CITRA DESTINASI WISATA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA : DALAM PERSEPSI WISATAWAN NUSANTARA DAN PENDUDUK LOKAL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen

Gratis

0
0
267
3 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI CITRA DESTINASI WISATA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA : DALAM PERSEPSI WISATAWAN NUSANTARA DAN PENDUDUK LOKAL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen Oleh : YB. Gusti Adi Purbawisesa NIM : 102214063 PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI CITRA DESTINASI WISATA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA : DALAM PERSEPSI WISATAWAN NUSANTARA DAN PENDUDUK LOKAL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen Oleh : YB. Gusti Adi Purbawisesa NIM : 102214063 PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI CITRA DESTINASI WISATA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA : DALAM PERSEPSI WISATAWAN NUSANTARA DAN PENDUDUK LOKAL Oleh: YB. Gusti Adi Purbawisesa NIM : 102214063 Telah disetujui oleh: Pembimbing I Ike Janita Dewi, SE., MBA., Ph.D Tanggal 24 Juli 2014 Pembimbing II Lucia Kurniawati S.Pd., M.S.M. Tanggal 5 Agustus 2014 ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI CITRA DESTINASI WISATA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA : DALAM PERSEPSI WISATAWAN NUSANTARA DAN PENDUDUK LOKAL Dipersiapkan dan Ditulis Oleh: YB. Gusti Adi Purbawisesa NIM : 102214063 Telah Dipertahankan di Depan Dewan Penguji Pada tanggal 29 Agustus 2014 dan Dinyatakan Memenuhi Syarat Susunan Dewan Penguji : Jabatan Nama Lengkap Ketua Dra. Diah Utari Bertha Rivieda M.Si. Sekretaris Tanda Tangan Drs.Theodorus Sutadi M.B.A. Dosen Pembimbing I Ike Janita Dewi, SE., MBA., Ph.D Dosen Pembimbing II Lucia Kurniawati S.Pd., M.S.M. Dosen Penguji V. Mardi Widyadmono, SE., MBA. Yogyakarta, 29 Agustus 2014 Fakultas Ekonomi Universtitas Santa Dharma Dekan, Dr. H. Herry Maridjo M.Si. iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Motto dan Persembahan “The journey of a thoussand miles begins with a single step’ Lao Tzu “Tidak ada kesuksesan yang bisa dicapai seperti membalikan telapak tangan. Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras, keuletan, kegigihan, dan kedisiplinan. Hal itu juga harus dibarengi dengan sikap pantang menyerah dan tidak cepat putus asa. Semua cita-cita dan ambisi hanya bisa direngkuh apabila kita mau terus belajar berbagai hal, dimana pun dan kepada siapa pun” Chairul Tanjung "It's not how much we give, but how much love we put into giving." Mother Teresa “If you can't make it good, at least make it look good ” Bill Gates “Awali dari satu mimpi, yang selalu kita ingat dan kita yakinin, kalau mimpi itu bakal terjadi di hidup kita. Tak satu pun mimpi dengan sederhana bisa kita dapetin, hanya tinggal selama apa kita punya keinginan terus berusaha buat gapai mimpi itu. Karena kita percaya setiap langkah dan usaha dalam hidup ini adalah langkah yang kita pilih sendiri dan Tuhan yang akan menyempurnakan usaha kita” Penulis Skripsi ini dipersembahkan kepada: Tuhan Allah Yesus Kristus dan Bunda Maria yang menjadi kekuatan serta semangat untuk hidupku, Ayahku didalam Surga, Ibu dan kakakku tercinta yang Menjadi motivasiku serta selalu mendukung dan mendoakanku Kekasih, Sahabat dan teman-temanku Manajemen 2010 dan semua orang yang mendukung dalam menyusun skripsi ini iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI UNIVERSITAS SANATA DHARMA FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN–PROGRAM STUDI MANAJEMEN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS Saya yang bertanda tangan di bawah ini, dengan ini menyatakan bahwa Skripsi dengan judul : CITRA DESTINASI WISATA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA : DALAM PERSEPSI WISATAWAN NUSANTARA DAN PENDUDUK LOKAL Dan diajukan untuk diuji pada tanggal 29 Agustus 2014 adalah hasil karya saya. Dengan ini, saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin, atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain yang saya aku seolah-olah sabagai tulisan saya sendiri, dan atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, saya tiru, atau saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan (disebutkan dalam referensi) pada penuli aslinya. Bila dikemudian hari terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan tersebut maka saya bersedia menerima sanksi yaitu skripsi ini digugurkan dan gelar akademik yang saya peroleh (S.E.) dibatalkan serta diproses sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku (UU No 20 Tahun 2003, pasal 25 dan pasal 70). Yogyakarta, 6 Agustus 2014 Yang membuat pernyataan, YB. Gusti Adi Purbawisesa v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : YB. Gusti Adi Purbawisesa Nomor Mahasiswa : 102214063 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : CITRA DESTINASI WISATA DAERAH ISTIMEWAYOGYAKARTA : DALAM PERSEPSI WISATAWAN NUSANTARA DAN PENDUDUK LOKAL Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikannya secara terbatas, memplubikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta, Pada tanggal: 6 Agustus 2014 Yang menyatakan, YB. Gusti Adi Purbawisesa vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan atas segala kebaikan, kasih dan anugrahNya dari awal penulisan hingga terselesaikannya penyusunan skripsi ini yang berjudul “CITRA DESTINASI WISATA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA : DALAM PERSEPSI WISATAWAN NUSANTARA DAN PENDUDUK LOKAL” Skripsi ini ditulis dengan tujuan memenuhi salah satu persyaratan wajib untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam penyusunan skripsi ini penulis menyadari banyak bantuan dan campur tangan berbagai pihak atas terselesaikannya skripsi ini, untuk itu penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada: 1. Bapak Dr. H. Herry Maridjo M.Si., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma. 2. Bapak Dr. Lukas Purwoto S.E., M.Si., selaku Ketua Program Studi Manajemen Universitas Sanata Dharma. 3. Ibu Ike Janita Dewi, SE., MBA., Ph.D., selaku dosen pembimbing I, yang dengan sabar telah mengarahkan, membimbing dan mendukung penulis dengan kesungguhan hati. 4. Ibu Lucia Kurniawati S.Pd., M.S.M., selaku dosen pembimbing II, yang juga dengan sabar telah mengarahkan, menasihati dan membimbing penulis dalam menyempurnakan skripsi ini. 5. Ibu Dra. Diah Utari BR. yang selalu memberikan motivasi kehidupan untuk saya selama di organisasi maupun di kampus. 6. Bapak Aria Nugrahadi S.T., selaku Kepala Bidang (KABID) Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Provinsi DIY yang telah memberikan dukungan berupa informasi dan pengalamannya di bidang pariwisata dalam pelaksanaan penelitian ini 7. Bapak Irsyam Sigit Wibowo, selaku pemilik dari HS Silver Kotagede, Omah Duwur Restaurant Kotagede, Pendopo Ndalem Resto, dan vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Bendahara BP2KY yang telah memberikan pengalaman yang sangat membantu dalam pelaksanaan wawancara di penelitian ini dan memberikan motivasi bagi peneliti dalam cara berbisnis. 8. Bapak Andi Muhammad Mudhi’uddin, Selaku Ketua Himpunan dan asesor kompetensi Pemandu Wisata provinsi DIY yang sangat membantu memberi nasihat dan berbagi pengalamannya di pariwisata DIY yang sangat berguna dalam penelitian ini. 9. Segenap dosen dan karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang banyak mendukung penelitian ini. 10. Untuk orang tua tersayang Bapak Alm. Aloysius Susilo dan Ibu Petronelly Paulina Pemba yang telah menjadi inspirasi bagi hidup saya dan tak hentinya memberikan kasih sayang, doa, dukungan, nasihat dan kesabaran. Terimakasih atas semua yang telah kalian berikan, hal itu membuat saya menjadi dewasa dan kuat menghadapi segala masalah. 11. Untuk kakakku tersayang Asrina Restu Wirasti S.Pd. serta suaminya Mas Joko Susanto S.Kom yang selalu memberi dukungan, motivasi dan semangat dalam penyusunan skripsi ini. 12. Untuk orang yang saya sayangi sdri. Teresia Rima Aji Nirwanawati Wulandari yang selalu memberikan semangat dalam usaha penyelesaian tugas akhir ini dan dukungan secara moril serta bantuannya dalam pelaksanaan penelitian ini. 13. Teman-teman dari Tim Peneliti tentang Pariwisata yaitu Sdra. Firdhaus Satria Simatupang, Sdra. Yosua Irwan Sudarsono, dan Sdri. Rosi Susanti yang menjadi teman seperjuangan dalam melaksanakan penelitian ini untuk bersama-sama berkeliling mengurus segala macam tugas penelitian seperti perizinan dan pencarian data selama penelitian. 14. Sahabat-sahabat saya yang menjadi semangat dan motivasi bagi saya, Angelina Putri SR., Ricky Murtadana, Firdhaus Satria Simatupang, Yosephin Kurnia, Yosua Irwan Sudarsono saya hanya bisa mengucapkan terimakasih untuk Support kalian dan sebagai teman tebaik yang pernah saya miliki, saya bangga bisa berjuang bersama kalian. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15. Teman-teman terdekat saya selama kuliah Eduardo Ian Abadia, Aldio Dhaka Amadea, Septian Adi Nugroho, Leoni Devi, Sri Melin Siska Tarigan, dan temen-temen kost Surya 11 Armin, Adi, Adit yang mau menjadi teman seperjuangan dalam menyelesaikan kuliah. 16. Untuk semua Keluargaku di Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM USD), terimakasih atas semua kebersamaan dan kenangan berharga selama 2 tahun ini, bangga pernah berdinamika bersama kalian semua, karena kalian semua sangat luar biasa bagi saya yang tidak akan pernah saya lupakan. 17. Teman-teman Manajemen angkatan 2010, 2011, dan 2012 terimakasih atas pelajaran hidup yang telah kalian ajarkan untuk saya, dan khusus buat teman-teman Kelas MPT ibu Ike, terimakasih atas segala masukan dan pendapat kalian. Dan teman-teman asisten dosen manajemen dalam melaksanakan tanggung jawab asistensi bersama. 18. Keluarga baru saya ketika KKP (Kuliah Kerja Profesi) di “Mifta Handycraft” yang mengajarkan arti dari sebuah kesederhanaan yang memperkaya hidup saya. 19. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan ketidak sempurnaan dalam penyusunan tugas akhir ini, karena keterbatasan dan pengalaman yang dimiliki penulis. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak dan para pembaca guna menyempurnakan skripsi ini. Akhir kata semoga skripsi ini bermanfaat dan dapat menjadi bahan masukan bagi rekan-rekan dalam menyusun skripsi. Yogyakarta, 6 Agustus 2014 Penulis, YB. Gusti Adi Purbawisesa ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN .................................................. iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................... v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ............................... vi HALAMAN KATA PENGANTAR ................................................................... vii HALAMAN DAFTARAN ISI ............................................................................... x HALAMAN DAFTAR TABEL ......................................................................... xii HALAMAN DAFTAR GAMBAR .................................................................... xiv HALAMAN DAFTAR DIAGRAM .................................................................... xv HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ................................................................ xvi HALAMAN ABSTRAK ................................................................................... xvii HALAMAN ABSTRACT ................................................................................. xviii BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1 A. Latar Belakang ........................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah .................................................................................... 13 C. Batasan Masalah ....................................................................................... 14 D. Tujuan Penelitian ..................................................................................... 15 E. Manfaat Penelitian .................................................................................... 15 F. Sistematika Penelitian ............................................................................... 17 BAB II TINJAUAN LITERATUR DAN PERUMUSAN HIPOTESIS ....... 18 A. Tinjauan Literatur .................................................................................... 18 1. Pariwisata ............................................................................................. 19 2. Pemasaran Pariwisata ........................................................................... 33 3. Destinasi Pariwisata dan Citra Destinasi .............................................. 42 4. Pariwisata sebagai Industri Jasa ........................................................... 59 B. Penelitian Sebelumnya ............................................................................. 61 C. Kerangka Konseptual penelitian .............................................................. 66 D. Rumus Hipotesis ...................................................................................... 68 x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN ................................................................... 69 A. Pendahuluan ............................................................................................. 69 B. Penelitian Tahap I ..................................................................................... 70 C. Penelitian Tahap II ................................................................................... 72 D. Variabel Penelitian ................................................................................... 76 E. Operasionalisasi Variabel ......................................................................... 76 F. Subjek dan Objek Penelitian .................................................................... 80 G. Lokasi dan Waktu Penelitian ................................................................... 80 H. Sumber Data ............................................................................................. 82 I. Teknik Pengambilan Data ......................................................................... 84 J. Teknik Pengujian Instrumen ..................................................................... 85 K. Teknik Analisis Data ................................................................................ 87 L. Uji Keboleterimaan Hipotesis .................................................................. 91 BAB IV GAMBARAN UMUM SUBYEK PENELITIAN . ........................... 93 A. Sejarah Yogyakarta .................................................................................. 94 B. Geografis, Iklim dan Keadaan Alam ....................................................... 96 C. Pariwisata DIY ....................................................................................... 100 D. Keadaan Ekonomi dan Keuangan .......................................................... 105 E. Keadaan Penduduk dan Tenaga Kerja .................................................... 109 F. Administrasi Pemerintah ......................................................................... 110 G. Situasi Sosial Ekonomi .......................................................................... 112 BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ........................................ 116 A. Penelitian Tahap I .................................................................................. 116 B. Penelitian Tahap II ................................................................................. 121 C. Analisis Data ..........................................................................................150 D. Pembahasan ............................................................................................. 161 E. Diskusi ......................................................................................................163 BAB VI KESIMPULAN DAN IMPLIKASI HASIL PENELITIAN ............165 A. Kesimpulan Penelitian ........................................................................... 165 B. Implikasi Manajerial .............................................................................. 167 C. Implikasi Bagi Penelitian Lanjutan ......................................................... 170 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................171 LAMPIRAN ...................................................................................................... 174 xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel Judul Halaman 1.1 Perkembangan Jumlah Wisatawan di Provinsi DIY ........................................... 4 1.2 Perkembangan Jumlah Wisatawan pada Hotel Bintang dan Melati .................. 5 1.3 Pertumbuhan Kunjungan Wisatawan di Provinsi DIY ...................................... 6 1.4 Jumlah Akomodasi menurut Kabupaten/Kota di DIY ....................................... 7 2.1 Pedoman Pengukuran Variabel .......................................................................... 67 4.1 Data Geografis dan Administratif Berdasarkan Wilayah .................................. 96 4.2 Daftar Daya Tarik Wisata DIY .......................................................................... 101 4.3 Pertumbuhan Kunjungan Wisatawan ke DIY tahun 2008-2012......................... 104 4.4 Komposisi Pendapatan Asli Daerah Provinsi DIY ............................................. 107 4.5 Perkembangan Jumlah PAD sub Sektor Pariwisata DIY ................................... 107 4.6 Jumlah Pendapatan Asli Daerah sub Sektor Pariwisata ...................................... 108 4.7 Juumlah Kelahiran Penduduk Berdasarkan Daerah ............................................ 109 4.8 Persentase Jumlah Penduduk setiap Daerah di DIY ........................................... 109 4.9 Jumlah SDM/Tenaga Kerja di DIY .................................................................... 110 4.10 Data Jumlah Pendidikan Tinggi Negeri dan Swasta di DIY .............................. 113 4.11 Data Jumlah Sekolah Negeri dan Swasta di DIY tahun 2011/2012 ................... 114 5.1 Persentase Jenis Kelamin Responden Wisatawan .............................................. 121 5.2 Jumlah Wisatawan berdasarkan dari Kota Asal ................................................ 122 5.3 Jumlah Wisatawan berdasrkan Negara Asal ....................................................... 122 5.4 Jumlah Wisatawan berdasrkan Pembagian Wilayah .......................................... 122 5.5 Jumlah Wisatawan berdasarkan Usia ................................................................. 124 5.6 Jumlah Wisatawan bedasarkan Tingkat Pendidikan .......................................... 125 5.7 Jumlah Wisatawan berdasarkan Jenis Pekerjaan ............................................... 126 5.8 Jumlah Wisatawan berdasarkan Pengeluaran per Bulan..................................... 127 5.9 Jumlah Wisatawan berdasarkan Lama Tinggal .................................................. 128 5.10 Jumlah Wisatawan berdasarkan Jenis Kelamin .................................................. 130 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5.11 Jumlah Penduduk berdasarkan Usia .................................................................. 130 5.12 Jumlah Penduduk bedasarkan Tingkat Pendidikan ............................................ 131 5.13 Jumlah Penduduk berdasarkan Jenis Pekerjaan ................................................. 132 5.14 Jumlah Penduduk berdasarkan Pengeluaran per Bulan ...................................... 133 5.15 Jumlah Penduduk berdasarkan Lama Tinggal ................................................... 134 5.16 Hasil Pengujian Validitas pada Variabel Citra Destinasi ................................... 136 5.17 Hasil Pengujian Validitas pada Variabel Dependent ......................................... 137 5.18 Hasil Pengujian Reliabilitas pada Variabel Citra Destinasi ................................ 138 5.19 Hasil Pengujian Reliabilitas pada Variabel Dependent ...................................... 139 5.20 Hasil Interpretasi Rata-rata Jawaban dari Responden ........................................ 140 5.21 Distribusi Jawaban Responden tentang Citra menurut Wisatawan ................... 141 5.22 Distribusi Jawaban Responden tentang Citra menurut Penduduk ..................... 142 5.23 Rekapitulasi Jawaban Responden tentang Citra Destinasi DIY ........................ 143 5.24 Perbandingan Jawaban Responden tentang Citra Destinasi DIY ...................... 144 5.25 Ranking Citra Destinasi DIY antar kelompok Responden ................................ 145 5.26 Ranking Citra Destinasi secara Keseluruhan ..................................................... 147 5.27 Distribusi Jawaban tentang Minat Wisatawan Berkunjung Kembali ................ 148 5.28 Skor Rata-rata Variabel Minat Wisatawan ........................................................ 148 5.29 Distribusi Jawaban tentang Minat Penduduk memberikan Hospitality .............. 149 5.30 Skor Rata-rata Variabel Minat Penduduk memberikan Hospitality ................... 150 5.31 Report Hasil Data Deskriptif tiap Variabel ........................................................ 150 5.32 Statistics minat Wisatawan Berkunjung Kembali .............................................. 151 5.33 Statistics Minat Penduduk memberikan Hospitality ........................................... 151 5.34 Hasil Paired Sample Test ................................................................................... 156 5.35 Hasil Uji Regresi Sederhana Rumusan Msalah Ketiga....................................... 159 5.36 Hasil Uji Regresi Sederhana Rumusan Msalah Keempat ................................... 160 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar Judul Halaman 2.1 Unsur dalam Industri Pariwisata ......................................................................... 47 2.2 Model Pembentukan Citra Daerah Tujuan Wisata ............................................ 51 2.3 Persepsi dari Destination Branding ................................................................... 56 2.4 Susunan Kerangka Penelitian ............................................................................ 66 5.1 Hasil Uji Normalitas .......................................................................................... 152 5.2 Hasil Uji Heterokedastisitas ............................................................................... 155 5.3 Kurva pada Uji T ............................................................................................... 157 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR DIAGRAM Diagram Judul Halaman 4.1 Komposisi PDRB Provinsi DIY tahun 2011 .................................................... 105 4.2 Komposisi PAD Kabupaten/Kota .................................................................... 106 4.3 Komposisi PAD Provinsi.................................................................................. 106 5.1 Persentase Jenis Kelamin Responden Wisatawan ............................................ 121 5.2 Persentase Jumlah Wisatawan berdasarkan wilayah Asalnya ........................ 123 5.3 Persentase Jumlah Wisatawan berdasarkan Usia ........................................... 124 5.4 Persentase Jumlah Wisatawan berdasarkan Tingkat Pendidikan .................... 125 5.5 Persentase Jumlah Wisatawan berdasarkan Jenis Pekerjaan ........................... 126 5.6 Persentase Jumlah Wisatawan berdasarkan Pengeluaran Tiap Bulan ............. 127 5.7 Persentase Jumlah Wisatawan berdasarkan Lama Tinggal ............................ 128 5.8 Pembagian Jenis Kelamin Wisatawan berdasarkan Kelompok usia ............... 129 5.9 Pembagian Pengeluaran Wisatawan berdasarkan Pekerjaan ........................... 129 5.10 Persentase Jumlah Penduduk berdasarkan Jenis Kelamin ............................... 130 5.11 Persentase Jumlah Penduduk berdasarkan Usia ............................................. 130 5.12 Persentase Jumlah Penduduk berdasarkan Tingkat Pendidikan ...................... 131 5.13 Persentase Jumlah Penduduk berdasarkan Jenis Pekerjaan ............................. 132 5.14 Persentase Jumlah Penduduk berdasarkan Pengeluaran Tiap Bulan ............... 133 5.15 Persentase Jumlah Penduduk berdasarkan Lama Tinggal .............................. 134 5.16 Pembagian Jenis Kelamin Penduduk berdasarkan Kelompok usia ................. 135 5.17 Pembagian Pengeluaran Penduduk berdasarkan Pekerjaan ............................. 135 5.18 Perbandingan pergerakan rata-rata Jawaban Responden .................................. 145 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Judul Halaman I Daftar Pertanyaan dan Hasil Penelitian Tahap I ........................................... 175 II Kuesioner ...................................................................................................... 186 III Deskripsi Responden ..................................................................................... 194 IV Hasil Tabulasi Data pada Penelitian Tahap II ............................................... 205 V Output Uji Validitas dan Uji Reliabilitas ...................................................... 217 VI Outout Uji Asumsi Klasik ............................................................................. 224 VII Hasil Output Uji T dan Uji Analisis Regresi Sederhana ............................... 228 VIII Curricullum Vitae Responden pada Penelitian Tahap I ................................ 234 IX Surat-surat yang berhubungan dengan Pelaksanaan Penelitian .................... 238 X Curricullum Vitae Peneliti ............................................................................ 245 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK CITRA DESTINASI WISATA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA : DALAM PERSEPSI WISATAWAN NUSANTARA DAN PENDUDUK LOKAL YB. Gusti Adi Purbawisesa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja citra destinasi wisata DIY dan apakah terdapat perbedaan persepsi mengenai citra destinasi wisata DIY tersebut menurut persepsi dari wisatawan nusantara dan persepsi dari penduduk lokal DIY sendiri, serta untuk mengetahui apakah citra destinasi DIY dapat mempengaruhi minat wisatawan nusantara untuk berkunjung kembali dan minat penduduk untuk memberikan hospitality (keramah-tamahan) pada wisatawan. Penelitian ini dilakukan dengan dua tahap penelitian yaitu tahap pertama dilakukan dengan metode wawancara dengan tiga responden yang memiliki kompetensi dalam bidang pariwisata untuk mengetahui secara jelas citra destinasi wisata DIY. Hasil dari penelitian tahap pertama digunakan sebagai dasar untuk membuat kuesioner yang akan digunakan pada penelitian tahap kedua. Pada penelitian tahap kedua dilakukan dengan metode kuesioner dengan pengambilan sampel menggunakan teknik convenience quota sampling dan disebar sebanyak 200 responden yang dibagi menjadi 100 responden wisatawan nusantara dan 100 responden penduduk lokal yang berkunjung dan tinggal DIY. Pada penelitian tahap pertama, digunakan metode content analysis dan common theme approach untuk menganalisa hasil dari wawancara. Kemudian pada penelitian tahap kedua, digunakan analisis data yaitu uji beda dan regresi linear sederhana dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 20. Hasil dari penelitian ini bahwa tidak terdapat perbedaan persepsi mengenai citra destinasi DIY antara wisatawan nusantara dengan penduduk lokal DIY, dan persepsi citra destinasi DIY menurut wisatawan ternyata berpengaruh positif terhadap minat wisatawan untuk berkunjung kembali ke DIY dan persepsi citra destinasi DIY menurut penduduk lokal berpengaruh positif terhadap minat penduduk untuk memberikan hospitality (keramah-tamahan) kepada wisatawan. xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE IMAGE OF YOGYAKARTA TOURISM DESTINATION: IN THE PERCEPTION OF DOMESTIC TOURISTS AND LOCAL RESIDENTS YB. Gusti Adi Purbawisesa Sanata Dharma University Yogyakarta 2014 The purpose of this study is to find out what are the images of Yogyakarta tourist destination and whether there is difference of the perception about the image of Yogyakarta tourist destination between the domestic tourists and Yogyakarta local citizen. In addition, this study aims to know whether the image of Yogyakarta tourist destination affects the intention of the domestic tourists to re-visit and the local residents to be hospitable to the tourist. This research was conducted by using two phases. The first phase used the interview method which consists of three respondents who have competence in the field of tourism. The interview aimed to know the image of Yogyakarta tourist destination clearly. The result of the first phase of the research was used as a basis to create a questionnaire which would be used in the second phase of the study. The second phase of the study used the questionnaire method, the sample was decided by convenience sampling technique. It was distributed as many as 200 respondents which were divided into 100 domestic tourist respondents and 100 local resident respondents who visit and live in Yogyakarta Special Region. In the first phase of the study, this research used the method of content analysis and the common theme approach to analyze the results of the interview. Then, in the second phase, this research used the different test data analysis and simple linear regression by using IBM SPSS Statistics 20 program. The results of this study show that there are no different perceptions of the image of Yogyakarta tourist destination between the domestic tourists and the local residents of Yogyakarta. Moreover, this study shows that the tourists’ perception of the image of Yogyakarta tourist destination gives positive influence the tourists’ intention to re-visit Yogyakarta Special Region. Also, the local residents’ perception of the image of Yogyakarta tourist destination gives a positive influence on the local residents’ intention to be hospitable to the tourists. xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan pariwisata di Indonesia pada saat ini memerlukan strategi yang mutlak, yang diperlukan dalam pencapaian suatu tujuan dan target yang diharapkan oleh sebuah pengambil keputusan (decision making). Yang memiliki peran penting dalam industri pariwisata baik dalam regional daerah, baik itu instansi pemerintahan dalam hal ini Dinas Kepariwisataan maupun pihak swasta selaku pengelola dan pemilik sebuah tempat wisata di daerah, baik pada tingkat nasional dalam hal ini Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan lain-lain yang memiliki kepentingan serta perannya dalam pengembangan kepariwisataan. Pariwisata disisi lain berperan serta dalam menyumbang devisa negara terhadap PDB nasional maupun pendapatan asli daerah (PAD) dalam tingkat daerah. Namun tujuan utama dari pariwisata juga yaitu sebagai suatu strategi dalam melestarikan serta memperkenalkan budaya bangsa dan tanah air ke tingkat global baik itu terhadap para wisatawan mancanegara (International Tourist) dan tentunya juga bagi wisatawan domestik (Domestic Tourist). Maka dari itu masyarakat menjadi sektor yang dapat memberikan pengaruh ekonomi yang positif dalam terbukanya lapangan kerja dan bidang usaha yang luas. Dalam dunia global, pariwisata memberikan kesempatan yang luas terhadap pembentukan sebuah pengertian bersama antar bangsa-bangsa 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 yang berbeda sistem politiknya, sistem sosialnya, dan tentunya dalam hal ekonomi (Njoman S. Pendit, 1965:6), sebab pariwisata dapat menjadi alat yang kuat untuk menembus segala bentuk penghalang dari diferensiasi sosial antar negara yang tentunya selalu menjadi masalah yang pelik dalam hubungan internasional. Pariwisata yang menjadi fungsi pemelihara perdamaian serta kemakmuran dalam hubungan internasional, seperti yang dikatakan Antonie de Saint-Exupery (1965:7) : “Nous sommes solidaires, emportés par la même Planéte, équipage d'un même navire” (Bersatu kita semua, berada diatas planet yang sama, sebagai awak kapal yang sama pula). Wisatawan yang berkunjung ke suatu destinasi pariwisata tentunya didorong beberapa hal, karena mereka tentunya akan mencari pengalaman dan kepuasan yang bersifat psikis dan fisik, “seeks various psychic and physical experiences and satisfaction”, (Basuki Antariksa, 2011:1). Wisatawan dan Pramuwisata (penyelengara wisata) merupakan komponen utama dalam keberhasilan suatu pariwisata yang dapat disebut juga dengan industri pariwisata, dalam mencapai keberhasilannya tersebut jelas ditentukan oleh tingkat kepuasan (satisfaction) yang diperoleh para wisatawan dan keberhasilan penyelengara pariwisata dalam tugas melayani wisatawan dengan berbagai tujuan yang dapat menjadi keuntungan yang optimal bagi pihak penyelenggara maupun pihak daerah bahkan tingkat nasional sekalipun, karena semua ini akan berkaitan dengan analisis keuntungan dan kerugian (cost and benefit analysis) dari kegiatan ini baik dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Pariwisata di Indonesia tentunya memiliki karateristik sendiri bagi semua wisatawan dalam negeri maupun luar negeri yaitu sebuah daerah destinasi wisata yang memiliki budaya bangsa, tempat wisata, dan adat istiadat yang ada di tanah air yang begitu kaya dan beragam yang menjadi identitas dari pariwisata Indonesia. Di tingkat nasional salah satu dari tujuan pariwisata yaitu meningkatkan hubungan kemanusiaan dan hubungan budaya dengan adanya kunjungan dari suatu daerah ke daerah lain dan juga sebagai alat untuk lebih mengenalkan tanah air ini sebagai kesadaran dalam melestarikan budaya bangsa yang tentunya mengakuinya sebagai milik bangsa bagi rakyatnya sendiri. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi pilihan yang sesuai bagi peneliti untuk mendapatkan informasi mengenai sebuah citra destinasi (destination image) yang tidak lain yaitu citra destinasi wisata dari Daerah Istimewa Yogyakarta, yang juga bersumber dari masyarakat di dalam negeri yaitu wisatawan nusantara (domestic tourist) dan penduduk lokal mengenai citra destinasi tentang daerah tempat tinggalnya sendiri. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga sering disebut dan disingkat dengan Jogja ataupun Jogjakarta, merupakan salah satu provinsi terkecil dari 34 provinsi yang ada di Indonesia bersama Ibukota Provinsi DKI Jakarta. DI Yogyakarta secara administratif terdiri dari 1 kota dan 4 daerah tingkat II atau kabupaten, dan 78 kecamatan serta 438 desa/kelurahan. Yang terdiri dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Gunung Kidul. Yang memiliki luas daerah sekitar 3.185,80

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 km2 persegi, dengan total penduduk 3.457.491 jiwa yang diantaranya bertempat tinggal di daerah perkotaan sebanyak 2.297.261 jiwa atau 66,44 persen dan di daerah perdesaan sebanyak 1.160.230 jiwa atau 33,56 persen (Statistik bps : sensus penduduk 2010). Dalam bidang pariwisata di Provinsi DI Yogyakarta ini terkenal sebagai kota kebudayaan dan pendidikan serta merupakan daerah tujuan wisata kedua terbesar setelah Bali. Yogyakarta sebagai kota pariwisata menggambarkan potensi daerah ini dalam dunia kepariwisataan di tanah air. Adapun jumlah kunjungan wisatawan pada tahun 2007 hingga 2011 di Yogyakarta berdasarkan dari data statistik kepariwisataan Dinas Pariwisata Provinsi DIY tahun 2011. Tabel 1.1 Perkembangan Jumlah Wisatawan di Provinsi DIY Tahun 2010 – 2012 Tahun Bulan 2010 2011 2012 Wisman Wisnus Jumlah Wisman Wisnus Jumlah Wisman Wisnus Jumlah Januari 11.772 122.567 134.339 8.085 92.538 100.623 14.572 170.326 184.898 Februari 11.057 106.543 117.600 9.739 94.155 103.894 13.018 145.476 158.494 Maret 12.087 119.608 131.695 11.722 97.915 109.637 13.172 177.316 190.488 April 12.055 115.080 127.135 13.003 117.594 130.597 15.436 184.227 199.663 Mei 14.061 121.290 135.351 13.645 120.464 134.109 19.424 203.155 222.579 Juni 13.575 121.489 135.064 13.604 139.673 153.277 17.793 217.423 235.216 Juli 20.166 129.627 149.793 20.357 150.183 170.540 25.993 197.109 223.102 Agustus 18.026 94.529 112.555 17.052 71.298 88.350 17.152 133.446 150.598 September 12.945 107.925 120.870 15.865 117.630 133.495 19.465 148.158 167.623 Oktober 16.279 118.921 135.200 16.794 145.847 162.641 16.842 185.874 202.716 November 4.958 57.759 62.717 14.453 127.074 141.527 12.417 202.635 215.052 Desember 5.862 88.799 94.661 15.246 163.758 179.004 12.467 197.277 209.744 TOTAL 152.843 2.162.422 2.360.173 1.304.137 1.456.980 169.565 1.438.129 1.607.694 197.751 Sumber : Statistik Kepariwisataan 2012 Dinas Pariwisata DIY

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Tabel 1.2 Perkembangan Jumlah Wisatawan/Tamu (Guest Arrival) pada Hotel Bintang dan Melati di Provinsi DIY Tahun 2010 – 2012 di Provinsi DIY No Akomodasi 1 Hotel Melati Hotel Bintang Sub Jumlah 2 Jumlah 2010 2011 2012 Mancanegara Nusantara Mancanegara Nusantara Mancanegara Nusantara 28.783 640.948 35.697 770.337 42.772 1.171.746 124.060 663.189 133.868 667.792 154.979 990.676 152.843 1.304.137 169.565 1.438.129 197.751 2.162.422 1.456.980 1.607.694 Sumber : Statistik Kepariwisataan 2012 Dinas Pariwisata DIY 2.360.17 DIY masih menjadi destinasi yang menarik bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara. Hal ini terlihat dari trend jumlah kunjungan ke DIY beberapa tahun sebelumnya. Jumlah wisatawan keseluruhan yang datang ke Provinsi DIY tahun 2011 sebanyak 1.607.694 yang berarti mengalami kenaikan sebesar 10,34% dibanding tahun 2010 sebanyak 1.456.980 orang. Kepala divisi program informasi Dinas Pariwisata DIY, Setyawan mengatakan bahwa jumlah wisatawan yang mengunjungi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta selama 2012 meningkat dibanding 2011, karena terlihat dari kondisi sosial DIY yang relatif aman, nyaman, dan dukungan transportasi serta akomodasi yang memadai, menjadi faktor daerah ini masih menjadi destinasi menarik bagi wisatawan. Selain juga beberapa objek wisata andalan di DIY antara lain Taman Pintar, Benteng Vredeburg, kawasan Malioboro, desa wisata, pusat kerajinan batik, dan keindahan pantai selatan DIY, maupun wisata alam Kaliurang, serta Gunung Merapi di Kabupaten Sleman (Setyawan Kasi Program Informasi Dinas Pariwisata DIY : ANTARA news). Serta berkembangnya pariwisata di Yogyakarta tidak lepas juga dari beragamnya jenis objek wisata yang ada, keterbukaan masyarakat

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 Yogyakarta, serta peran pemerintah dalam mendukung tumbuhnya industri pariwisata di daerah Yogyakarta (www.gudeg.web.id : 2012). Tabel I.3 Pertumbuhan Kunjungan Wisatawan di Provinsi DIY Tahun 2009 - 2012 Wisatawan Pertumbuhan Wisatawan Pertumbuhan Wisatawan Pertumbuhan Mancanegara ( %) Nusantara ( %) Jumlah ( %) 2009 139.492 8,42 1.286.565 11,29 1.426.057 11,00 2010 152.843 9,57 1.304.137 1,37 1.456.980 2,17 2011 169.565 10,94 1.438.129 10,27 1.607.694 10,34 2012 197.751 16,62 2.162.422 50,36 2.360.173 46,80 Tahun Sumber : Statistik Kepariwisataan 2012 Dinas Pariwisata DIY Berdasarkan perkembangan jumlah hotel yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta sampai dengan tahun 2012, yaitu hingga saat ini jumlah hotel di wilayah Yogyakarta tercatat sebanyak 1.160 hotel. Sebanyak 60 di antaranya merupakan hotel bintang dengan 6.000-an kamar dan 1.100 hotel lainnya merupakan hotel kelas Melati dengan 12.660 kamar (Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia - PHRI DIY, Tribun Jogja, 31 Oktober 2013).

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 Tabel 1.4 Jumlah Akomodasi menurut Kabupaten/Kota di D.I.Yogyakarta pada tahun 2010-2012 Number of Accomodation Available Hotels by Regency/City in D.I. Yogyakarta Kabupaten/ Kota Regency/City Bintang Classified Hotel Akomodasi Accomodation Non Bintang Non Classified Hotel Tempat Tidur Beds Kamar Rooms Akomodasi Accomodation Kamar Rooms Tempat Tidur Beds 1. Kulonprogo - - - 26 434 506 2. Bantul 1 71 125 284 2.045 3.773 3. Gunungkidul 1 23 46 62 518 632 4. Sleman 20 2.025 3.028 374 4.116 6.276 5. Yogyakarta 32 3.032 4.993 354 6.196 10.533 Jumlah/Total di tahun 2012 54 5.150 8.171 1.100 13.309 21.720 2011 41 3.953 6.389 1.063 12.407 18.586 2010 36 3.631 5.807 1.098 12.519 18.293 Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi D.I. Yogyakarta Source : BPS – Statistics of D.I Yogyakarta Kegiatan usaha pendukung pariwisata juga lengkap, sampai dengan tahun 2011 terdapat 381 agen/biro perjalanan dan wisata di semua daerah kabupaten di DIY, dan industri kerajinan tangan, fasilitas transportasi yang lengkap, tempat penukaran uang (money changer) dan lain-lain. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta juga aktif dalam mendukung dan mengadakan berbagai event yang mendukung pariwisata di Yogyakarta antara lain event berskala nasional dan internasional seperti Jogya Java Carnival, Sekaten, Festival Kesenian Yogyakarta (FKY), dan festival seni yang lain yang dapat

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 menjadi salah satu faktor pengembang wisata di daerah. Serta berbagai penghargaan dalam bidang pariwisata pun telah diraih Yogyakarta. Yogyakarta telah menerima ITA (Indonesian Tourism Award) pada tahun 2010 sebagai “Favorite Cities” dan kategori “Cities with the best Services“ pada 2009 dan 2010, serta salah satu kategori “The Best Tourist Destinations” dengan obyek wisata Candi Prambanan, berdampingan dengan Tanah Lot di Bali, Candi Borobudur di Jawa Tengah, dan Jam Gadang di Sumatra Barat pada ITA 2010 lalu kategori “Province with the Best Tourism Development Programs” bersama Provinsi NTB. Ini menjadi bukti yang kongkrit bahwa pariwisata di Yogyakarta merupakan pariwisata dengan tingkat pertumbuhan yang cukup tinggi dan menjadi salah satu destinasi wisata terbaik yang ada di Indonesia. Ini jelas menggambarkan pertumbuhan yang positif bagi pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan potensi yang dimilikinya, tentu saja Yogyakarta tidak ingin menjadi daerah yang dianggap sama saja dengan daerah lain sehingga tidak menjadi pilihan utama untuk dikunjungi. Untuk itu Yogyakarta tidak ketinggalan juga melakukan pengelolaan citra merek. Memperhatikan bahwa daerah yang satu dengan daerah yang lain disekitarnya memiliki kesamaan karakteristik, tentu saja pencitraan yang dikembangkan harus mampu memberikan efek emosional yang positif. Berbagai penelitian di dua dekade terakhir dalam Travel Research dan Tourism Research yang sebelumnya telah didemontrasikan di berbagai wilayah, menunjukan bahwa citra destinasi (destination images) adalah

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 konsep berharga dalam menyelediki proses dan mengetahui seleksi dari tujuan-tujuan wisata yang memilki citranya masing-masing, serta juga telah memberikan kontribusi penting untuk pemahaman terhadap perilaku wisatawan dalam menentukan sebuah destinasi untuk berwisata. Gambaran konsep citra destinasi tersebut sangat menarik, tidak hanya untuk peneliti dan akademisi tetapi juga untuk praktisi industri pariwisata dan seorang pemasar destinasi wisata. Dengan meningkatnya minat tersebut tentunya akan berdampak juga bagi meningkatkan pariwisata nasional dengan kompetisi dengan wisata-wisata di negara lain. Lingkup negarapun dalam hal ini destinasi wisata setiap daerah dalam kompetisi dengan destinasi wisata setiap daerah lain dalam pariwisata di negara tersebut dalam hal ini tujuan pariwisata di negara Indonesia. Developing a competitive position among tourism destinations is usually accomplished by creating and transmitting a favorable image to potential tourist in targets markets atau mengembangkan posisi kompetisi di antara destinasi wisata biasanya dicapai dengan menciptakan dan menyampaikan citra yang baik bagi para wisatawan potensial di beberapa target pasar (Goodall 1990; Gartner 1993). Dalam tingkat lokal maupun internasional, destinasi wisata bukan hanya bicara tentang perbandingan dengan destinasi wisata lain melainkan lebih pada citra yang tersimpan dalam pikiran setiap wisatawan potensial terhadap sebuah destinasi wisata. Oleh karena itu, para pemasar dari sebuah destinasi wisata akan membayar dan menghabiskan banyak biaya, waktu, dan usaha untuk menciptakan citra

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 yang terbaik (Favorable Image) untuk membantu menarik calon wisatawan serta merubah perspektif dan citra untuk bisa datang dan mengunjungi destinasi wisata tersebut. Dalam kompetisi yang sengit seorang pemasar destinasi wisata harus memiliki pemahaman yang baik mengenai citra destinasi wisata miliknya menurut para wisatawan yang berkunjung dan tentunya pemahaman mengenai wisatawan yang bertahan untuk tetap selalu berkunjung ke tempat wisatanya (Calantone 1989; Javalgi, Thomas, dan Rao 1992; Ahmed 1991). Untuk mengembangkan strategi Positioning, seorang pemasar wisata harus mengetahui kekuatan (Strengths) yang dirasakan dan kelemahan (Weakness) mereka sendiri serta persaingan dengan destinasi wisata lain. Dan penelitian ini juga sebagai informasi apabila memungkinkan terdapat kejanggalan mengenai apakah presepsi (sisi permintaan) sesuai dengan sumber daya yang dimiliki destinasi wisata tersebut dan penawaran di pasar (sisi penawaran), apabila terjadi kejanggalan, seorang pemasar destinasi wisata perlu melakukan perubahan presepsi citra dan posisi serta meningkatkan atau mengembangkan produk pariwisata dan jasa bahkan keduanya (Calantone et all 1989; Ahmed 1991) Maka dari berbagai kajian informasi mengenai kepariwisataan di Yogyakarta akan menjadi topik penelitian mengenai destination images atau citra dari DIY dalam strategi pemasaran dalam hal ini Positioning Strategy. Citra destinasi Daerah Istimewa Yogyakarta pada saat sekarang ini dalam promosi wisata agar daerahnya dikunjungi mempromosikan slogan ”Jogja

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 Never Ending Asia” dengan maksud agar Yogyakarta sebagai tujuan penting wisata menawarkan pengalaman yang tidak akan pernah habis terutama suasana kota pelajar yang dinamis digabungkan dengan suasana kerajaan yang eksotis berlandaskan kebudayaan tradisional jawa yang juga memiliki sebutan kota perjuangan, pusat kebudayaan dan pusat pendidikan dan dikenal dengan kekayaan potensi pesona alam dan budayanya sampai sekarang dan masih tetap merupakan daerah tujuan wisata yang terkenal di Indonesia dan mancanegara. Dan Jogjapun masih terjaga tatanan kehidupan masyarakat Jawa khususnya dalam kehidupan sehari-hari yang tercermin pada kegiatan adat-istiadat, bahasa, sosial kemasyarakatnya, keseniannya apalagi masyarakat Yogyakarta mempunyai kepedulian yang cukup baik dalam menjaga kelestarian alam dan kebudayaan sendiri, namun Yogyakarta tidak menutup diri terhadap tumbuhnya budaya kontemporer maupun budaya lainnya. Maka sebuah brand (merek) menjadi faktor pembeda yang sangat penting dalam menawarkan jasa seperti pariwisata. Namun, hal yang membedakan tentu saja adalah komitmen untuk membangun citra daerah sehingga memiliki makna psikologis dan simbolis yang istimewa di mata wisatawan. Upaya membangun merek daerah tentu saja memerlukan komitmen yang tidak mudah, yang memerlukan investasi yang kompleks untuk mampu menjangkau efeknya bagi baik masyarakat maupun wisatawan lokal dan internasional. Selanjutnya, merek daerah yang berhasil dibangun akan menjadi ikon kepercayaan antara masyarakat dan wisatawan terhadap

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 daerah tersebut. Merek diharapkan akan mampu menjadi jaminan bahwa daerah yang menyandang merek tersebut akan mampu menawarkan sesuatu sebagaimana yang dijanjikan kepada wisatawan/masyarakat pengunjung. Tentu saja tujuan dari semua upaya membangun merek adalah supaya daerah tersebut semakin banyak dikenal di kalangan masyarakat yang lebih luas dan wisatawan di seluruh penjuru dunia, yang selanjutnya berakibat pada meningkatnya perilaku positif pengunjung dan akhirnya kesejahteraan masyarakat setempatpun akan meningkat. Namun pada sisi tersebut, pihak penduduk perlu juga menjadi aspek yang tidak boleh dilupakan, dikarenakan posisi penduduk setempat merupakan faktor yang akan sangat mendukung dalam keberhasilan sebuah pariwisata khususnya wisata di Jogja yang dikenal akan budaya masyarakatnya. Bila tidak adanya tanggapan baik dari penduduk maka pelayanan kepada para wisatawanpun akan buruk, bahkan dapat menjadi masalah yang berarti bagi perkembangan pariwisata di daerah Jogja sendiri. Maka dari itu penduduk juga perlu diikutsertakan dalam perencanaan sebuah destinasi wisata, yang diharapkan nantinya akan menjadi elemen terkait dengan pelayanan yang prima bagi seluruh wisatawan. Penelitian ini mengutamakan responden yang akan dibagi menjadi wistawan/pengunjung nusantara dan penduduk lokal/setempat sebagai perbandingan tentang citra destinasi DIY. Bagaimana persepsi mengenai citra destinasi DIY dimata wisatawan nusantara yang telah beberapa kali mengunjungi DIY dan penduduk lokal DIY sendiri. Penelitian ini dapat

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 menjadi bahan serta informasi yang sangat berguna bagi para stakeholder pariwisata atau pengambil keputusan, praktisi pariwisata, pemasar pariwisata dan masyarakat sendiri dalam tujuan utama yaitu untuk meningkatkan nilai serta mengembangkan destinasi pariwisata di Yogyakarta. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “Citra Destinasi Wisata Daerah Istimewa Yogyakarta : Dalam Persepsi Wisatawan Nusantara dan Penduduk Lokal”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang, maka dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Bagaimana citra destinasi (destination images) DIY dalam persepsi dari para wisatawan nusantara dan penduduk lokal? 2. Apakah terdapat perbedaan terhadap citra destinasi (destination images) DIY antara wisatawan nusantara dan penduduk lokal? 3. Apakah persepsi terhadap citra destinasi (destination images) DIY berpengaruh pada minat wisatawan untuk berkunjung kembali ke Yogyakarta? 4. Apakah citra destinasi (destination images) DIY menurut penduduk berpengaruh pada minat penduduk lokal hospitality (keramah-tamahan) pada wisatawan? untuk memberikan

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 C. Batasan Masalah Mengingat cukup luasnya permasalahan yang akan diteliti, maka peneliti akan melakukan pembatasan antara lain : 1. Responden penduduk lokal atau masyarakat lokal yang akan menjadi responden dari penelitian ini yaitu para penduduk dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah menetap dan tinggal di setiap daerah strategis di Yogyakarta. 2. Responden wisatawan atau pengunjung yang menjadi responden dari peneltian ini yaitu para wisatawan yang sedang dan memilih berwisata (berlibur) di Yogyakarta, yang berkunjung bukan dengan tujuan pekerjaannya sehari-hari. Peneliti akan mencari wisatawan di tempat-tempat wisata/daya tarik wisata utama di Yogyakarta. 3. Stakeholder pariwisata DIY yang dimaksud disini yaitu berbagai pihak-pihak yang memiliki keterkaitan tentang pariwisata DIY, dari penyelenggara pariwisata, baik pemerintah sendiri, berbagai instansi pariwisata di DIY, Organisasi tentang kepariwisataan di DIY, dan pihak pengelola daya tarik wisata maupun pembisnis dalam pasar pariwisata di DIY. Dan juga para praktisi pariwisata yang peduli terhadap pariwisata di DIY. 4. Pada hipotesis penelitian ini, citra destinasi tersebut akan dinilai hanya berdasar citra destinasi DIY secara keseluruhan baik dari wisatawan nusantara maupun penduduk lokal.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 D. Tujuan Penelitan Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Mengetahui citra destinasi (destination images) DIY bagi para wisatawan nusantara dan penduduk lokal DIY. 2. Mengetahui apakah terdapat perbedaan terhadap citra destinasi DIY antara wisatawan nusantara dan penduduk Yogyakarta. 3. Menganalisis pengaruh persepsi wisatawan tentang citra destinasi DIY terhadap minat wisatawan untuk berkunjung kembali ke DIY. 4. Menganalisis pengaruh persepsi penduduk lokal tentang citra destinasi DIY terhadap minat penduduk untuk memberikan hospitality (keramahtamahan) pada wisatawan. E. Manfaat Penelitian Penelitian yang dilakukan tidaklah untuk sekedar menguji hipotesis yang ada, melainkan juga diharapkan dapat berguna untuk semua pihak yang membutuhkan. 1. Bagi Komponen-komponen utama dalam bidang pariwisata (stakeholder) a. Menginformasikan hasil penelitian kepada para pengambil keputusan pariwisata (swasta), pemasar pariwisata (marketer), pelaku-pelaku pariwisata dan termasuk juga masyarakat umum sebagai dasar serta data dalam sebuah keputusan.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Hasil penelitian sebagai pembanding beberapa citra 16 destinasi (Destination Images) dari wisatawan mengenai destinasi wisata Yogyakarta. c. Memberikan sebuah contoh untuk bagaimana sebuah destinasi wisata lainya dapat membentuk citra (Images) di destinasi tersebut. 2. Bagi Pemerintah Daerah Dapat digunakan sebagai acuan panduan atau pedoman dalam menyelidiki citra wisata daerah dari kekuatan dan kelemahannya, lalu sebagai masukan kepada pemerintah dalam mengembangkan pariwisata DIY, dan lebih menyadarkan untuk semakin mengerti begitu pentingnya sektor pariwisata untuk menjadi perhatian utama pemerintah dalam mengembangkan di sektor pariwisata. 3. Bagi Universitas Penulis berharap bahwa penelitian ini dapat memberikan tambahan wacana ilmiah bagi lingkungan Universitas Sanata Dharma sebagai acuan dan pertimbangan dalam penulisan karya ilmiah. 4. Bagi Peneliti Bagi peneliti dapat digunakan sebagai penerapan dan perbandingan sejauh mana teori-teori yang diperoleh selama perkuliahan dapat diterapkan secara nyata untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah tersebut dan juga manfaat teoritis dari penelitian ini diharapkan bermanfaat menambah wacana kepustakaan dan tentunya untuk menambah wawasan khususnya dalam bidang kepariwisataan.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 I. Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUA N Bab ini akan menguraikan latar belakang masalah penelitian, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta sistematika penulisan. BAB II TINJAUAN LITERATUR DAN RUMUSAN HIPOTESIS Bab ini menguraikan teori-teori yang digunakan penulis untuk mendukung dan melandasi penelitian ini, serta menjelaskan penelitian sebelumnya dan rumusan hipotesis. BAB III METODE PENELITIAN Bab ini membahas tentang metode penelitian yang meliputi : penelitian tahap I , penelitian tahap II, subyek dan obyek penelitian, waktu dan lokasi penelitian, variabel penelitian, populasi dan sample, sumber data, teknik pengambilan sample, teknik pengumpulan data dan teknik analisis data. BAB IV GAMBARAN UMUM SUBJEK PENELITIAN Bab ini akan menjelaskan mengenai gambaran umum subjek penelitian yaitu provinsi DIY BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Bab ini menguraikan pengolahan data, analisis data dan pembahasan hasil penelitian. BAB VI KESIMPULAN DAN IMPLIKASI HASIL PENELITIAN Bab ini berisikan tentang kesimpulan serta saran dan implikasi baik manajerial maupun penelitian selanjutnya dari apa yang telah diteliti serta keterbatasan penelitian dalam melaksanakan penelitian.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TINJAUAN LITERATUR DAN PERUMUSAN HIPOTESIS A. Tinjauan Literatur Konsumen dalam hal ini yaitu wisatawan yang datang di suatu obyek wisata yang tentunya berasal dari berbagai daerah dan mempunyai latar belakang serta tujuan yang berbeda-beda pula, ini merupakan unsur penting dalam sebuah kegiatan pemasaran sebuah destinasi wisata, karena segala bentuk kebutuhan dan keinginan seorang wisatawan adalah kekuatan yang mengerakkan pemasaran, maka dari itu produk yang ditawarkan disini merupakan dalam bentuk jasa yaitu jasa pariwisata. Dalam industri kepariwisataan sebuah strategi pemasaran yang tepat akan menghasilkan keuntungan yang sesuai target yang direncanakan, antara lain yaitu positioning dan brand images dalam hal ini lebih tepatnya destinations images yang dapat menjadi daya tarik wisata dibanding dengan tujuan wisata di daerah lain. Namun pemasaran tidak hanya berbicara hanya tentang itu dan tidak hanya juga mengenai promosi serta iklan saja akan tetapi pemasaran mencakup kegiatan – kegiatan yang lebih luas. Maka akan dipaparkan mengenai teori-teori, konsep, dan anggapan dasar serta penjelesan variabel memecahkan masalah penelitian. 18 yang mendukung penelitian dalam

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 1. Pariwisata 1.1. Pengertian Pariwisata Beberapa pengertian dari beberapa pakar pariwisata : a. Menurut Gamal Suwartono (1997:3) Kepariwisataan adalah suatu proses kepergian sementara dari seorang, lebih menuju ketempat lain diluar tempat tinggalnya. Dorongan kepergiannya adalah karena berbagai kepentingan baik karena kepentingan ekonomi, sosial, budaya, politik, agama, kesehatan maupun kepentingan lain. b. Menurut James J. Spillane (1987) Pariwisata adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan maupun kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagiaan dengan lingkungan hidup dalam dimensi sosial, budaya, alam, dan ilmu. c. Undang-undang Nomor 10 tahun 2009 Menyebutkan pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata, dengan demikian pariwisata meliputi 1) Semua kegiatan yang berhubungan dengan perjalanan wisata. 2) Pengusahaan objek dan daya tarik wisata seperti: kawasan wisata, Taman rekreasi, kawasan peninggalan sejarah,

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 museum, pagelaran seni budaya, tata kehidupan masyarakat atau yang bersifat alamiah: keindahan alam, gunung berapi, danau, pantai. 3) Pengusahaan jasa dan sarana pariwisata yaitu: usaha jasa pariwisata (biro perjalanan wisata, agen perjalanan wisata, konvensi, perjalanan insentif dan pameran, konsultan pariwisata, informasi pariwisata). Usaha sarana pariwisata yang terdiri dari akomodasi, rumah makan, bar, angkutan wisata. d. Definisi pariwisata menurut Tourism Society (dalam Victor T.C. Middleton 1900:p11) Tourism is deemend to include any activty concerned with the temporary short-term movement of people to destination outside the places where the normally live and work, and their activities during the stay at these destinations. 1.2. Jenis Pariwisata Seorang wisatawan mengadakan perjalanan wisata karena didorong oleh berbagai motif yang tercermin dalam berbagai macam jenis pariwisata. Bagi daerah sangat perlu mempelajari motif ini karena berhubungan dengan fasilitas yang perlu disiapkan dan programprogram promosinya. Beberapa jenis pariwisata yang sudah dikenal, antara lain Pendit (1994:14):

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a. 21 Wisata Budaya yaitu perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan untuk memperluas pandangan hidup seseorang dengan jalan mengadakan kunjungan ke tempat lain atau ke luar negeri, mempelajari keadaan rakyat, kebiasan dan adat istiadat, cara hidup, kebudayan dan seni mereka. b. Wisata Kesehatan yaitu perjalanan seseorang wisatawan yang bertujuan untuk menukar keadaan dan lingkungan tempat seharihari dimana ia tinggal demi kepentingan beristirahat baginya dalam arti jasmani dan rohani. c. Wisata Olahraga yaitu wisatawan yang melakukan perjalanan dengan tujuan untuk berolahraga atau memang sengaja untuk mengambil bagian aktif dalam pesta olahraga di suatu tempat atau Negara. d. Wisata Komersial yaitu wisatawan yang melakukan perjalanan untuk mengunjungi pameran-pameran dan pekan raya yang bersifat komersial seperti pameran industri, pameran dagang dan sebagainya. e. Wisata Industri yaitu perjalanan yang dilakukan oleh rombongan mahasiswa atau pelajar, atau orang-orang awam ke suatu tempat perindustrian dengan maksud dan tujuan untuk mengadakan penelitian. f. Wisata Bahari yaitu perjalanan yang banyak dikaitkan dengan olahraga air seperti danau, pantai atau laut.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI g. 22 Wisata Cagar Alam yaitu jenis wisata yang biasanya banyak diselenggarakan oleh agen atau biro perjalanan yang mengkhususkan usaha-usaha dengan mengatur wisata ke tempat atau daerah cagar alam, Taman lindung, hutan daerah pegunungan dan sebagainya, yang kelestariannya dilindungi oleh UndangUndang. h. Wisata Bulan Madu yaitu suatu perjalanan yang dilakukan bagi pasangan pengantin baru yang sedang berbulan madu dengan fasilitas-fasilitas khusus dan tersendiri demi kenikmatan perjalanan. 1.3. Tujuan Pariwisata Tujuan pariwisata telah dijabarkan oleh para ahli di bidang pariwisata sebagai optimalisasi pemanfaatan dan pengembangan sumber-sumber daya pariwisata. Berkembangnya pariwisata di suatu daerah akan membawa perubahan pada daerah tersebut. Perubahan yang dimaksud dapat bernilai positif jika pengembangan pariwisata dilaksanakan dengan mengikuti prosedur yang benar, yakni melalui perencanaan yang cermat dan matang supaya sesuai dengan kondisi setempat. Namun demikian, jika pelaksanaannya tidak direncanakan dengan baik maka justru akan membawa kerugian atau berdampak negatif bagi daerah tempat pariwisata berkembang.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 1.4. Potensi Wisata Potensi wisata merupakan segala hal dan kejadian yang diatur dan disediakan sehingga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pariwisata baik berupa suasana, kejadian, benda, maupun jasa (Nyoman S. Pendit, 1994: 108). Potensi wisata juga dapat berupa sumberdaya alam yang beraneka ragam dari aspek fisik dan hayati, serta kekayaan budaya manusia yang dapat dikembangakan untuk pariwisata. Sedangkan sumberdaya pariwisata diartikan sebagai unsur-unsur lingkungan alam atau yang telah diubah oleh manusia yang dapat memenuhi keinginan wisatawan (Chafid Fandeli, 2001:48-57). Pendit (1999: 21) menerangkan bahwa potensi wisata adalah berbagai sumber daya yang terdapat di sebuah daerah tertentu yang bisa dikembangkan menjadi atraksi wisata. Dengan kata lain, potensi wisata adalah berbagai sumber daya yang dimiliki oleh suatu tempat dan dapat dikembangkan menjadi suatu atraksi wisata (tourist attraction) yang dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi dengan tetap memperhatikan aspek-aspek lainnya.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 1.5. Pemain Utama dalam Pariwisata Pemain utama dalam pariwisata, yaitu (Spillane, 1994:30) : 1. Mereka yang mencari kepuasan atau kesejahteraan lewat perjalanan mereka (Wisatawan atau tamu/guest) 2. Mereka yang tinggal dan berdomisili dalam masyarakat yang menjadi alat pariwisata (tuan rumah atau penduduk setempat/host) 3. Mereka yang mempromosikan dan menjadi perantaranya (bisnis pariwisata atau perantara/brokers) Dalam penelitian ini yang akan menjadi obyek utama penelitian adalah wisatawan (tourist)(visitors) serta penduduk setempat (nonvisitors). a. Wisatawan Wisatawan adalah orang-orang yang melakukan kegiatan wisata (Undang-undang nomor 10 tahun 2009). Dalam Instruksi Presiden RI Nomor 19 Tahun 1969 Wisatawan (tourist) adalah setiap orang yang bepergian dari tempat tinggalnya untuk berkunjung ke tempat lain dengan menikmati perjalanan dan kunjungan itu (Heru Pramono, 2012 : 20) Menurut World Tourism Organization (WTO) dan International Union of Official Travel Organization (IUOTO) dalam Kusumayadi dan Endar Sugiarto (2000:4), yang dimaksud dengan wisatawan adalah setiap pengunjung yang tinggal paling sedikit 24 jam,

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 akan tetapi tidak lebih dari 6 (enam) bulan di tempat yang dikunjunginya. Jadi menurut pengertian ini, semua orang yang melakukan perjalanan wisata dinamakan wisatawan. Apapun tujuannya yang penting, perjalanan itu bukan untuk menetap dan tidak untuk mencari nafkah ditempat yang dikunjungi. Wisatawan dapat dibedakan lagi menjadi (Pendit 1994:39) : 1. Wisatawan Internasional (Mancanegara) adalah orang yang melakukan perjalanan wisata diluar negerinya dan wisatawan didalam negerinya. 2. Wisatawan Nasional/Wisatawan Nusantara (Domestic) adalah penduduk Indonesia yang melakukan perjalanan di wilayah Indonesia diluar tempatnya berdomisili, dalam jangka waktu sekurang-kurangya 24 jam atau menginap kecuali kegiatan yang mendatangkan nafkah ditempat yang dikunjungi. b. Penduduk Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus /kontinu. Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Penduduk suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua (www.scribd.com) 1) Orang yang tinggal di daerah tersebut 2) Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal disitu. Misalkan bukti surat resmi kewarganegaraan. 1.6. Psychology and motivation for Tourism Motivasi wisatawan untuk mengunjungi suatu tempat tujuan adalah untuk memenuhi atau memuaskan beberapa kebutuhan dan permintaan, karena biasanya tertarik pada suatu lokasi karena ciri-ciri tertentu seperti keindahan alam, iklim atau cuaca, kebudayaan, sejarah, ethnicity, dan accessibility. (Spillane, 1994:64) Faktor penting yang harus dipahami yaitu adalah motivasi yang menjadi latar belakang seseorang untuk berwisata. R.W.McIntosh menjelaskan bahwa motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan perjalanan adalah sebagai berikut: a. Pleasure (bersenang-senang), dengan tujuan “melarikan diri” untuk sementara dari rutinitas sehari-hari; b. Relaxation, rest menghilangkan and stress), recreation dengan (beristirahat tujuan untuk untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Hal tersebut antara lain dilakukan dengan mengunjungi lingkungan yang berbeda dengan yang

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dilihatnya sehari-hari, di mana lingkungan 27 tersebut memberikan kesan damai dan menyehatkan; c. Health (kesehatan), yaitu berkunjung ke tempat-tempat yang dapat membantu menjaga kesehatan atau menyembuhkan penyakit; d. Participation in sports (olah raga yang bersifat rekreasi); e. Curiousity and culture (rasa ingin tahu dan motivasi yang berkaitan dengan kebudayaan), yang saat ini semakin meningkat kualitasnya karena perkembangan teknologi informasi dan peningkatan kualitas pendidikan. Motivasi yang menjadi latar belakang seseorang melakukan kunjungan dalam hal ini adalah keinginan untuk melihat destinasi pariwisata yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi atau yang menyelenggarakan aktivitas budaya yang sangat penting, seperti festival musik, festival seni, teaterdan sebagainya; f. Ethnic and family (kesamaan etnik dan kunjungan kepada keluarga). Khusus berkaitan dengan kesamaan etnik, orang dapat termotivasi untuk mengunjungi suatu tempat karena dianggap sebagai tempat tinggal/kelahiran nenek moyangnya. g. Spiritual and Religious (alasan yang bersifat spiritual dan keagamaan); h. Status and prestige (menunjukkan status sosial dan gengsi), dengan tujuan untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 seseorang memiliki status sosial dan gengsi yang tinggi karena mampu berwisata ke suatu destinasi pariwisata tertentu; dan, i. Professional or business (melakukan aktivitas yang berkaitan dengan profesi/pekerjaan), misalnya aktivitas menghadiri suatu sidang atau konferensi. 1.7. Resiko Keputusan Wisatawan Cooper et al (1993) menyampaikan bahwa produk pariwisata terkait dengan proses pengambilan keputusan yang kompleks karena konsumen menghadapi berbagai risiko ketika akan memutuskan untuk mengkonsumsi produk pariwisata. Risikorisiko tersebut yaitu : 1. Risiko ekonomi atau financial, ketika produk wisata yang dibeli tidak member manfaat yang sebelumnya diharapkan. 2. Risiko fisik seperti kecelakaan dan penyakit 3. Risiko psikologi, yaitu risiko yang muncul ketika calon konsumen melihat bahwa pembelian produk wisata tertentu mungkin tidak mengapresiasikan citra yang mereka ingin dapatkan. Sementara itu, penduduk lokal juga memiliki kepentingan yang bersifat finansial dan non-finansial. Dari segi kepentingan finansial, sudah tentu penduduk lokal mengharapkan terjadinya peningkatan pendapatan, kesempatan berusaha dan kesempatan

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 kerja. Kepentingan non-finansial dapat diperoleh dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur dan pelayanan jasa. Namun demikian, penduduk lokal ada kepentingan-kepentingan lain yang sangat besar pengaruhnya terhadap pengembangan kepariwisataan, yaitu: 1) tidak menjadi korban eksploitasi; 2) jaminan akan kestabilan struktur kehidupan sosial masyarakat (misalnya untuk menghindari konflik antara generasi muda yang memiliki kompetensi lebih baik daripada golongan senior yang kurang memiliki keahlian, antara wanita dan pria, dan sebagainya) 3) jaminan tidak terjadinya dampak negatif pemanfaatan elemenelemen kebudayaan secara komersial; 4) jaminan tidak terjadinya materialisme dan individualisme yang berlebihan; 5) jaminan tidak hilangnya akses terhadap sumber daya alam; 6) jaminan keamanan dan kenyamanan (misalnya tidak terganggu atau terusir oleh para pendatang,tidak terjadi peningkatan prostitusi, penggunaan obat-obatan terlarang, dan sebagainya)

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 1.8. Hal-hal yang terkait dengan Pariwisata a. Atraksi Wisata (obyek wisata) Atraksi adalah segala sesuatu yang menjadi daya vtarik bagi orang untuk mengunjungi suatu daerah tertentu (Oka. A Yoeti, 1985: 158). b. Daerah Tujuan Wisata Menurut Gamal Suwantoro (1997: 19), unsur pokok yang harus mendapat perhatian guna menunjang pengembangan pariwisata di daerah tujuan yang menyangkut perencanaan, pelaksanaan pembangunan dan pengembangan meliputi lima unsur : 1) Objek dan daya tarik wisata 2) Prasarana wisata 3) Sarana wisata 4) Tata laksana atau infrastruktur 5) Masyarakat/lingkungan c. Sarana Wisata Sarana wisata merupakan perusahaan-perusahaan yang memberikan pelayanan kepada wisatawan, baik secara langsung atau tidak langsung (Oka A. Yoeti, 1982: 170), sedangkan menurut Gamal Suwantoro (1997: 22), Sarana wisata adalah kelengkapan daerah tujuan wisata yang diperlukan untuk melayani kebutuhan wisatawan dalam

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 menikmati perjalanan wisatanya. Gamal Suwantoro (1997:22) membagi sarana wisata menjadi tiga yaitu : 1) Sarana pokok pariwisata (Main Tourism Superstructures) Sarana pokok pariwisata adalah perusahaan yang hidup dan kehidupannya tergantung pada arus kedatangan orang yang melakukan perjalanan pariwisata. Misalnya ; travel agent, tour operator, perusahaan angkutan wisata, hotel, restoran, objek wisata/atraksi wisata. 2) Sarana pelengkap pariwisata (Suplementing Tourism Superstructures) Sarana pelengkap pariwisata adalah perusahaan atau tempat-tempat yang menyediakan fasilitas untuk rekreasi yang fungsinya tidak hanya melengkapi sarana pokok pariwisata, tetapi juga yang penting adalah membuat agar wisatawan dapat lebih lama tinggal pada suatu daerah tujuan wisata (DTW). 3) Sarana penunjang pariwisata (Supporting Tourism Superstructures) Sarana penunjang pariwisata adalah perusahaan yang menunjang sarana pelengkap dan sarana pokok berfungsi tidak hanya membuat wisatawan tinggal lebih lama pada daerah tujuan wisata. Tetapi fungsi lebih penting adalah agar wisatawan baik domestik maupun mancanegara lebih

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 banyak mengeluarkan atau membelanjakan uangnya di tempat yang dikunjunginya, misanya kios-kios. d. Prasarana Wisata Prasarana wisata adalah semua fasilitas yang dapat memungkinkan proses perekonomian berjalan dengan lancar sedemikian rupa, sehingga dapat mempermudah kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya (Oka A. Yoeti, 1982: 170). Sedangkan menurut Gamal Suwantoro (1997: 21), prasarana wisata adalah sumber daya alam dan sumber daya buatan manusia yang mutlak dibutuhkan oleh wisatawan dalam perjalanannya di daerah tujuan pariwisata, seperti jalan, listrik, air, rumah sakit, telekomunikasi, terminal, jembatan, dan lain sebagainya. e. Masyarakat/Lingkungan/Budaya 1) Masyarakat di sekitar objek wisatalah yang akan menyambut kehadiran wisatawan tersebut dan sekaligus akan memberikan layanan yang diperlukan oleh para wisatawan. Untuk ini masyarakat di sekitar objek wisata perlu mengetahui berbagai jenis dan kualitas layanan yang dibutuhkan oleh para wisatawan (Gamal Suwantoro, 1997: 23). 2) Lingkungan, di samping masyarakat di sekitar objek wisata, lingkungan alam di sekitar objek wisatapun perlu diperhatikan dengan seksama agar tak rusak dan tercemar. Jumlah manusia

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 yang terus meningkat dari tahun ke tahun dapat mengakibatkan rusaknya ekosistem dari fauna dan flora di sekitar objek wisata. Oleh sebab itu perlu ada upaya menjaga kelestarian lingkungan melalui penegakan berbagai aturan dan persyaratan dalam pengelolaan suatu objek wisata (Gamal Suwantoro, 1997: 23-24). 3) Budaya, lingkungan masyarakat dalam lingkungan alam di suatu objek wisata merupakan lingkungan budaya yang menjadi pilar penyangga kelangsungan hidup masyarakat (Gamal Suwantoro, 1997: 24). 2. Pemasaran Pariwisata 2.1 Pengertian Pemasaran Pariwisata Wahab (1992) membatasi pemasaran wisata sebagai upaya-upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan oleh organisasi pariwisata nasional dan atau badan usaha pariwisata, pada taraf internasional, nasional dan lokal, guna memenuhi kepuasan wisatawan baik secara kelompok maupun pribadi masing-masing yang sebelumnya telah ditetapkan, sekaligus dengan maksud meningkatkan pertumbuhan pariwisata dan mencapai tingkat keuntungan yang memadai. Bahwa pemasaran wisata tidak hanya penyesuaian kebijakan yang sistematis dan terkoordinasi, pada umumnya pemasaran wisata menyusun kebijakan-kebijakan menurut urgensi keperluan wisatawan. Bahwa seorang marketer/pemasar pariwisata perlu mengenali

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 kebutuhan, keinginan, selera, dan harapan wisatawan dengan maksud untuk menyusun rencana program pengembangan pemasaran wisata dan menyesuaikan suatu kebijakan, sehingga kebijakan tersebut tetap berorientasi pada wisatawan. Maka pemasaran wisata harus dianggap sebagai pusat perhatian seluruh pengambil keputusan dan kebijakan industri pariwisata dan pengambil keputusan dalam kebijakan negara (pemerintah). (Wahab, 1997:27). Pemasaran wisata bertujuan untuk (Wahab, 1997:29) : a. Dalam jangka panjang terus meningkat keuntungan b. Mendorong pertumbuhan pariwisata yang serasi dan memperkokoh dampak ekonomi bidang pariwisata c. Membawa keamanan dan keseimbangan dalam perencanaan pengembangan sosial ekonomi. d. Memanfaatkan dan memacu porsi pasar dalam menghadapi persaingan pada bidang pariwisata e. Memajukan citra pariwisata daerah maupu nasional 2.2 Positioning Destinasi Wisata Penentuan posisi (positioning) adalah tindakan merancang penawaran dan citra perusahaan sehingga menempati suatu posisi kompetitif yang berarti dan berbeda dalam benak pelanggan sasarannya. Menurut Kasali (2000), positioning adalah strategi komunikasi untuk memasuki jendela otak konsumen, agar produk/merk/nama

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 mengandung arti tertentu yang dalam beberapa segi mencerminkan keunggulan terhadap produk/merk/nama lain dalam bentuk hubungan asosiatif. Setiap perusahaan ingin mengembangkan suatu strategi penentuan posisi (positioning) yang terfokus dalam hal ini sebuah destinasi wisata. Maka suatu perbedaan patut dibuat jika memenuhi beberapa kriteria berikut ini (Kotler, Keller and Kevin Lane, 2009) a. Penting : perbedaan itu memberikan manfaat bernilai tinggi bagi cukup banyak pembeli. b. Unik : perbedaan itu tidak ditawarkan oleh siapa pun atau ditawarkan secara lebih tersendiri oleh perusahaan. c. Unggul : perbedaan itu unggul dibandingkan cara-cara lain untuk mendapatkan manfaat yang sama. d. Dapat dikomunikasikan : perbedaan itu dapat dikomunikasikan dan jelas terlihat oleh pembeli. e. Mendahului : perbedaan itu tidak mudah ditiru oleh pesaing. f. Terjangkau : pembeli mampu untuk membayar perbedaan tersebut. g. Menguntungkan : perusahaan akan memperoleh laba dengan memperkenalkan perbedaan itu.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Dalam pariwisata setelah sebuah destinasi 36 wisata mengembangkan suatu strategi penentuan posisi (positioning) yang jelas, destinasi tersebut harus mengkomunikasikan penentuan posisi itu secara efektif melalui bauran pemasaran (Kotler, Keller and Kevin, 2009). 2.3. Strategi dan Pengembangan Daya Tarik Wisata Menurut Stephanie dalam Husein (2001 : 31) mendefinisikan strategi merupakan suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, yang disertai penyusunan suatu cara atau tujuan yang dapat dicapai. Menurut Chandler dalam Rangkuti (2002 : 3), strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya tujuan jangka panjang. Program tindak lanjut serta prioritas alokasi sumber daya. Berdasarkan pengertian tersebut yang dimaksud dengan strategi pengembangan daya tarik wisata dalam penelitian ini adalah usahausaha terencana yang disusun secara sistimatis yang dilakukan untuk mengembangkan potensi yang ada dalam usaha meningkatkan dan memperbaiki daya tarik wisata sehingga keberadaan daya tarik wisata itu lebih diminati oleh wisatawan. Pengembangan adalah suatu proses atau cara menjadikan sesuatu menjadi maju, baik, sempurna, dan berguna (Suwantoro, 1997: 88-89). Suwantoro (1997: 74) menyebutkan beberapa bentuk produk

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 pariwisata alternatif yang berpotensi untuk dikembangkan, yaitu: Pariwisata budaya (cultural tourism), ekowisata (ecotourism), pariwisata bahari (marine tourism), pariwisata petualangan (adventure tourism), pariwisata agro (agrotourism), pariwisata pedesaan (village tourism), gastronomi (culinary tourism), pariwisata spiritual (spiritual tourism) dan lainnya. Menurut Yoeti (1997:2-3), pengembangan pariwisata perlu memperhatikan beberapa aspek yang perlu diperhatikan yaitu: 1. Wisatawan (Tourist) Harus diketahui karakteristik dari wisatawan, dari negara mana mereka datang, usia, hobi, dan pada musim apa mereka melakukan perjalanan. 2. Transportasi Harus dilakukan penelitian bagaimana fasilitas transportasi yang tersedia untuk membawa wisatawan ke daerah tujuan wisata yang dituju. 3. Atraksi/obyek wisata Atraksi dan objek wisata yang akan dijual, apakah memenuhi tiga syarat seperti: a. Apa yang dapat dilihat (something to see), b. Apa yang dapat dilakukan (something to do), c. Apa yang dapat dibeli (something to buy).

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 4. Fasilitas pelayanan Fasilitas apa saja yang tersedia di DTW tersebut, bagaimana akomodasi perhotelan yang ada, restaurant, pelayanan umum seperti Bank/money changers, kantor pos, telepon/teleks yang ada di DTW tersebut. 5. Informasi dan promosi Diperlukan publikasi atau promosi, kapan iklan dipasang, kemana leaflets/brosur disebarkan sehingga calon wisatawan mengetahui tiap paket wisata dan wisatawan cepat mengambil keputusan pariwisata di wilayahnya dan harus menjalankan kebijakan yang paling menguntungkan bagi daerah dan wilayahnya, karena fungsi dan tugas dari organisasi pariwisata pada umumnya: a. Berusaha memberikan kepuasan kepada wisatawan kedaerahannya dengan segala fasilitas dan potensi yang dimilikinya. b. Melakukan koordinasi di antara bermacam-macam usaha, lembaga, instansi dan jawatan yang ada dan bertujuan untuk mengembangkan industri pariwisata. c. Mengusahakan memasyarakatkan pengertian pariwisata pada orang banyak, sehingga mereka mengetahui untung dan ruginya bila pariwisata dikembangkan sebagai suatu industri.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 d. Mengadakan program riset yang bertujuan untuk memperbaiki produk wisata dan pengembangan produk-produk baru guna dapat menguasai pasaran di waktu yang akan datang. e. Merumuskan kebijakan tentang pengembangan kepariwisataan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan secara teratur dan berencana. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan merupakan salah satu hal utama dalam pengembangan pariwisata di suatu daerah. Oleh karenanya diperlukan bentuk-bentuk insentif yang mampu merangsang timbulnya investasi di bidang kepariwisataan dengan melibatkan seluruh stakeholders baik pemerintah daerah (Provinsi, Kabupaten maupun Kota), maupun pemerintah pusat, dunia usaha, lembaga keuangan, serta masyarakat. Sesuai dengan Rencana Strategis Pembangunan Kebudayaan dan Kepariwisataan Nasional tahun 2005 – 2009, maka kebijakan dalam pembangunan kepariwisataan nasional diarahkan untuk : a. Peningkatkan daya saing destinasi, produk dan usaha pariwisata nasional; b. Peningkatan pangsa pasar pariwisata melalui pemasaran terpadu di dalam maupun di luar negeri; c. Peningkatan kualitas, pelayanan dan informasi wisata;

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 d. Pengembangan incentive system usaha dan investasi di bidang pariwisata; e. Pengembangan infrastruktur pendukung pariwisata; f. Pengembangan SDM (standarisasi, akreditasi dan sertifikasi kompetensi) g. Sinergi multi-stakeholders dalam desain program kepariwisataan Seluruh kondisi tersebut di atas memerlukan pendekatan yang ditujukan untuk meningkatkan keunggulan daya saing (competitive advantage) yang dimiliki dalam pengembangan kepariwisataan. Michael E. Porter (2004) menyebutkan bahwa competitive advantage membutuhkan faktor-faktor pembangun seperti : a. Cost Advantages Keunggulan atas biaya yang harus dikeluarkan dalam penyediaan produk dan pelayanan wisata merupakan faktor penting dalam membangun keunggulan kompetitif destinasi pariwisata. Di dalamnya bergabung berbagai faktor yang mampu mengembangkan kinerja destinasi seperti perencanaan (desain); pengembangan produk wisata; pemasaran; pelayanan; serta harga. Dalam konteks pemerintahan, keunggulan biaya dapat pula dibantu dengan harmonisasi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah yang terkait dengan insentif keuangan, penetapan tarif serta skema perpajakan atau retribusi.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 b. Differentiation Membedakan destinasi dan produk pariwisata merupakan fokus dalam mengembangkan keunggulan komparatif kepariwisataan. Suatu destinasi pariwisata harus mampu menjadi berbeda dengan pesaingnya ketika menghasilkan aksesibilitas, atraksi dan amenitas yang unik dan berharga bagi wisatawan yang datang. Diferensiasi tidak melulu dilakukan dengan hanya menawarkan harga produk dan pelayanan yang lebih rendah. c. Business Linkages Mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan merupakan suatu proses integratif dalam membangun keunggulan kompetitif kepariwisataan. Hubungan yang dibangun bersifat vertikal dan horisontal serta saling terintegrasi satu sama lainnya. d. Services Pelayanan yang konsisten semenjak wisatawan tiba di pintu masuk (entry point), pada saat berada di destinasi pariwisata sampai dengan kepulangannya. Seluruh pihak yang terkait seperti adminsitratur bandara dan pelabuhan, petugas imigrasi, bea cukai dan karantina, supir taksi dan lainnya seyogyanya mampu memberikan pelayanan prima dan baku sehingga meninggalkan kesan yang dalam bagi wisatawan.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 e. Infrastructures Kondisi prasarana dan sarana pendukung kepariwisataan yang terpelihara dan beroperasi dengan baik juga merupakan faktor penting pembangun keunggulan kompetitif suatu destinasi pariwisata. f. Technology Penggunaan teknologi yang tepat dan mudah digunakan akan mampu memberikan dukungan bagi pelayanan kepada wisatawan yang datang selain mampu juga mendukung proses pengambilan keputusan dalam pengembangan, pengelolaan dan pemasaran destinasi pariwisata. g. Human Resources Kompetensi sumberdaya manusia pelayanan dan pembinaan kepariwisataan menjadi kunci penting pelaksanaan berbagai faktor pembentuk keunggulan kompetitif tersebut di atas. 3. Destinasi wisata (Tourism Destination) 3.1. Arti dari tujuan wisata Daerah tujuan wisata menurut Surjanto (dalam A. Hari Karyono, 1997:11) yaitu daerah-daerah yang berdasarkan kesiapan prasarana dan sarana dinyatakan siap menerima kunjungan wisatawan di Indonesia. Daerah tujuan wisata diharuskan memiliki objek wisata

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 dan daya tarik wisata (atraksi wisata) sebagai media untuk menarik minat wisatawan. Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan menyatakan Daerah tujuan wisata dapat disebut juga dengan destinasi pariwisata adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administrasi yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesbilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan. Dan pengertian Daya Tarik Wisata menurut Undang-undang Republik Indonesia No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan Bab I, pasal 5, menyebutkan sebagai berikut ”daya tarik wisata” adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayan alam, budaya dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan. Sementara dalam Bab I, pasal 10, disebutkan kawasan strategis pariwisata adalah kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata atau memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata yang mempunyai pengaruh penting dalam satu atau lebih aspek, seperti pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, pemberdayan sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan dan kemanan.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 3.2. Unsur destinasi wisata Dalam setiap obyek pariwisata memiliki berbagai unsur yang saling tergantung. Unsur-unsur tersebut menjadi sangat penting agar para wisatawan dapat menikmati suatu pengalaman yang memuaskan, yaitu liburan mereka. Suatu destinasi wisata atau obyek pariwisata meliputi 5 unsur yang penting (Spillane, 1994:65) : a. Attractions - hal-hal yang menarik perhatian wisatawan b. Facilities - fasilitas-fasilitas yang diperlukan c. Infrastructure - infrastruktur d. Transportation - jasa-jasa pengangkutan e. Hospitality - keramah-tamahan atau kesedian menerima tamu Lebih lanjut Cooper dkk (1995: 81) juga mengemukakan bahwa terdapat 4 (empat) komponen yang harus dimiliki oleh sebuah daya tarik wisata, yaitu: a. Atraksi (attractions), seperti alam yang menarik, kebudayaan daerah yang menawan dan seni pertunjukkan. b. Aksesibilitas (accessibilities) seperti transportasi lokal dan adanya terminal. c. Amenitas atau fasilitas (amenities) seperti tersedianya akomodasi, rumah makan, dan agen perjalanan.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 d. Ancillary services yaitu organisasi kepariwisataan yang dibutuhkan untuk pelayanan wisatawan seperti destination marketing management organization. Konsep tentang daya tarik atau atraksi wisata menurut Yoeti (2002:5) adalah segala sesuatu yang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung pada suatu daerah tujuan wisata, seperti: a. Natural attraction: landscape, seascape, beaches, climate and other geographical features of the destinations. b. Cultural attraction: history and folklore, religion, art and special events, festivals. c. Social attractions: the way of life, the resident populations, languages, opportunities for social encounters. d. Built attraction: building, historic and modern architecture, monument, parks, gardens, marinas. Suatu destinasi harus memiliki berbagai fasilitas kebutuhan yang diperlukan oleh wisatawan agar kunjungan seorang wisatawan dapat terpenuhi dan merasa nyaman. Berbagai kebutuhan wisatawan tersebut antara lain, fasilitas transportasi, akomodasi, biro perjalanan, atraksi (kebudayaan, rekreasi, dan hiburan), pelayanan makanan, dan barang-barang cinderamata (Gde Pitana, 2005: 101). Tersedianya berbagai fasilitas kebutuhan yang diperlukan akan membuat

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 wisatawan merasa nyaman, sehingga semakin banyak wisatawan yang berkunjung. Dan 5 sektor dalam industri pariwisata (Middleton 1994) : Accommodation sector – hotel/motels, gusethouses/bed and breakfast, farmhouse, apartments/villas/flats/cottage/gites, condominiums/time share resorts, vacation villages/holiday cetres, conference/exibition centres, static and touring caravan/camping sites Attractions sector – theme parks museums and galleries, national parks, wildlife parks, gardens, heritage sites and centres, sports/activity centre Transport sector – airlines, shipping lines/ferries, railways, bus/coach/ operators, car rental operators Travel organizers wholesalers/brokers, sector – tour retail travel operators, agents, tour conference organizers, booking agencies, incentive travel organizers Destination organization sector – national tourist officers (NTOs), Regional/state tourist officers, local tourist officers, tourist associations.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Gambar 2.1 Unsur dalam Industri Pariwisata Travel Organizers Destination Organization National tourist officers, Regional tourist officers, Local tourist officers Tour operators, travel agents Marketing influences (Marketing MIX) Market demand (in areas of origin) Visitors Product supply (adestination) Activities, attractions, accommodation, other fasilities Tourist : International and Domestic Transportation Air, road, sea, amd rail 3.3. Citra Destinasi (destination images) Faktor yang mendorong suatu perjalanan wisata dari daya tarik objek wisata diharapkan membentuk citra atau image. Citra wisata adalah gambaran yang diperoleh wisatawan dari berbagai kesan, pengalaman dan kenangan yang didapat sebelum, ketika dan sesudah mengunjungi objek wisata. Dengan demikian untuk membentuk citra

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 dari suatu kawasan wisata perlu adanya suatu produk wisata yang dapat mempengaruhi perjalanan seorang wisatawan. Produk tersebut dirumuskan dengan menampilkan objek yang menarik dan sarana yang mendukung sehingga mempunyai nilai kompetisi. Seperti halnya industri pelayanan yang lain, industri pariwisata juga memiliki sifat intangibility, inseparability, heterogeneity, dan perishability. Sifat tersebut menyebabkan wisatawan berhadapan dengan kurangnya atribut untuk mengevaluasi bagus tidaknya sebuah destinasi. Akan tetapi, karena keputusan harus dibuat, maka wisatawan menggunakan citra tempat tujuan wisata sebagai alat untuk melakukan evaluasi (Andreassen dan Lindestad, 1998). Tentu saja, citra yang ada dalam benak wisatawan tidak selamanya selaras dengan kondisi riil destinasi itu sendiri. Jadi, citra destinasi memiliki potensi dalam mempengaruhi kompetitif tidaknya destinasi (LeBlanc dan Nguyen, 1996). Citra sendiri didefinisikan sebagai “The set of beliefs, ideas, and impressions a persons holds regarding an object. People’s attitudes and actions toward an object are highly conditioned by that object’s image” (Kotler). Davidoff (1994) menyatakan citra sebagai “gambaran mental wisatawan terhadap perusahaan atau produk. Tidak jauh sebagai berbeda, Malhotra persepsi wisatawan (1999:89) mendefinisikan citra terhadap perusahaan dan produk- produknya. Dalam pengertian yang lebih mudah, Dichter (1985)

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 menyatakan citra merupakan gambaran kesan-menyeluruh yang dibuat dalam pikiran wisatawan (dalam LeBlanc dan Nguyen, 1996). Menurut Kennedy (1977 dalam LeBlanc dan Nguyen, 1996), citra memiliki dua komponen utama: fungsional dan emosional. Komponen fungsional berhubungan dengan karakteristik kasat mata (tangible) yang mudah diukur oleh wisatawan, sedangkan komponen emosional berhubungan dengan dimensi-dimensi psikologis yang terwujud dalam perasaan dan sikap terhadap sebuah destinasi. Perasaan-perasaan tersebut diturunkan dari pengalaman individual wisatawan terhadap destinasi dan dari pemrosesan informasi terhadap atribut-atribut yang menjadi dasar dari indikator fungsional citra. Dengan demikian, citra terhadap sebuah destinasi merupakan hasil dari kumpulan proses yang dibuat wisatawan dalam membandingkan dan mengkontraskan atribut-atribut destinasi. Oleh karena itu, citra destinasi harus selalu dijaga dan dipelihara (Davidoff, 1994). Demikian pula dengan Witt dan Moutinho (1994: 338) yang menyatakan bahwa citra bersama-sama dengan: harga, accessibility, destination attractions, serta destination facilities merupakan komponen penting dari suatu produk wisata. Citra destinasi merupakan faktor yang menentukan (decisive factor) dalam mempengaruhi pilihan tempat berlibur (Seaton dan Bennett, 1996: 363).

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Tujuan dari pemberian merek untuk suatu daerah adalah untuk antara lain: mengembangkan citra yang jelas dan spesifik yang mampu membedakan daerah tersebut dengan daerah lain, membangun hubungan dengan konsumen, dan untuk mengembangkan keunggulan bersaing jangka panjang (Hall, 2002 in Huh, 2006). Selain untuk membangun citra positif, citra merek daerah juga untuk memperbaiki citra negatif yang sebelumnya mungkin pernah dialami suatu daerah misalnya aksi terorisme, ataupun bencana alam.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Gambar 2.2 Model Pembentukan Citra Daerah Tujuan Wisata Sumber : Baloglu and McCleary (1999). “A Model of Destination Image Formation” Annals of Journal Tourism Research Vol. 38, November 1999, 144-152 © 1999 Sage Publications. Inc. Harga terjangkau Tenang - gaduh Cognitive Evaluation Atraksi budaya yang menarik Nyaman - stress Atraksi natural yang indah Malas-malasan semangat Iklim yang nyaman Tersedia akomodasi yang cukup Overall Image Tersedianya Makanan khas lokal Wisata pantai yang baik Kualitas infrastuktur Keamanan pribadi Atraksi sejarah yang menarik Lingkungan berpolusi Wisata malam yang baik Standar hieginis atau kebersihan Warga yang ramah dan menarik Affective Evaluation Tidak menarik - menarik

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 3.4. Dampak Citra Destinasi Citra yang dipegang oleh wisatawan merupakan suatu cara yang diorganisasikan dari stimuli yang berbeda-beda, diterima setiap hari, dan membantu wisatawan tersebut untuk memahami dunia tempat kita hidup (Gartner, 1996). Citra destinasi dibentuk oleh tiga komponen yang berbeda namun bersifat hirarki, yaitu: kognitif, afektif, dan konatif. Kognitif adalah komponen fakta, dan berisi informasi yang kita ketahui/yakini adalah betul adanya. Komponen afektif berhubungan dengan motif dan penentu bagaimana kita menilai suatu obyek yang sedang kita pertimbangkan. Sedangkan komponen konatif analog dengan perilaku (behaviour) dan menjadi penting ketika kita memutuskan untuk membeli sesuatu atau memilih suatu tempat tujuan wisata. Stimuli yang dapat mempengaruhi citra adalah : bahan tertulis untuk promosi (brosur perjalanan, poster), media (koran, majalah, televisi, buku, film), serta pendapat orang lain (keluarga, teman, agen perjalanan). Selain itu, kunjungan secara langsung ke tempat tujuan wisata juga berfungsi dalam pembentukan citra yang lebih lanjut, yaitu, merubah citra yang sebelumnya sudah ada pada pengunjung tempat tujuan wisata (Ross, 1998).

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Keputusan untuk menuju suatu destinasi merupakan fungsi dari dua faktor, yaitu: niat pembelian dan pengaruh lingkungan dan/atau perbedaan individual (Engel et al., 1995). Selanjutnya, perilaku proses–keputusan tidak berhenti begitu wisatawan memutuskan memilih sebuah destinasi. Wisatawan akan melakukan evaluasi pasca pembelian yang bentuknya adalah membandingkan kinerja destinasi berdasarkan harapan yang dia inginkan. Hasil evaluasi pasca pembelian adalah kepuasan atau ketidakpuasan. Dengan demikian kepuasan dapat didefinisikan sebagai evaluasi pasca konsumsi bahwa suatu alternatif destinasi yang dipilih setidaknya memenuhi/melebihi harapan (Engel et al., 1995). Munculnya kepuasan/ketidakpuasan selanjutnya akan mempengaruhi perilaku wisatawan. Wisatawan yang puas akan mengembangkan sikap mendukung destinasi. Sebaliknya, yang tidak puas akan mengembangkan sikap tidak mendukung destinasi (Zeithaml dan Bitner, 1996). Adanya kepuasan akan mengukuhkan loyalitas wisatawan. Sebaliknya, ketidakpuasan kan memunculkan: keluhan, komunikasi lisan yang negatif, dan upaya untuk menuntut ganti rugi. Dengan demikian ketidakpuasan adalah hasil dari harapan yang diteguhkan secara negatif (Engel et al., 1995).

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Hasil studi yang dilakukan Cronin dan Taylor (1992) membuktikan bahwa kepuasan pelanggan mempunyai efek yang signifikan pada purchase intentions. Peneliti lainnya juga mengidentifikasi bahwa kepuasan pelanggan mempunyai pengaruh positif terhadap “beharioral intention” (Barsky, 1992; Fornell et al., 1996). Oleh karena itu, citra yang positif perlu dikembangkan oleh setiap perusahaan/organisasi dalam hal ini destinasi wisata, sebab citra positif berarti membantu wisatawan melihat keistimewaan produk perusahaan dan mengembangkan hubungan yang mampu membuat wisatawan merasa diistimewakan dan dihargai sebagai seorang pribadi (Macaulay dan Cook, 1996: 13). Citra perusahaan yang positif dapat digunakan oleh wisatawan sebagai a surrogate cue in their decisionmaking processes (Naumann dan Giel, 1995). Misalnya, wisatawan mungkin tidak mampu mengevaluasi atribut produk dan service. Tetapi wisatawan dapat mengevaluasi citra suatu perusahaan dan mentransfer citra tersebut terhadap produk tertentu. Sebab citra adalah realitas yang diandalkan oleh wisatawan sewaktu membuat pilihan (Engel et al., 1995: 256, jilid 2). Selain itu, citra destinasi yang positif dapat meningkatkan atau menutupi kekurangan pelayanan (Grönroos, 1990). Sebaliknya, citra negatif akan memperburuk pelayanan yang dirasakan. Hal tersebut disebabkan citra yang positif

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 akan menjadi buffer terhadap pelayanan yang buruk (Zeithaml dan Bitner, 1996). Karakteristik yang melekat pada produk pariwisata menyebabkan wisatawan tidak memiliki kesempatan untuk melakukan tes awal terhadap suatu destinasi. Evaluasi terhadap atribut destinasi merupakan fungsi dari citra tempat tujuan wisata itu sendiri. Citra destinasi merupakan manifestasi dari harapan wisatawan, sehingga citra mampu mempengaruhi persepsi wisatawan. Termasuk di dalamnya mempengaruhi kepuasan wisatawan. Citra positif dari tempat tujuan wisata akan menjadi penyangga terhadap kekurangan destinasi dan sebaliknya. Citra positif suatu destinasi memainkan peran penting dalam pengembangan wisata destinasi wisata tersebut. Jadi, citra destinasi harus dikelola secara baik, serius, dan profesional. 3.5. Destination Branding Destination brand sering juga dikatakan sebagai merek suatu tempat. Merek daerah didefinisikan sebagai aktivitas pemasaran untuk mempromosikan citra positif suatu daerah tujuan wisata demi mempengaruhi keputusan konsumen untuk mengunjunginya (Blain et al., 2005). Merek daerah tujuan ini sering dihubungkan dengan strategi positioning dalam industri pariwisata. Merek daerah tujuan wisata dapat mencakup lingkup lokal, regional, nasional maupun internasional. Destination brand juga merupakan beberapa kegiatan wisata yang berlangsung di sebuah destinasi wisata tertentu, yang bertujuan

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 membentuk pilar dari setiap pemodelan yang dilakukan untuk sistem pariwisata (Pike 2004). Destinasi wisata tersebut dilihat sebagai daerah wisata yang mampu mencakup semua konsumsi barang dan jasa dari turis selama dia tinggal (Terzibasoglu 2004; WTO 2007). Destination branding ini merupakan bentuk transfer sebuah merek destinasi (destination brand) dari destinasi wisata yang unik dan kompetitif yang mengungkapkan realitas destinasi wisata tersebut dan menyampaikannya untuk membentuk prepektif untuk wisatawan. Organisasi pemasaran destinasi wisata dan perusahaan dalam hal ini pemerintah di bidang pariwisata dan pengelola destinasi wisata berperan penting dan harus terlibat dalam pembangunan dan layanan pemasaran destinasi wisata (Grängsjö 2003). Inilah sebabnya mengapa konsep destinasi wisata harus fokus pada pelanggan dan produsen. Keberhasilan pemasaran wisata adalah tidak hanya tergantung pada faktor-faktor yang disebut push (kekuatan permintaan pasar) tetapi juga pada faktor penarik (faktor supply-side), yang memiliki dampak besar pada keberhasilan merek tertentu dari destinasi (http://fama2.us.es). Gambar 2.3 Persepsi dari Destination Branding Destination Branding dan pengalaman yang ditawarkan dibentuk oleh: Daya tarik Fasilitas publik Aksesibilitas Sumber daya manusia Citra dan Harga wisata

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Destination branding didefinisikan sebagai: pemilihan elemen campuran secara konsisten untuk mengidentifikasi dan membedakan melalui membangun citra positif (Cai Liping 2002), yaitu bagaimana konsumen melihat destinasi wisata dalam pikiran mereka. Destination branding tidak hanya menyampaikan kesan yang tidak terlupakan sebagai pengalaman yang unik terkait dengan destinasi wisata tersebut, melainkan juga berfungsi untuk mengkonsolidasikan dan memperkuat ingatan menyenangkan kenangan pengalaman pada destinasi wisata (Goeldner, Ritchie, dan Mac-Intosh 2000; Kaplanidou dan Vogt 2003). Keinginan untuk menjadikan destinasi wisata dapat dikenali merupakan sebuah tantangan pemasaran (Kotler, Bowen, dan Makens 2006). Untuk pemasar, branding mungkin senjata pemasaran yang paling kuat yang tersedia, untuk pemasar sebuah destinasi wisata dihadapkan oleh wisatawan yang semakin mencari pemenuhan gaya hidup dan pengalaman daripada mengakui diferensiasi dalam elemenelemen yang lebih nyata dari produk wisata yang diberikan, seperti akomodasi dan atraksi (Morgan, Pritchard, dan Kebanggaan 2004). Sebuah merek destinasi (brand destination) yang sukses perlu menyampaikan harapan, atau janji, dari pengalaman perjalanan yang tak terlupakan yang khas terkait dengan destinasi wisata tersebut (Ritchie dan Crouch 2003; Blain, Levy, dan Ritchie 2005; Knapp dan Sherwin 2005). Secara umum, merek destinasi dimaksud untuk membangun

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 koneksi positif antara tempat/daerah dengan orang yang tinggal maupun yang mengunjunginya. 3.6. Komponen Destination Images Terdapat tiga komponen yaitu Perceptual atau evaluation cognitive yang mengacu pada keyakinan dan pengetahuan tentang obyek (evaluasi atribut obyek), sedangkan evaluation affective mengacu pada perasaan tentang obyek (Burgess et al, 1997). Dalam penelitian tentang psikologi lingkungan juga ditentukan lingkungan memiliki persepsi/kognitif dan affektif (Lynch et al, 1993). Pengetahuan mengenai atribut sebuah destinasi tempat wisata adalah oleh komponen kognitif, sedangkan komponen afektif adalah pengetahuan tentang kualitas (Genereux et al, 1983). Destinasi juga memiliki keseluruhan citra (global). Citra global ini biasanya hasil dari kedua komponen baik persepsi/kognitif dan evaluasi affektif destinasi (Marzuky et al, 1993). Ahmed (1991) menunjukan bahwa evaluasi citra secara keseluruhan dan komponen-komponennya akan berbeda dan karena itu, keduanya harus diukur untuk mengembangkan strategi positioning yang lebih efektif.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 4. Pariwisata sebagai Industri Jasa 4.1. Pengetian Jasa Philip Kotler dalam bukunya menjelaskan Jasa/layanan (Service) adalah semua tindakan atau kinerja yang dapat ditawarkan satu pihak ke pihak lain yang pada intinya tidak berwujud dan tidak menghasilkan kepemilikan apapun. 4.2. Karateristik Jasa Dalam mempengaruhi desain program pemasaran : a. Tak Berwujud (Intangibility) Jasa tidak dapat dilihat, dirasakan, diraba, didengar, atau dibaui sebelum jasa itu dibeli. b. Tak Terpisahkan (Inseparability) Jasa dikonsumsi dan diproduksi sekaligus pada waktu yang sama. c. Bervariasi (Variability) Jasa tergantung pada siapa yang menyediakannya, kapan dan dimana,, serta kepada siapa, jasa sangat bervariasi. d. Dapat Musnah (Perishability) Jasa tidak dapat disimpan, jadi dapat musnahnya jasa bisa menjadi masalah ketika permintaan berfluktuasi. 4.3. Ciri khas industri jasa pariwisata a. Produk pariwisata tidak dapat disimpan b. Permintaan akan produk pariwisata sangat tergantung pada musim (highly seasonal).

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 c. Permintaan dipengaruhi oleh faktor luar dan pengaruh yang tidak dapat atau sulit diramalkan (unpredicteble influences). d. Permintaan tergantung pada sejumlah motivasi yang rumit. Atau wisatawan cenderung memilih tempat wisata yang berbeda setiap tahunnya. e. Pariwisata sangat elastis akan harga dan pendapatan 4.4. Marketing Mix Sedangkan dalam produk jasa memiliki 8 elemen dasar strategi pemasaran yaitu, (Modul Service Hospitality Marketing) : a. Product Elements, b. Place, Cyberspace and time, c. Process d. Productivity and Quality e. People f. Promotion and Education g. Physical Evidence h. Price and Other use

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 B. Penelitian Sebelumnya Begitu sangat penting citra destinasi ketika wisatawan yang telah datang sebelumnya dengan wisatawan yang baru pertama kali datang di destinasi wisata tersebut, ini memungkinakan citra destinasi akan termodifikasi atau berbeda. Banyak studi tentang destination images dan positioning images yang gagal dalam hal mengontrol wisatawan. Namun beberapa penelitian sebelumnya telah memeriksa kembali dengan membandingkan yang pernah mengunjungi dan belum pernah berkunjung terhadap citra destinasi (Pearce 1982; Phelps 1986; Dann 1994). Dan studi lain yang memeriksa perbedaan citra wisata antara wisatawan yang mengunjungi (Visitors) dan mereka yang tidak berkunjung (Nonvisitors) (Fridgen 1987; Chon 1990; Ahmed 1991; Fakeye dan Crompton 1991; Hu dan Ritchie 1993; Milman dan Pizam 1995). Yang pada umumnya meneliti tentang destination images dan menemukan bahwa citra wisatawan berubah setelah mengunjungi desinasi wisata tertentu dan secara subtansial terdapat perbedaan antara pengunjung (Visitors) dan bukan pengunjung (nonvisitors) mengenai citra sebuah destinasi wisata tertentu. Tujuan dari seorang pemasar (marketer) sebuah destinasi wisata harus mampu membedakan antara pengunjung dan bukan pengunjung ketika mengembangkan sebuah citra atau strategi positioning untuk destinasi wisatanya pada pasar tertentu karena dua kelompok ini mungkin memerlukan positioning dan strategi komunikasi yang berbeda. Dan pada studi Ahmed (1991) menunjukan destination images yang dirasakan oleh pengunjung aktual dan potensial yang memainkan peran

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 paling utama dalam menentukan daya saing sebagai wisatawan destinasi tersebut. Penelitian di Indonesia tentang Citra destinasi 1. Skripsi dengan Judul “Pengaruh Citra Desinasi Pariwisata Kabupaten Belitung terhadap Perilaku pasca berkunjung Wisatawan Nusantara” yang disusun oleh Scoria Novrisa Dewi, UPI 2013. Citra destinasi pariwisata dulu dikenal sebagai penghasil tambang timah, mulai dikenal sebagai destinasi wisata. Namun dalam hasil prapenelitian pada perilaku pasca berkunjung dari dimensi post-visit satisfaction, post-visit actions, dan post-visit uses menunjukan ketidakpuasan terhadap antraksi wisata, transportasi lokal, dan akomodasi yang berakibat kesediaan untuk kembali berkunjung menjadi sangat kurang. Maka penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran dan pengaruh mengenai citra destinasi dan perilaku pasca berkunjung. Populasi wisnus yang sedang berlibur, dengan ukuran sample menggunakan rumus Slovin, yaitu 100 responden, dengan teknik systematic random sampling dan teknik analisis adalah analisis jalur (path anlysis). Dan hasilnya menunjukan bahwa Unique image berpengaruh paling tinggi terhdap perilaku pasca berkunjung sebesar 13,61 %, sedangkan cognitive image sebesar 3.09 % dan affective image sebesar 9,79 %. Pengaruh tidak langsung keseluruhan citra destinasi terhadap perilaku pasca berkunjung sebesar 39,39 %.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 2. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan tinjauan pustaka pada penelitian dengan judul Upaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam Membentuk Brand Image Yogyakarta sebagai Kota Pariwisata dan yang disusun oleh Adek Ayu Wardani pada tahun 2010. Penelitian tersebut menghasilkan kesimpulan sebgai berikut: a. Program – program Dinas Pariwisata lebih mengarah kepada strategi pemasaran dan promosi. Promosi yang dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam bentuk program adalah pengembangan pemasaran dan promosi pariwisata, pengembangan kerja sama dan kemitraan kepariwisataan, pembinaan dan pengembangan Usaha Jasa Pariwisata, pembinaan dan pengembangan atraksi budaya dan pengembangan dan pelestarian seni dan budaya. b. Strategi promosi pariwisata yang dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Yogyakarta adalah dengan tujuan membentuk brand image kota Yogyakarta sebagai kota wisata budaya. Promosi yang dilakuka berupa bauran komunikasi pemasaran (marketing comunication mix) yang terdiri dari advertising, public relation, personal selling, sales promotion.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 3. Skripsi yang berjudul “Pengaruh Citra Objek Wisata Umbul Tlatar Boyolali terhadap Loyalitas Pengunjung dengan Kepuasan sebagai Variabel Mediasi” yang disusun oleh Lamidi Marjam Desma Rahadhini Fakultas Ekonomi Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Metode Penelitian - Penelitian ini dilakukan dengan mengambil objek wisata Umbul Tlatar di Kabupaten Boyolali. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung di objek wisata Umbul Tlatar Boyolali. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 100 responden .Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria sampel pengunjung minimal sudah pernah berkunjung dua kali Pengumpulan Pengujian Data - Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diukur dengan skala Likert 5 poin. Untuk menguji kualitas data dilakukan uji validitas dan reliabilitas instrumen menggunakan rumus Korelasi Pearson dan Cronbach Alpha. Teknik Analisis Data – 1). Uji Asumsi Klasik yaitu Pengujian asumsi klasik dilakukan nmelalui 4 uji yaitu uji multikolinearitas, uji autokorelasi, uji heteroskedastisitas, dan uji normalitas. (2). Pengujian Hipotesis ialah Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis jalur bertujuan untuk mengetahui pengaruh citra objek wisata kualitas pelayanan (X) terhadap loyalitas pengunjung (Y2) melalui kepuasan pengunjung (Y1). Berdasarkan hasil uji hipotesis, diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 a. Citra objek wisata Umbul Tlatar Boyolali berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengunjung Umbul Tlatar Boyolali dengan nilai probabilitas sebesar 0,000, dengan demikian hipotesis 1 diterima; b. Citra objek wisata Umbul Tlatar Boyolali tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pengunjung dengan nilai probabilitas sebesar 0,206, dengan demikian hipotesis 2 ditolak; c. Kepuasan pengunjung berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pengunjung di objek wisata Umbul Tlatar Boyolali dengan nilai probabilitas sebesar 0,000, dengan demikian hipotesis 3 diterima; d. Pengaruh citra objek wisata Umbul Tlatar Boyolali terhadap loyalitas pengunjung dimediasi oleh kepuasan pengunjung. Hal ini dibuktikan dari hasil analisis jalur, di mana koefisien pengaruh tidak langsung (0,385) > koefisien pengaruh langsung (0,125). Dengan demikian hipotesis 4 diterima).

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 C. Kerangka Konseptual dan alur penelitian Gambar 2.4 Susunan Kerangka Pemikiran Sumber : Peneliti (2014) Citra Destinasi Pariwisata DIY Studi Pustaka Wawancara Penelitian Tahap I (Eksploratori) Wawancara dengan Stakeholders pariwisata DIY Narasumber dan Informan Kunci Studi Pustaka Penentuan Item-item (Butir) Pembentuk Citra Destinasi DIY - Analisis data wawancara (Content Analyis and Common-Theme Approach) - Penyusunan Angket-questionnaire (modified likert scale) Survei Penelitian Tahap II (Kuantitatif) Pengumpulan dan Pengujian Data - Penyebaran Angket (convenience sampling) 100 Wisatawan Nusantara 100 Penduduk Lokal - Analisis data (Regresi Linier Sederhana, Uji Beda) - Pengujian Hipotesis

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Tabel 2.1 Pedoman Pengukuran Variabel Sumber : Peneliti (2014) Variabel Pertanyaan Bagaimana CITRA Destinasi Pariwsata DIY menurut Anda? Apa yang paling menarik Citra Destinasi (destination image) tentang DIY? (Susunan pertanyaan terlampir) Tahap I - Atribut-atribut yang didapat dari penelitian tahap I, dengan metode common-theme approach dan content analysis Survei dengan kuesioner yang berisikan atribut Citra Destinasi (destination image) yang didapat dari hasil penelitian tahap I (kuesioner terlampir) Tahap II Data Identitas Reponden dan Pertanyaan Kuesioner Tipe responden (karateristik responden) Identitas Responden Daftar Pertanyaan pada kuesioner Skala (Metode wawancara) Likert Responden merupakan Wisatawan Nusantara atau Penduduk Lokal DIY Nominal (Optional) 1. Jenis Kelamin dari responden 2. Usia dari responden 3. Pendidikan Terkakhir dari responden 4. Pekerjaan dari responden 5. Pengeluaran setiap bulan responden 6. Lama menginap bagi wisatawan 7. Lama tinggal bagi penduduk Lokal Citra-citra dari destinasi pariwisata DIY Modified Likert Scale (SS-S-TS-STS) Nominal Rasio Nominal Nominal Rasio Rasio Rasio Interval

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 D. Rumus Hipotesis Menurut Arikunto (2006: 71) hipotesis merupakan suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul, dimana teori sementara ini masih harus diuji kebenarannya. Berdasarkan kajian teori dan kerangka pikir, maka dapat ditarik hipotesis sebagai berikut. H-2 Ada perbedaan persepsi terhadap citra destinasi DIY antara wisatawan nusantara dan penduduk lokal Yogyakarta, dimana persepsi citra destinasi menurut wisatawan lebih positif. H-3 Persepsi citra destinasi DIY berpengaruh positif terhadap minat wisatawan nusantara untuk berkunjung kembali ke DIY, semakin positif maka akan semakin tinggi minat wisatawan untuk berkunjung kembali. H-4 Persepsi citra destinasi DIY berpengaruh positif terhadap minat penduduk lokal untuk memberikan hospitality (keramah-tamahan) pada wisatawan, semakin positif akan semakin tinggi minat penduduk untuk memberikan hospitality (keramah-tamahan) pada wisatawan.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Pendahuluan Penelitian ini akan dilakukan di Provinsi DIY lebih khususnya mengenai citra dari pariwisata DIY. Kelompok populasi dalam penelitian ini oleh peneliti dibagi menjadi 3 bagian yaitu yang pertama beberapa responden/narasumber sebagai pakar dan praktisi terkait pariwisata DIY, yang kedua ialah wisatawan nusantara yang sedang mengunjungi DIY, dan yang ketiga yaitu penduduk lokal/setempat yang tinggal di DIY. Penelitian ini dilakukan dengan 2 tahap penelitian. Penelitian tahap pertama akan menggunakan penelitian exploratory (eksploratif) dengan mengumpulkan data primer menggunakan metode survei dengan melakukan interview (wawancara) terhadap beberapa responden yang diyakini memiliki pengetahuan dan pengalaman yang sesuai dengan bidang pariwisata terutama di DIY (expert Interview), seperti contohnya pengelola pemerintahan yaitu dinas pariwisata provinsi DIY, kepala badan promosi DIY, dan para pakar tentang pariwisata DIY. Penelitian tahap pertama ini dimaksudkan untuk dapat menentukan atribut-atribut yang nantinya digunakan pada penelitian tahap II sebagai pengembangan data kuesioner untuk penelitian tahap II. Kemudian penelitian tahap kedua menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa survei yaitu melalui kuesioner yang diukur menggunakan modified likert scale (skala likert) 69

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 berjumlah 4 poin kepada populasi yang ditentukan peneliti, yaitu para wisatawan nusantara yang sedang mengunjungi tempat-tempat wisata di DIY dan penduduk lokal di DIY yang telah cukup lama tinggal di DIY. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara tidak acak (non-random sampling) dengan metode convenience sampling, yaitu berdasarkan kemudahan peneliti kemudian ditentukan jumlahnya sebanyak 100 orang responden wisatawan nusantara yang sedang mengunjungi tempat-tempat wisata di DIY dan 100 orang responden penduduk lokal. Pada penelitian ini, penelitian tahap I dilakukan peneliti untuk menjelaskan rumusan masalah satu dari penelitian ini, dan untuk menentukan atribut-atribut (instrumen penelitian) untuk digunakan di penelitian tahap II. Kemudian penelitian tahap II dilakukan untuk memecahkan persoalan yang terdapat pada rumusan masalah dua, tiga, dan empat pada penelitian ini. B. Penelitian Tahap I 1. Tujuan Penelitian Penelitian tahap pertama dilakukan peneliti bertujuan untuk mendapatkan atribut-atribut yang relevan dengan citra destinasi DIY yang nantinya akan digunakan di penelitian selanjutanya (Penelitian tahap II). Dan juga untuk mengetahui persoalan pada rumusan masalah pertama dalam penelitian ini. Yaitu mengetahui apa saja citra destinasi DIY. 2. Jenis Penelitian Penelitian eksploratif kualitatif di penelitian tahap pertama ini dilakukan karena informasi tentang masalah yang akan diteliti sangat kurang bahkan

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 tidak ada karena penelitian-penelitian sebelumnya belum banyak dilakukan. Tujuan dari penelitian eksploratif yaitu untuk melihat gagasan atau menyusun hipotesis bukan menguji hipotesis. Maka fokusnya yaitu ialah memperoleh gagasan serta pemahaman terhadap suatu masalah agar dapat dilakukan penelitian lebih lanjut dan lebih terarah. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan cara survei dengan melakukan metode interview (wawancara) terhadap beberapa responden. 3. Responden Beberapa narasumber yang diyakini memiliki pengetahuan dan pengalaman yang sesuai dengan bidang pariwisata terutama tentang DIY, seperti contohnya Staf Dinas Pariwisata DIY, anggota dari badan promosi Kota Yogyakarta, para pelaku pariwisata seperti pemandu wisata, pembisnis dalam sektor pariwisata, maupun penyedia jasa dalam pariwisata dan para pakar tentang pariwisata DIY. 4. Teknik Analisis Data Data yang dapat di analisis merupakan gagasan-gagasan yang dapat disimpulkan menjadi sebuah atribut penelitian, dengan metode content analysis (atribut-atribut yang sering diucapkan secara terus-menerus oleh narasumber) dan common-theme approach (Atribut-atribut yang diucapkan serupa dengan narasumber lain) yang bersumber dari hasil wawancara dengan narasumber, maka dengan metode penelitian tahap pertama yaitu wawancara secara langsung mengenai persepsi citra destinasi DIY secara umum dan pandangan terhadap perkembangan pariwisata serta daya tarik wisata di DIY terhadap beberapa narasumber.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 C. Penelitian Tahap II 1. Tujuan Penelitian Penelitian tahap kedua dapat dilakukan setelah mendapatkan hasil data dari penelitian tahap pertama, yaitu berbagai atribut penelitian (instrumen penelitian) yang akan digunakan dalam angket (kuesioner). Dan untuk memecahkan rumusan masalah dari penelitian ini. 2. Jenis Penelitian Melakukan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dilakukan untuk menganalisis variabel-variabel apa saja yang berpengaruh pada pembentukan citra daerah destinasi wisata. Metode deskriptif dipilih karena metode ini dapat memberikan gambaran terhadap fenomena-fenomena, menerangkan hubungan, menguji hipotesa-hipotesa, membuat prediksi, serta mendapatkan makna dan implikasi dari suatu masalah yang ingin dipecahkan (Nazir 1998). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner akan diisi sendiri oleh responden (self-administered questionnaire). Peneliti meminta kesediaan responden untuk mengisi kuisioner, responden haruslah sesuai dengan kriteria. 3. Populasi dan Sampel a. Populasi Populasi adalah seluruh kumpulan elemen yang menunjukan ciriciri tertentu yang dapat digunakan untuk membuat kesimpulan, yang dinyatakan dalam jumlah atau kumpulan elemen (Anwar Sanusi 87 : 2013). Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan nusantara yang

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 sedang melakukan kegiatan wisata di Yogyakarta (bukan perjalanan bisnis/pekerjaan). Serta penduduk setempat yaitu penduduk/warga yogyakarta yang menetap di Yogyakarta, yang akan dibagi secara proporsional menurut kepadatan penduduk tiap daerah/kabupaten di provinsi DIY. b. Sampel Menurut Roscoe (1975) yang dikutip Uma Sekaran (2006) dalam menentukan jumlah sampel walaupun distribusi populasi tidak diketahui, distribusi samplingnya akan menjadi normal jika jumlah sampel mencukupi. Jumlah sampel yang dimaksud adalah minimal sebanyak 30 (n=30), dimana semakin besar jumlah sampel, distribusi samplingnya akan mendekati distribusi normal, rerata sampel akan menjadi normal jika jumlah sampel lebih besar sama dengan 30 (n≥30). Oleh karena itu jumlah sampel dalam penelitian ini haruslah lebih besar dari 30. Selain itu, besaran atau ukuran sampel ini sampel sangat tergantung dari besaran tingkat ketelitian atau kesalahan yang diinginkan peneliti. Namun, dalam hal tingkat kesalahan, pada penelitian sosial maksimal tingkat kesalahannya (margin of eror) adalah 10% (0,1). Makin besar tingkat kesalahan maka makin kecil jumlah sampel. Namun yang perlu diperhatikan adalah semakin besar jumlah sampel (semakin mendekati populasi) maka semakin kecil peluang kesalahan generalisasi dan sebaliknya, semakin kecil jumlah sampel (menjauhi jumlah populasi) maka semakin besar peluang kesalahan generalisasi.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Rumus untuk menentukan jumlah sampel adalah : (1.) Sampel Wisatawan Nusantara n= n= ( ) , (〖 , )〗 n= 96,04 (2) Sampel Penduduk Lokal n= n= ( ) , (〖 , )〗 n= 96,04 Dimana : n = jumlah sampel Z = nilai Z dengan tingkat keyakinan yang dibutuhkan penentuan sampel persen. Pada α = 5 % dan Z = 1,96 moe = margin of eror atau kesalahan maksimum yang bisa ditoleransi, menggunakan angka 10 % Maka, jumlah sampel yang diambil untuk penelitian ini, sesuai dengan menggunakan rumus didapat sampel dengan jumlah 96,04. Untuk mempermudah pembagian kuesioner dibulatkan menjadi 100. Maka digunakan 100 responden wisatawan nusantara dan 100 responden penduduk lokal DIY sebagai sampel. Dalam penelitian ini sampel adalah

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 wisatawan nusantara yang sedang melakukan wisata di Yogyakarta (bukan perjalanan bisnis/pekerjaan). Lalu penduduk DIY yang juga menjadi sample yaitu sebanyak 100 orang yang memiliki kriteria sesuai dengan harapan dari peneliti. 4. Teknik Pengambilan sampel Penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel non probability sampling. Teknik yang digunakan pada penelitian tahap II adalah convenience sampling, biasanya responden dipilih dan telah ditentukan jumlahnya terlebih dahulu, lalu peneliti akan memilih anggota sampelnya berdasarkan kriteria yang peneliti tentukan. Pengumpulan data primer yang berupa kuesioner akan diisi sendiri oleh responden (self-administered questionnaire). Peneliti meminta kesediaan responden untuk mengisi kuesioner, responden haruslah sesuai dengan kriteria. Kriteria utama yang harus dimiliki oleh calon responden adalah responden yang kenal dan tahu DIY (Jogja), kemudian pernah berwisata ke DIY. Kurun waktu 2 (satu) tahun peneliti anggap adalah batas maksimal dimana para wisatawan nusantara masih mengingat kunjungan wisatanya ke DIY, selain itu diharapkan para wisatawan masih memiliki pemikiran tentang DIY, diasumsikan tidak terjadi perubahan yang begitu berarti di DIY.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 D. Variabel Penelitian Identifikasi Variabel dalam penelitian dibedakan menjadi variable terikat (dependent variable) dan variabel bebas (independent variable). a. Hipotesis dua 1) Variabel Bebas (Independent Variable) untuk hipotesis dua adalah persepsi wisatawan nusantara ( ) dan persepsi penduduk lokal ( ). 2) Variabel Terikat (Dependent Variable) adalah Citra destinasi DIY (Y1). b. Hipotesis tiga 1) Variabel Bebas (Independent Variable) untuk hipotesis tiga adalah persepsi wisatawan nusantara ( ) 2) Variabel Terikat (Dependent Variable) adalah minat wisatawan untuk berkunjung kembali (Y1). c. Hipotesis empat 1) Variabel Bebas (Independent Variable) untuk hipotesis empat adalah persepsi penduduk lokal ( ). 2) Variabel Terikat (Dependent Variable) adalah minat penduduk untuk memberikan hospitality (keramah-tamahan) bagi wisatawan. E. Operasionalisasi Variabel Dalam penelitian terdapat beberapa variabel, yaitu : a. Citra destinasi (destination images) Merupakan gambaran kesan menyeluruh yang dibuat dalam pikiran wisatawan (dalam LeBlanc & Nguyen, 1996). Variabel utama dalam penelitian ini, yang

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 menjadi obyek penelitian paling mendasar yang akan diuji perbedaannya dan pengaruhnya menurut wisatawan nusantara dan penduduk DIY. b. Persepsi Sebuah pandangan atau gambaran yang diperoleh wisatawan dari berbagai kesan, pengalaman dan kenangan yang didapat sebelum, ketika dan sesudah mengunjungi objek wisata. Variabel berikut merupakan sumber data yang akan digunakan dalam memecahkan dan menguji hipotesis serta permasalahan di penelitian ini. c. Wisatawan Ialah semua orang yang melakukan perjalanan wisata dinamakan wisatawan. Variabel ini juga merupakan subyek penelitian dan juga sumber informasi/data mengenai citra destinasi menurut persepsi mereka tentang DIY. d. Penduduk Merupakan orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus / kontinu. Variabel berikut merupakan subyek penelitian yang kedua setelah wisatawan, akan diketahui perbandingan persepsi mengebai citra destinasi DIY dari variabel ini. e. Perilaku/minat untuk datang kembali Wisatawan akan melakukan evaluasi pasca pembelian yang bentuknya adalah membandingkan kinerja destinasi berdasarkan harapan yang dia inginkan. Variabel ini akan juga berhubungan dengan kepuasan wisatawan (satisfaction) dan apakah akan berpengaruh pada niat untuk datang kembali ke DIY menurut persepsi dari wisatawan.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 f. Perilaku/minat penduduk untuk memberikan hospitality pada wisatawan Hospitality - keramah-tamahan atau kesedian menerima tamu, merupakan salah satu variabel yang akan diuji mengenai pengaruhnya terhadap minat dari penduduk untuk melakukan tindakan berikut sesuai persepsi dari penduduk. g. Motivasi sosial-psikologis Motivasi wisatawan untuk mengunjungi suatu tempat tujuan adalah untuk memenuhi atau memuaskan beberapa kebutuhan dan permintaan, karena biasanya tertarik pada suatu lokasi karena ciri-ciri tertentu seperti keindahan alam, iklim atau cuaca, kebudayaan, sejarah, ethnicity, dan accessibility. (Spillane, 1994:64). Berupa motivasi wisatawan mengunjungi DIY dan alasan telah mengunjungi DIY beberapa kali. Antara lain Pleasure (bersenangsenang), Relaxation, rest and recreation (beristirahat untuk menghilangkan stress), Health (kesehatan), Participation in sports (olah raga yang bersifat rekreasi), Curiousity and culture (rasa ingin tahu dan motivasi yang berkaitan dengan kebudayaan), Ethnic and family (kesamaan etnik dan kunjungan kepada keluarga), Spiritual and Religious (alasan yang bersifat spiritual dan keagamaan), Status and prestige (menunjukkan status sosial dan gengsi), Professional or business (melakukan aktivitas yang berkaitan dengan profesi/pekerjaan). h. Demografis 1) Jenis Responden Pilihan untuk responden apakah termasuk dari wisatawan atau penduduk.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 2) Jenis kelamin dan status Diperoleh dari responden. Pria dan wanita. 3) Usia Usia diperoleh dari responden. Untuk usia, responden diatas 17 tahun dan harus mengisi usia mereka saat mengisi kuisioner. 4) Pekerjaan Pekerjaan sekarang dari responden, dengan optional yang peneliti sediakan. 5) Pengeluaran Yaitu pengeluaran setiap bulannya dari keluarga, ini diperoleh dari responden, dengan optional yang peneliti sediakan. 6) Pendidikan Pilihan untuk informasi pendidikan terakhir (izasah terakhir) responden 7) Jumlah menginap/tinggal di DIY bagi wisatawan Jumlah hari menginap yang diperoleh dari responden, dengan optional yang peneliti sediakan. 8) Jumlah menetap/tinggal di DIY dari penduduk, Jumlah tahun dari penduduk selama tinggal di DIY, yang diperoleh dari responden, dengan optional yang peneliti sediakan. 9) Kota asal wisatawan, agar mengetahui jumlah rata-rata wisatawan dari setiap kota-kota yang diduga akan mempengaruhi persepsi tentang DIY.

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 F. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian merupakan sesuatu yang berfungsi sebagai sumber data atau bisa dibilang memberikan informasi bagi penelitian. Subjek yang dimaksud dapat berwujud kelompok/organisasi maupun individu. Penelitian ini sendiri menggunakan subjek berupa individu atau lebih spesifiknya yaitu wisatawan nusantara dan penduduk lokal. Yaitu wisatawan yang sedang melakukan perjalanan wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (bukan perjalanan bisnis/pekerjaan). Serta penduduk lokal/setempat yaitu penduduk/warga yogyakarta yang menetap dalam kurun waktu yang cukup lama. 2. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah citra destinasi (destination images) wisata DIY yang dapat mempengaruhi minat wisatawan untuk datang kembali dan juga minat penduduk untuk mau memberikan hospitality (keramah-tamahan) pada wisatawan. G. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Tahap I – Dinas Pariwisata DIY, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan tempat-tempat yang menjadi lokasi (kesepakatan) untuk wawancara dengan responden yang menjadi narasumber dalam penelitian tahap I. Tahap II – Penelitian ini mengambil lokasi di daya tarik wisata dengan tingkat wisatawan yang tinggi dan dari atraksi wisata yang berbeda-beda

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 (jenis wisata) di Provinsi DIY, dengan memastikan bahwa responden sudah memiliki pengalaman menikmati suasana Yogyakarta, diharapkan mereka bisa memberikan pendapat terkait citra destinasi dan minat untuk mengunjungi lagi ataupun perilaku positif lainnya. Meliputi daya tarik wisata di Provinsi DIY yang menjadi tempat-tempat utama bagi wisatawan untuk berwisata dengan tingkat konsentrasi wisatawan yang tinggi, dengan teknik penarikan sampel non-random sampling (pengambilan sampel tidak acak) dengan metode convenience sampling dengan mempertimbangkan berdasarkan kemudahan dengan ketentuan jumlah kuesioner sebanyak 200 responden yang dibagi menjadi 100 responden wisatawan dan 100 responden penduduk lokal DIY dengan rincian sebagai berikut : Wisatawan Nusantara - Dilakukan di pusat-pusat daya tarik wisata yang utama di DIY, hal ini dilakukan karena jumlah wisatawan yang lebih beragam latar belakangnya dan jumlah wisatawan yang dirasa cukup tinggi di daya tarik yang dipilih oleh peneliti yaitu antara lain ialah : 1. Kawasan tempat wisata belanja di jalan Malioboro 2. Benteng Vredeburg 3. Kawasan Nol Kilometer Yogyakarta (Bank Indonesia, Istana kepresidenan Yogyakarta, Monumen 11 Maret, dan Kantor POS Indonesia) 4. Kraton Yogyakarta 5. Taman Pintar Yogyakarta

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 6. Kawasan Taman Sari 7. Candi Prambanan 8. Kotagede (wisata kerajinan perak) Penduduk Lokal DIY - Dan untuk penduduk lokal/setempat DIY yaitu penduduk yang tinggal di Provinsi DIY yang diharapkan oleh peneliti yaitu penduduk yang memang merupakan warga pribumi atau orang asli Yogyakarta, dengan teknik penarikan sampel non-random sampling dengan metode convenience sampling yang berdasarkan kemudahan (situasional) dengan menentukan jumlah respondennya yaitu 100 orang responden dari penduduk. 2. Waktu Penelitian Penelitian dilakukan pada tahun 2014 dari bulan April hingga Juli. Dimulai dengan penelitian tahap 1 di bulan April dan bulan Mei serta penelitian tahap 2 di bulan Juni kemudian akan dilakukan analisis data dan pengambilan kesimpulan pada pertengahan bulan Juli 2014. Serta editing dan finishing skripsi pada pertengahan hingga akhir bulan Juli 2014. H. Sumber Data 1. Data Primer Data primer dihasilkan secara langsung oleh peneliti untuk tujuan tertentu dalam menjawab permasalahan penelitian. Pada dua tahap di penelitian ini, yaitu dengan interview (wawancara) untuk mendapatkan data primer pada penelitian tahap I, kemudian data primer dikumpulkan dengan metode survei

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 menggunakan kuisioner yang terstruktur pada penelitian tahap II. Pada pengambilan data primer melalui penyebaran kuisioner, peneliti menggunakan bentuk dasar dalam mendesain kuisioner yaitu : a. Close-ended questions, yaitu suatu bentuk pertanyaan dengan berbagai alternatif pilihan atau jawaban kepada responden guna mengetahui karakteristik responden. b. Open-ended questions, yaitu suatu bentuk pertanyan yang memberikan kebebasan bagi responden untuk membuat alternative jawabannya sendiri. c. Scaled response questions, yaitu suatu bentuk pertanyaan yang menggunkan skala dalam mengukur dan mengetahui sikap responden terhadap pertanyaan-pertanyaan di kuisioner, dari sudut pandang responden. Dalam penelitian ini menggunaan Modified likert scale yang terbagi atas empat tingkatan yaitu: SS : Sangat Setuju S : Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju Modified likert scale memungkinkan responden untuk mengindikasikan tingkat kesetujuan atau ketidaksetujuannya, penting atau tidak penting serta positif atau tidak positif setiap pertanyaan yang terkait dengan suatu objek tertentu. Alasan peneliti menggunakan Modified likert scale yaitu peneliti bersumsi bahwa responden akan cenderung memilih pilihan yang aman yaitu alternatif jawaban netral. Namun kelebihan dari penggunaan Modified likert

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 scale (1-4) ini adalah mudah dibuat, dibagikan dan dipahami. Sedangkan kekurangannya adalah banyak memakan waktu. 2. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang dikumpulkan dari berbagai sumber yang sudah ada sebelumnya untuk berbagai tujuan, misalnya artikel-artikel terkait dari majalah, koran, dan situs-situs web internet. Peneliti juga mengumpulkan data sekunder melalui studi pustaka untuk membangun litaratur penelitian yang sesuai dengan permasalahan atau model penelitian, sehingga dapat menunjang pembahasan masalah yang diteliti. studi pustaka dilakukan dengan membaca buku-buku referensi (baik buku-buku wajib maupun umum), tugas akhir, jurnaljurnal penelitian, artikel-artikel, serta penelusuran internet yang berkaitan dengan pembahasan peneliti untuk mencari teori-teori dan prinsip yang dapat diterapkan dalam penelitian ini. I. Teknik Pengumpulan Data 1. Kuesioner Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang dia ketahui. Skala pengukuran menggunakan skala Likert yang dimodifikasi (Modified likert scale), dimana sangat setuju (SS) diberi nilai 4; setuju (S) diberi nilai 3; tidak setuju (TS) diberi nilai 2; sangat tidak setuju (STS) diberi nilai 1.

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 2. Wawancara (Interview) Metode tatap muka (langsung) yang dilakukan untuk mendapatkan informasi yang diharapkan, dengan menyesuaikan dengan pertanyaan yang ditanyakan langsung kepada narasumber. J. Teknik Pengujian Instrumen 1. Uji Validitas Tujuan dilakukan uji validitas adalah untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuisioner. Suatu kuisioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuisioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuisioner tersebut (Ghozali, 2011:52). Mengukur validitas dapat dilakukan dengan melakukan korelasi antar skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel. Yaitu dengan membandingkan nilai r hitung dengan r table untuk degree of freedom (df)= n-2, dalam hal ini n adalah jumlah sampel penelitian (Ghozali, 2011:53). Uji validitas digunakan untuk menghitung korelasi masing-masing pernyataan dengan skor total dengan rumus korelasi product moment (Sugiyono, 2011:228). r = n∑x y − (∑x )(∑y ) n∑x − (∑x ) n∑y − (∑y ) Dimana, r y x n = Koefisien korelasi setiap item = Nilai total item = Nilai dari setiap item = Jumlah sampel

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Untuk menentukan instrumen itu valid atau tidak maka ketentuannya adalah sebagai berikut : a. Jika r hitung > r tabel dengan taraf keyakinan 95%, maka instrumen tersebut dikatakan valid. b. Jika r hitung ≤ r tabel dengan taraf keyakinan 95%, maka instrumen tersebut dikatakan tidak valid. 2. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuisioner yang merupakan indikator dari variabel konstruk. Suatu kuisioner dinyatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2011:47). Kehandalan yang menyangkut kekonsistenan jawaban jika diujikan berulang pada sampel yang berbeda. Cara mencari reliabilitas untuk keseluruhan item adalah dengan mengkoreksi angka korelasi yang diperoleh menggunakan rumus Cronbach Alfa yaitu : = ! " ∑& $ %1 − ( "−1 &' Keterangan : r = Koefisien reliabilitas instrument(cronbach alpha) k = Banyaknya butir pertanyaan atau banyak soal ∑& &' = Total varian butir = Total varian Kriteria : Jika nilai Cronbach’s Alpha ≤ 0,60 maka penelitian tidak reliabel atau data hasil kuesioner tidak dapat dipercaya, tetapi jika nilai

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 Cronbanch’s Alpha > 0,60 maka hasil penelitian reliabel atau hasil kuesioner dapat dipercaya. K. Teknik Analisis Data Ada 3 rumusan masalah dengan teknik analisa yang berbeda untuk setiap kasusnya, karena salah satunya yaitu menggunakan analisis regresi, maka terlebih dahulu dicari uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik dan penjelasan rumusan masalah dan teknik analisis, serta hipotesis dijelaskan sebagai berikut : 1. Uji Normalitas Uji normalitas adalah untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki nilai residual yang terdistribusi normal. Jadi uji normalitas bukan dilakukan pada masingmasing variabel tetapi pada nilai residualnya. Sering terjadi kesalahan yang jamak yaitu bahwa uji normalitas dilakukan pada masing-masing variabel. Hal ini tidak dilarang tetapi model regresi memerlukan normalitas pada nilai residualnya bukan pada masing-masing variabel penelitian. Uji asusi klasik Normalitas, dimana Y akan menguji data variabel bebas (X) dan data variabel (Y) pada persamaan regresi yang akan dihasilkan. Berdistribusi normal atau berdistribusi tidak normal. Persamaan regresi dikatakan baik jika mempunyai data variabel bebas dan variabel terikat berdistribusi mendekati normal atau normal sama sekali. Dan Uji normalitas akan menggunakan rasio skewness atau rasio kurtois bagi unstandardized residual dan persamaan regresi yang akan dilakukan.

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 2. Uji Linearitas Uji ini bertujuaan untuk mengetahui apakah dua variabel yang akan dikenai prosedur analisis statistik korelasional menunjukan hubungan yang linear atau tidak. Dengan metode pengambilan keputusan jika siginifikansi pada linearity > 0,05 maka hubungan antara dua variabel tidak linear, dan jika signifikansi pada linearity < 0,05 maka hubungan antara dua variabel dinyatakan linier. 3. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual observasi satu ke observasi yang lain. Jika varians dari residual observasi satu ke observasi yang lain sama, maka disebut homoskedastisitas dan jika tidak sama disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas atau terjadi homoskedastisitas. Deteksi heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan menampilkan scatter plot dari nilai ZPRED (nilai prediksi, sumbu X) dengan SRESID (nilai residualnya, sumbu Y). Model yang baik didapatkan jika tidak terdapat pola tertentu pada grafik. Pola tertentu yang dimaksud seperti mengumpul ditengah, menyempit kemudian melebar atau sebaliknya melebar kemudian menyempit.

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 4. Uji t Dalam penelitian ini menggunakan uji t, untuk menguji variabel bebas secara sendiri-sendiri ada atau tidaknya persepsi wisatawan (X1) dan persepsi pendudu (X2) terhadap variabel terikat citra destinasi DIY (Y), maka perlu dilakukan uji t pada masing-masing variabel dengan rumus sebagai berikut: )= * +* Dengan keterangan : b = koefisien regresi Sb = standar deviasi dari koefisien b dimana +* = se se .∑ Y 0 ∑ Y − b∑|Y n = kesalahan standar estimasi 34 = ∑Y 0∑5 − *∑ 5 n−2 Jika -t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel [0,05/2; df = n-(k+1) maka H0 diterima t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel [0,05/2; df = n-(k+1) maka H0 ditolak 5. Analisis Regresi Sederhana Analisis ini digunakan untuk mengetahui apakah citra destinasi DIY berpengaruh terhadap niat wisatawan untuk berkunjung kembali dan apakah

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 citra destinasi DIY berpengaruh terhadap niat penduduk untuk memberikan hospitality (keramah-tamahan) pada wisatawan. Regresi linier sederhana untuk menjawab rumusan masalah tiga (3) dan empat (4). Analisis ini menyatakan kausalitas antara dua variabel dam memperkirakan nilai variabel terikat berdasarkan variabel bebas. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut: Ŷ = a + bX + e Dimana : Y untuk H3 a b dan H4 = nilai prediksi variabel Y berdasarkan variabel X = titik potong Y, nilai Y ketika X = 0 (Konstanta) = perubahan rata-rata Y untuk setiap perubahan X, baik berupa peningkatan maupun penurunan (koefisiensi regresi) X = Variabel X yang dipilih e = Error Nilai b (koefisien regresi) dan a (kostanta) dihitung dengan rumus berikut: *= 7(∑ 5 − (∑ (∑ 5 7(∑X − (∑Y 0= ∑5 ∑ − * 7 7 n = jumlah pengamatan (sample) X = nilai variabel bebas Y = nilai variabel terikat

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Dengan menggunakan aplikasi SPSS, nilai koefisien regresi, standar error, dan nilai t hitung menjadi satu kesatuan. Nilai tersebut bermanfaat untuk melakulan pengujian terhadap signifikansi koefisien regresi. Jika digunakan t hitung untuk menguji signifikansi koefisien regresi maka akan dicari dengan rumus sebagai berikut : )= * +* Dimana b = koefisien regresi dan Sb = standar deviasi dari koefisien b. L. Uji Kebolehterimaan Hipotesis Uji hipotesis untuk rumusan masalah dua digunakan untuk menganalisa apakah ada perbedaan persepsi citra destinasi DIY antara wisatawan dan penduduk. Teknik analisis data yang digunakan dalam menganalisis perbedaan citra destinasi DIY ini adalah uji beda. Secara lebih spesifik, variable independen dalam penelitian ini adalah citra destinasi dan variable dependen adalah persepsi wisatawan dan persepsi penduduk. Untuk uji hipotesis pada rumusan masalah tiga dan empat menganalisa apakah ada pengaruh dari citra destinasi DIY terhadap niat wisatawan untuk berkunjung kembali dan niat penduduk untuk memberikan hospitality (keramahtamahan) pada wisatawan. Menggunakan regresi linear sederhana Langkah-langkah pengujian : a) Merumuskan hipotesis nol dan hipotesis alternatif dengan notasi H0 : b = 0 / H1 : b ≠ 0

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 b) Menghitung nilai t dengan rumus dan dengan derajat bebas n – 2 c) Membandingkan nilai t hitung tersebut dengan nilai t pada taraf nyata tertentu, misal 1 %. d) Mengambil keputusan dengan kriteria berikut : Jika, -t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel maka H0 diterima t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel maka H0 ditolak tabel yang tersedia

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN Pada penelitian pariwisata ini, DIY merupakan obyek yang ditelti khususnya mengenai citra destinasi wisatanya, baik persepsi dari wisatawan nusantara yang berkunjung maupun juga dari penduduk atau warga DIY sendiri. Berikut ini merupakan beberapa informasi yang akan mendeskripsikan secara umum tentang provinsi DIY. Daerah Istimewa Yogyakarta (atau Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta dan seringkali disingkat DIY) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di tengah pulau Jawa, dikelilingi oleh Provinsi Jawa Tengah dan disebelah selatan berbatasan langsung dengan samudera indonesia. Di sebelah selatan provinsi terdapat garis pantai yang cukup panjang dan berbatasan dengan samudera indonesia, di sebelah utara menjulang tinggi gunung berapi paling aktif di dunia Gunung Merapi (2.968 m). Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu provinsi yang memiliki kewenangan istimewa tersendiri sejak diatur dalam UU no. 3 Tahun 1950 dan telah direvisi dalam UU no. 13 Tahun 2012. Kewenangan istimewa DIY meliputi pada tata cara pengisian jabatan, kedudukan, tugas dan wewenang Gubernur dan Wakil Gubernur, kelembagaan pemerintah daerah provinsi, kebudayaan, pertanahan, dan penataan ruang. Keistimewaan DIY tersebut memang tidak terlepas dari dijabatnya Gubernur DIY oleh Hamengkubuwono selaku raja dari Kasultanan Ngayogyakarto Hadiningrat. 93 Sultan

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 A. Sejarah Yogyakarta Sebelum Indonesia merdeka, Yogyakarta merupakan daerah yang mempunyai pemerintahan sendiri atau disebut Daerah Swapraja, yaitu Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat didirikan oleh Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1755, sedangkan Kadipaten Pakualaman didirikan oleh Pangeran Notokusumo (saudara Sultan Hamengku Buwono II) yang bergelar Adipati Paku Alam I pada tahun 1813. Pemerintah Hindia Belanda mengakui Kasultanan dan Pakualaman sebagai kerajaan dengan hak mengatur rumah tangganya sendiri yang dinyatakan dalam kontrak politik. Kontrak politik yang terakhir Kasultanan tercantum dalam Staatsblaad 1941 Nomor 47, sedangkan kontrak politik Pakualaman dalam Staatsblaad 1941 Nomor 577. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII menyatakan kepada Presiden RI, bahwa Daerah Kasultanan Yogyakarta dan Daerah Pakualaman menjadi wilayah Negara RI, bergabung menjadi satu kesatuan yang dinyatakan sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII sebagai Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah bertanggungjawab langsung kepada Presiden RI. Hal tersebut dinyatakan dalam:

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 1. Piagam kedudukan Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII tertanggal 19 Agustus 1945 dan Presiden RI. 2. Amanat Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Al nam VIII tertanggal 5 September 1945 (dibuat secara terpisah). 3. Amanat Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paku Alam VIII tertanggal 30 Oktober 1945 (dibuat dalam satu naskah). Dalam perjalanan sejarah selanjutnya kedudukan DIY sebagai Daerah Otonom setingkat Provinsi sesuai dengan maksud pasal 18 Undang-undang Dasar 1945 (sebelum perubahan), diatur dengan Undang-undang Nomor 3 Tahun 1950 2 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Jogjakarta jo Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1950 sebagaimana telah diubah dan ditambah terakhir dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1955 (Lembaran Negara Tahun 1959 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1819) yang sampai saat ini masih berlaku. Dalam undang-undang tersebut dinyatakan DIY meliputi bekas Daerah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Daerah Kadipaten Pakualaman. Pemerintahan Daerah, Pada setiap dinyatakan undang-undang keistimewaan DIY yang tetap mengatur diakui, sebagaimana dinyatakan dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang kemudian diganti dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004. Dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), DIY mempunyai peranan yang penting.

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Terbukti pada tanggal 4 Januari 1946 sampai dengan tanggal 27 Desember 1949 pernah dijadikan sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia. Pada saat ini Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dipimpin oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kadipaten Pakualaman dipimpin oleh Sri Paduka Paku Alam IX, yang sekaligus menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. Keduanya memainkan peran yang menentukan dalam memelihara nilai-nilai budaya dan adat istiadat Jawa dan merupakan pemersatu masyarakat Yogyakarta. B. Geografis, Iklim dan Keadaan Alam 1. Geografis DIY terletak di bagian tengah-selatan Pulau Jawa, secara geografis terletak pada 70°33 - 80°12 Lintang Selatan dan 110°00 - 110°50 Bujur Timur, dengan luas 3.185,80 km2. Secara administratif terdiri dari 1 kota dan 4 kabupaten, 78 kecamatan dan 438 kelurahan/desa, yaitu: Tabel 4.1 Data Geografis dan Administratif Berdasarkan Wilayah Kabupaten/Kota Kota Yogyakarta Kab. Bantul Kab. Kulon Progo Kab. Gunungkidul Kab. Sleman DIY Luas Area 32,50 km2 506,85 km2 586,27 km2 1.485,36 km2 574,82 km2 3.185,80 km2 Kecamatan 14 kecamatan 17 kecamatan 12 kecamatan 18 kecamatan 17 kecamatan 78 kecamatan Kelurahan/ Desa 45 kelurahan 75 desa 88 desa 144 desa 86 desa 438 kelurahan/desa Sumber : Data Statistik Kepariwisataan 2012

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 Daerah Istimewa Yogyakarta di bagian Selatan dibatasi Lautan Indonesia, sedangkan di bagian Timur Laut, Tenggara, Barat dan Barat Laut dibatasi oleh wilayah Provinsi Jawa Tengah yang meliputi: a. Kabupaten Klaten di sebelah Timur Laut; b. Kabupaten Wonogiri di sebelah Tenggara; c. Kabupaten Purworejo di sebelah Barat; d. Kabupaten Magelang di sebelah Barat Laut. 2. Topografi Kondisi topografi di DIY beraneka ragam, mulai dari berbentuk dataran, lereng pegunungan serta daerah pantai. Daerah Istimewa Yogyakarta sebagian besar wilayahnya terletak antara 100 - 499 m dari permukaan laut, beriklim tropis dengan curah hujan berkisar antara 0,01 - 100,00 mm yang dipengaruhi oleh musim kemarau dan musim hujan. Secara topografi, DIY dapat dikelompokkan menjadi empat satuan wilayah sebagai berikut: a. Satuan Gunung Merapi, yang terbentang mulai dari kerucut gunung berapi hingga dataran fluvial gunung berapi termasuk juga bentang lahan vulkanik, meliputi Sleman, Kota Yogyakarta dan sebagian Bantul. Daerah kerucut dan lereng gunung berapi merupakan daerah hutan lindung sebagai kawasan resapan air daerah bawahan. Satuan bentang alam ini terletak di Sleman bagian utara. Gunung Merapi yang

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 merupakan gunung berapi aktif de-ngan karakteristik khusus, mempunyai daya tarik sebagai obyek penelitian, pendidikan, dan pariwisata; • Pegunungan Berapi Merapi, Luas : ± 582,81 km2 Ketinggian : 80 - 2911 m b. Satuan Pegunungan Selatan atau Pegunungan Seribu, yang terletak di wilayah Gunungkidul, merupakan kawasan perbukitan batu gamping (limestone) dan bentang alam karst yang tandus dan kekurangan air permukaan, dengan bagian tengah merupakan cekungan Wonosari (Wonosari Basin) yang telah mengalami pengangkatan secara tektonik sehingga terbentuk menjadi Plato Wonosari (dataran tinggi Wonosari). Satuan ini merupakan bentang alam hasil proses solusional (pelarutan), dengan bahan induk batu gamping dan mempunyai karakteristik lapisan tanah dangkal dan vegetasi penutup sangat jarang; • Pegunungan Selatan - Luas : ± 1.656,25 km2 - Ketinggian : 150 - 700 m c. Satuan Pegunungan Kulonprogo, yang terletak di Kulonprogo bagian utara, merupakan bentang lahan struktural denudasional dengan topografi berbukit, kemiringan lereng curam dan potensi air tanah kecil. • Pegunungan Kulonprogo dan Dataran Rendah Selatan - Luas : ± 706,25 km2 - Ketinggian : 0 - 572 m

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 d. Satuan Dataran Rendah, merupakan bentang lahan fluvial (hasil proses pengendapan sungai) yang didominasi oleh dataran aluvial, membentang di bagian selatan DIY, mulai dari Kulon Progo sampai Bantul yang berbatasan dengan Pegunungan Seribu. Satuan ini merupakan daerah yang subur. Termasuk dalam satuan ini adalah bentang lahan marin dan eolin yang belum didayagunakan, merupakan wilayah pantai yang terbentang dari Kulon Progo sampai Bantul. Khusus bentang lahan marin dan eolin di Parangtritis Bantul, yang terkenal dengan gumuk pasirnya, merupakan laboratorium alam untuk kajian bentang alam pantai. • Dataran rendah antara Pegunungan Selatan dan Pegunungan Kulonprogo, - Luas : ± 215,62 km2 - Ketinggian : 0 - 80 m 3. Iklim a. Temperatur Temperatur harian rata-rata berkisar antara 26,6°C sampai 28,8° C sedang temperatur minimum 18° C dan maximum 35°C. b. Kelembaban Udara Kelembabab udara rata-rata 74 % dengan kelembaban minimum 65 % dan maximum 84 %.

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 c. Curah hujan Curah hujan bervariasi antara 3 mm sampai 496 mm. Curah hujan diatas 300 mm terjadi pada bulan Januari, Pebruari, April. Curah hujan tertinggi 496 mm terjadi pada bulan Pebruari dan curah hujan terendah 3mm samapi 24 mm terjadi pada bulan Mei sampai Oktober. Curah hujan tahunan rata-rata 1855 mm. (sumber : data profil kehutanan provinsi kementrian kehutanan 2013) C. Pariwisata Perencanaan dalam sektor pariwisata Yogyakarta agar daerahnya dikunjungi ialah mempromosikan slogan ”Jogja Never Ending Asia” dengan maksud agar Yogyakarta sebagai tujuan penting wisata menawarkan pengalaman yang tidak akan pernah habis terutama suasana kota pelajar yang dinamis digabungkan dengan suasana kerajaan yang eksotis berlandasakan kebudayaan tradisional jawa yang juga memiliki sebutan kota perjuangan, pusat kebudayaan dan pusat pendidikan dan dikenal dengan kekayaan potensi pesona alam dan budayanya sampai sekarang dan masih tetap merupakan daerah tujuan wisata yang terkenal di Indonesia dan Mancanegara. Dan Jogjapun masih terjaga tatanan kehidupan masyarakat Jawa khususnya dalam kehidupan sehari-hari yang tercermin pada kegiatan adat-istiadat, bahasa, sosial kemasyarakatnya, keseniannya apalagi masyarakat Yogyakarta mempunyai kepedulian yang cukup baik dalam menjaga kelestarian alam dan kebudayaan sendiri,

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 namun Yogyakarta tidak menutup diri terhadap tumbuhnya budaya kontemporer maupun budaya lainnya. 1. Daya Tarik Wisata di DIY Yogyakarta memiliki fasilitas yang lengkap bagi para wisatawan yang datang ke Jogja, dari kuliner, transportasi dan akomodasi yang lengkap bukan menjadi hal yang langka untuk dicari oleh para wisatawan. Jumlah Obyek wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2012 yang meliputi obyek wisata alam, obyek wisata budaya, obyek wisata buatan, dan desa/kampung wisata adalah sebanyak 265 Obyek Wisata. Dengan obyek-obyek wisata diantaranya : Tabel 4.2 Daftar Daya Tarik Wisata di DIY Obyek Wisata Kota Yogyakarta No 1 Kraton Yogyakarta 13 Museum Perjuangan 2 Taman Pintar 14 Museum Sonobudoyo II 3 Gembira Lokal 15 Museum Mata dr. Yap 4 Purawisata 16 Museum Benteng Vredeburg 5 Kebun Plasma Nutfah 17 Museum Biologi UGM 6 Pagelaran Kraton 18 Museum Puro Pakualaman 7 Taman sari 19 Museum Batik Sulaman 8 Museum Sonobudoyo 20 Istana Gedung Agung 9 Museum Sasmitaloka Pangsar Soedirman 21 Makam Raja Mataram 10 Museum Taman Siswa Dewantara Kirti Griya 22 Museum Bahari 11 Museum Sasana Winatama P. Diponegoro 23 Museum Kereta Keraton 12 Museum Pusat Dharma Wiratama 24 Kampung wisata di powinatan

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sleman 25 Candi Prambanan 41 Sumurbandung 26 Candi Kalasan 42 27 Candi sari 43 28 Candi Gebang 44 Plembutan Museum Pendidikan Indonesia Museum Geo-teknologi UPN 29 Candi Ijo 45 Museum TNI AU Dirgantara Mandala 30 Candi Banyu Nibo 46 Museum Affandi 31 Candi Morangan 47 Museum Gunung Merapi 32 Candi Barong 48 33 Kraton Ratu Boko 49 34 Candi Sambisari 50 Monumen Jogja Kembali Museum / Sanggar Ullen Sentalu Paleoantropologi 35 Situs Watu Gudig 51 33 Desa wisata di seluruh daerah Sleman 36 Kedulan 52 Kaliurang 37 Kadisoka 53 38 Palgading 54 39 Arca Gupolo 55 Kaliadem (Lava tour) Ramayana Prambanan/Trimurti Merapi Golf 40 Candi Abang Bantul 56 Pantai Parang Tritis 60 Pantai Kwaru 57 Pantai Samas 61 Makam Imogiri 58 Gua Selarong 62 Pantai Goa Cemara 59 Gua Cerme 63 Pantai Pandansimo Kulon Progo Jogja Orang Utan Center 71 (YKAY) 72 Makam Girigondo 64 Waduk Sermo 65 Pantai Glagah 66 Pantai Trisik 73 Taman Wisata Ancol 67 Pantai Congot 74 Wahana Pelangi 68 Clereng 75 Makam Nyi Ageng Serang 69 Suroloyo 76 5 Desa Wisata 70 Sendang Sono Gunung Kidul 77 Pantai Baron 82 Tepus 102

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Pantai Siung 83 Pantai Ngerenehan 79 Pantai Wedi Ombo 84 Goa Cerme 80 Pantai Sadeng 85 Gunung Gambar 81 Pule Gundes 103 9 Desa Wisata di daerah Gunung Kidul Sumber : Data Statistik Kepariwisataan DIY 2012 86 2. Akomodasi a. Hotel Bintang Jumlah hotel bintang di DIY tahun 2012 sebanyak 45 hotel dengan jumlah kamar 4.190 yang terdiri dari : 1) Bintang 5 sebanyak 4 Hotel dengan jumlah 939 kamar 2) Bintang 4 sebanyak 9 Hotel dengan jumlah 1.444 kamar 3) Bintang 3 sebanyak 14 Hotel dengan jumlah 1024 kamar 4) Bintang 2 sebanyak 8 Hotel dengan jumlah 332 kamar 5) Bintang 1 sebanyak 10 Hotel dengan jumlah 451 kamar b. Hotel Melati Jumlah hotel melati di DIY tahun 2012 sebanyak 447 Hotel dengan jumlah kamar sebanyak 8.230 buah (belum termasuk pondok wisata). Jumlah wisatawan mancanegara di Hotel bintang dan melati tahun 2012 sebanyak 197.751 orang, yang berarti mengalami kenaikan sebesar 16,62% di banding tahun 2011 sebanyak 169.565 orang. Jumlah wisatawan nusantara di Hotel bintang dan melati tahun 20112 sebanyak 2.162.421 orang, yang berarti mengalami kenaikan sebesar 50,36% di banding tahun 2011 sebanyak 1.438.129 orang.

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Jumlah keseluruhan wisatawan yang datang di DIY di Hotel bintang dan melati tahun 2012 sebanyak 2.360.172 yang berarti mengalami kenaikan sebesar 46,80% dibanding tahun 2011 sebanyak 1.607.694 orang 3. Pengunjung Tabel 4.3 Pertumbuhan Kunjungan Wisatawan ke DIY Tahun 2008 - 2012 TAHUN Wisatawan Mancanegara P ( %) Wisatawan Nusantara P ( %) Wisatawan Mancanegara dan Nusantara P ( %) 2008 128.660 24,64 1.156.097 0,86 1.284.757 2,83 2009 139.492 8,42 1.286.565 11,29 1.426.057 11 2010 152.843 9,57 1.304.137 1,37 1.456.980 2,17 2011 169.565 10,94 1.438.129 10,27 1.607.694 10,34 2012 197.751 16,62 2.162.422 50,36 2.360.173 46,8 Keterangan : P =: Pertumbuhan ; Sumber : Data Statistik Kepariwisataan DIY 2012 4. Sarana Penunjang Wisata Jumlah biro perjalanan wisata, cabang biro perjalanan wisata dan agen perjalanan wisata sebanyak 427 buah. Jumlah restaurant talam gangsa dan talam selaka di daerah istimewa yogyakarta sebanyak 59 buah. Jumlah rumah makan di provinsi daerah istimewa yogyakarta tipe a, b, dan c sebanyak 631 buah, sedangkan café sebanyak 20 buah.

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 D. Keadaan Ekonomi dan Keuangan 1. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kinerja ekonomi Provinsi DIY terus menguat setiap tahunnya, dan pada tahun 2010 pertumbuhan ekonominya mencapai 4,87% yang relatif jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,10%. Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh besarnya PDRB Provinsi DIY tahun 2010 yang mencapai 45Triliun. dan PDRB DIY atas harga berlaku tahun 2011 sekitar Rp. 51 Trilyun, terhadap Kontribusi nasional hanya sekitar 0,86 % atau berada pada posisi ke-20 nasional (tertinggi Kaltim, DKI, Riau). Empat sektor (4) penyumbang PDRB DIY dari yang besar yaitu Jasa-jasa (20,05%), Perdagangan hotel restoran (19,79%), Industri pengolah (14,36%) dan Pertanian (termasuk didalamnya kehutanan) (14,23%). Diagram 4.1 Komposisi PDRB Provinsi DIY (2011) Perdagangan, Hotel & Restoran Pertanian 21,04% 20,79% Jasa-Jasa Industri Pengolahan Pengangkutan & Komunikasi Lainnya 10,67% 17,19% 13,28% 17,04%

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 Pada dasarnya besarnya PDRB DIY didominasi oleh lima sektor usaha yaitu perdagangan, hotel dan restoran yang memberikan kontribusi terhadap PDRB sebesar 20,79%, lalu sektor pertanian sebesar 17,19%, sektor jasa-jasa sebesar 17,04%, sektor industri pengolahan sebesar 13,28%, serta sektor pengangkutan dan komunikasi 10,67%. Sedangkan keempat sektor lainnya bila diakumulasikan memberikan kontribusi yang cukup besar yaitu 21,04%. (Sumber : Data Kementerian Keuangan RI – Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan Tinjauan ekonomi dan keuangan daerah Provinsi DIY 2010 ) 2. PAD (Pendapatan Asli Daerah) Provinsi DIY Diagram 4.2 Komposisi PAD Kabupate/Kota Pajak daerah Retribusi daerah 28,1 6,6 38,2 27,2 Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Lain-lain PAD yang sah Diagram 4.3 Komposisi PAD Provinsi 3 4,6 7,9 Pajak daerah Retribusi daerah 84,4 Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Lain-lain PAD yang sah

(126) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 107 Tabel 4.4 Komposisi Pendapatan Asli Daerah Provinsi Yogyakarta Agregat Provinsi dan Kabupaten/ Kota (Rata-Rata Realisasi 2011 Uraian PAD Pajak daerah Retribusi daerah Kabupaten/Kota Provinsi 530.781 721.361 202.512 609.079 144.376 33.217 Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan 34.939 21.968 Lain-lain PAD yang sah 148.954 57.097 3. Kontribusi sektor Pariwisata terhadap PAD di DIY Tabel 4.5 Perkembangan Jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sub Sektor Pariwisata DIY Tahun 2010 - 2012 (per Kabupaten/Kota) 2010 2011 2012 NO. DATI II JUMLAH / Rp P K P K 1 50.472.624.960 52,70% 8,40% 56.368.254.594 53,10% 11,70% 76.842.342.512 50,20% 36,30% 2 KODYA YOGYAKARTA KAB SLEMAN 36.634.676.263 38,30% 16,00% 38.943.756.254 36,70% 6,30% 53.194.912.852 34,70% 36,60% 3 KAB BANTUL 5.098.131.002 5,33% 11,80% 7.399.158.783 6,97% 45,10% 12.529.648.331 8,18% 69,30% 4 KAB KULONPROGO KAB GUNUNG KIDUL PEMDA PROV. DIY JUMLAH 1.610.886.594 1,68% 207,70% 1.177.811.000 1,11% 2.110.851.769 1,38% 79,20% 1.845.743.858 1,90% 8,60% 2.309.007.231 2,20% 26,90% 25,10% 8.478.767.503 5,50% 267,20% 21.180.100 0,02% 11,50% 17.581.175 0,02% 17.876.510 0,01% 1,70% 95.683.242.777 100% 12,70% 106.215.569.037 100% 153.174.399.477 100% 44,20% PROSENTASE P 5 6 JUMLAH / Rp K PROSENTASE 17,00% 11,00% Sumber : Data Statistik Kepariwisataan 2012 JUMLAH / Rp PROSENTASE

(127) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 108 Tabel 4.6 Jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sub Sektor Pariwisata Se DIY Tahun 2008 - 2012 (per Kabupaten/Kota) NO KOTA SLEMAN BANTUL KULONPROGO GUNUNGKIDUL PEMDA DIY JUMLAH Pajak Hotel & Restaurant 72.199.315.171 48.975.872.016 3.679.499.071 482.303.069 884.376.758 TA 126.221.366.085 Pajak Tontonan / Hiburan 4.643.027.341 3.804.493.161 440.593.360 3.856.000 18.435.000 TA 8.910.404.862 Retribusi Obyek dan Daya Tarik Wisata TAP 384.302.415 8.407.105.900 1.288.533.000 3.620.669.200 TA 13.700.610.515 4 Retribusi Perijinan Usaha Pariwisata TAP TAP TAP TAP 3.932.090.845 TA 3.932.090.845 5 Retribusi Pengunaan Aset Milik Pemda ( Sewa /Bagi Hasil ) TAP 30.245.260 2.450.000 336.159.700 23.195.700 17.876.510 409.927.170 76.842.342.512 53.194.912.852 12.529.648.331 2.110.851.769 8.478.767.503 17.876.510 153.156.522.967 1 2 3 SUMBER TOTAL Sumber : Data Statistik Kepariwisataan 2012 Keterangan : TAP : Tidak Ada Punguntan TA : Tidak Ada

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 E. Keadaan Penduduk dan Tenaga Kerja Jumlah Penduduk Provinsi DIY (orang) dari sisi demografi, maka dapat kita lihat bahwa tren jumlah penduduk se-DIY walaupun mengalami kenaikan jumlah penduduk dari tahun 2007 hingga 2009, akan tetapi jumlah penduduknya mengalami penurunan pada tahun 2010. Daerah kabupaten/kota yang mempunyai populasi penduduk terbanyak setiap tahunnya adalah Kabupaten Sleman, sedangkan Kota Yogyakarta mempunyai populasi penduduk tersedikit. Tabel 4.7 Jumlah Kelahiran Penduduk Berdasarkan Daerah Daerah 2007 2008 2009 2010 Kota Yogyakarta 451,118 456,915 462,663 388,627 Kab. Kulon Progo 374,445 374,783 374,921 388,869 Kab. Gunung Kidul 685,21 686,772 688,153 675,382 Kab. Bantul 896,994 909,812 922,566 911,503 Kab. Sleman 1,026,767 1,040,220 1,053,566 1,093,110 Prov. DI Yogyakarta 3,434,534 3,468,502 3,501,869 3,457,491 Sumber: BPS (DIY dalam Angka 2010 dan 2011) Tabel 4.8 Persentase Jumlah Penduduk setiap Daerah di DIY Persentase Jumlah Penduduk per Kabupaten/Kota (%) Tahun Provinsi Kulonprogo Yogyakarta Gunungkidul Bantul Sleman DIY 2008 11,37 11,52 19,91 26,11 31,09 100 2009 11,31 2010 11,25 11,37 19,71 26,25 31,36 100 11,24 19,53 26,36 31,62 100 Sumber: BPS (DIY dalam Angka 2010 dan 2011)

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 Tabel 4.9 Jumlah SDM/Tenaga kerja di DIY Jumlah /jiwa (ribu No SDM/Tenaga Kerja orang) 1 Usia Kerja (usia 15 – 60 tahun) - Angkatan Kerja 1.882.296 Bekerja 1.775.148 Pengangguran 107.148 - Bukan angkatan kerja 815.838 - Sekolah 279.42 SMP 21.27 SMA 16.37 Universitas 154.222 - Mengurus rumah tangga 436.63 2 Bukan usia kerja (0 s/d 15 tahun, dan > 60 tahun) 0 – 15 tahun 602.6 > 60 tahun 451.1 Sumber: BPS (DIY dalam Angka 2010 dan 2011) (Sumber : Data Kementerian Keuangan RI – Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan - Tinjauan ekonomi dan keuangan daerah Provinsi DIY 2010) F. Administrasi Pemerintah Pemerintahan Daerah adalah Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pemerintah Daerah bertanggungjawab sebagai eksekutif dan DPRD bertanggungjawab sebagai legislatif. Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dipimpin oleh seorang Gubernur dengan ibukota propinsi adalah Kota Yogyakarta. Untuk melaksanakan tugasnya, dalam merumuskan kebijakan penyelengaraan pemerintahan dan pembangunan, serta pelayanan masyarakat

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 terdapat unsur-unsur pembantu Pimpinan Pemerintah Daerah yaitu Sekretariat Daerah (Setda), Lembaga Teknis Daerah, dan Dinas Daerah. Sekretariat Daerah terdiri: 1. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan RAkyat 2. Asisten Perekonomian dan Pembangunan 3. Asisten Administrasi Umum Biro - Biro : 1. Biro Tata Pemerintahan; 2. Biro Hukum; 3. Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan; 4. Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam; 5. Biro Administrasi Pembangunan; 6. Biro Organisasi; 7. Biro Umum, Hubungan Masyarakat dan Protokol. Lembaga teknis daerah terdiri dari: 9 Badan (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Badan Kepegawaian Daerah, Badan Pendidikan dan Pelatihan, Badan Lingkungan Hidup, Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluihan, Badan Kerjasama dan Penanaman Modal, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat) dan 3 Kantor, sedangkan Dinas Daerah sejumlah 13 Dinas. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri dari 4 kabupaten dan 1 kota dengan 78 kecamatan dan 438 kelurahan / desa yaitu:

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 1) Kabupaten Kulonprogo terdiri dari 12 kecamatan dan 88 kelurahan/desa 2) Kabupaten Bantul terdiri dari 17 kecamatan dan 75 kelurahan/desa 3) Kabupaten Gunungkidul terdiri dari 18 kecamatan dan 144 kelurahan /desa 4) Kabupaten Sleman terdiri dari 17 kecamatan dan 86 kelurahan/desa 5) Kota Yogyakarta terdiri dari 14 kecamatan dan 45 kelurahan. G. Situasi Sosial Ekonomi 1. Pendidikan Pendidikan yang bersifat Negeri maupun swasta di Yogyakarta sangat beragam, sehingga dapat dikatakan hampir tidak ada cabang ilmu pengetahuan yang tidak diajarkan di kota ini. Hal ini telah menjadikan Yogyakarta tumbuh sebagai kota pelajar dan pusat pendidikan terkemuka di Indonesia maupun Mancanegara. Berbagai macam sarana dan prasarana penunjang pendidikan di Yogyakarta telah tersedia dan sangat memadai. Sedangkan mobilitas paling populer di kalangan pelajar dan mahasiswa disamping sarana transportasi umum yang banyak terdapat di Yogyakarta umumnya mereka menggunakan sepeda atau sepeda motor. Alat transportasi ini banyak dipergunakan pula oleh para karyawan, pegawai, pedagang dan masyarakat luas. Pagi hingga malam hari, sepeda dan sepeda bermotor selalu nampak di sepanjang jalan yang ada di Yogyakarta, maka disamping Yogyakarta dikenal sebagai Pusat Pendidikan dan juga Kota Sepeda. Disamping itu Daerah Istimewa

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 Yogyakarta juga berupaya untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan akan sarana pendukung kegiatan pendidikan, diantaranya Perpustakaan yang tersedia di pusat Kota, dan sarana transportasi juga senantiasa ditingkatkan sebagai tindakan untuk memberikan dukungan terhadap kegiatan pendidikan. Berikut ini adalah data-data yang terkait dengan kegiatan pendidikan di Yogyakarta : Tabel 4.10 Data Jumlah Pendidikan Tinggi Negeri dan Swasta di DIY Tahun Pelajaran 2011/2012 No. Jenis Pendidikan Tinggi Jumlah 1. Perguruan Tinggi (Negeri) 5 2. Perguruan Tinggi (Kedinasan) 7 3. Perguruan Tinggi Swasta (Universitas) 18 4. Perguruan Tinggi Swasta (Institut) 4 5. Perguruan Tinggi Swasta (Sekolah Tinggi) 42 6. Perguruan Tinggi Swasta (Politeknik) 8 7. Perguruan Tinggi Swasta (Akademi) 56 Jumlah 140 Sumber Data: Direktori Perguruan Tinggi Yogyakarta Tahun 2011 (Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY)

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 Tabel 4.11 Data Jumlah Sekolah Negeri Dan Swasta DIY Tahun Pelajaran 2011/2012 N o Kabupaten/K ota 1. TK SD SMP SMA SMK N S J N S J N S J N S J N S J Kulon progo 3 318 321 290 59 349 36 31 67 1 1 5 16 1 1 24 35 2. Bantul 1 494 495 273 73 346 47 38 85 1 9 1 5 34 1 3 23 36 3. Gunung kidul 6 547 553 435 52 487 59 48 10 7 1 1 1 3 24 1 3 28 41 4. Sleman 4 476 480 381 11 7 498 54 50 10 4 1 7 2 8 45 8 44 52 5. Yogyakarta 2 206 208 107 75 182 16 41 57 1 1 3 6 47 8 20 28 1 6 2.04 1 2.05 7 1.48 6 37 6 1.86 2 21 2 20 8 42 0 6 9 9 7 16 6 5 3 13 9 19 2 Provinsi DIY Sumber Data: http://www.pendidikan diy.go.id/ (Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY) Keterangan: N = Negeri S = Swasta J = Jumlah 2. Tenaga Kerja Jumlah penduduk yang merupakan angkatan kerja di Provinsi DI Yogyakarta sebesar 1.844.275 orang, di mana sejumlah 1.798.207 orang diantaranya bekerja, sedangkan 46.068 orang merupakan pencari kerja. Dari hasil Sensus Penduduk 2010, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Provinsi DI Yogyakarta sebesar 68,45 persen, di mana TPAK laki-laki lebih tinggi daripada TPAK perempuan, yaitu masing-masing sebesar 77,63 persen dan 59,69 persen. Sementara itu, bila dibandingkan menurut perbedaan wilayah, TPAK di perkotaan lebih rendah daripada perdesaan, masing-masing sebesar 63,09 persen dan 79,10 persen. Tiga

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 kabupaten/kota di Provinsi DI Yogyakarta dengan TPAK tertinggi berturut-turut adalah Kabupaten Gunung Kidul (80,23), Kabupaten Kulon Progo (73,90), dan Kabupaten Bantul (68,52). Dengan jumlah pencari kerja sejumlah 46 068 orang, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di provinsi ini mencapai 2,50 persen. 3. Budaya dan Nilai Dasar falsafah pembangunan daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) adalah Hamemayu Hayuning Bawono, sebagai citacita luhur untuk menyempurnakan tata nilai kehidupan masyarakat Yogjakarta berdasarkan nilai budaya daerah yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Hamemayu Hayuning Bawono bermakna suatu filosofi kepemimpinan yang selalu mengupayakan peningkatan kesejahteraan rakyat dan mendorong terciptanya sikap serta perilaku hidup individu yang menekankan keselarasan dan keserasian antara sesama manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Illahi dalam melaksanakan hidup dan kehidupannya. Hakikat budaya adalah hasil cipta, karsa dan rasa, yang diyakini masyarakat sebagai sesuatu yang benar dan indah. Demikian pula budaya Ngayogyakarta Hadiningrat, yang diyakini sebagai salah satu acuan dalam kehidupan bermasyarakat. Secara filosofis, budaya jawa, khususnya budaya Ngayogyakarta Hadiningrat dapat digunakan sebagai sarana untuk mewujudkan masyarakat ayom, ayem, tata, titi tentrem, karto raharjo. Dengan perkataan lain, budaya tersebut akan bermuara pada masyarakat.

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Pada bab ini dibahas hasil dari pengumpulan data dan pengelolaan data serta pembahasannya. Pada penelitian ini yang dilakukan sebanyak dua kali tahap pencarian data. Penelitian pertama, penggalian data dilakukakan dengan metode wawancara (expert interview) sedangkan penelitian tahap kedua dilakukan melalui kuesioner. Hasil pada penelitian pertama akan membahas mengenai hasil wawancara dari para praktisi pariwisata dan pemerintah di bidang Pariwisata. Dan hasil pada penelitian tahap kedua merupakan hasil-hasil dari pengelohan data, analisis data dan pengujian hipotesis. A. Penelitian Tahap I (Pertama) Penelitian tahap pertama dilakukan dengan metode wawancara (expert interview), dengan narasumber yaitu para praktisi dan pakar dalam kepariwisataan khususnya di DIY. Pemilihan narasumber berikut, berdasarkan pada kompetensi dari setiap pelaku pariwisata, penyedia pariwisata, bagian promosi pariwisata, dan tentunya pemerintah dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi DIY. Yang dirasa mampu untuk memberikan pandangan secara umum terhadap citra destinasi pariwisata DIY yang mendukung instrumen penelitian pada tahap kedua. Berikut adalah narasumber-narasumber yang dipilih peneliti untuk menggali berbagai informasi yang berhubungan dengan Citra Destinasi DIY : 116

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 1. Bapak Andi Muahammad Mudhi’uddin sela ku Ketua HPI (Himpunan Pemandu Wisata) Provinsi DIY dan asesor kompetensi pemandu wisata oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (Indonesian Professional Sertification Authority). Dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 8 Mei 2014 pukul 13.00 hingga 14.00 bertempat di Rg. Lab. Kewirausahaan Gedung FE Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Yang akan disebut sebagai responden I. 2. Bapak Irsyam Sigit Wibowo selaku Bendahara Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY). Dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 20 Mei 2014 pukul 13.00 hingga 15.00 bertempat di Jl.Ngeksigondo No.54 Kotagede Yogyakarta (kediaman bapak Irsyam). Yang akan disebut sebagai responden II. 3. Bapak Aria Nugrahadi selaku kepala bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Provinsi DIY. Dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 22 Mei 2014 pukul 19.00 hingga 22.30 bertempat di Pendopo nDé Luweh Jl.Ngeksigondo No.54 Kotagede Yogyakarta. Yang akan disebut sebagai responden III. Waktu pelaksanaan penelitian tahap pertama ini dilakukan dari tanggal 8 Mei 2014 hingga 22 Mei 2014. Analisis data yang digunakan pada penelitian tahap pertama ini menggunakan metode Content Analys dan Common-Theme Approach. Maka hasil dari wawancara tersebut sebagai berikut :

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Citra Destinasi Pariwisata DIY (Content Analys) a) Citra yang sering diucapkan oleh responden pertama yaitu : Daya tarik wisata yang sangat beragam Kuliner yang beragam Penginapan dengan harga yang terjangkau Aksesibilitas Mudah Intergrated City (sebuah 1 kesatua) Living Culture (budaya yang hidup) Wisata malam yang unik Jogja memiliki fasilitas yang lengkap Mudah mendapatkan yang dicari wisatawan SDM pelaku pariwisata (Pemandu) sangat baik Jogja sangat familiar Ramah dan Nyaman Jogja Unik Akomodasi yang mudah didapat Miniatur Indonesia Kehidupan malam yang hidup b) Citra yang sering diucapkan oleh responden kedua yaitu : Kota Budaya Kota Kuliner Sebagai Kota kenangan yang berkesan Indonesia Mini Nyaman Aman Bersih Antraksi Wisata yang beragam Jogja tidak pernah tidur Penduduk yang ramah 118

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pedagang yang sopan dalam menjual barang dagangan Akomodasi dan fasilitas dengan harga terjangkau Jogja terkenal c) Citra yang sering diucapkan oleh responden ketiga yaitu : Small City (wilayah yang kecil) Ramah Aksessibel bagi wisatawan Aman Nyaman Pluralisme (hidup harmonis) Miniatur Indonesia Harmonis Kota Kuliner Suasananya sangat enak Harga terjangkau Akomodasi yang sangat baik Kota dengan skala manusia Beragam Daya tarik wisata yang berkelas dunia Kehidupan malam yang banyak diminati Akomodsi yang baik Suasana yang sangat terjaga (maintance) 2. Citra Destinasi Pariwisata DIY (Common-Theme Approach) a. Daya tarik wisata beragam/berkelas dunia b. Kuliner yang beragam c. Kota Budaya d. Miniatur Indonesia e. Kota Pendidikan/pelajar f. Nyaman 119

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 g. Masyarakat Lokal yang ramah h. Harmonis i. Aksesibilitas yang mudah j. Terkenal k. Memiliki fasilitas penginapan dan akomodasi yang terjangkau l. Akomodasi yang lengkap dan beragam (lengkap) m. Bersih n. Kehidupan malam yang hidup (wisata malam) o. Ragamnya atraksi wisata (event) p. Transportasi yang memadai q. Aman r. Unik (khas) s. Masyarakat merasa menjadi among tamu t. Masyarakat yang toleran u. Kota kenangan yang berkesan v. Sebagai pelepas penat bagi wisatawan kota besar Keterangan : a – j = 3 narasumber ; k – v = disebut oleh 2 narasumber

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 B. Penelitian Tahap Kedua 1. Hasil Data Karakteristik Responden a. Data Identitas Responden Wisatawan Nusantara (n=100) 1) Wisatawan berdasarkan Jenis Kelamin Diagram 5.1 dan Tabel 5.1 Jenis Kelamin Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Grand Total 55% 45% L Presentase (%) 45% 55% 100% P Jumlah responden wisatawan menurut jenis kelaminnya dibagi menjadi 2 bagian yaitu laki-laki dan perempuan dengan persentase seperti tabel 5.1 diatas yaitu jumlah perempuan lebih banyak daripada laki-laki dengan 55 orang berjenis kelamin perempuan berbanding 45 orang berjenis kelamin laki-laki. 2) Wisatawan Berdasarkan kota asal (n=100) Berdasarkan data responden tentang daerah asal dari wisatawan didapatkan hasil sebagai berikut :

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 Tabel 5.2 Jumlah Kota Asal dari Wisatawan Kota Asal Jumlah Wisatawan Solo Jakarta Kalimantan Barat Bandung Surabaya Klaten Kalimantan Selatan Bengkulu Padang Ciamis Palembang Maluku Riau Jepara Kebumen Purwokerto Cepu Batam Blitar Indramayu Magelang 11 9 6 5 4 4 4 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Tabel 5.3 Dari Negara Lain Kediri Semarang Purworejo Ambarawa Madiun Salatiga Jember Sukoharjo Magetan Jawa Timur Malang Bali Manggarai-flores Bogor Banjar Boyolali Tegal Purbalingga Lampung Jombang Grand Total Jumlah Wisatawan 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 96 Tabel 5.4 Pembagian Berdasarkan Wilayah USA Jumlah Wisatawan 2 Jepang 1 Johor - Malaysia 1 Grand Total 4 Negara Asal Kota Asal Daerah Asal Jumlah Wisatawan Pulau Jawa 69 Luar Pulau Jawa 27 Luar Negeri 4 Grand Total 100

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 Diagram 5.2 Persentase Jumlah Wisatawan berdasarkan Wilayah Asalnya 4% 27% Pulau Jawa Luar Pulau Jawa Luar Negeri 69% Daerah Asal Wisatawan Dalam hasil dari tabel-tabel diatas, wisatawan berasal dari berbagai kota di Indonesia, baik itu di dalam Pulau Jawa, luar Jawa, bahkan luar negeri. Kota-kota yang berada di dalam Pulau Jawa berada pada jumlah kota asal wisatawan yang paling banyak, bahkan kota-kota disekitar DIY yang menjadi kota asal wisatawan tertinggi yaitu Kota Solo dan beberapa kota yang cukup tinggi jumlahnya seperti Klaten dan Purwerejo. Namun kota-kota besar seperti DKI Jakarta, Surabaya dan Bandung tetap menjadi kota asal wisatawan yang berada dalam posisi teratas, dalam jumlah wisatawan yang datang yang dilihat dari kota asalnya.

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 3) Usia dari Wisatawan Diagram 5.3 dan Tabel 5.5 35-40 tahun 10% 29-34 tahun 10% Tanpa Keterangan 1% > 41 tahun 13% 23-28 tahun 25% 17-22 tahun 41% No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Usia Responden 17-22 tahun 23-28 tahun > 41 tahun 35-40 tahun 29-34 tahun Tanpa Keterangan Grand Total Jumlah 41 25 13 10 10 1 100 Usia Wisatawan Kelompok usia remaja yaitu 17 – 22 tahun menjadi jumlah persentase yang paling tinggi, ini dapat dilihat pada tabel 5.5 yang menyembutkan terdapat 41 orang wisatawan yang berusia 17 – 22 tahun, diikuti usia 23 -28 tahun dengan jumlah 25 orang wisatawan. Hal ini menyebutkan bahwa pada usia tersebut merupakan usia yang cukup tinggi sebagai kelompok usia yang terbanyak sebagai wisatawan yang mengunjungi DIY.

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 4) Pendidikan dari responden Diagram 5.4 dan Tabel 5.6 lain-lain 2% Pasca Sarjana 7% SD 1% SLTP 7% SLTA 40% Sarjana 43% Tingkat Pendidikan SD SLTP SLTA Sarjana Pasca Sarjana lain-lain (*) Grand Total Jumlah Wisatawan 1 7 40 43 7 2 100 Pendidikan terakhir *Keterangan dari Lain-lain antara lain : Diploma 3, Diploma 4, dan Akademi Data responden mengenai pendidikan terakhir yang diisikan sendiri oleh setiap responden ini menjadi informasi tersendiri sebagai jumlah wisatawan yang datang dilihat dari tingkat pendidikannya. Dan tingkat pendidikan sarjana dan SLTA menjadi jumlah yang cukup tinggi dibanding dengan tingkat pendidikan yang lain. Terdapat hubungan yang kuat antara tingkat pendidikan wisatawan terhadap citra destinasi DIY sebagai kota pelajar, ini terlihat dari banyak jumlah pelajar yang sedang menempuh pendidikan tinggi dan sekolah menengah atas yang memilih berkunjung ke DIY, yang tentunya didukung dengan sarana-sarana pelajar untuk menambah ilmu dan pengetahuan dengan kegiatan-kegiatan study banding, Live in, kunjungan perusahaan dan mengunjungi musiummusium yang dapat menfasilitasi tujuan meraka untuk mencari informasi yang berguna bagi pendidikannya.

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 5) Pekerjaan dari responden Diagram 5.5 dan Tabel 5.7 Ibu Rumah Tangga 5% Wiraswasta Profesional 1% Lain-lain 3% Pekerjaan Pelajar 48% 13% Pegawai Swasta 14% Pegawai Negeri 16% Pekerjaan Pelajar Pegawai Negeri Pegawai Swasta Wiraswasta Ibu Rumah Tangga Profesional Lain-lain Grand Total Jumlah Wisatawan 48 16 14 13 5 1 3 100 *Keterangan dari Lain-lain antara lain : Guru Honorer, Buruh,dan Pensiunan Dan kelompok pekerjaan dari wisatawan yang datang ke DIY, dapat dilihat kembali, pelajar menjadi kelompok yang memiliki jumlah yang cukup besar, dapat dilihat di tabel 5.7 bahwa pelajar berada di tempat pertama dengan jumlah 48 orang wisatawan, diikuti pegawai negeri sipil dengan jumlah 16 orang wisatawan sebagai kelompok pekerjaan yang memiliki jumlah paling tinggi. Namun kelompok pekerjaan lain berada dengan jumlah rata-rata yang tidak jauh berbeda, ini memperlihatkan juga bahwa wisatawan yang datang ke DIY berasal dari latar belakang pekerjaan yang cukup beragam.

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 6) Pengeluaran dari responden Diagram 5.6 dan Tabel 5.8 Rp. 3.500.000 Rp. Rp. 5.000.000 2.600.000 - 10% Rp. 3.500.000 13% Rp. 1.000.000Rp.2.500.0 00 41% > Rp 5.000.000 9% tanpa keteranga n 3% < Rp. 1.000.000 24% Pengeluaran per bulan responden < Rp. 1.000.000 Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 Rp. 3.500.000 - Rp. 5.000.000 > Rp 5.000.000 tanpa keterangan* Grand Total Jumlah Wisatawan 24 41 13 10 9 3 100 Pengeluaran *Keterangan : tidak terisi jawaban pada pilihan jawaban pada kuesioner Data pengeluaran keluarga tiap bulannya menjadi informasi tersendiri sebagai pembagian karakeristik wisatawan dalam menentukan tempat wisata jika faktor ini dapat mempengaruhi kunjungan tersebut, sesuai data yang ada pada tabel 5.8, menyebutkan pengeluaran antara Rp. 1 juta hingga Rp. 2,5 juta menjadi kelompok pengeluran yang tertinggi dengan persentase 41 %, diikuti kelompok pengeluaran dibawah dari Rp. 1 juta dengan 24 %. Dan pada kelompok pengeluaran lain, rata-rata dari jumlahnya tidak terlalu berbeda antara satu dengan yang lain. Hal tersebut dapat kita hubungkan dengan lama tinggal dari wisatawan dilihat dari kemampuan ekonominya, dan juga destinasi DIY bukan merupakan destinasi yang perlu memerlukan cukup banyak biaya terlihat dari

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 kelompok pengeluaran diatas, dan citra bahwa biaya hidup dan akomodasi di DIY itu relatif terjangkau bisa menjadi salah satu alasannya. 7) Lama menginap/tinggal Diagram 5.7 dan Tabel 5.9 Tanpa Keterangan 4 Hari – 6 Hari 11% Lama Tinggal 1% < 2 Hari 35% 2 Hari – 3 Hari 21% < 2 Hari Jumlah Wisatawan 35 > 6 Hari 32 2 Hari – 3 Hari 21 4 Hari – 6 Hari 11 Tanpa Keterangan 1 Grand Total > 6 Hari 32% 100 Lama tinggal Lama tinggal dari wisatawan berada pada rata-rata yang bisa dikatakan berimbang antara kelompok lama tinggal diatas, seperti data yang terdapat pada tabel 5.9. Kelompok lama tinggal kurang dari 2 hari menjadi pilihan yang memiliki jumlah cukup tinggi yaitu 35 orang wisatawan, dan lama tinggal lebih dari 6 hari di urutan kedua dengan jumlah 32 orang. Dan pada peneliti mencoba mencari rata-rata lama tinggal dengan perhitungan nilai minimum dari masing-masing lama tinggal, seperti contohnya kelompok lama tinggal 2 – 3 hari, akan diberi nilai 2 hari, dan lama tinggal 4 – 6 hari diberi nilai 4 hari pada perhitungan. Dan hasilnya menjelaskan bahwa 3,2 hari menjadi rata-rata lama tinggal wisatawan di DIY.

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 8) Grafik Jumlah wisatawan berdasarkan usia dan Jenis Kelamin Diagram 5.8 30 25 27 20 15 L 14 10 14 P 11 5 7 6 4 6 6 4 0 17-22 tahun 23-28 tahun > 41 tahun 35-40 tahun 29-34 tahun Usia Responden Dalam diagram diatas dijelaskan mengenai pembagian jenis kelamin wisatawan berdasarkan pada kelompok usia, disini dapat dilihat terdapat perbedaan yang cukup signifikan pada kelompok usia 17 – 22 tahun yaitu terdapat selisih 13 orang wisatawan, berbeda dengan jumlah laki-laki dan perempuan pada kelompok usia yang lain. 9) Grafik Pengeluaran berdasarkan pekerjaan dari wisatawan Diagram 5.9 Pengeluaran dan Pekerjaan 26 17 16 6 8 5 3 3 4 6 5 3 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 < Rp. 1.000.000 Rp. 1.000.000 – Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 - > Rp 5.000.000 Rp.2.500.000 Rp. 3.500.000 Rp. 5.000.000 Ibu Rumah Tangga Pegawai Negeri Pegawai Swasta Pelajar Profesional Wiraswasta

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 b. Data Identitas Responden Penduduk Lokal (n=100) 1) Penduduk berdasarkan Jenis Kelamin Diagram 5.10 dan Tabel 5.10 Jenis Kelamin 44% L P 56% Presentase (%) Perempuan 44% Laki-laki 56% Grand Total 100% Jenis Kelamin Jumlah responden penduduk menurut jenis kelaminnya dibagi menjadi 2 bagian yaitu laki-laki dan perempuan dengan persentase seperti tabel 5.10 diatas yaitu jumlah laki-laki lebih banyak daripada perempuan dengan 56 orang berjenis kelamin laki-laki berbanding 44 orang berjenis kelamin perempuan. 2) Usia dari Penduduk Diagram 5.11 dan Tabel 5.11 9% 6% 12% 49% 17-22 tahun > 41 tahun 23-28 tahun 29-34 tahun 35-40 tahun 24% Usia No Usia Responden Jumlah 1. 2. 3. 4. 5. 17-22 tahun > 41 tahun 23-28 tahun 29-34 tahun 35-40 tahun Grand Total 49 24 12 9 6 100

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 Kelompok usia remaja yaitu 17 – 22 tahun menjadi jumlah persentase yang paling tinggi, ini dapat dilihat pada tabel 5.11 yang menyembutkan terdapat 49 orang penduduk yang berusia 17 – 22 tahun, diikuti usia lebih dari 41 tahun dengan jumlah 24 orang penduduk. 3) Pendidikan dari responden Diagram 5.12 dan Tabel 5.12 lain-lain 5% Pasca Sarjana 1% SD 3% SLTP 1% SLTA 66% Sarjana 24% Tingkat Pendidikan SD SLTP SLTA Sarjana Pasca Sarjana lain-lain (*) Grand Total Jumlah Penduduk 3 1 66 24 1 5 100 Pendidikan *Keterangan dari Lain-lain antara lain : Diploma 3, Diploma 4, dan tidak sekolah Data responden mengenai pendidikan terakhir yang diisikan sendiri oleh setiap responden ini menjadi informasi tersendiri sebagai jumlah penduduk dilihat dari tingkat pendidikannya. Dan tingkat pendidikan SLTA dan Sarjana menjadi jumlah yang cukup tinggi dibanding dengan tingkat pendidikan yang lain.

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 4) Pekerjaan dari responden Diagram 5.13 dan Tabel 5.13 4% Pelajar 3% Pekerjaan 6% Pegawai Swasta 6% Wiraswasta Pegawai Negeri 12% Lain-lain 49% Profesional Ibu Rumah Tangga 20% Pekerjaan Pelajar Pegawai Swasta Wiraswasta Pegawai Negeri Lain-lain Profesional Ibu Rumah Tangga Grand Total Jumlah Penduduk 49 20 12 6 6 4 3 100 *Keterangan dari Lain-lain antara lain : Guru Honorer, Buruh,dan Pensiunan Dan kelompok pekerjaan dari penduduk di DIY, dapat dilihat kembali, pelajar menjadi kelompok yang memiliki jumlah yang cukup besar, dapat dilihat di tabel 5.13 bahwa pelajar berada di tempat pertama dengan jumlah 49 orang penduduk, diikuti pegawai negeri swasta dengan jumlah 20 orang penduduk sebagai kelompok pekerjaan yang memiliki jumlah paling tinggi. Namun kelompok pekerjaan lain berada dengan jumlah rata-rata yang tidak jauh berbeda, ini memperlihatkan juga bahwa penduduk di DIY berasal dari latar belakang pekerjaan yang cukup beragam.

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 5) Pengeluaran dari responden Diagram 5.14 4% 8% 36% < Rp. 1.000.000 Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 13% Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 39% Rp. 3.500.000 - Rp. 5.000.000 > Rp 5.000.000 Pengeluaran Tabel 5.14 Pengeluaran per bulan responden < Rp. 1.000.000 Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 Rp. 3.500.000 - Rp. 5.000.000 > Rp 5.000.000 Grand Total Jumlah Penduduk 36 39 13 4 8 100 Data pengeluaran keluarga tiap bulannya menjadi informasi tersendiri sebagai pembagian karakeristik penduduk, sesuai data yang ada pada tabel 5.14, menyebutkan pengeluaran antara Rp. 1 juta hingga Rp. 2,5 juta menjadi kelompok pengeluran yang tertinggi dengan persentase 39 %, diikuti kelompok pengeluaran dibawah dari Rp. 1 juta dengan 36 %. Dan pada kelompok pengeluaran lain, rata-rata dari jumlahnya tidak terlalu berbeda antara satu dengan yang lain.

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 6) Lama tinggal Diagram 5.15 dan Tabel 5.15 17% 5% Lama Tinggal 3% 1% < 1 Tahun 74% 2 tahun – 5 Tahun Jumlah < 1 Tahun 2 tahun – 5 Tahun 6 Tahun – 10 Tahun 3 17 5 > 10 Tahun tanpa keterangan 74 1 Grand Total 100 6 Tahun – 10 Tahun > 10 Tahun Lama Tinggal Lama tinggal dari penduduk memiliki perbedaan yang cukup signifikan antar kelompok lama tinggal, seperti data yang terdapat pada tabel 5.15, Kelompok lama lebih dari 10 tahun menjadi pilihan yang memiliki jumlah sangat tinggi yaitu 74 orang penduduk, dan lama tinggal antara 2 tahun hingga 5 tahun berada di urutan kedua dengan jumlah 17 orang. Ini jelas membuktikan karateristik yang diharapkan peneliti cukup baik, jika dilihat dari jumlah penduduk yang lebih dari 10 tahun, karena persepsi mengenai citra destinasi DIY tentunya akan sangat kuat jika dibanding dengan penduduk yang belum lama tinggal di DIY.

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 7) Grafik Jumlah penduduk berdasarkan usia dan Jenis Kelamin Diagram 5.16 32 28 21 12 12 16 7 8 L 5 5 4 4 4 P 2 2 1 17-22 tahun 23-28 tahun 29-34 tahun 35-40 tahun > 41 tahun Dalam diagram diatas dijelaskan mengenai pembagian jenis kelamin penduduk berdasarkan pada kelompok usia, disini dapat dilihat tidak terdapat perbedaan yang cukup signifikan pada setiap kelompok usia. 8) Grafik pengeluaran berdasarkan pekerjaan penduduk Diagram 5.17 32 23 20 16 Ibu Rumah Tangga Lain-lain 10 8 5 5 Pegawai Negeri 4 4 4 3 2 3 3 22 2 Pegawai Swasta 3 Pelajar 2 2 Profesional 1 11 1 1 11 1 < Rp. 1.000.000 Rp. 1.000.000 Rp. 2.600.000 -Rp. 3.500.000 – Rp.2.500.000 Rp. 3.500.000 Rp. 5.000.000 > Rp 5.000.000

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 2. Pengujian Instrumen Sebelum melakukan pengelohan data, peneliti melakukan pengujian instrumen terlebih dahulu, yaitu pengujian validitas dan reliabilitas. Dengan menggunakan alat ukur instrumen yang valid dan reliabel dalam proses pengumpulan data, maka diharapkan hasil penelitian akan menjadi valid dan reliabel. Pengujian validitas dan reliabilitas akan dilakukan pada keseluruhan sampel. Dalam melakukan pengujian instrumen ini peneliti menggunakan alat bantu software IBM SPSS Statistics 20. a. Uji Validitas Uji validitas penelitian ini pada variabel citra destinasi, minat wisatawan berkunjung kembali dan minat penduduk memberikan hospitality bagi wisatawan. Uji validitas dilakukan dengan menggunakan uji korelasi product moment, dari Pearson pada level signifikansi 5%. Untuk responden berjumlah 100, dapat diperoleh derajat bebas df sebesar 100 – 2 = 98. Untuk df = 98 dengan alpha 0,05 (5%) dengan 2 ekor, diperoleh nilai r tabel sebesar 0.197. Hasil pengujian validitas variabel – variabel tampak pada tabel berikut : No 1 2 3 4 5 Tabel 5.16 Hasil pengujian Validitas Variabel Citra Destinasi (C) Bagi Wisatawan Bagi Penduduk Lokal Variabel r tabel r hitung Ket r tabel r hitung Ket C1 0,197 Valid 0,197 0,395 Valid 0,337 C2 0,197 Valid 0,197 0,536 Valid 0,416 C3 0,197 Valid 0,197 0,569 Valid 0,531 0,598 C4 0,197 Valid 0,197 Valid 0,576 0,517 C5 0,197 Valid 0,197 Valid 0,525

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 C6 C7 C8 C9 C10 C11 C12 C13 C14 C15 C16 C17 C18 C19 C20 C21 C22 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,679 0,557 0,684 0,466 0,416 0,547 0,612 0,451 0,252 0,428 0,596 0,455 0,564 0,67 0,55 0,633 0,545 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,685 0,549 0,721 0,454 0,535 0,51 0,449 0,673 0,387 0,471 0,543 0,7 0,503 0,553 0,658 0,578 0,543 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 Tabel 5.17 Hasil pengujian Validitas Variabel Dependent No Indikator/Variabel r tabel r hitung Keterangan Minat Wisatawan Berkunjung kembali (Q) 1 2 3 Q1 Q2 Q3 4 5 6 7 8 Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 0,197 0,855 Valid 0,197 0,891 Valid 0,197 0,889 Valid Minat Penduduk memberikan hospitality bagi wisatawan (Y) 0,197 0,197 0,197 0,197 0,197 0,796 0,84 0,776 0,759 0,663 Valid Valid Valid Valid Valid 137 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 Dari Tabel 5.16 dan 5.17dapat diketahui bahwa nilai signifikan r hitung seluruh butir pertanyaan lebih besar dari signifikan (α) = 0,05 atau r tabel = 0.197. Apabila r hitung lebih besar dari r tabel dapat ditarik kesimpulan bahwa seluruh butir pertanyaan pada penelitian ini dinyatakan valid. (Sumber : Pengelolaan Data Primer, 2014) b. Uji Reliabilitas Reliabilitas instrumen menunjukan konsisten alat ukur dalam mengukur gejala yang sama. Dalam penelitan ini diukur dengan menggunakan Cronbach Alpha. Interprestasi reliabilitas dapat dikatakan baik/tinggi apabila lebih dari 0,6 sampai 1 dan kurang dari itu reliabilitas buruk/rendah. Uji reliabilitas dengan teknik Cronbach Alpha ditampilkan pada tabel 5.16 dan 5.17 berikut : Tabel 5.18 Hasil pengujian Reliabilitas Citra Destinasi No Variabel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C8 C9 C10 C11 C12 Bagi Wisatawan r Cronbach Ket hitung Alpha 0,874 0,6 Reliabel 0,872 0,6 Reliabel 0,868 0,6 Reliabel 0,866 0,6 Reliabel 0,868 0,6 Reliabel 0,862 0,6 Reliabel 0,867 0,6 Reliabel 0,863 0,6 Reliabel 0,870 0,6 Reliabel 0,871 0,6 Reliabel 0,867 0,6 Reliabel 0,865 0,6 Reliabel Bagi Penduduk Lokal r Cronbach Ket hitung Alpha 0,890 0,6 Reliabel 0,886 0,6 Reliabel 0,885 0,6 Reliabel 0,884 0,6 Reliabel 0,886 0,6 Reliabel 0,881 0,6 Reliabel 0,886 0,6 Reliabel 0,880 0,6 Reliabel 0,888 0,6 Reliabel 0,886 0,6 Reliabel 0,887 0,6 Reliabel 0,888 0,6 Reliabel

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 C13 C14 C15 C16 C17 C18 C19 C20 C21 C22 0,871 0,878 0,869 0,865 0,870 0,866 0,863 0,867 0,864 0,867 0,6 0,6 0,6 0,6 0,6 0,6 0,6 0,6 0,6 0,6 Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel 0,882 0,892 0,888 0,886 0,881 0,887 0,885 0,882 0,885 0,886 0,6 0,6 0,6 0,6 0,6 0,6 0,6 0,6 0,6 0,6 139 Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Tabel 5.19 Hasil pengujian Reliabilitas Variabel Dependent No Indikator/Variabel r hitung Cronbach Alpha Keterangan Minat Wisatawan Berkunjung kembali (Q) 1 Q1 0,830 0,6 Reliabel 2 Q2 0,771 0,6 Reliabel 3 Q3 0,775 0,6 Reliabel Minat Penduduk memberikan hospitality bagi wisatawan (Y) 4 Y1 0,775 0,6 Reliabel 5 Y2 0,755 0,6 Reliabel 6 Y3 0,784 0,6 Reliabel 7 Y4 0,791 0,6 Reliabel 8 Y5 0,834 0,6 Reliabel Hasil uji reliabilitas tersebut menunjukan bahwa semua dimensi mempunyai koefisien alpha yang cukup besar yaitu di atas 0,60 sehingga dapat dikatakan semua konsep pengukur variabel dari kuesioner adalah reliabel yang berarti bahwa instrumen variabel yang terdapat di dalam kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kuesioner yang reliabel (handal) sebagai alat ukur. (Sumber : Pengelolaan Data Primer, 2014)

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 3. Deskriptif Variabel Penelitian Untuk mengetahui rumusan masalah ini, dilakukan penjumlahan atas jawaban responden mulai dari pilihan sangat setuju, setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju dari setiap pernyataan dalam kuesioner. Namun sebelumya ditentukan dahulu panjang interval untuk menentukan rata-rata jawaban responden. Untuk menentukan panjang interval diperoleh dengan perhitungan sebagai berikut : Panjang Interval = Rentang Nilai Banyak Kelas Interval Dimana nilai = Nilai tertinggi – Nilai terendah Banyak Kelas Interval =4 Berdasarkan rumus diatas, maka panjang interva atau kelas interval pengukuran persepsi adalah sebagai berikut : Panjang Interval = 1 1,75 4−1 = 0,75 4 2,4 Sangat Tidak Baik 3,35 4 Sangat Baik Tabel 5.20 Hasil Intepretasi Rata-rata Respon dari Responden Nilai 1 – 1, 74 Keterangan Sangat Tidak Baik 1,75 – 2,49 Tidak Baik 2,5 – 3,24 Baik 3,25 – 4 Sangat Baik

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 a. Citra Destinasi menurut Wisatawan Nusantara Tabel 5.21 Distribusi Jawaban Responden Mengenai Citra Destinasi DIY menurut Wisatawan Nusantara (n=100) No Pernyataan Jumlah Penilaian Total SS S TS STS RataRata 1 Ragam Daya tarik wisata berkelas dunia 38 59 3 - 335 3,35 2 Ragam Kuliner 3 Kota Budaya 4 Indonesia mini/miniatur indonesia 5 Kota Pelajar/Pendidikan 6 Kota yang Nyaman 7 8 Masyarakat yang ramah-tamah Lingkungan yang Harmonis 9 Aksesibilitas yang mudah 10 Daerah yang sudah terkenal Memiliki fasilitas penginapan dan akomodasi yang murah 34 64 35 64 40 36 25 24 50 5 12 3 6 5 5 6 - 2 - 329 364 323 361 334 331 320 314 350 39 53 8 - 331 3,31 24 9 28 26 17 27 56 8 26 8 5 14 5 1 1 1 2 - 316 281 318 321 299 322 355 30 67 3 - 327 3,27 11 12 Akomodasi yang beragam (lengkap) 13 Wilayah yang Bersih 14 16 Kehidupan malam yang hidup Atraksi wisata (event-event) yang beragam Transportasi yang baik 17 Aman dan tentram 18 Memiliki ke-khas-an atau unik Masyarakat yang menjadi among tamu yang ramah tamah 15 19 61 36 53 33 54 59 70 68 50 68 64 63 69 67 68 43 3,29 3,64 3,23 3,61 3,34 3,31 3,20 3,14 3,50 3,16 2,81 3,18 3,21 2,99 3,22 3,55 20 Masyarakat yang toleran/plural 21 76 3 - 318 3,18 21 Sebagai Kota kenangan yang berkesan 48 49 3 - 345 3,45 22 Sebagai pelepas penat bagi wisatawan dari kota-kota besar 46 52 2 - 344 3,44 Sumber : Pengelolaan Data Primer, 2014

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 b. Citra Destinasi menurut Penduduk Lokal Tabel 5.22 Distribusi Jawaban Responden Mengenai Citra Destinasi DIY menurut Penduduk Lokal DIY (n=100) No Pernyataan Jumlah Penilaian RataTotal Rata SS S TS STS 1 Ragam Daya tarik wisata berkelas dunia 38 55 7 - 331 3,31 2 Ragam Kuliner 3 Kota Budaya 4 Indonesia mini/miniatur indonesia 5 Kota Pelajar/Pendidikan 6 Kota yang Nyaman 7 8 Masyarakat yang ramah-tamah Lingkungan yang Harmonis 9 Aksesibilitas yang mudah 46 77 50 67 50 47 35 32 49 2 1 7 3 2 9 7 3 1 1 - 344 376 343 367 345 343 326 325 346 30 58 12 - 318 3,18 24 25 31 34 20 29 57 5 22 15 4 17 9 - 1 1 1 - 319 301 314 330 303 318 357 41 58 1 - 340 3,40 10 Daerah yang sudah terkenal Memiliki fasilitas penginapan dan 11 akomodasi yang murah 12 Akomodasi yang beragam (lengkap) 13 Wilayah yang Bersih 14 16 Kehidupan malam yang hidup Atraksi wisata (event-event) yang beragam Transportasi yang baik 17 Aman dan tentram 18 Memiliki ke-khas-an atau unik Masyarakat yang menjadi among tamu yang ramah tamah 15 19 52 22 43 33 46 50 56 61 48 71 52 53 62 63 61 43 3,44 3,76 3,43 3,76 3,45 3,43 3,26 3,25 3,46 3,19 3,01 3,14 3,30 3,03 3,18 3,57 20 Masyarakat yang toleran/plural 41 51 7 1 332 3,32 21 Sebagai Kota kenangan yang berkesan 63 36 1 - 362 3,62 22 Sebagai pelepas penat bagi wisatawan dari kota-kota besar 55 41 3 1 350 3,50 Sumber : Pengelolaan Data Primer, 2014

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 c. Rekapitulasi Perhitungan variabel Citra Destinasi Dari hasil rata-rata jawaban responden menunjukan bahwa wisatawan dan penduduk lokal memliki persepsi yang baik pada citra destinasi DIY secara umum, hal ini ditunjukan dari hasil nilai rata-rata pada interval pengukuran sangat baik yang terlihat pada tabel berikut : Tabel 5.23 Rekapitulasi Jawaban Responden Mengenai Citra Destinasi DIY Berdasarkan kelompok Responden Jumlah Jawaban Total Rata-rata No Pernyataan Citra Destinasi DIY SS S TS STS 1 Bagi Wisatawan Nusantara 781 1282 131 6 7238 3,29 2 Bagi Penduduk Lokal DIY 941 1115 137 7 7390 3,36 Sumber : Pengelolaan Data Primer, 2014 • Jumlah jawaban dari SS, S, TS, dan STS = 2200 Jawaban (100 responden dikali dengan 22 item Citra Destinasi) • Total Nilai (SS = 4, S = 3, TS = 2, STS = 1) • Rata-rata dari masing-masing kelompok responden termasuk pada penilaian sangat baik yaitu lebih besar dari 3,2 (lihat tabel 5.20) Maka perbandingan data diatas, terlihat bahwa ada perbedaan yang tidak begitu berbeda antara persepsi wisatawan dengan persepsi penduduk. Dan persepsi penduduk terhadap citra destinasi DIY lebih tinggi dibanding persepsi dari wisatawan. Berikut ini merupakan perbandingan persepsi antara wisatawan dengan penduduk lokal terhadap citra destinasi DIY.

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 Tabel 5.24 Perbandingan Jawaban Responden Mengenai Citra Destinasi DIY berdasarkan rata-rata nilai No Pernyataan Bagi Wisatawan Bagi Penduduk Lokal Selisih 1 Ragam Daya tarik wisata berkelas dunia 3,35 3,31 0,04 2 Ragam Kuliner Kota Budaya Indonesia mini/miniatur indonesia 3,44 3,76 0,15 3 3,29 3,64 3,23 3,43 0,2 3,61 3,34 3,31 3,2 3,14 3,5 3,67 3,45 3,4 3,26 3,25 3,46 0,6 3,31 3,18 0,13 3,16 3,19 0,03 2,81 3,18 3,01 3,14 0,2 0,04 3,21 3,3 0,09 2,99 3,22 3,55 3,03 3,18 3,57 0,04 3,27 3,4 0,13 3,18 3,32 0,14 3,45 3,62 0,17 3,44 3,5 0,06 4 5 Kota Pelajar/Pendidikan 6 7 8 Kota yang Nyaman Masyarakat yang ramah-tamah Lingkungan yang Harmonis 9 10 Aksesibilitas yang mudah 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Daerah yang sudah terkenal Memiliki fasilitas penginapan dan akomodasi yang murah Akomodasi yang beragam (lengkap) Wilayah yang Bersih Kehidupan malam yang hidup Atraksi wisata (event-event) yang beragam Transportasi yang baik Aman dan tentram Memiliki ke-khas-an atau unik Masyarakat yang menjadi among tamu yang ramah tamah Masyarakat yang toleran/plural Sebagai Kota kenangan yang berkesan Sebagai pelepas penat bagi wisatawan dari kota-kota besar 0,12 0,11 0,9 0,06 0,11 0,04 0,04 0,02 Keterangan : angka cetak tebal = nilai tertinggi dan Sumber : Pengelolaan Data Primer, 2014

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 Diagram 5.18 Perbandingan Pergerakan Rata-rata Jawaban Responden antara wisatawan dengan penduduk lokal berdasarkan jumlah responden Pergerakan Rata-rata Jawaban Responden 3,45 3,40 Nilai Rata-rata 3,30 3,36 3,33 3,42 3,35 3,35 3,35 3,29 3,25 3,27 3,20 3,26 3,22 3,15 3,10 3,05 3,12 Wisatawan Penduduk Lokal 3,00 2,95 10 Responden 25 Responden 50 Responden 75 Responden 100 Responden Presentase Jumlah Responden (n=100) Tabel 5.25 Ranking Citra Destinasi DIY dari tertinggi hingga terrendah berdasarkan Jumlah Rank Citra Destinasi DIY bagi wisatawan Nilai Rank 1 2 Kota Budaya Kota Pelajar/Pendidikan 364 361 1 2 3 Memiliki ke-khas-an atau unik 355 3 4 Daerah yang sudah terkenal 350 4 5 Sebagai Kota kenangan yang berkesan 345 5 344 376 367 6 Daerah yang sudah terkenal 346 335 7 Kota yang Nyaman 345 334 8 Ragam Kuliner Indonesia mini/miniatur indonesia Masyarakat yang ramahtamah 344 8 9 Masyarakat yang ramah-tamah 331 9 10 Memiliki fasilitas penginapan dan akomodasi yang murah 331 10 7 Nilai Kota Budaya Kota Pelajar/Pendidikan Sebagai Kota kenangan yang berkesan Memiliki ke-khas-an atau unik Sebagai pelepas penat bagi wisatawan dari kota-kota besar Sebagai pelepas penat bagi wisatawan dari kota-kota besar Ragam Daya tarik wisata berkelas dunia Kota yang Nyaman 6 Citra Destinasi DIY bagi Penduduk 362 357 350 343 343

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 12 13 14 Ragam Kuliner Masyarakat yang menjadi among tamu yang ramah tamah Indonesia mini/miniatur indonesia Aman dan tentram 329 11 Masyarakat yang menjadi among tamu yang ramah tamah 327 12 Masyarakat yang toleran/plural 323 13 322 14 321 15 Lingkungan yang Harmonis 326 320 16 Aksesibilitas yang mudah Akomodasi yang beragam (lengkap) Aman dan tentram Memiliki fasilitas penginapan dan akomodasi yang murah Kehidupan malam yang hidup Transportasi yang baik Wilayah yang Bersih 325 16 Atraksi wisata (event-event) yang beragam Lingkungan yang Harmonis 17 Kehidupan malam yang hidup 318 17 18 Masyarakat yang toleran/plural 318 18 19 Akomodasi yang beragam (lengkap) 316 19 20 Aksesibilitas yang mudah 314 20 21 22 Transportasi yang baik Wilayah yang Bersih 299 281 21 22 15 146 Ragam Daya tarik wisata berkelas dunia Atraksi wisata (event-event) yang beragam 340 332 331 330 319 318 318 314 303 301 Sumber : Pengelolaan Data Primer, 2014 Dalam tabel tersebut terdapat kesamaan pada peringkat taratas dan pada peringkat terbawah, yaitu citra destinasi Kota Budaya sama-sama menjadi citra terbaik (peringakat 1) dari persepsi wisatawan nusantara dan penduduk lokal, demikian pula dengan citra kota pendidikan yang sama-sama berada di peringkat kedua (2), dan hal yang serupa terjadi pada citra wilayah yang bersih dan citra transportasi yang baik, yang masing-masing berada pada peringkat 22 dan peringkat 21 yang merupakan peringkat terbawah dari citra keseluruhan menurut persepsi wisatawan nusantara maupun persepsi dari penduduk lokal. Dan berikut merupakan hasil secara umum dengan penggabungan jumlah total nilai dari citra destinasi DIY menurut wisatawan dan penduduk lokal.

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 Tabel 5.26 Ranking Citra Destinasi DIY secara Keseluruhan Total Rank Citra Destinasi DIY 1 Kota Budaya 740 2 Kota Pelajar/Pendidikan 728 3 Memiliki ke-khas-an atau unik 712 4 Sebagai Kota kenangan yang berkesan 704 5 Daerah yang sudah terkenal 696 6 Sebagai pelepas penat bagi wisatawan dari kota-kota besar 694 7 Kota yang Nyaman 679 8 Masyarakat yang ramah-tamah 674 9 Ragam Kuliner 670 10 Ragam Daya tarik wisata berkelas dunia 666 11 Masyarakat yang menjadi among tamu yang ramah tamah 664 12 Indonesia mini/miniatur indonesia 660 13 Masyarakat yang toleran/plural 650 14 Lingkungan yang Harmonis 646 15 Memiliki fasilitas penginapan dan akomodasi yang murah 646 16 Atraksi wisata (event-event) yang beragam 645 17 Aman dan tentram 640 18 Aksesibilitas yang mudah 639 19 Akomodasi yang beragam (lengkap) 632 20 Kehidupan malam yang hidup 623 21 Transportasi yang baik 599 22 Wilayah yang Bersih 582 Sumber : Pengelolaan Data Primer, 2014 Jumlah

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 d. Minat Wisatawan Berkunjung Kembali Tabel 5.27 Distribusi Jawaban Responden Mengenai Minat Wisatawan Berkunjung Kembali (n=100) No 1 2 3 Jumlah Penilaian Total SS S TS STS Pernyataan Saya akan mengunjungi Jogja lagi di waktu dan kesempatan yang akan datang Saya merekomendasikan kepada teman, kerabat, dan keluarga saya untuk berkunjung ke Jogja Saya mengajak teman, kerabat, dan keluarga saya untuk berkunjung ke Jogja Presentase keseluruhan (dalam %) RataRata 58 40 2 - 356 3,56 48 49 3 - 345 3,45 50 47 3 - 347 3,47 45,3 2,7 0 52 Sumber : Pengelolaan Data Primer, 2014 Berdasarkan tabel diatas disimpulkan bahwa dari 3 pernyataan mengenai minat wisatawan untuk berkunjung kembali, rata-rata menjawab sangat setuju dengan skor sebesar 52 % dan 45,3 % menjawab setuju. Artinya wisatawan secara keseluruhan memiliki minat untuk berkunjung kembali ke DIY. Dan secara keseluruhan responden menjawab sangat baik, dengan perhitungan berikut : Tabel 5.28 Skor Rata-rata Mengenai Minat Wisatawan per Indikator Berkunjung Kembali Indikator Indikator I Indikator II Indikator III Rata-rata skor per indikator 3,56 3,45 3,47 Keterangan Rata-rata dari keseluruhan indikator Keterangan 3,49 Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 e. Minat Penduduk Lokal Untuk memberikan Hospitality bagi Wisatawan No 1 2 3 4 5 Tabel 5.29 Distribusi Jawaban Responden Mengenai Minat Penduduk Lokal Untuk memberikan Hospitality bagi Wisatawan (n=100) Jumlah Penilaian RataPernyataan Total Rata SS S TS STS Saya tidak pernah berkeberatan untuk memberikan informasi kepada wisatawan Saya akan menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan yang datang ke Jogja Saya siap mendukung pengembangan pariwisata yang dilakukan di Jogja Saya menyambut baik semakin meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Jogja Saya berperan aktif untuk mewujudkan Jogja sebagai destinasi wisata yang ramah pada wisatawan Presentase keseluruhan (dalam %) 51 49 - - 351 3,51 54 45 1 - 353 3,53 51 49 - - 351 3,51 47 53 - - 347 3,47 32 64 4 - 328 3,28 47 0 52 1 Sumber : Pengelolaan Data Primer, 2014 Berdasarkan tabel diatas disimpulkan bahwa dari 5 pernyataan mengenai minat penduduk lokal untuk memberikan hospitality bagi wisatawan rata-rata menjawab setuju dengan 52 % dan sebanyak 47 % menjawab sangat setuju. Artinya penduduk secara umum memiliki minat untuk memberikan hospitality bagi wisatawan. Dan secara keseluruhan responden menjawab sangat baik, dengan perhitungan sebagai berikut :

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 Tabel 5.30 Skor Rata-rata Mengenai Minat Penduduk Lokal Untuk memberikan Hospitality bagi Wisatawan Indikator Rata-rata skor per indikator Indikator I Indikator II Indikator III Indikator IV Indikator V Keterangan 3,51 3,53 3,51 3,47 3,28 Rata-rata dari keseluruhan indikator Keterangan 3,46 Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik C. Analisis Data 1. Data Deskriptif Tabel 5.31 Report Data Deskriptif tiap Variabel Descriptive Statistics Citra Destinasi Citra Destinasi Minat Wisatawan Minat Penduduk menurut menurut Berkunjung memberikan Wisatawan Penduduk Lokal Kembali Hospitality N Statistic 22 22 3 5 Minimum Statistic 2,81 3,01 3,45 3,28 Maximum Statistic 3,64 3,76 3,56 3,53 Sum Statistic 72,38 73,90 10,48 17,30 Mean Statistic 3,2900 3,3591 3,4933 3,4600 Statistic ,19506 ,19840 ,05859 ,10296 Statistic -,263 ,133 1,508 -2,000 ,491 ,491 1,225 ,913 ,706 -,434 . 4,085 ,953 ,953 . 2,000 Std. Deviation Skewness Std. Error Statistic Kurtosis Std. Error Sumber : Pengelolaan Data IBM SPSS 20

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 2. Pengujian Prasyarat Analisis a. Uji normalitas Ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. uji normalitas akan digunakan rasio skewness atau rasio kurtosis bagi unstandardized residual dari persamaan regresi yang akan dilakukan, apabila nilai rasio antara -2 dan 2 maka artinya memenuhi syarat normalitas. Berikut merupakan perhitungan variabel terikat (dependent variable) terhadap variabel bebas (independent variable) : Tabel 5.32 Statistics Minat Wisatawan Berkunjung Kembali Unstandardized Residual Valid 100 N Missing 0 Skewness -,414 Std. Error of Skewness ,241 Kurtosis -,617 Std. Error of Kurtosis ,478 Kesimpulan memenuhi syarat normalitas karena rasio skewness (-0,414/0,241) = -1,7159 antara -2 da 2. Tabel 5.33 Statistics Minat Penduduk memberikan Hospitality pada Wisatawan Unstandardized Residual Valid 100 N Missing 0 Skewness ,044 Std. Error of Skewness ,241 Kurtosis Std. Error of Kurtosis -1,008 ,478

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kesimpulan memenuhi syarat normalitas karena 152 rasio skewness (0,044/0,241)= 0,1826 antara -2 da 2. Uji normalitas bertujuan untuk menguji data variabel bebas (X) dan data variabel terikat (Y) pada persamaan regresi yang dihasilkan. Berdistribusi normal atau berdistribusi tidak normal. Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal. Berikut hasil uji nomarlitas dalam penelitian ini : Gambar 5.1 Hasil Uji Normalitas Pada grafik diatas menunjukan bahwa distribusi titik-titik membentuk satu garis lurus diagonal. Hal ini berarti bahwa data variabel bebas dan variabel terikat pada persamaan regresi yang dihasilkan berdistribusi normal. b. Uji Linearitas Uji ini bertujuaan untuk mengetahui apakah dua variabel yang akan dikenai prosedur analisis statistik korelasional menunjukan

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 hubungan yang linear atau tidak. Dengan metode pengambilan keputusan jika siginifikansi pada linearity > 0,05 maka hubungan antara dua variabel tidak linear, dan jika signifikansi pada linearity < 0,05 maka hubungan antara dua variabel dinyatakan linier. 1. Citra Destinasi tehadap Minat Wisatawan Berkunjung Kembali Dari hasil data yang diolah menggunakan IBM SPSS 20 dapat diketahui bahwa nilai signifikansi pada linearity sebesar 0,17. Kareana signifikansi kurang dari 0,05 jadi hubungan antara persepsi citra destinasi DIY dengan minat wisatawan berkunjung kembali telah memenuhi syarat untuk dilakukan analisis korealasi Product Moment. Dan akan dilakukan analisis korealasi Product Moment sebagai berikut: Pengujian hubungan, apakah hubungan signifikan atau tidak maka bisa menggunakan signifikansi 0,05. Jika signifikansi < 0,05 maka terjadi hubungan yang signifikan, sedangkan jika signifikansi > 0,05 maka tidak ada hubungan yang signifikan. Dari output diketahui korealasi antara variabel citra destinasi dengan minat wisatawan berkunjung kembali didapat nilai koefisien korelasi sebesar 0,247. Ini berati terjadi hubungan yang positif, artinya semakin baik persepsi wisatawan terhadap citra maka semakin meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung kembali. Kemudian nilai koefisien 0,247 bahwa hubungan rendah atau lemah karena pada rentang 0,20 – 0,399 (Sugiyono, 2007). Signifikasi didapat 0,013 (≤ 0,05 jadi Ho ditolak) artinya ada hubungan yang signifikan antar variabel.

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154 2. Citra Destinasi tehadap Minat Penduduk memberikan Hospitality Dari hasil data yang diolah menggunakan IBM SPSS 20 dapat diketahui bahwa nilai signifikansi pada linearity sebesar 0,00. Kareana signifikansi kurang dari 0,05 jadi hubungan antara persepsi citra destinasi DIY dengan minat penduduk memberikan hospitality pada wisatawan telah memenuhi syarat untuk dilakukan analisis korealasi Product Moment. Dan akan dilakukan analisis korealasi Product Moment sebagai berikut: Dari output diketahui korelasi antara variabel citra destinasi dengan minat wisatawan berkunjung kembali didapat nilai koefisien korelasi sebesar 0,368. Ini berati terjadi hubungan yang positif (tanda positif), artinya semakin baik persepsi penduduk terhadap citra maka semakin meningkatkan minat penduduk memberikan hospitality pada wisatawan. Kemudian nilai koefisien 0,368, bahwa hubungan rendah atau lemah karena pada rentang 0,20 – 0,399 (Sugiyono, 2007). Signifikasi didapat 0,00 (≤ 0,05 jadi Ho ditolak) artinya ada hubungan yang signifikan antar variabel. c. Uji Heteroskedsatisitas Metode pengambilan keputusan pada uji heteroskedastisitas dengan Spearman rho yaitu jika nilai signifikansi antara variabel independent dengan residual lebih dari 0,05 maka tidak terjadi masalah heteroskedastisitas, namun jika signifikansi kurang dari 0,05, maka terjadi

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 masalah heteroskedastisitas. Dari hasil data yang diolah menggunakan IBM SPSS 20 dapat diketahui bahwa nilai signifikansi variabel citra destinasi menurut wisatawan terhadap minat wisatawan untuk berkunjung kembali sebesar 0,981. Dan variabel citra destinasi menurut penduduk lokal terhadap minat penduduk lokal untuk memberikan hospitality pada wisatawan sebesar 1. Karena nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. Gambar 5.2 Hasil Uji Heteroskedastisitas dengan scatterplot Dari scatterplot diatas, titik-titik menyebar dan tidak memiliki pola yang jelas diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan bahwa pada model regresi tidak terjadi masalah heteroskedastisitas.

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156 3. Uji T atau Uji Parsial Uji T digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen dengan kriteria : Tabel 5.34 Paired Samples Test Paired Differences Mean t Std. Std. 95% Confidence Deviation Error Interval of the Mean Difference Lower df Sig. (2tailed) Upper Citra Destinasi menurut Pair Wisatawan - Citra 1 Destinasi menurut -1,520 9,731 ,973 -3,451 ,411 -1,562 99 ,121 Penduduk Sumber : Pengelolaan Data IBM SPSS 20 Prosedur Pengujian : a. Pengujian Hipotesis - Jika Ho : Tidak ada perbedaan persepsi terhadap citra destinasi DIY antara wisatawan dengan penduduk lokal - Jika Ha : Ada perbedaan persepsi terhadap citra destinasi DIY antara wisatawan dengan penduduk lokal b. Menentukan taraf signifikansi Dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05 (confidence interval 95%). c. Menentukan hitung dan t tabel - T hitung adalah – 1,562

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 - T tabel (df) n – 1 atau 100 – 1 = 99, dengan taraf signifikasi 0,05 maka hasil untuk t tabel sebesar 1,984. d. Pengambilan keputusan T hitung ≤ t tabel atau – t hitung ≥ -t tabel jadi Ho diterima T hitung > t tabel atau – t hitung < -t tabel jadi Ho ditolak e. Gambar Kurva Gambar 5.3 Penerimaan Ho Penolakan Ho Penolakan Ho -1,984 -1,562 0 1,984 f. Kesimpulan Dapat diketahui bahwa – t hitung (-1,562) ≥ - t tabel (- 1,984) jadi Ho diterima, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan persepsi terhadap citra destinasi DIY antara wisatawan dengan penduduk lokal.

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 Pengambilan keputusan berdasarkan Signifikansi : a. Menentukan Hipotesis nol dan hipotesis alternatif Jika Ho : Tidak ada perbedaan persepsi terhadap citra destinasi DIY antara wisatawan dengan penduduk lokal Jika Ha : Ada perbedaan persepsi terhadap citra destinasi DIY antara wisatawan dengan penduduk lokal b. Menentukan signifikansi Dari output dapat diketahui signifikansi adalah 0,121 c. Pengambilan keputusan Signifikansi > 0,05 jadi Ho diterima Signifikansi ≤ 0,05 jadi Ho ditolak d. Kesimpulan Dapat diketahui bahwa signifikansi sebesar 0,121 lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima. Kesimpulannya Tidak ada perbedaan persepsi terhadap citra destinasi DIY antara wisatawan dengan penduduk lokal. 4. Analisis Regresi Sederhana untuk Rumusan Masalah Tiga Analisis uji regresi sederhana (Simple Regression Analysis) digunakan untuk menguji pengaruh persepsi citra destinasi DIY pada minat wisatawan untuk berkunjung kembali. Hasil uji regresi sederhana sebagai berikut :

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159 Pada tabel ANOVA mengidentifikasikan bahwa regresi secara statistik sangat signifikan (F = 6,374, p-value = 0.013). uji F menguji hipotesis Ho : ß1 = 0 terhadap Ha : ß1 ≠ 0. Jelas sekali terlihat bahwa Ho ditolak karena p-value 0,002 lebih kecil dari α = 0,05. Tabel 5.35 Hasil Uji Regresi Sederhana untuk Rumusan Masalah Ketiga Variabel B t hitung t tabel Sig Keterangan (Constant) 6,407 3,956 - 0,00 - Citra Menurut Wisatawan 0,056 2,525 1,984 0,013 Ho ditolak, Ha diterima Sumber : Pengelolaan Data Primer, 2014 Persaman garis regresi menggunakan metode kuadrat terkecil kriteria (least squares criterion) adalah Y = 6,407 + 0,056x Untuk menguji Ho : ß1 = 0 terhadap Ha : ß1 ≠ 0 digunakan uji t (t = 2,525 dengan derajat bebas 98) dan pada tabel diatas menunjukan bahwa minat wisatawan untuk berkunjung kembali mempunyai nilai t hitung 2,525 > t tabel 1,984 dan siginifikansi pada taraf 5 %. Hal ini berarti bahwa persepsi citra destinasi berpengaruh signifikan terhadap minat wisatawan berkunjung kembali yaitu semakin tinggi persepsi terhadap citra destinasi, semakin tinggi pula minat wisatawan untuk berkunjung kembali.

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160 5. Analisis Regresi Sederhana untuk Rumusan Masalah Empat Analisis uji regresi sederhana (Simple Regression Analysis) digunakan untuk menguji pengaruh persepsi citra destinasi DIY pada minat penduduk memberikan hospitality pada wisatawan. Hasil uji regresi sederhana sebagai berikut : Pada tabel ANOVA mengidentifikasikan bahwa regresi secara statistik sangat signifikan (F = 15,344, p-value = 0.000). uji F menguji hipotesis Ho : ß1 = 0 terhadap Ha : ß1 ≠ 0. Jelas sekali terlihat bahwa Ho ditolak karena p-value 0,000 lebih kecil dari α = 0,05. Tabel 5.36 Hasil Uji Regresi Sederhana untuk Rumusan Masalah Keempat Variabel (Constant) B 9,737 t hitung 5,021 t tabel - Sig 0,00 Keterangan - Citra Menurut Wisatawan 0,102 3,917 1,984 0,00 Ho ditolak, Ha diterima Sumber : Pengelolaan Data Primer, 2014 Persaman garis regresi menggunakan metode kuadrat terkecil kriteria (least squares criterion) adalah Y = 9,737 + 0,102x Untuk menguji Ho : ß1 = 0 terhadap Ha : ß1 ≠ 0 digunakan uji t (t = 3,917dengan derajat bebas 98) dan pada tabel diatas menunjukan bahwa minat penduduk untuk memberikan hospitality pada wisatawan mempunyai nilai t hitung 3,917 > t tabel 1,984 dan siginifikansi pada taraf 5 %. Hal ini berarti bahwa persepsi citra destinasi berpengaruh signifikan terhadap minat penduduk untuk memberikan hospitality pada

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161 wisatawan yaitu semakin tinggi persepsi terhadap citra destinasi, semakin tinggi pula minat penduduk untuk memberikan hospitality pada wisatawan. D. Pembahasan Maka pengujian hipotesis yang berhubungan dengan penerimaan atau penolakan suatu hipotesis telah dianalisa data-datanya. Dan setelah analisis data berikut adalah pembahasan atas data yang sudah didapat dan yang diolah. 1. Bahwa variabel citra destinasi baik dari persepsi wisatawan maupun dari penduduk lokal tidak memiliki perbedaan persepsi terhadap citra destinasi DIY, dan persepsi citra destinasi dari wisatawan tidak lebih positif dari persepsi citra destinasi dari penduduk lokal. Ini dibuktikan dari hasil analisis data dengan menggunakan Uji t atau uji parsial (Paired Sample Test) yang dapat diketahui dari – t hitung (-1,562) ≥ - t tabel (- 1,984), maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan persepsi terhadap citra destinasi DIY antara wisatawan dengan penduduk lokal. Dan rata-rata jawaban responden wisatawan pada pernyataan mengenai citra destinasi DIY yaitu sebesar 3,29 berbanding dengan jawaban responden penduduk lokal sebesar 3,36. Ini menandakan bahwa penduduk DIY dalam melihat citra DIY lebih positif dibanding wisatawan. 2. Mengenai hubungan antar variabel diketahui korealasi antara variabel citra destinasi dengan minat wisatawan berkunjung kembali didapat nilai koefisien korelasi sebesar 0,247. Ini berati terjadi hubungan yang positif, artinya semakin baik persepsi wisatawan terhadap citra maka semakin

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162 meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung kembali. Kemudian nilai koefisien 0,247 bahwa hubungan rendah atau lemah karena pada rentang 0,20 – 0,399 (Sugiyono, 2007). Sedangakan untuk hubungan antara variabel citra destinasi menurut penduduk terhadap minat penduduk untuki memberikan hospitality pada wisatawan didapat nilai koefisien korelasi sebesar 0,368. Ini berati terjadi hubungan yang positif, artinya semakin baik persepsi penduduk lokal terhadap citra maka semakin meningkatkan minat penduduk untuk memberikan hospitality pada wisatawan. Kemudian nilai koefisien 0,368 bahwa hubungan rendah atau lemah karena pada rentang 0,20 – 0,399 (Sugiyono, 2007). 3. Hasil analisis regresi sederhana menunjukan bahwa persepsi citra destinasi berpengaruh signifikan terhadap minat wisatawan berkunjung kembali yaitu semakin tinggi persepsi terhadap citra destinasi, semakin tinggi pula minat wisatawan untuk berkunjung kembali. Dengan menggunakan program IBM SPSS 20 didapatkan nilai t hitung 2,525 > t tabel 1,984 dan siginifikansi pada taraf 5 %. 4. Hasil analisis regresi sederhana menunjukan bahwa persepsi citra destinasi berpengaruh signifikan terhadap minat penduduk untuk memberikan hospitality pada wisatawan yaitu semakin tinggi persepsi terhadap citra destinasi, semakin tinggi pula minat penduduk untuk memberikan hospitality pada wisatawan. Dengan menggunakan program IBM SPSS 20 didapatkan nilai t hitung 3,917 > t tabel 1,984.

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163 E. Diskusi Pada penelitian tahap II penyebaran kuesioner ke 100 orang wisatawan dan 100 orang penduduk lokal, dengan hasil data responden sebagai berikut : 1. Wisatawan Hampir mayoritas wisatawan yang menjadi responden dalam penelitian ini berasal dari Pulau Jawa yang tersebar cukup merata di berbagai kota dan provinsi di Pulau Jawa, dan Kota Solo menjadi jumlah yang terbanyak 11 % dari 100 responden yang dijadikan sampel, dan kota-kota yang memiliki jarak yang relatif dekat atau disekitar provinsi DIY ternyata menjadikan DIY sebagai tempat yang sering dikunjungi oleh para wisatawan kota-kota tersebut. Dapat terlihat dari cukup banyaknya wisatawan yang berasal dari Solo, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Purwerejo dan Kebumen. Dan rata-rata menginap dari wisatawan yaitu sebesar 3,2 hari dari 35 % diataranya menginap kurang dari 2 hari dan 32% lebih dari 6 hari, hal ini yang menurut peneliti tidak lepasnya dari pengaruh dari faktor jarak kota asal dengan DIY, wisatawan yang berasal dari kotakota sekitar DIY tentunya memiliki kemungkinan yang besar untuk tidak menginap, walaupun kemungkinan menginap tentu masih ada dilihat dari tujuan masing-masing wisatawan. Dan kategori pelajar yang menjadi peringkat teratas sebagai jumlah wisatawan terbanyak berkategori pelajar dengan 48 %. Dan diikuti oleh pegawai baik negeri maupun swasta.

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164 2. Penduduk Lalu untuk penduduk dari kategori pendidikan dengan jumlah 66 % untuk lulusan SLTA atau SMA sederajat menjadi tingkat pendidikan terbanyak, kemudian untuk lama tinggal penduduk, pada pilihan lebih dari 10 tahun menjadi pilihan terbanyak dengan jumlah 74 %. Dan dalam variabel-variabel yang ada, antara lain citra destinasi menurut wisatawan, citra destinasi menurut penduduk, minat wisatawan berkunjung kembali, dan terakhir minat penduduk memberikan hospitality pada wisatawan. Dan diperoleh bahwa tidak adanya perbedaan persepsi antara wisatawan dengan penduduk lokal mengenai citra destinasi, dan cenderung persepsi dari penduduk lebih kuat dibanding persepsi dari wisatawan, serta persepsi citra destinasi DIY berhubungan secara langsung dan mempengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung kembali ke DIY, semakin tinggi persepsi citra destinasinya maka semakin tinggi pula minat wisatawan unutk berkunjung kembali. Dan hal ini pun terjadi serupa pada persepsi citra destinasi dari penduduk lokal terhadap minat penduduk unutk memberikan hospitality bagi wisatawan yang datang ke DIY, karena persepsi citra destinasi mempengaruhi minat penduduk untuk memberikan hospitality pada wisatawan, dan semakin kuat persepsinya, maka semakin besar juga minat penduduk untuk memberikan hostpitality kepada wisatawan.

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB VI KESIMPULAN DAN IMPLIKASI HASIL PENELITIAN Pada bab ini berisikan tentang kesimpulan dari hasil penelitian serta hasil olah data yang didapat dari bab sebelumnya, kemudian susunan saran bagi praktisi, pakar, pelaku, dan penyelenggara pemerintahan pada sektor pariwisata dalam pengembangan pariwisata DIY serta implikasi untuk penelitian lanjutan. A. Kesimpulan Penelitian Hasil dari wawancara tahap I dengan responden yang dianggap memiliki kompetensi dan paham tentang pariwisata DIY. Dan dapat disimpulkan citracitra destinasi apa saja yang dapat menggambarkan tentang DIY yang juga menjadi atribut-atribut penelitian pada tahap II yaitu sebagai berikut : Citra Destinasi Pariwisata DIY (Common-Theme Approach) 1. Daya tarik wisata beragam/berkelas dunia 2. Kuliner yang beragam 3. Kota Budaya 4. Miniatur Indonesia 5. Kota Pendidikan/pelajar 6. Nyaman 7. Masyarakat Lokal yang ramah 8. Harmonis 9. Aksesibilitas yang mudah 10. Terkenal 11. Memiliki fasilitas penginapan dan akomodasi yang terjangkau 12. Akomodasi yang lengkap dan beragam (lengkap) 165

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166 13. Bersih 14. Kehidupan malam yang hidup (wisata malam) 15. Ragamnya atraksi wisata (event) 16. Transportasi yang memadai 17. Aman 18. Unik (khas) 19. Masyarakat merasa menjadi among tamu 20. Masyarakat yang toleran 21. Kota kenangan yang berkesan 22. Sebagai pelepas penat bagi wisatawan kota besar Pada penelitian tahap II atribut yang telah diperoleh tersebut dirubah kedalam bentuk kuesioner yang disebarkan kedalam 2 kelompok responden yaitu 100 responden dari wisatawan nusantara dan 100 responden dari penduduk lokal DIY. Hasil yang didapat pada penelitian tahap II ini yaitu : Tidak terdapat perbedaan persepsi mengenai citra destinasi DIY antara wisatawan nusantara dengan penduduk lokal DIY. Dan kecenderungan persepsi dari penduduk lebih kuat atau lebih positif terhadap citra destinasi DIY dibanding persepsi citra destinasi dari wisatawan. Persepsi citra destinasi menurut wisatawan ternyata berpengaruh positif terhadap minat wisatawan untuk berkunjung kembali ke DIY, artinya semakin positif persepsi wisatawan terhadap citra destinasi DIY maka semakin tinggi juga minat wisatawan untuk berkunjung kembali. Persepsi citra destinasi DIY menurut penduduk lokal berpengaruh positif terhadap minat penduduk untuk memberikan hospitality (keramah-tamahan) kepada wisatawan, dimana semakin positif persepsi penduduk lokal terhadap

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167 citra destinasi DIY, maka semakin tinggi juga minat penduduk untuk memberikan hospitality (keramah-tamahan) pada wisatawan. B. Implikasi Manajerial Berdasarkan hasil kesimpulan dan hasil dari penelitian, hal-hal yang dapat disarankan sehubungan dengan penelitian yang telah dilakukan antara lain : a. Bagi stakeholder Pariwisata Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan dapat diketahui bahwa citra-citra destinasi DIY sangat mendukung ketertarikan para wisatawan untuk berkunjung ke DIY dan bahkan untuk kunjungan berikutnya. Terdapat citra-citra destinasi DIY yang sangat positif yang dapat dijadikan kekuatan yang tidak dimiliki oleh destinasi wisata lain, dan juga begitu pentingnya memelihara, mengelola dan mengembangkan citra-citra destinasi DIY tersebut, guna meningkatkan pariwisata yang terdapat di DIY, yang secara jelas sangat berguna bagi masyarakat DIY sendiri, dilihat dari terdorongnya ekonomi masyarakat dengan semakin berkembanganya pariwisata di DIY maka semakin meningkatkan ekonomi masyarakat atau penduduk lokal DIY itu sendiri. Dari citra-citra destinasi DIY tersebut perlu adanya sebuah usaha dari para pelaku pariwisata dalam memelihara (maintain) beberapa citra DIY yang sangat kuat dimata masyarakat dan memperbaiki citra destinasi yang kurang baik (negatif) yang telah beredar di masyarakat, seperti citra DIY yang digambarkan sebagai kota budaya yang menjadi citra yang paling kuat bagi wisatawan maupun penduduk lokal sendiri, antara lain

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168 dengan perlunya tetap melestarikannya macam-macam budaya yang selama ini menjadi kekuatan besar dari DIY. Serta citra yang kurang baik seperti permasalahan kebersihan dan transportasi yang dirasa masih perlu dilakukanya perbaikan, khususnya bagi para pelaku bisnis dan pengelola di bidang pariwisata. Sektor pariwisata DIY merupakan sebuah kekayaan dan warisan yang penting untuk selalu dilestarikan dan diberdayakan dengan sebaikbaiknya, mulai dari kekayaan alam yang sangat menarik, budaya yang sangat kental di lingkungan masyarakatnya dan selalu memberdayakan masyarakat lokal untuk mampu mendapatkan manfaat ekonomis dari pariwisata bahkan bersaing dengan pemilik modal besar. Dan hal lain yang perlu diperhitungkan juga tentunya ialah pelayanan jasa yang diberikan kepada para wisatawan, karena jasa merupakan hal yang paling utama yang harus selalu ditingkatkan dan diperbaiki, dan tentunya perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak baik pengelola daya tarik wisata, pelaku bisnis pariwisata, pemerintah dan khususnya masyarakat DIY sendiri dalam memberikan sikap ramah dan suasana yang nyaman bagi wisatawan bila bertemu dengan penduduk lokal dan sedang berada di DIY. b. Bagi Pemerintah Daerah DIY Sebagai pengelola pariwisata dalam lingkup provinsi, Dinas Pariwisata Provinsi DIY tentunya perlu memahami dan tahu citra-citra

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169 yang telah terbentuk di masyarakat umum tentang DIY, hal ini dapat dijadikan kekuatan untuk bersaing dengan destinasi lain, karena DIY merupakan wilayah yang lengkap dan menarik bagi segala macam potensi pariwisatanya, hal ini perlu dilakukan pemerintah terkait untuk menjadikan sebuah brand atau positioning yang tepat mengenai DIY. Diharapkan citra DIY tersebut dapat tersampaikan dengan jelas kepada para calon wisatawan maupun wisatawan yang akan berkunjung kembali ke DIY. Dari citra-citra yang positif yang telah terbentuk baik secara alami (images origin) yang harus terus terperlihara dengan baik contohnya kenyamanan yang selalu menjadi kekuatan di DIY dan citra destinasi yang diharapkan (images induced) yang mampu menjadi kekuatan baru yang dapat tetap bersaing dengan destinasi lain seperti contohnya keberagaman daya tarik wisata dan kulinernya yang selalu dikembangkan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan promosi pariwisata yang tepat dan terus menerus. Pemerintah perlu juga melibatkan masyarakat lokal terhadap program-program yang direncakan tersebut, agar terjadinya hubungan yang positif yang nantinya berpengaruh kuat terhadap meningkatnya pariwisata khususnya di DIY dengan lebih melihat peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan.

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170 C. Implikasi Bagi Penelitian Lanjutan Peneliti memiliki beberapa masukan dan saran yang diharapkan dapat berguna bagi penelitian lanjutan yaitu antara lain : a. Perlunya menambah jumlah sampel pada penelitian ini, dikarenakan begitu besarnya jumlah populasi yang juga semakin meningkat jumlahnya di setiap tahun. b. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah kelompok responden yang sebelumnya dilakukan perbandingan persepsi citra destinasi antara wisatawan nusantara dengan penduduk lokal, dapat ditambahkan perbandingannya dengan kelompok responden lain yaitu wisatawan mancanegara. Hal tersebut diharapkan mampu secara spesifik lagi dalam mendapatkan persepsi citra dari berbagai kalangan dan kelompok. c. Menambah kuantitas dan kualitas dari atribut-atribut yang telah didapat sebelumnya, dengan memilih narasumber yang lebih berkompeten di bidangnya yaitu di bidang pariwisata. d. Dapat menggunakan berbagai media-media yang dapat mendukung efektifitas dan efisiensi dalam pelaksanaan penelitian seperti kuesioner online, online interview, dan mengisi via email. e. Dapat memperhatikan lebih cermat dalam mengidentifikasi wisatawan yang pertama kali datang dengan wisatawan yang sudah pernah bahkan berkali-kali datang, karena dikhawatirkan akan terjadinya bias dalam persepsi citra dari perbedaan diatas.

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Andreassen, Tor Wallin & Lindestad, Bodil. 1998. “Customer Loyalty and Complex Services: the impact of corporate image on quality, customer satisfaction and loyalty for customer with varying degrees of service expertise,” International Journal of Services Industry Management, Vol. 9 No. 1, pp. 7-23. ASITA. 1993. Pedoman Panduan Wisata. Yogyakarta : ASITA. Baloglu, Seyhmus & McCleary, Ken W. November 1999. “U.S. International Pleasure Travelers’ Images of Four Mediterranean Destinations: A Comparison of Visitors and Nonvisitors”. Journal of travel reaserch. Vol 38. Sage Publications, 144-152. Barsky, Jonathan. 1992. Customer Satisfaction in the Hotel Industry: Measurement and Meaning. Cornell H.R.A. Quaterly, 7, 20-41. Burke, James F. and Resnick, Barry P. 1991. Marketing and Selling The Travel Product. South-Western Publishing Co. Davidoff, Philip G., & Davidoff, Doris S. 1994. Sales and Marketing for Travel and Tourims. New Jersey: Prentice Hall Career & Technology. Dinas Pariwisata Propinsi DIY. Statistik Kepariwisataan Yogyakarta 2012. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Barat. Oktober 2011. “Sosialisasi dan Gerakan Sadar Wisata”. Makalah Seminar. hlm 7. Dinas Pariwisata Provinsi DIY. www.visitingjogja.com. (diakses tanggal 25 Juni 2014) Dinas Pariwisata Provinsi. www.jogjaprov.go.id. (diakses tanggal 25 Juni 2014) Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI. 2005. Rencana Strategis Pembangunan Kebudayaan dan Pariwisata Nasional 2005 – 2009. Jakarta Engel, James F. 1995. Perilaku Konsumen. Jilid 2. Jakarta: Binarupa Aksara. Foster, Dennis L., 1995. Sales and Marketing for The travel Professional, Glencoe McGraw-Hill. Gartner, William C. 1996. Tourism Development: Principles, Processes, and Policies. New York : Van Nostrand Reinhold. 171

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172 Gronroos, Christian. 1990. Services Management and Marketing: Managing the Moments of Truth in Service Competition. Massachusetts: Lexington Books. Harsell, Jan Van. 1994. Tourism An Exploration. Third Edition. New Jersey : Prentice Hall Career & Techonology. Heath, Ernie.,Wall Geoffrey. 1991. Marketing Tourism Destinations A Strategic Planning Approach. Canada : John Wiley and Sons. Hermawan, Agus. 2012. Komunikasi Pemasaran. Jakarta : Erlangga. Hermawan, Asep. 2009. Penelitian Bisnis : Paradigma Kuantitatif. Jakarta : Gramedia Widiasarana. Keistimewaan Yogyakarta. www.bpkp.go.id. (diakses tanggal 12 Juli 2014) Keistimewaan Yogyakarta. www.gudeg.net. (diakses tanggal 13 Juli 2014) Pitana, I Gde. Gayatri, Putu G. 2005. Sosiologi Pariwisata, Kajian Sosiologis terhadap Struktur, Sistem, dan Dampak-dampak Pariwisata. Yogyakarta : ANDI. Kasali, Rhenald. 2000. Membidik Pasar Indonesia, Segmentasi, Targeting dan Positioning. Cetakan Keempat. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.. Kementrian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan. 2012. Tinjauan Ekonomi dan Keuangan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. www.djpk.kemenkeu.go.id. Kotler, Philip & Keller, Kevin Lane. 2009. (terjemahan) Manajemen Pemasaran Edisi 13 Jilid 2. Jakarta : Erlangga. LeBlanc, Gaston & Nguyen, Nha. 1996. “Cues Used by Customers Evaluating Corporate Image in Service Firms”. International Journal of Service Industry Management, Vol 7, No. 2, pp. 44-56. Malhotra, Naresh K. 1999. Marketing Research : An Applied Orientation. New Jersey: Prentice Hall International. Middleton, Victor T.C. 1994. Marketing in Travel and Tourism. second edition, London : Butterworth Heine Mann. Modul Mata Kuliah. Service Hospitally Markerting. Prodi Manajemen Universitas Sanata Dharma

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173 Oka A, Yoety. 1985. Komersialisasi Seni Budaya dalam Pariwisata. Jakarta : Angkasa. Pendit, Nyoman S. 1986. Ilmu Pariwisata : Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta : Pradnya Paramita. Priyanto, Duwi. 2010. Teknik Mudah dan Cepat Melakukan Analisis Data Penelitian dengan SPSS dan Tanya Jawab Ujian Pendadaran. Yogyakarta : Gava Media. Ross, Glenn F. 1998. Psikologi Pariwisata. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. S. Bakri Hassan, M. Soliman Abdel, Hamid, dan H. Al Bohairy. “Perception of Destination Branding Measures: A Case Study of Alexandria Destination Marketing Organizations” Journal of Travel Research. S. Uyanto, Stanislaus. 2006. Analisis Data Dengan SPSS. Edisi Pertama. Yogyakarta : Graha Ilmu. Sanusi, Anwar. 2013. Metodologi Penelitian Bisnis. Jakarta : Salemba Empat. Seaton, A.V. & Bennet, M.M. 1996. The Marketing of Tourism Products: Concepts, Issues, and Cases. London : International Thomson Business Press. Sekaran, Uma. 2006. Research Methods For Business : Metodologi Penelitian Bisnis. Buku 2, Edisi keempat. Jakarta : Salemba Empat. Soekadijo, R.G. 1996. Anatomi Pariwisata. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Spillane, James J. 1987. Pariwisata Indonesia : Sejarah dan Prospeknya. Yogyakarta : Penerbit kanisius. Undang-undang Republik Indonesia No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan di Indonesia W. Griffin, Ricky & J. Ebert, Ronald. 2007. BISNIS. Edisi kedelapan, Jakarta : Erlangga. Witt, Stephen F. & Moutinho, Luiz (eds.). 1994. Tourism Marketing and Management Handbook. New York: Prentice Hall.

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 174

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175 LAMPIRAN I Daftar Pertanyaan dan Hasil Penelitian Pada Penelitian Tahap I

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176 Panduan dan Daftar Pertanyaan Wawancara pada Penelitian Tahap I I. Perkenalan secara pribadi kemudian perkenalan singkat mengenai tema utama penelitian kepada narasumber serta maksud dan tujuan dari wawancara tersebut II. Konteks pertanyaan : Citra Destinasi dari DIY 1. Dalam pariwisata di Jogja terdapat banyak hal yang sangat menarik untuk dibicarakan terutama tentang Jogja sebagai tempat yang istimewa itu sendiri. Menurut anda, Jogja itu seperti apa di mata anda? Jika anda tahu, Jogja jika bagi wisatawan seperti apa? Jika Penduduk Jogja sendiri bagaimana melihat Jogja? 2. Pada kenyataanya wisatawan yang berkunjung ke Jogja semakin meningkat tiap tahunnya, sebenarnya apa yang dilihat oleh para wisatawan untuk berkunjung ke Jogja sebagai pilihan mereka? Dan apa yang mereka cari di Jogja? 3. Jogja sebuah daerah wisata yang sangat menarik, menurut anda hal yang membuat Jogja menjadi menarik seperti yang dirasakan sekarang seperti apa? 4. Dengan persaingan dengan kota wisata lain, tentunya Jogja memiliki persepsi sendiri jika dibandingakan dengan kota wisata lain. Lantas sebetulnya apa yang menjadi pembeda Jogja dengan kota wisata lain? Sebagai referensi mungkin dibandingkan dengan Kota Solo? 5. Masyarakat Jogja sendiri merupakan elemen penting yang mendukung kualitas dari pariwisata itu sendiri khusunya dalam menjadi tuan rumah yang baik bagi para wisatawan, menurut anda Jogja (DIY) bagi masyarakat lokal sendiri itu seperti apa? Dan apa pendapat mereka dengan segala bentuk resiko yang terjadi karena bertumbuhnya pariwisata bagi lingkungan mereka?

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177 6. Bagi Pemerintah (Dinas Pariwisata DIY) : Dalam pemerintahan sendiri, dalam hal ini dinas pariwisata provinsi dalam pelaksanaannya dalam mengelola pariwisata di DIY apakah mempunyai strategi pemasaran yang khusus bagi pembentukan persepsi publik tentang wisata DIY? Jika ada apa saja persepsi yang ingin dibentuk? a. Dan sesuai data dan pengalaman langsung di lapangan, sebenarnya apa yang dirasakan oleh wisatawan dalam melihat DIY secara keseluruhan? b.Sejauh mana keberhasilan dari promosi yang telah dilakukan? Jika ada, sektor mana yang masih belum berjalan baik? 7. Bagi praktisi pariwisata (Pembisnis dan pemandu) : dari setiap pengunjung yang datang DIY, sebenarnya hal apa saja yang ingin mereka cari dan ingin mereka dapatkan dalam berkunjung ke Jogja? Dalam pandangan mereka dengan citra Jogja apakah ada perbedaan dengan kunjungan lanjutan pada wisatawan yang datang lagi ke Jogja? a. Apa saja harapan-harapan anda untuk perkembangan pariwisata di DIY? Dan apa yang ingin menjadi harapan bagi pemerintah dalam mengelola pariwisata di DIY? Keterangan : sifat dari pertanyaan hanya membawakan sesuai alur dari wawancara, dengan tujuan agar tidak keluar dari konteks tema yang sedang dibahas. Serta sistem pertanyaan dibuat semakin berkembang dan terbuka.

(197) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Transkrip Hasil Wawancara Citra Destinasi Pariwisata DIY Metode Content Analys dan Metode Common-Theme Approach Narasumber 1 Narasumber 2 Narasumber 3 (Pak Andi - HPI) (Pak Irsyam-BP2KY) (Pak Aria - Dinas Pariwisata DIY) P P Ragam DTW 1 Kota Budaya 3 Wilayah yang kecil Ragam Kuliner 2 Kaya akan kuliner 2 Ramah (hospitality) Penginapan dengan Harga Terjangkau 11 Kota Pelajar/pendidikan 5 Aksessibel terhadap wisatawan Sebagai Kota kenangan yang Penginapan dengan jumlah yang banyak Relatif aman berkesan 21 Aksesibilitas yang mudah 9 Indonesia Mini 4 Nyaman Aksesibilitas yang terjangkau Tempat wiata yang beragam 1 Masyarakat yang mendukung Sebagai wisata minat khusus Memiliki suasana yang hangat 8 Pluralisme Intergrated city Kotagede/kota perak Kota Pendidikan Kota Budaya 3 Nyaman 6 Wisata budaya Kota Pendidikan 5 Aman 17 Miniatur Indonesia Kota dengan living culture 3 Bersih 13 MICE paling baik Sebuah keuutuhan/kesatuan Nice City Wisata malam banyak diminati Terdapat banyak Desa Wisata Atraksi wisata yang beragam 15 Banyaknya warga pendatang Terdapat banyak Candi Jogja tidak pernah tidur 14 Harmonis Candi Borobudur Candi Prambanan Jogja tidak pernah mati Memiliki kerajinan yang unik Candi Borobudur Keragaman budaya nusantara Tempat wisata alam Kraton Kota kuliner 178 P 7 9 17 6 19 20 5 3 4 14 8 2

(198) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT Wisata malam yang unik Enak untuk dikunjungi Jogja sangat lengkap Jogja lebih dekat di hati Mudah mendapat yang dicari Mendapat layanan yang sesuai kebutuhan Malioboro Penduduk yang ramah Tranportasi yang baik Sedikitnya pengemis Jogja semakin padat Masyarakat menyambut baik wisatawan 24 SDM pelaku wisata sangat baik Mudahnya ketika berpergian 25 Akomodasi yang beragam (lengkap) 26 27 28 29 Wisata dengan inovasi yang baik Terkenal Pelaku wisata yang mendukung Jogja itu enjoy dan tentram 30 Jogja sangat menarik 31 32 Jogja sangat familiar Ramah 7 33 Penduduk sebagai among tamu 19 34 35 Ada oknum pelaku wisata negatif Memiliki keunikan 18 19 20 21 22 23 12 10 17 18 Pedagang masih sopan dalam menawarkan produknya Memiliki fasilitas yang murah Ada oknum pelaku negatif Jogja sudah terkenal Masyarakat yang toleran Berisikan macam-macam suku dan agama 7 16 Khas (unik) Jam berjalan lambat Suasana yang enak Ramah tamah Kota dengan skala manusia 179 18 Tidak berbasis pada DTWnya saja 9 8 11 10 20 Never Ending Asia Masyarakat dengan kemandiriaan ekonominya Dikenal oleh banyak orang Memiliki banyak event-event Kesenian tradisional yang kental Harga yang sangat terjangkau Masih dibutuhkannya hotel diluar daerah kota jogja Memiliki banyak DTW Dengan Small city Kehidupan malam yang banyak diminati Akomodasi sangat baik Transportasi yang baik 10 15 11 1 14 12 16

(199) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 36 Mudah beradaptasi dengan budaya luar 37 38 39 Nyaman Memiliki budaya yang kental Akomodasi sangat mudah didapat Makanan lebih murah dan mudah didapat Miniatur Indonesia (Ragam suku) Memiliki budaya yang kental Sebuah destinasi kuno Wisatawan membantu promosi DIY sendiri Bersih dibeberapa tempat Sebagai pelepas penat bagi kota-kota besar Wisatawan mencari hal baru Kehidupan malam yang hidup Tranportasi yang lengkap 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 6 180 Masih ada oknum pelaku wisata yang negatif Tempat untuk melepas tekanan Harta Nusantara Suasana yang terjaga (maintain) 8 22 Adat istiadat yang baik 4 Kota dengan Sejarah 13 22 14 16 *Keterangan P = Poin 1 2 3 Metode Content Analysis Metode Common-Theme Approach

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181 Hasil Wawancara Dari hasil wawancara dengan para narasumber mengenai citra destinasi pariwisata DIY, ditentukan kata-kata sifat yang sering muncul dari para narasumber yang selanjutnya dipilih dan ditentukan melalui 2 metode, yaitu ialah Metode Content Analys (kata sifat yang diucapkan berkali-kali) dan Metode Common-Theme Approach (kata sifat yang sama dan diucapkan kembali oleh narasumber lain). 1. Ragam daya tarik wisata Dari Hasil Wawancara, hal-hal yang sering muncul mengenai citra destinasi wisata Jogja ialah ragam daya tarik wisata, ini sesuai dengan pendapat dari para responden sebagai berikut : (Common-Theme Approach) “DIY ini sebagai destinasi utama, pertama daya tariknya itu beragam dan banyak, itu sesuai dengan data yang dimiliki oleh provinsi, kita itu punya 235 destinasi, itu yang terdata. Dan faktanya sebetulnya dari data itu memang sebagian besar merupakan minat wisatawan domestik.” (Pak Andi – HPI). Sumber Rec 00:03:00 - 00:03:33. “Dan saking banyaknya itu tidak nampak, karena kalau nampak seperti festival solo, jember, kalau disini itu hampir setiap bulan pasti ada festival kok, jadi saking banyaknya tempat wisata” (Pak Irsyam – pelaku bisnis pariwisata dan BP2KY) Sumber Rec 13:43 – 07:56

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182 2. Aksesibilitas yang mudah Hal-hal lain yang sering muncul mengenai citra destinasi wisata Jogja ialah Aksesibilitas yang mudah, ini sesuai dengan pendapat dari para responden sebagai berikut : (Common-Theme Approach) “Aksesibilitas misalnya, itu indikator yang saya kira perlu ditambahakan, sekarang kalau Jogja itukan akhir-akhir ini, katakan kereta itukan sudah dari setiap sudut titik dari jawa timur itu terjangkau dan anda tahu, harganyakan murah sekali, semakin murah kemudian ontime, nyaman, belum lagi dengan low cost carier yang kaitanya dengan pesawat, kemudian moda transportasi darat tergantung masing-masing titik, jadi dari indikator aksesibilitas kemudian transportasi, lalu jarak tempuh dan sebagainya, ini bisa dikaji sendiri” (Pak Andi – HPI) Sumber Rec 00:06:56 - 00:07:45 “Sebenarnya kalau daerah wisata dimanapun kalau sudah terkenal itu pasti susah, misalnya mau ke Goa Pindul juga susah toh, tapi orang mau bersusah-susah untuk melihat suatu atraksi, nah disinikan susah juga tidak susah-susah banget, wong ada bis Trans Jogja, sepeda motor bisa, mobil bisa” (Pak Irsyam – pelaku bisnis pariwisata dan BP2KY) Sumber Rec 07:05 – 07:32 “Cenderung kita upayakan, kita berdayakan untuk aksesibel terhadap wisatawan, aksesibel itu banyak hal terkait dengan rutinitas meraka, cara meraka berwisata” (Pak Aria – Dinas Pariwisata Provinsi DIY) Sumber Rec (1) 00:54 – 01:14

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183 3. Nyaman Hal-hal lain yang sering muncul mengenai citra destinasi wisata Jogja ialah nyaman, ini sesuai dengan pendapat dari para responden sebagai berikut : (Common-Theme Approach) “Jogja itu nyaman, kemudian memiliki budaya jawa yang kental” dan “destinasi jogja ini semakin nyaman, tidak ada beban gitu ya (Pak Andi – HPI) Sumber Rec 34:36 - 34:44 dan 37:11 - 37:21 “Sebeneranya nyaman disini kan misalkan, kalau orang wisatawan kesini terus dia jalan di malioboro juga tidak banyak orang peminta-minta, terus kemudian juga, lalu lalang kalau kita bicara tentang wisatawan dari kraton ke malioboro sudah menjadi satu kesatuan dan meraka juga aman, nyaman karena tidak di resein orang atau mungking dipalak atau mungkin di ganggu orang gitu kan, meraka malam-malam hari jam 2 atau jam 3 masih foto-foto di tugu, nongkrong, itukan berarti nyaman.” (Pak Irsyam – pelaku bisnis pariwisata dan BP2KY) Sumber Rec 16:45 – 17:02 “Kalau normatif saya sampaikan lebih nyaman daripada yang lain ya, tetapi misalkan kita compare-kan dengan bali, kita masih ketinggalan. Tapi overall saya sampaikan kita masih jadi kota yang nyaman dan aman” (Pak Aria – Dinas Pariwisata Provinsi DIY) Sumber Rec 04:51 – 05:12

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184 4. Miniatur Indonesia Hal-hal lain yang sering muncul mengenai citra destinasi wisata Jogja ialah Miniatur Indonesia, ini sesuai dengan pendapat dari para responden sebagai berikut : (Common-Theme Approach) “Dan ini saya kira ini unik ya, jadi itulah kenapa sehinggga ada kesan orang wisatawan dalam arti yang datang ke Jogja itu, Jogja itu miniatur indonesia citra yang kemudian membuat destinasi ini atau Jogja ini semakin Nyaman, tidak ada beban gitu ya (Pak Andi – HPI) Sumber Rec 36:56 – 37:21 “Dan secara masyarakat yang masuk kesini bisa kita klaim bahwa ini mininya Indonesia, dari bali, dari kalimantan darimanapun kan datang kesini. Kalau presentasenya mungkin setelah kesini mereka tidak pulang lagi karena mereka dapat jodoh disini terus hidup disini”. (Pak Irsyam – pelaku bisnis pariwisata dan BP2KY) Sumber Rec 10:45 – 11:05 “Tempat yang sangat plural, kita mempunyai masyarakat dari seluruh penjuru Indonesia, salah atunya karena fungsi pendidikan yang ada,sehingga mereka darimanapun mereka datang, dalam tanda kutip mereka menjadi warga Jogja saat menempuh pendidikan disini, keberagaman itu yang harus selalu kita jaga, dibuktikan dengan kita punya asrama mahasiswa dari segenap penjuru, dan menurut arahan gubernur,

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185 bagaimana kita memanfaatkan itu menjadi sebuah miniatur Indonesia” (Pak Aria – Dinas Pariwisata Provinsi DIY) Sumber Rec 06:55 – 08:12 5. Akomodasi yang lengkap dan beragam Hal-hal lain yang sering muncul mengenai citra destinasi wisata Jogja ialah Akomodasi yang lengkap dan beragam, ini sesuai dengan pendapat dari responden sebagai berikut : (Content Analys) “Kita bicara tentang indikator lain katakan misalnya indikator tempat tinggal ataupun penginapan, tolak ukur wisatawan domesitik yaitu terjangkau, terjangkau itu semakin hari semakin banyak pilihan, baik itu di guest house, wisma-wisma maupun hotel bintang yang punya sasaran karakter domesitik itu” (Pak Andi – HPI) Sumber Rec 00:03:55 - 00:04:25 “Jogja itu lengkap, dan kelengkapannya secara dasar dan saling dukung mendukung, itu menguatkan destinasi” (Pak Andi – HPI) Sumber Rec 00:19:25 - 00:19:35 “Di Jogja itu mudah meraka mudah mendapatkan apa yang mereka cari, apapun itu mudah gitu ya” (Pak Andi – HPI) Sumber Rec 00:20:05 - 00:20:15 “Apapun yang mereka ingin dapatkan ada, kemudian apapun mereka ingin dilayani itu bisa dibandingkan atau ramah atau apapun yang dikategorikan itu, terus yang saya kira penting tadi kaitanya dengan urusan itu mudah” (Pak Andi – HPI) Sumber Rec 00:23:45 - 00:24:06 “kemudian apa yang wisatawan inginkan dengan lama tinggal itu tercukupi dengan akomodasi dengan makanan, cari makanan mudah di Jogja itu” (Pak Andi – HPI) Sumber Rec 00:34:45 - 00:35:05

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN II Kuesioner 186

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187 A. Kuesioner bentuk Normal KUESIONER CITRA DESTINASI WISATA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA : DALAM PERSEPSI WISATAWAN NUSATARA (VISITORS) DAN PENDUDUK LOKAL (NON-VISITORS) Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen Oleh : YB. Gusti Adi Purbawisesa NIM : 102214063 FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188 Kepada Yth. Wisatawan dan Penduduk Jogja yang saya Hormati, Saya Gusti Adi, saat ini saya sedang melakukan penelitian mengenai CITRA DESTINASI WISATA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA : DALAM PERSEPSI WISATAWAN NUSATARA (VISITORS) DAN PENDUDUK LOKAL (NON-VISITORS). Bersama dengan kuesioner ini saya mohon bantuan dan mengharapkan kerjasama dari Bapak/Ibu/Saudara/i dengan bersedia menjawab semua pertanyaan dengan jujur sesuai dengan pertanyaanpertanyaan yang tersusun dalam kuesioner ini. Petunjuk cara pengisian akan dijelaskan di setiap awal kelompok pertanyaan. Semua informasi yang Anda berikan akan benar benar saya jaga kerahasiaannya. Dan saya ucapkan banyak sekali terimakasih atas perhatian, bantuan, dan kesediaan Anda dalam penelitian ini. Hormat Saya, YB. Gusti Adi Purbawisesa A. Petunjuk Pengisian 1. Bapak/Ibu/Saudara/Saudari yang saya hormati, mohon kiranya Anda berkenan untuk mengisi kuisioner di bawah ini sesuai dengan yang dirasakan dan keadaan yang sebenarnya. 2. Berilah tanda silang (X) pada kolom yang telah tersedia dengan memilih sesuai keadaan sebenarnya. 3. Berikan jawaban anda sesuai dengan status anda sebagai wisatawan atau penduduk Jogja (tidak perlu mengisi pertanyaan selain status anda). B. Identitas Responden 1. Saya adalah : a. Wisatawan yang berasal dari : ............................................ (silahkan diisi) b. Penduduk Jogya 2. Jenis kelamin : a. Laki-laki b. Perempuan 3. Usia anda : a. 17 – 22 b. 23 – 28 c. 29 – 34 d. 35 – 40 e. > 41

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189 4. Pendidikan Terakhir : a. Sekolah Dasar b. SLTP/SMP sederajat c. SLTA/SMA sederajat d. Sarjana (S1) e. Pasca Sarjana (S2 dan S3) f. Lain-lain, (..............................................) 5. Pekerjaan Sekarang : a. Pelajar b. Pegawai Swasta c. Pegawai Negeri Sipil d. Wiraswasta e. Ibu Rumah Tangga f. Profesional g. TNI/Polri h. Lain- lain (..............................................) 6. Pendapatan dari keluarga anda : a. < Rp. 1.000.000 b. Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 c. Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 d. Rp. 3.500.000 - Rp. 5.000.000 e. > Rp 5.000.000 8. (Hanya Bagi Wisatawan) Berapa lama anda menetap/menginap/tinggal di DIY? a. b. c. d. < 2 Hari 2 Hari – 3 Hari 4 Hari – 6 Hari > 6 Hari 9. (Hanya Bagi Penduduk Jogja) Berapa lama anda telah menetap/ tinggal di DIY? a. b. c. d. < 1 Tahun 2 tahun – 5 Tahun 6 Tahun – 10 Tahun > 10 Tahun

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190 C. Daftar Pertanyaan Anda diharapkan memilih / mengisi setiap kolom berdasarkan penilaian Anda. Terdapat 4 (empat) alternatif jawaban : SS S TS STS : Sangat Setuju : Setuju : Tidak Setuju : Sangat Tidak Setuju 10. Citra Destinasi Wisata DIY bagi Wisatawan dan Penduduk Jika anda membayangkan DIY, ciri atau sifat manakah dibawah ini yang anda sangat setuju hingga sangat tidak setuju untuk menggambarkan DIY : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Pernyataan Ragam Daya tarik wisata berkelas dunia Ragam Kuliner Kota Budaya Indonesia mini/miniatur indonesia Kota Pelajar/Pendidikan Kota yang Nyaman Masyarakat yang ramah-tamah Lingkungan yang Harmonis Aksesibilitas yang mudah Daerah yang sudah terkenal Memiliki fasilitas penginapan dan akomodasi yang murah Akomodasi yang beragam (lengkap) Wilayah yang Bersih Kehidupan malam yang hidup Atraksi wisata (event-event) yang beragam Transportasi yang baik Aman dan tentram Memiliki ke-khas-an atau unik Masyarakat yang menjadi among tamu yang ramah tamah Masyarakat yang toleran/plural Sebagai Kota kenangan yang berkesan Sebagai pelepas penat bagi wisatawan dari kota-kota besar SS Penilaian S TS STS

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11. (Bagi Wisatawan) No Pernyataan SS Penilaian S TS STS Wisatawan berkunjung kembali 1 Saya akan mengunjungi Jogja lagi di waktu dan kesempatan yang akan datang 2 Saya merekomendasikan kepada teman, kerabat, dan keluarga saya untuk berkunjung ke Jogja 3 Saya mengajak teman, kerabat, dan keluarga saya untuk berkunjung ke Jogja 12. (Bagi Penduduk Jogja) No Pernyataan Hospitality (keramah-tamahan) penduduk Saya tidak pernah berkeberatan 1 untuk memberikan informasi kepada wisatawan Saya akan menjadi tuan rumah yang 2 baik bagi wisatawan yang datang ke Jogja Saya siap mendukung 3 pengembangan pariwisata yang dilakukan di Jogja Saya menyambut baik semakin 4 meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Jogja Saya berperan aktif untuk 5 mewujudkan Jogja sebagai destinasi wisata yang ramah pada wisatawan Terima kasih SS Penilaian S TS STS 191

(211) SS : Sangat Setuju S : Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT B. Kuesioner dalam bentuk sesungguhnya B. Identitas Responden 1. Saya adalah : Kepada Yth. Wisatawan dan Penduduk Jogja yang saya Hormati, Saya Gusti Adi, saat ini saya sedang melakukan penelitian mengenai CITRA DESTINASI WISATA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA : DALAM PERSEPSI WISATAWAN NUSATARA (VISITORS) DAN PENDUDUK LOKAL (NON-VISITORS). Bersama dengan kuesioner ini saya mohon bantuan dan mengharapkan kerjasama dari Bapak/Ibu/Saudara/i dengan bersedia menjawab semua pertanyaan dengan jujur sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan yang tersusun dalam kuesioner ini. Petunjuk cara pengisian akan dijelaskan di setiap awal kelompok pertanyaan. Semua informasi yang Anda berikan akan benar benar saya jaga kerahasiaannya. Dan saya ucapkan banyak sekali terimakasih atas perhatian, bantuan, dan kesediaan Anda dalam penelitian ini. Hormat saya, Ttd YB. Gusti Adi Purbawisesa 6. Pengeluaran setiap bulannya dari keluarga anda : a.Wisatawan yang berasal dari : ................................. (silahkan diisi) b. Penduduk Jogja 2. Jenis kelamin : a. Laki-laki 7. (Hanya Bagi Wisatawan) Berapa menetap/menginap/tinggal di DIY? d. 35 – 40 tahun e. > 41 tahun a. b. c. d. e. f. Sekolah Dasar SLTP/SMP sederajat SLTA/SMA sederajat Sarjana (S1) Pasca Sarjana (S2 dan S3) Lain-lain, (..............................................) 5. Pekerjaan Sekarang : 2. 3. Bapak/Ibu/Saudara/Saudari yang saya hormati, mohon kiranya Anda berkenan untuk mengisi kuisioner di bawah ini sesuai dengan yang dirasakan dan keadaan yang sebenarnya. Berilah tanda silang (X) pada kolom yang telah tersedia dengan memilih sesuai keadaan sebenarnya. Berikan jawaban anda sesuai dengan status anda sebagai wisatawan atau penduduk Jogja (tidak perlu mengisi pertanyaan selain status anda). a. b. c. d. lama anda < 2 Hari 2 Hari – 3 Hari 4 Hari – 6 Hari 6 Hari 4. Pendidikan Terakhir : A. Petunjuk Pengisian 1. < Rp. 1.000.000 Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 Rp. 3.500.000 - Rp. 5.000.000 Rp 5.000.000 b. Perempuan 3. Usia anda : a. 17 – 22 tahun b. 23 – 28 tahun c. 29 – 34 tahun a. b. c. d. e. a. b. c. d. e. f. g. h. Pelajar Pegawai Swasta Pegawai Negeri Sipil Wiraswasta Ibu Rumah Tangga Profesional TNI/Polri Lain- lain, (..............................................) 8. (Hanya Bagi Penduduk Jogja) Berapa lama anda telah menetap/ tinggal di DIY? a. b. c. d. < 1 Tahun 2 tahun – 5 Tahun 6 Tahun – 10 Tahun 10 Tahun C. Daftar Pertanyaan Anda diharapkan memilih / mengisi setiap kolom berdasarkan penilaian Anda. Terdapat 4 (empat) alternatif jawaban : SS S TS STS : Sangat Setuju : Setuju : Tidak Setuju : Sangat Tidak Setuju

(212) SS : Sangat Setuju S : Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 9. Citra Destinasi Wisata DIY 10. Bagi Wisatawan Jika anda membayangkan DIY, ciri atau sifat manakah dibawah ini yang anda sangat setuju hingga sangat tidak setuju untuk menggambarkan DIY : No Pernyataan 1 2 3 Ragam Daya tarik wisata berkelas dunia Ragam Kuliner Kota Budaya 4 Indonesia mini/miniatur indonesia 5 6 Kota Pelajar/Pendidikan Kota yang Nyaman 7 8 Masyarakat yang ramah-tamah Lingkungan yang Harmonis 9 10 Aksesibilitas yang mudah 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Daerah yang sudah terkenal Memiliki fasilitas penginapan dan akomodasi yang murah Akomodasi yang beragam (lengkap) Wilayah yang Bersih Kehidupan malam yang hidup Atraksi wisata (event-event) yang beragam Transportasi yang baik SS Penilaian S TS No 1 STS 2 3 SS Penilaian S TS STS Saya akan mengunjungi Jogja lagi di waktu dan kesempatan yang akan datang Saya merekomendasikan kepada teman, kerabat, dan keluarga saya untuk berkunjung ke Jogja Saya mengajak teman, kerabat, dan keluarga saya untuk berkunjung ke Jogja 11. Bagi Penduduk Jogja No 1 2 Aman dan tentram 3 Memiliki ke-khas-an atau unik Masyarakat yang menjadi among tamu yang ramah tamah Masyarakat yang toleran/plural 4 Sebagai kota kenangan yang berkesan Sebagai pelepas penat bagi wisatawan dari kota-kota besar Pernyataan 5 Pernyataan Saya tidak pernah berkeberatan untuk memberikan informasi kepada wisatawan Saya akan menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan yang datang ke Jogja Saya siap mendukung pengembangan pariwisata yang dilakukan di Jogja Saya menyambut baik semakin meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Jogja Saya berperan aktif untuk mewujudkan Jogja sebagai destinasi wisata yang ramah pada wisatawan Terimakasih Banyak atas bantuannya SS Penilaian S TS STS

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SS : Sangat Setuju S : Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN III Deskripsi Responden 194

(215) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 1 Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Identitas Responden Wisatawan 2 3 4 5 195 6 7 Pengeluaran Lama tinggal Status P/W Asal L/P Usia Pendidikan Pekerjaan Wisatawan Manggarai-flores P 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 6 Hari Wisatawan Solo P 17-22 tahun Sarjana Pelajar > Rp 5.000.000 < 2 Hari Wisatawan Bandung P 23-28 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 4 Hari – 6 Hari Wisatawan Surakarta P 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 2 Hari – 3 Hari Wisatawan Bandung L 23-28 tahun Sarjana Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 2 Hari – 3 Hari Wisatawan Bandung L 23-28 tahun SLTA Wiraswasta Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 2 Hari – 3 Hari Wisatawan Palembang L 23-28 tahun SLTA Wiraswasta Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 6 Hari Wisatawan Bengkulu P 23-28 tahun SLTA Wiraswasta Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 4 Hari – 6 Hari Wisatawan Bandung L 23-28 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 2 Hari – 3 Hari Wisatawan Jakarata P 17-22 tahun SLTP Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 < 2 Hari Wisatawan Jakarata P 17-22 tahun SLTP Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 < 2 Hari Wisatawan Jakarata P 17-22 tahun SLTP Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 < 2 Hari Wisatawan Jakarata P 17-22 tahun SLTP Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 < 2 Hari Wisatawan Jakarata L 29-34 tahun Pasca Sarjana Pegawai Swasta Rp. 3.500.000 - Rp. 5.000.000 > 6 Hari Wisatawan Bali L 23-28 tahun Sarjana Pegawai Swasta Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 < 2 Hari Wisatawan Klaten P > 41 tahun Sarjana Pegawai Negeri Rp. 3.500.000 - Rp. 5.000.000 < 2 Hari Wisatawan Klaten P > 41 tahun Sarjana Pegawai Negeri > Rp 5.000.000 < 2 Hari Wisatawan Kalimantan Selatan P > 41 tahun Sarjana Pegawai Negeri Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 2 Hari – 3 Hari

(216) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 19 20 21 g22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 196 Wisatawan Kalimantan Selatan L > 41 tahun Sarjana Pegawai Negeri Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 2 Hari – 3 Hari Wisatawan Kalimantan Selatan L > 41 tahun Sarjana Pegawai Negeri Rp. 3.500.000 - Rp. 5.000.000 2 Hari – 3 Hari Wisatawan Kalimantan Selatan L > 41 tahun Sarjana Pegawai Negeri Rp. 3.500.000 - Rp. 5.000.000 4 Hari – 6 Hari Wisatawan Malang L 23-28 tahun Sarjana Pegawai Swasta Wisatawan Surabaya P 23-28 tahun Sarjana Pegawai Swasta Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 2 Hari – 3 Hari Wisatawan Purworejo L 35-40 tahun Sarjana Pegawai Swasta > Rp 5.000.000 2 Hari – 3 Hari Wisatawan Surabaya P 23-28 tahun Sarjana Pegawai Swasta Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 2 Hari – 3 Hari Wisatawan Kebumen P 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 6 Hari Wisatawan Semarang P 17-22 tahun SLTA Pelajar > Rp 5.000.000 4 Hari – 6 Hari Wisatawan Riau P 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 4 Hari – 6 Hari Wisatawan Surabaya L 29-34 tahun Sarjana Pegawai Swasta Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 2 Hari – 3 Hari Wisatawan Klaten L > 41 tahun Sarjana Pegawai Negeri Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 < 2 Hari Wisatawan Purbalingga L 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 6 Hari Wisatawan Magelang L 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 4 Hari – 6 Hari Wisatawan Surabaya L 29-34 tahun Sarjana Pegawai Swasta Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 < 2 Hari Wisatawan Jakarta L 23-28 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 6 Hari Wisatawan Jawa Timur L 17-22 tahun SLTA Pegawai Swasta > Rp 5.000.000 > 6 Hari Wisatawan Purwokerto P 29-34 tahun SLTA Ibu Rumah Tangga Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 < 2 Hari Wisatawan Kalimantan Barat P 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 4 Hari – 6 Hari Wisatawan Kalimantan Barat L 17-22 tahun Sarjana Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 6 Hari Wisatawan Kalimantan Barat P 23-28 tahun Sarjana Wiraswasta < Rp. 1.000.000 > 6 Hari Wisatawan Purwokerto L 35-40 tahun SLTA Wiraswasta Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 2 Hari – 3 Hari 2 Hari – 3 Hari

(217) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 197 Wisatawan Solo L 35-40 tahun SLTA Wiraswasta Rp. 3.500.000 - Rp. 5.000.000 < 2 Hari Wisatawan Blitar P 29-34 tahun SLTA Pegawai Negeri Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 2 Hari – 3 Hari Wisatawan Indramayu P 23-28 tahun Sarjana Lain-lain < Rp. 1.000.000 < 2 Hari Wisatawan Johor - Malaysia L 23-28 tahun Sarjana Lain-lain Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 4 Hari – 6 Hari Wisatawan Solo P 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 < 2 Hari Wisatawan Maluku P 23-28 tahun Pasca Sarjana Pelajar < Rp. 1.000.000 Wisatawan Indramayu P 35-40 tahun Sarjana Lain-lain < Rp. 1.000.000 < 2 Hari Wisatawan Jombang P 29-34 tahun lain-lain (D3) Wiraswasta Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 2 Hari – 3 Hari Wisatawan Solo P 35-40 tahun lain-lain (D3) Ibu Rumah Tangga Rp. 3.500.000 - Rp. 5.000.000 < 2 Hari Wisatawan Kalimantan Barat P 23-28 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 4 Hari – 6 Hari Wisatawan Maluku P 17-22 tahun Sarjana Pelajar < Rp. 1.000.000 > 6 Hari Wisatawan Kalimantan Barat L 23-28 tahun Sarjana Pegawai Negeri > Rp 5.000.000 4 Hari – 6 Hari Wisatawan Blitar P 35-40 tahun Sarjana Pegawai Negeri Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 2 Hari – 3 Hari Wisatawan Solo P 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 < 2 Hari Wisatawan Kalimantan Barat P 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 6 Hari Wisatawan Boyolali L 23-28 tahun Sarjana Wiraswasta Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 < 2 Hari Wisatawan Jepara L 17-22 tahun SLTP Wiraswasta < Rp. 1.000.000 < 2 Hari Wisatawan Jakarta L 23-28 tahun SLTA Wiraswasta Rp. 3.500.000 - Rp. 5.000.000 > 6 Hari Wisatawan Solo P 17-22 tahun Sarjana Pelajar < Rp. 1.000.000 < 2 Hari Wisatawan Solo L 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 < 2 Hari Wisatawan Cepu L 29-34 tahun Sarjana Pegawai Negeri Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 < 2 Hari Wisatawan Kediri P SLTP Pelajar < Rp. 1.000.000 < 2 Hari

(218) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 198 > Rp 5.000.000 > 6 Hari Pegawai Negeri Rp. 3.500.000 - Rp. 5.000.000 < 2 Hari Sarjana Ibu Rumah Tangga Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 > 6 Hari 35-40 tahun Sarjana Pegawai Negeri Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 < 2 Hari P 35-40 tahun Pasca Sarjana Pegawai Negeri Rp. 3.500.000 - Rp. 5.000.000 > 6 Hari Sukoharjo P > 41 tahun Sarjana Pegawai Negeri Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 < 2 Hari Wisatawan Surakarta L 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 < 2 Hari Wisatawan Jepara P 17-22 tahun SLTP Pelajar < Rp. 1.000.000 < 2 Hari Wisatawan Ambarawa P > 41 tahun Sarjana Pegawai Negeri Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 < 2 Hari Wisatawan Palembang L > 41 tahun SLTA Wiraswasta < Rp. 1.000.000 2 Hari – 3 Hari Wisatawan Kediri P 17-22 tahun SD Pelajar < Rp. 1.000.000 < 2 Hari Wisatawan Padang L 29-34 tahun Sarjana Pelajar > 6 Hari Wisatawan Padang P 29-34 tahun SLTA Ibu Rumah Tangga > 6 Hari Wisatawan Solo L 17-22 tahun Sarjana Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 < 2 Hari Wisatawan Semarang L 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 < 2 Hari Wisatawan Magelang L 23-28 tahun SLTA Pegawai Swasta < Rp. 1.000.000 > 6 Hari Wisatawan USA P 35-40 tahun Pasca Sarjana Ibu Rumah Tangga Rp. 3.500.000 - Rp. 5.000.000 4 Hari – 6 Hari Wisatawan USA L > 41 tahun Pasca Sarjana Profesional > Rp 5.000.000 2 Hari – 3 Hari Wisatawan Ciamis L 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 6 Hari Wisatawan Ciamis P 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 6 Hari Wisatawan Ciamis P 17-22 tahun Sarjana Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 6 Hari Wisatawan Kebumen P 17-22 tahun Sarjana Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 6 Hari Wisatawan Bengkulu L > 41 tahun Sarjana Wiraswasta Wisatawan Salatiga P > 41 tahun Sarjana Wisatawan Riau P 35-40 tahun Wisatawan Cepu L Wisatawan Bengkulu Wisatawan

(219) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 199 Wisatawan Padang P 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 > 6 Hari Wisatawan Banjar L 17-22 tahun Sarjana Pelajar < Rp. 1.000.000 > 6 Hari Wisatawan Lampung P 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 6 Hari Wisatawan Bandung P 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 6 Hari Wisatawan Jember L 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 < 2 Hari Wisatawan Jepang P 23-28 tahun Pasca Sarjana Wiraswasta Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 < 2 Hari Wisatawan Magetan P 17-22 tahun Sarjana Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 6 Hari Wisatawan Solo L 23-28 tahun SLTA Pelajar Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 > 6 Hari Wisatawan Klaten P 23-28 tahun Sarjana Pegawai Swasta < Rp. 1.000.000 > 6 Hari Wisatawan Bogor L 23-28 tahun Sarjana Pegawai Swasta Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 2 Hari – 3 Hari Wisatawan Jakarta L 29-34 tahun Pasca Sarjana Pegawai Swasta Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 2 Hari – 3 Hari Wisatawan Tegal P 17-22 tahun Sarjana Pelajar < Rp. 1.000.000 2 Hari – 3 Hari Wisatawan Batam P 23-28 tahun Sarjana Pelajar < Rp. 1.000.000 > 6 Hari Wisatawan Madiun P 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 6 Hari Wisatawan Batam L 17-22 tahun SLTA Pelajar > Rp 5.000.000 > 6 Hari Wisatawan Jakarta L 17-22 tahun SLTA Pegawai Swasta Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 < 2 Hari

(220) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 200 2. DATA Penduduk Lokal Identitas Responden Penduduk 3 4 5 1 2 Status P/W L/P Usia Pendidikan Pekerjaan 1 Penduduk L > 41 tahun SLTA Pegawai Swasta Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun 2 Penduduk P 35-40 tahun SLTA Pegawai Swasta Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 > 10 Tahun 3 Penduduk L > 41 tahun Pasca Sarjana Profesional > Rp 5.000.000 > 10 Tahun 4 Penduduk P 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 > 10 Tahun 5 Penduduk P 35-40 tahun Sarjana Pegawai Swasta Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 > 10 Tahun 6 Penduduk P 17-22 tahun Sarjana Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun 7 Penduduk L 23-28 tahun Sarjana Pelajar Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 6 Tahun – 10 Tahun 8 Penduduk P 17-22 tahun SLTA Pelajar > Rp 5.000.000 > 10 Tahun 9 Penduduk P 17-22 tahun SLTA Pelajar > Rp 5.000.000 > 10 Tahun 10 Penduduk P 23-28 tahun SLTA Pelajar > Rp 5.000.000 > 10 Tahun 11 Penduduk L 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 > 10 Tahun 12 Penduduk P 17-22 tahun SLTA Pegawai Swasta < Rp. 1.000.000 > 10 Tahun 13 Penduduk L 29-34 tahun SLTA Pegawai Swasta < Rp. 1.000.000 6 Tahun – 10 Tahun 14 Penduduk L 29-34 tahun Sarjana Pegawai Negeri Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 6 Tahun – 10 Tahun 15 Penduduk L 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 > 10 Tahun 16 Penduduk L 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 17 Penduduk L 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 Responden 6 8 Pengeluaran Lama tinggal > 10 Tahun

(221) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 201 < Rp. 1.000.000 > 10 Tahun Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun Pelajar < Rp. 1.000.000 > 10 Tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 2 tahun – 5 Tahun 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 2 tahun – 5 Tahun L 23-28 tahun Sarjana Lain-lain Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun Penduduk L > 41 tahun SLTA Profesional < Rp. 1.000.000 2 tahun – 5 Tahun 25 Penduduk L 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 > 10 Tahun 26 Penduduk L 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 2 tahun – 5 Tahun 27 Penduduk L 35-40 tahun Sarjana Pegawai Swasta Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun 28 Penduduk P > 41 tahun SLTA Pegawai Swasta Rp. 3.500.000 - Rp. 5.000.000 > 10 Tahun 29 Penduduk L 35-40 tahun SLTA Pegawai Swasta Rp. 3.500.000 - Rp. 5.000.000 > 10 Tahun 30 Penduduk L 23-28 tahun Sarjana Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun 31 Penduduk L 23-28 tahun SLTA Pegawai Swasta Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun 32 Penduduk L 29-34 tahun SLTA Pegawai Swasta Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun 33 Penduduk L 23-28 tahun SLTA Pegawai Swasta Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun 34 Penduduk L 35-40 tahun SD Wiraswasta > Rp 5.000.000 > 10 Tahun 35 Penduduk L > 41 tahun SLTA Wiraswasta < Rp. 1.000.000 > 10 Tahun 36 Penduduk L > 41 tahun SLTA Wiraswasta < Rp. 1.000.000 > 10 Tahun 37 Penduduk L > 41 tahun Sarjana Profesional Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 > 10 Tahun 38 Penduduk L > 41 tahun SD Wiraswasta < Rp. 1.000.000 > 10 Tahun 39 Penduduk L > 41 tahun SLTA Profesional < Rp. 1.000.000 > 10 Tahun 40 Penduduk P 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 > 10 Tahun 18 Penduduk L 17-22 tahun SLTA Pelajar 19 Penduduk P > 41 tahun lain-lain (tdk) Wiraswasta 20 Penduduk P 17-22 tahun SLTA 21 Penduduk P 23-28 tahun 22 Penduduk P 23 Penduduk 24

(222) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 202 41 Penduduk P 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 > 10 Tahun 42 Penduduk P 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun 43 Penduduk L 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 2 tahun – 5 Tahun 44 Penduduk L 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun 45 Penduduk P 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 > 10 Tahun 46 Penduduk P > 41 tahun Sarjana Lain-lain Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 > 10 Tahun 47 Penduduk L 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 < 1 Tahun 48 Penduduk L 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun 49 Penduduk P 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun 50 Penduduk L 17-22 tahun Sarjana Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun 51 Penduduk L 23-28 tahun Sarjana Pegawai Swasta Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun 52 Penduduk L 17-22 tahun Sarjana Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun 53 Penduduk L 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 > 10 Tahun 54 Penduduk P 17-22 tahun Sarjana Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun 55 Penduduk L 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 2 tahun – 5 Tahun 56 Penduduk P 17-22 tahun Sarjana Wiraswasta < Rp. 1.000.000 > 10 Tahun 57 Penduduk P 29-34 tahun Sarjana Wiraswasta Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun 58 Penduduk P 29-34 tahun lain-lain (D3) Pegawai Swasta Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 > 10 Tahun 59 Penduduk L 29-34 tahun Sarjana Wiraswasta Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 6 Tahun – 10 Tahun 60 Penduduk P 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 > 10 Tahun 61 Penduduk P 23-28 tahun SLTA Wiraswasta Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 > 10 Tahun 62 Penduduk L > 41 tahun SLTA Lain-lain Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun 63 Penduduk P > 41 tahun SLTA Ibu Rumah Tangga < Rp. 1.000.000 > 10 Tahun

(223) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 203 Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 > 10 Tahun Ibu Rumah Tangga < Rp. 1.000.000 > 10 Tahun SLTA Wiraswasta < Rp. 1.000.000 > 10 Tahun 29-34 tahun lain-lain (D3) Pegawai Swasta Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun P > 41 tahun lain-lain (D3) Lain-lain Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun Penduduk P > 41 tahun SLTA Ibu Rumah Tangga > Rp 5.000.000 2 tahun – 5 Tahun 70 Penduduk P 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 < 1 Tahun 71 Penduduk P > 41 tahun Sarjana Pegawai Negeri Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun 72 Penduduk P 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun 73 Penduduk L > 41 tahun lain-lain (D3) Lain-lain Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun 74 Penduduk P 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 2 tahun – 5 Tahun 75 Penduduk L 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun 76 Penduduk P > 41 tahun SLTP Lain-lain Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun 77 Penduduk L 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 6 Tahun – 10 Tahun 78 Penduduk L 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 2 tahun – 5 Tahun 79 Penduduk L 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 2 tahun – 5 Tahun 80 Penduduk L 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun 81 Penduduk L 17-22 tahun SLTA Pegawai Swasta < Rp. 1.000.000 2 tahun – 5 Tahun 82 Penduduk L 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 2 tahun – 5 Tahun 83 Penduduk L 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 2 tahun – 5 Tahun 84 Penduduk L 17-22 tahun SLTA Pegawai Swasta < Rp. 1.000.000 < 1 Tahun 85 Penduduk P 23-28 tahun SLTA Pegawai Swasta Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun 86 Penduduk L 23-28 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun 64 Penduduk P > 41 tahun SLTA Wiraswasta 65 Penduduk P > 41 tahun SD 66 Penduduk L 17-22 tahun 67 Penduduk P 68 Penduduk 69

(224) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 204 Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun < Rp. 1.000.000 > 10 Tahun Pegawai Swasta Rp. 2.600.000 - Rp. 3.500.000 > 10 Tahun SLTA Pegawai Swasta Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun > 41 tahun SLTA Wiraswasta Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 > 10 Tahun P 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 > 10 Tahun Penduduk P 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 2 tahun – 5 Tahun 94 Penduduk L 17-22 tahun Sarjana Pelajar < Rp. 1.000.000 2 tahun – 5 Tahun 95 Penduduk L 17-22 tahun SLTA Pelajar < Rp. 1.000.000 2 tahun – 5 Tahun 96 Penduduk L > 41 tahun Sarjana Pegawai Negeri > Rp 5.000.000 > 10 Tahun 97 Penduduk L > 41 tahun Sarjana Pegawai Negeri Rp. 3.500.000 - Rp. 5.000.000 > 10 Tahun 98 Penduduk P 17-22 tahun SLTA Pelajar Rp. 1.000.000 – Rp.2.500.000 2 tahun – 5 Tahun 99 Penduduk L 35-40 tahun Sarjana Pegawai Negeri Rp. 3.500.000 - Rp. 5.000.000 > 10 Tahun 100 Penduduk P > 41 tahun Sarjana Pegawai Negeri > Rp 5.000.000 > 10 Tahun 87 Penduduk P 29-34 tahun Sarjana Pegawai Swasta 88 Penduduk L 17-22 tahun SLTA Pelajar 89 Penduduk L 29-34 tahun Sarjana 90 Penduduk P 23-28 tahun 91 Penduduk P 92 Penduduk 93

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN IV Hasil Tabulasi Data pada Peneltian Tahap II 205

(226) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT Keterangan : C = Citra Q = Variabel niat berkunjung kembali Y = Variabel niat memberikan hospitality J RR 206 = Jumlah = Rata-rata 1. Tabulasi Data mengenai Citra dari Wisatawan Citra Destinasi Wisata DIY menurut Wisatawan Responden C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C8 C9 C10 C11 C12 C13 C14 C15 C16 C17 C18 C19 C20 C21 C22 J RR 1 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 77 3,50 2 3 3 3 3 2 2 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 67 3,05 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 64 2,91 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 74 3,36 5 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 73 3,32 6 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 84 3,82 7 3 4 3 3 2 3 3 3 2 3 4 3 2 4 4 2 2 3 3 3 4 4 67 3,05 8 3 2 4 3 4 4 4 3 2 4 4 4 2 4 2 3 3 3 4 4 3 3 72 3,27 9 3 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 79 3,59 10 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 79 3,59 11 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 78 3,55 12 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 1 3 4 4 4 4 3 4 4 80 3,64 13 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 86 3,91 14 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 88 4,00 15 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 2 3 3 3 4 4 4 3 3 75 3,41 16 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 74 3,36 17 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 83 3,77 18 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 74 3,36 19 4 3 4 4 4 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 74 3,36

(227) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 207 20 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 66 3,00 21 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 81 3,68 22 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 4 4 4 4 3 74 3,36 23 4 3 4 2 3 3 3 3 3 4 4 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 70 3,18 24 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 79 3,59 25 4 3 4 3 2 2 2 2 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 67 3,05 26 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 68 3,09 27 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 4 2 3 3 3 3 4 4 66 3,00 28 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 74 3,36 29 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 70 3,18 30 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 67 3,05 31 4 4 4 2 4 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 65 2,95 32 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 2 3 4 4 3 4 4 3 3 3 72 3,27 33 3 3 4 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 67 3,05 34 3 3 3 2 4 3 4 3 1 4 3 2 3 4 3 1 3 3 3 3 3 4 65 2,95 35 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 79 3,59 36 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 72 3,27 37 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 2 2 4 3 3 3 4 75 3,41 38 2 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 75 3,41 39 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 2 3 3 3 4 4 3 3 4 3 75 3,41 40 3 3 3 2 3 2 3 3 3 4 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 62 2,82 41 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 64 2,91 42 3 2 3 2 3 3 3 2 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 59 2,68 43 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 82 3,73 44 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 86 3,91 45 3 2 3 3 3 3 2 3 3 4 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 61 2,77 46 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 84 3,82 47 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 75 3,41

(228) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 208 48 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 72 3,27 49 4 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 74 3,36 50 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 71 3,23 51 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 73 3,32 52 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 74 3,36 53 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 61 2,77 54 3 2 4 3 4 3 3 2 3 4 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 68 3,09 55 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 67 3,05 56 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 68 3,09 57 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 75 3,41 58 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 4 3 69 3,14 59 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 2 3 3 4 3 3 2 4 3 3 4 3 71 3,23 60 3 3 4 2 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 71 3,23 61 3 2 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 4 4 3 3 3 4 68 3,09 62 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 65 2,95 63 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 67 3,05 64 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 66 3,00 65 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 70 3,18 66 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 72 3,27 67 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 2 3 2 3 4 3 3 4 4 69 3,14 68 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 4 3 3 4 4 68 3,09 69 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 2 68 3,09 70 4 4 3 3 3 2 2 2 3 3 2 2 2 3 2 2 3 3 3 3 2 3 59 2,68 71 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 77 3,50 72 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 66 3,00 73 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 66 3,00 74 3 3 4 4 4 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 67 3,05 75 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 70 3,18

(229) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 209 76 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 4 3 3 3 2 3 64 2,91 77 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 75 3,41 78 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 2 4 3 3 4 3 3 3 4 73 3,32 79 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 76 3,45 80 2 3 3 2 4 4 3 3 3 3 4 3 3 2 2 3 4 3 3 3 4 4 68 3,09 81 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 65 2,95 82 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 76 3,45 83 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 80 3,64 84 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 76 3,45 85 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 77 3,50 86 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 82 3,73 87 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 75 3,41 88 4 4 4 2 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 70 3,18 89 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 2 3 2 3 3 3 3 4 4 4 4 4 73 3,32 90 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 2 2 4 4 4 4 4 4 4 4 82 3,73 91 4 4 4 4 4 4 2 3 3 4 3 3 2 4 4 2 3 4 3 3 4 4 75 3,41 92 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 2 3 3 1 3 3 3 3 3 3 61 2,77 93 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 84 3,82 94 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 78 3,55 95 3 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 72 3,27 96 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 81 3,68 97 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 75 3,41 98 4 4 4 4 4 4 2 3 3 4 3 3 1 4 4 2 3 4 3 3 4 4 74 3,36 99 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 4 3 4 71 3,23 100 3 4 3 2 3 3 3 3 2 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 75 3,41 Total C 335 329 364 323 361 334 331 320 314 350 331 316 281 318 321 299 322 355 327 318 345 344 7238 Rata-rata 3,35 3,29 3,64 3,23 3,61 3,34 3,31 3,20 3,14 3,50 3,31 3,16 2,81 3,18 3,21 2,99 3,22 3,55 3,27 3,18 3,45 3,44 72,38 329 3,29

(230) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 210 2. Tabulasi Data Mengenai Citra dari Penduduk Lokal Citra Destinasi Wisata DIY menurut Penduduk Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 C1 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 2 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 2 4 3 3 3 3 3 C2 3 3 2 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 C3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 3 4 4 C4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 2 3 4 3 2 4 3 2 3 4 3 C5 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 4 C6 2 3 2 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 C7 2 3 2 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 C8 2 3 2 2 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 2 3 4 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 C9 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 2 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 2 C10 3 4 3 2 3 4 3 4 3 4 2 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 2 3 4 4 4 C11 2 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 2 2 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 2 C12 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 2 C13 2 3 3 2 2 4 3 3 3 2 4 3 4 4 2 2 3 4 4 2 2 3 3 2 3 2 2 2 4 2 C14 2 3 2 3 2 3 4 4 3 4 3 3 2 4 2 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 4 C15 3 3 3 2 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 4 4 C16 3 3 3 3 2 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 2 3 2 4 2 2 3 2 3 3 2 3 3 4 2 C17 2 3 1 3 2 4 3 4 3 2 4 3 4 4 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 C18 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 C19 3 3 2 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 C20 2 3 1 4 2 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 2 3 4 3 C21 2 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 C22 2 3 4 4 3 4 4 4 3 1 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 2 3 3 4 3 4 3 J 56 72 58 62 61 83 72 80 66 76 76 79 78 81 69 63 66 84 84 65 66 73 70 60 72 65 66 66 85 69 RR 2,55 3,27 2,64 2,82 2,77 3,77 3,27 3,64 3,00 3,45 3,45 3,59 3,55 3,68 3,14 2,86 3,00 3,82 3,82 2,95 3,00 3,32 3,18 2,73 3,27 2,95 3,00 3,00 3,86 3,14

(231) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 4 4 3 4 4 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 2 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 2 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 2 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 2 4 3 4 4 4 2 4 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 1 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 4 4 1 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 2 3 3 4 2 3 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 4 2 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 1 4 4 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 2 4 2 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 2 3 4 4 3 3 4 4 2 2 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 2 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 211 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 2 4 4 4 2 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 2 3 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 75 76 68 71 88 66 70 67 71 77 72 77 61 81 82 79 60 77 78 81 80 75 75 79 78 77 74 85 68 67 78 75 79 75 76 73 3,41 3,45 3,09 3,23 4,00 3,00 3,18 3,05 3,23 3,50 3,27 3,50 2,77 3,68 3,73 3,59 2,73 3,50 3,55 3,68 3,64 3,41 3,41 3,59 3,55 3,50 3,36 3,86 3,09 3,05 3,55 3,41 3,59 3,41 3,45 3,32

(232) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 Total C Rata-rata 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 2 2 4 3 3 3 2 4 4 331 3,31 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 344 3,44 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 376 3,76 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 2 4 4 343 3,43 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 4 367 3,67 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 3 2 4 4 4 345 3,45 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 343 3,43 4 4 2 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 2 3 4 4 326 3,26 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 2 4 3 3 4 4 4 2 3 3 3 3 2 4 4 325 3,25 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 346 3,46 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 2 2 3 2 3 3 3 4 2 4 4 3 3 4 4 318 3,18 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 2 3 4 2 4 4 4 319 3,19 4 4 2 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 4 2 301 3,01 2 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 4 4 2 2 4 3 3 4 3 3 1 3 3 314 3,14 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 4 3 330 3,3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 2 2 4 3 303 3,03 4 4 2 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 3 2 3 4 3 318 3,18 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 357 3,57 212 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 340 3,4 4 3 2 2 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 332 3,32 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 362 3,62 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 350 3,5 86 78 67 77 88 86 75 77 73 73 78 79 73 75 77 72 78 79 71 75 83 76 82 75 72 78 70 68 75 72 60 66 85 77 7387 73,87 3,91 3,55 3,05 3,50 4,00 3,91 3,41 3,50 3,32 3,32 3,55 3,59 3,32 3,41 3,50 3,27 3,55 3,59 3,23 3,41 3,77 3,45 3,73 3,41 3,27 3,55 3,18 3,09 3,41 3,27 2,73 3,00 3,86 3,50 335,77 3,36

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 213 3. Tabulasi Data Wisatawan untukberkunjung kembali Res 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Wisatawan berkunjung kembali Q1 Q2 Q3 Jumlah RR 4 4 4 12 4,00 3 3 3 9 3,00 3 3 3 9 3,00 4 4 4 12 4,00 4 4 4 12 4,00 4 4 4 12 4,00 4 4 4 12 4,00 4 4 4 12 4,00 4 4 4 12 4,00 3 3 4 10 3,33 4 3 4 11 3,67 3 3 4 10 3,33 4 3 4 11 3,67 4 4 4 12 4,00 4 3 3 10 3,33 4 3 4 11 3,67 4 3 3 10 3,33 4 4 3 11 3,67 4 4 4 12 4,00 4 4 4 12 4,00 3 4 4 11 3,67 3 3 3 9 3,00 3 3 3 9 3,00 4 4 4 12 4,00 3 3 3 9 3,00 3 3 3 9 3,00 4 4 4 12 4,00 4 4 4 12 4,00 3 3 3 9 3,00 3 3 4 10 3,33 4 4 4 12 4,00 3 4 2 9 3,00 4 4 4 12 4,00 3 2 3 8 2,67 4 4 4 12 4,00 3 3 3 9 3,00 4 3 3 10 3,33 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 2 4 3 4 4 3 3 3 4 2 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 2 3 3 3 4 3 3 4 4 2 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 2 3 3 3 3 3 3 4 4 2 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 9 12 9 9 11 9 12 9 9 9 12 12 12 9 12 6 10 9 10 11 9 9 11 12 6 10 9 12 9 12 10 12 10 10 10 9 9 12 10 3,00 4,00 3,00 3,00 3,67 3,00 4,00 3,00 3,00 3,00 4,00 4,00 4,00 3,00 4,00 2,00 3,33 3,00 3,33 3,67 3,00 3,00 3,67 4,00 2,00 3,33 3,00 4,00 3,00 4,00 3,33 4,00 3,33 3,33 3,33 3,00 3,00 4,00 3,33

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 3 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 9 9 12 12 11 12 9 11 9 9 12 12 11 3,00 3,00 4,00 4,00 3,67 4,00 3,00 3,67 3,00 3,00 4,00 4,00 3,67 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 Total RR 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 356 345 347 3,56 3,45 3,47 4. Tabulasi Data Penduduk dalam memberikan Hospitality pada Wisatawan Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Y1 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 Hospitality Penduduk Y2 Y3 Y4 Y5 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 Jumlah 15 19 19 15 19 19 17 18 17 18 18 16 17 19 17 17 15 15 19 15 18 Rata-rata 3,00 3,80 3,80 3,00 3,80 3,80 3,40 3,60 3,40 3,60 3,60 3,20 3,40 3,80 3,40 3,40 3,00 3,00 3,80 3,00 3,60 12 12 11 12 9 11 9 12 12 12 214 4,00 4,00 3,67 4,00 3,00 3,67 3,00 4,00 4,00 4,00 10 3,33 1048 349,33 10,48 3,49

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 2 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 15 16 20 18 15 20 15 19 15 19 18 15 17 20 19 17 15 15 16 17 20 15 20 15 15 14 20 17 19 20 18 19 18 20 20 20 18 18 18 19 15 19 3,00 3,20 4,00 3,60 3,00 4,00 3,00 3,80 3,00 3,80 3,60 3,00 3,40 4,00 3,80 3,40 3,00 3,00 3,20 3,40 4,00 3,00 4,00 3,00 3,00 2,80 4,00 3,40 3,80 4,00 3,60 3,80 3,60 4,00 4,00 4,00 3,60 3,60 3,60 3,80 3,00 3,80 215

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 Total RR 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 2 3 3 2 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 351 353 351 347 328 3,51 3,53 3,51 3,47 3,28 15 18 16 20 17 15 18 20 20 18 20 15 15 19 15 15 20 15 15 15 15 16 18 17 19 15 16 15 19 19 14 16 20 15 15 20 20 1730 17,3 3,00 3,60 3,20 4,00 3,40 3,00 3,60 4,00 4,00 3,60 4,00 3,00 3,00 3,80 3,00 3,00 4,00 3,00 3,00 3,00 3,00 3,20 3,60 3,40 3,80 3,00 3,20 3,00 3,80 3,80 2,80 3,20 4,00 3,00 3,00 4,00 4,00 346 3,46 216

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN V Output Uji Validitas dan Uji Reliabilitas 217

(238) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 218 1. Uji Validitas a. Citra Destinasi DIY menurut Wisatawan Correlations C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C8 C9 C10 C11 C12 C13 C14 C15 C16 C17 C18 C19 C20 C21 C22 Jumlah ,022 ,113 -,052 ,201* -,030 ,193 ,042 ,142 ,068 ,330** ,092 ,095 ,067 1 ,295** ,005 ,001 -,061 ,037 ,100 ,116 ,033 ,024 ,277** ,103 ,456** ,149 ,260** ,086 ,297** ,260** ,136 ,301** ,237* ,097 ,295** 1 ,224* ,089 ,242* ,280** ,180 ,334** ,317** ,220* ,037 ,322** ,328** ,282** ,309** ,180 ,226* ,484** ,208* ,270** ,447** ,291** ,005 ,224* 1 ,406** ,327** ,451** ,358** ,273** ,163 ,118 ,056 ,117 ,236* ,196 ,311** ,212* ,286** ,253* ,115 ,100 ,265** ,199* ,001 ,089 ,406** 1 ,219* ,305** ,381** ,211* ,227* ,316** ,211* ,475** ,190 ,158 ,241* ,240* ,303** ,203* ,406** ,283** ,292** ,210* -,061 ,242* ,327** ,219* 1 ,387** ,301** ,392** ,318** ,241* ,256* ,276** ,299** ,344** ,397** ,480** ,333** ,171 ,177 ,440** ,534** ,270** ,037 ,280** ,451** ,305** ,387** 1 ,525** ,315** ,299** ,192 ,229* ,251* ,165 ,242* ,332** ,369** ,319** ,091 ,307** ,230* ,288** ,126 ,100 ,180 ,358** ,381** ,301** ,525** 1 ,273** ,290** ,143 ,161 ,271** ,353** ,316** ,482** ,259** ,495** ,261** ,271** ,355** ,292** ,199* ,116 ,334** ,273** ,211* ,392** ,315** ,273** 1 ,546** ,230* ,177 ,266** ,315** ,314** ,447** ,279** ,374** ,057 ,112 ,286** ,171 ,137 ,033 ,317** ,163 ,227* ,318** ,299** ,290** ,546** 1 ,337** ,416** ,531** ,576** ,525** ,679** ,557** ,684** ,466** ,416** ,547** ,612** ,451** ,252* ,492** ,596** ,455** ,564** ,670** ,550** ,633** ,545** ,252* ,492** ,596** ,455** ,564** ,670** ,550** ,633** ,545** 1 Pearson Correlation C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C8 C9 C10 C11 C12 C13 C14 C15 C16 C17 C18 C19 C20 C21 C22 Juml ah 1 ,298** ,334** ,143 ,091 ,099 -,028 ,000 ,158 ,242* -,056 ,117 ,083 ,022 ,024 ,220* ,118 ,316** ,241* ,192 ,143 ,230* ,298** 1 ,280** ,289** ,176 ,128 ,129 ,291** ,119 ,127 ,148 ,212* ,137 ,113 ,277** ,037 ,056 ,211* ,256* ,229* ,161 ,177 ,334** ,280** 1 ,332** ,457** ,293** ,266** ,253* ,348** ,250* ,108 ,221* ,076 -,052 ,103 ,322** ,117 ,475** ,276** ,251* ,271** ,266** ,143 ,289** ,332** 1 ,340** ,295** ,162 ,346** ,407** ,015 ,174 ,295** ,166 ,201* ,456** ,328** ,236* ,190 ,299** ,165 ,353** ,315** ,091 ,176 ,457** ,340** 1 ,476** ,395** ,388** ,167 ,165 ,153 ,177 ,141 -,030 ,149 ,282** ,196 ,158 ,344** ,242* ,316** ,314** ,099 ,128 ,293** ,295** ,476** 1 ,531** ,608** ,206* ,273** ,347** ,394** ,214* ,193 ,260** ,309** ,311** ,241* ,397** ,332** ,482** ,447** -,028 ,129 ,266** ,162 ,395** ,531** 1 ,658** ,139 ,125 ,362** ,363** ,237* ,042 ,086 ,180 ,212* ,240* ,480** ,369** ,259** ,279** ,337** ,416** ,531** ,576** ,525** ,679** ,557** ,684** ,466** ,416** ,547** ,612** ,451** ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed) * Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed) ,000 ,291** ,253* ,346** ,388** ,608** ,658** 1 ,333** ,275** ,314** ,354** ,323** ,142 ,297** ,226* ,286** ,303** ,333** ,319** ,495** ,374** ,158 ,119 ,348** ,407** ,167 ,206* ,139 ,333** 1 ,033 ,100 ,238* ,158 ,068 ,260** ,484** ,253* ,203* ,171 ,091 ,261** ,057 ,242* ,127 ,250* ,015 ,165 ,273** ,125 ,275** ,033 1 ,213* ,074 ,084 ,330** ,136 ,208* ,115 ,406** ,177 ,307** ,271** ,112 -,056 ,148 ,108 ,174 ,153 ,347** ,362** ,314** ,100 ,213* 1 ,544** ,464** ,092 ,301** ,270** ,100 ,283** ,440** ,230* ,355** ,286** ,117 ,212* ,221* ,295** ,177 ,394** ,363** ,354** ,238* ,074 ,544** 1 ,404** ,095 ,237* ,447** ,265** ,292** ,534** ,288** ,292** ,171 ,083 ,137 ,076 ,166 ,141 ,214* ,237* ,323** ,158 ,084 ,464** ,404** 1 ,067 ,097 ,291** ,199* ,210* ,270** ,126 ,199* ,137

(239) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 219 b. Citra Destinasi DIY menurut Penduduk Correlations C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C8 C9 C10 1 ,200* ,390** ,235* ,151 ,195 ,105 ,219* ,242* ,325** ,146 ,037 ,040 ,210* ,272** ,057 ,065 ,079 ,185 ,236* ,259** ,207* ,395** ,200* 1 ,480** ,334** ,339** ,284** ,130 ,262** ,065 ,362** ,273** ,209* ,303** ,184 ,305** ,175 ,333** ,337** ,198* ,316** ,359** ,215* ,536** ,390** ,480** 1 ,298** ,429** ,323** ,315** ,337** ,117 ,322** ,333** ,289** ,381** ,108 ,338** ,063 ,333** ,255* ,157 ,299** ,302** ,256* ,569** ,235* ,334** ,298** 1 ,281** ,336** ,124 ,418** ,232* ,355** ,214* ,154 ,396** ,302** ,212* ,337** ,343** ,211* ,247* ,430** ,298** ,384** ,598** ,151 ,339** ,429** ,281** 1 ,451** ,224* ,299** ,009 ,352** ,271** ,138 ,337** -,012 ,391** ,210* ,340** ,293** ,217* ,183 ,230* ,367** ,517** ,195 ,284** ,323** ,336** ,451** 1 ,664** ,630** ,223* ,276** ,262** ,244* ,498** ,064 ,199* ,371** ,421** ,345** ,356** ,500** ,362** ,285** ,685** ,105 ,130 ,315** ,124 ,224* ,664** 1 ,664** ,186 ,099 ,253* ,129 ,371** ,073 -,060 ,272** ,363** ,292** ,461** ,401** ,281** ,266** ,549** ,219* ,262** ,337** ,418** ,299** ,630** ,664** 1 ,415** ,326** ,430** ,262** ,407** ,103 ,158 ,384** ,535** ,304** ,405** ,474** ,288** ,350** ,721** ,242* ,065 ,117 ,232* ,009 ,223* ,186 ,415** 1 ,267** ,267** ,321** ,214* ,139 ,146 ,295** ,267** ,132 ,308** ,162 ,190 ,273** ,454** ,325** ,362** ,322** ,355** ,352** ,276** ,099 ,326** ,267** 1 ,281** ,295** ,291** ,274** ,475** ,167 ,194 ,319** ,127 ,203* ,160 ,118 ,535** C11 C12 C13 C14 C15 C16 C17 C18 C19 C20 C21 C22 ,210* ,184 ,108 ,302** -,012 ,064 ,073 ,103 ,139 ,274** ,104 ,153 ,118 1 ,316** ,204* ,127 ,205* ,323** ,280** ,209* ,071 ,387** ,272** ,305** ,338** ,212* ,391** ,199* -,060 ,158 ,146 ,475** ,316** ,195 ,200* ,316** 1 ,125 ,286** ,259** ,146 ,213* ,198* ,153 ,471** ,057 ,175 ,063 ,337** ,210* ,371** ,272** ,384** ,295** ,167 ,224* ,275** ,460** ,204* ,125 1 ,514** ,242* ,187 ,383** ,265** ,203* ,543** ,065 ,333** ,333** ,343** ,340** ,421** ,363** ,535** ,267** ,194 ,303** ,274** ,603** ,127 ,286** ,514** 1 ,284** ,340** ,578** ,408** ,475** ,700** ,079 ,337** ,255* ,211* ,293** ,345** ,292** ,304** ,132 ,319** ,056 ,127 ,323** ,205* ,259** ,242* ,284** 1 ,325** ,211* ,306** ,349** ,503** ,185 ,198* ,157 ,247* ,217* ,356** ,461** ,405** ,308** ,127 ,214* ,249* ,209* ,323** ,146 ,187 ,340** ,325** 1 ,370** ,473** ,290** ,553** ,236* ,316** ,299** ,430** ,183 ,500** ,401** ,474** ,162 ,203* ,205* ,182 ,405** ,280** ,213* ,383** ,578** ,211* ,370** 1 ,495** ,305** ,658** ,259** ,359** ,302** ,298** ,230* ,362** ,281** ,288** ,190 ,160 ,122 ,087 ,315** ,209* ,198* ,265** ,408** ,306** ,473** ,495** 1 ,488** ,578** ,207* ,215* ,256* ,384** ,367** ,285** ,266** ,350** ,273** ,118 ,079 ,049 ,403** ,071 ,153 ,203* ,475** ,349** ,290** ,305** ,488** 1 ,543** Jumlah Pearson Correlation C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C8 C9 C10 C11 C12 C13 C14 C15 C16 C17 C18 C19 C20 C21 C22 Jumlah ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed) * Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed) ,146 ,273** ,333** ,214* ,271** ,262** ,253* ,430** ,267** ,281** 1 ,465** ,356** ,104 ,316** ,224* ,303** ,056 ,214* ,205* ,122 ,079 ,510** ,037 ,209* ,289** ,154 ,138 ,244* ,129 ,262** ,321** ,295** ,465** 1 ,384** ,153 ,195 ,275** ,274** ,127 ,249* ,182 ,087 ,049 ,449** ,040 ,303** ,381** ,396** ,337** ,498** ,371** ,407** ,214* ,291** ,356** ,384** 1 ,118 ,200* ,460** ,603** ,323** ,209* ,405** ,315** ,403** ,673** ,395** ,536** ,569** ,598** ,517** ,685** ,549** ,721** ,454** ,535** ,510** ,449** ,673** ,387** ,471** ,543** ,700** ,503** ,553** ,658** ,578** ,543** 1

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. Minat Wisatawan mengunjungi kembali Correlations Q1 Sig. (2-tailed) N Q3 Minat Wisatawan berkunjung kembali 100 ,000 ,000 100 ,855** ,000 100 100 1 ,709** ,891** 100 ,000 100 ,000 100 Pearson Correlation ,628** ,709** 1 ,889** 100 ,000 100 Pearson Correlation ,855** ,891** ,889** 1 Pearson Correlation ,634** Q2 Q3 1 ,634** ,628** Pearson Correlation Q1 Q2 Sig. (2-tailed) N Sig. (2-tailed) N Minat Sig. (2-tailed) ,000 100 ,000 100 ,000 ,000 100 ,000 ,000 N 100 100 100 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). 100 d. Minat Penduduk memberikan hospitality terhadap wisatawan Correlations Y1 Pearson Correlation Y1 Y2 Y2 ,796** ,000 N 100 Pearson Correlation ,654** 100 100 100 100 1 ,616** ,506** ,442** 100 ,840** ,000 ,000 Sig. (2-tailed) ,000 Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 100 100 100 1 ,562** ,329** 100 ,776** ,000 ,000 ,000 ,000 Penduduk ,000 Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,001 ,000 100 100 1 ,334** 100 ,759** ,001 ,000 100 1 100 ,662** ,000 N 100 100 100 100 Pearson Correlation ,404** ,442** ,329** ,334** Y5 Y5 ,000 N 100 100 100 Pearson Correlation ,522** ,506** ,562** Y4 Y4 Sig. (2-tailed) N 100 100 Pearson Correlation ,480** ,616** Y3 Y3 1 ,654** ,480** ,522** ,404** Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,001 ,001 ,000 N 100 100 100 100 100 Pearson Correlation ,796** ,840** ,776** ,759** ,662** Penduduk Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 N 100 100 100 100 100 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). 100 1 100 220

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 221 2. Uji Reliabilitas a. Citra Destinasi DIY menurut Wisatawan Case Processing Summary N % Valid Cases 100 100,0 0 ,0 100 100,0 Excludeda Total a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,873 22 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance if Corrected Item-Total Cronbach's Alpha if Deleted Item Deleted Correlation Item Deleted C1 69,03 38,676 ,259 ,874 C2 69,09 38,063 ,340 ,872 C3 68,74 37,669 ,473 ,868 C4 69,15 36,351 ,502 ,866 C5 68,77 37,330 ,458 ,868 C6 69,04 35,938 ,625 ,862 C7 69,07 37,015 ,492 ,867 C8 69,18 36,493 ,638 ,863 C9 69,24 37,477 ,387 ,870 C10 68,88 38,288 ,348 ,871 C11 69,07 36,793 ,474 ,867 C12 69,22 36,739 ,555 ,865 C13 69,57 37,621 ,371 ,871 C14 69,20 39,111 ,160 ,878 C15 69,17 37,718 ,427 ,869 C16 69,39 36,321 ,527 ,865 C17 69,16 37,934 ,387 ,870 C18 68,83 37,233 ,504 ,866 C19 69,11 36,604 ,623 ,863 C20 69,20 37,697 ,497 ,867 C21 68,93 36,510 ,576 ,864 C22 68,94 37,249 ,482 ,867

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 222 b. Citra Destinasi DIY menurut Penduduk Lokal Case Processing Summary N Valid Cases % 100 100,0 0 ,0 100 100,0 Excludeda Total a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,890 22 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance if Corrected Item-Total Cronbach's Alpha if Deleted Item Deleted Correlation Item Deleted C1 70,59 46,770 ,320 ,890 C2 70,46 45,968 ,479 ,886 C3 70,14 46,324 ,523 ,885 C4 70,47 44,878 ,536 ,884 C5 70,23 46,522 ,466 ,886 C6 70,45 44,230 ,635 ,881 C7 70,47 45,524 ,486 ,886 C8 70,64 43,889 ,675 ,880 C9 70,65 46,391 ,386 ,888 C10 70,44 45,845 ,475 ,886 C11 70,72 45,638 ,440 ,887 C12 70,71 46,794 ,389 ,888 C13 70,89 43,452 ,611 ,882 C14 70,76 46,427 ,299 ,892 C15 70,60 46,444 ,408 ,888 C16 70,87 45,448 ,477 ,886 C17 70,72 43,961 ,650 ,881 C18 70,33 46,466 ,447 ,887 C19 70,50 46,010 ,500 ,885 C20 70,58 44,145 ,600 ,882 C21 70,28 45,860 ,527 ,885 C22 70,40 45,434 ,478 ,886

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. Minat Wiatawan berkunjung kembali Case Processing Summary N Valid Cases % 100 Excludeda Total 98,0 2 2,0 102 100,0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,852 3 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected ItemTotal Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Q1 6,92 1,064 ,682 ,830 Q2 7,03 ,979 ,745 ,771 Q3 7,01 ,980 ,740 ,775 d. Minat Penduduk memberikan hospitality terhadap wisatawan Case Processing Summary N % Valid 100 100,0 Cases Excludeda 0 ,0 Total 100 100,0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha ,824 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 13,79 13,77 13,79 13,83 14,02 Scale Variance if Item Deleted 2,531 2,401 2,572 2,607 2,747 Corrected ItemTotal Correlation ,666 ,728 ,636 ,611 ,462 Cronbach's Alpha if Item Deleted ,775 ,755 ,784 ,791 ,834 223

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN VI Hasil Output Uji Asumsi Klasik 224

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI - 225 Uji Normalitas Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Citra Destinasi menurut Wisatawan Citra Destinasi menurut Penduduk df Shapiro-Wilk Sig. Statistic df Sig. ,084 100 ,080 ,985 100 ,325 ,112 100 ,004 ,980 100 ,140 a. Lilliefors Significance Correction - Uji Linearitas ANOVA Table Citra Destinasi tehadap Minat Wisatawan Berkunjung Kembali Sum of df Mean Squares 52,082 25 12,761 Between Linearity berkunjung kembali * Citra Groups Deviation from Wisatawan 2,083 1 1,638 Within Groups 156,878 74 2,120 Total 208,960 99 Linearity ,983 ,500 12,761 6,019 ,017 39,321 24 Destinasi menurut Sig. Square (Combined) Minat Wisatawan F ,773 ,757 Correlations Citra Destinasi tehadap Minat Wisatawan Berkunjung Kembali Citra Destinasi Minat menurut Wisatawan Wisatawan berkunjung kembali Pearson Correlation Citra Destinasi menurut Wisatawan Sig. (2-tailed) N Minat Wisatawan berkunjung kembali 1 ,247* ,013 100 100 Pearson Correlation ,247* 1 Sig. (2-tailed) ,013 N 100 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 225 100

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 226 ANOVA Table Citra Destinasi tehadap Minat Penduduk memberikan Hospitality Sum of df Squares (Combined) Minat Penduduk Between Linearity memberikan Hospitality * Groups Deviation from 172,821 28 51,577 6,172 1 Sig. 2,105 ,006 51,577 17,590 ,000 4,491 Within Groups 208,179 71 2,932 Total 381,000 99 Linearity F Square 121,245 27 Citra Destinasi menurut Penduduk Mean 1,532 ,079 Correlations Citra Destinasi tehadap Minat Penduduk memberikan Hospitality Pearson Correlation Minat Penduduk memberikan Hospitality Pearson Correlation Penduduk Citra Destinasi memberikan menurut Hospitality Penduduk 1 Sig. (2-tailed) N Citra Destinasi menurut Minat Penduduk ,000 100 100 ,368** 1 Sig. (2-tailed) ,000 N 100 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). 226 ,368** 100

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI - 227 Uji Heteroskedastisitas Correlations Citra Destinasi tehadap Minat Wisatawan Berkunjung Kembali Unstandardized Citra Destinasi Residual menurut Penduduk Pearson Correlation Unstandardized Residual 1 Sig. (2-tailed) ,981 N Pearson Correlation Citra Destinasi menurut Penduduk -,002 100 100 -,002 1 Sig. (2-tailed) ,981 N 100 100 Correlations Citra Destinasi tehadap Minat Penduduk memberikan Hospitality Unstandardized Citra Destinasi Residual menurut Penduduk Pearson Correlation Unstandardized Residual Citra Destinasi menurut Penduduk 1 Sig. (2-tailed) ,000 1,000 N 100 100 Pearson Correlation ,000 1 Sig. (2-tailed) N 1,000 100 227 100

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN VII Hasil Output Uji T dan Uji Analisis Regresi Sederhana 228

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 229 Rumusan Masalah 2 Perbedaan antara Persepsi Citra Destinasi Wisatawan dan Penduduk Paired Samples Statistics Mean Citra Destinasi menurut Wisatawan N Std. Deviation Std. Error Mean 72,38 100 6,380 ,638 73,90 100 7,053 ,705 Pair 1 Citra Destinasi menurut Penduduk Paired Samples Correlations N Correlation Sig. Citra Destinasi menurut Pair 1 Wisatawan & Citra Destinasi 100 -,047 ,641 menurut Penduduk Paired Samples Test Paired Differences Mean t Std. Std. Error 95% Confidence Interval Deviation Mean of the Difference Lower df Sig. (2tailed) Upper Citra Destinasi Pair 1 menurut Wisatawan Citra Destinasi menurut Penduduk -1,520 9,731 ,973 -3,451 ,411 -1,562 99 ,121

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 230 Rumusan Masalah 3 Pengaruh Persepsi Citra Destinasi dari wisatawan terhadap minat kunjungan ulang Variabel Citra Destinasi pada Minat wisatawan untuk berkunjung kembali Variables Entered/Removeda Model 1 Variables Entered Citra Destinasi menurut Variables Removed Method Wisatawanb . Enter a. Dependent Variable: Minat Wisatawan berkunjung kembali b. All requested variables entered. Model Summaryb Model R R Square ,247a 1 Adjusted R Std. Error of the Square Estimate ,061 ,051 1,415 a. Predictors: (Constant), Citra Destinasi menurut Wisatawan b. Dependent Variable: Minat Wisatawan berkunjung kembali ANOVAa Model Sum of Squares Regression 1 df Mean Square 12,761 1 12,761 Residual 196,199 98 2,002 Total 208,960 99 F Sig. ,013b 6,374 a. Dependent Variable: Minat Wisatawan berkunjung kembali b. Predictors: (Constant), Citra Destinasi menurut Wisatawan Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients t Sig. 95,0% Confidence Interval for B B Std. Beta Lower Upper Error (Constant) 1 Citra Destinasi menurut Wisatawan Bound Bound 6,407 1,620 3,956 ,000 3,193 9,621 ,056 ,022 ,247 2,525 ,013 ,012 ,101 a. Dependent Variable: Minat Wisatawan berkunjung kembali

(251) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Residuals Statisticsa Minimum Maximum Mean Std. Deviation Predicted Value Std. Predicted Value 9,73 11,36 10,48 N ,359 100 -2,097 2,448 ,000 1,000 100 Standard Error of Predicted Value ,142 ,376 ,192 ,055 100 Adjusted Predicted Value 9,65 11,31 10,48 ,360 100 Residual -4,065 1,935 ,000 1,408 100 Std. Residual -2,873 1,368 ,000 ,995 100 Stud. Residual -2,907 1,384 -,001 1,005 100 Deleted Residual -4,163 1,982 -,002 1,438 100 Stud. Deleted Residual -3,026 1,391 -,003 1,013 100 Mahal. Distance ,004 5,994 ,990 1,258 100 Cook's Distance ,000 ,169 ,011 ,020 100 Centered Leverage Value ,000 ,061 ,010 ,013 100 a. Dependent Variable: Minat Wisatawan berkunjung kembali 231

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 232 Rumusan Masalah Empat Variabel Citra Destinasi pada Minat penduduk memberikan Hospitality pada wisatawan Variables Entered/Removeda Model 1 Variables Entered Citra Destinasi menurut Variables Removed Method Pendudukb . Enter a. Dependent Variable: Minat Penduduk memberikan Hospitality b. All requested variables entered. Model Summaryb Model R R Square ,368a 1 Adjusted R Std. Error of the Square Estimate ,135 ,127 1,833 a. Predictors: (Constant), Citra Destinasi menurut Penduduk b. Dependent Variable: Minat Penduduk memberikan Hospitality ANOVAa Model Sum of Squares Regression 1 df Mean Square F 51,577 1 51,577 Residual 329,423 98 3,361 Total 381,000 99 Sig. 15,344 ,000b a. Dependent Variable: Minat Penduduk memberikan Hospitality b. Predictors: (Constant), Citra Destinasi menurut Penduduk Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B (Constant) 1 Std. Error t Sig. 95,0% Confidence Interval for B Beta Lower Upper Bound Bound 9,737 1,939 5,021 ,000 5,889 13,586 ,102 ,026 ,368 3,917 ,000 ,050 ,154 Citra Destinasi menurut Penduduk a. Dependent Variable: Minat Penduduk memberikan Hospitality

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 233 Residuals Statisticsa Minimum Predicted Value Maximum Mean Std. Deviation N 15,47 18,74 17,30 ,722 100 -2,538 1,999 ,000 1,000 100 ,183 ,502 ,249 ,073 100 15,46 18,68 17,30 ,726 100 Residual -3,334 4,122 ,000 1,824 100 Std. Residual -1,818 2,248 ,000 ,995 100 Stud. Residual -1,847 2,306 ,001 1,006 100 Deleted Residual -3,439 4,336 ,003 1,864 100 Stud. Deleted Residual -1,870 2,359 ,001 1,011 100 Mahal. Distance ,000 6,441 ,990 1,287 100 Cook's Distance ,000 ,138 ,011 ,020 100 Centered Leverage Value ,000 ,065 ,010 ,013 100 Std. Predicted Value Standard Error of Predicted Value Adjusted Predicted Value a. Dependent Variable: Minat Penduduk memberikan Hospitality

(254) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN VIII Curricullum Vitae Responden Pada Penelitian Tahap I 234

(255) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 235 Responden Pertama Curricullum Vitae Nama Jenis Kelamin Agama Riwayat Pendidikan Karier Drs. Andi Muhammad Mudhi’uddin Laki-laki Islam Pondok Pesantren Mamba’ul Hisan Sidayu (1969) SDN Sidayu Gresik (1975) PP. Maskumambang Dukun Gresik (1975) Pondok Modern Gontor Ponorogo (19751980) SMA Muhammadiyah 1 Tuban (1982) S1 FPBS IKIP (sekarang Universitas Negeri Surabaya)Prodi Bahasa Jerman (1983) Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DIY ( 2009-2013 ) Anggota Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY) - (2011-2016 ). Kabid Diklat DPP HPI ( 2011-2016 ). Pengajar bahasa Arab di SMA Muhammadiyah Dupak Surabaya (1987) Pengajar bahasa Jerman di SMA Negeri Sidayu Gresik (1988) Ketua Pengurus wilayah pelajar Islam Indonesia Jawa Timur (1982-1987) Pemandu Wisata khusus bahasa Jerman di Lombok dan Bali (1988-1993) Asesor Kompetensi Pemandu Wisata oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (Indonesian Professional SertificationAuthority)

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 236 Responden Kedua Curricullum Vitae Nama Tempat , dan tanggal lahir Jenis Kelamin Agama Alamat Riwayat Pendidikan Karier Irsyam Sigit Wibowo Yogyakarta, 12 Desember 1968 Laki-laki Islam Jl. Ngeksigondo 54 Kota Gede Yogyakarta Lulus SMA Muhamadiyah 2 tahun 1988 Komisaris Utama pusat Kerajinan Perak "HS SILVER" Kota Gede Yogyakarta Komisaris Utama Restaurant "Omah Duwur" Kota Gede Yogyakarta Owner "PENDOPO nDALEM Resto" Ngasem Yogyakarta Owner "PENDOPO n"LUWEH Cafe" Kota Gede Bendahara BP2KY (Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta) Pengurus Harian Bidang Restoran PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Yogyakarta Bendahara Asmindo (Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia) Yogyakarta Member HDCI (Harley Davidson Club Indonesia) Yogyakarta Member IMBI (Ikatan Motor Besar Indonesia) Member MACI (Motor Antik Club Indonesia) Pendiri JAC (Jogja Automotif Community)

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 237 Responden Ketiga Curricullum Vitae Nama Aria Nugrahadi, ST Tempat , dan tanggal lahir Klaten, 19 September 1974 Jenis Kelamin Laki-laki Agama Islam Alamat Jl. Imogiri Yogyakarta Lulus 1998 Sarjana (S1) Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Gajah Mada Yogyakarta Lulus 1999 Master (S2) Magister Perencanaan Kota dan Daerah Universitas Gajah Mada Yogyakarta Riwayat Pendidikan Karier 1999 - 2012 Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum DIY 2012 - 2014 Kasubid Tata ruang pemukiman dan ESDM Badan perencanaan dan pembangunan daerah (Maret) 2014 Sekarang Kepala Bidang Pengembangan destinasi Dinas pariwisata DIY

(258) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN IX Surat-Surat yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Penelitian 238

(259) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 239 1. Surat Izin Penelitian dari Universitas untuk Sekertariat Daerah Provinsi DIY

(260) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Surat Izin Penelitian dari Sekertariat Daerah untuk Dinas Pariwisata DIY 240

(261) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Surat Lembar Disposisi di Dinas Kepariwisataan DIY 241

(262) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 242 4. Surat Izin dari Dinas Perizinan Kota untuk Obyek Wisata di Kota Yogyakarta

(263) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Surat permohonan pengajuan untuk Dosen Pembimbing Dua 243

(264) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6. Surat Keterangan Proposal Penelitian yang telah disetujui dosen Pembimbing 244

(265) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN X Curricullum Vitae Peneliti 245

(266) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 246 Curricullum Vitae 1. Nama 2. Tempat dan Tanggal Lahir 3. Jenis Kelamin 4. Agama 5. Pekerjaan Orang Tua 6. Alamat asal 7. Alamat Terakhir di Yogyakarta 8. Contact/phone : Yohanes Baptis Gusti Adi Purbawisesa : Sukabumi, 15 Februari 1992 : Laki-laki : Katolik : Pensiunan Pegawai Negeri Sipil : Jl. Pipit No. 21 RT 004/RW 011 Perum Cimahpar Endah 2, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi ,Provinsi Jawa Barat : Gang Surya No. 11 Jl. Affandi/Gejayan Catur Tunggal, Depok, Sleman, DIY : 085659839839 (email : gustiandhe@yahoo.com) 9. Riwayat Pendidikan a. SD : SD N Cibeureum Hilir V Kota Sukabumi, 2004 b. SLTP : SMP Mardi Yuana Cipanas - Cianjur, 2007 c. SLTA : SMA Mardi Yuana Kota Sukabumi, 2010 Penghargaan Bidang Karya Ilmiah Pembicara dalam acara Sharing Mahasiswa Berprestasi "Berbagi Pengalaman Dari dan Untuk Mahasiswa Berprestasi" Prodi Manajemen USD Asisten Dosen pada Mata Kuliah Praktek Akuntansi Manual, Aplikasi Komputer:Teknologi Informasi, MKPKB:Berbasis Komputer, Analisis Statistik Berbasis Komputer pada semester GENAP 2013/2014 Asisten Pengawas pada Ujian Tengah dan Ujian Akhir Semester Genap tahun Akademik 2013/2014 FE USD 10. Piagam, sertifikat, atau bentuk lain yang Asisten Dosen pada Mata Kuliah Praktek Penyusunan Anggaran dan Praktek Akuntansi Berbasis Komputer pada pernah diterima semester GASAL 2013/2014 sebagai penghargaan Terpilih menjadi Wirausaha Muda Mandiri USD atas dalam bidang Proposal Bussiness Plan yang di danai oleh Bank Mandiri olahraga, seni, karya Mahasiswa Berprestasi Univesitas Sanata Dharma ilmiah, dan lain Yogyakarta (MAWAPRES 2012) sebagainya Juara 1 Lomba Bussiness Plan Competition FE USD Juara I Futsal Dies Natalis Fakultas Ekonomi USD Juara I Marketing Competition Fakultas Ekonomi USD Penghargaan Bidang Karya Keorganisasian Koordinator Utama acara Launching MM-USD Penanggungjawab Acara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ketua dan Wakil Ketua HMJM periode 2014-2015 Penanggungjawab Acara Liga Futsal Manajemen (LFM) HMJ Manajemen FE USD 2014 2014 2014 2013 2013 2012 2012 2012 2012 2014 2013 2013

(267) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11. Kursus, pelatihan dan kegiatan sejenis yang pernah diikuti 247 Penanggungjawab Operasional Manajemen Festival (MANFEST) HMJ Manajemen FE Penanggungjawab Acara SOSPROD 2013 bertema "Let's Action" HMJ Manajemen FE Ketua Pelaksana acara Malam Puncak Dies Natalis FE ke-20 Koordinator Sie. Acara "Silaturahmi Akbar dan Perayaan Ekaristi Syukur" Dies Natalis Fakultas Ekonomi Penanggungjawab Acara HMJM Valentine Day 2013 bertema Beautiful Night For You Kordinator Umum Kuliah Umum kerja sama Kompas Gramedia 2012 Divisi Dampok SOSPROD (Sosialisasi Prodi) Manajemen Koordinator divisi Perlengkapan PEKAFE (Pekan Keakraban Fakultas Ekonomi) FE Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (CEO HMJ Manajemen FE USD) Periode 2012-2014 Steering Committe (SC) Dies Natalis Fakultas Ekonomi USD ke-19 Manajer Umum Komunitas “Wardjok Management Corporation” HMJ Manajemen FE USD Ketua Bidang Acara PORSENI Fakultas Ekonomi USD Sterring Committe (SC) Latihan Dasar Kepemimpinan BEMU USD Divisi Dampok PEKAFE (Pekan Keakraban Fakultas Ekonomi) FE Bendahara Umum Futsal Bemu Cup BEMU USD Divisi PDD (Publikasi Dekorasi dan Dokumentasi) "Economics Evolution" Dies Natalis FE USD Divisi Acara Expo, Gelar Budaya Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Divisi Dokumentasi, Festival Band and Dancer "November Berdansah" SEXEN USD Relawan Merapi paska Erupsi (Dukungan Psik korban di pengungsian) Relawan korban banjir Wasior (Pencarian dana Sumbangan di Yogyakarta) Pelatihan Pengambangan Kepribadian Mahasiswa I dan II Peserta Latihan Dasar Kepemimpinan HMJM dan PMKRI Peserta Latihan Kepemimpinan I "Aku Sang Pemimpin" BEMU USD Peserta Latihan Kepemimpinan II "Pemimpin yang Profesional, Berdedikasi, dan Rendah hati" BEMU 12. Prestasi yang dianggap menonjol Prestasi dalam Kegiatan Organisasi didalam dan diluar kampus 13. Hobby Jalan-jalan (Travelling), Olahraga Futsal dan Renang, bermain video games, menonton film dan mendengarkan musik. 2013 2013 2013 2013 2013 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2011 2011 2011 2011 2010 2010 2010 2010 2012 2012 2011 2011

(268)

Dokumen baru

Download (267 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi
0
0
76
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
165
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi
0
0
143
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi
0
0
75
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi
0
0
100
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen
0
0
96
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen
0
0
142
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen
0
0
121
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
148
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi
0
1
148
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi
0
0
117
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen
0
0
87
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
159
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi
0
0
140
PENGARUH PERSEPSI ANAK MUDA PADA MINAT MENGUNJUNGI DESTINASI WISATA KOTAGEDE YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen
0
0
166
Show more