Full text

(1)

1 PELAKSANAAN STRATEGI DAN TAKTIK KOMUNIKASI

PENERBIT PERGURUAN TINGGI

(Studi Kasus di UIN Maulana Malik Ibrahim Press dalam Menerbitkan Buku Karya Dosen Tahun 2011-2013)

Restiana Indah Intan Permatasari Pembimbing I: Mondry, SP., M.Sos. Pembimbing II: M. Fikri A.R., S.Kom., MA

email: restiana.indah.ip.69@gmail.com

Alumni Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial

Universitas Brawijaya

Abstract

Sustainability of a university press is highly dependent on the availability of the manuscript. It happens because the script serves as the main raw material in the process of publishing. Without a script, it will be difficult for a university press to run a book publishing activities. Party who is considered has a very strategic function in generating script is lecturer. As an effort for increasing the number of incoming manuscripts, university press needs to work out and carry out communication strategy. Based on this idea, the researcher interests to apply communication strategy as her reseacrh theme. This study aims to describe the implementation of communication strategy which is worked by UIN-Maliki Press in publishing books made by the lecturers in 2011-2013. This research is a qualitative case study method. The data was collected by conducting observations, conducting interviews and reviewing documents. The results of this study show that in year 2011, UIN-Maliki Press used 3 (three) strategies, those are informative strategy, a combined strategy of informative and persuasive, and persuasive strategy it self. In year 2012, UIN-Maliki Press used 3 (three) strategies, a combined strategy of informative and persuasive, persuasive strategy, and a combined strategy of educative, informative and persuasive strategies. In year 2013, UIN-Maliki Press did 2 (two) strategies, a combined strategy of informative and persuasive, and persuasive strategy by it self. In year 2011-2013, the strategy used most by UIN-Maliki Press is persuasive.

Keywords: Communication Strategy, University Press, The Book.

Pendahuluan

Dewasa ini, banyak perguruan tinggi Indonesia yang membeberkan visi dan misinya sebagai universitas penelitian (research university) atau universitas berstandar internasional (world class university). Akan tetapi

(2)

2 tinggi dalam mempublikasikan karya

akademik hasil perguruan tinggi. Jika dahulu, berkembang opini bahwa kualitas sebuah perguruan tinggi ditentukan oleh bangunan dan sarana fisik kampus, namun saat ini tampaknya opini tersebut mulai memudar. Kualitas sebuah perguruan tinggi diukur berdasarkan kualitas dan kuantitas pengembangan, penyebaran, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan. Dalam konteks publikasi ilmiah misalnya, citra perguruan tinggi dapat ditentukan oleh banyaknya produk akademik, seperti buku, jurnal dan lain-lain yang dihasilkannya. Semua ini dilakukan oleh penerbit perguruan tinggi.

Kota Malang sebagai kota pendidikan memiliki beberapa perguruan tinggi baik Perguruan Tinggi Swasta (PTS) maupun Perguruan Tinggi Negeri (PTN). PTN memiliki karakteristik yang berbeda bila dibandingkan dengan PTS. Perbedaan tersebut mengingat PTN merupakan perguruan tinggi yang didirikan pemerintah, oleh karena itu, segala sesuatunya baik tata kelola maupun kewenangan tentunya harus disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan dan ketetapan pemerintah. Sehubungan dengan itu, ada 3 (tiga) PTN di kota Malang yang memiliki penerbitan yaitu Universitas Brawijaya (UB) dengan nama penerbitannya yaitu Universitas Brawijaya Press yang disingkat dengan UB Press, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) dengan nama penerbitannya yaitu Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Press yang disingkat dengan UIN-Maliki Press dan Universitas Negeri Malang (UM) dengan nama penerbitannya

yaitu Universitas Negeri Malang Press yang disingkat dengan UM Press.

Berdasarkan pra penelitian yang dilakukan peneliti pada September 2012-April 2013, UB Press, UIN-Maliki Press dan UM Press memiliki sistem yang berbeda-beda dalam menjalin kerjasama dengan dosen sebagai penulis buku. UB Press memberikan insentif, UIN-Maliki Press memberikan honorarium dan UM Press memberikan royalti. Setiap naskah yang lolos seleksi di UB Press, diberikan insentif yang besarnya bisa mencapai Rp 18.750.000,-, di UIN-Maliki Press, setiap naskah buku karya dosen yang lolos seleksi dihargai Rp 15.000,-/halaman dan di UM Press persentase royalti yang diberikan tiap naskah berbeda-beda, ada yang 20 (dua puluh) persen, ada yang 15 (lima belas) persen, ada yang 7,5 (tujuh koma lima) persen, dan ada juga yang 5 (lima) persen sesuai dengan negosiasi kerjasama yang dilakukan.

Dalam teori pertukaran sosial mengemukakan bahwa setiap individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan sosial hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan ditinjau dari segi ganjaran dan biaya. Jika ditinjau dari teori tersebut, UIN-Maliki Press tentunya akan mengalami kesulitan dalam pasokan naskah karena penghargaan yang ditawarkan kepada dosen sebagai penulis tidak sebesar penghargaan yang ditawarkan oleh UB Press. Namun dalam kenyataan, meskipun penghargaan yang ditawarkan kepada penulis tidak terlalu besar, UIN-Maliki Press mampu menerbitkan banyak judul buku.

(3)

3 satu) judul buku. Tahun 2007,

jumlah judul buku yang diterbitkan instansi tersebut meningkat, dari yang awalnya sebanyak 21 (dua puluh satu) judul menjadi 44 (empat puluh empat) judul. Selanjutnya, tahun 2008, jumlah judul buku yang diterbitkan kembali meningkat dari 44 (empat puluh empat) judul menjadi 61 (enam puluh satu) judul. Tahun 2009, jumlah judul buku terbitan UIN-Maliki Press meningkat lagi, dari 61 (enam puluh satu) judul menjadi 71 (tujuh puluh satu) judul. Tahun berikutnya, 2010, jumlah judul buku yang diterbitkan kembali meningkat, dari 71 (tujuh puluh satu) judul menjadi 81 (delapan puluh satu) judul. Pada tahun 2011, jumlah judul buku terbitan UIN-Maliki Press meningkat kembali, dari 81 (delapan puluh satu) judul menjadi 85 (delapan puluh lima) judul. Tahun selanjutnya, 2012, jumlah judul buku terbitan penerbit perguruan tinggi tersebut tidak mengalami peningkatan yang signifikan, dari 85 (delapan puluh lima) judul menjadi 87 (delapan puluh tujuh) judul. Pada tahun 2013, jumlah judul buku yang diterbitkan UIN-Maliki Press mengalami penurunan yang cukup signifikan dari 87 (delapan puluh tujuh) judul menjadi 60 (enam puluh) judul.

Berdasarkan pemaparan tersebut, dapat diketahui, setelah UIN-Maliki Press mengalami peningkatan jumlah judul buku yang memuncak pada tahun 2012, kemudian pada tahun berikutnya, 2013, jumlah judul buku terbitannya mengalami penurunan. Penurunan tersebut cukup signifikan dari 87 (delapan puluh tujuh) judul menjadi 60 (enam puluh) judul buku. Berdasarkan grafik tampak bahwa pada tahun 2011, 2012, dan 2013, jumlah judul buku terbitan

UIN-Maliki Press mengalami fase naik dan turun. Hal tersebut menunjukkan dinamisasi UIN-Maliki Press dalam menerbitkan buku.

Penelitian ini mengkaji tentang pelaksanaan strategi dan taktik komunikasi UIN-Maliki Press pada tahun 2011-2013 dalam menerbitkan buku karya dosen. Penelitian ini menjadi menarik dan penting dilakukan karena beberapa alasan. Pertama, penelitian yang mengambil topik terkait penerbit perguruan tinggi yang dikaji dari bidang komunikasi masih jarang ditemukan. Selain itu pula karena pentingnya peran penerbit perguruan tinggi dalam mempublikasikan karya akademik hasil perguruan tinggi. Penerbit perguruan tinggi turut berkontribusi dalam perkembangan pendidikan, sosial, dan ekonomi serta pembangunan bangsa dan negara. Selain itu, kuantitas buku terbitan penerbit perguruan tinggi juga dapat digunakan sebagai barometer “brand image” suatu perguruan tinggi, termasuk juga pencapaian pemeringkatan webometric dalam konteks world class university (universsitas berstandar internasional).

(4)

4 h.116). Adapun tujuan penelitian ini

adalah mendeskripsikan pelaksanaan strategi dan taktik komunikasi yang dilakukan UIN-Maliki Press dalam menerbitkan buku karya dosen pada tahun 2011-2013.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Bogdan dan Biklen (1998, h.5) menyatakan penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus. Studi kasus adalah metode penelitian yang menggunakan berbagai sumber data, baik data kualitatif maupun kuantitatif yang bisa digunakan untuk meneliti, menguraikan, dan menjelaskan secara komprehensif berbagai aspek individu, kelompok, program kampanye, organisasi, atau suatu peristiwa secara sistematis (Wimmer dan Dominick, 2011; dan Daymon dan Holloway, 2002).

Teknik pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, obsevasi, dan dokumentasi. Dalam penetapan informan, peneliti menggunakan metode purposive. Peneliti menetapkan informan dengan menyeleksi orang-orang atas dasar kriteria-kriteria tertentu yang dibuat periset berdasarkan tujuan riset (Kriyantono, 2008, h.156).

Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik pembuatan eksplanasi dan deret waktu. Untuk keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber. Dalam hal ini, peneliti membandingkan atau mengecek ulang derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh dari

sumber yang berbeda (Denzin dalam Moleong, 2012, h.330).

Pembahasan

Strategi komunikasi akan berjalan lancar bila didukung dengan perencanaan yang matang, mengingat hal tersebut menjadi kunci bagi keberhasilan sebuah proyek tujuan. Menentukan perencanaan inilah yang juga dilakukan oleh UIN-Maliki Press dalam menjalankan aktivitas bisnis penerbitannya. Salah satu langkah perencanaan yang dilakukan oleh UIN-Maliki Press dalam menjalankan strategi komunikasi adalah menentukan sasaran penulis.

Penentuan sasaran penulis penting dilakukan, karena UIN-Maliki Press membutuhkan pasokan naskah yang merupakan bahan baku utama keberlangsungan bisnis penerbitan. Penentuan sasaran penulis juga dilakukan agar aktivitas komunikasi yang dijalankan bisa terarah. Dalam penentuan sasaran penulis, UIN-Maliki Press menetapkan dosen sebagai prioritas utama. Hal tersebut karena kegiatan mengembangkan dan menyebarkan ilmu pengetahuan sudah menjadi tugas dan kewajiban seorang dosen. Kegiatan menulis dan menerbitkan buku merupakan salah satu contoh bukti aktualisasi dosen dalam mengembangkan dan menyebarkan ilmu pengetahuan. Selain itu, kegiatan menulis dan menerbitkan buku juga menjad salah satu bentuk pengamalan dosen dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.

(5)

5 sebagaimana yang dikemukakan

Effendy yaitu mengenali sasaran komunikasi. Menurut Effendy (2009, h.35) sebelum memulai komunikasi, komunikator perlu untuk mempelajari khalayak yang akan menjadi sasaran komunikasi.

Dari sivitas akademika yang ada di perguruan tinggi seperti: dosen, mahasiswa dan karyawan, UIN-Maliki Press telah mempelajari dan melakukan pemetaan karakteristik target yang menjadi sasaran penulisnya. Penerbit perguruan tinggi tersebut telah menggunakan salah satu cara pemetaan karakteristik khalayak yang dikemukakan Cangara yaitu melalui aspek sosiodemografik.

Menurut Cangara (2013, h.111) aspek sosiodemografik, mencakup usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, tingkat pendapatan (income), agama, ideologi, etnis, termasuk pemilikan media. Dalam memetakan karakteristik khalayak yang menjadi sasaran penulisnya, UIN-Maliki Press melihat dari sisi pekerjaan dan pendidikan. Dosen ditetapkan sebagai sasaran penulis UIN-Maliki Press karena ia dinilai mempunyai tugas pokok dan kewajiban dalam mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Selain itu, dengan pendidikan yang dimilikinya, dosen diharapkan mampu untuk menulis dan menghasilkan karya yang layak untuk diterbitkan menjadi buku. Melalui karya tulis yang diterbitkannnya ke penerbit perguruan tinggi, ini berarti, ia turut berpartisipasi dalam pengembangan lembaganya. Oleh karena itu, UIN-Maliki Press membidik dosen sebagai sasaran penulis untuk keberlangsungan bisnis penerbitan buku yang dikelolanya.

Setelah penetapan penulis sebagai target sasaran untuk memenuhi pasokan naskah, merujuk pada konsep strategi komunikasi yang disampaikan Effendy, langkah selanjutnya adalah menyusun pesan dan memilih media komunikasi. Dalam hal ini, peneliti tidak memaparkan bagaimana cara UIN-Maliki Press menyusun pesan dan memilih media komunikasi, namun peneliti memaparkan cara yang dilakukan UIN-Maliki Press dalam menyusun program penerbitan, dan struktur pesan serta media komunikasi yang dipilih UIN-Maliki Press dalam mengkomunikasikan program penerbitan bukunya kepada dosen UIN Maliki Malang.

Kegiatan penyusunan program penerbitan, di UIN-Maliki Press seringkali dilakukan dalam suasana yang non formal, yang sering diistilahkan dengan jagongan atau cangkrukan. Dalam hal ini, biasanya ketua dan pegawai UIN-Maliki Press merumuskan agenda UIN-Maliki Press disela-sela pembicaraan ringan yang mereka perbincangkan. Agenda penerbitan yang dirumuskan tersebut pada umumnya membahas terkait jenis kegiatan yang akan dilaksanakan, tujuan kegiatan, sasaran yang dituju, dan teknis kegiatan. Perumusan agenda penerbitan dengan cara jagongan atau cangkrukan dipilih karena cara tersebut dinilai selain lebih mudah dan cepat, juga lebih efisien. Meskipun demikian, terkadang UIN-Maliki Press juga menyusun program penerbitan dalam suasana formal. Mereka melakukannya dengan cara mengadakan rapat kerja.

(6)

6 mengadakan dan mengikuti pameran

buku, serta hibah buku. Kegiatan yang termasuk dalam pelaksanaan strategi dan taktik komunikasi UIN-Maliki Press dalam mengajak dosen UIN Maliki Malang agar tertarik untuk menerbitkan buku di instansi tersebut yaitu mengedarkan surat resmi pemberitahuan untuk undangan program penulisan buku dan mengadakan pelatihan penulisan buku. Selain kedua kegiatan tersebut, di lapangan, peneliti menemukan strategi dan taktik komunikasi UIN-Maliki Press yang lain. Strategi dan taktik tersebut berupa komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh ketua UIN-Maliki Press kepada dosen. Berikut paparan terkait pelaksanaan strategi dan taktik komunikasi UIN-Maliki Press yang dianalisis dengan menggunakan konsep metode pelaksanaan strategi komunikasi perspektif Anwar Arifin dan teori persuasif yang disampaikan oleh Teuku May Rudi:

a. Strategi Informatif

Menurut Arifin (1984, h.72-78) informatif merupakan suatu bentuk penyampaian pesan yang bertujuan mempengaruhi khalayak dengan cara memberikan penerangan. Strategi tersebut dilakukan dengan memberikan sesuatu apa adanya baik dari segi fakta, pendapat, maupun data yang sebenarnya. Berdasarkan penelusuran peneliti di lapangan, UIN-Maliki Press melancarkan strategi informatifnya dengan menggunakan media baru (internet) berupa laman (website).

Dalam laman (website), UIN-Maliki Press menampilkan profil organisasi, struktur organisasi, persyaratan naskah buku yang diterima, daftar nama-nama penulis yang menerbitkan buku,

dan informasi terkait kegiatan yang dilakukannya. Selain itu, dalam laman (website) nya, UIN-Maliki Press juga menyertakan alamat, kontak person, dan email penerbitan yang dapat dihubungi, jika ada yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut.

Berdasarkan hal tersebut, ini berarti, UIN-Maliki Press menggunakan laman (website) sebagai media komunikasi dalam menyampaikan informasi. Penerbit perguruan tinggi tersebut memanfaatkan kecanggihan teknologi sebagai sarana untuk menginformasikan penerbitan buku yang dikelolanya kepada masyarakat luas termasuk di dalamnya yaitu dosen UIN Maliki Malang.

Melalui teknologi internet, masyarakat termasuk dosen UIN Maliki Malang dapat dengan mudah mengakses informasi terkait UIN-Maliki Press. Mereka dapat mengakses informasi tersebut tanpa harus bertatap muka dengan pegawai UIN-Maliki Press. Dengan mengeluarkan biaya yang murah, masyarakat yang terhubung dengan jaringan internet dapat mengakses informasi terkait UIN-Maliki Press kapanpun dan dimanapun mereka berada.

(7)

7 penulisan buku tersebut dapat

digolongkan sebagai gabungan dari strategi informatif dan strategi persuasif. Sebelum membahas terkait alasan surat tersebut digolongkan sebagai gabungan dari strategi informatif dan strategi persuasif, akan dipaparkan terlebih dahulu pengertian dari persuasif.

Menurut Arifin (1984, h.72-78) persuasif merupakan bentuk penyampaian pesan untuk mempengaruhi khalayak dengan cara membujuk. Strategi persuasif dilakukan dengan menggugah khalayak, baik dari pikirannya maupun perasaannya agar dapat sepaham dengan makna pesan yang disampaikan oleh komunikator. Surat pemberitahuan untuk program penulisan buku digolongkan sebagai gabungan dari strategi informatif dan strategi persuasif karena surat tersebut berisi informasi dan ajakan. Dalam surat tersebut, selain UIN-Maliki Press menginformasikan terkait program penerbitan buku, ketentuan penerimaan naskah, dan pernyataan keaslian naskah, instansi tersebut juga mengajak dosen UIN Maliki Malang untuk menerbitkan buku. Ajakan tersebut secara eksplisit disampaikan di bagian penutup surat bahwa dosen yang memiliki karya dimohon untuk menyerahkan karyanya ke UIN-Maliki Press.

Dilihat dari cara pelaksanaannya, surat pemberitahuan untuk program penulisan buku yang diedarkan UIN-Maliki Press tergolong dalam bentuk redundancy. Menurut Arifin (1984, h.72-78)

redundancy adalah cara yang dilakukan untuk menarik perhatian yang lebih besar pada khalayak terhadap isi pesan. Dalam pelaksanaannya, redundancy dilakukan dengan jalan mengulang-ulang pesan kepada khalayak, terutama pesan-pesan yang dianggap penting sehingga pesan tersebut mudah diingat oleh khalayak. Dalam hal ini, cara yang dilakukan UIN-Maliki Press dengan mengirim surat pemberitahuan untuk program penulisan buku secara berulang-ulang tiap awal tahun akademik tergolong dalam bentuk redundancy.

b. Strategi Persuasif

Bentuk strategi komunikasi kedua yang dilakukan oleh UIN-Maliki Press adalah persuasif. Pengertian persuasif telah dijelaskan pada paparan sebelumnya. Secara sederhana, strategi persuasif berbeda dengan strategi informatif. Pada strategi informatif, komunikator mengirim suatu informasi kepada komunikannya sedangkan pada strategi persuasif, komunikator berusaha membujuk dan menggugah pikiran dan perasaan komunikannya agar ia terpengaruh sehingga dengan mudah mengikuti apa yang disampaikan oleh komunikator.

(8)

8 Dilihat dari gaya bahasa yang

digunakan, ketua UIN-Maliki Press menggunakan teknik penyusunan pesan yang penuh humor. Menurut Cangara (2013, h.116-120) penyusunan pesan yang penuh humor (humorious appeal) adalah teknik penyusunan pesan yang berusaha membawa khalayak tidak merasa jenuh. Dalam hal ini, ketua UIN-Maliki Press menyinggung secara halus melalui humor terkait persediaan (stock) naskah yang dimiliki dosen.

Jika dikaji lebih jauh, pernyataan yang disampaikan oleh ketua UIN-Maliki Press dalam menyinggung dosen mengandung sebuah pesan ajakan yang tersirat. Pesan tersebut mengajak agar dosen UIN Maliki Malang menerbitkan buku di UIN-Maliki Press. Teknik penyusunan pesan yang penuh humor sebagaimana yang dilakukan oleh ketua UIN-Maliki Press tentu akan lebih mudah diterima oleh dosen. Selain itu, pesan komunikasi yang disampaikan melalui humor tentunya akan terasa enak dan menyegarkan.

Selain mengandung ajakan, pesan komunikasi yang disampaikan ketua UIN-Maliki Press kepada dosen juga mengandung suatu informasi. Oleh karena itu, peneliti menggolongkan pesan komunikasi yang disampaikan secara lisan oleh ketua UIN-Maliki Press tersebut sebagai gabungan dari strategi informatif dan strategi persuasif. Dalam hal ini, selain mengajak secara halus dengan menyinggung dosen, di akhir pembicaraan, ketua

UIN-Maliki Press juga memberikan suatu informasi. Ia menginformasikan kepada dosen bahwa UIN-Maliki Press menerima naskah setiap saat dan naskah yang diserahkan ke penerbit perguruan tinggi tersebut nantinya akan diterbitkan. Sebelum naskah tersebut diterbitkan menjadi buku, tentunya melalui proses editing terlebih dahulu.

Selain menyinggung dengan halus, di lapangan, peneliti juga menemukan bentuk strategi persuasif lain yang dilakukan oleh ketua UIN-Maliki Press. Peneliti menemukan bahwa ia mengajak dosen yang ditemuinya untuk menulis dan menerbitkan buku dengan memberikan contoh rektor UIN Maliki Malang.

Dilihat dari metode persuasi yang dilakukan, metode yang dilakukan oleh ketua UIN-Maliki Press tergolong dalam metode asosiasi. Menurut Rudi (2005, h.67) metode asosiasi (menghubungkan) adalah metode yang menyajikan suatu pesan dengan menghubungkan suatu peristiwa atau obyek yang popular (digemari atau digandrungi) atau icon tertentu yang menarik perhatian publik, baik itu berupa orang (tokoh politik, olahragawan, aktor atau aktris, ilmuwan terkenal, dan lain-lain) maupun peristiwa. Dalam hal ini, ketua UIN-Maliki Press memotivasi dosen untuk menulis buku dengan mengasosiasikan sosok rektor UIN Maliki Malang sebagai icon.

(9)

9 UIN Maliki Malang dengan

dosen yang ditemuinya. Sebagaimana yang diketahui rektor adalah orang yang mempunyai tanggungjawab besar dalam mengurus universitas. Dalam menjalankan tanggungjawabnya tersebut, sudah dapat dipastikan ia akan sangat sibuk menangani berbagai urusan. Di tengah kesibukan dalam mengurus universitas tersebut, rektor UIN Maliki Malang masih mampu untuk membuahkan karya. Hal tersebut dijadikan contoh teladan oleh ketua UIN-Maliki Press dalam memotivasi dosen untuk lebih berkarya.

Selain memotivasi dengan memberikan contoh rektor, di lapangan, peneliti juga menemukan bentuk strategi persuasif lain yang dilakukan oleh ketua UIN-Maliki Press. Peneliti menemukan bahwa ia sering mengajak dosen UIN Maliki Malang untuk membesarkan nama UIN Maliki Malang melalui penerbitan buku. Selain itu, ia juga sering menekankan akan pentingnya kegiatan menulis dan menerbitkan buku di UIN- Maliki Press bagi mereka.

Dilihat dari metode persuasi yang dilakukan, metode yang dilakukan oleh ketua UIN-Maliki Press tergolong dalam metode icing device. Menurut Rudi (2005, h.67) metode icing device (menanamkan kesan) adalah metode yang menyajikan suatu pesan dengan menggunakan emotional appeal (menggugah rasa dan membangkitkan emosi). Dalam hal ini, ketua UIN-Maliki Press mengucapkan perkataan

yang dapat menggugah pikiran dan perasaan dosen sebagai warga UIN Maliki Malang. Dalam perkataannya, ia menekankan bahwa kegiatan menulis dan menerbitkan buku merupakan bagian dari kontribusi yang dapat dilakukan oleh dosen dalam membesarkan nama insitusinya. Penyampaian pesan komunikasi sebagaimana yang dilakukan oleh ketua UIN-Maliki Press melalui metode icing device dapat membawa kesan yang mendalam bagi dosen sebagai komunikan.

Jika dilihat dari teknik penyusunan pesan, ketua UIN-Maliki Press menggunakan teknik penyusunan pesan yang penuh dorongan. Menurut Cangara (2013, h.116-120) penyusunan pesan yang penuh dorongan (motivational appeal) adalah teknik penyusunan pesan yang disusun untuk menumbuhkan pengaruh internal psikologis khalayak. Dalam hal ini, ketua UIN-Maliki Press mendorong dosen dengan mengungkapkan pentingnya kegiatan menulis dan menerbitkan buku di UIN-Maliki Press bagi institusi dan diri dosen secara pribadi. Penyampaian pesan komunikasi yang demikian dapat membuat dosen terdorong untuk mengikuti apa yang disampaikan oleh ketua UIN-Maliki Press tersebut.

(10)

10 UIN-Maliki Press ketika

berpapasan dengan dosen, sering mengajak mereka untuk menulis dan menerbitkan buku di UIN-Maliki Press. Strategi persuasif melalui tatap muka secara langsung dan dengan pesan komunikasi yang diulang-ulang ini tentu akan lebih memotivasi dosen untuk menulis dan menerbitkan buku di penerbit perguruan tinggi tersebut.

c. Strategi Edukatif

Bentuk strategi komunikasi ketiga yang dilakukan oleh UIN-Maliki Press adalah edukatif. Menurut Arifin (1984, h.72-78) edukatif merupakan bentuk penyampaian pesan yang mendidik. Strategi edukatif dilakukan dengan mempengaruhi khalayak melalui penyampaian pesan yang mendidik dan dapat dipertanggungjawabkan dari segi kebenaran, teratur dan berencana. Tujuan dari strategi tersebut adalah mempengaruhi dan mengubah tingkah laku khalayak ke arah yang diinginkan.

Berbeda dengan persuasif yang menitikberatkan pada suatu bujukan, dalam strategi edukatif, komunikator mempengaruhi komunikannya dengan memberikan pesan yang mendidik dan dapat dipertanggungjawabkan dari segi kebenaran. Bentuk strategi edukatif yang dilakukan UIN-Maliki Press yang peneliti temukan di lapangan yaitu pelatihan penulisan buku.

Kegiatan pelatihan penulisan buku bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan bagi dosen terkait cara menulis buku. Selain itu, kegiatan tersebut juga

menjadi sarana publikasi UIN-Maliki Press dan sarana menyegarkan (refreshing) bagi dosen-dosen baru dari kepenatan pekerjaan.

Sejauh penelusuran peneliti di lapangan, dalam kurun waktu 2011-2013, strategi edukatif dalam bentuk pelatihan penulisan buku dilakukan 1 (satu) kali, tepatnya pada 2-3 November 2012. Dalam observasi yang dilakukan peneliti pada kegiatan tersebut, UIN-Maliki Press mengundang beberapa narasumber untuk memberikan materi motivasi dan keterampilan terkait strategi dan teknik menulis buku ajar yang berkualitas.

Dari observasi yang peneliti lakukan, dalam kegiatan pelatihan penulisan buku, selain materi, UIN-Maliki Press juga memberikan informasi kepada dosen terkait penerbitan buku yang dikelolanya. Selain itu, penerbit perguruan tinggi tersebut juga mengajak dosen sebagai peserta pelatihan untuk menulis buku dan menyerahkan naskah karyanya ke UIN-Maliki Press. Di akhir pelatihan, UIN-Maliki Press menyatakan kesanggupannya untuk mendampingi secara personal dosen yang ingin menulis buku namun masih belum mengetahui caranya atau dosen yang ingin belajar terkait kepenulisan.

(11)

11 penulisan buku, penerbit

perguruan tinggi tersebut memberikan pendidikan kepada dosen terkait strategi dan teknik menulis buku; memberikan informasi terkait penerbitan buku yang dikelola oleh UIN-Maliki Press, dan mengajak mereka untuk terlibat dalam kegiatan menulis buku.

Jika diurutkan dari tahun 2011, 2012, dan 2013, strategi dan taktik komunikasi yang dilakukan UIN-Maliki Press dalam mengajak dosen UIN Maliki Malang untuk menerbitkan buku di instansi tersebut akan diperoleh sebagai berikut: A. Tahun 2011 = Strategi informatif

dan gabungan dari strategi informatif & strategi persuasif

Pada tahun 2011, UIN-Maliki Press menggunakan strategi informatif dan gabungan dari strategi informatif & strategi persuasif.

1. Strategi informatif dilakukan melalui media baru (internet) berupa laman (website) dengan alamat laman (website) http://press.uin-malang.ac.id dan gabungan dari strategi informatif & strategi persuasif dilakukan dengan mengedarkan surat edaran resmi pemberitahuan untuk program penulisan buku tiap awal tahun akademik.

2. Strategi persuasif dilakukan secara lisan dan personal oleh ketua UIN-Maliki Press. Berikut teknik penyusunan pesan dan metode yang dilakukan ketua UIN-Maliki Press dalam melakukan persuasi kepada dosen:

a.Teknik penyusunan pesan yang penuh humor. Dalam hal ini, ketua UIN-Maliki

Press menyinggung secara halus melalui humor terkait persediaan (stock) naskah yang dimiliki dosen. b.Teknik penyusunan pesan

yang penuh dorongan.Dalam hal ini, ketua UIN-Maliki Press mendorong dosen untuk menulis dan menerbitkan buku di UIN-Maliki Press untuk kepentingan institusi dan dirinya secara pribadi. c.Metode asosiasi. Dalam hal

ini, ketua UIN-Maliki Press memotivasi dosen untuk menulis buku dengan

mengasosiasikan sosok rektor UIN Maliki Malang sebagai icon.

d.Metode icing device. Dalam hal ini, ketua UIN-Maliki Press mengajak dosen untuk membesarkan nama UIN Maliki Malang melalui penerbitan buku.

B.Tahun 2012 = Gabungan dari strategi informatif & strategi persuasif, strategi persuasif, dan gabungan dari strategi edukatif, strategi informatif, dan strategi persuasif.

Pada tahun 2012, UIN-Maliki Press menggunakan gabungan dari strategi informatif & strategi persuasif, strategi persuasif, dan gabungan dari strategi edukatif, strategi informatif, dan strategi persuasif.

1. Gabungan dari strategi informatif & strategi persuasif dilakukan dengan mengedarkan surat edaran resmi pemberitahuan untuk program penulisan buku tiap awal tahun akademik. 2. Strategi persuasif dilakukan

(12)

12 oleh ketua UIN-Maliki

Press. Berikut teknik penyusunan pesan dan metode yang dilakukan ketua UIN-Maliki Press dalam melakukan persuasi kepada dosen:

a.Teknik penyusunan pesan yang penuh humor. Dalam hal ini, ketua UIN-Maliki Press menyinggung secara halus melalui humor terkait persediaan (stock) naskah yang dimiliki dosen.

b.Teknik penyusunan pesan yang penuh dorongan. Dalam hal ini, ketua UIN-Maliki Press mendorong dosen untuk menulis dan menerbitkan buku di UIN-Maliki Press untuk kepentingan institusi dan dirinya secara pribadi. c.Metode asosiasi. Dalam

hal ini, ketua UIN-Maliki Press sering memotivasi dosen yang berpapasan dengannya untuk menulis

buku dengan

mengasosiasikan sosok rektor UIN Maliki Malang sebagai icon. d.Metode icing device.

Dalam hal ini, ketua UIN-Maliki Press sering mengajak dosen yang berpapasan dengannya untuk membesarkan nama UIN Maliki Malang melalui penerbitan buku. 3. Gabungan dari strategi

edukatif, strategi informatif, dan strategi persuasif dilakukan dengan mengadakan acara (event) berupa pelatihan penulisan

buku. Dalam pelatihan penulisan tersebut, UIN-Maliki Press memberikan pendidikan kepada dosen terkait strategi dan teknik menulis buku; memberikan informasi terkait penerbitan buku yang dikelola oleh UIN-Maliki Press, dan mengajak mereka untuk terlibat dalam kegiatan menulis buku.

C. Tahun 2013 = Gabungan strategi informatif & strategi persuasif dan strategi persuasif.

Pada tahun 2013, UIN-Maliki Press menggunakan gabungan strategi informatif & strategi persuasif dan strategi persuasif

1.Gabungan strategi informatif & strategi persuasif dilakukan dengan mengedarkan surat edaran resmi pemberitahuan untuk program penulisan buku tiap awal tahun akademik. 2.Strategi persuasif dilakukan

secara lisan dan personal oleh ketua UIN-Maliki Press. Berikut teknik penyusunan pesan dan metode yang dilakukan ketua UIN-Maliki Press dalam melakukan persuasi kepada dosen:

a. Teknik penyusunan pesan yang penuh humor. Dalam hal ini, ketua UIN-Maliki Press menyinggung secara halus melalui humor terkait persediaan (stock) naskah yang dimiliki dosen.

(13)

13 dorongan. Dalam hal ini,

ketua UIN-Maliki Press mendorong dosen untuk menulis dan menerbitkan buku di UIN-Maliki Press untuk kepentingan institusi dan dirinya secara pribadi.

c. Metode asosiasi. Dalam hal ini, ketua UIN-Maliki Press memotivasi dosen untuk menulis buku dengan mengasosiasikan sosok rektor UIN Maliki Malang sebagai icon. d. Metode icing device.

Dalam hal ini, ketua UIN-Maliki Press mengajak dosen untuk membesarkan nama UIN Maliki Malang melalui penerbitan buku.

Setelah memaparkan strategi dan taktik komunikasi yang dilakukan UIN-Maliki Press, untuk mendapatkan analisis strategi komunikasi yang lebih mendalam dan sistematis, peneliti akan menghubungkannya dengan konsep formula Laswell.

Menurut Laswell dalam Effendy (2003, h.301) untuk kemantapan strategi komunikasi, segala sesuatunya harus dipertautkan dengan komponen-komponen yang merupakan jawaban terhadap pertanyaan: “Who Says What in Which Channel to Whom with What

Effect?” (Siapa mengatakan apa

dengan cara apa kepada siapa dengan efek bagaimana). Berdasarkan jawaban dari pertanyaan tersebut, komponen strategi komunikasi dalam formula Laswell mencakup: komunikator, pesan, saluran, komunikan dan efek. Jika dihubungkan dengan konsep formula

Laswell, pelaksanaan strategi dan taktik komunikasi UIN-Maliki Press akan diperoleh sebagai berikut: 1. Komunikator

Menurut Soyomukti (2010, h.58) manusia yang memulai proses komunikasi, disebut “komunikator”. Dalam hal ini, komunikator sebagai organisasi yaitu UIN-Maliki Press yang mengajak dosen untuk menerbitkan buku di instansi tersebut.

2. Pesan

Pesan menurut Soyomukti (2010, h.60) didefinisikan sebagai segala sesuatu yang disampaikan komunikator kepada komunikan untuk mewujudkan motif komunikasinya. Dalam penelitian ini, pesan komunikasi disampaikan melalui lisan, tulisan dan gabungan lisan & tulisan. Pesan secara lisan dilakukan melalui komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh ketua UIN-Maliki Press. Pesan secara tertulis dilakukan melalui edaran surat resmi pemberitahuan untuk program penulisan buku dan informasi pada laman (website) UIN-Maliki Press. Sebagai akhir, gabungan pesan secara lisan dan tulisan dilakukan melalui pelatihan penulisan buku.

3. Saluran

(14)

14 program penulisan buku, dan

pelatihan penulisan buku. 4. Komunikan (penerima pesan)

Komunikan (penerima pesan) menurut Soyomukti (2010, h.60) adalah manusia berakal budi kepada siapa pesan komunikator ditujukan. Dalam penelitian ini, komunikan yang dimaksud adalah dosen UIN Maliki Malang.

5. Efek

Efek komunikasi adalah situasi yang diakibatkan oleh pesan komunikator dalam diri komunikannya (Soyomukti, 2010, h.64). Setelah komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, diharapkan akan timbul efek pada diri komunikan tersebut. Dalam penelitian ini, efek yang diharapkan dari pelaksanaan strategi dan taktik komunikasi adalah dosen UIN-Maliki Malang akan mengirimkan naskah karyanya untuk diterbitkan menjadi buku di UIN-Maliki Press.

Setelah melaksanakan keseluruhan proses pelaksanaan kegiatan, selanjutnya yaitu melakukan evaluasi. Menurut Cangara (2013, h.148-149) evaluasi merupakan metode pengkajian dan penilaian keberhasilan kegiatan komunikasi yang telah dilakukan, dengan tujuan memperbaiki atau meningkatkan keberhasilan yang telah dicapai sebelumnya. Evaluasi dilakukan dalam rangka mengukur sejauhmana keberhasilan suatu program komunikasi. Kegiatan evaluasi dapat dilakukan bertitik tolak dari tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, apakah tercapai atau tidak, atau apakah tingkat pencapaiannya cukup tinggi atau rendah.

Dalam melakukan evaluasi pada penelitian ini, peneliti tidak mengukur efektifitas program komunikasi yang dilakukan UIN-Maliki Press. Pembahasan evaluasi yang disajikan sebatas pada evaluasi manajemen. Menurut Cangara (2013, h.149) fokus utama evaluasi manajemen yaitu pencapaian operasional kegiatan. Dalam hal ini, evaluasi yang dibahas mencakup keberhasilan, hambatan yang dialami, dan tindakan yang dilakukan oleh UIN-Maliki Press dalam mengatasi permasalahan yang ada terkait penerbitan buku. Pembahasan terkait evaluasi ini disajikan secara runtut dari tahun 2011 hingga tahun 2013 sebagaimana fokus penelitian peneliti.

(15)

15 mengatasinya, UIN-Maliki Press

sebisa mungkin berusaha untuk selalu mengingatkan dosen sebagai penulis. Hal tersebut dilakukan dengan menghubungi dosen baik melalui telepon, pesan pendek, atau ketika bertatatp muka secara langsung.

Pada tahun 2012, jumlah judul buku yang diterbitkan UIN-Maliki Press meningkat dibandingkan tahun 2011, dari 85 (delapan puluh lima) judul menjadi 87 judul buku. Jumlah naskah buku karya dosen yang masuk ke UIN-Maliki Press juga melebihi dari target yang direncanakan. Hambatan yang dialami UIN-Maliki Press pada tahun tersebut yaitu ketepatan waktu dalam menghasilkan produk buku, beberapa dosen yang masih pasif dalam mencari informasi, beberapa dosen yang masih belum mempunyai karya dan adanya perbedaan antara anggaran DIPA yang diajukan dengan DIPA yang turun. Dalam mengatasi hambatan ketepatan waktu, UIN-Maliki Press menggunakan outsourcing (menyewa tenaga kerja berdasarkan kontrak) untuk membantu bagian keredaksian. Outsourcing ini dilakukan dengan mencari dan merekrut mahasiswa yang berbakat sesuai bidang ilmu yang dimilikinya. Dalam mengatasi kendala beberapa dosen yang masih pasif mencari informasi dan dosen yang belum mempunyai karya, UIN-Maliki Press memotivasinya dengan memberikan contoh. Sedangkan terkait anggaran dalam menerbitkan buku, UIN-Maliki Press mengatasinya dengan mencetak buku sejumlah dana DIPA yang disetujui. Untuk naskah buku karya dosen yang belum bisa terbit karena terhalang dana, UIN-Maliki Press mengatasinya dengan

menggunakan publikasi digital (buku elektronik).

(16)

16 Penutup

a. Kesimpulan

Dalam mengajak dosen UIN Maliki Malang agar tertarik untuk menerbitkan buku di UIN-Maliki Press, pada tahun 2011, UIN-Maliki Press melakukan 3 (tiga) strategi, yaitu strategi informatif, gabungan strategi informatif & strategi persuasif, dan strategi persuasif.

Strategi informatif dilakukan dengan menginformasikan UIN-Maliki Press melalui laman (website). Gabungan strategi informatif & strategi persuasif dilakukan dengan mengedarkan surat edaran resmi pemberitahuan untuk program penulisan buku. Strategi persuasif dilakukan melalui komunikasi personal Ketua UIN-Maliki Press secara lisan.

Pada tahun 2012, UIN-Maliki Press melakukan 3 (tiga) strategi, yaitu gabungan strategi informatif & strategi persuasif, strategi persuasif, dan gabungan strategi edukatif, strategi informatif & strategi persuasif. Gabungan strategi informatif & strategi persuasif dilakukan dengan mengedarkan surat edaran resmi pemberitahuan untuk program penulisan buku. Strategi persuasif dilakukan melalui komunikasi personal Ketua UIN-Maliki Press secara lisan. Gabungan strategi edukatif, strategi informatif & strategi persuasif dilakukan melalui pelatihan penulisan buku.

Pada tahun 2013, UIN-Maliki Press melakukan 2 (dua) strategi, yaitu gabungan strategi informatif & strategi persuasif dan strategi persuasif. Gabungan strategi informatif & strategi persuasif dilakukan dengan mengedarkan surat edaran resmi pemberitahuan untuk program penulisan buku. Strategi persuasif dilakukan melalui

komunikasi personal Ketua UIN-Maliki Press secara lisan. Dalam kurun waktu 2011-2013, strategi yang paling banyak digunakan oleh UIN-Maliki Press adalah strategi persuasif.

b. Saran

Adapun saran-saran yang akan peneliti ungkapkan yaitu sebagai berikut:

1. UIN-Maliki Press bisa lebih mempertimbangkan

kesejahteraan dosen sebagai penulis dengan memberikan honorarium yang lebih layak. Hal ini tentunya dapat meningkatkan antusiasme dosen untuk menerbitkan bukunya ke penerbit perguruan tinggi tersebut. 2. UIN-Maliki Press bisa lebih

menggalakkan kegiatan pelatihan penulisan buku. Dalam 1 (satu) tahun, program pelatihan penulisan buku bisa dilakukan 1 (satu) atau beberapa kali. Dengan lebih sering mengadakan pelatihan penulisan, tentunya dapat semakin memotivasi dosen untuk menulis buku. 3. UIN-Maliki Press merupakan

penerbit perguruan tinggi yang sedang berkembang, banyak aspek yang belum digali dalam penelitian yang berfokus pada strategi komunikasi, seperti kerjasama dengan lembaga lain dan pemasaran buku. Oleh karena itu, untuk penelitian selanjutnya bisa membahas strategi komunikasi UIN-Maliki Press dari sisi yang lain. 4. Penelitian terkait penerbit

(17)

17 ditemukan, oleh karena itu

jumlah penelitian semacam ini perlu ditingkatkan. Peningkatan jumlah penelitian dapat dilakukan dengan usaha jurusan ilmu komunikasi memotivasi mahasiswanya untuk melakukan penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

BUKU

Arifin, A. (1984). Strategi komunikasi: suatu pengantar ringkas. Bandung: Armico.

Bogdan, R.C & Biklen, S.K. (1998). Qualitative research for education: an introduction to theory and methods. Boston: Allyn & Bacon.

Cangara, H. (2013). Perencanaan dan strategi komunikasi. Jakarta: Rajawali Press.

Cornelissen, J. (2004). Corporate communications: theory and practice. London: Sage.

Effendy, O.U. (2003). Ilmu, teori dan filsafat komunikasi. Bandung: Citra Aditya. Bakti.

___________. (2009). Ilmu, teori dan filsafat komunikasi. Bandung: Citra Aditya. Bakti.

Kriyantono, R. (2008). Teknis praktis riset komunikasi: disertai contoh praktis riset media, public relations, advertising, komunikasi organisasi, komunikasi pemasaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Moleong, L.J. (2012). Metodologi penelitian kualitatif edisi revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Rudy, T.M. (2005). Komunikasi dan hubungan masyarakat internasional. Bandung: Refika Aditama.

Soyomukti, Nurani. 2010. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Wimmer, R.D. & Joseph R. D. (2011). Mass media research: an introduction, Boston: Wadsworth.

ARTIKEL JURNAL

Gambar

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Download now (17 pages)