Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi

Gratis

0
0
120
10 months ago
Preview
Full text

  

KECEMASAN TERHADAP PENYELESAIAN MASALAH

SKRIPSI DAN PROKRASTINASI AKADEMIK

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi

  

Program Studi Psikologi

Disusun Oleh:

Maria Yazinta Tri Wulandari

  

NIM : 049114043

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI

JURUSAN PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

ABSTRAK

Maria Yazinta (2008). Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi dan

Prokrastinasi Akademik. Yogyakarta: Fakultas Psikologi, Jurusan Psikologi,

Program Studi Psikologi, Universitas Sanata Dharma.

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan positif antara kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa/i Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, dengan sampel 72 mahasiswa/i yang sedang menyelesaikan skripsi dan sudah menempuh waktu untuk mengerjakan skripsi selama 3 semester atau lebih dari 2 semester.

  Hipotesis yang diajukan adalah ada korelasi positif antara kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dan prokrastinasi akademik. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode skala modifikasi dari skala model Likert yang terdiri dari dua bagian, yaitu: 1) Skala Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi untuk mengukur tingkat kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi. 2) Skala Prokrastinasi Akademik untuk mengukur prokrastinasi akademik mahasiswa/i yang sedang menyelesaikan skripsi. Kedua skala telah diujicobakan. Hasil uji coba reliabilitas menunjukkan bahwa skala Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,917. Skala Prokrastinasi Akademik memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,915. Analisis data dilakukan dengan program

  

SPSS 15.0 for Windows Evaluation menggunakan analisis Product Moment Pearson.

  Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan positif antara kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dan prokrastinasi akademik (r 0,671 dengan p = 0,000; p 0,01). Kata kunci: kecemasan, masalah skripsi, prokrastinasi akademik

  

ABSTRACT

Maria Yazinta (2008). Anxiety toward Accomplishment Thesis Problem with

Academic Procrastination. Yogyakarta: Faculty of Psychology, Department of

Psychology, Psychology Study Programm, Sanata Dharma University.

  The aim of this research was to found out the positive relationship between anxiety toward accomplishment thesis problem and academic procrastination. The study was conducted in Sanata Dharma University at Psychology Faculty, involving students as the subjects. The sample were 72 students who have not finished thesis writing. The criterion of the student was their thesis writing about 3 or more than 2 semesters.

  The proposed hypothesis was as follow there is a positive relationship between anxiety toward accomplishment thesis problem and academic procrastination. The data collected in this research was conducted two scales using modification scale from Likert scale model. First, the anxiety toward accomplishment thesis problem scale was used to measure anxiety toward accomplishment thesis problem level. Secondly, the academic procrastination scale to measure academic procrastination. Both of them have been tried out. The reliability for anxiety toward accomplishment thesis problem was 0,917 and for academic procrastination was 0,915. Data analysis was done by SPSS 15.0 for Windows Evaluation used Pearson’s Product Moment analysis. The data analysis result was found out that there was a positive relationship between anxiety toward accomplishment thesis problem and academic procrastination (r coefficient was 0,671 with p 0,000; p < 0,01).

  Keywords: anxiety, thesis problem, academic procrastination

  ! " # # $ " ! %

KATA PENGANTAR

  Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus melalui perantaraan Bunda Maria yang telah memberikan kelimpahan berkat, rahmat, lindungan dan bimbingan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini. Begitu banyak pelajaran dan pengalaman berharga yang penulis dapatkan selama proses pengerjaan skripsi ini.

  Penulis menyadari bahwa skripsi ini dapat terselesaikan atas bantuan berbagai pihak, yang bukan saja dengan kerelaan waktu dan tenaganya telah membantu penulis, tetapi juga dengan segenap hati, jiwa, dan cinta yang tulus. Dengan segala kerendahan hati, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Bapak P.

  Eddy Suhartanto, S.Psi., M.Si. yang telah bersedia memberikan ijin dan dukungan untuk melakukan penelitian ini.

  2. Ibu Sylvia Carolina. M.Y.M. S.Psi., M.Psi., selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah memberikan arahan dengan penuh senyum, kesabaran dan penerimaan; Terimakasih banyak Bu…

  3. Ibu Dr. Ch.Siwi Handayani dan Ibu Titik Kristiyani, S.Psi., M.Si., selaku Dosen Penguji yang telah memberikan banyak masukan berupa kritik dan saran yang memperkaya hasil penelitian ini.

  4. Ibu Dra. Lusia Pratidarmanastiti, M.S., selaku Dosen Pembimbing Akademik

  5. Segenap dosen-dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, terima kasih atas bimbingan dan segala bekal ilmu pengetahuan yang sangat berharga.

  6. Seluruh karyawan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma: Mbak Nanik, Mas Gandung & Pak Gie di Sekretariat, Mas Muji di Laboratorium dan Mas Doni di Ruang Baca, terimakasih banyak atas segala bantuan dan kesabaran dalam membantu kelancaran penulis selama proses administrasi, kuliah dan skripsi.

  7. Mahasiswa/i Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma tahun angkatan 2000-2003 yang membantu dan berpartisipasi sebagai subjek dalam penelitian ini.

  8. Keluargaku tercinta, Bapak dan Ibu yang selalu dan senantiasa memberikan kasih sayang, perhatian, pengertian, semangat, dan doa yang tulus. Begitu juga kakak- kakakku Mas Agus sekeluarga dan Mas Widi, terima kasih atas doa dan perhatiannya.

  9. Andreas Agung Laksono “mylittlestar” yang selalu mendukung tanpa lelah dan menjadi inspirasi untuk segera menyelesaikan skripsi ini; Terimakasih karena

  selalu ada untukku..thank you for your love…forever!

  10. Ci’ Resha; I should be the one who should be thankful for having such wonderful friend like you.

  11. Usetea & Deon (Bjorn Production) yang sering mendapat amukan dan amarah tapi tetap baik hati; Thanks a lot!

  13. Teman-teman asisten P2TKP angkatan 2008: Otic, Astin, Mbak Sri, Mas Dezta, Mas Abe, Mas Rondang, Vania, Atiek, Betty, Wulan, Mitha, Wenny, Lia, Tina, Wiwid, Gothe, Budi, yang bersedia berbagi duka. Makasih banyak ya teman-

  teman!

  14. Mbak Ira & Mbak Dhani, terima kasih atas masukan yang telah diberikan kepada penulis.

  15. Teman-teman angkatan 2004: Oneng & Embak; Miss you girls! thank you for all great time together.

  16. Semua pihak yang tanpa sengaja belum tersebut di sini; terima kasih. Semoga karya ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

  Pada akhirnya, sebuah perjalanan akan sampai pada tempat tujuannya. Seperti aliran sungai, riaknya akan menuju muara. Betapapun lelah dan peliknya jalan yang ditempuh, seseorang akan berusaha berada di tempat yang diinginkannya. Setidaknya, ia mempunyai harapan.

  Yogyakarta, September 2008 Penulis,

DAFTAR ISI

  Halaman HALAMAN JUDUL……………………………………………………... i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING……………….. ii HALAMAN PENGESAHAN……………………………………………. iii PERNYATAAN KEASLIAN KARYA………………………………….. iv PERNYATAAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH……………………… v ABSTRAK………………………………………………………………… vi ABSTRACT………………………………………………………………. vii HALAMAN MOTTO…………………………………………………….. viii HALAMAN PERSEMBAHAN…………………………………………. ix KATA PENGANTAR……………………………………………………. x DAFTAR ISI……………………………………………………………… xiii DAFTAR TABEL………………………………………………………… xvii DAFTAR LAMPIRAN…………………………………………………… xix BAB I. PENDAHULUAN……………………………………………..

  1 A. Latar Belakang Masalah…………………………………….

  1 B. Rumusan Masalah…………………………………………..

  7 C. Tujuan Penelitian……………………………………………

  7 D. Manfaat Penelitian………………………………………….

  7 A. Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi………..

  9

  1. Kecemasan………………………………………………

  9

  a. Pengertian Kecemasan………………………………

  9 b. Sebab-sebab Kecemasan…………………………….

  10 c. Komponen-komponen Kecemasan………………….

  11 2. Skripsi…………………………………………………..

  12 a. Pengertian Skripsi…………………………………..

  12 b. Masalah Skripsi……………………………………..

  12 B. Prokrastinasi Akademik…………………………………….

  13

  1. Pengertian Prokrastinasi…………………………………

  13

  2. Jenis-jenis Prokrastinasi…………………………………

  15

  3. Prokrastinasi Akademik…………………………………

  15

  4. Komponen Prokrastinasi Akademik……………………

  17

  5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prokrastinasi Akademik

  18 C. Hubungan antara kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dan prokrastinasi akademik………………………..

  19 D. Hipotesis……………………………………………………

  23 BAB III. METODE PENELITIAN………………………………………

  24 A. Jenis Penelitian………………………………………………

  24 B. Identifikasi Variabel Penelitian……………………………..

  24 C. Definisi Operasional Variabel Penelitian……………………

  24

  2. Prokrastinasi Akademik…………………………………

  25 D. Subjek Penelitian……………………………………………

  25 E. Metode Pengumpulan Data…………………………………

  26 F. Instrumen Pengukuran………………………………………

  29 1. Uji Validitas……………………………………………..

  29 2. Uji Reliabilitas…………………………………………..

  30 3. Analisis Aitem…………………………………………..

  31 G. Metode Analisis Data……………………………………….

  31 BAB IV. HASIL PENELITIAN………………………………………….

  32 A. Persiapan Penelitian…………………………………………

  32 1. Orientasi Kancah………………………………………..

  32

  2. Perijinan…………………………………………………

  32 3. Pelaksanaan Uji Coba…………………………………...

  33

  a. Skala Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi……………………………………………….

  34

  b. Skala Prokrastinasi Akademik………………………

  35 4. Hasil Uji Coba Alat Penelitian………………………….

  36

  a. Skala Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi……………………………………………….

  37

  b. Skala Prokrastinasi Akademik………………………

  38 B. Deskripsi Data………………………………………………

  39

  1. Uji Normalitas…………………………………………..

  44 2. Uji Linieritas…………………………………………….

  45 D. Pengujian Hipotesis Penelitian………………………………

  46 E. Kesimpulan Analisis…………………………………………

  48 F. Pembahasan…………………………………………………

  48 BAB V. PENUTUP………………………………………………………

  53 A. Kesimpulan………………………………………………….

  53 B. Saran………………………………………………………...

  54 C. Keterbatasan Penelitian……………………………………..

  55 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………..

  56 LAMPIRAN……………………………………………………………….

  59

  

DAFTAR TABEL

  Tabel Halaman

  1. Blue print Skala Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi………………………………………….

  27 .

  2. Blue print Skala Prokrastinasi Akademik……………….

  29 3. Jadwal Pelaksanaan Uji Coba…………………………...

  33

  4. Sebaran aitem Skala Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi (sebelum uji coba)……………………….

  35

  5. Sebaran aitem Skala Prokrastinasi Akademik (sebelum uji coba)…………………………………………

  36

  6. Sebaran aitem Skala Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi (setelah uji coba)………………………..

  37

  7. Sebaran aitem Skala Prokrastinasi Akademik (setelah uji coba)………………………………………….

  38

  8. Deskripsi Data Penelitian…………………………………

  40 9. Norma Kategorisasi……………………………………….

  41

  10. Norma Kategorisasi Skor Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi……………………………………………

  42 11. Norma Kategorisasi Skor Prokrastinasi Akademik……….

  43 12. Hasil Uji Normalitas……………………………………….

  45

  13. Hasil Uji Linieritas…………………………………………

  46

  15. Persentase Skor Subjek terhadap Komponen Penelitian (Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi)……..

  49

  16. Persentase Skor Subjek terhadap Komponen Penelitian (Prokrastinasi Akademik)………………………………….

  50

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran Halaman

  A. Skala Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi dan Prokrastinasi Akademik…………………………….

  60 B. Analisis Reliabilitas Skala Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi…………………………....

  61 C. Analisis Reliabilitas Skala Prokrastinasi Akademik…….

  62 D. Analisis Data Penelitian…………………………………

  63 E. Masalah-masalah Subjek Penelitian…………………….

  64 F. Surat Keterangan Penelitian…………………………….

  65

BAB I PENDAHULUAN A. Latarbelakang Masalah Setiap harinya individu dihadapkan dengan tugas-tugas dan pekerjaan. Dengan waktu yang terbatas dalam satu harinya yakni 24 jam diharapkan individu

  dapat menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Sayangnya, kebanyakan individu lebih suka menghabiskan waktu untuk melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat daripada menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin. Mereka cenderung memilih untuk menunda menyelesaikan tugas- tugasnya, seperti contoh kehidupan mahasiswa.

  Kehidupan mahasiswa merupakan kehidupan dimana penuh tantangan dan kesukaran, kehidupan yang menuntut mahasiswa menentukan sikap dan pilihan, masa yang menuntut untuk menyesuaikan diri (Kartono, 1985). Tantangan dan kesukaran yang dihadapi mahasiswa antara lain pembuatan berbagai macam tugas, laporan, makalah maupun ujian yang merupakan suatu bentuk evaluasi bagi mahasiswa yang dilaksanakan secara rutin.

  Hariwijaya & Djaelani (2004) menyatakan bahwa mahasiswa sekarang cenderung mudah mengeluh dan patah semangat dalam menghadapi tugas-tugas mereka, terutama mahasiswa tingkat akhir yang dihadapkan dengan keharusan penyelesaian tugas skripsi. Skripsi ialah tulisan ilmiah yang dibuat sebagai syarat

  2004). Skripsi ini sebagai bukti kemampuan akademik seorang mahasiswa dalam penelitian. Dalam proses pengerjaan skripsi ini banyak mahasiswa yang menghadapi masalah-masalah antara lain: kesulitan membagi waktu dan mencurahkan perhatian yang cukup terhadap skripsi karena adanya pekerjaan lain atau keluarga (bagi mahasiswa yang sudah bekerja atau berkeluarga); masalah kesehatan; terbatasnya dana untuk operasional skripsi (misalnya: untuk kertas, fotokopi); adanya hambatan kognitif dan emosi yang cenderung menimbulkan sikap negatif mahasiswa terhadap segala proses pengerjaan skripsi; masalah yang berkaitan dengan materi skripsi itu sendiri, misalnya kurang literatur untuk mendukung dasar teori, kesulitan membuat alat ukur, langkanya subjek penelitian dan masalah dengan dosen pembimbing (Zamindari, 1999).

  Masalah-masalah skripsi tersebut dapat menjadi ancaman bagi mahasiswa jika mahasiswa tidak dapat menyelesaikannya dengan cara yang baik dan benar. Saat individu menghadapi keadaan yang dianggapnya mengancam, maka secara umum individu akan memiliki reaksi yang biasanya berupa rasa takut (Mischel, 1976; Calhoun & Acocella, 1990). Kebingungan menghadapi stimulus yang berlebihan yang tidak berhasil dikendalikan oleh ego, membuat ego diliputi kecemasan.

  Kecemasan sebagai tanda peringatan bagi individu bahwa individu dalam bahaya dan merupakan isyarat bagi ego untuk melakukan tindakan-tindakan yang tepat (Freud dalam Ferrari, 1995). Menurut Lazarus (1969) gejala kecemasan dapat timbul apabila seseorang dihadapkan pada suatu situasi yang dirasakan menekan dan mengancam. menyebabkan mahasiswa ingin menghindari sumber kecemasannya yaitu masalah skripsinya. Bruno (1998) yang menjelaskan ketika seseorang berada dalam kondisi cemas yang berlebihan, maka kecenderungan alami yang akan muncul adalah menghindar dari situasi yang membuat cemas.

  Branca (1964) mendefinisikan kecemasan sebagai perasaan yang tidak menyenangkan yang menyertai rasa frustrasi dan ketidakjelasan tentang masa depan dan pengharapan tentang rasa sakit, kegagalan atau ancaman kegagalan. Menurut Lazarus (1969), kecemasan bersifat subyektif karena rasa cemas yang dirasakan oleh seseorang, tidak tepat sama seperti yang dirasakan oleh orang yang lain yang juga mengalami kecemasan. Kecemasan dapat dilihat sebagai bentuk antisipasi terhadap ketakutan pada sesuatu yang akan terjadi yang tidak dapat diprediksikan dari keadaan sekarang (Carson & Butcher, 1992).

  Mahasiswa yang tidak dapat mengatasi masalah-masalah skripsi dengan baik akan memiliki ketakutan dalam menyelesaikan masalah skripsinya. Jika ketakutan tersebut tidak dapat dikendalikan oleh ego, maka mahasiswa yang menghadapi masalah skripsi akan merasa cemas karena tidak dapat menyelesaikan masalah skripsinya. Rasa cemas yang dialami oleh mahasiswa dalam menyelesaikan masalah skripsinya membuat mahasiswa menjadi cenderung kurang fokus dan konsentrasi menyelesaikan masalah skripsinya.

  Hal lain yang dapat terjadi adalah mahasiswa melakukan penundaan dalam mengerjakan skripsi. Akibat penundaan tersebut adalah mahasiswa mengalami pengerjaan tugas sehingga mengakibatkan kegagalan inilah yang dinamakan sebagai perilaku prokrastinasi. Hal ini seperti pendapat yang dikemukakan oleh Schouwenburg (dalam Ferrari, 1995) yang mendefinisikan prokrastinasi sebagai perilaku menunda tugas. Ketidakmampuan mahasiswa dalam mengatur dan menggunakan waktu dengan baik dan tepat dapat berakibat pada ketidakmampuan mengerjakan tugas dengan baik dan tepat pada waktunya. Hal ini mengakibatkan timbulnya kecemasan. Individu yang mengalami kecemasan akan mengalami gangguan psikologis berupa respon emosional, kognitif dan fisiologis. Mahasiswa yang mengalaminya tentu terganggu dalam melaksanakan kegiatan sehingga mengakibatkan ketidakmampuan menyelesaikan tugas dalam waktu tertentu.

  Akibatnya mahasiswa kembali melakukan prokrastinasi. Seperti yang dikatakan oleh Burka, JB & Yuen, LM (dalam Ferrari 1995), bahwa seorang procrastinator akan mengalami “lingkaran prokrastinasi” artinya seseorang dapat melakukan prokrastinasi secara berulang-ulang pada suatu tugas.

  Prokrastinasi berasal dari kata “procrastinare” dalam bahasa Latin yang mengandung arti menunda sampai hari berikutnya. Ferrari (1995) menerjemahkannya sebagai perilaku penundaan sampai hari nanti, yang identik dengan bentuk kemalasan dalam masyarakat. Dalam kamus The Oxford English Dictionary (dalam Ferrari, 1995) istilah procrastination atau prokrastinasi diartikan secara lebih positif, yakni penundaan yang dipilih secara bijaksana untuk menunggu saat yang tepat. Pengertian prokrastinasi menjadi lebih merujuk pada tuntutan untuk kesempurnaan tugas dengan

  Ferrari, Johnson dan McCown (1995) secara lebih jelas membedakan prokrastinasi berdasarkan jenis tugasnya yaitu prokrastinasi akademik dan prokrastinasi non-akademik. Prokrastinasi akademik adalah jenis penundaan yang dilakukan pada jenis tugas formal yang berhubungan dengan tugas akademik seperti tugas sekolah atau tugas kuliah. Sedangkan prokrastinasi non-akademik adalah penundaan yang dilakukan pada jenis tugas non-formal atau tugas yang berhubungan dengan tugas sehari-hari misalnya tugas rumah tangga dan tugas di kantor. Penelitian ini selanjutnya hanya akan membahas pada prokrastinasi berdasar pada jenis tugasnya yakni prokrastinasi akademik. Secara historis, penelitian tentang prokrastinasi ini pada awalnya memang banyak dilakukan di lingkungan akademik (Ferrari, dkk., 1995). Ellis & Knaus (1977) juga mengungkapkan bahwa kurang lebih 70% mahasiswa melakukan prokrastinasi.

  Prokrastinasi biasa terjadi setiap waktu dan merupakan masalah yang sangat serius (Burka & Yuen, 1983). William Knaus, seorang psikolog, memperkirakan 90% mahasiswa melakukan prokrastinasi. Banyak dari mahasiswa tetap melakukan prokrastinasi meskipun mereka sudah mengetahui akibat yang akan ditanggungnya (Conti, 2000; Saddler & Bulley, 1991 dalam Schraw, dkk, 2007). Penelitian- penelitian yang telah banyak dilakukan membentuk suatu konsep bahwa prokrastinasi merupakan kombinasi dari tiga komponen yakni rasa takut menghadapi kegagalan (fear of failure), penolakan terhadap tugas (task aversiveness), dan kemalasan (laziness) (Blunt & Pychyl, 2000; Ferrari & Tice, 2000; Wolters, 2003). Pengaruh individu yang ikut mempengaruhi kecenderungan timbulnya prokrastinasi, misalnya keinginan untuk menghindari tugas karena ketidaksenangan terhadap tugas yang dihadapi (Solomon & Rothblum, 1989).

  Syafi’i (2001) menemukan adanya korelasi positif antara kecemasan menghadapi masalah dengan prokrastinasi akademik. Lay, Edwards, Parker, dan Endler (dalam Schraw dkk, 2007) dalam penelitian yang dilakukannya menyatakan bahwa kecemasan dan prokrastinasi memiliki hubungan yang linear, yakni kecemasan akan meningkat pada individu yang melakukan prokrastinasi selama waktu tertentu. Hasil penelitian lain juga menemukan indikasi bahwa prokrastinasi berhubungan dengan kecemasan dan rasa takut akan mengalami kegagalan (Ferrari & Tice, 2000). Murakami, 1986 (dalam Bui, 2007) menemukan bahwa individu yang melakukan prokrastinasi memiliki tingkat kecemasan yang tinggi daripada individu yang tidak melakukan prokrastinasi. Hasil penelitian secara umum menyatakan bahwa kecemasan merupakan penyebab yang mendominasi terjadinya prokrastinasi.

  Tetapi hasil laporan penelitian tersebut tidak secara terus menerus berlaku karena beberapa laporan penelitian menemukan bahwa prokrastinasi dan kecemasan tidak selalu berhubungan (Aitken, 1982; Rothblum, 1986; McCown, Petzel & Rupert, 1987; Schouwenburg, 1995; Scher, Ferrari, & Nelson, 2002 dalam Scher & Osterman, 2002).

  Berdasarkan uraian tersebut, peneliti tertarik untuk mengetahui apakah ada hubungan positif antara kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dengan

B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, peneliti ingin mengetahui apakah ada hubungan positif antara kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dengan prokrastinasi akademik.

C. Tujuan Penelitian

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak hubungan positif antara kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dengan prokrastinasi akademik.

D. Manfaat Penelitian

  Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk hal-hal sebagai berikut:

  1. Secara praktis: Bagi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma sebagai bahan masukan berkaitan dengan kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dan prokrastinasi akademik yang terjadi di kalangan mahasiswa Fakultas Psikologi.

  2. Secara teoritis:

  a) Bagi peneliti, penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai latihan pengembangan berpikir ilmiah dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang b) Bagi ilmu pengetahuan, penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan referansi dalam mempelajari psikologi khususnya psikologi pendidikan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi

1. Kecemasan

a. Pengertian kecemasan

  Menurut Maher (dalam Mischel, 1976) sesuatu disebut kecemasan apabila memiliki karakteristik sebagai berikut: (1) perasaan yang disadari tentang ketakutan dan bahaya tanpa adanya kemampuan untuk mengidentifikasikan ancaman secara objektif; (2) adanya pola keterbangkitan fisiologis dan gangguan tubuh termasuk perubahan fisik dan keluhan yang bermacam-macam; (3) terjadi disorganisasi dalam

  

problem solving dan kontrol kognitif termasuk sulitnya berpikir secara jernih dan

melakukan coping.

  Bourne & Russo (1998) mengungkapkan bahwa kecemasan muncul ketika sebagian tujuan tidak jelas, sulit dan mengancam yang meliputi perasaan tertekan, ketika berpikir mengenai munculnya stimulus yang menyakitkan atau membahayakan. Hal ini menimbulkan dorongan penilaian negatif sehingga kita terdorong untuk menghindari atau keluar dari kecemasan tersebut ketika hal itu muncul.

  Kecemasan dapat dilihat sebagai bentuk antisipasi terhadap ketakutan pada

  (Carson & Butcher, 1992). Kecemasan merupakan kondisi psikologis dimana individu merasa terganggu akibat adanya kondisi yang mengancam, meskipun bersifat kabur. Kecemasan juga dapat terjadi karena pikiran atau perasaan yang tidak menyenangkan tentang apa yang akan terjadi (Hall & Lindzey, 1978).

  Berdasarkan pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa kecemasan adalah suatu respon emosional dan reaksi atas adanya berbagai situasi yang tidak menyenangkan, yang mengancam dan dipercaya oleh individu akan terjadi pada dirinya serta membuat individu mengalami berbagai tekanan perasaan dan ditandai dengan adanya gejala psikis dan fisik sehingga hal tersebut mengakibatkan individu mengalami kesulitan dalam melakukan penyesuaian diri.

b. Penyebab Kecemasan

  Menurut Greist, Martens & Sharkey (dalam Gunarsa, 1996) sebab-sebab timbulnya kecemasan yakni karena (1) tuntutan sosial yang berlebihan yang belum atau tidak dapat dipenuhi oleh seseorang dan tuntutan ini dapat merupakan perasaan subyektif dari individu yang mungkin tidak dapat dirasakan orang lain; (2) adanya standar keberhasilan yang terlalu tinggi bagi kemampuan yang dimiliki individu sehingga menimbulkan rasa rendah diri; (3) individu kurang siap dalam menghadapi suatu situasi atau keadaan yang tidak diharapkan olehnya; (4) adanya pola berpikir dan persepsi negatif terhadap situasi atau diri sendiri.

  Hal-hal yang menyebabkan kecemasan pada individu ini penting untuk diketahui agar dapat menentukan solusi untuk mengatasi kecemasan yang ditimbulkan sehingga individu dapat mengembangkan diri dan dapat menghadapi persoalan dengan penyesuaian yang baik.

c. Komponen Kecemasan

  Maher (dalam Calhoun dan Acocella, 1990) menyatakan bahwa reaksi kecemasan terdiri atas 3 komponen yaitu: a) Emosional, yaitu reaksi terhadap kecemasan yang berkaitan dengan perasaan individu terhadap suatu hal yang dialami secara sadar dan mengalami ketakutan yang mendalam, misalnya: mudah tersinggung, tidak sabar, sering mengeluh dan cenderung terus menerus merasa khawatir terhadap sesuatu yang akan menimpanya.

  b) Kognitif, yaitu reaksi terhadap kecemasan yang berkaitan dengan kekhawatiran individu terhadap konsekuensi-konsekuensi yang mungkin akan dialami. Reaksi akan meningkat hingga akhirnya mengganggu kemampuan kognitif dan berpengaruh terhadap kemampuan seseorang untuk berpikir jernih, memecahkan masalah dan menghadapi tekanan dari lingkungan, misalnya: sulit berkonsentrasi, mudah lupa, pikiran kacau dan mudah panik.

  c) Fisiologis, yaitu reaksi terhadap kecemasan yang berkaitan dengan respon tubuh dan menggerakkan seseorang untuk berperilaku tertentu, meskipun sebenarnya perilaku tersebut tidak diharapkan untuk muncul. Secara fisik, individu akan tampak berkeringat walaupun udara tidak panas, jantung berdebar terlalu keras, tangan atau kaki dingin, sering buang air kecil, wajah terlihat pucat, sering

2. Skripsi

  a. Pengertian Skripsi

  Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990), istilah skripsi diartikan sebagai karangan ilmiah yang wajib ditulis oleh mahasiswa sebagai bagian dari persyaratan pendidikan akademis. Menurut Hariwijaya & Djaelani (2004), skripsi ialah tulisan ilmiah yang dibuat sebagai syarat seorang mahasiswa menyelesaikan studi program sarjananya. Skripsi ini sebagai bukti kemampuan akademik seorang mahasiswa dalam penelitian.

  Rumusan senada juga diutarakan oleh Darmono & Hasan (2002) yang menyatakan bahwa skripsi merupakan karya ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa program sarjana pada akhir masa studinya berdasarkan hasil penelitian, atau kajian kepustakaan atau pengembangan terhadap suatu masalah yang dilakukan secara seksama.

  b. Masalah Skripsi

  Menurut Vanda Zamindari (1999) ada beberapa kesulitan yang dihadapi mahasiswa dalam mengerjakan skripsi, antara lain: kesulitan membagi waktu dan mencurahkan perhatian yang cukup terhadap skripsi karena adanya pekerjaan lain atau keluarga (bagi mahasiswa yang sudah bekerja atau berkeluarga); masalah kesehatan; terbatasnya dana untuk operasional skripsi (misalnya: untuk kertas,

  

fotocopy ); adanya hambatan kognitif dan emosi yang cenderung menimbulkan sikap

  negatif mahasiswa terhadap segala proses pengerjaan skripsi; masalah yang berkaitan teori, kesulitan membuat alat ukur, langkanya subjek penelitian dan masalah dengan dosen pembimbing.

  Menurut Hariwijaya & Djaelani (2004) kesulitan yang seringkali dihadapi dalam penyusunan skripsi diantaranya adalah mencari judul, kesulitan mencari literatur dan bahan bacaan, dana yang terbatas, kesulitan dengan standar tata tulis ilmiah atau takut menemui dosen pembimbing.

  Menurut peneliti sendiri, kesulitan yang sering dihadapi mahasiswa dalam menyelesaikan skripsinya adalah membagi waktu untuk konsentrasi mengerjakan skripsi karena ada pekerjaan atau kegiatan lain yang sifatnya lebih menyenangkan, misalnya pergi jalan-jalan bersama teman; munculnya sikap malas dalam diri mahasiswa untuk mengerjakan skripsi karena mahasiswa sibuk bekerja (part time); kesulitan mencari literatur dengan bahasa yang mudah dipahami (bahasa Indonesia); kesulitan membuat alat ukur atau mahasiswa bermasalah dengan dosen pembimbing sehingga mahasiswa takut untuk menghadap dosen pembimbingnya.

B. Prokrastinasi Akademik

1. Pengertian Prokrastinasi

  Prokrastinasi berasal dari kata “procrastinare” dalam bahasa Latin yang mengandung arti menunda sampai hari berikutnya. (Ferrari, 1995) menerjemahkannya sebagai perilaku penundaan sampai hari nanti, yang identik dengan bentuk kemalasan dalam masyarakat. Dalam kamus The Oxford English positif, yakni penundaan yang dipilih secara bijaksana untuk menunggu saat yang tepat. Pengertian prokrastinasi menjadi lebih merujuk pada tuntutan untuk kesempurnaan tugas dengan optimal (Silver, 1974; Milgram, 1991 dan Ferrari, 1995 dalam Ferrari, 1995).

  Istilah prokrastinasi awalnya digunakan oleh Brown & Holtzman (dalam Rizvi, dkk, 1997) untuk menunjuk pada suatu kecenderungan menunda-nunda penyelesaian suatu tugas atau pekerjaan. Ellis & Knaus (1977) mendefinisikan prokrastinasi sebagai suatu kegagalan untuk memulai maupun menyelesaikan suatu tugas atau aktivitas pada waktu yang ditentukan. Sedangkan Silver (dalam Green, 1982) berpendapat bahwa prokrastinasi lebih dari sekedar kecenderungan, melainkan suatu respon mengantisipasi tugas-tugas yang tidak disukai, atau karena tidak memadainya penguatan atau keyakinan yang tidak rasional yang menghambat kinerja. Prokrastinator atau individu yang melakukan prokrastinasi sadar menghadapi tugas-tugas yang bermanfaat dan penting bagi dirinya (priorotas utama), dengan sengaja menunda secara berulang-ulang (kompulsif) hingga muncul perasaan cemas dan perasaan bersalah (Ferrari, 1995).

  Pada umumnya para ahli lebih sepakat mengartikan prokrastinasi dalam konotasi negatif, dengan menyebutnya sebagai penundaan yang tidak berguna (needless) dalam penyelesaian tugas. Prokrastinator sering melakukan penundaan dan menggantinya dengan melakukan hal-hal yang bersifat santai, misalnya menonton televisi, pergi bersama teman, dan mengobrol. Bahkan prokrastinasi kadang tidak bisa menyelesaikan tugas karena menunda-nunda dalam pengerjaannya kemudian berdalih bahwa ia kekurangan waktu (Midgley dkk., 1996).

  Berdasarkan uraian diatas, prokrastinasi dapat dirumuskan sebagai suatu penundaan dalam memulai atau menyelesaikan suatu tugas secara sengaja dan berulang dengan melakukan aktivitas lain yang tidak penting sehingga mengakibatkan terhambatnya penyelesaian tugas atau aktivitas.

  2. Jenis-jenis Prokrastinasi

  Berdasarkan tujuan melakukan prokrastinasi, Ferrari (1991) membagi prokrastinasi menjadi dua yaitu functional procrastination dan dysfunctional

  

procrastination . Functional procrastination adalah penundaan mengerjakan tugas

yang bertujuan untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap dan akurat.

  

Dysfunctional procrastination adalah penundaan mengerjakan tugas yang tidak

bertujuan, berakibat buruk dan menimbulkan masalah.

  3. Prokrastinasi Akademik

  Ferrari, Johnson dan McCown (1995) secara lebih jelas membedakan prokrastinasi berdasarkan jenis tugasnya yaitu prokrastinasi akademik dan prokrastinasi non-akademik. Prokrastinasi akademik adalah jenis penundaan yang dilakukan pada jenis tugas formal yang berhubungan dengan tugas akademik seperti tugas sekolah atau tugas kuliah. Sedangkan prokrastinasi non-akademik adalah penundaan yang dilakukan pada jenis tugas non-formal atau tugas yang berhubungan dengan tugas sehari-hari misalnya tugas rumah tangga dan tugas di kantor.

  Penelitian ini selanjutnya hanya akan membahas pada prokrastinasi berdasar pada jenis tugasnya yakni prokrastinasi akademik. Secara historis, penelitian tentang prokrastinasi ini pada awalnya memang banyak dilakukan di lingkungan akademik (Ferrari, dkk., 1995). Ellis & Knaus (1977) juga mengungkapkan bahwa kurang lebih 70% mahasiswa melakukan prokrastinasi.

  Prokrastinasi akademik berkaitan dengan unsur-unsur tugas dalam akademik. Solomon & Rothblum (1989) menyatakan terdapat lima area akademik yang merupakan unsur-unsur prokrastinasi akademik yaitu: a) Tugas mengarang: meliputi tugas untuk menulis makalah laporan, skripsi dan paper.

  b) Belajar dalam menghadapi ujian: meliputi belajar dalam rangka mempersiapkan kuis, ujian midsemester ataupun ujian akhir.

  c) Membaca buku penunjang: meliputi tugas mencari dan membaca buku referensi utama maupun buku referensi pendukung.

  d) Tugas administratif: meliputi tugas-tugas administratif seperti mengembalikan buku ke perpustakaan, membayar SPP, melakukan daftar ulang (herregistrasi), menyalin catatan, dan lain-lain.

  e) Kinerja akademik secara keseluruhan: meliputi usaha dalam menyelesaikan tugas akademik secara keseluruhan.

  Solomon & Rothblum (1989) menemukan dari keenam unsur akademik tersebut diatas, tugas mengarang merupakan tugas yang sering ditunda penyelesaiannya yaitu sebesar 46%, membaca buku referensi 30% dan 27,6% untuk belajar ujian.

4. Komponen Prokrastinasi Akademik

  Schouwenburg (dalam Ferrari, 1995) mengatakan bahwa prokrastinasi akademik sebagai suatu perilaku penundaan dapat termanifestasi dalam komponen- komponen yang dapat diukur dan diamati. Komponen dalam prokrastinasi akademik, yaitu: a) Penundaan untuk memulai maupun menyelesaikan kerja pada tugas yang dihadapi

  Seorang prokrastinator tahu bahwa tugas yang dihadapinya harus segera diselesaikan dan berguna bagi dirinya, akan tetapi dia menunda-nunda untuk memulai mengerjakannya atau menunda-nunda untuk segera menyelesaikan hingga tuntas jika dia sudah mulai mengerjakan sebelumnya.

  b) Adanya kelambanan yang disengaja dalam mengerjakan tugas Seorang prokrastinator menghabiskan waktu yang dimilikinya untuk mempersiapkan diri secara berlebihan, maupun melakukan hal-hal yang tidak dibutuhkan dalam penyelesaian suatu tugas, tanpa memperhitungkan keterbatasan waktu yang dimilikinya.

  c) Adanya kesenjangan waktu dalam mengerjakan tugas antara rencana dan kinerja aktual Prokrastinator mempunyai kesulitan untuk melakukan sesuatu sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Seorang prokrastinator sering mengalami keterlambatan dalam memenuhi tenggat waktu yang telah ditentukan, baik ditentukan oleh orang lain maupun oleh dirinya sendiri d) Melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan daripada mengerjakan tugas

  Prokrastinator dengan sengaja tidak segera menyelesaikan tugasnya tetapi menggunakan waktu yang dia miliki untuk melakukan aktivitas lain yang dipandang lebih menyenangkan dan mendatangkan hiburan.

  Berdasarkan pendapat para ahli, maka peneliti menyimpulkan bahwa prokrastinasi adalah kegagalan seseorang dalam mengerjakan tugas berupa tindakan menunda-nunda memulai atau menyelesaikan tugas secara sengaja dan berulang- ulang sehingga menghambat penyelesaian tugas dalam jangka waktu terbatas.

  Perilaku penundaan ini dapat termanifestasi dalam empat komponen yang dapat diukur dan diamati.

5. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prokrastinasi Akademik

  Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi munculnya prokrastinasi akademik pada mahasiswa dapat dibedakan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal ini meliputi kondisi fisik dan kondisi psikologis individu. Kondisi fisik yang dapat mempengaruhi munculnya prokrastinasi akademik misalnya kelelahan fisik.

  Seseorang yang mengalami kelelahan fisik memiliki kecenderungan yang lebih tinggi untuk melakukan prokrastinasi daripada individu yang tidak mengalami kelelahan fisik (Ferrari, dkk, 1995). Solomon & Rothblum (dalam Ferrari, 1995) menyatakan bahwa trait kepribadian yang dimiliki seseorang dapat mempengaruhi munculnya memiliki kecenderungan prokrastinasi akademik yang tinggi. Besarnya motivasi yang dimiliki seseorang juga akan mempengaruhi kecenderungan prokrastinasi akademik individu (Ferrari, 1995).

  Faktor-faktor eksternal yang ikut mempengaruhi kecenderungan munculnya prokrastinasi adalah pengasuhan orangtua dan lingkungan. Ferrari (1995) menemukan bahwa pengasuhan otoriter orangtua menyebabkan munculnya kecenderungan prokrastinasi. Kondisi lingkungan yang lenient, yaitu lingkungan yang toleran terhadap prokrastinasi juga mempengaruhi tinggi rendahnya prokrastinasi individu.

C. Hubungan antara Kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dan Prokrastinasi Akademik

  Maher (dalam Mischel, 1976) menyatakan bahwa salah satu karakteristik dari kecemasan adalah akan terjadi disorganisasi dalam problem solving dan kontrol kognitif termasuk sulitnya berpikir secara jernih dan melakukan coping. Bourne & Russo (1998) memperkuat pendapat tersebut dengan mengemukakan bahwa kecemasan muncul ketika sebagian tujuan tidak jelas, sulit dan mengancam yang meliputi perasaan tertekan ketika berpikir mengenai munculnya stimulus yang menyakitkan atau membahayakan. Hal ini menimbulkan dorongan penilaian negatif sehingga kita terdorong untuk menghindari atau keluar dari kecemasan tersebut ketika hal itu muncul.

  Hubungan positif antara kecemasan terhadap masalah dan prokrastinasi Parker, dan Endler (1989) dalam penelitian yang dilakukannya menyatakan bahwa kecemasan dan prokrastinasi memiliki hubungan yang linear, yakni kecemasan akan meningkat pada individu yang melakukan prokrastinasi selama waktu tertentu. Hasil penelitian lain juga menemukan indikasi bahwa prokrastinasi berhubungan dengan kecemasan dan rasa takut akan mengalami kegagalan (Ferrari & Tice, 2000). Murakami, 1986 (dalam Bui, 2007) menemukan bahwa individu yang melakukan prokrastinasi memiliki tingkat kecemasan yang tinggi daripada individu yang tidak melakukan prokrastinasi. Penelitian yang dilakukan oleh Syafi’i (2001) memperkuat pendapat diatas dengan membuktikan bahwa ada hubungan positif antara kecemasan menghadapi masalah dengan prokrastinasi.

  Hubungan antara kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dengan prokrastinasi akademik dapat dijelaskan dengan adanya dinamika antara kedua variabel tersebut. Masalah utama yang biasa dihadapi oleh mahasiswa tingkat akhir adalah berkaitan dengan penulisan tugas akhir (skripsi). Masalah-masalah yang dialami dalam proses mengerjakan skripsi dapat dipandang sebagai hambatan bagi mahasiswa bahkan sebagai ancaman kegagalan dalam menyelesaikan skripsi.

  Bourne & Russo (1998) menjelaskan ketika seseorang berada dalam kondisi cemas yang berlebihan, maka kecenderungan alami yang akan muncul adalah menghindar dari situasi yang membuat cemas. Ketakutan yang dialami oleh mahasiswa tingkat akhir ketika menghadapi masalah skripsi akan menimbulkan kecemasan yang berlebihan terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. mempengaruhi fungsi kognitifnya sehingga individu tersebut mengalami kesulitan untuk berpikir jernih dalam rangka memecahkan masalah. Dalam kondisi yang tidak menyenangkan ini, akan timbul dorongan dalam diri individu untuk membebaskan diri dengan cara menghindari situasi yang menimbulkan ketidaknyamanan ini. Oleh karena itu, mahasiswa akan berusaha menghindari hal-hal yang berkaitan dengan skripsi dan menunda mengerjakan skripsi yang seharusnya segera diselesaikan dengan melakukan aktivitas-aktivitas di luar skripsi sebagai suatu bentuk pelarian dari masalah skripsi yang dihadapi.

  Rothblum (dalam Ferrari, 1995) mengemukakan bahwa seseorang akan melakukan penghindaran dengan prokrastinasi untuk mengurangi kecemasan sehingga bebas dari rasa cemas dan selanjutnya terjadi penguatan untuk melakukan prokrastinasi secara berulang-ulang. Pendapat Rothblum diperkuat dengan pendapat yang dikemukakan Burka & Yuen (dalam Ferrari, 1995) bahwa seorang procrastinastor akan mengalami “lingkaran prokrastinasi” artinya seseorang dapat melakukan prokrastinasi secara berulang-ulang pada suatu tugas untuk mengurangi rasa cemas terhadap tugas tersebut.

  Mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi tentunya akan mengumpulkan materi-materi terkait dengan skripsinya. Sayangnya, kebanyakan dari mereka setelah mendapatkan materi terkait dengan skripsinya, tidak langsung mengerjakan skripsinya. Mereka merasa materi yang dikumpulkannya belum cukup sehingga masih ingin mencari materi lagi hingga akhirnya yang terjadi adalah mereka menunda Akhirnya mahasiswa tidak segera menyelesaikan tugas penulisan skripsinya karena mereka mengalami kecemasan terkait skripsi mereka sehingga skripsi mereka menjadi tertunda pengerjaannya.

D. Hipotesis

  Berdasarkan kajian pustaka di atas maka peneliti mengajukan hipotesis yaitu ada hubungan positif antara kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dan prokrastinasi akademik.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis dari penelitian ini adalah penelitian korelasional yaitu penelitian yang

  dilakukan untuk mencari hubungan antar dua variabel (Azwar, 2005). Berdasarkan pengertian tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antar variabel kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dan variabel prokrastinasi akademik.

B. Identifikasi Variabel Penelitian

  Variabel bebas : Kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi Variabel tergantung : Prokrastinasi Akademik

C. Definisi Operasional Variabel Penelitian

  1. Kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi Kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi adalah reaksi terhadap keadaan yang tidak menyenangkan yang dialami oleh seseorang karena merasakan adanya suatu ancaman tertentu sehingga menimbulkan reaksi emosi, perilaku dan proses berpikir seseorang sehubungan dengan pengerjaan skripsi khususnya masalah skripsi.

  2. Prokrastinasi Akademik Prokrastinasi akademik adalah kegagalan seseorang dalam mengerjakan tugas berupa tindakan menunda-nunda memulai atau menyelesaikan tugas sehingga menghambat penyelesaian tugas dalam jangka waktu terbatas.

D. Subjek Penelitian

  Subjek penelitian merupakan sumber utama data penelitian, yaitu yang mempunyai data mengenai variabel yang diteliti pada dirinya, subjek penelitian adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian (Azwar, 2005).

  Karakteristik subjek yang dipakai dalam penelitian ini adalah:

  1. Mahasiswa dan mahasiswi fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  2. Mengambil mata kuliah skripsi dan sudah menempuh waktu untuk mengerjakan skripsi selama 3 semester atau lebih dari 2 semester (masuk semester 3 ke atas).

  Penulisan skripsi dapat diselesaikan dalam waktu ± 2 semester (Hariwijaya & Djaelani, 2004). Mahasiswa yang menyelesaikan skripsi lebih dari 2 semester tentunya memiliki masalah-masalah tertentu sehingga menghambat proses pengerjaan skripsi mereka.

E. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan metode skala.

  penyelesaian masalah skripsi dan prokrastinasi akademik. Skala ini terdiri dari dua macam yaitu skala kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dan skala prokrastinasi akademik. Metode skala yang dipakai adalah modifikasi dari skala model Likert, terdiri dari pernyataan-pernyataan yang bersifat favorable dan

  

unfavorable . Skala model Likert merupakan metode penyusunan skala yang

menggunakan respon subjek sebagai dasar penentuan nilai skalanya (Azwar, 2005).

  Modifikasi yang dilakukan adalah menghilangkan jawaban netral dari pilihan jawaban yang ada. Hal ini disebabkan karena jawaban netral bagi orang Indonesia lebih mengarah pada tidak ada jawaban sehingga tidak perlu dinilai (Hadi, 2000).

  1. Skala Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi Untuk memperoleh data mengenai kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi, peneliti menggunakan skala kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi yang merupakan pengembangan dari komponen-komponen definisi kecemasan menurut Maher (dalam Calhoun & Acocella, 1990). Komponen – komponen tersebut adalah:

  a) Emosional

  b) Kognitif

  c) Fisiologis Skala kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi memiliki empat pilihan jawaban yaitu: Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS), Sangat

  Tidak Sesuai (STS). Nilai yang diberikan terhadap setiap jawaban berkisar antara 1 diberi nilai 4, jawaban Sesuai (S) diberi nilai 3, jawaban Tidak Sesuai (TS) diberi nilai 2 dan jawaban Sangat Tidak Sesuai (STS) diberi nilai 1. Pada pernyataan non

  

favorable adalah kebalikan dari pernyataan favorable, pilihan jawaban Sangat Tidak

  Sesuai (STS) diberi nilai 4, jawaban Tidak Sesuai (TS) diberi nilai 3, jawaban Sesuai (S) diberi nilai 2 dan jawaban Sangat Sesuai (SS) diberi nilai 1. Semakin tinggi skor skala subjek berarti semakin tinggi kecemasannya, sedangkan semakin rendah skor skala maka semakin rendah kecemasan subjek terhadap masalah skripsi. Penyebaran faktor-faktor variabel kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dalam skala adalah sebagai berikut:

  Tabel 1

  Blue Print Skala Kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi Aitem

  

No. Komponen Favorable Unfavorable

  1. Emosional

  7

  7

  14

  2. Kognitif

  7

  7

  14

  3. Fisiologis

  7

  7

  14 Jumlah

  42

  2. Skala Prokrastinasi Akademik Prokrastinasi akademik akan diungkap melalui skala prokrastinasi akademik yang disusun berdasarkan intisari dari komponen-komponen prokrastinasi akademik yang dikemukakan oleh Schouwenburg (dalam Ferrari dkk., 1995) yang terdiri dari empat komponen yaitu: a) Penundaan untuk memulai maupun menyelesaikan kerja pada tugas yang dihadapi

  b) Kelambanan yang disengaja dalam mengerjakan tugas

  c) Kesenjangan waktu dalam mengerjakan tugas antara rencana dan kinerja aktual d) Melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan daripada mengerjakan tugas.

  Skala prokrastinasi akademik tersebut memiliki empat pilihan jawaban yaitu: Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS), Sangat Tidak Sesuai (STS). Nilai yang diberikan terhadap setiap jawaban berkisar antara 1 sampai dengan 4. Pada pernyataan favorable, pilihan jawaban Sangat Sesuai (SS) diberi nilai 4, jawaban Sesuai (S) diberi nilai 3, jawaban Tidak Sesuai (TS) diberi nilai 2 dan jawaban Sangat Tidak Sesuai (STS) diberi nilai 1. Pada pernyataan non favorable adalah kebalikan dari pernyataan favorable, pilihan jawaban Sangat Tidak Sesuai (STS) diberi nilai 4, jawaban Tidak Sesuai (TS) diberi nilai 3, jawaban Sesuai (S) diberi nilai 2 dan jawaban Sangat Sesuai (SS) diberi nilai 1. Semakin tinggi skor total yang diperoleh menunjukkan tingginya tingkat prokrastinasi akademik, sebaliknya jika skor total yang diperoleh semakin rendah maka semakin rendah pula tingkat prokrastinasi akademik. Faktor-faktor tersebut tersebar dalam butir-butir pernyataan dengan penyebaran sebagai berikut:

  Tabel 2

  Blue Print Skala Prokrastinasi Akademik Aitem No. Komponen

  ∑

  Favorable Unfavorable

  1. Penundaan terhadap tugas

  7

  7

  14

  2. Kelambanan dalam mengerjakan tugas

  7

  7

  14

  3. Kesenjangan waktu

  7

  7

  14

  4. Melakukan aktivitas lain

  7

  7

  14 Jumlah

  56 F. Instrumen Pengukuran Dalam suatu penelitian, validitas dan reliabilitas berperan penting. Tepat tidaknya suatu alat ukur dalam mengukur gejala yang sebenarnya tergantung dari dua faktor tersebut. Sebelum digunakan dalam penelitian, suatu alat ukur harus terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya.

  1. Uji Validitas Agar penelitian dapat dikatakan memiliki keakuratan dalam pengukuran maka harus mempunyai validitas yang tinggi. Azwar (2008) mengatakan bahwa validitas berarti sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Validitas suatu alat ukur dikatakan tinggi apabila dapat menjalankan fungsi ukurnya dan memberikan hasil yang sesuai dengan maksud pengukuran yang dilakukan.

  Dalam penelitian ini, validitas alat ukur dipenuhi dengan validitas isi. Validitas isi adalah sejauhmana butir-butir dalam skala mencakup domain dari isi objek yang hendak diukur. Salah satu cara untuk mengetahui validitas isi telah terpenuhi dengan melihat apakah butir (pernyataan) dalam alat ukur telah sesuai dengan blue print dan memeriksa apakah masing-masing butir telah sesuai dengan indikator perilaku yang hendak diukur. Kemudian peneliti melakukan review yang dilakukan oleh orang yang berkompeten (profesional judgement) , dalam hal ini adalah dosen pembimbing. Review ini dilakukan untuk meninjau bahasa tulis, konstruksi skala, masalah atribut, dan format penampilan. Setelah itu, kumpulan aitem yang telah melewati proses reviu kemudian diujicobakan. Langkah selanjutnya adalah melihat daya diskriminasi butir aitem untuk membedakan kelompok yang mempunyai dan yang tidak mempunyai atribut yang diukur (Azwar, 2008). Daya diskriminasi ini diperoleh dengan cara mengkorelasikan tiap butir aitem dengan menggunakan teknik korelasi product moment dari Pearson.

  2. Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah keajegan, kestabilan, konsistensi yang mengandung makna sejauhmana suatu pengukuran dapat dipercaya (Azwar, 2008). Analisa reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan teknik koefisien Alpha dari Cronbach dalam program SPSS. Butir-butir yang diukutsertakan dalam uji reliabilitas hanyalah butir-

  3. Analisis aitem Analisis aitem dilakukan dengan cara mengkorelasikan skor aitem dengan skor total yang akan menghasilkan suatu indeks validitas aitem yang disebut indeks daya diskriminasi aitem atau indeks konsistensi aitem total. Daya diskriminasi aitem adalah sejauhmana aitem mampu membedakan antara kelompok yang memiliki dan yang tidak memiliki atribut yang akan diukur. Indeks daya diskriminasi aitem memberikan informasi mengenai konsistensi antara apa yang akan diukur oleh aitem dengan apa yang diukur oleh tes. Semakin tinggi korelasi positif antara skor aitem dengan skor skala berarti semakin tinggi konsistensi antara aitem tersebut dengan skor skala keseluruhan dan semakin tinggi daya bedanya. Bila koefisiennya rendah, maka fungsi aitem tersebut tidak cocok dengan fungsi ukur tes dan daya bedanya tidak cukup baik.

  

G. Metode Analisis Data

Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif

  dengan perhitungan statistik. Alasan digunakannya analisis statistik ini adalah bahwa statistik dapat mewujudkan kesimpulan secara menyeluruh (generalisasi) penelitian dengan memperhitungkan faktor kesahihan. Selain itu, statistik bekerja dengan angka-angka, bersifat objektif dan universal dalam arti dapat digunakan hampir pada semua bidang penelitian (Hadi, 2000).

  Pengujian terhadap hipotesis penelitian yang diajukan adalah dengan diperoleh dengan bantuan program analisis statistik SPSS 15.0 for Windows

  

Evaluation untuk melihat hubungan antara kecemasan terhadap penyelesaian masalah

skripsi dan prokrastinasi akademik.

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Persiapan Penelitian

  1. Orientasi Kancah

  Penelitian ini dilakukan di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta didirikan pada tahun 1996 berdasarkan surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 162/DIKTI/Kep/1996 tanggal 4 Juni 1996. Fakultas Psikologi memiliki program sarjana Psikologi dengan konsentrasi pada Psikologi komunikasi.

  Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma sampai dengan tahun 2008 terdiri dari sembilan angkatan (2000-2008). Mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah penulisan skripsi (PSU-4272) terdiri dari angkatan 2000-2004, untuk tahun ajaran 2008/2009. Mata kuliah penulisan skripsi ini ditempuh mahasiswa setelah lulus mata kuliah prasyarat seminar (PSU-4262). Kegiatan penelitian yang dilakukan mahasiswa dalam penyusunan skripsi dinilai 6 (enam) satuan kredit semester (SKS).

  2. Perijinan

  Untuk melaksanakan penelitian terlebih dahulu peneliti menyampaikan surat permohonan ijin penelitian. Pengurusan perijinan dimulai dengan mengurus surat ijin dari Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Surat ijin yang nomor 74c/D/KP/Psi/USD/VIII/2008, digunakan oleh peneliti sebagai lampiran skala ketika proses pengambilan data. Dalam uji coba ini, skala diberikan langsung kepada subjek yang berstatus sebagai mahasiswa semester akhir yang sedang menyusun skripsi lebih dari 2 semester (masuk semester ke-3 atau lebih).

3. Pelaksanaan Uji-Coba Pelaksanaan uji coba alat penelitian dilakukan pada waktu yang berbeda.

  Berikut ini jadwal pelaksanaan uji coba: Tabel 3

  Jadwal Pelaksanaan Uji Coba

  Tanggal Tempat Jumlah Responden

  8 Agustus 2008 Kost Putri “Intan”, 2 orang Paingan

  9 Agustus 2008 Lorong Fakultas Psikologi 3 orang Universitas Sanata

  Dharma, Paingan

  12 Agustus 2008 Lorong Fakultas Psikologi 11 orang Universitas Sanata

  Dharma, Paingan

  13 Agustus 2008 Lorong Fakultas Psikologi 54 orang Universitas Sanata

  Dharma, Paingan

  14 Agustus 2008 Lorong Fakultas Psikologi 2 orang Universitas Sanata

  Dharma, Paingan

  Total Jumlah Subjek 72 orang

  Skala yang disebarkan untuk uji coba skala adalah 72 eksemplar. Semua skala dan identitasnya terisi lengkap sehingga 72 eksemplar tersebut digunakan untuk analisis uji coba alat. Hasil uji coba ini digunakan untuk analisis aitem, estimasi validitas dan reliabilitas sehingga alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini valid dan reliable. Setelah digunakan untuk analisis aitem dan estimasi validitas serta reliabilitas, data uji coba ini digunakan untuk membuat deskripsi dan analisis data penelitian.

  a. Skala kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi Distribusi aitem pada skala kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi sebelum uji coba dapat dilihat pada tabel 4 berikut:

  Tabel 4 Sebaran Aitem Skala Kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi (sebelum uji coba)

  Aitem

  No. Komponen Favorable Unfavorable

  1. Emosional 1, 2, 11, 12, 23, 24, 35 9, 10, 21, 22, 33, 34, 36

  14

  2. Kognitif 3, 4, 13, 14, 25, 26, 37 7, 8, 19, 20, 31, 32, 38

  14

  3. Fisiologis 5, 6, 15, 16, 27, 28, 39 41, 42, 17, 18, 30, 29, 40 14

  Jumlah

  42 Pada uji coba skala kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi, seleksi aitem sahih dilakukan dengan ketentuan aitem yang memiliki daya diskriminasi ≥ 0,25. Uji reliabilitas skala menggunakan teknik reliabilitas Alpha melalui program , data selengkapnya dapat dilihat di lampiran.

  SPSS 15.0 for Windows Evaluation

  b. Skala prokrastinasi akademik Distribusi aitem pada skala prokrastinasi akademik sebelum uji coba dapat dilihat dalam tabel 5 berikut:

  Tabel 5 Sebaran aitem Skala Prokrastinasi Akademik (sebelum uji coba)

  Aitem

No. Komponen Favorable Unfavorable

  1. Penundaan terhadap tugas 1, 2, 17, 18, 33, 50, 47, 48, 31, 32,

  14 34, 49 13, 14

  2. Kelambanan dalam 3, 4, 19, 20, 35, 52, 45, 46, 29, 30,

  14 mengerjakan tugas 36, 51 15, 16

  3. Kesenjangan waktu 5, 6, 21, 22, 37, 54, 43, 44, 27, 28,

  14 38, 53 12, 11

  4. Melakukan aktivitas lain 7, 8, 23, 24, 39, 56, 41, 42, 26, 25, 9,

  14 40, 55

  10 Jumlah

  56 Pada uji coba skala prokrastinasi akademik, seleksi aitem sahih dilakukan dengan ketentuan aitem yang memiliki daya diskriminasi ≥ 0,25. Uji reliabilitas skala menggunakan teknik reliabilitas Alpha melalui program SPSS 15.0 for Windows Evaluation , data selengkapnya dapat dilihat di lampiran.

4. Hasil uji-coba alat penelitian

  Hasil uji coba alat ukur meliputi hasil perhitungan reliabilitas dan daya diskriminasi tiap aitem. a. Skala kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi Uji validitas skala kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi adalah validitas isi melalui blue print skala yang kemudian diyakinkan dengan analisis konsistensi internal.

  Hasil analisis menunjukkan sebanyak 35 aitem dari 42 aitem skala kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi adalah sahih dengan indeks daya diskriminasi aitem (r 1x ) yang sahih berkisar dari 0,267 sampai dengan 0,672. Aitem yang gugur karena memiliki daya daya diskriminasi < 0,25 berjumlah 7 aitem. Analisis reliabilitas skala kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi menghasilkan koefisien Alpha ( ) sebesar 0,917. Tabel 6 menunjukkan sebaran aitem skala kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi setelah uji coba.

  Tabel 6 Sebaran Aitem Skala Kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi (setelah uji coba)

  Aitem

  No. Komponen Favorable Unfavorable

  1. Emosional 1, 2, 11*, 12, 23, 24, 35 9, 10, 21, 22*, 33, 34, 36

  12

  2. Kognitif 3, 4**, 13, 14, 25, 26, 37** 7, 8, 19, 20, 31, 32, 38

  12

  3. Fisiologis 5*, 6, 15, 16, 27*, 28, 39 41*, 42, 17, 18, 30, 29, 40 11

  Jumlah

  35 Keterangan:

  • ) Aitem gugur karena memiliki daya daya diskriminasi < 0,25
    • ) Aitem digugurkan untuk sedikit menyeimbangkan proporsi tiga komponen

  b. Skala prokrastinasi akademik Uji validitas skala prokrastinasi akademik adalah validitas isi melalui blue

  print skala yang kemudian diyakinkan dengan analisis konsistensi internal. Hasil

  analisis menunjukkan sebanyak 40 aitem dari 56 aitem skala prokrastinasi akademik adalah sahih dengan indeks daya diskriminasi aitem (r 1x ) yang sahih berkisar dari 0,261 sampai dengan 0,640. Aitem yang gugur karena memiliki daya diskriminasi < 0,25 berjumlah 16 aitem. Analisis reliablitas skala prokrastinasi akademik menghasilkan koefisien Alpha (α) sebesar 0,915. Tabel 7 menunjukkan penyebaran aitem skala prokrastinasi akademik setelah uji coba.

  Tabel 7 Sebaran aitem Skala Prokrastinasi Akademik (setelah uji coba)

  Aitem No. Komponen

  ∑

  Favorable Unfavorable

  1. Penundaan terhadap tugas 1, 2*, 17, 18, 33*, 34, 50, 47, 48, 31, 32,

  11 49* 13, 14

  2. Kelambanan dalam 3, 4, 19, 20, 35*, 36*, 52, 45, 46, 29, 30,

  10 mengerjakan tugas 51* 15, 16*

  3. Kesenjangan waktu 5**, 6**, 21, 22, 37**, 54, 43, 44, 27, 28,

  11 38, 53 12, 11

  4. Melakukan aktivitas lain 7, 8, 23, 24*, 39, 40, 56*, 41*, 42*, 26,

  8 55* 25*, 9, 10 Keterangan:

  • ) Aitem gugur karena memiliki daya daya diskriminasi < 0,25
    • ) Aitem digugurkan untuk sedikit menyeimbangkan proporsi empat komponen

B. Deskripsi Data

  Penelitian ini menggunakan data dari hasil uji coba alat penelitian dengan mempertimbangkan jumlah subjek penelitian yang terbatas. Selain itu, peneliti mengalami kesulitan untuk bertemu dengan subjek penelitian. Setelah melakukan uji coba, peneliti melakukan perhitungan reliabilitas dan daya diskriminasi tiap aitem hingga mendapatkan aitem yang memiliki daya diskriminasi ≥ 0,25. Peneliti melakukan perhitungan sebanyak 2 kali hingga mendapatkan aitem skala kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi yang sahih berkisar dari 0,267 sampai dengan 0,672 dan menghasilkan koefisien Alpha ( ) sebesar 0,917. Untuk skala prokrastinasi akademik, peneliti melakukan perhitungan sebanyak 4 kali hingga mendapatkan aitem skala prokrastinasi akademik yang sahih berkisar dari 0,261 sampai dengan 0,640 dan menghasilkan koefisien Alpha ( ) sebesar 0,915.

  Langkah selanjutnya adalah peneliti melakukan analisis penelitian secara deskriptif untuk mengetahui deskripsi secara umum dari setiap variabel penelitian.

  Dilakukan pembandingan secara deskripsi antara keadaan hipotetik (yang dimungkinkan terjadi) dan keadaan empirik (yang didapatkan dalam data pada penelitian ini). Deskripsi data dari variabel kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dan prokrastinasi akademik dapat dilihat di tabel 8.

  Tabel 8 Deskripsi Data Penelitian

  

Variabel Skor Hipotetik Skor Empirik

  X X Rerata SD

  X X Rerata SD min max min max

  Kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi 35 140 87,5 17,5 47 107 79.90 11,939

  Prokrastinasi Akademik 40 160 100

  20 70 136 99.21 13,139 Peneliti membedakan antara rerata empirik dengan rerata hipotetik untuk mendapatkan informasi umum mengenai skor yang diperoleh subjek penelitian pada tiap-tiap variabel penelitian. Rerata hipotetik variabel kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi terhadap prokrastinasi akademik adalah 87,5 sedangkan rerata empirik skor subjek pada variabel ini adalah 79,90. Tampak bahwa rerata hipotetik nilainya lebih besar dari rerata empirik, dengan demikian dapat dikatakan bahwa secara umum subjek penelitian memiliki kecemasan yang rendah terhadap penyelesaian masalah skripsi. Variabel prokrastinasi akademik memiliki rerata menunjukkan bahwa secara umum subjek penelitian memiliki prokrastinasi akademik yang rendah.

  Positif negatifnya kecemasan subjek terhadap penyelesaian masalah skripsi, serta tinggi rendahnya prokrastinasi akademik dapat diketahui melalui cara pengkategorian skor yang diperoleh dari masing-masing subjek pada skala kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dan prokrastinasi akademik. Tujuan pengkategorian adalah untuk menempatkan individu ke dalam kelompok-kelompok yang terpisah secara berjenjang menurut suatu kontinum berdasar atribut yang diukur, sehingga dapat diketahui kontinum jenjang dari rendah ke tinggi, dari paling jelek ke paling baik, dan semacamnya.

  Dasar pembuatan kategorisasi adalah asumsi bahwa skor subjek terdistribusi secara normal. Menurut Azwar (2008), batasan kategori variabel penelitian disusun berdasarkan satuan deviasi standar dengan memperhitungkan skor hipotetik minimal dan skor hipotetik maksimal. Kriteria kategorisasi untuk menentukan batasan masing- masing kategori maka digunakan rumus seperti pada tabel 9.

  Tabel 9 Norma Kategorisasi

  Norma Kategorisasi Kategori

  1,5 Sangat rendah 1,5 0,5

  Rendah 0,5 0,5

  Sedang 0,5 1,5

  Tinggi Keterangan: x : skor : mean empirik : deviasi standar

  Kategori variabel kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi ditentukan berdasarkan skor subjek pada skala kecemasan menghadapi masalah skripsi. Rentang minimum dan maksimum skala kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi adalah 35 sampai dengan 140. Standar deviasi skor kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi adalah 17,5 dan rerata empirisnya 79,90. Berdasarkan data tersebut, maka dapat ditentukan kategorisasi untuk data pada variabel kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi sebagai berikut:

  Tabel 10 Norma Kategorisasi Skor Kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi

  Variabel Rentang Nilai Kategori Frekuensi Presentase

  Kecemasan 53,65 Sangat rendah 3 4,17% terhadap 53,65 71,15 Rendah 10 13,89 % penyelesaian

  Sedang 47 65,28 % 71,15 88,65 masalah

  88,65 106,15 Tinggi 12 16,66 % skripsi 0 %

  106,15 Sangat tinggi Berdasarkan kategorisasi pada tabel 9 diatas, maka 3 subjek (4,17%) memiliki kecemasan yang sangat rendah terhadap penyelesaian masalah skripsi, 10 subjek

  (13,89%) termasuk pada kategori yang rendah, separuh lebih dari jumlah subjek yaitu

  47 subjek (65,28%) berada pada kategori sedang, 12 subjek (16,66%) menyatakan kecemasan yang tinggi terhadap penyelesaian masalah skripsi dan tidak ada satu pun subjek berada pada kategori kecemasan yang sangat tinggi terhadap penyelesaian masalah skripsi.

  Kategorisasi variabel prokrastinasi akademik memiliki rentang minimum dan maksimum dari 40 sampai dengan 160. Standar deviasinya sebesar 20 dan rerata emprisnya 99,21. Kategorisasi data variabel prokrastinasi akademik dapat dilihat pada tabel 11 berikut:

  Tabel 11 Norma Kategorisasi Skor Prokrastinasi Akademik

  Variabel Rentang Nilai Kategori Frekuensi Presentase

  69,21 Sangat rendah 0% Prokrastinasi

  Rendah 17 23,61 % 69,21 89,21

  Akademik 89,21 109,21 Sedang 39 54,17 % 15 20,83 %

  109,21 129,21 Tinggi Sangat tinggi 1 1,39 %

  129,21 Berdasarkan kategorisasi pada tabel 11 diatas, diketahui bahwa prokrastinasi akademik subjek tidak ada satu pun berada pada kategori yang sangat rendah, 17 subjek (23,61%) masuk dalam kategori rendah, 39 subjek (54,17%) termasuk pada kategori sedang, 15 subjek (20,83%) memiliki prokrastinasi akademik yang tinggi dan 1 subjek (1,39%) berada pada kategori yang sangat tinggi.

C. Hasil Uji Persyaratan Penelitian

  Sebelum melakukan analisis data penelitian, terlebih dahulu dilakukan uji persyatan analisis yaitu berupa uji asumsi yang meliputi uji normalitas dan uji linieritas sebagai syarat untuk pengetesan nilai korelasi (Hadi, 2000).

  1. Uji Normalitas Uji ini dimaksudkan untuk melihat apakah bentuk sebaran dari skor jawaban subjek normal atau tidak. Dalam penelitian ini pengujian normalitas dilakukan terhadap distribusi skor kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dengan jumlah skor prokrastinasi akademik. Kaidah yang digunakan untuk mengetahui normal atau tidaknya sebuah data adalah jika p > 0,05 maka sebaran normal, jika p < 0,05 maka sebarannya tidak normal. Pengujian normalitas ini dilakukan dengan menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov test.

  Hasil uji normalitas untuk skala kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dan prokrastinasi akademik dengan menggunakan 72 subjek ternyata dapat memenuhi distribusi normal. Untuk skala kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi koefisien Kolmogorov-Smirnov Z (K-SZ) sebesar 1,123 dengan p = 0,161 (p > 0,05). Sementara untuk skala prokrastinasi akademik, koefisien Kolmogorov-Smirnov

  

Z (K-SZ) sebesar 0,728 dengan p = 0,665 (p > 0,05). Rangkuman hasil uji normalitas dapat dlihat pada tabel 12, sedangkan hasil uji normalitas selengkapnya dapat dilihat di lampiran.

  Tabel 12 Hasil Uji Normalitas

  Variabel Nilai K- p>0,05 Keterangan SZ

  Kecemasan terhadap penyelesaian masalah 1,123 0,161 Normal skripsi Prokrastinasi akademik 0,728 0,665 Normal

  2. Uji Linieritas Uji linieritas digunakan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang bersifat linier antara variabel bebas dan variabel tergantung. Hubungan tersebut dinyatakan linier apabila memenuhi nilai taraf signifikansi linieritas lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05). Hasil dari uji linieritas antara kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dan prokrastinasi akademik menunjukkan nilai F sebesar 51,631 dengan p = 0,000 sehingga hubungan keduanya bersifat linier. Oleh karena itu, pada variabel-variabel diatas dapat dikenakan analisis korelasi product moment dari Pearson.

  Tabel 13 Hasil Uji Linieritas

  Variabel F P P Keterangan

  Kecemasan terhadap penyelesaian masalah 51,631 0,000 <0,05 Linier

D. Pengujian Hipotesis Penelitian

  Kecemasan terhadap Prokrastinasi Penyelesaian Masalah Skripsi akademik Kecemasan terhadap Pearson 1 .671(**) Penyelesaian Masalah Skripsi Correlation Sig. (1-tailed)

  .000 N

  72

  72 Prokrastinasi akademik Pearson .671(**)

  1 Correlation Sig. (1-tailed) .000 N

  72

  72 Melalui analisis korelasi product moment dari Pearson dengan bantuan

  program SPSS 15.0 for Windows Evaluation didapatkan angka koefisien korelasi atau nilai r = 0,671. Tidak adanya tanda (-) di depan nilai r = 0,671 pada tampilan output menunjukkan bahwa hubungan antar dua variabel bersifat positif atau searah, ini berarti bahwa kenaikan atau penurunan nilai-nilai dalam variabel yang satu secara proporsional akan diikuti oleh kenaikan atau penurunan pada nilai-nilai variabel lainnya (Hadi, 2000). Hadi (2000) juga mengemukakan bahwa untuk mengetahui apakah nilai r tersebut berarti atau tidak (signifikan atau nonsignifikan) atas dasar taraf kepercayaan sekian persen maka sebaiknya dilakukan uji signifikansi. Penelitian ini menggunakan taraf kepercayaan 95%. Signikansi nilai r dapat diuji dengan penyusunan hipotesis sebagai berikut:

  Ho : Tidak ada hubungan positif antara variabel kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dan variabel prokrastinasi akademik, r = 0.

  H

  1 : Ada hubungan positif antara variabel kecemasan terhadap

  penyelesaian masalah skripsi dan variabel prokrastinasi akademik, r ≠ 0.

  Pengujian dilakukan dengan satu sisi (one-tailed) karena yang akan dicari adalah adanya hubungan positif antara kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dan prokrastinasi akademik. Dasar pengambilan keputusan untuk menerima atau menolak Ho adalah berdasarkan probabilitas dan keberadaan tanda * yang ditampilkan SPSS 15.0 for Windows Evaluation. Berdasarkan probabilitas, Ho diterima jika probabilitas > 0,05 dan Ho ditolak jika probabilitas < 0,05 (Budi, 2006).

  Output SPSS 15.0 for Windows Evaluation menampilkan pada baris kedua, baik pada sel kanan atas maupun sel kiri bawah (kedua sel isinya sama atau lurus dengan baris sig. (1-tailed)), angka probabilitasnya adalah 0,000. Oleh karena probabilitas < 0,05, maka Ho ditolak dan ini berarti bahwa hubungan antara kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dan prokrastinasi adalah signifikan pada taraf kepercayaan 95%. Tanda ** di belakang angka koefisien korelasi (r) berarti angka korelasi memenuhi kriteria signifikansi 1% (taraf kepercayaan 99%), yang otomatis memenuhi taraf kepercayaan 95%. Dengan demikian dapat diketahui bahwa Ho ditolak, atau hubungan antara kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dan prokrastinasi akademik adalah signifikan pada taraf kepercayaan 95%.

E. Kesimpulan Analisis

  Hasil pengujian hipotesis penelitian menunjukkan bahwa hipotesis penelitian diterima. Melalui analisis korelasi didapatkan angka koefisien korelasi yang bersifat positif yakni r = 0,671 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Sifat positif dari angka koefisien korelasi (r) menunjukkan hubungan yang positif atau searah. Semakin tinggi kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi maka semakin tinggi prokrastinasi akademik atau semakin rendah kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi maka semakin rendah prokrastinasi akademik.

F. Pembahasan

  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan positif antara kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dan prokrastinasi akademik. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan ada hubungan positif antara kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dan prokrastinasi akademik diterima karena nilai koefisien korelasi (r) bersifat positif. Artinya semakin tinggi kecemasan subjek terhadap penyelesaian masalah skripsi, maka semakin tinggi pula prokrastinasi akademik subjek pada proses pengerjaan skripsi atau semakin rendah kecemasan subjek terhadap penyelesaian masalah skripsi maka semakin rendah prokrastinasi akademik subjek pada proses pengerjaan skripsi.

  Khusus pada penelitian ini, hubungan yang positif atau nilai koefisien korelasi komponen emosional dan aitem dari komponen prokrastinasi akademik yaitu komponen kesenjangan waktu mengukur hal yang mirip. Kedua komponen tersebut memiliki nilai persentase yang lebih tinggi dibanding komponen lainnya sehingga timbul dugaan bahwa hubungan positif terjadi karena dua komponen tersebut mengukur hal yang mirip. Berikut adalah tabel yang menyajikan hasil persentase tiap komponen dimana persentase setiap komponen diperoleh dari hasil penilaian terhadap setiap komponen berdasarkan skor subjek penelitian.

  Tabel 14 Persentase Skor Subjek terhadap Komponen Kecemasan

  No. Komponen Persentase (%)

  1. Emosional 37,4

  2. Kognitif 32,5

  3. Fisiologis 30,1 Total 100

  Tabel 15 Persentase Skor Subjek terhadap Komponen Prokrastinasi

  No. Komponen Persentase (%)

  1. Penundaan terhadap tugas 27,5

  2. Kelambanan dalam mengerjakan tugas 24,1

  3. Kesenjangan waktu 28,5

  4. Melakukan aktivitas lain 20,1 Total 100

  Dugaan bahwa aitem dari komponen emosional mengukur hal yang mirip dengan komponen kesenjangan waktu akan ditinjau dengan membandingkan contoh aitem-aitem dalam tiap komponen tersebut yang disajikan dalam tabel di bawah ini:

  Komponen Emosional Komponen Kesenjangan Analisis Waktu

  1. Merasa terbebani

  Saya merasa terbebani Saya baru mengerjakan

  (emosional) ketika akan

  ketika akan menemui dosen skripsi saat mendekati waktu

  menemui dosen

  pembimbing pengumpulan pada dosen

  pembimbing karena baru

  pembimbing

  mengerjakan skripsi saat mendekati waktu pengumpulan (kesenjangan waktu emosional).

  2. Merasa kurang

  Saya merasa kurang nyaman Saya gagal bimbingan

  nyaman (emosional) saat

  jika ada teman atau anggota dengan dosen karena saya

  ditanya perkembangan

  keluarga yang menanyakan belum mempelajari bahan

  skripsi karena gagal

  perkembangan skripsi saya untuk bimbingan skripsi hari

  bimbingan dengan dosen

  ini

  (kesenjangan waktu emosional)

  3. Merasa bersalah

  Saya merasa bersalah Rencana saya untuk

  terhadap diri sendiri

  terhadap diri sendiri ketika mengumpulkan bagian

  ketika belum berhasil

  belum berhasil menemukan selanjutnya hari ini gagal

  menemukan sumber

  sumber pustaka karena bagian sebelumnya

  pustaka (emosional)

  belum saya kerjakan

  sehingga rencana untuk mengumpulkan bagian selanjutnya gagal (kesenjangan waktu emosional)

  4. Kesulitan mengerjakan

  Saya merasa sedih ketika Saya kesulitan mengerjakan

  sesuai rencana

  mengetahui teman lain skripsi sesuai dengan waktu

  (kesenjangan waktu)

  sudah dapat menyelesaikan yang telah saya tentukan

  (emosional) merasa sedih

  skripsinya

  ketika mengetahui teman lain sudah selesai skripsi

  Tabel diatas berusaha menjelaskan bahwa ternyata dari contoh aitem-aitem dua komponen tersebut mengukur hal yang hampir serupa (mirip). Hal inilah yang mungkin membuat hubungan positif antar variabel meskipun dari perhitungan rerata hipotetik dan teoritik diketahui bahwa kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dan prokrastinasi akademik subjek penelitian rendah.

  Hasil perbandingan antara mean hipotetik dan mean empirik dari deskripsi data menunjukkan bahwa nilai mean hipotetik variabel kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dan prokrastinasi akademik lebih tinggi dari nilai mean empiriknya, ini berarti kecemasan subjek terhadap penyelesaian masalah skripsi tergolong rendah dan prokrastinasi akademik subjek tergolong rendah. Data ini mengungkap bahwa meskipun subjek penelitian telah menempuh proses pengerjaan skripsi selama lebih dari 2 semester ternyata subjek penelitian cenderung tidak mengalami kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi mereka, ini menyebabkan subjek penelitian juga cenderung tidak melakukan prokrastinasi akademik. Rendahnya tingkat kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dan prokrastinasi akademik subjek penelitian dilatarbelangi karena ternyata subjek selengkapnya dapat dilihat di lampiran (hal. 70). Hasil skala bagian III yang berupa pertanyaan terbuka memperjelas deskripsi data yang mengungkap kecemasan subjek penelitian terhadap penyelesaian masalah skripsi rendah dan prokrastinasi akademik subjek penelitian juga rendah terjadi karena subjek penelitian malas mengerjakan skripsi. Knaus (dalam Ferrari, 1995) mengemukakan bahwa chronic procrastinator sering disebut dengan menggunakan kata malas. Hasil penelitian ini belum dapat menyatakan bahwa subjek penelitian tergolong dalam chronic procrastinator karena selain merasa malas, sulitnya menemukan sumber pustaka dan bekerja part time membuat subjek penelitian terhambat dalam mengerjakan skripsi (lihat lampiran hal. 70).

  Adanya korelasi positif antara kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dengan prokrastinasi akademik menunjukkan pula adanya dinamika yang terjadi antara kedua variabel tersebut. Bruno (1998) menjelaskan ketika seseorang berada dalam kondisi cemas, maka kecenderungan alami yang akan muncul adalah menghindar dari situasi yang membuat cemas. Ketakutan yang dialami oleh mahasiswa tingkat akhir ketika menghadapi masalah skripsi akan menimbulkan kecemasan terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Hal ini membuat individu mengalami perasaan yang tidak menyenangkan dan dapat mempengaruhi fungsi kognitifnya sehingga individu tersebut mengalami kesulitan untuk berpikir jernih dalam rangka memecahkan masalah. Dalam kondisi yang tidak menyenangkan ini, akan timbul dorongan dalam diri individu untuk membebaskan diri dengan cara mahasiswa akan berusaha menghindari hal-hal yang berkaitan dengan skripsi dan menunda mengerjakan skripsi yang seharusnya segera diselesaikan dengan melakukan aktivitas-aktivitas di luar skripsi sebagai suatu bentuk pelarian dari masalah skripsi yang dihadapi.

  Rothblum (dalam Ferrari, 1995) mengemukakan bahwa seseorang akan melakukan penghindaran dengan prokrastinasi untuk mengurangi kecemasan sehingga bebas dari rasa cemas dan selanjutnya terjadi penguatan untuk melakukan prokrastinasi secara berulang-ulang. Pendapat Rothblum diperkuat dengan pendapat yang dikemukakan Burka & Yuen (dalam Ferrari, 1995) bahwa seorang

  

procrastinastor akan mengalami “lingkaran prokrastinasi” artinya seseorang dapat

  melakukan prokrastinasi secara berulang-ulang pada suatu tugas untuk mengurangi rasa cemas terhadap tugas tersebut.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan

  sebelumnya dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dengan prokrastinasi akademik. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi semakin tinggi pula prokrastinasi akademiknya atau semakin rendah kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi maka semakin rendah prokrastinasi akademik. Perbandingan antara mean hipotetik dan mean empirik mengungkap bahwa kecemasan subjek penelitian terhadap penyelesaian masalah skripsi rendah, prokrastinasi akademik subjek penelitian juga rendah. Subjek penelitian mengerjakan skripsi lebih dari 2 semester karena subjek penelitian malas mengerjakan skripsi. Sulitnya menemukan sumber pustaka dan bekerja part time juga membuat subjek penelitian mengerjakan skripsi lebih dari 2 semester.

B. Saran

  Berdasarkan hasil yang telah dicapai, peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut:

  1. Bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi Waktu yang tersedia diharapkan dapat digunakan untuk mengerjakan hal-hal yang terkait dengan skripsi, bukan untuk bermalas-malasan atau bekerja part time.

  Misalnya berkunjung ke perpustakaan untuk mencari literatur pendukung skripsi, rajin mencari dosen pembimbing untuk berdiskusi, dan lain-lain.

  2. Bagi pihak Fakultas Psikologi Penelitian ini mengungkap bahwa mahasiswa Fakultas Psikologi ternyata malas mengerjakan skripsi. Hasil ini hendaknya dijadikan sebagai masukan untuk meninjau terkait usaha-usaha yang telah dilakukan pihak Fakultas selama ini dalam mendorong mahasiswa menyelesaikan skripsinya.

  3. Bagi penelitian selanjutnya Penelitian ini memberikan gambaran tentang hubungan kecemasan terhadap penyelesaian masalah skripsi dan prokrastinasi akademik. Bagi penelitian selanjutnya perlu kiranya meninjau faktor-faktor lain yang mungkin turut mempengaruhi dan memiliki sumbangan yang cukup besar terhadap prokrastinasi akademik, misalnya kondisi fisik, trait kepribadian, motivasi, dan lain-lain.

C. Keterbatasan Penelitian

  Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi penelitian selanjutnya yaitu:

  1. Penelitian ini tidak melakukan kontrol pada variabel-variabel yang dapat berpengaruh pada hasil penelitian. Variabel-variabel tersebut antara lain status pekerjaan, status tempat tinggal dan status perkawinan subjek penelitian.

  2. Hambatan teknis penelitian dimana subjek sulit untuk dijumpai sehingga subjek uji coba (try out) juga digunakan sebagai subjek penelitian. Analisis data penelitian ini menggunakan data dari hasil uji coba (try out terpakai).

  

Daftar Pustaka

Azwar, S. 2005. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

  • . Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
    • . 2008. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Birner, L. 1993. Procrastination: It’s role in Transference and Counter Transference.

  Psychoanalytic Review. Vol.80.

  Bui, N.H. 2007. Effect of Evaluation Threat on Procrastination Behavior. Journal of Social Psychology, Vol.147. Budi, T.P. 2006. SPSS 13.0 Terapan; Riset Statistik Parametrik. Yogyakarta: Andi Offset. Bourne, L.E. & Russo, N.F. 1998. Psychology Behavior in Context. New York: WW.

  Norton & Company Inc. Blunt, A., & Pychyl, T. 2000. Task Aversiveness and Procrastination: A Multi-

  Dimensional Approach to Task Aversiveness Across Stages of Personal Projects. Personality and Individual Differences, Vol.28. Branca, A.A. 1964. Psychology, Science of Behavior. Boston: Allyn and Bacon, Inc. Bruno, F.J. 1998. Stop Worrying : Strategi Memahami dan Menghilangkan

  Kecemasan (terjemahan: AR. H. Sitanggang). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

  Calhoun, F.J., & Acocella, J.R. 1990. Psychology of Adjustment & Human Relationship . McGraw-Hill. Carson, R.C. & Butcher, J.N. 1992. Abnormal Psychology and Modern Life. 9

  th edition. New York: Harper Collins Publishers.

  Conti, R. 2000. Competing demands and complimentary motives: Procrastination and intrinsically and extrisincally motivated summer projects. Journal of Social

  Darmono & Hasan. 2002. Menyelesaikan Skripsi dalam 1 Semester. Jakarta: Grasindo. Ellis, A., & Knaus, W.J. 1977. Overcoming Procrastination. New York: Institute for Rational Living. Ferrari, J.R. 1991. Self Handicapping by Procrastination: Protecting Self Esteem, Social Esteem, or Both?. Journal of Research in Personality. Ferrari, J.R., Johnson, J.L. & McCown, W.G. 1995. Procrastination and Task

Avoidance: Theory, research and treatment . New York: Plenum Press.

Ferrari, J.R., & Tice, D. 2000. Procrastination as a Self-Handicap for Men and

  Women: A Task-Avoidance Strategy in a Laboratory Setting. Journal of Research in Personality, Vol.34 . Gunarsa. 1996. Psikologi Olahraga: Teori & Praktek. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia. Green, L. 1982. Minority Students’ Self-Control of Procrastination. Journal of Counseling Psychology, Vol. 29. Hadi, S. 2000. Statistik. Jilid 2. Yogyakarta: Andi Offset. Hall & Lindzey. 1978. Theoories of Personality. 2

  nd

  edition. New York: John Willey and Sons, inc. Hariwijaya, M & Djaelani, B.M. 2004. Teknik Menulis Skripsi dan Thesis.

  Yogyakarta: Zenith Publisher. Haycock, A.L., McCarthy, P., & Skay, L.C. 1998. Procrastination in College

  Students: The Role of Self Efficacy and Anxiety. Journal of Counseling &

  Development, Vol. 76 .

  Kartono, K. 1985. Psikologi Umum. Bandung: Alumni. Lazarus, R.S. 1969. Pattern of Adjustment and Human Effectiveness. Tokyo: McGraw-Hill Kogakushu Ltd.

  Midgley, C. 1996. If I Don’t Do Well Tomorrow, There’s A Reason: Predictors of Adolescent’s Use of Self-Handicapping Strategies. Journal of Educational

  nd Mischel, W. 1976. Introduction to Personality 2 edition . CBS College Publishing.

  Rizvi, A., Prawitasari, J.E., & Soetjipto, H.P. 1997. Pusat Kendali dan Efikasi-Diri sebagai Prediktor terhadap Prokrastinasi Akademik Mahasiswa. Psikologika,

  No.3 Tahun II.

  Santrock, J.W. 2002. Life-Span Development. Edisi 5. Jakarta: Erlangga. Schouwenburg, H.C. 1995. Academic Procrastination: Theoretical notions, measurement, and research. dalam Ferrari, J.R., Johnson, J.L. & McCown,

  W.G. 1995. Procrastination and Task Avoidance: Theory, research and treatment (hal. 71-96). New York: Plenum Press. Schraw, G., Olafson, L., Wadkins, T. 2007. Doing the Things We Do: A Grounded Theory of Academic Procrastination. Journal of Educational Psychology, Vol.

  99 .

  Solomon, L.J., & Rothblum, E.D. 1989. Academic Procrastination: Frequency and Cognitive-Behavioral Correlates. Journal of Counseling Psychology, Vol.31. Scher, S.J., & Osterman, N.M., 2002. Procrastination, Conscientiousness, Anxiety, and Goals: Exploring the Measurement and Correlates of Procrastination among School-Aged Children. Psychology in the Schools, Vol. 39. Syafi’i, M. 2001. Hubungan antara Kecemasan Menghadapi Masalah dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa yang Sedang Mengerjakan Skripsi .

  Skripsi (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. Walker, S., Stewart, J.L., & Donald, W. 2000. Overcoming the Powerlessness of Procrastination. Journal of Guidance & Counseling, Vol. 16, Issue 1. Wolters, C.A. 2003. Understanding Procrastination from a self regulated learning perspective. Journal of Educational Psychology, Vol.95. Zamindari, V. 1999. Hubungan antara Efikasi Diri dengan Problem-Focused Coping

  Menghadapi Masalah Skripsi . Skripsi (tidak diterbitkan). Yogyakarta : Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.

  Lampiran A Skala Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi dan Prokrastinasi Akademik

  

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

Berkaitan dengan penelitian untuk tugas akhir saya, ijinkanlah saya memohon kesediaan Anda untuk meluangkan waktu mengisi angket berikut ini. Angket ini berisi pernyataan-pernyataan yang terbagi ke dalam tiga (3) bagian. Saya

harapkan Anda dapat mengisi angket ini dengan sejujur-jujurnya sesuai dengan kondisi

kehidupan Anda sehari-hari karena dalam hal ini tidak ada penilaian benar ataupun salah.

  Usahakan agar semua pernyataan tidak ada yang terlewatkan.

  Hasil dari angket ini akan dipergunakan untuk kepentingan akademik sehingga saya

menjamin kerahasiaan informasi diri dan jawaban Anda. Saya mengucapkan banyak

terima kasih atas bantuan dan perhatian Anda.

  Hormat saya, Maria Yazinta psikologi ’04 / USD

IDENTITAS DIRI

  • ) coret yang tidak perlu Usia : …. tahun Jenis Kelamin : L / P* Tahun Angkatan : …. Lama Pengerjaan Skripsi : …. Semester Pekerjaan : Bekerja/Belum Bekerja* Tempat Tinggal : Kost/Rumah Orangtua* Status : Menikah/Belum Menikah*

  PETUNJUK PENGERJAAN: Pada bagian I dan II terdapat sejumlah pernyataan yang berhubungan dengan perilaku akademik Anda saat mengerjakan skripsi.

  Anda diminta untuk membaca setiap pernyataan dengan cermat kemudian

memilih jawaban yang paling mencerminkan atau mendekati dengan kehidupan Anda

dengan cara memberi tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang tersedia. Tersedia empat pilihan jawaban, yaitu: STS

  

: bila pernyataan tersebut SANGAT TIDAK SESUAI dengan kehidupan Anda TS : bila pernyataan tersebut TIDAK SESUAI dengan kehidupan Anda S : bila pernyataan tersebut SESUAI dengan kehidupan Anda SS : bila pernyataan tersebut SANGAT SESUAI dengan kehidupan Anda Pada bagian III terdapat pertanyaan dan tugas Anda adalah menjawab pertanyaan tersebut sesuai dengan apa yang selama ini Anda alami. BAGIAN I No. Pernyataan Pilihan Jawaban

  1. Saya merasa terbebani ketika akan menemui [STS] – [TS] – [S] – [SS] dosen pembimbing

  2. Saya merasa kurang nyaman jika ada teman [STS] – [TS] – [S] – [SS] atau anggota keluarga yang menanyakan perkembangan skripsi saya

  3. Saya ragu terhadap kemampuan saya untuk [STS] – [TS] – [S] – [SS] membuat alat ukur skripsi

  4. Dosen pembimbing yang tidak sesuai dengan [STS] – [TS] – [S] – [SS] harapan adalah ancaman bagi saya

  5. Saya menjadi lebih sering buang air kecil [STS] – [TS] – [S] – [SS] ketika akan memasuki ruangan dosen pembimbing

  6. Saya gemetar saat memberikan penjelasan [STS] – [TS] – [S] – [SS] pada dosen pembimbing

  7. Setelah bimbingan dengan dosen, saya tetap [STS] – [TS] – [S] – [SS] dapat fokus mengerjakan hal lain

  8. Saya berusaha yakin bahwa saya mampu [STS] – [TS] – [S] – [SS] membuat alat ukur yang sesuai dengan judul skripsi saya

  9. Saya terpacu untuk segera menyelesaikan [STS] – [TS] – [S] – [SS] skripsi ketika mendapatkan dosen pembimbing yang tidak sesuai dengan harapan saya

  10. Saya tetap merasakan kegembiraan meskipun [STS] – [TS] – [S] – [SS] skripsi saya belum mengalami kemajuan dibandingkan teman-teman lain

  11. Saya merasa ingin marah pada dosen [STS] – [TS] – [S] – [SS] pembimbing ketika beliau meminta saya

  12. Saya merasa bersalah terhadap diri sendiri [STS] – [TS] – [S] – [SS] ketika belum berhasil menemukan sumber pustaka

  13. Ketika kehabisan dana untuk mencari sumber [STS] – [TS] – [S] – [SS] pustaka, pikiran saya menjadi kacau

  14. Saya kurang dapat berkonsentrasi saat [STS] – [TS] – [S] – [SS] mengerjakan tugas lain karena belum mendapatkan jurnal yang mendukung topik skripsi saya

  15. Meskipun sangat mengantuk, saya susah tidur [STS] – [TS] – [S] – [SS] di malam hari karena belum selesai membuat alat ukur yang sesuai

  16. Jantung saya berdetak lebih keras dari [STS] – [TS] – [S] – [SS] biasanya ketika dosen mengatakan bahwa teori yang saya gunakan salah.

  17. Nafsu makan saya tetap terjaga meskipun [STS] – [TS] – [S] – [SS] belum menemukan subjek untuk penelitian

  18. Saya tetap kontak mata dengan dosen [STS] – [TS] – [S] – [SS] pembimbing walaupun dosen agak marah karena tidak puas atas jawaban yang saya berikan.

  19. Saya selalu siap kapan saja ketika dosen [STS] – [TS] – [S] – [SS] pembimbing memberikan jadwal bimbingan

  20. Saya dapat menjawab dengan benar [STS] – [TS] – [S] – [SS] pertanyaan dari orang lain mengenai landasan teori skripsi saya

  21. Saya tetap tenang meskipun dosen [STS] – [TS] – [S] – [SS] pembimbing meminta untuk mengubah judul skripsi

  22. Saya tetap berani mengerjakan skripsi sesuai [STS] – [TS] – [S] – [SS] topik yang telah saya pilih meskipun hingga saat ini belum menemukan sumber

  23. Saya merasa putus asa ketika alat ukur yang [STS] – [TS] – [S] – [SS] saya buat belum disetujui oleh dosen pembimbing

  24. Saya merasa sedih ketika mengetahui teman [STS] – [TS] – [S] – [SS] lain sudah dapat menyelesaikan skripsinya

  25. Saya kehabisan ide saat mengerjakan catatan [STS] – [TS] – [S] – [SS] revisi yang diberikan oleh dosen pembimbing

  26. Saya tidak dapat berpikir jernih sehingga [STS] – [TS] – [S] – [SS] melakukan kesalahan saat menjawab pertanyaan dari dosen mengenai alat ukur skripsi saya

  27. Saya merasakan nyeri di kepala ketika [STS] – [TS] – [S] – [SS] kehabisan ide saat sedang mengerjakan latarbelakang skripsi saya

  28. Ketika belum berhasil menemukan subjek [STS] – [TS] – [S] – [SS] untuk penelitian, saya mengalami mimpi buruk saat tidur malam

  29. Saya tetap dapat duduk dengan tenang saat [STS] – [TS] – [S] – [SS] sedang menunggu giliran untuk masuk ruang dosen pembimbing

  30. Saya tetap dapat bercanda dengan teman- [STS] – [TS] – [S] – [SS] teman meskipun sebelumnya saya dimarahi oleh dosen pembimbing karena tidak bisa menjelaskan dengan tepat pertanyaan dari dosen.

  31. Saya tetap dapat berpikir positif meskipun [STS] – [TS] – [S] – [SS] sumber pustaka untuk skripsi belum secara lengkap saya dapatkan.

  32. Saya mengerjakan dengan baik catatan revisi [STS] – [TS] – [S] – [SS] yang diberikan oleh dosen pembimbing

  33. Saat untuk bertemu dengan dosen [STS] – [TS] – [S] – [SS] pembimbing adalah saat yang saya nantikan

  34. Saya tetap bersemangat mengerjakan skripsi [STS] – [TS] – [S] – [SS] meskipun revisi yang diberikan dosen pembimbing belum dapat saya perbaiki

  35. Saya merasa kurang bersemangat dalam [STS] – [TS] – [S] – [SS] mengerjakan skripsi karena saya tidak suka pada dosen pembimbing

  36. Sulitnya dalam membuat alat ukur membuat [STS] – [TS] – [S] – [SS] saya merasa tertantang

  37. Sulit bagi saya untuk dapat berpikir secara [STS] – [TS] – [S] – [SS] runtut dan logis saat akan bimbingan skripsi

  38. Saya tetap berusaha mengerjakan skripsi [STS] – [TS] – [S] – [SS] dengan sungguh-sungguh meskipun mendapat dosen pembimbing yang tidak sesuai harapan saya

  39. Saya menjadi cepat lelah ketika mengerjakan [STS] – [TS] – [S] – [SS] catatan revisi yang diberikan oleh dosen pembimbing

  40. Saya tidak berusaha melihat ke arah jam [STS] – [TS] – [S] – [SS] tangan atau jam dinding pada saat bimbingan skripsi

  41. Jantung saya tetap berdetak secara teratur [STS] – [TS] – [S] – [SS] saat mengetahui judul skripsi harus diubah

  42. Saya tetap dapat tidur malam dengan [STS] – [TS] – [S] – [SS] nyenyak meskipun belum berhasil membuat alat ukur yang sesuai Bagian II No. Pernyataan Pilihan Jawaban

  1. Saya belum membaca sumber pustaka secara [STS] – [TS] – [S] – [SS] keseluruhan karena merasa bosan

  2. Saya belum menggunakan waktu luang yang [STS] – [TS] – [S] – [SS] ada untuk mengerjakan skripsi secara maksimal

  3. Saya sebetulnya malas membaca buku yang [STS] – [TS] – [S] – [SS] disarankan dosen, akhirnya baru dibaca menjelang bimbingan dan mengakibatkan keterlambatan dalam pengumpulan skripsi saya.

  4. Menjelang waktu bimbingan, masih banyak [STS] – [TS] – [S] – [SS] catatan revisi dari dosen yang belum selesai saya lakukan

  5. Pengerjaan skripsi tidak sesuai dengan [STS] – [TS] – [S] – [SS] perencanaan waktu yang telah saya buat

  6. Waktu yang telah dijadwalkan untuk membaca [STS] – [TS] – [S] – [SS] sumber pustaka, tidak saya gunakan secara maksimal

  7. Saya mendengarkan curhat teman sehingga [STS] – [TS] – [S] – [SS] tidak jadi membaca jurnal penelitian

  8. Saya lebih memilih menonton acara televisi [STS] – [TS] – [S] – [SS] favorit daripada mengerjakan skripsi

  9. Lebih baik saya mengerjakan skripsi daripada [STS] – [TS] – [S] – [SS] menghabiskan waktu dengan jalan-jalan bersama teman atau pacar

  10. Saya dapat mengendalikan diri untuk tidak [STS] – [TS] – [S] – [SS] memikirkan hal-hal lain saat sedang mengerjakan skripsi

11. Saya melaksanakan jadwal pengerjaan skripsi [STS] – [TS] – [S] – [SS]

  12. Karena saya rajin melakukan bimbingan skripsi, [STS] – [TS] – [S] – [SS] dosen pembimbing memberi saya kesempatan untuk bertanya di luar jadwal bimbingan.

  13. Saya tetap berusaha mengerjakan skripsi [STS] – [TS] – [S] – [SS] meskipun suasana hati saya tidak mendukung

  14. Setiap saya mendapatkan ide, saya langsung [STS] – [TS] – [S] – [SS] menuliskan dalam notes

  15. Saya tetap berusaha melakukan bimbingan [STS] – [TS] – [S] – [SS] dengan dosen, meskipun sebenarnya waktu bimbingan masih beberapa hari lagi

  16. Saya sudah membaca semua buku-buku [STS] – [TS] – [S] – [SS] sumber pustaka dari perpustakaan sehingga saya dapat mengembalikan buku tepat waktu

  17. Saya tidak segera melakukan catatan revisi [STS] – [TS] – [S] – [SS] yang diberikan oleh dosen pembimbing

  18. Saya tidak bertemu dengan dosen pembimbing [STS] – [TS] – [S] – [SS] karena belum mengerjakan bab yang harus dikumpulkan

  19. Saya sengaja terlambat datang bimbingan agar [STS] – [TS] – [S] – [SS] tidak terlalu lama bertemu dosen pembimbing

  20. Saya tidak selesai membaca sumber pustaka [STS] – [TS] – [S] – [SS] saat jadwal bimbingan tiba

  21. Saya baru mengerjakan skripsi saat mendekati [STS] – [TS] – [S] – [SS] waktu pengumpulan pada dosen pembimbing

  22. Saya gagal bimbingan dengan dosen karena [STS] – [TS] – [S] – [SS] saya belum mempelajari bahan untuk bimbingan skripsi hari ini

  23. Saya tidak kuasa menolak ajakan teman atau [STS] – [TS] – [S] – [SS] pacar untuk jalan-jalan saat saya sedang mengerjakan skripsi

  24. Saya tidak bimbingan skripsi karena pergi [STS] – [TS] – [S] – [SS] menonton film terbaru di bioskop

  25. Saya akan mempertimbangkan untuk [STS] – [TS] – [S] – [SS] menonton film terbaru di bioskop setelah selesai bimbingan skripsi

  26. Saya tetap dapat mengerjakan skripsi [STS] – [TS] – [S] – [SS] meskipun sambil bekerja paruh waktu (part time )

  27. Saya selalu hadir mengikuti jadwal bimbingan [STS] – [TS] – [S] – [SS] yang diberikan oleh dosen

  28. Saya menggunakan waktu yang telah saya [STS] – [TS] – [S] – [SS] jadwalkan untuk membaca sumber pustaka secara maksimal

  29. Saya menghindari aktivitas lainnya sebelum [STS] – [TS] – [S] – [SS] saya menyelesaikan bagian yang harus dikumpulkan keesokan harinya

  30. Saya setiap hari mencicil untuk membaca buku [STS] – [TS] – [S] – [SS] sumber pustaka skripsi

  31. Saya sudah siap mengumpulkan bagian [STS] – [TS] – [S] – [SS] selanjutnya saat bimbingan skripsi

  32. Saya segera menemui dosen pembimbing saat [STS] – [TS] – [S] – [SS] menemui kesulitan dalam membuat alat ukur yang sesuai

  33. Saya belum mengerjakan bab selanjutnya [STS] – [TS] – [S] – [SS] karena bab sebelumnya belum saya kumpulkan kepada dosen pembimbing

  34. Saya malas pergi ke perpustakaan sehingga [STS] – [TS] – [S] – [SS] sumber pustaka tidak dapat segera saya dapatkan

  35. Saya terlalu lama mencari jurnal pendukung [STS] – [TS] – [S] – [SS] skripsi di perpustakaan sehingga tidak sempat mengerjakan bagian skripsi yang harus dikumpul di keesokan harinya.

  36. Saya terlambat bertemu dosen pembimbing [STS] – [TS] – [S] – [SS] karena saya berdiskusi dengan teman

  37. Target saya untuk lulus tahun ini tidak tercapai [STS] – [TS] – [S] – [SS] karena masih banyak bagian skripsi yang belum selesai dikerjakan

  38. Rencana saya untuk mengumpulkan bagian [STS] – [TS] – [S] – [SS] selanjutnya hari ini gagal karena bagian sebelumnya belum saya kerjakan

  39. Waktu luang untuk mengerjakan skripsi saya [STS] – [TS] – [S] – [SS] gunakan untuk bekerja paruh waktu (part time)

  40. Saya lebih tertarik membaca majalah favorit [STS] – [TS] – [S] – [SS] daripada membaca buku sumber pustaka yang terkait dengan skripsi

  41. Saya meluangkan waktu untuk berbincang- [STS] – [TS] – [S] – [SS] bincang dengan teman saat sedang bersantai

  42. Saya tetap dapat mengerjakan skripsi [STS] – [TS] – [S] – [SS] meskipun teman di sebelah saya menonton acara televisi favorit saya

  [STS] – [TS] – [S] – [SS]

  43. Saya dapat melengkapi landasan teori karena menepati waktu yang telah dijadwalkan untuk membaca sumber pustaka [STS] – [TS] – [S] – [SS]

  44. Saya menyelesaikan tugas skripsi sesuai rencana sehingga saya dapat lulus tahun ini [STS] – [TS] – [S] – [SS]

  45. Saya datang lebih awal pada saat bimbingan agar dapat segera berdiskusi dengan dosen pembimbing [STS] – [TS] – [S] – [SS]

46. Saya mengumpulkan bagian yang diminta oleh

  47. Saya meluangkan waktu untuk membaca [STS] – [TS] – [S] – [SS] jurnal-jurnal penelitian yang dapat digunakan untuk mendukung skripsi saya

  48. Saya sudah menyelesaikan catatan revisi dari [STS] – [TS] – [S] – [SS] dosen pembimbing sebelum waktu bimbingan skripsi berikutnya

  49. Saya tidak pergi bimbingan hari ini karena [STS] – [TS] – [S] – [SS] takut tidak dapat menjawab pertanyaan dosen pembimbing [STS] – [TS] – [S] – [SS]

  50. Saya gunakan waktu yang ada untuk mengerjakan skripsi secara maksimal [STS] – [TS] – [S] – [SS]

  51. Saya membalas sms-sms dari teman selama beberapa jam saat sedang mengerjakan skripsi sehingga memperlambat penyelesaian skripsi [STS] – [TS] – [S] – [SS]

  52. Skripsi yang akan dikumpul saat bimbingan sudah saya selesaikan jauh-jauh hari [STS] – [TS] – [S] – [SS]

  53. Saya kesulitan mengerjakan skripsi sesuai dengan waktu yang telah saya tentukan [STS] – [TS] – [S] – [SS]

  54. Saya menyelesaikan satu bagian skripsi sesuai dengan jadwal yang telah saya buat [STS] – [TS] – [S] – [SS]

  55. Saya melamunkan hal-hal lain saat sedang mendengarkan penjelasan dosen pembimbing [STS] – [TS] – [S] – [SS]

  56. Saya akan membaca majalah favorit setelah selesai membaca buku sumber pustaka skripsi

  BAGIAN III Uraikan dengan singkat dan jelas permasalahan pokok yang Anda anggap menghambat pengerjaan skripsi Anda selama ini:

  • --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

    --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

  • --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

    --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

  • --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

    --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

  • --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

    --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

  Lampiran B Analisis Reliabilitas Skala Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi

  

Analisis Reliabilitas Skala Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi

(Putaran I)

Item-Total Statistics

  Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if

  Item Deleted Corrected Item-Total Correlation

  Cronbach's Alpha if Item Deleted Status aitem1 93.57 160.756 .281 .909 diterima aitem2

  92.94 161.518 .282 .909 diterima aitem3 93.89 155.678 .554 .905 diterima aitem4 93.60 159.652 .289 .909 diterima aitem5 94.32 163.094 .209 .909 gugur aitem6 93.94 160.757 .295 .909 diterima aitem7 94.26 159.774 .471 .907 diterima aitem8 94.25 158.331 .512 .906 diterima aitem9 93.53 159.013 .379 .908 diterima aitem10 93.51 154.648 .504 .906 diterima aitem11 93.44 161.152 .218 .910 gugur aitem12 93.58 159.599 .394 .907 diterima aitem13 93.75 158.641 .391 .908 diterima aitem14 93.65 158.061 .442 .907 diterima aitem15 93.72 161.499 .279 .909 diterima aitem16 93.50 155.239 .657 .904 diterima aitem17 94.15 157.878 .483 .906 diterima aitem18 94.03 158.844 .518 .906 diterima aitem19 94.07 155.897 .587 .905 diterima aitem20 93.97 159.041 .492 .906 diterima aitem21 93.56 156.898 .511 .906 diterima aitem22 93.81 162.215 .224 .909 gugur aitem23 93.65 154.990 .639 .904 diterima aitem24 93.47 158.225 .394 .908 diterima aitem25 93.78 159.950 .438 .907 diterima aitem26 93.78 158.795 .476 .906 diterima aitem27 93.86 165.811 .009 .912 gugur aitem28 94.25 158.472 .433 .907 diterima aitem29 93.99 157.056 .528 .906 diterima aitem30 94.07 157.728 .512 .906 diterima aitem31 94.04 160.266 .507 .907 diterima aitem32 94.07 157.981 .588 .905 diterima aitem33 93.94 157.631 .476 .906 diterima aitem34 94.00 156.901 .609 .905 diterima aitem35 94.06 156.955 .459 .907 diterima aitem36 93.86 158.290 .514 .906 diterima aitem37 93.83 161.746 .305 .908 diterima aitem38 94.06 159.912 .437 .907 diterima aitem39 93.86 162.121 .302 .908 diterima aitem40 93.97 159.577 .416 .907 diterima aitem41 93.54 161.857 .229 .910 gugur aitem42 93.99 155.366 .630 .904 diterima Reliability Coeficients:

  Alpha = 0,909

  

Putaran II

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected

  Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item

  Deleted Status aitem1 81.92 143.683 .292 .916 diterima aitem2

  81.29 144.717 .275 .916 diterima aitem3 82.24 138.662 .579 .912 diterima aitem4 81.94 143.321 .264 .917 diterima aitem6 82.29 144.350 .267 .916 diterima aitem7 82.61 143.142 .457 .914 diterima aitem8 82.60 141.004 .555 .913 diterima aitem9 81.87 142.083 .389 .915 diterima aitem10 81.86 137.333 .543 .913 diterima aitem12 81.93 143.164 .370 .915 diterima aitem13 82.10 141.666 .404 .915 diterima aitem14 82.00 140.817 .474 .914 diterima aitem15 82.07 144.629 .277 .916 diterima aitem16 81.85 138.666 .658 .911 diterima aitem17 82.50 141.493 .462 .914 diterima aitem18 82.37 142.153 .513 .913 diterima aitem19 82.42 139.148 .596 .912 diterima aitem20 82.32 141.882 .521 .913 diterima aitem21 81.90 141.385 .441 .914 diterima aitem24 81.82 141.699 .382 .915 diterima aitem25 82.12 142.759 .466 .914 diterima aitem26 82.12 141.773 .495 .913 diterima aitem28 82.60 142.300 .397 .915 diterima aitem29 82.33 140.169 .542 .913 diterima aitem30 82.42 141.035 .512 .913 diterima aitem31 82.39 143.649 .487 .914 diterima aitem32 82.42 140.782 .627 .912 diterima aitem33 82.29 140.491 .504 .913 diterima aitem34 82.35 139.666 .651 .912 diterima aitem35 82.40 140.075 .471 .914 diterima aitem36 82.21 141.660 .507 .913 diterima aitem37 82.18 144.826 .306 .915 diterima aitem38 82.40 142.835 .457 .914 diterima aitem39 82.21 145.125 .306 .915 diterima aitem40 82.32 142.728 .419 .914 diterima aitem42 82.33 138.789 .631 .912 diterima Reliability Coeficients:

  Alpha = 0,916 N of items = 37

  

Putaran III

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected

  Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item

  Deleted Status aitem1 77.10 133.413 .293 .917 diterima aitem2

  76.47 134.534 .267 .917 diterima aitem3 77.42 128.585 .580 .913 diterima aitem6 77.47 133.999 .271 .917 diterima aitem7 77.79 132.984 .451 .915 diterima aitem8 77.78 130.851 .555 .913 diterima aitem9 77.06 131.856 .390 .915 diterima aitem10 77.04 127.167 .550 .913 diterima aitem12 77.11 133.171 .353 .916 diterima aitem13 77.28 131.387 .409 .915 diterima aitem14 77.18 131.023 .451 .915 diterima aitem15 77.25 134.303 .279 .917 diterima aitem16 77.03 128.394 .672 .912 diterima aitem17 77.68 131.206 .470 .914 diterima aitem18 77.56 131.912 .516 .914 diterima aitem19 77.60 129.202 .587 .913 diterima aitem20 77.50 131.775 .515 .914 diterima aitem21 77.08 131.232 .440 .915 diterima aitem23 77.18 128.911 .604 .912 diterima aitem24 77.00 131.465 .385 .916 diterima aitem25 77.31 132.469 .472 .914 diterima aitem26 77.31 131.624 .493 .914 diterima aitem28 77.78 131.922 .408 .915 diterima aitem29 77.51 129.972 .547 .913 diterima aitem30 77.60 130.807 .516 .914 diterima aitem31 77.57 133.347 .492 .914 diterima aitem32 77.60 130.526 .636 .913 diterima aitem33 77.47 130.196 .514 .914 diterima aitem34 77.53 129.492 .657 .912 diterima aitem35 77.58 130.275 .452 .915 diterima aitem36 77.39 131.480 .507 .914 diterima aitem38 77.58 132.810 .442 .915 diterima aitem39 77.39 134.804 .308 .916 diterima aitem40 77.50 132.423 .425 .915 diterima aitem42 77.51 128.676 .634 .912 diterima Reliability Coeficients:

  Alpha = 0,917 N of items = 35

  Lampiran C Analisis Reliabilitas Skala Prokrastinasi Akademik

  

Analisis Reliabilitas Skala Prokrastinasi Akademik

Putaran I

Item-Total Statistics

  Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if

  Item Deleted Corrected Item-Total Correlation

  Cronbach's Alpha if Item Deleted Status aitem1 136.83 206.085 .315 .895 diterima aitem2 136.11 209.959 .130 .897 gugur aitem3 136.90 205.413 .348 .895 diterima aitem4 137.08 206.387 .277 .895 diterima aitem5 136.15 206.526 .300 .895 diterima aitem6 136.46 207.801 .285 .895 diterima aitem7 137.00 204.761 .400 .894 diterima aitem8 136.90 205.300 .311 .895 diterima aitem9 136.85 204.666 .420 .894 diterima aitem10 136.93 204.713 .372 .894 diterima aitem11 136.74 200.535 .612 .891 diterima aitem12 136.76 203.817 .369 .894 diterima aitem13 137.00 203.606 .464 .893 diterima aitem14 137.14 204.178 .425 .894 diterima aitem15 136.94 204.194 .428 .894 diterima aitem16 136.72 208.485 .197 .896 gugur aitem17 136.93 202.122 .585 .892 diterima aitem18 136.49 204.873 .360 .894 diterima aitem19 137.47 206.760 .314 .895 diterima aitem20 136.90 202.652 .532 .893 diterima aitem21 136.93 198.685 .629 .891 diterima aitem22 136.89 203.593 .498 .893 diterima aitem23 136.85 200.469 .560 .892 diterima aitem24 137.43 210.192 .096 .897 gugur aitem25

  136.44 212.955 -.043 .899 gugur aitem26 137.00 205.634 .274 .896 diterima aitem27 136.99 200.605 .570 .892 diterima aitem28 136.82 206.657 .355 .895 diterima aitem29 137.03 199.802 .598 .891 diterima aitem30 136.79 201.238 .499 .893 diterima aitem31 137.04 203.646 .408 .894 diterima aitem32 137.14 203.586 .494 .893 diterima aitem33 136.99 217.873 -.310 .901 gugur aitem34 137.03 200.732 .569 .892 diterima aitem35 136.96 206.548 .279 .895 diterima aitem36 137.26 210.648 .090 .897 gugur aitem37 136.63 204.970 .310 .895 diterima aitem38 136.86 202.741 .529 .893 diterima aitem39 136.90 202.061 .420 .894 diterima aitem40 136.85 204.666 .353 .894 diterima aitem41 137.49 213.267 -.062 .898 gugur aitem42 136.99 213.901 -.090 .900 gugur aitem43 137.06 204.617 .386 .894 diterima aitem44 136.82 200.263 .515 .892 diterima aitem45 137.28 204.401 .372 .894 diterima aitem46 137.03 204.732 .364 .894 diterima aitem47 137.14 204.741 .380 .894 diterima aitem48 137.10 203.779 .453 .893 diterima aitem49 137.32 207.319 .209 .896 gugur aitem50 136.85 203.145 .488 .893 diterima aitem51 137.01 208.859 .177 .896 gugur aitem52 136.79 207.491 .254 .896 diterima aitem53 136.56 203.546 .494 .893 diterima aitem54 136.86 204.065 .517 .893 diterima aitem55 137.43 208.249 .195 .896 gugur aitem56

  137.07 210.995 .082 .897 gugur Reliability Coeficients: Alpha = 0,896 N of items = 56

  

Putaran II

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected

  Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item

  Deleted Status aitem1 108.10 189.300 .338 .916 diterima aitem3 108.17 188.817 .362 .915 diterima aitem4 108.35 189.582 .298 .916 diterima aitem5 107.42 189.458 .339 .916 diterima aitem6 107.72 191.274 .291 .916 diterima aitem7 108.26 188.704 .385 .915 diterima aitem8 108.17 189.211 .299 .916 diterima aitem9 108.11 188.213 .428 .915 diterima aitem10 108.19 187.567 .416 .915 diterima aitem11 108.00 183.972 .636 .912 diterima aitem12 108.03 187.577 .367 .915 diterima aitem13 108.26 187.183 .473 .914 diterima aitem14 108.40 187.681 .436 .915 diterima aitem15 108.21 189.069 .361 .915 diterima aitem17 108.19 185.652 .602 .913 diterima aitem18 107.75 187.937 .392 .915 diterima aitem19 108.74 191.042 .272 .916 diterima aitem20 108.17 186.761 .512 .914 diterima aitem21 108.19 182.638 .628 .912 diterima aitem22 108.15 187.089 .513 .914 diterima aitem23 108.11 184.551 .549 .913 diterima aitem26 108.26 188.817 .295 .916 diterima aitem27 108.25 183.937 .598 .913 diterima aitem28 108.08 189.824 .385 .915 diterima aitem29 108.29 183.646 .601 .913 diterima aitem30 108.06 184.757 .514 .914 diterima aitem31 108.31 187.483 .402 .915 diterima aitem32 108.40 186.948 .516 .914 diterima aitem34 108.29 184.801 .557 .913 diterima aitem35 108.22 191.443 .210 .917 gugur aitem37 107.89 187.621 .358 .916 diterima aitem38 108.12 185.942 .563 .913 diterima aitem39 108.17 185.859 .420 .915 diterima aitem40 108.11 188.269 .357 .915 diterima aitem43 108.32 188.530 .373 .915 diterima aitem44 108.08 183.768 .532 .913 diterima aitem45 108.54 188.815 .335 .916 diterima aitem46 108.29 188.350 .368 .915 diterima aitem47 108.40 189.033 .347 .916 diterima aitem48 108.36 188.206 .413 .915 diterima aitem50 108.11 185.987 .541 .914 diterima aitem52 108.06 190.504 .286 .916 diterima aitem53 107.82 186.685 .531 .914 diterima aitem54 108.12 187.379 .544 .914 diterima Reliability Coeficients:

  

Putaran III

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected

  Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item

  Deleted Status aitem1 105.64 184.854 .339 .916 diterima aitem3 105.71 184.294 .368 .916 diterima aitem4 105.89 184.945 .309 .917 diterima aitem5 104.96 184.886 .347 .916 diterima aitem6 105.26 186.648 .304 .916 diterima aitem7 105.81 184.131 .394 .916 diterima aitem8 105.71 184.914 .292 .917 diterima aitem9 105.65 183.666 .437 .915 diterima aitem10 105.74 182.901 .431 .915 diterima aitem11 105.54 179.435 .646 .913 diterima aitem12 105.57 183.178 .367 .916 diterima aitem13 105.81 182.610 .483 .915 diterima aitem14 105.94 183.095 .447 .915 diterima aitem15 105.75 184.754 .355 .916 diterima aitem17 105.74 181.183 .607 .914 diterima aitem18 105.29 183.533 .392 .916 diterima aitem19 106.28 186.795 .260 .917 diterima aitem20 105.71 182.435 .508 .914 diterima aitem21 105.74 178.338 .626 .913 diterima aitem22 105.69 182.835 .504 .915 diterima aitem23 105.65 180.202 .548 .914 diterima aitem26 105.81 184.384 .295 .917 diterima aitem27 105.79 179.604 .597 .913 diterima aitem28 105.62 185.224 .397 .916 diterima aitem29 105.83 179.380 .596 .913 diterima aitem30 105.60 180.469 .510 .914 diterima aitem31 105.85 183.174 .397 .916 diterima aitem32 105.94 182.419 .525 .914 diterima aitem34 105.83 180.676 .543 .914 diterima aitem37 105.43 183.150 .361 .916 diterima aitem38 105.67 181.577 .562 .914 diterima aitem39 105.71 181.590 .414 .916 diterima aitem40 105.65 183.976 .351 .916 diterima aitem43 105.86 184.206 .368 .916 diterima aitem44 105.62 179.562 .525 .914 diterima aitem45 106.08 184.725 .318 .916 diterima aitem46 105.83 184.141 .357 .916 diterima aitem47 105.94 184.870 .333 .916 diterima aitem48 105.90 184.033 .399 .916 diterima aitem50 105.65 181.357 .555 .914 diterima aitem52 105.60 185.878 .297 .917 diterima aitem53 105.36 182.178 .538 .914 diterima aitem54 105.67 182.930 .548 .914 diterima

  Reliability Coeficients: Alpha = 0,917

  

Putaran IV

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected

  Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item

  Deleted Status aitem1 96.62 166.379 .339 .914 diterima aitem3

  96.69 165.962 .360 .914 diterima aitem4 96.87 166.731 .294 .915 diterima aitem7 96.79 165.576 .401 .913 diterima aitem8 96.69 166.131 .308 .915 diterima aitem9 96.64 165.445 .424 .913 diterima aitem10 96.72 164.682 .422 .913 diterima aitem11 96.53 161.351 .640 .911 diterima aitem12 96.56 165.180 .346 .914 diterima aitem13 96.79 164.364 .476 .913 diterima aitem14 96.93 164.685 .448 .913 diterima aitem15 96.74 166.169 .362 .914 diterima aitem17 96.72 162.710 .620 .911 diterima aitem18 96.28 165.753 .356 .914 diterima aitem19 97.26 168.197 .261 .915 diterima aitem20 96.69 164.412 .487 .912 diterima aitem21 96.72 160.203 .625 .911 diterima aitem22 96.68 164.558 .498 .912 diterima aitem23 96.64 161.642 .566 .911 diterima aitem26 96.79 166.055 .288 .915 diterima aitem27 96.78 161.443 .594 .911 diterima aitem28 96.61 166.861 .387 .914 diterima aitem29 96.82 160.882 .613 .911 diterima aitem30 96.58 162.106 .516 .912 diterima aitem31 96.83 164.620 .406 .913 diterima aitem32 96.93 164.178 .518 .912 diterima aitem34 96.82 162.235 .554 .912 diterima aitem38 96.65 163.497 .547 .912 diterima aitem39 96.69 163.483 .404 .914 diterima aitem40 96.64 165.642 .345 .914 diterima aitem43 96.85 165.343 .393 .913 diterima aitem44 96.61 161.537 .516 .912 diterima aitem45 97.07 165.868 .339 .914 diterima aitem46 96.82 165.558 .364 .914 diterima aitem47 96.93 165.981 .356 .914 diterima aitem48 96.89 165.283 .418 .913 diterima aitem50 96.64 162.966 .561 .912 diterima aitem52 96.58 167.289 .300 .914 diterima aitem53 96.35 163.864 .536 .912 diterima aitem54 96.65 164.371 .561 .912 diterima Reliability Coeficients:

  Alpha = 0,915 N of items = 40

  Lampiran D Analisis Data Penelitian

  

Analisis Data Penelitian

Deskriptif data Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi dan prokrastinasi

akademik Descriptive Statistics

  N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Kecemasan terhadap Penyelesaian

  72 47 107 79.90 11.939 Masalah Skripsi Prokrastinasi

  72 70 136 99.21 13.139 akademik Valid N (listwise)

72 Uji normalitas sebaran variabel Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi

  dan prokrastinasi akademik NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Kecemasan terhadap Penyelesaian Prokrastinasi Masalah Skripsi akademik

  N

  72

  72 Normal Mean

  79.90

  99.21 Parameters(a,b) Std. 11.939 13.139 Deviation

  Most Extreme Absolute .132 .086 Differences Positive

  .112 .086 Negative

  • .132 -.055 Kolmogorov-Smirnov Z

  1.123 .728 Asymp. Sig. (2-tailed) .161 .665 a Test distribution is Normal.

  Interactive Graph Grafik Normalitas Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi

  15

10 Count

  5

  50 60 70 80 90 100 Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi

  Grafik Normalitas Prokrastinasi Akademik

  10 8

6 Count

  4

  2 80 90 100 110 120 130 Prokrastinasi akademik

  

Uji linearitas antara Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi dan

Prokrastinasi Akademik Means

  

Case Processing Summary

Cases Included Excluded Total

  N Percent N Percent N Percent prokrastinasi akademik* Kecemasan

  

72 100.0% .0%

72 100.0% terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi

  ANOVA Table Sum of Mean Squares df Square F Sig.

  Prokrastinasi akademik * Kecemasan Between (Combined) 8297.625

  34 244.048 2.280 .008 terhadap Groups Penyelesaian Masalah Skripsi Linearity

  5526.242 1 5526.242 51.631 .000 Deviation from 2771.383 33 83.981 .785 .759 Linearity

  Within Groups 3960.250 37 107.034 Total

  12257.875

  71 Measures of Association R R Squared Eta Eta Squared prokrastinasi akademik* Kecemasan

.671 .451 .823 .677

terhadap

  Interactive Graph

  Grafik Linearitas Hubungan antara Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi dengan Prokrastinasi Akademik

  

Korelasi antara variabel Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi dengan

Prokrastinasi Akademik Correlations

  Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi Prokrastinasi akademik

  Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi Pearson Correlation

  1 .671(**) Sig. (1-tailed) .000 N

  72

  72 Prokrastinasi akademik Pearson Correlation .671(**)

  1 Sig. (1-tailed) .000 N

  72

  72 Linear Regression

  50 60 70 80

90 100

ke ce masa n 120 80 100 p ro k ra s ti n a s i prokrasti nasi = 40.16 + 0.74 * kecemasan R-Square = 0.45

  Lampiran E Masalah-masalah Subjek Penelitian

  

Hasil dari Bagian III Skala Kecemasan terhadap Penyelesaian Masalah Skripsi

dan Prokrastinasi Akademik

  22

  12

  5

  2

  1

  18

  1

  1

  5

  1

  1

  I I

  I I

  I I

  I II

  I I

  1

  1

  I III

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  3

  1

  2

  2

  I I

  I II

  Masalah-masalah yang menghambat pengerjaan skripsi subjek penelitian:

  5.

  13.

  12.

  I IIIII

  11.

  10.

  9.

  8.

  7.

  6.

  4.

  15.

  3.

  2.

  

No. Masalah-masalah Jumlah Total

1.

  I I

  I IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII

  I IIIIIIIIIIIIIIIIII

  I II

  IIIII

  IIIIIIIIIIIIIIIII

  14.

II II

  16.

  17.

  18.

  20.

  21.

  22.

  23.

  24.

  25.

  26.

  27.

  28.

  29.

  30. Diusir dari kos Menjaga ayah yang sakit Menjaga ibu kemoterapi Malas Kurang tekun mengerjakan skripsi Sulit menemukan daftar pustaka Ketidaknyamanan terhadap dosen pembimbing skripsi Dosen pembimbing sulit ditemui Kurang motivasi Kesibukan di luar studi (bekerja) Sibuk memperbaiki nilai teori Tidak dapat mengatur waktu Mengurusi adik sekolah (jadi wali murid) Bosan Dosen belum membaca sehingga tidak menguasai skripsi Bermain bersama teman Kesulitan untuk mendapat ijin adaptasi tes Dosen pembimbing sulit dijumpai Dosen agak perfeksionis dalam penyusunan skripsi Jadwal terapi yang tidak bisa ditunda Menguatkan diri / menyiapkan mental untuk menghadap dosen pembimbing Sulit menyesuaikan jadwal dengan dosen pembimbing Harus rajin mengembalikan revisi dari dosen pembimbing Tidak percaya diri pada skripsi yang dibuat Takut untuk ke tahap skripsi selanjutnya Dosen terlalu lama mengembalikan skripsi Internet kampus lambat Kurang waktu karena sudah ditarget oleh dosen pembimbing Suasana hati yang mudah berubah Banyak yang harus direvisi

  19.

  32.

  1

  I I

  I

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  I I

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  I I

  I III

  33.

  42.

  34.

  35.

  36.

  37.

  38.

  39.

  40.

  41.

  43.

  I I

  44.

  45.

  46.

  47.

  48. Kurang jelas dengan penjelasan dosen pembimbing Kesulitan dalam membuat kalimat yang mudah dipahami Lebih suka membaca novel yang disukai Dana Kurang waktu bimbingan Suka menunda Menganggap gampang Mengurus keluarga Dosen pembimbing sibuk Masalah-masalah lain Kegiatan mendadak Kehilangan ide Tidak menggunakan waktu luang secara maksimal Alat ukur diubah Sulit menemukan subjek Masalah transportasi Ketidakpastian dari dosen pembimbing

  I I

  I I

  I I

  1

  Lampiran F Surat Keterangan Penelitian

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi
0
2
76
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
126
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
117
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
165
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
145
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi
0
1
143
SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
155
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
1
92
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
136
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
144
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
2
125
HUBUNGAN ANTARA STEREOTIP GENDER DENGAN ATRIBUSI TERHADAP PRESTASI BELAJAR Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
157
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
160
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
92
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
130
Show more