ANALISIS PERSEPSI KETERLIBATAN PEMAKAI SISTEM DAN DUKUNGAN MANAJEMEN TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (Studi Kasus pada KJKS BMT BIMA Magelang)

Gratis

0
0
172
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ANALISIS PERSEPSI KETERLIBATAN PEMAKAI SISTEM DAN DUKUNGAN MANAJEMEN TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (Studi Kasus pada KJKS BMT BIMA Magelang) SKRIPSI Oleh: Fransisca Nur Sari Dewi NIM: 102114004 PROGRAM STUDI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ANALISIS PERSEPSI KETERLIBATAN PEMAKAI SISTEM DAN DUKUNGAN MANAJEMEN TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (Studi Kasus pada KJKS BMT BIMA Magelang) SKRIPSI Oleh: Fransisca Nur Sari Dewi NIM: 102114004 PROGRAM STUDI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “Sesuatu mungkin mendatangi mereka yang mau menunggu, namun hanya didapatkan oleh mereka yang bersemangat mengerjakan” -Abraham Lincoln- iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI UNIVERSITAS SANATA DHARMA FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI-PROGRAM STUDI AKUNTANSI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI Yang bertanda tangan di bawah ini, saya menyatakan bahwa Skripsi dengan judul: ANALISIS PERSEPSI KETERLIBATAN PEMAKAI SISTEM DAN DUKUNGAN MANAJEMEN TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Dan dimajukan untuk diuji pada tanggal 21 Agustus 2014 adalah hasil karya saya. Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak mendapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin, atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain yang saya aku seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri dan atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, tiru, atau yang saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan pada penulis aslinya. Apabila saya melakukan hal tersebut di atas, baik sengaja maupun tidak, dengan ini saya menyatakan menarik skripsi yang saya ajukan sebagai hasil tulisan saya sendiri ini. Bila kemudian terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan menyalin atau menitu tulisan orang lain seolah-olah hasil pemikiran saya sendiri, berarti gelar dan ijasah yang telah diberikan oleh universitas bata saya terima. Yogyakarta, 6 Agustus 2014 Yang membuat pernyataan, (Fransisca Nur Sari Dewi) v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertandatangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama Nomor Mahasiswa : Fransisca Nur Sari Dewi : 102114004 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: ANALISIS PERSEPSI KETERLIBATAN PEMAKAI SISTEM DAN DUKUNGAN MANAJEMEN TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (Studi Kasus Pada KJKS BMT BIMA Magelang) Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universita Sanata Dharma hak untuk menyimpang, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 6 Agustus 2014 Yang menyatakan (Fransisca Nur Sari Dewi) vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penyusunan skripsi dengan judul “Analisis Persepsi Keterlibatan Pemakai Sistem dan Dukungan Manajemen Terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (Studi Kasus Pada KJKS BMT BIMA Magelang)”, dapat terselesaikan tanpa suatu kendala apapun. Adapun maksud dan tujuan penyusunan skripsi ini adalah untuk memenuhi sebagian persyaratan agar memperoleh gelas Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam penyusunan skripsi ini penulis banyak menerima bantuan serta dorongan dari berbagai pihak sehingga dapat menyelesaikan skripsi dengan tepat waktu. Dan pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga dapat terselesaikannya skripsi ini. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada orang tua tercinta yang telah memberikan kasih sayang, perhatian, dorongan, doa baik moril maupun material terhadap penulis. Selain itu, penulis juga ingin menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada bapak Antonius Diksa Kuntara, S.E., MFA., QIA selaku pembimbing, yang telah banyak membantu memberikan saran, ide-ide serta meluangkan waktunya untuk memberikan pengarahan dan bimbingan dalam penyusunan skripsi ini. Di samping itu, ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya juga diucapkan kepada: vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. selaku Rektor Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Dr. Herry Maridjo, M.Si. selaku dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Drs. Yohanes Pembaptis Supardiyono, MSi., Ak., QIA., C.A. selaku Dosen Pembimbing Akademik Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma. 4. Antonius Diksa Kuntara, S.E., MFA., QIA. selaku dosen pembimbing skripsi. 5. Dr. FA. Joko Siswanto, M.M., Ak., QIA., C.A. dan Ilsa Haruti Suryandari, S.E., S.IP., M.Sc., Akt., C.A. selaku dewan penguji. 6. Seluruh manajer dan karyawan KJKS BMT BIMA Magelang yang telah membantu penulis dalam mengumpulkan data yang diperlukan. 7. Keluarga tercinta kedua orang tua saya Agnes Maria Nurwiwaha dan Ignatius Dodik Sutrasno serta kakak, adik, saudara-saudaraku yang lain yang telah banyak memberikan kasih sayang, doa, dan semangat yang tak terhingga. 8. Aji Wicaksono yang telah membantu, menemani, dan memberikan semangat dan kasih sayangnya kepada penulis selama ini. 9. Aji Dwi Sasongko aka Kojek yang selama beberapa bulan telah meminjamkan laptopnya sehingga penulis dapat menyusun skripsi ini. 10. Sahabat-sahabat seperjuangan Theresia Haloho, Chafifah R.A., Daning Lusdiani yang selalu membantu dalam penyusunan skripsi ini. 11. Semua teman-teman seperjuangan AKT48 angkatan 2010, terima kasih telah membuat kehangatan dan keceriaan belajar di kelas. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, terima kasih bantuan, nasehat, dorongan, dan juga partisipasinya dalam penyusunan skripsi ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas kebaikan kalian semua. Penulis menyadari bahwa dengan terbatasnya pengalaman serta pengetahuan, memungkinkan sekali bahwa bentuk maupun isi skripsi ini jauh dari sempurna. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak yang mengarahkan kepada kebaikan dan kesempurnaan skripsi ini. Akhir kata semoga skripsi ini dapat memberikan energi positif bagi penulis khususnya serta pembaca pada umumnya. Penulis mengucapkan terima kasih untuk semuanya dan penulis berharap semoga Tuhan YME memberikan rahmat dan hidayah-Nya serta membalas amal baik kita semua. Amin. Yogyakarta, 6 Agustus 2014 Penulis, (Fransisca Nur Sari Dewi) ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL…………………………………………………………. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING…………………………….. ii HALAMAN PENGESAHAN……………………………………………….. iii MOTTO………………………………………………………………………. iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS……………… v HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI……………………………….. vi HALAMAN KATA PENGANTAR….……………………………………... vii HALAMAN DAFTAR ISI.………………………………………………….. x HALAMAN DAFTAR TABEL………………….…………………...….. ….. xvi HALAMAN DAFTAR GAMBAR…..……………………………………… xviii HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN……………………..…………………. xix ABSTRAK …………………………………………………………………… xx ABSTRACT…………………………………………………………………… BAB 1 xxi PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian……………………........................... 1 B. Rumusan Masalah……………………………………………… 4 C. Tujuan Penelitian………………………………………………. 4 D. Manfaat Penelitian…………………………………………….. 5 E. Sistematika Penulisan…………………………………………. 6 x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS A. Landasan Teori dan Penelitian Terdahulu…………….………. 7 1. Pengertian Koperasi Jasa Keuangan Syariah Baitul Maal Tamwil (KJKS BMT) ……………..……………………. 7 2. Unsur dalam KJKS BMT ……………………………… 8 3. Prinsip Dasar KJKS ……………………………………. 9 4. Prinsip-Prinsip Syariah………………………………….. 11 5. Perbedaan KJKS dan Koperasi Konvensional …………. 12 6. Pengertian dan faktor yang Mempengaruhi Persepsi…… 13 7. Sistem Informasi Akuntansi…………………………….. 15 8. Fungsi Sistem Informasi Akuntansi…..………………… 16 9. Kelompok Informasi Akuntansi………………………… 18 10. Pengembangan Sistem…………………………………... 19 a. Analisis Sistem (System Analysis) …………………. 20 b. Perancangan Sistem (System Design) ……………… 22 c. Implementasi Sistem (System Implementation) ….... 23 d. Operasi dan Perawatan Sistem ……………………… 24 11. Kinerja Sistem Informasi Akuntansi……………………. 25 12. Mengukur Kinerja Sistem Informasi……………………. 25 a. Kepuasan Pemakai Sistem Informasi ………………. 25 b. Pemakaian Sistem Informasi Akuntansi …………… 25 xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13. Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem …………... 26 a. Keterlibatan Pemakai Sistem ………………………. 28 b. Dukungan Manajemen Puncak ……………………... 33 14. Tinjauan Peneliti Terdahulu ……………………………. 35 B. Kerangka Konseptual Penelitian……………………………… 37 C. Pengembangan Hipotesis Penelitian…………………………... 37 Pengaruh Persepsi Keterlibatan Pemakai Sistem (X1) Terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi……...………………. 37 Pengaruh Persepsi Dukungan Manajemen Puncak (X2) Terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi………………………. 39 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian……………………………………………….. 42 B. Tempat dan Waktu Penelitian………………………………... 42 C. Populasi dan Sampel Penelitian……………………………….. 42 D. Teknik Pengumpulan Data……………………………………. 43 E. Definisi dan Operasional Variabel Penelitian…………………. 45 1. Definisi Variabel Penelitian………………………………… 45 a. Variabel Independen (Variabel Bebas)…………………... 45 1) Persepsi Keterlibatan Pemakai Sistem ………………. 45 2) Persepsi Dukungan Manajemen ……….…………….. 47 b. Variabel Dependen (Variabel Terikat)…………………... 48 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Operasional Variabel Penelitian…………………………….. 50 F. Analisis Data dan Pengujian Hipotesis………………………… 53 1. Analisis Data………………………………………………... 53 2. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas……………………………. 56 a. Uji Validitas……………………………………………… 56 b. Uji Relibilitas…………………………………………….. 57 3. Uji Asumsi Klasik…………………………………………... 58 a. Uji Normalitas……………………………………………. 58 b. Uji Multikolonieritas……………………………………... 59 c. Uji Heterokedatisitas…………………………………….. 60 d. Uji Autokorelasi………………………………………….. 62 4. Pengujian Hipotesis…………………………………………. 63 a. Uji Parsial (Uji-t)…………………………………………. 64 b. Uji Simultan (Uji-F)……………………………………… 65 c. Uji Koefisien Determinan………………………………... 66 BAB IV GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN A. Sejarah, Visi, dan Misi Perusahaan.......……………………… 67 B. Wilayah Pelayanan KJKS BMT BIMA ……………………… 68 C. Aktivitas Perusahaan…………………………………………. 69 D. Struktur Organisasi Perusahaan………..…………………….. 71 E. Sistem Dalam Perusahaan……………………………………. 73 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Responden………………………………………….. 75 1. Jenis Kelamin Responden……………………….………….. 76 2. Umur Responden……………………………………………. 76 3. Jabatan Responden………………………………………….. 77 4. Lama Bekerja Responden…………………………………... 78 5. Pendidikan Responden……………………………………… 79 B. Faktor- faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi………………………………………………. 80 1. Persepsi Keterlibatan Pemakai Sistem……………………... 80 a. Hubungan………………………………………………… 80 b. Wawasan…………………………………………………. 81 c. Tanggungjawab…………………………………………... 82 d. Waktu……………………………………………………. 83 e. Keinginan Pemakai………………………………………. 84 f. Nilai, Kepuasan, Kepercayaan, Dukungan Manajemen.... 85 g. Biaya…………………………………………………..… 87 2. Dukungan Manajemen Puncak…………………………….. 87 3. Kinerja Sistem Informasi Akuntansi……………………..... 89 a. Kepuasan Pemakai Sistem Informasi………………….... 89 b. Pemakai Sistem Informasi Akuntansi………………..…. 91 C. Perhitungan dan Penilaian Kuesioner…………………….….. 93 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Persepsi Keterlibatan Pemakai Sistem……………..….…... 93 2. Persepsi Dukungan Manajemen ……...…..…………..…… 94 3. Kinerja Sistem Informasi Akuntansi…………………..…... 95 D. Hasil Uji Kualitas Data……………………………………….. 96 1. Uji Validitas………………………………………………... 96 2. Uji Reliabilitas…………………………………………….. 99 E. Uji Asumsi Klasik………………………………………….… 101 1. Uji Normalitas………………………………………….…. 101 2. Uji Multikolinieritas………………………………….……. 103 3. Uji Heterokedatisitas………………………………..……... 104 4. Uji Autokorelasi…………………………….………... ……. 105 F. Hasil Pengujian Hipotesis…………………………..………... 106 1. Uji Parsial (Uji Statistik T)…………………….………..… 107 2. Uji Simultan (Uji F)………………………………………. 3. Uji Koefisien Determinan………………………………… BAB VI 109 110 KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan……………….…………………………............ 112 B. Saran……………………..………………………………….. 113 C. Keterbatasan Penelitian……………………………………… 113 DAFTAR PUSAKA………………………………………………………….... LAMPIRAN-LAMPIRAN xv 114

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL No Judul Tabel Hal 3.1 Skala Likert…………..……………………………………...…… 44 3.2 Operasional Variabel Independen……………………………….. 50 3.3 Operasional Variabel Independen………,,……………………… 52 5.1 Jenis Kelamin Responden………………………………………... 76 5.2 Umur Responden………………………………………………… 77 5.3 Jabatan Responden………………………………………………. 5.4 Lama Bekerja Responden………………………………………... 79 5.5 Pendidikan Responden…………………………………………... 5.6 Dimensi Hubungan………………………………………………. 80 5.7 Dimensi Wawasan……………………………………………….. 81 5.8 Dimensi Tanggung Jawab………………………………………… 83 5.9 Dimensi Waktu…………………………………………………… 84 5.10 Dimensi Keinginan Pemakai……………………………………... 85 5.11 Dimensi Nilai Kepuasan, Kepercayaan, Dukungan Manajemen…. 86 5.12 Dimensi Biaya……………………………………………………. 87 5.13 Dimensi Pemahaman Manajemen Terhadap Sistem Komputer 78 79 Dan Tingkat Minat, Dukungan, dan Pengetahuan Tentang Sistem Informasi………………………………………………………... xvi 88

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5.14 Dimensi Kepuasan Pemakai Sistem Informasi…….…..…………. 90 5.15 Dimensi Pemakai Sistem Informasi Akuntansi…………………... 92 5.16 Hasil Perhitungan dan Penilaian Kuesioner Variabel Keterlibatan Pemakai Sistem (X1)…………………………………………..…. 93 5.17 Hasil Perhitungan dan Penilaian Kuesioner Variabel Dukungan Manajemen X2)…………….……………………..……………... 5.18 94 Hasil Perhitungan dan Penialai Kuesioner Variabel Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (Y)……………………………….… 95 5.19 Hasil Uji Validitas Keterlibatan Pemakai Sistem………………... 97 5.20 Hasil Uji Validitas Dukungan Manajemen ……...…………….... 98 5.21 Hasil Uji Validitas Kinerja Sistem Informasi Akuntansi………... 98 5.22 Hasil Uji Reliabilitas Keterlibatan Pemakai Sistem……………... 100 5.23 Hasil Uji Reliabilitas Dukungan Manajemen …………………… 100 5.24 Hasil Uji Reliabilitas Kinerja Sistem Informasi Akuntansi……... 5.25 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test……………………….... 103 5.26 Hasil Uji Multikolinieritas………………………………………... 104 5.27 Hasil Uji Heterokedastisitas……………………………………… 105 5.28 Hasil Uji Autokorelasi…………………………………………… 106 5.29 Analisis Regresi Linier Berganda………………………………… 107 5.30 ANOVA………………………………………………………….. 109 5.31 Model Summary………………………………………………..… 111 xvii 100

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR No Judul Gambar Hal 2.1 Siklus Hidup Pengembangan Sistem…………………………….. 20 2.2 Kerangka Pemikiran……………………………………………… 37 4.1 Struktur Organisasi KC Salaman………………………………. 4.2 Struktur Organisasi………………………………………………. 72 5.1 Histogram………………………………………………………… 101 5.2 Normal P-P Plot………………………………………………….. 102 xviii 71

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Daftar Pernyataan atau Kuesioner………………………............. 116 Lampiran 2 Hasil Uji Validitas……………………………………………… 123 Lampiran 3 Hasil Uji Reliabilitas…………………………………………… 130 Lampiran 4 Hasil Uji Normalitas…………………………………………… 135 Lampiran 5 Hasil Uji Multikolinieritas.…………………………………….. 136 Lampiran 6 Hasil Uji Heterokedastisitas…………………………………… 138 Lampiran 7 Hasil Uji Autokorelasi…………………………………………. 140 Lampiran 8 Hasil Uji Analisis Regresi……………………………………… 142 Lampiran 9 Tabulasi Hasil Kuesioner Persepsi Keterlibatan Pemakai Sistem.. 146 Lampiran 10 Tabulasi Hasil Kuesioner Persepsi Dukungan Manajemen Puncak. 147 Lampiran 11 Tabulasi Hasil Kuesioner Kinerja Sistem Informasi Akuntansi…. 148 Lampiran 12 Surat Ijin Penelitian……………………………………………… 150 xix

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK ANALISIS PERSEPSI KETERLIBATAN PEMAKAI SISTEM DAN DUKUNGAN MANAJEMEN TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Studi Kasus Pada KJKS BMT BIMA Magelang Fransisca Nur Sari Dewi NIM: 102114004 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh persepsi keterlibatan pemakai sistem dan persepsi dukungan manajemen terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Latar belakang penelitian ini adalah bahwa peranan sistem dalam suatu perusahaan sangatlah diperlukan untuk dapat memberikan informasi sesuai dengan kebutuhan pemakai. Namun, kinerja sistem informasi akuntansi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat membuat sistem tersebut bekerja dengan efektif. Jenis penelitian adalah studi kasus. Data diperoleh dengan melakukan wawancara dan menyebar kuesioner. Teknik analisa data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif antara persepsi keterlibatan pemakai sistem dan persepsi dukungan manajemen, terbukti dengan koefisien regresi X1 sebesar 0,858 dan X2 sebesar 1,439. Koefisien determinan sebesar 0,501 menunjukkan kontribusi persepsi keterlibatan pemakai sistem dan persepsi dukungan manajemen terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Peneliti menggunakan taraf signifikan 5% diperoleh dari thitung. Oleh karena itu thitung lebih besar dari ttabel, maka Ho ditolak. Jadi persepsi keterlibatan pemakai sistem dan persepsi dukungan manajemen berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Kata kunci: persepsi keterlibatan pemakai sistem, persepsi dukungan manajemen, kinerja sistem informasi akuntansi. xx

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE PERCEPTION OF USER INVOLVEMENT, MANAGEMENT SUPPORT AND ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM PERFORMANCE Case Study On KJKS BMT BIMA Magelang Fransisca Nur Sari Dewi NIM: 102114004 Sanata Dharma University Yogyakarta 2014 The aim of this study was to find out the influence of perception of system user involvement and the perception of management support to accounting information system performance. The background of this study was that the role of the system in a company is required to provide information in accordance with the requirements of the user. However, accounting information system performance is affected by several factors that can make the system work effectively. This study is a case study. This data was obtained by interviewing and spreading the questionnaire. The data analysis technique of this study was multiple linear regression. From the analysis, the writer found that there was positive influence between the perception of system user involvement and the perception of management support to accounting information system performance. This could be seen from the number of the regression coefficient of 0,858 and 1,439. The value of the determination coefficient was 0,501. The value showed that there was 50,1% contribution of the perception of system user involvement and the perception of management support to accounting information system performance. To identify the perception of system user involvement and the perception of management support to accounting information system performance, the researcher used T-Test. The result that tcalculated > t-table, so the perception of system user involvement and the perception of management support influence accounting information system performance. Keyword: the perception of system user involvement, the perception of management support, and accounting information system performance. xxi

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Era globalisasi sekarang ini menyebabkan lingkungan bisnis mengalami perubahan yang cukup signifikan dengan tingkat persaingan yang ketat juga. Perkembangan yang semakin meningkat menuntut perusahaan untuk dapat melakukan kegiatan operasional yang efektif dan efisien untuk mempertahankan eksistensinya. Manajer perusahaan juga perlu meningkatkan pengetahuannya mengenai informasi-informasi yang dibutuhkan perusahaan sebagai kekuatan untuk membantu dalam pengambilan keputusan. Untuk itu, pengelolaan sistem informasi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan perusahaan. Sistem informasi akuntansi merupakan suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan komunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak luar dan pihak dalam (Baridwan, 1996:4). Peranan sistem informasi pada tahun 1960-an masih tergolong sangat sederhana, yakni memproses, menyimpan data, accounting dan aplikasi proses data elektronik lainnya. Memasuki era baru pada tahun 1980, perkembangan teknologi semakin meningkat dan peranan sistem informasi menjadi semakin meluas. Peranan baru tersebut adalah menyediakan dukungan interaktif kepada manajemen untuk proses pengambilan keputusan dimana sistem informasi ini memberikan jalan yang mudah bagi manajemen atas untuk mendapatkan informasi kritikal yang diinginkan ketika sedang dibutuhkan. Sistem informasi 1

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 diharapkan dapat memainkan peranan langsung dalam mencapai tujuan atau sasaran strategis dari perusahaan. Hal ini memberikan tanggung jawab baru bagi sistem informasi di dalam bisnis, apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini. Hampir di seluruh sektor bisnis di dunia ini menggunakan sistem informasi dalam suatu perusahaan. Bukan hanya itu, suatu perusahaan selalu berusaha melakukan berbagai macam cara untuk menggembangkan sistem informasi yang digunakan suatu perusahaan. Hal tersebut disebabkan karena sistem informasi memegang peranan yang cukup penting dalam bisnis mereka. Perubahan dari sistem informasi terjadi berdasarkan perubahan yang terjadi dalam perusahaan seiring dengan pertumbuhan perusahaan. Perusahaan perlu mempunyai kemampuan dalam menciptakan sistem akuntansi yang akurat yang akan menentukan apakah suatu perusahaan mampu memenangkan persaingan yang ketat. Dengan adanya sistem informasi akuntansi yang akurat, perusahaan akan dapat mengambil keputusan yang tepat yang berdampak pada kelangsungan hidup perusahaan yang semakin berkembang. Sistem informasi akuntansi juga dapat dinilai dari kinerjanya melalui pemakaian dari sistem itu sendiri. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja sistem informasi, antara lain yaitu keterlibatan pemakai dalam pengembangan sistem, kemampuan teknik personal sistem informasi, ukuran organisasi, dukungan manajemen puncak, formalisasi pengembangan sistem informasi program pelatihan dan pendidikan pemakai, keberadaan dewan pengarah, serta lokasi departemen sistem informasi.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Penelitian yang dilakukan Susilastri et al (2010) Pebrina menguji faktorfaktor yang mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi pada bank umum pemerintah di kota Pekanbaru. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat 5 faktor yang berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja sistem informasi akuntansi, yaitu keterlibatan pemakai, dukungan manajemen puncak, program pelatihan dan pendidikan pemakai, kemampuan teknik personal, lokasi departemen sistem informasi. Sedangkan faktor lainnya berpengaruh negatif dan tidak signifikan. Untuk itu, penulis tertarik mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Susilastri et al (2010) dengan mengambil obyek penelitian KJKS BMT BIMA. Dalam perguruan tinggi katolik jarang mahasiswa yang meneliti obyek berbasis syariah sehingga peneliti tertarik untuk memilih hal yang baru sehingga penulis memilih KJKS BMT BIMA sebagai obyek penelitian. Dari segi pembiayaan lembaga tersebut memiliki komitmen kepada pemberdayaan Usaha Mikro Kecil. KJKS BMT BIMA membantu masalah utama pengusaha mikro untuk dapat membedakan mana uang pribadi dan uang dagangan serta membantu memiliki perencanaan keuangan yang lebih tepat sesuai dengan kebutuhan. Persepsi keterlibatan pemakai dianggap dapat membantu koperasi dalam mengoptimalkan pelayanan produk yang ditawarkan kepada masyarakat. Tak hanya sebatas keterlibatan pemakai tetapi juga persepsi dukungan manajemen yang memberikan pedoman dan modul-modul pelaksanaan sistem yang ada. Dalam aspek pemenuhan kebutuhan di beberapa produk dan layanan, KJKS BMT BIMA sudah menerapkan sistem informasi untuk membantu

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 pekerjaan karyawan. Ketersediaan sistem informasi akuntansi yang memadai mempunyai fungsi utama untuk meningkatkan daya saing. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya kecepatan, ketepatan, efisiensi, produktivitas, validitas serta pelayanan. Dari sistem informasi tersebut dapat diketahui sejauh mana baik atau buruknya manajemen dari KJKS BMT BIMA. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, penulis tertarik untuk mengambil judulpenelitian “Analisis Persepsi Keterlibatan Pemakai Sistem dan Dukungan Manajemen Terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (Studi Kasus Pada KJKS BMT BIMA Magelang)”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Apakah persepsi keterlibatan pemakai sistem berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi di KJKS BMT BIMA? 2. Apakah persepsi dukungan manajemen berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi di KJKS BMT BIMA? C. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah tersebut, maka penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut: 1. Mengetahui dan menganalisis persepsi keterlibatan pemakai sistem berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi di KJKS BMT BIMA.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 2. Mengetahui dan menganalisis persepsi dukungan manajemen berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi di KJKS BMT BIMA. D. Manfaat Penelitian Adapun manfaat dalam penelitian ini bagi beberapa pihak, yaitu: 1. Bagi Peneliti a. Penelitian ini sebagai bahan masukan apabila suatu saat penulis diminta pendapat tentang faktor yang mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi. b. Penelitian ini sebagai pembanding ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan dengan keadaan nyata dalam dunia usaha secara praktek. 2. Bagi Perusahaan Penelitian ini sebagai masukan untuk pengambilan keputusan mengenai faktor yang mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi, sehingga perusahaan dapat memanfaatkan dengan baik sistem informasi akuntansi yang ada dalam perusahaan. 3. Bagi Universitas Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya khususnya penelitian di bidang sistem informasi akuntansi.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 E. Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi uraian tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan. BAB II LANDASAN TEORI Bab ini berisi uraian tentang teori-teori, tinjauan peneliti terdahulu, rerangka konseptual, dan pengembangan hipotesis yang digunakan dalam analisis pembahasan masalah dalam penelitian. BAB III METODE PENELITIAN Bab ini berisi uraian tentang jenis penelitian, waktu dan tempat penelitian, sampel dan subjek penelitian, sumber data penelitian, teknik pengumpulan data, dan operasional variabel. BAB IV GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN Bab ini berisi tentang sejarah perusahaan, wilayah pelayanan perusahaan, struktur organisasi perusahaan, sistem yang berjalan dalam perusahaan, fasilitas dan pelayanan perusahaan. BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi tentang analisis hasil dari pengujian hipotesis dan hasil dari kuesioner dan wawancara. BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi tentang kesimpulan dari penelitian, saran, dan keterbatasan penelitian.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Landasan Teori dan Penelitian Terdahulu 1. Pengertian Koperasi Jasa Keuangan Syariah Baitul Maal Tamwil (KJKS BMT) Pada dasarnya Koperasi Simpan Pinjam Syariah di Indonesia sering di sebut juga Baitul Maal Tamwil (BMT). Selain itu, juga sering disebut sebagai Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS). Praktek usaha dalam bidang koperasi yang dikelola secara syariah telah banyak tumbuh dan berkembang di masyarakat dan mengambil bagian penting dalam memberdayakan ekonomi masyarakat. Hal tersebut mendorong Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah untuk menerbitkan Surat Keputusan Nomor 91/kep/MKUKM/IX/2004. Berdasarkan ketentuan tersebut yang disebut Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) adalah koperasi yang kegiatan usahanya bergerak di bidang pembiayaan, investasi, dan simpanan sesuai pola bagi hasil. Sedangkan BMT merupakan lembaga keuangan di tingkat mikro yang didalamnya terdapat Baitul Maal dan Baitul Tamwil yang dalam operasionalnya dijalankan dengan menerapkan prinsipprinsip syariah. Sesungguhnya dalam operasionalnya, antara BMT dan KJKS tidak terlalu banyak perbedaannya. Sebagai lembaga keuangan, keduanya mempunyai fungsi yang sama dalam penghimpunan dan penyaluran dana. Istilah-istilah yang digunakan juga tidak ada bedanya. Dalam proses penghimpunan dana, keduanya menggunakan istilah simpanan atau tabungan. Begitu pula dalam penyaluran 7

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 dananya, keduanya menggunakan istilah pembiayaan. Selain itu, dalam buku Petunjuk Pelaksanaan Koperasi Jasa Keuangan Syariah yang diterbitkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM, pada pasal 25 ditegaskan bahwa operasional KJKS juga memungkinkan untuk melaksanakan fungsi „Maal‟ dan fungsi „Tamwil‟, sebagaimana yang selama ini dijalankan oleh BMT. Dalam hal ini, KJKS harus dapat membedakan secara tegas antara fungsi „Maal‟ dan fungsi „Tamwil‟. Dengan demikian semua BMT yang ada di Indonesia dapat digolongkan sebagai KJKS. 2. Unsur dalam KJKS BMT Dari pengertian KJKS BMT terdapat enam unsur, yaitu: a) Sistem Intermediasi Keuangan KJKS BMT berfungsi untuk menghimpun dana dalam bentuk tabungan dan simpanan, mengadministrasikan dana dan menyalurkan dananya dalam bentuk pembiayaan dan utang yang tidak memberikan bunga kepada nasabahnya. b) Tingkat Mikro KJKS BMT harus mengutamakan kelompok usaha mikro yang layak tapi tidak bankable dan pengoperasiannya menjadi mutlak perlunya proses pendampingan dan pembinaan terhadap nasabah. c) Berbadan Hukum Koperasi KJKS BMT dalam operasinya menggunakan badan hukum koperasi, oleh karenanya harus menjalankan prinsip-prinsip koperasi dan segala peraturan yang mengatur tentang koperasi.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 d) Baitul Tamwil Baitul Tamwil melakukan kegiatan pengembangan usaha-usaha produktif dan investasi dalam meningkatkan kualitas ekonomi pengusaha mikro dan kecil. e) Baitul Maal Baitul Maal menggalang titipan dana zakat, infaq, dan shadaqah serta mengoptimalkan distribusinya sesuai dengan peraturan dan amanahnya. f) Prinsip Syariah KJKS BMT dalam segala aspek operasional harus tunduk dan tidak boleh keluar dari tatanan syariah maka dalam konteks ini menjadi suatu kewajiban bagi para pengurus dan pengelola KJKS BMT mengetahui dan memahami ekonomi syariah dan fiqih muamalah. 3. Prinsip Dasar KJKS Ada dua prinsip dasar pada KJKS, yaitu: a) KJKS menegakkan prinsip-prinsip syariah, yaitu: 1) Kekayaan adalah amanah Allah SWT yang tidak dapat dimiiki oleh siapapun secara mutlak. 2) Manusia diberi kebebasan dalam mu‟amalah selama tidak melanggar ketentuan syariah. 3) Manusia merupakan wakil Allah dan pemakmur di bumi.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 4) Menjunjung tinggi keadilan serta menolak setiap bentuk ribawi dan pemusatan sumber dana ekonomi pada segelintir orang atau sekelompok orang saja. b) KJKS dalam melaksanakan kegiatannya berdasarkan pada prinsip agama Islam, yaitu: 1) Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka. 2) Keputusan ditetapkan secara musyawarah dan dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen. 3) Pengelolaan dilakukan secara transparan dan professional. 4) Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil, sesuai dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota. 5) Pemberian balas jasa modal dilakukan secara terbatas dan professional menurut sistem bagi hasil. 6) Jujur, amanah, dan mandiri. 7) Mengembangkan sumber daya manusia, sumber daya ekonomi dan sumber daya informasi secara optimal. 8) Menjalin dan menguatkan kerjasama di antara anggota, antar koperasi dan atau lembaga lainnya.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 4. Prinsip-Prinsip Syariah Bank syariah dalam menjalankan fungsinya harus sesuai dengan prinsip- prinsip syariah yang melandasinya, antara lain: a) Al-Wadi’ah (titipan) Al-Wadi’ah merupakan titipan dari satu pihak kepada pihak lain yang harus dijaga dan dikembalikan setiap saat apabila orang yang titip mengambilnya. b) Al-Mudharabah (bagi hasil) Al-Mudharabah adalah perjanjian kerjasama antara dua orang atau lebih di mana pihak pertama menyediakan 100% modal dan pihak lainnya sebagai pengelola. Keuntungan dibagi sesuai perjanjian dan kerugian di tanggung pemilik modal selama bukan kelalaian pengelola. Jika kerugian disebabkan kelalaian pengelola, maka pengelola harus bertanggung jawab. c) Al-Musyarakah (kemitraan) Al-Musyarakah adalah persekutuan antara dua pihak atau lebih dalam suatu proyek di mana masing-masing pihak berhak atas keuntungan yang diperoleh secara porposional dengan kontribusi modal. Jika proyek mengalami kerugian, maka kerugian akan dibebankan secara porposional pada masing-masing pihak pemberi modal. d) Al-Murabahah (jual-beli) Al-Murabahah adalah jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati. Pihak penjual harus

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 memberitahu harga asal produk yang dibeli dan menentukan tambahan keuntungan yang dikehendaki. 5. Perbedaan KJKS dan Koperasi Konvensional KJKS adalah koperasi yang berdasarkan melalui landasan-landasan pada prinsip syariah yang membawa visi dan misi yang ditentukan oleh dasar-dasar agama dengan keadilan dalam menentukan bagi hasil. Dalam hal ini tidak terfokus pada jumlah pembiayaan hasil yang didapat dari modal tersebut, hingga koperasi syariah menyebutnya bagi hasil. Adapun perbedaan-perbedaan yang dapat terlihat pada beberapa aspek, yang diantaranya sebagai berikut (Ningrum, 2009): a) Pembiayaan Koperasi konvensional memberikan bunga pada setiap nasabah sebagai keuntungan, sedangkan KJKS mengambil sistem bagi hasil untuk melayani para nasabahnya. b) Pengawasan Koperasi konvensional hanya mengawasi kinerja pada pengurus dalam mengelola koperasi. Sedangkan KJKS kejujuran para intern koperasi sangat diperhatikan pada pengawasan ini, bukan hanya pengurus, tetapi aliran dana serta pembagian hasil tidak luput dari pengawasan. c) Penyaluran Produk Koperasi konvensional memberlakukan sistem kredit barang atau uang pada penyaluran produknya. Nasabah harus mengembalikan uang sebesar yang dipinjam ditambah bunga yang telah ditetapkan pada RAT.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Sedangkan KJKS tidak mengkreditkan barang atau uang, melainkan barang atau uang yang dipinjamkan kepada nasabah tidak dikenakan bunga. d) Fungsi Sebagai Lembaga Zakat Koperasi konvensional tidak menjadikan usahanya sebagai penerima dan penyalur zakat, sedangkan KJKS menganjurkan zakat bagi nasabahnya. 6. Pengertian dan Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Persepsi merupakan stimulus yang diindera oleh individu, diorganisasikan, kemudian diinterpretasikan sehingga individu menyadari dan mengerti tentang apa yang diindera. Dengan kata lain, proses masuknya pesan atau informasi yang diterima individu yang dapat mempengaruhi perilaku dan pembentukan sikap. Menurut Hasminee (2013) faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pada dasarnya dibagi menjadi dua yaitu: a) Faktor internal yaitu faktor-faktor yang terdapat dalam diri individu, yang mencakup beberapa hal antara lain: 1) Fisiologis. Informasi masuk melalui alat indera, selanjutnya informasi yang diperoleh akan mempengaruhi dan melengkapi usaha dan memberikan arti terhadap lingkungan sekitarnya. 2) Perhatian. Individu memerlukan sejumlah energi yang dikeluarkan untuk memperhatikan atau memfokuskan pada bentuk fisik dan fasilitas mental yang ada pada suatu obyek.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 3) Kebutuhan yang searah. Seberapa kuatnya seseorang mencari obyekobyek atau pesan yang dapat memberikan jawaban sesuai dengan dirinya. 4) Pengalaman dan ingatan. Sejauh mana seseorang dapat mengingat kejadian-kejadian lampau untuk mengetahui suatu rangsangan dalam pengertian luas. 5) Suasana hati. Keadaan emosi mempengaruhi perilaku seseorang. b) Faktor eksternal merupakan karakteristik dari lingkungan dan obyekobyek yang terlibat didalamnya. Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi adalah: 1) Ukuran dan penempatan dari obyek. Semakin besar hubungan suatu obyek maka semakin mudah untuk dipahami. 2) Warna dari obyek-obyek. Obyek-obyek yang mempunyai cahaya. Lebih banyak akan lebih mudah dipahami. 3) Keunikan dan kekontrasan stimulus. Stimulus luar yang penampilannya dengan latar belakang dan sekelilingnya yang sama sekali di luar sangkaan seseorang yang lain akan banyak menarik perhatian. 4) Intensitas dan kekuatan stimulus. Stimulus dari luar akan memberi makna lebih bila sering diperhatikan. 5) Motion dan gerakan. Seseorang akan banyak memberikan perhatian terhadap obyek yang memberikan gerakan dalam jangkauan pandangan obyek yang diam.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 7. Sistem Informasi Akuntansi Sistem merupakan suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu (Jogiyanto, 2005:1). Menurut Wikipedia Indonesia sistem berasal dari bahasa Latin dan bahasa Yunani yang berarti suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi. Sistem informasi merupakan suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil keputusan dan juga untuk menjalankan operasional perusahaan, di mana sistem tersebut merupakan kombinasi dari orangorang, teknologi informasi, dan prosedur-prosedur yang terorganisasi. Terdapat beberapa definisi sistem informasi akuntansi yang dikemukakan oleh oleh para ahli, yaitu sebagai berikut: Menurut Baridwan (1996:4) sistem informasi akuntansi adalah: “Suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan komunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak luar dan pihak dalam.” Menurut Azhar Susanto (2008:72) sistem informasi akuntansi adalah: “Kumpulan (integrasi) dari sub-sub sistem/komponen baik fisik maupun nonfisik yang saling berhubungan dan bekerjasama satu sama lain secara harmonis untuk mengelola data transaksi yang berkaitan dengan masalah keuangan menjadi informasi keuangan.”

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 Menurut James Hall (2001:10),”sistem informasi akuntansi adalah sistem yang terdiri dari tiga sub sistem, yaitu transaction processing system, general ledger/financial reporting system, management reporting system”. Menurut Mulyadi (2001:3) dalam Siti Suharni, sistem infomasi akuntansi adalah: “Organisasi formulir, catatan dalan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.” Berdasarkan pengertian sistem informasi akuntansi dari beberapa ahli dapat disimpulkan bahwa sistem informasi tidak akan bekerja tanpa adanya kerjasama yang harmonis antara komponen-komponen yang membentuknya dan menghasilkan suatu tujuan untuk mengubah data menjadi suatu informasi yang dapat dibutuhkan oleh pemakai sistem tersebut. 8. Fungsi Sistem Informasi Akuntansi Sistem informasi yang baik dirancang untuk dapat memenuhi fungsinya yaitu memberikan informasi-informasi yang berkualitas yang dapat menunjang kelangsungan hidup perusahaan. Selain itu, fungsi pengendalian juga terdapat dalam suatu sistem sehingga dapat mengurangi tindak kecurangan dan ketidakefektifan dalam menjalankan sistem tersebut. Sistem informasi akuntansi mempunyai tiga tujuan utama (Wilkinson, 2000 dalam Jogiyanto, 2008:227-228) sebagai berikut ini:

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 a) Untuk mendukung aktivitas operasi sehari-hari (to support the day to day operations) Sistem informasi akuntansi mempunyai sistem bagian yang disebut dengan TPS (transaction processing systems) yang mengolah data transaksi menjadi informasi yang berguna untuk melakukan kegiatan-kegiatan operasi sehari-hari. Pemakai informasi ini misalnya adalah karyawan yang menerima cek pembiayaan, supervisor yang memeriksa penjualan tiap harinya, pelanggan yang menerima faktur, dan lain sebagainya. b) Mendukung pengambilan keputusan manajemen (to support decision making by internal decison makers) Informasi dari SIA juga diperlukan oleh manajemen sebagai dasar pengambilan keputusannya. Manajemen menengah membutuhkan informasi akuntansi untuk melihat penyimpangan-penyimpangan yang terjadi antara yang dibudjetkan dengan nilai realisasi yang dilaporkan oleh sistem informasi akuntansi. c) Untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggungjawaban (to fulfill obligations relating to stewardship) Manajemen perusahaan perlu melaporkan kegiatan kepada stakeholder. Stakeholder dapat berupa pemilik, pemegang saham, kreditor, serikat pekerja, pemerintah, otoritas pasar modal, dan lain sebagainya. Informasi akuntansi yang dibutuhkan stakeholder adalah informasi tentang laporan keuangan yang terdiri dari neraca (posisi keuangan pada tanggal tertentu), laporan laba rugi dan laporan arus kas.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Menurut Azhar Susanto (2008:8) fungsi sistem informasi akuntansi adalah: a) Mendukung aktivitas sehari-hari perusahaan Suatu perusahaan harus terus menerus melakukan kegiatan operasi sehari-hari yang biasanya disebut sebagai transaksi seperti melakukan pembelian, penyimpanan, proses produksi, dan penjualan. b) Mendukung proses pengambilan keputusan Tujuan yang sama pentingnya dari sistem informasi akuntansi adalah untuk memberikan informasi yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan. Keputusan harus dibuat dalam kaitannya dengan perancangan dan pengendalian aktivitas perusahaan. Informasi yang dapat diperoleh dari sistem informasi akuntansi tapi diperlukan dalam proses pengambilan keputusan biasanya berupa informasi kuantitatif yang tidak bersifat uang dan data kualitatif. c) Membantu dalam memenuhi tanggung jawab pengelolaan perusahaan Salah satu tanggung jawab penting adalah keharusan memberi informasi kepada pemakai yang berada di luar perusahaan atau stakeholder yang meliputi pemasok, pelanggan, kreditor, investor besar, serikat kerja, analis keuangan, asosiasi industri, atau bahkan publik secara umum. 9. Kelompok Informasi Akuntansi Menurut Mulyadi (2001:14) dalam Siti Suharni informasi akuntansi dikelompokkan menjadi 3 golongan, yaitu:

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 a) Informasi Operasi Untuk melaksanakan aktivitas perusahaan sehari-hari, manajemen memerlukan berbagai informasi operasi. Untuk menghasilkan informasi biaya bahan baku diperlukan informasi operasi berupa kualitas bahan baku yang dipakai dan harga pokok bahan baku per satuan. b) Informasi Akuntansi Keuangan Informasi akuntansi keuangan diperlukan baik oleh manajemen (biasanya manejemen puncak) maupun pihak luar perusahaan seperti pemegang saham, banker dan kreditur lain, instansi pemerintah dan pihak luar lainnya. Informasi akuntansi keuangan umumnya disajikan kepada pihak luar perusahaan di dalam laporan keuangan berbentuk neraca, laporan laba rugi, laporan laba ditahan, dan laporan posisi keuangan. c) Infomasi Akuntansi Manajemen Informasi akuntansi manajemen diperlukan oleh manajemen untuk melaksanakan dua fungsi pokok manajemen yaitu perencanaan dan pengendalian aktivitas perusahaan. 10. Pengembangan Sistem Informasi Metode pengembangan sistem informasi yang dikenal dengan system development life cycle (SDLC) mempunyai beberapa tahapan. Sesuai dengan namanya, SDLC dimulai dari suatu tahapan awal sampai tahapan terakhir dan kembali lagi ke tahapan awal membentuk suatu siklus atau daur hidup. Tahapan-

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 tahapan dalam metode SDLC (Jogiyanto, 2008:433-450) adalah sebagai berikut ini: Analisis Sistem Perancangan Sistem Implementasi Sistem Operasi dan Perawatan Sistem Gambar 2.1 Siklus Hidup Pengembangan Sistem a) Analisis Sistem (System Analysis) Tahapan awal ini dilakukan oleh analis sistem (system analyst). Alasannya adalah karena metode yang digunakan dalam pengembangan sistem ini yang kompleks sehingga membutuhkan seorang yang ahli di bidangnya agar dapat mengidentifikasi kebutuhan pemakai sistem dengan benar. Tahapan di analisis sistem terdiri dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut: 1) Studi pendahuluan 2) Studi kelayakan 3) Mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan informasi pemakai 4) Memahami sistem yang ada

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 5) Menganalisis hasil penelitian Langkah dalam tahapan awal ini dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Studi pendahuluan Dari studi pendahuluan ini dapat diperoleh hasil pemahaman sistem secara awal, perkiraan biaya yang dibutuhkan dan waktu yang diperlukan untuk pengembangan sistem. 2) Studi kelayakan Tahapan kedua terdiri dari berbagai macam kelayakan, yaitu studi kelayakan teknologi, ekonomis, legal, operasi, dan sosial. Pengembangan sistem secara teknologi jika teknologi yang dibutuhkan dapat tersedia dan diperoleh. Pengembangan sistem dikatakan ekonomis jika manfaat yang diperoleh lebih besar dari biaya yang dikeluarkan. Pengembangan sistem dikatakan legal jika tidak melanggar peraturan dan hukum yang berlaku. Pengembangan sistem layak secara operasi jika sistem yang dihasilkan dapat dioperasikan dan dijalankan. Pengembangan sistem layak secara sosial jika hasilnya tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap lingkungan sosialnya. 3) Mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan informasi pemakai Tahapan ketiga adalah mengidentifikasi masalah yang dilakukan dengan mengidentifikasi penyebab masalahnya.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 4) Memahami sistem yang ada Selanjutnya memahami sistem yang ada untuk mendapatkan data dan menganalisa permasalahannya serta melakukan penelitian sistem yang ada. 5) Menganalisis hasil penelitian Tahapan terakhir adalah menganalisis hasil penelitian yang terdiri dari menganalisis kelemahan sistem yang lama dan menganalisis kebutuhan informasi pemakai. b) Perancangan Sistem (System Design) Tahap berikutnya dari SDLC setelah tahap analisis sistem adalah perancangan sistem. Tahap ini mempunyai dua tujuan utama. Tujuan perancangan sistem yang pertama dikenal dengan istilah perancangan sistem secara umum adalah menggambarkan bentuk dari sistem teknologi informasi secara konsep dan mengidentifikasikan komponen-komponen dari sistem tersebut. Perancangan ini lebih mengarahkan kepada pemakai sistem untuk menyetujui ke perancangan sistem selanjutnya yaitu perancangan sistem terperinci. Perancangan sistem secara terperinci merupakan tujuan yang kedua yaitu untuk menggambarkan bentuk secara fisik dari komponenkomponen sistem yang akan dibangun oleh pemrogram dan ahli teknik lainnya.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 c) Implementasi Sistem (System Implementation) Tahap implementasi sistem adalah tahap melakukan sistem supaya siap dioperasikan. Tahap implementasi sistem terdiri dari beberapa kegiatan sebagai berikut ini: 1) Mempersiapkan rencana implementasi 2) Melakukan kegiatan implementasi a) Memilih dan melatih personil b) Memilih dan mempersiapkan tempat dan lokasi sistem c) Mengetes sistem d) Melakukan konversi sistem 3) Menindak-lanjuti implementasi Implementasi sistem juga merupakan proses mengganti atau meninggalkan sistem yang lama dengan sistem yang baru dengan pendekatan atau strategi supaya berhasil. Pendekatan atau strategi konversi yang ada adalah: a) Konversi paralel Pendekatan atau strategi ini dilakukan dengan mengoperasikan sistem yang baru bersama-sama dengan sistem yang lama selama satu periode waktu tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk meyakinkan bahwa sistem baru telah beroperasi dengan sukses sebelum sistem lama dihentikan.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 b) Konversi pilot Pendekatan atau strategi ini dilakukan bertahap pada suatu lokasi sebagai suatu percontohan dan jika berhasil dilanjutkan ke lokasi yang lainnya. Pendekatan ini biasanya dilakukan jika suatu sistem yang sejenis akan diterapkan di banyak bagian atau lokasi. c) Konversi bertahap Pendekatan atau strategi ini dilakukan dengan menerapkan masingmasing modul dari sistem secara bertahap dan urut. Pendekatan ini dilakukan dengan menerapkan sebuah modul terlebih dahulu dan jika sukses maka disusul oleh modul lainnya sampai semua modul selesai diterapkan. d) Konversi langsung Pendekatan atau strategi ini dilakukan dengan mangganti sistem yang lama langsung dengan sistem yang baru. d) Operasi dan Perawatan Sistem (System Operation and Maintenance) Setelah sistem diimplementasikan dengan berhasil, sistem akan dioperasikan dan dirawat. Sistem perlu dirawat karena beberapa hal berikut ini: 1) Sistem mengandung kesalahan yang dulunya belum terdeteksi sehingga kesalahan-kesalahan sistem perlu diperbaiki. 2) Sistem mengalami perubahan-perubahan karena permintaan baru dari pemakai sistem.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 3) Sistem mengalami perubahan karena perubahan lingkungan luar. 4) Sistem perlu ditingkatkan. 11. Kinerja Sistem informasi Akuntansi Kinerja sistem merupakan penilaian terhadap pelaksanaan kegiatan dibandingkan dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Kinerja sistem informasi berarti penilaian terhadap pelaksanaan sistem tersebut, apakah sudah sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan atau belum (Soegiharto, 2001). 12. Mengukur Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Menurut Soegiharto (2001), Choe (1996), dan Tjhai Fung Jen (2002) dalam Luciana dan Irmaya mengukur kinerja sistem informasi dari dua dimensi yaitu: a. Kepuasan pemakai sistem informasi Conrath dan Mignen (1990) dalam Tjhai Fung Jen (2002) mengatakan bahwa kepuasan pemakai sistem informasi dapat diukur dari kepastian dalam mengembangkan apa yang diperlukan. Delon dan McLean (1992) seperti yang dikutip oleh Soegiarto (2001) mengemukakan ketika sebuah sistem informasi diperlukan, penggunaan sistem akan menjadi kurang dan kesuksesan manajemen dengan sistem informasi dapat menentukan kepuasan pemakai. b. Pemakai sistem informasi akuntansi Penelitian yang dilakukan oleh Hamilton dan Chervany (1981), Ives dan Oslon (1984) dalam Tjhai Fung Jen (2002) menunjukkan sistem informasi yang banyak digunakan menunjukkan keberhasilan sebuah sistem

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 informasi manajemen. Pemakai sistem informasi biasanya yang sering memperhatikan masalah sistem yang digunakan. Semakin sering sistem itu digunakan maka keberhasilan sistem tersebut akan semakin tinggi. Para pemakai sistem tersebut yang akan menentukan masalah yang harus dipecahkan, kesempatan yang harus diambil, kebutuhan yang harus dipenuhi, dan batasan-batasan bisnis yang harus termuat dalam sistem informasi. Penelitian yang dilakukan oleh Tjhai Fung Jen (2002) dalam Siti Suharmi menunjukkan perbedaan penentuan keberhasilan komputer atau tidak berdiri sendiri sehingga pemakaian sistem digunakan untuk penelitian mengenai sistem informasi. 13. Faktor yang Mempengaruhi Kinerja SIA Menurut Thjai Fung Jen (2002) dalam Siti Suharni (2011) mengemukakan bahwa ada beberapa faktor yang berpengaruh pada kinerja sistem informasi akuntansi, antara lain: a. Keterlibatan pemakai sistem Tjhai Fung Jen (2002) berpendapat bahwa keterlibatan pemakai yang semakin sering akan meningkatkan kinerja SIA dikarenakan adanya hubungan yang positif antara keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem informasi dalam kinerja SIA. b. Kemampuan teknik personal SI Tjhai Fung Jen (2002) berpendapat bahwa semakin tinggi kemampuan teknik personal SIA akan meningkatkan kinerja SIA dikarenakan adanya

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 hubungan yang positif antara kemampuan teknik personal SIA dengan kinerja SIA. c. Ukuran organisasi Tjhai Fung Jen (2002) berpendapat bahwa semakin besar ukuran organisasi akan meningkatkan kinerja SIA dikarenakan adanya hubungan yang positif antara ukuran organisasi dengan kinerja SIA. d. Dukungan manajemen puncak Tjhai Fung Jen (2002) berpendapat bahwa semakin besar dukungan yang diberikan manajemen puncak akan meningkatkan kinerja SIA dikarenakan adanya hubungan yang positif antara dukungan manajemen puncak dalam proses pengembangan dan pengoperasian SIA dengan kinerja SIA. e. Formalisasi pengembangan SI Tjhai Fung Jen (2002) berpendapat bahwa semakin tinggi tingkat formalisasi pengembangan sistem informasi di perusahaan akan meningkatkan kinerja SIA dikarenakan adanya hubungan yang positif antara formalisasi pengembangan sistem dengan kinerja SIA. f. Program pelatihan dan pendidikan pemakai Tjhai Fung Jen (2002) berpendapat bahwa kinerja SIA akan lebih tinggi apabila program pelatihan dan pendidikan pemakai diperkenalkan. g. Keberadaan dewan pengarah SI Tjhai Fung Jen (2002) berpendapat bahwa kinerja SIA akan lebih tinggi apabila terdapat dewan pengarah.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 h. Lokasi departemen SI Tjhai Fung Jen (2002) berpendapat bahwa kinerja SIA akan lebih tinggi apabila departemen sistem informasi terpisah dan berdiri sendiri. Tetapi dalam penelitian ini, penulis hanya mengambil dua faktor yaitu keterlibatan pemakai sistem dan dukungan manajemen puncak. 1) Keterlibatan pemakai sistem Keterlibatan sangat berarti untuk mengerti dan menjelaskan perilaku pemakai. Definisi keterlibatan merupakan tingkat kepentingan pribadi yang dirasakan dengan sengaja untuk meminimumkan resiko dan memaksimumkan manfaat yang diperoleh dari pemakaian. Keterlibatan mengacu pada persepsi seseorang tentang pentingnya atau relevansi personal suatu objek, kejadian, atau aktivitas. Menurut Azhar Susanto (2008:254) para pemakai sistem informasi sebagian besar merupakan orang-orang yang hanya akan mengunakan sistem informasi yang telah dikembangkan seperti operator dan manajer (end user). Hasil penelitian Soegiharto (2001) dalam Luciana dan Irmaya menunjukan hanya faktor keterlibatan pemakai yang secara signifikan dan positif berpengaruh terhadap pemakaian sistem. Mckeen dan Guimaraes (1994), Restuningdiah dan Indriantoro (2000) dalam Acep Komara (2005) menyatakan partisipasi pengguna memiliki hubungan langsung dengan kepuasan pengguna.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 Keterlibatan pemakai sistem dalam pengembangan sistem sangat penting untuk mengetahui kinerja sistem itu sendiri apakah sudah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dan memenuhi kebutuhan perusahaan serta mengetahui kendala-kendala yang terjadi saat implementasian sistem sehingga perusahaan dapat memperbaiki sistem sesuai dengan kebutuhan pemakai. Alasan pentingnya keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan kinerja sistem informasi akuntansi menurut Azhar Susanto (2008:369) adalah: a) Kebutuhan pemakai Sistem informasi dikembangkan untuk pemakai sistem agar sistem dapat diterapkan dengan baik. Sistem tersebut harus dapat menyerap kebutuhan pemakai dan yang tahu kebutuhan pemakai adalah pemakai itu sendiri, sehingga keterlibatan pemakai sistem dalam meningkatkan keberhasilan walaupun tidak memberikan jaminan berhasil. b) Pengetahuan akan kondisi lokal Pemahaman terhadap lingkungan di mana sistem informasi akuntansi akan ditetapkan perlu dimiliki oleh perancang sistem informasi, dan untuk memperoleh pengetahuan tersebut perancang sistem membutuhkan bantuan pemakai sistem yang sangat memahami lingkungan tempat kerjanya.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 c) Keengganan untuk berubah Seringkali pemakai merasa bahwa sistem informasi disusun tidak dapat dipergunakan dan tidak sesuai dengan kebutuhan. Pemakai perlu terlibat aktif dalam proses perancangan dan pengembangan sistem informasi agar mengurangi keenggangan untuk berubah. d) Pemakai merasa terancam Banyak pemakai yang menyadari bahwa penerapan sistem informasi komputer dalam perusahaan mungkin saja mengancam pekerjaannya atau menjadikan kemampuan yang dimiliki tidak lagi relevan dengan kebutuhan perusahaan. Keterlibatan pemakai sistem merupakan salah satu cara untuk menghindari kondisi yang tidak diharapkan dari dampak penerapan sistem informasi akuntansi dengan komputer. e) Meningkatkan alam demokrasi Makna dari demokrasi di sini adalah bahwa pemakai sistem dapat terlibat secara langsung dalam pengambilan keputusan yang akan berdampak kepada mereka. Penerapan sistem informasi akuntansi berbasis komputer tentu akan berdampak kepada pegawai, oleh karenanya diperlukan keterlibatan pemakai secara langsung dalam proses perancangan sistem informasi akuntansi. Dalam pengembangan sistem informasi, teknik Joint Application Development (JAD) adalah suatu teknik baru yang berhubungan dengan manusia. JAD adalah suatu kerja sama yang terstruktur

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 antara pemakai sistem informasi, manajer dan ahli sistem informasi untuk menentukan dan menjabarkan permintaan pemakai, teknikteknik yang dibutuhkan dan unsur rancangan eksternal (input, output, tampilan). Tujuan dari JAD adalah memberikan kesempatan pada user dan manajemen untuk berpartisipasi secara luas dalam siklus pengembangan sistem informasi. Dalam hal ini partisipasi pemakai sistem informasi yang dikemukan oleh Azhar Susanto (2008:367) dapat dilihat dari: a. b. c. d. e. f. g. Hubungan Wawasan Tanggung jawab Waktu Keinginan User Nilai, kepuasan, dan dukungan Biaya Berikut adalah penjelasan dari indikator-indikator di atas adalah: a. Meningkatkan hubungan antara pemakai sistem, manajemen, dan ahli sistem informasi akuntansi. b. Memperluas wawasan pemakai dan manajemen dalam bidang komputer, disisi lain memperluas wawasan bisnis dan aplikasinya bagi ahli sistem informasi. c. Meringkankan beban tanggung jawab pemakai dan manajemen bila terjadi konflik. d. JAD umurnya juga mempersingkat waktu pengembangan sistem informasi yang biasanya diperlukan untuk melakukan berbagai wawancara, melalui salah satu pola yang lebih terstruktur.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 e. Melalui penetuan keinginan pemakai yang lebih tepat dan penentuan prioritas utama, maka pengguna JAD ini akan lebih menghemat biaya. f. JAD sering kali menghasilkan sistem informasi yang lebih bernilai dan memberikan kepuasan yang lebih baik bagi pemakai maupun pihak manajemen, sehingga meningkatkan kepercayaan dan dukungan pemakai dan manajemen terhadap proyek pengembangan sistem informasi yang dilakukan. g. Mengurangi biaya pemeliharaan, karena versi pertama dihasilkan, telah mampu memenuhi kebutuhan organisasi umumnya. Tidak semua keterlibatan pemakai sistem mengalami keberhasilan, Azhar Susanto (2008:370) mengemukakan beberapa alasan penyebab terjadinya kegagalan adalah sebagai berikut: a. Tidak tepatnya pengetahuan yang dimiliki pemakai sehingga tidak bersedia membuat keputusan atau memberikan pandangannya, karena pemakai kurang memahami dampak dari keputusan yang diambil. b. Kurangnya pengalaman dalam menentukan keputusan karena kultur lingkungan yang tidak mendukung dan kurangnya dukungan dari organisasi dalam berpartisipasi untuk mengambil keputusan.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 c. Pengambilan keputusan tersebut terbatas pada tahapan-tahapan yang memungkinkan pemakai atau karyawan terlibat dalam pengambilan keputusan. d. Kurangnya kesempatan untuk melakukan uji coba dan kurangnya kesempatan untuk belajar. Hal ini muncul karena ketakutan akan tingginya biaya yang perlu dikeluarkan untuk kegiatan tersebut. 2) Dukungan Manajemen Dukungan manajemen merupakan langkah yang paling menentukan keberhasilan perencanaan sistem dalam suatu perusahaan. Dukungan dapat diartikan sebagai perlakuan-perlakuan yang diterima oleh seseorang ditangkap sebagai stimulus yang diorganisir dan diinterpretasikan menjadi persepsi. Persepsi ini akan menumbuhkan tingkat kepercayaan tertentu seseorang. Tugas utama dari pengembangan sistem adalah mengkomunikasikan dengan manajemen puncak mengenai rencana strategis perusahaan, faktor- faktor penentu kesuksesan dan tujuan keseluruhan. Dukungan manajemen puncak dapat diartikan sebagai pihak yang bertanggungjawab atas manajemen proyek dan sumber daya yang diperlukan. Oleh karena itu dukungan manajemen puncak memegang peranan penting dalam menentukan semua kegiatan termasuk yang berhubungan dengan sistem informasi akuntansi yang merupakan salah satu sub sistem essensial dalam suatu organisasi.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Dukungan top manajemen dalam penelitian Acep Komara (2006) diartikan sebagai pemahaman top manajemen tentang sistem komputer dan tingkat minat, dukungan, dan pengetahuan tentang SI atau komputerisasi (Lee & Kim, 1992). DeLone (1998) dan Choe (1996) dalam Acep Komara (2005) telah mengajukan dan secara empiris menguji bahwa dukungan top manajemen mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja sistem informasi akuntansi melalui berbagai macam kegiatan. Top manajemen bertanggung jawab atas penyediaan pedoman umum bagi kegiatan sistem informasi. Tingkat dukungan yang diberikan oleh top manajemen bagi sistem informasi organisasi dapat menjadi suatu faktor yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan semua kegiatan yang berkaitan dengan sistem informasi (Raghunanthan dan Raghunanthan, 1998). Dalam penelitian Luciana dan Irmaya menunjukan dukungan manajemen puncak memiliki hubungan yang positif terhadap kinerja sistem informasi akuntansi tetapi hanya pada atribut kepuasan pemakai saja karena adanya dukungan manajemen puncak yang tinggi mengakibatkan pemakai merasa puas tetapi pemakaian sistem belum maksimal. Dari penelitian ini dapat dilihat bahwa adanya dukungan manajemen puncak yang tinggi akan mengakibatkan kinerja sistem informasi akan lebih tinggi jika ditinjau dari kepuasan pemakai yang lebih intensif tetapi pemakaian sistem kurang.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 Menurut Arpan dan Ishak (2007:7), dukungan manajemen puncak merupakan faktor penting yang menentukan efektifitas penerimaan sistem informasi dalam organisasi. Manajemen puncak mengetahui rencana perusahaan sehingga sistem yang dikembangkan seharusnya sesuai dengan rencana perusahaan dan dengan demikian sistem yang baru akan mendorong tercapainya tujuan perusahaan. Dalam Acep Komara (2005) telah mengajukan secara empiris penelitiannya bahwa dukungan manajemen puncak mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja sistem informasi akuntansi melalui berbagai macam kegiatan. 14. Tinjauan Penelitian Terdahulu a) Soegiharto (2001) Penelitian dengan objek perusahaan yang terdaftar pada ASX Data Disk di Australia dengan responden yang dipilih untuk menyampaikan penilaiannya terhadap kinerja sistem informasi akuntansi yang digunakan dalam perusahaan. Dalam penelitian yang bertajuk Influence Factors Affecting The Performance of Accounting Information Systems, hasil penelitiannya menunjukkan hanya faktor keterlibatan pemakai yang berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pemakaian sistem, sedangkan faktor ukuran organisasi dan formalisasi pengembangan sistem dengan pemakaian sistem dan faktor ukuran organisasi dengan kepuasan pemakai sistem informasi juga berhubungan signifikan tetapi memiliki korelasi negatif, dan faktor lainnya tidak terbukti memiliki hubungan dengan kinerja sistem akuntansi.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 b) Fung Jen (2002) Penelitian yang menguji kembali penelitian Soegiharto (2001). Hasil dari penelitian Fung Jen menunjukkan semakin tinggi tingkat formalisasi yang diterapkan perusahaan dalam proses pengembangan sistem informasinya, maka kepuasan pemakai akan semakin tinggi, tetapi pemakaian sistem akan semakin menurun. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa kepuasan pemakai pada perusahaan dan departemen sistem informasinya berada di departemen lain, akan lebih tinggi daripada perusahaan yang departemen sistem informasinya berdiri sendiri dan terpisah. c) Acep Komara (2006) Hasil penelitian yang menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara perusahaan yang memiliki program pelatihan dan pendidikan pengguna dengan perusahaan yang tidak memiliki faktor tersebut, dan antara perusahaan yang memiliki komite pengendali sistem informasi akuntansi dengan perusahaan yang tidak memiliki komite pengawas sistem informasi akuntansi, serta antara lokasi departemen sistem informasi yang independen dengan lokasi sistem informasi akuntansi yang bersatu dengan departemen lain dalam perusahaan. d) Gusti Bara Tarimushela (2012) Kinerja sistem informasi pada penelitian ini termasuk kategori yang kuat dalam pencapaian dimensi content, accuarcy, format, easy of use, dan timesline. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa semua variabel yang diuji berpengaruh terhadap kinerja sistem inforrmasi. Semakin tinggi keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem serta kapabilitas personal dan

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 dukungan manajemen puncak yang tinggi akan meningkatkan sistem informasi pada PT. Sumber Alfaria Trijaya,Tbk. B. Rerangka Konseptual Penelitian Rerangka pemikiran dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar 2.2. Persepsi Keterlibatan Pemakai dalam Pengembangan Sistem (X1) Persepsi Dukungan Manajemen (X2) Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (Y) Gambar 2.2. Kerangka Pemikiran Secara sistematis, hubungan kedua variabel tersebut adalah sebagai berikut: Y = f(X1,X2) Dimana: Y = Kinerja Sistem Informasi Akuntansi f = Fungsi X1 = Persepsi Keterlibatan Pemakai dalam Proses Pengembangan Sistem X2 = Persepsi Dukungan Manajemen C. Pengembangan Hipotesis Penelitian Pengaruh Persepsi Keterlibatan Pemakai Sistem (X1) Terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Keberhasilan suatu perusahaan dalam mengimplementasikan sistem yang berjalan untuk mencapai tujuan dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 tergantung kepada manajemen, pemakai dan staf sistem dalam perusahaan tersebut. Oleh karena itu, dalam perancangan dan pengembangan sistem dibutuhkan keterlibatan karyawan intern perusahaan. Keterlibatan pemakai sangat mendukung tercapainya keberhasilan suatu sistem dalam perusahaan tersebut. Pemakai dapat mengetahui permasalahanpermasalahan yang tidak diketahui oleh teknisi dan dapat memberikan masukan mengenai solusi permasalahan dan hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan dalam pengembangan sistem. Soegiharto (2001) dalam Acep Komara (2006) mendapati hasil dari penelitiannya bahwa satu-satunya hubungan yang positif dan signifikan adalah antara keterlibatan pengguna dan penggunaan sistem. Temuannya tersebut mendukung dan sebagian kontradiktif dengan hasil penelitian sejenis oleh King & Rodriguez (1978), Robey & Zeller (1978), Choe (1996), Nelson & Cheney (1987), Sanders & Courtney (1985), Raymond (1985), Hirscheim (1985) danFrans & Robey (1986), Yap (1990), DeLone (1988, 1992), Tait & Vessey (1988), Gremillion (1984), danOlson & Ives (1981) sebagaimana diuraikan dalam Choe (1996) dan Soegiharto (2001). I Nyoman Gede Putra Sasmita (2003) dalam Luciana dan Irmaya melakukan penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa adanya pengaruh keterlibatan pemakai sistem terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Penelitian yang dilakukan Acep Komara (2005) menguji faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi, yaitu kepuasan

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 pengguna, penggunaan sistem informasi, keterlibatan pengguna, kapabilitas personal SI, ukuran organisasi, dukungan top manajemen, formalisasi pengembangan SI, pelatihan dan pendidikan pengguna, komite pengendalian SI, dan lokasi departemen. Hasil penelitiannya menyatakan keterlibatan pengguna berpengaruh terhadap kinerja SIA. Hasil penelitian Siti Suharni (2011) menyatakan bahwa keterlibatan pemakai sistem secara simultan dan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Penelitian Gusti Bara Tarimushela (2012) yang mereflikasi penelitian yang dilakukan oleh Faisal Amri (2010) dengan sampel yang berbeda yaitu PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk menguji tiga faktor yang mempengaruhi kinerja SIA, yaitu: keterlibatan pemakai, kapabilitas personal dan dukungan manajemen puncak. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin tinggi keterlibatan pemakai sistem akan meningkatkan kinerja sistem informasi pada PT. Sumber Alfaria Trijaya,Tbk. H1: Persepsi keterlibatan pemakai sistem berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi Pengaruh Persepsi Dukungan Manajemen (X2) Terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Dukungan manajemen untuk dapat memotivasi karyawan juga diperlukan dalam keberhasilan suatu perusahaan. Manajemen puncak yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik serta kemampuan untuk dapat

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 menempatkan diri di lingkungan kerjanya akan berpengaruh terhadap kepuasan karyawan. Amilia (2007) dalam Susilasti et al (2010) menunjukkan dalam penelitiannya bahwa dukungan manajemen puncak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Luciana dan Irmaya dalam penelitiannya menguji faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi. Hasilnya hanya dukungan manajemen puncak yang berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Dukungan top manajemen dalam penelitian Acep Komara (2006) diartikan sebagai pemahaman top manajemen tentang sistem komputer dan tingkat minat, dukungan, dan pengetahuan tentang SI atau komputerisasi (Lee & Kim, 1992). DeLone (1998) dan Choe (1996) dalam Acep Komara (2005) telah mengajukan dan secara empiris menguji bahwa dukungan top manajemen mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja sistem informasi akuntansi melalui berbagai macam kegiatan. Top manajemen bertanggungg jawab atas penyediaan pedoman umum bagi kegiatan sistem informasi. Tingkat dukungan yang diberikan oleh top manajemen bagi sistem informasi organisasi dapat menjadi suatu faktor yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan semua kegiatan yang berkaitan dengan sistem informasi (Raghunanthan dan Raghunanthan, 1998).

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Menurut Doll (1985) yang dikutip dalam penelitian Komara (2005) dukungan manajemen puncak meliputi jaminan pendanaan dan menentukan prioritas pengembangan. Dukungan manajemen puncak memegang peranan penting dalam keberhasilan implementasi sistem informasi. Manajemen puncak juga memiliki kekuatan dan pengaruh untuk mensosialisasikan pengembangan sistem informasi yang memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dalam pengembangan sistem dan akan berpengaruh pula pada kepuasan pengguna. H2: Persepsi dukungan manajemen berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi kasus, yaitu melakukan penelitian dengan mengamati sejumlah sampel penelitian dari populasi yang terbatas terhadap dua faktor yang mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi pada KJKS BMT BIMA. Dengan demikian, kesimpulan dari penelitian ini hanya berlaku bagi perusahaan tersebut. B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada KJKS BMT BIMA yang beralamat di Jalan Raya Magelang-Purworejo No. 74 Salaman, Magelang. 2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2014-Februari 2014. C. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Penelitian Populasi yang diambil untuk penelitian ini adalah karyawan KJKS BMT BIMA yang berjumlah 50 orang. Populasi yang terdiri dari karyawan di KC Salaman sebanyak 8 orang, KCP Tempuran sebanyak 8 orang, KCP Borobudur sebanyak 5 orang, KC Ikhlas sebanyak 5 orang, KC Talun sebanyak 8 orang, KC Grabag sebanyak 8 orang, dan KC Tempel sebanyak 8 orang. 42

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 2. Sampel Penelitian Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive random sampling. Pengambilan sampel dengan cara pemilihan subyek berdasarkan atas ciri-ciri atau sifat tertentu yang ditentukan peneliti untuk mencapai tujuan tertentu (Sutrisno, 2000:82 dalam Iin Puspita). Kriteria sampel adalah karyawan yang berkaitan langsung dengan sistem informasi akuntansi. Sampel yang diambil dalam penelitian adalah semua karyawan yang ada di kantor cabang dan kantor cabang pembantu. D. Teknik Pengumpulan Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari hasil penelitian kepada responden yang terlibat langsung dengan menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut: 1. Wawancara Wawancara merupakan komunikasi dua arah untuk mendapatkan data dari reponden. 2. Kuesioner Kuesioner merupakan salah satu sarana untuk menggali fakta dan memperoleh berbagai masukan dari objek penelitian (dalam hal ini adalah responden). Setiap item yang ada dalam kuesioner tersebut merupakan pernyataan positif yang diukur dengan Skala Likert.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Tabel 3.1 Skala Likert Sangat Setuju 5 Setuju 4 Ragu-Ragu 3 Tidak Setuju 2 Sangat Tidak Setuju 1 Data yang diperoleh adalah ada atau tidaknya dua faktor yang mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi yang dilaksanakan di KJKS BMT BIMA. Dari hasil kuesioner tersebut akan dilakukan olah data dengan menggunakan uji statistik. 3. Observasi Observasi merupakan teknik atau pendekatan untuk mendapatkan data primer dengan cara mengamati langsung sampel penelitiannya. 4. Dokumentasi Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan melihat dokumen, catatan, dan formulir yang digunakan dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan langsung dengan kinerja sistem akuntansi pada KJKS BMT BIMA.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 E. Definisi dan Operasional Variabel Penelitian 1. Definisi Variabel Penelitian a) Variabel Independen (variabel bebas) Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi suatu yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen. Variabel Independen (variabel bebas) dalam penelitian ini adalah persepsi keterlibatan pemakai sistem (X1) dan persepsi dukungan manajemen (X2). 1) Persepsi Keterlibatan Pemakai Sistem (X1) Keterlibatan adalah suatu motivasi, keinginan, dan/atau aktivitas yang menggerakkan serta mengarahkan perilaku seseorang pada saat membuat keputusan dan menjalankan keputusan tersebut. Keterlibatan pemakai merupakan partisipasi dalam proses perencanaan dan pengembangan sistem oleh anggota organisasi atau anggota dari kelompok pengguna target. Indikator dari variabel persepsi keterlibatan pemakai sistem adalah (Azhar Susanto, 2008:367): Diikutsertakan untuk berpartisipasi Pemakai sistem ikut berpartisipasi pada saat membangun sistem yang ada di perusahaan tersebut. Meningkatkan hubungan antara pemakai, manajemen dan ahli sistem sistem informasi Partisipasi pemakai sistem dalam meningkatkan hubungan antara pemakai, manajemen dan ahli sistem sistem informasi.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Memperluas wawasan pemakai dan manajemen dalam bidang komputer. Partisipasi pemakai sistem dapat memperluas wawasan pemakai dan manajemen dalam bidang komputer. Mengusulkan bagaimana dan apa dari sistem yang harus dibangun Pemakai sistem ikut berpartisipasi mengembangkan sistem informasi perusahaan dengan mengusulkan ide-ide dan pendapat. Meringankan tanggung jawab pemakai sistem dan manajemen Partisipasi pemakai sistem dapat meringankan tanggungjawab pemakai dan manajemen dalam proses pengembangan sistem. Merasa memiliki dan turut menjaga SI yang dibangun Pemakai sistem merupakan pemilik dari sistem yang sudah dibangun dan menjaga sistem yang ada. Ikut menjalankan SI yang dibangun Pemakai sistem ikut serta dalam menjalankan sistem informasi yang sudah dibangun. Mempersingkat waktu pengembangan sistem Partisipasi pemakai sistem akan mempersingkat waktu pengembangan sistem. Keinginan pemakai lebih tepat Partisipasi pemakai bermanfaat dalam pembangunan dan pengembangan sistem informasi sesuai dengan keinginan pemakai.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 SI lebih bernilai Partisipasi pemakai sistem informasi menghasilkan sistem infromasi yang lebih bernilai. Meningkatkan kepercayaan pemakai dan manajemen terhadap proyek pengembangan sistem informasi Partisipasi pemakai sistem dapat meningkatkan kepercayaan pemakai dan manajemen terhadap proyek pengembangan sistem informasi. Meningkatkan dukungan pemakai dan manajemen terhadap proyek pengembangan SI Partisipasi pemakai dapat meningkatkan dukungan pemakai dan manajemen terhadap proyek pengembangan sistem informasi. Mengurangi biaya pemeliharaan sistem Pemakai sistem dapat mengurangi biaya pemeliharaan sistem. 2) Persepsi Dukungan Manejemen (X2) Dukungan adalah suatu bentuk kenyamanan, perhatian, penghargaan, ataupun bantuan yang diterima seseorang dari orang lain. Dukungan manajemen puncak dalam penelitian ini diartikan sebagai pemahaman manajemen puncak tentang sistem komputer dan tingkat minat, dukungan, dan pengetahuan tentang SI atau komputerisasi. Indikator dari variabel persepsi dukungan manajemen adalah (Lee & Kim, 1992 dalam Gusti, 2012):

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Kemampuan manajer menggunakan komputer Manajer mahir dalam mengoperasikan komputer. Perhatian terhadap kinerja sistem informasi Manajer memberikan perhatian yang tinggi terhadap kinerja sistem dan ikut terlibat aktif dalam perencanaan operasi sistem informasi. Rating pemakaian sistem informasi dari departemen pemakai Manajer senang akan rating pemakaian sistem informasi dari departemen pemakai. b) Variabel Dependen (variabel terikat) Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variablel independen. Variabel Dependen (variabel terikat) dalam penelitian ini adalah kinerja sistem informasi akuntansi (Y). Kinerja sistem informasi merupakan alat yang dipakai untuk mengukur efektifitas sistem informasi dengan menggunakan keputusan pemakaian dan pemakaian sistem. Indikator dari variabel tersebut adalah (Jogiyanto, 2007:41): Informasi sesuai dengan kebutuhan Sistem yang ada dalam perusahaan memberikan informasi sesuai dengan kebutuhan pemakai. Informasi yang akurat, relevan, detail, lengkap Sistem yang ada dalam perusahaan menghasilkan informasi yang bersifat akurat dan menyediakan informasi yang relevan, lengkap dan mendetail.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Sesuai dengan kenyataan atau kejadian yang sesungguhnya terjadi Informasi yang dihasilkan dari sistem sesuai dengan kenyataan atau kejadian yang sesungguhnya terjadi. Format sesuai kebutuhan Output dari sistem disajikan sesuai dengan kebutuhan pemakai sehingga memudahkan untuk memakainya. Easy of use Sistem informasi yang ada di perusahaan mudah diakses, mudah dipahami, mudah digunakan, mudah dipelajari, mudah dioperasikan, serta memiliki proses input yang mudah. Tepat waktu Sistem informasi menyelesaikan dan menyediakan informasi tepat waktu dan cepat. Masalah yang harus diselesaikan Sistem informasi membantu menyelesaikan pekerjaan yang ada dalam perusahaan. Kesempatan yang harus diambil Sistem yang ada mampu menghasilkan informasi yang menunjukan kesempatan yang harus diambil. Kebutuhan informasi terpenuhi Sistem yang ada mampu memenuhi kebutuhan informasi.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Batasan-batasan bisnis yang harus termuat dalam SI Perusahaan memberikan batasan-batasan bisnis dalam sistem informasi. 2. Operasional Variabel Penelitian Tabel 3.2 Operasional Variabel Independen Variabel Dimensi Keterlibatan 1. Hubungan pemakai sistem dalam proses pengembangan sistem (X1) Indikator Diikutsertakan untuk berpartisipasi Meningkatkan hubungan antara pemakai, manajemen dan ahli sistem informasi 2. Wawasan memperluas wawasan pemakai dan manajemen dalam bidang komputer. mengusulkan bagaimana dan apa dari sistem yang harus dibangun. 3. Tanggung meringankan jawab tanggungjawab pemakai sistem dan manajemen. Merasa memiliki dan turut menjaga SI yang dibangun. Ikut menjalankan SI Skala Likert Item 1-2 Likert 3-4 Likert 5-8

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 yang dibangun. Mempersingkat waktu pengembangan sistem. 5. Keinginan Keinginan pemakai pemakai lebih tepat 6. Nilai, SI lebih kepuasa, bernilai. kepercaya meningkatkan an, kepercayaan dukungan pemakai dan manajeme manajemen n terhadap proyek pengembangan sistem informasi. meningkatkan dukungan pemakai dan manajemen terhadap proyek pengembangan SI. 7. Biaya Mengurangi biaya pemeliharaan sistem. Pemahaman Kemampuan manajemen manajer terhadap menggunakan sistem komputer. komputer Perhatian dan tingkat terhadap minat, kinerja sistem dukungan, informasi. dan Rating pengetahuan pemakaian tentang sistem sistem informasi dari informasi departemen pemakai. 4. Waktu Dukungan manajemen (X2) Likert 9 Likert 10 Likert 1113 Likert 14 Likert 1518

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Tabel 3.3 Operasional Variabel Dependen Variabel Kinerja sistem informasi akuntansi (Y) Dimensi Indikator Skala 1.Kepuasan Likert Informasi pemakai sistem sesuai dengan informasi kebutuhan. Informasi yang akurat, relevan, detail, lengkap. Sesuai dengan kenyataan atau kejadian yang sesungguhnya terjadi. Format yang sesuai kebutuhan. Easy of use. Tepat waktu. 2. Pemakai Masalah yang Likert sistem harus informasi diselesaikan. akuntansi Kesempatan yang harus diambil. Kebutuhan informasi terpenuhi. batasan-batasan bisnis yang harus termuat dalam sistem informasi. Item 1939 4043

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 F. Analisis Data dan Pengujian Hipotesis 1. Analisis Data Analisis data merupakan salah satu kegiatan penelitian berupa proses penyusunan dan pengolahan data guna menafsirkan data yang telah diperoleh. Menurut Sugiyono (2008:206) dalam Astuti (2013) langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: a) Penulis mengumpulkan data dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden yang telah ditentukan sebelumnya. b) Menentukan alat untuk memperoleh data yang akan diteliti, alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah daftar penyusunan pernyataan atau kuesioner. Kuesioner yang dipakai dalam penelitian ini dikembangkan dan diambil dari Gusti Bara Tarimushela (2012) dalam Skripsi berjudul Pengaruh Keterlibatan Pemakai Dalam Proses Pengembangan Sistem, Kapabilitas Personal, dan Dukungan Manajemen Puncak Terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (Studi Kasus pada PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk). c) Kuesioner disebarkan ke masing-masing kantor cabang dan kantor cabang pembantu yang telah ditentukan. Setiap item dari kuesioner merupakan pernyataan positif mempunyai nilai masing-masing yang berbeda yaitu: - Jawaban “Sangat Setuju”, memiliki nilai 5 - Jawaban “Setuju”, memiliki nilai 4 - Jawaban “Ragu-ragu”, memiliki nilai 3 - Jawaban “Tidak Setuju”, memiliki nilai 2

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 - Jawaban nilai “Sangat Tidak Setuju”, memiliki nilai 1 d) Setelah data terkumpul, dilakukan pengolahan data, disajikan dan dianasisis. Dalam penelitian ini penulis menggunakan uji statistik dengan bantuan software SPSS versi 15,0. Untuk menilai variabel X dan Y, maka analisis yang digunakan berdasarkan rata-rata dari masing-masing variabel. Nilai rata-rata ini didapat dengan menjumlah data keseluruhan dalam setiap variabel, kemudian dibagi dengan jumlah responden. Rumus yang digunakan adalah: Untuk Variabel X X Untuk Variabel X Y Keterangan: X = Rata-rata X Y = Rata-rata Y Xi = Nilai X ke i sampai ke-n Yi = Nilai Y ke i sampai ke-n N = Jumlah Setelah didapatkan rata-rata dari masing-masing variabel kemudian dibandingkan dengan kriteria yang penulis tentukan berdasarkan nilai terendah dan nilai tertinggi dari hasil kuesioner. Nilai tertinggi dan nilai terendah diambil dari banyaknya pernyataan dalam kuesioner dikalikan dengan nilai terendah (1) dan nilai tertinggi (5) yang telah penulis terapkan.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Nilai variabel X1 terdapat 14 pernyataan, nilai tertinggi X1 adalah (5x14)=70 dan nilai terendah adalah (1x14)=14, nilai variabel X2 terdapat 4 pernyataan, nilai tertinggi X2 adalah (5x4)=20 dan nilai terendah adalah (1x4)=4, dan untuk variabel Y terdapat 25 pernyataan, nilai tertinggi Y adalah (5x25)=125 dan nilai terendah adalah (1x25)=25. Berdasarkan nilai tertinggi dan nilai terendah tersebut, maka dapat ditentukan rentang interval yaitu nilai tertinggi dikurangi nilai terendah dibagi jumlah kriteria. Dengan demikian maka akan dapat ditentukan panjang interval kelas masing-masing variabel adalah: a) Kriteria untuk menilai partisipasi pemakai sistem informasi akuntansi (X1), rentang (70-14)=56 jadi 56:5=11,2 maka penulis tentukan sebagai berikut: - Nilai 14-25,2 dirancang untuk kriteria “Tidak Berpartisipasi” - Nilai 25,3-36,4 dirancang untuk kriteria “Kurang Berpartisipasi” - Nilai 36,5-47,6 dirancang untuk kriteria “Cukup Berpartisipasi” - Nilai 47,7-58,8 dirancang untuk kriteria “Berpartisipasi” - Nilai 58,9-70 dirancang untuk kriteria “Sangat berpartisipasi” b) Kriteria untuk menilai dukungan manajemen (X2), rentang (20-4)=16 jadi 16:5=3,2 maka penulis tentukan sebagai berikut: - Nilai 4-7,2 dirancang untuk kriteria “Tidak Mendukung” - Nilai 7,3-10,4 dirancang untuk kriteria “Kurang Mendukung” - Nilai 10,5-13,6 dirancang untuk kriteria “Cukup Mendukung” - Nilai 13,7-16,8 dirancang untuk kriteria “Mendukung” - Nilai 16,9-20 dirancang untuk kriteria “Sangat Mendukung”

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 c) Kriteria untuk menilai kinerja sistem informasi akuntansi (Y), rentang (12525)=100 jadi 100:5=20 maka penulis tentukan sebagai berikut: - Nilai 25-45 dirancang untuk kriteria “Tidak Baik” - Nilai 46-65 dirancang untuk kriteria “Kurang Baik” - Nilai 66-85 dirancang untuk kriteria “Cukup baik” - Nilai 86-105 dirancang untuk kriteria “Baik” - Nilai 106-125 dirancang untuk kriteria “Sangat Baik” 2. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas a) Uji Validitas Validitas (validity) menunjukkan seberapa jauh suatu tes atau satu tes dari operasi-operasi mengukur apa yang seharusnya diukur. Azwar dalam Jogiyanto (2010:120) mengartikan validitas sebagai sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Dalam uji validitas hanya instrument yang terdiri dari beberapa item dan yang diukur dengan skala likert. Ketentuan validitas data dapat menggunakan korelasi pearson. Hasil korelasi tersebut dibandingkan dengan rtabel pada tingkat signifikansi 0,05. Apabila rhitung positif dan rhitung > dari rtabel (P > 0,05) maka instrument tersebut valid dan sebaliknya jika rhitung negatif dan rhitung < dari rtabel (P < 0,05) maka instrumen tersebut tidak valid. Rumus yang dapat digunakan untuk menghitung validitas:

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Keterangan: r = koefisien korelasi XY = jumlah perkalian item dengan total item X = tingkat skor indikator yang diuji/nilai dari setiap pernyataan Y = total skor indikator/total nilai semua pernyataan n = jumlah sampel b) Uji Reliabilitas Reliabilitas (reliability) merupakan suatu pengukur yang menunjukkan stabilitas dan konsistensi dari suatu instrumen yang mengukur suatu konsep dan berguna untuk mengakses „kebaikan‟ dari suatu pengukur. Pengujian reabilitas ini menggunakan koefisien Cronbach Alpha. Jika dari hasil perhitungan diperoleh ralpha positif atau ralpha > dari 0,7 untuk instrument penelitian yang digunakan dinilai reliabel. Sebaliknya jika ralpha negatif atau ralpha < dari 0,7 maka instrument yang digunakan dinilai tidak reliabel. Cara menghitung tingkat reliabilitas suatu data yaitu Cronbach Alpha (α) yang dirumuskan: Keterangan: α = koefisien reliabilitas K = jumlah item reliabilitas r = rata-rata korelasi antar item 1 = bilangan konstan

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 3. Uji Asumsi Klasik a) Uji Normalitas Pengujian ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji-t dan uji-F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu (Ghozali, 2011:160): 1) Analisis Grafik Salah satu cara termudah untuk melihat normalitas residual adalah dengan melihat grafik histogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal dan ploting data residual akan dibandingkan dengan garis diagonalnya. Jika distribusi data residual normal, maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya. 2) Analisis Statistik Uji statistik sederhana dapat dilakukan dengan melihat nilai kurtosis dan skewness dari residual. Niali z statistik untuk skewness dapat dihitung dengan rumus: Sedangkan nilai z kurtosis dapat dihitung dengan rumus:

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Dimana N adalah jumlah sampel, jika nilai Zhitung > Ztabel, maka distribusi tidak normal. Keterangan: α = koefisien reliabilitas K = jumlah item reliabilitas r = rata-rata korelasi antar item 1 = bilangan konstan Dalam penelitian ini, penulis memilih cara yaitu dengan menggunakan analisis grafik dengan melihat histogram dan normal probability plot. Alasan penulis memilih cara tersebut karena jika hanya melihat histrogram dapat menyesatkan khususnya untuk jumlah sampel yang kecil, sehingga penulis juga melihat normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dengan distribusi normal. Selain itu, penulis juga menggunakan cara memakai program SPSS dengan Komolgorov-Smirnov Test untuk mengetahui data berdistribusi normal atau tidak. b) Uji Multikolinieritas Pengujian ini bertujuan untuk mengukur apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (variabel independen). Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinieritas dalam model regresi adalah sebagai berikut (Ghozali, 2011:105):

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 1) Nilai R² yang dihasilkan sangat tinggi tetapi secara individual variabelvariabel independen banyak yang tidak signifikan mempengaruhi variabel dependen. 2) Menganalisis matrik korelasi variabel-variabel independen. Jika antar variabel independen ada korelasi yang cukup tinggi (umumnya di atas 0.90), maka hal ini merupakan indikasi adanya multikolonieritas. 3) Multikolinieritas juga dapat dilihat dari (a) nilai tolerance dan lawannya (b) variance inflation factor (VIF). Tolerance mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi (karena VIF – 1/Tolerance). Nilai cutoff yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolonieritas adalah nilai Tolerance ≤ 0.10 atau sama dengan nilai VIF ≥ 10. Dari 3 metode di atas, penulis memilih dengan melihat nilai tolerance dan nilai VIF dengan bantuan program SPSS untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinieritas. Alasan penulis menggunakan cara ketiga karena kedua ukuran tersebut menunjukkan setiap variabel independen manakah yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya. c) Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Kebanyakan data crossection mengandung situasi heteroskedastisitas karena data ini menghimpun data yang mewakili berbagai ukuran (kecil, sedang, dan besar).

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Ada beberapa cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas (Ghozali, 2011:139): 1) Mlihat Grafik Plot antara nilai prediksi variabel terikat (dependen) yaitu ZPED dengan residualnya SRESID. Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi dan sumbu X adalah residual (Y presiksi – Y sesungguhnya) yang telah di-studentized. Jika membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas dan sebaliknya. 2) Uji Park Park mengemukakan metode bahwa variance (s²) merupakan fungsi dari variabel-variabel independen yang dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut: σCi = α Xiβ 3) Uji Glejser Glejser mengusulkan untuk meregresi nilai absolut residual terhadap variabel independen (Gujarati, 2003) dengan persamaan regresi: | Ut| = α + βXt + vt 4) Uji White Pada dasarnya uji White mirip dengan kedua uji Park dan Glejser. Menurut White, uji ini dapat dilakukan dengan meregresi residual kuadrat (U²t) dengan variabel independen, variabel independen kuadrat

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 dan perkalian (interaksi) variabel independen. Misalkan kita punya dua varibel independen X1 dan X2, makan persamaan regresinya sbb: U²t = b0 + b1X1 + b2X2 + b3X1² + b4X2² + b5X1X2 Dari persamaan regresi ini didapatkan nilai R² untuk menghitung c², dimana c² = n x R² (Gujarati, 2003). Pengujiannya adalah jika c²hitung < c²tabel, maka hipotesis alternatif adanya heterokedastisitas dalam model ditolak. Dalam penelitian ini, pengujian heteroskedasititas penulis lakukan dengan menggunakan Uji Glejser. Dalam pemilihan metode ini tidak ada alasan khusus karena semua pengujian sama-sama dapat mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedasititas, namun uji Glejser lebih mudah. d) Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode tertentu dengan kesalahan penggangu pada periode sebelumnya. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi adalah sebagai berikut (Ghozali, 2011:110): 1) Uji Durbin – Waston (DW Test) Pengujian ini hanya digunakan untuk autokorelasi tingkat satu dan mensyaratkan adanya intercept (konstanta) dalam model regresi dan tidak ada variabel lag di antara variabel independen.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 2) Uji Lagrange Multipier (LM Test) Uji autokorelasi dengan LM Test terutama digunakan untuk sampel besar di atas 100 observasi. Uji LM akan menghasilkan statistik Breusch-Godfrey. 3) Uji Statistics Q : Box-Pierce dan Ljung Box Uji Box-Pierce dan Ljung Box digunakan untuk melihat autokorelasi dengan lag lebih dari dua. 4) Run Test Run Test sebagai bagian dari statistik non-parametrik dapat pula digunakan untuk menguji apakah antar residual terdapat korelasi yang tinggi. Run Test digunakan untuk melihat apakah data residual terjadi secara random atau sistematis. Pengujian autokorelasi dalam penelitian ini akan dilakukan dengan Uji Durbin-Watson. Penulis memilih metode dengan Uji Durbin-Watson karena pengujian tersebut lebih mudah dipahami dibanding dengan uji yang lainnya. 4. Pengujian Hipotesis Hipotesis penelitian diuji dengan menggunakan analisis linier berganda dengan mengunakan uji-F, uji-t dan koefisien determinan. Metode analisis regresi linier berganda berfungsi untuk mengetahui pengaruh atau hubungan dari variabel bebas (keterlibatan pemakai sistem dan manajemen) dengan variabel terikat (kinerja sistem informasi akuntansi). Pengolahan data akan dilakukan dengan menggunakan alat bantu program SPSS versi 15,0. Model persamaan regresi untuk menguji hipotesis, dengan formula sebagai berikut:

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Y = a + b1X1 + b2X2 Keterangan: Y = Skors dimensi variabel kinerja sistem informasi akuntansi a = Konstanta atau titik perpotongan dengan sumbu y, bila x = 0 X1 = Skors dimensi variabel persepsi keterlibatan pemakai dalam pengembangan sistem X2 = Skors dimensi variabel persepsi dukungan manajemen b1 = Koefisien regresi persepsi keterlibatan pemakai dalam pengembangan sistem b2 = Koefisien regresi persepsi dukungan manajemen a) Uji Parsial (Uji Statistik t) Uji t digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Langkah-langkah pengujian ini adalah sebagai berikut: 1) Merumuskan hipotesis Variabel X1 (persepsi keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem) Ho : X1 = 0, berarti secara parsial tidak ada pengaruh persepsi keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem terhadap kinerja sistem infromasi akuntansi. Ha : X1 ≠ 0, berarti secara parsial ada pengaruh persepsi keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem terhadap kinerja sistem infromasi akuntansi.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Variabel X2 (persepsi dukungan manajemen) Ho : X2 = 0, berarti secara parsial tidak ada pengaruh persepsi dukungan manajemen terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Ha : X2 ≠ 0, berarti secara parsial ada pengaruh persepsi dukungan manajemen terhadap kinerja sistem infromasi akuntansi. 2) Menentukan tingkat signifikansi α = 5% 3) Menghitung thitung dengan rumus: thitung keterangan: b = koefisien variabel independen = deviasi standar koefisien variabel independen b) Uji simultan (Uji Statistik F) Pengujian ini menggunakan uji statistik F dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Merumuskan hipotesis Ho : X1 = X2 = 0, berarti secara simultan tidak ada pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Ha : X1 ≠ X2 ≠ 0, berarti secara simultan ada pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. 2) Menentukan tingkat signifikansi α = 5% 3) Menghitung Fhitung dengan rumus: Fhitung

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Keterangan: R² = explained sum of squares (ESS) (1-R²) = residual sum of squares (RSS) n = jumlah sampel k = jumlah variabel c) Uji Koefisien Determinan Uji koefisien determinasi (R²) digunakan untuk mengukur seberapa besar variasi dalam variabel independen dalam menjelaskan bersama-sama variabel dependen. Semakin besar koefisien determinasi semakin baik variabel independen dalam menjelaskan variabel dependennya.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN A. Sejarah Perusahaan KJKS BMT BIMA merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang koperasi. Usaha tersebut berdiri pada tanggal 02 Januari 1995 yang berada di Muntilan dengan karyawan yang berjumlah 7 orang. Modal awal usaha ini berasal dari investasi karyawan dan dari kerjasama dengan koperasi lainnya serta Bank Mandiri Syariah dan BTN Syariah. Dari tahun ke tahun semakin meluas jangkauan usahanya dan banyak nasabah yang menggunakan jasa tersebut. Hingga kini memiliki 8 kantor cabang dan 3 kantor cabang pembantu dengan jumlah karyawan 90 orang. Aset yang dimiliki sampai akhir tahun 2013 sebesar Rp 75.000.000.000,- dengan modal Rp 530.800,-. Adanya pelayanan yang baik dan memuaskan menjadikan usaha tersebut mengalami peningkatan yang baik. Koperasi yang memfokuskan dalam bidang keuangan berbasis syariah ini lebih mengutamakan pelayanan dan produknya untuk masyarakat mikro. Nasabah yang merupakan pedagang, petani, pengusaha perorangan selalu puas dengan pelayanan yang diberikan. Nasabah bisa mendapatkan berbagai macam fasilitas dengan harga yang murah dan bantuan pembiayaan dengan sistem bagi hasil. Dalam menarik minat calon nasabah baru, karyawan harus memberikan pelayanan yang terbaik dan dituntut untuk selalu mengutamakan kepentingan dan kepuasan calon nasabah baru. Walaupun sebagian besar nasabah adalah pengusaha kecil, tetapi KJKS BMT Bima ingin membantu masyarakat mikro sesuai dengan visi yang ingin 67

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 dicapai yaitu terwujudnya perekonomian rakyat yang kuat sehingga mendorong terciptanya pemerataan dan kesejahteraan bagi sesama. Atas dasar visi tersebut, maka KJKS BMT BIMA mengemban misi yaitu mengembangkan manajemen usaha berdasarkan prinsip-prinsip perkoperasian dan ekonomi syariah dan memanfaatkan sistem informasi dan teknologi untuk peningkatan efektivitas dan efisiensi usaha. Dalam mengembangkan usahanya tersebut, KJKS BMT BIMA mempunyai strategi manajemen yang dijadikan pedoman dalam mencapai tujuannya. Karyawan dituntut untuk dapat meningkatkan pelayanan yang optimal kepada nasabah dan berfokus pada inti bisnis mikro, kecil, dan medium. Peningkatan penyangga likuiditas yang bersifat bottom up juga merupakan salah satu strategi manajemen yang dilakukan guna memperluas wilayah operasional. KJKS BMT BIMA juga bekerjasama dengan Lembaga Keuangan Syariah lainnya dalam menyediakan produk-produk dan jenis layanan yang ada. B. Wilayah Pelayanan KJKS BMT BIMA Pada awal berdirinya, KJKS BMT BIMA beroperasional di wilayah Muntilan. Seiring dengan perkembangan kebutuhan pelayanan terhadap anggota di luar wilayah tersebut, KJKS BMT BIMA memperluas operasional ke kota sekitar. Kantor Pelayanan: 1. Kantor Pusat Jl. Klangon KM 1 (Lt. 2), Muntilan Magelang 56414 Email: bmt_bima@yahoo.co.id

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 2. Kantor Cabang a) Jl. Klangon KM 1 (Lt. 1) Muntilan 56414 b) Jl. Raya Talun Dukun c) Jl. Pasar Blabak Mungkid d) Jl. Raya Salaman e) Jl. Singosari No. 952B Magelang f) Jl. KH Syiroj No. 84A Grabag g) Jl. HR Abdulloh No. 39 Bandongan h) Jl. Turi Wetan Pasar Tempel 3. Kantor Cabang Pembantu a) Pasar Soko Dukun b) Jl. Syailendra Raya Borobudur c) Tempuran C. Aktivitas Perusahaan Secara umum, aktivitas yang berjalan di KJKS BMT BIMA dibagi menjadi empat kelompok yang utama, yaitu: 1. Pembiayaan, meliputi pinjaman yang diberikan kepada nasabah dengan berbagai macam produk pembiayaan yaitu: a) BIMA Griya Sakinah. Pembiayaan untuk pembangunan, renovasi ataupun pembelian rumah. b) BIMA Tani Makmur. Pembiayaan untuk pertanian, perikanan, dan peternakan. c) BIMA Safari. Pembiayaan untuk pengadaan kendaraan.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 d) BIMA Adiguna. Pembiayaan konsumsi dan kebutuhan rumah tangga. e) BIMA Krida. Pembiayaan untuk modal kerja. f) BIMA Investa. Pembiayaan untuk investasi. g) BIMA Husada. Pembiayaan untuk kesehatan. h) BIMA Prestasi. Pembiayaan untuk pendidikan. i) BIMA Talang Emas. Pembiayaan untuk talangan Ibadah Haji dan Umroh. 2. Simpanan, meliputi kegiatan simpanan atau tabungan nasabah dengan berbagai produk, yaitu: a) SiSUPRA (Simpanan Sukarela Praktis). Simpanan/tabungan yang dapat ditambah dan diambil setiap saat, sangat praktis bagi mereka yang dinamis. b) SiPADI (Simpanan Pendidikan). Simpanan/tabungan yang hanya dapat diambil pada saat/menjelang tahun ajaran baru. c) SiMPATI (Simpanan Idul Fitri). Simpanan/tabungan yang hanya dapat diambil menjelang Idul Fitri. d) SiKURBA (Simpanan Kurban dan Aqiqoh). Simpanan/tabungan hanya dapat diambil untuk keperluan Kurban dan Aqiqoh. e) SiHANUM (Simpanan Haji dan Umroh). Simpanan/tabungan yang hanya dapat diambil untuk keperluan Haji dan Umroh. f) SiJAKA (Simpanan Berjangka). Investasi berjangka waktu tertentu (sama dengan Deposito). 3. Keuangan, meliputi kegiatan pencatatan pembukuan dan pencatatan akuntansi.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 4. Operasional, meliputi management funding (pengumpulan dana tabungan) dan landing (melempar dana untuk pembiayaan/pinjaman). D. Struktur Organisasi Perusahaan Pada setiap kantor pusat, kantor cabang, dan kantor cabang pembantu memiliki 7-9 karyawan yang memegang jabatan dan tugas serta tanggungjawab masing-masing. Manajer bertugas untuk mengendalikan kegiatan usaha dan manajemen puncak, bagian operasional dan pembiayaan bertugas untuk mengurusi pembiayaan dengan persetujuan dari manajer, bagian keuangan bertugas untuk meng-input data nasabah dan pembukuan, dan bagian marketing bertugas untuk mencari nasabah baru dan menawarkan produk. Kepala Cabang Manager Kabag Pemasaran Kabag Operasional Marketing Gambar 4.1 Stuktur Organisasi KCP Salaman Teller

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 4.2 Struktur Organisasi KJKS BMT BIMA 72

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 E. Sistem dalam Perusahaan Pada awal mula usaha ini didirikan sudah menggunakan sistem dalam memenuhi kebutuhan usaha walaupun masih sangat sederhana. Setiap karyawan yang berwenang memiliki peran penting dalam menjalankan sistem yang ada. Terdapat tiga sistem yang digunakan, yaitu sistem pembiayaan, sistem simpanan, dan sistem keuangan. Prosedur penggunaannya juga sederhana, yaitu karyawan memasukkan username dan password yang sudah diberikan dan langsung dapat meng-input data nasabah serta memilih berbagai options yang tersedia sesuai dengan keinginan nasabah. Dengan adanya sistem yang sederhana tersebut, karyawan dapat dengan mudah mengoperasikan sistem yang ada dan tanpa ada kendala ataupun kesulitan yang cukup berat. Hanya saja kendala yang ada adalah pada komputer yang digunakan terkadang error tetapi bukan bagian sistemnya. Namun dapat segera diperbaiki oleh teknisi yang bertugas dalam memperbaiki komputer yang error. Untuk mengindari hilangnya data nasabah dan data perusahaan pada saat komputer error, karyawan selalu melakukan back up data ke dalam penyimpanan lain dan juga pada penyimpanan di bagian kantor pusat. Seiring dengan perkembangan teknologi, sistem pada KJKS BMT BIMA juga mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Perkembangan sistem informasi secara periodik dilakukan sesuai perubahan yang terjadi seiring dengan perkembangan usaha serta kebutuhan yang semakin kompleks. Perkembangan sistem informasi meliputi perbaikan dari sistem yang lama yang dirasa kurang memenuhi kebutuhan dan adanya sub sistem baru yang dirancang guna

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 memudahkan karyawan. Dalam pengembangan sistem baru tidak ada kendala pada saat implementasi sistem. Karyawan ikut berperan dalam proses pengembangan sistem karena karyawan yang mengoperasikan sistem tersebut sehingga kepuasan pemakai menjadi salah satu faktor penting dalam rangka pengembangan sistem. Tidak hanya karyawan tetapi manajer yang mau dan mampu membantu karyawan baru untuk mengoperasikan sistem tersebut juga menjadi point penting untuk pengembangan sistem. Antara karyawan dan manajer saling bekerjasama dalam meningkatkan kualitas sistem yang ada sehingga dapat memberikan informasi yang dibutuhkan mereka.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Responden Pada penelitian ini jumlah sampel yang diambil adalah 50 responden. Responden yang telah mengisi kuesioner merupakan karyawan KJKS BMT BIMA yang telah menggunakan sistem informasi akuntansi. Divisi yang menggunakan system informasi yaitu bagian pemasaran, bagian keuangan, bagian marketing, bagian teller, manager, dan kepala bagian. Penyebaran kuesioner secara langsung dibagikan penulis pada tanggal 10 Februari 2014. Kuesioner yang diterima ternyata tidak memenuhi harapan dari penulis yaitu sesuai dengan total kuesioner yang disebar sebanyak 50 bendel. Pada kantor cabang Salaman kuesioner disebar sebanyak 8 bendel dan yang kembali sebanyak 6 bendel. Pada kantor cabang pembantu Tempuran kuesioner disebar sebanyak 8 bendel dan yang kembali sebanyak 7 bendel. Pada kantor cabang pembantu Borobudur kuesioner disebar sebanyak 5 bendel dan yang kembali sebanyak 3 bendel. Pada kantor cabang Ikhlas kuesioner disebar sebanyak 5 bendel dan yang kembali sebanyak 3 bendel. Pada kantor cabang Talun disebar sebanyak 8 bendel dan yang kembali sebanyak 6 bendel. Pada kantor cabang Grabag kuesioner disebar sebanyak 8 bendel dan yang kembali sebanyak 5 bendel. Dan pada kantor cabang Tempel kuesioner disebar sebanyak 8 bendel dan yang kembali 5 bendel. Dari total 50 bendel kuesioner yang telah disebarkan pada KJKS BMT BIMA tersebut yang kembali dan dapat dianalisis sebanyak 35 (70%) bendel, sedangkan sisanya tidak terisi sebanyak 15 (30%) bendel. Tetapi dari jumlah 75

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 tersebut sudah dapat mewakili responden yang dituju, karena apabila ditinjau dari jumlah kuesioner yang disebar yaitu sebanyak 50 bendel. Berikut merupakan karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, umur, jabatan, lama bekerja, dan pendidikan dengan distribusi hasil adalah sebagai berikut: 1. Jenis Kelamin Responden Jenis kelamin responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu perempuan dan laki-laki. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada responden berdasarkan jenis kelamin, mayoritas responden adalah laki-laki sebanyak 23 responden dengan persentase sebesar 65,71% sedangkan sisanya adalah responden yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 12 responden dengan persentase sebesar 34,29%. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 5.1. Tabel 5.1 Jenis Kelamin Responden Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%) Perempuan 12 34,29 Laki-Laki 23 65,71 Jumlah 35 100 Sumber: Data diolah 2. Umur Responden Data yang ditunjukkan dalam Tabel 5.2 merupakan hasil dari kuesioner berdasarkan umur responden. Sebagian besar responden berusia 26-30 tahun sebanyak 17 responden atau dengan nilai persentase sebesar 48,57%, kemudian

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 responden terbanyak kedua berusia di atas 35 tahun sebanyak 9 responden dengan nilai persentase 25,71%, pada urutan ketiga responden berusia 31-35 tahun sebanyak 8 responden dengan nilai persentase 22,86%, dan penilaian paling rendah pada responden berusia kurang dari 25 tahun sebanyak 1 responden dengan nilai persentase 2,86%. Umur Tabel 5.2 Umur Responden Jumlah Persentase (%) <25 tahun 1 2,86 26-30 tahun 17 48,57 31-35 tahun 8 22,86 Diatas 35 tahun 9 25,71 Jumlah 35 100 Sumber: Data diolah 3. Jabatan Responden Karakteristik responden berdasarkan jabatan dapat dilihat pada Tabel 5.3 yang menunjukkan bahwa jumlah responden tertinggi adalah pada bagian marketing sebanyak 11 responden dengan persentase sebesar 31,43%, responden terbanyak kedua sebanyak 7 responden pada bagian teller dengan nilai persentase sebesar 20,00%, responden terbanyak ketiga sebesar 5 responden pada bagian keuangan dan bagian pemasaran dengan nilai persentase sebesar 14,29%, responden pada bagian manajer sebanyak 4

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 responden dengan nilai persentase sebesar 11,43%, dan sisanya sebanyak 3 responden pada bagian kepala bagian dengan nilai persentase 8,57%. Jabatan Tabel 5.3 Jabatan Responden Jumlah Persentase (%) Kepala Bagian 3 8,57 Manajer 4 11,43 Keuangan 5 14,29 Pemasaran 5 14,29 Teller 7 20,00 Marketing 11 31,43 Jumlah 35 100 Sumber: Data diolah 4. Lama Bekerja Responden Dari hasil penelitian yang dilakukan pada responden berdasarkan lamanya kurun waktu kerja, yang menduduki penilaian tertinggi adalah kurun waktu 510 tahun dengan jumlah 19 responden atau dengan nilai persentase sebesar 54,29% , penilaian tertinggi kedua dengan kurun waktu 1-5 tahun sebanyak 12 responden atau nilai persentase 34,29%, dan penilaian terendah pada kurun waktu di atas 10 tahun dengan berjumlah 4 responden dengan nilai persentase sebesar 11,43% . Tabel responden berdasarkan pendidikan responden dapat dilihat pada Tabel 5.4.

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Lama Bekerja Tabel 5.4 Lama Bekerja Responden Jumlah Persentase (%) 1-5 tahun 12 34,29 5-10 tahun 19 54,29 Di atas 10 tahun 4 11,43 Jumlah 35 100 Sumber: Data diolah 5. Pendidikan Responden Dari hasil penelitian yang diperoleh dari kuesioner berdasarkan pendidikan responden, yang tertinggi adalah SMA/sederajat sebanyak 29 responden dengan nilai persentase sebesar 82,86%, Diploma sebanyak 5 responden dengan nilai persentase 14,29%, dan yang terendah adalah Sarjana sebanyak 1 responden dengan nilai persentase 2,86%. Tabel responden berdasarkan pendidikan responden dapat dilihat pada Tabel 5.5. Tabel 5.5 Tingkat Pendidikan Responden Pendidikan Jumlah Persentase (%) SMA/sederajat 29 82,86 Diploma 5 14,29 Sarjana 1 2,86 Jumlah 35 100 Sumber: Data diolah

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 B. Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi 1. Persepsi Keterlibatan Pemakai Sistem Data dari penelitian ini diperoleh dari jawaban kuesioner yang telah disebar ke bagian keuangan, bagian pemasaran, bagian marketing, teller, manajer, dan kepala bagian yang berjumlah 35 kuesioner. Untuk menilai keterlibatan pemakai sistem diambil dari kuesioner yang terdapat 14 pernyataan positif yang mencakup semua dimensi variabel tersebut. Berikut adalah penjelasan dari setiap dimensi dalam daftar pernyataan 1 sampai 14: a) Hubungan Dalam kuesioner ini terdapat hasil jawaban dari responden mengenai dimensi hubungan dengan dua indikator, yaitu diikutsertakan untuk berpartisipasi dan meningkatkan hubungan antara pemakai, manajemen, dan ahli sistem informasi. Terdapat 2 pernyataan mengenai dimensi hubungan yang disajikan dalam Tabel 5.6. Tabel 5.6 Dimensi Hubungan Penilaian Responden No Per1 2 3 4 nya- Fre taan k % Frek % Frek % Frek % 1 0 0 0 0 2 5,7 29 82,9 2 0 0 0 0 1 2,9 31 88,6 Jum0 0 3 60 lah RataRata (%) 0 0 4,3 85,7 Sumber: Data diolah total 5 Frek 4 3 % 11,4 8,6 Frek 35 35 % 100 100 7 - 70 - - 10,0 - 100

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa sebagian besar responden menanggapi “setuju” diikutsertakan untuk berpartisipasi dan meningkatkan hubungan antara pemakai, manajemen, dan ahli sistem informasi dengan jumlah rata-rata persentase sebesar 85,7%, “sangat setuju” sebesar 10,0%, “ragu-ragu” sebesar 4,3%, dan tidak ada yang memilih “tidak setuju” dan “sangat tidak setuju”. Hal tersebut membuktikan bahwa keterlibatan pemakai sistem dapat meningkatkan hubungan antara pemakai, manajemen, dan ahli sistem informasi. b) Wawasan Penyataan 3 dan 4 dari kuesioner merupakan pernyataan mengenai dimensi wawasan. Adapun indikator yang dipakai, yaitu memperluas wawasan pemakai dan manajemen dalam bidang komputer dan mengusulkan bagaimana dan apa dari sistem yang harus dibangun. Hasil jawaban dari kuesioner mengenai dimensi wawasan dapat dilihat pada tabel 5.7. Tabel 5.7 Dimensi Wawasan No Penilaian Responden Per1 2 3 4 nyataan Frek % Frek % Frek % Frek % 3 0 0 0 0 5 14,3 28 80,0 4 0 0 0 0 4 11,4 29 82,9 Jumlah 0 0 9 57 Rata Rata 0 0 12,9 81,4 (%) Sumber: Data diolah total 5 Frek 2 2 % 5,7 5,7 Frek 35 35 % 100 100 4 - 70 - - 5,7 - 100

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah rata-rata persentase tertinggi adalah “setuju” keterlibatan pemakai memperluas wawasan pemakai dan manajemen dalam bidang komputer dan mengusulkan bagaimana dan apa dari sistem yang harus dibangun sebesar 81,4%, “ragu-ragu” sebesar 12,9%, “sangat setuju” sebesar 5,7%, dan tidak ada yang memberi jawaban “tidak setuju” dan “sangat tidak setuju”. Hal tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan pemakai sistem dapat memperluas wawasan pemakai dan manajemen dalam bidang komputer dan dapat mengusulkan bagaimana dan apa dari sistem yang harus dibangun. c) Tanggung Jawab Berikut merupakan hasil jawaban responden atas kuesioner yang telah disebar mengenai dimensi tanggung jawab yang mempunyai beberapa indikator sebagai berikut: Meringankan tanggungjawab pemakai sistem dan manajemen. Merasa memiliki dan turut menjaga SI yang dibangun. Ikut menjalankan SI yang dibangun. Hasil jawaban dari kuesioner mengenai dimensi tanggung jawab dapat dilihat pada tabel 5.8.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Tabel 5.8 Dimensi Tanggung Jawab No Pernyataan 5 6 7 8 Jumlah RataRata (%) Penilaian Responden 2,0 3,0 1,0 4,0 total 5,0 % Fre k 18 51,4 12 34,3 35 100 2,9 25 71,4 7 20,0 35 100 - 0,0 26 74,3 9 25,7 35 100 2,9 5 14,3 21 60,0 8 22,9 35 100 4 - 10 - 90 - 36 - - 2,9 - 7,1 - 64,3 - 25,7 Frek % Frek % Frek % - 0,0 1 2,9 4 11,4 - 0,0 2 5,7 1 - 0,0 - 0,0 - 0,0 1 - - - 0,0 Frek % Frek 140 - Sumber: Data Diolah Tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah rata-rata persentase tertinggi adalah “setuju” sebesar 64,3%, yang kedua “sangat setuju” sebesar 25,7%, “ragu-ragu” sebesar 7,1%, “tidak setuju” sebesar 2,9%, dan tidak ada yang menjawab “sangat tidak setuju”. Hal tersebut membuktikan bahwa keterlibatan pemakai sistem dapat meringankan tanggung jawab pemakai dan manajemen, pemakai merasa memiliki dan turut menjaga sistem informasi yang dibangun, dan ikut menjalankan sistem informasi yang dibangun. d) Waktu Berikut merupakan hasil jawaban responden pernyataan ke 9 dari kuesioner yang telah disebar mengenai dimensi waktu. Dimensi ini mempunyai indikator yaitu mempersingkat waktu pengembangan sistem. % - 100

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Hasil jawaban dari kuesioner mengenai dimensi waktu dapat dilihat pada tabel 5.9. No Pernyataan 9 1 Tabel 5.9 Dimensi Waktu Penilaian Responden 3 4 2 Frek % Frek % Frek - 0,0 - 0,0 5 14,3 29 - 5 - 0,0 - 14,3 Jumlah Rata Rata (%) 0,0 Sumber: Data diolah % Frek Total 5 % Frek % Frek 82,9 1 2,9 35 29 - 1 - 35 - 82,9 - 2,9 - Berdasarkan Tabel 5.9 menunjukkan bahwa reponden paling banyak menjawab “setuju” dengan jumlah rata-rata persentase sebesar 82,9%, “ragu-ragu” sebesar 14,3%, “sangat setuju” sebesar 2,9%, dan tidak ada responden yang menjawab “tidak setuju” dan “sangat tidak setuju”. Hal tersebut membuktikan bahwa keterlibatan pemakai sistem dapat mempersingkat waktu pengembangan sistem. e) Keinginan Pemakai Tabel 5.10 merupakan jawaban kuesioner mengenai dimensi keinginan pemakai. Dalam penelitian ini indikator yang dipakai adalah keinginan pemakai lebih tepat. % 100 100

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 No Pernyataan 10 Tabel 5.10 Dimensi Keinginan Pemakai Penilaian Responden 2 3 4 1 Frek % Frek % Frek % Frek - 0,0 1 2,9 - 0,0 30 85,7 4 11,4 35 100 - - - 30 - 4 - 35 - 2,9 - 0,0 - 85,7 - 11,4 - 100 Jumlah Rata Rata (%) 0,0 Sumber: Data diolah % Total 5 Frek % Frek Berdasarkan Tabel 5.10 menunjukkan bahwa reponden paling banyak menjawab “setuju” dengan jumlah rata-rata persentase sebesar 85,7%, “sangat setuju” sebesar 11,4%, “tidak setuju” sebesar 2,9% dan tidak ada responden yang menjawab “ragu-ragu” dan “sangat tidak setuju”. Hal tersebut membuktikan bahwa keterlibatan pemakai sistem selalu dapat meningkatkan keinginan pemakai lebih tepat. f) Nilai Kepuasan, Kepercayaan, Dukungan Manajemen Tabel 5.11 merupakan hasil jawaban kuesioner mengenai dimensi nilai kepuasan, kepercayaan, dukungan manajemen. Dalam penelitian ini terdapat beberapa indikator sebagai berikut: Sistem informasi lebih bernilai. Meningkatkan kepercayaan pemakai dan manajemen terhadap proyek pengembangan sistem informasi. Meningkatkan dukungan pemakai dan manajemen terhadap proyek pengembangan sistem informasi. %

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Hasil jawaban dari kuesioner mengenai dimensi nilai kepuasan, kepercayaan, dukungan manajemen dapat dilihat pada tabel 5.11. No Pernyataan 11 12 13 Jumlah RataRata (%) Tabel 5.11 Dimensi Nilai Kepuasan, Kepercayaam, Dukungan Manajemen Penilaian Responden 1 2 3 4 5 Frek % Frek % Frek % Frek - 0,0 - 0,0 3 8,6 29 - 0,0 - 0,0 2 5,7 - 0,0 - 0,0 1 - - - - 0,0 0,0 Sumber: Data diolah % total Frek % Frek 82,9 3 8,6 35 100 30 85,7 3 8,6 35 100 2,9 32 91,4 2 5,7 35 100 5 - 91 - 9 - 105 - 5,7 - 86,7 - 7,6 - Berdasarkan Tabel 5.11 menunjukkan bahwa reponden paling banyak menjawab “setuju” dengan jumlah rata-rata persentase sebesar 86,7%, “sangat setuju” sebesar 7,6%, “ragu-ragu” sebesar 5,7% dan tidak ada responden yang menjawab “tidak setuju” dan “sangat tidak setuju”. Hal tersebut membuktikan bahwa keterlibatan pemakai sistem selalu dapat meningkatkan sistem informasi lebih bernilai, meningkatkan kepercayaan pemkai dan manajemen terhadap proyek pengembangan sistem informasi, dan meningkatkan dukungan pengembangan sistem informasi. pemakai dan manajemen terhadap % 100

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 g) Biaya Tabel 5.12 merupakan hasil jawaban kuesioner mengenai dimensi biaya. Indikator yang dipakai dalam dimensi ini adalah mengurangi biaya pemeliharaan sistem. No Pernyataan 14 Jumlah RataRata (%) 1 Tabel 5.12 Dimensi Biaya Penilaian Responden 3 4 2 Frek Frek % Frek % Frek % Frek - 0.0 - 0.0 3 8.6 28 80.0 4 11.4 35 100 - - - - 3 - 28 - 4 - 35 - - 8.6 - 80.0 - 11.4 - 100 - 0.0 0.0 Sumber: Data diolah % total 5 % Frek Berdasarkan Tabel 5.12 menunjukkan bahwa reponden paling banyak menjawab “setuju” dengan jumlah rata-rata persentase sebesar 80,0%, “sangat setuju” sebesar 11,4%, “ragu-ragu” sebesar 8,6% dan tidak ada responden yang menjawab “tidak setuju” dan “sangat tidak setuju”. Hal tersebut membuktikan bahwa keterlibatan pemakai sistem dapat mengurangi biaya pemeliharaan sistem. 2. Dukungan Manajemen Data dari penelitian ini diperoleh dari jawaban kuesioner yang telah disebar ke bagian keuangan, bagian pemasaran, bagian marketing, teller, manajer, dan kepala bagian yang berjumlah 35 kuesioner. Untuk menilai dukungan manajemen diambil dari kuesioner yang terdapat 4 pernyataan positif dari pernyataan no 15 sampai no 18 yang %

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 mencakup semua dimensi variabel tersebut. Dalam penelitian ini ada beberapa indikator yang dipakai yaitu: Kemampuan manajer menggunakan komputer Perhatian terhadap kinerja sistem informasi akuntansi Rating pemakaian sistem informasi dari departemen pemakai Hasil jawaban dari kuesioner mengenai dimensi pemahaman manajemen puncak terhadap sistem komputer dan tingkat minat, dukungan, dan pengetahuan tentang sistem informasi dapat dilihat pada tabel 5.13. Tabel 5.13 Dimensi pemahaman manajemen terhadap sistem komputer dan tingkat minat, dukungan, dan pengetahuan tentang sistem informasi Penilaian Responden No total Per1 2 3 4 5 nyataan Frek % Frek % Frek % Frek % % Frek % Frek 15 16 17 18 Jumlah RataRata (%) - 0.0 - 0.0 6 17.1 27 77.1 2 5.7 35 100 - 0.0 - 0.0 5 14.3 23 65.7 7 20.0 35 100 - 0.0 - 0.0 4 11.4 24 68.6 7 20.0 35 100 - 0.0 - 0.0 1 2.9 28 80.0 6 17.1 35 100 - - - - 16 - 102 - 22 - 0.0 - 11.4 72.9 - 15.7 0.0 Sumber: Data diolah - 140 - Berdasarkan Tabel 5.13 menunjukkan bahwa reponden paling banyak menjawab “setuju” dengan jumlah rata-rata persentase sebesar 72,9%, “sangat setuju” sebesar 15,7%, “ragu-ragu” sebesar 11,4% dan tidak ada responden yang menjawab “tidak setuju” dan “sangat tidak setuju”. Hal - 100

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 tersebut membuktikan bahwa pemahaman manajemen puncak terhadap sistem komputer dan tingkat minat, dukungan, dan pengetahuan tentang sistem informasi dapat meningkatkan kinerja sistem informasi akuntansi. 3. Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Data dari penelitian ini diperoleh dari jawaban kuesioner yang telah disebar ke bagian keuangan, bagian pemasaran, bagian marketing, teller, manajer, dan kepala bagian yang berjumlah 35 kuesioner. Untuk menilai kinerja sistem informasi akuntansi diambil dari kuesioner yang terdapat 4 pernyataan positif yang mencakup semua dimensi variabel tersebut. Berikut adalah penjelasan dari setiap dimensi dalam daftar pernyataan 19 sampai 43: a. Dimensi kepuasan pemakai sistem informasi Penyataan 18 sampai 39 dari kuesioner merupakan pernyataan mengenai dimensi kepuasan pemakai sistem informasi. Dalam penelitian ini terdapat beberapa indikator yaitu: Informasi sesuai dengan kebutuhan. Informasi yang akurat, relevan, detail, lengkap. Sesuai dengan kenyataan atau kejadian yang sesungguhnya terjadi. Format yang sesuai kebutuhan. Easy of use. Tepat waktu. Hasil jawaban dari kuesioner mengenai dimensi wawasan dapat dilihat pada tabel 5.14.

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 No Pernyataan 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Tabel 5.14 Dimensi Kepuasan Pemakai Sistem Informasi Penilaian Responden 1 2 3 4 5 % Frek total Frek % Frek % Frek % Frek % Frek % - 0.0 - 0.0 2 5.7 30 85.7 3 8.6 35 100 - 0.0 - 0.0 3 8.6 24 68.6 8 22.9 35 100 - 0.0 - 0.0 3 8.6 28 80.0 4 11.4 35 100 - 0.0 - 0.0 4 11.4 25 71.4 6 17.1 35 100 - 0.0 - 0.0 2 5.7 24 68.6 9 25.7 35 100 - 0.0 1 2.9 1 2.9 25 71.4 8 22.9 35 100 - 0.0 - 0.0 1 2.9 26 74.3 8 22.9 35 100 - 0.0 - 0.0 4 11.4 26 74.3 5 14.3 35 100 - 0.0 1 2.9 1 2,9 31 88.6 2 5.7 35 100 - 0.0 1 2.9 5 14.3 26 74.3 3 8.6 35 100 - 0.0 1 2.9 2 5.7 28 80.0 4 11.4 35 100 - 0.0 - 0.0 1 2.9 30 85.7 4 11.4 35 100 - 0.0 - 0.0 1 2.9 23 65.7 11 31.4 35 100 - 0.0 - 0.0 4 11.4 23 65.7 8 22.9 35 100 - 0.0 - 0.0 - 0.0 29 82.9 6 17.1 35 100 - 0.0 - 0.0 1 2.9 24 68.6 10 28.6 35 100 - 0.0 - 0.0 - 0.0 27 77.1 8 22.9 35 100 - 0.0 - 0.0 - 0.0 24 68.6 11 31.4 35 100 - 0.0 - 0.0 1 2.9 27 77.1 7 20.0 35 100 - 0.0 1 2.9 3 8.6 27 77.1 4 11.4 35 100

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 39 - 0.0 1 Jumlah 6 RataRata (%) 0.0 Sumber: Data diolah 2.9 6 17.1 22 - 45 - 0.8 - 6.1 549 - 12.9 - 74.7 6 135 - 17.1 35 100 - 735 - 18.4 - Berdasarkan Tabel 5.14 menunjukkan bahwa reponden paling banyak menjawab “setuju” dengan jumlah rata-rata persentase sebesar 74,7%, “sangat setuju” sebesar 18,4%, “ragu-ragu” sebesar 6,1%, “tidak setuju” sebesar 0,8% dan tidak ada responden yang menjawab “sangat tidak setuju”. Hal tersebut membuktikan bahwa informasi yang sesuai dengan kebutuhan, akurat, relevan, detail, lengkap, sesuai dengan kenyataan atau kejadian yang sesungguhnya terjadi, format yang sesuai kebutuhan, mudah digunakan, dan tepat waktu dapat meningkatkan kepuasan pemakai sistem informasi akuntansi. b. Dimensi Pemakai Sistem Informasi Akuntansi Berikut merupakan hasil jawaban responden pernyataan 40-43 dari kuesioner yang telah disebar mengenai dimensi pemakai sistem informasi akuntansi. Dimensi ini mempunyai beberapa indikator yang dipakai yaitu: Masalah yang harus diselesaikan. Kesempatan yang harus diambil. Kebutuhan informasi terpenuhi. Batasan-batasan bisnis yang harus termuat dalam sistem informasi. 100

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Hasil jawaban dari kuesioner mengenai dimensi waktu dapat dilihat pada tabel 5.15. Tabel 5.15 Dimensi Pemakai Sistem Informasi Akuntansi No Pernyataan 1 Penilaian Responden 3 2 Frek % Frek - 0.0 - 0.0 4 11.4 21 60.0 10 28.6 35 100 - 0.0 1 2.9 2 5.7 25 71.4 7 20.0 35 100 - 0.0 - 0.0 2 5.7 28 80.0 5 14.3 35 100 0.0 0.0 Jumlah RataRata (%) 0.0 0.7 Sumber: Data diolah 1 2.9 23 65.7 11 31.4 35 100 9 - 97 - 33 - 140 - - 6.4 - 69.3 - 23.6 42 43 % Frek % Frek % 41 Frek total 5 Frek 40 % 4 - Berdasarkan Tabel 5.15 menunjukkan bahwa reponden paling banyak menjawab “setuju” dengan jumlah rata-rata persentase sebesar 69,3%, “sangat setuju” sebesar 23,6%, “ragu-ragu” sebesar 6,4%, “tidak setuju” sebesar 0,7% dan tidak ada responden yang menjawab “sangat tidak setuju”. Hal tersebut membuktikan bahwa pemakai sistem informasi akuntansi yang dapat menyelesaikan masalah, mengambil setiap kesempatan, kebutuhan informasi dapat terpenuhi, dan batasan-batasan bisnis termuat dalam sistem dapat meningkatkan kinerja sistem informasi akuntansi. % 100

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 C. Perhitungan dan Penilaian Kuesioner 1. Persepsi Keterlibatan Pemakai Sistem di KJKS BMT BIMA Magelang Berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan pada Bab III, penulis akan membandingkan kriteria tersebut dengan nilai rata-rata dari skor perhitungan variabel X1. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui dan menganalisis keterlibatan pemakai sistem di KJKS BMT BIMA Magelang. Berikut merupakan total skor perhitungan masing-masing responden dari kuesioner mengenai keterlibatan pemakai sistem di KJKS BMT BIMA Magelang. Tabel 5.16 Hasil Perhitungan dan Penilaian Kuesioner Variabel Keterlibatan Pemakai Sistem (X1) Pernyataan Skor Rata-Rata Pernyataan 1 142 4,06 Pernyataan 2 142 4,06 Pernyataan 3 137 3,91 Pernyataan 4 138 3,94 Pernyataan 5 146 4,17 Pernyataan 6 142 4,06 Pernyataan 7 149 4,26 Pernyataan 8 141 4,03 Pernyataan 9 136 3,89 Pernyataan 10 142 4,06 Pernyataan 11 141 4,03 Pernyataan 12 141 4,03 Pernyataan 13 142 4,06 Pernyataan 14 141 4,03 Jumlah 1980 Jumlah Respoden 35 Sumber: Data diolah Nilai rata-rata dari jawaban responden dapat dilihat pada perhitungan berikut ini:

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Dari hasil perhitungan tersebut diperoleh rata-rata X1 sebesar 56,57 jika nilai tersebut dibandingkan dengan kriteria yang telah ditentukan, maka variabel tersebut masuk dalam kriteria “Berpartisipasi” yaitu antara 47,7 sampai dengan 58,8. Semua indikator yang ada dalam dimensi variabel X1 mendukung keterlibatan pemakai sistem di KJKS BMT BIMA Magelang. 2. Persepsi Dukungan Manajemen (X2) Berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan pada Bab III, penulis akan membandingkan kriteria tersebut dengan nilai rata-rata dari skor perhitungan variabel X2. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui dan menganalisis dukungan manajemen di KJKS BMT BIMA Magelang. Berikut merupakan total skor perhitungan masing-masing responden dari kuesioner mengenai dukungan manajemen di KJKS BMT BIMA Magelang. Tabel 5.17 Hasil Perhitungan dan Penelian Kuesioner Variabel Dukungan Manajemen Penyataan Skor Rata-Rata Pernyataan 1 136 3,89 Pernyataan 2 142 4,06 Pernyataan 3 142 4,06 Pernyataan 4 145 4,14 Jumlah 565 Jumlah Responden 35 Sumber: Data diolah Nilai rata-rata dari jawaban responden dapat dilihat pada perhitungan berikut ini:

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Dari hasil perhitungan tersebut diperoleh rata-rata X2 sebesar 16,14 jika nilai tersebut dibandingkan dengan kriteria yang telah ditentukan, maka variabel tersebut masuk dalam kriteria “Mendukung” yaitu antara 13,7 sampai dengan 16,8. Semua indikator yang ada dalam dimensi variabel X2 mendukung dukungan manajemen di KJKS BMT BIMA Magelang. 3. Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan pada Bab III, penulis akan membandingkan kriteria tersebut dengan nilai rata-rata dari skor perhitungan variabel Y. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui dan menganalisis kinerja sistem informasi akuntansi di KJKS BMT BIMA Magelang. Berikut merupakan total skor perhitungan masing-masing responden dari kuesioner mengenai kinerja sistem informasi akuntansi di KJKS BMT BIMA Magelang. Tabel 5.18 Hasil Perhitungan dan Penilaian Variabel Kinerja Sistem informasi Akuntansi Pernyataan Skor Rata-Rata Pernyataan 1 141 4,0 Pernyataan 2 145 4,1 Pernyataan 3 141 4,0 Pernyataan 4 143 4,1 Pernyataan 5 147 4,2 Pernyataan 6 145 4,1 Pernyataan 7 147 4,2 Pernyataan 8 141 4,0 Pernyataan 9 139 4,0 Pernyataan 10 136 3,9 Pernyataan 11 140 4,0 Pernyataan 12 143 4,1 Pernyataan 13 150 4,3 Pernyataan 14 144 4,1 Pernyataan 15 146 4,2

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Pernyataan 16 Pernyataan 17 Pernyataan 18 Pernyataan 19 Pernyataan 20 Pernyataan 21 Pernyataan 22 Pernyataan 23 Pernyataan 24 Pernyataan 25 Jumlah Jumlah Responden Sumber: Data diolah 149 148 151 146 139 138 146 143 143 150 4,3 4,2 4,3 4,2 4,0 3,9 4,2 4,1 4,1 4,3 3601 35 Nilai rata-rata dari jawaban responden dapat dilihat pada perhitungan berikut ini: Dari hasil perhitungan tersebut diperoleh rata-rata Y sebesar 102,89 jika nilai tersebut dibandingkan dengan kriteria yang telah ditentukan, maka variabel tersebut masuk dalam kriteria “Baik” yaitu antara 86 sampai dengan 105. Semua indikator yang ada dalam dimensi variabel Y mendukung kinerja sistem informasi akuntansi menjadi baik di KJKS BMT BIMA Magelang. D. Hasil Uji Kualitas Data 1. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengetahui kevalidan kuesioner dalam mengumpulkan data. Dasar pengambilan keputusan dalam uji validitas adalah: a) Jika nilai rhitung > nilai rtabel pada nilai signifikasi 5%, maka item kuesioner dinyatakan valid.

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 b) Jika nilai rhitung < nilai rtabel pada nilai signifikasi 5%, maka item kuesioner dinyatakan tidak valid. Pengujian validitas pada penelitian ini dilakukan pada 43 pernyataan dalam kuesioner yang terdiri dari 14 pernyataan untuk X1 (keterlibatan pemakai sistem), 4 pernyataan untuk X2 (dukungan manajemen puncak), dan 25 pernyataan untuk Y (kinerja sistem informasi akuntansi). Uji validitas dilakukan dengan rumus bivariate person antara masingmasing skor indikator dengan total skor variabel. Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan alat bantu program SPSS versi 15,0. Adapun ringkasan hasil uji validitas sebagaimana data dalam tabel berikut ini. Tabel 5.19 Hasil Uji Validitas Keterlibatan Pemakai Sistem No Pernyataan rxy rtabel 5% (35) Keterangan 1 0,453 0,334 Valid 2 0,706 0,334 Valid 3 0,425 0,334 Valid 4 0,500 0,334 Valid 5 0,612 0,334 Valid 6 0,750 0,334 Valid 7 0,449 0,334 Valid 8 0,658 0,334 Valid 9 0,441 0,334 Valid 10 0,630 0,334 Valid 11 0,678 0,334 Valid 12 0,624 0,334 Valid 13 0,538 0,334 Valid 14 0,505 0,334 Valid Sumber: Data diolah Hasil perhitungan uji validitas sebagaimana tabel 5.19 di atas, menunjukkan bahwa semua nilai rhitung > rtabel pada nilai signifikansi 5%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa semua item pernyataan untuk X1

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 (keterlibatan pemakai sistem) dalam kuesioner penelitian ini valid sehingga dapat digunakan sebagai instrumen penelitian. Tabel 5.20 Hasil Uji Validitas Dukungan Manajemen Puncak No Pernyataan rxy rtabel 5% (35) Keterangan 1 0,509 0,334 Valid 2 0,709 0,334 Valid 3 0,626 0,334 Valid 4 80,643 0,334 Valid Sumber: Data diolah Hasil perhitungan uji validitas sebagaimana tabel 5.20 di atas, menunjukkan bahwa semua nilai rhitung > rtabel pada nilai signifikansi 5%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa semua item pernyataan untuk X2 (dukungan manajemen puncak) dalam kuesioner penelitian ini valid sehingga dapat digunakan sebagai instrumen penelitian. Tabel 5.21 Hasil Uji Validitas Kinerja Sistem Informasi Akuntansi No Pernyataan rxy rtabel 5% (35) Keterangan 1 0,614 0,334 Valid 2 0,457 0,334 Valid 3 0,508 0,334 Valid 4 0,456 0,334 Valid 5 0,412 0,334 Valid 6 0,498 0,334 Valid 7 0,443 0,334 Valid 8 0,476 0,334 Valid 9 0,390 0,334 Valid 10 0,522 0,334 Valid 11 0,626 0,334 Valid 12 0,581 0,334 Valid 13 0,509 0,334 Valid 14 0,422 0,334 Valid 15 0,359 0,334 Valid 16 0,521 0,334 Valid 17 0,358 0,334 Valid 18 0,378 0,334 Valid

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 19 20 21 22 23 24 25 Sumber: Data diolah 0,535 0,496 0,439 0,408 0,518 0,519 0,536 0,334 0,334 0,334 0,334 0,334 0,334 0,334 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Hasil perhitungan uji validitas sebagaimana tabel 5.21 di atas, menunjukkan bahwa semua nilai rhitung > rtabel pada nilai signifikansi 5%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa semua item pernyataan untuk Y (kinerja sistem informasi akuntansi) dalam kuesioner penelitian ini valid sehingga dapat digunakan sebagai instrumen penelitian. 2. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi apakah alat ukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. Uji reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rumus Cronbach Alpha (α). Dasar pengambilan keputusan dalam uji reliabilitas adalah: a. Jika nilai alpha > 0,7 pada nilai signifikasi 5%, maka item-item kuesioner tersebut reliabel. b. Jika nilai alpha < 0,7 pada nilai signifikasi 5%, maka item-item kuesioner tersebut tidak reliabel. Uji reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan alat bantu program SPSS versi 15,0. Adapun ringkasan hasil uji reliabilitas sebagaimana data dalam tabel berikut ini.

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Tabel 5.22 Hasil Uji Reliabilitas Keterlibatan Pemakai Sistem Reliability Statistics Cronbach's N of Alpha Items ,836 14 Sumber: Data diolah Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa hasil uji reliabilitas diperoleh nilai alpha kuesioner X1 (persepsi keterlibatan pemakai sistem) sebesar 0,836. Hasil tersebut lebih besar dari 0,7. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa 14 pernyataan kuesioner dalam penelitian ini reliabel atau konsisten, sehingga dapat digunakan sebagai instrumen penelitian. Tabel 5.23 Hasil Uji Reliabilitas Dukungan Manajemen Reliability Statistics Cronbach's N of Alpha Items ,722 4 Sumber: Data diolah Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa hasil uji reliabilitas diperoleh nilai alpha kuesioner X2 (persepsi dukungan manajemen puncak) sebesar 0,722. Hasil tersebut lebih besar dari nilai 0,7. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa 4 pernyataan kuesioner dalam penelitian ini reliabel atau konsisten, sehingga dapat digunakan sebagai instrumen penelitian. Tabel 5.24 Hasil Uji Reliabilitas Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Reliability Statistics Cronbach's N of Alpha Items ,855 25 Sumber: Data diolah

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa hasil uji reliabilitas diperoleh nilai alpha kuesioner Y (kinerja sistem informasi akuntansi) sebesar 0,855. Hasil tersebut lebih besar dari nilai 0,7. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa 25 pernyataan kuesioner dalam penelitian ini reliabel atau konsisten, sehingga dapat digunakan sebagai instrumen penelitian. E. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel residu memiliki distribusi normal. Pada Bab III telah dijelaskan dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini, penulis memilih cara dengan analisis grafik yaitu melihat normal probality plot yang membandingkan distribusi kumulatif dan distribusi normal. Gambar 5.1 Histogram

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Gambar 5.2 Normal P-P Plot Berdasarkan gambar di atas, tampak bahwa sebaran data cenderung membentuk garis lurus dan tersebar di persekitaran garis lurus. Sedangkan untuk histogram, residual membentuk pola sebagaimana halnya berdistribusi normal. Hal tersebut mengindikasi bahwa asumsi kenormalan data tidak dilanggar. Selain dengan melihat gambar histogram dan plot kenormalan, penulis juga menggunakan cara lain untuk mendeteksi distribusi normal atau tidak yaitu dengan alat bantu program SPSS versi 15,0. Dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas adalah: a) Jika nilai Asymp.sig. > 0,05, maka data berdistribusi normal. b) Jika nilai Asymp.sig. < 0,05, maka data tidak berdistribusi normal.

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Tabel 5.25 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N Normal Parameters a,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Unstandardiz ed Residual 35 ,0000000 4,34578282 ,111 ,074 -,111 ,657 ,780 Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Sumber: Data diolah Berdasarkan uji normlatitas dengan Kolmogorov-Smirnov Test diperoleh niali Asymp.sig. sebesar 0,780 lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan data berdistribusi normal. 2. Uji Multikolinieritas Pengujian ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel bebas. Pada bab III telah ditentukan beberapa cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinieritas dalam model regresi. Penulis mengambil keputusan dalam uji multikolinieritas dilakukan dengan: a) Melihat nilai Tolerance 1) Jika nilai tolerance lebih besar dari 0,10, maka tidak terjadi multikolinieritas terhadap data yang diuji.

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 2) Jika nilai tolerance lebih kecil atau sama dengan 0,10, maka terjadi multikolinieritas terhadap data yang diuji. b) Melihat niali VIF (Variance Inflation factor) 1) Jika nilai VIF lebih kecil dari 10,00, maka tidak terjadi multikolinieritas terhadap data yang diuji. 2) Jika nilai VIF lebih besar atau sama dengan 10,00, maka terjadi multikolinieritas terhadap data yang diuji. Uji multikolinieritas dalam penelitian ini dilakukan dengan alat bantu program SPSS versi 15,0. Adapun ringkasan hasil uji multikolinieritas sebagaimana data dalam tabel berikut. Variabel Tabel 5.26 Hasil Uji Multikolinieritas Tolerance VIF Simpulan X1 0,952 1,051 Tidak terjadi multikolinearitas X2 0,952 1,051 Tidak terjadi multikolinearitas Sumber: Data diolah Berdasarkan tabel diatas, diperoleh nilai tolerance lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF lebih kecil dari 10,00 sehingga dapat disimpulkan data tidak terjadi masalah multikolinieritas. 3. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan lain tetap, maka disebut homokedastisitas dan jika berbeda maka disebut heteroskedastisitas. Pada Bab III telah ditentukan beberapa cara yang dapat diambil untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas. Uji

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 heteroskedastisitas akan dilakukan dengan metode Glejser dan perhitungannya dibantu dengan program SPSS versi 15,0. Dasar pengambilan keputusan dalam uji heteroskedastisitas adalah: a) Jika nilai thitung < ttabel dan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. b) Jika nilai thitung > ttabel dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka terjadi heteroskedastisitas. Variabel thitung Tabel 5.27 Hasil Uji Heteroskedastisitas ttabel Sig. Simpulan X1 -,151 2,030 0,881 Tidak terjadi heteroskedastisitas X2 0,636 2,030 0,530 Tidak terjadi heteroskedastisitas Sumber: Data diolah Berdasarkan uji heteroskedastisitas dengan metode Glejser diperoleh nilai thitung < ttabel dan nilai signifikansi lebih besar 0,05, sehingga dapat disimpulkan data tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. 4. Uji Autokorelasi Pengujian ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Pada Bab III telah ditentukan beberapa cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi. Metode pengujian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah dengan uji Durbin-Watson (Uji DW) dengan ketentuan sebagai berikut: a) Jika d lebih kecil dari 4 atau lebih besar dari (4-dl), maka hipotesis nol ditolak yang berarti terdapat autokorelasi.

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 b) Jika d terletak antara du dan (4-du), maka hipotesis nol diterima yang berarti tidak ada autokorelasi. c) Jika d terletak antara dl dan du atau di antara (4-dl) dan (4-du), maka tidak menghasilkan kesimpulan yang pasti. Uji autokorelasi dalam penelitian ini dilakukan dengan alat bantu program SPSS versi 15,0 yang diperoleh nilai d sebesar 1,930. Nilai tersebut akan dibandingkan dengan nilai tabel Durbin-Watson untuk nilai N = 35 dengan signifikansi 5%, maka diperoleh hasil uji autokorelasi seperti pada tabel 5.28. D 1,930 Dl 1,343 Tabel 5.28 Hasil Uji Autokorelasi Du 4-dl 4-du 1,584 2,657 2,416 Simpulan Tidak ada autokorelasi Sumber: Data diolah Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa nilai d 1,930 terletak di antara nilai du 1,584 dan (4-du) 2,416, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada autokorelasi. F. Hasil Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Hipotesis penelitian diuji dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Dasar pengambilan keputusan dalam uji regresi adalah: a) Jika nilai signifikansi < 0,05, maka hipotesis diterima yang artinya variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen.

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 b) Jika nilai signifikansi > 0,05, maka hipotesis ditolak yang artinya variabel dependen tidak berpengaruh terhadap variabel independen. Tabel 5.29 Analisis Regresi Linear Berganda Variabel Koefisien Regresi T Sig Konstanta 31,322 2,449 0,020 X1 0,858 4,448 0,000 X2 1,439 2,443 0,020 Fhitung = 16,033 R2 = 0,501 Sumber: Data diolah Berdasarkan tabel di atas diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y= 31,322 + 0,858X1 + 1,439X2 Adapun interpretasi dari persamaan regresi linear berganda di atas adalah: a = 31,322 menyatakan jika X1 dan X2 tetap (tidak mengalami perubahan), maka nilai Y sebesar 31,322. b1 = 0,858 menyatakan jika X1 bertambah, maka Y akan mengalami peningkatan sebesar 0,858 dengan asumsi tidak ada penambahan nilai X2. b2 = 1,439 menyatakan jika X2 bertambah, maka Y akan mengalami peningkatan sebesar 1,439 dengan asumsi tidak ada penambahan nilai X1. 1. Uji Parsial (Uji Statistik T) Hipotesis yang sudah ditentukan adalah X1 berpengaruh terhadap Y dan X2 berpengaruh terhadap Y. Berdasarkan analisis regresi linear berganda diketahui bahwa koefisien regresi dari variabel X1 dan variabel X2 berpengaruh positif terhadap Y. Untuk mengetahui pengaruh tersebut signifikan atau tidak, selanjutnya nilai koefisien regresi linear berganda dari

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 b1 dan b2 ini diuji signifikansinya. Langkah-langkah uji signifikansi koefisien regresi atau disebut juga uji t sebagai berikut: a. Menentukan hipotesis Variabel X1 (persepsi keterlibatan pemakai sistem) Ho = b1 = 0, yang berarti secara parsial X1 tidak berpengaruh terhadap Y (kinerja sistem informasi akuntansi). H1 = b1 ≠ 0, yang berarti secara parsial X1 berpengaruh terhadap Y (kinerja sistem informasi akuntansi). Variabel X2 (persepsi dukungan manajemen) Ho = b2 = 0, yang berarti secara parsial X2 tidak berpengaruh terhadap Y (kinerja sistem informasi akuntansi). H2 = b2 ≠ 0, yang berarti secara parsial X2 berpengaruh terhadap Y (kinerja sistem informasi akuntansi). b. Tingkat kepercayaan 95%, α = 0,05 c. Kriteria Pengujian Ho diterima jika signifikansi > 0,05 Ho ditolak jika signifikansi < 0,05 d. Perhitungan Thitung Berdasarkan analisis memakai alat bantu program SPSS versi 15,0 dperoleh thitung X1 sebesar 4,448 dengan signifikansi 0,000 dan thitung X2 sebesar 2,443 dengan signifikansi 0,020.

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 e. Keputusan Uji Variabel X1 (persepsi keterlibatan pemakai sistem) Ho ditolak karena nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan secara parsial X1 berpengaruh signifikan terhadap Y (kinerja sistem informasi akuntansi). Variabel X2 (persepsi dukungan manajemen) Hoo ditolak karena nilai signifikansi 0,020 < 0,05, maka dapat disimpulkan secara parsial X2 berpengaruh signifikan terhadap Y (kinerja sistem informasi akuntansi). 2. Uji Simultan (Uji F) Berdasarkan analisis regresi linear berganda diketahui bahwa koefisien regresi masing-masing variabel bebas bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa variabel X1 dan X2 bersama-sama berpengaruh positif terhadap Y. Untuk mengetahui pengaruh tersebut signifikan atau tidak, selanjutnya dilakukan uji keberartian regresi linear berganda (Uji F). Tabel 5.30 ANOVAa Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 643,425 642,118 1.285,543 Df 2 32 34 Mean Square 321,712 20,066 F 16,033 Sig. ,000b a. Dependent Variable: Kinerja sistem informasi akuntansi b. Predictors: (Constant), Dukungan manajemen puncak, Keterlibatan pemakai system Sumber: Data diolah Langkah-langkah uji keberartian regresi linear berganda atau disebut juga uji F sebagai berikut:

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 a. Hipotesis Ho = X1 = X2 = 0, yang berarti secara simultan tidak ada pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Ho = X1 ≠ X2 ≠ 0, yang berarti secara simultan ada pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. b. Tingkat kepercayaan 95%, α = 0,05 c. Kriteria Pengujian Ho diterima jika signifikansi > 0,05 Ho ditolak jika signifikansi < 0,05 d. Perhitungan Fhitung Berdasarkan analisis memakai alat bantu program SPSS versi 15,0 diperoleh nilai Fhitung sebesar 16,033 dengan signifikansi 0,000. e. Keputusan Uji Ho ditolak karena nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa secara simultan X1 dan X2 bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Y. 3. Uji Koefisien Determinan Uji koefisien determinasi (R²) digunakan untuk mengukur seberapa besar variasi dalam variabel independen dalam menjelaskan bersama-sama variabel dependen. Berikut hasil pengujian koefisien determinan dengan alat bantu program SPSS versi 15,0.

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 Model 1 Tabel 5.31 Model Summary R R Square Adjusted R Std. Error of Square the Estimate a ,707 ,501 ,469 4,480 a. Predictors: (Constant), Dukungan manajemen puncak, Keterlibatan pemakai system Sumber: Data diolah Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat hasil analisis regresi secara simultan menunjukkan R sebesar 0,707 yang berarti bahwa hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen memiliki hubungan yang cukup kuat sebesar 70,7% karena berada di atas 0,5 atau di atas 50%. Sedangkan nilai R Square atau nilai koefisien determinan sebesar 0,501. Arti dari koefisien ini adalah bahwa sumbangan relatif yang diberikan oleh kombinasi variabel X1 dan X2 terhadap Y adalah sebesar 50,1% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain.

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian dan analisis yang telah dilakukan terhadap persepsi keterlibatan pemakai sistem dan persepsi dukungan manajemen puncak pada KJKS BMT BIMA Magelang, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Persepsi keterlibatan pemakai berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai thitung sebesar 4,448 lebih besar dari ttabel sebesar 1,690. 2. Persepsi dukungan manajemen berpengaruh secara signifikan terhadap sistem informasi akuntansi. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai thitung sebesar 2,443 lebih besar dati ttabel sebesar 1,690. Hasil tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Susilasti et al (2010) yang mendapatkan bukti adanya hubungan signifikan antara keterlibatan pemakai sistem dan dukungan manajemen puncak terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Selain itu, hasil tersebut mendukung temuan Acep Komara (2005) yang menjelaskan adanya hubungan signifikan keterlibatan pemakai sistem dan dukungan manajemen puncak terhadap kinerja sistem informasi akuntansi.

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 B. Saran Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dikemukakan beberapa saran yang kiranya dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam meningkatkan kepuasan pemakai sistem informasi akuntansi yaitu: 1. Bagi perusahaan sebaiknya tetap melibatkan pemakai dalam perancangan dan pengembangan sistem yang baru untuk meningkatkan kualitas sistem karena pemakai sistem yang lebih mengetahui kelemahan maupun kelebihan sistem. 2. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan penelitian selanjutnya menguji kembali model penelitian ini dengan menggunakan variabel yang berbeda karena penulis hanya meneliti 2 dari 8 faktor yang ada yaitu keterlibatan pemakai sistem dan dukungan manajemen puncak. C. Keterbatasan Penelitian 1. Peneliti tidak dapat mengakses semua kantor cabang dan kantor pusat untuk melakukan penelitian dengan membagikan kuesioner sehingga jumlah populasi hanya terdapat 50 responden. 2. Peneliti sulit menghubungi masing-masing koordinator pada KJKS BMT BIMA untuk mengambil kembali kuesioner yang telah disebar.

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 DAFTAR PUSTAKA Almalia, Luciana Spica & Irmaya Briliantine. 2008. Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Pada Bank Umum Pemerintah di wilayah Surabaya dan Sidoarjo. STIE Perbanas Surabaya. Arpan Ikhsan dan M. Ishak. 2005. Akuntansi Keprilakuan. Jakarta: Salemba Empat. Hal 7. Baridwan, Zaki. 1998. Sistem Akuntansi: Penyusunan Prosedur dan Kerangka Dasar. Surabaya: Penerbit Citra Media. Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS 19. Edisi kelima. Semarang: BP UNDIP. Hall, James A.,2001. Sistem Informasi Akuntansi. Buku Satu. Jakarta: Salemba Empat. Jogiyanto. 2002. Sistem Informasi Keperilakuan. Yogyakarta: Andi. _______. 2008. Sistem Teknologi Infornasi. Edisi ketiga. Yogyakarta: Penerbit Andi. Hal 227-228, 433-450. _______. 2010. Metodologi Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan PengalamanPengalaman. Yogyakarta: BPFE. Komara, Acep. 2005. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi. SNA VIII Solo. Hal 836-848. ___________. 2006. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi. Jurnal Maksi Vol.6 No. 2. Hal 143-160. Kuesioner telah dikembangkan penulis dan diambil dari Gusti Bara Tarimushela dalam Skripsi berjudul Pengaruh Keterlibatan Pemakai Dalam Proses Pengembangan Sistem, Kapabilitas Personal, dan Dukungan Manajemen Puncak Terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (Studi Kasus pada PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk). Mulyadi. 2001. Akuntansi Manajemen. Edisi ketiga. Jakarta: Penerbit Salemba Empat. Hal 14

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 Ningrum, Dwi Listiani. 2009. Perbedaan Koperasi Konvensional dengan Koperasi Syariah. Sumber internet: http://theiwie02.blogspot.com/2009/12/perbedaankoperasi-konvensional-dengan.html. (Diambil tanggal 23 Juli 2014) Setiani, Kartika Oktariza. 2008. Pengaruh Dukungan Manajemen Puncak dan Partisipasi Pengguna terhadap Pengguna Sistem Informasi Akuntansi Pada PT Telekomunikasi Tbk di Surabaya. SKRIPSI. Surabaya: STIE Perbanas. Soegiharto. 2001. Influence Factors Affectin The Performance Of Accounting Information System. Gajah Mada International Journal of Business Volume III No. 2. Hal 177-197. Suharni, Siti. 2011. Pengaruh Keterlibatan Pemakai dan Kemampuan Pemakai Terhadap Kinerja Sistem Infomasi Akuntansi Pada Sekretariat Daerah Dan BKD Kabupaten Ngawi. Jurnal Sosial Volume 12 No. 2. Hal 108-121. Susilastri, Amris Rusli Tanjung dan Surya Pebrina. 2010. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Pada Bank Umum Pemerintah di Kota Pekanbaru. Jurnal Ekonomi Volume 18 no. 2. Hal 121132. Surat Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 91/kep/MKUKM/IX/200. Susanto, Azhar. 2008. Sistem Informasi Akuntansi, Struktur– Pengendalian –Resiko – Pengembangan. ed. Perdana. Cetakan Pertama. Bandung: Lingga Jaya. Tarimushela, Gusti Bara. 2012. Pengaruh Keterlibatan Pemakai Dalam Proses Pengembangan Sistem, Kapabilitas Personal, dan Dukungan Manajemen Puncak Terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (Studi Kasus pada PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk). SKRIPSI. Sumber Internet: http://digilib.unpas.ac.id. (Diambil tanggal 25 Januari 2014) Tjhai Fung Jen. 2002. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi. Jurnal Bisnis dan Akuntansi Volume IV No. 2.

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 KUESIONER A. IDENTITAS RESPONDEN Nama : .................................................................................................. Jenis kelamin : ……………………………………………………….. Umur : ……………………………………………………………….. Nama departemen : ………………………………………………….. Jabatan : …………………………………………………………….... Lama bekerja : ……………………………………………………….. Pendidikan : ………………………………………………………….. B. CARA PENGISISAN Mohon diisi dengan cara diberi tanda silang (X) pada alternatif jawaban yang telah disediakan yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Mohon perhatikan petunjuk pengisian: 1. Pilih salah satu jawaban dari pilihan masing-masing nomor pernyataan berikut. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang paling sesuai dengan pendapat Anda. 2. Pilihan tersebut hendaknya sesubjektif mungkin. 3. Kuisioner ini dapat digunakan secara optimal bila seluruh pernyataan terjawab, karena itu mohon diteliti kembali apakah semua pernyataan telah terjawab.

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 DAFTAR PERNYATAAN ATAU KUESIONER No Pernyataan Sangat Tidak Ragu- Setuju Sangat Tidak Setuju Ragu Setuju Pernyataan Keterlibatan Pemakai (X1) 1 Pada saat perusahaan membangun sistem untuk setiap bagian diikutsertakan untuk berpartisipasi. 2 Partisipasi pemakai perusahaan dapat sistem informasi meningkatkan di hubungan antara pemakai, manajemen, dan ahli sistem informasi. 3 Partisipasi pemakai sistem perusahaan dapat memperluas wawasan pemakai dan manajemen dalam bidang komputer. 4 Pemakai sistem ikut berpartisipasi mengusulkan bagaimana dan apa dari sistem yang harus dibangun. 5 Dengan adanya partisipasi pemakai sistem, tanggungjawab pemakai dan manajemen dapat diringankan. Setuju

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 6 Pemakai sistem informasi di perusahaan merasa memiliki atas sistem yang dibangun. 7 Pemakai sistem informasi di perusahaan turut menjaga atas sistem informasi yang dibangun. 8 Pemakai sistem informasi perusahaan ikut serta dalam menjalankan sistem informasi yang dibangun. 9 Partisipasi pemakai sistem dapat mempersingkat waktu pengembangan sistem. 10 Sistem informasi yang dibangun sesuai dengan keingan pemakai dengan adanya partisipasi pemakai sistem. 11 Partisipasi pemakai sistem dapat menghasilkan sistem informasi yang lebih bernilai. 12 Partisipasi pemakai sistem meningkatkan kepercayaan pemakai dan manajemen terhadap proyek pengembangan sistem informasi. 13 Partisipasi pemakai sistem dapat meningkatkan dukungan pemakai dan manajemen terhadap proyek pengembangan sistem informasi.

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 14 Pertisipasi pemakai sistem dapat mengurangi biaya pemeliharaan sistem. Pernyataan Dukungan Manajemen (X2) 15 Manajemen mahir dalam menggunakan komputer. 16 Manajemen aktif terlibat dalam perencanaan operasi sistem informasi. 17 Manajemen memberikan perhatian yang tinggi terhadap sistem informasi. 18 Manajemen senang akan rating pemakaian sistem informasi dan departemen pemakai. Pernyataan Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (Y) 19 Sistem yang ada di perusahaan menghasilkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan pemakai. 20 Modul mengenai sistem informasi yang ada di perusahaan tersedia lengkap. 21 Modul yang ada di perusahaan memuat informasi akuntansi tersedia sesuai dengan kebutuhan.

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 22 Sistem yang ada di perusahaan menghasilkan informasi yang akurat. 23 Informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi yang ada di perusahaan sesuai dengan kenyataan atau kejadian yang sesungguhnya terjadi. 24 Sistem informasi yang ada di perusahaan menyediakan informasi secara detail. 25 Sistem informasi yang ada di perusahaan menyediakan informasi yang relevan. 26 Data yang diperoleh oleh sistem informasi yang ada di perusahaan terhindar dari kesalahan. 27 Informasi yang dihasilkan oleh sistem yang ada di perusahaan di sajikan dengan jelas dan mudah dimengerti. 28 Sistem informasi yang ada di perusahaan memberikan kebebasan dalam memilih informasi yang sesuai dengan divisinya masingmasing. 29 Tampilan sistem informasi yang ada di perusahaan dapat memudahkan pemakai ketika

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 menggunakan sistem tersebut. 30 Keluaran (report) yang dihasilkan oleh sistem informasi yang ada di perusahaan disajikan dalam format yang sesuai dengan kebutuhan. 31 Tata letak (display) keluaran (report) sistem informasi yang dihasilkan perusahaan mudah dibaca. 32 Sistem informasi yang ada di perusahaan mudah diakses. 33 Sistem informasi yang ada di perusahaan mudah dipahami. 34 Sistem informasi yang ada di perusahaan mudah dipelajari. 35 Sistem informasi yang ada di perusahaan mudah dioperasikan. 36 Sistem informasi yang ada di perusahaan memiliki proses input yang mudah. 37 Sistem informasi yang ada di perusahaan menyediakan informasi yang terkini (up to date).

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 38 Sistem informasi yang dihasilkan perusahaan mendukung penyediaan informasi untuk pengambilan keputusan yang bersifat cepat. 39 Sistem informasi yang ada di perusahaan menyelesaikan tugas tepat waktu. 40 Sistem yang ada di perusahaan membantu menyelesaikan pekerjaan. 41 Sistem yang ada di perusahaan mampu menghasilkan informasi yang menunjukkan kesempatan yang harus diambil. 42 Sistem informasi yang ada di perusahaan mampu memenuhi kebutuhan informasi yang ada di perusahaan. 43 Sistem informasi yang ada di perusahaan memberikan batasan-batasan bisnis yang harus termuat dalam sistem informasi.

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 UJI VALIDITAS X1 Correlations [DataSet1] C:\Users\Naya\AppData\Local\Temp\Rar$DI00.314\Untitled val rel x1.sav Correlations Skor_total Pearson Correlation Item_X1_1 Sig. (2-tailed) N Item_X1_2 Sig. (2-tailed) ,000 Sig. (2-tailed) N ,011 35 Sig. (2-tailed) ,002 35 Pearson Correlation ,612 Sig. (2-tailed) ,000 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Item_X1_7 ,425* ,500 N Item_X1_6 35 Pearson Correlation N Item_X1_5 35 ,706 Pearson Correlation Item_X1_4 ,006 Pearson Correlation N Item_X1_3 ,453* Sig. (2-tailed) N 35 ,750** ,000 35 ,449** ,007 35

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 Pearson Correlation Item_X1_8 Sig. (2-tailed) N Item_X1_9 Sig. (2-tailed) ,008 Sig. (2-tailed) N 35 ,000 Sig. (2-tailed) Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Skor_total ,000 Sig. (2-tailed) N Item_X1_14 ,630* ,678 Pearson Correlation Item_X1_13 35 Pearson Correlation N Item_X1_12 35 ,441 Pearson Correlation Item_X1_11 ,000 Pearson Correlation N Item_X1_10 ,658** Sig. (2-tailed) 35 ,624* ,000 35 ,538** ,001 35 ,505* ,002 N 35 Pearson Correlation 1** Sig. (2-tailed) N *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). 35

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 UJI VALIDITAS X2 Correlations [DataSet1] D:\skripsiku lagi\spss naya\uji validitas dan reliabilitas\Val Rel X2.sav Correlations Skor_total Pearson Correlation Item_X2_1 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Item_X2_2 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Item_X2_3 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Item_X2_4 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Skor_total ,509** ,002 35 ,709** ,000 35 ,626** ,000 35 ,643** ,000 35 1 Sig. (2-tailed) N *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). 35

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 UJI VALIDITAS Y Correlations [DataSet1] D:\TA\skripsiku lagi\spss naya\Val Y.sav Correlations Skor_Total Pearson Correlation Item_Y_1 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Item_Y_2 Sig. (2-tailed) N Item_Y_3 ,006 35 ,002 Sig. (2-tailed) 35 ,456* ,006 35 Pearson Correlation ,412 Sig. (2-tailed) ,014 N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_Y_7 ,457* Sig. (2-tailed) N Item_Y_6 35 ,508 Pearson Correlation Item_Y_5 ,000 Pearson Correlation N Item_Y_4 ,614** 35 ,498** ,002 35 Pearson Correlation ,443 Sig. (2-tailed) ,008 N 35

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 Pearson Correlation Item_Y_8 Sig. (2-tailed) N Item_Y_9 Sig. (2-tailed) ,021 ,522 Sig. (2-tailed) ,001 ,626 Sig. (2-tailed) ,000 ,581 Sig. (2-tailed) ,000 Sig. (2-tailed) N ,509** ,002 35 ,422 Sig. (2-tailed) ,011 35 Pearson Correlation ,359 Sig. (2-tailed) ,034 N Item_Y_16 35 Pearson Correlation N Item_Y_15 35 Pearson Correlation Pearson Correlation Item_Y_14 35 Pearson Correlation N Item_Y_13 35 Pearson Correlation N Item_Y_12 35 ,390 N Item_Y_11 ,004 Pearson Correlation N Item_Y_10 ,476** 35 Pearson Correlation ,521 Sig. (2-tailed) ,001 N 35

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 Item_Y_17 Pearson Correlation ,358 Sig. (2-tailed) ,035 N Item_Y_18 Pearson Correlation ,378 Sig. (2-tailed) ,025 N Item_Y_19 ,535 Sig. (2-tailed) ,001 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item_Y_21 35 ,008 35 Pearson Correlation ,408 Sig. (2-tailed) ,015 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Item_Y_25 ,002 Sig. (2-tailed) Pearson Correlation Item_Y_24 ,496* ,439 N Item_Y_23 35 Pearson Correlation N Item_Y_22 35 Pearson Correlation N Item_Y_20 35 Sig. (2-tailed) N 35 ,518* ,001 35 ,519** ,001 35 ,536** ,001 35

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 Pearson Correlation Skor_Total 1** Sig. (2-tailed) N *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). 35

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 UJI RELIABILITAS X1 Reliability X1 [DataSet1] C:\Users\Naya\AppData\Local\Temp\Rar$DI57.923\Untitled val rel x1.sav Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N Valid Cases Excludeda Total % 35 100,0 0 ,0 35 100,0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha ,836 N of Items 14 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected ItemTotal Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Item_X1_1 52,37 15,299 ,366 ,832 Item_X1_2 52,37 14,829 ,661 ,819 Item_X1_3 52,51 15,316 ,330 ,834 Item_X1_4 52,49 15,139 ,417 ,829 Item_X1_5 52,26 13,491 ,477 ,829 Item_X1_6 52,37 12,946 ,661 ,810 Item_X1_7 52,20 15,106 ,346 ,833 Item_X1_8 52,40 13,365 ,542 ,821

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 Item_X1_9 52,54 15,373 ,356 ,832 Item_X1_10 52,37 14,417 ,551 ,821 Item_X1_11 52,43 13,958 ,595 ,817 Item_X1_12 52,43 14,429 ,543 ,821 Item_X1_13 52,40 15,129 ,467 ,827 Item_X1_14 52,43 14,899 ,408 ,829

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 UJI RELIABILITAS X2 Reliability X2 [DataSet1] D:\skripsiku lagi\spss naya\uji validitas dan reliabilitas\Val Rel X2.sav Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N Valid Cases Excludeda Total % 35 100,0 0 ,0 35 100,0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,722 4 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Item_X2_1 12.63 1.887 .551 .637 Item_X2_2 12.49 1.787 .457 .701 Item_X2_3 12.34 1.879 .489 .674 Item_X2_4 12.34 1.997 .573 .634

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 UJI RELIABILITAS Y Reliability Y [DataSet3] D:\TA\skripsiku lagi\spss naya\Val Rel Y.sav Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N Valid Excludeda Cases Total % 35 100,0 0 ,0 35 100,0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,855 25 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected ItemTotal Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Item_Y_1 98,86 35,067 ,573 ,846 Item_Y_2 98,74 35,020 ,382 ,851 Item_Y_3 98,86 35,185 ,451 ,849 Item_Y_4 98,80 34,753 ,372 ,851 Item_Y_5 98,69 35,398 ,337 ,852 Item_Y_6 98,74 34,491 ,419 ,850

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 Item_Y_7 98,69 35,457 ,378 ,851 Item_Y_8 98,86 35,067 ,407 ,850 Item_Y_9 98,91 35,845 ,325 ,852 Item_Y_10 99,00 34,412 ,447 ,848 Item_Y_11 98,89 33,928 ,568 ,844 Item_Y_12 98,80 35,282 ,538 ,847 Item_Y_13 98,60 34,835 ,442 ,849 Item_Y_14 98,77 35,123 ,340 ,852 Item_Y_15 98,71 36,269 ,303 ,853 Item_Y_16 98,63 34,829 ,457 ,848 Item_Y_17 98,66 36,114 ,296 ,853 Item_Y_18 98,57 35,840 ,310 ,853 Item_Y_19 98,71 35,034 ,480 ,848 Item_Y_20 98,91 34,669 ,421 ,849 Item_Y_21 98,94 34,585 ,343 ,853 Item_Y_22 98,71 35,092 ,319 ,854 Item_Y_23 98,80 34,282 ,440 ,849 Item_Y_24 98,80 35,165 ,463 ,848 Item_Y_25 98,60 34,659 ,472 ,848

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 UJI NORMALITAS NPar Tests [DataSet1] D:\skripsiku lagi\spss naya\Data Penelitian.sav One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 35 Mean ,0000000 Normal Parametersa,b Std. Deviation Most Extreme Differences 4,34578282 Absolute ,111 Positive ,074 Negative -,111 Kolmogorov-Smirnov Z ,657 Asymp. Sig. (2-tailed) ,780 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 UJI MULTIKOLINEARITAS Regression [DataSet1] D:\skripsiku lagi\spss naya\Data Penelitian.sav Variables Entered/Removeda Model Variables Entered Variables Removed 1 Dukungan manajemen puncak, Keterlibatan pemakai sistemb Method . Enter a. Dependent Variable: Kinerja sistem informasi akuntansi b. All requested variables entered. Model Summary Model R R Square ,707a 1 Adjusted R Square ,501 Std. Error of the Estimate ,469 4,480 a. Predictors: (Constant), Dukungan manajemen puncak, Keterlibatan pemakai sistem Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients B (Constant) 1 Keterlibatan pemakai sistem Dukungan manajemen puncak Std. Error 31,322 12,790 ,858 ,193 1,439 ,589 a. Dependent Variable: Kinerja sistem informasi akuntansi Standardized Coefficients t Sig. Beta Collinearity Statistics Tolerance VIF 2,449 ,020 ,570 4,448 ,000 ,952 1,051 ,313 2,443 ,020 ,952 1,051

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 LANJUTAN UJI MULTIKOLINIERITAS … Collinearity Diagnosticsa Model Dimension Eigenvalue Condition Index Variance Proportions (Constant) 1 Keterlibatan pemakai sistem Dukungan manajemen puncak 1 2,993 1,000 ,00 ,00 ,00 2 ,005 25,288 ,02 ,39 ,81 3 ,002 36,154 ,98 ,61 ,19 a. Dependent Variable: Kinerja sistem informasi akuntansi

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 UJI HETEROSKEDASTISITAS Regression [DataSet1] D:\skripsiku lagi\spss naya\Data Penelitian.sav Variables Entered/Removeda Model 1 Variables Entered Variables Removed Dukungan manajemen puncak, Keterlibatan pemakai sistemb Method . Enter a. Dependent Variable: RES2 b. All requested variables entered. Model Summary Model R R Square ,112a 1 Adjusted R Square ,012 Std. Error of the Estimate -,049 2,75209 a. Predictors: (Constant), Dukungan manajemen puncak, Keterlibatan pemakai sistem ANOVAa Model Sum of Squares Regression 1 df Mean Square 3,061 2 1,531 Residual 242,368 32 7,574 Total 245,430 34 a. Dependent Variable: RES2 b. Predictors: (Constant), Dukungan manajemen puncak, Keterlibatan pemakai sistem F Sig. ,202 ,818b

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 LANJUTAN UJI HETEROKEDASTISITAS … Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients B (Constant) 1 Keterlibatan pemakai sistem Dukungan manajemen puncak a. Dependent Variable: RES2 Std. Error ,678 7,858 -,018 ,119 ,230 ,362 Standardized Coefficients t Sig. Beta ,086 ,932 -,027 -,151 ,881 ,114 ,636 ,530

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 UJI AUTOKORELASI Regression [DataSet1] D:\skripsiku lagi\spss naya\Data Penelitian.sav Variables Entered/Removeda Model 1 Variables Entered Variables Removed Dukungan manajemen puncak, Keterlibatan pemakai sistemb Method . Enter a. Dependent Variable: Kinerja sistem informasi akuntansi b. All requested variables entered. Model Summaryb Model R ,707a 1 R Square Adjusted R Square ,501 Std. Error of the Estimate ,469 Durbin-Watson 4,480 1,930 a. Predictors: (Constant), Dukungan manajemen puncak, Keterlibatan pemakai sistem b. Dependent Variable: Kinerja sistem informasi akuntansi ANOVAa Model 1 Sum of Squares df Mean Square Regression 643,425 2 321,712 Residual 642,118 32 20,066 1.285,543 34 Total a. Dependent Variable: Kinerja sistem informasi akuntansi b. Predictors: (Constant), Dukungan manajemen puncak, Keterlibatan pemakai sistem F 16,033 Sig. ,000b

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 LANJUTAN UJI AUTOKORELASI … Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients B (Constant) 1 Keterlibatan pemakai sistem Dukungan manajemen puncak Std. Error 31,322 12,790 ,858 ,193 1,439 ,589 a. Dependent Variable: Kinerja sistem informasi akuntansi Standardized Coefficients t Sig. Beta 2,449 ,020 ,570 4,448 ,000 ,313 2,443 ,020

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 ANALISIS REGRESI Regression [DataSet1] D:\skripsiku lagi\spss naya\Data Penelitian.sav Descriptive Statistics Mean Kinerja sistem informasi akuntansi Std. Deviation N 102,89 6,149 35 Keterlibatan pemakai sistem 56,43 4,082 35 Dukungan manajemen puncak 16,09 1,337 35 Variables Entered/Removeda Model 1 Variables Entered Variables Removed Dukungan manajemen puncak, Keterlibatan pemakai sistemb . Enter a. Dependent Variable: Kinerja sistem informasi akuntansi b. All requested variables entered. Model Summary Model 1 R ,707a R Square ,501 Adjusted R Square Method Std. Error of the Estimate ,469 a. Predictors: (Constant), Dukungan manajemen puncak, Keterlibatan pemakai sistem 4,480

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 LANJUTAN ANALISIS REGRESI … ANOVAa Model 1 Sum of Squares df Mean Square Regression 643,425 2 321,712 Residual 642,118 32 20,066 1.285,543 34 Total F Sig. ,000b 16,033 a. Dependent Variable: Kinerja sistem informasi akuntansi b. Predictors: (Constant), Dukungan manajemen puncak, Keterlibatan pemakai sistem Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients B (Constant) 1 Keterlibatan pemakai sistem Dukungan manajemen puncak Std. Error 31,322 12,790 ,858 ,193 1,439 ,589 a. Dependent Variable: Kinerja sistem informasi akuntansi Standardized Coefficients t Sig. Beta 2,449 ,020 ,570 4,448 ,000 ,313 2,443 ,020

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 Charts

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 Tabulasi hasil kuesioner keterlibatan pemakai sistem (X1) Pertanyaan Responden 1 Responden 2 Responden 3 Responden 4 Responden 5 Responden 6 Responden 7 Responden 8 Responden 9 Responden 10 Responden 11 Responden 12 Responden 13 Responden 14 Responden 15 Responden 16 Responden 17 Responden 18 Responden 19 Responden 20 Responden 21 Responden 22 Responden 23 Responden 24 Responden 25 Responden 26 Responden 27 Responden 28 Responden 29 Responden 30 Responden 31 Responden 32 Responden 33 Responden 34 Responden 35 1 3 5 4 4 4 4 4 5 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 2 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 5 3 5 4 3 4 4 5 4 5 5 4 4 5 3 4 4 5 5 4 4 4 5 4 5 5 5 4 2 4 5 4 4 4 3 4 6 2 5 5 4 5 4 4 5 3 4 5 4 4 4 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 7 5 5 4 4 5 4 4 5 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 5 3 4 4 4 4 4 4 4 8 3 5 5 5 5 4 4 5 4 4 4 4 5 4 3 4 5 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 2 4 4 5 4 4 4 4 9 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 5 4 4 4 4 4 3 10 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 4 2 4 4 5 4 4 4 4 11 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 4 4 4 2 4 4 4 5 4 4 4 12 4 4 4 4 4 4 5 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 5 4 5 4 13 4 4 3 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 14 JML 3 49 5 63 3 56 4 56 4 59 4 56 4 58 4 62 5 55 4 59 4 58 4 58 4 58 4 56 4 56 3 57 4 58 4 57 4 57 4 59 4 58 4 55 4 57 4 57 4 58 4 57 4 56 3 37 5 57 5 58 4 57 4 57 4 54 4 56 4 54

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 Tabulasi hasil kuesioner dukungan manajemen puncak Pertanyaan Responden 1 Responden 2 Responden 3 Responden 4 Responden 5 Responden 6 Responden 7 Responden 8 Responden 9 Responden 10 Responden 11 Responden 12 Responden 13 Responden 14 Responden 15 Responden 16 Responden 17 Responden 18 Responden 19 Responden 20 Responden 21 Responden 22 Responden 23 Responden 24 Responden 25 Responden 26 Responden 27 Responden 28 Responden 29 Responden 30 Responden 31 Responden 32 Responden 33 Responden 34 Responden 35 15 5 3 4 4 4 3 3 4 5 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 16 5 4 5 5 4 5 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 5 4 4 4 4 5 4 4 5 4 3 4 4 4 4 4 4 4 17 5 5 5 4 4 5 4 3 3 5 4 4 5 4 5 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 18 JML 5 20 4 16 4 18 4 17 4 16 4 17 4 15 4 15 4 16 4 17 5 16 4 15 4 16 4 14 5 18 4 14 4 15 4 17 4 16 4 16 5 17 4 15 4 16 4 16 5 17 4 17 4 16 3 12 4 16 4 16 4 16 4 16 5 17 4 16 4 16

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 Tabulasi hasil kuesioner kinerja sistem informasi akuntasi (Y) Pertanyaan Responden 1 Responden 2 Responden 3 Responden 4 Responden 5 Responden 6 Responden 7 Responden 8 Responden 9 Responden 10 Responden 11 Responden 12 Responden 13 Responden 14 Responden 15 Responden 16 Responden 17 Responden 18 Responden 19 Responden 20 Responden 21 Responden 22 Responden 23 Responden 24 Responden 25 Responden 26 Responden 27 Responden 28 19 20 3 4 4 4 4 4 4 3 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 5 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 3 3 21 22 23 4 3 4 4 3 4 5 5 5 4 4 5 3 4 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 3 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 5 6 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 4 3 4 3 4 3 24 25 26 5 3 3 5 4 4 5 5 3 5 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 4 3 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 5 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 2 4 3 27 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 3 28 3 2 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 3 5 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 29 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 4 4 2 30 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 3 31 32 33 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 5 4 4 5 5 5 5 4 4 5 4 4 4 5 5 4 4 4 5 4 4 4 5 5 4 5 5 4 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 34 35 36 4 4 4 4 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4 3 4 4 37 38 39 4 4 3 5 4 4 5 4 4 4 5 4 4 5 4 5 4 3 4 4 5 4 3 3 5 4 4 4 4 4 4 4 3 5 4 4 5 3 3 5 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 3 2 2 40 4 5 4 3 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 4 5 4 4 5 4 3 5 3 41 5 5 5 4 5 4 4 4 5 4 4 5 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 3 2 42 43 JML 3 4 95 4 4 98 4 4 111 4 5 103 5 5 106 4 5 110 4 5 105 4 4 98 4 4 108 4 4 101 5 4 105 5 4 108 5 4 104 4 5 105 4 5 113 4 4 98 4 4 104 4 4 104 4 4 102 4 5 106 4 4 108 4 5 104 5 4 105 4 4 104 4 4 105 4 4 99 4 4 99 3 3 76

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 Responden 29 Responden 30 Responden 31 Responden 32 Responden 33 Responden 34 Responden 35 4 4 4 4 4 4 4 4 5 3 5 4 4 5 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 3 4 4 5 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 3 5 5 4 4 5 4 4 4 4 3 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 5 4 100 106 98 104 102 105 102

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(173)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS PENGARUH KETERLIBATAN PEMAKAI DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI, DUKUNGAN MANAJEMEN PUNCAK, DAN FORMALISASI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA PT.BANK JATENG CABANG UNGAR.
0
8
18
ANALISIS PENGARUH PARTISIPASI PEMAKAI DAN KEPUASAN PEMAKAI TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI
0
2
63
PENGARUH DUKUNGAN MANAJEMEN PUNCAK, PELATIHAN PEMAKAI SISTEM, FORMALISASI PENGEMBANGAN SISTEM, UKURAN ORGANISASI, DAN KETERLIBATAN PEMAKAI DALAM PENGEMBANGAN SISTEM TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (Studi Empiris Pada Baitul Maal Wat Tamwil Wil
6
27
173
ANALISIS DUKUNGAN MANAJEMEN PUNCAK, PARTISIPASI PEMAKAI SISTEM INFORMASI, DAN KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI STUDI KASUS PADA PT BERLICO MULIA FARMA.
0
3
14
ANALISIS DUKUNGAN MANAJEMEN PUNCAK, PARTISIPASI PEMAKAI SISTEM INFORMASI, ANALISIS DUKUNGAN MANAJEMEN PUNCAK, PARTISIPASI PEMAKAI SISTEM INFORMASI, DAN KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI STUDI KASUS PADA PT BERLICO MULIA FARMA.
0
5
14
STUDI KEPUSTAKAAN ANALISIS DUKUNGAN MANAJEMEN PUNCAK, PARTISIPASI PEMAKAI SISTEM INFORMASI, DAN KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI STUDI KASUS PADA PT BERLICO MULIA FARMA.
1
4
34
PENUTUP ANALISIS DUKUNGAN MANAJEMEN PUNCAK, PARTISIPASI PEMAKAI SISTEM INFORMASI, DAN KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI STUDI KASUS PADA PT BERLICO MULIA FARMA.
0
5
31
PENGARUH PARTISIPASI PEMAKAI TERHADAP KEPUASAN PEMAKAI DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DENGAN PENGARUH PARTISIPASI PEMAKAI TERHADAP KEPUASAN PEMAKAI DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DENGAN DUKUNGAN MANAJEMEN PUNCAK, KOMPLEKSITAS TUGAS DAN PENGARUH
0
2
14
PENGARUH DUKUNGAN MANAJEMEN PUNCAK DAN KETERLIBATAN PENGGUNA DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI.
0
2
32
PENGARUH DUKUNGAN MANAJEMEN PUNCAK, PARTISIPAS PEMAKAI DAN KEMAMPUAN TEKNIK PERSONAL TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA CV.RIZKI ABADI SIDOARJO.
0
0
98
PENGARUH KEMAMPUAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI, KETERLIBATAN PENGGUNA, DAN DUKUNGAN MANAJEMEN PUNCAK TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA PT BTPN AREA SURAKARTA Shendy Cahyaning Utami
0
0
13
PENGARUH PARTISIPASI PEMAKAI DAN DUKUNGAN ATASAN TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA BANK UMUM PEMERINTAH
0
0
7
PENGARUH DUKUNGAN MANAJEMEN PUNCAK, KETERLIBATAN PENGGUNA, PROGRAM PELATIHAN, FORMALISASI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN KAPABILITAS PERSONAL TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT SE-KARESIDENAN PATI
0
2
17
PENGARUH DUKUNGAN MANAJEMEN PUNCAK, PARTISIPAS PEMAKAI DAN KEMAMPUAN TEKNIK PERSONAL TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA CV.RIZKI ABADI SIDOARJO
0
0
24
PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI, KARAKTERISTIK INFORMASI SISTEM AKUNTANSI MANAJEMEN , KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN DAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA TERHADAP KINERJA MANAJERIAL (Studi Kasus pada Rumah Sakit di Purwokerto)
0
0
18
Show more