HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA KARYAWAN.

Gratis

1
8
94
2 years ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Meskipun studi ini mengungkapkan bahwa bos yang kasar lebih baik daripada bos yang angin-anginan sifat Work engagementatau worker engagement merupakan sebuah konsep manajemen bisnis yang menyatakan bahwa karyawan yangmemiliki engagement tinggi adalah karyawan yang memiliki keterlibatan penuh dan memiliki semangat bekerja tinggi dalam pekerjaannya maupundalam hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan jangka panjang. Salah satunya seorang karyawan yang menerima dukungan, terinspirasi dankualitas dari pimpinannya akan merasa tertantang, puas dengan pekerjaannya dan menjadi engagement dengan pekerjaan yang menjaditugasnya, sehinga sebuah organisasi membutuhkan seorang pemimpin yang memiliki kepemimpinan atau strategi mempengaruhi orang lainuntuk mencapai tujuan organisasi.

B. Rumusan Masalah

C. Tujuan Penelitian

D. Manfaat Penelitian

Dari uraian diatas tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari gaya kepemimpinan partisipatif terhadap work engagementpada karyawan. Manfaat penelitian ini adalah:

1. Secara teoritis

work engagement.

c. Sebagai bahan referensi bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian selanjutnya dalam bidang yang sama

yang dianut terutama partisipatif.

2. Secara praktis

a. Untuk memberikan masukan dan informasi bagi perusahaan dalam mengelola Sumber Daya Manusia berdasarkan gaya kepemimpinan

b. Memberikan sumbangan kajian bagi para pemimpin-pemimpin perusahaan yang dapat menjadi acuan dan sumbangan ilmu tentang

kepemimpinan dan work engagement bagi karyawan.

E. Keaslian Penelitian

Populasi Perbedaan penelitian sebelumnya dengan sekarang adalah pada tempat yang berada di kota Manado dan variabel yang diteliti yakniBudaya Organisasi, Inovasi Pemimpin, dan Kinerja Karyawan Dalam penelitian yang berjudul Pengaruh Job Demands, PersonalResources , dan jenis kelamin terhadap Work Engagement pada karyawan oleh Palupi Bimantari (2015). Subjek dari penelitian ini adalah guru SMA Swasta yang berada di Surabaya dengansampel awal sebanyak 165 orang dan kemudian disaring berdasarkan kelengkapan data yang ada hingga menjadi 128 orang, terdiri dari 92 orangperempuan dan 36 orang laki-laki.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Work Engagement

1. Pengertian Work Engagement

Menurut Schaufeli, Salanova, Gonzalez-Roma dan Bakker(2002) mendefinisikan work engagement sebagai positivitas, pemenuhan kerja dari pusat pikiran yang dikarakteristikkan, Work engagement merupakan sebuah motivasi dan pusat pikiran positif yang berhubungan dengan pekerjaan yang dicirikan dengan vigor, dedication dan absorption. Pengertian yang dikemukan Wellins & Concelman (dalamMujiasih, 2004) mengenai work engagement adalah kekuatan ilusif yang memotivasi karyawan meningatkan kinerja pada level yang lebihtinggi, energi ini berupa komitmen terhadap organisasi, rasa memiliki pekerjaan dan kebanggaan, usaha yang lebih (waktu dan energi),semangat dan etertarikan, komitmen dalam melaksanakan pekerjaan.

2. Komponen Work Engagement

Seorang karyawan yang mengutamakan pekerjaan akan berusaha yang terbaik untukpekerjaannya dan menganggap pekerjaannya sebagai pusat yang menarik dalam hidup dan yang pantas untuk diutamakan. Apabila pekerjaan tersebutdirasa berarti dan sangat berharga baik secara materi dan psikologis pada pekerja tersebut maka pekerja tersebut menghargaidan akan melaksanakan pekerjaan sebaik mungkin sehingga keterlibtan kerja dapat tercapai, dan karyawan tersebut merasabahwa pekerjaan mereka penting bagi harga dirinya.

3. Ciri-ciri Work Engagement

Berbagaipendapat mengenai karakteristik karyawan yang memiliki work engagement yang tinggi banyak dikemukakan dalam berbagai literatur, bahwa karyawan yang diantaranya Federman (2009) mengemukakan memiliki work engagement yang tinggi dicirikan sebagai berikut: 1. Bekerja dengan perubahan dan mendekati tantangan dengan tingkah laku yang dewasaMenurut Hewitt (Schaufeli & Bakker, 2010), karyawan yang memiliki work engagement yang tinggi akan secara konsistenmendemonstrasikan tiga perilaku umum, yaitu:     1.

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Work Engagement

Dan karakteristik pekerjaan yang berperanpenting dalam keterlibatan kerja adalah pekerjaan yang kuat: pekerjaan yang memiliki otonomi, kebergaman, identitas tugas, umpanbalik dan partisipasi kerja yang tinggi. Karakteristik Kondisi Kerja yangt menunjang Bekerja dalam ruangan kera yang sempit, panas, yang cahaya lampunya menyilaukan mata, kondisi kerja yang tidakmengenakkan (uncomfortable) akan menimbulkan kengganan untuk bekerja sehingga dengan kondisi seperti ini tidak adanyaketerlibatan kerjanya.

B. Gaya Kepemimpinan Partisipatif

1. Pengertian Gaya Kepemimpinan Partisipatif

Menurut Martoyo yang dikutip oleh Ardana (2011) kepemimpinan adalah kegiatan memberikan pengaruh kepadakaryawan dan mendelegasikan tugas sehingga semua pekerjaan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan sebelumnya. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan pertisipatif adalah aktivitas yang bersifat autokratik,membuat keputusan dengan melibatkan karyawan, mendelegasikan tugas, mempengaruhi karyawan dan membuat karyawan ikut sertadalam memajukan perusahaan, sehingga dapat menumbuhkan semangat dan solidaritas antara atasan dan bawahan.

2. Teori-Teori Kepemimpinan

Selain itu, Pemimpin juga disebut-sebut sebagai leader yang berfungsi melakukan hubungan interpersonaldengan bawahannya dengan cara memimpin, memotivasi, mengembangkan, dan mengendalikan para bawahannya supayabekerja sesuai dengan wewenang dan tanggungjawabnya masing- masing. Orientasi karyawan adalah perilaku pimpinan yang menekankan kepada bawahan dalam melaksanakan tugasnya dengan melibatkanbawahan dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan tugasnya, dan mengembangkan hubungan yang bersahabatsaling percaya mempercayai dan saling menghormati diantara anggota kelompok.

3. Tipe–Tipe Ke pemimpinan

Kepemimpinan dijalankan dengan memberikan kebebasan penuh pada orang yang dipimpin dalam mengambil keputusandan melakukan kegiatan menurut kehendak dan kepentingan masing-masing, baik secara perorangan maupun kelompok-kelompok kecil. Ketiga tipe kepemimpinan di atas dalampraktkinya saling isi mengisi atau saling menunjang secara bervariasi, yang disesuaikan dengan situasinya sehingga akanmenghasilkan kepemimpinan yang efektif.

4. Fungsi Kepemimpinan

Pemimpin sebagai moderator yang handal yaitu seorang pemimpin yang berfungsi sebagai mediator dalam menyelesaikan situasikomplek yang mungkin timbul dalam organisasi, tanpa mengurangi pentingnya situasi konflik dalam hubungan keluaryang dihadapi dan diatasi.     Istilah-istilah lain yang biasanya digunakan untuk menunjuk kepada aspek-aspek kepemimpinan partisipatif mencakup konsultasi,pengambilan keputusan bersama, membagi kekuasaan, desentralisasi, serta manajemen yang demokratisMembuat keputusan adalah salah satu fungsi paling penting yang dilakukan oleh pemimpin.

7. Keuntungan-Keuntungan Potensial dari Kepemimpinan Partisipatif

Pemimpin kemungkinan akan meningkatkankualitas sebuah keputusan bila para karyawan mempunyai informasi dan pengetahuan yang tidak dipunyai pemimpin tersebutdan bersedia untuk kerja sama dalam mencari suatu pemecahan yang baik untuk suatu masalah keputusan. Membantu memastikan bahwa keputusan-keputusan yang mempengaruhi mereka dipahami dan diterima oleh paralangganan dan pemasok.

C. Hubungan Gaya Kepemimpinan Partisipatif terhadap Work

Adapun hal-halyang disebutkan diatas yang dilakukan oleh seorang pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan partisipatif mempunyai tujuan yang penting     bagi perusahaan yaitu menciptakan rasa ikut memiliki perusahaan, misalkan dengan cara mengikutsertakan karyawannya untuk berpartisipasidalam proses pengambilan keputusan dengan memberikan informasi, saran-saran dan pertimbangan. Bakker dan Demeroti (dalam Wright, 2009) mengungkapkan ada empat alasan tentang karyawan dengan work engagement tinggi memilikiperforma yang lebih baik, yaitu dapat menimbulkan emosi positif, dapat mempengaruhi kesehatan menjadi lebih baik, dapat menciptakan energiatau sumber kekuatan dalam menyelesaikan pekerjaan, dan dapat mempengaruhi lingkungan kerja.

D. Landasan Teoritis

Untuk menggerakan dan memotivasi kerja mereka diperlukan taktik dan praktikgaya kepemimpinan yang tepat dan efektif yang dapat meningkatkan work engagement karyawan. Menurut Lockwood (2007) engagement merupakan konsep yang kompleks dan dipengaruhi banyak faktor,diantaranya adalah budaya di dalam tempat bekerja, komunikasi organisasional, gaya manajerial yang memicu kepercayaan danpenghargaan serta kepemimpinan yang dianut dan reputasi perusahaan itu sendiri.

E. Hipotesis

Terdapat hubungan Gaya Kepemimpinan Pertisipatif dengan Work Engagement.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN

A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

1. Identifikasi Variabel

Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel gaya kepemimpinan partisipatif dan Work Engagement. Variabel bebas (x) : Gaya Kepemimpinan PartisipatifVariabel terikat (y) : Work Engagement

2. Definisi Operasional

Work Engagement merupakan tingkat perilaku semangat kerja, keterlibatan, kepuasan, dan antusiasme karyawan dalam bekerja yangdiukur menggunakan skala Work Engagement dengan aspek meliputi: vigor, Dedication, Absorption . Gaya kepemimpinan partisipatif merupakan tingkat perilaku individu untuk mempengaruhi karyawan, serta kemampuan membuatkeputusan dengan melibatkan karyawan, mendelegasikan tugas dan membuat karyawan ikut serta dalam memajukan perusahaan.

B. Populasi, Sampel dan Teknik Sampling

1. Populasi

Karyawan telah bekerja lebih dari 5 bulan karena setidaknya mengetahui gaya kepemimpinan diperusahaan tersebut dan munculnyatingkat work engagement pada karyawan. pengambilan sampel ini menurutpendapat dari Arikunto (2005) bahwa apabila populasi penelitian berjumlah lebih dari 100, maka sampel yang diambil antara 10% - 15%atau 20% - 25% atau lebih.

2. Sampel

dengan mengambil 25 % dari populasi sehingga ukuran dari sampel sampelnya berjumlah 52 karyawan.    

3. Teknik Sampling

Pada populasi yang berjumlah 205 responden dan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Simple Random Samplingdiketahui 52 responden yang akan menjadi subyek dalam penelitian. Stimulus berupa pertanyaan yang tidak langsung untuk mengungkapkan atribut yang hendak diukur, yaitu mengungkapkan indikator perilaku danatribut yang bersangkutan.

C. Teknik Pengumpulan Data

(Sugiyono, 2011) Sedangkan skala Gaya Kepemimpinan Partisipatif yang digunakan adalah skala Likert, skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat,dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial yang telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti yang disebut variabel. Skala ini dalam bentuk pernyataan favorabel dan unfavorabel dengan empat alternatif jawaban yang terdiri:Tabel 1Bobot Nilai Skala Likert Pilihan Jawaban Favorable Unfavorable SS (Sangat Setuju) 4 1S (Setuju) 3 2TS (Tidak Setuju) 2 3STS (Sangat Tidak Setuju) 1 4 Alat pengukuran Work Engagement ini menggunakan modifikasi skala ahli yaitu Utrecht Work Engagement Scale (UWES)ver.

1. Skala Work Engagement

Vigor curahan energi dan mental yang kuat 4,15 11,77% selama bekerjakeberanian untuk berusaha sekuat tenaga 1 5,89%     dalam menyelesaikan suatu pekerjaan tekun dalam menghadapi kesulitankerja 17 5,89% kemauan untuk menginvestasikansegala 8 5,89% upaya dalam suatu pekerjaantetap bertahan meskipun menghadapi 12 5,89%Kesulitan 2. Absorption penuh 6 5,89% serius terhadap suatu pekerjaan 9 5,89%bekerja selalu merasa waktu begitu cepat 3, 11 11,77%menemukan kesulitan dalam memisahkan 14, 16 11,77%diri dengan pekerjaan Jumlah 17 100% Alat pengukuran Gaya Kepemimpinan Partisipatif ini menggunakan skala Gaya Kepemimpinan Partisipatif.

2. Skala Gaya Kepemimpinan Partisipatif

    Tabel 3Blue Print Skala Gaya Kepemimpinan Partisipatif BOBOT AITEM DIMENSI INDIKATOR F UFProsedur Pemecahan masalah yang relevan 10, 1Pengambilan dengan bawahan secara 20, 15,39%Keputusan individual maupun kelompok. 31,37 24 11,53%Bawahan mempunyai keinginan untuk 25,32 7,7% berhasil yang tinggi.pekerja diberi kebebasan yang tinggi.

D. Validitas dan Reliabilitas

1. Validitas

Semua aitem yang mencapai koefisien korelasi minimal 0,30 daya bedanya dianggap memuaskan, aitem yangmemiliki corrected item-total correlation kurang dari 0,30 dapat diinterpretasikan sebagai aitem yang memiliki daya beda rendah.a. Hal ini ditunjukkan oleh tarafkeajegan (konsisten) skor yang diperoleh oleh para subjek yang diukur dengan alat yang sama, atau di ukur dengan alat yang setara pada kondisiyang berbeda.

2. Reliabilitas

Reliabilitas dilakukan dengan konsistensi internal yaitu menggunakan teknik Cronbach Alpha dengan tujuan mengukur penyimpangan skor yang     terjadi karena faktor waktu pengukuran atau faktor perbedaan subyek pada waktu pengukuran yang sama (Azwar, 2008). Menganalisis data merupakan langkah kritis dalam suatu penelitian dari hasil penarikan sampel dan pengumpulan data akan diperoleh data kasar dapatdibaca dan di interpretasikan, maka dibutuhkan adanya metode analisis data.

E. Analisis Data

Uji NormalitasUji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang diambil berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Uji HipotesisPada penelitian ini menggunakan uji korelasi Product Moment sumber data kedua variabel bebas (independent variabel) dan variabel terikat (deoendent variabel) yang dikorelaskan adalah interval dan ordinal, serta data dari kedua variabel tidak membentuk distribusi normal.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Subyek

Jenis Kelamin Jumlah Presentase 1 Laki-laki 50 96,15% 2 Perempuan 2 3,85 %Total 52 100 % Berdasarkan tabel deskripsi subyek berdasarkan jenis kelamin diketahui dari 52 responden yang menjadi sampel dalam penelitian,terdapat 96,15% responden yang berjenis kelamin laki-laki dan 3,85% responden yang berjenis kelamin perempuan. Lama Bekerja Jumlah Presentase 1 1-2 Tahun 14 40 %2 2-3 Tahun 27 28,58% 3 › 5 Tahun 11 31,42%Total 52 100 % Berdasarkan tabel deskripsi subyek berdasarkan lama dalam bekerja diketahui dari 52 responden yang menjadi sampel dalam penelitian,terdapat 14 orang yang telah bekerja dalam rentang waktu 1 - 2 tahun, 27 orang telah bekerja dalam rentang waktu 2-3 tahun, 11 orang bekerjadalam rentang waktu lebih dari 5 tahun.

2. Deskripsi Hasil Penelitian

1. Sedangkan hasil uji reliabilitas variabel Work Engagement diperoleh koefisien Alpha Cronbach’s sebesar 0,862 > 0,60 makainstrumen tersebut sangat reliabel artinya instrumen tersebut sangat reliabel sebagai pengumpulan data untuk mengungkapkan Work Engagement .

3. Hasil

Hasil yang diperoleh dari uji normalitas adalah sebagai berikut:Tabel 9Uji Normalitas Variabel Shapiro- WilkGaya Kepemimpinan Partisipatif 0,497 Work Engagement 0,309Berdasarkan uji normalitas data menggunakan Shapiro- Wilk tersebut untuk variabel Gaya Kepemimpinan Partisipatif diperolehsignifikansi 0,497 > 0,05 yang artinya data tersebut berdistribusi normal.     Setelah dilakukan uji terhadap suatu distribusi data, dan terbukti data yang diuji berdistribusi noramal, maka metode yang digunakanparametrik.

B. Pembahasan

    Penelitian dari Wulandari bahwa gaya kepemimpinan transformasional memiliki hubungan yang positif dengan work engagement yang disimpulkanbahwa semakin positif persepsi terhadap gaya kepemimpinan transformasional maka semakin tinggi work engagement. Karyawan yang memiliki engagement tinggi adalah karyawan yang memiliki keterlibatan penuh dan memiliki semangat bekerja tinggi dalam pekerjaannyamaupun dalam hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan jangka panjang.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang hubungan gaya kepemimpinan partisipatif terhadap work engagement, menunjukkan adanyahubungan positif gaya kepemimpinan partisipatif terhadap work engagement. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti memberikan beberapa saran yang perlu dipertimbangkan oleh berbagai pihak berkaitandengan gaya kepemimpinan dan work engagement.

B. Saran

Pimpinan perlu lebih meningkatkan komunikasi dengan pegawai misalnya dengan cara melakukan family gathering dimana didalamnyadilakukan forum-forum kecil dan tanya jawab antara pegawai dan pimpinan sehingga pegawai memiliki keleluasaan untuk menyampaikanlaporan dan saran kepada pimpinan. Dan juga memberikan pelatihan yang dapat mengembangkan karyawan dalam hal hard atau soft skill.

1. Saran untuk perusahaan

2. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah: Untuk peneliti selanjutnya lebih baik jika responden selalu

Ketika responden kurang memahami instruksi atau pertanyaan yang dimaksud dalam form data demografi maupun skala. Hubungan antara Perceived Organizational Support dengan Work Engagement Pada Guru SMA Swasta di Surabaya, JurnalPsikologi dan Organisasi Vol.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN BIJI PEPAYA (Carica Papaya L) TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus strain wistar) YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK
23
188
21
KEPEKAAN ESCHERICHIA COLI UROPATOGENIK TERHADAP ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI RSU Dr. SAIFUL ANWAR MALANG (PERIODE JANUARI-DESEMBER 2008)
2
94
1
ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN DAN EFISIENSI ANTARA BERAS POLES MEDIUM DENGAN BERAS POLES SUPER DI UD. PUTRA TEMU REJEKI (Studi Kasus di Desa Belung Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang)
22
216
16
FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)
27
211
2
MANAJEMEN PEMROGRAMAN PADA STASIUN RADIO SWASTA (Studi Deskriptif Program Acara Garus di Radio VIS FM Banyuwangi)
29
201
2
PENYESUAIAN SOSIAL SISWA REGULER DENGAN ADANYA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SD INKLUSI GUGUS 4 SUMBERSARI MALANG
60
434
26
ANALISIS PROSPEKTIF SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PT MUSTIKA RATU Tbk
257
1164
22
PENERIMAAN ATLET SILAT TENTANG ADEGAN PENCAK SILAT INDONESIA PADA FILM THE RAID REDEMPTION (STUDI RESEPSI PADA IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA MALANG)
43
319
21
KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )
64
463
20
PEMAKNAAN BERITA PERKEMBANGAN KOMODITI BERJANGKA PADA PROGRAM ACARA KABAR PASAR DI TV ONE (Analisis Resepsi Pada Karyawan PT Victory International Futures Malang)
18
208
45
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI POLITIK PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2012 DI KOTA BATU (Studi Kasus Tim Pemenangan Pemilu Eddy Rumpoko-Punjul Santoso)
119
449
25
PENGARUH BIG FIVE PERSONALITY TERHADAP SIKAP TENTANG KORUPSI PADA MAHASISWA
10
128
124
HUBUNGAN ANTARA STRES DAN PERILAKU AGRESIF PADA REMAJA
11
84
2
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TENTANG DESAIN KEMASAN PRODUK DENGAN INTENSI MEMBELI
9
119
22
PERBEDAAN SIKAP KONSUMTIF REMAJA YANG TINGGAL DENGAN ORANG TUA UTUH DAN ORANG TUA TUNGGAL
7
98
2
Show more