PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGAPLIKASI DAN MENGANALISIS ATAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS UNTUK SISWA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN

Gratis

0
0
163
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGAPLIKASI DAN MENGANALISIS ATAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS UNTUK SISWA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN SKRIPSI Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh : Hervina Kathrin 101134061 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ilmiah sederhana ini Penulis persembahkan kepada: 1. Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW yang selalu memberikan Rahmat dan Karunia-Nya dalam kehidupan ini. 2. Untuk belahan jiwaku bidadari surgaku yang tanpamu aku bukanlah siapasiapa di dunia fana ini Ibundaku tersayang Wiwin Kristiyani. 3. Orang yang menginjeksikan segala idealisme, prinsip, edukasi dan kasih sayang yang berlimpah dengan wajah datar penuh kegelisahan ataukah perjuangan yang tak pernah ku ketahui, namun tenang dengan penuh kesabaran dan pengertian yang luar biasa Ayahandaku tercinta Budi Isworo yang telah memberikan segalanya untukku. 4. Kepada adikku Herjuna Pribadhi terimakasih atas segala dukungan yang telah diberikan selama ini dan semoga adikku tercinta dapat menggapai keberhasilan juga dikemudian hari. 5. Teman-teman yang selalu mendukungku. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO “Dia memberikan hikmah (ilmu yang berguna) kepada siapa yang dikehendakiNya. Barang siapa yang mendapat hikmah itu Sesungguhnya ia telah banyak mendapat kebajikan yang banyak. Dan tiadalah yang menerima peringatan melainkan orang-orang yang berakal”. (Q.S. Al-Baqarah: 269). “… kaki yang akan berjalan lebih jauh, tangan yang akan berbuat lebih banyak, mata yang akan menatap lebih lama, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras serta mulut yang akan selalu berdoa…” - 5cm v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGAPLIKASI DAN MENGANALISIS ATAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TIMELINE UNTUK SISWA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN Hervina Kathrin Universitas Sanata Dharma 2014 Peneliti melihat bahwa guru masih menerangkan materi pembelajaran IPS secara abstrak tanpa media pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan mengaplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) perbedaan kemampuan mengaplikasi atas penggunaan media pembelajaran timeline pada mata pelajaran IPS untuk siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan, 2) perbedaan kemampuan menganalisis atas penggunaan media pembelajaran timeline pada mata pelajaran IPS untuk siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan populasi adalah siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 60 siswa. Sampel untuk kelompok eksperimen adalah kelas VA sebanyak 30 siswa dan sampel untuk kelompok kontrol adalah kelas VB sebanyak 30 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian soal pretest dan posttest pada masing-masing kelompok, kemudian diolah dengan menggunakan program SPSS 16 for Windows melalui tiga tahap untuk masing-masing kelompok, yakni: uji homogenitas skor pretest, uji kenaikan skor pretest ke posttest pada kedua kelompok, dan uji perbandingan skor posttest. Hasil penelitian menunjukkan 1) ada perbedaan kemampuan mengaplikasi atas penggunaan media pembelajaran timeline pada mata pelajaran IPS untuk siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan 2) ada perbedaan kemampuan menganalis atas penggunaan media pembelajaran timeline pada mata pelajaran IPS untuk siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan. Hal ini ditunjukkan dengan hasil 0,000 atau < 0,05 untuk kemampuan mengaplikasi dan harga 0,000 atau < 0,05 untuk kemampuan menganalisis, sehingga H0 ditolak dan Hi diterima. Kata kunci: Media Pembelajaran Timeline, Kemampuan Mengaplikasi, Kemampuan Menganalisis. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT DIFFERENCE APPLICATIVE AND ANALYZE ABILITY USAGE OF TIMELINE MEDIA ON SOCIAL FOR 5TH GRADE IN KANISIUS SOROWAJAN ELEMENTARY SCHOOL Hervina Kathrin Sanata Dharma University 2014 The researcher saw that teachers still explain the material of social science in abstract way of teaching and without any media of learning that can improve applicative and analyze ability. This aims of this study were 1) difference applicative ability usage of timeline media on social for 5th grade in Kanisius Sorowajan Elementary School, 2) difference analyze ability usage of timeline media on social for 5th grade in Kanisius Sorowajan Elementary School. This study applied quasi experiment model with the population of all students of grade V in Kanisius Sorowajan Elementary School in 2013/2014 academic year consisting 60 students. The sample of control group was class V B amountiny 30 students and the sample of experiment group was class V A amountiny 30 students. The data collection technique used pretest and posttest performed in all groups, then analyzied by SPSS 16 for windows program conducted in 3 stages namely: test of normality, test of homogenity and differential of posttest. The result of the study shows of difference applicative and analyze ability usage of timeline media on social for 5th grade in Kanisius Sorowajan Elementary School. It is shown by the finding 0,000 or < 0,05 for applicative competence and 0,000 or < 0,05 for analitical. It can be concluded that H0 is refused and Hi is accepted. Keywords: Media Timelie, Applicative competence, Analitical competence. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji Syukur panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karna berkat limpahan Rahmat, Hidayah, serta Inayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul: Perbedaan Penggunaan Media Pembelajaran Timeline terhadap Kemampuan Mengaplikasi dan Menganalisis untuk Kelas V SD Kanisius Sorowajan, tepat pada waktunya. Peneliti menyadari bahwa tanpa adanya bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, skripsi ini tidak akan selesai tepat pada waktunya. Oleh sebab itu, pada saat ini penulis mengucapkan terimakasih kepada: 1. Rohandi Ph.D, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A, Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 3. E. Catur Rismiati, S.Pd, M.A., Ed.D, Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 4. Rusmawan, S.Pd.,M.Pd, Dosen Pembimbing I yang senantiasa memberikan bimbingan dengan penuh kesabaran. 5. Elisabeth Desiana Mayasari, S.Psi., M.A, Dosen Pembimbing II yang senantiasa memberikan bimbingan dengan penuh kesabaran. 6. Segenap Dosen PGSD S1 Universitas Sanata Dharma peneliti berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan selama ini. 7. Sekertariat PGSD yang telah membantu proses perijinan hingga skripsi ini selesai tepat pada waktunya. 8. Bapak B. Suwardi, S.Pd, Kepala Sekolah SD Kanisius Sorowajan yang telah membantu dan memberikan ijin melakukan penelitian di SD Kanisius Sorowajan. 9. Bapak Vitus Gading Sasongko, S.Pd, guru SD Kanisius Sorowajan yang telah membantu peneliti sehingga penelitian ini berjalan dengan lancar. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. Siswa kelas V A dan V B SD Kanisius Sorowajan yang telah bekerjasama dan membantu dalam penelitian ini. 11. Kedua Orang tuaku, Bapak Budi Isworo dan Ibu Wiwin Kristiyani yang tidak lelah mendukungku dalam pengerjaan skripsi ini. 12. Adikku Herjuna Pribadhi yang telah mendukung dan memberikan motivasi. 13. Nanang Bondan Wahyu Wibowo, terimakasih atas segala perhatian, kesabaran, serta motivasi untuk menyelesaikan skripsi ini. 14. Teman-teman satu kelompok payung dan PPL (Alberta Ratna, Nia Putri, Diannita Putu, Septirinda Eka, Irene Ika, dan Septi Widiyasari) yang telah banyak memberikan masukan dan bantuan serta selalu memberikan motivasi dan dukungan. Peneliti menyadari bahwa karya ilmiah ini belum sempurna sebab masih ada kekurangan dalam penulisan. Akan tetapi peneliti berharap karya ilmiah ini mempunyai manfaat bagi mahasiswa Universitas Sanata Dharma yang nantinya akan melakukan penelitian ilmiah. Peneliti xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...........................................................................................i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................................ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................iii HALAMAN PERSEMBAHAN .........................................................................iv HALAMAN MOTTO .........................................................................................v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .............................................................vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ...............................................vii ABSTRAK ..........................................................................................................viii ABSTRACT ..........................................................................................................ix KATA PENGANTAR ........................................................................................x DAFTAR ISI .......................................................................................................xii DAFTAR TABEL ...............................................................................................xii DAFTAR GAMBAR ..........................................................................................xvi DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................xvii BAB 1 PENDAHULUAN ..................................................................................1 1.1 Latar Belakang ......................................................................................1 1.2 Batasan Masalah ....................................................................................6 1.3 Rumusan Masalah ..................................................................................6 1.4 Tujuan Penelitian ...................................................................................6 1.5 Manfaat Penelitian .................................................................................7 1.6 Definisi Operasional Variabel ................................................................8 BAB 2 LANDASAN TEORI ..............................................................................10 2.1 Kajian Teori ...........................................................................................10 2.1.1 Kemampuan Berfikir ...................................................................10 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.2 Media Pembelajaran.....................................................................13 2.1.3 Media Pembelajaran Timeline .....................................................16 2.1.4 Mata Pelajaran IPS SD.................................................................17 2.1.5 Tahap Perkembangan Siswa SD ..................................................20 2.2 Penelitian yang Relevan .........................................................................22 2.3 Kerangka Berfikir ..................................................................................24 2.4 Hipotesis Penelitian ...............................................................................25 BAB 3 METODE PENELITIAN........................................................................26 3.1 Desain Penelitian ...................................................................................26 3.2 Tempat Penelitian ..................................................................................27 3.3 Waktu Penelitian ....................................................................................28 3.4 Populasi dan Sampel ..............................................................................29 3.5 Variabel Penelitian .................................................................................30 3.6 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data .............................................31 3.7 Validitas dan Reliabilitas .......................................................................34 3.8 Teknik Analisis Data ..............................................................................39 BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ......................................43 4.1 Deskripsi Data Penelitian .......................................................................43 4.1.1 Deskripsi Data ..............................................................................43 4.1.2 Deskripsi Pelaksanaan Pretest .....................................................44 4.1.3 Deskripsi Pelaksanaan Posttest ....................................................45 4.2 Deskripsi Analisis Data Penelitian .........................................................46 4.2.1 Pretest ..........................................................................................46 4.2.2 Posttest .........................................................................................48 4.3 Uji Prasyarat ...........................................................................................50 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.3.1 Uji Normalitas ..............................................................................50 4.3.2 Uji Homogenitas ..........................................................................53 4.4 Uji Hipotesis ..........................................................................................55 4.4.1 Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest .........................................55 4.4.2 Perbandingan Skor Posttest .........................................................57 4.5 Pembahasan ...........................................................................................60 BAB 5 PENUTUP ..............................................................................................64 5.1 Kesimpulan ............................................................................................64 5.2 Keterbatasan Penelitian ..........................................................................64 5.3 Saran ......................................................................................................65 DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................67 LAMPIRAN .......... .............................................................................................70 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Kegiatan Penelitian ................................................................................ 28 Tabel 2. Waktu Pengambilan Data....................................................................... 28 Tabel 3. Kisi-kisi Instrumen Penelitian ................................................................ 33 Tabel 4. Kriteria Penilaian Validitas Konstruk ..................................................... 35 Tabel 5. Hasil Validitas Media Pembelajaran Timeline ........................................ 35 Tabel 6. Validasi Perangkat Pembelajaran............................................................ 35 Tabel 7. Hasil Uji Validitas ................................................................................... 37 Tabel 8. Kriteria Koefisien Reliabilitas ................................................................ 38 Tabel 9. Hasil Reliabilitas .................................................................................... 39 Tabel 10. Deskripsi data pretest kemampuan mengaplikasi kelompok Eksperimen ............................................................................................. 46 Tabel 11. Deskripsi data pretest kemampuan menganalisis kelompok Eksperimen ............................................................................................. 47 Tabel 12. Deskripsi data pretest kemampuan mengaplikasi kelompok Kontrol .................................................................................................... 47 Tabel 13. Deskripsi data pretest kemampuan menganalisis kelompok Kontrol .................................................................................................... 48 Tabel 14. Deskripsi data posttest kemampuan mengaplikasi kelompok Eksperimen ............................................................................................. 48 Tabel 15. Deskripsi data posttest kemampuan menganalisis kelompok Eksperimen ............................................................................................. 49 Tabel 16. Deskripsi data posttest kemampuan mengaplikasi kelompok Kontrol .................................................................................................... 49 Tabel 17. Deskripsi data posttest kemampuan menganalisis kelompok xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kontrol .................................................................................................... 50 Tabel 18. Hasil Uji Normalitas data pretest dan posttest Kelompok Eksperimen dan kelompok kontrol ........................................................... 51 Tabel 19. Uji Homogenitas skor pretest ............................................................... 54 Tabel 20. Perbandingan skor pretest ke posttest kemampuan Mengaplikasi ........................................................................................... 56 Tabel 21. Perbandingan skor pretest ke posttest kemampuan Menganalisis ........................................................................................... 56 Tabel 22. Perbandingan Skor Posttest kemampuan mengaplikasi........................ 59 Tabel 23. Perbandingan Skor Posttest kemampuan menganalisis ........................ 59 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Media Pembelajaran Timeline ............................................................. 17 Gambar 2. Literature Map Penelitian ................................................................... 24 Gambar 3. Desain Penelitian ................................................................................. 27 Gambar 4. Pemetaan Variabel Penelitian.............................................................. 31 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Silabus Kelas Eksperimen ..............................................................71 Lampiran 2. RPP Kelas Eksperimen ...................................................................75 Lampiran 3. Silabus Kelas Kontrol .....................................................................84 Lampiran 4. RPP Kelas Kontrol..........................................................................88 Lampiran 5. LKS Kelas Eksperimen dan Kontrol ..............................................98 Lampiran 6. Validitas Instrumen.........................................................................101 Lampiran 7. Hasil Validitas Soal ........................................................................113 Lampiran 8. Hasil Reliabilitas ............................................................................115 Lampiran 9. Hasil Soal Pretest dan Posttest ......................................................116 Lampiran 10. Hasil Pretest dan Posttest .............................................................124 Lampiran 11. Hasil Uji Normalitas ....................................................................128 Lampiran 12. Hasil Uji Homogenitas Data .........................................................132 Lampiran 13. Hasil Uji Kenaikan Skor ...............................................................134 Lampiran 14. Gambar Media Pembelajaran Timeline ........................................138 Lampiran 15. Gambar Penelitian Kelas Kontrol .................................................139 Lampiran 16. Gambar Penelitian Kelas Eksperimen ..........................................140 Lampiran 17. Surat Ijin Penelitian ......................................................................141 Lampiran 18. Surat Keterangan Penelitian .........................................................143 Lampiran 19. Daftar Riwayat Hidup ................................................................... 145 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 1 PENDAHULUAN Bab 1 ini peneliti akan membahas mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. 1.1 Latar Belakang Kondisi dunia saat ini dapat diperhatikan bahwa sedang berada pada era globalisasi dimana segala sesuatu berkembang sangat pesat membuat segala sesuatu menjadi lebih modern dan masyarakat menginginkan sesuatu terjadi dengan cepat dan efisien, tidak terkecuali dalam hal Pendidikan. Semua hal tersebut menuntut adanya keahlian Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, sedangkan SDM yang tidak berkualitas akan kalah bersaing dengan SDM yang memiliki kualitas baik. SDM yang berkualitas inilah yang nantinya akan menjadi penyalur tercapainya segala tujuan yang diharapkan. SDM dalam dunia Pendidikan yang dimaksud adalah Tenaga Pegajar. Pendidikan berarti salah satu usaha untuk menumbuh kembangkan potensi Sumber Daya Manusia yang ada melalui kegiatan pengajaran (Mudyaharjo, 2006:81). Sedangkan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 disebutkan bahwa “tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan Bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan kesehatan jasmani dan rohani, 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kepribadian yang mantap dan mandiri serta bertanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”. Seorang pendidik diharapkan berusaha untuk mengembangkan potensi yang ada pada setiap peserta didik dengan baik yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif peserta didik. Bloom (dalam Supratiknya, 2012:71) mengemukakan ada enam dimensi proses kognitif diantaranya mengaplikasi dan menganalisis. Pengajaran yang memberikan pengalaman hidup akan lebih bermakna dan memberikan pengalaman yang akan lebih lama diingat oleh siswa. Mengaplikasi memerlukan pemahaman dari penerapan teori, prinsip, metode,atau ringkasan berfikir, sehingga dapat dikatakan apabila seorang siswa benar-benar memahami sesuatu, siswa akan dapat menerapkannya untuk mengerjakan soal latihan atau menyelesaikan masalah (Kuswana, 2012:63). Soal latihan adalah tugas yang langkah penyelesaian masalahnya telah diketahui siswa yang biasanya telah rutin digunakan, sedangkan masalah adalah tugas yang prosedur pnyelesaiannya belum diketahui siswa sehingga siswa harus mencari cara untuk dapat menyelesaikannya (Anderson&Krathwohl, 2010:113). Menganalisis merupakan proses kognitif yang melibatkan proses memecahmecah materi jadi bagian-bagian kecil dan menentukan bagaimana hubungan antar bagian dan antar setiap bagian dan struktur keseluruhannya. Tujuan pendidikan dari proses menganalisis antara lain untuk menentukan potonganpotongan informasi yang relevan atau penting (membedakan), menentukan cara untuk menata potongan-potongan informasi tersebut (mengorganisasikan), dan 2

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menentukan tujuan balik di informasi tersebut (mengatribusikan) (Anderson&Krathwohl, 2010:115). Berdasarkan hasil pengamatan peneliti di SD Kanisius Sorowajan, guru lebuh menekankan pada kemampuan mengingat dan memahami. Guru belum menyajikan suatu masalah yang membuat peserta didik dapat mengaplikasikan pengetahuannya. Peserta didik tidak diajak berfikir untuk mencari penyelesaian yang baik itu seperti apa. Tidak hanya itu, dalam proses menganalisis guru juga tidak meminta atau menggiring peserta didik untuk mengelompokkan informasi atau materi yang sudah didapatkan sesuai dengan yang diminta guru. Terlihat dari kegiatan yang kurang mengaktifkan peserta didik dan kurang bervariasi. Guru lebih banyak menjelaskan materi di depan kelas dan selanjutnya meminta peserta didik mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang pengerjaannya tidak mendorong peserta didik untu mencari penyelesaian yang sesuai, karena penyelesaiannya sudah diketahui (menjadi kebiasaan) peserta didik. Pendidikan berbentuk segala macam pengalaman belajar dalam hidup berlangsung dalam berbagai bentuk, pola, dan lembaga dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun yang berorientasi pada peserta didik. Dalam proses mendapatkan pengalaman belajar yang diharapkan guru, tentunya guru harus kreatif menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, menarik, serta dapat membangkitkan motivasi siswa untuk belajar. Guru yang kreatif akan selalu memperbaharui dan menyesuaikan gaya menajar dengan karakter peserta didik. Hal yang sering dilupakan oleh sebagian besar guru yaitu penggunaan media pembelajaran dalam proses beljar mengajar. Media adalah segala sesuatu yang 3

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman, 2002:6). Sedangkan menurut Smaldino dkk (2012:17) dalam buku media pembelajaran mengatakan bahwa media adalah suatu alat komunikasi dan sumber informasi yang berasal dari bahasa latin yang berarti “antara” menunjuk pada segala sesuatu yang membawa Informasi antara sumber dan penerima pesan, sehingga dapat dikatakan sebagai media pembelajaran apabila segala sesuatu tersebut membawakan pesan untuk suatu tujuan pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa segala sumber belajar selain guru yang menjadi penyalur maupun penghubung isi dari materi pembelajaran yang telah diadakan maupun direncanakan oleh guru untuk mencapai suatu tujuan itu yang sering di kenal dengan media pembelajaran. Pemilihan media pembelajaran juga harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik, apalagi pada usia Sekolah Dasar dapat dikatakan sebagai dasar dari proses pendidikan sehingga media tersebut dapat membantu guru dalam mencapai tujuan yang dikehendaki. Maka proses belajar mengajar harus dilakukan dengan tepat oleh guru agar segala keterampilan dasar yang didapat siswa dapat dilakukan dengan benar karena itu akan menjadi kebiasaan yang akan sulit diubah oleh siswa nantinya. Pendidikan dasar ini dapat meningkatkan kualitas diri siswa dengan catatan guru dapat membentuk pola pikir siswa dengan tepat. Dengan bantuan media pembelajaran yang tepat, diharapkan siswa dapat berfikir kritis terhadap suatu permaslahan yang dihadapi dalam proses pembelajaran. 4

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Akan tetapi yang peneliti temukan dilapangan tidak sesuai dengan harapan suatu pendidikan yang ideal. Guru masih banyak menerangkan materi didepan kelas, kemudian guru hanya memberi soal yang setiap hari peserta didik juga mengerjakan jenis soal yang sama. Peserta didik tidak dibimbing untuk menerapkan ilmu yang di dapat untuk menyelesaikan permasalahan dengan mengunakan langkah tertentu yang bisa saja muncul dari ide peserta didik itu sendiri. Permasalahan media pembelajaran dalam belajar mengajar masih menjadi topik pembicaraan yang sering dipertanyakan, tidak terkecuali dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Padahal seharusnya dalam pelajaran IPS guru dapat memanfaatkan lebih banyak sesuatu yang ada dilingkungan siswa untuk dijadikan media. Akan tetapi guru beranggapan menyediakan media pembelajaran itu menyulitkan, membuang banyak waktu, dan tentunya memerlukan banyak biaya. Padahal banyak sekali media pembelajaran yang ada di sekolah yang tidak pernah digunakan dan lingkungan sekitar siswa yang dapat di manfaatkan oleh guru. Pengamatan dan beberapa permasalahan yang ditemui peneliti saat melakukan pengamatan pada siswa kelas V di SD Kanisius Sorowajan yakni peneliti melihat sebagian besar guru masih menyampaikan materi hanya menjelaskan secara abstrak saja tanpa menggunakan media pembelaran pada mata pelajaran IPS. Cara yang abstrak ini memungkinkan siswa mengalami salah konsep dan ini kan berpengaruh pada kelangsungan pemahaman materi selanjutnya yang berhubungan dengan materi yang pada saat itu dijarkan. Oleh sebab itu peneliti memilih judul “Perbedaan Penggunaan Media Pembelajaran 5

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Timeline terhadap kemampuan Mengaplikasi dan Menganalisis pada Mata Pelajaran IPS untuk kelas V SD Kanisius Sorowajan”. 1.2 Batasan masalah Penelitian ini khusus meneliti tentang: 1.2.1 Penggunaan media timeline dalam mata pelajaran IPS yang disesuaikan dengan kemampuan mengaplikasi dan menganalisis. 1.2.2 Penelitian ini dikhususkan pada materi “Persiapan Kemerdekaan”. 1.2.3 Penelitian ini hanya membatasi pada siswa kelas V di salah satu SD Kanisius Sorowajan. 1.3 Rumusan Masalah Dengan melihat pembatasan masalah diatas, maka dapat ditentukan Rumusan masalah yaitu: 1.3.1 Apakah ada perbedaan kemampuan mengaplikasi atas penggunaan media pembelajaran timeline pada mata pelajaran IPS untuk siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan? 1.3.2 Apakah ada perbedaan kemampuan menganalisis atas penggunaan media pembelajaran timeline pada mata pelajaran IPS untuk siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan? 1.4 Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang hendak dicapai oleh peneliti adalah sebagai berikut: 1.4.1 Untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan mengaplikasi atas penggunaan media pembelajaran timeline pada mata pelajaran IPS untuk siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan. 6

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1.4.2 Untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan menganalisis atas penggunaan media pembelajaran timeline pada mata pelajaran IPS untuk siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan. 1.5 Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik manfaat secara teoritis maupun manfaat secara praktis, antara lain : 1.5.1 Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam perkembangan ilmu pendidikan, terutama dalam penggunaan media pembelajaran timeline guna meningkatkan proses kognitif siswa pada tahap mengaplikasi dan menganalisis dalam mata pelajaran IPS di kelas V SD Kanisius Sorowajan. Selain itu dapat juga dijadikan bahan kajian dan pengembangan lebih lanjut untuk penelitian selanjutnya. 1.5.2 Manfaat Praktis 1.5.2.1 Bagi Sekolah Penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan penggunaan media pembelajaran timeline guna mengembangkan proses kognitif pada tahap mengaplikasi dan menganalisis 1.5.2.2 Bagi siswa Penelitian ini diharapkan mampu membantu siswa dalam meningkatkan proses kognitif pada tahap mengaplikasi dan menganalisis dan mempermudah memahami materi pelajaran IPS dengan menggunakan media pembelajaran timeline. 7

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1.5.2.3 Bagi guru Penelitian ini diharapkan agar guru dapat mengembangkan penggunaan media pembelajaran timeline guna mengembangkan proses kognitif pada tahap mengaplikasi dan menganalisis untuk mata pelajaran IPS kelas V SD 1.5.2.4 Bagi peneliti Diharapkan penelitian ini memberikan pengelaman serta pengembangan media pembelajaran dalam mata pelajaran IPS untuk kelas V SD. 1.6 Definisi Operasional Variabel Variabel penelitian ini didefinisikan sebagai berikut: 1.6.1 Penggunaan media pembelajaran timeline dalam pembelajaran yakni dengan menggambarkan hubungan antara peristiwa dan waktu dimana materi pembelajarannya disajikan dalam sebuah bagan secara kronologis. Media timeline yang digunakan peneliti dibuat semenarik mungkin agar siswa lebih bersemangat dalam belajar. Bentuknya seperti papan tulis dalam kelas akan tetapi lebih kecil, kemudian setiap jarak 5 cm diberi lubang untuk mempermudah menempelkan gambar dan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi. 1.6.2 Kemampuan mengaplikasi merupakan suatu proses kemampuan berpikir peserta didik yang tidak hanya memahami materi, namun juga penerapannya untuk menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan prosedur tertentu. 8

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1.6.3 Kemampuan menganalisis menuntut peserta didik untuk dapat memisahmisah materi pembelajaran kemudian mencari hubungan antar materi dan hubungan antara materi-materi tersebut dengan struktur keseluruhannya. 9

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 2 LANDASAN TEORI Bab 2 ini peneliti membahas mengenai kajian teori, penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan dugaan sementara atau hipotesis. Kajian teori akan membahas menganai kemampuan berpikir menurut Benjamin S. Bloom, media pembelajaran timeline, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan perkembangan anak usia SD. Selanjutnya penelitian yang relevan berkaitan dengan penelitian mengenai kemampuan berpikir dan media pembelajaran timeline. Berikutnya kerangka berpikir akan membahas mengenai landasan pemikiran peneliti, sedangkan Hipotesis membahas dugaan sementara mengenai jawaban dari rumusan masalah yang telah dibuat. 2.1 Kajian Teori Kajian teori ini peneliti akan membahas teori-teori mengenai kemampuan berpikir menurut Benjamin S. Bloom, media pembelajaran, media pembelajaran timeline, mata pelajaran IPS di SD, dan karakteristik siswa SD. 2.1.1 Kemampuan Berpikir menurut Benjamin S. Bloom Proses kognitif taksonomi Bloom dalam berpikir siswa yang telah direvisi memiliki 6 tahapan (Anderson & Krathwohl, 2010: 99). Namun dalam penelitian ini hanya akan dibahas mengenai mengaplikasi dan menganalisis saja. 2.1.1.1 Mengaplikasi Pada awalnya dalam jalan satu arah ini perbedaan yang dapat dilihat dari suatu masalah dalam kategori pemahaman, bila siswa mengenali suatu ringkasan 10

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI berpikir, sehingga siswa dapat menunjukkan penggunaannya secara terperinci ketika siswa diminta untuk melakukannya. Akan tetapi dalam konteks mengaplikasi, siswa memerlukan lebih dari hanya sekedar paham karena siswa dihadapkan pada situasi baru dengan menerapkan ringkasan hasil berpikir sebelumnya secara langsung tanpa diberi tahu cara penggunaannya dalam situasi baru tersebut, sehingga siswa akan mencari sendiri jalan keluar untuk menyelesaikan masalah yang telah ditemukan. Selanjutnya tahapan berikutnya dirancang suatu proses untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang digolongkan dalam kategori mengaplikasi. Jalan keluar suatu pemecahan masalah yang lengkap dari masalah penerapan yang terdiri dari beberapa langkah yang ditentukan oleh guru. Sedangkan Anderson & Krathwohl (2010:116) menegaskan bahwa proses kognitif mengaplikasi itu melibatkan penggunaan langkah-langkah tertentu untuk mengerjakan soal latihan atau menyelesaikan masalah sehingga ini berkaitan dengan pengetahuan prosedural. Soal latihan merupakan tugas yang prosedur penyelesaiannya telah diketahui oleh siswa, sehingga siswa menggunakannya secara rutin. Sedangkan masalah adalah tugas yang prosedur penyelesaiannya belum diketahui siswa sehingga siswa harus mencari prosedur sendiri untuk menyelesaikan masalah tersebut. kategori ini terdiri dari dua proses kognitif: 2.1.1.1.1 Mengeksekusi, dalam proses ini siswa secara rutin menerapkan proedur ketika mengadapi tugas yang sudah terbiasa, misalnya soal latihan. 11

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.1.1.2 Mengimplementasikan, berlangsung saat siswa memilih dan menggunakan sebuah prosedur untuk menyelesaikan tugas yang belum diketahui pemecahannya oleh siswa. Dari dua pengertian mengenai kemampuan berfikir mengaplikasi yang dikemukakan diatas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa mengaplikasi adalah suatu kemampuan kognitif yang tidak hanya memahami suatu materi namun dapat menerapkannya untuk menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan prosedur tertentu. 2.1.1.2 Menganalisis Anderson & Krathwohl (2010:120) menjelaskan bahwa menganalisis melibatkan proses memecah-mecah materi jadi bagian-bagian kecil dan menentukan bagaimana hubungan antar bagian dan antara setiap bagian dan struktur keseluruhannya. Kegiatan analisis ini merupakan perluasan dari tahap memahami sebagai pembuka namun tahap sebelum mengevaluasi dan mencipta. Tujuan pendidikan yang tercakup dalam proses menganalisis antara lain : 2.1.1.2.1 Membedakan, dalam tujuan ini siswa melibatkan proses memilah-milah bagian-bagian yang yang dianggap penting dan tidak penting dalam sebuah struktur dan kemudian hanya memperhatikan bagian yang peting saja. 2.1.1.2.2 Mengorganisasi, dalam tujuan ini siswa menentukan cara-cara untuk menata potongan-potongan informasi penting yang telah diperoleh pada proses sebelumnya. Nama 12 lain dari mengorganisasi adalah

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menstrukturkan, memadukan, menemukan koherensi, membuat garis besar, dan mendeskripsikan peran. 2.1.1.2.3 Mengatribusikan, terjadi ketika siswa dapat menentukan sudut pandang, pendapat, nilai, atau tujuan yang terkandung dalam sebuah informasi yang sudah didapatkan. 2.1.2 Media Pembelajaran 2.1.2.1 Pengertian Media Pembelajaran Media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan yang pembelajaran dengan baik dan sempurna (Kustandi & Sutjipto, 2011: 9). Hal yang hampir sama diungkapkan oleh Djamarah (2010: 120) media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran. Sehingga dua pendapat tersebut sama-sama mengungkapkan bahwa media pembelajaran digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang baik. Pengertian yang sedikit berbeda diungkapkan oleh Munadi (2010:5) bahwa media pembelajaran adalah sumbersumber belajar selain guru yang disebut sebagai penyalur atau penghubung pesan ajar yang diadakan dan atau diciptakan secara terencana oleh para guru atau pendidik. Pernyataan yang hampir sama diungkapkan oleh Sadiman (2009:7) bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, peasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. 13

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dari beberapa teori diatas peneliti menyimpulkan bahwa media pebelajaran itu merupakan segala sesuatu yang ada di luar diri siswa misalnya benda, lingkungan disekitar siswa, masyarakat, dan lain-lain yang membantu siswa mempermudah memahami suatu materi pembelajaran. 2.1.2.2 Fungsi media pembelajaran Sadiman (2009:17) mengemukakan fungsi dari media pembelajaran dalam proses belajar mengajar, yaitu: 2.1.2.2.1 Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis atau dapat dikatakan lebih memperjelas materi yang hanya diberikan dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan sehingga siswa akan lebih memahami. 2.1.2.2.2 Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indra, misalnya saja: objek yang terlalu besar bisa digantikan dengan miniatur, film, atau gambar; objek yang terlalu kecil dapat dilihat atau disajikan dengan mikroskop, gambar, atau film; gerak yang terlalu cepat atau terlalu lambat dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography; kejadian yang terjadi di masa lalu dapat disajikan dengan gambar atau film; objek yang terlalu luas, dan konsep yang terlalu luas. 2.1.2.2.3 Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sifat pasif siswa, sehingga berguna untuk menimbulkan kegairahan belajar, memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara siswa dengan lingkungan serta kenyataan yang ada, dan memungkinkan siswa belajar sendiri menurut kemampuan dan minatnya. 14

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.2.2.4 Dengan sifat yang unik dari setiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum, dan materi pendidikan telah ditentukan sama untuk semua siswa, maka guru akan mengalami kesulitan untuk menyampaikannya bila dilakukan sendiri. Hal yang akan menambah kesulitan guru apabila latar belakang lingkungan siswa juga berbeda. Maka masalah ini dapat diatasi dengan media pembelajaran yang memiliki kemampuan untuk memberikan rangsangan yang sama, persamaan pengalaman, dan menimbulkan pengertian yang sama pada setiap siswa. Fungsi media pembelajaran yang lain dikemukakan oleh Levie dan Lents dalam Kustadi (2011:9) ada empat fungsi media pembelajaran khususnya media visual yaitu: 2.1.2.2.1 Fungsi atensi, yaitu berguna untuk menarik serta mengarahkan perhatian siswa agar dapat fokus dan konsentrasi pada materi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang disajikan. 2.1.2.2.2 Fungsi afektif, berguna untuk mengetahui sejauh mana sikap siswa terhadap kegiatan belajar yang sedang dilakukannya. Misal ketika siswa menyukai belajar dengan membaca teks bergambar, gambar yang disajikan harus dapat menggugah emosi dan sikap siswa. 2.1.2.2.3 Fungsi kognitif, berguna untuk melihat sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajari, terlihat dari temuan-temuan penelitian yeng mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar 15

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dapat memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi ataupun pesan yang terkandung dalam gambar 2.1.2.2.4 Fungsi kompensatoris, mampu memberikan konteks untuk dapat memahami teks, membantu siswa yang lemah dalam kegiatan membaca serta untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingat kembali. 2.1.3 Media Pembelajaran Timeline Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa media pembelajaran merupakan semua yang berada di luar diri siswa yang dapat membantu siswa untuk mempermudah memahami informasi yang disampaikan oleh guru, sehingga media pembelajaran akan mempermudah guru untuk menyampaikan suatu materi pembelajaran. Begitu juga dengan media pembelajaran garis waktu atau dalam bahasa Inggris disebut dengan timeline. Sadiman (2009:37) mengemukakan bahwa media timeline merupakan media yang menyajikan sebuah garis waktu yang menghubungan antara sebuah peristiwa dengan waktu terjadinya peristiwa tersebut. Materi yang disampaikan melalui media timeline ini disajikan secara kronologi (urutan kejadian) dimana setiap peristiwa demi peristiwa disajikan secara runtut. Obenchain (2011:186) menerngkan bahwa timeline merupakan media yang dapat membantu siswa dalam memahami konsep yang lebih abstrak. Timeline digunakan untuk mempermudah siswa dalam mengingat peristiwa lampau dan dalam waktu yang panjang. Melalui timeline siswa dapat berfikir secara kritis mengenai peristiwa, tanggal, tahun, tempat, secara kronologis. 16

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dua pernyataan di atas menjelaskan bahwa media pembelajaran timeline merupakan media pembelajaran yang menyajikan suatu urutan kejadian secara kronologis mulai dari peristiwa, tanggal, tahun, tempat dimasa lampau yang membantu siswa mudah dalam memahami. Gambar 1. Media Pembelajaran Timeline Adapun manfaat media pembelajaran timeline menurut Obenchain (2011:186) yaitu: 1) siswa lebih mudah memahami konsep yang abstrak, 2) siswa lebih cepat memahami materi yang disampaikan oleh guru, dan 3) mendorong siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran. 2.1.4 Mata Pelajaran IPS SD 2.1.4.1 Pengertian Mata Pelajaran IPS Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah ilmu pengetahuan yang memuat keterampilan di dalam memecahkan suatu masalah yang berawal dari diri sendiri sampai dengan masalah yang kompleks (Supardi, 2011: 182). Sedangkan Sapriya 17

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (2006:9) mengemukakan bahwa IPS merujuk pada kajian yang memusatkan perhatian pada aktivitas kehidupan manusia, dalam berbagai dimensi kehidupan sosial sesuai dengan karakteristik manusia yaitu sebagai makhluk sosial. Selain itu dalam Depdikbud (2003:8) menyatakan bahwa program IPS dimaksudkan untuk mempersiapkan siswa dalam melanjutkan IPS baik dalam bidang akademik maupun pendidikan profesional. Sehingga dalam program ini dapat memberikan bekal kepada siswa secara laungsung maupun tidak langsung untuk bergabung di masyarakat. Materi yang terkandung dalam mata pelajaran IPS merupakan gabungan (perpaduan) dari cabang-cabang ilmu sosial yang terait dengan masalah sosial yang terjadi di lingkungan sekitar siswa dan selalu berkembang mengkuti perkembangan ilmu pengtahuan dan teknologi. Pada bidang ilmu sosial, nantinya dapat digunakan oleh siswa untuk mempersiapkan siswa dalam bidang akademik maupun profesionalnya dimasyarakat kelak. Pada jenjang Sekolah Dasar (SD) mata pelajaran IPS memuat materi geografi, sejarah, sosiologi, dan ekonomi. Sehingga diharapkan melalui mata pelajaran IPS siswa dapat dibimbing untuk menjadi warga negara Indonesia yang baik dan bertanggung jawab. Segala bidang pengetahuan dalam IPS di kaji dari kehidupan sehari-hari siswa yang terjadi dilingkungan masyarakat sekitar siswa, sehingga siswa dilatih untuk mengetahui dan memahami bagaimana cara berhubungan dengan anggota keluarga, masyarakat, memahami aturan-aturan yang berlaku dimasyarakat sehingga siswa memahami hak dan kewajibannya. Maka IPS dirancang untuk 18

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dapat mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat. 2.1.4.2 Tujuan IPS di SD Supardi (2011:185) mengemukakan beberapa tujuan IPS di SD antara lain: 1) memberi Pengetahuan kepada siswa untuk menjadi warga negara yang baik, 2) sadar sebagai makhluk ciptaan Tuhan, sadar hak dan kewajibannya dan bersikap demokratis serta tanggungjawab, 3) Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan inkuiri untuk memecahkan masalah-masalah sosial, 4) Melatih belajar mandiri dan membangun kebersamaan, 5) Mengembangkan kecerdasan, kebiasaan dan keterampilan sosial, 6) Melatih untuk menghayati nilai-nilai hidup ang baik dan terpuji, 7) Mengembangkan kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Berbeda dengan yang tertuang dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP, 2006:575) menyatakan bahwa tujuan Pembelajaran IPS adalah agar siswa mampu: 2.1.4.2.1 Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya. 2.1.4.2.2 Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial. 2.1.4.2.3 Memiliki kemampuan berkomuikasi, bekerjasama, dan berkomptisi dalam masyarakat. 19

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kesimpulan dari kedua pendapat diatas, bahwa IPS belajar mengenai segala sesuatu yang terjadi dilingkungan siswa dan masyarakat, serta bagaimana siswa dapat menyesuaikan diri dilingkungan dan dapat memecahkan segala permasalahan yang terjadi di masyarakat. 2.1.4.3 Keterampilan yang dikembangkan IPS di SD Maryani dan Syamsudin (2009:15) mengemukakan keterampilan yang ada dalam mata pelajaran IPS yaitu: work study skill contohnya membaca peta, group process skils contohnya berpikir kritis, social living skills contohnya bekerjasama dengan orang lain. 2.1.5 Tahap Perkembangan Siswa SD Teori perkembangan kognitif anak menurut Jean Piaget (Crain, 2007:171) yang dikelompokkan menurut tahapan atau periodenya adalah sebagai berikut: 2.1.5.1 Periode I: Disebut dengan kepandaian sensori-motorik dengan usia anak dari lahir hingga berusia 2 tahun. Dalam periode ini anak dapat melakukan tindakan fisik seperti menghisap, menggengam, dan memukul untuk menghadapi dunia yang muncul dihadapannya. 2.1.5.2 Periode II: Disebut dengan pikiran pra-operasional dimana anak yang termasuk dalam periode ini memiliki usia 2 tahun sampai 7 tahun. Pada periode II ini Crain menyatakan bahwa anak-anak belajar berpikir, cara berpikir mereka masih mengunakan simbol-simbol dan menggunakan batin atau perasaan. Mereka berpikir masih belum sistematis dan tidak logis. Pikiran mereka jelas berbeda dengan orang dewasa. 20

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.5.3 Periode III: Disebut tahap operasi-operasi berpikir konkret. Anak yang tergolong kedalam periode ini adalah anak yang memiliki usia 7 tahun sampai dengan 11 tahun. Anak-anak dalam periode ini mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis dan hal tersebut terjadi jika anakanak mengacu kepada objek-objek dan aktivitas-aktivitas secara konkret. Sebagai contohnya adalah ketika proses pembelajaran berlangsung, siswa perlu diberikan benda – benda atau media konkrit agar memudahkan siswa dalam memahami dan mengerti tentang materi yang diajarkan. 2.1.5.4 Periode IV: Disebut periode operasi-operasi berpikir formal yang disebut dengan periode ke IV, dimana anak dalam usia 11 tahun hingga dewasa yang termauk kedalam periode ini. Pada periode ini orang-orang muda mengembangkan kemampuan untuk berpikir sistematis menurut rancangan yang murni abstrak dan hipotesis. Sebagai contohnya, siswa yang sudah masuk pada periode ini tidak lagi menggunakan media – media yang konkrit dalam pembelajaran melainkan sudah belajar secara abstrak atau benda – benda abstrak. Dari keempat tahapan perkembangan anak diatas, peneliti memfokuskan pada tahap Operasional Konkret karena penelitian ini akan dilakukan untuk siswa kelas V Sekolah dasar yang berada pada usia sekitar 10-11 tahun. Dalam tahap ini anak-anak mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis dan hal tersebut terjadi jika anak-anak mengacu kepada objek-objek dan aktivitasaktivitas secara konkret. Sehingga penggunaan media pembelajaran yang konkret sangat tepat untuk membantu siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran. 21

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.2 Penelitian yang Relevan Mityasari (2013) dalam penelitiannya yang berjudul Penggunaan Media Bagan Garis Waktu (Timeline Chart) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPS kelas V SD mengemukakan tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran menggunakan bagan garis waktu (timeline chart), mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa selama pembelajaran menggunakan bagan garis waktu, dan mengetahui respon siswa selama penggunaan media bagan garis waktu. Untuk mencapai tujuan dari penelitian ini pemilihan media harus memperhatikan karakteristik dan keunggulan media yang dipergunakan. Masalah yang dihadapi yakni hasil belajar siswa yang masih dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditentukan yakni 75. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan media bagan garis waktu dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Eva Niko A & Mulyani. (2013) dalam penelitiannya yang berjudul Penggunaan Media Puzzle untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS dengan Tema Keluarga pada Siswa Sekolah Dasar mengemukakan tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji menjelaskan tentang penggunaan media puzzle untuk meningkatkan hasil belajar IPS dengan tema keluarga, mendeskripsikan hasil belajar dengan menggunakan media puzzle dengan tema keluarga, dan untuk mendeskripsikan kendala-kendala yang muncul dan cara mengatasi kendala yang muncul dengan menggunakan media puzzle untuk meningkatkan hasil belajar IPS 22

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dengan tema keluarga. Hasilnya bahwa media puzzle dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Alwi (2002) dalam penelitiannya yang berjudul Penggunaan Peta dan Globe untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPS di Sekolah Dasar mengungkapkan tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguji apakah terdapat perbedaan prestasi belajar IPS antara siswa yang belajar menggunakan media globe dengan siswa yang menggunakan peta dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar. Hasil belajar kelompok eksperimen yang diajar menggunakan media peta dan globe lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang diajar tanpa menggunakan media peta dan globe dalam pembelajaran IPS di SD. Media peta dan globe sangat baik digunakan oleh guru untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa, membangkitkan rasa senang terhadap pengajaran IPS. Ketiga penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran timeline dan puzzle dapat meningkatkan hasil belajar IPS. Selain itu penggunaan media Peta dan Globe juga dapat meningkatkan Prestasi belajar IPS di Sekolah Dasar. Dalam penelitian ini, peneliti akan meneliti apakah penggunaan media timeline dapat meningkatkan kemampuan berpikir mengaplikasi dan menganalisis pada mata peljarn IPS untuk kelas V Sekolah Dasar di SD Kanisius Sorowajan. 23

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Alwi (2002) Penggunaan Peta dan Globe untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPS di Sekolah Dasar Mityasari (2013) Penggunaan Media Bagan Garis Waktu (Timeline Chart) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPS kelas V SD Eva Niko A & Mulyani. (2013) Penggunaan Media Puzzle untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS dengan Tema Keluarga pada Siswa Sekolah Dasar yang perlu diteliti: Perbedaan Penggunaan Media Pembelajaran Timeline terhadap Kemampuan Mengaplikasi dan Menganalisis untuk Siswa Kelas V SD Kanisius Sorowajan Gambar 2. Literature map penelitian 2.3 Kerangka Berpikir Aktivitas belajar yang dilakukan peserta didik sebaiknya menyenangkan dan dapat mendorong peningkatan kemampuan berpikir peserta didik sesuai dengan tingkat perkembangannya. Untuk meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik, guru hendaknya menggunakan menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan perkembangan siswa SD yang sedang berada pada tahap operasional konkret. Peran media pembelajaran sebagai perantara guna mempermudah peserta didik dalam memahami materi yang pelajari, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Dalam materi Proklamasi Kemerdekaan dalam mata pelajaran IPS pada Kelas V Semester 2, salah satu media yang dapat digunakan yaitu media timeline. Media pembelajaran timeline merupakan media pembelajaran yang mengubungkan antara suatu peristiwa dan waktu kejadian, dimana materi 24

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran disajikan dalam suatu garis yang menampilkan urutan kejadian secara logis. Diharapkan penggunaan media timeline ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa pada tahap mengaplikasi dan menganalisis. Kemampuan berpikir Mengaplikasi adalah suatu kemampuan kognitif yang tidak hanya memahami suatu materi namun dapat menerapkannya untuk menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan prosedur tertentu. Sedangkan kemampuan menganalisis menuntut siswa untuk dapat memisah-misah materi pelajaran kemudian mencari hubungan antar materi. Untuk mempermudah siswa dalam mengaplikasi dam menganalisis suatu materi dalam mata pelajaran IPS di kelas V SD guru dapat menggunakan media, dalam penelitian ini media yang digunakan adalah media timeline yang tentu saja itu disesuaikan dengan perkembangan kognitif siswa SD. 2.4 Hipotesis Penelitian Peneliti menentukan hipotesis dari penelitian ini adalah: 2.4.1 Terdapat perbedaan kemampuan mengaplikasi atas penggunaan media pembelajaran timeline pada mata pelajaran IPS untuk siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan. 2.4.2 Terdapat Terdapat perbedaan kemampuan menganalisis atas penggunaan media pembelajaran timeline pada mata pelajaran IPS untuk siswa kelas V SD Kanisius 25 Sorowajan

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 3 METODE PENELITIAN Bab 3 ini peneliti membahas mengenai metode penelitian yang terdiri dari desain penelitian, populasi, sampel, variabel penelitian,instrumen penelitian, validitas instrumen, reliabilitas instrumen, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan jadwal penelitian. 3.1 Desain Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan desain quasi eksperimental design. Desain ini dipilih apabila kita tidak dapat mengontrol sepenuhnya sampel yang kita ambil (Sugiyono, 2012:77), maka penggunaan desain ini tepat dengan keadaan sampel pada saat ini untuk mengatasi kesulitan dalam menentukan kelompok kontrol dalam menentukan kelompok kontrol dalam penelitian. Ada dua bentuk desain quasi ekspermen, yaitu Time-Series Design dan Nonequivalent Control Group Design (Sugiyono, 2012:77). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan model bentuk yang kedua yaitu Nonequivalent Control Group Design karena desain ini sama dengan pretest dan posttest control group, hanya dalam desain ini kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak dipilih secara random (acak). Setelah kelompok kontrol diperoleh kemudian dua kelompok tersebut diberi soal pretest untuk mengetahui kondisi awal sebelum dilakukannya perlakuan. Setelah didapat hasil pretest dari kelas kontrol dan eksperimen kemudian hasil tersebut dibandingkan. Hasil pretest dikatakan baik apabila tidak ada perbedaan yang signifikan diantara kedua kelas tersebut. Setelah 26

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kelas eksperimen diberikan perlakuan, kemudian diberikan postest guna mengetahui perubahan yang terjadi. Desain penelitian jenis ini dapat digambarkan sebagai berikut: oA X oB ---------------------------------------- o o Gambar 3. Desain penelitian (Taniredja,2011:56) Keterangan: OA : Rerata skor Pretest kelompok eksperimen OB : Rerata skor posttest kelompok eksperimen X : Perlakuan (treatment) penggunaan timeline OC : Rerata skor Pretest kelompok kontrol OD : Rerata skor posttest kelompok kontrol 3.2 Tempat Penelitian Peneliti melakukan penelitian di SD Kanisius Sorowajan yang beralamat di Jl. Sorowajan No. 111, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Letak SD ini cukup strategis karena berada diantara kota Jogja, Sleman dan Bantul. SD Kanisius Sorowajan merupakan SD Swasta unggul di Bantul sehingga menjadi barometer untuk sekolah disekitarnya, sehingga harus mampu menunjukkan keunggulan dalam hal akademik maupun non akademik. Sehubungan dengan visi dan misi sekolah ini yaitu cerdas, berkarakter, unggul, peduli lingkungan, maka guru dituntut untuk mengembangkan segala aspek termasuk penggunaan media pembelajaran selama proses pengajaran berlangsung. 27

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.3 Waktu Penelitian Peneliti melakukan penelitian dimulai dari bulan September 2013 hingga bulan April 2014, dengan jadwal sebagai berikut: Tabel 1. Kegiatan penelitian No Kegiatan Sep 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Okt Nov Des Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Juni Penulisan Bab I dan revisi Penulisan Bab II dan Revisi Penulisan Bab III dan Revisi Penyusunan Instrumen Penelitian Pelaksanaan penelitian Pengolahan data Penyusunan Bab IV dan Revisi Penyusunan Bab V, lampiran, dan Revisi Ujian Skripsi Revisi Skripsi dan Pembuatan Artikel Peneliti mengambil data penelitian dengan jadwal sebagai berikut: Tabel 2. Waktu pengambilan data Kelompok Kontrol Eksperimen Kegiatan Alokasi Waktu Hari, Tanggal Pretest 2 x 40 menit Kamis, 13 Februari 2014 Kegiatan pembelajaran 2 x 40 menit Kamis, 20 Februari 2014 Kegiatan pembelajaran 2 x 40 menit Kamis, 27 Februari 2014 Posttest 2 x 40 menit Kamis, 3 April 2014 Pretest 2 x 40 menit Kamis, 6 Maret 2014 28

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kegiatan pembelajaran 2 x 40 menit Kamis, 13 Maret 2014 Kegiatan pembelajaran 2 x 40 menit Jumat, 14 Maret 2014 Posttest 2 x 40 menit Jumat, 4 April 2014 3.4 Populasi dan Sampel 3.4.1 Populasi Populasi adalah wilayah genaralisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2012:215). Populasi yang dimaksud bukan hanya manusia, akan tetapi benda-benda dan objek yang ada di alam ini. Pada penelitian ini peneliti menentukan populasinya adalah siswa kelas V di SD Kanisius Sorowajan tahun ajaran 2013/2014 berjumlah 60 siswa. 3.4.2 Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2012:216). Apabila populasi yang dipilih terlalu besar, peneliti tidak dapat mungkin mempelajari semua mengenai populasi yang ada karena keterbatasan waktu, tenaga dan dana, maka peneliti dapat mengambil sampel dari populasi yang telah ditentukan. Dalam penelitian ini sampel untuk kelas eksperimen adalah kelas VA yang berjumlah 30 siswa dan sampel untuk kelas kontrol adalah kelas VB yang berjumlah 30 siswa. Peneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara non-random yaitu cara pemilihan sejumlah anggota dari populasi dengan setiap anggotanya tidak mempunyai kesempatan 29

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel (Kariadinata&Abdurahman, 2012:24), dalam hal ini hanya anggota-anggota tertentu dari populasi yang akan terpilih menjadi anggota sampel, dan pemilihan anggota-anggotanya bersifat subjektif. 3.5 Variabel Penelitian Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut untuk kemudian dapat ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2012:38). Dalam variabel terdapat berbagai variasi data yang berbeda-beda. Meskipun jenis data sama, akan tetapi ukuran untuk setiap orang itu berbeda-beda atau bervariasi. Pada penelitian ini akan digunakan dua variabel, yaitu : 3.5.1 Variabel bebas ( independen variabel ) Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat (Sugiyono, 2008: 39). Pada penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah penggunaan media pembelajaran timeline. 3.5.2 Variabel terikat ( dependen variabel ) Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2008: 39). Pada penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah kemampuan mengaplikasi dan menganalisis. 30

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Variabel Bebas Variabel Terikat Kemampuan Mengaplikasi Penggunaan media Timeline Kemampuan Menganalisis Gambar 4. Pemetaan Variabel Penelitian 3.6 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 3.6.1 Teknik Pengumpulan Data Peneliti dalam penelitian ini mengumpulkan data dengan teknik tes. Teknik ini digunakan untuk mengevaluasi, yaitu untuk membedakan antara kondisi awal dengan kondisi sesudahnya (Sangaji, 2010:191). Tes merupakan suatu teknik atau cara yang digunakan dalam rangka melaksanakan kegiatan pengukuran, yang di dalamnya terdapat berbagai pertanyaan, pernyataan, atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau dijawab oleh peserta didik untuk mengukur aspek perilaku peserta didik (Arifin, 2009:118). Tujuan tes yang paling penting adalah untuk: 1) mengetahui tingkat kemampuan peserta didik, 2) mengukur pertumbuhan dan perkembangan peserta didik, 3) mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik, 4) mengetahui hasil pengajaran, 5) mengetahui hasil belajar, 6) mengetahui pencapaian kurikulum, 7) 31

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mendorong peserta didik belajar, dan 8) mendorong pendidik mengajar lebih baik (Mardapi, 2008:68). Langkah pertama adalah dengan melakukan pretest, dilakukan dengan sampel yang kecil. Tempat untuk pretest harus dipilih sedemikian rupa sehingga hampir bersamaan dengan atau sama dengan lapangan yang sebenarnya (Nazir, 2005: 213). Pengambilan data melalui pretest bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 3.6.2 Instrumen Pengumpulan Data Instrumen pengumpulan data merupakan alat ukur dalam penelitian (Sugiyono, 2012:222). Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa soal latihan. Soal latihan adalah tugas yang langkah penyelesaian masalahnya telah diketahui siswa yang biasanya telah rutin digunakan (Anderson & Krathwohl, 2010:113). Sebelum menyusun soal, peneliti sebelumnya harus menyusun kisi-kisi soal terlebuh dahulu. Kisi-kisi merupakan tabel yang menunjukkan hubungan antara hal-hal yang disebutkan dalam baris dengan halhal yang disebutkan dalam kolom yang menunjukkan kaitan antara variabel yang diteliti dengan sumber data dari mana data akan diambil, metode yang digunakan, dan instrumen yang disusun (Sangadji&Sopiah, 2010:155). Berikut adalah kisikisi soal yang diberikan kepada siswa. 32

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3. Kisi-kisi instrumen penelitian No Variabel Aspek 1 Mengaplikasi Mengeksekusi (Melaksanakan) - Mengimplementasikan - Membedakan (Menguraikan) - Mengorganisasi - Menganalisis 2 Indikator Mengatribusikan (Menemukan tersirat) pesan Melaksanakan sikap positif para tokoh proklamasi dalam kehidupan sehari-hari. Menggunakan cara tertentu untuk menghargai jasa dan peranan tokoh dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan. Menguraikan secara singkat perumusan dasar negara sampai adanya perumusan pancasila. peranan tokohtokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Menemukan sifat para tokoh yang dapat diteruskan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. No Soal 3 4 2 5 1 Setelah melakukan pretest, peneliti melakukan analisis kesulitan siswa untuk selanjutnya diberikan perlakuan sesuai kebutuhan yakni memberikan meteri pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran timeline pada kelas eksperimen. Setelah perlakuan dirasa cukup, untuk mengetahui kondisi setelah diberi perlakuan siswa akan diberi posttest berupa soal yang sama dengan pretest. 33

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.7 Validitas dan Reliabilitas Instrumen 3.7.1 Uji validitas Azwar (2011: 173) mengungkapkan bahwa validitas menunjukkan sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Dengan melakukan uji validitas ini peneliti dapat melihat apakah alat ukur yang dibuat dan digunakan itu sudah tepat. Bila peneliti hendak mengukur perbedaan penggunaan media timeline terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis, maka instrumen yang digunakan harus sesuai dengan tujuan agar instrumen tersebut dapat dikatakan valid. Penyusunan butir-butir instrumen didasarkan pada indikator-indikator yang sudah dibuat dan diberi pula kriteria penilaian untuk setiap item soal. Ada 4 bentuk validitas yaitu validitas isi, validitas konstruk, validitas prediktif, dan validitas konkruen. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan validitas konstruk dan validitas isi. Sugiyono (2012:125) mengemukakan bahwa pengujian validitas konstruk dengan menggunakan pendapat para ahli (expert judgement). Setelah instrumen disesuaikan dengan indikator yang akan diukur, selanjutnya akan dikonsultasikan atau diteliti dengan para ahli. Para ahli ini diminta untuk mengemukakan pendapatnya mengenai instrumen yang telah disusun oleh peneliti. Dalam hal ini peneliti meminta kepala sekolah dan guru kelas untuk melakukan validasi pada media pembelajaran timeline, perangkat pembelajaran, dan kesesuaian soal dengan kisi-kisi yang telah dibuat. 34

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut Kriteria Hasil Validitas yang telah ditentukan peneliti: Tabel 4. Kriteria penilaian Validitas Konstruk Nilai Kriteria 80-100 Sangat Baik 60-79 Baik 40-59 Cukup 0-39 Kurang Tabel 5. Hasil Validitas Media Pembelajaran Timeline No Validitas Media Timeline Nilai 1 Kepala Sekolah 92, 86 2 Guru Kelas 89,29 Validitas Konstruk yang pertama peneliti lakukan adalah validitas pada media pembelajaran timeline yang dilakukan oleh kepala sekolah dan guru kelas. Hasil validitas yang diperoleh dari kepala sekolah adalah 92,86 sedangkan hasil validitas yang dilakukan oleh guru kelas adalah 89,29. Kedua nilai yang dihasilkan menunjukkan bahwa media pembelajaran timeline yang peneliti gunakan dalam penelitian termasuk dalam kategori sangat baik, sehingga telah layak digunakan dan menarik untuk siswa. 35

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 6. Validasi Perangkat Pembelajaran No Aspek yang dinilai Nilai 1. Silabus 95 2. RPP 80 3. LKS 68 4. Materi Ajar 93,75 5. Soal 97,5 Rata-rata 86,85 Validasi perangkat pembelajaran yang di validasi oleh Kepala Sekolah berisi tentang silabus, RPP, LKS, Materi Ajar, dan Soal. Dari ke lima aspek yang divalidasi tersebut peneliti mendapatkan skor rata-rata 86,85. Hasil rata-rata menunjukkan dalam ke lima aspek peneliti mendapatkan nilai Sangat Baik. Validasi yang terakhir yaitu validasi kesesuaian kisi-kisi dengan soal yang di isi oleh guru kelas sebelum soal diberikan kepada siswa untuk divalidasi. Hasilnya peneliti mendapatkan skor 92 yang artinya sangat bagus, karena soal yang dibuat sudah sesuai kisi-kisi dan bahasanya juga sudah mudah dipahami siswa. Validitas yang digunakan untuk menghitung setiap item soal yakni validitas isi dengan membandingkan antara isi instrumen dengan materi pelajaran yang telah diajarkan (Sugiyono, 2012:129). Pengertian yang lain dikemukakan oleh Sangadji&Sopiah (2010:160) bahwa validitas isi menunjuk pada sejauh mana instrumen mencerminkan isi yang dikehendaki. Maka kedua pendapat tersebut 36

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sama-sama mengemukakan bahwa validitas merupakan suatu kegiatan membandingkan isi instrumen dengan materi yang telah diajarjan guna mengukur cakupan substansi yang akan diukur. Untuk menghitung validitas isi, peneliti menggunakan program SPSS 16 yang disesuaikan dengan kriteria instrumen yang dikatakan valid apabila harga probabilitas yang ditunjukkan dalam sig. (2-tailed) di bawah 0,05 (p < 0,05). Pengujian validitas yang dilakukan tidak hanya pada setiap variabel, akan tetapi pada setiap aspek yang hendak diteliti. Hasil pengujian validitas diperoleh data sebagai berikut: Tabel 7. Hasil Uji Validitas No Variabel 1. Menemukan sifat para tokoh yang dapat diteruskan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia Menguraikan secara singkat perumusan dasar negara sampai adanya rumusan pancasila Menentukan sikap positif para tokoh proklamasi dalam kehisupan seharihari Menggunakan cara tertentu untuk menghargai jasa dan peranan tokoh dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan 2. 3. 4. Person Corelation 0,719** Sig. (2-tailed) 0,000 Keputusan 0,737** 0,000 Valid 0,584** 0,000 Valid 0,754** 0,000 Valid 37 Valid

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Peranan tokohtokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia 0,555** 0,001 Valid Lima butir soal yang telah divalidasi dan menghasilkan butir soal yang valid untuk selanjutnya diujikan kepada siswa dalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sebagai pretest dan posttest. Peneliti mengambil item valid dengan korelasi 0,01 dengan tingkat kesalahan 1%, maka semua item tersebut dinyatakan valid. 3.7.2 Uji reliabilitas Uji validitas yang telah menghasilkan soal valid untuk selanjutnya dilakukan uji reliabilitas instrumen untuk mengetahui taraf keajegan dari suatu instrumen. Azwar (2011:180) mengemukakan bahwa reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Di dalam uji reliabilitas ini peneliti dapat melihat apakah hasil dari uji validitas tersebut tepat dalam penggunaannya. Sugiyono (2012:130) mengemukakan bahwa instrumen dikatakan reliabel apabila instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama pula. Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini peneliti menggunakan program SPSS 16 dengan uji Alpha Cronbach. Nunnally mengemukakan dalam (Ghozali, 2006:42) bahwa suatu konstruk akan disebut reliabel atau memiliki reliabilitas jika telah memenuhi harga Alpha Cronbach > 0,60. 38

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 8. Kriteria Koefisien Reliabilitas Koefisien Koreksi Kualifikasi 0,91-1,00 Sangat tinggi 0,71-0,90 Tinggi 0,41-070 Cukup 0,21-0,40 Rendah Negatif-0,20 Sangat rendah Dari hasil uji reliabilitas instrumen diperoleh hasil sebagi berikut: Tabel 9. Hasil Reliabilitas SD Sorowajan Kanisius Alpha Cronbach Kualifikasi 0,686 Cukup Tabel 9 menunjukkan harga Alpha Cronbach untuk instrumen yang digunakan adalah 0, 686 dengan kriteria cukup, sehingga instrumen soal yang dibuat dapat digunakan sebab telah memenuhi syarat instrumen valid dan reliabel. 3.8 Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data dengan menggunakan program komputer PASW (SPSS) 16 for Windows yang meliputi beberapa langkah, yaitu: 39

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.8.1 Uji Prasyarat Analisis 3.8.1.1 Uji Normalitas Data Uji normalitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Kolmogorov-Smirnov (Prayitno, 2012:136) dengan tujuan untuk menentukan jenis statistik yang akan digunakan. Kriteria yang digunakan dalam teknik Kolmogorov-Smirnov yakni: 1. Apabila harga sig. (2-tailed) > 0,05 distribusi data normal. Apabila distribusi data normal, teknik statistik inferensial yang digunakan adalah statistik parametrik uji t atau t-test. 2. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 distribusi data tidak normal. Apabila distribusi data tidak normal, teknik statistik yang digunakan adalah statistik nonparametrik Mann-Withney. Setelah semua data telah diuji normalitas, selanjutnya data dapat diuji dengan uji statistik dengan langkah sebagai berikut: 3.8.1.2 Uji Homogenitas skor Pretest Pengujian homogenitas yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui apakah objek yang diteliti mempunyai varian yang sama (Siregar, 2013:167). Metode yang di gunakan dalam melakaukan uji homogenitas ini adalah metode varian terbesar dibandingkan dengan varian terkecil. Prayitno (2008:31) mengemukakan apabila nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa varian dari kedua kelompok data adalah sama. Kriteria untuk menilai perbedaan data yaitu: 40

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Apabila harga sig.(2-tailed)> 0,05 maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara Pretest kelompok kontrol dan eksperimen yang artinya antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki persamaan data. 2. Apabila harga sig.(2-tailed)< 0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan eksperimen yang artinta kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak memiliki persamaan data. 3.8.2 Uji Statistik 3.8.2.1 Uji kenaikan pretest ke posttest Uji kenaikan ini digunakan untuk memastikan apakah terdapat kenaikan dalam kelompok kontrol dan eksperimen dengan membandingkan hasil skor pretest ke posttest. Pengujian yang dilakukan dengan menggunakan tingkat signifikansi 5% (Prayitno, 2008:101) dengan kriteria sebagai berikut: 1. Apabila harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. Artinya tidak terjadi kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. 2. Apabila harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. Artinya terjadi kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. 3.8.2.2 Uji hipotesis atau uji perbandingan skor posttest Uji hipotesis dilakukan peneliti untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan yang dignifikan antara skor posttest dari kelompok kontrol dan 41

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kelompok eksperimen. Analisis data yang digunakan adalah independent sample t-test dengan tingkat kepercayaan 95% sebab pada posttest kelompok kontrol dan eksperimen sudah memiliki distribusi normal dengan harga sig.(2-tailed) > 0,05 dengan kriteria: 1. Apabila harga sig- (2-tailed) < 0,05 maka ada perbedaan yang signifikan dari posttest kelompok kontrol dan eksperimen artinya dapat dikatakan ada perbedaan penggunaan media timeline terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada kelas V SD Kanisius Sorowajan. 2. Apabila harga sig- (2-tailed) > 0,05 maka tidak ada perbedaan yang signifikan dari posttest kelompok kontrol dan eksperimen artinya tidak dapat dikatakan ada perbedaan penggunaan media timeline terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada kelas V SD Kanisius Sorowajan. 42

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN Bab 4 akan diuraikan dalam dua bagian yaitu hasil penelitian dan pembahasan. Hasil penelitian akan membahas mengenai deskripsi dan analisis data yang telah dilakukan, sedangkan dalam pembahasan akan diuraikan lebil lanjut mengenai hasil penelitian. 4.1 Deskripsi Data Penelitian 4.1.1 Deskripsi Data Peneliti melakukan penelitian quasi-eksperimen pada kelas V SD Kanisius Sorowajan yang beralamat di Jl. Sorowajan No. 111, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. SD Kanisius Sorowajan merupakan SD Swasta unggul di Bantul sehingga menjadi barometer untuk sekolah disekitarnya, sehingga harus mampu menunjukkan keunggulan dalam hal akademik maupun non akademik. Sehubungan dengan visi dan misi sekolah ini yaitu cerdas, berkarakter, unggul, peduli lingkungan, maka guru dituntut untuk mengembangkan segala aspek termasuk penggunaan media pembelajaran selama proses pengajaran berlangsung. SD Kanisius Sorowajan mempunyai 17 guru dan 1 penjaga sekolah yang tinggal di sekolah. Dari 17 guru yang mengajar di SD Kanisius Sorowajan 2 guru merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS), 11 Guru Tetap Yayasan (GTY), dan 6 Guru Tidak Tetap (GTT). SD Kanisius Sorowajan ini memiliki bangunan yang cukup luas karena disana terdapat TK dan SD sehingga keadaannya terlihat begitu luas. sekolah 43

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dasar ini memiliki lapangan yang cukup besar. Lapangan tersebut digunakan untuk kegiatan olah raga siswa-siswa SD Kanisius Sorowajan. Bentuk sekolah ini memanjang seperti huruf U yang memiliki 12 ruang kelas untuk SD dan 3 ruang kelas untuk TK, 1 ruang guru, 1 ruang kepala sekolah, 1 pendopo/aula, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang UKS, 1 ruang gudang guna menyimpang alat-alat olah raga, 2 lahan kecil parkiran kendaraan guru dan orang tua siswa yang berada di depan dan samping sekolah, dan terdapat 11 ruang kamar mandi untuk guru serta siswa. Kondisi setiap ruangannya pun sangat baik, temboknya sudah di cat dan setiap kelas dilengkapai dengan fasilitas yang mendukung anak untuk belajar, lantai sudah di keramik tetapi masih ada ruang kelas yang belum di keramik atap juga sudah diternit. Lapangan untuk kegiatan olah raga juga sudah di konblok dan cukup luas sehingga mendukung untuk pembelajaran. Keadaan sekolahrindang karena hanya terdapat banyak pohon yang berada di pinggir lapangan. Maka sekolah ini disebut sekolah Adiwiyata. Peneliti melakukan penelitian pada 60 siswa kelas V, 30 siswa kelas V A sebagai kelas eksperimen dan 30 siswa kelas V B sebagai kelas kontrol. 4.1.2 Deskripsi Pelaksanaan Pretest Data kemampuan awal mengaplikasi dan menganalisis siswa diperoleh dari pemberikan soal pretest. Soal pretest ini sama-sama diberikan kepada kelas kontrol dan kelas eksperimen untuk mengetahui pengetahuan awal yang dimiliki masing-masing kelompok sebelum diberi perlakuan (treatment). Dalam soal pretest yang diberikan, memuat dua kemampuan berfikir yang akan diteliti yakni kemampuan mengaplikasi dan kemampuan menganalisis yang tertuang dalam 5 44

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI soal uraian yang terdiri dari dua soal untuk kemampuan mengaplikasi dan tiga soal untuk kemampuan menganalisis. Materi yang dituangkan dalam soal pretest adalah mengenai “Persiapan Kemerdekaan Republik Indonesia” yang merupakan rangkaian materi “Perjuangan Pergerakan Indonesia”. Dalam materi ini akan dijelaskan mengenai usaha-usaha yang dilakukan untuk memperoleh kemerdekaan, peristiwa-peristiwa penting seputar persiapan kemerdekaan, serta tokoh-tokoh yang berperan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Pretest pada kelas kontrol dilakukan pada hari Kamis tanggal 13 Februari 2014, jumlah siswa yang mengerjakan ada 30 siswa. Selanjutnya peneliti melakukan pretest di kelas eksperimen pada hari Kamis tanggal 6 Maret 2014, jumlah siswa yang mengerjakan ada 30 siswa. 4.1.3 Deskripsi Pelaksanaan Posttest Peneliti melakukan pemberian posttest setelah kedua kelompok menyelesaikan materi pelajaran mengenai “Persiapan Kemerdekaan Republik Indonesia”. Pemberian materi harus dibedakan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pada kelompok kontrol pemberian materi tidak diberikan perlakuan (treatment) melainkan dengan metode ceramah saja. Sedangkan pemberian materi pada kelas eksperimen adalah dengan perlakuan (treatment). Pemberian treatment ini dengan menggunakan media timeline dalam pemberian materinya yang diharapkan mampu mempermudah pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan. Data yang diperoleh dari pelaksanaan posttest akan 45

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menunjukkan ada tidaknya perbedaan yang terjadi setelah kedua kelompok mendapatkan materi pelajaran dengan treatment dan tidak. Soal posttest yang diberikan sama dengan soal pretest yang sebelumnya sudah diberikan. Sehingga akan terlihat peningkatan yang terjadi dari pretest ke posttest. Posttest pada kelas kontrol dilakukan pada hari Kamis tanggal 3 April 2014, jumlah siswa yang mengerjakan ada 30 siswa. Selanjutnya peneliti melakukan posttest di kelas eksperimen pada hari Jumat tanggal 4 April 2014, jumlah siswa yang mengerjakan ada 30 siswa. 4.2 Deskripsi Analisis Data Penelitian 4.2.1 Pretest 4.2.1.1 Pretest Kemampuan Mengaplikasi dan menganalisis Kelompok Eksperimen Peneliti sudah melakukan pretest pada kelompok eksperimen dan diperoleh nilai maksimal, nilai minimal, mean (rata-rata), median (nilai tengah), serta standar defiasi. Data perolehan nilai Pretest kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 10. Deskripsi data Pretest kemampuan Mengaplikasi Kelompok Eksperimen Nilai Minimal 0 Nilai Maksimal 75 Rata-rata 41 Median 50 Standar Defiasi 27, 92068 46

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 11. Deskripsi data Pretest kemampuan Menganalisis Kelompok Eksperimen Nilai Minimal 0 Nilai Maksimal 58 Rata-rata 22 Median 21 Standar Defiasi 14,36455 Tabel 10 dan 11 mengenai data pretest pada kelas eksperimen untuk kemampuan mengaplikasi menunjukkan bahwa pada kemampuan mengaplikasi lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan menganalisis, terlihat pada nilai maksimal, rata-rata, median serta standar defiasi. 4.2.1.2 Pretest Kemampuan Mengaplikasi dan menganalisis Kelompok Kontrol Peneliti sudah melakukan Pretest pada kelompok kontrol dan diperoleh nilai maksimal, nilai minimal, mean (rata-rata), median (nilai tengah), serta standar defiasi. Data perolehan nilai Pretest kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 12. Deskripsi data Pretest kemampuan Menganalisis Kelas Kontrol Nilai Minimal Nilai Maksimal Rata-rata Median Standar Defiasi 47 0 63 40 44 20,67340

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 13. Deskripsi data Pretest kemampuan Mengaplikasi Kelas Kontrol Nilai Minimal 0 Nilai Maksimal 58 Rata-rata 23 Median 25 Standar Defiasi 13,98028 Tabel 12 dan 13 mengenai data pretest pada kelas kontrol, untuk kemampuan mengaplikasi menunjukkan bahwa pada kemampuan mengaplikasi lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan menganalisis, terlihat pada nilai maksimal, rata-rata, median serta standar defiasi. 4.2.2 Posttest 4.2.2.1 Posttest Kelompok Eksperimen Peneliti sudah melakukan posttest pada kelompok eksperimen dan diperoleh nilai maksimal, nilai minimal, mean (rata-rata), median (nilai tengah), serta standar defiasi. Data perolehan nilai posttest kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 14. Deskripsi data Posttest kemampuan Mengaplikasi Kelas Eksperimen Nilai Minimal 25 Nilai Maksimal 100 Rata-rata 76 Median 75 Standar Defiasi 14,55153 48

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 15. Deskripsi data Posttest kemampuan Menganalisis Kelas Eksperimen Nilai Minimal Nilai Maksimal Rata-rata Median Standar Defiasi 33 92 65 67 14,5513 Tabel 14 dan 15 mengenai data posttest pada kelas eksperimen kemampuan mengaplikasi menunjukkan bahwa pada kemampuan mengaplikasi lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan menganalisis. Akan tetapi kemampuan mengaplikasi nilai minimalnya lebih rendah dibandingkan dengan kemampuan menganalisis. 4.2.2.2 Posttest Kelompok Kontrol Peneliti sudah melakukan posttest pada kelompok kontrol dan diperoleh nilai maksimal, nilai minimal, mean (rata-rata), median (nilai tengah), serta standar defiasi. Data perolehan nilai posttest kelompok kontrol dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 16. Deskripsi data Posttest kemampuan Mengaplikasi Kelas Kontrol Nilai Minimal 0 Nilai Maksimal 88 Rata-rata 55 Median 63 Standar Defiasi 24,01283 49

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 17. Deskripsi data Posttest kemampuan Mengaplikasi Kelas Kontrol Nilai Minimal 8 Nilai Maksimal 75 Rata-rata 31 Median 25 Standar Defiasi 18,34109 Tabel 16 dan 17 mengenai data posttest pada kelas kontrol kemampuan mengaplikasi menunjukkan bahwa pada kemampuan mengaplikasi lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan menganalisis. Akan tetapi kemampuan mengaplikasi nilai minimalnya lebih rendah dibandingkan dengan kemampuan menganalisis yakni 0. 4.3 Uji Prasyarat 4.3.1 Uji Normalitas Data prestasi belajar yang sudah diperoleh peneliti dari Pretest dan posttestuntuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran timeline dapat meningkatkan kemampuan berfikir mengaplikasi dan menganalisis dalam mata pelajaran IPS pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dianalisis dengan uji normalitas menggunakan nonparametrik, dalam penelitian ini menggunakan One Kolmogorov-Sminorv Test dengan program komputer SPSS 16 for Windows. Tujuan dari uji normalitas yang dilakukan adalah untuk menentukan uji statistik yang akan digunakan dalam analisis data pada perhitungan selanjutnya. Kriteria yang digunakan sebagai berikut: 50

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Jika nilai signifikansi atau harga sig. (2-tailed)>0,05, maka distribusi data dikatakan normal. 2. Jika nilai signifikansi atau harga sig. (2-tailed)<0,05, maka distribusi data dikatakan tidak normal. Hasil perhitungan uji normalitas Pretest dan posttest dapat dilihat pada table dibawah ini: Tabel 18. Hasil uji normalitas data pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol No Aspek KolmogorovSmirnov Z Sig.(2-tailed) Keterangan 1 Rerata skor Pretest mengaplikasi kelompok eksperimen 1,208 0,108 Normal 2 Rerata skor posttest mengaplikasi kelompok eksperimen 0,906 0,384 Normal 3 Rerata skor Pretest menganalisis kelompok eksperimen 0,736 0,651 Normal 4 Rerata skor posttest menganalisis kelompok eksperimen 0,980 0,292 Normal 5 Rerata skor Pretest mengaplikasi kelompok kontrol 0,989 0,282 Normal 6 Rerata skor posttest mengaplikasi kelompok kontrol 1,422 0,035 Normal 7 Rerata skor Pretest menganalisis kelompok kontol 1,149 0,143 Normal 8 Rerata 1,235 0,095 Normal skor posttest 51

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menganalisis kelompok kontrol Analisis data statistik yang telah diperoleh di atas, keseluruhan aspek memiliki distribusi data normal karena harga sig. (2-tailed) pretest mengaplikasi kelompok eksperimen berada diatas 0,05 yaitu 1.208 sedangkan harga sig. (2tailed) posttest mengaplikasi kelompok eksperimen berada diatas 0,05 yaitu 0,906. Selanjutnya untuk harga sig. (2-tailed) pretest menganalisis kelompok eksperimen berada diatas 0,05 yaitu 0, 736 sedangkan harga sig. (2-tailed) posttest menganalisis kelompok eksperimen berada diatas 0,05 yaitu 0,980. Kemudian untuk harga sig. (2-tailed) pretest mengaplikasi kelompok kontrol berada diatas 0,05 yaitu 0,989 sedangkan harga sig. (2-tailed) posttest mengaplikasi kelompok kontrol berada diatas 0,05 yaitu 1,422. Selanjutnya harga sig. (2-tailed) pretest menganalisis kelompok kontrol berada > 0,05 yaitu 1,422 sedangkan harga sig. (2-tailed) posttest menganalisis kelompok kontrol berada diatas 0,05 yaitu 1,235. Harga sig. (2-tailed) pada keseluruhan aspek pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan keadaan yang normal sehingga aspek pengaruh penggunaan media pembelajaran timeline terhadap kemampuan berfikir mengaplikasi dan menganalisis dalam mata pelajaran IPS pada kedua kelompok akan dianalisis menggunakan statistik parametrik independent sample t-test. Analisis data dilakukan dengan tiga tahap sebagai berikut: 1) Uji homogenitas dari skor pretest, yakni dengan membandingkan skor pretest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada masing-masing aspek yang telah dikemukakan diatas untuk mengetahui perbedaan kondisi awal siswa 52

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sebelum mendapat perlakuan. 2) Uji kenaikan skor pretest ke posttest pada masing-masing kelompok, untuk mengetahui kenaikan yang signifikan pada masing-masing kelompok, dan 3) Uji perbandingan skor posttest, yakni dengan menganalisis data yang membandingkan skor posttest pada kedua kelompok pada setiap aspek untuk mengetahui pengaruh yang signifikan dari penggunaan media timeline terhadap kemampuan berfikir mengaplikasi dan menganalisis dalam mata pelajaran IPS. 4.3.2 Uji Homogenitas atau uji perbandingan skor pretest kelompok kontrol dan eksperimen pada setiap aspek Analisis perbandingan skor pretest dua kelompok pada setiap aspek dapat dilakukan setelah melakukan uji normalitas. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada setiap aspek yang diteliti. Apabila kondisi awal sudah sama maka untuk selanjutnya dapat dilakukan perbandingan skor kelompok eksperimen dan skor kelompok kontrol. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik dalam penelitian ini independent sample t-test. Uji tersebut digunakan karena data yang ada memiliki distribusi normal yakni harga sig.(2-tailed) diatas 0,05. Dalam penelitian ini harga sig.(2-tailed) pada Pretest mengaplikasi adalah 0,52; pretest menganalisis adalah 0,749; dan Pretest kedua kemampuan tersebut adalah 0,183. Analisis data yang dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95%. Analisis data menggunakanm hipotesis statistik sebagai berikut: 53

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI H0 = Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hi = Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kriteria sebagai berikut : 1. Apabila harga sig.(2-tailed)< 0,05, maka H0 ditolak dan Hi diterima (Yulius, 2010:85) artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara skotr pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain kedua kelompok skor pretest berapa pada level yang tidak samasehingga analisis perbandingan antara selisih skor dari pretest ke posttest dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 2. Apabila harga sig. (2-tailed)> 0,05; H0 dan Hi ditolak. Hal tersebut berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok eksperimen dengan skor pretest kelompok kontrol, dengan kata lain kedua skor pretest berada pada level yang sama sehingga akan digunakan analisis perbandingan skor posttest dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil analisis data perbandingan skor pretest kelompok eksperimen dan skor pretest kelompok kontrol dapat dilihat pada tabel berikut: 54

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 19. Uji Homogenitas Skor Pretest Hasil Pretest Signifikansi Keterangan Kelompok Eksperimen dan 0,52 Tidak ada perbedaan 0,749 Tidak ada perbedaan Kelompok Kontrol pada kemampuan mengaplikasi Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol pada kemampuan menganalisis Tabel 19 menunjukkan bahwa harga sig. (2-tailed) pada kemampuan mengaplikasi adalah 0,52 atau > 0,05 maka H0 diterima dan Hi ditolak. Sedangkan harga sig. (2-tailed) pada kemampuan menganalisis adalah 0,749 atau > 0,05 maka H0 diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan (homogen) antara skor pretest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dan kedua kelompok tersebut berada pada level yang sama sehingga akan digunakan analisis perbandingan skor posttest dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 4.4 Uji Hipotesis 4.4.1 Uji kenaikan skor pretest ke posttest Langkah selanjutnya adalah menghitung uji kenaikam skor pretest ke posttest untuk melihat ada atau tidaknya kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest dari masing-masing kelompok. Harga sig. (2-tailed) pada pretest dan posttest > 0,05 maka data tersebut akan dikatakan normal, sehingga 55

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI analisis statistik yang digunakan untuk data normal adalah statistik parametrik paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesis yang digunakan pada analisis data untuk dua kelompok adalah: H0 : tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan postest pada kedua kelopok (kontrol dan eksperimen), yang artinya tidak terdapat kenaikan yang signifikan terjadi antara skor pretest ke posttest. Hi : terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kedua kelompok (kontrol dan eksperimen), yang artinya ada kenaikan yang signifikan terjadi antara skor pretest ke posttest. Dengan kriteria sebagai berikut: 1. Apabila harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka H0 ditolak dan Hi di terima yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen. 2. Apabila harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka H0 diterima dan Hi ditolak yang artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen. Hasil analisis data perbandingan skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel berikut: 56

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 20. Perbandingan skor pretest ke posttest kemampuan mengaplikasi No Kelompok Pretsest Posttest Peningkatan (%) Signifikansi Keputusan 1 Kontrol 40 55 37,5% 0,000 Berbeda 2 Eksperimen 41 76 85,36 % 0,000 Berbeda Tabel 21. Perbandingan skor pretest ke posttest kemampuan menganalisis No Kelompok Pretest Posttest Peningkatan (%) Signifikansi Keputusan 1 Kontrol 23 31 34,7 % 0,011 Tidak berbeda 2 Eksperimen 22 65 195,45% 0,000 Berbeda Tabel 20 di atas harga sig. (2-tailed) kemampuan mengaplikasi pada kelompok kontrol adalah 0,000 atau < 0,05 dengan peningkatan sebesar 37,5 %, maka H0 ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke skor posttest. Harga sig. (2-tailed) kemampuan mengaplikasi pada kelompok eksperimen adalah 0,000 atau < 0,05 dengan peningkatan sebesar 85,36% maka H0 ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke skor posttest. Meskipun ke dua kelompok mengalami peningkatan, akan tetapi untuk kelas eksperimen peningkatannya lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Tabel 21 di atas harga sig. (2-tailed) kemampuan menganalisis pada kelompok kontrol adalah 0,011 atau > 0,05 dengan peningkatan sebesar 34,7 %, 57

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI maka H0 diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke skor posttest. Harga sig. (2-tailed) kemampuan mengaplikasi pada kelompok eksperimen adalah 0,000 atau < 0,05 dengan peningkatan sebesar 195,45% maka H0 ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke skor posttest. 4.4.2 Perbandingan Skor Posttest Peneliti menghitung perbandingan skor posttest pada kedua kelompok untuk melihat ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Penghitungan analisis statistiknya mengunakan analaisis statistik parametrik independent samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95 % sebab data posttest kedua kelompok yang sudah dihitung sebelumnya merupakan data yang normal sehingga harga sig.(2-tailed) yang dihasilkan > 0,05 dengan menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut: H0 : tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, yang artinya tidak ada perbedaan kemampuan mengaplikasi dan menganalisis atas penggunaan media pembelajaran timeline pada mata pelajaran IPS untuk siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan. Hi `: terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, yang artinya ada perbedaan kemampuan mengaplikasi dan menganalisis atas penggunaan media pembelajaran timeline pada mata pelajaran IPS untuk siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan. 58

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dengan kriteria sebagai berikut: 1. Apabila harga probabilitas (2-tailed) < 0,05 maka H0 ditolak dan Hi diterima, berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Maka terdapat perbedaan kemampuan mengaplikasi dan menganalisis atas penggunaan media pembelajaran timeline pada mata pelajaran IPS untuk siswa kelas V SD. 2. Apabila harga probabilitas (2-tailed) > 0,05 maka H0 diterima dan Hi ditolak, berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Maka tidak terdapat perbedaan kemampuan mengaplikasi dan menganalisis atas penggunaan media pembelajaran timeline pada mata pelajaran IPS untuk siswa kelas V SD. Hasil analisis statistik perbandingan skor posttest kelompok kontrol dengan kelompo eksperimen dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 22. Perbandingan skor posttest kemampuan mengaplikasi Hasil Posttest Rata-rata Signifikansi Keterangan Kelompok Kontrol 55 0,000 Berbeda Kelompok Eksperimen 76 59

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 23. Perbandingan skor posttest kemampuan menganalisis Hasil Posttest Rata-rata Signifikansi Keterangan Kelompok Kontrol 31 0,000 Berbeda Kelompok Eksperimen 65 Berdasarkan tabel 22 mengenai perbandingan skor posttest pada kemampuan mengaplikasi menunjukkan bahwa hasil rata-rata kelompok kontrol sebesar 55 dan rata-rata kelompok eksperimen sebesar 76, maka skor rata-rata kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Hasil yang diperoleh dari perhitungan harga sig. (2-tailed) adalah 0,000 sehingga Hi diterima dan H0 ditolak, yang berarti ada perbedaan yang signifikan penggunaan media pembelajaran timeline terhadap kemampuan mengaplikasi berarti kedua skor posttest dari masing-masing kelompok berada pada level yang tidak sama. Berdasarkan tabel 23 mengenai perbandingan skor posttest pada kemampuan menganalisis menunjukkan bahwa hasil rata-rata kelompok kontrol sebesar 31 dan rata-rata kelompok eksperimen sebesar 65, maka skor rata-rata kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Hasil yang diperoleh dari perhitungan harga sig. (2-tailed) adalah 0,000 sehingga Hi diterima dan H0 ditolak, yang berarti ada perbedaan yang signifikan penggunaan media pembelajaran timeline terhadap kemampuan menganalisis berarti kedua skor posttest dari masing-masing kelompok berada pada level yang tidak sama. 60

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.5 Pembahasan Hasil penelitian yang telah diperoleh dari hasil analisis data menggunakan program komputer SPSS 16 for windows melalui tiga tahapan yakni: 1) uji homogenitas skor pretest kemampuan mengampikasi dan menganalisis pada kelompok kontrol dan skor Pretest pada kelompok eksperimen. 2) uji kenaikan skor pretest ke posttest kemampuan mengampikasi dan menganalisis pada masing-masing kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 3) uji perbedaan skor posttest masing-masing kelompok pada kemampuan mengaplikasi dan menganalisis. Tahap pertama peneliti melakukan uji homogenitas skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada kemampuan mengaplikasi dan menganalisis, ternyata menunjukkan kondisi yang sama pada masing-masing kemampuan. Harga sig. (2-tailed) pada kemampuan mengaplikasi > 0,05 yaitu 0,52 dan harga sig. (2-tailed) pada kemampuan menganalisis juga > 0,05 yaitu 0,749. Tahap kedua peneliti melakukan uji kenaikan skor pretest ke posttest dari masingmasing kelompok diperoleh bahwa data kemampuan mengaplikasi kelompok kontrol dengan posttest 55 dan Pretest 40 sehingga terdapat kenaikan sebesar 37,5% dengan sig.(2-tailed) 0,000 sehinga terdapat kenaikan yang signifikan karena di bawah 0,05. Kemudian pada kelompok eksperimen untuk kemampuan mengaplikasi dengan nilai posttest 76 dan pretest 41 terdapat kenaikan sebesar 85,36% dengan sig. (2-tailed) 0,000 sehingga terdapat kenaikan yang signifikan. Meskipun pada kemampuan mengaplikasi kedua kelompok mengalami peningkatan yang signifikan, akan tetapi pada kelompok eksperimen mengalami 61

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kenaikan yang lebih tinggi yaitu 85,36% dari pada kelompok kontrol yang hanya mengalami kenaikan sebesar 37,5%. Selanjutnya untuk kemampuan menganalisis pada kelompok kontrol dengan nilai Pretest 31 dan posttest 23 terdapat kenaikan sebesar 34,7% dengan sig. (2-tailed) 0,011sehingga tidak terdapat peningkatan yang signifikan karena diatas 0,05. Sedangkan pada kelompok eksperimen untuk kemampuan menganalisis dengan nilai posttest 65 dan Pretest 22 terdapat peningkatan sebesar 195,45% dengan sig. (2-tailed) 0,000 maka terdapat kenaikan yang signifikan pada kemampuan menganalisis. Presentase kenaikan yang terjadi pada kelompok eksperimen lebih tinggi dari kenaikan yang terjadi pada kelompok kontrol. Hal ini disebabkan karena kelompok eksperimen dalam proses pembelajarannya menggunakan media pembelajaran timeline sebagai sarana menyampaikan materi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berfikir mengaplikasi dan menganalisis. Tahap ketiga yaitu melakukan uji perbedaan skor posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen untuk setiap kemampuan berfikir. Pada kemampuan mengaplikasi harga sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000 sehingga H0 ditolak dan Hi diterima yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest untuk kemampuan mengaplikasi. Selanjutnya pada kemampuan menganalisis harga sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000 sehingga H0 ditolak dan Hi diterima yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest untuk kemampuan menganalisis. Dapat disimpulkan bahwa kondisi akhir antara kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan kelas kontrol yang tidak diberi perlakuan terdapat 62

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI perbedaan dimana kelas eksperimen diberi perlakuan dengan media pembelajaran timeline lebih tinggi nilai posttest nya. Hasil penelitian yang didapat ini relevan dengan beberapa penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan media pembelajaran timeline untuk meningkatkan kemampuan mengaplikasi dan menganalisis. Seperti yang diungkapkan oleh Mityasari (2013) pada penelitiannya yang berjudul “ Penggunaan Media Bagan Garis Waktu (Timeline Chart) untuk Meningkatan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPS kelas V SD” bahwa penggunaan media bagan garis waktu dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Selanjutnya penelitian yang diteliti oleh Eva Niko A & Mulyani (2013) berjudul “Penggunaan Media Puzzle untuk meningkatkan Hasil Belajar IPS dengan Tema Keluarga pada Siswa Sekolah Dasar” mengungkapkan bahwa penggunaan media pembelajaran puzzle dapat meningkatkan hasil prestasi belajar IPS. Penelitian yang terakhir diteliti oleh Alwi (2002) yang berjudul “ Penggunaan Peta dan Globe untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPS di Sekolah Dasar” menunjukkan bahwa hasil belajar kelompok eksperimen yang diajar menggunakan media peta dan globe lebih tinggi dari pada yang tanpa menggunakan media. Penelitian ini mendukung teori yang dikemukakan Sadiman (2009:37) bahwa media timeline merupakan media yang menyajikan sebuah garis waktu yang mengubungkan antara sebuah peristiwa dengan waktu terjadinya peristiwa tersebut. Sedangkan menurut Obenchain (2011:186) menerangkan timeline merupakan media yang dapat membantu siswa dalam memahami konsep yang 63

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI abstrak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media timeline dapat membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran yang disampaikan karena menyajikan suatu urutan kejadian secara kronologis mulai dari peristiwa, tanggal, tahun, tempat dimasa lampau. 64

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 5 PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah peneliti lakukan terhadap siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan pada mata pelajaran IPS dengan materi Persiapan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggunalan media pembelajara timeline untuk meningkatkan kemampuan mengaplikasi dan menganalisis dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 5.1.1 Ada perbedaan kemampuan mengaplikasi atas penggunaan media pembelajaran timeline pada mata pelajaran IPS untuk siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan. Nilai signifikansi skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen harga sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 5.1.2 Ada perbedaan kemampuan menganalisis atas penggunaan media pembelajaran timeline pada mata pelajaran IPS untuk siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan. Nilai signifikansi skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen harga sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 65

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5.2 Keterbatasan Penelitian `Berikut ini akan dijelaskan beberapa keterbatasan yang dialami peneliti saat melakukan penelitian: 5.2.1 Pada saat melakukan penelitian pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen, peneliti membentuk kelompok agar siswa juga dapat bekerjasama dengan teman satu kelompok. Akan tetapi kondisi siswa yang memilih-milih teman membuat peneliti mengalami kesulitan saat pembuatan kelompok, sebab beberapa siswa tidak mau berada dalam kelompok yang sudah peneliti bentuk. Sehingga hal tersebut memakan waktu yang cukup lama. 5.2.2 Media pembelajaran timeline yang dibuat ukurannya kurang panjang, gambar yang digunakan juga hitam putih. Sehingga untuk siswa yang duduk dibagian belakang kurang jelas terlihat. 5.2.3 Pemberian pretest untuk kelas kontrol dan eksperimen terdapat jarak yang cukup lama, sehingga ditakutkan terjadi bias. 5.3 Saran Berdasarkan kesimpulan diatas, saran yang diberikan kepada peneliti lain yang akan melakukan penelitian mengenai penggunaan media pembelajaran timeline untuk meningkatkan kemampuan mengaplikasi dan menganalisis adalah sebagai berikut: 5.3.1 Peneliti perlu memperhatikan cara pembentukan kelompok belajar agar tidak terjadi keributan dan rasa iri terhadap anggota kelompok lainnya. 66

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dapat juga dilakukan dengan cara-cara yang menarik agar siswa dapat menerima anggota kelompok belajar yang telah dibentuk. 5.3.2 Peneliti perlu memperhatikan ukuran media pembelajaran timeline yang lebih panjang serta gambar yang berwarna sehingga lebih menarik bagi siswa. 5.3.3 Peneliti perlu memperhatikan waktu pemberian pretest pada masingmasing kelas agar tidak ada jarak yang terlalu lama agar tidak terjadi bias. 67

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Alwi, E. 2002. Penggunaan Peta dan Globe untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPS di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan Volume 01 Nomor 09, 62-68. Anderson, Lorain, dan David R Krathwohl. 2010. Kerangka Landasan untuk Pembelajaran, Pengajaran dan Assesmen. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Anitah, S. 2010. Media Pembelajaran. Surakarta: Yuma Pustaka. Arifin, Zainal. 2009. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya. Azwar, S. 2011. Tes Prestasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Crain, William. 2007. Teori Perkembangan Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:Rineka Cipta. Eva Niko A & Mulyani. 2013. Penggunaan Media Puzzle untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS dengan Tema Keluarga pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal PGSD Volume 01 Nomor 02 , 0-216. Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Kadir, A, dkk. 2012. Dasar-Dasar Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group. Kariadinata, Rahayu., Maman Abdurahman. 2012. Dasar-Dasar Statistika Pendidikan. Bandung: Pustaka Setya. Kustadi, Cecep & Sutjipto, Bambang. 2011. Media Pembelajaran Manual dan Digital. Bogor: Ghalia Indonesia. 68

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kuswana, W. S. 2012. Taksonomi Kognitif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Mardapi, Djemari. 2008. Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan NonTes. Jogjakarta: Mitra Cendikia. Maryani, Enok dan Syamsudin, Helius. 2009. Pengembangan Program Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Kompetensi Keterampilan Sosial. Jurnal Penelitian No.9 Vol.1 , 1-15. Mityasari, D. Y. 2013. Penggunaan Media Bagan Garis Waktu (Timeline Chart) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPS kelas V SD. Jurnal PGSD Volume 01 Nomor 02 , 0-216. Diunduh dari (http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-penelitian pgsd/article/view/2953 Diakses 17 Oktober 2013) Mudyaharjo, Radja. 2006. Pengantar Pendidikan Sebuah Studi Awal tentang Dasar – dasar Pendidikan pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. Munadi, Yudhi. 2013. Media Pembelajaran. Jakarta: Sebuah Pendekatan Baru. Nazir, M. 2005. Metode Penelitian. Bogor Selatan: Ghalia Indonesia. Obenchain, Katryn M. 2011. Fifty Social Studies Strategies for K-8 Classrooms. Pearson: New Jersey. Prayitno, D. 2012. Belajar Praktis Analisis Parametrik dan Non Parametrik dengan SPSS. Yogyakarta: Gava Media. Sadiman, Arief S (dkk). 2009. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Sangadji, Etta Mamang & Sopiah. 2010. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Andi Offset. 69

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sapariya. 2009. Pendidikan IPS. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Siregar, Syofian. 2013. Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Bumi Aksara. Smaldino, Sharon E et all. 2012. Intructional Technology and Media for Learning. Boston: Pearson. Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Supardi. 2011. Dasar-dasar Ilmu Sosial. Yogyakarta: Ombak. Supratiknya, A. 2012. Penilaian Hasil Belajar dengan Non tes. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Trihendradi, C. 2009. Step by Step SPSS 16 Analisis Data Statistik.Yogyakarta: Andi Offset. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta : Depdiknas. 70

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 71

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 1 SILABUS PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas /Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi : SD Kanisius Sorowajan : IPS : V (lima)/2 (dua) : 4 x 40 Menit :2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Jenis Bentuk Tagihan Instrumen Kompetensi Dasar : 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Competence 1. 2. 3. Melaksanakan sikap positif para tokoh proklamasi dalam kehidupan seharihari. Menggunakan cara tertentu untuk menghargai jasa dan peranan tokoh dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan. Menguraikan secara singkat perumusan dasar Negara sampai adanya perumusan Materi Pokok dan Uraian Materi Materi Pokok: Persiapan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1. Pembentukan BPUPKI 2. Pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) 3. Peristiwa Rengasdengklok 4. Penyusunan Teks Proklamasi Gagasan Kegiatan Pembelajaran Tes Pertemuan pertama : a. b. c. Siswa dan guru bertanya jawab mengenai proklamasi kemerdekaan Indonesia, peristiwa sekitar kemerdekaan Indonesia, dan apa alasan Indonesia harus merdeka. Siswa dibagi dalam kelompok yang setiap kelompoknya beranggotakan 4 orang siswa. Siswa dibagikan bacaan mengenai 72 Soal uraian. Contoh Instrumen Tuliskan sifat apa sajakah yang harus kita teruskan dari para tokoh dalam mempersiap an emerdekaan Indonesia? Alokasi Waktu 2 x 40 menit (2 x pertemua n) Sumber dan Media Belajar Widyaningt yas. 2011. Ayo belajar ilmu Pengetahua n Sosial. Yogyakarta : Kanisius. Yuliati, Reni dan Ade Munajat. 2008. Ilmu Pengetahua n Sosial. Jakarta: Pusat

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. 5. pancasila. Menyebutkan peranan tokoh-tokoh dalam peristiwa seputar mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Menemukan sifat para tokoh yang dapat diteladani dalam peristiwa mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. d. e. Conscience 1. Mencermati sikap positif dari para tokoh pejuang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Compassion 1. Meneladani semangat para tokoh yang telah memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia. f. g. h. peristiwa-peristiwa penting seputar persiapan kemerdekaan Indonesia. Guru menceritakan satu peristiwa dalam persiapan kemerdekaan Indonesia. Siswa diminta untuk menganalisis waktu terjadinya, namaperistiwa, serta tokoh dalam peristiwa yang ada dalam cerita yang disampaikan guru. Siswa menyebutkan waktu, peristiwa, serta tokoh, kemudian guru memberikan contoh menempelkan tulisan dan gambar pada media timeline. Siswa dibagikan LKS pada setiap kelompok. Dalam kelompok siswa melanjutkan menganalisis beberapa peristiwa (waktu terjadinya, namaperistiwa, serta tokoh) yang ada 73 Perbukuan Departeme n Pendidikan Nasional. Media Pembelajar an Timeline. Ringkasn materi. Non tes Non tes Rubik Penilaian pengamatan Rubik penilaian sikap Terlampir Terlampir

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dalam bacaan kemudian menuliskan dalam LKS. i. Siswa dalam kelompok bergantian menempelkan urutan kejadian (waktu terjadinya, namaperistiwa, serta tokoh) secara runtut pada papan timeline. j. Siswa dengan bimbingan guru membahas hasil pekerjaan siswa secara bersama-sama. Pertemuan kedua : a. b. c. d. Siswa duduk dalam kelompok seperti pada pertemuan sebelumnya. Siswa dengan bantuan guru menempelkan kembali urutan kejarian pada papan timeline. Siswa mengidentifikasi siapa saja tokoh yang ada dibalik peristiwa persiapan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dari bacaan yang telah diberikan. Siswa dalam kelompok dibagikan LKS. 74

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI e. f. g. Siswa dalam kelompok diminta mengidentifikasi peran tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan, sikap positif tokohyang patut diteladani, dan bagaimana cara menghargai semua jasa tokoh dalam memperjuangkan kemerdekan Indonesia kaitannya dengan kehidupan sehari-hari siswa. Siswa dengan bimbingan guru membahas LKS yang telah dikerjakan. Setiap kelompok megemukakan pendapat mengenai bagaimana cara menghargai jasa tokoh dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia kaitannya dengan kehidupan sehari-hari siswa. 75

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Mengetahui, Peneliti Hervina Kathrin NIM: 101134061 76

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Program Semester Alokasi Waktu 1. : SD Kanisius Sorowajan : IPS :V : 2 (dua) : 4x40 Menit (2 kali pertemuan) Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 2. Kompetensi dasar 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia C. Indikator a. Competence 1. Melaksanakan sikap positif para tokoh proklamasi dalam kehidupan sehari-hari. 2. Menggunakan cara tertentu untuk menghargai jasa dan peranan tokoh dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan. 3. Menguraikan secara singkat perumusan dasar Negara sampai adanya perumusan pancasila. 4. Menyebutkan peranan tokoh-tokoh dalam peristiwa kemerdekaan Indonesia. 5. Menemukan sifat para tokoh yang dapat diteladani dalam peristiwa mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. b. Conscience Mencermati sikap positif dari para tokoh pejuang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Compassion Meneladani semangat para tokoh yang telah memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia. c. 77 seputarmempersiapkan

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Tujuan pembelajaran a. Competence 1. Siswa mampu melaksanakan minimal tiga sikap positif para tokoh proklamasi dalam kehidupan sehari-hari. 2. Siswa mampu menggunakan minimal tiga cara tertentu untuk menghargai jasa dan peranan tokoh dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan. 3. Siswa mampu menguraikan secara singkat perumusan dasar Negara sampai adanya perumusan pancasila. 4. Siswa mampu menyebutkan minimal tiga peranan tokoh-tokoh dalam peristiwa seputar mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. 5. Siswa mampu menemukan minimal tiga sifat para tokoh yang dapat diteladani dalam peristiwa mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. b. Conscience Siswa mampu mencermati sikap minimal tiga sikap positif dari para tokoh pejuang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia secara berkelompok. c. Compassion Siswa mampu meneladani semangat para tokoh yang telah memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia dalam kelas. 4. Materi ajar Persiapan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (terlampir) 5. Pendekatan, Model, dan Metode pembelajaran a. Pendekatan pembelajaran Pendekatan Pedagogi Reflektif (PPR) b. Model pembelajaran Model Pembelajaran Kooperatif c. Metode pembelajaran Diskusi, penugasan, tanya jawab, ceramah bervariasi Langkah-langkah pembelajaran Pertemuan pertama 6. 1. Kegiatan Awal (Konteks) a. Salam Pembuka , ucapan salam kepada siswa. b. Guru dan siswa berdoa bersama c. Presensi siswa d. Apersepsi Siswa bertanya jawab dengan guru tentang apa yang siswa ketahui mengenai perjuangan para pahlawan dalam melawan penjajah (menggali 78 15 menit

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pengetahuan lampau siswa ). e. Orientasi Siswa dijelaskan langkah-langkah kegiatan dan tujuan pembelajaran terkait dan manfaat penggunaanmedia pembelajaran Timeline dalam proses pembelajaran ini (mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia). f. Motivasi Guru mengajak siswa bernyanyi “ Maju tak Gentar” Maju tak gentar Membela yang benar Maju tak gentar Hak kita diserang Maju serentak Mengusir penyerang Maju serentak tentu kita menang Bergerak bergerak Serentak menerkam Menerjang terjang tak gentar Tak gentar tak gentar Menyerang menyerang Majulah majulah menang 2. Kegiatan Inti (Pengalaman) a. Siswa dan guru bertanya jawab mengenai proklamasi kemerdekaan Indonesia, peristiwa sekitar kemerdekaan Indonesia, dan apa alasan Indonesia harus merdeka. b. Siswa dibagi dalam kelompok yang setiap kelompoknya beranggotakan 4 orang siswa. c. Siswa dibagikan bacaan mengenai peristiwa-peristiwa penting seputar persiapan kemerdekaan Indonesia. d. Guru menceritakan satu peristiwa dalam persiapan kemerdekaan Indonesia. e. Siswa diminta untuk menganalisis waktu terjadinya, namaperistiwa, serta tokoh dalam peristiwa yang ada dalam cerita yang disampaikan guru. f. Siswa menyebutkan waktu, peristiwa, serta tokoh, kemudian guru memberikan contoh menempelkan tulisan dan gambar pada media timeline. g. Siswa dibagikan LKS pada setiap kelompok. h. Dalam kelompok siswa melanjutkan menganalisis beberapa peristiwa (waktu terjadinya, namaperistiwa, serta tokoh) yang ada dalam bacaan kemudian menuliskan dalam LKS. i. Siswa dalam kelompok bergantian menempelkan urutan kejadian (waktu terjadinya, namaperistiwa, serta tokoh) secara runtut pada papan timeline. j. Siswa dengan bimbingan guru membahas hasil pekerjaan siswa secara bersama-sama. Refleksi Siswa membuat refleksi atas pembelajaran yang telah dilalui  Apa yang telah kalian pelajari hari ini?  Bagaimana perasaan kalian selama mengikuti pelajaran ? 79 40 menit

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI    Apa kesulitan yang kalian alami selama mengikuti pelajaran hari ini? Bagaimana kalian menyelesaikan kesulitan yang kalian temui ? Apa yang akan kalian lakukan setelah mengikuti pelajaran hari ini? Aksi Siswa saling bekerjasama dan membantu bila ingin mencapai suatu tujuan hidup yang lebih baik. 3. Kegiatan Akhir Kesimpulan a. Guru memberikan penguatan dan meluruskan kesalahan persepsi siswa. b. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti. c. Siswa dan guru menyimpulkan hasil belajar. Evaluasi Setiap siswa diberikan lembar evaluasi atau tes tertulis yang dikerjakan secara individu. Tindak lanjut a. Guru kemudian memberi skor untuk masing-masing kelompok. b. Guru menutup pelajaran dengan bernyanyi “Sayonara” c. Siswa mengucapkan salam 15 menit Pertemuan kedua 1. Kegiatan Awal a. Salam Pembuka , ucapan salam kepada siswa. b. Guru dan siswa berdoa bersama c. Presensi siswa d. Apersepsi Siswa bertanya jawab dengan guru tentang apa yang siswa ketahui mengenai peristiwa apa saja yang terjadi seputar persiapan proklamasi dari pertemuan sebelumnya (Menggali pengetahuan lampau siswa ) e. Orientasi Siswa diberikan penjelasan mengenai langkah-langkah kegiatan dan tujuan pembelajaran terkait dan manfaat penggunaan media timeline dalam proses pembelajaran ini (mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia) f. Motivasi Siswa menyanyikan lagu “ Hari Merdeka “ Tujuhbelas Agustus Tahun Empat Lima Itulah hari kemerdekaan kita Hari merdeka nusa dan bangsa Hari lahirnya bangsa Indonesia Merdeka.... Sekali merdeka tetap merdeka Selama hayat masih dikandung badan Kita tetap setya tetap sedya Mempertahankan Indonesia Kita tetap setya tetap sedya Membela negara kita 80 15 menit

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. a. b. c. d. e. f. g. Kegiatan Inti Siswa duduk dalam kelompok seperti pada pertemuan sebelumnya. Siswa dengan bantuan guru menempelkan kembali urutan kejadian pada papan timeline. Siswa mengidentifikasi siapa saja tokoh yang ada dibalik peristiwa persiapan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dari bacaan yang telah diberikan. Siswa dalam kelompok dibagikan LKS. Siswa dalam kelompok diminta mengidentifikasi peran tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan, sikap positif tokohyang patut diteladani, dan bagaimana cara menghargai semua jasa tokoh dalam memperjuangkan kemerdekan Indonesia kaitannya dengan kehidupan sehari-hari siswa. Siswa dengan bimbingan guru membahas LKS yang telah dikerjakan. Setiap kelompok megemukakan pendapat mengenai bagaimana cara menghargai jasa tokoh dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia kaitannya dengan kehidupan sehari-hari siswa. 40 menit Refleksi Siswa membuat refleksi atas pembelajaran yang telah dilalui  Apa yang telah kalian pelajari hari ini?  Bagaimana perasaan kalian selama mengikuti pelajaran ?  Apa kesulitan yang kalian alami selama mengikuti pelajaran hari ini?  Bagaimana kalian menyelesaikan kesulitan yang kalian temui ?  Apa yang akan kalian lakukan setelah mengikuti pelajaran hari ini? Aksi Siswa merancanakan tindakan yang akan dilaksanakan untuk menghargai jasa tokoh yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, misalnya : Belajar dengan sungguh-sungguh untuk meraih cita-cita.Mengapa memilih tindakan tersebut ? 3. Kegiatan Akhir Kesimpulan a. Guru memberikan penguatan dan meluruskan kesalahan persepsi siswa. b. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti. c. Siswa dan guru menyimpulkan hasil belajar. Evaluasi Setiap siswa diberikan lembar post-test atau tes tertulis yang dikerjakan secara individu. Tindak lanjut a. Guru kemudian memberi skor untuk masing-masing kelompok. b. Guru menutup pelajaran dengan bernyanyi “Sayonara” c. Siswa mengucapkan salam. 81 15 menit

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. Alat/ bahan dan sumber belajar a. Widyaningtyas. 2011. Ayo belajar ilmu Pengetahuan Sosial. Yogyakarta: Kanisius. b. Yuliati, Reni dan Ade Munajat. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. c. Media Pembelajaran Timeline. d. Ringkasan materi. 8. Penilaian Indikator Pencapaian Kompetensi Jenis Penilaian Bentuk Penilaian Contoh Instrumen Soal Uraian/essay Terlampir Rubrik penilaian sikap Terlampir Competence 1. 2. 3. 4. 5. Melaksanakan sikap positif para tokoh proklamasi dalam kehidupan sehari-hari. Menggunakan cara tertentu untuk menghargai jasa dan peranan tokoh dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan. Menguraikan secara singkat perumusan dasar Negara sampai adanya perumusan pancasila. Menyebutkan peranan tokohtokoh dalam peristiwa seputar mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Menemukan sifat para tokoh yang dapat diteladani dalam peristiwa mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Tes tertulis Conscience Mencermati sikap positif dari para tokoh pejuang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Compassion Menghargai jasa para tokoh yang telah memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia. Rubik pengamatan 82 Terlampir /

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Penilaian Competence No Nama Indikator Pencapaian Siswa Melaksanakan sikap positif para tokoh proklamasi dalam kehidupan sehari-hari 1 2 3 4 Total Nilai Menggunakan cara tertentu untuk menghargai jasa dan peranan tokoh dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan 1 2 3 4 Menguraikan secara singkat perumusan dasar Negara sampai adanya perumusan Pancasila 1 2 3 4 Menyebutkan peranan tokoh-tokoh dalam peristiwa seputar mempersiapkan kemerdekaan Indonesia 1 2 3 4 Menemukan sifat para tokoh yang dapat diteladani dalam peristiwa mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia 1 2 3 4 Keterangan : 1. Melaksanakan sikap positif para tokoh proklamasi dalam kehidupan sehari-hari. a. Nilai 4 : Jika siswa mampu menyebutkan tiga atau lebih sikap positif para tokoh proklamasi dalam kehidupan sehari-hari. b. Nilai 3 : Jika siswa mampu menyebutkan dua sikap positif para tokoh proklamasi dalam kehidupan sehari-hari. c. Nilai 2 :Jika siswa mampu menyebutkan satu sikap positif para tokoh proklamasi dalam kehidupan sehari-hari. d. Nilai 1 :Jika siswa salah dalam menuliskan jawaban. 2. Menggunakan cara tertentu untuk menghargai jasa dan peranan tokoh dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan. a. Nilai 4 : Jika siswa mampu menggunakan tiga cara atau lebih untuk menghargai jasa dan peranan tokoh dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan. b. Nilai 3 : Jika siswa mampu menggunakan dua cara untuk menghargai jasa dan peranan tokoh dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan. c. Nilai 2 : Jika siswa mampu menggunakan satu cara untuk menghargai jasa dan peranan tokoh dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan. 83

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d. Nilai 1 : Jika siswa salah dalam menggunakan cara untuk menghargai jasa dan peranan tokoh dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan. Menguraikan secara singkat perumusan dasar Negara sampai adanya perumusan pancasila. a. Nilai 4 : Jika siswa tepat, runtut, dan rapi dalam menguraikan secara singkat perumusan dasar Negara sampai adanya perumusan Pancasila. b. Nilai 3 : Jika salah satu indikator dalam nilai 4 tidak ada. c. Nilai 2 : Jika hanya ada satu indikator dalam nilai 4. d. Nilai 1 : Jika siswa salah dalam menguraikan secara singkat perumusan dasar Negara sampai adanya perumusan Pancasila. 4. Menyebutkan peranan tokoh-tokoh dalam peristiwa seputar mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. b. Nilai 4 : Jika siswa mampu menyebutkan lima peranan tokoh-tokoh dalam peristiwa seputar mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. c. Nilai 3 : Jika siswa mampu menyebutkan tiga atau lebih peranan tokoh-tokoh dalam peristiwa seputar mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. d. Nilai 2 : Jika siswa mampu menyebutkan dua peranan tokoh-tokoh dalam peristiwa seputar mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. e. Nilai 1 : Jika siswa mampu menyebutkan satu peranan tokoh-tokoh dalam peristiwa seputar mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. 5. Menemukan sifat para tokoh yang dapat diteladani dalam peristiwa mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. a. Nilai 4 : Jika siswa mampu menemukan tiga sifat atau lebih sifat para tokoh yang dapat diteladani dalam peristiwa mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. b. Nilai 3 : Jika siswa mampu menemukan dua sifat para tokoh yang dapat diteladani dalam peristiwa mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. c. Nilai 2 : Jika siswa mampu menemukan satu sifat para tokoh yang dapat diteladani dalam peristiwa mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. d. Nilai 1 : Jika siswa salah dalam menemukan satu sifat para tokoh yang dapat diteladani dalam peristiwa mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. 3. Nilai Akhir = x 100 = ……. 84

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Penilaian Conscience No Nama Siswa Indikator Pencapaian Mencermati sikap positif dari para tokoh pejuang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia 1 2 3 4 Total Nilai Keterangan : Mencermati sikap positif dari para tokoh pejuang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. a. Nilai 4 :Jika siswa berani mengemukakan pendapat dalam kelompok, menghargai pendapat teman, aktif dalam kelompok dan bisa bekerjasama dengan teman dalam kelompok. b. Nilai 3 : Jika satu indikator dalam nilai 4 tidak tampak. c. Nilai 2 : Jika dua indikator dalam nilai 4 tidak tampak. d. Nilai 1 : Jika tiga indikator dalam nilai 4 tidak tampak. x 100 = ……. Nilai Akhir = b. Penilaian Compassion No Nama Siswa mampu meneladani semangat para tokoh yang telah memperjuangkan Siswa Kemerdekaan Indonesia di dalam kelas Semangat dalam Semangat saat Menghargai Semangat dalam mengikuti pelajaran belajar dalam pendapat yang mengerjakan di kelas kelompok dikemukakan tugas teman Terlihat Tidak Terlihat Tidak Terlihat Tidak Terlihat Tidak terlihat terlihat terlihat terlihat Mengetahui, Praktikan Hervina Kathrin NIM: 101134061 85

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 3 SILABUS PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas /Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Indonesia. Indikator Pencapaian Kompetensi : SD Kanisius Sorowajan : IPS : V (lima)/2 (dua) : 6 x 35 Menit :2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Penilaian Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Kompetensi Dasar : 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Competence 1. 2. Melaksanaka n sikap positif para tokoh proklamasi dalam kehidupan sehari-hari. Menggunaka n cara tertentu untuk Materi Pokok dan Uraian Materi Materi Pokok: Persiapan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1. Pembentukan BPUPKI 2. Pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) 3. Peristiwa Rengasdengkl ok Gagasan Kegiatan Pembelajaran Jenis Tagihan Tes Pertemuan pertama : a. b. Siswa dan guru bertanya jawab mengenai proklamasi kemerdekaan Indonesia, peristiwa sekitar kemerdekaan Indonesia, dan apa alasan Indonesia harus merdeka. Siswa dibagi dalam kelompok yang setiap kelompoknya beranggotakan 4 orang 86 Soal uraian Tuliskan sifat apa sajakah yang harus kita teruskan dari para tokoh dalam mempersiap an emerdekaan Indonesia? Alokasi Waktu 2 x 40 menit (2 x pertemuan ) Sumber dan Media Belajar Widyaningt yas. 2011. Ayo belajar ilmu Pengetahua n Sosial. Yogyakarta : Kanisius. Yuliati, Reni dan Ade Munajat. 2008. Ilmu Pengetahua

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. 4. 5. menghargai jasa dan peranan tokoh dalam mempersiapk an proklamasi kemerdekaan . Menguraikan secara singkat perumusan dasar Negara sampai adanya perumusan pancasila. Menyebutka n peranan tokoh-tokoh dalam peristiwa seputar mempersiapk an kemerdekaan Indonesia. Menemukan sifat para tokoh yang dapat diteladani 4. Penyusunan Teks Proklamasi c. d. e. f. g. h. siswa. Siswa dibagikan bacaan mengenai peristiwa-peristiwa penting seputar persiapan kemerdekaan Indonesia. Guru menceritakan satu peristiwa dalam persiapan kemerdekaan Indonesia. Siswa diminta untuk menganalisis waktu terjadinya, nama peristiwa, serta tokoh dalam peristiwa yang ada dalam cerita yang disampaikan guru. Siswa menyebutkan waktu, peristiwa, serta tokoh yang terdapat dalam bacaan. Guru membagikan LKS pada setiap kelompok. Dalam kelompok siswa melanjutkan menganalisis beberapa peristiwa (waktu terjadinya, nama peristiwa, serta tokoh) yang ada dalam bacaan 87 n Sosial. Jakarta: Pusat Perbukuan Departeme n Pendidikan Nasional. Media Pembelajar an Timeline. Ringkasn materi.

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dalam peristiwa mempersiapk an kemerdekaan Indonesia. Conscience Mencermati sikap positif dari para tokoh pejuang dalam memperjuan gkan kemerdekaan Indonesia. Compassion Meneladani semangat para tokoh yang telah memperjuan gkan Kemerdekaa n Indonesia. kemudian menuliskan pada LKS. i. Siswa dengan bimbingan guru membahas hasil pekerjaan siswa secara bersama-sama. Pertemuan kedua: a. Siswa duduk dalam kelompok seperti pada pertemuan sebelumnya. b. Siswa mengidentifikasi siapa saja tokoh yang ada dibalik peristiwa persiapan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dari bacaan yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya. c. Siswa dalam kelompok dibagikan LKS. d. Siswa dalam kelompok diminta mengidentifikasi peran tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan, sikap positif tokohyang patut diteladani, dan bagaimana cara menghargai semua jasa tokoh dalam memperjuangkan kemerdekan Indonesia kaitannya dengan kehidupan sehari-hari siswa. 88 Terlampir Non tesNon tes Rubik penilaian pengamatan Terlampir Rubik penilaian sikap

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI e. f. Siswa dengan bimbingan guru membahas LKS yang telah dikerjakan. Setiap kelompok megemukakan pendapat mengenai bagaimana cara menghargai jasa tokoh dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia kaitannya dengan kehidupan sehari-hari siswa. Mengetahui, Peneliti Hervina Kathrin 89

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Program Semester Alokasi Waktu : SD Kanisius Sorowajan : IPS :V : 2 (dua) : 4x40 Menit (2 kali pertemuan) A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. B. Kompetensi dasar 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia C. Indikator a. Competence 1. Melaksanakan sikap positif para tokoh proklamasi dalam kehidupan seharihari. 2. Menggunakan cara tertentu untuk menghargai jasa dan peranan tokoh dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan. 3. Menguraikan secara singkat perumusan dasar Negara sampai adanya perumusan pancasila. 4. Menyebutkan peranan tokoh-tokoh mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. 5. Menemukan sifat para tokoh yang dapat diteladani dalam peristiwa mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. dalam peristiwa seputar b. Conscience Mencermati sikap positif dari para tokoh pejuang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. c. Compassion 90

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Meneladani semangat para kemerdekaan Indonesia. tokoh yang telah memeperjuangkan C. Tujuan pembelajaran a. Competence 1. Siswa mampu melaksanakan minimal tiga sikap positif para tokoh proklamasi dalam kehidupan sehari-hari. 2. Siswa mampu menggunakan minimal tiga cara tertentu untuk menghargai jasa dan peranan tokoh dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan. 3. Siswa mampu menguraikan secara singkat perumusan dasar Negara sampai adanya perumusan pancasila. 4. Siswa mampu menyebutkan minimal tiga peranan tokoh-tokoh dalam peristiwa seputar mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. 5. Siswa mampu menemukan minimal tiga sifat para tokoh yang dapat diteladani dalam peristiwa mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. b. c. Conscience Siswa mampu mencermati sikap minimal tiga sikap positif dari para tokoh pejuang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia secara berkelompok. Compassion Siswa mampu meneladanisemangat para tokoh yang telah memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia dalam kelas. D. Materi ajar Persiapan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (terlampir) E. Pendekatan, Model, dan Metode pembelajaran a. Pendekatan pembelajaran Pendekatan Pedagogi Reflektif (PPR) b. Model pembelajaran Model Pembelajaran Kooperatif c. Metode pembelajaran Diskusi, penugasan, tanya jawab, ceramah bervariasi F. Langkah-langkah pembelajaran Pertemuan pertama 1. Kegiatan Awal (Konteks) a. Salam Pembuka , ucapan salam kepada siswa. b. Guru dan siswa berdoa bersama c. Presensi siswa d. Apersepsi Siswa bertanya jawab dengan guru tentang apa yang siswa 91 15 menit

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ketahui mengenai perjuangan para pahlawan dalam melawan penjajah (menggali pengetahuan lampau siswa ). e. Orientasi Siswa dijelaskan langkah-langkah kegiatan dan tujuan pembelajaran terkait dan manfaat pada kehidupan sehari-hari siswa dalam proses pembelajaran ini (mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia). f. Motivasi Guru mengajak siswa bernyanyi “ Maju tak Gentar” Maju tak gentar Membela yang benar Maju tak gentar Hak kita diserang Maju serentak Mengusir penyerang Maju serentak tentu kita menang Bergerak bergerak Serentak menerkam Menerjang terjang tak gentar Tak gentar tak gentar Menyerang menyerang Majulah majulah menang 2. Kegiatan Inti (Pengalaman) a. Siswa dan guru bertanya jawab mengenai proklamasi kemerdekaan Indonesia, peristiwa sekitar kemerdekaan Indonesia, dan apa alasan Indonesia harus merdeka. b. Siswa dibagi dalam kelompok yang setiap kelompoknya beranggotakan 4 orang siswa. c. Siswa dibagikan bacaan mengenai peristiwa-peristiwa penting seputar persiapan kemerdekaan Indonesia. d. Guru menceritakan satu peristiwa dalam persiapan kemerdekaan Indonesia. e. Siswa diminta untuk menganalisis waktu terjadinya, nama peristiwa, serta tokoh dalam peristiwa yang ada dalam cerita yang disampaikan guru. f. Siswa menyebutkan waktu, peristiwa, serta tokoh yang terdapat dalam bacaan. g. Guru membagikan LKS pada setiap kelompok. h. Dalam kelompok siswa melanjutkan menganalisis beberapa peristiwa (waktu terjadinya, nama peristiwa, serta tokoh) yang ada dalam bacaan kemudian menuliskan pada LKS. i. Siswa dengan bimbingan guru membahas hasil pekerjaan siswa secara bersama-sama. Refleksi Siswa membuat refleksi atas pembelajaran yang telah dilalui  Apa yang telah kalian pelajari hari ini?  Bagaimana perasaan kalian selama mengikuti pelajaran ?  Apa kesulitan yang kalian alami selama mengikuti pelajaran hari ini?  Bagaimana kalian menyelesaikan kesulitan yang kalian temui ?  Apa yang akan kalian lakukan setelah mengikuti pelajaran hari ini? 92 40 menit

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Aksi Siswa saling bekerjasama dan membantu bila ingin mencapai suatu tujuan hidup yang lebih baik. c. Kegiatan Akhir Kesimpulan a. Guru memberikan penguatan dan meluruskan kesalahan persepsi siswa. b. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti. c. Siswa dan guru menyimpulkan hasil belajar. Evaluasi Setiap siswa diberikan lembar evaluasi atau tes tertulis yang dikerjakan secara individu. Tindak lanjut a. Guru kemudian memberi skor untuk masing-masing kelompok. b. Guru menutup pelajaran dengan bernyanyi “Sayonara” c. Siswa mengucapkan salam 15 menit Pertemuan kedua 1. Kegiatan Awal (Konteks) 15 menit a. Salam Pembuka , ucapan salam kepada siswa. b. Guru dan siswa berdoa bersama c. Presensi siswa d. Apersepsi Siswa bertanya jawab dengan guru tentang apa yang siswa ketahui mengenai peristiwa penting apa saja yang terjadi pada persiapan kemerdekaan (Menggali pengetahuan lampau siswa ) e. Orientasi Siswa dijelaskan langkah-langkah kegiatan dan tujuan pembelajaran terkait dan manfaat pada kehidupan seharihari siswa dalam proses pembelajaran ini (mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia) f. Motivasi Siswa menyanyikan lagu “ Hari Merdeka “ Tujuhbelas Agustus Tahun Empat Lima Itulah hari kemerdekaan kita Hari merdeka nusa dan bangsa Hari lahirnya bangsa Indonesia Merdeka.... Sekali merdeka tetap merdeka Selama hayat masih dikandung badan Kita tetap setya tetap sedya Mempertahankan Indonesia 93

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kita tetap setya tetap sedya Membela negara kita 40 menit 1. Kegiatan Inti (Pengalaman) a. Siswa duduk dalam kelompok seperti pada pertemuan sebelumnya. b. Siswa mengidentifikasi siapa saja tokoh yang ada dibalik peristiwa persiapan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dari bacaan yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya. c. Siswa dalam kelompok dibagikan LKS. d. Siswa dalam kelompok diminta mengidentifikasi peran tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan, sikap positif tokohyang patut diteladani, dan bagaimana cara menghargai semua jasa tokoh dalam memperjuangkan kemerdekan Indonesia kaitannya dengan kehidupan sehari-hari siswa. e. Siswa dengan bimbingan guru membahas LKS yang telah dikerjakan. f. Setiap kelompok megemukakan pendapat mengenai bagaimana cara menghargai jasa tokoh dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia kaitannya dengan kehidupan sehari-hari siswa. Refleksi Siswa membuat refleksi atas pembelajaran yang telah dilalui  Apa yang telah kalian pelajari hari ini?  Bagaimana perasaan kalian selama mengikuti pelajaran ?  Apa kesulitan yang kalian alami selama mengikuti pelajaran hari ini?  Bagaimana kalian menyelesaikan kesulitan yang kalian temui ?  Apa yang akan kalian lakukan setelah mengikuti pelajaran hari ini? Aksi Siswa merancanakan tindakan yang akan dilaksanakan untuk menghargai jasa tokoh yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, misalnya : Belajar dengan sungguhsungguh untuk meraih cita-cita. Mengapa memilih tindakan tersebut ? 15 menit 2. Kegiatan Akhir Kesimpulan a. Guru memberikan penguatan dan meluruskan kesalahan persepsi siswa. 94

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti. c. Siswa dan guru menyimpulkan hasil belajar. Evaluasi Setiap siswa diberikan lembar post-test atau tes tertulis yang dikerjakan secara individu. Tindak lanjut a. Guru kemudian memberi skor untuk masing-masing kelompok. b. Guru menutup pelajaran dengan bernyanyi “Sayonara” c. Siswa mengucapkan salam. G. Alat/ bahan dan sumber belajar g. Widyaningtyas. 2011. Ayo belajar ilmu Pengetahuan Sosial. Yogyakarta: Kanisius. h. Yuliati, Reni dan Ade Munajat. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. i. Media Pembelajaran Timeline. j. Ringkasn materi H. Penilaian Indikator Kompetensi Pencapaian Jenis Penilaian Bentuk Penilaian Contoh Instrumen / Soal Tes tertulis Uraian/essay Jelaskan apa yang dimaksud dengan sumber daya alam! Competence 1. Melaksanakan sikap positif para tokoh proklamasi dalam kehidupan sehari-hari. 2. Menggunakan cara tertentu untuk menghargai jasa dan peranan tokoh dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan. 3. Menguraikan secara singkat perumusan dasar Negara sampai adanya perumusan pancasila. 4. Menyebutkan peranan tokoh-tokoh dalam peristiwa seputar mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. 5. Menemukan sifat para tokoh yang dapat diteladani dalam peristiwa 95

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Conscience Mencermati sikap positif dari para tokoh pejuang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Non tes Rubrik penilaian sikap Terlampir Compassion Menghargai jasa para tokoh yang telah memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia. Non tes 96 Rubrik pengamatan Terlampir

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Penilaian Competence No Nama Indikator Pencapaian Siswa Melaksanakan sikap positif para tokoh proklamasi dalam kehidupan sehari-hari 1 2 3 4 Total Nilai Menggunakan cara tertentu untuk menghargai jasa dan peranan tokoh dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan 1 2 3 4 Menguraikan secara singkat perumusan dasar Negara sampai adanya perumusan Pancasila 1 2 3 4 Menyebutkan peranan tokoh-tokoh dalam peristiwa seputar mempersiapkan kemerdekaan Indonesia 1 2 3 4 Menemukan sifat para tokoh yang dapat diteladani dalam peristiwa mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia 1 2 3 4 Keterangan : 1. Melaksanakan sikap positif para tokoh proklamasi dalam kehidupan sehari-hari. e. Nilai 4 : Jika siswa mampu menyebutkan tiga atau lebih sikap positif para tokoh proklamasi dalam kehidupan sehari-hari. f. Nilai 3 : Jika siswa mampu menyebutkan dua sikap positif para tokoh proklamasi dalam kehidupan sehari-hari. g. Nilai 2 :Jika siswa mampu menyebutkan satu sikap positif para tokoh proklamasi dalam kehidupan sehari-hari. h. Nilai 1 :Jika siswa salah dalam menuliskan jawaban. 2. Menggunakan cara tertentu untuk menghargai jasa dan peranan tokoh dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan. e. Nilai 4 : Jika siswa mampu menggunakan tiga cara atau lebih untuk menghargai jasa dan peranan tokoh dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan. f. Nilai 3 : Jika siswa mampu menggunakan dua cara untuk menghargai jasa dan peranan tokoh dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan. g. Nilai 2 : Jika siswa mampu menggunakan satu cara untuk menghargai jasa dan peranan tokoh dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan. 97

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI h. Nilai 1 : Jika siswa salah dalam menggunakan cara untuk menghargai jasa dan peranan tokoh dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan. Menguraikan secara singkat perumusan dasar Negara sampai adanya perumusan pancasila. e. Nilai 4 : Jika siswa tepat, runtut, dan rapi dalam menguraikan secara singkat perumusan dasar Negara sampai adanya perumusan Pancasila. f. Nilai 3 : Jika salah satu indikator dalam nilai 4 tidak ada. g. Nilai 2 : Jika hanya ada satu indikator dalam nilai 4. h. Nilai 1 : Jika siswa salah dalam menguraikan secara singkat perumusan dasar Negara sampai adanya perumusan Pancasila. 4. Menyebutkan peranan tokoh-tokoh dalam peristiwa seputar mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. f. Nilai 4 : Jika siswa mampu menyebutkan lima peranan tokoh-tokoh dalam peristiwa seputar mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. g. Nilai 3 : Jika siswa mampu menyebutkan tiga atau lebih peranan tokoh-tokoh dalam peristiwa seputar mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. h. Nilai 2 : Jika siswa mampu menyebutkan dua peranan tokoh-tokoh dalam peristiwa seputar mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. i. Nilai 1 : Jika siswa mampu menyebutkan satu peranan tokoh-tokoh dalam peristiwa seputar mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. 6. Menemukan sifat para tokoh yang dapat diteladani dalam peristiwa mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. a. Nilai 4 : Jika siswa mampu menemukan tiga sifat atau lebih sifat para tokoh yang dapat diteladani dalam peristiwa mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. b. Nilai 3 : Jika siswa mampu menemukan dua sifat para tokoh yang dapat diteladani dalam peristiwa mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. c. Nilai 2 : Jika siswa mampu menemukan satu sifat para tokoh yang dapat diteladani dalam peristiwa mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. d. Nilai 1 : Jika siswa salah dalam menemukan satu sifat para tokoh yang dapat diteladani dalam peristiwa mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. 3. Nilai Akhir = x 100 = ……. 98

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Penilaian Conscience No Nama Siswa Indikator Pencapaian Mencermati sikap positif dari para tokoh pejuang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia 1 2 3 4 Total Nilai Keterangan : Mencermati sikap positif dari para tokoh pejuang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. e. Nilai 4 :Jika siswa berani mengemukakan pendapat dalam kelompok, menghargai pendapat teman, aktif dalam kelompok dan bisa bekerjasama dengan teman dalam kelompok. f. Nilai 3 : Jika satu indikator dalam nilai 4 tidak tampak. g. Nilai 2 : Jika dua indikator dalam nilai 4 tidak tampak. h. Nilai 1 : Jika tiga indikator dalam nilai 4 tidak tampak. x 100 = ……. Nilai Akhir = d. Penilaian Compassion No Nama Siswa mampu meneladani semangat para tokoh yang telah memperjuangkan Siswa Kemerdekaan Indonesia di dalam kelas Semangat dalam Semangat saat Menghargai Semangat dalam mengikuti pelajaran belajar dalam pendapat yang mengerjakan di kelas kelompok dikemukakan tugas teman Terlihat Tidak Terlihat Tidak Terlihat Tidak Terlihat Tidak terlihat terlihat terlihat terlihat Mengetahui, Praktikan Hervina Kathrin NIM: 101134061 99

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 5 Nama : Kelas : No absen : LEMBAR KERJA SISWA Kegiatan 1 Dari bacaan mengenai peristiwa seputar persiapan Kemerdekaan Indonesia yang kalian baca, Identifikasilah : a. b. c. Peristiwa penting apa sajakah yang terjadi? Kapan waktu terjadinya peristiwa penting tersebut? Siapa sajakah tokoh yang ada dalam peristiwa tersebut? Jawab: 100

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Nama : Kelas : No absen : LEMBAR EVALUASI Isi titik-titik dibawah ini dengan jelas! BPUPKI dibentuk oleh ….. Dalam bahasa Jepang, BPUPKI disebut ….. BPUPKI singkatan dari ….. Sidang BPUPKI yang pertama dilaksanakan pada tanggal ….. Sidang BPUPKI yang kedua dilaksanakan pada tanggal …… PPKI singkatan dari ….. Jepang membentuk BPUPKI untuk ….. Maksud pemanggilan bung Karno dan Bung Hatta serta dr. Radjiman ke Dalat Vietnam adalah ….. 9. Panglima Tentara Jepang di wilayah Asia tenggara bernama ….. 10. Tokoh bangsa Indonesia telah memeberikan teladan yang baik bahwa segala maslah dapat diselesaikan dengan cara…… 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 101

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Nama Kelompok : 1. 2. Kegiatan 2 LEMBAR KERJA SISWA Dari bacaan yang telah kalian idntifikasi, sebut dan jelaskan : a. b. c. Sebutkan tokoh yang berperan penting dalam peristiwa mempersiapkan kemerdekaan Indonesia! Apa peran dari setiap tokoh yang telah kalian sebutkan! Apa usaha kalian untuk menghargai jasa pahlawan yang telah mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia? Jawab: 102

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 6 103

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Validitas kepada siswa 111

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 7 Nomor Item No Total Skor 1 2 3 4 5 1 4 1 4 3 3 15 2 2 1 2 2 3 10 3 3 4 4 2 3 16 4 3 3 2 3 3 14 5 2 1 2 3 3 11 6 4 1 3 2 4 14 7 2 0 3 0 3 8 8 2 1 4 2 2 11 9 4 3 4 2 4 17 10 4 4 4 3 4 19 11 3 2 2 1 3 11 12 2 1 1 2 3 9 13 1 3 4 1 3 12 14 3 1 3 1 3 11 15 3 0 4 0 2 9 16 3 0 4 2 2 11 17 3 2 4 2 3 14 18 4 4 4 4 3 19 19 3 0 4 3 3 13 20 1 0 4 2 4 11 21 3 3 4 0 2 12 22 1 0 2 0 2 5 23 4 2 4 3 3 16 24 2 1 3 0 3 9 25 2 0 2 0 2 6 26 3 0 4 2 3 12 27 3 0 3 2 3 11 28 3 1 4 2 3 13 29 2 3 4 2 3 14 30 3 1 4 2 3 13 31 4 0 2 2 3 11 32 1 0 2 1 3 7 33 2 1 3 0 2 8 115

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Output SPSS Correlations total total Pearson Correlation item1 1 Sig. (2-tailed) N item1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item2 .719 ** item3 .737 ** item4 .584 ** item5 .754 ** .555 ** .000 .000 .000 .000 .001 33 33 33 33 33 33 ** 1 .327 .331 ** .289 .063 .060 .003 .103 .719 .000 .505 33 33 33 33 33 33 ** .327 1 .307 .346 * .282 .000 .063 .082 .049 .111 33 33 33 33 33 33 ** .331 .307 1 .225 .100 .000 .060 .082 .209 .581 33 33 33 33 33 33 * .225 1 .737 .584 .754 ** .505 ** .346 .000 .003 .049 .209 33 33 33 33 ** .289 .282 .100 .001 .103 .111 .581 .004 33 33 33 33 33 .555 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 116 .494 ** .004 33 33 ** 1 .494 33

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 8 Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items .686 N of Items .702 117 5

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 9 Pretest kelas eksperimen 118

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pretest Kelas Kontrol 120

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Posttest Kelas Eksperimen 122

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Poattest Kelas Kontrol 124

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 10 Hasil Pretest Kelas Eksperimen Item Soal No Siswa Total Nilai 1 2 3 4 5 1 3 0 4 2 0 45 2 0 0 0 0 0 0 3 3 0 4 2 1 50 4 4 1 3 3 1 60 5 0 0 0 0 0 0 6 2 0 2 1 0 25 7 1 0 4 1 2 40 8 3 0 2 1 1 35 9 1 0 3 1 1 30 10 2 0 4 1 0 35 11 3 0 4 0 1 40 12 2 0 4 1 1 40 13 0 0 0 0 0 0 14 3 2 4 1 2 60 15 3 0 3 1 1 40 16 1 0 4 2 0 35 17 3 0 3 1 2 45 18 1 0 2 1 0 20 19 2 0 4 1 0 35 20 0 0 0 0 0 0 21 4 0 3 1 0 40 22 3 0 1 0 0 20 23 2 0 4 0 0 30 24 2 0 0 0 0 10 25 2 0 0 0 1 15 26 1 1 4 1 2 45 27 3 0 4 0 0 35 28 1 0 0 0 0 5 29 2 0 4 2 0 40 30 2 0 1 0 0 15 126

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil Pretest Kelas Kontrol Item Soal No Siswa Total Nilai 1 2 3 4 5 1 1 1 0 1 1 20 2 1 0 2 0 0 15 3 4 1 4 1 1 55 4 2 0 4 1 0 35 5 2 0 3 0 1 30 6 2 0 1 1 1 25 7 1 0 1 0 0 10 8 2 1 4 0 2 45 9 2 1 3 1 0 35 10 4 0 2 0 0 30 11 2 0 3 1 2 40 12 1 0 3 0 1 25 13 2 1 3 1 0 35 14 1 0 0 0 0 5 15 2 0 4 1 1 40 16 3 2 4 1 2 60 17 1 0 2 0 0 15 18 0 0 0 0 0 0 19 2 0 4 1 0 35 20 1 0 4 1 0 30 21 1 0 3 0 0 20 22 3 0 3 0 0 30 23 3 0 4 1 0 40 24 4 0 4 1 2 55 25 2 1 4 1 0 40 26 2 0 2 1 1 30 27 3 0 3 1 1 40 28 0 0 4 0 1 25 29 2 0 1 0 0 15 30 1 0 0 1 1 15 127

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil Posttest Kelas Eksperimen Item Soal No Total Nilai 1 2 3 4 5 1 4 2 4 1 3 70 2 4 3 4 4 4 95 3 3 4 4 4 2 85 4 3 3 4 3 2 75 5 2 2 4 3 3 70 6 3 2 4 1 3 65 7 3 3 4 4 3 85 8 3 4 4 1 2 70 9 3 3 4 4 2 80 10 3 2 4 2 2 65 11 3 2 4 1 2 60 12 3 2 4 1 2 60 13 2 1 4 3 2 60 14 3 2 4 1 3 65 15 4 3 4 2 2 75 16 3 4 2 1 1 55 17 2 2 1 1 1 35 18 2 1 4 2 3 60 19 2 0 4 3 3 60 20 3 2 4 4 3 80 21 3 0 4 3 2 60 22 3 2 4 1 3 65 23 4 3 4 2 3 80 24 1 1 4 1 2 45 25 3 0 4 4 2 65 26 3 3 4 2 3 75 27 4 2 4 2 2 70 28 3 4 4 2 4 85 29 4 3 3 3 3 80 30 4 2 3 4 3 80 128

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil Posttest Kelas Kontrol Item Soal No Total Nilai 1 2 3 4 5 1 3 0 4 2 1 50 2 3 0 2 0 0 25 3 1 0 1 0 0 10 4 2 0 4 1 0 35 5 2 1 4 1 0 40 6 4 1 4 2 1 60 7 1 0 0 0 0 5 8 1 0 4 1 0 30 9 2 0 4 0 0 30 10 3 0 4 1 0 40 11 4 1 4 2 0 55 12 1 0 4 2 1 40 13 1 1 4 2 1 45 14 3 0 4 0 1 40 15 3 0 4 1 0 40 16 2 0 4 1 0 35 17 2 0 1 0 0 15 18 2 0 4 2 0 40 19 2 3 4 2 2 65 20 1 0 0 1 1 15 21 4 0 3 2 1 50 22 3 0 4 1 1 45 23 2 0 2 1 1 30 24 3 1 1 2 1 40 25 2 0 4 1 1 40 26 3 2 4 2 1 60 27 4 3 4 3 2 80 28 4 3 4 3 2 80 29 2 0 1 1 1 25 30 2 2 2 2 1 45 129

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 11 Uji Normalitas Pretest Kelas Eksperimen Kemampuan Mengaplikasi One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test VAR00001 N 30 Normal Parameters a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences 41.4333 27.92068 Absolute .221 Positive .164 Negative -.221 Kolmogorov-Smirnov Z 1.208 Asymp. Sig. (2-tailed) .108 a. Test distribution is Normal. Uji Normalitas Pretest Kelas Eksperimen Kemampuan Menganalisis One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test VAR00001 N Normal Parameters 30 a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences 21.9333 14.36455 Absolute .134 Positive .134 Negative -.132 Kolmogorov-Smirnov Z .736 Asymp. Sig. (2-tailed) .651 a. Test distribution is Normal. 130

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Uji Normalitas Pretest Kelas Kontrol Kemampuan Mengaplikasi One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test VAR00001 N 30 Normal Parameters a Mean 40.3000 Std. Deviation Most Extreme Differences 20.67340 Absolute .181 Positive .136 Negative -.181 Kolmogorov-Smirnov Z .989 Asymp. Sig. (2-tailed) .282 a. Test distribution is Normal. Uji Normalitas Pretest Kelas Kontrol Kemampuan Menganalisis One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test VAR00001 N Normal Parameters 30 a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences 23.0000 13.98028 Absolute .210 Positive .210 Negative -.124 Kolmogorov-Smirnov Z 1.149 Asymp. Sig. (2-tailed) .143 a. Test distribution is Normal. 131

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Uji Normalitas Posttest Kelas Eksperimen Kemampuan Mengaplikasi One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test VAR00001 N 30 Normal Parameters a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences 76.1000 17.90078 Absolute .165 Positive .124 Negative -.165 Kolmogorov-Smirnov Z .906 Asymp. Sig. (2-tailed) .384 a. Test distribution is Normal. Uji Normalitas Posttest Kelas Eksperimen Kemampuan Menganalisis One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test VAR00001 N Normal Parameters 30 a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences 65.3333 14.55153 Absolute .179 Positive .120 Negative -.179 Kolmogorov-Smirnov Z .980 Asymp. Sig. (2-tailed) .292 a. Test distribution is Normal. 132

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Uji Normalitas Posttest Kelas Kontrol Kemampuan Mengaplikasi One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test VAR00001 N 30 Normal Parameters a Mean 55.2667 Std. Deviation Most Extreme Differences 24.01283 Absolute .260 Positive .139 Negative -.260 Kolmogorov-Smirnov Z 1.422 Asymp. Sig. (2-tailed) .035 a. Test distribution is Normal. Uji Normalitas Posttest Kelas Kontrol Kemampuan Menganalisis One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test VAR00001 N Normal Parameters 30 a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences 30.8667 18.34109 Absolute .225 Positive .225 Negative -.106 Kolmogorov-Smirnov Z 1.235 Asymp. Sig. (2-tailed) .095 a. Test distribution is Normal. 133

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 12 Uji Homogenitas Pretest Kelompok Eksperimen dan Kontrol Kemampuan Mengaplikasi Group Statistics nama skor N Mean Std. Deviation Std. Error Mean eksperimen 30 41.43 27.921 5.098 kontrol 30 40.30 20.673 3.774 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Mean Sig. (2- Differen Std. Error F skor Sig. t df tailed) ce Difference Difference Lower Upper Equal variances 3.940 .052 .179 58 .859 1.133 6.343 -11.563 13.830 .179 53.449 .859 1.133 6.343 -11.586 13.853 assumed Equal variances not assumed 134

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Uji Homogenitas Pretest Kelompok Eksperimen dan Kontrol Kemampuan Menganalisis Group Statistics nama nilai N Mean Std. Deviation Std. Error Mean eksperimen 30 21.93 14.365 2.623 kontrol 30 23.00 13.980 2.552 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Mean Sig. (2- Differen Std. Error F nilai Sig. t df tailed) ce Difference Difference Lower Upper Equal variances .104 .749 -.291 58 .772 -1.067 3.660 -8.392 6.259 -.291 57.957 .772 -1.067 3.660 -8.392 6.259 assumed Equal variances not assumed 135

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 13 Kelas Eksperimen Uji Kenaikan Kemampuan Mengaplikasi Paired Samples Statistics Mean Pair 1 post_mengaplikasi N Std. Deviation Std. Error Mean 76.1000 30 17.90078 3.26822 41.43 30 27.921 5.098 pre_mengaplikasi Paired Samples Correlations N Pair 1 Correlation post_mengaplikasi & 30 pre_mengaplikasi Sig. .350 .058 Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Mean Pair 1 Deviati Std. Error on Mean Difference Lower Upper Sig. (2t df tailed) post_men gaplikasi - 3.4666 27.382 pre_meng 7E1 77 4.99939 24.44177 aplikasi 136 44.89156 6.934 29 .000

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Uji Kenaikan Kemampuan Menganalisis Paired Samples Statistics Mean Pair 1 post_menganalisis pre_menganalisis N Std. Deviation Std. Error Mean 65.3333 30 14.55153 2.65673 21.93 30 14.365 2.623 Paired Samples Correlations N Pair 1 Correlation post_menganalisis & 30 pre_menganalisis .252 Sig. .179 Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Mean Deviation Pair 1 Difference Std. Error Mean Lower Upper 3.22797 36.79807 50.00193 Sig. (2t df tailed) post_m enganal isis - 4.340 pre_me 00E1 17.68030 nganalis is 137 13.445 29 .000

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kelas Kontrol Uji Kenaikan Kemampuan Mengaplikasi Paired Samples Statistics Mean Pair 1 N Std. Deviation Std. Error Mean post_mengaplilasi 55.2667 30 24.01283 4.38412 pre_mengaplikasi 40.30 30 20.673 3.774 Paired Samples Correlations N Pair 1 Correlation post_mengaplilasi & 30 pre_mengaplikasi Sig. .597 .000 Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Mean Deviation Pair 1 Difference Std. Error Upper Sig. (2- Mean Lower t 3.70352 7.39212 22.54121 4.041 df tailed) post_men gaplilasi - 1.496 pre_meng 67E1 20.28501 aplikasi 138 29 .000

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Uji Kenaikan Kemampuan Menganalisis Paired Samples Statistics Mean Pair 1 post_menganalisis N Std. Deviation Std. Error Mean 30.8667 30 18.34109 3.34861 23.00 30 13.980 2.552 pre_menganalisis Paired Samples Correlations N Pair 1 Correlation post_menganalisis & 30 pre_menganalisis Sig. .547 .002 Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Mean Deviation Pair 1 Difference Std. Error Mean Lower Upper 2.89380 1.94817 13.78516 Sig. (2t df tailed) post_men ganalisis - 7.866 pre_meng 67 15.85002 analisis 139 2.718 29 .011

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 14 Media Pembelajaran Timeline 140

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 15 141

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 16 142

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 17 143

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 18 144

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 19 DAFTAR RIWAYAT HIDUP Hervina Kathrin merupakan anak pertama dari pasangan Budi Isworo dan Wiwin Kristiyani. Lahir di Bantul, 12 April 1992. Pendidikan awal mulai di TK Perwada Pundong Bantul tahun 1995-1998, kemudian dilanjutkan pada jenjang Sekolah Dasar Negeri Karanggayam I pada tahun 1998-2004. Tahun 2004-2007 penulis menempuh pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pundong. Dilanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Bantul pada tahun 20072010, kemudian penulis menempuh pendidikan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada tahun 2010. Selama menempuh pendidikan, banyak kegiatan organisasi yang telah diikuti penulis antara lain saat SMP penulis menjadi wakil ketua OSIS, saat SMA penulis menjadi Sekertaris OSIS dan anggota PMR di Kabupaten Bantul. Saat di Perguruan Tinggi penulis menjadi panitia parade gamelan anak se DIY-Jateng tahun 2012. 145

(164)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGGUNAAN MODEL QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI KELAS V SD NEGERI NO.040474 TIGASERANGKAI.
0
1
2
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK PADA MATA PELAJARAN IPS SISWA SD KELAS I.
0
4
16
PENGGUNAAN MEDIA MONOPOLI UNTUK MENIGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN IPS KELAS V SD NEGERI GUNUNGSARI
0
0
25
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK CERITA RAKYAT SISWA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN PADA TAHUN AJARAN 20102011
0
1
148
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN TAHUN PELAJARAN 20102011
0
0
184
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGANALISIS DAN MENGEVALUASI PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SENGKAN
0
0
111
DESKRIPSI KEMAMPUAN REFLEKTIF SISWA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN DAN SD KANISIUS EKSPERIMENTAL MANGUNAN
0
1
158
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASIKAN DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SOROWAJAN
0
0
129
PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Memperoleh gelar sarjana pendidikan Program studi pendidikan
0
0
171
PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN YOGYAKARTA SKRIPSI
0
1
154
PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI ATAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS UNTUK SISWA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN SKRIPSI
0
0
161
PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI ATAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS UNTUK SISWA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN SKRIPSI
0
0
160
PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA ATAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS UNTUK SISWA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN
0
0
144
PERBEDAAN KEMAMPUAN MEMAHAMI DAN MENGANALISIS ATAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS UNTUK SISWA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN
0
0
154
PERBEDAAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TIMELINE TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASI DAN MENGANALISIS PADA PELAJARAN IPS KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN
0
0
181
Show more