ARAHAN PEMBANGUNAN BIDANG CIPTA KARYA DAN ARAHAN PENATAAN RUANG

 0  0  87  2019-03-15 03:16:36 Laporkan dokumen yang dilanggar

Arahan Kebijakan & RENSTRA Cipta Karya

Arahan Kebijakan & RENSTRA Cipta Karya 69

Bab 3 ARAHAN KEBIJAKAN DAN RENCANA STRATEGIS INFRASTRUKTUR BIDANG CIPTA KARYA

3.1 ARAHAN PEMBANGUNAN BIDANG CIPTA KARYA DAN ARAHAN PENATAAN RUANG

  Infrastruktur permukiman memiliki fungsi strategis dalam pembangunan nasional karena turut berperan serta dalam mendorongpertumbuhan ekonomi, mengurangi angka kemiskinan, maupun menjaga kelestarian lingkungan. Oleh sebab itu, Ditjen Cipta Karya berperan pentingdalam implementasi amanat kebijakan pembangunan nasional.

3.1.1 Arahan Pembangunan Bidang Cipta Karya

3.1.1.1. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025

  Dalam mewujudkan Indonesia yang berdaya saing maka pembangunan dan penyediaan air minum dan sanitasi diarahkan untuk mewujudkanterpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat serta kebutuhan sektor- sektor terkait lainnya, seperti industri, perdagangan, transportasi,pariwisata, dan jasa sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan maka Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang berupa airminum dan sanitasi diarahkan pada (1) peningkatan kualitas pengelolaan aset (asset management) dalam penyediaan air minum dansanitasi, (2) pemenuhan kebutuhan minimal air minum dan sanitasi c.

3.1.1.2 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional III (2015-2019)

  Peningkatan peran dan fungsi sekaligus perbaikan manajemen pembangunan di 7 kawasan perkotaan metropolitan yang sudah adauntuk diarahkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) berskala global guna meningkatkan daya saing dan kontribusi ekonomi; 3. Pembangunan 10 kota baru publik yang mandiri dan terpadu di sekitar kota atau kawasan perkotaan metropolitan yang diperuntukkan bagimasyarakat berpenghasilan menengah ke bawah serta diarahkan sebagai pengendali (buffer) urbanisasi di kota atau kawasan perkotaanmetropolitan; 5.

3.1.1.3 Arah Pengembangan Wilayah Papua (RPJMN 2015 – 2019)

  Emas, perak, dan tembaga merupakan hasil tambang yang sangat potensial untuk dikembangkan di Wilayah Papua karena memiliki lebih dari45 persen cadangan tembaga nasional yang sebagian eksplorasi dan pengolahannya terpusat di Timika (Kabupaten Mimika). Pengembangan Daerah Perbatasan Wilayah PapuaArah kebijakan Pengembangan Kawasan Perbatasan di Wilayah Papua difokuskan untuk meningkatkan peran kawasan perbatasan sebagaihalaman depan negara yang maju dan berdaulat dengan negara Arahan Kebijakan & RENSTRA Cipta Karya 88 tetangga Papua Nugini di perbatasan darat dan terhadap negaraAustralia di perbatasan laut.

3.1.1.4 Rencana Strategis Ditjen Cipta Karya 2015-2019

  Tujuan dan Sasaran Strategis Ditjen Cipta Karya merupakan turunan dari visi Kementerian PUPR tahun 2015-2019, yaitu “TerwujudnyaInfrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang Handal dalamMendukung Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan BerkepribadianBerlandaskan Gotong Royong”. Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Berdasarkan Renstra Kementerian PU-PR 2015-2019 sasaran strategis yang fokus perhatian Ditjen Cipta Karya adalah meningkatnyakualitas dan cakupan pelayanan infrastruktur permukiman di perkotaan dan perdesaan.

3.1.2 Arahan Penataan Ruang

3.1.2.1 Arah Kebijakan Penataan Ruang Wilayah Papua

  Pengembangan serta rehabilitasi prasarana dan sarana mitigasi dan adaptasi bencana untuk mengatasi indeks kerawanan danrisiko bencana yang tinggi; dan 2. Kebijakan mewujudkan Kawasan Perbatasan sebagai beranda depan negara dan pintu gerbang internasional yang berbatasan denganNegara Papua Nugini, Negara Palau, dan Negara Australia meliputi: b.

3.1.2.2 Strategi Penataan Ruang Wilayah Papua

  Strategi untuk pemantapan kawasan berfungsi lindung dan rehabilitasi kawasan berfungsi lindung yang terdegradasi,meliputi: Mempertahankan dan merehabilitasi fungsi ekologis kawasan suaka alam dan pelestarian alam dengan memperhatikankeberadaan Kampung Masyarakat Adat; danMengembangkan nilai ekonomi dan jasa lingkungan pada kawasan suaka alam dan pelestarian alam. Strategi untuk pengembangan kawasan Merauke sebagai pusat pertanian tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan berbasisbisnis, meliputi: Mengembangkan pusat penelitian dan pengembangan produksi hasil pertanian tanaman pangan, perkebunan danpeternakan;Mengembangkan prasarana sumberdaya air untuk meningkatkan luasan kawasan pertanian tanaman pangan.

3.1.2.3 Arahan Strategis Rencana Tata Ruang Provinsi (RTRW) Provinsi Papua

  pusat industri hilir pengolahan hasil perkebunan kelapa sawit dan karet di PKW Nabire, PKW Muting, PKW Bade, PKW Sarmi, PKWArso, dan PKW Wamena; dan b.pusat industri pengolahan hasil perkebunan kelapa sawit dan karet di PKW Biak, PKW Nabire, PKW Muting, PKW Bade, PKWSarmi, PKW Arso, dan PKW Wamena. Pengembangan pusat kegiatan ekonomi di PKN dan PKW yang berdekatan/menghadap badan air dilakukan di PKN Timika, PKN Jayapura dan PKN Merauke, PKW Biak, PKW Nabire, PKW Muting, PKW Bade, PKW Sarmi, PKW Arso, dan PKW Wamena.

b. PKN Jayapura yang terintegrasi dengan Sungai Kali Acai dan

  Pengendalian perkembangan fisik PKN dan PKW untuk kelestarian lahan pertanian pangan berkelanjutan dan kawasan berfungsi lindungdilakukan di PKN Timika, PKN Jayapura dan PKN Merauke, PKW Biak,PKW Nabire, PKW Muting, PKW Bade, PKW Sarmi, PKW Arso, dan PKW Wamena. Pemertahanan kawasan pantai berhutan bakau di wilayah pesisir untuk perlindungan pantai dan kelestarian biota laut dilakukanpada kawasan pantai berhutan bakau di wilayah pesisirKabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Kepulauan Yapen,Kabupaten Waropen, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Biak Numfor,Kabupaten Supiori, Kabupaten Asmat, Kabupaten Merauke,Kabupaten Nabire, Kabupaten Mimika, Kabupaten Mappi, Kabupaten Jayapura, dan Kota Jayapura.

3.1.2.4 Arahan Strategis Rencana Tata Ruang Kabupaten Sarmi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sarmi Tahun 2013 – 2033

  Penataan ruang wilayah Kabupaten bertujuan untuk mewujudkan wilayah yang maju dan mandiri serta berdaya saing tinggi melaluipemanfaatan sumber daya alam secara optimum berbasiskan agroindustri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. membangun dan meningkatkan sistem prasarana transportasi darat untuk membuka aksesibilitas antar distrik dan kampungserta sentra-sentra produksi secara terencana dan terpadu B.

C. Peningkatan produksi agroindustri;

  meningkatkan dan mengembangkan kawasan agropolitan dengan melengkapi fasilitas perdagangan pusat koleksi distribusi dan jasapendukung komoditas pertanian kawasan; c. mengembangkan kawasan lindung dan/atau kawasan budidaya tidak terbangun di sekitar kawasan pertahanan dan keamanannegara sebagai zona penyangga; dan c.

A. Pusat-pusat kegiatan;

  Berdasar pada hasil analisa dan observasi langsung di lapangan, diketahui bahwa perkotaan (ibukota distrik) yang terdapat di KabupatenSarmi ini sebagian besar termasuk dalam kategori kota desa kecil, kecuali perkotaan Sarmi yang sudah berkembang menjadi kota desa/keluarahansedang. Berdasar pada pasalUndang-undang penataan Ruang tersebut serta arahan struktur ruang dalam RTRW Provinsi Papua, maka perkotaan Sarmi diklasifikasikan Sedangkan untuk Pusat Pelayanan Lingkungan, terdiri atas: PulauLiki di Distrik Sarmi Kota, Pulau Armo di Distrik Sarmi Kota, Pulau Yamna di Distrik Pantai Timur dan Pulau Masi-masi di Distrik Pantai Timur.

B. Potensi Pengembangan Wilayah

  SSWP Sarmi terdiri dari 4 (empat) Distrik yaitu;Distrik Sarmi Selatan, Sarmi, Sarmi Timur dan Tor Atas, SSWP Bonggo terdiri dari 4 (empat) Distrik yaitu; Distrik Bonggo Timur, Bonggo, PantaiTimur dan Pantai Timur Barat, dan SSWP Arbais terdiri dari 2(dua) Distrik yaitu; Distrik Pantai Barat dan Apawer Hulu. SSWP Sarmi diarahkan pada pengembangan Fasilitaspendidikan, Fasilitas perdagangan dan jasa, Fasilitas kesehatan, Fasilitas peribadatan, Pengembangan sarana dan prasarana penunjang pariwisataserta Pengembangan kawasan pusat olahraga dan ruang terbuka hijau berupa taman kota.

3.1.3 Arahan Wilayah Pengembangan Strategis

  Kedua, diterpadukan dengan program pengembangan 22 KawasanIndustri Prioritas (KIP), yaitu Pulau Sumatera (KIP: Kuala Tanjung, SeiMangkei, dan Tanggamus); Pulau Jawa (KIP: Tangerang, Cikarang, Cibinong,Karawang, Bandung, Cirebon, Tuban, Surabaya, dan Pasuruan);Kalimantan (KIP: Batulicin, Ketapang, dan Landak); Pulau Sulawesi (KIP:Palu, Morowali, Bantaeng, Bitung, dan Konawe); Kepulauan Maluku (KIP Buli /Halmahera Timur); dan Pulau Papua (KIP Teluk Bintuni). Ketiga, diterpadukan dengan program Pengembangan PerkotaanKSN, PKW dan PKSN/ Kota Perbatasan yang terdiri dari Pulau Sumatera (9PKN, 58 PKW, 4 PKSN); Pulau Jawa-Bali (12 PKN, 35 PKW); Kepulauan NusaTenggara (2 PKN, 10 PKW, 3 PKSN); Pulau Kalimantan (5 PKN, 25 PKW, 10PKSN); Pulau Sulawesi (5 PKN, 27 PKW, 2 PKSN); Kepulauan Maluku (2 PKN, 11 PKW, 4 PKSN); dan Pulau (3 PKN, 11 PKW, 3 PKSN).

3.1.4 Arahan Rencana Pembangunan Daerah

3.1.4.1 Arahan Pembangunan Daerah RPJMD Provinsi Papua

  PAPUA MANDIRI : Terwujudnya kondisi Masyarakat Papua mampu mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik dengan mengandalkan kemampuan dan kekuatan sendiriuntuk mewujudkan kemajuan ekonomi. Kesejahteraan sosial merupakan suatu tata kehidupan dan penghidupan sosial material 129 Arahan Kebijakan & RENSTRA Cipta Karya maupun spiritual yang diliputi oleh rasa keselamatan, kesusilaan, dan ketenteraman lahirbathin, yang memungkinkan bagi setiapMasyarakat Papua untuk mengadakan usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan jasmaniah,rohaniah dan sosial yang sebaik-baiknya bagi diri, keluarga serta masyarakat dengan menjunjungtinggi hak-hak azasi serta kewajiban manusia.

A. Arah Kebijakan Umum Pembangunan

  Pentahapan ini mencerminkan urgensipermasalahan yang hendak diselesaikan berkaitan dengan pengaturan waktu. Penekanan fokus dalam setiap tahun selama 5 (lima) tahun memilikikesinambungan dalam rangka mencapai visi, misi tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

B. Arah Kebijakan Pembangunan Kewilayahan

  Salah satu faktor terpenting dalam sinergi pusat-provinsi dan kabupaten/kota adalah terwujudnyasinergi kebijakan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota sehingga setiap kebijakan dirumuskan dengan memperhatikan danmenampung aspirasi kabupaten dan kota, serta mengutamakan penyelesaian permasalahan secara nyata di kabupaten/kota. Selain itu,sinergi kebijakan juga dimaksudkan agar pemerintah kabupaten dan kota mampu memahami dan melaksanakan kebijakan pemerintah provinsidengan efisien dan efektif, serta mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut dengan berbagai sumber daya yang tersedia.

3.1.4.2 Arahan Pembangunan Daerah RPJMD Kabupaten Sarmi

Halaman ini sengaja di kosongkan (Dokumen RPJMD yang ada tahun 2012 - 2016sedangkan RPJMD 2017 – 2021 belum disusun)

3.2 RENCANA STRATEGIS

INFRASTRUKTUR BIDANG CIPTA KARYA

3.2.1 Rencana Kawasan Permukiman (RKP)

  Pasal 4 mengamanatkan bahwa ruang lingkup penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman juga mencakuppenyelenggaraan perumahan (butir c), penyelenggaraan kawasan permukiman (butir d), pemeliharaan dan perbaikan (butir e), serta 3. Pembinaan teknik, pengawasan teknik dan fasilitasi peningkatan kualitas permukiman di kawasan tertinggal, terpencil, daerahperbatasan dan pulau-pulau kecil termasuk penanggulangan bencana alam dan kerusuhan sosial;e.

3.2.2 Rencana Induk Penyediaan Air Minum (RISPAM)

  16 Tahun 2005 tentang PengembanganSistem Penyediaan Air MinumDalam peraturan ini berisi bahwa Pengembangan SPAM adalah kegiatan yang bertujuan membangun, memperluas dan/ataumeningkatkan sistem fisik (teknik) dan non fisik (kelembagaan, manajemen, keuangan, peran masyarakat, dan hukum) dalamkesatuan yang utuh untuk melaksanakan penyediaan air minum kepada masyarakat menuju keadaan yang lebih baik. 20/PRT/M/2006 tentangKebijakan dan Strategi Pengembangan Sistem Penyediaan Air MinumPeraturan ini mengamanatkan bahwa dalam rangka peningkatan pelayanan/ penyediaan air minum perlu dilakukan pengembanganSPAM yang bertujuan untuk membangun, memperluas, dan/atau meningkatkan sistem fisik dan non fisik daam kesatuan yang utuhuntuk melaksanakan penyediaan air minum kepada masyarakat menuju keadaan yang lebih baik dan sejahtera.

3.2.3 Strategi Sanitasi Kota (SSK)

C. Air Limbah Arahan Kebijakan Pengelolaan Air Limbah

  Peraturan ini mengatur penyelenggaraan prasarana dan sarana air limbah permukiman secara terpadu dengan penyelenggaraansistem penyediaan air minum. 42 Tahun 2008 tentang PengelolaanSumber Daya AirPengaturan Sarana dan Prasarana Sanitasi dilakukan salah satunya melalui pemisahan antara jaringan drainase dan jaringanpengumpul air limbah pada kawasan perkotaan.

D. Persampahan Arahan Kebijakan

  Pasal 21 ayat (2) butir d mengamanatkan akan pentingnya pengaturan prasarana dan sarana sanitasi (air limbah danpersampahan) dalam upaya perlindungan dan pelestarian sumber air. Pasal 20 disebutkan bahwapemerintah dan pemerintah daerah wajib melakukan kegiatan penyelenggaraan pengelolaan sampah sebagai berikut: Menetapkan target pengurangan sampah secara bertahap - dalam jangka waktu tertentu; Memfasilitasi label - penerapan produk yang ramah lingkungan;Memfasilitasi kegiatan mengguna ulang dan mendaur ulang; - danMemfasilitasi pemasaran produk-produk daur ulang.

E. Drainase Arahan Kebijakan

  42 Tahun 2008 tentang PengelolaanSumber Daya AirPengaturan Sarana dan Prasarana Sanitasi dilakukan salah satunya melalui pemisahan antara jaringan drainase dan jaringanpengumpul air limbah pada kawasan perkotaan. Peraturan Presiden No.5 Tahun 2010 tentang RencanaPembangunan Jangka Menengah Nasional 2010 – 2014Sasaran pembangunan Nasional bidang AMPL telah ditetapkan dalam RPJMN tahun 2010-2014 khususnya drainase adalahmenurunnya luas genangan sebesar 22.500 ha di 100 kawasan strategis perkotaan.

3.2.4 Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL)

  Ketentuan fungsi bangunan gedungFungsi Bangunan Gedung di Wilayah Kabupaten Sarmi di golongkan ke dalam fungsi hunian, keagamaan, usaha, kantor pemerintah, sosialdan budaya serta fungsi khusus. Menurut Fungsinya, Bangunan Gedung di Kabupaten Sarmi diKlasifikasikan sebagai berikut : B.

3.2.5 Matriks Rencana Strategis Infrastruktur Bidang Cipta Karya

Rangkuman dari uraian rencana masing-masing sektor diKabupaten Sarmi dapat dilihat pada tabel 3.8 Tabel 3.8Matriks Rencana Strategis Infrastruktur Bidang Cipta Karya
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2019-03-13

Dokumen yang terkait
Tags

Arahan Perencanaan Pembangunan Bidang Cipta Karya

Arahan Direktur Jenderal Cipta Karya Pen

ARAHAN PEMBANGUNAN BIDANG CIPTA KARYA DAN ARA..

Gratis

Feedback