ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PR

Gratis

0
0
9
1 year ago
Preview
Full text

  

A NA L I S I S R I SI K O K E C E L A K A A N K E R J A PA DA

PR OY E K B A NG UNA N G E D UNG D E NG A N M E T OD E F M E A

  1

  2

  3 A pr iyan, J . , Setiawan, H . , E r vianto, W .I .

  E mail: jo.apri yan@ gmail.com

  2,3

  D osen Program Magister T eknik S ipil, U ni versitas A tma J aya Y ogyakarta E mail: haris@ mail.uaj y.ac.id dan wulframervianto@ gmail.com

  A B S T R A K P royek konstruksi m erupakan kegiatan yang rawan terhadap terj adinya kecel akaan kerja, jika kecelakaan kerj a terjadi maka dampak yang ditimbulkan bervari asi dari dampak yang ri ngan hingga serius. K enyataan ini m engakibatkan diperlukannya m anajemen keselamatan kerja yang berperan penting untuk mencegah terjadi nya kecelakaan kerja pada proyek konstruksi. Salah satu bagi an dari m anajemen keselamatan kerja adalah m engetahui tingkat risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini berfokus pada metode F ME A ( F ailure Mode E ffects Analysis) untuk mengidentifikasi kecelakaan kerja yang terjadi dan kem udian menentukan tingkat risikonya.

  Secara umum peneliti an ini difokuskan pada kecelakaan kerja yang terjadi di proyek bangunan gedung di Y ogyakarta. Selanjutnya secara khusus anali sis dil akukan untuk kecelakaan kerj a yang terjadi pada salah satu proyek bangunan gedung di Y ogyakarta. Pelaksanaan penelitian di awali dengan mengidentifikasi potensi kecelakaan kerj a pada proyek bangunan gedung berdasarkan temuan penelitian-penelitian sebelumnya. Selanjutnya dilakukan konfi rm asi kepada pelaksana proyek bangunan gedung di Y ogyakarta untuk kem ungki nan terjadinya kecelakaan kerja berdasarkan kondisi yang dihadapi di lapangan. K ecel akaan kerja yang telah dikonfirm asi digunakan untuk m engidentifikasi kecelakaan kerja yang telah terjadi pada suatu proyek bangunan gedung di Y ogyakarta. Akhirnya kecelakaan kerj a yang telah terjadi tersebut ditentukan tingkat risikonya dengan menghitung nilai RP N (Risk P riori ty Number). P enelitian i ni m enemukan sepuluh kecelakaan kerja yang berpotensi terjadi pada proyek bangunan gedung yang dijadikan obyek penel itian.

  Sepul uh kecelakaan kerja ini m asing-m asing dihitung nil ai RPN nya untuk menentukan tingkat ri sikonya. Berdasarkan nilai RP N, penelitian menem ukan pekerjaan pem otongan besi tul angan (fabrikasi) pada pekerj aan pembesian balok m em punyai nil ai RP N paling tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa pekerjaan ini perlu m endapat perhatian untuk ditingkatkan pengamanannya terhadap kecelakaan kerja.

  K ata K unci: risiko proyek, kecelakaan kerja, F ME A

  1. P E ND A H UL UA N

Proyek konstruksi merupakan pekerjaan yang mempunyai risiko kecelakaan kerja tinggi

dengan kemungkinan akibat kecelakaan kerja yang serius. R isiko kecelakaan kerja ini

semakin tinggi pada negara-negara berkembang dimana tenaga kerja yang digunakan berlatar

belakang pendidikan relatif rendah. T erkait dengan kondisi ini, K ing dan Hudson (1985)

menyatakan bahwa tingkat kematian pada proyek konstruksi di negara-negara berkembang

tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan kejadian di negara-negara maj u.

R isiko kecelakaan kerja pada proyek konstruksi tinggi, namun program keselamatan kerja

masih kurang mendapat perhatian. Singh et al. (1999) menemui beberapa hal yang

menghalangi keberhasilan program keselamatan kerja antara lain: perencanaan pekerjaan

yang kurang baik, pelatihan keselamatan kerja yang tidak dijalankan dengan baik, anggaran

untuk keselamatan kerja yang tidak memadai, investigasi dan evaluasi kecelakaan kerja yang

terjadi tidak dijalankan sesuai prosedur yang seharusnya.

B erdasarkan kenyataan ini maka manajemen keselamatan kerja menjadi bagian penting yang

perlu diperhatikan pada industri konstruksi termasuk di Indonesia. Manajemen keselamatan

  

mengontrol terjadinya kecelakaan kerja yang mempunyai risiko tinggi baik dalam hal

akibatnya, kemungkinan terj adinya dan kemudahan pendeteksiannya.

B erbagai metode telah diperkenalkan sebagai metode yang dapat digunakan untuk

mengidentifikasi potensi kecelakaan kerja, mengukur tingkat risiko kecelakaan kerja dan

mengevaluasi kecelakaan kerja. Metode-metode ini antara lain: check list, hazops, what if,

F ME A , audits, C IA ( C onfidentiality, Integrity, and Availability), F T A (F ault Tree Analysis)

,dan E T A ( E vent T ree Analysis). D iantara metode-metode ini, F ME A adalah metode yang

paling tepat untuk memenuhi tujuan seperti yang telah diuraikan di atas. D engan demikian

penelitian ini berfokus pada metode F ME A untuk mengidentifikasi potensi bahaya

kecelakaan kerja dan mengukur tingkat risikonya.

B erdasarkan keadaan yang telah diuraikan di atas, penelitian ini bertujuan menenerapkan

metode F ME A untuk mengidentifikasi bahaya kecelakaan kerja pada proyek bangunan

gedung dan selanjutnya menilai tingkat risiko bahaya kecelakaan tersebut. Penerapan

program F ME A ini dilakukan pada proyek pembangunan gedung di Y ogyakarta. Penelitian

dilakukan selama J uni hingga S eptember 2016 dimana pekerjaan pada proyek tersebut pada

tahap pekerj aan struktur lantai dasar hingga lantai satu dari total empat lantai.

  2. T I NJ A UA N PUST A K A K ecelak aan K er j a dan Potensi Penyebabnya

K ecelakaan kerja merupakan kejadian saat pekerj a sedang bekerja yang menyebabkan

terjadinya luka atau gangguan kesehatan (International L abour Organization, IL O, 2003).

D ata dari

  IL O menunjukan 30% kecelakaan kerja dari 100 ribu tenaga kerja di

Indonesiaterjadi pada sector konstruksi.Selanjutnya IL O (2013) menyatakan bahwa tingkat

kecelakaan kerja tergantung kepada risiko yang menyebabkan terjadinyakecelakaan kerja,

sementara risiko terjadinya kecelakaan kerja timbul karena adanya potensi bahaya kecelakaan

kerj a. Potensi bahaya kecelakaan kerja dibagi dalam empat kategori berdasarkan dampaknya

kepada korban kecelakaan kerja. Pembagian ini dapat dilihat pada T abel 1.

  

D iantara semua kategori yang ditunjukkan pada T abel 1, potensi bahaya yang menimbulkan

risiko kecelakaan kerja terjadi pada K ategori B . K ategori ini sesuai dengan teori efek domino

yang diperkenalkan oleh Heinrich (1959). T eori ini menjelaskan bahwa kecelakaan kerja

yang disebebkan oleh penyebab langsung terjadi karena kondisi tidak aman ( unsafe

condition) dan tindakan tidak aman ( unsafe action). T eori ini juga menjelaskan bahwa

manajemen keselamatan kerja memegang peran penting dalam menentukan tingkat

kecelakaan kerja. Sebagai dasar penyusunan rencana pencegahan terjadinya kecelakaan kerja,

manajemen keselamatan kerja perlu membuat safety plan yang mencakup pengukuran tingkat

risiko bahaya kecelakaan kerja. M etode F M E A dalam M anaj emen K eselamatan K er j a

Menurut Puente et al. (2002) seperti dikutip oleh Marimin et al. (2013), F ME A adalah sebuah

metode yang digunakan untuk memeriksa penyebab cacat atau kegagalan yang terjadi saat

proses produksi, mengevaluasi prioritas risiko yang menyebabkan timbulnya kecelakaan

kerj a, dan membantu mengambil tindakan untuk menghindari masalah yang teridentifikasi

sebagai bahaya kecelakaan kerj a. Dijelaskan pula bahwa metode F ME A menggabungkan

pengetahuan dan pengalaman manusia untuk: (1) mengidentifikasi potensi kegagalan dari

suatu produk atau proses, ( 2) mengevalusi kegagalan suatu produk atau proses dan

dampaknya, (3) membantu perekayasa untuk melakukan tindakan perbaikan atau tindakan

  

mengukur tingkat risiko kecelakaan kerja. Pengukuran tingkat risiko kecelakaan kerja dengan

metode F ME A secara konvensional berdasarkan tiga parameter yaitu keparahan atau severity

(S), kejadian atau occurance (O), dan deteksi atau detection (D ).

T abel 1 Pengelompokan B ahaya K ecelakaan K erja B erdasarkan D ampaknya pada K orban

  K ategor i A K ategor i B K ategor i C K ategor i D P otensi bahaya yang P otensi bahaya yang R isik o terhadap P otensi bahaya yang menimbul k an r isik o dampak menimbulk an r isik o k esej ahter aan atau menimbulk an r isik o j angk a panj ang k epada langsung pada k esehatan sehar i-har i pr ibadi dan psik ologis k esehatan k eselamatan

  B ahaya faktor kimia ( debu, uap K ebakaran A ir minum Pelecehan, intimidasi l ogam, uap) dan pelecehan seksual

  B ahaya faktor biologis L istrik T oilet dan fasi litas T erinfeksi HIV /A ID S ( penyaki t dan gangguan virus, mencuci bakteri, binatang, dsb.) B ahaya faktor fisik (bising, Potensi bahaya R uang makan atau K ekerasan di tempat penerangan, getaran, ikli m mekanikal (tidak adanya kantin kerja kerja, jatuh) pelindung mesin) C ara bekerja dan bahaya faktor House keeping P3K di tempat kerja S tress ergonomis ( posisi bangku kerja, (perawatan buruk pada pekerjaan berulang- ulang, jam peralatan) kerja yang lama) Potensi bahaya lingkungan T ransportasi Narkoba di tempat kerja yang disebabkan oleh pol usi pada perusahaan di masyarakat

  Sumber :IL O, 2013

D i samping beberapa kemudahan dan keunggulan metode F ME A , terdapat kelemahan yang

tidak dapat dihindarkan. Menurut X u et al. (2002) dan Y eh dan Hsieh (2007) yang dikutip

Marimin et al.(2013), beberapa kelemahan metode F ME A antara lain: (1) pernyataan dalam

F ME A sering bersifat subjektif dan kualitatif sehingga tidak jelas dalam bahasa ilmiah, (2)

ketiga parameter (keparahan, kejadian, dan dekteksi) biasanya memiliki kepentingan yang

sama padahal seharusnya ketiga parameter tersebut memiliki kepentingan yang berbeda, (3)

nilai R PN yang dihasilkan dari perkalian S, O dan D sering sama, padahal sebenarnya

mempersentasikan nilai risiko yang berbeda. D emi mengatasi kelemahan yang dimiliki

metode F ME A tersebut, biasanya metode ini digabungkan dengan metode lainnya seperti

metode-metode khusus dalam bidang keselamatan kerja yaitu F T A dan J SA . Meskipun

demikian, kedua metode tambahan tersebut tidak dapat menghasilkan data yang benar-benar

kuantitatif (nilai rill) sebagai dasar pertimbangan pengambilan keputusan.

  3. M E T O DE PE NE L I T I A N

Penelitian ini bertuj uan mengidentifikasi risiko kecelakaan kerja di proyek gedung yang

mempunyai riwayat kecelakaan kerja dan kemudian menilai tingkat risiko kecelakaan kerja

tersebut. Penilaian tingkat risiko kecelakaan kerja dilakukan dengan metode F ME A yang

menghitung nilai R PN dari tiap risiko kecelakaan kerja. Nilai R PN merupakan perkalian dari

nilai S, O dan D seperti yang telah diuraikan di atas.

T ahap awal penelitian ini dilaksanakan dengan mengidetifikasi potensi kecelakaan kerja yang

dapat terjadi pada proyek pembangunan gedung berdasarkan temuan dari penelitian-

penelitian terdahulu: S epang (2013), Saragi (2011), W icaksono dan Singgih (2011), J unaedi

dan Nurcahyo (2013), A nwar et al. ( 2014), dan Muslim et al. (2014). Selanjutnya hasil ini

dikonfirmasi pada beberapa pelaksana proyek gedung di Y ogyakarta yang dianggap

  

konstruksi. T ujuan konfirmasi ini adalah mendapatkan kepastian kemungkinan timbulnya

potensi kecelakaan kerja berdasarkan kenyataan yang terjadi di lapangan. R esponden pada

penelitian ini yang diminta untuk melakukan konfirmasi adalah manajer proyek, manajer

lapangan dan staf manajemen HSE ( Health Safety E nvironm ent). Penelitian ini berhasil

meminta pendapat tujuh respoden dari tiga proyek gedung berbeda. R esponden diambil dari

proyek berbeda agar didapat hasil yang lebih bervariasi karena penilaian ini sifatnya cukup

subyektif. K ecelakaan kerja yang ditetapkan untuk dianalisis pada tahap selanjutnya adalah

kecelakaan kerja yangdikonfirmasi oleh lebih dari 50% responden sebagai bahaya kecelakaan

kerj a yang mungkin terjadi pada proyek bangunan gedung.

L ebih lanjut serangkaian kecelakaan kerja yang telah dikonfirmasi ini dibawa ke proyek

bangunan gedung di Y ogyakarta yang dijadikan obyek penelitian ini untuk di cross-check

dengan kecelakaan kerja yang telah terjadi di lapangan. L angkah ini dilakukan dengan

bertanya langsung pada tiga staf HSE dan juga melihat data catatan dan laporan kecelakaan

kerj a. T ahap ini mereduksi lebih lanjut jumlah kecelakaan kerja yang telah dikonfirmasi pada

tahap sebelumnya. A khirnya sejumlah kecelakaan kerja yang telah diidentifikasi berdasarkan

temuan di lapangan diukur tingkat risikonya dengan menghitung nilai R PN nya. Nilai R PN

merupakan perkalian nilai S, O, D ( severity, occurance, dan detection). Nilai S, O, D pada

penelitian ini diperoleh berdasarkan pendapat tiga orang staf HS E pada salah satu proyek

bangunan gedung di Y ogyakarta. K etiga responden ini diminta untuk menentukan tingkat S,

O, D berdasarkan kriteria yang diuraikan berikut ini. Severity

T ingkat keparahan atau severity ditetapkan berjenjang dimulai dari tingkat 1 sampai dengan

  

10. Nilai 10 menunjukkan tingkat dengan dampak yang paling parah sementara nilai 1

merupakan tingkat dengan dampak yang paling ringan. D ampak yang paling parah adalah

hilanganya nyawa secara masal. S edangkan dampak yang paling ringan adalah terkena

serpihan kecil pada bagian tidak vital dan hanya menimbulkan luka kecil. S ecara keseluruhan

tingkat keparahan yang digunakan dalam penelitian ini diadopsi dari Incident Severity Scale

(National Incident D atabase R eport, 2011 dan W ang, et al, 2009) seperti dapat dilihat pada

T abel 2.

T abel 2 T ingkatan K eparahan ( Severity) Secara Umum

  T ingk at / D ampak A k ibat L uk a

  10 K ematian beberapa invidu ( masal) K ehilangan nyawa atau merubah

  9 K ematian i ndividu ( sesorang) kehidupan individu

  8 Perlu perawatan serius dan meni mbulkan cacat permanen

  7 D irawat lebi h dari 12 jam, dengan luka pecah pembuluh darah, D ampak serius ( indi vi du hilangan i ngatan hebat, kerugi an besar, dll 6 sehingga ti dak ikut lagi dalam D irawat lebih dari 12 jam, patah tulang, tulang bergeser, radang dingin, aktivitas) luka bakar, susah bernafas dan l upa ingatan sementara, jatuh / terpeleset

  5 K eseleo / terkilir, retak /patah ringan, keram atau kejang D ampak sedang (individu hanya 4 1 - 2 hari tidak ikut beraktivitas) L uka bakar ringan, luka gores / tersayat, frosnip ( radang di ngin/panas)

  3 Melepuh, tersengat panas, keseleo ringan, tergeli ncir atau terpeleset D ampak ringan ( indivi du masih ringan dapat ikut dalam aktivitas)

  2 T ersengat matahari, memar, teriris ringan, tergores

  1 T idak berdampak ( individu T erkenah serpi han, tersengat serangga, tergigit serangga tidak mendapat dampak yang terasa)

  Sumber :National Incident DatabaseR eport, 2011 dan W ang, et al, 2009)

  Occurance

T ingkat kejadian atau occurance bahaya kecelakaan kerja ditentukan bertingkat dari 1 sampai

  

10. Nilai 1 menunjukkan kejadian yang hampir tidak mungkin terjadi sementara nilai 10

menunjukkan kejadian yang hampir tidak bisa dihindari. T ingkat kejadian diadopsi dari C risp

Ratings for Occurance of a F ailure (W ang, et al, 2009) yang dapat dilihat pada T abel 3.

T abel 3 T ingkat K ejadian ( Occurance) Secara Umum

  Pr obalilitas K ej adian T ingk at K ej adi an Nilai >1 in 2

  10 S angat ti nggi dan tak bisa dihindari 1 in 3 9 1 in 8

  8 T i nggi dan sering terjadi 1 in 20 7 1 in 80

  6 S edang dan kadang terjadi 1 in 400 5 1 in 2.000

  4 R endah dan relatif jarang terjadi 1 in 15.000

  3 S angat rendah dan hampir tidak pernah terjadi 1 in 150.000

  2 1 in 1.500.000

  1 Sumber :W ang, et al, 2009

  D etection

Selanjutnya tingkat detection atau deteksi ditentukan bertingkat mulai dari tingkat 1 sampai

dengan tingkat 10. T ingkat 10 apabila alat pendeteksi atau pencegah kecelakaan kerja tidak

dapat mengontrol atau mendeteksi terjadinya kecelakaan kerja sedangkan tingkat 1 apabila

alat pendeteksi atau pencegah kecelakaan kerja sudah pasti dapat mengontrol atau menditeksi

terjadinya kecelakaan kerja. T ingkat diteksi diadopsi dari C risp Ratings for D etection of a

F ailure (W ang, et al, 2009) yang secara keseluruhan dapat dilihat pada T abel 4.

T abel 4 T ingkat Deteksi ( D etection) Secara Umum

  T ingk at K emungk inan T er ditek si

  10 Hampir tidak T i dak ada alat pengontrol yang mampu mendeteksi bentuk dan penyebab kegagalan mungkin

  9 S angat jarang A lat pengontrol saat ini sangat sulit mendeteksi bentuk dan penyebab kegagalan

  8 J arang A lat pengontrol saat ini sangat sulit mendeteksi bentuk dan penyebab kegagalan

  7 S angat rendah K emampuan alat kontrol untuk mendeteksi bentuk dan penyebab kegagalan sangat rendah

  6 R endah K emampuan alat kontrol untuk mendeteksi bentuk dan penyebab kegagalan rendah

  5 S edang K emampuan alat kontrol untuk mendeteksi bentuk dan penyebab kegagalan sedang

  4 A gak tinggi K emampuan alat kontrol untuk mendeteksi bentuk dan penyebab kegagalan sedang sampai tinggi

  3 T i nggi K emampuan alat kontrol untuk mendeteksi bentuk dan penyebab kegagalan tinggi

  2 S angat ti nggi K emampuan alat kontrol untuk mendeteksi bentuk dan penyebab kegagalan sangat tinggi

  1 Hampir pasti K emampuan alat kontrol untuk mendeteksi bentuk dan penyebab kegagalan hampir pasti

  Sumber : W ang, et al, 2009 R PN

Setelah mengetahui nilai S, O, D untuk tiap kecelakaan kerja, selanj utnya nilai R PN dapat

dihitung dengan rumus: R PN = S x O x D. S elanjutnya nilai R PN dijadikan dasar untuk

menetapkan tingkat risiko bahaya kecelakaan kerja dimana semakin tinggi nilai R PN

menunjukkan semakin tinggi risiko bahaya kecelakaan kerja tersebut. Selanjutnya bahaya-

bahaya kecelakaan kerja yang mempuyai nilai R PN tinggi perlu mendapat perhatian dari

  4. H A S I L PE NE L I T I A N

B erdasarkan hasil penelitian-penelitian terdahulu, penelitian ini mengidentifikasi 191

kecelakaan kerja yang potensial terjadi pada proyek bangunan gedung. Setelah dikonfirmasi

oleh tujuh responden dari tiga kontraktor, j umlah ini tereduksi menjadi 81kecelakaan kerja.

Selanjutnya 81 kecelakaan kerja ini dijadikan dasar untuk mengidentifikasi kecelakaan kerja

yang telah terjadi pada pekerjaan yang sudah dilaksanakan di proyek yang menj adi obyek

penelitian ini.

B erdasarkan informasi langsung dari staf manajemen HSE dan memperhatikan laporan-

laporan yang ada, didapat 10 kecelakaan kerj a telah terjadi pada pekerjaan yang sudah

dilaksanakan pada proyek tersebut mulai dari pekerjaan di lantai dasar hingga lantai satu.

Sepuluh kecelakaan kerja ini terjadi pada sepuluh kegiatan yang dikelompokkan dalam dua

pekerjaan, yaitu pekerjaan pembesian balok dan pekerjaan pengecoran plat lantai. Sepuluh

kecelakaan kerja beserta kejadian dan akibatnya dapat dilihat pada T abel 5. K esepuluh

kecelakaan kerja ini terjadi pada pekerja yang mengenakan helm, sarung tangan karet/kulit,

masker, pakaian kerja, dan sepatu kerja. Selain itu kecelakaan kerja ini juga terj adi pada

proyek yang telah dilengkapi dengan rambu-rambu keselamatan dan jaring pengaman

Selanjutnya kegiatan-kegiatan pada dua pekerjaan ini akan dinilai tingkat risiko kecelakaan

kerj anya berdasarkan nilai R PN yang sudah dijelaskan sebelumnya. T abel 5 menjelaskan

kecelakaan kerja yang sudah terjadi pada proyek bangunan gedung yang dijadikan obyek

penelitian ini beserta akibat yang ditimbulkan.

T abel 5 K ecelakaan kerja pada proyek bangunan gedung yang menjadi obyek penelitian

  No. K egiatan K ecelak aan K er j a A k ibat Pek er j aan pembesian balok

  1 Pengangkutan besi tulangan T ersandung, terpeleset, mengi njak L ecet, robek, memar, manual material/alat, dan tertusuk dan keseleo

  2 Pemotongan besi tulangan T ertusuk besi, terjepit besi, dan menginjak R obek, lecet, memar (fabri kasi) material/alat

  3 Pembengkokan besi tulangan T erjepit, terlukaoleh alat kerja, tertusuk, dan R obek, lecet, memar (fabri kasi) tertimpa

  4 Penganyaman besi tulangan T erjepit tulangan, tertusuk bendrat, terkena R obek, lecet, memar, (fabri kasi) api las dan tertimpa alat kerja dan luka bakar

  5 Pengangkutan besi anyaman T ertimpa besi, tertusuk, dan jatuh L ecet, robek, memar, tulangan ( dengan crane) dan keseleo

  6 Penempatan anyaman di T erjepit anyaman, menginjak dan tertimpa L ecet, robek, memar, lapangan ( crane) material/alat, dan terpeleset dan keseleo

  7 Penyambungan tulangan di T erjepit anyaman, tertusuk bendrat, dan L ecet, robek, memar, lapangan tepeleset dan keseleo Pek er j aan pengecor an plat lantai

  Persiapan atau pembersi han T erjatuh/ terpeleset, mengijak material, dan L ecet, robek, memar,

  8 lapangan untuk pengecoran tertimpa alat kerja dan keseleo Pengecoran dengan ready mi x T erjatuh/ terpeleset, mengijak material, dan L ecet, robek, memar,

  9 tertimpa alat kerja dan keseleo Pemerataan pengecoran beton T erjatuh/ terpeleset, mengijak material, dan L ecet, robek, memar,

  10 dengan vi brator dan juga alat tertimpa alat kerja dan keseleo

  

Pada tahap berikutnya, masing-masing kecelakaan kerja yang telah dijabarkan pada T abel 5

ditentukan tingkat risikonya berdasarkan nilai S, O, D nya. Nilai S, O, D ditentukan oleh tiga

responden dari manajemen HS E proyek bangunan gedung yang dijadikan obyek penelitian

  

ini. Penentuan nilai S , O, D didasarkan pada kriteria yang telah dijabarkan pada Metodologi

Penelitian. Penilaian S, O, D untuk seluruh kecelakaan kerja dapat dilihat pada T abel 6.

T abel 6 Nilai S, O, D

  No. K egiatan S O D R P N

  3

  4 4 3,667

  4

  4

  4

  4.00 A khirnya berdasarkan nilai S, O, D dihitung nilai R PN untuk masing-masing kecelakaan

  

kerj a. Nilai R PN dihitung dengan mengalikan nilai S dengan nilai O dan nilai D. Hasil

hitungan nilai R PN untuk seluruh kecelakaan kerja dapat dilihat pada T abel 7 di bawah.

  1 Pengangkutan tulangan besi ( manual)

  Pek er j aan pembesian bal ok

  4

  4.00

  4.33

  4.00

  69.33

  2 Pemotongan besi tulangan ( fabrikasi)

  5.00

  4.00

  4

  4

  80.00

  4

  3

  3 4 3,333

  4

  4

  4

  4.00

  9

  3

  4

  4

  3

  4 3 3,333

  4

  4

  4

  4.00

  10

  4.00

  4.00

  3 Pembengkokan tulangan besi ( fabrikasi)

  3.67

  53.78 Pek er j aan pengecor an plat lantai

  8 Persiapan atau pembersi han lapangan untuk pengecoran

  4.00

  3.33

  4.00

  53.33

  9 Pengecoran dengan ready mix

  3.33

  3.67

  4.00

  48.89

  10 Pemerataan pengecoran beton dengan vi brator dan juga alat

  4.00

  3.67

  4.00

  58.67 D ari hasil hitungan nilai R PN seluruh kecelakaan kerja, diperoleh nilai R PN tertinggi terjadi

di kegiatan pemotongan besi (fabrikasi) pada pekerjaan pembesian balok dengan nilai 80.

  

D engan demikian kegiatan ini merupakan kegiatan dengan risiko kecelakaan kerja tertinggi

pada pekerjaan struktur proyek bangunan gedung di Y ogyakarta yang dijadikan obyek

penelitian ini. Secara keseluruhan proses yang telah dilaksanakan pada penelitian ini beserta

keluarannya dirangkum dalam diagram seperti dapat dilihat pada Gambar 1.

  4.00

  3.67

  4

  5 Pengangkutan besi anyaman ke lapangan (dengan crane)

  4.00

  3.33

  53.33

  4 Penganyaman besi tulangan ( fabrikasi)

  4.67

  3.33

  3.67

  57.04

  4.00

  7 Penyambungan anyaman tulangan di lapangan

  3.00

  4.00

  48.00

  6 Penempatan anyaman di lapangan ( dengan crane)

  3.33

  3.33

  4.00

  44.44

  4

  4

  K egiatan Severity( S) Occurance(O) D etection(D )

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4.00

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  5

  3.33

  4

  R esponden R ata-rata

  R esponden R ata-rata

  R esponden R ata-rata

  K 1 K 2 K 3 K 1 K 2 K 3 K 1 K 2 K 3 Pek er j aan pembesian balok

  1

  4

  4

  4

  4

  5

  5 4 4,333

  4

  4

  4

  4.00

  2

  5

  5

  3

  4

  4

  7

  4 3 3,33

  3

  3 4 3,333

  4

  4

  4

  4.00

  4

  6

  4 3 3,67

  4

  3 4 3,667

  4

  4

  4

  4.00 Pek er j aan pengecoran plat lantai

  8

  4

  4.00

  5

  4

  4 5 4,67

  3

  4 3 3,333

  4

  4

  3

  3.67

  5

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

T abel 7 Nilai R PN

  S t u di L i t e ra t u r Yo n f i rm a si Ya su s p a da p r o y e k b i l a i S , h , 5 da n b i l a i o b y e k p e n e l i t i a n w t b

  • 1

  9 1 k e ce l a k a a n • 8 1 k e ce l a k a a n • 1 k e ce l a k a a n • Ye gi a t a n k e r j a p a da p ro y e k k e r j a p a da p ro y e k k e rj a p a da p e m o t o n ga n b e si

b a n gu n a n ge du n g b a n gu n a n ge du n g p e k e rj a a n st r u k t u r ( f a b ri k a si ) p a da

a t a s ( p e k e rj a a n p e k e rj a a n p e m b e si a n b a l o k p e m b e si a n b a l o k da n p e n ge co ra n m e m p u n y a i ri si k o p l a t l a n t a i ) k e ce l a k a a n k e rj a p a l i n g ti n ggi

  

Gambar 1. R angkuman proses dan hasil penelitian

  5. K E SI M PUL A N D A N SA R A N

Penerapan metode F ME A untuk menganalisis risiko kecelakaan kerja pada proyek bangunan

gedung di Y ogyakarta yang menjadi obyek penelitian ini menemukan 10 kegiatan yang

mempunyai risiko kecelakaan kerja. K esepuluh kegiatan ini terbagi dalam dua pekerjaan,

yaitu pekerjaan pembesian balok dan pekerjaan pengecoran plat lantai. D iantara 10 kegiatan

ini, kegiatan pemotongan besi (fabrikasi) pada pekerjaan pembesian balok merupakan

kegiatan yang mempunyai risiko kecelakaan kerja paling tinggi dengan nilai R PN 80. D engan

demikian kegiatan ini perlu mendapat perhatian kontraktor agar risiko kecelakaan kerjanya

dapat diminimalkan.

Hasil metode F ME A ini perlu ditindak-lanjuti dengan metode yang memberikan hasil

kuantitatif yang sifatnya lebih obyektif sehingga dapat dimanfaatkan kontraktor untuk

menyusun program keselamatan kerja yang lebih baik. Metode yang disarakan untuk

menindak-lanjuti hasil F ME A ini adalah model sistem dinamik. D engan sistem dinamik akan

memberi hasil yang kuantitatif berupa data rasio yang dapat digunakan sebagai pertimbangan

manajamen keselamatan kerj a untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan kerja dengan

risiko tinggi dan meminimalkan risiko tersebut. Selain itu sistem dinamik juga dapat

mempermudah manajemen keselamatan kerja untuk melihat hasil dari keputusan yang dibuat

apabila parameter kecelakaan kerja diubah. Hal ini dapat terjadi karena sistem dimanik

mensimulasikan sistem keselamatan kerj a secara nyata sehingga dapat dipakai untuk

memprediksi hasil di periode mendatang.

  R E F E R E NSI

A nwar, F .N., F arida, I., dan Ismail, A ., 2014, Analisis Manajem en Risiko K esehatan dan

K eselam atan K erja (K 3) pada Pekerjaan Upper Structure Gedung Bertingkat (Studi

K asus Proyek Skyland C ity –J atinangor) , S ekolah T inggi T eknologi Garut, Garut.

Heinrich, H.W ., 1959, Industrial Accident Prevention: a Scientific Approach, McGraw-Hill,

New Y ork.

International L abour Organization, 2003,E ncyclopedia of Occupational Health and Safety,

Geneva.

International L abour Organization,2013,K eselam atan dan K esehatan K erja Sarana untuk

Produktivitas, J akarta.

J unaedi, T ., dan Nurcahyo, T .J .W .A .C .B , 2013, Analisa dan Pengukuran P otensi Risiko

  Measurem ent Method) pada P royek Pem bangunan D orm itory 5 L antai Akadem i T eknik K eselamatan dan P enerbangan Surabaya, IT S, Surabaya.

K ing, R .W ., dan Hudson, R ., 1985, C onstruction Hazard and Safety Handbook, L ondon;

B oston: B utterworths.

Marimin, Djatna, T ., S uharjito, Hidayat, S ., Utama, D .N., A stuti, R ., dan Martini, S., 2013,

Teknik dan Analisis Pengam bilan K eputusan F UZZY D alam Manajem en Rantai P asok,

  IPB Press, B ogor.

Muslim, E .A ., R atnaningsih, A ., Sri Sukmawati, S., 2014, Analisis Risiko K eselamatan dan

K esehatan K erja (K 3) pada Proyek Gunawangsa Merr Apartment, Universitas J ember,

  J ember.

National Incident D atabase R eport, 2011, New Zealand Mountain Safety C ouncil, New

Z ealand.

  

Saragi, Y .R .R ., 2011, Manajemen K eselam atan K esehatan K erja dan L ingkungan (K 3L )

pada Pembangunan Gedung, Universitas HK B P Mommensen, Medan.

Sepang, B .A .W ., 2013, Manajem en Risiko K eselam atan dan K esehatan K erja (K 3) pada

Proyek Pem bangunan Ruko Orlens F ashion Manado, Universitas Sam R atulangi,

  Manado.

Singh, A ., Hinze, J ., dan C oble, R .J ., 1999,Im plem entation of Safety and Health on

C onstruction Sites, Proceeding of the Second International C onference of C IB W orking

  C ommission W 99, Honolulu, Hawaii. 24-27 March 1999

W ang, Y .M., C hin, K .S., Poon G.K .K ., dan Y ang J .B . 2009, Risk E valuation in F ailure Mode

and E ffects Analysis Using F uzzyweighted G eometric Mean, E xpert S ystems with A pplications 36 (2009) 1995-1207, Science D irect. W icaksono,

  I.K ., dan Singgih, M.L ., 2011, Manajem en Risiko K 3 ( K eselam atan dan K esehatan K erja) pada P royek Pem bangunan Apartemen Puncak Perm ai Surabaya,

  IT S , Surabaya.

Dokumen baru

Download (9 Halaman)
Gratis

Tags

Analisis Dan Perancangan Proses Bisnis L Laporan Praktikum Kimia Farmasi Analisis Analisis Determinan Cadangan Devisa Indonesia Risiko Kecelakaan Kerja Risiko Kejadian Kecelakaan Kerja Universita Analisis Kecelakaan Kerja Dengan Menggun Karakteristik Kecelakaan Kerja Pada Pela
Show more

Dokumen yang terkait

PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN BIJI PEPAYA (Carica Papaya L) TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus strain wistar) YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK
22
184
21
KEPEKAAN ESCHERICHIA COLI UROPATOGENIK TERHADAP ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI RSU Dr. SAIFUL ANWAR MALANG (PERIODE JANUARI-DESEMBER 2008)
2
94
1
ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN DAN EFISIENSI ANTARA BERAS POLES MEDIUM DENGAN BERAS POLES SUPER DI UD. PUTRA TEMU REJEKI (Studi Kasus di Desa Belung Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang)
22
204
16
FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)
27
200
2
MANAJEMEN PEMROGRAMAN PADA STASIUN RADIO SWASTA (Studi Deskriptif Program Acara Garus di Radio VIS FM Banyuwangi)
29
199
2
ANALISIS ISI LIRIK LAGU-LAGU BIP DALAM ALBUM TURUN DARI LANGIT
22
184
2
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM PROSES PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) (StudiKasusPada PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Oro-Oro Dowo Malang)
159
672
25
ANALISIS PROSPEKTIF SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PT MUSTIKA RATU Tbk
257
1151
22
PENERIMAAN ATLET SILAT TENTANG ADEGAN PENCAK SILAT INDONESIA PADA FILM THE RAID REDEMPTION (STUDI RESEPSI PADA IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA MALANG)
43
318
21
KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )
64
457
20
PEMAKNAAN BERITA PERKEMBANGAN KOMODITI BERJANGKA PADA PROGRAM ACARA KABAR PASAR DI TV ONE (Analisis Resepsi Pada Karyawan PT Victory International Futures Malang)
18
208
45
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI POLITIK PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2012 DI KOTA BATU (Studi Kasus Tim Pemenangan Pemilu Eddy Rumpoko-Punjul Santoso)
118
447
25
PENGARUH BIG FIVE PERSONALITY TERHADAP SIKAP TENTANG KORUPSI PADA MAHASISWA
10
128
124
HUBUNGAN ANTARA STRES DAN PERILAKU AGRESIF PADA REMAJA
11
82
2
ANALISIS PESAN MORAL DALAM CERITA RAKYAT DI KECAMATAN KUTA MALAKA
1
46
1
Show more