ANALISIS KOMPARATIF USAHA TANI IKAN PENGGUNA PAKAN ALAMI, ALTERNATIF, DAN PELET DI DESA SUMBERSARI, MOYUDAN, SLEMAN

Gratis

0
0
119
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ANALISIS KOMPARATIF USAHA TANI IKAN PENGGUNA PAKAN ALAMI, ALTERNATIF, DAN PELET DI DESA SUMBERSARI, MOYUDAN, SLEMAN SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi Oleh : Hilarius Eka Budi Arianto NIM : 091324001 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Kupersembahkan karya ini untuk : Tuhan Yesus Kristus Kedua orang tuaku: Bapak B. Heru Suasana dan ibu Th. Retno Farisni Monica Ervina iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Motto Ngudi laku utomo kanti sentoso ing budi / menghayati perilaku mulia, dengan berbudi pekertiluhur (Pepatah Jawa) “Kemalasan adalah musuh terbesar jiwa” (St. Benediktus dari Nursia) v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini merupakan karya asli saya yang tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 21 Agustus 2014 Penulis Hilarius Eka Budi Arianto vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Hilarius Eka Budi Arianto Nomor Mahasiswa : 091324001 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : ANALISIS KOMPARATIF USAHA TANI IKAN PENGGUNA PAKAN ALAMI, ALTERNATIF, DAN PELET DI DESA SUMBERSARI, MOYUDAN, SLEMAN Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya atau royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 21 Agustus 2014 Yang menyatakan Hilarius Eka Budi Arianto vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK ANALISIS KOMPARATIF USAHA TANI IKAN PENGGUNA PAKAN ALAMI, ALTERNATIF, DAN PELET DI DESA SUMBERSARI, MOYUDAN, SLEMAN Hilarius Eka Budi Arianto 091324001 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan terhadap hasil produksi, masa tunggu panen, keuntungan, dan tingkat penghasilan 3 kelompok petani ikan di Desa Sumbersari. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2014 di Desa Sumbersari, Moyudan, Sleman, Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah petani ikan yang menggunakan pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet yang berjumlah 73 petani ikan dari 3 kelompok tani yang berbeda. Sampel penelitian ini sebanyak 30 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan cara tanya jawab dengan para petani dan dilengkapi dengan pengamatan langsung. Alat analisis data yang dipakai adalah analisis of variance atau anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) ada perbedaan signifikan hasil produksi antara petani ikan pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pelet. Hasil produksi petani ikan pengguna pakan pelet lebih banyak (943 ekor) dibandingkan dengan petani pengguna pakan alami (821 ekor) dan pakan alternatif (879 ekor) ; 2) ada perbedaan signifikan masa tunggu panen antara petani ikan pengguna pakan alami, alternatif, dan pelet. Masa tunggu panen pengguna pakan pelet lebih singkat (12,2 minggu) dibandingkan dengan petani ikan pengguna pakan alami(20,3 minggu) dan pakan alternatif (16,5 minggu) ; 3) tidak ada perbedaan signifikan keuntungan antara petani ikan pengguna pakan alami (Rp 670.000) , alternatif (Rp 671.750) , dan pelet Rp (671.000) ; 4) ada perbedaan signifikan tingkat penghasilan antara petani ikan pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet. Pendapatan petani pengguna pakan pelet lebih tinggi (Rp 1.264.000) dibandingkan dengan petani pengguna pakan alami (Rp 994.000) dan petani pengguna pakan alternatif (Rp 1.134.750). viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT A COMPARATIVE ANALYSIS OF FISH FARMING USING NATURAL FEEDS, ALTERNATIVE FEEDS, AND PELLETS AT SUMBERSARI VILAGE, MOYUDAN SUB-DISTRICT, SLEMAN REGENCY Hilarius Eka Budi Arianto 091324001 The purpose of this research is to know the differences of the products, the harvest waiting periods, the profits, and the income levels of 3 groups of fish farmers at Sumbersari Village. This Research was conducted in March 2014 at Sumbersari Village, Moyudan Sub-District, Sleman Regency, Yogyakarta Special Region. The method used in this research was a comparative research. The population of this research were 73 fish farmers who use natural feeds, alternative feeds, and pellets feed from 3 different groups of fish farmers. There were 30 people as th samples of this research which were taken by using simple random sampling technique. The data of this research were gathered throught interview and direct observation. The statistical analysis was the analysis of variance or anova. The result of this research shows: 1) there are significant differences of the products between the fish farmers using natural feeds, alternative feeds, and pellets. There are more products from fish farmers using pellets (943 fishes) than fish farmers using natural feeds (821 fishes) and using alternative feeds (879 fishes); 2) there are significant harvest waiting periods between fish farmers using natural feed, alternative feed, and pellet. It takes shorter time for the harvest waiting periods of the fish farmers using pellets (20.2weeks) than fish farmers using natural feeds (20.3 weeks) and fish farmers using alternative feeds (16.5 weeks); 3) there isn’t significant difference of the profits between fish farmers using natural feeds (670,000 IDR), alternative feeds (671,750 IDR), and pellets (671,000 IDR); 4) there are significant differences of the income levels between fish farmers using natural feeds, alternative feeds, and pellets. The fish farmers using pellets get more income (1,264,000 IDR) than fish farmers using natural feeds (994,000 IDR) and fish farmers using alternative feeds (1,134,750 IDR). ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan yang maha Penyayang atas rahmat dan anugerahnya yang berlimpah sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul Analisis Komparatif Usaha Tani Ikan Pengguna Pakan Alami, Alternatif, dan Pelet di Desa Sumbersari, Moyudan, Sleman. Dalam penyusunan skripsi ini penulis memperoleh banyak bantuan, semangat, dan doa yang sangat mendukung penulis dalam penyelesaian skripsi ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Rohandi, Ph. D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Bapak Indra Darmawan, S.E., M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Bapak Y. M. V. Mudayen, S.Pd., M.Sc selaku dosen pembimbing yang telah berkenan mendampingi, meluangkan waktu, tenaga dan pemikiran, memberikan saran, masukan yang berguna serta pengarahan kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini hingga selesai. 4. Bapak Dr. C. Teguh Dalyono, M.S selaku dosen penguji. Terimakasih atas kritik dan saran yang telah bapak berikan sehingga penulisan skripsi ini bisa lebih baik. 5. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi serta para staf karyawan USD Yogyakarta yang telah memberikan bimbingan dan pelayanan selama penulis belajar di USD. 6. Bapak Rujiyanto selaku sekretaris dari Kelompok Tani Ikan Mina Berseri dusun Blendung Sumbersari. Terima kasih atas kesediaan bapak memberikan informasi tentang kelompok tani ikan Mina Rukun, sehingga penulisan skripsi ini bisa berjalan dengan lancar. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7. Bapak Wahyu Wibowo Selaku Ketua Kelompok Tani Ikan Mina Rukun dusun Nglahar Sumbersari yang telah memberikan ijin dan pengalaman dalam bertani ikan sehingga skripsi ini bisa menjadi lebih kaya akan pengetahuan bertani ikan. 8. Bapak Zamzuri Latif selaku Ketua Kelompok Tani Ikan Taruna Mina Sari dusun Nasri Sumbersari yang telah memberikan ijin penelitian dan informasi dari Kelompok Tani Ikan Taruna Mina Sari Dusun Nasri. 9. Seluruh anggota kelompok tani ikan Mina Berseri Dusun Blendung Sumbersari, Moyudan, Sleman. 10. Seluruh anggota Kelompok tani ikan Mina Rukun Dusun Nglahar, Sumbersari, Moyudan, Sleman. 11. Seluruh anggota Kelompok Tani Ikan Taruna Mina Sari Dusun Nasri, Sumbersari, Moyudan, Sleman. 12. Kedua Orang Tuaku : Bapak Benediktus Heru Suasana dan Ibu Theresia Retno Farisni yang selalu memberikan doa, kasih sayang, dukungan moril maupun material dan semangat yang tak henti-hentinya terucap. Semoga Rahmat Tuhan selalu senantiasa menyertai Bapak dan Ibu. 13. Simbah R. Samad Dwidjoharsono kakung dan putri, terimakasih doa dan dukungannya. Semoga simbah tetap sehat dan bahagia. 14. Monica Ervina, yang selalu memberikan dukungan, semangat, bantuan dan doa. Terimakasih banyak yangk. Sangat bersyukur mempunyai kamu, Tuhan memberkati. 15. Teman-teman Pendidikan Ekonomi, Ardian, Yohan, Eko, Frengki, Iswara, Densi, Tata, Yeye dan semua teman PE 09. Terimakasih atas doa dan semangat kalian. Semoga kita tidak melupakan satu sama lain. xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16. Semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan kepada penulis yang tidak dapat disebut satu per satu. Penulis berharap, semoga apa yang telah penulis susun dalam skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini. Dengan rendah hati, penulis membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kemajuan karya yang lebih baik. Yogyakarta, 21 Agustus 2014 Hilarius Eka Budi Arianto xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia memiliki potensi yang besar dalam sektor perikanannya mengingat Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki luas laut sampai 3,4jt km2, dan menduduki peringkat keenam dari Negara yang memiliki laut terluas di dunia sehingga mempunyai potensi besar akan hasil laut. Di samping itu sektor perikanan merupakan salah satu sumber daya yang penting bagi hajat hidup masyarakat dan bisa dijadikan sebagai penggerak utama ekonomi Nasional. Potensi perikanan Indonesia sangat besar dikarenakan perikanan merupakan salah satu sumber mata pencaharian bagi sebagian masyarakat Indonesia. Selain itu masih banyak lahan kosong yang bisa dijadikan sebagai tambak maupun kolam ikan dan ketersediaan air tawar yang melimpah, sehingga Indonesai sangat ideal untuk dikembangkan usaha perikanan. Salah satu sektor perikanan air tawar di Indonesia adalah budidaya ikan air tawar yang diambil untuk konsumsi manusia. Banyak sekali jenis ikan yang dibudidayakan oleh peternak Indonesia salah satunya adalah Ikan Gurami. Hampir semua orang mengenal ikan gurami. Ikan gurami dengan nama latin (Osphronemus goramy), ini berpenampilan tenang, gerakan renangnya pelan dan sekali-kali muncul ke permukaan air atau mendekat 1

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 kearah orang yang sedang berada di tepi kolam. Ikan gurami terutama digemari sebagai ikan konsumsi. Dagingnya padat, durinya besar-besar, rasanya enak dan gurih. Gurami hampir selalu tersedia di restoran, untuk dijadikan pelbagai macam masakan terutama gurami bakar dan gurami asam-manis. Ikan ini berharga cukup mahal. Usaha budidaya gurami dapat dilakukan di kolam-kolam tradisional dan lahan potensial yang masih banyak terdapat di pedesaan maupun lahan-lahan sempit di perkotaan. (Puspowardoyo, 1992:16). Oleh karena alasan tersebut maka petani lebih memilih untuk usaha budidaya ikan gurami. Mengetahui jenis-jenis pakan gurami adalah hal yang sangat penting dalam usaha pembididayaan ikan, pada pembudidayaan hewan ternak apapun pakan merupakan faktor yang sangat penting, tanpa pemberian pakan mustahil usaha ternak dapat mencapai target yang maksimal. Pada budidaya ikan gurami, disamping lokasi/ tempat dan kondisi air, pakan merupakan salah satu faktor penunjang utama pertumbuhan dan kesehatan gurami. Pakan gurami yang baik serta dintunjang dengan cara pemberian pakan yang tepat, baik dalam hal waktu maupun penggunaannya, sehingga para peternak gurami dapat memperoleh kuntungan yang maksimal. Adapun jenis-jenis pakan gurami yang pertama yaitu pelet, pelet merupakan pakan yang biasanya diproduksi oleh pabrik, komposisi pelet olahan pabrik biasanya mengandung ; berbagai macam jenis tepung (terigu, ikan, tulang, daging), bungkil kedelai dan kelapa, mineral, dedak

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 halus, minyak dan berbagai macam vitamin yang diperlukan untuk ikan gurami, yang kedua adalah pakan alternatif, pakan alternatif digunakan oleh para peternak gurami di segmen pembesaran agar lebih dapat menekan biaya produksi. Pemberian pakan alternatif yang baik biasanya + sepuluh hari pada saat akan menjelang masa panen. Dan yang ketiga adalah pakan alami, pakan alami adalah pakan yang dihasilkan oleh alam dan mengandung protein cukup tinggi sehingga sangat baik untuk pertumbuhan ikan gurami. Pemilihan jenis pakan tentu akan berpengaruh terhadap hasil ikan gurami. Pakan yang memenuhi kebutuhan gizi ikan dapat meningkatkan pertumbuhan benih ikan hingga mencapai ukuran benih siap jual. Namun pakan masih menjadi masalah pada beberapa pembudidaya ikan. Jenis pakan memang sudah jelas, namun belum diketahui jenis pakan yang terbaik untuk memacu pertumbuhan benih ikan. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti mencoba melakukan penelitian dengan judul “ANALISIS KOMPARATIF USAHA TANI IKAN PENGGUNA PAKAN ALAMI, ALTERNATIF DAN PAKAN PELET ” untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil produksi, harga jual, keuntungan dan biaya produksi yang dikeluarkan antara petani yang memilih pakan gurami jenis pelet, alternatif dan alami.

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang diajukan adalah: 1. Apakah ada perbedaan hasil produksi antara petani pengguna pakan Alami, pakan alternatif, dan pakan pelet? 2. Apakah ada perbedaan masa tunggu panen antara petani pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet? 3. Apakah ada perbedaan keuntungan antara petani pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet? 4. Apakah ada perbedaan tingkat penghasilan yang dikeluarkan oleh petani pengguna pakan alami ,pakan alternatif dan pakan pelet? C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mengetahui perbedaan hasil produksi antara petani pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet? 2. Mengetahui perbedaan masa tunggu panen antara petani pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet? 3. Mengetahui perbedaan keuntungan antara petani pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet ? 4. Mengetahui perbedaan tingkat penghasilan yang diterima oleh petani pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet?

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Petani Ikan Petani dapat menggunakan pakan secara efisien, berdaya guna dan berhasil sehingga mendapatkan hasil panen yang berkualitas dan memuaskan. 2. Bagi Universitas Penelitian ini dapat menambah referensi bacaan dan dapat menambah pengetahuan mengenai penggunaan pakan tambahan, pelet, dan pakan alami dengan tepat 3. Bagi Peneliti Menambah wawasan tentang penggunaan pakan tambahan, pelet dan pakan alami. E. Definisi Operasional 1. Usaha tani ikan adalah sekumpulan kegiatan yang dilakukan petani dalam membudidayakan ikan. 2. Pakan alternatif adalah jenis pakan pokok selain pakan pelet dan pakan alami yang berupa ampas tahu, keong, bekicot, roti bekas, nasi aking, bangkai ayam, sisa jeroan, sisa sayuran, ikan asin yang sudah dicampurkan dengan prebiotik. 3. Pakan pellet atau pakan buatan adalah pakan yang dibuat dan disesuaikan dengan jenis ikan baik itu ukuran , kebutuhan protein dan kebiasaan ikan. pellet ikan terbagi kedalam 2 jenis yaitu pelet terapung

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 dan pelet tenggelam. 4. Pakan alami merupakan pakan yang terdapat di alam, bukan buatan manusia atau pabrik, seperti plankton, kutu air, cacing-cacingan, dan jasad renik lainnya. Pakan alami ini umumnya tumbuh dengan sendirinya.

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Usaha Perikanan Menurut Sari (2006), perikanan adalah kegiatan ekonomi dalam memanfaatkan sumberdaya ikan. Secara garis besar, perikan terdiri dari perikanan tangkap dan perikanan budidaya, baik darat maupun laut. Perikanan tangkap adalah kegiatan ekonomi yang melakukan penangkapan terhadap hewan air dan tumbuhan air. Sedangkan perikanan budidaya adalah kegiatan ekonomi yang melibatkan manusia dalam membudidayakan hewan dan tumbuhan air. Padat penebaran benih dalam melakukan budidaya ikan gurami tidak berpengaruh terhadap kelangsungan hidup dan efisiensi, namun mempengaruhi pertumbuhan hidup dan jumlah pakan yang dikonsumsi. Kelangsungan hidup selama pemeliharaan (SR) tergolong baik yaitu berkisar antara 90,14 persen sampai 99,52 persen, sedangkan pertumbuhan dan jumlah pakan yang dikonsumsi mengalami penurunan dengan meningkatnya padat penebaran. Untuk tujuan produksi, sebaiknya dilakukan pembenihan ikan gurami secara intensif dengan menggunakan padat tebar 8 ekor per liter karena hasil yang diperoleh akan lebih menguntungkan (Bugri, 2006) Berdasarkan hasil penelitian Anggoro (2009), lama pencahayaan yang terbaik untuk pemeliharaan larva ikan gurami sampai ukuran 1,5–2 7

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 cm dalam akuarium sistem indoor adalah 24 jam terang 0 jamgelap (24 T: 0 G), karena menghasilkan kelangsungan hidup yang tinggi, efisiensi pemanfaatan kuning telur dan laju pertumbuhan panjang yang tertinggi, serta ukuran panjang yang paling seragam. B. Budidaya Ikan 1. Pengertian Budi Daya Ikan Menurut Rahardi (2000) dalam Suwandi (2004), pengertian budidaya perikanan dalam arti sempit adalah usaha memelihara ikan yang sebelumnya hidup secara liar di alam menjadi ikan peliharaan. sedangkan dalam pengertian luas, semua usaha yang sudah dibuat tempat tersendiri dengan adanya campur tangan manusia. jadi pengertian budidaya tidak hanya memelihara ikan di kolam, tambak, empang, akuarium, sawah dan sebagainya. Namun secara luas pengertian ini mencakup juga kegiatan mengusahakan komoditi perikanan di danau, sungai atau laut. Tujuan budidaya perikanan yaitu untuk mendapatkan produksi perikanan yang atau lebih baik atau lebih banyak dibandingkan dengan hasil ikan dari ikan yang hidup di alam liar. Untuk memenuhi tujuan itu, perlu diperhatikan faktor-faktor tersebut antara lain : penyediaan benih, pembuatan tempat pemeliharaan, perairan, pakan, pemupukan, dan pengendalian penyakit.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 2. Budidaya Ikan Air Tawar Budidaya ikan air tawar menurut Effendi (2000) adalah kegiatan budidaya yang menggunakan campur tangan manusia dalam meningkatkan produktivitas perairan untuk mendapatkan keuntungan. Adapun aspek atau kegiatan utama budidaya air tawar adalah : 1) Kegiatan pembenihan yaitu kegiatan memperbanyak benih ikan dengan memijahkan induk jantan dengan betina. Kegiatan pembenihan ini terdiri dari pemijahan, penetasan, dan pendederan. 2) Pembesaran ikan dimaksudkan untuk memelihara ikan sampai berukuran siap konsumsi atau untuk memenuhi permintaan pasar. Kegiatan ini dilakukan sebagai tahap lanjutan dari kegiatan pembenihan. 3. Tujuan dan Arah Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar Tujuan dari pengelolaan budidaya air tawar menurut Haris (1999) di acu dalam Irman Suwandi, tak terlepas dari tujuan pengelolaan perikanan secara umum yaitu : 1) Meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup pembudidaya ikan 2) Mengusahakan kegiatan perikanan dilakukan oleh bangsa Indonesia baik usaha produksi maupun pengolahan dan pemasaran. 3) Meningkatkan Devisa Negara. Sementara itu, terdapat lima arahan bagi pengembangan aqua culture dimana yang akan datang. Kelima arahan itu adalah: a) Komoditas relative mahal

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 b) Teknologi hemat lahan dan air c) Memperhatikan limbah dan estetika d) Persaingan dalam bahan baku pakan e) Produk bersaing dengan makanan lux lainnya Ciri-ciri di atas memberikan gambaran kemana arah pembangunan perikanan yang harusnya dijalankan agar deskriptif produk perikanan tersebut dapat mencapai sasaran. C. Ikan Gurami 1. Sifat dan Ciri Khas Ikan gurami (Osphronumus gourami) termasuk golongan ikan Labyrinthici, yaitu sebangsa ikan yang memiliki alat pernafasan berupa insang dan insang tambahan (labyrinth). Dengan alat pernafasan tersebut gurami dapat hidup dalam perairan yang sempit dan berdesakan dengan kepadatan tinggi. Dengan bentuknya yang pipih dan tinggi serta penampilannya yang tenang, gurami kurang cocok bila hidup di perairan yang aliran airnya deras. Gurami memiliki sirip punggung berjari-jari keras sebanya 12-13 buah dan jari-jari lemah 11-13 buah. Sirip duburnya mempunyai jari-jari keras 9-11 buah dan jari-jari lemah 19-21 buah. Sirip dadanya 2 buah, terletak disisi kiri dan kanan dengan jumlah jari-jari lemah 13-14 buah dan sepasang sirip perutnya yang mempunyai jari-jari keras 1 buah dan jari-jari lemah 5 buah mengalami perubahan menjadi

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 sepasang benang panjang yang berfungsi sebagai alat peraba. Letak garis rusuk menyilang di bagian bawah sirip punggung, jumlah sisik pada garis rusuk 30-33 buah. Warna ikan gurami ada yang hitam, ada pula yang putih kemerah-merahan, tetapi keduannya memiliki warna bagian punggung lebih gelap dan bagian perut lebih terang.Namun warna ini tidak mutlak demikian tergantung dari keadaan lingkungan, terutama warna tanah atau air tempat hidupnya. 2. Lingkungan Hidup Ikan gurami dapat hidup dan berkemabang pada perairan tropis atau subtropics. Secara geografis ikan ini tersebar di berbagai Negara seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Kepulauan Sychillin dan Australia. Max Weber dalam bukunya The Fish of Indonesia Australia Archipelago, mengatakan bahwa ikan gurami dapat hidup di perairan tawar ataupun sedikit payau. Temperatur ideal untuk pertumbuhan gurami adalah 24-28C, derajad keasaman (pH) 7-8, dan kandungan oksigen terlarut 3-5 ppm, air tidak terlalu keruh atau kecerahannya 40cm pada alat pengukur kecerahan (Sechi Disk) dan kandungan bahan organic tidak lebih dari 40 setara CaCO3. Gurami senang hidup pada air tenang dan dalam, lingkungannya teduh, tidak lembab, curah hujannya cukup tinggi, bebas polusi (pencemaran) dan banyak tumbuhan air. Karena sifatnya

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 yang lebih suka diam, gurami cocok hidup pada perairan yang tidak begitu luas. 3. Makanan Gurami termasuk jenis ikan herbivora. jenis makanan ikan gurami berkorelasi (berkaitan erat) dengan umurnya. Setiap fase pertumbuhan, jenis makanannya berbeda. Larva (benih) yang baru menetas memakan cadangan makanan berupa kuning telur yang ada pada tubuhnya. Setelah itu ikan memakan tumbuh-tumbuhan kecil berupa phytoplankton. Pada umur satu bulan, gurami kecil sudah memakan plankton, yaitu tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan kecil yang hidup dan melayang-layang dalam air. Pada umur 2 bulan keatas, gurami sudah memakan makanan kesukaannya, yaitu tumbuh-tumbuhan air atau memakan bahan organic yang mengendap didasar kolam. Makanan dan kebiasaan ikan berubah sesuai keadaan lingkunagan hidupnya. dalam lingkungan yang berbeda, ikan lebih tergantung dengan ketersediaan makananya. Oleh karena itu dalam system pemeliharaan secara intensif, gurami lebih suka bila diberikan makanan tambahan berupa pellet. D. Pakan Ikan 1. Pengertian Pakan Ikan Setiap makhluk hidup tentu membutuhkan makanan, tak

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 terkecuali gurami. Gurami membutuhkan asupan pakan dengan kandungan protein yang tinggi untuk dapat tumbuh besar. Jenis pakan, jumlah, dan ukurannya bergantung pada jumlah yang dipelihara. Gurami memunyakai pakan alami maupun buatan (pellet) yang mengandung protein. Masalah pakan sering menjadi kendala dalam budidaya gurami sebab biaya pakan menempati porsi yang paling besar dibandingkan biaya lainnya, kurang lebih 60% sampai 80% dari total biaya produksi. Untuk meningkatkan mutu pakan dan menekan biaya, pakan dapat dikembangkan dengan bahan baku local dan mudah diperoleh dengan kandungan nutrisi yang setara. Menurut Nasrudin dalam bukunya Jurus sukses beternak lele sangkuriang, pemberian pakan harus ada aturannya. salah satunya adalah waktu pemberian pakan tidak boleh terlalu pagi, paling pagi sekitar pukul 9. Hal ini dimaksudkan agar polusi udara yang mencemari permukaan kolam terkena paparan sinar matahari sebelum diberi pakan baru, terutama untuk kolam yang terletak didaerah perkotaan dengan tingkat pencemaran yang tinggi. Apabila pakan tercampur dengan polusi udara yang menempel dipermukaan air yang belum terkena paparan sinar matahari, kemudian pakan tersebut dimakan maka kesehatan ikan akan terganggu.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 2. Jenis-jenis Pakan Ikan 1) Pelet Pelet merupakan pakan ikan yang berbentuk bulat padat dan kering. Pelet dibuat dengan mencampurkan berbagai jenis bahan seperti tepung ikan, tepung terigu, tepung daging, tepung tulang, dedak halus, bungkil kedelai, bungkil kelapa, minyak, mineral dan vitamin. Adapun jenis pelet yang dikenal oleh para pembudidaya ikan, yaitu : pelet terapung dan pelet tenggelam. Pelet terapung adalah pelet yang mengapung dipermukaan air saat ditebar dikolam dan membutuhkan waktu beberapa lama untuk tenggelam. Sementara, pelet tenggelam adalah pelet yang akan tenggelam dengan cepat saat ditebarkan di air. Pelet apung yang beredar di pasaran memiliki 3 ukuran, yakni pelet yang berdiameter 2 mm , 3mm dan 4mm. Sementara, pelet tenggelam hanya memiliki satu ukuran yaitu 3mm. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat pelet mempunyai kandungan nutrisi yang berbeda-beda. dibawah ini adalah daftar kandungan bahan-bahan pembuat pelet dan kandungan gizinya.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 Tabel 2.1 Kandungan Protein Bahan Makanan Ikan Nama Bahan Protein Lemak Serat Tepung Teri 63,71 4,21 3,6 Tepung Udang 47,47 8,59 4,49 Tepung Darah 80,95 5,61 0 Tepung Bekicot 39 9,33 1,05 Tepung Ikan 62,99 6,01 3,6 Tepung Kedelai 46,8 5,31 3,54 Tepung Terigu 12,27 1,16 0 Dedak Halus 13,3 2,4 9,4 Tepung Jagung 9,5 3,22 1,76 Tepung Singkong 0,85 0,3 0 Bungkil Kelapa 24,0 8,0 10 Tepung Ayam Segar 15,51 0,21 0,36 Sumber: Mudjiman (2004) 2) Pakan Alternatif Pakan Alternatif adalah pakan pokok selain pakan pelet dan alami yang biasanya berupa bekicot, roti bekas, ikan rucah, bangkai ayam, dan sosis. a) Bangkai Ayam Bangkai ayam dapat digunakan sebagai pakan tambahan dalam pembesaran ikan Gurami untuk menekan penggunakan pakan tenggelam. Namun, sebelum diberikan sebagai pakan, bangkai ayam ini sebaiknya dibuang terlebih dahulu bulu-bulunya kemudian dibakar untuk membunuh

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 penyakit atau bakteri yang mungkin melekat. Setelah itu, bangkai ayam dapat diberikan langsung untuk pakan gurami. b) Ikan Rucah Ikan rucah adalah ikan hasil tangkapan laut yang berukuran kecil dan tidak layak dikonsumsi manusia. Biasanya ikan-ikan ini terbuang begitu saja meski ada juga yang menjualnya dengan harga yang sangat murah. Meskipun tidak mengandung banyak duri, sebaiknya ikan ini digiling terlebih dahulu sebelum dicampurkan dengan bahan-bahan pembuat pelet. c) Keong Mas Keong mas merupakan sumber pakan yang bergizi. Kandungan proteinnya cukup tinggi sehingga sangat cocok digunakan sebagai pakan alternatif. untuk mempermudah mengeluarkannya dari cangkang, keong mas sebaiknya direbus terlebih dahulu. Kemudian dagingnya dikeluarkan menggunakan bantuan tusuk gigi dan titebarkan ke kolam. d) Sosis Kadaluwarsa Sosis kadaluarsa adalah sosis yang sudah tidak layak konsumsi dan bisa didapatkan di pabrik-pabrik sosis. Biasanya sosis ini akan dibuang dan dihancurkan oleh pabrik, padahal meskipun sudah tidak layak dikonsumsi oleh manusia, kandungan protein dan gizinya masih baik untu

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 dijadikan akan ikan. cara pemberiannya pun mudah, sosis bisa langsung ditebarkan secara perlahan ke kolam sesuai dengan respons gurami sampai gurami merasa cukup kenyang dan enggan makan. 3) Pakan Alami Pakan alami merupakan pakan yang terdapat di alam, bukan buatan manusia atau pabrik. Pakan alami gurami yang selama ini diketahui adalah plankton, kutu air, cacing-cacingan, dan jasad renik lainnya, Pakan alami ini umumnya tumbuh tumbuh dengan sendirinya dengan jumlah yang terbatas, tetapi kita dapat menumbuhkannya dengan menggunakan bantuan kotoran ternak atau formula water stabilizer. pemberian pakan alami pada gurami akan meningkatkan pertumbuhan gurami karena pakan alami terbukti memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Oleh sebab itu dalam budidaya gurami tidak disarankan untuk mengganti air kolam. Salah satu tujuannya adalah agar pakan alami yang terdapat didalamnya tidak hilang. E. Penelitian Terdahulu Penelitian yang dilaksanakan oleh Angga Satria (2004) dalam skripsi yang berjudul "Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pembenihan Ikan Gurame di P4S Kopses, Desa Cibeuteung Muara, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat".

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui teknik pembenihan ikan gurami, mengkaji analisis kelayakan investasi dan menganalisis sentivitas usaha terhadap perubahan harga-harga input di P4S Kopses, Desa Cibeuteung Muara, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Objek dalam penelitian ini adalah kelayakan finansial usaha pembenihan ikan gurame. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah text dan image. Data text adalah data yang berbentuk alphabet maupun angka numeric. Sedangkan data image memberikan informasi melalui foto, diagram, tabel dan sejenisnya yang memberikan informasi secara spesifik mengenai keadaan tertentu. Sumber data yang diperoleh mencakup data primer dan sekunder. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara serta pengamatan langsung di lapangan. Sumber data sekunder diperoleh dokumen-dokumen yang ada. Metode analisis data dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Analisis Pendapatan Usaha Konsep pendapatan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: Keuntungan (π) = TR-TC Keterangan: TR = Total revenue (total penerimaan) TC = Total cost (total biaya) dari

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Dengan criteria usaha: 1) TR > TC, maka usaha menguntungkan 2) TR = TC, maka usaha impas 3) TR < TC, maka usaha rugi. 2. Analisis Imbangan Penerimaan 3. Analisis Waktu Pengembalian Modal (Payback Period) 4. Analisis Kriteria Investasi 5. Analisis Sensitivitas Digunakan untuk melihat apa yang akan terjadi dengan hasil analisis usaha jika ada suatu kesalahan atau perubahan dasar-dasar perhitungan biaya atau benefit. Analisis ini digunakan untuk melihat dampak dari suatu keadaan yang berubah-ubah terhadap hasil suatu analisis. Dalam penelitian ini, analisis sensivitas usaha pembenihan ikan gurame di P4S KOPSES dilakukan pada parameter perubahan harga input. F. Kerangka Berpikir Tujuan pembangunan perikanan adalah untuk mendukung ekonomi rakyat di sector perikanan terutama untuk mendukung meningkatkan kesejahteraan para petani ikan. Untuk mencapai tujuan tersebut ini memerlukan kerangka yang kuat. Apabila perikanan hendak dimajukan, maka perlu diadakan suatu penyuluhan agar dpat membantu meningkatkan dan menambah wawasan bagi petani ikan agar hasil panennya dapat melimpah. Kurangnya

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 pemahaman dan mengenai cara penggunaan khususnya pakan ikan akan merugikan petani sendiri, karena merekan belum mengetahui bagaimana cara penggunaan pakan ikan yang efektif dan efisien. Agar penggunaan pakan ikan dapat berdaya guna dan berhasil guna, maka penggunaanya perlu memperhatikan hal-hal seperti padat tebar benih, dan tinggi air. Kebutuhan pakan pellet per hari adalah 3% dari berat ikan namun jika pakan berupa daun-daunan kebutuhan pakan per hari sebanyak 5-10% dari berat ikan. Untuk penggunaan pakan secara kombinasi diberikan pellet sebanyak 1,5% per hari dari berat ikan dan hijauan sebanyak 5% per hari dari berat ikan. Pemberian pakan secara teratur dalam jumlah yang tepat dapat menghasilakan pertumbuhan ikan gurame yang optimal. Konversi pakan untuk pemeliharaan dalam kolam adalah 1,5 – 2%, artinya untuk menghasilkan 1kg daging ikan memerlukan pakan sebanyak 1,5kg sampai dengan 2kg. Untuk memberikan pakan yang tepat sesuai kebutuhan dilakukan sampling berat ikan. G. Hipotesis Berdasarkan teori yang telah diuraikan diatas, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah : 1. Ada perbedaan signifikan hasil produksi antara petani pengguna pakan tambahan, pelet dan pakan alami 2. Ada perbedaan signifikan masa tunggu panen antara petani pengguna pakan tambahan, pelet dan pakan alami

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 3. Ada perbedaan signifikan keuntungan antara petani pengguna pakan tambahan, pelet dan pakan alami 4. Ada perbedaan signifikan tingkat penghasilan yang dikeluarkan oleh petani pengguna pakan tambahan, pelet dan pakan alami

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian komparatif. Penelitian komparatif adalah penelitian yang bersifat membandingkan. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan dua atau lebih fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang diteliti berdasarkan kerangka pemikiran tertentu (Nazir,2005:58) Dalam penelitian ini mendeskripsikan dan membandingkan menegani penggunaan pakan tambahan, pelet dan alami di Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman jika dilihat dari hasil produksi, masa tunggu panen, keuntungan dan tingkat penghasilan. Penelitian deskriptif merupakan penelitian mendiskripsikan, mencatat, menganalisis dan menginterpretasikan kondisi-kondisi yang sekarang terjadi atau ada. Penelitian ini tidak menguji atau menggunakan hipotesa, tetapi hanya mendiskripsikan informasi apa adanya sesuai dengan variable yang diteliti. Mengacu pada dua teori di atas, maka penelitian ini menggunakan data kualitatif mengenai variable yang diperoleh melalui analisis jawaban subyek pada wawancara yang digunakan sebagaimana mestinya. Hal ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan usaha tani ikan dalam menggunakan pakan tambahan, pelet dan alami tanpa membuat 22

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 kesimpulan yang berlaku secara umum diluar subjek penelitian. B. Populasi Penelitian, Sampel Penelitian dan Teknik Pengambilan Sampel 1. Populasi Penelitian Populasi adalah sekumpulan objek penelitian yang dapat terdiri manusia, benda, hewan, tumbuhan, gejala, nilai, tes atau peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu dalam suatu penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah petani ikan yang berada di Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman yang berjumlah 73 petani ikan, yang terdiri dari 3 Dusun. 23 Petani ikan di Dusun Nglahar dengan nama Mina Rukun, 20 Petani ikan di Dusun Nasri dengan nama Taruna Mina Sari dan 30 Petani ikan di Dusun Blendung dengan nama Mina Berseri. Para petani ikan yang berjumlah 73 orang tersebut memakai pakan ikan yang berbeda-beda dengan rincian : pakan alami 23 orang, pakan alternatif 20 orang, dan pakan pelet 30 orang. Pakan pelet lebih banyak dipakai para petani ikan karena cara mendapatkannya mudah dan lebih cepat untuk memacu pertumbuhan ikan gurami sedangkan pakan alami jika diberikan untuk makanan pokok gurame akan berbeda dalam hal rasa karena ikan yang diberi makan alami akan lebih enak daripada ikan yang diberi makan pelet. Pakan alternatif di desa Sumbersari masih sedikit digunakan karena bahan baku roti bekas masih sulit ditemui.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 2. Sampel Penelitian Sampel dimaksud sebagai contoh yang mewakili populasi, yang dimaksud mewakili bukanlah merupakan merupakan cuplikan yang dicomot, melainkan hanya sebagai cerminan yang bisa dipandang menggambarkan secara maksimal (Hadi, 1982: 139). Dalam penelitian ini yang menjadi sampel penelitian adalah petani ikan yang berada di Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman yang berjumlah 30 Petani ikan. 10 petani ikan pengguna pakan pelet, 10 petani ikan pengguna pakan alami dan 10 petani pengguna pakan kombinasi. 3. Teknik Pengambilan Sampel Dalam penelitian ini, teknik yang akan digunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik purposive sampling, dimana pengambilan sampel dilakukan secara acak sehingga setiap elemen dalam populasi mempunyai kesempatan untuk dipilih sebagai sampel penelitian. Sampel yang dipilih adalah petani ikan yang menggunakan pakan tambahan, pellet dan alami yang berdomisili di Desa Sumber Sari, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman yang berjumlah 30 Petani ikan. Langkah-langkah pengambilan sampel adalah sebagai berikut : a. Mengumpulkan data petani di daerah Sumbersari yang menggunakan pakan tambahan, pelet dan alami. b. Menentukan kerangka sampling (sampling frame) yaitu daftar nama-nama petani ikan dan daerah yang menggunakan pakan

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 tambahan, pellet dan alami. c. Memilih 30 petani ikan dari total populasi tersebut sebagai sampel. Dengan cara acak, 10 petani ikan pengguna pakan tambahan, 10 petani ikan pengguna pakan pellet dan 10 petani ikan pengguna pakan alami. C. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2014, dengan mengambil tempat di Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Propinsi Yogyakarta. Tempat ini dijadikan sampel uji coba dengan alasan banyak masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani ikan. D. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian dalampenelitian ini adalah petani ikan. 2. Objek Penelitian Objek penelitian dalam penelitian ini adalah pakan pellet, tambahan dan alami. E. Identifikasi Variabel, Definisi dan Pengukuran 1. Variabel penelitian adalah atribut atau nilai dari orang, objek atau kerugian yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 1992:32). Adapun variabel-variabel yang diteliti adalah sebagai berikut: a. Hasil produksi antara petani pengguna pakan tambahan, pelet dan pakan alami. b. Masa tunggu panen antara petani pengguna pakan tambahan, pelet dan pakan alami. c. Keuntungan antara petani pengguna pakan tambahan, pelet dan pakan alami. d. Tingkat penghasilan yang diterima oleh petani pengguna pakan tambahan, pelet dan pakan alami. 2. Definisi dan Pengukuran a. Usaha tani ikan Usaha tani ikan adalah sekumpulan kegiatan yang dilakukan petani dalam membudidayakan ikan. b. Pakan tambahan Pakan tambahan adalah pakan yang diberikan untuk menunjang perkembangan ikan gurami selain pakan pellet dan pakan alami. contoh pakan tambahan adalah ampas tahu, keong, bekicot, roti bekas, nasi aking, bangkai ayam, telur busuk rebus, sisa jeroan, sisa sayuran dan ikan asin. c. Pakan pellet Pakan pellet atau pakan buatan adalah pakan yang dibuat dan

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 disesuaikan dengan jenis ikan baik itu ukuran , kebutuhan protein dan kebiasaan ikan. pellet ikan terbagi ke dalam 2 jenis yaitu: 1) Pelet terapung 2) Pelet tenggelam d. Pakan alami Pakan alami merupakan pakan yang terdapat di alam, bukan buatan manusia atau pabrik, seperti plankton, kutu air, cacing-cacingan, dan jasad renik lainnya. Pakan alami ini umumnya tumbuh tumbuh dengan sendirinya. F. Data yang diperlukan 1. Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari responden melalui wawancara, meliputi data tentang hasil produksi, masa tunggu panen, keuntungan dan tingkat penghasilan. 2. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang lebih dahulu dikumpulkan oleh orang lain di luar penelitian sendiri, walaupun merupakan hasil data asli. Data sekunder dalam penelitian ini adalah usaha tani ikan pengguna pakan pelet, tambahan dan alami di Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Propinsi Yogyakarta.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 G. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, teknik pengambilan data yang digunakan adalah: 1. Wawancara (Tanya Jawab Langsung) Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan panduan wawancara (interview guide). WAWANCARA PERTANYAAN UNTUK PETANI IKAN PENGGUNA PAKAN ALAMI Hari/tanggal : Nama Responden : Jenis Kelamin :L/P Umur : Alamat : Tabel 3.2 Daftar Pertanyaan No. Pertanyaan 1. Sudah berapa lama Anda menjadi petani ikan ? 2. Selain menjadi petani ikan, apakah Anda mempunyai pekerjaan sambilan 3. Berapa luas lahan yang Anda gunakan untuk membuat kolam? 4. Lahan yang Anda gunakan untuk membuat kolam tersebut merupakan lahan milik sendiri atau lahan sewa? 5. Jika lahan sewa, berapa biaya yang Anda keluarkan untuk menyewa lahan tersebut? 6. Berapakah biaya yang Anda keluarkan untuk mengolah lahan kolam untuk setiap kali panen secara keseluruhan ? a. Biaya Bibit  Dengan luas kolam tersebut, berapa ekor gurame yang dibutuhkan ?

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI  29 Berapakah harga 1 ekor bibit ikan gurame ? b. Biaya Pakan Pakan yang digunakan adalah pakan alami yang disertai dengan harga per Kg No. Jenis Pakan yang digunakan 1. Harga per Kg Pakan Alami c. Biaya Tenaga Kerja  Dalam beternak ikan, apakah Anda menggunakan tenaga kerja?  Jika Anda menggunakan tenaga kerja, berapa orang tenaga kerja yang Anda butuhkan?, Mengapa?  Berapa upah yang Anda berikan pada setiap orang tenaga kerja? 7. Hasil Produksi  Berapa hasil produksi dengan menggunakan pakan alami? 8. Masa Tunggu panen  Berapa lama masa tunggu panen gurami menggunakan pakan alami? 9. Keuntungan  Berapa keuntungan yang anda dapatkan jika menggunakan pakan alami ? 10. Penghasilan  Berapa penghasilan bersih yang diterima selama satu periode panen dengan menggunakan pakan alami?

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 WAWANCARA PERTANYAAN UNTUK PETANI IKAN PENGGUNA PAKAN ALTERNATIF Hari/tanggal : Nama Responden : Jenis Kelamin :L/P Umur : Alamat : Tabel 3.2 Daftar Pertanyaan No. Pertanyaan 1. Sudah berapa lama Anda menjadi petani ikan ? 2. Selain menjadi petani ikan, apakah Anda mempunyai pekerjaan sambilan 3. Berapa luas lahan yang Anda gunakan untuk membuat kolam? 4. Lahan yang Anda gunakan untuk membuat kolam tersebut merupakan lahan milik sendiri atau lahan sewa? 5. Jika lahan sewa, berapa biaya yang Anda keluarkan untuk menyewa lahan tersebut? 6. Berapakah biaya yang Anda keluarkan untuk mengolah lahan kolam untuk setiap kali panen secara keseluruhan ? a. Biaya Bibit  Dengan luas kolam tersebut, berapa ekor gurame yang dibutuhkan ?  Berapakah harga 1 ekor bibit ikan gurame b. Biaya Pakan Pakan yang digunakan adalah pakan alternatif yang disertai dengan harga per Kg No. Jenis Pakan yang digunakan 1. Harga per Kg Pakan Alternatif c. Biaya Tenaga Kerja  Dalam beternak ikan, apakah Anda menggunakan tenaga kerja?  Jika Anda menggunakan tenaga kerja, berapa orang tenaga kerja yang Anda butuhkan?,

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI  31 Mengapa? Berapa upah yang Anda berikan pada setiap orang tenaga kerja? 7. Hasil Produksi  Berapa hasil produksi dengan menggunakan pakan alternatif? 8. Masa Tunggu panen  Berapa lama masa tunggu panen gurami menggunakan pakan alternatif? 9. Keuntungan  Berapa keuntungan yang anda dapatkan jika menggunakan pakan alternatif ? 10. Penghasilan  Berapa penghasilan bersih yang diterima selama satu periode panen dengan menggunakan pakan alternatif? WAWANCARA PERTANYAAN UNTUK PETANI IKAN PENGGUNA PAKAN PELET Hari/tanggal : Nama Responden : Jenis Kelamin :L/P Umur : Alamat : Tabel 3.2 Daftar Pertanyaan No. Pertanyaan 1. Sudah berapa lama Anda menjadi petani ikan ? 2. Selain menjadi petani ikan, apakah Anda mempunyai pekerjaan

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. 4. 5. 6. 32 sambilan ? Berapa luas lahan yang Anda gunakan untuk membuat kolam? Lahan yang Anda gunakan untuk membuat kolam tersebut merupakan lahan milik sendiri atau lahan sewa? Jika lahan sewa, berapa biaya yang Anda keluarkan untuk menyewa lahan tersebut? Berapakah biaya yang Anda keluarkan untuk mengolah lahan kolam untuk setiap kali panen secara keseluruhan ? d. Biaya Bibit  Dengan luas kolam tersebut, berapa ekor gurame yang dibutuhkan ?  Berapakah harga 1 ekor bibit ikan gurame e. Biaya Pakan Pakan yang digunakan adalah pakan pelet yang disertai dengan harga per Kg No. Jenis Pakan yang digunakan 1. Harga per Kg Pelet f. Biaya Tenaga Kerja  Dalam beternak ikan, apakah Anda menggunakan tenaga kerja?  Jika Anda menggunakan tenaga kerja, berapa orang tenaga kerja yang Anda butuhkan?, Mengapa?  Berapa upah yang Anda berikan pada setiap orang tenaga kerja? 7. 8. 9. 10. Hasil Produksi  Berapa hasil Produksi dengan menggunakan pakan pelet? Masa Tunggu panen  Berapa lama masa tunggu panen gurami menggunakan pakan pelet? Keuntungan  Berapa keuntungan yang Anda dapatkan jika menggunakan pakan pelet ? Penghasilan  Berapa penghasilan bersih yang diterima selama satu periode panen dengan menggunakan pakan pelet?

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 2. Dokumentasi Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan kategorisasi dan klasifikasi bahan-bahan tertulis yang berhubungan dengan masalah penelitian baik dari sumber dokumen, maupun sumber dari petani ikan yang berupa informasi. Data ini untuk mencari hasil produksi, masa tunggu panen, keuntungan dan tingkat penghasilan petani ikan. H. Teknik Analisis Data Penelitian ini merupakan studi perbandingan (comparative study) yang menguji perbedaan hasil produksi, masa tunggu panen, keuntungan dan tingkat penghasilan . 1. Analisis Usaha Tani Ikan 2. Uji Anova Analisis of variance atau ANOVA merupakan salah satu teknik analisis multivariate yang berfungsi untuk membedakan rerata lebih dari dua kelompok data dengan cara membandingkan variansinya. Analisis varian termasuk dalam kategori statistik parametric.Sebagai alat statistika parametric, maka untuk dapat menggunakan rumus ANOVA harus terlebih dahulu perlu dilakukan uji asumsi meliputi normalitas, heterokedastisitas dan random sampling (Ghozali, 2009). Analisis varian dapat dilakukan untuk menganalisis data yang

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 berasal dari berbagai macam jenis dan desain penelitian. Analisis varian banyak dipergunakan pada penelitian-penelitian yang banyak melibatkan pengujian komparatif yaitu menguji variable terikat dengan cara membandingkannya pada kelompok2 sampel independen yang diamati. Pada penelitian ini uji anova digunakan untuk menguji apakah ada perbedaan hasil produksi, massa tunggu panen, keuntungan dan tingkat penghasilan petani yang menggunakan pakan tambahan, pakan pellet dan pakan kombinasi. Untuk mengetahui perbedaan hasil produksi, massa tunggu panen, keuntungan dan tingkat penghasilan, petani dikelompokan menjadi tiga macam, sebagai berikut: KelompokI : petani pengguna pakan tambahan KelompokII : petani pengguna pakan pellet KelompokIII : petani pengguna pakan kombinasi Sebelum dilakukan uji ANOVA maka dilakukan uji kesamaan varian (homogenitas) dengan Levene Test, uji ini digunakan untuk mengetahui apakah varian ketiga kelompok kelas sama. Data yang memenuhi syarat adalah jika varian sama atau subjek berasal dari kelompok yang homogen. Langkah-langkah uji homogenitas sebagai berikut: 1. Menentukan Hipotesis Ho: Ketiga varian adalah sama (varian kelompok I,II dan III sama)

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 Ha : Ketiga varian adalah berbeda (varian kelompok I, II dan III berbeda) 2. Kriteria Pengujian (berdasar probabilitas / signifikansi) Ho diterima jika P value> 0,05 Ho ditolak jika P value< 0,05 3. Membandingkan probabilitas Nilai P value > 0,05 maka Ho diterima. 4. Kesimpulan Jika nilai probabilitas (signifikansi) adalah lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima, jadi dapat disimpulkan bahwa ketiga varian sama (varian kelompok I, II dan III sama). Langkah-langkah uji ANOVA sebagai berikut: 1. Menentukan Hipotesis Hipotesis yang digunakan adalah: a. Ho: b1=b2=b3=b4=0 Artinya: Ho1 : Ada perbedaan signifikan hasil produksi antara petani pengguna pakan tambahan, pellet dan alami Ho2 : Ada perbedaan signifikan masa tunggu panen antara petani ikan pengguna pakan tambahan, pellet dan alami.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Ho3 : Ada perbedaan signifikan keuntungan antara petani pengguna pakan tambahan, pellet dan pakan alami Ho4 : Ada perbedaan Signifikan tingkat penghasilan yang dikeluarkan oleh petani pengguna pakan tambahan, pellet dan pakan alami. b. H1: b1≠b2≠b3≠b4 Artinya: Ha 1 : Tidak ada perbedaan signifikan hasil produksi antara petani pengguna pakan tambahan, pellet dan alami Ha 2 : Tidak ada perbedaan signifikan masa tunggu panen antara petani ikan pengguna pakan tambahan, pellet dan alami. Ha 3 : Tidak ada perbedaan signifikan keuntungan antara petani pengguna pakan tambahan, pellet dan pakan alami Ha 4 : Tidak ada perbedaan Signifikan tingkat penghasilan yang dikeluarkan oleh petani pengguna pakan tambahan, pellet dan pakan alami. 2. Menentukan tingkat signifikansi Pengujian menggunakan uji dua sisi dengan tingkat signifikansi = 5%. Tingkat signifikansi dalam hal ini berarti kita mengambil risiko salah dalam mengambil keputusan untuk menolak hipotesis yang benar sebanyak-banyaknya 5% (signifikansi 5% atau 0,05 adalah ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian) 3. Menentukan F hitung

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Menentukan F tabel 5. Kriteria pengujian 37 Kriteria pengujian anova dengan tingkat signifikansi = 0,05 ditentukan sebagai berikut: F hitung< F tabel, maka Ho diterima F hitung> F tabel, maka Ho ditolak Selain itu uji anova juga dapat dilakukan dengan melihat nilai probability significansy dari F-rasio dari ujianova. Jika nilai probability signifincy dari F-rasio dari uji anova lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV TEMUAN LAPANGAN A. Keadaan Geografis 1. Letak Kelurahan Sumbersari Desa Sumbersari terletak di Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman. Desa ini mempunyai 12 Padukuhan, antara lain: Nasri, Tiwir, Blendung, Nglahar, Sombangan, Menulis, Tumut, Tegalrejo, Klisat, Ngaglik, Semingin dan Bendosari 2. Luas dan Bentuk Wilayah Desa Sumbersari mempunyai luas 5.460.065 Ha yang terdiri dari sawah tanah setengah teknis, tanah sawah sederhana, tanah sawah wadah hujan, pekarangan dan lain-lain. B. Keadaan Demografi 1. Keadaan Penduduk Berdasarkan data yang diperoleh, sebanyak 2.642 orang penduduk di desa sumbersari bekerja sebagai petani, dengan jenis pertanian yang dilaksanakan berbeda-beda sesuai dengan jenis tanahnya. Selain petani ada juga penduduk yang bekerja sebagai karyawan, pedagang, wiraswasta, dan lain-lain. Pendidikan masyarakatnya sudah maju, banyak orang tua yang 38

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 menyekolahkan anaknya untuk masa depan keluarga yang baik. Orang tua bekerja dengan keras agar anak-anaknya dapat sekolah sampai dengan bangku perkuliahan. Para orang tua sangat mendukung dan memperhatikan pendidikan anaknya. Dalam bidang perikanan Desa Sumbersari adalah desa yang banyak mempunyai kelompok tani ikan di Desa-desa yang berada di kecamatan moyudan, oleh karena itu Desa Sumbersari sering mendapat dan hibah dari dinas terkait seperti Dinas Perikanan dan Kelautan DIY. Kelompok tani ikan yang berada di Sumbersari antara lain kelompok Mina Berseri di dusun Blendung, Mina Rukun di dusun Nglahar,dan Taruna Mina Sari di dusun Nasri. Dibawah ini ada daftar nama anggota 3 kelompok tani ikan yang berada di Desa Sumbersari, Moyudan, Sleman: Tabel 4.1 DAFTAR ANGGOTA KELOMPOK TANI IKAN “ MINA BERSERI” Alamat : Blendung, Sumbersari, Moyudan, Sleman, Yogyakarta 55563 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama Sukadi Sajiyo H. Sadiyan Sumardi Sarja Prihatin Rujiyanto Sumarsam Kiswanto Antonius Lamijo Subandri Suhadi Pakan Pelet Pelet Pelet Pelet Alternatif Pelet Alternatif Alternatif Alami Pelet Alternatif

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Risdiyanto Marijo Wiyono Budi wiyono Kristanto S Dwi Widodo Dalimin Nurodin Hasan Sugiyanto Ponijo Prapto Sukijo Adi Tukimin Supriyono Syaifudin Yusuf Sumadi Muji Hartono Sukirjo Prasojo Gunarto Pelet Alternatif Alami Alternatif Alternatif Alami Alami Pelet Alami Alami Pelet Alternatif Pelet Pelet Alami Pelet Alternatif Alternatif Pelet Tabel 4.2 DAFTAR ANGGOTA KELOMPOK TANI IKAN “ MINA RUKUN” Alamat : Nglahar, Sumbersari, Moyudan, Sleman, Yogyakarta 55563 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Nama Wahyu Wibowo Tariyono Purnomo Wahyu Widodo Burhanuyi Daryanto Agus Sumarno Suyanto Waldiyanto Hartono Dul Muhaimin Ajron Johan Budi Wibowo Ari Wijayanto Pakan Alternatif Pelet Pelet Pelet Alami Alami Alami Pelet Pelet Alami Alternatif Alami Pelet Alami 40

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Mahsuni Muji Suparyanto Wartono Warsito Hardiyanto Suparman Adip Suyanto Sumandar Parmo Yuwono 41 Alternatif Pelet Alternatif Alternatif Alternatif Pelet Alami Pelet Alami Tabel 4.3 DAFTAR ANGGOTA KELOMPOK TANI IKAN “ TARUNA MINA SARI “ Alamat : Nasri, Sumbersari, Moyudan, Sleman, Yogyakarta 55563 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Zamzuri Latif Rianto Risdianto Evan Tri Wahab Ramelan Sarbini Johan Gunawan Heri Prasetyo Wawan Dwi Hilarius Eka Dwi Raharjo Zaenudin Abu Rohman Yuli S Setyo Pramuji Wasis Guritno Dedi Theo Sardani Alamat Pelet Alternatif Alternatif Alternatif Pelet Pelet Alami Alami Alami Alami Alternatif Pelet Pelet Pelet Alami Alami Alami Pelet Pelet Alami dari daftar tabel di atas, kita bisa melihat nama anggota

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 kelompok dari 3 kelompok tani ikan yang berada di Desa Sumbersari yang menggunakan pakan alami, alternatif, dan pelet. 2. Jumlah Penduduk Untuk mengetahui jumlah di suatu daerah diperlukan suatu cara untuk menghitung jumlahnya. Mengenai cara menghitung jumlah penduduk dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain: a. Survey b. Kuesioner c. Sensus d. Regristrasi penduduk Cara yang paling sering digunakan untuk mengetahui jumlah penduduk di suatu daerah adalah dengan cara sensus. Penghitungan jumlah penduduk berguna untuk mengetahui jumlah penduduk di daerah tersebut, dan agar dapat segera dicatat segala sesuatu yang terjadi yang dialami oleh penduduk di daerah tersebut, seperti jenis kelamin, kelompok umur, mata pencaharian, agama, pendidikan, pendidikan dan lain sebagainya. Berdasarkan data yang dipeloleh di Kelurahan Sumbersari, jumlah penduduk yang tercatat untuk tahun 2014 adalah dibagi dalam jumlah penduduk berdasarkan kelompok-kelompok sebagai berikut: a. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Tabel 4.4 Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan Jumlah Penduduk TK 319 Jiwa SD 1437 Jiwa SMP 2070 Jiwa SMA 2602 Jiwa D1-D3 988 Jiwa S1-S2 895 Jiwa Sumber: Data Sumbersari Sumbersari 2014 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa penduduk desa sumbersari sangat memperhatikan pendidikan. Rata-rata penduduk mampu menyelesaikan tingkat pendidikannya samapi jenjang yang tinggi. Hal ini menunjukan bahwa tingkat kesadaran akan pentingnya pendidikan telah baik. b. Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Tabel 4.5 Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Mata Pencaharian Jumlah Penduduk Karyawan 537 Jiwa PNS 457 Jiwa Swasta 619 Jiwa Mata Pencaharian Jumlah Penduduk

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Wiraswasta / pedagang Tani 44 381 Jiwa 2.642 Jiwa Pertukangan 579 Jiwa B.Tani 491 Jiwa Pensiunan 356 Jiwa Jasa 441 Jiwa Sumber: Data Desa Sumbersari 2014 Berdasarkan table di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar penduduk di sumbersari bermata pencaharian sebagai petani. Hal ini sesuai dengan potensi kdi desa sumbersari yang merupakan daerah pertaian. Usaha tani yang dilakukan mencakup usaha tani padi, sayuran, dan perkebunan. c. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 4.6 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Penduduk Laki –laki 4334 Jiwa Perempuan 4712 Jiwa Sumber: Data Desa Sumbersari 2014 C. Keadaan Sosial Ekonomi dan Perekonomian Keadaan sosial ekonomi dan perekonomian di Desa Sumbersari tergolong sudah cukup maju karena ada sarana dan prasarana yang menunjang perkonomian di Desa Sumbersari. Sarana dan prasarana tersebut antara

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 lain: 1. Sarana Pengairan Sarana pengairan untuk Desa Sumbersari ini ada 2 sumber, yaitu dari Bendungan Jering dan Selokan Van Der Wijk. Kedua sumber itu dialirkan ke desa Sumbersari melalui Bendung kliwonan-selokan sumberan. Air dari selokan sumberan mengairi sawah yang terletak di bagian barat desa Sumbersari dan pedukuhan bagian barat, sedangkan pengairan sawah dan pedukuhan di bagian timur diperoleh dari saluran irigasi Godean yang juga berasal dari selokan Van Der Wijk 2. Sarana Pengangkutan Sarana pengangkutan di desa Sumbersari ini sebagian besar menggunakan moda transportasi modern seperti Truck, Pick up, Bis dan sepeda motor roda tiga. Sudah sangat jarang di desa ini ditemui transportasi tradisional jaman dulu seperti gerobak sapi. 3. Sarana Informasi dan Komunikasi Informasi dan komunikasi di desa Sumbersari juga sudah cukup modern karena sudah menerapkan internet masuk desa, informasi bisa diunduh lewat akses internet dengan cepat. Alat-alat komunikasi di Desa ini sudah cukup canggih seperti Handy Talky, Hand Phone, Radio, TV dan perangkat elektronik lainnya. 4. Sarana Industri dan Perdagangan Perindustrian dan perdagangan di sumbersari juga cukup pesat, ada

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 beberapa industry di desa ini, antara lain: Industri besi, industry alumunium dan industry penggilingan padi. Industry-industry itu tersebar di berbagai pedukuhan di Sumbersari. Selain industry juga ada sarana perdagangan, misalnya: komplek pasar krempyeng, toko-toko, kios, warung. 5. Sarana Kesehatan dan Tenaga Medis Sarana kesehatan dan tenaga medis di desa sumbersari antara lain: PUSTU (Puskesmas Pembantu), Mer-C (Kerjasama pemerintah desa sumbersari dengan Organisasi kesehatan), Ambulance Desa (diperuntukkan kepada warga desa sumbersari yang membutuhkan penanganan cepat). Tenaga medis yang dimiliki juga cukup banyak, misalnya: dokter gigi, dokter hewan, perawat, manteri kesehatan, bidan dan dokter umum. 6. Sektor Perikanan Desa Sumbersari memiliki beberapa sentra perikanan, dengan adanya beberapa kelompok tani ikan yang sudah terdaftar di Dinas Perikanan Kabupaten Sleman. Kelompok – kelompok tani ikan itu antara lain: Mina Rukun dusun Nglahar, Mina Berseri dusun Blendung dan Taruna Mina Sari dusun Nasri. Kelompok tani ikan yang masih kecil atau sedang berkembang untuk mendapatkan pengakuan dari Dinas Perikanan Kabupaten Sleman juga ada, antara lain: kelompok tani ikan dusun Sangu Banyu, Kelompok tani ikan Dusun Menulis, Kelompok

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 tani ikan dusun Tegalrejo dan Kelompok tani ikan Dusun Ngaglik. Desa Sumbersari pada tahun 2013 mendapatkan bantuan dari Dinas perikanan Kabupaten Sleman berupa bak / kolam penampungan hasil produksi yang terletak di Dusun Blendung. Pada tahun2014 ini Desa Sumbersari juga mengajukan permohonan untuk pembangunan pasar ikan guna melengkapi kolam penampungan yang sudah ada. Dengan adanya pembangunan di sektor perikanan, maka desa Sumbersari bisa menjadi desa produsen gurami di wilayah Sleman. D. Deskripsi Penggunaan Pakan Berdasarkan hasil penelitian dan informasi yang diperoleh, sebagian besar petani ikan yang berada di desa sumbersari menggunakan pakan pellet, yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4.7 Jumlah Pengguna Pakan No Jenis Pupuk Jumlah Persentase 1 Pakan tambahan 42 27% 2 Pakan pellet 62 40% 3 Pakan alami 50 32% 154 100% Jumlah Sumber: Data Desa Sumbersari 2014

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Dari tabel tersebut terlihat bahwa petani dengan menggunakan pakan pelet lebih banyak dari pada pengguna pakan alami dan pakan alternatif. Hal tersebut menunjukan bahwa petani lebih memilih pakan yang telah jadi dan yang telah dipasarkan di pasaran sehingga lebih praktis dalam mendapatkanya. Para petani biasa memberikan pakan dua kali sehari yakni pagi dan sore hari. Takaran pelet yang digunakan para petani ikan adalah 2 ons untuk 2000 babyfish gurami, Pellet yang diberikan untuk pakan bisa didapatkan atau dibeli di toko-toko pakan khusus hewan. Untuk pakan alami, para petani biasa mendapatkan di pekarangan rumahnya seperti daun ketela pohon, daun talas dan daun mata ikan yang mudah didapat di sawah, jumlah yang diberikan tidak terbatas hanya dengan perkiraan sehari habis.. Petani ikan dengan pakan tambahan biasa memberikan ampas tahu dari sisa pengolahan tahu, sisa sayuran yang didapat dari pasar tradisional di sekitar perikanan. membeli roti bekas yang berada dipasaran. Untuk saat ini petani ikan dengan pakan alternatif berupaya bekerjasama dengan produsen roti yang berada di desa sumbersari guna memperoleh hasil sisa atau roti yang sudah tidak layak jual untuk dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk gurami Mereka biasa memberikan takaran pakan alternatif setengah ember cat untuk sekali pakan yang sudah diberi prebiotik. Pakan pelet memang pakan yang memacu pertumbuhan ikan dengan cepat, namun perlu diketahui juga bahwa pelet juga

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 mengandung zat kimia yang menyebabkan kualitas air berubah warnanya. Apabila air yang berada di kolam penampungan gurami diberi makan pelet sudah berubah warna menjadi hijau, maka dengan segera air itu harus dikuras dan diganti dengan yang baru karena kadar oksigen di air tersebut sudah berkurang drastis. Adapula penanganan air di saat musim penghujan datang, air hujan kadar keasamannya tidak seperti air tawar, maka sehabis hujan turun para petani ikan memberikan garam yang sudah dihaluskan lalu menaburkan di kolam guna menetralisir kadar keasaman air hujan. Petani ikan pengguna pakan alternatif biasanya mendapatkan pakan alternative berupa roti bekas dari pasar godean disaat pagi hari, karena saat sore hari para pedagang sudah bergegas pulang. Mungkin untuk kedepannya bisa mencari roti yang sudah basi atau sisa karena lebih murah dalam segi biaya. Para petani tersebut mungkin bisa berelasi dengan pengusaha roti yang berada di daerah sumbersari untuk mengambil roti sisa yang tidak laku terjual dan di manfaatkan sebagai pakan alternatif.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Analisis data Penelitian ini termasuk studi perbandingan (comparative study) yang menguji perbedaan antara hasil produksi, masa tunggu panen, keuntungan dan tingkat penghasilan. Untuk menguji masing-masing variable tersebut, digunakan uji Anova yang merupakan salah satu teknik analisis multivariate yang berfungsi untuk membedakan rerata lebih dari dua kelompok data dengan cara membandingkan variansinya. Sampel berjumlah 30 orang yang dibagi kedalam tiga kelompok , 10 orang petani ikan pengguna pakan pellet, 10 orang petani ikan pengguna pakan alami, dan 10 orang petani ikan pengguna pakan tambahan. Sebelum dilakukan uji ANOVA terlebih dahulu perlu dilakukan uji asumsi meliputi normalitas dan random sampling. Untuk mengetahui perbedaan hasil produksi, massa tunggu panen, keuntungan dan tingkat penghasilan, petani dikelompokan menjadi tiga macam, sebagai berikut: KelompokI : petani pengguna pakan alternatif KelompokII : petani pengguna pakan pelet KelompokIII : petani pengguna pakan alami Penggujian masing-masing variable dalam penelitia ini menggunakan bantuan Sign test dari program SPSS versi 16. Adapun pengujian untuk 50

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 masing-masing variable adalah sebagai berikut: 1. Hasil Produksi Pengujian variabel pertama adalah hasil produksi para petani ikan pengguna pakan alternatif, pakan pelet dan pakan alami. Yang dimaksud hasil produksi dalam penelitian ini yaitu hasil panen yang didapatkan oleh petani ikan selama satu periode panen. Pengujian dilakukan dengan uji Anova dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Uji ini digunakan untuk mengukur data berskala ordinal, interval, ataupun rasio. Jika analisis menggunakan metode parametrik, maka persyaratan normalitas harus terpenuhi yaitu data berasal dari distribusi yang normal. Jika data tidak berdistribusi normal, atau jumlah sampel sedikit dan jenis data adalah nominal atau ordinal maka metode yang digunakan pembahasan ini adalah akan statistik non digunakan parametrik. uji One Dalam Sample Kolmogorov-Smirnov dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05. Data dinyatakan berdistribusi normal jika signifikansi lebih besar dari 5% atau 0,05.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Tabel 5.1 Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic df Sig. Hasil Produksi .140 30 .138 Sumber: Data Primer, diolah 2014 Dari hasil di atas kita lihat pada kolom Kolmogorov-Smirnov dan dapat diketahui bahwa nilai signifikansi untuk hasil produksi sebesar 0,138. Karena signifikansi variabel lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data variabel hasil produksi berdistribusi normal. b. Uji Homogenitas Uji homogenitas ini ditujukan untuk melakukan uji kesamaan homogen. Salah satu syarat untuk melakukan uji ANOVA satu arah apabila data mempunyai varians sama (homogen). Caranya adalah dengan membandingkan nilai signifikasi pada Sig. dengan nilai signifikasi yang digunakan (SPSS secara default menggunakan nilai signifikasi 0.05) Untuk pengujian varians apabila nilai siginifikasi (probabilitas) > 0.05 maka data mempunyai varians sama. Apabila nilai siginifikasi < 0.05 maka data mempunyai varians yang berbeda.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Berikut hasil pengujian homogenitas hasil produksi para petani ikan pengguna pakan tambahan, pakan pellet dan pakan alami: Tabel 5.2 Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic df1 df2 Hasil_Produksi 1.693 2 27 Sumber: Data Primer, diolah 2014 Sig. .203 Dari data hasil pengujian hasil produksi para petani ikan pengguna pakan alternatif, pakan pelet dan pakan alami di atas terlihat bahwa nilai signifikasi probabilitas 0.203, maka data diatas mempunyai varians yang sama atau homogen (0.203 > 0.05). Dengan demikian telah memenuhi sayarat uji ANOVA dan dapat dilakukan uji hipotesis. c. Uji hipotesis Setelah dilakukan uji homogenitas maka selanjutnya dilakukan uji hipotesis. Uji hipotesis ini digunakan untuk menganalisa apakah terdapat perbedaan rata–rata antara variabel yang diuji yaitu hasil produksi para petani ikan pengguna pakan alternatif, pakan pelet dan pakan alami. Hipotesisnya adalah sebagai berikut: Ho = Tidak ada perbedaan signifikan hasil produksi antara petani pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet. H1 = Ada perbedaan signifikan hasil produksi antara petani

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet Untuk mengambil keputusan dapat dilihat berdasarkan nilai probabilitas yang tercantum pada kolom Sig. pada hasil penggujian dengan SPSS. Dasar untuk melakukan keputusan adalah sebagai berikut: Apabila probabilitas > 0.05 maka Ho diterima. Apabila probabilitas < 0.05 maka Ho ditolak. Berikut adalah hasil penggujian hasil produksi para petani ikan pengguna pakan tambahan, pakan pellet, dan pakan alami: Tabel 5.3 ANOVA Hasil Produksi Sum of Squares Mean Square df Between Groups 74480.000 Within Groups 27540.000 27 102020.000 29 Total F Sig. 2 37240.000 36.510 .000 1020.000 Sumber: Data Primer, diolah 2014 Dari hasil perhitungan di atas dapat diketahui bahwa nilai probabilitas yang dihasilkan adalah 0.000. Karena nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 atau 0.000 < 0.05 maka Ho ditolak. Dengan demikian kesimpulannya: Ada perbedaan signifikan hasil produksi antara petani pengguna pakan pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI d. 55 Deskripsi Dalam hasil pengujian Anova di atas dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan signifikansi hasil produksi antara petani pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet. Hasil tersebut juga dapat didukung dengan tabel wawancara hasil produksi petani pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet berikut ini: Tabel 5.4 Tabel Hasil Produksi Pakan Pakan No Alternatif Pelet 1 860 965 2 870 950 3 850 950 4 895 990 5 890 980 6 890 895 7 880 950 8 870 870 9 895 930 10 890 950 Jumlah 8,790 9,430 Rata-rata 879 943 Sumber: Data Primer, diolah 2014 Pakan Alami 810 850 830 810 755 895 840 810 830 780 8,210 821 Dalam penelitian ini jumlah bibit ikan yang dimasukan ke dalam kolam para petani ikan baik pengguna pakan alternatif, pakan pelet, dan pakan alami adalah berjumlah 1.000 ekor. Dari tabel tersebut di atas terlihat bahwa hasil produksi dengan menggunakan pakan pelet akan lebih unggul dibandingkan

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 dengan pakan alternatif dan pakan alami, hal itu terlihat dari rata-rata hasil produksi petani ikan pengguna pakan pelet yaitu 943 ekor, rata-rata hasil produksi petani ikan pengguna pakan alternatif yaitu 879 ekor, dan rata-rata hasil produksi petani ikan pengguna pakan alami yaitu 821 ekor. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil produksi petani ikan pengguna pakan pelet lebih unggul dibandingkan dengan petani ikan pengguna pakan alternatif dan pakan alami, dan hasil produksi petani ikan pengguna pakan alternatif lebih unggul dibandingkan dengan petani ikan pengguna pakan alami. 2. Masa Tunggu Panen Pengujian variabel yang kedua adalah masa tunggu panen para petani ikan pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet. Masa tunggu panen yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu jangka waktu pertumbuhan ikan baik berat badan maupun panjang dari benih sampai ukuran ikan layak jual dalam satu kali periode. Pengujian dilakukan dengan uji Anova dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Uji ini digunakan untuk mengukur data berskala ordinal, interval, ataupun rasio. Jika analisis menggunakan metode parametrik, maka persyaratan normalitas harus terpenuhi yaitu data berasal dari distribusi yang

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 normal. Jika data tidak berdistribusi normal, atau jumlah sampel sedikit dan jenis data adalah nominal atau ordinal maka metode yang digunakan pembahasan ini adalah akan statistik non digunakan parametrik. uji One Dalam Sample Kolmogorov-Smirnov dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05. Data dinyatakan berdistribusi normal jika signifikansi lebih besar dari 5% atau 0,05. Tabel 5.5 Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic df Sig. Masa Tunggu Panen .167 30 .082 Sumber: Data Primer, diolah 2014 Dari hasil di atas kita lihat pada kolom Kolmogorov-Smirnov dan dapat diketahui bahwa nilai signifikansi untuk masa tunggu panen sebesar 0,082. Karena signifikansi variabel lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data variabel masa tunggu panen berdistribusi normal. b. Uji Homogenitas Uji homogenitas ini ditujukan untuk melakukan uji kesamaan homogen. Salah satu syarat untuk melakukan uji ANOVA satu arah apabila data mempunyai varians sama (homogen). Caranya adalah dengan membandingkan nilai signifikasi pada Sig. dengan nilai signifikasi yang digunakan menggunakan nilai signifikasi 0.05) (SPSS secara default

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Untuk pengujian varians apabila nilai 58 siginifikasi (probabilitas) > 0.05 maka data mempunyai varians sama. Apabila nilai siginifikasi < 0.05 maka data mempunyai varians yang berbeda. Berikut hasil pengujian homogenitas masa tunggu panen para petani ikan pengguna pakan tambahan, pakan pellet, dan pakan alami: Tabel 5.6 Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic df1 Masa Tunggu Panen .867 Sumber: Data Primer, diolah 2014 2 df2 27 Sig. .431 Dari data hasil pengujian masa tunggu panen para petani ikan pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet di atas terlihat bahwa nilai signifikasi probabilitas 0.431, maka data diatas mempunyai varians yang sama atau homogen (0.431 > 0.05). Dengan demikian telah memenuhi sayarat uji ANOVA c. Uji Hipotesis Setelah dilakukan uji homogenitas maka selanjutnya dilakukan uji hipotesis. Uji hipotesis ini digunakan untuk menganalisa apakah terdapat perbedaan rata–rata antara variabel yang diuji yaitu masa tunggu panen petani ikan pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet. Hipotesisnya adalah sebagai berikut:

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Ho = Tidak ada perbedaan signifikan masa tunggu panen antara petani pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet H1 = Ada perbedaan signifikan masa tunggu panen antara petani pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet Untuk mengambil keputusan dapat dilihat berdasarkan nilai probabilitas yang tercantum pada kolom Sig. pada hasil penggujian dengan SPSS. Dasar untuk melakukan keputusan adalah sebagai berikut: Apabila probabilitas > 0.05 maka Ho diterima. Apabila probabilitas < 0.05 maka Ho ditolak. Tabel 5.7 ANOVA Masa Tunggu Panen Sum of Squares Between Groups Within Groups Total Mean Square df 328.467 2 14.200 27 342.667 29 F 164.233 312.275 Sig. .000 .526 Sumber: Data Primer, diolah 2014 Dari hasil tabel di atas terlihat bahwa nilai probabilitas yang dihasilkan adalah 0.000. Karena nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 yaitu 0.000 < 0.05 maka Ho ditolak. Dengan demikian maka kesimpulannya: Ada perbedaan signifikan masa tunggu panen antara petani pengguna pakan alami, alternatif, dan pakan pelet

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI d. 60 Deskripsi Dalam hasil pengujian Anova di atas dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan signifikansi masa tunggu panen antara petani pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet. Hasil tersebut juga dapat didukung dengan tabel wawancara masa tunggu panen petani pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet berikut ini: Tabel 5.8 Tabel Masa Tunggu Panen Pakan Pakan Alternatif Pelet 1 17 11 2 16 12 3 17 12 4 17 13 5 16 12 6 15 13 7 17 12 8 18 12 9 16 13 10 16 12 Jumlah 165 122 Rata-rata 16.5 12.2 Sumber: Data Primer, diolah 2014 No Pakan Alami 21 21 20 20 19 20 20 21 20 21 203 20.3 Dari tabel tersebut di atas terlihat bahwa masa tunggu panen dengan menggunakan pakan pelet akan lebih cepat dibandingkan dengan pakan alternatif dan pakan alami, hal itu terlihat dari rata-rata masa tunggu panen petani ikan pengguna pakan pelet yaitu 12,2 minggu, rata-rata masa tunggu panen petani ikan

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 pengguna pakan alternatif yaitu 16,5 minggu, dan rata-rata masa tunggu panen petani ikan pengguna pakan alami yaitu 20,3 minggu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa masa tunggu panen petani ikan pengguna pakan pelet lebih cepat dibandingkan dengan petani ikan pengguna pakan alternatif dan pakan alami, dan masa tunggu panen petani ikan pengguna pakan alternatif lebih cepat dibandingkan dengan petani ikan pengguna pakan alami. 3. Keuntungan a. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Uji ini digunakan untuk mengukur data berskala ordinal, interval, ataupun rasio. Jika analisis menggunakan metode parametrik, maka persyaratan normalitas harus terpenuhi yaitu data berasal dari distribusi yang normal. Jika data tidak berdistribusi normal, atau jumlah sampel sedikit dan jenis data adalah nominal atau ordinal maka metode yang digunakan pembahasan ini adalah akan statistik non digunakan parametrik. uji One Dalam Sample Kolmogorov-Smirnov dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05. Data dinyatakan berdistribusi normal jika signifikansi lebih besar dari 5% atau 0,05.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Tabel 5.9 Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic df Sig. Keuntungan .125 30 .200 Sumber: Data Primer, diolah 2014 Dari hasil di atas kita lihat pada kolom Kolmogorov-Smirnov dan dapat diketahui bahwa nilai signifikansi untuk keuntungan sebesar 0,200. Karena signifikansi variabel lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data pada variabel keuntungan berdistribusi normal. b. Uji Homogenitas Uji homogenitas ini ditujukan untuk melakukan uji kesamaan homogen. Salah satu syarat untuk melakukan uji ANOVA satu arah apabila data mempunyai varians sama (homogen). Caranya adalah dengan membandingkan nilai signifikasi pada Sig. dengan nilai signifikasi yang digunakan (SPSS secara default menggunakan nilai signifikasi 0.05) Untuk pengujian varians apabila nilai siginifikasi (probabilitas) > 0.05 maka data mempunyai varians sama. Apabila nilai siginifikasi < 0.05 maka data mempunyai varians yang berbeda.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Berikut hasil pengujian homogenitas keuntungan para petani ikan pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet: Tabel 5.10 Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic df1 df2 Keuntungan 1.829 2 27 Sumber: Data Primer, diolah 2014 Sig. .180 Dari data hasil pengujian keuntungan dengan pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet di atas terlihat bahwa nilai signifikasi probabilitas 0.180, maka data diatas mempunyai varians yang sama atau homogen (0.180 > 0.05). Dengan demikian telah memenuhi sayarat uji ANOVA dan dapat dilakukan uji hipotesis. c. Uji Hipotesis Setelah dilakukan uji homogenitas maka selanjutnya dilakukan uji hipotesis. Uji hipotesis ini digunakan untuk menganalisa apakah terdapat perbedaan rata–rata antara variabel yang diuji yaitu keuntungan para petani ikan pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet. Hipotesisnya adalah sebagai berikut: Ho = Tidak ada perbedaan signifikan keuntungan antara petani pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet H1 = Ada perbedaan signifikan keuntungan antara petani

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet Untuk mengambil keputusan dapat dilihat berdasarkan nilai probabilitas yang tercantum pada kolom Sig. pada hasil penggujian dengan SPSS. Dasar untuk melakukan keputusan adalah sebagai berikut: Apabila probabilitas > 0.05 maka Ho diterima. Apabila probabilitas < 0.05 maka Ho ditolak. Berikut adalah hasil penggujian keuntungan para petani ikan pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet: Tabel 5.11 ANOVA Keuntungan Sum of Squares Between Groups 1.542E7 df Mean Square 2 7708333.333 Within Groups 1.428E11 27 Total 1.428E11 29 F .001 Sig. .999 5.290E9 Sumber: Data Primer, diolah 2014 Dari hasil perhitungan di atas dapat diketahui bahwa nilai probabilitas yang dihasilkan adalah 0.999. Karena nilai probabilitas lebih besar dari 0,05 atau 0.999 > 0.05 maka Ho diterima. Dengan demikian kesimpulannya: Tidak ada perbedaan signifikan keuntungan antara petani pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI d. 65 Deskripsi Dalam hasil pengujian Anova di atas dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan signifikansi keuntungan antara petani pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet. Hasil tersebut juga dapat didukung dengan tabel wawancara keuntungan para petani pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet berikut ini: Tabel 5.12 Tabel Keuntungan Pakan Pakan No Alternatif Pelet 592,000 684,500 1 701,000 725,000 2 510,000 650,000 3 644,000 735,000 4 618,000 626,000 5 795,000 623,500 6 694,000 640,000 7 624,000 621,000 8 832,500 725,000 9 707,000 680,000 10 6,717,750 6,710,000 Jumlah 671,750 671,000 Rata-rata Sumber: Data Primer, diolah 2014 Pakan Alami 703,000 670,000 630,000 643,000 515,000 754,000 742,000 683,000 646,000 714,000 6,700,000 670,000 Dari tabel tersebut di atas terlihat bahwa keuntungan dengan menggunakan pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet hampir sama, selesih antara keuntungan petani ikan pengguna pakan alternatif dengan pakan pelet hanya Rp 750,00 sedangkan selisih antara petani ikan pengguna pakan alternatif dengan pakan

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 alami hanya Rp 1.750,00, sedangkan selisih antara petani ikan pengguna pakan pelet dengan pakan alami hanya Rp 1.000,00. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan keuntungan yang signifikan antara petani ikan pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet. Perhitungan hasil keuntungan para petani ikan pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet didapat dari jumlah tingkat penghasilan para petani dikurangkan dengan biaya yang dikeluarkan para petani dalam satu periode panen sebagai berikut: Tabel 5.13 Tabel Perhitungan Keuntungan No Penghasilan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 1,032,000 1,131,000 1,020,000 1,074,000 1,068,000 1,335,000 1,144,000 1,044,000 1,342,500 1,157,000 1,254,500 1,425,000 1,140,000 1,485,000 1,176,000 1,163,500 1,140,000 1,131,000 1,395,000 Biaya - 440,000 430,000 510,000 430,000 450,000 540,000 450,000 420,000 510,000 450,000 570,000 700,000 490,000 750,000 550,000 540,000 500,000 510,000 670,000 Keuntungan 592,000 701,000 510,000 644,000 618,000 795,000 694,000 624,000 832,500 707,000 684,500 725,000 650,000 735,000 626,000 623,500 640,000 621,000 725,000

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 1,330,000 21 1,053,000 22 1,020,000 23 830,000 24 1,053,000 25 755,000 26 1,074,000 27 1,092,000 28 1,053,000 29 996,000 30 1,014,000 Sumber: Data Primer 650,000 350,000 350,000 200,000 410,000 240,000 320,000 350,000 370,000 350,000 300,000 67 680,000 703,000 670,000 630,000 643,000 515,000 754,000 742,000 683,000 646,000 714,000 4. Tingkat Penghasilan a. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Uji ini digunakan untuk mengukur data berskala ordinal, interval, ataupun rasio. Jika analisis menggunakan metode parametrik, maka persyaratan normalitas harus terpenuhi yaitu data berasal dari distribusi yang normal. Jika data tidak berdistribusi normal, atau jumlah sampel sedikit dan jenis data adalah nominal atau ordinal maka metode yang digunakan pembahasan ini adalah akan statistik non digunakan parametrik. uji One Dalam Sample Kolmogorov-Smirnov dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05. Data dinyatakan berdistribusi normal jika signifikansi lebih besar dari 5% atau 0,05.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Tabel 5.14 Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic df Sig. Penghasilan .157 30 .057 Sumber: Data Primer, diolah 2014 Dari hasil di atas kita lihat pada kolom Kolmogorov-Smirnov dan dapat diketahui bahwa nilai signifikansi untuk tingkat penghasilan sebesar 0,057. Karena signifikansi variabel lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data pada variabel tingkat penghasilan berdistribusi normal. b. Uji Homogenitas Uji homogenitas ini ditujukan untuk menguji homogenitas data. Salah satu syarat untuk melakukan uji ANOVA satu arah apabila data mempunyai varians sama (homogen). Caranya adalah dengan membandingkan nilai signifikasi pada Sig. dengan nilai signifikasi yang digunakan (SPSS secara default menggunakan nilai signifikasi 0.05) Untuk pengujian varians apabila nilai siginifikasi (probabilitas) > 0.05 maka data mempunyai varians sama. Apabila nilai siginifikasi < 0.05 maka data mempunyai varians yang berbeda.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Berikut hasil pengujian homogenitas tingkat penghasilan para petani ikan pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet: Tabel 5.15 Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic Penghasilan df1 .765 df2 2 27 Sig. .475 Sumber: Data Primer, diolah 2014 Dari data hasil pengujian tingkat penghasilan para petani ikan pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet di atas terlihat bahwa nilai signifikasi probabilitas 0.475, maka data diatas mempunyai varians yang sama atau homogen (0.475 > 0.05). Dengan demikian telah memenuhi sayarat uji ANOVA dan dapat dilakukan uji hipotesis. c. Uji Hipotesis Setelah dilakukan uji homogenitas maka selanjutnya dilakukan uji hipotesis. Uji hipotesis ini digunakan untuk menganalisa apakah terdapat perbedaan rata–rata antara variabel yang diuji yaitu tingkat penghasilan para petani ikan pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet. Hipotesisnya adalah sebagai berikut: Ho = Tidak ada perbedaan signifikan tingkat penghasilan antara

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 petani pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet H1 = Ada perbedaan signifikan tingkat penghasilan antara petani pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet Untuk mengambil keputusan dapat dilihat berdasarkan nilai probabilitas yang tercantum pada kolom Sig. pada hasil penggujian dengan SPSS. Dasar untuk melakukan keputusan adalah sebagai berikut: Apabila probabilitas > 0.05 maka Ho diterima. Apabila probabilitas < 0.05 maka Ho ditolak. Berikut adalah hasil penggujian tingkat penghasilan para petani ikan pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet: Tabel 5.16 ANOVA Penghasilan Sum of Squares Between Groups 3.647E11 Within Groups 3.982E11 Mean Square df F 2 1.824E11 12.366 Sig. .000 27 1.475E10 Total 7.629E11 29 Sumber: Data Primer, diolah 2014 Dari hasil perhitungan di atas dapat diketahui bahwa nilai probabilitas yang dihasilkan adalah 0.000. Karena nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 atau 0.000 < 0.05 maka Ho

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 ditolak. Dengan demikian kesimpulannya: Ada perbedaan signifikan hasil produksi antara petani pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet. d. Deskripsi Dalam hasil pengujian Anova di atas dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan signifikansi penghasilan antara petani pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet. Hasil tersebut juga dapat didukung dengan tabel wawancara hasil produksi petani pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet berikut ini: Tabel 5.17 Tabel Penghasilan No Pakan Alternatif 1 1,032,000 2 1,131,000 3 1,020,000 4 1,074,000 5 1,068,000 6 1,335,000 7 1,144,000 8 1,044,000 9 1,342,500 10 1,157,000 Jumlah 11,347,500 Rata-rata 1,134,750 Sumber: Data Primer Pakan Pelet 1,254,500 1,425,000 1,140,000 1,485,000 1,176,000 1,163,500 1,140,000 1,131,000 1,395,000 1,330,000 12,640,000 1,264,000 Pakan Alami 1,053,000 1,020,000 830,000 1,053,000 755,000 1,074,000 1,092,000 1,053,000 996,000 1,014,000 9,940,000 994,000 Dari tabel tersebut di atas terlihat bahwa penghasilan dengan menggunakan pakan pelet akan lebih unggul dibandingkan

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 dengan pakan alternatif dan pakan alami, hal itu terlihat dari rata-rata penghasilan petani ikan pengguna pakan pelet yaitu Rp 1.264.000,00 rata-rata penghasilan petani ikan pengguna pakan alternatif yaitu Rp 1.134.750,00, dan rata-rata penghasilan petani ikan pengguna pakan alami yaitu Rp 994.000,00. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendapatan petani ikan pengguna pakan pelet lebih banyak dibandingkan dengan pendapatan petani ikan pengguna pakan alternatif dan pakan alami, dan pendapatan petani ikan pengguna pakan alternatif lebih banyak dibandingkan dengan pendapatan petani ikan pengguna pakan alami. Hasil Tingkat penghasilan para petani ikan pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet didapat dari mengkalikan hasil produksi/ hasil panen dengan harga jual satu ekor ikan. Beriku table perhitungannya: Tabel 5.18 Tabel Perhitungan Tingkat Penghasilan Hasil panen (Ekor) 860 870 850 895 890 890 880 870 895 890 965 Penjualan per Ekor 1,200 1,300 1,200 1,200 1,200 1,500 1,300 1,200 1,500 1,300 1,300 Penghasilan 1,032,000 1,131,000 1,020,000 1,074,000 1,068,000 1,335,000 1,144,000 1,044,000 1,342,500 1,157,000 1,254,500

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 950 1,500 950 1,200 990 1,500 980 1,200 Hasil panen Penjualan (Ekor) per Ekor 895 1,300 950 1,200 870 1,300 930 1,500 950 1,400 810 1,300 850 1,200 830 1,000 810 1,300 755 1,000 895 1,200 840 1,300 810 1,300 830 1,200 780 1,300 Sumber: Data Primer 73 1,425,000 1,140,000 1,485,000 1,176,000 Penghasilan 1,163,500 1,140,000 1,131,000 1,395,000 1,330,000 1,053,000 1,020,000 830,000 1,053,000 755,000 1,074,000 1,092,000 1,053,000 996,000 1,014,000 Harga penjualan per ekor masing-masing gurame bisa berbeda-beda tergantung kualitas dan besaran ikan yang dihasilkan oleh petani ikan. B. Pembahasan 1. Pembahasan Hasil Produksi Untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan signifikan hasil produksi antara petani pengguna pakan alami, pakan alternatif, dan pakan pelet maka dihitung dengan menggunakan uji anova yang merupakan salah satu teknik analisis multivariate yang berfungsi untuk membedakan rerata lebih dari dua kelompok data dengan cara membandingkan variansinya.

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Berdasarkan data yang diperoleh dapat diketahui bahwa ada perbedaan signifikan hasil produksi antara petani pengguna pakan alami, alternatif, dan pelet dengan taraf signifikansi sebesar 0,000. Dari hasil rata-rata tabel pakan pelet jauh lebih unggul dibandingkan dengan pakan alami, dan pakan alternatif lebih unggul dibandingkan dengan pakan alami. Hal tersebut disebabkan komposisi dari pakan pelet yang bernutrisi yaitu merupakan campuran dari berbagai jenis bahan seperti tepung ikan, tepung terigu, tepung daging, tepung tulang, dedak halus, bungkil kedelai, bungkil kelapa, minyak, mineral dan vitamin, pemakaian pakan ikan yang tepat dan didukung oleh penerapan tepat juga dapat mempengaruhi hasil produksi. Dengan nutrisi yang tetap terjaga tentu kulitas hidup ikan akan semakin meningkat, ikan juga akan terhindar dari resiko terserang penyakit yang akan menyebabkan kematian dan berkurangnya hasil produksi. Dalam segi rasa, pakan alami adalah pakan yang menjadikan ikan gurami rasanya lebih enak dan berdaging tebal karena pemberian pakan alami yang tidak mengandung bahan kimia. 2. Pembahasan Masa Tunggu Panen Untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan signifikan masa tunggu panen antara petani pengguna pakan alami, alternatif, dan pelet maka dihitung dengan menggunakan uji anova yang merupakan salah satu teknik analisis multivariate yang berfungsi untuk membedakan rerata lebih dari dua kelompok data dengan cara membandingkan

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 variansinya. Masa tunggu panen tentu dipengaruhi oleh laju pertumbuhan ikan. Pertumbuhan adalah perubahan ikan, baik berat badan maupun panjang dalam waktu tertentu. Perlakuan pemberian pakan ikan tentu akan mempengaruhi laju pertumbuhan ikan sehingga mempengaruhi pula masa tunggu panen ikan. Laju pertumbuhan ikan gurame yang diberikan pakan pelet, pakan alternatif, dan pakan alami berbeda-beda. Berdasarkan hasil analisa statistic dengan menggunakan Anova menunjukan adanya perbedaan signifikan hasil produksi antara petani pengguna pakan alami, alternatif, dan pellet. Dari hasil perhitungan menunjukan bahwa rata-rata masa tunggu panen dengan pakan pelet lebih cepat dibandingkan dengan masa tunggu panen petani ikan pengguna pakan alternatif, dan pakan alami. Ikan gurame yang diberikan pakan alami menunjukan hasil terendah dibandingkan dengan pemberian pakan pelet dan pakan alternatif, hal ini mungkin disebabkan karena jumlah pakan alami seperti plankton, kutu air, cacing-cacingan, dan jasad renik lainnya sangat terbatas, selain itu ikan gurame juga membutuhkan waktu yang lama untuk memakan dan beradaptasi dengan pakan alami, hal ini terlihat dari rendahnya respon ikan gurame dalam memakan pakan alami yang diberikan. Sehingga pertumbuhan gurame menjadi lamban dan masa tunggu panen juga semakin lama, namun dalam segi rasa ikan gurami

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 yang diberi pakan alami lebih enak daripada ikan gurami yang diberi pakan pelet dan alternatif. Hal itu terjadi karena pakan alami yang diberikan tidak mengandung zat kimia. 3. Pembahasan Keuntungan Untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan signifikan keuntungan antara petani pengguna pakan alami, alternatif, dan pelet maka dihitung dengan menggunakan uji anova yang merupakan salah satu teknik analisis multivariate yang berfungsi untuk membedakan rerata lebih dari dua kelompok data dengan cara membandingkan variansinya. Berdasarkan data yang diperoleh dapat diketahui bahwa tidak ada perbedaan signifikan keuntungan antara petani pengguna pakan alami, alternatif, dan pelet dengan taraf signifikansi sebesar 0,200. Ditinjau dari segi keuntungan maka yang diperoleh petani hampir sama. Dengan penggunaan pakan pelet memang hasil produksinya jauh lebih banyak dan masa tunggu panen juga tergolong tercepat, namun biaya yang dikeluarkan untuk membeli pelet juga banyak. Dengan penggunaan pakan alami dan pakan alternatif hasil produksi dan masa tunggu panen lama, namun biaya yang dikeluarkan untuk memberi makan ikan relatif lebih sedikit, sehingga tidak ada perbedaan signifikan keuntungan antara petani pengguna pakan alami, alternatif, dan pellet.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 4. Pembahasan Tingkat Penghasilan Untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan signifikan keuntungan antara petani pengguna pakan alami, alternatif, dan pelet maka dihitung dengan menggunakan uji anova yang merupakan salah satu teknik analisis multivariate yang berfungsi untuk membedakan rerata lebih dari dua kelompok data dengan cara membandingkan variansinya. Berdasarkan data yang diperoleh dapat diketahui bahwa ada perbedaan signifikan tingkat penghasilan antara petani pengguna pakan alami, alternatif, dan pelet dengan taraf signifikansi sebesar 0,00. Ditinjau dari segi tingkat penghasilan petani ikan pengguna pakan pellet jauh lebih baik dibandingkan dengan petani ikan pengguna pakan alami dan pakan alternatif. Hal ini sebabkan karena pakan pelet mempunyai nutrisi yang lengkap yaitu merupakan mencampurkan berbagai jenis bahan seperti tepung ikan, tepung terigu, tepung daging, tepung tulang, dedak halus, bungkil kedelai, bungkil kelapa, minyak, mineral dan vitamin. Dengan kandungan nutrisi yang lengkap maka hasil produksi lebih unggul dan masa tunggu panen cepat sehingga penjualan ikan akan lebih cepat dibandingkan dengan penggunaan pakan alami, dan pakan alternatif. Dengan hasil produksi lebih unggul dan masa tunggu panen cepat maka tingkat penghasilan petani ikan pengguna pakan pelet akan lebih cepat dalam menghasilkan uang.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Tabel 5.19 Tabel Kelebihan dan Kekurangan Jenis Pakan Jenis Pakan Pakan Alami Kelebihan  Cara mendapatkannya Kekurangan  mudah  Harga murah jika beli gurami lama  di pasar  Pertumbuhan ikan Masa tunggu panen lama Ikan gurami yang dihasilkan rasanya lebih enak  Ramah lingkungan dalam pembesarannya Pakan Alternatif  Daging ikan lebih tebal  dibandingkan dengan pengguna pakan pelet  ditemukan  Masa tunggu panen relatif lama Ramah lingkungan dalam pembesarannya Bahan baku roti sulit  Harus menambah dengan prebiotik Pakan Pelet  Masa tunggu panen cepat  Kurang ramah lingkungan saat

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI  79 Bobot yang di hasilkan pembesaran karena lebih banyak pelet mengandung zat kimia  Daging ikan tipis tapi berbobot.  Rasa kurang enak dibandingkan dengan menggunakan pakan alami dan alternatif  Air harus sering diganti karena sisa makanan pelet yang mengendap akan menjadi jamur yang menempel di tubuh ikan.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Penggunaan pakan seperti pakan alami, alternatif dan pelet akan berpengaruh pada hasil produksi, masa tunggu panen, kentungan dan tingkat pendapatan petani ikan. Pengaruh tersebut dapat berupa peningkatan maupun penurunan yang akan berdampak pula terhadap kesejahteraan hidup petani ikan. Hal tersebut secara rinci akan dijelaskan pada uraian di bawah ini: 1. Hasil Produksi Berdasarkan data yang diperoleh dapat diketahui bahwa ada perbedaan signifikan hasil produksi antara petani pengguna pakan pakan alami, alternatif, dan pakan pelet. Dari hasil tabel pakan pelet jauh lebih unggul dibandingkan dengan pakan alternatif yaitu 640 ekor dan lebih unggul dari pakan alami yaitu 1.220 ekor. Hal tersebut disebabkan komposisi dari pakan pelet yang bernutrisi. Dengan nutrisi yang tetap terjaga tentu kulitas hidup ikan akan semakin meningkat, ikan juga akan terhindar dari resiko terserang penyakit yang akan menyebabkan kematian dan berkurangnya hasil produksi. Dalam segi rasa ikan gurami yang diberi pakan pelet adalah ikan yang paling enak dibandingkan dengan ikan yang diberi pakan pelet dan alternatif. 2. Masa Tunggu Panen Berdasarkan hasil analisa statistic dengan menggunakan Anova 80

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 menunjukan adanya perbedaan signifikan hasil produksi antara petani pengguna pakan pakan alami, alternatif, dan pakan pelet dengan taraf signifikansi 0.000. Hasil perhitungan menunjukan bahwa rata-rata masa tunggu panen dengan pakan pelet lebih cepat dibandingkan dengan masa tunggu panen petani ikan pengguna pakan alternatif dan pakan alami. Ikan gurame yang diberikan pakan alami menunjukan hasil terendah dibandingkan dengan pemberian pakan pelet dan pakan alternatif, hal ini mungkin disebabkan karena jumlah pakan alami seperti plankton dan kutu air sangat terbatas sehingga pertumbuhan gurame menjadi lamban sehingga masa tunggu panen juga semakin lama. 3. Keuntungan Berdasarkan data yang diperoleh dapat diketahui bahwa tidak ada perbedaan signifikan keuntungan antara petani pengguna pakan pakan alami, alternatif, dan pakan pelet yang ditunjukkan dari hasil uji anova dengan taraf signifikansi 0,999. Ditinjau dari segi keuntungan maka yang diperoleh petani hampir sama. Dengan penggunaan pakan pelet memang hasil produksinya jauh lebih banyak dan masa tunggu panen juga tergolong tercepat, namun biaya yang dikeluarkan untuk membeli pelet juga banyak. Dengan penggunaan pakan alternatif dan pakan alami hasil produksi dan masa tunggu panen lama, namun biaya yang dikeluarkan untuk memberi makan ikan relatif lebih sedikit, sehingga tidak ada perbedaan signifikan keuntungan antara petani pengguna pakan pakan alami, alternatif, dan pakan pelet.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 4. Tingkat Penghasilan Berdasarkan data yang diperoleh dapat diketahui bahwa ada perbedaan signifikan tingkat penghasilan antara petani pengguna pakan pakan alami, alternatif, dan pakan pelet dengan taraf signifikansi 0,000. Ditinjau dari segi tingkat penghasilan petani ikan pengguna pakan pelet jauh lebih baik dibandingkan dengan petani ikan pengguna pakan alternatif dan pakan alami. Hal ini sebabkan karena pakan pelet mempunyai nutrisi yang lengkap, hasil produksi lebih unggul dan masa tunggu panen cepat sehingga penjualan ikan akan lebih cepat dibandingkan dengan penggunaan pakan alternatif dan pakan alami. Dengan hasil produksi lebih unggul dan masa tunggu panen cepat maka tingkat penghasilan petani ikan pengguna pakan pelet akan lebih cepat dalam menghasilkan uang. B. Saran Pemilihan jenis pakan turut menentukan terhadap hasil ikan gurami. Pakan yang memenuhi kebutuhan gizi ikan dapat meningkatkan pertumbuhan benih ikan hingga mencapai ukuran benih siap jual. Namun pakan masih menjadi masalah pada beberapa pembudidaya ikan. Jenis pakan memang sudah jelas, namun belum diketahui jenis pakan yang terbaik untuk memacu pertumbuhan benih ikan. Oleh karena itu sebaikanya dalam menjalankan usaha pembenihan ikan gurame, petani ikan harus meningkatkan wawasannya dengan ikut serta dalam pembekalan materi-materi pelajaran

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 yang dilakukan baik pemerintah maupun kelompok-kelompok tentang usaha budidaya ikan, saling melakukan kunjungan usaha satu kelompok dengan kelompok yang lain, meningkatkan promosi sehingga mendapatkan pasar yang lebih luas, dan melakukan kegiatan administrasi atau pencatatan terhadap semua biaya-biaya yang dikeluarkan dan penerimaan yang diperoleh selama usaha pembenihan ikan gurame terus berjalan. Sehingga dapat diketahui dengan pasti berapa keuntungan yang didapat para petani ikan dalam menjalankan usahanya. Karena tentu saja keuntungan menjadi prioritas dalam menjalankan suatu usaha. Untuk kedepannya mungkin dalam usaha perikanan ini, para petani ikan juga harus melihat pangsa pasar yang ada seperti makanan yang alami. Saat ini sudah banyak beredar obat herbal, padi organik dan lain sebagainya yang bersifat herbal atau organik yang tidak memakai zat kimia sedikitpun karena memberikan efek samping. Petani ikan di Desa Sumbersari mungkin untuk kedepannya lebih mengembangkan usaha tani ikan yang menggunakan pakan alami atau bisa diberi nama gurami organik. Tentu saja harga lebih mahal namun dalam segi rasa gurami yang diberi pakan alami akan lebih enak, jika ini bisa terlaksana dan hasilnya lebih bagus daripada menggunakan pakan pelet maka perekonomian keluarga para petani ikan juga turut naik dengan permintaan yang banyak dari para konsumen. Ada beberapa keterbatasan-keterbatasan yang saya temui didalam penelitian ini, diantaranya: masa panen yang tidak serentak dan para petani ikan yang tidak melakukan pembukuan terhadap budidaya ikan gurami

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 mereka, padahal para petani ikan tersebut mempunyai kolam lebih dari 1 sehingga saat diwawancara mereka harus mengingat satu per satu kolam mengenai berapa jumlah benih yang ditebar, total pakan yg digunakan dan hasil produksi yang diterima dari masing-masing kolam tersebut.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Angga Satria. 2004. Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pembenihan Ikan Gurame di P4S Kopses, Desa Cibeuteung Muara, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor Anggoro LY. 2009. Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Larva Ikan Gurami Ospharonomus Gouramy LAC (Skripsi). Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Bugri NJ. 2006. Pengaruh Padat Penebaran terhadap Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Benih Ikan Gurami LAC ukuran 2 cm (Skripsi). Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor Dede,Sudiana. 2013. Teknologi Tepat Guna Budidaya Ikan Gurame. Effendi I. 2001.Pengantar Budidaya Perairan. Bogor: Jurusan Budidaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor Mudjiman Ahmad. 2004. Makanan Ikan. Edisi revisi, Penebar Swadaya. Jakarta Puspowardoyo H dan Abbas Siregar D. 1992.Membudidayaran Gurame Secara Intensif. Yogyakarta: Kanisius Sari YD. 2006.Interaksi Optimal Perikanan Tangkap dan Budidaya (Tesis). Bogor: Sekolah Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor. Sugiyono. 1999. Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta: Bandung 85

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Sukmadinata.2005.Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya Sutrisno, Hadi. 1982. Statistika 2. Yogyakarta: Andi Offset Suwandi. 2004. Kajian Pemanfaatan Produk BPRS Amanah Ummah pada Komunitas Petani Ikan Hias di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor (skripsi). Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 1 KUESIONER DAN DATA MENTAH 87

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI WAWANCARA PERTANYAAN UNTUK PETANI IKAN PENGGUNA PAKAN ALAMI Hari/tanggal Nama Responden Jenis Kelamin Umur Alamat : : :L/P : : Tabel 3.2 Daftar Pertanyaan No. Pertanyaan 1. Sudah berapa lama Anda menjadi petani ikan ? 2. Selain menjadi petani ikan, apakah Anda mempunyai pekerjaan sambilan 3. Berapa luas lahan yang Anda gunakan untuk membuat kolam? 4. Lahan yang Anda gunakan untuk membuat kolam tersebut merupakan lahan milik sendiri atau lahan sewa? 5. Jika lahan sewa, berapa biaya yang Anda keluarkan untuk menyewa lahan tersebut? 6. Berapakah biaya yang Anda keluarkan untuk mengolah lahan kolam untuk setiap kali panen secara keseluruhan ? a. Biaya Bibit  Dengan luas kolam tersebut, berapa ekor gurame yang dibutuhkan ?  Berapakah harga 1 ekor bibit ikan gurame ? b. Biaya Pakan Pakan yang digunakan adalah pakan alami yang disertai dengan harga per Kg No. Jenis Pakan yang digunakan 1. Harga per Kg Pakan Alami c. Biaya Tenaga Kerja  Dalam beternak ikan, apakah Anda menggunakan tenaga kerja?  Jika Anda menggunakan tenaga kerja, berapa orang tenaga kerja yang Anda butuhkan?, Mengapa?  Berapa upah yang Anda berikan pada setiap orang tenaga kerja? 88

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7. Hasil Produksi  Berapa hasil produksi dengan menggunakan pakan alami? 8. Masa Tunggu panen  Berapa lama masa tunggu panen gurami menggunakan pakan alami? 9. Keuntungan  Berapa keuntungan yang anda dapatkan jika menggunakan pakan alami ? 10. Penghasilan  Berapa penghasilan bersih yang diterima selama satu periode panen dengan menggunakan pakan alami? WAWANCARA PERTANYAAN UNTUK PETANI IKAN PENGGUNA PAKAN ALTERNATIF Hari/tanggal Nama Responden Jenis Kelamin Umur Alamat : : :L/P : : Tabel 3.2 Daftar Pertanyaan No. Pertanyaan 1. Sudah berapa lama Anda menjadi petani ikan ? 2. Selain menjadi petani ikan, apakah Anda mempunyai pekerjaan sambilan 3. Berapa luas lahan yang Anda gunakan untuk membuat kolam? 4. Lahan yang Anda gunakan untuk membuat kolam tersebut merupakan lahan milik sendiri atau lahan sewa? 5. Jika lahan sewa, berapa biaya yang Anda keluarkan untuk menyewa lahan tersebut? 6. Berapakah biaya yang Anda keluarkan untuk mengolah lahan kolam untuk setiap kali panen secara keseluruhan ? a. Biaya Bibit  Dengan luas kolam tersebut, berapa ekor gurame yang dibutuhkan ?  Berapakah harga 1 ekor bibit ikan gurame b. Biaya Pakan Pakan yang digunakan adalah pakan alternatif yang disertai dengan harga per Kg 89

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No. Jenis Pakan yang digunakan 1. Harga per Kg Pakan Alternatif c. Biaya Tenaga Kerja  Dalam beternak ikan, apakah Anda menggunakan tenaga kerja?  Jika Anda menggunakan tenaga kerja, berapa orang tenaga kerja yang Anda butuhkan?, Mengapa?  Berapa upah yang Anda berikan pada setiap orang tenaga kerja? 7. Hasil Produksi  Berapa hasil produksi dengan menggunakan pakan alternatif? 8. Masa Tunggu panen  Berapa lama masa tunggu panen gurami menggunakan pakan alternatif? 9. Keuntungan  Berapa keuntungan yang anda dapatkan jika menggunakan pakan alternatif ? 10. Penghasilan  Berapa penghasilan bersih yang diterima selama satu periode panen dengan menggunakan pakan alternatif? WAWANCARA PERTANYAAN UNTUK PETANI IKAN PENGGUNA PAKAN PELET Hari/tanggal Nama Responden Jenis Kelamin Umur Alamat : : :L/P : : Tabel 3.2 Daftar Pertanyaan No. Pertanyaan 1. Sudah berapa lama Anda menjadi petani ikan ? 2. Selain menjadi petani ikan, apakah Anda mempunyai pekerjaan sambilan ? 90

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. 4. 5. 6. Berapa luas lahan yang Anda gunakan untuk membuat kolam? Lahan yang Anda gunakan untuk membuat kolam tersebut merupakan lahan milik sendiri atau lahan sewa? Jika lahan sewa, berapa biaya yang Anda keluarkan untuk menyewa lahan tersebut? Berapakah biaya yang Anda keluarkan untuk mengolah lahan kolam untuk setiap kali panen secara keseluruhan ? d. Biaya Bibit  Dengan luas kolam tersebut, berapa ekor gurame yang dibutuhkan ?  Berapakah harga 1 ekor bibit ikan gurame e. Biaya Pakan Pakan yang digunakan adalah pakan pelet yang disertai dengan harga per Kg No. Jenis Pakan yang digunakan 1. Harga per Kg Pelet f. Biaya Tenaga Kerja  Dalam beternak ikan, apakah Anda menggunakan tenaga kerja?  Jika Anda menggunakan tenaga kerja, berapa orang tenaga kerja yang Anda butuhkan?, Mengapa?  Berapa upah yang Anda berikan pada setiap orang tenaga kerja? 7. 8. 9. 10. Hasil Produksi  Berapa hasil Produksi dengan menggunakan pakan pelet? Masa Tunggu panen  Berapa lama masa tunggu panen gurami menggunakan pakan pelet? Keuntungan  Berapa keuntungan yang Anda dapatkan jika menggunakan pakan pelet ? Penghasilan  Berapa penghasilan bersih yang diterima selama satu periode panen dengan menggunakan pakan pelet? 91

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Data Mentah No Nama Alamat Jenis Pakan Kel. Masa Tunggu Panen benih awal 1 Wahyu w nglahar tambahan 1 4 bln 1000 2 Wartono nglahar tambahan 1 4 bln 1000 3 Warsito nglahar tambahan 1 4 bln 1500 4 Kiswanto blendung tambahan 1 4 bln 5 Sukirjo blendung tambahan 1 6 Prasojo blendung tambahan 7 Adi T blendung 8 Rianto 9 Hasil Produksi 950 Untung Penghasilan ekor 1,500,000 2,375,000 950 ekor 1,085,000 1,900,000 950 ekor 925,000 2,800,000 500 895 ekor 860,000 1,380,000 4 bln 2000 945 ekor 950,000 1,600,000 1 4 bln 5000 985 ekor 2,430,000 4,400,000 tambahan 1 4 bln 5000 975 ekor 1,045,000 2,250,000 nasri tambahan 1 4 bln 1000 955 ekor 1,052,000 1,900,000 Risdianto nasri tambahan 1 4 bln 1000 955 ekor 1,050,000 2,375,000 10 Evan Tri nasri tambahan 1 4 bln 800 890 ekor 842,000 1,500,000 11 Suyanto nglahar pellet 2 3 bln 750 965 ekor 1,175,000 1,750,000 12 Tariono nglahar pellet 2 3 bln 1000 970 ekor 790,000 2,425,000 13 Muji S nglahar pellet 2 3 bln 1000 950 ekor 840,000 1,900,000 14 Sumardi blendung pellet 2 3 bln 2500 990 ekor 2,705,000 3,300,000 15 Rujiyanto blendung pellet 2 3 bln 2000 980 ekor 1,502,000 2,550,000 16 Subandri blendung pellet 2 3 bln 2500 965 ekor 1,218,000 2,000,000 17 Zamzuri L nasri pellet 2 3 bln 1000 950 ekor 592,000 2,375,000 18 Wahab nasri pellet 2 3 bln 900 955 ekor 1,070,000 2,125,000 19 Ramlan nasri pellet 2 3 bln 1000 950 ekor 645,000 1,900,000 20 Wagimin nglahar alami 3 5 bln 1000 985 ekor 2,150,000 2,375,000 21 Burhan nglahar alami 3 5 bln 1500 965 ekor 1,775,000 2,800,000 22 Daryanto nglahar alami 3 5 bln 1000 950 ekor 1,200,000 1,900,000 23 Agus S nglahar alami 3 5 bln 1000 950 ekor 1,415,000 2,850,000 24 Sumadi blendung alami 3 5 bln 600 890 ekor 850,000 1,800,000 25 Dalimin blendung alami 3 5 bln 160 755 ekor 604,500 1,007,500 26 Dwi W blendung alami 3 5 bln 2650 935 ekor 1,038,000 2,250,000 27 Sarbini nasri alami 3 5 bln 900 945 ekor 1,057,000 2,125,000 28 Prasetyo nasri alami 3 5 bln 750 890 ekor 847,000 1,750,000 29 Heri S nasri alami 3 5 bln 800 940 ekor 1,307,000 1,875,000 30 Johan G nasri alami 3 5 bln 1000 950 ekor 1,222,500 2,375,000

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 TABEL HASIL PERHITUNGAN No 1 Tabel Hasil Produksi Pakan Pakan Pakan Tambahan Pellet Alami 860 No Tabel Penghasilan Pakan Pakan Tambahan Pellet Pakan Alami 965 810 1 1.032.000 1.254.500 1.053.000 2 870 950 850 2 1.131.000 1.425.000 1.020.000 3 850 950 830 3 1.020.000 1.140.000 4 895 990 810 4 1.074.000 1.485.000 1.053.000 5 890 980 755 5 1.068.000 1.176.000 6 890 895 895 6 1.335.000 1.163.500 1.074.000 7 880 950 840 7 1.144.000 1.140.000 1.092.000 8 870 870 810 8 1.044.000 1.131.000 1.053.000 9 895 930 830 9 1.342.500 1.395.000 10 890 950 780 10 1.157.000 1.330.000 1.014.000 Jumlah Ratarata 8.790 9.430 8.210 12.640.000 9.940.000 943 821 Jumlah 11.347.500 Ratarata 1.134.750 879 Tabel Masa Tunggu Panen Pakan Pakan Pakan No Tambahan Pellet Alami No 830.000 755.000 996.000 1.264.000 994.000 Tabel Keuntungan Pakan Pakan Tambahan Pellet Pakan Alami 1 17 11 21 1 592.000 684.500 703.000 2 16 12 21 2 701.000 725.000 670.000 3 17 12 20 3 510.000 650.000 630.000 4 17 13 20 4 644.000 735.000 643.000 5 16 12 19 5 618.000 626.000 515.000 6 15 13 20 6 795.000 623.500 754.000

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 7 17 12 20 7 694.000 640.000 742.000 8 18 12 21 8 624.000 621.000 683.000 9 16 13 20 9 832.500 725.000 646.000 10 16 12 21 10 707.000 680.000 714.000 Jumlah Ratarata 165 122 203 16,5 12,2 20,3 Jumlah 6.717.500 Ratarata 671.750 6.710.000 6.700.000 671.000 670.000

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 LAMPIRAN 2 Uji Normalitas

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Case Processing Summary Cases Valid N Missing Percent N Total Percent N Percent Hasil_Produksi 30 100.0% 0 .0% 30 100.0% MasaTunggu_Panen 30 100.0% 0 .0% 30 100.0% Keuntungan 30 100.0% 0 .0% 30 100.0% Penghasilan 30 100.0% 0 .0% 30 100.0% Descriptives Statistic Hasil_Produksi Mean 881.00 95% Confidence Interval for Lower Bound 858.85 Mean Upper Bound 881.67 Median 885.00 3.518E3 Std. Deviation 59.312 Minimum 755 Maximum 990 Range 235 Interquartile Range MasaTunggu_Panen 10.829 903.15 5% Trimmed Mean Variance Std. Error 98 Skewness -.037 .427 Kurtosis -.477 .833 Mean 16.33 .628 95% Confidence Interval for Lower Bound 15.05 Mean 17.62 Upper Bound 5% Trimmed Mean 16.35 Median 16.50 Variance 11.816

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Std. Deviation 3.437 Minimum 11 Maximum 21 Range 10 Interquartile Range 7 Skewness -.069 .427 -1.466 .833 Mean 6.71E5 1.281E4 95% Confidence Interval for Lower Bound 6.45E5 Mean 6.97E5 Kurtosis Keuntungan Upper Bound 5% Trimmed Mean 6.71E5 Median 6.75E5 Variance 4.926E9 Std. Deviation 7.018E4 Minimum 510000 Maximum 832500 Range 322500 Interquartile Range 91250 Skewness -.143 .427 .801 .833 Mean 1.13E6 2.961E4 95% Confidence Interval for Lower Bound 1.07E6 Mean 1.19E6 Kurtosis Penghasilan 97 Upper Bound 5% Trimmed Mean 1.13E6 Median 1.11E6 Variance Std. Deviation 2.631E10 1.622E5 Minimum 755000 Maximum 1485000 Range 730000 Interquartile Range 154625 Skewness .219 .427 Kurtosis .519 .833

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic df Shapiro-Wilk Sig. Statistic df Sig. Hasil_Produksi .140 30 .138 .974 30 .648 MasaTunggu_Panen .167 30 .032 .893 30 .006 Keuntungan .125 30 .200 * .969 30 .501 Penghasilan .157 30 .057 .941 30 .098 a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance.

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 LAMPIRAN 3 Uji Homogenitas

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Descriptives 95% Confidence Interval for Mean N Hasil_Produksi Deviation Error Bound Minimu Maximu Upper Bound m m 15.776 4.989 867.71 890.29 850 895 2 10 943.00 36.606 11.576 916.81 969.19 870 990 3 10 821.00 38.355 12.129 793.56 848.44 755 895 30 881.00 59.312 10.829 858.85 903.15 755 990 MasaTunggu_P 1 10 16.50 .850 .269 15.89 17.11 15 18 2 10 12.20 .632 .200 11.75 12.65 11 13 3 10 20.30 .675 .213 19.82 20.78 19 21 30 16.33 3.437 .628 15.05 17.62 11 21 To tal 1 2 3 To tal Penghasilan Lower 10 879.00 tal Keuntungan Std. 1 To anen Mean Std. 1 2 3 To tal 10 6.72E5 95502.545 10 6.71E5 45184.191 10 6.70E5 68608.390 30 6.71E5 70182.162 10 1.13E6 10 1.26E6 10 9.94E5 30 1.13E6 3.020E 4 1.429E 4 2.170E 4 1.281E 4 603431.59 740068.41 510000 832500 638677.18 703322.82 621000 735000 620920.51 719079.49 515000 754000 644710.22 697123.12 510000 832500 117360.61 3.711E 1050795.2 5 4 7 134434.82 4.251E 1167831.1 5 4 111327.34 3.520E 5 4 2 914361.21 162191.94 2.961E 1070353.2 1 4 Test of Homogeneity of Variances 0 1218704.73 1360168.88 102000 134250 0 0 113100 148500 0 1073638.79 755000 1191480.13 755000 0 109200 0 148500 0

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Levene Statistic Hasil_Produksi df1 df2 Sig. 1.693 2 27 .203 .867 2 27 .431 Keuntungan 1.829 2 27 .180 Penghasilan .765 2 27 .475 MasaTunggu_Panen 101

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 LAMPIRAN 4 Anova

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 ANOVA Sum of Squares Hasil_Produksi 74480.000 2 37240.000 Within Groups 27540.000 27 1020.000 102020.000 29 328.467 2 164.233 14.200 27 .526 Total 342.667 29 Between Groups 1.542E7 2 7708333.333 Within Groups 1.428E11 27 5.290E9 Total 1.428E11 29 Between Groups 3.647E11 2 1.824E11 Within Groups 3.982E11 27 1.475E10 Total 7.629E11 29 Between Groups Within Groups Keuntungan Penghasilan Mean Square Between Groups Total MasaTunggu_Panen df F Sig. 36.510 .000 312.275 .000 .001 .999 12.366 .000

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 5 Surat Ijin Penelitian 104

(117) PLAGIAT TINDAKAN TIDAK PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TERPUJI ilmu TERPUJI Fakultas Keguruan danTIDAK Pendidikan T}I\IIYERSITAS SANATA DHARMA Mrican, Nomor Lamp Hal t Qt 8. : Trd Pc ?9 Yogntarta 55{Xf2 Telp ({X174) 513301, * t Pkrt/Kajur/.?.t9..{. Permohonan ;. . .$. ".... J 5f$52, Fax (0f74) 5623t3 2 o tq ljin Penelitian Kepada Yth: Ketua Kelompok Tani Ikan Mina Rukun Di Sleman Dengan hormat, Dengan ini kami memohonkan ifin bagi mahasiswa kami, Hilarius Eka Budi Arianto 091324041 Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Ekonomi Pendjdikan Ilmu Pengetahuan Sosial X (sepuluh) Nama No. Mahasiswa Prgram Studi Jurusan Semester Untuk melaksanakan penelitian dalam rangfu persiapan penyusunan SkripsilMakalah, dengan ketentuan sebagai berikut: Lokasi Waktu Topik : : : Kekmpok Tani Ikan Mina Rukun di Nglahar, Sumbersari, Moyudan, Sleman Maret 2014 ..ANALISIS KOMPARATIF USAHA TANI IKAN PENGGT]NA PAKAN TAMBAHAN, PEI,ET DAIT ALAMT' Atas perhatian dan ijin,r,'ang diberikaq kami ucapkan terima kasih. Yogyakarta 29 Agustus20 I 3 Tembusan: l. 2. 3. DekanFKIP hodi PendidikanEkonomi Yang bersangkutan

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TERPUJI Fakultas KeguruanTINDAKAN dan flmu TIDAK Pendidikan T]NTVER,SITAS SANATA Mrican, Tromol Pm 29 Yognkara Nomor, Lamp Hal 5ffi2-Telp (gnq 513301, 51539"Fu.(Wal5623E3 9..F..b.tP1rrr/Kajur/.3..195-.1...0,..J :: Permohonan I}HARMA Nt4 ljin Penelitian Kepada Yth: Ketua Kelompok Tani Ikan Taruna Mina Sari Di Sleman Dengan hormat Dengan ini kami memohonkan Nama No. Mahasiswa Prgram Studi Jurusan Semester ijin bagi mahasiswa kami, Hilarius Eka Budi Arianto 09t32400r Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Ekonomi Pendidikan Ilmu Pmgetahuan Sosial X (sepuluh) Untuk melaksahakan penelitian dalam rangfta persiapan penyusunan Skripsillrrtakalah, dengan ketentuan sebagai berikut: Lokasi Waktu Topik Kelompok Tani Ikan Taruna Mina Sari di Nasri, Sumbersari, Moyudan, Sleman Maret 2014 *ANALISIS KOMPARATIF USAHA TANI IKAN PENGGIJNA PAKAN TAMBAHAN, PELET DATI ALAMI' Atas perhatian dan ijin;'ang diberika& kami ucapkan terima kasih. Yogyakarta" 29 Agustus20 I 3 Tembusan: 1. 2. 3. Dekan FKIP Prodi PendidikanEkonomi Yangbersangkutan

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN KECAMATAN MOYUDAN KEPALA DESA SUMBERSARI Alamat: Blendung VIII, Sumbersari, Moyudan, Sleman. Telp. (0274)74995W Yang bertandatangan dibawatr ini: Nama : Bambang Sardjanq S.H. Jabatan : Kepala Desa Sumber Sari Menerangkan bahwa Mahasiswa berikut ini: Nama Hilarius Eka Budi Arianto Program Studi Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Ekonomi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Sanata Dharma Benar-benar telatr melakukan penelitian di Desa Sumber Sari, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman pada bulan Maret 2014 glrmmenyusun Skripsi yang berjudul: ., AI{ALISIS KOMPARATIF USAHA TAIII IKAII PENGGUNA PAKAN TAMBAHAN, PELET DAI\I AI,d141 TI Data yang diambil benar-benar data yang dibutuhkan dalam penelitian dan data yang diberikan oleh pihak desa. Surat keterangan ini kami buat dengan sesungguh-sungguhnya dan sebenarbenarnya. Sumbersari,23 Juli #ryKq _) -e/

(120)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISJENSI BIAYA USAHA PAOA USAHA TANI SEMANGKA DI DESA KARANGPAITON KECAMATAN LEOOKOMBO KABUPATEN JEMBER TAHUN 2000
1
6
58
ANALISIS KELAYAKAN PADA USAHA TANI ANGGUR RED PRINCE DI DESA BANJARSARI KABUPATEN PROBOLINGGO
0
6
2
STUDI KOMPARATIF TINGKAT PENDAPATAN USAHA TANI JAHE KEMITRAAN DAN NON KEMITRAAN DI DESA NGROMO, KECAMATAN NAWANGAN, KABUPATEN PACITAN
0
7
2
ANALISIS USAHA TANI UBI KAYU DI DESA PULUH HALI KECAMATAN SERBAJADI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI.
0
2
23
ANALISIS KELAYAKAN PENGEMBANGAN USAHA PABRIK PAKAN IKAN DI KABUPATEN AGAM.
0
0
8
ANALISIS BIAYA DAN PENDAPATAN USAHA TANI KEDELAI DI KABUPATEN SUKOHARJO.
0
0
1
PELET SUPER ORGANIK (PeSO-Bio)” USAHA PEMBUATAN PELET IKAN ORGANIK RAMAH LINGKUNGAN SEBAGAI PROMOSI KONSEP HIJAU (GREEN EARTH).
0
1
2
ANALISIS BIAYA DAN PENDAPATAN USAHA TANI WORTEL DI KABUPATEN KARANGANYAR.
0
0
1
ANALISIS PRIVAT DAN SOSIAL USAHA TANI PADI DI KABUPATEN GROBOGAN.
0
0
7
PELAKSANAAN PROGRAM USAHA EKONOMI PRODUKTIF OLEH BINA KELUARGA LANSIA (BKL) MUGI WARAS DUSUN BLENDUNG, DESA SUMBERSARI, MOYUDAN, SLEMAN, YOGYAKARTA.
3
19
217
PENGELOLAAN MAJELIS TA’LIM IPPS (IKATAN PENGASUH PENGAJIAN SUMBERSARI) SEBAGAI WADAH PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MENUJU PENDIDIKAN KARAKTER DI KELURAHAN SUMBERSARI, MOYUDAN, SLEMAN YOGYAKARTA.
0
0
174
PENGUMUMAN JALAN USAHA TANI DESA SELAMPAUNG
0
1
2
PENGUMUMAN PEMENANG PENGADAAN PAKAN PELET IKAN DP2K
0
0
1
ANALISIS KOMPARATIF USAHA PEMBESARAN IKAN NILA MERAH KARAMBA DI WADUK DAN GENANGAN AIR HUJAN DI KABUPATEN SUKOHARJO
0
0
85
INTEGRASI TANAMAN PAKAN PADA SISTEM USAHA TANI DI KECAMATAN BAYONGBONG KABUPATEN GARUT
0
0
7
Show more