Sistem pengendali dan pemantau beda intensitas lampu penerangan menggunakan SMS = Lamp intensity monitoring and controlling using SMS - USD Repository

Gratis

0
0
106
5 months ago
Preview
Full text

  

TUGAS AKHIR

SISTEM PENGENDALI DAN PEMANTAU BEDA INTENSITAS

LAMPU PENERANGAN MENGGUNAKAN SMS

  Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

  Program Studi Teknik Elektro Oleh:

  ROY KURNIAWAN NIM : 055114004

  

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2010

  

FINAL PROJECT

LAMP INTENSITY MONITORING AND CONTROLLING SYSTEM

USING SMS

  Presented as Partial Fulfillment of the Requirements To Obtain the Sarjana Teknik Degree

  In Electrical Engineering Study Program By :

  ROY KURNIAWAN NIM : 055114004

  

ELECTRICAL ENGINEERING STUDY PROGRAM

SCIENCE AND TECHNOLOGY FACULTY

SANATA DHARMA UNIVERSITY

YOGYAKARTA

2010

  

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa tugas akhir ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 20 Agustus 2010 ROY KURNIAWAN

  

HALAMAN PERSEMBAHAN DAN MOTTO HIDUP

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Roy Kurniawan Nomor Mahasiswa : 055114004

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :

  SISTEM PENGENDALI DAN PEMANTAU BEDA INTENSITAS LAMPU PENERANGAN MENGGUNAKAN SMS beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya.

  Yogyakarta, 20 Agustus 2010 ( Roy Kurniawan )

  

INTISARI

Saat ini, kebutuhan akan keamanan rumah menjadi hal yang sangat penting.

  Tingginya aktivitas seseorang dalam bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, mengurangi waktu untuk berada di rumah guna menjaga keamanan rumah. Salah satu kebutuhannya adalah pengendali lampu penerangan rumah. Hal ini membuat para pemilik rumah harus memiliki suatu sistem pengaman di rumahnya. Sistem ini akan membantu dalam mengendalikan lampu saat berada di luar rumah. Penelitian ini

  subscriber memberikan solusi kendali jarak jauh dalam rangka untuk mengurangi tindakan kriminal.

  Sistem pengendali dan pemantau lampu penerangan rumah ini terdiri dari SMS pada jaringan GSM dan minimum sistem. SMS digunakan sebagai media pengiriman pesan yang berisi format untuk mengendalikan dan memantau lampu penerangan. Minimum sistem berfungsi untuk melakukan proses pengendalian dan pemantauan saat ada SMS masuk.

  Sistem pengendali dan pemantau lampu penerangan rumah menggunakan SMS sudah berhasil dibuat tetapi kurang bekerja dengan baik. Proses pengendalian dengan cara mengirimkan SMS dapat bekerja dengan baik. SMS yang masuk diolah dengan baik oleh sistem, sehingga tingkat keakurasian perintah yang dikirimkan dengan yang

  minimum terjadi pada lampu penerangan sudah sesuai. Kekurangannya ada pada bagian sensing.

  Proses sensing dilakukan melalui 2 cara yaitu pemeriksaan port mikrokontroler dan pemeriksaan keadaan lampu menggunakan rangkaian sensor (LDR). Pemeriksaan port mikrokontroler dapat bekerja dengan baik, tetapi pemeriksaan dengan LDR tidak bekerja dengan baik. Hal ini dikarenakan adanya kesalahan perancangan dan naik turunnya tegangan jala-jala PLN, sehingga membuat tegangan keluaran rangkaian sensor tidak stabil. Proses sensing ini masih kurang sempurna, sehingga masih dapat diperbaiki dan dikembangkan untuk mengendalikan lampu penerangan rumah. Kata kunci : pengendalian, pemantauan, keamanan rumah, lampu penerangan, SMS.

  

ABSTRACT

  Currently, the need for home security becomes crucial. The high activity of a person at work to make ends meet, reducing the time to be at home in order to maintain the security of home. One requirement is for home lighting control. This makes the home owners must have a security system at his home. This system will help the subscriber in control of light when outside the home. This study provides remote control solution in order to reduce crime.

  System controllers and monitors lighting home comprises SMS on GSM network and the minimum system. SMS messaging is used as a medium that contains a format for controlling and monitoring the lamp light. Minimum system is used to perform process control and monitoring when there is incoming SMS.

  Controlling and monitoring system home lighting using SMS has been successfully created but not working properly. Control process by sending an SMS can work well. Incoming SMS processed properly by the minimum system, so the accuracy level commands sent to that which occurred at the lighting was appropriate. The drawback is in the sensing. Sensing process is done through two methods namely inspection of the microcontroller port and examination lamp using a series of light sensors (LDR). Examination microcontroller port can work as well, but check with the LDR is not working properly. Sensing process was still less than perfect, so still could be improved and developed to control home lighting. Keywords: controlling, monitoring, home security, lighting, SMS.

  

KATA PENGANTAR

  Puji syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala karunia-Nya sehingga tugas akhir dengan judul “Sistem Pengendali dan Pemantau Beda Intensitas ini dapat diselesaikan dengan baik.

  Lampu Penerangan Menggunakan SMS”

  Penelitian yang berupa tugas akhir ini merupakan salah satu syarat bagi mahasiswa Program Studi Teknik Elektro untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik atas bantuan, gagasan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, peneliti ingin mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Bapak Yosef Agung Cahyanta, S.T., M.T. selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  2. Bapak Damar Wijaya, S.T., M.T., selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, pengetahuan, diskusi, arahan, kritik dan saran kepada peneliti sehingga penulisan tugas akhir ini dapat diselesaikan.

  3. Bapak Pius Yozy Merucahyo, S.T., M.T. dan Ibu Wiwien Widyastuti, S.T., M.T. selaku penguji yang telah memberikan kritik dan saran.

  4. Bapak dan Ibu Dosen yang telah memberikan semangat, pengetahuan dan bimbingan kepada peneliti selama kuliah.

  5. Papa dan mama tercinta, kakakku Eko Kurniawan, S.T. dan adikku Cicilia Indah Kurnia Sari, serta semua keluarga yang telah memberikan semangat dan dukungan dalam penyelesaian tugas akhir ini.

  6. Teman-teman RR: Beneto Cahyo Nugroho, R.Adhyaksa, S.E., Elang Samodra, S.T., Putro Utomo, Rahardian Rahardjo, S.E., dan Robertus Doni Irawan untuk kebersamaan dan dukungan selama ini.

  7. Teman-teman seperjuangan: Agustinus Mahisa Agni, Albertus Datu, Stefanus Pandu, Vicimus Bonafide, S.T. atas kebersamaan selama ini; Christian Novianto, S.T. dan Yohan Kuncoro, S.T. atas diskusi selama ini; dan teman-teman angkatan 2005 untuk kebersamaan dan dukungannya.

  8. Semua pihak yang tidak bisa peneliti sebutkan satu-persatu atas bantuan, bimbingan, kritik dan saran.

  Peneliti sangat mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun serta menyempurnakan tulisan. Semoga tugas akhir ini dapat dimanfaatkan dan dikembangkan lebih lanjut oleh peneliti lain sehingga tulisan ini dapat lebih bermanfaat bagi perkembangan Program Studi Teknik Elektro Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Yogyakarta, 20 Agustus 2010 Peneliti, Roy Kurniawan

  

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..................................................................................................... i

HALAMAN PERSETUJUAN ..................................................................................... iii

  ....................................................................................... iv

  HALAMAN PENGESAHAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................................................... v

HALAMAN PERSEMBAHAN DAN MOTTO HIDUP ........................................... vi

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA

  

ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS .................................................... vii

  

INTISARI ...................................................................................................................... viii

  .................................................................................................................. ix

  ABSTRACT KATA PENGANTAR .................................................................................................. x

DAFTAR ISI ................................................................................................................. xii

  .................................................................................................... xv

  DAFTAR GAMBAR

  ......................................................................................................... xvii

  DAFTAR TABEL

  BAB I PENDAHULUAN

  1.1. Latar Belakang ............................................................................................ 1

  1.2. Tujuan dan Manfaat Penelitian .................................................................. 2

  1.3. Batasan Masalah ........................................................................................ 2

  1.4. Metodologi Penelitian ............................................................................... 3

  1.5. Sistematika Penulisan ................................................................................. 4

  BAB II: DASAR TEORI

  2.1. Arsitektur GSM ......................................................................................... 5

  2.1.1. Mobile Station ............................................................................... 5

  2.1.2. Base Transceiver Station ............................................................... 6

  2.1.3. Base Station Controller ................................................................. 6

  2.1.4. Mobile Switching Center dan Visitor Location Register ................ 6

  2.1.5. Home Location Register ................................................................ 6

  2.2. Short Message Service ............................................................................... 7

  2.3. Komunikasi Data Serial ............................................................................. 8

  2.3.1. Komunikasi Serial RS 232 ............................................................ 8

  2.3.2. Konfigurasi Pin Konektor DB 9 .................................................... 9

  2.4. Mikrokontroler ATMega 8535 .................................................................. 10

  2.4.1. Fitur ATMega 8535 ....................................................................... 11

  2.4.2. Konfigurasi Pin ............................................................................. 11

  2.4.3. Interupsi ......................................................................................... 12

  2.5. Relay ........................................................................................................... 12

  2.6. Triac ............................................................................................................ 13

  2.7. Telepon Seluler Siemens C55 .................................................................... 15

  2.8. Hubungan Seri RLC .................................................................................. 16

  2.9. Pengatur Tegangan AC .............................................................................. 17

  2.10. Transistor Sebagai Saklar .......................................................................... 17

  2.11. Light Dependent Resistor ........................................................................... 18

  BAB III: RANCANGAN PENELITIAN

  3.1. Perancangan Sistem ................................................................................... 20

  3.2. Identifikasi Kebutuhan Perangkat ............................................................. 21

  3.3. Perancangan Perangkat Keras ................................................................... 21

  3.3.1. Rangkaian Driver Relay ................................................................ 21

  3.3.2. Rangkaian Komunikasi Serial RS 232 .......................................... 23

  3.3.3. Rangkaian Dimmer ........................................................................ 23

  3.3.4. Rangkaian Minimum Sistem Mikrokontroler ................................ 26

  3.3.5. Rangkaian Sensor Cahaya .............................................................. 26

  3.4. Format SMS yang Digunakan ................................................................... 28

  3.5. Perancangan Perangkat Lunak ................................................................... 28

  3.5.1. Flowchart Utama PC ..................................................................... 28

  3.5.2. Sub-Routine Konfirmasi Kesalahan ............................................... 30

  3.5.3. Sub-Routine Pemantauan ............................................................... 30

  3.5.4. Flowchart Utama Mikrokontroler .................................................. 31

  3.5.5. Sub-Routine Kendali ...................................................................... 32

  BAB IV: HASIL DAN PEMBAHASAN

  4.1. Gambar Fisik Alat ......................................................................... 34

  4.2. Pengujian SMS Pengendalian dan Pemantauan Lampu ................ 36

  4.3. Pengujian Rangkaian MAX 232 .................................................... 40

  4.4. Pengujian Rangkaian Sensor .......................................................... 41

  4.5. Pengujian Rangkaian Dimmer ........................................................ 42

  4.6. Program PC ............................................................................................... 43

  4.6.1. Main Menu ..................................................................................... 43

  4.6.2. Add Number ................................................................................... 48

  4.6.3. Add Format .................................................................................... 49

  4.6.4. Exit ................................................................................................. 51

  4.7. Program Mikrokontroler ............................................................................ 51

  BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN

  5.1. Kesimpulan ................................................................................................ 53

  5.2. Saran .......................................................................................................... 53

  DAFTAR PUSTAKA

  ................................................................................................... 54

  LAMPIRAN

  ................................................................................................................... 55

  

DAFTAR GAMBAR

  Halaman

Gambar 1.1. Model Sistem ............................................................................................. 3Gambar 2.1. Arsitektur GSM .......................................................................................... 5Gambar 2.2. Blok Diagram Cara Kerja SMS ................................................................. 7Gambar 2.3. IC MAX 232 .............................................................................................. 8Gambar 2.4. Konfigurasi Pin Konektor DB9 .................................................................. 10Gambar 2.5. Konfigurasi Pin ATMega 8535 .................................................................. 11Gambar 2.6. Proses Interupsi .......................................................................................... 12Gambar 2.7. Bentuk Fisik dan Simbol Relay .................................................................. 13Gambar 2.8. Simbol Triac ............................................................................................... 14Gambar 2.9. Karakteristik Triac ...................................................................................... 14Gambar 2.10. Pin Eksternal Siemens C55 Tampak Bawah............................................... 15Gambar 2.11. Rangkaian RLC Seri ................................................................................... 16Gambar 2.12. Rangkaian RC Sebagai Pengendali Fase Triac........................................... 17Gambar 2.13. Kurva Garis Beban DC Transistor Sebagai Saklar ..................................... 17Gambar 2.14 Transistor Sebagai Saklar ........................................................................... 18

  (a) Rangkaian Transistor ............................................................................ 18 (b) Saat Cut Off ........................................................................................ 18 (c) Saat Saturasi .......................................................................................... 18

Gambar 2.15. Karakteristik Hubungan Antara Resistansi dan Cahaya ............................. 19Gambar 2.16. Simbol dan Bentuk Fisik LDR ................................................................... 19Gambar 3.1. Diagram Blok Rancangan ........................................................................... 20Gambar 3.2. Rangkaian driver relay ............................................................................... 22Gambar 3.3. Rangkaian Komunikasi Serial .................................................................... 23Gambar 3.4. Rangkaian Dasar Dimmer ........................................................................... 25Gambar 3.5. Rangkaian Dimmer dengan 3 Level Intensitas ........................................... 25Gambar 3.6. Rangkaian Minimum Sistem Mikrokontroler ............................................ 26Gambar 3.7. Rangkaian Sensor Cahaya .......................................................................... 27Gambar 3.8. Flowchart Utama PC .................................................................................. 29Gambar 3.9. Sub-Routine Konfirmasi Kesalahan............................................................ 30Gambar 3.10. Sub-Routine Pemantauan ............................................................................ 31Gambar 3.11. Flowchart Utama Mikrokontroler .............................................................. 31Gambar 3.12. Sub-Routine Kendali ................................................................................... 32Gambar 4.1. Gambar Fisik Alat ...................................................................................... 34Gambar 4.2. Rangkaian Driver Relay ............................................................................. 35Gambar 4.3. Rangkaian MAX 232 .................................................................................. 35Gambar 4.4. Rangkaian Minimum Sistem Mikrokontroler ............................................. 36Gambar 4.5. Rangkaian Sensor ....................................................................................... 36Gambar 4.6. Layout Menu Utama Saat Isi SMS “lp1lv1” .............................................. 37Gambar 4.7. Layout Menu Utama Saat Isi SMS “lp1high” ............................................ 37Gambar 4.8. Balasan ke Subscriber ................................................................................ 38Gambar 4.9. Pengujian Menggunakan Hyperterminal .................................................... 40Gambar 4.10. Form 4 ........................................................................................................ 43Gambar 4.11. Form 1 ........................................................................................................ 44Gambar 4.12. Contoh Keterangan yang Dikirim ke Subscriber Saat Nomor dan Format yang Dikirimkan Salah ............................................................ 44Gambar 4.13. Form 1 Saat Ada Kesalahan Nomor ........................................................... 45Gambar 4.14. Form 1 Saat Ada Kesalahan Format........................................................... 45Gambar 4.15. Form 1 Saat Tidak Ada Kesalahan Nomor dan Format ............................. 46Gambar 4.16. Tampilan Keterangan di Telepon Seluler Subscriber .................................. 48Gambar 4.17. Form 2 ........................................................................................................ 48Gambar 4.18. Form 2 Saat Menambah Nomor ................................................................. 49Gambar 4.19. Form 3 ........................................................................................................ 50Gambar 4.20. Form 3 Saat Menambah Format ................................................................. 50Gambar 4.21. Tampilan Hyperterminal dan Keadaan Lampu Saat Menerima

  Variabel “a” ................................................................................................ 52

  

DAFTAR TABEL

  Halaman

Tabel 2.1. Fungsi dan Deskripsi Pin Konektor DB9 ......................................................... 9Tabel 2.2. Keterangan Susunan Pin Eksternal Siemens C55 ............................................. 15Tabel 3.1. Konversi Level Tegangan ................................................................................. 28Tabel 4.1. Hasil Pengujian SMS Untuk Pengendalian dan Pemantauan

  Lampu .............................................................................................................. 38

Tabel 4.2. Hasil Pengambilan Beberapa Data dari Rangkaian MAX 232......................... 41Tabel 4.3. Hasil Pengujian Rangkaian Sensor ................................................................... 41Tabel 4.4. Hasil Pengukuran Rangkaian Dimmer ............................................................. 42

BAB I PENDAHULUAN

  1.1. Latar Belakang

  (GSM) merupakan sebuah teknologi

  Global System for Mobile Communication komunikasi yang diterapkan pada mobile communication khususnya telepon seluler.

  Seiring dengan berkembangnya teknologi GSM saat ini yang semakin cepat dan murah menyebabkan pemakaian telepon seluler sudah menjangkau semua lapisan. Tidak hanya pada golongan kaum elit saja, tetapi golongan masyarakat menengah juga dapat menikmati layanan teknologi GSM.

  (SMS) adalah salah satu layanan yang terdapat pada telepon

  Short Message Service

  seluler. Selain memiliki biaya operasional yang cukup murah, layanan ini juga merupakan media komunikasi dan sarana informasi antar individu yang memiliki sifat waktu nyata (real-time). SMS masih tetap menjadi pilihan bagi setiap orang sebagai sarana komunikasi, meskipun saat ini teknologi yang lain seperti Electronic Mail Service (EMS) ataupun

  Multimedia Mail Sevice (MMS) telah dikembangkan [1].

  Selain untuk media komunikasi dan sarana informasi, SMS juga dapat digunakan sebagai media pengendali dan pemantau perangkat elektronik dalam rangka memberikan keamanan bagi masyarakat. Salah satu contohnya adalah kebutuhan keamanan rumah dalam pengendalian intensitas lampu penerangan. Tingginya aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan ekonomi semakin mengurangi waktu untuk berada di sekitar rumah untuk menjaga keamanan tempat tinggal. Kebutuhan masyarakat yang semakin mahal dalam hal penggunaan listrik juga menjadi alasan pentingnya sistem pengendali dan pemantau beda intensitas lampu penerangan.

  Permasalahan ini mendorong penulis untuk melakukan penelitian tentang perangkat pengendali dan pemantau jarak jauh yang efektif dan efisien. Berdasarkan hal di atas, penulis membuat suatu penelitian mengenai sistem pengendali dan pemantau beda intensitas lampu penerangan di rumah menggunakan layanan SMS pada jaringan GSM.

  1.2. Tujuan dan Manfaat Penelitian

  Skripsi ini bertujuan untuk membuat perangkat pengendali dan pemantau beda intensitas 4 buah lampu penerangan di rumah menggunakan layanan SMS.

  Manfaat yang diharapkan dari penulisan skripsi ini adalah mempermudah masyarakat golongan menengah ke atas untuk mengendalikan lampu rumah dan menambah literatur aplikasi teknologi GSM.

  1.3. Batasan Masalah

  Penelitian akan dibatasi pada: 1. Sistem pengendali dan pemantau beda intensitas 4 buah lampu rumah.

  2. Mikrokontroler yang digunakan adalah jenis AVR ATMega 8535.

  3. Komunikasi antara Personal Computer (PC) dan telepon seluler menggunakan komunikasi serial.

  4. Pengendalian dan pemantauan menggunakan layanan SMS pada jaringan GSM.

  5. Sensor cahaya yang digunakan adalah LDR.

  6. Software interface menggunakan gammu.

  1.4. Metodologi Penelitian

  Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

  1. Studi Pustaka menggunakan jurnal-jurnal, handbook, internet serta data komponen yang digunakan dalam pembuatan alat.

  sheet 2. Pembuatan alat berdasarkan hasil rancangan.

  Rancangan yang dibuat sesuai dengan model sistem yang dapat dilihat pada

Gambar 1.1. Pengendalian dilakukan dengan memberikan perintah menggunakan SMS melalui telepon seluler 1/ Mobile Station 1 (MS1) ke

  telepon seluler 2/ Mobile Station 2 (MS2). Perintah akan diproses dan mikrokontroler akan menyalakan atau mematikan lampu penerangan sesuai dengan beda intensitas yang dikirimkan. Pemantauan dilakukan oleh sensor cahaya yaitu LDR untuk menangkap adanya sinar atau tidak dan mengirimkan informasi hasil pemantauan ke mikrokontroler untuk dikirimkan ke subscriber/ user.

Gambar 1.1. Model Sistem 3. Pengujian alat dan pengambilan data.

  Data yang diambil dari alat yang telah dirancang meliputi tegangan keluaran dari regulator tegangan serta ketepatan dan akurasi beda intensitas lampu dengan perintah yang dikirimkan. Jika perintah yang dikirimkan adalah menyalakan lampu 1 dengan intensitas high, maka seharusnya yang menyala adalah lampu 1 dengan intensitas high, bukan lampu dan intensitas cahaya yang lain. Pengujian komunikasi antara PC dan mikrokontroler menggunakan Hyperterminal.

  4. Analisa data yang telah diambil.

  Analisa data berupa pengukuran dan pengamatan data yang akan dibandingkan dengan hasil-hasil yang telah diperoleh dari perhitungan secara teoritis.

  5. Pengambilan kesimpulan.

  Berdasarkan hasil analisa akan ditarik suatu kesimpulan perangkat yang dibuat dapat bekerja dengan baik atau tidak.

1.5. Sistematika Penulisan

  Sistematika penulisan laporan ini adalah sebagai berikut:

  BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan dan manfaat penelitian, batasan masalah, metodologi penelitian dan sistematika penulisan.

  BAB II DASAR TEORI Bab ini berisi teori-teori yang mendukung kerja sistem dan teori yang digunakan dalam perancangan perangkat keras serta perangkat lunak. BAB III RANCANGAN PENELITIAN Bab ini berisi penjelasan alur perancangan sistem, format SMS yang digunakan, perancangan perangkat keras, dan perancangan perangkat lunak. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi pembahasan program, hasil pengujian alat yang dibuat, dan pembahasan data yang diperoleh. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi ringkasan hasil penelitian yang telah dilakukan dan usulan yang berupa ide-ide untuk perbaikan atau pengembangan terhadap penelitian yang telah dilakukan.

BAB II DASAR TEORI Bab ini berisi dasar teori yang dibutuhkan dalam perancangan perangkat pengendali

  dan pemantau beda intensitas lampu penerangan menggunakan SMS. Dasar teori yang dibahas meliputi arsitektur GSM, SMS, komunikasi data serial, mikrokontroler ATMega 8535, relay, triac, telepon seluler Siemens C55, hubungan seri RLC, pengatur tegangan AC, transistor sebagai saklar, dan LDR.

  2.1. Arsitektur GSM Unsur-Unsur yang utama pada arsitektur GSM ditunjukkan pada Gambar 2.1.

  Jaringan GSM terdiri atas tiga subsistem yaitu Base Station Subsystem (BSS), Network Subsystem (NSS), dan Operation Subsystem (OSS) [2].

Gambar 2.1. Arsitektur GSM [2]

2.1.1. Mobile Station Mobile Station (MS) adalah perangkat yang mengirim dan menerima sinyal radio.

  MS dapat berupa telepon seluler atau Personal Digital Assistant (PDA).

  MS terdiri dari Mobile Equipment (ME) dan Subscriber Identity Module (SIM). ME berisi transceiver radio, display, dan Digital Signal Processor. SIM digunakan agar

  network dapat mengenali subscriber [2].

  2.1.2. Base Transceiver Station

  (BTS) berfungsi sebagai interface komunikasi semua MS

  Base transceiver Station

  yang aktif dan berada dalam coverage area BTS. Proses yang ada di dalam komunikasi MS antara lain modulasi sinyal, demodulasi, dan error coding. Beberapa BTS terhubung pada satu Base Station Controller (BSC). Satu BTS biasanya mampu menangani 20-40 komunikasi secara serentak [2].

  2.1.3. Base Station Controller Base Station Controller (BSC) berfungsi mengatur koneksi BTS-BTS yang berada

  dalam kendali BSC tersebut. Fungsi BSC ini memungkinkan operasi seperti handover, cell

  site configuration, management of radio resources, dan mengatur power level dari frekuensi radio BTS. Pada jaringan GSM, BSC mengatur lebih dari 70 BTS [2].

  2.1.4. Mobile Switching Center dan Visitor Location Register

  (MSC) melakukan fungsi registrasi, authentication,

  Mobile Switching Center location updating , billing service dan sebagai interface dengan jaringan lain. Selain itu,

  MSC juga bertanggung jawab untuk call set-up, release, dan routing [2].

  (VLR) berisi informasi dinamis tentang subscriber yang

  Visitor Location Register

  terhubung dengan mobile network termasuk lokasi subscriber. VLR biasanya terintegrasi dengan MSC. Melalui MSC, mobile network terhubung dengan jaringan lain seperti Public (PSTN), Integrated Service Digital Network (ISDN), Circuit

  Switched Telephone Network

  (CSPDN), dan Packet Switched Public Data Network

  Switched Public Data Network (PSPDN).

  2.1.5. Home Location Register

  (HLR) adalah elemen jaringan yang berisi detil dari setiap

  Home Location Register . Sebuah HLR biasanya mampu mengatur ratusan bahkan ribuan subscriber. subscriber Signalling pada jaringan GSM berbasis pada protokol Signaling System Number 7

  (SS7). Penggunaan SS7 dilengkapi dengan penggunaan protokol Mobile Application Part (MAP). MAP digunakan untuk pertukaran informasi lokasi dan subscriber antara HLR dan elemen jaringan lainnya seperti MSC [2].

2.2. Short Message Service

  (SMS) merupakan salah satu layanan pesan teks yang

  Short Message Service

  dikembangkan dan distandarisasi oleh suatu badan yang bernama European

  Telecomunication Standards Institute (ETSI). Fitur SMS ini memungkinkan perangkat

  Stasiun Seluler Digital (Digital Cellular Terminal, seperti telepon seluler) untuk dapat mengirim dan menerima pesan-pesan teks dengan panjang mencapai 160 karakter melalui jaringan GSM [1].

  Saat mengirim SMS melalui telepon seluler, SMS tidak akan langsung dikirimkan kepada telepon seluler tujuan, melainkan terlebih dahulu menuju Short Message Service

  Center (SMSC) [3]. Setelah SMSC menerima SMS dari pengirim, SMSC akan langsung

  mengirimkan SMS tersebut ke telepon seluler yang dituju oleh pengirim, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2.2.

Gambar 2.2. Blok Diagram Cara Kerja SMS [3]

  SMS dapat dikirimkan ke perangkat Stasiun Seluler Digital lainnya hanya dalam beberapa detik selama berada pada jangkauan layanan GSM. Lebih dari sekedar pengiriman pesan biasa, layanan SMS memberikan garansi SMS akan sampai pada tujuan meskipun perangkat yang dituju sedang tidak aktif yang dapat disebabkan karena sedang dalam kondisi mati atau berada di luar jangkauan layanan GSM. Jaringan akan menyimpan sementara pesan yang belum terkirim dan segera mengirimkan ke perangkat yang dituju setelah adanya tanda kehadiran dari perangkat di jaringan tersebut.

  Dengan fakta bahwa layanan SMS mendukung jangkauan/ jelajah nasional dan internasional dengan waktu keterlambatan yang sangat kecil, memungkinkan layanan SMS cocok untuk dikembangkan sebagai aplikasi pager, e-mail, dan notifikasi voice mail. Tentu saja pengembangan aplikasi masih bergantung pada tingkat layanan yang disediakan oleh operator jaringan.

2.3. Komunikasi Data Serial

  Komunikasi data secara serial dibedakan menjadi dua, yaitu komunikasi data serial secara sinkron dan komunikasi data secara asinkron. Pada komunikasi data serial sinkron,

  clock dikirimkan bersama-sama dengan data serial, sedangkan komunikasi data asinkron

  tidak dikirimkan bersama data serial, melainkan dibangkitkan secara sendiri-sendiri

  clock baik pada sisi pengirim (transmitter) maupun pada sisi penerima (receiver) [4].

2.3.1. Komunikasi Serial RS 232

  Komunikasi serial RS 232 merupakan media yang menghubungkan antara terminal data dari suatu peralatan ke terminal peralatan lain [4]. RS 232 juga menjalankan pertukaran data biner secara serial. IC yang dipakai untuk komunikasi serial adalah IC MAX 232. IC ini menyediakan pemrosesan data dan protokol. Bagian yang menangani komunikasi dapat dihubungkan dengan berbagai aplikasi yang berhubungan dengan elektronik. IC MAX 232 dipakai sebagai interface dari PC ke perangkat luar (level TTL) atau sebaliknya dari perangkat luar ke PC. Gambar IC MAX 232 dapat dilihat pada Gambar 2.3.

  Karakteristik dari RS-232 memiliki ketentuan level tegangan sebagai berikut: 1. Logika 1 disebut mark terletak antara -3V hingga -25V.

  2. Logika 0 disebut space terletak antara +3V hingga +25Vt.

  3. Daerah tegangan antara -3V hingga +3V adalah invalid level, yaitu daerah tegangan yang tidak memiliki level logika pasti sehingga harus dihindari. Demikian juga, level tegangan yang lebih negatif dari -25V atau lebih positif dari +25V juga harus dihindari karena tegangan tersebut dapat merusak line driver pada saluran RS-232.

Gambar 2.3. IC MAX 232 [4] IC MAX 232 mempunyai 16 kaki dengan supply tegangan sebesar 5V. Kaki ke-16 digunakan sebagai masukan tegangan (VCC) dan kaki ke-15 sebagai Ground (GND). Kaki 8 dan 13 digunakan sebagai masukan RS 232, sedangkan kaki 7 dan 14 sebagai keluaran RS 232.

2.3.2. Konfigurasi Pin Konektor DB 9

  Standar konektor komunikasi serial RS 232 pada PC adalah 9 pin konektor (konektor DB9) [5]. Gambar 2.4. menunjukkan konfigurasi pin konektor DB 9. Keterangan fungsi dan deskripsi pin DB9 dapat dilihat pada Tabel 2.1.

Tabel 2.1. Fungsi dan Deskripsi Pin Konektor DB9 [5]

  Nama No pin

  Description Function

  sinyal

  1 DCD Data Carrier Detect Saluran sinyal DCD akan diaktifkan ketika DTE mendeteksi suatu carrier dari DCE.

  2 RXD Sebagai penerimaan data serial.

  Received Data 3 TXD Transmit Data Sebagai pengiriman data serial.

  4 DTR Data Terminal Ready DTE dapat memberitahukan kesiapan terminal.

  5 GND Ground Saluran ground.

  6 DSR Data Set Ready DTE memberitahukan siap melakukan komunikasi.

  7 RST Request To Send DCE diminta mengirim data oleh DTE.

  8 CTS Clear To Send DCE memberitahukan bahwa DTE boleh mulai mengirim data.

  9 RI Ring Indicator DCE memberitahukan ke DTE bahwa sebuah stasiun menghendaki suatu hubungan. Piranti-piranti yang menggunakan komunikasi serial adalah : 1. Data Terminal Equipment (DTE) yaitu komputer. 2. (DCE) yaitu eksternal hardware.

  Data Communication Equipment

Gambar 2.4. Konfigurasi Pin Konektor DB9 [5]

2.4. Mikrokontroler ATMega 8535

  Mikrokontroler merupakan chip cerdas yang menjadi tren dalam pengendalian dan otomatisasi, terutama dikalangan mahasiswa. Bervariasinya jenis keluarga mikrokontroler, kapasitas memori, dan berbagai fitur mikrokontroler menjadi pilihan dalam aplikasi prosesor mini untuk pengendalian skala kecil.

  Mikrokontroler Alf and Vegard’s Risc processor (AVR) dari Atmel menggunakan arsitektur Reduced Instruction Set Computer (RISC) yang artinya prosesor memiliki set instruksi program yang lebih sedikit dibandingkan dengan MCS-51 yang menerapkan arsitektur Complex Instruction Set Computer (CISC) [6].

  Hampir semua instruksi prosesor RISC adalah instruksi dasar (belum tentu sederhana), sehinggga instruksi-instruksi ini umumnya hanya memerlukan 1 siklus mesin untuk menjalankan instruksi kecuali pada instruksi percabangan karena membutuhkan 2 siklus mesin. RISC biasanya dibuat dengan arsitektur Harvard, karena eksekusi instruksi selesai dikerjakan dalam satu atau dua siklus mesin, sehingga semakin cepat dan handal. Proses downloading program relatif lebih mudah karena dapat dilakukan langsung pada sistem.

  Sekarang ini, AVR dapat dikelompokkan menjadi 6 kelas, yaitu keluarga ATtiny, keluarga AT90Sxx, keluarga ATMega, keluarga AT90CAN, keluarga AT90PWM dan AT86RFxx. Pada dasarnya yang membedakan masing-masing kelas adalah peripheral dan fungsi, sedangkan dari segi arsitektur dan instruksi yang digunakan hampir sama. Perancangan perangkat pengendali dan pemantauan menggunakan salah satu produk ATMEL dari keluarga ATMega yaitu ATMega 8535 [6]

  2.4.1. Fitur ATMega 8535

  Kapabilitas detil dari ATMega 8535 adalah sebagai berikut [6] 1. Sistem Mikroprosesor 8 bit berbasis RISC dengan kecepatan maksimal 16 MHz.

  2. Kapabilitas memori Flash 8 Kb, SRAM sebesar 512 byte, dan Electrically Erasable

  Programmable Read Only Memory (EEPROM) sebesar 512 byte.

  3. Analog to Digital Converter (ADC) internal 10 bit sebanyak 8 kanal.

  4. Komunikasi serial dengan kecepatan maksimal 2,5 Mbps.

  5. Enam pilihan mode sleep yang dapat menghemat penggunaan daya listrik

  2.4.2. Konfigurasi Pin

  ATMega 8535 terdiri atas 40 pin [6]. Konfigurasi pin dapat dilihat pada Gambar

  2.5. Fungsi pin pada mikrokontroler ATMega 8535 [6]: 1.

  VCC merupakan pin yang berfungsi untuk input catu daya.

  2. GND merupakan pin ground.

  3. Port A (PA0-PA7) merupakan pin Input / Output (I/O) dua arah dan pin input ADC.

  4. Port B (PB0-PB7) merupakan pin Input / Output (I/O) dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu Timer/Counter, komparator analog, dan SPI.

  5. Port C (PC0-PC7) merupakan pin Input / Output (I/O) dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu TWI, komparator analog, dan Timer Oscilator.

Gambar 2.5. Konfigurasi Pin ATMega 8535 [6]

  6. Port D (PD0-PD7) merupakan pin Input / Output (I/O) dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu komparator analog, interupsi eksternal, dan komunikasi serial.

  7. RESET merupakan pin yang digunakan untuk melakukan reset pada mikrokontroler.

  8. XTAL1 dan XTAL2 merupakan pin masukan untuk clock eksternal.

  9. AVCC merupakan pin masukan tegangan untuk ADC.

  10. AREF merupakan pin masukan tegangan referensi untuk ADC.

2.4.3. Interupsi

  Interupsi (interrupt) adalah suatu kejadian atau peristiwa yang menyebabkan mikrokontroler berhenti sejenak untuk melayani interupsi [6]. Jika sistem mikrokontroler sedang menjalankan program dan terjadi interupsi, maka program akan berhenti sesaat dan melayani interupsi terlebih dahulu dengan menjalankan program yang berada pada alamat yang ditunjuk oleh vektor dari interupsi. Setelah selesai, mikrokontroler kembali meneruskan program yang terhenti oleh interupsi tadi. Proses interupsi dapat dilihat pada Gambar 2.6.

Gambar 2.6. Proses Interupsi [6]

2.5. Relay

  

Relay adalah suatu komponen elektronika yang tersusun atas saklar, lilitan dan

  poros besi [7]. Relay digunakan untuk membuka atau menutup kontak-kontak dengan tujuan mengirim fungsi dari suatu rangkaian ke rangkaian lainnya [4]. Relay mempunyai impedansi rendah yang nilai impedansi kumparan berkisar antara beberapa puluh sampai beberapa ratus ohm, sedangkan sumber sinyal penggerak masukan umumnya memiliki impedansi yang tinggi. Gambar relay secara fisik dan simbol relay dapat dilihat pada Gambar 2.7.

  Terdapat beberapa susunan kontak relay yang semuanya secara listrik terisolasi dari rangkaian kumparan, yaitu [4]

  1. Normal terbuka (Normallly open)

  2. Normal tertutup (Normally close)

Gambar 2.7. Bentuk Fisik dan Simbol Relay [7]

  Jika terdapat arus yang masuk melalui kumparan, maka akan terdapat induksi magnetik. Induksi magnetik inilah yang akan menarik pegas kontak untuk merubah posisi awalnya menjadi terhubung ke bagian yang diinginkan. Jika arus berhenti, maka tidak ada induksi sehingga kontak akan kembali ke posisi semula. Keuntungan dalam penggunaan

  relay adalah dapat menghasilkan arus yang besar.

2.6. Triac

  Triac adalah kependekan dari Triode alternating current switch atau saklar triode untuk arus bolak-balik. Triac merupakan komponen 3 elektroda, yaitu MT1, MT2, dan gate [8].

  Kaki gate berfungsi sebagai pemicu. Simbol triac dapat dilihat pada Gambar 2.8.

  Jika terminal MT1 dan MT2 diberi tegangan jala-jala PLN dan gate dalam kondisi mengambang maka tidak ada arus yang dilewatkan oleh triac (kondisi idle) sampai pada tegangan ‘break over’ triac tercapai. Kondisi ini dinamakan kondisi off triac. Apabila gate diberi arus positif atau negatif, maka tegangan ‘break over’ ini akan turun. Semakin besar nilai arus yang masuk ke gate, maka semakin rendah pula tegangan ‘break over’nya. Kondisi ini dinamakan sebagai kondisi on triac. Apabila triac sudah on, maka triac akan dalam kondisi on selama tegangan pada MT1 dan MT2 di atas nol V. Apabila tegangan pada MT1 dan MT2 sudah mencapai nol V, maka kondisi kerja triac akan berubah dari on ke off. Apabila triac sudah menjadi off kembali, maka triac akan selamanya off sampai ada arus trigger ke gate dan tegangan MT1 dan MT2 melebihi tegangan break over. Karakteristik triac dapat dilihat pada Gambar 2.9.

Gambar 2.8. Simbol Triac [9]Gambar 2.9. Karakteristik Triac [9]

2.7. Telepon Selular Siemens C55

  5 CTS Data line for accessory

  External mic

  12 EPP

  11 Ground mic Saluran ground untuk mic

  10 Audio N Kutub negatif audio

  9 No connection Tidak ada koneksi

  8 Audio AP Kutub positif audio

  Clock line for accessory

  7 DCD

  6 RTS Data line for accessory or serial cable

  Telepon seluler pada umumnya menyediakan terminal I/O khusus yang digunakan untuk keperluan umum. Fungsi terminal I/O biasanya digunakan untuk pengisian baterai, terminal handsfree, dan komunikasi data. Komunikasi data pada telepon selular bekerja secara serial dengan baud rate 19200 bps [10]. Siemens C55 memiliki pin konektor eksternal yang dapat dimanfaatkan untuk pengendalian telepon selular dari luar dengan piranti bantu mikrokontroler ataupun PC, seperti terlihat pada Gambar 2.10.

  Komunikasi data antara perangkat yang akan dirancang dengan telepon selular

  3 Tx Data keluaran

  2 Ground Saluran ground

  1 Vin Power Charging

  Nama pin Deskripsi

  pin

  No

Tabel 2.2. Keterangan Susunan Pin Eksternal Siemens C55 [10]Gambar 2.10. Pin Eksternal Siemens C55 Tampak Bawah [10]

  menggunakan kabel penghubung tanpa rangkaian tambahan. Keterangan susunan pin eksternal Siemens C55 dapat dilihat pada Tabel 2.2.

  Siemens C55

  4 Rx Data masukan

2.8. Hubungan Seri RLC

Gambar 2.11. menunjukkan rangkaian seri yang terdiri dari sebuah resistor, induktor, dan kapasitor [11].Gambar 2.11. Rangkaian RLC Seri [11]

  Besar tegangan catu daya ditentukan dengan persamaan [11]:

  (2.1)

  V IZ

=

  dengan Z adalah impedansi rangkaian, dan besarnya [11]:

  2

  2 (2.2)

  Z R (

  

X

X ) = + + L C

  dengan X dan X adalah reaktansi induktif dan kapasitif. Besar sudut fase dapat dihitung

  L C

  dengan persamaan [11]:

  

X

X L C − (2.3) tan

  θ = R dengan reaktansi induktif adalah [11]:

  V in

  X L = (2.4)

  I Tegangan pada kapasitor besarnya [11]:

   

  

X

C

   

  

V xV

C = S

(2.5)

   Z

  dengan reaktansi kapasitif adalah [11]:

  1 X C = (2.6) 2 f π C

  2.9. Pengatur Tegangan AC

Gambar 2.12. menunjukkan rangkaian RC yang menghasilkan variasi sudut fase pada tegangan gate triac/ tegangan pada kapasitor [11]. Prinsip pengaturan tegangan pada

  beban adalah dengan mengatur sudut konduksi triac yang dilakukan oleh rangkaian RC. Besarnya tegangan yang masuk ke gate triac ditentukan dengan persamaan [11]:

   

  X C

   

  V G = C = in V xV (2.7)

   Z

Gambar 2.12. Rangkaian RC Sebagai Pengendali Fase Triac [11]

  2.10. Transistor Sebagai Saklar

  Transistor berfungsi sebagai saklar jika biasing dirancang untuk berada pada titik (sumbat) dan saturasi [12]. Hal ini ditunjukkan pada Gambar 2.15. Jika sebuah

  cut-off

  transistor berada dalam keadaan saturasi, maka transistor tersebut seperti sebuah saklar yang tertutup dari kolektor ke emitter. Jika transistor tersumbat (cutoff), maka transistor seperti sebuah saklar yang terbuka, seperti ditunjukkan pada Gambar 2.13.

Gambar 2.13. Kurva Garis Beban DC Transistor Sebagai Saklar [12] Dengan menerapkan Hukum Ohm terhadap resistor basis, besarnya arus basis dapat dihitung dengan persamaan berikut [12]:

  V V BB BE

  I

  (2.8) B =

  

R

B

Gambar 2.14. Transistor Sebagai Saklar [12]

  (a).Rangkaian Transistor (b).Saat Cut Off (c).Saat Saturasi Beta DC sebuah transistor merupakan rasio arus kolektor DC dengan arus basis DC,

  ( ) β

  dapat dihitung dengan persamaan berikut [12] :

  I C

  (2.9)

  β =

  I B Hukum tegangan Kirchhoff mengatakan bahwa jumlah tegangan pada jalur tertutup = 0.

  Jika diterapkan pada Gambar 2.16, Hukum tegangan Kirchhoff akan menghasilkan persamaan berikut [12] : ( ) (2.10)

  V CE = CCC C

  V I xR

  Arus I maksimum (I )dapat diperoleh pada saat nilai V = 0, sehingga besarnya arus

  C Cmax CE

  IC maksimum dapat diperoleh dengan persamaan sebagai berikut [12]:

  V CC I (2.11) C = max

  

R

C

2.11. Light Dependent Resistor

  (LDR) merupakan suatu jenis resistor yang sangat peka

  Light Dependent Resistor

  terhadap cahaya. Karakteristik dari LDR adalah nilai resistansi akan berubah apabila terkena sinar atau cahaya [9]. Apabila tidak terkena cahaya, maka nilai resistansi akan besar dan sebaliknya apabila terkena cahaya, maka nilai resistansi akan menjadi kecil. Dalam keadaan gelap, resistansi LDR sekitar 1 M dan dalam keadaan terang sebesar 1K . Karakteristik hubungan antara resistansi dan cahaya dapat dilihat pada Gambar 2.15.

  LDR terbuat dari bahan cadmium selenoide atau cadmium sulfide. LDR banyak digunakan karena mempunyai ukuran kecil, murah, dan sensitivitas tinggi. Simbol dan bentuk fisik LDR dapat dilihat pada Gambar 2.16.

Gambar 2.15. Karakteristik Hubungan Antara Resistansi dan Cahaya [9]Gambar 2.16. Simbol dan Bentuk Fisik LDR [9],[13]

BAB III RANCANGAN PENELITIAN

3.1. Perancangan Sistem

  Sistem yang akan dibuat adalah sistem pengendali dan pemantau beda intensitas lampu rumah menggunakan layanan SMS. Gambar 3.1. menunjukkan diagram blok alur perancangan perangkat.

  PC Driver

  Mikrokontroler

  RS 232 RS 232

  ATMega 8535

  TRIAC Telepon Seluler 2

  Sensor LDR

  GSM Network Load

  Telepon Seluler 1

Gambar 3.1. Diagram Blok Rancangan

  Proses pengendalian dimulai saat subscriber, yang dalam hal ini adalah telepon seluler 1 mengirimkan SMS dengan format pengendalian melalui jaringan GSM untuk menyalakan atau mematikan lampu rumah. SMS yang diterima oleh telepon seluler 2 akan dikonversi dan dibandingkan oleh database yang ada di PC. Hasil konversi ini akan menjadi instruksi bagi mikrokontroler untuk menyalakan atau mematikan lampu. Lampu yang dikendalikan memiliki 4 level intensitas yaitu high, level 1, level 2, dan off.

  Proses pemantauan secara umum adalah memeriksa keluaran sensor dan port mikrokontroler sebagai pendeteksi keadaan level lampu. Data berupa bit-bit biner hasil pembacaan port mikrokontroler akan dikirimkan ke PC dan disimpan sebagai data pemantauan. Jika ada permintaan dari subscriber, maka data yang telah disimpan dalam PC akan dikirimkan ke subscriber.

3.2 Identifikasi Kebutuhan Perangkat

  Sistem pengendali dan pemantau beda intensitas lampu rumah melalui SMS terdiri dari beberapa perangkat utama (rangkaian) yaitu

  1. Rangkaian Regulated Power Supply digunakan sebagai sumber tegangan DC.

  2. Telepon seluler 1 digunakan sebagai media pengiriman perintah untuk pengendalian lampu rumah dan penerimaan informasi hasil pemantauan.

  3. Telepon seluler 2 digunakan sebagai media penerima perintah dan pengirim SMS balasan berupa informasi hasil pemantauan.

  4. RS 232 digunakan agar telepon seluler dapat berkomunikasi dengan PC.

5. PC digunakan untuk database, port serial, dan mengetahui proses apa saja yang sedang berlangsung.

  6. Driver relay digunakan sebagai penguat keluaran mikrokontroler.

  7. Sensor cahaya (LDR) digunakan sebagai pendeteksi keadaan lampu rumah.

  8. Analog to Digital Converter (ADC) digunakan untuk mengkonversi sinyal analog dari LDR menjadi sinyal digital yang berupa nilai biner. ADC yang digunakan adalah merupakan ADC internal dari mikrokontroler ATMega 8535.

  9. Mikrokontroler ATMega 8535 digunakan untuk pengolah data dan pengendali utama seluruh sistem.

3.3. Perancangan Perangkat Keras

  Perancangan perangkat keras meliputi perancangan rangkaian driver relay, rangkaian dimmer, rangkaian komunikasi serial RS 232, rangkaian minimum sistem mikrokontroler, dan rangkaian sensor cahaya.

3.3.1. Rangkaian Driver Relay

  Komponen dari rangkaian driver relay terdiri dari transistor BC337, dioda IN4002 dan relay. Relay yang digunakan adalah relay lima kaki dengan tegangan 12V dan arus maksimal 3A. Kumparan magnetik relay akan bereaksi jika terdapat input tegangan DC sebesar 12V dan membutuhkan arus minimum sebesar 25mA. Gambar 3.2. menunjukkan gambar dari rangkaian driver relay yang dirancang.

  VCC 12V 220 VAC K1

  4

  3

  5 D1

  8

  6

  1N4002

  7

  1

  2 RELAY R1

  VBB

  16 K

  1

  2 Q1

  3 BC337

Gambar 3.2. Rangkaian Driver Relay

  Nilai transistor BC337 ditentukan sebesar 100. Dengan menggunakan nilai arus

  β

  untuk menggerakkan kumparan magnetik relay sebagai nilai arus I C transistor, nilai arus I B dapat dihitung berdasarkan persamaan (2.9) sebagai berikut:

  I C

  I B

=

β

  −

  3

  25

  10

  x A

  3 I ,

  25 x

  10 A B

= =

100

  Nilai tegangan input basis (V ) menggunakan nilai tegangan output dari port

  BB

  mikrokontroler, yaitu sebesar 5V. Dengan nilai tegangan V sebesar 5V, besarnya nilai

  BB

  resistor basis R

  

1 dapat dihitung berdasarkan persamaan (2.8) sebagai berikut:

  V BBBE

  V R =

  1 I B

  5 ,

  7 V

  V

  R 17200 = = Ω

  1 −

  3

  ,

  25

  10

  x A dipilih sebesar 16K

  Ω

  dengan pertimbangan lebih mudah didapat di pasaran dan agar arus yang dihasilkan sedikit lebih besar dari batas minimumnya.

1 R

  3.3.2. Rangkaian Komunikasi Serial RS 232

  Rangkaian ini digunakan karena level tegangan TTL (Transistor-Transistor Logic) dari telepon selular GSM harus diubah ke level tegangan RS 232 pada PC. Gambar rangkaian komunikasi serial dapat dilihat pada Gambar 3.3. VCC

  P1 CONNECTOR DB9 5 9 4 8 3 7 2 6 1 U1 MAX232A 13 8 11 10 1 3 4 5 2 6 12 9 14 7 16 R2IN 15 R1IN T1IN T2IN C+ C1- C2+ C2- V+ V- R1OUT R2OUT T1OUT T2OUT VCC GND C1 1u C2 1u C3 1u C4 1u J1 telepon seluler 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Gambar 3.3. Rangkaian Komunikasi Serial

  Nilai kapasitor 3 2 1

  , , C C C dan

  

4 C sebesar 1 uF sesuai dengan datasheet. Berdasarkan datasheet, tegangan break over yang diperlukan untuk memicu triac adalah sebesar 1,5V. Jika nilai kapasitor ditentukan sebesar 1 F dan frekuensi sumber

  Perancangan ini hanya menggunakan 3 pin dari 9 pin yang ada pada konektor DB 9, yakni pin 2 (Receive/RX), pin 3 (Transmitted/TX), dan pin 5 (Ground/GND).

  3.3.3. Rangkaian Dimmer

  Rangkaian dimmer menggunakan triac sebagai saklar otomatis. Lampu yang dikendalikan memiliki 4 level intensitas yaitu on dengan kondisi high, level 2, level 1, dan

  off

  . Triac dipicu dengan cara memberikan arus pada gate. Jika tegangan yang masuk pada

  gate

  adalah 0V, maka triac mencegah aliran arus dari kedua terminal utama. Rangkaian dasar dimmer dan rangkaian lengkap Dimmer lampu dengan 3 level intensitas (tanpa kondisi off) dapat dilihat pada Gambar 3.4. dan Gambar 3.5.

  µ

  50Hz, maka nilai resistansi kapasitif dapat diketahui dari persamaan (2.6) yaitu:

  1 X C

=

2 fc

  π

  1

=

  −

  6 2 x

  50 Hzx 1 x

  10 π

  ( ) 3184 , 713

  = Ω Tegangan sumber yang digunakan adalah 220 V, sehingga berdasarkan persamaan (2.5) didapatkan:

   

  X C

   

  V xV C = in

   Z

  1 , 5 3184 , 713

  V =

  220

  

V Z

467091 ,

  24 Z = Ω

Pada perancangan ini, lampu yang digunkan adalah lampu bohlam 100W dan memerlukan

tegangan sumber 220V. maka arus yang dibutuhkan pada kondisi normal adalah sebesar:

  P

  VI =

  P I =

  V 100

  W

  I =

  220

  V I 454 , 54 mA =

  Reaktansi dari lampu dapat dihitung dengan persamaan (2.4) yaitu sebesar:

  V in

  X L =

  I 220

  V

=

  −

  3 454 , 54 x

  10 A = 484 Ω

  Rangkaian dalam Gambar 3.4. merupakan rangkaian seri RLC, sehingga besarnya nilai R G dapat dicari dari persamaan (2.2) yaitu:

  2 R Z G = − L C

  X X ( ) ( ) ( )

  • 2

  2

  467091 , 24 484 3184 , 713

  = − 467 , 076

  • 2

  = K

  Nilai R maksimum untuk memicu triac adalah sebesar 467K

  G Ω . RG Lampu 1 1uF C1 TRIAC AC 220V

Q2

2 V1 12V

Gambar 3.4. Rangkaian Dasar Dimmer

  16K 2 Q2 1

  2 3 BC337 1 D2 1N4002 Port Mikrokontroler 12V 4 5 K1 RELAY SPDT 3 1 2 R1 R7 180K 56K DS1 LAMP 1 2 16K 2 Q3 1 2 1 200k 120 D3 1N4002 5 4 K2 3 1 2 R2 R8 TRIAC Q1 2

  1 V1 SIGNAL AC Port Mikrokontroler 12V

  3 BC337 RELAY SPDT 4 5 K3 3 1 2 56K R3 R9 20K CAP C1 16K 2 Q4 1

  2 3 1 BC337 D4 1N4002 Port Mikrokontroler

Gambar 3.5. Rangkaian Dimmer dengan 3 Level Intensitas

3.3.4. Rangkaian Minimum Sistem Mikrokontroler

  Minimum

  sistem mikrokontroler berfungsi sebagai media interface dan pemrosesan data antara PC dan unit I/O. Rangkaian minimum sistem mikrokontroler dapat dilihat pada

Gambar 3.6. PortB.0 – portB.2 digunakan sebagai pengendali lampu, portD.0 dan portD.1 digunakan sebagai masukan dari RS 232. Lampu ke 2,3, dan 4 menggunakan portB.3-B.5,

  port C.0-C.2, dan portC.3-C.5.

  VCC VCC 5V VCC 5V

  5V 12V 12V 12V R2 LDR R1 1M U4 ATMega 8535 19 20 18 1 3 23 22 21 1 2 9 10 11 31 14 15 16 17 40 39 38 37 36 35 34 33 32 30 29 28 27 26 25 24 1 2 3 4 5 6 7 8 PD 5 PD 6 PD 4 X T A L 1 PC 1 PC 0 PD 7 X T A L 2 RESET VCC GND GND2 PD 0 PD 1 PD 2 PD 3 PA 0 PA 1 PA 2 PA 3 PA 4 PA 5 PA 6 PA 7 AREF AVCC PC 7 PC 6 PC 5 PC 4 PC 3 PC 2 PB 0 PB 1 PB 2 PB 3 PB 4 PB 5 MOSI PB 8 MSO PB 7 SCK V1 SIGNAL AC 1 BC337 2 Q2 1 2 3 Q3 BC337 1 2 3 Q4 BC337 1 2 3 D2 1N4002 1 2 D3 1N4002 1 2 16K 16K 16K K1 RELAY SPDT 3 5 4 1 RELAY SPDT 2 K2 3 5 4 1 2 K3 3 5 4 1 2 R1 180K R2 200k R3 56K C1 CAP DS1 LAMP 1 2 D4 1N4002 1 2 330 R7 56K R8 120 R9 20K Q1 TRIAC

C3 1u

C1 1u U1

MAX232A

13 8 11 10 1 3 4 5 2 6 12 9 14 7 16

R2IN

15 R1IN T1IN T2IN C+

C1-

C2+

C2-

V+ V- R1OUT R2OUT T1OUT

T2OUT

VCC GND C4 1u C2 1u C5 10u R5 10K SW1 SW KEY-Y M061 1 2 + - U5 LM 741 3 2 CONNECTOR DB9 6 P1 5 9 4 8 3 7 2 6 1 Gambar 3.6. Rangkaian Minimum Sistem Mikrokontroler

3.3.5. Rangkaian Sensor Cahaya

  Rangkaian sensor cahaya dapat dilihat pada Gambar 3.7. Komponen utama pada rangkaian ini adalah LDR yang berfungsi membaca 4 level intensitas cahaya lampu yaitu

  , level 1, level 2, dan off. Prinsip rangkaian ini adalah pembagi tegangan. Resistor R1

  high

  besarnya adalah 1M digunakan sebagai referensi. Tegangan yang masuk ke rangkaian

  

buffer merupakan tegangan LDR yang nilai resistansinya berubah-ubah sesuai dengan

  keadaan lampu. Rangkaian buffer digunakan supaya tegangan keluaran rangkaian sensor cahaya stabil.

  ADC mikrokontroler ATMega 8535 merupakan ADC dengan maksimal jumlah bit adalah 10 bit, tetapi pada perancangan digunakan 8 bit ADC. Tegangan rangkaian ini

  8

  dikonversi oleh ADC menjadi 256 level (2 ). Pengaturan bit-bit biner dari 256 level yang ada dilakukan melalui program pada mikrokontroler. Setiap kenaikan 1 bit biner menandakan kenaikan tegangan sebesar:

  3V Vport

=

  256 level

  11 , 72 mV

=

  

Saat lampu dalam keadaan off, resistansi LDR berkisar antara 750K sampai 1M. Besar

resistansi ini akan dikonversi dalam level tegangan yang besarnya > 2V. Level tegangan ini

akan diubah oleh ADC mikrokontroler menjadi bit-bit biner dengan ketentuan: level tegangan

  1 V = 85 level bit biner =

  11 ,

  72 11 ,

  72 mV mV

  

Hasil konversi level tegangan > 2V yaitu antara bit biner 00000000-01010101. Konversi

tegangan yang lain dapat dilihat pada Tabel 3.1. level

  5V U1

  7

  1 R1 +

  3

  6 -

  1M

  2 R2 LDR PortA.0 LM741

  4

  5 Gambar 3.7. Rangkaian Sensor Cahaya

Tabel 3.1. Konversi Level Tegangan

  Resistansi LDR Tegangan Bit Biner Keadaan Lampu > 750K > 2V 00000000-01010101

  off

  500K ≤ R ≤ 750K

  1V-2V 01010110-10001110 On level

  1 250K ≤ R ≤ 500K 0,5V-1V 10001111-11000111 On level

  2 < 250K < 0,5V 11001000-1111111

  On high

  3.4. Format SMS yang Digunakan

  Format SMS yang digunakan dalam proses pengendalian dan pemantauan adalah: 1. lp1high 10. lp3lv2 2. lp1lv2 11. lp3lv1 3. lp1lv1 12. lp3off 4. lp1off 13. lp4high 5. lp2high 14. lp4lv2 6. lp2lv2 15. lp4lv1 7. lp2lv1 16. lp4off 8. lp2off 17. pantau 9. lp3high

  3.5. Perancangan Perangkat Lunak

  Dalam perancangan alat ini, flowchart digunakan sebagai logika sistem pengendalian dan pemantauan. Flowchart sistem dibagi menjadi 2 yaitu flowchart pada sistem PC dan pada sistem mikrokontroler. Perancangan perangkat lunak menggunakan BASCOM AVR sebagai bahasa program mikrokontroler. BASCOM AVR adalah program yang menggunakan bahasa basic yang ringkas dan dirancang untuk compiler bahasa mikrokontroler AVR.

3.5.1. Flowchart Utama PC

  utama PC dapat dilihat pada Gambar 3.8. Ada beberapa sub-routine

  Flowchart

  dalam program utama PC yaitu sub-routine konfirmasi kesalahan, dan sub-routine pemantauan.

Gambar 3.8. Flowchart Utama PC konfirmasi kesalahan digunakan untuk laporan ke subscriber bahwa

  Sub-routine

  nomor dan format SMS salah sehingga subscriber dapat mengirim SMS kembali dengan nomor dan format yang sesuai. Sub-routine pemantauan digunakan untuk mengirimkan data hasil pemantauan sensor mengenai keadaan lampu.

  3.5.2. Sub-Routine Konfirmasi Kesalahan

  Jika nomor dan format SMS yang masuk ke PC tidak sesuai dengan database yang ada, maka subscriber akan menerima konfirmasi kesalahan nomor dan format. Sub-routine konfirmasi kesalahan dapat dilihat pada Gambar 3.9.

Gambar 3.9. Sub-Routine Konfirmasi Kesalahan

  3.5.4. Sub-Routine Pemantauan

  Pemantauan dilakukan saat subscriber ingin mengetahui keadaan lampu. Jika PC menerima format SMS pemantauan, maka PC akan mengirim data hasil pemantauan sensor dan port mikrokontroler ke subscriber. Sub-routine pemantauan dapat dilihat pada Gambar 3.10.

Gambar 3.10. Sub-Routine Pemantauan

3.5.5. Flowchart Utama Mikrokontroler

  Secara umum, diagram alir flowchart utama mikrokontroler dari pengendali dan pemantau beda intensitas lampu rumah menggunakan SMS dapat dilihat pada Gambar

  3.11. Gambar 3.11. Flowchart Utama Mikrokontroler Proses pertama adalah melakukan inisialisasi port serial dan baud rate 19200 bps.

  Tahap selanjutnya adalah pengecekan masukan SMS dari PC. Masukan dari PC dapat berupa format untuk pengendalian atau format pemantauan. Jika format yang masuk adalah pengendalian, maka proses berikutnya adalah masuk ke sub-routine kendali lampu. Jika format yang masuk adalah pemantauan, maka akan dilakukan pembacaan keadaan lampu dengan cara membaca sensor dan port mikrokontroler guna memastikan keadaan lampu sudah sesuai dengan perintah yang diberikan. Setelah itu mikrokontroler mengirim data hasil pemantauan ke PC.

3.5.6. Sub-Routine Kendali Pada diagram alir program utama terdapat sub-routine yaitu sub-routine kendali.

  Sub-routine kendali dapat dilihat pada Gambar 3.12.

Gambar 3.12. Sub-Routine Kendali kendali berisi proses pengendalian beda intensitas lampu. Proses yang

  Sub-routine

  terjadi dalam sub-routine kendali adalah pengecekan format SMS (on/off lampu), pengecekan mengenai intensitas lampu (high, level 1, level 2, off), dan pengecekan mengenai lampu yang akan dikendalikan (lampu 1 – lampu 4). Jika subscriber meminta hasil pemantauan, maka akan dilakukan pemantauan terhadap sensor dan port mikrokontroler dan mengirimkan hasil pemantauan ke PC.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi gambar fisik alat yang dibuat, pengujian rangkaian, pengambilan

  data, pembahasan tentang data yang diperoleh, dan program yang digunakan baik program di PC atau program di mikrokontroler. Data yang diambil ada 2 macam yaitu data utama dan data pendukung. Data utama berisi keakurasian antara SMS yang dikirim dengan hal yang terjadi pada alat yang dibuat, sedangkan data pendukung berisi nilai tegangan dari tiap blok pada diagram blok yang ditunjukkan pada Gambar 3.1.

  4.1. Gambar Fisik Alat

  Alat yang dibuat terdiri dari minimum sistem mikrokontroler, regulator tegangan, Rangkaian MAX 232, dan rangkaian driver relay. Gambar fisik alat secara keseluruhan dapat pada Gambar 4.1. Gambar rangkaian secara detail dapat dilihat pada Gambar 4.2.-

  4.5. Rangkaian sensor cahaya tidak tampak pada Gambar 4.1. karena menempel pada box lampu.

Gambar 4.1. Gambar Fisik Alat Keterangan:

  1. Rangkaian Driver Relay

  2. Rangkaian Minimum Sistem Mikrokontroler

  3. Rangkaian MAX 232

  4. Rangkaian Regulator Tegangan

  5. Trafo 5A

  6. Rangkaian Regulator Tegangan

  7. Kabel Serial

Gambar 4.2. Rangkaian Driver RelayGambar 4.3. Rangkaian MAX 232Gambar 4.4. Rangkaian Minimum Sistem MikrokontrolerGambar 4.5. Rangkaian Sensor

4.2. Pengujian SMS Pengendalian dan Pemantauan Lampu

  Sistem pengendalian dan pemantauan dapat dilakukan dengan mengirimkan SMS sesuai dengan database program. Ketika Format SMS adalah “lp1lv1”, maka port B.0 mikrokontroler akan bernilai 2,93V. Nilai tegangan ini digunakan untuk menyalakan rangkaian driver relay lampu 1 dengan pilihan nilai resistor terbesar yaitu 236k . Setelah lampu 1 menyala dengan intensitas level 1, mikrokontroler memberikan feedback variabel “l” yang berarti tampilan keterangan pada layout Visual Basic terisi “lampu 1 on level 1” (sesuai dengan program mikrokontroler). Selanjutnya subscriber akan menerima keterangan Lampu on level 1. Layout menu utama saat isi SMS “lp1lv1” dapat dilihat pada Gambar 4.6.

Gambar 4.6. Layout Menu Utama Saat Isi SMS “lp1lv1”

  Saat SMS berikutnya berisi format “lp1high”, maka port B.0 bernilai 0V dan port B.2 bernilai 2,94V. Tegangan ini digunakan untuk menyalakan rangkaian driver relay lampu 1 dengan pilihan nilai resistor paling kecil yaitu 76k . Lampu 1 yang semula menyala dengan intensitas level 1 berganti dengan intensitas high. Setelah lampu 1 menyala dengan intensitas high, mikrokontroler memberikan feedback variabel “d” yang berarti tampilan keterangan pada layout Visual Basic berubah menjadi “lampu 1 on level high”. Selanjutnya subscriber akan menerima keterangan Lampu 1 on level high.

Gambar 4.7. Layout Menu Utama Saat Isi SMS “lp1high” Sistem ini berlaku untuk semua level lampu dari lampu 1 sampai lampu 4. Hasil pengujian SMS untuk pengendalian dan pemantauan lampu dapat dilihat pada Tabel 4.1.

  Layout menu utama saat isi SMS “lp1high” dapat dilihat pada Gambar 4.7. dan balasan ke subscriber dapat dilihat pada Gambar 4.8.

Gambar 4.8. Balasan ke SubscriberTabel 4.1. Hasil Pengujian SMS Untuk Pengendalian dan Pemantauan Lampu

  Format SMS Port yang On Nilai Tegangan Keterangan

  Layout dan SMS

  ke Subscriber Keadaan Lampu lp1lv1 B.0 2,93V lampu 1 on level 1

  Lampu 1 menyala level 1 lp1lv2 B.1 2,93V lampu 1 on level 2

  Lampu 1 menyala level 2 lp1high B.2 2,94V lampu 1 on level

  high

  Lampu 1 menyala level high lp1off B

  0V lampu 1 off Lampu 1 mati lp2lv1 B.3 2,93V lampu 2 on level 1 Lampu 2 menyala level 1 lp2lv2 B.4 2,92V lampu 2 on level 2

  Lampu 2 menyala level 2 Tabel 4.1.(lanjutan) Hasil Pengujian SMS Untuk Pengendalian dan Pemantauan Lampu Format SMS Port yang On Nilai Tegangan

  Keterangan

  Layout

  dan SMS ke Subscriber Keadaan Lampu lp2high B.5 2,96V lampu 2 on level

  high

  Lampu 2 menyala level high lp2off B

  0V lampu 2 off Lampu 2 mati lp3lv1 C.0 2,95V lampu 3 on level 1 Lampu 3 menyala level 1 lp3lv2 C.1 2,93V lampu 3 on level 2

  Lampu 3 menyala level 2 lp3high C.2 2,93V lampu 3 on level

  high

  Lampu 3 menyala level high lp3off C

  0V lampu 3 off Lampu 3 mati lp4lv1 C.3 2,94V lampu 4 on level 1 Lampu 4 menyala level 1 lp4lv2 C.4 2,94V lampu 4 on level 2

  Lampu 4 menyala level 2 lp4high C.5 2,93V lampu 4 on level high

  Lampu 4 menyala level high lp4off C

  0V lampu 1 off Lampu 4 mati pantau Sesuai dengan keadaan awal

  Sesuai dengan keadaan awal Semua keadaan terakhir dari lampu

  Semua keadaan terakhir dari lampu Hasil dari data yang diambil menunjukkan keakurasian antara SMS yang dikirim dengan proses yang terjadi. Saat ingin menyalakan lampu 1 dengan intensitas level 1, maka lampu 1 menyala sesuai dengan perintah yang diberikan. Tabel 4.1. menunjukkan bahwa pengendalian sudah berjalan dengan baik tetapi sistem belum bekerja sesuai dengan tujuan, batasan masalah, dan perancangan, karena pemantauan dan balasan ke subscriber tidak berasal dari rangkaian sensor melainkan dari pemeriksaan keadaan port mikrokontroler (lihat sub Pengujian Rangkaian Sensor).

4.3. Pengujian Rangkaian MAX 232

  Komunikasi serial (rangkaian MAX 232) merupakan media pengiriman dan pertukaran data intruksi dari program PC ke rangkaian minimum sistem dan sebaliknya. Pengujian koneksi komunikasi serial menggunakan hyperterminal.

  Proses pada program PC dan mikrokontroler diwakili oleh beberapa variabel. Variabel-variabel tersebut merepresentasikan suatu perintah dan feedback tertentu. Bila koneksi antara PC dengan mikrokontroler terhubung dengan baik, maka mikrokontroler akan menerima respon dan memberikan feedback sesuai dengan program pada mikrokontroler. Gambar hasil pengujian menggunakan Hyperterminal dapat dilihat pada Gambar 4.9.

  Ketika mikrokontroler menerima perintah yang dilakukan dengan cara memberikan masukan dari keyboard berupa variabel “a” (ASCII=97), maka mikrokontroler memberikan feedback variabel “d” (lihat lampiran listing program mikrokontroler). Hasil pengambilan beberapa data dari rangkaian MAX 232 dapat dilihat pada Tabel 4.2. Tabel 4.2. menunjukkan bahwa komunikasi serial berjalan dengan baik.

Gambar 4.9. Pengujian Menggunakan HyperterminalTabel 4.2. Hasil Pengambilan Beberapa Data dari Rangkaian MAX 232

  No Masukan dari keyboard PC dari Mikrokontroler

  Feedback

  1 a d 2 d p 3 f n 4 g o 5 h p 6 m mm 7 o oo 8 q z

4.4. Pengujian Rangkaian Sensor Rangkaian sensor digunakan untuk mengetahui keadaan lampu yang dikendalikan.

  Proses pembacaan 4 level intensitas lampu yang dilakukan oleh LDR tidak sesuai dengan perancangan. Karena ketidakakuratan pembacaan resistansi lampu, menyebabkan pembacaan level tegangan oleh rangkaian sensor kadang-kadang bergeser 1 level di bawahnya.

  Sebagai contoh, ketika lampu menyala dengan level high, pembacaan tegangan LDR berkisar antara 0-2,6 mV. Data tersebut kurang sesuai dengan perancangan yang seharusnya berada pada rentang 0-3V. Hal itu disebabkan karena tidak terantisipasinya perancangan, sehingga mengakibatkan pembacaan level tegangan tidak sesuai dengan perancangan. Hasil pengujian rangkaian sensor saat berdiri sendiri (tidak digabungkan ke sistem) ataupun saat digabungkan dengan sistem menghasilkan nilai yang sama seperti tampak pada Tabel 4.3.

Tabel 4.3. Hasil Pengujian Rangkaian Sensor

  No Lampu Perancangan (V) Rangkaian Sensor(V)

  Level V out V out

  1 > 2

  off

  2

  1 1 1-2 0,0024

  3 2 0,5-1 0,0019

  4 < 0,5 0,0002

  High Tabel 4.3.(lanjutan) Hasil Pengujian Rangkaian Sensor No Lampu Perancangan (V) Rangkaian Sensor (V)

  Level V out V out

  1 > 2

  off

  2

  2 1 1-2 0,0024

  3 2 0,5-1 0,0017

  4 < 0,5 0,0004

  High

  1 > 2

  off

  2

  3 1 1-2 0,0026

  3 2 0,5-1 0,0017

  4 High < 0,5 0,0004

  1 > 2

  off

  2

  4 1 1-2 0,0024

  3 2 0,5-1 0,0017

  4 High < 0,5 0,0002

Tabel 4.3. menunjukkan bahwa rangkaian sensor yang telah dibuat kurang berjalan dengan baik, karena tidak sesuai dengan perancangan. Sehingga dalam sistem ini tidak

  menggunakan sensor melainkan menggunakan pembacaan port mikrokontroler seperti telah dijelaskan pada pengujian SMS pengendalian dan pemantauan lampu.

4.5. Pengujian Rangkaian Dimmer

  Pengujian terhadap rangkaian dimmer dilakukan dengan melakukan pengukuran tegangan terminal Gate (V ) dari Triac. Dari hasil pengukuran, data yang diperoleh

  G dicantumkan pada Tabel 4.4.

Tabel 4.4. Hasil Pengukuran Rangkaian Dimmer

  Parameter Hasil Pengukuran (V) Hasil Perhitungan Teoritis (V) 1,38 1,5

  V G

  Hasil pengujian pada Tabel 4.4. menunjukkan bahwa nilai V alat yang dibuat

  G mendekati dengan perancangan, sehingga rangkaian dimmer dapat berjalan dengan baik.

4.6. Program PC

  Langkah awal dalam menjalankan alat yang dibuat adalah menjalankan program PC yang dibuat dengan Visual Basic. Listing program PC akan dijelaskan di bawah ini. Program PC yang digunakan terdiri dari program untuk menjalankan layout dan program. Database digunakan untuk merekam SMS yang masuk dan

  database

  membandingkan data yang masuk, baik nomor pengirim ataupun format SMS. Di bawah ini akan dijelaskan program yang digunakan pada perancangan alat.Saat memulai program, 4 akan muncul. Form ini berisi tombol-tombol (commandbutton) yang digunakan

  form

  untuk menjalankan form 1 sampai form 3. Ada 4 tombol pada form 4 yaitu Main Menu, Add Number, Add Format , dan Exit. Form 4 dapat dilihat pada Gambar 4.10.

Gambar 4.10. Form 4

4.6.1. Main Menu

  Saat tombol Main menu ditekan, maka akan muncul form 1. Form 1 merupakan

  

menu utama dari program. Menu utama terdiri dari jumlah inbox yang masuk, nomor

  pengirim, isi SMS, jenis perintah (pengendalian/pemantauan), kesalahan yang terjadi (kesalahan nomor/format SMS), dan keterangan mengenai keadaan lampu rumah. Tampilan form 1 dapat dilihat pada Gambar 4.11.

Gambar 4.11. Form 1

  Saat tombol Mulai ditekan, jika ada SMS masuk, maka jumlah inbox akan bernilai sesuai dengan jumlah SMS yang ada pada telepon seluler. Saat ada SMS masuk, nomor pengirim dan isi SMS akan ditampilkan pada menu utama. Jika nomor pengirim atau isi SMS tidak sesuai, maka akan muncul keterangan tidak sesuai disebelah nomor pengirim dan isi SMS serta keterangan mengenai kesalahan nomor atau kesalahan format. Selanjutnya keterangan kesalahan nomor/format akan dikirim ke subscriber seperti tampak pada Gambar 4.12. Form 1 saat ada kesalahan nomor dan format dapat dilihat pada

Gambar 4.13. dan 4.14.Gambar 4.12. Contoh Keterangan yang Dikirim ke Subscriber Saat Nomor dan

  Format yang Dikirimkan Salah

Gambar 4.13. Form 1 Saat Ada Kesalahan NomorGambar 4.14. Form 1 Saat Ada Kesalahan Format

  Jika nomor pengirim dan format SMS sesuai, maka akan muncul jenis perintah sesuai dengan format SMS yang dikirimkan (pengendalian/ pemantauan) dan alat akan menjalankan perintah. Selesai menjalankan perintah keterangan lampu akan muncul sesuai dengan isi SMS yang dikirimkan subscriber. Gambar 4.15. menunjukkan saat nomor dan isi SMS sesuai dengan database.

Gambar 4.15. Form 1 Saat Tidak Ada Kesalahan Nomor dan Format

  Ketika nomor dan isi SMS sudah sesuai dengan database, maka PC mengirim perintah yang diwakili oleh variabel-variabel ke mikrokontroler. Proses pengiriman perintah dilakukan melalui kabel serial yang dihubungkan pada COM 2 PC. Sebelum dilakukan proses pengiriman variabel, port serial dibuka terlebih dahulu, sehingga memungkinkan data diterima mikrokontroler. Proses membuka port serial dilakukan dengan pemrograman Visual Basic seperti tampak pada program di bawah ini.

  Private Sub Buka2() MSComm1.CommPort = 2 MSComm1.Settings = "9600,N,8,1" MSComm1.InputLen = 1 MSComm1.DTREnable = True MSComm1.RTSEnable = True MSComm1.RThreshold = 1 MSComm1.PortOpen = True End Sub Pengaturan port serial (MSComm1.Settings) ditentukan sebagai berikut:

  1. Kecepatan transmisi data (baudrate) port serial ditentukan di 9600 bps 2. N (none) menunjukkan tidak ada paritas yang digunakan.

  3. Angka ketiga yaitu 8 menunjukkan jumlah bit yang dikirim dalam 1 karakter.

  4. Angka terakhir menunjukkan bit akhir (stop bit) dalam 1 karakter.

  Setelah variabel terkirim ke mikrokontroler dan diproses untuk mengendalikan atau memantau lampu, mikrokontroler mengirimkan feedback berupa variabel yang merepresentasikan suatu keterangan mengenai keadaan lampu ke port serial. Variabel tersebut akan diambil oleh Visual Basic dan keterangan mengenai keadaan lampu akan ditampilkan pada form 1. Program untuk mengambil data variabel dapat dilihat di bawah ini.

  Private Sub MSComm1_OnComm() Dim strInput As String Select Case MSComm1.CommEvent Case comEvReceive Do strInput = MSComm1.Input Text10.Text = Text10.Text + strInput Loop Until strInput = Chr$(10) Text10.Text = Left(Text10.Text, Len(Text10.Text) - 2) End Select If Text10.Text = "a" Then Text6.Text = "lampu 1 on level high" Text7.Text = "lampu 2 on level high" ElseIf Text10.Text = "b" Then Text6.Text = "lampu 1 on level high" Text7.Text = "lampu 2 on level 2" ElseIf Text10.Text = "c" Then Text6.Text = "lampu 1 on level high" Text7.Text = "lampu 2 on level 1" ElseIf Text10.Text = "d" Then Text6.Text = "lampu 1 on level high" Text7.Text = "lampu 2 off" End If Kirim_kontrol Text10.Text = "" End Sub

  Proses selanjutnya adalah mengirim keterangan mengenai keadaan lampu ke . Proses pengiriman keterangan dapat dilihat pada program di bawah ini.

  subscriber

  Private Sub kirim_kontrol1() Dim kirim As String kirim = "INSERT INTO outbox (DestinationNumber,TextDecoded) VALUES" + "('" & Text11.Text & "','" & Text6.Text & " ')" DataEnvironment1.Connection1.Execute kirim, adCmdText End Sub

  Sebagai contoh ketika mengirimkan SMS “lp1lv1” dan “lp2high”. Tampilan keterangan lampu ke telepon seluler subscriber dapat dilihat pada Gambar 4.16. Data-data hasil pengujian di atas menunjukkan bahwa program berjalan dengan baik.

Gambar 4.16. Tampilan Keterangan di Telepon Seluler Subscriber

4.6.2. Add Number

  Saat tombol Add Number ditekan, maka akan muncul form 2. Form 2 digunakan untuk menambah atau mengurangi database nomor pengirim SMS yang diijinkan untuk mengendalikan alat. Tujuan dari form ini adalah mempermudah subscriber saat ganti nomor karena alasan apapun sehingga tidak perlu mengubah isi program. Tampilan form 2 dapat dilihat pada Gambar 4.17.

  .

Gambar 4.17. Form 2 Tombol Tambah digunakan untuk menambah database nomor. Database nomor pada Visual Basic disimpan dalam dataenvironment 2. Setelah tombol Tambah ditekan,

  subscriber dapat menuliskan nomor yang akan ditambah ke dalam database.

Gambar 4.18. Form 2 Saat Menambah Nomor

  Tombol Simpan digunakan untuk menyimpan database nomor yang baru saja ditambahkan, sedangkan tombol Hapus digunakan untuk mengurangi database nomor. Sebagai contoh tampilan form 2 saat menambah nomor “+6285643378000” dapat dilihat pada Gambar 4.18.

  Tombol-tombol di bawah Nomor User digunakan untuk melihat nomor-nomor yang telah disimpan dalam database. Saat tombol Pertama ditekan, maka teks Nomor User akan terisi nomor yang pertama kali disimpan dalam database. Tombol Sebelumnya digunakan untuk melihat nomor-nomor yang telah disimpan sebelum nomor terakhir, sedangkan tombol Berikutnya digunakan untuk melihat nomor-nomor yang telah disimpan setelah nomor pertama. Tombol Akhir digunakan untuk melihat nomor yang terakhir kali disimpan dalam database. Data-data hasil pengujian di atas menunjukkan bahwa program berjalan dengan baik.

4.6.3. Add Format

  Sama seperti Add Number, Saat tombol Add Format ditekan, maka akan muncul

  form

  3. Form 3 digunakan untuk mengubah database format SMS untuk mengendalikan alat. Tujuan dari form ini adalah mempermudah subscriber saat akan mengubah format sehingga tidak perlu mengubah isi program. Tampilan form 3 dapat dilihat pada Gambar 4.19.

  .

Gambar 4.19. Form 3

  Tombol Tambah digunakan untuk menambah database format. Database format pada Visual Basic disimpan dalam dataenvironment 3. Setelah tombol Tambah ditekan,

  

subscriber dapat menuliskan format yang akan diubah. Sebelumnya format yang telah

  disimpan dalam database dan ingin diubah dihapus terlebih dahulu dengan cara menekan tombol Hapus. Tombol Simpan digunakan untuk menyimpan format yang baru saja ditambahkan. Sebagai contoh tampilan form 3 saat menambah format “lp1high” dapat dilihat pada Gambar 4.20.

Gambar 4.20. Form 3 Saat Menambah Format

  Tombol-tombol di bawah Format User digunakan untuk melihat format-format yang telah disimpan dalam database. Saat tombol Pertama ditekan, maka teks Format User akan terisi format yang pertama kali disimpan dalam database. Tombol Sebelumnya digunakan untuk melihat format-format yang telah disimpan sebelum format terakhir, sedangkan tombol Berikutnya digunakan untuk melihat format-format yang telah disimpan setelah format pertama. Tombol Akhir digunakan untuk melihat format yang terakhir kali disimpan dalam database. Data-data hasil pengujian di atas menunjukkan bahwa program berjalan dengan baik.

4.6.4. Exit Saat tombol Exit ditekan, maka program akan berakhir.

4.7. Program Mikrokontroler

  Mikrokontroler digunakan sebagai selektor dalam pengendalian dan pemantauan lampu. Selektor dilakukan dalam pemilihan lampu dan intensitas lampu sesuai dengan perintah dalam format SMS. Kecepatan transmisi data disesuaikan dengan baudrate PC yaitu 9600 bps. Port mikrokontroler yang digunakan ada 2 port yaitu port B dan port C.

  

Port B.0-B.2 digunakan untuk mengendalikan lampu 1. Port B.0 untuk menyalakan lampu

1 dengan intensitas level 1, port B.1 untuk level 2, dan port B.2 untuk intensitas high.

  Sama seperti lampu 1, Lampu 2,3, dan 4 menggunakan port B.3-B.5, port C.0-C.2, dan

  

port C.3-C.5. Sebagai contoh, ketika keadaan lampu 1 yang dikendalikan dengan level 1,

maka port B.0 akan bernilai 1 atau dalam keadaan high.

  Pengujian program mikrokontroler menggunakan Hyperterminal. Sama seperti pengujian rangkaian MAX 232, mikrokontroler menerima variabel yang dimasukkan melalui keyboard PC. Ketika mikrokontroler menerima variabel yang mewakili perintah tertentu, relay pada rangkaian driver relay akan bereaksi dengan mengeluarkan suara dan lampu menyala. Sebagai contoh, Gambar 4.21. adalah tampilan Hyperterminal dan keadaan lampu saat mikrokontroler menerima variabel “a” yang mewakili perintah “lp1high”.

  Relay pada rangkaian driver relay lampu 1 level high akan mengeluarkan suara karena berubah keadaan dari off menjadi on dan lampu 1 menyala dengan intensitas high. program mikrokontroler dapat dilihat pada lampiran. Data-data hasil pengujian di atas

  List menunjukkan bahwa program mikrokontroler berjalan dengan baik.

Gambar 4.21. Tampilan Hyperterminal dan Keadaan Lampu Saat Menerima Variabel “a”

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  5.1. Kesimpulan

  Dari hasil perancangan dan pengamatan serta pengambilan data pada sistem pengendali dan pemantau beda intensitas lampu penerangan di rumah menggunakan layanan SMS pada jaringan GSM, dapat diambil kesimpulan: 1. Sistem pengendalian dapat bekerja dengan baik.

  2. Sistem yang dirancang secara keseluruhan kurang bekerja dengan baik karena rangkaian sensor tidak berjalan dengan baik.

  5.2. Saran

  Sehubungan kurang sempurnanya alat yang telah dibuat, untuk pengembangan lebih lanjut ada beberapa saran agar pembuatan alat selanjutnya yang sejenis dapat berjalan lebih baik:

  1. Pembuatan sensor yang lebih baik dengan tambahan penguat presisi, sehingga dapat diketahui keadaan lampu rumah, dalam rangka memperoleh data yang semakin valid.

  2. Pemilihan komponen dibuat se-identik mungkin sehingga hasil yang diperoleh bisa identik pula.

DAFTAR PUSTAKA

  [1] Eko Istiyanto, Jazi, Yeyen Effendy., 2004, Rancangan Dan Implementasi Prototipe , Jurusan

  Sistem Kendali Jarak Jauh Berbasis AT89C52 Dan Layanan SMS GSM Fisika FMIPA UGM.

  [2] Prihatini.E., 2006, Aspek Keamanan pada Jalur Komunikasi Short Message , Institut Teknologi Bandung.

  Service

  [3] Suhana, Shigeki Shoji, 1994, Buku Pegangan Teknik Telekomunikasi. Jakarta : PT Pradnya Paramita. [4] Purwani Wulandari, R., 2006, Rancang Bangun Sistem Kontrol dan Monitoring

  Suhu Ruangan Via Telepon (Informasi Suhu Ruangan Menggunakan Mikrokontroller AT89C51) , Jurusan Telekomunikasi Politeknik Elektronika Negeri

  Surabaya. [5] http://elkaubisa.blogspot.com/2008/02/serial-port-pada-pc.html , diakses tanggal 21 September 2009.

  [6] Iswanto, ST, Design dan Implementasi Sistem Embedded Mikrokontroller , Penerbit Gava Media, Yogyakarta, 2008.

  ATMega8535 dengan Bahasa Basic [7] -----, 2008, Relay, Komponen Elektronika.

  [8] -----, 2009, Dimmer Lamp Circuit (Menambah Keindahan Pencahayaan di Malam Hari) . [9] Purwaningrum, N., 2007, Aplikasi Fuzzy Logic Untuk Pengendali Penerangan

  Ruangan Berbasis Mikrokontroler ATMega8535 , Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.

  [10] http://www.pinout.net/browse.php?conid=123 , diakses tanggal 8 Oktober 2009. [11] Bahtiar Arsyta, Y., 2005, Pengatur Tingkat Kecepatan Kipas Angin AC Berbasis

  Mikrokontroler AT89S51 , Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sanata Dharma.

  [12] http://id.shvoong.com/exact-sciences/1618349 , Transistor Sebagai Saklar, diakses tanggal 5 Oktober 2009. [13] Furchan, A., 2009, Pusat Pendidikan dan Penelitian Elektronika.

  

LAMPIRAN

  VCC VCC 5V VCC 5V

  5V 12V 12V 12V R2 LDR R1 1M U4 ATMega 8535 19 20 18 13 23 22 21 12 9 10 11 31 14 15 16 17 40 39 38 37 36 35 34 33 32 30 29 28 27 26 25 24 1 2 3 4 5 6 7 8 PD 5 PD 6 PD 4 X T A L 1 PC 1 PC 0 PD 7 X T A L 2 RESET VCC GND GND2 PD 0 PD 1 PD 2 PD 3 PA 0 PA 1 PA 2 PA 3 PA 4 PA 5 PA 6 PA 7 AREF AVCC PC 7 PC 6 PC 5 PC 4 PC 3 PC 2 PB 0 PB 1 PB 2 PB 3 PB 4 PB 5 MOSI PB 8 MSO PB 7 SCK V1 SIGNAL AC 1 BC337 2 Q2 1 2 3 Q3 BC337 1 2 3 Q4 BC337 1 2 3 D2 1N4002 1 2 D3 1N4002 1 2 16K 16K 16K K1 RELAY SPDT 3 5 4 1 RELAY SPDT 2 K2 3 5 4 1 2 K3 3 5 4 1 2 R1 180K R2 200k R3 56K C1 CAP DS1 LAMP 1 2 D4 1N4002 1 2 330 R7 56K R8 120 R9 20K Q1 TRIAC C3 1u C1 1u U1 MAX232A

13

8

11

10

1 3 4 5 2 6

12

9

14

7

16

R2IN

15

R1IN T1IN T2IN C+ C1- C2+ C2- V+ V- R1OUT R2OUT T1OUT T2OUT VCC GND C4 1u C2 1u

C5

10u

R5

10K SW1

SW KEY -Y M061

1 2 + - U5 LM 741 3 2 CONNECTOR DB9 6 P1 5 9 4 8 3 7 2 6 1 R a n g k a ia n M in im u m S ys te m

  

Listing Program Mikrokontroler

  $regfile = "m8535.dat" $crystal = 12000000 $baud = 9600 $hwstack = 32 $swstack = 32 $framesize = 40 '============================================================================= Config Portb = Output Config Portc = Output '============================================================================= Dim Masukan As Integer '============================================================================= Declare Sub Pemantauan() Declare Sub Pemantauan1() Declare Sub Pemantauan2() Declare Sub Pengontrolan1() Declare Sub Pengontrolan2() Declare Sub Utama() '============================================================================= Awal: Do Masukan = Inkey() If Masukan = 0 Then Loop Else Utama Goto Awal End If '============================================================================= Sub Utama() If Masukan = 97 Then 'a Pengontrolan1 Elseif Masukan = 98 Then 'b Pengontrolan1 Elseif Masukan = 99 Then 'c Pengontrolan1 Elseif Masukan = 100 Then 'd Pengontrolan1 Elseif Masukan = 101 Then 'e Pengontrolan1 Elseif Masukan = 102 Then 'f Pengontrolan1 Elseif Masukan = 103 Then 'g Pengontrolan1 Elseif Masukan = 104 Then 'h Pengontrolan1 Elseif Masukan = 105 Then 'i Pengontrolan2 Elseif Masukan = 106 Then 'j Pengontrolan2

  Elseif Masukan = 107 Then 'k Pengontrolan2 Elseif Masukan = 108 Then 'l Pengontrolan2 Elseif Masukan = 109 Then 'm Pengontrolan2 Elseif Masukan = 110 Then 'n Pengontrolan2 Elseif Masukan = 111 Then 'o Pengontrolan2 Elseif Masukan = 112 Then 'p Pengontrolan2 Elseif Masukan = 113 Then 'q Pemantauan End If End Sub '============================================================================= Sub Pengontrolan1() If Masukan = 97 Then 'menyalakan lampu 1 level high If Portb = 36 Then Portb = 36 Elseif Portb = 34 Then Portb = 36 Elseif Portb = 33 Then Portb = 36 Elseif Portb = 32 Then Portb = 36 Elseif Portb = 20 Then Portb = 20 Elseif Portb = 18 Then Portb = 20 Elseif Portb = 17 Then Portb = 20 Elseif Portb = 16 Then Portb = 20 Elseif Portb = 12 Then Portb = 12 Elseif Portb = 10 Then Portb = 12 Elseif Portb = 9 Then Portb = 12 Elseif Portb = 8 Then Portb = 12 Elseif Portb = 4 Then Portb = 4 Elseif Portb = 2 Then Portb = 4 Elseif Portb = 1 Then Portb = 4 Elseif Portb = 0 Then Portb = 4 End If Elseif Masukan = 98 Then 'menyalakan lampu 1 level 2 If Portb = 36 Then Portb = 34 Elseif Portb = 34 Then Portb = 34 Elseif Portb = 33 Then

  Portb = 34 Elseif Portb = 32 Then Portb = 34 Elseif Portb = 20 Then Portb = 18 Elseif Portb = 18 Then Portb = 18 Elseif Portb = 17 Then Portb = 18 Elseif Portb = 16 Then Portb = 18 Elseif Portb = 12 Then Portb = 10 Elseif Portb = 10 Then Portb = 10 Elseif Portb = 9 Then Portb = 10 Elseif Portb = 8 Then Portb = 10 Elseif Portb = 4 Then Portb = 2 Elseif Portb = 2 Then Portb = 2 Elseif Portb = 1 Then Portb = 2 Elseif Portb = 0 Then Portb = 2 End If Elseif Masukan = 99 Then 'menyalakan lampu 1 level 1 If Portb = 36 Then Portb = 33 Elseif Portb = 34 Then Portb = 33 Elseif Portb = 33 Then Portb = 33 Elseif Portb = 32 Then Portb = 33 Elseif Portb = 20 Then Portb = 17 Elseif Portb = 18 Then Portb = 17 Elseif Portb = 17 Then Portb = 17 Elseif Portb = 16 Then Portb = 17 Elseif Portb = 12 Then Portb = 9 Elseif Portb = 10 Then Portb = 9 Elseif Portb = 9 Then Portb = 9 Elseif Portb = 8 Then Portb = 9 Elseif Portb = 4 Then Portb = 1 Elseif Portb = 2 Then Portb = 1 Elseif Portb = 1 Then Portb=1

  Elseif Portb = 0 Then Portb = 1 End If Elseif Masukan = 100 Then 'mematikan lampu 1 If Portb = 36 Then Portb = 32 Elseif Portb = 34 Then Portb = 32 Elseif Portb = 33 Then Portb = 32 Elseif Portb = 32 Then Portb = 32 Elseif Portb = 20 Then Portb = 16 Elseif Portb = 18 Then Portb = 16 Elseif Portb = 17 Then Portb = 16 Elseif Portb = 16 Then Portb = 16 Elseif Portb = 12 Then Portb = 8 Elseif Portb = 10 Then Portb = 8 Elseif Portb = 9 Then Portb = 8 Elseif Portb = 8 Then Portb = 8 Elseif Portb = 4 Then Portb = 0 Elseif Portb = 2 Then Portb = 0 Elseif Portb = 1 Then Portb = 0 Elseif Portb = 0 Then Portb = 0 End If Elseif Masukan = 101 Then 'menyalakan lampu 2 level high If Portb = 36 Then Portb = 36 Elseif Portb = 34 Then Portb = 34 Elseif Portb = 33 Then Portb = 33 Elseif Portb = 32 Then Portb = 32 Elseif Portb = 20 Then Portb = 36 Elseif Portb = 18 Then Portb = 34 Elseif Portb = 17 Then Portb = 33 Elseif Portb = 16 Then Portb = 32 Elseif Portb = 12 Then Portb = 36 Elseif Portb = 10 Then Portb=34

  Elseif Portb = 9 Then Portb = 33 Elseif Portb = 8 Then Portb = 32 Elseif Portb = 4 Then Portb = 36 Elseif Portb = 2 Then Portb = 34 Elseif Portb = 1 Then Portb = 33 Elseif Portb = 0 Then Portb = 32 End If Elseif Masukan = 102 Then 'menyalakan lampu 2 level 2 If Portb = 36 Then Portb = 20 Elseif Portb = 34 Then Portb = 18 Elseif Portb = 33 Then Portb = 17 Elseif Portb = 32 Then Portb = 16 Elseif Portb = 20 Then Portb = 20 Elseif Portb = 18 Then Portb = 18 Elseif Portb = 17 Then Portb = 17 Elseif Portb = 16 Then Portb = 16 Elseif Portb = 12 Then Portb = 20 Elseif Portb = 10 Then Portb = 18 Elseif Portb = 9 Then Portb = 17 Elseif Portb = 8 Then Portb = 16 Elseif Portb = 4 Then Portb = 20 Elseif Portb = 2 Then Portb = 18 Elseif Portb = 1 Then Portb = 17 Elseif Portb = 0 Then Portb = 16 End If Elseif Masukan = 103 Then 'menyalakan lampu 2 level 1 If Portb = 36 Then Portb = 12 Elseif Portb = 34 Then Portb = 10 Elseif Portb = 33 Then Portb = 9 Elseif Portb = 32 Then Portb = 8 Elseif Portb = 20 Then Portb=12

  Elseif Portb = 18 Then Portb = 10 Elseif Portb = 17 Then Portb = 9 Elseif Portb = 16 Then Portb = 8 Elseif Portb = 12 Then Portb = 12 Elseif Portb = 10 Then Portb = 10 Elseif Portb = 9 Then Portb = 9 Elseif Portb = 8 Then Portb = 8 Elseif Portb = 4 Then Portb = 12 Elseif Portb = 2 Then Portb = 10 Elseif Portb = 1 Then Portb = 9 Elseif Portb = 0 Then Portb = 8 End If Elseif Masukan = 104 Then 'mematikan lampu 2 If Portb = 36 Then Portb = 4 Elseif Portb = 34 Then Portb = 2 Elseif Portb = 33 Then Portb = 1 Elseif Portb = 32 Then Portb = 0 Elseif Portb = 20 Then Portb = 4 Elseif Portb = 18 Then Portb = 2 Elseif Portb = 17 Then Portb = 1 Elseif Portb = 16 Then Portb = 0 Elseif Portb = 12 Then Portb = 4 Elseif Portb = 10 Then Portb = 2 Elseif Portb = 9 Then Portb = 1 Elseif Portb = 8 Then Portb = 0 Elseif Portb = 4 Then Portb = 4 Elseif Portb = 2 Then Portb = 2 Elseif Portb = 1 Then Portb = 1 Elseif Portb = 0 Then Portb = 0 End If End If

  Pemantauan1 End Sub '============================================================================= Sub Pengontrolan2() If Masukan = 105 Then 'menyalakan lampu 3 level high If Portc = 36 Then Portc = 36 Elseif Portc = 34 Then Portc = 36 Elseif Portc = 33 Then Portc = 36 Elseif Portc = 32 Then Portc = 36 Elseif Portc = 20 Then Portc = 20 Elseif Portc = 18 Then Portc = 20 Elseif Portc = 17 Then Portc = 20 Elseif Portc = 16 Then Portc = 20 Elseif Portc = 12 Then Portc = 12 Elseif Portc = 10 Then Portc = 12 Elseif Portc = 9 Then Portc = 12 Elseif Portc = 8 Then Portc = 12 Elseif Portc = 4 Then Portc = 4 Elseif Portc = 2 Then Portc = 4 Elseif Portc = 1 Then Portc = 4 Elseif Portc = 0 Then Portc = 4 End If Elseif Masukan = 106 Then 'menyalakan lampu 3 level 2 If Portc = 36 Then Portc = 34 Elseif Portc = 34 Then Portc = 34 Elseif Portc = 33 Then Portc = 34 Elseif Portc = 32 Then Portc = 34 Elseif Portc = 20 Then Portc = 18 Elseif Portc = 18 Then Portc = 18 Elseif Portc = 17 Then Portc = 18 Elseif Portc = 16 Then Portc = 18 Elseif Portc = 12 Then Portc=10

  Elseif Portc = 10 Then Portc = 10 Elseif Portc = 9 Then Portc = 10 Elseif Portc = 8 Then Portc = 10 Elseif Portc = 4 Then Portc = 2 Elseif Portc = 2 Then Portc = 2 Elseif Portc = 1 Then Portc = 2 Elseif Portc = 0 Then Portc = 2 End If Elseif Masukan = 107 Then 'menyalakan lampu 3 level 1 If Portc = 36 Then Portc = 33 Elseif Portc = 34 Then Portc = 33 Elseif Portc = 33 Then Portc = 33 Elseif Portc = 32 Then Portc = 33 Elseif Portc = 20 Then Portc = 17 Elseif Portc = 18 Then Portc = 17 Elseif Portc = 17 Then Portc = 17 Elseif Portc = 16 Then Portc = 17 Elseif Portc = 12 Then Portc = 9 Elseif Portc = 10 Then Portc = 9 Elseif Portc = 9 Then Portc = 9 Elseif Portc = 8 Then Portc = 9 Elseif Portc = 4 Then Portc = 1 Elseif Portc = 2 Then Portc = 1 Elseif Portc = 1 Then Portc = 1 Elseif Portc = 0 Then Portc = 1 End If Elseif Masukan = 108 Then 'mematikan lampu 3 If Portc = 36 Then Portc = 32 Elseif Portc = 34 Then Portc = 32 Elseif Portc = 33 Then Portc = 32 Elseif Portc = 32 Then Portc=32

  Elseif Portc = 20 Then Portc = 16 Elseif Portc = 18 Then Portc = 16 Elseif Portc = 17 Then Portc = 16 Elseif Portc = 16 Then Portc = 16 Elseif Portc = 12 Then Portc = 8 Elseif Portc = 10 Then Portc = 8 Elseif Portc = 9 Then Portc = 8 Elseif Portc = 8 Then Portc = 8 Elseif Portc = 4 Then Portc = 0 Elseif Portc = 2 Then Portc = 0 Elseif Portc = 1 Then Portc = 0 Elseif Portc = 0 Then Portc = 0 End If Elseif Masukan = 109 Then 'menyalakan lampu 4 level high If Portc = 36 Then Portc = 36 Elseif Portc = 34 Then Portc = 34 Elseif Portc = 33 Then Portc = 33 Elseif Portc = 32 Then Portc = 32 Elseif Portc = 20 Then Portc = 36 Elseif Portc = 18 Then Portc = 34 Elseif Portc = 17 Then Portc = 33 Elseif Portc = 16 Then Portc = 32 Elseif Portc = 12 Then Portc = 36 Elseif Portc = 10 Then Portc = 34 Elseif Portc = 9 Then Portc = 33 Elseif Portc = 8 Then Portc = 32 Elseif Portc = 4 Then Portc = 36 Elseif Portc = 2 Then Portc = 34 Elseif Portc = 1 Then Portc = 33 Elseif Portc = 0 Then Portc=32

  End If Elseif Masukan = 110 Then 'menyalakan lampu 4 level 2 If Portc = 36 Then Portc = 20 Elseif Portc = 34 Then Portc = 18 Elseif Portc = 33 Then Portc = 17 Elseif Portc = 32 Then Portc = 16 Elseif Portc = 20 Then Portc = 20 Elseif Portc = 18 Then Portc = 18 Elseif Portc = 17 Then Portc = 17 Elseif Portc = 16 Then Portc = 16 Elseif Portc = 12 Then Portc = 20 Elseif Portc = 10 Then Portc = 18 Elseif Portc = 9 Then Portc = 17 Elseif Portc = 8 Then Portc = 16 Elseif Portc = 4 Then Portc = 20 Elseif Portc = 2 Then Portc = 18 Elseif Portc = 1 Then Portc = 17 Elseif Portc = 0 Then Portc = 16 End If Elseif Masukan = 111 Then 'menyalakan lampu 4 level 1 If Portc = 36 Then Portc = 12 Elseif Portc = 34 Then Portc = 10 Elseif Portc = 33 Then Portc = 9 Elseif Portc = 32 Then Portc = 8 Elseif Portc = 20 Then Portc = 12 Elseif Portc = 18 Then Portc = 10 Elseif Portc = 17 Then Portc = 9 Elseif Portc = 16 Then Portc = 8 Elseif Portc = 12 Then Portc = 12 Elseif Portc = 10 Then Portc = 10 Elseif Portc = 9 Then Portc=9

  Elseif Portc = 8 Then Portc = 8 Elseif Portc = 4 Then Portc = 12 Elseif Portc = 2 Then Portc = 10 Elseif Portc = 1 Then Portc = 9 Elseif Portc = 0 Then Portc = 8 End If Elseif Masukan = 112 Then 'mematikan lampu 4 If Portc = 36 Then Portc = 4 Elseif Portc = 34 Then Portc = 2 Elseif Portc = 33 Then Portc = 1 Elseif Portc = 32 Then Portc = 0 Elseif Portc = 20 Then Portc = 4 Elseif Portc = 18 Then Portc = 2 Elseif Portc = 17 Then Portc = 1 Elseif Portc = 16 Then Portc = 0 Elseif Portc = 12 Then Portc = 4 Elseif Portc = 10 Then Portc = 2 Elseif Portc = 9 Then Portc = 1 Elseif Portc = 8 Then Portc = 0 Elseif Portc = 4 Then Portc = 4 Elseif Portc = 2 Then Portc = 2 Elseif Portc = 1 Then Portc = 1 Elseif Portc = 0 Then Portc = 0 End If End If Pemantauan2 End Sub '============================================================================= Sub Pemantauan() Print "z" End Sub '============================================================================= Sub Pemantauan1() If Masukan = 97 Then 'lampu 1 high If Portb = 36 Then Print"a"

  Waitms 100 Elseif Portb = 20 Then Print "b" Waitms 100 Elseif Portb = 12 Then Print "c" Waitms 100 Elseif Portb = 4 Then Print "d" Waitms 100 End If Elseif Masukan = 98 Then 'lampu 1 level 2 If Portb = 34 Then Print "e" Waitms 100 Elseif Portb = 18 Then Print "f" Waitms 100 Elseif Portb = 10 Then Print "g" Waitms 100 Elseif Portb = 2 Then Print "h" Waitms 100 End If Elseif Masukan = 99 Then 'lampu 1 level 1 If Portb = 33 Then Print "i" Waitms 100 Elseif Portb = 17 Then Print "j" Waitms 100 Elseif Portb = 9 Then Print "k" Waitms 100 Elseif Portb = 1 Then Print "l" Waitms 100 End If Elseif Masukan = 100 Then 'lampu 1 off If Portb = 32 Then Print "m" Waitms 100 Elseif Portb = 16 Then Print "n" Waitms 100 Elseif Portb = 8 Then Print "o" Waitms 100 Elseif Portb = 0 Then Print "p" Waitms 100 End If Elseif Masukan = 101 Then 'lampu 2 high If Portb = 36 Then Print "a" Waitms 100 ElseifPortb=34Then

  Print "e" Waitms 100 Elseif Portb = 33 Then Print "i" Waitms 100 Elseif Portb = 32 Then Print "m" Waitms 100 End If Elseif Masukan = 102 Then 'lampu 2 level 2 If Portb = 20 Then Print "b" Waitms 100 Elseif Portb = 18 Then Print "f" Waitms 100 Elseif Portb = 17 Then Print "j" Waitms 100 Elseif Portb = 16 Then Print "n" Waitms 100 End If Elseif Masukan = 103 Then 'lampu 2 level 1 If Portb = 12 Then Print "c" Waitms 100 Elseif Portb = 10 Then Print "g" Waitms 100 Elseif Portb = 9 Then Print "k" Waitms 100 Elseif Portb = 8 Then Print "o" Waitms 100 End If 'lampu 2 off Elseif Masukan = 104 Then If Portb = 4 Then Print "d" Waitms 100 Elseif Portb = 2 Then Print "h" Waitms 100 Elseif Portb = 1 Then Print "l" Waitms 100 Elseif Portb = 0 Then Print "p" Waitms 100 End If End If End Sub '============================================================================= Sub Pemantauan2() If Masukan = 105 Then 'lampu 3 high If Portc = 36 Then Print"aa"

  Waitms 100 Elseif Portc = 20 Then Print "bb" Waitms 100 Elseif Portc = 12 Then Print "cc" Waitms 100 Elseif Portc = 4 Then Print "dd" Waitms 100 End If Elseif Masukan = 106 Then 'lampu 3 level 2 If Portc = 34 Then Print "ee" Waitms 100 Elseif Portc = 18 Then Print "ff" Waitms 100 Elseif Portc = 10 Then Print "gg" Waitms 100 Elseif Portc = 2 Then Print "hh" Waitms 100 End If Elseif Masukan = 107 Then 'lampu 3 level 1 If Portc = 33 Then Print "ii" Waitms 100 Elseif Portc = 17 Then Print "jj" Waitms 100 Elseif Portc = 9 Then Print "kk" Waitms 100 Elseif Portc = 1 Then Print "ll" Waitms 100 End If Elseif Masukan = 108 Then 'lampu 3 off If Portc = 32 Then Print "mm" Waitms 100 Elseif Portc = 16 Then Print "nn" Waitms 100 Elseif Portc = 8 Then Print "oo" Waitms 100 Elseif Portc = 0 Then Print "pp" Waitms 100 End If Elseif Masukan = 109 Then 'lampu 4 high If Portc = 36 Then Print "aa" Waitms 100 ElseifPortc=34Then

  Print "ee" Waitms 100 Elseif Portc = 33 Then Print "ii" Waitms 100 Elseif Portc = 32 Then Print "mm" Waitms 100 End If Elseif Masukan = 110 Then 'lampu 4 level 2 If Portc = 20 Then Print "bb" Waitms 100 Elseif Portc = 18 Then Print "ff" Waitms 100 Elseif Portc = 17 Then Print "jj" Waitms 100 Elseif Portc = 16 Then Print "nn" Waitms 100 End If Elseif Masukan = 111 Then 'lampu 4 level 1 If Portc = 12 Then Print "cc" Waitms 100 Elseif Portc = 10 Then Print "gg" Waitms 100 Elseif Portc = 9 Then Print "kk" Waitms 100 Elseif Portc = 8 Then Print "oo" Waitms 100 End If 'lampu 4 off Elseif Masukan = 112 Then If Portc = 4 Then Print "dd" Waitms 100 Elseif Portc = 2 Then Print "hh" Waitms 100 Elseif Portc = 1 Then Print "ll" Waitms 100 Elseif Portc = 0 Then Print "pp" Waitms 100 End If End If End Sub '=============================================================================

  Listing Program Visual Basic

  Private Sub nonaktiftombol1() Command1.Enabled = False End Sub Private Sub aktiftombol1() Command1.Enabled = True Command2.Enabled = True End Sub Private Sub aktifteks1() Text1.Enabled = True Text2.Enabled = True Text3.Enabled = True Text4.Enabled = True Text5.Enabled = True Text6.Enabled = True Text7.Enabled = True Text8.Enabled = True Text9.Enabled = True Text10.Enabled = True Text11.Enabled = True Text12.Enabled = True Text1.Locked = True Text2.Locked = True Text3.Locked = True Text4.Locked = True Text5.Locked = True Text6.Locked = True Text7.Locked = True Text8.Locked = True Text9.Locked = True Text10.Locked = True Text11.Locked = True Text12.Locked = True End Sub Private Sub nonaktifteks1() Text1.Enabled = False Text2.Enabled = False Text3.Enabled = False Text4.Enabled = False Text5.Enabled = False Text6.Enabled = False Text7.Enabled = False Text8.Enabled = False Text9.Enabled = False Text10.Enabled = False Text11.Enabled = False Text12.Enabled = False End Sub Private Sub Command1_Click() On Error Resume Next nonaktifteks1 Timer1.Enabled = False MSComm1.PortOpen = False Form4.Enabled=True

  Form4.Show Form1.Hide End Sub Private Sub Command2_Click() On Error Resume Next Dim jumlahinbox As Integer aktifteks1 Buka2 DataEnvironment1.rsCommand1.Open jumlahinbox = DataEnvironment1.rsCommand1.RecordCount Text1.Text = jumlahinbox Timer1.Enabled = True Command1.Enabled = True End Sub Private Sub Cek_Nomor() On Error Resume Next Dim jumlahdata As Integer Dim a As String DataEnvironment2.rsCommand1.Open jumlahdata = DataEnvironment2.rsCommand1.RecordCount DataEnvironment2.rsCommand1.MoveFirst If jumlahdata = 0 Then Text2.Text = "tidak sesuai" End If With DataEnvironment2.rsCommand1 a = !NomorPengguna End With Do Until (jumlahdata = 0) If Text11.Text = a Then Text2.Text = "sesuai" Cek_Isi Exit Do Else Text2.Text = "tidak sesuai" Text5.Text = "" jumlahdata = jumlahdata - 1 End If DataEnvironment2.rsCommand1.MoveNext If DataEnvironment2.rsCommand1.EOF Then GoTo SELESAI Else With DataEnvironment2.rsCommand1 a = !NomorPengguna End With End If Loop Exit Sub SELESAI: With DataEnvironment2.rsCommand1 a = !NomorPengguna End With If Text11.Text = a Then Cek_Isi Else Text2.Text = "tidak sesuai" Text3.Text=""

  Text4.Text = "Nomor pengirim tidak dikenal" Text5.Text = "" Text12.Text = "" kirim_salah_nomor Delete DataEnvironment1.rsCommand1.Close Timer1.Enabled = True End If End Sub Private Sub Cek_Isi() On Error Resume Next Dim b As String Dim jumlahformat As Integer DataEnvironment3.rsCommand1.Open jumlahformat = DataEnvironment3.rsCommand1.RecordCount If jumlahformat = 0 Then Text3.Text = "tidak sesuai" End If DataEnvironment3.rsCommand1.MoveFirst With DataEnvironment3.rsCommand1 b = !FormatPengguna End With Do Until (jumlahformat = 0) If Text12.Text = b Then Text3.Text = "sesuai" Text4.Text = "" Jenis Buka2 Vb_mikro Exit Do Else Text3.Text = "tidak sesuai" Text5.Text = "" jumlahformat = jumlahformat - 1 End If DataEnvironment3.rsCommand1.MoveNext If DataEnvironment3.rsCommand1.EOF Then GoTo SELESAI Else With DataEnvironment3.rsCommand1 b = !FormatPengguna End With End If Loop Exit Sub SELESAI: With DataEnvironment3.rsCommand1 b = !FormatPengguna End With If Text12.Text = b Then Text3.Text = "sesuai" Else Text3.Text = "tidak sesuai" Text4.Text = "format sms salah " Text5.Text = "" kirim_salah_format Delete

  DataEnvironment1.rsCommand1.Close Timer1.Enabled = True End If End Sub Private Sub Form_Load() nonaktiftombol1 nonaktifteks1 Load Me End Sub Private Sub kirim_salah_format() Dim send As String send = "INSERT INTO outbox (DestinationNumber,TextDecoded) VALUES" + "('" & Text11.Text & "','" & Text4.Text & "')" DataEnvironment1.Connection1.Execute send, adCmdText End Sub Private Sub kirim_salah_nomor() Dim send As String send = "INSERT INTO outbox (DestinationNumber,TextDecoded) VALUES" + "('" & Text11.Text & "','" & Text4.Text & "')" DataEnvironment1.Connection1.Execute send, adCmdText End Sub Private Sub Jenis() With DataEnvironment1.rsCommand1 Text12.Text = !textdecoded End With If Text12.Text = "lp1high" Then Text5.Text = "Pengontrolan" ElseIf Text12.Text = "lp1lv2" Then Text5.Text = "Pengontrolan" ElseIf Text12.Text = "lp1lv1" Then Text5.Text = "Pengontrolan" ElseIf Text12.Text = "lp1off" Then Text5.Text = "Pengontrolan" ElseIf Text12.Text = "lp2high" Then Text5.Text = "Pengontrolan" ElseIf Text12.Text = "lp2lv2" Then Text5.Text = "Pengontrolan" ElseIf Text12.Text = "lp2lv1" Then Text5.Text = "Pengontrolan" ElseIf Text12.Text = "lp2off" Then Text5.Text = "Pengontrolan" ElseIf Text12.Text = "lp3high" Then Text5.Text = "Pengontrolan" ElseIf Text12.Text = "lp3lv2" Then Text5.Text = "Pengontrolan" ElseIf Text12.Text = "lp3lv1" Then Text5.Text = "Pengontrolan" ElseIf Text12.Text = "lp3off" Then Text5.Text = "Pengontrolan" ElseIf Text12.Text = "lp4high" Then Text5.Text = "Pengontrolan" ElseIf Text12.Text = "lp4lv2" Then Text5.Text = "Pengontrolan" ElseIfText12.Text="lp4lv1"Then

  Text5.Text = "Pengontrolan" ElseIf Text12.Text = "lp4off" Then Text5.Text = "Pengontrolan" ElseIf Text12.Text = "pantau" Then Text5.Text = "Pemantauan" End If End Sub Private Sub Pemantauan() Dim send As String send = "INSERT

  INTO outbox (DestinationNumber,TextDecoded) +

  VALUES" "('" & txtSenderNumber.Text & "','" & Text6.Text & " " & Text7.Text & " " & Text8.Text & " " & Text9.Text & "')" DataEnvironment1.Connection1.Execute send, adCmdText End Sub Private Sub Delete() Dim b As String Dim Hapus As String With DataEnvironment1.rsCommand1 b = !ID End With Hapus = "DELETE FROM inbox WHERE ID ='" & b & "'" DataEnvironment1.Connection1.Execute Hapus, adCmdText End Sub Private Sub Buka2() MSComm1.CommPort = 2 MSComm1.Settings = "9600,N,8,1" MSComm1.InputLen = 1 MSComm1.DTREnable = True MSComm1.RTSEnable = True MSComm1.RThreshold = 1 MSComm1.PortOpen = True End Sub Private Sub Vb_mikro() With DataEnvironment1.rsCommand1 Text12.Text = !textdecoded End With If Text12.Text = "lp1high" Then MSComm1.Output = "a" ElseIf Text12.Text = "lp1lv2" Then MSComm1.Output = "b" ElseIf Text12.Text = "lp1lv1" Then MSComm1.Output = "c" ElseIf Text12.Text = "lp1off" Then MSComm1.Output = "d" ElseIf Text12.Text = "lp2high" Then MSComm1.Output = "e" ElseIf Text12.Text = "lp2lv2" Then MSComm1.Output = "f" ElseIf Text12.Text = "lp2lv1" Then MSComm1.Output = "g" ElseIf Text12.Text = "lp2off" Then MSComm1.Output = "h" ElseIf Text12.Text = "lp3high" Then MSComm1.Output="i" ElseIf Text12.Text = "lp3lv2" Then MSComm1.Output = "j" ElseIf Text12.Text = "lp3lv1" Then MSComm1.Output = "k" ElseIf Text12.Text = "lp3off" Then MSComm1.Output = "l" ElseIf Text12.Text = "lp4high" Then MSComm1.Output = "m" ElseIf Text12.Text = "lp4lv2" Then MSComm1.Output = "n" ElseIf Text12.Text = "lp4lv1" Then MSComm1.Output = "o" ElseIf Text12.Text = "lp4off" Then MSComm1.Output = "p" ElseIf Text12.Text = "pantau" Then MSComm1.Output = "q" End If End Sub Private Sub Kirim_kontrol() With DataEnvironment1.rsCommand1 Text12.Text = !textdecoded End With If Text12.Text = "lp1high" Then kirim_kontrol1 ElseIf Text12.Text = "lp1lv2" Then kirim_kontrol1 ElseIf Text12.Text = "lp1lv1" Then kirim_kontrol1 ElseIf Text12.Text = "lp1off" Then kirim_kontrol1 ElseIf Text12.Text = "lp2high" Then kirim_kontrol2 ElseIf Text12.Text = "lp2lv2" Then kirim_kontrol2 ElseIf Text12.Text = "lp2lv1" Then kirim_kontrol2 ElseIf Text12.Text = "lp2off" Then kirim_kontrol2 ElseIf Text12.Text = "lp3high" Then kirim_kontrol3 ElseIf Text12.Text = "lp3lv2" Then kirim_kontrol3 ElseIf Text12.Text = "lp3lv1" Then kirim_kontrol3 ElseIf Text12.Text = "lp3off" Then kirim_kontrol3 ElseIf Text12.Text = "lp4high" Then kirim_kontrol4 ElseIf Text12.Text = "lp4lv2" Then kirim_kontrol4 ElseIf Text12.Text = "lp4lv1" Then kirim_kontrol4 ElseIf Text12.Text = "lp4off" Then kirim_kontrol4 ElseIf Text12.Text = "pantau" Then kirim_pantau EndIf

  Delete DataEnvironment1.rsCommand1.Close Timer1.Enabled = True End Sub Private Sub kirim_kontrol1() Dim kirim As String kirim = "INSERT INTO outbox (DestinationNumber,TextDecoded) VALUES" + "('" & Text11.Text & "','" & Text6.Text & " ')" DataEnvironment1.Connection1.Execute kirim, adCmdText End Sub Private Sub kirim_kontrol2() Dim kirim As String kirim = "INSERT INTO outbox (DestinationNumber,TextDecoded) VALUES" + "('" & Text11.Text & "','" & Text7.Text & " ')" DataEnvironment1.Connection1.Execute kirim, adCmdText End Sub Private Sub kirim_kontrol3() Dim kirim As String kirim = "INSERT INTO outbox (DestinationNumber,TextDecoded) VALUES" + "('" & Text11.Text & "','" & Text8.Text & " ')" DataEnvironment1.Connection1.Execute kirim, adCmdText End Sub Private Sub kirim_kontrol4() Dim kirim As String kirim = "INSERT INTO outbox (DestinationNumber,TextDecoded) VALUES" + "('" & Text11.Text & "','" & Text9.Text & " ')" DataEnvironment1.Connection1.Execute kirim, adCmdText End Sub Private Sub kirim_pantau() Dim send As String send = "INSERT INTO outbox (DestinationNumber,TextDecoded) VALUES" + "('" & Text11.Text & "','" & Text6.Text & " " & Text7.Text & " " & Text8.Text & " " & Text9.Text & "')" DataEnvironment1.Connection1.Execute send, adCmdText End Sub Private Sub MSComm1_OnComm() Dim strInput As String Select Case MSComm1.CommEvent Case comEvReceive Do strInput = MSComm1.Input Text10.Text = Text10.Text + strInput Loop Until strInput = Chr$(10) Text10.Text = Left(Text10.Text, Len(Text10.Text) - 2) End Select If Text10.Text = "a" Then Text6.Text = "lampu 1 on level high" Text7.Text = "lampu 2 on level high" ElseIf Text10.Text = "b" Then Text6.Text = "lampu 1 on level high" Text7.Text = "lampu 2 on level 2" ElseIf Text10.Text = "c" Then Text6.Text = "lampu 1 on level high" Text7.Text="lampu2onlevel1"

  ElseIf Text10.Text = "d" Then Text6.Text = "lampu 1 on level high" ElseIf Text10.Text = "e" Then Text6.Text = "lampu 1 on level 2" Text7.Text = "lampu 2 on level high" ElseIf Text10.Text = "f" Then Text6.Text = "lampu 1 on level 2" Text7.Text = "lampu 2 on level 2" ElseIf Text10.Text = "g" Then Text6.Text = "lampu 1 on level 2" Text7.Text = "lampu 2 on level 1" ElseIf Text10.Text = "h" Then Text6.Text = "lampu 1 on level 2" ElseIf Text10.Text = "i" Then Text6.Text = "lampu 1 on level 1" Text7.Text = "lampu 2 on level high" ElseIf Text10.Text = "j" Then Text6.Text = "lampu 1 on level 1" Text7.Text = "lampu 2 on level 2" ElseIf Text10.Text = "k" Then Text6.Text = "lampu 1 on level 1" Text7.Text = "lampu 2 on level 1" ElseIf Text10.Text = "l" Then Text6.Text = "lampu 1 on level 1" ElseIf Text10.Text = "m" Then Text6.Text = "lampu 1 off" Text7.Text = "lampu 2 on level high" ElseIf Text10.Text = "n" Then Text6.Text = "lampu 1 off" Text7.Text = "lampu 2 on level 2" ElseIf Text10.Text = "o" Then Text6.Text = "lampu 1 off" Text7.Text = "lampu 2 on level 1" ElseIf Text10.Text = "p" Then Text6.Text = "lampu 1 off" Text7.Text = "lampu 2 off" ElseIf Text10.Text = "aa" Then Text8.Text = "lampu 3 on level high" Text9.Text = "lampu 4 on level high" ElseIf Text10.Text = "bb" Then Text8.Text = "lampu 3 on level high" Text9.Text = "lampu 4 on level 2" ElseIf Text10.Text = "cc" Then Text8.Text = "lampu 3 on level high" Text9.Text = "lampu 4 on level 1" ElseIf Text10.Text = "dd" Then Text8.Text = "lampu 3 on level high" ElseIf Text10.Text = "ee" Then Text8.Text = "lampu 3 on level 2" Text9.Text = "lampu 4 on level high" ElseIf Text10.Text = "ff" Then Text8.Text = "lampu 3 on level 2" Text9.Text = "lampu 4 on level 2" ElseIf Text10.Text = "gg" Then Text8.Text = "lampu 3 on level 2" Text9.Text = "lampu 4 on level 1" ElseIf Text10.Text = "hh" Then Text8.Text="lampu3onlevel2"

  ElseIf Text10.Text = "ii" Then Text8.Text = "lampu 3 on level 1" Text9.Text = "lampu 4 on level high" ElseIf Text10.Text = "jj" Then Text8.Text = "lampu 3 on level 1" Text9.Text = "lampu 4 on level 2" ElseIf Text10.Text = "kk" Then Text8.Text = "lampu 3 on level 1" Text9.Text = "lampu 4 on level 1" ElseIf Text10.Text = "ll" Then Text8.Text = "lampu 3 on level 1" ElseIf Text10.Text = "mm" Then Text8.Text = "lampu 3 off" Text9.Text = "lampu 4 on level high" ElseIf Text10.Text = "nn" Then Text8.Text = "lampu 3 off" Text9.Text = "lampu 4 on level 2" ElseIf Text10.Text = "oo" Then Text8.Text = "lampu 3 off" Text9.Text = "lampu 4 on level 1" ElseIf Text10.Text = "pp" Then Text8.Text = "lampu 3 off" Text9.Text = "lampu 4 off" ElseIf Text10.Text = "z" Then Text6.Text = Text6.Text Text7.Text = Text7.Text Text8.Text = Text8.Text Text9.Text = Text9.Text End If Kirim_kontrol Text10.Text = "" End Sub Private Sub Timer1_Timer() On Error Resume Next Dim jumlahinbox As Integer DataEnvironment1.rsCommand1.Open jumlahinbox = DataEnvironment1.rsCommand1.RecordCount Text1.Text = jumlahinbox If jumlahinbox = 0 Then DataEnvironment1.rsCommand1.Close Else With DataEnvironment1.rsCommand1 Text11.Text = !SenderNumber Text12.Text = !textdecoded End With Timer1.Enabled = False Cek_Nomor End If End Sub

Dokumen baru