 29 30 31 9 10 8 8 6 7 8 Aktif SA Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif 10 8 8 9 10 8 9 Sangat Aktif Aktif Aktif Aktif Sangat Aktif Aktif Aktif Berdasarkan tabel 4.19 dapat terlihat persentase siswa yang sangat aktif, aktif, cukup aktif dan kurang aktif. Berikut ini tabel persentase siswa tiap pertemuan di kelas kontrol. Tabel 4.20 Persentase Keaktifan Siswa Kelas Kontrol Kriteria Sangat aktif Aktif Cukup aktif Kurang aktif Pertemuan I 9,67% 32,25% 58,06% 0% Pertemuan II 19,35% 48,38% 32,25% 0% Rata-rata 14,51% 40,32% 45,16% 0% Batas keaktifan kelas yaitu diatas kriteria cukup, maka di kelas kontrol terdapat 14,51% siswa sangat aktif dan 40,32% siswa aktif. 4.2.3.2 Analisis Data Keaktifan Berdasarkan Kuesioner Kuesioner keaktifan dianalisis dengan melihat jumlah skor yang diperoleh oleh setiap siswa dan skor rata-rata keaktifan kelas. Analisis data yang diperoleh untuk kuesioner keaktifan di kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu: Tabel 4.21 Analisis Data Kuesioner Keaktifan Berdasarkan Kuesioner No Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelas Eksperimen Total Kualifikasi Skor 67 Sangat aktif 66 Sangat Aktif 67 Sangat aktif 63 Aktif 59 Aktif 68 Sangat aktif 59 Aktif 64 Aktif 66 Sangat aktif Kelas Kontrol Total Kualifikasi Skor 69 Sangat aktif 59 Aktif 63 Aktif 69 Sangat aktif 63 Aktif 60 Aktif 57 Aktif 58 Aktif 53 Aktif

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 66 53 57 65 64 64 60 68 64 68 62 64 65 68 68 65 64 61 66 68 68 68 Sangat aktif Aktif Aktif Sangat aktif Aktif Aktif Aktif Sangat aktif Aktif Sangat Aktif Aktif Aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Aktif Aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif Sangat aktif 59 59 62 53 58 66 60 54 60 56 53 60 65 57 55 58 59 65 54 56 68 62 Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Sangat Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Sangat Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Sangat Aktif Aktif Aktif Sangat Aktif Aktif Tabel 4.21 menunjukkan pada kelas eksperimen terdapat 54,84% siswa termasuk kriteria sangat aktif dan 45,16% siswa termasuk kriteria aktif. Pada kelas kontrol terdapat 19,35% siswa termasuk kriteria sangat aktif dan 80,64% siswa termasuk kriteria aktif. Perbedaan persentase kriteria keaktifan siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol disajikan dalam bentuk diagram untuk memudahkan dalam membandingkan. Berikut ini diagram keaktifan kelas ekperimen dan kelas kontrol. Diagram 4.2 Keaktifan siswa berdasarkan kuesioner Kelas Eksperimen 0% 0% Sangat Aktif Aktif 45.16% 54.84% Cukup Aktif Kurang Aktif

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Diagram 4.3 Keaktifan siswa berdasarkan kuesioner Kelas Kontrol 0% 0% Sangat Aktif 19.35% Aktif Cukup Aktif 80.65% Kurang Aktif 4.3 Pembahasan 4.3.1 Keterlaksanaan Pembelajaran PMRI Proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PMRI harus dimulai sesuatu yang nyata atau mampu dibayangkan oleh siswa sehingga siswa dapat terlibat dalam proses pembelajaran secara bermakna. Peran guru dalam pembelajran yaitu sebagai fasilitator, membangun pengajaran yang interaktif, guru harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif menyumbang pada proses belajar dirinya, dan secara aktif membantu siswa dalam menfsirkan persoalan riil, serta guru tidak terpancang pada materi yang termasuk dalam kurikulum, melainkan aktif mengaitkan kurikulum dengan dunia riil, baik fisik maupun sosial. Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) mempunyai 5 karakteristik. Karakteristik itu diantaranya adalah karakteristik penggunaan konteks, karakteristik pemanfaatan konstruksi siswa, karakteristik interaktivitas, karakteristik penggunaan model, dan karakteristik keterkaitan. Proses pembelajaran dengan menggunakan memunculkan kelima karakteristik PMRI. pendekatan PMRI harus

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Pada penelitian yang telah dilakukan, pembelajaran dilakukan oleh wali kelas yang lebih mengenal karakteristik siswanya. Keterlaksanaan pendekatan PMRI didalam pembelajaran diperoleh dua data penelitian yaitu berdasarkan dokumentasi dan berdasarkan pengamatan untuk melihat kemunculan karanteristik PMRI. Pada setiap pertemuan sebanyak 4 kali pertemuan menunjukkan bahwa kelima karakteristik PMRI muncul pada setiap pembelajaran sehingga keterlaksanaan pendekatan PMRI dalam proses pembelajaran sangat terlaksana. Hal tersbut ditunjukkan dengan perhitungan skor rata-rata yang diperoleh melalui pengamatan pada seluruh pertemuan diperoleh 36,25 yang termasuk dalam kriteria sangat terlaksana. 4.3.2 Keefektifan PMRI 4.3.2.1 Keefektifan PMRI Berdasarkan Hasil Belajar Hasil belajar adalah skor atau nilai yang menunjukkan perubahan anak dari segi kognitif, afektif, dan psikomotorik, namun penelitian ini hanya melihat dari segi kognitif saja untuk melihat hasil belajar. Hasil belajar dapat diukur dengan tes atau evaluasi. Tes yang digunakan berupa soal cerita yang merupakan soal cerita yang konteks dan sering dijumpai oleh siswa. Soal tes yang akan digunakan menjadi soal pretest dan posttest telah diuji terlebih dahulu untuk melihat tingkat valid dan reliabelnya di SD yang berbeda. Analisis data hasil belajar menggunakan 2 cara yaitu menggunakan SPSS SPSS 20 for windows dan ditijau dari ketuntasan hasil belajar berdasarkan KKM. Hasil belajar dengan menggunakan program komputer SPSS 20 for windows dilakukan dengan beberapa langkah yaitu uji normalitas, ujihomogenitas, uji perbedaan rata-rata pretest dan posttest serta uji pengaruh perlakuan.

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan Kolgomorov Smirnov Z. Hasil analisis statistik menunjukkan, aspek pretest kelas kontrol dan posttest kelas kontrol memiliki distribusi data normal karena harga sig (2-tailed) pretest kelas kontrol berada di atas 0,05 yaitu sebesar 0,808 dan harga sig (2-tailed) postest kelas kontrol 0,179. Pada kelas eksperimen jugaa memiliki distribusi data yang normal pada pretest maupun posttest. Harga sig (2-tailed) pretest kelas eksperimen berada di atas 0,05 yaitu sebesar 0,185 dan harga sig (2-tailed) posttest kelas eksperimen yaitu 0,811. Setelah melakukan uji normalitas maka dilakukan uji homogenitas menggunakan Levene test. Hasil uji statistik untuk analisis data pretest menunjukkan harga Sig. > 0,05 yaitu sebesar 0.996. Sedangkan untuk analisis data posttest menunjukkan harga sig. > 0,05 yaitu 0,617. Hal ini menunjukkan adanya homogenitas data pada data pretest maupun posttest. Uji statistik selanjutya setelah data penelitian normal dan homogen yaitu menggunakan statistic parametris. Statistik parametris yang digunakan adalah Paired t-test untuk melihat perbedaan rata-rata pretest dan posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari analisis data yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol terdapat kenaikan yang signifikasn pada rata-rata pretest dan posttest. Hal itu ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed) <0,05, yaitu 0,000. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara rata-rata pretest dan posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen dan kelas kontrol sama-sama terdapat kenaikan pada rata-rata pretest dan posttest untuk itu akan dibandingkan untuk mengetahui

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 apakah penggunaan pendekatan PMRI berpengaruh terhadap hasil belajar. Hasil analisis akan digunakan sebagai titik pijak untuk menarik kesimpulan apakah hasil penelitian ini menerima atau menolak hipotesis penelitian. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah jika nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara data posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil uji statistik menggunakan Independent Sample t-test melihat dari two-tailed dan one-tailed. Pada hasil sig.2-tailed > 0,05 yaitu 0,000. Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada hasil one-tailed digunakan untuk melihat kelas yang lebih tinggi rata-rata skor posttestnya, diperlukan pembandingan t test dan t tabel. Jika t test > t tabel, maka µ E > µ K sehingga rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi dari rata-rata kelas kontrol. Jika t test ≤ t tabel, maka µE ≤ µK sehingga ratarata posttest kelas eksperimen lebih rendah dari rata-rata kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji statistik t-test pada rata-rata posttest yaitu 4,109. T tabel untuk distribusi frekuensi 60 yaitu 1,671. Maka dapat dikatakan bahwa t-test > t tabel yaitu 4,109 > 1,671. Setelah melihat t-test dan t tabel, kemudian melihat rata-rata posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil perbandingan rata-rata posttest menunjukkan rata-rata posttest kelas eksperimen yaitu 8,02 dan kelas kontrol yaitu 6,91. Berdasarkan hasil perbandingan rata-rata posttest dapat dikatakan bahwa rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol yaitu 8,02 > 6,91. Uj perbandingan posttest masih dilihat dari rata-rata skor kelas dan standar deviasi. Jika nilai rata-rata kelas mempunyai rata-rata skor tinggi namun standar

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 deviasi rendah, maka kelas tersebut lebih baik dari pada kelas yang mempunyai rata-rata skor rendah namun standar deviasinya tinggi. Pada hasil statistik menunjukkan pada kelas eksperimen mempunyai rata-rata skor 8,02 dan standar deviasi 1.039, sedangkan pada kelas kontrol rata-rata skor 6,91 dan standar deviasi 1,081. Perbandingan rata-rata dan standar deviasi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dikatakan bahwa kelas eksperimen yang menggunakan pendekatan PMRI lebih baik daripada kelas kontrol yang tidak menggunakan pendekatan PMRI. Analisis data hasil belajar selain menggunakan program SPSS, juga menggunakan pedoman Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Batas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) di SD Negeri Keputran A Yogyakarta yaitu ≥ 70. Setelah hasil belajar siswa dari data posttest di rata-rata kemudian dibandingkan dengan nilai KKM. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kelas eksperimen lebih banyak siswa yang tuntas KKM dari pada kelas kontrol. Kelas eksperimen memiliki persentase sebanyak 80,64% siswa yang tuntas KKM sedangkan kelas kontrol hanya memiliki persentase sebanyak 61,19%. Berdasarkan hasil penghitungan uji statistik dan KKM dapat dikatakan bahwa pendekatan PMRI efektif terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Keputran A Yogyakarta pada pembelajaran materi penjumlahan pecahan. 4.3.2.2 Keefektifan PMRI Berdasarkan Keaktifan Keaktifan merupakan kegiatan belajar yang dilakukan dalam proses pembelajaran (mencari informasi, mengolah informasi, dan menyimpulkannya untuk kemudian diterapkan/dipraktikkan) dengan menyediakan lingkungan belajar

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 yang menyenangkan. Keaktifan belajar siswa ini sangat perlu dilakukan agar belajar menjadi efektif dan dapat mencapai hasil yang diinginkan. Penelitian yang telah dilakukan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol melalui pengamatan dan kuesioner keaktifan siswa. Hasil pengamatan keaktifan menunjukkan di kelas eksperimen terdapat 21,77% siswa sangat aktif dan 50% siswa aktif, sedangkan di kelas kontrol terdapat 14,51% siswa sangat aktif dan 40,32% siswa aktif. Hasil keaktifan didukung dengan hasil kuesioner keaktifan yang menunjukkan bahwa di kelas eksperimen terdapat 54,83% siswa sangat aktif dan 45,16% siswa aktif, sedangkan kelas kontrol terdapat 19,35% siswa sangat aktif dan 80,64% siswa aktif. Hasil pengamatan dan kuesioner keaktifan siswa menunjukkan pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Maka dapat dikatakan bahwa pendekatan PMRI efektif terhadap keaktifan siswa kelas IV SD Negeri Keputran A Yogyakarta pada pembelajaran materi penjumlahan pecahan. 4.4 Keterbatasan Penelitian Keterbatasan dalam penelitian ini yaitu jumlah pertemuan yang berbeda antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen terdapat 4 pertemuan dan kelas kontrol 2 pertemuan. Perbedaan pertemuan ini membuat kualitas data yang diperoleh dalam kelas kontrol kurang maksimal.

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab V ini akan menguraikan kesimpulan dan saran. Bagian kesimpulan menunjukkan hasil penelitian yang menjawab dari hipotesis penelitian. Bagian saran berisi tentang saran bagi penelitian selanjutnya. 5.1 Kesimpulan 5.1.1 Keterlaksanaan PMRI di SD Negeri Keputran A Yogyakarta terlihat dari munculnya kelima karakteristik PMRI. Karakteristik penggunaan konteks terlihat pada setiap pembelajaran seperti penyajian masalah kontekstual atau soal cerita secara lisan atau tertulis. Karakteristik penggunaan model terlihat saat guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan penyelesaian masalah yang berbeda-beda, menggunakan model-model yang dikembangkan oleh siswa untuk membangun suatu prosedur penyelesaian. Karakteristik pemanfaatan konstruksi siswa tercermin ketika guru memberi kebebasan kepada siswa untuk menemukan cara menyelesaikan soal yang diberikan seta ketika guru membimbing siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Karakteristik interaktivitas muncul ketika guru membangkitkan motivasi belajar siswa dengan kegiatan yang menarik seperti permainan atau lagu, guru memberi kebebasan kepada siswa untuk saling berdiskusi berkaitan dengan materi yang diajarkan, guru memberikan instruksi kepada siswa untuk menggunakan model-model yang dibangun oleh siswa untuk masalah kontekstual yang diberikan dan guru memberikan instruksi kepada siswa untuk saling bertanya jawab. Karakteristik keterkaitan muncul ketika guru 90

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 mengaitkan konsep matematika dengan konsep dari mata pelajaran lain berdasarkan dengan topik yang diajarkan, dan ketika guru melakukan refleksi dan penguatan. Keterlaksanaan berdasarkan pengamatan proses pembelajaran setiap pertemuan didapatkan rata-rata sebesar 36,25 yang termasuk kriteria sangat terlaksana. 5.1.2 Keefektifan PMRI berdasarkan hasil belajar dan keaktifan siswa menunjukkan bahwa PMRI efektif digunakan dalam pembelajaran penjumlahan pecahan kelas IV SD Negeri Keputran A Yogyakarta. Pendekatan PMRI berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD SD Negeri Keputran A Yogyakarta. Hal itu ditunjukkan pada hasil analisis statistik data posttest kelas eksperimen bahwa signifikansi data harga sig.(2-tailed) ≤ 0,05 yaitu 0,000. Sehingga H0 diterima maka H1 ditolak dengan kata lain pendekatan PMRI berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar. Selain itu hasil posttest menunjukkan t test > t hitung yaitu 4,109>1,671 maka rata-rata skor posttest kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol yaitu 8,02>6,91. Keefektifan PMRI juga dilihat dari hasil posttest berdasarkan KKM yaitu terdapat 80,64% siswa di kelas eksperimen tuntas KKM. Keefektifan PMRI terhadap keaktifan ditinjau dari pengamatan keaktifan menunjukkan bahwa di kelas eksperimen terdapat 21,77% siswa sangat aktif dan 50% siswa aktif. Keaktifan siswa diperkuat dengan hasil kuesioner yang menunjukkan bahwa terdapat 54,83% siswa termasuk kriteria sangat aktif dan 45,16% siswa termasuk kriteria aktif. Maka penggunaan pendekatan

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 PMRI efektif terhadap hasil belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran penjumlahan pecahan kelas IV SD Keputran A Yogyakarta. 5.2 Saran Berdasarkan hasil analisis dan kesimpulan penelitian, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut. 1. Bagi Peneliti lain Peneliti memberikan saran kepada peneliti lain sebagai berikut. a. Peneliti lain perlu memperhatikan alokasi waktu pada setiap pertemuan supaya siswa memiliki kesempatan untuk mencoba dan pembahasan yang lebih optimal. b. Peneliti lain dapat mengembangkan perangkat pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI pada materi lain tidak hanya materi penjumlahan pecahan. 2. Bagi Guru a. Guru lebih mempelajari pendekatan PMRI untuk merancang pembelajaran matematika dengan lebih inovatif di sekolahnya. b. Guru lebih memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar siswa sebagai bahan untuk mempelajari materi pembelajaran matematika.

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 DAFTAR REFERENSI Arikunto, Suharsimi. 2000. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineta Cipta. Budiyono. (2008). Kesalahan mengerjakan soal cerita dalam pembelajaran Matematika. Jurnal. Surakarta: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret BSNP. 2006. Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan dasar SD/MI. Jakarta: Depdiknas. Daryanto,dkk. 2012. Konsep Pembelajaran Kreatif. Malang. Gava Media Denim. 2008. Media Komunikasi Pendidikan: pelayanan professional pembelajaran dan mutu hasil belajar. Jakarta: Bumi Aksara Dimyati & Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineta Cipta Gora, dkk. 2009. Pakematik. Jakarta: PT Kompas Gramedia Hadi, S. 2005. Pendidikan Matematika Realistik dan Implementasinya. Banjarmasin: Tulip. Heruman. 2007. Pendekatan Matematika di Sekolah Dasar. Bandung: Rosdakarya. Kartika. 2011. Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik dan Penalaran Operasional Konkret Terhadap Prestasi Belajar Matematika. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Komalasari, Kokom. 2011. Pembelajaran Kontekstual Konsep dan Aplikasi. Bandung: Refika Aditama. Marsigit. 2009. Matematika I untuk SMP Kelas VII. Jakarta: Yudistira. Masidjo. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius.

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Latrisariasih, Monica. 2012. Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar Menggunakan Pendekatan Kontekstual Pada Materi Pecahan Siswa Kelas IV SD Kanisius Sorowajan Semester II Tahun Pelajaran 2011/2012. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Mulyasa. 2008. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kemandirian Guru dan Kepala Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara. Mardha, Noviati. 2012. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Penjumlahan Pecahan yang Mencakup Interaktivitas dengan Pendekatan PMRI. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Pat, H., & Lewis, G. 2008. Pembelajaran Aktif: Meningkatkan Keasyikan Kegiatan di Kelas. Jakarta: Indeks. Rumianti, Novi. 2013. Implementasi Perangkat Pembelajaran Penjumlahan Pecahan Menggunakan Pendekatan PMRI Kelas IV SD N Daratan Minggir Sleman. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Sanjaya, W. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media. Sardiman. 2007. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Siregar, Eveline. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Penerbit Ghalia Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sukayati. 2003. Pecahan. Yogyakarta: Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) Matematika. Supardi. 2013. Sekolah Efektif, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Supinah. 2008. Pembelajaran Matematika SD dengan Pendekatan Kontekstual dalam Melaksanakan KTSP. Yogyakarta: Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenanga Kependidikan Matematika. Suryanto, dkk. 2010. Sejarah Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Yogyakarta: Koleksi Pustaka. Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. 2007. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung:Imtima. Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka. Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif. Jakarta: Kencana. Uno, H. B., & Mohamad, N. 2011. Belajar Dengan Pendekatan PAIKEM:Pembelajaran Aktif, Inovatif, Lingkungan, Kreatif, Menarik. Jakarta: Bumi aksara. Wijaya, Aryadi. 2012. Pendidikan Matematika Realistik Suatu Alternatif Pendekatan Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Graha Ilmu. Kusumaningtyas, Windha Kartika. 2012. Penerapan PMRI Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Berbantuan Alat Peraga Materi Pecahan. Jurnal. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Yamin. 2007. Kiat Membelajarkan Siswa. Jakarta:gaung persada (GP) press.

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(119) [1] PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SILABUS Nama Sekolah : SD N Keputran A Mata Pelajaran : Matematika Kelas Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok : IV : 9 x 35 menit (4 JP) Pengalaman Belajar Indikator 6. 6. 3 Penjumlahan Pertemuan 1 1. Kognitif Menggunakan Menjumlah pecahan - Siswa diajak untuk pecahan k an berpenyebut melakukan permainan mencari penjumlahan pecahan dalam pecahan sama pasangan. dengan penyebut sama. a. Menemukan pola pemecahan - Guru mennayakan berapa masalah bentuk pecahan pada kertas ke dalam kalimat yang diarsir dari setiap matematika. kelompok - Bentuk pecahan itu b. Mengubah soal cerita Penilaian Jenis: Tertulis Sumber Bahan/Alat Sumber: Mustaqin, Burhan dan Ari Teknik: Astuty. 2008. Tes dan Ayo Belajar non tes Matematika Untuk SD dan MI c. Menjumlahkan Bentuk tes: Kelas IV. Jakarta dua pecahan. Soal uraian : Depdiknas dijadikan nama kelompoknya Prosedur: masing- masing (PMRI 1) Proses Suyati, M Khafid. - Siswa diminta Pedoman 2004. Pelajaran menyelesaikan soal yang skoring Matematika untuk diberikan guru dengan

(120) [2] PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI tahu, dan roti tawar sebagai 2. Afektif media menyelesaikan soal a. Menemukan pola secara berkelompok (PMRI 2) penjumlahan pecahan - Beberapa kelompok dengan semangat Media: mempresentasikan hasil kerjasama. Lembar Kerja jawaban di depan kelas (PMRI b. Mengubah soal cerita ke Siswa (LKS), 4) dalam kalimat matematika tahu, roti - Beberapa kelompok diberi dengan menghargai pendapat tawar kesempatan untuk teman. menyampaikan pola 3. Psikomotorik penjumlahan yang berpenyebut a. sama di depan kelas. (PMRI 4) menjumlahkan pecahan dengan - Siswa mendiskusikan pola media. penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama - Siswa dibimbing guru untuk menyimpulkan pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama (PMRI 3) - Siswa mengerjakan evaluasi Mendemontrasikan cara (terlampir) SD Kelas 4. Jakarta: Erlangga Lingkungan

(121) [3] PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Penjumlahan Pertemuan 2 1. Kognitif Sumber: pecahan - Guru menyampaikan sebuah a. Menemukan pola Mustaqin, berpenyebu cerita untuk mengingatkan penjumlahan pecahan Burhan dan Ari t beda konsep pecahan berpenyebut dengan penyebut yang Astuty. 2008. sama (PMRI 1) berbeda. Ayo Belajar - Dua orang siswa b. Mengubah soal cerita ke Matematika menyelesaikan masalah dalam dalam kalimat matematika. Untuk SD dan MI cerita menggunakan roti pizza c. Menjumlahkan dua Kelas IV. Jakarta di depan kelas (PMRI 2) pecahan. : Depdiknas - Siswa mendengarkan cerita 2. Afektif Suyati, M Khafid. yang dibacakan oleh guru a. Mengubah soal cerita ke 2004. Pelajaran tentang masalah penjumlahan dalam kalimat matematika Matematika pecahan beda penyebut (PMRI dengan menghargai pendapat untuk SD Kelas 5) teman. 4. Jakarta: - Siswa menyelesaikan masalah 3. Psikomotorik Erlangga Media: yang telah dibacakan oleh guru a. Lembar Kerja menggunakan papan pizza menjumlahkan yang telah disiapkan oleh guru dengan media Mendemontrasikan cara pecahan Siswa (LKS), kue terang bulan, (PMRI 4) papan terang - Siswa diberikan sebuah soal bulan, dan papan cerita mengenai penjumlahan pecahan

(122) [4] PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI pecahan berpenyebut beda - Setiap kelompok diberikan sebuah papan pizza dan satu paket papan pecahan untuk membantu siswa menyelesaikan soal - Siswa bersama kelompok mencoba mencari jawaban dengan cara mereka sendiri (PMRI 4) - Siswa mempresentasikan cara penyelesaian mereka (PMRI 4) - Kelompok lain diberikan kesempatan menanggapi cara penyelesaian teman yang sedang melakukan presentasi. (PMRI 3, PMRI 4) - Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa yang belum paham terhadap materi yang disampaikan (PMRI 3) ingkungan

(123) [5] PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI - Siswa mengerjakan soal evaluasi. - Siswa melakukan refleksi proses pembelajaran (PMRI 5) - Siswa diminta untuk membuat satu soal cerita tentang penjumlahan pecahan berpenyebut beda (PMRI 5) Penjumlahan Pertemuan 3 pecahan - Siswa menyelesaikan soal a. Menemukan pola Mustaqin, berpenyebut tersebut menggunakan media penjumlahan pecahan Burhan dan Ari beda papan pecahan (PMRI 1) dengan penyebut yang Astuty. 2008. - Siswa diminta untuk berbeda. Ayo Belajar menyelesaikan soal-soal b. Mengubah soal cerita ke Matematika dengan cara mereka sendiri dalam kalimat matematika. Untuk SD dan MI tanpa menggunakan media c. Menjumlahkan Kelas IV. Jakarta - Beberapa kelompok diminta dua pecahan : Depdiknas mempresentasikan hasil . Kognitif 2. Afektif Sumber: Suyati, M Khafid. diskusi (jawaban) mereka di a. Menemukan pola 2004. Pelajaran depan kelas dengan penjumlahan pecahan Matematika untuk menuliskan jawaban pada dengan semangat SD Kelas 4.

(124) [6] PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI papan tulis (PMRI 2) - Siswa lain diberi kesempatan kerjasama. b. Mengubah soal cerita ke untuk memberikan tanggapan dalam kalimat terhadap hasil pekerjaan matematika dengan kelompok yang presentasi menghargai pendapat (PMRI 4). Siswa yang teman. memberikan tanggapan akan mendapatkan bintang Jakarta: Erlangga Medi a: Lembar Kerja Siswa (LKS), papan pecahan - Siswa bersama guru menyimpulkan kembali pola penjumlahan pecahan berbeda penyebut (PMRI 3) - Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu - Siswa mengisi lembar releksi harian (PMRI 5) - Siswa diminta untuk membuat satu soal cerita tentang penjumlahan pecahan berpenyebut beda (PMRI 5) Lingkunga n

(125) [7] PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Psikomotorik a. Mendemonstrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media. Penjumlahan Pertemuan 4 Pecahan - 1. Kognitif Jenis: Soal evaluasi a. Mengubah soal cerita tertulis (tes Kartu pecahan diminta membuat kesimpulan ke dalam kalimat berupa soal mengenai pola penjumlahan matematika. uraian) pecahan yang berpenyebut b. Menjumlahkan beda (PMRI 4) dua pecahan. - Siswa bersama kelompok Beberapa siswa diminta 2. Afektif menuliskan kesimpulan yang a. Menunjukkan sikap dibuat kelompok pada papan tanggung jawab ketika tulis (PMRI 5) bekerja mengerjakan - tugas individu Siswa yang belum paham terhadap materi diberi 3. Psikomotorik kesempatan bertanya (PMRI a. Menulis jawaban 3) soal evaluasi dengan - Siswa menyelesaikan soal evaluasi tulisan yang rapi Pedoman skoring (terlampir)

(126) [8] PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI - Siswa mengisi lembar refleksi harian (PMRI 5) - Siswa dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan barisan tempat duduk mereka (PMRI 4) - Siswa diminta untuk menempelkan kertas pada gambar lingkaran untuk membentuk suatu pecahan (PMRI 4, PMRIjujur 5) dan menghargai  Karakteristik siswa yang diharapkan: sikap berani, kerjasama, Yogyakarta. 28 Januari 2014 Guru kelas IV Peneliti Wahono, S.Pd Viannytha Dwi Mayasari NIP :19641214 200604 1 004 NIM : 101134100

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [9] RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Pertemuan 1 Satuan Pendidikan : SD Negeri Keputran A Yogyakarta Hari / tanggal : Selasa, 28 Januari 2014 Kelas / semester : IV.3 / II Materi : Penjumlahan Pecahan Alokasi Waktu : 3 X 35 menit A. Standar Kompetensi 6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah B. Kompetensi Dasar 6.3 Menjumlahkan pecahan C. Indikator. 1. Kognitif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut sama. b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika. c. Menjumlahkan dua pecahan. 2. Afektif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan semangat kerjasama. b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika dengan menghargai pendapat teman. 3. Psikomotorik a. Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media.

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [10] D. Tujuan Pembelajaran 1. Kognitif a. Siswa mampu mendiskusikan cara-cara penyelesaian penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama setelah mendemonstrasikan media di dalam kelompok. b. Siswa mampu mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika secara kelompok. Siswa mampu menjumlahkan dua pecahan yang berpenyebut sama secara individu. 2. Afektif a. Siswa mampu menemukan pola penjumlahan pecahan dengan semangat kerjasama. b. Siswa mampu mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika dengan menghargai pendapat teman. 3. Psikomotorik a. Siswa mampu mendemonstrasikan soal cerita yang diberikan guru dengan menggunakan media yang telah dipersiapkan guru  Karakteristik siswa yang diharapkan: sikap berani, kerjasama, jujur dan menghargai E. Materi Pembelajaran Penjumlahan pecahan berpenyebut sama (terlampir) F. Pendekatan dan Metode Pendekatan : PMRI Metode : Tanya jawab, diskusi, demonstrasi

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [11] G. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Kegiatan Awal Alokasi waktu 22 menit 1 menit 1. Salam pembuka, doa dan presensi. 2. Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. 1 menit 5 menit 10 menit 3. Siswa dan guru menyepakati norma belajar. 4. Motivasi: siswa diajak untuk melakukan permainan “Mencari Pasangan”. (PMRI 1) 5 menit 5. Apersepsi: Guru bertanya kepada siswa berapa bentuk pecahan pada kertas yang diarsir dari setiap kelompok. Bentuk pecahan itu dijadikan nama kelompoknya masing-masing. Kegiatan Inti Eksplorasi 40 menit 3 menit 1. Siswa berkumpul dengan kelompoknya berdasarkan pasangan saat bermain “Mencari Pasangan”. (PMRI 4) 2. Siswa mendapatkan dua buah soal cerita yang berkaitan dengan 5 menit 25 menit penjumlahan pecahan berpenyebut sama. (PMRI 1) 3. Siswa diminta menyelesaikan soal tersebut dengan menggunakan tahu, dan roti tawar sebagai media eksplorasi.(PMRI 2,PMRI 4). 10 menit 5 menit Elaborasi 4. Beberapa kelompok diminta untuk mempresentasikan cara menemukan jawaban mereka di depan kelas. (PMRI 4) 5. Siswa diberi kesempatan untuk menanggapi jawaban teman yang 5 menit 5 menit

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [12] sedang melakukan presentasi.(PMRI 3, PMRI 4). 6. Siswa mendiskusikan pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama. (PMRI 4) 5 menit 7. Siswa dibimbing guru untuk menyimpulkan pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama (PMRI 3) Konfirmasi 8. Siswa bersama guru menarik kesimpulan mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Kegiatan Akhir 15 menit 15 menit 9. Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu 10. Siswa diberi kesempatan bertanya mengenai materi yang belum dipahami. 4 menit 1 menit 1 menit 11. Refleksi dan penguatan. 12. Salam penutup. Keterangan: PMRI 1 = penggunaan konteks PMRI 2 = penggunaan model PMRI 3 = pemanfaatan konstruksi siswa PMRI 4 = interaktivitas PMRI 5 = keterkaitan H. Sumber dan Media Pembelajaran 1. Sumber pembelajaran: a. Mustaqin, Burhan dan Ari Astuty. 2008. Ayo Belajar Matematika Untuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta: Depdiknas b. Suyati, M Khafid. 2004. Pelajaran Matematika untuk SD Kelas 4. Jakarta: Erlangga

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [13] 2. Media pembelajaran: a. LKS b. Cerita tentang konsep pecahan c. Tahu dan roti tawar 3. Penilaian a. Jenis : Tertulis b. Teknik : Tes dan non tes c. Bentuk tes : Soal uraian d. Prosedur : Proses e. Pedoman skoring (terlampir) Yogyakarta, 28 Januari 2014 Guru Kelas IV.3 Peneliti Wahono, S.Pd Viannytha Dwi Mayasari NIP : 19641214 200604 1 004 NIM: 101134100 Mengetahui.

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [14] Kisi-Kisi Soal Evaluasi Pertemuan 1 Nomor No Jumlah Indikator Keterangan soal soal Kognitif 1 a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut sama Tarif kesukaran: 1,2 2 1,2 2 1,2 2 1. Sedang = no soal 1 2. Sulit = no soal 2 b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika c. Menjumlahkan dua pecahan Afektif 2 a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan semangat kerjasama Kriteria penilaian - - - - b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matemtika dengan menghargai pendapat teman Psikomotorik 3 a. Mendemonstrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media Jumlah soal evaluasi pertemuan 1 - - 2 terdapat pada rubrik penilaian Afektif Kriteria penilaian terdapat pada rubrik penilaian psikomotorik

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [15] RUBRIK PENILAIAN a. Rubrik penilaian kognitif No Soal Keterangan  1.      2.     Skor Menggunakan langkah-langkah, disertai gambar yang tepat dan jawaban benar. 5 Menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar, dan jawaban benar. 4 Tidak menggunakan langkah-langkah, disertai gambar, dan jawaban benar. Menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar, dan jawaban salah. Tidak menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar, dan jawaban salah. Menggunakan langkah-langkah, disertai gambar yang tepat dan jawaban benar. Menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar, dan jawaban benar. Tidak menggunakan langkah-langkah,disertai gambar, dan jawaban benar. Menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar, dan jawaban salah. Tidak menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar, dan jawaban salah. 3 2 1 5 4 3 2 1

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [16] b. Rubrik penilaian afektif (kerjasama) Diskusikanlah pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama dalam kelompok! Aspek yang dinilai *) Tidak Kelompok mendominasi Menghargai Mau berpendapat siswa lain dalam kelompok Total Kekompakan skor 1 2 3 Skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang *) Kriteria penilaian No 1 2 Aspek Tidak mendominasi Skor Kriteria 4 Tidak bertindak sebagai ketua dan mau memberikan kesempatan pada teman lain 3 Tidak bertindak sebagai ketua 2 Tidak memberikan kesempatan pada teman lain 1 4 Mendominasi dalam kelompok (bertindak sebagai ketua) Mau mendengar pendapat dari teman lain dan memberikan apresiasinya 3 Mau mendengar pendapat teman, namun tidak memberikan apresiasi 2 Hanya mendengar pendapat teman lain 1 Egois terhadap pendapatnya Menghargai siswa lain

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [17] Lebih dari 3 kali memberikan pendapatnya 4 dalam kelompok 3 kali dalam memberikan pendapatnya 3 Mau berpendapat dalam kelompok 3 dalam kelompok Kurang dari 3 kali dalam memberikan 2 pendapatnya dalam kelompok Tidak mau memberikan pendapatnya dalam 1 4 kelompok Mau bekerjasama dengan teman lain Mau bekerjasama dengan teman lain 3 4 Kekompakan 2 dengan syarat harus mengikuti pendapatnya Tidak mau bekerjasama dengan teman lain Hanya menuruti pendapatnya dan menolak 1 pendapat dari teman lain

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [18] c. Rubrik penilaian psikomotor (menampilkan sikap berani) Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas! Aspek yang dinilai *) Kelompok Kelantangan Kejelasan Suara pengucapan Keberanian Total skor 1 2 3 Skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang *) Kriteria penilaian No Aspek Skor 4 1 Keberanian 4 3 Suara terdengar sampai ke baris paling belakang, namun kurang jelas 3 1 Kelantangan Lebih dari 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat tanpa disuruh 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat dengan disuruh Kurang dari 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat Tidak pernah mengajukan pertanyaan/pendapat Suara terdengar sampai ke baris paling belakang dan jelas 2 2 Kriteria

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [19] suara Suara kurang terdengar sampai baris paling belakang 2 4 Suara tidak terdengar sampai ke baris paling belakang Kalimat yang diucapkan jelas vokal dan konsonannya 3 Konsonan dalam kalimat kurang jelas 2 Vokal dan konsonan dalam kalimat kurang jelas 1 Kalimat yang diucapkan tidak jelas 1 3 Kejelasan pengucapan PEDOMAN SKORING 1. Skoring Aspek kognitif = 10 Aspel afektif = 16 Aspek psikomotor = 12 2. Nilai akhir Nilai kognitif = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑘𝑜𝑔𝑛𝑖𝑡𝑖𝑓 x 100 Nilai afektif = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑘𝑜𝑔𝑛𝑖𝑡𝑖𝑓 x 100 Nilai psikomotor = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑠𝑖𝑘𝑜𝑚𝑜𝑡𝑜𝑟 Nilai akhir = 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑘𝑜𝑔𝑛𝑖𝑡𝑖𝑓 + 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑎𝑓𝑒𝑘𝑡𝑖𝑓 + 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑝𝑠𝑖𝑘𝑜𝑚𝑜𝑡𝑜𝑟 10 16 12 x 100 3

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [20] RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Pertemuan 2 I Satuan Pendidikan : SD N Keputran A Yogyakarta Hari / tanggal : Kamis, 30 Januari 2014 Kelas / semester : IV.3 / 2 Materi : Penjumlahan Pecahan Alokasi Waktu : 2 X 35 menit Standar Kompetensi 6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah II Kompetensi Dasar 6.3 Menjumlahkan pecahan III Indikator 1. Kognitif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda. b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika. c. Menjumlahkan dua pecahan. 2. Afektif a. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika dengan menghargai pendapat teman. 3. Psikomotorik a. Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media. IV. Tujuan Pembelajaran 1. Kognitif a. Siswa mampu mendiskusikan cara-cara penyelesaian penjumlahan

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [21] pecahan yang berpenyebut beda setelah mendemonstrasikan media di dalam kelompok. b. Siswa mampu mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika secara kelompok. c. Siswa mampu menjumlahkan dua pecahan yang berpenyebut berbeda secara individu. 2. Afektif a. Siswa mampu mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika dengan menghargai pendapat teman. 3. Psikomotorik a. Siswa mampu mendemonstrasikan soal cerita yang diberikan guru dengan menggunakan media yang telah dipersiapkan guru.  Karakteristik siswa yang diharapkan: sikap berani, kerjasama, jujur dan menghargai V. Materi Pembelajaran Penjumlahan pecahan berpenyebut beda (terlampir) VI. Pendekatan dan Metode Pendekatan : PMRI Metode : Tanya jawab, diskusi, demonstrasi VII. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Kegiatan Awal Alokasi waktu 13 menit

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [22] 1. Salam pembuka dan presensi. 1 menit 2. Siswa diingatkan tentang norma kelas. (PMRI 4) 1 menit 3. Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan 1 menit guru. (PMRI 5) 4. Motivasi: Siswa diajak untuk menyanyikan lagu “Ambilkan Bulan”. (PMRI 1) 3 menit 5 menit 5. Apersepsi: Guru bercerita tentang: “Ibu memiliki satu buah kue terang bulan. Ibu memotong kue terang bulan menjadi 6 potong. Lalu ibu memberikan 2 potong kue terang bulan kepada Dika. Beberapa saat kemudian Dika mendapatkan 1 potong kue terang bulan lagi sama jenisnya dari kakak. Berapa banyak bagian kue terang bulan yang dimiliki oleh Dika sekarang?” (PMRI 1). 6. 2 menit Guru meminta dua orang siswa menyelesaikan masalah dalam cerita menggunakan kue terang bulan di depan kelas (PMRI 2) Kegiatan Inti 42 menit Eksplorasi 1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri 2 menit dari 5 siswa berdasarkan bentuk nomor dada yang didapat. (PMRI 5) 2. 2 menit Siswa mendengarkan cerita yang dibacakan oleh guru, ”Dafa dan Putri masing-masing membeli 1 buah kue terang bulan yang sama besar. Dafa membagi kue terang bulannya menjadi 4 potong yang sama besar, sedangkan Putri membagi kue terang bulannya menjadi 2 potong yang sama besar. Dafa memberikan 1 bagian dari kuenya kepada bu

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [23] Fika dan beberapa saat kemudian Putri juga memberikan 1 bagian dari kuenya kepada bu Fika. Berapakah jumlah bagian kue terang bulan yang diterima oleh bu Fika?” (PMRI 1, 7 menit PMRI 5) 3. Siswa diminta untuk menyelesaikan masalah yang telah dibacakan oleh guru dengan menggunakan papan terang bulan 1 menit yang telah disiapkan oleh guru. (PMRI 4) 4. Siswa diberikan sebuah soal cerita mengenai 2 menit penjumlahan pecahan berpenyebut beda. 5. Setiap kelompok diberikan sebuah papan terang bulan dan satu paket papan pecahan (1 utuh, setengahan, sepertigaan, seperempatan, seperenaman, dan seperdelapanan) untuk 10 menit membantu siswa menyelesaikan soal. (PMRI 2). 6. Siswa bersama kelompok mencoba mencari jawaban dengan cara mereka sendiri. (PMRI 4). 7 menit Elaborasi 7. Beberapa kelompok diminta untuk mengemukakan hasil 3 menit jawaban melalui presentasi. (PMRI 4). 8. Kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan kepada kelompok yang sedang menyampaikan presentasi. (PMRI 3, PMRI 4). 5 menit 3 menit Konfirmasi 9. Siswa bersama guru menyimpulkan hasil belajar. 10. Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa yang belum paham terhadap materi yang disampaikan. (PMRI 3) Kegiatan Akhir 15 menit

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [24] 1. Siswa mengerjakan soal evaluasi yang telah diberikan oleh guru 2. Siswa diberi kesempatan bertanya mengenai materi yang belum dipahami. 3. 2 menit 2 menit Refleksi dan penguatan. (PMRI 5) 4. Salam penutup. 1 menit Keterangan: PMRI 1 = penggunaan konteks PMRI 2 = penggunaan model PMRI 3 = pemanfaatan konstruksi siswa PMRI 4 = interaktivitas PMRI 5 = keterkaitan VIII. Sumber dan Media Pembelajaran 1. Sumber Pembelajaran Mustaqin, Burhan dan Ari Astuty. 2008. Ayo Belajar Matematika Untuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta : Depdiknas Suyati, M Khafid. 2004. Pelajaran Matematika untuk SD Kelas 4. Jakarta:Erlangga 2. Media Pembelajaran a. LKS b. Kue terang bulan c. Papan terang bulan d. Gambar terang bulan e. Papan pecahan

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [25] IX. Penilaian Jenis : Tertulis Teknik : Tes dan non tes Bentuk tes : Soal uraian Prosedur : Proses Pedoman skoring (terlampir) Yogyakarta, 30 Januari 2014 Guru Kelas IV.3 Peneliti Wahono, S.Pd Viannytha Dwi Mayasari NIP : 19641214 200604 1 004 NIM: 101134100 Mengetahui.

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [26] Kisi-Kisi Soal Evaluasi Pertemuan 2 No Indikator Nomor Jumlah soal soal Kognitif 1 a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut beda Keterangan Tarif kesukaran: 1. Sedang = no soal 1 1,2 2 1,2 2 1,2 2 2. Sulit = no soal 2 b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika c. Menjumlahkan dua pecahan Afektif 2 a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan semangat kerjasama Kriteria penilaian - - - - terdapat pada rubrik penilaian Afektif b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matemtika dengan menghargai pendapat teman Psikomotorik 3 a. Mendemonstrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media Jumlah soal evaluasi pertemuan 2 Kriteria penilaian - - 2 terdapat pada rubrik penilaian psikomotorik

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [27] RUBRIK PENILAIAN a. Rubrik penilaian kognitif No Soal 1. Keterangan  Menggunakan langkah-langkah, disertai gambar yang tepat dan jawaban benar.  Menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar, dan jawaban benar.  Tidak menggunakan langkah-langkah, disertai gambar, dan jawaban benar.  Menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar, dan jawaban salah.  Tidak menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar, dan jawaban salah. 2.  Menggunakan langkah-langkah, disertai gambar yang tepat dan jawaban benar.  Menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar, dan jawaban benar.  Tidak menggunakan langkah-langkah, disertai gambar, dan jawaban benar.  Menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar, dan jawaban salah.  Tidak menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar, dan jawaban salah. Skor 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [28] b. Rubrik penilaian afektif (menghargai teman) Ubahlah soal cerita ke dalam kalimat matematika di dalam kelompok dengan menghargai temanmu! Aspek yang dinilai *) Kelompok Tidak berbicara Tidak membuat Mentaati peraturan dengan teman keributan yang disepakati Total skor 1 2 3 Skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang *) Kriteria penilaian No Aspek Skor 4 Tidak 1 3 berbicara dengan teman 2 1 Kriteria Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan tidak menengok kanan/kiri Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan menengok kanan/kiri Mengerjakan evaluasi dengan bertanya kepada teman dan menengok kanan/kiri Tidak mengerjakan evaluasi dan berbicara dengan teman

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [29] Tidak 2 membuat keributan 4 3 2 1 Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan tidak bercanda dengan teman Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan bercanda dengan teman Tidak mengerjakan evaluasi dan tidak bercanda dengan teman Tidak mengerjakan evaluasi dan bercanda dengan teman Mengerjakan evaluasi tepat waktu, 4 mendengarkan penjelasan guru dan melakukan petunjuk pada soal evaluasi Mengerjakan evaluasi tepat waktu, 3 3 mendengarkan penjelasan guru tetapi tidak Mentaati melakukan petunjuk pada soal evaluasi peraturan yang Mengerjakan evaluasi tepat waktu, tidak disepakati 2 mendengarkan penjelasan guru dan tidak melakukan petunjuk pada soal evaluasi Mengerjakan evaluasi tidak tepat waktu, 1 tidak mendengarkan penjelasan guru dan tidak melakukan petunjuk pada soal evaluasi

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [30] c. Rubrik penilaian psikomotor (menampilkan sikap berani) Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas! Aspek yang dinilai *) Kelompok Keberanian Kelantangan Kejelasan Suara pengucapan Total skor 1 2 3 Skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang *) Kriteria penilaian No Aspek Skor 4 3 1 Keberanian 2 1 Kriteria Lebih dari 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat tanpa disuruh 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat dengan disuruh Kurang dari 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat Tidak pernah mengajukan pertanyaan/pendapat

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [31] Suara terdengar sampai ke baris paling 4 2 Kelantangan suara belakang dan jelas Suara terdengar sampai ke baris paling 3 belakang, namun krang jelas Suara kurang terdengar sampai baris paling 2 belakang Suara tidak terdengar sampai ke baris paling 1 belakang Kalimat yang diucapkan jelas vokal dan 4 3 Kejelasan pengucapan konsonannya 3 Konsonan dalam kalimat kurang jelas Vokal dan konsonan dalam kalimat kurang 2 jelas 1 Kalimat yang diucapkan tidak jelas PEDOMAN SKORING 1. Skoring Aspek kognitif = 10 Aspel afektif = 12 Aspek psikomotor = 12 2. Nilai akhir Nilai kognitif = Nilai afektif = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑘𝑜𝑔𝑛𝑖𝑡𝑖𝑓 10 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑘𝑜𝑔𝑛𝑖𝑡𝑖𝑓 12 x 100 x 100 Nilai psikomotor = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑠𝑖𝑘𝑜𝑚𝑜𝑡𝑜𝑟 Nilai akhir = 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑘𝑜𝑔𝑛𝑖𝑡𝑖𝑓 + 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑎𝑓𝑒𝑘𝑡𝑖𝑓 + 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑝𝑠𝑖𝑘𝑜𝑚𝑜𝑡𝑜𝑟 12 x 100 3

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [32] RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Pertemuan 3 I. Satuan Pendidikan : SD N Keputran A Yogyakarta Hari / tanggal : Sabtu, 1 Februari 2014 Kelas / semester : IV.3 / 2 Materi : Penjumlahan Pecahan Alokasi Waktu : 2 X 35 menit Standar Kompetensi 5. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah II. Kompetensi Dasar 6.3 Menjumlahkan pecahan III. Indikator 1. Kognitif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda. b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika. c. Menjumlahkan dua pecahan. 2. Afektif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan semangat kerjasama. b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika dengan menghargai pendapat teman. 3. Psikomotorik a. Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media.

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [33] IV. Tujuan Pembelajaran 1. Kognitif a. Siswa mampu mendiskusikan cara-cara penyelesaian penjumlahan pecahan yang berpenyebut beda setelah mendemonstrasikan media di dalam kelompok. b. Siswa mampu mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika secara kelompok. c. Siswa mampu menjumlahkan dua pecahan yang berpenyebut berbeda secara individu. 2. Afektif a. Siswa mampu menemukan pola penjumlahan pecahan dengan semangat kerjasama. b. Siswa mampu mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika dengan menghargai pendapat teman. 3. Psikomotorik a. Siswa mampu mendemonstrasikan soal cerita yang diberikan guru dengan menggunakan media yang telah dipersiapkan guru.  Karakteristik siswa yang diharapkan: sikap berani, kerjasama, jujur dan menghargai IV. Materi Pembelajaran Penjumlahan pecahan berpenyebut beda (terlampir) V. Pendekatan dan Metode Pendekatan : PMRI Metode : Tanya jawab, diskusi, demonstrasi

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [34] VI. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Alokasi Deskripsi Kegiatan waktu Kegiatan Awal 10 menit 1. Salam dan doa pembuka. 3 menit 2. Siswa diingatkan tentang norma kelas. 1 menit 3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. 1 menit 4. Apersepsi : Siswa diajak untuk bermain “Kuis Cepat Tepat”. 5 menit 45 menit Kegiatan Inti Eksplorasi 5. Siswa membentuk 5 kelompok seperti pada pertemuan kedua. 6. Siswa diberikan dua buah soal penjumlahan pecahan 2 menit berpenyebut beda untuk diselesaikan melalui diskusi. (PMRI 4) 7. Siswa menyelesaikan soal pertama menggunakan media 3 menit papan pecahan (PMRI 1). 8. Siswa diminta untuk menyelesaikan soal kedua dengan cara 5 menit mereka sendiri tanpa menggunakan media (PMRI 2). Elaborasi 9. Beberapa diskusi kelompok diminta mempresentasikan hasil 10 menit (jawaban) mereka di depan kelas dengan menuliskan hasil jawaban pada papan tulis. (PMRI 4) 10. Siswa yang lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan terhadap hasil pekerjaan kelompok yang presentasi. Siswa yang memberikan tanggapan akan mendapatkan bintang 10 menit (PMRI 4) Konfirmasi 5 menit

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [35] 11. Siswa bersama guru menyimpulkan kembali pola penjumlahan 10 menit pecahan berbeda penyebut. (PMRI 3) Kegiatan Akhir 12. Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu. 15 menit 10 menit 13. Refleksi dan penguatan. (PMRI 5) 2 menit 14. Siswa diminta untuk membuat satu soal tentang penjumlahan 2 menit pecahan berpenyebut berbeda dan diberikan kepada temannya untuk dikerjakan lalu dikumpulkan pada pertemuan berikutnya (PMRI 5). 1 menit 15. Salam penutup. Keterangan: PMRI 1 = penggunaan konteks PMRI 2 = penggunaan model PMRI 3 = pemanfaatan konstruksi siswa PMRI 4 = interaktivitas PMRI 5 = keterkaitan VII. Sumber dan Media Pembelajaran 1. Sumber Pembelajaran Mustaqin, Burhan dan Ari Astuty. 2008. Ayo Belajar Matematika Untuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta: Depdiknas Suyati, M Khafid. 2004. Pelajaran Matematika untuk SD Kelas 4. Jakarta: Erlangga 2. Media Pembelajaran a. LKS b. Papan pecahan

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [36] VIII. Penilaian Jenis : Tertulis Teknik : Tes dan Non Tes Prosedur : Proses Pedoman skoring :(terlampir) Yogyakarta, 1 Februari 2014 Guru Kelas IV.3 Peneliti Wahono, S.Pd Viannytha Dwi Mayasari NIP : 19641214 200604 1 004 NIM: 101134100 Mengetahui.

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [37] Kisi-Kisi Soal Evaluasi Pertemuan 3 No Indikator Nomor Jumlah soal soal Kognitif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan Tarif kesukaran: 1,2 2 dalam kalimat matematika c. c. Menjumlahkan dua pecahan 1,2 2 1,2 2 Afektif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan Kriteria penilaian - - dengan semangat kerjasama dengan menghargai terdapat pada rubrik penilaian Afektif b. b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matemtika 1. Sedang = no soal 1 2. Sulit = no soal 2 dengan penyebut beda b. b. Mengubah soal cerita ke Keterangan - - pendapat teman Psikomotorik a. Mendemonstrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media Jumlah soal evaluasi pertemuan 3 Kriteria penilaian - - terdapat pada rubrik penilaian psikomotorik

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [38] RUBRIK PENILAIAN a. Rubrik penilaian kognitif No Soal 3. Keterangan  Menggunakan langkah-langkah, disertai Skor 5 gambar yang tepat dan jawaban benar.  Menggunakan langkah-langkah, tidak 4 disertai gambar, dan jawaban benar.  Tidak menggunakan langkah-langkah, 3 disertai gambar, dan jawaban benar.  Menggunakan langkah-langkah, tidak 2 disertai gambar, dan jawaban salah.  Tidak menggunakan langkah-langkah, tidak 1 disertai gambar, dan jawaban salah. 4.  Menggunakan langkah-langkah, disertai 5 gambar yang tepat dan jawaban benar.  Menggunakan langkah-langkah, tidak 4 disertai gambar, dan jawaban benar.  Tidak menggunakan langkah-langkah, 3 disertai gambar, dan jawaban benar.  Menggunakan langkah-langkah, tidak 2 disertai gambar, dan jawaban salah.  Tidak menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar, dan jawaban salah. 1

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [39] b. Rubrik penilaian afektif (menghargai teman) Ubahlah soal cerita ke dalam kalimat matematika di dalam kelompok dengan menghargai temanmu! Aspek yang dinilai *) elompok Tidak berbicara Tidak membuat Mentaati peraturan dengan teman Keributan yang disepakati 1 2 3 Skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang *) Kriteria penilaian No Aspek Skor 4 Tidak 1 3 berbicara dengan teman 2 1 Tidak 2 membuat keributan 4 3 Kriteria Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan tidak menengok kanan/kiri Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan menengok kanan/kiri Mengerjakan evaluasi dengan bertanya kepada teman dan menengok kanan/kiri Tidak mengerjakan evaluasi dan berbicara dengan teman Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan tidak bercanda dengan teman Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan Total skor

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [40] bercanda dengan teman 2 1 Tidak mengerjakan evaluasi dan tidak bercanda dengan teman Tidak mengerjakan evaluasi dan bercanda dengan teman Mengerjakan evaluasi tepat waktu, 4 mendengarkan penjelasan guru dan melakukan petunjuk pada soal evaluasi Mengerjakan evaluasi tepat waktu, 3 3 mendengarkan penjelasan guru tetapi tidak Mentaati melakukan petunjuk pada soal evaluasi peraturan yang Mengerjakan evaluasi tepat waktu, tidak disepakati 2 mendengarkan penjelasan guru dan tidak melakukan petunjuk pada soal evaluasi Mengerjakan evaluasi tidak tepat waktu, 1 tidak mendengarkan penjelasan guru dan tidak melakukan petunjuk pada soal evaluasi c. Rubrik penilaian psikomotor (menampilkan sikap berani) Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas! Aspek yang dinilai *) Kelompok 1 2 3 Keberanian Kelantangan Kejelasan suara pengucapan Total skor

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [41] Skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang *) Kriteria penilaian No Aspek Skor 4 Kriteria Lebih dari 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat tanpa disuruh 1 3 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat dengan 2 disuruh Kurang dari 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat 1 Tidak pernah mengajukan pertanyaan/pendapat 4 Suara terdengar sampai ke baris paling belakang dan Keberanian jelas 3 2 namun kurang jelas Kelantangan suara Suara terdengar sampai ke baris paling belakang, 2 Suara kurang terdengar sampai baris paling belakang 1 Suara tidak terdengar sampai ke baris paling belakang 4 Kalimat yang diucapkan jelas vokal dan 3 Konsonan dalam kalimat kurang jelas 2 1 Vokal dan konsonan dalam kalimat kurang jelas Kalimat yang diucapkan tidak jelas

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [42] PEDOMAN SKORING 1. Skoring Aspek kognitif = 10 Aspel afektif = 12 Aspek psikomotor = 12 2. Nilai akhir Nilai kognitif = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑘𝑜𝑔𝑛𝑖𝑡𝑖𝑓 x 100 Nilai afektif = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑘𝑜𝑔𝑛𝑖𝑡𝑖𝑓 x 100 Nilai psikomotor = Nilai akhir = 10 12 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑠𝑖𝑘𝑜𝑚𝑜𝑡𝑜𝑟 x 100 12 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑘𝑜𝑔𝑛𝑖𝑡𝑖𝑓 + 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑎𝑓𝑒𝑘𝑡𝑖𝑓 + 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑝𝑠𝑖𝑘𝑜𝑚𝑜𝑡𝑜𝑟 3

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [43] RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Pertemuan 4 Satuan Pendidikan : SD N Keputran A Yogyakarta Hari / tanggal / pertemuan : Selasa, 4 Februari 2014 / 4 I Kelas / semester : IV.3 / II Materi : Penjumlahan Pecahan Alokasi Waktu : 2 X 35 menit Standar Kompetensi 6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah II Kompetensi Dasar 6.3 Menjumlahkan pecahan III Indikator 1. Kognitif a. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika. b. Menjumlahkan dua pecahan. 2. Afektif a. Menunjukkan sikap tanggung jawab ketika bekerja mengerjakan tugas individu. 3. Psikomotorik a. Menulis jawaban soal evaluasi dengan tulisan yang rapi.

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [44] IV Tujuan Pembelajaran 1. Kognitif a. Siswa mampu mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika secara individu. b. Siswa mampu menjumlahkan dua pecahan yang berpenyebut sama secara individu. c. Siswa mampu menjumlahkan dua pecahan yang berpenyebut berbeda secara individu. 2. Afektif a. Siswa mampu menunjukkan sikap kerjasama ketika bekerja dalam kelompok. b. Siswa mampu mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas dengan penuh tanggung jawab. 3. Psikomotorik a. Siswa mampu menulis jawaban soal evaluasi dengan tulisan yang rapi.  Karakteristik siswa yang diharapkan: sikap berani, kerjasama, jujur dan menghargai V Materi Pembelajaran Penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dan yang berpenyebut beda (terlampir) VI Pendekatan dan Metode Pendekatan : PMRI Metode : Tanya jawab, diskusi, demonstrasi

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [45] VII Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Kegiatan Awal Alokasi waktu 12 menit 1. Salam dan doa pembukaan 2. Siswa diingatkan tentang norma kelas (PMRI 4) 2 menit 3. Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran. (PMRI 5) 4. Motivasi: Siswa diajak untuk melakukan permainan “Papan Harga” 5. Apersepsi : 1 menit 1 menit 7 menit Guru menanyakan kembali pola untuk penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dan penjumlahan yang 1 menit berpenyebut beda. Kegiatan Inti 15 menit Eksplorasi 6. Siswa berkumpul dengan kelompok seperti pada pertemuan sebelumnya 1 menit 7. Siswa bersama kelompok diminta untuk membuat kesimpulan mengenai pola penjumlahan pecahan yang 5 menit berpenyebut sama dan berpenyebut beda. (PMRI 4) 8. Beberapa siswa diminta menuliskan kesimpulan yang dibuat 4 menit kelompok pada papan tulis. Elaborasi 9. Siswa yang belum paham terhadap materi diberi kesempatan bertanya. (PMRI 3) 3 menit Konfirmasi 10. Siswa bersama guru menyimpulkan kembali pola penjumlahan pecahan berbeda penyebut. (PMRI 3) 5 menit

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [46] 40 menit Kegiatan Akhir 11. Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu. 30 menit 12. Refleksi dan penguatan. 5 menit 13. Salam penutup. 5 menit Keterangan: PMRI 1 = penggunaan konteks PMRI 2 = penggunaan model PMRI 3 = pemanfaatan konstruksi siswa PMRI 4 = interaktivitas PMRI 5 = keterkaitan VIII Sumber dan Media Pembelajaran 1. Sumber Pembelajaran Mustaqin, Burhan dan Ari Astuty. 2008. Ayo Belajar Matematika Untuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta : Depdiknas Suyati, M Khafid. 2004. Pelajaran Matematika untuk SD Kelas 4. Jakarta: Erlangga 2. Media Pembelajaran a. LKS b. Kartu pecahan IX. Penilaian Jenis : Tertulis Teknik : Tes dan non tes Bentuk tes : Soal uraian Prosedur : Proses Pedoman skoring (terlampir)

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [47] Yogyakarta, 4 Februari 2014 Guru Kelas IV.3 Peneliti Wahono, S.Pd Viannytha Dwi Mayasari NIP : 19641214 200604 1 004 NIM: 101134100 Mengetahui.

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [48] Kisi-Kisi Soal Evaluasi Pertemuan 4 No Indikator Nomor Jumlah soal soal Kognitif 1 a. Menemukan pola penjumlahan Tarif kesukaran: 1, 2a 2 penyebut sama b. Menemukan pola dalam kalimat matematika d. Menjumlahkan dua pecahan 2a, 3 1,4,5 2b, 2c 2 dengan penyebut berbeda soal cerita ke c. Mengubah 1. Mudah = no soal 2. Sedang = no soal pecahan dengan penjumlahan pecahan Keterangan 3. Sulit = no soal 2b, 2c Soal untuk 1,2 2 indikator c tidak dihitung karena 3, 4, 5 3 sudah terhitung di indikator a dan Afektif 2 a. Menemukan pola Kriteria penilaian terdapat pada penjumlahan pecahan rubrik dengan semangat penilaian kerjasama soal cerita ke b. Mengubah dalam kalimat matematika dengan menghargai pendapat teman c. Menunjukkan sikap tanggung jawab ketika bekerja mengerjakan tugas individu Afektif

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [49] 3 Psikomotorik Kriteria penilaian a. Mendemonstrasikan terdapat pada cara menjumlahkan rubrik pecahan dengan penilaian media jawaban soal b. Menulis psikomotorik evaluasi dengan tulisan yang rapi Jumlah soal evaluasi pertemuan 4 5 RUBRIK PENILAIAN a. Rubrik penilaian kognitif No Soal 1  Keterangan Skor Menggunakan langkah-langkah, disertai gambar yang tepat dan jawaban benar.  Menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar dan jawaban benar.  Tidak menggunakan langkah-langkah, disertai gambar dan jawaban benar  Menggunakan langkah-langkah, tidak disertai gambar dan jawaban salah  Tidak menggunakan langkah-langkah, tidak disertai 5 4 3 2 1 gambar dan jawaban salah a, 2b, 2c  Menggunakan langkah-langkah dan jawaban benar  Tidak menggunakan langkah-langkah dan jawaban Benar 3, 4, 5 3 2  Menggunakan langkah-langkah dan jawaban salah 1  Menggunakan langkah-langkah dan jawaban benar 2

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [50]  Tidak menggunakan langkah-langkah dan jawaban 1 Benar  Tidak menggunakan langkah-langkah dan jawaban Salah b. Rubrik penilaian afektif (menghargai teman) Kerjakan soal di bawah ini dengan menghargai temanmu! Aspek yang dinilai *) Nama Tidak Tidak berbicara membuat dengan teman keributan Mentaati Tidak peraturan menyontek yang pekerjaan disepakati teman 1 2 3 Skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang *) Kriteria penilaian No Aspek Skor 4 Kriteria Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan tidak menengok kanan/kiri Tidak 1 berbicara dengan teman 3 Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan menengok kanan/kiri 2 Mengerjakan evaluasi dengan bertanya kepada teman dan menengok kanan/kiri Total skor

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [51] 1 Tidak mengerjakan evaluasi dan berbicara dengan teman 4 Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan tidak bercanda dengan teman Tidak 2 3 bercanda dengan teman membuat keributan Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan 2 Tidak mengerjakan evaluasi dan tidak bercanda dengan teman 1 Tidak mengerjakan evaluasi dan bercanda dengan teman 4 mendengarkan penjelasan guru dan melakukan Mentaati 3 peraturan yang disepakati Mengerjakan evaluasi tepat waktu, petunjuk pada soal evaluasi 3 Mengerjakan evaluasi tepat waktu, mendengarkan penjelasan guru tetapi tidak melakukan petunjuk pada soal evaluasi 2 Mengerjakan evaluasi tepat waktu, tidak mendengarkan penjelasan guru dan tidak melakukan petunjuk pada soal evaluasi 1 Mengerjakan evaluasi tidak tepat waktu, tidak mendengarkan penjelasan guru dan tidak melakukan petunjuk pada soal evaluasi 4 menengok kanan/kiri Tidak 4 menyontek 3 Tidak bertanya pada teman, namun menengok kanan/kiri pekerjaan teman Tidak bertanya pada teman dan tidak 2 Mengintip jawaban teman 1 Bertanya pada teman

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [52] c. Rubrik penilaian psikomotor (menunjukkan sikap jujur) Kerjakan soal di bawah ini dengan jujur! Aspek yang dinilai *) Nama Tidak Tidak menyontek membuka jawaban teman buku/catatan Tidak memberi jawaban pada teman Tidak Total bertanya skor pada teman 1 2 3 Skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang *) Kriteria penilaian No Aspek Skor 4 Kriteria Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan tidak menengok kanan/kiri Tidak 1 3 melihat ke atas (berpikir) meyontek jawaban teman Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan 2 Menengok kanan/kiri (mengerjakan evaluasi secara mandiri) 1 Mencontek pekerjaan teman 4 Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan tidak membuka catatan

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [53] Tidak 2 3 Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan menengok kanan/kiri membuka buku/catatan 2 Gelisah dan menengok kanan/kiri 1 Membuka catatatn 4 Tidak memberi jawaban pada teman dan bekerja secara mandiri Tidak memberi 3 3 Tidak memberi jawaban pada teman, namun menengok kanan/kiri jawaban pada teman 2 Mengobrol bersama teman (tidak member jawaban) 1 Member jawaban pada teman PEDOMAN SKORING 1. Skoring Aspek kognitif = 10 Aspel afektif = 16 Aspek psikomotor = 16 2. Nilai akhir Nilai kognitif = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑘𝑜𝑔𝑛𝑖𝑡𝑖𝑓 x 100 Nilai afektif = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑘𝑜𝑔𝑛𝑖𝑡𝑖𝑓 x 100 Nilai psikomotor = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑠𝑖𝑘𝑜𝑚𝑜𝑡𝑜𝑟 Nilai akhir = 10 16 16 x 100 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑘𝑜𝑔𝑛𝑖𝑡𝑖𝑓 + 𝑛𝑖𝑙𝑎 𝑖 𝑎𝑓𝑒𝑘𝑡𝑖𝑓 + 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑝𝑠𝑖𝑘𝑜𝑚𝑜𝑡𝑜𝑟 3

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [54] RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Pertemuan 1 Satuan Pendidikan : SD Negeri Keputran A Yogyakarta Hari / tanggal : Selasa, 11 Februari 2014 Kelas / semester : IV.2 / II Materi : Penjumlahan Pecahan Alokasi Waktu : 2 X 35 menit A. Standar Kompetensi 6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah B. Kompetensi Dasar 6.3 Menjumlahkan pecahan C. Indikator a. Menjumlahkan penjumlahan pecahan dengan penyebut sama. b. Bekerjasama dalam kelompok D. Tujuan Pembelajaran a. Siswa mampu menjumlahkan penjumlahan pecahan dengan penyebut sama. b. Siswa mampu bekerjasama dalam kelompok  Karakteristik siswa yang diharapkan: sikap berani, kerjasama, jujur dan menghargai E. Materi Pembelajaran Penjumlahan pecahan berpenyebut sama

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [55] F. Metode Ceramah, tanya jawab, diskusi G. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Kegiatan Awal Alokasi waktu 20 menit 1. Salam pembuka dan doa 2. Guru melakukan presensi. 3. Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. Kegiatan Inti 40 menit 4. Siswa membuka buku paket halaman 25 tentang pecahan. 5. Guru menjelaskan pembilang dan penyebut dalam pecahan. 6. Guru menjelaskan pola pecahan. 7. Guru menjelaskan cara penyelesaian penjumlahan pecahan. 8. Guru menunjuk beberapa siswa untuk mengerjakan soal dipapan tulis. 9. Guru mengecek jawaban masing-masing siswa. 10. Guru memberikan beberapa soal untuk dikerjakan secara individu. 11. Siswa menuliskan jawaban di papan tulis. Kegiatan Akhir 12. Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu. 13. Siswa diberi kesempatan bertanya mengenai materi yang belum dipahami. 10 menit

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [56] 14. Salam penutup. H. Sumber Pembelajaran 4. Sumber pembelajaran: a. Mustaqin, Burhan dan Ari Astuty. 2008. Ayo Belajar Matematika Untuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta: Depdiknas b. Suyati, M Khafid. 2004. Pelajaran Matematika untuk SD Kelas 4. Jakarta: Erlangga I. Penilaian a. Jenis : Tertulis b. Teknik : Tes dan non tes c. Bentuk tes : Soal uraian d. Prosedur : Proses Yogyakarta, 11 Februari 2014 Guru Kelas IV.2 Muryanti, S.Pd NIP : 19540516 197512 2 002

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [57] RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Pertemuan 2 Satuan Pendidikan : SD Negeri Keputran A Yogyakarta Hari / tanggal : Selasa, 18 Februari 2014 Kelas / semester : IV.2 / II Materi : Penjumlahan Pecahan Alokasi Waktu : 2 X 35 menit A. Standar Kompetensi 6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah B. Kompetensi Dasar 6.3 Menjumlahkan pecahan C. Indikator a. Menjumlahkan penjumlahan pecahan dengan penyebut sama b. Menjumlahkan penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda c. Bekerjasama dalam kelompok D. Tujuan Pembelajaran a. Siswa mampu menjumlahkan penjumlahan pecahan dengan penyebut sama b. Siswa mampu menjumlahkan penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda. c. Siswa mampu bekerjasama dalam kelompok  Karakteristik siswa yang diharapkan: sikap berani, kerjasama, jujur dan menghargai E. Materi Pembelajaran Penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan berbeda

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [58] F. Metode Ceramah, tanya jawab, diskusi G. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Kegiatan Awal Alokasi waktu 20 menit 1. Salam pembuka dan doa 2. Guru melakukan presensi. 3. Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. Kegiatan Inti 40 menit 4. Siswa diajak menyelesaikan penjumlahan pecahan dengan penyebut sama melalui beberapa soal untuk mengingatkan siswa. 5. Guru membahas jawaban siswa 6. Guru menjelaskan cara penyelesaian penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda. 7. Guru menunjuk beberapa siswa untuk mengerjakan soal penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda dipapan tulis. 8. Guru mengecek jawaban masing-masing siswa 9. Guru memberikan beberapa soal untuk dikerjakan secara individu 10. Guru berkeliling mengecek pekerjaan siswa 11. Siswa menuliskan jawaban di papan tulis Kegiatan Akhir 10 menit

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [59] 12. Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu 13. Siswa diberi kesempatan bertanya mengenai materi yang belum dipahami. 14. Salam penutup. H. Sumber Pembelajaran a. Mustaqin, Burhan dan Ari Astuty. 2008. Ayo Belajar Matematika Untuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta: Depdiknas b. Suyati, M Khafid. 2004. Pelajaran Matematika untuk SD Kelas 4. Jakarta: Erlangga I. Penilaian a. Jenis : Tertulis b. Teknik : Tes dan non tes c. Bentuk tes : Soal uraian d. Prosedur : Proses Yogyakarta, 18 Februari 2014 Guru Kelas IV.2 Muryanti, S.Pd NIP : 19540516 197512 2 002

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [60] MATERI AJAR PENJUMLAHAN PECAHAN BERPENYEBUT SAMA DAN BERPENYEBUT BEDA I. Standar Kompetensi 6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah. II. Kompetensi Dasar 6.3. Menjumlahkan pecahan. Pertemuan Pertama A. Materi Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Sama Salah satu operasi dalam bilangan pecahan adalah operasi hitung penjumlahan. Bagaimanakah aturan penjumlahan pecahan? kita perhatikan contoh soal berikut? a. Ibu memotong roti tawar menjadi empat bagian sama besar. Kemudian potongan roti tawar tadi dibagikan kepada Evan, Migel dan Tika. Masing- masing mendapat satu potong roti tawar, sehingga masih tersisa 1 potong roti tawar. Lalu satu potong roti tawar itu ibu berikan kepada Tika. Berapa bagianroti tawar yang dimiliki Tika sekarang? Kerjakan dengan cara mengubah soal menjadi langkah matematika terlebih dahulu, yakni diketahui, ditanya, jawab! Jawaban: Diketahui : Ibu mempunyai empat potongan roti tawar sama besar, potongan-potongan roti tawar tersebut diberikan kepada Evan, Migel dan Tika. Masing-masing mendapatkan satu potong. Tersisa 1 potong roti tawar yang kemudian diberikan kepada Tika. Ditanya : Berapa bagiankah roti tawar yang dimiliki oleh Tika? 1 1+1 2 1 = Jawab : + = 4 4 4 4 𝟐 Jadi, roti tawar yang dimiliki oleh Tika seluruhnya ada bagian dari roti tawar yang utuh. 𝟒

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [61] a. Ibu mempunyai sepotong tahu. Ibu akan menggoreng tahu tersebut. Supaya tahunyanya tidak terlalu besar, maka ibu memotong tahu tersebut menjadi tiga bagian sama besar. Setelah dibumbui dua potong tahu dimasukkan ke dalam wajan. Karena masih ada tempat maka ibu memasukkan lagi sepotong tahu. Berapa bagian tahu yang ada di wajan? Jawaban: Diketahui Ditanya : Ibu mempunyai sepotong tahu, kemudian tahu tersebut dipotong menjadi tiga bagian. Setelah dibumbui maka dua bagian tahu tersebut kemudian dimasukkan ke dalam wajan. Masih tersisa satu bagian tahu, kemudian bagian itu juga dimasukkan. : Berapakah bagian tahu yang ada di wajan sekarang? Jawab : +3= 2 3 1 2+1 3 = 3 3 𝟑 Jadi, tahu yang ada di wajan sekarang berjumlah bagian dari tahu yang 𝟑 utuh. Petunjuk untuk Guru  Mintalah beberapa siswa untuk melaporkan hasil diskusi jawaban dari kedua soal tersebut di papan tulis, kemudian berilah kesempatan kepada siswa lain untuk memberi tanggapan terhadap jawaban teman!  Mintalah seorang siswa ke depan untuk menuliskan pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan berilah penegasan terhadap pendapat yang diutarakan oleh siswa tersebut mengenai pola penjumlahan berpenyebut sama! Kesimpulan “Dari dua soal tersebut terlihat bahwa dalam penjumlahan pecahan berpenyebut sama adalah penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dilakukan dengan menjumlahkan pembilangnya. Sedangkan penyebutnya tidak dijumlahkan. (Pembilang adalah angka yang terdapat pada bagian atas garis sedangkan penyebut adalah angka yang terdapat pada bagian bawah garis)”.

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [62] B. Materi Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Beda Pertenuan Kedua Untuk memberikan pemahaman tentang penjumlahan pecahan berpenyebut beda, lakukan kegiatan di bawah ini bersama siswa! Petunjuk untuk Guru 1. Bacakan cerita di bawah ini, kemudaian mintalah salah satu siswa maju ke depan kelas untuk mengerjakan soal berikut! “Dafa dan Putri masing-masing membeli 1 buah roti terang bulan yang sama besar. Dafa membagi roti terang bulannya menjadi 4 potong sama besar, sedangkan Putri membagi roti terang bulannya menjadi 2 potong sama besar. Dafa memberikan 1 bagian rotinya kepada bu Fika. Berapa jumlah bagian roti terang bulan yang diterima oleh bu Fika?” 2. Tunjuklah salah seorang siswa untuk mendemonstarsikan cerita tersebut dengan menggunakan pizza yang disediakan oleh guru. Dalam penjumlahan pecahan berpenyebut beda, terdapat sedikit perbedaan cara dan aturan dengan penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Untuk mengetahui begaimanakah cara menghitung penjumlahan berpenyebut beda, maka kita perhatikan soal-soal di bawah ini dan kerjakan dengan menggunakan media papan pecahan! a. Kakak mempunyai satu bungkus tempe yang dipotong menjadi 3 potong.Kakak memberikan 2 potong tempenya kepada Vivi. Ibu mempunyai tempe yang sama dengan tempe kakak. Ibu memotongnya menjadi 4 potong. Kemudian ibu memberikan satu potong tempenya kepada Vivi. Berapa bagian tempe yang dimiliki Vivi sekarang? Petunjuk penggunaan media 1. Ambil 2 potong papan pecahan yang terdapat pada iga potong pecahan 2 yang sama besar untuk menunjukkan nilai bagian kue. 3 2. Ambil 1 potong papan pecahan yang terdapat pada empat potong pecahan 1 yang sama besar untuk menunjukkan nilai bagian kue. 4

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [63] 1 3. Kosongkanlah papan pecahan yang tersisa bagian tersebut, masukkanlah 3 2 potong pecahan yang masing-masing bernilai 1 3 tadi. Serta gabungkan 1 juga 1 potong pecahan yang bernilai . 4 4. Ambillah sebuah penggaris panjang untuk mencari pecahan yang senilai dengan gabungan kedua potong pecahan tadi (gabungan antara 2 potong 1 1 pecahan dengan 1 potong pecahan ). 3 4 5. Tarik garis antara gabungan pecahan 2 potong pecahan pecahan 1 4 1 3 dan 1 potong tadi dengan pecahan di bawahnya sehingga membentuk garis sejajar. 1 Itulah hasil penjumlahan antara 2 potong pecahan dan 1 potong pecahan 6. 3 1 4 dan hasilnya adalah pecahan 11 12 . 3. Mintalah beberapa siswa untuk melaporkan hasil diskusi dari soal tersebut di papan tulis! Mintalah siswa menerangkan cara menggunakan papan pecahan, kemudian berilah kesempatan kepada siswa lain untuk memberi tanggapan terhadap jawaban teman! Pertemuan ketiga Untuk mengingatkan kembali pemahaman siswa mengenai operasi penjumlahan pecahan berpenyebut beda, maka guru memberikan dua buah soal penjumlahan berpenyebut sama. Siswa mengerjakan soal tersebut menggunakan media papan pecahan. 1 1 1. Ibu membeli kg gula pasir. Kemudian ibu membeli lagi kg gula pasir. Berapa kg 4 2 gula pasir yang dimiliki ibu sekarang? Jawab : Penjumlahan ini dikerjakan dengan cara mengalikan silang antara pembilang dan penyebutnya. 1 2 1 1𝑥4 +(1𝑥2) 4 2𝑥4 + = 2. 1 3 3 + = …… 4 = 4+2 8 = 8 8

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [64] Guru menggunakan penyelesaian soal dengan cara mencari pecahan KPKnya. 1 3 4 4 12 Jadi, hasil penjumlahan dan adalah 3 + 9 12 = 13 12 Pertemuan Keempat Pada akhir pembelajaran mengenai materi penjumlahan berpenyebut sama dan penjumlahan berpenyebut beda ini, siswa kemudian diminta membuat kesimpulan mengenai kaidah penjumlahan pecahan tersebut. 1. Kaidah penjumlahan berpenyebut sama adalah “penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dikerjakan dengan menjumlahkan pembilangnya saja dan penyebutnya tidak perlu dijumlahkan.” 2. Kaidah penjumlahan berpenyebut beda adalah “penjumlahan pecahan yang berpenyebut beda dikerjakan dengan menyamakan penyebutnya terlebih dahulu dengan mencari kelipatan persekutuan terkecil dari kedua penyebut tersebut. Jumlahkan pecahan baru seperti pada penjumlahhan pecahan berpenyebut sama”.

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [65] Ayo Belajar Pecahan! Hari ini kita akan belajar: Pecahan Penjumlahan pecahan berpenyebut beda Penjumlahan pecahan berpenyebut sama Pendahuluan Sungguh menyenangkan ketika kita memiliki sebuah roti terang bulan yang akan dibagikan kepada teman-teman dan kita dapat membaginya dengan ukuran yang sama. Teman-temanmu akan merasa senang karena kamu bisa bersikap adil. Nah, untuk itu kamu perlu belajar pecahan. Dengan belajar pecahan, kamu bisa menjumlahkan ½ bagian terang bulan yang dimiliki Ani dengan 𝟏 𝟑 bagian terang bulan yang kamu miliki. Belajar pecahan akan membuat kamu dapat menjumlahkannya dengan mudah.

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [66] Apakah pecahan itu? Pecahan adalah bagian dari seluruh benda seperti sebuah kue, sebuah apel, atau sebuah terang bulan. Jika sebuah terang bulan telah dipotong maka terang bulan itu tidak utuh lagi. Potongannya merupakan bagian atau pecahan dari seluruh terang

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [67] 1. Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Sama Ayo Bermain Cobalah aktivitas yang menyenangkan dengan melakukan permainan dalam buku ini sambil belajar tentang pecahan. Lakukan bersama temanmu dalam kelas dan ikutilah petunjuknya dengan cermat! Permainan Mencari Pasangan 1. Alat dan Bahan 1 1 1 1 1 1 1 2 3 4 5 6 7 8  Puzzle pecahan berbentuk lingkaran bernilai 1, , , , , , , dan yang sudah dipotong menjadi 4/5 bagian. 2. Langkah-langkah Permainan  Setiap siswa mendapat satu potong puzzle dengan warna yang berbeda.  Siswa berkumpul dengan teman yang memiliki potongan puzzle berwarna sama.  Setelah semua siswa berkumpul menjadi kelompok, siswa dalam kelompok tersebut diminta menggabungkan potongan puzzlenya dengan teman 1 kelompok sehingga menjadi 1 gambar lingkaran yang utuh.  Siswa diminta untuk menyebutkan nilai pecahan dari puzzle yang diarsir.  Nilai pecahan yang diperoleh akan menjadi nama kelompoknya. 3. Tujuan Permainan Permainan ini akan membimbing siswa untuk mengenal pecahan melalui gambar yang terdapat pada puzzle.

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [68] Potongan Tahu, Roti Tawar dan Bolu Tahu, roti tawar dan bolu juga dapat dipotong menjadi beberapa bagian. Tahu, roti tawar dan bolu yang dipotong menjadi dua bagian yang sama juga merupakan 𝟏 pecahan yang bernilai . 𝟐 Walaupun sama-sama bernilai besar dari 𝟏 𝟐 𝟏 𝟐 , akan tetapi besar dari roti tawar dan besar dari 𝟏 𝟐 bolu. 𝟏 𝟐 tahu berbeda dengan Ayo bergabunglah dengan kelompok sesuai dengan permainan “Mencari Pasangan” Kerjakan Soal di bawah ini dengan tepat! Selesaikan masalah berikut ini menggunakan cara kalian sendiri dengan dibantu media yang telah disediakan! a. Ibu memotong roti tawar menjadi empat bagian sama besar. Kemudian potongan roti tawar tadi dibagikan kepada Ani, Budi dan Cindy. Masing-masing mendapat satu potong roti tawar, sehingga masih tersisa 1 potong roti tawar. Lalu satu potong roti tawar itu ibu berikan kepada Ani. Berapa bagian roti tawar yang dimiliki Ani sekarang? b. Ibu mempunyai sepotong tahu. Ibu akan menggoreng tahu tersebut. Supaya tahunyanya tidak terlalu besar, maka ibu memotong tahu tersebut menjadi tiga bagian sama besar. Setelah dibumbui dua potong tahu dimasukkan ke dalam wajan. Karena masih ada tempat maka ibu memasukkan lagi sepotong tahu. Berapa bagian tahu yang ada di wajan?

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [69] Aku Berani Berikan kesimpulan untuk penjumlahan pecahan yang sama penyebutnya! Teman-teman jangan lupa ya….. Penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dilakukan dengan menjumlahkan pembilang-pembilangnya. Sedangkan penyebutnya tidak dijumlahkan. Aku Mampu Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan cara sendiri! 1. Ibu memiliki satu kue tart. Lalu ibu memotong kue tart tersebut menjadi 6 potong. Ibu memberikan 2 potong kue tart kepada Risa. Beberapa saat kemudian ibu memberikan 1 potong kue tart lagi kepada Risa. Berapa bagian kue tart yang dimiliki oleh Risa sekarang? 2. Agus ingin mengecat tongkat pramuka yang akan digunakan untuk Persami hari minggu besok. Tongkat tersebut terdiri dari 4 ruas yang sama panjang. Hari ini dia akan mengecat 1 ruas tongkat tersebut dengan warna hitam. Tongkat tersebut akan dijemur dulu agar bagian warna hitam kering. Keesokan harinya dia mengecat lagi 3 ruas tongkat tersebut dengan warna coklat. Kini berapa bagian yang telah dicat oleh Agus?

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [70] 2. Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Beda Masih ingatkah kamu tentang membelah apel? Atau memotong tahu dan roti? Nah, siapa yang mau memotong kue terang bulan? Sebelumnya, ayo kita bernyanyi bersama terlebih dulu! Lagu Ambilkan Bulan Ambilkan bulan bu… Ambilkan bulan bu… Yang slalu bersinar dilangit, Dilangit bulan benderang… Cahayanya sampai ke bintang… Ambilkan bulan bu..

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [71] Ayo dengarkan cerita Dengarkan cerita yang dibacakan oleh gurumu! Perhatikan ketika guru memotong kue terang bulan di depan kelas. Kamu juga dapat mencobanya! Kegiatan 1 Pecahkan masalah yang ada di dalam cerita bersama kelompokmu! Alat dan Bahan: - Papan terang bulan - Gambar terang bulan - Gunting Langkah Kegiatan 1. Dengarkan cerita yang dibacakan gurumu! 2. Siapkan gambar dan papan terang bulan! 3. Selesaikan soal tersebut terang bulan tersebut! menggunakan gambar dan papan

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [72] Kegiatan 2 Alat dan bahan: - Papan pecahan 1. Siapkan papan pecahan! 2. Bacalah soal di bawah ini dengan cermat! 3. Kakak mempunyai satu bungkus tempe yang dipotong menjadi 3 potong. Kakak memberikan 2 potong tempenya kepada Vivi. Ibu mempunyai tempe yang sama jenisnya dengan tempe kakak. Ibu memotongnya menjadi 4 potong. Kemudian ibu memberikan 1 potong tempenya kepada Vivi. Berapa bagian tempe yang dimiliki Vivi sekarang? 4. Selesaikan soal tersebut menggunakan papan pecahan tersebut!

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [73] Aku siap! 1. Dian dan Lita membeli pita yang sama di toko bu Nina. Dian membeli pita sepanjang 𝟏 𝟐 meter. Sedangkan Lita membeli 𝟏 𝟔 meter. Jika pita mereka 𝟑 𝟒 kg tepung. Karena terlalu digabungkan, berapa meter pita milik Dian dan Lita sekarang? 2. Ibu Rina akan membuat roti. Ia membutuhkan banyak air dan lembek, bu Rina menambahkan 𝟏 𝟑 kg tepung lagi. Berapa banyak tepung yang digunakan untuk membuat roti?

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [74] Aku berani Ayo bermain “Kuis Cepat Tepat” Kuis Cepat Tepat Peraturan: 1. Guru membacakan soal cerita. 2. Siswa secara individu mengerjakan soal pada kertas yang telah disediakan. 3. Siswa yang sudah selesai dapat segera menjawab soal tersebut. 4. Siswa dapat saling berebut ketika akan menjawab. 5. Siswa yang tepilih dan tepat dalam menjawab soal akan mendapatkan “bintang”. Bahan: 1. Kertas berbentuk bintang. 2. Soal: Ibu Rina akan membuat roti. Ia membutuhkan 3 kg tepung. 4 Karena terlalu banyak air dan lembek, bu Rina menambahkan 1 kg 3 tepung lagi. Berapa kg banyak tepung yang digunakan untuk membuat roti?

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [75] Ayo Mencoba! Kerjakan soal di bawah ini bersama kelompokmu! 1. Selesaikan masalah berikut ini bersama dengan kelompokmu dengan menggunakan menggunakan media! a. Ibu membeli 𝟏 𝟐 kg gula pasir. Kemudian ibu membeli lagi Berapa kg gula pasir yang dimiliki ibu sekarang? 𝟏 𝟒 kg gula pasir. 2. Temukan pola penjumlahan pecahan berpenyebut beda. Kerjakan soal berikut ini tanpa menggunakan media! b. 𝟏𝟑 + 𝟑𝟒 = ....... Aku paham ! Buatlah kesimpulan mengenai penjumlahan berpenyebut beda! 1. Samakan penyebut dengan KPK kedua bilangan (mencari bentuk pecahan yang senilai). 2. Jumlahkan pecahan berpenyebut sama. baru seperti pada penjumlahan pecahan

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [76] Aku Bisa! 1. Ayah ingin mengecat rumah. Pada hari Senin ayah mengecat rumah. Keesokan harinya, ayah mengecat lagi bagian rumah yang sudah dicat oleh ayah? 2. Kakak membeli 𝟑 𝟒 𝟏 𝟔 𝟏 𝟓 bagian bagian rumah. Berapa kg buah rambutan. Rambutan tersebut dimasukkan ke keranjang buah. Tiba-tiba, kakek memetik buah rambutan di belakang rumah dan setelah ditimbang beratnya 𝟏 𝟕 kg. Kemudian kakek meletakkan di keranjang kakak. Berapa kg rambutan di keranjang kakak sekarang?

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [77] Sejauh mana pemahaman mengenai penjumlahan pecahan? Ayo buktikan kemampuan dengan bermain “Papan Harga” Permainan Papan Harga 1. Langkah-langkah Permainan  Guru membagikan papan yang nilainya bervariasi, ada yang bernilai satu dan da yang bernilai setengah.  Guru menceritakan sebuah cerita kepada siswa. Ketika guru bercerita terdapat bilangan tertentu, maka siswa harus berkumpul sesuai dengan jumlah bilangan yang disebutkan.  Guru mengecek ketepatan jumlah bilangan dalam setiap kelompok.  Guru melanjutkan bercerita. 2. Tujuan Permainan Dari permainan ini siswa diharapkan lebih memahami penjumlahan pecahan.

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [78] Uji kemampuanmu dalam soal latihan akhir! Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan cara sendiri! 1. Kakak membeli sekotak kue tart. Kue tart tersebut ia potong menjadi 10 bagian. Sepotong kue tart ia berikan kepada adik Lina. Sepotong lagi untuk adik Deta. Karena kakak melihat kue tart bagiannya masih banyak, kakak memberikan sepotong lagi dari kue tart yang tersisa untuk adik Lina. Berapa bagiankah yang diperoleh adik Lina? 2. Bu Fitri hendak membuat kue Blackforest. Lalu Bu Fitri berbelanja ke pasar untuk membeli bahan makanan. Bu Fitri membeli tepung terigu, dan 𝟑 𝟒 𝟏 𝟒 kg gula pasir, 𝟏 𝟐 kg kg telur. Setibanya di rumah, Bu Firti teringat bahwa bahan tersebut masih kurang dari adonan yang diperlukan. Akhirnya Bu Fitri kembali lagi ke pasar dan membeli bahan tersebut. Ibu membeli 𝟏 gula pasir, kg tepung terigu, dan 𝟒 1 2 kg telur. 𝟑 𝟒 kg a. Berapa kg gula pasir yang di perlukan Bu Fitri untuk membuat kue Blackforest? b. Berapa kg tepung terigu yang di perlukan Bu Fitri untuk membuat kue Blackforest? c. Berapa kg telur yang di perlukan Bu Fitri untuk membuat kue Blackforest? 3. 𝟐 𝟖 + 𝟒 𝟖 4. 𝟑 + 𝟐 5. 𝟏 + 𝟑 𝟓 𝟕 𝟑 𝟓 = = =

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [79] Daftar Pustaka Mustaqim, Burhan dan Ary Astuty. 2008. Ayo Belajar Matematika untuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Sulardi. 2007. Pandai Berhitung Matematika Jilid 4: ubtuk Sekolah Dasar Kelas IV: Jakarta Erlangga. Suyati, M. Khafid. 2004. Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk Sekolah Dasar Kelas 4. Jakarta: Erlangga.

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [80] LEMBAR KERJA SISWA Satuan Pendidikan : SD N Keputran A Mata Pelajaran : Matematika Hari/Tanggal/Pertemuan ke : Selasa / 28 Januari 2014/1 Kelas/Semester : IV.3 / 2 Alokasi Waktu : 3x35 menit (3 jam pelajaran) A. Indikator Hasil Belajar 1. Kognitif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut sama. b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika. c. Menjumlahkan dua pecahan. 2. Afektif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan semangat kerjasama. b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika dengan menghargai pendapat teman. 3. Psikomotorik a. Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media. B. Petunjuk untuk Siswa 1. Perhatikan penjelasan guru! 2. Bergabunglah dengan kelompokmu!

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [81] B. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1 1. Bergabunglah dengan kelompokmu dan pilihlah alat peraga yang sudah disediakan oleh gurumu! 2. Selesaikan masalah berikut ini menggunakan cara kalian sendiri dengan bantuan alat peraga yang telah kalian pilih! (alat peraga sudah disediakan). a. Ibu memotong roti tawar menjadi empat bagian sama besar. Kemudian potongan roti tawar tadi dibagikan kepada Evan, Migel dan Tika. Masing-masing mendapat satu potong roti tawar, sehingga masih tersisa 1 potong roti tawar. Lalu satu potong roti tawar itu ibu berikan kepada Tika. Berapa bagian roti tawar yang dimiliki Tika sekarang? Jawab:

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [82] b. Ibu mempunyai sepotong tahu. Ibu akan menggoreng tahu tersebut. Supaya tahunyanya tidak terlalu besar, maka ibu memotong tahu tersebut menjadi tiga bagian sama besar. Setelah dibumbui dua potong tahu dimasukkan ke dalam wajan. Karena masih ada tempat maka ibu memasukkan lagi sepotong tahu. Berapa bagian tahu yang ada di wajan? Jawab:

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [83] Kegiatan Belajar 2 1. Presentasikanlah cara kelompok menyelesaikan masalah di atas! 2. Kelompok lain memberikan tanggapan. 3. Perhatikanlah tanggapan yang diberikan gurumu! Kegiatan Belajar 3 1. Rumuskanlah pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama bersama kelompokmu! 2. Presentasikanlah jawaban kalian di depan kelas! Kegiatan Belajar 4 Kerjakan soal evaluasi! Refleksi Arsirlah gambar senyum di bawah ini pemahamanmu terhadap pelajaran hari ini! semakin tidak paham sesuai dengan semakin paham ¤ Selamat mengerjakan ¤ banyaknya

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [84] LEMBAR KERJA SISWA Pertemuan 2 Satuan Pendidikan : SD Keputran A Yogyakarta Mata Pelajaran : Matematika Hari/Tanggal : Kamis, 30 Januari 2014 Kelas/Semester : IV.3/2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jam pelajaran) A. Indikator Hasil Belajar 1. Kognitif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda. b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika. c. Menjumlahkan dua pecahan. 2. Afektif a. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika dengan menghargai pendapat teman. 3. Psikomotorik Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media. B. Petunjuk untuk Siswa 1. Perhatikan penjelasan guru! 2. Bergabunglah dengan kelompokmu!

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [85] C. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1 1. Kerjakan masalah berikut ini menggunakan “papan terang bulan” dan gambarlah cara kalian menyelesaikannya!  Resa dan Yoga masing-masing membeli 1 loyang terang bulan yang sama besar dan rasanya. Resa membagi terang bulannya menjadi 4 potong yang sama besar, sedangkan Yoga membagi terang bulannya menjadi 2 potong yang sama besar. Resa memberikan 1 potong terang bulannya kepada bu Fajar dan beberapa saat kemudian Yoga juga memberikan 1 potong terang bulannya kepada bu Fajar. Berapakah jumlah bagian terang bulan yang diterima oleh bu Fajar? Jawab :

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [86] 2. Selesaikan masalah berikut menggunakan cara kalian sendiri dengan dibantu media yang kalian pilih tadi!  Floren mempunyai satu bungkus tempe yang dipotong menjadi 3 potong. Floren memberikan 2 potong tempenya kepada Tasya. Ibu mempunyai tempe yang sama jenisnya dengan tempe Floren. Ibu memotongnya menjadi 4 potong. Kemudian ibu memberikan 1 potong tempenya kepada Tasya. Berapa bagian tempe yang dimiliki Tasya sekarang? Jawab: Kegiatan Belajar 2 1. Presentasikan cara kelompok kalian menyelesaikan masalah yang diberikan! 2. Kelompok lain memberikan tanggapan.

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [87] Kegiatan Belajar 3 Simpulkan hasil belajar kalian bersama guru! Kegiatan Belajar 4 Kerjakan soal evaluasi secara individu! Refleksi Arsirlah gambar senyum di bawah ini sesuai dengan banyaknya pemahamanmu terhadap pelajaran hari ini! tidak paham paham sekali Dari banyaknya gambar yang kamu arsir, apa saja yang kamu pahami pada pembelajaran hari ini?

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [88] LEMBAR KERJA SISWA Pertemuan 3 Satuan Pendidikan : SD N Keputran A Yogyakarta Mata Pelajaran : Matematika Hari/Tanggal : Sabtu, 1 Februari 2014 Kelas/Semester : IV.3/2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jam pelajaran) A. Indikator Hasil Belajar 4. Kognitif d. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda. e. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika. f. Menjumlahkan dua pecahan. 5. Afektif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan semangat kerjasama. b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika dengan menghargai pendapat teman. 6. Psikomotorik a. Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media. B. Petunjuk untuk Siswa 1. Perhatikan penjelasan guru! 2. Siapkan alat tulis!

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [89] C. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1 3. Selesaikan masalah berikut ini bersama dengan kelompokmu dengan menggunakan media! Diandra membeli 𝟏 𝟐 kg gula pasir. 𝟏 𝟒 kg gula Kemudian Diandra membeli lagi pasir. Berapa kg gula pasir yang dimiliki Diandra sekarang? Jawab: 4. Temukan pola penjumlahan pecahan berpenyebut beda! Kerjakan soal berikut ini tanpa menggunakan media! Jawab: 𝟏 𝟑 + 𝟑 𝟒 = .......

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [90] Kegiatan Belajar 2 1. Presentasikan cara kelompok kalian menyelesaikan masalah yang diberikan! 2. Kelompok lain memberikan tanggapan. 3. Temukan pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut beda melalui diskusi. Kegiatan Belajar 3 1. Presentasikan kesimpulan jawaban pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut beda di depan kelas! 2. Kelompok lain memberikan tanggapan. 3. Perhatikan tanggapan gurumu! 4. Buatlah kesimpulan bersama guru! Kegiatan Belajar 4 Kerjakan soal evaluasi secara individu!

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [91] Refleksi Arsirlah gambar bintang di bawah ini sesuai dengan banyaknya pemahamanmu terhadap pelajaran hari ini! tidak paham paham Dari banyaknya gambar yang kamu arsir, apa saja yang kamu pahamisekali pada pembelajaran hari ini?

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [92] LEMBAR KERJA SISWA Pertemuan 4 Satuan Pendidikan : SD Negeri Keputran A Mata Pelajaran : Matematika Hari/Tanggal : Selasa, 4 Februari 2013 Kelas/Semester : IV.3/2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jam pelajaran) B. Indikator Hasil Belajar 7. Kognitif g. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika. h. Menjumlahkan dua pecahan. 8. Afektif a. Menunjukkan sikap tanggung jawab ketika bekerja mengerjakan tugas individu. 9. Psikomotorik a. Menulis jawaban soal evaluasi dengan tulisan yang rapi. B. Petunjuk untuk Siswa 1. Perhatikan penjelasan guru! 2. Siapkanlah alat tulis!

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [93] C. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1 1. Buatlah kesimpulan hasil belajar tentang penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dan yang berpenyebut beda! 2. Tanyakan hal yang belum kalian mengerti yang berkaitan dengan materi penjumlahan pecahan. Kegiatan Belajar 2 Kerjakan soal evaluasi sendiri! Refleksi Arsirlah gambar bintang di bawah ini sesuai dengan banyaknya pemahamanmu terhadap pelajaran hari ini! tidak paham paham sekali Dari banyaknya gambar yang kamu arsir, apa saja yang kamu pahami pada pembelajaran hari ini?

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [94] EVALUASI I Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan caramu sendiri! 1. Tika memiliki kue tart sebanyak 2 6 bagian yang dia peroleh dari Ibunya. Beberapa saat kemudian Tika mendapat lagi 1 6 bagian kue tart lagi dari kakaknya. Berapa banyak kue tart sekarang yang dimiliki oleh Tika? Jawab:

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [95] 2. Agus ingin mengecat tongkat pramuka yang akan digunakan untuk Persami hari minggu besok. Hari ini dia akan mengecat tongkat tersebut dengan warna hitam 1 4 bagian. Tongkat tersebut akan dijemur dulu agar bagian warna hitam kering. Keesokan harinya dia mengecat lagi tongkat tersebut dengan warna coklat 3 4 bagian. Kini berapa bagian tongkat yang telah dicat oleh Agus? Jawab:

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [96] EVALUASI II Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan cara sendiri! 1. Dian dan Lita membeli pita yang sama di toko bu Nina. Dian membeli pita sepanjang Sedangkan Lita membeli 1 6 1 2 meter. meter. Jika pita mereka digabungkan, berapa meter pita milik Dian dan Lita sekarang? Jawab :

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [97] 2. Ibu Rina akan membuat roti. Ia membutuhkan 3 4 kg tepung. Karena terlalu banyak air dan lembek, bu Rina menambahkan 1 3 kg yang banyak membuat roti? Jawab : tepung kg tepung lagi. Berapa digunakan untuk

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [98] EVALUAS III Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan cara sendiri! 1. Ayah ingin mengecat rumah. Pada hari senin, ayah mengecat 𝟏 𝟓 bagian rumah. Keesokan harinya, ayah mengecat lagi 𝟏 𝟔 bagian rumah. Berapa bagian rumah yang sudah dicat oleh ayah? Jawab : 2. Kakak membeli 3 4 kg buah rambutan. Rambutan tersebut dimasukkan ke keranjang buah. Tiba-tiba, kakek memetik buah rambutan di belakang rumah dan setelah ditimbang beratnya 1 7 kg. Kemudian kakek meletakkan di keranjang kakak. Berapa kg rambutan di keranjang kakak sekarang? Jawab :

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [99] EVALUASI IV Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan cara sendiri! 1. Kakak membeli sekotak kue tart. Kue tart tersebut ia potong menjadi 10 bagian. Sepotong kue tart ia berikan kepada Uut. Sepotong lagi untuk Risang. Karena kakak melihat kue tart bagiannya masih banyak, kakak memberikan sepotong lagi dari kue tart yang tersisa untuk Uut. Berapa bagiankah kue tart yang diperoleh Uut? Jawab : 2. Bu Fitri hendak membuat kue Donat. Lalu Bu Fitri berbelanja ke pasar untuk membeli bahan makanan. Bu Fitri membeli tepung terigu, dan 3 4 1 4 kg gula pasir, 1 2 kg kg telur. Setibanya di rumah, Bu Fitri teringat bahwa bahan yang dibelinya masih kurang. Akhirnya Bu Fitri kembali lagi ke pasar dan membeli bahan tersebut. Ibu membeli kg gula pasir, 1 4 1 kg tepung terigu, dan kg telur. 2 3 4

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [100] a. Berapa kg gula pasir yang di perlukan Bu Fitri untuk membuat kue donat? b. Berapa kg tepung terigu yang diperlukan Bu Fitri untuk membuat kue donat? c. Berapa kg telur yang diperlukan Bu Fitri untuk membuat kue donat? Jawab : 3. 4. 5. 2 8 3 5 1 + + + 7 4 8 2 3 3 5 = = =

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [101] KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI PERTEMUAN 1 1. Diketahui 2 : Tika memiliki kue tart dari ibu sebanyak bagian. 6 1 Tika mendapatkan lagi kue tart dari ibu sebanyak bagian. 6 Ditanya : Berapakah banyak kue tart yang dimiliki oleh Tika sekarang? Jawab 2 1 2+1 6 6 6 : + = 3 1 6 3 = = 3 Jadi, kue tart yang dimiliki Tika adalah bagian kue tart. 6 2. Diketahui : Tongkat yang dicat oleh Agus warna hitam adalah 1 4 bagian. 3 Tongkat yang dicat oleh Agus warna coklat adalah bagian. 4 Ditanya : Berapakah bagian yang telah dicat oleh Agus? Jawab : +4= 1 4 3 1+3 4 4 = = 1 bagian. 4 4 Jadi, tongkat yang sudah dicat oleh Agus adalah atau 1 bagian tongkat. 4

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [102] KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI PERTEMUAN 2 1 1. Diketahui : Pita milik Anggun meter. 2 1 Pita milik Reta meter. 6 Ditanya : Berapa meter pita Anggun dan Reta? Jawab : +6= 1 1 3+1 2 6 = 4 6 = 2 3 4 Jadi, panjang pita milik Anggun dan Reta setelah digabungkan adalah meter. 6 3 2. Diketahui : Tepung pertama kg. 4 1 Tepung kedua kg 3 Ditanya Jawab : : Berapa kg banyak tepung yang digunakan? 3 4 1 9+4 3 12 + = = 13 12 Jadi, banyak tepung yang digunakan untuk membuat roti adalah 13 12 kg.

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [103] KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI PERTEMUAN 3 1 1. Diketahui : Bagian yang dicat hari Senin adalah bagian rumah. 5 1 Bagian yang dicat hari Selasa adalah bagian rumah. 6 Ditanya : Berapa bagian rumah yang sudah dicat? 1 1 6+5 5 6 30 Jawab : + = = 11 30 Jadi, bagian rumah yang sudah dicat adalah 2. Diketahui : Rambutan kakak 3 4 11 30 bagian. kg 1 Rambutan kakek kg 7 Ditanya : Berapa kg rambutan yang dimiliki kakak dan kakek? 3 1 21+4 7 28 Jawab : + = 4 25 = 28 Jadi, banyak rambutan yang dimiliki kakak dan kakek di dalam keranjang adalah 25 28 3 = 128 kg.

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [104] KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI PERTEMUAN 4 1. Diketahui : 1 kotak roti dibagi 10 Bagian roti yang diperoleh Lina adalah sepotong = Bagian roti yang diperoleh Deta adalah sepotong = Lina mendapat lagi sepotong = Jawab : + 1 10 = 2 10 = 1 10 10 : Berapa bagian roti yang diperoleh Lina? 1 10 1 Ditanya 10 1 1 5 1 Jadi, bagian roti yang diperoleh Lina adalah bagian. 5 1 2. Diketahui : Gula pasir yang dibeli pertama adalah kg. 4 1 Tepung terigu yang dibeli pertama adalah kg. 2 3 Telur ayam yang dibeli pertama adalah kg. 4 3 Gula pasir yang dibeli kedua adalah kg. 4 1 Tepung terigu yang dibeli kedua adalah kg 4 1 Telur ayam yang dibeli kedua adalah kg. 2 Ditanya : a. Berapa kg gula pasir yang diperlukan? b. Berapa kg tepung yang diperlukan? c. Berapa kg telur ayam yang diperlukan? Jawab a. : 1 4 3 4 4 4 + = =1 Jadi, banyak gula pasir yang diperlukan untuk membuat roti adalah 1 kg. b. 1 2 1 2+1 4 4 + = = 3 4 3 Jadi, banyak tepung terigu yang digunakan untuk membuat roti adalah kg. 4 c. 3 4 1 3+2 2 4 + = = 5 4

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [105] 5 Jadi, banyak telur yang diperlukan untuk membuat roti adalah kg. 4 3. 4. 5. 2 8 3 5 1 7 4 2+4 8 8 2 9+10 3 15 3 5+21 5 35 + = + = + = 6 3 8 4 = = = = 19 15 26 35

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [106] PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA LEMBAR KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA A. PetunjukPengisian Berikut ini daftar kegiatan pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) yang dilakukan pendidik di dalam kelas. Lingkari angka pada kolom skor sesuai kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan memperhatikan rambu-rambu skoring. B. Lembar Keterlaksanaan Pembelajaran Hari / Tanggal : Jam Pelajaran : No 1. 2. 3. 4. 5. Aspek yang diamati Skor Kegiatan Awal Guru menyajikan masalah kontekstual atau soal cerita secara 1 2 3 4 lisan atau tertulis. (Penggunaan Konteks) Guru membangkitkan motivasi belajar siswa dengan kegiatan yang 1 2 3 4 menarik. (Interaktifitas) Kegiatan Inti Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan penyelesaian-penyelesaian masalah 1 2 3 4 yang berbeda-beda. (Penggunaan Model) Guru membimbing siswa untuk menggunakan model-model yang dikembangkan oleh siswa untuk 1 2 3 4 membangun suatu prosedur penyelesaian. (Penggunaan Model) Guru memberi kebebasan kepada 1 2 3 4 Keterangan

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [107] 6. 7. 8. 9. 10. siswa untuk saling berdiskusi berkaitan dengan materi yang diajarkan. (Interaktifitas) Guru memberi kebebasan kepada siswa untuk menemukan cara menyelesaikan soal yang diberikan. (Pemanfaatan Konstruksi Siswa) Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk menggunakan modelmodel yang dibangun oleh siswa untuk masalah kontekstual yang diberikan. (Interatikfitas) Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk saling bertanya jawab. (Interaktivitas) Guru mengaitkan konsep matematika satu dengan konsep matematika lain berdasarkan dengan topik yang diajarkan. (Keterkaitan) Guru mengaitkan konsep matematika dengan konsep dari mata pelajaran lain berdasarkan dengan topik yang diajarkan. (Keterkaitan) 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Kegiatan Penutup 11. Guru membimbing siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari. (Pemanfaatan Konstruksi Siswa) 1 2 3 4

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [108] PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA KUESIONER KEAKTIFAN SISWA Kuesioner ini berisi pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang berkaitan dengan keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Jawaban yang anda berikan pada kuesioner tidak akan mempengaruhi nilai anda dalam pelajaran matematika. Jawablah setiap pernyataan dalam kuesioner secara jujur sesuai dengan keadaanmu pada waktu belajar matematika. Hasil kuesioner bersifat rahasia dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian. A. Petunjuk Pengisian 1. Isilah kuesioner di bawah ini sesuai dengan apa yang anda alami saat ini! 2. Jawablah setiap pernyataan dengan memberi tanda centang (√) pada kolom yang tersedia sesuai dengan keadaan anda! 3. Pilihan jawaban yang diberikan adalah: a. SS = Jika kamu “Sangat Setuju” dengan pernyataan tersebut. b. S = Jika kamu “Setuju” dengan pernyataan tersebut. c. TS = Jika kamu “Tidak Setuju” dengan pernyataan tersebut. d. STS = Jika kamu “Sangat Tidak Setuju” dengan pernyataan tersebut. 4. Contoh cara menjawab : No 1 Pernyataan SS S TS STS √ Saya memahami penjelasan guru tentang materi bangun ruang 5. Jika ingin mengganti jawaban, berilah coretan pada jawaban yang salah, kemudian berilah tanda centang (√) pada kolom lain sesuai dengan jawaban yang diinginkan. No 1 Pernyataan Saya duduk diam saat pelajaran berlangsung SS S √ TS STS √

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [109] B. Identitas Siswa Nama : ……………………………………………… No. absen : ……………………………………………… Kelas : ……………………………………………… C. Kuesioner No. 1 2 Pernyataan SS Saya membaca buku pelajaran matematika tanpa di perintah oleh guru Saya malas mendengarkan penjelasan guru tentang materi matematika Saya menulis penjelasan guru dalam buku 3 catatan selama mengikuti pembelajaran matematika 4 5 6 7 8 9 Saya malas menyelesaikan tugas atau latihan soal yang diberikan guru Saya bersemangat belajar matematika ketika berdiskusi dengan teman. Saya membuat rangkuman sendiri setelah kegiatan berdiskusi selesai Saya malas belajar matematika sendiri Saya dapat menyelesaikan soal matematika yang diberikan guru Saya menggunakan media yang diberikan oleh guru diluar kegiatan pembelajaran matematika Saya memperhatikan presentasi dari kelompok 10 11 12 lain dengan sungguh-sungguh Saya ikut serta membuat kesimpulan dalam berdiskusi Saya mencari cara penyelesaian soal matematika sendiri tanpa mencontek teman S TS STS

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [110] 13 14 15 Saya mencari buku di perpustakaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran Saya menyampaikan pendapat ketika berdiskusi Saya bertanya kepada teman daripada guru ketika merasa kesulitan belajar Saya memilih untuk diam daripada bertanya 16 pada guru ketika mengalami kesulitan belajar matematika 17 18 19 20 Saya memberikan jawaban ketika ada teman yang bertanya Saya malas menjawab pertanyaan yang diberikan guru Saya mendengarkan teman yang memberikan pendapat dalam berdiskusi Saya tidak pernah memberikan tanggapan ketika ada teman yang berpendapat

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [111] Lembar Observasi Keaktifan Pertemuan . . . Kelompok . . . . . . . . . . . . . . . Aspek Nama Siswa Indikator Deskriptor keaktifan Keaktifan Aktivitas Aktivitas- Siswa membaca sumber belajar yang siswa aktivitas yang tersedia dilakukan Siswa menulis atau mencatat hal-hal siswa selama penting selama proses belajar proses Siswa melakukan kerjasama atau diskusi pembelajaran tentang sesuatu dengan siswa lain dalam kelompok Siswa melakukan kegiatan belajar sendiri Siswa memecahkan masalah yang dihadapi selama kegiatan belajar Siswa memanfaatkan sumber belajar yang ada secara optimal dalam belajar Siswa memperhatikan presentasi hasil kerja 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [112] kelompok Partisipa si Partisipasi atau atau Siswa ikut serta mengambil keputusan dalam berdiskusi keterliba keterlibatan tan siswa siswa kegiatan dalam pembelajaran Siswa memberikan kontribusi cara penyelesaian masalah yang berbeda-beda Siswa berpartisipasi memberikan informasi atau pendapat dalam kegiatan diskusi Interaksi Interaksi Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru dalam proses atau siswa lain pembelajaran, baik Siswa menjawab pertanyaan yang antara diberikan guru atau siswa lainnya siswa dengan Siswa menanggapi pendapat dari siswa lain siswa ataupun Siswa membantu teman yang mengalami siswa dengan kesulitan dalam belajar guru Keterangan : berikan tanda checklist (√) pada kolom nomor siswa sesuai dengan deskriptor dan keadaan yang diamati.

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [113] LEMBAR KERJA SISWA Satuan Pendidikan : SD N Keputran A Mata Pelajaran : Matematika Hari/Tanggal/Pertemuan ke : Selasa / 28 Januari 2014/1 Kelas/Semester : IV.3 / 2 Alokasi Waktu : 3x35 menit (3 jam pelajaran) A. Indikator Hasil Belajar 1. Kognitif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut sama. b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika. c. Menjumlahkan dua pecahan. 2. Afektif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan semangat kerjasama. b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika dengan menghargai pendapat teman. 3. Psikomotorik a. Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media. B. Petunjuk untuk Siswa 1. Perhatikan penjelasan guru! 2. Bergabunglah dengan kelompokmu!

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [114]

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [115]

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [116]

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [117] LEMBAR KERJA SISWA Satuan Pendidikan : SD N Keputran A Mata Pelajaran : Matematika Hari/Tanggal/Pertemuan ke : Selasa / 28 Januari 2014/1 Kelas/Semester : IV.3 / 2 Alokasi Waktu : 3x35 menit (3 jam pelajaran) A. Indikator Hasil Belajar 1. Kognitif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut sama. b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika. c. Menjumlahkan dua pecahan. 2. Afektif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan semangat kerjasama. b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika dengan menghargai pendapat teman. 3. Psikomotorik a. Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media. B. Petunjuk untuk Siswa 1. Perhatikan penjelasan guru! 2. Bergabunglah dengan kelompokmu!

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [118] 7.

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [119]

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [120]

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [121]

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [122]

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [123]

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [124]

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [125]

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [126]

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [127]

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [128]

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [129]

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [130]

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [131]

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [132]

(251) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [133]

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [134]

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [135]

(254) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [136]

(255) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [137]

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [138]

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [139]

(258) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [140]

(259) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [141]

(260) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [142]

(261) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [143]

(262) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [144]

(263) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [145]

(264) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [146]

(265) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [147]

(266) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [148]

(267) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [149]

(268) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [150]

(269) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [151]

(270) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [152]

(271) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [153]

(272) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [154]

(273) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [155]

(274) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [156]

(275) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [157]

(276) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [158]

(277) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [159]

(278) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [160]

(279) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [161]

(280) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [162]

(281) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [163]

(282) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [164]

(283) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [165]

(284) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [166]

(285) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [167]

(286) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [168]

(287) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [169]

(288) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [170]

(289) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [171]

(290) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [172]

(291) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [173]

(292) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [174]

(293) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [175]

(294) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [176]

(295) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [177]

(296) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [178]

(297) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [179]

(298) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [180]

(299) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [181]

(300) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [182]

(301) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [183]

(302) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [184]

(303) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [185]

(304) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [186]

(305) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [187]

(306) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [188]

(307) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [189]

(308) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [190]

(309) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [191]

(310) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [192]

(311) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [193]

(312) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [194]

(313) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [195]

(314) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [196]

(315) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [197]

(316) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [198]

(317) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [199]

(318) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [200]

(319) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [201]

(320) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [202]

(321) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [203]

(322) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [204]

(323) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [205]

(324) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [206]

(325) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [207]

(326) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [208]

(327) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [209]

(328) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [210]

(329) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [211]

(330) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [212]

(331) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [213]

(332) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [214]

(333) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [215]

(334) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [216]

(335) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [217]

(336) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [218]

(337) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [219]

(338) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [220]

(339) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [221]

(340) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [222]

(341) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [223]

(342) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [224]

(343) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [225]

(344) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [226]

(345) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [227]

(346) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [228]

(347) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [229]

(348) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [230]

(349) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [231] TRANSKRIP PENELITIAN PERTEMUAN PERTAMA Kelas : IV.3 Hari/Tanggal : Selasa, 28 Januari 2014 Pukul : 09.35-11.20 Keterangan : G = Guru BS = Beberapa Siswa S = Siswa SS = Semua Siswa Xn = Nama siswa ke n, n = 1,2,3,… Siswa kelas IV.3 mengikuti pembelajaran matematika setelah istirahat pertama. Suasana kelas gaduh dan ada beberapa siswa yang terlambat masuk ke kelas. NO SUBJEK PERCAKAPAN DAN KEGIATAN 1 G Assalamualaikum wr.wb 2 SS Walaikumsalam wr.wb 3 Suasana kelas gaduh karena pengaruh setelah istirahat 4 G Dengarkan dahulu Pak W akan menerangkan. Kita akan belajar ttg pecahan, nanti kita akan dibagi menjadi beberapa kelompok. Kelompoknya nanti minimal 4. 5 G Ohh yaa… Nah kemarin kita sudah pernah belajar di kelas 3 tentang pecahan yang bisa di jumlahkan apabila??? 6 S Ditambahkan 7 G Ini pelajaran kelas 3 lho. Lambang bilangan pecahan bisa dijumlahkan apabila? Ya coba yang putrid ada yang tahu tidak? atau yang laki-laki siapa yang tahu?? 8 X2 (tunjuk jari) yang lambang bilangan penyebutnya sama. 9 G Ya coba berikan contoh dituliskan di papan tulis 10 X2 maju untuk menuliskan contoh penjumlahan pecahan 11 G Ya bagus sekali. Jadi kalau ini penyebutnya sama bisa dijumlahkan, tetapi jika penyebutnya berbeda penyebutnya harus disamakan. Ada yang mau ditanyakan sebelum dilanjutkan? 12 BS Tidak pak 13 G Ya kalau tidak ada, pak wahono nanti akan membagi kertas setiap anak untuk membentuk kelompok melalui potongan kertas ini kemudian kita bermain mencari pasangan. Nanti siswa mengambil satu per satu, yang warnanya sama menjadi satu kelompok. Paham? 14 SS Pahamm…

(350) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [232] 15 16 G 17 18 19 X11 G 20 21 22 X2 G G 23 24 25 26 X5 G X29, X15, X9 G 27 28 29 30 31 32 X4 G X7 G X13 G 33 34 SS G 35 36 37 38 39 X 21 X4 G X2 G Guru memanggil satu per satu nama siswa untuk mengambil potongan kertas secara tertib . Ya, yang sudah mendapat potongan kertas duduk dahulu. Sudah?? Nanti yang warnanya merah duduk disini, cari temannya sendiri. Kelompok 2 yang warnanya ini disini duduk berhadap-hadapan. Siswa mencari teman sekelompoknya berdasarkan warna yang didapatkannya Pak, warna biru dimana? Ohh iya yang wana biru disini. Duduk daling berhadaphadapan. Yang kuning pak?? Ohh ya ada wana kuning disini. Hijau disini Sudah semua?? Sekarang siapa ketua kelompok sini? (sambil menunjuk kelompok yang dituju) X8 pak Kelompok sini? X21 pak.. Ya ardi. Kelompok sini siapa ketuanya? Nova pak.. Ya kelompok sini siapa? Devi pak.. Kelompok sini? Rizka pakk… Sudah? Sudah bicaranya? Tolong dengarkan. Masing-masing kelompok nanti pak W beri tugas disini, silahkan dimusyawarahkan. Apa perintahnya, dimusyawarahkan bersama kelompok. Sudah paham?? Pahamm… ini pak wahono serahkan ke renov, ardi, nova, devi, rizka. Sudah semua dapat ya? Mengerjakannya nanti belum ada perintah dari pak W. Sekarang dengarkan, nanti gambar itu tempellah dikertas ini, nanti akan membentuk apa. Lingkaran (sambil berbisik) Pak itu roti tawar untuk apa e pak? Ya nanti, nanti ada lagi. Mbok sekarang aja to pak.. Ya nanti dulu. Sekarang kerjakan dulu.

(351) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [233] 40 41 S G 42 43 44 X7 G G 45 46 X G 47 48 G 49 50 51 SS X11 G 52 53 54 55 56 57 BS G BS G 58 59 60 X11 G G 61 62 63 64 65 G G X17 66 X21 67 G Sudah selesai pakkk…. ya ditulis itu berapa bagian. Nanti menjadi nama kelompok kalian. Sekarang pak menempelnya?? Ya sekarang.. Sudah? Sudah ditempelkan?? Ditempelkan pada kertas karton, supaya lebih bagus ditempelkan di tengah atau dipinggir. (sambil berkeliling tiap kelompok) Pak ini di garap pak? Iya nanti ya… Ya kalian punya buku tulis kan? Ditulis berapa bagian yang kalian dapat. Kelompoknya ardi dan arga berapa bagian dituliskan. Siswa mengerjakan dengan berdiskusi bersama kelompok Kelompoknya siapa yang sudah? Ya ketuanya silahkan kesini mengambil roti tawar Yeee… Selainya mana pak? Selainya nanti belum dibeli. Kelompoknya siapa lagi yang sudah silahkan ambil. Ketuanya yang kesini. Yang sudah mengambil di baca perintahnya itu. Kelompoknya siapa lagi? Sudah pak sudah.. Setelah kalian membaca.. Potong kuenya potong kuenya (salah satu kelompok bernyanyi) Ehh ga boleh. Dibaca perintahnya (guru menegur siswa) --Tiap kelompok bekerja bersama kelompoknya-Dibaca perintahnya nomor satu ya (sambil berkeliling ke tiap kelompok untuk mengecek pekerjaan siswa) Pak motongnya gini?? Bebas motongnya. Sudah?? Setelah itu dijawab pertanyaannya di kertas itu. Yang sudah selesai menerima tugas yang kedua yaitu mengambil tahu ketuanya. --ketua kelompok mengambil tahu-Setelah menerima di baca yang nomor 2. Kemudian kerjakan! --siswa mengerjakan tugas bersama kelompoknya-Eehh ora pas ora pas kui (eh tidak pas itu) Ora yoo. Dikandani ora percoyo. (tidak ya. Diberi tahu tidak percaya) Ngene lho nganggo garisan ben podho dadi 4. (begini saja pakai penggaris biar sama menjadi 4) Tidak sama persis tidak apa-apa. Tidak perlu digarisi.

(352) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [234] Sudah di jawab?? 3 68 X29 Berarti jawabanne 69 G 70 71 BS G 72 73 BS G 74 75 76 X17 G X17 77 G 78 X17 79 80 81 82 G 83 84 85 BS G BS Kelompoknyna siapa yang belum selesai??? Pak W minta semuanya mendengarkan dahulu.. Ternyata anak-anak sudah pintar hanya pak W ingin anak2 berani tampil di depan berbicara apa yang kamu lakukan tadi. Boleh ketuanya, boleh wakilnya. Dari kelompoknya siapa dahului??? Ketuanya saja pakk… Caranya maju bagaimana? Tidak asal maju, tugasmu yang sudah kamu kerjakan itu dibicarakan di depan. Ya sekarang kelompoknya X17 maju dibawa tugasnya. Salah tidak apa-apa karena kita sedang belajar. Perhatikan teman kalian ketua kelompok biru mau mempresentasikan hasil kerjanya. Sttttt Perhatikan teman kalian ketua kelompok biru mau mempresentasikan hasil kerjanya Soalnya dibaca pak?? Ya silahkan boleh dibaca soal…… Ibu memotong roti tawar menjadi empat bagian sama besar. Kemudian potongan roti tawar tadi dibagikan kepada Evan, Migel dan Tika. Masing-masing mendapat satu potong roti tawar, sehingga masih tersisa 1 potong roti tawar. Diulangi,koncomu masih belum bisa belajar dengan baik menghargai teman. jika ada temannya yang berbicara yang lain mendengarkan. Begitu juga jika pak guru sedang berbicara yang lain mendengarkan. Ya silahkan rizka diulangi dibaca. Ibu memotong roti tawar menjadi empat bagian sama besar. Kemudian potongan roti tawar tadi dibagikan kepada Evan, Migel dan Tika. Masing-masing mendapat satu potong roti tawar, sehingga masih tersisa 1 potong roti tawar. Lalu satu potong roti tawar itu ibu berikan kepada Tika. Berapa bagian roti tawar yang dimiliki Tika sekarang? Ya coba ditulis di papan tulis. X17 menulis jawaban kelompoknya Ada jawaban lain yang berbeda? Tanggapan? Jadi ibu mempunyai 1 roti tawar kemudian dibagi menjadi 4 baiga. Yang paling banyak mendapat bagian siapa? Tika Berapa bagian? 2/4 G G 3

(353) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [235] 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 G G X8 G G X21 G 99 100 SS G 101 102 103 SS G SS G G X3 G G 2/4 itu sama dengan berapa? Coba sini riska bawa rotinya 1 bagian + 1 bagian = 2/4. Berarti 2/4 itu berapa? ½ Iya benar sekali. 100 buat X8 Ya sekarang nomor 2. Aku pak.. Ya X21 silahkan. Menulis jawaban Ya dibaca dulu soalnya. Ada yang berbeda dengan jawaban X21? Aku pak. Ya tadi sudah 2 kelompok mewakili selompok semuanya. Kalau ini penyebutnya sama baru bisa ditambahkan. Tapi kalau berbeda harus diubah dulu tapi nanti pada kesempatan lain kita membahas itu. Ada pertanyaan? Tidak Kalau tidak ini ada tugas nanti dikerjakan sendiri-sendiri. Roti,tahu, cutternya dikembalikan ketuanya yang tanggung jawab. Ya, pak Assalamualaikum wr.wb Walaikumsalam wr.wb

(354) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [236] TRANSKRIP PENELITIAN PERTEMUAN KEDUA Kelas : IV.3 Hari/Tanggal : Kamis, 30 Januari 2014 Pukul : 08.10-09.20 Keterangan : G = Guru S = Siswa Xn = Nama siswa ke n, n = 1,2,3,… NO 1 SUBJEK G 2 3 4 5 BS G SS G 6 7 BS G 8 9 10 11 12 X2 G X2 G G 13 14 15 16 SS G SS G 17 18 BS G BS SS = Beberapa Siswa = Semua Siswa PERCAKAPAN DAN KEGIATAN Oiya sebelum melanjutkan pelajaran, ada aturan mengikuti pelajaran. Yang pertama kalau ada yang menjelaskan yang lain mendengarkan, kedua kalau mau bertanya angkat tangan terlebih dahulu tidak asal bicara. Setuju?? Setuju..” Belum semua setuju. Setuju semua?? Setujuuu… Pak W punya lagu. Lagunya ambilkan bulan. Siapa yang sudah tau? Ambilkan bulan bu, ambilkan bulan bu… Tunggun bersama-sama jangan kaya pasar bubar. Siapa yang berani memimpin di depan? X2 berani? Ngapain pak? Memimpin di depan lagunya ambilkan bulan bu. Isin e pak. Kok isin ki ngopo. Ya sudah bersama-sama saja. Ambil suara dulu bersamasama 1,2,3 Ambilkan bulan bu, ambilkan bulan bu………… Terlalu slow. Ulangi yang semangat.. Ambilkan bulan bu, ambilkan bulan bu………… Ya anak-anak kita akan belajar pecahan dengan penyebut berbeda, dengan materi pelajaran yang sudah kalian nyanyikan. Nanti ada beberapa yang harus kalian perhatikan. Yang pertama kalian membentuk kelompok. ada kartunya untuk membentuk kelompok. Yessss… Supaya demokratis tidak boleh pak guru menunjukk. Jadi yang menentukan kelompoknya kalian sendiri, itu

(355) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [237] 19 20 X1 G 21 22 23 24 X30 X28 X22 G 25 26 27 28 29 30 G G SS G SS G 31 32 33 34 35 G G G X23 G 36 37 BS G 38 39 BS G nasibmu. Jadi besok kalau kalian mengambil sesuatu ya sudah itu nasibmu. Yang pertama mengambil sesuai absen. Absen pertama maju… Iki pie pak kelompoke? Sudah semua mendapat?? Duduk duluuu… Sekarang yang gambarnya sama, jadi kelompok nya sesuai gambarnya/bentuknya. Yang bentuknya persegi disini… Sopo sing jajar genjang? Aku jajar genjang. Yeeee…. Segitiga segitiga… Ya jajar genjang berkumpul disini.. Segitiga disini.. Ya coba dengarkan, duduknya berhadap-hadapan yaa… 4.3 okee Pecahan yesss.. Dafa dan putri masing-masing membeli kue terang bulan. Dafa membagi kue menjadi 4 potong sama besar. Sedangkan putri memotong kue 2 potong sama besar. (guru menggambar kue terang bulan) Jadi nanti dafa memberi 1 potong bagian kue untuk pak w, sedangkan putrid akan memberikan 1 potong kepada pak w. Pertanyaannya berapa bagian terang bulan yang dimiliki pak w? Yang pak W jadikan dafa itu X2, yang satunya X14. Ya itu nanti kalian jawab setelah yang satu ini.. Ini ada cerita lagi.. Opo kui Ibu memiliki satu buah kue terang bulan. Ibu memotong kue terang bulan menjadi 6 potong. Lalu ibu memberikan 2 potong kue terang bulan kepada Dika. Beberapa saat kemudian Dika mendapatkan 1 potong kue terang bulan lagi sama jenisnya dari kakak. Berapa banyak bagian kue terang bulan yang dimiliki oleh Dika sekarang? Ya mari kita praktekkan.. Wahh enak.. Kalau anak-anak yang memotong nanti kotor jadi pak wahono saja yang memotong. Ya pak wahono akan membagi menjadi 6 potong. X14 ulang tahun pak.. Iyaa besok..

(356) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [238] 40 G 41 G 42 43 G G 44 45 46 X21 G G 47 48 49 50 51 52 53 54 55 X21 G X21 G X26 G G X11 G 56 57 58 59 60 61 G G X11 G BS G 62 G 63 G 64 65 X23 G Pak W akan memberikan pada siswa yang tenang. Yang menjadi dika ehmm X16. Pura-puranya menjadi dika. Pak W memberi 2 potong. Dibawa duduk tapi jangan dimakan. Yang menjadi dika lagi X15 kesini. Pak W memberi 1 potong. Sekarang pertanyaannya, siapa yang bisa menjawab dengan benar Pak W beri 1 potong. Aku pak.. Iya mas X21 Pertanyaannya, Berapa banyak bagian kue terang bulan yang dimiliki oleh Dika sekarang? ½ pak X2 1/3 Ya X26 ¼ Ada yang lain?? Selain X16 Ya X11 1/6 tadi pertanyaannya, Berapa banyak bagian kue terang bulan yang dimiliki oleh Dika sekarang? Ya coba dirembug sama teman kelompoknya Ya kelompoknya X11 3/6 Iya 3/6.. Yeeeeeeeeee…… Ya perwakilan kelompoknya maju menerima 1 potong kue terang bulan. Oke bagus sekali. Kelompoknya X21 sudah menjawab betul mengatakan ½ tetapi anak-anak harus tau ½ itu dapat dari mana? Tadi X21 menjawab ½ dari 3/6 dikecilkan jadi ½. Jadi X21 juga berhak mendapatkan 1 potong terang bulan. ya sekarang pak w membagikan lembar kerja. Dan ini ada alat bantu untuk mengerjakan. Ada papan terang bulan untuk mengerjakan nomor satu. Dan ini papan pecahan untuk nomor 2. Caranya gimana pak? Papan pecahannya nanti, sekarang nomor satu dulu. Waktunya 15 menit ya.. Dibaca dulu perintah dan soalnya.. Didiskusikan bersama kelompok.

(357) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [239] 66 67 BS X2 68 69 X24 X27 70 71 72 73 74 75 X24 X2 X27 X24 X2 G 76 77 78 79 80 81 82 83 84 BS G X24 G G X21 G X18 G 85 86 87 88 89 90 91 92 93 X18 G X18 G G X22 G X21 G 94 X21 Hah??? 15 menit?? Gek ayo sopo sing nggunting?(ayo siapa yang menggunting?) Nguntinge pie? (bagaimana mengguntingnya?) Ngene wae. Iki dadi 4, iki dadi 2. (begini saja, yang ini jadi 4, yang ini jadi 2) Ki uwes (ini sudah) Soale pie mau? (tadi soalnya bagaimana) 1 iki di tambah 1 iki. (1 yang ini ditambahkan 1 yang ini) Ooh aku ngerti. ¼ + ½ Pak, pak ini begini?? Iya, sekarang dijumlahkan. Jika ¼ + ½ sama dengan ini tidak besarnya? Sama. Jadi ini berapa bagian? ¾ Iya benar. Lanjutkan nomor 2. Siapa yang sudah nomor 1?? Aku pakk.. Lanjutkan nomor 2. Pak ini nomor 2 cara pakainya gimana? Dilihat ini ini mana yang 3 bagian? 2 untuk tasya Mana yang 4 bagian yang mana? Lalu 1 potong untuk tasya. Jadi ini berapa bagian? 2/3 Lalu yang ini? ¼ Iya kemudian dijumlahkan. Ya silahkan dilanjutkan. Siapa yang sudah??? Aku pak… Yang sudah duduk ditempatnya masing-masing. Pak, aku yang maju yaa.. Ya silahkan. Selesai tidak selesai berhenti semua, sekarang mendengarkan. Resa dan Yoga masing-masing membeli 1 loyang terang bulan yang sama besar dan rasanya. Resa membagi terang bulannya menjadi 4 potong yang sama besar, sedangkan Yoga membagi terang bulannya menjadi 2 potong yang sama besar. Resa memberikan 1 potong terang bulannya kepada bu Fajar dan beberapa saat kemudian Yoga juga memberikan 1 potong terang bulannya kepada bu Fajar. Berapakah jumlah bagian terang bulan yang diterima oleh

(358) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [240] 95 96 97 98 99 100 101 G X21 G G G X2 G 102 103 X25 G 104 105 106 107 108 G SS G SS G 109 110 BS G 111 112 X5 G 113 G 114 115 G 116 G bu Fajar? Berapa? Jadi ¼ + ½ = 2/8 Ya ada tanggapan jawaban kelompok X21? Pak beda pak. Ya coba kelompoknya X2. Jawabannya saja. ¼ + ½ = 2/6 Ya terimakasih, coba kita cek bersama-sama. Punya kelompok riska ¼ + ½ kan dibisa disamakan penyebutnya menjadi 4 bisa atau 8. Coba X25 ¼ + 2/4 = ¾ Kalau yang penyebutnya 8. 2/8 + 4/8 = 6/8 Jadi punya X21 betul atau salah? Salahh.. Sekarang punya X2 penyebutnya 6. Benar atau tidak? Salah.. Jadi kalau penyebutnya berbeda harus disamakan terlebih dahulu. Bisa menggunakan KPK dari penyebut itu baru dijumlahkan. Yahh salahhh… Iya tidak apa-apa baru belajar. kelompoknya X5 dan kelik cs berapa jawabannya? ¾ pak Ya yang berhak menerima kue ini adalah kelompoknya X5. Ya sekarang ada soal untuk dikerjakan sendiri-sendiri. Ada pertanyaan sebelum mengerjakan?? --Siswa mengerjakan -Ya yang sudah dikumpulkan semuanya. Boleh istirahat. Assalamualaikum wr.wb Walaikumsalam wr.wb TRANSKRIP PENELITIAN PERTEMUAN KETIGA Kelas : IV.3 Hari/Tanggal : Sabtu, 1 Februari 2014 Pukul : 08.10-09.20 Keterangan :

(359) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [241] G = Guru S = Siswa Xn = Nama siswa ke n, n = 1,2,3,… NO 1 2 3 SUBJEK G SS G 4 5 BS G 6 G 7 8 9 10 SS G SS G 11 12 13 14 SS G X3 G 15 16 17 18 19 X12 G X12 G X12 BS SS = Beberapa Siswa = Semua Siswa PERCAKAPAN DAN KEGIATAN Assalamualaikum wr.wb Walaikumsalam wr.wb Ya anak-anak kita akan belajar tentang pecahan beda penyebut namun kelompoknya kelompok yang kemarin. Yang springbed pak? Ya ya kmrn. Ayo cepat cepat berkumpul di dalam kelompok. 4.3 oke Pecahan yess.. Okeyy Pecahan Yesss Anak-anak sebelum pelajaran dimulai, ada tata cara nanti kalau tidak mendengarkan, kalau anak-anak kurang jelas silahkan berdiskusi, kalau mau bertanya tunjuk jari tangan, jangan seperti di pasar. Ini nanti ada kuis. Nanti kalau ada yang bisa menjawab dengan benar akan pak wahono kasih tanda pangkat. Kalau jendral besar, kemarin pak SBY akan diberi pangkat besar tetapi tidak mau karena dia merasa tidak pantas, tetapi jika pak harto atau pak A.H Nasution pahlawan nasional kita mau diberi jendral paling besar yaitu jendral bintang 5. Oke siap?? Okeee… Ini pak W beri kertas, nanti kalian menjawab di kertas ini. Di yang putih pak? Iya di sebaliknya. Ini kuisnya, dengarkan! Pak Wawan akan membuat batu bata. Ia membutuhkan 2/5 kg tanah liat. Karena terlalu banyak air dan lembek, Pak Wawan menambahkan 1/4 kg tanah liat lagi. Berapa kg tanah liat yang digunakan pak Wawan untuk membuat batu bata? Silahkan dikerjakan! Yang selesai langsung tunjuk jari. Selesai pak… Sudah?? Yakin??? Yakin pak. Coba pak W lihat. Ternyata ini kurang tepat. Siapa lainnya? Ini pak..

(360) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [242] 20 21 22 23 24 25 G X24 G X11 G G 26 27 BS G 28 29 BS G 30 31 SS G 32 33 X17 G 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 X14 X27 X14 G BS G X7 G X4 G 44 45 X4 G 46 47 X9 G 48 49 50 X9 G G Belum tepat.. Ini pak.. Oke, belum tepat. Hitung lagi.. Selesai pak, pak.. Oke, yang berhak mendapatkan bintang yaitu X11! Akan pak W beri bintang 1, tapi bintangnya bukan sembarang bintang. Wesssssss Bintangnya semoga kalau gede bisa menggantikan pak joko widodo. Mayor ya pak.. Bismillahhirohman hirohim. Tepuk tangan untuk arga.. Yeeee (sambil tepuk tangan) Jadi anak-anak kalau mengerjakan soal matematika tidak asal menjawab tetapi dihitung dengan teliti dahulu. Ini ada tugas yang dikerjakan secara kelompok, nanti dipresentasikan! Pakai alat bantu ga pak? Oiya menghitungnya menggunakan alat bantu ini, papan pecahan. Ayo dikerjake (ayo dikerjakan) Pie e iki? (bagaimana ini) Iki lho nganggo iki (ini loh pakai ini) Waktu 10 menit yaa… Kok cepet banget pak? Ya makanya konsentrasi. Iki carane koyo ngene yo. (ini caranya seperti ini) Dimusyawarahkan dengan 1 kelompoknya. Gini pak.. Ini gini caranya. Ambil yang 1 bagian dari ½ terus diambil 1 bagian yang ¼ di taruh sini. Terus dilurusin pakai garisan. Berarti bisa penyebutnya 4, terus berapa? 8,12. Tulis dulu penyebutnya. Mau pakai 4 atau 8 atau 12 juga bisa. 8 aja pak. Ya ini penyebut menggunakan 8. Ditulis cara mengerjakannya. Pakai yang penyebut 8 pak? Boleh 4, 8 atau 12 terserah kalian. Oke selesai waktunya berdiskusi. Kelompoknya siapa yang

(361) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [243] 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 X12 X6 G X26 G BS G X10 G G bisa silahkan tuliskan di depan. Nanti yang bisa menjawab diberi bintang 2. Aku pak aku.. Kalo salah gimana pak? Ya ga di beri. X17 maju menuliskan jawaban Wah betul iki.. Benar atau salah ini? Benar.. Siapa yang bisa nomor 2? Aku pak.. Ya X10 maju 1 3 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 X17 G X23 G X23 G BS G BS G 72 73 74 G SS G 75 76 77 78 79 80 81 BS G G SS G SS G 3 13 4 12 + = benar atau salah anak-anak?” Salahhh 1 3 3 4 ya kita cek bersama-sama. + = 12 + 12 = ? Coba X23 12 : 3 = berapa? 4 iya. 4 x 1 = berapa??” 4 lalu, 12 : 4 = berapa? 3 3 x 3= berapa?” 9 1 3 4 3 4 12 Jadi . + = + 9 12 = 13 12 Ya, jawaban kelompoknya asrtid benar, pak wahono beri bintang 2. Silahkan X17 dan X10 maju menerima bintang 2. oke terimakasih anak-anak. Ada prtanyaan? Tidak pak. Ya kalo tidak pak W beri tugas dikerjakan sendiri tidak boleh mencontek. Pak sudah… Ya dikumpulkan sini. Ya anak-anak tadi kita sudah belajar apa? Pecahan Pecahan yang apa? Penyebutnya tidak sama. Iya bagus penyebutnya tidak sama. Jadi anak-anak tolong hati-hati, tadi ada yang langsung dijumlahkan tidak disamakan terlebih dahulu, begitu juga nanti ketika ada soal pengurangan. Oke pelajaran matematika sampai sini dulu. Ada pertanyaan???

(362) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [244] 82 83 SS G 84 85 SS+G G 86 87 88 89 90 91 X17 G X14 G BS G 92 93 BS G Tidakk Baik kalau tidak ada untuk pelajaran matematika kita tutup dengan hamdalah bersama yang beragama islam Alhamdulilah Oh maaf untuk pelajaran matematika ada PR 2, membuat kalimat matematika pecahan yang berbeda penyebut. Angkanya bebas. Seperti itu pak? Iya seperti itu. 2 pak? Iya buat dua soal. Diulang pak, ditulis biar ingat. Oya… Buatlah 2 soal pecahan yang berbeda penyebut. Dan dicari hasilnya. Sudah? Sudah pak… Ya dilanjutkan pelajaran bahasa Indonesia.

(363) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [245] TRANSKRIP PENELITIAN PERTEMUAN KEEMPAT Kelas : IV.3 Hari/Tanggal : Selasa, 4 Februari 2014 Pukul : 08.10-09.20 Keterangan : G = Guru BS = Beberapa Siswa S = Siswa SS = Semua Siswa Xn = Nama siswa ke n, n = 1,2,3,… NO 1 2 3 4 5 6 SUBJEK G G SS G SS G 7 8 G 9 10 SS G 11 12 13 14 X27 G BS G 15 16 G 17 18 19 20 21 22 G BS G G PERCAKAPAN DAN KEGIATAN Guru menasehati siswa yang datang terlambat 4.3 oke Pecahan Yess Hari ini kita akan mengulang pelajaran yang kemarin. Sudah siap? Siswa membuka buku Tidak ada yang membuka buku. Dimasukkan dulu nanti mengganggu. Pak W mempunyai permainan, kita bermain sambil belajar mengulang pelajaran kemarin Yeee Nanti pak W bagikan kartu atau kertas, nanti ada tulisan 1 dan ½. Ketika pak W mengatakan 5 ½ anak-anak berkumpul sesuai jumlah yang pak W minta Oh yang 1 nanti kumpul jadi 5 ½ ? Iya seperti itu. Ada pertanyaan? Tidak Kalau tidak, tolong X19 coba tuliskan bilangan pecahan ¾ X19 menuliskan bilangan pecahan ¾ Iya, coba X22 tuliskan lambang bilangan pecahan lain yang penyebutnya sama dengan yang dituliskan X19. X22 menuliskan lambang bilangan pecahan yang kurang tepat 3/2 Benar atau salah? Salah.. Coba X23 dibenarkan. X23 maju menuliskan 2/4 Ya..

(364) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [246] 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 G X2 X18 G SS G G G G G G X19 G BS G G SS G X22 G G G SS G SS G G SS Coba X17 tuliskan tanda penjumlahan X17 maju menuliskan tanda + dan = Ya coba siapa yang bisa menyelesaikan?? Aku pak akuuu.. Ya coba X2 Pakkk bisaaa.. X2 menuliskan jawaban 5/4 Ya benar atau salah?? Benarrr.. Iya 100 untuk X2. Coba X26 tuliskan lagi lambang bilangan pecahan. X26 menuliskan 5/6 Ya terimakasih. Sekarang coba X9 tuliskan lambing bilangan yang berbeda dengan X26. X9 menuliskan ¾ Coba X4 tuliskan tanda penjumlahan X4 menuliskan tanda + dan = Ya siapa yang berani menyelesaikan? Aku pakk Ya coba X19.. Benar atau salah?? Salahhhh… Ya coba X23 tolong di perbaiki. X23 maju memperbaiki jawaban X19 Betul?? Betul.. Ada yang bisa menyelesaikan dengan penyebut yang berbeda? Selain penyebut 24. 12 Selain X22 Ya coba X19 mau memperbaiki jawabannya. Benar atau salah??? Benarr… Ya coba X23 dan X19 maju mendapatkan bintang dua. Tepuk tangan untuk teman-teman kalian. Yeeee Ya ini kartu untuk kita bermain papan harga. Guru membagikan kartu kepada siswa Okeee, siap yaa… Iyaa

(365) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [247] 61 G 62 63 SS G 64 65 G 66 G 67 68 69 G 70 71 72 73 SS G G G 74 75 76 G G 77 78 G 79 80 81 82 83 84 85 86 87 G G BS G G X13 G Nanti ketika pak W mengatakan lambing bilangan pecahan nanti kalian membentuk kelompok sesuai jumlah yang pak W katakan ya. Paham?? Paham pakkk Anak-anakku pad asuatu ketika pak W ingin membuat kue terang bulan, supaya enk pak W membeli telur 4 ½ kg Siswa membentuk kelompok sejumlah 4 ½ Okeyy, setelah membeli 4 ½ kg telur, pak W ingin membeli telur lagi … Ya duduk duluu…. Diganti pak W ingin membuat bakso dari ayam pejantan, pak W membeli…. Duduk dulu biar penasaran Pak W membeli ayam betina 7 1/2 kg Siswa membentuk kelopok 7 ½ Ya pak W cek dulu, nanti jika salah diberi tepuk tangan. Ya ternyata baru 6. Benar atau salah?? Salahh.. Ya tidak apa-apa. Beri tepuk tangan… Siswa tepuk tangan Pak W membuat bakso, pak w ingin membeli burung dara jantan yang jumlahnya 6 ½ Siswa membentuk kelompok jumlah 6 ½ Ya kita cek ternyata benar 6 ½ Sekarang pak W ingin membeli bakso dari daging sapi. Karena akan pesta maka pak W membeli daging sapi betina 3 ½ kg. Siswa membentuk kelompok sejumlah 3 ½ kg Selanjutnya pak W ingin membuat lebih lezat maka membeli lagi daging betina 1 ½ kg. Siswa menambahkan 1 ½ pada kelompok 3 ½ tadi. Coba X19 tuliskan kartu milik teman kalian. X19 menuliskan ½ , 1, 1,1,1, ½ Coba jika di jumlahkan hasilnya berapa?? ½ + 1 + 1 +1 +1+ ½ = 5 pak Iya 5 Ini pak W beri tugas dikerjakan dalam kelompok. Kelompoknya pak? Kelompoknya berdasarkan tempat duduk saja. Ini kelompok 1, kelompok 2, kelompok 3, kelompok 4 dan

(366) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [248] 88 89 G X21 90 G 91 92 93 94 95 X6 G X6 G 96 G 97 98 G 99 G 100 101 X19 G 102 103 104 105 106 107 108 BS G X13 X3 G X23 G kelompok 4. Dikerjakan dengan berdiskusi bersama kelompok.. Coba perhatikan nomor 1, X21 akan membaca. Buatlah kesimpulan penjumlahan pecahan dengan penyebut sama dan berpenyebut berbeda. Tanyakan hal yang belum kalian mengerti tentang penjumlahan pecahan. Iya nanti hasil diskusi kelompokmu ditulis dan di presentasikan. Pak soalnya yang mana?? Ya di baca itu. Ini lohh.. Oohh Waktunya 10 menit. Siswa mengerjakan dengan berdiskusi dalam kelompok dan guru berkeliling mengecek hasil diskusi siswa Yang sudah menuliskan hasil diskusi kelompoknya di depan. Perwakilan kelompok menuliskan hasil diskusi di depan kelas Ya kita bahas bersama-sama. Kelompok 1 menyebutkan sudah belajar pecahan yang penyebutnya sama dna berbeda. Jika yang pecahan penyebut sama langsung di jumlahkan pembilangnya tetapi jika penyebut berbeda maka menyamakan penyebutnya dahulu. Ya ini X19 kan sudah diberitahu saat pelajaran bahasa Indonesia jika menuliskan huruf besar di awal kalimat, tidak seperti ini besar kecil. Ya mas X19 Ya pak, siapp.. Ya hampir semuanya membuat kesimpulannya bagusbagus hanya dalam penulisannya berbeda. Mudahmudahan saat ujian akhir semester bisa mengerjakan dengan bernar. Ini pak W mempunyai soal yang dikerjakan sendiri-sendiri dikerjakan 25 menit. Waaaaahhh Iya 25 menit saja. Jangan lupa diberi nama dan kelasnya. Iki gampang iki wes tau (ini mudah sudah pernah) Pak ini sendiri-sendiri kan? Iya sendiri-sendiri tidak boleh mencontek ya.. Pak X14 ganggu Ayo X14 jangan mengganggu nanti diambil pekerjaannya

(367) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [249] 109 110 111 112 113 114 115 X29 BS G G X23 G Pak selesai… Wehh cepet banget e?? Ya kan X29 konsentrasi mengerjakannya. Yang sudah boleh dikumpulkan ke depan. Siswa mengumpulkan hasil pekerjaannya Terus Bahasa Indonesia ngapain pak? Ya Bahasa Indonesia membuat ringkasan cerita di perpustakaan.

(368) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [250] Hasil uji validitas dan reliabilitas Correlations Total Satu Pearson Correlation Satu Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Dua_a Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Dua_b Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Dua_c Sig. (2-tailed) N Dua_c Tiga Empat Lima .329* .729** .724** .388* .768** .731** .000 .050 .000 .000 .019 .000 .000 36 36 36 36 36 36 36 36 .594** 1 -.105 .237 .127 .283 .499** .477** .543 .164 .460 .095 .002 .003 36 36 36 36 36 36 1 ** ** .156 -.147 -.198 .000 .001 .362 .393 .247 1 Sig. (2-tailed) N Dua_b .594** Pearson Correlation Total Dua_a .000 36 36 * -.105 .050 .543 36 36 36 36 36 36 36 36 .729** .237 .559** 1 .788** .276 .234 .211 .000 .164 .000 .000 .103 .169 .216 36 .329 .559 .546 36 36 36 36 36 36 36 ** .127 ** ** 1 .223 .295 .237 .000 .460 .001 .000 .192 .080 .165 36 36 36 36 36 36 36 .724 .546 .788 36

(369) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [251] Pearson Correlation Tiga Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Empat Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Lima Sig. (2-tailed) .388* .283 .156 .276 .223 .019 .095 .362 .103 .192 36 36 36 36 36 .768** .499** -.147 .234 .000 .002 .393 36 36 .731** .114 .079 .508 .645 36 36 36 .295 .114 1 .936** .169 .080 .508 36 36 36 36 36 36 .477** -.198 .211 .237 .079 .936** 1 .000 .003 .247 .216 .165 .645 .000 36 36 36 36 36 36 36 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Reliability Statistics Cronbach's AlphaCronbach's Alpha Based on N of Items Standardized Items .744 .729 7 1 .000 36

(370) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [252] Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Pre_eks Pre_kontrol Post_eks Post_kontrol 31 31 31 31 5.5645 5.7834 8.0188 6.9123 1.00920 1.01192 1.03858 1.08148 Absolute .196 .115 .115 .197 Positive .196 .115 .078 .136 Negative -.102 -.084 -.115 -.197 1.091 .639 .638 1.099 .185 .808 .811 .179 Normal Mean Parametersa,b Std. Deviation Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

(371) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [253] Hasil Uji Homogenitas a. Pretest Test of Homogeneity of Variance Levene Statistic df1 df2 Sig. Based on Mean .000 1 60 .996 Based on Median .021 1 60 .885 .021 1 59.502 .885 .000 1 .997 Based on Median and Nilai_pre with adjusted df Based on trimmed 60 mean b. Posttest Test of Homogeneity of Variance Levene Statistic df1 df2 Sig. Based on Mean .253 1 60 .617 Based on Median .021 1 60 .885 .021 1 59.420 .885 .238 1 60 .627 Based on Median and posttest with adjusted df Based on trimmed mean

(372) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [254] Hasil Uji Pretest Group Statistics Kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 31 5.56 1.009 .181 31 5.78 1.012 .182 Prepre Independent Samples Test Levene's Test for Equality t-test for Equality of Means Variances F Sig. t Df Sig. (2-tailed) Mean Std. Error 95% Confidence Interval Difference Difference of the Difference Lower Equal variances assumed Prepre Equal variances not assumed .000 .996 -.853 Upper 60 .397 -.219 .257 -.732 .295 -.853 60.000 .397 -.219 .257 -.732 .295

(373) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [255] Hasil Uji Perbedaan Pretest-Posttest Paired Samples Test Paired Differences Mean Std. Std. Error Deviation Mean t df Sig. (2tailed) 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Post_ekss Pair 1 2.454 1.253 .225 1.995 2.914 10.902 30 .000 1.129 1.103 .198 .724 1.534 5.698 30 .000 Pre_eks Post_kontroll Pair 2 Pre_kontrol

(374) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [256] Hasil Uji Perbedaan Posttest-Posttest Group Statistics Kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean eksperimen 31 8.02 1.039 .187 kontrol 31 6.91 1.081 .194 posttest Independent Samples Test Levene's Test for t-test for Equality of Means Equality of Variances F Sig. t df Sig. (2- Mean Std. Error tailed) Difference Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Equal variances assumed posttest Equal variances not assumed .253 .617 4.109 Upper 60 .000 1.106 .269 .568 1.645 4.109 59.902 .000 1.106 .269 .568 1.645

(375) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [257] FOTO KEGIATAN PEMBELAJARAN Siswa menggunakan media tahu dan roti tawar Guru mendampingi siswa Siswa menggunakan media papan terang bulan dan papan pecahan Siswa berdiskusi bersama teman sekelompoknya

(376) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [258] Siswa membentuk kelompok Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok

(377) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [259]

(378) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [260]

(379) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [261] BIODATA PENULIS Viannytha Dwi Mayasari, dilahirkan di Purwokerto tanggal 4 Agustus 1992. Penulis lulus SD tahun 2004 dari SD Santa Maria Purwokerto. Pada tahun 2004 penulis melanjutkan pendidikan di SMP Susteran Purwokerto. Pada tahun 2007 penulis melanjutkan pendidikan di SMK Negeri 1 Purwokerto. Tahun 2010 penulis terdaftar sebagai mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selama menempuh pendidikan di Universitas Sanata Dharma, penulis aktif dalam kegiatan HMPS PGSD tahun 2011.

(380)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAVI PADA MATERI PECAHAN KELAS IV SD NEGERI BANYUBANG LAMONGAN
0
6
21
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN CIRC TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MEMBACA INTENSIF PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI PAKUNDEN KABUPATEN BANYUMAS
2
72
336
KEEFEKTIFAN MODEL PROBLEM POSING TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI PECAHAN SISWA KELAS IV SD NEGERI 01 WONOPRINGGO KABUPATEN PEKALONGAN
0
33
267
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) BERNUANSA JIGSAW BERBANTUAN CD PEMBELAJARAN PADA PENJUMLAHAN PECAHAN DI KELAS IV SD
0
16
179
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PECAHAN PADA SISWA KELAS IV DI SEKOLAH DASAR NEGERI LANGGEN KABUPATEN TEGAL
0
15
345
HUBUNGAN EFEKTIVITAS PENDEKATAN PEMBELAJARAN PAI DENGAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS IV DI SD N TLOGO BANTUL YOGYAKARTA
0
5
92
PENERAPAN PENDEKATAN SOMATIK, AUDITORI, VISUAL, DAN INTELEKTUAL (SAVI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 028229 KOTA BINJAI T.A 2012/2013.
0
1
27
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PERSEGI PECAHAN PADA SISWA KELAS VA SD NEGERI GOLO YOGYAKARTA.
0
5
176
KEEFEKTIFAN PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI GOLO YOGYAKARTA.
0
0
224
KEEFEKTIFAN PENDEKATAN OUTDOOR LEARNING TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI MENULIS DESKRIPSI PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI PESAYANGAN ABUPATEN TEGAL
0
2
73
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA MATERI PENJUMLAHAN PECAHAN SISWA KELAS IV SD 02 BAKALAN KRAPYAK
0
0
23
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PENJUMLAHAN PECAHAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS IV SD 2 JURANG
0
1
24
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN YANG MENGAKOMODASI KARAKTERISTIK INTERTWINING PADA PENJUMLAHAN PECAHAN DENGAN PENDEKATAN PMRI KELAS IVA SD NEGERI ADISUCIPTO I SKRIPSI
0
5
230
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN PECAHAN YANG MENCAKUP INTERAKTIVITAS DENGAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS IV SD KANISIUS KINTELAN I TAHUN PELAJARAN 20112012
0
0
190
IMPLEMENTASI PERANGKAT PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN PECAHAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS IV SD N DARATAN MINGGIR SLEMAN SKRIPSI
0
1
395
Show more