PENGEMBANGAN PROTOTIPE BUKU PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS I SD (TEMA 6, SUBTEMA 1, PEMBELAJARAN 6) SKRIPSI

Gratis

0
0
133
3 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN PROTOTIPE BUKU PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS I SD (TEMA 6, SUBTEMA 1, PEMBELAJARAN 6) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Anastasia Pinki Alinda R. NIM: 141134100 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Karya ini dipersembahkan kepada : Tuhan Yesus Kristus yang selalu menjadi anadalan peneliti, menemani, memberkati dan membimbing peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini. Bapak Desyderius, Ibu Susana Hari Pariweni dan Adik Benedikta Pamela yang selalu memberikan doa, cinta, dan dukungan, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Keluarga besar civitas akademika Universitas Sanata Dharma khususnya PGSD. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu. (Amsal 16:3) Kebahagian itu pilihan, bukan pemberian. Jika ingin bahagia tanyalah hati sendiri. Tak seorangpun dapat membuat kita bahagia, selain diri kita sendiri. (Anastasia Pinki Alinda R.) v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENGEMBANGAN PROTOTIPE BUKU PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS I SD (TEMA 6, SUBTEMA 1, PEMBELAJARAN 6) Anastasia Pinki Alinda R. Universitas Sanata Dharma 2019 Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada dua guru kelas bawah, peneliti mendapatkan informasi bahwa guru mengalami kesulitan menerapkan pendekatan saintifik. Hasil kuesioner yang dibagikan kepada 6 guru kelas I SD, diperoleh data bahwa guru membutuhkan contoh penerapan pendekatan saintifik. Oleh karena itu, peneliti terdorong untuk mengembangkan prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD. Penelitian ini menggunakan 6 langkah pengembangan (R&D) dari 10 langkah yang dikembangkan oleh Borg dan Gall, yaitu 1) analisis masalah, 2) pengumpulan data, 3) pengembangan produk, 4) validasi produk, 5) revisi produk, 6) uji coba produk. Hasil dari penelitian pengembangan ini berupa prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD. Produk sudah divalidasi oleh dua validator. Rata-rata hasil validasi produk adalah “3,35” ( dari rentang 1-4) yang artinya sangat baik. Uji coba dilakukan di SD Budya Wacana yang diikuti oleh 22 peserta didik. Hasil uji coba melalui pengamatan mengenai proses penerapan kegiatan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik pada langkah mengamati mendapat skor “3,09” dengan katagori “baik”, langkah menanya mendapat skor “1,45” dengan katagori “ sangat kurang”, langkah menalar mendapat skor “1,81” dengan katagori “ kurang”, langkah mencoba mendapat skor “3,27” dengan katagori “sangat baik”, dan langkah mengkomunikasikan mendapat skor “3,27” dengan katagori “sangat baik”. Hasil tersebut menunjukkan bahwa langkah pendekatan saintifik yang paling rendah yaitu menanya. Kata Kunci : prototipe buku, pendekatan saintifik, pembelajaran tematik, kelas I. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT DEVELOPING THE BOOK PROTOTYPE OF SCIENTIFIC APPROACH IN THEMATIC LEARNING ONE GRADE ELEMENTARY SCHOOL (THEME 6, SUBTHEME 1, LEARNING 6) Anastasia Pinki Alinda R. Sanata Dharma University 2019 Based on the results of interviews conducted to two less-class teachers, researcher got information that teachers have difficulty in applying a scientific approach. Questionnaire results are distributed to 6 Elementary School teachers grade 1, obtained the data that the teachers need examples of the application of the scientific approach. Therefore, researchers are encouraged to develop a prototype application of scientific approaches in the book learning thematic grade 1 Elementary School (theme 6, subtheme 1, learning 6). This study uses six development steps (R&D), of ten steps proposed on Borg and Gall, 1) problem analysis, 2) data colldeveloon, 3) product development, 4) product validation, 5) product revision, 6) product testing. The result of this research is in the form of prototype book of application of scientific approach in thematic teaching of first grade of elementary school. The product has been validated by two validators. Average product validation result is “3,35” ( from range 1-4) which means very good. The product was tested at SD Budya Wacana which was attended by 22 students. Teh results of the experiment about the process of applying the scientific approach activity in thematic learning on the step of observing got a score of 3,09 with “good” category, the step of questioning got a score of 1,45 ”less” category, the step of reasoning got a score 1,81 “less” category, the step of trying got a score of 3,27 with “very good”, and the step of communicating got a score of 3,27 with “very good” category. The result showed that the lowest score of scientific approach is the step questioning and reasoning. Keywords: book prototype, scientific approach, thematic learning, one grade. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan karunia-Nya yang diberikan sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ”PENGEMBANGAN PROTOTIPE BUKU PEMBELAJARAN PENERAPAN TEMATIK PENDEKATAN KELAS I SD SAINTIFIK (TEMA 6, DALAM SUBTEMA 1, PEMBELAJARAN 6)” ini dapat terselesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Peneliti menyadari bahwa skripsi ini telah selesai karena bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati dan penuh cinta perkenankanlah peneliti mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bimbingan, dukungan, dan motivasi baik secara langsung maupun tidak langsung dalam proses penelitian dan penyusunan skripsi. Peneliti mengucapkan terima kasih kepada: 1. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si., sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd., sebagai Ketua Prodi PGSD. 3. Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd., sebagai Wakaprodi PGSD dan sebagai dosen pembimbing skripsi II yang telah memberikan waktunya untuk membimbing dalam menyelesaikan skripsi ini. 4. Dra. Ignatia Esti Sumarah, M.Hum., sebagai dosen pembimbing skripsi I yang telah memberikan waktunya untuk membimbing dalam menyelesaikan skripsi ini. 5. Para guru, karyawan, dan peserta didik SD Budya Wacana Yogyakarta, yang telah saling berbagi pengalaman dan memberikan dukungan dalam melakukan penelitian ini. 6. Kedua orang tua tercinta, Susana Hari Pariweni (Ibu), Desyderius (Bapak) yang selalu memberikan doa, cinta, dukungan dan semangat dalam menyelesaikan skripsi ini dengan baik. 7. Adikku tersayang Benedicta Pamelia Yuniar R. yang telah memberikan doa, dukungan, dan semangat. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL............................................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING................................................................ ii HALAMAN PENGESAHAN............................................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN......................................................................................... iv HALAMAN MOTTO......................................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA............................................................................. vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS........................................................................... vii ABSTRAK............................................................................................................................ viii ABSTRACT.......................................................................................................................... ix KATA PENGANTAR......................................................................................................... x DAFTAR ISI....................................................................................................................... xii DAFTAR TABEL............................................................................................................... xvi DAFTAR GAMBAR.......................................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN...................................................................................................... xviii BAB I PENDAHULUAN................................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang Masalah............................................................................................ 1 1.2 Rumusan Masalah...................................................................................................... 3 1.3 Tujuan Penelitian....................................................................................................... 3 1.4 Manfaat Penelitian..................................................................................................... 3 1.5 Definisi Operasional................................................................................................... 4 1.6 Spesifikasi Produk...................................................................................................... 4 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................................ 6 2.1 Kajian Pustaka............................................................................................................ 6 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.1 Kurikulum 2013...................................................................................................... 6 2.1.1.1 Pengertian Kurikulum 2013............................................................................6 2.1.1.2 Ciri-ciri Kurikulum 2013................................................................................ 7 2.1.1.3 Keunggulan Kurikulum 2013 ......................................................................... 7 2.1.2 Pendekatan Saintifik.............................................................................................. 8 2.1.2.1 Pengertian Pendekatan Saintifik..................................................................... 8 2.1.2.2 Lima Langkah Pendekatan Saintifik............................................................. 9 2.1.2.3 Kreteria Proses Pembelajaran Dalam Pendekatan Saintifik .........................21 2.1.2.4 Model - Model Pembelajaran Dalam Pendekatan Saintifik ........................ 22 2.1.3 Pelajaran Tematik di Kelas I .................................................................................24 2.1.3.1 Pengertian Pembelajaran Tematik..................................................................25 2.1.3.2 Ciri Khas Pembelajaran Tematik.................................................................. 25 2.1.3.3 Karakteristik Pembelajaran Tematik............................................................. 26 2.1.3.4 Materi Pembelajaran Kelas I Tema 6, Subtema 1, Pembelajaran 6 ............ 26 2.1.4 Karakteristik Kelas I ........................................................................................... 27 2.1.4.1 Tahap Perkembangan Anak ......................................................................... 27 2.2 Penelitian yang Relevan ............................................................................................. 30 2.3 Kerangka Berpikir ....................................................................................................... 33 2.4 Pertanyaan Penelitian .................................................................................................. 34 BAB III METODE PENELITIAN ..................................................................................... 35 3.1 Jenis Penelitian............................................................................................................. 35 3.2 Setting Penelitian.......................................................................................................... 35 3.2.1 Tempat Penelitian ................................................................................................ 35 3.2.2 Subjek Penelitian.................................................................................................. 36 3.2.3 Objek Penelitian.....................................................................................................36 3.2.4 Waktu Penelitian................................................................................................... 36 3.3 Prosedur Pengembangan .............................................................................................. 36 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.3.1 Potensi dan Masalah ........................................................................................... 39 3.3.2 Pengumpulan Data .............................................................................................. 39 3.3.3 Desain Produk ..................................................................................................... 39 3.3.4 Validasi Desain ................................................................................................... 40 3.3. 5 Revisi Desain ..................................................................................................... 41 3.3.6 Uji Coba Produk .................................................................................................41 3.4 Teknik Pengumpulan Data ..........................................................................................41 3.4.1 Wawancara .......................................................................................................... 41 3.4.2 Kuesioner ............................................................................................................ 42 3.5 Instrumen Penelitian ................................................................................................... 42 3.5.1 Instrumen Analisis Kebutuhan ............................................................................42 3.5.1.1 Pedoman Wawancara.................................................................................. 42 3.5.1.2 Pedoman Kuesioner..................................................................................... 43 3.5.2 Instrumen Validasi Produk ..................................................................................44 3.5.3 Instrumen Penelitian Uji Coba Terbatas .............................................................. 44 3.6 Teknik Analisis Data ................................................................................................... 45 3.6.1 Analisis Data Kualitatif ....................................................................................... 46 3.6.2 Analisis Data Kuantitatif ..................................................................................... 46 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.................................................... 48 4.1 Hasil Penelitian............................................................................................................ 48 4.1.1 Prosedur Pengembangan .................................................................................... 48 4.1.1.1 Potensi dan Masalah..................................................................................... 48 4.1.1.2 Pengumpulan Data........................................................................................ 49 4.1.1.3 Desain Produk .............................................................................................. 50 4.1.1.4 Validasi Desain ........................................................................................... 54 4.1.1.5 Revisi Produk ............................................................................................... 57 4.1.1.6 Uji Coba Produk .......................................................................................... 62 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.1.2 Kualitas Produk ............................................................................................................ 66 4.2 Pembahasan................................................................................................................. 69 4.3 Kelebihan dan Kekurangan Produk ............................................................................. 74 4.3.1 Kelebihan Prototipe Buku ................................................................................... 74 4.3.2 Kekurangan Prototipe Buku ................................................................................. 75 BAB V PENUTUP ............................................................................................................... 76 5.1 Kesimpulan ................................................................................................................ 76 5.2 Keterbatasan Penelitian ............................................................................................. 77 5.3 Saran........................................................................................................................... 77 DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................... 78 LAMPIRAN........................................................................................................................... 80 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Lima Langkah Pendekatan Saintifik ..................................................................... 17 Tabel 3.1 Kisi – Kisi Pembuatan Prototipe Buku ..................................................................42 Tabel 3.2 Kisi - Kisi Wawancara ..........................................................................................42 Tabel 3.3 Kisi – Kisi Kuesioner .............................................................................................45 Tabel 3.4 Aspek Penilaian Prototipe Buku ............................................................................44 Tabel 3.5 Kisi – Kisi Uji Coba Terbatas.................................................................................45 Tabel 3.6 Konversi Data Kuantitatif ke Kualitatif .................................................................46 Tabel 4.1 Kisi – Kisi Pembuatan Prototipe Buku ................................................................. 51 Tabel 4.2 Hasil Validasi Guru ............................................................................................... 54 Tabel 4.3 Rangkuman Komentar dan Saran Guru ................................................................ 57 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Instrumen Analisis Kebutuhan Lampiran 1.1 Lembar Hasil Wawancara Guru 1 ........................................................ 81 Lampiran 1.2Lembar Hasil Wawancara Guru 2 ........................................................ 83 Lampiran 1.3 Lembar Hasil Wawancara Guru 1 ........................................................ 85 Lampiran 1.4 Lembar Hasil Wawancara Guru 2 ....................................................... 86 Lampiran 1.5 Lembar Hasil Pengisian Kuesioner Guru ............................................. 87 Lampiran 1.6 Lembar Hasil Pengisian Kuisoner Guru ............................................... 88 Lampiran 1.7 Lembar Hasil Pengisian Kuisoner Guru ................................................89 Lampiran 1.8 Lembar Hasil Pengisian Kuisoner Guru ............................................... 90 Lampiran 1.9 Lembar Hasil Pengisian Kuisoner Guru ............................................... 91 Lampiran 1.10 Lembar Hasil Pengisian Kuisoner Guru ............................................. 92 Lampiran 2 Validasi Produk Lampiran 2.1 Lembar Hasil Validasi Produk Guru I.1 ................................................93 Lampiran 2.2 Lembar Hasil Validasi Produk Guru I.2 ................................................97 Lampiran 3 Uji Coba Produk Lampiran 3.1 Lembar Hasil Pengamatan Langkah Mengamati ...................................101 Lampiran 3.2 Lembar Hasil Pengamatan Langkah Menanya ......................................103 Lampiran 3.3 Lembar Hasil Pengamatan Langkah Menalar.........................................105 Lampiran 3.4 Lembar Hasil Pengamatan Langkah Mencoba .....................................107 Lampiran 3.5 Lembar Hasil Pengamatan Langkah Mengkomunikasikan ..................109 Lampiran 4 Penilaian Lampiran 4.1 Lembar Hasil Rekap Nilai Peserta Didik ..............................................111 vxiii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5 Surat Penelitian Lampiran 5.1 Surat Ijin Penelitian ...................................................................................112 Lampiran 5.2 Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian ....................................113 Lampiran 6 Biodata Penulis ......................................................................................... 114 Lampiran 7 Produk yang Dikembangkan ...................................................................115 xix

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, spesifikasi produk, dan definisi operasional. Peneliti akan menguraikan satu persatu dari keenam bagian tersebut. 1.1 Latar Belakang Masalah Pendekatan saintifik dalam pembelajaran merupakan ciri khas dan menjadi kekuatan tersendiri dari keberadaan Kurikulum 2013.Kekhasan kurikulum 2013 yaitu pendidikan karakter, pembelajaran tematik, dan pendekatan saintifik. Menurut Kurniawan (2013:30) pendidikan karakter adalah suatu proses pendidikan yang holistik yang menghubungkan dimensi moral dengan ranah sosial dalam kehidupan peserta didik sebagai fondasi bagi terbentuknya generasi yang berkualitas yang mampu hidup mandiri dan memiliki prinsip suatu kebenaran yang dapat dipertanggung jawabkan.Margaretha dan Windayana (2005: 1) menjelaskan bahwa pembelajaran tematik adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang memadukan beberapa pokok bahasan/sub pokok bahasan/topik dalam atau antar bidang studi, yang pemanduaanya dipayungi oleh sebuah tema. Sedangkan Majid (2014: 193) mengemukakan bahwa pendekatan saintifik memberikan pengalaman langsung pada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi, menggunakan pendekatan ilmiah, informasi berasal dari mana saja dan kapan saja sehingga tidak bergantung pada guru. Pendekatan saintifik yaitu metode pembelajaran yang digunakan untuk mengajar para peserta didik agar mereka dapat aktif mengikuti pembelajaran di kelas. Pendekatan saintifik dipercaya dapat membuat peserta didik aktif di kelas saat mengikuti pembelajaran melalui tahapan-tahapan yang disebut dengan 5M yaitu mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan. Dari hasil wawancara kepada dua guru kelas I SD , peneliti mendapat informasi bahwa mereka mengalami kesulitan untuk menerapkan 5M. 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Peneliti kemudian membagikan angket untuk memperoleh data. Angketdibagikan kepada empat guru kelas 1 SD. Peneliti mendapatkan informasi: guru mengalami kesulitan dalam mengkondisikan peserta didik. Selain itu, mereka juga memerlukan panduan untuk memancing peserta didik agar dapat melakukan aktivitas 5M.Peneliti juga melakukan kepada dua guru SD untuk mengetahui pembelajaran tematik apakah yang mereka perlukan untuk dijadikan contoh pedoman penerapan pendekatan saintifik. Guru tersebut menjawab untuk tema 6, subtema 1, pembelajaran 6 dengan alasan agar menjadi contoh penerapan yang dapat guru gunakan dalam mengajar sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Berdasarkan data yang diperoleh, peneliti terdorong untuk melakukan penelitian dan pengembangan (Research and Development).Peneliti melakukan penelitian dan pengembangan prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD (tema 6, subtema 1, pembelajaran ke 6).Prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas ISD berisi dua bagian.Bagian pertama mengenai penjelasan tentang pendekatan saintifik dan bagian dua berisi penerapan kegiatan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I pada tema 6, subtema 1, pembelajaran 6.Prototipe buku tersebut terbukti dapat membantu guru dalam mengajar. Peneliti terinspirasi oleh penelitian sebelumnya yang terkait dengan pendekatan saintifik dan pembelajaran kurikulum 2013 di kelas I SD. Rikha Ari, (2016) melakukan penelitian mengenai Pengembangan Media Buku Besar Big Book Cerita Berkuis (Cekris) Pada Pembelajaran Tematik Bagi Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar. Hal tersebut memiliki kesamaan di pendekatan tematik yang menggunakan metode mengembangkan pembelajaran prototipe buku inquiri. penerapan Peneliti pendekatan terinspirasi untuk saintifik dalam pembelajaran tematik kelas ISD. Perbedaan dengan penelitian sebelumnya adalah peneliti mengembangkan prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik yang ditujukan untuk guru kelas I SD. Penelitian ini dilaksanakan di SD Budya Wacana sebagai lokasi tempat sampel uji coba lapangan terbatas. SD Budya Wacana sebagai sampel, peneliti mengembangkan 2

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembalajaran tematik yang bisa dipakai oleh guru kelas I SD. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, peneliti fokus pada rumusan masalah sebagai berikut: 1.2.1 Bagaimana mengembangkan prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6)? 1.2.2 Bagaimana kualitas prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6)? 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan penelitian ini adalah: 1.3.1 Mengembangkanprototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6). 1.3.2 Mengetahui kualitas prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6). 1.4 Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.4.1 Bagi Guru Guru memperoleh contoh penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6) untuk dapat melakukan pembelajaran sesuai dengan lima langkah pendekatan saintifik dalam Kurikulum 2013. 1.4.2 Bagi Sekolah Sekolah memiliki kepustakaan berupa pengembangan prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6). 3

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1.4.3 Bagi Peneliti Peneliti memperoleh pengalaman dalam mengembangkan prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6). 1.5 Definisi Operasional Beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.5.1 Prototipe adalah produk berupa buku yang belum dipublikasikan secara luas dan belum didaftarkan secara resmi sehingga penulis belum memiliki hak cipta atas produk yang dibuat. 1.5.2 Pendekatan saintifik adalah suatu pendekatan ilmiah dalam proses kegiatan belajar yang menakankan pada keaktifan siswa dari pada guru dengan menggunakan lima langkah yang meliputi mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan. 1.5.3Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran menjadi sebuah tema. 1.5.4 Peserta didik kelas I adalah peserta didik pada usia 7-12 tahun yang melaksanakan proses pembelajaran di kelas I SD. 1.6 Spesifikasi Produk Produk yang dikembangkan oleh peneliti adalah protipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD, yang memiliki spesifikasi sebagai berikut: 1.6.1 Produk berupa prototipe buku yang berjudul “Prototipe Buku Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Tematik kelas I SD (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6)” terdiri dari dua bagian. Bagian pertama mengenai penjelasan tentang pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I pada tema 6, subtema 1, pembelajaran 6. 1.6.2 Prototipe bukudari halaman sampul, kata pengantar, daftar isi, bagian pertama yaitu, pendahuluan, pengertian pendekatan saintifik, lima langkah pendekatan saintifik, dan kekhasan pendekatan saintifik. Bagian dua yaitu, pendahuluan, materi kelas I pada tema 6, subtema 1, pembelajaran 6, tabel pemetaan Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, indikator, tujuan 4

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran, tabel aktivitas belajar lima langkah pendekatan saintifik, penerapan kegiatan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas 1 pada (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6), penilaian, daftar pustaka, dan biodata penulis. 1.6.3 Produk prototipe buku dibuat berbentuk landscape dengan kertas ivory 230 gram sebagai cover dan kertas HVS 80gram untuk bagian isi. Jenis font yang digunakan adalah Times New Roman dengan ukuran font 12. . 5

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini peneliti akan membahas mengenai kajian pustaka, penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan pertanyaan penelitian. 2.1 Kajian Pustaka Uraian dalam subbab ini terdiri dari beberapa teori pendukung penelitian.Adapun beberapa hal yang menjadi pembahasan peneliti adalah kurikulum 2013, pendekatan saintifik, dan pelajaran tematik di kelas I SD (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6). 2.1.1 Kurikulum 2013 Pada subbab ini menguraikan mengenai pengertian kurikulum 2013, ciriciri kurikulum 2013, dan keunggulan kurikulum 2013. 2.1.1.1 Pengertian Kurikulum 2013 Menurut Mulyasa (2013: 68), kurikulum 2013 dapat dimaknai sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performasi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik, berupa penugasan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. Sedangkan menurut Majid dan Rochman (2014:1)mengatakan bahwa kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi dengan memperkuat proses pembelajaran dan penilaian autentik untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pada pemahan, skill, dan pendidikan berkarakter yang dimana peserta didik dituntut untuk paham atas materi aktif dalam proses berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun dan sikap disiplin yang tinggi. Dalam kurikulum 2013 tersebut, mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik pada satu satuan pendidikan pada setiap satuan maupun jenjang pendidikan.Untuk mata pelajaran pilihan diikuti oleh peserta didik dipilih sesuai dengan pilihan peserta didik. 6

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan pengertian di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa kurikulum 2013 merupakan kurikulum perbaikan dari kurikulum sebelumnya yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan tugas-tugas dengan standar performasi tertentu meliputi sikap, keterampilan dan pengetahuan. 2.1.1.2 Ciri-ciri Kurikulum 2013 Berlin dan Sani (2014: 22) berpendapat bahwa kurikulum 2013 memiliki ciri-ciri antara lain: menuntut kemampuan guru dalam berpengetahuan dan mencari pengetahuan sebanyak-banyaknya; peserta didik lebih didorong untuk memiliki tanggung jawab kepada lingkungan, kemampuan, interpersonal, antarpersonal, maupun memiliki kemampuan berpikir kritis: memiliki tujuan agar terbentuknya generasi produktif, kreatif, inovatif, dan efektif, khusus untuk tingkat SD pendekatan tematik integrative member kesempatan siswa untuk mengenal dan memahami suatu tema dalam berbagai mata pelajaran; pelajaran IPA dan IPS diajarkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia secara integratif. Berdasarkan pendapat tersebut ciri khas kurikulum 2013 menekankan pada pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik melalui kegiatan belajar yang akan menghasilkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan efektif. 2.1.1.3 Keunggulan Kurikulum 2013 Menurut Kurniasih dan Sani (2014: 2-3) keunggulan kurikulum 2013 antara lain: peserta didik lebih dituntut untuk aktif, kreatif, dan inovatif dalam setiap pemecahan masalah; adanya penilaian dari semua langkah; munculnya pendidikan karakter dan pendidikan budi pekerti yang telah diintegrasikan ke dalam semua program studi;apa adanya kompetensi yang dimaksud menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan pengetahuan; banyak sekali kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan seperti pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skill dan hard skills, kewirausahaan; dan hal yang paling menarik dari kurikulum 2013adalah sangat tanggap terhadap fenomena dan perubahan sosial. 7

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.2 Pendekatan Saintifik Pada subbab ini menguraikan mengenai pengertian pendekatan saintifik, lima langkah pendekatan saintifik, kekhasan pendekatan saintifik, dan modelmodel dalam pendekatan saintifik. 2.1.2.1 Pengertian Pendekatan Saintifik Pendekatan saintifik adalah suatu pendekatan yang didalamnya terdapat kegiatan pembelajaran yang mengajak peserta didik menjadi lebih aktif melalui 5 tahapan, yaitu tahapan mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan. Pengertian ini didasarkan pada pendapat-pendapat ahli tentang pendekatan saintifik. Pendekatan Saintifik merupakan suatu proses pembelajaran yang dirancang agar peserta didik secara aktif mengkonstruksi konsep, hukum atau prinsip, melalui tahap-tahap mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan, dan mengkomunikasikkan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan (Hosnan, 2014: 34). Oleh karena itu, peserta didik diharapkan untuk mencari tahu dari berbagai sumber dengan cara observasi, dan tidak hanya diberi tahu. Pendapat tersebut sejalan dengan pendapat menurut Abidin (2014: 127) yang mengemukakan bahwa model pembelajaran saintifik merupakan suatu pembelajaran yang dilandasi pendekatan ilmiah dalam pembelajaran yang diorientasikan guna membina kemampuan peserta didik memecahkan masalah melalui serangkaian aktivitas inquiriyang menuntut kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, dan berkomunikasi dalam upaya meningkatkan pembelajaran peserta didik. Selain itu juga berkaitan dengan pendapat tersebut Majid (2014:193) menyatakan bahwa pendekatan saintifik memberikan pengalaman langsung pada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi, menggunakan pendekatan ilmiah, informasi berasal dari mana saja dan kapan saja sehingga tidak tergantung pada guru. 8

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.2.2 Lima Langkah Pendekatan Santifik Langkah-langkah pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran meliputi: menggali informasi melalui pengamatan (observing), bertanya (questioning), percobaan (experimenting), kemudian mengolah data informasi, menyajikan data atau informasi, dilanjutkan dengan menganalisis, menalar (associating), kemudian menyimpulkan, dan mencipta serta membentuk jaringan (networking) (Hosnan, 2014:37). Langkah-langkah pendekatan saintifik dapat dijabarkan sebagai berikut: 1) Mengamati (Observing) Mengamati merupakan kegiatan yang merangsang rasa keingintahuan peserta didik menggunakan lima indera melalui pengamatan langsung pada objek yang akan dipelajari. Kegiatan mengamati dapat dilakukan peserta didik melalui kegiatan melihat, mendengar, menyimak, dan membaca (tanpa dan dengan alat). Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan pengamatan, melatih mereka untuk memperlihatkan (melihat, membaca, mendengar) hal yang penting dari suatu benda atau objek. Tujuan pengamatan adalah mendeskripsikan makna dari suatu objek yang diamati dan diambil kesimpulannya (Hosnan, 2014: 39-41). Menurut Abidin (2014: 133) mengamati merupakan kegiatan yang mengajak peserta didik untuk menemukan fakta bahwa ada hubungan antara objek yang dianalisis dengan materi pembelajaran yang digunakan oleh guru untuk memenuhi rasa ingin tahu peserta didik. Kegiatan mengamati dalam pembalajaran dilakukan dengan menumpuh langkah-langkah antara lain menentukan objek yang akan diobservasi, pembuatan pedoman observasi sesuai dengan lingkup objek yang akan diobservasi, menentukan secara jelas data-data apa yang perlu diobservasi, baik primer maupun sekunder, menentukan dimana tempat objek yang akan diobservasi, menentukan secara jelas bagaimana observasi akan dilakukan untuk mengumpulkan data agar berjalan mudah dan lancar, menentukan buku catatan, kamera, tape recorder, video perekam, dan alat-alat tulis lainnya (Hosnan, 2014: 39-43). Herlen dan Qualter (dalam Limiansih, 2014:16) menyatakan beberapa peserta didik SD dikatakan terampil apabila melakukan hal-hal berikut: 9

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Menggunakan berbagai indera untuk mengakaji objek atau meterial. b. Mengidentifikasi perbedaan dan persamaan antara objek/material. c. Mengidentifikasi perbedaan yang relevan dan detail anatara objek-objek atau meteri dan mengidentifikasi persamaan antara objek-objek yang perbedaannya lebih jelas dari persamaaannya. d. Menggunakan indera dengan bantuan alat bantu untuk meningkatkan jangkauan pengamatan. e. Membuat tahapan pengamatan yang memadai untuk menjawab pertanyaan atau menguji prediksi yang sedang diselidiki. f. Melakukan langkah-langkah untuk memastikan hasil pengamatan akurat, logis, dan reliabel. Kaitannya dengan proses pembelajaran dalam pendekatan saintifik adalah kegiatan mengamati merupakan kegiatan yang dilakukan pesera didik menggunakan lima inderanya untuk melakukan kegiatan melihat, mendengar, menyimak, dan sebagainnya untuk memenuhi rasa ingin tahu peserta didik. Peserta didik dikatakan terampil mengamati jika mampu menggunakan berbagai indera untuk mengkaji objek/material. Semakin banyak indera yang terlibat, maka peserta didik akan semakin banyak data tentang suatu objek/fenomena (Limiansih, 2014:16). 2) Menanya (Questioning) Menanya (questioning) merupakan kegiatan mengajukan pertanyaan tentang informasu yang tidak dipahami dari pada yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang telah diamati. Bertanya merupan salah satu pintu masuk untuk memperoleh pengetahuan. Karena itu, bertanya dalam kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan guru untuk mendorong, membimbing, dan menilai kemampuan berpikir peserta didik. Selain itu, guru mengajukan pertanyaan agar peserta didik dapat memikirkan hasilnya. Demikian pula, bertanya merupakan bagian penting dalam melaksanakan pembelajaran inquiri, yaitu menggali informasi, mengkonfirmasikan apa yang sudah diketahui, dan mengarahkan perhatian pada aspek yang belum diketahuinya. Aktivitas peserta didik dalam langkah menanya dapat melakukan 10

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kegiatan membuat dan mengajukan pertanyaan dari yang faktual sampai yang hipotesis; diawali dengan bimbingan guru sampai dengan mandiri (menjadi suatu kebiasaan) (Hosnan, 2014: 39-49). Menurut Abidin (2014: 139-137) menjelaskan bahwa menanya merupakan kegiatan membangkitkan keterampilan peserta didik dalam berbicara, mengajukan pertanyaan, dan memberikan jawaban secara logis, sistematis, dan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Guru yang efektif mampu mengispirasi peserta didik untuk meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Pada saat guru bertanya, pada saat itu pula dia membimbing atau memandu peserta didiknya belajar dengan baik. Ketika guru menjawab peserta didiknya, ketika itu pula dia mendorong asuhannya itu untuk menjadi penyimak dan pembelajar yang baik. Dalam kegiatan bertanya, ada beberapa kreeria pertanyaan yang digunakan untuk mebina peserta didik dalam mengajukan pertanyaan, antara lain singkat dan jelas, menginspirasi jawaban, memilih fokus, bersifat probing atau divergen, bersifat validatif atau penguatan, memberi kesempatan peserta didik untuk berpikir ulang, merangsang peningkatan tuntutan kemampuan kognitif, dan merangsang proses interaksi. Menurut Limiansih (2015: 19) pertanyaan yang diajukan siswa bertujuan untuk memenuhi rasa ingin tahu dan memperjelas hal-hal yang kurang dipahami serta mencari informasi baru yang terkait dengan struktur pengetahuannya. Pertanyaan memberikan pandangan tentang bagaimana peserta didik secara selektif dapat mengetahui kebutuhan belajarnya dengan cara mengidentifikasi informasi yang relevan dan tidak tidak relevan dan membantu pemahamannya sendiri. Dalam kegiatan bertanya peserta didik mampu melakukan tanya jawab dengan peserta didik lainnya dan dapat berdiskusi dengan peserta didik lain tentang informasi yang belum dipahami dan informasi tambahan yang diketahui. Menurut Herlen dan Qualter (dalam Limiansih 2015: 19) menyatakan beberapa indikator pengembangan keterampilan menanya peserta didik SD antara lain: 11

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1) Mengajukan berbagai pertanyaan. 2)Berpatisipasi aktif dalam mendiskusikan cara memperoleh jawaban pertanyaan.Ada berbagai jenis pertanyaan yang mungkin dibuat oleh seseorang. Herlen dan Qualter (dalam Limiansih, 2015: 19) menggolongkan pertanyaan yang mungkin muncul dari siswa SD dalam 5 jenis pertanyaan, yaitu pertanyaan komentar, faktual, kompleks, dan investigatif. Pertanyaan infestigatif ditindaklanjuti dengan mendiskusikan cara untuk menemukan jawaban. Dalam proses menanya, guru berperan membantu siswa untuk memikirkan pertanyaan eksplorasi dan investigasi yang mudah Herlen Qualer (dalam Limiansih, 2015: 19). Suhendar (dalam Misrah, 2014: 56) mengemukakan bahwa kalimat tanya yang dapat digunakan peserta didik saat bertanya dapat digolongkan berdasarkan sifat dan maksud pertanyaan, yaitu sebagai berikut: a) Menanyakan tentang benda atau hal: apa?, dari apa?, untuk apa? b) Menanyakan tentang manusia: siapa?, dari siapa? c) Menanyakan tentang jumlah: berapa? d) Menayakan tentang waktu: kapan? e) Menanyakan tentang keadaan atau situasi: bagaimana? f) Menanyakan tentang sebab: mengapa?, apa sebab? g) Menanyakan tentang manfaat: untuk apa? h) Menanyakan tentang tempat: dari mana? Kaitannya dengan proses pembelajaran dalam pendekatan saintifik adalah kegiatan menanya merupakan kegiatan mengungkapkan apa yang ingin diketahuinya tentang informasi yang tidak dipahami dengan mengajukan pertanyaan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Indikator kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik juga terdapat petunjuk bagi peserta didik untuk membuat pertanyaan dengan berbagai kata tanya secara tertulis ataupun lisan berdasarkan objek/fenomena yang diamati. 3) Menalar (Associating) Menalar adalah proses berpikir logis dan sistematis atas fakta-fakta empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan beberapa pengetahuan. Associating/ “mengasosiasi/ mengolah informasi/ menalar” dalam 12

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kegiatan pembelajaran sebagaimana disampaikan dalam Permendikbud Nomor 81a Tahun 2013, adalah memproses informasi yang sudah dikumpulkan, baik terbatas hasil kegiatan mengumpulkan informasi (Hosnan, 2014: 67-68). Sedangkan menurut Abidin (2014:139) menalar adalah proses berpikir yang logis dan sistematis atas fakta dan empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. Aktivitas peserta didik dalam langkah menalar dapat melakukan kegiatan menentukan sumber data (benda, dokumen, buku, eksperimen), mengumpulkan data (Hosnan, 2014:39). Daya menalar peserta didik dapat ditingkatkan melalui delapan cara berikut: 1.) guru menyusun bahan pembelajaran dala bentuk yang sudah siap seperti tuntutan kurikulum, 2.) guru tidak banyak menerapkan metode ceramah, tetapi memberi instruksi singkat yang jelas, seperti contoh-contoh, baik dilakukan sendiri maupun dengan cara simulasi, 3.) bahan pembelajaran disusun secara berjenjang atau hirarkis, dimulai sederhana sampai yang kompleks, 4.) kegiatan pembelajaran berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati 5.) setiap kesalahan atau kekeliruan segera dikoreksi atau diperbaiki, 6.) perlu dilakukan pengulangan dan latihan agar perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan peserta didik, 7.) evaluasi atau penilaian didasarkan atas perilaku yang nyata atau autentik, 8.) guru mencatat semua kemajuan peserta didik untuk kemungkinan memberikan tindakan pembelajaran perbaikan (Abidin, 2014: 139-140). 4) Mencoba (Experimenting) Mencoba merupakan kegiatan terinci yang direncanakan untuk menghasilkan data untuk menjawab suatu masalah atau menguji suatu hipotesis. Kegiatan yang dilakukan dalam langkah mencoba adalah mengumpulkan informasi/ eksperimen. Kegiatan belajarnya adalah melakukan eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengamati objek/kejadian/aktifitas, wawancara dengan narasumber. Selain itu peserta didik dapat mengumpulkan data dari narasumber melalui angket, wawancara, dan memodifikasi/ mengembangkan/ menambahi. Kompetensi yang dikembangkan adalah mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat. Pada 13

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI langkah pembelajaran ini, setiap siswa dituntut untuk mencoba mempraktikan apa yang dipelajari Hosnan (2014: 58). Untuk memperoleh hasil belajar yang nyata atau otentik, peserta didik harus mencoba atau melakukan percobaan, terutama untuk materi atau subtansu yang sesuai. Pada pembelajaran, peserta didik harus memahami konsep-konsep dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Peserta didik pun harus memiliki memiliki keterampilan proses untuk mengembangkan pengetahuan serta mampu menggunakan metode ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya sehari-hari Abidin (2014: 140). Aktivitas peserta didik dalam langkah mencoba dapat melakukan hubungan data/ kategori, menyimpulkan dari hasil analisis data; dimulai dari unstructured- uni structure- multistructurecomplicated structure (Hosnan, 2014: 39). Peserta didik harus memiliki keterampilan proses untuk mengembangkan pengetahuan tentang alam sekitar, serta mampu menggunakan metode ilmiah dan bersikap ilmiah untuk masalah-masalah yang dihadapinya sehari-hari, seperti peserta didik mampu mengumpulkan data melalui wawancara dengan teman kelompoknya mengenai aturan yang ada di rumahnya, mengumpulkan data mengenai aturan yang ada di rumah dengan menggunakan bahasa yang santun secara lisan dan tulisan yang dapat dibantu dengan kosakata bahasa daerah. Jadi dapat disimpulkan mencoba merupakan kegiatan peserta didik mengumpulkan atau mencari informasi untuk memperoleh data dengan melakukan percobaan. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan tahap mencoba yaitu: (1) persiapkan terlebih dahulu bahan-bahan yangdibutuhkan, (2) usahakan siswa terlibat langsung sewaktu mengadakan kegiatan eksperimen, (3) sebelum dilaksanakan eksperimen siswa terlebih dahulu diberikan pengarahan tentang petunjuk dan langkah-langkah kegiatan eksperimen yang akan dilakukan, (4) lakukan pengelompokkan atau masing-masing individu melakukan percobaan yang telah direncanakan. Bila hasilnya belum memuaskan, dapat diulangi kembali untuk membuktikan kebenarannya, (5) setiap individu atau kelas dapat melaporkan hasil pekerjaanya secara tertulis (Fathurrahman, dalam Hosnan, 2014: 62). 14

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5) Mengkomunikasikan Pada pendekatan saintifik, guru diharapkan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengkomunikasikan apa yang telah mereka pelajari. Pada tahapan ini, diharapkan peserta didik dapat mengkomunikasikan hasil pekerjaan yang telah disusun baik secara bersama-sama dalam kelompok atau secara individu dari hasil kesimpulan yang telah dibuat bersama kelompoknya. Kegiatan mengkomunikasikan ini dapat diberikan dan diklarifikasikan oleh guru agar peserta didik dapat mengetahui apakah benar jawaban yang telah dikerjakan sudah benar atau harus diperbaiki. Kemudian, peserta didik mampu menyajikan laporan dalam bentuk bagan, diagram, atau grafik dan dapat menyusun laporan tertulis. Peserta didik juga dapat menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan yang disampaikan secara lisan maupun tulisan. Kegiatan ini dapat dilakukan melalui menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan dan menemukan pola. Hasil tersebut disampaikan dalam Permendikbud Nomor 81a Tahun 2013, adalah menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya Hosnan (2014: 75-76). Melalui kegiatan mengkomunikasikan, peserta didik diharapkan mampu menjelaskan dan mempresentasikan hasil kerjanya di depan guru dan temantemannya, sehingga rasa percaya diri peserta didik akan terarah. Mnurut Abidin (2014: 141) kemampuan mengkomunikasikan adalah kemampuan menyampaikan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan baik secara lisan maupun tulisan. Dalam hal ini, peserta didik harus mampu menulis dan berbicara secara komunikatif dan efektif. Dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik, peserta didik mengkomunikasikan temuan atau gagasan yang diperoleh berdasarkan proses ilmiah yang berdasarkan bukti-bukti. Maka dari itu, melalui mengkomunikasikan ini siswa belajar mengungkap fakta, bukan sekedar opini tanpa bukti. Hal ini mendukung tercapainya keterampilan yang diharapkan pada abad 21 yaitu membiasakan peserta didik memilih keputusan berdasarkan bukti atau data evidence based judgement Abidin (dalam Limiansih, 2015: 24). 15

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Herlen dan Qualer (dalam Limiansih, 2015: 24-25) menyatakan bahwa terdapat beberapa indikator pengembangan keterampilan mengkomunikaskan untuk siswa SD antara lain: a. Mengungkapkan dengan bebas tentang kegiatan dan ide-ide yang dimiliki, dengan atau tanpa membuat catatan tertulis. b. Mendengarkan ide orang lain dan melihat hasilnya. c. Menggunakan gambar, tulisan, model, lukisan untuk mempresentasikan ide dan temuan. d. Menggunakan tabel, grafik, dan diagram untuk merekam dan melaporkan hasil percobaan. e. Menggunakan bahasa ilmiah yang sesuai dalam melaporkan hasil percobaan. Pada pelaksanaannya, peserta didik diharapkan mengkomunikasikan pemahamannya dengan bantuan teknologi informasi dalam bentuk power poin, web, paparan berupa grafik, tabel, charta, dan peta pikiran. Melalui kegiatan ini peserta didik belajar untuk berkomunikasi secara efektif, menumbuhkan etika berkomuniaksi, menggunakan bahasa yang baik dan efektif. Kegiatan mengkomunikasikan dapat melatih peserta didik untuk berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan beragumentasi, menghargai pendapat orang lain, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif. Ini merupakan kegiatan yang mendukung penguatan dan keseimbangan antara soft skill dan hard skill (Limiansih, 2015: 24). 16

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut ini kesimpulan langkah-langkah 5M dalam pendekatan saintifik yang digunakan peneliti dalam mengembangkan produk sebagai berikut: Pengertian Langkah 5M Aktivitas Proses Hosnan Abidin (2014: 39-77) (2014: 133- Pembelajaran 141) Mengamati Mengamati merupakan kegiatan 1. Peserta didik peserta didik menggunakan panca melihat suatu indera untuk mencari informasi. objek atau benda Mengamati Mengamati (tanpa dan dengan merupakan merupakan alat) yang sudah kegiatan yang kegiatan yang disediakan oleh merangsang rasa mengajak guru. keingintahuan peserta didik peserta didik untuk menggunakan menemukan lima indera fakta bahawa melalui ada hubungan pengamatan antara objek langsung pada yang dianalisis objek yang akan dengan materi dipelajari mena- pembelajaran nya. uyang digunakan oeh guru untuk memenuhi rasa ingin tahu peserta didik. Menanya merupakan kegiatan 1. Peserta didik 17

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Menanya mengungkapkan apa yang ingin mampu membuat diketahui tentang informasi yang danmengajukan tidak dipahami dengan mengajukan pertanyaaan. pertanyaan menggunakan bahasa 2. Peserta didik yang baik dan benar. mampu melakukan Menanya Menanya tanya jawab merupakan merupakan dengan peserta kegiatan kegiatan didik lainnya. mengajukan membangkitkan pertanyaan keterampilan tentang informasi peserta yang dapat berdiskusi didik tidak dalam berbicara, dipahami 3. Peserta didik dengan peserta didik lain tentang informasi yang dari mengajukan apa yang diamati pertanyaan, dan belum dipahami atau dan informasi pertanyaan memberikan untuk jawaban secara tambahan yang mendapatkan logis, sistematis, ingin diketahui. informasi dan tambahan tentang menggunakan apa yang diamati. bahasa yang baik dan benar. Menalar merupakan kegiatan belajar peserta didik memproses informasi dapat mengolah yang didapat dari observasi untuk informasi yang memperoleh sebuah pengetahuan sudah Menalar Menalar adalah dikumpulkan. merupakan proses proses Menalar 1. Peserta didik berpikir berpikir yang logis dan yang logis dan sistematis sistematis fakta-fakta empiris atas yang dapat dapat menganalisis data dalam bentuk atas fakta-fakta emperis 2. Peserta didik yang membuat kategori. 18

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dapat diobservasi diobservasi 3. Peserta didik untuk untuk dapat memperoleh memperoleh mengasosiasikan simpulan berupa seimpulan atau pengetahuan. berupa menghubungkan pengetahuan. fenomena/ informasi yang terkait dalam rangka menemukan sesuatu pola dan menyimpulkanny a. Mencoba merupakan kegiatan peserta didik mengumpulkan atau memahami mencari konsep-konsep informasi untuk memperoleh data atau informasi yang kaitanya untuk dalam kehidupan memperoleh informasi dengan data atau melakukan percobaan. Mencoba 1. Peserta didik sehari-hari. 2. Peserta didik Mencoba Mencoba melakukan merupakan merupakan kegiatan kegiatan terinci kegiatan untuk menganalisis data yang memperoleh dalam bentuk direncanakan hasil membuat untuk yang nyata atau katagori/menyim menghasilkan otentik pulkan hasil data belajar dengan untuk melakukan analisis. menjawab suatu percobaan. masalah atau menguji suatu hipotesis. 19

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Mengkomunikasikan kegiatan Mengkomunika sikan peserta merupakan 1. Peserta didik didik mempu menyampaikan hasil pekerjaan yang menyajikan telah disusun baik secara bersama- laporan dalam sama dalam kelompok atau secara bentuk bagan, individu diagram, atau dari hasil kesimpulan secara lisan, tertulis, atau media lainnya. grafik. 2. Peserta didik dapat menyusun laporan tertulis. 3. Peserta didik dapat menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan yang disampaikan secara lisan maupun tulisan. Mengkomunikasi kan Mengkomunikas merupakan ikan kegiatan kemampuan menyampaikan menyampaikan hasil pekerjaan hasil kegiatan peserta didik yang telah yang telah dilaksanakan disusun baik baik secara lisan secara bersama- maupun tulisan. sama dalam kelompok secara dari atau individu hasil kesimpulan yang 20

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dibuat bersama baik disampaikan secara lisan, tertulis, atau media lainnya. 2.1 Lima Langkah Pendekatan Saintifik 2.1.2.3 Kreteria Proses Pembelajaran Dalam Pendekatan Saintifik Dalam pendekatan saintifik yang diterapkan memiliki kekhasan tersendiri. Menurut Hosnan (2014: 38) pendekatan saintifik mempunyai kriteria proses pembelajaran sebagai berikut: 1. Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu, bukan sebatas kira-kira khayalan legenda, atau dongeng semata. 2. Penjelasan guru, respon siswa dan interkasi edukatif guru-siswa terbebas dari prasangka yang serta merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis. 3. Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran. 4. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu berpikir hipotetik dalam meliat perbedaan kesamaan, dan tautan satu sama lain dari materi pembelajaran. 5. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon materi pembelajaran. 6. Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggungjawabkan. 7. Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menarik sistem penyajiannya. 21

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dalam kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik juga memiliki beberapa prinsip antara lain sebagai berikut (Hosnan, 2014: 37): 1. Pembelajaran berpusat pada siswa. 2. Pembelajaran membentuk student self concept. 3. Pembelajaran terhindar dari verbalisme. 4. Pembelajaran memberikan kesempatan pada siswa untuk mengasimilai dan mengakomodasi konsep, ukum, dan prinsip. 5. Pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berpikir siswa. 6. Pembelajaran meningkatkan motivasi belajar siswa dan mengajar guru. 7. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih kemampuan dalam komunikasi. 8. Adanya proses validasi terhadap konsep, hukum, dan prinsip yang dikonstruksi siswa dalam struktur kognitifnya.. 2.1.2.4 Model-model Pembelajaran Saintifik 1. Model Pembelajaran Inkuiri Model pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekannkan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan (Jumanta, 2016: 132). Proses pembelajaran inkuiri dilakukan melalui tahapan-tahapan agar mempermudah guru melaksanakan pembelajaran di kelas dan setiap metode pembelajaran tahu terdapat langkah-langkah yang sudah tersususn secara runtut yang digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaannya. (Jumanta, 2012: 134) mengemukakan langkah-langkah model pembelajaran inkuiri sebagai berikut: 1.) Orientasi.Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif. Pada langkah ini guru mengkondisikan peserta didik siap melaksanakan proses pembelajaran. 2.) Merumuskan masalah.Merumuskan masalah merupakan langkah membawa peserta didik pada sesuatu persoalan yang mengandung teka-teki. 3.) Mengajukan hipotesis.Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. 22

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.) Mengumpulkan data.Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan mengkaji hipotesis yang diajukan. 5.) Menguji hipotesis. Mengkaji hipotesis adalah proses menentukan jawabanyang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. 6.) Merumuskan kesimpulan. Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. 2. Model Pembelajaran Reasoning and Problem Solving Model pembelajaran reasoning and problem solving adalah aktivitas problem solving yang diawali dengan konfrontasi dan berakhir apabila sebuah jawaban telah diperoleh sesuai dengan kondisi masalah. Kemampuan pemecahan masalah dapat diwujudkan melalui kemampuan reasoning (Sentyasa, 2007: 8).Reasoning merupakan bagian berpikir yang berada di atas level memanggil (retensi), yang meliputi: basic thinking, critical thinking, dancreative thinking. Termasuk basic thinking adalah kemampuan memahami konsep. Kemampuankemapuan critical thinking adalah menguji, menghubungkan, dan mengevaluasi aspek-aspek yang fokus pada masalah, mengumpulkan dan mengorganisasi informasi, memvalidasi dan menganalisis informasi, mengingat dan mengasosiasikan informasi yang dipelajari sebelumnya, menentukan jawaban yang rasional, melukiskan kesimpulan yang valid, dan melakukan analisis dan refleksi. Kemampuan-kemampuan creative thinking adalah menghasilkan produk orisinil, efektif, dan kompleks, inventif, pensintesis, pembangkit, dan penerap ide.Problem adalah suatu situasi yang tak jelas jalan pemecahannya yang mengkonfrontasikan individu atau kelompok untuk menemukan jawaban dan problem solving adalah upaya individu atau kelompok untuk menemukan jawaban berdasarkan pengetahuan, pemahaman, keterampilan yang telah dimiliki sebelumnya dalam rangka memenuhi tuntutan situasi yang tak lumrah tersebut (Krulik & Rudnick, 1996). Jadi aktivitas problem solving diawali dengan konfrontasi dan berakhir apabila sebuah jawaban telah diperoleh sesuai dengan kondisi masalah.Kemampuan pemecahan masalah dapat diwujudkan melalui kemampuan reasoning. 23

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Model reasoning and problem solving dalam pembelajaran memiliki lima langkah pembelajaran (Krulik & Rudnick, 1996), yaitu: (1) membaca dan berpikir (mengidentifikasi fakta dan masalah, memvisualisasikan situasi, mendeskripsikan seting pemecahan, (2) mengeksplorasi dan merencanakan (pengorganisasian informasi, melukiskan diagram pemecahan, membuat tabel, grafik, atau gambar), (3) menseleksi strategi (menetapkan pola, menguji pola, simulasi atau eksperimen, reduksi atau ekspansi, deduksi logis, menulis persamaan), (4) menemukan jawaban (mengestimasi, menggunakan keterampilan komputasi, aljabar, dan geometri), (5) refleksi dan perluasan (mengoreksi jawaban, menemukan alternatif pemecahan lain, memperluas konsep dan generalisasi, mendiskusikan pemecahan, memformulasikan masalah-masalah variatif yang orisinil). 3. Model Pembelajaran Project Based Learning Menurut Sufaroh (2016:8-9), langkah dalam model Project Based Learningterdiri atas: (1) menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek. Tahap ini sebagai langkah awal agar peserta didik mengamati lebih dalam terhadap pertanyaa yang muncul dari fenomena yang ada, (2) mendesain perencanaan proyek. Sebagai langkah nyata menjawab pertanyaan yang ada disusunlah suatu perencanaan proyek bisa melalui percobaan, (3) menyusun jadwal sebagai langkah nyata dari sebuah proyek. Penjadwalan sangat penting agar proyek yang dikerjakan sesuai dengan waktu yang tersedia dan sesuai dengan target, (4) memonitor kegiatan dan perkembangan proyek. Guru melakukan monitoring terhadap pelaksanaan dan perkembangan proyek. Peserta didik mengevaluasi proyek yang sedang dikerjakan, (5) menguji hasil. Fakta dan data percobaan atau penelitian dihubungkan dengan berbagai data lain dari berbagai sumber, (6)mengevaluasi kegiatan/pengalaman. Tahap ini dilakukan untuk mengevaluasi kegiatan sebagai acuan perbaikan untuk tugas proyek pada mata pelajaran yang sama atau mata pelajaran lain. 2.1.3 Pembelajaran Tematik di Kelas I SD Pada sub bab ini akan membahas tentang pengertian pembelajaran tematik, ciri khas tematik, karakteristik tematik, dan materi pembelajaran kelas I tema 6, subtema 1, pembelajaran 6. 24

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.3.1 Pengertian Pembelajaran Tematik Menurut Triyanto (2009: 117), pembelajaran tematik merupakan gabungan antara berbagai bidang kajian, misalnya di bidang IPA, Matematika, Pendidikan Agama, IPS dan lainnya, maka dalam pelaksanaannya tidak lagi terpisah-pisah melainkan menjadi satu kesatuan (holistic) dan keterpaduan (intergralistic). Rusman (2013: 254) menjelaskan bahwa pembelajaran tematik adalah model dalam pembelajaran terpadu (intergrated instruction) yang merupakan salah satu system pembelajaran yang memungkinkan peserta didik, baik secara individual maupun kelompok, aktif mengenali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara autentik, holistik, dan bermakna. Selanjutnya Majid (2014: 87) menyatakan bahwa pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema-tema tertentu. Berdasarkan pengertian diatas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang dirancang dengan menggabungkan berbagai bidang kajian yang memungkinkan peserta didik, baik secara individual maupun kelompok, aktif mengenali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara autentik, holistik, dan bermakna. 2.1.3.2 Ciri Khas Pembelajaran Tematik Jaskarti (2007: 45) menyebutkan ciri khas pembelajaran tematik antara lain: pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar, kegiatan yang dipilih dalam proses pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan peserta didik, kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi peserta didik sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama, membantu mengarahkan keterampilan berpikir peserta didik, dan mengembangakan keterampilan sosial peserta didik seperti kerjasama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain. Jadi, pembelajaran tematik dapat memberikan suatu pengalaman kepada peserta di dengan adanya kegiatan belajar mengajar yang di laksanakan.Pembelajaran tematik diharapkan memberikan pendidikan yang sifatnya adil bagi peserta didik sesuai dengan perkembangan, kemampuan, minat dan kebutuhan. 25

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.3.3 Karakteristik Pembelajaran Tematik Kemendikbud (2014: 56) menyebutkan karakteristik pembelajaran tematik yang diterapkan di sekolah dasar ibtidaiyah, yaitu: berpusat pada peserta didik, memberikan pengalaman langsung, pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas, menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran bersifat fleksibel, menggunakan prinsip belajar sambil bermain menyenangkan. Berdasarkan pendapat tentang karakteristik tematik tersebut, peneliti menyimpulkan karakteristik pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang menggunakan tema untuk mengaitkan mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya. Pembelajaran tematik harus dipahami terlebih dahulu oleh guru sehingga membuat dan merencanakan pembelajaran yang sesuai. 2.1.3.4 Pembelajaran Tematik di Kelas I Tema 6, Subtema 1, Pembelajaran 6 Pada materi pembelajaran kelas I tema 6, subtema 1, pembelajaran 6 terdapat dua mata pelajaran yaitu PPkn mengenai aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari, Bahasa Indonesia mengenai ungkapan ajakan, perintah, dan terima kasih kepada orang lain dengan menggunakan Bahasa yang santun secara lisan dan tulisan. Peneliti akan menguraikan satu persatu materi dari kedua mata pelajaran tersebut. Bahasa Indonesia: Ungkapan tolong, perintah, dan terima kasih a.)Ungkapan Tolong (Permintaan) Ungkapan tolong adalah meminta seseorang untuk melakukan sesuatu bukan berarti memaksa orang tersebut untuk menuruti apapun permintaan kita. Katakata yang sering digunakan adalah kalimat permintaan adalah tolong. b.) Ungkapan Terima Kasih Ungkapan terima kasih adalah mengucap syukur, melahirkan rasa syukur atau membalas budi setelah menerima kebaikan seseorang. c.) Ungkapan Perintah Ungkapan perintah adalah perkataan yang bermaksud menyuruh melakukan sesuatu atau suruhan. 26

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d.) Ungkapan Ajakan Ungkapan ajakan adalah meminta(menyilakan, menyuruh) supaya turut (datang dan sebagainya). PPkn: Aturan-aturan di rumah: Rumah adalah tempat berlindung dari panasnya matahari dan dinginnya angin malam rumah juga tempat berkumpul bersama keluarga di setiap rumah mempunyai tata tertib atau aturan yang berbeda beda.Aturan adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan dan taati, agar tercipta hidup yang disiplin. Untuk itu harus selalu melaksanakan aturan-aturan yang ada yang telah dibuat. Adapun aturan aturan tersebut yaitu : a.) Merapikan tempat tidur setiap hari. b.) Setelah bangun tidur berdoa. c.) Sarapan bersama keluarga. d.) Merapikan kembali sepatu yang telah digunakan saat pulang sekolah. e.) Menaruh pakaian kotor pada tempat yang telah di sediakan. g.) Bermain sesuai dengan waktu. 2.1.4 Karakteristik Perkembangan Peserta Didik Kelas I 2.1.4.1 Tahap Perkembangan Anak Sepanjang jenjang kehidupan manusia, semanjak awal kehidupan dari lahir sampai meninggal dunia, manusia selalu mengalami perubahan, baik perubahan dalam bentuk fisik maupun kemampuan mental psikologis, perubahanperubahan tersebut terus berlangsung karena terjadinya pertumbuhan dan perkembangan pada dirinya. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan suatu proses tahapan hidup manusia yang tidak terpisahkan anatara yang satu dengan yang lainnya. Pertumbuhan merupakan suatu proses perubahan psikologis dari proses kematangan secara normal dalam perubahan fisik maupun psikisnya. Seperti bertambah berat badan, bertambah tinggi badan dan lain sebainya. Sedangkan perkembangan memiliki pengertian proses perubahan kualitatif yang mengacu pada kualitas fungsi-fungsi organ jasmaniah dan bukan pada organ jasmani tersebut sehingga penekanan arti perkembangan terletak pada 27

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI penyempurnaan fungsi psikologis (Agustina, 2014: 2). Kehidupan manusia berlangsung dari beragam fase kehidupan, dimulai dari manusia lahir hingga fase tua. Pada tiap fase ini manusia mengalami perubahan yang berlangsung secara kesinambungan. Menurut Santrock dalam (Agustina, 2014: 27) periode perkembangan itu terdiri atas tiga periode, yaitu anak (childhood), remaja (adelescence) dan dewasa (adulthood). Dari ketiga aspek ini diklarifikasikan lagi menjadi beberapa periode yaitu : (1) periode anak sebelum kelahiran (prenatal), masa bayi (infacy), masa awal remaja (early adulthood), masa pertengahan dewasa (midle adulthood), dan masa akhir dewasa (lateadulthood). Dan di setiap periode ini memiliki tugasnya masing-masing. Tugas ditiap periode ini akan dilewati anak dalam proses yang sama, namun tidak harus dalam umur yang sama pula. Piaget dalam (Nurgiyantoro, 2005: 50) membedakan perkembangan intelektual anak dalam empat tahapan. Tiap tahapan memiliki karakteristik yang membedakan dengan tahapan lain. Tahapan tersebut meliputi: tahap sensorimotor, tahap praoperasional, tahap operasi konkret, dan tahap operasional formal. 1) Tahap sensorimotor (the sensorymotor periode, 0-2 tahun). Tahap ini merupakan tahapan pertama dalam perkembangan kognitif anak. Tahap sensorimotor terjadi berdasarkan informasi dari indera (senses) dan bodi (motor). Karakteristik utama dalam tahap ini adalah bahwa anak belajar lewat koodirnasi persepsi indra dan aktivitas motor serta mengembangkan pemahaman sebab-akibat atau hubungan-hubungan berdasarkan sesuatu yang diraih atau dapat berkontak langsung. Anak mulai memahami hubungan dengan orang lain, mengembangkan pemahaman objek secara permanen. Pada usia anak 1-2 tahun, anak pada tahapan ini menyukai aktivitas atau permainan bunyi yang mengandung perulangan-perulangan yang ritmis. Anak menyukai bunyi-bunyian yang bersajak dan berirama. Permainan bunyi yang dimaksud dapat berupa nyanyian, kata-kata yang dinyanyikan, atau kata-kata biasa dalam perkataan yang tidak diragukan (Nurgiyantoro, 2005: 50) 2) Tahap praoperasional (the preoperational periode, 2-7 tahun). Dalam tahap ini anak mulai dapat “mengoperasikan” sesuatu yang sudah mencerminkan 28

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI aktivitas mental dan tidak lagi semata-mata bersifat fisik. Karakteristik dalam tahapan ini antara lain adalah bahwa (i) Anak mulai belajar mengaktualisasi dirinya lewat bahasa, bermain, dan menggambar (corat-coret), (ii) Jalan pikiran anak masih bersifat egosentris, menempatkan dirinya sebagai pusat dunia, yang didasarkan persepsi segera dan pengalaman langsung karena masih kesulitan menempatkan dirinya di antara orang lain. Anak tidak dapat memahami sesuatu dari sudut pandang orang lain, (iii) Anak mempergunakan simbol dengan cara elementer yang awalnya lewat gerakan-gerakan tertentu dan kemudian lewat bahasa dalam pembicaraan, (iv) Pada masa ini anak mengalami proses asimilasi di mana anak mengasimilasikan sesuatu yang didengar, dilihat, dan dirasakan dengan menerima ide-ide tersebut ke dalam suatu bentuk skema di dalam kognisinya (Nurgiyantoro, 2005: 51). 3) Tahap oprasional konkret (the concrete operational, 7-11 tahun). Pada tahap ini anak mulai dapat memahami logika secara stabil. Karakteristik anak pada tahap ini antara lain adalah (i) Anak dapat membuat klarifikasi sederhana, menglarifikasikan objek berdasarkan sifat-sifat umum, misalnya klarifikasi warna, klarifikasi karakter tertentu. (ii) Anak dapat membuat urutan sesuatu secara semstinya, mengurutkan abjat, angka, besar-kecil, dan lain-lain. (iii) Anak mulai dapat mengembangkan imajinasi ke masa lalu dan masa depan ; adanya perkembangan dari pola berpikir yang egosentris menajadi mudah untuk mengidentifikasikan sesuatu dengan sudut pandang berbeda. (iv) Anak mulai dapat berpikir argumentatif dan memecahkan masalah sederhana, ada kecenderungan memperoleh ide-ide sebagaimana yang dilakukan oleh orang dewasa, namun dapat berpikir tentang sesuatu yang abstrak karena jalan pikirnya terbatas pada situasi yang konkret (Nurgiyantoro, 2005: 52). 4) Tahap operasi formal (the formal operational, 11 atau 12 tahun ke atas). Pada tahap ini, tahap awal adolesen, anak sudah mampu berpikir abstrak. Karakteristik penting dalam tahap ini anatara lain adalah (i) anak sudah mampu berpikir “secara ilmiah”, berpikir teoritis, berargumentasi dan menguji hipotesis yang mengutamakan kemampuan berpikir. (ii) anak sudah mampu memecahkan masalah secara logis dengan melibatkan masalah yang terkait 29

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (Nurgiyantoro, 2005: 53). Berdasarkan penjelasan di atas mengenai pengertian tahap perkembangan anak. Anak kelas 1 SD masuk dalam tahap operasional konkret. Pendekatan saintifik yang memiliki langkah-langkah mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan; membantu peserta didik untuk berpikir dan memecahkan masalah sesuai materi yang diajarkan oleh guru. 2.2 Penelitian yang Relevan Berikut ini merupakan hasil penelitian yang relevan bersangkutan dengan prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD. 2.2.1 Penelitian tentang Pendekatan Saintifik Indah Haryati, (2016) melakukan penelitian mengenai Analisis Proses Perencanaan Pembelajaran Tematik Menggunakan Pendekatan Saintifik di SD Negeri Monggang, Sewon, Bantul Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis proses perencanaan pembelajaran tematik menggunakan pendekatan saintifik, kendala yang dialami guru dalam membuat perencanaan pembelajaran tematik menggunakan pendekatan saintifik, serta upaya guru dalam mengatasi kendala yang dihadapi dalam membuat perencanaan pembelajaran tematik menggunakan pendekatan saintifik di SD Negeri Monggang Kec. Sewon Kab. Bantul Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan analisis dokumen. Proses analisis data dimulai dari menelaah seluruh data hasil wawancara dengan perangkat pembelajaran tematik. Setelah itu, dilanjutkan dengan mengadakan reduksi data ke dalam tabel dan verifikasi untuk mengambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membuat perencanaan pembelajaran tematik dengan cara menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dengan berdasarkan pada silabus yang telah disediakan oleh pihak sekolah. Kendala yang dialami guru dalam membuat perencanaan pembelajaran tematik menggunakan pendekatan saintifik yaitu guru masih kesulitan dalam mengaitkan kompetensi dasar dari beberapa mata pelajaran. Selain itu, penerapan pendekatan saintifik juga masih bersifat sederhana. Upaya untuk mengatasi 30

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kendala tersebut adalah guru tetap menerapkan langkah-langkah pendekatan saintifik serta membuat perencanaan pembelajaran sendiri untuk bagian-bagian yang tidak dapat dipadukan. 2.2.2 Penelitian tentang Pembelajaran Tematik Rikha Ari, (2016) melakukan penelitian mengenai Pengembangan Media Buku Besar Big Book Cerita Berkuis ( Cekris ) Pada Pembelajaran Tematik Bagi Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar.Berdasarkan hasil analisis kebutuhan di SD Muhammadiyah 9 Malang, guru sudah menggunakan media pembelajaran akan tetapi media yang digunakan merupakan media yang sudah ada pada buku. Hal ini terlihat dengan kurangnya mendukung kegemaran peserta didik untuk membaca sangat sulit sekali. Penelitian mengembangkan Borg and Gallyang bersifat deskriptif dengan menunjukkan langkah-langkah pembuatan produk. Media pembelajaran yang telah dikembangkan divalidasi memalui 3 ahli yakni ahli media pembelajaran, ahli materi tematik, dan ahli pembelajaran tematik serta uji coba pada peserta didik. Data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan kualitas media berdasarkan validasi media, validasi ahli materi dan validasi ahli pembelajaran memiliki katagori sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil presentase yang dihasilkan oleh ahli media sebesar 91% ahli materi 92.85%, ahli pembelajaran 94.2% sedangkan respon siswa pada kelompok kecil 93.33% dan kelompok besar sebesar 97.66% secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa media Buku Besar Big Book Cerita Berkuis (Cerkis) “sangat layak” sebagai alternatif media pembelajaran tematik. 2.2.3 Penelitian tentang Prototipe Buku Maria Krusita, (2018) melakukan penelitian mengenai Pengembangan Prototipe Buku Penerapan Nilai-nilai Vinsensian Dalam Pembelajaran Kurikulum 2013 di Kelas 1 SD. Penelitian ini dilakukan karena ke khasan pendidikan karakter yang diterapkan di Yayasan Santa Lousia berupa pendidikan nilai Vinsensian. Masalah yang ditemukan oleh peneliti terkait dengan pendidikan nilai Vinsensian adalah pendidikan tersebut diberikan pada jam pelajaran 31

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tersendiri (35 menit per minggu) tidak terintegrasi dalam materi-materi pembelajaran pada Kurikulum 2013. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research & Development dengan mengadopsi enam langkah-langkah penelitian menurut Borg and Gall, yaitu 1.) potensi dan masalah, 2.) mengumpulkan informasi, 3.) desain produk, 4.) validasi desain, 5.) perbaikan desain, 6.) uji coba produk, hingga menghasilkan desain produk final berupa perangkat pembelajaran yang mengacu pada kurikulum 2013 untuk siswa kelas 1 sekolah dasar. Hasil validasi dua orang pakar kurikulum 2013 dan dua guru kelas 1 SD peneliti memperoleh skor sebesar 3,98 dari rentang skor 1 s/d 5, dengan kategori “Baik”. Skor tersebut menunjukan bahwa Pengembangan Prototipe Buku Penerapan Nilainilai Vinsensian Dalam Pembelajaran Kurikulum 2013 di Kelas 1 SD memiliki kualitas “Baik” dan layak diuji coba. 32

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Maria Krusita, (2018) Indah Haryati, (2016) Pengembangan Prototipe Buku Penerapan Nilainilai Vinsensian Dalam Pembelajaran Kurikulum 2013 di Kelas 1 SD Analisis Proses Perencanaan Pembelajaran Tematik Menggunakan Pendekatan Saintifik di SD Negeri Monggang, Sewon, Bantul Yogyakarta Peneliti terispirasi dari penelitian milik Maria mengenai pendekatan prototipe buku Peneliti terispirasi dari penelitian milik Indah mengenai pembelajaran saintifik Rikha Ari, (2015) Pengembangan Medi a Buku Besar Big Book Cerita Berkuis (Cekris) Pada Pembelajaran Tematik Bagi Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Peneliti terispirasi dari penelitian milik Rikha mengenai tematik Pengembangan Prototipe Buku Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Tematik Kelas 1 SD Gambar 2.1 Peneliti yang Relevan 2.3 Kerangka Berpikir Ke khasan kurikulum 2013 yaitu pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik adalah pembelajaran yang melalui tahapan-tahapan 5M yang membuat peserta didik aktif di dalam kelas. Berdasarkan hasil wawancara kepada dua guru kelas I, peneliti mendapat informasi bahwa mereka mengalami kesulitan dalam menerapkan 5M. Selain itu, guru mengalami kesulitan dalam mengkondisikan peserta didik. Pendekatan saintifik merupakan suatu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan intelek, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik yang melibatkan keaktifan dan keterampilan peserta didik meliputi 5M yaitu mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan. Guru dapat melakukan pembelajaran menggunakan langkah-langkah ilmiah dengan 33

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menggunakan 5M yang meliputi mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan untuk memudahkan guru dalam proses belajar mengajar di kelas dan peserta didik menyelesaikan suatu masalah secara sistematik dan mengembangkan karakter peserta didik. Oleh sebab itu, peneliti terinspirasi untuk membuat prototipe buku sederhana yang memuat penjelasan mengenai pendekatan saintifik dan contoh penerapan kegiatan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik. Prototipe disusun oleh peneliti yang berjudul “Prototipe Buku Pendekatan Saintifik Dalam Pembelajaran Tematik Kelas I SD (Tema 6, Subtema 1, Pembelajaran 6)”. Dengan adanya prototipe buku ini diharapkan dapat membantu guru dalam menerapkan pendekatan saintifik dan meningkatkan pemahaman guru mengenai pendekatan saintifik. 2.4 Pertanyaan Penelitian 2.4.1 Bagaimana prosedur pengembangan prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6)? 2.4.2 Bagaimana kualitas prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas ISD menurut guru kelas I SD (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6) ? 2.4.3 Bagaimana kualitas prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD menurut hasil uji coba pada peserta didik kelas I SD (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6? 2.4.4 Langkah-langkah pendekatan saintifik manakah yang sulit dilakukan peserta didik kelas I SD (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6)? 34

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Uraian dalam bab ini berisi jenis penelitian, setting penelitian, prosedur pengembangan, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, dan teknik analisis data. 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Menurut Borg & Gall dalam Setyosari (2012: 222) penelitian pengembangan merupakan suatu proses yang dipakai untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan dengan mengikuti langkahlangkah secara siklus. Langkah penelitian atau proses pengembangan ini terdiri dari kajian tentang temuan penelitian produk yang akan dikembangkan, mengembangkan produk berdasarkan temuan tersebut, melakukan uji coba lapangan, dan kemudian menguji keefektifannya supaya dapat berfungsi dengan sesuai. Adapun langkah-langkah penelitian dan pengembangan sebagai berikut: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data yaitu wawancara dan kuesioner, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, (10) produksi massal. Penelitian ini disebut penelitian pengembangan(Research and Development) karena peneliti menghasilkan dan mengembangkan suatu produk berupa prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6). Setelah itu peneliti menguji keefektifan produk tersebut di sekolah dasar. 3.2 Setting Penelitian Pada setting penelitian ini akan dibahas mengenai tempat penelitian, subjek penelitian, objek penelitian, dan waktu penelitian. 3.2.1 Tempat Penelitian Tempat pengambilan data yang digunakan untuk peneliti di SD Budya Wacana yang terletak di Jalan Kranggan No. 11 Jetis, Yogyakarta. Peneliti memilih SD tersebut karena menggunakan kurikulum 2013, selain itu juga 35

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI terdapat dua kelas pararel yang memudahkan peneliti dalam melakukan penelitian. 3.2.2 Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh guru kelas I SD. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru kelas I SD Budya Wacana.Guru yang dipilih berjumlah dua guru yang terdiri dari dua guru putri. 3.2.3 Objek Penelitian Objek dari penelitian ini adalah produk yang berupa prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran.Prototipe buku tersebut terdiri dari dua bagian.Bagian pertama mengenai deskripsi tentang pendekatan saintifik dan bagian yang kedua berisi penerapan kegiatan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I pada tema 6, subtema 1, pembelajaran 6. 3.2.4 Waktu Penelitian Penelitian dan pengembangan ini dilakukan pada bulan Juli 2017 hingga Juni 2018. Penelitianini pengembangan produk berupa prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD ini berlangsung kurang lebih selama sepuluh bulan. 3.3 Prosedur Pengembangan Prosedur pengembangan ini menggunakan tahapan menurut Borg &Gall yang memuat 10 langkah penggunaan metode penelitian, yaitu: 1) analisis masalah, 2) pengumpulan data, 3) pengembangan produk, 4) validasi produk, 5) revisi produk, 6) uji coba produk, 7) uji coba produk, 8) revisi desain, 9) revisi produk, 10) produksi masal. Hasil dari penelitian pengembangan ini berupa prototipe buku penerapan pendekatan saintifik. 36

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 3.1 Langkah-Langkah Penggunaan Metode Research and Development Peneliti hanya menggunakan 6 langkah dalam penelitian ini, yaitu (1)potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk. Dengan 6 langkah pengembangan tersebut, akan dihasilkan produk berupa prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6). Prosedur penelitian dan pengembangan akan dijelaskan pada bagan berikut: 37

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pengembangan Prototipe Buku Penerapan Pendekatan Saintifik Dalam Pembelajaran Tematik Kelas I SD. Langkah 1 Potensi dan Masalah Langkah 2 Pengumpulan Data Langkah 3 Desain Produk Langkah 4 Validasi Desain Langkah 5 Revisi Desain Potensi: pendekatan saintifik merupakan salah satu kekhasan kurikulum 2013. Masalah: masih banyak guru yang kesulitan dalam mengaplikasikan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik di kelas I SD. Wawancara dengan guru kelas I. Pembagian kuisoner pra penelitian. Membuat kisi-kisi prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pemebelajaran kelas I (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6). Prototipe buku yang telah disusun, kemudian divalidasi oleh guru kelas I. Revisi prototipe buku berdasarkan kritik dan saran guru kelas I. Langkah 6 Uji Coba Produk Uji coba produk yang telah direvisi Gambar 3.2 Prosedur Penelitian dan Pengembangan yang Diterapkan Peneliti 38

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.3.1 Potensi dan Masalah Penelitian dimulai dari adanya sebuah potensi dan masalah yang dapat kita temukan di lapangan.Potensi pada penelitian ini terlatak pada pendekatan saintifik dan pembelajaran tematik yang merupakan salah satu ke khasan krikulum 2013.Peneliti melakukan wawancara kepada dua guru kelas I di SD Budya Wacana sebanyak dua kali.Analisis kebutuhan yang guru lakukan dengan pembagian kuesioner.Dengan adanya pembangian kuisoner bertujuan untuk mengetahui apakah guru memerlukan prototipe buku yang memuat pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik.Karena itu, guru juga menghendaki adanya prototipe buku yang memuat pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik yang bisa dikembangkan untuk bisa mencapai tujuan yang diinginkan yang mengacu pada pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik. 3.3.2 Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan membagikan kuesioner.Wawancara dilakukan sebanyak dua kali dengan dua guru kelas I di SD Budya Wacana. Kuisoner dibagikan pada enam guru kelas bawah di SD yang berbeda, yaitu SD Budya Wacana, SD Negeri Nogopuro, SD Negeri Ambarukmo, SD Nusa Tunggal, dan SD Negeri Sampangan.Untuk membantu kebutuhan dari guru dalam mengajar menggunakan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik. 3.3.3 Desain Produk Pada tahap desain produk, peneliti menyusun produk berupa prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD. Prototipe buku tersebut terdiri dari dua bagian. Bagian pertama mengenai penjelasan tentang pendekatan saintifik dan bagian kedua berisi mengenai penerapan kegiatan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD pada tema 6, subtema 1, pembelajaran 6. Berikut kisi-kisi pembuatan prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6). 39

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI . No Teks dalam buku Deskripsi Ilustrasi Gambar 1. Judul “ Prototipe Buku Penerapan Anak sedang Cover Pendekatan Saintifik Dalam belajar. Pembelajaran Tematik Kelas 1 SD (Tema 6, Subtema 1, Pembelajaran 6). 2. Kata Pengantar Uraian tentang isi buku dan ucapan - terima kasih. 3. Bagian 1 Pengertian ysng pendekatan terdiri dari saintifik Anak sedang kegiatan belajar mengamati, menanya, mencoba, berdiskusi menalar,dan mengkomunikasikan. bersama teman kelompoknya sambil bertanya kepada guru. Bagian 2 Materi tematik tema 6, subtema 1, Ada empat pembelajarn 6 yang terdiri dari kegiatan anak Pkn dan Bahasa Indonesia disertai yang salah penerapan kegiatan pendekatan satunya adalah saintifik. kegiatan saintifik. Penelian Penilaian kegiatan penerapan - Berisi buku-buku yang mendukung - pendekatan saintifik 4. Kepustakaan tentang pendekatan saintifik dan sumber-sumber dari internet. 5.. Biodata Singkat Riwayat singkat penulis. Foto Penulis Tabel 3.1 Kisi-kisi Pembuatan Prototipe Buku 40

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.3.4 Validasi Desain Validasi ahli dilakukan untuk mengetahui kualitas produk yang dikembangkan berupa prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6).Validasi ahli dilakukan oleh guru kelas I. Penilaian pada produk yang dikembangkan oleh peneliti melalui saran oleh guru kelas I untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan produk yang akan dikembangkan oleh peneliti. 3.3.5 Revisi Desain Revisi desain bertujuan untuk mendapatkan desain produk yang baik dan layak untuk dikembangkan. Peneliti telah melakukan revisi desain berdasarkan validasi yang telah dilakukan oleh dua validator. Saran yang didapat dari dua validator digunakan untuk memperbaiki desain produk berupa prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6). 3.3.6 Uji Coba Produk Uji coba produk dilakukan setelah produk direvisi dan diuji cobakan. Uji coba produk dilakukan di kelas I.2 SD Budya Wacana Yogyakarta. Uji coba produk dilakukan dengan menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6). 3.4 Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data bertujuan untuk memperoleh informasi tentang permasalahan berdasarkan kenyataan yang ada. Teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti interview (wawancara), kuesioner (angket), observasi (pengamatan), dan gabungan ketiganya (Sugiono, 2009: 137). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan kuesioner. 3.4.1 Wawancara Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan tanya jawab (Arifin, 2011: 233). Tanya jawab ini bisa secara langsung maupun tidak langsung. Wawancara memerlukan sebuah narasumber. Tujuan dari wawancara sendiri adalah untuk menggali sebuah informasi. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data untuk menemukan sebuah 41

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI permasalahan yangdijadikan untuk penelitian, dengan jumlah respondennya sedikit (Sugiyono, 2009: 137). Sudaryono (2016: 82) menjelaskan pengertian wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya. Wawancara ini digunakan bila ingin mengetahui hal-hal dari responden secara lebih mendalam serta jumlah responden yang sedikit. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dalam penelitian ini dilakukan kepada dua guru kelas I. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi bahwa mereka mengalami kesulitan dalam menerapkan 5M, dan tema/ subtema/ pembelajaran manakah yang kiranya membutuhkan contoh pedoman penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik. 3.4.2 Kuesioner Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2009: 142). Peneliti menggunakan kuesioner dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data mengenai analisis kebutuhan guru terkait dengan produk. Kuesioner diberikan kepada enam guru di kelas bawah di SD yang berbeda yaitu SD Budya Wacana, SD Ambarukmo, SD Negeri Nusa Tunggal. Pembagian kuesioner untuk memperoleh analisis kebutuhan terkait dengan produk. Selain itu, kuesioner validasi produk ditujukan kepada guru kelas I SD untuk menilai kelayakan produk berupa prototipe buku yang telah dibuat. 3.5 Instrumen Penelitian Peneliti menggunakan beberapa instrumen dalam penelitian ini diantaranya instrumen analisis kebutuhan dan instrumen validasi produk. 3.5.1 Instrumen Analisis Kebutuhan Peneliti menggunakan beberapa instrumen analisis kebutuhan dalam penelitian ini diantaranya kisi-kisi wawancara dan kisi-kisi kuesioner. 3.5.1.1 Pedoman Wawancara Wawancara dilakukan sebanyak dua kali dan ditujukan kepada guru kelas I SD Budya Wacana. Peneliti menggunakan pedoman wawancara permasalahan 42

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang akan ditanyakan kepada narasumber serta mendapatkan informasi yang dibutuhkan. No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kisi-Kisi Wawancara Sejauh mana Bapak/Ibu guru memahami pendekatan saintifik. Maksud kegiatan mengamati dalam pendekatan saintifik. Maksud kegiatan menanya dalam pendekatan saintifik. Maksud kegiatan mencoba dalam pendekatan saintifik. Maksud kegiatan menalar dalam pendekatan saintifik. Maksud kegiatan mengomunikasikan dalam pendekatan saintifik. Kegiatan yang paling sulit dilakukan sampai yang paling mudah dilakukan. Tabel 3.2 Kisi-Kisi Wawancara Nomor Item 1 2 3 4 5 6 7 3.5.1.2 Pedoman Kuesioner Peneliti menggunakan kuesioner sebagai pelengkap data penelitian tentang pembuatan prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik. Peneliti membagikan kuesioner kepada dua guru kelas I dengan lima daftar pertanyaan. Adapun kisi-kisi kuesioner yang dilakukan dengan guru kelas bawah dapat dilihat pada tabel berikut: No 1. 2. 3. 4. 5. Kisi-Kisi Kuesioner Perlukah panduan untuk membantu peserta didik menggunakan 5 inderanya dalam proses mengamati. Perlukah panduan untuk memancing siswa bertanya mengenai hasil pengamatan. Perlukah panduan untuk membantu siswa dalam mencoba hal baru. Perlukah panduan dalam mengaitkan kegiatan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Perlukah panduan untuk membantu siswa dalam menyampaikan hasil pengamatan. Tabel 3.3 Kisi-Kisi Kuesioner Nomor Item 1 2 3 4 5 43

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.5.2 Instrumen Validasi Produk Instrumen validasi produk oleh validator berupa kuesioner dilakukan untuk mengetahui kualitas produk. Kuesioner validasi produk berupa kuesioner tertutup dengan pilihan jawaban berskala likert. Rentang skala yang disediakan yaitu 1-4 dengan jawaban skala (1) sangat kurang baik, (2) kurang baik, (3) baik, (4) sangat baik. Validasi produk dilakukan oleh dua guru kelas I. Kuesioner berisi pernyataan yang berjumlah 15 butir. No 1. 2. 3. Aspek yang Dinilai Nomor Item Bahasa 1 Format penulisan prototipe buku 2 dan 3 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, Isi dan 15 Tabel 3.4 Aspek Penilaian Prototipe Buku 3.5.3 Instrumen Penilaian Uji Coba Terbatas Penilaian uji coba terbatas dilakukan oleh pengamat. Instrumen uji coba terbatas berupa kuesioner yang diisi oleh pengamat untuk mengetahui penerapan produk yang berupa prototipe buku dapat terlaksana atau tidak. Kuesioner berisi pernyataan yang berjumlah 15 butir. No Aspek 1. 2. 1. Mengamati 3. 4. 1. 2. Menanya 2. 3. Indikator Peserta didik mengamati cerita yang diberikan oleh guru. Peserta didik mendengarkan cerita yang diberikan oleh guru. Peserta didik mengidentifikasi aktivitas apa yang dilakukan dalam cerita tersebut Peserta didik dapat menggolongkan ungkapan ajakan, perintah, dan terima kasih. Peserta didik mampu membuat pertanyaan dari cerita dan gambar yang disediakan oleh guru. Peserta didik mampu mengajukan pertanyaan yang sudah dibuat kepada guru. Peserta didik mampu melakukan tanya jawab 44

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. 4. 5. dengan peserta didik lainnya. 4. Peserta didik dapat menuliskan daftr pertanyaan. 1. Peserta didik dapat mengurutkan aturan di pagi hari, siang, dan malam hari yang ada di rumah. 2. Peserta didik dapat menuliskan aturan di pagi hari, siang, dan malam hari yang ada di rumah. Mencoba 3. Peserta didik dapat menguraikan kalimat ungkapan ajakan, perintah, dan terima kasih dengan menggunakan bahasa yang santun. 4. Peserta didik dapat menghitung adakah kegiatan yang sama dilakukan oleh teman lainnya. 1. Peserta didik dapat membandingkan aturan di rumah Andi dengan aturan yang telah dilakukan di rumah. 2. Peserta didik dapat menyebutkan hasil wawancara dengan teman lain mengenai aturan yang dilakukan di rumah. Menalar 3. Peserta didik dapat menerapkan ungkapan ajakan, perintah, dan terima kasihdengan menggunakan bahsa yang santun secara lisan. 4. Peserta didik dapat mengetahui ungkapan ajakan, perintah, dan terima kasihdengan menggunakan bahsa yang santun secara lisan 1. Peserta didik dapat mempresentasikan hasil wawancara mengenai aturan yang ada di rumah. 2. Peserta didik dapat mempresentasikan hasil wawancara mengenai aturan yang ada di rumah dengan baik dan benar. Mengkomunikasikan 3. Peserta didik dapat dapat menyebutkan aturan yang dilakukan oleh temannya. 4. Peserta didik dapat menyampaikan hasil kesimpulan pembelajaran hari ini. Tabel 3.5 Kisi-Kisi Uji Coba Terbatas 3.6 Teknik Analisis Data Data yang diperoleh dalam penelitian ini bersifat kualitatif dan kuantitatif.Data kualitatif berupa komentar, kritik, dan saran yang telah dikemukakan oleh para validator.Data kuantitatif berupa skor penilaian yang diberikan oleh para validator yang melakukan validasi.Berikut pembahasan dari masing-masing tehnik analisis. 45

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.6.1 Analisis Data Kualitatif Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang berupa data kualitatif. Tehnik tersebut dilakukan dengan cara mengolah data yang didapat dari responden dan data hasil uji coba produk. Data kualitatif berupa komentar, kritik dan saran yang diberikan kepada guru kelas I SD. Data tersebut kemudian dianalisis sebagai dasar untuk memperbaiki dan mengetahui kelayakan produk yang akan dihasilkan. 3.6.2 Analisis Data Kuantitatif Data kuantitatif diperoleh dari hasil validasi produk oleh validator dan hasil uji coba yang diamati oleh pengamat. Analisis validasi produk dilakukan dengan menggunakan skala likert 1-4. Setiap skala dilengkapi dengan kriteria yang memudahkan penilai dalam memberikan penilaian. Data dianalisis oleh peneliti untuk mengetahui kelayakan produk yang telah disusun oleh peneliti. Pedoman penskoran yang digunakan peneliti adalah nilai skala 1-4. Peneliti tidak menggunakan skala 1-5 karena responden akan cenderung memilih alternatif jawaban yang ada ditengah yaitu 3, karena dirasa aman dan paling gampang (Arikunto, 2010: 284). Skala penilaian terhadap produk yang dikembangkan yaitu sangat baik (4), baik (3), tidak baik (2), sangat tidak baik (1). Setelah nilai diperoleh dari validator, maka dianalisis rerata skor dengan rumus sebagai berikut: Skor yang diperoleh kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif menggunakan tabel konversi nilai skala empat berdasarkan skala Likert. Berikut adalah tabel konversi data kuantitatif ke kualitatif menurut Widoyoko (2014: 144) yang disajikan dalam tabel berikut. Interval Skor 3,26 – 4,00 Kategori Sangat Baik 2,51 – 3,25 Baik Keterangan Keseluruhan instrumen sudah layak digunakan. Keseluruhan instrumen sudah layak digunakan namun perlu perbaikan. 46

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1,76 – 2,50 Kurang Keseluruhan instrumen kurang layak digunakan. 1,00 – 1,75 Sangat Kurang Keseluruhan instrumen tidak layak digunakan. Tabel 3.6 Konversi Data Kuantitatif ke Kualitatif Pada tahap uji coba terbatas, peneliti memperoleh data dari hasil uji coba yang diamati oleh pengamat. Pada hasil penilaian uji coba terdapat 20 pertanyaan untuk pengamat mengetahui berapa peserta didik yang melakukan pendekatan saintifik pada saat uji coba. Jawaban tersebut lalu dikonversikan menggunakan nilai skala empat. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk presentase dengan rumus sebagai berikut: Pada tahap uji coba produk, peneliti memperoleh data dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh pengamat. Pada lembar pengamatan terdapat 20 pertanyaan yang diisi oleh pengamat. Hasil pengamat dikonversi menjadi skor untuk menentukan kualitas produk yang telah diuji cobakan. Untuk menentukan skor dari hasil pengamatan, peneliti membuat instrumen pengamatan (Lampiran 3 halaman 101). 47

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan diuraikan tentang hasil penelitian dan pembahasan. 4.1 Hasil Penelitian Hasil penelitian berisi mengenai prosedur pengembangan dan kualitas produk. 4.1.1 Prosedur Pengembangan Prosedur pengembangan yang diterapkan peneliti terdiri dari enam tahap, yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, dan uji coba produk. 4.1.1.1 Potensi dan Masalah Potensi penelitian ini adalah pendekatan saintifik yang menjadi ke khasan kurikulum 2013 dan harus dikuasai oleh para guru. Pendekatan saintifik yaitu pembelajaran yang melalui tahapan-tahapan 5M yang membuat peserta didik aktif di dalam kelas. Pada awal penelitian ini, peneliti melakukan wawancara sebanyak dua kali dengan enam guru kelas bawah (1 dan 2) mengenai pendekatan saintifik dalam pendekatan tematik. Wawancara dilakukan untuk mengetahui sejauh mana guru kelas I memahami pendekatan saintifik, Namun, guru mengalami kesulitan dalam mengkondisikan peserta didik dan memancing peserta didik untuk dapat melakukan aktivitas 5M. Harapan guru untuk mengatasi kesulitan tersebut, dan tema/subtema/pembelajaran manakah yang kiranya membutuhkan contoh pedoman penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik. Hasil wawancara yang didapatkan oleh peneliti kemudian dijadikan acuan untuk menyusun kuesioner kebutuhan guru. Setelah itu, peneliti menyebar kuesioner kepada enam guru di tiga SD yang berbeda yaitu SD Negeri Nusa Tunggal, SD Budya Wacana, dan SDN Ambarukmo. Hasil kuesioner yang sudah dibagikan kepada enam guru kelas bawah yang menunjukkan bahwa guru 48

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kelasmembutuhkan sebuah panduan untuk mengajar di kelas dengan menggunakan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik. 4.1.1.2 Pengumpulan Data Pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara dan kuesioner. Berikut pengumpulan data yang dilakukan peneliti. 1. Wawancara Peneliti melakukan wawancara dengan dua guru kelas I yang memiliki masalah kesulitan yang sama pula, dengan berpedoman pada 7 butir pertanyaan yang berbeda yang akan digunakan untuk melakukan survei mengenai pengetahuan guru mengenai pendekatan saintifik. Hasil wawancara dari dua guru melalui 7 butir pertanyaan, yaitu: pada item pertama menurut guru pendekatan saintifik adalah pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk melakukan kegiatan pembelajaran 5M. Pada item 2 sampai 6 mengenai langkah 5M guru sudah mengetahui apa yang dapat dilakukan oleh peserta didik. Pada item 7 guru dapat mengurutkan kegiatan mana yang paling sulit dilakukan sampai yang paling mudah yang dilakukan pada langkah 5M (Hasil pengetahuan guru mengenai pendekatan saintifik dapat dilihat pada lampiran 1.1 halaman 81). Pada wawancara yang dilakukan oleh peneliti, dari semua data yang ada peneliti menarik kesimpulan bahwa guru masih mengalami kesulitan dalam menerapkan 5M dalam pembelajaran di dalam kelas. Dalam pendekatan saintifik guru masih merasa kesulitan pada aspek menalar sangat sulit mengajak peserta didik untuk mengkaitkan teori dengan kegiatan pembelajaran. Dan dalam pembelajaran guru mengalami kesulitan pada aspek bertanya karena peserta didik masih malu saat ingin menyampaikan pendapatnya. Setelah itu, hasil survei pengetahuan guru mengenai pendekatan saintifik yaitu guru mengetahui sedikit mengenai pendekatan saintifik dan proses mengenai langkah 5M. Untuk mengetahui apakah guru membutuhkan sebuah buku untuk membantu guru melakukan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik, peneliti menyebarkan kuesioner dengan menggunakan pedoman pada 5 butir pertanyaan yang berbeda yang akan digunakan untuk melakukan survei kebutuhan. 49

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Peneliti membagikan kuesioner kepada duaguru kelas I SD, peneliti kembali melakukan wawancara dengan dua guru kelas I SD untuk mengetahui tema/subtema/pembelajaran manakah yang menurut guru sangat membutuhkan contoh panduan penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik di kelas I SD. Dari hasil wawancara tersebut adalah guru membutuhkan contoh panduan pada tema 6/subtema 1/ pembelajaran 6 (Hasil wawancara dapat dilihat pada lampiran 1.3 halaman 85). 2. Kuesioner Peneliti membuat kuesioner yang berisikan limapertanyaan yang dijawab oleh 6 guru SD kelas bawah. Kelima pertanyaan tersebut dibuat untuk melengkapi data penelitian tentang prototipe buku penerapan pembelajaran saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6). Berikut ini merupakan daftar pertanyaan berserta hasil rekap kuesioner yang disajikan dalam tabel (Hasil kuesioner dapat dilihat pada lampiran 1.5 halaman 87). Peneliti tersebut kemudian menggunakan acuan untuk menyusun desain produk. Hal tersebut bertujuan agar produk yang disusun peneliti sesuai dengan kebutuhan guru dan bermanfaat bagi guru dalam mengajar mengajar di kelas dengan menerapkan lima langkah pendekatan saintifik. Produk yang disusun berupa prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6) yang diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada guru dalam menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik. 4.1.1.3 Desain Produk Awal Pada tahap desain produk, peneliti mendesain produk berupa prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6) berdasarkan data analisis kebutuhan yang diperoleh melalui wawancara, dan kuesioner.Prototipe buku yang disusun berjudul ”Prototipe Buku Penerapan Pendekatan Saintifik Dalam Pembelajaran Tematik Kelas I (Tema 6, Subtema 1, Pembelajaran 6)”. Berikut kisi-kisi pembuatan prototipe buku. 50

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI A. Kisi-kisi Pembuatan Protipe Buku No 1. 2. 3. 4. Teks dalam buku Cover Kata pengantar Bagian I Bagian II Deskripsi Judul dari prototipe “Prototipe Buku Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Tematik Kelas I SD (Tema 6, Subtema 1, Pembelajaran 6)”. Tujuan penulisan 51rototype buku dan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang membantu penyusunan prototipe buku. Artikel tentang pendekatan Saintifik isinya: a. Pengertian pendekatan saintifik adalah pendekatan yang mengajak peserta didik lebih aktif melalui kegiatan mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan. b. 5 langkah pendekatan saintifik, yaitu mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan. c. Kekhasan pendekatan saintifik adalah materi pembelajaran yang digunakan berbasis fakta dan mampu mendorong peserta didik untuk memecahkan masalah. Artikel tentang Pendekatan Saintifik isinya: a. Pengertian pendekatan saintifik adalah pendekatan yang mengajak peserta didik lebih aktif melalui kegiatan mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan . b. 5langkah pendekatan saintifik yang isinya pengertian dari mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan. c. Kekhasan pendekatan saintifik yang isinya kriteria proses pembelajaran pendekatan saintifik, karakteristik khusus penerapan pendekatan saintifik, dan prinsip kegiatan pembelajaran Ilustrasi Gambar Gambar anak sedang belajar. - Anak sedang belajar berdiskusi bersama teman kelompoknya sambil bertanya kepada guru. Satu anak mengangkat tangan di dalam kelompok. (simbol bertanya). 51

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dalam pendekatan saintifik. 5. 6. Kepustakaan Biodata Singkat Penulis Artikel penerapan kegiatan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6) a. Materi PPkn: konsep aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah. b. Materi Bahasa Indonesia: konsep ungkapan ajakan, perintah dan terima kasih. c. Tabel pemetaan Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, dan Tujuan Pembelajaran. d. Tabel indikator lima langkah pendekatan saintifik. e. Penerapan kegiatan pendekatan saintifik untuk materi pembelajaran PPkn dan Bahasa Indonesia. f. 2 sumber tentang pendekatan saintifik, 2 sumber tentang kurikulum 2013, 1 sumber materi Bahasa Indonesia dan PPkn. Anastasia Pinki Alinda R. Foto penulis Tabel 4.1 Kisi-kisi Pembuatan Prototipe Buku B. Sampul Prototipe Buku Sampul prototipe buku dibuat dengan menggunakan Microsoft Word. Dalam sampul terdapat anak sedang belajar bersama teman-temannya dengan bantuan guru, salah satu anak tersebut ada yang bertanya kepada guru. Sampul prototipe buku ini diberi judul yaitu ”Prototipe Buku Penerapan Pendekatan Saintifik Dalam Pembelajaran Tematik Kelas I SD (Tema 6, Subtema 1, Pembelajaran 6)”. Di bawah judul prototipe buku terdapat nama penulis yaitu Anastasia Pinki Alinda R.”, dibawah gambar terdapat tulisan buku guru kelas I SD. 52

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 4.1 Sampul Prototipe Buku C. Bagian-bagian Buku Buku ini mempunyai empat bagian. Bagian-bagian tersebut adalah kata pengantar, isi buku, penilaian, saran, daftar pustaka, dan biodata penulis. Berikut ini akan dijelaskan bagian-bagian buku: a. Kata Pengantar Kata pengantar muncul satu kali di bagian depan bagian buku. Kata pengantar ini berisikan tujuan penulisan prototipe dan ucapan terima kasih kepada beberapa pihak yang telah membantu penulis dalam menyusun prototipe buku. b. Isi Prototipe Buku Prototipe Buku ini berisikan dua bagian penting, yaitu : 1.) Bagian pertama berisikan artikel tentang pendekatan saintifik, lima langkah pendekatan saintifik, dan kekhasan pendekatan saintifik. 2.) Bagaian kedua berisikan materi dalam pembelajaran tematik Bahasa Indonesia dan PPkn terdapat tabel pemetaan KI, KD, Indikator, dan Tujuan Pembelajaran dan terdapat tabel aktivitas belajar lima langkah pendekatan saintifik menggunakan model pembelajaran inkuiri, serta penerapan kegiatan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas 1 (tema 6 subtema 1, pembelajaran 6). 53

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Penilaian Dalam penilaian berisi penilaian peserta didik dalam langkah mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan dalam penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik. F. Daftar Pustaka Daftar pustaka berisi sumber-sumber yang digunakan dalam pengembangan prototipe buku sumber yang digunakan dalam menyusun isi buku seperti buku dan internet. G. Biodata Penulis Biodata penulis berisi tentang biografi penulis dari nama penulis, tempat tanggal lahir penulis, sampai pendidikan penulis. 4.1.1.4 Validasi Desain Produk awal yang telah disusun dalam bentuk prototipe buku ini kemudian diserahkan kepada validator, yaitu dua guru kelas I SD. Validator kemudian menilai produk ini yaitu dengan memvalidasi. Validasi ini dilakukan untuk mengetahui seberapa baik kualitas dan kelayakan produk yang dikembangkan oleh peneliti. Validasi ini menggunakan penyekoran skala lima menurut Widoyoko (2009: 238). Berikut ini rekapan hasil validasi dua guru, adalah sebagai berikut: No 1 Item yang Dinilai Bahasa Keterangan Bahasa sesuai dengan Skor (1-4) Guru 1: kaidah penulisan EBI 4 Saran - Guru 2: 4 2. Format Prototipe disusun Guru 1: penulisan sesuai dengan kaidah 4 prototipe buku penulisan buku Guru 2: - 4 Menggunakan Guru 1: - 54

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Isi kepustakaan yang 4 sesuai dengan teori Guru 2: pendekatan saintifik 4 Artikel berisi Guru 1: informasi sederhama 3 mengenai pendekatan Guru 2: saintifik 3 Artikel menjelaskan Guru 1: langkah-langkah 3 pendekatan saintifik Guru 2: - - 4 Artikel menguraikan Guru 1: kekhasan dalam 4 pendekatan saintifik Guru 2: - 3 Memuat bagan Guru 1: pelaksanaan kegiatan 4 pembelajaran tematik Guru 2: dengan pendekatan 4 - saintifik mengacu pada tema 6 “ Lingkungan Bersih, Sehat, dan Asri”, subtema 1 “ Lingkungan Rumahku”, pembelajaran 6 kelas 1 SD Materi Bahasa Guru 1: Indonesia memuat 4 tentang konsep Guru 2: kalimat ungkapan 4 - 55

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ajakan, perintah dan terima kasih. Materi PPKn memuat Guru 1: tentang Langkah- 3 langkah Kegiatan Guru 2: Saintifik untuk 4 - pembelajaran Tematik Memuat langkah- Guru 1: langkah kegiatan 4 mengamati. Guru 2: - 3 Memuat langkah- Guru 1: langkah kegiatan 4 menanya. Guru 2: - 3 Memuat langkah- Guru 1: langkah kegiatan 4 mencoba. Guru 2: - 4 Memuat langkah- Guru 1: langkah kegiatan 4 menalar. Guru 2: - 3 Memuat langkah- Guru 1: langkah kegiatan 4 mengkomunikasikan. Guru 2: - 3 Tabel 4.2 Hasil Validasi Guru Berdasarkan hasil validasi dari dua guru kelas I, guru kelas I.1 mendapat skor 3,57 “sangat baik”, sedangkan validasi guru kelas I.2 mendapat skor 3,14 “sangat baik”. Ketiga aspek tersebut memperoleh skor rata-rata 3,35 “sangat baik”. Prototipe buku dinyatakan layak untuk digunakan atau diuji coba dengan 56

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI revisi sesuai saran. Guru kelas I memberikan komentar berisi masukan untuk perbaikan prototipe buku. 4.1.1.5 Revisi Produk Peneliti melakukan revisi produk prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD sesuai dengan komentar berupa saran perbaikan. Komentar berupa saran tersebut serta revisi akan dijabarkan dalam tabel berikut: No 1. 2. 3. 4. Komentar Guru Kelas I Ada huruf yang ditulis secara berulang. Masih ada beberapa kalimat yang salah ketik. Penggunaan kata singkat. Revisi Mengurangi huruf yang dianggap perlu dikurangi setelah divalidasi. Mengganti dan membenarkan kalimatkalimat yang salah ketik. Mengamati dan membenarkan kata yang disingkat-singkat. Tabel aktivitas peserta didik Mengganti dan melengkapi tabel aktifitas yang kurang lengkap dan peserta didik sesuai dengan komentar kurang jelas. yang telah diberikan. Tabel 4.3 Rangkuman Komentar dan Saran Guru 57

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut ini disajikan contoh perbaikan prototipe buku yang dilakukan peneliti. a. Revisi Penulisan Huruf berulang Sebelum Direvisi Sesudah Direvisi Gambar 4.2 Revisi Produk Membenarkan huruf yang ditulis secara berulang pada bagian I modul prototipe, yaitu dengan mengurangi huruf yang dianggap perlu dikurangi setelah divalidasi. 58

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Revisi Kesalahan Ketik Sebelum Direvisi Sesudah Direvisi Gambar 4.3 Revisi Produk Peneliti melakukan revisi dari guru, yaitu membenarkan kalimat yang salah ketik. Pada gambar diatas terdapat suatu kata yang salah ketik yaitu “khylan” menjadi kata “khayalan”. Oleh sebab itu, peneliti mengganti dan membenarkan kalimat-kalimat yang salah ketik. 59

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Revisi Penggunaan Kata singkat Sebelum Direvisi Sesudah Direvisi Gambar 4.4 Revisi Produk Peneliti melakukan revisi dari guru, yaitu membenarkan kata singkat. Pada gambar diatas terdapat suatu kata yang disingkat yaitu “org” menjadi “orang” yang seharusnya kata tersebut tidak dapat disingkat ketika membuat prototipe. 60

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d. Revisi Tabel aktivitas peserta didik Sebelum Direvisi Sesudah Direvisi Gambar 4.5 Revisi Produk Peneliti melakukan revisi dari guru, yaitu bagian tabel aktifitas peserta didik di bagian langkah mengamati dengan menambahkan beberapa pertanyaan untuk mengarahkan siswa kepada materi yang kurang lengkap dan kurang jelas. Pada gambar diatas ialah salah satu contoh gambar yang sudah direvisi oleh peneliti dengan mengganti dan melengkapi tabel aktivitas peserta didik sesuai dengan komentar. 61

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.1.1.6 Uji Coba Produk Uji coba produk dilakukan setelah prototipe buku sudah direvisi sesuai saran dari validator. Peneliti melakukan uji coba produk di kelas I.1 SD Budya Wacana yang terletak di Jalan Kranggan 11 Cokrodiningrat, Jetis, Yogyakarta.Uji coba terbatas diikuti oleh 20 peserta didik kelas I.1 SD Budya Wacana.Uji coba produk dilaksanakan pada hari Senin, 28 Mei 2018. Tujuan dari uji coba produk adalah untuk mengetahui keefektifan dan kualitas produk, apakahprototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD yang telah disusun oleh penilti dapat membantu guru dalam menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematiktematik kelas I. Kegiatan pembelajaran sesuai dengan prototipe buku. Penerapan Kegiatan Pendekatan Saintifik Dalam Pembelajaran Tematik Kelas I SD (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6). Selama uji coba produk, peneliti mengajar peserta didik kelas I.1 dengan menggunakan prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajan tematik kelas I SD. Kegiatan uji coba produk diawali dengan perkenalan peneliti dan memberi sedikit pengantar mengenai kegiatan pembelajaran tematik menggunakan pendekatan saintifik. Kemudian selanjutnya peserta didik diajak untuk melakukan kegiatan menggunakan lima langkah pendekatan saintifik. Selanjutnya, peserta didik diajak untuk melakukan kegiatan dengan menggunakan 5M. a. Mengamati Di dalam kelas terdapat 22 peserta didik. Pada kegiatan mengamati terdapat 10 peserta didik yang mengamati cerita tokoh Andi. Setelah itu, ada 16 peserta didik yang mendengarkan cerita tokoh Andi. Namun, saat guru sedang bercerita ada peserta didik yang tidak menimak dan mengerjakan kegiatan lain. 62

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 4.6 Kegiatan Mengamati b. Menanya Pada langkah menanya saat peserta didik diajak membuat pertanyaan dari cerita dan gambar tokoh Andi yang sudah diamati ada 12 peserta didik yang mampu membuat pertanyaan yang telah diberikan oleh guru. Kemudian, ada 22 peserta didik yang dapat membuat pertanyaan secara tertulis mengenai cerita tokoh Andi. Namun, hanya ada 8 peserta didik yang dapat mengajukan pertanyaan. Dan terdapat 14 peserta didik yang dapat berdiskusi dengan peserta didik lainnya mengenai cerita tokoh Andi. Di dalam kegiatan ini kebanyakan para peserta didik masih kurang percaya diri dalam mengemukakan pendapatnya, namun sudah dapat membuat pertanyaan secara tertulis pada lembar kerja yang telah diberikan oleh guru. Gambar 4.7 Kegiatan Menanya 63

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Menalar Pada langkah menalar ada hanya ada 13 peserta didik yang mampu membandingkan aturan di rumah Andi dengan aturan yang telah dilakukan di rumah, 17 peserta didik mampu mengidentifikasi aktivitas yang dilakukan dalam cerita tersebut.dan 21 peserta didik mengetahui ungkapan ajakan, perintah, dan terima kasih dengan menggunakan bahasa yang santun secara lisan sesuai dengan cerita tokoh Andi. Gambar 4.8 Kegiatan Menalar d. Mencoba Pada langkah mencoba peserta didik diajak untuk menjawab pertanyaan macam-macam aturan yang ada di rumah. Ada 14 peserta didik yang mampu menjawab pertanyaan macam-macam aturan yang ada di rumah. Selanjutnya guru mengajak peserta didik untuk melakukan wawancara dengan teman kelompoknya. Ada 13 peserta didik yang dapat melakukan wawancara dengan teman kelompoknya. Selanjutnya guru mengajak peserta didik untuk menghitung adakah kegiatan yang sama dilakukan oleh teman lainnya. Ada 13 peserta didik yang menghitung kegiatan yang sama dilakukannya oleh temannya. 64

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 4.9 Kegiatan Mencoba e. Mengkomunikasikan Pada langkah mengkomunikasikan peserta didik diajak untuk mempresentasikan hasil pekrjaannya seperti mempresentasikan hasil wawancara mengenai aturan yang ada di rumah yang sudah dibuat terdapat 22 peserta didik yang mempresentasikannya. 16 peserta didik yang dapat mempresentasikan hasil wawancara mengenai aturan yang ada di rumah dengan baik dan benar. 21 peserta didik menyampaikan hasil kesimpulan pembelajaran hari ini. Gambar 4.10 Kegiatan Mengkomunikasikan 65

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.1.2 Kualitas Produk Produk yang disusun peneliti berupa prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD. Prototipe buku tersebut berjudul Prototipe Buku Penerapan Pendekatan Saintifik Dalam Pembelajaran Tematik Kelas I SD (Tema 6, Subtema 1, Pembelajaran 6) yang terdiri dari dua bagian. Bagian pertama yaitu mengenai penjelasan tentang pendekatan saintifik dan bagian yang kedua mengenai penerapan kegiatan pendekatan saiantifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD pada tema 6, subtema 1, pembelajaran 6.Produk tersebut divalidasi oleh dua validator. Berdasarkan hasil validasi dari dua guru kelas I, guru kelas I.1 mendapat skor 3,57 dengan kategori ”Sangat Baik”, sedangkan validasi guru kelas I.2 mendapat skor 3,14 dengan kategori ”Sangat Baik”. Ketiga aspek tersebut memperoleh skor rata-rata 3,35 dengan kategori “Sangat Baik”. Prototipe buku dinyatakan layak untuk digunakan atau diuji coba dengan revisi sesuai saran. Dari indikator ketiga aspek tersebut yang belum memenuhi skor 4 adalah artikel berisi informasi sederhana, artikel menjelaskan langkah-langkah pendekatan saintifik, artikel menguraikan kekhasan dalam pendekatan saintifik, materi PPkn memuat tentang langkah-langkah kegiatan saintifik untuk pembelajaran tematik, memuat langkah-langkah kegiatan mengamati, memuat langkah-langkah kegiatan mencoba, memuat langkah-langkah kegiatan menanya, memuat langkah-langkah menalar,memuat langkah-langkah mengkomunikasikan. Hal tersebut dikarenakan peneliti masih kurang dalam mencari kepustakaan yang sesuai dengan teori pendekatan saintifik sehingga dalam langkah-langkah pendekatan saintifik yang diterapkan dalam pembelajaran kurang maksimal. Prototipe buku tersebut dinyatakan layak untuk digunakan atau diuji coba dengan revisi sesuai dengan saran. Produk yang seusai divalidasi kemudian diperbaiki sesuai dengan saran yang telah diberikan oleh validator. Peneliti kemudian melakukan uji coba produk dengan mengajar di kelas I.1 sesuai dengan penerapan kegiatan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6) yang ada di prototipe buku bagian 2. Uji coba produk dihadiri 22 peserta didik 66

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kelas I.1 SD Budya Wacana. Penilaian uji coba terbatas dilakukan oleh pengamat pada saat pembelajaran berlangsung. Pengamat penilaian uji coba terbatas dilakukan oleh Maria Asih dengan mengisi rubrik penilaian uji coba sebanyak 20 pertanyaan. Tujuannnya yaitu untuk mengetahui sejauh mana masing-masing peserta didik dapat menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik baik dan tepat. Rubrik pengamatan berisi tentang indikator dari aktivitas peserta didik yaitu mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan. Kemudian guru mengisi kolom indikator dengan cara memberikan skor 1 apabila peserta didik melakuka kegiatan sesuai dengan indikator dan memberikan skor 0 apabila peserta didik tidak melakukan kegiatan sesuai dengan indikator. Hasil pengamatan tersebut kemudian dioleh oleh peneliti untuk melihat sejauh mana setiap peserta didik dapat melakukan aktifitas pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik menggunakan model pembelajaran inkuiri. Adapun hasilnya sebagai berikut: a. Mengamati Aspek mengamati terdiri dari 4 indikator yaitu peserta didik mengamati cerita tokoh Andi yang diberikan oleh guru, peserta didik mendengarkan cerita tokoh Andi yang diberikan oleh guru, peserta didik mengidentifikasi aktivitas apa yang dilakukan dalam cerita tersebut, dan peserta didik dapat menggolongkan ungkapan ajakan, perintah, dan terima kasih. Dari hasil pengamatan tersebut yang dilakukan oleh pengamat peserta didik yang mampu menguasai semua indikator aspek mengamati yaitu 12 peserta didik. Aspek mengamati mendapatkan skor 17 x 4 = 68 : 22 = 3,09 yang artinya masuk dalam katagori “baik”. b. Menanya Aspek menanya terdiri dari 4 indikator peserta didik yaitu mampu membuat pertanyaan dari cerita dan gambar tokoh Andi yang disediakan oleh guru, peserta didik mampu mengajukan pertanyaan yang sudah dibuat kepada guru, peserta didik mampu melakukan tanya jawab dengan peserta didik lainnya, peserta didik dapat menuliskan daftar pertanyaan. Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh pengamat peserta didik yang mampu mengusai semua indikator pada aspek 67

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menanya yaitu mendapatkan skor 8 x 4 = 32 : 22 = 1,45 yang artinya masuk dalam katagori “sangat kurang”. c. Menalar Aspek menalar terdiri dari 4 indikator yaitu peserta didik dapat membandingkan aturan di rumah Andi dengan aturan yang telah dilakukan di rumah, peserta didik dapat menyebutkan hasil wawancara dengan teman lain mengenai aturan yang dilakukan di rumah, peserta didik dapat menerapkan ungkapan ajakan, perintah dan terima kasih dengan menggunakan bahasa yang santun secara lisan, peserta didik dapat mengetahui ungkapan ajakan, perintah, dan terima kasih dengan menggunakan bahasa yang santun secara lisan. Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh pengamat peserta didik yang mampu menguasai semua indikator aspek menalar yaitu 10 peserta didik. Dengan begitu, aspek menalar mendapatkan skor 10 x 4 = 40 : 22 = 1,81 yang artinya masuk dalam katagori “kurang”. d. Mencoba Aspek mencoba terdiri dari 4 indikator yaitu peserta didik dapat menjawab pertanyaan macam-macam aturan yang ada di rumah, peserta didik dapat melakukan wawancara dengan teman kelompoknya, peserta didik dapat menguraikan kalimat ungkapan ajakan, perintah, dan terima kasih dengan menggunakan bahasa yang santun, dan peserta didik dapat menghitung adakah kegiatan yang sama dilakukan oleh teman lainnya. Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh pengamat peserta didik yang mampu menguasai semua indikator aspek mencoba yaitu 18 peserta didik. Dengan begitu, aspek mencoba mendapatkan skor 18 x 4 = 72 : 22 = 3,27 yang artinya masuk dalam katagori “sangat baik”. e. Mengkomunikasikan Aspek mengkomunikasikan terdiri dari 4 indikator peserta didik dapat mempresentasikan hasil wawancara mengenai aturan yang ada di rumah, peserta didik dapat mempresentasikan hasil wawancara mengenai aturan yang ada di rumah dengan baik dan benar, peserta didik dapat menyampaikan hasil kesimpulan pembelajaran hari ini. Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh 68

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pengamat peserta didik yang mampu menguasai semua indikator aspek mengkomunikasi yaitu 18 peserta didik. Dengan begitu, aspek mengkomunikasi mendapatkan skor 18 x 4 = 72 : 22 = 3,27 yang artinya masuk dalam katagori “sangat baik”. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa langkah yang paling rendah yaitu aspek menanya. Dikarenakan peserta didik masih kesulitan dan kebingungan untuk mengajukan pertanyaan mengenai aturan yang ada di rumah yang telah disediakan oleh guru secara lisan. Berdasarkan nilai peserta didik pada saat pembelajaran didapatkan nilai 95 (7 peserta didik), 90 (5 peserta didik), 8 5(4 peserta didik), 80 (4 peserta didik), 60 (2 peserta didik) dari nilai peserta didik tersebut didapatkan 20 peserta didik yang memperoleh nilai diatas 80, sehingga mendapat nilai diatas 80 adalah 54% dari 22 peserta didik yang berada di kelas. 4.2 Pembahasan Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pada pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter yang dimana peserta didik dituntut untuk paham atas materi aktif dalam proses berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun dan sikap disiplin yang tinggi. Dalam kurikulum 2013 tersebut, mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik pada satu satuan pendidikan pada setiap satuan maupun jenjang pendidikan. Untuk mata pelajaran pilihan diikuti oleh peserta didik dipilih sesuai dengan pilihan peserta didik.Menurut Majid dan Rochman (2014: 1) mengatakan bahwa kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi dengan memperkuat proses pembelajaran dan penilaian autentik untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Berdasarkan pengertian di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa kurikulum 2013 merupakan kurikulum perbaikan dari kurikulum sebelumnya yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan tugas-tugas dengan standar performasi tertentu meliputi sikap, keterampilan dan pengetahuan.Contoh sikap yang ada di dalam prototipe buku adalah peserta didik mengamati sebuah cerita yang diberikan oleh guru. Hal tersebut dapat menumbuhkan sikap saling menghargai antara peserta didik dan guru. Selanjutnya contoh keterampilan yang ada di dalam prototipe buku adalah peserta didik bersama teman kelompoknya melakukan wawancara, dengan adanya 69

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI wawancara dapat menumbuhkan rasa percaya diri ketika berbicara atau mengeluarkan pendapat. Dan contoh pengetahuan yang ada di dalam prototipe buku adalah guru mengajak peserta didik untuk membuat pertanyaan mengenai hasil pengamatan mereka lalu menuliskan pertanyaan-pertanyaan tersebut dibuat pada lembar kerja yang sudah disediakan oleh guru, hal tersebut dapat menumbuhkan rasa keingintahuan peserta didik mengenai materi yang diajarkan oleh guru. Berlin dan Sani (2014: 22) berpendapat bahwa kurikulum 2013 memiliki ciri-ciri antara lain: menuntut kemampuan guru dalam berpengetahuan dan mencari pengetahuan sebanyak-banyaknya; peserta didik lebih didorong untuk memiliki tanggung jawab kepada lingkungan, kemampuan, interpersonal, antarpersonal, maupun memiliki kemampuan berpikir kritis: memiliki tujuan agar terbentuknya generasi produktif, kreatif, inovatif, dan efektif, khusus untuk tingkat SD pendekatan tematik integrative member kesempatan peserta didik untuk mengenal dan memahami suatu tema dalam berbagai mata pelajaran; pelajaran IPA dan IPS diajarkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia secara integratif. Berdasarkan pendapat tersebut ciri khas kurikulum 2013 menekankan pada pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik melalui kegiatan belajar yang akan menghasilkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan efektif. Produk tematik yang memuat mata pelajaran PPkn dan Bahasa Indonesia. Materi PPkn adalah aturan-aturan yang ada di rumah. sedangkan, materi Bahasa Indonesia tentang ungkapan tolong, perintah, dan terima kasih. Pendekatan saintifik adalah suatu pendekatan yang didalamnya terdapat kegiatan pembelajaran yang mengajak peserta didik menjadi lebih aktif melalui 5 tahapan, yaitu tahapan mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan. Pengertian ini didasarkan pada pendapat-pendapat ahli tentang pendekatan saintifik.Pendekatan Saintifik merupakan suatu proses pembelajaran yang dirancang agar peserta didik secara aktif mengkonstruksi konsep, hukum atau prinsip, melalui tahap-tahap mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, 70

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menganalisis data, menarik kesimpulan, dan mengkomunikasikkan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan (Hosnan, 2014: 34). Oleh karena itu, peserta didik diharapkan untuk mencari tahu dari berbagai sumber dengan cara observasi, dan tidak hanya diberi tahu pada buku saja, melainkan dengan wawancara bersama teman kelompoknya.Langkah-langkah pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran meliputi: menggali informasi melalui pengamatan (observing), bertanya (questioning), percobaan (experimenting), kemudian mengolah data informasi, menyajikan data atau informasi, dilanjutkan dengan menganalisis, menalar (associating), kemudian menyimpulkan, dan mencipta serta membentuk jaringan (networking) (Hosnan, 2014:37). Langkah-langkah pendekatan saintifik dapat dijabarkan sebagai berikut: Langkah-langkah 5M Mengamati Menanya Mencoba Menalar Mengkomunikasikan Aktivitas Peserta Didik Mengamati merupakan proses pembelajaran yang dilakukan peserta didik dalam proses pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan cara melihat langsung suatu obyek atau benda dengan menggunakan indera yang mereka miliki. Menanya merupakan suatu kegiatan pesesta didik untuk memperoleh informasi tambahan dari apa yang telah mereka alami atau dilakukan dengan cara mengajukan pertayaan tentang apa yang kurang mereka pahami. Mencoba merupakan kegiatan melakukan suatu percobaan yang dilakukan peserta didik untuk memperoleh hasil atau data untuk menjawab suatu masalah yang ditemukan oleh peserta didik. Menalar merupakan kegiatan yang dilakukan peserta didik untuk mengolah informasi yang telah mereka peroleh dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi lainnya, serta mengkaitkannya dengan kegiatan-kegiatan sehari-hari yang dilakukan peserta didik. Mengkomunikasikan merupakan kegiatan yang dilakukan peserta didik 71

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dalam menyampikan hasil diskusinya secara kelompok atau pekerjaan secara mandiri dengan cara tertulis maupun tidak tertulis dan juga dapat disampaikan di depan kelas. Dalam kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik juga memilikibeberapa prinsip antara lain sebagai berikut (Hosnan, 2014: 37): 1.) Pembelajaran berpusat pada peserta didik. 2.) Pembelajaran membentuk student self concept. 3.) Pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berpikir peserta didik. 4.) Pembelajaran meningkatkan motivasi belajar peserta didik dan mengajar guru. 5.) Pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berpikir peserta didik. Berikut ini adalah model pembelajaran yang digunakan pada proses pembelajaran di dalam kelas, yaitu model pembelajaran inquiry. Model pembelajaran menggunakan model inquiry learning biasanya cocok digunakan pada pembelajaran matematika, tetapi mata pelajaran lainnya juga dapat menggunakan model inquiry learning asal sesuai dengan karakteristik KD atau materi pembelajaran. Menurut Sufairoh (2016: 7-8), langkah dalam model inkuiri terdiri atas: a) Observasi/mengamati berbagai fenomena alam. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik bagaimana b) tentang fenomena yang dihadapi. Tahap ini melatih peserta didik untuk mengeksplorasi fenomena melalui kegiatan menanya baik terhadap guru, teman, atau melalui sumber lain. c) Mengajukan dugaan atau kemungkinan jawaban. Pada tahap ini peserta didik dapat mengasosiasikan atau melakukan penalaran terhadap kemungkinan mengamati berbagai fakta atau fenomena dalam mata pelajaran tertentu. d) Mengajukan pertanyaan jawaban dari pertanyaan yang diajukan. 72

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI e) Mengumpulkan data yang terkait dengan dugaan atau pertanyaan yang diajukan, sehingga pada kegiatan tersebut peserta didik dapat memprediksi dugaan atau yang paling tepat sebagai dasar untuk merumuskan suatu kesimpulan. f) Merumuskan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data yang telah diolah atau dianalisis, sehingga peserta didik dapat mempresentasikan atau menyajikan hasil temuanya. Pembelajaran tematik dapat memberikan suatu pengalaman kepada peserta di dengan adanya kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan. Pembelajaran tematik diharapkan memberikan pendidikan yang sifatnya adil bagi peserta didik sesuai dengan perkembangan, kemampuan, minat dan kebutuhan oleh peserta didik. Kemendikbud (2014: 56) menyebutkan karakteristik pembelajaran tematik yang diterapkan di sekolah dasar ibtidaiyah, yaitu: berpusat pada siswa, memberikan pengalaman langsung, pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas, menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran bersifat fleksibel, menggunakan prinsip belajar sambil bermain menyenangkan. Salah satu pembelajaran yang menggunakan pembelajaran tematik dan pendekatan saintifik akan diambil penulis pada kelas I Tema 6 “ Lingkungan Bersih, Sehat, dan Asri”, Subtema 1 “Lingkungan Rumahku”, Pembelajaran 6. Pada pembelajaran ini penulis memilih mata pelajaran PPKn dan Bahasa Indonesia yang akan dibuat menjadi pembelajaran tematik. Materi Bahasa Indonesia tentang ungkapan tolong, perintah, dan terima kasih. Sedangkan, materi PPkn adalah aturan-aturan yang ada di rumah. Berdasarkan hasil pengamatan di SD Budya Wacana di kelas I.1 terdapat satu langkah pendekatan saintifik yang masih lemah diterapkan pada pembelajaran menanya.Pada langkah menanya saat peserta didik diajak membuat pertanyaan dari cerita dan gambar tokoh Andi yang sudah diamati ada 12 peserta didik yang mampu membuat pertanyaan yang telah diberikan oleh guru. Kemudian, ada 22 peserta didik yang dapat membuat pertanyaan secara tertulis mengenai cerita tokoh Andi. Namun, hanya ada 8 peserta didik yang dapat mengajukan pertanyaan. Dan terdapat 14 peserta didik yang dapat berdiskusi 73

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dengan peserta didik lainnya mengenai cerita tokoh Andi. Di dalam kegiatan ini kebanyakan para peserta didik masih kurang percaya diri dalam mengemukakan pendapatnya, namun sudah dapat membuat pertanyaan secara tertulis pada lembar kerja yang telah diberikan oleh guru. Pada langkah menanya yaitu mendapatkan skor 8 x 4 = 32 : 22 = 1,45 yang artinya masuk dalam katagori “sangat kurang”.Dikarenakan peserta didik masih kesulitan dan kebingungan untuk mengajukan pertanyaan mengenai aturan yang ada di rumah yang telah disediakan oleh guru secara lisan.Menanya merupakan kegiatan yang melatih peserta didik mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis. Dalam kegiatan menanya, guru membuka kesempatan secara luas kepada peserta didik untuk bertanya mengenai fakta, konsep, prinsip atau prosedur yang sudah dilihat, disimak, dibaca atau dilihat. Guru perlu membimbing peserta didik untuk dapat menanya atau mengajukan pertanyaan. Peserta didik harus dilatih agar bisa menanya hal-hal yang bersifat faktual sampai kepada pertanyaan yang bersifat hipotetik dari situasi dimana peserta didik dilatih menggunakan pertanyaan dari guru, masih memerlukan bantuan guru untuk mengajukan pertanyaan sampai ke tingkat dimana peserta didik mampu mengajukan pertanyaan secara mandiri (Permendikbud No.81a Th.2013).Maka dari itu, guru memfasilitasi dan mendorong peserta didik untuk bertanya melalui beberapa pertanyaan pancingan atau menggunakan media yang memancing rasa ingin tahu peserta didik. Pertanyaan peserta didik dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis. Solusi lain yang dapat dilakukan guru untuk membuat peserta didik bertanya adalah menyiapkan media atau objek yang menarik dan meminta peserta didik untuk membuat pertanyaan sesuai dengan media atau objek tersebut. Hal tersebut dilakukan agar mempermudah peserta didik dalam membuat dan mengajukan pertanyaan secara lisan maupun tulisan. 4.3. Kelebihan dan Kekurangan Produk Peneliti memperoleh masukan produk dari hasil validasi dan uji coba, datadata yang diperoleh dapat membantu peneliti untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan prototipe buku yang disusun oleh peneliti. Kelebihan dan kekurangan produk dijelaskan sebagai berikut: 74

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.3.1 Kelebihan Prototipe Buku Prototipe penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD memiliki kelebihan, yaitu dikembangkan sesuai dengan kreteria proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik antara lain (1) materi pembelajaran berbasis fakta dan fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu, bukan sebatas kira-kira khayalan legenda, atau dongeng semata. Hal tersebut sesuai dengan materi aturan yang ada di rumah sesuai dengan kegiatan sehari-hari (2) mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis, analitis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasi materi pembelajaran. Hal tersebut sesuai dengan penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik. 4.3.2 Kekurangan Protipe Buku Prototipe buku penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6) memiliki kekurangan yaitu protipe buku tersebut belum memberikan petunjuk secara rinci kepada guru tentang bagaimana cara membantu peserta peserta didik untuk bertanya. 75

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP Bab ini berisi mengenai kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran. Peneliti akan menguraikan satu persatu dari ketiga hal tersebut. 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: 5.1.1Penelitian dan pengembangan buku pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik kelas I SD (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6) untuk guru menggunakan model penelitian dan pengembangan yang diadopsi dari penelitian dan pengembangan Borg dan Gall. Hasil dari penelitian dan pengembangan Borg dan Gall terdapat enam langkah. Enam langkah tersebut yaitu (1) analisis masalah (potensi dan masalah) yaitu menggali kesulitan guru pada saintifik, (2) pengumpulan data yaitu wawancara dan kuesioner, (3) pengembangan produk yaitu membuat buku prototipe dalam dua bagian (4) validasi produk yaitu meminta bantuan dua guru kelas I untuk melakukan penilaian, (5) revisi produk hasil validas yaitu peneliti melakukan revisi berdasarkan saran validator, (6) uji coba produk yaitu dilakukan di SD Budya Wacana Yogyakarta. 5.1.2 Kualitas prototipe buku pendekatan saintifik untuk guru kelas I SD ini, menurut duaguru kelas I SD sebesar 3,67“sangat baik” dan hasil uji coba mengamati mendapat skor 3,09 “baik”, pada langkah menanya mendapat skor 1,45 “sangat kurang”, pada langkah menalar mendapat skor 2,72 “baik”, pada langkah mencoba mendapat skor 3,27 “sangat baik” dan pada langkah mengkomunikasi mendapat skor 3,27 “sangat baik” ditinjau dari aktivitas belajar peserta didik. Dari hasil tersebut menunujkkan bahwa langkah yang paling rendah yaitu menanya. 76

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5.2 Keterbatasan Penelitian Produk yang dikembangkan ini mempunyai beberapa keterbatasan diantaranya dipaparkan sebagai berikut: 2.2.1 Peneliti hanya mengembangkan penerapan pembelajaran saintifik hanya untuk tema 6, subtema 1, pembelajaran 6. 2.2.2 Peneliti melakukan uji coba hanya disatu sekolah . 5.3 Saran Saran untuk peneliti selanjutnya yang akan mengembangkan produk Prototipe Buku Pendekatan Saintifik Dalam Pembelajaran Tematik Kelas I SD (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6) adalah sebagai berikut: 5.3.1 Peneliti sebaliknya mengembangkan penerapan pembelajaran saintifik untuk tema 6, subtema, dan pembelajaran lainnya. 5.3.2 Uji coba produk sebaiknya tidak dilakukan pada satu sekolah saja. 77

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Abidin, Yunus. (2014). Desain sistem pembelajaran dalam konteks kurikulum 2013. Bandung: PT Refika Aditama. Arifin, A. (2011). Penelitian pendidikan metode dan paradigma baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta: PT Renika Cipta. Hamdani. (2011). “Tim pengembang PGSD”. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hosnan, M. (2014). Pendekatan saintifik dan konstektual dalam pembelajaran abad 21. Jakarta: Ghalia Indoneseia. Jaskati, Dahliana. (2007). Pembelajaran tematik (sains IPAdan IPS terpadu). Bandung: PPPTK IPA. Kemendikbud. (2014). Kurikulum 2013 untuk sekolah dasar. Jakarta: Kemendikbud. Kurniasih, Imas & Sani, Berlin. (2014). Implementasi kurikulum 2013 konsep & penerapannya. Surabaya: Kata Pena. Limiansih, Kintan. (2015). Analisis kesesuaian kegiatan di buku siswa sd kurikulum 2013 dalam mendukung pembelajaran ipa dengan pendekatan saintifik. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Majid, Abdul. (2014). Pembelajaran tematik terpadu. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset. Margareta, Windayana. (2005). Pembelajaran tematik sekolah dasar. Jakarta: Balai Pustaka. Mulyasa, H. E. (2013). Pengembangan dan implementasi kurikulum. Bandung: Remaja Rosdakarya. 78

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Nurgiyantoro, B. (2005). Sastra anak pengantar pemahaman dunia anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Perss. Nurhayati, Eti. (2014). Psikologi pendidikan inovatif. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Rusman. (2011). Model-model pembelajaran mengembangkan profesionalisme guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Setyosari, P. (2010). Metode penelitian pendidikan dan pengembangan. Jakarta: Kencana. Sufairoh. (2016) Pendekatan saintifik & model pembelajaran k-13. Malang : Jurnal Pendidikan Profesional. Sugiyono. (2009). Motode penelitian kuantitatif kualitatif dan r&d. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan r&d. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. (2015). Motode penelitian & pengembangan research and development. Bandung: Alfabeta. Sutirjo, Manik. (2004). Pembelajaran tematik. Jakarta: Penata Aksara. Suwandi. (2008). Memahami penelitian kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta. Widiyoko. (2014). Teknik penyusunan instrumen penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 79

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 80

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1 Lampiran 1.1 Hasil Wawancara Survei Pengetahuan Guru Guru 1 81

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1.2Hasil Wawancara Survei Pengetahuan Guru Guru 2 83

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1.3 Wawancara ( Mengetahui Tema/ Subtema/ Pembelajaran) Guru 1 85

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1.4 Wawancara ( Mengetahui Tema/ Subtema/ Pembelajaran) Guru 2 86

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1.5 Hasil Pengisian Kuesioner Guru Narasumber: 6 guru SD 87

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1.6 Hasil Pengisian Kuesioner Guru 88

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1.7 Hasil Pengisian Kuesioner Guru 89

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1.8 Hasil Pengisian Kuesioner Guru 90

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1.9 Hasil Pengisian Kuesioner Guru 91

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1.10 Hasil Pengisian Kuesioner Guru 92

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2 Validasi Produk Lampiran 2.1 Hasil Validasi Guru I.1 93

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2.2 Lembar Hasil Validasi Produk Guru I.2 97

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3 Uji Coba Produk Lampiran 3.1 Lembar Hasil Pengamatan Langkah Mengamati 101

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3.2 Lembar Hasil Pengamatan Langkah Menanya 103

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3.3 Lembar Hasil Pengamatan Langkah Menalar 105

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3.4 Lembar Hasil Pengamatan Langkah Mencoba 107

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3.5 Lembar Hasil Pengamatan Langkah Mengkomunikasikan 109

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4 Penilaian Lampiran 4.1 Lembar Hasil Rekap Nilai Peserta Didik 111

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5 Surat Penelitian Lampiran 5.1 Surat Ijin Penelitian 112

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5.2 Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian 113

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6 Biodata Peneliti BIODATA PENELITI Anastasia Pinki Alinda R. lahir di Malang, 26 Oktober 1995. Anak pertama dari dua bersaudara. Peneliti memperoleh pendidikan dasar di SD Negeri Girimiyo 1 Karang Ploso dan lulus pada tahun 2008. Kemudian dilanjutkan dengan menempuh pendidikan menengah pertama di SMP Negeri 1 Karangploso dan lulus pada tahun 2011. Pendidikan menengah atas diperoleh peneliti di SMA Katolik Frateran Malang dan lulus pada tahun 2014. Pada tahun 2014, peneliti melanjutkan studi ke perguruan tinggi dan tercatat sebagai mahasiswi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Progam Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Pendidikan di perguruan tinggi diakhiri dengan menulis skripsi yang berjudul “Pengembangan Prototipe Buku Penerapan Pendekatan Saintifik Dalam Pembelajaran Tematik Kelas I SD (tema 6, subtema 1, pembelajaran 6)” Selama menempuh pendidikan di PGSD, peneliti mengikuti beberapa macam kegiatan kepanitiaan. Berikut daftar kegiatan kepanitian yang pernah diikuti oleh peneliti. Pada tahun 2014 peneliti mengikuti acara kepanitiaan Parade Gameran Anak sebagai anggota devisi dampok. Pada tahun 2015 peneliti mengikuti acara kepanitiaan Inisiasi Sanata Dharma (Insadha) sebagai anggota devisi pendaftaran. Pada tahun 2016 peneliti mengikuti organisasi BEMF tingkat fakultas devisi KPU pada periode 2016/2017. Pada tahun 2016 peneliti mengikuti acara kepanitiaan KPU BEMF Gubernur dan Wakil Gubernur Periode 2016/2017 sebagai devisi bendahara I. Dan yang terakhir pada tahun 2016, peneliti mengikuti acara kepanitiaan PPKMB I sebagai asisten DPA. 114

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7 Produk yang Dikembangkan 115

(134)

Dokumen baru

Download (133 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS PENGEMBANGAN INDIKATOR PEMBELAJARAN DALAM BUKU GURU TEMATIK TERPADU KURIKULUM 2013 KELAS IV
0
9
23
ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK KELAS IV SDN MOJOREJO 01 BATU
1
12
24
ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK BERDASARKAN PENDEKATAN SAINTIFIK MODEL DISCOVERY LEARNING TEMA 7 SUBTEMA 3 KELAS III SDN MOJOLANGU 03 MALANG
0
11
15
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK SISWA KELAS IVA SD NEGERI 05 METRO TIMUR TAHUN PELAJARAN 2013/2014
0
7
76
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI SMA KELAS XI MATERI KETENAGAKERJAAN.
0
0
10
MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK SD KELAS I III
0
1
40
PEMBELAJARAN TEMATIK DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK DI KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 09 SUNGAI RAYA
0
0
15
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU DI KELAS IV SEKOLAH DASAR KOTA SINGKAWANG
0
0
16
STRATEGI IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR NEGERI KOTA SINTANG
0
0
12
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK KELAS 1 SEKOLAH DASAR
0
0
11
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO INTERAKTIF BERDASARKAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF PADA SISWA SD KELAS 4
0
1
14
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO INTERAKTIF BERDASARKAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF PADA SISWA SD KELAS 4 MONICA NIRMALASARI ELIDA 292011174
0
0
82
EFEKTIVITAS PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMPN 1 KRIAN SKRIPSI
0
0
16
PELAKSANAAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS III-B DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI KOTA SALATIGA TAHUN PELAJARAN 20172018 SKRIPSI
0
0
108
PENGEMBANGAN PROTOTIPE NASKAH SOSIODRAMA BERBASIS PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS V SD TEMA 3 SUBTEMA 2
0
0
139
Show more