Efek hepatoprotektif ekstrak etanol daun swietenia mahagoni (l.) jacq. pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida - USD Repository

Gratis

0
0
112
5 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI EFEK HEPATOPROTEKTIF EKSTRAK ETANOL DAUN Swietenia mahagoni(L.)Jacq. PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR TERINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm) Program Studi Farmasi Oleh : Stefanus Indra Gamawan NIM : 108114118 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Persetujuan Pembimbing EFEK HEPATOPROTEKTIF EKSTRAK ETANOL DAUN Swietenia mahagoni(L.)Jacq. PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR TERINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA Skripsi yang diajukan oleh: Stefanus Indra Gamawan NIM: 108114118 Telah disetujui oleh: Pembimbing Ipang Djunarko, M.Sc., Apt. tanggal: ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pengesahan Skripsi Berjudul EFEK HEPATOPROTEKTIF EKSTRAK ETANOL DAUN Swieteniamahagoni(L.)Jacq. PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR TERINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA Oleh: Stefanus Indra Gamawan NIM: 108114118 Dipertahankan di hadapan Panitia Penguji Skripsi Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Pada tanggal: ...................................... Mengetahui, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Dekan (Ipang Djunarko, M.Sc., Apt.) Panitia Penguji Skripsi Tanda Tangan 1. Ipang Djunarko, M.Sc., Apt. ....................... 2. Prof. Dr. C. J. Soegihardjo, Apt. ....................... 3. Phebe Hendra, M.Si., Ph.D., Apt. ....................... iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN “Positive thinkers have positive life. Negative thinkers have negative life“ (Alit Susanto) “Too Happy to Hate” (Pandji Pragiwaksono) Kupersembahkan karya ku ini untuk... Tuhan Yang Maha Kuasa yang hadir setiap saat, dan memberikan kekuatan. Orang Tua, Eyang Putri, Eyang Kakung, Kakak dan adik-adikku untuk doa dan teman –teman untuk waktunya dalam memberikan dukungan dan cinta kasih. Almamater yang kubanggakan iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang telah saya tulis ini, tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang sudah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, seperti layaknya karya ilmiah. Apabila di kemudian hari ditemukan indikasi plagiarisme dalam naskah tersebut, saya bersedia menanggung segala sanksi sesuai peraturan perundangundangan yang berlaku. Yogyakarta, 30 Mei 2014 Penulis (Stefanus Indra Gamawan) v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Stefanus Indra Gamawan NIM : 108114118 Demi perkembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, karya ilmiah saya yang berjudul: EFEK HEPATOPROTEKTIF EKSTRAK ETANOL DAUN Swietenia mahagoni (L.)Jacq. PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR TERINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan hak kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet dan media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : Yang menyatakan (Stefanus Indra Gamawan) vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PRAKATA Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan segala karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul HEPATOPROTEKTIF EKSTRAK ETANOL DAUN Swietenia “EFEK mahagoni(L.) Jacq.PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR TERINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA” dengan baik.Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S. Farm) program studi Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam menyelesaikan skripsi ini, penulis sadar betul bahwa tidak lepas dari bantuan dan campur tangan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan yang indah ini dan tanpa mengurangi rasa hormat, penulis hendak mengucapkan terimakasih kepada: 1. Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma 2. Bapak Prof. Dr. C. J. Soegihardjo, Apt. selaku Dosen Penguji pada skripsi ini dan telah memberikan saran kepada penulis. 3. Ibu Phebe Hendra, MSi., Ph.D., Apt. selaku Dosen Penguji pada skripsi ini, atas saran dan dukungan kepada penulis. 4. Bapak Ipang Djunarko, M.Sc., Apt. selaku Dosen Pembimbing dan Dosen Penguji pada skripsi ini, atas segala bimbingan, bantuan, motivasi, dan saran yang diberikan kepada penulis. vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Ibu Dr. Sri Hartati Yuliani, M.Si., Apt. selaku Kepala Laboratorium Fakultas Farmasi yang telah memberikan izin dalam penggunaan semua fasilitas laboratorium untuk kepentingan skripsi ini. 6. Bapak Yohanes Dwiatmaka, M.Si., yang telah memberikan bantuan dalam determinasi daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. 7. Bapak Heru, Bapak Parjiman, Bapak Kayat, Bapak Kunto, Bapak Wagiran selaku Laboran Laboratorium Fakultas Farmasi atas bantuan kepada penulis selama proses pengerjaan skripsi. 8. Seluruh dosen dan staff Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta atas ilmu dan bantuan selama kuliah. 9. Keluarga Mamah Niken L, Papah B. Sandro, Eyang Tutik, Eyang Wahyudi, Bapak Apong, Ibu Santi, kakak Vincentius Dhimas, dan adik-adik Ines, Imel, Anisya dan Satrio atas segala cinta, doa, nasihat, dukungan, dan batuan yang selalu menguatkanku. 10. Rekan-rekan tim Hepatoprotektor Swietenia mahagoni Jacq. Agriva Devaly, Evan Gunawan, dan Sherly Damima, atas kerjasama, dukungan dan bantuannya selama ini. 11. Sahabat-sahabat Tomas Indra, Fransiskus Asisi Dian, Angga Zakharia, Hans Gani, Angelia Rosari, Yudhytha Anggarhani, Daniel Pradipta, Samuel Meinardus, Albertus Agung atas kebersamaan dan cinta kasih selama ini. viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12. Teman-teman Sekar Wulan, Lulu Margathe,Lucia Ari, Odilia Arum, Christiana Destia, Reza palevi, danSylviana Hesti atas semangat dan doa yang selalu menyertai. 13. Teman-teman FKK B 2010 dan teman-teman Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma khususnya angkatan 2010 atas kebersamaannya. 14. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu oleh penulis yang telah memberikan bantuan selama proses penyusunan skripsi ini berlangsung. Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dan bermanfaat khususnya bagi pengembangan ilmu pengetahuan.Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat khususnya di bidang Farmasi, serta semua pihak baik mahasiswa, lingkungan akademis, maupun masyarakat. Yogyakarta, 30 mei2014 Penulis ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .................................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .......................................................... ii HALAMAN PENGESAHANl ................................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................................. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ...................................................................... v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ..................................... vi PRAKATA ................................................................................................................ vii DAFTAR ISI ............................................................................................................... x DAFTAR TABEL .................................................................................................... xiv DAFTAR GAMBAR ................................................................................................ xvi DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................... xvii INTISARI ................................................................................................................. xix ABSTRACT ................................................................................................................ xx BAB I PENGANTAR ................................................................................................. 1 A. Latar Belakang ................................................................................................... 1 1.Rumusan masalah........................................................................................... 4 2.Keaslian penelitian ......................................................................................... 5 3.Manfaat penelitian .......................................................................................... 5 B. Tujuan Penelitian ............................................................................................... 6 1.Tujuan umum ................................................................................................. 6 2.Tujuan khusus ................................................................................................ 6 BAB II PENELAAHANPUSTAKA ........................................................................... 7 x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI A. Hati ..................................................................................................................... 7 1.Anatomi dan fisiologi hati.............................................................................. 7 2.Fungsi Hati ..................................................................................................... 8 B. Kerusakan Hati ................................................................................................... 9 1.Perlemakan hati (Steatosis) .......................................................................... 10 2.Nekrosis ....................................................................................................... 10 3.Apoptosis ..................................................................................................... 11 4.Kolestiasis .................................................................................................... 11 5.Sirosis ........................................................................................................... 11 6.Hepatitis ....................................................................................................... 12 C. Alanin Aminotransferase dan Aspartat Aminotransferase ............................... 12 D. Karbon Tetraklorida ......................................................................................... 13 E. Swietenia mahagoni (L.) Jacq. ......................................................................... 15 1.Klasifikasi tanaman : .................................................................................... 15 2.Morfologi ..................................................................................................... 16 F. Ekstrak.............................................................................................................. 17 G. Landasan Teori ................................................................................................. 18 H. Hipotesis........................................................................................................... 19 BAB III METODE PENELITIAN ............................................................................ 20 A. Jenis dan Rancangan Penelitian ....................................................................... 20 B. Variabel dan Definisi Operasional ................................................................... 20 1.Variabel utama ............................................................................................. 20 2.Variabel pengacau ........................................................................................ 20 3.Definis operasional....................................................................................... 21 C. Bahan Penelitian............................................................................................... 21 1.Bahan utama ................................................................................................. 21 2.Bahan kimia ................................................................................................. 22 D. Alat Penelitian .................................................................................................. 23 xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1.Alat ekstraksi ................................................................................................ 23 2.Alat uji hepatoprotektif ................................................................................ 24 E. Tata Cara Penelitian ......................................................................................... 24 1.Determinasi daun S. mahagoni .................................................................... 24 2.Pengumpulan bahan uji ................................................................................ 24 3.Pembuatan serbuk daun S. mahagoni........................................................... 24 4.Pembuatan ekstrak etanol daun S. mahagoni .............................................. 25 5.Penetapan kadar air serbuk daun S. mahagoni ............................................. 25 6.Penetapan kadar air dan flavonoid ekstrak etanol daun S. mahagoni .......... 25 7.Pembuatan suspending agent CMC-Na 1% ................................................. 25 8.Pembuatan suspensi ekstrak etanol daun S. mahagoni1% ........................... 26 9.Uji pendahuluan ........................................................................................... 26 10.Pengelompokan dan perlakuan hewan uji .................................................. 27 11.Pembuatan serum ....................................................................................... 28 12.Pengukuran aktivitas ALT dan AST .......................................................... 28 F. Tata Cara Analisis Hasil................................................................................... 29 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................................... 30 A. Hasil Determinasi Tanaman ............................................................................. 30 B. Hasil Penetapan Kadar Air Serbuk Daun S. mahagoni .................................... 30 C. Hasil Penimbangan Bobot Ekstrak Etanol Daun S. mahagoni ........................ 31 D. Hasil Penetapan Kadar Air dan Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Daun S. mahagoni .......................................................................................................... 32 E. Hasil Uji Pendahuluan...................................................................................... 32 1.Hasil penentuan dosis hepatotoksin ............................................................. 32 2.Hasil penentuan waktu pencuplikan darah hewan uji .................................. 33 3.Penetapan lama pemejanan ekstrak etanol daun S. mahagoni ..................... 37 4.Penetapan dosis eksrak etanol daun S. mahagoni ........................................ 38 F. Hasil efek hepatoprotektif ekstrak etanol daun S. mahagoni ........................... 38 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1.Kontrol Olive oil .......................................................................................... 42 2.Kontrol CCL4 ............................................................................................... 46 3.Kontrol CMC-NA ........................................................................................ 47 4.kontrol ekstrak etanol daun S. mahagoni ..................................................... 48 5.Kelompok perlakuan ekstrak etanol daun S. mahagoni dosis 101,25; 135; 180 mg/kgBB .................................................................................................. 49 G. Rangkuman Pembahasan ................................................................................. 54 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .................................................................... 56 A. Kesimpulan ...................................................................................................... 56 B. Saran ................................................................................................................. 56 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 57 LAMPIRAN .............................................................................................................. 60 BIOGRAFI PENULIS ............................................................................................... 92 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel I. Rata-rata aktivitas ALT dan AST serum tikus stelah induksi karbon tetraklorida dengan dosis 2 mL.kgBB saat pencuplikan darah jam ke-0, 24, 48, dan 72…...................... 33 Tabel II. Hasil uji Scheffe aktivitas ALT tikus terinduksi karbon tetraklorida dosis 2mL/kgBB pada pencuplikan darah jam ke-0, 24, 48 dan 72…………………………........................ 34 Tabel Hasil uji Mann-Whitney aktivitas AST tikus terinduksi karbon III. tetraklorida dosis 2 mL/kgBB pada pencuplikan darahjam ke-0, 24, 48 dan72……………………………... 36 Tabel Rata-rata aktivitas ALT dan AST serum tikus seluruh kelompok IV. perlakuan ............................................................. Tabel Hasil V. seluruhkelompokperlakuan............................................................. 41 Tabel Hasil uji Scheffe aktivitas AST tikus pada seluruh kelompok VI. perlakuan …………............................................. Tabel Rata-rata aktivitas ALT dan AST serum tikus setelah pemberian VII. Olive oil dosis 2mL/kgBB pada perlakuan pencuplikan darah ke- uji Scheffe aktivitas ALT 39 tikus pada 0, 24, 48, dan 72………………......... Tabel Hasil uji Scheffe aktivitas ALT tikus pemberian Olive oil dosis VIII. 2mL/kgBB pada pencuplikan darah jam ke-0, 24, 48, dan 72 xiv 42 43

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ………..................................................................... Tabel Hasil uji Scheffe aktivitas AST tikus pemberian Olive oil dosis IX. 2mL/kgBB pada pencuplikan darah jam ke-0, 24, 48, dan 72.................................................................................... Tabel 44 46 Hasil pengeringan ekstrak etanol daun S. mahagoni............. 90 X. Tabel Hasil rendemen ekstrak etanol daun S. mahagoni................. XI. 91 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Struktur karbon tetraklorida.................................................. Gambar 2. Mekanisme biotransformasi dan oksidasi karbon tetraklorida…………………................................................. Gambar 3. 34 Diagram batang aktivitas AST tikus setelah diinduksi karbon tetraklorida dosis 2 mL.kgBB jam ke-0, 24, 48, 72.. Gambar 5. 14 Diagram batang aktivitas ALT tikus setelah diinduksi karbon tetraklorida dosis 2 mL.kgBB jam ke-0, 24, 48, 72.. Gambar 4. 13 35 Diagram batang aktivitas ALT tikus seluruh kelompok perlakuan……………..………………………...………….... 40 Gambar 6. Diagram batang aktivitas AST tikus seluruh kelompok perlakuan……………..……………………...…………….... 40 Gambar 7. Diagram batangaktivitas ALT tikus setelah pemberian olive oil dosis 2 mL/kgBB pada pencuplikan darah ke-0, 24, 48 dan 72 jam............................................................................... 44 Gambar 8. Diagram batangaktivitas AST tikus setelah pemberian olive oil dosis 2 mL/kgBB pada pencuplikan darah ke-0, 24, 48 dan 72 jam............................................................................... 44 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Foto ekstrak etanol kental daun S. mahagoni….............. 61 Lampiran 2. Foto suspeni ekstrak etanol daun S. mahagoni............... Lampiran 3. Surat pengesahan determinasi daun 61 Swietenia mahagoni Jacq. …………….......................................... 62 Lampiran 4. Surat pengesahan Ethical Clearance LPPT UGM…...... 63 Lampiran 5. Laporan hasil uji kadar air dan flavonoid total esktrak etanol daun S. mahagoni………………………............. 64 Lampiran 6. Laporan hasil uji kadar air serbuk daun S. mahagoni.... 65 Lampiran 7. Cara kerja penetapan kadar air dan kadar flavonoid total ekstrak etanol daun S. mahagoni…………………… 66 Lampiran 8. Analisis statistik aktivitas ALT serum pada uji pendahuluan karbon tetraklorida..................................... 67 Lampiran 9. Analisis statistik aktivitas ALT serum pada uji pendahuluan karbon tetraklorida..................................... 69 Lampiran 10. Analisis statistik aktivitas ALT serum pada perlakuan Olive oil…………............................................................ Lampiran 11. Analisis statistik aktivitas AST serum pada perlakuan Olive oil …………………………...................................... Lampiran 12. 76 78 Analisis statistik aktivitas ALTserum pada kelompok perlakuan……………………......................................... 81 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 13. Analisis statistik aktivitas AST serum pada kelompok perlakuan……………………......................................... 86 Lampiran 14. Perhitungan penetapan peringkat dosis ekstrak etanol daunS. mahagonipada kelompok perlakuan................. Lampiran 15. 89 Perhitungan konversi dosis rendah untuk manusia eksrak etanol daun S. mahagoni...................................... 89 Lampiran 16. Hasil bobot pengeringan esktrak etanol daun S. mahagoni......................................................................... 90 Lampiran 17. Hasil rendemen ekstrak etanol daun S. mahagoni……… 91 xviii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek hepatoprotektif ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni(L.)Jacq.terhadap penurunan aktivitas ALT dan AST serum pada tikus yang diinduksi karbon tetraklorida dan mengetahui dosis optimum ekstrak etanol daunSwietenia mahagoni(L.) Jacq. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental murni dengan rancangan acak lengkap pola searah. Penelitian ini dilakukan dengan membagi acak 35 ekor tikus ke dalam 7 kelompok sama banyak. Kelompok I (kontrol CCl4) diberikan larutan karbon tetraklorida : olive oil (1:1) dosis 2mL/kgBB secara intraperitonial. Kelompok II (kontrol Olive oil) diberi olive oil dosis 2mL/kgBB secara intraperitonial, Kelompok III (kontrol CMC-NA) CMC-Na dosis 18 mL/kgBB 6 hari berturut turut secara peroral Kelompok IV (kontrol ekstrak)diberikan esktrak daun S. mahagoni dosis 180 mg/kgBB 6 hari berturut-turut secara per oral.. Kelompok V, VI, dan VII diberikan esktrak daun S. mahagoni dosis beruturut-turut 101.25; 135; dan 180 mg/kgBB selama 6 hari berturut-turut secara peroral, hari ke 7 kelompok III, V, VI dan VII diberikan larutan karbon tetraklorida : olive oil (1:1) dosis 2 mL/kg BB secara intraperitonial. 24 jam kemudian seluruh kelompok diambil darahnya pada daerah sinus orbitalis mata untuk dilakukan penetapan aktivitas ALT dan AST serum, dihitung menggunakan ANOVA satu arah dengan taraf kepercayaan 95%. Ekstrak etanol yang digunakan dalam penelitian ini dibuat dengan metode maserasi. Hasil penelitan menunjukkan pemberian ekstrak etanol daun S. mahagoni memiliki efek hepatoprotektif dengan menurunkan aktivitas ALT dan AST serum pada tikus jantan galur wistar yang diinduksi karbon tetraklorida 2 mL/kgBB, dan didapatkan dosis optimum 180 mg/kgBB. Kata kunci: Efek hepatoprotektif, Swietenia mahagoni(L.) Jacq., ALT, AST, karbon tetraklorida xix

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT The aims this study research are to the hepatoprotective effect of ethanol extracts leaf Swietenia mahagoni(L.) Jacq .to decreased the activity of serum ALT and AST in rats induced carbon tetrachloride , and determined the optimum dose. This research is purely experimental research with completely randomized direct sampling design. A total 35 male Wistar rats were randomly split into 7 groups as much . Group I ( control hepatotoxins ) was administered solution of carbon tetrachloride: olive oil ( 1:1 ) at dose 2mL/kgBW in intraperitonial. Group II ( hepatotoxins solvent control ) was given olive oil dose 2mL/kgBW in intraperitonial, Group III (control CMC-Na ) was given CMC - Na a dose of 18 mL kgBB consecutive 6 days orally. Group IV ( control ekstracta ) was administered ethanol extracts leaf of S. mahagoni dose 180 mg/kgBW consecutive 6 days orally. Group V, VI, and VII are given ethanol extracts leaf of S. mahagoni at dose 101.25 ; 135 ; and 180 mg/kgBB for consecutive 6 days orally , day 7 group IV, V, VI, and VII were given a solution of carbon tetrachloride : olive oil ( 1:1 ) dose of 2 mL/kgBW in intraperitonial. 24 hours later the entire group have blood drawn through the eyes orbital sinusfor measuring of serum AST and ALT activities , calculated using oneway ANOVA with 95% confidence level. Ethanol extracts leaf of S. mahagoni in this study were prepared by maceration method. Bassed of the result, the ethanol extract of leaves of S. mahagoni has a hepatoprotective effect by decreasing the activity of serum ALT and AST in male rats Wistar induced carbon tetrachloride at dose 2 mL/kgBW , optimum dose was 180 mg/kgBW . Keywords: hepatoprotective effect, Swietenia mahagoni Jacq., ALT, AST, carbon tetrachloride xx

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Salah satu organ yang juga merupakan kelenjar terbesar yang ada di dalam tubuh adalah organ hati.Organ hati mampu memproduksi empedu dan juga mengeluarkan hasil produksi dari makanan yang sudah dicerna oleh tubuh. Namun organ hati juga memiliki fungsi lain yaitu sebagai organ yang dapat melakukan metabolisme (Wibowo dan Paryana, 2009). Sel hati dapat mengalami berbagai kerusakan yang sifatnya reversibel atau ireversibel. Berbagai penyakit hati seperti hepatitis, kemudian sirosis dapat disebabkan oleh banyak hal seperti virus, obat obatan dan alkohol (Ganong dan McPhee, 2011). Menurut WHO kanker liver menyebabkan 47.000 kematian per tahun di UK, pengkonsumsian alkohol yang berlebihan, virus hepatitis B dan C, dan kelainan metabolisme merupakan penyebab dari terjadinya kanker liver. Sebanyak 0,5 - 0,7% mengalami hepatitis B, 0,13-3,26% mengalam hepatis C, dan 2 - 44% mengalami perlemakan hati yang tidak disebabkan oleh alkohol (NAFLD) dari seluruh populasi di Eropa (Blachier, Leleu, Peck-Radosavljevic, Valla, Roudot-Thoraval, 2013) Prevalensi perlemakan hati paling tinggi diantara penyakit-penyakit tak menular lainnya seperti diabetes, hipertensi, batu empedu, kelainan jantung dan lain lain, penyakit perlemakan hati ini bersifat asimptomatik yaitu timbulnya penyakit ini tidak disadari oleh penderita karena sulitnya mengenali tanda dan gejala yang 1

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 ditimbulkan dari penyakit ini. Komplikasi yang dapat ditimbulkan dari penyakit perlemakan hati ini adalah sirosis dan kegagalan fungsi liver (Machmud, 2000). Bangsa Indonesia telah lama mengenal dan menggunakan tanaman yang memiliki khasiat obat dalam salah satu cara menanganani masalah kesehatan, pengetahuan yang dimiliki mengenai tanaman berkhasiat obat berdasarkan pengalaman empiris dan keterampilan yang dimiliki scara turun temurun yang telah diwarsiakan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Penggunaan obat tradisional secara umum dinilai lebih aman dari pada penggunaan obat obatan konvensional yang digunakan saat ini, hal ini disebabkan karena obat tradisional memiliki efek samping yang relatif lebih sedikit bila dibandingkan dengan obat obatan modern saat ini (Oktora, 2006). Salah satu tanaman yang memiliki khasiat sebagai tanaman obat adalah Swietenia mahagoni, tanaman ini banyak digunakan di India dan beberapa Negara di Afrika. Swietenia mahagoni yang di kenal dengan nama pohon mahoni di Indonesia ini digunakan untuk menyembuhkan penyakit seperi malaria, diabetes dan diare, selain itu juga digunakan sebagai antipiretik (Naveen, Rupini, Ahmed, Urooj, 2014). Swietenia mahagoni merupakan salah satu tanaman yang besar, biasa tumbuh di daerah tropis seperti India, Malaysia dan termasuk Indonesia.Tanaman ini menunjukkan adanya aktifitas penghambatan pembekuan darah, dan aktivitas anti HIV.Sementara itu pada bijinya menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat (Hajra, Metha, Pandey, 2011).Swietenia mahagoni memiliki kandungan seperti alkaloid,

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 terpenoid, antraquinon,saponin, flavonoid, (Bhurat, Bavaskar, Agrawal, Bagad, 2011). Tanaman Swietenia mahagoni yang paling banyak dimanfaatkan dalam pengobataan adalah bagian kulit batang dan buahnya sedangkan eksplorasi pada daun masih sangat minim, sehingga dalam penelitian ini bagian yang digunakan adalah bagian daun dikarenakan masih jarang untuk dieksplorasi kegunaannya dalam bidang kesehatan. Salah satu senyawa model hepatotoksin yang dapat digunakan untuk menyebabkan kerusakan hati seperti nekrosis dan steatosis adalah karbon tetraklorida (CCl4).CCl4 dapat menghasilkan senyawa yang bersifat radikal bebas yang dapat tersimpan dalam jaringan lemak di tubuh, dan hati.Sitokrom P-450 dapat mengubah CCl4 menjadi radikal tikrolometil peroksi (CCl3O2) yang dapat menyebabkan oksidasi asam lemak dan dapat menyebabkan perelmakan hati hingga dapat menyebabkan nekrosis (Geregus, 2008). Salah satu komponen yang dihasilkan oleh tanaman yang memiliki aktivitas perlindungan hati adalah flavonoids.Flavonoids yang diisolasi dari dari Laggera alata dapat melindungi hati dari kerusakan yang ditimbulkan karbon tetraklorida. Flavonoid dengan konsentrasi 1 – 100 µg/mL dapat meningkatkan kelangsungan hidup dari sel hepatosit dan menghambat pelepasan ALT dan AST dari sel hepatosit yang disebabkan oleh CCl4 (Kumar,dan Pandey, 2013). Flavonoid yang terkandung dalam daun Swietenia mahagoni merupakan golongan fenolik, di mana golongan fenolik memiliki sifat yang semi polar maka

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 flavonoid yang terdapat dalam daun tersebut akan mudah tersari oleh pelarut yang bersifat semi polar. Salah satu pelarut yang dapat digunakan dalam pembuatan ekstrak yang lebih spesifik untuk menyari flavonoid adalah etanol.Sehingga dalam penelitian ini digunakan etanol sebagai pelarut dalam pembuatan ekstrak. Kelainan pada dihati dapat dideteksi dari terjadinya peningkatan aktivitas Alanin Aminotransferase (ALT/SGPT) dan Aspartate Aminotransferase (AST/SGOT) serum. Selain itu juga dapat didetekesi melalui peningkatan bilirubin, GGT (γ – Glutamyl transpeptidase) dan AP (Alkalin Phospatase serum). (Ganong dan McPhee, 2011). Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk melihat kemampuan sebagai hepatoprotektor dari daun S. mahagoni pada tikus yang diinduksi karbon tetraklorida ditinjau dari aktivitas ALT dan AST serum, dan untuk mengetahui dosis optimum pemberian ekstrak etanol daun S. mahagoni dalam memberikan efek hepatoprotektif yang optimum pula. 1. Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : a. Apakah pemberian ekstrak etanol daun S. mahagoni memiliki pengaruh hepatoprotektif terhadap penurunan aktivitas ALT dan AST serum tikus yang diinduksi karbon tetraklorida? b. Berapa besar dosis optimum ekstrak etanol daun S. mahagoni dalam menimbulkan efek hepatoprotektif?

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 2. Keaslian penelitian Penelitian menggunakan daun S. mahagoni pernah dilakukan oleh Udem, Nwaogu, Onyejekwe (2010) melaporkan bahwa esktrak air dari daun S.mahagoni memberikan efek hepatoprotektif pada tikus yang diinduksi dengan alkohol secara kronik, kemudian Al-Radahe, et al., (2011) melaporkan ekstrak etanol daun S. mahagoni memberikan efek anti-ulcer pada tikus dengan kerusakan mukosa lambung akibat diinduksi dengan etanol, selain itu penelitian yang dilakukan oleh Matin, Haque, Ahmed dan Hossain (2013) melaporkan bahwa ekstrak etanol dari S.mahagoni melaporkan bahwa ekstrak etanol daun S. mahagoni memiliki kandungan tanin,flavonoid, saponin dan terpenoid selain itu pada pengujian toksisitas akut pada dosis 1500,3000 dan 6000 mg/kg BB secara per oral tidak mengakibatkan kematian ataupun reaksi toksik pada hewan uji. Sejauh studi pustaka yang sduah dilakukan oleh peneliti, penelitian terkait dengan efek hepatoprotektif ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni(L.)Jacq.terhadap penurunan aktivitas ALT dan AST serum pada tikus jantan galur Wistar yang diinduksi karbon tetraklorida belum pernah dilakukan. 3. Manfaat penelitian a. Manfaat teoritis.Mampu memberikan sumbangan dan tambahan terhadap ilmu pengetahuan di bidang farmasi ataupun di bidang sediaan dengan bahan herbal berupa ekstrak etanol daun S. mahagoni yang memiliki efek hepatoprotektif selama enam hari penggunaan.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 b. Manfaat praktis.Mampu mendapatkan informasi mengenai efek hepatoprotektif dan dosis optimum ekstrak etanol daun S. mahagoni. B. Tujuan Penelitian 1. Tujuan umum Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pemberiann ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni(L.)Jacq.memiliki efek hepatoprotektif. 2. Tujuan khusus a. Penelitian ini untuk mengetahui efek hepatoprotektif pemberian ekstrak etanol daun S. mahagoni pada tikus terinduksi karbon tetraklorida. b. Penelitian ini untuk mengetahui dosis optimum ekstrak etanol daun S. mahagoni dengan pemberian selama enam hari pada tikus yang terinduksi karbon tetraklorida.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Hati 1. Anatomi dan fisiologi hati Organ hati merupakan salah satu kelenjar di dalam tubuh, di mana hati merupakan kelenjar terbesar dan terletak di bagian teratas dalam rongga abdomen sebelah kanan dan berada di bawah diafragma.Organ hati ini dilindungi oleh tulang rusuk. (Pearce, 2009) Hati yang terlindungi oleh tulang rusuk mengakibatkan hati tidak dapat diraba dalam keadaan sehat atau normal. Hati menerima darah terokisegenasi dari arteri hepatika dan darah yang tidak teroksigenasi tetapi kaya akannutrient, yaitu vena porta hepatica, sehingga hati mempunyai dua jenis peredaran darah, yaitu : a. Arteri hepatika, merupakan pembuluh darah yang peredaran darahnya keluar dari aorta dan memberi 80% darah ke hati, dimana darah ini memiliki kejenuhan oksigen 95-100% . b. Vena porta, yang terbentuk dari linealis dan vena mesentrika superior yang menghantarkan 20% darahnya ke hati, dengan kejenuhan 70% sebab beberapa oksigen telah diambil oleh limfe dan usus. Darah vena porta ini membawa zat makanan yang telah diabsorpsi mukosa usus halus (Setiadi, 2007). Hati terbagi menjadi dua belahan utama, kanan dan kiri. Pada permukaan atas berbentuk cembung dan berada di bawah diafragma, pada permukaan bawah tidak 7

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 rata dan terdapat lekukan, fisura transverses. Pada permukaan hati dilintasi berbagai pembuluh darah yang masuk-keluar hati.Dan setiap belahan atau lobus terdiri dari lobulus dengan berbentuk polyhedral dan terdiri atas sel hati yang berbentuk kubus dengan cabang – cabang pembuluh darah diikat bersama oleh jaringan hati. (Pearce, 2009) Sel hati adalah sel yang polyhedral dan berinti.Protoplasma sel berisi sejumlah besar enzim. Massa sel ini membentuk lobus hepatika yang berbentuk heksagonal kasar, dimana heksagonal heksagonal terpisah antara yang satu dengan yang lain oleh jaringan ikat yang memuat cabang cabang pembuluh darah yang menjelajahi hati (Setiadi, 2007). 2. Fungsi hati Fungsi hati,yaitu : a. Sekresi Hati memproduksi empedu yang dibentuk dalam sistem retikulo endotelium yang kemudian dialirkan ke empedu yang berperan dalam emulsifikasi dan absorbs lemak. Selain itu hati menghasilkan enzim glikogenik yang mengubah glukosa menjadi glikogen (Setiadi, 2007). b. Metabolisme Hati berperan serta dalam mempertahankan homeostatik gula darah.Hati mampu menyimpan glukosa dalam bentuk glikogen dan mengubahnya kembali menjadi glukosa jika diperlukan tubuh.Selain itu hati mampu mengurai protein dari sel sel tubuh dan sel darah merah yang rusak dan kemudian hasil penguraian protein

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 menghasilkan urea dari asam amino berlebih dan sisa nitrogen.Hati juga mampu mensintesis lemak dari karbohidrat dan protein (Setiadi, 2007). c. Penyimpanan Hati mampu menyimpan glikogen, lemak, vitamin – vitamin dan zat besi.Zat besi disimpan dalam bentuk protein yang mengandung zat besi dan dapat dilepaskan bila zat besi diperlukan atau disebut dengan feritin (Setiadi, 2007). d. Detoksifikasi Hati melakukan inaktivasi hormon dan detoksifikasi toksin atau obat dan melakukan fagositosis eritrosit dan zat asing yang terdisintegrasi dalam darah.Hati juga mengubah zat buangan dan bahan racun untuk diekskresi dalam bentuk empedu dan urin (Setiadi, 2007). e. Membentuk dan menghancurkan sel – sel darah merah Pada fetus yang belum memiliki sumsum tulang belakang melakukan pembentukan sel darah merah masih menggunakan organ hati, saat setelah berumur enam bulan kemudian proses pembentukan sel darah merah diambil alih olrh sumsum tulang belakang. Hati dapat melakukan penghancuraan sel darah merah dikarenakan hati memiliki sel fagositik dan melakukan penghancuran sel sel darah yang berumur hamper 120 hari. (Setiadi, 2007). B. Kerusakan Hati Macam-macam jenis kerusakan hati yang dapat terjadi sebagai akibat dari efek toksik yang dihasilkan oleh suatu ssenyawa toksin, antara lain:

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 1. Perlemakan hati (Steatosis) Perlemakan hati atau yang disebut dengan steatosis merujuk pada akumulasi lemak yang tidak normal pada hepatosit dengan penurunan kadar lipid plasma dan lipoprotein. (Hodgson, 2004). Perlemakan hati atau steatosis kandungan lemaknya biasanya terjadi peningkatan trigliserida di hati sebesar <5% dari berat normal liver manusia. Penyebab umum dari terjadinya perlemakan hati adalah resistensi insulin yang disebabkan oleh obesitas.Selain itu, paparan akut hepatotoksin seperti karbon tetraklorida (Jaeschke, 2008). Perlemakan hati sering memiliki potenis untuk menyebabkan kerusakan hati berupa kematian sel hati (nekrosis) hingga menyebabkan sirosis.Steatosis yang diinduksi oleh hepatoktoksin bersifat reversibel dan tidak menyebabkan kematian pada sel sel hepatosit (Gergus, 2008). 2. Nekrosis Nekrosis merupakan proses degeneratif yang memperanatarai kematian sel, nekrosis biasanya merupakan kerusakan akut dari sel sel hepatosit, dan kerusakannya berupa daerah daerah saja atau hanya beberapa hepatosist yang mengalami kerusakan. Di daerah terjadinya nekrosis terjadi peningkatan eosinofil di sitoplasma dan juga peningkatan neutrofil di dareah terjadinya kerusakan sel hepatosit tersebut (Hodgson, 2004). Pada peradangan yang parah nekrosis hepatosit dapat mengenai eluruh lobulus atau sebagaian besar hati dan berujung pada kegagalan organ hati adatu organ hati dalam menjalankan fungsinya (Kumar, 2010).

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 3. Apoptosis Apoptosis merupakan kematian sel yang terprogram oleh sel tersebut. Meskipun apoptosis merupakan proses fisiologis normal dari sel, akan tetapi apoptosis juga dapat disebabkan oleh sejumlah faktor eksogen, seperti bahan kimia xenobiotik, stres okisdatrif, anoxia dan akibat radiasi. Apoptosis dapat dibedakan dengan nekrosis dilihat dari morfologinya yang dapat dilihat menggunakan mikroskop.Toksikan dapat menginduksi apaoptosis dan nekrosis secara bersamaan atau berurutan.(Hodgson, 2004). 4. Kolestiasis Kolestasis merupakan penekanan atau penghentian aliran empedu yang disebabkan oleh faktor dalam atau pun luar organ hati. Peradangan atau penyumbatan pada saluran empedu mengakibatkan akumulasi retensi garam empedu, akumulasi bilirubin, dan peristiwa yang mengarah jaundice (Hodgson, 2004). Kolestiasis ditandai dengan peningkatan asam empedu dalam plasma, khususnya garam empedu dalam aliran darah dan mengakibatkan tingginya kadar bilirubin (Kumar, 2010) tingginya bilirubin didalam aliran darah dapat terakumulasi pada mata dan jaringan perifer seperti kulit yang mengakibatkan mata dan kulit berubah menjadi kuning atau yang disebut dengan penyakit kuning (Gergus, 2008). 5. Sirosis Kerusakan hati jenis sirosis merupakan bentuk kerusakan hati yang diakibatkan hepatotoksisitas yang ditandai dengan adanya kolagen di seluruh hati yang mengakibatkan terbentuknya jaringan parut. Dalam banyak kasus, hal ini terjadi

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 karena adanya paparan senyawa kimia secara kronis yang mengakibatkan terjadinya akumulasi di matriks ekstra seluler yang menghambat aliran darah, metabolisme normal organ hati, dan proses detoksifikasi (Hodgson, 2004). 6. Hepatitis Hepatisis merupakan sebuah inflamasi atau peradangan pada hati, dimana angka kejadian dari jenis penyakit ini sangat rendah (Hodgson, 2004).Hepatitis dibedakan menjadi hepatitis akut dan hepatitis kronik. Hepatitis akut adalah suatu peradangan yang mengakibatkan terjadinya kematian sel hati melalui proses nekrosis atau apoptosis. Hepatitis akut paling sering disebabkan oleh infeksi virus yaitu virus Hepatitis A, B, C, D, dan E, selain itu juga akibat dari pemejanan obat seperti isoniazid atau pemejanan toksin seperti etanol. Hepatitis akut akan mereda dalam waktu 3 sampai 6 bulan. Jika lebih dari enam bulan maka terjadi hepatitis kronis. Hepatitis kronis adalah penyakit yang ditrandai dengan kombinasi nekrosis dan peradangan sel hati dengan keparahan yang bervariasi dan kerusakannya berlangusng selama lebih dari 6 bulan, hepatitis kronis dapat disebabkan oleh infeksi virus, obat, toksin, faktor genetik dan kelaianan metabolik. (Dipiro, 2008) C. Alanin Aminotransferase dan Aspartat Aminotransferase Pendekatan pada pasien yang mengalami kelainan liver adalah dengan melihat gejala dan tanda yang terjadi. Selain itu, dapat pula dengan tes laboratorium yang meliputi pengukuran Alkalin phospatase (AP), bilirubin, aspartat transaminase

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 (AST), alanin transaminase (ALT), γ-glutamyl transpeptidase (GGT) dan juga dengan tambahan penanda albumin dan protrombin (Dipiro,2008) Enzim ALT (alanin aminotransferase) dan enzim AST (aspartat aminotransferase) dalam serum sering digunakan dalam uji fungsi hati dimana kedua enzim dalam keadaan normal terletak di dalam hepatosit.Maka jika kedua enzim tersebut ditemukan di dalam serum, hal ini mengindikasikan adanya kerusakan hati beserta fungsinya (Ganong dan McPhee 2011). Kadar aminotransferase dalam keadaan yang tinggi menunjukkan adanya infeksi virus, ischemic, atau keracunan pada organ hati (Dipiro, 2008). ALT merupakan enzim yang konsentrasi terbesarnya terdapat pada organ hati yang merupakan petunjuk spesifik adanya kerusakan hati seperti nekrosis organ hati, dibandingkan dengan enzim AST yang terdapat pada hampir semua jaringan di dalam tubuh seperti organ hati, dan otot rangka (Zimmerman, 1999). D. Karbon Tetraklorida Gambar 1. Struktur karbon tetraklorida (Direktorat Jenderal Pengawasan Obat da Makanan, 1995)

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Gambar 1 merupakan struktur dari karbon tetraklorida yang tersusun atas satu atom karbon dan empat atom klorin. Karbon tetraklorida merupakan salah satu cairan jernih yang mudah menguap, tidak berwarna, dan memiliki bau khas. Memiliki BM 153,82 dan sangat sukar larut dalam air (Ditjen POM, 1995). Karbon tetraklorida digunakan dalam dry cleaning bahkan digunakan sebaga anastesti, namun karbontetraklorida secara umum bersifat hepatotoksik, sifatnya yang sangat mudah larut lemak memudahkan karbon tetraklorida untuk terdistribus ke seluruh tubuh. Pemejanan senyawa ini pada dosis rendah dapat mengakibatkan perlemakan dan nekrosis pada organ hati, sedangkan pemejanan kronik dapat mengakibatkan sirosis, tumor liver dan juga kersusakan ginjal. (Timbrell, 2009). Gambar 2. Mekanisme biotransformasi dan oksidasi karbon tetraklorida (Timbrell, 2009) Gambar 2 merupakan mekanisme dari karbon tetraklorida sebagai hepatotoksin, mekanismenya diawali dengan karbon tetraklorida (CCl4) mengalami metabolisme dari sitokrom 450 (CYP2E1) dimana CYP 450 paling banyak terdaapt

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 di hati menjadi radikal triklormetil (CCl3•) kemudian radikal triklorometil dapat berikatan dengan protein ataupun lipid pada membrane sel melalui ikatan kovalen, akibat adanya ikatan tersebut mengakibatkan toksisitas pada hati. Jika dalam keadaan oksigen berlebih menjadi radikal triklormetil (CCl3•) akan membentuk radikal trikorometilperoksi (CCl3O2•) yang bersifat lebih reaktif (Timbrell, 2009). Nekrosis yang terjadi karena CCl4 paling parah terjadi pada centrilobular sel hati yang banyak mengandung isozim CYP dalam konsentrasi tinggi yang bertanggung jawab mengaktifkan CCl4 (Hodgson, 2004). E. Swietenia mahagoni (L.)Jacq. 1. Klasifikasi tanaman : Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Superdivision : Spermatophyta Division : Magnoliophyta Class : Magnoliopsida Subclass : Rosidae Ordo : Sapindales Family : Meliaceae Genus : Swietenia Jacq. Spesies : Swietenia mahagoni (L.) Jacq. (United States Departemen of Agriculture, 2012)

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 Tanaman ini berasal dari amerika tropis, tepatnya hindia barat, Bahamas, dan florida (Yuzzami, Witono, dan Hidayat 2010). 2. Morfologi Tanaman ini memiliki batang yang tingginya 10-30 m dan berwarna abu – abu kehitaman.Daun majemuk dengan panjang 20-26 cm dan letak setiap anak daunnya berhadapan.Satu tangkai daun majemuknya terdiri atas 12-14 lembar anak daun. Tiap anak daun yang kecil berukuran 1,5cm x 3 cm dan yang besar 5-12 cm, berbentuk lonjong atau lanset dengan ujung daun yang lancip. Anak daun berwarna hijau tua dengan permukaan bawah berwarna hijau kusam atau kekuningan. Bunga mahoni berukuran kecil, yaitu 3-4 mm, dan memiliki tabung yang berukuran 2-3mm. mahkota bunga berwarna hijau kekuningan buah berwarna hijau kecoklatan dengan ukuran 7-10 cm, jika masak akan berwarna coklat tua dan berkayu dengan bentuk yang lonjong. Biji berbilah dan bersayap, fertile, dan dapat ditanam menjadi individu baru.Pertumbuhan jenis ini tergolong cukup cepat bila di tanam di tempat yang sesuai (Yuzammi,et al 2010). Berdasarkan penelitian Bhurat, Bavaskar, Agrawal, dan Bagad (2011), tanaman S. mahagoni mengandung alkaloid, terpenoids, antraquinones, glikosida jantung, saponin, fenol, flavonoid, sedangkan pada daun lebih spesifik pada flavonoid, saponin, tanin dan terpenoids menurut Matin, Haque, Hossain (2013).

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 F. Ekstrak Ekstrak meruapakan sediaan kental yang diperoleh dengan melakukan ekstraksi senyawa aktif yang terkadnugn dalam simplisisia nabati atau simplisia hewani menggunakan suatu pelarut yang sesuai, kemudian semua pelarut diuapakan dan massa yang tersisa diperlalkukan sedemikian hingga memenuhi baku yang telah ditetapkan (Ditjen POM, 1995). Ekstrak kental merupakan ekstrak berbentuk kental yang diperoleh dari proses penguapan sebagian penyari hingga memenuhi persyaratan yang ditetapkan (Ditjen POM, 2013). Terdapat beberapa metode dalam melakukan ekstraksi yaitu maserasi, infundasi, dekoksi, digesti, perklorasi, soxheltasi, Fermentasi,Counter-Current Extraction(CCE), Sonikasi,Supercritical Fluid Extraction(SFE) dan Phyotnics process. Metode metode ekstraksi yang disebut kan tersebut memiliki keuntungan dan kerugiannya masing masing (Handa, 2008) Untuk dapat memilih metode ekstraksi yang tepat perlu melihat beberapa faktor seperi karakteristik simplisia, stabilitas dari zat aktif, harga dari simplisia, pelarut, dan konsentrasi zat aktif yang terkadnung dalam simplisia. Metode maserasi secara umum adalah dengan menempatkan bahan tanaman atau simplisia dalam wadah tertutup dan menambahkan pelarut kemudian didiamkan selama tujuh hari dengan pengadukan sesekali, kemudian cairan disaring dan dipisahkan dari residu padatnya. Lamanya proses ekstraksi bergantung dari kemampuan difusi pelarut kedalam sel yang sangat lambat, jika sudah terjadi kesetimbangan maka proses maserasi dapat dihentikan (Singh, 2008).

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Etanol merupakan cairan mudah menguap walaupun pada suhu rendah, jernih, tidak berwarna, memiliki bau khas, dapat menyebabkan rasa terbakar pada lidah, mendidih pada suhu 78°C, mudah bercampur dengan air, dan praktis bercampur dengan semua pelarut organik (Ditjen POM, 1995). G. Landasan Teori Hati merupakan salah satu organ yang penting bagi tubuh. Organ hati yang dilalui oleh vena porta mengakibatkan seluruh senyawa yang berada di pembuluh darah melalui organ hati dan organ hati melakukan metabolisme senyawa senyawa yang berada dalam pembuluh darah tersebut, senyawa yang bersifat toksik berada dalam pembuluh darah dapat memungkinkan terjadinya kerusakan organ hati yang mengakibatkan terdapatnya enzim ALT dan AST pada serum, sehingga keberadaan enzim ALT dan AST pada serum digunakan sebagai uji fungsi hati untuk melihat adanya kerusakan organ hati. Senyawa model yang dapat memicu kerusakan organ hati secara ekstensif adalah karbon tetraklorida yang mulanya akan mengakibatkan perlemakan hati yang lama kelamaan akan memicu terjadinya nekrosis hati dan berujung pada terjadinya sirosis.Karbon tetraklorida dapat merusak organ hati melalui mekanisme pembentukan radikal bebas. Kandungan antioksidan seperi flavonoid dariS. mahagonimampu menangkap radikal bebas.Hal ini dapat memungkinkan daun S. mahagoni dapat digunakan seabagai hepatoprotektor dengan menangkap radikal bebas dari karbon

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 tetraklorida.Senyawa senyawa antioksidan seperti flavonoid dari S. mahagoniumumnya bersifat semi polar yang mengakibatkan mudah tersari oleh pelarut yang memiliki sifat yang sama yaitu etanol, sehingga dari penelitian ini akan diketahui apakah dengan pemberian ekstrak etanol daun S. mahagoni memiliki efek hepatoprotektif dengan menurunkan aktivitas ALT dan AST serum pada tikus yang diinduksi karbon tetraklorida dan untuk mendapatkan efek yang optimum maka perlu diketahui dosis optimum dari ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni Jacq. H. Hipotesis Pemberian ekstrak etanol daun S. mahagoni memiliki efek hepatoprotektif pada tikus yang diinduksi karbon tetraklorida memiliki dosis optimum yang menurunkan aktivitas ALT dan AST serum.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental murni dengan rancangan acak lengkap pola searah. B. Variabel dan Definisi Operasional 1. Variabel utama a. Variabel bebas. Variabel bebas yaitu dosis pemberian ekstrak etanol daun S. mahagoni selama 6 hari. b. Variabel tergantung.Variabel tergantung yaitu penurunan aktivitas ALT dan AST akibat pemberian ekstrak etanol daun S. mahagoni selama enam hari pada tikus yang diinduksi karbon tetraklorida 2. Variabel pengacau a. Variabel pengacau terkendali. Variabel pengacau terkendali yaitu kondisi hewan uji, yaitu tikus jantan galur Wistar, berat badan 150 – 200 g, berumur 2-3 bulan; cara pemberian ekstrak etanol daun S. mahagoni secara per oral dengan frekuensi satu kali sehari selama enam hari dengan jam pemberian yang sama; cara pemberian hepatotoksin secara intra peritonial b. Variabel pengacau tak terkendali. Variabel pengacau tak terkendali yaitu kondisi patologis dan fisiologis dari hewan uji. 20

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 3. Definis operasional a. Ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni. Didefinisikan sebagai ekstrak kental dari serbuk kering daun S. mahagoni yang dilarutkan dalam pelarut etanol 70% dan dimaserasi selama 24 jam dengan shaker berkecepatan 140 rpm. Kemudian disaring, dievaporasi dan diuapkan diatas waterbath pada suhu 70°C hingga bobot tetap dengan susut pengeringan kurang dari 0.05%. b. Efek hepatoprotektif. Didefinisikan sebagai kemampuan ekstrak etanol daun S. mahagoni dengan dosis tertentu dapat melindungi hati dari hepatotoksin dengan cara menurunkan aktivitas ALT dan AST pada tikus yang diinduksi karbon tetraklorida. c. Dosis optimum. Didefinisikan sebagai sejumlah miligram (mg) per kilogram berat badan (kg) EESM (ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni) yang memiliki %hepatoprotektif dari aktivitas ALT yang mendekati 100% proteksi hati. C. Bahan Penelitian 1. Bahan utama a. Hewan uji penelitian yaitu tikus jantan galur Wistar dengan umur 2-3 bulan dan dengan berat badan 150-200 g yang diperoleh dari Laboratorium Imono Fakultas Farmasi Univeristas Santa Dharma Yogyakarta b. Bahan uji yang digunakan adalah daun Swietenia mahagoni(L.) Jacq. yang diperoleh dari lingkungan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 dipanen pada tanggal 11 Oktober 2013 kemudian di keringkan dan diserbuk oleh Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Terpadu Universitas Gadjah Mada (LPPT UGM). 2. Bahan kimia a. Bahan hepatotoksin, yaitu karbon tetraklorida (CCl4) yang diperoleh dari Laboratorium Kimia Analisis Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. b. CMC-Na (bahan pelarut ekstrak) yang diperoleh dari Laboratorium Farmakologi-Toksikologi Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. c. Etanol 70% (pelarut pembuatan ekstrak) diperoleh dari Toko Bahan Kimia Brataco Yogyakarta. d. Reagen ALT Reagen serum yang digunakan adalah reagen ALT dyasis.Komposisi dan konsentrasi dari reagen ALT adalah sebagai berikut. Komposisi R1 : TRIS L-Alanine LDH (lactate dehydrogenase) R2 : 2-oxaoglutarate NADH Pyridoxal-5phospatase FS : Good’s buffer Pyridoxal-5phospate pH 7,15 Konsentrasi 140 mmol/L 700 mmol/L ≥ 2300 mmol/L 85 mmol/L 1 mmol/L 9,6 100 mmol/L 13 mmol/ L

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 e. Reagen AST Reagen serum yang digunakan adalah reagen ALT dyasis.Komposis dan konsentrasi dari reagen AST adalah sebagai berikut. Komposisi R1 : TRIS L-Aspartate MDH (malate dehydrogenase) LDH (lactate dehydrogenase) R2 : 2-oxaoglutarate NADH Pyridoxal-5phospatase FS : Good’s buffer Pyridoxal-5phospate pH 7,65 Konsentrasi 110 mmol/L 320 mmol/L ≥ 800 mmol/L ≥ 1200 mmol/L 65 mmol/L 1 mmol/L 9,6 100 mmol/L 13 mmol/ L f. Olive oil (Filippo Berio®) diperoleh dari Superindo g. Blanko pengujian ALT dan AST menggunakan Aqua bidestilata yang diperoleh dari Laboratorium Kimia Instrumental Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. D. Alat Penelitian 1. Alat ekstraksi Alat gelas berupa Bekker glass, Erlenmeyer, gelas ukur, cawan porselen, corong Buchner, batang pengaduk, sendok, orbital shaker Optima®, timbangan analitik Mettler Toledo®, rotary vacuum evaporatorIKAVAC®, water bath, oven Memmert®

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 2. Alat uji hepatoprotektif Seperangkat alat gelas berupa Bekker Glass, tabung reaksi, sentrifuge Centurion Scientific®, vortex Genie Wilten®, spuit injeksi per oral dan syringe 3 cc Terumo®, spuit i.p. dan syringe 1 cc Terumo®, pipa kapiler, tabung Eppendorf, Microlab 200 Merck®, stopwatch. E. Tata Cara Penelitian 1. Determinasi daun S. mahagoni Determinasi daun S. mahagoni dilakukan dengan mencocokan kesamaan ciriciri daun S.mahagoni yang diperoleh dari lingkungan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dengan buku acuan.Determinasi dilakukan oleh Yohanes Dwiatmaka, M.Si dosen Farmakognosi Fitokimia, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Pengumpulan bahan uji Bahan uji yang digunakan adalah daun S. mahagoni yang masih segar dan tidak busuk dari lingkungan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada tanggal 11 Oktober 2013 3. Pembuatan serbuk daun S. mahagoni Bahan uji yang sudah dikumpulkan kemudian dicuci dengan air mengalir dan dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Selanjutnya, bahan uji yang sudah kering di keringkan dan diserbuk oleh Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Terpadu Universitas GaDjah Mada (LPPT UGM).

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 4. Pembuatan ekstrak etanol daun S. mahagoni Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi yaitu perendaman serbuk kering daun S. mahagoni 20 g dalam 200 mL pelarrut etanol 70% dan dimaserasi selama 24 jam pada suhu kamar dengan alat shaker dengan kecepatan 140 rpm. Hasil maserasi disaring dengan menggunakan corong Buchner yang dilapisi kertas saring.Hasil penyaringan dievaporasi menggunakan rotary vacuum evaporator.Hasil evaporasi kemudian disaring menggunakan kertas saring. Hasil penyaringan kemudian dimasukkan kedalam cawan porselen diuapkan hingga kental dengan water bath bersuhu 70°C dan dimasukkan kedalam oven bersuhu 40°C hingga bobot penyusutan kurang dari 0,05% 5. Penetapan kadar air serbuk daun S. mahagoni Penetapan kadar air serbuk daun S. mahagonidilakukan oleh Laboratorium dan Penelitan Terpadu Universitas Gadjah Mada (LPPT UGM) dengan metode gravimetri. 6. Penetapan kadar air dan flavonoid ekstrak etanol daun S. mahagoni Penetapan kadar air dan flavonoid ekstrak etanol daun S. mahagonidilakukan oleh Laboratorium dan Penelitan Terpadu Universitas Gadjah Mada (LPPT UGM) dengan metode susut kering untuk kadar air dan metode spektrofotometri untuk penetapan kadar flavonoid. Cara kerja terlampir pada lampiran 7. 7. Pembuatan suspending agent CMC-Na 1% Menimbang CMC-Na sebanyak 5g dan disebarkan diatas aquadest sebanyak 500 mL dan diamkan selama 24 jam.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 8. Pembuatan suspensi ekstrak etanol daun S. mahagoni 1% Menimbang ekstrak etanol kental daun S. mahagoni sebanyak 0,3 g dan dilarutkan ke dalam 30 mL CMC-Na 1% dipanaskan pada suhu 40°C hingga benarbenar homogen. Suspensi ekstrak etanol daun S. mahagoni dibuat setiap kali pemberian ekstrak etanol daun S. mahagoni 9. Uji pendahuluan a. Penetapan dosis hepatotoksin karbon tetraklorida Berdasarkan penelitian Janakat dan Al-Merie (2002), dosis karbon tetraklorida yang digunakan untuk menginduksi kerusakan organ hati pada tikus jantan galur Wistar adalah 2 ml/kg BB dengan melarutkan karbon tetraklorida dalam olive oil dengan perbandingan (1:1).Dosis ini mampu merusak sel-sel organ hati pada tikus jantan yang ditunjukkan melalui peningkatan aktivitas ALT-AST tetapi tidak menimbulkan kematian pada hewan uji. b. Penetapan waktu pencuplikan darah Penetapan waktu pencuplikan darah ditentukan melalui orientasi dengan tiga kelompok perlakuan waktu, yaitu pada jam ke 0, 24, dan 48 setelah pemejanan karbon tetreklorida. Setiap kelompok perlakuan terdiri dari 5 hewan uji yang pengambilan darahnya dilakukan melalui pembuluh sinus orbitalis mata setelah pemejanan karbon tetraklorida dosis 2ml/kgBB

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 10. Pengelompokan dan perlakuan hewan uji a. Kelompok I (kontrol CCl4) diberikan larutan karbon tetraklorida : olive oil (1:1) dengan dosis 2mL/kgBB secara i.p b. Kelompok II (kontrol Olive oil) diberi olive oil dosis 2mL/kgBB secara i.p. c. Kelompok IV (kontrol CMC-Na) diberikan CMC-Na dengan dosis 18 mL/kgBb selama 6 hari berturut turut secara per oral pada hari ke tujuh diberikan larutan karbon tetraklorida : olive oil (1:1) dengan dosis 2 mL/kg BB secara intraperitonial d. Kelompok IV (kontrol ekstrak ) diberikan esktrak daun S. mahagoni dengan dosis 180 mg/kgBB selama enam hari berturut turut secara per oral. e. Kelompok V (dosis 101,25 mg/kgBB) diberikan esktrak daun S. mahagoni dengan dosis 101,25 mg/kgBB selama enam hari berturut turut secara per oral. f. Kelompok VI (dosis 135 mg/kgBB) diberikan esktrak daun S. mahagoni dengan dosis 135mg/kgBB selama enam hari berturut turut secara per oral. g. Kelompok VII (dosis 180mg/kgBB) diberikan esktrak daun S. mahagoni dengan dosis 180 mg/kgBB selama enam hari berturut turut secara per oral. Pada kelompok V-VII diberikan larutan karbon tetraklorida :olive oil (1:1) dengan dosis 2 mL/kg BB secara intraperitonial pada hari ke tujuh. Setelah 24 jam perlakuan hewan uji diambil darahnya melalui sinus orbitalis mata, dan diukur aktivitas serum ALT dan AST.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 11. Pembuatan serum Darah diambil melalui sinus orbitalis mata tikus dan ditampung dalam tabung Eppendrof. Darah didiamkan selama ± 15 menit, kemudian disentrifugasi selama 15 menit dengan kecepatan 8.000 rpm dan bagian supernatannya diambil kemudian supernatannya disentrifugasi selama 10 menit dengan kecepatan 8.000 rpm. 12. Pengukuran aktivitas ALT dan AST Aktivitas serum ALT dan AST dianalisis menggunakan alat Mikrolab 200 Merck®.Pengukuran aktivitas serum ALT dan AST dilakukan di Laboratorium Biokimia Fisiologi Manusia, Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. a. Pengukuran ALT dilakukan dengan mencampur 100 μl serum dengan 1000 μl reagen I, kemudian divortex selama 30 detik, didiamkan selama 5 menit, setelah itu dicampur dengan 250 μl reagen II, kemudian divortex selama 30 detik dan dibaca serapan setelah 1 menit. b. Pengukuran aktivitas AST dilakukan dengan mencampur 100 μl serum dengan 1000 μl reagen I, kemudian divortex selama 30 detik, didiamkan selama 5 menit, setelah itu dicampur dengan 250 μl reagen II, kemudian divortex selama 30 detik dan dibaca serapan setelah 1 menit. c. Aktivitas ALT dan AST dinyatakan dalam U/L. Aktivitas enzim diukur pada panjang gelombang 340 nm, suhu 37°C, dengan faktor koreksi -1745. Pengukuran aktivitas ALT dan AST ini dilakukan di Laboratorium Biokimia Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 F. Tata Cara Analisis Hasil Data aktivitas ALT-AST diuji dengan Kolmogorov-Smirnov untuk mengetahui distribusi data tiap kelompok hewan uji. Apabila didapat distribusi data yang normal maka analisis dilanjutkan dengan analisis pola searah (One Way ANOVA) dengan taraf kepercayaan 95% untuk mengetahui perbedaan masingmasing kelompok. Kemudian dilanjutkan dengan uji Scheffe untuk melihat perbedaan masing-masing antar kelompok bermakna (signifikan) (p<0,05) atau tidak bermakna (tidak signifikan) (p>0,05). Namun bila didapatkan distribusi tidak normal, maka dilakukan analisis dengan uji Kruskal Wallis untuk mengetahui perbedaan aktivitas ALT dan AST antar kelompok.Setelah itu dilanjutkkan dengan uji Mann Whitney untuk mengetahui perbedaan tiap kelompok. Perhitungan persen efek hepatoprotektif terhadap hepatotoksin karbon tetraklorida diperoleh dengan rumus: (purata ALT kontrol CCl4 − kontrol Olive oil) − (purata ALT perlakuan − kontrol Olive oil) 𝑋 100% (purata ALT kontrol CCl4 − kontrol Olive oil) (Putri, 2013).

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni Jacq. pada tikus jantan galur Wistar yang diinduksi karbon tetraklorida dengan melihat aktivitas ALT dan AST serum, pengaruh dosis terhadap efek hepatoprotektif, dan besar dosis optimum dari esktrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq.Pencapaian tujuan tersebut dapat dilakukan dengan beberapa pengujian. A. Hasil Determinasi Tanaman Tujuan dilakukannya determinasi tanaman ini adalaah untuk memastikan apakah tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah benar benar Swietenia mahagoni(L.)Jacq.Bagian tanaman yang digunakan untuk determinasi adalah daun dan buah yang kemudian dicocokan dengan buku acuan. Dari proses determinasi yang dilakukan mendapatkan hasil bahwa tanaman yang digunakan memiliki kesamaan ciri dengan buku acuan dan dinyatakan bahwa tanaman yang digunakan adalah benar S. mahagoni. Hasil ini terlampir pada lampiran 3. B. Hasil Penetapan Kadar Air Serbuk Daun S. mahagoni Tujuan dari penetapan kadar air adalah untuk mengetahui kadar air yang terdapat dalam serbuk daun S. mahagoni yang digunakan. Kadar air merupakan salah 30

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 satu parameter standarisasi serbuk simplisia. Penetapan kadar air dilakukan oleh Laoratorium Penelitian dan Pengembangan Terpadu UGM dengan metode Gravimetri. Hasil kadar air yang diperoleh adalah 6,68%, maka dapat dikatakan simplisia memenuhi salah satu persyaratan serbuk simplisia yang baik yaitu kadar air <10% (Ditjen POM, 1995) C. Hasil Penimbangan Bobot Ekstrak Etanol Daun S. mahagoni Pembuatan ekstrak etanol S. mahagoni menggunakan metode maserasi, pemilihan metode maserasi ini karena dapat menyari zat aktif didalam simplisia dengan mudah karena sifat zat aktifnya yang mudah terlarut dalam carian penyari atau pelarut. Selain itu proses maserasi merupakan metode yang paling sederhana dalam proses ekstraksi. Pelarut atau cairan penyari yang digunakan adalah etanol 70% dikarenakan senyawa hipotesis yang memiliki kemampuan sebagai hepatoprotektor adalah flavonoid, dimana flavonoid merupaka senyawa golongan fenolik yang dapat larut dalam pelarut yang bersifat polar. Ekstrak etanol daun S. mahagoni mengandung flavonoid dan berbagai senyawa fenolik lainnya seperti phyenyl propanoids, phenolic acids, tannins dan lain lain (Matin,et al., 2013) Ekstrak yang diperoleh adalah berupa ekstrak kental yang kemudian dilihat bobot tetap yang bertujuan untuk menghitung sisa zat dengan bobot tetap setelah dilakukan pengeringan.Hasil rendemen yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan sebanyak 400 g serbuk kering daun S. mahagoni menghasilkan 9 cawan porselin ekstrak kental.Diperoleh rata-rata rendemen sebesar 6,225 g ekstrak

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 kental.Pada pembuataan 400 g serbuk kering daun S. mahagoni menghasilkan 56,02 g ekstrak kental dengan rendemen sebesar 14 %. D. Hasil Penetapan Kadar Air dan Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Daun S. mahagoni Tujuan dari dilakukan penetapan kadar air dan flavonoid dari ekstrak etanol daun S. mahagoni adalah melakukan standarisasi ekstrak agar dapat memenuhi persyaratan bahan obat yang baik. Penetapan kadar air dan flavonoid dilakukan oleh LPPT UGM, metode yang digunakan dalam penetapan kandungan Flavonoid total adalah spektrofotometri, sedangkan untuk kadar air dengan metode susut kering. Hasil standariasi ekstrak diperoleh kadar flavonoid total adalah 0,43% dan kadar air 14,88%. Dilihat dari kadar air ekstrak kental masih masuk dalam range yang ditetapkan, yaitu 5%-20% untuk ekstrak kental (Ditjen POM, 1995). E. Hasil Uji Pendahuluan 1. Hasil penentuan dosis hepatotoksin Pada penelitian ini senyawa hepatotoksin yang digunakan adalah karbon tetraklorida.Tujuan dari penentuan dosis karbon tetraklorida adalah untuk mengetahui pada dosis berapa karbon tetraklorida dapat menyebabkan kerusakan hati pada tikus yang ditandai dengan peningkatan aktivitas ALT dan AST serum.Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Janakat dan Merie (2002) dosis yang digunakan pada penelitian ini yaitu 2 mL/kgBB. Dengan penggunaan pada dosis ini sudah mampu

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 menimbulkan efek hepatotoksik tanpa menyebabkan kematian pada tikus yang terinduksi oleh karbon tetraklorida, pada penggunaan dosis rendah dari karbon tetraklorida hanya menyebabkan kerusakan ringan berupa perlemakan hati (Timbrell, 2008) 2. Hasil penentuan waktu pencuplikan darah hewan uji Penentuan waktu pencuplikan darah pada hewan uji ini bertujuan untuk mengetahui titik maksimal dari hepatoksik yang ditimbulkan oleh karbon tetraklorida dosis 2 mL/kgBB dimana ditandai dengan peningkatan aktivitas ALT dan AST tertinggi pada waktu tertentu. Pencuplikan darah dilakukan melalui sinus orbitalis mata pada waktu 0, 24, 48 dan 72 jam setelah pemberian karbon tetraklorida dosis 2 mL/kgBB diberikan pada tikus jantan galur Wistar. Hasil uji yang berupa aktivitas ALT setelah pemberian karbon tetraklorida dosis 2 mL/kgBB yang tersaji pada tabel I dan gambar 3, sedangkan aktivitas AST tersaji pada tabel I dan gambar 4. Tabel I. Rata-rata aktivitas ALT dan AST serum tikus stelah induksi karbon tetraklorida dengan dosis 2 mL.kgBB saat pencuplikan darah jam ke-0, 24, 48, dan 72 Waktu pencuplikan Purata aktivitas Purata aktivitas keALT ± SE (U/L) AST ± SE (U/L) 0 65 ± 6,5 94 ± 4,5 24 203 ± 5,8 493,4 ± 7,5 48 79 ± 4,3 194,2 ± 10,4 72 54 ± 2,1 103,8 ± 1,7 Keterangan : SE = Standard Eror Aktivitas ALT serum diuji normalitasnya dahulu menggunkan uji Kolmogorov Smirnov, aktivitas ALT pada jam ke-0,24,48,dan 72 menunjukkan signifikansi (p>0,05), hal ini menunjukkan bahwa data dapat diaktakan normal. Hasil

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 aktivitas ALT serum yang telah diuji normalitas kemudian dilanjutkan dianalisis dengan menggunakan analisis variansi satu arah (One Way Anova) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,208 (p>0,05) Hal ini menyatakan bahwa diantara ke empat kelompok terdapat perbedaan data dan homogen . Kemudian dilanjutkan dengan analisis menggunakan uji Scheffe untuk mengetahui kebermaknaan perbedaan antar kelompok.Hasil analisis dari uji Scheffe tersaji pada tabel II dan tabel III. Tabel II. Hasil uji Scheffe aktivitas ALT tikus terinduksi karbon tetraklorida dosis 2 mL/kgBB pada pencuplikan darah jam ke-0, 24, 48 dan 72 Waktu pencuplikan jam ke0 24 48 72 0 B TB TB 24 B B B 48 TB B B 72 TB B B Keterangan : B = Berbeda bermakana (p<0,05) TB = Berbeda tidak bermakana (p>0,05) U/L Gambar 3. Diagaram batang aktivitas ALT tikus setelah diinduksi karbon tetraklorida dosis 2 mL/kgBB jam ke-0, 24, 48, dan 72

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 U/L Gambar 4. Diagaram batang aktivitas AST tikus setelah diinduksi karbon tetraklorida dosis 2 mL/kgBB jam ke-0, 24, 48, dan 72 Berdasarkan pada tabel I terlihat aktivitas ALT yang paling tinggi, yaitu pada jam ke 24, yakni 203 ± 5,8 U/L. Aktivitas ALT pada jam ke 24 menunjukkan peningkatan yang signifikan dan berbeda bermakna dibandingkan pada jam ke 0, 48 dan 72 (tabel II). Aktivitas ALT mengalami penurunan pada jam ke 48, yaitu 79 ± 4,3 yang berbeda tidak bermakna dengan aktivitas ALT pada jam ke 0 akan tetapi jika dibandingkan dengan aktivitas ALT pada jam ke 72 memilki perbedaan bermakna, hal ini dikarenakan aktivitas ALT serum pada jam ke 72, yaitu 54 ± 2,1 U/L di bawah aktivitas ALT pada jam ke 0, yaitu 65 ± 6,5 U/L akan tetapi penurunan aktivitas ALT pada jam ke 72 masih dalam batas normal ALT, yaitu 47,3 – 62.1 U/L. Hal ini menunjukkan pada jam ke 24 setelah pemberian karbon tetraklorida terjadi peningkatan aktivitas ALT, sedangkan pada jam ke 48 dan 72 aktivitas ALT sudah kembali normal. Aktivitas AST serum diuji normalitasnya dahulu menggunkan uji Kolmogorov Smirnov, aktivitas AST pada jam ke-0,24,48,dan 72 menunjukkan signifikansi

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 (p>0,05) hal ini menunjukkan bahwa data dapat diaktakan normal. Hasil AST serum yang telah duji normalitasnya kemudian dilanjutkan dianalisis dengan menggunakan analisis variansi satu arah (One Way Anova) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,038 (p<0,05) Hal ini menyatakan bahwa diantara ke empat kelompok tidak terdapat perbedaan data dan atau data tidak homogen . Kemudian dilanjutkan dengan analisis menggunakan uji Kruskal-Wallis untuk mengetahui apakah ada perbedaan dari masing masing kelompok, dari uji Kruskal-Wallis didapatkan signifikansi 0,001 (p<0,05) hal ini menunjukkan adanya perbedaan di masing masing kelompok. Kemudian dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney.Hasil analisis dari uji MannWhitney tersaji pada III. Tabel III. Hasil uji Mann-Whitney aktivitas AST tikus terinduksi karbon tetraklorida dosis 2 mL/kgBB pada pencuplikan darah jam ke-0, 24, 48 dan 72 Waktu pencuplikan jam ke0 24 48 72 0 B B TB 24 B B B 48 B B B 72 TB B B Keterangan : B = Berbeda bermakana (p<0,05) TB = Berbeda tidak bermakana (p>0,05) Berdasarkan pada tabel I terlihat aktivitas AST yang paling tinggi, yaitu pada jam ke 24, yakni 493,4 ± 7,5U/L. Aktivitas AST pada jam ke 24 menunjukkan peningkatan yang signifikan dan berbeda bermakna dibandingkan pada jam ke 0, 48 dan 72 (tabel III). Aktivitas AST mengalami penurunan pada jam ke 48, yaitu 194,2 ± 10,4. Akan tetapi pada tablel aktivitas AST pada jam ke 48 yang berbeda bermakna dengan aktivitas AST pada jam ke 0 dan 72 (tabel III) hal ini dikarenakan aktivitas

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 AST pada jam ke 48 sudah turun akan tetapi aktivitas AST yang sudah turun belm mencapai keadaan seperti semula yaitu pada jam ke 0. Aktivitas AST pada jam ke 72 jika dibandingkan dengan aktivitas AST pada jam ke 0 memilki perbedaan tidak bermakna, hal ini dikarenakan aktivitas ALT serum pada jam ke 72, yaitu 103,8 ± 1,7U/L sudah mendekati keadaan semula yaitu pada jam ke 0. Hal ini menunjukkan pada jam ke 24 setelah pemberian karbon tetraklorida terjadi peningkatan aktivitas AST, sedangkan pada jam ke 48 dan 72 aktivitas AST sudah mengalami penurunan dan aktivitas AST kembali normal. Berdasarkan hasil tersebut maka pada penelitian ini menggunakan waktu pencuplikan darah pada jam ke 24 setelah pemberian karbon tetraklorida dosis 2 mL/kgBB. 3. Penetapan lama pemejanan ekstrak etanol daun S. mahagoni Berdasarkan penelitian efek hepatoprotektif yang dilakukan oleh Tiala dan Rahmamurti (2013). Lama pemejanan ekstrak etanol daun Macaranga tanarius L. menggunakan jangka panjang dan jangka pendek. Penelitian ini menggunakan jangka panjang yaitu dengan pemejanan 6 hari dikarenakan penelitian ini menguji efek hepatoprotektif yaitu kemampuan ekstrak etanol daun S. mahagoni mampu melindungi organ hati dari kerusakan yang ditimbulkan oleh paparan senyawa hepatotoksin maka diasumsikan penggunaan ekstrak etanol daun S. mahogani dengan waktu yang paling lama karena fungsinya mencegah bukan mengobati.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 4. Penetapan dosis eksrak etanol daun S. mahagoni Penetapan dosis ekstrak daun S. mahagoni bertujuan untuk menentukan peringkat dosis dari esktrak etanol daun S. mahagoni yang akan digunakan dalam penelitian ini. Penentuan dosis ekstrak etanol daun S.mahagoni didasarkan pada konversi dosis dari penggunaan di manusia yaitu tiga kapsul yang berisi 500 mg ekstrak. Sehingga total penggunana di manusia sebesar 1500 mg / 70 kgBB yang di konversi ke tikus menjadi dosis 135 mg/kgBB. Kemudian didapatkan dosis 180 mg/kgBB dengan mengkonversi dari dosis manusia dengan penggunnaan empat kapsul dengan berat 500 mg ekstrak, sedangkan dosis 101,25 mg/kgBB didapatkan dari membagi dosis 135 mg/kgBB dengan faktor kelipatan dosis 135 mg/kgBB ke dosis 180 mg/kgBB F. Hasil efek hepatoprotektif ekstrak etanol daun S. mahagoni Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan efek hepatoprotektif ekstrak etanol daun S. mahagoni pada tikus jantan galur Wistar yang diinduksi karbon tetraklorida. Penelitian ini dilakukan dengan praperlakuan ekstrak etanol daun S. mahagoni satu kali sehari selama enam hari berturut-turut secara per oral kemudian diinduksi dengan karbon tetraklorida dosis 2 mL/kgBB dan sebagai akibatnya adalah terjadi penurunan aktivitas ALT dan AST serum. Data aktivitas ALT dan AST serum seluruh kelompok diuji normalitasnya dengan uji Kogolmorov Semirnov didapatkan hasil aktivitas ALT pada kelompok kontrol CCl4, kelompok kontrol Olive oil, kelompok kontrol CMC-Na, kelompok kontrol ekstrak etanol Swietenia mahagoni,

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 kelompok ekstrak dosis 101,25 mg/kgBB; kelompok ekstrak dosis 135 mg/kgBB; dan kelompok ekstrak dosis 180 mg/kgBB menunjukkan signifikansi (p>0,05) sedngakan untuk aktivitas AST pada jam kelompok kontrol CCl4, kelompok kontrol Olive oil, kelompok kontrol CMC-Na, kelompok kontrol ekstrak etanl Swietenia mahagoni, kelompok ekstrak dosis 101,25; kelompok ekstrak dosis 135; dan kelompok ekstrak dosis 180 menunjukkan signifikansi (p>0,05) hal ini menunjukkan bahwa data aktivitas ALT dan AST dapat diaktakan normal kemudian dilanjutkan dianalisis menggunakan analisis variansi satu arah dan menunjukkan untuk aktivitas ALT nilai signifikansi sebesar 0,214 (p>0,05) sedangkan aktivitas AST nilai signifikansi sebesar 0,405 (p>0,05). Tabel IV. Rata-rata aktivitas ALT dan AST serum tikus seluruh kelompok perlakuan Perlakuan Kontrol CCl4 Kontrol Olive oil Purata aktivitas ALT ± SE (U/L) 203,8 ± 5,8 56 ± 1,7 Purata aktivitas AST ± SE (U/L) % Hepatoprotektif ALT 493,4 ±7,3 0% 107,4 ± 5,5 100% Kontrol CMC-Na dosis 202 ± 3,8 489 ± 6,0 18 mL/kgBB + CCl4 Kontrol EESM dosis 180 62,4 ± 2,1 113 ± 3,4 mg/kgNN EESM dosis 101,25 353,2 ± 149,4 ±2,2 37,0 mg/kgBB + CCl4 5,7 EESM dosis 135 127,6 ± 310,2 ± 51,8 mg/kgBB + CCl4 3,9 7,8 EESM dosis 180 mg 225,8 ± 97,2 ± 2,5 72,5 /kgBB + CCl4 3,0 Keterangan : EESM = Ekstrak Etanol Swietenia mahagoni

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Hasil ini menunjukkan bahwa aktivitas ALT dan AST antar kelompok perlakuan terdapat perbedaan dan homogen.Selanjutnya, dilakukan uji Scheffe yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan antar kelompok yang tersaji pada tabel V untuk aktivitas ALT dan tabel VI untuk aktivitas AST. Akttivitas ALT dan AST serum disajikan dalam bentuk purata ± SE tersaji dan % hepatoprotektif pada tabel IV. U/L Gambar 5. Diagaram batang aktivitas ALT tikus seluruh kelompok perlakuan U/L Gambar 6. Diagaram batang aktivitas AST tikus seluruh kelompok perlakuan

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Tabel V. Hasil uji Scheffe aktivitas ALT tikus pada seluruh kelompok perlakuan Perlakua n Kontrol CCl4 Kontrol Olive oil Kontrol CMC-Na + CCl4 Kontrol EESM dosis 180 mg/kgBB EESM dosis 101,25 mg/kgBB + CCl4 EESM dosis 135 mg/kgBB + CCl4 EESM dosis 180 mg/kgBB + CCl4 Kontrol CCl4 Kontrol Olive oil Kontrol CMC-Na + CCl4 Kontrol EESM EESM dosis 101,25 mg/kg BB + CCl4 - B TB B B B B B - B TB B B B TB B - B B B B B TB B - B B B B B B B - B B B B B B B - B B B B B B Keterangan : B = Berbeda bermakana (p<0,05) TB = Berbeda tidak bermakana (p>0,05) EESM = Ekstrak Etanol Swietenia mahagoni EESM dosis 135 mg/kg BB + CCl4 EESM dosis 180 mg/kg BB + CCl4 -

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Tabel VI. Hasil uji Scheffe aktivitas AST tikus pada seluruh kelompok perlakuan Perlakua n Kontrol CCl4 Kontrol Olive oil Kontrol CMC-Na + CCl4 Kontrol EESM dosis 180 mg/kgBB EESM dosis 101,25 mg/kgBB + CCl4 EESM dosis 135 mg/kgBB + CCl4 EESM dosis 180 mg/kgBB + CCl4 Kontrol CCl4 Kontrol Olive oil Kontrol CMC-Na + CCl4 Kontrol EESM EESM dosis 101,25 mg/kg BB + CCl4 EESM dosis 135 mg/kg BB + CCl4 EESM dosis 180 mg/kg BB + CCl4 - B TB B B B B B - B TB B B B TB B - B B B B B TB B - B B B B B B B - B B B B B B B - B B B B B B - Keterangan : B = Berbeda bermakana (p<0,05) TB = Berbeda tidak bermakana (p>0,05) EESM = Ekstrak Etanol Swietenia mahagoni 1. Kontrol Olive oil (Olive oil dosis 2 mL/kgBB) Tujuan dari perlakukan kelompok kontol pelarut hepatotoksin yaitu Olive oil (kelompok II) dalah untuk melihat bahwa pelarut hepatoksin karbon tetraklorida yaitu

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Olive oil, tidak memiliki potensi untuk menyebabkan efek hepatotoksik. Penggunaan dosis Olive oil 2 mL/kgBB dala penelitian ini sama dengan dosis hepatotoksin yang digunakan yakni 2 mL/kgBB sehingga dapat memastikan bahwa peningkatan aktivitas ALT dan AST serum bukan akibat dari pemberian Olive oil sebagai pelarut melainkan karna akbiat dari pemberian hepatoksin karbon tetraklorida. Pengujian dilakukan sama dengan pengujian pencuplikan darah hepatotoksin. Hasil pengujian yang dilakukan tersaji dalam tabel VII , gambar 7, dan gambar 8. Tabel VII. Rata-rata aktivitas ALT dan AST serum tikus setelah pemberian Olive oili dosis 2 mL/kgBBpada perlakuann pencuplikan darah ke-0, 24, 48 dan 72 Perlakuan jam Purata aktivitas ALT ± SE Purata aktivitas AST ± SE ke(U/L) (U/L) 0 47,0 ± 1,7 93,8 ± 3,3 24 56,8 ± 1,7 107,4 ± 5,5 48 57,4 ± 2,9 107,2 ± 3,5 72 57,6 ± 1,9 100 ± 5,8 Aktivitas ALT serum diuji normalitasnya dahulu menggunkan uji Kolmogorov Smirnov, aktivitas ALT pada jam ke-0,24,48,dan 72 menunjukkan signifikansi (p>0,05) hal ini menunjukkan bahwa data dapat diaktakan normal. Berdasarkan hasil aktivitas ALT serum yang telah diuji normalitas dengan uji Kolmogorov Smirnov kemudian dilanjutkan dianalisis dengan menggunakan analisis variansi satu arah (One Way Anova) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,245 (p>0,05) Hal ini menyatakan bahwa diantara ke empat kelompok terdapat perbedaan data dan homogen . Kemudian dilanjutkan dengan analisis menggunakan uji

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Scheffeuntuk mengetahui kebermaknaan perbedaan antar kelompok.Hasil analisis dari uji Scheffe tersaji pada tabel VIII. U/L Gambar 7. Diagaram batang aktivitas ALT serum tikus setelah pemberian Olive oil dosis 2 mL/kgBB pada perlakuann pencuplikan darah ke-0, 24, 48 dan 72 U/L Gambar 8. Diagaram batang aktivitas AST serum tikus setelah pemberian Olive oil0 dosis 2 mL/kgBB pada perlakuann pencuplikan darah ke-0, 24, 48 dan 72 Tabel VIII. Hasil uji Scheffe aktivitas ALT tikus pemberian Olive oil dosis 2 mL/kgBB pada pencuplikan darah jam ke-0, 24, 48 dan 72 Perlakuan jam ke0 24 48 72 Keterangan : B TB 0 24 48 72 B B B B TB TB B TB TB B TB TB = Berbeda bermakana (p<0,05) = Berbeda tidak bermakana (p>0,05)

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Dari hasil uji Scheffe terdapat perbedaan bermakna antara aktivitas ALT serum pada jam ke 0 dengan aktivitas ALT pada jam ke 24, 48 dan 72, hal ini dikarenakan adanya peningkatan aktivitas ALT serum setelah diberikannya Olive oil dimana sebelum pemberian Olive oil aktivitas ALT yaitu 47,0 ± 1,7 U/L sedangkan aktivitas ALT pada jam 24 sebesar 56,8 ± 1,7 U/L; 48 sebesar 57,4 ± 2,9 U/L; dan 72 sebesar 57,6 ± 1,9 U/L. Akan tetapi peningkatan aktivitas ALT yang terjadi setelah pemberian Olive oil masih berada dalam rentang nilai normal, yaitu 47,3 – 62.1 U/L Aktivitas AST serum diuji normalitasnya dahulu menggunkan uji Kolmogorov Smirnov, aktivitas ALT pada jam ke-0,24,48,dan 72 menunjukkan signifikansi (p>0,05) hal ini menunjukkan bahwa data dapat diaktakan normal. Berdasarkan hasil aktivitas ALT serum yang telah diuji normalitas dengan uji Kolmogorov Smirnov kemudian dilanjutkan dianalisis dengan menggunakan analisis variansi satu arah (One Way Anova) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,196 (p>0,05) Hal ini menyatakan bahwa diantara ke empat kelompok terdapat perbedaan data dan homogeny . Kemudian dilanjutkan dengan analisis menggunakan uji Scheffe untuk mengetahui kebermaknaan perbedaan antar kelompok.Hasil analisis dari uji Scheffe tersaji pada tabel IX. Dari hasil uji Scheffe terdapat perbedaan tidak bermakna antara aktivitas AST serum pada jam ke 0 dengan aktivitas AST pada jam ke 24, 48 dan 72, hal ini menunjukkan bahwa pemberian Olive oil tidak memberikan pengaruh pada aktivitas AST serum.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Tabel IX. Hasil uji Scheffe aktivitas AST tikus pemberian Olive oil dosis 2 mL/kgBB pada pencuplikan darah jam ke-0, 24, 48 dan 72 Perlakuan jam ke- 0 24 48 72 0 24 TB TB - TB TB TB TB 48 TB TB - TB TB 72 TB TB TB Keterangan : B = Berbeda bermakana (p<0,05) = Berbeda tidak bermakana (p>0,05) Dengan demikian pemberian Olive oil memberikan pengaruh dalam meningkatkan aktivitas ALT saja akan tetapi peningkatan yang terjadi masih dalam batas normal, sedangkan aktivitas AST tidak terjadi peningkatan, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian Olive oil 2mL /kgBB tidak menyebabkan hepatotoksik. 2. Kontrol CCl4 (karbon tetraklorida (CCl4) 2 mL/kgBB) Tujuan dari perlakuan ini adalah untuk mengetahui apakah pemberian karbon tetraklorida (CCl4) 2 mL/kgBB memberikan kerusakan pada sel hepatosit hewan uji yang ditunjukan degan terjadinya peningkatan aktivitas ALT dan AST serum.Pengujian ini dilakukan saat uji pendahuluan pencuplikan darah. Berdasarkan hasil pengukuran aktivitas ALT dan AST terjadi peningkatan aktivitas ALT menjadi 203,8 ± 5,8 U/L dan memiliki perbedaan yang bermakana bila dibandingan dengan kelompok Olive oil, dan terjadi peningkatan aktivitas AST menjadi 493,4 ±7,3 U/L

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 dan memiliki perbedaan yang bermakna bila dibandingkan dengan Olive oil (p < 0,05). Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ALT dan AST pada hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini akibat dari pemberian karbon tetraklorida (CCl4) 2 mL/kgBB sehingga karbon tetraklorida memiliki efek hepatotoksik. 3. Kontrol CMC-Na (CMC-Na 18 mL/kgBB pada tikus jantan galur Wistar yang diinduksi karbon tetraklorida 2 mL/kgBB) Tujuan dari perlakuan ini adalah untuk melihat apakah pelarut suspensi yang digunakan adalah CMC-Na dapat memberikan efek hepatoprotektif pada tikus jantan galur wistar yang diinduksi oleh karbon tetraklorida. Perlakuan dilakukan dengan memberikan CMC-Na 1% selama enam hari dengan dosis 18 mL/kgBB secara per oral yang kemudian pada hari ke 7 diberi pemejanan karbon tetraklorida 2 mL/kgBB, kemudian 24 jam setelah pemejanan karbon tetraklorida dilakukan pencuplikan darah melalui sinus orbitalis mata dan selanjutnya dilakukan pengukuran aktivitas ALT dan AST serum. Hasil yang diperoleh dari pengukuran aktivitas ALT dan AST serum yaitu aktivitas ALT sebesar 202 ± 3,8 U/L dan aktivitas AST sebesar 489 ± 6,0 U/L. Dilihat dari aktivitas ALT dan AST secara statistik pemberian CMC-Na memiliki perbedaan yang tidak bermakna bila dibandingan dengan kelompok hepatotoksin (p > 0,05).

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut menunjukan tidak adanya efek hepatoprotektif dari pemberian CMC-Na yang digunakan sebagai pelarut suspensi ekstrak etanol S. mahagoni. 4. kontrolekstrak etanol daun S. mahagoni (ekstrak etanol daun S. mahagoni dosis 180 mg /kgBB) Tujuan dari perlakuan ini adalah untuk melihat apakah pemberian ekstrak etanol daun S. mahagoni tidak memberikan pengaruh peningkatan aktivitas ALT dan AST serum pada hwean uji.Perlakuan ini dilakukan dengan memberikan ekstrak etanol daun S. mahagoni pada hewan uji secara per oral selama enam hari. Kemudian 24 jam setelah pemberian ekstrak etanol daun S. mahagoni dilakukan pencuplikan darah melalui sinus orbitalis mata yang kemudian dilaknjutkan dengan pengukuran aktivitas ALT dan AST serum. Hasil yang didapatkan dalam pengukuran aktivitas ALT dan AST serum adalah nilai aktivitas ALT sebesar 62,4 ± 2,1 U/L dan nilai aktivitas AST sebesar 113 ± 3,4 U/L. aktivitas ALT yang didapatkan memiliki perbedaan yang tidak bermakna (p>0,05) bila dibandingkan dengan nilai aktivitas ALT Olive oil, sedangkan untuk aktivitas AST yang didapatkan memiliki perbedaan yang tidak bermakna (p>0,05) bila dibandingkan dengan nilai aktivitas AST Olive oil. Meskipun terjadi peningkatan aktivitas ALT dan AST bila dibandingkan dengan Olive oil akan tetapi peningkatan yang terjadi masih dalam batas normal ALT, yaitu 47,3 – 62.1 U/L dan AST yaitu 92.1 – 178.3 U/L.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Berdasarkan hasil yang dieproleh dapat dinyatakan bahwa pemberian esktrak etanol daun S. mahagonidosis 180 mg/kgBB selama enam hari tidak memberikan pengaruh pada kerusakan organ hati ditinjau dari aktivitas ALT dan AST. 5. Kelompok perlakuan ekstrak etanol daun S. mahagoni dosis 101,25; 135; 180 mg/kgBB pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida dosis 2 mL/kgBB Tujuan dari kelompok perlakuan ini adalah untuk melihat apakah pemberian ekstrak etanol daun S. mahagoni selama enam hari memberikan efek hepatoprotektif pada tikus jantan galur wistar yang diinduksi karbon tetraklorida yang didasarkan pada ada tidaknya penurunan aktivitas ALT dan AST serum.Selain itu juga untuk melihat apakah ada pengaruh dosis dengan respom yang ditimbulkan. Hasil pengujian pada kelompok perlakuan V yang diberikan ekstrak etanol daun S. mahagoni dosis 101,25 mg/kgBB memiliki nilai aktivitas ALT sebesar 149,4 ±2,2 U/L bila dibandingan dengan kelompok kontrol hepatotoksin dan kelompok pelarut hepatotoksin (Olive oil) secara statistik menunjukkan perbedaan yang bermakana (p,0,05), sedangkan untuk aktivitas AST sebesar 353,2 ± 5,7 U/ L bila dibandingan dengan kelompok kontrol hepatotoksin dan kelompok pelarut hepatotoksin (Olive oil) secara statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna (p,0,05). Hal ini dapat dikatakan bahwa ekstrak etanol daun S. mahagoni dosis 101,25 mg/kgBB memiliki efek hepatoprotektif dengan nilai efek hepatoprotektif sebesar 37%,

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Eksrak etanol daun S. mahagoni dosis 101,25 mg/kgBB mampu memberikan efek heaptoprotektif yaitu mampu memberikan perlindungan terhadap sel hati, namun perlindungan yang ditimbulkan belum maksimal karena aktivitas ALT dan AST serum tidak berada dalam keadaan normal. Hasil pengujian pada kelompok perlakuan VI yang dieberikan ekstrak etanol daun S. mahagoni dosis 135 mg/kgBB memiliki nilai aktivitas ALT sebesar 127,6 ± 3,9 U/L bila dibandingan dengan kelompok kontrol hepatotoksin dan kelompok pelarut hepatotoksin (Olive oil) secara statistik menunjukkan perbedaan yang bermakana (p,0,05), sedangkan untuk aktivitas AST sebesar 310,2 ± 7,8 U/ L bila dibandingan dengan kelompok kontrol hepatotoksin dan kelompok pelarut hepatotoksin (Olive oil) secara statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna (p,0,05). Hal ini dapat dikatakan bahwa ekstrak etanol daun S. mahagoni dosis 135 mg/kgBB memiliki efek hepatoprotektif dengan nilai efek hepatoprotektif sebesar 51,8%, Eksrak etanol daun S. mahagoni dosis 135 mg/kgBB mampu memberikan efek hepatoprotektif, yaitu mampu memberikan perlindungan terhadap sel hati, namun perlindungan yang ditimbulkan belum maksimal karena aktivitas ALT dan AST serum tidak berada dalam keadaan normal. Hasil pengujian pada kelompok perlakuan VII yang diberikan ekstrak etanol daun S. mahagoni dosis 180 mg/kgBB memiliki nilai aktivitas ALT sebesar 97,2 ± 2,5 U/L bila dibandingan dengan kelompok kontrol hepatotoksin dan kelompok pelarut hepatotoksin (Olive oil) secara statistik menunjukkan perbedaan yang

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 bermakna (p,0,05), sedangkan untuk aktivitas AST sebesar 225,8 ± 3, U/ L bila dibandingan dengan kelompok kontrol hepatotoksin dan kelompok pelarut hepatotoksin (Olive oil) secara statistik menunjukkan perbedaan yang bermakana (p<0,05). Hal ini dapat dikatakan bahwa ekstrak etanol daun S. mahagoni dosis 180 mg/kgBB memiliki efek hepatoprotektif dengan nilai efek hepatoprotektif sebesar 72,5%. Eksrak etanol daun S. mahagoni dosis 180 mg/kgBB mampu memberikan efek hepatoprotektif yang optimum yaitu mampu memberikan perlindungan terhadap sel hati dengan persentase hepatoprotektif yang paling mendekati 100%, namun perlindungan yang ditimbulkan belum maksimal karena aktivitas ALT dan AST serum tidak berada dalam keadaan normal. Persentase hepatoprotektif yang digunakan merupakan % hepatoprotektif dari aktivitas ALT, hal ini dikarenakan ALT serum merupakan enzim yang lebih spesifik di hati dibandingkan dengan AST serum yang tidak spesifik di organ hati saja meliputi jaringan otot. Hasil analisis statistik dari ketiga dosis perlakuan ekstrak etanol daun S. mahagoni dosis 101,25 mg/kgBB; 135 mg/kgBB; dan 180 mg/kgBB memiliki perbedaan yang bermakan (p<0,05) diantara ketiga kelompok dosis perlakuan sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat perbedaan respon dari perbedaan dosis, jika dilihat dari aktivitas ALT dan AST semakin meningkatnya dosis terjadi penurunan aktivitas ALT dan AST sehingga dapat dikatakan bahwa semakin meningkatnya dosis mengakibatkan semakin meningkatnya respon efek hepatoprotektif yang terjadi pada hewan uji. Hal ini dikarenakan semakin

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 meningkatnya dosis maka akan semakin meningkatnya pula antioksidan yang ada didalam tubuh hewan uji dimana antioksidan ini merupakan senyawa hipotesis yang memberikan efek hepatoprotektif pada hewan uji, yaitu tikus jantan galur Wistar yang diinduksi karbon tetraklorida. Akan tetapi dosis dalam penelitian ini dapat ditingkatkan lagi, akan tetapi peningkatan dosis tidak boleh melebihi dosis 250 mg/kgBB, hal ini dikarenakan pada uji orientasi dosis dilakuakan pemberian dosis 250 mg/kgBB selama enam hari yang kemudian diinduksi oleh karbon tetraklorida dosis 2 mL/kgBB pada hari ke tujuh mengalami kematian pada sebagian kelompok hewan uji ketika akan dilakukan pencuplikan darah. Maka perlu dilakukan untuk peningkatan dosis diantara 180 mg/kgBB hingga 250 mg/kgBB semisal 200 mg/kgBB atau 220 mg/kgBB untuk melihat apakah ada kemungkinan efek hepatoprotektif yang lebih baik dibandingakan dengan dosis optimum yaitu 180 mg/kgBB Karbon tetraklorida yang digunakan sebangai model senyawa hepatotoksin yang digunakan dalam penelitian ini akan membentuk radikal bebas triklorometil (CCl3) yang diperantarai oleh enzim sitokrom P 450 dimana akan terjadi reaksi reduksi dan terjadi adisi elektorn yang mengakibatkan hilangnya satu ion klorin. Selanjutnya radikal bebas triklorometil ini akan diubah menjadi triklorometil peroksi (OOCCl3) akibat adanya oksigen (O2) dimana triklorometil peroksi ini sifatnya lebih reaktif. Kemudian akan bereaksi dengan membrane fosfolipid dan kolesterol dan terjadi peroksidasi lipid. Akibat terjadinya peroksidase lipid akan menghasilkan senyawa 4-hydocyalkenal dan hydroxynoneal, diamana senyawa senyawa tersebut

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 dapat mengakibatkan penghambatan sintesis protein yang berdampak pada penurunan produksi lipoprotein yang berperan dalam mekansisme transport lipid keluar dari sel hati. Selain menghambat sintesis protein juga mampu menghambat enzim glukosa-6phospathase.Akibat dari menumpuknya lipid pada sel hati mengakibatkan terjadinya steatosis yang juga mengakibatkan keluarnya enzim ALT dan AST dari organ hati. Mekaniseme kerja dari kandungan senyawa dalam ekstrak etanol Swietenia mahagoni, yaitu flavonoid dalam memberikan efek hepatoprotketifadalah menangkap radikal bebas triklorometil yang bersifat reaktif dengan cara mendonorkan electron yang dibutuhkan oleh radikal bebas dan radikal bebas menjadi stabil, mengakibatkan rekasi selnjutnya yang dapat menyebabkan kerusakan hati berupa steatosis akan terhenti. Jika dilihat dari hasil penetapan kadar flavonoid yang sangat kecil maka senyawa hipotesis flavonoid yang memiliki efek hepatoprotektif bukanlah senyawa yang menyebabkan efek hepatoprotektif, melainkan senyawa antioksidan lain yang terkandung dalam S. mahagoni sperti senyawa tannin, terpenoid dikarenakan senyawa tannin dan terpenoid juga memiliki aktivitas antioksidan seperi flavonoid Selain pengujian biokimia fungsi hati dengan melihat aktivitas ALT dan AST pengujian fungsi hati dapat dilakukan pula dengan histologi, maka uji histologi dapat digunakan sebagai data pendukung dalam uji fungsi hati sehingga selain terbukti menimbulkan efek hepatoprotektif dengan penurunan aktivitas ALT dan AST dapat dibuktikan dengan kondisi hatinya melalui uji histologi.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 G. Rangkuman Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa praperlakuan ekstrak etanol daun S. mahagonidengan kelompok dosis 101,25; 135; 180 mg/kgBB selama enam hari mampu menurunkan aktivitas ALT dan AST serum pada tikus jantan galur Wistar yang diinduksi karbon tetraklorida dan dapat dikatakan ekstrak etanol S. mahagoni memberikan efek hepatoprotektid pda tikus jantan galur Wistar yang diinduksi karbon tetraklorida karena terdapat perbedaan yang bermakna dari aktivitas ALT dan AST serum yang dibandingkan dengan kelompok kontrol CCl4 dan kelompok kontrol Olive oil. Pada penelitian ini terdapat pengaruh dosis terhadap respon yang muncul yaitu semakin meningkatnya dosis semakin besar efek hepatoprotektif yang ditimbulkan. Hal ini dibuktikan dari hasil purata ± SE aktivitas ALT serum dari kelompok praperlakuan ekstrak etanol daun S. mahagoni dari dosis 101,25; 135; dan 180 mg/kg BB berturut turut adalah 149,4 ±2,2; 127,6 ± 3,9; dan 97,2 ± 2,5 U/L dan hasil ± SE aktivitas AST serum dari kelompok praperlakuan ekstrak etanol daun S. mahagoni dari dosis 101,25; 135; dan 180 mg/kg BB berturut turut adalah 353,2 ± 5,7; 310,2 ± 7,8; dan 225,8 ± 3,0 U/L yang menyatakan semakin besar dosisnya semakin menurunkan aktivitas ALT dan AST serum pada tikus jantan galur Wistar yang diinduksi karbon tetraklorida dan semakin menurunya aktivitas ALT dan AST semakin besar efek hepatoprotektifnya dengan % hepatoprotketif dari dosis 101,25; 135; dan 180 mg/kg BB berturut turut adalah 37; 51,8; dan 72,5 %. Peningkatan dosis terhadap peningkatan repson memiliki batas pada titik tertentu dikarenakan pada

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 orientasi dosis 250 mg/kgBB menyebabkan kematian pada sebagian hewan uji setelah pemejanan karbon tetraklorida. Aktivitas ALT dan AST serum pada kelompok kontrol CMC-Na memiliki perbedaan tidak bermakana bila dibandingakn dengan aktivitas ALT dan AST kelompok hepatotoksin, sehingga pemberian CMC-Na tidak memberikan efek hepatoprotektif. Aktivitas ALT dan AST serum pada kelompok kontrol ekstrak etanol daun S. mahagoni memiliki perbedaan tidak bermakna bila dibandingkan degan aktivitas ALT dan AST kelompok kontrolOlive oil, sehingga ekstrak etanol daun S. mahagoni tidak menyebabkan hepatotoksik. Melihat % hepatoprotektif yang ditimbulkan dari ekstrak etanol daun S. mahagoni dosis optimumnya dalah 180 mg/kgBB karena % hepatoprotektifnya yang paling besar, yaitu sebesar 72,5% sehingga mampu melindungi 70% organ hati dari kerusakan atau yang paling mnedekati 100% proteksi hati. Kemungkinan mekanisme kerja hepatoprotektif ekstrak etanol daun S. mahagoni adalah pengakapan radikal bebas triklorometil yang merupakan metabolit reaktif oleh senyawa antioksidan yang terdapat dalam ekstrak etanol daun S. mahagoni. Akibatnya serangkaian peristiwa yang menyebabkan kerusakan hati dalam bentuk steatosis akan berhenti.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. Pemberian ekstrak etanol daun S. mahagoni selama enam hari memiliki efek hepatoprotektif dengan memberikan pengaruh terhadap penurunan aktivitas ALT dan AST pada tikus yang diinduksi karbon tetraklorida 2. Dosis optimum esktrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.)Jacq.yang didapatkan adalah 180 mg/kgBB. B. Saran Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai : 1. Histologi sebagai data pendukung uji fungsi hati selain uji fungsi biokimia hati ALT dan AST. 2. Melakukan pengujian efek hepatoprotektif ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.)Jacq. pada rentang dosis 180 mg/kgBB hingga 250 mg/kgBB. 56

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 DAFTAR PUSTAKA Al-Radahe, S., Ahmed, K. A., Salama, S., Abdulla, M. A., Amin, Z. A., Al-Jassabi, S., et al., 2013, Anti-ulcer activity of Swietenia mahagoni leaf extract in ethanol-induced gastric mucosal damage in rats review, Journal of Medical Plants Research, pp. 1 – 10. Bhurat, M. R., Bavaskar, S. R., Agrawal, A. D., Bagad, Y. M., 2011, Swietenia mahagoni Linn. A Phytopharmaclogical review, Asian Journal of Pharmaceutical Research, pp. 1 – 3. Backer, C. A., dan Bakhuizen van den Brink., 1963, Flora of Java, vol II, WolterNoordhoff, NVP., Groningen, pp. 117-118. Blachier, M., Leleu, H., Peck-Radosavljevic, M., Valla, D.C., Roudot-Thoraval, F., The burden of liver disease in Europe: a review of availabel epidemiological data, Journal Hepatology, pp. 1-6. Dipiro, 2008, Pharmacotherapy A Pathophisiologic Approach, 7th edition, McGrraw Hill, USA, pp. 636. Ditjen POM, 1995, Farmakope Indonesia, Edisi V, Departemen Kesehatan RI, Jakarta, pp. 64. Ditjen POM, 2013, Pedoman Teknologi Formulasi Sediaan Berbasis Ekstrak, Vol 2, Jakarta, pp.3. Ganong, W., dan McPhee, S.J., 2011, Patofisiologi penyakit : Pengantar Menuju Kedokteran Klinis, edisi ke 5, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, pp. 419-462. Geregus, Z., 2008, Mechanism of Toxicity, in Klaaseen, C., D., Casarett & Doull's Toxicology: the Basic Science Poisons, 7th edittion, McGraw-Hill, New York, pp. 57-64. Hajra, S., Metha, A., Pandey, K., 2011, Phenolic Compounds and antioxidant activity of swietenia mahagoni seeds, International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical sciences, pp. 431. Handa, S. S., 2008, An Overview of Extraction Tecniques for Medicinal and Aromatic Plants, in Extraction Technologies for Medicinal and Aromatic

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Plants, International Centre For Science And High Technology, Triesete, pp. 21-26. Hodgson, E., and Levi, P. E., 2004,Hepatotoxicity, in Hodgson, E., A Textbook of Modern Toxicology, 3rd edition, John Wiley & Sons Inc., New Jersey, pp. 262-272. Jaeschke, H., 2008, Toxic Response of the Liver, in Klaaseen, C., D., Casarett & Doull's Toxicology: the Basic Science Poisons, 7th edittion, McGraw-Hill, New York, pp. 557-577. Janakat, S., dan Al-Merie, H., 202, Optimization of the dose and route of injection, and characterization of the time course of carbon tetrachloride-induced hepatotoxicity in the rat, J. Pharm. Tox. Methods, pp. 41-48. Kumar, S., dan Pandey, A., 2013, Chemistry and Biological Activites of Flavonoids: An Overview, The Scintific World Journal, pp.1-16. Kumar, Vianey et al, 2010, Robbins& Cotran Pathologic Basis of Disease, 8th edition, Saunders, Philadeplhia, pp. 899-975. Machmud,R., 2000, Pencegahan penyakit dan promosi kesehatan untuk penyakit perlemakan hati melalui penaganan kegemukan, Majalah Kedokteran Andalas, No.2 Vol.24, pp.47. Matin, S. A., Haque, S. M. N., Ahmed, T., Hossain, H., 2013, Total Tanin content, Microbiological Investigation and Acute Toxicity Studies of Ethanolic Extract of Swietenia mahagoni Leaves, International Journal of Pharmaceutical and Chemical Science, pp. 643 – 647. Naveen, Y., Rupini, G., Ahmed, D., Urooj, A., Pharmacological effects and active phytoconstituents of Swetenia mahagoni: a review, Journal of Integrative medicine, pp. 86-93. Oktora, L., 2006, Pemanfaatan obat tradisional dengan pertimbangan manfaat dan keamanannya, Majalah Ilmu Kefarmasian, No.1 Vol III, pp 1-7. Pearce, E. C., 2009, Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, PT Gramedia, Jakarta, pp. 243 – 249. Setiadi, 2007, Anatomi & Fisiologi Manusia, Graha Ilmu, Yogyakarta, hal. 76 – 79.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Timbrell J. A., 2009, Principles of Biochemical Toxicology, 4th edition, Informa Healthcare, New York, pp. 308, 309. Udem, S., Nwaogu, I., dan Onyejekwe, O., 2011, Evaluation of Hepatoprotective Activity of Aqeous Leaf Extract of Swietenia mahogani (MaliaceaeI in Chronic Alcohol-Induced Liver Injury in Rats, Macedonian Journal of Medical Sciences, 4 (1), pp. 31-36. United States Departemen of Agriculture, 2012,Swietenia mahagoni (L.) Jacq. National Resources Conservation services, Http://plants.usda.gov/core/profile?symbol=SWMA2 diakses pada tanggal 3 Juli 2014. Wibowo, D. S., Prayana, W., 2009, Anatomi Tubuh Manusia, Graha Ilmu, Indonesia, pp. 347,348,351, 352. Yu-hua, X., Chun-lie, Z., Jia-jun, L., Jie, W., Xin-chun, L., Wen-ling, Z., 2004, Comparison of serum biochemistry between spesific pathogen-free and conventional aged Wistar rats, J First Mil Med Univ, pp. 733-734. Yuzammi., Witono, J. R., dan Hidayat, S., 2010, Ensiklopedia Flora, PT Kharisma Ilmu, Bogor, pp. 93 -95. Zimmerman, H. J., 1999, Hepatotoxicity, Appleton Century Crofts, NewYork, pp. 167-171.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 LAMPIRAN

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Lampiran 1. Foto Ekstrak kental daun Swietenia mahagoni Jacq. Lampiran 2.Foto Suspensi ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni Jacq.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Lampiran 3. Surat pengesahan determinasi daun Swietenia mahagoni Jacq

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Lampiran 4. Surat pengesahan Ethical Clearance Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu UGM

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Lampiran 5. Laporan hasil uji kadar Flavonoid total dan kadar air

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Lampiran 6. Hasil uji penetapan kadar air serbuk daun Swietenia mahagoni Jacq.

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Lampiran 7. Cara kerja penetapan kadar air dan kadar flavonoid ekstrak etanol daun S. mahagoni

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Lampiran 8. Analisis statistik aktivitas ALT serum pada uji pendahuluan karbon tetraklorida penentuan waktu pencuplikan darah Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum ALT_CCl4_jam_0 5 65.0000 14.57738 54.00 87.00 ALT_CCl4_jam_24 5 2.0380E2 13.14154 183.00 218.00 ALT_CCl4_jam_48 5 79.4000 9.76217 63.00 88.00 ALT_CCl4_jam_72 5 54.0000 4.84768 46.00 58.00 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ALT_CCl ALT_CCl ALT_CCl4 ALT_CCl 4_jam_0 4_jam_24 _jam_48 4_jam_72 N 5 65.0000 5 203.8000 Mean Std. 14.57738 13.14154 Deviation Absolute .332 .246 Most Extreme Positive .332 .143 Differences Negative -.225 -.246 Kolmogorov-Smirnov Z .741 .549 Asymp. Sig. (2-tailed) .642 .924 Normal Parametersa 5 79.4000 5 54.0000 9.76217 4.84768 .284 .189 -.284 .634 .816 .260 .205 -.260 .581 .888 a. Test distribution is Normal. Descriptives ALT CCl4 jam 0 CCl4 jam 24 CCl4 jam 48 CCl4 jam 72 Total N Mean 5 5 5 5 20 65.0000 2.0380E2 79.4000 54.0000 1.0055E2 95% Confidence Interval for Mean Std. Minimu Maxi Std. Error Deviation m mum Lower Upper Bound Bound 14.57738 6.51920 13.14154 5.87707 9.76217 4.36578 4.84768 2.16795 62.70606 14.02150 46.8998 187.4826 67.2787 47.9808 71.2027 83.1002 220.1174 91.5213 60.0192 129.8973 54.00 183.00 63.00 46.00 46.00 87.00 218.00 88.00 58.00 218.00

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Test of Homogeneity of Variances ALT Levene Statistic df1 1.697 df2 3 Sig. 16 .208 ANOVA ALT Between Groups Within Groups Total Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 72692.950 2016.000 74708.950 3 16 19 24230.983 126.000 192.309 .000 Post Hoc Tests Multiple Comparisons ALT Scheffe (I) Jam_ke CCl4 jam 0 CCl4 jam 24 (J) Jam_ke Sig. Lower Bound Upper Bound 7.09930 .000 -160.9296 -116.6704 CCl4 jam 48 -14.40000 7.09930 .287 -36.5296 7.7296 CCl4 jam 72 11.00000 7.09930 .512 -11.1296 33.1296 138.80000 * 7.09930 .000 116.6704 160.9296 124.40000 * 7.09930 .000 102.2704 146.5296 CCl4 jam 72 149.80000 * 7.09930 .000 127.6704 171.9296 CCl4 jam 0 14.40000 7.09930 .287 -7.7296 36.5296 CCl4 jam 0 CCl4 jam 24 -124.40000 CCl4 jam 72 Std. Error CCl4 jam 24 -138.80000* CCl4 jam 48 CCl4 jam 48 Mean Difference (IJ) 95% Confidence Interval * 7.09930 .000 -146.5296 -102.2704 CCl4 jam 72 25.40000 * 7.09930 .022 3.2704 47.5296 CCl4 jam 0 -11.00000 7.09930 .512 -33.1296 11.1296 CCl4 jam 24 -149.80000* 7.09930 .000 -171.9296 -127.6704 -25.40000* 7.09930 .022 -47.5296 -3.2704 CCl4 jam 48 *. The mean difference is significant at the 0.05 level.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 ALT Scheffe Subset for alpha = 0.05 Jam_ke N 1 2 CCl4 jam 72 CCl4 jam 0 CCl4 jam 48 CCl4 jam 24 Sig. 5 5 5 5 54.0000 65.0000 3 65.0000 79.4000 .512 .287 2.0380E2 1.000 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. U/L Lampiran 9. Analisis statistik aktivitas AST serum pada uji pendahuluan karbon tetraklorida penentuan waktu pencuplikan darah Descriptive Statistics AST_CCl4_jam_0 AST_CCl4_jam_24 AST_CCl4_jam_48 AST_CCl4_jam_72 N Mean Std. Deviation Minimum Maximum 5 5 5 5 94.4000 4.9340E2 1.9420E2 1.0380E2 10.11435 16.44080 23.38162 3.83406 78.00 468.00 169.00 99.00 104.00 512.00 225.00 108.00

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test AST_CCl4 AST_CCl4 AST_CCl4 AST_CCl4 _jam_0 _jam_24 _jam_48 _jam_72 N Normal Parametersa 5 Mean 94.4000 Std. Deviation 10.11435 Most Extreme Differences Absolute .245 Positive .171 Negative -.245 Kolmogorov-Smirnov Z .548 Asymp. Sig. (2-tailed) .925 5 493.4000 16.44080 .194 .139 -.194 .435 .992 5 194.2000 23.38162 .218 .218 -.165 .487 .972 5 103.8000 3.83406 .198 .167 -.198 .443 .990 a. Test distribution is Normal. Descriptives AST 95% Confidence Interval for Mean CCl4 jam 0 CCl4 jam 24 CCl4 jam 48 CCl4 jam 72 Total N Mean Std. Deviation Std. Error Lower Bound Upper Bound 5 5 5 5 20 94.4000 4.9340E2 1.9420E2 1.0380E2 2.2145E2 10.11435 16.44080 23.38162 3.83406 166.56735 4.52327 7.35255 10.45658 1.71464 37.24559 81.8414 472.9860 165.1679 99.0394 143.4941 106.9586 513.8140 223.2321 108.5606 299.4059 Minimu Maximu m m 78.00 468.00 169.00 99.00 78.00 104.00 512.00 225.00 108.00 512.00 Test of Homogeneity of Variances AST Levene Statistic df1 df2 Sig. 3.550 3 16 .038 ANOVA AST Between Groups Within Groups Total Sum of Squares df Mean Square F Sig. 523412.950 3736.000 527148.950 3 16 19 174470.983 233.500 747.199 .000

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Descriptive Statistics AST Jam_ke N Mean Std. Deviation Minimum Maximum 20 20 2.2145E2 2.5000 166.56735 1.14708 78.00 1.00 512.00 4.00 Kruskal-Wallis Test Ranks Jam_ke N Mean Rank CCl4 jam 0 5 3.80 CCl4 jam 24 5 18.00 CCl4 jam 48 5 13.00 CCl4 jam 72 5 7.20 Total 20 AST Test Statisticsa,b AST Chi-Square Df Asymp. Sig. 16.923 3 .001 a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Jam_ke Descriptive Statistics AST Jam_ke N Mean Std. Deviation Minimum Maximum 20 20 2.2145E2 2.5000 166.56735 1.14708 78.00 1.00 512.00 4.00 Mann-Whitney Test Ranks AST Jam_ke N Mean Rank Sum of Ranks CCl4 jam 0 5 3.00 15.00 CCl4 jam 24 5 8.00 40.00 Total 10

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Test Statisticsb AST Mann-Whitney U Wilcoxon W Z Asymp. Sig. (2-tailed) Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] .000 15.000 -2.611 .009 .008a a. Not corrected for ties. b. Grouping Variable: Jam_ke Descriptive Statistics AST Jam_ke N Mean Std. Deviation Minimum Maximum 20 20 2.2145E2 2.5000 166.56735 1.14708 78.00 1.00 512.00 4.00 Mann-Whitney Test Ranks AST Jam_ke N Mean Rank Sum of Ranks CCl4 jam 0 5 3.00 15.00 CCl4 jam 48 5 8.00 40.00 Total 10 Test Statisticsb AST Mann-Whitney U Wilcoxon W Z Asymp. Sig. (2-tailed) Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] .000 15.000 -2.611 .009 .008a a. Not corrected for ties. b. Grouping Variable: Jam_ke Descriptive Statistics AST Jam_ke N Mean Std. Deviation Minimum Maximum 20 20 2.2145E2 2.5000 166.56735 1.14708 78.00 1.00 512.00 4.00

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Mann-Whitney Test Ranks AST Jam_ke N Mean Rank Sum of Ranks CCl4 jam 0 5 3.80 19.00 CCl4 jam 72 5 7.20 36.00 Total 10 Test Statisticsb AST Mann-Whitney U 4.000 Wilcoxon W 19.000 Z -1.786 Asymp. Sig. (2-tailed) .074 Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] .095a a. Not corrected for ties. b. Grouping Variable: Jam_ke Descriptive Statistics AST Jam_ke N Mean Std. Deviation Minimum Maximum 20 20 2.2145E2 2.5000 166.56735 1.14708 78.00 1.00 512.00 4.00 Mann-Whitney Test Ranks AST Jam_ke N Mean Rank Sum of Ranks CCl4 jam 24 5 8.00 40.00 CCl4 jam 48 5 3.00 15.00 Total 10

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Test Statisticsb AST Mann-Whitney U Wilcoxon W Z Asymp. Sig. (2-tailed) Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] .000 15.000 -2.611 .009 .008a a. Not corrected for ties. b. Grouping Variable: Jam_ke Descriptive Statistics AST Jam_ke N Mean Std. Deviation Minimum Maximum 20 20 2.2145E2 2.5000 166.56735 1.14708 78.00 1.00 512.00 4.00 Mann-Whitney Test Ranks AST Jam_ke N Mean Rank Sum of Ranks CCl4 jam 24 5 8.00 40.00 CCl4 jam 72 5 3.00 15.00 Total 10 Test Statisticsb AST Mann-Whitney U Wilcoxon W Z Asymp. Sig. (2-tailed) Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] .000 15.000 -2.611 .009 .008a a. Not corrected for ties. b. Grouping Variable: Jam_ke Descriptive Statistics AST Jam_ke N Mean Std. Deviation Minimum Maximum 20 20 2.2145E2 2.5000 166.56735 1.14708 78.00 1.00 512.00 4.00

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Mann-Whitney Test Ranks AST Jam_ke N Mean Rank Sum of Ranks CCl4 jam 48 5 8.00 40.00 CCl4 jam 72 5 3.00 15.00 Total 10 Test Statisticsb AST Mann-Whitney U Wilcoxon W 15.000 Z -2.611 Asymp. Sig. (2-tailed) .009 Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] .008a a. Not corrected for ties. b. Grouping Variable: Jam_ke U/L .000

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Lampiran 10. Analisis statistik aktivitas ALT serum pada uji pendahuluan Olive oil penentuan waktu pencuplikan darah Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum 5 5 5 5 47.0000 56.8000 57.4000 57.6000 4.00000 3.89872 6.58027 4.33590 43.00 51.00 48.00 50.00 53.00 61.00 63.00 61.00 ALT_Olive_oil_jam_0 ALT_Olive_oil_jam_24 ALT_Olive_oil_jam_48 ALT_Olive_oil_jam_72 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ALT_Olive_oi ALT_Olive_o ALT_Olive_oi ALT_Olive_o l_jam_0 il_jam_24 l_jam_48 il_jam_72 N Normal Parametersa Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) 5 47.0000 4.00000 .291 .291 -.159 .652 .789 5 56.8000 3.89872 .221 .141 -.221 .494 .968 5 57.4000 6.58027 .308 .197 -.308 .688 .731 5 57.6000 4.33590 .427 .216 -.427 .954 .323 a. Test distribution is Normal. Descriptives ALT 95% Confidence Interval for Mean Olive oil jam 0 Olive oil jam 24 Olive oil jam 48 Olive oil jam 72 Total N Mean Std. Deviation Std. Error Lower Bound Upper Bound Minimu m Maximum 5 47.0000 4.00000 1.78885 42.0333 51.9667 43.00 53.00 5 56.8000 3.89872 1.74356 51.9591 61.6409 51.00 61.00 5 57.4000 6.58027 2.94279 49.2295 65.5705 48.00 63.00 5 57.6000 4.33590 1.93907 52.2163 62.9837 50.00 61.00 20 54.7000 6.36685 1.42367 51.7202 57.6798 43.00 63.00

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Test of Homogeneity of Variances ALT Levene Statistic df1 df2 Sig. 1.531 3 16 .245 ANOVA ALT Between Groups Within Groups Total Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 397.000 373.200 770.200 3 16 19 132.333 23.325 5.673 .008 Post Hoc Tests Multiple Comparisons ALT Scheffe 95% Confidence Interval (I) Jam_ke (J) Jam_ke Mean Difference (I-J) Olive oil jam 0 Olive oil jam 24 -9.80000* Olive oil jam 48 Olive oil jam 72 Olive oil jam 24 Olive oil jam 48 Olive oil jam 72 Std. Error Sig. Lower Bound Upper Bound 3.05450 .042 -19.3213 -.2787 -10.40000 * 3.05450 .030 -19.9213 -.8787 -10.60000 * 3.05450 .026 -20.1213 -1.0787 3.05450 .042 .2787 19.3213 3.05450 .998 -10.1213 8.9213 3.05450 .995 -10.3213 8.7213 3.05450 .030 .8787 19.9213 3.05450 .998 -8.9213 10.1213 3.05450 1.000 -9.7213 9.3213 3.05450 .026 1.0787 20.1213 * Olive oil jam 0 9.80000 Olive oil jam 48 -.60000 Olive oil jam 72 -.80000 Olive oil jam 0 10.40000 Olive oil jam 24 .60000 Olive oil jam 72 -.20000 * * Olive oil jam 0 10.60000 Olive oil jam 24 .80000 3.05450 .995 -8.7213 10.3213 Olive oil jam 48 .20000 3.05450 1.000 -9.3213 9.7213 *. The mean difference is significant at the 0.05 level.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 ALT Scheffe Subset for alpha = 0.05 Jam_ke N 1 Olive oil jam 0 Olive oil jam 24 Olive oil jam 48 Olive oil jam 72 Sig. 5 5 5 5 47.0000 1.000 2 56.8000 57.4000 57.6000 .995 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. U/L Lampiran 11. Analisis statistik aktivitas AST serum pada uji pendahuluan olive oil penentuan waktu pencuplikan darah Descriptive Statistics AST_Olive_oil_jam_0 AST_Olive_oil_jam_24 AST_Olive_oil_jam_48 AST_Olive_oil_jam_72 N Mean Std. Deviation Minimum Maximum 5 5 5 5 93.8000 1.0740E2 1.0720E2 1.0000E2 7.46324 12.34099 7.91833 13.05756 87.00 95.00 98.00 82.00 106.00 123.00 116.00 113.00

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test AST_Olive_oi AST_Olive_oi AST_Olive_oi AST_Olive_o l_jam_0 l_jam_24 l_jam_48 il_jam_72 N 5 93.8000 7.46324 .236 .236 -.181 .528 .943 Normal Parametersa Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) 5 107.4000 12.34099 .269 .269 -.205 .602 .862 5 107.2000 7.91833 .218 .218 -.190 .488 .971 5 100.0000 13.05756 .200 .160 -.200 .448 .988 a. Test distribution is Normal. Descriptives AST 95% Confidence Interval for Mean Olive oil jam 0 Olive oil jam 24 Olive oil jam 48 Olive oil jam 72 Total N Mean Std. Deviation Std. Error Lower Bound Upper Bound 5 5 5 5 20 93.8000 1.0740E2 1.0720E2 1.0000E2 1.0210E2 7.46324 12.34099 7.91833 13.05756 11.24324 3.33766 5.51906 3.54119 5.83952 2.51407 84.5332 92.0766 97.3681 83.7869 96.8380 103.0668 122.7234 117.0319 116.2131 107.3620 Minimu Maximu m m 87.00 95.00 98.00 82.00 82.00 106.00 123.00 116.00 113.00 123.00 Test of Homogeneity of Variances AST Levene Statistic df1 df2 Sig. 1.755 3 16 .196 ANOVA AST Between Groups Within Groups Total Sum of Squares df Mean Square F Sig. 637.000 1764.800 2401.800 3 16 19 212.333 110.300 1.925 .166

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Post Hoc Tests Multiple Comparisons AST Scheffe 95% Confidence Interval Mean Difference (I-J) Std. Error Sig. Lower Bound Upper Bound (I) Jam_ke (J) Jam_ke Olive oil jam 0 Olive oil jam 24 -13.60000 6.64229 .280 -34.3050 7.1050 Olive oil jam 48 -13.40000 6.64229 .292 -34.1050 7.3050 Olive oil jam 72 -6.20000 6.64229 .832 -26.9050 14.5050 Olive oil jam 0 13.60000 6.64229 .280 Olive oil jam 48 .20000 6.64229 1.000 -20.5050 20.9050 Olive oil jam 72 7.40000 6.64229 .745 -13.3050 28.1050 Olive oil jam 0 13.40000 6.64229 .292 Olive oil jam 24 -.20000 6.64229 1.000 -20.9050 20.5050 Olive oil jam 72 7.20000 6.64229 .761 -13.5050 27.9050 Olive oil jam 0 6.20000 6.64229 .832 -14.5050 26.9050 Olive oil jam 24 -7.40000 6.64229 .745 -28.1050 13.3050 Olive oil jam 48 -7.20000 6.64229 .761 -27.9050 13.5050 Olive oil jam 24 Olive oil jam 48 Olive oil jam 72 AST Scheffe Subset for alpha = 0.05 Jam_ke N 1 Olive oil jam 0 Olive oil jam 72 Olive oil jam 48 Olive oil jam 24 Sig. 5 5 5 5 93.8000 100.0000 107.2000 107.4000 .280 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. -7.1050 -7.3050 34.3050 34.1050

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 U/L Lampiran 12. Analisis statistik aktivitas ALT serum pada kelompok perlakuan Descriptive Statistics ALT_CCl4 ALT_Olive_oil ALT_CMC_Na ALT_kontrol_EESM_dosis_180 ALT_EESM_dosis_101.25 ALT_EESM_dosis_135 ALT_EESM_dosis_180 Std. Deviation Minimum Maximum N Mean 5 5 5 5 5 5 5 2.0380E2 56.8000 2.0200E2 62.4000 1.4940E2 1.2760E2 97.2000 13.14154 3.89872 8.57321 4.72229 5.02991 8.73499 5.80517 183.00 51.00 189.00 58.00 145.00 117.00 88.00 218.00 61.00 210.00 69.00 158.00 137.00 102.00 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ALT_kon ALT_EE ALT_EE ALT_EE ALT_CCl ALT_O ALT_CM trol_EES SM_dosis SM_dosis SM_dosi 4 live_oil C_Na M _101.25 _135 s_180 N Normal Parametersa Most 5 5 5 203.8000 56.8000 202.0000 Mean Std. 13.14154 3.89872 8.57321 Deviation Absolute .246 .221 .237 5 5 5 5 62.4000 149.4000 127.6000 97.2000 4.72229 5.02991 8.73499 5.80517 .224 .332 .208 .285

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Extreme Differences Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) .143 -.246 .549 .924 .141 -.221 .494 .968 .175 -.237 .530 .942 .224 -.176 .501 .963 .332 -.191 .742 .641 .208 -.208 .466 .982 .204 -.285 .638 .811 a. Test distribution is Normal. Descriptives ALT 95% Confidence Interval for Mean N CCl4 Olive oil CMC Na kontrol ekstrak EESM EESM dosis 101.25 EESM dosis 135 EESM dosis 180 Total Mean Std. Deviation Std. Error Lower Bound Upper Bound Minimu Maximu m m 5 2.0380E2 13.14154 5.87707 187.4826 220.1174 5 56.8000 3.89872 1.74356 51.9591 61.6409 5 2.0200E2 8.57321 3.83406 191.3549 212.6451 183.00 51.00 189.00 218.00 61.00 210.00 5 68.2635 58.00 69.00 2.24944 143.1545 155.6455 145.00 158.00 5 1.2760E2 8.73499 3.90640 116.7541 138.4459 5 97.2000 5.80517 2.59615 89.9919 104.4081 35 1.2846E2 57.31099 9.68733 108.7701 148.1442 117.00 88.00 51.00 137.00 102.00 218.00 62.4000 4.72229 5 1.4940E2 5.02991 2.11187 56.5365 Test of Homogeneity of Variances ALT Levene Statistic df1 df2 Sig. 1.502 6 28 .214 ANOVA ALT Between Groups Within Groups Total Sum of Squares df Mean Square F Sig. 109998.686 1676.000 111674.686 6 28 34 18333.114 59.857 306.281 .000

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Post Hoc Tests Multiple Comparisons ALT Scheffe (I) Kelompok CCl4 (J) Kelompok Olive oil 147.00000 CMC Na 1.80000 4.89314 1.000 -16.9424 20.5424 kontrol ekstrak EESM 141.40000* 4.89314 .000 122.6576 160.1424 EESM dosis 101.25 54.40000* 4.89314 .000 35.6576 73.1424 * 4.89314 .000 57.4576 94.9424 * 4.89314 .000 87.8576 125.3424 -147.00000 * 4.89314 .000 -165.7424 -128.2576 CMC Na -145.20000 * 4.89314 .000 -163.9424 -126.4576 kontrol ekstrak EESM -5.60000 4.89314 .968 -24.3424 13.1424 EESM dosis 101.25 -92.60000* 4.89314 .000 -111.3424 -73.8576 -70.80000 * 4.89314 .000 -89.5424 -52.0576 EESM dosis 180 -40.40000 * 4.89314 .000 -59.1424 -21.6576 CCl4 -1.80000 CCl4 76.20000 106.60000 4.89314 1.000 -20.5424 16.9424 Olive oil 145.20000 * 4.89314 .000 126.4576 163.9424 kontrol ekstrak EESM 139.60000* 4.89314 .000 120.8576 158.3424 EESM dosis 101.25 52.60000* 4.89314 .000 33.8576 71.3424 * EESM dosis 135 EESM dosis 180 74.40000 104.80000 4.89314 .000 55.6576 93.1424 * 4.89314 .000 86.0576 123.5424 * 4.89314 .000 -160.1424 -122.6576 4.89314 .968 -13.1424 24.3424 CCl4 -141.40000 Olive oil 5.60000 CMC Na 4.89314 .000 -158.3424 -120.8576 -87.00000 4.89314 .000 -105.7424 -68.2576 EESM dosis 135 -65.20000 * 4.89314 .000 -83.9424 -46.4576 EESM dosis 180 -34.80000* 4.89314 .000 -53.5424 -16.0576 * 4.89314 .000 -73.1424 -35.6576 * 4.89314 .000 73.8576 111.3424 CMC Na -52.60000 * 4.89314 .000 -71.3424 -33.8576 kontrol ekstrak EESM 87.00000* 4.89314 .000 68.2576 105.7424 EESM dosis 135 21.80000* 4.89314 .014 3.0576 40.5424 CCl4 Olive oil -139.60000 * * EESM dosis 101.25 EESM dosis 101.25 Sig. Lower Bound Upper Bound 165.7424 EESM dosis 135 kontrol ekstrak EESM 95% Confidence Interval 128.2576 EESM dosis 180 CMC Na * Std. Error 4.89314 .000 EESM dosis 135 Olive oil Mean Difference (I-J) -54.40000 92.60000

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 52.20000* 4.89314 .000 33.4576 70.9424 CCl4 -76.20000 * 4.89314 .000 -94.9424 -57.4576 Olive oil 70.80000* 4.89314 .000 52.0576 89.5424 CMC Na -74.40000 * 4.89314 .000 -93.1424 -55.6576 kontrol ekstrak EESM 65.20000* 4.89314 .000 46.4576 83.9424 EESM dosis 101.25 -21.80000* 4.89314 .014 -40.5424 -3.0576 * 4.89314 .000 11.6576 49.1424 4.89314 .000 -125.3424 -87.8576 EESM dosis 180 EESM dosis 135 EESM dosis 180 EESM dosis 180 30.40000 CCl4 -106.60000 * * Olive oil 40.40000 4.89314 .000 21.6576 59.1424 CMC Na -104.80000* 4.89314 .000 -123.5424 -86.0576 kontrol ekstrak EESM 34.80000* 4.89314 .000 16.0576 53.5424 EESM dosis 101.25 -52.20000* 4.89314 .000 -70.9424 -33.4576 * 4.89314 .000 -49.1424 -11.6576 EESM dosis 135 -30.40000 *. The mean difference is significant at the 0.05 level. ALT Scheffe Subset for alpha = 0.05 Kelompok N 1 Olive oil kontrol ekstrak EESM EESM dosis 180 EESM dosis 135 EESM dosis 101.25 CMC Na CCl4 Sig. 5 5 5 5 5 5 5 56.8000 62.4000 2 3 4 5 97.2000 1.2760E2 1.4940E2 .968 1.000 1.000 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. 1.000 2.0200E2 2.0380E2 1.000

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 U/L Lampiran 13. Analisis statistik aktivitas AST serum pada kelompok perlakuan Descriptive Statistics AST_CCl4 AST_Olive_oil AST_CMC_Na AST_kontrol_EESM AST_EESM_dosis_101.25 AST_EESM_dosis_135 AST_EESM_dosis_180 N Mean 5 5 5 5 5 5 5 4.9340E2 1.0740E2 4.8960E2 1.1300E2 3.5320E2 3.1020E2 2.2580E2 Std. Minimu Deviation m Maximum 16.44080 12.34099 13.55729 7.74597 12.91124 17.46997 6.90652 468.00 95.00 471.00 103.00 339.00 285.00 217.00 512.00 123.00 509.00 121.00 374.00 325.00 235.00

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test AST_ko AST_EES AST_EES AST_EES AST_CCl AST_Oli AST_CM ntrol_EE M_dosis_ M_dosis_ M_dosis_ 4 ve_oil C_Na SM 101.25 135 180 N Normal Parametersa Mean Std. Deviation Most Absolute Extreme Positive Differences Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) 5 5 5 5 5 5 5 493.4000 107.4000 489.6000 113.0000 353.2000 310.2000 225.8000 16.44080 12.34099 13.55729 7.74597 12.91124 17.46997 .194 .139 -.194 .435 .992 .269 .269 -.205 .602 .862 .230 .230 -.224 .514 .954 .202 .181 -.202 .451 .987 .275 .275 -.146 .616 .843 .293 .198 -.293 .655 .785 6.90652 .203 .203 -.143 .453 .986 a. Test distribution is Normal. Descriptives AST 95% Confidence Interval for Mean N CCl4 Olive oil CMC Na kontrol ekstrak EESM EESM dosis 101.25 EESM dosis 135 EESM dosis 180 Total 5 5 5 5 5 5 5 35 Mean Std. Deviation Std. Error 4.9340E2 16.44080 1.0740E2 12.34099 4.8960E2 13.55729 1.1300E2 7.74597 3.5320E2 12.91124 3.1020E2 17.46997 2.2580E2 6.90652 2.9894E2 150.87801 7.35255 5.51906 6.06300 3.46410 5.77408 7.81281 3.08869 25.50304 Lower Bound Upper Bound 472.9860 92.0766 472.7664 103.3821 337.1686 288.5082 217.2244 247.1144 513.8140 122.7234 506.4336 122.6179 369.2314 331.8918 234.3756 350.7713 Test of Homogeneity of Variances AST Levene Statistic df1 df2 Sig. 1.067 6 28 .405 Minimum Maximum 468.00 95.00 471.00 103.00 339.00 285.00 217.00 95.00 512.00 123.00 509.00 121.00 374.00 325.00 235.00 512.00

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 ANOVA AST Between Groups Within Groups Total Sum of Squares df Mean Square F Sig. 769237.886 4744.000 773981.886 6 28 34 128206.314 169.429 756.698 .000 Multiple Comparisons AST Scheffe Mean Difference (IJ) Std. Error 95% Confidence Interval (I) Kelompok (J) Kelompok CCl4 Olive oil 386.00000* 8.23234 .000 CMC Na 3.80000 354.4673 417.5327 1.000 -27.7327 380.40000 8.23234 .000 348.8673 411.9327 140.20000 * 8.23234 .000 108.6673 171.7327 183.20000 * 8.23234 .000 151.6673 214.7327 267.60000 * 8.23234 .000 236.0673 299.1327 -386.00000 * 8.23234 .000 -417.5327 -354.4673 CMC Na -382.20000 * 8.23234 .000 -413.7327 -350.6673 kontrol ekstrak EESM -5.60000 EESM dosis 135 EESM dosis 180 CCl4 EESM dosis 101.25 EESM dosis 135 EESM dosis 180 -37.1327 35.3327 8.23234 .998 -245.80000 * 25.9327 8.23234 .000 -277.3327 -214.2673 -202.80000 * 8.23234 .000 -234.3327 -171.2673 -118.40000 * 8.23234 .000 -149.9327 -86.8673 CCl4 -3.80000 8.23234 1.000 -35.3327 Olive oil 382.20000* 8.23234 .000 350.6673 413.7327 kontrol ekstrak EESM 376.60000* 8.23234 .000 345.0673 408.1327 136.40000 * 8.23234 .000 104.8673 167.9327 179.40000 * 8.23234 .000 147.8673 210.9327 263.80000 * 8.23234 .000 232.2673 295.3327 * 8.23234 .000 -411.9327 -348.8673 EESM dosis 101.25 EESM dosis 135 EESM dosis 180 kontrol ekstrak EESM Upper Bound 8.23234 EESM dosis 101.25 CMC Na Lower Bound * kontrol ekstrak EESM Olive oil Sig. CCl4 -380.40000 Olive oil 5.60000 8.23234 .998 -376.60000 * 8.23234 .000 -408.1327 -345.0673 EESM dosis 101.25 -240.20000 * 8.23234 .000 -271.7327 -208.6673 EESM dosis 135 -197.20000* 8.23234 .000 -228.7327 -165.6673 EESM dosis 180 * 8.23234 .000 -144.3327 -81.2673 CMC Na -112.80000 -25.9327 27.7327 37.1327

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 EESM dosis 101.25 -140.20000* 8.23234 .000 -171.7327 -108.6673 Olive oil 245.80000 * 8.23234 .000 CMC Na -136.40000* 8.23234 .000 -167.9327 -104.8673 kontrol ekstrak EESM 240.20000* 8.23234 .000 208.6673 271.7327 CCl4 EESM dosis 135 8.23234 .002 11.4673 74.5327 * 8.23234 .000 95.8673 158.9327 * 8.23234 .000 -214.7327 -151.6673 * 8.23234 .000 * 8.23234 .000 -210.9327 -147.8673 kontrol ekstrak EESM 197.20000 * 8.23234 .000 165.6673 228.7327 EESM dosis 101.25 -43.00000* 8.23234 .002 -74.5327 -11.4673 * 52.8673 115.9327 EESM dosis 180 EESM dosis 135 CCl4 Olive oil CMC Na EESM dosis 180 EESM dosis 180 CCl4 Olive oil CMC Na kontrol ekstrak EESM EESM dosis 101.25 EESM dosis 135 43.00000 127.40000 -183.20000 202.80000 -179.40000 84.40000 118.40000 8.23234 .000 8.23234 .000 -299.1327 -236.0673 * 8.23234 .000 * 8.23234 .000 -295.3327 -232.2673 * 8.23234 .000 * 8.23234 .000 -158.9327 -95.8673 8.23234 .000 -115.9327 -52.8673 -263.80000 112.80000 -127.40000 -84.40000 171.2673 234.3327 * -267.60000 *. The mean difference is significant at the 0.05 level. U/L * 214.2673 277.3327 * 86.8673 81.2673 149.9327 144.3327

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 Lampiran 14. Perhitungan penetapan peringkat dosis ekstrak etanol daun S. mahagoni pada kelompok perlakuan  Dosis penggunaan manusia 500 mg sekali konsumsi  Mengasumsikan 3 kali konsumsi setiap hari maka 500 mg x 3 = 1500 mg  1500 mg untuk manusia 70 kg dikonversikan menjadi dosis tikus  1500 mg x 0,018 = 27 mg/ 200 gBB → 135 mg/kgBB (dosis tengah)  Dosis tinggi pada tikus digunakan 4 kali konsumsi setiap hari maka 500 mg x 4 = 2000 mg  2000 mg untuk manusia 70 kg dikonversikan menjadi dosis pada tikus  2000 mg x 0,018 = 36 mg/ 200g BB → 180 mg/kgBB (dosis tinggi)  Penentuan dosis rendah berdasarkan factor kelipatan dari dua dosis tersebut  Faktor kelipatan = =  Dosis rendah = dosis tinggi dosis tengah 180 mg /kg BB 135 mg /kg BB 𝐷𝑜𝑠𝑖𝑠 𝑡𝑒𝑛𝑔𝑎 𝑕 𝑓𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟 𝑘𝑒𝑙𝑖𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 = 1,333333 135 𝑚𝑔 /𝑘𝑔𝐵𝐵 → 1,333 = 101,25 mg/kgBB  Dengan demikian dosis yang digunakan dalam penelitian adalah 101,25; 135; 180 mg/kgBB. Lampiran 15. Perhitungan Konversi dosis rendah untuk manusia  Faktor konversi tikus 200 g ke manusia 70 kg = 56,0  Dosis rendah pada tikus 101,25 mg/kgBB → 20,25 mg / 200gBB  Dosis pada manusia 70 kg = 20,25 mg x 56 = 1134 mg.

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Lampiran 16. Perhitungan Efek Hepatoprotektif Rumus perhitungan efek hepatoprotekif dengan asumsi olive oil dalam kondisi normal atau %proteksi 100% : 𝑃𝑢𝑟𝑎𝑡𝑎 𝐴𝐿𝑇𝐾𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 𝑕𝑒𝑝𝑎𝑡𝑜𝑡𝑜𝑘𝑠𝑖𝑛 − 𝑃𝑢𝑟𝑎𝑡𝑎 𝐴𝐿𝑇 𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 𝑜𝑙𝑖𝑣𝑒 𝑜𝑖𝑙 − (𝑃𝑢𝑟𝑎𝑡𝑎 𝐴𝐿𝑇 𝑝𝑒𝑟𝑙𝑎𝑘𝑢𝑎𝑛 − 𝑃𝑢𝑟𝑎𝑡𝑎 𝐴𝐿𝑇 𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 𝑜𝑙𝑖𝑣𝑒 𝑜𝑖𝑙) 𝑋 100% 𝑃𝑢𝑟𝑎𝑡𝑎 𝐴𝐿𝑇 𝐾𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 𝑕𝑒𝑝𝑎𝑡𝑜𝑡𝑜𝑘𝑠𝑖𝑛 − 𝑃𝑢𝑟𝑎𝑡𝑎 𝐴𝐿𝑇 𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 𝑜𝑙𝑖𝑣𝑒 𝑜𝑖𝑙 Berdasarkan rumus tersebut, maka perhihitungna efek hepatoprotektif dari masing masing perlakuan adalah :  Kelompok dosis 101,25 mg/kgBB (203,8−56,8)− (149.4−56,8) (203,8−56,8)  𝑋 100% = 37,00 % Kelompok dosis 135 mg/kgBB (203,8−56,8)− (127,6−56,8) (203,8−56,8)  𝑋 100%= 51,83 % Kelompok dosis 180 mg/kgBB (203,8−56,8)− (97,2−56,8) (203,8−56,8) 𝑋 100% = 72,51 % Lampiran 17. Bobot pengeringan ekstrak etanol daun S. mahagoni Cawan ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Tabel X. Pengeringan ekstrak etanol daun S. mahagoni berat cawan + berat cawan + selisih % bobot ekstrak sebelum ekstrak sesudah bobot pengeringan pengeringan pengeringan pengeringan 66.853 66.8375 0.0155 0.023 63.2358 63.2247 0.0111 0.017 71.5969 71.5821 0.0148 0.020 61.5546 61.5439 0.0107 0.017 64.3246 64.321 0.0036 0.005 66.4648 66.4521 0.0127 0.019 63.3876 63.3807 0.0069 0.010 71.6266 71.6021 0.0245 0.034 61.8539 61.8475 0.0064 0.010

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Lampiran 18. Hasil rendemen ekstrak etanol daun S. mahagoni Tabel XI. Hasil rendemen ekstrak etanol daun S. mahagoni Cawan Berat cawan + ekstrak Berat cawan Berat ke (g) kosong (g) rendemen (g) 1 66.8375 59.6435 7.194 2 63.2247 59.7238 3.5009 3 71.5821 60.6278 10.9543 4 61.5439 55.7431 5.8008 5 64.321 59.6328 4.6882 6 66.4521 59.8431 6.609 7 63.3807 59.4423 3.9384 8 71.6021 60.2781 11.324 9 61.8475 59.8321 2.0154 Total rendemen 56,025 Rata – rata rendemen = = 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑟𝑒𝑛𝑑𝑒𝑚𝑒𝑛 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑐𝑎𝑤𝑎𝑛 56,025 9 = 6,225 g % rendemen ekstrak kental = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 = 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑟𝑒𝑛𝑑𝑒𝑚𝑒𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑔𝑢𝑛𝑎𝑛𝑎 𝑠𝑒𝑟𝑏𝑢𝑘 𝑑𝑎𝑢𝑛 𝑆𝑤𝑖𝑒𝑡𝑒𝑛𝑖𝑎 𝑚𝑎 𝑕𝑎𝑔𝑜𝑛𝑖 56,025 400 𝑥 100 % = 14,00% 𝑥 100%

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 BIOGRAFI PENULIS Penulis Skripsi berjudul “EFEK HEPATOPROTEKTIF EKSTRAK ETANOL DAUN Swietenia mahagoni Jacq. PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR TERINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA” memiliki nama lengkap Stefanus Indra Gamawan, merupakan anak kedua dari B. Sandro, SE. Dan Niken L. Penulis dilahirkan di Yogyakarta pada tanggal 12Desember 1992. Pendidikan formal yang telah ditempuh penulis yaitu TK Pangudi Luhur Yogyakarta (1997-1998), tingkat Sekolah Dasar di SD Marsudirini Yogyakarta (1998-2004), tingkat Sekolah Menengah Pertama di SMP Maria Immaculata Yogyakarta (2004-2007), dan tingkat Sekolah Menengah Atas di SMA Kolese De Britto (2007-2010). Pada tahun 2010, penulis melanjutkan studi di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Semasa studinya, penulis aktif mengikuti kegiatan kepanitiaan dan kegiatan kampus, diantaranya mengikuti kepanitiaan INSADHA (2011) sebagai anggota divisi P3K, Koordinator P3K dalam acara Tiga Hari Temu Akrab Farmasi (TITRASI 2012), anggota tim pengabdian masyarakat pelatihan dan penyuluhan dengan materi “Cegah Penyebaran Penyakit Leptospirosis” di Dusun Demangan, Wedomartani, Sleman DIY.

(113)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Efek hepatoprotektif jangka pendek ekstrak etanol 70% biji atung (Parinarium glaberimum Hassk.) pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida.
0
0
49
Efek hepatoprotektif jangka panjang ekstrak etanol 70% biji atung (Parinarium glaberrimum Hassk.) pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida.
0
0
54
Efek hepatoprotektif ekstrak etanol 50% daun jarong (Stachytarpheta indica (l.) vahl.) terhadap aktivitas alanin aminotransferase dan aspartate aminotransferase pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida.
0
3
106
Efek hepatoprotektif ekstrak etanol 90% daun jarong (Stacytarpheta indica vahl.) terhadap kadar alanin aminotransferase dan aspartat aminotransferase pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida.
0
2
133
Efek hepatoprotektif jangka pendek infusa biji atung (Parinarium glaberimum Hassk) pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida
0
2
66
Efek hepatoprotektif infusa daun macaranga tanarius L. pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida.
0
0
108
Efek hepatoprotektif jangka panjang ekstrak etanol 70% biji atung (Parinarium glaberrimum Hassk.) pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida
0
0
52
Efek hepatoprotektif jangka panjang infusa biji atung (Parinarum glaberimum Hassk.) pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida
0
0
63
Efek hepatoprotektif jangka pendek ekstrak etanol 70% biji atung (Parinarium glaberimum Hassk.) pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida
0
0
47
Efek hepatoprotektif jangka waktu enam jam ekstrak etanol daun macaranga tanarius L. terhadap ALT AST pada tikus jantan terinduksi karbon tetraklorida
0
1
109
Efek hepatoprotektif infusa daun Macaranga tanarius L. pada tikus jantan galur wistar terinduksi parasetamol - USD Repository
0
0
86
Efek hepatoprotektif jangka pendek ekstrak metanol-air daun macaranga tanarius L. terhadap tikus terinduksi karbon tetraklorida - USD Repository
0
0
104
Efek antihepatotoksik infusa herba mimosa pigra L. terhadap tikus putih jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida - USD Repository
0
0
143
Efek hepatoprotektif infusa daun macaranga tanarius L. pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida - USD Repository
0
0
106
Pengaruh lama pemberian infusa daun swietenia mahagoni (l.) jacq. sebagai hepatoprotektif terhadap tikus jantan terinduksi karbon tetraklorida - USD Repository
0
0
120
Show more