PENGARUH PENERAPAN SIMULASI PHET TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X1 SMA NEGERI 2 NGAGLIK PADA POKOK BAHASAN HUKUM ARCHIMEDES BERDASARKAN TAKSONOMI BLOOM Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan P

Gratis

0
0
206
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGARUH PENERAPAN SIMULASI PHET TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X1 SMA NEGERI 2 NGAGLIK PADA POKOK BAHASAN HUKUM ARCHIMEDES BERDASARKAN TAKSONOMI BLOOM Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika OLEH: STEFANIA TESALONIKA DHIU 141424007 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita. (1 Tesalonika 1: 3) Bersikaplah kukuh seperti batu karang yang tidak putus-putusnya dipukul ombak. Ia tidak saja tetap berdiri kukuh, bahkan ia menentramkan amarah ombak dan gelombang itu (Marcus Aurelius) iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ini saya persembahkan kepada: 1. Universitas Sanata Dharma 2. Keluarga: kedua orang tua saya yakni Bapak Benyamin Sina dan Ibu Regina Wake Moi, ketiga adik saya yakni Yulius Jefrianto Kiko Sina, Paskalis Alisandro Lengu Sina, dan Yoseph Freynademetz Rendy Bei Sina. 3. Teman-teman Pendidikan Fisika 2014 v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Dhiu, Stefania Tesalonika. 2019. Pengaruh Penerapan Simulasi PhET Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Ngaglik Pada Pokok Bahasan Hukum Archimedes Berdasarkan Taksonomi Bloom. Skripsi. Yogyakarta : Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hasil belajar awal siswa kelas XI SMA Negeri 2 Ngaglik tentang Hukum Archimedes sebelum penerapan simulasi PhET, (2) hasil belajar akhir siswa kelas XI SMA Negeri 2 Ngaglik tentang Hukum Archimedes sesudah penerapan simulasi PhET dan (3) peningkatan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 2 Ngaglik pada materi Hukum Archimedes setelah menggunakan simulasi PhET. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah 27 siswa kelas X1 MIPA 4 dan 24 siswa kelas X1 MIPA 3. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 12 September – 30 Oktober 2018 di SMA Negeri 2 Ngaglik. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan Pretest dan Posttest Countrol Group Design. Data pretest dan posttest dianalisis menggunakan uji t untuk kelompok independen dan kelompok dependen. Analisis menggunakan bantuan program SPSS. Hasil penelian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat hasil belajar awal siswa pada aspek kognitif dan psikomotorik masuk dalam kategori sangat rendah, dan pada aspek afektif menunjukan bahwa siswa setuju dengan adanya penerapan simulasi PhET. 2) Tingkat hasil belajar akhir siswa pada aspek kognitif dan psikomotorik masuk dalam kategori sangat tinggi, dan untuk aspek afektif menunjukkan bahwa siswa setuju dengan penerapan simulasi PhET. 3) Pembelajaran menggunakan simulasi PhET dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Hukum Archimedes pada aspek kognitif, psikomotorik dan aspek afektif. Kata Kunci : Simulasi PhET, peningkatan hasil belajar siswa, Hukum Archimedes viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Dhiu, Stefania Tesalonika 2019. The Influence of PhET Simulation on Improving Student Result Learning in Class X1 SMA Negeri 2 Ngaglik on The Subject of The Law of Archimedes Based on Bloom’s Taxonomy. Thesis. Yogyakarta: Physics Education, Department of Mathematics and Natural Sciences Education, Faculty of Teachers Training and Education, Sanata Dharma University. The purpose of this study is to know (1) the early result learning of students on class XI SMA Negeri 2 Ngaglik about the law of Archimedes before using PhET simulation; 2) the final result learning of students on class XI SMA Negeri 2 Ngaglik about the law of Archimedes after using PhET simulation; and 3) The improvement of student result learning in Class XI SMA Negeri 2 Ngaglik on the material the law of Archimedes after using PhET simulation. The research used is 27 Students from Class X1 MIPA 4 and 24 students from Class X1 MIPA 3 to be samples. This research was conducted on 12 September to 30 Oktober 2018 in SMA Negeri 2 Ngaglik. Research design is quantitative by using Pretest and Posttest Countrol Group Design. Pretest and Posttest data were analyzed using T-test for independent groups and dependent groups. This analysis uses assistance of SPSS program. The results showed that: 1) Level of student learning outcomes on cognitive and psychomotor aspects is very low, while affective aspects showed that all students agree to using PhET simulation. 2) The level of final learning outcomes on cognitive and phychomotor aspects is very high, while affective aspects showed that all students agree to using PhET simulation. 3) Learning by using PhET simulation can improve students learning outcomes on the material of the Archimedes Law refraction on the cognitivwe, phychomotor and affective aspects. Keywords: PhET simulation, students result learning, law of Archimedes. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat kasih dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “PENGARUH PENERAPAN SIMULASI PHET TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 NGAGLIK PADA POKOK BAHASAN HUKUM ARCHIMEDES BERDASARKAN TAKSONOMI BLOOM”. Skripsi ini disusun untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan sesuai kurikulum Program Studi Pendidikan Fisika. Skripsi ini dapat terselesaikan berkat bantuan yang diberikan oleh berbagai pihak kepada penulis, maka penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Tuhan yang Maha Esa atas segala berkat dan rahmat-Nya sehingga proposal skripsi ini dapat terselesaikan. 2. Bapak Dr.Ign. Edi Santosa, M.S., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Bapak Drs.Aufridus Atmadi M.Si. Selaku Dosen Pembimbing Akademik Pendidikan Fisika 2014 yang selalu memberikan semangat dan dukungan serta memperlancar proses belajar di Universitas Sanata Dharma. 4. Prof. Dr. Paulus Suparno, SJ., M.S.T., selaku Dosen Pembimbing yang telah bersedia membimbing, memotivasi dan memberikan kritik serta saran yang berguna dalam menyelesaikan skripsi ini. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Drs. Domi Severinus, M.Si selaku validator untuk soal tes, yang telah bersedia memberikan waktu, saran dan masukan yang baik bagi penelitian.. 6. Seluruh karyawan JPMIPA yang telah membantu peneliti dalam menyiapkan surat ijin penelitian. 7. Drs. Agus Santosa selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Ngaglik yang telah memberikan izin untuk penulis melakukan penelitian di sekolah tersebut. 8. Bapak Panca Widada S.Pd selaku Guru Mata Pelajaran Fisika SMA Negeri 2 Ngaglik yang telah membimbing dan memberikan saran untuk penelitian ini. 9. Siswa – siswi kelas X I MIPA 3 dan MIPA 4 yang telah berkenan menjadi sampel dalam penelitian. 10. Kedua orangtua saya, Benyamin Sina dan Regina Wake yang selalu mendukung, memberikan semangat dan doa selama perkuliahan sampai pada penyusunan skripsi ini. 11. Adik-adik saya Yulius Jefrianto K. Sina, Paskalis Alisandro L.Sina, Yoseph Freinademetz R. B. Sina dan keluarga besar saya yang telah memberikan dukungan, doa dan semangat dalam menyelesaikan skripsi ini. 12. Sabinus Sengi S.M yang telah memberikan motivasi untuk berjuang bersama, doa, semangat dan dukungan serta selalu ada dalam membantu penulis mengerjakan skripsi ini. xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN…………………………………………………….iii HALAMAN MOTO……………………………………………………………... iv HALAMAN PERSEMBAHAN …………………………………………………..v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................... vi HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ......................................................................................................... vii ABSTRAK ........................................................................................................... viii ABSTRACT ............................................................................................................. ix KATA PENGANTAR ............................................................................................ x DAFTAR ISI ........................................................................................................ xiii DAFTAR TABEL ................................................................................................. xv DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xviii BAB 1 PENDAHULUAN………………………………………………………...1 A. Latar Belakang ...................................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ................................................................................................. 5 C. Tujuan Penelitian .................................................................................................. 6 D. Manfaat ..........................................................................................................6 BAB II LANDASAN TEORI ................................................................................. 8 A. Filsafat Konstruktivisme ...................................................................................... 8 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Ranah Kognitif ...................................................................................................... 9 C. Ranah Afektif ...................................................................................................... 15 D. Ranah Psikomotorik ........................................................................................... 16 E. Hasil Belajar ........................................................................................................ 17 F. Pemahaman Konsep Fisika ................................................................................ 21 G. Simulasi Komputer ............................................................................................. 22 H. Simulasi PhET ..................................................................................................... 23 I. Materi Hukum Archimedes ............................................................................... 26 BAB III METODE PENELITIAN........................................................................ 35 A. Jenis Penelitian .................................................................................................... 35 B. Desain Penelitian ................................................................................................ 35 C. Subyek Penelitian ............................................................................................... 36 D. Variabel Penelitian.............................................................................................. 38 E. Treatment ............................................................................................................. 38 F. Instrumen Penelitian ........................................................................................... 41 G. Validitas Instrumen............................................................................................. 48 H. Metode Analisis Data ......................................................................................... 49 BAB IV DATA DAN ANALISIS DATA ............................................................ 56 A. Deskripsi Penelitian ............................................................................................ 56 B. Data ................................................................................................................ 68 C. Analisis Data ....................................................................................................... 74 D. Pembahasan ......................................................................................................... 93 E. Keterbatasan Penelitian .................................................................................... 100 BAB V PENUTUP .............................................................................................. 103 A. Kesimpulan ........................................................................................................ 103 B. Saran .............................................................................................................. 104 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Rangkuman Dimensi Proses Kognitif ........................................... 10 Tabel 3.1. Kisi-kisi soal pretest dan posttest ................................................. 43 Tabel 3.2 Teknik Penskoran untuk Aspek Kognitif dan aspek Psikomotorik 49 Tabel 3.3. Klasifikasi tingkat hasil belajar siswa pada aspek kognitif .......... 51 Tabel 3.4 Klasifikasi tingkat hasil belajar siswa pada aspek psikomotorik... 51 Tabel 4.1 Kegiatan Pelaksanaan Penelitian ................................................... 57 Tabel 4.2 Data Nilai Pretest dan Posttest Kelas Treatment dan Kelas Kontrol pada Aspek Kognitif ..................................................................... 68 Tabel 4.3 Data Nilai Pretest dan Posttest Kelas Treatment dan Kelas Kontrol pada Aspek Psikomotorik ............................................................. 70 Tabel 4.4 Hasil Angket Kelas Treatment....................................................... 72 Tabel 4.5 Hasil Angket Kelas Kontrol........................................................... 72 Tabel 4.6 Klasifikasi Tingkat Hasil Belajar Siswa pada Aspek Kognitif ...... 74 Tabel 4.7 Klasifikasi Tingkat Hasil Belajar Siswa pada Aspek Psikomotorik……………. ............................................................ 75 Tabel 4.8 Klasifikasi Tingkat Hasil Belajar Siswa pada Aspek Kognitif ...... 75 Tabel 4.9 Klasifikasi Tingkat Hasil Belajar Siswa pada Aspek Psikomotorik ....................................................................................................... 76 Tabel 4.10 Perbandingan Pretest Kelas Treatment dan Kelas Kontrol.......... 76 Tabel 4.11 Perbandingan Pretest dan Posttest Kelas Treatment .................... 78 Tabel 4.12 Perbandingan Pretest dan Posttest untuk Kelas Kontrol ............. 79 Tabel 4.13 Perbandingan Posttest Kelas Treatment dan Kelas Kontrol ........ 80 Tabel 4.14 Perbandingan Uji Selisih Posttest kelas Treatment dan Kelas Kontrol .......................................................................................... 81 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.15 Perbandingan pretest kelas treatment dan Kelas Kontrol ............ 82 Tabel 4.16 Perbandingan Pretest dan Posttest kelas Treatment .................... 83 Tabel 4.17 Perbandingan Pretest dan Posttest Kelas Kontrol ........................ 84 Tabel 4.18 Perbandingan Posttets Kelas Treatment dan Kelas Kontrol ........ 86 Tabel 4.19 Hasil Tanggapan Siswa pada Aspek Afektif Kelas Treatment .... 87 Tabel 4.20 Hasil Tanggapan Siswa pada Aspek Afektif Kelas Kontrol ........ 89 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Tampilan awal simulasi PhET........................................................... 24 Gambar 2.2 Tampilan awal simulasi PhET Hukum Archimedes ......................... 25 Gambar 2.3 Menghitung gaya apung…………………………………………….27 Gambar 2.4 Mengapung………………………………………………………….30 Gambar 2.5 Melayang……………………………………………………………30 Gambar 2.6 Tenggelam…………………………………………………………..31 Gambar 4.1 Pembelajaran menggunakan simulasi PhET I……………................63 Gambar 4.2 Pembelajaran menggunakan simulasi PhET II……………………..64 Gambar 4.3 Siswa-siswi mengerjakan posttest…………………………………..65 Gambar 4.4 Peneliti menjelaskan tujuan pembelajaran setelah pretest………….66 Gambar 4.5 Foto bersama kelas XI MIPA 3…………………………………….68 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat permohonan izin Penelitan ................................................. …109 Lampiran 2 Surat perizinan pelaksanaan penelitian............................................ 110 Lampiran 3 Surat Keterangan telah melaksanakan Penelitian ............................ 111 Lampiran 4 Absensi kelas treatment ................................................................... 112 Lampiran 5 Absensi kelas Kontrol ..................................................................... 113 Lampiran 6 RPP kelas treatment ........................................................................ 114 Lampiran 7 RPP kelas Kontrol ........................................................................... 127 Lampiran 8 Validasi soal pretest dan soal posttest ............................................. 139 Lampiran 9 Hasil validasi soal pretest dan soal posttest ..................................... 144 Lampiran 10 Contoh hasil lembar kerja .............................................................. 151 Lampiran 11 Contoh hasil pretest kelas treatment ............................................. 170 Lampiran 12 Contoh hasil posttest kelas treatment ............................................ 174 Lampiran 13 Contoh hasil pretest kelas kontrol ................................................. 178 Lampiram 14 Contoh hasil posttest kelas kontrol ............................................... 182 Lampiran 13 Contoh transkrip wawancara kelas treatment ................................ 186 Lampiran 14 Contoh transkrip wawancara kelas kontrol ................................... 189 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan pada dasarnya merupakan interaksi antara pendidik dengan peserta didik, untuk mencapai tujuan pendidikan, yang berlangsung dalam lingkungan tertentu (Sukmadinata, 2009). Menurut Sukmadinata, perbuatan mendidik diarahkan pada pencapaian tujuan-tujuan tertentu yaitu tujuan pendidikan dimana tujuan ini bisa menyangkut kepentingan peserta didik sendiri atau kepentingan bersama. Dalam pendidikan dibutuhan proses pembelajaran yang sesuai dan diharapkan proses pembelajaran tersebut dapat memudahkan setiap orang dalam belajar. Muhibbin (dalam Khairani, 2014) berpendapat bahwa belajar merupakan tahapan perubahan seluruh tingkah laku yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. Sedangkan menurut Morgan dalam Introduction to Psychology (Khairani, 2014) belajar adalah perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai hasil dari latihan. Berkaitan dengan hal ini, peran guru sangatlah penting dalam membantu proses belajar siswa. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seorang peserta 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 didik, namun proses pengajaran ini memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengaj ar saja sedangkan pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik (Khairani, 2014: 6). Metode yang baik dan menarik sangatlah penting diterapkan oleh seorang guru dalam meningkatkan pemahaman siswa. Pemahaman merupakan hasil akhir yang akan dicapai dalam setiap proses pembelajaran sebagai bentuk perwujudan atas apa yang sudah dipelajari oleh siswa. Akan tetapi, pada kenyataanya metode pembelajaran yang sering digunakan oleh para guru belum menunjang aktivitas siswa dalam proses memahami materi Fisika. Hal ini disebabkan karena metode pembelajaran yang digunakan masih bersifat informatif sehingga siswa lebih cenderung bersifat pasif dalam mengikuti proses belajar mengajar. Untuk itu seorang guru diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan memberikan pengajajaran semenarik mungkin untuk membantu siswa mencapai tujuan-tujuannya dalam belajar sehingga memperoleh hasil belajar yang juga baik. Hasil belajar merupakan tingkat penguasaan yang dicapai oleh siswa dalam mengikuti program belajar mengajar, sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Menurut Nasution (2005: 56) hasil yang dicapai dalam bidang kognitif ialah bahwa jumlah murid yang mendapat angka tertinggi atas dasar penungasannya yang tuntas mengenai bahan pelajarn tertentu. Fisika merupakan mata pelajaran yang mempelajari gejala dan fenomena alam beserta interaksi yang terjadi di dalamnya. Dalam belajar Fisika, dibutuhkan metode pembelajaran yang dirasa mampu untuk membantu siswa

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 dalam memahami materi Fisika yang dianggap sebagai mata pelajaran yang susah bagi sebagian siswa. Oleh karena itu untuk mengembangkan pemahaman tentang konsep fisika, siswa memerlukan seorang guru yang berperan untuk membantu siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri secara aktif. Pemanfaatan ilmu teknologi dan informasi di jaman yang sudah berkembang ini, dapat dijadikan sebagai media pembelajaran oleh guru dalam membantu siswa dalam memahami konsep-konsep Fisika. Salah satunya adalah dengan menggunakan simulasi komputer. Simulasi komputer merupakan salah satu model pembelajaran dengan menggunakan program komputer dimana didalamnya terdapat beberapa eksperimen mengenai konsep fisika yang dapat dicoba secara tidak langsung oleh siswa dimanapun dan kapanpun. Salah satu simulasi komputer yang digunakan adalah PhET (Physic Educational Technology). PhET (Physic Educational Technology) merupakan sebuah aplikasi berupa simulasi komputer untuk Fisika yang terhubung dengan jaringan internet yang juga menyediakan simulasi pembelajaran mengenai beberapa konsep Fisika. Siswa dapat mempelajari materi Fisika dengan menggunakan aplikasi ini untuk meningkatkan pemahaman mereka. Dalam simulasi PhET terdapat berbagai alat ukur yang bisa menjamin siswa belajar konsep Fisika dengan baik tanpa harus ke laboratorium untuk melakukan eksperimen. Berdasarkan pengalaman peneliti selama menempuh pendidikan sejak SMP hingga SMA, guru Fisika yang mengajar di kelas belum pernah menerapkan metode pembelajaran dengan menggunakan simulasi PhET. Selain itu selama melaksanakan PPL guru Fisika di sekolah tersebut juga hanya menerapkan

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 metode ceramah dan demonstrasi dalam pelajaran sehingga terlihat siswa lambat memahami materi yang disampaikan. Tempat PPL yang digunakan oleh peneliti di semester sebelumnya dijadikan tempat penelitian yaitu SMA Negeri 2 Ngaglik. Peneliti menerapkan simulasi PhET dalam pembelajaran Fisika terutama pada pokok bahasan Hukum Archimedes. Permasalahan yang diteliti yaitu bagaimana pengaruh penerapan simulasi PhET yang digunakan siswa dalam proses pembelajaran terhadap hasil belajar pada suatu materi Fisika. Penelitian serupa telah dilakukan oleh Veranda Nova yang merupakan mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma angkatan 2013. Penelitian ini berjudul “Pengembangan Pemahaman Siswa Tentang Prinsip Archimedes (Peristiwa Mengapung, Tenggelam, dan Melayang) melalui Pembelajaran Menggunakan Simulasi PhET: Sebuah Studi Kasus. Responden pada penelitian terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok pertama berjumlah empat orang dari kelas XI IPA1 dan kelompok kedua terdiri dari dua orang yaitu dari kelas XI IPA 3, keduanya dari SMA Negeri 10 Yogyakarta. Perkembangan pemahaman siswa dianalisis berdasarkan kategori kognitif taksonomi Bloom. Salah satu hasil dari penelitian ialah pembelajaran dengan menggunakan simulasi PhET dan belajar kelompok dapat membantu responden dalam mengembangkan pemahamannya jika peneliti merancang proses belajar dengan baik dan membimbing responden dalam melaksanakan proses belajar. Sedangkan pada penelitian ini, siswa melakukan pembelajaran bersama peneliti dengan menggunakan simulasi PhET, dan penerapan simulasi PhET ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa serta

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 dianalisis berdasarkan kategori kognitif, psikomotorik dan afektif taksonomi Bloom. Berdasarkan pemaparan latar belakang diatas, penelitian ini mengambil judul “PENGARUH PENERAPAN SIMULASI PHET TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 NGAGLIK PADA POKOK BAHASAN HUKUM ARCHIMEDES BERDASARKAN TAKSONOMI BLOOM”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah penelitian ini sebagai berikut: 1. Bagaimana hasil belajar awal siswa kelas XI SMA Negeri 02 Ngaglik tentang Hukum Archimedes sebelum penerapan simulasi PhET berdasarkan taksonomi Bloom? 2. Bagaimana hasil belajar akhir siswa kelas XI SMA Negeri 02 Ngaglik tentang Hukum Archimedes sesudah penerapan simulasi PhET berdasarkan taksonomi Bloom? 3. Apakah penerapan simulasi PhET dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X1 SMA Negeri 2 Ngaglik pada materi Hukum Archimedes?

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 C. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Hasil belajar awal siswa kelas XI SMA Negeri 02 Ngaglik tentang Hukum Archimedes sebelum penerapan simulasi PhET berdasarkan taksonomi Bloom. 2. Hasil belajar akhir siswa kelas XI SMA Negeri 02 Ngaglik tentang Hukum Archimedes sesudah penerapan simulasi PhET berdasarkan taksonomi Bloom. 3. Peningkatan hasil belajar siswa kelas X1 SMA Negeri 2 Ngaglik pada materi hukum Archimedes setelah menggunakan simulasi PhET. D. Manfaat 1. Bagi Guru Guru-guru Fisika di sekolah dapat mengetahui adanya metode pembelajaran baru dalam mengajar siswa yaitu dengan menggunakan simulasi PhET. 2. Bagi Penelitian Penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi bagi mereka yang akan melakukan penelitian dengan topik yang mirip.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 3. Bagi Siswa Penelitian ini bermanfaat karena siswa dapat mempelajari materi Fisika dengan cara yang baru dan bisa membuat mereka mengenal teknologi yang bisa digunakan dalam belajar Fisika.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Filsafat Konstruktivisme Dalam praktek pendidikan sains dan matematika konstruktivisme sangat berpengaruh. Banyak cara belajar mengajar di sekolah didasarkan pada teori konstruktivisme, seperti cara belajar yang menekankan peranan murid dalam membentuk pengetahuannya sedangkan guru lebih berperan sebagai fasilitator yang membantu keaktifan murid tersebut dalam pembentukan pengetahuannya (Suparno, 1997: 12). Filsafat pengetahuan adalah bagian dari filsafat yang mempertanyakan pengetahuan dan juga bagaimana kita dapat mengetahui sesuatu. Sedangkan konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan kita adalah konstruksi (bentukan) kita sendiri (Von Glasersfeld dalam Suparno, 1997:18). Pengetahuan bukanlah suatu yang lepas dari subyek, tetapi merupakan ciptaan manusia yang dikonstruksikan dari pengalaman ataupin dunia sejauh dialaminya. Proses pembentukan ini berjalan terus menerus dengan setiap kali mengadakan reorganisasi karena adanya suatu pemahaman yang baru (Piaget, 1971 dalam Suparno, 2007: 8). Filsafat Konstruktivisme adalah filsafat yang mempelajari hakikat pengetahuan dan bagaimana pengetahuan itu terjadi. Menurut Filsafat Kontruktivisme, pengetahuan itu adalah bentukan (Konstruksi) dari dalam 8

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 pikiran yang menekuninnya (Battencourt dalam Suparno, 2007: 8). Orang yang belajar itu tidak hanya meniru atau mencerminkan apa yang diajarkan atau yang ia baca, melainkan menciptakan pengertian (Bettencourt dalam Suparno, 1997: 11). Oleh karena itu siswa diharapkan mampu memahami apa yang dipelajari sehingga siswa tidak salah pengertian. B. Ranah Kognitif Taksonomi Bloom merujuk pada taksonomi yang dibuat untuk tujuan pendidikan. Taksonomi pertama kali dikembangkan oleh Benjamin S. Bloom pada tahun 1956. Dalam hal ini tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa domain (ranah, kawasan) dan setiap domain tersebut dibagi kembali ke dalam pembagian yang lebih rinci berdasarkan hierarkinya (Surya, 2013: 120). Kategori-kategori pada dimensi proses kognitif merupakan pengklasifikasian proses-proses kognitif siswa secara komprehensif yang terdapat dalam tujuan-tujuan di bidang pendidikan (Anderson dan Krathwohl, 2001: 43). Menurut hasil revisi taksonomi Bloom yang dipublikasikan oleh Lorin Anderson dan David Krathwohl pada tahun 2001, dimensi kognitif dikelompokkan menjadi enam yaitu mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta (lihat tabel 2.1)

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 Tabel 2.1 Rangkuman Dimensi Proses Kognitif Kategori dan Proses Nama-nama lain Definisi dan Contoh Kognitif 1. MENGINGAT- Mengambil pengetahuan dari memori jangka panjang 1.1 Mengingat Mengidentifikasi Menempatkan pengetahuan dalam memori jangka panjang yang sesuai dengan pengetahuan tersebut. Misalnya, mengenali tanggal terjadinya peristiwaperistiwa penting dalam sejarah Indonesia 1.2 Mengingat Mengambil kembali Mengambil pengetahuan yang relevan dari memori jangka panjang. Misalnya, mengingat kembali tanggal peristiwaperistiwa penting dalam sejarah Indonesia. 2. MEMAHAMI-Mengkonstruksi makna dari materi pembelajaran, termasuk apa yang diucapkan, ditulis, dan digambar oleh guru. 2.1 Menafsirkan Mengklarifikasi, Mengubah satu bentuk Memparafrasakan gambaran. Misalnya, angka jadi ,Merepresentasi, bentuk lain (Misalnya kata-kata) Menerjemahkan (Misalnya memparafrasakan ucapan dan dokumen penting)

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 2.2 Mencontohkan Mengilustrasikan, Menemukan contoh atau ilustrasi Memberi contoh tentang konsep atau prinsip. Misalnya, memberi contoh tentang aliran-aliran seni lukis. 2.3 Mengklarifikasi -kan Mengategorikan, Menentukan sesuatu dalam satu Mengelompokkan kategori. Misalnya, mengklarifikasikan kelainankelainan mental yang telah diteliti atau dijelaskan. 2.4 Merangkum Mengabstraksi, Mengabstrasikan tema umum Menggeneralisasi atau poin-poin pokok. Misalnya, menulis ringkasan pendek tentang peristiwa-peristiwa yang ditayangkan di televisi. 2.5 Menyimpulkan Menyarikan, Membuat kesimpulan yang logis Mengekstrapolasi dari informasi yang diterima. , Menginterpolasi, Misalnya, dalam belajar bahasa Memprediksi asing, menyimpulkan tata bahasa berdasarkan contoh-contohnya. 2.6 Membandingkan Mengontraskan, Menentukan hubungan antara Memetakan, dua ide, dua objek, dan Mencocokkan semacamnya. Misalnya, membandingkan peristiwa peristiwa sejarah dengan keadaan sekarang.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 Membuat model Membuat model sebab-akibat dalam sebuah system. Misalnya, 2.7 Menjelaskan menjelaskan sebab-sebab terjadinya peristiwa-peristiwa penting pada abad ke-18 di Indonesia. 3. MENGAPLIKASIKAN- Menerapkan atau menggunakan suatu prosedur dalam keadaan tertentu. 3.1 Mengeksekusi Melaksanakan Menerapkan suatu prosedur pada tugas yang familier. Misalnya, membagi suatu bilangan dan bilangan lain, kedua bilangan ini terdiri dari beberapa digit. 3.2 Mengimplementasikan Menggunakan Menerapkan suatu prosedur pada tugas yang tidak familier. Misalnya, menggunakan hukum Newton kedua dengan konteks yang tepat. 4. MENGANALISIS- Memecah-mecah materi jadi bagian-bagian penyusunnya dan menentukan hubungan-hubungan antarbagian itu dan hubungan antara bagian-bagian tersebut dan keseluruhan struktur atau tujuan

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 4.1 Membedakan Menyendirikan, Membedakan bagian materi Memilah pelajaran yang relevan dan yang Memfokuskan, tidak relevan, bagian yang Memilih penting dari yang tidak penting. Membedakan bilangan yang relevan dan yang tidak relevan dalam soal cerita matematika. 4.2 Mengorganisasi Menemukan Menentukan bagaimana elemen- koherensi, elemen bekerja atau berfungsi Memadukan, dalam sebuah struktur. Misalnya, Membuat garis menyusun bukti-bukti dalam besar, cerita sejarah jadi bukti-bukti Mendeskripsikan yang mendukung dan menentang peran, suatu penjelasan historis. Menstrukturkan 4.3 Mengatribusikan Mendekonstruksi Menentukan sudut pandang, bias, nilai, atau maksud dibalik materi pelajaran. Misalnya, menunjukkan sudut pandang penulis suatu esai suatu pandangan politik si penulis.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 5. MENGEVALUASI- Mengambil keputusan berdasarkan kriteria dari/atau standar 5.1 Memeriksa Mengkoordinasi, Menemukan inkonsistensi atau Mendeteksi, kesalahan dalam suatu proses atau memonitor, produk; menentukan apakah suatu Menguji produk atau proses memliki konsistensi internal; menemukan efektivitas suatu prosedur yang sedang dipraktikkan. Misalnya, memeriksa apakah kesimpulankesimpulan seorang ilmuwan sesuai dengan data data amatan atau tidak. 5.2 Mengkritik Menilai Menentukan inkonsistensi antara suatu produk dan kriteria eksternal; menentukan apakah suatu produk memiliki konsistensi eksternal; menemukan ketepatan suatu prosedur untuk menyelesaikan suatu masalah. Misalnya, menentukan suatu metode terbaik dari dua metode untuk menyelesaikan suatu masalah. 6. MENCIPTA- Memadukan bagian-bagian untuk membentuk sesuatu yang baru dan koheren atau untuk membuat suatu produk yang orisinil.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 6.1 Merumuskan Membuat Membuat hipotesis-hipotesis hipotesis berdasarkan kriteria. Misalnya, membuat hipotesis tentang sebabsebab terjadinya suatu fenomenon. 6.2 Merencanakan Mendesain Merencanakan prosedur untuk menyelesaikan suatu tugas. Misalnya, merencanakan proposal penelitian tentang topik sejarah tertentu. 6.3 Memproduksi Mengkonstruksi Menciptakan suatu produk. Misalnya, membuat habitat untuk spesies tertentu demi suatu tujuan. C. Ranah Afektif Pembagian ranah afektif disusun Bloom bersama dengan David Krathwol yang terdiri atas (Surya, 2013: 122): a) Penerimaan (Receiving /Attending) Kesediaan untuk menyadari adanya suatu fenomena di lingkungannya. Dalam pengajaran bentuknya berupa mempertahankannya dan mengarahkannya. mendapatkan perhatian,

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 b) Tanggapan (Responding) Memberikan reaksi terhadap fenomena yang ada di lingkungannya. Meliputi persetujuan, kesediaan, dan kepuasan dalam memberikan tanggapan. c) Penghargaan (Valuing) Berkaitan dengan harga atau nilai yang diterapkan pada suatu objek, fenomena, atau tingkah laku. Penilaian berdasar pada internalisasi dari serangkaian nilai tertentu yang diekspresikan ke dalam tingkah laku. d) Pengorganisasian (Organization) Memadukan nilai-nilai yang berbeda, menyelesaikan konflik di antaranya dan membentuk suatu sistem nilai. D. Ranah Psikomotorik Rincian dalam ranah psikomotorik ini tidak dibuat oleh Bloom, tapi oleh ahli lain berdasarkan domain yang dibuat Bloom yang terdiri atas beberapa unsur (Surya, 2013: 123): a) Persepsi (Perception) Penggunaan alat indera untuk menjadi pegangan dalam membantu gerakan. b) Kesiapan (Set ) Kesiapan fisik, mental, dan emosional untuk melakukan gerakan.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 c) Respon Terpimpin (Guided Response) Tahap awal dalam mempelajari keterampilan yang kompleks, termasuk didalamnya imitasi dan gerakan coba-coba. d) Mekanisme (Mechanism) Membiasakan gerakan-gerakan yang telah dipelajari sehingga tampil dengan menyakinkan dan cakap. e) Respons Tampak yang Kompleks (Complex Overt Response ) Gerakan motoris yang terampil yang di dalamnya terdiri dari pola-pola gerakan yang kompleks. f) Penyesuaian (Adaptation ) Keterampilan yang sudah berkembang sehingga dapat disesuaikan dalam berbagai situasi. g) Penciptaan (Origination) Membuat pola gerakan baru yang disesuaikan dengan situasi atau permasalahan tertentu. E. Hasil Belajar 1. Pengertian Belajar Belajar merupakan kegiatan penting yang harus dilakukan setiap orang secara maksimal untuk dapat menguasai atau memperoleh sesuatu. Belajar dapat didefinisikan secara sederhana sebagai “suatu usaha atau kegiatan yang bertujuan mengadakan perubahan di dalam diri

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 seseorang, mencakup perubahan tingkah laku, sikap, kebiasaan, ilmu pengetahuan keterampilan, dan sebagainya (Khairani, 2014: 3-4). Para pakar di bidang ilmu tentang belajar juga mengemukakan berbagai variasi batasan tentang belajar, tentunya didasarkan pemahaman dan aliran ilmu yang mereka anut. Berikut dijelaskan beberapa pendapat para ahli tersebut (Khairani, 2014: 4). Menurut Muhibbin (2006 dalam Khairani 2014: 4) belajar merupakan tahapan perubahan seluruh tingkah laku yang relative menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. Menurut Winkel (Khairani, 2014: 4) belajar adalah proses mental yang mengarah pada penguasaan pengetahuan, kecakapan skill, kebiasaan atau sikap yang semuanya diperoleh, disimpan dan dilakukan sehingga menimbulkan tingkah laku yang progresif dan adaptif. Irwanto (1997 dalam Khairani, 2014: 4) berpendapat bahwa belajar merupakan proses perubahan sebagaimana dikatakan oleh Witherington, bahwa,”Belajar adalah perubahan dalam diri individu yang dapat dinyatakan sebagai suatu kecakapan, kebiasaan, pengertian, dan apresiasi”. Sedangkan menurut Mudzakir (1997 dalam Khairani, 2014: 4) belajar adalah suatu usaha atau kegiatan yang bertujuan mengadakan perubahan di dalam diri seeorang, mencakup perubahan tingkah laku, sikap, kebiasaan, ilmu pengetahuan, keterampilan dan sebagainya.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 Berdasarkan pendapat yang dikemukakan oleh beberapa pakar tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses menuju perubahan yang bersifat mantap/permanen melalui proses latihan dalam interaksi dengan lingkungan dan meliputi perubahan baik fisik mauapun mental (Khairani, 2014: 5). 2. Hasil Belajar Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh peserta didik setelah mengalami kegiatan belajar (Khairani, 2014: 12). Hasil belajar merupakan tingkat penguasaan yang dicapai oleh siswa dalam mengikuti program belajar mengajar, sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Menurut Nasution (2005: 56) hasil yang dicapai dalam bidang kognitif ialah bahwa jumlah murid yang mendapat angka tertinggi atas dasar penungasannya yang tuntas mengenai bahan pelajaran tertentu. Guru tentu saja sudah menetapkan tujuan pembelajaran yang harus dicapai setiap siswanya dalam proses pembelajaran. Tujuan pembelajaran adalah perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi, dimiliki, atau dikuasai oleh peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu (Khairani, 2014: 15).

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses dan Hasil Belajar Usaha dan keberhasilan belajar dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor tersebut dapat bersumber pada dirinya atau di luar dirinya atau lingkungannya (Sukmadinata, 2009: 162). a. Faktor-faktor dalam diri individu Banyak faktor yang ada dalam diri individu atau si pelajar yang mempengaruhi usaha dan keberhasilan belajarnya. Faktorfaktor tersebut menyangkut aspek jasmaniah mauapun rohaniah dari individu. Aspek jasmaniah mencakup kondisi dan kesehatan dari individu. Kondisi fisik menyangkut pula kelengkapan dan kesehatan indra penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman, dan pencecapan. Aspek psikis atau rohaniah tidak kalah pentingnya dalam belajar dengan aspek jasmaniah. Aspek psikis menyangkut kondisi kesehatan psikis, kemampuan-kemampuan intelektual, sosial, psikomotor, serta kondisi afektif dan konaktif dari individu (Sukmadinata, 2009: 162) b. Faktor-faktor lingkungan Keberhasilan belajar juga sangat dipengaruhi oleh faktorfaktor di luar diri siswa, baik faktor fisik maupun social-psikologis yang berada pada lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pendidikan, memberikan landasan dasar bagi proses belajar pada lingkungan sekolah dan masyarakat. Suasana lingkungan rumah di

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 sekitar pasar atau terminal juga tempat-tempat hiburan berbeda dengan di daerah khusus pemukiman. Suasana lingkungan rumah di lingkungan pemukiman yang padat dan kurang bertata, juga berbeda dengan pemukiman yang jarang dan tertata. Lingkungan sekolah juga memegang peranan penting bagi perkembangan belajar para siswanya. Sedangkan pada lingkungan masyarakat dimana sisw atau individu berada juga berpengaruh terhadap semangat dan aktivitas belajarnya (Sukmadinata, 2009: 163-165). F. Pemahaman Konsep Fisika Peserta didik terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari secara menyeluruh, bermakna, otentik, dan aktif. Berdasarkan fakta di lapangan materi Fisika dianggap sulit oleh siswa. Kecenderungan ini biasanya berawal dari pengalaman belajar siswa yang cenderung menemukan kenyataan bahwa pelajaran Fisika adalah pelajaran yang berhubungan dengan persoalan konsep, pemahaman konsep, dan penyelesaian soal-soal yang rumit melalui pendekatan matematis (Mertha Yasa, 2012 dalam Nursalam, 2016). Pemahaman konsep dalam suatu pembelajaran sangatlah penting ditanamkan kepada peserta didik agar materi yang diajarkan oleh guru khususnya guru mata pelajaran Fisika dapat dicerna dengan baik oleh peserta didik.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 G. Simulasi Komputer Model pembelajaran modern yang sekarang banyak digunakan dalam pembelajaran Fisika adalah simulasi komputer. Secara sederhana simulasi komputer adalah model pembelajaran menggunakan program komputer untuk mensimulasikan beberapa percobaan fisika, tidak lewat percobaan di laboratorium, tetapi lewat monitor komputer dan siswa dapat mempelajarinya dari simulasi itu (Suparno, 2007: 108). Penggunaan simulasi ini sangat menguntungkan bagi guru maupun siswa. Siswa dapat secara langsung mempelajari konsep-konsep Fisika tanpa harus ditunggui oleh Guru dan dapat digunakan saat pelajaran berlangsung maupun di luar jam pelajaran atau di luar kelas. Dengan adanya simulai ini siswa dapat memahami konsep-konsep Fisika secara lebih mudah dan dapat mengkonstruksi pengetahuannya sendiri secara baik dan lebih mudah. Beberapa keuntungan pembelajaran dengan simulasi komputer (Suparno, 2007: 110) yaitu: a. Dapat dilakukan oleh siswa kapan pun termasuk di rumah sehingga mereka dapat belajar lebih lama dan mengulangi bahan lebih lama tanpa terikat guru, jam atau waktu; b. Dapat menyajikan simulasi dari percobaan yang sulit dan alatnya mahal, dengan cara yang murah dan mudah bahkan dapat dilihat siswa lebih jelas. Misalnya percobaan nuklir, dapat dilihat dalam simulasi tanpa harus mencoba nuklir sendiri;

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 c. Reaksi dan kejadian mikro dapat disimulasikan dengan jelas dalam model sehingga siswa makin jelas menangkap konsepnya. Misalnya, model gerak atom atau molekul yang sulit dilihat mata dapat dilakukan dengan simulasi komputer; d. Di internet banyak sekali percobaan dengan simulasi yang dapat dijadikan tugas siswa untuk mengamati dan mempelajarinya; e. Para ahli miskonsepsi menemukan bahwa simulasi computer dapat membantu menghilangkan miskonsepsi siswa karena siswa dapat membandingkan pemikirannya yang tidak benar dengan simulasi yang mereka lakukan dan lihat. H. Simulasi PhET Physics Education Technology (PhET) adalah simulasi yang dapat digunakan siswa dalam proses pembelajaran untuk memahami suatu konsep fisika berbasis komputer dengan mengakses aplikasi yang telah disediakan di website http://phet.colorado.edu (Perkins, 2006: 18). Simulasi PhET dapat membantu untuk memperkenalkan topik baru, membangun konsep atau keterampilan, memperkuat ide, memberikan resensi akhir dan refleksi (Wieman, 2010: 225). Simulasi PhET merupakan aplikasi game yang mengandung unsur pembelajaran dan menjelaskan tentang topik tertentu. Simulasi PhET ini dapat diunduh dalam bentuk java dan flash. Selain itu, juga dapat diunduh secara gratis dan dipasang pada komputer (perangkat lokal) sehingga dapat digunakan secara offline (Perkins dkk, 2006: 19).

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 Simulasi PhET disediakan untuk membantu siswa memahami konsep fisika yang tidak dapat dibayangkan. Simulasi ini memudahkan siswa untuk mempelajari konsep fisika lebih dalam lagi tanpa harus melakukan percobaan di laboratorium. Melalui simulasi PhET siswa diharapkan lebih paham mengenai materi yang diajarkan (Wieman, 2010: 225). Simulasi PhET dapat diunduh di website http://phet.colorado.edu maka akan muncul tampilan awal seperti pada gambar 2.1 di bawah ini: Gambar 2.1 Tampilan awal simulasi PhET Pada tampilan awal di atas akan muncul menu unduh pada gambar dan beberapa menu lainnya. Sebelum menggunakan PhET dapat memilih unduh maka akan terunduh dengan menggunakan menu pilihan Java maupun Adobe Flash dalam perangkat komputer. Kemudian akan muncul beberapa menu, klik physics maka akan muncul beberapa pilihan berdasarkan kategori seperti beta decay (peluruhan beta) atau buoyancy (tenaga apung). Karena yang akan digunakan materi hukum Archimedes

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 maka tampilan tenaga apung. Maka akan muncul simulasi PhET materi hukum Archimedes. Untuk menggunakan program, bisa diunduh terlebih dahulu atau langsung dioperasikan dengan adanya jaringan internet. Dalam penelitian ini simulasi PhET akan digunakan untuk materi hukum Archimedes. Untuk tampilan PhET pada materi hukum Archimedes dapat dilihat pada gambar 2.2. Gambar 2.2 Tampilan awal simulasi PhET hukum Archimedes Pada tampilan awal simulasi PhET di atas terdapat terdapat beberapa pilihan ikon yang telah disediakan. Untuk masing-masing ikon akan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Untuk fungsi-fungsi dan cara kerja simulasi PhET pada materi hukum Archimedes ini akan dijelaskan secara lebih rinci pada lembar kerja siswa. LKS dapat dilihat pada lampiran 7.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 I. Materi Hukum Archimedes Materi Hukum Archimedes ini diambil dari beberapa referensi buku fisika diantaranya:  Fisika Edisi kelima Jilid 1 yang ditulis oleh Giancoli dan diterbitkan oleh penerbit Erlangga pada tahun 2001.  Fisika untuk SMA/MA Kelas X kurikulum 2013 yang ditulis oleh Kanginan dan diterbitkan oleh penerbit Erlangga pada tahun 2013. Ketika benda dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam fluida, gaya apung akan bekerja pada benda itu. Gaya apung tersebut berbanding lurus dengan volume benda yang tercelup dan massa jenis fluida. Gaya ke atas atau gaya apung bernilai maksimum jika seluruh bagian benda tercelup di dalam fluida. Semakin besar massa jenis fluida, semakin besar gaya apungnya, dan sebaliknya. Fakta ini pertama kali ditemukan oleh Archimedes. Berdasarkan beberapa percobaan, Archimedes menyatakan suatu prinsip yang selanjutnya dikenal sebagai prinsip Archimedes. Benda-benda yang dimasukkan ke dalam fluida mempunyai berat yang lebih kecil dari pada saat berada di luar fluida tersebut. Sebagai contoh sebuah batu yang besar mungkin akan terasa sulit saat diangkat dari tanah dan terasa mudah dari dasar sungai. Banyak benda, seperti kayu, mengapung di permukaan air. Itu menunjukkan bahwa terdapat gaya lain yang bekerja terhadap benda yang melawan gaya berat benda. Gaya ini adalah gaya apung atau gaya keatas.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 1. Gaya apung atau gaya ke atas Ketika sebuah benda dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam sebuah fluida (zat cair atau gas), maka fluida akan mengerjakan gaya ke atas pada benda itu yang besarnya sama dengan berat fluida yang di pindahkan. Gaya ke atas yang dialami oleh sebuah benda ketika tercelup sebagian atau seluruhnya di dalam sebuah fluida disebut gaya apung. Besar gaya apung bergantung pada volume benda yang tercelup dan fluida yang dipindahkan (didesak). Suatu benda yang dicelupkan seluruhnya dalam zat cair selalu menggantikan volume zat cair yang sama dengan volume benda itu sendiri. Archimedes mengaitkan antara gaya apung dengan volume zat cair yang dipindahkan benda (Kanginan, 2013: 270). Besarnya gaya apung juga di pengaruhi oleh massa jenis fluida. Semakin besar massa jenis fluida, semakin besar gaya apungnya, dan sebaliknya. Oleh karena itu, berat benda yang tercelup dalam fluida selalu lebih kecil daripada berat benda sesungguhnya akibat adanya gaya apung. Gambar 2.3 Menentukan rumus gaya apung

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Perhatikan sebuah silinder dengan tinggi h dan luas A yang tercelup seluruhnya di dalam zat cair dengan massa jenis ρf (lihat gambar 2.3). Fluida melakukan tekanan hidrostatik P1 = ρf.g.h1 pada bagian atas silinder. Gaya yang berhubungan dengan tekanan adalah F1 = P1.A sehingga F1 = ρf.g.h1.A dengan arah ke bawah. Dengan cara yang sama fluida juga melakukan tekanan hidrostatis F2 = P2A = ρf.g.h2.A dengan arah ke atas. Resultan kedua gaya ini adalah gaya apung Fa. FA = F2 – F1 karena F2 > F1 (2.1) sebab h2 – h1 = h (2.2) = ρf. h2.g.A - ρf. h1.g.A = ρf .g .A (h2 – h1) = ρf .g .A .h = ρf .g .Vbf (2.3) (sebab A . h = Vbf = volume benda yang tercelup dalam fluida) Hukum Archimedes berlaku untuk semua fluida (zat cair atau gas). Vbf = volume silinder yang tercelup dalam fluida. Jika benda tercelup semuanya, Vbf = volume benda. Tetapi jika benda hanya tercelup sebagiannya, Vbf = volume benda yang tercelup dalam fluida saja. Tentu saja kasus ini, Vbf < volume benda. Karena massa jenis (ρ) adalah massa (m) dibagi volume (V), maka m = ρ.V dengan m adalah massa zat cair yang dipindahkan. Dengan demikian gaya apung pada silinder sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh silinder tersebut. Hal ini merupakan penemuan Archimedes (218 – 212 SM) dan disebut sebagai prinsip atau hukum Archimedes yang menyatakan bahwa:

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 “jika sebuah benda dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam suatu fluida, maka benda tersebut mengalami gaya apung atau gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat fluida yang dipindahkan.” 2. Mengapung, Melayang dan Tenggelam Ada tiga peristiwa yang dapat terjadi apabila suatu benda dicelupkan ke dalam zat cair atau fluida, yaitu: a. Mengapung Benda mengapung jika sebagian benda tercelup di dalam zat cair dan sebagian lainnya masih berada di udara (lihat gambar 2.4). Jika volume benda tercelup sebesar Vbf maka dalam keadaan setimbang berat benda sama dengan gaya ke atas. Dalam keadaan ini, volume benda Vb lebih besar dibandingkan volume fluida yang dipindahkan Vbf. Benda mengapung terjadi apabila benda memiliki massa jenis lebih kecil daripada massa jenis zat cair. Jika ditulis dengan persamaan adalah: FA = W mf. g = mb. g ρf . g . Vbf = ρb . g . Vb ρf = 𝜌𝑏 𝑉𝑏 𝑉𝑏𝑓 (2.4) karena Vb > Vbf maka ρf > ρb Dengan ρf = massa jenis fluida, Vb = volume benda, ρb = massa jenis benda, Vbf = volume benda yang tercelup dan g adalah percepatan gravitasi. Dari

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 persamaan tersebut diketahui bahwa syarat benda mengapung adalah massa jenis benda lebih kecil dari massa jenis fluida, dikarenakan hanya sebagian volume benda yang tercelup dalam fluida. Gambar 2.4 Mengapung b. Melayang Peristiwa melayang adalah keadaan dimana benda tercelup seluruhnya namun tidak menyentuh dasar permukaan fluida (lihat gambar 2.5). Dalam keadaan melayang Fa = W, dimana volume benda Vb sama dengan volume fluida yang dipindahkan (Vbf ). Sehingga benda akan melayang apabila massa jenis benda bernilai sama dengan massa jenis zat cair. Karena Vb = Vbf apabila dimasukkan ke persamaan (2.4) maka ρf = ρb Oleh karena itu, dapat diketahui bahwa syarat benda melayang adalah perbandingan antara volume benda tercelup yang tidak mengenai dasar permukaan fluida sama dengan volume benda seluruhnya dan massa jenis benda sama dengan massa jenis fluida Gambar 2.5 Melayang

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 c. Tenggelam Peristiwa tenggelam adalah keadaan dimana suatu benda tercelup sepenuhnya dan menyentuh dasar permukaan fluida (lihat gambar 2.6). Pada benda tenggelam, besar gaya ke atas kurang dari berat bendanya. Saat menyentuh dasar permukaan fluida, selain gaya apung terdapat gaya lain yang searah dengan gaya apung yaitu gaya normal. Gaya normal adalah gaya yang tegak lurus bidang yang ada ketika benda menyentuh zat padat. Pada keadaan setimbang berlaku: FA + N = W mf. g + N = mb. g ρf . g . Vbf + N = ρb . g . Vb ρf = 𝜌𝑏 𝑉𝑏 𝑉𝑏𝑓 –N (2.5) karena Vb = Vbf maka ρb > ρf Dari persamaan tersebut diketahui bahwa syarat benda tenggelam adalah perbandingan volume benda tercelup yang menyentuh dasar permukaan fluida sama dengan volume benda seluruhnya dan massa jenis benda lebih besar dari massa jenis fluida. N Gambar 2.6 Tenggelam

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 3. Penerapan Hukum Archimedes dalam Kehidupan Sehari-hari a. Kapal Laut Massa jenis besi lebih besar daripada massa jenis air laut, tetapi mengapa kapal laut yang terbuat dari besi dapat mengapung di atas laut? Badan kapal yang terbuat dari besi dibuat berongga. Ini menyebabkan volume air laut yang dipindahkan oleh badan kapal menjadi sangat besar. Gaya apung sebanding dengan volume air yang dipindahkan, sehingga gaya apung terjadi sangat besar. Gaya apung ini mampu mengatasi berat total kapal, sehingga kapal laut mengapung di permukaan laut. Jika dijelaskan berdasarkan konsep massa jenis, massa jenis rata-rata besi berongga dan udara yang menempati rongga masih lebih kecil daripada massa jenis air laut. Itulah sebabnya kapal mengapung. b. Kapal Selam Sebuah kapal selam memiliki tangki pemberat yang terletak di antara lambung sebelah dalam dan lambung sebelah luar. Tangki ini dapat diisi udara atau air. Tentu saja udara lebih ringan daripada air. Mengatur isi tangki pemberat berarti mengatur berat total kapal. Sesuai dengan konsep gaya apung, berat total kapal selam akan menentukan apakah kapal akan mengapung atau menyelam. Semakin dalam kapal selam menyelam, maka akan makin besar tekanan hidrostatis yang dialaminya. Manusia tidak dapat menyelam lebih dari kedalaman 120 m karena tekanan hidrostatis air akan menghancurkan. Kapal selam dapat

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 menyelam jauh ke dalam laut karena memiliki lambung yang tebal untuk menahan tekanan hidrostatis air yang besar. c. Balon Udara Seperti halnya zat cair, udara (termasuk fluida) juga melakukan gaya apung seperti pada benda. Gaya apung yang dilakukan di udara pada benda sama dengan berat udara yang dipindahkan oleh benda. Sebuah balon udara yang diisi dengan gas panas memiliki prinsip kerja sebagai berikut: Mula-mula balon diisi dengan gas panas hingga menggelembung dan volumenya bertambah. Bertambahnya volume balon berarti bertambah pula volume udara yang dipindahkan oleh balon. Hal ini berarti gaya apung bertambah besar. Suatu saat gaya apung sudah lebih berat daripada berat total balon (berat balon dan muatan), sehingga balon mulai bergerak naik. Awak balon udara terus menambah gas panas sampai balon itu mencapai ketinggian tertentu. Setelah ketinggian yang diinginkan tercapai, awak balon mengurangi gas panas sampai tercapai gaya apung sama dengan berat balon. Pada saat itulah balon melayang di udara.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah desain riset yang menggunakan data berupa skor atau angka, lalu menggunakan analisis dengan statistika (Suparno, 2010: 135). Pada penelitian ini, peneliti mengukur peningkatan hasil belajar siswa yang dapat diukur dengan memberikan pretest dan posttest untuk masing-masing sampel. Soal-soal pretest dan posttest dibuat berdasarkan tingkatan menurut Taksonomi Bloom. B. Desain Penelitian Desain penelitian ini menggunakan pretest-posttest group control (kelas kontrol dan kelas eksperimen). Penelitian ini menggunakan sampel dua kelas, satu kelas sebagai kelas kontrol dan satu kelas sebagai kelas treatment. Kelas treatment adalah kelas yang diberikan perlakuan khusus yaitu simulasi PhET dimana sebelum menggunakan simulasi PhET akan diberikan pretest untuk mengukur pemahaman awal siswa terkait materi hukum Archimedes. Sedangkan kelas kontrol merupakan kelas yang diberi perlakuan dengan metode pembelajaran ceramah interaktif dan tetap diberikan soal pretest terlebih dahulu. Soal pretest-posttest diberikan untuk masing-masing kelas. Pretest 35

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 diberikan sebelum kelas mendapat treatment dan posttest diberikan setelah kelas mendapat treatment. Desain penelitian yang akan digunakan sebagai berikut: Kelas Treatment O1 X1 O1 ’ Kelas Kontrol O2 X2 O2 ’ Keterangan: O1= Pretest kelas Treatment O2= Pretest kelas Kontrol O1= Posttest kelas Treatment O2’= Posttest kelas Kontrol X1= Pembelajaran dengan simulasi PhET X2= Pembelajaran dengan ceramah interaktif C. Subyek Penelitian 1. Populasi Penelitian Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X1 SMA Negeri 2 Ngaglik tahun ajaran 2018/2019. Kelas yang digunakan untuk penelitian adalah kelas X1 MIPA.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 2. Sampel Penelitian Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X1 MIPA 3 dan XI MPA 4 SMA Negeri 2 Ngaglik. Kelas XI MIPA 4 sebagai kelas treatment sejumlah 32 siswa dan kelas XI MIPA 3 sebagai kelas kontrol sejumlah 31 siswa. 3. Lokasi dan Waktu Penelitian - Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Ngaglik kelas X1 MIPA semester ganjil. Lokasi ini dipilih karena beberapa pertimbangan, diantaranya: a) SMA Negeri 2 Ngaglik belum menerapkan metode PhET pada pembelajaran fisika khusunya materi Hukum Archimedes. b) Tersedianya fasilitas yang dibutuhkan oleh peneliti dalam melaksanakan penelitian ini. c) Kepala sekolah SMA Negeri 2 Ngaglik mendukung dilakukannya penelitian ini karena peneliti pernah melaksanakan PPL di SMA Negeri 2 Ngaglik dan jarang adanya penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 2 Ngaglik. d) Guru mata pelajaran Fisika mendukung dilakukan penelitian ini karena menggunakan metode pembelajaran yang baru dan dirasa dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 - Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2018. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum 2013, dimana lebih menekankan pada metode saintifik. D. Variabel Penelitian Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain. Variabel bebas merupakan variabel yang diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungannya dengan suatu gejala yang diobservasi (Sarwono, 2006: 54). Variabel bebas dalam penelitian ini berupa model pembelajaran yang digunakan yaitu simulasi Phet. Variabel terikat adalah variabel yang variabelnya diamati dan diukur untuk menentukan pengaruh yang disebabkan oleh variabel bebas (Sarwono, 2006: 54). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa. E. Treatment Treatment adalah perlakuan kepada subyek yang akan diteliti agar nantinya didapatkan data yang diinginkan (Suparno, 2010: 51). Treatment yang diberikan dalam penelitian ini adalah simulasi PhET. Model pembelajaran ini mengajak siswa untuk memahami konsep tentang gaya apung dan hukum archimedes. Siswa dapat memvariasikan variabel-variabel yang tersedia dalam aplikasi PhET ini. Siswa dapat

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 mengkontruksi sendiri pengetahuannya. Untuk proses pembelajaran dengan simulasi PhET dapat dilihat dalam rencana proses pembelajaran. Gambaran rencana pembelajaran yang akan dilakukan untuk kelas treatment sebagai berikut: 1. Peneliti meng-instal aplikasi PhET disetiap komputer yang akan digunakan untuk proses pembelajaran. Selain itu hal lain yang dilakukan adalah memastikan komputer yang akan digunakan apakah bisa terhubung dengan jaringan yang baik atau tidak. 2. Siswa-siswi kelas treatment diberikan soal pretest. 3. Sebelum menggunakan simulasi PhET, materi gaya apung dan hukum Archimedes dijelaskan terlebih dahulu kepada siswa serta mengenai simulasi PhET dan cara penggunaannya juga dijelaskan. 4. Siswa dipersilahkan untuk mencoba simulasi PhET secara individu dengan bantuan Lembar Kerja Siswa. Siswa harus menjawab beberapa pertanyaan yang ada pada lembar kerja siswa. Lembar kerja siswa yang digunakan berisi tentang materi gaya apung dan hukum Archimedes. 5. Siswa diminta untuk menyimpulkan hasil dari pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan simulasi PhET. 6. Siswa mengerjakan soal posttest. Rencana Proses Pembelajaran yang lengkap untuk setiap pertemuan dapat dilihat pada lampiran 6.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Untuk kelas kontrol digunakan metode pembelajaran ceramah interaktif. Kelas kotrol digunakan sebagai pembanding untuk kelas treatment. Hal ini bertujuan untuk melihat apakah ada perbedaan antara kelas treatment dan kelas kontrol. Gambaran rencana pembelajaran yang akan dilakukan untuk kelas kontrol sebagai berikut: 1. Siswa mengerjakan soal pretest yang telah diberikan oleh peneliti. 2. Materi gaya apung dan hukum Archimedes dijelaskan dengan metode ceramah, yaitu dengan menampilkan video pembelajaran yang berisi fenomena-fenomena fisika berkaitan dengan materi gaya apung dan Hukum Archimedes. 3. Siswa diberikan beberapa soal latihan mengenai materi pembelajaran yaitu gaya apung dan hukum archimedes agar siswa dapat menerapkan konsep gaya apung dan hukum archimedes dalam menyelesaikan suatu persoalan. 4. Siswa mengerjakan soal postest. Rencana Proses Pembelajaran yang lengkap untuk setiap pertemuan dapat dilihat pada lampiran 7.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 F. Instrumen Penelitian Instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian. Bentuknya dapat berupa: tes tertulis, angket, wawancara, dokumentasi dan observasi (Suparno, 2007: 56). Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan dibagi menjadi 2 yaitu instrument proses belajar dan instrument pengumupulan data. 1. Instrumen Proses Belajar Instrumen pada proses belajar yang digunakan oleh peneliti adalah Lembar Kerja Siswa (LKS), LKS berisi tentang petunjuk penggunaan simulasi PhET tentang gaya apung dan hukum Archimedes. LKS yang digunakan memuat tujuan, dasar teori, langkah percobaan penggunaan PhET, tabel data percobaan, pertanyaan untuk bahan diskusi dan kesimpulan. Selain LKS, juga digunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP dibuat untuk membantu peneliti selama proses mengajar di kelas agar sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Lembar kerja siswa dapat dilihat pada lampiran 10 dan Rencana Pelaksanaan pembelajaran dapat dilihat pada lampiran 6 dan 7.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 2. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini berupa tes, angket dan wawancara. a. Tes Tes dapat berupa lembar kerja atau sejenisnya yang dapat digunakan untuk mengukur pengetahuan, keterampilan dan kemampuan dari subjek penelitian. Lembar instrumen berupa tes ini berisi soal-soal tes yang terdiri atas butir-butir soal. Setiap butir soal mewakili satu jenis variabel yang diukur (Trianto, 2011: 264). Intrumen yang berbentuk tes, dapat terdiri dari dua kelompok yaitu test standard dan test buatan sendiri (Suparno, 2007: 57). Pada penelitian ini digunakan test buatan sendiri yaitu test berbentuk essay. Test essay berbentuk pertanyaan dengan jawaban bebas. Keuntungan model tes ini adalah siswa dapat bebas mengeluarkan gagasannya, sehingga dapat dimengerti sejauh mana siswa memahami persoalan (Suparno, 2007: 59) Dalam penelitian ini soal tes yang digunakan berupa pretest dan posttest. Soal dibuat berdasarkan kisi-kisi yang berpedoman pada tingkatan menurut Taksonomi Bloom (lihat tabel 3.1).

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 Tabel 3.1. Kisi-Kisi Soal Pretest dan Posttest No. 1. 2. Aspek Indikator Kognitif Siswa dapat menjelaskan konsep pengaruh gaya apung terhadap berat benda. Kognitif Soal Jawaban Lebih berat saat di darat, hal ini terjadi karena saat balok ditimbang di dalam air, benda akan mengalami gaya apung sehingga menjadi lebih ringan saat ditimbang di dalam air. Berdasarkan gambar di atas, jika kamu mengangkat atau memindahkan sebuah balok kayu melalui darat atau air, manakah kirakira yang lebih berat baloknya? Siswa dapat a) Sebuah benda a). Dik: ρf = 800 terapung pada zat kg/m3 menganalisis faktor-faktor cair yang massa V benda yang tidak 3 jenisnya 800 kg/m . tercelup dalam zat yang mempengaruh Jika ¼ bagian benda cair = ¼ tidak tercelup dalam V benda tercelup i gaya apung. zat cair tersebut dalam zat cair = ¾ maka massa jenis Vb= 1 benda adalah… Ditanya : b) Berat sebuah benda ρb? di udara 5 N. Jawaban: 𝜌 𝑧𝑎𝑡 𝑐𝑎𝑖𝑟 Apabila benda = 𝜌 𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎 ditimbang di dalam 𝑉 𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎 𝑉 𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑟𝑐𝑒𝑙𝑢𝑝 air (massa jenis air = 800 𝑘𝑔/𝑚3 1 1000 kg/m3) = 𝜌 𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎 3/4 beratnya menjadi 𝜌 𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎 = 3,2 N. Jika 3 percepatan gravitasi (4) (800 𝑘𝑔/𝑚3 g = 10 m/s2 maka 𝜌 𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎 = 600 𝑘𝑔/𝑚3 massa jenis benda adalah…

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 b). Dik: Berat benda di udara = berat benda (W): 5 Newton Berat benda di dalam air : 3,2 Newton Massa jenis air : 1000 kg/m3 Percepatan gravitasi = 10 m/s2 Massa benda = m = w/g : 5 N / 10 m/s2 = 0,5 kg Dit : Massa jenis benda? Jawab : Massa jenis benda= massa benda / volume benda Berat benda di dalam air lebih kecil karena adanya gaya apung. Gaya apung= berat benda di udara- berat benda di dalam zat cair. Gaya apung = 5 Newton – 3,2 Newton = 1,8 Newton Rumus gaya apung : ∑ F = ρ.g. V 1,8 N = (1000 kg/m3 ) (10 m/s 2 ). V 1,8 N = (10.000 kg/m2 s2 ) V V = 0,00018 m3 Massa jenis benda= massa benda / volume benda

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Massa jenis benda = 0,5 kg/ 0,00018 m3 = 2780 kg/ m3 3. 4. Kognitif Siswa dapat menjelaskan hubungan massa jenis terhadap peristiwa Terapung, Melayang, dan Tenggelam. Psikomo Siswa dapat torik merancang percobaan sederhana terkait dengan konsep gaya apung dan hukum Archimedes a) Sebuah kantong plastik berisi penuh air bermassa 1 kg dimasukkan ke dalam danau yang massa jenisnya 1g/cm3. Bagaimana kondisi kantong plastik yang berisi air penuh? b) Zat cair A dan B masing-masing memiliki massa jenis 1000 kg/m3 dan 800 kg/m3 . Jika suatu benda yang massa jenisnya 900 kg/m3 dimasukkan ke dalam kedua zat tersebut secara bergantian, maka apa yang akan terjadi? Rancanglah sebuah contoh nyata yang menunjukkan adanya penerapan konsep gaya apung dan hukum archimedes a). Kondisi plastik tersebut akan melayang karena syarat benda melayang adalah masa jenis kantong plastik berisi air = massa jenis danau b). benda terapung pada zat A dan tenggelam pada zat B. Hal ini karena massa jenis zat cair A > massa jenis benda dan massa jenis zat cair B < massa jenis benda Sesuai jawaban siswa. Namun jawaban tersebut sesuai dengan salah satu percobaan tentang gaya apung dan hukum Archimedes. Misalnya dengan menggunakan telur yang dicelupkan secara bergantian pada

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 tiga wadah berisikan air garam dengan konsentrasi yang berbeda untuk menentukan peristiwa pada telur tersebut berkaitan dengan massa jenis. 5. Afektif b. Siswa dapat memberikan tanggapan terhadap metode pembelajaran yang telah dilaksanakan. Tulislah kesanmu setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan simulasi PhET. Sesuai jawaban siswa Apakah siswa setuju atau tidak dengan adanya penerapan simulasi PhET. Angket Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis untuk memperoleh informasi dari responden yang ingin diketahui (Suparno, 2007: 61). Dalam penelitian bentuk angket yang digunakan adalah angket terbuka, yaitu responden dapat menjawab dengan kalimatnya sendiri. Angket ini berupa pendapat responden terhadap pembelajaran yang telah dilakukan oleh peneliti. Dalam penelitian angket diselipkan dalam soal pretest maupun soal postest. Soal angket terdapat pada soal nomor terakhir untuk pretest maupun postest. Angket ini berisi pendapat siswa mengenai setuju atau tidaknya penerapan metode belajar yang akan dilaksanakan.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 c. Wawancara Wawancara adalah semacam kuesioner lisan, suatu dialog yang dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh informasi yang diperlukan. Wawancara dibedakan dalam pelaksanaan yaitu wawancara bebas, wawancara terpimpin dan wawancara bebas terpimpin (Suparno, 2007: 62). Penelitian ini menggunakan wawancara yang dilakukan secara terpimpin/ terstruktur dimana pewawancara membawa sederetan pertanyaan lengkap dan terpimpin. Adapun contoh daftar pertanyaan yang akan diajukan kepada siswa kelas treatment adalah sebagai berikut: 1. Apakah kamu bisa mengerjakan soal pretest dengan baik? 2. Apa yang kamu ketahui tentang Hukum Archimedes? 3. Apakah kamu pernah mendengar tentang simulasi PhET? 4. Apa kesan pertamamu setelah mendengar bahwa pembelajaran akan berlangsung dengan menggunakan simulasi PhET? Berikan alasanmu! 5. Bagaimana tanggapanmu mengenai pembelajaran dengan menggunakan simulasi PhET? 6. Apakah kamu memahami materi hukum Archimedes setelah mengikuti pembelajaran menggunakan simulasi PhET? Berikan alasannya!

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 7. Apakah kamu bisa mengerjakan soal posttest dengan baik setelah mengikuti pembelajaran menggunakan simulasi PhET? Berikan alasanmu! G. Validitas Instrumen Validitas mengukur atau menentukan apakah suatu test sungguh mengukur apa yang mau diukur, yaitu apakah sesuai dengan tujuan (valid untuk). Validitas menunjuk pada kesesuaian, kepenuh-artian, bergunanya kesimpulan yang dibuat peneliti berdasarkan data yang dikumpulkan. Suatu tes disebut valid bila memang mengukur yang mau diukur (Suparno, 2007: 67-68). Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi (Content Validity). Artinya mengukur apakah isi dari instrumen yang akan digunakan sungguh mengukur isi dari domain yang mau diukur (Suparno, 2007: 68). Instrumen yang akan divaliditas adalah soal pretest dan posttest. Soal pretest dan posttest sudah dibuat berdasarkan kisi-kisi yang divalidasi oleh Drs. Domi Severinus, M.Si selaku dosen yang ahli dalam bidang tersebut (bukti validasi terdapat pada lampiran 9)

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 H. Metode Analisis Data 1. Teknik Penskoran Dalam penelitian ini penskoran untuk masing-masing kriteria dapat dilihat pada tabel 3.2. Tabel 3.2 Teknik Penskoran untuk Aspek Kognitif dan aspek Psikomotorik 1. Aspek Kognitif “Menjelaskan” soal nomor 1 : No. 1. 2. 3. 4. 5. 2. Indikator yang dinilai Skor Siswa dapat menjelaskan konsep pengaruh gaya apung terhadap berat benda. Siswa menjawab 75% konsep pengaruh gaya apung terhadap berat benda. dengan benar Siswa menjawab 50% konsep pengaruh gaya apung terhadap berat benda.dengan benar Siswa menjawab 25 % konsep pengaruh gaya apung terhadap berat benda dengan benar Menuliskan jawaban namun salah 15 Skor Maksimal 15 Aspek kognitif “Aplikasi Hitungan” nomor 2 : (1) Menuliskan No. Indikator yang dinilai Skor A B 1. Siswa dapat menuliskan yang diketahui dengan benar 2 2. Siswa dapat menuliskan rumus dengan benar 8 Skor Total 10 11 7 3 1

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 (2) Penyelesaian No Indikator yang dinilai Skor A B 15 20 8 13 5 5 2 2 5. Siswa dapat menyelesaikan perhitungan dengan rumus benar Siswa dapat menyelesaika perhitungan dengan rumus benar namun ada kesalahan perhitungan Siswa dapat menuliskan hasil akhir dengan benar beserta satuannya Siswa dapat menuliskan hasil akhir dengan benar tanpa satuan Siswa dapat menuliskan hasil akhir yang salah 1 1 6. Siswa tidak menuliskan jawaban 0 0 20 25 1. 2. 3. 4. Jumlah Skor 3. Aspek kognitif “Menjelaskan” soal nomor 3 : No. 1. 2. 3. 4. 5. Indikator yang dinilai Siswa dapat menjelaskan hubungan massa jenis terhadap peristiwa Terapung, Melayang, dan Tenggelam. Siswa menjawab 75% hubungan massa jenis terhadap peristiwa Terapung, Melayang, dan Tenggelam.. dengan benar Siswa menjawab 50% hubungan massa jenis terhadap peristiwa Terapung, Melayang, dan Tenggelam dengan benar Siswa menjawab 25 % hubungan massa jenis terhadap peristiwa Terapung, Melayang, dan Tenggelam dengan benar Menuliskan jawaban namun salah Skor Maksimal Skor A B 15 15 11 11 7 7 3 3 1 1 15 15

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 4. Aspek Psikomotorik soal nomor 4 : No Indikator yang dinilai Skor 1. Siswa dapat merancang contoh nyata dengan benar 100 2. 75 5 Siswa dapat merancang 75 % contoh nyata dengan benar Siswa dapat merancang 50% contoh nyata dengan benar Siswa dapat merancang 25% contoh nyata dengan benar Siswa dapat merancang contoh nyata tetapi salah 6 Siswa tidak mengerjakan soal 0 3. 4. 50 25 2 2. Klasifikasi Skor diklasifikasi dengan cara seperti pada tabel 3.3 dan tabel 3.4. Tabel 3.3. Klasifikasi tingkat hasil belajar siswa pada aspek kognitif 80 – 100 Interal Klasifikasi Sangat tinggi 60 – 79 Tinggi 40 – 59 Sedang 20 – 39 Rendah 0 – 19 Sangat Rendah Tabel 3.4 Klasifikasi tingkat hasil belajar siswa pada aspek psikomotorik 80 – 100 Interal Klasifikasi Sangat tinggi 60 – 79 Tinggi 40 – 59 Sedang 20 – 39 Rendah 0 – 19 Sangat Rendah

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 3. Analisis Tes Penelitian ini dilakukan untuk 2 kelas yang berbeda dengan treatment yang berbeda, maka peneliti menggunakan Uji Test-T untuk grup Independen. Uji Tes-t independen ini digunakan untuk membandingkan dua kelompok yang independen (Suparno, 2010: 94). Yang diperlukan adalah: mean dari sampel, standar deviasi. Statistik yang digunakan bila n1 ≠ n2 adalah: t= ̅̅̅̅ 𝑿𝟏 − ̅̅̅̅ 𝑿𝟐 𝟐 (𝒏 −𝟏)𝑺𝟐 𝟏 + (𝒏𝟐 −𝟏)𝑺𝟐 ( 𝟏 + 𝟏 ) √ 𝟏 𝒏𝟏 + 𝒏𝟐 −𝟐 𝒏𝟏 𝒏𝟐 Keterangan: Perhitungan t menggunakan program SPSS dengan α = 0.05. Bila p ≤ α maka signifikan. Selain itu, peneliti juga membandingkan hasil pre-test dan post-test, maka peneliti menggunakan Uji Test-T untuk grup Dependen. Uji Tes-t dependen digunakan untuk mengetes dua kelompok yang dependen atau satu kelompok yang dites dua kali. Statistik yang digunakan adalah: treal = ̅̅̅̅ ̅̅̅̅ 𝑋1−𝑋2 (∑𝐷)2 𝑁 𝑁 (𝑁−1) 2− √∑𝐷 dengan: D = Perbedaan skor tiap subyek (X2 – X1) N = Jumlah Pasang skor dan df = N-1

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 a. Untuk menguji apakah pretest kelas treatment lebih baik daripada pretest kelas kontrol tentang materi gaya apung dan hukum Archimedes, digunakan uji-t untuk kelompok independen. Penghitungan dilakukan dengan SPSS dengan α = 0,05 dan p = nilai sig( ) Apabila p < α, maka signifikan. Artinya, hasil belajar awal siswa kelas treatment berbeda dari kelas kontrol. b. Untuk menguji apakah adanya peningkatan hasil belajar siswa untuk kelas treatment tentang materi gaya apung dan hukum Archimedes digunakan uji-t untuk kelompok dependen nilai pretest-posttest. Penghitungan dilakukan dengan SPSS dengan α = 0.05 dan p = nilai sig ( ). Apabila p < α, maka signifikan. Artinya, simulasi PhET dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang materi gaya apung dan hukum Archimedes. c. Untuk menguji apakah adanya peningkatan hasil belajar siswa untuk kelas kontrol tentang materi gaya apung dan hukum archimedes, digunakan uji-t untuk kelompok dependen nilai pretest-posttest. Penghitungan dilakukan dengan SPSS dengan α = 0.05 dan p = nilai sig ( ). Apabila p < α, maka signifikan. Artinya, ceramah interaktif ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang materi gaya apung dan hukum Archimedes. d. Untuk mengetahui apakah peningkatan hasil belajar siswa kelas treatment lebih baik daripada peningkatan hasil belajar siswa

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 kelas kontrol pada materi gaya apung dan hukum archimedes, digunakan uji-t untuk kelompok independen nilai posttest kelas treatment dan posttest kelas kontrol. Penghitungan dilakukan dengan SPSS dengan α = 0.05 dan p = nilai sig ( ). Apabila p < α, maka signifikan. Artinya, adanya perbedaan posttest yang diajarkan dengan model pembelajaran simulasi PhET dan posttest pembelajaran dengan ceramah interaktif. 4. Analisis Non Tes 1) Angket Angket dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa pendapat responden terhadap metode pembelajaran yang telah dilakukan oleh peneliti. Dari jawaban yang telah diberikan maka peneliti dapat mengetahui besarnya persetujuan responden terhadap metode pembelajaran yang diterapkan. Pilihan jawaban yang diberikan hanyalah setuju atau tidak setuju sehingga dapat dianalisis dengan menggunakan prosentase jawaban dari masing-masing siswa baik kelas treatment maupun kelas kontrol. Analisisnya sebagai berikut : Presentase = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏𝑎𝑛 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏𝑎𝑛 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ𝑛𝑦𝑎 x100 %

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 b. Wawancara Data yang diperoleh berupa hasil wawancara yang dilakukan dengan subyek yang mengikuti proses pembelajaran baik kelas treatment maupun kelas kontrol. Wawancara dalam penelitian ini dilakukan untuk mengkonfirmasi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan oleh peneliti. Peneliti ingin mengetahui apakah yang responden tuliskan dalam pretest dan posttest sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Peneliti juga ingin mengetahui pendapat responden terhadap treatment yang telah diberikan oleh peneliti.

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV DATA DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 10 September– 26 Oktober 2018 di SMA Negeri 2 Ngaglik. Subyek dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas X1 MIPA yaitu kelas X1 MIPA 3 sebagai kelas kontrol dengan jumlah peserta didik sebanyak 31 siswa dan X1 MIPA 4 sebagai kelas treatment dengan jumlah peserta didik sebanyak 32 siswa. Penelitian ini berlangsung cukup lama karena beberapa faktor yang membuat pembelajaran harus diundur. SMA Negeri 2 Ngaglik merupakan salah satu sekolah yang sedang mempersiapkan akreditasi sekolah sehingga pada jam pelajaran tertentu seringkali tidak ada pembelajaran yang berlangsung termasuk pelajaran Fisika baik di kelas control maupun di kelas treatment. Selain kesibukan akreditasi, waktu penelitian kelas treatment seringkali karena ruangan komputer di sekolah tidak bisa digunakan saat pelajaran karena sedang digunakan untuk kegiatan Guru dan kepala sekolah. Oleh karena itu kelas XI MIPA 4 sangat terlambat pembelajarannya dibandingkan kelas X1 MIPA 3. Pada saat berlangsungnya penelitian untuk kelas kontrol terdapat 2 orang siswa yang tidak mengikuti pretest dan 4 orang siswa tidak mengikuti salah satu pembelajaran serta 1 or ang siswa yang tidak mengikuti posttest 56

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 sehingga sampel yang digunakan untuk kelas kontrol menjadi 24 siswa. Sedangkan untuk kelas treatment terdapat 1 orang siswa yang tidak mengikuti pretest dan 3 orang tidak mengikuti salah satu pembelajaran serta 1 orang siswa tidak mengikuti posttest sehingga sampel yang digunakan untuk kelas treatment menjadi 27 siswa. Untuk kelas kontrol proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode ceramah interaktif sedangkan kelas treatment proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan simulasi PhET. Kegiatan pelaksanaan penelitian untuk kelas X1 MIPA 3 dan kelas X1 MIPA 4 secara garis besar dapat dilihat pada tabel 4.1 Tabel 4.1 Kegiatan Pelaksanaan Penelitian No. 1. Kelas XI MIPA 3 (Kelas Kontrol) Jumlah Siswa Hadir Tidak Hadir 31 29 2 31 26 5 Waktu Pelaksanaan Kegiatan 12 September -Pembukaan -Pretest 2018 ( 07.15- 08.45) -Pengantar ( Menjelaskan tujuan pembelajaran dan apa saja yang akan dipelajari pada materi Hukum Archimedes) 19 September -Penjelasan 2018 materi dasar (07.15- 08.45) mengenai gaya apung dan bunyi

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Hukum Archimedes - Latihan soal 31 27 4 25 September - Mereview 2018 materi (12.30– 14.00) sebelumnya tentang konsep gaya apung dan bunyi hukum Archimedes -Penjelasan materi (Peristiwaperistiwa pada hukum Archimedes dan penerapan hukum Archimedes dalam kehidupan sehari-hari) -Latihan soal 31 27 7 2 Oktober 2018 -Pemahaman (12.30– 14.00) materi (mengulang materi mengenai gaya apung, bunyi hukum Archimedes, peristiwa pada hukum Archimedes serta penerapannya

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 dalam kehidupan sehari-hari) - Posttest -Penulisan kesan pesan 2. XI MIPA 4 (Kelas Treatment) 32 31 1 25 September -Pembukaan -Pretest 2018 (10.30– 12.00) -Pengantar ( Menjelaskan tujuan pembelajaran dan apa saja yang akan dipelajari pada materi Hukum Archimedes) -Pengenalan simulasi PhET 32 28 4 5 Oktober 2018 -Penjelasan ( 12.30– 14.00) LKS 1 -Pembelajaran dengan LKS 1 -Presentasi beberapa siswa dari hasil LKS 1 sekaligus pembahasan bersama LKS 1 - Penjelasan materi berkaitan dengan LKS 1 yaitu

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 tentang konsep gaya Apung dan bunyi Hukum Archimedes 32 32 0 16 Oktober -Penjelasan 2018 LKS 2 ( 10.30– 12.00) -Pembelajaran dengan LKS 2 -Presentasi beberapa siswa dari hasil LKS 2 sekaligus pembahasan bersama LKS 2 - Penjelasan materi berkaitan dengan LKS 2 yaitu tentang peristiwaperistiwa pada hukum Archimedes dan penerapan dalam kehodupan sehari-hari 32 32 0 23 Oktober -Latihan soal 2018 berkaitan ( 10.30– 12.00) dengan materi

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Hukum Archimedes - Penjelasan tentang contoh penerapan Hukum Archmedes pada kehidupan sehari-hari -Posttest -Penulisan kesan dan pesan 1. Proses Pembelajaran Kelas X1 MIPA 4 (Kelas Treatment) Kelas X1 MIPA 4 sebagai kelas treatment berjumlah 32 siswa yang terdiri dari 11 laki-laki dan 21 perempuan. Pembelajaran yang dilaksanakan di kelas X1 MIPA 4 sebagai kelas treatment berlangsung selama empat kali pertemuan yakni dimulai pada tanggal 25 September 2018 dan berakhir pada tanggal 23 Oktober 2018. Pertemuan pertama tanggal 25 September 2018 dimulai pukul 10.30 – 12.00 dan dibuka dengan perkenalan, penyampaian tujuan kedatangan serta memberikan pretest kepada siswa-siswi. Awalnya siswa-siswi sempat bingung karena diberikan soal pretest dan mereka merasa belum siap untuk mengerjakannya. Akan tetapi ketika diberikan penjelasan

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 bahwa pretest diberikan untuk mengetahui pemahaman awal siswasiswi dan bisa dikerjakan sesuai yang mereka ketahui, akhirnya mereka bersedia mengerjakan soal pretest dengan serius. Setelah mengerjakan soal pretest kurang lebih selama 50 menit, dilanjutkan dengan pengenalan simulasi PhET. Peneliti memberikan gambaran awal mengenai simulasi PhET dan langkah penggunaan awal yang perlu diketahui siswa-siswi sebelum mencoba langsung di komputer. Seluruh siswa sangat antusias dengan penjelasan simulasi PhET karena rasa penasaran mereka yang sangat tinggi terhadap penggunaan simulasi PhET. Hal ini karena siswa-siswi belum pernah mempelajari tentang simulasi PhET. Pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 05 Oktober 2018 pada pukul 12.30 – 14.00. Pembelajaran dilaksanakan di ruang komputer dan diikuti oleh 29 siswa dari 32 jumlah siswa kelas X1 MIPA 4. Awalnya peneliti membagikan LKS kepada masing-masing siswa sekaligus menjelaskan LKS untuk simulasi pertama mengenai konsep gaya apung dan Hukum Archimedes. Siswa-siswi sangat antusias mengerjakan LKS simulasi I yang berjalan kurang lebih 40 menit (lihat gambar 4.1). Setelah mengerjakan LKS peneliti meminta 4 orang untuk mempresentasikan apa yang mereka kerjakan pada LKS simulasi I sekaligus peneliti membahas jawaban yang benar dari LKS simulasi I. Setelah membahas jawaban LKS, dilanjutkan dengan penjelasan materi berkaitan dengan konsep gaya apung dan Hukum Archimedes. Materi

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 dijelaskan sesuai dengan apa yang ditemukan oleh siswa-siswi dengan menggunakan simulasi PhET. Gambar 4.1 Pembelajaran menggunakan simulai PhET (Mengerjakan Simulasi I) Pertemuan ketiga dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2018 pada pukul 10.30 – 12.00. Pada pertemuan ketiga pembelajaran masih dilaksanakan di ruang komputer dan sama seperti di pertemuan kedua urutan pembelajarannya. Akan tetapi pada pertemuan ketiga siswa-siswi mengerjakan LKS simulasi II yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam Hukum Archimedes. Setelah siswa-siswi mengerjakan LKS, 4 siswa diminta untuk mempresentasikan hasil pekerjaan mereka sekaligus membahas jawaban yang benar. Peneliti juga menjelaskan materi tentang peristiwaperistiwa yang terjadi dalam Hukum Archimedes (lihat gambar 4.2). Pada pertemuan ketiga, masih terlihat antusias dari siswa- siswi yang mempelajari materi Hukum Archimedes dengan menggunakan simulasi PhET. Hal ini juga terlihat dari pertanyaan-pertanyaan siswa-siswi

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 tentang penggunaan simulasi PhET pada materi lain yang ingin mereka pelajari juga menggunakan simulasi PhET. Gambar 4.2 Pembelajaran menggunakan simulasi PhET (Mengerjakan simulasi II) Pertemuan terakhir dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2018 pada pukul 10.30 – 12.00. Pada pertemuan terakhir pembelajaran kembali dilaksanakan di kelas XI MIPA 4 dan dimulasi dengan latihan soal terkait dengan materi yang telah dipelajari pada pertemuan kedua dan ketiga. Siswa-siswi terlihat antusias untuk mengerjakan contohcontoh soal yang diberikan meskipun ada beberapa siswa yang masih salah dalam mengerjakan soal tersebut. Contoh-contoh penerapan hukum Archimedes dalam kehidupan sehari-hari juga dijelaskan. Selanjutnya soal posttest dibagikan kepada siswa-siswa dan mereka mengerjakan soal posttest selama kurang lebih 50 menit (lihat gambar 4.3).

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Gambar 4.3 Siswa-siswi mengerjakan Posttes 2. Proses Pembelajaran Kelas X1 MIPA 3 (Kelas Kontrol) Kelas X1 MIPA 3 sebagai kelas kontrol berjumlah 31 siswa yang terdiri dari 12 laki-laki dan 19 perempuan. Pembelajaran yang dilaksanakan di kelas X1 MIPA 3 sebagai kelas kontrol berlangsung selama empat kali pertemuan yakni dimulai pada tanggal 12 September 2018 dan berakhir pada tanggal 2 Oktober 2018. Pertemuan pertama dilaksanakan tanggal 12 September 2018 pada pukul 07.15 – 08.45. Pembelajaran diawali dengan perkenalan dan penyampaian tujuan kedatangan peneliti serta menanyakan kabar siswasiswi kelas X1 MIPA 3 yang sudah setahun lamanya tidak berjumpa pasca berakhirnya PPL. Setelah itu peneliti membagikan soal pretest dan siswa-siswi merasa kaget karena mereka belum mempersiapkan diri untuk mengerjakan soal pretest. Peneliti mencoba menjelaskan maksud diberikan soal pretest yaitu untuk mengetahui pemahaman awal

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 mengenai materi Hukum Archimedes dan bisa dikerjakan sesuai yang siswa-siswi bisa untuk dikerjakan tanpa harus benar seratus persen. Akhirnya dengan sangat serius siswa-siswi mengerjakan soal pretest kurang lebih selama 50 menit. Setelah pretest peneliti kemudian memberikan pengantar kepada siswa-siswi berupa penjelasan tujuan pembelajaran dan apa saja yang akan dipelajari pada materi Hukum Archimedes (lihat gambar 4.4). Gambar 4.4 Peneliti menjelaskan Tujuan pembelajaran setelah pretest Pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 19 September 2018 pada pukul 07.15 – 08.45. Pembelajaran dimulai dengan penjelasan mengenai materi konsep gaya apung dan bunyi Hukum Archimedes. Metode yang digunakan ialah ceramah interaktif sehingga dapat membantu siswa-siswi untuk lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Selama pembelajaran, contoh soal terkait dengan materi diberikan juga kepada siswa. Pembelajaran berjalan cukup aktif karena

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 antusias siswa-siswi yang ingin menyelesaikan latihan soal di papan tulis. Pertemuan ketiga dilaksanakan pada tanggal 25 September 2018 pada pukul 12.30 – 14.00. Pembelajaran dimulai dengan mereview materi sebelumnya yaitu tentang konsep gaya apung dan bunyi hukum Archimedes. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan materi tentang peristiwa-peristiwa pada hukum Archimedes dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk contoh penerapannya siswa-siswi diminta untuk memberikan contoh nyata yang mereka ketahui berkaitan dengan Hukum Archimedes. Latihan soal juga diberikan kepada siswa-siswi dan mereka antusias untuk mengerjakan soal tersebut di papan tulis. Pertemuan terakhir dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober 2018 pada pukul 12.30 – 14.00. Pembelajaran diawali dengan pemahaman materi yakni mengulang materi yang sudah diajarkan di pertemuan kedua dan pertemuan ketiga agar siswa – siswi bisa lebih mencerna semua materi berkaitan dengan Hukum Archimedes. Setelah itu dilanjutkan dengan mengerjakan soal posttest selama kurang lebih 50 menit. Pada akhir pertemuan siswa-siwi meminta untuk melakukan foto bersama (lihat gambar 4.5)

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Gambar 4.5 Foto bersama kelas XI MIPA 3 B. Data 1. Nilai Pretest dan Posttest pada Aspek Kognitf Pada tabel 4.2 ditunjukan data hasil pretest dan posttest hasil belajar siswa kelas treatment dan kelas kontrol pada materi Hukum Archimedes. Tabel 4.2 Data Nilai Pretest dan Posttest Kelas Treatment dan Kelas Kontrol pada Aspek Kognitif No Skor Kelas Treatmen Pretest Posttest Skor Selisih (posttest -pretest) Skor Kelas Kontrol Pretest Posttest Skor Selisih (posttest -pretest) 1 13 73 60 25 57 32 2 18 66 48 9 56 47 3 36 64 28 5 56 51 4 28 88 60 6 28 22

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 No Skor Kelas Treatmen Pretest Posttest Skor Selisih (posttest -pretest) Skor Kelas Kontrol Pretest Posttest Skor Selisih (posttest -pretest) 5 9 88 79 31 85 54 6 28 61 33 14 85 71 7 36 83 47 5 25 20 8 44 95 51 7 30 23 9 49 95 46 3 56 53 10 7 54 47 25 90 65 11 21 83 62 6 15 9 12 51 71 20 29 71 42 13 5 51 46 13 31 18 14 30 88 58 6 26 20 15 30 88 58 22 66 44 16 19 88 69 18 66 48 17 13 88 75 13 66 53 18 43 83 40 20 81 61 19 7 81 74 24 47 23 20 24 73 49 27 28 1 21 40 71 31 3 48 45 22 15 83 68 4 56 52 23 29 76 47 24 43 19 24 10 73 63 20 66 46 25 57 63 6

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 No Skor Kelas Treatmen Pretest Posttest Skor Selisih (posttest -pretest) 26 41 76 35 27 29 71 42 Mean Standart Deviasi 27.11 14.78 76.81 11.83 Skor Kelas Kontrol Pretest Posttest 14.96 9.39 Skor Selisih (posttest -pretest) 53.25 21.5 2. Nilai Pretest dan Posttest pada Aspek Psikomotorik Data hasil pretest dan posttest hasil belajar siswa dari aspek psikomotorik pada materi Hukum Archimedes terlihat pada tabel 4.3 Tabel 4.3 Data Nilai Pretest dan Posttest Kelas Treatment dan Kelas Kontrol pada Aspek Psikomotorik No Skor Kelas Treatmen Skor Selisih (posttest Pretest Posttest -pretest) Skor Kelas Kontrol Pretest Posttest Skor Selisih (posttest -pretest) 1 0 25 25 75 25 -50 2 5 50 45 50 75 25 3 10 100 90 0 25 25 4 5 50 45 2 25 23 5 10 100 90 10 75 65 6 25 50 25 5 25 20 7 10 100 90 0 2 2 8 2 75 73 2 75 73

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 No Skor Kelas Treatmen Skor Selisih (posttest Pretest Posttest -pretest) Skor Kelas Kontrol Pretest Posttest Skor Selisih (posttest -pretest) 9 5 100 95 25 75 50 10 25 75 50 25 100 75 11 10 100 90 2 50 48 12 25 25 0 10 25 15 13 5 25 20 10 25 15 14 20 100 80 2 10 8 15 2 50 58 15 25 10 16 50 100 50 0 25 25 17 25 75 50 50 50 0 18 25 50 25 2 100 98 19 2 100 98 10 25 15 20 25 25 0 2 5 3 21 2 75 73 10 10 0 22 15 25 10 15 25 10 23 25 100 75 10 75 65 24 10 25 15 0 25 25 25 25 25 0 26 2 25 23 27 50 100 50 Mean Standart Deviasi 15.37 13.68 64.81 31.97 13.83 19.01 40.71 29.82

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 3. Angket Angket pada penelitian ini berupa soal pada aspek afektif yang ditambahkan pada soal nomor 5. Data angket ini berupa tanggapan dari siswa mengenai metode pembelajaran yang telah dilakukan baik di kelas treatment dengan menggunakan simulasi PhET, maupun di kelas kontrol dengan menggunakan metode pembelajaran ceramah interaktif. Data angket dapat dilihat pada tabel 4.4 untuk kelas treatment dan tabel 4.5 untuk kelas kontrol. Tabel 4.4 Hasil Angket Kelas Treatment No. Pretest Posttest Keterangan 1. 20 25 Setuju 2. 0 0 Tidak Setuju 3. 7 2 Tidak Menjawab Tabel 4.5 Hasil Angket Kelas Kontrol No. Pretest Posttest Keterangan 1. 5 17 Setuju 2. 11 5 Tidak Setuju 3. 8 2 Tidak Menjawab

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 4. Wawancara Wawancara dilaksanakan pada hari Selasa, 23 Oktober 2018 untuk kelas kontrol dan pada tanggal 30 Oktober 2018 untuk kelas treatment bertempat di SMA Negeri 2 Ngaglik. Peneliti mengambil sampel wawancara sebanyak 6 siswa untuk masing-masing kelas dengan kategori 3 siswa laki-laki dan 3 siswa perempuan. Tujuan dilakukannya wawancara ini adalah untuk memperkuat hasil penelitian yang dilakukan dengan beberapa pertanyaan yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu oleh peneliti. Ketika ditanya mengenai soal pretest untuk kelas kontrol terdapat 5 siswa menjawab tidak bisa mengerjakan soal pretest karena belum mempelajari materi dan 1 orang siswa menjawab lumayan dalam mengerjakan soal pretest karena materinya sudah dipelajari saat SMP. Sedangkan untuk kelas treatment hampir semua siswa menjawab tidak bisa mengerjakan soal pretest. Untuk soal posttest, 4 dari 6 siswa kelas kontrol menjawab bisa mengerjakan soal dengan baik dengan bantuan metode ceramah interaktif. Menurut mereka dengan adanya metode yang diterapkan dapat membantu mereka memecahkan masalah khususnya soal hitungan karena diperbanyak dengan latihan-latihan soal walaupun sebagian dari mereka masih merasa sedikit bosan dengan metode ceramah interaktif. Untuk kelas treatment ketika ditanya mengenai soal posttest hampir semua menjawab dapat mengerjakan soal dengan baik apalagi

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 mereka dibantu dengan adanya metode simulasi PhET yang membuat mereka benar-benar paham dengan materi yang diajarkan berkaitan dengan konsep dasar dari materi tersebut. Akan tetapi 6 siswa yang diwawancari tersebut memberikan saran agar kedepannya saat menggunakan metode simulasi PhET harus diimbangi dengan memperbanyak latihan soal agar tidak hanya konsep saja yang mereka kuasai melainkan soal-soal yang berkaitan dengan Hukum Archimedes dapat mereka pecahkan. C. Analisis Data Analisis data untuk aspek kognitif dan aspek psikomotorik menggunakan analisis statistik yaitu dengan menggunakan uji-t dibantu dengan program SPSS. 1. Hasil Klasifikasi Hasil Belajar Siswa a. Kelas Treatment Tabel 4.6 Klasifikasi Tingkat Hasil Belajar Siswa pada Aspek Kognitif Interval Klasifikasi 80 – 100 Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah 60 – 79 40 – 59 20 – 39 0 – 19 Jumlah Pretest Posttest 0 13 0 7 10 10 12 2 0 0 Prosentase (%) Pretest Posttest 0 48,15 0 25,93 37,04 37,04 44,44 7,41 0 0

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Tabel 4.7 Klasifikasi Tingkat Hasil Belajar Siswa pada Aspek Psikomotorik Interval Klasifikasi Jumlah Prosentase (%) Pretest Posttest Pretest Posttest 0 10 0 37,04 60 – 79 Sangat Tinggi Tinggi 0 4 0 14,82 40 – 59 Sedang 2 5 7,41 18,52 20 – 39 Rendah 9 8 33,33 29,63 0 – 19 Sangat Rendah 16 0 59,26 0 80 – 100 b. Kelas Kontrol Tabel 4.8 Klasifikasi Tingkat Hasil Belajar Siswa pada Aspek Kognitif Interval Klasifikasi Jumlah Prosentase (%) Pretest Posttest Pretest Posttest 0 4 0 16,67 60 – 79 Sangat Tinggi Tinggi 0 5 0 20,83 40 – 59 Sedang 0 8 0 33,33 20 – 39 Rendah 10 6 41,67 25 0 – 19 Sangat Rendah 14 1 58,33 4,17 80 – 100

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Tabel 4.9 Klasifikasi Tingkat Hasil Belajar Siswa pada Aspek Psikomotorik Interval Klasifikasi Jumlah Prosentase (%) Pretest Posttest Pretest Posttest 0 2 0 8,33 60 – 79 Sangat Tinggi Tinggi 1 5 4,17 20,83 40 – 59 Sedang 2 2 8,33 8,33 20 – 39 Rendah 2 11 8,33 45,83 0 – 19 Sangat Rendah 19 4 79,17 16,67 80 – 100 2. Analisis Tes a. Analisis untuk Aspek Kognitif 1) Uji t-independent pretest kelas treatment dan kelas kontrol Uji t- independent ini dilakukan untuk mengetahui apakah hasil belajar awal kelas treatment dan kelas kontrol sama atau berbeda tentang materi Hukum Archimedes. Uji t dilakukan dengan bantuan program SPSS. Hasil uji t-independent pretest dapat dilihat pada tabel 4.10. Tabel 4.10 Perbandingan Pretest Kelas Treatment dan Kelas Kontrol Group Statistics Kode N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1 27 27.11 14.784 2.845 2 24 14.96 9.388 1.916 Pretest

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Berdasarkan hasil analisis SPSS pada tabel 4.10 dapat diketahui bahwa nilai mean kelas treatment = 27,11 sedangkan mean kelas kontrol = 14,96; t = 3,54, dengan p = ,001. P = 0,001 < α = 0,05, maka signifikan. Artinya, ada perbedaan hasil belajar awal siswa kelas treatment dan kelas kontrol dengan hasil belajar kelas treatment lebih tinggi dari kelas kontrol. 2) Uji t-dependent pretest dan posttest kelas treatment Uji t-dependent ini dilakukan untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan simulasi PhET dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Hukum Archimedes. Hasil analisisnya dapat dilihat pada tabel 4.11.

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Tabel 4.11 Perbandingan Pretest dan Posttest Kelas Treatment Paired Samples Statistics Mean Pair 1 Mean Pair 1 pretest posttest -49.704 N Std. Deviation Std. Error Mean pretest 27.11 27 14.784 2.845 posttest 76.81 27 11.829 2.276 Paired Differences Std. Std. 95% Confidence Deviation Error Interval of the Mean Difference Lower Upper 17.309 3.331 T -56.551 -42.856 -14.921 Df 26 Sig. (2tailed) .000 Berdasarkan hasil data SPSS pada tabel 4.11 dapat diketahui bahwa mean pretest kelas treatment = 27,11 dan mean posttest kelas treatment = 76, 81; dengan t = - 14,92 dan p = 0,000 < 𝛼 = 0,05 maka signifikan. Artinya, ada perbedaan hasil belajar siswa menggunakan metode simulasi PhET pada materi Hukum Archimedes. Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode simulasi PhET dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang materi Hukum Archimedes pada aspek kognitif dengan adanya peningkatan hasil belajar pada kelas treatment setelah menerapkan simulasi PhET. 3) Uji t-dependent pretest dan posttest untuk kelas Kontrol Uji t-dependent ini dilakukan untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan ceramah interaktif dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Hukum Archimedes. Hasil analisis dapat dilihat pada tabel 4.12.

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Tabel 4.12 Perbandingan Pretest dan Posttest untuk Kelas Kontrol Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean pretest 14.96 24 9.388 1.916 posttest 53.25 24 21.501 4.389 Pair 1 Paired Differences Std. Std. 95% Confidence Deviation Error Interval of the Mean Difference Lower Upper -38.292 18.793 3.836 -46.227 30.356 t Df -9.982 23 Mean Pair 1 pretest posttest Sig. (2tailed) .000 Berdasarkan hasil data SPSS pada tabel 4.12 dapat diketahui bahwa mean pretest kelas kontrol = 14,96 dan mean posttest kelas kontrol = 53,25 ; dengan t = - 9,98 dan p = 0,000 < 𝛼 = 0,05 maka signifikan. Artinya, ada perbedaan hasil belajar siswa menggunakan metode ceramah interaktif pada materi Hukum Archimedes. Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode ceramah interaktif dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada tentang Hukum Archimedes pada aspek kognitif dengan adanya peningkatan hasil belajar pada kelas kontrol setelah menerapkan metode pembelajaran ceramah interaktif. 4) Uji t- independent posttest kelas treatment dan kelas kontrol Uji t- independent ini dilakukan untuk mengetahui apakah hasil belajar akhir kelas treatment dan kelas kontrol sama atau berbeda tentang materi Hukum Archimedes. Uji t ini dilakukan

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 dengan bantuan program SPSS. Hasil uji t-independent posttest dapat dilihat pada tabel 4.13 Tabel 4.13 Perbandingan Posttest Kelas Treatment dan Kelas Kontrol Group Statistics Kode N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1 27 76.81 11.829 2.276 2 24 53.25 21.501 4.389 Posttest Levene's Test for Equality of Variances F Sig. Equal variances assumed posttest Equal variances not assumed 9.020 Independent Samples Test t-test for Equality of Means T Df Sig. (2tailed) Mean Std. Error Difference Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper .004 4.922 49 .000 23.565 4.788 13.944 33.186 4.766 34.812 .000 23.565 4.944 13.526 33.604 Berdasarkan hasil analisis SPSS pada tabel 4.13 dapat diketahui bahwa nilai mean posttest kelas treatment = 76,81 sedangkan mean posttest kelas kontrol = 53,25, t = 4,92 dengan p = 0,000 < 𝛼 = 0,05, maka signifikan. Artinya, hasil belajar akhir siswa kelas treatment berbeda dengan kelas kontrol. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan metode simulasi PhET lebih baik dari metode ceramah interaktif pada aspek kognitif hal ini dilihat dari

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 mean posttest kelas treatment yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan mean posttest kelas kontrol. Hal ini juga diperkuat dengan adanya uji selisih nilai posttest kelas treatment dan kelas kontrol dengan melakukan uji t-independent posttest yang dapat dilihat pada tabel 4.14. Tabel 4.14 Perbandingan Uji Selisih Posttest kelas Treatment dan Kelas Kontrol Group Statistics S ode ean td. Deviation S td. Error Mean 1 7 9.70 7.309 osttest .331 1 4 Levene's Test for Equality of Variances F Sig. Posttest 3 Equal variances assumed Equal variances not assumed 1.158 8.29 8.793 3 .836 Independent Samples Test t-test for Equality of Means t .287 2.257 df Sig. (2tailed) Mean Std. Error 95% Confidence Difference Difference Interval of the Difference Lower Upper 49 .028 11.412 5.056 1.252 21.572 2.246 47.082 .029 11.412 5.081 1.192 21.632 Berdasarkan hasil analisis SPSS pada tabel 4.14 dapat diketahui bahwa nilai t = 2,25 dengan p = 0,028 < α = 0,05, maka signifikan. Artinya, melalui uji selisih hasil belajar akhir siswa kelas treatment berbeda dengan kelas kontrol dan pembelajaran dengan

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 metode simulasi PhET lebih baik dari metode ceramah interaktif pada aspek kognitif. b. Analisis untuk Aspek Psikomotorik 1) Uji t-independent pretest kelas treatment dan kelas kontrol Uji t-independent ini dilakukan untuk mengetahui apakah hasil belajar awal pada aspek psikomotorik kelas treatment dan kelas kontrol sama atau berbeda tentang materi Hukum Archimedes. Uji t ini dilakukan dengan bantuan program SPSS dan hasil uji tindependet pretest dapat dilihat pada tabel 4.15. Tabel 4.15 Perbandingan pretest kelas treatment dan Kelas Kontrol Group Statistics Kode Pretest Levene's Test for Equality of Variances F Sig. Equal variances assumed pretest Equal variances not assumed .437 N 1 2 Mean 27 24 Std. Deviation 15.37 13.83 13.681 19.089 Std. Error Mean 2.633 3.897 Independent Samples Test t-test for Equality of Means T .512 .333 Df Sig. (2tailed) Mean Difference Std. Error 95% Confidence Difference Interval of the Difference Lower Upper 49 .740 1.537 4.613 -7.733 10.807 .327 41.199 .745 1.537 4.703 -7.959 11.033

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 Berdasarkan hasil analisis SPSS pada tabel 4.15 dapat diketahui bahwa nilai mean kelas treatment = 15,37 sedangkan mean kelas kontrol = 13,83. Dengan t = 0,33; p = 0,74 > 𝛼 = 0,05, maka tidak sigifikan. Artinya, tidak ada perbedaan hasil belajar awal siswa kelas treatment dan kelas kontrol dari aspek psikomotorik. Dapat disimpulkan bahwa pemahaman awal siswa jika dilihat dari hasil belajar kedua kelas tersebut adalah sama. 2) Uji t-dependent pretest dan posttest kelas Treatment Uji t-dependent ini dilakukan untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan simulasi PhET dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Hukum Archimedes. Hasil analisis dapat dilihat pada tabel 4.16 Tabel 4.16 Perbandingan Pretest dan Posttest kelas Treatment Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean pretest 15.37 27 13.681 2.633 posttest 64.81 27 31.970 6.153 Pair 1 Mean Pair 1 pretest posttest -49.444 Paired Samples Test Paired Differences Std. Std. 95% Confidence Deviation Error Interval of the Mean Difference Lower Upper 32.336 6.223 -62.236 -36.653 T -7.945 Df 26 Sig. (2tailed) .000

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 Berdasarkan hasil data SPSS pada tabel 4.16 dapat diketahui bahwa mean pretest kelas treatment = 15,37 dan mean posttest kelas treatment = 64,81, dengan t = -7, 94 dan p = 0,000 < 𝛼 = 0,05 maka signifikan. Artinya, ada perbedaan hasil belajar siswa pada aspek psikomotorik dengan menggunakan metode simulasi PhET pada materi Hukum Archimedes. Dapat disimpulkan bahawa metode simulasi PhET dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang materi Hukum Archimedes pada aspek psikomotorik. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya nilai mean hasil belajar kelas treatment pada aspek psikomotorik. 3) Uji t-dependent pretest dan posttest untuk kelas kontrol Uji t-dependent ini dilakukan untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan ceramah interaktif dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Hukum Archimedes. Hasil analisis dapat dilihat pada tabel 4.17. Tabel 4.17 Perbandingan Pretest dan Posttest Kelas Kontrol Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pretest 13.83 24 19.089 3.897 Posttest 40.71 24 29.823 6.088 Pair 1

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 Paired Samples Test Paired Differences Mean t pretest - - posttest 26.875 Sig. Std. Std. 95% Confidence (2- Deviation Error Interval of the tailed) Mean Difference Lower Pair 1 df 31.868 Upper 6.505 -40.332 -13.418 -4.131 23 Berdasarkan hasil data SPSS pada tabel 4.17 dapat diketahui bahwa mean pretest kelas kontrol = 13,83 dan mean posttest kelas kontrol= 40,71, dengan t = -4,13 dan p = 0,000 < α = 0,05 maka signifikan. Artinya, ada perbedaan hasil belajar siswa pada aspek psikomotorik dengan menggunakan metode ceramah interaktif pada materi Hukum Archimedes. Dapat disimpulkan bahwa metode ceramah interaktif dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang materi Hukum Archimedes pada aspek psikomotorik. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya mean hasil belajar kelas kontrol pada aspek psikomotorik setelah menerapkan metode ceramah interaktif. 4) Uji t-independent posttest kelas treatment dan kelas kontrol Uji t-independent ini dilakukan untuk mengetahui apakah hasil belajar akhir (posttest) kelas treatment dan kelas kontrol sama atau berbeda tentang materi Hukum Archimedes. Uji t ini dilakukan dengan bantuan program SPSS. Hasil uji t-independent posttest kelas treatment dan kelas kontrol dapat dilihat pada tabel 4.18 .000

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Tabel 4.18 Perbandingan Posttets Kelas Treatment dan Kelas Kontrol Group Statistics Kode N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1 27 64.81 31.970 6.153 2 24 40.71 29.823 6.088 Posttest Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F Sig. Equal variances assumed Posttest Equal variances not assumed 2t-test for Equality of Means t .846 .362 2.774 Df Sig. (2tailed) Mean Std. Error 95% Confidence Difference Difference Interval of the Difference Lower Upper 49 .008 24.106 8.691 6.640 41.573 2.785 48.874 .008 24.106 8.655 6.712 41.501 Berdasarkan hasil analisis SPSS pada tabel 4.18 dapat diketahui bahwa nilai mean kelas treatment = 64, 81 sedangkan mean kelas kontrol = 40,71, t = 2,78. Dengan p = 0,008 < α = 0,05, maka signifikan. Artinya, hasil belajar siswa kelas treatment berbeda dengan hasil belajar siswa kelas kontrol. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan simulasi PhET lebih baik dari pada pembelajaran dengan metode ceramah interaktif pada aspek psikomotorik. Hal ini dapat dilihat dari mean posttest kelas treatment

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan mean posttest kelas kontrol. 3. Analisis Non – Tes a. Angket Pada soal angket terdapat dalam soal pretest dan posttest yakni pada soal nomor 5. Soal tersebut berupa tanggapan atau pendapat siswa terhadap penerapan metode pembelajaran yang telah dilaksanakan. 1) Pembelajaran dengan metode Simulasi PhET Ketika ditanya apakah siswa-siswi pernah mendengar tentang simulasi PhET, semua siswa kelas X1 MIPA 4 menjawab jika mereka belum pernah mendengar tentang simulasi PhET sehingga siswa sama sekali tidak mengetahui apa itu pembelajaran dengan simulasi PhET. Hal ini dapat terlihat dari tanggapan yang diberikan oleh siswa sebelum pembelajaran dengan simulasi PhET berlangsung. Hasil tersebut dapat dilihat pada tabel 4.19 Tabel 4.19 Hasil Tanggapan Siswa pada Aspek Afektif Kelas Treatment No. Pretest Posttest Keterangan 1. 74,1 % 92,6 % Setuju 2. 0% 0% Tidak Setuju 3. 25,9 % 7,4 % Tidak Menjawab

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Berdasarkan tabel 4.19 dapat diketahui bahwa sebanyak 25,9% siswa tidak memberikan jawaban pada soal angket saat pretest dan sebanyak 7,4% tidak memberikan jawaban pada soal angket saat posttest. Selain itu saat pretest, sebanyak 74,1% siswa memberikan tanggapan bahwa simulasi PhET akan berlangsung menyenangkan karena ini merupakan hal yang baru bagi mereka. Saat posttest terdapat 92,6% siswa menjawab bahwa ternyata benar bahwa simulasi PhET sangat menyenangkan karena membuat mereka tidak merasa ngantuk saat pelajaran berlangsung dan materi dapat mereka pahami dengan baik karena langsung mencoba di komputer. Saat pretest dan posttest tidak terdapat siswa yang tidak setuju dengan adanya penerapan simulasi PhET dilihat dari hasil prosentase pada tabel 4.19. Hal ini karena siswa-siswi merasa penasaran dengan metode pembelajaran yang menurut mereka baru dan berbeda dari biasanya. Dapat disimpulkan bahwa siswa-siswi kelas treatment sangat antusias dengan adanya metode pembelajaran simulasi PhET, meskipun masih terdapat 7,4% dari siswa tersebut yang tidak menjawab.

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 2) Pembelajaran dengan metode ceramah Interaktif Hasil tanggapan siswa tentang aspek afektif pada kelas kontrol dapat dilihat pada tabel 4.20 Tabel 4.20 Hasil Tanggapan Siswa pada Aspek Afektif Kelas Kontrol No. Pretest Posttest Keterangan 1. 33,3 % 8,3 % Tidak Menjawab 2. 45,8 % 20,8 % Tidak setuju 3. 20,8 % 70,8 % Setuju Dari tabel 4.20 dapat diketahui bahwa saat pretest terdapat 33,3 % tidak menjawab karena mereka tidak mengetahui apa itu metode ceramah interaktif dan mengatakan bahwa belum mengikuti metode ceramah iteraktif sehingga bingung untuk mengisi apa. Akan tetapi saat posttest dimana siswa-siswi sudah mengikuti pembelajaran dengan ceramah interaktif hanya terdapat 8,3 % saja yang tidak menjawab. Saat pretest masih terdapat 45,8 % yang tidak setuju dengan adanya metode ceramah interaktif dikarenakan menurut mereka pembelajaran yang dilakukan hanya dengan ceramah akan sangat membosankan dan membuat mereka cepat ngantuk saat pelajaran. Akan tetapi saat posttest hanya terdapat 20,8 % yang menjawab tidak setuju dengan penerapan metode ceramah iteraktif karena sebagian dari mereka cukup paham dengan metode pembelajaran

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 ini. Ketika pretest ada juga siswa yang menjawab setuju dengan adanya metode pembelajaran ceramah interaktif, hal ini karena menurut siswa dengan adanya pembelajaran ceramah interaktif akan membuat mereka lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran. Sehingga saat posttest terdapat cukup banyak siswa yang setuju dengan adanya metode ceramah interaktif yaitu sebanyak 70,8 %. Sebagian dari mereka mengatakan bahwa dengan adanya ceramah interaktif ynag diajarkan oleh peneliti, siswa tidak merasa ngantuk seperti ketika diajarkan oleh guru mata pelajaran karena belajar dengan peneliti lebih santai dan cukup menyenangkan. b. Wawancara Wawancara dilakukan untuk memperkuat hasil data yang diperoleh. Dalam penelitin ini, wawancara dilakukan pada siang hari saat pelajaran Fisika berlangsung dimana peneliti meminta ijin kepada Guru mata pelajaran Fisika untuk mengambil sampel sebanyak 6 orang untuk masing-masing kelas yang sudah didata namanya berdasarkan hasil posttest dan melaksanakan wawancara di luar kelas yaitu di depan perpustakaan sekolah. Peneliti mengambil sampel dengan kategori 3 siswa perempuan dan 3 siswa laki-laki.

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 1) Hasil Wawancara kelas Treatment Sampel kelas treatment berjumlah 6 orang, yang terdiri dari 3 siswa dan 3 siswi. Dari keenam siswa tersebut semuanya menjawab setuju dengan adanya penerapan simulasi PhET karena menurut mereka merupakan hal baru dalam belajar dan menyenangkan ketika belajar menggunakan komputer. Berkaitan dengan pemahaman awal siswa yang ditunjukan dari hasil belajar awal siswa keenam siswa menjawab bahwa mereka tidak bisa mengerjakan soal pretest dengan baik karena sudah lupa dengan materi SMP yang berkaitan dengan hukum Archimedes. Akan tetapi ketika ditanya mengenai apakah setelah menerapkan metode pembelajaran dengan simulasi PhET siswa paham atau tidak dengan materi tentang Hukum Archimedes, keenam siswa tersebut menjawab sangat paham dengan materi apalagi berkaitan dengan konsep materi itu sendiri. Hal ini membuat keenam siswa tersebut menjawab bahwa mereka bisa mengerjakan soal posttest dengan baik dan bahkan mereka yakin nilai yang mereka peroleh jauh lebih baik dibandingkan saat pretest.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 2) Hasil Wawancara kelas kontrol Pada kelas kontrol sampel yang digunakan juga sebanyak 6 sampel dimana terdiri dari 3 siswa dan 3 siswi. Dari 6 siswa, 4 siswa mengatakan setuju dengan adanya metode ceramah interaktif dan 2 siswa mengatakan tidak setuju dengan adanya penerapan ceramah interaktif karena mereka masih merasa ngantuk sekaligus bosan dengan metode yang diberikan. Dua siswa tersebut bahkan memberikan saran untuk mengubah metode pembelajaran yang lebih banyak prakteknya agar mereka tidak hanya belajar dalam kelas melainkan bisa belajar di luar kelas. Untuk pemahaman awal siswa yang dilihat dari hasil belajar awal siswa, 5 siswa menjawab bahwa mereka bingung dengan soal pretest dan tidak dapat mengerjakan soal tersebut. Akan tetapi tedapat satu orang siswa yang diwawancarai mengatakan bahwa bisa mengerjakan soal pretest walauupun ada beberapa soal yang masih keliru karena siswa tersebut masih lumayan mengingat materi Hukum Archimedes yang dipelajarinya saat SMP. Sedangkan untuk hasil belajar akhir siswa 4 siswa dari 6 siswa yang diwawancari mengatakan bahwa mereka bisa mengerjakan soal posttest dengan baik dibantu dengan adanya contoh soal yang diterapkan dalam metode ceramah interaktif meskipun 2 dari keenam siswa tersebut juga mengatakan bahwa saat mereka mengerjakan posttest masih ada yang bingung karena saat pelajaran

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 mereka tidak memperhatikan peneliti yang memberikan pelajaran karena mereka merasa bosan. D. Pembahasan 1. Tingkat Hasil Belajar Awal Siswa Sebelum Mengikuti Pelajaran Berdasarkan klasifikasi tingkat hasil belajar siswa kelas treatment pada aspek kognitif (lihat tabel 4.6) menunjukan bahwa hasil pretest siswa paling banyak terdapat kategori rendah dengan interval 20 – 39 dimana jumlah siswa sebanyak 10 orang prosentase sebesr 37,04 % dan kategori sangat rendah dengan interval 0 – 19 dimana jumlah siswa sebanyak 10 orang prosentase juga sebesar 37,04 %. Berdasarkan pengujian statistik dengan bantuan program SPSS (lihat tabel 4.10) diperoleh mean pretest kelas treatment pada aspek kognitif sebesar 27,11 dengan standar deviasi sebesar 14,78 masuk dalam kategori rendah. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan 6 siswa kelas treatment keenam siswa mengatakan bahwa tidak dapat mengerjakan soal pretest karena bingung dengan cara mengerjakannya. Dari hasil wawancara tingkat hasil belajar awal siswa pada aspek kognitif masuk dalam kategori sangat rendah. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar awal siswa pada aspek kognitif masuk dalam kategori rendah.

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Klasifikasi tingkat hasil belajar siswa pada aspek psikomotorik (lihat tabel 4.7), menunjukkn hasil pretest siswa paling banyak masuk dalam kategori sangat rendah dengan interval 0 – 19 dengan jumlah siswa sebanyak 16 orang prosentase sebesar 59,26 %. Berdasarkan tabel 4.15, mean pretest kelas treatment pada aspek psikomotorik sebesar 15,37 dengan standar deviasi 13,68 sehingga masuk dalam kategori sangat rendah. Hal ini juga diperkuat dari hasil wawancara yaitu 6 orang siswa mengatakan bingung mengerjakan soal pretest pada aspek psikomotorik. Dapat disimpulkan bahwa tingkat hasil belajar siswa pada aspek psikomotorik masuk dalam kategori sangat rendah. Klasifikasi tingkat hasil belajar siswa pada aspek afektif (lihat tabel 4.4), menunjukan bahwa hasil pretest siswa kelas treatment paling banyak menjawab setuju dengan adanya penerapan metode pembelajaran simulasi PhET yaitu sebanyak 20 siswa dan 7 siswa lainnya memilih untuk tidak menjawab karena belum mengetahui apa yang dimaksud dengan simulasi PhET. Lebih banyak yang menjawab setuju karena rasa ingin tahu yang sangat tinggi dari siswa kelas treatment terhadap pembelajaran menggunakan simulasi PhET. Pada aspek afektif yang ditambahkan pada soal nomor 5 pretest, terlihat tidak ada siswa yang menjawab tidak setuju. Salah satu pembagian ranah afektif yang disusun oleh Bloom bersama dengan David Krathwol adalah tanggapan (responding) dimana pada tahap ini siswa dapat memberikan reaksi terhadap fenomena yang ada di lingkungannya, meliputi persetujuan, kesediaan, dan kepuasan dalam

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 memberikan tanggapan. Tidak adanya siswa yang menjawab tidak setuju dalam pretest, dapat dikatakan bahwa antusias mereka untuk mempelajrai materi menggunakan simulasi PhET sangat tinggi, hal ini juga diperkuat dari hasil wawancara. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar awal siswa pada aspek afektif menunjukan bahwa siswa setuju dengan adanya penerapan metode pembelajaran simulasi PhET. 2. Tingkat Hasil Belajar Akhir Siswa Setelah Mengikut Pembelajaran Berdasarkan klasifikasi tingkat hasil belajar siswa kelas treatment pada aspek kognitif (lihat tabel 4.6) menunjukkan hasil posttest siswa paling banyak masuk dalam kategori sangat tinggi dengan jumlah siswa sebanyak 13 orang prosentase 48,15 %. Berdasarkan pengujian statistik dengan bantuan SPSS (lihat tabel 4.13), diperoleh mean posttest kelas treatment pada aspek kognitif sebesar 76,81 dengan standar deviasi sebesar 11,83 sehingga masuk dalam kategori tinggi. Jadi, tingkat hasil belajar akhir siswa pada aspek kognitif pada materi Hukum Arhimedes masuk dalam kategori tinggi. Klasifikasi tingkat hasil belajar siswa pada aspek psikomotorik (lihat tabel 4.7), menunjukkan hasil posttest siswa paling banyak masuk dalam kategori sangat tinggi dengan jumlah siswa sebanyak 10 orang prosentase sebesar 37,04 %. Pada tabel 4.18, mean posttest kelas treatment pada aspek psikomotorik sebesar 64,81 dengan standar deviasi sebesar 37,97 sehingga masuk dalam kategori tinggi. Jadi,

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 tingkat hasil belajar akhir siswa pada materi Hukum Archimedes pada aspek psikomotorik masuk dalam kategori tinggi. Klasifikasi tingkat hasil belajar siswa pada aspek afektif (lihat tabel 4.4), menunjukkan hasil posttest siswa paling banyak menjawab setuju dengan jumlah siswa sebanyak 25 orang. Dari hasil wawancara keenam siswa yang ditanya mengatakan bahwa dengan adanya penerapan simulasi PhET yang digunakan dalam pembelajaran siswa menjadi lebih paham dengan materi yang diajarkan dan mengerti konsep dasar materi Hukum Archimedes sehingga siswa dapat menyelesaikan soal hitungan berdasarkan konsep materi yang sudah dikuasai. Dalam hal ini persetujuan yang didapat dari 25 siswa tersebut merupakan responding yang baik pada aspek afektif meskipun masih ada 2 siswa yang memilih untuk tidak menjawab. Pada aspek afektif tidak ada siswa yang memilih tidak setuju hal ini dapat dikatakan bahwa siswa sangat antusias dengan adanya metode pembelajaran simulasi PhET. Dapat disimpulkan bahwa tingkat hasil belajar akhir siswa menunjukan jika siswa setuju dengan adanya penerapan metode pembelajaran simulasi PhET.

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 3. Peningkatan Hasil Belajar Siswa a. Kognitif Pada aspek kognitif dari 27 siswa kelas treatment yang digunakan memiliki rata-rata pretest sebesar 27,11 dan nilai rata-rata posttest sebesar 76,81. Berdasarkan hasil analisis uji t pretest dan posttest kelas treatment menunjukan hasil yang signifikan, artinya pembelajaran dengan menggunakan metode simulasi PhET dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Hukum Archimedes. Pada tabel 4.10 pengujian statistik uji t pretest kelas treatment dan kelas kontrol menunjukan hasil yang signifikan, artinya ada perbedaan hasil belajar awal siswa kelas treatment dan kelas kontrol pada aspek kognitif. Pada tabel 4.13 dapat dilihat bahwa hasil uji t independent posttest kelas treatment dan kelas kontrol menunjukan hasil yang signifikan, artinya ada perbedaan hasil belajar akhir siswa kelas treatment dan kelas kontrol pada aspek kognitif. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode simulasi PhET lebih baik dibandingkan metode ceramah interaktif dengan mean posttest kelas treatment lebih tinggi dari mean posttest kelas kontrol pada aspek kognitif. Salah satu pengelompokkan dimensi kognitif adalah mengaplikasikan yaitu menerapkan atau menggunakan suatu prosedur dalam keadaan tertentu (lihat tabel 2.1), dengan ini siswa mampu menerapkan simulasi PhET yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan baik.

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 b. Psikomotorik Pada aspek psikomotorik kelas treatment dengan jumlah 22 siswa yang digunakan memiliki nilai rata-rata pretest sebesar 15,37 dan nilai rata-rata posttest sebesar 53,25 menunjukan hasil yang siginifikan. Pada tabel 4.14 pengujian uji t independent pretest kelas treatmet dan kelas kontrol menunjukkan hasil yang tidak signifikan, artinya tidak ada perbedaan hasil belajar awal siswa kelas treatment dan kelas kontrol pada aspek psikomotorik. Pada tabel 4.17 dapat dilihat juga bahwa hasil uji t independent posttest kelas treatment dan kelas kontrol pada aspek psikomotorik menunjukan hasil yang signifikan, artinya ada perbedaan hasil belajar akhir siswa kelas treatment dan kelas kontrol pada aspek psikomotorik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode simulasi PhET lebih baik dibandingkan metode ceramah interaktif dengan mean posttest kelas treatment lebih tinggi dari mean posttest kelas kontrol pada aspek psikomotorik. Salah satu unsur psikomotorik yang dibuat oleh Bloom adalah penyesuaian yaitu keterampilan yang sudah berkembang sehingga dapat disesuaikan dalam berbagai situasi. Dengan ini siswa mampu menyesuaikan diri dengan hal baru yakni pembelajaran dengan menggunakan simulasi PhET untuk membantu meningkatkan hasil belajar mereka.

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 c. Afektif Pada aspek afektif peningkatan hasil belajar terlihat dari pretest jumlah siswa yang menjawab setuju dengan penerapan simulasi PhET sebanyak 20 orang dan posttest jumlah siswa yang menjawab setuju dengan adanya penerapan simulasi PhET sebanyak 25 siswa. Pada tabel 4.20 mengenai hasil tanggapan siswa pada aspek afektif kelas treatment, siswa yang menjawab setuju dengan adanya penerapan simulasi PhET pada soal pretest sebanyak 74,1 % dan prosentase meningkat sebesar 92,6 % pada hasil jawaban soal posttest. Dapat disimpulkan bahwa siswa setuju dengan adanya penerapan simulasi PhET. Hal ini diperkuat dari hasil wawancara pada kelas treatment dimana hasilnya menunjukan 100 % siswa merasa jauh lebih paham mengenai materi Hukum Archimedes dengan adanya penerapan simulasi PhET. Hasil belajar awal siswa pada aspek kognitif memiliki perbedaan hasil belajar dengan aspek psikomotorik yang tidak memiliki perbedaan hasil belajar awal pada materi Hukum Archimedes. Adanya perbedaan terjadi karena simulasi PhET merupakan metode yang baru untuk siswa sehingga siswa memiliki rasa ingin tau yang tinggi dan siswa menjadi lebih bersemangat untuk belajar. Sedangkan untuk hasil belajar akhir siswa kelas treatment dan kelas kontrol pada aspek kognitif dan aspek psikomotorik diperoleh hasil yang signifikan pada materi Hukum Archimedes.

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Berdasarkan hasil dari masing-masing aspek, dapat disimpulkan bahwa kelas treatment dengan menggunakan metode seimulasi PhET meningkatkan hasil belajar siswa pada aspek kognif, psikomotorik, dan afektif. Metode pembelajaran simulasi PhET memperoleh hasil yang lebih baik dibandingkan metode ceramah interaktif, artinya metode simulasi PhET membantu siswa dalam memahami materi Hukum Archimedes dan membuat siswa kelas treatment lebih bersemangat dalam belajar dibandingkan metode cermah interaktif pada kelas kontrol. E. Keterbatasan Penelitian Selama proses melakukan penelitian, ada beberapa keterbatasan yang ditemui, antara lain: 1. Saat hendak menggunakan ruangan komputer untuk kelas treatment, seringkali tertunda karena ruangan komputer digunakan oleh guru-guru untuk berbagai kegiatan 2. Instrumen afektif berupa angket yang digunakan masih kurang baik karena hanya terdapat satu soal saja dalam angket tersebut. 3. Simulasi PhET menyediakan materi Fisika yang lumayan terbatas sehingga membuat peneliti lebih berhati-hati memilih materi agar dapat menyesuaikan dengan materi sekolah

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan terhadap siswa SMA Negeri 2 Ngaglik pada mata pelajaran Fisika tentang materi Hukum Archimedes, maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Tingkat hasil belajar awal siswa kelas treatment pada materi Hukum Archimedes menunjukan bahwa pada aspek kognitif masuk dalam kategori rendah dan aspek psikomotorik masuk dalam kategori sangat rendah, sedangkan pada aspek afektif kelas treatment terdapat 74,1% siswa setuju dengan adanya penerapan simulasi PhET. 2. Tingkat hasil belajar akhir siswa kelas treatment pada materi Hukum Archimedes menunjukkan bahwa pada aspek kognitif dan psikomotorik masuk dalam kategori tinggi, sedangkan pada aspek afektif kelas treatment terdapat 92,6% siswa setuju dengan adanya penerapan simulasi PhET. 3. Pembelajaran menggunakan simulasi PhET dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas treatment pada materi Hukum Archimedes baik dari segi kognitif, psikomotorik maupun afektif. Jika dibandingkan dengan kelas kontrol baik dari segi kognitif, psikomotorik maupun afektif, penerapan simulasi PhET pada kelas treatment lebih baik dari kelas kontrol. 103

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 B. Saran Berdasarkan penelitian, terdapat beberapa hal yang dapat disarankan, antara lain: 1. Bagi Guru Metode simulasi PhET dapat menjadi salah satu metode pembelajaran untuk mata pelajaran Fisika karena dengan menerapkan metode ini siswa dapat lebih memahami materi yang diajarkan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa baik dari aspek kognitif, psikomotorik dan aspek afektif. 2. Bagi Penelitian  Pastikan ruangan komputer yang akan digunakan benar-benar dapat digunakan agar tidak mengganggu pembelajaran juga pastikan komputer yang akan digunakan terhubung dengan baik pada jaringan internet.  Instrumen afektif berupa angket sebaiknya menggunakan lebih dari satu soal agar peningkatan yang ingin diketahui bisa lebih jelas terlihat.  Untuk penelitian selanjutnya pililah materi yang terdapat dalam simulasi PhET sesuai dengan jadwal materi yang dikeluarkan oleh sekolah agar dapat digunakan sesuai dengan jadwal sekolah.

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 DAFTAR PUSTAKA Anderson, L. W dan David R.2010. Kerangka Landasan untuk Pembelajaran, Pengajaran dan Asesmen. Yogykarta: Pustaka Pelajar Giancoli. 2001. Fisika Edisi kelima Jilid I. Jakarta: Erlangga Kanginan, Marthen. 2013. Fisika Untuk SMA/MA Kelas X Kurikulum 2013. Jakarta: Erlangga Khairani, Makmun. 2014. Psikologi Belajar. Yogyakarta: Aswaja Pressindo Nasution, S. 2005. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara Nova, Veranda. 2017. Pengembangan Pemahaman Siswa Tentang Prinsip Archimedes (Peristiwa Mengapung, Tenggelam dan Melayang) Melalui Pembelajaran Menggunakan Simulasi Phet: Sebuah Studi Kasus. Skripsi. FKIP. Pendidikan Fisika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Nursalam, Ayu Abriani. 2016. Peningkatan Pemahaman Konsep Mata Pelajaran Fisika Dengan Menerapkan Model Pembelajaran Evidence Based Learning Dalam Pelaksanaan Guided Inquiry. Jurnal Pendidikan. Vol. 4 No. 1, Maret 2016 Perkins, Katherine, dkk. 2006. Interactive Simulations for Teaching and Learning Physics. The Physics Teacher. Vol 44, January, Hal 18-23

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Kuantitatif & Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu Sukmadinata, Nana Syaodih. 2009. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset Suparno, Paul. 1997. Filsafat Konstruktivisme Dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius Suparno, Paul. 2007. Metode Penelitian Pendidikan Fisika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Suparno, Paul. 2007. Metodologi Pembelajaran Fisika Konstruktivisti & Menyenangkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Suparno, Paul. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Fisika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Suparno, Paul. 2014. Metode Penelitian Pendidikan IPA. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Suparno, Paul.2011. Pengantar Statistika Untuk Pendidikan & Psikologi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Surya, Mohhamad. 2013. Psikologi Guru Konsep dan Aplikasi. Bandung: Alfabeta Trianto. 2011. Pengantar Penelitian Pendidikan bagi Pengembangan Profesi Pendidikan & Tenaga Kependidikan. Jakarta: Kencana

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 Wieman, Carl dan Adams, W.K. dkk. 2010. Teaching Physisc Using Phet simulation dalam The Physics Teacher. Vol 48, Hal 225-227

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 108

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 Lampiran 1: Surat Permohonan Izin Penelitian

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 Lampiran 2: Surat Perizinan Pelaksanaan Penelitian

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 Lampiran 3: Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 Lampiran 4: Absensi Kelas Treatment

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 Lampiran 5: Absensi Kelas Kontrol

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 Lampiran 6: RPP Kelas Treatment RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PEMBELAJARAN Dengan SIMULASI PHET Satuan Pendidikan : SMA Negeri 2 Ngaglik Mata Pelajaran : Fisika Kelas /Semester : X I / Ganjil Materi Pokok : Hukum Archimedes Alokasi waktu : 6 x 45 menit (3 pertemuan) A. Kompetensi Inti (KI) KI. 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI.2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI.3 Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI. 4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi No Kompetensi Dasar (KD) No 1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; Kompetensi Dasar (KD)

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 inovatif dan peduli lingkungan) dan bekerja sama dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan pengamatan,percobaan, dan berdiskusi 3.7 Menerapkan hukum-hukum 4.7 Merencanakan dan pada fluida statistik dalam melaksanakan percobaan kehidupan sehari-hari yang memanfaatkan sifatsifat fluida untuk mempermudah suatu pekerjaan No 3.7.10 3.7.11 Indikator Pencapaian No Indikator Kompetensi Kompetensi (IPK) (IPK) Menjelaskan konsep gaya 4.7.1 Pencapaian Melakukan percobaan terjkait apung dan faktor-faktor yang dengan mempengaruhi gaya apung dan hukum Archimedes Menjelaskan bunyi hukum Archimedes dan konsep gaya apung

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 memformulasikan persamaan gaya Archimedes 3.7.12 Menganalisis terapung, peristiwa 4.7.2 melayang dan Menjelaskan data percobaan konsep gaya apung tenggelam pada benda 3.7.13 Mengolah dan menyajikan contoh penerapan hukum Archimeds dan hukum Archimedes sesuai dengan langkah-langkah di LKS dalam kehidupan sehari-hari C. Tujuan 1. Kognitif a) Siswa dapat mendefinisikan gaya apung dan hukum Archimedes b) Siswa dapat menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya apung c) Siswa dapat menjelaskan keadaan benda di dalam zat cair (terapung, melayang dan tenggelam), dengan menggunakan konsep massa jenis d) Siswa dapat menerapkan hukum Archimedes dalam kehidupan sehari-hari e) Siswa dapat mengerjakan soal-soal terkait penerapan hukum Archimedes dalam berbagai masalah Fisika. 2. Psikomotorik

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 a) Siswa dapat merencanakan percobaan untuk menyelidiki terjadinya gaya apung pada benda di dalam zat cair b) Siswa dapat merencanakan percobaan untuk menyelidiki terjadinya peristiwa terapung, melayang dan tenggelam pada benda di dalam zat cair 3. Afektif a) Karakter: Siswa menunjukan perilaku berkarakter meliputi kejujuran, peduli, dan tanggung jawab. b) Keterampilan sosial: Siswa menunjukan keterampilan social bertanya, menyumbang ide, atau berpendapat, menjadi pendengar yangbaik, dan berkomunikasi. D. Materi Pembelajaran Hukum Archimedes E. Metode Pembelajaran 1. Pendekatan yang digunakan : Saintifik 2. Metode : Simulasi komputer F. Media dan Sumber Pembelajaran 1. Media Pembelajaran  Laptop / Komputer

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119  LCD  Internet  Simulasi Phet  Lembar Kerja Siswa 2. Sumber Belajar Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika. Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta : Penerbit Erlangga  Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta : Penerbit Erlangga  Modul pembelajaran Fisika  Buku-buku fisika kelas X1 yang relevan G. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I ( 2 x 45 menit ) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan Orientasi 1. Guru masuk ke kelas dan meletakkan perlengkapan di meja guru sekaligus menyapa siswa. 2. Sebelum memulai pelajaran, Guru meminta salah satu siswa meminpin doa. 3. Guru mengecek kehadiran siswa. Ketua kelas mengecek apakah ada teman sekelasnya yang tidak/belum hadir. Motivasi Alokasi Waktu 10 menit

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 4. Guru menjelaskan bahwa kita akan memasuki materi hukum Archimeds 5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti 6. Guru memberikan soal pretest Mengamati 7. Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada hari ini. 8. Guru bertanya kepada siswa apakah sudah pernah mendengar konsep gaya apung dan hukum archimedes 9. Guru menjelaskan materi konsep gaya apung, faktorfaktor yang mempengaruhi gaya apung, serta syarat terjadinya peristiwa terapung, melayang dan tenggelam dengan menggunakan konsep massa jenis dengan ceramah. Mencoba 10. Siswa mencoba menjawab pertanyaan guru mengenai konsep gaya apung dan hukum Archimedes yang pernah mereka dengar 11. Guru dan Siswa mengerjakan soal latihan untuk memperdalam pemahaman siswa. Refleksi 70 menit

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 12. Siswa melakukan refleksi dengan panduan guru. Siswa menrefleksikan proses pembelajaran yang telah dilakukan 13. Guru mengingatkan siswa untuk mempelajari materi 10 menit Penutup konsep gaya apung yang sudah dipelajari serta mempelajari mengenai hukum Archimedes dan penerapannya. 14. Guru menutup pembelajaran dengan memberikan salam Pertemuan II (2 x 45 menit ) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan Orientasi 1. Guru masuk ke kelas dan meletakkan perlengkapan di meja guru dan menyapa siswa. 2. Sebelum memulai pelajaran, Guru meminta salah satu siswa untuk meminpin doa. 3. Guru mengecek kehadiran siswa. Ketua kelas mengecek apakah ada teman sekelasnya yang tidak/belum hadir. Motivasi Alokasi Waktu 10 menit

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 4. Guru menjelaskan bahwa kita akan mempelajari kembali materi hukum Archimedes 5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti Menanya 6. Guru memberikan pertanyaan terkait dengan materi yang sudah dipelajari sebelumnya mengenai konsep gaya apung dan hukum Archimedes. 7. Guru bertanya mengenai penerapan hukum Archimedes dalam kehidupan sehari-hari yang siswa ketahui Mengamati 8. Guru menjelaskan pembelajaran akan dilakukan dengan simulasi PhET tentang materi konsep gaya apung dan hukum Archimedes 9. Guru menjelaskan apa itu simulasi PhET dan cara penggunaannya. 10. Guru memberikan Lembar Kerja Siswa kemudian menjelaskan secara singkat kepada siswa mengenai LKS yang dibagikan. 11. Guru mempersilahkan siswa untuk bertanya mengenai lembar kerja siswa yang telah diberikan. Mencoba 70 menit

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 12. Siswa mencoba bermain-main dengan simulasi PhET dengan memvariasikan massa benda untuk simulasi Phet I dan memvariasikan jenis material pada simulasi Phet II 13. Siswa menuliskan data yang diperoleh dari dari percobaan dengan simulasi PhET pada lembar kerja yang dibagikan Mengasosiasi 14. Siswa diarahkan untuk menjawab soal-soal yang ada dalam Lembar Kerja Siswa. Mengkomunikasikan 15. Siswa dan guru membahas pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam lembar kerja siswa. 16. Siswa dan guru menyimpulkan hasil pembahasan LKS. Refleksi 17. Siswa melakukan refleksi dengan panduan guru. Siswa menrefleksikan proses pembelajaran yang telah dilakukan Penutup 18. Guru mengingatkan siswa untuk mempelajari materi 10 menit yang sama dan cara penggunaan PhET yang telah mereka lakukan

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 19. Guru menutup pembelajaran dengan memberikan salam Pertemuan III ( 2 x 45 menit ) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan Orientasi 1. Guru masuk ke kelas dan meletakkan perlengkapan di Alokasi Waktu 10 menit meja guru serta menyapa siswa. 2. Sebelum memulai pelajaran, Guru meminta salah satu siswa meminpin doa. 3. Guru mengecek kehadiran siswa. Ketua kelas mengecek apakah ada teman sekelasnya yang tidak/belum hadir. 4. Guru mengingatkan kembali yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Guru mengingatkan proses penggunaan simulasi PhET. Kegiatan Inti Mengkomunikasikan 5. Guru dan siswa kembali menyimpulkan hasil pembelajaran dengan simulasi PhET I dan simulasi PhET II yang terdapat pada lembar kerja siswa. 6. Guru mempersilahkan siswa untuk belajar materi hukum Archimedes selama 10 menit 70 menit

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 7. Siswa mengerjakan soal posttes 8. Guru mempersilahkan siswa untuk menuliskan kesan dan pesan selama mengikuti pembelajaran kurang lebih 3 pertemuan Penutup Rangkuman 10 menit 9. Guru juga memberikan kesan pesan selama mengajar di kelas sekaligus ucapan terimakasih kepada seluruh siswa yang sudah membantu penelitian ini. 10. Guru menutup pembelajaran dengan memberikan salam H. Penilaian 1. Penilaian Sikap Kelas : ………………………………. Hari tanggal : ……………………………….. Mata Pelajaran :……………………………….. No Hari/Tanggal Nama Siswa 1. 2. 3. 4. Kejadian Keterangan/Tindak Lanjut

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 Dst 2. Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan dalam bentuk pretest dan posttest I. Instrumen Penilaian Soal pretest dan postest, teknik penskoran, kunci jawaban dan LKS terlampir. Yogyakarta, 30 Juli 2018 Mengetahui, Guru Fisika SMA Negeri 2 Ngaglik Panca Widada, S.Pd Peneliti Stefania Tesalonika Dhiu NIM. 141424007

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 Lampiran 7: RPP Kelas Kontrol RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PEMBELAJARAN Dengan SIMULASI PHET Satuan Pendidikan : SMA Negeri 2 Ngaglik Mata Pelajaran : Fisika Kelas /Semester : X I / Ganjil Materi Pokok : Hukum Archimedes Alokasi waktu : 6 x 45 menit (3 pertemuan) A. Kompetensi Inti (KI) KI. 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI.2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI.3 Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI. 4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi No Kompetensi Dasar (KD) No 1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; Kompetensi Dasar (KD)

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 inovatif dan peduli lingkungan) dan bekerja sama dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan pengamatan,percobaan, dan berdiskusi 3.7 Menerapkan hukum-hukum 4.7 Merencanakan dan pada fluida statistik dalam melaksanakan percobaan kehidupan sehari-hari yang memanfaatkan sifatsifat fluida untuk mempermudah suatu pekerjaan No 3.7.10 3.7.11 Indikator Pencapaian No Indikator Kompetensi Kompetensi (IPK) (IPK) Menjelaskan konsep gaya 4.7.1 Pencapaian Melakukan percobaan terjkait apung dan faktor-faktor yang dengan mempengaruhi gaya apung dan hukum Archimedes Menjelaskan bunyi hukum Archimedes dan konsep gaya apung

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 memformulasikan persamaan gaya Archimedes 3.7.12 Menganalisis terapung, peristiwa 4.7.2 melayang dan Menjelaskan data percobaan konsep gaya apung tenggelam pada benda 3.7.13 Mengolah dan menyajikan contoh penerapan hukum Archimeds dan hukum Archimedes sesuai dengan langkah-langkah di LKS dalam kehidupan sehari-hari C. Tujuan 1. Kognitif f) Siswa dapat mendefinisikan gaya apung dan hukum Archimedes g) Siswa dapat menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya apung h) Siswa dapat menjelaskan keadaan benda di dalam zat cair (terapung, melayang dan tenggelam), dengan menggunakan konsep massa jenis i) Siswa dapat menerapkan hukum Archimedes dalam kehidupan sehari-hari j) Siswa dapat mengerjakan soal-soal terkait penerapan hukum Archimedes dalam berbagai masalah Fisika.

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 2. Psikomotorik c) Siswa dapat merencanakan percobaan untuk menyelidiki terjadinya gaya apung pada benda di dalam zat cair d) Siswa dapat merencanakan percobaan untuk menyelidiki terjadinya peristiwa terapung, melayang dan tenggelam pada benda di dalam zat cair 3. Afektif c) Karakter: Siswa menunjukan perilaku berkarakter meliputi kejujuran, peduli, dan tanggung jawab. d) Keterampilan sosial: Siswa menunjukan keterampilan social bertanya, menyumbang ide, atau berpendapat, menjadi pendengar yangbaik, dan berkomunikasi. D. Materi Pembelajaran Hukum Archimedes E. Metode Pembelajaran 1. Pendekatan yang digunakan : Saintifik 2. Metode : Ceramah Interaktif F. Media dan Sumber Pembelajaran 1. Media Pembelajaran  Laptop / Komputer  LCD  Video Pembelajaran

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 2. Sumber Belajar Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika. Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta : Penerbit Erlangga  Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta : Penerbit Erlangga  Modul pembelajaran Fisika  Buku-buku fisika kelas X1 yang relevan G. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I ( 2 x 45 menit ) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan Orientasi 15. Guru masuk ke kelas dan meletakkan perlengkapan di meja guru sekaligus menyapa siswa. 16. Sebelum memulai pelajaran, Guru meminta salah satu siswa meminpin doa. 17. Guru mengecek kehadiran siswa. Ketua kelas mengecek apakah ada teman sekelasnya yang tidak/belum hadir. Motivasi 18. Guru menjelaskan bahwa kita akan memasuki materi hukum Archimeds 19. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Alokasi Waktu 10 menit

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 Kegiatan Inti 20. Guru memberikan soal pretest Mengamati 21. Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada hari ini. 22. Guru bertanya kepada siswa apakah sudah pernah mendengar konsep gaya apung dan hukum Archimedes 23. Guru menampilkan video pembelajaran terkait dengan konsep gaya apung dan hukum Archimedes 24. Guru menjelaskan materi konsep gaya apung, faktorfaktor yang mempengaruhi gaya apung, serta syarat terjadinya peristiwa terapung, melayang dan tenggelam dengan menggunakan konsep massa jenis dengan ceramah. Mencoba 25. Siswa mencoba menjawab pertanyaan guru mengenai konsep gaya apung dan hukum Archimedes yang pernah mereka dengar 26. Guru dan Siswa mengerjakan soal latihan untuk memperdalam pemahaman siswa. Refleksi 70 menit

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 27. Siswa melakukan refleksi dengan panduan guru. Siswa menrefleksikan proses pembelajaran yang telah dilakukan 28. Guru mengingatkan siswa untuk mempelajari materi 10 menit Penutup konsep gaya apung yang sudah dipelajari serta mempelajari mengenai hukum Archimedes dan penerapannya. 29. Guru menutup pembelajaran dengan memberikan salam Pertemuan II (2 x 45 menit ) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan Orientasi 20. Guru masuk ke kelas dan meletakkan perlengkapan di meja guru dan menyapa siswa. 21. Sebelum memulai pelajaran, Guru meminta salah satu siswa untuk meminpin doa. 22. Guru mengecek kehadiran siswa. Ketua kelas mengecek apakah ada teman sekelasnya yang tidak/belum hadir. Motivasi Alokasi Waktu 10 menit

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 23. Guru menjelaskan bahwa kita akan mempelajari kembali materi hukum Archimedes 24. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti Menanya 25. Guru memberikan pertanyaan terkait dengan materi yang sudah dipelajari sebelumnya mengenai konsep gaya apung dan hukum Archimedes. 26. Guru bertanya mengenai penerapan hukum Archimedes dalam kehidupan sehari-hari yang siswa ketahui Mengkomunikasi 27. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya terkait dengan materi yang sudah mereka pelajari. 28. Guru mempersilahkan siswa memberikan contoh penerapan hukum Archimedes dalam kehidupan sehari-hari Mencoba 29. Siswa diberikan soal-soal latihan terkait dengan materi hukum Archimedes 30. Siswa diberikan kesempatan untuk mengerjakan soal latihan tersebut di papan tulis Menyimpulkan 70 menit

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 31. Guru dan siswa membahas jawaban soal yang dikerjakan siswa di papan tulis 32. Guru menyimpulkan materi pembelajaran yang sudah diajarkan kepada peserta didik Refleksi 33. Siswa melakukan refleksi dengan panduan guru. Siswa menrefleksikan proses pembelajaran yang telah dilakukan 34. Guru menutup pembelajaran dengan memberikan 10 menit Penutup salam Pertemuan III ( 2 x 45 menit ) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan Orientasi 11. Guru masuk ke kelas dan meletakkan perlengkapan di meja guru serta menyapa siswa. 12. Sebelum memulai pelajaran, Guru meminta salah satu siswa meminpin doa. 13. Guru mengecek kehadiran siswa. Ketua kelas mengecek apakah ada teman sekelasnya yang tidak/belum hadir. Alokasi Waktu 10 menit

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 Kegiatan Inti 14. Guru memberikan waktu kepada siswa untuk belajar 15 menit. 15. Siswa mengerjakan soal postest 70 menit 16. Guru mempersilahkan siswa untuk menuliskan kesan dan pesan selama mengikuti pembelajaran Penutup Rangkuman 10 menit 17. Guru juga memberikan kesan pesan selama mengajar di kelas sekaligus ucapan terimakasih kepada seluruh siswa yang sudah membantu penelitian ini. 18. Guru menutup pembelajaran dengan memberikan salam H. Penilaian 1. Penilaian Sikap Kelas : ………………………………. Hari tanggal : ……………………………….. Mata Pelajaran :……………………………….. No Hari/Tanggal Nama Siswa 1. Kejadian Keterangan/Tindak Lanjut

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 2. 3. 4. Dst 2. Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan dalam bentuk pretest dan posttest I. Instrumen Penilaian Soal pretest dan postest dan Teknik penskoran terlampir. Untuk soal-soal latihan diambil dari buku modul pembelajaran fisika (Buku Pegangan Siswa). Yogyakarta, 30 Juli 2018 Mengetahui, Guru Fisika SMA Negeri 2 Ngaglik Panca Widada, S.Pd Peneliti Stefania Tesalonika Dhiu NIM. 141424007

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 Lampiran 8: Validasi Soal Pretest dan Soal Posttest

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 Lampiran 9: Hasil Validasi Soal Pretest dan Posttest

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 Lampiran 10: Contoh Hasil Lembar Kerja Siswa

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170 Lampiran 11 : Contoh Hasil Pretest Kelas Treatment

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174 Lampiran 12: Contoh Hasil Posttest Kelas Treatment

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178 Lampiran 13: Contoh Hasil Pretest Kelas Kontrol

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182 Lampiran 14: Contoh Hasil Posttest Kelas Kontrol

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186 RANGKUMAN HASIL WAWANCARA Adapun rangkuman hasil wawancara yang dilakukan untuk kelas treatment (X1 MIPA 4) dan kelas kontrol (X1 MIPA 3): A. Kelas Treatment 1. Reasponden A Siswa pertama yang didwawancarai ketika mengerjakan soal pretest merasa kesulitan dan bingung dengan soal yang diberikan. Siswa awalnya merasa kaget karena belum memulai pelajaran kenapa langsung diberikan soal untuk dikerjakan. Siswa tersebut tidak dapat mengerjakan soal pretest dengan baik karena menurutnya soal tersebut sulit dan materi yang pernah dipelajari di SMP sudah dilupakan. Siswa berpendapat bahwa penerapan simulasi PhET dalam pembelajaran sangat menarik dan sangat membantunya memahami materi yang sebelumnya dianggap susah. Oleh karena itu siswa tersebut dapat mengerjakan soal posstest dengan baik dan merasa yakin akan mendapat hasil yang jauh lebih baik dari sebelumnya ketika mengerjakan soal pretest. 2. Responden B Pada saat mengerjakan soal pretest siswa merasa kesulitan dan tidak dapat mengerjakan soal sama sekali. Siswa mengatakan tidak pernah melihat soal sebelumnya saat ia mempelajari materi Hukum Archimedes di SMP. Siswa sangat senang dengan adanya pembelajaran simulasi PhET karena membuatnya tidak merasa

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187 ngantuk ketika belajar Fisika dan membuatnya dapat memahami materi Hukum Archimedes. Saat mengerjakan posstest siswa tersebut dapat mengerjakan soal dengan baik dan merasa yakin juga akan mendapat nilai yang lebih baik. 3. Responden C Pada hari pertama pertemuan, siswa merasa bingung dan kesulitan mengerjakan soal pretest dan siswa tidak dapat mengingat materi hukum Archimedes yang dipelajarinya di SMP. Terdapat dua soal yang dibiarkan kosong dan tidak diisi karena bingung harus menjawab apa pada soal tersebut. Siswa merasa senang dengan adanya penerapan simulasi PhET karena merasa mempelajari hal yang baru dan untuk pertama kalinya belajar Fisika di laboratorium komputer sehingga siswa tersebut sangat antusias dalam mempelajari materi Hukum Archimedes. Saat mngerjakan soal posstest, siswa dapat menyelesaikan soal dengan baik meskipun ada satu soal yang masih bingung untuk dikerjakan. 4. Responden D Siswa kurang bersemangat dalam mengerjakan soal pretest karena merasa belum siap dan belum mempelajari materi hukum Archimedes sebelumnya. Siswa tersebut kembali bersemangat di perteemuan berikutnya ketika belajar Fisika menggunakan simulasi PhET karena merupakan hal baru baginya dan membuatnya menjadi

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188 tidak bosan keika berada di dalam kelas. Siswa dapat mengerjakan soal posttest walaupun ada satu soal hitungan yang dirasa sangat panjang langkah pengerjaannya yang tidak ia kerjakan sampai selesai. 5. Responden E Pertemuan pertama saat dibagikan soal prestest siswa kesulitan dalam mengerjakannya karena siswa tersebut belum pernah mempelajari materi Hukum Archimedes. Siswa merasa soalnya terlalu banyak sehingga banyak yang tidak dikerjakan. Akan tetapi, saat pembelajaran berlangsung di pertemuan berikutnya dengan mengunakan simulasi PhET siswa tersebut ,erasa sangat senang karena materi Hukum Archimedes yang dirasanya sangat sulit menjadi lebih mudah dan siswa tersebut dapat memahami materi Hukum Archimedes, sehingga dapat mengerjakan soal posttest dengan baik. 6. Responden F Siswa terakhir yang diwawancari sama halnya dengan kelima teman-temannya yang diwawancari sebelumnya merasa kesulitan dalam mengerjakan soal pretest. Siswa terdiam cukup lama saat dibagikan soal tersebut karena sudah lupa dengan materi hukum Archimedes yang dipelajarinya saat SMP. Pertemuan berikutnya menggunakan simulasi PhET siswa tersebut sangat antusias untuk

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189 mempelajari hukum Archimedes dan bisa menerima materi yang diajarkan sehingga dapat mengerjakan soal posttest dengan baik. B. Kelas Kontrol 1. Responden A Siswa pertama yang diwawancarai dari kelas kontrol dapat mengerjakan soal pretest dengan baik meskipun terdapat satu soal yang masih bingung untuk dikerjakan. Siwa tersebut sudah mempelajari materi hukum Archimedes di SMP dan saat les tambahan di rumahnya. Siswa merasa belajar Fisika dengan menggunakan ceramah interaktif membuatnya bisa memahami materi yang belum dimengerti karena diperbanyak dengan adanya latihan soal. Saat mengerjakan soal posttest, siswa tersebut dapat mengerjakan semua soal dengan baik sehingga merasa yakin mendapatkan nilai yang memuaskan. 2. Responden B Berbeda dengan siswa pertama, siswa merasa kesulitan dalam mengejakan soal pretest karena merasa soal yang diberikan terlalu banyak dan siswa merasa belum mempersiapkan diri (belajar) untuk soal yang diberikan. Siswa juga tidak begitu tertarik dengan pembelajaran menggunakan ceramah interaktif karena merasa tidak dapat membantunya untuk memahami materi hukum Archimedes. Saat mengerjakan soal posttest siswa dapat mengerjakan soal

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190 tersebut meskipun ada beberapa soal yang masih bingung untuk dikerjakan. 3. Responden C Pada pertemuan pertama saat mengerjakan soal pretest siswa merasa bingung dan kesulitan dalam mengerjakan soal yang diberikan. Siswa tidak dapat menjawab semua soal dan membiarkannya kosong karena bingung harus menjawab apa pada soal tersebut. Siswa merasa dengan adanya pembelajaran ceramah interaktif siswa dapat memahami materi Hukum Archimedes dengan baik, sehingga dalam mengerjakan soal posttest siswa tersebut dapat bekerja dengan baik dan menjawab semua soal tersebut tanpa mengosongkan lembar jawaban lagi. 4. Responden D Siswa merasa tidak pernah mempelajari materi hukum Archimedes sehingga tidak dapat mengerjakan soal pretest yang diberikan. Siswa tersebut kebingungan untuk mengisi soal yang diberikan dan hampir semua soal dijawab tanpa berpikir sehingga membuatnya yakin akan mendapat hasil yang jelek. Saat pembelajaran berlangsung, yaitu belajar dengan menggunakan ceramah interaktif siswa merasa sangat bosan dan tidak mendengarkan penjelasan mengenai hukum Archimedes. Hal ini membuatnya tidak dapat mengerjakan soal posttest juga, karena belum mengerti dengan materi yang diajarkan.

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191 5. Responden E Sebelumnya siswa telah mempelajari materi hukum Archimedes di SMP, akan tetapi siswa tersebut sudah lupa dengan materi yang berkaitan dengan hukum Archimedes. Hal ini membuatnya tidak dapat mengerjakan soal pretest dengan baik dan merasa bingung dengan soal yang dibagikan. Setelah mengikuti dua kali pembelajaran dengan menggunakan ceramah interaktif, siswa merasa senang karena dapat memahami materi hukum Archimedes. Siswa tersebut dapat mengerjakan soal posttest dengan baik dan tidak kebingungan lagi dalam mengerjakan soal yang diberikan. 6. Responden F Siswa terakhir yang diwawancarai dari kelas kontrol, sama halnya dengan keempat teman-temannya menjawab merasa kesulitan dalam mengerjakan soal pretest yang diberikan. Siswa tidak dapat mengerjakan soal dengan baik karena tidak pernah mempelajari rumus-rumus yang berkaitan dengan materi hukum Archimedes. Pada pertemuan berikutnya saat belajar fisika dengan menggunakan ceramah interaktif siswa merasa senang karena dapat memahami materi yang diajarkan sehingga saat diberikan soal posttest di pertemuan terakhir, siswa dapat mengerjakan soal posttest dengan baik. Siswa juga maerasa yakin akan memperoleh hasil yang baik.

(207)

Dokumen baru

Download (206 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
15
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
17
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
26
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
16
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi
0
0
81
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
130
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
123
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
121
DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR SISWA SMA KELAS XI IPA PADA POKOK BAHASAN TRIGONOMETRI Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
174
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
100
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
1
148
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
103
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
229
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
218
Show more