Pengaruh kualitas, merek, promosi, harga, kelompok acuan, dan ketersediaan terhadap minat beli ulang konsumen produk pasta gigi Pepsodent : studi kasus pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma - USD Repository

Gratis

0
0
147
4 months ago
Preview
Full text

  

PENGARUH KUALITAS, MEREK, PROMOSI, HARGA,

KELOMPOK ACUAN, DAN KETERSEDIAAN TERHADAP

MINAT BELI ULANG KONSUMEN PRODUK PASTA GIGI

PEPSODENT

  

Studi Kasus pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk

Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

  

Program Studi Manajemen

Disusun oleh :

Teodora Efoni novianingrum

  

042214077

  

PENGARUH KUALITAS, MEREK, PROMOSI, HARGA,

KELOMPOK ACUAN, DAN KETERSEDIAAN TERHADAP

MINAT BELI ULANG KONSUMEN PRODUK PASTA GIGI

PEPSODENT

  

Studi Kasus pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk

Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

  

Program Studi Manajemen

Disusun oleh :

Teodora Efoni novianingrum

  

042214077

     

     

     

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

  Jika engkau sungguh-sungguh percaya pada Â

  

Tuhan, maka andalkan Dia dalam segala

sesuatu, Dia tidak akan mengecewakanmu”

“Senjata yang kuat adalah Keinginan dan

Kemauan”

  Skripsi ini kupersembahkan untuk : ™

  Bapak Florentinus Slamet dan Ibu Anastasia Suparmi ™

  Kakak-kakakku : Mba Erni & Mas Theo, Mba Emi & Mas heri, Mas Endar & M Danti dan Mas

     

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini

tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan

dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 22 Desember 2010 Penulis Teodora Efoni Novianingrum

     

  

ABSTRAK

PENGARUH KUALITAS, MEREK, PROMOSI, HARGA, KELOMPOK

ACUAN DAN KETERSEDIAAN TERHADAP MINAT BELI ULANG

KONSUMEN PRODUK PASTA GIGI PEPSODENT

  

Studi Kasus pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma

Teodora Efoni Novianingrum

Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi

Universitas Sanata Dharma

  

2010

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas, merek, promosi,

harga, kelompok acuan dan ketersediaan terhadap minat beli ulang konsumen

produk pasta gigi pepsodent. Penelitian ini merupakan studi kasus pada

mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma. Data penelitian

diperoleh melalui kuesioner yang diberikan kepada 100 responden yang

ditentukan dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang

digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linier Berganda, Uji

Asumsi Klasik, Uji F dan Uji t pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data

menunjukkan bahwa: 1) Secara simultan variabel kualitas, merek, promosi, harga,

kelompok acuan, dan ketersediaan berpengaruh secara positif dan signifikan

terhadap minat beli ulang konsumen pasta gigi pepsodent. 2) Secara parsial

variabel kualitas, promosi dan kelompok acuan berpengaruh secara positif dan

signifikan terhadap minat beli ulang konsumen pasta gigi pepsodent, sedangkan

variabel merek, harga dan ketersedian tidak berpengaruh terhadap minat beli

ulang terhadap minat beli ulang konsumen pasta gigi pepsodent.

     

  

ABSTRACK

THE INFLUENCE OF QUALITY, BRAND, PROMOTION, PRICE,

REFERENCE GROUPS, AND AVAILABILITY ON REPURCHASE

  

INTENTION OF PEPSODENT TOOTHPASTE CONSUMERS

A Case Study on Students of Economics Faculty Sanata Dharma University

Teodora Efoni Novianingrum

Faculty of Economics

  

Sanata Dharma University

2010

The aim of this research is to examile the influence of quality, brand, promotion,

price, reference groups, and availability on repurchase intention of Pepsodent

toothpaste customers. This research is a case study of students of Faculty of

Economics Sanata Dharma University. Data were acquired from questionnaire

distributed to 100 respondents, who were taken using purposive sampling

technique. Data were analyzed using Multiple Linier Regression. The result of the

research show that : 1) Simultaneously, quality, brand, promotion, price, reference

groups, and availability influenced positively and significantly repurchase

intention of pepsodent toothpaste consumers. 2) Partially, quality, promotion and

reference groups influenced positively and significantly repurchase intention of

pepsodent toothpaste consumers, while brand, price and availability did not

influence repurchase intention.

     

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Teodora Efoni Novianingrum NIM : 04 2214 077

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan

  Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :

PENGARUH KUALITAS, MEREK, PROMOSI, HARGA, KELOMPOK

ACUAN DAN KETERSEDIAAN TERHADAP MINAT BELI ULANG

KONSUMEN PRODUK PASTA GIGI PEPSODENT

  Studi Kasus pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma

Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan

kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan,

mengalihkan dalam bentuk media lain, mengolahnya dalam bentuk pangkalan

data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau

media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya

maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya

sebagai penulis.

  Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 22 Desember 2010 Yang menyatakan, Teodora Efoni Novianingrum

     

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah melimpahkan

segala berkat, rahmat dan kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikanskripsi

dengan judul “PENGARUH KUALITAS, MEREK, PROMOSI, HARGA,

KELOMPOK ACUAN DAN KETERSEDIAAN TERHADAP MINAT BELI

ULANG KONSUMEN PRODUK PASTA GIGI PEPSODENT” Studi Kasus

pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma yang

diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta.

  Selama pelaksanaan penelitian ini, penulis menerima banyak bantuan dari

berbagai pihak yang memberikan waktu, dorongan, bimbingan dan nasihat dari

awal sampai selesainya penyusunan penelitian skripsi ini. Oleh karena itu, pada

kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya

kepada :

  

1. Bapak V. Mardi Widyadmono,SE, MBA selaku ketua Program Studi

Manajemen Universitas Sanata Dharma.

  

2. Bapak Dr. H. Herry Maridjo, M.Si. selaku Dosen Pembimbing I yang telah

      3.

  Bapak Drs. Hg. Suseno TW.,M.S. selaku Dosen Pembimbing II yang telah bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan masukan serta bimbingan yang berharga dengan penuh kesabaran dan perhatian sehingga dapat terselesaikannya skripsi ini.

  4. Segenap Dosen dan Karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma, yang telah memberikan bekal pengetahuan dan bantuannya kepada penulis selama ini.

  5. Mbak Tutik BEJ, yang selama ini menemani pagi-pagi saya sewaktu menunggu bimbingan, makasi ya mbak.

  

6. Seluruh responden Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma,

yang telah membantu penulis dengan mengisi kuesioner guna melengkapi data yang penulis butuhkan.

  

7. Bapak Florentinus Slamet dan Ibu Anastasia Suparmi untuk semua doa, cinta,

kasih sayang dan dukungannya yang begitu besar, maaf kalau membuat kalian terlalu lama menunggu.

  

8. Kakak-kakakku Erni, Emi, Endar dan Eman untuk semua kasih sayang dan

perhatian yang begitu luar biasa, senangnya punya saudara seperti kalian.

  

9. Kakak-kakak iparku Mas theo, Mas Heri dan Mbak Danti, yang selalu

mendukung dan mendoakanku, terima kasih yaaa.

      11.

  Sahabat-sahabatku tercinta Wulan, Anie, Yuni, Sisilia dan Atek terima kasih untuk persahabatan yang indah dan dukungan yang begitu besar buat aku.

  Miss u all! 12. Teman-teman kuliah Arda, Erna, Dewie, Evan, Sr. Hilaria dan khususnya semua teman-teman Manajemen C terima kasih untuk pertemanan, dukungan dan semangatnya.

  13. Mbak Anna dan Ci Melda terima kasih untuk semangat dan selalu mau berbagi ilmu denganku. Kalian memang guru yang baik, makasih ya kak.

  14. Teman-teman mudika Santo Christophorus Minomartani Natal, Gebi, Mira, Ninyo, Vendri, Vito, Viki dll makasi ya buat dukungan dan doanya.

  

15. Semua pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini, yang tidak

dapat penulis sebutkan satu-persatu, terima kasih banyak atas bantuannya.

  Penulis menyadari masih banyak kelemahan dan kekurangan dalam

penulisan skripsi ini, karena itu penulis sangat mengharapkan kritikan dan saran

dari berbagai pihak. Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini dapat

bermanfaat bagi para pembaca.

  Yogyakarta, 22 Desember 2010 Penulis

     

  DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................ i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... iii

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN............................................. iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .......................................................... v

ABSTRAK ........................................................................................................ vi

ABSTRACT ...................................................................................................... vii

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ........................ viii

KATA PENGANTAR ...................................................................................... ix

DAFTAR ISI ..................................................................................................... xii

DAFTAR TABEL ............................................................................................ xvi

DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xviii

  

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. 1

A. Latar Belakang Masalah ................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ............................................................................ 5 C. Batasan Masalah ............................................................................. 5 D. Tujuan Penelitian ............................................................................ 5

      2.

  Pengertian Manajemen Pemasaran ............................................ 8 3. Konsep Pemasaran ..................................................................... 9 B. Perilaku Konsumen .......................................................................... 11 1.

  Pengertian Perilaku Konsumen .................................................. 11 2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen ........... 11 C. Kualitas ............................................................................................ 14 1.

  Pengertian Kualitas .................................................................... 14 2. Dimensi Kualitas ........................................................................ 15 D. Merek ............................................................................................... 17

  1. Pengertian Merek ........................................................................ 17

  2. Manfaat Merek ........................................................................... 17

  3. Karakteristik Merek .................................................................... 18

  E. Promosi ............................................................................................ 19

  1. Pengertian Promosi .................................................................... 19

  2. Tujuan Promosi .......................................................................... 19

  3. Jenis-Jenis Promosi .................................................................... 21

  4. Media-media Promosi ................................................................ 22

  F. Harga ................................................................................................ 25

  1. Pengertian Harga ........................................................................ 25

      1.

  Pengertian Minat Beli Ulang ..................................................... 31 2. Tahap-tahap dalam Proses Pembelian ........................................ 31 J. Penelitian-Penelitian Sebelumnya .................................................... 32 K.

  Kerangka Konseptual Penelitian ...................................................... 34 L. Rumusan Hipotesis .......................................................................... 35

  

BAB III METODE PENELITIAN ................................................................. 37

A. Jenis Penelitian ................................................................................ 37 B. Lokasi dan Waktu Penelitian .......................................................... 37 C. Subyek dan Obyek Penelitian ......................................................... 37 D. Instrumen Penelitian ........................................................................ 38 E. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel ....................... 38 F. Variabel Penelitian dan Pengukuran ............................................... 39 G. Definisi Operasional ........................................................................ 40 H. Alat Analisis Data ........................................................................... 42

  1. Teknik Pengujian Instrumen ...................................................... 42

  2. Teknik Analisis Data Pengujian Hipotesis ................................. 44

  

BAB IV GAMBARAN UMUM ....................................................................... 50

A. Sejarah Unilever .............................................................................. 50

  1. Perluasan Unilever di Indonesia ................................................ 51

     

  

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ....................................... 57

A. Pengujian Instrumen ........................................................................ 57 B. Karakterisitik Responden ................................................................ 66 C. Uji Asumsi Klasik ........................................................................... 72 D. Analisis Regresi Linear Berganda ................................................... 76

BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN ...................... 86

A. Kesimpulan ..................................................................................... 86 B. Saran ................................................................................................ 87 C. Keterbatasan .................................................................................... 89

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 90

LAMPIRAN

     

  61 Tabel V.9 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Promosi ………………

  64 Tabel V.15 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Ketersediaan ………….

  64 Tabel V.14 Hasil Uji Validitas Variabel Ketersediaan …………….

  63 Tabel V.13 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kelompok Acuan…….

  63 Tabel V.12 Hasil Uji Validitas Variabel Kelompok Acuan ………

  62 Tabel V.11 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Harga …………………

  61 Tabel V.10 Hasil Uji Validitas Variabel Harga ………………..

  60 Tabel V.8 Hasil Uji Validitas Variabel Promosi …………………

  

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel I.1 Manfaat Merek bagi Pelanggan dan Perusahaan ………

  60 Tabel V.7 Revisi Uji Validitas Variabel Merek ………………….

  59 Tabel V.6 Revisi Uji Reliabilitas Variabel Merek ………………..

  59 Tabel V.5 Item-Total Statistic ………………………………… ….

  58 Tabel V.4 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Merek …………………

  58 Tabel V.3 Hasil Uji Validitas Variabel Merek ……………………

  57 Tabel V.2 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kualitas ……………….

  18 Tabel V.1 Hasil Uji Validitas Variabel Kualitas …………………

  65

      Tabel V.20 Klasifikasi Responden Menurut Jenis Kelamin ………

  68 Tabel V.21 Klasifikasi Responden Menurut Usia …………..……..

  68 Tabel V.22 Klasifikasi Responden Menurut Uang Saku/Bulan …...

  69 Tabel V.23 Klasifikasi Responden Menurut Tempat Tinggal …….

  70 Tabel V.24 Klasifikasi Responden Menurut Lama Penggunaan Produk 71 Tabel V.25 Klasifikasi Responden Menurut Jenis Pasta Gigi …….

  71 Tabel V.26 Hasil Uji Multikolinieritas …………………….………

  72 Tabel V.27 Hasil Uji Heteroskedastisitas…….…………………….

  73 Tabel V.28 Hasil Uji Normalitas .…………………….……………

  74 Tabel V.29 Hasil Autokorelasi ……… …………………………….

  76 Tabel V.30 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda ……………….

  77 Tabel V.31 Hasil Uji F ………………………….………………….

  79 Tabel V.32 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R

  2 ) ………………….

  85

     

  DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar II.1 Kerangka Konseptual Penelitian

  34 Gambar V.1 Daerah Penerimaan Ha dan Daerah Penolakan Ha

  79 untuk Uji Regresi Secara Simultan

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini perkembangan dunia usaha maju dengan sangat pesat, hal

  ini menandai tingkat persaingan yang semakin ketat pula, oleh karena itu perusahaan dituntut untuk memenangkan persaingan sehingga mampu menarik konsumen. Dalam usaha memperebutkan persaingan, perusahaan

perlu menetapkan strategi pemasaran yang tepat. Sebelum menetapkan strategi

pemasarannya perusahaan perlu mengidentifikasi keinginan konsumen yang

belum dipuaskan, antara lain dengan cara menentukan barang yang hendak

diproduksi, menentukan cara promosi, menentukan harga yang tepat, dan memilih saluran distribusinya. Jadi kegiatan pemasaran merupakan suatu proses yang saling berhubungan sebagai suatu sistem.

  Konsumen membeli barang dan jasa guna memuaskan berbagai keinginannya, sehingga penting bagi perusahaan untuk mempelajari

bagaimana perilaku konsumen tersebut dalam pengambilan keputusan belinya.

Keinginan manusia yang beraneka ragam, akan menimbulkan berbagai macam

perilaku untuk memenuhinya. Konsumen merasa kebutuhannya telah

terpenuhi bila mendapatkan kepuasan dari produk yang dibelinya. Kepuasan

    dan kebersihan gigi. Seseorang yang giginya bersih akan berpenampilan lebih menarik dan menimbulkan rasa percaya diri pada saat bersosialisasi dengan orang lain. Jenis-jenis produk kesehatan yang dapat digunakan untuk menjaga kesehatan gigi antara lain sikat gigi, obat kumur dan pasta gigi. Namun, yang pasti digunakan oleh setiap orang adalah pasta gigi. Begitu banyak merek pasta gigi yang beredar di tengah masyarakatat antara lain Close up, Ciptadent, Formula, Sensodyne, Enzim, dan Pepsodent. Pepsodent merupakan pasta gigi yang paling terkenal dan tertua di Indonesia. Pepsodent adalah pasta gigi pertama di Indonesia yang kembali meluncurkan pasta gigi berflouride pada tahun 1980-an, dan menjadi pasta gigi yang aktif mendidik dan mempromosikan kebiasaan menyikat gigi secara benar.

  Minat konsumen akan suatu produk didasarkan pada berbagai hal, kualitas dari produk menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan. Perusahaan harus mampu menciptakan suatu kualitas produk yang sesuai dengan harapan konsumen sebab dengan demikian dapat memuaskan konsumen yang akhirnya menguntungkan perusahaan juga. Konsumen akan mempertimbangkan faktor kualitas dalam menentukan pilihan produk yang ditawarkan oleh perusahaan.

  Semakin tinggi kualitas, menyebabkan semakin tingginya kemungkinan minat beli konsumen, dan semakin mendorong konsumen untuk mengkonsumsi

   

membosankan. Maka, penting bagi sebuah perusahaan untuk menjaga kualitas

produknya agar tidak ditinggalkan oleh pelanggan.

  Merek merupakan cerita dan pengalaman kompleks dalam benak

pelanggan, yang mengkomunikasikan harapan mengenai manfaat yang akan

diperoleh dari suatu produk yang diproduksi oleh perusahaan tertentu. Merek

adalah janji penjual untuk menyampaikan manfaat, jasa dan sifat secara

konsisten kepada pembeli. Sebuah merek yang telah tertanam kuat dalam

benak konsumen, sangat membantu perusahaan untuk terus berupaya

memberikan yang terbaik bagi konsumen yang loyal terhadap produknya.

Merek berkaitan erat dengan faktor harga, informasi tentang harga produk

menjadi perhatian konsumen yang mempengaruhi perilaku pembeliannya.

  

Untuk beberapa pembelian tertentu, konsumen dapat melakukan beberapa

macam perbandingan harga antara merek-merek yang ada dan

mempertimbangkan tawar-menawar dari berbagai macam biaya yang harus

dikeluarkan dan nilai yang diperoleh dari suatu produk.

  Promosi memiliki peran yang penting dalam mendorong minat beli

ulang seorang konsumen. Promosi harus inovatif, kreatif dan efektif mengenai

sasaran sehingga dapat mengkomunikasikan apa yang diharapkan perusahaan

ke konsumen yang akhirnya berpengaruh pada pembelian suatu produk

    yang disampaikan, mudah diingat, memahami fungsi barang dan bisa menghibur konsumen yang akhirnya mampu tertanam dalam benak

konsumen. Pemilihan media promosi yang tepat akan semakin mempengaruhi

minat beli konsumen terhadap produk yang ditawarkan.

  Faktor lain yang turut mendukung minat beli ulang seorang konsumen adalah acuan dan ketersediaan. Kelompok acuan memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap sikap atau perilaku konsumen dalam hal memilih dan membeli produk yang ditawarkan perusahaan kepada konsumen. Kelompok acuan juga ikut mempengaruhi

seorang konsumen untuk terus menggunakan produk tersebut secara berkala.

  Kemudahan dalam memperoleh suatu produk juga menjadi bahan pertimbangkan bagi seorang konsumen dalam memutuskan perilaku pembeliannya. Bagi beberapa konsumen kedekatan tempat dan kecepatan waktu untuk memperoleh produk turut mempengaruhi dalam melakukan pembelian ulang produk tersebut.

  Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Kualitas, Merek, Promosi, Harga, Kelompok

Acuan dan Ketersediaan terhadap Minat Beli Ulang Konsumen Produk

Pasta Gigi Pepsodent . Studi Kasus pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi

    B.

   Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1.

  Apakah kualitas, merek, promosi, harga, kelompok acuan, dan ketersediaan secara simultan berpengaruh terhadap minat beli ulang konsumen? 2. Apakah kualitas, merek, promosi, harga, kelompok acuan, dan ketersediaan secara parsial berpengaruh positif terhadap minat beli ulang konsumen? C.

   Batasan Masalah Dalam penelitian ini hanya akan dibahas faktor yang diduga mempengaruhi minat beli ulang konsumen yaitu kualitas, merek, promosi, harga, kelompok acuan, dan ketersediaan sedangkan faktor lain yang mempengaruhi minat beli ulang tidak akan dibahas.

D. Tujuan Penelitian

  Tujuan dalam penelitian ini adalah

  1. Untuk mengetahui pengaruh secara simulatan kualitas, merek, promosi, harga, kelompok acuan, dan ketersediaan terhadap minat beli ulang konsumen.

2. Untuk mengetahui pengaruh secara parsial kualitas, merek, promosi,

    E.

   Manfaat Penelitian 1.

  Bagi Perusahaan Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan referensi bagi perusahaan demi meningkatkan kesuksesan di masa mendatang.

  2. Bagi Universitas Hasil penelitian ini diharapakan dapat menambah pengetahuan tentang minat beli ulang dan menambah referensi di Perpustakaan Universitas Sanata Dharma.

  3. Bagi Peneliti Penelitian ini sebagai penerapan ilmu yang telah diperoleh selama kuliah

BAB II LANDASAN TEORI A. Pemasaran 1. Pengertian Pemasaran Pemasaran adalah suatu proses sosial yang melibatkan kegiatan-

  kegiatan penting yang memungkinkan individu dan perusahaan mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui pertukaran dengan pihak lain dan untuk mengembangkan hubungan pertukaran (Boyd, Walker dan Larreche, 2000: 4).

  Pengertian pemasaran menurut Stanton (dalam Swastha dan Handoko, 2000: 4) adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan- kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

  Asosiasi Pemasaran Amerika mendefinisikan pemasaran sebagai proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi, serta penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran individu dan organisasi (Sunarto,

    dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain.

  Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pemasaran adalah fungsi bisnis yang mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen yang bertujuan menciptakan kepuasan konsumen dengan

membangun hubungan timbal balik yang saling menguntungkan.

  2. Pengertian Manajemen Pemasaran Manajemen pemasaran terjadi manakala seorang atau lebih terlibat dalam transaksi pertukaran atau hubungan yang ada dalam perencanaan, pengkoordinasian, penerapan dan pengendalian kegiatan- kegiatan penting untuk mendukung pertukaran.

  Manajemen pemasaran (marketing management) adalah proses menganalisis, merencanakan, mengkoordinasikan, dan mengendalikan program-program yang mencakup pengkonsepan, penetapan harga, promosi, dan distribusi dari produk, jasa, dan gagasan yang dirancang untuk menciptakan dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan (Boyd et al., 2000: 18).

  Manajemen Pemasaran diartikan sebagai analisis, perencanaan,

    3.

  Konsep Pemasaran Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan (Swastha dan Handoko, 2000: 6).

  Menurut Stanton (dalam Usmara, 2008: 17) konsep pemasaran merupakan suatu filsafat bisnis yang bertujuan memberikan kepuasaan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen atau berorientasi pada konsumen.

  Ada tiga faktor penting yang dipakai sebagai dasar dalam konsep pemasaran (Swastha, 2002: 18-21) sebagai berikut: a. Orientasi Konsumen Pada pokoknya, perusahaan yang ingin mempraktekkan orientasi konsumen ini harus: 1) Menentukan kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi. 2) Memilih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran dalam penjualan.

  

3) Menentukan produk dan program pemasarannya.

    5) Menentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik, apakah menitik beratkan pada mutu yang tinggi, harga yang murah, atau model yang menarik.

  b.

  Koordinasi dan integrasi dalam perusahaan Untuk memberikan kepuasan konsumen secara optimal, semua elemen-elemen pemasaran yang ada harus dikoordinasikan dan diintegrasikan. Pertentangan yang terjadi di dalam perusahaan maupun antara perusahaan dengan pasar harus dihindari, karena semua bagian dalam perusahaan memiliki pengaruh dalam menciptakan dan mempertahankan pelanggan. Setiap orang dan setiap bagian dalam perusahaan turut membantu dalam suatu usaha yang terkoordinasi untuk memberikan kepuasan konsumen, sehingga tujuan perusahaan dapat direalisir.

  c. Mendapatkan laba melalui pemuasan konsumen Tujuan menggunakan konsep pemasaran ini adalah untuk memperbaiki hubungan yang lebih baik, sangat menguntungkan bagi perusahaan, dan dapat meningkatkan laba. Salah satu tujuan dari semua perusahaan pada umumnya adalah mengoptimumkan laba. Ini disebut orientasi laba (profit orientation). Dengan laba ini,

    pencerminan dari usaha-usaha perusahaan yang berhasil memberikan kepuasan kepada konsumen. Untuk memberikan kepuasan tersebut, perusahaan dapat menyediakan atau menjual barang dan jasa yang paling baik dengan harga yang layak.

B. Perilaku Konsumen 1.

  Pengertian Perilaku Konsumen Menurut Engel (dalam Umar, 2002: 49) perilaku konsumen didefinisikan sebagai suatu tindakan yang langsung dalam mendapatkan, mengkonsumsi serta menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan penyusuli tindakan tersebut.

  American Marketing Association mendefinisikan perilaku (consumer behavior) sebagai interaksi dinamis antara pengaruh dan kognisi, perilaku, dan kejadian di sekitar kita di mana manusia melakukan aspek pertukaran dalam hidup mereka.

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen :

  a. Kebudayaan Kebudayaan adalah simbol dan fakta yang kompleks, yang

    pula bersifat kentara (seperti alat-alat, perumahan, produk karya seni, dan sebagainya). b.Kelas sosial Dalam masyarakat kelas sosial dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan, yaitu: 1)

  Golongan atas Golongan atas terdiri dari pengusaha-pengusaha kaya, pejabat- pejabat tinggi. 2) Golongan menengah

  Golongan menengah terdiri dari karyawan instansi pemerintah, pengusaha menengah.

  3) Golongan rendah Golongan rendah terdiri dari buruh-buruh pabrik, pegawai rendah, dan pedagang kecil.

  c. Kelompok referensi kecil Kelompok referensi kecil meliputi lingkungan di mana konsumen itu tinggal dan melakukan aktivitasnya sehari-hari misalnya, lingkungan tetangga. Setiap kelompok biasanya mempunyai pelopor opini (opinion leader) yang dapat mempengaruhi

    d.

  Keluarga Anggota keluarga merupakan kelompok primer yang paling berpengaruh. Orientasi keluarga terdiri dari orangtua seseorang. Dari orangtua, seseorang memperoleh suatu orientasi terhadap agama, politik, dan ekonomi serta suatu rasa ambisi pribadi, penghargaan pribadi dan cinta.

  e.

  Pengalaman Pengalaman dapat diperoleh dari semua perbuatan di masa lalu atau dapat pula dipelajari, sebab dengan belajar seseorang dapat memperoleh pengalaman.

  f. Kepribadian Kepribadian dapat didefinisikan sebagai pola sifat individu yang dapat menentukan tanggapan untuk tingkah laku.

  g. Sikap dan kepercayaan Sikap dan kepercayaan saling mempengaruhi. Salah satu elemen yang sangat menonjol adalah perasaan emosional baik positif maupun negatif terhadap sebuah barang, jasa atau merek.

  h. Konsep diri Konsep diri merupakan cara bagi seseorang untuk melihat dirinya

    C.

   Kualitas 1.

  Pengertian Kualitas Pengertian atau definisi kualitas dapat berbeda makna bagi setiap orang, karena kualitas memiliki banyak kriteria dan sangat tergantung pada konteksnya. Beberapa pengertian kualitas menurut tiga pakar kualitas di tingkat internasional adalah (Yamit, 2001: 7) : Menurut W. Edwards Deming, kualitas adalah apapun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Berbeda dengan Deming, Philip

  B. Crosby mengatakan bahwa kualitas adalah nilai cacat, kesempurnaan dan kesesuaian terhadap persyaratan. Seorang pakar lain yakni Joseph M. Juran melihat kualitas sebagai kesesuain terhadap spesifikasi.

  Sedangkan, menurut Goetsch Davis (dalam Yamit, 2001: 8) kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Definisi ini menegaskan bahwa kualitas bukan hanya menekankan pada aspek hasil akhir, yaitu produk dan jasa tetapi juga menyangkut kualitas manusia, kualitas proses dan kualitas lingkungan. Dengan demikian, sangatlah mustahil menghasilkan suatu

    2.

  Dimensi Kualitas Berdasarkan perspektif kulitas, David Garvin mengembangkan dimensi kualitas ke dalam delapan dimensi yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan strategis terutama bagi perusahaan atau manufaktur yang menghasilkan barang (dalam Yamit, 2001: 10) yaitu : a.

  Performance (kinerja), yaitu karakteristik pokok dari produk inti.

  b.

  

Features, yaitu karakteristik pelengkap atau tambahan.

  c.

  Reliability (kehandalan), kemungkinan tingkat kegagalan pemakaian.

  d. Conformance (kesesuaian), yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan sebelumnya.

  e. Durability (daya tahan), yaitu berapa lama produk dapat terus digunakan.

  f. Serviceability, yaitu meliputi kecepatan, kompetensi, kenyamanan, kemudahan dalam pemeliharaan dan penanganan keluhan yang memuaskan.

  g. Aesthetics (estetika), yaitu menyangkut corak, rasa dan daya tarik produk.

    Sedangkan menurut Zeithaml, Berry dan Parasuraman (dalam Yamit, 2001: 10-11), dimensi kualitas dibedakan menjadi lima karakteristik yaitu

a. Tangibles (bukti langsung), yaitu meliputi fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai, dan sarana komunikasi.

  b. Reliability (kehandalan), yaitu kemampuan dalam memberikan pelayanan dengan segera dan memuaskan serta sesuai dengan yang telah dijanjikan.

  c. Responsiveness (daya tangkap), yaitu keinginan para staf untuk membantu para pelanggan dan memberikan pelayanan yang tanggap.

  d. Assurance (jaminan), yaitu mencakup kemampuan, kesopanan dan sifat dapat dipercaya yang dimiliki para staf, bebas dari bahaya, resiko ataupun keragu-raguan.

  e. Empati, yaitu meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang baik, dan perhatian dengan tulus terhadap kebutuhan pelanggan. Dimensi-dimensi kualitas yang dikemukakan di atas sangat berpengaruh pada harapan pelanggan dan kenyataan yang diterima.

    pelanggan akan mengatakan produk dan pelayanan tidak berkualitas atau tidak memuaskan.

D. Merek 1.

  Pengertian Merek Merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, rancangan, atau kombinasi hal-hal tersebut untuk mengidentifikasi barang atau jasa seseorang atau sekelompok penjual dan untuk membedakannya dari

produk pesaing (Durianto, Sugiarto dan Budiman, 2004: 2).

  Menurut Keagan (dalam Sadat, 2009: 18) mendefinisikan merek sebagai sekumpulan cerita dan pengalaman kompleks dalam benak pelanggan, yang mengkomunikasikan harapan mengenai manfaat yang akan diperoleh dari suatu produk yang diproduksi oleh perusahaan tertentu. Merek merupakan atribut yang memberikan manfaat non material, yaitu berupa kepuasaan emosional yang dirasakan oleh konsumen.

  2. Manfaat Merek Merek-merek yang kuat akan memberikan jaminan kualitas dan nilai yang tinggi kepada pelanggan, yang akhirnya juga berdampak luas terhadap perusahaan. Berikut ini terdapat beberapa manfaat merek

    Tabel I.1 Manfaat Merek bagi Pelanggan dan Perusahaan

  Pelanggan Perusahaan

a. Merek sebagai sinyal kualitas b.

  Mempermudah proses/memandu pembelian c.

  Alat mengidentifikasi produk d.

  Mengurangi resiko e. Memberi nilai psikologis f. Dapat mewakili kepribadian

  a. Magnet pelanggan b.

  Alat proteksi dari para imitator c. Memiliki segmen pelanggan yang loyal d.

  Membedakan produk dari pesaing e.

  Mengurangi perbandingan harga sehingga dapat dijual premium f. Memudahkan penawaran produk baru g.

  Bernilai finansial tinggi h. Senjata dalam kompetisi

3. Karakteristik Merek

  a. Reputasi merek (brand reputation) Konsumen akan merasa lebih aman dalam mengkonsumsi merek jika perusahaan yang memproduksi merek tersebut melakukan kejujuran, sehingga konsumen memiliki kepercayaan atas merek tersebut. Untuk dapat percaya pada suatu merek, konsumen akan melihat karakteristik yang melekat pada merek tersebut dan dalam

hal ini karakteristik yang dapat dilihat adalah reputasi.

  b.

  

Kecakapan memprediksi merek (brand predictability)

Kecakapan memprediksi merek merupakan kemampuan mengukur konsistensi kualitas merek dan luasnya persepsi terhadap merek

    c.

  Kompetensi merek (brand competence) Konsumen dapat menemukan kompetensi merek melalui penggunaan langsung atau melalui komunikasi dari mulut ke mulut. Ketika seseorang yakin bahwa merek dapat memecahkan masalah maka konsumen kemungkinan akan mempercayakan pada merek tersebut.

E. Promosi

  1. Pengertian Promosi Promosi adalah semua yang dilakukan untuk membantu penjualan suatu produk atau jasa di tiap tempat jaringan penjualan, mulai dari bahan-bahan presentasi yang digunakan seorang tenaga penjualan ketika melakukan penawaran hingga siaran niaga di televisi atau iklan di surat kabar yang mencoba memikat pelanggan agar memperoleh kesan yang menyenangkan terhadap apa yang diiklankan (Hahn dan Kenneth, 2002: xxii).

  Sedangkan, menurut Nickels (dalam Swastha dan Irawan, 2005: 349) promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran.

    a.

  Modifikasi tingkah laku Di satu sisi, dalam melakukan komunikasi seseorang mempunyai beberapa alasan antara lain : mencari kesenangan, mencari bantuan, memberikan pertolongan atau instruksi, memberikan informasi, mengemukakan ide dan pendapat. Sedangkan di sisi lain, promosi juga berusaha untuk merubah tingkah laku dan pendapat serta memperkuat tingkah laku yang mendorong pembelian barang dan jasa perusahaan.

  b.

  Memberitahu Kegiatan promosi itu dapat ditujukan untuk memberitahu pasar yang dituju tentang penawaran perusahaan. Promosi yang bersifat informasi umumnya lebih sesuai dilakukan pada tahap-tahap awal di dalam siklus kehidupan produk.

  c. Membujuk Seringkali perusahaan tidak ingin memperoleh tanggapan secepatnya tetapi lebih mengutamakan untuk menciptakan kesan positif. Hal ini dimaksudkan agar dapat memberi pengaruh dalam waktu yang lama terhadap perilaku pembeli. Promosi yang bersifat persuasif ini akan menjadi dominan jika produk yang bersangkutan

    d.

  Mengingatkan Promosi yang bersifat mengingatkan dilakukan terutama untuk mempertahankan merek produk di hati masyarakat dan perlu dilakukan selama tahap kedewasaan di dalam siklus kehidupan produk. Ini berarti pula perusahaan berusaha untuk paling tidak mempertahankan pembeli yang ada.

  3. Jenis-Jenis Promosi Jenis-jenis promosi antara lain : a.

  Periklanan Periklanan adalah komunikasi non-invidu, dengan sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga

non-laba, serta invidu-individu (Swastha, 2002: 245).

  b.

   Personal selling Personal selling adalah interaksi antar individu, saling bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai, atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain (Swastha, 2002: 260).

  c. Promosi penjualan Promosi penjualan adalah kegiatan-kegiatan pemasaran selain

    efektivitas pembelian konsumen dan pedagang dengan menggunakan alat-alat seperti peragaan, pameran, demonstrasi, dan sebagainya (Swastha, 2002: 279).

  d.

  Publisitas Publisitas adalah sejumlah informasi tentang seseorang, barang, atau organisasi yang disebarluaskan ke masyarakat melalui media tanpa dipungut biaya, atau tanpa pengawasan dari sponsor (Swastha, 2002: 273).

  4. Media-Media Promosi Para pemasar akan menjajaki berbagai pilihan media, untuk mengenalkan produk perusahaannya kepada konsumen, yang bertujuan untuk mendapatkan laba. Di Indonesia seiring dengan maraknya televisi swasta, media televisi telah menyedot dana terbesar untuk kegiatan promosi. Internet juga telah menjadi media promosi baru yang dapat dipilih oleh perusahaan dalam mengenalkan produknya. Berbagai bentuk media promosi yang banyak dilakukan oleh para pemasar di Indonesia (Kotler dan Susanto, 2001: 834-835) antara lain :

a. Televisi, terdiri dari : 1) Iklan konvensional, berupa tayangan slot 30 atau 60 detik.

   

Contohnya : Gebyar BCA, Mandiri Fiesta dll

3) Kuis, berupa permainan dan hiburan Contohnya : Super Family 4) Build in, produk dilibatkan dalam sebuah program atau acara.

  Contohnya : Sprei dan Bedcover Kintakun dalam sinetron Cinta Fitri.

b. Radio, terdiri dari : 1) Iklan konvensional, berbentuk slot 30 atau 60 detik dan ad lips.

  2) Kuis, berupa permainan dan hiburan 3) Interaktif, program atau acara yang juga melibatkan pendengar radio.

4) Talkshow, program atau acara yang hanya melibatkan sponsor suatu produk.

  c. Media cetak 1) Iklan display, iklan dalam bentuk logo dan informasi produk.

  Contohnya : Handphone, Kecap ABC 2) Advertorial, iklan dalam bentuk artikel.

  Contohnya : Aqua, Telkom

  d. Media lain

    3) Iklan di bus, display suatu produk di badan bus.

  Contohnya : Jamu Sido Muncul 4) Mengadakan acara atau event, merupakan suatu bentuk kegiatan yang diadakan di pusat perbelanjaan atau hiburan yang menarik perhatian pengunjung.

  Contohnya : Rinso, Clear 5) Pameran, suatu kegiatan untuk menunjukkan keunggulan produk. Contohnya : Hp, Acer, Toshiba 6) Road Show, suatu kegiatan yang diadakan di beberapa tempat/kota berturut-berturut. Contohnya : Kosmetik, Motor Yamaha 7) Direct Mailing, mengirimkan brosur atau katalog produk langsung kepada konsumen. Contohnya : Lotte Mart 8) Sampling. Contoh produk yang diberikan kepada konsumen secara gratis.

9) Instore Promotion, kegiatan promosi yang diadakan dalam outlet.

   

11) Merchandise, promosi dalam bentuk produk tertentu di mana terdapat logo produk yang dipromosikan.

  Contohnya : Majalah Tempo, Indosiar 12) Spanduk umbul-umbul, kain rentang yang berisi slogan atau logo produk tertentu. Contohnya : Close Up 13) Lift, eskalator. Display suatu produk di pintu atau dinding lift atau eskalator.

F. Harga

  1. Pengertian Harga Harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya (Swastha, 2002: 147).

  Harga juga diartikan sebagai sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat dari memiliki atau menggunakan produk atau jasa yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui proses tawar-menawar, atau ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli.

   

  2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penetapan Harga Secara umum ada dua faktor yang mempengaruhi penetapan harga yaitu : a.

  Faktor Internal Perusahaan 1) Tujuan pemasaran perusahaan Tujuan pemasaran perusahaan berupa maksimisasi laba, mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, meraih pangsa pasar yang besar, memciptakan kepemimpinan dalam hal kualitas, mengatasi persaingan, melaksanakan tanggung jawab sosial dll.

2) Strategi bauran pemasaran Harga hanyalah salah satu komponen dari bauran pemasaran.

  Oleh karena itu, harga perlu dikoordinasiakan dan saling mendukung dengan bauran pemasaran lainnya, yaitu produk, distribusi, dan promosi. 3) Biaya Biaya merupakan faktor yang menentukan harga minimal yang harus ditetapkan agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Oleh karena itu setiap perusahaan pasti menaruh perhatian

    4) Organisasi

  Manajemen perlu memutuskan siapa di dalam organisasi yang harus menetapkan harga. Setiap perusahaan menangani masalah penetapan harga menurut caranya masing-masing. Beberapa pihak yang memiliki pengaruh pada penetapan harga adalah manajer penjualan, manajer produksi, manajer keuangan, dan akuntan.

  b.

  Faktor Eksternal Perusahaan 1) Sifat pasar dan permintaan Setiap perusahaan perlu memahami sifat pasar dan permintaannya, apakah termasuk pasar persaingan sempurna, persaingan monopolistic, oligopoly, atau monopoli. Faktor lain yang tidak kalah penting adalah elastisitas permintaan. 2) Persaingan Informasi-informasi yang dibutuhkan untuk menganalisis karakteristik persaingan yang dihadapi antara lain :

  a) Jumlah perusahaan dalam industri

  b) Ukuran relatif setiap anggota

  c) Diferensiasi produk

    Perusahaan perlu mempertimbangkan faktor lain seperti kondisi ekonomi (inflasi, bom atau resesi), kebijakan dan peraturan

pemerintah, dan aspek sosial (kepedulian terhadap lingkungan).

G. Kelompok Acuan

  Dalam menentukan suatu produk yang akan digunakan, seorang konsumen

dipengaruhi oleh berbagai hal antara lain harga, merek, iklan dll. Namun,

pengaruh atau rangsangan juga dapat berasal dari sekelompok orang yang

disebut kelompok acuan. Kelompok acuan sering disebut pula kelompok referensi yang diartikan sebagai kelompok-kelompok yang mempunyai

pengaruh langsung atau pengaruh tidak langsung terhadap sikap dan perilaku

seseorang. Dalam perspektif pemasaran, kelompok acuan/referensi adalah kelompok yang berfungsi sebagai acuan/referensi bagi seseorang dalam

pengambilan keputusan pembelian. Referensi dapat diperoleh dari keluarga,

teman, ataupun tokoh idola yang menggunakan produk yang diminati juga oleh

konsumen.

  Kelompok acuan juga menjadi perpanjangan tangan dari sebuah produk, karena berperan mendorong konsumen lain untuk mengubah sikap dan perilaku konsumen sehingga timbul kesesuaian dengan produk tersebut. Menurut Schiffman dan Kanuk (2004: 295) untuk dapat memiliki pengaruh

    2.

  Memberikan kesempatan pada individu untuk membandingkan pemikirannya sendiri dengan sikap dan perilaku kelompok.

  3. Mempengaruhi individu untuk mengambil sikap dan perilaku yang sesuai dengan norma-norma kelompok.

  4. Membenarkan keputusan untuk memakai produk-produk yang sama dengan kelompok.

H. Ketersediaan

  Kemudahan konsumen dalam memilih dan memiliki suatu produk yang dihasilkan oleh perusahaan ikut menentukan keberhasilan produk tersebut. Produk yang selalu tersedia di pasaran (warung maupun supermarket) akan semakin mendorong konsumen untuk melakukan pembelian secara terus-menerus. Ketersediaan barang/produk meliputi beberapa hal antara lain : mempertimbangkan tempat untuk membeli produk, memilih untuk membeli di toko atau pasar yang terkenal, memilih untuk membeli di toko atau pasar yang terdekat, memilih untuk membeli produk di toko atau pasar yang lengkap pilihannya.

  Penempatan suatu produk menjadi sangat penting untuk diperhatikan, oleh karena itu perusahaan perlu menetapkan area perdagangannya. Area perdagangan adalah area geografis yang berdekatan yang memiliki mayoritas

    1.

  Zona primer Zona primer adalah area geografis dari mana toko atau pusat perbelanjaan tersebut mendapatkan sekitar 60% dari para pelanggannya.

  2. Zona sekunder Zona sekunder adalah area geografis dari kepentingan sekunder dalam tingkat penjualan pelanggan, yang menghasilkan sekitar 20% dari penjualan sebuah toko.

  3. Zona tersier Zona tersier termasuk para pelanggan yang kadang berbelanja di toko atau pusat perbelanjaan tersebut. Ada beberapa alasan untuk zona tersier, yaitu: a. Para pelanggan kekurangan fasilitas-fasilitas ritel yang memadai yang lebih dekat dengan tempat tinggal.

  b. Sistem jalan raya yang startegis menuju toko atau pusat perbelanjaan tersebut di mana para pelanggan dapat menjangkau dengan mudah.

  c. Para pelanggan yang sedang melewati toko atau pusat perbelanjaan tersebut ketika menuju ke tempat lain.

    I.

   Minat Beli Ulang

  1. Pengertian Minat Beli Ulang Minat dapat diartikan sebagai sumber motivasi yang mengarahkan seseorang pada apa yang akan dilakukan bila diberi kebebasan untuk memilihnya. Bila mereka melihat sesuatu yang memiliki arti bagi dirinya, maka mereka akan tertarik pada sesuatu itu yang akhirnya akan menimbulkan kepuasan bagi dirinya. Minat beli ulang adalah dorongan dari dalam diri seorang konsumen untuk mengkonsumsi atau membeli kembali produk dengan merek yang sama secara berulang kali.

  Konsumen akan melakukan pembelian ulang, bila suatu produk yang dibeli dapat memberikan kepuasaan sesuai dengan harapannya.

  Bagi perusahaan, konsumen yang terus melakukan pembelian ulang diharapkan dapat menjadi konsumen yang loyal terhadap produk tersebut. Hal ini tentu saja menguntungkan bagi perusahaan, karena dapat mempertahankan pelanggan untuk tetap setia pada produk mereka dan tentu saja menghasilkan laba.

  2. Tahap-Tahap dalam Proses Pembelian Tahap-tahap dalam proses pembelian adalah :

   

  b) Pencarian informasi, yaitu tahap konsumen mencari informasi untuk memperoleh pengetahuan tentang barang yang dibutuhkan dari sumber-sumber yang mungkin didapatkan.

  c) Evaluasi terhadap merek yang kompetitif, membuat penilaian akhir, dan mengembangkan keyakinan tentang posisi merek terhadap atribut.

  d) Melalui evaluasi tersebut konsumen sampai pada sikap keputusan pembelian atas preferensi dari bermacam-macam merek melalui prosedur atribut.

  e) Setelah pembelian konsumen akan mengalami kepuasaan atau ketidakpuasaan kemudian melakukan tindakan untuk mendapatkan perhatian dari pemasar.

  J. Penelitian-Penelitian Sebelumnya

  1. Ujianto Abdurachman. 2004. Analisis Faktor-Faktor yang Menimbulkan Kecenderungan Minat Beli Konsumen Sarung, Studi Perilaku Konsumen Sarung di Jawa Timur.

  Fokus penelitian ini adalah faktor-faktor apa yang menimbulkan kecenderungan minat beli konsumen terhadap produk sarung. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang

    Penelitian ini dilakukan di Gresik dan Pasuruan dan pengambilan sampel dilakukan secara purposive dan data dikumpulkan melalui kuesioner kepada sebanyak 120 responden. Kuesioner disusun dalam bentuk Skala Likert dan data dianalisis dengan menggunakan analisis faktor dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang dipertimbangkan konsumen untuk membeli sarung adalah kualitas, referensi, merek dan warna serta kemasan, harga, diskon dan hadiah. Dari keseluruhan faktor tersebut kualitas dan referensi merupakan faktor yang paling dominan.

  2. Zoar, Ade Bied. 2008. Pengaruh Iklan, Kualitas dan Harga Produk Oli Top One Terhadap Minat Beli Konsumen. Studi Kasus pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma (skripsi yang tidak dipublikasikan).

  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh iklan, kualitas dan harga produk oli Top One terhadap minat beli konsumen.

  Penelitian ini merupakan studi kasus pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Data penelitian diperoleh melalui distribusi kuesioner 100 responden yang ditentukan

    Hasil analisis data menunjukkan bahwa : 1). Secara simultan variabel iklan, kualitas dan harga produk oli Top One berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. 2). Secara parsial variabel iklan, kualitas dan harga produk oli Top One berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Pada penelitian ini variabel iklan, kualitas dan harga produk oli Top One berpengaruh sebesar 50,9% terhadap minat beli konsumen sedangkan 49,1% dipengaruhi oleh variabel lain.

  K. Kerangka Konseptual Penelitian Kerangka konseptual dalam penelitian ini, sebagai berikut : Kualitas

  Merek Minat Beli Ulang Promosi

  Pasta Gigi Pepsodent Harga Kelompok

  Acuan Ketersediaan

    L.

   Rumusan Hipotesis Kualitas suatu produk menunjukkan manfaat riel yang akan diperoleh oleh seorang konsumen dalam mengkonsumsi produk tersebut.

  Konsumen yang merasa puas atas kualitas yang diberikan produk memiliki kecenderungan untuk melakukan pembelian ulang. Sebuah merek yang telah tertanam kuat dalam benak seorang konsumen dapat mendorong perusahaan untuk memberikan yang terbaik sehingga konsumen tidak akan beralih pada merek lain. Promosi dalam penjualan suatu produk sangat penting, lewat promosi suatu produk dikenal, dibeli dan digunakan oleh konsumen. Promosi yang sangat mudah diterima oleh konsumen melalui media televisi berupa iklan. Iklan yang menarik disertai slogan yang mudah diingat mendorong konsumen untuk mengkonsumsi produk secara terus-menerus.

  Perusahaan berusaha menciptakan harga yang kompetitif yang dapat dinikmati oleh konsumen sesuai dengan kualitasnya, dengan harga yang terjangkau diharapkan konsumen menjadi loyal terhadap produk perusahaan. Faktor acuan penting untuk dipertimbangan dalam keputusan pembelian seorang konsumen. Kelompok acuan turut memberikan pengaruh bagi konsumen untuk menggunakan suatu produk secara berkala.

    H1 : Kualitas, merek, promosi, harga, kelompok acuan, dan ketersediaan secara simultan berpengaruh terhadap minat beli ulang konsumen.

  H2 : Kualitas, merek, promosi, harga, kelompok acuan, dan ketersediaan secara parsial berpengaruh positif terhadap minat beli ulang konsumen

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dilihat dari cakupan populasi penelitian ini termasuk jenis penelitian studi

  kasus, yang hanya memusatkan pada obyek penelitian tertentu dan hasil serta kesimpulan yang diperoleh hanya berlaku pada subyek yang diteliti.

  B. Lokasi dan Waktu Penelitian

  1. Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma

  2. Waktu Penelitian Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2010 C. Subyek dan Obyek Penelitian

  1. Subyek Penelitian Subyek penelitian adalah orang atau lembaga yang bisa dimintai keterangan. Dalam penelitian ini, subyek penelitiannya adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma yang menggunakan pasta gigi pepsodent.

  2. Obyek Penelitian Obyek penelitian adalah hal yang akan diteliti. Dalam penelitian ini,

    D.

   Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yang digunakan adalah Kuesioner. Kuesioner merupakan

teknik pengumpulan data dengan memberikan pertanyaan dalam bentuk tertulis kepada responden untuk kemudian dijawab.

E. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel 1.

  Populasi adalah keseluruhan dari kumpulan elemen yang memiliki sejumlah karakteristik umum, yang merupakan wilayah (dimana) penelitian tersebut akan digeneralisasi (Widayat, 2004: 92). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi.

  2. Sampel adalah suatu himpunan bagian (subset) dari unit populasi (Kuncoro, 2009: 118). Sampel dalam penelitian ini adalah 100 mahasiswa Fakultas Ekonomi. Rumus untuk menentukan jumlah sampel minimum (Subagyo, 2004: 88-89) :

  Bila probabilitas = 95 % maka error maksimum sebagai berikut : N P P E

  ) 1 ( 96 ,

  1 − = Setelah dilakukan perubahan bentuk persamaan itu diperoleh : n minimum =

  2 96 ,

  1

) (

⎥⎦ ⎤

  ⎢⎣ ⎡

  E

P

  I P Karena P belum diketahui, agar lebih aman, maka P dianggap = 0,5,

    Apabila error yang dikehandaki tidak lebih dari 0,1 maka besarnya sampel adalah :

  2 1 ,

  96 ⎡ ⎤ n minimum = P (

  

I P )

  E ⎢⎣ ⎥⎦

  2 ⎡

1 ,

96 ⎤ = ,

  25

⎢ ⎥

,

  1

⎣ ⎦

= 96,04 dibulatkan menjadi 100 sampel

3. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Nonprobability

  Sampling yaitu Purposive Sampling yang merupakan teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu, misalnya akan meneliti tentang kualitas makanan maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli makanan (Sugiyono, 2004:78). Sampel dalam penelitian ini adalah 100 mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma yang menggunakan pasta gigi Pepsodent.

F. Variabel Penelitian dan Pengukuran 1.

  Variabel bebas (independent variable) Variabel bebas adalah variabel yang tidak tergantung pada variabel lain. Dalam penelitian ini variabel bebasnya adalah kualitas (X ),

  1 merek (X ), promosi (X ), harga (X ), kelompok acuan (X ) dan

  2

  3

  4

  5 ketersediaan (X ).

  6

    Untuk mengukur kualitas, merek, promosi, harga, kelompok acuan dan ketersediaan menggunakan skala Likert yaitu mengharuskan responden untuk menunjukkan derajat setuju atau tidak setuju kepada setiap statemen yang berkaitan dengan objek yang dinilai (Widayat dan Amirullah, 2002: 42).

  Jawaban yang diperoleh kemudian diberi skor untuk menguji validitas dan reliabilitas sebagai berikut : a.

  : 5 Kategori sangat setuju, diberi skor b.

  : 4 Kategori setuju, diberi skor c. Kategori antara setuju dan tidak, diberi skor : 3

  d. Kategori kurang setuju, diberi skor : 2

  e. Kategori sangat tidak setuju, diberi skor : 1

G. Definisi Operasional

  1. Kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Faktor kualitas dalam penelitian ini adalah kualitas pasta gigi pepsodent meliputi rasa, kandungan perlindungan gigi, dan daya tahan kesegaran mulut.

2. Merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, rancangan, atau kombinasi

    3.

  Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran. Dalam penelitian ini hanya meneliti promosi melalui media televisi.

  4. Harga adalah pengorbanan riel atau materiel yang diberikan oleh konsumen untuk mendapatkan manfaat dari produk tersebut. Harga dalam penelitian ini dilihat dari persepsi konsumen terhadap produk, apakah konsumen merasa yakin terhadap produk tersebut dengan melihat harganya dan apakah konsumen merasakan manfaat dan nilai dari produk sesuai dengan harganya sehingga mempengaruhi minat mereka.

  5. Kelompok acuan adalah sekelompok orang yang ikut memberikan rangsangan bagi konsumen dalam memilih suatu produk. Dalam penelitian ini kelompok acuan dilihat dari pengaruh teman dan keluarga.

  6. Ketersediaan adalah kemudahan konsumen untuk memperoleh produk yang diminati atau dengan kata lain produk tersebut selalu tersedia jika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh konsumen. Dalam penelitian ini, ketersediaan dilihat dari tempat pembelian di warung dan pusat

    pengaruh kualitas, merek, promosi, harga, kelompok acuan, dan ketersediaan terhadap minat beli ulang.

H. Alat analisis data 1.

  Teknik Pengujian Instrumen a.

  Uji Validitas Suatu skala dikatakan valid bila melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan mengukur apa yang seharusnya di ukur. Bila skala pengukuran tidak valid maka ia tidak bermanfaat bagi peneliti karena tidak mengukur atau melakukan apa yang seharusnya dilakukan (Kuncoro, 2009: 172). Pengukuran validitas menggunakan rumus Korelasi Product

  Moment :

n

  XY

  X Y

  ( ) ( ) ∑ ∑ ∑ r

  =

  2

  2

  

2

  2 n XX n YY

  ( ) ( ) { } { }

  ∑ ∑ ∑ ∑ Keterangan : r : koefisien korelasi

  X : variabel bebas (independent) Y : variabel terikat (dependent)

    Jika r hitung r tabel dengan tarif keyakinan 5%, maka instrumen terebut dikatakan valid.

  Jika r hitung r tabel dengan tarif keyakinan 5%, maka instrumen tersebut dikatakan tidak valid.

  b. Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah istilah yang dipakai untuk menunjukkan sejauhmana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila alat ukur tersebut digunakan berulang kali (Umar, 2002: 125). Mencari reliabilitas yang skornya merupakan rentangan antara beberapa nilai atau dalam bentuk skala, misalnya 1-3, 1-5 atau 1-7 menggunakan teknik dari Cronbach. Rumus ini ditulis seperti berikut :

  2 ⎛ ⎞ σ k b

  ⎛ ⎞ ∑

  ⎜ ⎟ =

  1 r

  ⎜ ⎟

  11

  2 ⎜ ⎟ k

  −1 σ ⎝ ⎠ t

  ⎝ ⎠ Keterangan : : reliabilitas instrumen r

  11 k : banyak butir pertanyaan

  2 : jumlah varians butir

  σ b

  ∑

    a.

  Jika nilai cronbach alpha ≥ 0,600 maka instrumen tersebut dikatakan reliabel.

  b.

  Jika nilai cronbach alpha 0,600 maka instrumen tersebut dikatakan tidak reliabel.

2. Teknik Analisis Data Pengujian Hipotesis

  a. Analisis Regresi Linier Berganda Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Rumus regresi linier berganda :

  Y = a+b X + b X +b X +b X +b X +b

  X

  1

  1

  2

  2

  3

  3

  4

  4

  5

  5

  6

  6 Keterangan : Y : minat beli ulang a : konstanta b ,b ,b ,b ,b ,b : koefisien regresi

  1

  2

  3

  4

  5

  6 X : kualitas

  1 X : merek

  2 X : promosi

  3 X : harga

  4 X : kelompok acuan

  5

    Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas

  (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen.

  Multikolinieritas diuji dengan menghitung nilai VIF (Variance Inflation Factor). Asumsi multikolinieritas terpenuhi jika nilai VIF di bawah 10. Selain dengan kriteria tersebut, asumsi multikolinieritas juga dapat ditentukan dengan kriteria bahwa nilai Tolerance di bawah 0,1 karena VIF = 1/Tolerance. 2) Heteroskedastisitas Dalam persamaan regresi berganda perlu diuji pula mengenai sama atau tidak varians dari residual observasi yang satu dengan yang lain. Jika residualnya mempunyai varians yang sama disebut Homoskedastisitas dan jika variansnya tidak sama atau berbeda disebut terjadi Heteroskedastisitas.

  Kriteria bahwa suatu model mengandung heteroskedastisitas adalah jika probabilitas signifikansinya kurang dari tingkat kepercayaan ( α = 5%). Namun jika probabilitas signifikansinya di atas tingkat kepercayaan ( α),

    3) Normalitas

  Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Diketahui bahwa uji t dan uji F mengasumsikan bahwa nilai residual memgikuti distribusi normal. Jika asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil.

  Penentuan apakah data berdistribusi normal atau tidak adalah dengan menggunakan rasio kurtosis dan rasio skewness.

  Rasio skewness adalah nilai skewness dibagi dengan standard error skewness; sedangkan rasio kurtosis adalah nilai kurtosis dibagi dengan standard error kurtosis. Sebagai pedoman, jika rasio kurtosis dan rasio skewness berada di antara -2 hingga +2, maka distribusi data adalah normal. 4) Autokorelasi Persamaan regresi yang baik adalah yang tidak memiliki masalah autokorelasi, jika terjadi autokorelasi maka persamaan tersebut menjadi tidak baik/ tidak layak dipakai prediksi.

  Salah satu ukuran dalam menentukan ada tidaknya masalah

   

  a. sampai dengan 4 – d Bila nilai DW berada diantara d U U maka koefisien autokorelasi sama dengan nol. Artinya, tidak ada autokorelasi.

  b. maka koefisien

Bila nilai DW lebih kecil dari nilai d L

autokorelasi lebih besar dari nol. Artinya ada autokorelasi positif, c. dan d , maka tidak dapat

Bila nilai DW terletak diantara d L U

disimpulkan.

  d.

  , maka koefisien

Bila nilai DW lebih besar daripada 4 – d L

autokorelasi lebih besar dari nol. Artinya ada autokorelasi negatif.

e. Bila nilai DW terletak antara 4 – d dan 4 – d maka tidak

  U L, dapat disimpulkan.

  c. Pengujian Hipotesis 1) Uji Statistik F (Uji Signifikansi Simultan) Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimaksukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Hipotesis nol (H0) yang hendak diuji adalah apakah semua

    Ha : b ;b ;b ;b ;b ;b minimal salah satu

  1

  2

  

3

  4

  5

  6 ≠ 0 Untuk menguji hipotesis digunakan rumus :

  SSR / k F = /

  SSE ( nk ) Keterangan : SSR : sum of squares due to regression = - y)² i

  ∑ (Ý

SSE : sum of squares error = - Ý )²

i i

  ∑(Y n : jumlah observasi k : jumlah parameter (termasuk intersep) dalam model.

  Bila F hitung Ftabel maka H0 diterima dan Ha ditolak. Bila F hitung ≥ F tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima. 2) Uji Statistik t (Uji Signifikansi Individual) Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat. Hipotesis nol (H0) yang hendak diuji adalah suatu parameter (b ) sama dengan nol, atau i

  

H0 : b ;b2;b ;b ;b ;b = 0

  1

  

3

  4

  5

  6 Hipotesis alternatifnya (Ha), parameter suatu variabel tidak sama dengan nol, atau :

    Keterangan : S : standar variasi S² : varians n : jumlah observasi k : jumlah parameter dalam model, termasuk intersep. Bila t hitung ditolak dan Ha diterima.

  

≥ t tabel, maka H0

Bila t hitung < t tabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak.

  

BAB IV

GAMBARAN UMUM A. Sejarah Unilever PT. Unilever Indonesia Tbk (perusahaan) didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai zeepfabrieken N.V. Lever dengan akta No.33 yang dibuat oleh Tn. A. H. van ophuijsen, notaris di Batavia. Akta ini disetujui oleh gubernur Jenderal van Negerlandsch-Indie dengan surat No. 14 pada tanggal 16 Desember 1933, terdaftar di Raad van Justitie di Batavia dengan No. 302 pada tanggal 22 Desember 1933 dan diumumkan dalam Javasche courant pada tanggal 9 januari 1934 tambahan No. 3.

  Dengan akta No. 171 yang dibuat oleh notaris Ny. Kartini Mulyadi tertanggal 22 Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi menjadi PT Unilever Indonesia. Dengan akta No. 92 yang dibuat oleh notaries Tn. Mudofir Hadi, S.H. tertanggal 30 juni 1997, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk. Akta ini disetujui oleh menteri kehakiman dengan keputusan No. C2-1. 049HT. 98 tertanggal 23 Februari 1998 dan diumumkan di berita Negara No. 2620 tanggal 15 Mei 1998 tambahan No. 39.

  Perusahaan bergerak dalam bidang produksi sabun, deterjen, margarin,

minyak sayur dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan dan

    1.

  Perluasan Unilever di Indonesia Pada tanggal 22 November 2000, perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT Anugrah Indah Pelangi, untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Anugrah Lever (PT AL) yang bergerak dibidang pembuatan, pengembangan, pemasaran, dan penjualan kecap, saus cabe, dan saus-saus lain dengan merk dagang bango, parkiet dan sakura dan merek-merek lain atas dasar lisensi perusahaan kepada PT AL. Pada tanggal 3 Juli 2002, perusahaan mengadakan perjanjian dengan Texchem Resources Berhad, untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Technopia Lever yang bergerak di bidang distribusi, ekspor dan impor barang-barang dengan menggunakan merk dagang Domestos Nomos.

  Pada rapat umum luar biasa perusahaan tanggal 8 Desember 2003, perusahaan menerima persetujuan dari pemegang saham minoritasnya untuk mengakuisisi saham PT Knorr Indonesia (PT KI) dari Unilever Overseas Holdings Limited (pihak terkait). Pada tanggal 30 Juli 2004, perusahaan digabung dengan PT KI,dengan demikian PT KI tidak lagi menjadi badan hukum yang terpisah. Pada tahun 2007, PT Unilever Indonesia Tbk (Unilever) telah menandatangani perjanjian bersyarat dengan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (Ultra)

    2.

  Misi Unilever a.

  Menjadi yang pertama dan terbaik di kelasnya dalam memenuhi kebutuhan dan aspirasi konsumen.

  b.

  Menjadi rekan yang utama bagi pelanggan, konsumen dan komunitas.

  c.

  Menghilangkan kegiatan yang tidak bernilai tambah dari segala proses.

  d.

  Menjadi perusahaan terpilih bagi orang-orang dengan kinerja yang tinggi.

  e.

  Bertujuan meningkatkan target pertumbuhan yang menguntungkan dan memberikan imbalan di atas rata-rata karyawan dan pemegang saham.

f. Mendapatkan kehormatan karena integritas tinggi, peduli kepada masyarakat dan lingkungan hidup.

B. Pepsodent

  1. Sejarah Pepsodent Pepsodent adalah pasta gigi yang paling terkenal dan tertua di Indonesia, sejak awal keberadaannya selalu memberikan lebih dari sekedar kemanjuran dasar. Pepsodent adalah pasta gigi pertama di Indonesia yang kembali meluncurkan pasta gigi berflorida pada tahun 1980-an dan satu-satunya pasta gigi di Indonesia yang secara aktif mendidik dan mempromosikan kebiasaan menyikat gigi secara benar

    Demi meningkatkan kualitas pelayanan, pepsodent memiliki beberapa program yang bermanfaat bagi orang banyak, antara lain: a.

  Program Sekolah Pepsodent Bekerja sama dengan Departemen Pendidikan dan Kesehatan Pemerintah Indonesia dan diakui oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), sejak tahun 1990an, Pepsodent telah menjalankan Program Sekolah yang hingga tahun 2006 telah menjangkau lebih dari 3,2 juta anak-anak berusia di bawah 12 tahun di seluruh Indonesia dan jumlah ini terus meningkat. Program ini meningkatkan kebiasaan menyikat gigi secara benar dan semenjak dini untuk mencegah masalah gigi khususnya gigi berlubang.

  b. Pemeriksaan Gigi Gratis Pepsodent memahami bahwa banyak bagian di Indonesia yang mengalami masalah gigi dan juga dihadapkan pada masalah rendahnya jumlah dokter gigi dan jumlah penduduk itu sendiri.

  Itulah sebabnya mengapa program Pemeriksaan Gigi Gratis Pepsodent khusus dirancang untuk menjangkau orang-orang ini dengan memberikan perawatan dan pendidikan gigi gratis dengan

    usaha unt tuk mendoro ong rakyat I Indonesia me engunjungi dokter gigi secara rut tin sebagai b bagian dari k kebiasaan.

  c. Kampany ye Menyikat t Gigi pada M Malam Hari Survei te entang kebia asaan dan s sikap menun njukkan han nya sekitar 34% dar i rakyat Ind donesia yan g menyikat gigi merek ka sebelum tidur, pad dahal pertum mbuhan bak kteri mening gkat paling pesat saat malam h hari dan da apat mening gkatkan kem mungkinan terjadinya lubang. O Oleh karena itulah meng gapa Pepsode ent merasa p perlu untuk menggun nakan tema Menyikat Gigi pada Malam Ha ari sebagai kampany ye kesehatann nya untuk m membuat oran ng Indonesia a menyikat gigi mere eka sebelum m tidur pada a malam ha ari sebagai b bagian dari kebiasaan n mencegah gigi berluba ang.

  d. Program Tanya Pepso odent Komunita as Tanya Pe psodent dibe entuk sebaga ai wadah ber rbagi cerita dan pen ngalaman m mengenai h hal-hal yan ng berkaita an dengan kesehatan n gigi dan n gusi sesa ama sahaba at Tanya Pepsodent.

  Konsume en dapat m mendaftar se ebagai mem mber Tanya Pepsodent dengan m mengakses ta anyapepsode ent.com

2. P Produk-produ uk Pepsoden nt

    Su b Su c.

  Su d.

  Bera 75 g 120 g 190 g umber : Pam b.

  Pepsoden Bera 25 g 75 g 120 190 umber : Pam Pepsoden

  Bera 75 g 190 umber : Pam

  Pepsoden at gram gram gram mella 6. nt Pencegah at gram gram gram gram mella 6. nt Whitening at gram gram mella 6. nt Complete

Har

  

Rp.

Rp.

Rp.

  Gigi Berlub Ha Rp Rp Rp Rp g Ha

  Rp Rp 12 rga

  3.925 6.125 9.525 bang arga p. 1.275 p. 2.570 p. 4.300 p. 6.350 arga p. 3.925 p. 9.250

    e.

  f.

  g.

  Bera 65 g 170 Sumber : Pa

  Pepsoden Bera 65 g 160

  Sumber : Pa Pepsoden Bera 65 g 160 Sumber : Pa

  Pepsoden Bera 50 g Sumber : at gram gram amella 6. nt Sensitive at gram gram amella 6. nt Center Fre at gram gram amella 6. nt Kids at gram Pamella 6.

  

Ha

Rp

Rp

Ha

Rp

Rp

esh

Ha

Rp

Rp

Ha

Rp

arga p. 3.550 p. 8.675 arga p. 11.375 p. 22.675 arga p. 4.525 p. 9.900 arga p. 3.900

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas, merek,

  

promosi, harga, acuan dan ketersediaan terhadap minat beli ulang. Dalam

penelitian ini digunakan responden sebanyak 100 mahasiswa Fakultas

Ekonomi yang menggunakan pasta gigi pepsodent. Penelitian dilakukan

selama bulan Mei 2010 bertempat di Kampus II Mrican Universitas Sanata

Dharma.

A. Pengujian Instrumen

  Pengujian instrumen dimaksudkan untuk mengukur validitas dan reliabilitas instrumen penelitian.

1. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Kualitas

  a. Hasil uji validitas Berdasarkan hasil uji validitas yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut :

  Tabel

  V.1 Hasil Uji Validitas Variabel Kualitas Variabel Kualitas(X1) r hitung r tabel Keterangan

  Kualitas1 Kualitas2 Kualitas3 Kualitas4

  0,587 0,809 0,775 0,807

  0,361 0,361 0,361 0,361

  Valid Valid Valid Valid

    besar dari 0,361) yang berarti bahwa kelima butir pernyataan variabel kualitas adalah valid.

  b.

  Hasil uji reliabilitas Berdasarkan hasil uji reliabilitas yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut :

   Tabel V.2 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kualitas Kualitas (X1) Batas Keterangan

  Cronbach’s

penerimaan

alpha

  0,782 0,600 Reliabel Sumber : Data primer yang diolah. Berdasarkan tabel V.2 diketahui bahwa nilai Cronbach’s alpha variabel kualitas lebih besar dari batas penerimaan (> 0,600) yang berarti kelima butir pernyataan dinyatakan reliabel dan kuesioner layak digunakan untuk penelitian.

2. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Merek

  a. Hasil uji validitas Berdasarkan hasil uji validitas yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut :

   Tabel V.3 Hasil Uji Validitas Variabel Merek Variabel Merek (X2) r hitung r tabel Keterangan

    Dari tabel V.3 menunjukkan bahwa nilai r hitung dari seluruh butir pernyataan variabel merek nilainya lebih besar dari r tabel (lebih besar dari 0,361) yang berarti bahwa keempat butir pernyataan variabel merek adalah valid.

  b.

  Hasil uji reliabilitas Berdasarkan hasil uji reliabilitas yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut :

   Tabel V.4 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Merek Kualitas (X2) Batas Keterangan

  Cronbach’s

penerimaan

alpha 0,582 0,600 Reliabel Sumber : Data primer yang diolah.

  Berdasarkan tabel V.4 menunjukkan bahwa nilai Cronbach’s alpha lebih kecil dari batas penerimaan (< 0,600) yang berarti semua butir pernyataan variabel merek tidak reliabel sehingga ada butir pernyataan yang dihapus agar menjadi reliabel.

  Tabel V.5 Item-Total Statistic Scale Mean Scale Corrected Squared Cronbach's if Item Variance if Item-Total Multiple Alpha if Item

  Deleted Item Deleted Correlation Correlation Deleted

    Dari tabel V.5 dalam kolom Cronbach Alpha if Item Deleted terdapat satu butir pernyataan yang mempunyai nilai Cronbach Alpha yang lebih besar dari nilai Cronbach Alpha keseluruhan.

  Untuk memperoleh nilai Cronbach Alpha yang lebih besar, maka butir pernyataan dengan nilai Cronbach Alpha yang lebih besar tersebut, yaitu butir yang ketiga, dihapus sehingga diperoleh nilai Cronbach Alpha keseluruhan sebagai berikut :

   Tabel V.6 Revisi Uji Reliabilitas Variabel Merek

Kualitas (X2)

Batas Keterangan

  Cronbach’s

penerimaan

alpha 0,659 0,600 Reliabel Sumber: Data primer yang diolah.

  Berdasarkan pada tabel V.6 diketahui bahwa nilai Cronbach Alpha variabel merek lebih besar dari batas penerimaan (> 0,600), artinya variabel merek adalah reliabel. Berhubung butir pernyataan yang ketiga dihapus, maka validitas variabel merek menjadi :

  

Tabel V.7

Revisi Uji Validitas Variabel Merek Variabel Merek(X2) r hitung r tabel Keterangan

  Merek1 0,782 0,361 Valid Merek2 0,765 0,361 Valid

    besar dari 0,361) yang berarti bahwa keempat butir pernyataan variabel merek adalah valid.

3. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Promosi

  a. Hasil uji validitas Berdasarkan hasil uji validitas yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut :

   Tabel V.8 Hasil Uji Validitas Variabel Promosi Variabel Promosi(X3) r hitung r tabel Keterangan

  Promosi1 0,787 0,361 Valid Promosi2 0,688 0,361 Valid Promosi3 0,867 0,361 Valid Promosi4 0,746 0,361 Valid Promosi5 0,735 0,361 Valid Sumber : Data primer yang diolah.

  Dari tabel V.8 menunjukkan bahwa nilai r hitung dari seluruh butir pernyataan variabel promosi nilainya lebih besar dari r tabel (lebih besar dari 0,361) yang berarti bahwa kelima butir pernyataan variabel promosi adalah valid.

  b. Hasil uji reliabilitas Berdasarkan hasil uji reliabilitas yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut:

   Tabel V.9

    Berdasarkan tabel V.9 diketahui bahwa nilai Cronbach’s alpha variabel promosi lebih besar dari batas penerimaan (> 0,600) yang berarti kelima butir pernyataan dinyatakan reliabel dan kuesioner layak digunakan untuk penelitian.

4. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Harga a.

  Hasil uji validitas Berdasarkan hasil uji validitas yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut :

  Tabel

  V.10 Hasil Uji Validitas Variabel Harga Variabel Harga(X4) r hitung r tabel keterangan

  Harga1 0,561 0,361 Valid Harga2 0,671 0,361 Valid Harga3 0,785 0,361 Valid Harga4 0,864 0,361 Valid Harga5 0,764 0,361 Valid Sumber : Data primer yang diolah.

  Dari tabel V.10 menunjukkan bahwa nilai r hitung dari seluruh butir pernyataan variabel harga nilainya lebih besar dari r tabel (lebih besar dari 0,361) yang berarti bahwa kelima butir pernyataan variabel harga adalah valid.

  b. Hasil uji reliabilitas Berdasarkan hasil uji reliabilitas yang telah dilakukan, diperoleh

    Tabel V.11 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Harga

  Harga(X4) Cronbach’s Batas Keterangan alpha penerimaan

  0,780 0,600 Reliabel Sumber : Data primer yang diolah. Berdasarkan tabel V.11 diketahui bahwa nilai Cronbach’s alpha variabel harga lebih besar dari batas penerimaan (> 0,600) yang berarti kelima butir pernyataan dinyatakan reliabel dan kuesioner layak digunakan untuk penelitian.

5. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Kelompok Acuan

  a. Hasil uji validitas Berdasarkan hasil uji validitas yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut :

  

Tabel V.12

Hasil Uji Validitas Variabel Kelonpok Acuan Variabel Acuan(X5) r hitung r tabel Status

  Acuan1 0,704 0,361 Valid Acuan2 0,845 0,361 Valid Acuan3 0,767 0,361 Valid Sumber : Data primer yang diolah.

  Dari tabel V.12 menunjukkan bahwa nilai r hitung dari seluruh butir pernyataan variabel acuan nilainya lebih besar dari r tabel (lebih besar dari 0,361) yang berarti bahwa ketiga butir pernyataan

    Tabel V.13 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kelompok Acuan

  Acuan(X5)

Cronbach’s Batas Keterangan

alpha penerimaan

  0,665 0,600 Reliabel Sumber : Data primer yang diolah. Berdasarkan tabel V.13 diketahui bahwa nilai Cronbach’s alpha variabel harga lebih besar dari batas penerimaan (> 0,600) yang berarti ketiga butir pernyataan dinyatakan reliabel dan kuesioner layak digunakan untuk penelitian.

6. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Ketersediaan

  a. Hasil uji validitas Berdasarkan hasil uji validitas yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut :

  Tabel

  V.14 Hasil Uji Validitas Variabel Ketersediaan Variabel Ketersediaan(X6) r hitung r tabel Status

  Ketersediaan1 0,926 0,361 Valid Ketersediaan2 0,957 0,361 Valid Ketersediaan3 0,855 0,361 Valid Sumber: Data primer yang diolah.

  Dari tabel V.14 menunjukkan bahwa nilai r hitung dari seluruh butir pernyataan variabel ketersediaan nilainya lebih besar dari r tabel (lebih besar dari 0,361) yang berarti bahwa ketiga butir

    Tabel V.15 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Ketersediaan

  Ketersediaan(X6) Cronbach’s Batas Keterangan alpha penerimaan

  0,900 0,361 Reliabel Sumber: Data primer yang diolah. Berdasarkan tabel V.15 diketahui bahwa nilai Cronbach’s alpha variabel ketersediaan lebih besar dari batas penerimaan (> 0,600) yang berarti ketiga butir pernyataan dinyatakan reliabel dan kuesioner layak digunakan untuk penelitian.

7. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Minat Beli Ulang

  a. Hasil uji validitas Berdasarkan hasil uji validitas yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut :

   Tabel V.16 Hasil Uji Validitas Variabel Minat Beli Ulang Variabel Minat Beli Ulang(Y) r hitung r tabel keterangan

  Minat Beli Ulang1 0,825 0,361 Valid Minat Beli Ulang2 0,856 0,361 Valid Minat Beli Ulang3 0,821 0,361 Valid Minat Beli Ulang4 0,859 0,361 Valid Minat Beli Ulang5 0,910 0,361 Valid Sumber: Data primer yang diolah.

  Dari tabel V.16 menunjukkan bahwa nilai r hitung dari seluruh butir pernyataan variabel minat beli ulang nilainya lebih besar dari

    b.

  Hasil uji reliabilitas Berdasarkan hasil uji reliabilitas yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut :

   Tabel V.17 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Minat Beli Ulang Minat Beli Ulang(Y)

  Cronbach’s Batas Keterangan alpha penerimaan 0,906 0,600 Reliabel Sumber: Data primer yang diolah.

  Berdasarkan tabel V.17 diketahui bahwa nilai Cronbach’s alpha variabel minat beli ulang lebih besar dari batas penerimaan (> 0,600) yang berarti kelima butir pernyataan dinyatakan reliabel dan kuesioner layak digunakan untuk penelitian.

B. Karakteristik Responden

  Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma yang menggunakan pasta gigi pepsodent dapat diketahui karakteristik dari responden dalam penelitian ini sebagai berikut : a.

  Survei Pengguna Pasta Gigi Pepsodent Dalam penelitian ini terlebih dahulu dilakukan survei untuk

    Tabel V.18 Survei Pengguna Pasta Gigi Pepsodent

  Jumlah Responden No. Pilihan Jawaban Akuntansi Manajemen

  32

  1. Sering sekali

  17

  21

  2. Sering

  30

  1

  3. Kadang-kadang

  1

  1

  2

  4. Tidak Sumber : Data primer yang diolah. Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah respondnen dengan pilihan jawaban sering sekali dan sering. Tabel V.18 menunjukkan responden Program Studi Akuntansi sebanyak 47 orang

dan responden program Studi Manajemen sebanyak 53 orang.

  b. Program Studi Responden Berdasarkan program studi, maka responden dalam penelitian ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

  Tabel V.19 Klasifikasi Responden Menurut Program Studi Jumlah Responden No. Jenis Kelamin

  Dalam Angka Persentase 47 %

  1. Akuntansi

  47 53 %

  53

  2. Manajemen Jumlah 100 100 % Sumber : Data primer yang diolah.

    c.

  Jenis Kelamin Responden Berdasarkan jenis kelamin, maka responden dalam penelitian ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

  Tabel V.20 Klasifikasi Responden Menurut Jenis Kelamin Jumlah Responden No. Jenis Kelamin

  Dalam Angka Persentase 35 %

  1. Pria

  35 65 %

  2. Wanita

  65 Jumlah 100 100 % Sumber : Data primer yang diolah.

  Tabel V.20 menunjukkan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini berjenis kelamin wanita yaitu sebanyak 65 orang (65%) sedangkan sisanya sebanyak 35orang (35%) adalah pria.

  d.

  Usia Responden Berdasarkan usia, maka responden dalam penelitian ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

   Tabel V.21 Klasifikasi Responden Menurut Usia Jumlah Responden No. Usia

  Dalam Angka Persentase 1. 17 – 20 tahun 19 19 % 2. 21 – 24 tahun 68 68 %

    (68%), kemudian yang berusia antara 17–20 tahun sebanyak 19 orang (19%). Sedangkan sisanya sebanyak 13 orang (13%) berusia lebih dari 24 tahun.

  e.

  Uang Saku Responden Berdasarkan uang saku rata-rata per bulan, maka responden dalam penelitian ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

  

Tabel V.22

Klasifikasi Responden Menurut Uang Saku

Jumlah Responden No. Uang Saku/bulan

  Dalam Persentase Angka

  1. Kurang dari Rp. 300.000 14 14 %

  2. Rp. 300.000 – Rp. 500.000 28 28 %

  3. Rp. 500.000 – Rp. 750.000 33 33 %

  4. Lebih dari Rp. 750.000 25 25 % Jumlah 100 100 % Sumber : Data primer yang diolah. Tabel V.22 menunjukkan bahwa responden dengan uang saku kurang dari Rp. 300.000 sebanyak 14 orang (14%), dengan uang saku Rp.

  300.000– Rp. 500.000 sebanyak 28 orang (28%), kemudian dengan uang saku Rp. 500.000–Rp. 750.000 sebanyak 33 orang (33%), sedangkan sisanya sebanyak 25 orang (25%) memiliki uang saku rata- rata per bulan lebih dari Rp. 750.000.

    f.

  Tempat Tinggal Responden Berdasarkan tempat tinggalnya, maka responden dalam penelitian ini dapat diklasifikasikan seperti pada tabel berikut :

  

Tabel V.23

Klasifikasi Responden Menurut Tempat Tinggal Jumlah Responden No. Uang Saku/bulan

  Dalam Persentase Angka

  1. Sewa/Kontrak 8 8 %

  2. Kost 54 54%

  3. Rumah Orangtua 30 30 %

  4. Rumah Saudara 8 8 % Jumlah 100 100 % Sumber : Data primer yang diolah. Tabel V.23 menunjukkan bahwa jumlah responden terbanyak berdasarkan status tempat tinggal saat ini adalah kost sebanyak 54 orang (54%), 30 orang (30%) bertempat tinggal dengan orang tua, 8 orang (8%) menyewa/kontrak dan 8 orang (8%) sisanya bertempat tinggal di rumah saudara/kerabat.

  g. Lama Penggunaan Produk Berdasarkan waktu lamanya penggunaan produk, maka responden

dalam penelitian ini diklasifikasikan seperti pada tabel berikut :

   

Tabel V.24

Klasifikasi Responden Menurut Lama Penggunaan Produk

  h.

  19

  26

  3. Pepsodent Herbal Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang Pepsodent Whitening

  2.

  Dalam Angka Persentase 1.

  Tabel V.25 Klasifikasi Responden Menurut Jenis Pasta Gigi Pepsodent No. Jenis Pasta Gigi Pepsodent Jumlah Responden

  Jenis Pasta Gigi Pepsodent Berdasarkan jenis pasta gigi pepsodent yang saat ini digunakan oleh responden diklasifikasikan seperti pada tabel berikut :

  Jumlah 100 100 % Sumber : Data primer yang diolah. Tabel V.24 menunjukkan bahwa 68 orang (68%) telah menggunakan pasta gigi pepsodent selama 7–10 bulan, 19 orang (19%) selama 3–6 bulan dan sisanya 13 orang (13%) telah menggunakan selama lebih dari 10 bulan.

  No.

  13 19 % 68 % 13 %

  68

  19

  3 – 6 bulan 7 – 10 bulan Lebih dari 10 bulan

  3.

  2.

  1.

  Lama Penggunaan Produk Jumlah Responden Dalam Angka Persentase

  32 26 % 19 % 32 % 13 %

   

Tabel V.25 menunjukkan bahwa dari 100 responden sebanyak 32

orang (32%) menggunakan Pepsodent Whitening, 26 orang (26%)

menggunakan Pepsodent Herbal, Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang

sebanyak 19 orang (19%). Pepsodent Complete 12 digunakan oleh 13

orang (13%), sedangkan Pepsodent Center Fresh 6 orang (6%) dan

sisanya 4 orang (4%)menggunakan Pepsodent Sensitive.

C. Uji Asumsi Klasik

  Uji asumsi klasik dimaksudkan untuk mengetahui apakah

penggunaan model regresi linier berganda sebagai alat analisis telah

memenuhi asumsi klasik.

  1. Uji Multikolonieritas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi

ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Jika

nilai VIF dibawah 10 atau nilai Tolerance di bawah 0,1 karena VIF =

1/Tolerance berarti tidak terjadi multikolinieritas. Hasil pengujian

dapat dilihat pada tabel berikut :

  Tabel V.26 Hasil Uji Multikolinieritas

Nilai

Variabel Bebas Nilai VIF Kesimpulan

  

Tolerance

Kualitas (X1) 0,666 1,501 Non multikolinieritas Merek (X2) 0,494 2,023 Non multikolinieritas

    Berdasarkan tabel V.26, diketahui bahwa semua variabel bebas mempunyai nilai VIF < 10, dan nilai tolerance > 0,1. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gangguan multikolinieritas atau non multikolinieritas dalam penelitian ini.

  2. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Pengujian heteroskedastisitas dalam penelitian ini menggunakan Uji Glejser dengan kriteria jika tingkat kepercayaan (

  α = 0,05) kurang dari probabilitas signifansinya maka model mengandung heteroskedastisitas. Namun jika probabilitas signifikansinya di atas tingkat kepercayaan ( α = 0,05), dapat disimpulkan bahwa model tersebut tidak mengandung adanya

heteroskedastisitas. Berikut hasil pengujian heteroskedatisitas :

  Tabel V.27 Hasil Uji Heteroskedastisitas Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients

  Model B Std. Error Beta t Sig. 1(Constant) 1.373 1.713 .801 .425 X1 .110 .086 .159 1.283 .203

  X2 .069 .112 .089 .615 .540

    Sumber : Data primer yang diolah.

  Berdasarkan tabel V.27, dapat diketahui bahwa semua variabel independen dalam penelitian ini mempunyai nilai probabilitas signifikansi di atas tingkat kepercayaan ( α = 0,05). Jadi dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengandung adanya heteroskedastisitas.

  3. Uji Normalitas

Penentuan apakah data berdistribusi normal atau tidak adalah dengan

menggunakan rasio kurtosis dan rasio skewness. Rasio skewness

adalah nilai skewness dibagi dengan standard error skewness;

sedangkan rasio kurtosis adalah nilai kurtosis dibagi dengan standard

error kurtosis. Sebagai pedoman, jika rasio kurtosis dan rasio skewness

berada di antara -2 hingga +2, maka distribusi data adalah normal. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel berikut :

  Tabel V.28 Hasil Uji Normalitas Std.

  N Minimum Maximum Mean Deviation Skewness Kurtosis Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Std. Error Statistic Std. Error Unstandardized Residual 100 -6.00041 5.58442 .0000000 1.95891650 -.063 .241 .911 .478 Valid N (listwise) 100

  Sumber : Data primer yang diolah.

    Dengan menggunakan rumus di atas, dapat dicari rasio skewness dan rasio kurtosis sebagai berikut :

  − , 063 Rasio skewness = = - 0,261 , 241 , 911

  Rasio kurtosis = = 1,901 , 478 Berdasarkan hasil perhitungan di atas dapat diketahui bahwa rasio skewness dan rasio kurtosis berada di antara -2 hingga +2, maka dapat disimpulkan bahwa distribusi data adalah normal.

  4. Uji Autokorelasi Pengujian autokorelasi dalam penelitian ini menggunakan uji Durbin Watson untuk menguji ada atau tidaknya korelasi. Penentuan bahwa suatu model mengandung autokorelasi atau tidak adalah sebagai berikut :

  a. sampai dengan 4 – d maka Bila nilai DW berada diantara d U U koefisien autokorelasi sama dengan nol. Artinya, tidak ada autokorelasi.

  b. Bila nilai DW lebih kecil dari nilai d maka koefisien autokorelasi L

lebih besar dari nol. Artinya ada autokorelasi positif.

  c. Bila nilai DW terletak diantara d dan d , maka tidak dapat L U

   

  e. dan 4 – d maka tidak dapat Bila nilai DW terletak antara 4 – d U L, disimpulkan. Hasil uji autokorelasi dapat dilihat dalam tabel berikut :

   Tabel V.29 Hasil Uji Autokorelasi R Adjusted Std. Error of

Model R Square R Square the Estimate Durbin-Watson

a

  1 .651 .423 .386 2.021 1.939

  a. Predictors: (Constant), X6,X5,X1,X3,X2,X4

  b. Dependent Variable: Y Sumber : Data primer yang diolah.

  Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai DW sebesar 1,939. Nilai DW tersebut kemudian dibandingkan dengan nilai d untuk sisi kiri dan 4 – d untuk sisi kanan. Dari tabel Durbin

  U U Watson dengan α = 5% diperoleh hasil sebagai berikut : d = 1,8031

  L d = 1,5496

  U 4 – d = 2,4504

  U Setelah dibandingkan ternyata nilai DW terletak antara d dan 4 – d

  U U yaitu 1,5496 ≤ 1,939 ≤ 2,4504 yang artinya nilai DW terletak pada daerah non autokorelasi, sehingga dapat dikatakan bahwa model yang digunakan tidak terdapat gejala autokorelasi.

    ketersediaan terhadap minat beli ulang. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan dengan program statistik SPSS 16.0 diperoleh hasil sebagai berikut :

  Tabel V.30 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Standardized

Unstandardized Coefficients Coefficients

  

Model B Std. Error Beta t Sig.

1 (Constant) .198 2.635 .075 .940

X1 .267 .132 .195 2.024 .046

  

X2 .200 .173 .130 1.158 .250

X3 .254 .120 .211 2.119 .037

X4 .120 .137 .098 .875 .384

X5 .230 .110 .199 2.097 .039

X6 .090 .155 .054 .584 .560

a. Dependent Variable: Y Sumber : Data primer yang diolah.

  Berdasarkan tabel di atas diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:

Y = 0,198 + 0,267 X + 0,200 X + 0,254 X + 0,120 X + 0,230X +

  1

  2

  3

  4

  5 0,090 X

6 Konstanta sebesar 0,198 mengindikasikan bahwa jika tidak ada pengaruh

  variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6 dalam arti masing-masing dianggap nol, maka Y bernilai sebesar 0,198 satuan.

    secara simultan terhadap variabel terikat yaitu minat beli ulang.

  1 ;b

  Kualitas, merek, promosi, harga, kelompok acuan, ketersediaan secara bersama-sama berpengaruh terhadap minat beli ulang b. Dengan menggunakan taraf signifikansi 95% ( α = 0,05) dan derajat kebebasan (df) = (n-k-1) = (100-6-1) diperoleh nilai F tabel sebesar 2,19.

  6 minimal salah satu ≠ 0

  5 ;b

  4 ;b

  3 ;b

  2 ;b

  6 = 0 Kualitas, merek, promosi, harga, kelompok acuan, ketersediaan secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap minat beli ulang Ha : b

  Langkah-langkah pengujian sebagai berikut : a.

  5 ;b

  4 ;b

  3 ;b

  2 ;b

  1 ;b

  Menentukan hipotesis H0 : b

  c. Kriteria pengujian

Bila F hitung < F tabel maka H0 diterima dan Ha ditolak

    d.

  Hasil perhitungan : Tabel V.31 Hasil Uji F Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. a

  1 Regression 278.852 6 46.475 11.377 .000 Residual 379.898 93 4.085 Total 658.750

  99

  a. Predictors: (Constant), X6, X5, X1, X3, X4, X2

  b. Dependent Variable: Y Sumber: Data primer yang diolah.

  Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai F sebesar 11,377 Daerah Daerah Penerimaan Penolakan

  Ha 2,19 11,377

  Gambar V.1 Daerah Penerimaan Ha dan Daerah Penolakan Ha untuk Uji Koefisien Regresi Secara Simultan e. Kesimpulan Hasil perhitungan menunjukkan nilai F hitung > F tabel (11,377 >

    2.

  Uji Statistik t (Uji Signifikansi t) Uji t dimaksudkan untuk menguji pengaruh variabel-variabel bebas yaitu kualitas, merek, promosi, harga, kelompok acuan dan ketersediaan secara parsial terhadap variabel terikat yaitu minat beli

ulang. Dalam pengujian ini digunakan taraf signifikansi (

α) = 0,05, derajat kebebasan (df) = (n-k-1) = 93 dengan pengujian satu sisi diperoleh nilai t tabel sebesar 1,660 (diperoleh dari tabel titik kritis distribusi t). Kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut: Bila t hitung t tabel maka H0 diterima dan Ha ditolak.

  Bila t hitung t tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima.

  a.

  Pengaruh kualitas terhadap minat beli ulang

Langkah-langkah pengujiannya adalah sebagai berikut :

1) Menentukan hipotesis :

  H0 : b = 0, artinya kualitas tidak berpengaruh terhadap minat

  1 beli ulang Ha : b

  1 ≠ 0, artinya kualitas berpengaruh terhadap minat beli ulang

  2) Dari hasil perhitungan diperoleh nilai t hitung sebesar = 2,024

    (kurang dari 0,05) sehingga H0 ditolak dan menerima Ha.

  Penerimaan Ha berarti kualitas berpengaruh secara positif terhadap minat beli ulang pasta gigi pepsodent. Bentuk pengaruh tersebut yaitu jika kualitas mengalami peningkatan sebesar 1 (satu) satuan sementara merek, promosi, harga, kelompok acuan dan ketersediaan dianggap tetap, maka akan menyebabkan peningkatan minat beli ulang sebesar 0,267 satuan.

  b.

  Pengaruh merek terhadap minat beli ulang

Langkah-langkah pengujiannya adalah sebagai berikut :

1) Menentukan hipotesis : H0 : b = 0, artinya merek tidak berpengaruh terhadap minat

  2 beli ulang Ha : b

  2 ≠ 0, artinya merek berpengaruh terhadap minat beli ulang 2) Dari hasil perhitungan diperoleh nilai t hitung sebesar = 1,158 (tabel V.30).

  3) Kesimpulan : Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai t hitung < nilai t

    c.

  Pengaruh promosi terhadap minat beli ulang

Langkah-langkah pengujiannya adalah sebagai berikut :

1) Menentukan hipotesis :

  H0 : b = 0, artinya promosi tidak berpengaruh terhadap minat

  3 beli ulang Ha : b

  3 ≠ 0, artinya promosi berpengaruh terhadap minat beli ulang

  2) Dari hasil perhitungan diperoleh nilai t hitung sebesar = 2,119 (tabel V.30). 3) Kesimpulan : Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai t hitung > nilai t tabel (2,119 > 1,660) dengan tingkat signifikansi sebesar 0,037 (kurang dari 0,05) sehingga H0 ditolak dan menerima Ha.

  Penerimaan Ha berarti promosi berpengaruh secara positif terhadap minat beli ulang pasta gigi pepsodent. Bentuk pengaruh tersebut yaitu jika promosi mengalami peningkatan sebesar 1 (satu) satuan sementara kualitas, merek, harga, kelompok acuan dan ketersediaan dianggap tetap, maka akan menyebabkan peningkatan minat beli ulang sebesar 0,254

    H0 : b = 0, artinya harga tidak berpengaruh terhadap minat

  4 beli ulang Ha : b

  4 ≠ 0, artinya harga berpengaruh terhadap minat beli ulang

  2) Dari hasil perhitungan diperoleh nilai t hitung sebesar = 0,875 (tabel V.30). 3) Kesimpulan :

  Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai t hitung < nilai t tabel (0,875 < 1,660) dengan tingkat signifikansi sebesar 0,384 (lebih dari 0,05) sehingga H0 diterima dan menolak Ha. Penolakan Ha berarti harga tidak berpengaruh terhadap minat beli ulang pasta gigi pepsodent.

  e. Pengaruh kelompok acuan terhadap minat beli ulang

Langkah-langkah pengujiannya adalah sebagai berikut :

1) Menentukan hipotesis : H0 : b = 0, artinya kelompok acuan tidak berpengaruh

  5 terhadap minat beli ulang Ha : b

  5 ≠ 0, artinya kelompok acuan berpengaruh terhadap minat beli ulang

    3) Kesimpulan :

  Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai t hitung > nilai t tabel (2,097 > 1,660) dengan tingkat signifikansi sebesar 0,039 (kurang dari 0,05) sehingga H0 ditolak dan menerima Ha. Penerimaan Ha berarti acuan berpengaruh secara positif terhadap minat beli ulang pasta gigi pepsodent. Bentuk pengaruh tersebut yaitu jika kelompok acuan mengalami peningkatan sebesar 1 (satu) satuan sementara kualitas, merek, promosi, harga dan ketersediaan dianggap tetap, maka akan menyebabkan peningkatan minat beli ulang sebesar 0,230 satuan.

  f. Pengaruh ketersediaan terhadap minat beli ulang

Langkah-langkah pengujiannya adalah sebagai berikut :

1) Menentukan hipotesis : H0 : b = 0, artinya ketersediaan tidak berpengaruh terhadap

  6 minat beli ulang Ha : b

  6 ≠ 0, artinya ketersediaan berpengaruh terhadap minat beli ulang 2) Dari hasil perhitungan diperoleh nilai t hitung sebesar = 0,584

    (lebih dari 0,05) sehingga H0 diterima dan menolak Ha.

  Penolakan Ha berarti ketersediaan tidak berpengaruh terhadap minat beli ulang pasta gigi pepsodent.

  2 3. ) Koefisien Determinasi (R

  

2

Koefisien determinasi (R ) digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan dengan program statistik SPSS 16.0 diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel V.32

  2 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R ) Adjusted R Std. Error of the

Model R R Square Square Estimate

a

  1 .651 .423 .386 2.021

a. Predictors: (Constant), X6, X5, X1, X3, X4, X2 Sumber: Data primer yang diolah.

  Berdasarkan tabel V.32 dapat diketahui nilai koefisien determinasi

  2 (R ) adalah sebesar 0,423 atau sebesar 42,3%. Hal ini berarti bahwa persentase pengaruh kualitas, merek, promosi, harga, kelompok acuan dan ketersediaan terhadap minat beli ulang adalah sebesar 42,3% dan

57,7% sisanya dipengaruhi variabel lain di luar penelitian ini.

   

BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data mengenai pengaruh

  kualitas, merek, promosi, harga, kelompok acuan dan ketersediaan terhadap

minat beli ulang, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  1. Responden dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang menggunakan pasta gigi pepsodent. Berdasarkan program studi sebagian besar responden berasal dari Program Studi Manajemen (53%), dengan jenis kelamin wanita (65%) dan berusia 21–24 tahun (68%). Berdasarkan uang saku perbulan, sebagian besar memiliki uang saku per/bulan Rp. 500.000 – Rp. 750.000 (33%), berstatus tempat tinggal kost (54%) dengan lama waktu penggunaan pasta gigi pepsodent selama 7–10 bulan (68%) dan jenis pasta gigi whitening sebesar (32%) adalah pasta gigi pepsodent yang paling banyak digunakan.

  2. Hasil pengujian secara simultan (Uji F) menunjukkan bahwa variabel- variabel bebas (kualitas, merek, promosi, harga, kelompok acuan dan

    3.

  Hasil pengujian secara parsial (Uji t) menunjukkan bahwa : a.

  Variabel kualitas (X1) berpengaruh terhadap minat beli ulang (Y).

  Hal ini ditunjukkan oleh nilai t hitung > t tabel (2,024 > 1,660).

  b.

  Variabel merek (X2) tidak berpengaruh terhadap minat beli ulang (Y). Hal ini ditunjukkan oleh nilai t hitung < t tabel (1,158 < 1,660).

  c.

  Variabel promosi (X3) berpengaruh terhadap minat beli ulang (Y).

  Hal ini ditunjukkan oleh nilai t hitung > t tabel (2,119 > 1,660).

  d.

  Variabel harga (X4) tidak berpengaruh terhadap minat beli ulang (Y). Hal ini ditunjukkan oleh nilai t hitung < t tabel (0,875 < 1,660).

  e. Variabel kelompok acuan (X5) berpengaruh terhadap minat beli ulang (Y). Hal ini ditunjukkan oleh nilai t hitung > t tabel (2,097 > 1,660).

  f. Variabel ketersediaan (X6) tidak berpengaruh terhadap minat beli ulang (Y). Hal ini ditunjukkan oleh nilai t hitung < t tabel (0,584 < 1,660).

B. Saran

  Didasarkan pada hasil penelitian ini, maka saran-saran yang dapat

    2.

  Merek Pepsodent telah lama melekat di benak konsumen sebaiknya dipertahankan dengan menjaga kualitas produk sehingga menimbulkan ketertarikan konsumen untuk menggunakan produk secara berkala.

  3. Promosi melalui media iklan dapat terus ditingkatkan misalnya dengan menampilkan adegan-adegan yang lucu, menarik, menyampaikan pesan yang mudah diingat dan menggunakan model iklan yang sedang populer.

  4. Kebijakan penetapan harga produk pepsodent sebaiknya selalu memperhatikan segmen pasar yang sensitive terhadap perubahan harga sehingga konsumen tidak mudah berpindah merek.

  5. Kedekatan emosional dengan konsumen perlu dipertahankan sehingga diharapkan konsumen akan semakin tertarik dan mengajak orang di sekelilingnya untuk menggunakan produk perusahaan, misalya lewat tanyasahabat pepsodent.

  6. Faktor-faktor kemudahan untuk mendapatkan produk sebaiknya lebih ditingkatkan dengan cara memperbanyak dan melengkapi varian dari pasta gigi pepsodent di setiap toko atau warung yang menjual pasta gigi pepsodent. Sehingga lebih memudahkan konsumen untuk memilih, mendapatkan dan membeli pasta gigi pepsodent.

    C.

   Keterbatasan Dalam melaksanakan penelitian ini, penulis menyadari bahwa dalan

melaksankan skripsi ini masih banyak menemui kendala dan hambatan antara

lain :

  1. Responden dalam penelitian hanya mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Santa Dharma yang menggunakan pasta gigi pepsodent, maka hasil dari penelitian tidak dapat digunakan untuk pengguna pasta gigi merek lain.

  2. Keterbatasan kemampuan responden dalam memahami dan mengisi kuesioner dimana kemungkinan ketidakjujuran jawaban yang diberikan oleh responden sehingga berdampak pada tingkat signifikansi kualitas jawaban.

DAFTAR PUSTAKA

  

Boyd, W. Harper, Orville C. Walker & Jean-Claude Larreche. 2000. Manajemen

Pemasaran: Suatu Pendekatan Strategis dengan Orientasi Global (alih bahasa: Imam Nurmawan). Jakarta: Erlangga

Durianto, Darmadi, Sugiarto & Lie Joko Budiman. 2004. Brand Equity Ten :

Strategi Memimpin Pasar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

  

Hahn, Fred E. & Kenneth G. Mangun. 2002. Beriklan dan Berpromosi Sendiri

(alih bahasa: JJ. Waskito). Edisi kedua. Jakarta: Grasindo.

Kotler, Philip & A.B. Susanto. 2001. Manajemen Pemasaran di Indonesia (alih

bahasa: Ancella Anitawati Hermawan S.E.,M.B.A). Jakarta:

  Salemba Empat.

  • --------------- & Gary Amstrong. 2001. Dasar – Dasar Pemasaran. Edisi 9 (alih

    bahasa: Drs. Alexander Sindoro). Jakarta: Indeks.
  • --------------- 2005. Manajemen Pemasaran. Edisi 11(alih bahasa: Drs. Benyamin

    Molan). Jakarta: Indeks.

  

Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. 2008. Jakarta: Gramedia Pustaka

Utama.

Kuncoro, Mudrajat. 2009. Metode Riset untuk Bisnis & Ekonomi..Edisi 3. Jakarta:

Erlangga.

Sadat, Andi M. 2009. BRAND Belief : Strategi Membangun Merek Berbasis

Keyakinan. Jakarta: Salemba Empat.

Schiffman, Leon G. & Leslie Lazar Kanuk. 2004. Perilaku Konsumen. Jakarta:

Indeks.

Subagyo, Pangestu, Drs. M.B.A. 2004. Statistika Terapan : Aplikasi pada

Perencanaan dan Ekonomi . Yogyakarta: BPFE.

   

Swastha, DH. & T. Hani Handoko. 2000. Manajemen Pemasarana Analisa

Perilaku Konsumen . Yogyakarta: BPFE.

  • 2002. Azas-Azas Marketing. Yogyakarta: Liberty.
    • ------------- & Irawan, M.B.A. 2005. Manajemen Pemasaran Modern. Yogyakarta:

      Liberty.

  

Ujianto, Abdurachman. 2004. Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Faktor-Faktor yang

Menimbulkan Kecenderungan Minat Beli. Surabaya: Universitas

17 Agustus 1945.

  

Umar, Husein. 2000. Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen. Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama.

  • .2002. Metode Riset Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Usmara, Usi. 2008. Pemikiran Kreatif Pemasaran. Yogyakarta: Amara Books.

    Utami, Christina Whidya. 2006. Manajemen Ritel: Strategi dan Implementasi

    Ritel Modern . Jakarta: Salemba Empat.

  

Widayat, SE., MM. 2004. Metode Penelitian Pemasaran. Malang: Universitas

Muhamadiyah Malang.

Yamit, Zulian. 2001. Manajemen Kualitas Produk & Jasa. Yogyakarta:

EKONISIA.

Zoar, Ade Bied. 2008. (skripsi tidak dipublikasikan) Pengaruh Iklan, Kualitas,

dan Harga Produk Oli Top One Terhadap Minat Beli Konsumen .

  Yogyakarta: FE USD. www.google.com www.tanyapepsodent.com

  

LAMPIRAN I

SURAT IJIN PENELITIAN

  

LAMPIRAN II

KUESIONER SURVEI PENGGUNA PASTA GIGI PEPSODENT

MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

Nama : Program Studi/NIM : Mohon menjawab pertanyaan di bawah ini dengan memberikan tanda ( √) . Seberapa sering anda menggunakan pasta gigi Pepsodent dibanding merek lain? a. Sering sekali

  c. Kadang-kadang

  b. Sering

  

d. Tidak

  KUESIONER Yogyakarta, Mei 2010 Lamp : 1 berkas kuesioner Hal : Kuesioner penelitian Kepada : Yth. Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Dengan hormat, Dengan ini saya : Nama : Teodora Efoni Novianingrum NIM : 042214077

Adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen

Universitas Sanata Dharma sedang menyusun skripsi dengan judul

“Pengaruh Kualitas, Merek, Promosi, Harga, Kelompok Acuan dan

Ketersediaan terhadap Minat Beli Ulang Konsumen Produk Pasta Gigi

Pepsodent”. Dalam penyusunan skripsi ini, saya mohon bantuan Anda untuk

menjawab pernyataan-pernyataan yang tersusun dalam kuesioner ini, untuk

memperoleh data yang saya butuhkan.

Kesungguhan Anda dalam mengisi setiap butir pernyataan akan sangat

menentukan tingkat keberhasilan penelitian ini. Saya sangat mengharapkan

kerjasama Anda dengan menjawab semua pernyataan sesuai dengan keadaan

Anda yang sebenarnya. Petunjuk cara pengisisan akan saya jelaskan di awal

setiap kelompok kuesioner ini. Atas perhatian dankerjasama Anda, saya

  Bagian I Identitas Responden Berilah tanda ( √) pada salah satu alternatif jawaban yang sesuai dengan keadaan anda sebenarnya

1. Program studi :

2. Jenis Kelamin ;

3. Usia anda :

4. Uang saku rata-rata anda per bulan :

  c. Rp. 500.000 – Rp. 750.000

  b. Kost

  a. Sewa/kontrak

  d. Lebih dari Rp. 750.000

  b. Rp. 300.000 – Rp. 500.000

  a. Akuntansi

  a. Kurang dari Rp. 300.000

  c. Lebih dari 24 tahun

  b. 21 – 24 tahun

  a. 17 – 20 tahun

  b. Wanita

  a. Pria

  b. Manajemen

5. Status tempat tinggal anda saat ini :

6. Anda telah menggunakan pasta gigi pepsodent :

  a. 3 – 6 bulan

  b. 7 – 10 bulan

  c. Lebih dari 10 bulan

7. Jenis pasta gigi pepsodent yang anda gunakan saat ini :

  a. Pepsodent Herbal

  b. Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang

  c. Pepsodent Whitening

  d. Pepsodent Complete 12

  e. Pepsodent Sensitive

  f. Pepsodent Center Fresh

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh persepsi konsumen pada kualitas produk terhadap minat beli ulang (studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma pengguna sepatu olahraga Nike).
0
1
107
Pengaruh iklan, harga produk Naavagreen Natural Skin Care terhadap minat beli konsumen : studi kasus pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
3
2
Pengaruh persepsi konsumen pada kualitas produk terhadap minat beli ulang (studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma pengguna sepatu olahraga Nike)
7
62
105
Pengaruh media iklan, kualitas produk, desain kemasan dan harga terhadap keputusan konsumen membeli ulang pasta gigi merek Pepsodent : studi kasus pada mahasiswa Sanata Dharma Fakultas Ekonomi Yogyakarta.
0
3
137
Alasan konsumen membeli pasta gigi Pepsodent : studi kasus pada mahasiswa Uiversitas Sanata Dharma Kampus I Mrican, Yogyakarta...
0
2
106
Pengaruh iklan, harga produk Naavagreen Natural Skin Care terhadap minat beli konsumen studi kasus pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
7
46
116
Pengaruh kualitas produk dan promosi penjualan Ramayana Department Store terhadap minat beli konsumen. Studi kasus pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma
2
8
136
Pengaruh karakteristik konsumen terhadap pembelian produk imitasi : studi kasus terhadap mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
123
Pengaruh iklan, kualitas, dan harga produk Oli Top One terhadap minat beli konsumen : studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
126
Pengaruh iklan TV terhadap minat beli konsumen Pocari Sweat : studi kasus pada mahasiswa Sanata Dharma fakultas ekonomi - USD Repository
0
0
129
Pengaruh daya tarik iklan televisi terhadap minat beli konsumen pada produk minuman Frestea : studi kasus pada Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
131
Alasan konsumen membeli pasta gigi Pepsodent : studi kasus pada mahasiswa Uiversitas Sanata Dharma Kampus I Mrican, Yogyakarta... - USD Repository
0
0
104
Analisis pengaruh kemasan terhadap minat beli konsumen : studi kasus pada kemasan mie instan merk Indomie terhadap mahasiswa Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
139
Pengaruh daya tarik iklan sabun mandi Lifebuoy terhadap minat beli ulang konsumen : studi kasus pada mahasiswwa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
121
Pengaruh kualitas, kemasan, dan harga produk deterjen Attack terhadap kepuasan konsumen : studi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma kampus I dan III Yogyakarta - USD Repository
0
0
105
Show more