Peningkatan Minat Belajar dan Kreativitas Siswa Kelas IIIA SDN Maguwoharjo 1 Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe GI Pada Materi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Gratis

0
0
11
3 months ago
Preview
Full text
(1)ELEMENTARY JOURNAL VOL. 1 NO. 2 – JANUARI 2019 Peningkatan Minat Belajar dan Kreativitas Siswa Kelas IIIA SDN Maguwoharjo 1 Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe GI Pada Materi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan Bonifatius Sigit Yuniharto 1), Maria Melani Ika Susanti 2) 1,2 ) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar 1,2) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 1) bonifatiussigit@gmail.com, 2)maria.melani.ika@gmail.com 1) 085643719062, 2)081809809444 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GI dalam upaya meningkatkan minat belajar dan kreativitas siswa kelas IIIA SDN Maguwoharjo 1. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas melalui tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan yang digunakan yaitu observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui model pembelajaran kooperatif tipe GI, dengan tahapan mengidentifikasi topik dan mengorganisir siswa ke dalam kelompok; merencanakan tugas-tugas belajar; melaksanakan investigasi/penyelidikan; menyiapkan laporan akhir; mempresentasikan laporan akhir;dan mengevaluasi pemahaman siswa dapat meningkatkan minat belajar dan kreativitas siswa. Peningkatan minat belajar siswa dari kondisi awal 53,45% dengan kategori minat sedang, meningkat menjadi 81,67% dengan kategori minat belajar sangat tinggi. Peningkatan kreativitas siswa dari kondisi awal 53,17% dengan kategori sangat kurang kreatif, meningkat menjadi 81,88% dengan kategori kreatif. Kata Kunci: Minat belajar, kreativitas siswa, model pembelajaran kooperatif tipe GI 1. PENDAHULUAN Kurikulum Pendidikan memiliki peran yang lanjutan dari penting bagi manusia. Makmun (2007: 2006. Kurikulum 6) menyatakan bahwa praktik dalam diperlukan sebagai instrumen untuk pendidikan mengarahkan bertujuan pengetahuan, menguasai 2013 sebagai langkah pengembangan siswa 2013 menjadi: KTSP sangat (1) pengembangan manusia berkualitas yang mampu dan kepribadian, kemampuan sosial, ataupun proaktif menjawab tantangan zaman; (2) kemampuan dalam bekerja. Kurikulum manusia berimtaq kepada Tuhan YME, dikatakan sebagai alat untuk mencapai berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, tujuan pedoman kreatif, mandiri; dan (3) warga Negara jenjang yang demokratis, bertanggung jawab pendidikan (Sitepu, 2012: 57). Tahun (Kemendikbud, 2014: 2). Kreativitas 2013 siswa pendidikan pelaksanaan bagi pemerintah ISBN 2622 - 0431 serta semua mencanangkan dapat terbangun bila siswa 22

(2) ELEMENTARY JOURNAL VOL. 1 NO. 2 – JANUARI 2019 memiliki minat belajar. Siswa yang masuk pada kategori sangat kurang memiliki minat belajar tinggi, dapat kreatif. Peneliti melihat minat belajar menciptakan kreativitas yang tinggi pada kategori sedang dan kreativitas selama pembelajaran. (Slameto, 2010: masuk pada kategori sangat kurang 57). kreatif merupakan permasalahan yang Peneliti melakukan observasi pada tanggal 15 Maret 2018 untuk penting dan mendesak. Diskusi dan tukar pikiran dengan guru kelas IIIA mengetahui minat belajar dan kreativitas peneliti lakukan siswa pada siswa kelas IIIA SDN solusi atas permasalahan yang peneliti Maguwoharjo 1. Peneliti menemukan temui. Peneliti dan guru bersepakat permasalahan observasi untuk melakukan penelitian tindakan terhadap pembelajaran di kelas IIIA kelas dengan menerapkan pembelajaran SDN Maguwoharjo 1. Peneliti memiliki inovatif dugaan rendahnya minat belajar dan permasalahan kreativitas kreativitas siswa. dari siswa pembelajaran. hasil selama Peneliti proses melihat untuk sebagai solusi minat Djamarah menemukan dari belajar dan (2008: 166) bahwa minat pembelajaran yang berlangsung masih mengemukakan bersifat satu arah. Rendahnya minat mempunyai pengertian “kecenderungan belajar dan kreativitas siswa didukung yang menetap untuk memperhatikan dan dari data hasil observasi yang mengacu mengenangkan pada empat indikator minat belajar dan Slameto (2010: 180) menambahkan empat indikator kreativitas. Berikut bahwa minat adalah “suatu rasa lebih peneliti sajikan hasil observasil awal: suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau Tabel 1. Hasil Observasi Awal Variabel beberapa aktivitas, tanpa aktivitas”. ada yang menyuruh”. Minat adalah suatu sikap Hasil Observasi Kategori atau keinginan yang konsisten untuk (%) memperhatikan dan mengenang Minat belajar 53,54 Sedang aktivitas pembelajaran yang disertai rasa Kreativitas siswa 54,17 Sangat kurang kreatif senang. Indikator minat dalam penelitian ini meliputi rasa senang terhadap pembelajaran; perhatian siswa dalam Hasil observasi awal tabel 1 proses pembelajaran; keterlibatan siswa menunjukkan minat belajar siswa pada dalam proses pembelajaran; dan inisiatif kategori sedang dan kreativitas siswa ISBN 2622 - 0431 23

(3) ELEMENTARY JOURNAL VOL. 1 NO. 2 – JANUARI 2019 siswa untuk mencari informasi baru tersebut didukung oleh Rusman (2017: dalam pembelajaran. 314) yang menyatakan bahwa penerapan Kreativitas menurut Santrock model pembelajaran kooperatif tipe (2009: 21) adalah kemampuan untuk Group Investigation (GI)dapat bertujuan berpikir mengenai sesuatu dalam cara untuk yang baru dan tidak serta kreativitas siswa, hal ini dapat ditempuh memikirkan solusi-solusi unik terhadap melalui pengembangan proses kreatif sebuah masalah. Pendapat yang berbeda menuju dikemukakan oleh Mayesty (Sujiono & pengembangan alat bantu yang secara Sujiono, 2010: 38) yang mengemukakan eksplisit bahwa kreativitas adalah cara berpikir Suprijono (2009: 54) menyatakan bahwa dan dan pembelajaran kooperatif adalah konsep bernilai/berguna bagi dirinya dan orang pembelajaran yang lebih luas meliputi lain. Kreativitas adalah mempuan yang semua jenis kerja kelompok termasuk dimiliki oleh setiap individu untuk bentuk-bentuk berpikir, guru. bertindak biasa, original mengungkapkan gagasan meningkatkan suatu kemampuan kesadaran mendukung dan kreativitas. yang diarahkan oleh mengenai sesuatu yang baru dengan Suyatno (2009: 56) berpendapat menggunakan cara yang baru dan cara bahwa model pembelajaran kooperatif ini berbeda dari orang lain untuk tipe memecahkan suatu masalah. Indikator merupakan kreativitas melibatkan kelompok (mampu terdiri dari kelancaran mengemukakan ide); siswa Group belajar Investigation pembelajaran (GI) yang kecil dimana menggunakan inkuiri keluwesan (mengajukan cara berbeda kooperatif, perencanaan, proyek, dan dari diskusi biasanya dalam memecahkan kelompok, dan kemudian masalah); keaslian (menghasilkan ide mempresentasikan penemuan mereka berdasarkan pemikiran sendiri); dan kepada kelas. Secara ringkas sintaks keterperincian (menguraikan ide secara model pembelajaran kooperatif tipe rinci). Group Pembelajaran inovatif yang peneliti anggap tepat sebagai solusi atas Investigation 1)mengidentifikasi mengorganisir siswa (GI), yaitu: topik dan ke dalam permasalahan rendahnya minat belajar kelompok; 2) merencanakan tugas-tugas dan kreativitas siswa adalah model belajar; 3) melaksanakan investigasi/ pembelajaran kooperatif tipe Group penyelidikan; 4) menyiapkan laporan Investigation (GI). Pendapat peneliti akhir; 5) mempresentasikan laporan ISBN 2622 - 0431 24

(4) ELEMENTARY JOURNAL VOL. 1 NO. 2 – JANUARI 2019 akhir; dan 6) mengevaluasi pemahaman minat menggunakan lembar observasi siswa. dan kuesioner. Teknik pengumpulan Penelitian terdahulu yang pertama oleh Partia (2015) Penggunaan yang Model berjudul Pembelajaran data untuk mengetahui hasil belajar dengan tes. Penelitian yang kedua oleh Kooperatif Tipe Group Investigation Cahyaningrum & Hidajad (2013) yang (GI) untuk Meningkatkan Minat dan berjudul Hasil Belajar IPS pada Siswa Kelas IV pembelajaran praktek seni tari dengan SD menggunakan Jetis Bantul Tahun Pelajaran peningkatan kreativitas model Group 2014/2015 menunjukkan bahwa model Investigation(GI) siswa kelas VIIIA di pembelajaran kooperatif tipe Group SMP Negeri 1 Madiun menunjukkan Investigation (GI) mampu: (1) bahwa kerjasama antar anggota pada meningkatan minat, terlihat pada setiap kelompok membutikan dapat kondisi hasil pada kondisi awal rata-rata meningkatkan kreativitas. Terbukti dari minat siswa diperoleh 47,7 mengalami hasil penelitian berupa observasi yang peningkatan pada siklus I rata-rata minat telah dilaksanakan dapat disimpulkan 79,3 dan hasil pada siklus II diperoleh bahwa hasil tes unjuk kerja secara 80. (2) Hasil belajar juga mengalami klasikal peningkatan, awal persentase 48,48%. Persentase pada diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siklus II sudah mencapai ketuntasan 70,3 dengan persentase siswa yang klasikal sebesar 100%. Penelitian ini mencapai KKM 30% dan mengalami menggunakan peningkatan nilai hasil belajar pada Kelas (PTK) dengan dua siklus. Siklus I siklus I yaitu 77,42 dengan persentasi terbagi menjadi 5 kali pertemuan dan siswa yang lulus KKM 63%, dan hasil siklus siklus pertemuan II pada diperoleh kondisi 83,7 dengan pada II siklus I Penelitian terbagi mencapai Tindakan menjadi 4 kali persentase 94% yang mencapai KKM. Adanya keyakinan mengenai hal (3) adanya hubungan yang positif dan itu, maka peneliti memutuskan untuk signifikan antara minat belajar dan melakukan penelitian tindakan kelas prestasi belajar. Penelitian ini adalah dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas dengan Belajar dan Kreativitas Siswa Kelas IIIA dua siklus. Subjek pada penelitian ini SDN Maguwoharjo 1 Melalui Model terdiri Teknik Pembelajaran Kooperatif Tipe GI Pada pengumpulan data untuk mengetahui Materi Pertumbuhan dan Perkembangan dari 33 ISBN 2622 - 0431 siswa. judul “Peningkatan Minat 25

(5) ELEMENTARY JOURNAL VOL. 1 NO. 2 – JANUARI 2019 Tumbuhan”. Penelitian ini bertujuan komponen, untuk upaya tindakan, pengamatan, dan refleksi. belajar dan Subjek dalam penelitian ini adalah siswa IIIA SDN kelas IIIA SDN Maguwoharjo 1 tahun pelajaran pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 30 2018/2019 melalui model pembelajaran siswa yang terdiri dari 11 siswa laki-laki kooperatif tipe Group Investigation (GI) dan 19 siswi perempuan. a) mendiskripsikan meningkatkan kreativitas minat siswa Maguwoharjo pada 1 materi perkembangan Meningkatkan kreativitas kelas tahun Maguwoharjo 1 perencanaan, pertumbuhan dan Teknik pengumpulan data yang tumbuhan; b) digunakan dalam penelitian ini adalah belajar dan observasi, kuesioner, dan wawancara. IIIA SDN Kegiatan observasi yang dilakukan pada pelajaran penelitian ini adalah observasi proses minat siswa yaitu: kelas tahun 2018/2019 melalui model pembelajaran pembelajaran.Peneliti kooperatif tipe Group Investigation (GI) pengambilan data melalui kuesioner pada sebanyak dua kali, yang pertama pada materi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. akhir siklus I dan yang kedua pada akhir siklus 2. METODE Jenis II. Peneliti menggunakan dokumentasi berupa foto sebagai bukti Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). Daryanto (2011: 4) menyatakan bahwa Penelitian melakukan Tindakan kelas pendukung dalam mendeskripsikan temuan dan hasil penelitian. Berikut peneliti paparkan teknik analisis data dalam penelitian ini. adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri dengan tujuan Menghitung jumlah nilai minat belajar kelas Jumlah nilai kelas = menjumlahkan nilai siswa dalam satu untuk memperbaiki proses belajar di kelas, sehingga hasil belajar siswa dapat ditingkatkan. Model PTK yang digunakan dalam penelitian ini adalam model Kemmis dan Mc Taggart. Kusumah & Dwitagama (2010: 20) mengungkapkan bahwa, perangkat- perangkat atau untaian-untaian dengan satu perangkat terdiri ISBN 2622 - 0431 dari empat kelas Menghitung nilai minat belajar siswa Nilai = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑖𝑛𝑎𝑡 𝑏𝑒𝑙𝑎𝑗𝑎𝑟 𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑥 100% Menghitung rata-rata nilai minat belajar kelas Rata-rata = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑖𝑠𝑤𝑎 x 100% Kategori minat belajar siswa dapat diketahui dengan berpedoman pada 26

(6) ELEMENTARY JOURNAL VOL. 1 NO. 2 – JANUARI 2019 kriteria minat belajar Arikunto (1998:246) sebagai berikut: dahulu yang dilakukan oleh Retnowati Tabel 2. Kriteria Minat Belajar Tingkat Penguasaan Kompetensi 81% - 100% 61% - 80% 41% - 60% 21% - 40% Dibawah 20% dikuatkan dengan penelitian terlebih Ketegori Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah (2013), Cahyaningrum (2013) dan Patria (2015). Penelitian tersebut meneliti tentang minat belajar, kreativitas, dan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI). Model pembelajaran kooperatif Menghitung jumlah nilai kreativitas kelas Jumlah nilai kelas = menjumlahkan nilai siswa Nilai = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 Rata-rata = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑖𝑠𝑤𝑎 (2017:212) dilaksanakan berikut: 1)mengidentifikasi topik dan 𝑥 100% Menghitung rata-rata nilai kreativitas kelas 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 Rusman melalui 6 (enam) tahapan sebagai Menghitung nilai kreativitas siswa 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝐾𝑟𝑒𝑎𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 tipe Group Investigation(GI) menurut x 100 mengorganisir siswa ke dalam kelompok, 2) merencanakan tugas-tugas belajar, 3) melaksanakan investigasi/ penyelidikan, 4) menyiapkan laporan Kategori kreativitas siswa dapat akhir, 5) mempresentasikan laporan kriteria akhir, dan 6) mengevaluasi pemahaman kreativitas menurut Utami (2018: 547) siswa. Proses investigasi yang dilakukan berikut ini: oleh siswa menjadi kegiatan yang diketahui dengan pedoman Tabel 3. Kriteria Kreativitas selama pembelajaran. Berikut adalah salah satu dokumentasi Tingkat Penguasaan Kompetensi 90% - 100% 80% - 89% 65% - 79% 55% - 64% Dibawah 55% 3. mendominasi Ketegori Sangat kreatif Kreatif Cukup kreatif Kurang kreatif Sangat kurang kreatif kegiatan penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Peningkatan minat kreativitas siswa belajar dan ditempuh melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Siklus I dan II terdiri dari 2 kali pertemuan. Setiap pertemuan terdiri dari 3 kali 35 menit atau satu penggalan. ISBN 2622 - 0431 Penelitian ini Gambar 1. Melaksanakan Investigasi/ Penyelidikan 27

(7) ELEMENTARY JOURNAL VOL. 1 NO. 2 – JANUARI 2019 Hasil minat belajar siswa dilakukan Capaian Minat Belajar Siswa pada dua siklus I dan siklus II dengan 100 dua kali pertemuan. Hasil pengamatan 80 diperoleh dari lembar observasi dan 60 81 81.67 71 71.04 53.45 40 lember kuesioner minat belajar siswa. 20 Lembar kuesioner diberikan pada akhir 0 siklus. Hasil pengamatan Kondisi Awal dapat peningkatan setiap Pencapaian Siswa Tabel 4. Perbandingan Capaian Minat Belajar Siswa Pada kondisi awal diperoleh hasil bahwa rata-rata yang diperoleh siswa Siklus I 53,45 Target Gambar 2. Grafik Capaian Minat Belajar siklusnya. Kondisi Awal Siklus II Kondisi Awal disimpulkan bahwa minat belajar siswa mengalami Siklus I Siklus II adalah 53,45% dengan kategori cukup Target Capaian Target Capaian minat. Pada siklus I terjadi peningkatan (%) (%) (%) (%) nilai rata-rata sebesar 71,04% dengan 71 71.04 81 81,67 Tinggi Sangat tinggi Sangat Tinggi kategori minat belajar tinggi. Kemudian pada siklus II terjadi peningkatan nilai Cukup Tinggi rata-rata sebesar 81,67% dengan kategori minat belajar sangat tinggi. Capaian minat belajar siswa meningkat dari kondisi awal sampai siklus II. Capaian minat belajar siswa telah memenuhi target. Berikut peneliti paparkan gambar grafik capaian minat belajar siswa. Hasil tersebut senada dengan pendapat Djamarah (2008: 166) yang mengemukakan bahwa seseorang yang berminat terhadap suatu aktivitas akan memperhatikan aktivitas tersebut secara konsisten dengan rasa senang, dalam hal ini aktivitas tersebut dalam pembelajaran. Peneliti menyimpulkan bahwa minat belajar siswa dapat meningkat karena siswa merasa senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Pernyataan ISBN 2622 - 0431 peneliti pendapat Slameto menjelaskan bahwa dikuatkan oleh (2010:180) suatu minat 28

(8) ELEMENTARY JOURNAL VOL. 1 NO. 2 – JANUARI 2019 diekspresikan melalui kecenderungan memenuhi target. Berikut peneliti yang tetap untuk memperhatikan terus- paparkan gambar grafik capaian menerus disertai rasa senang, dapat pula kreativitas siswa. diekspresikan dalam bentuk aktivitas. Penelitan ini membuktikan Hasil Capaian Kreativitas Siswa bahwa 100 hipotesis tentang model pembelajaran 80 kooperatif tipe Group Investigation (GI) 60 dapat meningkatkan minat belajar siswa 80 81.88 70 71.59 54.17 40 20 kelas IIIA SDN Maguwoharjo 1. 0 Hasil kreativitas siswa dilakukan pada dua siklus I dan siklus II dengan dua kali pertemuan. Hasil pengamatan diperoleh dari lembar observasi dan lembar Kondisi Awal Kondisi Awal Siklus I Siklus II Target Pencapaian Gambar 3. Grafik Capaian Kreativitas Siswa kuesioner kreativitas siswa. Lembar kuesioner diberikan pada akhir Pada kondisi awal diperoleh hasil dapat bahwa rata-rata yang diperoleh siswa disimpulkan bahwa kreativitas siswa adalah 54,17% dengan kategori kurang mengalami setiap kreatif. Pada siklus I terjadi peningkatan hasil nilai rata-rata sebesar 71,59% dengan penelitian dari variabel kreativitas siswa. kategori cukup kreatif. Kemudian pada siklus. Hasil pengamatan peningkatan siklusnya. Berikut adalah siklus II terjadi peningkatan nilai ratarata sebesar 81,88% dengan kriteria Tabel 5. Perbandingan Capaian kreativitas kreatif. Kreativitas Siswa Siklus I Kondisi Awal Siklus II Target Capaian Target Capaian (%) (%) (%) (%) 54,17 70 71.59 80 81.88 Kurang kreatif Cukup kreatif Cukup kreatif Kreatif Kreatif Hasil peningkatan kreativitas siswa tersebut peneliti simpulkan dapat terjadi karena adanya minat belajar siswa untuk berproses, dorongan dari guru, dan produk yang hendak mereka capai. Kreativitas siswa muncul karena keunikan seluruh pribadi dalam interaksi kelompok dan lingkungannya. Berikut Capaian kreativitas siswa meningkat dari kondisi awal sampai adalah salah satu hasil karya siswa yang menjadi bukti kreativitas siswa. siklus II. Capaian kreativitas siswa telah ISBN 2622 - 0431 29

(9) ELEMENTARY JOURNAL VOL. 1 NO. 2 – JANUARI 2019 suatu masalah. Gambar 5 menunjukkan siswa dalam proses belajar dapat bekerja secara bebas, memberi semangat bagi siswa untuk berinisiatif, kreatif, dan aktif. Gambar 4.Hasil Laporan Akhir Siswa Kesimpulan peneliti tentang peningkatan kreativitas siswa didukung oleh pernyataan Sujiono & Sujiono (2010: 39) mengemukakan bahwa pengembangan kreativitas pada diri seseorang dapat dilakukan melalui 4 (empat) pendekatan yaitu Gambar 5. Membuat Cover untuk Laporan Akhir pribadi, Siswa proses, dorongan, dan hasil akhir atau memiliki produk. Pribadi merupakan tindakan membukukan kreatif yang muncul dari keunikan dalam bentuk booklet. Kedua secara keseluruhan pribadi dalam interaksi sosial dengan lingkungannya. meningkatkan Peningkatan kreativitas siswa juga hasil pengalaman atau belajar kelompok belajar mereka dapat kerjasama, komunikasi baik dengan teman maupun terjadi karena peneliti menggunakan guru, model pembelajaran kooperatif tipe sistematis, belajar menghargai orang Group Investigation (GI). Pernyataan lain, peneliti tersebut didukung oleh Setiawan dalam membuat satu keputusan. Ketiga (2006: secara akademis siswa terlatih untuk 9) yang mengungkapkan belajar dan berkomunikasi meningkatkan secara partisipasi beberapa kelebihan dari pembelajaran mempertanggungjawabkan kooperatif tipe Group Investigation yang diberikan, mengembangkan dan (GI), yaitu sebagai berikut: pertama melatih keterampilan dalam berbagai siswa dalam proses belajar dapat bekerja bidang, secara bebas, memberi semangat bagi mengorganisasikan siswa untuk berinisiatif, kreatif dan aktif Penelitan serta dapat belajar memecahkan masalah hipotesis tentang model pembelajaran ISBN 2622 - 0431 merencanakan ini jawaban dan pekerjaannya. membuktikan bahwa 30

(10) ELEMENTARY JOURNAL VOL. 1 NO. 2 – JANUARI 2019 kooperatif tipe Group Investigation (GI) siswa.Peningkatan minat belajar siswa dapat meningkatkan kreativitas siswa dari kelas IIIA SDN Maguwoharjo 1. kategori cukup minat, meningkat pada kondisi awal 53,45% dengan siklus I sebesar 71,04% dan pada siklus Gambar 6 menunjukkan hasil dari minat belajar dan kreativitas siswa. II terjadi peningkatan lagi menjadi 81,67% dengan kategori minat belajar sangat tinggi.Peningkatan kreativitas siswa dapat dilihat dari kondisi awal 53,17% dengan kategori kurang kreatif, meningkat pada siklus I sebesar 71,59% dan pada siklus II terjadi peningkatan lagi menjadi 81,88% dengan kategori kreatif. Untuk peneliti berikutnya yang tertarik Gambar 6. Booklethasil kreativitas siswa melakukan sebaiknya 1) topik sejenis merencanakan dan mengalokasikan waktu yang cukup agar 4. KESIMPULAN siswa mampu menyelesaikan proses Upaya meningkatkan minat belajar penyusunan bookletyang menjadi dan kreativitas siswa kelas IIIA SDN produk akhir hasil kerja siswa pada Maguwoharjo 1 materi kegiatan siklus I dan siklus II; 2) pertumbuhan dan perkembangan peneliti perlu merevisi kembali lembar tumbuhan ditempuh menggunakan model pada dengan pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) observasi minat belajar dan kreativitas siswa supaya dapat menguraikan capaian deskriptor setiap siswa. dengan enam langkah sebagai berikut: pertamamengidentifikasi topik mengorganisir ke siswa dan dalam kelompok, kedua merencanakan tugastugas belajar, ketiga melaksanakan investigasi/penyelidikan, menyiapkan laporan keempat akhir, kelima mempresentasikan laporan akhir, dan keenam mengevaluasi ISBN 2622 - 0431 pemahaman DAFTAR PUSTAKA Arikunto, S. (1998). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Cahyaningrum, M. & Arif H. (2013).Peningkatan kreativitas pembelajaran praktek seni tari dengan menggunakan model group investigation siswa kelas VIIIA di SMP Negeri 1 Madiun. Jurnal 31

(11) ELEMENTARY JOURNAL VOL. 1 NO. 2 – JANUARI 2019 Pendidikan Sendratasik Vol 2, No1. Diakses tanggal 23 April 2018 dari http://id.portalgaruda.org/?ref=bro wse&mod=viewarticle&article=101 999. Daryanto. (2011). Penelitian tindakan kelas dan penelitian tindakan sekolah. Yogyakarta: Gava Media. Djamarah, S.B. (2008). Psikologi belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Kemendikbud. (2014). Materi pelatihan guru implementasi kurikulum 2013 Tahun 2014 SD Kelas I. Jakarta: Depdikbud. Kusumah, W. & Dwitagama. (2010). Mengenal penelitian tindakan kelas. Jakarta: PT Indeks. Makmun, A.S. (2007). Perencanaan pendidikan suatu pendekatan komprehensif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Patria, B. D. D. (2015). Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation untuk meningkatkan minat dan hasil belajar IPS pada siswa kelas IV SD Jetis Bantul tahun pelajaran 2014/2015. Skripsi Sarjana. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Radiyanti, S. & Retnowati. (2013). Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dalam peningkatan hasil belajar IPS di kelas IV SD. Diakses tanggal 23 April 2018 dari: http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.ph p/pgsdkebumen/article/view/285/16 5. Rusman. (2017). Belajar & pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana. ISBN 2622 - 0431 Santrock, J. W. (2009). Psikologi pendidikan. Jakarta: Salemba Humanika. Setiawan. (2006). Modelpembelajaran matematika dengan pendekatan investigasi. Yogyakarta: Depdiknas PPPG Matematika. Sitepu, B.P. (2012). Penulisan buku teks pelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Slameto. (2010). Belajar dan faktorfaktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Sujiono, N. Y. & Bambang, S. (2010). Bermain kreatif berbasis kecerdasan anak. Jakarta: PT. Indeks. Suprijono, A. (2009). Cooperative learning teori & aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Suyatno. (2009). Menjelajah pembelajaran inovatif. Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka. Utami, T. (2018). Penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PBL) untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar IPA siswa kelas 3 SD.Jurnal Mitra Pendidikan, Vol. 2 No. 6, (547). Diakses tanggal 3 September 2018 dari http://ejurnalmitrapendidikan.com 32

(12)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Peningkatan Aktivitas Belajar Matematika Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation
0
7
205
Penerapan Model Kooperatif Tipe GI Berbasis Eksperimen Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa SMP Kelas VIII pada Materi Cahaya
0
11
209
Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together pada Siswa Kelas IIIC SDN Petompon 02 Semarang
1
7
248
Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Siswa Kelas IV SDN Pisangan 03
0
10
174
Peningkatan Minat Belajar Matematika Melalui Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
0
4
9
PENDAHULUAN Peningkatan Minat Belajar Matematika Melalui Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Siswa Kelas Xi Semester Genap Smk N 1 Banyudono Tahun Ajaran 2015/ 2016.
0
2
5
PENDAHULUAN Peningkatan Motivasi Belajar Ips Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together Pada Siswa Kelas IV SDN Pati Kidul 05 Tahun Pelajaran 2013/2014.
0
1
8
PENDAHULUAN Peningkatan Partisipasi Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Pada Siswa Kelas V SDN I Gondangslamet Tahun 2012/2013.
0
1
7
Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Sejarah Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Group Investigation Pada Siswa Kelas XA SMA Pangudi Luhur Sedayu.
0
0
144
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Tematik Melalui Model Kooperatif Tipe Make A Match pada Siswa Kelas II SDN 1 Penaruban.
0
0
1
Peningkatan Minat Belajar Siswa Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games.
0
1
21
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Materi Tumbuhan Hijau Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Kilo | Sudarman | Jurnal Kreatif Tadulako Online 3924 12506 1 PB
0
0
9
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Materi Perkembangan Teknologi Produksi, Komunikasi, dan Transportasi Melalui Penerapan Modelling the Way Pada Siswa Kelas IV SDN 1 Agung
0
0
6
Upaya Peningkatan Hasil Belajar PAI Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
0
0
10
Meningkatkan Minat Belajar Siswa Tentang Globalisasi Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing
1
1
12
Show more