PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS WIROBRAJAN

Gratis

0
0
155
9 months ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP

TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI

PADA MATA PELAJARAN IPA

DI SD KANISIUS WIROBRAJAN

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh

Evi Dyah Ayu Cahyani

  

081134059

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

2012

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Motto Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari sebuah kesuksesan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  HALAMAN PERSEMBAHAN

  Karya sederhana ini kupersembahkan kepada :

  1. Tuhan Yesus Kristus, yang selalu menyertaiku

  2. Almamater Universitas Sanata Dharma

  3. Orang tuaku yang senantiasa membimbing, mendidik dan membesarkanku dengan penuh kasih sayang

  4. Pengajarku yang mendidikku

  5. Adik – adikku yang kusayangi yang selalu memberi dukungan pada penulis

  6. Suamiku tercinta yang senantiasa selalu memberi semangat dan dukungan pada penulis

  7. Sahabatku yang mendukung dan membantuku

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ABSTRAK Cahyani, Evi Dyah Ayu (2012). Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap Kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Wirobrajan. Skripsi S1, Yogyakarta : program studi pendidikan guru sekolah dasar universitas sanata dharma.

  Kata kunci : metode mind map, kemampuan mengingat, kemampuan memahami dan mata pelajaran IPA Penelitian ini bertujuan untuk mengretahui pengaruh penggunaan mind map terhadap 1) kemampuan mengingat dan 2) kemampuan memahami pada siswa kelas V SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta pada semester genap tahun pelajaran 2011/2012 pada mata pelajaran IPA materi peristiwa alam.

  Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi

  eksperimental tipe non.- equivalent kontrol group design

  (sugiono:2010:116).Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Kanisius Wirobrajan yang terdiri dari kelas VA sebanyak 32 siswa yang ditunjuk sebagai kelas eksperimen dan kelas VB sebanyak 35 siswa sebagai kelompok kontrol.

  Intrumen dari penelitian ini terdiri 2 soal essai masing- masing terdiri dari satu soal merupakan soal untuk menguji kemampuan mengingat dan satu soal untuk menguji kemampuan memahami. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah pretest dan posttest.pretest diberikan pada awal pertemuan sedangkan posttest diberikan pada bakhir pertemuan.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) mind map berpengaruh pada kemampuan mengingat siswa yang ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed) sebesar 0.047 (atau > 0.05). selain itu ada peningkatan skor yang signifikan pada kelompok eksperimen ditunjukkan dengan harga sig. (2 - tailed) sebesar 0.000( atau < 0.05). 2) Ada pengaruh penerapan mind map terhadap kemampuan memahami siswa yang ditunjukkan dengan sig.(2- tailed) sebesar 0. 000 (atau < 0.05) , selain itu ada peningkatan skor yang signifikan pada kelompok eksperimen yang ditunjukkan dengan harga sig. ( 2-tailed) sebesar 0.000 ( < 0.05).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ABSTRACT Cahyani, Evi Dyah Ayu (2012). The Influences of the Mind Map Method to the

  Ability to Memorize and Comprehend Natural Science in Kanisius Wirobrajan Elementary School. S1 Thesis, Yogyakarta: elementary school education study program sanata dharma university.

  Key words: mind map method, ability to memorize, ability to comprehend Natural Science

  This research was aimed to find out the influences of mind map method to 1) the ability to memorize and 2) the ability of students class V Kanisius Wirobrajan Elementary School, even semester academic year 2011/2012 to comprehend Natural Science on the subject of identifying natural events that happen in Indonesia and the effects on the living things and the environment.

  The design used in this research was Quasi Experimental Type non- equivalent control group design (sugiono:2010:116). The subjects of this research were the 32 students class VA and the 35 students class VB of Kanisius Wirobrajan ES. The research instruments were 2 essay questions that consisted of one question to test the ability to memorize and one question to test the ability to comprehend each. The data were collected by giving pretest and posttest. The pretest was given at the beginning at the meeting, while the posttest was given at the end of the meeting.

  The results showed that 1) the mind map method influenced the students’ ability to memorize. It was shown by the sig value (2-tailed) as big as 0.047 (or There was a significant improvement at the experimental group score shown by the sig value (2-tailed) as big as 0.000 (or 2) the use of mind map influenced the student’s ability to comprehend shown by the sig value (2- tailed) as big as 0.000 (or There was a significant improvement at the experimental group score shown by the sig value (2-tailed) as big as 0.000 (or

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KATA PENGANTAR

  Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat, kasih, penyertaan dan setiaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan sekripsi ini dengan baik. Skripsi yang berjudul “PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI PADA MATA

  PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS WIROBRAJAN” ditulis sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Stata I Program Stidi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

  Selesainya sekripsi ini tidak lepas dari dukungan, bimbingan dan kerjasama dari beberapa pihak. Oleh karena itu, dengan segenap hati penulis mengucapkan terimakasih kepada :

  1. Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma.

  2. G. Ari Nugrahanta SJ, S.S., BST, M.A., selaku ketua program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma dan dosen pembimbing 1, yang telah membantu, membimbing dan memotivasi penulis dalam menyelesaikan karya ilmiah.

  3. Elga Andriana, S.Psi., M.Ed. selaku wakil ketua program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, UniversitasSanata Dharma dan dosen pembimbing II, yang dengan sabar membimbing, memberi masukan, dan pengarahan kepada penulis dalam menyelesaikan karya ilmiah ini.

  4. Hr. Klidiatmoko, selaku kepala SDK Wirobrajan yang memberikan ijin penelitian dan dukungan kepada penulis.

  5. Ag. Wahyu Utami, selaku guru kelas VA SDK Wirobrajan yang meluangkan waktu, memberikan tenaga, membimbing dan membantu peneliti sebagai guru mitra penelitian kolaboratif.

  6. Siswa-siswa kelas VA dan VB SDK Wirobrajan, yang bersedia menjadi subyek penelitian.

  7. Bapak dan ibu terkasih, yang senantiasa selalu setia dalam doa, memberi dukungan,dan motivasi kepada penulis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8. Adik-adikku terkasih (Sukma dan Yosep), yang memberi dukungan bagi penulis.

  9. Teman-teman penelitian kolaboratif IPA SDK Wirobrajan (Susi dan Danik) yang selalu membantu, bekerjasama, berbagi pengetahuan, semangat, dan kasih kepada penulis.

  10. Teman-teman PPL SDK Wirobrajan, yang memberikan bantuan dan dukungan bagi penulis. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam penulisan karya ilmiah ini oleh karena iti peneliti terbuka terhadap masukan, kritikan dari semua pihak yang membaca. Peneliti juga berharap semoga karya ilmiah ini berguna bagi semua pihak yang membacanya.

  Penulis

  

DAFTAR ISI

JUDUL HALAMAN

  2.1.2.2 Kemampuan Memahami ................................................................ 11

  3.1 Jenis Penelitian ............................................................................................ 22

  

BAB 111 METODE PENELITIAN .................................................................... 22

  2.4 Hipotesis Penelitian .................................................................................... 20

  2.3 Kerangka Berfikir ....................................................................................... 19

  2.2.3 Literatur Mind Map ................................................................................ 19

  2.2.2 Penelitian Tentang Proses Kognitif ....................................................... 17

  2.2.1 Penelitian Tentang Mind Map ................................................................ 17

  2.2 Penelitian- Penelitian Terdahulu ................................................................. 17

  2.1.3.2 Materi Ajar Kelas V SD ................................................................. 14

  2.1.3.1 Hakekat Ilmu Pengetahuan Alam ................................................... 13

  2.1.3 Mata Pelajaran IPA ............................................................................... 13

  2.1.2.1 Kemampuan Mengingat ................................................................. 11

  

HALAMAN SAMPUL .......................................................................................... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................ ii

HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. iii

MOTO .................................................................................................................. iv

PERSEMBAHAN .................................................................................................. v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................ vi

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI .............................................. vii

ABSTRAK ......................................................................................................... viii

ABSTRACT ......................................................................................................... ix

KATA PENGANTAR ........................................................................................... x

DAFTAR ISI ....................................................................................................... xii

DAFTAR TABEL .............................................................................................. xiv

DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xv

DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xvi

BAB 1 PENDAHULUAN ...................................................................................... 1

  2.1.2 Proses Kognitif Mengingat dan memahami ........................................... 10

  3. Mind Map ............................................................................................ 8

  2. Metode Pembelajaran .......................................................................... 6

  1. Teori Perkengan Anak ......................................................................... 5

  2.1.1.1 Metode Pembelajaran Mind Map ..................................................... 4

  2.1.1 Teori-Teori Yang Mendukung ................................................................ 4

  2.1 Kajian Pustaka ............................................................................................... 4

  

BAB 11 LANDASAN TEORI .............................................................................. 4

  1.4 Manfaat Penelitian ........................................................................................ 3

  1.3 Tujuan Masalah ............................................................................................ 3

  1.2 Rumusan Masalah ......................................................................................... 2

  1.1 Latar Belakang Penelitian ............................................................................ 1

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.2 Populasi dan Sampel ................................................................................... 22

  3.3 Waktu Penelitian ........................................................................................ 23

  3.4 Variabel Penelitian ...................................................................................... 24

  3.5 Definisi Operasional ................................................................................... 24

  3.6 Instrumen Penelitian .................................................................................... 25

  3.7 Uji Validitas dan Reliabilitas ..................................................................... 26

  3.8 Tehnik Pengumpulan Data ......................................................................... 29

  3.9 Tehnik Analisis Data .................................................................................. 30

  

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................... 35

  4.1 Hasil Penilitian ........................................................................................... 35

  4.1.1 Pengaruh Penggunaan Mind M ap Terhadap Kemampuan Mengingat . 35

  4.1.1.1 Perbandingan Skor Pretest ........................................................... 37

  4.1.1.2 Perbandingan Skor Pretest ke Posttest .......................................... 38

  4.1.1.3 Perbandingan Skor Posttest ........................................................... 39

  4.1.2 Pengaruh Penggunaan Mind Map terhadap kemampuan memahami .... 41

  4.1.2.1 Perbandingan Skor Pretest ........................................................... 43

  4.1.2.2 Perbandingan Skor Pretest ke Posttest .......................................... 45

  4.1.2.3 Perbandingan Skor Posttest ........................................................... 46

  4.2 Pembahasan ................................................................................................ 49

  4.2.1 Pengaruh Penggunaan Mind Map Terhadap Kemampuan Mengingat .. 49

  4.2.2 Pengaruh Penggunaan Mind Map Terhadap Kemampuan Memahami . 49

  4.3 Keterbatasan Penelitian ............................................................................... 51

  

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................. 52

  5.1 Kesimpulan ................................................................................................. 52

  5.2 Saran ........................................................................................................... 53

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR TABEL

  Tabel 1 Jadwal Pengambilan Data ........................................................................ 23 Tabel 2 Matriks Pengembangan Instrumen ........................................................... 26 Tabel 3 Hasil Uji Validitas Pertama....................................................................... 27 Tabel 4 Hasil Uji Validitas Kedua ........................................................................ 27 Tabel 5 Hasil Uji Pembeda Soal Essai Pertama .................................................... 28 Tabel 6 Hasil Uji Pembeda Soal Essai Kedua ...................................................... 28 Tabel 7 Hasil Uji Reliabel pertama ....................................................................... 28 Tabel 8 Hasil Uji Reliabel kedua .......................................................................... 29 Tabel 9 Tehnik Pengumpulan Data ....................................................................... 29 Tabel 10 Hasil Uji Normalitas Kemampuan Mengingat ....................................... 36 Tabel 11 Hasil Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Mengingat .................... 38 Tabel 12 Hasil Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengingat .. 39 Tabel 13 Hasil Perbandingan Skor Posttest Kemampuan Mengingat .................. 40 Tabel 14 Hasil Uji Normalitas Kemampuan Memahami ....................................... 42 Tabel 15 Hasil Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Memahami ................... 44 Tabel 16 Hasil Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Memahami . 46 Tabel 17 Hasil Perbandingan Skor Posttest Kemampuan Memahami ................. 47 Tabel 18 Hasil Perbandingan skor pretest kelompok kontrol dan eksperimen ...... 48 Tabel 19 Hasil Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Kelompok Kontrol dan

  Eksperimen ............................................................................................ 48 Tabel 20 Hasil Perbandingan Skor Posttest Kelompok Kontrol dan Eksperimen . 48

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR GAMBAR

JUDUL HALAMAN

  Gambar 1. Literature Map dari Penelitian-penelitian Terdahulu ………………19

  Gambar 2. Proses Penyusunan Hipotesis ………………………………………21

  Gambar 3. Desain Penelitian ………………………………………22

  Gambar 4. Variabel Penelitian …………………………………………………25

  Gambar 5. Kenaikan Skor Kelompok Kontrol dan Eksperimen data Mengingat

  ……………………………………………………41 Gambar 6. Kenaikan Skor Kelompok Kontrol dan Eksperimen Data Memahami 48

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR LAMPIRAN

JUDUL

  HALAMAN

  Lampiran 1. Silabus dan RPP …………………………………………………...58

  Lampiran 2. Hasil Pembuatan Mind Map ………………………………………92

  Lampiran 3. Hasil Uji Validitas …………………………………………………96

  Lampiran 4. Uji Reliabilitas ……………………………………………………98

  Lampiran 5. Uji Beda Instrumen ………………………………………………...99

  Lampiran 6. Materi Pembelajaran ........................................................................ 100 Lampiran 7. Instrumen untuk pengambilan data dan Kunci Jawaban

  ………….107 Lampiran 8. Rubrik Penilaian

  …………………………………………………..114 Lampiran 9. Rekapitulasi Data Mengingat dan Memahami ................................ 117 Lampiran 10. Tabulasi Data

  Mengingat dan Memahami …………………..119 Lampiran 11. Uji Normalitas data Mengingat ..................................................... 127 Lampiran 12. Uji Perbandingan Pretest Kontrol dengan Eksperimen

  …………127 Lampiran 13. Uji Perbandingan Pretest ke Posttest kelompok kontrol dan

  Kelompok Eksperimen…............................................................... 128 Lampiran 14. Uji Perbandingan Posttest Data Mengingat

  ……………....128 Lampiran 15. Uji Normalitas Data Memahami

  ………………………………129 Lampiran 16. Uji Perbandingan Pretest Kontrol dengan Eksperimen

  …………129 Lampiran 17. Uji Perbandingan Pretest ke Posttest Kontrol dan Eksperimen... 130 Lampiran 18. Uji Perbandingan Posttest Data Memahami ................................. 130 Lampiran 19. Foto-foto Penelitian

  ……………………………………………..132 Lampiran 20. Surat Keterangan Penelitian dari SDK Wirobrajan ....................... 135 Lampiran 21. Surat Keterangan Penelitian dari FKIT

  ……………....................136

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB I

PENDAHULUAN Dalam bab 1 ini, akan dibahas mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian dan manfaat penelitian.

  1.1 Latar Belakang Penelitian Mata pelajaran IPA merupakan mata pelajaran pokok yang ada di Sekolah

  Dasar. Mata pelajaran IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang diujikan pada Ujian Akhir Sekolah (UAN). Mata pelajaran IPA mempelajari mengenai alam semesta yang ada disekitar siswa seharusnya pembelajaran

  IPA merupakan mata pelajaran yang menarik. Konsep-konsep pada mata

  pelajaran IPA harus dipahami secara mendalam oleh siswa agar siswa lebih memahami kehidupan yang terjadi disekitar siswa. IPA sendiri menyampaikan beberapa materi saja yang disampaikan pada peserta didik. Salah satu materi pembelajaran IPA adalah peristiwa alam.

  Salah satu permasalahan pembelajaran IPA terletak pada metode yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi ajar. Kebanyakan metode yang digunakan guru untuk menyampaikan materi ajar masih menggunakan metode konvensional atau metode tradisional. Salah satu metode konvensinal yang sering digunakan guru dalam menyampaikan materi ajar adalah metode ceramah. Metode ceramah kurang mengaktifkan, siswa cenderung pasif mendengarkan penjelasan dari guru dan mencatat pada buku tulis mereka sehingga tidak jarang banyak siswa yang kurang paham dengan penjelasan guru, banyak siswa yang merasa bosan memilih untuk berbicara dengan temannya dan tidak dapat menerapkan konsep-konsep pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut secara tidak langsung menyebabkan rendahnya kemampuan anak dalam mengingat dan memahami materi ajar yang disampaikan oleh guru.

  Untuk mengatasi permasalahan tersebut hendaknya guru menggunakan metode yang dapat mengaktifkan siswa sehingga siswa tidak cenderung hanya pasif mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru. Siswa hendaknyanya aktif dalam mengikuti pembelajaran dan berusaha untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menyelesaikan masalah yang dihadapi. Untuk itu diperlukan metode yang tepat dalam kegiatan pembelajaran. Peneliti ingin menerapkan metode pembelajaran yang diduga dapat membangkitkan kemampuan mengingat dan memahami siswa yaitu dengan mind map. Mind map akan membantu siswa dalam belajar selain itu mind map juga memudahkan siswa untuk mempelajari materi ajar dengan membuat bagan-bagan yang merupakan rincian sebuah materi ajar. Mind map juga akan membantu siswa dalam membaca, mengingat dan melihat materi ajar yang akan dipelajari. Peneliti berharap dengan penggunaan mind map pemahaman siswa tentang materi yang dipelajari semakin bermakna. Penggunaan mind map diharapkan dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam mengingat dan memahami.

  Penelitian ini hanya akan dibatasi pada pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mengingat dan memahami siswa pada mata pelajaran

  IPA materi peristiwa alam siswa kelas V SD Kanisius Wirobrajan pada semester genap tahun pelajaran 2011/2012. Kemampuan mengingat dan memahami diukur dari hasil pretest dan posttest. Kelas yang dipakai dalam penelitian ini adalah kelas VA dengan jumlah siswa 32 orang sebagai kelas eksperimen dan VB dengan jumlah 35 orang sebagai kelas kontrol . standar kompet ensi yang digunakan adalah 7 “Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam

  .“ Pada kompetensi dasar 7.6 “Mendiskripsikan peristiwa alam yang terjadi di Indonesia dan dampaknya bagi mahluk hidup dan lingkungannya.“

  1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah dan batasan masalahnya, masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:

  1. Apakah penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan kognitif mengingat pada mata pelajaran IPA materi peristiwa alam siswa kelas V SDK Wiobrajan pada semester Genap tahun ajaran 2011/2012.

  2. Apakah penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan kognitif memahami pada mata pelajaran IPA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mengenai peristiwa alam siswa kelas V SDK Wirobrajan pada semester genap tahun ajaran 2011/2012.

  1.3 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah

  1. Mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan kognitif mengingat pada mata pelajaran IPA materi peristiwa alam siswa kelas V SDK Wirobrajan pada Semester Genap Tahun Ajaran 2011/2012.

  2. Mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan kognitif memahami pada mata pelajaran IPA kelas VSDK Wirobrajan pada Semester Genap Tahun Ajaran 2011/2012

  1.4 Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi :

  1. Guru Guru mendapatkan pengalaman dalam menerapkan pembelajaran dengan menggunakan metode mind map, menambah wawasan guru mengenai metode mind map.dengan itu guru diharapkan dapat menerapkan untuk pelajaran atau materi pokok yang lain.

  2. Siswa Siswa mendapatkan pengalaman belajar yang berharga dapat belajar dengan metode mind map

  3. Sekolah Laporan penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber bacaan

  4. Peneliti Peneliti mendapatkan pengalaman yang berharga dalam menerapkan metode mind map pada mata pelajaran IPA. Peneliti mendapat bekal pengetahuan dan wawasan untuk diterapkan kelak pada saat mengajar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II LANDASAN TEORI Pada Bab II landasan teori ini, akan dibahas metode pembelajaran mind

  

map , proses kognitif mengingat dan memahami, serta membahas mengenai teori-

  teori yang relevan dari hasil penelitian sebelumnya dan dirumuskan dalam kerangka berpikir dan hipotesis berupa dugaan sementara dari rumusan masalah penelitian.

  2.1. Kajian Pustaka

  2.1.1 Teori Teori yang mendukung

2.1.1.1. Metode pembelajaran mind map

  Metode pembelajaran yang hendak dikaji adalah metode pembelajaran dengan menggunakan metode mind map Menurut Buzan (2011), penggunaan mind map merupakan salah satu metode yang mudah dan efektif dalam menyimpan serta menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi keluar dari otak. Metode pembelajaran mind

  map akan dibahas lebih lanjut sebelumnya terlebih dahulu menjabarkan

  tentang teori perkembangan anak yang menggunakan dan mengaplikasikan salah satu metode pembelajaran ke anak. Hal ini bertujuan agar penggunaan metode pembelajaran dapat dipilih dengan tepat dan secara efektif meningkatkan hasil belajar anak

  1.Teori perkembangan anak Menurut Jean Piaget (dalam Jamaris, 2006:19) perkembangan merupakan suatu proses yang bersifat komulatif artinya perkembangan dahulu akan menjadi dasar dalam perkembangan yang selanjutnya. Menurut Jean Pieget (dalam Iskandar, 2010:70-73) perkembangan kognitif anak dibagi menjadi 4 tahapan yaitu sebagai berikut : a. Sensorimotor ( lahir sampai 2 tahun)

  Pada tahap ini anak memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan dunia luar melalui perbuatan, pada awal tahap ini anak belum mengenal bahasa untuk memberi label pada objek atau

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  perbuatan, belum mempunyai cara-cara untuk memberi arti terhadap sesuatu dan belum berpikir tentang dunia luar, di akhir tahap ini sudah terbentuk struktur kognitif sementara untuk mengkoordinasikan perbuatan dalam hubungannya terhadap benda, waktu, dan ruang .

  b. Pra Operasional ( 2

  • – 7 tahun) Pada tahap ini anak sudah memiliki kemampuan untuk mulai meningkatkan kosakata, membuat penilaian berdasarkan persepsi bukan pertimbangan konseptual, mengelompokkan benda-benda berdasarkan sifat-sifatnya, mulai memiliki pengetahuan fisik mengenai sifat-sifat benda dan mulai memahami tingkah laku dan organisme di dalam lingkungannya, mempunyai pandangan obyektif dan egosentrik, tidak berpikir tentang bagian-bagian dan keseluruhan secara serentak

  c. Operasi Kongkret (7- 11 tahun) Pada tahap ini anak sudah memiliki kemampuan untuk mulai memandang dunia secara obyektif, Mulai berfikir secara operasional, mempergunakan cara berfikir operasional untuk mengklasifikasikan benda-benda.

  d. Operasi Formal ( 11-15 tahun) Pada tahap ini anak sudah dapat berhubungan dengan peristiwa- peristiwa hipotesis atau abstrak, tidak hanya dengan objek-objek konkret. Menurut Jamaris (2006:24) perkembangan anak pada hakekatnya merupakan adaptasi dengan lingkungan yang dilakukan melalui proses asimilasi, akomodasi dan ekuilibrium. Menurut Slavin (dalam Trianto, 2010:70-71),

  “Asimilasi merupakan penginterpretasian pengalaman- pengalaman baru dalam hubungannya dengan skema- skema yang telah ada.

  ” Menurut Jamaris “Akomodasi adalah proses menyatukan informasi baru dengan informasi yang telah dimiliki, sehingga perpaduan informasi tersebut memperluas pengetahuan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  anak .” Proses pemulihan kesetimbangan antara pemahaman saat ini dan pengalaman-pengalaman baru disebut ekuilibrasi.

  Pada anak usia SD termasuk pada tahap operasional konkret dimana pada tahap ini anak lebih berpikir kritis, sudah bisa berpikir secara logis dengan benda benda yang konkret.

  2. Metode pembelajaran Menurut Djamarah (2010:72-75) metode merupakan salah satu komponen yang ikut ambil bagian bagi keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Metode juga memiliki berbagai peranan sebagai berikut:

  a. Metode sebagai alat motivasi ekstrinsik

  b. Metode sebagai strategi pengajaran

  c. Metode sebagai alat untuk mencapai tujuan Menurut Anitah (2007:5.17) metode mengajar merupakan cara yang digunakan guru dalam pembelajaran agar terjadi interaksi dan proses belajar yang efektif. Metode mengajar menurut Djamarah (2007:74) adalah strategi pengajaran yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi ajar yang berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Menurut Djamarah (2010:78-81) dalam memilih metode pembelajaran perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut anak didik, situasi, tujuan, fasilitas, dan guru. Menurut Surakman (1980) metode pembelajaran terdiri dari beberapa jenis yaitu sebagai berikut a. Metode ceramah

  Metode ceramah merupakan cara penyampaikan materi ajar dengan menggunakan komunikasi lisan. Metode ceramah merupakan metode yang ekonomis dan efektif untuk menyampaikan informasi dan pengertian. Metode ceramah juga memiliki kelemahan yakni siswa akan cenderung pasif dalam mengikuti pembelajaran, metode ceramah kurang cocok digunakan untuk membentuk keterampilan dan sikap.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. Metode tanya jawab Pada metode tanya jawab guru umumnya berusaha menanyakan hal-hal mengenai fakta tertentu yang sudah dipelajari oleh siswa sebelumnya. Metode tanya jawab ditujukan untuk menarik perhatian siswa, meninjau pelajaran yang lalu, agar siswa memusatkan lagi perhatian pada pelajaran tersebut.

  c. Metode diskusi Metode diskusi adalah suatu cara penyampaian materi pelajaran di mana guru memberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan perbincangan guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahan suatu masalah. Metode diskusi selain memiliki beberapa kelebihan juga memiliki beberapa kelemahan.

  Kelebihan dan kelemahan metode diskusi menurut Djamarah (2010:88) sebagai berikut 1) Kelebihan Metode diskusi

  Merangsang kreativitas anak didik dalam memecahkan suatu masalah Mengembangkan sikap menghargai pendapat orang lain Memperluas wawasan

  2) Kelemahan metode diskusi Pembicaraan terkadang menyimpang dari materi yang dibahas.

  Tidak dapat dipakai dalam kelompok besar. Peserta mendapat informasi yang terbatas.

  d. Metode kerja kelompok Kerja kelompok merupakan salah satu strategi belajar mengajar yang memiliki kadar CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif). Metode kerja kelompok dalam pelaksanaannya menuntut kondisi serta persiapan yang jauh berbeda dengan format belajar mengajar menggunakan pendekatan ekspositorik. Aspek aspek kelompok yang perlu diperhatikan dalam kerja kelompok meliputi tujuan,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  interaksi dan kepemimpinan. Dalam kerja kelompok guru memiliki peranan sebagai manager, observer, dan evaluator.

  e. Metode simulasi Simulasi adalah tiruan atau perbuatan yang hanya pura-pura dan seolah- olah seperti adegan sebenarnya. Tujaan metode simulasi yaitu melatih keterampilan tertentu baik yang bersifat profesional maupun bagi kehidupan sehari

  • –hari, memperoleh pemahaman tentang suatu konsep atau prinsip dan berlatih memecahkan suatu masalah.

  f. Metode demonstrasi Metode demonstrasi merupakan metode mengajar yang sangat efektif untuk membantu siswa mencari jawaban atau pertanyaan- pertanyaan. Demonstrasi merupakan metode mangajar dimana seorang guru atau demonstrator atau siswa memperlihatkan kepada seluruh kelas suatu proses. Metode demonstrasi wajar digunakan bila siswa ingin mengetahui tentang bagaimana mengaturnya, dan bagaimana proses mengerjakan. Guru hendaknya menggunakan metode yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar,sehingga dapat dijadikan sebagai alat untuk mencapai tujuan pengajaran. Guru hendaknya dalam memilih metode yang akan digunakan hendaknya memperhatikan tujuan yang akan dicapai agar anak didik dapat belajar secara efektif dan efisien.

  3. Mind map

  Mind map menurut Buzan (2005:4) merupakan

  “cara mencatat yang efektif dan kreatif dalam meyimpan dan menarik informasi serta mudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi keluar dari otak. Menurut Buzan (2008:8-16) dengan menggunakan kedua sisi otak akan lebih meningkatkan kemampuan anak dalam mengingat. Dalam membuat mind map diperlukan imajinasi dan asosiasi dengan pemikiran yang kreatif, bebas, luas dan terbuka. Imajinasi dapat membantu anak dalam membuat segala sesuatu lebih tampak menarik sehingga mudah untuk mengingatnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sedangkan asosiasi menbantu dalam mengbuat keterkaitan tentang sesuatu yang telah diketahui. Menurut Buzan (2005:6), mind map dapat membantu kita dalam merencanakan, berkomunikasi, menjadi kreatif, menghemat waktu, menyelesaikan masalah, memusatkan perhatian, menyusun dan penjelaskan pikiran- pikiran mengingat dengan lebih baik, belajar lebih cepat, dan efisien melihat gambar secara keseluruhan.

  Menurut Michalko dalam Burzan (2005) mind map memiliki manfaat sebagai berikut : a. Mengaktifkan seluruh otak baik belahan otak kanan maupun belahan otak kiri otak kiri b. Membereskan akal dari kekusutan mental

  c. Memungkinkan kita berfokus pada pokok bahasan yang akan dipelajari d. Membantu menunjukkan hubungan antara bagian

  • –bagian informasi yang saling terpisah

  e. Memberi gambaran yang jelas pada keseluruhan dan perincian

  f. Memungkinkan kita mengelompokkan konsep, membantu kita membandingkan g. Membantu mengalihkan informasi tentangnya dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang. Bahan

  • –bahan yang dibutuhkan dalam membuat mind map menurut Buzan (2005:14) yaitu kertas kosong tak bergaris, pena dan pensil warna, otak dan imajinasi. Menurut Buzan ( 2005:15-16) ada Tujuh langkah dalam membuat mind map 1) Mulailah dari bagian tengah kertas kosong

  Karena Memulai dari tengah memberi kebebasan kepada otak untuk menyebar kesegala arah dan untuk mengungkapkan dirinya dengan lebih bebas dan alami

  2) Gunakan GAMBAR atau FOTO pada bagian tengah Karena sebuah gambar mempunyai makna seribu kata dan membantu kita menggunakan imajinasi. Sebuah gambar sentral akan lebih menarik,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  membuat kita tetap terfokus, membantu kita berkonsentrasi dan mengaktifkan otak kita 3) Gunakan WARNA.

  Karena warna membuat mind map lebih hidup, lebih menarik menambah energi kepada pemikiran kreatif dan menyenangkan 4) Hubungkan cabang-cabang utama kegambar pusat dan hubungkan cabang cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya. 5) Buatlah garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus.Karena garis lurus akan membosankan otak. 6) Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis. Karena kata kunci tunggal memberi lebih banyak daya dan fleksibilitas kepada mind map. 7) Gunakan GAMBAR. Karena setiap gambar memiliki makna seribu kata.

  2.1.2 Proses kognitif mengingat dan memahami Menurut Anderson (2010:43) taksonomi Bloom membagi proses kognitif pengetahuan menjadi 6 tingkatan pengetahuan anak dari tingkatan yang paling rendah sampai tingkat kognitif yang paling tinggi yaitu mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Anderson (2010:99-133) menjelaskan keenam pengetahuan kognitif anak, sebagai berikut:

  2.1.2.1 Mengingat Proses mengingat adalah mengambil pengetahuan yang dibutuhkan dari memori jangka panjang

  2.1.2.2 Memahahami Proses memahami adalah mengkontruksi makna dari pesan-pesan pembelajaran yang disampaikan melalui pengajaran baik secara lisan maupun tertulis serta menghubungkan pengetahuan baru yang telah mereka dapat dengan ;pengetahuan lama yang telah mereka miliki.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2.1.2.3 Mengaplikasikan Proses mengaplikasikan adalah melibatkan penggunaan prosedur- prosedur tertentu untuk mengerjakan soal latihan atau menyelesaikan masalah.

  2.1.2.4 Menganalisis Proses menganalisis merupakan proses memecah- mecah materi jadi bagian bagian kecil dan menentukan bagaimana hubungan antara bagian dan antar setiap bagian dan struktur keseluruhan.

  2.1.2.5 Mengevaluasi Proses kognitif mengevaluasi membuat keputusan berdasarkan kriteria dan standar

  2.1.2.6 Mencipta Proses kognitif mengevaluasi adalah memadukan beberapa unsur atau bagian menjadi sesuatu yang baru dan koheren

  Dalam penelitian ini peneliti akan meneliti proses kognitif mengingat dan memahami

  2.1.2.1 Mengingat Proses mengingat adalah mengambil pengetahuan yang dibutuhkan dari memori jangka panjang.Pengetahuan yang dibutuhkan boleh jadi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural atau metakognitif. Pengetahuan mengingat penting sebagai bekal untuk belajar yang bermakna dan menyelesaikan masalah karena pengetahuan tersebut dipakai dalam tugas- tugas yang lebih komplek. Proses proses kognitif mengingat meliputi mengenali dan mengingat kembali.

  1. Mengenali (Mengidentifikasi) Mengenali adalah mengambil pengetahuan yang diambil dari jangka panjang untuk membandingkan dengan informasi yang diterima. Pada saat siswa menerima informasi baru siswa menentukan apakah informasi tersebut telah sesuai dengan informasi yang didapat sebelumnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Mengingat kembali Proses mengingat kembali adalah mengambil pengetahuan yang dibutuhkan dari memori jangka panjang mengenai sesuatu yang akan di pelajari.

  2.1.2.2 Memahami Siswa dikatakan memahami apabila siswa dapat mengkonstruksi makna dari pesan-pesan pembelajaran baik yang bersifat lisan tertulis, atau grafis, yang disampaikan melalui buku pengajaran, buku atau layar komputer. Proses-proses kognitif dalam ketegori memahami meliputi menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasikan, merangkum, menyimpulkan, membandingkan dan menjelaskan.

  1. Menafsirkan Menafsirkan terjadi ketika siswa dapat mengubah informasi yang mereka dapat dari satu bentuk ke bentuk yang lain misalnya mengubah kata-kata menjadi kata-kata lain, gambar dari kata-kata, kata-kata jadi gambar, angka jadi kata-kata, dan lain lain.

  2. Mencontohkan ( Mengilustrasikan) Proses kognitif mencontohkan terjadi ketika siswa mampu memberikan contoh mengenai konsep atau prinsip umum mencontohkan melibatkan proses identifikasi ciri-ciri pokok dari konsep atau prinsip umum.

  3. Mengklasifikasikan Proses kognitif mengklasifikasikan terjadi ketika siswa mampu mengetahui bahwa sesuatu termasuk dalam kategori tertentu.

  Mengklasifikasikan melibatkan proses mendeteksi ciri-ciri atau pola- pola yang sesuai dengan contoh, konsep dan prinsip. Proses kognitif mengklasifikasikan adalah proses kognitif yang melengkapi proses kognitif mencotohkan. Mencontohkan dimulai dari prinsip atau konsep dan siswa diharapkan dapat memberikan contoh, sedangkan mengklasifikan dimulai dengan contoh tertentu dan mengharuskan siswa menemukan konsep atau prinsip umum.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4. Merangkum Proses kognitif merangkum terjadi ketika siswa mampu mengemukakan satu kalimat yang mempresentasikan informasi yang diterima.

  5. Menyimpulkan Proses kognitif menyimpulkan terjadi ketika siswa mampu membuat menjelaskan sebuah konsep yang menerangkan hubungan contoh- contoh dengan melihat ciri-cirinya.

  6. Menjelaskan Proses kognitif menjelaskan dapat berlangsung ketika siswa mampu membuat dan menggunakan model sebab akibat dalam sebuah sistem.

  2.1.3. Mata Pelajaran IPA

  2.1.3.1.Hakekat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Menurut Iskandar (1996:2) IPA merupakan singkatan kata dari

  “Ilmu Pengetahuan Alam”. Ilmu Pengetahuan Alam adalah “ilmu tentang alam, yang mempelajari segala peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam.” “Ilmu

  Pengetahuan Alam menurut Webster (dalam Iskandar, 1996: 2) “adalah ilmu pengetahuan yeng mempelajari tentang alamsemesta serta gejala- gejalanya

  .” Menurut Fowler (dalam Trianto,2010:136),“Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu pengetahuan yang tersusun secara sistematis serta dirumuskan, yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan yang didasarkan atas pengamatan dan deduksi.” Menurut Trianto (2010:137) pada hakekatnya IPA dibangun atas dasar produk ilmiah, proses ilmiah dan sikap ilmiah. Menurut Donosoepoetro (dalam Trianto, 2

  010:137) “IPA dipandang pula sebagai proses yakni IPA merupakan kegiatan ilmiah, untuk menyempurnakan pengetahuan tentang alam dan untuk menemukan pengetahuan yang baru, IPA sebagai produk sebagai hasil dari proses yang berupa pengetahuan yang diajarkan. IPA dipandang sebagai prosedur merupakan cara yang dipakai untuk mengetahui sesuatu

  .” Sedangkan menurut Prihantoro dalam Trianto IPA hakikatnya suatu produk yaitu kumpulan pengetahuan, konsep dan bagan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  konsep, IPA sebagai proses yaitu proses yang digunakan untuk mempelajari objek. Menurut Laksmi (dalam Trianto, 2010:142) pendidikan IPA di sekolah memiliki tujuan sebagai berikut :

  1. Memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai dunia (alam)

  2. Menanamkan sikap hidup ilmiah

  3. Memberikan keterampilan untuk melakukan pengamatan

  4. Mendidik siswa untuk mengenal, mengetahui cara kerja serta menghargai para ilmuwan

  5. Menggunakan dan menerapkan metode ilmiah dalam memecahkan permasalahan. Ketrampilan proses dalam IPA ditempuh untuk memecahkan masalah di alam. Aspek

  • –aspek keterampilan proses IPA menurut Iskandar (1996:49) sebagai berikut pengamatan, pengklasifikasian, pengukuran, pengidentifikasian dan pengendalian variabel, perumusan hipotesa, perancangan eksperimen, menyimpulkan hasil eksperimen, pengkomunikasian hasil eksperimen

  2.1.3.2. Materi Ajar IPA kelas V Kompetensi IPA kelas V yang digunakan untuk penelitian ini adalah standar kompetensi 7 tentang “ memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam.“ pada kompetensi dasar

  7.6 “ Mendiskripsikan peristiwa alam yang terjadi di Indonesia dan dampaknya bagi mahluk hidup dan lingkungannya.” “macam macam peristiwa alam yang pernah terjadi di Indonesia

  1. Gunung Meletus Menurut Kholil (2009) gunung meletus mengeluarkan larva dan awan panas disekitarnya. Gunung merapi dapat menimbulkan dampak positif dan dampak negatif.

  Dampak positif akibat gunung meletus menurut Kholil (2009: sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a. Abu yang dikeluarkan dapat menyuburkan tanah

  b. Material yang dikeluarkan dari gunung berapi ( pasir, batu dll) dapat dimanfaat sebagai bahan bangunan c. Menjadi tempat wisata

  Dampak negatif menurut Maryanto ( 2009: ) sebagai berikut :

  a. Terdapat korban jiwa dan luka

  • – luka

  c. Lingkungan rusak akibat di sapu awan panas

  d. Hewan ternak mati atau hilang

  e. Tanaman atau perkebunan yang siap panen rusak

  b. Rumah dan harta benda rusak

  Maryanto gempa bumi dapat dikelompokkan menurut beberapa hal, diantaranya, berdasarkan penyebab terjadinya dan berdasarkan pusat gempa. Berdasarkan penyebabnya gempa bumi dibedakan menjadi 2 yaitu sebagai berikut a. Gempa bumi vulkanik

  Gempa bumi vulkanik adalah gempa yang disebabkan oleh letusan gunung merapi.

  b. Gempa bumi tektonik Gempa bumi tektonik adalah gempa bumi yang terjadi oleh gerakan penggeseran kerak bumi.

  Dampak dari bencana gempa bumi menurut Maryanto(2009:174) adalah sebagai berikut a. Banyak korban jiwa dan luka- luka serta penderitaan lahir batin yang sangat dalam.

  b. Rumah dan harta benda hancur

  c. Lahan pertanian dan perkebunan rusak

  d. Jalan dan jembatan rusak

  e. Rel kereta api putus atau bengkok

  2. Gempa bumi Menurut Maryanto (2009:172-174) gempa bumi adalah gerakan atau getaran yang terjadi di dalam kerak bumi secara mendadak.Menurut

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  f. Terjadi gelombang stunami yang memporak porandakan pemukiman dan persawahan.

  g. Bangunan dan sarana sosial rusak dan tidak dapat digunakan lagi.

  3. Erosi ( tanah longsor) Menurut Tarwoko (2009:170) tanah longsor disebabkan oleh penebangan secara liar sehingga hutan menjadi gundul. Hutan gundul mengakibatkan tidak ada akar yang dapat menahan tanah sehingga air hujan terus menggerus tanah Dampak bencana alam Erosi menurut Tarwoko (2009)

  a. Banyak korban jiwa

  b. Harta benda banyak yang hilang c. Banyak rumah warga yang hancur.

  4. Banjir Menurut Maryanto (2009:169) “ Banjir adalah tergenangnya suatu wilayah akibat meningkatnya jumlah air permukaan.

  Beberapa penyebab banjir menurut Maryanto (2009: 169) sebagai berikut

  a. Banjir akibat luapan air sungai

  b. Banjir akibat pasang naik air laut

  c. Banjir akibat air hujan yang tidak dapat mengalir ke daerah yang lebih rendah Dampak banjir bagi manusia menurut Maryanto (2009:169) sebagai berikut: 1) Rumah dan barang berharga hanyut dan rusak 2) Sawah ladang terendam air sehingga petani gagal panen 3) Banyak korban jiwa 4) Muncul berbagai penyakit pasca banjir 5) Lingkungan rusak

  6) Angin topan Menurut Admin (2010) Angin topan adalah pusaran angin kencang dengan kecepatan angin 120 km/jam atau lebih yang sering terjadi di wilayah tropis diantara garis balik utara dan selatan. Angin topan disebabkan oleh perbedaan tekanan dalam suatu sistem cuaca.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dampak dari angin topan menurut Admin (2010) sebagai berikut

  a. banyak pohon yang tumbang

  b. banyak rumah- rumah yang roboh

  c. banyak harta benda yang rusak

  d. banyak korban jiwa 7) Tsunami

  Menurut Bekti (2010) Gempa bumi yang memiliki kekuatan yang sangat tinggi dan pusat gempa berada pada di dasar laut maka maka gempa tersebut dapat menimbulkan gelombang tsunami. Tsunami . Gelombang tsunami adalah gempa yang terbentuk dari dasar laut akibat adanya gempa bumi

  2.2. Penelitian penelitian terdahulu

  2.2.1 Penelitian tentang Mind Map

  1. Kurniawati (2010) meneliti tentang penggunaan mind map dalam meningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas VIII SMP Muhamadiyah 5 Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan dengan penggunaan mind map berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta sebesar 69,8%

  2. Toi (2009) meneliti tentang penggunaan mind map yang dapat meningkatkan daya ingat. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa dengan menggunakan mind map, peserta didik sangat terbantu untuk memanggil kembali kata-kata dengan lebih efektif daripada menggunakan daftar. Daya ingat meningkat mencapai 32 %.

  3. Maryudani ( 2010) meneliti tentang peningkatkan prestasi belajar mata pelajararan IPS dengan menggunakan mind map siswa kelas V SDK Kintelan I Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. Dengan menggunakan

  mind map prsetasi belajar siswa meningkat pada siklus I dengan rata-rata 69,00 dan pada siklus II dengan nilai rata-rata 80,00.

  2.2.2 Penelitian mengenai proses kognitif

  1. Ariyani (2011) meneliti tentang pengaruh metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA. Populasi dan sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  V semester 2 SD Kanisius Wirobrajan. Hasil penelitian ini Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh penerapan metode inkuiri terbimbing terhadap prestasi belajar siswa. Pengaruh dapat dilihat dari kenaikan rata-rata skor pre-test prestasi belajar ke post-test prestasi ;belajar pada kelompok eksperimen. Akan tetapi, kenaikan skor prestasi belajar di kelompok eksperimen tidak berbeda secara positif dan signifikan dengan kenaikan skor prestasi belajar di kelompok kontrol yang tidak menggunakan metode inkuiri terbimbing. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa metode inkuiri terbimbing maupun metode tradisional mempunyai efektivitas yang sama dalam meningkatkan prestasi belajar jika diukur dengan tes objektif.

  2. Lestari (2011) meneliti pengaruh metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran

  IPA. Populasi dan sampel siswa kelas V SD Kanisius Ganjuran. Hasil penelitiannya metode inkuiri dapat meningkatkan prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori kognitif siswa. Peningkatan prestasi belajar ditunjukkan dengan harga Sig. (2-tailed) < 0,05 atau 0,000 < 0,05. Aspek yang mengalami kenaikan tertinggi yaitu aspek analisis sedangkan aspek yang terendah adalah eksplanasi.

  3. Astuti (2004) meneliti tingkat pencapaian tujuan pembelajaran fisika berdasarkan taksonomi Bloom pada materi pokok listrik statik dan kapasitor. Populasi dan sampel siswa kelas XI SMU N 1 Pakem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapaian tujuan berdasarkan taksonomi Bloom untuk kategori analisis-sintesis tingkat pencapaiannya rendah, karena pada umumnya kesalahan pada aspek ini adalah siswa tidak menuliskan langkah-langkah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2.2.3 Literatur map

  Metode mind map Proses kognitif Kurniawati (2010)

  Ariyani (2011) penggunaan mind map dalam

  Pengaruh metode inkuiri terhadap meningkatkan prestasi belajar IPS prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA Toi (2009)

  Lestari (2011) Penggunaan mind map Pengaruh penerapan metode inkuiri meningkatkan daya ingat terhadap prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori kognitif Astuti ( 2004)

  Maryudani ( 2010) peningkatkan prestasi belajar Tingkat pencapaian tujuan mata pelajararan IPS dengan pembelajaran fisika berdasarkan menggunakan mind map taksonomi Bloom pada materi pokok listrik statik dan kapasitor

  

Yang perlu diteliti Pengaruh mind

map terhadap kemampuan

mengingat dan memahami

  Gambar 1. Literature Map dari Penelitian-penelitian Terdahulu

  2.3 Kerangka berpikir Prestasi belajar merupakan hasil yang ingin dicapai siswa dari aktivitasnya yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksinya dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. Menurut Anderson (2010:43) Proses kognitif Bloom dibagi menjadi 6 tingkatan dari mulai yang paling rendah sampai tingkatan yang paling tinggi yaitu mengingat, memahami, mengaplikasiakan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Metode mind map merupakan metode yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar, menyusun dan menyimpan sebanyak-banyaknya informasi yang diinginkan dan mengelompokkan dengan cara yang alami. Jika metode mind map diterapkan pada kelompok eksperimen, maka capaian kemampuan mengingat dan memahami pada kategori proses kognitif pengetahuan mengingat dan memahami akan lebih tinggi dari capaian kelompok kontrol yang tidak menggunakan metode mind map

  2.4 Hipotesis penelitian ini yaitu:

  2.4.1 Penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap proses kognitif mengingat pada siswa kelas V SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta mata pelajaran IPA untuk KD: Mengidentifikasi peristiwa alam yang terjadi di Indonesia dan dampaknya bagi makhluk hidup dan lingkungan semester genap tahun ajaran 2011/2012

  2.4.2 Penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap proses kognitif memahami pada siswa kelas V SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta mata pelajaran IPA untuk KD: Mengidentifikasi peristiwa alam yang terjadi di Indonesia dan dampaknya bagi makhluk hidup dan lingkungan semester genap tahun ajaran 2011/2012.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Teori-teori yang dijadikan landasan penelitian dapat disintesiskan dalam piramida terbalik dengan mengikuti logika berpikir deduktif. Berikut ini piramida terbalik yang mendasari terbentuknya hipotesis

  Variabel Variabel Kemampuan mengingat dan Metode mind map memahami

Kajian Pustaka

  

Penelitian-penelitian

terdahulu

Kerangka Berpikir

Hipotesis

  Gambar 3. Proses Penyusunan Hipotesis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  BAB III METODE PENELITIAN Bab III membahas metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Pembahasan metode penelitian yaitu mengenai jenis penelitian yang digunakan, populasi dan sampel penelitian, waktu penelitian, variabel penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, uji validitas dan uji reliabilitas instrumen, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.

  3.1. Jenis penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental design tipe non-equivalent control group design (Sugiono 2010:116). Penelitian desain ini mengambil dua kelompok yang tidak dipilih secara random atau acak yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada awal penelitian anak diberi soal pretest untuk mengetahui keadaan awal siswa apakah ada perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

  Hasil pretest yang baik bila nilai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak ada perbedaan yang signifikan. Pengaruh perlakuan adalah (O2

  • – O1) – (O4 – O3 )

   O 1 x O 2

  3

4

O O

  Gambar 3. Desain Penelitian Keterangan : X = perlakuan dengan metode mind map O1 = rerata pretest kelompok eksperimen O2 = rerata posttest kelompok eksperimen O3 = rerata pretest kelompok kontrol O4 = rerata posttest kelompok kontrol

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.2. Populasi dan sampel Menurut Sugiyono (2010:117)

  “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.” Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Kanisius Wirobrajan yang beralamat Jln. Hos Cokroaminoto No.8, Pakuncen, Wirobrajan, Yogyakarta. Pemilihan tempat penelitian berdasarkan tempat Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) .

  Bagi Sugi yono (2010:118) “Sampel adalah sebagian jumlah dan karakteristik dari populasi yang dipilih oleh peneliti untuk diamati yang dapat mewakili populasi. Sampel penelitian ini ada dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen yaitu siswa kelas VA SDK Wirobrajan yang berjumlah 32 siswa, sedangkan kelompok kontrol yaitu siswa-siswi kelas VB SDK Wirobrajan yang berjumlah 35 siswa.

  Pemilihan kelompok eksperimen tidak dipilih secara random atau acak melainkan dengan cara diundi yang disaksikan oleh guru mitra yaitu wali kelas VA dan wali kelas VB. Dari hasil pemilihan secara undian didapat kelas VA menjadi kelompok eksperimen sedangkan kelas VB dijadikan sebagai kelompok kontrol. Kegiatan belajar mengajar untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen dilakukan oleh satu guru agar tidak ada faktor bias. Guru yang mengajar pada kelas kontrol dan kelas eksperimen yaitu guru kelas VA.

  3.3. Waktu penelitian Berikut ini jadwal pengambilan data pretest dan posttest di SDK Wirobrajan:

  Tabel 1. Jadwal Pengambilan data Penelitian

  Hari, Tanggal JP Materi ke- Mengerjakan Pretestt

  1 Senin, 27 Februari 2012

  2 JP Pengenalan Mind Map

  Macam bencana alam

  2 Selasa, 28 Februari 2012

  3 JP Sebab akibat bencana Membuat Mind map Pencegahan dan penanganan

  3 Kamis, 1 Maret 2012

  3 JP bencana alam Desain rumah yang akan dibuat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1. Variabel Independen ( variabel bebas) Menurut Sugiono (2010:61) “ Variabel Independen merupakan variabel yang mempengaruhi dan menjadi sebab adanya perubahan atau timbulnya variabel dependen. Variabel Independen dalam penelitian ini adalah pengaruh metode Mind Map.

  Metode Mind Map Kemampuan Mengingat Kemampuan Memahami

  1. Mind map adalah suatu cara mencatat yang kreatif dan efisien berupa bagan- bagan yang dihubungkan dengan garis lengkung dan disertai

  3.4. Definisi operasional

  Gambar 4. Variabel Penelitian

  Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kemampuan mengingat dan kemampuan memahami. Variabel Independen Variabel Dependen

  2. Variabel Dependen Menurut Sugiono (2010:61) Variabel Dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari variabel independen.

  miniatur Membuat Mind map

  4 Sabtu, 3 Maret 2012

  3.4. Variabel penelitian Menurut sugiono (2010: 61)

  Membuat Mind map keseluruhan dari awal Mengerjakan Posttestt

  Mengumpulkan miniatur rumah (bagi yang belum selesai)

  3 JP

  5 Selasa, 6 Maret 2012

  3 JP Praktek membuat miniatur rumahselesai

  “Variabel Penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.” Variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dengan gambar- gambar sehingga menarik dan memudahkan anak untuk menyimpan informasi dan menginat informasi yang didapat.

  2. Proses Kognitif adalah proses memperoleh pengetahuan yang terjadi pada kemampuan mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta,

  a. Kemampuan mengingat adalah kemampuan mengambil pengetahuan yang akan dibutuhkan dari memori jangka panjang.proses. Kemampuan mengingat meliputi mengenali dan mengingat kembali

  b. Kemampuan memahami adalah kemampuan mengkontruksi makna dari pesan- pesan yang telah disampaikan baik secara lisan maupun tertulis.Kemampuan memahami meliputi menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasikan merangkum, menyimpulkan , membandingkan, dan menjelaskan.

  3. Metode Pembelajaran adalah suatu cara yang digunakan guru untuk menyampaikan, menyajikan materi ajar kepada peserta didik baik secara tertulis maupun lisan, antara lain metode ceramah, metode diskusi, metode tanya jawab, metode simulasi dan sebagainya.

  4. IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang terjadi di alam mengenai gejala gejala alam, mahluk hidup, dan alam sekiktar.

  3.5. Instrumen penelitian Sugiono (2010) mengatakan bahwa instrumen penelitian digunakan untuk mengumpulkan data. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut

  1. Tes kemampuan mengingat untuk mengukur proses kognitif mengingat yaitu tes tertulis yang berupa 1 soal uraian. Dari soal tersebut peneliti melakukan penilaian dalam 2 aspek yaitu aspek mengenali dan mengingat kembali

  2. Tes kemampuan memahami untuk mengukur proses kognitif memahami yaitu tes tertulis yang berupa 1 soal uraian. Dari soal tersebut melakukan penilaian dalam 6 aspek yaitu menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasikan, merangkum, menyimpulkan dan menjelaskan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 2. Matriks pengembangan instrumen

  Standar Kompetensi: 7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam Kompetensi Dasar: 7.6 Mengidentifikasi peristiwa alam yang terjadi di Indonesia dan dampaknya bagi makhluk hidup dan lingkungan Variabel Aspek Indikator Mengingat Mengenali Siswa mampu mengenali bencana alam yang terjadi di darat

  Mengingat kembali Siswa mampu menyebutkan macam- macam bencana alam yang pernah terjadi di Indonesia Memahami Menafsirkan Siswa mampu menafsirkan dampak positif dari bencana

alam gunung merapi

  Mencontohkan Siswa mampu memberi contoh dampak negatif dari gunung merapi Mengklasifikasikan Siswa mampu mengklasifikasikan dampak positif dan dampak negatif dari bencana gunung nerapi Merangkum Siswa mampu merangkum dampak negatif dari bencana gunung merapi Menyimpulkan Siswa mampu membuat kesimpulan mengenai dampak positif dan dampak negatif dari bencana gunung merapi Menjelaska Siswa mampu menjelaskan dampak positif dari bencana gunung merapi

  3.6 Uji validitas dan reliabilitas Menurut Masidjo

  (2009: 173) “Instrumen yang valid adalah instrumen atau alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur”. Menurut Margono (2010) “instrumen dikatakan reliabel jika mantap apabila dalam mengukur sesuatu berulangkali, dengan syarat bahwa kondisi saat pengukuran tidak berubah atau tetap.” Penentuan validitas soal essai dilakukan melalui expert judgment dengan mengkonsultasikan instrumen pada dosen pembimbing. Digunakannya soal essai karena soal essai memiliki kelebihan antara lain dapat mengukur kemampuan atau pemahaman kognitif yang paling tinggi yaitu pada kemampuan mencipta (Nurgiyantoro,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 4. Hasil Uji Validitas yang Kedua

  Taraf pembeda suatu item adalah “taraf sampai dimana jumlah jawaban benar dari siswa-siswa di kelompok atas berbeda dari siswa-siswa yang tergolong kelompok bawah untuk suatu item (Masijo,1995:196).

  6. Mencipta 0.578** 0.000 Valid **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  5. Mengevaluasi 0.519** 0.000 Valid

  4. Menganalisis 0.380** 0.005 Valid

  3. Mengaplikasikan 0.419** 0.002 Valid

  2. Memahami 0.350* 0.010 Valid

  1. Mengingat 0.323* 0.019 Valid

  No. Item (Kemampuan) Person Correlation Sig. (2-tailed) Keputusan

  6. Mencipta 0.695** 0.000 Valid **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  2001:112). Sedangkan kelemahan soal essai yaitu mempunyai validitas dan reliabilitas yang sulit untuk dicapai sampai pada kriteria tinggi.

  5. Mengevaluasi 0.746** 0.000 Valid

  4. Menganalisis 0.737** 0.000 Valid

  3. Mengaplikasikan 0.420** 0.003 Valid

  2. Memahami 0.469** 0.001 Valid

  

1. Mengingat 0.042 0.779 Tidak Valid

  Variabel Person Correlation Sig. (2-tailed) Keputusan

  Tabel 3. Hasil Uji Validitas yang Pertama

  Soal-soal essai diuji cobakan di SD Kanisius Sengkan dan SD Kanisius Sorowajan. Target peneliti adalah 6 soal essai yang valid dan reliabel yang akan digunakan sebagai instrumen penelitian. Uji coba dilakukan 2 kali, uji coba pertama dilakukan di SD Kanisius Sengkan dan hasilnya masih ada 1 soal yang tidak valid kemudian dilakukakan uji coba lagi pada SD Kanisius Sorowajan sebelum melakukankan uji coba kedua diadakan revisi soal soal yang belum valid. Pada uji coba kedua hasilnya semua soal valid. Ujicoba kedua dilaksanakan di SD Kanisius Sorowajan dengan jumlah siswa 56 . Setelah ujicoba yang kedua diperoleh semua soal yang diujikan valid.Hasil dari uji validitas dan uji pembeda instrumen sebagai berikut :

  • *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed)
  • *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Untuk menentukan siswa yang tergolong kelompok atas atau kelompok bawah, terlebih dulu data diurutkan dari nilai yang tertinggi sampai nilai yang terendah. Kelas atas atau bawah didapat dari 27% dari jumlah responden. Utuk kelas atas diambil 27% siswa yang nilainya tinggi, sedangkan kelas bawah diambil 27% siswa yang nilainya rendah. Kriteria yang digunakan untuk uji beda dengan T-tes (Yulius, 2010):

  1. Jika sig. (2-tailed) > 0,05, maka ada perbedaan yang positif dan signifikan antara data atas dengan data bawah.

  2. Jika sig. (2-tailed) < 0,05, maka tidak ada perbedaan yang positif dan signifikan antara data atas dengan data bawah.

  Tabel 5. Hasil Uji Pembeda Soal Essai yang Pertama

  t-test for Equality of Means T Df Sig. (2-tailed) Atas bawah 14.344 24 .000

  Tabel 6. Hasil uji Pembeda Soal Essai yang Kedua

  t-test for Equality of Means T Df Sig. (2-tailed) Atas bawah 14.957 26 .000

  Berdasarkan tabel di atas hasil uji beda yang pertama dan kedua memiliki harga signifikansi yang sama yaitu 0,000 < 0,05 jadi tidak ada perbedaan yang positif dan signifikan antara data atas dengan data bawah. Reliabilitas adalah taraf sampai di mana suatu istrumen mampu menunjukkan konsistensi, ketepatan, dan ketelitian hasil pengukuran (Masijo, 1995:209). Suatu instrumen atau alat ukur dikatakan reliabel jika jawaban seseorang terhadap instrumen itu ajeg atau stabil. Suatu instrumen dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60, menurut Nunnally (dalam Ghonzali, 2006:42). Berikut ini hasil dari perhitungan reliabilitas:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 7. Hasil Uji Reliabel yang Pertama

  Cronbach's Alpha

Cronbach's N of

Based on Standardized Alpha Items

  Items .589 .641

  5 Tabel 8. Hasil Uji Reliabel yang Kedua Cronbach's Alpha

Cronbach's N of

Based on Standardized

  Alpha Items Items .133 .167

  6 Berdasarkan tabel di atas pengujian pertama soal yang valid hanya 5,

  sedangkan reliabelnya 0,641 > 0,60, maka soal tersebut dapat digunakan dalam penelitian. Akan tetapi masih ada 1 soal yang tidak valid, kemudian dilakukan revisi dan diujikan kembali. Hasil uji yang kedua yaitu 6 soal valid dan reliabelnya 0,167 < 0,60. Untuk penelitian hanya digunakan dua soal yaitu nomor 1 dan nomor 2.

  3.7. Tehnik pengumpulan data Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pretest dan

  posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pretest dan posttest digunakan untuk mengukur kemampuan mengingat dan memahami

  siswa. Pretest dilakukan pada awal pertemuan di kelas kontrol dan kelas eksperimen untuk mengetahui apakah ada perbedaan skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pretest diberikan sebelum kelas eksperimen mendapat perlakuan dengan metode mind map, sedangkan dilaksanakan pada akhir pertemuan setelah kelas eksperimen

  posttest

  mendapat perlakuan dengan metode mind map dan kelompok kontrol mendapat pembelajaran dengan metode ceramah.

  Tabel 9. Tehnik Pengumpulan Data No Kelompok Variabel Data Pengumpulan Intrumen

  1 Pembelajaran

  2 Eksperimen Kemampuan Skor Pre- test Tes tertulis : (VA) mengingat Pre-test 1 soal uraian Kontrol

  Skor Pos-test Tes tertulis : (VB)

  Post-test 1 soal uraian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  No Kelompok Variabel Data Pengumpulan Intrumen

  3 Kemampuan Skor Pre-test Tes tertulis : memahami Pre-test 1 soal uraian skor Post-test Tes tertulis : Post-test 1 soal uraian

  3.8. Tehnik analisis data Dalam penelitian ini data akan dianalisis dengann program statistik yang menggunakan program PASW for Windows versi 18. Teknik yang akan digunakan untuk menganalisis data adalah sebagai berikut

  1. Uji normalitas Sugiyono (2010) mengatakan bahwa statistik parametris bekerja berdasarkan asumsi bahwa data setiap variabel yang akan dianalisis berdasarkan distribusi normal. Oleh karena itu dilakukan uji normalitas data terlebih dahulu untuk menentukan jenis statistik yang akan digunakan.

  Uji normalitas data menggunakan Kolmogorov- Smirnov. Kriteria yang digunakan dalam penarikan kesimpulan menurut Sarjono dan Julianita (2011:64) adalah:

  1. jika harga sig.( 2

  • – tailed) < 0.05 distribusi data tidak normal 2. Jika harga sig (2- tailed) > 0.05 distribusi data normal.

  Uji normalitas data digunakan untuk menentukan jenis statistik inferensial yang akan digunakan. Jika distribusi normal maka tehnik yang digunakan tehnik statistik parametris dalam hal ini adalah t- test / uji T, sedangkan jika distribusi data tidak normal maka teknik statistik yang digunakan adalah statistik nonparametrik dalam hal ini adalah Mann- atau Wilcoxon

  Whitney

  2. Uji statistik Pada uji statistik ini ada 2 cara yang dapat digunakan untuk menganalisi data yaitu dengan cara pertama dan cara kedua. Masing masing cara terdiri atas tiga langkah, langkah pertama dan kedua pada cara pertama dan kedua sama hanya pada langkah ketiga berbeda. Untuk mengetahui uji statistik yang akan digunakan terlebih dahulu dilakukan langkah pertama

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yaitu uji perbandingan skor pretest. Apabila hasil uji perbandingan skor pretest tidak berbeda maka uji analisis menggunakan cara pertama sedang jika hasil perbandingan skor pretest berbeda maka menggunakan cara kedua . Cara pertama memiliki tiga langkah sebagai berikut : 1.

   Perbandingan skor pretest

  Uji perbandingan skor pretest data dilakukan dengan menganalisis skor pretest dari kelompok eksperimen dan skor pretest dari kelompok kontrol. Uji perbandingan skor pretest data dilakukan untuk mengetahui apakah kedua data memiliki dasar yang sama atau pijakan yang sama sehingga dimungkinkan dilakukan perbandingan. Kriteria untuk menentukan kesimpulan menurut Yulius (2010:133) sebagai berikut:

  1) Jika harga sig.(2-tailed) < 0.05 terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, tidak ada kesamaan titik pijak data sehingga tidak digunakan uji perbandingan posttest

  2) jika harga sig.(2-tailed) > 0.05 tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, artinya skor pretest pada kelompok kontrol dan eksperimen mempunyai titik pijak yang sama sehingga digunakan uji perbandingan skor posttest

  2. Perbandingan skor pretest ke posttest Uji perbandingan pretest dan posttest digunakan untuk mengetahui apakah ada kenaikan yang terjadi dalam kelompok eksperimen atau kelompok kontrol dengan membandingkan skor pretest ke posttest. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan menurut Yulius, (2010:136) sebagai berikut:

  1) Jika harga sig (2- tailed) < 0.05 maka ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan dari skor pretest ke skor posttest

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2) Jika harga sig.(2- tailed) > 0.05, tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan dari skor pretest ke skor

  posttest

  3. Uji perbandingan skor posttest Uji perbandingan skor posttest dilakukan untuk mengetahui dan memastikan apakah ada perbedaan antara skor posttest kelompok eksperimen dan posttest kelompok kontrol Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan menurut Yulius, (2010:142) sebagai berikut:

  1) Jika harga sig.(2-tailed) < 0.05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan kognitif mengingat atau memahami

  2) jika harga sig.(2-tailed) > 0.05 tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara postets kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan kata lain penggunaan metode mind map tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan kognitif mengingat atau memahami

  Cara kedua langkahnya sebagai berikut :

  1. Perbandingan skor pretest Uji perbandingan skor pretest data dilakukan dengan menganalisis pretes dari kelompok eksperimen dan pretes dari kelompok kontrol uji perbandingan skor pretest data dilakukan untuk mengetahui kedua data memiliki dasar yang sama sehingga dimungkinkan dilakukan pembandingan. Kriteria untuk menentukan kesimpulan menurut Yulius (2010:133) sebagai berikut: 1) Jika harga sig.(2-tailed) < 0.05 terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, tidak ada kesamaan titik pijak data sehingga tidak digunakan uji perbandingan posttest.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2) Jika harga sig > 0.05 tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, artinya skor pretest pada kelompok kontrol dan eksperimen mempunyai titik pijak yang sama sehingga digunakan uji perbandingan skor posttest.

  2. Perbandingan skor pretest ke posttest Uji perbandingan skor pretest dan posttest digunakan untuk mengetahui apakah ada kenaikan yang terjadi dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan membandingkan skor pretest ke posttest.

  Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan menurut Yulius, (2010:136) sebagai berikut: 1) Jika harga sig (2- tailed) < 0.05 maka ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan dari skor pretest ke skor posttest. 2) jika harga sig.(2- tailed) > 0.05, tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest dengan kata lain tidak terdapat kenaikan yang signifikan dari skor pretest ke skor .

  posttest

  3. Perbandingan uji selisih Uji selisih skor dikakukan jika ada perbedaan data dari skor pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen. untuk mendapatkan selisih skor dengan cara mengurangkan skor posttest dikurangi pretest baik kelas ekperimen maupun kontrol. Sesudah skor selisih didapat skor dari kelompok tersebut diuji normalitasnya terlebih dahulu untuk mengetahui apakan selisih skor tersebut normal atau tidak normal. Setelah data diuji normalitasnya kemudian di uji perbandingan selisih skor Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan menurut Yulius, (2010:142) sebagai berikut:

  1) Jika harga sig < 0.05 terdapat perbedaan yang signifikan antara selisih skor dikelompok kontrol dan eksperiman. Dengan kata

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  lain penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat 2) Jika harga sig > 0.05 tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor selisih kelompok eksperimen dan kontrol. Dengan kata lain penggunaan metode mind map tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  4.1 Hasil Penelitian

  4.1.1. Pengaruh Penggunaan metode mind map terhadap Kemampuan Mengingat Penelitian ini dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru mitra. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah

  quasi-experimental design tipe non-equivalent control group design . Pada

  bagian ini akan dibahas mengenai pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mengingat. Uji validitas dan uji reliabilitas dilakukan di SD Kanisius Sengkan dengan jumlah responden 50 siswa. Intrumen dalam penelitian ini berupa sebuah pertanyaan uraian sebagai berikut

  “Sebutkan macam macam bencana alam yang pernah terjadi di Indonesia?“. Pemilihan kelompok dilakukan dengan cara di undi dengan hasil sebagai berikut kelas

  VA sebagai kelas kelompok eksperimen sedangkan kelas VB sebagai kelompok kontrol.

  Variabel independen pada penelitian ini yaitu metode mind map, Sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah kemampuan mengingat. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mengingat. Dugaan sementara hasil penelitian ini yaitu metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat pada siswa kelas V SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta mata pelajarean IPA untuk kompetensi dasar: Mengidentifikasi peristiwa alam yang terjadi di Indonesia dan dampaknya bagi makhluk hidup dan lingkungan semester genap tahun ajaran 2011/2012.

  Data yang diperoleh diuji normalitasnya dengan uji Kolmogorov-

  Smirnov dengan program computer PASW (SPSS) 18 for Windows untuk

  menentukan jenis uji statistic yang digunakan dalam analisis data responden. DIstribusi data dikatakan normal jika nilai signifikansinya > 0,05.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Menurut Sarjono dan Julianita (2011:64) kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut: (1) Jika harga sig.(2- tailed) > 0,05, data terdistribusi secara normal sehingga analisis statistik selanjutnya menggunakan statistik parametrik. (2) Jika harga sig.(2-tailed) < 0,05, data terdistribusi secara tidak normal sehingga analisis statistik selanjutnya menggunakan statistik non parametrik.

  Tabel 10. Hasil uji normalitas dengan Kolmogorov

  • – Smirnov

  

N o Aspek Nilai Signifikansi Keterangan

  

1 Pretes Kelompok Kontrol 0.091 Normal

  

2 Posttest Kelompok Kontrol 0.196 Normal

  

3 Pretest Kelompok Eksperimen 0.108 Normal

  

4 Posttest Kelompok Eksperimen 0.122 Normal

  Berdasarkan tabel di atas bahwa aspek pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen memiliki distribusi data normal. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil Kolmogorov-Smirnov untuk data pretest kelompok kontrol dengan signinifikansi 0.091. Harga signifikansi (sig) > 0.05 menunjukkan data tersebut normal. Hasil Kolmogorof

  • – Smirnov untuk data pretest pada kelompok eksperimen dengan signifikansi 0.108. Harga signifikansi (sig) > 0.05 menunjukkan bahwa data tersebut normal. Sehingga aspek pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok Kontrol dapat dianalisis menggunakan statistik parametrik T- test. Pada skor posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki distribusi normal. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil Kolmogorov-Smirnov untuk data posttest kelompok kontrol dengan signinifikansi 0.196. Harga signifikansi (sig) > 0.05 menunjukkan data tersebut normal. Hasil Kolmogorof-Smirnov untuk data pada kelompok eksperimen dengan signifikansi 0.122. Harga

  posttest

  signifikansi (sig) > 0.05 menunjukkan bahwa data tersebut normal.Sehingga aspek posttest kelompok eksperimen dan posttest kelompok Kontrol dapat dianalisis menggunakan statistik parametrik T- test

  Analisis data dapat dilakukan dengan dua cara yaitu cara pertama dengan menggunakan uji perbandingan posttest sedangkan cara yang kedua menggunakan cara uji selisih skor. Untuk mengetahui cara mana yang akan kita gunakan terlebih dahulu kita melakukan uji perbandingan skor pretest,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  apabila perbandingan skor pretest harga sig. (2-tailed) > 0.05 maka data tersebut dapat dianalisis dengan cara yang pertama dan sebaliknya apabila perbandingan skor pretest harga sig. (2-tailed) <0.05 maka analisis data dapat menggunakan cara kedua.

  4.1.1.1. Perbandingan skor pretest Langkah pertama yang dilakukan adalah perbandingan skor pretest pada kelompok kontrol dan skor pretest pada kelompok eksperimen. Uji perbandingan skor pretest dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen. Cara ini digunakan untuk mengetahui apakah data-data yang akan dianalisis lebih lanjut memiliki titik pijak yang sama sehingga dapat dibuat perbandingan analisis statistik yang digunakan statistik parametrik T- test. Analisis data dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95%. Dengan hipotesis statistik sebagai berikut:

  H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dengan skor pretest pada kelompok eksperimen H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan skor pretest pada kelompok eksperimen

  Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut:

  1. Jika harga sig. (2-tailed) < 0.05 maka H

  null

  ditolak dan H

  i

  diterima, artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan skor pretest pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain titik pijak pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak berada pada level yang sama sehingga analisis statistik yang digunakan selanjutnya adalah perbandingan selisih skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen.

  2. Jika harga sig.(2-tailed) > 0.05 maka H i ditolak dan H null diterima artinya tidak ada perbedaan antra skor pretest pada kelompok

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kontrol dan skor pretest pada kelompok eksperimen.Dengan kata lain titik pijak pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen berda pada level yang sama sehingga alisis statistik yang akan digunakan selanjutnya adalah perbandingan skor posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  Tabel 11. Perbandingan skor pretest

  Hasil Pretes Sig (2- tailed) Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0.498 Tidak berbeda

  Berdasarkan tabel diatas harga sig.(2-tailed) sebesar 0.498. Harga sig.(2- tailed) tersebut lebih besar dari 0.05 sehingga H i ditolak dan H null diterima artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan skor pretest pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain kelompok kontrol dan kelompok eksperimen berada pada level atau titik pijak yang sama sehingga uji analisis selanjutnya dapat menggunakan uji perbandingan skor posttest.

  4.1.1.2 Perbandingan skor pretest ke posttest Langkah kedua yang dilakukan adalah perbandingan skor pretest ke

  . Uji perbandingan skor pretest ke posttest dilakukan untuk

  posttest

  mengetahui apakah ada peningkatan skor yang signifikan antara skor pretest ke posttest baik pada kelompok kontrol maupun pada kelompok eksperimen. Analisis yang akan digunakan adalah statistik parametrik

  paired samples T- test dengan tinggkat kepercayaan 95%. Dengan hipotesis

  statistiknya sebagai berikut H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dann posttest pada Kelompok kontrol atau kelompok eksperimen.

  Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1. Jika harga sig (2-tailed) < 0.05, H null ditolak dan H i diterima artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest.

  2. Jika harga sig.(2-tailed) > 0.05, H i ditolak dan H null diterima artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain tidak ada peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest

  Tabel 12. Perbandingan skor pretest ke posttest

  No Keterangan Test % Signifikansi Keterangan peningkatan Pretest Posttest

1 Kontrol

  2.76 3.00 8.70 % 0.064 Tidak berbeda

  2 Eksperimen 2.64 3.28 24.24% 0.000 Berbeda

  Berdasarkan tabel diatas bahwa perbandingan skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol harga signifikansinya 0.064. Hasil signifikansi tersebut lebih besar dari 0.05 sehingga H i ditolak dan H null diterima artinya tidak ada perbedaan antara skor pretest dan skor posttest pada kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak ada peningkatan skor yang signifikan dari skor

  pretest ke posttest pada kelompok kontrol. Sedangkan pada kelompok

  eksperimen perbandingan skor pretest ke posttest harga signifikansinya 0.000. Hasil signifikasi tersebut lebih kecil dari 0.05 sehingga H null ditolak dan H diterima artinya ada perbedaan skor yang signifikan antara skor

  i pretest dan skor posttest pada kelompok eksperimen.Dengan kata lain ada

  peningkatan skor yang signifikan dari skor pretest ke posttest pada kelompok eksperimen.

  4.1.1.3 Perbandingan skor posttest Langkah ketiga yang dilakukan adalah uji perbandingan posttest (skor kelompok kontrol dan skor posttest kelompok eksperimen). Uji

  posttest

  perbandingan skor posttest dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan dan positif pada posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Statistik yang akan digunakan adalah statistik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  parametrik independent sample T-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Analisis perbedaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat.

  Hasil analisis akan digunakan sebagai titik pijak untuk menarik kesimpulan ini mengafirmasi atau menolak hipotesis penelitian. Dengan hipotesis statistiknya sebagai berikut H i : ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen H : tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada

  null

  kelompok kontrol dan kelompok eksperimen kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan sebagai berikut

  1. Jika harga sig.(2-tailed) < 0.05, H null ditolak dan H i diterima artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat.

  2. Jika harga sig.(2-tailed) > 0.05, H ditolak dan H l diterima artinya tidak

  i nul

  ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain mind map tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat

  Tabel 13. Perbandingan skor posttest

  Hasil Posttest Signifikansi Keterangan

Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0.047 Berbeda

  Berdasarkan tabel ditas bahwa harga sig (2- tailed) 0.047. Harga sig (2- tailed) lebih kecil dari 0.05, sehingga H null ditolak dan H i diterima artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan

  posttest kelompok eksperimen.Dengan kata lain mind map berpengaruh

  secara signifikan terhadap kemampuan mengingat. Dengan demikian hasil penelitian ini mengafirmasi hipotesis yaitu penggunaan metode mind map

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  berpengaruh secara signifikan terhadap proses kognitif mengingat pada siswa kelas V SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta mata pelajaran IPA.

  Grafik berikut akan memperlihatkan skor pretest dan posttest baik di kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.

  

Gambar 6. Kenaikan Skor Kelompok Kontrol dan Eksperimen Data Mengingat

  4.1.2. Pengaruh Penggunaan metode Mind Map terhadap Kemampuan Memahami Pada bagian ini akan dibahas pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan memahami. Uji validitas dan uji reliabilitas dilakukan di SD

  Kanisius Sengkan dengan jumlah responden 50 siswa. Instrumen dalam penelitian ini berupa sebuah pertanyaan uraian sebagai berikur “Jelaskan dampak positih dan dampak negatif dari gunung berapi?“. Pemililihan kelompok dilakukan dengan cara diundi dengan hasi sebagai berikut kelas

  VA sebagai kelas kelompok eksperimen sedangkan kelas VB sebagai kelompok kontrol.

  Instrumen tersebut digunakan pada pretest untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan awal yang dimiliki siswa pada kelompok eksperimen dan pada kelompok kontrol. Sedangkan pada posttest untuk mengetahui apakah ada perbedaan skor pada kelompok eksperimen dan kontrol setelah kelas eksperimen mendapatkan treatmen perlakuan dengan metode mind map. Signifikansinya diukur dengan analisis statistic. Signifikasi dapat dilihat dari perubahan selisih skor kelompok kontrol dan selisih skor pada kelompok eksperimen.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Variabel independen pada penelitian ini yaitu metode mind map, Sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah kemampuan memahami. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan memahami. Dugaan sementara hasil penelitian ini yaitu metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan memahami pada siswa kelas V SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta mata pelajarean IPA untuk kompetensi dasar: Mengidentifikasi peristiwa alam yang terjadi di Indonesia dan dampaknya bagi makhluk hidup dan lingkungan semester genap tahun ajaran 2011/2012.

  Data yang diperoleh diuji normalitasnya dengan uji Kolmogorov-

  Smirnov dengan program computer PASW (SPSS) 18 for Windows untuk

  menentukan jenis uji statistic yang digunakan dalam analisis data responden. Distribusi data dikatakan normal jika nilai signifikansinya > 0,05 Menurut Sarjono dan Julianita (2011:64) kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut: (1) Jika harga sig. (2-tailed) >

  0,05, data terdistribusi secara normal sehingga analisis statistik selanjutnya menggunakan statistik parametrik. (2) Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, data terdistribusi secara tidak normal sehingga analisis statistik selanjutnya menggunakan statistik non parametrik.

  Tabel 14. Hasil uji normalitas dengan Kolmogorov

  • – Smirnov

  N o Aspek Nilai Signifikan Keterangan

  1 Pretes Kelompok Kontrol 0.142 Normal

  2 Posttest Kelompok Kontrol 0.490 Normal

  3 Pretest Kelompok Eksperimen 0.210 Normal

  4 Posttest Kelompok Eksperimen 0.268 Normal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan tabel diatas bahwa aspek pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok Eksperimen memiliki distribusi data normal. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil Kolmogorov- Smirnov untuk data pretest kelompok kontrol dengan signinifikansi 0.142. Harga signifikansi tersebut lebih besar dari

  0.05. Hal tersebut menunjukkan bahwa data tersebut normal. Hasil Kolmogorof

  • – Smirnov untuk data pretest pada kelompok eksperimen dengan signifiknsi 0.210. Harga signifikansi tersebut lebih besar dari 0.05 menunjukkan bahwa data tersebut normal.Sehingga aspek pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok Kontrol dapat dianalisis menggunakan statistik parametrik T-test. Pada aspek posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki distribusi data normal. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil Kolmogorov- Smirnov untuk data posttest kelompok kontrol dengan signinifikansi 0.490. Harga signifikansi tersebut lebih besar dari 0.05 hal tersebut menunjukkan bahwa data tersebut normal. Hasil Kolmogorof – Smirnov untuk data pretest pada kelompok eksperimen dengan signifiknsi 0.268. Harga signifikansi tersebut lebih besar dari 0.05 menunjukkan bahwa data tersebut normal.Sehingga aspek posttest kelompok eksperimen dan kelompok Kontrol dapat dianalisis menggunakan statistik parametrik T-test Analisis data dapat dilakukan dengan dua cara yaitu cara pertama dengan menggunakan uji perbandingan posttest sedangkan cara yang kedua menggunakan cara uji selisih skor. Untuk mengetahui cara mana yang akan kita gunakan terlebih dahulu kita melakukan uji perbandingan skor pretest, apabila perbandingan skor pretest harga sig (2- tailed) > 0.05 maka data tersebut dapat dianalisis dengan cara yang pertama dan sebaliknya apabila perbandingan skor pretest harga sig(2-tailed) <0.05 maka analisis data dapat menggunakan cara kedua.

  4.1.2.1.Perbandingan skor pretest Langkah pertama yang dilakukan adalah uji perbandingan skor pretest (kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen). Uji perbandingan skor

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pretest dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen. Cara ini

  digunakan untuk mengetahui data- data yang akan dianalisis lebih lanjut memiliki titik pijak yang sama sehingga dapat dibuat perbandingan analisis statistik yang digunakan statistik parametrik independent T- test. H Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok

  i :

  kontrol dengan skor pretest pada kelompok eksperimen H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan skor pretest pada kelompok eksperimen kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut:

  1. Jika harga sig. (2-tailed) < 0.05 maka H null ditolak dan H i diterima, artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan skor pretest pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain titik pijak pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak berada pada level yang sama sehingga analisis statistik yang digunakan selanjutnya adalah perbandingan skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen.

  2. Jika harga sig. (2-tailed ) > 0.05 maka H ditolak dan H diterima

  i null

  artinya tidak ada perbedaan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan skor pretest pada kelompok eksperimen.Dengan kata lain titik pijak pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen berada pada level yang sama sehingga analisis statistik yang akan digunakan selanjutnya adalah perbandingan skor posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  Tabel 15. Perbandingan skor pretest

  Hasil Pretes Sig (2- tailed) Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok 0.232 Tidak berbeda eksperimen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan tabel diatas harga sig (2-tailed) sebesar 0.232 . Harga sig.(2- tailed) lebih besar dari 0.05, sehingga H i ditolak dan H null diterima artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan skor pretest pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki titik pijak yang sama sehingga uji analisis selanjutnya dapat menggunakan uji perbandingan posttest

  4.1.2.2 Perbandingan skor pretest ke posttest Langkah kedua yang dilakukan adalah perbandingan skor pretest ke

  posttest . Uji perbandingan skor pretest ke posttest dilakukan untuk

  mengetahui apakah ada peningkatan skor yang signifikan antara skor pretest ke posttest baik pada kelompok kontrol maupun pada kelompok eksperimen. analisis yang akan digunakan adalah statistik parametrik paired samples T- test dengan tinggkat kepercayaan 95%.

  H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen.

  Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut

  1. Jika harga sig.(2-tailed) < 0.05, H null ditolak dan H i diterima artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontol atau pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest.

  2. Jika harga sig.(2-tailed) > 0.05,H i ditolak dan H null diterima artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain tidak ada peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 16 Perbandingan skor pretest ke posttest

  No Kelompok Test % Signifikans Keterangan Pretest Posttest peningkatan i

  1 Kontrol

  2.25 2.38 5.77 % 0.358 Tidak Berbeda

  2 Eksperimen

  2.39 3.04 27.20% 0.000 Berbeda

  Berdasarkan tabel diatas bahwa perbandingan skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol harga signifikansinya 0.358. Harga sig (2-tailed) lebih besar dari 0.05 sehingga H i ditolak dan H null diterima artinya tidak ada perbedaan antara skor pretest dan skor posttest pada kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak ada peningkatan skor yang signifikan pada skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol sedangkan pada kelompok eksperimen perbandingan skor pretest ke posttest harga signifikansinya 0.000. Harga sig (2-tailed) lebih kecil dari 0.05 sehingga H null ditolak dan H i diterima artinnya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada peningkatan skor yang signifikan pada skor pretest ke posttest pada kelompok eksperimen.

  4.1.2.3 Uji Perbandingan Skor Posttest Langkah ketiga yang dilakukan adalah uji perbandingan skor posttest. Uji perbandingan skor posttest dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada kelompok kontrol maupun skor posttest pada kelompok eksperimen. analisis yang akan digunakan adalah statistik parametrik independent T-test dengan tinggkat kepercayaan 95%.

  H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada kelompok kontrol dan skor posttest pada kelompok eksperimen H nul : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kelompok kontrol dan skor posttest pada kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut

  1. Jika harga sig.(2-tailed) < 0.05, H null ditolak dan H i diterima artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada kelompok kontrol. Dengan kata lain penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat atau kemampuan memahami.

  2. Jika harga sig.(2-tailed) > 0.05,H ditolak dan H diterima artinya

  i null

  tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada kelompok kontrol dan skor posttest kelompok eksperimen. Dengan kata lain mind map tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat atau kemampuan memahami.

  Tabel 17. Perbandingan skor posttest

  

Hasil perbandingan skor posttest Sig (2-tailed) Keterangan

Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0.000 Berbeda

  Berdasarkan tabel diatas bahwa perbandingan skor posttest pada kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen harga sig (2-tailed) 0.000. Harga sig (2 null ditolak dan H i diterima artinya

  • –tailed) lebih kecil dari 0.05 sehingga H ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada kelompok kontrol dengan skor posttest pada kelompok eksperimen. Dengan demikian hasil penelitian ini mengafirmasi hipotesis yaitu penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap proses kognitif memahami pada siswa kelas V SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta mata pelajaran IPA untuk KD: Mengidentifikasi peristiwa alam yang terjadi di Indonesia dan dampaknya bagi makhluk hidup dan lingkungan semester genap tahun ajaran 2011/2012

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  No Aspek Kenaikan ( posttest

  2 Memahami 3.04 3.38 0.000 Berbeda

  1 Mengingat 3.00 3.28 0.047 Berbeda

  

No Aspek Kelompok Signifikasi Keterangan

Kontrol Eksperimen

  Tabel 20. Perbandingan skor posttest pada Kelompok Kontrol Dan kelompok Eksperimen

  2 Memahami 5.77% 27.20% 0.358 0.000 Berbeda

  1 Mengingat 8.70% 24.24% 0.064 0.000 Berbeda

  Tabel 19. Perbandingan skor pretest ke posttest pada Kelompok Kontrol Dan kelompok Eksperimen

  

Gambar 6. Kenaikan Skor Kelompok Kontrol dan Eksperimen Data Memahami

  2.25 2.40 0.232 Tidak berbeda

  2 Memahami

  2.75 2.64 0.498 Tidak berbeda

  1 Mengingat

  No Aspek Kelompok Sig.(2-tailed) Ketangan Kontrol Eksperimen

  Eksperimen

  4.1.3 Rangkuman Hasil Penelitian Tabel 18. Perbandingan skor pretest Kelompok Kontrol Dan kelompok

  • – pretest) x 100% Signifikansi Keterang an Kontrol Eksperimen Kontrol eksperimen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4.2 Pembahasan

  4.2.1 Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan mengingat Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh penerapan metode

  mind map terhadap kemampuan mengingat. Hal tersebut dapat dilihat

  dari perbandingan skor posttest pada kelompok eksperimen dan posttest kelompok kontrol. Hal tersebut ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed) sebesar 0.047. Harga sig (2-tailed) tersebut lebih kecil dari 0.05 yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada kelompok kontrol dan skor posttest pada kelompok eksperimen. dengan kata lain mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat. Selain itu pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor yang signifikan dari skor pretest ke skor posttest. Hal tersebut dapat dilihat dari perbandingan pretest ke posttest pada kelompok eksperimen. Hal tersebut ditunjukan pada harga signifikansinya sebesar 0.000. Harga signifikansi tersebut lebih kecil dari 0.05 artinya ada perbedaan skor yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada peningkatan skor yang signifikan dari skor pretest ke skor posttest pada kelompok eksperimen. Penerapan metode mind map berpengaruh secra signifikan terhadap kemampuan mengingat khususnya pada mata

  pelajaran IPA. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa mind map

  lebih efektif dibanding dengan metode tradisional dalam meningkatkan kemampuan mengingat.

  Metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat hal tersebut dikarenakan anak pada usia SD termasuk pada tahap operasional konkrit dimana anak pada tahap ini anak sudah dapat berpikir secara logis dan operasional terhadap hal- hal yang konkrit. Mind

  map membantu anak dalam kemampuan mengingat karena pada saat

  membuat mind map anak mengasosiatif warna, gambar, dan garis melengkung yang bervariasi sehingga terlihat lebih menarik membantu anak dalam mengingat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4.2.2 Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan memahami Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh penerapan metode mind map terhadap kemampuan memahami. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil perbandingan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. hal tersebut ditunjukkan dengan hasil sig.(2-tailed) 0.000 harga tersebut lebih kecil dari 0.05 yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan kata lain mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan memahami. Selain itu pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor yang signifikan dari skor pretests ke skor posttest. Hal tersebut dapat dilihat dari perbandingan pretest ke posttest pada kelompok eksperimen. hal tersebut ditunjukan pada harga signifikansinya (sig) sebesar 0.000.Harga signifikansi tersebut lebih kecil dari 0.05 artinya ada perbedaan skor yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest pada kelompok eksperimen.,

  Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa mind map lebih efektif dibanding dengan metode tradisional dalam meningkatkan kemampuan memahami Mind map berpengaruh terhadap kemampuan memahami anak hal tersebut dikarenakan pada anak usia SD termasuk pada tahap operasional konkrit.

  Pada tahap ini anak sudah dapat berpikir secara logis dan operasional terhadap hal-hal konkrit. Mind map membantu anak dalam kemampuan memahami karena pada saat anak membuat mind map anak membuat keterkaitan atau menghubung- hubungkan pengetahuan-pengetahuan yang mereka ketahui.selain itu pada saat membuat mind map anak memilah- milah pengetahuan yang mereka ketahui sehingga akan membantu anak lebih mudah memahami apa yang telah mereka buat. Hal tersebut membantu anak dalam kemampuan memahami anak.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4.3 Keterbatasan penelitian

  Beberapa keterbatasan dari penelitan ini yaitu Uji Validitas Instrumen

  Instrumen yang digunakan dalam penelitian terdiri dari 6 item soal, masing-masing merupakan soal untuk kemampuan mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Hal tersebut membutuhkan pengujian beberapa kali untuk menghasilkan soal yang valid benar-benar memuat keenam kemampuan tersebut

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN Dalam bab V ini akan dibahas mengenai kesimpulan dan saran. Bagian

  kesimpulan ingin menunjukkan hasil penelitian yang menjawab hipotesis penelitian yang menjawah hipotesis penelitian berikutnya

  5.1. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan tergadap peserta didik kelas V

  SDK Wirobrajan pada mata pelajaran IPA materi peristiwa alam dengan menggunakan metode mind map dapat ditarik .kesimpulan sebagai berikut:

  1. Penerapan metode mind map pada mata pelajaran IPA materi peristiwa alam berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat siswa kelas V SDK Wirobrajan semester genap tahun pelajaran 2011/2012.Hal tersebut dapat dilihat dari hasil analisis data kemampuan mengingat pada perbandingan skor posttest kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol dengan T- Test diperoleh harga sig(2- tailed) sebesar 0.047 ( atau lebih kecil dari 0.05). Hal ini membuktikan bahwa metode mind map lebih efektif meningkatkan kemampuan mengingat siswa daripada metode tradisional.

  2. Penerapan metode mind map pada mata pelajaran IPA materi peristiwa alam berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan memahami siswa kelas V SDK Wirobrajan semester genap tahun pelajaran 2011/2012. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil analisis data kemampuan memahami pada perbandingan skor posttest kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol dengan T- Test diperoleh harga sig (2- tailed) sebesar 0.000 ( atau lebih kecil dari 0.05). hal ini membuktikan bahwa metode

  mind map lebih efektif meningkatkan kemampuan memahami siswa daripada metode tradisional.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5.2 Saran Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan jika dilaksanakan penelitian sejenis Instrumen yang digunakan sebaiknya benar-benar dipersiapkan, karena instrument yang baik adalah instrumen yang valid dan reliable yang tinggi.

  Sehingga instrumen tersebut benar-benar dapat mengukur apa yang seharusnya diukur dan jika digunakan dalam selang waktu yang lama tetap stabil hasilnya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Amin, C. (2009). Ilmu Pengetahuan Alam SD Kelas 5. Jakarta: PT Sekawan Cipta Karya.

  Anitah, S. ( 2007). Strategi Pembelajaran di SD.Jakarta: Universitas Terbuka. Anderson, L. (2010). Kerangka landasan untuk pembelajaran, pengajaran, dan asesmen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

  Ariyani, L.D. (2011) Pengaruh metode inkuiri terhadap pretasi belajar dan

  

Kemampuan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA SD

Kanisius Wirobrajan .Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas

  Sanata Dharma. Astuti. (2004). Tingkat pencapaian tujuan pembelajaran fisika berdasarkan

  

taksonomi Bloom pada materi pokok listrik statik dan kapasitor pada siswa

kelas XI SMU N 1 Pakem . Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas

  Sanata Dharma. Buzan,T. (2011). Buku pintar mind map. Jakarta: Gramedia. Djamarah,S.B & Aswan Zain. (2010). Strategi belajar mengajar (edisi revisi). Jakarta: PT Rineka Cipta. Iskandar,M,S. (1996). Pendidikan ilmu pengetahuan alam. Diterbitkan oleh Dekdibud.

  Jamaris, M. (2006). Perkembangan dan pengembangan anak usia taman kanak- kanak . Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

  Lestari. (2011). Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar

  

dan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA SDK Ganjuran

Yogyakarta . Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata

  Dharma.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Maryudani, B. (2010). Peningkatan prestasi belajar IPS dengan menggunakan

  

mind map siswa kelas V SDK Kintelan I Yogyakarta tahun pelajaran

2009/2010. Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata

  Dharma. Maryanto & Purwanto.(2009). Ilmu Pengetahuan Alam SD kelas 5. Jakarta: PT.

  Galaxy Puspa Mega. Masijo. (1995). Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta: Kanisius.

  Nurgiyantoro, B. (2001). Penilaian pembelajaran bahasa berbasis kompetensi. Yogyakarta: BPFI.

  Sugiyono. (2010). Metode penelkitian pendidikan ( pendekatan kuantitatif, kualitatif dan ( R&D). bandung: Alfabeta.

  Surakman, W. (1980). Metodologi Pengajaran Nasional. Bandung: Jemmars. Trianto. (2010). Model pembelajaran terpadu:konsep, strategi,, dan

implementasinya dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).

Jakarta: Bumi Aksara. Tarwoko.E. & Yani, M. (2009). Mengenal alam sekitas SD kelas 5. Jakarta. Cv Usaha Makmur.

  Sarjono, H. & Julianita, W. (2011). SPSS vs LISREL sebuah pengantar, aplikasi . Jakarta: Salemba Empat.

  untuk Riset

  Sumantri, M & Nana, S. ( 2009) . Perkenbangan peserta didik. Jakarta: universitas Terbuka.

  Winataputra,U.S. (2007. Teori belajar dan pembelajaran. . Jakarta: universitas Terbuka Yulius, O. (2010). I.T. kompas kreatif SPSS 18. Yogyakarta: Panser Pustaka

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Toi . (2009). Research on how Mind map improves Memory. Paper presented at the International Conference on Thinking, Kuala Lumpur, 22nd to 26th June 2009.

  Lampiran 1: RPP DAN SILABUS PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 2. Hasil Pembuatan

Mind Map

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  48

  48

  48

  48

  48

  .139 1 .239 .310 * .254 .071 .469 ** Sig. (2-tailed) .345 .101 .032 .081 .631 .001 N

  48 Understand Pearson Correlation

  48

  48

  48

  48

  48

  48

  Sig. (2-tailed) .345 .003 .897 .629 .738 .779 N

  Correlation 1 .139 -.420 ** -.019 .072 -.050 .042

  

Correlations

Remember understand apply analyse evaluation create TOTAL Remember Pearson

  1. Hasil Uji Validitas Pertama

  

Lampiran 3. Hasil Uji Validitas

  48 Apply Pearson Correlation

  48

  • .420 **

  48

  • .019 .310 *

  1 .695 ** Sig. (2-tailed) .738 .631 .565 .112 .007 .000 N

  48

  48

  48

  48

  48 Create Pearson Correlation

  48

  48

  48

  48

  48

  48

  48

  48 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  48

  .072 .254 .241 .377 ** 1 .384 ** .746 ** Sig. (2-tailed) .629 .081 .099 .008 .007 .000 N

  .239 1 .441 ** .241 .085 .420 ** Sig. (2-tailed) .003 .101 .002 .099 .565 .003 N

  48 Evaluation Pearson Correlation

  48

  48

  48

  48

  48

  48

  .441 ** 1 .377 ** .232 .737 ** Sig. (2-tailed) .897 .032 .002 .008 .112 .000 N

  48 Analyse Pearson Correlation

  48

  48

  48

  48

  48

  • -.050 .071 .085 .232 .384

    **
    • . Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Hasil Uji Validitas Kedua

  

Correlations

Total Mengingat Memahami Mengaplikasikan Menganalisis Mengevaluasi Mencipta *

  Total Pearson

  • ** ** ** ** *

  1 .323 .350 .419 .380 .519 .578 Correlation Sig. (2-tailed) .019 .010 .002 .005 .000 .000 N

  53

  53

  53

  53

  53

  53

  53 * Mengingat Pearson

  .323 1 -.205 .256 .153 .017 -.038 Correlation Sig. (2-tailed) .019 .141 .064 .275 .905 .789 N

  53

  53

  53

  53

  53

  53

  53 * Memahami Pearson

  .350 -.205 1 -.114 -.115 -.010 .128 Correlation Sig. (2-tailed) .010 .141 .417 .410 .945 .360 N

  53

  53

  53

  53

  53

  53

  53 ** Mengaplika Pearson

  .419 .256 -.114 1 .196 .133 -.056 sikan Correlation Sig. (2-tailed) .002 .064 .417 .160 .341 .692

  N

  53

  53

  53

  53

  53

  53

  53 ** Menganalisi Pearson

  .380 .153 -.115 .196 1 .040 .027 s Correlation Sig. (2-tailed) .005 .275 .410 .160 .777 .849

  N

  53

  53

  53

  53

  53

  53

  53 ** Mengevalua Pearson

  .519 .017 -.010 .133 .040 1 .073 si Correlation Sig. (2-tailed) .000 .905 .945 .341 .777 .606

  N

  53

  53

  53

  53

  53

  53

  53 ** Mencipta Pearson

  .578 -.038 .128 -.056 .027 .073

  1 Correlation Sig. (2-tailed) .000 .789 .360 .692 .849 .606 N

  53

  53

  53

  53

  53

  53

  53 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

  • . Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  

Lampiran 4. Uji Reliabilitas

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Case Processing Summary N % Cases Valid

  6 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  .133 .167

  Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha

  

53 100.0

Excluded a .0 Total

53 100.0

  2. Uji reliabilitas Kedua

  1. Uji Reliabilitas Pertama

  6

  .561 .528

  Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha

  48 100.0 Excluded a .0 Total 48 100.0

  Case Processing Summary N % Cases Valid

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Interval of the Difference Lower Upper atas bawah Equal variances assumed

  Equal variances assumed .290 .595 14.344 24 .000 9.692 .676 8.298 11.087 Equal variances not assumed 14.344 23.795 .000 9.692 .676 8.297 11.088

  Difference Lower Upper Atas bawah

  Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the

  (2- tailed) Mean Difference

  Equality of Variances t-test for Equality of Means F Sig. T df Sig.

  

Independent Samples Test

Levene's Test for

  .613 .441 14.957 26 .000 6.286 .420 5.422 7.150 Equal variances not assumed 14.957 25.869 .000 6.286 .420 5.422 7.150

  Lampiran 5. Uji Beda Instrumen

  1. Uji Beda Pertama

  Equality of Variances t-test for Equality of Means F Sig. T Df Sig. (2- tailed) Mean

  Independent Samples Test Levene's Test for

  14 19.93 1.072 .286 kelompok bawah 14 13.64 1.151 .308

  Group Statistics Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Atasbawah kelompok atas

  2. Uji Beda Kedua

  13 15.77 1.641 .455 kelompok bawah 13 6.08 1.801 .500

  Group Statistics Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Atasbawah kelompok atas

  Difference Std. Error Difference 95% Confidence

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 6. Materi pembelajaran untuk kelompok kontrol dan

kelompok eksperimen

MATERI PEMBELAJARAN

  A. Peristiwa Alam di Indonesia Gejala alam atau peristiwa alam adalah suatu keadaan atau peristiwa yang tidak biasa, yang ditimbulkan oleh alam. Di Indonesia sering terjadi gejala atau peristiwa alam. Gejala atau peristiwa alam antara lain gunung meletus, banjir, gempa bumi, angin topan, tsunami, dan tanah longsor. Gejala alam ini timbul disebabkan oleh alam,tetapi ada juga gejala alam yang disebabkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.

1. Macam-macam Gejala Alam yang Terjadi di Indonesia a. Gunung Meletus

  Di Indonesia terdapat banyak gunung berapi yang masih aktif. Perlu kalian ketahui bahwa hanya gunung berapi yang masih aktif yang dapat meletus. Mengapa gunung berapi dapat meletus? Gunung berapi meletus karena terjadi gerakan magma dari perut bumi dan keluar melalui permukaan bumi. Gunung api yang pernah meletus antara lain Gunung Kelud, Gunung Galunggung, Gunung Agung, Gunung Merapi, dan lain-lain.

b. Gempa Bumi

  Gempa bumi adalah getaran atau goncangan yang terjadi karena pergeseran lapisan bumi yang berasal dari bawah permukaan bumi. Faktor pemicu terjadinya gempa adalah pergeseran lapisan bawah bumi dan letusan gunung yang dahsyat. Gempa bumi datangnya tidak mampu diprediksi sebelumnya. Kejadiannya begitu cepat dengan dampak yang begitu hebatnya. Akibat yang ditimbulkannya pun sangat luar biasa karena mencakup wilayah yang sangat luas bahkan sampai ke luar batas negara. Sifat getaran gempa bumi yang sangat kuat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dan merambat ke segala arah mampu menghancurkan bangunan-bangunan yang kuat sehingga korban nyawa tidak dapat dihindarkan. Berdasarkan penyebabnya gempa bumi dibedakan menjadi: 1) Gempa bumi tektonik, yaitu gempa yang terjadi karena adanya pergeseran kerak bumi. 2) Gempa bumi vulkanik, yaitu gempa yang terjadi karena letusan gunung api

3) Gempa tanah runtuh, yaitu gempa yang disebabkan karena runtuhnya tanah.

  Pada pertengahan tahun 2006 terjadi gempa bumi yang hebat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Gempa ini kekuatannya mencapai 5,9 skala richter. Kejadian tersebut menelan banyak korban jiwa karena tertimpa reruntuhan bangunan. Penduduk mengungsi ke tempat yang aman seperti di tanah lapang atau jalan-jalan besar. Mereka mendirikan tenda-tenda darurat sebagai tempat tinggal sementara.

  c. Tsunami Jika gempa bumi terjadi di daerah dekat atau dasar laut maka dapat mengakibatkan gelombang tsunami. Gelombang tsunami adalah gelombang besar yang terbentuk dari dasar laut akibat adanya gempa. Pada tanggal 26 Desember 2004 di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatra Utara terjadi gempa bumi berskala 8,9 skala richter di dasar laut yang mengakibatkan gelombang tsunami yang paling dahsyat dan merupakan bencana alam internasional. Kurang lebih 120.000 orang meninggal dunia dan hilang. Tahun 2006 tepatnya pada tanggal 16 Maret, Indonesia dilanda tsunami lagi tepatnya di daerah sekitar Pantai Pangandaran. Pada saat itu terjadi gempa bumi di dasar laut dengan kekuatan gempa sekitar 6,8 skala richter.

  d. Banjir Banjir merupakan luapan air yang melebihi batas, hal ini terjadi jika terjadi hujan secara terus menerus tanpa henti. Banjir merupakan gejala alam yang sering melanda wilayah Indonesia. Peristiwa banjir bandang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kembali menimpa ibu kota Jakarta bulan Februari 2007. Hampir seluruh wilayah Jabodetabek terendam air. Peristiwa alam ini menelan banyak korban jiwa. Beberapa korban yang mengungsi di berbagai penampungan mulai terserang penyakit.

  e. Angin Topan Angin topan merupakan pergerakan angin yang sangat kencang sehingga mampu memporak-porandakan benda-benda yang dilewatinya. Jika kekuatan angin topan tersebut besar akan mampu merobohkan rumah atau pohon-pohon yang besar. Di Indonesia terjadi pada awal tahun 2004 di daerah Batu Layar, Lombok, Nusa Tenggara Barat dan di Katon, Bali. Tahun 2006 terjadi topan Isobel yang semula hanya berupa bibit badai di sebelah selatan Kepulauan Nusa Tenggara kemudian bergerak ke Australia.

  f. Tanah Longsor Tanah longsor merupakan gejala alam yang terjadi di sekitar kawasan pegunungan. Semakin curam kemiringan lereng satu kawasan, semakin besar kemungkinan terjadi longsor. Di Pulau Sumatra sering terjadi peristiwa tanah longsor yang menelan korban harta benda dan jiwa.

2. Sebab-sebab Terjadinya Gejala Alam

  Gejala alam di Indonesia terjadi karena berbagai sebab di antaranya wilayah Indonesia yang dilintasi oleh dua jalur pegunungan yaitu Pegunungan Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania yang menyebabkan banyak gunung berapi. Aktivitas gunung berapi menyebabkan terjadinya gempa vulkanik, sedangkan pergeseran lempeng benua menyebabkan gempa tektonik. Bila pusat gempa terjadi di lautan maka akan terjadi badai tsunami. Iklim di Indonesia menyebabkan angin musim yang kadangkadang bisa terjadi angin topan,

sedangkan curah hujan yang terjadi menyebabkan banjir dan tanah longsor.

a. Gunung Meletus

  Letusan gunung berapi terjadi apabila magma naik melintasi kerak bumi dan muncul di atas permukaan. Pada dasarnya, gunung berapi terbentuk saat pertama kali magma meletus ke permukaan. Setelah magma

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  terbentuk, sebuah gunung berapi akan terus meletus selama masih banyak magma yang terkandung di dalamnya. Jarak antara satu letusan dengan letusan yang lain membutuhkan waktu yang relatif lama.

b. Gempa Bumi

  Gempa bumi yang dibedakan menurut penyebab kejadiannya memiliki

sebab masing-masing sesuai dengan nama dan jenis gempa tersebut.

  1) Gempa bumi tektonik Gempa ini disebabkan oleh adanya pergeseran kerak bumi. Gempa bumi tektonik terjadi akibat pelepasan tenaga dari pergeseran lempeng-lempeng tektonik di permukaan bumi. Lempeng tektonik adalah suatu bagian kerak bumi yang sangat keras. Di bawahnya terdapat lapisan bumi yang lebih lunak sehingga lempeng-lempeng ini seolah-olah terapung. Beberapa ahli menyatakan bahwa lempengan-lempengan ini selalu bergerak menjauh, bergesekan, atau bertabrakan satu sama lain. Menurut para ahli geologi, Indonesia adalah gugusan pulau yang mengapung di kerak bumi yang dikepung oleh lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Pasifik.

  2) Gempa bumi vulkanik Gempa ini disebabkan adanya aktivitas gunung berapi yang akan meletus.

  Gempa bumi terjadi ketika gunung api akan meletus, pada saat letusan, dan beberapa waktu setelah letusan utama. Jadi, timbulnya gempa hanya ada di sekitar gunung berapi.

  3) Gempa tanah runtuh Gempa tanah runtuh adalah gempa yang mengiringi bagian gua yang roboh, misalnya gua kapur atau lorong pertambangan yang lapuk. Gempa ini hanya terjadi di sekitar runtuhnya tanah tersebut.

c. Tsunami

  Tsunami adalah serangkaian gelombang yang terbentuk karena gempa atau letusan gunung berapi di bawah laut atau di daratan dekat pantai. Beberapa gelombang tsunami biasanya cukup kecil, tetapi bisa menjadi sangat besar hingga

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menyebabkan banjir dan kerusakan saat gelombang tersebut menghantam pantai. Nama tsunami diambil dari bahasa Jepang yang artinya gelombang pelabuhan. Tsunami tercipta saat permukaan dasar laut bergerak naik turun di sepanjang patahan selama gempa terjadi atau saat bagian gunung berapi yang meletus runtuh ke dalam laut. Tsunami juga tercipta saat gempa atau letusan terjadi di daratan dekat pantai. Saat terjadi gelombang tsunami di laut lepas, gelombang ini tidak lebih besar dari gelombang normal tetapi lebih cepat lajunya. Gelombang ini menyebar ke segala arah dengan kecepatan yang menakjubkan sekitar 800 km/jam. Seperti gelombang lainnya, ketika gelombang tsunami memasuki air dangkal, maka kecepatannya akan menurun tetapi ketinggiannya bertambah tinggi. Perlu kalian ingat lagi, bahwa gelombang tsunami ini melintas dengan sangat cepat. Ketika kecepatannya berkurang maka ketinggiannya naik secara dramatis hingga dapat membentuk dinding air yang begitu tinggi dan menghantam pantai. Beberapa gelombang tsunami dapat mencapai ketinggian 30 hingga 50 meter. Ketinggian gelombang tsunami juga tergantung dari bentuk pantai dan kedalaman pantai. Tetapi kalian tidak perlu khawatir, tidak semua gempa dan letusan gunung berapi menyebabkan tsunami dan tidak semua tsunami berupa gelombang raksasa.

d. Banjir

  Banjir merupakan luapan air yang melebihi batas. Hal ini terjadi jika terjadi hujan secara terus menerus tanpa henti dan dalam jangka waktu yang relatif lama. Selain itu, penyebab terjadinya banjir juga karena ulah manusia sendiri. Penebangan pohon-pohon di hutan secara liar, pembangunan vila-vila di pegunungan atau membuang sampah di sungai dapat menimbulkan bencana banjir. Pohon-pohon sangat berguna untuk menahan air hujan agar tidak langsung ke pemukiman. Akar-akar pohon akan menyerap air hujan sehingga air yang mengalir ke daratan sedikit. Jika tidak ada pohon di hutan maka air hujan langsung menuju ke pemukiman dalam jumlah besar sehingga air meluap. Begitu pula ketika sungai penuh dengan sampah dan banyak pemukiman kumuh di

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sekitarnya, maka sungai akan mengecil dan tidak mampu menampung debit air yang banyak dari pegunungan sehingga air meluap di pemukiman penduduk.

  e. Angin Topan Angin topan adalah udara yang bergerak dari tekanan udara maksimum ke tekanan udara minimum. Penyebab terjadinya angin topan adalah karena adanya pergerakan udara yang sangat kencang. Tiupan angin topan mampu merobohkan berbagai bangunan dan merobohkan pohon.

  f. Tanah Longsor Longsor terjadi saat lapisan bumi paling atas dan bebatuan terlepas dari bagian utama gunung atau bukit. Hal ini biasanya terjadi karena curah hujan yang tinggi, gempa bumi, atau letusan gunung api. Longsor dapat terjadi karena patahan alami dan karena faktor cuaca pada tanah dan bebatuan. Ketika longsor berlangsung lapisan teratas bumi mulai meluncur deras pada lereng. Jumlah tanah yang besar dari luncuran tanah dan lumpur inilah yang merusak rumah-rumah, menghancurkan bangunan yang kokoh dalam hitungan detik. Meskipun tanah longsor merupakan gejala alam tetapi ada kegiatan manusia yang mampu menyebabkan gejala alam tanah longsor. Seperti penebangan pepohonan secara liar di daerah lereng, penambangan bebatuan dan tanah yang mampu menimbulkan ketidakstabilan lereng, pemompaan dan pengeringan air tanah yang menyebabkan turunnya level air tanah 3.

   Dampak Peristiwa Alam Peristiwa alam, seperti banjir, tsunami, gempa bumi, tanah longsor, dan gunung meletus yang terjadi pada suatu daerah dapat mengakibatkan dampak bagi makhluk hidup baik hewan, tumbuhan, ataupun manusia. Banjir yang terjadi di Jakarta pada awal tahun 2007 mengakibatkan banyak rumah yang tenggelam, kegiatan seharihari menjadi tergangu, muncul penyakit diare, dan sebagainya. Selain berdampak pada manusia manusia, banjir juga

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mengakibatkan tanamantanaman rusak karena tumbang atau terbawa arus banjir yang cukup deras. Padi terancam gagal panen karena sawah terendam air dan lingkungan menjadi kotor karena lumpur dan sampah yang dibawa oleh banjir. Hewan-hewan pun har diungsikan akibat terjadinya banjir. Jadi, peristiwa alam dapat mengakibatkan dampak bagi makhluk hidup bukan hanya manusia tetapi juga lingkungan, hewan, dan tumbuhan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 7. Instrumen untuk pengambilan data dan Kunci Jawaban Nama : Kelas/No absen :

PERISTIWA ALAM DI INDONESIA

  Gejala alam atau peristiwa alam adalah suatu keadaan atau peristiwa yang tidak biasa, yang ditimbulkan oleh alam. Di Indonesia sering terjadi gejala atau peristiwa alam. Gejala alam timbul disebabkan oleh alam, tetapi juga ada gejala alam yang disebabkan oleh manusia yang tidak bertanggung jawab.Ada banyak bencana alam yang pernah terjadi di

  Indonesia. Diantaranya adalah erupsi gunung berapi dan gempa bumi. Apa yang menjadi penyebabnya dan akibatnya akan diulas lebih lanjut berikut ini.

a. Erupsi Gunung Berapi

  Gunung berapi meletus karena terjadi gerakan magma dari perut bumi dan keluar melalui permukaan bumi. Erupsi Gunung berapi bisa terjadi di darat maupun di laut, di darat misalnya Gunung Kelud, Gunung Galunggung, Gunung Agung, Gunung Merapi . Sedangkan di laut contohnya adalah Gunung Krakatau.

  b. Gempa Bumi Gempa bumi adalah getaran atau goncangan yang terjadi karena pergeseran lapisan bumi yang berasal dari bawah permukaan bumi. Faktor pemicu terjadinya gempa adalah pergeseran lapisan bawah bumi dan letusan gunung yang dahsyat. Berdasarkan penyebabnya gempa bumi dibedakan menjadi:

  1) Gempa bumi tektonik (gempa yang terjadi karena adanya pergeseran kerak bumi).

2) Gempa bumi vulkanik (gempa yang terjadi karena letusan gunung api).

3) Gempa tanah runtuh (gempa yang disebabkan karena runtuhnya tanah).

  Pada 27 Mei 2006 terjadi gempa bumi yang hebat di Daerah Istimewa

Yogyakarta. Gempa ini kekuatannya mencapai 5,9 skala richter. Kejadian tersebut

menelan banyak korban jiwa karena tertimpa reruntuhan bangunan. Penduduk mengungsi ke tempat yang aman seperti di tanah lapang atau jalan-jalan besar. Mereka mendirikan tenda-tenda darurat sebagai tempat tinggal sementara.

  

Soal

  1. Sebutkan minimal 4 jenis bencana alam yang pernah terjadi di Indonesia! Jawab: ...........

  ........... ........... ...........

  ........... ........... ........... ...........

  2. Jelaskan minimal 2 dampak positif dan 2 dampak negatif dari bencana gunung berapi yang Anda ketahui!

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jawab:

  a. Dampak Positif ...................................................................................................................

  ................................................................................................................... ................................................................................................................... ...................................................................................................................

  b. Dampak Negatif ..................................................................................................................

  ................................................................................................................... ................................................................................................................... ...................................................................................................................

  3. Jika terjadi gempa bumi dan kamu sedang di dalam rumah, sebutkan minimal 4 cara terbaik yang bisa diambil untuk menyelamatkan diri? Jawab; a. ........................................................................................................................

  b. ........................................................................................................................

  c. ........................................................................................................................

  d. ........................................................................................................................

  e. ........................................................................................................................

  f. ........................................................................................................................

  4. Lengkapilah tabel yang menunjukkan penyebab bencana alam baik dari alam, ulah manusia, maupun keduanya! Disebabkan Oleh

  No. Bencana Alam Alam Manusia Alam dan Manusia

  1 Banjir √

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5. Sebutkan keuntungan dan kerugian dari masing-masing cara mencegah terjadinya tanah longsor di daerah pegunungan di bawah ini! a. Membuat tanggul penahan

  b. Penghijauan kembali

  c. Tera sering Manakah cara yang lebih efektif? Jawab:

  a. Membuat tanggul penahan Keuntungan: .......................................................................................................

  Kerugian: ............................................................................................................

  b. Penghijauan kembali Keuntungan: .......................................................................................................

  Kerugian: ............................................................................................................

  c. Terra siring Keuntungan: .......................................................................................................

  Kerugian: ............................................................................................................

  • **Cara yang paling efektif : ..............

  6. Rancanglah dalam bentuk gambar sebuah rumah tahan gempa dengan kriteria berikut: a. Kuat dan kokoh

  b. Material mudah didapat Tunjukkan dan sebutkan jenis material rumah yang kamu rancang!

  (kerjakan di lembar sebaliknya!)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Kunci Jawaban

  1. Macam Macam bencana alam Gunung meletus Banjir Tanah longsor Gempa bumi Kebakaran Tsunami Angin ribut Angin topan Abrasi

  Korosi

  2. Dampak Positif Dari Gunung Berapi

  a. Abu vulkaniknya dapat menyuburkan tanah

  b. Material yang dikeluarkan dari gunung berapi ( pasir, batu dll) dapat dimanfaat sebagai bahan bangunan c. Menjadi tempat wisata dan banyak pengunjung yang datang Dampak Negatif dari gunung berapi

  a. Terdapat korban jiwa dan luka

  • – luka

  c. Lingkungan rusak akibat di sapu awan panas

  d. Hewan ternak mati atau hilang

  e. Tanaman atau perkebunan yang siap panen rusak

  f. Terjadi kepanikan yang sangat luar biasa

  3. Cara yang dapat diambil untu menyelamatkan diri jika terjadi gempa

  a. Bersembunyi dibawah denda yang kuatseperti meja atau tempat tidur

  b. Melindungi kepala dengan benda yang ada disekita misal tas

  b. Rumah dan harta benda rusak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

  b. Penghijauan kembali Keuntungan : - memperindah tempat, udara menjadi sejuk dan tidak polusi

  a. Membuat tanggul penahan Keungulan : - Mengurangi terjadinya tanah longsor

  5. Keuntungan dan kerugian

  

  7 Angin puting beliung

  

  6 Banjir

  

  5 Kebakaran hutan

  4 Tsunami

  c. Tidak panik dan menjauhi benda yang mudah pecah dan patah

  

  3 Gempa bumi

  

  2 Gunung meletus

  

  1 Korosi

  Disebabkan oleh Alam Manusia Alam dan manusia

  4. Bencana dan penyebabnya No Bencana Alam

  d. Lari keluar ruangan

  • Bila ada kendaraan tidak mudah jatuh kejurang Kerugian : - Bahan baku dan harga pembuatan mahal
  • Jika tanggul rusak jalan tidak stabil untuk dilewati para pengendara

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kerugian : - jika ditebang udara menjadi ntidak segar dan terjadi tanah longsor atau banjir c. Terasiring keuntungan : - air akan mengalir dengan lancar dan membantu irigasi persawahan kerugian : - volume tanah menjadi berkurang karena ada proses pengerukan cara yang paling efektif adalah penghijauan kembali

  6. Sesuai kreasi anak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 8. Rubrik Penilaian

Rubrik Penilaian

  

Variabel Aspek Kriteria Skor

Mengingat mengenali

  4 Jika siswa mampu mengenali ≥ 5 bencana alam yang terjadi di darat dengan tepat Jika siswa mampu mengenali 4

  3 bencana alam yang terjadi di darat dengan tepat Jika siswa mampu mengenali 3

  2 bencana alam yang terjadi di darat dengan tepat Jika siswa mampu mengenali ≤

  1 2 bencana alam yang terjadi di darat dengan kurang tepat Mengingat kembali

  4 Jika menyebutkan ≥ 7 macam– macam peristiwa alam yang pernah terjadi di Indonesia dengan tepat Jika menyebutkan 5

  3

  • – 6 macam
  • – macam peristiwa alam yang pernah terjadi di Indonesia dengan tepat Jika menyebutkan 3-4 macam-

  2 macam peristiwa alam yang pernah terjadi di Indonesia dengan tepat Jika menyebutkan ≤ 2 macam-

  1 macam peristiwa alam yang pernah terjadi di Indonesia dengan tepat

  Memahami Menafsirkan Jika dapat menafsirkan ≥ 3

  4 dampak positif dari bencana gunung merapi dengan sangat tepat Jika dapat menafsirkan 2

  3 dampak positif dari bencana gunung merapi dengan tepat

  2 Jika dapat menafsirkan ≤ 2 dampak positif dari bencana gunung merapi dengan kurang tepat

  1 Jika dapat menafsirkan ≤ 2 dampak positif dari bencana

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  gunung merapi dengan tidak tepat

Mencontohkan Jika memberikan 4 contoh

  4 dampak negatif dari gunung berapi dengan tepat Jika memberikan 3 contoh

  3 dampak negatif dari gunung berapi secara tepat

  2 Jika memberikan ≤ 2 contoh dampak negatif dari gunung berapi secara tepat Jika memberikan 1 contoh

  1 dampak negatif dari gunung berapi secara tidak tepat Mengklasifikasikan Jika siswa dapat

  4 menklasifikasikan dampak positif dan dampak negatif dari bencana gunung berapi masing ma sing ≥ 3 dengan sangat tepat Jika siswa dapat

  3 menklasifikasikan danpak positif dan dampak negatif dari bencana gunung berapi masing masing 2 dengan tepat Jika siswa dapat

  2 menklasifikasikan danpak positif dan dampak negatif dari bencana gunung berapi dengan masing masing ≤ 2 kurang tepat Jika siswa dapat

  1 menklasifikasikan danpak positif dan dampak negatif dari bencana gunung berapi masing masing ≤ 2 dengan tidak tepat

Merangkum Jika dapat merangkum ≥ 4

  4 dampak negatif dari bencana gunung berapi dengat sangat tepat Jika dapat merangkum 2-3

  3 dampak negatif dari bencana gunung berapi dengat tepat Jika dapat merangkum ≤ 2

  2 dampak negatif dari bencana gunung berapi dengat kurang tepat Jika dapat merangkum 1 dampak

  1 negatif dari bencana gunung berapi dengat tidak tepat

Menyimpulkan Jika dapat menyimpulkan 3

  4 dampak positif dan dampak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  negatif dari bencana gunung berapi dengan sangat tepat Jika dapat menyimpulkan 2

  3 dampak positif dan dampak negatif dari bencana gunung berapi dengan tepat

  2 Jika dapat menyimpulkan ≤ 2 dampak positif dan dampak negatif dari bencana gunung berapi dengan kurang tepat Jika dapat menyimpulkan

  1 ≤1dampak positif dan dampak negatif dari bencana gunung berapi dengan tidak tepat

  Menjelaskan Jika siswa mampu menjelaskan

  4 4 dampak positif dari bencana gunung berapi dengan tepat Jika siswa mampu menjelaskan

  3 3 dampak positif dari bencana gunung berapi dengan tepat Jika siswa mampu menjelaskan

  2 2 dampak positif dari bencana gunung berapi dengan tepat Jika siswa mampu menjelaskan

  1 1 dampak positif dari bencana gunung berapi dengan tepat

  Lampiran 9. Rekapitulasi Data Mengaplikasikan dan Mencipta

  22

  2 Mengklasifikasikan

  22

  6

  2

  1

  

25

  8

  1

  1 Mencontohkan

  9

  3

  11

  

19

  11

  2

  1 Menafsirkan

  2

  3

  4

  1

  

2

  3

  1

  

21

  Aspek Skor Kelompok Kontrol Skor Kelompok Eksperimen

  12

  20

  2

  16

  

17

  2

  1 Menjelaskan

  16

  15

  2

  

20

  2

  2

  2 Menyimpulkan

  4

  25

  1

  

13

  21

  1

  1 Merangkum

  14

  17

  4

  3. Rekapitulasi Data Pretest mengingat

  1. Rekapitulasi Data Pretest mengingat

  

9

  3

  1

  4

  

17

  11

  3

  1 Mengingat kembali

  3

  12

  16

  12

  7

  14

  1 Mengenali

  2

  3

  4

  1

  

2

  3

  4

  Aspek Skor Kelompok Kontrol Skor Kelompok Eksperimen

  21

  2. Rekapitulasi Data Pretest mengingat

  2

  24

  17

  9

  4

  2

  

17

  12

  4

  1 Mengingat kembali

  19

  7

  

3

  Aspek Skor Kelompok Kontrol Skor Kelompok Eksperimen

  12

  20

  1 Mengenali

  2

  3

  4

  1

  

2

  3

  4

  10 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4. Rekapitulasi Data Pretest mengingat

  1

  13

  4

  1 Merangkum

  4

  17

  

13

  1

  8

  17

  6

  1 Menyimpulkan

  19

  2

  

14

  1

  14

  12

  6 Menjelaskan

  2

  1

  

18

  12

  2

  17

  9

  14

  

17

  Aspek Skor Kelompok Kontrol Skor Kelompok Eksperimen

  2

  4

  3

  

2

  1

  4

  3

  2

  1 Menafsirkan

  3

  11

  

19

  17

  15

  10

  3

  2 Mencontohkan

  4

  7

  

23

  1

  9

  11

  11

  1 Mengklasifikasikan

  1

  4 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2 1 1,5

  4 3 3,5

  26

  4

  4

  4

  25

  2 1 1,5

  24

  4 3 3,5

  23

  22

  4 3 3,5

  2

  2

  2

  21

  4 3 3,5

  20

  3 2 2,5

  19

  3 2 2,5

  18

  27

  28

  1

  4

  3 2 2,5

  35

  3 2 2,5

  34

  2

  2

  2

  33

  3 2 2,5

  32

  4

  3

  4

  31

  2

  2

  2

  30

  4 3 3,5

  29

  2

  1

  2

  

Lampiran 10. Tabulasi Data Mengingat dan Memahami

  1. Tabulasi Data pretest kemampuan mengingat Kelompok Kontrol No

  4

  4 3 3,5

  7

  3 2 2,5

  6

  3 2 2,5

  5

  2

  2

  2

  4

  4

  4 3 3,5

  4

  3

  2

  2

  2

  2

  3 2 2,5

  1

  Mengenali Mengingat kembali

  Aspek M

  8

  9

  17

  2

  2

  2

  2

  16

  3

  3

  3

  15

  2

  2

  14

  3 2 2,5

  3

  2

  4

  13

  4 3 3,5

  12

  4 3 3,5

  11

  4 3 3,5

  10

  3

  2. Tabulasi Data posttest kemampuan mengingat Kelompok Kontrol

  4 3 3,5

  27

  4 3 3,5

  26

  4 3 3,5

  25

  3

  2

  4

  24

  23

  4

  4

  4

  4

  22

  3

  2

  4

  21

  3

  3

  4

  4

  20

  4

  2

  4

  35

  3 2 2,5

  34

  4 3 3,5

  33

  3 2 2,5

  32

  4

  4

  28

  31

  3

  2

  4

  30

  4 3 3,5

  29

  3

  3

  3

  3

  3 2 2,5

  No Aspek M Mengenali Mengingat kembali

  3 2 2,5

  4 3 3,5

  10

  3 2 2,5

  9

  3 2 2,5

  8

  4 3 3,5

  7

  3 2 2,5

  6

  5

  4

  3 2 2,5

  4

  4 3 3,5

  3

  2 1 1,5

  2

  3

  2

  4

  1

  11

  4

  19

  2

  2

  2

  2

  18

  3

  2

  4

  17

  2

  2

  16

  4

  4 3 3,5

  15

  3 2 2,5

  14

  4 3 3,5

  13

  2

  1

  3

  12

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Tabulasi Data pretest kemampuan mengingat Kelompok eksperimen

  2

  4

  24

  2

  1

  3

  23

  3 2 2,5

  22

  2

  2

  21

  3

  3

  2

  4

  20

  3 2 2,5

  19

  3 2 2,5

  18

  2

  1

  3

  2

  25

  2

  2

  1

  3

  32

  3 2 2,5

  31

  3

  2

  4

  30

  3

  4

  4

  29

  4 3 3,5

  28

  3

  2

  4

  27

  4 3 3,5

  26

  4

  4

  17

  1

  No Aspek M Mengenali Mengingat kembali

  5

  8

  3

  2

  4

  7

  3 2 2,5

  6

  1

  1

  1

  4 3 3,5

  2

  4

  3 2 2,5

  3

  3

  2

  4

  2

  2

  2

  2

  1

  4

  3

  3

  4

  16

  2

  1

  3

  15

  3

  2

  4

  14

  3

  2

  13

  9

  2 1 1,5

  12

  3

  2

  4

  11

  3

  2

  4

  10

  3 2 2,5

  2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4

  4

  4

  4

  24

  3

  2

  4

  23

  3

  2

  22

  4

  3

  2

  4

  21

  3 2 2,5

  20

  4 3 3,5

  19

  4 3 3,5

  18

  25

  2

  4

  3 2 2,5

  4 3 3,5

  32

  3

  2

  4

  31

  3

  2

  4

  30

  29

  3

  4

  4

  4

  28

  4 3 3,5

  27

  3

  3

  3

  26

  4

  4. Tabulasi Data posttest kemampuan mengingat Kelompok eksperimen

  No Aspek M Mengenali Mengingat kembali

  4

  4 1 2,5

  8

  4 3 3,5

  7

  3 2 2,5

  6

  3 2 2,5

  5

  3

  2

  4

  3

  4 3 3,5

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  2

  4

  1

  9

  1

  17

  4 3 3,5

  2

  2

  2

  16

  3 2 2,5

  15

  4

  4

  4

  14

  13

  2

  3

  2

  4

  12

  3

  2

  4

  11

  4 3 3,5

  10

  4

  5. Tabulasi Data pretest kemampuan memahami Kelompok Kontrol No

  2.67

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2.83

  24

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  25

  1.83

  1

  1.5

  1

  1

  3

  1

  2

  26

  3

  2.83

  2

  3

  3

  3

  3

  23

  1

  3

  3

  2

  2

  20

  2.5

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  19

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  22

  2.83

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  21

  2.17

  27

  3

  3

  2

  32

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1.83

  33

  3

  4

  3

  4

  3

  3.17

  1

  35

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  1.83

  34

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1.83

  2

  2

  2

  2

  29

  2.17

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  28

  2.5

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  31

  1.33

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  30

  1.83

  2

  3

  2

  Aspek M

  7

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  6

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2.67

  2

  5

  3

  9

  2.17

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  8

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2.17

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2.67

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  1

  Mengklasifi kasikan Merangkum Menyimpulkan Menjelaskan

  Menaf sirkan Mencontoh kan

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  4

  1

  1.83

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  4

  15

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  16

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1.67

  2

  2.67

  2

  18

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  17

  2.17

  2

  2

  3

  2

  14

  2

  3

  3

  2

  2

  11

  3.5

  3

  4

  4

  2

  3

  4

  10

  2.16

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  13

  2.67

  3

  1

  3

  3

  2

  3

  12

  1.83

  2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6. Tabulasi Data posttest kemampuan memahami Kelompok Kontrol No

  1

  23

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2.67

  24

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  26

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2.67

  25

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3.17

  3

  27

  2

  2

  20

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  19

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  4

  2

  3

  4

  3

  22

  2

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  21

  1.83

  1

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  33

  2.17

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  32

  3.17

  3

  2.83

  3

  35

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  2.67

  34

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  2

  1

  29

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  28

  2.67

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  31

  2.67

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  30

  2.67

  2

  3

  2

  2

  Aspek M Menafsir kan

  2.17

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  6

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  7

  1.5

  3

  2.5

  2

  3

  2

  3

  2

  8

  2

  2.17

  2

  3

  2

  2

  2

  5

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  3.17

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  1

  Menjelaskan

  Merang kum Menyimpul kan

  Mencontoh kan Mengklasi fikasikan

  2

  2

  2

  4

  2

  1

  2

  1

  4

  3.33

  3

  1

  3

  3

  3

  4

  3

  1.83

  9

  2

  18

  2.5

  2

  2

  2

  2

  2

  15

  2

  1.83

  3

  3

  2

  3

  2

  14

  1

  16

  1

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  17

  3

  2.5

  2

  3

  2

  3

  2

  2.83

  3

  2

  3

  2

  11

  2.5

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  10

  1.83

  1

  2

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  4

  2

  13

  2.33

  1

  3

  2

  2

  3

  2

  12

  2

  2

  2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7. Tabulasi Data pretest kemampuan memahami Kelompok eksperimen No

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2.83

  22

  3

  2

  3

  3

  3

  2.67

  3

  23

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2.33

  24

  3

  3

  3

  3

  21

  3

  2

  3

  17

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2.67

  18

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  19

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  20

  3

  3

  3

  3

  3

  2.83

  2

  1.83

  2

  2

  2

  2

  1

  1.83

  30

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  31

  29

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  2.33

  32

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1.83

  25

  1

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2.33

  26

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  27

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  28

  2

  2

  2

  2

  2

  2.67

  3

  Aspek M Menafsir kan

  2

  2

  3.17

  5

  3

  1

  2

  1

  2

  2

  1.83

  6

  2

  2

  3

  4

  2

  1

  2

  7

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  8

  3

  3

  3

  3

  2

  Mencontoh kan Mengklasi fikasikan

  Merang kum Menyimpul kan

  Menjelaskan

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  4

  3

  2

  1

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2.67

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  2.17

  13

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2.67

  14

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2.67

  15

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2.33

  16

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2.5

  9

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2.83

  10

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2.67

  11

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2.67

  12

  2

  2

  2.33 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8. Tabulasi Data pretest kemampuan memahami Kelompok eksperimen NO

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3.83

  22

  3

  3

  3

  3

  3

  2.83

  2.67

  23

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2.5

  24

  3

  4

  3

  3

  21

  2

  2

  2

  17

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3.83

  18

  2

  3

  2

  3

  1

  3

  2.17

  19

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3.5

  20

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  1.83

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  30

  1

  2

  3

  2

  2

  1

  31

  29

  4

  2

  2

  2

  2

  3

  2.5

  32

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  4

  2

  25

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2.83

  26

  4

  3

  4

  3

  4

  3.5

  2

  27

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2.67

  28

  2

  2

  2

  2

  2

  3.17

  3

  Aspek Menaf sirkan

  2

  2

  1

  1.83

  5

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  6

  4

  3

  2

  2

  3

  2

  2.67

  7

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3.5

  8

  4

  2

  2

  4

  3

  Mencontoh Kan

  Mengklasi fikasikan Merangkum

  Menyimpul kan Menjelas kan

  M

  1

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3.5

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2.67

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3.83

  4

  4

  4

  3

  3

  3.83

  13

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  14

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  2.83

  15

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3.67

  16

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3.83

  9

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  10

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3.5

  11

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3.5

  12

  4

  4

  1.17 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 12 uji perbandingan prtest kemampuan mengingat

  .686 64.665 .495 .11652 .16983 -.22268 .45572

  3.120 .082 .681 65 .498 .11652 .17108 -.22516 .45819 Equal variances not assumed

  Lower Upper PreKonEks Equal variances assumed

  Difference 95% Confidence Interval of the Difference

  (2-tailed) Mean Difference Std. Error

  Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means F Sig. t Df Sig.

  Independent Samples Test

  Lampiran 11 uji normalitas kemampuan mengingat

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  VAR00001

  Absolute .210 .182 .213 .209 Positive .205 .153 .162 .192 Negative -.210 -.182 -.213 -.209

Kolmogorov-Smirnov Z 1.243 1.077 1.207 1.182

  32 Normal Parameters a,b Mean 2.7571 3.0000 2.6406 3.2813 Std. Deviation .75119 .64169 .63797 .47413 Most Extreme Differences

  32

  35

  35

  VAR00004 N

  VAR00003

  VAR00002

  

Asymp. Sig. (2-tailed) .091 .196 .108 .122

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 13 uji perbandingan pretest ke posttest kemampuan mengingat

Paired Samples Test

Paired Differences

95% Confidence Interval Sig. (2- t df Std. Std. Error of the Difference tailed) Mean

  Deviation Mean Lower Upper Pair 1 PostKelEks - .24286 .75119 .12697 -.01519 .50090 1.913

  34 .064 PreKelEks

Paired Samples Test

  

Paired Differences

95% Confidence Interval Sig. (2- t df Std. Std. Error of the Difference tailed) Mean

  Deviation Mean Lower Upper Pair 1 PostKelKon - .61290 .70368 .12638 .35479 .87101 4.850 30 .000 PreKelKon

kelompok kontrol dan kelompok eksperimen

Lampiran 14 uji perbandingan posttest kemampuan mengingat

  

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of

  Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference

  Sig. Mean Std. Error F Sig. t df (2-tailed) Difference Difference Lower Upper PosKonEks Equal 2.493 .119 -2.025 65 .047 .13892 -.00381 - -.28125 variances

  .55869 assumed

  • Equal -2.052 62.3 .044 -.28125 .13708 -.00727 variances not

  46 .55523 assumed

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 15 uji normalitas kemampuan memahami

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  PretestKelEks PostestKelEks PretestKelKon PosttestKelKon N a,b

  32

  32

  35

  35 Normal Parameters Mean 2.3956 3.0363 2.2523 2.3766 Std. Deviation .47374 .72241 .49654 .58271

Most Extreme Differences Absolute .188 .177 .194 .141

Positive .111 .091 .194 .141

  Negative -.188 -.177 -.114 -.117

Kolmogorov-Smirnov Z 1.061 1.002 1.150 .834

Asymp. Sig. (2-tailed) .210 .268 .142 .490

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

  Lampiran 16 uji perbandingan skor pretest

Independent Samples Test

  Levene's Test for Equality t-test for Equality of Means of

  Variances 95% Confidence Interval of the Sig. Mean Std. Error

  F Sig. T df Difference (2-tailed) Difference Difference Lower Upper

  PreKonEKS Equal variances .164 .687 -1.206 65 .232 -.14334 .11882 -.38063 .09396 assumed Equal variances not -1.209 64.874 .231 -.14334 .11856 -.38014 .09346 assumed

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 17 uji perbandingan pretest ke posttest kemampuan memahami

kelompok kontrol dan kemampuan eksperimen

Paired Samples Test

  

Paired Differences

95% Confidence Interval Sig. t df Std. Std. Error of the Difference (2-tailed) Mean

  Deviation Mean Lower Upper

  • Pair 1 PosKelKon .12429 .78983 .13350 -.14703 .39560 .931 34 .358

    PreKelKon

  

Paired Samples Test

Paired Differences

95% Confidence Interval of the Difference Std. Std. Error Sig. Mean Deviation Mean Lower Upper t df (2-tailed) Pair 1 PosKelEks - .64063 .86294 .15255 .32950 .95175 4.200

  31 .000 PreKelEks Lampiran 18 uji perbandingan skor posttest kemampuan memahami

  

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of t-test for Equality of Means

  Variances 95% Confidence Interval of the

  Sig. Mean Std. Error F Sig. t Df Difference (2-tailed) Difference Difference

  Lower Upper PosKonEks Equal 1.924 .170 -4.130 65 .000 -.65968 .15973 -.97868 -.34067 variances assumed Equal -4.090 59.617 .000 -.65968 .16128 -.98232 -.33703 variances not assumed

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 19.

Foto-foto Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Foto-foto Kelas VB (Kelompok Kontrol)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Foto-foto kelas VA (Kelompok Eksperimen)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 20. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian dari SDK Wirobrajan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 21. Surat Keterangan Penelitian dari FKIT

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH PENGGUNAAN TEKNIK PENCATATAN MIND MAP TERHADAP PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA MATERI POKOK BIOTEKNOLOGI
1
9
57
PENERAPAN METODE MIND MAP DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SD.
0
3
29
PENGGUNAAN CATATAN MIND MAP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SD PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI POKOK PERISTIWA ALAM : Penelitian Tindakan Kelas di Kelas V SDN Barunagri Lembang.
2
12
22
PENGARUH PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN IPA SD N SUKOMULYO NGAGLIK SLEMAN.
0
1
157
PENGARUH PENGGUNAAN METODE MNEMONIK TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGINGAT PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL - repository UPI S KTP 1201884 Title
0
0
4
PENGARUH PEMBELAJARAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI DI SEKOLAH DASAR
0
0
10
PENGARUH METODE EKSPOSITORI YANG DIKOMBINASIKAN DENGAN MIND MAPPING TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PADA MATA PELAJARAN IPA - Raden Intan Repository
0
0
113
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR DENGAN TEKNIK PEMBELAJARAN MIND MAP MATA PELAJARAN PKn BAGI SISWA KELAS IV SD KANISIUS KADIROJO SLEMAN SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 20102011
0
0
227
PENGARUH METODE INKUIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS KATEGORI AFEKTIF UMUM PADA MATA PELAJARAN IPA SDK WIROBRAJAN
0
1
250
PENGARUH METODE INKUIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS KATEGORI KOGNITIFPADA MATA PELAJARAN IPA SDK WIROBRAJAN
0
0
222
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASIKAN DAN MENCIPTA PADA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS WIROBRAJAN
0
0
138
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGANALISIS DAN MENGEVALUASI PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SENGKAN
0
0
111
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENERAPKAN DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA DI SDK SENGKAN
0
0
107
PENGARUH PENERAPAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SD SOKOWATEN BARU YOGYAKARTA
0
0
195
PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SENGKAN
0
0
99
Show more