Hubungan antara suasana hati dan dimensi organizational citizenship behavior pada karyawan - USD Repository

Gratis

0
0
132
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HUBUNGAN ANTARA SUASANA HATI DAN DIMENSI ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA KARYAWAN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun Oleh: Agustin Chintia Ayu Nugroho 099114071 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN MOTTO “ Aja sumelang bab uripmu, ywa cilik ing kalbu Yen pepeteng ngliputi ati, ngayoma ing Gusti Allah yeku Rama, ngreksa sira salaminya Pasrah sumarah’o mrih gesang raharja “ -pasrah sumaraho“Bersyukur setiap hari, membuat hidup berasa begitu berarti “ "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau." -Ulangan 31:6- “Sia – sialah hidup kita jika hanya menghabiskan waktu untuk menyimpan dendam dan kebencian, habiskanlah waktu yang ada dengan berbagi kasih dan sayang” iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Sebuah perjuangan yang begitu panjang ini ku persembahkan untuk : Bapakku di sorga, Ibuku tercinta & kakaku tersayang v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dari daftar pustaka, layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 23 Mei 2014 Penulis, Agustin Chintia Ayu Nugroho vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HUBUNGAN ANTARA SUASANA HATI (MOOD) DAN DIMENSI ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA KARYAWAN Studi Pada Mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Agustin Chintia Ayu Nugroho ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara suasana hati (mood) dan organizational citizenship behavior (ocb). Hipotesis dalam penelitian ini yaitu adanya hubungan positif antara suasana hati (mood) dan dimensi – dimensi OCB. Penelitian ini menggunakan 259 karyawan sebagai subjek penelitian, yang sudah bekerja + 1 tahun. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala suasana hati (mood) dan skala Organizational Citizenship Behavior (OCB). Reliabilitas dari skala suasana hati (mood) adalah 0.827 dan skala Organizational Citizenship Behavior (OCB) adalah sebagai berikut: pada dimensi altruisme sebesar 0.717, courtesy sebesar 0.786, conscientiousness sebesar 0.757, sportmanship sebesar 0.655, civic virtue sebesar 0.805. Metode analisis data dengan korelasi Spearman Rho pada program spss 16 dikarenakan distribusi data tidak normal. Hasil perhitungan dari hubungan suasana hati (mood) dan Organizational Citizenship Behavior (OCB) menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0.390 dengan signifikansi 0.000 (p<0.01) pada dimensi civic virtue, koefisien korelasi sebesar 0.341 dengan signifikansi 0.000 (p<0.01) pada dimensi conscientiousness, koefisien korelasi sebesar 0.282 dengan signifikansi 0.000 (p<0.01) pada dimensi courtesy, koefisien korelasi sebesar 0.244 dengan signifikansi 0.000 (p<0.01) pada dimensi altruisme, koefisien korelasi sebesar 0.235 dengan signifikansi 0.000 (p<0.01) pada dimensi sportmanship. Hal ini berarti bahwa hipotesis dari penelitian ini diterima. Kata kunci: suasana hati (mood), Organizational Citizenship Behavior (OCB) vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI THE RELATIONSHIP BETWEEN MOOD AND ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) DIMENSION TOWARDS EMPLOYEES A Study of Psychology Student Sanata Dharma University Agustin Chintia Ayu Nugroho ABSTRACT The aim of this research was to find out the relationship between mood and organizational citizenship behavior (OCB). The research hypothesis was positive relationship between mood and OCB dimensions. The research subjects were 259 employees who had been working for + 1 year. Mood scale and Organizational Citizenship Behavior (OCB) scale are used as data collecting tool in this research. Mood scale reliability was 0.827 and Organizational Citizenship Behavior (OCB) scale was follows: 0.717 for altruism dimension, 0.786 for courtesy, 0.757 for conscientiousness, 0.655 for sportsmanship, 0.805 for civic virtue. For data analysis method, the writer used Spearman Rho correlation in SPSS 16 program because data was not distributed normal. The result for relationship between mood and organizational citizenship behavior (OCB) showed that in civic virtue dimension, correlation coefficient of 0.390 with the significance of 0.000 (p<0.01); in conscientiousness dimension, correlation coefficient of 0.341 with the significance of 0.000 (p<0.01); in courtesy dimension, correlation coefficient of 0.282 with the significance of 0.000 (p<0.01); in altruisme dimension, correlation coefficient of 0.244 with the significance of 0.000 (p<0.01); in sportmanship dimension, correlation coefficient of 0.235 with the significance of 0.000 (p<0.01). The result concluded that the hypothesis is accepted. Keywords: mood, Organizational Citizenship Behavior (OCB) viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Agustin Chintia Ayu Nugroho Nomor Mahasiswa : 099114071 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan Kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : HUBUNGAN ANTARA SUASANA HATI DAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA KARYAWAN beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan Kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 23 Mei 2014 Yang menyatakan, (Agustin Chintia Ayu Nugroho) ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus oleh karena kasih dan penyertaanNya saya dapat menyelesaikan skripsi dengan judul : “Hubungan antara Suasana Hati (mood) dan Organizationa Citizenship Behavior (OCB) karyawan “. Saya menyadari banyak permasalahan yang muncul selama proses penyelesaian skripsi ini. Banyak pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan pada saya. Oleh karena itu pada kesempatan ini, saya ingin mengucapakan terimakasih kepada : 1. Tuhan Yesus Kristus, yang selalu memberikan berkatNya disetiap hari dan yang selalu menjadi tempat bersandar saat pergumulan hidup datang menerpa. 2. Bapak Dr. T. Priyo Widiyanto, M.Si. Selaku dekan psikologi, yang sudah memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian ini. 3. Ibu P. Henrietta P.D.A.D.S, S. Psi., M.A. Selaku dosen pembimbing skripsi. Terima kasih mba etta untuk dukungan, perhatian, bantuan, saran, kritik dan kesabaran dalam membimbing sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 4. Ibu Tjipto Susana selaku dosen pembimbing akademik yang sudah membantu dalam melengkapi persyaratan prosedur pendaftaran skripsi. 5. Ibu Dewi Soerna Anggraeni, M.Psi. Selaku dosen penguji skripsi. Terima kasih atas kritik dan saran yang telah diberikan demi kebaikan skripsi saya. 6. Bapak R. Landung E.P., M.Si, S. Psi. Selaku dosen penguji. Terima kasih atas kritik dan saran yang telah diberikan demi kebaikan skripsi saya. 7. Segenap staf Fakultas Psikologi, Mas Gandung, Bu Nanik, Pak Gi’, Mas Muji, dan Mas Doni atas segala bantuan selama saya kuliah. 8. Ibu yang selalu memberikan kasih sayang yang berlimpah, yang selalu mendoakan di setiap jalanku dan membimbingku dalam hari - hariku, yang selalu memberiku x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI semangat dan dukungan, yang tak pernah lelah menjagaku. Terimaksih untuk setiap perjuangan dan air mata yang telah ibu berikan untuk kebahagiaanku. 9. Bapakku disorga, terimakasih sudah mendidikku dan mengajarkan banyak hal serta mengajakku untuk selalu bersyukur. Walaupun belum sempat melihat usahaku tetapi aku selalu yakin bapak selalu mendoakanku. Terimakasih untuk waktu kebersamaan yang indah yang sudah bapak berikan walau hanya sebentar. Aku selalu bangga memiliki bapak yang hebat dan bapak adalah berkat dan anugerah yang luar biasa yang telah Tuhan berikan padaku. 10. Kakaku tersayang mas inug, terimakasih ya mas untuk setiap kasih sayang yang telah diberikan, untuk setiap apa yang aku minta, untuk setiap waktu untuk sekedar mendengarkan ceritaku, untuk setiap canda dan tawa, dan terimakasih juga sudah berjuang untuk aku dan ibu. Maaaf jika kadang aku menjengkelkan dan menyusahkan. 11. Teman – teman KOMPALOG dan KOMNA, yang selalu mendoakan, menghibur, sebagai tempat berbagi suka dan duka, dan yang selalu mengingatkan untuk selalu mendekatkan diri dengan Tuhan, kebersamaan dengan “sambal bawang” yang tak terlupakan, terimakasih semuanya.... 12. Keluarga “ Konco Kenthel “ ovin, vero, sherly, pingkan, riri, brian, gatyo, putra, terimakasih telah menjadi teman – teman yang baik, terima kasih untuk setiap canda dan tawa, terimakasih sudah menjadi tempat untuk berbagi cerita, dan terimakasih untuk kebersamaan yang menyenangkan yang telah kalian berikan.... 13. Teman – teman angkatan 2009 yang telah bersama sejak semester 1 hingga saat ini. setiap waktu dan kebersamaan yang kita lewati akan selalu menjadi kenangan yang indah di masa nanti. xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14. Keluarga “ Efrayim Family” pakdhe- pakdhe, budhe – budhe, om, bulik, kakak , adik dan keponakan- keponakan semuanya terimakasih untuk semua doanya, nasehat – nasehatnya, serta semangat dan dukungan yang telah diberikan. 15. Dinda, nao, tirta, manik, riris teman –teman yang selalu memberikan semangat dan dorongan, dan juga menjadi tempat untuk berbagi suka dan suka. 16. Sherly, Gita dan Gusbay yang sudah membantu dalam mengolah data dan mengajarkan cara menggunakan spss. 17. Keluarga mbah Carik, pakdhe- pakdhe, budhe – budhe, om, bulik, kakak , adik dan keponakan- keponakan semuanya terimaksih doanya, nasehat-nasehatnya, serta semangat dan dukungan yang telah diberikan. 18. Terimakasih untuk semua karyawan yang bersedia meluangkan waktu dan memberikan tenaga untuk membantu mengisi skala penelitian. 19. Terimaksih untuk mereka, yang telah rela memberikan waktunya untuk membantu, yang juga selalu ada untukku, yang selalu mau aku repoti teruss, yang mau menemaniku kesana – kemari, hehehe terimakasih ya.... 20. Terimakasih untuk pak eka yang sudah meminjamkan komputernya untuk mengerjakan skripsi. Akhir kata, saya mneyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini. Oleh sebab itu, saya akan sangat terbuka dalam menerima kritik dan saran dari pembaca. Semoga skripsi ini dapat berguna dan memberikan manfaat bagi para pembaca. Yogyakarta, 23 Mei 2014 Penulis Agustin Chintia Ayu Nugroho xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. iii HALAMAN MOTTO ......................................................................................... iv HALAMAN PERSEMBAHAN ......................................................................... v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................ vi ABSTRAK .......................................................................................................... vii ABSTRACT .......................................................................................................... viii HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ....................... ix KATA PENGANTAR ........................................................................................ x DAFTAR ISI ....................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL...............................................................................................xiv DAFTAR GAMBAR..........................................................................................xv DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………..xvi BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ............................................................................ 1 B. Rumusan Masalah ...................................................................................... 7 C. Tujuan Penelitian ....................................................................................... 7 D. Manfaat Penelitian ..................................................................................... 7 1. Manfaat Teoritis .................................................................................... 7 2. Manfaat Praktis ..................................................................................... 7 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................. 8 A. Organizational Citizenship Behavior (OCB) ............................................ 8 1. Pengertian Organizational Citizenship Behavior (OCB) ..................... 8 2. Dimensi – dimensi Organizational Citizenship Behavior (OCB) ........ 10 3. Faktor – faktor Organizational Citizenship Behavior (OCB)............... 11 B. Suasana Hati (MOOD) ............................................................................... 13 1. Pengertian Suasana hati (MOOD) ......................................................... 13 2. Aspek – aspek Suasana hati (MOOD) .................................................. 14 3. Dampak Suasana Hati (MOOD) ........................................................... 15 C. Dinamika Suasana Hati (MOOD) dan Organizational Citizenship Behavior (OCB)......................................................................................................... 16 D. Skema ....................................................................................................... 19 E. Hipotesis .................................................................................................... 22 BAB III METODE PENELITIAN ..................................................................... 23 A. Jenis Penelitian .......................................................................................... 23 B. Variabel Penelitian..................................................................................... 23 1. Variabel Bebas ...................................................................................... 23 2. Variabel Tergantung ............................................................................. 23 C. Definisi Operasional .................................................................................. 23 1. Organizational Citizenship Behavior (OCB) ........................................ 23 2. Suasana hati (MOOD) ........................................................................... 24 D. Subjek Penelitian ....................................................................................... 24 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI E. Metode dan Alat Pengumpulan Data ......................................................... 25 1. Skala Suasana Hati (MOOD) ................................................................ 25 2. Skala Organizational Citizenship Behavior (OCB) .............................. 26 F. Validitas dan Reliabilitas ........................................................................... 27 1. Validitas ................................................................................................ 27 2. Seleksi Aitem ........................................................................................ 28 3. Reliabilitas ............................................................................................ 31 G. Metode Analisis Data ................................................................................ 32 1. Uji Asumsi ............................................................................................ 32 2. Uji Hipotesis ......................................................................................... 32 BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................................. 35 A. Pelaksanaan Penelitian............................................................................... 35 B. Deskripsi Subjek Penelitian ....................................................................... 35 C. Deskripsi Data Penelitian .......................................................................... 36 D. Hasil Analisis Data .................................................................................... 38 1. Uji Asumsi ........................................................................................... 38 2. Uji Hipotesis ......................................................................................... 48 E. Analisis Tambahan .................................................................................... 53 F. Pembahasan ............................................................................................... 55 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................. 62 A. Kesimpulan ................................................................................................ 62 B. Saran .......................................................................................................... 62 1. Saran Bagi Perusahaan ......................................................................... 62 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Saran Bagi Subjek ................................................................................. 63 3. Saran Bagi Penelitian Selanjutnya ........................................................ 63 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 64 LAMPIRAN ........................................................................................................ 65 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1.Penilaian Mood.....................................................................…..……. 25 Tabel 2.Blue Print Skala Suasana hati (mood) Sebelum tryout.........…..……. 26 Tabel 3.Blue Print Skala Organizational citizenship behavior (OCB) sebelum tryout........................................................................................ 27 Tabel 4. Blue Print Skala Suasana hati (mood) setelah tryout......……………. 30 Tabel 5. Blue Print Skala Organizational citizenship behavior (OCB) setelah tryout...................................................………………………... 31 Tabel 6. Hasil Uji Reliabilitas...................…………………………………… 32 Tabel 7. Intepretasi Koefisien Kolerasi.........………………………………… 34 Tabel 8. Deskripsi Subjek Penelitian Berdasarkan Masa Kerja........................ 36 Tabel 9. Deskripsi Subjek Penelitian Berdasarkan Usia......…………………. 36 Tabel 10. Deskripsi Subjek Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin..………… 36 Tabel 11. Hasil Pengukuran Deskripsi Variabel............................................... 37 Tabel 12. Hasil Uji Normalitas.......................................................................... 38 Tabel 13. Hasil Uji Linearitas Mood dan Altruisme.......................................... 43 Tabel 14. Hasil Uji Linearitas Mood dan Courtesy........................................... 43 Tabel 15. Hasil Uji Linearitas Mood dan Conscientiousness............................ 44 Tabel 16. Hasil Uji Linearitas Mood dan Sportmanship................................... 45 Tabel 17. Hasil Uji Linearitas Mood dan Civic Virtue...................................... 45 Tabel 18. Hasil Uji Hipotesis............................................................................ 49 Tabel 19. Intepretai Koefisien Kolerasi................……………..………………49 xiv

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Skema 1.Dinamika suasana hati dan Altruism....................................…..……. 19 Skema 2.Dinamika suasana hati dan Courtesy....................................…..……. 20 Skema 3.Dinamika suasana hati dan Conscientiousness.....................…..……. 20 Skema 4.Dinamika suasana hati dan Sportmanship.............................…..……. 21 Skema 5.Dinamika suasana hati dan Civic Virtue...............................…..……. 21 Gambar 6. Kurva Mood ......................................................................…..……. 39 Gambar 7. Kurva Altruisme.................................................................…..……. 40 Gambar 8. Kurva Courtesy...................................................................…..……. 40 Gambar 9. Kurva Conscientiousness....................................................…..……. 41 Gambar 10. Kurva Sportmanship.........................................................…..……. 41 Gambar 11. Kurva Civic Virtue...........................................................…..……. 42 Gambar 12. Scatter Plot Mood dan Altruisme.....................................…..……. 46 Gambar 13. Scatter Plot Mood dan Courtesy......................................…..……. 46 Gambar 14. Scatter Plot Mood dan Conscientiousness.......................…..……. 47 Gambar 15. Scatter Plot Mood dan Sportmanship .............................…..……. 47 Gambar 16. Scatter Plot Mood dan Civic Virtue................................…..……. 48 xv

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Skala Tryout... …………………………………………………. 51 Lampiran 2. Reliabilitas Skala Suasana Hati (mood) ……………………….. 67 Lampiran 3. Reliabiltas Skala Organizational Citizenship Behavior (OCB).. 69 Lampiran 4. Uji Normalitas…………………………………………………... 74 Lampiran 5. Uji Lineritas.................................................................................. 75 Lampiran 6. Uji Hipotesis …………………………………………………… 78 Lampiran 7. Mean Empiris dari Variabel ………………………………….... 80 Lampiran 8. Skala Penelitian ..………………………………………………. 81 xvi

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Suatu organisasi atau perusahaan akan selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas agar dapat mengatasi tantangan dan hambatan yang ada. Hal tersebut juga dilakukan untuk mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidup suatu perusahaan atau organisasi (Sumiyarsih, Mujiasih dan Ariati, 2012). Usaha untuk mempertahankan eksistensi dan keberlangsungan hidup suatu perusahaan atau organisasi dipengaruhi oleh orang – orang yang bekerja didalamnya (Sumiyarsih, Mujiasih dan Ariati, 2012). Orang – orang yang bekerja didalamnya diharapkan memiliki perilaku yang positif pada perusahaan. Perilaku – perilaku yang kooperatif dan saling membantu dalam menjalankan pekerjaan, khususnya pekerjaan – pekerjaan diluar deskripsi pekerjaan formal karyawan. Hal ini sangat penting bagi berfungsinya suatu organisasi atau perusahaan, perilaku ini sering disebut dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) (Kartz dalam Robert & Hogan, 2002). OCB dapat ditunjukkan melalui berbagai perilaku seperti membantu karyawan lain mengenai masalah yang berkaitan dengan pekerjaan, menerima tugas tanpa ribut, membantu menjaga lingkungan kerja atau ruang kerja bersih dan rapi, toleransi terhadap posisi sementara tanpa keluhan, membuat laporan tepat waktu dan konstruktif untuk unit kerja ataupun atasan, menciptakan iklim kerja yang menyenangkan dan meminimalkan gangguna yang terjadi akibat 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 konflik interpersonal, serta melindungi organisasi (Katz & Kahn, 1966 dalam Bateman & Organ, 1983). Perilaku – perilaku tersebut bersifat bebas atau tidak dipaksakan, sehingga individu yang melakukan OCB tidak mendapatkan keuntungan secara individu tetapi keuntungan akan dirasakan oleh perusahaan atau organisasi. Hal ini dikarenakan OCB dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas bagi organisasi atau perusahaan (Organ, 1998 dalam Podsakoff, Whiting, Podsakoff & Blume, 2009). Fenomena OCB ini ditemukan pada salah satu badan usaha milik negara yang bergerak dalam bidang pengiriman. Salah satu media masa online memberitakan bahwa karyawan – karyawan yang bekerja di tempat tersebut sukarela lembur kerja meski tidak mendapatkan tambahan penghasilan. Hal ini bermula dari adanya bantuan pemerintahan berupa uang tunai bagi masyarakat yang diserahkan melalui perusahaan ini. Perusahaan kemudian menunjuk beberapa karyawan yang bertanggungjawab untuk membagikan bantuan. Pada hari pertama pembagian, masyarakat yang datang cukup banyak sehingga karyawan yang ditugaskan merasa kewalahan melayani para penerima bantuan. Akhirnya karyawan – karyawan lain yang tidak bertugas langsung datang membantu meski sebenarnya itu bukan tugas mereka (sumber: metro.sindonews.com/ kamis 5 september 2013, pukul 12:27). OCB ini memiliki peran yang penting bagi keberhasilan sebuah organisasi. Suatu organisasi tidak dapat mengantisipasi seluruh perilaku yang muncul dalam organisasi karena organisasi cenderung hanya mengandalkan pada deskripsi kerja yang dinyatakan secara formal saja. Sementara OCB dapat memunculkan perilaku

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 - perilaku diluar deskripsi formal, sehingga pekerjaan dalam suatu organisasi dapat lebih cepat selesai dan hasil yang didapatkan juga lebih memuaskan (George & Zhhov, 2001). Podsakoff et. all (1990) mengidentifikasi 5 dimensi Organizational Citizenship Behavior , yaitu : Sportmanship dan Civic virtue. Altruisme, Courtesy, Conscientousness, Altruisme adalah perilaku yang dilakukan karyawan secara bebas, berkaitan dengan membantu orang lain yang memiliki masalah dalam organisasi (Podsakoff et al., 1990, dalam Organ et al, 2006). Courtesy merupakan suatu perilaku yang berfokus pada pencegahan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan dan rekan kerja (Podsakoff et all., 1990, dalam Organ et al, 2006). Courtesy terjadi ketika seorang karyawan memberikan dorongan kepada karyawan lain saat mereka kehilangan semangat dan merasa takut mengenai mengembangkan kemampuan mereka (Podsakoff et al.,2000 ; dalam Yaghoubi, Mashinchi, & Hadi, 2011). Conscientousness adalah perilaku bebas dimana karyawan melampaui persyaratan minimum untuk berperan dalam organisasi, seperti kehadiran, mematuhi peraturan, dan pemanfaatan waktu istirahat (Podsakoff et al., 1990, dalam Organ et al, 2006). Sportmanship adalah kesediaan karyawan untuk mentoleransi keadaan yang kurang nyaman tanpa mengeluh (Podsakoff et al., 1990, dalam Organ et al, 2006). Beberapa contoh dari perilaku sportmanship adalah karyawan yang tidak mengeluh ketika terganggu dengan perilaku orang lain, tetapi juga mempertahankan sikap yang positif bahkan ketika sesuatu berjalan tidak sesuai

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 dan tidak akan tersinggung ketika seseorang tidak mengikuti saran yang kita berikan (Podsakoff et al., 2000, dalam Yaghoubi et al, 2011). Civic virtue adalah perilaku individu yang menunjukkan bahwa seseorang berpartisipasi, melibatkan diri, dan peduli terhadap kelangsungan kehidupan oganisasi (Podsakoff et al.,1990, dalam Organ et al, 2006). OCB atau Organizational Citizenship Behavior ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu perilaku pemimpin (Pillai, Schriesheim & William, 1999; Podsakoff, MacKenzie, Moorman & Fetter 1990 dalam Podsakoff (2009)), kepuasan kerja (Luthans, 2006 dalam sumiyarsih, mujiasih dan ariati, 2012), iklim organisasi (Elvianawaty, 2005), masa kerja (Sommers, Bae & Luthans, 1996) dan komitmen organisasi (Culliver, Sigler & McNeely, 1991, dalam Lambert 2012). Selain beberapa faktor tersebut suasana hati (mood) juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi OCB (Brief,1992 dalam Lee & Allen, 2002). Walaupun suasana hati ini cenderung tidak stabil, namun suasana hati ini memiliki pengaruh yang langsung terhadap perilaku (Sumiyarsih, Mujiasih dan Ariati, 2012). Lebih lanjut, Golder dan Macy (2011) mengatakan bahwa suasana hati (Mood) memiliki pola atau dinamika. Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh Golden dan Macy (2011) mengenai dinamika mood . Penelitian ini mereka lakukan dengan cara yang mengukur rata – rata mood orang menggunakan analisis teks. Hasil yang didapatkan dari penelitian tersebut adalah manusia akan memiliki mood terbaik di pagi hari dan menjelang tengah malam (Golder dan Macy ,2011 dalam tempo.com/ rabu 6 agustus 2014, pukul 07.00).

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Penelitian tersebut menunjukkan bahwa walaupun mood dapat berubah – ubah namun mood memiliki pola atau dinamika. Penelitian mengenai mood juga dilakukan oleh Kibeom Lee dan Natalie J. Allen (2002). Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa suasana hati yang positif memiliki pengaruh untuk memunculkan OCB. Hal ini didukung dengan pernyataan Brief (1992, dalam Lee & Allen, 2002) bahwa kemauan seseorang untuk menolong orang lain dipengaruhi oleh suasana hati (mood). Selain itu, suasana hati yang positif juga mempengaruhi seseorang untuk melakukan pekerjaan diluar tanggungjawabnya seperti melindungi organisasi, memberikan saran yang berguna bagi organisasi, mengembangkan diri dan menciptakan susana organisasi yang kekeluargaan (George & Brief, 1992 dalam Lee and Allen, 2002). Menurut Baron dan Isen (1991, dalam Lee and Allen, 2002) suasana hati (mood) merupakan suatu keadaan yang bersifat sementara, berlangsung dengan cepat dan berubah – ubah sepanjang hari. Suasana hati (mood) memiliki arti yang luas dan tidak memiliki ciri – ciri khusus setiap variabelnya (Diener, Lersen, Levine & Emons, 1995, dalam Lee and Allen, 2002). Suasana hati (mood) memiliki 2 aspek yaitu afeksi positif dan afeksi negatif. Afeksi positif merupakan suatu gambaran dari suatu keadaan menyenangkan yang dialami oleh suatu individu. Individu merasa bersemangat, aktif dan selalu siap. Suasana hati yang positif akan membuat individu menjadi lebih enerjik, penuh perhatian dan waktu bekerja menjadi lebih menyenangkan (Watson, Lee & A. Tellegen, 1988). George & Brief (1992) menyebutkan bahwa

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 afeksi positif dapat membuat individu memiliki kemauan untuk menolong orang lain, memiliki kemauan untuk mengembangkan kemampuannya dan bekerja lebih untuk organisasi (George & Brief ,1992 dalam Lee and Allen 2002). Afeksi negatif merupakan merupakan suatu gambaran dari suatu keadaan yang menyusahkan dan waktu bekerja yang tidak menyenangkan bagi individu. Hal tersebut digolongkan dalam suasana hati yang tidak diharapkan oleh individu seperti marah, benci, takut dan gelisah (Watson, Lee & A. Tellegen, 1988). William dan Shiaw pada tahun 1999 melakukan penelitian mengenai suasana hati (mood) dengan Organizational Citizenship Behavior(OCB). Hasil dari penelitian tersebut adalah suasana hati yang positif dapat memunculkan Organizational Citizenship Behavior(OCB). Penelitian ini dilakukan di Singapura dengan melibatkan 139 karyawan dari berbagai industri, organisasi dan berbagai posisi dalam organisasi. Berdasarkan peneltian tersebut, peneliti ingin melakukan penelitian mengenai suasana hati (mood) dengan Organizational Citizenship Behavior(OCB) di Indonesia. Adanya perbedaan kepuasan kerja antara karyawan di Singapura dan Indonesia menjadi salah satu pertimbangan peneliti untuk melakukan penelitian di Indonesia. Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi OCB, sehingga kemungkinan akan terjadi perbedaan tingkat OCB pada karyawan. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Randstad, diperoleh hasil bahwa singapura memiliki kepuasan kerja yang rendah dibandingkan negara - negara–asia lainnya (sumber: http://business.asiaone.com, rabu 13 Agustus 2014, pukul 10:38). Oleh karena itu, peneliti ingin melihat

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 hubungan antara suasana hati (mood) dengan dimensi Organizational Citizenship Behavior(OCB). B. RUMUSAN MASALAH Apakah terdapat hubungan antara suasana hati karyawan dengan dimensi Organizational Citizenship Behavior karyawan? C. TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara suasana hati karyawan dengan dimensi Organizational Citizenship Behavior karyawan. D. MANFAAT PENELITIAN 1. Manfaat Teoretis Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan pada bidang psikologi industri dan organisasi mengenai suasana hati karyawan dan dimensi Organizational Citizenship Behavior. 2. Manfaat Praktis a. Bagi Karyawan Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi karyawan berkaitan dengan dimensi OCB. b. Bagi Perusahaan Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan berkaitan dengan pentingnya dimensi OCB.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) 1. Pengertian Organizational Citizenship Behavior (OCB) Organizational Citizenship Behavior merupakan perilaku individu yang bebas, tidak terkait langsung atau ekplisit dengan imbalan dan bisa meningkatkan fungsi dan efektifitas suatu organisasi (Organ, 1998 dalam Podsakoff, Whiting, Podsakoff, & Blume, 2009). Organ juga mencatat bahwa OCB merupakan perilaku dan sikap yang menguntungkan organisasi yang tidak bisa didapatkan melalui kewajiban kerja formal, kontrak atau rekompensasi (Organ, 1998 dalam Podsakoff, Whiting, Podsakoff, & Blume, 2009). Kartz (dalam Robert & Hogan, 2002) menyebutkan bahwa Organizational Citizenship Behavior (OCB) merupakan suatu perilaku yang kooperatif dan saling membantu dalam menjalankan pekerjaan, khususnya pekerjaan – pekerjaan diluar deskripsi pekerjaan formal karyawan. Perilaku ini sangat penting bagi berfungsinya suatu organisasi atau perusahaan (Kartz dalam Robert & Hogan, 2002). OCB ini dapat ditunjukkan melalui berbagai perilaku seperti membantu karyawan lain mengenai masalah yang berkaitan dengan pekerjaan, menerima tugas tanpa ribut, membantu menjaga lingkungan kerja atau ruang kerja bersih dan rapi. Toleransi terhadap posisi kerja sementara tanpa keluhan, 8

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 membuat laporan tepat waktu dan konstruktif untuk unit kerja maupun untuk atasan, menciptakan iklim kerja yang menyenangkan dan meminimalkan gangguan yang terjadi akibat konflik interpersonal, serta melindungi organisasi (Katz & Kahn, 1966 dalam Bateman & Organ, 1983). Perilaku – perilaku OCB tersebut bersifat bebas atau tidak dipaksakan, sehingga individu yang melakukan OCB tidak mendapatkan keuntungan secara individu tetapi keuntungan akan dirasakan oleh perusahaan atau organisasi. Hal ini dikarenakan OCB dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas bagi organisasi atau perusahaan (organ, 1998 dalam Podsakoff, Whiting, Podsakoff & Blume, 2009). Schnake (1991) berpendapat bahwa Organizational Citizenship behavior merupakan suatu perilaku yang melebihi tuntutan tugas formal dan bermanfaat bagi organisasi. Schnake juga menyebutkan berbagai perilaku yang disebut sebagai OCB yaitu bekerja tepat waktu, membantu karyawan lain, menjadi sukarelawan untuk mengerjakan tugas yang bukan menjadi tanggungjawabnya, memberikan saran untuk memperbaiki kondisi suatu organisasi dan tidak melakukan pemborosan waktu saat bekerja (Schnake, 1991 dalam Spector 1996). Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa Organizational Citizenship Behavior (OCB) adalah kecenderuangan karyawan untuk melakukan pekerjaan diluar tugas pokok tanpa mengharapkan reward.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 2. Dimensi – dimensi Organizational Citizenship Behavior Berdasarkan konsep Podsakoff et. all (1990) mengidentifikasi 5 dimensi Organizational Citizenship Behavior , yaitu : a. Altruisme Altruisme adalah perilaku yang dilakukan karyawan secara bebas, berkaitan dengan membantu orang lain yang memiliki masalah dalam organisasi (Podsakoff et al., 1990). b. Courtesy Courtesy termasuk perilaku yang berfokus pada pencegahan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan dan rekan kerja (Podsakoff et all., 1990). Courtesy terjadi ketika seorang karyawan memberikan dorongan kepada karyawan lain saat mereka kehilangan semangat dan merasa takut mengenai mengembangkan kemampuan mereka (Podsakoff et al.,2000 ; dalam Yaghoubi, Mashinchi, & Hadi, 2011). c. Conscientousnes Conscientousness adalah perilaku bebas dimana karyawan melampaui persyaratan minimum untuk berperan dalam organisasi, seperti kehadiran, mematuhi peraturan, dan pemanfaatan waktu istirahat (Podsakoff et al., 1990). d. Sportmanship Sportmanship adalah kesediaan karyawan untuk mentoleransi keadaan yang kurang nyaman tanpa mengeluh (Podsakoff et al., 1990). Beberapa contoh dari perilaku sportmanship adalah karyawan yang tidak

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 mengeluh ketika terganggu dengan perilaku oranglain, tetapi juga mempertahankan sikap yang positif bahkan ketika sesuatu berjalan tidak sesuai dan tidak akan tersinggung ketika seseorang tidak mengikuti saran yang kita berikan (Podsakoff et al., 2000). d. Civic virtue Civic virtue adalah perilaku individu yang menunjukkan bahwa seseorang berpartisipasi, melibatkan diri, dan peduli terhadap kelangsungan kehidupan oganisasi (Podsakoff et al.,1990). 3. Faktor – faktor yang mempengaruhi Organizational Citizenship Behavior a. Faktor Internal Individu 1) Suasana hati (Mood) Penelitian Lee dan Allen (2002) menunjukkan bahwa suasana hati yang positif memiliki pengaruh yang kuat untuk memunculkan OCB. Hal ini didukung dengan pernyataan Brief (1992) bahwa kemauan seseorang untuk menolong orang lain dipengaruhi oleh suasana hati (mood). 2) Kepuasan kerja Kepuasan kerja dapat memunculkan OCB. Hal ini dikarenakan karyawan yang merasa puas akan memiliki kinerja yang lebih baik daripada karyawan yang kepuasan kerjanya rendah (Luthans, (2006) dalam sumiyarsih, mujiasih dan ariati, 2012).

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 3) Komitmen organisasi Karyawan yang memiliki komitmen yang kuat terhadap organisasi maka karyawan tersebut akan melakukan yang terbaik untuk organisasi dimana ia bekerja (Culliver, Sigler & McNeely, 1991, dalam Lambert 2012). 4) Masa kerja Karyawan yang sudah lama bekerja di suatu organisasi akan memiliki kedekatan dan rasa terikat yang kuat dengan organisasi. Masa kerja yang lama juga akan menimbulkan perasaan dan perilaku positif terhadap organisasi yang memperkerjakannya (Sommers, Bae & Luthans, 1996). b. Faktor eksternal Individu 1) Perilaku pemimpin Perilaku pemimpin memiliki peran yang penting dalam perusahaan. Perilaku pemimpin transformasional terbukti memiliki pengaruh yang signifikan untuk memunculkan OCB (Podsakoff, MacKenzie, Moorman & Fetter 1990 dalam Podsakoff, Whiting, Podsakoff & Blume, 2009). 2) Iklim Organisasi Iklim organisasi yang positif membuat karyawan memiliki keinginan untuk melakukan pekerjaan yang bernilai lebih dari tugas yang menjadi tanggungjawabnya (Meylandani, 2012).

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 4. Dampak Organizational Citizenship Behavior a. Bagi Organisasi 1) OCB dapat meningkatkan efisiensi, efektifitas dan kreativitas suatu organisasi (Organ (1998) dalam Podsakoff, Whiting, Podsakoff & Blume, 2009). 2) OCB dapat membawa kesejahteraan bagi sebuah organisasi (Greenberg & Baron ,2003). 3) Pekerjaan dalam suatu organisasi dapat lebih cepat selesai dan hasil yang didapatkan juga lebih memuaskan (George & Zhhov, 2001) b. Bagi Karyawan Karyawan yang melakukan OCB memang tidak akan menerima imbalan atau tambahan penghasilan dari organisasi, akan tetapi karyawan akan mendapat predikat sebagai karyawan yang baik (Sinuraya, 2011). B. SUASANA HATI (MOOD) 1. Pengertian Suasana Hati (Mood) Baron dan Isen (1991) mendefinisikan suasana hati (mood) sebagai suatu keadaan yang bersifat sementara, berlangsung dengan cepat, berubah – berubah sepanjang hari. Suasana hati (mood) memiliki arti yang luas dan tidak memiliki ciri – ciri khusus setiap variabelnya (Diener, Lersen, Levine & Emons, 1995, dalam Lee and Allen, 2002). American Psychological Assosiation (APA) mendefinisikan suasana hati sebagai suatu keadaan emosional yang bersifat sementara, mungkin hanya

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 beberapa jam atau beberapa hari, berubah – ubah dan tidak memiliki penyebab yang jelas (American Psychological Assosiation (APA), 2006). Lee dan Terry (1999) mengatakan bahwa suasana hati merupakan suatu keadaan emosional yang bersifat sementara dan kurang inten. Suasana hati dapat berubah dengan cepat tergantung pada individu dan situasi yang sedang dihadapi. Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa suasana hati adalah suatu keadaan emosional karyawan yang positif atau negatif dan bersifat sementara dalam kurun waktu tertentu. 2. Aspek – Aspek Suasana Hati (Mood) Suasana hati (mood) memiliki 2 aspek yaitu afeksi positif dan afeksi negatif (Watson, Lee & A. Tellegen, 1988). a. Afeksi positif Afeksi positif merupakan suatu gambaran dari suatu keadaan menyenangkan yang dialami oleh suatu individu. Dimana individu merasa bersemangat, aktif dan selalu siap. Suasana hati yang positif akan membuat individu menjadi lebih enerjik, penuh perhatian dan memiliki waktu bekerja yang lebih menyenangkan (Watson, Lee & A. Tellegen, 1988). b. Afeksi negatif Afeksi negatif merupakan merupakan suatu gambaran dari suatu keadaan yang menyusahkan dan waktu bekerja yang tidak menyenangkan

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 bagi individu. Hal tersebut digolongkan dalam suasana hati yang tidak diharapkan oleh individu seperti marah, benci, takut dan gelisah (Watson, Lee & A. Tellegen, 1988). . 3. Dampak Suasana Hati (Mood) Dampak suasana hati ini meliputi dua hal yaitu dampak suasana hati positif dan suasana hati negatif (George & Brief 1992 dalam Lee and Allen, 2002). a. Dampak suasana hati positif (afeksi positif) Dampak suasana hati positif : 1) Memiliki kemauan untuk menolong orang lain. 2) Memiliki kemauan untuk melindungi organisasi atau perusahaan. 3) Bersedia melakukan sesuatu di luar pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya. 4) Bersedia memberikan saran yang berguna bagi kemajuan suatu organisasi. 5) Bersedia mengembangkan diri. 6) Mampu menciptakan suasana organisasi yang kekeluargaan b. Dampak suasana hati negatif (afeksi negatif) Dampak suasana hati negatif : 1) Kurang memiliki keinginan untuk menolong orang lain. 2) Tidak peduli dengan organisasi

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 3) Hanya sebatas melakukan pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya. C. DINAMIKA SUASANA HATI (MOOD) DAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) Suasana hati merupakan suatu keadaan yang bersifat sementara, berlangsung dengan cepat dan berubah – berubah sepanjang hari (Baron & Isen, 1991, dalam Lee & Allen, 2002). Suasana hati (mood) memiliki arti yang luas dan tidak memiliki ciri – ciri khusus setiap variabelnya (Diener, Lersen, Levine & Emons, 1995, dalam Lee and Allen, 2002). Suasana hati (mood) memiliki 2 aspek yaitu afeksi positif dan afeksi negatif. Afeksi positif merupakan suatu gambaran dari suatu keadaan menyenangkan yang dialami oleh suatu individu. Dimana individu merasa bersemangat, aktif dan selalu siap. Suasana hati yang positif akan membuat individu menjadi lebih enerjik, penuh perhatian dan memiliki waktu bekerja yang menyenangkan (Watson, Lee & A. Tellegen, 1988). Afeksi negatif merupakan suatu gambaran dari suatu keadaan yang menyusahkan dan waktu bekerja yang tidak menyenangkan bagi individu. Hal tersebut digolongkan dalam suasana hati yang tidak diharapkan oleh individu seperti marah, benci, takut dan gelisah (Watson, Lee & A. Tellegen, 1988). Individu yang memiliki suasana hati yang positif akan memiliki kemauan untuk menolong oranglain (George & Brief 1992 dalam Lee and Allen, 2002). Hal ini mengindikasikan bahwa ketika individu dalam suasana hati yang positif ia akan menunjukkan perilaku altruisme. Altruisme merupakan suatu perilaku yang

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 dilakukan oleh karyawan secara bebas, berkaitan dengan membantu orang lain yang memiliki masalah dalam organisasi (Podsakoff et al., 1990). Masalah dalam organisasi dapat muncul dari pekerjaan maupun rekan kerja, dampak dari masalah tersebut juga dapat mempengaruhi organisasi. Oleh sebab itu, organisasi mengharapkan karyawan dapat mencegah terjadinya masalah dalam organisasi (Podsakoff et al., 1990). Perilaku pencegahan tersebut disebut sebagai courtesy. Courtesy terjadi ketika seorang karyawan memberikan semangat kepada karyawan lain saat kehilangan semangat dan merasa takut untuk mengembangkan kemampuan mereka (Podsakoff et al.,2000: dalam Yaghoubi, Mashinchi, & Hadi,2011). Perilaku ini dapat dimunculkan oleh seorang karyawan ketika karyawan memiliki suasana hati yang positif. Hal ini dikarenakan seseorang yang memiliki suasana hati yang positif akan bersemangat dan penuh perhatian saat berada ditempat kerja (Watson, Lee, & A. Tellegen, 1988). Oleh karena itu, ketika individu bersemangat saat bekerja dan penuh perhatian maka ia akan dapat memberikan semangat kepada karyawan lain. Karyawan yang memiliki semangat saat bekerja akan berusaha secepatnya berada ditempat kerja untuk segera mengerjakan tugasnya. Hal ini merupakan salah satu perilaku Conscientousness. Conscientousness adalah suatu perilaku bebas dimana karyawan melampaui persyaratan minimum untuk berperan dalam organisasi, seperti kehadiran, mematuhi peraturan, dan pemanfaatan waktu istirahat (Podsakoff et al., 1990). Karyawan yang yang bersemangat tersebut dipengaruhi oleh suasana hati yang positif, sehingga dapat

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 dikatakan ketika karyawan memiliki suasana hati yang positif maka ia akan menunjukkan perilaku Conscientousness. Karyawan yang memiliki suasana hati yang positif akan memiliki kemauan untuk dapat menerima keadaan sekeliling. Suasana hati yang positif seperti itulah yang dibutuhkan karyawan saat bekerja. hal ini dikarenakan saat bekerja karyawan akan sering menemui keadaan yang kurang menyenangkan untuk dirinya. Maka jika karyawan memiliki suasana hati yang positif maka karyawan akan memunculkan perilaku Sportmanship. Sportmanship adalah kesediaan karyawan untuk mentoleransi keadaan yang kurang nyaman tanpa mengeluh (Podsakoff et al., 1990). Beberapa contoh dari perilaku sportmanship adalah karyawan yang tidak mengeluh ketika terganggu dengan perilaku orang lain, tetapi juga mempertahankan sikap yang positif bahkan ketika sesuatu berjalan tidak sesuai dan tidak akan tersinggung ketika seseorang tidak mengikuti saran yang kita berikan (Podsakoff et al., 2000). Dimensi OCB yang selanjutnya adalah Civic virtue. Civic virtue adalah perilaku individu yang menunjukkan bahwa seseorang berpartisipasi, melibatkan diri, dan peduli terhadap kelangsungan kehidupan oganisasi (Podsakoff et al.,1990). Organ 1998; dalam Yaghoubi, Mashinchi, & Hadi, 2011) menjelaskan civic virtue sebagai kepedulian dan partisipasi terhadap keberlangsungan organisasi seperti memberi kritik dan saran serta menghadiri rapat yang diadakan oleh organisasi. Perilaku civic virtue ini memiliki dampak bukan hanya bagi organisasi tetapi juga bagi karyawan. ketika organisasi dapat berjalan dengan baik maka karyawan tidak perlu cemas dengan pekerjaannya.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Oleh sebab itu, karyawan perlu untuk melakukan civic virtue. George & Brief 1992 dalam Lee & Allen, 2002 menyebutkan bahwa seseorang dengan suasana hati yang positif akan memiliki sikap yang penuh perhatian. Hal tersebut dapat mempengaruhi seorang karyawan untuk memiliki perhatian juga dengan perusahaan tempat ia bekerja. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa suasana hati yang positif akan mempengaruhi karyawan untuk memunculkan perilaku dimensi – dimensi OCB. Skema 1 Dinamika suasana hati dan Altruisme

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 Skema 2 Dinamika suasana hati dan Courtesy Skema 3 Dinamika suasana hati dan Conscientiosness

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Skema 4 Dinamika suasana hati dan Sportmanship Skema 5 Dinamika suasana hati dan Civic virtue

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 D. HIPOTESIS PENELITIAN Hipotesis dalam penelitian ini adalah H1. Ada hubungan positif antara suasana hati (mood) dengan altruisme. H2. Ada hubungan positif antara suasana hatu (mood) dengan courtesy. H3. Ada hubungan positif antara suasana hati (mood) dengan conscienstiousness. H4. Ada hubungan positif antara suasana hati (mood) dengan sportmanship. H5. Ada hubungan positif antara suasana hati (mood) dengan civic virtue.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui keeratan hubungan di antara variabel – variabel yang diteliti tanpa melakukan suatu intervensi terhadap viariasi variabel – variabel yang bersangkutan (Azwar, 2009). Pada penelitian ini, peneliti ingin meneliti mengenai hubungan antara suasana hati (mood) dan OCB (Organizational Citizenship Behavior). B. Variabel Penelitian 1. Variabel (x) :Suasana hati karyawan 2. Variabel (y) :Organizational Citizenship Behavior (OCB) yang terdiri dari 5 dimensi yaitu: altruisme, courtesy, conscientiousness, sportmanship dan civic virtue. C. Definisi Operasional 1. Organizational Citizenship Behavior (OCB) Organizational Citizenship Behavior (OCB) adalah kecenderuangan karyawan untuk melakukan pekerjaan diluar tugas pokok tanpa mengharapkan reward. OCB diukur dengan menggunakan skala OCB berdasarkan dimensi – dimensi OCB, yaitu: Altruisme, Civic virtue, Conscientiousness, Courtesy, dan Sportsmanship. Semakin tinggi skor tiap dimensi maka semakin tinggi pula 23

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 OCB pada tiap dimensi dan sebaliknya semakin rendah skor tiap dimensi maka semakin rendah pula OCB pada tiap dimensi. 2. Suasana Hati karyawan (Mood) Suasana hati adalah suatu keadaan emosional karyawan yang positif atau negatif dan bersifat sementara dalam kurun waktu tertentu. Suasana hati karyawan akan diukur dengan menggunakan skala suasana hati berdasarkan aspek – aspek suasana hati, yaitu: afeksi positif dan afeksi negatif. Semakin tinggi skor skalanya maka suasana hati karyawan positif dan sebaliknya semakin rendah skor skalanya maka suasana hati karyawan negatif. D. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah sumber utama data penelitian, yaitu yang memiliki data mengenai variabel – variabel yang diteliti. Subjek penelitian, pada dasarnya adalah yang akan dikenai kesimpulan dari hasil penelitian (Azwar, 1997). Subjek yang digunakan dalam penelitian ini karyawan. Karyawan yang dimaksud adalah karyawan tetap yaitu karyawan yang memiliki penghasilan dalam jumlah tertentu secara teratur dan karyawan tersebut bekerja secara penuh (full time) (Pasal 1 angka 10 PER-31/PJ/2009). Karyawan yang menjadi subjek adalah karyawan yang bekerja di perusahaan jasa. Hal ini dipilih berdasarkan fenomena yang ditemui oleh peneliti, yaitu fenomena mengenai karyawan di perusahaan jasa yang rela lembur kerja walau tidak mendapat tambahan gaji. Penentuan subjek dilakukan dengan cara convience sampling yang mana subjek diplih karena bersedia dengan sukarela menjadi subjek (Ary, Jacobs & Sorensen, 2010).

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 E. Metode dan Alat Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa skala. Skala dibuat dengan menggunakan teknik skala likert summated ratings. Teknik skala likert summated ratings merupakan suatu teknik untuk mengukur sikap dimana subjek diminta untuk memilih setuju atau tidak mengenai pernyataan – pernyataan yang ada pada skala (Noor, 2011). Skala ini terdapat pilihan respon yang dapat dipilih oleh subjek yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS) dan sangat tidak setuju (STS). Skala yang digunakan dalam penelitian ada 2 macam yaitu skala suasana hati dan skala OCB. 1. Skala suasana hati Skala suasana hati dibuat dengan menggunakan dua aspek suasana hati yaitu afeksi positif dan afeksi negatif. Pemberian skor pada skala ini menggunakan sistem rating. Rentang skor afeksi positif yang digunakan mulai dari 1 sampai 4. Rinciannya adalah sangat sering = 4, sering = 3, jarang = 2 dan tidak pernah= 1, sedangkan tentang skor untuk afeksi negatif adalah sangat sering = 1, sering = 2, jarang = 3 dan tidak pernah= 4. Pilihan jawaban Tabel 1. Penilaian Mood Afeksi Positif Afeksi Negatif Sangat sering 4 1 Sering 3 2 Jarang 2 3 Tidak pernah 1 4

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Tabel 2. Blue print Skala suasana hati (mood) sebelum tryout No Aspek 1 Afeksi positif 2 Afeksi negatif Total aitem Aitem 1, 14, 7, 11, 13, 10, 16, 4, 19, 17 9, 5, 3, 8, 15, 20, 6, 2, 12, 18 20 aitem Jumlah % 10 50% 10 50% 20 100% 2. Skala OCB Skala OCB disusun dengan menggunakan 5 dimensi Organizational Citizenship Behavior yang sudah diidentifikasi oleh Podsakoff et. all (1990), yaitu 1. Altruisme adalah perilaku yang dilakukan karyawan secara bebas, berkaitan dengan membantu orang lain yang memiliki masalah dalam organisasi. 2. Courtesy adalah termasuk perilaku yang berfokus pada pencegahan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan dan rekan kerja. 3. Conscientiousness adalah perilaku bebas dimana karyawan melampaui persyaratan minimum untuk berperan dalam organisasi, seperti kehadiran, mematuhi peraturan, dan pemanfaatan waktu istirahat. 4. Sportsmanship adalah kesediaan karyawan untuk mentoleransi keadaan yang kurang nyaman tanpa mengeluh. 5. Civic virtue adalah perilaku individu yang menunjukkan bahwa seseorang berpartisipasi, melibatkan diri, dan peduli terhadap kelangsungan kehidupan oganisasi.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Pemberian skor pada skala ini menggunakan sistem rating. Rentang skor yang digunakan mulai dari 1 sampai 4. Pemberian skor pada item favorable adalah sangat setuju (SS) = 4, setuju (S) = 3, tidak setuju (TS) = 2 dan sangat tidak setuju (STS) = 1. Sedangkan pemberian skor untuk item unfavorable adalah sangat setuju (SS) = 1, setuju (S) = 2, tidak setuju (TS) = 3 dan sangat tidak setuju (STS) = 4. Tabel 3. Blue print Skala Organizational Citizenship Behavior sebelum tryout No 1 2 3 4 5 Aspek Item Favorable unfavorable Altruisme 1,4,6,19,47 10,13,15,42,44 Courtesy 3,7,23,37,41 5,33,36,46,49 Conscientousness 9,21,26,30,32 8,20,25,38,50 Sportmanship 11,12,18,24,43 22,27,31,40,48 Civic virtue 2,16,17,29,34 14,28,35,39,45 Total % 10 10 10 10 10 20% 20% 20% 20% 20% F. Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas Validitas adalah sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 1997). Salah satu bentuk validitas adalah validitas isi. Validitas isi diukur melalui bentuk analisis rasional terhadap isi skala yang didasarkan pada penilaian (judgment) yang bersifat subjektif. Pada penelitian ini, untuk mengukur validitas alat tes peneliti menggunakan validitas isi. Pengujian validitas isi alat tes tidak melalui analisis

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 statistik, namun dengan cara meminta dosen pembimbing (proffesional judgment) untuk menguji skala yang digunakan (Azwar, 1997). Pengujian skala diawali dengan pengajuan item berdasarkan aspek variabel pada suasana hati dan dimensi – dimensi pada OCB. Setelah pengajuan beberapa item proffesional judgment atau dosen pembimbing meminta kepada peneliti untuk memperbaiki beberapa item. Peneliti kemudian memperbaiki beberapa item, setelah diperbaiki peneliti mengumpulkan kembali item – item skala penelitian kepada proffesional judgment (dosen pembimbing). Proffesional judgment (dosen pembimbing) kemudian menyetujui item – item tersebut disusun menjadi sebuah skala penelitian. Sebelum diberikan kepada subjek penelitian, proffesional judgment (dosen pembimbing) meminta pada peneliti untuk mencoba skala tersebut kepada beberapa orang dengan maksud untuk melihat apakah skala penelitian dapat dipahami dengan mudah atau tidak. Setelah pengujian kepada beberapa orang, telah dilakukan peneliti, kemudian peneliti dapat mengunakan skala penelitian yang telah disusun sebagai alat penelitian. 2. Seleksi item Peneliti melakukan penelitian bersama dengan peneliti lain. Penelitian ini dilakukan bersama dikarenakan kami memiliki satu variabel yang sama, yaitu organizational citizenship behavior (OCB). Oleh karena itu, skala dalam penelitian ini terdiri dari Skala OCB dan Mood

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 Penelitian diawali dengan menguji alat ukur penelitian. Pengujian alat ukur ini dilakukan pada tanggal 3 Maret 2014 sampai 17 Maret 2014. Hal ini dilakukan untuk melihat validitas dan reliabilitas Skala Suasana Hati (mood) dan Skala OCB sebelum digunakan pada penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan tetap. Peneliti menyebar 140 skala pada karyawan dari berbagai perusahaan, yaitu perusahaan jasa kesehatan, jasa pengiriman dokumen dan barang, jasa finance, serta jasa penyimpanan dan peminjaman uang. Peneliti mengambil beberapa karyawan dari berbagai perusahaan tersebut. Dalam menyebarkan skala peneliiti dibantu oleh beberapa teman. Setelah proses uji coba selesai semua skala yang disebar dapat kembali ke peneliti yaitu sejumlah 140 skala. Semua data yang diperoleh sesuai dengan kriteria sehinga dapat diolah semua dan kemudian dilakukan seleksi item. Seleksi item dilakukan untuk mengetahui dan menentukan item mana yang baik dan mana yang buruk, serta untuk melihat item mana yang layak untuk digunakan. Item yang gugur adalah item yang memiliki nilai r sebesar 0,3. Namun jika jumlah dari item yang lolos belum mencapai 0,3, maka r dapat diturunkan menjadi 0,25 (Azwar,2007) a. Skala Suasana Hati (Mood) Skala suasana hati (mood) mengunakan standar r ≥ 0,3. Aitem yang mencapai 0,3 atau lebih disebut aitem yang baik sedangkan aitem yang tidak mencapai 0,3 disebut aitem yang buruk dan harus digugurkan. Setelah dilakukan uji coba terhadap 140 subjek karyawan ditemukan

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 bahwa dari 20 aitem yang dibuat, 18 aitem dikatakan baik dan 2 aitem dinyatakan tidak baik. Tabel 4. Blue print Skala suasana hati (mood) setelah try out No Aspek 1 Afeksi positif 2 Afeksi negatif Total aitem b. Aitem sebelum Aitem Aitem setelah try out gugur try out 1, 14, 7, 11, Tidak 1, 14, 7, 11, 13, 10, 16, 4, ada 13, 10, 16, 4, 19, 17 19, 17 9, 5, 3, 8, 15, 12, 18 9, 5, 3, 8, 15, 20, 6, 2, 12, 18 20, 6, 2, 20 aitem 18 aitem Jumlah % 10 55,6 % 8 44,4 % 18 100% Skala Organizational Citizenship Behavior (OCB) Skala Organizational Citizenship Behavior (OCB) mengunakan standar r ≥ 0,3. Aitem yang mencapai 0,3 atau lebih disebut aitem yang baik sedangkan aitem yang tidak mencapai 0,3 disebut aitem yang buruk dan harus digugurkan. Setelah dilakukan uji coba terhadap 140 subjek karyawan ditemukan bahwa dari 50 aitem yang dibuat, 44 aitem dikatakan baik dan 6 aitem dinyatakan tidak baik.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Tabel 5. Blue print Skala Organizational Citizenship Behavior setelah try out No Aspek Altruisme 1 Courtesy 2 Conscientiousness 3 Sportmanship 4 Civic virtue 5 Aitem sebelum try out 1,4,6 ,19,4 7 3,7,2 3,37, 41 10,13, 15,42, 44 5,33,3 6,46,4 9 9,21, 26,3 0,32 8,20,2 5,38,5 0 11,1 2,18, 24,4 3 22,27, 31,40, 48 2,16, 17,2 9,34 14,28, 35,39, 45 Aitem gugur 10,44 (2) 37 (1) 26 (1) 40,48 (2) Tidak ada Aitem setelah try out 1,4,6 12,1 ,18,4 4,38 2 37,3, 5,31, 22,7 34,4 1,43 9,20, 8,19, 28,3 24,3 0 5,44 10,1 1,23, 39,1 7 2,15, 16,2 7,32 Total % 8 18,2 % 9 20,45 % 9 20,45 % 21,2 9,25 8 18,2 % 13,2 6,33, 36,4 0 10 22,7 % 3. Reliabilitas Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau diandalkan. Reliabilitas menunjukkan kemantapan atau konsistensi hasil pengukuran. Suatu alat ukur dikatakan konsisten apabila untuk mengukur sesuatu berulangkali, alat pengukur itu menunjukkan hasil yang sama dalam kondisi yang sama (Noor, 2011). Reliabilitas ini dinyatakan dengan koefisien reliabilitas (rₓₓ). Besarnya koefisien reliabilitas berkisar antara 0 sampai 1,00. Semakin mendekati 1,00 maka semakin tinggi reliabilitasnya dan sebaliknya semakin mendekati 0 maka semakin rendah reliabilitasnya. Koefisian reliabilitas sebesar 1,00 tidak pernah dijumpai dalam pengukuran (Azwar,2005).

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 Pengujian reliabilitas alat ukur dalam penelitian ini diuji menggunakan pendekatan konsistensi internal Alpha Cronbach melalui program SPSS 16.00 for windows. Koefisien reliabilitas dari skala suasana hati (mood) sebesar 0.837, sedangkan koefisien reliabilitas skala OCB adalah : Tabel 6. Hasil Uji Reliabilitas Reliabilitas Altruisme 0,803 Courtesy 0,789 Conscientiousness 0,774 Sportmanship 0,758 Civic Virtue 0,805 G. Metode Analisis Data 1. Uji Asumsi a. Uji normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diambil berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas ini merupakan salah satu syarat untuk melakukan uji hipotesis. Teknik yang digunakan untuk menguji normalitas adalah kolmogorov-smirnov test pada program SPSS. Data dinyatakan berdistribusi normal jika signifikansi lebih besar dari 5% atau 0,05, dan sebaliknya data tidak berdistribusi normal jika signifikansi lebih kecil dari 5 % atau 0,05 (Santoso, 2010).

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 b. Uji linieritas Uji lineritas ini dilakukan untuk melihat tingkat keeratan hubungan antara dua variabel. Uji linieritas merupakan salah satu syarat untuk melakukan uji hipotesis. Uji linieritas dilakukan dengan menggunakan program pada SPSS. Suatu hubungan dinyatakan linear bila signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari 0.05 (p<0.05), sedangkan hubungan dinyatakan tidak linear bila nilai signifikansinya lebih besar dari 0.05 (p>0.05). 2. Uji hipotesis Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara suasana hati (mood) dengan organizational citizenship behavior (OCB). Uji hipotesis dilakukan dengan mengunakan Pearson Product Moment pada program spss 16,jika berditribusi normal. Akan tetapi, jika setelah dilakukan penelitian dan didapatkan distribusi data tidak normal maka pengujian hipotesis dapat dilakukan dengan Spearman Rho pada program spss 16. Koefisien korelasi berkisar antara -1 sampai dengan +1 yang menunjukkan hubungan negatif maupun hubungan positif. Taraf signifikansi yang digunakan yaitu p<0.05 (santoso,2010).

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Tabel 7. Interpretasi koefisien kolerasi (Sugiyono, 2008) Interval koefisien Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199 Sangat rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 1,00 Sangat kuat

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilakukan pada tanggal 27 Maret 2014 sampai 18 April 2014. Peneliti menyebarkan 260 buah skala dalam penelitian ini. Skala ini disebarkan kepada karyawan yang telah memiliki masa kerja kurang lebih 1 tahun. Subjek yang diambil dari berbagai perusahaan, seperti perusahaan jasa penginapan, perusahaan jasa kesehatan, jasa bimbingan belajar, jasa pengiriman dokumen dan barang, jasa finance, serta jasa penyimpanan dan peminjaman uang. Penyebaran ini dilakukan oleh peneliti dengan bantuan beberapa teman. Setelah pengambilan data selesai, peneliti mendapatkan 259 skala yang kembali dari 260 skala yang disebar. Hal ini dikarenakan 1 skala tidak kembali. semua data yang diperoleh oleh peneliti sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan, sehingga semua data dapat diolah. B. Deskripsi Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini karyawan tetap. Jumlah subjek yang digunakan berjumlah 259 orang dengan rincian sebagai berikut: 35

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Tabel 8. Deskripsi Subjek Penelitian Berdasarkan Masa Kerja MASA KERJA (TAHUN) JUMLAH 1-3 135 subjek 4- ke atas 127 subjek Total 259 subjek Tabel 9. Deskripsi Subjek Penelitian Berdasarkan Usia USIA (TAHUN) JUMLAH 17 – 28 128 subjek 29 – 55 131 subjek Total 259 subjek Tabel 10. Deskripsi Subjek Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin JENIS KELAMIN JUMLAH Laki – laki 114 subjek Perempuan 145 subjek Total 259 subjek C. Deskripsi Data Penelitian Dari penelitian ini, diperoleh data penelitian yang digunakan untuk mengetahui apakah subjek memiliki suasana hati yang positif dan tingkat altruisme, courtesy, conscientiousness, sportmanship serta civic virtue yang tinggi. Analisis dilakukan dengan cara mencari nilai mean teoritis dan mean empiris.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Tabel 11. Hasil pengukuran deskripsi variabel Pengukuran Mean Mean Signifikansi Teoritis Empiris Mood 45 54.13 0.000 Civic virtue 25 30.36 0.000 Courtesy 22.5 27.49 0.000 Conscientiousness 22.5 26.75 0.000 Sportmanship 20 25.44 0.000 Altruisme 20 25.12 0.000 Berdasarkan data menunjukkan bahwa mean empiris pada skala suasana hati (mood) lebih besar dari mean teoritis. Hal ini menunjukkan bahwa subjek memiliki suasana hati (mood) yang positif. Pada altruisme menujukkan bahwa mean empiris lebih besar dari mean teoritis. Hal ini juga menunjukkan bahwa subjek memiliki altruisme yang tinggi. Tingkat courtesy yang dimiliki subjek juga tergolong tinggi, dapat terlihat dari mean empiris pada skala courtesy lebih besar dari mean teoritis. Data menunjukkan bahwa subjek memiliki conscientiousness yang tinggi. Hal ini terlihat dari mean empiris yang lebih besar dari mean teoritis. Demikian pula dengan sportmanship dan civic virtue. Subjek memiliki tingkat sportmanship dan civic virtue yang tinggi, terlihat dari mean empiris yang lebih besar dari mean teoritis.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 D. Hasil Analisis Data 1) Uji Asumsi a. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diambil berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas ini merupakan salah satu syarat untuk melakukan uji hipotesis. Teknik yang digunakan untuk menguji normalitas adalah kolmogorovsmirnov test pada program SPSS. Data dinyatakan berdistribusi normal jika signifikansi lebih besar dari 5% atau 0,05, dan sebaliknya data tidak berdistribusi normal jika signifikansi lebih kecil dari 5 % atau 0,05 (Santoso, 2010). Variabel Tabel 12. Hasil uji normalitas Kolmogorov Signifikansi Keterangan -Smirnov Z (p) Mood 1,122 0,161 Normal Altruisme 2,709 0,000 Tidak Normal Courtesy 2,063 0,000 Tidak Normal Conscientiousness 1,823 0,003 Tidak Normal Sportmanship 3,385 0,000 Tidak Normal Civic virtue 1,785 0,003 Tidak Normal Suasana hati ( mood) memiliki nilai signifikansi 0.161, altruisme memiliki signifikansi 0,000, courtesy memiliki signifikansi 0,000, conscientiousness memiliki signifikansi 0,003, sportmanship memiliki signifikansi 0,000 dan civic virtue memiliki signifikansi sebesar 0,003. Berdasarkan data diatas dapat dikatakan bahwa suasana hati (mood) berdistribusi normal karena

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 memiliki p>0.05. Sedangkan altruisme, courtesy, conscientiousness, sportmanship dan civic virtue tidak berdistribusi normal karena memiliki p< 0.05. Distribusi data yang tidak normal dapat dipengaruhi oleh nilai ekstrim yaitu nilai maksimum dan nilai minimun yang dimiliki oleh subjek. Sebaran data yang tidak normal tersebut membuat data pada dimensi – dimensi OCB sulit untuk digeneralisasikan. Hal ini berarti bahwa sampel subjek dalam penelitian tidak dapat mewakili atau menggambarkan populasi. Gambar 6. Kurva MOOD Kurva tersebut mengambarkan sebaran data pada Mood. Berdasarkan kurva tersebut dapat terlihat bahwa sebaran data normal. Hal ini juga terlihat dari sebaran data yang membentuk kurva normal.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Gambar 7. Kurva ALTRUISME Kurva tersebut mengambarkan sebaran data pada dimensi Altruisme. Berdasarkan kurva tersebut dapat terlihat bahwa data tidak normal, dikarenakan banyaknya data yang berada pada skor 24. Gambar 8. Kurva COURTESY Kurva tersebut mengambarkan sebaran data pada dimensi Courtesy. Berdasarkan kurva tersebut dapat terlihat bahwa data tidak

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 normal, dikarenakan banyaknya data yang berada pada rentang skor 26 - 28. Gambar 9. Kurva CONSCIENTIOUSNESS Kurva tersebut mengambarkan sebaran data pada dimensi Conscientiousness. Berdasarkan kurva tersebut dapat terlihat bahwa data tidak normal, dikarenakan banyaknya data yang berada pada rentang skor 26 - 27. Gambar 10. Kurva SPORTMANSHIP

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Kurva tersebut mengambarkan sebaran data pada dimensi Sportmanship. Berdasarkan kurva tersebut dapat terlihat bahwa data tidak normal, dikarenakan banyaknya data yang berada pada skor 24. Gambar 11. Kurva CIVIC VIRTUE Kurva tersebut mengambarkan sebaran data pada dimensi Civic Virtue. Berdasarkan kurva tersebut dapat terlihat bahwa data tidak normal, dikarenakan banyaknya data yang berada pada skor 30. a. Uji Lineritas Uji lineritas ini dilakukan untuk melihat tingkat keeratan hubungan antara dua variabel. Uji linieritas merupakan salah satu syarat untuk melakukan uji hipotesis. Uji linieritas dilakukan dengan menggunakan program pada SPSS. Suatu hubungan dinyatakan linear bila signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari 0.05 (p<0.05), sedangkan hubungan

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 dinyatakan tidak linear bila nilai signifikansinya lebih besar dari 0.05 (p>0.05). 1. Suasana hati (mood) dan altruisme Tabel 13. Hasil Uji Lineritas Mood dan Altruisme Mood * altruisme Between group (Combined) Linearity F Sig. 2.210 .012 17.670 .000 .805 .635 Deviation from Linearity Berdasarkan hasil uji linearitas, mood dengan altruisme memiliki F sebesar 17.670 dengan signifikansi sebesar 0.000. Data tersebut menunjukkan bahwa mood dan altruisme memiliki hubungan yang linear karena memiliki signifikansi lebih kecil dari 0.05 (p<0.05). Hubungan yang linear berarti setiap perubahan yang terjadi pada satu variabel akan diikuti perubahan dengan besaran yang sejajar pada variabel lainnya (Hidayat,2013). 2. Suasana hati (mood) dan courtesy Tabel 14. Hasil uji lineritas Mood dan Courtesy Mood * courtesy Between group (Combined) Linearity Deviation from Linearity F Sig. 2.593 .001 26.383 .000 .894 .566

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Berdasarkan hasil uji linearitas, mood dengan courtesy memiliki F sebesar 26.383 dengan signifikansi sebesar 0.000. Data tersebut menunjukkan bahwa mood dan courtesy memiliki hubungan yang linear karena memiliki signifikansi lebih kecil dari 0.05 (p<0.05). Hubungan yang linear berarti setiap perubahan yang terjadi pada satu variabel akan diikuti perubahan dengan besaran yang sejajar pada variabel lainnya (Hidayat,2013). 3. Suasana hati (mood) dan conscientiousness Tabel 15. Hasil uji lineritas Mood dan Conscientiousness F Mood * Between group conscientiousness (Combined) Linearity Deviation from Linearity Sig. 3.411 .000 40.642 .000 1.221 .248 Berdasarkan hasil uji linearitas, mood dengan conscientiousness memiliki F sebesar 40.642 dengan signifikansi sebesar 0.000. Data tersebut menunjukkan bahwa mood dan conscientiousness memiliki hubungan yang linear karena memiliki signifikansi lebih kecil dari 0.05 (p<0.05). Hubungan yang linear berarti setiap perubahan yang terjadi pada satu variabel akan diikuti perubahan dengan besaran yang sejajar pada variabel lainnya (Hidayat,2013).

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 4. Suasana hati (mood) dan sportmanship Tabel 16. Hasil uji lineritas Mood dan Sportmanship F Mood * Between group sportmanship (Combined) Linearity Deviation from Linearity Sig. 3.057 .000 19.105 .000 1.719 .063 Berdasarkan hasil uji linearitas, mood dengan sportmanship memiliki F sebesar 19.105 dengan signifikansi sebesar 0.000. Data tersebut menunjukkan bahwa mood dan sportmanship memiliki hubungan yang linear karena memiliki signifikansi lebih kecil dari 0.05 (p<0.05). 5. Suasana hati (mood) dan civic virtue Tabel 17. Hasil uji lineritas Mood dan Civic Virtue Mood * civic virtue Between group (Combined) Linearity Deviation from Linearity F Sig. 4.168 .000 49.444 .000 .934 .523 Berdasarkan hasil uji linearitas, mood dengan civic virtue memiliki F sebesar 49.444 dengan signifikansi sebesar 0.000. Data tersebut menunjukkan bahwa mood dan civic virtue memiliki hubungan yang linear karena memiliki signifikansi lebih kecil dari 0.05 (p<0.05).

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Gambar 12. Scatter Plot MOOD dan Altruisme Grafik tersebut mengambarkan hubungan antara mood dan altruisme. Berdasarakan grafik tersebut dapat terlihat bahwa hubungan antara dua variabel tersebut tidak begitu kuat atau dapat dikatakan bahwa kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang lemah. Hal ini dikarenakan banyak data yang menyebar. Gambar 13. Scatter Plot MOOD dan Courtesy Grafik tersebut mengambarkan hubungan antara mood dan courtesy. Berdasarakan grafik tersebut dapat terlihat bahwa hubungan antara dua variabel tersebut tidak begitu kuat atau dapat dikatakan bahwa kedua variabel

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 tersebut memiliki hubungan yang lemah. Hal ini dikarenakan banyak data yang menyebar. Gambar 14. Scatter Plot MOOD dan Conscientiousness Grafik tersebut mengambarkan hubungan antara mood dan conscientiousness. Berdasarakan grafik tersebut dapat terlihat bahwa hubungan antara dua variabel tersebut tidak begitu kuat atau dapat dikatakan bahwa kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang lemah. Hal ini dikarenakan banyak data yang menyebar. Gambar 15. Scatter Plot MOOD dan Sportmanship Grafik tersebut mengambarkan hubungan antara mood dan sportmanship. Berdasarakan grafik tersebut dapat terlihat bahwa hubungan antara dua

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 variabel tersebut tidak begitu kuat atau dapat dikatakan bahwa kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang lemah. Hal ini dikarenakan banyak data yang menyebar. Gambar 16. Scatter plot MOOD dan Civic Virtue Grafik tersebut mengambarkan hubungan antara mood dan civic virtue. Berdasarakan grafik tersebut dapat terlihat bahwa hubungan antara dua variabel tersebut tidak begitu kuat atau dapat dikatakan bahwa kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang lemah. Hal ini dikarenakan banyak data yang menyebar. 2) Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan dengan mengunakan Spearman Rho pada program spss 16. Hipotesis yang akan diuji adalah ada hubungan antara suasana hati (mood) dengan organizational citizenship behavior (OCB). Koefisien korelasi berkisar antara -1 sampai dengan +1 yang menunjukkan

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 hubungan negatif maupun hubungan positif. Taraf signifikansi yang digunakan yaitu p<0.05 (santoso,2010). Tabel 18. Hasil Uji Hipotesis Spearman Correlation Signifikansi Mood * altruisme 0.244** 0.000 Mood* courtesy 0.282** 0.000 Mood * conscientiousness 0.341** 0.000 Mood * sportmanship 0.235** 0.000 Mood * civic virtue 0.390** 0.000 **. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed). Tabel 19. Interpretasi koefisien kolerasi (Sugiyono, 2008) Interval koefisien Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199 Sangat rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 1,00 Sangat kuat 1. Mood dan civic virtue Dari data tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan antara Mood dan civic virtue (r = 0.390, p = 0.000). Nilai p 0.000 berarti hipotesis diterima, hal dikarenakan p < 0,05 maka hipotesis diterima.. Koefisien korelasi antara Mood dan civic virtue berdasarkan tabel

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 intepretasi koefisien kolerasi Sugiyono (2008) tergolong dalam kategori kolerasi yang lemah. Hal ini berarti Dalam hal ini Mood dan civic virtue menggunakan taraf signifikansi sebesar 0.01. Hubungan antara Mood dan civic virtue merupakan hubungan yang positif. Jadi, dapat dikatakan bahwa semakin tinggi suasana hati (mood) maka semakin tinggi civic virtue seseorang. Demikian pula sebaliknya, bila semakin rendah suasana hati seseorang (mood) maka semakin rendah civic virtue seseorang. Dengan demikian, hipotesis awal yang menyatakan bahwa adanya hubungan yang positif antara Mood dan civic virtue diterima. 2. Mood dan conscientiousness Dari data tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan antara Mood dan conscientiousness (r = 0.341, p = 0.000). Nilai p 0.000 berarti hipotesis diterima, hal dikarenakan p < 0,05 maka hipotesis diterima. Koefisien korelasi antara Mood dan conscientiousness berdasarkan tabel intepretasi koefisien kolerasi Sugiyono (2008) tergolong dalam kategori kolerasi yang lemah. Dalam hal ini Mood dan conscientiousness menggunakan taraf signifikansi sebesar 0.01. Hubungan antara Mood dan conscientiousness merupakan hubungan yang positif. Jadi, dapat dikatakan bahwa semakin tinggi suasana hati (mood) maka semakin tinggi conscientiousness seseorang. Demikian pula sebaliknya, bila semakin rendah suasana hati seseorang maka semakin rendah conscientiousness seseorang. Dengan demikian, hipotesis awal yang

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 menyatakan bahwa adanya hubungan yang positif antara Mood dan conscientiousness diterima. 3. Mood dan courtesy Dari data tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan antara Mood dan courtesy (r = 0.282, p = 0.000). Nilai p 0.000 berarti hipotesis diterima, hal dikarenakan p < 0,05 maka hipotesis diterima. Koefisien korelasi antara Mood dan courtesy berdasarkan tabel intepretasi koefisien kolerasi Sugiyono (2008) tergolong dalam kategori kolerasi yang lemah. Dalam hal ini Mood dan courtesy menggunakan taraf signifikansi sebesar 0.01. Hubungan antara Mood dan courtesy merupakan hubungan yang positif. Jadi, dapat dikatakan bahwa semakin tinggi suasana hati (mood) seseorang maka semakin tinggi courtesy seseorang. Demikian pula sebaliknya, bila semakin rendah suasana hati (mood) seseorang maka semakin rendah courtesy seseorang. Dengan demikian, hipotesis awal yang menyatakan bahwa adanya hubungan yang positif antara Mood dan courtesy diterima. 4. Mood dan altruisme Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan antara Mood dan altruisme (r = 0.244, p = 0.000). Nilai p 0.000 berarti hipotesis diterima, hal dikarenakan p < 0,05 maka hipotesis diterima. Koefisien korelasi antara Mood dan altruisme berdasarkan tabel intepretasi koefisien kolerasi Sugiyono (2008) tergolong dalam kategori

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 kolerasi yang lemah. Dalam hal ini Mood dan altruisme menggunakan taraf signifikansi sebesar 0.01. Hubungan antara Mood dan altruisme merupakan hubungan yang positif. Jadi, dapat dikatakan bahwa semakin tinggi suasana hati (mood) maka semakin tinggi altruisme seseorang. Demikian pula sebaliknya, bila semakin rendah suasana hati (mood) seseorang maka semakin rendah altruisme seseorang. Dengan demikian, hipotesis awal yang menyatakan bahwa adanya hubungan yang positif antara Mood dan altruisme diterima. 5. Mood dan sportmanship Dari data tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan antara Mood dan sportmanship (r = 0.235, p = 0.000). Nilai p 0.000 berarti hipotesis diterima, hal dikarenakan p < 0,05 maka hipotesis diterima. Koefisien korelasi antara Mood dan sportmanship berdasarkan tabel intepretasi koefisien kolerasi Sugiyono (2008) tergolong dalam kategori kolerasi yang lemah. Dalam hal ini Mood dan sportmanship menggunakan taraf signifikansi sebesar 0.01. Hubungan antara Mood dan sportmanship merupakan hubungan yang positif. Jadi, dapat dikatakan bahwa semakin tinggi suasana hati (mood) maka semakin tinggi sportmanship seseorang. Demikian pula sebaliknya, bila semakin rendah suasana hati (mood) seseorang maka semakin rendah sportmanship seseorang. Dengan demikian, hipotesis awal yang menyatakan bahwa adanya hubungan yang positif antara Mood dan spormanship diterima.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 E. Analisis Tambahan Peneliti melakukan analisis tambahan dengan menggunakan data deskripsi subjek. Hasilnya adalah sebagai berikut : 1. Deskripsi subjek berdasarkan masa kerja subjek MASA KERJA (TAHUN) JUMLAH 1-3 135 subjek 4 – ke atas 127 subjek Total 259 subjek Hasil independent sample t-test Signifikansi Masa kerja 1- 3 tahun 0,138 Masa kerja 4 tahun ke atas Berdasarkan hasil tersebut, dapat dikatakan bahwa kencederungan OCB pada karyawan yang memiliki masa kerja 1 – 3 tahun dan karyawan yang memiliki masa kerja 4 tahun ke atas tidak ada perbedaan. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0, 138 yang berarti tidak ada perbedaan. Hasil tersebut dapat dikatakan berbeda jika memiliki nilai signifikansi kurang dari 0,005 (Priyatno, 2012). 2. Deskripsi subjek berdasarkan usia subjek USIA (TAHUN) JUMLAH 17 – 28 128 subjek 29 – 55 131 subjek Total 259 subjek

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Hasil independent sample t-test Signifikansi Usia 17 – 28 0,855 Usia 29 – 55 Hasil tersebut menunjukkan bahwa kencederungan OCB pada karyawan yang berusia 17-28 dengan karyawan yang berusia 29 - 55 tidak ada perbedaan. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,855 yang berarti tidak ada perbedaan. Hasil tersebut dapat dikatakan berbeda jika memiliki nilai signifikansi kurang dari 0,005 (Priyatno, 2012). 3. Deskripsi subjek berdasarkan jenis kelamin JENIS KELAMIN JUMLAH Laki – laki 114 subjek Perempuan 145 subjek Total 259 subjek Hasil independent sample t-test Signifikansi Laki – laki 0,669 Perempuan Berdasarkan hasil tersebut, dapat dikatakan bahwa kencederungan OCB pada karyawan laki – laki dan perempuan tidak ada perbedaan. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0, 669 yang berarti tidak ada perbedaan. Hasil tersebut dapat dikatakan berbeda jika memiliki nilai signifikansi kurang dari 0,005 (Priyatno, 2012).

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 4. Korelasi antara suasana hati dan OCB Mood * OCB Spearman Correlation Signifikansi 0.369** 0.000 Dari data tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan antara Mood dan OCB (r = 0.369, p = 0.000). Nilai p 0.000. hal ini berarti semakin positif suasana hati seseorang maka semakin tinggi pula OCB seseorang. Koefisien korelasi antara Mood dan OCB berdasarkan tabel intepretasi koefisien kolerasi Sugiyono (2008) tergolong dalam kategori kolerasi yang lemah. Hal ini diperkuat dengan hasil kolerasi antara Mood dan dimensi – dimensi OCB yang lemah. F. Pembahasan Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan dengan teknik koefisian korelasi Sperman diperoleh kolerasi (r) yang positif antara Suasana hati (mood) dengan dimensi – dimensi OCB . Suasana hati (mood) memiliki korelasi positif pada dimensi civic virtue. Korelasi antara kedua variabel tersebut sebesar 0,390. Koefisien korelasi antara Mood dan civic virtue berdasarkan tabel intepretasi koefisien kolerasi Sugiyono (2008) tergolong dalam kategori kolerasi yang lemah. Hal ini membuktikan hipotesis ada hubungan positif antara suasana hati (mood) dan civic virtue diterima yang berarti semakin tinggi suasana hati (mood) seseorang maka semakin tinggi pula civic virtue seseorang. Demikian pula

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 semakin rendah suasana hati (mood) seseorang maka semakin rendah pula civic virtue seseorang. Civic virtue merupakan perilaku individu yang menunjukkan bahwa seseorang berpartisipasi, melibatkan diri, dan peduli terhadap kelangsungan kehidupan oganisasi (Podsakoff et al.,1990, dalam Organ et al, 2006) . George Brief (1992) menyebutkan bahwa seseorang dengan suasana hati yang posittif tidak hanya akan bersemangat saat bekerja individu juga akan memiliki perhatian mengenai tempat kerja mereka. Individu akan melakukan berbagai hal untuk dapat mengembangkan tempat kerja mereka, walaupun mungkin hanya berupa memberikan saran, atau mungkin menghadiri rapat yang diadakan oleh organisasi (George Brief, 1992 dalam Lee dan Allen,2002). Suasana hati (mood) dan conscientiousness juga memiliki korelasi yang positif sebesar 0,341. Koefisien korelasi antara Mood dan conscientiousness berdasarkan tabel intepretasi koefisien kolerasi Sugiyono (2008) tergolong dalam kategori kolerasi yang lemah. Hasil ini menunjukkan bahwa hipotesis ada hubungan positif antara suasana hati (mood) dan conscientiousness, terbukti. Hubungan tersebut berarti semakin tinggi suasana hati (mood) seseorang maka semakin tinggi pula conscientiousness seseorang. Demikian pula semakin rendah suasana hati (mood) seseorang maka semakin rendah conscientiousness seseorang. Suasana hati yang positif akan membuat seseorang menjadi bersemangat dan lebih enerjik dalam bekerja (george brief ,1992). Karyawan akan merasa semangat ketika berangkat kerja maupun saat ditempat kerja, sehingga karyawan akan datang tepat waktu karena karyawan ingin segera

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan. Conscientousness adalah perilaku bebas dimana perilaku karyawan melampaui persyaratan minimum untuk berperan dalam organisasi, seperti kehadiran, mematuhi peraturan, dan pemanfaatan waktu istirahat (Podsakoff et al.,1990, dalam Organ et al, 2006). Oleh sebab itu, karyawan yang memiliki suasana hati yang positif pastinya akan melakukan hal tersebut. Korelasi yang positif juga terlihat dari hubungan antara suasana hati (mood) dengan OCB pada dimensi courtesy. Korelasi antara keduanya sebesar 0,282. Koefisien korelasi antara Mood dan courtesy berdasarkan tabel intepretasi koefisien kolerasi Sugiyono (2008) tergolong dalam kategori kolerasi yang lemah. Hal ini berarti semakin tinggi suasana hati (mood) seseorang maka semakin tinggi pula ocb pada dimensi courtesy seseorang. Demikian sebaliknya, semakin rendah suasana hati (mood) seseorang maka semakin rendah OCB pada dimensi courtesy seseorang. Courtesy merupakan suatu perilaku yang berfokus pada pencegahan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan dan rekan kerja. Courtesy terjadi ketika seorang karyawan memberikan dorongan kepada karyawan lain saat mereka kehilangan semangat dan merasa takut untuk mengembangkan kemampuan mereka (Podsakoff et al.,1990, dalam Organ et al, 2006). Dalam bekerja, karyawan terkadang menemui berbagai masalah dan kendala. Masalah dalam pekerjaan dapat timbul darimana saja, misalnya masalah yang berkaitan dengan tugas dalam pekerjaan, atau mungkin bermasalah dengan rekan kerja. George Brief (1992) menyebutkan suasana hati yang positif dari

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 seseorang akan memberikan suasana kekeluargaan di tempat kerja. Lingkungan kerja seperti itu, akan meminimalisir terjadinya konflik antar karyawan. Sementara ketika seseorang memiliki suasana hati yang positif, individu akan dapat memberikan semangat dan dorongan kepada karyawan lain. Dorongan yang diberikan tentunya adalah dorongan yang positif (George Brief, 1992 dalam Lee dan Allen,2002). Korelasi antara suasana hati (mood) dan dimensi OCB altruisme sebesar 0, 244. Koefisien korelasi antara Mood dan altruisme berdasarkan tabel intepretasi koefisien kolerasi Sugiyono (2008) tergolong dalam kategori kolerasi yang lemah. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis ada hubungan positif antara suasana hati (mood) dengan dimensi OCB altruisme terbukti. Hasil tersebut memiliki arti semakin tinggi suasana hati (mood) seseorang maka semakin tinggi pula altruisme seseorang, dan sebaliknya semakin rendah suasana hati (mood) seseorang maka semakin rendah pula altruisme seseorang. Suasana hati yang positif dapat menciptakan suasana kekeluargaan dalam bekerja, sehingga karyawan akan merasa nyaman dan memiliki waktu kerja yang menyenangkan. Suasana hati yang positif juga membuat seorang individu menjadi bersemangat dalam bekerja. Hal tersebut akan membuat karyawan menyelesaikan pekerjaan mereka dengan perasaan yang senang (George & Brief (1992) dalam Lee and Allen,2002). Dalam penelitian yang dilakukan oleh Lee and Allen(2002), George & Brief (1992) mengatakan bahwa individu dengan suasana hati yang positif akan memiliki keinginan untuk menolong oranglain. Sementara, Altruisme sendiri

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 adalah suatu perilaku yang dilakukan karyawan secara bebas, berkaitan dengan membantu orang lain yang memiliki masalah dalam organisasi (Podsakoff et al.,1990, dalam Organ et al, 2006). Jadi dapat dikatakan bahwa suasana hati yang positif dapat memunculkan altruisme. Penelitian ini juga melihat hubungan antara suasana hati (mood) dengan sportmanship. Setelah dilakukan penelitian, terdapat korelasi yang positif sebesar 0,235 antara suasana hati (mood) dengan sportmanship. Koefisien korelasi antara Mood dan sportmanship berdasarkan tabel intepretasi koefisien kolerasi Sugiyono (2008) tergolong dalam kategori kolerasi yang lemah. Hal ini membuktikan bahwa hipotesis ada hubungan yang positif antara suasana hati (mood) dengan sportmanship diterima. Hasil ini berarti semakin tinggi suasana hati (mood) seseorang maka semakin tinggi pula sportmanship seseorang. Demikian pula, semakin rendah suasana hati (mood) seseorang maka semakin rendah spormanship seseorang. Sportmanship adalah kesediaan karyawan untuk mentoleransi keadaan yang kurang nyaman tanpa mengeluh. Karyawan terkadang mengeluhkan berbagai hal yang berkaitan dengan lingkungan kerja mereka. Ruang kerja yang kurang nyaman, suara – suara bising yang menganggu, dll. Karyawan biasanya mengeluhkan hal tersebut dan beralasan itu akan menganggu pekerjaan mereka (Podsakoff et al.,1990, dalam Organ et al, 2006). Suasana hati (mood) karyawan akan berpengaruh terhadap situasi tempat kerja yang kurang nyaman, karyawan dengan suasana hati yang buruk akan merasa bahwa tempat kerja mereka menjadi tidak begitu menyenangkan

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 (George Brief, 1992 dalam Lee dan Allen,2002). Namun ketika karyawan dengan suasana yang positif, ia akan dapat mengatasi hal tersebut dan tidak menggangapnya sebagai sesuatu yang menganggu. George Brief (1992) mengatakan bahwa seseorang dengan suasana hati yang positif akan memiliki waktu bekerja yang lebih menyenangkan. Sehingga bagaimanapun keadaan lingkungan kerja, seseorang dengan suasana hati yang positif akan dapat menerimanya (George Brief, 1992 dalam Lee dan Allen,2002). Berdasarkan beberapa penjelasan diatas dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang positif antara suasana hati (mood) dengan dimensi OCB. Walaupun kolerasi antara variabel – variabel tersebut lemah atau tidak begitu kuat. Hal ini dapat dikarenakan ada variabel lain yang mempengaruhi OCB selain suasana hati (Mood). Luthans (2006) mengatakan bahwa kepuasan kerja dapat memunculkan OCB. Hal ini dikarenakan karyawan yang merasa puas akan memiliki kinerja yang lebih baik daripada karyawan yang memiliki kepuasan kerja rendah (Luthans, 2006, dalam Sumiyarsih,Mujiasih dan Arianti, 2012). Selain itu, karyawan yang memiliki komitmen yang kuat terhadap organisasi maka karyawan tersebut akan melakukan yang terbaik untuk organisasi dimana karyawan bekerja (Culliver, Sigler & McNeely, 1991, dalam lambert 2012). Pada penelitian yang dilakukan oleh Podsakoff, MacKenzie, Moorman, dan Fetter (1990) menyebutkan bahwa perilaku pemimpin memiliki peran yang penting dalam perusahaan. Perilaku pemimpin transformasional terbukti memiliki pengaruh yang signifikan untuk memunculkan OCB. Penelitian lain menyebutkan bahwa iklim organisasi yang positif dapat membuat karyawan memiliki keinginan

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 untuk melakukan pekerjaan yang lebih dari tugas yang menjadi tanggujawabnya (Elvianawaty, 2005).

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil dari analisis data penelitian yang telah diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara suasana hati (mood) dengan dimensi – dimensi Organizational Citizenship Behavior (OCB). hal ini berarti semakin positif suasana hati (Mood) maka semakin tinggi dimensi – dimensi OCB. Korelasi antara suasana hati (mood) dengan dimensi – dimensi Organizational Citizenship Behavior (OCB) jika diurutkan dari korelasi yang paling tinggi yaitu korelasi antara suasana hati (Mood) dengan Civic virtue, korelasi antara suasana hati (Mood) dengan Conscientiousness, korelasi antara suasana hati (Mood) dengan Courtesy, korelasi antara suasana hati (Mood) dengan Altruisme, dan yang paling rendah korelasi antara suasana hati (Mood) dengan Sportmanship. B. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan diatas, saran-saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: 1. Saran Bagi Perusahaan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa OCB karyawan yang cenderung tinggi. Oleh karena itu, perusahaan diharapkan untuk mempertahankan iklim organisasi yang ada di tempat kerja dan perilaku pemimpin terhadap bawahan agar OCB karyawan tidak turun. 54

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 2. Saran Bagi Subjek Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menunjukkan subjek atau dalam hal ini karyawan memiliki OCB yang cenderung tinggi. Oleh karena itu, karyawan diharapkan dapat mengontrol suasana hati saat berada di tempat kerja dengan cara menerima keadaan lingkungan kerja dan rekan kerja, seperti suara bising, kebersihan tempat kerja dan saran maupun kritik dari rekan kerja agar OCB karyawan tetap tinggi. 3. Saran Bagi Penelitian Selanjutnya Peneliti selanjutnya dalam penyebaran skala sebaiknya memperhatikan subjek yang akan diminta untuk mengisi skala, bagaimana situasi dan kondisi tempat kerja maupun subjek penelitian. Berdasarkan pengalaman yang telah dialami peneliti, penyebaran skala menghabiskan waktu yang lama. Hal ini dikarenakan peneliti tidak secara langsung memberikan skala kepada subjek dan tidak melihat keadaan atau situasi tempat kerja subjek, mungkin subjek sedang sibuk dengan pekerjaannya atau lain hal. Selain itu, dalam mengukur mood atau suasana hati sebaiknya dilakukan lebih dari sekali. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan rata – rata, dari hasil rata – rata tersebut maka dapat dilihat pola atau dinamika mood. Penelitian selanjutnya juga diharapkan untuk menambahkan data – data mengenai tingkat kepuasan kerja karyawan dan keadaan iklim organisasi. Hal ini dapat digunakan sebagai tambahan acuan dalam membuat pembahasan.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Azwar, S. (1997). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S. (2005). Sikap Manusia dan Teori Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S. (2009). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S. 2007. Tes Prestasi: Fungsi dan Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar. Cetakan IX. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Ary, Donald.,& Jacob, Cheser.,& Sorensen, Chris. (2010). Introduction to Research in Education. Canada : Nelson Education, Ltd. Bateman, T., & Organ, D. (1983). Job satisfaction and the good solider : The relationship between affect and employee citizenship. Academy of Management Journal, 26, 587 – 595. George, J.M. & Zhou, J.(2001). When openess experience and conscientiousness are related to creative behavior and interactional approach. Journal of Applied Psychology 16 Elvinawaty, Rianda. (2005). Organizational Citizenship Behavior karyawan ditinjau dari persepsi terhadap iklim organisasi, masa kerja dan jenis kelamin Lambert, G.E. (2010). The relationship of organizational citizenship behavior with job satisfaction, turnover intent, life satisfaction, and burnout among correctional staff. Criminal Justice Studies, Vol. 23, No. 4, 361 – 380. Lee, k.,& Allen, J.(2002). Organizational citizenship behavior and workplace Deviance : The role of Affect and Cognitions. Journal of Applied Psychology, Vol. 87, No. 1, 131-142. Meylandani, D.(2012). Hubungan antara Iklim Organisasi dan Organizational citizenship behavior (OCB) Pada Perawat RSUD Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang. Jurnal fakultas pendidikan Psikologi UNM. Noor, Juliansyah.(2011). Metodologi Penelitian skripsi, Tesis, Disertasi dan karya ilmiah. Jakarta: Kencana, Ed. 1, Cet. 1; xiv,290. Organ, Dennis,W.,Podsakoff, & Mackenzie. (2006). Organizational Citizenship Behavior Its nature, Antecedents and Consequences. California: Sage Publication,Inc. Podsakoff, P. N., Whiting, W.S. & Podsakoff, M.S., & Blume, D.B. (2009). Individual – and Organizational-Level Consequences of Organizational 47

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Citizenship Behavior: A Meta-Analysis. Journal of Applied Psychology, 94, 122 – 141. Robert, B. W, & Hogan, R. (2002). Personality psychology in the workplace. Washington, DC: American Psychological Association. Sumiyarsih, W., Mujiasih, E., & Ariati, J. (2012). Hubungan antara kecerdasan emosional dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada karyawan cv. Aneka Ilmu Semarang. Jurnal Psikologi Undip, Vol. 11, No. 1. Sugiyono. (2008). Statistik untuk penelitian.Bandung: alfabeta Spector, E. P. (1996). Industrial and organizational psychology: Research and practice. Florida : John Wiley and Sons, Inc. Santoso, A. (2010). Statistik untuk Psikologi: Dari Blog menjadi Buku. Yogyakarta: USD. Sommers, S.M., Bae, S.H.,& Luthans, F. (1996). Organizational commitmen across culture: The impact of antecedent on korean employees. Human Relation 49, 977-993. VandenBos, G.R.(2006). APA Dictionary of Psychology. Washington, DC: American Psychology Association. Watson, D.,& Clark, A. L.,& Tellegen, A.(1988). Development and Validation of Brief Measures of Positive and Negative Affect: The PANAS scale. Jounal of Personality and Social Psychology, Vol. 54, No. 6, 1063 – 1070. Williams, S.,Shiaw,W.T.(1999). Mood and Organizational Citizenship Behavior of Affect on Employee Organizational Citizenship Behavior Intentions. J Psychol, Vol. 133, No. 6, 656 – 668. www.sindonews.com.(2013). Pembagian BLSM, Kantor Pos Sawangan Siap Lembur. Jum’at, 28 Juni 2013. www.tempo.com. (2014). Penelitian Golden dan macy mengenai dinamika mood . Rabu, 6 Agustus 2014. www.business.asiaone.com. (2014). singapura memiliki kepuasan terendah di asia. Rabu, 13 Agustus 2014. Yaghoubi, E., Mashinchi, A.S., & Hadi, A. (2011). An Analysis of Correlation between Organizational Citizenship Behavior (OCB) and Emotional Intelligence (EI). Modern Applied Science, 5, 119 – 123.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Lampiran 1. Skala Tryout SKALA PENGUKURAN PSIKOLOGIS Disusun oleh : VERONICA ANTA ANGELICA 099114057 AGUSTIN CHINTIA AYU NUGROHO 099114071 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Yogyakarta, 6 Februari 2014 Kepada Yth. Bapak/Ibu yang ikut berpartisipasi dalam penelitian ini. Dengan hormat, kami Agustin Chintia Ayu Nugroho dan Veronica Anta Angelica mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma memohon bantuan bapak dan ibu untuk memberikan tanggapan dari pernyataan yang telah disusun. Adapun kegunaan data ini untuk keperluan penyelesaian tugas akhir (Skripsi). Semua tanggapan yang diberikan bapak dan ibu akan terjaga kerahasiaannya. Oleh karena itu, kami berharap bapak dan ibu dapat memberikan tanggapan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Terima kasih atas kesediaannya untuk mengisi skala penelitian ini. Hormat kami, Peneliti

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 PERNYATAAN KESEDIAAN Dengan ini, saya menyatakan bahwa saya mengisi skala ini tidak dalam keadaan terpaksa dari pihak manapun akan tetapi dengan sukarela demi membantu terlaksananya penelitian ilmiah ini. Semua jawaban yang saya berikan, murni saya alami sendiri dan bukan berdasarkan pandangan masyarakat pada umumnya. Saya juga mengijinkan bahwa dengan tidak mencantumkan nama sebenarnya maka jawaban saya dapat dipergunakan sebagai data untuk penelitian ilmiah ini. Menyetujui, (…………………………)

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 IDENTITAS Inisial Nama : Usia : Jenis Kelamin : Lama bekerja : Domisili : Kota Asal : Jenis organisasi / perusahaan (lingkari nomor yang sesuai) : 1. Jasa peminjaman dan penyimpanan uang 2. Jasa perawatan tubuh dan kecantikan 3. Jasa penginapan 4. Jasa pelayanan kesehatan 5. Jasa pengiriman dokumen dan barang 6. Jasa penyelenggaraan acara 7. Jasa transportasi 8. Jasa komunikasi 9. Lain-lain : jasa..................

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 PETUNJUK SKALA Pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan diri anda yang sebenarnya pada setiap pernyataan. Usahakan semua pernyataan dijawab dengan memberikan tanda silang (X) pada salah satu dari empat alternatif pilihan jawaban di bawah ini: SS : Sangat Setuju S : Setuju TS: Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju Anda bebas menentukan pilihan yang sesuai dengan diri anda sendiri, tidak ada jawaban benar ataupun salah karena jawaban ini mencerminkan diri anda sendiri. Contoh : No. Pernyataan 1. Saya lebih senang bekerja dalam kelompok daripada SS S TS STS X bekerja sendiri (ketika ada kesalahan dalam menjawab, anda bisa memberikan tanda sama dengan (=) pada jawaban sebelumnya dan memberikan lagi tanda silang (X) pada jawaban yang baru).

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Skala Penelitian A No 1 Pernyataan Saya bersedia menjawab pertanyaan dari rekan kerja yang mengalami kebingungan dalam menyelesaikan pekerjaannya 2 Saya memberikan jawaban yang positif tentang organisasi pada orang yang bertanya mengenai organisasi tempat saya bekerja 3 Saya memberitahukan cara mengoperasikan peralatan kerja pada rekan kerja yang baru tanpa disuruh atasan 4 Ketika melihat rekan kerja yang sangat sibuk, saya akan meluangkan waktu untuk membantu menyelesaikan beberapa pekerjaan yang bisa saya selesaikan 5 Saya tidak peduli terhadap rekan kerja yang ingin mengembangkan kemampuannya. 6 Saya sering membantu rekan kerja yang memiliki pekerjaaan terlalu banyak atau berat 7 Saya bersedia menjelaskan mengenai teknis pengerjaan tugas pada rekan kerja agar rekan kerja dapat lebih cepat menyelesaikan pekerjaan 8 Saya suka mencuri – curi kesempatan untuk bermain games saat bekerja. 9 Saya selalu mematuhi aturan dan prosedur organisasi bahkan ketika tidak ada yang memperhatikan SS S TS STS

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 No 10 Pernyataan Saya membantu rekan kerja jika diminta. 11 Saya berlapang dada ketika saran yang saya kemukakan tidak digunakan 12 Saya tetap bekerja dengan baik walaupun rekan kerja saya tidak menyukai saya 13 Saya malas untuk menemani rekan kerja baru dalam melakukan pengenalan tentang perusahaan, kecuali mendapat perintah dari atasan. 14 Bagi saya memberikan saran pada organisasi merupakan hal yang kurang bermanfaat. 15 Ketika melihat rekan kerja kewalahan dalam menyelesaikan pekerjaannya saya bersikap acuh. 16 Saya selalu menyampaikan kebijakan baru yang berkaitan dengan pekerjaan pada rekan kerja saya. 17 Saya bangga menjadi salah satu karyawan di tempat kerja saya sekarang 18 Saya sering melakukan instrospeksi diri ketika hasil kerja saya kurang memuaskan 19 Saya sering membantu rekan kerja baru untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja walaupun tidak ada instruksi dari atasan 20 Bagi saya datang kerja terlambat itu adalah hal yang biasa, semua orang juga melakukannya. 21 Saya selalu tiba lebih awal di tempat kerja agar dapat memulai tugas lebih awal SS S TS STS

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 22 Teguran dari atasan membuat saya malas untuk bekerja. No 23 Pernyataan Ketika rekan kerja saya merasa takut untuk mengembangkan kemampuannya saya selalu meyakinkan rekan saja bahwa ia memiliki banyak kelebihan 24 Saya tetap berpikir positif walaupun mendapat cercaan dari rekan kerja 25 Saya enggan mengikuti seminar dan pelatihan pengembangan kemampuan. 26 Saya bersedia menjadi sukarelawan untuk mengerjakan sesuatu diluar tanggungjawab pekerjaan saya 27 Ketika terdapat kesalahan pada pekerjaan yang saya kerjakan, saya cenderung menyalahkan rekan kerja lain. 28 Saya suka menceritakan keburukan – keburukan organisasi tempat saya bekerja pada oranglain. 29 Saya memiliki kemauan untuk memberikan ide – ide yang berguna demi kemajuan organisasi 30 Saya menyelesaikan makan siang dengan cepat sehingga dapat segera kembali untuk melanjutkan pekerjaan. 31 Saya lebih senang membesar-besarkan masalah yang timbul dalam organisasi daripada mencari solusi permasalahan. 32 Saya mengikuti seminar dan pelatihan untuk mengembangkan kemampuan individu tanpa dipaksa oleh organisasi SS S TS STS

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 33 Saya sering mengejek rekan kerja yang tidak bersemangat saat bekerja. No Pernyataan 34 Saya mengikuti setiap undangan rapat yang diadakan oleh organisasi dan aktif selama rapat berlangsung 35 Saya enggan menyampaikan ide – ide tentang organisasi pada atasan. 36 Ketika melihat rekan kerja saya mengalami kebingungan dalam menggunakan peralatan kerja saya membiarkannya. 37 Saya berusaha mencegah terjadinya permasalahan dalam organisasi 38 Dalam menyelesaikan pekerjaan saya suka menundanya. 39 Saya malas menjelaskan hasil rapat pada rekan kerja karena hanya membuang – buang waktu saja. 40 Saya merasa kurang nyaman ketika bekerja dalam keadaan tertekan. 41 Saya sering memberikan semangat pada rekan kerja saya yang lelah dalam bekerja SS S TS STS

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 42 Saya tidak peduli terhadap rekan kerja saya yang meminta bantuan untuk menyelesaikan pekerjaannya. 43 Saya menerima masukan yang diberikan oleh atasan maupun rekan kerja berkaitan dengan pekerjaan No Pernyataan 44 Saya lebih memilih untuk bersantai daripada membantu rekan kerja. 45 Bagi saya mengikuti rapat adalah sesuatu hal yang membosankan. 46 Saya memilih untuk bekerja sendiri daripada harus berkoordinasi dengan rekan kerja lain. 47 Saya bersedia memberikan penjelasan tentang berbagai informasi yang berkaitan dengan tugas pada rekan kerja 48 Saya merasa terganggu ketika lingkungan kerja menjadi sangat berisik. 49 Saya memilih diam daripada mendiskusikan permasalahan yang sedang terjadi dengan sesama rekan kerja. 50 Beberapa kali saya memiliki keinginan untuk bolos kerja. SS S TS STS

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 PETUNJUK SKALA Berilah skor antara 1- 4 pada setiap kata yang sudah tersedia jangan sampai ada yang terlewat. Isilah berdasarkan pada apa yang anda rasakan saat anda berada di tempat kerja. 4: Sangat Sering 3: Sering 2: Jarang 1: Tidak Pernah Skala Penelitian B BAHAGIA ANTUSIAS BERSALAH BERMUSUHAN MALU RAJIN SABAR SEMANGAT SEDIH MARAH TERKEJUT PENUH PERHATIAN WASPADA TENANG TAKUT IRI KECEWA TEKUN BANGGA GELISAH

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 PETUNJUK SKALA Pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan diri anda yang sebenarnya pada setiap pernyataan. Usahakan semua pernyataan dijawab dengan memberikan tanda silang (X) pada salah satu dari empat alternatif pilihan jawaban di bawah ini: SS : Sangat Setuju S : Setuju TS: Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju Anda bebas menentukan pilihan yang sesuai dengan diri anda sendiri, tidak ada jawaban benar ataupun salah karena jawaban ini mencerminkan diri anda sendiri. Contoh : No. Pernyataan 1. Saya mulai jenuh dalam bekerja sehingga SS S TS STS X saya ingin keluar dari tempat kerja saya. (ketika ada kesalahan dalam menjawab, anda bisa memberikan tanda sama dengan (=) pada jawaban sebelumnya dan memberikan lagi tanda silang (X) pada jawaban yang baru). Skala Penelitian C No 1 Pernyataan Rutinitas pekerjaan yang membosankan menyebabkan saya memiliki keinginan untuk mencari pekerjaan lain SS S TS STS

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Lingkungan kerja yang hangat dan menyenangkan menyebabkan saya menjadi senang bekerja di organisasi ini dan kurang memiliki keinginan untuk keluar dari organisasi. Relasi yang baik antar karyawan dalam organisasi menyebabkan saya tidak berpikir untuk meninggalkan organisasi. Kondisi saya sekarang menyebabkan saya ingin segera mencari pekerjaan lain yang lebih baik Saya merasa gaji dan fasilitas yang saya peroleh saat ini kurang memadai sehingga saya ingin mencari pekerjaan lain Pekerjaan saya saat ini sangat nyaman sehingga saya berpikir untuk tetap bekerja di tempat saya bekerja sekarang. Sikap atasan saya membuat saya tertekan dan memiliki pikiran untuk keluar dari organisasi tempat saya bekerja Pekerjaan yang saya lakukan selalu dianggap kurang baik sehingga saya ingin keluar dari organisasi Prestasi yang saya buat di organisasi ini menyebabkan saya ingin tetap bekerja dalam organisasi. Organisasi tempat saya bekerja sekarang sangat memperhatikan karyawannya sehingga saya kurang memiliki niat untuk mencari pekerjaan lain. Teguran yang menyakitkan membuat saya ingin keluar dari organisasi No Pernyataan 12 Saya mampu mengembangkan kemampuan saya sehingga saya ingin tetap bekerja di organisasi ini. SS S TS STS

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 13 14 15 Saat ini saya kurang ingin mencari pekerjaan lain karena akan merugikan organisasi. Pekerjaan saya saat ini menjamin masa depan saya sehingga saya berpikir untuk tetap bekerja di organisasi ini. Ketidaknyamanan yang saya peroleh saat bekerja menyebabkan saya berpikir untuk meninggalkan pekerjaan saya sekarang 16 Saya merasa rugi bekerja di organisasi saya sekarang sehingga saya berkeinginan untuk keluar dari organisasi 17 Gaji yang saya terima sekarang tergolong kurang memuaskan sehingga saya berpikir untuk keluar dari organisasi Organisasi selalu memberikan pandangan yang positif terhadap kinerja saya sehingga saya tidak berkeinginan mencari pekerjaan yang baru. Lingkungan kerja yang mendukung menyebabkan saya selalu berpikir untuk tetap tinggal di tempat kerja saya sekarang. 18 19 20 21 Saya merasa bosan bekerja dalam organisasi ini maka saya berkeinginan untuk keluar dari tempat kerja saya ini Meskipun banyak lowongan perkerjaan baru yang tersedia, tidak membuat saya berkeinginan untuk segera mencari pekerjaan lain. 22 Berpikir untuk keluar dari tempat saya bekerja sekarang adalah hal yang paling baik saya lakukan saat ini No Pernyataan 23 Saya mampu mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki dalam organisasi ini sehingga saya berpikir untuk tetap bekerja dalam organisasi ini. SS S TS STS

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 24 25 26 27 Kebijakan organisasi yang jelas memicu saya untuk tetap bekerja di organisasi ini. Lokasi kerja yang jauh dari tempat tinggal saya menyebabkan saya berpikir untuk meninggalkan organisasi tempat saya bekerja sekarang Posisi saya sekarang dalam organisasi cukup baik dan memiliki jenjang karier yang bagus sehingga saya berpikir untuk tetap tinggal dalam organisasi. Posisi saya saat ini kurang sesuai dengan pendidikan yang sudah saya tempuh sehingga saya berkeinginan untuk mencari pekerjaan lain 28 Tempat kerja saya saat ini sudah sangat nyaman sehingga saya kurang memiliki keinginan untuk mencari pekerjaan lain. 29 Banyaknya pengalaman yang menyenangkan selama bekerja menyebabkan saya berpikir untuk tetap tinggal dalam organisasi. Saya kurang puas dengan pekerjaan saya sekarang sehingga saya berniat untuk mencari pekerjaan lain Ketika saya mendapatkan informasi pekerjaan baru yang lebih menarik, saya berkeinginan untuk mencari informasi tentang pekerjaan tersebut 30 31 32 Saya masih bersemangat bekerja di organisasi ini sehingga saya tidak mencari pekerjaan lain. 33 Saya kurang bersemangat dalam bekerja di organisasi ini sehingga saya ingin keluar dari tempat kerja saya ini Pernyataan Organisasi memberikan kesempatan yang besar bagi saya untuk berkreasi sehingga saya ingin tetap bekerja dengan baik di organisasi ini. No 34 SS S TS STS

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 35 Hubungan yang baik dengan sesama rekan kerja menyebabkan saya ingin terus bekerja dalam organisasi ini. 36 Pekerjaan saya saat ini mampu mengembangkan kreativitas saya sehingga saya kurang berminat untuk mencari pekerjaan lain. 37 Kurangnya keterbukaan antara atasan dan bawahan membuat saya mempunyai keinginan untuk keluar dari organisasi 38 Beratnya pekerjaan yang saya lakukan menyebabkan saya ingin keluar dari organisasi tempat saya bekerja 39 Saya kurang bisa menikmati pekerjaan saya sekarang dan berpikir untuk keluar dari organisasi Saya berniat untuk mencari pekerjaan lain yang sesuai dengan kemampuan yang saya miliki. Belakangan ini saya memiliki pikiran untuk keluar dari organisasi karena beban kerja yang berat dan tuntutan yang besar dari organisasi 40 41 42 Organisasi tempat saya bekerja sekarang adalah organisasi yang menjanjikan sehingga saya berkeinginan untuk tetap bekerja di organisasi ini. Periksalah kembali jawaban anda, jangan sampai ada yang terlewatkan Terimakasih atas kerjasamanya

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Lampiran 2. Reliabilitas Skala Suasana Hati (mood) Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N Cases Valid Excluded a % 140 100.0 0 .0 Total 140 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .827 20 Item-Total Statistics Scale Scale Mean if Variance if Item Deleted Item Deleted aitem1 aitem2 aitem3 aitem4 aitem5 aitem6 aitem7 aitem8 aitem9 aitem10 aitem11 aitem12 aitem13 aitem14 aitem15 aitem16 aitem17 56.79 57.01 57.02 56.79 56.85 56.99 56.86 56.91 56.99 57.00 56.86 56.34 56.79 56.54 56.87 56.84 56.79 36.899 37.324 37.316 37.547 36.589 34.949 36.478 36.957 34.942 36.173 36.497 38.659 37.565 38.034 35.839 36.651 36.961 Corrected Item-Total Correlation .426 .411 .409 .354 .420 .572 .453 .344 .570 .442 .445 .146 .347 .317 .504 .425 .363 Cronbach's Alpha if Item Deleted .819 .820 .820 .822 .819 .810 .817 .823 .811 .818 .818 .833 .822 .824 .815 .819 .822

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 aitem18 aitem19 aitem20 57.02 56.84 56.89 39.172 37.342 35.118 .137 .368 .497 .831 .821 .815

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Lampiran 3. Reliabilitas Skala Organizational Citizenship Behavior (OCB) 1. Altruisme Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total % 140 100.0 0 .0 140 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .803 8 Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance if Item Deleted Item Deleted Corrected Item- Cronbach's Alpha Total Correlation if Item Deleted ITEM1 21.79 6.069 .463 .788 ITEM4 22.14 5.600 .579 .770 ITEM6 22.27 5.926 .478 .786 ITEM13 22.20 5.830 .483 .786 ITEM15 21.96 6.084 .464 .788 ITEM19 22.12 5.733 .582 .770 ITEM42 22.00 5.712 .559 .773 ITEM47 22.13 6.286 .521 .782

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 2. Courtesy Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total % 140 100.0 0 .0 140 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .789 9 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted ITEM3 24.84 8.009 .391 .783 ITEM5 24.94 7.989 .408 .780 ITEM7 24.88 8.194 .487 .769 ITEM23 24.83 7.999 .603 .756 ITEM33 24.91 7.834 .389 .785 ITEM36 24.79 7.983 .529 .763 ITEM41 24.93 8.024 .616 .755 ITEM46 25.03 7.999 .428 .776 ITEM49 25.09 7.581 .563 .756

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 3. Conscientiousness Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total % 140 100.0 0 .0 140 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .774 9 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted ITEM8 23.78 10.087 .538 .740 ITEM9 23.75 10.836 .551 .742 ITEM20 23.79 9.709 .603 .728 ITEM21 23.86 11.059 .397 .762 ITEM25 23.64 11.859 .299 .773 ITEM30 24.01 10.993 .404 .761 ITEM32 23.81 11.078 .458 .753 ITEM38 23.54 11.286 .393 .762 ITEM50 23.83 9.999 .480 .751

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 4. Sportmanship Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total % 140 100.0 0 .0 140 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .758 8 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted ITEM11 22.76 6.714 .398 .744 ITEM12 22.74 5.951 .469 .730 ITEM18 22.50 5.777 .594 .707 ITEM22 22.74 6.426 .299 .762 ITEM24 22.76 6.023 .526 .720 ITEM27 22.56 6.262 .378 .747 ITEM31 22.52 5.805 .523 .719 ITEM43 22.66 6.066 .483 .727

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 5. Civic Virtue Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total % 140 100.0 0 .0 140 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .805 10 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted ITEM2 27.69 10.085 .540 .781 ITEM14 27.67 9.992 .471 .790 ITEM16 27.64 10.032 .538 .781 ITEM17 27.65 10.028 .584 .777 ITEM28 27.48 10.553 .374 .800 ITEM29 27.75 10.290 .488 .787 ITEM34 27.83 10.647 .435 .793 ITEM35 27.78 9.943 .560 .779 ITEM39 27.59 10.403 .517 .785 ITEM45 27.87 10.588 .337 .806

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Lampiran 4. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test MOOD N Normal Mean Parameters Std. CONSCI SPORT CIVI ALTRUIS COUR ENTIOU MANSH CVIR ME TESY SNESS IP TUE 259 259 259 259 259 259 54.13 25.12 27.49 26.75 25.44 30.36 5.385 2.346 2.578 3.225 2.471 2.865 .070 .168 .128 .113 .210 .111 .055 .168 .128 .113 .210 .101 -.070 -.151 -.112 -.088 -.122 -.111 1.122 2.709 2.063 1.823 3.385 1.785 .161 .000 .000 .003 a Deviatio n Absolute Positive Most Extreme Difference Negative s KolmogorovSmirnov Z Asymp. Sig. (2tailed) a. Test distribution is Normal. .000 .003

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Lampiran 5. Uji Linearitas ANOVA Table Sum of Squares MOOD * Between ALTRUIS Groups ME (Combined) Linearity 728.314 df 243.145 F Sig. 12 60.693 2.210 .012 485.169 Deviation from Linearity Mean Square 1 485.16 17.67 .000 9 0 11 22.104 .805 .635 Within Groups 6754.48 2 246 27.457 Total 7482.79 5 258 ANOVA Table Sum of Squares MOOD * Between COURTE Groups SY (Combined) Linearity 1032.61 8 df 332.320 F Sig. 15 68.841 2.593 .001 700.298 Deviation from Linearity Mean Square 1 700.29 26.38 .000 8 3 14 23.737 .894 .566 Within Groups 6450.17 8 243 26.544 Total 7482.79 5 258 ANOVA Table Sum of Squares df Mean Square F Sig.

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 MOOD * Betwe (Combined) CONSCIENTIOUS en NESS Groups Linearity 1524.40 1 18 84.689 3.411 .000 1009.01 5 Deviation from 515.386 Linearity 1 1009.0 40.64 .000 15 2 17 30.317 1.221 .248 Within Groups 5958.39 4 240 24.827 Total 7482.79 5 258 ANOVA Table Sum of Square s MOOD * Betwee (Combined) SPORTMANS n HIP Groups Linearity Deviation from Linearity 1044.2 63 Mean Square df 13 80.328 502.06 5 1 F Sig. 3.057 .000 502.06 19.105 .000 5 542.19 8 12 45.183 Within Groups 6438.5 32 245 26.280 Total 7482.7 95 258 1.719 .063 ANOVA Table Sum of Squares MOOD * Between CIVICVIRT Groups UE Mean Square df (Combined) 1531.15 1 15 Linearity 1211.00 8 1 102.07 7 F Sig. 4.168 .000 1211.0 49.444 .000 08

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Deviation from Linearity 320.144 14 22.867 Within Groups 5951.64 4 243 24.492 Total 7482.79 5 258 .934 .523

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Lampiran 6. Uji Hipotesis Correlations ALTR CONSCI SPOR UISM COUR ENTIOU TMAN CIVICVI MOOD E TESY SNESS SHIP RTUE Spearma MOOD n's rho Correlatio n Coefficien t Sig. (1tailed) N ALTRUIS Correlatio ME n Coefficien t 1.000 .244** .282** .341** .235** .390** . .000 .000 .000 .000 .000 259 259 259 259 259 259 .244** 1.000 .649** .372** .538** .548** Sig. (1tailed) .000 . .000 .000 .000 .000 N 259 259 259 259 259 259 .282** .649** 1.000 .503** .629** .646** COURTE Correlatio SY n Coefficien t Sig. (1tailed) .000 .000 . .000 .000 .000 N 259 259 259 259 259 259 .341** .372** .503** 1.000 .538** .625** CONSCI Correlatio ENTIOUS n NESS Coefficien t Sig. (1tailed) .000 .000 .000 . .000 .000 N 259 259 259 259 259 259

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 SPORTM Correlatio ANSHIP n Coefficien t .235** .538** .629** .538** 1.000 .590** Sig. (1tailed) .000 .000 .000 .000 . .000 N 259 259 259 259 259 259 .390** .548** .646** .625** .590** 1.000 CIVICVIR Correlatio TUE n Coefficien t Sig. (1tailed) .000 .000 .000 .000 .000 . N 259 259 259 259 259 259 **. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Lampiran 7. Mean Empiris Variabel Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum MOOD 259 54.13 5.385 39 70 ALTRUISME 259 25.12 2.346 20 32 COURTESY 259 27.49 2.578 20 35 CONSCIENTIOUSNE SS 259 26.75 3.225 18 36 SPORTMANSHIP 259 25.44 2.471 19 32 CIVICVIRTUE 259 30.36 2.865 20 37

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Lampiran 8. Skala Penelitian SKALA PENGUKURAN PSIKOLOGIS Disusun oleh : VERONICA ANTA ANGELICA 099114057 AGUSTIN CHINTIA AYU NUGROHO 099114071 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Yogyakarta, 6 Februari 2014 Kepada Yth. Bapak/Ibu yang ikut berpartisipasi dalam penelitian ini. Dengan hormat, kami Agustin Chintia Ayu Nugroho dan Veronica Anta Angelica mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma memohon bantuan bapak dan ibu untuk memberikan tanggapan dari pernyataan yang telah disusun. Adapun kegunaan data ini untuk keperluan penyelesaian tugas akhir (Skripsi). Semua tanggapan yang diberikan bapak dan ibu akan terjaga kerahasiaannya. Oleh karena itu, kami berharap bapak dan ibu dapat memberikan tanggapan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Terima kasih atas kesediaannya untuk mengisi skala penelitian ini. Hormat kami, Peneliti

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 PERNYATAAN KESEDIAAN Dengan ini, saya menyatakan bahwa saya mengisi skala ini tidak dalam keadaan terpaksa dari pihak manapun akan tetapi dengan sukarela demi membantu terlaksananya penelitian ilmiah ini. Semua jawaban yang saya berikan, murni saya alami sendiri dan bukan berdasarkan pandangan masyarakat pada umumnya. Saya juga mengijinkan bahwa dengan tidak mencantumkan nama sebenarnya maka jawaban saya dapat dipergunakan sebagai data untuk penelitian ilmiah ini. Menyetujui, (…………………………)

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 IDENTITAS Inisial Nama : Usia : Jenis Kelamin : Lama bekerja : Domisili : Kota Asal : Jenis organisasi / perusahaan (lingkari nomor yang sesuai) : 1. Jasa peminjaman dan penyimpanan uang 2. Jasa perawatan tubuh dan kecantikan 3. Jasa penginapan 4. Jasa pelayanan kesehatan 5. Jasa pengiriman dokumen dan barang 6. Jasa penyelenggaraan acara 7. Jasa transportasi 8. Jasa komunikasi 9. Lain-lain : jasa..................

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 PETUNJUK SKALA Pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan diri anda yang sebenarnya pada setiap pernyataan. Usahakan semua pernyataan dijawab dengan memberikan tanda silang (X) pada salah satu dari empat alternatif pilihan jawaban di bawah ini: SS : Sangat Setuju S : Setuju TS: Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju Anda bebas menentukan pilihan yang sesuai dengan diri anda sendiri, tidak ada jawaban benar ataupun salah karena jawaban ini mencerminkan diri anda sendiri. Contoh : No. Pernyataan 1. Saya lebih senang bekerja dalam kelompok daripada SS S TS STS X bekerja sendiri (ketika ada kesalahan dalam menjawab, anda bisa memberikan tanda sama dengan (=) pada jawaban sebelumnya dan memberikan lagi tanda silang (X) pada jawaban yang baru).

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Skala Penelitian A No 1 Pernyataan Saya bersedia menjawab pertanyaan dari rekan kerja yang mengalami kebingungan dalam menyelesaikan pekerjaannya 2 Saya memberikan jawaban yang positif tentang organisasi pada orang yang bertanya mengenai organisasi tempat saya bekerja 3 Saya memberitahukan cara mengoperasikan peralatan kerja pada rekan kerja yang baru tanpa disuruh atasan 4 Ketika melihat rekan kerja yang sangat sibuk, saya akan meluangkan waktu untuk membantu menyelesaikan beberapa pekerjaan yang bisa saya selesaikan 5 Saya tidak peduli terhadap rekan kerja yang ingin mengembangkan kemampuannya. 6 Saya sering membantu rekan kerja yang memiliki pekerjaaan terlalu banyak atau berat 7 Saya bersedia menjelaskan mengenai teknis pengerjaan tugas pada rekan kerja agar rekan kerja dapat lebih cepat menyelesaikan pekerjaan 8 Saya suka mencuri – curi kesempatan untuk bermain games saat bekerja. 9 Saya selalu mematuhi aturan dan prosedur organisasi bahkan ketika tidak ada yang memperhatikan No Pernyataan SS S TS STS SS S TS STS

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 10 Saya berlapang dada ketika saran yang saya kemukakan tidak digunakan 11 Saya tetap bekerja dengan baik walaupun rekan kerja saya tidak menyukai saya 12 Saya malas untuk menemani rekan kerja baru dalam melakukan pengenalan tentang perusahaan, kecuali mendapat perintah dari atasan. 13 Bagi saya memberikan saran pada organisasi merupakan hal yang kurang bermanfaat. 14 Ketika melihat rekan kerja kewalahan dalam menyelesaikan pekerjaannya saya bersikap acuh. 15 Saya selalu menyampaikan kebijakan baru yang berkaitan dengan pekerjaan pada rekan kerja saya. 16 Saya bangga menjadi salah satu karyawan di tempat kerja saya sekarang 17 Saya sering melakukan instrospeksi diri ketika hasil kerja saya kurang memuaskan 18 Saya sering membantu rekan kerja baru untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja walaupun tidak ada instruksi dari atasan 19 Bagi saya datang kerja terlambat itu adalah hal yang biasa, semua orang juga melakukannya. 20 Saya selalu tiba lebih awal di tempat kerja agar dapat memulai tugas lebih awal 21 Teguran dari atasan membuat saya malas untuk bekerja. No Pernyataan SS S TS STS

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 22 Ketika rekan kerja saya merasa takut untuk mengembangkan kemampuannya saya selalu meyakinkan rekan saja bahwa ia memiliki banyak kelebihan 23 Saya tetap berpikir positif walaupun mendapat cercaan dari rekan kerja 24 Saya enggan mengikuti seminar dan pelatihan pengembangan kemampuan. 25 Ketika terdapat kesalahan pada pekerjaan yang saya kerjakan, saya cenderung menyalahkan rekan kerja lain. 26 Saya suka menceritakan keburukan – keburukan organisasi tempat saya bekerja pada oranglain. 27 Saya memiliki kemauan untuk memberikan ide – ide yang berguna demi kemajuan organisasi 28 Saya menyelesaikan makan siang dengan cepat sehingga dapat segera kembali untuk melanjutkan pekerjaan. 29 Saya lebih senang membesar-besarkan masalah yang timbul dalam organisasi daripada mencari solusi permasalahan. 30 Saya mengikuti seminar dan pelatihan untuk mengembangkan kemampuan individu tanpa dipaksa oleh organisasi 31 Saya sering mengejek rekan kerja yang tidak bersemangat saat bekerja. No Pernyataan SS S TS STS

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 32 Saya mengikuti setiap undangan rapat yang diadakan oleh organisasi dan aktif selama rapat berlangsung 33 Saya enggan menyampaikan ide – ide tentang organisasi pada atasan. 34 Ketika melihat rekan kerja saya mengalami kebingungan dalam menggunakan peralatan kerja saya membiarkannya. 35 Dalam menyelesaikan pekerjaan saya suka menundanya. 36 Saya malas menjelaskan hasil rapat pada rekan kerja karena hanya membuang – buang waktu saja. 37 Saya sering memberikan semangat pada rekan kerja saya yang lelah dalam bekerja 38 Saya tidak peduli terhadap rekan kerja saya yang meminta bantuan untuk menyelesaikan pekerjaannya. 39 Saya menerima masukan yang diberikan oleh atasan maupun rekan kerja berkaitan dengan pekerjaan No Pernyataan 40 Bagi saya mengikuti rapat adalah sesuatu hal yang membosankan. SS S TS STS

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 41 Saya memilih untuk bekerja sendiri daripada harus berkoordinasi dengan rekan kerja lain. 42 Saya bersedia memberikan penjelasan tentang berbagai informasi yang berkaitan dengan tugas pada rekan kerja 43 Saya memilih diam daripada mendiskusikan permasalahan yang sedang terjadi dengan sesama rekan kerja. 44 Beberapa kali saya memiliki keinginan untuk bolos kerja.

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 PETUNJUK SKALA Berilah skor antara 1- 4 pada setiap kata yang sudah tersedia jangan sampai ada yang terlewat. Isilah berdasarkan pada apa yang anda rasakan saat anda berada di tempat kerja. 4: Sangat Sering 3: Sering 2: Jarang 1: Tidak Pernah Skala Penelitian B BAHAGIA BANGGA BERSALAH ANTUSIAS MALU RAJIN SABAR SEMANGAT SEDIH MARAH TERKEJUT PENUH PERHATIAN WASPADA TENANG TAKUT TEKUN KECEWA GELISAH

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 PETUNJUK SKALA Pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan diri anda yang sebenarnya pada setiap pernyataan. Usahakan semua pernyataan dijawab dengan memberikan tanda silang (X) pada salah satu dari empat alternatif pilihan jawaban di bawah ini: SS : Sangat Setuju S : Setuju TS: Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju Anda bebas menentukan pilihan yang sesuai dengan diri anda sendiri, tidak ada jawaban benar ataupun salah karena jawaban ini mencerminkan diri anda sendiri. Contoh : No. Pernyataan SS 1. Saya mulai jenuh dalam bekerja sehingga S TS STS X saya ingin keluar dari tempat kerja saya. (ketika ada kesalahan dalam menjawab, anda bisa memberikan tanda sama dengan (=) pada jawaban sebelumnya dan memberikan lagi tanda silang (X) pada jawaban yang baru). Skala Penelitian C No 1 2 3 Pernyataan Rutinitas pekerjaan yang membosankan menyebabkan saya memiliki keinginan untuk mencari pekerjaan lain Lingkungan kerja yang hangat dan menyenangkan menyebabkan saya menjadi senang bekerja di organisasi ini dan kurang memiliki keinginan untuk keluar dari organisasi. Relasi yang baik antar karyawan dalam organisasi menyebabkan saya tidak berpikir untuk meninggalkan organisasi. SS S TS STS

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 4 5 6 7 8 9 10 11 Kondisi saya sekarang menyebabkan saya ingin segera mencari pekerjaan lain yang lebih baik Saya merasa gaji dan fasilitas yang saya peroleh saat ini kurang memadai sehingga saya ingin mencari pekerjaan lain Pekerjaan saya saat ini sangat nyaman sehingga saya berpikir untuk tetap bekerja di tempat saya bekerja sekarang. Sikap atasan saya membuat saya tertekan dan memiliki pikiran untuk keluar dari organisasi tempat saya bekerja Pekerjaan yang saya lakukan selalu dianggap kurang baik sehingga saya ingin keluar dari organisasi Prestasi yang saya buat di organisasi ini menyebabkan saya ingin tetap bekerja dalam organisasi. Organisasi tempat saya bekerja sekarang sangat memperhatikan karyawannya sehingga saya kurang memiliki niat untuk mencari pekerjaan lain. Teguran yang menyakitkan membuat saya ingin keluar dari organisasi No Pernyataan 12 Saya mampu mengembangkan kemampuan saya sehingga saya ingin tetap bekerja di organisasi ini. Saat ini saya kurang ingin mencari pekerjaan lain karena akan merugikan organisasi. Pekerjaan saya saat ini menjamin masa depan saya sehingga saya berpikir untuk tetap bekerja di organisasi ini. Ketidaknyamanan yang saya peroleh saat bekerja menyebabkan saya berpikir untuk meninggalkan pekerjaan saya sekarang 13 14 15 SS S TS STS

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 16 Saya merasa rugi bekerja di organisasi saya sekarang sehingga saya berkeinginan untuk keluar dari organisasi 17 Gaji yang saya terima sekarang tergolong kurang memuaskan sehingga saya berpikir untuk keluar dari organisasi Organisasi selalu memberikan pandangan yang positif terhadap kinerja saya sehingga saya tidak berkeinginan mencari pekerjaan yang baru. Lingkungan kerja yang mendukung menyebabkan saya selalu berpikir untuk tetap tinggal di tempat kerja saya sekarang. 18 19 20 21 Saya merasa bosan bekerja dalam organisasi ini maka saya berkeinginan untuk keluar dari tempat kerja saya ini Meskipun banyak lowongan perkerjaan baru yang tersedia, tidak membuat saya berkeinginan untuk segera mencari pekerjaan lain. 22 Berpikir untuk keluar dari tempat saya bekerja sekarang adalah hal yang paling baik saya lakukan saat ini No Pernyataan 23 Saya mampu mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki dalam organisasi ini sehingga saya berpikir untuk tetap bekerja dalam organisasi ini. Kebijakan organisasi yang jelas memicu saya untuk tetap bekerja di organisasi ini. Lokasi kerja yang jauh dari tempat tinggal saya menyebabkan saya berpikir untuk meninggalkan organisasi tempat saya bekerja sekarang Posisi saya sekarang dalam organisasi cukup baik dan memiliki jenjang karier yang bagus sehingga saya berpikir untuk tetap tinggal 24 25 26 SS S TS STS

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 dalam organisasi. 27 Posisi saya saat ini kurang sesuai dengan pendidikan yang sudah saya tempuh sehingga saya berkeinginan untuk mencari pekerjaan lain 28 Tempat kerja saya saat ini sudah sangat nyaman sehingga saya kurang memiliki keinginan untuk mencari pekerjaan lain. 29 Banyaknya pengalaman yang menyenangkan selama bekerja menyebabkan saya berpikir untuk tetap tinggal dalam organisasi. Saya kurang puas dengan pekerjaan saya sekarang sehingga saya berniat untuk mencari pekerjaan lain Ketika saya mendapatkan informasi pekerjaan baru yang lebih menarik, saya berkeinginan untuk mencari informasi tentang pekerjaan tersebut Saya masih bersemangat bekerja di organisasi ini sehingga saya tidak mencari pekerjaan lain. 30 31 32 33 No 34 35 36 Saya kurang bersemangat dalam bekerja di organisasi ini sehingga saya ingin keluar dari tempat kerja saya ini Pernyataan Organisasi memberikan kesempatan yang besar bagi saya untuk berkreasi sehingga saya ingin tetap bekerja dengan baik di organisasi ini. Hubungan yang baik dengan sesama rekan kerja menyebabkan saya ingin terus bekerja dalam organisasi ini. Pekerjaan saya saat ini mampu mengembangkan kreativitas saya sehingga saya kurang berminat untuk mencari pekerjaan lain. SS S TS STS

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 37 Kurangnya keterbukaan antara atasan dan bawahan membuat saya mempunyai keinginan untuk keluar dari organisasi 38 Beratnya pekerjaan yang saya lakukan menyebabkan saya ingin keluar dari organisasi tempat saya bekerja Saya kurang bisa menikmati pekerjaan saya sekarang dan berpikir untuk keluar dari organisasi Saya berniat untuk mencari pekerjaan lain yang sesuai dengan kemampuan yang saya miliki. Belakangan ini saya memiliki pikiran untuk keluar dari organisasi karena beban kerja yang berat dan tuntutan yang besar dari organisasi 39 40 41 42 Organisasi tempat saya bekerja sekarang adalah organisasi yang menjanjikan sehingga saya berkeinginan untuk tetap bekerja di organisasi ini. Periksalah kembali jawaban anda, jangan sampai ada yang terlewatkan Terimakasih atas kerjasamanya

(133)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Penaruh persepsi gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja terhadap organizational citizenship behavior (OCB) pada karyawan PT. Bumi Serpong Damai Tbk. Tangerang
2
7
215
Pengaruh organizational citizenship behavior (OCB) terhadap kinerja karyawan di PT. Putra Pertiwi karya utama
3
18
142
Pengaruh modal psikologis, budaya organisasi dan spiritualitas di tempat kerja terhadap organizational citizenship behavior
26
99
181
Emosi dan suasana hati
0
3
37
Perbedaan tingkat organizational citizenship behavior berdasarkan kelompok usia : studi pada karyawan PT.PLN (Persero) Area Sumba.
1
2
102
Hubungan antara team member exchange dengan dimensi organizational citizenship behavior.
5
13
145
Hubungan antara dimensi praktik SDM dan intensi turnover pada karyawan
0
0
114
a47b3 emosi dan suasana hati
0
0
11
Hubungan komunikasi interpersonal yang efektif dan organizational citizenship behavior pada karyawan bagian produksi fitting PT. Wavin Duta Jaya - USD Repository
0
0
174
Hubungan antara persepsi terhadap dukungan organisasi dan organizational citizenship behavior - USD Repository
0
0
135
Hubungan antara adversity quotient dan intensi turnover pada karyawan - USD Repository
1
5
107
Hubungan antara job insecurity dengan komitmen organisasi pada karyawan outsourcing - USD Repository
0
0
95
Hubungan antara efikasi-diri dan persepsi terhadap gaya kepemimpinan transformasional pada karyawan administratif - USD Repository
0
0
91
Hubungan antara kepuasan kerja dan organizational citizenship behavior pada Spa Terapis di Yogyakarta - USD Repository
0
0
155
Hubungan antara kompetensi komunikasi interpersonal dan kinerja pada karyawan GM Production - USD Repository
0
0
133
Show more