Pengaruh Texapon® N70 sebagai Surfaktan dan PEG 4000 sebagai basis terhadap sifat fisis dan stabilitas krim ekstrak etil asetat buah tomat dengan metode desain faktorial - USD Repository

Gratis

0
0
115
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH TEXAPON® N70 SEBAGAI SURFAKTAN DAN PEG 4000 SEBAGAI BASIS TERHADAP SIFAT FISIS DAN STABILITAS KRIM EKSTRAK ETIL ASETAT BUAH TOMAT DENGAN METODE DESAIN FAKTORIAL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu S yarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Farmasi Diajukan oleh: Henny NIM : 108114121 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH TEXAPON® N70 SEBAGAI SURFAKTAN DAN PEG 4000 SEBAGAI BASIS TERHADAP SIFAT FISIS DAN STABILITAS KRIM EKSTRAK ETIL ASETAT BUAH TOMAT DENGAN METODE DESAIN FAKTORIAL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu S yarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Farmasi Diajukan oleh: Henny NIM : 108114121 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Satisfaction lies in the effort, not the outcome. Trying hard is the ultimate victory. Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki. ( Mahatma Gandhi ) Make Today Better Than Yesterday and Always Thanks to God for All His Grace I dedicate this work to : My Mother and My Father My Brother And all who I love iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PRAKATA Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat yang telah diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi berjudul “Pengaruh Texapon® N70 Sebagai Surfaktan dan PEG 4000 Sebagai Basis Terhadap Sifat Fisis dan Stabilitas Krim Ekstrak Etil Asetat Buah Tomat dengan Metode Desain Faktorial“ sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Farmasi (S. Farm) pada Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Keberhasilan penulis dalam penyusunan skripsi ini tentunya tidak terlepas dari dukungan dan bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Tuhan Yang Maha Kuasa karena telah diberikan kesehatan perlindungan yang baik dalam menyelesaikan skripsi ini. 2. Papa, Mama dan Ahia yang telah bekerja keras, memberikan semangat, doa dan kasih sayang yang tiada hentinya. 3. Bapak Ipang Djunarko, M.Sc., Apt. selaku Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta sekaligus dosen pembimbing akademik. 4. Bapak Septimawanto Dwi Praset yo, M.Si., Apt. selaku dosen pembimbing yang selalu memberikan waktu, semangat, pengarahan, masukan, kritik dan saran baik selama penelitian maupun penyusunan skripsi ini. vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Ibu Melania Perwitasari, M.Sc., Apt. selaku dosen penguji yang telah berkenan memberikan kritik serta saran yang membangun. 6. Bapak Yohanes Dwiatmaka, M.Si. selaku dosen penguji yang telah berkenan memberikan kritik serta saran yang membangun. 7. Semua dosen-dosen farmasi yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah sabar mendidik serta memberikan ilmu kepada penulis selama menempuh pendidikan di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. 8. Staf – staf laboratorium Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma: khususnya Pak Musrifin, Pak Parlan, Mas Kunto, Mas Bimo, Mas Wagiran, Mas Heru, Mas Agung, Pak Iswandi yang telah banyak membantu selama penelitian di laboratorium. 9. Staf kebersihan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma yang telah membantu kelancaran penulis dalam melakukan penelitian. 10. Fanny Adriyani Halim, Ega Mantyas, Priskila Agnes Salviana yang menjadi teman seperjuangan dan tempat berbagi keluh kesah selama penelitian dan penyusunan skripsi. Terima kasih atas segala masukan, semangat, dan kebersamaan yang telah diberikan. 11. Verica Septi Permatasari dan Sherly Damima atas persahabatan yang terjalin selama ini. 12. Stephanie Alvia yang telah menjadi sahabat dan selalu memberikan dukungan dengan meminjamkan motor selama penelitian. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13. Go Yoanita Gunawan yang telah menjadi sahabat dan memberikan dukungan selama penelitian. 14. Christian Gunawan yang telah menjadi teman belajar selama penelitian. 15. Teman-teman yang melakukan penelitian di lantai I dan III, telah berbagi cerita, pengalaman dan bantuan selama penelitian ini. 16. Teman-teman FST kelas B 2010, atas persahabatan yang terjalin selama perkuliahan. We are the best.. 17. Teman-teman kelas C atas kerbersamaannya selama semester I hingga III. Thanks a lot. 18. Asrama Putri Kinasih berserta isinya, terima kasih atas kebersamaan selama ini. 19. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah membantu penulis dalam mewujudkan skripsi ini. Terima Kasih semua. Akhir kata, “tiada gading yang tak retak” maka penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih banyak kekurangannya mengingat keterbatasan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki. Oleh sebab itu kritik dan saran yang membangun sangat diperlukan oleh penulis demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Yogyakarta, 7 Maret 2014 Penulis ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .............................................................................................. .i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................ v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ............................................................. vi PRAKATA ........................................................................................................... vii DAFTAR ISI .......................................................................................................... x DAFTAR TABEL ............................................................................................... xiv DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xviii INTISARI ............................................................................................................ xix ABSTRACT ........................................................................................................... xx BAB I. PENGANTAR ........................................................................................... 1 A. Latar Belakang .......................................................................................... 1 B. Permasalahan ............................................................................................ 3 C. Keaslian Penelitian ................................................................................... 4 D. Manfaat Penelitian .................................................................................... 5 E. Tujuan ....................................................................................................... 5 BAB II. PENELAAHAN PUSTAKA .................................................................... 6 x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI A. Kulit .......................................................................................................... 6 B. Tomat ........................................................................................................ 7 C. Krim .......................................................................................................... 8 D. Formulasi ................................................................................................... 9 1. Basis....................................................................................................... 9 2. Surfaktan ................................................................................................ 9 3. Asam Stearat ........................................................................................ 10 4. Trietanolamin....................................................................................... 11 5. Preservative ......................................................................................... 11 E. Stabilitas ................................................................................................. 12 F. Ekstraksi ................................................................................................. 14 G. HET CAM ............................................................................................... 15 H. Desain Faktorial ...................................................................................... 16 I. Landasan Teori ....................................................................................... 18 J. Hipotesis ................................................................................................. 20 BAB III. METODE PENELITIAN ...................................................................... 21 A. Jenis dan Rancangan Penelitian .............................................................. 21 B. Variabel Penelitian dan definisi operasional .......................................... 21 C. Bahan penelitian ...................................................................................... 23 D. Alat penelitian ......................................................................................... 23 E. Tata Cara Penelitian ................................................................................ 23 1. Pembuatan ekstrak etil asetat tomat ................................................... 23 2. Uji kualitatif antioksidan ..................................................................... 24 xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Formula krim ....................................................................................... 25 4. Pembuatan krim .................................................................................. 26 5. Uji stabilitas dan sifat fisis krim ......................................................... 26 6. HET CAM sebagai uji iritasi .............................................................. 28 7. Validasi .............................................................................................. 29 F. Analisis Hasil .......................................................................................... 29 BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................ 31 A. Identifikasi dan pembuatan ekstrak kering tomat .................................... 31 B. Pembuatan Krim ekstrak tomat ............................................................... 34 C. Pengujian Tipe Krim .............................................................................. 39 D. Uji sifat fisis dan stabilitas krim ekstrak tomat ...................................... 40 1. Uji organoleptis dan pH ..................................................................... 41 2. Uji daya sebar .................................................................................... 42 3. Uji viskositas ..................................................................................... 42 4. Uji ukuran droplet ............................................................................. 45 E. Pengaruh penambahan Texapon® N70 dan PEG 4000 serta interaksinya dalam menentukan sifat fisis krim ekstrak tomat...................................... 48 1. Uji normalitas data ............................................................................ 48 2. Uji kesamaan varian ......................................................................... 49 3. Respon viskositas .............................................................................. 50 4. Respon ukuran droplet ....................................................................... 52 F. Stabilitas Krim ekstrak tomat ................................................................... 55 G. Optimasi komposisi Texapon® N70 dan PEG 4000 ................................ 57 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Viskositas........................................................................................... 57 2. Ukuran droplet .................................................................................. 58 3. Superimposed Contour plot ............................................................... 59 H. Validasi ................................................................................................... 60 I. Uji iritasi dengan metode HET CAM ..................................................... 62 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................. 64 A. Kesimpulan ........................................................................................... 64 B. Saran ...................................................................................................... 64 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 65 LAMPIRAN ......................................................................................................... 69 BIOGRAFI PENULIS ………………………………………………………….. 94 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel I. Rancangan desain faktorial dengan dua faktor dan dua level ....... 17 Tabel II. Formula dasar krim tipe M/A ........................................................ 25 Tabel III. Formula sediaan krim ekstrak etil asetat buah tomat dengan metode desain faktorial...................................................................26 Tabel IV. Indeks iritasi primer uji HET CAM ............................................. 29 Tabel V. Data uji organoleptis dan pH krim ekstrak tomat ......................... 41 Tabel VI. Daya sebar krim ekstrak tomat seteah penyimpanan 48 jam ....... 42 Tabel VII. Viskositas krim ekstrak tomat seteah penyimpanan 48 jam .......... 43 Tabel VIII. Viskositas krim ekstrak tomat seteah penyimpanan 28 hari ......... 43 Tabel IX. Persentase pergeseran viskositas (x ̅ ± SD) krim ekstrak tomat .... 44 Tabel X. Ukuran droplet krim ekstrak tomat seteah penyimpanan 48 jam .. 46 Tabel XI. Ukuran droplet krim ekstrak tomat seteah penyimpanan 28 hari .. 46 Tabel XII. Persentase perubahan ukuran droplet (x ̅ ± SD) krim ekstrak tomat .............................................................................................. 48 Tabel XIII. Uji normalitas data viskositas dan ukuran droplet ........................ 49 Tabel XIV. Uji kesamaan varian (levene’s test) viskositas dan ukuran droplet ............................................................................................ 49 Tabel XV. Efek Texapon® N70 dan PEG 4000 serta interaksinya dalam menentukan respon viskositas ....................................................... 50 Tabel XVI. Efek Texapon® N70 dan PEG 4000 serta interaksinya dalam menentukan respon ukuran droplet ............................................... 53 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel XVII. Uji normalitas data pergeseran viskositas dan perubahan ukuran droplet ............................................................................................ 56 Tabel XVIII. Uji kesamaan varian data pergeseran viskositas dan perubahan ukuran droplet ................................................................................ 56 Tabel XIX. Data validasi respon viskositas ..................................................... 61 Tabel XX. Data validasi respon ukuran droplet .............................................. 61 Tabel XXI. Indeks iritasi primer krim ekstrak tomat dengan metode HET CAM .............................................................................................. 63 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Buah tomat ........................................................................................ 7 Gambar 2. Polietilen glikol .................................................................................. 9 Gambar 3. Sodium Lauril Ether Sulfate ............................................................. 10 Gambar 4. Asam stearat ..................................................................................... 10 Gambar 5. Trietanolamin ................................................................................... 11 Gambar 6. Metil paraben ................................................................................... 12 Gambar 7. Hasil uji kualitatif antioksidan ......................................................... 33 Gambar 8. Reaksi penangkapan radikal oleh DPPH ......................................... 33 Gambar 9. Grafik orientasi pengaruh jumlah Texapon® N70 terhadap viskositas krim ................................................................................ 36 Gambar 10. Grafik orientasi pengaruh jumlah Texapon® N70 terhadap ukuran droplet krim ..................................................................................... 36 Gambar 11. Grafik orientasi pengaruh jumlah PEG 4000 terhadap viskositas krim ................................................................................................. 37 Gambar 12. Grafik orientasi pengaruh jumlah PEG 4000 terhadap ukuran droplet krim ...................................................................................... 37 Gambar 13. Hasil pengamatan tipe emulsi dengan metode warna, perbesaran 40 x 10 kali ...................................................................................... 40 Gambar 14. Grafik pergeseran viskositas krim tiap minggu ............................... 45 Gambar 15. Grafik perubahan ukuran droplet krim tiap minggu ....................... 47 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 16. Grafik hubungan antara Texapon® N70 terhadap respon viskositas setelah 48 jam pembuatan ............................................................... 51 Gambar 17. Grafik hubungan antara PEG 4000 terhadap respon viskositas setelah 48 jam pembuatan ............................................................... 52 Gambar 18. Grafik hubungan antara Texapon® N70 terhadap respon ukuran droplet setelah 48 jam pembuatan . .................................................. 54 Gambar 19. Grafik hubungan antara PEG 4000 terhadap respon ukuran droplet setelah 48 jam pembuatan ............................................................... 55 Gambar 20. Contour plot ukuran viskositas krim ekstrask tomat ....................... 58 Gambar 21. Contour plot ukuran droplet krim ekstrask tomat ........................... 59 Gambar 22. Superimposed Contour plot krim ekstrask tomat ............................ 60 Gambar 23. Titik validasi pada area optimum .................................................... 61 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat pengesahan determinasi ........................................................ 70 Lampiran 2. Data hasil orientasi Texapon® N70 dan PEG 4000 ........................ 71 Lampiran 3. Uji pH krim ekstrak etil asetat tomat .............................................. 73 Lampiran 4. Data uji sifat fisis dan stabilitas krim ektrak etil asetat tomat ........ 73 Lampiran 5. Hasil analisis dengan software R-2.14.1 ........................................ 76 Lampiran 6. Nilai efek masing-masing terhadap respon .................................... 81 Lampiran 7. Validasi ......................................................................................... 82 Lampiran 8. Hasil uji iritasi pimer dengan metode HET-CAM ........................ 83 Lampiran 9. Dokumentasi ................................................................................. 88 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI INTISARI Texapon® N70 merupakan surfaktan yang bersifat non polar, memiliki sifat seperti detegen, memiliki kompatibilitas yang baik serta tingkat iritasi pada mata dan kulit rendah. PEG 4000 merupakan suatu basis yang memiliki sifat yang larut air sehingga dapat meningkatkan efek kenyamanan pada pasien karena tidak lengket dan mudah dicuci. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari PEG 4000 sebagai basis dan Texapon® N70 sebagai surfaktan terhadap sifat fisis dan stabilitas krim dari ekstrak buah tomat serta mengetahui formula optimum dari PEG 4000 dan Texapon® N70. Formula yang digunakan dalam penelitian ini merupakan formula krim yang telah dimodifikasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bersifat deskriptif dikarenakan ada perlakuan terhadap subjek uji dan dipaparkan fenomena yang terjadi dan tidak terdapat hubungan sebab akibat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Desain Faktorial dengan 2 faktor (PEG 4000 dan Texapon® N70) dan 2 level (tinggi dan rendah). Analisis statistik menggunakan ANOVA dengan taraf kepercayaan 95% untuk mengetahui pengaruh Texapon® N70, PEG 4000 dan interaksinya terhadap respon sifat fisis dan stabilitas dari krim ekstrak tomat. Hasil dianalisis secara statistik dengan software R 2.14.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Texapon® N70 sebagai surfaktan dan interaksinya memberikan efek yang signifikan sedangkan PEG 4000 sebagai basis tidak memberikan efek yang signifikan. Jadi dapat disimpulkan bahwa Texapon® N70 merupakan faktor yang dominan mempengaruhi respon viskositas dan interaksi keduanya merupakan faktor yang dominan mempengaruhi respon ukuran droplet. Pada penelitian krim ekstrak buah tomat ini tidak didapatkan area optimum. Kata kunci : krim, PEG 4000, Texapon® N70, ekstrak tomat, desain faktorial. xix

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Texapon®N70 is a surfactant that is non-polar, has properties such as detegen, has good compatibility and degree of eye and skin irritation low pad. PEG 4000 is a base that has the properties of water soluble so it can increase the effect on patient comfort because it is not sticky and washed easily. This study aims to determine the effect of PEG 4000 as a base and Texapon®N70 as a surfactant to the physical properties and stability of cream of tomato fruit extract and determine the optimum formula of PEG 4000 and Texapon®N70. The formula used in this study is a creamy formula that has been modified. This study is a descriptive experimental research because there are treatment of test subjects and explained the phenomenon that occurs and there is no causal relationship . The method used in this study is a factorial design with two factors (PEG 4000 and Texapon® N70) and 2 levels (high and low). Statistical analysis using ANOVA with a level of 95 % to determine the effect of Texapon®N70, PEG 4000 and its interaction with the physical nature of the response and the stability of cream of tomato extract. The results were statistically analyzed with the software R 2.14.1. The results showed that Texapon®N70 as a surfactant and it’s interaction deals significant effect neither PEG 4000 as a cream based. It can be concluded that Texapon®N70 is a dominant effect to affect cream’s viscosity and it’s interaction within PEG 4000 is a dominant effect to affect droplet size of the cream. From this experiment no optimum area founded. Key words: cream, PEG 4000, Texapon® N70, tomato extract, factorial design. xx

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Pada era modern ini, kulit merupakan salah satu bagian terpenting, baik pria maupun wanita. Kulit memiliki peranan penting sebagai pelindung. Oleh karena itu, perlu adanya produk-produk yang dapat mendukung perkembangan jaman tersebut, salah satunya adalah krim yang sekaligus berfungsi sebagai pelembab yang nantinya akan melindungi kulit dari udara kering, sinar matahari serta usia. Krim merupakan bentuk sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai (USP, 1995). Krim merupakan suatu emulsi yang terdiri dari dua fase yang tidak saling bercampur. Krim terbentuk dari hasil emulsifikasi antara fase minyak dan fase air dengan bantuan emulsifying agent (Allen, 2002). Praktek yang umum dalam memformulasi emulsi adalah melarutkan atau mendispersikan komponen lipofilik pada fase yang sesuai sebelum emulsifikasi dilakukan. Maka dari itu, komposisi yang larut minyak atau yang dapat didispersikan dalam minyak dicampurkan pada fase minyak dan komposisi yang larut air atau yang dapat didispersikan dalam air dicampurkan dalam fase air (Lachman et al., 1989). Krim yang baik biasanya tidak lengket, mudah digunakan dan dapat menimbulkan efek yang diharapkan. Fase krim yang paling sering digunakan 1

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 adalah fase minyak dalam air ( M/A ) di mana fase pendispersinya air dan fase terdispersinya minyak. Krim harus memiliki sifat fisis dan stabilitas yang baik. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan krim yang baik adalah proses pencampuran serta bahan-bahan yang digunakan. Bahan – bahan yang digunakan harus compatible satu dengan yang lainnya. Penggunaan tumbuhan sebagai obat telah lama dikenal secara luas oleh masyarakat Indonesia yang disebut sebagai obat tradisional. Pengobatan dengan menggunakan obat tradisional dewasa ini sangat popular dan semakin disukai oleh masyarakat. Hal ini disebab karena disamping harganya murah, mudah didapat juga mempunyai efek samping yang relatif sedikit. Beberapa tumbuhan yang banyak digunakan salah satunya adalah tomat. Tomat merupakan tumbuhan yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Sekarang tomat tidak hanya digunakan sebagai bahan dalam memasak tetapi dapat mengatasi berbagai masalah kulit terutama kulit pada wajah. Beberapa kandungan tomat seperti karbohidrat, mineral, protein, lemak, serat, air, vitamin A, B1, B2, C, E, asam folat, dan lycopene yang dapat melindungi kulit dari penuaan dini serta mencerahkan kulit (WH foods, 2007). Tomat memiliki kandungan lycopene lebih besar dibandingkan dengan buah lain seperti semangka. Hal ini yang menyebabkan tomat tidak hanya berfungsi meningkatkan kesehatan tubuh, tetapi sebagai pemelihara kecantikan khususnya kulit wajah karena adanya kandungan lycopene yang berfungsi sebagai antioksidan.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Dalam penelitian ini dibuat salah satu sediaan semisolid yaitu krim yang memiliki tipe M/A. Dipilih sediaan dalam bentuk krim karena mudah dalam pengaplikasiannya terhadap kulit dan memiliki daya penetrasi yang tinggi. Dalam formulasi sediaan krim, terdapat bahan-bahan yang penting yang dapat berpengaruh pada sifat fisis dan stabilitas dari krim yaitu surfaktan dan basis. Pemilihan basis dan surfaktan perlu dipertimbangkan untuk menghasilkan sistem emulsi yang stabil dan sediaan krim yang dihasilkan baik sesuai persyaratan krim yang diharapkan. Surfaktan berfungsi untuk meningkatan kelarutan dari bahan-bahan yang digunakan dalam formulasi. Surfaktan dalam konsentrasi yang kecil dapat meningkatkan kelarutan dan menurunkan tegangan permukaan (Martin et al., 1993). Surfaktan yang digunakan adalah Texapon® N70 yang memiliki sifat non polar, memiliki kompatibilitas dan daya iritasi yang rendah. Sedangkan basis yang digunakan yaitu PEG 4000. PEG biasa digunakan sebagai bahan dasar dari formulasi sediaan semisolid seperti salep dan krim (Rowe et al., 2009). PEG 4000 disebut juga poliglikol 4000 dan makrogol 4000 yang memiliki bobot molekul tidak kurang dari 3000 dan tidak lebih dari 3700. Mudah larut dalam air, etanol 95% dan kloroform. Praktis tidak larut dalam eter. Memiliki kekentalan 76-110 cs pada suhu 210oF, dinyatakan sebagai kekentalan kinematik (Depkes RI, 1979). 1. Permasalahan Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang diteliti yaitu:

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 a. Faktor apakah yang paling dominan antara Texapon® N70, PEG 4000 dan interaksinya dalam menentukan sifat fisis dan stabilitas krim ekstrak tomat? b. Apakah ditemukan area optimum Texapon® N70 dan PEG 4000 pada superimposed contour plot krim ekstrak tomat? 2. Keaslian Penelitian Sejauh penelusuran pustaka yang telah dilakukan penulis, penelitian tentang Pengaruh Texapon® N70 sebagai Surfaktan dan PEG 4000 sebagai Basis Terhadap Sifat Fisis dan Stabilitas Krim Tomat dengan Metode Desain Faktorial belum pernah dilakukan. Penelitian serupa yang pernah dilakukan antara lain : a. Uji Stabilitas Fisis dan Antioksidan Sediaan Krim yang Mengandung Ekstrak Kering Tomat (Solanum lycopersicum L.) yang dilakukan oleh Budiman, 2008. b. Optimasi Proses Pembuatan Krim Sunscreen Ekstrak Kering Polifenol Teh Hijau (Camellia sinensis L.) dengan Metode Desain Faktorial yang dilakukan oleh Dwiastuti, 2009.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 3. Manfaat a. Manfaat teoritis Secara teoritis, penelitian ini menambah informasi bagi dunia ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang kefarmasian mengenai formulasi sediaan krim ekstrak etil asetat tomat. b. Manfaat metodologis Menambah ilmu pengetahuan dalam bidang kefarmasian dalam aplikasi penggunaan metode desain faktorial. c. Manfaat praktis Penelitian ini akan menghasilkan sebuah sediaan krim ekstrak etil asetat tomat yang memiliki sifat fisis dan stabilitas yang baik. B. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Membuat sediaan krim dari ekstrak etil asetat tomat dengan surfaktan Texapon® N70 dan basis PEG 4000. 2. Tujuan Khusus Mengetahui faktor yang paling dominan antara Texapon® N70 dan PEG 4000 serta interaksinya yang menentukan sifat fisis dan stabilitas krim ekstrak tomat. Mengetahui area optimum Texapon® N70 dan PEG 4000 pada superimposed contour plot krim ekstrak tomat.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Kulit Kulit merupakan bagian terluas yang menutupi seluruh permukaan tubuh. Kulit memiliki tingkat ketebalan yang bervariasi pada setiap bagian.Daerah yang paling tebal adalah telapak kaki dan tangan serta sela-sela jari. Sedangkan pada kulit wajah terdapat sel-sel yang sangat tipis, sehingga hal ini memungkinkan berpenetrasinya sediaan kosmetika. Dalam menjaga kulit agar tetap berada dalam kondisi yang baik perlu adanya sediaan kosmetika seperti cleansing, toning, dan moisturizing (Young, 1972). Struktur dari kulit adalah : a. Epidermis Epidermis merupakan lapisan kulit terluar dan mempunyai 5 lapisan yaitu lapisan tanduk (stratum corneum), stratum lucidum, stratum spinosum, stratum spinosum, stratum germinativum atau stratum basale (Brannon, 2007) Lapisan ini sangat tebal, keras dan seperti tanduk misalnya pada area telapak tangan dan telapak kaki dan sangat tipis pada bagian lain seperti pada badan dan bagian dalam ekstremitas (Watson, 2002). b. Dermis Dermis adalah lapisan jaringan menyambung dengan ketebalan 1-2 mm yang terletak di bawah epidermis. Dermis terdiri dari substansi dasar 6

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 mukopolisakarida, protein fibrilar ( retikulin, kolagen dan elastin ), dan selsel (fibroblas, makrofag, sel mast dan sejumlah limfosit). Dermis berisi pembuluh darah, limfatik, dan saraf (Taylor dan Clive, 2005). c. Adneksa Epidermis Merupakan alat tambahan epidermis yang terdiri atas struktur keratinosa yang bermodifikasi ( misal, kuku, rambut dan kelenjar adneksa pada epidermis dan folikel rambut ) meliputi kelenjar sebasea, kelenjar keringat ( ekrin ), dan kelenjar apokrin. Kelenjar apokrin terutama ditemukan pada aksila dan daerah anogenital. B. Tomat Gambar 1. Buah tomat (Lycopersicon lycopersicum L.) Klasifikasi tanaman tomat : Divisi : Spermatophyta Anak divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Solanales

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 Famili : Solanaceae Genus : Lycopersicon Spesies : Lycopersicon lycopersicum L. Tomat merupakan salah satu bahan alam yang memiliki banyak khasiat untuk mengatasi berbagai penyakit seperti radang kulit, infeksi jamur, jerawat, luka sukar sembuh dan rasa nyeri pada kulit akibat terbakar sinar matahari (Dalimartha dan Soedibyo, 1999). Tomat juga merupakan tanaman sayuran dari keluarga Solanaceae. Termasuk golongan tanaman semusim dan bersifat menjalar. Akar pokoknya tergolong akar tunggang dan akar serabut. Batangnya berbentuk persegi empat hingga berbentuk bulat, dengan bulu-bulu halus. Tomat mengandung lycopene yang memiliki efek farmakologis lebih kuat dari vitamin C, E maupun betakaroten. Lycopene juga mampu dalam menangkap singlet oksigen yang merupakan radikal bebas kuat dalam tubuh (Anonim, 2005). C. Krim Krim merupakan suatu sediaan berbentuk setengah padat mengandung satu atau lebih bahan kosmetik terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai, berupa emulsi kental mengandung tidak kurang 60% air ditujukan untuk pemakaian luar (Anief, 1997). Terdapat dua tipe krim sederhana, yaitu tipe air dalam minyak (A/M) dan tipe minyak dalam air (M/A). Tipe air dalam minyak (A/M) tidak larut dalam air dan tidak dapat dicuci dengan air, sedangkan tipe minyak dalam air (M/A) dapat bercampur dan dapat dicuci dengan air, serta tidak

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 berminyak (Allen, 1999). Evaluasi krim dapat meliputi uji organoleptis, uji daya lekat, dan uji daya sebar (Banker dan Rhodes, 1990). D. Formulasi 1. Basis Basis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Polietilen Glikol 4000. Polietilen Glikol ini banyak digunakan dalam formulasi kefarmasian. Di mana Polietilen Glikol dianggap tidak beracun dan non irritant. Polietilen glikol secara kimiawi stabil di udara dan dalam larutan, meskipun berat molekul kurang dari 2000 adalah higroskopis. Polietilen glikol tidak mendukung mikroba pertumbuhan, dan tidak menjadi tengik. Gambar 2. Polietilen glikol (Rowe et al., 2009) 2. Surfaktan Surfaktan merupakan suatu molekul yang sekaligus memiliki gugus hidrofilik dan gugus lipofilik sehingga dapat mempersatukan campuran yang terdiri dari air dan minyak. Aktivitas surfaktan diperoleh dari sifat ganda molekulnya. Bagian polar dari surfaktan dapat bermuatan positif, negatif maupun netral. Sifat rangkap ini yang menyebabkan surfaktan dapat diabsorbsi pada antar muka udara-air, minyak-air dan zat padat-air, membentuk lapisan

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 tunggal di mana gugus hidrofilik berada pada fase air dan rantai hidrokarbon ke udara (Jatmika, 1998 ). Surfaktan yang digunakan adalah Texapon® N70. Texapon® N70 atau Sodium Lauryl Ether Sulphate (SLES) merupakan suatu surfaktan yang memiliki sifat seperti detergen. Karakteristik dari Texapon® N70 adalah: sebagai emulsifiying agent, pembasah, pembusa yang baik; merupakan solvensi dan bahan pengental yang baik; dispersi, kompatibilitas baik; serta tingkat iritasi pada kulit yang relatif rendah (Anonim, 2000). Gambar 3. Sodium lauril ether sulfate (Anonim, 2000) 3. Asam Stearat Asam sterat biasa digunakan dalam dunia kefarmasian untuk formulasi sediaan oral dan topikal. Pada sediaan oral biasa digunakan pada tablet dan capsule lubricant. Dalam bentuk sediaan topikal asam stearat biasa digunakan sebagai emusifying dan solubilizing agent. Ketika sebagian dinetralkan dengan alkali atau trietanolamin, maka asam sterat digunakan sebagai salah satu bahan penyusun krim. Penampilan dan plastisitas krim ditentukan oleh proporsi alkali yang digunakan (Rowe et al., 2009). Gambar 4. Asam stearat (Rowe et al., 2009)

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 4. Trietanolamin Trietanolamin biasa digunakan untuk formulasi sediaan yang diaplikasikan secara topikal. Biasanya digunakan untuk sediaan dalam bentuk emulsi (Rowe et al., 2006). Trietanolamin yang bersifat basa digunakan untuk netralisasi carbopol. Penambahan trietanolamin pada carbopol akan membentuk garam 14 yang larut. Sebelum netralisasi, carbopol di dalam air akan ada dalam bentuk tak terion pada pH sekitar 3. Pada pH ini, polimer sangat fleksibel dan strukturnya random coil. Penambahan trietanolamin akan menggeser kesetimbangan ionik membentuk garam yang larut. Hasilnya adalah ion yang tolak menolak dari gugus karboksilat dan polimer menjadi kaku dan rigid, sehingga meningkatkan viskositas (Osborne dan Amann, 1990). Gambar 5. Trietanolamin (Rowe et al., 2009) 5. Preservative Metil paraben secara luas digunakan sebagai antimikroba pada kosmetik, produk makanan, dan sediaan farmasi. Paraben efektif pada range pH yang luas dan memiliki aktivitas antimikroba spektrum luas, meskipun paraben paling efektif menghambat yeast dan fungi. Aktivitas antimikroba meningkat seiring dengan peningkatan rantai gugus alkil, tetapi kelarutannya

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 dalam air menjadi menurun. Oleh karena itu, penggunaan campuran paraben sering digunakan untuk menghasilkan efek antimikroba yang lebih efektif. Konsentrasi penggunaan metil paraben sebagai antimikroba pada sediaan topikal adalah 0,02-0,3%. Metil paraben 16 bersifat nonmutagenik, nonteratogenik, dan nonkarsinogenik (Rowe et al., 2009). Gambar 6. Metil paraben (Rowe et al., 2009) E. Stabilitas Stabilitas suatu emulsi merupakan sifat emulsi untuk mempertahankan distribusi halus dan teratur dari fase terdispersi yang terjadi dalam jangka waktu yang panjang (Voigt, 1994). Ada beberapa fenomena tentang stabilitas krim: a. Creaming Creaming merupakan pemisahan emulsi menjadi 2 bagian, dimana bagian yang satu memiliki fase dispersi lebih banyak dari bagian yang lain. Peningkatan creaming sangat memungkinkan terjadinya koalesen dari droplet, karena kedua hal tersebut sangat erat hubungannya.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 b. Koalesen Koalesen dari gelembung minyak pada emulsi M/A tertahan dengan adanya lapisan emulsifier yang teradsorbsi kuat secara mekanis disekitar setiap gelembung. Dua gelembung yang saling berdekatan satu sama lain akan menyebabkan permukaan yang berdekatan tersebut menjadi rata. Perubahan dari bentuk bulat menjadi bentuk lain menghasilkan peningkatan luas permukaan dan karenanya meningkatkan energi bebas permukaan total, penyimpanan bentuk gelembung ini akan tertahan dan pengeringan film fase kontinyu dari antara dua gelembung akan tertunda (Aulton, 2002). c. Inversi Inversi adalah peristiwa berubahnya tipe emulsi M/A ke tipe A/M atau sebaliknya karena kondisi lingkungan yang tidak stabil (Anief, 2000). Uji-uji yang dapat dilakukan untuk mengetahui sifat fisis dari krim adalah: 1. Viskositas Viskositas merupakan suatu ketahanan suatu cairan untuk mengalir, di mana semakin tinggi viskositas, maka semakin besar pula ketahanannya (Martin et al., 1993). Evaluasi mengenai viskositas merupakan karakteristik formulasi yang penting pada sediaan semisolid, karena viskositas suatu sediaan semisolid menentukan lama tinggal sediaan di kulit, sehingga obat dapat terpenetrasi dengan baik. Peningkatan viskositas akan meningkatkan waktu retensi pada tempat aplikasi, tetapi menurunkan daya sebar (Garg et al., 2002).

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 2. Daya sebar Daya sebar adalah kemampuan dari suatu sediaan untuk menyebar di tempat aplikasi, dan merupakan salah satu karakteristik yang bertanggungjawab dalam keefektifan dan penerimaan konsumen dalam menggunakan sediaan semisolid. Faktor-faktor yang mempengaruhi daya sebar yaitu: rigiditas sediaan, lama tekanan, temperatur tempat aksi. Metode plat sejajar adalah metode yang paling banyak digunakan untuk menentukan dan mengukur daya sebar sediaan semi padat. Keuntungan dari metode ini adalah sederhana dan relatif murah. Di sisi lain, metode ini kurang akurat dan sensitif, serta data yang dihasilkan harus diinterpretasikan dan disajikan secara manual (Garg et al., 2002). 3. Mikromeritik Mikromeritik adalah ilmu dan teknologi yang mempelajari tentang partikel kecil. Satuan ukurang partikel yang sering digunakan dalam mikromeritik adalah mikrometer (µm) yang sering disebut mikron. Bagian penting yang perlu diperoleh dari partikel yaitu (a) ukuran partikel dan distribusi ukuran diameter (ukuran) partikel dan (b) bentuk dan luas permukaan partikel, sedangkan bentuk partikel memberikan gambaran tetang luas permukaan spesifik partikel dan teksturnya (kasar atau halus) (Martin et al., 1993). F. Ektraksi Ekstraksi merupakan kegiatan penarikan bahan yang terkandung dengan pelarut cair yang sesuai. Secara umum ekstraksi dapat dilakukan secara

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 infudasi, maserasi, perkolasi dan destilasi uap. Maserasi merupakan cara penyarian yang sederhana. Maserasi dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari dengan bantuan penggojogan. Cairan penyari akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat aktif, zat aktif akan terlarut dan karena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan zat aktif di dalam sel dengan yang di luar sel, maka larutan yang terpekat didesak keluar. Peristiwa tersebut terjadi berulang sehingga terjadi keseimbangan konsentrasi antara larutan di luar sel dan di dalam sel. Cairan penyari yang digunakan dapat berupa air, etanol, air-etanol, atau pelarut lain (Depkes RI, 1986). Maserasi berakhir berarti keseimbangan antara bahan yang diekstraksi pada bagian dalam sel dengan yang masuk ke dalam cairan telah tercapai maka proses difusi segera berakhir (Voigt, 1994). G. HET CAM Hen’s Egg Test-Chorioallantoic Membran (HET CAM) merupakan metode in vitro menggunakan telur fertil untuk mengetahui daya antiinflamasi dan iritasi subtansi atau bahan-bahan tertentu. Telur fertil yang diinkubasi selama kurang lebih 9 hari akan terbentuk CAM. CAM ini terdapat pada lapisan mesodermis telur yang terdiri dari pembuluh darah. Proses inflamasi menunjukkan adanya permeabilitas dan perubahan vaskuler pembuluh darah pada pemberian stimulus. Profil perubahan pembuluh darah yang terjadi seperti timbunya warna kemerahan pada membran (hemoragi), pecahnya pembuluh darah (lisis). Hasil yang diperoleh dinyatakan dalam satuan detik dan dikonversikan

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 menjadi Irritation Score (IR) yang menggambarkan tingkat iritasi suatu bahan uji (Rudianto, 2010). Metode ini menggunakan telur fertil yang diinkubasikan pada inkubator dengan suhu 36-37oC. Pengaturan lembab pada inkubator dapat dilakukan dengan memberikan air pada rak inkubator. Periode inkubasi telur fertil yang akan digunakan untuk HET CAM adalah 8-12 hari (D’arcy dan Howard, 1966). Hemorage time adalah dimulai dalam detik reaksi hemoragi atau terjadi pendarahan pada CAM. Lysis time adalah dimulai dari detik lisis pembuluh darah hingga pembuluh darah hilang pada CAM. Coagulation time adalah dimulai dalam detik pembentukan koagulan pada CAM (Rudianto, 2010). H. Desain Faktorial Desain faktorial merupakan suatu desain eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui efek-efek yang ditimbulkan oleh sejumlah faktor yang simultan, memperkirakan hubungan relatifnya, dan untuk menentukan hubungan apa yang terjadi interaksi antara faktor - faktor tersebut (Amstrong dan James, 1996). Penelitian desain faktorial yang paling sederhana adalah menggunakan dua faktor dan dua level. Jumlah percobaan untuk penelitian dengan metode desain faktorial yaitu jumlah level yang digunakan dalam penelitian dipangkatkan jumlah faktor dalam penelitian. Apabila dalam percobaan

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 menggunakan 2 faktor dan 2 level maka jumlah percobaan adalah 22 (4 percobaan) (Bolton, 1997). Tabel I. Rancangan desain faktorial dengan dua faktor dan dua level - Formula 1 a b ab = level rendah Faktor A Faktor B + + + + + = level tinggi Interaksi + + Keterangan : • Formula 1 : Faktor A pada level rendah, faktor B pada level rendah • Formula a : Faktor A pada level tinggi, faktor B pada level rendah • Formula b : Faktor A pada level rendah, faktor B pada level tinggi • Formula ab : Faktor A pada level tinggi, faktor B pada level tinggi Maka berlaku rumus : y = b0 + b1(XA) + b2(XB) + b12(XA)(XB) Keterangan : y (XA)(XB) : respon hasil atau sifat yang diamati : level faktor A dan faktor B b0, b1, b2, b12 : koefisien, dapat dihitung dari hasil percobaan Rumus dan data yang diperoleh dapat dibuat contour plot suatu respon yang digunakan untuk memilih komposisi campuran yang optimum. Dengan mencari selisih rata-rata antara respon pada level tinggi dan rata-rata respon pada level rendah dapat diperoleh besarnya efek yang dicari (Bolton, 1997).

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Beberapa istilah yang digunakan dalam desain faktorial yang harus dipahami: 1. Faktor adalah variabel yang telah ditetapkan pada suatu penelitian yang dapat bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Faktor ini harus bisa dinyatakan dalam suatu harga atau nilai. 2. Level adalah harga yang ditetapkan untuk faktor. 3. Respon adalah hasil yang terukur yang didapat dari suatu penelitian dan harus dapat dikuantifikasi. Bervariasinya level pada suatu penelitian dapat menyebabkan perubahan respon. 4. Interaksi adalah akibat dari penambahan efek-efek faktor yang dapat bersifat sinergis ataupun antagonis. Bersifat sinergis berarti interaksi memiliki efek yang menambah besar efek faktor, sedangkan antagonis berarti interaksi memiliki efek yang mengurangi efek faktor (Kurniawan dan Sulaiman, 2009). I. Landasan Teori Dalam pembuatan sediaan semisolid seperti krim perlu diperhatikan beberapa hal seperti komposisi surfaktan, basis serta metode yang digunakan. Tujuan peggunaan surfaktan dalam sediaan krim adalah menurunkan tegangan anatarmuka antara fase minyak dan fase air (Genaro, 1990). Apabila komposisi surfaktan, basis serta metode yang digunakan tidak sesuai, dapat menyebabkan terjadinya fenomena-fenomena seperti creaming, coalesen serta inversi. Krim yang dibuat dalam penelitian ini adalah krim dengan tipe M/A yang memiliki sifat

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 fisis yang mudah larut dalam air, sehingga pada pemakaiannya tidak lengket dan mudah dicuci dengan air. Uji – uji yang dapat dilakukan untuk mengetahui stabilitas sifat fisis sediaan semisolid dalam penelitian ini adalah : 1. Viskositas Viskositas, elastisitas dan rheologi merupakan hal penting dalam formulasi sediaan semisolid. Viskositas adalah kemampuan suatu cairan untuk mengalir. Semakin tinggi viskositas, akan semakin sulit untuk mengalir. Peningkatan viskositas dapat menurunkan daya sebar karena meningkatnya waktu retensi pada tempat aksi. 2. Daya Sebar Daya sebar merupakan salah satu hal yang penting dalam formulsi yaitu pada penghantaran dan pelepasan obat serta pengaplikasian. Daya sebar menggambarkan hubungan antara sudut kontak sediaan dengan tempat aplikasinya. 3. Mikromeritik Uji mikromeritik dalam percobaan ini adalah dengan melihat ukuran droplet. Ukuran droplet merupakan hal yang penting karena berhubungan dengan luas permukaan yang berkaitan dengan sifat fisis, kimia dan farmakologis suatu sediaan. Metode desain faktorial digunakan untuk melihat pengaruh Texapon® N70 sebagai surfaktan dan PEG 4000 sebagai basis dalam menentukan sifat fisis dari krim ekstrak etil asetat tomat. Metode desain faktorial dapat mengetahui efek

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 yang paling dominan serta dapat menentukan area komposisi yang optimum dari masing-masing faktor. J. Hipotesis Terdapat faktor yang paling dominan di antara Texapon® N70, PEG 4000 atau interaksi keduanya dalam menentukan respon sifat fisis (viskositas dan ukuran droplet) dan stabilitas krim ekstrak etil asetat tomat, serta dapat ditentukan area komposisi optimum Texapon® N70 dengan PEG 4000 pada superimposed contour plot yang diprediksikan sebagai formula optimum krim ektrak etil asetat tomat.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental menggunakan metode desain faktorial, bertujuan untuk mengetahui berapakah jumlah optimum dari Texapon® N70 dan PEG 4000 pada formula untuk menghasilkan sediaan krim ekstrak etil asetat tomat dengan sifat fisis dan stabilitas yang baik. B. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian a. Variabel bebas Komposisi basis yang digunakan yaitu PEG 4000 dengan level rendah sebesar 2 gram dan level tinggi 6 gram, serta surfaktan yang digunakan yaitu Texapon® N70 dengan level rendah sebesar 1 gram dan level tinggi 2,5 gram. b. Variabel terkendali Sifat fisis krim ekstrak etil asetat tomat yang meliputi organoleptis, pH, tipe krim, viskositas krim, ukuran droplet, daya sebar serta stabilitas krim yang meliputi pergeseran viskositas dan perubahan ukuran droplet. 21

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 c. Variabel pengacau terkendali Kecepatan putar mixer, kondisi bahan yang digunakan, lama pengadukan, komposisi krim selain Texapon® N70 dan PEG 4000, dan konsidi penyimpanan sediaan krim. d. Variabel pengacau tak terkendali Perubahan kelembaban dan suhu ruangan tempat pembuatan dan penyimpanan krim. 2. Definisi Operasional a. Krim adalah sediaan semisolid yang terdiri dari emulsi, yang diaplikasikan pada kulit ( topikal ). b. Surfaktan adalah suatu molekul yang memiliki 2 gugus yaitu gugus polar yang suka air dan gugus non polar yang suka minyak. c. Sifat fisis krim adalah parameter untuk mengetahui kualitas fisis dari suatu sediaan krim dengan uji daya sebar dan viskositas. d. Stabilitas fisis krim adalah kemampuan krim dalam mempertahankan fase dispers terdistribusi halus dan merata dalam jangka waktu yang panjang. e. Daya sebar optimal adalah daya sebar yang mudah diaplikasikan di kulit. f. Viskositas yang optimal adalah viskositas yang memberi kemudahan ketika sediaan dimasukkan ke dalam wadah dan dikeluarkan untuk diaplikasikan di kulit. g. Desain faktorial merupakan suatu desain penelitian yang mengevaluasi efek dari berbagai faktor dan interaksi dalam waktu yang bersamaan.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 h. Contour plot merupakan grafik hasil dari desain faktorial yang menggambarkan respon dari sifat fisis. i. Superimposed merupakan perpotongan daerah optimum hasil dari pengujian sifat fisis. C. Bahan Penelitian Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah buah tomat (diperoleh dari penjual di daerah Sleman, Maguwoharjo, Yogyakarta), etil asetat (farmasetis), asam stearat (farmasetis), PEG 4000 (farmasetis), Propilen Glikol (farmasetis), Metilparaben (farmasetis), TEA (farmasetis), Texapon® N70 (farmasetis), aquadest dan telur ayam kampung usia 10 hari. D. Alat Penelitian Glassware (PYREX GERMANY), timbangan analitik (Mettler Toledo GB 3002), waterbath, sendok, pipet tetes, gunting, vacum rotary evaporator, thermometer, mixer (Modifikasi USD), stopwatch, alat uji daya sebar (Modifikasi USD), viscotester seri VT 04 (RION JAPAN), mikroskop (merk Olympus CH2Japan), kertas pH universal, software R-2.14.1. E. Tata Cara Penelitian 1. Pembuatan Ekstrak Etil Asetat Tomat Sebanyak 1 kg tomat dicuci dan dibersihkan kemudian dianginanginkan sampai tidak ada air yang menempel. Masing-masing 250 gram

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 tomat diblender dan dimasukkan ke dalam erlemeyer 500 mL yang dilapisi aumunium foil. Kedalam erlemeyer ditambahkan 250 mL etil asetat. Digojog dan didiamkan selama 7 hari. Setelah dilakukan pendiaman selama 7 hari, isi dikeluarkan dari erlenmeyer dan disaring. Sisa dari ampas kemudian direndam lagi dengan 250 mL etil asetat dan mendapat perlakuan yang sama seperti pertama perendaman. Sedangkan untuk cairan hasil ekstraksi dimasukkan ke dalam corong pisah dan dihilangkan fase airnya. Hasil pemisahan dipindahkan ke dalam labu alas bulat dan diuapkan dengan menggunakan vaccum rotary evaporator pada tekanan rendah dan suhu antara 40-60oC. Vaccum di hentikan apabila sudah tersisa ekstrak kental dan pelarut tidak menetes lagi (Narendran, et, al., 2013). Ektrak kental yang didapat kemudian ditimbang dan ditambahkan dengan talkum dengan perbandingan 1 : 5 (ekstrak kental : talkum), diaduk sampai homogen sampai terbentuk ektrak kering tomat. Disimpan pada tempat yang kering dan terlindung dari cahaya matahari. 2. Uji Kualitatif Antioksidan Ekstrak kental tomat yang telah didapat diteteskan pada kertas whatmann. Kemudian larutan 1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil (DPPH) 0,2 % diteteskan pada seluruh bagian kertas whatmann. Amati perubahan yang terjadi setelah beberapa saat. Apabila terjadi perubahan warna pada bagian tengah kertas whatmann yaitu dari warna ungu menjadi ungu muda atau warna lebih memudar menunjukkan adanya aktivitas antioksidan pada ekstrak tomat yang didapat (Elya, 2013).

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 3. Formula Krim Tabel II. Formula dasar krim tipe M/A ( Anonim, 1971 ) Bahan Asam Stearat Trietanolamin Adeps Lanae Parafin cair Gliserol Boraks Nipagin Nipasol Air suling hingga Dasar krim I 14,5 g 1,5 g 3g 25 g 0,1 g 0,5 g 100 ml Dasar krim II 14,2 g 1g 10 g 0,25 g 0,1 g 0,05 g 100 ml Formula modifikasi krim tipe M/A hasil optimasi : R/ A. Ektrak Tomat 6 gram B. Texapon® N70 1 – 2,5 gram C. Asam Stearat 20 gram Trietanolamin D. PEG 4000 1,35 gram 2 - 6 gram Metil Paraben 0,20 gram Propilen Glikol 5 gram Aquadest 60 mL Formula di atas dibuat krim ekstrak kental tomat dengan surfaktan Texapon® N70 dan basis PEG 4000. Level rendah Texapon® N70 adalah 1,0 gram dan level tinggi Texapon® N70 adalah 2,5 gram. Level rendah PEG 4000 adalah 2,0 gram dan level tinggi PEG 4000 adalah 6,0 gram. Penggunaan level rendah dan level tinggi berdasarkan survei pustaka dan yang dilakukan oleh penulis.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Tabel III. Formula sediaan krim ekstrak etil asetat buah tomat dengan metode desain faktorial Formula 1 a b ab Ekstrak Etil Asetat Tomat 6 6 6 6 ® Texapon N70 1 2,5 1 2,5 Asam Stearat 20 20 20 20 Trietanolamin 1,35 1,35 1,35 1,35 PEG 4000 2 2 6 6 Metil Paraben 0,20 0,20 0,20 0,20 Propilen Glikol 5 5 5 5 Aquadest 60 60 60 60 Total 95,55 97,05 99,55 101,05 4. Pembuatan Krim Pertama-tama fase minyak dan fase air masing-masing dipanaskan pada suhu yang sama (70oC). Fase minyak (asam stearat, trietanolamin) dimasukkan ke dalam wadah pencampuran. Lalu fase air (propilen glikol, metil paraben, PEG 4000, aquadest) yang telah dipanaskan dicampurkan ke dalam fase minyak. Kemudian campuran diaduk hingga merata menggunakan mixer dengan kecepatan konstan dan ditambahkan Texapon® N70 dan ekstrak tomat. 5. Uji Stabilitas dan Sifat Fisis Krim a. Uji Organoleptis dan pH Uji organoleptis dilakukan dengan cara mengamati warna dan bau dari krim 48 jam setelah pembuatan. Pengukuran pH dilakukan dengan menggunakan bantuan indikator pH universal (pH stick) dengan cara memasukkan pH universal ke dalam membandingkan warnanya dengan standar. sediaan krim dan

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 b. Uji Tipe Krim Dengan menggunakan metode pewarnaan. Sebanyak 0,5 g krim dimasukkan ke dalam bekker glass dan diencerkan dengan 2 ml aquades. Campuran diaduk kemudian ditambah 2 tetes methylen blue. Warna campuran diamati. Bagian yang berwarna biru menunjukkan fase air sedangkan bagian yang tidak berwarna merupakan fase minyak (Voigt, 1994). c. Uji Daya Sebar Ditimbang sebanyak 1 g dan diletakkan di tengah kaca bulat berskala. Kaca bulat lain diletakkan diatasnya dan ditambahkan beban hingga 125 gram selama 1 menit, kemudian diukur diameternya (Garg et al., 2002). Pengujian dilakukan 48 jam setelah pembuatan sediaan krim. d. Uji Viskositas Krim dimasukkan kedalam wadah dan dipasang pada viscotester Rion VT-04. Nilai viskositas krim ditunjukkan oleh jarum penunjuk saat viscotester dinyalakan. Pengujian dilakukan setelah 48 jam krim selesai dibuat dan setelah disimpan selama satu bulan (Hariyadi et al., 2005). e. Uji Mikromeritik Sediaan krim diletakkan di atas gelas objek, kemudian ditutup dengan gelas penutup. Diameter partikel yang ada diukur sebanyak 500 partikel. Pengujian dilakukan pada krim setelah 48 jam selesai dibuat dan setelah disimpan selama satu bulan.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 6. HET-CAM sebagai uji iritasi Telur yang digunakan dalam penelitian ini adalah telur ayam kampung yang berusia 8-12 hari. Bagian cangkang yang terdapat rongga udara dibuka (biasanya bagian bawah). Komtrol positif yang digunakan adalah NaOH 0,1 N dan kontrol negative yang digunakan adalah NaCl 0,9 %. Masing-masing diambil sebanyak 0,3 mL dengan spuit dan dimasukkan kedalam telur yang terdapat pembuluh darah. Untuk krim diambil 0,3 gram dan diletakkan pada telur yang terdapat pembuluh darah. Amati perubahan yang terjadi pada pembuluh darah (Deshmukh et al., 2012). Gejala – gejala yang diamati dalam pengujian dengan metode HET-CAM adalah hemorrhage (pendarahan), vascular lysis (disintegrasi pembuluh darah), serta coagulation (denaturasi protein ekstravaskuler dan intravaskuler). Data yang diperoleh dari hasil pengamatan kemudian dimasukkan ke dalam persamaan Irritation Score (IS): 𝐼𝑆 = (301 − 𝐻𝑒𝑚𝑜𝑟𝑟ℎ𝑎𝑔𝑒) (301 − 𝐿𝑦𝑠𝑖𝑠) 𝑥5 + 𝑥7 300 300 + (301 − 𝐶𝑜𝑎𝑔𝑢𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛) 𝑥9 300 (Deshmukh 𝑒𝑡 𝑎𝑙. , 2012). Dari hasil IS yang diperoleh kemudian dapat dilihat pada tabel IV untuk mengetahui terjadi iritasi pada senyawa uji.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 Tabel IV. Indeks iritasi primer uji HET-CAM (Cazedey et al., 2009) Irritation Score 0-0,9 1-4,9 5-8,9 9-21 Kategori Tidak mengiritasi Sedikit mengiritasi Cukup mengiritasi Sangat mengiritasi 7. Validasi Krim ekstrak tomat dibuat dengan komposisi Texapon® N70 dan PEG 4000 yang terdapat pada area optimum. Kemudian krim diukur respon viskositas dan ukuran droplet pada 48 jam setelah pembuatan. Hasil dianalisis dengan menggunakan software R-2.14.1. F. Analisis Hasil Dalam penelitian akan didapatkan data sifat fisis dan stabilitas kemudian dianalisis dengan menggunakan metode desain faktorial ( 2 faktor dan 2 level ) untuk mengetahui nilai efek dari Texapon® N70, PEG 4000 dan interaksinya kedua faktor yaitu Texapon® N70 sebagai surfaktan dan PEG 4000 sebagai basis. Digunakan desain faktorial untuk meghitung koefisien F1, Fa, Fb, Fab sehingga didapat persamaan y = F1 + FaA + FbB + FabAB. Dari persamaan yang diperoleh kemudian dapat dibuat grafik contour plot dan dari penggabungan grafik tersebut dapat dilihat superimposed contour plot untuk mengetahui komposisi optimum dari Texapon® N70 dan PEG 4000, terbatas pada level yang diteliti. Analisis statistik untuk melihat signifikansi dari setiap faktor dan interaksi dalam mempengaruhi respon dapat diperoleh dari hasil pengolahan data

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 menggunakan software R 2.14.1 dengan berbagai uji statistik yang dilakukan yaitu: Shapiro-Wilk Test, Levene’s Test dilanjutkan dengan uji ANOVA apabila uji statistik parametrik terpenuhi. Namun apabila tidak memenuhi persyaratan uji parametrik, maka dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis dengan post hoc Wilcoxon. Untuk data penyimpanan krim ekstrak tomat dianalisis dengan menggunakan software R-2.14.1. Uji statistik yang dilakukan yaitu Shapiro-Wilk Test dan Paired-T Test.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Identifikasi dan Pembuatan Ekstrak Kering Tomat Tomat yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan dari penjual di daerah Sleman, Maguwoharjo, Yogyakarta. Tomat dikumpulkan dari satu daerah yang sama untuk meminimalisir faktor pengacau yang mungkin berpengaruh dalam penelitian ini. Sebelum digunakan, tomat perlu dipastikan kebernaran spesiesnya dengan melakukan determinasi. Determinasi dilakukan untuk mengetahui ciri-ciri morfologi dari tomat dan dibandingkan dengan kunci determinasi dari suatu pustaka oleh Backer (1963) (Lampiran 1). Pengumpulan bahan dilakukan pada bulan Agustus 2013. Buah tomat yang dikumpulkan memiliki diameter rata-rata 6-8 cm dengan kondisi masih segar, berwarna orange kemerah-merahan dalam keadaan yang bersih. Meskipun telah dipilih dengan keadaan yang bersih, tomat sebelum digunakan dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran seperti serangga, debu serta bendabenda asing yang masih menempel pada tomat dan dapat mengganggu pada hasil penelitian. Sebanyak 1 kg tomat dicuci dan dibersihkan kemudian dianginanginkan sampai tidak ada air yang menempel. Kemudian dibagi menjadi masingmasing 250 gram tomat. Selanjutnya, sejumlah 250 gram tomat diblender sampai halus dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer 500 mL yang telah ditutupi oleh alumunium foil. Aluminium foil berfungsi untuk menutupi dari paparan cahaya 31

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 agar tidak terjadi reaksi oksidasi pada likopen. Ke dalam masing-masing erlenmeyer ditambahkan etil asetat sebanyak 250 mL sebagai penyari dan digojog perlahan. Dilakukan maserasi selama 5 hari di dalam lemari pendingin (setiap hari dilakukan penggojogan ± 1 menit). Setelah dilakukan pendiaman selama 5 hari, isi dikeluarkan dari erlenmeyer dan disaring untuk memisahkan cairan hasil ekstraksi dan sisa dari ampas tomat. Kemudian dilakukan remaserasi yaitu merendam sisa penyaringan dengan 250 mL etil asetat dan mendapat perlakuan yang sama seperti pertama kali perendaman. Sedangkan untuk cairan hasil ekstraksi dimasukkan ke dalam corong pisah dan dihilangkan fase airnya. Hasil pemisahan dipindahkan ke dalam labu alas bulat dan diuapkan dengan menggunakan vaccum rotary evaporator pada tekanan rendah dan suhu antara 40-60oC. Vaccum dihentikan apabila sudah tersisa ekstrak kental dan pelarut tidak menetes lagi. Ekstrak kental yang didapat kemudian ditimbang dan ditambahkan dengan talkum dengan perbandingan 1 : 5 (ekstrak kental : talkum), diaduk sampai homogen sampai terbentuk ektrak kering tomat. Talkum biasa digunakan sebagai bahan pengisi untuk sediaan kosmetik. Ekstrak kering yang di dapat disimpan pada tempat yang kering dan terlindung dari cahaya matahari. Rata-rata rendemen yang diperoleh dari metode ekstraksi adalah 0,553 %. Dilakukan uji kualitatif antioksidan terhadap ekstrak kental yang didapat. Tujuan dari uji kualilatif ini adalah untuk memastikan ekstrak kental yang didapat mengandung antioksidan. Ektrak kental tomat diteteskan pada kertas whattman kemudian tambahkan larutan DPPH 0,2 % sampai menutupi bagian

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 kertas whatmaan. Dapat dilihat pada gambar 7 terjadi perubahan warna dari ungu ( i ) menjadi lebih muda bahkan putih ( ii ). Perubahan warna terjadi karena adanya aktivitas antioksidan yang menyebabkan hilangnya radikal pada DPPH (gambar 8). Hal ini menunjukkan adanya aktivitas antioksidan pada ekstrak tomat yang didapat secara kualitatif. (i) ( ii ) Gambar 7. Hasil uji kualitatif antioksidan ( i ) awal pemberian DPPH dan ( ii ) sesaat setelah pemberian DPPH DPPH antioksidan DPPH-H Gambar 8. Reaksi penangkapan radikal oleh DPPH (Molyneux, 2004)

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 B. Pembuatan Krim Ekstrak Tomat Krim merupakan sediaan setengah padat yang mengandung satu atau lebih obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai (Depkes RI, 1995). Tipe krim yang digunakan dalam penelitian ini adalah minyak dalam air (M/A). Krim tipe minyak dalam air (M/A) merupakan tipe krim yang larut air sehingga pada saat pengaplikasiannya pada kulit tidak menimbulkan rasa lengket serta mudah untuk dibersihkan dengan air. Dalam formulasi digunakan bahan-bahan yaitu Ekstrak tomat, Asam stearat, Trietanolamin (TEA), PEG 4000, Texapon® N70, Metil Paraben, Propilen Glikol dan aquadest. Ekstrak tomat berfungsi sebagai zat aktif yang mengandung senyawa lycopene. Lycopene berperan sebagai antioksidan. Asam Stearat berfungsi sebagai fase minyak. Trietanolamin (TEA) berfungsi sebagai basa kuat yang apabila bereaksi dengan asam stearat akan membentuk emulgator sabun monovalen (Allen, 1999). PEG 4000 berfungsi sebagai basis. Texapon® N70 sebagai surfaktan. Propilen glikol berfungsi sebagai humektan. Dalam penelitian digunakan pengawet yaitu metil paraben. Digunakan metil paraben karena lebih larut air dibandingkan dengan propil paraben. Formula yang digunakan dalam pembuatan krim ekstrak tomat ini merupakan modifikasi dari formula acuan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Anonim, 1971. Modifikasi yang dilakukan adalah dengan adanya perubahan bahan-bahan dan jumlah bahan yang digunakan. Formula yang digunakan dalam pembuatan krim ekstrak tomat ini mengacu pada orientasi yang telah dilakukan oleh penulis.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 Tujuan modifikasi formula adalah untuk menghasilkan krim dengan stabilitas dan sifat fisis yang diharapkan lebih baik. Proses pembuatan krim dilakukan dengan mencampurkan bahan-bahan sesuai dengan kelarutannya. Bahan-bahan yang memiliki kelarutan yang sama dicampurkan terlebih dahulu kedalam satu wadah. Dalam penelitian bahan-bahan yang larut air adalah propilen glikol, Trietanolamin, PEG 4000, Texapon® N70 dan metil paraben. Untuk bahanbahan yang larut minyak adalah asam sterat. Sebelumnya asam stearat dan PEG 4000 dilelehkan pada suhu ± 70oC. Pada saat pencampuran bahan-bahan harus dalam kondisi yang hangat. Tujuan pencampuran pada kondisi yang hangat adalah untuk mencegah pembekuan dari bahan-bahan yang telah dilelehkan sebelumnya yaitu asam stearat dan PEG 4000. Setelah keduanya (fase minyak dan fase air) bercampur tambahkan aquadest kemudian ekstrak kering tomat. Penambahan ekstrak kering tomat dilakukan pada saat semua bahan telah dicampur adalah untuk meningkatkan homogenitas dari sediaan krim ekstrak tomat. Pemcampuran bahan-bahan dilakukan dengan menggunakan mixer selama ± 1 menit dengan kecepatan yang konstan karena kecepatan pengadukan dan lama pengadukan dapat mempengaruhi stabilitas dan sifat fisis dari krim ektrak tomat. Selain zat aktif, eksipien memegang peranan penting dalam suatu formula. Eksipien digunakan untuk sediaan semisolid topikal untuk meningkatkan kelarutan zat aktif, mencegah kontaminasi dan pertumbuhan mikroba, meningkatkan aspek estetika sediaan, mengatur pelepasan dan permeasi obat serta meningkatkan stabilitas obat dan formulasi (Heather dan Adam, 2012).

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Dalam penelitian ini dilakukan optimasi untuk menentukan level rendah dan tinggi yang digunakan untuk masing-masing faktor (Texapon® N70 dan PEG 4000) terhadap respon viskositas dan ukuran droplet. Kemudian didapatkan hasil untuk respon viskositas (gambar 9 dan 11) dan ukuran droplet (gambar 10 dan 12). Viskositas (d.Pa.s) Pengaruh Texapon® N70 terhadap Viskositas Krim 140 120 100 80 60 40 20 0 y = 33x + 48,5 R² = 0,9945 0 1 2 3 Jumlah Texapon (g) Gambar 9. Grafik orientasi pengaruh jumlah Texapon® N70 terhadap viskositas krim Ukuran droplet (μm) Pengaruh Texapon® N70 terhadap Ukuran Droplet Krim 30 25 20 y = -5,9376x + 33,563 R² = 0,9927 15 10 5 0 0 1 2 3 Jumlah Texapon (g) Gambar 10. Grafik orientasi pengaruh jumlah Texapon® N70 terhadap ukuran droplet krim

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Dari gambar 9 dan gambar 10 dapat diketahui jumlah dari Texapon® N70 yang dapat memberikan pengaruh yang besar pada viskositas krim adalah 1 gram; 1,5 gram; 2 gram; dan 2,5 gram. Sedangkan jumlah Texapon® N70 yang dapat memberikan pengaruh yang besar pada ukuran droplet krim adalah 1 gram; 1,5 gram; 2 gram; dan 2,5 gram. Pengaruh Texapon® N70 ditentukan berdasarkan linearitas data. Dari kedua grafik tersebut dapat diketahui daerah perpotongan grafik yaitu 1 gram; 1,5 gram; 2 gram; dan 2,5 gram. Sehingga dapat digunakan 1 gram sebagai level rendah dari Texapon® N70 dan 2,5 gram sebagai level tinggi dari Texapon® N70. Dari daerah perpotongan kedua grafik diatas memenuhi viskositas (120-170 d.Pa.s) (Wiranata, 2011) dan ukuran droplet (10-100 µm) (Gupta dan Garg, 2002) dari krim yang telah ditetapkan. PEG 4000 digunakan sebagai basis dalam formulasi sediaan krim ekstrak tomat. Pada gambar 11, terlihat bahwa PEG 4000 dapat mempengaruhi viskositas pada krim ekstrak tomat dengan jumlah PEG 4000 yaitu 2 gram, 3 gram, 4 gram, 5 gram dan 6 gram. Pada gambar 12, PEG 4000 dapat mempengaruhi ukuran droplet dengan jumlah PEG 4000 yaitu 2 gram, 3 gram, 4 gram, 5 gram dan 6 gram. Pengaruh PEG 4000 ditentukan berdasarkan linearitas data. Dari kedua grafik dapat dilihat adanya perpotongan (irisan) antara 2-6 gram, sehingga dapat ditetapkan 2 gram sebagai level rendah dari PEG 4000 dan 6 gram sebagai level tinggi dari PEG 4000. Keunggulan dari penggunaan PEG 4000 sebagai basis adalah sifat yang tidak mengiritasi dan larut air sehingga pada saat pengaplikasian ke kulit dapat meningkatkan efek kenyaman pada pasien. Sedangkan keunggulan

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 menggunakan Texapon® N70 sebagai surfaktan karena memiliki sifat yang kompatibilitasnya baik serta daya iritasinya rendah sehingga aman untuk digunakan untuk formulasi krim ekstrak tomat ini. Pengaruh PEG 4000 terhadap Viskositas Krim Viskositas (d.Pa.S) 120 y = 7,5x + 60 R² = 1 100 80 60 40 20 0 0 2 4 6 8 10 12 Jumlah PEG 4000 (g) Gambar 11. Grafik orientasi pengaruh jumlah PEG 4000 terhadap viskositas krim Pengaruh PEG 4000 terhadap Ukuran Droplet Krim Ukuran droplet (μm) 35 33 31 29 y = -0,9861x + 32,886 R² = 1 27 25 0 2 4 6 8 10 12 Jumlah PEG 4000 (g) Gambar 12. Grafik orientasi pengaruh jumlah PEG 4000 terhadap ukuran droplet krim

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Viskositas sangat berpengaruh pada sediaan krim dalam hal pengaplikasiannya oleh pasien. Viskositas yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pasien sulit dalam penggunaan dan krim yang digunakan juga harus dalam jumlah yang banyak untuk menutupi permukaan kulit. C. Pengujian Tipe Krim Pengujian tipe krim dapat dilakukan dengan beberapa metode seperti metode pewarnaan, metode pengenceran, metode fluorosensi, metode konduktivitas elektrik. Dalam penelitian ini digunakan metode pewarnaan. Dipilih metode pewarnaan karena metode ini cenderung lebih mudah dilakukan dan secara mikroskopis dapat dilihat apakah krim yang dihasilkan memiliki tipe M/A atau A/M. Pengujian tipe krim dengan metode pewarnaan ini digunakan methylene blue sebagai zat warna yang larut air. Pada penambahan methylene blue untuk krim dengan tipe M/A akan menyebabkan medium dispersi ( fase air ) berwarna biru dan medium terdispersi (fase minyak) berwarna biru muda atau tidak mengalami perubahan warna. Sebaliknya pada penambahan methylene blue untuk krim dengan tipe A/M akan mengakibatkan medium terdispersi ( fase air ) berwarna biru dan medium dispersi ( fase minyak ) berwarna lebih muda bahkan tidak berwarna. Pengujian tipe krim untuk setiap formula krim ekstrak tomat ini menggunakan mikroskop Boeco germany Model number BM 180 dengan perbesaran 40 x 10 kali. Dapat dilihat pada gambar 13 untuk pengujian tipe krim ekstrak tomat yang dihasilkan.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Formula 1 Formula a Fase minyak Fase air Formula b Formula ab Gambar 13. Hasil pengamatan tipe emulsi dengan metode warna, perbesaran 40 x 10 kali Dari gambar 13 dapat dinyatakan krim ektrak tomat yang dihasilkan memiliki tipe M/A karena warna droplet pada fase minyak lebih muda bahkan tidak berwarna dibandingkan dengan fase air (berwarna biru). D. Uji Sifat Fisis dan Stabilitas Krim Ekstrak Tomat Uji stabilitas penting untuk meyakinkan suatu formula dari sediaan semisolid dapat mempertahankan integritasnya. Stabilitas fisis yang baik merupakan salah satu kriteria untuk sediaan semisolid (Dukes, 1990). Sifat fisis

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 yang diuji dalam penelitian ini adalah organoleptis, pH, ukuran droplet dan viskositas. Sedangkan stabilitas fisis krim yang diuji adalah pergeseran viskositas dan perubahan ukuran droplet. 1. Uji Organoleptis dan pH Uji organoleptis untuk krim ini adalah dengan mengamati bau, warna dan homogenitas. Sedangkan untuk untuk uji pH dilakukan dengan menggunakan pH stick. Tujuan dilakukan uji organoleptis adalah agar secara visual krim ekstrak tomat dapat diterima oleh pasien. Sedangkan tujuan dari uji pH diharapkan krim ekstrak tomat yang dibuat memiliki nilai pH yang lebih kurang sama dengan pH kulit yaitu antara 5 – 6,5 (netral). Krim yang memiliki niai pH yang jauh dari pH kulit dapat menimbulakan iritasi pada kulit. Hasil dari uji organoleptis dan pH dapat dilihat pada tabel V. Tabel V. Data uji organoleptis dan pH krim ekstrak tomat (48 jam) Kriteria F1 Fa Fb Fab Jingga muda Jingga muda Jingga muda Jingga Muda Warna Tidak berbau Tidak berbau Tidak berbau Tidak berbau Bau Homogen Homogen Homogen Homogen Homogenitas 6 6 6 6 pH Dari data tabel V menunjukkan bahwa semua formula krim ekstrak tomat memiliki tingkat homogenitas yang baik secara visual dengan mengamati warna yang tersebar merata pada sediaan krim ekstrak etil asetat buah tomat dan memiliki nilai pH yang masuk pada range nilai pH kulit. Nilai pH pada formula krim ekstrak tomat ini adalah 6. Dari data yang diperoleh dapat diasumsikan bahwa krim ekstrak tomat yang dihasilkan diharapkan tingkat penerimaan pada pasien baik serta tidak mengakibatkan iritasi pada kulit.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 2. Uji Daya Sebar Daya sebar adalah kemampuan sediaan untuk menyebar saat diaplikasikan pada kulit. Menurut penelitian Paramita 2008, daya sebar berpengaruh pada penyebaran krim untuk kemudian dapat memberikan efek terapetik selain berpengaruh pada faktor kenyamanan dalam pemakaian. Daya sebar berbanding terbalik dengan viskositas sediaan. Semakin besar viskositas suatu sediaan, maka semakin kecil kemampuan untuk menyebar (Garg et al., 2002). Untuk sediaan topikal yang ideal memiliki nilai daya sebar yang tidak terlalu kecil maupun tidak terlalu besar. Data hasil uji daya sebar krim ekstrak tomat dapat dilihat pada tabel VI. Tabel VI. Daya sebar krim ekstrak tomat setelah penyimpanan 48 jam Replikasi F1 (cm) 4,6 3,8 3,5 3,9 ± 0,59 1 2 3 x̅ ± SD Formula Fa (cm) Fb (cm) 3,3 4,2 3,1 3,7 3,6 4,1 3,3 ± 0,23 4,0 ± 0,26 Fab (cm) 3,8 3,5 3,7 3,7 ± 0,18 Menurut Garg et al., 2002, daya sebar yang baik untuk suatu sediaan semisolid krim adalah pada range 5-7 cm. Bedasarkan hasil pada tabel VI dapat disimpulkan bahwa semua formula krim ekstrak tomat tidak memenuhi persyaratan daya sebar. 3. Uji viskositas Viskositas merupakan parameter yang penting dalam menentukan sifat fisis dari suatu sediaan krim. Pengujian sifat alir dibutuhkan jika sifat rheologinya dapat mempengaruhi pelepasan obat dari sediaan. Viskositas

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 dapat mengindikasikan perubahan stabilitas fisis dari suatu sediaan (Heather dan Adam, 2012). Nilai viskositas dari suatu sediaan tidak boleh terlalu besar (kental) dan tidak boleh terlalu kecil (cair) tetapi harus disesuaikan dengan tujuan penggunaannya. Apabila nilai viskositas dari suatu sediaan krim terlalu besar dapat pengakibatkan sediaan sulit untuk dikeluarkan dari wadah sedangkan apabila suatu sediaan memiliki nilai viskositas yang terlalu kecil dapat mengurangi efek aseptabilitas dari pasien. Viskositas yang diharapkan dari suatu sediaan krim adalah 120 – 170 dPas (Wiranata, 2011). Pengujian viskositas dilakukan dengan alat viscotester seri VT 04 RION JAPAN. Tabel VII. Viskositas krim ekstrak tomat setelah penyimpanan 48 jam Replikasi 1 2 3 x̅ ± SD F1 (d.Pa.s) 80 100 90 90 ± 10 Fa (d.Pa.s) 135 140 145 140 ± 5 Formula Fb (d.Pa.s) 110 120 135 121,67 ± 12,58 Fab (d.Pa.s) 120 130 125 125 ± 5 Dapat dilihat pada tabel VII, formula yang memiliki viskositas krim seperti yang diharapkan adalah pada formula a, formula b, dan formula ab. Sedangkan formula 1 tidak memenuhi kriteria viskositas krim yang diharapkan. Tabel VIII. Viskositas krim ekstrak tomat setelah penyimpanan 28 hari Replikasi 1 2 3 x̅ ± SD F1 (d.Pa.s) 70 80 95 81,67 ± 12,58 Formula Fa (d.Pa.s) Fb (d.Pa.s) 110 90 100 105 120 100 110 ± 10 98,33 ± 7,64 Fab (d.Pa.s) 100 110 95 101,67 ± 7,64

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Untuk pengujian viskositas dilakukan dari minggu ke 0 ( 48 jam ), minggu ke 1 ( 7 hari ), minggu ke 2 ( 14 hari ), minggu ke 3 ( 21 hari ) dan minggu ke 4 ( 28 hari ). Tidak dilakukan pegujian segera setelah krim selesai dibuat tetapi 48 jam setelah pembuatan karena diasumsikan 48 jam krim sudah membentuk suatu sistem yang stabil dari pengaruh proses pembuatan. Pada proses pembuatan krim ekstrak tomat diberikan energi sehingga dropletdroplet minyak dapat bertubrukan satu sama lain, ukuran droplet dapat mempengaruhi viskositas krim ekstak tomat. Oleh karena itu dilakukan pendiaman selama 24-48 jam diasumsikan semua pengaruh dari proses pembuatan telah hilang. Dari data – data yang didapat dari pengujian viskositas setiap minggunya, dapat dilihat pergeseran viskositas yang terjadi pada gambar 14 pergeseran viskositas yang diinginkan adalah kurang dari 10 %. Pada gambar 14, dapat dilihat bahwa terjadi penurunan viskositas dari minggu 0 ( 48 jam ) hingga minggu ke 4 ( 28 hari ). Dari gambar tersebut dapat dinyatakan bahwa lama penyimpanan krim mempengaruhi viskositas. Tabel IX. Persentase pergeseran viskositas ( x ̅ ± SD) krim ekstrak tomat Formula Viskositas 48 jam Viskositas 28 hari Pergeseran (d.Pa.s) (d.Pa.s) viskositas (%) 90 81,67 12,69 ± 7,22 1 140 110 21,44 ± 6,21 A 121,67 98,33 18,87 ± 6,74 B 125 101,67 18,68 ± 4,65 Ab Pada tabel IX dapat diketahui bahwa semua formula tidak memenuhi syarat pergeseran viskositas yang diinginkan karena nilai pergeseran viskositas yang diinginkan kurang dari 10% (Wiranata, 2011), sehingga dapat dikatakan

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 bahwa keempat formula memiliki stabilitas yang kurang baik untuk respon viskositas. Grafik Pergesean Viskositas Viskositas (d.Pa.s) 150 100 F1 Fa Fb 50 Fab 0 0 1 2 3 4 Gambar 14. Grafik pergeseran viskositas krim tiap minggu 4. Uji ukuran droplet Pengamatan mikroskopik dilakukan untuk melihat perbedaan mikrostruktur yang dihasilkan dari krim ekstrak tomat yang dibuat. Pengamatan mikroskopik yang dilakukan adalah pengamatan ukuran droplet. Ukuran droplet merupakan faktor yang penting dalam mempengaruhi kestabilan krim ekstrak tomat. Dalam penelitian ini digunakan mikroskop (merk Olympus CH2-Japan) dengan perbesaran 40 x 10 kali. Semakin kecil ukuran droplet, maka kestabilan krim ekstrak tomat semakin baik. Hal tersebut disebabkan karena ukuran droplet yang kecil dapat meningkatkan viskositas, karena droplet-droplet tersebut menjebak medium kedalamnya, akibatnya tahanan untuk mengalir semakin besar, sehingga droplet yang ada dalam sistem menjadi immobile. Dengan sistem yang

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 immobile, maka droplet-droplet akan sukar bergerak, sehingga kecenderungan untuk mendekat dan bergabung semakin kecil, diimbangi dengan kapasitas kerja emulsifying agent yang baik pada lapisan antarmuka fase minyak dengan fase air, dimana emulsifying agent membentuk stuktur kaku yang berfungsi sebagai barrier yang mencegah droplet untuk bergabung (Nielloud dan Mestres, 2000). Ukuran droplet dari krim konvensional adalah pada range 10-100 µm (Gupta dan Garg, 2002). Tabel X. Ukuran droplet krim ekstrak tomat setelah penyimpanan 48 jam Replikasi 1 2 3 x̅ ± SD F1 (µm) 28,49 28,61 28,32 28,47 ± 0,14 Formula Fa (µm) Fb (µm) 28,21 27,93 27,47 27,95 28,17 27,19 27,95 ± 0,42 27,69 ± 0,43 Fab (µm) 24,77 24,54 26,25 25,19 ± 0,93 Dari tabel X dapat dilihat ukuran droplet dari masing-masing formula. Formula 1, formula a, formula b, dan formula ab memenuhi persyaratan ukuran droplet krim yang diharapkan yaitu berada pada range 10-100 µm. Tabel XI. Ukuran droplet krim ekstrak tomat setelah penyimpanan 28 hari Replikasi 1 2 3 x̅ ± SD F1 (µm) 30,08 31,19 30,42 30,56 ± 0,57 Formula Fa (µm) Fb (µm) 29,60 28,79 29,13 29,23 28,85 28,96 29,19 ± 0,77 28,99 ± 0,22 Fab (µm) 25,95 26,08 28,93 26,99 ± 1,68 Pada pengujian ukuran droplet dilakukan pengamatan pada minggu ke 0 (48 jam), minggu ke 1 (7 hari), minggu ke 2 (14 hari), minggu ke 3 (21 hari) dan minggu ke 4 ( 28 hari) setelah pembuatan krim ekstrak tomat.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Seperti pada pengujian viskositas, pengujian ukuran droplet tidak dilakukan segera setelah krim ekstrak tomat selesai dibuat. Hal tersebut dikarenakan 48 jam diasumsikan bahwa krim ekstak tomat telah membentuk sistem yang stabil dan pengaruh dari proses pembuatan telah hilang. Dari data – data yang didapat dari pengujian ukuran droplet setiap minggunya, dapat dilihat perubahan ukuran droplet yang terjadi pada gambar 15. Pada gambar 15, dapat dilihat bahwa terjadi perubahan ukuran droplet dari minggu 0 ( 48 jam ) hingga minggu ke 4 ( 28 hari ). Dari gambar tersebut dapat dinyatakan bahwa lama penyimpanan krim mempengaruhi pertumbuhan ukuran droplet. Pada tabel XII dapat diketahui bahwa semua formula memenuhi syarat perubahan ukuran droplet yang diinginkan karena nilai perubahan kurang dari 10%, sehingga dapat dikatakan bahwa keempat formula memiliki stabilitas yang baik untuk respon ukuran droplet. Grafik Perubahan Ukuran Droplet Ukuran Droplet (µm) 40 30 F1 Fa 20 Fb Fab 10 0 0 1 2 3 4 Gambar 15. Grafik ukuran droplet krim tiap minggu

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Tabel XII. Persentase perubahan ukuran droplet ( x ̅ ± SD) krim ekstrak tomat Formula Ukuran droplet 48 Ukuran droplet Pergeseran ukuran droplet (%) jam (µm) 28 hari (µm) 28,47 30,56 7,34 ± 1,73 1 27,95 29,19 4,47 ± 1,86 a 27,69 28,99 4,62 ± 1,76 b 25,19 26,99 7,03 ± 2,80 ab E. Pengaruh Penambahan Texapon® N70 dan PEG 4000 serta Interaksinya dalam Menentukan Sifat Fisis Krim Ekstrak Tomat Pengaruh penambahan suatu bahan dalam suatu formula akan menimbulkan efek. Efek merupakan perubahan respon akibat adanya variasi level dan faktor. Efek dari Texapon® N70, PEG 4000 serta interaksinya terhadap sifat fisis dan stabilitas sediaan krim ekstrak tomat dapat diketahui dengan analisis data menggunakan software R-2.14.1 menggunakan taraf kepercayaan 95% dengan uji two way ANOVA. Aplikasi desain faktorial digunakan dalam rancangan penelitian dengan menggunakan dua faktor dan dua level yang berbeda. Dalam penelitian ini digunakan jumlah Texapon® N70 dan PEG 4000 yang berbeda agar dapat diketahui efek yang ditimbulkan dari jumlah Texapon® N70 dan PEG 4000 yang berbeda pada level yang diteliti. 1. Uji Normalitas Data Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah distribusi data yang didapat normal atau tidak. Pada penelitian ini uji normalitas data yang digunakan adalah uji Shapiro Wilk (untuk sampel kurang dari atau sama dengan 50). Data dikatakan terdistribusi normal apabila memiliki nilai p >

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 0,05 (Istyastono, 2012). Hasil dari uji normalitas data dapat dilihat pada tabel XIII. Tabel XIII. Uji normalitas data viskositas dan ukuran droplet Jenis Data Viskositas Ukuran droplet Formula F1 Fa Fb Fab F1 Fa Fb Fab Nilai p 1 1 0,7804 1 0,7966 0,09721 0,1339 0,2312 Pada tabel XIII dapat dikatakan bahwa semua formula untuk respon viskositas dan ukuran droplet terdistribusi normal karena masing-masing formula memiliki nilai p > 0,05 ( lampiran 6 ). 2. Uji Kesamaan Varians Uji kesamaan varians digunakan untuk melihat kesamaan varians data pada suatu populasi (homogen atau tidak). Pada penelitian ini uji kesamaan varians yang digunakan adalah Levene’s test. Uji kesamaan varians ini yang nantinya menjadi dasar apakah data dapat diuji dengan menggunakan ANOVA. Menurut Suhartono, 2008, data tidak menunjukkan perbedaan varians apabila memiliki nilai p > 0,05. Hasil dari uji kesamaan varians dapat dilihat pada tabel XIV Tabel XIV. Uji kesamaan varians (Levene’s test) viskositas dan ukuran droplet Jenis data Viskositas Ukuran droplet Nilai p 0,582 0,7058

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Pada tabel XIV dapat dikatakan bahwa data memiliki kesamaan varians (data homogen) karena memiliki nilai p > 0,05 ( lampiran 6 ) dan dapat dilakukan uji parametrik. 3. Respon Viskositas Dari data uji kesamaan varians dan normalitas dapat dikatakan bahwa penelitian dapat dilanjutkan pada uji ANOVA. Uji ini dilakukan untuk melihat pengaruh dari kedua faktor (Texapon® N70 dan PEG 4000) serta interaksi keduanya yang mempengaruhi viskositas. Data viskositas krim ekstrak tomat yang diukur 48 jam setelah pembuatan dapat dilihat pada tabel XV. Tabel XV. Efek Texapon® N70 dan PEG 4000 serta interaksinya dalam menentukan respon viskositas Faktor Df Texapon® N70 PEG 4000 Interaksi Residual 1 Sum of Squares 2133,33 Mean Square 2133,33 1 1 8 208,33 1633,33 616,67 208,33 1633,33 77,08 Efek F p Value 48,889 27,6757 0,0007638 15,694 -7,778 2,7027 21,1892 0,1388004 0,0017482 Dari tabel XV dapat diketahui bahwa Texapon® N70 dan interaksinya secara signifikan mempengaruhi respon viskositas dari krim ekstrak tomat karena memiliki nilai p < 0,05. Sedangkan PEG 4000 tidak signifikan mempengaruhi respon viskositas dari krim ekstrak tomat karena memiliki nilai p > 0,05. Dari lampiran 7, dapat diketahui bahwa faktor yang memberikan efek terbesar terhadap respon viskositas krim ekstrak tomat adalah Texapon® N70 karena memiliki nilai efek yang paling besar yaitu 48,889, serta memiliki nilai p yang paling kecil. Semakin kecil nilai p maka

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 dapat dikatakan bahwa semakin signifikan suatu faktor mempengaruhi suatu respon. Model persamaan untuk respon viskositas memiliki nilai p < 0,05 sehingga dapat dikatakan persamaan signifikan dan dapat digunakan untuk menentukan pengaruh dari masing-masing faktor terhadap respon viskositas. Dari data yang diperoleh dari respon viskositas dapat dibuat persamaan desain faktorial yaitu : y = 48,889(±7,556)A + 15,694(±3,217)B – 7,778(±1,690)AB + 25,278(±14,387) Dari persamaan tersebut didapat nilai p yaitu 0,0007563. Dimana A merupakan faktor Texapon® N70, B merupakan faktor PEG 4000 dan AB merupakan interaksi dari Texapon® N70 dan PEG 4000. Pada gambar 16 dapat dilihat pengaruh penambahan Texapon® N70 dan PEG 4000 terhadap respon viskositas krim ekstrak tomat. Pengaruh Penambahan Texapon®N70 terhadap Viskositas Viskositas (d.Pa.s) 300 250 200 150 Level tinggi PEG 4000 100 Level rendah PEG 4000 50 0 1 2.5 Jumlah Texapon®N70 (g) Gambar 16. Grafik hubungan antara Texapon® N70 terhadap respon viskositas setelah 48 jam pembuatan

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Pada gambar 16 dapat diketahui terjadi peningkatan respon viskositas krim ekstrak tomat dengan adanya penambahan Texapon® N70 pada level rendah maupun level tinggi. Viskositas (d.Pa.s) Pengaruh Penambahan PEG 4000 terhadap Viskositas 300 250 200 150 100 50 0 Level tinggi Texapon®N70 Level rendah Texapon®N70 2 6 Jumlah PEG 4000 (g) Gambar 17. Grafik hubungan antara PEG 4000 terhadap respon viskositas setelah 48 jam pembuatan Pada gambar 17 dapat diketahui terjadi peningkatan respon viskositas krim ekstrak tomat dengan adanya penambahan PEG 4000 pada level rendah maupun level tinggi. Dari gambar 16 dan gambar 17 yang menunjukkan hubungan dua faktor terhadap viskositas dapat disimpulkan bahwa Texapon® N70 dan PEG 4000 mempengaruhi respon viskositas. 4. Respon Ukuran droplet Dari data uji kesamaan varians dan normalitas dapat dikatakan bahwa penelitian dapat dilanjutkan pada uji ANOVA. Uji ini dilakukan untuk melihat pengaruh dari kedua faktor (Texapon® N70 dan PEG 4000) serta interaksi keduanya yang mempengaruhi ukuran droplet. Data ukuran droplet

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 krim ekstrak tomat yang diukur 48 jam setelah pembuatan dapat dilihat pada tabel XVI. Tabel XVI. Efek Texapon® N70 dan PEG 4000 serta interaksinya dalam menentukan respon ukuran droplet Faktor Df Texapon® N70 PEG 4000 Interaksi Residual 1 1 1 8 Sum of Squares 6,9798 9,2927 3,0160 2,5314 Mean Square 6,9798 9,2917 3,0160 0,3164 Efek F p Value 0,3200 0,1449 -0,3342 22,0587 29,3681 9,5315 0,0015481 0,0006314 0,0149502 Dari tabel XVI dapat diketahui bahwa Texapon® N70, PEG 4000 maupun interaksinya secara signifikan mempengaruhi respon ukuran droplet dari krim ekstrak tomat karena memiliki nilai p < 0,05. Dari lampiran 7, dapat diketahui bahwa faktor yang memberikan efek terbesar terhadap respon ukuran droplet krim ekstrak tomat adalah interaksi dari kedua faktor karena memiliki nilai efek yang paling besar yaitu 0,3342. Dari segi p-value yang paling signifikan mempengaruhi respon ukuran droplet adalah PEG 4000 karena memiliki nilai p paling kecil. Semakin kecil nilai p maka dapat dikatakan bahwa semakin signifikan suatu faktor mempengaruhi suatu respon. Model persamaan untuk respon ukuran droplet memiliki nilai p < 0,05 sehingga dapat dikatakan persamaan signifikan dan dapat digunakan untuk menentukan pengaruh dari masing-masing faktor terhadap respon ukuran droplet. Dari data yang diperoleh dari respon ukuran droplet dapat dibuat persamaan desain faktorial yaitu :

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 y=0,3200(±0,4841)A + 0,1449(±0,2061)B – 0,3342(±0,1083)AB + 28,5314(±0,9218) Dari persamaan tersebut didapat nilai p yaitu 0,0004246. Dimana A merupakan faktor Texapon® N70, B merupakan faktor PEG 4000 dan AB merupakan interaksi dari Texapon® N70 dan PEG 4000. Pada gambar 18 dapat dilihat pengaruh penambahan Texapon® N70 dan PEG 4000 terhadap respon viskositas krim ekstrak tomat. Ukuran droplet (µm) Pengaruh Penambahan Texapon®N70 Terhadap Ukuran Droplet 70 60 50 40 30 20 10 0 Level tinggi PEG 4000 Level rendah PEG 4000 1 2.5 Jumlah Texapon®N70 (g) Gambar 18. Grafik hubungan antara Texapon® N70 terhadap respon ukuran droplet setelah 48 jam pembuatan Pada gambar 18 dapat diketahui terjadi peningkatan respon ukuran droplet krim ekstrak tomat dengan adanya penambahan Texapon® N70 pada level rendah maupun level tinggi. Pada gambar 19 dapat diketahui terjadi peningkatan respon ukuran droplet krim ekstrak tomat dengan adanya penambahan PEG 4000 pada level rendah maupun level tinggi. Dari gambar 18 dan gambar 19 yang menunjukkan hubungan dua faktor terhadap

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 viskositas dapat disimpulkan bahwa Texapon® N70 dan PEG 4000 mempengaruhi respon ukuran droplet. Ukuran droplet (µm) Pengaruh Penambahan PEG 4000 Terhadap Ukuran Droplet 70 60 50 40 30 20 10 0 Level tinggi Texapon®N70 Level rendah Texapon®N70 2 6 Jumlah PEG 4000 (g) Gambar 19. Grafik hubungan antara PEG 4000 terhadap respon viskositas setelah 48 jam pembuatan F. Stabilitas Krim Ekstrak Tomat Stabilitas fisis merupakan hal yang penting dalam penentuan aseptabilitas dari krim ekstrak tomat. Selain itu, stabilitas krim juga menjadi pertimbangan karena berhubungan dengan konsistensi dari sediaan dan dosis yang terkandung dalam sediaan. Stabilitas fisis dapat menunjukkan kemampuan suatu krim menjaga sifat. Stabilitas suatu sediaan krim dapat dilihat dari nilai pergeseran viskositas serta perubahan ukuran droplet. Semakin besar nilai pergeseran viskositas dan perubahaan ukuran droplet, maka dapat dikatakan sediaan krim semakin tidak stabil. Pergeseran viskositas dan perubahan ukuran droplet didapatkan dengan cara membandingkan viskositas sediaan krim setelah 28 hari penyimpanan

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 dan 48 jam setelah penyimpanan. Persen pergeseran viskositas dan perubahan ukuran droplet dapat dilihat pada tabel IX dan tabel XII. Dari data pergeseran viskositas dan perubahan ukuran droplet dapat dilakukan uji normalitas pergeseran viskositas dan perubahan ukuran droplet untuk mengetahui apakah data keduanya terdistribusi normal atau tidak. Tabel XVII. Uji normalitas data pergeseran viskositas dan perubahan ukuran droplet Jenis data Pergeseran viskositas Formula 1 a b ab 1 a b ab Perubahan ukuran droplet Nilai p 0,9201 0,5984 0,7356 0,508 0,694 0,969 0,8311 0,2642 Dari data pada tabel XVII dapat diketahui bahwa data pergeseran viskositas dan perubahan ukuran droplet untuk masing-masing formula terdistribusi secara normal karena memiliki nilai p > 0,05. Kemudian dilakukan uji kesamaan varians untuk mengetahui data pergeseran viskositas dan perubahan ukuran droplet homogen atau tidak. Tabel XVIII. Uji kesamaan varians pergeseran viskositas dan perubahan ukuran droplet Jenis data Pergeseran viskositas Perubahan ukuran droplet Nilai p 0,9165 0,9227 Dari data pada tabel XVIII dapat diketahui bahwa data pergeseran viskositas dan perubahan ukuran droplet homogen dan tidak terjadi pergeseran

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 viskositas dan perubahan ukuran droplet yang signifikan karena memiliki nilai p > 0,05. Optimasi Komposisi Texapon® N70 dan PEG 4000 G. Optimasi komposisi dilakukan dengan menentukan perbandingan antara Texapon® N70 dan PEG 4000 dengan sifat fisis dan stabilitas krim ekstrak tomat yang diinginkan. Optimasi yang dilakukan untuk sifat fisis adalah viskositas dan ukuran droplet, sedangkan optimasi yang dilakukan untuk menentukan stabilitas krim ekstrak tomat adalah pergeseran viskositas dan perubahan ukuran droplet setelah penyimpanan 28 hari. Setelah mendapatkan hasil pengukuran sifat fisis dan stabilitas fisis krim ekstrak tomat dapat dibuat suatu contour plot berdasarkan perhitungan persamaan desain faktorial. 1. Viskositas Persamaan desain faktorial yang diperoleh untuk respon viskositas adalah y = 48,889(±7,556)A + 15,694(±3,217)B – 7,778(±1,690)AB + 25,278(±14,387). Dari persamaan desain faktorial yang didapat kemudian dibuat contour plot (gambar 20). Pada contour plot viskositas krim ekstrak tomat pada gambar 20 dapat ditentukan area optimum krim ekstrak tomat untuk mendapatkan viskositas yang diharapkan, terbatas pada level faktor yang diteliti. Menurut Kusumowardani (2010), viskositas yang baik dan dapat diterima di pasaran berada pada range 120-170 d.Pa.s.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Gambar 20. Contour plot viskositas krim ekstrak tomat Viskositas krim ekstrak tomat yang terlalu kecil dapat berpengaruh pada kestabilan krim ekstrak tomat dimana droplet-droplet akan lebih mudah untuk bergerak dan memiliki kecenderungan bergabung satu sama lain. Sedangkan apabila viskositas krim ekstrak tomat yang terlalu tinggi maka krim memiliki kecenderungan susah untuk mengalir, sehingga susah untuk diaplikasikan pada kulit. 2. Ukuran droplet Persamaan desain faktorial yang diperoleh untuk respon ukuran droplet adalah y=0,3200(±0,4841)A + 0,1449(±0,2061)B – 0,3342(±0,1083)AB + 28,5314(±0,9218). Dari persamaan desain faktorial yang didapat kemudian dibuat contour plot (gambar 21).

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Gambar 21. Contour plot ukuran droplet krim ekstrak tomat Pada contour plot ukuran droplet krim ekstrak tomat pada gambar 21 dapat ditentukan area optimum krim ekstrak tomat untuk mendapatkan ukuran droplet yang diharapkan, terbatas pada level faktor yang diteliti. Ukuran droplet yang diharapkan dalam penelitian ini adalah kurang dari 30 µm. Ukuran droplet dapat berpengaruh pada stabilitas krim ekstrak tomat. Ukuran droplet yang terlalu besar dapat mengakibatkan viksositas menurun. Semakin kecil ukuran droplet maka stabilitas krim ekstrak tomat dapat meningkat. 3. Superimposed Contour Plot Dari dari grafik hubungan antara kedua faktor (PEG 4000 dan Texapon® N70) didapat area optimum pada superimposed contour plot. Grafik superimposed contour plot dapat dilihat pada gambar 22.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Gambar 22. Superimposed contour plot krim ekstrak tomat Pada gambar 22 dapat dilihat bahwa area optimum ditunjukkan dengan arsiran pink pada grafik. Dimana area optimum berada dalam range viskositas 120-170 d.Pa.s. dan area optimum untuk ukuran droplet kurang dari 30 µm. H. Validasi Penelitian ini dilakukan validasi untuk mengetahui apakah metode yang digunakan dapat dipercaya atau tidak. Validasi dilakukan dengan mengambil satu titik pada area optimum kemudian diukur viskositas dari krim tersebut dan dibandingkan dengan viskositas teoritis krim. Pada penelitian ini digunakan PEG 4000 sebanyak 4,5 gram dan Texapon® N70 sebanyak 1,5 gram. Jumlah PEG dan Texapon® N70 yang digunakan berada dalam area optimum (arsiran pink) pada gambar 23 ditunjukkan dengan tanda X.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Gambar 23. Titik validasi pada area optimum Batas range yang diperbolehkan didapat dari Y ± 1,96 residual standard error. Nilai residual standard error didapat dari analisis menggunakan software R-2.14.1. Tabel XIX. Data validasi respon viskositas Formula X Range viskositas (d.Pa.s) 99,52 – 133,94 Viskositas (d.Pa.s) 103,33 Keterangan Masuk range Tabel XX. Data validasi respon ukuran droplet Formula X Range ukuran droplet (µm) 26,30 – 28,49 Ukuran droplet (µm) 26,23 Keterangan Tidak masuk range Pada tabel XIX dapat dilihat bahwa data untuk respon viskositas masuk pada range area optimum. Sedangkan pada tabel XX dapat dilihat respon ukuran droplet tidak masuk rentang area optimum. Jadi dapat dikatakan bahwa area opimum yang diperoleh tidak dapat digunakan karena salah satu respon tidak

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 masuk pada range area optimum. Persamaan yang dihasilkan dalam penelitian dapat dikatakan tidak valid karena berada di luar area optimum sehingga formula tidak dapat digunakan untuk pembuatan sediaan krim ekstrak etil asetat buah tomat. I. Uji Iritasi dengan Menggunakan Metode HET-CAM Uji iritasi primer ini dilakukan dalam penelitian untuk memastikan keamanan formula krim ekstrak tomat yang dipengaruhi oleh komposisi Texapon® N70 dan PEG 4000. Uji iritasi ini dilakukan dengan menggunakan metode HET CAM. Hen’s Egg Test Chorioallantoic Membrane (HET-CAM) merupakan metode in vivo menggunakan telur fertil untuk mengetahui apakah krim ekstrak tomat dapat mengiritasi kulit atau tidak. Telur fertil diinkubasi selama 10 hari akan membentuk CAM. CAM terdapat pada lapisan mesodermis telur yang terdiri dari pembuluh darah. Iritasi ditunjukkan dengan adanya permeabilitas dan perubahan vaskuler pembuluh darah setelah pemberian sediaan. Prinsip dari metode ini adalah terjadi pendarahan (hemorrhage), lisis (lysis), dan koagulasi (coagulation) pada Chorioallantoic Membrane akibat adanya paparan sediaan selama 5 menit. Dalam penelitian ini digunakan kontrol positif yaitu NaOH 0,1N dan kontrol negatif yaitu NaCl 0,9%. Tujuan dari penggunaan kontrol adalah sebagai pembanding antara formula dan kontrol sehingga dapat diketahui apakah sediaan mengiritasi CAM atau tidak.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Data hasil pengujian krim ekstrak tomat dengan menggunakan metode HET-CAM terdapat pada tabel XXI. Dari data hasil pada tabel XXI dapat dikatakan bahwa sediaan krim ekstrak tomat yang dibuat tidak menimbulkan efek iritasi terlihat pada nilai dari Irritation Indeks. Sedangkan untuk kontrol positif menggunakan NaOH 0,1N sangat mengiritasi berdasarkan nilai Irritation Indeks, terjadinya hemorrhage serta lysis. Dalam pengamatan tidak ditemukan terjadinya coagulation. Secara teoritis NaOH 0,1N memiliki sifat basa yang tidak sama dengan pH kulit dan dapat mengakibatkan timbulnya iritasi. Sedangkan untuk keempat formula krim ekstrak tomat tidak menimbulkan iritasi. Sehingga dapat dikatakan krim ekstrak tomat yang dibuat tidak mengiritasi. Tabel XXI. Indeks iritasi primer krim ekstrak tomat dengan metode HETCAM Perlakuan Irritation Indeks Keterangan Kontrol (-) 0±0 Tidak mengiritasi Kontrol (+) 9,104 ± 0,589 Sangat mengiritasi F1 0±0 Tidak mengiritasi Fa 0±0 Tidak mengiritasi Fb 0±0 Tidak mengiritasi Fab 0±0 Tidak mengiritasi Keuntungan menggunakan metode HET-CAM dibandingkan metode lain (draize) pada uji iritasi primer adalah metode ini relatif lebih murah dan mudah dalam pengerjaannya serta dapat meminimalisir penggunaan hewan uji (hubungannya dengan ethical clearance). Sedangkan kelemahan dari metode HET-CAM adalah relatif sulit untuk pengamatan efek iritasi yang terjadi seperti hemorrage, lysis, serta coagulation.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN A. Kesimpulan 1. Texapon® N70 sebagai surfaktan merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi respon viskositas dan interaksi Texapon® N70 dan PEG 4000 merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi respon ukuran droplet krim ekstrak etil asetat buah tomat. 2. Area optimum tidak dapat ditemukan pada area komposisi optimum dari krim ekstrak tomat. B. Saran 1. Perlu dilakukan uji aktifitas antioksidan secara kuantitatif dari sediaan krim ekstrak etil asetat buah tomat. 2. Perlu dilakukan modifikasi metode ekstraksi yang lebih baik sehingga rendemen ekstrak yang didapat lebih banyak. 3. Perlu dilakukan uji iritasi primer pada krim yang lebih lengkap sehingga dapat menjamin keamanan dari sediaan krim ekstrak etil asetat buah tomat. 4. Perlu diperhatikan kondisi tempat pembuatan, alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan krim ekstrak etil asetat buah tomat yang digunakan agar didapat area komposisi optimum dari krim ekstrak etil asetat buah tomat. 64

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 DAFTAR PUSTAKA Allen, L.V., 1999, Compounding Creams and Lotions, International Journal of Pharmaceutical Compounding, 3, 111-115. Allen, L.V., 2002, The Art, Science, and Technology of Pharmaceutical Compounding, Second Edition, American Pharmaceutical Association, Washington, D.C, pp. 291-296. Amstrong, N. A., dan James, K. C., 1996, Pharmaceutical Experimental Desaign and Interpretation : Factorial Design of Experiment, Taylor and Francis, USA, pp. 131, 165. Anonim, 1971, Formularium Medicamentorum Selectum, Cetakan IV, Ikatan Sarjana Farmasi, Surabaya. Anonim, 2000, Texapon, http://www.trade-chem.com/products/MSDS/SLES.pdf, diakses pada tanggal 19 November 2013. Anonim, 2005, Kosmetika Nabati, Pustaka Populer Obor, Jakarta 141-143. Anief, M., 1997, Ilmu Meracik Obat, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, pp. 7. Anief, M.,, 2000, Ilmu Meracik Obat, Teori dan Praktik, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, pp.148; 168 – 169. Aulton, M. E., 2002, Pharmaceutics : The Science of Dosage Form Design, 2ndEd., ELBS with Churchill Livingstone, New York. Backer, C.A, Bakhuizen van den Brink, 1963, Flora of Java, Vol. II, WolterNoordhoff, NVP., Groningen, pp. 477-478. Banker, G. S. dan C. T. Rhodes, 1990, Modern Pharmaceutics, 2ndEd., Marcell Dekker Inc., New York, pp. 264, 302. Bolton, S., 1997, Pharmaceutical Statistic Practial and Clinical Application, 3rdEd, Marcel Dekker, Inc., New York, pp. 308-337; 532-574. Brannon, H., 2007, Skin Anatomy, http://dermatology.about.com/skinanatomy, diakses tanggal 28 Februari 2013.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Budiman, M. H., 2008, Uji Stabilitas Fisis dan Antioksidan Sediaan Krim yang Mengandung Ekstrak Kering Tomat (Solanum lycopersicum L.), Skripsi, Universitas Indonesia, Jakarta. Cazedey, E.C.L., Carvalho, F.C., Fiorentino, F.A.M., Gremião, M.P.D., Salgado, ® H.R.N, 2009, Corrositex , BCOP and HET-CAM as alternative methods to animal experimentation, Brazilian Journal of Pharmaceutical Sciences, Vol. 45, No.4, pp. 759-766. D’Arcy, P.F., dan Howard, E.M., 1966, A New Antiinflamatory Test, Utilizing The Chorio-allantoic Membrane of The Chick Embryo, Br J Pharmacol Chemother, pp. 29, 378-387. Dalimartha S., dan Soedibyo M., 1999, Awet Muda dengan Tumbuhan Obat dan Diet Suplemen, Trubus Agri Widya, Jakarta, pp. 10, 49-50. Depkes RI, 1979, Farmakope Indonesia, Edisi 3, Departemen Kesehatan RI, Jakarta, p. 506. Depkes RI, 1986, Sediaan Galenik, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, pp. 5-26. Depkes RI, 1995, Farmakope Indonesia, Edisi 3, Departemen Kesehatan RI, Jakarta, p. 6. Deshmukh G.R., et al., 2012, Evaluation of Eye Irritation Potential of Aqueous Leaf Extract of Achyranthes aspera by In Vitro and In Vivo Method, International Scholarly Research Network, p. 2. Dukes G.R., 1990, General Considerations for Stability Testing of Topical Pharmaceutical Formulations in Topical Drug Delivery Formulations diedit oleh Osborne dan Amann, Marcell Dekker, Inc., New York, p. 197. Dwiastuti, R., 2009, Optimasi Proses Pembuatan Krim Sunscreen Ekstrak Kering Polifenol Teh Hijau (Camellia sinensis L.) dengan Metode Desain Faktorial, Skripsi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Elya, B., Dewi, R., Budiman, M.H., 2013, Antioxidant Cream of Solanum lycopersicum L., International Journal of PharmTech Research, Vol. 5, No. 1, USA, pp. 233-238. Garg, A., Aggarwal, D., Garg, S., & Singla, A., 2002, Spreading of Semisolid Formulation: An Update, Pharmaceutical Technology, September 2002, 84-102, www. pharmtech.com, diakses tanggal 3 Maret 2013.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Genaro, R.A., 1990, Rhemingtons Pharmaceutical Science, 18th edition, Mack Printing Company, USA, p. 267. Gupta, P., dan Garg, S., 2002, Recent Advances in Semisolid Dosage Forms for Dermatological Application, Pharmaceutical Technology, pp. 144-162. Hariyadi, D.M., Purwanti, T., dan Soeratri, W., 2005, Korelasi Kadar Propilenglikol dalam dan Pelepasan Dietilammonium Diklofenak dari Gel Carbopol 940, Majalah Farmasi Airlangga, 5 (1), 1-6. Heather A.E., dan Adam C.W., 2012, Transdermal and Topical Drug Delivery : Principles and Practice, A John Wiley & Sons, Inc., New Jersey, pp. 265, 281. Istyastono E.P., 2012, Mengenal Peranti Lunak R-2.14.0 for Windows : Aplikasi Statistika Gratis dan Open Source, Penerbit Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, p. 21. Jatmika, A., 1998, Aplikasi Enzim Lipase Dalam Pengolahan Minyak Sawit dan Minyak Inti Sawit Untuk Produk Pangan, Warta PPKS, 6(1):31-37. Kurniawan D. W., dan Sulaiman T. N., 2009, Teknologi Sediaan Farmasi, Graha Ilmu, Yogyakarta, pp. 97-99. Kusumowardani, R. R. 2010, Optimasi Komposisi Emulsifying Agent Terhadap Virgin Coconut Oil Cream : Aplikasi Desain Faktorial, Skripsi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Lachman, Lieberman L., Herbert, A., dan Joseph B.S., 1989, Pharmaceutical Dosage Form, Marcel Dekker Inc, New York, pp. 107; 120. Martin, A., Swarbrick, J., & Cammarata, A., 1993, Physical Pharmacy: Physical Chemical Principles in The Pharmaceutical Sciences, Lea & Febiger, Philadephia, pp. 522-537, 1077-1119. Molyneux, P. 2004. The Use Of The Stable Free Radical Diphenylpicrylhydrazyl (DPPH) For Estimating Antioxidant Activity, J. Sci. Technol. 26(2) : 211 219. Narendran, H., Koorapati, S., Mamidibathula, L., 2013, Formulation and Evaluation of Aceclofenac Lycopene Transemulgel, World Jurnal of Pharmaceutical Research, pp. 1036-1045. Nielloud, F., dan Mestres, G.M., 2000, Pharmaceutical Emulsions and Suspensions, Marcel Dekker Inc., New York, pp. 80-89.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Osborne, D. W., dan Amann, A. H., 1990, Topical Drug Delivery Formulations, Marcell Dekker, New York, pp. 383-384. Paramita, A., 2008, Optimasi Formula Span 80 dan Tween 80 Dalam Cold Cream Obat Luka Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis.) dengan metode Simplex Lattice Design, Skripsi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Rowe, C.R., Sheskey, P.J., dan Owen, S.C., 2006, Handbook of Pharmaceutical Excipients, 5thEdition, Pharmaceutical Press, USA, pp.155, 301, 624, 626. Rowe, C.R., Sheskey, P.J., dan Owen, S.C., 2009, Handbook of Pharmaceutical Excipients, 6thEdition, Pharmaceutical Press, USA, pp.441-442, 517, 697, 754. Rudianto, A., 2010, Uji Daya Inflamasi Ekstrak Herba Pegagan (Centellae asiaticae Herba) Menggunakan Metode Hen’s Egg Test-Chorioallantoic Membrane (HET-CAM), Skripsi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Suhartono, 2008., Analisis Data Statistik dengan R, Jurusan Statistika ITS, Surabaya, p.115. Taylor, R. dan Clive, 2005, Patologi Anatomi, 2ndEd., Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta, pp 798 – 799. USP, 1995, The United State Pharmacopeia: The National Formulary, USPC Inc., United State of America, pp. 12250. Voigt, R., 1994, Buku Pelajaran Teknologi Farmasi, diterjemahkan oleh Soewandhi, S. N. dan Widianto, M. B., Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, pp.11-15; 141-145, 564. Watson, R., 2002, Anatomi dan Fisiologi Untuk Perawat, Edisi 10, Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta, p. 397. WHfoods, 2007, http://www.WHfoods.org , diakses pada 11 Januari 2014. Wiranata, Y., 2011, Optimasi Proses Pembuatan Hand Krim dengan Kajian Kecepatan Putar Mixer, Waktu dan Suhu Pencampuran dengan Metode Desain Faktorial, Skripsi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Young, A., 1972, Practical Cosmetic Sciensce, Mills & Boon Limited, London,pp. 17-21, 53-55, 102.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 69

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Lampiran 1. Surat pengesahan determinasi

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Lampiran 2. Data hasil orientasi Texapon® N70 dan PEG 4000 1. Orientasi Texapon® N70 1.1.Viskositas Viskositas (d.Pa.s) Pengaruh Texapon N70 terhadap Viskositas Krim 140 120 100 80 60 40 20 0 y = 33x + 48.5 R² = 0.9945 0 1 2 3 Jumlah Texapon (g) 1.2. Ukuran droplet Ukuran droplet (μm) Pengaruh Texapon N70 terhadap Ukuran Droplet Krim 30 25 20 y = -5.9376x + 33.563 R² = 0.9927 15 10 5 0 0 1 2 Jumlah Texapon (g) 3

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 2. Orientasi PEG 4000 2.1. Viskositas Pengaruh PEG 4000 terhadap Viskositas Krim Viskositas (d.Pa.S) 120 y = 7.5x + 60 R² = 1 100 80 60 40 20 0 0 2 4 6 8 10 12 Jumlah PEG 4000 (g) 2.2. Ukuran droplet Pengaruh PEG 4000 terhadap Ukuran Droplet Krim Ukuran droplet (μm) 35 33 31 29 y = -0.9861x + 32.886 R² = 1 27 25 0 2 4 6 Jumlah PEG 4000 (g) 8 10 12

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Lampiran 3. Uji pH krim ekstrak etil asetat tomat Formula F1 Fa Fb Fab pH 6 6 6 6 Lampiran 4. Data uji sifat fisik dan stabilitas krim ekstrak etil setat tomat a. Viskositas Replikasi 1 2 3 Rata-Rata SD F1 (d.Pa.s) 80 100 90 90 10 Viskositas Fa (d.Pa.s) Fb (d.Pa.s) 135 110 140 120 145 135 140 121.6666667 5 12.58305739 Fab (d.Pa.s) 120 130 125 125 5 Ukuran Droplet Formula a Formula b (μm) (μm) 28.213157 27.946492 27.466495 28.0104916 28.1704906 27.1891634 27.95004753 27.71538233 0.419311811 0.456841068 Formula ab (μm) 24.7678452 24.5438466 26.2505026 25.18739813 0.927462761 b. Ukuran dropet Replikasi 1 2 3 Rata-Rata SD Formula 1 (μm) 28.4904886 28.6078212 28.319823 28.47271093 0.144819801 c. Pergeseran Viskositas ( % ) Rumus % pergeseran viskositas : 𝑣𝑖𝑠𝑘𝑜𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 28 ℎ𝑎𝑟𝑖 − 𝑣𝑖𝑠𝑘𝑜𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 48 𝑗𝑎𝑚 𝑥100% 𝑣𝑖𝑠𝑘𝑜𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 48 𝑗𝑎𝑚

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 1) Formula 1 Replikasi 1 2 3 Viskositas 28 hari 70 80 95 % pergeseran viskositas 12,500 20,00 5,556 12,685 ± 7,224 28 hari 110 100 120 % pergeseran viskositas 18,519 28,571 17,241 21,444 ± 6,206 Viskositas 48 jam 28 hari 110 90 120 105 135 100 Rata-rata ± SD % pergeseran viskositas 18,182 12,500 25,926 18,869 ± 6,739 Viskositas 48 jam 28 hari 120 100 130 110 125 95 Rata-rata ± SD % pergeseran viskositas 16,667 15,385 24,000 18,684 ± 4,648 48 jam 80 100 90 Rata-rata ± SD 2) Formula a Replikasi 1 2 3 Viskositas 48 jam 135 140 145 Rata-rata ± SD 3) Formula b Replikasi 1 2 3 4) Formula ab Replikasi 1 2 3

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 d. Perubahan ukuran droplet ( % ) 1) Formula 1 Replikasi 1 2 3 Ukuran droplet 48 jam 28 hari 28,491 30,079 28,608 31,189 28,319 30,421 Rata-rata ± SD % perubahan ukuran droplet 5,574 9,022 7,423 7,339 ±1,726 Ukuran droplet 48 jam 28 hari 28,213 29,599 27,466 29,130 28,170 28,853 Rata-rata ± SD % perubahan ukuran droplet 4,913 6,058 2,425 4,465 ± 1858 Ukuran droplet 48 jam 28 hari 27,946 28,789 28,010 29,266 27,189 28,959 Rata-rata ± SD % perubahan ukuran droplet 3,017 4,341 6,509 4,623 ± 1,764 Ukuran droplet 48 jam 28 hari 24,768 25,952 24,544 26,079 26,250 28,928 Rata-rata ± SD % perubahan ukuran droplet 4,780 6,254 10,202 7,079 ± 2,803 2) Formula a Replikasi 1 2 3 3) Formula b Replikasi 1 2 3 4) Formula ab Replikasi 1 2 3

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Lampiran 5. Hasil analisis menggunakan software R-2.14.1 a. Uji normalitas data 1) Viskositas Keterangan : F1, Fa, Fb, Fab memiliki p-value > 0,05  data normal

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 2) Ukuran droplet Keterangan : F1, Fa, Fb, Fab memiliki p-value > 0,05  data normal

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 3) Pergeseran viskositas Keterangan : F1, Fa, Fb, Fab memiliki p-value > 0,05  data normal

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 4) Perubahan ukuran droplet Keterangan : F1, Fa, Fb, Fab memiliki p-value > 0,05  data normal

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 b. Uji variansi data (levene’s test) 1) Respon vikositas dan ukuran droplet Keterangan : p-value > 0,05 data memiliki kesamaan varian (homogen) 2) Pergeseran viskositas dan perubahan ukuran droplet Keterangan : p-value > 0,05 data memiliki kesamaan varian (homogen) c. Uji ANOVA 1) Viskositas

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 2) Ukuran droplet Lampiran 6. Nilai efek masing-masing terhadap respon a. Viskositas Keterangan : p-value < 0,05  signifikan

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 b. Ukuran droplet Keterangan : p-value < 0,05  signifikan Lampiran 7. Validasi a. Respon viskositas Validasi Viskositas R1 R2 R3 Rata-rata ± SD 95 100 115 Daerah optimum Range bawah Range atas 99.5242 133.9418 103.3333333 ± 10,40833 Keterangan tidak masuk masuk masuk

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 b. Respon ukuran droplet Validasi R1 R2 R3 Rata-rata ± SD Daerah optimum Ukuran droplet (µm) Range bawah Range atas 25.9945042 26.302721 28.487729 25.7811722 26.9118318 26.2291694 ± 0.600748366 Keterangan tidak tidak masuk tidak Lampiran 8. Hasil uji iritasi primer dengan metode HET – CAM Rumus Irritation Score : 𝐼𝑆 = (301 − 𝐿𝑦𝑠𝑖𝑠) (301 − 𝐶𝑜𝑎𝑔𝑢𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛) (301 − 𝐻𝑒𝑚𝑜𝑟𝑟ℎ𝑎𝑔𝑒) 𝑥5 + 𝑥7 + 𝑥9 300 300 300 a. Kontrol positif 1) Replikasi 1 𝐼𝑆 = (301 − 132) (301 − 301) (301 − 20) 𝑥5 + 𝑥7 + 𝑥9 300 300 300 = 4,683 + 3,943 + 0 = 8,626 2) Replikasi 2 𝐼𝑆 = (301 − 12) (301 − 125) (301 − 301) 𝑥5 + 𝑥7 + 𝑥9 300 300 300 = 4,817 + 4,107 + 0 = 8,924

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 3) Replikasi 3 𝐼𝑆 = (301 − 5) (301 − 94) (301 − 301) 𝑥5 + 𝑥7 + 𝑥9 300 300 300 = 4,933 + 4,830 + 0 = 9,763 b. Kontrol negatif 1) Replikasi 1 𝐼𝑆 = (301 − 301) (301 − 301) (301 − 301) 𝑥5 + 𝑥7 + 𝑥9 300 300 300 =0+0+0 =0 2) Replikasi 2 𝐼𝑆 = (301 − 301) (301 − 301) 301 − 301 𝑥5 + 𝑥7 + 𝑥9 300 300 300 =0+0+0 =0 3) Replikasi 3 𝐼𝑆 = (301 − 301) (301 − 301) 301 − 301 𝑥5 + 𝑥7 + 𝑥9 300 300 300 =0+0+0 =0

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 c. Formula 1 1) Replikasi 1 𝐼𝑆 = (301 − 301) (301 − 301) 301 − 301 𝑥5 + 𝑥7 + 𝑥9 300 300 300 =0+0+0 =0 2) Replikasi 2 𝐼𝑆 = (301 − 301) (301 − 301) 301 − 301 𝑥5 + 𝑥7 + 𝑥9 300 300 300 =0+0+0 =0 3) Replikasi 3 𝐼𝑆 = (301 − 301) (301 − 301) 301 − 301 𝑥5 + 𝑥7 + 𝑥9 300 300 300 =0+0+0 =0 d. Formula a 1) Replikasi 1 𝐼𝑆 = (301 − 301) (301 − 301) 301 − 301 𝑥5 + 𝑥7 + 𝑥9 300 300 300 =0+0+0 =0

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 2) Replikasi 2 𝐼𝑆 = (301 − 301) (301 − 301) 301 − 301 𝑥5 + 𝑥7 + 𝑥9 300 300 300 =0+0+0 =0 3) Replikasi 3 𝐼𝑆 = (301 − 301) (301 − 301) 301 − 301 𝑥5 + 𝑥7 + 𝑥9 300 300 300 =0+0+0 =0 e. Formula b 1) Replikasi 1 𝐼𝑆 = (301 − 301) (301 − 301) 301 − 301 𝑥5 + 𝑥7 + 𝑥9 300 300 300 =0+0+0 =0 2) Replikasi 2 𝐼𝑆 = (301 − 301) (301 − 301) 301 − 301 𝑥5 + 𝑥7 + 𝑥9 300 300 300 =0+0+0 =0 3) Replikasi 3 𝐼𝑆 = (301 − 301) (301 − 301) 301 − 301 𝑥5 + 𝑥7 + 𝑥9 300 300 300 =0+0+0 =0

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 f. Formula ab 1) Replikasi 1 𝐼𝑆 = (301 − 301) (301 − 301) 301 − 301 𝑥5 + 𝑥7 + 𝑥9 300 300 300 =0+0+0 =0 2) Replikasi 2 𝐼𝑆 = (301 − 301) (301 − 301) 301 − 301 𝑥5 + 𝑥7 + 𝑥9 300 300 300 =0+0+0 =0 3) Replikasi 3 𝐼𝑆 = (301 − 301) (301 − 301) 301 − 301 𝑥5 + 𝑥7 + 𝑥9 300 300 300 =0+0+0 =0

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Lampiran 9. Dokumentasi Hasil ekstraksi Ekstrak kering tomat Vaccum rotari evaporator

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 Formula 1 ( 48 jam ) Formula a ( 48 jam ) Formula b ( 48 jam ) Formula ab ( 48 jam ) Formula 1 ( 28 hari ) Formula a ( 28 hari )

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Formula b ( 28 hari ) Formula ab ( 28 hari ) Formula X 1 ( Validasi ) Formula X 2 ( Validasi ) Formula X 3 ( Validasi )

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Uji pH Uji viskositas Uji daya sebar

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Kalibrasi : = 𝑠𝑘𝑎𝑙𝑎 𝑜𝑏𝑗𝑒𝑘𝑡𝑖𝑓 𝑠𝑘𝑎𝑙𝑎 𝑜𝑘𝑢𝑙𝑒𝑟 8 𝑥 0,01 mm = 15 𝑥 0,01 mm = 5,333 x 10-3 mm = 5,333 mm Uji ukuran droplet Lysis Hemorrhage HET-CAM kontrol positif (NaOH 0,1 N)

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 HET-CAM  kontrol negatif (NaCl 0,9 %) Formula 1 Formula a Formula b Formula ab

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 BIOGRAFI PENULIS Henny, penulis skripsi berjudul “Pengaruh Texapon® N70 Sebagai Surfaktan dan PEG 4000 Sebagai Basis Terhadap Sifat Fisis dan Stabilitas Krim Ekstrak Etil Asetat Buah Tomat Dengan Metode Desain Faktorial”, dilahirkan di Ketapang pada tanggal 28 Juni 1992. Lahir dari ayah bernama Lim Hua Nam dan ibu bernama Tan Tjheng Yau. Penulis merupakan anak bungsu, memiliki satu kakak lakilaki yang bernama Hendri. Penulis telah menempuh pendidikan di TK Pangudi Luhur Santa Maria Ketapang pada tahun 1996-1998, lalu melanjutkan pendidikan di Sekolah Dasar Pangudi Luhur Santo Yosef Ketapang pada tahun 1998-2004. Penulis melanjutkan pendidikan menengah di SMP Pangudi Luhur Santo Albertus Ketapang pada tahun 2004-2007 dan SMA Pangudi Luhur Santo Yohanes Ketapang pada tahun 2007-2010. Setamat dari SMA, penulis melanjutkan kuliah S1 di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada tahun 20102014. Semasa kuliah, penulis pernah menjadi pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Farmasi sebagai Sekretaris I periode 2011/2012, Herbal Garden Team sebagai Sekretaris periode 2011/2012, KMBK Dharma Virya sebagai Bendahara periode 2011/2012. Selain itu penulis juga aktif dalam beberapa kegiatan kepanitiaan, seperti Sekretaris Komisi Pemilihan Umum BEMF-DPMF Farmasi (2010), Sekretaris Paingan Festival (2010), Koordinator Seksi Acara Desa Mitra III (2011), Kesekretariatan Seminar Nasional Bong Chandra (2012), Sekretaris Continuous Proffesional Development (2012).

(116)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh SPAN 80 dan TWEEN 80 sebagai surfaktan terhadap sifat fisis dan stabilitas fisis emulsi ekstrak etanol biji kluwak dengan aplikasi desain faktorial.
2
55
145
Pengaruh texapon® n70 sebagai surfaktan dan PEG 6000 sebagai basis terhadap sifat fisis dan stabilitas krim ekstrak etil asetat tomat dengan desain faktorial.
2
36
139
Pengaruh tween 80 sebagai surfaktan dan peg 4000 sebagai basis terhadap sifat fisis dan stabilitas krim ekstrak etil asetat tomat dengan metode desain faktorial.
0
3
120
Pengaruh tween 80 sebagai surfaktan dan PEG 6000 sebagai basis terhadap sifat fisis dan stabilitas krim ekstrak etil asetat tomat dengan desain faktorial.
0
4
112
Pengaruh span 80 sebagai emulsifying agent dan carbopol 940 sebagai gelling agent terhadap sifat fisik dan stabilitas fisik krim sunscreen fraksi etil asetat daun jambu biji
0
2
98
Pengaruh texapon® n70 sebagai surfaktan dan PEG 6000 sebagai basis terhadap sifat fisis dan stabilitas krim ekstrak etil asetat tomat dengan desain faktorial
1
23
137
Pengaruh tween 80 sebagai surfaktan dan peg 4000 sebagai basis terhadap sifat fisis dan stabilitas krim ekstrak etil asetat tomat dengan metode desain faktorial
1
3
118
Pengaruh tween 80 sebagai surfaktan dan PEG 6000 sebagai basis terhadap sifat fisis dan stabilitas krim ekstrak etil asetat tomat dengan desain faktorial
8
63
110
Efek lama dan suhu pencampuran terhadap sifat fisis dan stabilitas emulsi oral A/M ekstrak etanol buah pare (Momordica charantia L.) : aplikasi desain faktorial - USD Repository
0
1
144
Efek span 80 dan tween 80 sebagai emulgator terhadap sifat fisis dan stabilitas emulsi oral A/M ekstrak etanol buah pare (Momordica charantia L.) : apikasi desain faktorial - USD Repository
0
0
150
Optimasi formula emulgel sunscreen ekstrak etil asetat isoflavon tempe dengan carbopol 940 sebagai gelling agent dan VCO sebagai fase minyak : apikasi desain faktorial - USD Repository
0
0
116
Optimasi formula gel anti ageing ekstrak etil asetat isoflavon tempe dengan carbopol sebagai gelling agent dan propilenglikol sebagai humectant : aplikasi desain faktorial - USD Repository
0
0
99
Optimasi formula krim anti ageing ekstrak etil asetat isoflavon tempe dengan cetil alcohol dan humektan gliserin : aplikasi desain faktorial - USD Repository
0
0
92
Efek lama pencampuran dan kecepatan putar propeller mixer terhadap sifat fisis dan stabilitas emulsi oral A/M ekstrak etanol buah pare (Momordica charantia L.) : aplikasi desain faktorial - USD Repository
0
0
171
Efek carbopol 940 sebagai thickening agent dan propilenglikol sebagai humectant terhadap sifat fisis dan stabilitas sediaan shampoo ekstrak kering teh hijau (Camellia sinensi L.) : aplikasi desain faktorial - USD Repository
0
0
140
Show more