Hubungan motivasi belajar, disiplin belajar, dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar siswa.

Gratis

1
3
159
2 years ago
Preview
Full text

ABSTRAK HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR, DISIPLIN BELAJAR, DAN

  ABSTRAK HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR, DISIPLIN BELAJAR, DAN Studi Kasus pada Siswa SMK Putra Tama BantulTahun Ajaran 2014/2015 Feviriani TristaningsihUniversitas Sanata Dharma Yogyakarta2015 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hubungan positif dan signifikan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa; (2) hubungan positif dansignifikan disiplin belajar dengan prestasi belajar siswa; (3) hubungan positif dan signifikan lingkungan belajar dengan prestasi belajar siswa. Trisnaeni Evarin K dan Adikku Rafaella Defty TryasningsihYohanes Bagus Adityas Putra Teman-teman seperjuangan PAK 2010 Universitas Sanata Dharma MOTTOJangan minta kepada Tuhan apa yang menurut kamu baik, tetapi mintalah kepada-Nya apa yang menurut Dia baik bagi kamu.

BELAJAR SISWA

  Trisnaeni Evarin K dan Adikku Rafaella Defty TryasningsihYohanes Bagus Adityas Putra Teman-teman seperjuangan PAK 2010 Universitas Sanata Dharma MOTTOJangan minta kepada Tuhan apa yang menurut kamu baik, tetapi mintalah kepada-Nya apa yang menurut Dia baik bagi kamu. (FT) “Bagian terbaik dari hidup seseorang adalah perbuatan-perbuatanbaiknya dan kasihnya yang tidak diketahui orang lain.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat dan kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR, DISIPLIN BELAJAR, DANLINGKUNGAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA” Penulisan ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) di Pendidikan Akuntansi Universitas SanataDharma Yogyakarta. yang telah banyak meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan masukan-masukan dalam menyusun skripsi; 6.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan dewasa ini semakin menjadi suatu kebutuhan pokok

  Adapun faktor yang mempengaruhi anak didik dalam mencapai hasil yang baik meliputi motivasi belajar, disiplin belajar, dan lingkungan belajar. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis mengadakan penelitian yang berjudul “Hubungan motivasi belajar, disiplin belajar, dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar siswa”.

B. Batasan Masalah

  Mengetahui apakah ada hubungan positif dan signifikan disiplin belajar dengan prestasi belajar siswa. Mengetahui apakah ada hubungan positif dan signifikan lingkungan belajar dengan prestasi belajar siswa.

E. Manfaat Penelitian

  Bagi Universitas Sanata DharmaPenelitian ini diharapkan bermanfaat untuk refrensi mahasiswa Universitas Sanata Dharma generasi selanjutnya dan dapat dijadikan gambaran untuk penelitian yang sejenis dengan penelitian ini. Bagi PenulisPenelitian ini dapat menambah pengetahuan, menerapkan teori yang telah di peroleh selama studi dan didalam meneliti penulis jugamemperoleh pengalaman yang dapat dipraktikan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Prestasi Belajar

1. Definisi Belajar

  Belajar adalah proses dimana tingkah laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan .‟ “Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalaminteraksi dalam lingkungannya ” Slameto (2010:2). S Winkel (1991:39) dalam Andi (2013:13), menyatakan bahwa „prestasi belajar adalah usaha yang dapat dicapai siswa setelah melakukan proses belajar yang berlangsung dalam interaksi subyek denganlingkungannya yang akan disimpan atau dilaksanakan menuju kemajuan.

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

  Faktor Internal Faktor internal adalah faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa yang berasal dari dalam dirinya. Motivasi Belajar Dalam proses belajar motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akanmungkin melakukan aktifitas belajar.

1. Definisi Motivasi

  Motif dapat dikatakan sebagai dayapenggerak dari dalam dan didalam subyek untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai ‟ Dari beberapa pengertian motivasi menurut para ahli diatas dapat disimpulkan motivasi adalah dorongan yang terdapatdalam diri seseorang yang dibangkitkan dan diarahkan oleh kebutuhan-kebutuhan tertentu serta dirumuskan sebagai suatuproses dan menunjukan suatu perubahan energi dengan ditandai timbulnya afektif (perasaan) dan reaksi untukmencapai tujuan.

2. Motivasi belajar

  Jadi, motivasi yang berfungsi sebagai pendorong ini mempengaruhi sikap apa yangseharusnya anak didik ambil dalam rangka belajar.2) Motivasi sebagai penggerak perbuatan Dorongan psikologis yang melahirkan sikap terhadap anak didik itu merupakan suatu kekuatan yang takterbendung, yang kemudian terjelma dalam bentuk gerakan psikofisik. Sikap berada dalam kepastian perbuatan dan akal pikiranmencoba membedah nilai yang terpatri dalam wacana, prinsip, dalil, dan hukum, sehingga mengerti betul isiyang dikandungnya.3) Motivasi sebagai pengarah perbuatan Anak didik yang mempunyai motivasi dapat menyelesaikan mana perbuatan yang harus dilakukandan mana perbuatan yang dilakukan.

1. Definisi Disiplin Belajar

  Jenis Disiplin BelajarDisiplin Belajar menurut Cece Wijaya (1994:18) mempunyai dua jenis yaitu disiplin sikap belajar dantanggungjawab dalam belajar.1) Disiplin sikap belajar Bahwa disiplin sikap belajar adalah suatu peraturan dengan kesadaran diri untuk tercapai suatu tujuanperaturan itu dengan perubahan sikap atau tingkah lakunya. Menurut Cece Wijaya menjelaskan bahwadisiplin tanggungjawab adalah suatu yang terletak didalam hati dan jiwa manusia yang mendorong bagiorang yang bersangkutan untuk melakukan sesuatu sebagai mana yang ditetapkan peraturan oleh pihakyang bersangkutan.

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Disiplin Belajar

  Faktor Internal (faktor yang berasal dari dalam diri pelajar itu)Faktor internal menurut Ngalim Purwanto (1984:64) dalam Ilyas (2008:29) meliputi „kematangan, kecerdasan, motivasi dan faktor ke pribadian‟ sedangkan Syamsu Yusuf (1993:31) dalam Ilyas (2008:29) „melihat dari segi individu yang belajar, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yang meliputi aspek-aspek fisik dan psikis. Faktor ini dapat mempengaruhi disiplin seseorang, sebagai contoh siswa yang mempunyai peralatansekolah yang lengkap memiliki jiwa disiplin yang lebih 2) Lingkungan Lingkungan merupakan faktor yang sangat besar pengaruhnya dalam membantu meningkatkan disiplinbelajar.

D. Lingkungan Belajar Lingkungan merupakan bagian dari kehidupan anak didik

  Dalam lingkunganlah anak didik hidup dan berinteraksi dalam mata rantai kehidupan yang disebut ekosistem. Itulah hukum alam yang harus dihadapi oleh anak didiksebagai makhluk hidup yang tergolong kelompok biotik.

1. Definisi Lingkungan

  Dalam lingkunganlah anak didik hidup dan berinteraksi dalam mata rantai kehidupan yang ” Lingkungan dan manusia memiliki hubungan timbal balik dalam artian lingkungan mempengaruhi manusia dan manusia mempengaruhi lingkungan. Sartain (seorang ahli psikologiAmerika) dalam Noer Rohmah (2012:32) mengatakan bahwa: „Lingkungan ialah meliputi semua kondisi-kondisi dalam dunia ini yang dalam cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku, pertumbuhan, perkembangan atau life processes kecuali gen-gen dan bahkan gen-gen dapat pula dipandang sebagai menyiapkan lingkungan (to provide environment) bagi genlain.

3. Lingkungan Yang Berpengaruh Terhadap Prestasi Belajar

  “Para guru yang selalu menunjukan sikap dan perilaku yang simpatik dan memperlihatkan suri teladan yang baik dan rajin khususnya dalam hal belajar, misalnya rajin membacadan berdiskusi, dapat menjadi daya dorong yang positif bagi kegiatan belajar siswa ” Muhibbin Syah (1995:137). Interaksi seorang murid denganlingkungan sosial misalnya (murid atau guru) akan Suatu keniscayaan yang sulit untuk dipungkiri bahwa di sekolah murid dilatih dengan disiplin yang lebih ketatdibandingkan dengan lembaga pendidikan lainya (keluarga atau masyarakat), sehingga ia harus bersekolah pada hari-hari dan jam-jam tertentu dan libur pada hari-hari tertentu.

E. Kajian Hasil Penelitian Yang Relevan

  Seperti yang telah dikemukakan diatas penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tiga pokok permasalahan yangpertama motivasi belajar, kedua disiplin belajar, dan yang ketiga lingkungan belajar. Setelah ditemukan penelitian yang relevan dengan variabel motivasi belajar, disiplin belajar, dan lingkungan belajar yangdilakukan oleh: 1.

2. Erma Setyo Rini yang berjudul “Hubungan Antara Motivasi

  Belajar Dan Lingkungan Belajar Dengan Prestasi BelajarAkuntansi. Pada hasil penelitiannya disimpulkan ada hubungan positif antara variabel-variabel dengan Prestasi belajar akuntansi pada siswa.

3. Suciningrum yang berjudul “Hubungan Antara Motivasi

  Belajar, Disiplin Belajar, Dan Lingkungan Belajar DenganPrestasi Belajar Akuntansi Siswa. Pada hasil penelitiannya disimpulkan ada hubungan positif dan signifikan.

F. Kerangka Berfikir

  Motivasi belajar dengan prestasi belajar “Motivasi merupakan dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk berusaha mengadakan perubahan tingkah laku yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhannya ” Hamzah (2012:3).” Motivasi belajar sedikit lebih akan mempengaruhi hasil belajar. Apabila tercipta suasanalingkungan yang baik mulai dari keluarga yang harmonis, lingkungan sekolah yang nyaman untuk kegiatan belajarmengajar serta lingkungan masyarakat yang memberikan bimbingan perilaku yang baik maka prestasi belajar siswa akantercapai dengan baik.

G. Hipotesis

  Dari uraian kerangka berfikir diatas, penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut:: Ada hubungan positif dan signifikan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SMK Putra Tama Bantul. : Ada hubungan positif dan signifikan disiplin belajar dengan prestasi belajar siswa SMK Putra Tama Bantul.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi kasus, yaitu penelitian

  yang dilakukan terhadap suatu objek tertentu sehingga hasil penelitian ini hanya berlaku bagi objek yang diteliti. Subjek Penelitian Subjek penelitian disini adalah siswa SMK Putra Tama Bantul.

2. Objek Penelitian

  Populasi “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarikkesimpulannya ” Sugiyono (2010:61). Bila pupolasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada pupolasi, misalnya karenaketerbatasan dana, tenaga dan waktu, maka penelitian dapat menggunakan sampel yang diambil dari pupolas i itu” Sugiyono (2010:62).

3. Teknik Pengambilan Sampel

  Dalam teknik ini anggota populasi yang akan diambil sebagai sampel sudah ditentukan sesuai dengan keperluan penelitian dan mengabaikanpeluang anggota lain dari pupolasi yang tidak terpilih. Sedangkan untuk kelas X mereka masih beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang dari SMP menuju ke SMA/SMK yangbelum sepenuhnya memiliki motivasi didalam belajarnya.

E. Variabel Penelitian dan Pengukur Variabel

  Variabel PenelitianVariabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajarisehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik a. h) Persiapan diri yang 8 matang.i) Hasrat belajar yang 9 14 tinggi.(Pengembangan dari skripsi Suciningrum, Universitas SanataDharma Yogyakarta, 2011) Tabel 3.2 Skor item-item pertanyaan kuisoner motivasi belajar SangatSangat Tidak Jawaban Setuju TidakSetuju Setuju SetujuPernyataan 4 3 2 1 PositifPernyataan 1 2 3 4 Negatif2) Variabel Disiplin Belajar Tabel 3.3 Pengukuran disiplin belajar PertanyaanVariabel Pertanyaan Indikator Negatif Penelitan Positif No.

F. Teknik Pengumpulan Data

  “Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang diharapkan dari responden ” Sugiyono (2004:135). Variabel yangdiukur dalam kuisioner ini meliputi motivasi belajar, disiplin belajar dan lingkungan belajar.

G. Pengujian Instrumen Penelitian

  Untuk menentukan nilai dengan df sama dengan jumlah responden dikurangi dua, dalam kasus ini df = 30-2 = 28 dengan tarafsignifikansi 5% maka didapat 0.3610. Uji Validitas Variabel Disiplin Belajar Hasil uji validitas disiplin belajar (X2) Tabel 3.8 Rangkuman Hasil Uji Validitas II untuk Variabel Disiplin Belajar No Item Keterangan 1 0,557 0,361 Valid2 0,507 0,361 Valid 3 0,398 0,361 Valid4 0,437 0,361 Valid 5 0,585 0,361 Valid6 0,370 0,361 Valid 7 0,519 0,361 Valid8 0,455 0,361 Valid 9 0,400 0,361 Valid 10 0,382 0,361 Valid 11 0,391 0,361 Valid12 0,628 0,361 Valid c.

2. Uji Reliabilitas

  “Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Jika Adapun uji reliabilitas sebagai berikut: Tabel 3.10 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Alpha Cronbach KeteranganMotivasi Belajar (X1) 0,878 ReliabelDisiplin Belajar (X2) 0,811 ReliabelLingkungan Belajar (X3) 0,798 ReliabelBerdasarkan hasil olah data diatas diperoleh nilai-nilai Alpha Cronbach dari semua variabel penelitian menunjukan lebih besar dari nilai 0,60.

H. Teknik Analisis Diskriptif

  Deskripsi data “Penggunaan bahan pembanding sebagai alat untuk memberi arti pada skor menjadi sangat penting. Bahan pembanding ini disebut acuan penilaian, dan sengaja tidak dipakai istilah lain ” Masidjo (1995:151).“Dalam usaha menarik kesimpulan, peneliti menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe 2 den gan kriteria sebagai berikut” Masidjo (1995:157).

I. Teknik Analisis Data

  Rumusan hipotesis pertama: Tidak ada hubungan positif dan signifikan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SMK Putra TamaBantul.: Ada hubungan positif dan signifikan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SMK Putra Tama Bantul. Rumusan hipotesis kedua : Tidak ada hubungan positif dan signifikan disiplin belajar dengan prestasi belajar siswa SMK Putra TamaBantul.: Ada hubungan positif dan signifikan disiplin belajar dengan prestasi belajar siswa SMK Putra Tama Bantul.

B. Tujuan Pendidikan di SMK Putra Tama Bantul 1

2. Menerapkan manajemen ISO

  Sistem Pendidikan di SMK Putra Tama Bantul Sistem pendidikan di SMK adalah Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang mana di dalamnya terdapat program pendidikan di sekolah denganpenguasaan keahlian kerja. 2) Komponen praktek dasar profesi, yang berupa latihan kerja agar menguasai teknik bekerja secara baik dan benar sesuai tuntutanpersyaratan keahlian.3) Komponen praktek, yang berupa kegiatan bekerja secara terprogram untuk mencapai tingkat keahlian dan sikap kerja professional.

2. Keuntungan PI

2) Dapat merekrut siswa jika dibutuhkan

  Bagi siswa1) Hasil belajar siswa akan lebih bermakna karena setelah selesai sekolah akan memiliki kemampuan professional sebagai modal kerja. 3) Menambah kemampuan dan keterampilan praktis.4) Mengembangkan kepribadian menjadi mantap dan mandiri.5) Memupuk rasa tanggung jawab.6) Meningkatkan rasa percaya diri siswa.

E. Kurikulum di SMK Putra Tama Bantul

  Kurikulum merupakan seperangkat rencana kegiatan dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedomanpenyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Kurikulum dimaksudkan untuk melancarkan proses belajar mengajar dan membina pengembangan programstudi untuk mempersiapkan lulusan yang cakap, terampil sesuai dengan tuntutan kurikulum.

3. Memberi peluang pada guru-guru SMK untuk mengembangkan strategi dan pola pembelajaran yang inovatif

  Kekhususan kurikulum SMK ini diharapkan akan memberi peluang tumbuhnya potensi SMK untuk mandiri dan bertanggung jawab dalammengembangkan program pembelajaran yang lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan setempat, dengan tetap mengikuti standar yang telah ditetapkansecara nasional. Pengembangan kurikulum 2013 merupakanlangkah lanjutan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup Kompetensi Sikap, Pengetahuandan Keterampilan secara Terpadu.

F. Organisasi Sekolah SMK Putra Tama Bantul

  Organisasi sekolah SMK Putra Tama dipimpin oleh Kepala Sekolah yang bertanggung jawab kepada yayasan dan Dewan Sekolah atau Sekolah. Kepala Sekolah dalam menjalankan tugas yang dibantu oleh Wakil-wakil yang ada di bawahnya, yaitu meliputi : 1.

2. Wakil Urusan Humas

  Wakil ini mengurusi masalah kelompok kerja praktek industri, bursa kerja sekolah, dunia usaha industri, dana sosial, dan orang tua siswajuga mengurusi hal – hal yang berkaitan dengan pihak luar sekolah. Wakil Urusan Sarana dan PrasaranaWakil ini mengurusi masalah laboratorium komputer, laboratorium penjualan, laboratorium koperasi, dan laboratorium ketik.

G. Sumber Daya Manusia SMK Putra Tama Bantul

  Yayasan yang dimiliki adalah yayasan PUTRA TAMA dan merupakan yayasan tunggal. YayasanPutra Tama memiliki dua instansi pendidikan, yaitu : 1.

2. SMK Putra Tama yang berstatus “terakreditasi”

  Proses Belajar Mengajar SMK Putra Tama Bantul Proses belajar mengajar di SMK PUTRA TAMA berjalan seperti sekolah lainnya, yaitu masuk pada pukul 07.00 WIB dan diakhiri sesuai denganjadwal pelajaran sesuai dengan kalender akademik yang telah dibuat sekolah. Bimbingan dan PenyuluhanBimbingan dan Penyuluhan di SMK Putra Tama bertujuan untuk memberikan bantuan khusus yang diberikan kepada siswa SMK Putra Tama dengan memperhatikan kemungkinan dan kenyataan tentang berbagai masalah yang dihadapi dalam rangka proses belajar mengajarserta pengembangan diri.

5. Laboratorium

  Tempat ini juga digunakan siswa bersantaiketika jam istirahatMulai tahun pelajaran 2012 / 2013, SMK Putra Tama mengadakan beberapa kegiatan yang dirasa mampu menampung dan memfasilitasi siswauntuk berekspresi dan berprestasi di luar bidang mata pelajaran di sekolah. 3) Sekolah juga berharap dengan adanya kerjasama tersebut, para alumni bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman yang lebih, dan dapat bekerja atau meneruskan jenjang pendidikannya diinstansi-instansi tersebut karena sudah ada kerjasama yang baik antara sekolah dengan instansi.

2. Hubungan antar sekolah

  Bagian umum yang dimaksudkan adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan tersebut adalah diperuntukkan bagi seluruh siswa SMK PutraTama, baik untuk kelas X, XI dan XII segala jurusan, sedangkan bagian khusus adalah kegiatan-kegiatan yang memang dilaksanakan dan diberikankepada siswa sesuai dengan tingkatan dan kebutuhan siswa tersebut. Polda Kerjasama dengan Polda atau pihak berwenang disini dimaksudkan agar parasiswa tetap memperoleh pengetahuan mengenai hal-hal yang diperlukanterutama dalam hal ketertiban dan keamanan di lingkungan terdekat maupunmasyarakat tempat para siswa tinggal.

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Penelitian ini dilakukan di SMK Putra Tama Bantul, Yogyakarta

  Sedangkan untuk variabel motivasi belajar, disiplin belajar dan lingkungan belajar (lingkungan sekolah) dikumpulkan melalui kuesioneryang dibagikan kepada responden. Jumlah kuesioner yang dibagikan sebanyak 91 kuesioner dan diisi lengkap oleh responden sebanyak 85kuesioner, jadi ada 6 siswa yang tidak mengembalikan kuesioner tersebut.

1. Motivasi Belajar

  Data yang diperoleh untuk variabel lingkungan belajar diketahui bahwa skor tertinggi yang dicapai sebesar 37 dan skor terendahsebesar 25, dengan nilai rata-rata = 30,29; median = 31; modus = 31 dan standar deviasi = 3,065. Data yang diperoleh untuk variabel prestasi belajar diketahui bahwa skor tertinggi yang dicapai sebesar 3,62 dan skor terendah sebesar2,91, dengan nilai rata-rata = 3,04; median = 3; modus = 3 dan standar deviasi = 0,189.

B. Analisis Prasyarat Data

Analisis data dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat.

1. Uji Normalitas

  Uji normalitas dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui apakah data yang terjaring berdistribusi normal atau tidak. Dari tabel diatas diketahui bahwa hasil pengujian chi-square untuk data motivasi belajar, disiplin belajar, dan lingkunganbelajar dengan prestasi belajar diperoleh nilai probabilitas ( ) sebesar 0,895.

C. Pengujian Hipotesis

  Pengujian hipotesis yang pertama adalah motivasi belajar dengan prestasi belajar, dengan rumusan hipotesisnyasebagai berikut: = Tidak ada hubungan positif dan signifikan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SMK Putra TamaBantul. Pengujian hipotesis yang kedua adalah disiplin belajar dengan prestasi belajar, dengan rumusan hipotesisnyasebagai berikut: = Tidak ada hubungan positif dan signifikan disiplin belajar dengan prestasi belajar siswa SMK Putra TamaBantul.

D. Pembahasan

1. Hubungan Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar

  Dalam buku Muhibin tersebut dijelaskan bahwa “motivasi siswa termasuk dalam faktor internal siswa yang terkandung pada ” Dari hasil penelitian yang terjadi pada siswa SMK Putra Tama Bantul peneliti mempunyai anggapan bahwa hasil prestasi yang diperoleh para siswadikarenakan strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran tepat dalam penerapannya. Sehingga dapat dikatakan motivasi belajar yang tinggi belum tentu dapat Dengan adanya faktor lain yang telah di uraikan diatas dapat di jelaskan bahwa motivasi yang tinggi tidak selamanya mempunyaihubungan dengan prestasi belajar yang baik.

2. Hubungan Disiplin Belajar dengan Prestasi Belajar

  Dari hasil analisis penelitian yang telah dilakukan terhadap disiplin belajar dan prestasi belajar, menunjukkan bahwa tidak adahubungan positif dan signifikan disiplin belajar dengan prestasi belajar siswa SMK Putra Tama Bantul. Berdasarkan hasil analisis data pada siswa SMK Putra TamaBantul yang dilakukan pada 55 siswa menunjukan sebanyak 14 siswa atau 25% memiliki disiplin belajar yang sangat tinggi, 18siswa atau 33% memiliki disiplin belajar yang tinggi, 13 siswa atau24% memiliki disiplin belajar yang cukup, dan sebanyak 10 siswa atau 18% memiliki disiplin belajar yang rendah.

3. Hubungan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar

  Dengan memaksimalkan peran lingkungan belajar secara baik dan Berdasarkan hasil analisis data pada siswa SMK Putra TamaBantul yang dilakukan pada 55 siswa menunjukan sebanyak 8 siswa atau 15% memiliki lingkungan belajar yang sangat tinggi, 30siswa atau 54% memiliki lingkungan belajar yang tinggi, 9 siswa atau 16% memiliki lingkungan belajar yang cukup, dan sebanyak 8siswa atau 15% memiliki lingkungan belajar yang rendah. Teman bergaul yang positif akan mengarahkan anak didik cenderung ke hal positif dan berpengaruh baikbagi dirinya, sedangkan teman bergaul yang cenderung Dalam penelitian ini lingkungan sekolah yang baik tidak mempunyai hubungan dengan prestasi siswa yang baik tentuada faktor pendorong positif yang sudah dijelaskan di atas.

BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN, DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan pada bab sebelumnya

  hubungan Motivasi Belajar, Disiplin Belajar dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar yang telah dilaksanakan di SMK Putra TamaBantul Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015 dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Hasil uji signifikansinya dengan uji t dimana t hitung < t tabel dengan t hitung sebesar 0,036401004 dan t tabelsebesar 1,67412 pada taraf signifikansi 5% dengan df = n 2.

B. Keterbatasan Penelitian

  Ketidakmampuan penulis dalam hal mengetahui kejujuran dan keseriusan responden dalam pengisian kuesioner akan tetapi disinipenulis telah mencoba memberikan yang terbaik dengan memberi pengarahan kepada responden agar mengisi kuesioner dengansungguh-sungguh dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Keterbatasan pengetahuan penulis yang masih perlu banyak lagi belajar sehingga penulis mampu lebih maksimal lagi didalammenuangkan segala pikiran yang ada.

C. Saran

  Lingkungan belajar juga semestinya dimanfaatkan dengan baik antara guru dengan siswa ataupun siswa dengan siswa dengan pembentukankelompok belajar, sehingga dapat tercapai prestasi belajar siswa yang jauh lebih baik lagi. Selain itu hendaknya pihak sekolah lebih menekankan kepada para siswa untuk lebih giat dalam mencapaiprestasi belajar yang semakin baik dari hari ke hari.

DAFTAR PUSTAKA

  Sehubungan dengan hal tersebut, maka mohon bantuan dan kesediaan siswa-siswi kelas XI SMK Putra Tama Bantul untuk mengisi kuesioner ini denganbaik dan jujur sesuai dengan kondisi dan keadaan yang dialami saat ini. Identitas Responden Nama :Kelas/Jurusan : Pilihlah satu jawaban yang sesuai dengan kenyataan saudara dengan memberikan tanda centang ( √ ) pada bagian jawaban yang telah tersedia.

Bagian I. Motivasi Belajar Keterangan Jawaban: SS = Sangat Setuju S = Sutuju TS = Tidak Setuju STS = Sangat Tidak Setuju Contoh : No. Pertanyaan SS S TS STS

  10 Saya puas dengan prestasi belajar sebelumnya sehingga tidak perlu ada usaha meningkatkanhasil belajar lagi. 11 Saya mencari bahan pelengkap dari sumber- sumber yang lain untuk menambahpengetahuan dan wawasan.

Bagian II. Disiplin Belajar Keterangan Jawaban SS = Sangat Setuju S = Setuju TS = Tidak Setuju STS = Sangat Tidak Setuju Contoh : No. Pertanyaan SS S TS STS

  2 Saya menaati jadwal pelajaran yang telah dibuat sekolah. 7 Saya menunda tugas yang diberikan oleh guru.

Bagian II I. Lingkungan Belajar

  Hubungan terjalin dengan baik antara guru dengan siswa di sekolah 9. Suasana lingkungan sekolah tidak kondusif Lingkungan Sekolah (kelas yang ramai, adanya pembangunan gedung sekolah yang lain, banyak orangkeluar masuk dengan bebas dll) 10.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pemberitaan Mobil Esemka Dan Motivasi Belajar (Studi Korelasional tentang Pengaruh Pemberitaan Mobil Esemka di TV One Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMK Negeri 2 Medan)
0
28
91
Disiplin belajar siswa SMP YMJ Ciputat dan Hubungannya dengan prestasi belajar
1
6
82
Hubungan motivasi belajar siswa, lingkungan sekolah, dan peran guru dengan prestasi belajar siswa.
0
1
180
Hubungan antara lingkungan belajar mahasiswa, motivasi belajar, dan disiplin belajar mahasiswa dengan prestasi belajar mahasiswa
0
0
142
Hubungan Lingkungan Belajar dan Motivasi Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Akademi Kebidanan Berlian Nusantara Magetan BAB 0
0
0
9
Hubungan Motivasi Belajar dan Kemampuan Awal dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Akademi Keperawatan Widodo
0
0
1
Hubungan motivasi belajar dan kinerja dosen teknologi farmasi dengan prestasi belajar mahasiswa AWAL
1
1
13
Hubungan motivasi belajar dan kinerja dosen teknologi farmasi dengan prestasi belajar mahasiswa indarto jurnal
0
0
12
Hubungan Efikasi Diri, Kemandirian Belajar Dan Motivasi Berprestasi Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa COVER
0
0
32
Hubungan motivasi belajar, latar belakang pendidikan dan asal daerah dengan prestasi belajar mahasiswa COVER
1
3
15
Hubungan Lingkungan Belajar Dan Pemanfaatan Perpustakaan Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa cover
0
0
14
Dhevita Sulistya Murti R0107064
0
0
60
Motivasi Belajar | Karya Tulis Ilmiah Motivasi Belajar
1
4
2
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR, DAN PERSEPSI SISWA TERHADAP FISIKA, DENGAN HASIL BELAJAR FISIKA
0
0
71
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR, DISIPLIN BELAJAR, DAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA
0
0
160
Show more