Analisis minat siswa/i masuk Universitas Sanata Dharma Yogyakarta : studi kasus pada SMA Xaverius Pahoman dan Fransiskus Raja Basa Bandar Lampung - USD Repository

Gratis

0
0
121
1 year ago
Preview
Full text

ANALISIS MINAT SISWA/I MASUK UNIVERSITAS SANATA

  

( Studi Kasus Pada SMA Xaverius Pahoman Dan Fransiskus Raja Basa

Bandar Lampung ) SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen

  Disusun Oleh: Nama : Sandy Maigawan NIM : 002214123 FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

  

ANALISIS MINAT SISWA/I MASUK UNIVERSITAS SANATA

DHARMA YOGYAKARTA

( Studi Kasus Pada SMA Xaverius Pahoman Dan Fransiskus Raja Basa

Bandar Lampung )

  

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Manajemen

  

Disusun Oleh:

Nama : Sandy Maigawan

NIM : 002214123

  

FAKULTAS EKONOMI

JURUSAN MANAJEMEN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  Motto : “Apa saja yang kamu minta dalam doa, percayalah bahwa kamu telah

menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu”

( Markus 11 : 24 )

  Kupersembahkan skripsi ini untuk : Tuhan dan Bunda Maria Juru Selamatku,

  Papiku (Lukas Lukman) dan Mami (Maria Magdalena) tercinta, Kakak-Adikku (Cece Santy dan Sanitoh) tersayang,

  Kekasihku tercinta, Christina Carla Raynardia Suci Nugrahini, Semua sahabat-sahabatku, orang-orang yang selalu mendoakan keberhasilanku, dan Almamaterku.

  

ABSTRAK

  ANALISIS MINAT SISWA/I MASUK UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

  Studi Kasus Pada SMA Xaverius Pahoma n dan Fransiskus Raja Basa Lampung Sandy Meigawan

  Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  2007 Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) untuk menganalisa karakteristik siswa/i yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. (2) untuk menganalisa apakah ada pengaruh positif antara aspek perasaan, sikap, program studi, biaya pendidikan terhadap minat masuk siswa/i untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, baik secara parsial maupun secara simultan, studi kasus pada SMA Xaverius Pahoman dan SMA Fransiskus Raja Basa Bandar Lampung.

  Dalam pengambilan sampel metode yang digunakan adalah, non , sedangkan teknik yang dipakai adalah

  probability sampling

judgement/purposive sampling , dengan pertimbangan sampel yang diteliti adalah

  siswa/i kelas III, 2 kelas yang paling diunggulkan, siswa/i yang memiliki nilai rata-rata minimum 7,00. Di kedua sekolah tersebut.

  Hasil penelitian menunjukan bahwa, dari hasil Uji t, terlihat bahwa variabel bebas (Aspek perasaan, Aspek sikap, Aspek keunggulan prodi, Aspek biaya terjangkau) secara individual mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel terikat ( Minat masuk Universitas Sanata Dharma ).

  Hasil penelitian menunjukan bahwa, dari hasil Uji F, terlihat bahwa variabel bebas (Aspek perasaan, Aspek sikap, Aspek keunggulan prodi, Aspek biaya terjangkau) secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel terikat ( Minat masuk Universitas Sanata Dharma ).

  

ABSTRACT

ANALYSIS OF STUDENTS’ INTEREST TO ENROLL AT SANATA

DHARMA UNIVERSITY YOGYAKARTA

A Case Study at SMA Xaverius Pahoman and SMA Fransiskus Raja Basa

  

Lampung

  Sandy Meigawan Sanata Dharma University

  Yogyakarta 2007

  The objectives of this research were: (1) to analyze the characteristics of students interested in enrolling at Sanata Dharma University; (2) to find out the positive influences of affective aspect, attitude, study program, and tuition fees on the students’ enrollment interest at Sanata Dharma University Yogyakarta, both partially and simultaneously, based on the case study at SMA Xaverius Pahoman and SMA Fransiskus Raja Basa Bandar Lampung.

  The sample of study was taken by means of non-probability sampling, whereas the technique used was a judgment/purpose sampling considering that the sample was the third- year students, 2 most highly achieving classes with the minimum average grade of 7.00 from both SMAs (Senior High Schools).

  The results of study showed that the independent variables (Affective Aspect, Attitude, Program Study Advantage, Affordable Tuition Fee), individually exerted positive and significant influences on the dependent variable (the interest to enroll at Sanata Dharma University) based the t test.

  The results of study also showed that, based on the F test, the independent variables (Affective Aspect, Attitude, Program Study Advantage, Affordable Tuition Fee), simultaneously exerted positive and significant influences on the dependent variable (the interest to enroll at Sanata Dharma University).

KATA PENGANTAR

  Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat belajar diperguruan tinggi dan dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan judul ANALISIS MINAT SISWA/I

  

MASUK UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA Studi Kasus

Pada SMA Xaverius Pahoman dan Fransiskus Raja Basa Lampung.

  Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Selama persiapan penyusunan hingga penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak sehingga skripsi ini terselesaikan dengan baik. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:

  1. Dr. Ir.P. Wiryono P., S.J., selaku Rektor Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  2. Drs. Alex Kahu Lantum, M.S., selaku Dekan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  3. Drs. G Hendra Poerwanto, M.Si., selaku Ketua Jurusan Manajemen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  4. Drs. Marianus M Modesir., MM., selaku dosen Pembimbing I yang dengan sabar memberikan bimbingan, pengarahan serta koreksi dalam

  5. Josephine Wuri., SE., M.si., selaku dosen Pembimbing II yang dengan sabar memberikan bimbingan, pengarahan serta koreksi dalam menyelesaikan skripsi ini.

  6. Drs.P.Rubiyatno, MM., selaku dosen Pembinbing III yang dengan sabar memberikan masukan, pengarahan, bimbingan, serta koreksi dalam menyelesaikan skripsi ini.

  7. Segenap Dosen dan Karyawan Fakultas Ekonomi yang telah membantu secara langsung dan tidak langsung dalam menyusun skripsi ini.

  8. Sr.Martina, HK. atas ijin yang telah diberikan untuk mengadakan penelitian dan bantuannya dalam perolehan data untuk penulisan skripsi ini.

  9. Sr.M.Paulin, FSGM. atas ijin yang telah diberikan untuk mengadakan penelitian dan bantuannya dalam perolehan data untuk penulisan skripsi ini.

  10. Sr.Martina, HK. atas ijin yang telah diberikan untuk mengadakan penelitian dan bantuannya dalam perolehan data untuk penulisan skripsi ini.

  11. Bapak St.Abi Kundadi.,B.A. atas bantuannya dalam perolehan data untuk penulisan skripsi ini.

  12. Bapak P.Gatot Eko Aryanto atas bantuannya dalam perolehan data untuk penulisan skripsi ini.

  13. Papi dan Mami tercinta yang selalu memberikan doa dan dukungan

  15. Yang Tercinta, Christina Carla Raynardia Suci Nugrahini, atas dukungan, cinta, dan kesabarannya. Tanpamu aku bukan apa-apa.

  16. Bapak Imam ( Gondang ), Terima kasih atas dukungan doa dan semangat.

  17. Crew Glow Of Love Wedding Organizer, Trims atas dukungan kalian, maaf sering bolos kerja, heeee.

  18. Semua saudara dan sahabat yang tidak bisa aku sebut satu persatu, terimakasih banyak atas semuanya.

  Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan sumbangan kritik dan saran demi proses belajar dan demi pengetahuan ilmiah. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.

  Penulis

  

DAFTAR ISI

  Halaman HALAMAN JUDUL ……………………………………………………….... i HALAMAN PESETUJUAN ............................................................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ……………………………………………....... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ……………………………………………... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA …………………………………….... v ABSTRAK…………………………………………………………………….. vi ABSTRACT ...................................................................................................... vii KATA PENGANTAR………………………………………………………… viii DAFTAR ISI ………………………………………………………………….. ix DAFTAR TABEL…………………………………………………………..… xii

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah …………………………………………............... 1 B. Rumusan Masalah …………………………………………………............ 3 C. Batasan Masalah …………………………………………………............... 4 D. Tujuan Penelitian ………………………………………………….............. 5 E. Manfaat Penelitian ………………………………………………................ 5 F. Sistematika Penulisan ……………………………………………............... 6 BAB II LANDASAN TEORI A. Perestasi Belajar………………………………………………………........ 8 B. Faktor Psikologis atau Kejiwaan ………………………………………...... 11 C. Proses pengambilan Keputusan……………………………………............. 15 D. Status Sosial Ekonomi …………………………………………….............. 16 E. Jenis Pekerjaan ........................... ……………………………….................. 19 F. Pendapatan .................................................................................................... 20 G. Hubungan Antara Status Sosial Ekonomi Orang Tua dangan

  H. Hipotesis ....................................................................................................... 24

  BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian …………………………………………………................ 25 B. Waktu Dan Tempat Penelitian ……………………………………............. 26 C. Subyek Penelitian ……………………………………................................ 27 D. Populasi Dan Sampel …………………………………………….............. 27 E. Metode Penentuan Sampel …………………………………….................. 28 F. Jenis Data dan sumber Data Yang Dibutuhkan ……………………........... 29 G. Metode Pengumpulan Data ………………………………………............. 29 H. Teknik Pengujian Instrument …………………………………………...... 30 I. Metode Analisis Data ………………………………………....................... 32 BAB IV GAMBARAN UMUM SEKOLAH A. Gambaran Umum Sekolah SMA Xaverius ………………………..…......... 36

  1. Sejarah Sekolah SMA Xaverius …………………………………………..... 36

  2. Tujuan Pendidikan SMA Xaverius …………………………….................... 37

  3. Struktur Organisasi ………………………………….................................... 38

  4. Sarana dan Prasarana Pendidikan ………………………………….............. 39

  5. Ketenagakerjaan Guru ......................…………………................................. 41

  6. Kesiswaan ………………………….............................................................. 41

  B. Gambaran Umum Sekolah SMA Fransiskus …………………………….... 44

  1. Sejarah Sekolah SMA Fransiskus ………………………………………...... 44

  2. Vis idan Misi SMA Fransiskus .…………………………………………...... 44

  3. Struktur Organisasi ……………………………………………………......... 45

  4. Sarana dan Prasarana Pendidikan………………………………………….... 46

  5. Ketenagakerjaan Guru ..................................................................................... 48

  6. Kesiswaan ....................................................................................................... 48

  BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

  1. Jenis Kelamin Responden ………………………………………………....... 51

  2. Umur Responden ………………………………………................................. 51

  3. Jurusan Pogram Studi .................................................................................... 52

  4. Nilai Raport Rata-rata Semester I .................................................................. 52

  5. Agama ............................................................................................................ 53

  6. Pendidikan Orang Tua .................................................................................... 54

  7. Pekerjaan Orang Tua ...................................................................................... 54

  8. Uang Saku Per Bulan ..................................................................................... 55

  9. Kendaraan yang dimiliki .............................................................................. 56

  10. Status Rumah Tinggal ................................................................................. 57

  11. Lantai Rumah .............................................................................................. 57

  12. Aliran Listrik ............................................................................................... 58

  B. Analisis Kuantitatif ....................................................................................... 59

  1. Hasil Uji Validitas ........................................................................................ 59

  2. Uji Reliabilitas .............................................................................................. 61

  3. Analisis Regresi Linier Ganda ...................................................................... 62

  4. Pengujian Signifikansi Pengaruh Individual dengan Uji T .......................... 63

  5. Pengujian Signifikansi Pengaruh Simultan dengan Uji F ............................. 66

  BAB VI KESIMPULAN SARAN DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan ………………………………………………………................. 68 B. Saran …………………………………………………………....................... 69 C. Keterbatasan Penelitian ………………………………………….................. 72 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

  

DAFTAR TABEL

  Tabel V.1 : Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin……….. 51 Tabel V.2 : Karakteristik Responden Berdasarkan Umur…………………. 51 Tabel V.3 : Karakeristik Responden Berdasarkan Jurusan Program Studi... 52 Tabel V.4 : Karakeristik Responden Berdasarkan Nilai Raport Rata-rata Semester I…………….............................................................. 52 Tabel V.5 : Karakeristik Responden Berdasarkan Agama ………............. 53 Tabel V.6 : Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Orangtua .. 54 Tabel V.7 : Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Orangtua…. 55 Tabel V.8 : Karakteristik Responden Berdasarkan Uang Saku Per Bulan … 55 Tabel V.9 : Karakteristik Responden Berdasarkan Kendaraan Yang Dimiliki……………………………............................................ 56 Tabel V.10 : Karakteristik Responden Berdasarkan Status Rumah Tinggal … 57 Tabel V.11 : Karakteristik Responden Berdasarkan Lantai Rumah………..... 58 Tabel V.12 : Karakteristik Responden Berdasarkan Aliran Listrik………...... 58 Tabel V.13 : Hasil Uji Validitas Instrument Penelitian…………………........ 60 Tabel V.14 : Hasil Uji Reliabilitas Instrument Penelitian………………........ 61

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah. Kondisi perekonomian telah banyak berubah seiring dengan tuntutan

  reformasi masyarakat, bahkan faktor ekonomi merupakan pemicu utama dalam perubahan di segala bidang. Pengaruh langsung akibat keadaan tersebut banyak dirasakan oleh lingkungan pendidikan, salah satunya adalah Perguruan Tinggi.

  Kondisi seperti itu diperkirakan karena adanya globalisasi. Yang menjadikan persaingan antara perguruan tinggi akan semakin ketat. Hal ini terjadi karena perguruan tinggi tidak lagi bersaing dengan perguruan tinggi lokal, tetapi juga bersaing dengan perguruan tinggi berlisensi Internasional.

  Melihat kondisi persaingan dalam pendidikan, Perguruan Tinggi dituntut harus bisa bersaing dan mempertahankan nama baik serta keunggulan yang telah dimiliki, dengan keunggulan yang dimiliki perguruan tinggi diharapkan dapat dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya.

  Ganasnya perebutan calon mahasiswa baru dapat dicermati saat ini. Situasi ini dapat dilihat dengan munculnya iklan- iklan perguruan tinggi swasta dan perguruan tinggi negeri yang gencar. Menurut survey salah satu advertisting

  agency , di tahun 2004, perguruan-perguruan tinggi di Yogyakarta telah membelanjakan sekitar Rp 6 milyar untuk iklan dalam berbagai bentuk. sabun mandi atau rokok. Motto yang dipakai juga cukup persuasif, menggoda, dan menyihir. Belum lagi janji-janji yang diberikan, mulai dari bea siswa, kepastian diterima, SPP gratis, jaminan langsung kerja, dan lain- lain.

  Saat ini beberapa PTS bahkan sudah menjadikan sekolah-sekolah sebagai agen penerimaan mahasiswa baru. Artinya, sekolah bukan menjadi tempat memfasilitasi tes agar siswa-siswanya tidak perlu datang ke PTS, melainkan menjadi tempat pemasaran PTS tersebut. Tentu saja mereka membuat MOU dengan segala kompensasinya. Bahkan ada sejumlah PTS yang merelakan 100% uang pendaftaran diserahkan ke pihak sekolah, ditambah dengan uang sewa gedung, administrasi, dan lain- lain, yang tentu saja membuat semangat pihak sekolah. Sekolah-sekolah potensial, secara financial maupun kualitas akademik, menjadi incaran dan perebutan dalam gegap gempita penerimaan mahasiswa baru ini. Hampir semua PTS sekarang menyelenggarakan tes dan rekruitmen mahasiswa baru dengan sistem jemput bola. Satu SMU dapat menyelenggarakan 5-10 tes dari berbagai PTS.

  Bertitik tolak dari uraian tersebut, penulis memilih judul “Analisis Minat

  

Siswa/i Masuk Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Studi Kasus

Pada SMA Xaverius Pahoman dan Fransiskus Raja Basa Bandar

Lampung ”.

B. Rumusan Masalah.

  Dalam suatu penentuan keputusan untuk pemilihan pendidikan ke Perguruan Tinggi, banyak faktor-faktor yang menjadi pertimbangan oleh siswa/i agar pilihan yang diambil menjadi lebih efektif dan efisien, sesuai dengan kemampuan baik sisi ekonomi keluarga, maupun minat dalam pemilihan program studi yang akan dipilih. Sebagai kelanjutan pendidikan mereka, serta sebagai sarana untuk mencapai cita-cita dan kehidupan yang lebih baik dari sisi ekonomi di kemudian hari.

  Salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan pemilihan perguruan tinggi adalah motivasi. Dalam disiplin ilmu psikologi, motivasi mengacu pada konsep yang digunakan untuk menerapkan kekuatan-kekuatan yang ada dan bekerja pada diri organisme atau individu yang menjadi penggerak dan pengarah tingkah laku individu tersebut (Koeswara.S., 1989:1). Selain itu juga adanya interaksi sosial, interaksi sosial dipandang sebagai variabel yang mempengaruhi motivasi tingkah laku (Hull.Clark., 1940), juga terdapat bukti bahwa interaksi sosial dipengaruhi dari kekuatan yang dimiliki oleh figur- figur yang berkuasa bisa memotivasi individu- individu untuk patuh dan mengabdi. Dalam penelitian ini figur-figur tersebut kemungkinan ialah orang tua siswa/i, guru- guru, kerabat dekat, serta lulusan- lulusan dari perguruan tinggi yang telah lulus (Alumnus).

  Berdasarkan uraian di atas, penulis merumuskan masalah penelitian ini sebagai berikut :

  1. Bagaimana karakteristik siswa/i yang ingin melanjutkaan studi ke Universitas Sanata Dharma?

  2. Apakah aspek perasaan, sikap, program studi yang diunggulkan, dan biaya yang terjangkau, baik secara parsial maupun simultan mempengaruhi minat siswa/i untuk melanjutkan studi ke Universitas Sanata Dharma? C. Batasan Masalah.

  Banyak hal yang mendorong seseorang untuk melakukan penelitian, bagi penulis penelitian mengenai minat siswa/i dalam memilih perguruan tinggi menjadi salah satu jenis penelitian yang dianggap penting. Tetapi banyak faktor-faktor yang harus diteliti menjadi bahan pertimbangan bagi penulis, atribut-atribut dalam penentuan pemilihan perguruan tinggi, menjadi salah satu faktor mengapa penulis membatasi penulisan penelitian ini.

  Mengingat keterbatasan penulis baik dari segi kemampuan, waktu, tenaga, dan biaya, maka peneliti merasa perlu memberikan batasan masalah, Dalam penelitian ini penulis akan membatasi mengenai :

  1. Karakteristik siswa/i, aspek perasaan, sikap, biaya pendidikan dan jumlah program studi yang diunggulkan oleh perguruan tinggi Universitas Sanata Dharma.

  2. Penulis juga membatasi ruang lingkup pengambilan sampel yang mewakili populasi sebanyak 100 responden dari siswa/i SMA Xaverius Pahoman dan SMA Fransikus Raja Basa Bandar Lampung, dikarenakan

  D. Tujuan Penelitian.

  Melihat kondisi persaingan dalam pendidikan, Perguruan tinggi dituntut harus bisa bersaing dan mempertahankan nama baik serta keunggulan yang telah dimiliki, dengan keunggulan yang dimiliki perguruan tinggi diharapkan dapat dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya.

  Menurut Husein Umar, 2003:34, tujuan penelitian yaitu melakukan kajian secara ilmiah dalam rangka mengetahui tentang apa, mendeskripsikan tentang siapa, dimana, kapan, mengapa, atau baga imana mengukur mengenai sesuatu sebagai jawaban atas hal- hal yang dipermasalahkan.

  Berdasarkan permasalahan di atas, tujuan penelitian ini bagi penulis adalah

  1. Untuk menganalisa bagaimana karakteristik siswa/i yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  2. Untuk menganalisa apakah ada pengaruh yang positif antara aspek perasaan, sikap, program studi yang diunggulkan, biaya pendidikan yang terjangkau dengan minat siswa/i untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, baik secara parsial maupun secara simultan.

  E. Manfaat Penelitian.

  Menurut Spillane, James, S.J., 2004, fungsi dan manfaat penelitian adalah membantu manusia me ningkatkan kemampuan menginterpresentasikan fenomena- fenomena yang rumit dan juga sering terkait. Dalam penulisan ini, karena hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan konstribusi yang berguna serta bermanfaat bagi :

  1. Bagi Penulis.

  Penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai wahana yang efektif sekaligus pembelajaran dalam penulisan ilmiah

  2. Bagi Universitas Sanata Dharma Semoga penelitian ini akan menambah referensi dan masukan saran dalam penetapan strategi pemasaran untuk bersaing dengan perguruan tinggi lainya.

  3. Bagi Pembaca.

  Semoga penelitian ini dapat memberikan refrensi dan bacaan yang berguna untuk dikembangkan menuju penelitian yang lebih sempurna.

F. Sistematika Penulisan.

  Dalam penulisan skripsi ini, penulis akan memberikan urutan sistematika penulisan sebagai berikut :

  BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini diuraikan latar belakang masalah, batasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.

  BAB II LANDASAN TEORI Dalam bab ini penulis menguraikan tentang landasan teori yang

  BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam bab ini diuraikan mengenai jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, subyek penelitian, hipotesis penelitian, data penelitian, variabel penelitian, teknik pengumpulan data, teknik pengujian kuesioner, variabel penelitian dan teknik analisis data.

  BAB IV GAMBARAN UMUM SEKOLAH Dalam bab ini diuraikan tentang gambaran umum sekolah, dimana penelitian yang dilakukan meliputi struktur organisasi sekolah, jumlah siswa/i, serta latar belakang pendidikan guru- guru sebagai staf pengajar, atribut keseluruhan sekolah.

  BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini dikemukakan tentang proses penganalisaan data dengan menggunakan alat analisis dengan skala likert. BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN PENULIS Dalam bab ini memuat kesimpulan dari analisis data, saran yang diusulkan penulis kepada Universitas dan keterbatasan penulis.

BAB II LANDASAN TEORI A. Prestasi Belajar a. Pengertian Belajar Ada beberapa pendapat mengenai definisi belajar : 1. Menurut pendapat tradisional seperti dikemukakan oleh S. Nasution : Yaitu belajar itu hanya menambah dan mengumpulkan sejumlah ilmu

  pengetahuan. Pendapat tersebut dalam prakteknya sangat banyak dianut di sekolah, yang mana seorang guru berusaha memberi ilmu sebanyak mungkin dan murid giat untuk mengumpulkannya. Disini sering terlihat bahwa belajar itu disamakan dengan menghafal. (Roestiyah N.K., 1982:149) 2. Menurut WS. Winkel definisi belajar adalah suatu aktifitas mental/ psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan sikap. (WS. Winkel, 1987:36)

  3. Menurut Drs. Oeman Hamalik, hasil belajar adalah suatu bentuk perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan. (Drs. Oemar Hamalik, 1975:4).

  Seorang dikatakan telah belajar, jika di dalam dirinya telah terjadi membaca. Tetapi tidak semua perubahan dapat disebut sebagai hasil belajar, misalnya bayi yang belum belum bisa duduk, perubahan itu terjadi karena kematangannya.

  Di lembaga pendidikan, belajar merupakan suatu rangkaian kegiatan proses belajar mengajar, kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan pada umumnya bertujuan : 1.

  Mengetahui suatu kepandaian, kecakapan atau konsep yang sebelumnya belum diketahui.

  2. Dapat mengajarkan sesuatu kepada manusia yang sebelumnya tidak dapat berbuat, baik tingkah laku maupun keterampilan.

  3. Mampu mengkombinasikan dua pengetahuan ke dalam suatu pengertian baru, baik keterampilan, pengetahuan maupun tingkah laku.

  4. Dapat memahami atau menerapkan pengetahuan yang telah diperolehnya.

  b.

  Pengertian Pendidikan Dalam Tap MPR No. IV Tahun 1973 dikatakan bahwa : Pendidikan pada hakekatnya adalah usaha untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. (Tap MPR RI No. IV, 1973:89).

  Menurut Drs. RBS. Fudyartanta : Pendidikan adalah proses yang membawa perubahan kelakuan manusia dalam pengetahuan, cara berfikir, kecakapan dan perasaan atau sikap mental mereka. Sedangkan Soerdjono bagi manusia, terutama dalam membuka pikirannya serta menerima hal- hal yang baru dan juga bagaimana berfikir secara ilmiah. (Soerdjono Soekanto ; 1990 : 21).

  Pendidikan tidak hanya diperuntukan bagi anak-anak saja, me lainkan juga bagi kaum remaja dan orang-orang dewasa. Setiap orang dapat memperolehnya sebab pada hakekatnya pendidikan terutama adalah untuk menambah pengetahuan. Dengan demikian orang yang telah memerima pendidikan dalam bentuk apapun akan berkembang, baik fikiran, kemampuan, pengetahuan maupun kecakapannya sebagai manusia yang bertanggung jawab dan berguna bagi individu itu sendiri dalam kehidupannya maupun bagi masyarakat dan Negara. Pendidikan dapat diperoleh atau dilakukan baik dalam sekolah maupun di luar sekolah.

  Dengan demikian terdapat barbagai macam bentuk pendidikan dengan sifat-sifat yang berbeda-beda pula. Philip A. Coombs dalam bukunya Prof.

  Zahara Idris. M.A, yang berjudul Dasar-Dasar Kependidikan, mengklasifikasikan pendidikan kedalam tiga bagian yaitu (Prof. Zahara Idris, M.A, 1981:58) : 1)

  Pendidikan In Formal adalah proses pendidikan yang diperoleh seseorang dari pengalaman sehari- hari dengan sadar atau tidak sadar.

  Pada umumnya tidak teratur dan tidak sistematis, sejak seorang lahir sampai mati, seperti dalam keluarga, tetangga, pekerjaan, hiburan, pasar atau di dalam pergaulan sehari- hari.

  2) Pendidikan Formal, adalah pendidikan di sekolah yang teratur, sistematis, mempunyai jenjang, dan tinggi dalam waktu-waktu tertentu yang berlangsung dari Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi.

  3) Pendidikan Non Formal, adalah suatu bentuk pendidikan yang diselenggarakan dengan sengaja, tertib, teratur dan terencana tetapi kegiatannya diluar kegiatan persekolahan.

  Sedangkan Westy Soemarto memberikan batasan bahwa pendidikan adalah proses pengalaman yang memberikan kesejahteraan pribadi, baik lahiriah maupun batiniah (Westy Soemarto, 1984:211).

  Dari batasan-batasan dan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa melalui pendidikan seseorang akan memperoleh pengalaman, mampu mengembangkan kepribadian dan lebih terbuka dalam menerima nilai- nilai dan hal-hal yang baru yang semua itu akhirnya akan memberikan kesejahteraan pada orang itu sendiri. Dengan pendidikan yang cukup seseorang akan mudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dan memperoleh pendapatan yang sesuai pula. Dengan pendidikan orang akan lebih terbuka menerima nilai- nilai baru dan mempunyai pandangan kehidupan yang lebih luas, sehingga mempermudah bagi orang itu sendiri untuk menyesuaikan diri dalam masya rakat dimana mereka berada.

B. Faktor Psikologis atau Kejiwaan.

  Banyak faktor yang mempengaruhi setiap siswa/i dalam penentuan pemilihan pendidikan, faktor- faktor tersebut adalah :

  1) Motivasi

  Setiap kegiatan yang dilakukan seseorang didorong oleh suatu kekuatan dari dalam diri seseorang tersebut. Kekuatan pendorong inilah yang biasa disebut motivasi. Oleh karena itu dapat diketahui bahwa sebenarnya perilaku dan minat siswa/siswi dapat dimulai dari suatu motivasi yang merupakan dorongan kebutuhan dan keinginan siswa/siswi yang diarahkan pada tujuan memperoleh kepuasan.

  Motivasi adalah keadaan psikologis dan fisiologis dalam pribadi seseorang yang mendorong siswa/i untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk mencapai tujuan.

  Menurut MC. Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya” Feeling “ dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan (MC. Donald dalam Sardiman AM, 1986:73).

  Sedangkan menurut WS. Winkel, motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar dan memberikan arahan pada kegiatan belajar itu demi mencapai tujuan tertentu (WS. Winkel, 1987:93).

  Motivasi juga dapat dikatakan sebagai serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang itu mau dan ingin melakukan sesuatu. Jadi motivasi itu tidak dapat dirangsang oleh faktor- faktor dari luar tetapi motivasi itu tumbuh di dalam diri seseorang. Motivasi yang khas adalah dalam penumbuhan gairah, merasa senang dan semangat untuk belajar (MC. Donald dalam Sardiman AM., 1986:75).

  2) Persepsi

  Persepsi adalah proses bagimana seseorang individu memilih, mengorganisasik an dan menginterpresentasikan masukan- masukan informasi untuk menciptakan gambaran keseluruhan yang memiliki arti. Pandangan tidak hanya bergantung pada stimulus yang berhubungan dengan lingkungan sekitar dan keadaan individu tersebut.

  3) Pembelajaran

  Belajar menjelaskan perubahan dalam perilaku individu yang berasal dari pengalaman. Perubahan minat dan perilaku tidak bersifat tetap atau permanen melainkan bersifat fleksibel. Hasil belajar ini memberikan tanggapan tertentu yang cocok dengan rangsangan-rangsangan dan mempunyai tujuan tertentu. Perilaku yang dipelajari tidak hanya menyangkut perilaku yang tampak tetapi harus menyangkut sikap, emosi, kepribadian, kriteria penilaian, dan banyak faktor lainnya yang mungkin tidak ditunjukkan dengan kegiatan yang tampak.

  4) Sikap dan Keyakinan Melalui bertindak dan belajar, orang mendapat kepercayaan dan sikap yang akan mempengaruhi perilaku pembelian. Sikap adalah evaluasi, perasaan emosional, dan kecenderungan seseorang yang relatif konsisten terhadap suatu obyek atau gagasan. Kepercayaan adalah suatu pemikiran merupakan daya yang kuat dan langsung mempengaruhi persepsi serta perilaku pemilihan seseorang (Kotler, 1997:170-175).

  5) Minat Menurut Mapiare (1982 : 82), minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari suatu campuran perasaan, harapan, pendirian, prasangka atau kecenderungan yang mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu. Ini berarti selain perasaan senang, orang yang berminat terhadap sesuatu objek juga mempunyai harapan-harapan untuk memperoleh manfaat dari objek tersebut.

  Informasi- informasi yang terkumpul akan dipahami dan dihayati yang akhirnya dia dapat memberikan penilaian yang baik dan buruk. Bila baik dia akan selalu memperhatikan, mendekati dan melakukan penyesuaian.

  Menurut Winkel (1983 : 30-31), minat adalah kecenderungan yang agak menetap dalam subyek untuk merasa tertarik pada hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu. Mengenai munculnya minat, Winkel., Memberikan urut-urutan untuk mencapai minat sebagai berikut :

  Perasaan : Aktivitas psikis yang didalamnya menghayati nilai- nilai suatu objek.

  Sikap : Kecenderungan dalam subyek menerima atau menolak suatu objek yang berharga atau baik atau tidak berharga atau tidak baik. Dalam sikap terhadap aspek afektif dan aspek kognitif.

  Minat : Kecenderungan yang agak menetap dalam diri, subyek merasa tertarik pada bidang atau hal tertentu dan merasa senang berkecimpung di dalamnya. Perasaan senang atau rasa puas, gembira, simpati dan sebagainya, akan menimbulkan minat yang diperkuat lagi dengan sikap positif.

C. Proses Pengambilan Keputusan a.

  Pengenalan Masalah Proses ini dimulai ketika kebutuhan menimbulkan ketegangan dalam diri seseorang. Kebutuhan yang ada berasal dari dalam maupun dari luar.

  Kebutuhan yang berasal dari dalam atau internal, misalnya : Ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, memperoleh gelar sarjana, sedangkan kebutuhan yang berasal dari luar atau eksternal, misalnya : Pemilihan perguruan tinggi karena adanya pengaruh dari iklan yang dilihat.

  b.

  Pencarian Informasi Informasi sangat penting bagi konsumen khususnya siswa/siswi yang akan mengambil keputusan didalam penyelesaian masalah. Siswa/siswi dapat memperoleh informasi dari banyak sumber. Sumber informasi konsumen menurut Kotler (1997:171) dapat diperoleh melalui :

  1) Sumber pribadi, misalnya : keluarga, teman, tetangga, kenalan. 2) Sumber komersial, misalnya : iklan, tenaga penjual, pedagang, kemasan produk, dan pameran.

  3) Sumber publik, misalnya : media massa, organisasi pelindung konsumen.

  4) Sumber eksperimen, misalnya : penanganan, pengkajian, dan pemakaian produk.

  c.

  Evaluasi Alternatif Konsumen (siswa/siswi) harus melakukan evaluasi sebagai persiapan untuk mengadakan pemilihan pembelian. Kriteria yang dipakai konsumen mencakup pengalaman masa lalu dan sikap terhadap berbagai perguruan tinggi. Konsumen dapat menggunakan pendapat anggota keluarga dan kelompok acuan lain sebagai tuntunan dalam melakukan evaluasi.

  d.

  Keputusan Pemilihan Setelah mencari dan mengevaluasi berbagai alternatif, konsumen akan menentukan alternatif pilihannya yaitu memutuskan untuk masuk atau tidak masuk ke perguruan tinggi.

D. Status Sosial Ekonomi

  Status adalah tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok. Status sosial ekonomi merupakan kombinasi dari status sosial dan status ekonomi yang dimiliki seseorang dalam suatu kelompok. Soerjono Sukanto mengatakan bahwa status sosial adalah tempat secara umum di dalam masyarakat, sehubungan dengan orang lain, dalam arti lingkungan pergaulannya, prestise, dan hak- hak serta kewajiban-kewajibannya (Soerjono Sukanto, 1990:263).

  Mengenai status sosial ekonomi, Keeves mengatakan bahwa status sosial ekonomi mencakup unsur pendidikan, pekerjaan, jabatan, penghasilan, pemilikan barang berharga yang dimiliki oleh seseorang di dalam suatu masyarakat atau kelompok (Keeves, 1972:67).

  Pernyataan di atas didukung oleh Hopkins yang mengatakan bahwa status sosial ekonomi dirumuskan sebagai kombinasi dari status sosial dan ekonomi dimana di dalamnya mencakup tingkat pendidikan, pekerjaan, jabatan dan tempat tinggal. Kedudukan seseorang di masyarakat banyak ditentukan oleh yang di miliki, yang dipandang penting oleh masyarakat. Semakin tinggi tingkat pendidikan, jabatan, dan pekerjaan seseorang maka semakin tinggi pula statusnya di masyarakat. Semakin tinggi pendapatan yang dimiliki, dan cenderung memiliki banyak barang berharga, maka mereka akan ditempatkan paada posisi yang paling tinggi di masyarakat. Dengan uraian di atas maka dapat kita simpulkan bahwa status sosial ekonomi merupakan kedudukan seseorang dipandang dari sudut sosial dan ekonomi (Hopkins, 1985:59).

  Kedudukan seseorang dalam masyarakat akan mempengaruhi kegiatan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Dan bisa juga kedudukan sosial ekonomi akan mempengaruhi seseorang dalam menuntut ilmu dan mempersiapkan serta melihat masa depannya. Tentang hal ini Johnson berpendapat bahwa : Kegiataan individu, apakah itu diarahkan untuk sekedar mempertahankan hidup biologisnya atau memenuhi berbagai kebutuhan manusia yang lain- lain dibatasi oleh kedudukan siosial ekonomi tertentu yang individu melihat dunia dikondisikan oleh kedudukan tertentu dalam lingkungan sosial dan materialnya (Johnson, DD., 1986:131).

  Adanya perbedaan status dalam masyarakat akan memberikan kesempatan atau fasilitas hidup yang berbeda bagi masyarakat, seperti keselamatan hidup, harta benda, standar hidup, kebebasan dan tingkah laku. Di samping itu juga akan memberikan perbedaan dalam memperoleh kesempatan-kesempatan dalam menjalani jenis pendidikan.

  Hal tersebut di atas diartikan bahwa keluarga yang mendapat fasilitas lebih banyak akan berpeluang mengenyam pendidikan yang lebih tinggi pula.

  Tingkat pendid ikan seseorang dapat dilihat dari jenjang pendidikan yang pernah dialaminya atau lamanya pendidikan. Pada umumnya tingkat pendidikan menentukan jenis pekerjaan atau jabatan. Hal ini sejalan dengan pendapat Miffen bahwa semakin tinggi pendidikan akan berpeluang yang lebih besar untuk mendapat pekerjaan yang statusnya lebih tinggi dan berakibat pada tingkat penghasilan yang tinggi pula (Miffen FJ dan Miffen S.C. 1986:54).

  Sementara itu Ridwan Said seperti dikutip Mulyanto S, menyatakan bahwa kebutuhan hidup manusia erat kaitannya dengan kebutuhan jasmani dan rohani manusia itu sendiri. Kebutuhan manusia dapat diperinci menjadi : nutrisi, pakaian, perumahan, kesehatan, pendidikan, partisipasi, air dan sanitasi (Mulyanto Sumaadi, 1982 : 76). Untuk mencukupi kebutuhan tersebut keadaan ekonomi keluarga akan memegang peranan yang sangat penting.

  Keadaan keluarga juga akan berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan siswa/i. Ini dapat diartikan bahwa sikap, cita-cita, minat, motivasi siswa/i terhadap suatu obyek akan dipengaruhi oleh keadaan ekonomi orang tuanya, seperti dikemukakan Gerungan bahwa : “ Dengan kondisi ekonomi keluarga yang cukup, ia akan mendapat kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan bermacam- macam kecakapan yang tidak dapat ia kembangkan apabila tidak ada alat-alatnya.”

  Dari pendapat di atas dapat diartikan bahwa siswa/i yang berasal dari keluarga yang ekonominya cukup, mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan kemampuan dibandingkan anak yang berasal dari keluarga yang ekonominya rendah.

  Tiap-tiap orang atau keluarga akan mempunyai unsur- unsur yang tergantung dalam konsep status sosial ekonomi. Sedikit banyak unsur yang dimiliki, baik secara kualitas maupun kuantitas akan menunjukkan tinggi rendahnya status ekonomi yang dimilikinya.

E. Jenis Pekerjaan

  Yang dimaksud dengan jenis pekerjaan adalah suatu bentuk kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh penghasilan. Dimana jenis pekerjaan antara orang tua siswa yang satu sudah barang tentu berbeda dengan jenis pekerjaan orang tua siswa yang lain.

  Pekerjaan dibedakan menjadi beberapa jenis (Biro Pengembangan Sosial Budaya, hal.12) :

  1) Pekerjaan Pokok

  Pekerjaan pokok adalah jenis pekerjaan yang dimiliki seseorang sebagai sumber utama dari penghasilan, yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sifat pekerjaan ini adalah tetap. Apabila penghasilan dari pekerjaan pokok ini tidak atau belum mencukupi untuk keperluan hidupnya, maka perlu diusahakan adanya penghasilan lain diluar penghasilan pokok, yang disebut sebagai pekerjaan sampingan guna mencari penghasilan tambahan. 2)

  Pekerjaan Sampingan atau Sambilan Pekerjaan sampingan adalah pekerjaan yang dimiliki atau dilakukan oleh seseorang sebagai pekerjaan taambahan untuk memperoleh penghasilan tambahan guna memenuhi kebutuhan hidupnya sehari- hari. Sifat pekerjaan sambilan ini adalah melengkapi pekerjaan pokok. Pekerjaan sambilan ini sama seperti halnya pekerjaan pokok yaitu tidaklah sama untuk masing- masing orang.

F. Pendapatan a.

  Pengertian Pendapatan Pengertian pendapatan sanga t erat hubungannya dengan penghasilan, yaitu jumlah barang dan jasa yang diperoleh dari hasil kerja seseorang. Jika kita perhatikan lingkungan disekitar kita, maka akan terlihat betapa sibuknya orang-orang bekerja. Hal ini dilakukan orang agar memproleh imbalan. Untuk memenuhi kebutuhan hidup suatu rumah tangga, maka sebuah keluarga harus berusaha agar memperoleh pemasukan sebagai sumber keuangan guna memenuhi kebutuhannya.

  Menurut Mulyanto Sumardi dan Hans Dieter Evers, “Pendapatan adalah hasil yang diperoleh suatu keluarga baik bersumber dari pekerjaan pokok, pekerjaan sampingan, dan pendapatan lain yang berupa uang maupun barang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan”.(Mulyanto S dan Hans D.Evers, 1982:92).

  Penghasilan dalam jumlah yang besar akan memudahkan bagi mereka untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan, termasuk kebutuhan akan pendidikan. Sebaliknya penghasilan dalam jumlah yang kecil akan mengakibatkan keluarga dalam kekurangan, sehingga dapat dikatakaan rendah status sosial ekonominya. Pemenuhan kebutuhan sering dirasa sukar dengan penghasilan yang kecil, padahal mereka dituntut untuk dapat selalu mempertahankan kehidupan keluarganya. Agar kebutuhan pokok dapat terpenuhi sering kali harus mengorbankan kebutuhan lain yang sifatnya tidak mendesak.

  Sedangkan pada saat sekarang ini pendidikan merupakan kebutuhan pokok dan penting untuk dipenuhi. Untuk itu semua orang tua bekerja keras untuk memperoleh pendapatan guna mencukupi macam- macam kebutuhan dan pendidikan.

  b.

  Bentuk Pendapatan Menurut Biro Pusat Statistik pendapatan dibedakan menjadi tiga bentuk

  • pendapatan berupa uang
  • pendapatan berupa barang
  • penerimaan uang dan barang Pendapatan berupa uang adalah segala penghasilan berupa uang yang sifatnya regular dan yang diterima biasanya sebagai balas jasa atau kontra prestasi. Sumber-sumber yang utama adalah gaji dan upah serta lain- lain yang berupa balas jasa dari majikan, pendapatan bersih dari usaha sendiri dan pekerjaan bebas, hasil investasi serta keuntungan sosial.

  Untuk penerimaan uang dan barang yang dipakai sebagai pedoman adalah segala penerimaan yang bersifat transfer atau redistribusi dan biasnya membawa perubahan dalam keuangan rumah tangga, misalnya penjualan barang-barang yang dipakai, pinjaman uang, hasil undian, warisan, penagihan piutang, kiriman uang dan menang judi.

G. Hubungan Antara Status Sosial Ekonomi Orang Tua dengan Minat Siswa/i Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi

  Perilaku sosial para siswa/i secara fungsional berhubungan dengan posisi keluarganya dalam stuktur sosial. Contohnya siswa/i kelas III SLTA yang akan lulus dan memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, akan mencari informasi perguruan tinggi tersebut agar dapat melanjutkan pendidikan ke pergur uan tinggi sesuai keinginannya. Dalam pemilihan perguruan tinggi tentu saja berkorelasi dengan kedudukan sosial ekonominya. Semakin tinggi kelas sosial ekonomi siswa/siswi, maka semakin terkenal dan elite, sebaliknya semakin rendah kelas sosial ekonominya semakin besar kecenderungannya untuk mendaftarkan diri pada perguruan tinggi yang ada disesuaikan dengan keadaan ekonominya.

  Keadaan sosial ekonomi orang tua akan terasa berpengaruh pada anak yang mulai beranjak dewasa, biasanya hal ini tampak apabila akan melanjutkan sekolahnya. Mereka yang kurang mampu hanya menyekolahkan anaknya sampai sekolah menengah saja, adapula yang yang hanya sampai SLTP saja kemudian dianjurkan untuk bekerja. ( Soerjono Soekanto., 1990:63).

  Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa orang tua yang status sosial ekonominya tinggi menginginkan anaknya meraih pendidikan yang maksimal melalui perguruan tinggi, tanpa adanya beban untuk mengikutsertakan anaknya pada perguruan tinggi yang mahal sekalipun.

  Sedangkan orang tua yang status sosial ekonominya rendah akan lebih selektif dalam memilih perguruan tinggi, dimana akan mencari biaya yang lebih ringan.

  Status sosial ekonomi yang dimiliki siswa/i akan mempenga ruhi motivasi atau minat siswa dalam memilih perguruan tinggi.

  Motivasi merupakan suatu keinginan, harapan, kebutuhan, sasaran dan dorongan, mengakibatkan atau mengarahkan perilaku sikap dan tingkah laku seseorang dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu motivasi siswa/i dalam memilih perguruan tinggi dapat dijadikan suatu usaha untuk mencapai tujuan, bahwa motivasi siswa/i dalam penentuan pemilihan perguruan tinggi dapat dipengaruhi oleh kedudukan sosial ekonomi orang tuanya.

H. Hipotesis.

  Dalam setiap penelitian ilmiah seorang peneliti harus mengarahkan penelitiannya kepada sebuah pembuktian ilmiah, karena hipotesis merupakan jawaban sementara yang masih harus dibuktikan kebenarannya. Menurut (Supramono, 2005:37), hipotesis merupakan harapan peneliti berkenaan dengan hubungan antara dua atau lebih variabel yang kebenarannya perlu diuji lebih lanjut melalui pengumpulan data, sehingga dapat berfungsi sebagai jawaban sementara.

  Dari dua pengertian hipotesis di atas, penulis berusaha mengajukan hipotesis terhadap penulisan skripsi ini sebagai berikut :

  1. Aspek perasaan, aspek sikap, pilihan program studi yang diunggulkan, biaya yang terjangkau, mempunyai pengaruh positif terhadap minat siswa/i untuk melanjutkan studi ke Universitas Sanata Dharma, baik secara parsial maupun simultan.

BAB III METODE PENELITIAN Dalam metodologi penelitian ini, akan memaparkan jenis penelitian yang

  digunakan. Metode penelitian yang dimaksud meliputi jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, subyek penelitian , populasi dan sampel, data dan sumber data, teknik pengambilan sampel, teknik pengujian koesioner dan metode analisis data.

A. Jenis Penelitian a.

  Penelitian Deskriptif atau Penelitian Kualitatif Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan secara tepat sifat-sifat suatu individu, keadaan, gejala, atau kelompok tertentu atau menentukan frekuensi adanya hubungan antara suatu gejala dengan gejala lain dalam masyarakat (Koentjaraningrat, 1983:29).

  b.

  Penelitian Inferensial atau Penelitian Kuantitatif Penelitian inferensial adalah analisa data yang dimaksudkan untuk menguji hubungan atau pengaruh dua atau lebih variabel secara statistika (Supardi, 2005).

  c.

  Studi Kasus (case study) Studi kasus yaitu suatu penelitian yang menghendaki suatu kajian yang rinci, mendalam, menyeluruh, atas subyek tertentu yang biasanya relatif kecil selama kurun waktu tertentu, termasuk lingkungannya (Amirullah, 2002:110).

  Banyaknya jenis-jenis penelitian dalam pembuatan suatu karya ilmiah, baik metode- metode ataupun analisis data yang digunakan, maka jenis penelitian yang dilakukan penulis dalam pembuatan skripsi ini adalah :

  Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi kasus dengan meneliti sampel dari seluruh populasi yang menjadi subyek penelitian dimana kesimpulan atas sampel mewakili populasi kuesioner dan kesimpulan akan diambil berdasarkan hasil penelitian studi kasus yang berlaku hanya untuk SMU Xaverius Pahoman dan SMU Fransiskus Raja Basa, baik secara deskriptif analistis maupun inferensial atas data yang diperoleh dari kuesioner. Metode deskriptif adalah suatu metode ya ng melihat hubungan dua variabel atau lebih.

  Tujuan dari metode deskriptif adalah membuat deskriptif, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta- fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki ( Moh. Nazir Ph.D, Metodologi Penelitian,1990:63 ).

  Dalam pelaksanaanya metode ini menekankan pada studi untuk memperoleh informasi mengenai status gejala pada saat penelitian dilakukan. Metode ini tidak hanya memberikan gambaran terhadap fenomena- fenomena, tetapi juga menerangkan hubunga n variabel, menguji hipotesis, membuat prediksi serta mendapatkan makna implikasi dari suatu masalah yang ingin dipecahkan.

B. Waktu dan Tempat Penelitian

  a. Waktu Penelitian :1 Maret – 8 Maret, 2007

  b. Tempat Penelitian : SMA Xaverius Pahoman dan SMA Fransiskus Raja

  C. Subyek Penelitian

  Subyek penelitian adalah orang-orang yang dimintai pendapat tentang minat masuk perguruan tinggi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, yaitu siswa/i SMA Xaverius Pahoman dan SMA Fransiskus Raja Basa Bandar Lampung.

  D. Populasi dan Sampel

  a. Populasi Populasi adalah keseluruhan dari semua obyek atau individu yang memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang akan diteliti ( Iqbal Hasan, 2002 :

  58)., Dalam penelitian ini, yang menjadi populasi adalah siswa/i SMA Xaverius Pahoman dan SMA Fransiskus Raja Basa Bandar Lampung.

  b. Sampel Sampel merupakan bagian dari populasi yang menjadi sumber data sebenarnya dalam suatu penelitian ( Diah, Utari, 1999 : 58) Sampel adalah sebagian dari populasi untuk mewakili populasi tersebut. Dalam penelitian ini sampelnya adalah siswa/i SMA Xaverius Pahoman dan SMA Fransiskus Raja Basa, sebanyak 50 siswa/i dari SMA Xaverius Pahoman dan 50 orang siswa/i dari SMA Fransiskus Raja Basa, Bandar Lampung. Jumlah sampel ditentukan dengan rumus (Riduwan dan Akdon.,2006),

  N

  rumus : n =

  N . d

  1 130 n =

  • 2

  130 ,

  05

  1 ×

  • 2

  130

  n =

  1 , 325 n = 98,113, dibulatkan menjadi 100 Keterangan : n = Jumlah Sampel N = Jumlah Populasi D = Level Signifikansi ( 0,05 ) E.

   Metode Penentuan sampel

  Metode yang penulis gunakan dalam pengambilan sampel adalah metode Non yaitu pengambilan sampel yang tidak memberikan

  Probability sampling

  kesempatan/ peluang yang sama bagi unsur/anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel (Sugiyono, 1999:72). Sedangkan teknik yang dipakai adalah

  

Judgement/Purposive sampling , yaitu dimana pengambilan elemen-elemen yang

  dimaksud dalam sampel dilakukan dengan pertimbangan tertentu (Supramono, 2005 : 66). yang ditujukan kepada siswa/i SMA Xaverius Pahoman dan SMA Fransiskus Raja Basa, Bandar Lampung. Yang akan diteliti penulis di sekolah siswa/i masing- masing, dengan pertimbangan bahwa siswa/i kelas III, 2 kelas yang paling diunggulkan, siswa/i yang memiliki nilai rata-rata prestasi minimum 7,00. di kedua sekolah tersebut.

  F. Jenis Data dan Sumber Data yang Dibutuhkan

  a. Data Primer Data primer dapat diperoleh melalui penelitian di lapangan. Untuk itu penulis menggunakan cara pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara dengan siswa/i serta guru-guru pengajar di SMA tersebut.

  b. Data Sekunder Data yang diperoleh secara tidak langsung dari subyek yang diteliti. Data ini dapat diperoleh dari literature atau catatan-catatan serta buku-buku ilmiah.

  G. Metode Pengumpulan Data

  a. Kuesioner Penulis mengunakan metode kuesioner, Kuesioner merupakan suatu pengumpulan data dengan menentukan atau menyebarkan, daftar pertanyaan atau pernyataan kepada responden dengan harapan memberikan respon atas daftar pertanyaan tersebut (Umar, 1998 : 49), hal ini dilakukan dengan membuat pertanyaan tertulis, yaitu kuesioner yang akan dibagikan kepada responden, dengan rincian pembagian kuesioner sebagai berikut :

  • 50 kuesioner untuk siswa/i kelas 3, SMA Xaverius Pahoman Bandar lampung.
  • 50 kuesioner untuk siswa/i kelas 3, SMA Fransiskus Rajabasa Bandar lampung.

  b. Wawancara Wawancara yaitu metode yang memberikan pertanyaan terstruktur kepada responden (Amirullah, 2002 : 95). Metode ini diangap baik karena sebagian data yang dibutuhkan secara langsung melalui jawaban-jawaban sekunder.

  c. Meneliti Dokumen Metode ini digunakan untuk mempelajari dan mengumpulkan informasi

  (data) melalui buku-buku, catatan-catatan, dan literatur yang mendukung penelitian (Amirullah, 2002 : 103).

H. Teknik Pengujian Instrumen

  Pengujian instrumen dimaksudkan untuk mengukur kesahihan (validitas) dan keandalan (reliabilitas) instrumen penelitian. Pengujian dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden dan kuesioner terebut digunakan untuk menguji validitas dan reliabilitas alat pengukur dalam penelitian ini.

  1) Uji Validitas

  Tujuan dari analisis validitas adalah untuk menguji sejauh mana alat ukur dapat mengukur data yang dibutuhkan dalam penelitian. Dengan kata lain uji validitas untuk mengetahui apakah alat penelitian telah mencerminkan variabel yang diukur. Semakin tinggi validitas suatu alat ukur, semakin tepat pula pengukuran itu mengenai sasarannya. Untuk mengukur validitas kuesioner yang diberikan kepada responden digunakan rumus korelasi product moment (Hadi, 2001:23).

  Rumus yang digunakan adalah :

  N

  XY

  

X Y

Σ − Σ Σ

  

( )( )

r xy = 2 2 2 2 N

  X X N Y Y Σ − Σ Σ − Σ

  

( ) ( ) { } { } Dimana :

  r xy = Koefisien korelasi

  X = Nilai dari tiap faktor Y = Nilai total item n = Jumlah sampel Dengan taraf signifikan (a) = 5%, apabila r xy Lebih besar dari r tabel maka kuesioner sebagai alat ukur dapat dikatakan valid. 2)

  Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui tingkat kestabilan suatu alat ukur. Sebuah alat ukur dikatakan reliabel, jika pengulangan pengukuran untuk subyek penelitian yang sama hasilnya konsisten. Teknik yang digunakan oleh penulis adalah Alfa Cornbach untuk jenis data interval/ essay. ( Sugiono, 2000 : 282 ).

  Rumus koefisien reliabilitas Alfa Cornbach :

  k Vxr tt =  −

  1  

k

  1 Vy

  

( )

 

  Keterangan :

  r tt = Koefisien alpha

  k = Banyaknya butir pertanyaan Vx = Varians butir x Vy = Varians total (Faktor)

I. Metode Analisis Data

  Dalam penelitian ini penulis menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada siswa/i SMA Xaverius Pahoman dan SMA Fransiskus Raja Basa, Bandar Lampung sebagai responden. Analisis menggunakan analisis skala likert. Skala likert merupakan skala yang dapat meperlihatkan anggapan responden terhadap sesuatu. Informasi yang diperoleh dengan sekala likert berupa data ordinal, dan oleh karenanya terhadap hasilnya hanya dapat dibuat rangking tanpa diketahui seberapa besar selisih antara suatu anggapan dengan tanggapan lainya (Darmadi Durianto, Sugianto, Toni Sitinjak, 2000: 41).

  Untuk metode kuesioner, daftar pertanyaan memiliki beberapa item sebagai variasi jawaban tiap variabel. Untuk pertanyaan yang berhubungan dengan variabel penelitian atau pertanyaan inti diberi alternatif jawaban lima kategori dengan skor jawaban 5 tingkatan, disesuaikan dengan skala Likert, yaitu :

  • Sangat setuju (5) dengan skor 5
  • Setuju (4) dengan skor 4
  • Netral (3) dengan skor 3
  • Tidak setuju (2) dengan skor 2
  • Sangat Tidak setuju (1) dengan skor 1 1) Analisis Regresi Berganda (multiple regression)

  Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh aspek perasaan, sikap, prodi yang diunggulkan, dan biaya yang terjangkau secara bersamaan terhadap minat siswa/i untuk masuk ke Universitas Sanata Dharma.

  Rumus analisis regresi linier berganda adalah : Y=

  a b 1 1 X b 1 2 X b 2 3 X b 3 X

  • + + + +

  • 4 4 Keterangan :

      Y = Minat siswa/i masuk Universitas Sanata Dharma

      a = Konstanta b b b b = Koefisien variabel 1 2 3 4 X = Aspek perasaan 1 X = Aspek sikap 2 X = Prodi yang diunggulkan 3 X = Biaya yang terjangkau 4

      2) Pengujian Hipotesis

      a. Uji T Uji T digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen dalam hal ini untuk menguji masing- masing variabel ( Aspek perasaan, Aspek sikap, Prodi yang diunggulkan, Biaya yang terjangkau) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat siswa/i untuk masuk ke Universitas Sanata Dharma.

      Rumus :

      b j

      t j =

      S j Dengan taraf signifikan a = 5% dan derajat kebebasan dk = ( n-k-1) maka T tabel (a,n-k-1) t j = t hitung koefisien ke j bj = Koefisien regresi dari variabel ke j Sj = standar error dari bj Jika T hitung > T tabel maka Ho ditolak dan H1 diterima Jika T hitung < T tabel maka Ho diterima dan H1 ditolak

      b. Uji F Uji F digunakan untuk mengidentifikasi apakah secara bersama-sama variabel independen tersebut secara signifikan dapat menjelaskan variabel dependen.

      Rumus :

      F

      =

      ( ) ( )

      1 /

      1 / 2 2

      − − − K n R K R

      Dimana : K = banyaknya variabel bebas. n = banyaknya sampel R = koefisien korelasi Pengujian hipotesis : H = b = 0 berarti tidak ada pengaruh antara variabel independen (Aspek perasaan, Aspek sikap, Prodi yang diuggulkan, Biaya yang terjangkau), secara bersama-sama terhadap variabel dependen ( Minat masuk).

      H

      1 = b ?0 berarti ada pengaruh antara variabel independen

      (Aspek perasaan, Aspek sikap, Prodi yang diuggulkan, variabel dependen ( Minat masuk). Besarnya tingkat signifikan yang dipakai (a) = 5%.

      Jika F hitung > dari F tabel H ditolak dan H 1 diterima. Jika F hitung < dari F tabel H diterima dan H ditolak

      1

      

    BAB IV

    GAMBARAN UMUM SEKOLAH A. Gambaran Umum Sekolah

    1. Sejarah Sekolah SMA Xaverius

      Secara resmi SMA Xaverius berdiri pada tanggal 1 Agustus 1961 atas prakarsa beberapa pastor SCJ yang berkarya di Tanjung Karang - Teluk Betung.

      Pada mulanya SMA Xaverius berlokasi di Teluk Betung. Tetapi mulai tahun kedua kegiatan persekolahan sudah dilaksanakan di Rawa Laut, Tanjungkarang Timur dengan selasainya bangunan permanen milk sendiri.

      Pastor Geraldus Elling SCJ adalah salah satu tokoh pendiri sekaligus sebagai kepala sekolah pertama. Beliau menjabat sebagai kepala sekolah hingga tahun 1967, yang kemudian digantikan oleh Pastor Dr. Andereas Henrisoesanta. Kedua tokoh awal ini telah berhasil meletakan dasar-dasar pendidikan yang khas Xaverius yaitu kedisiplinan, kerja keras, kebersamaan dan cinta kasih.

      Pada mulanya SMA Xaverius dan sekolah-sekolah Xaverius di Lampung bernaung di bawah Yayasan Xaverius Palembang, namun penyelenggaraanya otonom dan akhirnya pada tahun 1984 Yayasan Xaverius Tanjung Karang berdiri sendiri terlepas dari Yayasan Xaverius Palembang. Yang hingga kini terus tumbuh dan berkembang.

      Seiring dengan meningkatnya jumlah siswa, tuntutan kurikulum dan tuntutan zaman sekolah terus menambah bangunan-bangunan baru yang yang terdiri dari dua deret bangunan, terletak di sebelah timur merupakan bangunan berlantai tiga, Gedung B berlantai tiga terletak di sebelah selatan dan Gedung C berlantai tiga terletak di sebelah barat.

      Dalam perjalannya SMA Xaverius telah beberapa kali mengalami pergantian kepala sekolah. Mereka itu adalah : Pastor Geraldus Elling,SCJ (th.

      1961-1967), Pastor Dr.Andreas Henrisoesanta (th. 1967-1973), Bpk.AY. Mukin (th. 1983-1986), Bpk. F.Soemarsono (th 1986-1997), Bpk.A.Haryono Daud (th.1997-2004), Sr.Martina,HK (th.2004- sekarang).

    2. Tujuan Pendidikan di SMA XAVERIUS

      a. Tujuan Umum SMA Xaverius secara umum bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk manusia Indonesia seutuhnya sesuai dengan tujuan pendidikan

      Nasional dan tujuan pendidikan Katolik.

      b. Tujuan Khusus Tujuan Khusus SMA Xaverius adalah :

    • Menyelengarakan, membina dan mengembangkan pendidikan dan pengajaran serta kegiatan cinta kasih sesama manusia.
    • Menjadi mitra pemerintah dalam pelayanan pendidikan bagi masyarakat.
    • Membina peserta didik menjadi manusia Indonesia yang berjiwa

      Pancasila, bertanggung jawab, berpengetahuan, berketerampilan, cerdas dan berwawasan luas.

    • Mewartakan dan melaksanakan pelayanan pendidikan dalam terang iman
    • cinta kasih, agar kaum muda dapat mengembangkan kepribadian mereka dalam keanekaragaman.

      Menciptakan suasana sekolah yang dijiwai semangat kemerdekaan dan

    • menempuh pendidikan yang lebih tinggi dengan membekali pengetahuan dan keterampilan serta kepribadian yang utuh.

      Membantu orang tua dalam mempersiapkan peserta didik untuk

    3. Stuktur Organisasi

      Struktur Organisai SMA Xaverius a. Kepala Sekolah : Sr. Martina, HK.

      b. Wakil Kepala Sekolah

    • Urusan Kurikulum : S. Siswanto - Urusan Kesiswaan : Ari. Waluyo - Urusan Humas : P. Gatot Eko Aryanto - Urusan Sarana/Prasarana : Sr. Aquinna. HK
    • Pembina Kesiswaan/OSIS : F.Joko Winarno

      c. Kepala Unit Kerja

    • Perpustakaan : Em Sri Wigiati - Laboratorium : Y.Anoro Widi Prabowo - Bimbingan dan Konseling : Sr.Aquinna. HK - Kepala Tata Usaha : FX. Bambang P.

    4. Sarana dan Prasarana Pendidikan

      Maksud dari sarana dan prasarana adalah segala sesuatu yang dibutuhkan dan yang menunjang kegiatan belajar mengajar. Sarana dan Prasarana SMA Xaverius meliputi :

      a. Gedung SMA Xaverius menempati gedung milik sendiri sejak tahun 1962/1963 pada bulan Juli, di atas 3 Blok Gedung A, B dan C bangunan permanent. Gedung sekolahnnya bertingkat tiga, berbentuk persegi empat dengan kondisi permanen, kokoh, berlantai ubin dan keramik.

      SMA Xaverius memiliki halaman parkir yang memadai dan tanaman yang terawat serta berpagar besi. Air bersih dan kamar kecil yang kondisinya sangat baik, terawat dan pencahayaan yang sangat baik serta terawat bebersihannya.

      b. Peralatan Peralatan di sini merupakan isi dari bangunan yang ada. Peralatan merupakan sarana dan prasarana yang membantu proses belajar mengajar sehingga tujuan pendidikan bisa tercapai sesuai dengan direncanakan.

      Sarana pendidikan di sini antara lain :

    • Fasilitas Pendidikan dan Latihan SMA Xaverius memiliki berbagai fasilitas pendidikan dan latihan antara lain : 1.

      Peralatan Kantor 2. Alat peraga

    4. Peralatan olahraga 5.

      Peralatan kesenian 6. Ruang Multi Media 7. Ruang Komputer 8. Laboratorium Bahasa 9. Peralatan Rumah Tangga 10.

      Perpustakaan 11. Laboratorium Fisika 12. Laboratorium Biologi 13. Laboratorium Kimia 14. Ruang Kelas Ber AC

      c. Perpustakaan Perpustakaan merupakan faktor yang sanga t penting bagi suatu instansi pendidikan, khususnya di SMA Xaverius, karena perpustakaan sangat membantu dalam melancarkan proses belajar mengajar di sekolah. Dengan adanya buku- buku di perpustakaan akan mempermudah siswa untuk menambah wawasan selain yang di dapat dari guru di kelas. Perpustakaan di SMA Xaverius mempunyai koleksi 27.306 buku yang terdiri atas paket dan buku umum serta memiliki 41 buah koleksi non buku berupa televisi, radiotape, CD Rom, Video,Slide, dan sejumlah kaset. Perpustakaan berlangganan 10 judul media etak berupa majalah, tabloid, dan koran.

      5. Ketenagakerjaan Guru

      SMA Xaverius memiliki sumber daya manusia di bidang akademik sebanyak 45 orang terdiri dari 1 orang Kepala Sekolah, 44 orang Guru Tetap Yayasan. Sedangkan sumber daya manusia di bidang administrasi, SMA Xaverius memiliki 5 orang, Pustakawan 3 orang, 4 karyawan Pramubakti, serta 2 Security.

      6. Kesiswaan

      SMA Xaverius adalah salah satu sekolah yang menjadi favorit, terbukti dari jumlah siswa serta mutu pendidikan, jumlah siswanya yaitu sebanyak 812 siswa yang terdiri atas 380 siswa putra dan 432 siswa putri. SMA Xaverius memiliki 7 kelas untuk kelas X., sedangkan untuk kelas XI ada 7 ruang kelas, untuk jurusan IPA 2 kelas dan 5 kelas untuk IPS, serta 7 ruang kelas untuk kelas

      XII, untuk jurusan IPA 3 ruang kelas, 4 ruang kelas untuk jurusan IPS Kelas X.1 = Putra : 22

      Putri : 20 Kelas X.2 = Putra : 19

      Putri : 23 Kelas X.3 = Putra : 18

      Putri : 24 Kelas X.4 = Putra : 22

      Putri : 20 Kelas X.5 = Putra : 20

      Putri : 20 Kelas X.6 = Putra : 21 Putri : 19

      Kelas X.7 = Putra : 18 Putri : 23

      Kelas XI IPA 1 = Putra : 20 Putri : 19

      Kelas XI IPA 2 = Putra : 19 Putri : 19

      Kelas XI IPS 1 = Putra : 16 Putri : 23

      Kelas XI IPS 2 = Putra : 19 Putri : 21

      Kelas XI IPS 3 = Putra : 16 Putri : 24

      Kelas XI IPS 4 = Putra : 18 Putri : 21

      Kelas XI IPS 5 = Putra : 17 Putri : 20

      Kelas XII IPA 1= Putra : 14 Putri : 19

      Kelas XII IPA 2 = Putra : 14 Putri : 20

      Kelas XII IPA 3 = Putra : 19 Putri : 18

      Kelas XII IPS 1 = Putra : 19 Putri : 19

      Kelas XII IPS 2 = Putra : 16 Putri : 22

      Kelas XII IPS 3 = Putra : 17 Putri : 19

      Kelas XII IPS 4 = Putra : 16 Putri : 19

      Siswa SMA Xaverius sebagian besar tinggal di Bandar Lampung, Walaupun sebenarnya ada beberapa siswa yang berasal dari Jakarta dan Palembang. Siswa SMA Xaverius sebagian besar berasal dari kalangan menengah ke atas.

      A. Gambaran Umum Sekolah

      1. Sejarah Sekolah SMA Fransiskus

      SMA Fransiskus dibuka pada tahun 2000 dengan SK. Kanwil Depdiknas Propinsi Lampung tanggal 20 April 2000 dengan nomor 19538/I.12.B.I/U.

      Badan Penyelanggara yang mengelola SMA Fransiskus adalah Yayasan Dwi Bakti dengan tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945. SMA Fransiskus diilhami oleh prinsip Kristiani, Yaitu Cinta Kasih yang Penuh Kerahiman dan menghormati martabat manusia serta menekankan nilai cinta kebenaran, keadilan social, kebebasan, persaudaraan dan semangat pelayanan St. Fransiskus Asisi.

      SMA Fransiskus telah Terakreditasi pada tanggal 11 Agustus 2005 dan menjadi salah satu SMA Yang diunggulkan di Bandar Lampung dengan fasilitas pendukung pembelajaran yang lengkap.

      2 Visi Dan Misi SMA Fransiskus

      a.Visi Dijiwai Cinta Kasih yang penuh kerahiman, Sekolah bertekad menjadikan siswa-siswi SMA Fransiskus memiliki iman yang mendalam yang terwujud dalam persaud araan sejati, pengalaman moral etika, cerdas dan terampil dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. b. Misi 1.

      Menciptakan suasana sekolah yang kondusif dan nyaman untuk belajar terus menerus

      2. Mengembangkan kemapuan akademik dan terampil memanfaatkan pengetahuan dan teknologi

      3. Membina hati nurani agar selalu hidup sederhana, jujur, disiplin, bertasnggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan

      4. Mempersiapkan untuk meneruskan belajar ke jenjang yang lebih tinggi

      5. Mempersiapkan keterampilan bagi yang akan masuk dunia kerja.

      3. Struktur Organisasi

      Stuktur Organisasi SMA Fransiskus

      a. Kepala Sekolah : Sr. M. Paulin, FSGM

      b. Wakil Kepala Sekolah - Urusan Kurikulum : ST.Abi Kundadi.,B.A.

    • Urusan Kesiswaan : B. Sunarto, S.Pd.

      c. Kepala Unit Kerja

    • Perpustakaan : M.G. Winarni Yuliafitri - Bimbingan Dan Konseling : Pius Joko Triantoro.
    • Kepala Tata Usaha : A. Novan Tri Ratmoko.

    4. Sarana dan Prasarana Pendidikan

      Maksud dari sarana dan prasarana adalah segala sesuatu yang dibutuhkan dan yang menunjang kegiatan belajar mengajar, Sarana dan prasarana SMA Fransiskus meliputi : a..Gedung SMA Fransiskus memiliki gedung milik sendiri, di atas tanah seluas 8000 meter persegi. Gedung sekolahnya bertingkat tiga, berbentuk persegi panjang dengan kondisi permanen,kokoh berlantai ubin dan keramik.

      SMA Fransiskus memiliki halaman parkir yang memadai dan tanaman yang terawatt dan berpagar besi. Air bersih dan kamar mandi yang baik kualitasnya, dengan keadaan yang bersih,terawatt dan baik pencahayaanya.

      Kantin SMA Fransiskus yang berjumlah 1 buah, tertata rapi dan makanan yang dijual terjaga kebersihannya.

      b. Peralatan Peralatan di sini merupakan isi dari bangunan yang ada. Peralatan merupakan sarana dan prasarana yang membantu proses belajar mengajar sehingga tujuan pendidikan bisa tercapai sesuai dengan yang direncanakan. Saran pendidikan di sini antara lain :

    • Fasilitas Pendidikan dan Latihan SMA Fransiskus memiliki berbagai fasilitas pendidikan dan latihan antara lain :

      1. Ruang Kepala Sekolah : 1 ruang

      2. Ruang Wakil Kepala Sekolah : 1 ruang

      4. Ruang TU : 1 ruang

      15. Laboratorium Biologi : 1 ruang

      22. Ruang Multimedia : 1 ruang

      21. Ruang Tamu : 1 ruang

      20. Ruang Musik : 1 ruang

      19. OSIS : 1 ruang

      18. BP : 2 ruang

      17. UKS : 2 ruang

      16. Laboratorium Bahasa : 1 ruang

      14. Laboratorium Kimia : 1 ruang

      5. Ruang Bendahara : 1 ruang

      13. Laboratorium Fisika : 1 ruang

      12. Ruang Serbaguna : 1 ruang

      11. Ruang Komputer : 1 ruang

      10. Ruang WC : 24 ruang

      9. Ruang Belajar : 17 ruang

      8. Ruang BP : 3 Ruang

      7. Ruang Perpustakaan : 1 ruang

      6. Ruang Laboratorium : 5 ruang

      c. Perpustakaan Perpustakaan merupakan faktor yang sangat penting bagi suatu instansi pendidikan, khususnya di SMA Fransiskus, karena perpustakaan sangat buku-buku di perpustakaan akan mempermudah siswa untuk menambah wawasan selain yang di dapat dari guru di kelas. Perpustakaan di SMA Fransiskus mempunyai koleksi 20.306 buku yang terdiri atas paket dan buku umum serta memiliki koleksi non buku berupa televisi, radiotape, CD Rom, Video,Slide, dan sejumlah kaset. Perpustakaan berlangganan 10 judul media cetak berupa majalah, tabloid, dan koran.

      5. Ketenagakerjaan Guru

      SMA Fransiskus memiliki sumber daya manusia di bidang akademik sebanyak 35 orang terdiri dari 1 orang Kepala Sekolah, 34 orang Guru Tetap Yayasan. Sedangkan sumber daya manusia di bidang administrasi, SMA Fransiskus memiliki 2 orang, Pustakawati 1 orang, 5 karyawan Pramubakti, serta 7 Security, 1 orang sopir.

      6. Kesiswaan

      SMA Fransiskus adalah salah satu sekolah yang menjadi Unggulan, terbukti dari jumlah siswa serta mutu pendidikan, jumlah siswanya yaitu sebanyak 505 siswa yang terdiri atas 270 siswa putra dan 235 siswa putri. SMA Fransiskus memiliki 5 kelas untuk kelas X., sedangkan untuk kelasX.I ada 6 ruang kelas, untuk jurusan IPA, 3 kelas dan 2 kelas untuk IPS, serta 6 ruang kelas untuk kelas XII, untuk jurusan IPA 3 ruang kelas, 3 ruang kelas untuk jurusan IPS.

      No Jurusan Jumlah Kelas Lk Pr Jumlah

      1 Umum X-1,X-2,X-3,X-4,X-5 81 79 160

      2 Umum

      XI IPA1, IPA 2, IPA 3, IPS 90 72 162 1, IPS 2, IPS 3.

      3 Umum

      XII IPA 1, IPA 2, IPA 3, 99 84 183

      IPS 1

      IPS 1, IPS 2, IPS 3 Siswa SMA Fransiskus sebagian besar tinggal di Bandar Lampung,

      Walaupun sebenarnya ada beberapa siswa yang berasal dari Jakarta dan Palembang. Siswa SMA Fransiskus sebagian besar berasal dari kalangan menengah ke atas.

    BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Bab V menyajikan deskripsi tentang karakteristik responden dan analisis

      kuantitatif data penelitian. Karakteristik responden yang dibahas meliputi jenis kelamin, umur, jurusan program studi, nilai rapor rata-rata semester 1, agama, pendidikan orangtua, pekerjaan orangtua, uang saku per bulan, kendaraan yang dimiliki, status rumah tinggal, lantai rumah, dan aliran listrik. Analisis kuantitatif terdiri atas uji instrumen (validitas dan reliabilitas instrumen), analisis regresi ganda, uji t dan uji F. Penelitian ini menguji pengaruh variabel bebas yang meliputi X (aspek perasaan), X (aspek sikap), X (prodi yang diunggulkan), dan

      1

      2

      3 X

    4 (biaya yang terjangkau) terhadap variabel terikat Y (minat masuk Universitas

      Sanata Dharma). Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS for Windows versi 13.0.Uji validitas instrumen dilakukan dengan membandingkan nilai koefisien korelasi product- moment (Pearson) antara skor butir-total terhadap nilai r . Korelasi butir-total dicari dengan melakukan

      tabel

      analisis korelasi product- moment (Pearson) antara skor butir tiap instrumen dan skor totalnya. Sementara teknik Cronbach’s alpha digunakan untuk menguji reliabilitas instrumen.

    A. Karakteristik Responden

      Analisis karakteristik responden digunakan untuk memperoleh gambaran tentang karakteristik responden yang diteliti (responden) dilakukan pengolahan terhadap data kasar melalui perhitungan statistik deskriptif.

      1. Jenis Kelamin Responden

      Berdasarkan jenis kelamin, responden dalam penelitian ini dibedakan menjadi pria dan wanita. Hasil analisis data berdasarkan jenis kelamin dapat ditunjukkan pada tabel berikut:

      Tabel V.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

      Jenis Kelamin Jumlah Persentase Pria 36 36%

      Wanita 64 64% Total 100 100%

      Sumber : Data Primer, 2007

      Berdasarkan Tabel V.1 di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin wanita yaitu sebanyak 64 orang atau sebesar 64% dan sisanya sebanyak 36 orang atau sebesar 36% adalah pria.

      2. Umur Responden

      Dalam penelitian ini, umur responden dikelompokkan menjadi lima kelompok umur, seperti yang tercantum pada Tabel V.2 berikut ini: Tabel V.2

      Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Umur Jumlah Persentase

      0-19 tahun 100 100% 20 – 35 tahun 0%

      T O T A L 100 100%

      Sumber : Data Primer, 2007

      Berdasarkan Tabel V.2 dapat diketahui bahwa seluruh responden dalam penelitian ini berada kelompok umur 0 - 19 tahun (100%).

      3. Jurusan Program Studi

      Jurusan program studi responden dikelompokkan me njadi dua kelompok, yaitu IPA dan IPS. Karena sampel yang diambil adalah siswa kelas III, maka didapat dua kelompok yaitu III IPA dan III IPS.

      Tabel V.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jurusan Program Studi

      Program Studi Jumlah Persentase

      III IPA 56 56%

      III IPS 44 44% T O T A L 100 100%

      Sumber : Data Primer, 2007

      4. Nilai Rapor Rata-rata Semester 1

      Dalam penelitian ini, sampel diambil dengan teknik Purposive

      

    Sampling , yaitu dua kelas unggulan yang memiliki rata-rata prestasi

    7.

      ≥

      Berdasarkan hasil kuesioner, nilai rata-rata siswa dapat disajikan sebagai berikut: Tabel V.4

      Karakteristik Responden Berdasarkan Nilai Rapor Rata-rata Semester 1 Nilai rata-rata Jumlah Persentase

      7 6 6% 7,00 – 7,49 29 29% 7,50 – 8,00 38 38% 8,00 – 9,49 27 27%

      T O T A L 100 100% Nilai rata-rata semester 1 responden, didominasi oleh kelompok nilai 7,50-8,00, yaitu 38 (38%) responden, yang disusul oleh kelompok nilai 7,00- 7,49, yaitu 29 (29%) responden, dan 8,00-9,49, yaitu 27 (27%) responden.

    5. Agama

      Berdasarkan agama yang dianut, responden dapat dikelompokkan menjadi lima kelompok agama, yaitu Islam, Katolik, Kristen, Hindu, dan Budha, seperti yang disajikan dalam Tabel V.5 berikut ini.

      Tabel V.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Agama

      Agama Jumlah Persentase Islam 7 7% Katolik 46 46% Kristen 27 27% Hindu

      0% Budha 20 20%

      T O T A L 100 100%

      Sumber : Data Primer, 2007

      Dari Tabel V.5 di atas, dapat dilihat bahwa responden didominasi oleh kelompok agama Katolik, yaitu 46 (46%) responden, yang disusul oleh kelompok agama Kristen, yaitu 27 (27%) responden, dan Budha, 20 (20%) responden.

      6. Pendidikan Orangtua

      Berdasarkan tingkat pendidikan akhir orangtua, orangtua responden dapat dikelompokkan ke dalam kelompok tingkat pendidikan SD, SLTP, SLTA/Sederajat, Diploma dan Sarjana, seperti yang disajikan berikut ini.

      Tabel V.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Orangtua

      Pendidikan Orangtua Jumlah Persentase SD 10 10% SLTP 49 49% SMU atau Sederajat 19 19% Diploma 5 5% Sarjana 17 17%

      T O T A L 100

      Sumber : Data Primer, 2007

      Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa pendidikan orangtua yang dominan adalah kelompok pendidikan SLTP, 49(49%) responden, disusul SMU atau Sederajat, 19 (19%) responden, dan sarjana, 17 (17%) responden.

      7. Pekerjaan Orangtua

      Berdasarkan pekerjaan orangtua, orangtua responden dapat dikelompokkan ke dalam kelompok pekerjaan buruh/tidak bekerja, petani, pedagang/wirausaha, guru, pegawai swasta, PNS non- guru sebagai berikut.

      Tabel V.7 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Orangtua

      Pekerjaan Orangtua Jumlah Persentase Buruh/Tidak Bekerja 8 8% Petani 3 3% Pedagang/Wirausaha 59 59% Guru 3 3% Pegawai Swasta 17 17% PNS Non-guru 10 10%

      T O T A L 100 100%

      Sumber : Data Primer, 2007

      Pekerjaaan orangtua responden didominasi oleh kelompok pedagang/ wirausaha, 59 (59%) responden, disusul pegawai swasta, 17 (17%) responden, dan PNS Non-guru, 10 (10%) responden.

    8. Uang Saku per Bulan

      Berdasarkan besar uang saku per bulan, responden dapat dikelompokkan ke dalam Tabel V.8 berikut ini.

      Tabel V.8 Karakteristik Responden Berdasarkan Uang Saku per Bulan

      Uang Saku per Bulan Jumlah Persentase Rp 0,00 – Rp 300.000 69 69% Rp 300.001 – Rp 600.000 23 23% Rp 600.001 – Rp 900.000 8 8% Rp 900.001 – Rp 1.200.000 0% > Rp 1.200.000

      0% T O T A L 100 100%

      Sumber : Data Primer, 2007

      Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa jumlah uang saku yang diterima didominasi oleh kelompok Rp 0.00 – Rp 300.000, yaitu sebanyak 69 (69%) responden, yang disusul oleh kelompok Rp 300.001 – Rp 600.000, yaitu sebanyak 23 (23%) responden.

    9. Kendaraan yang Dimiliki

      Berdasarkan kendaraan yang dimiliki, responden dikelompokkan ke dalam kelompok tidak memiliki kendaraan, memiliki motor, memiliki mobil, dan memiliki motor dan mobil. Berdasarkan output SPSS untuk frekuensi, diperoleh data seperti terjadi pada Tabel V.9 berikut ini.

      Tabel V.9 Karakteristik Responden Berdasarkan Kendaraan yang dimiliki

      Kendaraan yang Dimiliki Jumlah Persentase Tidak memiliki 15 15% Motor 32 32% Mobil 48 48% Motor & Mobil 5 5%

      T O T A L 100 100%

      Sumber : Data Primer, 2007

      Responden didominasi oleh kelompok yang memiliki mobil, 48 (48%) responden, disusul kelompok yang memiliki motor, 32 (32%) responden, dan kelompok yang tidak memiliki motor/mobil, 15 (15%) responden.

      10. Status Rumah Tinggal

      Berdasarkan status rumah tinggal, responden dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok, seperti yang ditunjukkan pada Tabel V.10 berikut ini: Tabel V.10

      Karakteristik Responden Berdasarkan Status Rumah Tinggal Status Rumah Tinggal Jumlah Persentase

      Ikut Tinggal 19 19% Rumah Sewa 8 8% Rumah Dinas 3 3% Rumah Sendiri 70 70%

      T O T A L 100 100%

      Sumber : Data Primer, 2007

      Berdasarkan Tabel V.10 di atas dapat diketahui bahwa berdasarkan status rumah tinggal, responden didominasi oleh kelompok yang tinggal di rumah sendiri, yaitu 70 (70%) responden, disusul kelompok dengan status ikut tinggal, yaitu 19 (19%) responden.

      11. Lantai Rumah

      Berdasarkan kondisi lantai rumah, responden dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok, yaitu responden dengan lantai rumah tanah, tegel, semen dan keramik/porselin, seperti yang ditunjukkan pada Tabel V.11 berikut ini:

      Tabel V.11 Karakteristik Responden Berdasarkan Lantai Rumah

      Jenis Lantai Rumah Jumlah Persentase Tanah

      0% Tegel 13 13% Semen 9 9% Keramik/Porselin 78 78%

      T O T A L 100 100%

      Sumber : Data Primer, 2007

      Berdasarkan Tabel V.11 di atas dapat diketahui bahwa berdasarkan kondisi lantai rumah, responden didominasi oleh kelompok yang tinggal di rumah dengan lantai kemarik/perselin, yaitu 78 (78%) responden, disusul kelompok dengan lantai rumah tegel, yaitu 13 (13%) responden.

    12. Aliran Listrik

      Berdasarkan aliran listrik, responden dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok, seperti yang ditunjukkan pada Tabel V.12 berikut ini: Tabel V.12

      Karakteristik Responden Berdasarkan Aliran Listrik Jenis Lantai Rumah Jumlah Persentase 250 Watt

      5 5% 251-500 Watt 11 11% 501-1000 Watt 33 33% > 1000 Watt 51 51%

      T O T A L 100 100%

      Sumber : Data Primer, 2007 Berdasarkan Tabel V.12 di atas dapat diketahui bahwa berdasarkan aliran listrik, responden didominasi oleh kelompok dengan aliran listrik > 1000 Watt, yaitu 51 (51%) responden, disusul oleh kelompok 501-1000 Watt, yaitu 33 (33%) responden.

    B. Analisis Kuantitatif

    1. Hasil Uji Validitas

      Pengujian validitas instrumen penelitian dilakukan dengan formula korelasi product moment (Pearson) antara masing- masing item yang mengukur suatu skala dengan skor total skala tersebut. Kriteria yang digunakan adalah bila nilai koefisien korelasi butir-total lebih besar dari nilai r tabel, maka butir yang bersangkutan dapat dinyatakan valid/sahih (Masri Singarimbun dan Sofian Effendi, 1995:123). Untuk responden yang berjumlah 100, dapat diperoleh derajat bebas df sebesar 100 – 2 = 100 – 2 =

      98. Untuk df = 98 dan nilai alpha 5% (dua sisi), diperoleh nilai r tabel sebesar 0,197. Nilai r tabel ini selanjutnya digunakan untuk kriteria validitas butir- butir kuesioner. Untuk dapat dinyatakan valid, korelasi butir-total harus lebih besar dari 0,197. Tabel V.13 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian

      Variabel r butir-total r tabel Status Aspek Perasaan (X

      Valid Valid Valid Valid Valid

      Sumber : Data Primer, 2007 Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa semua butir-butir instrumen

      Valid Valid Valid Valid

      0.197 0.197 0.197 0.197

      0.512 0.647 0.455 0.582

      minat1 minat2 minat3 minat4

      Aspek Minat (Y)

      Valid Valid Valid Valid Valid

      0.197 0.197 0.197 0.197 0.197

      0.563 0.671 0.714 0.569 0.535

      biaya1 biaya2 biaya3 biaya4 biaya5

      Aspek Biaya Terjangkau (X 4 )

      0.197 0.197 0.197 0.197 0.197

      1 )

      0.468 0.547 0.372 0.320 0.346

      prodi1 prodi2 prodi3 prodi4 prodi5

      Aspek Keunggulan Prodi (X 3 )

      Valid Valid Valid Valid

      0.197 0.197 0.197 0.197

      0.416 0.554 0.495 0.320

      sikap1 sikap2 sikap3 sikap4

      Aspek Sikap (X 2 )

      Valid Valid Valid Valid

      0.197 0.197 0.197 0.197

      0.573 0.481 0.583 0.359

      rasa1 rasa2 rasa3 rasa4

      penelitian dinyatakan valid (sahih) karena masing- masing butir memiliki nilai r butir-total ya ng lebih besar dari nilai r tabel. Oleh karena itu, data yang diperoleh dapat dianalisis lebih lanjut untuk menguji hipotesis.

    2. Hasil Uji Reliabilitas

      Pengujian reliabilitas instrumen dilakukan dengan menggunakan teknik

      Cronbach’s alpha . Menurut Nunnally sebagaimana dikutip oleh Imam

      Ghozali (2001: 133), batas minimal nilai Cronbach alpha yang umum diterima untuk persyaratan reliabilitas suatu instrumen adalah 0,600. Analisis dilakukan pada masing- masing instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel independen (aspek perasaan, aspek sikap, aspek keunggulan program studi, dan aspek biaya terjangkau) dan variabel dependen (aspek minat)

      Hasil analisis reliabilitas instrumen, yang didasarkan pada kriteria menurut Nunnally disajikan dalam Tabel V.14 berikut ini.

      Cronbach’s alpha

      Tabel V.14 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian

      Nilai Batas Variabel Status Minimal -Cronbach

      α

      Aspek Perasaan (X ) 0.709 0.600 Andal

      1 Aspek Sikap (X 1 ) 0.662 0.600 Andal

      Aspek Keunggulan Prodi (X

      3 ) 0.652 0.600 Andal

      Aspek Biaya Terjangkau (X

      4 ) 0.817 0.600 Andal

      Aspek Minat (Y) 0.752 0.600 Andal Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa tiap instrumen memiliki nilai realibilitas yang memenuhi syarat dan dinyatakan reliabel (andal), karena masing- masing nilai -Cronbach berada di atas 0,600.

      α

    3. Analisis Regresi Linier Ganda

      Dari hasil pengolahan data hasil output SPSS, di peroleh persamaan regresi linier ganda :

       y = 1,844 + 0,291 X + 0,309 X + 0,155 X + 0,137 X

      1

      

    2

      3

      4 Berdasarkan pembahasan analisis regresi linier berganda oleh Singgih

      Santoso (2002: p. 335), konstanta sebesar 1,844 mengindikasikan bahwa jika tidak ada pengaruh variabel X

      1 (aspek perasaan), X 2 (sikap), X 3 (keunggulan

      prodi), dan X

      4 (biaya terjangkau), dalam arti masing- masing dianggap nol, maka aspek minat bernilai sebesar 1,844 unit.

      Koefisien regresi X sebesar 0,291 mengindikasikan bahwa setiap terjadi

      1

      penambahan aspek perasaan sebesar 1 unit, minat meningkat 0,291 unit (karena bertanda positif), dengan asumsi variabel lain ( dalam kasus ini X 2, X 3,

      X

      4 ) dianggap konstan ( Damodar.N.Gujarati. 1995 : 242 ).

      Koefisien regresi X sebesar 0,309 mengindikasikan bahwa setiap terjadi

      2

      penambahan aspek sikap sebesar 1 unit, perilaku konsumen akan meningkat 0,309 unit (karena bertanda positif),dengan asumsi variabel lain ( dalam kasus ini X 1, X 3,

      X 4 ) dianggap konstan.

      Koefisien regresi X

      3 sebesar 0,155 mengindikasikan bahwa setiap

      penambahan pengaruh keunggulan prodi sebesar 1, perilaku konsumen akan meningkat 0,155 unit (karena bertanda positif), dengan asumsi variabel lain (

      Koefisien regresi X

      4 sebesar 0,137 mengindikasikan bahwa setiap terjadi

      peningkatan aspek keterjangkauan biaya sebesar 1 unit, aspek minat meningkat 0,137 (karena bertanda positif), dengan asumsi variabel lain ( dalam kasus ini X 1,

      X X ) dianggap konstan.

      2,

      3

    4. Pengujian signifikansi pengaruh individual( Parsial): dengan Uji t

      4.1 Aspek Perasaan Dari hasil analisis regresi diperoleh koefisien korelasi untuk variabel X

      1

      (aspek perasaan) sebesar 0,291, bertanda positif. Hasil uji signifikansi terhadap nilai koefisien ini dengan uji t diperoleh t hitung = 3,399, p = 0,001. Karena p < 0,05 berarti pengaruh variabel X (aspek perasaan) terhadapY (aspek minat masuk

    1 Universitas Sanata Dharma ) secara individual bersifat signifikan. Selain pengujian

      dengan melihat nilai p, pengujian signifikansi individual dapat juga dilakukan dengan membandingkan nilai t hitung terhadap nilai t tabel. Nilai t tabel untuk =

      α

      5% dan df = n – k – 1 = 100 – 4 – 1 = 95 adalah 1,985. Karena nilai t hitung untuk

      X

      

    1 (3,399) lebih besar dari t tabel (1,985) maka dapat dinyatakan bahwa pengaruh

      pengaruh variabel X (aspek perasaan) terhadap Y (aspek minat masuk

    1 Universitas Sanata Dharma) bersifat signifikan pada taraf nyata 5%, karena t

      hitung berada pada daerah Ho ditolak. Aspek perasaan signifikan dan berpengaruh positif terhadap minat masuk Universitas Sanata Dharma karena, responden beranggapan akan mendapatkan kesempatan kerja yang lebih besar, sesuai keinginan responden, serta menambah kemampuan jika melanjutkan pendidikan ke Universitas Sanata Dharma,

      4.2 Aspek Sikap Hasil uji signifikansi terhadap nilai koefisien korelasi untuk X

      2 (aspek sikap)

      menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,309, bertanda positif. Dari hasil pengolahan data dengan SPSS, diperoleh nilai t hitung sebesar 3,540, p = 0,001.

      Karena nilai p < 0,05 berarti variabel bebas X (aspek sikap) secara individual

      2

      memiliki pengaruh signifikan terhadap Y (aspek minat masuk Universitas Sanata Dharma). Nilai t hitung untuk X

      2 (aspek sikap) sebesar 3,540 ternyata lebih

      besar dari t tabel (1,985) yang mengindikasikan pengaruh signifikan variabel X

      2

      (aspek sikap) terhadap variabel Y (aspek minat masuk Universitas Sanata Dharma) pada taraf nyata 5%, karena t hitung berada pada daerah Ho ditolak.

      Aspek sikap berpengaruh signifikan dan positif terhadap minat masuk Universitas Sanata Dharma karena, responden akan mendapat peluang yang lebih besar, pengetahuan yang terus berkembang jika melanjutkan pendidikan ke Universitas Sanata Dharma, karena responden beranggapan bahwa pendidikan yang dimiliki sekarang masih terbatas.

      4.3 Aspek Keunggulan Prodi Koefisien korelasi untuk variabel X

      3 (keunggulan prodi) diperoleh sebesar

      0,155, bertanda positif. Hasil uji signifikansi terhadap nilai koefisien ini dengan uji t diperoleh t hitung = 2,232 dengan nilai p = 0,028. Karena nilai p > 0,05 maka secara individual variabel X (keunggulan prodi) memiliki pengaruh yang

      3 signifikan terhadap variabel Y (aspek minat masuk Universitas Sanata Dharma).

      Ini dipertegas oleh nilai t hitung (2,232) yang lebih besar dari nilai t tabel (1,985), terhadap Y (aspek minat masuk Universitas Sanata Dharma) pada taraf nyata 5%, karena t hitung berada pada daerah Ho ditolak. Aspek keunggulan prodi signifikan dan berpengaruh positif terhadap minat masuk Universitas Sanata Dharma karena, responden mendapatkan banyaknya pilihan fakultas, pilihan prodi, akreditasi yang baik prodi yang diunggulkan, serta berbasis kopentensi jika melanjutkan pendidikan ke Universitas Sanata Dharma.

      4.4 Aspek Biaya terjangkau Koefisien korelasi untuk variabel X

      4 (aspek biaya terjangkau) diperoleh

      sebesar 0,137, bertanda positif. Hasil uji signifikansi terhadap nilai koefisien ini dengan uji t diperoleh t hitung = 2,261, dengan nilai p sebesar 0,026. Karena nilai p < 0,05 maka dapat dinyatakan bahwa variabel X

      4 (aspek biaya terjangkau)

      secara individual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel Y (aspek minat masuk Universitas Sanata Dharma). Nilai t hitung untuk X

      4 (2,261) ternyata

      lebih besar dari t tabel (1,985) yang mengindikasikan pengaruh signifikan variabel X (biaya yang terjangkau) terhadap variabel Y (aspek minat masuk Universitas

    4 Sanata Dharma ) pada taraf nyata 5%, karena t hitung berada pada daerah Ho

      ditolak. Aspek biaya terjangkau signifikan dan berpengaruh positif terhadap minat masuk Universitas Sanata Dharma karena, responden dan orang tua yang harus membiayai mereka tidak merasa terbebani karena biaya pendidikan yang terjangkau, biaya per SKS yang terjangkau, bea siswa bagi mahasiswa yang berprestasi serta dispensasi bagi mahasiswa yang orang tuanya tidak mampu.

    5. Pengujian Signifikansi Pengaruh Simultan dengan Uji F

      Hasil pengujian pengaruh bersama-sama (simultan) keempat variabel X

      1 , X 2 ,

      X

      3 , dan X 4 dengan uji F menghasilkan nilai F hitung = 19,519 dengan nilai p =

      0,000. Karena nilai p < 0,05 maka keempat variabel bebas (aspek perasaan, sikap, keunggulan prodi dan biaya terjangkau) secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat Y (aspek minat masuk Universitas Sanata Dharma). Kesimpulan ini dipertegas oleh nilai F hitung (19,519) yang lebih besar dari nilai F tabel (2,467 untuk df1 = 95, df2 = 4, p = 0,05), yang mengindikasikan variabel bebas (aspek perasaan, sikap, keunggulan prodi dan biaya terjangkau) secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen ( minat masuk Universitas Sanata Dharma ). Aspek perasaan, aspek sikap, aspek keunggulan prodi, aspek biaya terjangkau berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat masuk Universitas Sanata Dharma karena, responden beranggapan akan mendapatkan kesempatan kerja yang lebih besar, sesuai keinginan responden, serta menambah kemampuan, mendapat peluang yang lebih besar, pengetahuan yang terus berkembang, mendapatkan banyaknya pilihan fakultas, pilihan prodi, akreditasi yang baik prodi yang diunggulkan, serta berbasis kopentensi, orang tua yang harus membiayai mereka tidak merasa terbebani karena biaya pendidikan yang terjangkau, biaya per SKS yang terjangkau, bea siswa bagi mahasiswa yang berprestasi serta dispensasi bagi mahasiswa yang orang tuanya tidak mampu jika melanjutkan pendidikan ke Universitas Sanata Dharma.

      Dari hasil analisis regresi berganda menunjukan bahwa koefisien

      2

      determinasi (R ) sebesar 0,451, yang berarti bahwa keempat variabel prediktor (aspek perasaan, sikap, keunggulan prodi, keterjangkauan biaya) mampu menjelaskan perubahan pada kriterium (aspek minat masuk Universitas Sanata Dharma), sebesar 45,1 %, sedangkan 54,9% sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti.

    BAB VI KESIMPULAN SARAN DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan Berdasarkan analisis dan pembahasan hasil analisis data penelitian tentang

      pengaruh variabel bebas (aspek perasaan, sikap, keunggulan prodi dan biaya yang terjangkau) siswa/i SLTA Xaverius Pahoman dan Fransiskus Raja Basa Bandar Lampung terhadap variabel terikat (aspek minat) masuk, Universitas Sanata Dharma dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:

      1. Hasil karakteristik responden dalam penelitian ditemukan bahwa: Berdasarkan jenis kelamin, responden lebih banyak wanita. Berdasarkan umur, responden seluruhnya berumur 19 tahun kebawah. Berdasarkan program studi, responden untuk kelas IPA lebih banyak.Berdasarkan nilai rapor rata-rata semester I, responden mayoritas rata-ratanya 7,50 – 8,00. Berdasarkan agama, responden mayoritas beragama Katolik. Berdasarkan tingkat pendidikan orang tua, mayoritas berpendidikan SLTP. Berdasarkan pekerjaan orang tua, mayoritas pedagang/wirausaha.

      Berdasarkan uang saku per bulan, mayoritas responden memiliki ua ng saku 300.000 kebawah. Berdasarkan kendaraan yang dimiliki, mayoritas responden memiliki mobil. Berdasarkan status rumah tinggal, mayoritas memiliki rumah sendiri. Berdasarkan lantai rumah, mayoritas keramik/porselin. Berdasarkan aliran listrik, mayoritas menggunakan

      2. Hasil penelitian menunjukan bahwa, dari hasil Uji t, terlihat bahwa variabel bebas (Aspek perasaan, Aspek sikap, Aspek keunggulan prodi, Aspek biaya terjangkau) secara individual mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel terikat ( Minat masuk Universitas Sanata Dharma

      3. Hasil penelitian menunjukan bahwa, dari hasil Uji F, terlihat bahwa variabel bebas (Aspek perasaan, Aspek sikap, Aspek keunggulan prodi, Aspek biaya terjangkau) secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan, pada taraf 5 % terhadap variabel terikat ( Minat masuk Universitas Sanata Dharma ), sebagaimana ditunjukkan oleh nilai F hitung (19,519) yang lebih besar dibanding dengan nilai F tabel (2,48 untuk df 1 = n – k – 1 = 100 – 4 – 1 = 95, df2 = 4 pada taraf signifikansi = 5%).

      α

      4. Dari hasil analisis regresi berganda menunjukan bahwa koefisien

      2

      determinasi (R ) sebesar 0,451, yang berarti bahwa keempat variabel prediktor (aspek perasaan, sikap, keunggulan prodi, keterjangkauan biaya) mampu menjelaskan perubahan pada kriterium (aspek minat masuk Universitas Sanata Dharma ) sebesar 45,1 %, sedangkan 54,9% sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti.

    B. Saran

      Dari hasil penelitian dapat disampaikan beberapa saran sebagai berikut:

      1. Karena keempat variabel bebas (aspek perasaan, sikap, keunggulan

      Fransiskus Bandar Lampung, baik secara individual atau bersama-sama (simultan), memiliki pengaruh signifikan terhadap aspek minat masuk Universitas Sanata Dharma, maka keempat variabel itu sangat penting untuk dipertimbangkan dalam strategi pemasaran dan promosi lembaga pendidikan ini agar bisa lebih kompetitif di masa yang akan datang.

      2. Dalam kaitan dengan aspek perasaan, Universitas Sanata Dharma dapat lebih mampu mengembangkan citra Perguruan Tinggi yang memiliki

      output (lulusan) yang terampil dan menguasai bidangnya sehingga dapat

      terserap di pasar tenaga kerja dan memenuhi harapan masyarakat. Citra yang baik suatu Perguruan Tinggi akan menumbuhkan rasa percaya pada siswa/i SLTA sehingga mereka berminat untuk masuk ke Universitas Sanata Dharma.

      3. Dari aspek sikap yang diteliti, para siswa/i umumnya mengharapkan masa depan yang cerah dan mendapatkan pekerjaan yang menjamin hari depan mereka. Mereka merasa perlu bekal ilmu dan keterampilan kerja untuk menyongsong hari depan mereka. Dalam kaitan dengan aspek ini, Universitas Sanata Dharma harus berani mempromosikan diri sebagai Lembaga Pendidikan yang mampu membekali para mahasiswa/i dengan ilmu dan keterampilan yang baik untuk bekal mereka mencari atau menciptakan lapangan kerja yang semakin kompetitif.

      4. Aspek berikutnya yang berpengaruh signifikan terhadap aspek minat adalah keunggulan prodi. Dalam kaitan dengan hal ini, Universitas

      Sanata Dharma perlu lebih mempertahankan dan meningkatkan program studi sudah ada.

      5. Aspek terakhir yang berpengaruh signifikan terhadap aspek minat masuk Universitas Sanata Dharma adalah aspek biaya yang terjangkau.

      Dalam situasi ekonomi yang baru bangkit dari keterpurukan sejak tertimpa krisis sejak peralihan pemerintahan tahun 1998, faktor keterjangkauan biaya menjadi aspek yang berpengaruh signifikan. Universitas Sanata Dharma sebaiknya lebih transparan kepada publik bahwa uang yang disumbangkan oleh mahasiswa/i kepada lembaga pendidikan ini sebagian besar digunakan untuk keperluan pengembangan pendidikan seperti pembangunan fasilitas fisik gedung, pembelian lahan, pengadaan lab komputer, ruang-ruang kuliah ber-AC, sehingga publik tidak mendapatkan kesan “mahal”.

      6. Selain keempat faktor di atas, tentu masih ada faktor-faktor lain yang berpengaruh signifikan terhadap minat masuk ke Universitas Sanata Dharma, seperti strategi pemasaran, promosi yang di luar lingkup penelitian ini. Faktor- faktor ini bisa menjadi objek penelitian lain sehingga dapat digali lebih banyak faktor yang dapat dipertimbangkan dalam menyusun strategi promosi, pemasaran, penentuan harga, dsb., sehingga Universitas Sanata Dharma mampu menjadi Lembaga Perguruan Tinggi yang mampu menjawab tantangan masa depan dengan menyiapkan putera-puterinya menjadi insan yang tangguh, berketarampilan dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam situasi dunia pendidikan yang agak lesu belakangan ini.

    C. Keterbatasan

      Dari penulisan skripsi dan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, Penulis banyak mendapatkan kesulitan dan kendala dalam penyusunan skripsi ini,

      Keterbatasan yang penulis alammi antara lain : 1.

      Tempat penelitian yang dilakukan oleh penulis jauh jaraknya, sehingga membutuhkan waktu dan biaya yang cukup lama dan mahal.

      2. Sampel yang diambil sangat banyak, sehingga penulis membatasi 100 sampel khusus untuk siswa/siswi kelas III, dengan dua kelas yang paling diunggulkan.

      

    DAFTAR PUSTAKA

    Amirullah., (2002). Riset Bisnis, Jakarta : Widayat Graha Ilmu.

      Biro Pengembangan Sosial Budaya. (1990). Jakarta : BPS. Ghozali, Imam., (2001). Aplikasi Analisis Multivariate dangan Program SPSS.

      Semarang : BP Universitas Diponegoro. Gujarati, D., (1995). Basic Econometrics, New York : McGraw-Hill, Inc. Hopkins., (1985).Body Blow,Harpe and Row Publ. New York : McGraw-Hill Inc. Hull, Clark., (1940). Consumer Behavior. New York : McGraw-Hill, Inc. Hamalik, Oemar., (1975). Proses Belajar, Jakarta : CV. Rajawali. Hasan, Iqbal., (2002). Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta : Ghalia Indonesia.

      Hadi, Sutrisno, Seno Pradiyanto., (1991). Analisis Butir Untuk Instrument Angket, Tes dan Skala Nilai Dengan Basica. Yo gyakarta : Andi Offset. Hadi, Sutrisno., (2001). Statistik Jilid kedua Cetakan kedelapa belas.Yogyakarta : Andi Offset. Idris, Zahara., (1981). Dasar-dasar Kependidikan. Jakarta : Angkasa Raya. Johnson, DD. (1986). A. Christian’s Guide to Mental Wellness, Liguori Publ.

      New York : McGraw-Hill, Inc. Kotler., (1997). Prinsip- prinsip Pemasaran. Jakarta : Erlangga. Keeves., (1972). Designing Soscial Reseach. Cambrigdge : Polity Press. Koeswara, S., (1989). Motivasi Teori dan Penelitiannya. Jakarta : CV. Rajawali. Koentjaraningrat., (1983). Metodologi Penelitian Masyarakat Lembaga Ilmu Pengetahuan. Jakarta : CV. Rajawali.

      Mulyanto, Sumaadi., (1982). Kemiskinan dan kebutuhan Pokok. Jakarta : CV.

      Rajawali. Miffen, F.J dan Miffen, S.C., (1986). Psikologi Komunikasi Dan Pendidikan.

      Bandung : Remaja Karya Offset. Mapiare, Andi., (1982). Psikologi Remaja, usaha nasional. Surabaya : Gunung Kelud.

      Nasution,S., (1990). Sosiologi Pendidikan. Bandung : Jammars. Nazir, Moh., (1990). Metode Penelitian, Jakarta : Ghalia Indonesia. Roestiyah, N.K., (1982). Strategi Belajar Mengajar : Salah Satu Unsur Pelaksanaan Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.

      Riduwan dan Akdon., (2006). Rumus dan Data dalam Aplikasi statistika.

      Bandung : Alfa Beta. Sugiyono., (1999). Statistika Non Parametris Untuk Penelitian. Bandung : Alfa Beta.

      Supramono, Jony Oktavian Haryanto., (2005). Desain Proposal Penelitian Studi Pemasaran. Yogyakarta : Andi Offset. Spillane, James, S.J., (2004). Metodologi Penelitian Bisnis, Pusat Pengembangan dan Penelitian Pariwisata Yogyakarta : USD. Soerjono, Soekanto., (1990). Sosiologi Keluarga. Jakarta : Reineka Cipta. Soerjono, Soekanto., (1990). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : CV. Rajawali. Soemarto, Westy., (1984). Pendidikan Wiraswasta Sekuncup Ide Operasional.

      Malang : Bina Aksara. Sadirman , A.M., (1986). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : CV.Rajawali.

      Santoso, Singgih., (2001). Mengolah Data Statistik Secara Profesional, SPSS Versi 10. Jakarta : PT Elex Media Komputindo. Singarimbun, Masri dan Sofian Efendi., (1995). Metode Penelitian Survai. Jakarta : LP3ES. Supardi., (2005). Methodology Research, Jilid III. Yogyakarta : Andi Offset. Sitinjak, T., (2000). Statistika Dalam Penerapan Ekonomi. Yogyakarta : Andi

      TAP. MPR RI No.IV Th (1973). GBHN. Jakarta : Deppen RI. Umar, Husein., (2003). Metode Riset Prilaku Konsumen Jasa, Jakarta : PT.Gramedia Pustaka Utama.

      Umar, Husein., (1998). Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta : PT.Gramedia Pustaka Utama. Utari, Diah., (1999). Metodologi Penelitian, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Winkel, WS., (1983). Psikologis Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta : Gramedia. Winkel, WS., (1987). Psikologi Pendidikan, Jakarta : Grasindo. Dengan Hormat, Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

      Nama : Sandy Meigawan NIM : 002214123 Jur/Prodi : Fakultas Ekonomi Manajemen Universitas Sanata Dharma.

      Meminta bantuan kepada Saudara/i untuk meluangkan sedikit waktu untuk membantu menjawab beberapa pertanyaan yang saya ajukan. Pertanyaan- pertanyaan dibawah ini berkaitan dengan Karakteristik yang mempengaruhi pemilihan keputusan dan minat masuk ke Universitas Sanata Dharma, Untuk itu atas kesedian Saudara/i untuk mengisi daftar pertanyaan ya ng kami berikan saya ucapkan terima kasih.

      Berikan tanda (v ) pada kotak disetiap jawaban yang sesuai dengan data pribadi Anda:

      Karakteristik

      Data pribadi responden :

      1. Jenis Kelamin Pria Wanita

      2. Umur 0 – 19 Tahun 20 – 35 Tahun

      3. Jurusan Program Studi

      III IPA III IPS

      4. Agama Islam Katolik Kristen Hindu

      Budha

      5. Pendidikan Orang Tua SD SLTA SLTA Diploma Sarjana

      6. Pekerjaan Orang Tua Buruh/Tidak bekerja Petani Pedagang/wirausaha Pegawai Swasta PNS Non Guru Guru

      Rp. 600.001 – Rp. 900.000 Rp. 900.001 – Rp. 1.200.000 Lebih dari Rp. 1.200.000

      9. Kendaraan yang dimiliki Motor Mobil

      10. Status rumah tinggal Numpang Rumah sewa Rumah dinas Rumah sendiri

      11. Lantai rumah Tanah Tegel Semen Keramik/porselin

      12. Aliran Listrik 250 Watt 251-500 Watt 501-1000 Watt Lebih dari 1000 Watt

      Pada bagian kedua kuesioner ini, Anda dipersilahkan mengisi jawaban dari pertanyaan yang tersedia dengan menggunakan skala nilai yang tercantum dibawah ini. Pertanyaan untuk Aspek perasaan, Aspek sikap, Program studi yang diunggulkan dan Biaya yang terjangkau. Sebagai alat ukur keinginan untuk masuk Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Bobot / Skor Penilaian

      1---------------2---------------3----------------4---------------5 Sangat Tidak Tidak Netral Setuju Sangat Setuju Setuju Setuju

      Aspek Perasaan

      1

      2

      3

      4

      5

      1. Saya merasa senang kuliah di perguruan tinggi karena akan mendapatkan kesempatan kerja yang lebih

      2. Saya merasa senang apabila diajak teman-teman

      3. Kuliah di perguruan tinggi sesuai dengan keinginan saya?

      4. Kemampuan saya sangat mendukung untuk melanjutkan studi keperguruan tinggi?

      Aspek Sikap

      1

      2

      3

      4

      5

      1. Lulusan perguruan tinggi banyak yang menganggur sehingga saya tidak tertarik untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi?

      2. Lulusan dari perguruan tinggi mempunyai peluang yang lebih besar untuk memperoleh kedudukan yang lebih baik di lapangan kerja sehingga saya terdorong untuk melanjutkan ?

      3. Dunia kerja saat ini membutuhkan pengetahuan yang tinggi tetapi cukup menguasai suatu keterampilan sehingga saya tidak terdorong untuk meneruskan studi ke perguruan tinggi?

      4. Ilmu yang saya miliki saat ini sangat sedikit sehingga saya merasa perlu untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi?

      Aspek Keunggulan Program studi

      1

      2

      3

      4

      5

      1. Apakah saudara setuju untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang menawarkan banyak pilihan fakultas ?

      2. Apakah saudara setuju untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang menawarkan banyak pilihan program studi yang dapat dipilih?

      3. Apakah saudara setuju untuk melanjutkan

      4. Apakah saudara setuju untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang memiliki program studi yang banyak diminati dan di unggulkan diYogyakarta (Fak. FKIP Jur PBI, Fak. Farmasi, Fak.Ekonomi, Fak. Psikologi,dll)?

      5. Apakah saudara setuju untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang memiliki Basis Kompetensi di setiap program studi?

      Aspek Biaya yang Terjangkau

      1

      2

      3

      4

      5

      1. Apakah saudara setuju untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang menawarkan biaya masuk yang relatif terjangkau?

      2. Apakah saudara setuju untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang biaya per- SKS relatif terjangkau?

      3. Apakah saudara setuju untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang mena warkan beasiswa bagi mahasiswa/i yang kurang mampu dalam hal keuangan keluarganya?

      4. Apakah saudara setuju untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang menawarkan beasiswa bagi masiswa/i yang berprestasi?

      5. Apakah saudara setuju untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang memiliki dispensasi terhadap pembayaran uang kuliah dasar dan SKS bagi mahasiswa/i yang keluarganya memiliki kesulitan dalam hal pelunasan pembayaran?

      Aspek Minat

      1

      2

      3

      4

      5

      1. Apabila orang tua menganjurkan agar anda melanjutkan studi keperguruan tinggi setelah tamat SLTA nanti,menurut anda?

      2. Saya akan merasa puas bila dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi sesuai dengan keinginan dan kemampuan?

      3. Sesuai cita-cita anda setelah lulus dari SLTA anda tertarik melanjutkan studi keperguruan tinggi ?

      4. Jika guru membicarakan masalah perguruan tinggi saya kurang memperhatikan?

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Analisis pengaruh atribut produk handphone nokia dan bauran promosi terhadap minat beli: studi kasus pada mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang menggunakan handphone nokia
0
7
152
Analisis pengaruh lokasi dan pelayanan Pegadaian Syariah terhadap minat nasabah: studi kasus Pegadaian Syariah Cab. Depok
7
67
119
Analisis korespondensi hubungan antara kondisi sekolah, tenaga pengajar, dan sarana belajar terhadap prestasi sekolah : studi kasus SMA dan SMK Jakarta Selatan 2010
1
27
83
Analisis balance scorecard dalam pengukuran kinerja perusahaan : studi kasus pada pt ba bangunan
4
16
187
Persepsi siswa tentang kondisi kelas dan hubungannya dengan minat belajar siswa : studi kasus di MTsN 8 Jakarta
10
105
61
Pemahaman agama dan moralitas remaja pada siswa-siswi SMA Muhammadiyah 3 : studi kasus SMA Muhammadiyah 3 Jl.Limau I,II,III Jakarta Selatan
0
5
86
Analisis pengembangan produk Takaful Mikro Sakinah : studi kasus pada Takmin Working Group, Bogor
0
6
80
Pengaruh marketing MIX dan kemampuan finansial terhadap minat infestasi Reksadana Syariah : studi pada UIN Jakata dan Tazkia Bogor
3
22
117
pengembangan minat baca pemustaka: studi kasus pada perpustakaan daerah kota Tangerang Selatan
1
7
139
THE INFLUENCE OF EDUCATION LEVEL DIVORCE (Studies in Community District Raja Basa Bandar Lampung Year 2009)
0
8
2
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PERCERAIAN (Studi Pada Masyarakat Kecamatan Raja Basa Kota Bandar Lampung Tahun 2009)
0
12
1
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN DIKAITKAN DENGAN KINERJA PEMERINTAH DAERAH (Studi Kasus pada Pemerintah Daerah Kota Bandar Lampung) Hassan Basrie, Universitas Bandar Lampung Yashinta Arly, Universitas Bandar Lampung Riswan, Universitas Bandar Lampung Abstract -
0
0
16
SISTEM PENGHIMPUNAN DAN PENYALURAN DANA MASYARAKAT PADA BRI UNIT MANDA (Studi Kasus pada Kota Tegineneng Lampung Selatan) Gatot Hidayat, Universitas Bandar Lampung Shinta Deswati, Universitas Bandar Lampung Goenawan, Universitas Bandar Lampung Abstract -
0
0
16
Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Analisis dan Implementasi Proxy Server sebagai Manajemen Bandwidth pada Wireless LAN: studi kasus PT. PLN (Persero) Area Yogyakarta
0
1
23
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan peternak ayam broiler kemitraan PT unggas cemerlang dan mandiri ( studi kasus : Kabupaten Bangka Tengah) - Repository Universitas Bangka Belitung
0
0
32
Show more