Pengaruh persepsi karyawan pada lingkungan kerja terhadap semangat kerja karyawan : Studi kasus pada karyawan Perusahaan Pertenunan St Maria Boro, Kalibawang, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
132
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH PERSEPSI KARYAWAN PADA LINGKUNGAN KERJA TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN Studi Kasus pada Karyawan Perusahaan Pertenunan St Maria Boro, Kalibawang, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta SKRIPSI Diajukan dalam Rangka Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen Oleh : Susy Indraningrum NIM : 102214014 PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH PERSEPSI KARYAWAN PADA LINGKUNGAN KERJA TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN Studi Kasus pada Karyawan Perusahaan Pertenunan St Maria Boro, Kalibawang, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta SKRIPSI Diajukan dalam Rangka Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen Oleh : Susy Indraningrum NIM : 102214014 PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO Sabar Menanti Waktu Tuhan Di dalam hidup ini, semua ada waktunya Ada waktunya kita menabur…. Ada juga waktu menuai. Mungkin dalam hidupmu badai datang menyerbu, Mungkin doamu bagai tak terjawab! Namun yakinlah tetap. Tutan tak’kan terlambat! Juga tak akan lebih cepat Semuanya…. Dia jadikan indah tepat pada waktuNya. Tuhan selalu dengar doamu! Tuhan tak pernah tinggalkanmu! PertolonganNya pasti’kan tiba tepat pada waktuNya. Bagaikan kuncup mawar pada waktunya mekar Percayalah… Tuhan jadikan indah pada waktuNya. Hendaklah kita slalu dalam firmanNya Percayalah kepada Tuhan! Nantikan Dia bekerja pada waktuNya. Tuhan takkan terlambat Juga tak akan lebih cepat Ajarlah kami setia slalu menanti waktuMu Tuhan.. 1 Korintus 10 : 13 & Pengkothbah 3 : 11a iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan untuk:  Jesus Kristus dan Bunda Maria yang selalu membimbing dan memberkatiku  Kedua orang tuaku tercinta yang selalu memberikan semangat   Adik kandungku Christian   Untuk diriku sendiri, kehidupanku, dan masa depanku v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI UNIVERSITAS SANATA DHARMA FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN–PROGRAM STUDI MANAJEMEN PERNYATAAN KEASLIAN KEASLIAN KARYA TULIS Saya yang bertanda tangan di bawah ini, dengan ini menyatakan bahwa Skripsi dengan judul: PENGARUH PERSEPSI KARYAWAN PADA LINGKUNGAN KERJA TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN Studi Kasus pada Karyawan Perusahaan Pertenunan St Maria Boro, Kalibawang, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Dan diajukan untuk diuji pada tanggal, 25 Agustus 2014 adalah hasil karya saya. Saya juga menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin, atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain yang saya aku seolah–olah sebagai tulisan saya sendiri, dan atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, saya tiru, atau saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan (disebutkan dalam referensi) pada penulis aslinya. Bila dikemudian hari terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan tersebut, maka saya bersedia menerima sanksi, yaitu skripsi ini digugurkan dan gelar akademik yang saya peroleh (S.E.) dibatalkan serta diproses sesuai dengan aturan perundang–undangan yang berlaku (UU No 20 Tahun 2003, pasal 25 dan pasal 70). Yogyakarta, 29 Agustus 2014 Yang membuat pernyataan, Susy Indraningrum 102214014 vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Susy Indraningrum Nomor Mahasiswa : 102214014 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PENGARUH PERSEPSI KARYAWAN PADA LINGKUNGAN KERJA TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN Studi Kasus pada Karyawan Perusahaan Pertenunan St Maria Boro, Kalibawang, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya, Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 29 Agustus 2014 Yang menyatakan, Susy Indraningrum vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur dan terima kasih kepada Allah atas karunia dan rahmatNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Persepsi Karyawan Pada Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan : Studi Kasus pada Karyawan Perusahaan Pertenunan St Maria Boro, Kalibawang, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta”. Skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulisan skripsi ini dapat selesai dengan baik berkat bantuan berbagai pihak. Untuk itu, penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada: 1. Bapak Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D., selaku Rektor Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Bapak Dr. H. Herry Maridjo, M.Si., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Bapak Dr. Lukas Purwoto, S.E, M.Si., selaku Ketua Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 4. Bapak A. Yudi Yuniarto, S.E, M.B.A., selaku Dosen Pembimbing I yang telah sabar dan mau meluangkan waktunya untuk mengarahkan dan membimbing penulis dari penyusunan proposal penelitian hingga skripsi dengan kesungguhan hati. 5. Bapak Drs. Hendra Poerwanto, M.Si., selaku Dosen Pembimbing II, yang juga telah memberikan perhatian, waktu, nasihat dan kesabaran dalam viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI mengarahkan dan membimbing penulis sehingga skripsi ini menjadi lebih sempurna. 6. Bapak Drs. L. Bambang Harnoto, M.Si., selaku anggota tim penguji yang telah memberikan masukan yang sangat berguna. 7. Bapak Alm. Drs. Alex Kahu Lantum, M.S., yang selalu memberikan nasihatnya kepada penulis. 8. Segenap dosen dan karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma. 9. Br. Petrus Sutimin Fic yang telah memperkenankan penulis untuk melakukan penelitian di Perusahaan Pertenunan St Maria Boro. 10. Kedua orang tuaku tercinta, Bapak Fx Sukamto dan Ibu Miss Indrati, yang tidak pernah lelah untuk memberikan kasih sayang, doa serta dukungan kepada penulis. Semoga berkat Tuhan Jesus selalu menyertai Bapak dan Ibu. 11. Adikku Christian Adi Saputra terima kasih atas dukungannya selama ini. 12. Sahabat–sahabatku yang selalu mendukungku. Love you all  Yogyakarta, 29 Agustus 2014 Penulis Susy Indraningrum ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ......................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................... iii HALAMAN MOTTO ................................................................................. iv HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................. v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS .................... vi HALAMAN PERNYATAAN PUBLIKASI .............................................. vii HALAMAN KATA PENGANTAR ........................................................... viii HALAMAN DAFTAR ISI ......................................................................... x HALAMAN DAFTAR TABEL ................................................................. xiv HALAMAN DAFTAR GAMBAR ............................................................. xv HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ......................................................... xvi HALAMAN ABSTRAK ............................................................................. xvii ABSTRACT .................................................................................................. xviii BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah .................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ........................................................................... 4 C. Batasan Masalah.............................................................................. 4 D. Tujuan Penelitian ............................................................................ 5 E. Manfaat Penelitian .......................................................................... 5 BAB II KAJIAN PUSTAKA ...................................................................... 7 A. Landasan Teori ................................................................................ 7 x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Pengertian Manajemen .............................................................. 7 2. Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia ........................ 8 3. Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia .............................. 9 4. Persepsi ..................................................................................... 10 5. Lingkungan Kerja...................................................................... 11 6. Semangat Kerja ......................................................................... 15 B. Penelitian Sebelumnya .................................................................... 23 C. Kerangka Konseptual ...................................................................... 23 D. Hipotesis Penelitian......................................................................... 24 BAB III METODOLOGI PENELITIAN.................................................... 25 A. Jenis Penelitian ................................................................................ 25 B. Waktu dan Lokasi Penelitian .......................................................... 25 C. Variabel Penelitian .......................................................................... 25 D. Subyek dan Obyek Penelitian ......................................................... 27 E. Populasi dan Sampel ....................................................................... 27 F. Metode Pengumpulan Data ............................................................. 28 G. Sumber Data .................................................................................... 30 H. Definisi Operasional........................................................................ 30 I. Teknik Pengambilan Sampel........................................................... 31 J. Teknik Pengujian Istrumen ............................................................. 31 K. Teknik Analisis Data ....................................................................... 33 1. Analisis Deskriptif .................................................................... 33 2. Analisis Regresi Berganda ........................................................ 34 xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ..................................... 43 A. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan .......................................... 43 B. Lokasi Perusahaan ........................................................................... 46 C. Tujuan Perusahaan .......................................................................... 47 D. Permodalan ...................................................................................... 48 E. Struktur Organisasi ......................................................................... 48 F. Produksi .......................................................................................... 53 G. Personalia ........................................................................................ 56 H. Pemasaran ....................................................................................... 60 BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ................................... 64 A. Gambaran Ringkas Pelaksanaan Penelitian .................................... 64 B. Analisis Deskriptif .......................................................................... 66 1. Deskripsi Responden ................................................................. 66 2. Analisis Deskripsi Variabel....................................................... 69 C. Analisis Regresi Berganda .............................................................. 72 1. Uji Asumsi Klasik ..................................................................... 72 2. Membuat Persamaan Regresi .................................................... 77 3. Uji Hipotesis dan Koefisien ...................................................... 78 D. Pembahasan ..................................................................................... 82 BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN .................. 87 A. Kesimpulan ..................................................................................... 87 B. Saran ................................................................................................ 87 C. Keterbatasan Penelitian ................................................................... 88 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 89 LAMPIRAN ................................................................................................ 91 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel V.1 Hasil Uji Validitas Lingkungan Kerja Fisik............................. 64 Tabel V.2 Hasil Uji Validitas Lingkungan Kerja Non Fisik ..................... 65 Tabel V.3 Hasil Uji Validitas Semangat Kerja ......................................... 65 Tabel V.4 Hasil Uji Reabilitas .................................................................. 66 Tabel V.5 Data Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin ............................ 67 Tabel V.6 Data Karyawan Berdasarkan Usia ........................................... 68 Tabel V.7 Data Karyawan Berdasarkan Lama Bekerja ............................ 69 Tabel V.8 Tabel Deskripsi Persepsi Karyawan Pada Lingkungan Kerja Fisik ............................................................................... Tabel V.9 70 Tabel Deskripsi Persepsi Karyawan Pada Lingkungan Kerja Non Fisik ....................................................................... 71 Tabel V.10 Tabel Deskripsi Semangat Kerja ............................................. 72 Tabel V.11 Hasil Uji Multikolinearitas...................................................... 73 Tabel V.12 Hasil Uji Autokorelasi............................................................. 75 Tabel V.13 Hasil Uji Normalitas ............................................................... 76 Tabel V.14 Coefficients .............................................................................. 77 Tabel V.15 Tabel Anova ............................................................................ 78 Tabel V.16 Model Summary ...................................................................... 78 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar II.I Kerangka Konseptual ........................................................... 24 Gambar IV.1 Struktur Organisasi .............................................................. 63 Gambar V.1 74 Scatterplot Uji Heterokedastisitas ....................................... xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Kuesioner ................................................................................ 91 Lampiran 2 Hasil Olah Data Kuesioner Penelitian .................................... 94 Lampiran 3 Hasil Uji Validitas dan Reabilitas, Hasil Uji Asumsi Klasik, Hasil Uji Regresi Berganda .................................................... 96 Lampiran 4 Tabel t ..................................................................................... 108 Lampiran 5 Tabel f ..................................................................................... 111 Lampiran 6 Surat Ijin Penelitian Perusahaan Pertenunan St Maria Boro .. 112 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENGARUH PERSEPSI KARYAWAN PADA LINGKUNGAN KERJA TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN Studi Kasus pada Karyawan Perusahaan Pertenunan St Maria Boro, Kalibawang, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Susy Indraningrum Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh persepsi karyawan pada lingkungan kerja terhadap semangat kerja karyawan. Dalam penelitian ini, lingkungan kerja dibedakan menjadi dua yaitu lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Perusahaan Pertenunan St Maria Boro bagian tenun sebanyak 36 orang, dengan sampel sebanyak 33 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara simultan dan parsial dari persepsi karyawan pada lingkungan kerja terhadap semangat kerja karyawan. Kata kunci : Lingkungan Kerja Fisik, Lingkungan Kerja Non Fisik, Semangat Kerja xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE EFFECT OF THE EMPLOYE PERSEPTION ON THE WORK-SITE ENVIRONMENT TO THE EMPLOYE WORK SPIRIT Case Study In Weaving Company “St Maria Boro”, Kalibawang, Kulon Progo, DIY Susy Indraningrum Sanata Dharma University Yogyakarta 2014 This research attempts to determine how employe perception on the worksite environment may influence employe work spirit. In this study, the work-site environment is defined into two categories: physical and non physical work environment. The population in the research include all employe in Weaving Company “St Maria Boro” took 36 people with sample 33 respondents. The method for the sampling is Accidental Sampling. The data for this study is collected by questionnaire. Data analysis utilizied multiple linear regression. The result indicated that there is a simultaneous and parsial effect in the perception of employe on the physical and non physical working-site environment to the employe work spirit. Keywords : Physical Work Environment, Non Physical Work Environment, Work Spirit. xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di dalam sebuah perusahaan, baik perusahaan kecil maupun besar tentu membutuhkan sumber daya yang berkualitas. Sumber daya-sumber daya tersebut antara lain yaitu modal, teknologi, tenaga kerja, keahlian, tanah, semangat dan lingkungan kerja yang baik. Diantara sumber daya di atas, yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan perusahaan yaitu sumber daya manusia. Unsur manusia dalam hal ini adalah tenaga kerja yang memiliki peranan penting dalam roda kehidupan perusahaan. Oleh karena itu, untuk mendukung tenaga kerja agar dapat bekerja dengan baik perusahaan harus menciptakan lingkungan kerja yang dapat mendukung kerja dari para karyawan. Tujuan dari dalam bidang sumber daya manusia adalah agar sumber daya manusia atau tenaga kerja yang dimilikinya benar-benar dapat bekerja sesuai dengan apa yang diinginkan oleh organisasi atau perusahaan tersebut. Artinya kinerja organisasi atau perusahaan sangat dipengaruhi dan bahkan tergantung pada kualitas dan kemampuan sumber daya manusia yang dimilikinya. Lingkungan kerja merupakan faktor yang cukup berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan. Kondisi lingkungan kerja yang nyaman, aman dan mendukung akan membuat karyawan menjadi bersemangat dan bergairah untuk bekerja. Dengan adanya semangat dan gairah untuk bekerja, karyawan 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 akan puas dalam bekerja. Sebaliknya, lingkungan kerja yang banyak menimbulkan resiko, atau tidak aman, dan tidak mendukung dalam pelaksanaan tugas yang dibebankan akan menyebabkan merosotnya semangat dan gairah untuk bekerja, kemungkinan terjadi kesalahan dalam tugas dan menurunnya produktifitas kerja. (Nitisemito, 1982 :183) Dalam melaksanakan tugas-tugasnya setiap tenaga kerja berhubungan langsung dan sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Apalagi pada perusahaan yang dalam satu ruangan terdapat lebih dari sepuluh karyawan bekerja, dengan suara dari aktivitas pekerja masing-masing yang bising, karyawan harus mampu menjaga semangatnya dalam bekerja. Persepsi atau pendapat karyawan pada lingkungan kerjanya tentunya sangat berbeda tergantung pada individu masing-masing, ada yang puas dan ada yang kurang puas. Karena karyawan memiliki persepsi atau pendapat yang berbeda, inilah tugas perusahaan untuk mendesain lingkungan kerja yang nyaman dan santai. Lingkungan kerja terdiri dari lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik (Nitisemito 1996:112). Lingkungan kerja fisik meliputi kebersihan, ventilasi, penerangan, kebisingan, sarana-prasarana dan tata ruang. Sedangkan lingkungan kerja non fisik meliputi komunikasi dan interaksi antara pegawai dengan atasan dan dengan sesama pegawai itu sendiri. Lingkungan kerja yang sehat sangat diperlukan oleh karyawan, karena kondisi kerja yang demikiankah seseorang dapat bekerja dengan tenang, hasil kerjanya pun dapat memuaskan. Penciptaan lingkungan kerja dan pengadaan sarana-sarana kerja yang dapat menjamin keselamatan karyawan merupakan

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 tuntutan manusiawi dari karyawan terhadap organisasi atau perusahaan tempat karyawan tersebut bekerja. Perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan artinya ada hubungan baik antar karyawan, antara karyawan dengan atasan, serta menjaga kesehatan, keamanan ruang kerja, suasana yang santai. Memberikan tempat kerja yang menyenangkan berarti telah menimbulkan perasaan nyaman dan aman kepada karyawan saat bekerja. Sehingga dengan cara demikian perusahaan akan meningkatkan semangat kerja karyawan, karyawan dapat bekerja dengan lebih baik lagi. Penulis sangat tertarik untuk melakukan penelitian pada usaha pertenunan ini, karena penulis ingin memperdalam ilmu aspek sumber daya manusia terlebih lagi dalam hal meningkatkan semangat kerja karyawan melalui pengelolaan persepsi pada lingkungan kerja. Selain itu, penulis juga ingin melihat langsung bagaimana kondisi lingkungan kerja yang ada pada perusahaan, sehingga bagaimana lingkungan kerja tersebut membangkitkan semangat kerja karyawan. Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Persepsi Karyawan Pada Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan”: Studi Kasus pada Karyawan Perusahaan Pertenunan St Maria Boro, Kalibawang, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah sebagaimana diuraikan di atas, rumusan permasalahan penelitian ini adalah: 1. Apakah persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan Perusahaan Pertenunan St Maria Boro Kalibawang Yogyakarta? 2. Diantara faktor persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja nonfisik, faktor manakah yang lebih dominan mempengaruhi semangat kerja karyawan? C. Batasan Masalah Dalam penelitian ini penulis membatasi masalah pada: 1. Persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik adalah persepsi karyawan pada kebersihan, penerangan, pertukaran udara (ventilasi), kebisingan, sarana dan prasarana serta tata ruang atau tempat di dalam perusahaan. (Nitisemito, 1996:112) 2. Persepsi karyawan pada lingkungan kerja non fisik adalah persepsi karyawan pada hubungan dengan atasan dan hubungan dengan rekan kerja. (Nitisemito, 1996:186) 3. Pada semangat kerja karyawan yang akan diteliti meliputi disiplin kerja, kegairahan kerja, kerajinan kerja, dan ketelitian kerja.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 D. Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui apakah persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan di Perusahaan Pertenunan St Maria Boro Kalibawang Yogyakarta. 2. Untuk mengetahui diantara faktor persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik, faktor mana yang lebih dominan mempengaruhi semangat kerja karyawan. E. Manfaat Penelitian 1. Bagi Perusahaan Pertenunan St Maria Boro Kalibawang Yogyakarta. Diharapkan penelitian ini dijadikan bahan pertimbangan atau masukan bagi perusahaan, khususnya dalam hal meningkatkan semangat kerja karyawan melalui pengelolaan persepsi pada lingkungan kerja. 2. Bagi Universitas Sanata Dharma Diharapkan hasil penelitian ini bisa dijadikan sumber referensi dan sumber informasi bagi peneliti selanjutnya. Khususnya dalam bidang ilmu Sumber Daya Manusia. 3. Bagi Peneliti Dengan hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan, pengalaman serta penerapan dari ilmu pengetahuan yang

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 telah diperoleh selama kuliah ke dalam praktek nyata dalam perusahaan maupun dalam masyarakat.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Manajemen a. Menurut James A.F. Stoner Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya–sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. (Handoko, 1984:8) b. Menurut Ismail Solihin Manajemen didefinisikan proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian dari berbagai sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. (Solihin, 2005:4) c. Menurut Henry Simamora Manajemen merupakan proses pendayagunaan bahan baku dan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. (Simamora,1984:4) Dari beberapa pengertian tentang manajemen diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen menyangkut perencanaan, merupakan pengorganisasian, suatu proses kepemimpinan yang dan pengendalian dan penggunaan sumber daya–sumber daya organisasi secara efektif dan efisien untuk mencapi tujuan organisasi yang telah ditetapkan. 7

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 2. Manajemen Sumber Daya Manusia a. Menurut Herman Sofyandi Manajemen Sumber Daya Manusia didefinisikan sebagai strategi dalam menerapkan fungsi-fungsi manajemen yaitu planning, organizing, leading, & controlling, dalam setiap aktivitas/fungsi operasional SDM mulai dari proses penarikan, seleksi, pelatihan dan pengembangan, penempatan yang meliputi promosi, demosi, & transfer, penilaian kinerja, pemberian kompensasi, hubungan industrial, hingga pemutusan lingkungan kerja, yang ditujukan bagi peningkatan kontribusi produktif dari SDM organisasi terhadap pencapaian tujuan organisasi secara lebih efektif dan efisien. (Sofyandi, 2008:6) b. Menurut Henry Simamora Manajemen Sumber Daya Manusia adalah pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa, dan pengelolaan individu anggota organsisasi atau kelompok karyawan. (Simamora, 1984:4) Dari definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan cabang manajemen yang lebih berfokus pada pengelolaan manusia dengan proses planning, organizing, leading, & controlling, dalam setiap aktivitas/fungsi operasional SDM. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang mempengaruhi secara langsung sumber daya

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 manusianya atau dengan kata lain orang-orang yang bekerja bagi organsisasi. 3. Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia Berdasarkan definisi tentang Manajemen Sumber Daya Manusia yang telah dikemukakan diatas dapat diketahui bahwa Manajemen Sumber Daya Manusia memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut (Siswanto, 2005:3-4) a. Perencanaan Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk menetapkan tujuan terlebih dahulu pada suatu jangka waktu/periode tertentu serta tahapan/langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut. b. Pengorganisasian Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan dalam pembagian kerja yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kelompok pekerjaan, penentuan hubungan pekerjaan yang baik di antara mereka, serta pemberian lingkungan dan fasilitas pekerjaan yang kondusif. c. Pengarahan Yaitu suatu rangkaian kegiatan untuk memberikan petunjuk dan instruksi dari seorang atasan kepada bawahan atau kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal dan untuk pencapaian tujuan bersama.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 d. Pemotivasian Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh seorang atasan dalam memberikan inspirasi, semangat, dan kegairahan kerja serta dorongan kepada karyawan untuk dapat melakukan kegiatan yang semestinya. e. Pengendalian/Pengawasan Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk mengusahakan agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan tahapan yang harus diketahui. Dengan demikian, apabila ada kegiatan yang tidak sesuai dengan rencana dan tahapan tersebut, diadakan suatu tindakan perbaikan (corrective actions). 4. Persepsi Persepsi mempunyai dampak atas peristiwa yang terjadi dan tingkah laku, setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda atas suatu peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitarnya. a. Persepsi menurut Kotler Persepsi adalah proses bagaimana orang menyeleksi, mengatur dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi untuk menciptakan gambaran keseluruhan yang berarti. (Kotler, 2000:12) b. Persepsi menurut Boston College Persepsi adalah pemahaman atau pandangan orang tentang hal-hal di dunia sekitarnya.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 c. Definisi persepsi Gibson, dkk Persepsi adalah proses kognitif yang dipergunakan oleh individu untuk menafsirkan dan memahami dunia sekitarnya (terhadap obyek). Persepsi merupakan proses pemberian arti terhadap lingkungan oleh individu. Oleh karena itu, setiap individu memberikan arti kepada stimulus secara berbeda meskipun objeknya sama. Cara individu melihat situasi seringkali lebih penting daripada situasi itu sendiri. (Gibson, dkk, 1987:56) Dari beberapa pengertian tentang persepsi diatas maka dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah tanggapan dari suatu proses peristiwa yang terjadi di dunia sekitarnya. 5. Lingkungan Kerja a. Pengertian Lingkungan Kerja 1) Lingkungan kerja menurut Alex S. Nitisemito Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja dan yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan. (Nitisemito, 1983:183) 2) Lingkungan kerja menurut Agus Ahyari Lingkungan kerja adalah suatu lingkungan dimana karyawan tersebut bekerja dan melaksanakan tugas sehari-hari yang meliputi pelayanan perusahaan terhadap karyawan, kondisi kerja karyawan, dan hubungan antar karyawan di dalam sebuah perusahaan yang bersangkutan. (Agus Ahyari, 1994:124-125)

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 3) Lingkungan kerja menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Lingkungan kerja adalah semua faktor fisik, psikologis, sosial, dan jaringan hubungan yang berlaku dalam organisasi dan berpengaruh terhadap karyawan. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1994:103) Dari definisi-definisi tersebut penulis dapat menarik kesimpulan bahwa lingkungan kerja adalah semua faktor psikologis, sosial, dan jaringan hubungan yang berlaku dalam sebuah organisasi yang dapat mempengaruhi karyawan dalam melaksanakan tugas sehari-hari. b. Lingkungan Kerja Fisik dan Lingkungan Kerja Non Fisik Lingkungan kerja mencakup dua unsur utama, yaitu unsur lingkungan kerja fisik dan unsur lingkungan kerja psikis/non fisik (Nitisemito, 1996:112): 1) Lingkungan kerja fisik adalah lingkungan yang berupa kebendaan, sehingga bisa mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung bagi pekerja pada saat bekerja, lingkungan fisik dapat dikelompokkan sebagai berikut: a) Kebersihan Bagi seorang yang normal maka lingkungan kerja yang bersih pasti akan menimbulkan rasa senang. Dan rasa senang inilah yang dapat mempengaruhi sesorang untuk bekerja lebih semangat dan lebih bergairah.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 b) Penerangan Dalam hal ini penerangan bukanlah sebatas pada penerangan listrik, tetapi juga termasuk dalam penerangan matahari mengingat karyawan juga membutuhkan ketelitian dalam bekerja. Dengan penerangan yang cukup dan tidak silau, karyawan akan bekerja lebih baik lagi. c) Kebisingan Perusahaan harus bisa menciptakan suasa tenang dan nyaman serta meminimalisir kebisingan agar karyawan dapat berkonsentrasi dalam bekerja. d) Ventilasi Ventilasi/pertukaran udara yang cukup terutama dalam ruang kerja sangat diperlukan apalagi bila dalam ruangan tersebut penuh dengan karyawan. Pertukaran udara yang baik akan menimbulkan kesegaran fisik pada karyawan. e) Sarana dan prasarana Dalam sebuah perusahaan harus tersedia sarana dan prasarana atau fasilitas untuk mendukung kinerja karyawan, serta dapat memberikan nilai tambah pemanfaatan produk khususnya dalam hal pelaksanaan proses produksi bagi perusahaan.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 f) Tata ruang atau tempat di dalam perusahaan Tata ruang atau tempat di dalam perusahaan harus di tata rapi sehingga dapat membuat karyawan semangat dalam bekerja apalagi dengan desain yang bervariasi. 2) Lingkungan psikis/non fisik adalah lingkungan yang berada di sekitar lingkungan kerja, yang lebih bersifat kejiwaan dan batin sehingga mempengaruhi seseorang dalam hal ini para pekerja di perusahaan saat melakukan pekerjaan terutama yang berhubungan dengan pimpinan perusahaan/sesama rekan kerja. Lingkungan non fisik perusahaan meliputi (Nitisemito, 1996:186): a) Hubungan karyawan dengan atasan Hubungan yang terjalin baik antara karyawan dengan atasan dalam suatu perusahaan maka akan menambah suasana hangat dan dapat menambah semangat dalam bekerja. Komunikasi yang terjalin dengan baik secara tidak langsung akan menambah keakraban hubungan yang terjadi. Perusahaan harus mampu menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif, dimana pimpinan mampu berbaur dengan karyawan serta mengarahkan dengan baik tujuan organsisasi yang sedang dipimpinnya. b) Hubungan dengan rekan kerja Kerjasama dengan sesama rekan kerja merupakan faktor yang dapat mempengaruhi semangat atau tidaknya seorang karyawan dalam bekerja. Pada dasarnya apabila hubungan seorang karyawan

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 dengan rekan kerja berjalan dengan baik maka secara tidak langsung akan memunculkan ide atau gagasan baru. 6. Semangat Kerja a. Pengertian Semangat Kerja 1) Menurut Alex S. Nitisemito Semangat kerja adalah melakukan pekerjaan secara lebih giat, sehingga dengan demikian pekerjaan akan dapat diharapkan lebih cepat dan lebih baik. (Nitisemito, 1983:160) 2) Menurut Anoraga Semangat kerja adalah sikap keinginan dan perasaan individu-individu maupun kelompok terhadap lingkungan kerjanya yang sikap kejiwaan dan peranan individu tercermin dengan adanya minat, gairah dan bekerja secara lebih giat terhadap pekerjaan yang dilakukan. (Anoraga, 1995:73) Dari beberapa pengertian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa semangat kerja adalah sikap keinginan dan perasaan individuindividu maupun kelompok terhadap lingkungan kerjanya dan individu tersebut melakukan pekerjaan secara lebih giat.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 b. Faktor-faktor Semangat Kerja Hal-hal yang menjadi faktor semangat kerja adalah: 1) Kedisiplinan kerja Kedisiplinan kerja adalah sikap, tingkah laku, dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan di perusahaan baik secara tertulis maupun tidak tertulis. (Nitisemito, 1982:199) 2) Kegairahan kerja Kegairahan kerja adalah kesenangan yang mendalam terhadap pekerjaan yang dilakukan. Kegairahan kerja mempunyai pengaruh yang kuat terhadap semangat kerja. (Nitisemito, 1982:160) 3) Ketelitian kerja Ketelitian kerja adalah keseksamaan atau kecermatan. Ketelitian kerja merupakan sikap dan tindakan karyawan dalam melaksanakan pekerjaan. (Anoraga dalam Tri Utami, 1990:920) 4) Kerajinan kerja Kerajinan kerja adalah suka atau giat atau sungguh-sungguh atau selalu berusaha bekerja. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989:721) c. Indikasi Turun/Rendahnya Semangat dan Kegairahan Kerja Adapun indikasi yang menyebabkan turun/rendahnya semangat dan kegairahan karyawan dalam bekerja yaitu (Nitisemito, 1983:160-167): 1) Turun/Rendahnya Produktivitas Kerja Salah satu indikasi turunnya semangat dan kegairahan kerja adalah ditunjukkan dari turunnya produktivitas kerja. Turunnya produktivitas

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 kerja ini dapat diukur atau diperbandingkan dengan waktu sebelumnya. Produktivitas kerja yang turun ini dapat terjadi karena kemalasan, penundaan pekerjaan dan sebagainya. Apabila terjadi penurunan produktivitas kerja, maka hal ini berarti merupakan indikasi bahwa dalam perusahaan tersebut terjadi semangat dan kegairahan kerja menurun. Seorang karyawan yang semangat dan kegairahan kerjanya turun akan cenderung malas dalam melaksanakan tugas-tugas, sengaja menunda-nunda pekerjaan, mungkin juga memperlambat setiap pekerjaan dan sebagainya. 2) Tingkat Absensi yang Naik/Tinggi Tingkat absensi yang naik, sebenarnya juga merupakan salah satu indikasi turunnya semangat dan kegairahan kerja, karena itu bila ada gejala-gejala absensi naik maka perlu segera dilakukan penelitian. Pada umumnya bila semangat dan kegairahan kerja turun, maka mereka akan malas untuk setiap hari datang bekerja. Apalagi bilamana kompensasi atau upah yang diterimanya tidak dipotong waktu mereka tidak masuk. Setiap ada kesempatan untuk tidak bekerja akan mereka pergunakan, apalagi bilamana waktu yang luang tersebut dapat dipakai untuk mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi meskipun untuk sementara. 3) Labour Turnover (Tingkat Perpindahan Buruh) Yang Tinggi Keluar masuknya karyawan yang meningkat tersebut terutama adalah disebabkan karena ketidaksenangan mereka bekerja pada perusahaan

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 tersebut, sehingga untuk itu mereka berusaha mencari pekerjaan lain yang dianggap lebih sesuai. Tingkat keluar masuknya buruh yang tinggi selain dapat menurunkan produktivitas kerja, juga dapat mengganggu kelangsungan hidup perusahaan. Perlu dicatat di sini bahwa tingkat keluar masuknya karyawan dapat pula terjadi karena jumlah tenaga kerja yang diperlukan jauh lebih sedikit daripada permintaan, di mana tingkat keluar masuknya karyawan lebih tinggi dapat juga karena munculnya perusahaan baru. 4) Tingkat Kerusakan yang Naik/Tinggi Indikasi lain yang menunjukkan turunnya semangat dan kegairahan kerja adalah bilamana ternyata tingkat kerusakan lebih banyak terhadap bahan baku, barang jadi maupun peralatan yang digunakan meningkat. Naiknya tingkat kerusakan tersebut sebetulnya menunjukkan bahwa perhatian dalam pekerjaan berkurang, terjadinya kecerobohan dalam pekerjaan dan sebagainya. Dan ini semua menunjukkan bahwa semangat dan kegairahan kerja turun. 5) Kegelisahan di Mana-mana Kegelisahan dimana-mana akan terjadi bilamana semangat dan kegairahan kerja turun. Kegelisahan-kegelisahan itu dapat terwujud dalam bentuk ketidaktenangan kerja, keluh kesah serta hal-hal lain. Hal ini perlu diketahui sebab kegelisahan merupakan salah satu indikasi turunnya semangat dan kegairahan kerja. Kegelisahan pada tingkat terbatas dengan dibiarkan begitu saja mungkin akan berhenti

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 dengan sendirinya, tetapi pada tingkat tertentu membiarkan begitu saja bukanlah tindakan yang bijaksana. Kegelisahan pada tingkat tertentu yang dibiarkan begitu saja akan dapat merugikan perusahaan dengan segala akibatnya yang tidak kita inginkan. 6) Tuntutan yang Seringkali Terjadi Tuntutan sebetulnya merupakan perwujudan dari ketidakpuasan, di mana pada tahap tertentu akan menimbulkan keberanian untuk mengajukan tuntutan. Oleh karena itu bilamana dalam suatu perusahaan sering terjadi tuntutan maka perusahaan tersebut harus waspada. Meskipun demikian seringnya terjadi tuntutan adalah merupakan indikasi yang cukup kuat adanya semangat dan kegairahan kerja yang menurun. d. Beberapa Cara untuk Meningkatkan Semangat dan Kegairahan Kerja Menurut Nitisemito (1983:168) ada beberapa cara untuk meningkatkan semangat dan kegairahan kerja: 1) Gaji yang cukup. Banyak gaji yang diberikan mempunyai pengaruh terhadap semangat dan kegairahan kerja. Makin besar gaji yang diberikan berarti semakin tercukupi kebutuhan mereka, dengan demikian mereka akan mendapatkan ketenangan dalam melaksanakan tugas-tugasnya sehingga semangat dan kegairahan kerjanya dapat kita harapkan.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 2) Memperhatikan Kebutuhan Rohani Selain kebutuhan materi yang berwujud gaji yang cukup, maka mereka juga membutuhkan kebutuhan rohani. Kebutuhan rohani ini adalah menyediakan tempat untuk menjalankan ibadah, rekreasi, partisipasi dan sebagainya. 3) Harga Diri Perlu Mendapat Perhatian Perusahaan yang baik biasanya mempunyai karyawan ahli yang hasil kerjanya dapat diandalkan. Dengan keadaan seperti itu, perusahaan akan cepat maju karena cara kerja karyawan cukup baik. Jika prestasi karyawan itu cukup menonjol apa salahnya bila pimpinan memberikan penghargaan, baik berupa surat penghargaan maupun dalam bentuk hadiah materi. Setiap orang pasti menghendaki dirinya dihormati orang lain. Dan sebaliknya seseorang akan merasa tersinggung jika harga dirinya direndahkan di depan umum. 4) Berikan Kesempatan Untuk Maju Semangat dan kegairahan kerja karyawan akan timbul jika mereka mempunyai harapan untuk dapat maju. Sebaliknya jika mereka tak dapat mempunyai harapan untuk maju dalam perusahaan, maka semangat dan kegairahan kerjanya lama-kelamaan akan menurun. Berikanlah penghargaan kepada para karyawan yang berprestasi. Penghargaan itu dapat berupa pengakuan yang kemudian disertai hadiah, kenaikan gaji, kenaikan pangkat, pemindahan ke posisi yang lebih sesuai dan sebagainya.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 5) Sekali-sekali Para Karyawan/Pegawai Perlu Juga Diajak Berunding Jika para karyawan merasa diajak berunding, kenyataannya mereka akan merasa ikut bertanggung jawab. Dengan perasaan tanggung jawab itu kegairahan bekerja mereka akan tinggi. Dengan mengikutsertakan mereka berunding maka perasaan bertanggung jawab akan timbul sehingga mereka dalam melaksanakan kebijaksanaan baru tersebut akan lebih baik. 6) Pemberian Insentif yang Terarah Perusahaan akan memberikan tambahan penghasilan secara langsung kepada para karyawan yang menunjukkan kelebihan prestasi kerjanya. Hanya memberikan insentif tanpa mengadakan penelitian lebih lanjut terhadap para karyawan akan sia-sia. Jadi perusahaan harus mengetahui keadaaan para karyawan secara utuh, bagaimana loyalitas mereka, bagaimana kesenangan mereka sampai sejauh mana prestasi yang dapat mereka kerjakan untuk kepentingan perusahaan dan sebagainya. e. Sebab-sebab Turunnya Semangat Kerja dan Kegairahan Kerja Turunnya semangat dan kegairahan kerja sebabnya banyak sekali, misalnya upah yang terlalu rendah, insentif yang kurang terarah, lingkungan kerja yang buruk. (Nitisemito, 1983:167) 1) Upah terlalu rendah Dalam sebuah perusahaan apabila karyawan dalam bekerja diberikan upah yang terlalu rendah dari kerjanya dalam istilahnya tidak

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 sebanding dengan hasil kerja karyawan tersebut, maka otomatis karyawan tersebut semangat dan kegairahan kerjanya menurun. 2) Pemberian insentif kurang terarah Pemberian insentif kurang terarah akan mengakibatkan karyawan akan malas dalam bekerja. Mereka akan berpikir untuk apa bekerja giat sedangkan pemberian insentifnya kurang terarah. 3) Lingkungan kerja yang buruk Lingkungan kerja disini merupakan lingkungan kerja fisik dan non fisik. Apabila karyawan bekerja dengan kondisi lingkungan kerja yang buruk misalkan lingkungan tempat karyawan tersebut bekerja kotor atau hubungan dengan rekan kerja buruk maka semangat kerja karyawan tersebut akan turun karena ketidaknyamanan dalam bekerja.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 B. Penelitian Sebelumnya Penelitian sebelumnya dilakukan oleh Tri Utami Marginingsih 2013 Pengaruh Persepsi Karyawan Pada Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan studi kasus pada Rumah Sakit Panti Secanti Gisting, Tanggamus Lampung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik mempunyai pengaruh kuat terhadap semangat kerja karyawan. Dan juga dari dua variabel yang mempengaruhi semangat kerja karyawan, yaitu persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan psikis/non fisik keduanya berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan Rumah Sakit Panti Secanti Gisting, Tanggamus Lampung. Kesamaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah sama-sama menggunakan variabel lingkungan kerja fisik, lingkungan kerja non fisik dan semangat kerja serta teknik analisisnya, batasan masalah dari segi lingkungan fisik yaitu kebersihan, penerangan, keamanan fisik, pertukaran udara, kebisingan, sarana dan prasarana. Sedangkan perbedaannya adalah pada penelitian ini ditambah dengan tata ruang atau tempat di dalam perusahaan. Selain itu juga jumlah responden dan lokasi penelitian yang akan digunakan untuk penelitian juga berbeda. C. Kerangka Konseptual Merujuk pandangan Nitisemito tentang faktor yang mempengaruhi turunnya semangat kerja salah satunya adalah lingkungan kerja yang buruk.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Dan berdasarkan penelitian terdahulu, maka kerangka konseptualnya secara sistematis dapat dilihat sebagai berikut: Gambar II.1. Kerangka Konseptual Persepsi Karyawan pada Lingkungan Kerja Fisik       Kebersihan Penerangan Pertukaran udara Kebisingan Sarana dan prasarana Tata ruang Semangat Kerja Karyawan     Disiplin kerja Kegairahan kerja Kerajinan kerja Ketelitian kerja Persepsi Karyawan pada Lingkungan Kerja Non Fisik   Hubungan Karyawan dengan Atasan Hubungan dengan Rekan Kerja D. Hipotesis Penelitian Berdasarkan kerangka konseptual diatas, maka penulis merumuskan hipotesis yang merujuk pada rumusan masalah yang pertama sebagai berikut: Hipotesis pertama: Persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan non fisik berpengaruh secara bersama atau simultan terhadap semangat kerja karyawan. Hipotesis kedua: Persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan non fisik berpengaruh secara parsial terhadap semangat kerja karyawan.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Pada penelitian ini penulis menggunakan studi kasus untuk melakukan penelitian, yaitu penelitian terperinci yang memusatkan pada suatu obyek tertentu, sifat-sifat serta karakter kasus yang kemudian hasilnya dijadikan sesuatu yang bersifat umum. B. Waktu dan Lokasi Penelitian 1. Waktu : Bulan Februari – Maret 2014 2. Lokasi : Perusahaan Pertenunan St Maria Boro Kulon Progo Yogyakarta C. Variabel Penelitian 1. Variabel bebas: variabel yang mempengaruhi variabel lain. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah persepsi pada lingkungan kerja. Dimana X1 adalah persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan X2 adalah persepsi karyawan pada lingkungan kerja non fisik. Lingkungan kerja fisik yang akan diteliti meliputi aspek: a. Kebersihan, dengan indikator: kebersihan di dalam dan di luar ruangan selalu terjaga. 25

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 b. Penerangan, dengan indikator: penerangan dengan lampu dan sinar matahari mencukupi. c. Pertukaran udara, dengan indikator: pertukaran udara di tempat kerja sudah cukup. d. Kebisingan, dengan indikator: tingkat kebisingan di tempat bekerja. e. Sarana dan prasarana, dengan indikator: fasilitas perusahaan yang memadai. f. Tata ruang, dengan indikator: penataan ruangan yang rapi. Lingkungan kerja non fisik yang akan diteliti meliputi aspek: a. Hubungan karyawan dengan atasan, dengan indikator: atasan selalu terbuka dengan karyawan, atasan memberikan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan karyawan, atasan selalu mendengarkan pendapat karyawan, dan atasan bersikap ramah kepada karyawan. b. Hubungan dengan rekan kerja, dengan indikator: karyawan selalu berinteraksi dengan rekan kerja, hubungan sesama rekan kerja terjalin dengan baik. 2. Variabel terikat: variabel yang di pengaruhi variabel lain. Variabel terikat Y dalam penelitian ini adalah semangat kerja karyawan. Semangat kerja karyawan yang diteliti meliputi aspek: a. Disiplin kerja, dengan indikator: karyawan mentaati peraturan yang berlaku di perusahaan, karyawan datang tepat waktu atau tidak pernah terlambat ke tempat kerja, dan karyawan tidak meninggalkan pekerjaan saat jam kerja berlangsung.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 b. Kegairahan kerja, dengan indikator: karyawan merasa senang dan semangat dalam bekerja. c. Kerajinan kerja, dengan indikator: karyawan giat dan sungguh–sungguh saat bekerja. d. Ketelitian kerja, dengan indikator: karyawan teliti dan tidak pernah melakukan kesalahan dalam bekerja. D. Subyek dan Obyek Penelitian 1. Subyek penelitian Subyek penelitian adalah orang yang menjadi responden yang akan ditanyai untuk memperoleh informasi. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah karyawan yang bekerja pada Perusahaan Pertenunan St Maria Boro Kalibawang Yogyakarta. 2. Obyek Penelitian Obyek penelitian adalah variabel yang akan diteliti. Pada penelitian ini yang akan menjadi obyek penelitian adalah persepsi karyawan pada lingkungan kerja dan semangat kerja karyawan. E. Populasi dan Sampel 1. Populasi adalah seluruh kumpulan elemen yang menunjukkan ciri-ciri tertentu yang dapat digunakan untuk membuat kesimpulan. Jadi kumpulan elemen itu menunjukkan jumlah, sedangkan ciri-ciri tertentu menunjukkan karakteristik dari kumpulan itu (Sanusi, 2011:87). Dalam penelitian ini yang

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 menjadi populasi adalah seluruh karyawan pada bagian tenun Perusahaan Pertenunan St Maria Boro Kalibawang Yogyakarta sejumlah 36 orang. 2. Sampel adalah bagian dari elemen-elemen populasi. Elemen adalah subyek di mana pengukuran itu dilakukan, dalam penelitian ini penulis mengambil sampel sebagian karyawan bagian tenun yang berjumlah 33 orang dengan menggunakan rumus slovin (Umar, 1998:78). Keterangan: n : ukuran sampel N : ukuran populasi e : persentase kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir ( ) F. Metode Pengumpulan Data Untuk mendapatkan berbagai data atau informasi yang jelas, maka penulis menggunakan metode: 1. Kuesioner Kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan analisis mempelajari sikap-sikap, keyakinan, perilaku, dan karakteristik beberapa orang utama di dalam organisasi yang bisa terpengaruh oleh sistem yang diajukan atau oleh sistem yang sudah ada,

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 dengan menggunakan skala likert yang didasarkan pada penjumlahan sikap responden dalam merespon pernyataan berkaitan indikator-indikator suatu konsep atau variabel yang sedang diukur. Dalam hal ini, responden diminta untuk menyatakan setuju atau tidak setuju terhadap setiap pernyataan. Di dalam penelitian ini, penulis menyebarkan kuesioner pada responden yang dibagi menjadi 3 kelompok kuesioner. Kuesioner pertama berisi tentang persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik terdiri dari 1-8 pernyataan, kuesioner kedua berisi tentang persepsi karyawan pada lingkungan kerja non fisik terdiri dari 1-6 pernyataan. Kemudian kuesioner ketiga berisi tentang indikator semangat kerja semangat kerja terdiri dari 1-6 pernyataan. Jawaban yang diperoleh, kemudian diberi skor untuk menguji validitas dan reabilitas angket dengan memakai skala likert sebagai berikut: a. Sangat Setuju (SS) :4 b. Setuju (S) :3 c. Tidak Setuju (TS) :2 d. Sangat Tidak Setuju (STS) :1 2. Dokumentasi Cara dokumentasi biasanya dilakukan untuk mengumpulkan data sekunder dari berbagai sumber, baik secara pribadi maupun kelembagaan. Data seperti: laporan keuangan, rekapitulasi personalia, stuktur organisasi, peraturan-peraturan, data produksi, surat wasiat, riwayat hidup, riwayat

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 perusahaan, dan sebagainya, biasanya telah tersedia di lokasi penelitian. (Sanusi, 2011:114) G. Sumber Data 1. Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari responden yang diperoleh melalui metode kuisioner dan wawancara. 2. Data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui pihak-pihak intern yang diperoleh melalui metode dokumentasi. H. Definisi Operasional 1. Persepsi Karyawan Pada Lingkungan Kerja Fisik Persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik adalah penilaian/tanggapan karyawan terhadap kondisi tempat kerja sekitarnya yang lebih berfokus pada kondisi fisik. Aspek lingkungan kerja fisik yaitu kebersihan, penerangan, pertukaran udara, kebisingan, sarana dan prasarana dan tata ruang. 2. Persepsi Karyawan Pada Lingkungan Kerja Non Fisik Persepsi karyawan pada lingkungan kerja non fisik adalah tanggapan karyawan yang lebih bersifat pribadi pada lingkungan tempat karyawan itu bekerja. Aspek lingkungan kerja non fisik adalah hubungan dengan atasan dan hubungan dengan rekan kerja.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 3. Semangat kerja Semangat kerja adalah sikap keinginan dan perasaan individu-individu maupun kelompok terhadap lingkungan kerjanya dan individu tersebut melakukan pekerjaan secara lebih giat. I. Teknik Pengambilan Sampel Teknik yang digunakan dalam penentuan sampel adalah accidental sampling dimana metode pengambilan sampel dengan memilih siapa yang kebetulan ada/dijumpai. J. Teknik Pengujian Istrumen 1. Uji Validitas Agar data yang diperoleh mempunyai tingkat akurasi dan konsistensi yang tinggi, instrument penelitian yang digunakan harus valid dan reliabel. Rumus Pearson Product Moment: Keterangan: √[ ∑ (∑ ) (∑ ∑ ) (∑ ) ][ ∑ r : koefisien korelasi  : skor butir  : skor total butir  : jumlah sampel (responden) (∑ ) ]

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 Selanjutnya, nilai r dibandingkan dengan r tabel dengan derajat (n-2). Jika nilai r hasil perhitungan lebih besar daripada nilai r dalam tabel pada  tertentu maka berarti signifikan sehingga disimpulkan bahwa butir pertanyaan tau pernyataan itu valid. 2. Uji Reabilitas Perhitungan reabilitas dilakukan terhadap butir pertanyaan atau pernyataan yang sudah valid. Rumus yang digunakan adalah rumus cronbach alpha atau disimbolkan dengan rtt dengan rumus. Rumus cronbach alpha: Keterangan : ( ( Rtt : Reabilitas instrument Vx : Variansi butir ) )( ) Vt : Variansi total M : Jumlah butir Menurut Priyatno, 2009:26 jika nilai alpha lebih besar dari r kritis product moment atau menggunakan 0,60, maka instrumen penelitian dinyatakan reliabel sebaliknya jika nilai alpha kurang dari 0,60 maka instrument penelitian dinyatakan tidak reliabel.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 K. Teknik Analisis Data 1. Analisis Deskripstif Teknik analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis secara deskriptif variabel penelitian yang digunakan. Teknik analisi deskriptif dibagi menjadi dua tahap yaitu: a. Deskripsi Responden Deskripsi responden berisi tentang perhitungan yang menjadi klasifikasi kuesioner secara umum. Seperti jenis kelamin, usia, dan lamanya seorang karyawan bekerja. Deskripsi responden dilakukan dengan pendekatan prosentase. b. Deskripsi Variabel Untuk mengetahui apakah persepsi karyawan sangat baik atau sangat buruk terhadap lingkungan kerja, maka penulis akan menggunakan kuisioner pertama dan kedua tentang lingkungan kerja. Selanjutnya untuk mengetahui semangat kerja karyawan sangat tinggi atau sangat rendah, penulis menggunakan kuesioner ketiga dengan batasan semangat kerja.  Dalam mengkategorikan persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik, langkah yang dilakukan adalah dengan menggunakan interval kelas dengan rumus Sturges.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Keterangan: C1 : interval range : selisih antara batas atas dengan batas bawah K : banyaknya kelas Maka interval kelasnya: Dengan interval sebesar 0,75 maka garis skala persepsi karyawan pada lingkungan kerja dapat digambarkan sebagai berikut: 1,00 – 1,75 : Sangat Buruk 1,76 – 2,50 : Buruk 2,51 – 3,25 : Baik 3,26 – 4,00 : Sangat Baik Selain itu, skala ini juga berlaku untuk pengukuran semangat kerja, yaitu: 1,00 – 1,75 : Sangat rendah 1,76 – 2,50 : Rendah 2,51 – 3,25 : Tinggi 3,26 – 4,00 : Sangat Tinggi 2. Analisis Regresi Berganda Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui apakah persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 Adapun tahap–tahap yang akan dilakukan dalam analisis regresi berganda yaitu: a. Uji Asumsi Klasik 1) Uji Multikolinearitas Multikolinearitas adalah kadaan dimana antara dua variabel independen atau lebih pada model regresi terjadi hubungan linier yang sempurna atau mendekati sempurna (Priyanto, 2010:62). Uji asumsi klasik jenis ini diterapkan untuk analisis regresi berganda yang terjadi atas dua atau lebih variabel bebas atau independen variabel (X1, X2, X3, X4,…..Xn), dimana akan diukur tingkat asosiasi (keeratan) hubungan atau pengaruh antar variabel bebas tersebut melalui besaran koefisien korelasi (r). Dikatakan terjadi multikolinearitas, jika koefisien korelasi antar variabel bebas (X1 dan X2, X2 dan X3, X3 dan X4, dan seterusnya) lebih besar dari 0,60. Dikatakan tidak terjadi multikolinearitas jika koefisien korelasi antar variabel bebas lebih kecil atau sama dengan 0,60 (r ≤ 0,60). Untuk menguji ada tidaknya multikolinearitas dalam model regresi dapat dilihat dari nilai tolerance dan lawannya, yaitu dengan melihat varian inflation faktor. Dimana tolerance mengukur variabel-variabel bebas yang terpilih tidak dapat dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF yang tinggi (karena VIF = I/tolerance) dan menunjukkan adanya kolinearitas yang tinggi. Nilai cut-off yang umum dipakai untuk menjelaskan adanya

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 multikolinearitas adalah nilai tolerance < 0,10 atau sama dengan nilai VIF < 10 (Ghozali dalam Nugroho, 2011:102). Secara manual nilai VIF bisa dihitung dengan persamaan: Tolerance = 1-R2 ( ) Dimana : R2 = koefisien determinasi 2) Uji Heterokedastisitas Uji Heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu analisis regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual, dari satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika varians dari residual adalah tetap, maka disebut homokedastisitas. Umumnya heteroskedastisitas banyak ditemukan pada cara cross-sectional karena pengamatan dilakukan pada individu yang berbeda pada saat yang sama. Untuk mendeteksi heteroskedastisitas, dapat dilihat pada grafik scatterplot diagram, dengan dasar mengambil keputusan adalah sebagai berikut:  Apabila sebaran data berpencar di sekitar angka 0 (nol) pada sumbu Y, baik di atas maupun di bawah, maka tidak terjadi heterokedastisitas.  Apabila sebaran tersebut membentuk pola atau trend garis tertentu maka telah terjadi heterokedastisitas. 3) Uji Autokorelasi Autokorelasi adalah keadaan dimana pada model regresi ada korelasi antara residual pada tingkat periode t dengan residual pada periode

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 sebelumnya (t-1). Model regresi yang baik adalah yang tidak terdapat masalah autokorelasi. Metode pengujian yang dilakukan uji DurbinWatson (DW test). (Priyatno, 2012:172) Cara untuk menguji adanya autokorelasi adalah dengan menggunakan uji Durbin-Watson. Pengambilan keputusan pada uji Durbin Watson adalah: DU4-DL maka Ho ditolak, artinya terjadi autokorelasi. DL
(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 lingkungan kerja fisik (X1) dan persepsi lingkungan kerja non fisik (X2) sebagai variabel bebas sedangkan semangat kerja (Y) sebagai variabel terikat. Analisis untuk mengetahui persepsi karyawan pada lingkungan kerja berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan adalah dengan menggunakan metode statistik yaitu analisis regresi linear berganda dimana rumusnya adalah: Keterangan: Y : semangat kerja X1 : Persepsi Karyawan pada Lingkungan Kerja Fisik X2 : Persepsi Karyawan pada Lingkungan Kerja Non Fisik a : konstanta b : koefisien regresi e : variabel pengganggu c. Uji Hipotesis dan Koefisien 1) Uji F Uji F digunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh variabel bebas secara simultan terhadap variabel terikat. Untuk mengetahui apakah persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan non fisik berpengaruh pada semangat kerja karyawan secara simultan maka digunakan uji F, maka dapat dituliskan sebagai berikut:

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39  Merumuskan hipotesis  Ho ditolak dan Ha diterima, artinya persepsi pegawai pada lingkungan kerja fisik dan non fisik berpengaruh secara simultan terhadap semangat kerja karyawan.  Ho diterima dan Ha ditolak, artinya persepsi pegawai pada lingkungan kerja fisik dan non fisik tidak berpengaruh secara simultan terhadap semangat kerja karyawan.  Menentukan taraf signifikansi Tingkat signifikansi menggunakan  5% atau 0,05  Menentukan Fhitung Lihat pada tabel anova  Menentukan Ftabel Dengan menggunakan tingkat keyakinan 95%,  5%, besarnya Ftabel dapat diketahui dengan perhitungan sebagai berikut: Df1 = k-1 atau 3-1 = 2 (k adalah jumlah variabel) Df2 = n-k atau 33-3 = 30 Berdasarkan tabel F pada sig = 5% diketahui Ftabel dengan df1 = 2 dan df2 = 30 sebesar 3,32  Kriteria pengujian  Jika Fhitung > Ftabel, pada  5%, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Yang artinya persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan non fisik berpengaruh secara simultan terhadap semangat kerja karyawan.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40  Jika Fhitung ≤ Ftabel, pada  5%, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Yang artinya persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan non fisik tidak berpengaruh secara simultan terhadap semangat kerja karyawan. 2) Uji t ( Parsial) Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah secara parsial terdapat pengaruh independen yang signifikan antara variabel independen (persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan non fisik) terhadap variabel dependen (semangat kerja). Maka perlu dilakukan uji t pada masing-masing variabel. Langkah–langkah uji t sebagai berikut:  Rumusan hipotesis: H0 : b1 ; b2 = 0, Persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan non fisik tidak berpengaruh secara parsial terhadap semangat kerja karyawan. Ha : b1 ; b2 ≠ 0, Persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan non fisik berpengaruh secara parsial terhadap semangat kerja karyawan.  Menentukan taraf signifikansi Probabilitas keyakinan yang digunakan adalah sebesar  = 5%  Menghitung Nilai thitung dengan menggunakan rumus:  thitung untuk persepsi karyawan pada lingkungan fisik dan non fisik lihat pada tabel Coefficients

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41  ttabel dapat dicari pada tabel statistik pada signifikansi  = 5% atau 0,05 dengan df = n–k-1 (k adalah jumlah variabel independen) ttabel = 2,042  Pengambilan keputusan: H0 diterima apabila thitung ≤ ttabel H0 ditolak apabila thitung > ttabel  Kesimpulan Jika H0 diterima berarti persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan non fisik tidak berpengaruh secara parsial terhadap semangat kerja karyawan. Jika H0 ditolak berarti persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan non fisik berpengaruh secara parsial terhadap semangat kerja karyawan. Koefisien Determinasi (R2) Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa besar kontribusi atau sumbangan variabel independen (X1 dan X2) terhadap variabel independen (Y). Selain itu, koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui sejauh mana variabel bebas persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik (X1 dan X2) menjelaskan variabel terikat semangat kerja (Y). Untuk menjawab rumusan masalah ke dua yaitu mengetahui manakah dari faktor lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik yang paling dominan

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 mempengaruhi semangat kerja karyawan yaitu dengan melihat koefisien regresi setelah di uji t.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan Perusahaan Pertenunan St Maria Boro didirikan pada tahun 1938 oleh seorang bruder FIC berkebangsaan Belanda yaitu Bruder Josue. Perusahaan ini terletak di daerah Boro, kelurahan Banjar Sari, Kalibawang, Kulon Progo. Perusahaan Pertenunan St Maria Boro ini di dirikan diatas tanah seluas 30 x 40 meter, berada pada satu komplek lokasi dengan Biara Bruder-Bruder FIC, Panti Asuhan, dan SMP Pangudi Luhur I dan II Boro. Pada mulanya, perusahaan ini didirikan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan sandang bagi misionaris di lingkungan Yayasan Pangudi Luhur serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan pekerjaan, sehingga kehidupan perekonomian masyarakat dapat terangkat. Pada zaman kolonial Belanda Perusahaan Pertenunan St Maria Boro ini merupakan sebuah implementasi dari visi dan misi Kongregasi FIC yaitu proses pemberdayaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup. Pada saat itu pengaruh kolonial masih sangat kuat sehingga proses pertenunan tidak berjalan secara efektif. Pada tahun 1950 perusahaan mendirikan gedung sendiri untuk menunjang proses produksinya, dan secara resmi beroperasi sebagai perusahaan pertenunan. Kemudian perusahaan ini menggunakan nama “Perusahaan Pertenunan St Maria Boro”. Perusahaan Pertenunan St Maria 43

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Boro bernaung di bawah yayasan Pangudi Luhur dengan kantor pusat pada waktu itu berada di Jalan P. Senopati 18 Yogyakarta. Pada awal operasi, Perusahaan Pertenunan St Maria Boro memperkerjakan 40 orang karyawan dengan menggunakan 20 buah Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang terdiri atas: 4 buah mesin Jokar, 8 buah mesin Karen Role, 4 buah mesin Karoh Naik, 2 buah Kelos dan 2 buah Palet. Walaupun dengan jumlah 40 karyawan dan alat tenun yang terbatas, pada saat itu perusahaan telah mampu mencukupi kebutuhan sandang bagi karya misi di Pulau Jawa. Perusahaan dari tahun ke tahun tidak begitu mengalami kemajuan pesat sebab perusahaan ini didirikan tidak hanya untuk mencari keuntungan semata, tetapi juga mempertahankan tujuan sosialnya. Pimpinan Perusahaan Pertenunan St Maria Boro di pegang oleh Bruder yang berkarya di Boro, dimana bruder pimpinan akan bertanggung jawab penuh kepada yayasan. Kepemimpinan di perusahaan ini sepintas mirip dengan perusahaan perseorangan, karena pimpinan mempunyai tanggung jawab penuh dalam menjalankan perusahaan dan bawahan bertanggung jawab terhadap atasan secara langsung. Pada tahun 1951 Bruder Joe Sue mendirikan sekolah pertenunan sekaligus menjadi pimpinannya, sekolah pertenunan tersebut setingkat dengan sekolah menengah umum. Namun, pada tahun 1953 Bruder Joe Sue di pindah tugaskan, sehingga pimpinan perusahaan secara otomatis digantikan oleh Bruder lain yang bertugas di Boro. Pada waktu itu pengganti Bruder Joe Sue adalah Bruder Pachomeus.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Pada tahun 1977, pemerintah mengeluarkan peraturan untuk melakukan penyerataan semua sekolah tingkat pertama menjadi sekolah umum. Hal ini mengakibatkan adanya penutupan semua sekolah kejuruan yang sejajar dengan sekolah umum. Sekolah tenun yang didirikan oleh Bruder Joe Sue juga harus mengalami hal yang sama. Penutupan sekolah tenun ini membawa pengaruh yang cukup besar pada perusahaan pertenunan dalam hal penyiapan tenaga kerja yang terampil. Penutupan sekolah tenun tersebut juga mengharuskan Perusahaan Pertenunan St Maria Boro mengambil Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) sebanyak 22 buah dan hal ini menjadikan perusahaan memiliki 42 buah mesin tenun. Pada awal tahun 1995 pemerintah menetapkan undang-undang perpajakan yang baru. Undang-undang tersebut mengharuskan Perusahaan Pertenunan St Maria Boro melepaskan diri dari Yayasan Pangudi Luhur. Maka sejak tahun 1995 perusahaan ini mempunyai kepengurusan sendiri, namun secara intern perusahaan ini masih di bawah kongregasi FIC. Tahun 1998, Bruder Marcelinus menyerahkan kepemimpinannya kepada Bruder Petrus Sutimin FIC dan beliau masih memimpin Perusahaan Pertenunan St Maria Boro hingga saat ini. Di bawah kepemimpinan Bruder Sutimin, perusahaan terus berkembang dan mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini ditunjukan dengan semakin banyaknya alat tenun yang dimiliki oleh perusahaan.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 B. Lokasi Perusahaan Perusahaan Pertenunan St Maria Boro berlokasi di daerah Boro, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Perusahaan Pertenunan St Maria Boro dibangun di atas tanah seluas 30 x 40 meter dan terletak dalam satu komplek dengan Bruderan yang meliputi:  Biara Bruder-Bruder FIC  Asrama Panti Asuhan Santa Maria  SMP Pangudi Luhur Boro I  SMP Pangudi Luhur Boro II Ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan pemilihan lokasi perusahaan, antara lain: a. Bahan Baku Untuk mendapatkan bahan baku perusahaan cukup membeli dari penyalur yang ada di Yogyakarta dan Solo. b. Daerah Pemasaran Perusahaan Pertenunan St Maria Boro mempunyai wilayah pemasaran yang cukup luas yang paling dekat dengan perusahaan yaitu Yogyakarta, Magelang, Semarang, Wates dan Muntilan. c. Sarana Transportasi Perusahaan Pertenunan St Maria Boro sangat dekat dengan jalan raya yaitu jalur alternative Yogyakarta–Magelang sehingga transportasi lancar.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 d. Tenaga Kerja Tersedianya tenaga kerja yang cukup memadai dan biaya tenaga kerja yang relatif murah. e. Pesaing Masih sedikit pesaing sehingga memungkinkan perusahaan maju dan terus berkembang. f. Pelanggan Perusahaan Pertenunan St Maria Boro telah memiliki pelanggan tetap dari dulu. g. Iklim Lokasi perusahaan yang berada di wilayah pegunungan Menoreh berudara sejuk, sehingga menyebabkan benang yang dipakai sebagai bahan tenun tidak mudah putus. C. Tujuan Perusahaan Tujuan didirikannya Perusahaan Pertenunan St Maria Boro antara lain sebagai berikut: 1. Menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Boro dan sekitarnya sehingga dapat ikut serta dalam mengatasi masalah pengangguran. 2. Memenuhi kebutuhan sandang bagi misionaris, anak-anak panti asuhan dan masyarakat Boro. 3. Meningkatkan taraf hidup masyarakat Boro sehingga tidak hanya mengandalkan bidang pertanian saja.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 4. Mencari dan mengembangkan dana dengan memasarkan produk baik ke dalam maupun ke luar daerah Boro. D. Permodalan Modal Perusahaan St Maria Boro berasal dari modal sendiri, yaitu Kongregasi FIC. E. Struktur Organisasi Dalam usaha mencapai tujuannya, perusahaan perlu menyusun suatu struktur organisasi yang baik, sebab struktur organisasi tersebut akan memperjelas tugas, wewenang, dan tanggung jawab serta dapat memperjelas arus informasi dari atasan kepada bawahan dan sebaliknya. Struktur organisasi setiap perusahaan tidak sama, karena harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan. Perusahaan Pertenunan St Maria Boro menetapkan struktur organisasi satu perintah, yaitu dengan sistem perintah langsung. Setiap kepala bagian mempunyai wewenang penuh terhadap karyawan-karyawan yang berada langsung di bawahnya. Bagan struktur organisasi Perusahaan Pertenunan St Maria Boro dapat dilihat pada gambar IV.1. Adapun tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian adalah sebagai berikut:

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 1. Kongregasi FIC Kongregasi FIC sebagai pelindung dan tumpuan apabila perusahaan mengalami permasalahan-permasalahan yang tidak dapat ditanggung oleh perusahaan. 2. Pimpinan Perusahaan Pimpinan perusahaan adalah orang yang terpercaya penuh oleh kongregasi untuk mengelola perusahaan secara keseluruhan. Pimpinan bertanggung jawab penuh kepada kongregasi. Pimpinan perusahaan memberikan pedoman umum yang dipakai dalam menyusun anggaran perusahaan, memeriksa seluruh teknik perusahaan khususnya untuk produksi, administrasi, dan pemasaran. Pimpinan perusahaan juga menentukan tujuan yang akan dicapai, dan strategi yang akan dipakai untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. 3. Mandor Mandor merupakan wakil langsung dari pimpinan perusahaan, mandor bertanggung jawab secara langsung kepada pimpinan perusahaan, adapun tugas mandor sebagai berikut: a. Sebagai wakil langsung dari pimpinan perusahaan. b. Bertanggung jawab terhadap keseluruhan operasi perusahaan. c. Membina hubungan baik antar karyawan. 4. Kepala Bagian Administrasi Kepala Bagian administrasi memiliki tugas sebagai berikut: a. Membuat catatan dan laporan kegiatan bulanan.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 b. Menyusun anggaran perusahaan yang berhubungan dengan posisi keuangan perusahaan. c. Melaporkan jumlah persediaan berdasarkan informasi dari bagian gudang. d. Bertanggung jawab atas laporan keuangan yang dibuat oleh bagian pembukuan. e. Mencatat seluruh peristiwa yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan termasuk rencana dan pelaksanaan dari rencana perusahaan. f. Menentukan persediaan, penerimaan, dan pengeluaran uang yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan. g. Menerima daftar pesanan dari pelanggan yang dibuat oleh bagian penjualan dan kemudian membuat desain. 5. Kepala Bagian Produksi Tugas dari Kepala Bagian Produksi adalah sebagai berikut: a. Memelihara kelancaran alat produksi, memperbaiki jika terjadi kerusakan. b. Merencanakan jenis dan jumlah benang yang diproduksi. c. Menentukan standar kualitas dan kuantitas pemakaian bahan baku. d. Mengadakan penyelidikan terhadap perkembangan produk seperti kemungkinan dipakainya bahan baku lain tanpa mengurangi kualitas produk. e. Melaksanakan pengadaan karyawan. f. Membagi pekerjaan dan tugas kepada karyawan.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 g. Mengadakan pengawasan terhadap karyawan. h. Menciptakan hubungan baik antar karyawan. i. Menangani pengupahan karyawan. 6. Kepala Bagian Gudang Tugas dari Kepala Gudang adalah sebagai berikut: a. Mengawasi persediaan barang baik bahan baku, barang setengah jadi maupun barang jadi. b. Mengukur dan menyimpang hasil produksi dalam gedung. c. Menghitung dan menyiapkan pengiriman barang. d. Melaporkan jumlah persediaan barang. e. Mengawasi barang hasil produksi. 7. Bagian Pembukuan Tugasnya adalah membantu bagian administrasi dan umum dalam menyelesaikan seluruh administrasi perusahaan. 8. Bagian Penjualan Tugas dari Bagian Penjualan adalah sebagai berikut: a. Melayani penjualan hasil produksi. b. Melakukan pengiriman barang. c. Mengenalkan barang hasil produksi kepada calon konsumen. 9. Bagian Pembelian Tugasnya adalah menentukan dan melakukan pembelian bahan baku dan bahan penolong yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk keperluan produksi.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 10. Bagian Wenter Tugasnya adalah sebagai berikut: a. Mencuci dan merebus benang. b. Memberi kaporit supaya benang sesuai dengan pesanan bagian produksi. c. Menjemur benang yang telah selesai di wenter. 11. Bagian Sekir Tugasnya adalah memindahkan benang pintal ke dalam alat yang disebut sekir. Fungsi sekir adalah untuk menentukan motif kain yang akan diproduksi. 12. Bagian Tenun Tugas Bagian Tenun adalah sebagai berikut: a. Menenun benang yang telah didesain oleh bagian sekir dengan proses mencocokkan motif yang dibuat oleh bagian sekir dengan alat yang digunakan untuk menenun. b. Memasang benang ke dalam alat atau disebut nucuk. Nucuk yaitu memasukkan benang yang akan ditenun ke dalam gun. 13. Bagian Pintal Tugasnya adalah menggulung benang yang telah diolah oleh bagian wenter dengan menggunakan alat yang disebut kelos atau palet. Benang hasil penggulungan pada kelos dan palet digunakan untuk pemberian kombinasi warna pada kain yang akan ditenun.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 14. Bagian Jahit Tugasnya adalah sebagai berikut: a. Memotong kain sesuai dengan permintaan pembeli. b. Menjahit pada bagian tepi kain yang telah dipotong. 15. Bagian Pengepakan Tugasnya adalah sebagai berikut: a. Mengepak kain-kain yang telah siap untuk dikirim kepada pembeli. b. Menyerahkan kain-kain yang telah dipak kepada bagian penjualan. F. Produksi Perusahaan Pertenunan St Maria Boro merupakan perusahaan manufaktur yang mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi, dan kemudian menjadi barang jadi. Adapun jenis-jenis produk yang dihasilkan oleh Perusahaan Pertenunan St Maria Boro adalah: kain seragam, selimut, serbet, handuk, kain sprei, kain pel, kain kasur, kain sarung, dan lain-lain. Dalam membuat produk-produk di atas perusahaan membutuhkan bahan baku dan bahan penolong. Adapun bahan baku dan bahan penolong yang digunakan untuk proses produksi adalah sebagai berikut: 1. Bahan Baku: a. Benang tenun ukuran 12-1/s. b. Benang tenun ukuran 20-1/s. c. Benang tenun ukuran 40-2/s.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 2. Bahan Penolong: a. Wenter. b. Bahan bakar. c. Kaporit. d. Larutan TRO (Turkey Red Oil). e. Kanji. Untuk memperoleh bahan baku dan bahan penolong tersebut perusahaan membelinya dari Pasar Klewer Solo. Proses produksi di Perusahaan Pertenunan St Maria Boro dilaksanakan terus menerus dan juga berdasarkan pesanan, hal ini dimaksudkan untuk melayani pembelian sewaktu-waktu dan untuk mengisi persediaan barang di gudang. Untuk mencapai efisiensi dan produktivitas dalam proses produksi serta mendapatkan produk yang berkualitas tinggi maka perusahaan perlu menentukan standar produksi. Produksi yang dapat dicapai perusahaan pada kapasitas normal sebanyak 1.300 buah seragam tiap bulannya, dan 975 buah selimut setiap bulannya. Secara garis besar proses produksi di Perusahaan Pertenunan St Maria Boro melalui empat tahap, yaitu pemutihan, tahap persiapan penenunan, tahap penenunan, dan tahap penyelesaian akhir (finishing). 1) Tahap pemutihan Tahap pemutihan berlangsung di dapur, mula-mula benang direndam dalam larutan TRO (Turkey Red Oil) kurang lebih selama 25 menit.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Larutan ini berfungsi sebagai pelumas yang membuat zat pewarna menjadi rata pada seluruh bagian benang. Setelah proses perendaman selesai, benang kemudian direbus dan dicuci sampai bersih dan warnanya menjadi putih dan mengkilap. Setelah itu benang diberi warna sesuai dengan standar produk yang telah dilakukan dengan merendam benang tersebut dalam larutan wenter sesuai warna yang diinginkan selama 30 menit, kemudian benang dimasukkan dalam larutan kanji agar benang kuat dan mudah diolah. Apabila yang dibutuhkan benang putih maka benang akan direndam dalam larutan pemutih. Langkah selanjutnya yaitu menjemur benang sampai kering, kemudian benang yang sudah kering dikirim ke bagian pintal. 2) Tahap Persiapan Penenunan Tahap ini dimulai dengan mempersiapkan benang yang akan dipakai dalam tahap penenunan, yang terdiri dari dua jenis benang yaitu benang pakan dan benang lusi. Benang pakan adalah benang yang posisinya melintang pada penampang kain dan menunjukkan lebar kain. Benang ini digulung dalam alat yang disebut palet. Benang lusi adalah benang yang berposisi membujur dan dimasukkan dalam alat benang bernama kelos. 3) Tahap Penenunan Berikut merupakan langkah-langkah dalam proses penenunan: a) Benang lusi yang siap untuk ditenun, disilangkan dalam benang pakan yang tergulung pada palet-palet di dalam teropong.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 b) Setelah benang lusi dan peralatan lain telah siap, maka mesin tenun mulai dioperasikan. Jika mesin tenun digerakkan satu tahap maka terdapat celah antara dua jajaran benang lusi. Kemudian teropong yang berisi benang pakan dimasukkan di antara celah tersebut dengan posisi melintang. Gerakan teropong ini terjadi akibat dorongan dari alat pendorong yang terletak di bagian samping mesin tenun. c) Proses pergerakan teropong yang terjadi secara terus menerus inilah yang menyebabkan terjadinya pengulangan benang lusi dan benang pakan sehingga lama-kelamaan akan tercipta kain panjang yang merupakan hasil dari proses tenun tersebut. 4) Tahap Finishing Setelah melalui tahap penenunan, kain yang dihasilkan akan diserahkan pada bagian gudang untuk dicocokkan dengan standar produk dan dilakukan penjahitan yang disebut mengobras. Tujuan penjahitan tersebut adalah agar benang yang sudah ditenun tidak mudah lepas dan mempermudah pengukuran. G. Personalia Dari berbagai macam aspek di dalam suatu perusahaan, aspek tenaga kerja memerikan peranan yang sangat penting dalam kelancaran proses produksi. Perusahaan Pertenunan St Maria Boro sebagai perusahaan manufaktur yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi membutuhkan

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 tenaga kerja cukup banyak dengan tingkat keterampilan tertentu sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Keberhasilan di dalam produksi sangat ditentukan oleh produktivitas tenaga kerja yang bersangkutan. Untuk memperoleh tingkat produktivitas yang tinggi diperlukan pengelolaan tenaga kerja yang baik agar membawa dampak positif bagi kelangsungan hidup perusahaan. Berikut ini adalah beberapa hal yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh pada kualitas karyawan Perusahaan Pertenunan St Maria Boro: 1. Jumlah Tenaga Kerja Dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja perusahaan memperoleh dan menggunakan tenaga kerja yang berasal dari daerah sekitar perusahaan. Sampai saat ini, perusahaan mempunyai 75 karyawan yang terdiri dari: a. Pimpinan perusahaan : 1 orang b. Kepala bagian produksi : 1 orang c. : 1 orang Kepala bagian administrasi d. Kepala bagian gudang : 1 orang e. Bagian penjualan : 1 orang f. Bagian pembelian : 1 orang g. Bagian pembukuan : 2 orang h. Bagian wenter : 6 orang i. Bagian pintal : 14 orang j. Bagian sekir : 4 orang k. Bagian tenun : 36 orang

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 l. Bagian jahit m. Bagian pengepakan : 3 orang : 4 orang Tenaga kerja yang bekerja di Perusahaan Pertenunan St Maria Boro dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu: 1) Karyawan Tetap Yaitu karyawan yang telah diangkat oleh perusahaan dan memiliki hak atas segala fasilitas yang diberikan oleh perusahaan yang berupa: a) Tunjangan kesehatan. b) Pensiun. c) Asuransi tenaga kerja untuk kecelakaan kerja dan kematian. d) Gaji pokok. 2) Karyawan Tidak Tetap Yaitu karyawan yang dipekerjakan oleh perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Tenaga kerja ini hanya mendapatkan gaji berupa upah harian berdasarkan hasil produksinya. 2. Proses Penerimaan Tenaga Kerja Syarat penerimaan karyawan Perusahaan Pertenunan St Maria Boro tidak terlalu ketat, karena lulusan SD pun dapat diterima sebagai karyawan. Prioritas penerimaan bagi karyawan baru adalah mereka yang belum berkeluarga, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang telah menikah untuk diterima bekerja dalam perusahaan tersebut.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 3. Sistem Penerimaan Upah Bagi Karyawan a. Upah Bulanan Yaitu upah yang diberikan kepada karyawan bagian kantor dan administrasi, bagian gudang, bagian penjualan, bagian pembelian, kepala bagian produksi, dan pimpinan perusahaan. b. Upah Harian Yaitu upah yang diberikan kepada karyawan bagian produksi setiap hari. c. Upah Lembur Yaitu upah yang diberikan kepada karyawan perusahaan apabila bekerja lembur. 4. Hari dan Jam Kerja Karyawan Hari kerja di Perusahaan Pertenunan St Maria Boro adalah Senin sampai Sabtu serta libur pada hari Minggu dan hari besar lainnya, dengan pembagian waktu sebagai berikut: Senin - Jumat : 07.00-14.00 WIB Sabtu : 07.00-13.00 WIB Makan bersama : 09.45-10.00 WIB Istirahat : 11.30-12.00 WIB Waktu dan jam kerja tersebut dibuat berdasarkan hasil kesepakatan karyawan dengan pemilik perusahaan.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 5. Fasilitas-Fasilitas Perusahaan Selain upah, perusahaan juga memberikan jaminan sosial kepada karyawan sebagai berikut: a. Tunjangan kesehatan sebesar 100% untuk karyawan dan 50% untuk keluarganya. b. Asuransi tenaga kerja (ASTEK) berupa: kecelakaan kerja, kematian, dan tabungan hari tua yang dapat diambil setelah umur 55 tahun. c. Beras untuk karyawan 10 kilogram, untuk istri 6 kilogram. Dan untuk anak masing-masing 3 kilogram dengan jumlah maksimal 3 orang anak yang diberikan setiap tanggal 15. d. Rekreasi dan retret setiap tahun menjelang Natal. e. Satu setel pakaian kerja tiap tahun. 6. Pemberhentian Karyawan Pemberhentian karyawan dilakukan apabila karyawan telah berusia 55 tahun dan juga karena masalah kesehatan tubuh yang tidak memungkinkan lagi untuk bekerja. Kesehatan karyawan merupakan hal yang sangat penting karena kondisi kesehatan yang kurang baik akan menghambat proses bekerja. Ada juga pemberhentian karyawan karena permintaan sendiri atau mengundurkan diri karena alasan tertentu. H. Pemasaran Pemasaran merupakan kegiatan terakhir dari suatu proses produksi barang, yaitu kegiatan untuk memasarkan atau menjual hasil produksi. Bagi

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 suatu perusahaan pemasaran merupakan kegiatan yang sangat penting guna membantu kelangsungan hidup perusahaan. Keberhasilan dalam memasarkan suatu produk dapat berarti tujuan perusahaan dalam mencari laba dapat tercapai. Perusahaan Pertenunan St Maria Boro dalam memasarkan produknya tidak mengalami kesulitan karena perusahaan telah mempunyai pelanggan tetap yaitu karya misi di seluruh Indonesia pada umumnya. Pelanggan tetap ini pula yang membuat perusahaan dapat terus bertahan meskipun menghadapi persaingan yang ketat dari perusahaan tekstil yang lebih modern. Pelanggan tetap ini biasanya dapat mengkonsumsi 90% dari seluruh hasil perusahaan. Dalam menyampaikan produknya perusahaan menggunakan saluran distribusi pendek yaitu dari produsen langsung ke konsumen. Saluran distribusi ini dianggap paling cocok karena pelanggan terbatas dan sudah tertentu sehingga tidak memerlukan perantara perdagangan. Sedangkan untuk konsumen yang bukan pelanggan bisa datang langsung ke perusahaan, karena perusahaan juga menyediakan show room yang memajang produk-produk hasil perusahaan. Daerah pemasaran produk-produk yang dihasilkan hampir di seluruh kota besar di Jawa dan sebagian kota di luar Pulau Jawa yang terdapat karya misi seperti Bandar Lampung, Palembang, Jakarta, Ujung Pandang, Semarang, Magelang, Yogyakarta, Solo, Malang, Denpasar, dan Papua. Hal-hal yang berhubungan dengan pemasaran hasil produksi yang perlu diketahui adalah sebagai berikut:

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 1. Pemesanan Pelanggan yang akan membeli dalam jumlah besar harus terlebih dahulu mengajukan pemesanan. Pemesanan ini melalui surat yang berisi mengenai motif, kuantitas, ukuran benang yang dikehendaki. 2. Perencanaan Produksi Setelah menerima suatu pemesanan, perusahaan mempelajari dan membuat perhitungan atas semua barang yang dipesan. 3. Pengiriman Barang Barang pesanan di kirim melalui pos paket atau bus malam. Dalam pengiriman disertakan faktur dan surat pengantar yang berisi harga, motif, kuantitas, ukuran benang yang dipesan. Perusahaan tidak mencantumkan label atau title apapun pada barang produksinya. 4. Pembayaran Jumlah uang yang harus dibayar oleh pemesan adalah sebesar harga barang ditambah ongkos kirim. Pembayaran dilakukan melalui bank setelah barang dan fakturnya sampai ke pemesan.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Gambar IV.1 Struktur Organisasi Sumber: Perusahaan Pertenunan St Maria BoroKalibawang Kongregasi FIC Pimpinan Perusahaan Kepala Bagian Administrasi Bagian Pembukuan Bagian Penjualan Bagian Wenter Kepala Bagian Produksi Bagian Pembelian Bagian Sekir Kepala Bagian Gudang Bagian Pengepakan Bagian Tenun Bagian Jahit Bagian Pintal

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Ringkas Pelaksanaan Penelitian 1. Pengujian Instrumen Penelitian a. Uji Validitas Agar data yang diperoleh mempunyai tingkat akurasi dan konsistensi yang tinggi, instrumen penelitian harus valid dan reliabel. Pengujian ini menggunakan Pearson Product Moment dan menggunakan program komputer SPSS. Tabel V.1 Hasil Uji Validitas Validitas Lingkungan Kerja Fisik (X1) Pertanyaan Lingkungan Kerja Fisik (X1) Pertanyaan1 Pertanyaan2 Pertanyaan3 Pertanyaan4 Pertanyaan5 Pertanyaan6 Pertanyaan7 Pertanyaan8 64 r hitung r tabel Keterangan 0,698 0,783 0,694 0,630 0,553 0,634 0,583 0,833 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Tabel V.2 Validitas Lingkungan Kerja Non Fisik (X2) Pertanyaan Lingkungan Kerja Non Fisik (X2) Pertanyaan1 Pertanyaan2 Pertanyaan3 Pertanyaan4 Pertanyaan5 Pertanyaan6 r hitung r tabel Keterangan 0,790 0,831 0,692 0,698 0,522 0,524 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel V.3 Validitas Semangat Kerja (Y) Pertanyaan Semangat Kerja (Y) Pertanyaan1 Pertanyaan2 Pertanyaan3 Pertanyaan4 Pertanyaan5 Pertanyaan6 r hitung r tabel Keterangan 0,663 0,609 0,871 0,575 0,763 0,724 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 Valid Valid Valid Valid Valid Valid b. Uji Reabilitas Perhitungan reabilitas dilakukan terhadap butir pertanyaan atau pernyataan yang sudah valid. Variabel akan dinyatakan reliabel apabila memiliki Cronbach Alpha sama dengan atau lebih besar dari 0,60. Pengujian ini dilakukan dengan program komputer SPSS. Hasilnya adalah sebagai berikut:

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Tabel V.4 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Lingkungan Kerja Fisik (X1) Lingkungan Kerja Non Fisik (X2) Semangat Kerja Nilai Cronbach Alpha 0,834 Keterangan Reliabel 0,767 Reliabel 0,797 Reliabel Dari hasil uji reabilitas pada tabel di atas, semua butir pertanyaan dalam variabel adalah reliabel. Karena nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0,60. B. Analisis Deskripstif Teknik analisis diskriptif digunakan untuk menganalisis secara deskriptif variabel penelitian yang digunakan. Teknik analisi deskriptif dibagi menajdi dua tahap yaitu: 1. Deskripsi Responden Deskripsi responden berisi tentang perhitungan yang menjadi klasifikasi kuesioner secara umum. Seperti jenis kelamin, usia, dan lamanya seorang karyawan bekerja. Deskripsi responden dilakukan dengan pendekatan prosentase. Dalam penyebaran kuesioner penulis menyebarkan sebanyak 33 kuesioner kepada karyawan bagian tenun. Dalam penyebaran kuesioner, penulis menitipkan kuesioner kepada pengelola bagian tenun karena permintaan dari pengelola. Kemudian selain itu dalam penyebaran

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 kuesioner, tidak bisa dilakukan serentak karena bisa mengganggu proses produksi tenun berlangsung. Dalam penelitian tentang persepsi karyawan pada lingkungan fisik dan lingkungan non fisik terhadap semangat kerja karyawan ini, penulis memeroleh data dengan cara membagi kuisioner kepada 33 karyawan di bagian produksi Perusahaan Pertenunan St Maria Boro. Data dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua. Pertama yaitu data yang berisi karakteristik responden, yaitu jenis kelamin, usia, dan lama bekerja. Kedua adalah data yang berisi tentang jawaban dari pertanyaan responden tentang variabel persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik, variabel persepsi karyawan pada lingkungan kerja non fisik, dan variabel semangat kerja. Berikut ini akan disajikan data tentang karakteristik responden yaitu jenis kelamin, usia, dan lama bekerja dan data jawaban dari pertanyaan narasumber tentang variabel lingkungan kerja fisik, variabel lingkungan kerja non fisik, dan variabel semangat kerja. a. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel V.5 sebagai berikut: Tabel V.5 Data Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Presentase Perempuan 10 30% Laki-laki 23 70% Jumlah 33 100%

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Dari tabel V.5, diketahui bahwa karyawan di Perusahaan Pertenunan St Maria Boro berjenis kelamin perempuan sebanyak 10 orang atau 30% dan berjenis kelamin laki – laki sebanyak 23 orang atau 70%. Berarti karyawan yang bekerja di Perusahaan Pertenunan St Maria Boro bagian produksi atau tenun yang paling dominan yaitu karyawan yang berjenis kelamin laki–laki sebanyak 70%. b. Responden Berdasarkan Usia Tabel V.6 Data Karyawan Berdasarkan Usia Usia Jumlah Presentase 18 - 25 tahun 3 9,1% 26 - 33 tahun 2 6,1% 34 - 41 tahun 16 48,5% 42 - 49 tahun 12 36,4% 50 - 49 tahun - - ≥ 59 tahun - - Jumlah 33 100% Dari tabel V.6 diatas, diketahui karyawan berusia 18–25 tahun sebanyak 3 orang atau 9,1%, berusia 26–33 tahun sebanyak 2 orang atau 6,1%, berusia 34–41 tahun sebanyak 16 orang atau 48,5%, berusia 42–49 tahun sebanyak 12 orang atau 36,4%. Sedangkan untuk yang berusia 50– 49 tahun dan lebih dari 59 tahun tidak ada. Kemudian dapat disimpulkan bahwa karyawan yang bekerja di Perusahaan Pertenunan St Maria Boro bagian produksi atau tenun paling dominan adalah karyawan yang berusia antara 34–41 tahun sebanyak 16 orang atau 48,5%.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 c. Responden Berdasarkan Lama Bekerja Tabel V.7 Data Karyawan Berdasarkan Lama Bekerja Lama Bekerja Jumlah Presentase 1 - 10 tahun 16 48,5% 11 - 20 tahun 10 30,3% ≥ 20 tahun 7 21,2% Jumlah 33 100% Dari tabel V.7 diatas, diketahui karyawan lama bekerja 1–10 tahun sebanyak 16 orang atau 48,5%, lama bekerja 11–20 tahun sebanyak 10 orang atau 30,3%, dan lama bekerja lebih dari 20 tahun sebanyak 7 orang atau 21,2%. Ini berarti bahwa di Perusahaan Pertenunan St Maria Boro bagian tenun didominasi oleh karyawan yang lama bekerja 1–10 tahun sebanyak 16 orang atau 48,5%. 2. Analisis Deskripsi Variabel Untuk mengetahui gambaran deskripsi tentang variabel persepsi karyawan pada lingkungan kerja dan semangat kerja menggunakan analisis deskripsi. Hasil dari analisis deskripsi variabel persepsi karyawan pada lingkungan kerja dan semangat kerja sebagai berikut: a. Pengukuran Persepsi Karyawan pada Lingkungan Kerja Fisik Dalam menganalisis data, langkah pertama yaitu pengukuran persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik. Apakah persepsi karyawan pada

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 lingkungan kerja fisik berada dalam kategori sangat buruk, buruk, baik atau sangat baik. Tabel V.8 Tabel Diskripsi Persepsi Karyawan Pada Lingkungan Kerja Fisik Variabel Persepsi Karyawan Pada Lingkungan Kerja Fisik Aspek Kebersihan Penerangan Kebisingan Pertukaran udara Sarana dan Prasarana Tata ruang Total Skor Rata–Rata Rata-Rata Total Skor Item 1 2 3 4 5 6 7 8 Skor 3,61 3,39 3,52 3,42 3,48 3,45 3,55 3,36 Rata-rata skor 3,5 3,47 3,48 3,45 3,55 3,36 27,78 3,47 Dari tabel diatas, diperoleh rata-rata total skor persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik sebesar 3,47. Rata-rata total skor tersebut berada diantara 3,26–4,00 yang berarti persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik berada pada kategori sangat baik. Bila dilihat dari per aspek, terdapat aspek yang paling tinggi yaitu pada aspek sarana dan prasarana, dengan rata–rata skor 3,55. Kemudian aspek yang paling rendah yaitu aspek tata ruang dengan rata–rata skor 3,36. b. Pengukuran Persepsi Karyawan pada Lingkungan Kerja Non Fisik Selanjutnya yaitu pengukuran persepsi karyawan pada lingkungan kerja non fisik. Apakah persepsi karyawan pada lingkungan kerja non fisik berada dalam kategori sangat buruk, buruk, baik atau sangat baik.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Tabel V.9 Tabel Diskripsi Persepsi Karyawan Pada Lingkungan Kerja Non Fisik Variabel Persepsi Karyawan Pada Lingkungan Kerja Non Fisik Aspek Hubungan karyawan dengan atasan Hubungan karyawan dengan rekan kerja Total Skor Rata–Rata Rata-Rata Total Skor Item 1 2 3 4 Skor 3,58 3,3 3,36 3,45 5 6 3,55 3,45 Rata-rata skor 3,42 3,5 20,69 3,45 Dari tabel diatas, diperoleh rata-rata total skor persepsi karyawan pada lingkungan kerja non fisik sebesar 3,45. Rata-rata total skor tersebut berada diantara 3,26–4,00 yang berarti persepsi karyawan pada lingkungan kerja non fisik berada pada kategori sangat baik. Bila dilihat dari per aspek, terdapat aspek yang paling tinggi yaitu pada aspek hubungan karyawan dengan rekan kerja, dengan rata–rata skor 3,5. Kemudian aspek yang paling rendah yaitu aspek hubungan karyawan dengan atasan dengan rata–rata skor 3,42. c. Pengukuran Semangat Kerja Selanjutnya yaitu pengukuran semangat kerja karyawan. Apakah semangat kerja karyawan berada dalam kategori sangat rendah, rendah, tinggi atau sangat tinggi.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Tabel V.10 Tabel Diskripsi Semangat Kerja Karyawan Variabel Semangat Kerja Karyawan Aspek Disiplin kerja Kegairahan Kerajinan kerja Ketelitian kerja Total Skor Rata–Rata Rata-Rata Total Skor Item 3 4 5 2 1 6 Ratarata skor Skor 3,36 3,64 3,45 3,36 3,42 3,24 3,48 3,36 3,42 3,24 20,47 3,41 Dari tabel diatas, diperoleh rata-rata total skor semangat kerja karyawan sebesar 3,41. Rata-rata total skor tersebut berada diantara 3,26–4,00 yang berarti semangat kerja karyawan berada pada kategori sangat baik. Bila dilihat dari per aspek, terdapat aspek yang paling tinggi yaitu aspek disiplin kerja, dengan rata–rata skor 3,48. Kemudian aspek yang paling rendah yaitu aspek ketelitian kerja dengan rata–rata skor 3,24. C. Analisis Regresi Berganda 1. Uji Asumsi Klasik a. Uji Multikolinearitas Untuk menguji ada atau tidaknya multikolinearitas dalam model regresi dapat dilihat dari nilai tolerance dan lawannya yaitu VIF. Jika nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF yang tinggi menunjukkan adanya kolinearitas tinggi. Nilai cut-off yang umum dipakai untuk menjelaskan adanya multikolinearitas adalah nilai

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 tolerance < 0,10 atau sama dengan nilai VIF < 10. Hasil nilai Variance Inflation Factor (VIF) dengan menggunakan SPSS yaitu untuk variabel lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik yaitu sebesar 1,861: Tabel V.11 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficients Model Unstandardized Standard Coefficients ized a T Sig. Collinearity Statistics Coefficie nts B Std. Beta Toleran Error (Constant) Lingkungan 1 Kerja Fisik Lingkungan Kerja Non Fisik -,198 ,361 ,731 ,124 ,311 ,134 VIF ce -,549 ,587 ,681 5,877 ,000 ,537 1,861 ,268 2,313 ,028 ,537 1,861 a. Dependent Variable: Semangat Kerja Dengan nilai VIF kurang dari 10 yaitu 1,861 dan nilai tolerance lebih besar dari 0,1 yaitu 0,537, maka dapat dikatakan bahwa model regresi penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas. b. Uji Heterokedastisitas Uji Heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu analisis regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual, dari satu pengamatan ke pengamatan lain. Untuk mendeteksi heteroskedastisitas, dapat dilihat pada grafik scatterplot diagram, dengan dasar mengambil keputusan adalah sebagai berikut:

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74  Apabila sebaran data berpencar di sekitar angka 0 (nol) pada sumbu Y, baik di atas maupun di bawah, maka tidak terjadi heterokedastisitas.  Apabila sebaran tersebut membentuk pola atau trend garis tertentu maka telah terjadi heterokedastisitas. Berikut ini adalah tabel hasil pengujian heterokedastisitas dapat dilihat dibawah ini: Gambar V.1. Hasil Uji Heterokedastisitas Dari gambar diatas, terlihat bahwa titik–titik menyebar disekitar angka 0 pada sumbu Y. Sesuai ketentuan di atas, bahwa apabila sebaran data berpencar di sekitar angka 0 (nol) pada sumbu Y, baik di atas maupun di bawah, maka tidak terjadi heterokedastisitas. Jadi dapat

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 disimpulkan bahwa pada model regresi tidak terjadi gejala heterokedastisitas. c. Uji Autokorelasi Metode pengujian yang dilakukan untuk menguji Autokorelasi adalah uji Durbin-Watson (DW test). Cara untuk menguji adanya autokorelasi adalah dengan menggunakan uji Durbin-Watson. Pengambilan keputusan pada uji Durbin Watson adalah:  DU 4-DL maka Ho ditolak, artinya terjadi autokorelasi.  DL
(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Karena nilai DW terletak diantara DU < DW < 4–DU ( 1,5770<2,262<2,423 ) maka dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi diatas tidak terjadi autokorelasi. d. Uji Normalitas Dalam menguji normalitas, digunakan uji one sample Kolomogorov Smirnov, dalam hal ini untuk mengetahui apakah residual terdistribusi normal, jika nilai signifikansi lebih dari 0,05. Berikut adalah tabel hasil pengujian normalitas, dapat dilihat dibawah ini: Tabel V.13 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N Normal Parameters 33 Mean a,b Std. Deviation 0E-7 ,19710372 Absolute ,121 Positive ,121 Negative -,092 Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z ,693 Asymp. Sig. (2-tailed) ,723 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Dapat dilihat dalam uji normalitas diatas dengan One Sample Kolmogorov-Smirnov Test, didapatkan nilai signifikansi (asyimp.Sig. 2– tailed) sebesar 0,723, karena nilai signifikansi lebih dari 0,05 (0,723>0,05), maka nilai residual telah normal.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 2. Membuat Persamaan Regresi Untuk menguji hipotesis atau menjawab rumusan masalah yang pertama yaitu apakah persepsi karyawan pada lingkungan kerja berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan, dimana persepsi lingkungan kerja fisik (X1) dan persepsi lingkungan kerja non fisik (X2) sebagai variabel bebas sedangkan semangat kerja (Y) sebagai variabel terikat di Perusahaan Pertenunan St Maria Boro. Hasil analisis regresi linear berganda dapat ditunjukkan pada tabel di bawah ini: Tabel V.14 Hasil Regresi Linear Berganda Coefficients Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B 1 a Std. Error (Constant) -,198 ,361 Lingkungan Kerja Fisik ,731 ,124 ,311 ,134 T Sig. Beta -,549 ,587 ,681 5,877 ,000 ,268 2,313 ,028 Lingkungan Kerja Non Fisik a. Dependent Variable: Semangat Kerja

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Tabel V.15 a ANOVA Model Sum of Squares Regression 1 Residual Total Df Mean Square 4,504 2 2,252 1,243 30 ,041 5,747 32 F Sig. 54,341 ,000 a. Dependent Variable: Semangat Kerja b. Predictors: (Constant), Lingkungan Kerja Non Fisik, Lingkungan Kerja Fisik Tabel V.16 Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,885 a ,784 ,769 ,20357 a. Predictors: (Constant), Lingkungan Kerja Non Fisik, Lingkungan Kerja Fisik Dari hasil uji regresi linear berganda di atas, di dapat koefisien regresi yang dapat dibuat persamaan regresi sebagai berikut: Y : -0,198 + 0,731 X1 + 0,311 X2 3. Uji Hipotesis dan Koefisien a. Uji F (simultan) Langkah–langkah pengujian hipotesis F sebagai berikut: b

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79  Merumuskan hipotesis  Ho ditolak dan Ha diterima, artinya persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan non fisik berpengaruh secara simultan terhadap semangat kerja karyawan.  Ho diterima dan Ha ditolak, artinya persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan non fisik secara tidak berpengaruh secara simultan terhadap semangat kerja karyawan.  Menentukan taraf signifikansi Tingkat signifikansi menggunakan  5% atau 0,05  Menentukan Fhitung Berdasarkan pada tabel anova nilai Fhitung sebesar 54,341  Menentukan Ftabel Dengan menggunakan tingkat keyakinan 95%,  5%, besarnya Ftabel dapat diketahui dengan perhitungan sebagai berikut: Df1 = k-1 atau 3-1 = 2 (k adalah jumlah variabel) Df2 = n-k atau 33-3 = 30 Berdasarkan tabel F pada sig = 5% diketahui Ftabel dengan df1 = 2 dan df2 = 30 sebesar 3,32  Kriteria pengujian  Jika Fhitung > Ftabel, pada  5%, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Yang artinya persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan non fisik berpengaruh secara simultan terhadap semangat kerja karyawan.

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80  Jika Fhitung ≤ Ftabel, pada  5%, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Yang artinya persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan non fisik tidak berpengaruh secara simultan terhadap semangat kerja karyawan.  Nilai Fhitung (54,341) > Ftabel (3,32) maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan non fisik berpengaruh secara simultan terhadap semangat kerja karyawan. b. Uji t (parsial) Langkah–langkah pengujian hipotesis t adalah sebagai berikut:  Rumusan hipotesis: Ho : b1 ; b2 = 0, Persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan non fisik tidak berpengaruh secara parsial terhadap semangat kerja karyawan. Ha : b1 ; b2 ≠ 0, Persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik berpengaruh secara parsial terhadap semangat kerja karyawan.  Menentukan taraf signifikansi Probabilitas keyakinan yang digunakan adalah sebesar  = 5%  Menghitung Nilai thitung dengan menggunakan rumus:  Nilai thitung untuk persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik adalah 5,877 dan nilai thitung untuk persepsi karyawan pada lingkungan kerja non fisik sebesar 2,313 (lihat pada tabel Coefficients).

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81  Pengambilan keputusan: Ho diterima apabila thitung ≤ ttabel Ho ditolak apabila thitung > ttabel  Kesimpulan Jika Ho diterima berarti persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan non fisik tidak berpengaruh secara parsial terhadap semangat kerja karyawan. Jika Ho ditolak berarti persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan non fisik berpengaruh secara parsial terhadap semangat kerja karyawan. Dapat diketahui bahwa thitung persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan non fisik sebesar 5,877 dan 2,313 > ttabel sebesar 2,042 jadi Ho ditolak, kesimpulannya yaitu persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan non fisik berpengaruh secara parsial terhadap semangat kerja karyawan. Koefisien Determinasi Pada tabel V.16 terdapat nilai R2 sebesar 0,784. Artinya variabel persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik (X1) dan persepsi karyawan pada lingkungan kerja non fisik (X2) mampu menjelaskan 78,4 % variasi yang ada pada semangat kerja karyawan (Y) atau semangat kerja karyawan 78,4 % dipengaruhi oleh variabel X1 dan X2. Sisanya yaitu 21,6 % dipengaruhi oleh faktor lain.

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 D. Pembahasan 1. Pembahasan Deskripsi Variabel a. Persepsi Karyawan Terhadap Lingkungan Kerja Fisik Persepsi karyawan terhadap lingkungan kerja fisik berada dalam kategori sangat baik, karena nilai rata–rata total skor yang diperoleh dari tabel deskripsi variabel persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik adalah 3,47. Aspek dengan nilai rata–rata skor paling tinggi sebesar 3,55 yaitu aspek sarana dan prasarana dengan pernyataan di kuesioner di tempat Anda bekerja terdapat fasilitas (makan siang, tempat istirahat) yang mencukupi. Itu berarti bahwa sarana dan prasarana atau fasilitas yang diberikan oleh perusahaan sudah cukup membuat karyawan nyaman dalam bekerja. Agar karyawan lebih nyaman lagi dalam bekerja, ada baiknya apabila sarana dan prasarana perlu ditingkatkan. Selain itu, terdapat aspek dengan nilai rata–rata skor paling rendah sebesar 3,36 yaitu aspek tata ruang dengan pernyataan penataan di ruangan anda cukup rapi. Persepsi karyawan pada tata ruang sangat baik, dengan pernyataan item kedelapan di kuesioner penataan ruangan Anda cukup rapi tetapi nilai skor rata–rata aspek tata ruang paling rendah dari aspek yang lain. Mungkin disebabkan perusahaan dalam menata ruangan kurang rapi sehingga mengakibatkan karyawan kurang nyaman dalam bekerja. Oleh karena itu, perusahaan harus mengupayakan penataan ruangan yang rapi agar karyawan nyaman dalam bekerja.

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 b. Persepsi Karyawan Terhadap Lingkungan Kerja Non Fisik Persepsi karyawan terhadap lingkungan kerja non fisik berada dalam kategori sangat baik, karena nilai rata–rata total skor yang diperoleh dari tabel deskripsi variabel persepsi karyawan pada lingkungan kerja non fisik adalah 3,45. Aspek dengan nilai skor rata–rata paling tinggi sebesar 3,5 yaitu aspek hubungan karyawan dengan rekan kerja. Karyawan memberikan persepsi sangat baik dalam hubungan karyawan dengan rekan kerja, karena hubungan karyawan yang baik dengan rekan kerja maka membuat karyawan akan lebih semangat lagi dalam bekerja. Kemudian aspek dengan nilai rata–rata skor paling rendah sebesar 3,42 yaitu aspek hubungan karyawan dengan atasan. Persepsi karyawan pada aspek hubungan karyawan dengan atasan sangat baik, akan tetapi pada aspek hubungan karyawan dengan atasan terdapat item dengan skor terendah yaitu 3,3. Item kedua dengan pernyataan di kuesioner dalam diskusi atasan selalu terbuka menerima masukan dari saya, itu berarti atasan belum sepenuhnya menerima pendapat dari karyawan pada saat diskusi. Atasan mungkin lebih baik mencoba menerima dan mengapresiasi saran atau pendapat yang diajukan oleh karyawan, karena dengan hal itu karyawan akan lebih merasa dihargai. c. Semangat Kerja Semangat kerja karyawan berada dalam kategori sangat tinggi, karena nilai rata–rata total skor yang diperoleh dari tabel deskripsi variabel semangat kerja adalah 3,41. Aspek dengan nilai rata–rata skor

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 paling tinggi sebesar 3,48 yaitu aspek disiplin kerja. Artinya bahwa karyawan pada Perusahaan Pertenunan St Maria Boro mempunyai jiwa disiplin yang sangat tinggi. Perusahaan harus mempertahankan jiwa kedisplinan yang dimiliki oleh karyawan. Kemudian aspek dengan nilai rata–rata skor paling rendah sebesar 3,24 yaitu aspek ketelitian kerja, dengan pernyataan item keenam di kuesioner yaitu Anda seksama dan cermat dalam bekerja. Meskipun mendapatkan rata–rata skor paling rendah dari aspek lainnya, aspek ketelitian kerja berada pada kategori tinggi. 2. Pembahasan Hasil Analisis Pengujian Hipotesis Hasil analisis uji F diperoleh angka X1 dan X2 sebesar nilai Fhitung 54,341 > Ftabel 3,32, dengan uji signifikansi menggunakan uji F dimana taraf signifikansi () 5% ini berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Kemudian dapat disimpulkan bahwa kedua variabel bebas X1 (persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik) dan X2 (persepsi karyawan pada lingkungan kerja non fisik) berpengaruh secara simultan terhadap Y (semangat kerja karyawan). Pada variabel persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan non fisik mampu menjelaskan 78,4 % variasi yang ada pada semangat kerja karyawan atau semangat kerja karyawan 78,4 % dipengaruhi oleh variabel persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan non fisik menurut perhitungan koefisien determinasi. Adanya pengaruh yang sangat kuat persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik dengan semangat

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 kerja karyawan yang baik akan mendorong karyawan untuk lebih giat lagi dalam bekerja. Perusahaan harus meningkatkan keadaan lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik menjadi lebih nyaman dan lebih baik lagi. Karena semakin baik persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan persepsi karyawan pada lingkungan kerja non fisik maka akan semakin tinggi pula semangat kerja karyawan di Perusahaan Pertenunan St Maria Boro. Hasil analisis uji t diperoleh bahwa variabel bebas persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik (X1) dan persepsi karyawan pada lingkungan kerja non fisik (X2) berpengaruh secara sendiri–sendiri (parsial) pada variabel terikat yaitu semangat kerja karyawan (Y). Dengan perhitungan uji t diperoleh nilai thitung kedua variabel X1 yaitu sebesar 5,887 dan X2 yaitu sebesar 2,313 dan nilai ttabel sebesar 2,042 sehingga thitung X1 yaitu sebesar 5,887 dan X2 yaitu sebesar 2,313 > ttabel sebesar 2,042. Dari keterangan thitung dapat disimpulkan bahwa persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan persepsi karyawan pada lingkungan kerja non fisik berpengaruh secara parsial terhadap semangat kerja karyawan. Artinya persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan persepsi karyawan pada lingkungan kerja non fisik masing–masing mempengaruhi pengaruh sendiri–sendiri terhadap semangat kerja. Semakin baik persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan non fisik perusahaan secara sendiri–sendiri akan berdampak baik terhadap semangat kerja karyawan. Kemudian dari kedua variabel

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 lingkungan kerja fisik dan non fisik, yang paling besar pengaruhnya terhadap semangat kerja yaitu lingkungan kerja fisik. Apabila perusahaan ingin meningkatkan semangat kerja karyawan, perusahaan harus mempertahankan atau membuat persepsi karyawan terhadap lingkungan kerja fisik dan non fisik lebih baik lagi.

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN PENELITIAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data pengaruh persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik terhadap semangat kerja karyawan pada Bab V, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik berada dalam kategori sangat baik. 2. Persepsi karyawan pada lingkungan kerja non fisik berada dalam kategori sangat baik. 3. Semangat kerja yang dimiliki oleh karyawan berada dalam kategori sangat tinggi. 4. Persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik berpengaruh secara simultan atau bersama-sama terhadap semangat kerja. 5. Persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan non fisik berpengaruh secara parsial atau sendiri–sendiri terhadap semangat kerja. B. Saran Dari hasil penelitian, saran yang dapat disampaikan oleh peneliti dengan harapan dapat berguna bagi peneliti selanjutknya dan bagi Perusahaan Pertenunan St Maria Boro yaitu: 1. Bagi Peneliti Selanjutnya Bagi peneliti selanjutnya, sebaiknya memperluas variabel penelitian yang artinya tidak hanya berpusat pada variabel lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik saja yang mempengaruhi semangat kerja tetapi masih banyak faktor lain seperti motivasi, gaya kepemimpinan, gaji, upah, 87

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 perhargaan terhadap prestasi yang diraih oleh karyawan, yang dapat mempengaruhi semangat kerja karyawan. 2. Bagi Pengelola Perusahaan Pertenunan St Maria Boro Saran untuk Pengelola Perusahaan Pertenunan St Maria Boro pada lingkungan kerja fisik, pengelola harus memperhatikan pada aspek tata ruang. Dalam penataan ruangan kerja bagi para karyawan, agar para karyawan merasa nyaman dalam bekerja maka perusahaan harus menata ruang kerja karyawan dengan rapi dan tertata. Kemudian pada lingkungan kerja non fisik ada baiknya kalau pengelola harus selalu terbuka untuk menerima dan mengapresiasi masukan dari karyawan, supaya karyawan dapat merasa dihargai dalam bekerja. C. Keterbatasan Penelitian Penulis menyadari masih adanya keterbatasan dalam penulisan skripsi ini. Keterbatasan itu adalah sebagai berikut: 1. Keterbatasan variabel penelitian yang hanya menggunakan faktor persepsi lingkungan kerja fisik dan persepsi lingkungan kerja non fisik saja, sehingga masih banyak faktor lain yang bisa digunakan untuk mengukur semangat kerja karyawan. 2. Penelitian ini melibatkan responden yang hanya berjumlah 33 orang masih dalam kategori kecil. 3. Penelitian pada Perusahaan Pertenunan St Maria Boro dilakukan pada tahun 2014, sehingga kesimpulan tersebut berlaku untuk tahun tersebut.

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Ahyari, Agus. 1994. Manajemen Produksi: Perencanaan Sistem Produksi. Edisi 4. Yogyakarta: BPFE, UGM. Anoraga, Pandji dan Sri Suryati. 1995. Psikologi Industri dan Sosial. Jakarta: Penerbit Pustaka Jaya. Gibson, James L. Dkk. 1987. Organisasi : Perilaku, Structure, Proses. Edisi 5/jilid 1. Jakarta: Erlangga. Handoko, T. Hani. 1994. Manajemen. Edisi 4. Yogyakarta: BPFE, UGM. Kotler, Philip. 2000. Manajemen Pemasaran. Jakarta: PT Prenhallindo. Nitisemito, Alex.S. 1982. Manajemen Personalia. Jakarta Timur: Ghalia Indonesia. Nitisemito, Alex.S. 1983. Manajemen Personalia. Jakarta Timur: Ghalia Indonesia. Nitisemito, Alex.S. 1996. Manajemen Personalia: Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi 3. Jakarta: Ghalia Indonesia. Pratiwi, Fransisca Asih. 2011. Pengaruh Tingkat Perputaran Piutang Terhadap Rentabilitas Ekonomi Periode Tahun 2006-2010. Skripsi. Yogyakarta: Fakutas Ekonomi USD. Priyatno Duwi. 2010. Mandiri Belajar Statistica Product and Service Solution Untuk Menganilisis Data Ujian Statistik. Yogyakarta: Mediakam Yogyakarta. Priyatno Duwi. 2012. Cara Kiat Belajar Analisis Data. Yogyakarta: Andi Offset. Sanusi, Anwar. 2011. Metodologi Penelitian Bisnis. Jakarta: Salemba Empat. 89

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Simamora, Henry. 1984. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: STIE, YKPN. Siswanto, H.B. 2005. Pengantar Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara. Sofyandi, Herman. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Graha Ilmu. Solihin, Ismail. 2010. Pengantar Manajemen. Jakarta: Erlangga. Tim penyusun Kamus. 1994. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. Jakarta: Balai Pustaka. Marginingsih, Tri Utami. 2013. Pengaruh Persepsi Karyawan Pada Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi USD. Umar Husein. 1998. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Lampiran I. Kuesioner KUESIONER Di bawah ini terdapat kuesioner, Anda dimohon untuk mengisi kuesioner ini sesuai dengan petunjuk yang telah diberikan. Perlu dikertahui jawaban yang Anda berikan akan terjamin kerahasiaannya. Oleh karena itu dimohon kesediaannya untuk mengisi kuesioner yang diberikan secara jujur dengan keadaan yang Anda alami sendiri selama bekerja di usaha pertenunan ini. Atas segala partisipasinya saya ucapkan terimakasih. I. Identitas Responden Berilah tanda centang ( X ) pada jawaban yang Anda pilih Jenis Kelamin : a. Laki-laki b. Perempuan Usia : a. 18 tahun – 25 tahun b. 26 tahun – 33 tahun c. 34 tahun – 41 tahun d. 42 tahun – 49 tahun e. 50 tahun – 59 tahun f. ≥ 59 tahun Lama bekerja : ……….. tahun

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 II. Kuesioner Petunjuk pengisian : Berilah tanda (√ ) pada tingkat jawaban yang sesuai dengan yang Anda rasakan. SS : Sangat Setuju S : Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju A. Persepsi Karyawan Pada Lingkungan Kerja Fisik No Pernyataan 1 Kebersihan di dalam ruangan Anda terjaga 2 Kebersihan di luar ruangan Anda terjaga 3 Penerangan lampu dalam ruangan Anda cukup 4 Ruang kerja anda mendapat penerangan sinar matahari yang mencukupi 5 Tingkat kebisingan dalam ruang kerja saya masih bisa saya tolerir 6 Pertukaran udara/ventilasi di tempat Anda bekerja sudah cukup, dan tidak mengganggu Anda dalam bekerja 7 Di tempat Anda bekerja terdapat fasilitas (makan siang, tempat istirahat) yang mencukupi 8 Penataan ruangan Anda cukup rapi SS S TS STS

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 B. Persepsi Karyawan Pada Lingkungan Kerja Non Fisik No 1 Pernyataan Jika ada SS masalah kerja, saya S TS STS selalu membicarakannya dengan atasan saya 2 Dalam diskusi atasan selalu terbuka menerima masukan dari saya 3 Atasan memberikan pekerjaan sesuai dengan keterampilan Anda 4 Atasan selalu bersikap ramah dengan Anda 5 Anda selalu berinteraksi dengan rekan kerja 6 Hubungan Anda dengan rekan kerja Anda terjalin dengan baik C. Semangat Kerja Karyawan No Pernyataan 1 Anda giat dan sungguh-sungguh dalam bekerja 2 Dalam bekerja Anda merasa senang 3 Anda datang tepat waktu ke tempat kerja 4 Anda mentaati aturan yang dibuat perusahaan 5 Anda tidak pernah meninggalkan tempat kerja saat jam kerja berlangsung Anda seksama dan cermat dalam bekerja 6 SS S TS STS

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Lampiran 2. Hasil Olah Data Kuisioner Penelitian Tabel Data Lingkungan Kerja Fisik Persepsi Pegawai Pada Lingkungan Kerja Non Fisik No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Total Rata-Rata 1 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 118 3,58 2 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 2 2 3 2 109 3,30 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 111 3,36 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 2 3 114 3,45 5 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 117 3,55 6 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 114 3,45 Total 19 20 20 20 22 19 23 20 18 20 20 20 24 20 23 24 24 22 24 20 22 23 22 22 21 21 21 23 18 17 17 17 17 RataRata 3,17 3,33 3,33 3,33 3,67 3,17 3,83 3,33 3,00 3,33 3,33 3,33 4,00 3,33 3,83 4,00 4,00 3,67 4,00 3,33 3,67 3,83 3,67 3,67 3,50 3,50 3,50 3,83 3,00 2,83 2,83 2,83 2,83 113,83 3,45

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Tabel Data Semangat Kerja Karyawan Semangat Kerja Karyawan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Total Rata-Rata 1 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 2 3 3 3 113 3,42 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 111 3,36 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 2 3 2 2 111 3,36 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 120 3,64 5 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 2 2 2 2 2 114 3,45 6 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 2 3 2 2 107 3,24 Total 19 20 21 19 21 21 20 22 20 19 20 20 23 24 22 20 23 24 22 22 22 22 20 22 23 22 22 23 17 14 17 15 15 RataRata 3,17 3,33 3,50 3,17 3,50 3,50 3,33 3,67 3,33 3,17 3,33 3,33 3,83 4,00 3,67 3,33 3,83 4,00 3,67 3,67 3,67 3,67 3,33 3,67 3,83 3,67 3,67 3,83 2,83 2,33 2,83 2,50 2,50 112,67 3,41

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Lampiran 3. Uji Validitas dan Reabilitas, Uji Asumsi Klasik, dan Uji Regresi Berganda 1. Uji Validitas dan Reabilitas Uji Validitas dan Reabilitas Persepsi Karyawan Pada Lingkungan Kerja Fisik Correlations LKF1 LKF2 LKF3 LKF4 LKF5 LKF6 LKF7 LKF8 TOTAL Pearson Correlatio * ,282 ,144 ,390 * ,233 ,000 ,018 ,112 ,423 ,025 ,193 ,002 ,000 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ** 1 * ,148 ,400 ,007 ,022 ,410 ,021 ,012 ,001 ,000 33 33 33 33 33 33 33 33 ** 1 ,342 ,213 ,248 ,051 ,233 ,164 ,008 ,000 ,000 33 33 33 33 ** ,291 ,328 ,127 ,000 ,100 ,063 ,000 33 33 1 ,728 ** ,410 ,510 ** ,698 ** n LKF1 Sig. (2tailed) N Pearson Correlatio LKF2 ,728 ,464 ** ,396 * ,431 * ,554 ** ,783 ** n Sig. (2tailed) N ,000 33 Pearson Correlatio LKF3 ,410 * ,464 ,454 ** ,648 ** ,694 ** n Sig. (2tailed) N ,018 ,007 33 33 33 33 33 ,282 ,396 * ,342 1 ,271 ,112 ,022 ,051 33 33 33 33 33 33 33 ,144 ,148 ,213 ,271 1 ,298 ,399 ,423 ,410 ,233 ,127 ,092 ,022 ,000 ,001 33 33 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlatio LKF4 ,622 ,630 ** n Sig. (2tailed) N Pearson Correlatio LKF5 * ,596 ** ,553 ** n Sig. (2tailed) N 33

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 Pearson Correlatio * ,248 ,025 ,021 33 33 ,233 ,431 ,193 33 ,390 * ** ,298 ,164 ,000 ,092 33 33 33 ** ,291 ,399 ,012 ,008 33 ,400 ,622 1 * ,634 ** ,090 ,414 ,620 ,017 ,000 33 33 33 33 * ,090 1 ,371 ,100 ,022 ,620 33 33 33 33 ** ,328 n LKF6 Sig. (2tailed) N Pearson Correlatio * ,454 * ,583 ** n LKF7 Sig. (2tailed) N ,034 ,000 33 33 33 * 1 Pearson Correlatio ,510 ** ,554 ** ,648 ,596 ** ,414 * ,371 ,833 ** n LKF8 Sig. (2tailed) N ,002 ,001 ,000 ,063 ,000 ,017 ,034 33 33 33 33 33 33 33 ,000 33 33 ** 1 Pearson Correlatio ,698 ** ,783 ** ,694 ** ,630 ** ,553 ** ,634 ** ,583 ** ,833 n TOTAL Sig. (2tailed) N ,000 ,000 ,000 ,000 ,001 ,000 ,000 ,000 33 33 33 33 33 33 33 33 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Reliability Case Processing Summary N Valid Cases % 33 100,0 Excluded 0 ,0 Total 33 100,0 a a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. 33

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,834 8 Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Item Deleted Item Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted LKF1 24,1818 7,841 ,590 ,811 LKF2 24,3939 6,996 ,669 ,800 LKF3 24,2727 8,017 ,595 ,812 LKF4 24,3636 8,239 ,519 ,820 LKF5 24,3030 8,468 ,426 ,831 LKF6 24,3333 8,042 ,508 ,822 LKF7 24,2424 8,377 ,462 ,827 LKF8 24,4242 6,627 ,734 ,789

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Uji Validitas dan Reabilitas Persepsi Karyawan Pada Lingkungan Kerja Non Fisik Correlations LKNF1 Pearson Correlation LKNF1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson LKNF3 Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson LKNF4 Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson LKNF5 Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson LKNF6 Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation TOTAL 1 Sig. (2-tailed) N LKNF2 LKNF2 Sig. (2-tailed) N ,611 LKNF3 ** LKNF4 ,649 ** ,371 LKNF5 LKNF6 TOTAL * ,325 ,291 ,790 ** ,000 ,000 ,033 ,065 ,100 ,000 33 33 33 33 33 33 33 ** 1 ** ,247 ,432 ,001 ,005 ,166 ,012 ,000 33 33 33 33 33 33 ** 1 ,289 ,184 ,196 ,103 ,305 ,276 ,000 33 ,611 ,000 33 ,649 ** ,539 ,539 ** ,475 * ,831 ,692 ** ** ,000 ,001 33 33 33 33 33 33 ** ,289 1 ,418 * ,239 ,033 ,005 ,103 ,015 ,180 ,000 33 33 33 33 33 33 33 ,325 ,247 ,184 ,418 * 1 -,022 ,065 ,166 ,305 ,015 33 33 33 33 ,291 ,432 * ,196 ,100 ,012 33 33 ,371 ,790 * ** ,475 ,831 ** ** ,002 33 33 33 ,239 -,022 1 ,276 ,180 ,902 33 33 33 ,692 ** ,698 ** ,522 ** ,524 ** ,002 33 33 ** 1 ,524 ,000 ,000 ,000 ,002 ,002 33 33 33 33 33 33 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). ,522 ** ,902 ,000 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). ,698 33

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Reliability Case Processing Summary N Valid Cases % 33 100,0 Excluded 0 ,0 Total 33 100,0 a a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha ,767 6 Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Cronbach's Item Deleted if Item Deleted Total Alpha if Item Correlation Deleted LKNF1 17,1212 3,297 ,675 ,691 LKNF2 17,3939 2,871 ,697 ,675 LKNF3 17,3333 3,542 ,544 ,725 LKNF4 17,2424 3,377 ,523 ,729 LKNF5 17,1515 3,883 ,322 ,777 LKNF6 17,2424 3,877 ,325 ,776

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Uji Validitas dan Reabilitas Semangat Kerja Karyawan Correlations SK1 Pearson Correlation SK1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson SK3 Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson SK4 Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson SK5 Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson SK6 Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation TOTAL Sig. (2-tailed) N SK3 SK5 SK6 TOTAL ,124 ,343 ,237 ,000 ,003 ,490 ,051 ,185 ,000 33 33 33 33 33 33 33 ** 1 ** ,179 ,216 ,114 ,001 ,320 ,227 ,529 ,000 33 33 33 33 33 33 ** 1 ,428 ,674 ,674 ** SK4 ** 1 Sig. (2-tailed) N SK2 SK2 ,000 33 ,504 ** ,552 ,504 ,552 * ,543 ** ,003 ,001 33 33 ,124 ,179 ,428 ,490 ,320 ,013 33 33 33 ,343 ,216 ,051 ,227 ,001 ,030 33 33 33 33 ,237 ,114 ,185 ,529 ,000 ,019 ,001 33 33 33 33 33 ,663 ** ,609 ** ,631 ** ,871 ** ** ,001 ,000 ,000 33 33 33 33 33 * 1 ,378 ,631 ,871 ** ** ** * ,407 * ,575 ** ,030 ,019 ,000 33 33 33 33 * 1 ,378 ,407 ,575 * ** ,565 ** ,763 ** ,001 ,000 33 33 33 ** 1 ,565 ,763 ** ,724 ** ,000 33 33 ** 1 ,724 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 33 33 33 33 33 33 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). ,609 ** ,013 ,543 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). ,663 33

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Reliability Case Processing Summary N Valid Cases % 33 100,0 Excluded 0 ,0 Total 33 100,0 a a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha ,797 6 Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Cronbach's Item Deleted if Item Deleted Total Alpha if Item Correlation Deleted SK1 17,0606 4,871 ,509 ,776 SK2 17,1212 5,172 ,465 ,785 SK3 17,1212 3,985 ,780 ,705 SK4 16,8485 5,258 ,424 ,793 SK5 17,0303 4,093 ,585 ,763 SK6 17,2424 4,564 ,573 ,761

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 2. Uji Asumsi Klasik A. Uji Multikolinearitas Regression Variables Entered/Removed Model Variables Entered a Variables Method Removed Lingkungan Kerja Non 1 Fisik, Lingkungan Kerja Fisik . Enter b a. Dependent Variable: Semangat Kerja b. All requested variables entered. Coefficients Model a Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std. Error t Sig. Collinearity Statistics Beta Toleran VIF ce (Constant) -,198 ,361 ,731 ,124 ,311 ,134 Lingkungan Kerja 1 Fisik Lingkungan Kerja Non Fisik -,549 ,587 ,681 5,877 ,000 ,537 1,861 ,268 2,313 ,028 ,537 1,861 a. Dependent Variable: Semangat Kerja B. Uji Heterokedastisitas Regression Variables Entered/Removed Model Variables Entered a Variables Removed Method Lingkungan Kerja Non 1 Fisik, Lingkungan Kerja Fisik b a. Dependent Variable: Semangat Kerja b. All requested variables entered. . Enter

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Coefficients Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B (Constant) Lingkungan Kerja 1 Fisik Lingkungan Kerja Non Fisik a Std. Error -,198 ,361 ,731 ,124 ,311 ,134 a. Dependent Variable: Semangat Kerja t Sig. Beta -,549 ,587 ,681 5,877 ,000 ,268 2,313 ,028

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 C. Uji Autokorelasi Regression Variables Entered/Removed Model Variables Entered a Variables Method Removed 1 Lingkungan Kerja Non Fisik, Lingkungan Kerja Fisik . b Enter a. Dependent Variable: Semangat Kerja b. All requested variables entered. b Model Summary Model R 1 ,885 R Square a Adjusted R Std. Error of the Square Estimate ,784 ,769 Durbin-Watson ,20357 2,262 a. Predictors: (Constant), Lingkungan Kerja Non Fisik, Lingkungan Kerja Fisik b. Dependent Variable: Semangat Kerja a ANOVA Model 1 Sum of Squares Df Mean Square F Regression 4,504 2 2,252 Residual 1,243 30 ,041 Total 5,747 32 Sig. 54,341 ,000 a. Dependent Variable: Semangat Kerja b. Predictors: (Constant), Lingkungan Kerja Non Fisik, Lingkungan Kerja Fisik Coefficients Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B (Constant) Lingkungan 1 Kerja Fisik a Std. Error -,198 ,361 ,731 ,124 ,311 ,134 T Sig. Beta -,549 ,587 ,681 5,877 ,000 ,268 2,313 ,028 Lingkungan Kerja Non Fisik a. Dependent Variable: Semangat Kerja b

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 D. Uji Normalitas NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N Normal Parameters 33 Mean a,b Std. Deviation 0E-7 ,19710372 Absolute ,121 Positive ,121 Negative -,092 Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z ,693 Asymp. Sig. (2-tailed) ,723 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 3. Uji Regresi Linear Berganda Regression Variables Entered/Removed Model Variables Entered a Variables Removed Lingkungan Kerja Non Fisik, 1 Lingkungan Kerja Fisik Method . b Enter a. Dependent Variable: Semangat Kerja b. All requested variables entered. Model Summary Model R 1 ,885 R Square a Adjusted R Std. Error of the Square Estimate ,784 ,769 ,20357 a. Predictors: (Constant), Lingkungan Kerja Non Fisik, Lingkungan Kerja Fisik a ANOVA Model 1 Sum of Squares Df Mean Square Regression 4,504 2 2,252 Residual 1,243 30 ,041 Total 5,747 32 F 54,341 Sig. ,000 b a. Dependent Variable: Semangat Kerja b. Predictors: (Constant), Lingkungan Kerja Non Fisik, Lingkungan Kerja Fisik Coefficients Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B (Constant) Lingkungan 1 Kerja Fisik Lingkungan Kerja Non Fisik a Std. Error -,198 ,361 ,731 ,124 ,311 ,134 a. Dependent Variable: Semangat Kerja T Sig. Beta -,549 ,587 ,681 5,877 ,000 ,268 2,313 ,028

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Lampiran 4. Tabel t Table of Upper-Tail and Two-Tail t Critical Values onetail p twotail p df = 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 0.001 0.0025 0.005 0.01 0.025 0.05 0.1 0.25 0.002 0.005 0.01 0.02 0.05 0.1 0.2 0.5 318.3 22.33 10.21 7.173 5.893 5.208 4.785 4.501 4.297 4.144 4.025 3.930 3.852 3.787 3.733 3.686 3.646 3.610 3.579 3.552 3.527 3.505 3.485 3.467 3.450 3.435 3.421 3.408 3.396 3.385 3.375 3.365 3.356 3.348 127.3 14.09 7.453 5.598 4.773 4.317 4.029 3.833 3.690 3.581 3.497 3.428 3.372 3.326 3.286 3.252 3.222 3.197 3.174 3.153 3.135 3.119 3.104 3.091 3.078 3.067 3.057 3.047 3.038 3.030 3.022 3.015 3.008 3.002 63.66 9.925 5.841 4.604 4.032 3.707 3.499 3.355 3.250 3.169 3.106 3.055 3.012 2.977 2.947 2.921 2.898 2.878 2.861 2.845 2.831 2.819 2.807 2.797 2.787 2.779 2.771 2.763 2.756 2.750 2.744 2.738 2.733 2.728 31.82 6.965 4.541 3.747 3.365 3.143 2.998 2.896 2.821 2.764 2.718 2.681 2.650 2.624 2.602 2.583 2.567 2.552 2.539 2.528 2.518 2.508 2.500 2.492 2.485 2.479 2.473 2.467 2.462 2.457 2.453 2.449 2.445 2.441 12.71 4.303 3.182 2.776 2.571 2.447 2.365 2.306 2.262 2.228 2.201 2.179 2.160 2.145 2.131 2.120 2.110 2.101 2.093 2.086 2.080 2.074 2.069 2.064 2.060 2.056 2.052 2.048 2.045 2.042 2.040 2.037 2.035 2.032 6.314 2.920 2.353 2.132 2.015 1.943 1.895 1.860 1.833 1.812 1.796 1.782 1.771 1.761 1.753 1.746 1.740 1.734 1.729 1.725 1.721 1.717 1.714 1.711 1.708 1.706 1.703 1.701 1.699 1.697 1.696 1.694 1.692 1.691 3.078 1.886 1.638 1.533 1.476 1.440 1.415 1.397 1.383 1.372 1.363 1.356 1.350 1.345 1.341 1.337 1.333 1.330 1.328 1.325 1.323 1.321 1.319 1.318 1.316 1.315 1.314 1.313 1.311 1.310 1.309 1.309 1.308 1.307 1.000 0.816 0.765 0.741 0.727 0.718 0.711 0.706 0.703 0.700 0.697 0.695 0.694 0.692 0.691 0.690 0.689 0.688 0.688 0.687 0.686 0.686 0.685 0.685 0.684 0.684 0.684 0.683 0.683 0.683 0.682 0.682 0.682 0.682

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 120 140 160 180 200 250 300 350 400 450 500 600 700 800 900 3.340 3.333 3.326 3.319 3.313 3.307 3.301 3.296 3.291 3.286 3.281 3.277 3.273 3.269 3.265 3.261 3.245 3.232 3.220 3.211 3.202 3.195 3.189 3.183 3.178 3.174 3.160 3.149 3.142 3.136 3.131 3.123 3.118 3.114 3.111 3.108 3.107 3.104 3.102 3.100 3.099 2.996 2.990 2.985 2.980 2.976 2.971 2.967 2.963 2.959 2.956 2.952 2.949 2.946 2.943 2.940 2.937 2.925 2.915 2.906 2.899 2.892 2.887 2.882 2.878 2.874 2.871 2.860 2.852 2.846 2.842 2.839 2.832 2.828 2.825 2.823 2.821 2.820 2.817 2.816 2.815 2.814 2.724 2.719 2.715 2.712 2.708 2.704 2.701 2.698 2.695 2.692 2.690 2.687 2.685 2.682 2.680 2.678 2.668 2.660 2.654 2.648 2.643 2.639 2.635 2.632 2.629 2.626 2.617 2.611 2.607 2.603 2.601 2.596 2.592 2.590 2.588 2.587 2.586 2.584 2.583 2.582 2.581 2.438 2.434 2.431 2.429 2.426 2.423 2.421 2.418 2.416 2.414 2.412 2.410 2.408 2.407 2.405 2.403 2.396 2.390 2.385 2.381 2.377 2.374 2.371 2.368 2.366 2.364 2.358 2.353 2.350 2.347 2.345 2.341 2.339 2.337 2.336 2.335 2.334 2.333 2.332 2.331 2.330 2.030 2.028 2.026 2.024 2.023 2.021 2.020 2.018 2.017 2.015 2.014 2.013 2.012 2.011 2.010 2.009 2.004 2.000 1.997 1.994 1.992 1.990 1.988 1.987 1.985 1.984 1.980 1.977 1.975 1.973 1.972 1.969 1.968 1.967 1.966 1.965 1.965 1.964 1.963 1.963 1.963 1.690 1.688 1.687 1.686 1.685 1.684 1.683 1.682 1.681 1.680 1.679 1.679 1.678 1.677 1.677 1.676 1.673 1.671 1.669 1.667 1.665 1.664 1.663 1.662 1.661 1.660 1.658 1.656 1.654 1.653 1.653 1.651 1.650 1.649 1.649 1.648 1.648 1.647 1.647 1.647 1.647 1.306 1.306 1.305 1.304 1.304 1.303 1.303 1.302 1.302 1.301 1.301 1.300 1.300 1.299 1.299 1.299 1.297 1.296 1.295 1.294 1.293 1.292 1.292 1.291 1.291 1.290 1.289 1.288 1.287 1.286 1.286 1.285 1.284 1.284 1.284 1.283 1.283 1.283 1.283 1.283 1.282 0.682 0.681 0.681 0.681 0.681 0.681 0.681 0.680 0.680 0.680 0.680 0.680 0.680 0.680 0.680 0.679 0.679 0.679 0.678 0.678 0.678 0.678 0.677 0.677 0.677 0.677 0.677 0.676 0.676 0.676 0.676 0.675 0.675 0.675 0.675 0.675 0.675 0.675 0.675 0.675 0.675

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 1000 2000 3000 4000 5000 df = ∞ (z) 3.098 3.094 3.093 3.092 3.092 2.813 2.810 2.809 2.809 2.808 2.581 2.578 2.577 2.577 2.577 2.330 2.328 2.328 2.327 2.327 1.962 1.961 1.961 1.961 1.960 1.646 1.646 1.645 1.645 1.645 1.282 1.282 1.282 1.282 1.282 0.675 0.675 0.675 0.675 0.675 3.090 2.807 2.576 2.326 1.960 1.645 1.282 0.674 onetail p 0.001 0.0025 0.005 0.01 0.025 0.05 0.1 0.25 twotail p 0.002 0.005 0.01 0.02 0.05 0.1 0.2 0.5

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 Lampiran 5. Tabel f Tabel f df2\df1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 22 24 26 28 30 35 40 45 50 >1000 1 10.13 7.71 6.61 5.99 5.59 5.32 5.12 4.96 4.84 4.75 4.67 4.60 4.54 4.49 4.45 4.41 4.38 4.35 4.30 4.26 4.23 4.20 4.17 4.12 4.08 4.06 4.03 1.04 2 9.55 6.94 5.79 5.14 4.74 4.46 4.26 4.10 3.98 3.89 3.81 3.74 3.68 3.63 3.59 3.55 3.52 3.49 3.44 3.40 3.37 3.34 3.32 3.27 3.23 3.20 3.18 3.00 3 9.28 6.59 5.41 4.76 4.35 4.07 3.86 3.71 3.59 3.49 3.41 3.34 3.29 3.24 3.20 3.16 3.13 3.10 3.05 3.01 2.98 2.95 2.92 2.87 2.84 2.81 2.79 2.61 4 9.12 6.39 5.19 4.53 4.12 3.84 3.63 3.48 3.36 3.26 3.18 3.11 3.06 3.01 2.96 2.93 2.90 2.87 2.82 2.78 2.74 2.71 2.69 2.64 2.61 2.58 2.56 2.37 5 9.01 6.26 5.05 4.39 3.97 3.69 3.48 3.33 3.20 3.11 3.03 2.96 2.90 2.85 2.81 2.77 2.74 2.71 2.66 2.62 2.59 2.56 2.53 2.49 2.45 2.42 2.40 2.21 6 8.94 6.16 4.95 4.28 3.87 3.58 3.37 3.22 3.09 3.00 2.92 2.85 2.79 2.74 2.70 2.66 2.63 2.60 2.55 2.51 2.47 2.45 2.42 2.37 2.34 2.31 2.29 2.10 7 8.89 6.09 4.88 4.21 3.79 3.50 3.29 3.14 3.01 2.91 2.83 2.76 2.71 2.66 2.61 2.58 2.54 2.51 2.46 2.42 2.39 2.36 2.33 2.29 2.25 2.22 2.20 2.01 8 8.85 6.04 4.82 4.15 3.73 3.44 3.23 3.07 2.95 2.85 2.77 2.70 2.64 2.59 2.55 2.51 2.48 2.45 2.40 2.36 2.32 2.29 2.27 2.22 2.18 2.15 2.13 1.94 9 8.81 6.00 4.77 4.10 3.68 3.39 3.18 3.02 2.90 2.80 2.71 2.65 2.59 2.54 2.49 2.46 2.42 2.39 2.34 2.30 2.27 2.24 2.21 2.16 2.12 2.10 2.07 1.88 10 8.79 5.96 4.74 4.06 3.64 3.35 3.14 2.98 2.85 2.75 2.67 2.60 2.54 2.49 2.45 2.41 2.38 2.35 2.30 2.25 2.22 2.19 2.16 2.11 2.08 2.05 2.03 1.83 11 8.76 5.94 4.70 4.03 3.60 3.31 3.10 2.94 2.82 2.72 2.63 2.57 2.51 2.46 2.41 2.37 2.34 2.31 2.26 2.22 2.18 2.15 2.13 2.08 2.04 2.01 1.99 1.79 12 8.74 5.91 4.68 4.00 3.57 3.28 3.07 2.91 2.79 2.69 2.60 2.53 2.48 2.42 2.38 2.34 2.31 2.28 2.23 2.18 2.15 2.12 2.09 2.04 2.00 1.97 1.95 1.75 df2/df1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112

(133)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh persepsi karyawan pada lingkungan kerja non fisik terhadap semangat kerja (studi kasus pada karyawan restoran Washoku Sato, Cabang M.O.I. Jakarta).
2
6
127
Pengaruh persepsi karyawan pada lingkungan kerja fisik dan non fisik terhadap semangat kerja studi kasus pada karyawan SP Aluminium Yogyakarta.
0
0
137
Pengaruh persepsi karyawan pada lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan : studi kasus pada karyawan PT Madu Baru Yogyakarta Divisi Sumber Daya Manusia dan Umum.
0
0
143
Pengaruh persepsi karyawan pada lingkungan kerja terhadap semangat kerja karyawan : studi kasus pada Rumah Sakit Secanti Gisting, Lampung.
0
0
132
Pengaruh persepsi karyawan pada lingkungan kerja non fisik terhadap semangat kerja
0
4
125
Pengaruh persepsi karyawan mengenai gaya kepemimpinan manajer terhadap prestasi kerja karyawan : studi kasus karyawan bagian produksi Pertenunan Santa Maria Boro.
1
2
125
Hubungan antara motivasi kerja, disiplin kerja, dan pengalaman kerja dengan produktivitas kerja karyawan : studi kasus pada Perusahaan Pertenunan Santa Maria Boro Banjar Asri, Kalibawang, Kulon Progo, Yogyakarta.
0
0
155
Pengaruh persepsi karyawan pada lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan studi kasus pada karyawan PT Madu Baru Yogyakarta Divisi Sumber Daya Manusia dan Umum
1
5
141
Pengaruh persepsi karyawan pada lingkungan kerja terhadap semangat kerja karyawan studi kasus pada Rumah Sakit Secanti Gisting, Lampung
0
0
130
Pengaruh lingkungan kerja terhadap produktivitas karyawan berdasarkan persepsi karyawan bagian tenun : studi kasus pertenunan Santa Maria Boro, Banjarsari, Kalibawang, Kulon Progo - USD Repository
0
0
129
Pengaruh motivasi terhadap semangat kerja karyawan : studi kasus karyawan restoran Boyong Kalegan, Sleman, DIY - USD Repository
0
1
94
Pengaruh motivasi terhadap semangat kerja karyawan : studi kasus karyawan restoran Boyong Kalegan, Sleman, DIY - USD Repository
0
0
94
Pengaruh pendidikan, motivasi, disiplin kerja, sikap kerja, dan lingkungan kerja terhadap produktivitas karyawan : studi kasus pada Pertenunan Santa Maria Boro, Kalibawang, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta - USD Repository
0
0
152
Pengaruh persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan manajer terhadap kepuasan kerja karyawan : Studi kasus pada karyawan tetap bagian SDM dan umum PT. Madubaru Yogyakarta - USD Repository
0
0
97
Pengaruh persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan terhadap semangat kerja karyawan : studi kasus pada PT. Pos Indonesia Cabang Wonosari - USD Repository
0
1
122
Show more