Persepsi konsumen terhadap atribut restoran di restoran siap saji Happy Bee : studi kasus konsumen Happy Bee Galeria Mall Yogyakarta - USD Repository

157 

Full text

(1)

i

PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT RESTORAN

DI RESTORAN SIAP SAJI HAPPY BEE.

Studi Kasus Konsumen Happy Bee Galleria Mall Yogyakarta

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen

Universitas Sanata Dharma

Oleh : Dian Christanti NIM : 082214072

PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

(2)
(3)
(4)

iv

Motto dan Persembahan

Motto

Casting the whole of your care [all your anxieties, all your worries, all your concerns, once and for all] on Him, for He cares for you affectionately and

cares about you watchfully. 1 Petrus 5 : 7

Gagal adalah hal yang biasa, tetapi kegagalan yang sesungguhnya adalah saat kita menyerah dan berhenti untuk mencoba

Bersyukur adalah cara terbaik agar merasa cukup, bahkan disaat

kekurangan. Jangan berharap lebih lebih sebelum kita berusaha lebih”

Kupersembahkan skripsi ini untuk:

 Yesus Kristus sumber kuatku yang selalu menyertai ku,

 Papa dan Mama tercinta,

 Adikku “Yohana Arista Dewi”

 Para sahabat-sahabatku

(5)

viii

HALAMAN JUDUL ……….. i

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... ... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ... v

HALAMAN KATA PENGANTAR ... vi

HALAMAN DAFTAR ISI ……….. viii

HALAMAN DAFTAR TABEL ……….. xii

HALAMAN DAFTAR GAMBAR ………. xiii

HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ………. xiv

HALAMAN ABSTRAK ……… xv

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ……….. 1

B. Rumusan Masalah ………... 3

C. Batasan Masalah ……… 3

D. Tujuan Penelitian ……… 3

E. Manfaat Penelitian ……… 4

BAB II. KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori ………..…… 5

1. Persepsi Konsumen………... ………. 5

(6)

ix

4. Atribut Restoran …….……….………. 10

a. Kualitas makanan ……… 10

b. Kualitas pelayanan ……….. 11

c. Harga makanan/minuman………. 11

d. Suasana restoran ……….. 12

B. Penelitian Terdahulu ………...……….……… 15

C. Kerangka Konseptual ……...……….…………... 16

D. Hipotesis ……….………….. 17

BAB III. METODE DAN TEHNIK PENELITIAN A. Jenis Penelitian ……….. 18

B. Subjek dan Objek Penelitian……… 18

C. Waktu dan Lokasi Penelitian………... 19

D. Variabel Penelitian……….. 19

E. Difinisi Operasional ……… 20

F. Populasi dan Sampel……… 23

G. Teknik Pengambilan Sampel ……… 25

H. Sumber Data……….. 25

I. Tehnik Pengumpulan Data ……….. 25

J. Teknnik Pengujian Instrumen……… 25

1. Uji Validitas ……….. 26

2. Uji Reabilitas ……….……… 27

K. Teknik Analisis Data ………..……….………. 28

(7)

x

3. Uji Hipotesis ……….………… 30

BAB IV. GAMBARAN UMUM SUBYEK PENELITIAN A. Sejarah Perusahaan ……….. 35

B. Visi dan Misi Perusahaan ………... 40

C. KEUNGGULAN dan KEISTIMEWAAN (Power of Brand Points)………….. 40

D. Susunan organisasi ………... 46

BAB V. ANALISIS DATA A. Pengujian Instrumen ……… 50

1. Uji Validitas ……….. 50

2. Uji Reliabilitas ……….. 51

B. Hasil Penelitian ……… 52

1. Analisis diskriptif Karakteristik Responden ……… 52

a. Jenis Kelamin ………. 52

b. Usia ……….……… 53

c. Status ……….. 53

d. Pendapatan perbulan ……….. 53

2. Deskripsi Variabel Penelitian ……….. 54

a. Persepsi konsumen terhadap Harga Kualitas Makanan ………… 54

b. Persepsi konsumen terhadap Harga Kualitas pelayanan ……….. 55

c. Persepsi konsumen terhadap Harga Harga makanan/minuman ... 55

d. Persepsi konsumen terhadap Harga Suasana Restoran …………. 56

(8)

xi

berdasarkan jenis kelamin ………. 56

b. Uji perbedaan persepsi konsumen terhadap atribut restoran berdasarkan usia ……… 59

c. Uji perbedaan persepsi konsumen terhadap atribut restoran berdasarkan status ………. 60

d. Uji perbedaan persepsi konsumen terhadap atribut restoran berdasarkan besar pendapatan perbulan ……….. 61

C. Pembahasan ………..……….. 62

BAB VI. SIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ……….… 65

B. Saran ……… 65

C. Keterbatasan Penelitian ……….. 66

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel Judul Halaman

V.1 Rangkuman tes Validitas ……….. ……… 50

V.2 Rangkuman tes realibilitas … ……… 51

V.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis kelamin …… 52

V.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ……… 52

V.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan Status 53 V.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan perbulan 53 V.7 Deskripsi Variabel kualitas makanan ... 54

V.8 Deskripsi Variabel kualitas pelayanan ... .... 55

V.9 Deskripsi Variabel harga makanan/minuman ... ... 55

V.10 Deskripsi Variabel Suasana Restoran ... .... 56

V.11 Uji Normalitas persepsi konsumen terhadap atribut restoran berdasarkan jenis kelamin ………. 58

V.12 Uji Normalitas persepsi konsumen terhadap atribut restoran berdasarkan Usia ...……….. 60

V.13 perbedaan persepsi konsumen terhadap atribut restoran siap saji Happy Bee dilihat dari karakteristik usia ……….. 61

V.14 Uji Normalitas Uji perbedaan persepsi konsumen terhadap atribut restoran berdasarkan Status ……….. 62

V.15 perbedaan persepsi konsumen terhadap atribut restoran siap saji Happy Bee dilihat dari karakteristik Status ……… 63

(10)

atribut restoran berdasarkan besar pendapatan perbulan …….. 63

V.17 perbedaan persepsi konsumen terhadap atribut restoran siap saji Happy Bee dilihat dari karakteristik besar pendapatan perbulan ………... 64

V .18 Tabel uji F ……… 137

V .19 Tabel Uji T ………... 138

(11)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Judul Halaman

(12)

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran Judul Halaman

Lampiran 1 Kuesioner Penelitian ………. 77 Lampiran 2 Data karakteristik responden ……… 82 Lampiran 3 Data variabel responden ……… 86 Lampiran 4 Frequencies variabel dan karakteristik …….. 93 Lampiran 5 Validitas dan reliabilitas ……… 97

Lampiran 6 Uji normalitas ……… 105

(13)

v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS

Yang bertanda tangan dibawah ini saa menyatakan bahwa skripsi dengan judul:

PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT RESTORAN DI

RESTORAN SIAP SAJI HAPPY BEE

Studi Kasus Konsumen Restoran Happy Bee, Yogyakarta

Dan diajukan untuk di uji pada tanggal 22 Agustus 2014 adalah hasil karya saya

Dengan ini, saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain yang saya akui seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri, dan atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, saa tiru, atau saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan (disebutkan dalam refrensi) pada penulis aslinya.

Bila dikemudian hari terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan tersebut maka saya bersedia menerima sanksi yaitu skripsi ini digugurkan, ijasah dikembalikan kepada Pimpinan Universitas Sanata Dharma dan gelar akademik yang saya peroleh (S.E.) dibatalkan serta bila diperlukan bersedia diproses sesuai dengan aturan Perundang-Undangan yang berlaku (UU No.20 Tahun 2003, pasal 25 dan pasal 70)

Yogyakarta, 29 Agustus2014 Yang membuat pernyataan

(14)
(15)

vii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih saying dan karunia yang telah dilimpahkan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT RESTORAN

DI RESTORAN SIAP SAJI HAPPY BEE.

Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

Penulisan skripsi ini tidak akan terlaksana dan terselesaikan dengan baik tanpa bantuan, dukungan serta kerjasama dari berbagai pihak, oleh karena itu dari hati yang terdalam penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Tuhan Yesus Kristus atas kemurahan-Mu memberikan kasih dan petunjuk-petunjuk hingga skripsi ini terselesaikan seturut kehendak-Mu. 2. Bapak Dr. Herry Maridjo M.Si., selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Sanata Dharma.

3. Bapak Dr. Lukas Purwoto, S.E., M.Si., selaku Ketua Program Studi Manajemen Universitas Sanata Dharma.

4. Bapak Drs. Hendra Poerwanto G,.M.Si., selaku dosen pembimbing I, yang dengan bijaksana memberikan bimbingan dan saran selama penyusunan hingga terselesaikannya skripsi ini.

5. Bapak Albertus Yudi Yuniarto S.E, M.B.A, selaku dosen pembimbing II, yang mengarahkan dan membimbing penulis sehingga skripsi ini menjadi lebih sempurna.

6. segenap dosen dan karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

7. kedua orang tua penulis yang selalu memberikan dukungan doa, kasih sayang, nasehat, dan memberikan penghidupan yang layak bagi penulis. 8. Saudara-saudaraku yang memberikan masukan-masukan yang berguna

bagi terwujudnya pembuatan skripsi ini.

9. Sahabat-sahabatku di Fakultas Ekonomi Universitas sanata Dharma yang telah memberikan semangat dan dorongan dalam pembuatan skripsi ini. 10.Hanes, Wesya Kresnata, mas yuyun, mas danik, ira, andreaz, dimas,

rinda, nio, yossa, ria, bu mia, cik henny, fani, rayi, tika, mas tarra, mba anne, kak esaf, yang telah mendukung dalam memberikan semangat, doa, serta terima kasih atas bantuannya dalam menyelesaikan skripsi ini. 11.semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, terima kasih atas

(16)

viii

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang disebabkan oleh kelalaian dan keterbatasan waktu, tenaga juga kemampuan dalam penyusunan skripsi ini. Oleh karena itu penulis mohon maaf apabila terdapat banyak kekurangan dan kesalahan. Harapan penulis semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Yogyakarta, 29 Agustus 2014

Penulis

(17)

xv

ABSTRAK

Persepsi Konsumen Terhadap Atribut Restoran di Restoran Siap Saji Happy Bee

Dian Christanti Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta, 2014

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti Persepsi Konsumen Terhadap Atribut Restoran di Restoran Siap Saji Happy Bee dan untuk mengetahui perbedaan persepsi konsumen terhadap atribut restoran di restoran siap saji Happy Bee berdasarkan jenis kelamin, usia, status, dan pendapatan perbulan. Populasi dalam penelitian ini adalah sebagian dari keseluruhan masyarakat yang datang ke restoran untuk melakukan pembelian di restoran siap saji Happy Bee di Kota Yogyakarta. Sampel dalam penelitian ini ditentukan sebanyak 100 konsumen dengan menggunakan rumus Paul Leddy.; dan pengambilannya dengan teknik convenience sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket kepada konsumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah validitas, realibilitas, normalitas, independent t test dan one way ANOVA. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa: 1) persepsi konsumen terhadap atribut restoran (kualitas makanan, kualitas pelayanan, harga makanan minuman, dan suasana restoran) masuk dalam kategori ”Baik”, 2) tidak terdapat perbedaan persepsi konsumen terhadap atribut restoran siap saji Happy Bee dilihat dari karakteristik usia, jenis kelamin, status dan pendapatan per bulan.

(18)

xvi

ABSTRACT

CONSUMER PERCEPTIONS AGAINST THE ATTRIBUTE OF A RESTAURANT IN A RESTAURANT FAST HAPPY BEE

Dian Christanti Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta, 2014

This research aims to examine consumers ' perceptions towards attributes of a restaurant in a restaurant fast happy bee and of knowing the difference of consumer perceptions towards attributes fast restaurant restaurant happy bee based on gender, age, status, and monthly income. The population in this research is part of the overall community who came to the restaurant to make a purchase at a fast-food restaurant restaurant happy bee in the city of yogyakarta. the sample in this research are determined as much as 100 consumer using the formula paul leddy.; and they were taken with the technique of convenience sampling. Data collection techniques by using question form to consumers. Data analysis technique used is the validity, reliability, normality, independent t test and one-way anova. 1) Consumer perceptions towards attributes restaurant (food quality, service quality, the price of food and drinks, the atmosphere of the restaurant) entered in “ good “ category, 2) There was no difference in the perception of consumers of ready-made restaurant attributes happy bee seen from the characteristics of the age, gender, status and income per month

(19)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Trend yang ada menunjukkan bahwa eksistensi restoran sudah tidak dipahami hanya sebagai tempat untuk memenuhi hajat makan dan minum saja, melainkan lebih dari itu sudah berkembang menjadi tempat untuk melakukan meeting bisnis maupun sebagai tempat nongkrong. Pertumbuhan yang sangat pesat dalam bisnis restoran menyebabkan para pelaku bisnis restoran menjadi sadar dengan adanya persaingan. Hal tersebut setidaknya memaksa para pebisnis restoran harus mempertahankan keunggulan bersaing usahanya. Keunggulan bersaing diraih dengan memberikan penawaran yang lebih memuaskan bagi konsumennya dibandingkan dengan apa yang ditawarkan oleh para pesaingnya.

Hal ini menciptakan kebutuhan pengembangan dan pengelolaan restoran yang lebih dari sekedar sebagai tempat makan dan minum saja. Restoran tidak cukup hanya mengandalkan menu makanan yang ditawarkan dan menampilkan megahnya suasana restoran, akan tetapi juga harus menyediakan pelayanan yang memuaskan. Restoran-restoran yang tidak bisa memenuhi harapan konsumen maka cepat atau lambat akan ditinggalkan.

(20)

inderanya menjadi suatu makna. Persepsi pelanggan terhadap produk atau jasa berpengaruh terhadap tingkat kepentingan pelanggan, kepuasan pelanggan serta nilai. Proses persepsi terhadap suatu jasa tidak mengharuskan pelanggan tersebut menggunakan jasa tersebut terlebih dulu. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap persepsi pelanggan atas suatu jasa adalah harga, citra, tahap pelayanan dan situasi pelayanan (Rangkuti, 2006: 33).

Beberapa penelitian mengenai atribut restoran mengemukakan bahwa tingginya tingkat kegagalan pada industri jasa makanan mendorong pihak manajemen restoran untuk mengungkap atribut apa saja yang dipertimbangkan pelanggan untuk kembali ke restoran dan membawa kesuksesan finansial bagi perusahaan. Dalam penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Soriano,2002) pada berbagai restoran yang ada di Spanyol, ditemukan bahwa keputusan untuk melakukan kunjungan ulang di restoran yang sama dipengaruhi oleh faktor-faktor ekspektasi pelanggan terhadap atribut restoran yang meliputi kualitas makanan, kualitas pelayanan, harga makanan, dan suasana restoran.

Perbedaan penelitian ini ada pada adanya kepentingan untuk membandingkan sejauh mana relevansi hasil temuan jika diterapkan pada restoran siap saji Happy Bee. Pemilihan restoran siap saji Happy Bee didasarkan pada adanya karakteristik unik yang dimiliki oleh restoran ini.

Berdasarkan dari latar belakang tersebut, maka dalam penelitian ini

penulis mengambil judul “Persepsi Konsumen Terhadap Atribut Restoran

(21)

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana persepsi konsumen terhadap setiap atribut restoran di restoran siap saji Happy Bee?

2. Apakah terdapat perbedaan persepsi konsumen terhadap atribut restoran di restoran siap saji Happy Bee berdasarkan jenis kelamin, usia, status, dan pendapatan perbulan?

C. Batasan Masalah

1. Penelitian ini difokuskan pada kajian tentang restoran siap saji Happy Bee yang ada di Galeria Mall Yogyakarta.

2. Kajian persepsi konsumen terhadap atribut restoran dibatasi pada analisis dari perspektif aspek kualitas makanan, kualitas pelayanan, harga dan suasana.

D. Tujuan Penelitian

1. Mengetahui bagaimana persepsi konsumen terhadap atribut restoran di restoran siap saji Happy Bee.

2. Mengidentifikasi apakah terdapat perbedaan persepsi konsumen terhadap atribut restoran di restoran siap saji Happy Bee berdasarkan jenis kelamin, usia, status dan pendapatan per bulan konsumen.

E. Manfaat Penelitian

(22)

Manajemen dapat menggunakan hasil penelitian sebagai salah satu referensi bagi evaluasi atas kinerja demi meningkatkan penjualan atas dasar persepsi konsumen di restoran Happy Bee.

2. Bagi akademik

(23)

5

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

1. Persepsi Konsumen

Menurut Philip Kotler ( 2005:216 ) persepsi adalah :”proses yang

digunakan oleh individu untuk memilih, mengorganisasi, dan

menginterprestasi masukan informasi guna menciptakan gambaran dunia

yang memiliki arti”. Meskipun demikian, makna dari proses persepsi tersebut juga dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu individu yang bersangkutan.

Persepsi pelanggan terhadap produk atau jasa berpengaruh terhadap: a. Tingkat kepentingan pelanggan

b. Kepuasan pelanggan c. Nilai.

Proses persepsi terhadap suatu jasa tidak mengharuskan pelanggan tersebut menggunakan jasa tersebut terlebih dulu. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap persepsi pelanggan atas suatu jasa adalah (Rangkuti, 2006: 33):

a. Harga

(24)

menimbulkan persepsi produk tersebut berkualitas. Harga yang terlalu tinggi menimbulkan persepsi penjual tidak percaya kepada pembeli.

b. Citra

Citra yang buruk menimbulkan persepsi produk tidak berkualitas, sehingga pelanggan mudah marah untuk kesalahan kecil sekalipun. Citra yang baik menimbulkan persepsi produk berkualitas, sehingga pelanggan memaafkan suatu kesalahan, meskipun tidak untuk kesalahan selanjutnya.

c. Tahap pelayanan

Kepuasan pelanggan ditentukan oleh berbagai jenis pelayanan yang didapatkan oleh pelanggan selama ia menggunakan beberapa tahapan pelayanan tersebut. Ketidakpuasan yang diperoleh pada tahap awal pelayanan menimbulkan persepsi berupa kualitas pelayanan yang buruk untuk tahap pelayanan selanjutnya, sehingga pelanggan merasa tidak puas dengan pelayanan secara keseluruhan. d. Momen pelayanan (situasi pelayanan)

(25)

2. Stimuli Pemasaran dan Persepsi Konsumen

Kesuksesan pemasaran produk bergantung pada apakah pengembangan produk dan stimuli pemasaran menurut persepsi konsumen relevan dengan kebutuhan mereka. Dalam hal ini, stimuli bisa didefinisikan sebagai semua bentuk komunikasi fisik, visual ataupun verbal yang dapat mempengaruhi respons individu. Dua jenis stimuli utama yang bisa mempengaruhi perilaku konsumen adalah stimuli pemasaran dan lingkungan.

Stimuli pemasaran adalah semua bentuk komunikasi atau stimuli fisik yang dimaksud untuk mempengaruhi konsumen. Produk dan unsur-unsurnya, yaitu kemasan, isi, ciri-ciri fisik produk merupakan stimuli primer (intrinsik). Komunikasi yang dirancang untuk mempengaruhi perilaku konsumen disebut stimuli sekunder (ekstrinsik) baik dalam bentuk kata-kata, gambar, dan pencitraan atau dalam bentuk stimuli lain yang berkaitan dengan produk, misalnya harga, display toko, dan efek wiraniaga (Sulaksana, 2003: 46).

(26)

Stimuli manakah yang akan dipersepsi konsumen dan bagaimana mereka menafsirkannya bergantung pada dua factor karakteristik stimuli dan kemampuan konsumen mempersepsi stimulus tersebut. Dua faktor ini berinteraksi dalam menentukan persepsi konsumen. Misalnya, produsen merek deodoran tertentu mengganti sedikit bahan bakunya agar dapat

memberikan aroma “lebih bersih” pada produknya (sebuah karakteristik

stimulus). Apabila konsumen tidak bisa membedakan aroma lama dengan yang baru (karakteristik konsumen), maka perubahan stimulus tidak akan efektif.

Beberapa ciri-ciri stimuli pemasaran bisa mempengaruhi cara konsumen mempersepsikan produk. Ciri-ciri ini dapat dikategorikan menjadi unsur indrawi dan unsur structural (Sulaksana, 2003: 47).

a. Unsur Indrawi

Unsur indrawi terdiri dari warna, bau, rasa, bunyi dan raba. b. Unsur Struktural

Sejumlah temuan telah diterbitkan dalam beberapa penelitian tentang elemen struktural yang kemudian banyak diterapkan dalam iklan cetak. Misalnya:

1) Makin besar ukuran iklan, makin besar kemungkinannya diperhatikan.

(27)

3) Kontras – misalnya, gambar produk dengan latar belakang putih – cenderung lebih menarik perhatian.

4) Kebaruan juga mampu menarik perhatian.

3. Karakteristik Konsumen yang Mempengaruhi Persepsi

Dua karakteristik penting yang turut menentukan persepsi konsumen pada stimuli adalah kemampuan membedakan stimuli dan kemampuan menggeneralisasi dari satu stimulus kepada lainnya. Satu pertanyaan dasar menyangkut dampak stimuli pemasaran pada persepsi adalah apakah konsumen mampu membeda-bedakan berbagai stimuli yang berbeda. Apakah konsumen sanggup mempersepsikan perbedaan rasa, harga, perabaan dan bentuk kemasan di antara berbagai merek?

(28)

4. Atribut Restoran

Restoran merupakan suatu tempat atau bangunan yang diorganisasi secara komersial, yang menyelenggarakan pelayanan dengan baik kepada semua tamunya baik berupa makan atau minum (Marsum, 1999: 7). Di dalam bisnis restoran ini terjadi semacam barter antara pembeli dengan penjual, dalam hal ini antara produk jasa dengan uang. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Soriano, 2002) berhasil mengidentifikasi beberapa atribut penting dari suatu restoran, meliputi kualitas makanan, kualitas pelayanan, harga serta suasana.

a. Kualitas Makanan

Alasan pelanggan untuk kembali datang ke restoran dari beberapa penelitian yang telah dilakukan, kualitas makanan dan kesegaran dari bahan atau bumbu merupakan faktor terpenting (Brumback, 1998; dalam Soriano, 2002). Beberapa penelitian tentang kualitas makanan (Pedraja dan Yague, 2001) berkesimpulan bahwa informasi menu makanan adalah salah satu faktor penting yang menjadi dasar pertimbangan pelanggan untuk datang ke restoran.

(29)

b. Kualitas Pelayanan

Perhatian pelanggan terhadap kualitas sebuah restoran tidak hanya tertuju pada makanan atau menu yang ditawarkan saja tetapi pelanggan juga meningkatkan perhatiannya terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak restoran dalam menyajikan makanannya (Soriano, 2002). Menurut (Soriano, 2002), sejalan dengan yang dikemukakan oleh Zeithhaml dan Bitner (2003:92), bahwa konsumen seringkali mengevaluasi kualitas dari sebuah jasa berdasarkan persepsi mereka mengenai hasil teknis yang diberikan oleh perusahaan, yaitu proses penyampaian hasil jasa tersebut. (Soriano, 2002) mengemukakan bahwa jika restoran dapat memberikan makanan yang berkualitas melalui pelayanan yang baik, maka pelanggan akan terus kembali untuk menikmati hidangan yang lain.

Penelitian yang dilakukan oleh (Soriano, 2002) mengidentifikasi atribut kualitas pelayanan ke dalam 5 faktor yang berpengaruh terhadap keputusan pelanggan untuk kembali ke sebuah restoran yang meliputi perlengkapan dan penampilan karyawan, kesopanan atau keramahan karyawan, waktu menunggu sebelum mendapatkan tempat duduk, waktu menunggu sebelum makanan diantarkan, dan waktu menunggu sebelum membayar tagihan.

c. Harga

(30)

mendapatkan sebuah barang atau jasa seperti dikutip oleh (Soriano, 2002), mengemukakan bahwa bagi pelanggan, harga yang harus dibayarkan terhadap sebuah jasa akan mencerminkan tingkat kualitas yang diterima.

Berubahnya aktivitas makan di restoran menjadi sebuah gaya hidup, konsumen berusaha membelanjakan uangnya untuk dapat menikmati pelayanan yang berkualitas dan makanan berkualitas yang disajikan dengan baik di sebuah restoran dengan interior yang bagus (Klara, 2001; dalam Soriano, 2002). Berdasarkan hal tersebut, maka restoran tidak cukup hanya menawarkan makanan dan pelayanan yang berkualitas untuk menarik dan mempertahankan pelanggan. Untuk mendapatkan keunggulan kompetitif, restoran juga harus menawarkan harga atau nilai yang cukup baik.

Penelitian yang dilakukan oleh (Soriano, 2002) mengidentifikasi atribut harga produk ke dalam 2 faktor yang berpengaruh terhadap keputusan pelanggan untuk kembali ke sebuah restoran yang meliputi harga makanan yang kompetitif serta harga minuman yang kompetitif.

d. Suasana

(31)

restoran tidak hanya bergantung pada kualitas dan menu makanan saja, akan tetapi juga berdasarkan atas atribut lain seperti suasana atau atmosfir yang diciptakan oleh restoran.

Penelitian tentang suasana (Bitner, 1992, seperti dikutip oleh Zeithaml dan Bitner, 2003:92), dalam penelitiannya pada jasa restoran mengemukakan sebuah konsep yang disebut dengan servicescape. Konsep servicescape didefinisikan sebagai lingkungan fisik atau fasilitas dimana jasa diproduksi, disampaikan oleh perusahaan dan dikonsumsi oleh konsumen. Dari penelitian Bitner (1992) ditemukan bahwa lingkungan jasa (servicescape) yang berupa dekorasi, latar belakang musik, tata ruang dan wewangian mempunyai pengaruh yang kuat terhadap perilaku dan kepuasan pelanggan pada penyedia jasa.

Penelitian yang dilakukan oleh (Soriano, 2002) mengidentifikasi atribut suasana restoran ke dalam 4 faktor yang menentukan keputusan pelanggan untuk kembali ke sebuah restoran yang meliputi penampilan dan suasana atau atmosfir dari restoran, perbaikan peralatan, layanan antar melalui telepon dan fasilitas parkir.

5. Faktor yang mempengaruhi persepsi

(32)

kategori pembagian karakteristik konsumen berdasarkan segmentasi pasar, yaitu:demografi, geodemografi, personality traits, gaya hidup (lifestyle), nilai dan kepercayaan sosial budaya (Schiffman &Kanuk, 2010).

a. Segmentasi demografi: usia, jenis kelamin/gender, status pernikahan, siklus hidup keluarga, pendapatan, pendidikan dan pekerjaan.

b. Segmentasi geodemografi: segmentasi yang disesuaikan dengan keberadaan konsumen dikelompokkan memiliki kesamaan keuangan, selera, gaya hidup dan pola konsumsi.

c. Segmentasi personal traits: risk averse, open minded, reserved information seekers

d. Segmentasi gaya hidup

e. Segmentasi sosial budaya: budaya, cross-cultural atau global marketing.

(33)

B. Hasil Penelitian Terdahulu

Penelitian yang bertemakan tentang atribut restoran serta niat pembelian ulang pernah dilakukan oleh beberapa peneliti terdahulu. Hellier, et all pada tahun 2000 meneliti dengan judul “Customer Repurchase Intention A General Structural Equation Model”. Penelitian ini meneliti tentang faktor-faktor

yang mendasari pembelian ulang oleh konsumen pada industri asuransi. Peneliti berhasil memberikan kesimpulan bahwa loyalitas konsumen bukan menjadi faktor penengah (intervening) yang penting terhadap hubungan antara kepuasan konsumen dengan pilihan merek. Hasil kajian ini memberikan saran kepada manajemen perusahaan untuk tidak berpikir bahwa loyalitas konsumen di masa lalu akan menentukan pilihan merek oleh konsumen tersebut di saat ini serta niatan untuk melakukan pembelian ulang di masa mendatang.

(34)

Kivela pada tahun 2000 melakukan penelitian yang bertujuan untuk meneliti pola kepuasan makan konsumen di suatu restoran serta relevansinya dengan minat melakukan kunjungan kembali ke restoran tersebut. Hasil studi ini menunjukkan bahwa atribut restoran bersama-sama dengan strategi pemasaran memiliki dampak yang lebih besar pada kunjungan kembali dari pelanggan.

C. Kerangka Konseptual

Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Soriano, 2002) berhasil mengidentifikasi beberapa atribut penting dari suatu restoran, meliputi kualitas makanan, kualitas pelayanan, harga serta suasana.

Jenis kelamin merupakan faktor yang berpotensi memberikan perbedaan persepsi terhadap atribut restoran. Pria dapat memiliki selera yang berbeda dengan wanita dalam hal kualitas makanan, kualitas pelayanan, harga serta suasana di suatu restoran. Sebagian pria lebih rasional dalam memilih restoran dengan memprioritaskan kualitas makanan dan harga. Sementara sebagian wanita dapat lebih memprioritaskan kualitas pelayanan dan suasana restoran.

(35)

memberikan wawasan tentang kualitas pelayanan yang ideal, kesesuaian harga dengan produk serta cara penciptaan suasana restoran yang bisa membuat kenyamanan lebih bagi konsumen.

Sementara itu faktor pendapatan akan memberikan kontribusi dalam hal pembentukan persepsi tentang kualitas makanan, kualitas pelayanan, harga serta suasana di suatu restoran. Sebab keempat atribut restoran tersebut akan sejalan dengan tingkat kelas suatu restoran, dimana masing-masing tingkatan kelas restoran akan memiliki tingkatan harga yang berbeda.

D. Hipotesis

Berdasarakan kerangka pemikiran diatas hipotesis yang dikembangkan dalam penelitian ini dapat diformulasikan, sebagai berikut:

H0 = tidak terdapat perbedaan persepsi konsumen terhadap atribut restoran siap saji Happy Bee berdasarkan karakteristik jenis kelamin, usia, status dan pendapatan per bulan.

(36)

18

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan jenis penelitian survai, yaitu penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi dan hubungan-hubungan antar variabel, sosiologis maupun psikologis (Kerlinger (1973) dalam Sugiyono, 1997: 3).

B. Subyek dan Obyek Penelitian

1. Subyek penelitian

Subyek penelitian adalah orang atau lembaga yang bisa dimintai keterangan. Dalam penelitian ini, subyek penelitiannya adalah masyarakat yang pernah datang ke restoran untuk melakukan pembelian di restoran siap saji Happy Bee di Kota Yogyakarta.

2. Obyek penelitian

(37)

C. Waktu dan Lokasi Penelitian

Penelitian dilakukan pada Bulan Agustus 2013. Lokasi penyebaran angket difokuskan pada outlet Happy Bee yang ada di Galeria Mall Yogyakarta.

D. Variabel Penelitian

1. Identifikasi Variabel

a. Variabel Dependent

Merupakan variabel yang besarnya tergantung pada variabel independen, dengan kata lain variabel dependen dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel independen (Sugiyono,2007:59). Variabel Dependen yang diteliti adalah persepsi konsumen..

b. Variabel Independent

Merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab berubahnya atau timbulnya variabel dependen (Sugiyono, 2007:59). Variabel independent yang diteliti adalah Atribut Restorant yaitu: 1) kualitas makanan

2) kualitas pelayanan

3) harga makanan/minuman 4) suasana restorant.

2. Pengukuran Variabel

(38)

ketidaksetujuannya terhadap serangkaian pernyataan tentang suatu obyek. Skala ini dikembangkan oleh Rensis Likert dan biasanya memiliki 5 atau 7 kategori dari “sangat setuju” sampai dengan “sangat tidak setuju”. Skala

Likert banyak digunakan dalam riset-riset pemasaran yang menggunakan metode survei dan dapat dikategorikan sebagai skala interval. Skala Likert ini memberi inspirasi bagi periset-periset pemasaran untuk mengembangkan skala dalam bentuk kategori yang memiliki tingkatan intensitas sesuai dengan pertanyaan riset (Istijanto, 2009: 90).

Pada setiap pertanyaan ada 5 alternatif jawaban yakni: sangat tidak setuju, tidak setuju, netral , setuju dan sangat setuju. Skor ini adalah: 1. Sangat setuju diberikan skor : 5

2. Setuju diberikan skor : 4 3. Netral diberikan skor : 3 4. Tidak setuju diberikan skor : 2 5. Sangat tidak setuju diberikan nilai skor : 1

E. Definisi Operasional

(39)

1. Persepsi Konsumen Terhadap Kualitas Makanan

Persepsi konsumen terhadap kualitas makanan adalah penilaian yang dimiliki oleh konsumen terhadap kualitas makanan yang dikonsumsi oleh konsumen saat melakukan pembelian di restoran siap saji Happy Bee. Dalam hal ini, variabel kualitas makanan diukur dari aspek:

a. keragaman menu (X1.1) b. inovasi makanan (X1.2) c. penyajian makanan (X1.3) d. kualitas bahan (X1.4)

e. kandungan gizi makanan yang disajikan. (X1.5)

Untuk mendapatkan nilai aspek kualitas makanan dengan cara skor indikator dibagi dengan jumlah aspek kualitas makanan:

X1 =

2. Persepsi Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan

Persepsi konsumen terhadap kualitas pelayanan adalah penilaian yang dimiliki oleh konsumen terhadap tingkat pelayanan yang diterima konsumen saat melakukan pembelian di restoran siap saji Happy Bee. Dalam penelitian ini, variabel kualitas pelayanan diukur dari aspek:

a. perlengkapan dan penampilan karyawan (X2.1) b. kesopanan atau keramahan karyawan (X2.2)

(40)

d. waktu menunggu sebelum makanan diantarkan (X2.4) e. waktu menunggu sebelum membayar tagihan. (X2.5)

Untuk mendapatkan nilai aspek kualitas makanan dengan cara skor indikator dibagi dengan jumlah aspek kualitas makanan:

X2 =

3. Persepsi Konsumen Terhadap Harga

Persepsi konsumen terhadap harga atau adalah penilaian yang dimiliki oleh konsumen terhadap tingkat harga/ nilai makanan yang ditawarkan penyedia jasa restoran siap saji Happy Bee kepada konsumen. Dalam penelitian ini, variabel harga diukur dari aspek:

a. harga makanan yang kompetitif (X3.1) b. harga minuman yang kompetitif. (X3.2)

Untuk mendapatkan nilai aspek harga makanan/minuman dengan cara skor indikator dibagi dengan jumlah aspek harga makanan/minuman:

X3 =

X3 = skor harga makanan/minuman X3.1 , X3.2 = skor indikator

4. Persepsi Konsumen Terhadap Suasana

(41)

saji Happy Bee yang dikunjunginya. Dalam penelitian ini, variabel suasana diukur dari aspek:

a. penampilan dan suasana atau atsmosfir dari restoran (X4.1) b. perbaikan peralatan (X4.2)

c. layanan antar melalui telepon (X4.3) d. fasilitas parkir (X4.4)

Untuk mendapatkan nilai aspek suasana restorant dengan cara skor indikator dibagi dengan jumlah aspek suasana restorant:

X4 =

F. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang pernah datang ke restoran untuk melakukan pembelian di restoran siap saji Happy Bee di Kota Yogyakarta. Sampel yang digunakan adalah masyarakat yang datang ke restoran untuk melakukan pembelian di restoran siap saji Happy Bee di Kota Yogyakarta pada saat dilakukannya penelitian ini yang diambil secara non random.

(42)

penelitian, biaya dan sumber daya manusia. Adapun rumus sampel dari Paul Leddy adalah, sebagai berikut:

p p = proporsi populasi yang diteliti

Berdasarkan rumus di atas, maka jumlah sampel dalam penelitian ini dapat dihitung, sebagai berikut:

p

Standar skor alpha ( ) yang dipilih (Z) adalah 0,05 dan sampling error

(43)

G. Teknik Pengambilan Sampel

Dalam penelitian ini, metode pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Dengan metode convenience sampling peneliti mempunyai kebebasan untuk memilih sampel yang paling mudah ditemui (Cooper dan Schindler, 2007).

H. Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari responden, yaitu persepsi responden tentang atribut restoran.

I. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dengan penyebaran instrumen penelitian berupa kuesioner. Instrumen penelitian yang digunakan dikembangkan dari jurnal Soriano. Instrumen kuesioner yang memuat tentang atribut produk dikembangkan dari jurnal Soriano. Pada bagian ini instrumen kuesioner memuat kualitas makanan (4 item), kualitas pelayanan (5 item), harga makanan/ minuman (5 item) dan tempat restoran (4 item).

J. Teknik Pengujian Instrumen

(44)

Pengujian instrumen dilakukan dengan menggunakan uji validitas dan reliabilitas.

1. Uji Validitas

Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu tes atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang setuju apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur, yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Tes yang menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan pengukuran dikatakan sebagai tes yang memiliki validitas rendah (Azwar, 2008: 6). Rumus korelasi yang dapat digunakan adalah yang dikemukakan oleh Pearson yang dikenal dengan rumus korelasi product moment sebagai berikut:

rxy =

rxy= Korelasi product moment

X = Nilai masing-masing butir per item Y = Nilai seluruh butir per item

N = Jumlah responden

Kriteria yang digunakan adalah:

(45)

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas merupakan penerjemahan dari kata reliability yang mempunyai asal kata rely dan ability. Pengukuran yang memiliki reliabilitas setuju disebut sebagai pengukuran yang reliabel (reliable). Walaupun reliabilitas mempunyai berbagai nama lain seperti keterpercayaan, keterandalan, keajegan, kestabilan, konsistensi, dan sebagainya, namun ide pokok yang terkandung dalam konsep reliabilitas adalah sejauhmana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya (Azwar, 2008: 4). Dalam penelitian ini, penulis menggunakan alpha cronbach sebagai cara untuk menghitung reliabilitas alat ukur dengan formula, sebagai berikut:

α = koefisien reliabilitas alpha k = jumlah item

Sj = varians responden untuk item I Sx = jumlah varians skor total

Kriteria yang digunakan adalah:

(46)

K. Teknik Analisis Data

1. Analisis Deskriptif Responden

Merupakan analisis statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi termasuk dalam penelitian deskriptif antara lain penyajian data melalui tabel, grafik, diagram, lingkaran, perhitungan persentase, dan lain-lain (Sugiyono, 2007:206).

Metode ini digunakan untuk menganalisis data yang ada dalam penelitian yang terdiri dari jenis kelamin, usia, status pendidikan dan pendapatan perbulan. Adapun metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif persentase dengan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Membuat tabel distribusi jawaban angket

b. Menentukan skor jawaban dengan ketentuan skor yang telah ditentukan.

c. Menjumlahkan skor jawaban yang diperoleh dari tiap-tiap responden.

d. Memasukan skor tersebut kedalam rumus sebagia berikut :

Keterangan :

(47)

N :Jumlah nilai ideal (jumlah responden x jumlah soal x skor tertinggi )

% : Tingkat keberhasilan yang dicapai 2. Analisis diskriptif variabel

a. Menghitung skor rata-rata variabel/ aspek dan item

N

f = jumlah frekuensi untuk setiap variabel i = kategori dalam variabel yang bersangkutan N = jumlah responden

b. Pengkategorian persepsi

Ukuran interval digunakan untuk memberikan informasi tentang interval satu orang obyek dengan orang atau obyek lain. Jumlah kelas 5 sehingga interval dapat dihitung sebagai berikut :

Kelas interval = Nilai maksimum - Nilai minimum Kelas interval

Interval = 5 – 1 = 0,8 5

Dengan rentang skala 0,8 maka numeriknya sebagai berikut : 1) Sangat Tidak Baik (STB) apabila skor variabel 1,00 s/d 1,7

(48)

2) Tidak Baik (TB) apabila skor variabel 1,80 s/d 2,5 yang menunjukkan persepsi responden akan kualitas makanan, kualitas pelayanan, harga dan suasana rendah.

3) Netral (N) apabila skor variabel 2,60 s/d 3,39 yang menunjukkan persepsi responden akan kualitas makanan, kualitas pelayanan, harga dan suasana cukup.

4) Baik (B) apabila skor variabel 3,40 s/d 4,19 yang menunjukkan persepsi responden akan kualitas makanan, kualitas pelayanan, harga dan suasana tinggi.

5) Sangat Baik (SB) apabila skor variabel 4,19 s/d 5,00 yang menunjukkan persepsi responden akan kualitas makanan, kualitas pelayanan, harga dan suasana sangat tinggi.

3. Uji Hipotesis

a) Uji t sampel independent.

Alat ini digunakan untuk menguji hipotesis perbedaan persepsi konsumen terhadap atribut restoran di restoran siap saji Happy Bee berasarkan jenis kelamin. Prosedur yang dilakukan adalah sebagai berikut:

(49)

rata-rata sample pertama- rata-rata sample kedua standar error perbedaan rata-rata kedua sampel Setandar error perbedaan dalam nilai rata-rata terdistribusi secara normal. Jadi tujuan uji beda t-test adalah untuk membandingkan rata-rata dua grup yang tidak berhubungan satu sama lain. Apakah kedua grup tersebut mempunyai nilai rata-rata yang sama ataukah tidak sama secara signifikan. Pengujian hipotesis dalan penelitian ini menggunakan langkah-langkah sebagai berikut :

Pengujian hipotesis 1 dilakukan dengan uji independent sample t-test. Langkah-langkah dalam analisis sebagai berikut :

1) Menentukan hipotesis yang dirumuskan :

Ho : b1 = 0 : Tidak ada perbedaan persepsi konsumen terhadap atribut restoran di restoran siap saji Happy Bee berdasarkan jenis kelamin.

Ha: b1≠0 : Terdapat perbedaan persepsi konsumen terhadap

atribut restoran di restoran siap saji Happy Bee berdasarkan jenis kelamin.

Menentukan tingkat signifikansi α sebesar 0,05.

2) Menentukan kriteria penerimaan hipotesis.

(50)

b) One way ANOVA

One way ANOVA digunakan untuk menguji hipotesisi perbedaan persepsi konsumen terhadap atribut restoran di restoran siap saji Happy Bee berdasarkan kelompok usia, status dan pendapatan perbulan Prosedur yang digunakan dalam analisis ANOVA ini adalah prosedur One-Way ANOVA atau sering disebut dengan perancangan sebuah faktor, yang merupakan salah satu alat analisis statistik ANOVA yang bersifat satu arah(satu jalur). Alat uji ini untuk menguji apakah dua populasi atau lebih yang independen, memiliki rata-rata yang dianggap sama atau tidak sama. Teknik ANOVA akan menguji variabilitas dari observasi masing-masing kelompok dan variabilitas antar mean kelompok. Melalui kedua variabilitas tersebut, akan dapat ditarik kesimpulan mengenai rata-rata populasi. Adapun langkah-langkah dalam prosedur One-Way ANOVA adalah sebagai berikut :

(51)

Statistic. Hipotesis yang digunakan dalam tes homogenitas varian adalah :

Ho : Diduga bahwa seluruh varian populasi adalah sama Ha : Diduga bahwa seluruh varian populasi adalah berbeda Dasar dari pengambilan keputusan adalah:

Jika probabilitas > 0,05, maka H0 diterima Jika probabilitas < 0,05, maka H0 ditolak 2) Pengujian ANOVA (uji F)

Uji satistik yang digunakan untuk menguji hipotesis nol bahwa semua kelompok mempunyai mean populasi yang sama adalah Uji F. Hasil F diperoleh dari rata-rata jumlah kuadrat (mean square) antar kelompok yang dibagi dengan rata-rata jumlah kuadrat dalam kelompok dengan rumus:

dimana:

= Variansi antar perlakuan

= Variansi dalam perlakuan

Hipotesis yang digunakan dalam pengujian ANOVA adalah: H0 : Diduga bahwa seluruh kelompok dari rata-rata populasi

(52)

Ha : Diduga bahwa seluruh kelompok dari rata-rata populasi adalah berbeda

Dasar dari pengambilan keputusan adalah: Jika F hitung > F tabel 0,05, maka H0 ditolak Jika F hitung < F tabel 0,05, maka H0 diterima 3) Tes Post Hoc

Dari pengujian ANOVA (F test) telah diketahui bahwa secara umum seluruh kelompok memiliki perbedaan (tidak sama). Untuk mengetahui lebih lanjut perbedaan yang terjadi antar kelompok maka digunakan tes Post Hoc dengan menggunakan salah satu fungsi Tukey. Adapun hipotesis yang digunakan dalam tes ini adalah:

H0 : Tidak terdapat perbedaan persepsi konsumen terhadap atribut restoran di restoran siap saji Happy Bee berdasarkan usia, status dan pendapatan per bulan.

Ha : Terdapat perbedaan persepsi konsumen terhadap atribut restoran di restoran siap saji Happy Bee berdasarkan usia, status dan pendapatan per bulan.

Dasar dari pengambilan keputusan adalah: Jika probabilitas > 0,05, maka H0 diterima Jika probabilitas < 0,05, maka H0 ditolak

(53)

35

BAB IV

GAMBARAN UMUM SUBYEK PENELITIAN

A. Sejarah Perusahaan

Bermula pada akhir tahun 2000, seorang wanita arsitektur muda kelahiran Yogyakarta – Indonesia, Raden Roro Mia Adyati, ST., memutuskan untuk mengejar impian dan kecintaannya pada dunia kuliner, dengan mendalami teknologi pangan dan pendidikan kuliner di International Culinary Institute.

Seperti mahasiswa lainnya yang juga sangat senang jajan dan menikmati beragam sajian di pertokoan, pujasera, dan mall, Mia tumbuh sebagai seorang yang berangan lebih jauh dari pada dunia arsitektur yang digelutinya. Sejak awal mula pengalamannya sebagai mahasiswa arsitektur, Mia merasa rindu untuk menghadirkan sebuah warung makan masakan asia modern yang pada saat itu belum banyak tersaji di dunia kuliner Indonesia.

(54)

tentang komposisi gizi, dan menciptakan sajian sehat yang dapat disajikan dengan cepat, praktis, dan tentu saja enak. Selama bertahun-tahun Mia berkutat dengan Whole wheat flour, Protein Nabati, Fitosterol, Karbohidrat Kompleks, Gula Jagung, dan Mentega Bunga Matahari, dan beragam bahan-bahan makanan yang lebih sehat untuk menciptakan hidangan sehat yang cepat saji yang tak kalah rasanya dan kenikmatannya dibanding dengan makanan siap saji ala Amerika yang disukai banyak anak muda dan keluarga pada saat itu.

(55)

Bee‟S. Nama “Bee” yang berarti “lebah / tawon” dipilih untuk

menggambarkan Konsep Sehat, dimana Lebah adalah lambang mahluk yang mampu menghasilkan yang manis dan juga sehat dari alam, yang akhirnya mampu menjadi makna bagi semua mahluk disekelilingnya. Seperti Madu yang juga menghidupi Lebah, dan juga bermanfaat bagi kesehatan manusia, dan bagi bunga-bunga pun, lebah memiliki makna penting dalam proses penyerbukan dan perkembangan dunia botani; Lebah juga mahluk sosial yangbekerja bersama, berkembang bersama, berpatriot tinggi bersama, sebagai perlambangan Kerja Team yang diterapkan Mia kepada 6 karyawan yang membantunya berjualan pada saat itu.

(56)

Pada awalnya, Mia hanya menjual 3 macam rice box, chicken rice box, beef rice box, dan shrimp rice box, yang semuanya dimasak dengan minyak jagung / canolla oil, dengan salutan tepung whole wheat flour, dan bebas lemak jenuh, butter, minyak beku, dan lard. mia juga hanya menggunakan premium clean cut, yaitu bagian dada ayam bebas lemak dan tanpa kulit, dan juga daging sapi sirloin dan tenderloin yang telah dibersihkan lemaknya. Berjualan dengan bahan-bahan Premium tidak membuat Mia lalu mematok harga tinggi untuk setiap rice box yang dijualnya. Ia memberikan harga yang sangat terjangkau mulai hanya Rp. 5.000,- hingga Rp. 8.000,- per rice box kreasinya; padahal pada saat itu, rata-rata harga makanan siap saji ala Amerika sudah mencapai Rp. 12 ribu hingga 18 ribu per porsi; ini juga mengapa outlet mungil Bee’S Box of Sizzling Asia , kemudian dikenal luas dari mulut ke mulut dan dipenuhi pelanggan setiap hari;

“Kepuasan saya bukan karena keuntungan, toh uang selalu bisa dicari

dengan berbagai cara...

Tapi, bagi saya, melihat bagaimana orang menikmatinya, mampu

menjangkaunya, dan menghargai setiap rasa dengan senyum kepuasan,

menyantap hingga setiap butir nasi terakhir yang tersisa... itu sudah lebih

dari cukup buat saya.” (Mia)

(57)

dipesannya secara gratis, bebas, sesukanya. Tidak seperti Resto Fast Food ala Amerika dan Resto-Resto lain yang hanya memiliki ketchup (saus tomat) dan chili sauce (saus sambal), Mia menghadirkan 7 macam saus homemade sedap yang disajikan dalam botol-botol yang bisa dinikmati sesuka pelanggan, meliputi saus thousand island mayo (spesial karena dibuat tanpa kuning telur dan minyak), saus bbq, saus tempura, saus extra hot, saus cheese (juga tanpa cream fat dan butter), saus sweet dan sour, dan saus french mayo (honey mustard sauce); Semua saus ini dibuat segar setiap hari, bebas pengawet, bebas zat kimiawi yang membahayakan kesehatan, bebas kuning telur, bebas butter, bebas cream fat, dan tanpa minyak; dan saus-saus inilah yang spesial dari Bee‟S karena sampai sekarangpun belum ada resto yang menyajikan saus gratis untuk pelengkap hidangan yang variasinya sebanyak Bee‟S dan kandungan gizinya juga lebih baik darisemua jenis saus yang pernah ada.

Bee’S Box of Sizzling Asia bertumbuh menjadi HappyBee Happy Place to

(58)

diperlengkapi dengan kata “Happy” yang berarti senang, yang dimaksudkan

untuk meningkatkan Kebahagiaan bagi setiap Pelanggan melalui peningkatan pelayanan, penyajian, dan performa nya menjadi HappyBee dengan semboyannya Happy Place to Bee Happy yang lebih lanjut berkembang dengan sangat pesat hingga saat ini. Bagi R.Rr. Mia Adyati, HappyBee bukan hanya sebuah bisnis yang menghasilkan; Bagi Mia, HappyBee adalah sebuah hasil perjuangan atas setitik mimpi kecil untuk mewujudkan yang lebih baik dari yang belum pernah ada sebelumnya.

B. Visi dan Misi Perusahaan

1. Visi HappyBee

HappyBee is for Youngsters and Families. 2. Misi HappyBee

HappyBee dirancang untuk memenuhi kebutuhan kalangan jiwa muda dan keluarga (Youngsters dan Families), dengan tingkat ekonomi menengah yang memiliki jiwa yang menyukai gaya hidup sehat tapi cepat, praktis, dan nikmta!.

C. KEUNGGULAN dan KEISTIMEWAAN (Power of Brand Points) :

(59)

1. Modern asia

HappyBee menyediakan menu asia terlengkap dan variasi terbanyak dari seluruh penjuru asia. Berikan Image kuat tentang Asli asal setiap Menu, fokuskan pada Branding negara-negara Asia asalnya dengan ciri khas performasinya.

2. memiliki sauce saji home-made terbanyak variasinya dari resto manapun dan semua itu gratis, bisa digunakan sesuka pelanggan untuk menambah cita rasa sajian. Tidak seperti resto lain yang pada umumnya hanya memiliki 2-3 macam saus saji, (tomato sauce, chili sauce, dan sweet soy sauce) HappyBee memiliki lebih dari 12 sauce saji mulai dari sweet mayo sauce, cheese sauce, bbq sauce, tempura sauce, honey mustard

sauce, extra hot chili sauce, teriyaki sauce, sweet dan sour sauce, dll... yang semuanya bisa digunakan sesuka selera pelanggan dengan gratis, tanpa tambahan biaya. Semua sauce telah tersedia di seluruh cabang HappyBee , dibuat segar tanpa pengawet setiap hari dari resep home-made yang bebas pengawet, bebas kuning telur, bebas lard dan lemak, bebas bahan kimia additive berbahaya, dan sangat sehat! Semua Pelanggan dipersilahkan untuk menikmati aneka kelezatan ala HappyBee dan menikmati nikmatnya makan sehat! Karena seluruh sajian HappyBee benar-benar beda, sehat, dan tiada duanya!

(60)

Dalam informasi brand tentang HappyBee dapat ditambahkan bahwa mayoritas karyawan HappyBee adalah moslem, jadi memang visi misi Perusahaan adalah menciptakan jaringan Makanan Cepat Saji dengan Menu asia pertama yang 100% halal dengan sertifikasi MUI Indonesia. Penting untuk membrandingkan halal ini melalui Pemasangan Sertifikat MUI di semua Cabang, dan ditambah penulisan data seperti „stempel 100% halal MUI‟ dan „no lard, no pork, no alkhohol, no pork-gelatin, no HARAM ingredients’.

4. Bersertifikasi departemen kesehatan (DEPKES RI) , HappyBee memiliki sertifikasi kualitas kebersihan dan keamanan pangan grade A dari Departement Kesehatan RI. Sesuai dengan visi misi HappyBee untuk menyajikan makanan sehat dari dapur sehat, untuk seluruh pelanggannya, HappyBee meningkatkan terus kualitas keamanan dan kebersihan pangan melalui beragam program higienisasi dan pendidikan karyawan untuk mampu memberikan hasil produk terbaik yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan di masa mendatang. Setifikasi ber-grade A bukan diperoleh dari kemudahan begitu saja, melainkan melalui proses panjang penyempurnaan dapur, sistem, seleksi supplier yang berkualitas, dan pembinaan operasional yang sempurna.

(61)

sangat sehat, dengan kelengkapan data nutritional value dan bahan-bahan organic premium yang terjamin kualitasnya. Berikut beberapa poin informasi penting dalam dapur sehat HappyBee Indonesia ;

a. Bebas trans-fat , HappyBee menggunakan minyak nabati untuk mengolah seluruh masakannya, dan menggunakan Canolla Oil dan Butter untuk menumis dan campuran dalam sajiannya. Minyak yang telah digunakan dalam sehari selalu dibuang dan tak digunakan kembali. HappyBee tak mendaur ulang minyak yang telah digunakannya untuk memasak kembali makanan yang baru. Minyak sayur dan Canolla yang digunakan setiap hari adalah minyak segar yang dijamin kualitasnya oleh Departement Kesehatan RI.

b. Bebas minyak beku (deep fried oil) dan lemak hewani pemicu penyumbatan jantung, dan yang mengandung kolesterol tinggi.

c. Bebas zat additive, pengawet, dan bahan-bahan kimia yang membahayakan tubuh

d. Semua sajian diracik segar dan tanpa pengawet, setiap hari, dan selalu diganti dengan racikan baru pada hari yang berikutnya.

e. Bahan premium yang sehat dan bagus untuk nutrisi tubuh. HappyBee mengurangi pemakaian Karbohidrat Sederhana, dan menggantinya dengan karbohidrat kompleks dan pemanis sehat alami dalam setiap menunya.

(62)

mengolah setiap saus, bumbu, dan masakan. Demikian pula garam yang digunakan adalah garam laut yang tinggi mineral dan yodiumnya.

g. HappyBee juga hanya menggunakan Protein Hewani berkualitas Premium dengan clean cut (daging bersih tanpa lemak, kulit, jeroan, jaringan gajih, dll). Mulai dari daging ayam, HappyBee hanya menggunakan bagian premium breast fillet (dada ayam bersih premium tanpa tulang dan lemak), demikian juga daging sapi, ikan, dan protein hewani lainnya.

h. HappyBee hanya menggunakan Sayur, Beras, Buah yang Organic dan terjamin dari Pertanian yang memiliki Sertifikasi Departemen Kesehatan dan HALAL;

i. Bebas lard, kuning telur, santan, butter, dan produk dairy yang mengandung kolesterol tinggi , HappyBee menggunakan canolla butter, nondairy mill dan whipping, susu kedelai, dan soy formulated powder untuk mengganti kandungan santan dari resep asli masakan Asia.

(63)

6. Special menu for vegetarian, diabetes, dan healthy heart, HappyBee adalah resto asia modern pertama yang memberikan fasilitas khusus menu meal box khusus untuk vegetarian (termasuk vegan), penderita diabetes, dan juga penderita penyumbatan jantung dan darah tinggi. Fokuskan branding dan promo dan juga marketing HappyBee indonesia melalui special meal box for you (special order HappyBee healthy bar) melalui order / reservasi minimal sehari sebelumnya, yang dapat dipesan untuk santap ditempat maupun delivery service.

(64)

D. struktur organisasi perusahaan

(65)

Gambar IV. 1 Struktur Organisasi HappyBee Sumber: HappyBee

1. Nama:

a. CEO PT. Adiputra Investama : Johan Setyoputro ST

b. Bussinessconsultant : Mia Adyati ST

c. GM PR, marketing dan promotion : Onma Pasti ST

d. GM admin dan finance : Irene Anita Pilla SE

CEO

Bussiness Consultant

GM PR, Marketing & Promotion

. GM Admin & Finance

Manager Purchasing & Quality Control

Manager Design Product & Inovations

Staff Legal

Manager Operasional Lapangan

Manager Administrasi Lapangan

(66)

e. Manager purchasing dan quality control : Yohanes Widhiasto M f. M anager design product dan inovations: Rangga Jaya

g. Staff legal : Stefanus

h. Operasional lapangan (outlet)

i. Manager administrasi Lapangan (outlet) j. Karyawan Outlet.

2. Tugas dan fungsi masing-masing bagian adalah sebagai berikut: a. CEO (chief executive officer)/ Direktur Utama

Tugas dan wewenang CEO adalah : 1) Memimpin perusahaan.

2) Mengawasi dari setiap bagian sehingga tidak melenceng dari program kerja yang telah ditetapkan sebelumnya.

3) Bertanggung jawab atas kestabilan perusahaan. b. Bussiness consultant

Tugas dan wewenang Bussiness consultant adalah:

1) mengidentifikasi kasus dan mengubahnya menjadi pandangan logis dan teknis.

2) menyesuaikan area bisnis masing-masing dan memastikan sistem beroperasi secara selaras

(67)

4) memastikan bahwa pelatihan yang tepat telah diberikan dan dapat digunakan, berjalan dengan baik, dan aliran bisnis telah lengkap dan benar.

5) membantu staf untuk menguji perilaku sistem, dan menjamin prosedur tetap dapat digunakan dan konsisten dalam situasi lapangan juga mengusulkan tambahan jika diperlukan.

6) mentransfer pegetahuan mengenai pemahaman proses, skill juga attitude

c. GM PR, marketing dan promotion

Tugas dan wewenang GM PR, marketing dan promotion adalah: 1) Mencari informasi sebanyak mungkin mengenai kegiatan-kegiatan

yang sedang berlangsung di sekitar kota

2) Mempromosikan semua kegiatan dan fasilitas yang ada di hotel melalui media cetak maupun elektronik

3) Membina hubungan baik dengan relasi-relasi perusahaan sekaligus memberikan citra positif mengenai perusahaan.

4) Menciptakan dan memelihar citra yang baik dan menguntungkan bagi perusahaan, baik itu yang berkenaan dengan kebijakan, produk, jasa, maupun dengan personelnya (para pegawai)

5) Berupaya dapat selalu menginformasikan segala sesuatu yang khususnya berhubungan dengan hotel kepada tamu dan pengunjung hotel.

(68)

7) Menyusun dan mendistribusikan sajian berita (news release, press release), foto-foto, photo release, dan berbagai artikel untuk konsumsi kalangan public dan media massa

d. GM admin dan finance

Tugas dan wewenang GM admin dan finance adalah:

1) Mengelola fungsi akuntansi dalam memproses data dan informasikeuangan untuk menghasilkan laporan keuangan yang dibutuhkanperusahaan secara akurat dan tepat waktu.

2) Mengkoordinasikan dan mengontrol perencanaan, pelaporan danpembayaran kewajiban pajak perusahaan agar efisien, akurat, tepatwaktu, dan sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku. 3) Merencanakan, mengkoordinasikan dan mengontrol arus

kasperusahaan (cashflow), terutama pengelolaan piutang dan hutang,sehingga memastikan ketersediaan dana untuk operasionalperusahaan dan kesehatan kondisi keuangan.

4) Merencanakan dan mengkoordinasikan penyusunan anggaranperusahaan, dan mengontrol penggunaan anggaran tersebut untukmemastikan penggunaan dana secara efektif dan efisien dalammenunjang kegiatan operasional perusahaan.

(69)

keuangan berjalandengan tertib dan teratur, serta mengurangi risiko keuangan.

6) Mengkoordinasikan dan melakukan perencanaan dan analisa keuangan untuk dapat memberikan masukan dari sisi keuangan bagi pimpinanperusahaan dalam mengambil keputusan bisnis, baik untuk kebutuhan investasi, ekspansi, operasional maupun kondisi keuangan lainnya.

7) Merencanakan dan mengkonsolidasikan perpajakan seluruh perusahaan untuk memastikan efisiensi biaya dan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan

e. Manager purchasing dan quality control

Tugas dan wewenang Manager purchasing dan quality control adalah: 1) Mengawasi jalannya operasional setiap outlet

2) Mengevaluasi jalannya operasional outlet 3) Mengarahkan jalannya operasional setiap outlet f. Manager designproduct dan inovations

Tugas dan wewenang Manager Design Product dan Inovations adalah: 1) menjalin komunikasi dengan asosiasi-asosiasi industri spesifik

lainnya.

(70)

industri desain grafis, standar harga guna menyampaikan nilai-nilai desain yang baik yang dipahami oleh para pelaku industri desain grafis, desainer grafis, klien maupun pemangku kepentingan lainnya.

g. Staff Legal

Tugas dan wewenang Staff Legal adalah:

1) Bertanggung jawab atas terhadap pengurusan semua dokumen perijinan yang diperlukan perusahaan.

2) Mengawasi pelaksanaan peraturan perusahaan dan peraturan perundangundangan yang berlakku di lingkungan perusahaan. 3) Menganalisa dan memberikan saran-saran menyangkut aspek legal

terutama mengenai pembuatan kontrak kerja dengan pihak ketiga dan perjanjianperjanjian kerja.

4) Memberikan pertimbangan-pertimbangan aspek hukum yang dimintakan oleh departemen lain dalam lingkungan organisasi perusahaan.

5) Mensupport dan mengelolah dokumen perusahaan khususnya yang berhubungan dengan perjanjian kerjasama maupun legal contract.

6) Membuat surat permintaan, penawaran dan negosiasi harga h. Operasional Lapangan (outlet)

(71)

1) Memastikan tingkat kepuasan menyeluruh dari Customer Satisfaction

2) Mengawasi training, performance appraisals, wage review dan motivasi dari semua karyawan restoran.

3) Mendefinisikan trading area restoran, kompetitor utama dan traffic generator

4) Menciptakan objectives jangka panjang restoran dan action plan untuk QSC, Sales, Projit dan pengembangan People.

i. Manager Administrasi Lapangan (outlet)

Tugas dan wewenang Manager Administrasi Lapangan (outlet) adalah 1) Memberi input pada penilaian prestasi kerja crew.

2) Menyelesaikan inventori mingguan dan laporan variance / statistik.

3) Mencatat dan menyiapkan invoices untuk pembayaran. 4) Memastikan keakuratan dari laporan bulanan.

5) Menghitung Build To restoran, dan memesan food, paper dan ops, supply.

6) Membantu budget dan kontrol j. Karyawan Outlet

Tugas dan wewenang Karyawan Outlet adalah

1) mempersiapkan menyajikan kepada tamu atau pelanggan

(72)
(73)

55

BAB V

ANALISIS DATA

A. Pengujian Instrumen

Dalam penelitian ini digunakan program perhitungan komputer untuk melakukan uji validitas dan reliabilitas data yang diperoleh selama penelitian. Paket program yang digunakan yaitu SPSS. Data yang dibutuhkan sebanyak 100 responden yang kemudian layak untuk diukur kevalidan datanya yang selanjutnya dapat dianalisis lebih lanjut.

1. Validitas

(74)

Tabel V.1

Rangkuman tes validitas kualitas makanan, kualitas pelayanan, harga makanan/ minuman, dan suasana restoran

Variabel Butir r r tabel Status

Kualitas Makanan 1 0.851** 0.1965 Valid 2 0.848** 0.1965 Valid 3 0.723** 0.1965 Valid

Kualitas Pelayanan 1 0.467** 0.1965 Valid 2 0.697** 0.1965 Valid 3 0.823** 0.1965 Valid 4 0.823** 0.1965 Valid 5 0.713** 0.1965 Valid

Harga Makanan/ Minuman 1 0.927** 0.1965 Valid 2 0.792** 0.1965 Valid 3 0.880** 0.1965 Valid 4 0.851** 0.1965 Valid 5 0.629** 0.1965 Valid

Suasana Restoran 1 0.645** 0.1965 Valid 2 0.644** 0.1965 Valid 3 0.696** 0.1965 Valid 4 0.733** 0.1965 Valid Sumber :Data Primer 2014

Berdasarkan Tabel V.1 dapat diketahui bahwa seluruh butir pertanyaan mempunyai nilai signifikansi mendekati 5%, sehingga seluruh butir pertanyaan dikatakan valid.

2. Reliabilitas

(75)

TABEL V.2

Rangkuman hasil uji reliabilitas

Variabel Alpha Status

Kualitas Makanan 0.723 Reliabel

Kualitas Pelayanan 0.752 Reliabel

Harga Makanan/ Minuman 0.879 Reliabel

Suasana Restoran 0.606 Reliabel Sumber Data Primer 2014

Dari Tabel V.2 dapat dilihat bahwa seluruh butir pertanyaan mempunyai nilai alpha ≥ 0,6, sehingga dapat disimpulkan bahwa alat ukur tersebut

dinyatakan reliable.

B. Hasil Penelitian

1. Analisis Deskriptif Karakteristik responden

Tujuan dari analisis deskriptif dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis data yang berPerbedaan dengan identitas responden yang meliputi jenis kelamin, usia, status dan uang saku.

a. Jenis kelamin

TABEL V.3

Karakteristik Responden Berdasar Jenis kelamin

No Jenis Kelamin Jumlah Responden

Sumber : Data Primer 2014

Gambar

Tabel Judul
Tabel Judul . View in document p.9
Gambar  Judul
Gambar Judul . View in document p.11
Gambar IV. 1 Struktur Organisasi HappyBee
Gambar IV 1 Struktur Organisasi HappyBee . View in document p.65
Tabel V.1
Tabel V 1 . View in document p.74
TABEL V.2 Rangkuman hasil uji reliabilitas
TABEL V 2 Rangkuman hasil uji reliabilitas . View in document p.75
TABEL V.4 Karakteristik Responden Berdasar Usia
TABEL V 4 Karakteristik Responden Berdasar Usia . View in document p.76
TABEL V.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan perbulan
TABEL V 6 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan perbulan . View in document p.77
Tabel V.7 Deskripsi Variabel Kualitas makanan
Tabel V 7 Deskripsi Variabel Kualitas makanan . View in document p.78
Tabel V.9 Deskripsi Variabel Harga makanan/minuman
Tabel V 9 Deskripsi Variabel Harga makanan minuman . View in document p.79
Tabel V.10
Tabel V 10 . View in document p.80
Tabel 11 Uji Normalitas persepsi konsumen terhadap atribut restoran berdasarkan
Tabel 11 Uji Normalitas persepsi konsumen terhadap atribut restoran berdasarkan . View in document p.81
Tabel distribusi t dicari pada  = 5% : 2 = 2,5% (uji 2 sisi)
Tabel distribusi t dicari pada 5 2 2 5 uji 2 sisi . View in document p.82
Tabel 12 Uji Normalitas persepsi konsumen terhadap atribut restoran berdasarkan
Tabel 12 Uji Normalitas persepsi konsumen terhadap atribut restoran berdasarkan . View in document p.83
Tabel V.13
Tabel V 13 . View in document p.84
Tabel V. 14
Tabel V 14 . View in document p.85
Tabel 16 Uji Normalitas  Uji perbedaan persepsi konsumen terhadap atribut restoran
Tabel 16 Uji Normalitas Uji perbedaan persepsi konsumen terhadap atribut restoran . View in document p.86
Tabel V.15
Tabel V 15 . View in document p.86
Tabel V.17
Tabel V 17 . View in document p.87
TABEL UJI t
TABEL UJI t . View in document p.156
TABEL KORELASI PEARSON PRODUCT MOMENT PADA   5 %
TABEL KORELASI PEARSON PRODUCT MOMENT PADA 5 . View in document p.157

Referensi

Memperbarui...

Download now (157 pages)