Uji angka lempeng total dan identifikasi escherichia coli dalam jamu gendong beras kencur yang dijual di Pasar Sambilegi Wilayah Maguwoharjo Kecamatan Depok Kabupaten Sleman Yogyakarta.

Gratis

2
10
134
2 years ago
Preview
Full text

HALAMAN PERSEMBAHAN

  selaku dosen penguji atas pengarahan, kritik dan saran yang diberikan kepada penulis sehingga skripsi ini menjadilebih baik. selaku dosen penguji atas pengarahan, kritik dan saran yang diberikan kepada penulis sehingga skripsiini menjadi lebih baik.

7. Kakakku tersayang Ni Putu Yuni Prahida Sastra Y. dan Ni Kadek Ari Frida Paramitha yang selalu memberi semangat dan dukungan kepada penulis

  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Angka Lempeng Total (ALT) dan mengidentifikasi keberadaan bakteri Escherichia coli dalam jamu beras kencuryang dijual di Pasar Tradisional Sambilegi di wilayah Maguwoharjo KecamatanDepok Kabupaten Sleman Yogyakarta. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi penentuan tempatpengambilan sampel, pemilihan dan pengumpulan sampel, pengujian ALT dan analisis hasil berpedoman pada SNI 2897 tahun 2008, serta identifikasi E.coli dananalisis hasil uji berpedoman pada MA PPOMN tahun 2006.

BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Pada saat ini terdapat kecenderungan masyarakat untuk lebih memilih

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa parameter jaminan keamanan dan mutu jamu dalam aspek mikrobiologi seperti Angka Lempeng Total (ALT) dan identifikasi adanya cemaran bakteri patogen Eschericia coli dalam jamu gendong beras kencur yang dijual di Pasar Sambilegi wilayah MaguwoharjoKecamatan Depok Kabupaten Sleman Yogyakarta. coli memiliki kemampuan untuk hidup dalam berbagai jenis lingkungan, termasuk dalam tanah sebagai media pertumbuhan tanaman yang akan digunakan Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi terkait keamanan dan kualitas jamu beras kencur yang dijual di Pasar Sambilegi di wilayah MaguwoharjoKecamatan Depok berdasarkan ALT dan keberadaan E.

B. Rumusan Masalah

  Apakah ALT dalam jamu beras kencur yang dijual di Pasar Sambilegi wilayahMaguwoharjo Kecamatan Depok Kabupaten Sleman Yogyakarta memenuhi persyaratan keamanan berdasarkan Peraturan KBPOM RI No.12 Tahun 2014tentang Persyaratan Mutu Obat Tradisional ? coli dalam jamu beras kencur yang dijual di PasarSambilegi wilayah Maguwoharjo Kecamatan Depok Kabupaten SlemanYogyakarta?

C. Keaslian Penelitian

  Sedangkan publikasi penelitian mengenai Uji Angka Lempeng Total dan identifikasi Escherichia coli dalam jamu gendong beras kencur yang dijual di Pasar Sambilegi wilayah Maguwoharjo Kecamatan Depok Kabupaten Sleman Yogyakarta belum pernah dilakukan. Hal yang membedakan penelitian ini dengan penelitian yangpernah dilakukan sebelumnya adalah periode dan tempat pengambilan sampel beras kencur yang diteliti.

D. Manfaat Penelitian 1

Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan data dan pengetahuan mengenaiAngka Lempeng Total dan ada tidaknya cemaran bakteri Escherichia coli dalam jamu beras kencur yang dijual di Pasar Sambilegi wilayah Kecamatan DepokKabupaten Sleman Yogyakarta.

2. Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan pedagang jamu terkait kualitas dan keamanan jamu beras kencur yang dijual diPasar Sambilegi wilayah Kecamatan Depok Kabupaten Sleman Yogyakarta, sehingga diharapkan dapat meningkatkan status kesehatan masyarakat.

E. Tujuan Penelitian

  Tujuan UmumPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mikrobiologis jamu beras kencur yang dijual di Pasar Sambilegi wilayah Maguwoharjo Kecamatan Depok Kabupaten Sleman Yogyakarta dalam parameter Angka Lempeng Total dan keberadaan E. coli dalam jamu beras kencur yang dijual di Pasar Sambilegi wilayah Maguwoharjo Kecamatan Depok Kabupaten Sleman Yogyakarta.

BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Obat Tradisional, Jamu dan Cairan Obat Dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI Nomor 12 Tahun

  2014 tentang Persyaratan Mutu Obat Tradisional pada Bab I Ketentuan Umum dalam pasal 1 menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral,sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yangberlaku di masyarakat (BPOM RI, 2014). Persyaratan obat tradisional yang baikbertujuan untuk melindungi konsumen dan menjaga mutu dari obat tradisional itu sendiri (BPOM RI, 2014).

B. Jamu Gendong Beras Kencur

  Jamu gendong biasanya dibuat perorangan atau dalam lingkup industri rumah tangga yang dibuatdan diolah dengan peralatan sederhana, proses pembuatan yang cukup mudah serta bahan baku yang mudah didapatkan karena tersedia di pasar-pasar maupun di tokobahan baku jamu (Suharmiati dan Handayani, 2005). Jamu beras kencur dipercaya oleh sebagian besar masyarakat memberikan manfaat yang dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh, menghangatkan tubuh,serta banyak pula yang berpendapat bahwa jamu beras kencur dapat menambah daya tahan tubuh dan meningkatkan nafsu makan.

C. Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB)

  Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik yang selanjutnya disingkatCPOTB adalah seluruh aspek kegiatan pembuatan obat tradisional yang bertujuan untuk menjamin agar produk yang dihasilkan senantiasa memenuhi persyaratan mutuyang ditetapkan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Meskipun usaha jamu gendong maupun jamu racikantidak memerlukan izin edar dan tidak diwajibkan untuk menerapkan CPOTB, namunCPOTB dapat menjadi acuan dalam proses pembuatan produk jamu dengan memperhatikan proses produksi dan penanganan bahan baku sehingga kualitas mututetap terjamin dan aman untuk dikonsumsi.

3. Pencucian

  Air yang digunakan untuk mencuci bahan danperalatan yang digunakan adalah air bersih. Jangka waktupemakaian untuk ramuan yang tidak dimasak hingga mendidih harus digunakan segera dalam waktu 12 jam, sedangkan ramuan yang direbusdapat digunakan dalam jangka waktu 24 jam.

D. Angka Lempeng Total (ALT)

  Uji ALT lebih tepatnya ALT bakteri aerob mesofil menggunakan media padat dengan hasil akhir berupa koloni bakteri yang dapatdiamati secara visual dan dihitung dalam satuan koloni (CFU) per mL/g. Cara yang digunakan untuk menghitung sel-sel bakteri yang hidup ialah dengan menentukan jumlah sel-sel dalam sampel yang mampu membentuk kolonipada media-agar yang sesuai.

E. Escherichia coli

  Bakteri ini dapathidup dalam usus besar manusia dan hewan, dalam tanah dan dalam air. EPEC memiliki fimbria, toksin yang tahan terhadap panas (ST), dan toksin yang tidak tahanpanas (LT).

2. Escherichia coli enterotoksigenik (ETEC)

  coli yaitu pengujian yang dilakukan dengan uji pendugaan ditandai dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham o setelah diinkubasikan dalam media yang cocok pada suhu 44 C selama 24-48 jam, dilanjutkan dengan uji konfirmasi melalui uji biokimia Indole, Methyl red, Voges- Proskauer dan Citrate (IMViC). Dengan melakukan uji fermentasi karbohidrat atau ujifermentasi gula-gula kita dapat mengetahui kemampuan bakteri dalam memfermentasikan jenis gula-gula spesifik yang dapat mencerminkan sifat bakteritersebut sehingga dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk menegaskan 2 S), uji Indol dan uji Motilitas.

2 S, kandungan Nutrien Agar (NA) dapat digunakan untuk

  Uji fermentasi karbohidrat (glukosa, laktosa, manitol, maltosa dan sukrosa)Fermentasi merupakan proses oksidasi biologi dalam keadaan anaerob dimana yang bertindak sebagai substrat adalah karbohidrat. Uji fermentasi karbohidrat dilihatdari pembentukan asam yang akan ditunjukkan dengan adanya perubahan warna media menjadi kuning dan terbentuk gas yang terjebak dalam tabungdurham (Nugraheni, 2010).

2 S), uji pembentukan Indol dari hasil peruraian asam amino dan

2 S bereaksi dengan senyawa-senyawa ini yang ditandai dengan

  Hasil negatif yaitu tidak terbentuk logam sulfit yang berwarna hitam karena bakteri yang beradadalam medium tidak mampu menghidrolisis logam-logam berat yang terkandung dalam medium (Nugraheni, 2010). Setelah penambahan reagen kalium hidroksida, akan terjadi perubahan warna menjadi merah padamedium yang menunjukkan adanya asetoin dan akan diperjelas dengan Simmon’s Citrate Agar (SCA) adalah salah satu medium yang umum digunakan untuk menguji kemampuan semacam itu diantara bakteri.

5. Sediaan dicuci dengan air dan diwarnai dengan air fuksin selama 1-2 menit

  Sediaan dicuci, dikeringkan dan diperiksa dibawah mikroskop. Zat warna karbol kristal ungu dan larutan lugol akan membentuk senyawa kompleks yang berwarna ungu.

H. Media

  Bakteri yang tumbuh dan berkembang biak dalam media perbenihan disebut biakan bakteri (Radji, 2010). Mengandung nutrisi yang tepat untuk bakteri spesifik yang akan dibiakkan seperti sumber karbon, nitrogen, sulfur, fosfor dan faktor pertumbuhanorganik lainnya.

2. Kelembapan harus cukup, pH sesuai dan kadar oksigen yang cukup baik

  Media pengkaya : suatu media yang dipergunakan dengan maksud “memberikan kesempatan” terhadap suatu jenis/kelompok mikroba untuk tumbuh dan berkembang lebih cepat dari jenis/kelompok lainnya yang berada di dalam satu bahan. PCA mengandung glukosa dan ekstrakragi yang digunakan untuk menumbuhkan semua jenis bakteri dan mengandung nutrisi yang disediakan oleh trypton, vitamin dari ekstrak ragi, dan glukosa yangdigunakan sebagai sumber energi bagi mikroorganisme sehingga mendukung pertumbuhan dari bakteri.

I. Sterilisasi

  Sterilisasi dalam mikrobiologi merupakan suatu proses yang dilakukan dengan tujuan mematikan atau menghilangkan semua mikroorganisme dalam suatubahan atau peralatan yang tidak diharapkan kehadirannya, baik yang akan menggangu/merusak media maupun mengganggu kehidupan dan proses yang sedangdikerjakan. Dengan cara ini larutan atau suspensi dibebaskan darisemua organisme hidup dengan cara melewatkan pada saringan dengan ukuran pori yang kecil sehingga bakteri dan sel-sel yang lebih besar tertahan diatasnya,sedangkan filtratnya ditampung di dalam wadah yang steril.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan

B. Variabel dan Definisi Operasional 1. Variabel utama

  penelitian deskriptif komparatif, yaitu mendeskripsikan Angka Lempeng Total dan mengidentifikasi keberadaan Escherichia coli dalam jamu gendong beras kencur yangdiuji. Hasil pengujian ALT dan identifikasi E.coli kemudian dibandingkan dengan persyaratan keamanan yang telah ditetapkan dalam Peraturan KBPOM RepublikIndonesia Nomor 12 Tahun 2014 tentang Persyaratan Mutu Obat Tradisional.

2. Variabel pengacau a

  Variabel pengacau terkendali : Media pertumbuhan Plate Count Agar (PCA), pelarut Buffered Peptone Water (BPW), media E.coli Broth (ECB), media NA miring, media Tryptone Bile X-Glucuronide (TBX), media Simmon Citrate Agar, media SIM, media Methyl Red-Voges Proskauer, Kovacks, larutan metil merah, larutan alfa naftol, larutan kalium hidroksida, kristal violet, larutan iodium, o safranin. Suhu inkubasi (35 C) dan waktu inkubasi (24-48 jam) untuk uji o ALT, suhu inkubasi (37-44 C) dan waktu inkubasi (24-48 jam) untuk uji identifikasi E.coli.

3. Definisi Operasional

  Jamu gendong beras kencur yang digunakan adalah jamu cair dengan bahan utama beras dan kencur dalam botol plastik yang dijual di Pasar Sambilegidi wilayah Maguwoharjo Kecamatan Depok Kabupaten Sleman Yogyakarta. Uji Angka Lempeng Total (ALT) adalah suatu uji cemaran mikroba yang dilakukan dengan menghitung jumlah bakteri aerob mesofil yang terdapatdalam jamu gendong beras kencur sesuai metode SNI 2897:2008 yang merupakan standar revisi dari SNI 01-2897-1992 terkait cara uji cemaranmikroba.

C. Bahan Penelitian 1

  Bahan utama yang digunakan yaitu jamu beras kencur yang di jual di Pasar Sambilegi di wilayah Maguwoharjo Kecamatan Depok Kabupaten Sleman Yogyakarta. Media selektif E.coli yaitu media E.coli Broth (ECB) dan media isolasi yang digunakan yaitu media Tryptone Bile X-Glucuronide (TBX).

D. Alat Penelitian

E. Tata Cara Penelitian

  Pemilihan dan Pengambilan Sampel Sampel jamu yang dipilih adalah jamu beras kencur yang diperoleh dari penjual jamu di Pasar Sambilegi di wilayah Maguwoharjo Kecamatan DepokKabupaten Sleman Yogyakarta. Pengenceran sampel untuk uji ALT Pengenceran 10 dari hasil homogenisasi pada penyiapan sampel dipipet sebanyak 1 mL dengan cara aseptis dan dimasukkan ke dalam tabung yang telah diisi 9 mL BPW hingga diperoleh pengenceran 10 kemudian dihomogenkan menggunakan vortex.

5. Uji Identifikasi Escherichia coli

  Isolasi dalam media Tryptone Bile X-Glucuronide (TBX)Hasil dari biakan pengkayaan diinokulasikan pada permukaan TBX dengan cara streak plate dan diinkubasi dengan posisi lempeng terbalik pada o suhu 35-37 C selama 24-48 jam. Koloni spesifik E.coli yang tumbuh dengan ciri-ciri bentuk bulat, diameter 2-3 mm dan berwarna hijau kebiruan dengan (TBX) diinokulasikan pada Nutrien Agar (NA) miring, kemudian diinkubasi o o pada suhu 35 C-37 C selama 24 jam.

2. Uji fermentasi laktosa

  Uji fermentasi maltosaSatu sengkelit biakan NA miring diinokulasikan pada media maltosa dan o diinkubasi pada suhu 35-37 C selama 24 jam. Uji fermentasi sukrosaSatu sengkelit biakan NA miring diinokulasikan pada media sukrosa dan o diinkubasi pada suhu 35-37 C selama 24 jam.

6. Uji sulfur

  Uji IndolSatu sengkelit biakan NA miring diinokulasikan pada media SIM dan o diinkubasikan pada suhu 35-37 C selama 24 jam. Uji Voges ProskauerSatu sengkelit biakan NA miring diinokulasikan pada media MR-VP dan o diinkubasi pada suhu 35-37 C selama 48 jam.

F. Analisis Hasil

Analisis hasil dilakukan secara deskriptif dengan menghitung ALT sesuai dengan metode SNI 2897:2008 dan identifikasi bakteri Escherichia coli sesuai MAPPOMN No.97/MIK/00 Tahun 2006 kemudian dibandingkan dengan standar yang terdapat pada Peraturan KBPOM Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2014 tentang

1. Uji ALT

  1.2 Interpretasi hasil 1.2.1 Cawan dengan jumlah koloni kurang dari 25 Bila cawan duplo dari pengenceran terendah menghasilkan koloni kurang dari 25, hitung jumlah yang ada pada cawan dari setiap pengenceran. 1.2.2 Cawan dengan jumlah koloni lebih dari 250 Bila jumlah koloni per cawan lebih dari 250, hitung koloni-koloni pada cawan untuk memberikan gambaran penyebaran koloni secara representatif.

1.2.3 Spreaders

  1.2.5 Cawan duplo, cawan yang satu dengan 25 koloni sampai dengan 250 koloni dan cawan yang lain lebih dari 250 koloni Bila cawan yang satu menghasilkan koloni antara 25 sampai dengan 250 dan yang lain lebih dari 250 koloni, hitung kedua cawan dalampenghitungan TPC (Tabel 1 nomor 7). 1.2.6 Cawan duplo, satu cawan dari setiap pengenceran dengan 25 koloni sampai dengan 250 koloni Bila 1 cawan dari setiap pengenceran menghasilkan 25 koloni sampai dengan 250 koloni, dan cawan lain kurang dari 25 koloni atau menghasilkanlebih dari 250 koloni, hitung keempat dalam penghitungan TPC (Tabel 1 nomor 8).

10 TPC per Keterangan - TPC ml atau No gram (1) (2) (3) (4) (5) (6)

  Jumlah koloni kurang dari 3 18 2 1.600*25 koloni pada 14pengenceran terendah, hitung jumlahnya dankalikan dengan faktor pengencerannya dan beritanda* (diluar jumlah koloni 25 sampai dengan 250). === ==== Jumlah koloni lebih dari 2504 523 5.100.000koloni, hitung koloni yang dapat dihitung atau yang mewakili beri tanda* (diluarjumlah koloni 25 sampai dengan 250).

2. Identifikasi Escherichia coli Identifikasi bakteri dilakukan dengan uji sifat biokimia dan pengecatan gram

  Sampel dikatakan positif mengandung E.coli apabila menunjukkan hasil positif pada pengecatan Gram yaitu berwarna merah muda (Gram negatif) dan berbentukbatang serta pada uji fermentasi karbohidrat, uji sulfur, uji motilitas dan uji IMVIC menunjukkan hasil seperti pada tabel berikut : Tabel II. Uji fermentasi karbohidrat, uji sulfur, uji motilitas dan uji IMVIC pada identifikasi E.coli No.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Jamu gendong merupakan salah satu obat tradisional berbentuk cair yang

  Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti pada bulan Februari 2015 di PasarSambilegi Maguwoharjo, jamu beras kencur dibuat dengan cara sederhana yaitu bahan baku dicampurkan kemudian diperas melalui kain pembungkus. Jamu gendong merupakan contoh cairan obat dalam yang pemasarannya tidak memerlukan izin edar, sehingga perlu dilakukan evaluasi terkaitkualitas dan keamanannya apakah jamu tersebut memenuhi persyaratan yang diatur dalam Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 12 Tahun 2014 terkait persyaratan mutuobat tradisional.

A. Pemilihan dan Pengumpulan Sampel Jamu Gendong Beras Kencur

  Sampel jamu yang digunakan dalam penelitianini adalah jamu beras kencur yang diambil dari penjual jamu di Pasar SambilegiMaguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta. Pasar Sambilegi dipilih karena letaknya yang strategis dan ukuran pasarnya yang cukup luas menyebabkan Pasar Sambilegimenjadi pasar yang lebih ramai dikunjungi oleh masyarakat disekitar Maguwoharjo dibandingkan dengan pasar tradisional lainnya yang juga berada di wilayahMaguwoharjo.

B. Sterilisasi Media, Alat dan Ruangan

  Sterilisasi menurut Soemarno (2000) merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk membebaskan alat, barang atau bahan dari mikroorganisme hidup termasukbakteri dan sporanya atau merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk membunuh mikroorganisme dari alat/bahan yang steril. Apabila menggunakan metodesterilisasi panas kering, pemanasan dengan suhu tinggi dan durasi yang lama akan merusak nutrisi yang terkandung dalam media sehingga media tidak dapat mensuplaimakanan untuk pertumbuhan bakteri dan menyebabkan pertumbuhan bakteri menjadi tidak optimal bahkan tidak dapat tumbuh.

C. Homogenisasi dan Pengenceran Sampel

  Homogenisasi sampel juga dilakukan untuk membebaskan sel-sel bakteri yang masih terlindungi oleh partikel dari sampel yang akan diperiksa dan untukmengaktifkan kembali sel-sel bakteri yang kemungkinan terganggu kelangsungan hidupnya karena berbagai kondisi yang kurang sesuai di dalam sampel (BPOM,2008). Uji ALT dilakukan denganmetode pour plate karena sifat dan kebutuhan oksigen dari bakteri yang terdapat dalam sampel beras kencur belum diketahui, maka dengan menggunakan metode pour plate dimaksudkan untuk melihat pertumbuhan bakteri aerob mesofil yang membutuhkan oksigen dalam pertumbuhannya, sehingga akan teramati pertumbuhan bakteri aerob mesofil yang berada dipermukaan lempeng agar.

1. Tahap Pengkayaan pada Media Escherichia coli Broth

  Tahap pengkayaan merupakan tahap yang bertujuan untuk menumbuhkan bakteri dari sampel jamu beras kencur agar dapat tumbuh optimal pada mediapengkaya yang sesuai. Media ECB dapat mendukung pertumbuhan E.colikarena mengandung buffer kaldu laktosa dan garam empedu yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri lain seperti bakteri yang bersporulasi (Basillus subtilis) maupun enterococci (Cappuccino, 2008).

C2 B1 C1 A3 A2C3 A1 B3 B2 K+ K+ K+

  Gelembung gas dankekeruhan yang muncul pada tabung menandakan bahwa bakteri yang berada dalam sampel mampu memfermentasikan laktosa yang terkandung pada media ECB dandapat memproduksi gas. Hasil positif dari uji pengkayaan ditunjukkan oleh sampel Pedagang 1 dan sampelPedagang 2 selanjutnya akan ditegaskan melalui tahap isolasi bakteri E.coli dengan menginokulasikan ke media Tryptone Bile X-Glucuronide (TBX) yang merupakanmedia diferensial untuk Escherichia coli.

2. Tahap Isolasi pada Media Tryptone Bile X-Glucuronide (TBX)

  Koloni diinokulasikan pada Nutrient Agar miring bertujuan untuk memperoleh isolat murni dan melihat persamaan bentuk koloni yang tumbuhpada kontrol positif dan koloni yang tumbuh pada sampel uji. Hasil yang didapatkan setelah inkubasi 24 jam yaitu bentuk dan pola koloni yang tumbuh pada Nutrient Agar miring kontrol positif maupun sampel jamu Pedagang 1 dan Pedagang 2 memiliki persamaan yaitu koloni berwarna putih dan keruh, bentuk seperti pedang dan memiliki tepi koloni yang berombak (Gambar 5).

3. Tahap Identifikasi dan Konfirmasi Keberadaan E.coli

K+ A1 A2 B3 B2 B1 K+ A3

  Uji konfirmasi yang akan dilakukan juga menggunakan biakan murni bakteri E.coli ATCC 25922 sebagai kontrol positif yang diperlakukan samadengan sampel yang diuji untuk membandingkan hasil yang diperoleh pada pengujian sampel. Uji konfirmasi yang dilakukan meliputi uji biokimia dan pengecatan Gram.

a. Uji Fermentasi Karbohidrat

  Tujuan dilakukannya uji fermentasi karbohidrat pada penelitian ini yaitu untuk melihat apakah bakteri yang terdapat pada sampel beras kencur yang diujimemiliki kemampuan memfermentasikan jenis gula-gula spesifik yang dapat mencerminkan sifat bakteri E.coli sehingga hasil yang diperoleh dapat digunakanuntuk menegaskan dugaan keberadaan E.coli dalam sampel jamu beras kencur. Uji fermentasi karbohidrat dilakukan dengan mengambil satu sengkelit koloni dari mediaTBX dan diinokulasikan ke dalam tabung yang sudah berisi gula-gula spesifik antara lain glukosa, laktosa, manitol, maltosa dan sukrosa kemudian diinkubasi selama 24 o jam pada suhu 37 C.

B2 B3 B1 A1

  Hasil positif diketahui setelah proses inkubasi 24 jam yaitu kontrol positif dan sampel yang diuji baik sampel Pedagang 1 maupun Pedagang 2 menunjukkanperubahan warna media dari merah menjadi kuning (Gambar 7). Dari hasil yang didapat, menunjukkan bahwa kontrol positif dan bakteri yang tumbuh pada sampel ujimampu memfermentasikan laktosa.

K+ K+ B1 B2 A1

B3 A2 A3 SGambar 7. Hasil uji fermentasi laktosa pada sampel jamu beras kencur Keterangan : S : Warna merah pada media laktosa sebelum diinkubasiK+ : Kontrol positif (biakan murni E.coli ATCC 25922)A1 : Sampel jamu Pedagang 1 replikasi 1A2 : Sampel jamu Pedagang 1 replikasi 2A3 : Sampel jamu Pedagang 1 replikasi 3B1 : Sampel jamu Pedagang 2 replikasi 1B2 : Sampel jamu Pedagang 2 replikasi 2B3 : Sampel jamu Pedagang 2 replikasi 3

a. 3 Uji Fermentasi Manitol

  Pada penelitian ini uji fermentasi manitol dilakukan dengan mengambil satu sengkelit koloni yang diperoleh dari media NA miring kemudian diinokulasikan ke media o manitol yang selanjutnya akan diinkubasi pada suhu 37 C selama 24 jam. Hasil uji fermentasi manitol pada sampel jamu beras kencur a.4 Uji Fermentasi Maltosa Uji fermentasi maltosa bertujuan untuk mengetahui apakah bakteri yang terdapat dalam sampel jamu beras kencur mampu memfermentasi maltosa atau tidak.

b. Uji Sulfur (H

2 O)

  Pada penelitian ini dilakukan uji sulfur yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan bakteri yang terdapat dalam sampel jamu beras kencur untukmenguraikan asam amino menjadi sulfur (H 2 S). Komposisi media SIM tersebut memungkinkan untuk dilakukan tiga pengujian sekaligus dalam satu media antara lain dapat digunakan pada uji sulfur, uji Indol danuji motilitas yang akan dibahas pada bagian selanjutnya.

2 S). Hasil dari uji ini dapat digunakan untuk menegaskan

dugaan bahwa bakteri yang terdapat dalam sampel beras kencur dari pedagang 1

c. Uji Indol

  Uji Indol dilakukan dengan mengambil satu sengkelitbiakan murni kemudian diinokulasikan pada media SIM dan diinkubasi selama 24 o jam pada suhu 37 C. Setelah inkubasi 24 jam dan ditetesi reagen Kovac, kontrol positif dan sampel menunjukkan hasil positif ditandai dengan terbentuknya lapisan cincin berwarnamerah pada permukaan media (Gambar 11).

d. Uji Motilitas

  Tujuan dilakukannya uji motilitas yaitu untuk mengetahui apakah bakteri yang diidentifikasi merupakan bakteri yang memiliki kemampuan bergerak (motil)atau tidak. Apabila dalam media terdapatpertumbuhan bakteri yang menyebar, maka dinyatakan bakteri yang diidentifikasi tersebut adalah golongan Enterobacter termasuk E.coli.

e. Uji Metil Merah

  Pada uji ini ditambahkan indikator metil merah yang berfungsi menunjukkan adanya perubahan pH yang ditandai denganperubahan warna media dari kuning pada pH basa menjadi merah apabila dalam kondisi atau pH asam. Pada penelitian ini uji metil merah dilakukan dengan menginokulasikan 1 sengkelit biakan murni kedalam mediaMR-VP yang mengandung dextrose, pepton dan fosfat, kemudian diinkubasi pada o suhu 37 C selama 24 jam.

f. Uji Voges-Proskauer

  Adanya asetoin dalam sampel akanditunjukkan dengan perubahan warna media dari kuning menjadi merah setelah penambahan KOH 40%, kemudian perubahan warna akan diperjelas dengan penambahan larutan α-naftol 5%. Setelah dilakukan pengamatan, kontrol positif maupun sampel yang diuji memberikan hasil negatif ditandai dengan tidak terjadinya perubahan warna (Gambar13).

g. Uji Sitrat

  Pada penelitian ini dilakukan uji sitrat yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan bakteri yang terdapat dalam sampel beras kencur dalam menggunaansitrat sebagai satu-satunya sumber karbon yang akan digunakan sebagai energi. Bakteri Gram positif memilikidinding sel yang lebih banyak mengandung peptidoglikan dibandingkan dengan Hasil pengecatan Gram pada kontrol positif maupun pada sampel jamu beras kencur Pedagang 1 dan Pedagang 2 menunjukkan warna merah muda dengan bentukmenyerupai batang saat diamati secara mikroskopik dengan perbesaran 1000x(Gambar 15).

A. Kontrol (+)

  Sampel pedagang 1 C. Hasil pengecatan Gram bakteri sampel jamu beras kencurKeterangan : anak panah menunjukkan ciri-ciri bakteri yang tampak pada mikroskop (berwarna merah muda dan berbentuk batang)Rangkuman keseluruhan hasil uji biokimia dan pengecatan Gram pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel III dan tabel IV.

2 Indol

  V. Proskauer _ _ _ _Sitrat _ _ _ _Pengecatan Berwarna Berwarna Berwarna BerwarnaGram merah muda, merah muda, merah muda, merah muda, bentuk batang bentuk batang bentuk batang bentuk batang Tabel V.

2 S) _ _ _ _

  Data kebersihan lingkungan berupa sanitasi alat, wadah dan air yang digunakan serta data kebersihandiri seperti prilaku penjual jamu selama peracikan diperoleh dari hasil wawancara dan observasi ditempat produksi dan penjualan jamu beras kencur yaitu di Pasar Cemaran bakteri E.coli dalam jamu beras kencur apabila dikonsumsi secara terus-menerus dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, diare dan penyakit intestinlainnya (Radji, 2010). Nilai ALT sampel jamu beras kencur yang melebihi persyaratan keamanan berdasarkan peraturan KBPOM RI No.12 tahun 2014 dan ditemukannya cemaranbakteri E.coli pada 2 pedagang, menunjukkan bahwa kebersihan, sanitasi dan higienitas dalam proses pembuatan jamu beras kencur perlu ditingkatkan sehinggakeamanan konsumen dalam mengkonsumsi jamu dapat lebih terjamin.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN

  Angka Lempeng Total (ALT) sampel jamu gendong beras kencur dari tiga pedagang yang terdapat di Pasar Sambilegi wilayah Maguwoharjo KecamatanDepok Kabupaten Sleman Yogyakarta tidak memenuhi persyaratan keamanan berdasarkan peraturan KBPOM RI No.12 Tahun 2014 tentang Persyaratan 4 Mutu Obat Tradisional terkait nilai ALT yang tidak boleh lebih dari 10 koloni/mL. Terdapat cemaran bakteri Eschericia coli pada sampel jamu gendong beras kencur pada Pedagang 1 dan Pedagang 2 yang dijual di Pasar Sambilegiwilayah Maguwoharjo Kecamatan Depok Kabupaten Sleman Yogyakarta.

B. SARAN

  Perlu dilakukan pengujian terhadap parameter-parameter persyaratan mutu obat tradisional lainnya yang telah diatur dalam Peraturan KBOM RI Nomor 12 Tahun 2014 pada sediaan jamu beras kencur seperti cemaran aflatoksin, cemaran logam berat dan keberadaan mikroba patogen lain contohnya Staphylococcus auerus dan Pseudomonas aeruginosa. Perlu dilakukan pembinaan dan pengawasan terhadap proses produksi jamu oleh pihak yang berwenang seperti meningkatkan pengetahuan para pengolahjamu terkait higienitas, sanitasi serta cara pengolahan obat tradisional yang baik sehingga kualitas jamu terjamin dan mampu memberikan manfaat bagikesehatan konsumen.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh Pasar Modern terhadap Pedagang Pasar Tradisional dan Masyarakat dalam Pengembangan Wilayah di Kecamatan Medan Area
11
118
131
Analisis ekonomi dan kontribusi pendapatan tenaga kerja agroindustri jamu tradisional (Studi kasus di Agroindustri jamu Parang Husada Dusun Purut Desa Parang Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri
0
6
96
Faktor yang mempengaruhi pendapatan migran wanita yang bekerja sebagai penjual jamu di Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember
0
3
67
Uji antioksidan dan antibakteri ekstrak air bunga kecombrang (edigera elatior) sebagai pangan fungsional terhadap staphylococcus aureus dan escherichia coli
0
43
83
Uji antioksidan dan antibakteri ekstrak air daun kecombrang (etlingera elatior) (Jack) R.M.Smith) sebagai pengawet alami terhadap escherichia coli dan staphylococus aureus
1
21
84
Efektivitas ekstrak bawang dayak (eleutherine palmifolia (L.) Merr.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri escherichia coli
0
3
49
Identifikasi escherichia coli pada air minum isi ulang dari depot di Kelurahan Pisangan dan Cirendeu tahun 2015
1
12
69
Identifikasi bakteri escherichia coli serta salmonella sp. yang diisolasi dari soto ayam
8
45
77
Instrumen Pasar Modal Saham Salah satu efek yang pasar umumnya dijual di pasar modal (bursa efek)
0
0
8
PENGARUH RESPON KOGNITIF AUDIENCE KAMPANYE IKLAN DI TELEVISI TERHADAP KEPUTUSAN VOTERS DALAM MEMILIH CALON PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN PADA PEMILU 2004 (Studi di Kelurahan Maguwoharjo Kecamatan Depok Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogya
0
0
14
Pengaruh Pasar Modern terhadap Pedagang Pasar Tradisional dan Masyarakat dalam Pengembangan Wilayah di Kecamatan Medan Area
0
0
21
BAB III METODE PENELITIAN - Pengaruh Pasar Modern terhadap Pedagang Pasar Tradisional dan Masyarakat dalam Pengembangan Wilayah di Kecamatan Medan Area
0
0
56
BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Pengaruh Pasar Modern terhadap Pedagang Pasar Tradisional dan Masyarakat dalam Pengembangan Wilayah di Kecamatan Medan Area
0
0
30
BAB I PENDAHULUAN - Pengaruh Pasar Modern terhadap Pedagang Pasar Tradisional dan Masyarakat dalam Pengembangan Wilayah di Kecamatan Medan Area
0
0
7
Pengaruh Pasar Modern terhadap Pedagang Pasar Tradisional dan Masyarakat dalam Pengembangan Wilayah di Kecamatan Medan Area
0
2
11
Show more