Implementasi alat peraga pembagian berbasis metode Montessori pada pembelajaran matematika materi pembagian kelas II SD Kanisius Kenalan Magelang.

Gratis

4
14
253
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIHALAMAN PERSEMBAHAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIHALAMAN MOTTO

Skripsi ini saya persembahkan kepada: Tuhan Yesus Kristus Bunda Maria Orangtuaku Saudara-saudaraku Dosen Pembimbingku Sahabat-sahabatku Universitas Sanata Dharma “Therefore I tell you, whatever you ask for in prayer, believe that you have received it, and it will be yours”(Mark 11:24) “I am the Lord’s servant; Let it be to me according to your word”(Luke 1:38) “Come to Me, all of you who are weary and carry heavy burdened and I will give you rest”(Matthew 11:28)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Salah satu alat peraga yang dapat membantu siswa memahami konsep pembagian adalah alat peraga pembagian berbasis metode Montessori. Dampakpengimplementasian alat peraga pembagian berbasis metode Montessori menunjukkan dampak yang positif, yaitu hasil belajar siswa yang baik, denganrata-rata nilai tes 86, motivasi belajar siswa yang tinggi dengan rata-rata hasil angket 4.105 dan hasil observasi 81.24.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIKATA PENGANTAR

  selaku dosen pembimbing I yang telah memberikan banyak bimbingan dan dukungan dengan sabar dan bijaksana. Fransiskus Xaverius Fri Harna selaku guru di SD Kanisius Kenalan Magelang yang telah membantu dalam pelaksanaan penelitian di sekolah.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan nasional merupakan salah satu sektor pembangunan

  Selain dari permasalahan yang ada di sekolah, peneliti berinisiatif untuk mengimplementasikan alat peraga pembagianberbasis metode Montessori yang telah dikembangkan ke dalam pembelajaran dengan skala kelas. Motivasi belajar siswa yang dibahas pada penelitian ini dibatasi pada indikator motivasi belajar menurut Uno (2008:23), yaitu: (1) adanya hasrat dan keinginan berhasil dalam melakukan aktivitas belajar, (2) adanya dorongan dalam belajar; (3)adanya kegiatan yang menarik dalam belajar; (4) adanya lingkungan belajar yang kondusif.

1. Bagaimana implementasi alat peraga pembagian berbasis metode

  Bagaimana dampak pengimplementasian alat peraga pembagian berbasis metode Montessori pada pembelajaran matematika materipembagian di kelas II SD Kanisius Kenalan Magelang ditinjau dari hasil belajar dan motivasi belajar siswa? Mendeskripsikan dampak pengimplementasian alat peraga pembagian berbasis metode Montessori pada pembelajaran matematika materipembagian di kelas II SD Kanisius Kenalan Magelang ditinjau dari hasil belajar dan motivasi belajar siswa.

a. Bagi Siswa

  Bagi SekolahPenelitian ini dapat dijadikan acuan untuk mengembangkan alat- alat peraga matematika yang baik untuk membantu siswa dalampembelajaran sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Bagi PenelitiPenelitian ini memberikan pengalaman yang berharga bagi peneliti, peneliti dapat mengenal lingkungan baru, membantu siswa didaerah yang membutuhkan, dan mengimplementasikan alat peraga berbasis metode Montessori di sekolah.

F. Asumsi Penelitian Asumsi penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut

  Proses implementasi alat peraga pembagian berbasis metode Montessori berjalan dengan baik. Implementasi alat peraga pembagian berbasis metode Montessori berdampak positif pada hasil belajar dan motivasi belajar siswa.

G. Definisi Operasional

  Alat peraga berbasis metode Montessori adalah alat peraga yang dibuat berdasarkan karakteristik alat peraga Montessori, yaitu menarik,bergradasi, auto education, auto correction dan kontekstual. Alat peraga pembagian berbasis metode Montessori adalah alat peraga yang dibuat berdasarkan karakteristik alat peraga Montessori yangdigunakan untuk membantu penyampaian konsep atau materi pembagian.

BAB II LANDASAN TEORI A. Teori yang mendukung

1. Teori Perkembangan Anak

  Pada tahap ini, anak memperoleh pengetahuan melaluiinteraksinya dengan orang lain dan dari benda yang ada di sekitarnya. Selama tahap ini, anak menjajaki dunia mereka dengan menggunakan indera dan kemampuan motorik yang dimiliki (Slavin, 2011:45).

2. Metode Montessori

  Montessori menemukan metode belajar yang sesuai dengan kebutuhan anak melalui observasi yang ia lakukan selama iamengajar di Casa dei Bambini. Anak-anak dalamkelas Montessori, bebas memilih apa yang akan mereka kerjakan, anak juga dapat bekerja dalam kelompok berbeda usia yang memungkinkananak untuk berinteraksi dengan bebas dan lepas.

3. Alat Peraga Berbasis Metode Montessori

a. Pengertian Alat Peraga

  Menurut fungsinya, Munadi (dalamMetasari, 2014:11) mengatakan bahwa fungsi utama alat peraga adalah menjadi sumber belajar yang akan menuntun siswa mencapai konseppembelajaran hingga sampai pada tujuan pembelajaran dengan batasan- batasan tertentu. Melalui alat peraga, hal-hal yang bersifat abstrak dapat disajikan dengan alat peraga yang konkret sehingga dapat mempermudah siswadalam memahami.

b. Alat Peraga Montessori

  Alat peraga Montessori merupakan alat peraga yang digunakan untuk mengajar anak dengan rancangan yang sederhana, indah, danmemungkinkan mereka untuk menggali pengetahuan, merepresentasikan konsep dan juga mengkoreksi kesalahannya sendiri(Lillard, 2011:11). Landasan tersebut merupakan dasar yang digunakan Montessori untuk menciptakan alat peraga sensorial yang mengarahkan pada pengaktifan dan pemekaan seluruh inderamanusia (Montessori, 2002:174).2) Mengandung gradasi rangsangan yang rasional Penekanan gradasi dalam pembelajaran Montessori didasarkan pada rasional anak.

5) Kontekstual

  Ciri kontekstual pada alat pergaMontessori ini merupakan pengembangan dari penelitian yang telah dilakukan. Berdasarkan kajian di atas, dapat disimpulkan bahwa alat peraga berbasis metode Montessori adalah alat peraga yangdirancang untuk mengajar anak yang dibuat berdasarkan karakteristik alat peraga Montessori, yaitu menarik, bergradasi, auto education, auto correction dan kontekstual.

c. Alat Peraga Pembagian Berbasis Metode Montessori

  Alat peraga pembagian berbasis metode Montessori adalah alat peraga yang dibuat berdasarkan karakteristik alat peraga Montessoriyang digunakan untuk membantu penyampaian konsep atau materi pembagian. Alat peraga pembagian berbasis metode Montessori yang digunakan di dalam penelitian ini adalah alat peraga yang telah dikembangkan sebelumnya.

4. Pembelajaran Matematika di Kelas

  Melakukan perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka dan Kompetensi Dasar 3.2Melakukan perkalian yang hasilnya bilangan dua angka dan pembagian bilangan dua angka. 1) Pembagian bilangan dua angka dengan bilangan satu angka menggunakan cara pengurangan berulang bersusun ke samping21:7 = 21-7-7-7 = 0, pengurangan 7 sebanyak 3 kali.

2) Pembagian bilangan dua angka dengan bilangan satu angka menggunakan cara pengurangan berulang bersusun ke bawah

  9:3 = Materi soal pembagian di kelas II juga disajikan dalam bentuk soal cerita. Soal cerita yang disajikan biasanya berkaitan dengan kehidupan sehari-hari siswa.

5. Hakikat Motivasi Belajar

  c) Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar, ditandai dengan siswa terlihat antusias saat mengikuti pembelajaran, siswa berperan serta aktifdalam kegiatan kerjasama kelompok, dan siswa dengan senang membantu teman lain yang kesulitan dalam memahami danmengerjakan soal. d) Adanya lingkungan belajar yang kondusif, ditandai dengan siswa tidak mengganggu teman lain ketika mengikuti pembelajaran, siswa tidakgaduh ketika mengikuti pembelajaran, dan siswa mendengarkan ketika teman yang lainnya mengungkapkan pendapat di kelas.

6. Hasil Belajar

  Driscoll(dalam Uno, 2008:16) mengungkapkan dua hal, yaitu (1) belajar adalah suatu perubahan yang menetap dalam kinerja seseorang, dan (2) hasilbelajar yang muncul dari diri siswa adalah akibat atau hasil dari interaksi siswa dengan lingkungan. Pendapat tersebut menunjukkan bahwaseseorang yang telah mengalami proses belajar dapat ditandai dengan perubahan perilaku sebagai kriteria keberhasilan belajar pada diriseseorang yang belajar.

B. Penelitian yang Relevan

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat peraga yang dikembangkan memiliki ciri-ciri yang sesuai dengan ciri alat peragaMontessori, alat peraga yang dikembangkan berkualitas baik dengan skor rata-rata validitas 3.47, dan alat peraga juga meningkatkan hasil belajar siswadengan kenaikan 78.06%. Penelitian Metasari relevan dengan penelitian yang peneliti lakukan karena memakai alat peraga pembagian bilangan dua angkaberbasis metode Montessori yang sama dan membahas tentang pembagian di kelas II.

C. Kerangka Berpikir

  Siswa yang berada pada tahapan ini memerlukan benda ataupun hal yang bersifat konkret untuk membantumereka dalam memahami konsep yang bersifat abstrak. Motivasibelajar siswa dapat terlihat oleh adanya kemunculan-kemunculan indikator- indikator motivasi belajar menurut Uno (2008:23), yaitu: (1) adanya hasratdan keinginan berhasil dalam melakukan aktivitas belajar; (2) adanya dorongan dalam belajar; (3) adanya kegiatan yang menarik dalam belajar; (4)adanya lingkungan belajar yang kondusif, pada saat pembelajaran dengan menggunakan alat peraga pembagian berbasis metode Montessori.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk

B. Rancangan Penelitian

  Hal tersebut dilakukan untuk melengkapi dan memperdalam data yang diperoleh tentang pembelajaran yang telah dilakukan. Analisis data adalah prosespencarian dan pengaturan secara sistematik hasil dan bahan yang telah dikumpulkan untuk meningkatkan pemahaman serta kemampuan menyajikanapa yang telah ditemukan (Bogdan dan Biklen dalam Gunawan, 2013:210).

C. Setting Penelitian

  Tempat PenelitianPelaksanaan penelitian dilakukan di SD Kanisius Kenalan Magelang yang beralamatkan di jalan Jagalan-Suroloyo KM. Kelas II berjumlah 10 orang siswa dengan rincian sebanyak 7 orang laki-laki dan 3 orangperempuan.

D. Teknik Pengumpulan Data

  WawancaraArifin (2011:233) menyatakan bahwa wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui percakapan dan tanya-jawab, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan responden untuk mencapai tujuan tertentu. Wawancara bertujuan untuk memperoleh informasi secara langsung, merekonstruksi kejadian dan pengalamanyang telah lalu dan memproyeksikan suatu kemungkinan yang diharapkan akan terjadi di masa mendatang serta untuk mempengaruhisituasi atau orang tertentu (Arifin, 2011:233).

3. Observasi

Data kualitatif dari observasi yang telah dilakukan diperoleh dari penjabaran keterangan yang diisi oleh pengamat pada lembar observasi.

E. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yang digunakan terbagi menjadi dua, yaitu:

1. Instrumen Pembelajaran

  Penelitian yang dilakukan menggunakan instrumen pembelajaran yang digunakan pada saat implementasi dilakukan. Instrumenpembelajaran tersebut adalah perangkat pembelajaran berupa alat peraga berbasis metode Montessori, empat buah Rencana PelaksanaanPembelajaran (RPP), empat buah Lembar Kerja Siswa (LKS) yang berisi tentang soal-soal yang berkaitan dengan materi yang dipelajari siswa sertasoal tes.

2. Instrumen Pengumpulan Data

   40 : 4 = 50 : 2 = 42 : 7 = 72 : 9 = 80 : 8 = No. Soal 1 3.2 Melakukan pembagianbilangan dua angka 3.2.1 Melakukan pembagianbilangan dua angka denganbilangan satu angka  10 25 6 8 10 Lembar soal tes yang digunakan merupakan instrumen pembelajaran sekaligus instrumen pengumpulan data.

a. Lembar soal tes

  bilangan dua masukkan pada sebuah vas angka dengan bunga di ruang tamu. Lembar soal tes digunakan untuk melihat hasil belajar atau mengukur kemampuan siswa pada akhir pembelajaran menggunakan alat peragapembagian berbasis metode Montessori.

b. Angket

  Angket yang dibuat bertujuan untuk mengetahui pernyataan siswa berkaitan dengan motivasi siswa selama mengikuti pembelajaran. AitemJumlah Positif Negatif 1 Adanya hasrat dan keinginan berhasil 1,2,3,4 5 5 dalam melakukan aktivitas belajar 2 Adanya dorongan dalam belajar 6,7,8,9 10 5 3 Adanya kegiatan yang menarik dalam 11,12,13 15 5 belajar ,14 4 Adanya lingkungan belajar yang 16,17,18 20 5 kondusif ,19Pernyataan dalam tersusun dengan jumlah total sebanyak 20 pernyataan berupa pertanyaan positif dan negatif.

c. Lembar Observasi

  Lembar observasi digunakan peneliti untuk membantu peneliti untuk melihat motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran yang telahdilakukan dengan menggunakan alat peraga pembagian berbasis metodeMontessori. Pedoman wawancara berkaitan dengan motivasi siswa dan proses belajar mengajar yang telah dilakukandengan menggunakan alat peraga pembagian berbasis metode Montessori.

d. Pedoman Wawancara

  Apakah siswa menyelesaikan soal-soal yang diberikan saat mengikuti pembelajaran menggunakan alat peragaberbasis metode Montessori? Pedoman wawancara dalam penelitian ini, peneliti buat berdasarkan langkah-langkah yaitu: a) merumuskan tujuan wawancara, b) membuatkisi-kisi wawancara, c) menyusun pertanyaan sesuai dengan data yang diperlukan dan diinginkan.

e. Lembar Validasi Ahli

  Instrumen pembelajaran yang divalidasi berupa RPP, LKS, dan soal tes. Instrumen penelitian yang divalidasi adalah angket, lembarobservasi dan pedoman wawancara guru.

F. Kredibilitas dan Transferabilitas

Hasil penelitian berupa data yang telah dikumpulkan dari lapangan, memerlukan pengecekan data untuk memastikan apakah data yang diperolehsudah dapat dipercaya dan dapat menjawab rumusan masalah (Tohirin,2012:71). Kebenaran data penelitian dapat ditentukan dari:

1. Kredibilitas (credibility)

Kredibilitas digunakan untuk mengetahui sejauh mana kebenaran atau keabsahan hasil penelitian dapat mengungkapkan keadaan yangsesungguhnya terjadi di lapangan. Strategi untuk menjamin dan meningkatkan kredibilitas hasil penelitian dapat dilakukan denganbeberapa cara, yaitu:

a. Ketekunan pengamatan

  Ketekunan pengamatan adalah mencari secara konsisten interpretasi dengan berbagai cara dalam kaitan dengan prosesanalisis yang konstan dan tentatif (Tohirin, 2012:72). Ketekunan pengamatan oleh peneliti dilakukan dengan mencermati data yang dikumpulkan melalui pengamatan dan penyusunantranskrip video dan wawancara.

b. Triangulasi

  Menurut Lexy dalam Tohirin (2012:76), Triangulasi berarti membandingkan dan meninjau kembali derajatkepercayaan/kebenaran suatu informasi yang telah diperoleh melalui alat yang berbeda. Triangulasi yang dipakai dalam penelitian ini adalah triangulasi metode dengan mengecek derajat kepercayaan hasilpenelitian dengan beberapa teknik pengumpulan data (dokumentasi, observasi, angket dan wawancara).

2. Tranferabilitas (transferability)

  Transferabilitas bergantung pada orang yang ingin mentransfer hasil penelitian padakonteks yang berbeda, orang tersebut bertanggung jawab untuk membuat keputusan tentang bagaimana transfer dilakukan sesuaidengan situasi atau keadaan masing-masing (Emzir, 2010:80). Dari penjelasan di atas, tingkat transferabilitas hasil penelitian tentangimplementasi alat peraga pembagian berbasis metode Montessori pada pembelajaran matematika materi pembagian kelas II SD KanisiusKenalan Magelang, yaitu dapat diterapkan di tempat lain, selama sesuai dengan permasalahan dan keadaan yang ada.

G. Teknik Analisis Data

Data-data yang telah dikumpulkan dalam penelitian ini dianalisis dengan teknik sebagai berikut.

1. Data Kuantitantif

  Data kuantitatif diperoleh dari lembar validasi ahli, lembar observasi, hasil tes siswa, dan hasil analisis angket. Berikut adalahpedoman penghitungan skor yang digunakan.

a. Lembar validasi ahli

  Lembar validasi dihitung dengan menggunakan rumus:Skor akhir =Klasifikasi hasil penilaian yang digunakan adalah sebagai berikut. Tabel 3.9 Klasifikasi hasil validasi ahli Skor Akhir KlasifikasiSangat Baik (SB) 3.25 < χ ≤ 4.00Baik (B) 2.50< χ ≤ 3.25Cukup (C) 1.75 < χ ≤ 2.50Kurang (K) 1.00 ≤ χ ≤1.75χ = skor akhir hasil validasi Klasifikasi yang digunakan diadaptasi dari klasifikasi dalam buku Widoyoko (2014:144).

b. Lembar observasi dan hasil tes siswa

  Lembar observasi dan hasil tes siswa dihitung dengan menggunakan rumus:Skor akhir =Skor yang telah didapat dihitung dengan kriteria penilaian sebagai berikut. Tabel 3.10 Kriteria penilaian observasi dan hasil tes Nilai Keterangan 81 Sangat tinggi Kriteria penilaian di atas diadaptasi dari disertasi oleh Setiani (2011:4).

c. Hasil analisis angket

  Penghitungan hasil angket dilakukan dengan menggunakan rumus:Skor akhir = Klasifikasi hasil penilaian angket yang digunakan adalah sebagai berikut. Tabel 3.11 Klasifikasi hasil angket motivasi belajar siswa Skor Akhir KlasifikasiSangat Tinggi 4.20 < χ ≤ 5.003.40 < Tinggi χ ≤ 4.202.60 < χ ≤ 3.40 Cukup1.80 < χ ≤ 2.60 Kurang1.00 ≤ χ ≤ 1.80 Sangat Kurang χ = skor akhir angketKlasifikasi yang digunakan mengikuti aturan dari klasifikasi penilaian oleh Widoyoko (2014:144).

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Pelaksanaan Implementasi Alat Peraga Pembagian Berbasis Metode Montessori

  Implementasi alat peraga pembagian berbasis metode Montessori pada pembelajaran matematika kelas II SD Kanisius Kenalan Magelangdilakukan sebanyak empat kali pertemuan. Waktu pelaksanaan kegiatan dilakukan pada tanggal 27 dan 28 Januari 2016 serta tanggal 3 dan 4Februari 2016.

a. Pertemuan I

  Guru bersama siswa membahas lagu “Tek Kotek-kotek” yang telah dinyanyikan dan menyampaikan pada siswa materipelajaran yang akan dipelajari. Guru menjelaskan kembali cara menghitung pembagian menggunakan alat peraga,karena masih ada siswa yang kesulitan menggunakan alat peraga.

b. Pertemuan II

  Siswa kemudian membuka alat peraga dan mengambil kartu yang ada di dalam kotak sesuaidengan arahan guru. Siswa mengeluhkan bahwa mereka ingin segeramenyelesaikan pembelajaran di kelas karena ingin bergabung dengan kelas I yang sedang mengikuti kegiatan dari pihak luar sekolah, yaituoleh mahasiswa KKN yang memutarkan film di kelas I.

c. Pertemuan III

  Materi pembelajaran yang disampaikan adalah pembagian bilangan dua angka dengan bilangan satu angka dengan menukar. Siswa yang telah mengecek jawaban dengan kartu, diarahkan untuk membereskan alat peraga yang telah digunakan.

d. Pertemuan IV

  Siswa mengambil alat peraga yang ada di depan dan meletakannya di meja kelompok masing-masing. Guru mempersilahkan siswa untuk mengerjakan soal dengan menggunakan alat peraga dalam kelompok.

2. Hasil Belajar Siswa

  Nama Nilai 1 R R 100 2 Y R E P 80 3 Y A C A T 100 4 R M D N 90 5 M A S 100 6 N R W 90 7 A B W 90 8 M C G P A 70 9 A R I L 60 10 A R P 80 Rata-rata Nilai 86 Nilai siswa yang tertinggi adalah 100 dan yang terendah mencapai60, sesuai dengan KKM, yaitu 60. Sebanyak 90% siswa mampu mendapatkan nilai melampaui KKM yang berlaku dan 10% siswamencapai nilai sesuai atau tepat pada KKM.

3. Hasil Analisis Kemunculan Indikator Motivasi Belajar Siswa

  S3 = Bu, aku mau membagi.keinginan Transkripsi yang lain : 68 belajar Pertemuan III = 43 4 Siswa Pertemuan I: menunjukkan Transkripsi yang lain: 78, 88, 95, 101, 124, 132, 137, 170, 172, 291hasil pekerjaan Pertemuan II: kepada guru211. Hasilnya 17.1 Transkripsi yang lain: 118, 182, 184, 201Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar 1 Siswa bernyanyi Pertemuan I: 18, 26 bersama guru Pertemuan II: 12 2 Siswa bermain Pertemuan II: 16-22, 324 tepuk bersama Pertemuan IV: 7guru 3 Siswa Pertemuan I: menunjukkan 179.

4. Hasil Analisis Angket Motivasi Belajar Siswa

  Pengambilan data angket motivasi belajar siswa dilakukan pada akhir penelitian. 105 Tinggi Hasil analisis data angket menunjukkan enam orang siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi dan empat orang siswa memiliki motivasi belajar yang sangat tinggi.

5. Hasil Observasi Motivasi Belajar Siswa

  Siswa sudah terlihat bekerjasama dengan baik dan mendengarkan teman lain yang sedang berbicara di depankelas. 24Kategori Tinggi Tinggi Sangat Sangat Sangat Tinggi Tinggi TinggiHasil observasi pada pertemuan kedua mengalami penurunan, hal tersebut dikarenakan adanya kegiatan di sekolah yang tidak terduga dan di luarkuasa peneliti, sehingga siswa tidak fokus mengikuti pembelajaran dan ingin segera mengakhiri pembelajaran.

6. Hasil Wawancara Guru terkait Pengimplementasian Alat Peraga Pembagian Berbasis Metode Montessori

  Secara Siswa keseluruhan siswa memiliki motivasi tinggi untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dan mengikuti pembelajaran dengan baik. Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa menurut pendapat guru, siswa mengikuti pembelajaran dengan aktif danmemiliki motivasi yang tinggi serta mampu mengikuti pembelajaran dengan baik.

B. Pembahasan

1. Hasil Implementasi

  Pada pertemuan pertama dan kedua, terdapat dua orang siswa yang kurang aktif dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan yang guru berikan. Selain itu siswa juga mengambil alat peraga di tempat yang telah disediakan dan setelah selesai menggunakan siswamembereskan alat peraga, lalu mengembalikannya ke tempat semula.

a. Dampak bagi Hasil Belajar

  Hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan alat peraga pembagian berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 4.1. Implementasi alat peraga pembagian berbasis metode Montessori pada pembelajaranmatematika materi pembagian memberi dampak positif bagi hasil belajar siswa, yaitu membantu siswa mencapai hasil belajar yang baikdengan melampaui KKM yang berlaku.

b. Dampak bagi Motivasi Belajar Siswa

  Adanya hasrat dan keinginan berhasil dalam melakukan aktivitas belajar menjadi yang paling sering muncul,dilihat dari frekuensi siswa melakukan kegiatan yang mencerminkan indikator tersebut, yaitu mengajukan pertanyaan pada guru, menjawab pertanyaan di depan kelas, dan siswa menunjukkan hasil pekerjaan pada guru. Pada saat wawancara dengan guru, guru juga berpendapat bahwa siswa aktif terlibat dan menunjukkan motivasi yang tinggiketika mengikuti pembelajaran dengan menggunakan alat peraga pembagian berbasis metode Montessori.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

  Implementasi alat peraga pembagian berbasis metode Montessori pada pembelajaran matematika materi pembagian di kelas II SD KanisiusKenalan Magelang dilakukan dengan membagi siswa ke dalam 3 kelompok kecil (3-4 orang) dan kelompok mengerjakan tugas denganbantuan alat peraga pembagian berbasis metode Montessori. Implementasi berjalan dengan baik tampak dari keterlibatan aktif siswa, ketercapaian tujuan pembelajaran dan sikap bertanggung jawab siswa(mengambil, membereskan dan mengembalikan alat peraga) pada saat pembelajaran.

2. Pengimplementasian alat peraga pembagian berbasis metode

  Montessori memberikan dampak positif bagi hasil belajar dan motivasi belajar siswa. Hal tersebut dilihat dari hasil belajar siswa yang mampumelampaui KKM dengan persentase 90% dan adanya motivasi belajar siswa yang tinggi dengan skor hasil angket 4.105 dan skor hasilobservasi 81.24.

B. Keterbatasan Penelitian

  Penelitian yang telah dilaksanakan memiliki keterbatasan penelitian sebagai berikut. Waktu yang disediakan peneliti untuk penggunaan alat peraga masih terbatas.

C. Saran

  Berdasarkan implementasi alat peraga pembagian berbasis metodeMontessori pada pembelajaran matematika materi pembagian di kelas IISD Kanisius Kenalan yang telah dilakukan, peneliti memberikan saran- saran berikut. Alat peraga yang diimplementasikan dapat pula diimplementasikan di lokasi lain, tidak hanya terbatas pada satu SD saja, selamapermasalahan yang ditemui sama dengan penelitian ini.

2. Alat peraga dapat pula dikembangkan kembali dengan memperhatikan analisis kebutuhan siswa di lapangan

  INDIKATOR 3.2.1 Melakukan pembagian bilangan dua angka dengan bilangan satu angka (tanpa menukar) 3.2.2 Menunjukkan sikap bertanggungjawab dalam menggunakan alat peraga pembagian 3.2.3 Menggunakan alat peraga pembagian berbasis Montessori dalam menghitung pembagian bilangan dua angka dengan bilangan satuangka (tanpa menukar) D. TUJUAN 3.2.1.1 Siswa mampu melakukan minimal 3 soal pembagian bilangan dua angka dengan bilangan satu angka (tanpa menukar) 3.2.2.1 Siswa mampu menunjukkan sikap bertanggungjawab dalam menggunakan alat peraga pembagian selama pembelajaranberlangsung Montessori dalam menghitung pembagian bilangan dua angka dengan bilangan satu angka (tanpa menukar) E.

I. PENILAIAN Ranah Indikator Jenis Penilaian Penilaian Teknik Instrumen

  Pembagian bilangandua angka dengan bilangan satu angka (tanpa menukar) yaitu pembagian bilangan dua angka menggunakan alat peraga pembagian tanpa adanyapenukaran balok puluhan ke balok satuan, misalnya : a. Indikator 3.2.1 Melakukan pembagian bilangan dua angka dengan bilangan satu angka (tanpa menukar)Teknik Penilaian TertulisInstrumen Soal dan Kunci Jawaban Tugas : menjawab soal dengan menggunakan alat peraga pembagianLatihan Soal Kerjakan soal berikut ini dalam kelompok dengan menggunakan alat peraga pembagian!1.

1. Pada setiap pion pembagi terdapat 1 balok satuan = Jadi, 5:5 = 1 2

  Jadi, 80 : 8= 10 Pedoman Skor dan Penilaian : Setiap soal memiliki skor 1Nilai = Jumlah skor x 100 Total skor Indikator 3.2.2 Menunjukan sikap bertanggungjawab dalam menggunakan alat peraga pembagianTeknik Penilaian PengamatanInstrumen Tugas dan Rubrik Penilaian Tugas : menjawab soal dengan menggunakan alat peraga pembagian Format Pengamatan Berilah tanda cek (√) apabila sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa atau tanda (-) apabila tidak sesuai! TUJUAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.2.1.1 Siswa mampu melakukan minimal 6 soal pembagian bilangan dua angka dengan bilangan satu angka (tanpa menukar) dari soal ceritamelalui pembelajaran di kelas 3.2.2.1 Siswa mampu menunjukkan sikap bertanggungjawab dalam menggunakan alat peraga pembagian selama pembelajaranberlangsung Montessori dalam menghitung pembagian bilangan dua angka dengan bilangan satu angka (tanpa menukar) berbentuk soal cerita E.

H. SUMBER DAN MEDIA Sumber : Anam, Fatkul, dkk. 2009. Matematika untuk SD/MI Kelas II

  Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Media : - Alat peraga pembagian berbasis Montessori, berupa papan pembagian, pion, serta balok-balok satuan,puluhan, ratusan danribuan.

I. PENILAIAN Ranah Indikator Jenis Teknik Instrumen Penilaian Penilaian

  Pembagian bilangandua angka dengan bilangan satu angka (tanpa menukar) yaitu pembagian bilangan dua angka menggunakan alat peraga pembagian tanpa adanyapenukaran balok puluhan ke balok satuan. Bentuk soal dalam pembagian bilangan dua angka dengan bilangan satu angka yang akan diajarkan adalahsoal cerita misalnya : a.

b. Kelas V akan mengadakan lomba makan kerupuk. Jumlah siswa kelas V adalah 22 siswa. Siswa kelas V akan dibagi ke dalam 2 kelompok

  Indikator 3.2.1 Melakukan pembagian bilangan dua angka dengan bilangan satu angka (tanpa menukar) dari soal ceritaTeknik Penilaian TertulisInstrumen Soal dan Kunci Jawaban Tugas : menjawab soal dengan menggunakan alat peraga pembagianLatihan SoalKerjakan soal berikut ini dalam kelompok dengan menggunakan alat peraga pembagian! 8 - 1 - 1 - 1 - 1 - 1 - 1 -1 -1 = 0 , bilangan 8 apabila dikurangi 1 ada 8 kali pengurangan.

5. Pada setiap pion pembagi terdapat 1 balok puluhan, dan 2 balok satuan = 12

  Jadi, 24 : 2 = 12 6. Jadi, 40:4 = 10.

10. Pada setiap pion pembagi terdapat 1 balok puluhan= 90. Jadi, 90:3 = 30

  Pedoman Skor dan Penilaian : Setiap soal memiliki skor 1Nilai = Jumlah skor x 100 Total skor Indikator 3.2.2 Menunjukan sikap bertanggungjawab dalam menggunakan alat peraga pembagianTeknik Penilaian PengamatanInstrumen Tugas dan Rubrik Penilaian Tugas : menjawab soal dengan menggunakan alat peraga pembagian Format Pengamatan Berilah tanda cek (√) apabila sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa atau tanda (-) apabila tidak sesuai! TUJUAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.2.1.2 Siswa mampu melakukan minimal 6 soal pembagian bilangan dua angka dengan bilangan satu angka (dengan menukar) 3.2.2.2 Siswa mampu menunjukkan sikap bertanggungjawab dalam menggunakan alat peraga pembagian selama pembelajaranberlangsung Montessori dalam menghitung pembagian bilangan dua angka dengan bilangan satu angka (dengan menukar) E.

I. PENILAIAN Ranah Penilaian Indikator Jenis Penilaian Teknik Instrumen

  50 - 2 - 2 - 2 - 2 - 2- 2 - 2 - 2 - 2 - 2 - 2 - 2 - 2 - 2 - 2 - 2 - 2 - 2 - 2 - 2 - 2 - 2 - 2 - 2 - 2 = 0 , bilangan 50 apabila dikurangi 2 ada 25 kalipengurangan. bilangan 72 apabila Pedoman Skor dan Penilaian : Setiap soal memiliki skor 1Nilai = Jumlah skor x 100 Total skor Indikator 3.2.2 Menunjukan sikap bertanggungjawab dalam menggunakan alat peraga pembagianTeknik Penilaian PengamatanInstrumen Tugas dan Rubrik Penilaian Tugas : menjawab soal dengan menggunakan alat peraga pembagian Format Pengamatan Berilah tanda cek (√) apabila sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa atau tanda (-) apabila tidak sesuai!

I. PENILAIAN Ranah Penilaian Indikator Jenis Penilaian Teknik Instrumen

  Pedoman Skor dan Penilaian : Setiap soal memiliki skor 1 Nilai = Jumlah skor x 100Total skor Indikator 3.2.2 Menunjukan sikap bertanggungjawab dalam menggunakan alat peraga pembagianTeknik Penilaian PengamatanInstrumen Tugas dan Rubrik Penilaian Tugas : menjawab soal dengan menggunakan alat peraga pembagian Format Pengamatan Berilah tanda cek (√) apabila sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa atau tanda (-) apabila tidak sesuai! Keterangan pilihan jawaban 5 = SS = Sangat Setuju 4 = S = Setuju3 = R = Tidak Berpendapat (Ragu-ragu) 2 = TS = Tidak Setuju1 = STS = Sangat Tidak Setuju D.

c. Siswa berkonsentrasi dalam

  Siswa tidak mengeluh dalam mengerjakan tugas 3 Adanya kegiatan yang menarik a. Siswa dengan senang membantu teman lain yang kesulitan dalammemahami dan mengerjakan soal 4 Adanya lingkungan belajar a.

b. Siswa tidak gaduh ketika

  G = GuruS = SiswaS n = Siswa ke-n : 1, 2, 3, ...., 10SS = Semua siswaBS = Beberapa siswa 1. G = GuruS = SiswaS n = Siswa ke-n : 1, 2, 3, ...., 10SS = Semua siswaBS = Beberapa siswa 1.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJICURRICULUM VITAE

  Penulis juga mengikuti kegiatan Program KreativitasMahasiswa-Masyarakat (PKM-M) yang didanai oleh Kemenristekdikti pada tahun 2013 dan 2014. Pada tahun 2013, kelompok PKM-M penulis lolos dalam PekanIlmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXVI di Lombok, NTT dan menjadi kelompok presentasi terfavorit serta mendapatkan medali perunggu pada kategoriposter.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS II TENTANG PERKALIAN DAN PEMBAGIAN BILANGAN CACAH MELALUI ALAT PERAGA.
0
0
61
Pengembangan alat peraga matematika materi pembagian untuk anak dengan berkesulitan belajar matematika (diskalkulia) di SD Negeri Mertelu.
1
3
194
Pengembangan alat peraga pembelajaran matematika SD materi perpangkatan dan akar berbasis Metode Montessori.
0
1
2
Pengembangan alat peraga montessori materi perkalian untuk siswa kelas II SD.
0
38
299
Pengembangan alat peraga pembelajaran Matematika untuk siswa kelas III SD materi perkalian berbasis metode Montessori.
2
18
357
Pengembangan alat peraga pembelajaran IPS SD materi keragaman budaya Indonesia berbasis metode Montessori.
0
1
231
Pengembangan alat peraga pembelajaran matematika SD materi perkalian berbasis Metode Montessori.
3
29
323
Pengembangan alat peraga pembelajaran matematika SD materi perkalian berbasis metode Montessori.
1
3
262
Pengembangan alat peraga pembelajaran matematika SD materi penjumlahan dan pengurangan berbasis Metode Montessori.
0
35
414
Pengembangan alat peraga matematika materi pembagian untuk anak dengan berkesulitan belajar matematika (diskalkulia) di SD Negeri Mertelu
7
25
192
Pengembangan alat peraga montessori materi perkalian untuk siswa kelas II SD
0
6
297
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA MATEMATIKA UNTUK OPERASI BILANGAN BULAT BERBASIS METODE MONTESSORI
0
2
177
Pengembangan alat peraga matematika untuk pembagian bilangan dua angka berbasis metode Montessori - USD Repository
0
6
178
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA PEMBAGIAN BILANGAN DUA ANGKA BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
6
183
Persepsi guru dan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis Montessori kelas IC SD Kanisius Sengkan Yogyakarta - USD Repository
0
1
121
Show more