Askep keluarga ella dan Format Pengkajian Askep Keluarga

Gratis

0
0
18
1 year ago
Preview
Full text

  tan eperawatan Hazmy Asuhan keperawatan keluarga Gastritis (ASGA) PENGKAJIAN KELUARGA

I. Data Umum :

  a. Nama Kepala Keluarga : Tn. H

  b. Alamat (no telepon yang dapat dihubungi) : Desa Sungai Alang

  c. Pekerjaan Kepala Keluarga : Petani

  d. Pendidikan Kepala Keluarga : SMP

  e. Komposisi Keluarga :

  No Nama JK Hubungan Umur Pendidikan Pekerjaan Status dengan KK

  1 Tn.H L KK

  59 SMP Petani Sakit

  2 Ny.B P Adik

  55 SMP Petani Sehat

  Genogram ( 3 generasi )

  Keterangan : : Laki-laki : Perempuan : Laki-laki yang meninggal

   : Perempuan yang meninggal : Klien

1. Tipe Keluarga Keluarga Tn. H adalah keluarga kecil yang terdiri dari pasien dengan adik pasien.

  2. Suku Bangsa

Keluarga Tn. H berasal dari suku banjar,yang mana bila sakit berpendapat bukan karena

mahluk halus melainkan disebabkan karena ada gangguan dari tubuh yaitu peningkatan asam lambung.

  3. Agama Semua anggota Tn. H beragama islam

  4. Status Sosial Ekonomi Keluarga Pendapatan keluarga dalam satu bulan antara Rp. 500.000 – 1000.000, diperoleh dari hasil buruh bangunan dan kerja bangunan, penghasilan tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, serta biaya untuk berobat ke puskesmas dan mantri.

  5. Aktifitas Rekreasi Keluarga :

Yang dilakukan keluarga dalam waktu senggang adalah bersantai di rumah dan kumpul

dengan adiknya.

II. Riwayat Tahap Perkembangan Keluarga

  1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat ini Tahap perkembangan keluarga saat ini pasien hanya berdua dengan adik pasien karena pasien sudah lama bercerai.

  2. Tahap Perkembangan Keluarga Yang Belum Tercapai

Perkembangan dari keluarga Tn.H dengan adiknya terpenuhi dan kebutuhan keuangan

  3. Riwayat kesehatan keluaga inti

Tn.H saat ini menderita penyakit maag (gastritis), Tn. H mengatakan sudah menderita

penyakit maagsekitar 3 tahun lalu dan sampai sekarang belum sembuh. Tn H mengatakan sering dibawa ke tenaga kesehatan untuk berobat, keadaan Tn. H sekarang tidak dapat terlambat makan karena nyeri pada ulu hati. Tn. H mengatakan makan pagi jarang dan sering minum kopi ketika pagi hari dan di selingi dengan merokok.

  4. Riwayat keluarga kesehatan sebelumnya Didalam keluarga Tn. H, tidak ada yang, yang mempunyai penyakit keturunan seperti DM,

ASMA, TBC, DLL

III. Lingkungan

  1. Karakteristik Rumah Rumah terbuat dari kayu dan papan, dan 3 buah kamar, satu ruang tamu dan TV, lantai cukup bersih, keluarga tidak ada merasakan maslah dengan rumahnya. Status rumah milik

sendiri dengan penerangan listrik, ventilasi, dan jendalanya dibuka setiap hari, keluarga

mengatakan tahu dampak dari lingkungan yang kurang memenuhi syarat dan tahu

keuntungan yang didapat, membersihkan rumah satu kali sehari, sumber air minum dan

memasak dari sumur gali, dan untuk wc keluaga yaitu jamban cemplung terbuka di sungai

Denah Rumah Keterangan: A : Pintu B : Dapur C : lemari D : Jendela E : Ruang Tamu

  2. Karakteristik tetangga dan komunitas RW Karakteristik tetangga baik atau ramah dengan anggota keluarga disekitar, kebiasaan masyarakat dimana keluarga tinggal yaitu saling mengunjungi satu sama lain.

  Status kepemilikan rumah adalah milik sendiri, dan keluarga Tn. H menempati rumah selama 8 tahun.

  4. Perkumpulan Keluarga dan interaksi dengan masyarakat Keluarga mengikuti pengajian atau selamatan bila ada yang mengadakan, dan melayat kalau ada orang yang meninggal.

  5. System Pendukung Keluarga

Jumlah anggota keluarga yang sehat ada 3 dan bias membantu pasien ketika ada masalah

dalam kebutuhan sehari-hari pasien.

  IV. Struktur Keluarga

  1. Pola Komunikasi Keluarga Komunikasi dilakukan setiap hari, baik siang hari maupun malam hari, bahasa yang digunakan dalam komunikasi adalah bahasa banjar, komunikasi dalam keluarga ini tidak ada dalam masalah.

  2. Struktur Kekuatan Keluarga Pada keluarga Tn. H dalam pengambilan keputusan setiap ada permasalahan dalam keluarga pemecahannya selalu secara musyawarah.

  3. Struktur Peran (Formal dan Informal) Dalam keluarga Tn. H berperan sebagai kepala keluarga. Ny. B sebagai adik yang mengatur kebutuhan rumah tangga.

  4. Nilai dan Norma Keluarga Kelurga mengatakan mereka setiap makan selalu bersama-sama, baik makan siang maupun makan malam, cuci tangan sebelum makan, dan norma keluarga yang dianut adalah norma agama dan adat istiadat setempat.

  V. Fungsi Keluarga

  1. Fungsi Afektif

Keluarga klien saling memberikan perhatian dan kasih sayang, klien selalau mendukung

anggota kelurga apa yang dilakukan selama dalam batas kewajaran dan tidak melanggar etika dan sopan santun. Diterapkan demokrasi dalam mengatasi masalah keluarga.

  2. Fungsi Sosial

Hubungan antar anggota keluarga cukup harmonis saling membutuhkan antara anggota

keluarga dengan warga sekitar juga cukup harmonis, karena Tn. H sering bergabung dengan anggota masyarakat sekitar.

3. Fungsi pemenuhan Perawatan Kesehatan

  a. Mengenal masalah kesehatan Keluarga mengatakan: Penyakit yang diderita Ny. H adalah maag kronis - Ketika ditanya tentang penyebab penyakit maag keluaga dapat menyebutkan yaitu asam - lambung meningkat tetapi tidak mengetahui penyebab dan pantangan nya b. Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan

Keluarga Ny.B mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan biasanya dilakukan

dengan bermusyawarah antara keluarga. Karena itu Tn. H di bawa puskesmas atau mantri

apabila obatnya habis. Keluarga mengatakan: Keluarga Tn. H mengatakan cukup mengerti tentang status kesehatan -

  Anggota keluarga cukup peka terhadap keluarga yang sakit, namun kadang-kadang masalah - kesehatan tersebut dianggap sepele atau tidak begitu diperhatikan secara lebih lanjut. Keluarga tetap berusaha agar penyakit yang diderita cepat sembuh,dan selalu mencari solusi - jika keluarga sakit

  • Keluarga sedikit takut dengan kemungkinan penyakit yang diderita salah satu anggota keluarganya
  • keluarga sering membawa anggota keluarganya yang mengalami maag berobat kebalai kesehatan atau Puskesmas Keluarga kurang mendapat informasi yang tepat mengenai tindakan yang dilakukan jika - masalah kesehatan muncul dalam keluarga.

  c. Kemampuan merawat anggota keluarga yang sakit Pengatahuan keluarga mengenai penyakit terbatas secara perawatan, pencegahan komplikasi - dll.

  Setiap anggota keluarga mengerti fungsi dan tanggung jawab masing-masing anggota -

keluarga, dan hubungan antara anggota keluarga, dan hubungan antara anggota keluarga

dengan masyarakat terjalin baik.

  Keluarga memberikan perhatian, kasih sayang dan supportagar dapat membantu proses - penyembuhan.

  d. Kemampuan keluarga memelihara (memodifkasi lingkungan rumah sehat) Upaya untuk mencegah penyakit lebih banyak atau tambah parah dengan cara membersihkan -

lingkungan setiap hari dengan cara menyapu satu kali sehari dan mengepel lantai kalau ada

kotorandan keadaan jendela selalu terbuka pada siang hari.

  e. Kemampuan mnggunakan fasilitas pelayanan kesehatan Keluarga Tn. H tidak mnggunakan fasilitas kesehatan dir amah seperti persediaan obat- obatan di rumah.

  4. Fungsi Reproduksi a. Tn.H belum sempat mempunyai anak dalam pernikahannya karena mengalami perceraian.

  5. Fungsi Ekonomi

  

Keluarga cukup mampu memenuhi kebutuhan sandang, pengan, dan papan dari pendapatan

yang diterima perbulan buruh bangunan dan sebagai petani , serta keluarga cukup mampu

menyisihkan pendapatannya untuk keperluan yang tidak terduga seperti ada iuran warga,

VI. Stres dan Koping Keluarga

  1. Stresor Jangka Pendek dan panjang Selama satu tahun lebih Tn.H selalu memikirkan masalah kesehatannya yang tak sembuh- sembuh dan selalu muncul.

2. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stressor Jika ada dalam yang mengalami sakit maka Tn. H berusaha untuk mengobatinya.

  3. Strategi koping yang digunakan Jika dalam keluarga mengalami permasalahan maka Tn.H selalu memusyawarahkan dengan anggota keluarganya.

  4. Strategi adaptasi disfungsional Keluarga Tn. H dalam menyelesaikan masalah rumah tangganya biasanya diselsaikan secar bersama-sama dengan adiknya.

VII. Pemeriksaan Fisik Tiap anggota Keluaga

  1. Tn. H Keadaan umum : baik, kesadaran compos mentis Tanda vital : TD : 130/80 mmHg R : 23x/m N : 85x/m

  

Kepala : bentuk kepala tampak semetris, tidak ada kelainan, warna rambut hitam dan ada bercampur

uban, kebersihan kepala cukup bersih, tidak ada benjolan dan trauma kepala.

  

Leher : Bentuk leher tidak ada kelainan, tidak ada pembesaran kalenjar tiroid dan limfe dan tidak ada

masalah dalam menelan.

Mata : Bentuk kedua mata semitris, konjungtiva tidak anemis, kelopak mata tidak aa oedema, kornea

tamppak brwarna putih, kebersihan mata cukup bersih, dan fungsi penglihatan mata cukup baik..

Hidung : kedua lubang hidung klien tampak semetris, kebersihan hidung cukup bersih, tidak terdapat

massa atau lesi pada hidung, fungsi penciuman baik.

  Mulut : Bibir tidak terlihat kering dan sianosis atau pucat Telinga : kedua telinga tampak semetris, kebersihan telinga cukup bersih, tidak terdapat pus, dan fungsi pendengaran cukup baik.

Dada : bentuk dada tampak semitris, tidak terdapat lesi, kebersihan dada cukup bersih,tidak terdapat

massa. Pergerakan dada saat inspirasi tampak semitris, suara jantung s1,s2 tunggal, dan tidak ada tambahan bunyi nafas. Taktil premitus teraba semetris Abdomen : pada pemeriksaan abdomen, bentuk abdomen semitris tidak ada teraba massa didalam abdomen, dan tidak terdapat nyeri teka, perkusi abdomen terdengar timpani, dan paristaltik usus 10x/ menit

  Reprodoksi : jenis kelamin laki-laki, klien memiliki 3 orang anak, klien BAB 1 kali sehari dean BAK, sekitar 4-5 x dalam sehari Ekstrimitas : pada ekstrimitas atas dan bawah tampak semitris, tidak adaketerbatasan gerak, tidak kelumpuhan, dari ke-4 ekstriitas mampu menggerakkan persendian,mampu mengangkat dan melipat persendian secara sempurna. Skala aktivitas 0 (mandiri)

  2. Ny. B Keadaan umum : aik, kesadaran compos mentis Tanda vital : TD : 130/80 mmHg R : 23x/m N : 85x/m

  

Kepala : bentuk kepala tampak semetris, tidak ada kelainan, warna rambut hitam dan ada bercampur

uban, kebersihan kepala cukup bersih, tidak ada benjolan dan trauma kepala.

  

Leher : Bentuk leher tidak ada kelainan, tidak ada pembesaran kalenjar tiroid dan limfedan tidak ada

masalah dalam menelan.

Mata : Bentuk kedua mata semitris, konjungtiva tidak anemis, kelopak mata tidak aa oedema, kornea

tamppak brwarna putih, kebersihan mata cukup bersih, dan fungsi penglihatan mata cukup baik..

Hidung : kedua lubang hidung klien tampak semetris, kebersihan hidung cukup bersih, tidak terdapat

massa atau lesi pada hidung, fungsi penciuman baik.

  Mulut : Bibir tidak terlihat kering dan sianosis atau pucat Telinga : kedua telinga tampak semetris, kebersihan telinga cukup bersih, tidak terdapat pus, dan fungsi pendengaran cukup baik.

Dada : bentuk dada tampak semitris, tidak terdapat lesi, kebersihan dada cukup bersih,tidak terdapat

massa. Pergerakan dada saat inspirasi tampak semitris, suara jantung s1,s2 tunggal, dan tidak ada tambahan bunyi nafas. Taktil premitus teraba semetris Abdomen : pada pemeriksaan abdomen, bentuk abdomen semitris tidak ada teraba massa didalam abdomen, dan tidak terdapat nyeri teka, perkusi abdomen terdengar timpani, dan paristaltik usus 10x/ menit

  Reproduksi : jenis kelamin laki-laki, klien memiliki 3 orang anak, klien BAB 1 kali sehari dean BAK, sekitar 4-5 x dalam sehari Ekstrimitas : pada ekstrimitas atas dan bawah tampak semitris, tidak adaketerbatasan gerak, tidak terdapat nyeri pada ekstrimitas atas dan bawah, tidak terdapat oedema, tidak teradi kelumpuhan, dari ke-4 ekstrimitas mampu menggerakkan persendian,mampu mengangkat dan melipat persendian secara sempurna. Skala aktivitas 0 (mandiri)

VIII. Harapan Keluarga

  Harapan keluarga terhadap petugas kesehatan yang ada agar petugas dapat membantu masalah, khususnya dalam masalah kesehatan yang ada.

IX. Analisa data No Analisa data Masalah etiologi

  1 =Tn. H mengatakan dia kalu Kurang pengetahuan Kurangnya informasi mau makan harus berhati- hati keluarga Tn. H tentang asupan nutrisi karena dia tidak tau makanan tentang nutrisi pada yangbaik yang bisa mengakibatkan maag penderitamaag nya kembali kambuh, =Ketika ditanya tentang penyebab penyakit maag keluaga dapat menyebutkan yaitu asam pantangan nya

  2 Klien mengatakan cemas dengan Cemas / ansietas Ancaman pada ( status sakit yang di deritanya saat ini tentang gejala kesehatan ) penyakit yang di

  Penyakit yang diderita Tn. H derita adalah maag akut

  Cemas / ansietas tentang gejala penyakit yang di derita

  NO KRITERIA PERHITUNGAN SCORE PEMBENARAN 1 Sifat masalah 2/3 x1 2/3 Tn.

  2) ancaman kesehatan H kadangmengeluh lututterasa nyeri yang merupakan keadaan tidak/kurang sehat.

  2 Kemungkinan 2/2x2

  2 Ada keinginan dari masalah dapat diubah keluarga untuk

  2) Mudah mematuhi pantangan- pantangan yang harus dihindari

  3 Potensial masalah dapat 3/3x1

  1 Terjadinya penyakit dicegah diakibatkan ketidak

  3) Tinggi tahuan akan hal-hal yang tidak dianjurkan dilakukan

  4 Menonjolnya 2/2x1

  1 Keluarga menyadari masalah keluhan ini sangat

  2) Masalah berat harus menggangu segera di tangani

  4 2/3 NO KRITERIA PERHITUNGAN SCORE PEMBENARAN

  1 Sifat masalah 3/3 x1 1 Tn.

  1) Tidak/kurang sehat H kadangmengeluh lututterasa nyeri yang merupakan keadaan tidak/kurang sehat.

  2 Kemungkinan 2/2x2

  2 Ada keinginan dari masalah dapat diubah keluarga untuk

  2) Mudah mematuhi pantangan- pantangan yang harus dihindari

  3 Potensial masalah dapat 3/3x1

  1 Terjadinya penyakit dicegah diakibatkan ketidak

  3) Tinggi tahuan akan hal-hal yang tidak dianjurkan dilakukan

  4 Menonjolnya 0/2x1 Keluarga menyadari masalah keluhan ini sangat

  4) Masalah tidak menggangu dirasakan

  4 Kurang pengetahuan kekeluarga Tn. H tentang nutrisi pada penderitamaag NO

  C. INTERVENSI KEPERAWATAN KELUARGA DIAGNOSA KEP.KELUARGA TUJUAN KRITERIA EVALUASI UMUM KHUSUS KRITERIA

  1 Cemas / ansietas tentang gejala penyakit yang di derita berhubungan dengan Ancaman pada ( status kesehatan ) . Ditandai dengan: Data Subjektif

  • Klien mengatakan cemas dengan sakit yang di deritanya saat ini
  • Penyakit yang diderita Tn.H adalah maag kronis Data Objektif :

  1) Tn. H tampak sering bertanya akan penyakit yg dideritanya Setelah diberikan pengetahuankeluarga memahami dan mengantisipasi penyakit berulang.

  Setelah dilakukan kunjunngan rumah 1 hari selama 60 menit diharapakn keluarga mampu mengenal masalah maag. Dan pencegahan berulang penyakit maag

  Verbal

  1) Keluarga dapat mengerti tentang pengertian, penyebab, dan tanda gejalamaag

  2) Keluarga mampu menyebutkan bagaimana cara pencegahanmaag

  Perilaku

  Pasien mampu melaksanakan apa yang sudah diketahuinya mengenai bahaya dan pencegahan berulang maag 2 Kurang pengetahuan keluarga Tn.

  H tentang nutrisi pada penderita maag berhubungan dengan Kurangnya informasi tentang asupan nutrisi yangbaik =Tn. H mengatakan dia kalu mau makan harus berhati- hati karena dia tidak tau makanan yang bisa mengakibatkan maag nya kembali kambuh, =Ketika ditanya tentang penyebab penyakit maagkeluaga dapat menyebutkan yaitu asam lambung meningkattetapi tidak mengetahui

  Setelah diberikan pengetahuankeluarga memahami dan mengantisipasi penyakit berulang. Sertakeluarga dapat merawat anggota keluarga yang sakit

  Setelah dilakukan kunjunngan rumah 1 hari selama 60 menit diharapakn keluarga mampu mengenal masalah maag. Dan pencegahan berulang penyakit maag akibat makanan keluarga dapat menyebutkan tentang :

   Pengertian penyakit maagfakto r-faktor yang menyebab kannya  Cara penanganan penyakitthypoid

  Prioritas masalah:

  

1. Cemas / ansietas tentang gejala penyakit yang di derita berhubungan dengan Ancaman pada (

status kesehatan )

  2. Kurang pengetahuan keluarga Tn. H tentang nutrisi pada penderita maag berhubungan denganKurangnya informasi tentang asupan nutrisi yang baik

  IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN KELUARGA Tn. H

  No .

  Tanggal/ Waktu

  No. DX Kep.

  Implementasi Paraf 1 12-2- 2014/16.00 wita

  I 1) Mengkaji pengetahuan Keluarga 2) Menjelaskan tentang pengertian, tanda dan gejala gastritis.

  3) Menjelaskan bagaimana cara pencegahan Gastritis 4) Menganjurkan keluarga untuk terdekat 5) Menganjurkan keluarga untuk menggiatkan pola hidup sehat

  (memakan makanan sehat, tidur sehat dll) 2 12-2-

  2014/16.00 wita

  II 1) Mengkaji pengetahuan keluarga tentang merawat keluarga yang sakit 2) Mengkaji tindakan keluarga yang sudah dilakukan terhadap Tn. H yang mengalami penyakit gastritis

  3) Menganjurkan kepada keluarga makan makanan yang seimbang dan teratur

  4) Hindari makan makanan yang dapat memperberat penyakit 5) Mendiskusikan alternatif yang dapat dilakukan keluarga untuk mencegah terjadinya Gastritis

  Evaluasi No. No.

  DX Tanggal Evaluasi

  1 I 12-2-2014/16.00 wita S :

  Keluarga belum mengenal akan masalah kesehatan mengenai gastritis O :

  Tn. H tampak sering bertanya akan penyakitnya A : Masalah kurang pengetahuan Belum teratasi P : Intervensi dilanjutkan

  2 II 12-2-2014/16.00 wita S :

  Keluarga belum tahu bagaimana cara tentang merawat keluarga yang sakit Tn. H mengeluh kadang sering nyeri pada ulu hati jika terlambat makan, mual, pusing dan kadang ingin muntah serta tidak nafsu makan. O :

  N ; 85 x/mnt T ; 36,5 C R ; 25x/mnt

   Data Antropometrik

  BB : TB : BBI :

  A : Masalah Peubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh belum teratasi P : Intervensi dilanjutkan

  3 I 27-2-2013/16.00 S : wita Keluarga dapat menyebutkan pengertian, tanda dan gejala serta pencegahan gastritis O :

  Keluarga tampak dapat menjawab pertanyaan tentang pengertian tanda dan gejala serta pencegahannya A : Masalah kurang pengetahuan Teratasi P : Intervensi dihentikan

  4 II 27-2-2013/16.00 S : wita Keluarga tahu bagaimana cara tentang merawat keluarga yang sakit

  Tn. H mengatakan dirinya tidak lagi merasa mual dan pusing setelah makannya teratur 3x sehari O :

   TTV TD ; 130/80 N ; 85 x/mnt T ; 36,5 C R ; 25x/mnt

   Data Antropometrik BB : TB : BBI :

  A : Masalah Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh teratasi P : Intervensi dihentikan

   2 komentar: 1.

  Thank you for sharing the information very useful. It is very pleasant to read this article from your website.

  

  2.

   Thanks info askep nya

  

Langganan: keperawatan Arsip Blog

  24) o

    

    

  

    

    

  

 o

  

Dokumen baru

Download (18 Halaman)
Gratis

Tags

Format Pengkajian Askep Keluarga Contoh Askep Keluarga Format Pengkajian Format Askep Ncp Keluarga Format Askep Keluarga And Gerontik Askep Dan Keluarga D M Askep Keluarga Dengan Stroke Askep Dengan Psoriasis Dan Askep Keluarga Dengan Balita Askep Keluarga Freedman Askep Keluarga Prasekolah Docx Askep Keluarga Tahap Lansia
Show more

Dokumen yang terkait

Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA
24
212
36
FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)
27
207
2
Analisis Sistem Pengendalian Mutu dan Perencanaan Penugasan Audit pada Kantor Akuntan Publik. (Suatu Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan)
136
606
18
DOMESTIFIKASI PEREMPUAN DALAM IKLAN Studi Semiotika pada Iklan "Mama Suka", "Mama Lemon", dan "BuKrim"
130
604
21
KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )
64
457
20
PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)
105
426
24
Pencerahan dan Pemberdayaan (Enlightening & Empowering)
0
53
2
KEABSAHAN STATUS PERNIKAHAN SUAMI ATAU ISTRI YANG MURTAD (Studi Komparatif Ulama Klasik dan Kontemporer)
4
94
24
GANGGUAN PICA(Studi Tentang Etiologi dan Kondisi Psikologis)
3
69
2
Efek Hipokolesterolemik dan Hipoglikemik Patigarut Butirat
2
93
12
Analisis Pertumbuhan Antar Sektor di Wilayah Kabupaten Magetan dan Sekitarnya Tahun 1996-2005
3
55
17
Analisis tentang saksi sebagai pertimbangan hakim dalam penjatuhan putusan dan tindak pidana pembunuhan berencana (Studi kasus Perkara No. 40/Pid/B/1988/PN.SAMPANG)
8
83
57
Diskriminasi Daun Gandarusa (Justicia gendarrusa Burm.f.) Asal Surabaya, Jember dan Mojokerto Menggunakan Metode Elektroforesis
0
58
6
IbM Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut Petani Kakao Kecamatan Bangsalsari
5
85
57
Identifikasi Jenis Kayu Yang Dimanfaatkan Untuk Pembuatan Perahu Tradisional Nelayan Muncar Kabupaten Banyuwangi dan Pemanfaatanya Sebagai Buku Nonteks.
23
279
121
Show more