Penyakit Infeksi Menular Seksual dan Inf

Gratis

0
1
1
1 year ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini, kami ucapkan terima kasih kepada : Orang tua yang selalu mendo’akan dan memotivasi kami. Akhirnya, semoga makalah ini dapat memenuhi syarat yang telah ditentukan dan semoga dapat bermanfaat bagi masa yang akandatang.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut Menteri Kesehatan (Menkes), angka kematian ibu (AKI) dan

  Namun hasil SurveiDemografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 menunjukkan bahwaAKI adalah 359 kematian per 100.000 kelahiran hidup dan AKB sebesar 32 per 1.000 kelahiran hidup (Kemenkes, 2012 ) Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesda) menunjukan penyebab kematian ibu adalah pendarahan 40-60%, preeklamsi dan eklamsi20-30%, infeksi 20-30%, sedangkan penyebab tidak langsung salah satunya adalah 35% ibu hamil menderita anemia (WHO, 2010). Kehamilan sering terjadi bersamaan dengan infeksi yang dapat mempengaruhi kehamilan atau sebaliknya memberatkan infeksi sepertiinfeksi menular seksual atapun infeksi lainnya .

BAB II TINJAUAN KASUS A. Studi Kasus A Seorang perempuan berusia 23 tahun dirujuk bidan ke RS pada tanggal

  07-09-2014 dengan keluhan sering diare dan batuk sejak awal kehamilan. Hasil pemeriksaan dalam tidak ada kelainan.

B. Studi Kasus B

  Seorang perempuan berusia 32 tahun datang ke bidan tanggal 07-09- 2014 dengan keluhan sering nyeri perut tidak keluar bercampur darah. Pola nutris dan hidrasi ibu sering makan daging setengah matang seperti steak, sate dll jugamakan sayuran mentah seperti lalapan.

BAB II I PEMBAHASAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL Infeksi menular seksual (IMS) adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri

  Dampak IMS pada kehamilan bergantung pada organisme penyebab, lamanya infeksi, dan usia kehamilan pada saat perempuan terinfeksi hasil konsepsi yangtidak sehat seringkali terjadi akibat IMS, misalnya kematian janin (abortus spontan atau lahir mati), berat bayi lahir rendah (akibat prematuritas atau retardasipertumbuhan janin dalam rahim) dan infeksi kongenital atau perinatal (kebutaan, pneumonia neonatus, dan retardasi mental). Tanpa adanya tingkat kewaspadaan yang tinggi dan ambang batas tes yang rendah, sejumlah besar kasus IMS dapat terlewatkan, yang pada akhirnya mengarah pada hasil perinatal yang tidak diinginkan.

A. Klamidiatis

  C, trachomatis sendiri mempunyai 15 macamserovar, serovar A, B, Ba, dan C merupakan penyebab trachoma endemik, serovar B, D, E, F, G, H, I, J dan K, dan M merupakan penyebab terjadinyainfeksi traktus genitourinarius serta pneuminia pada neonatus. Oleh karena itu, untuk perempuan hamil dengan risiko tinggi juga dianjurkan untukdilakukan skriningterhadap infeksi CT pada saat datang untuk pertamakali antenatal dan juga pada trimester ketiga kehamilan.

B. Trikomoniatis

  Gejala yang dikeluhkan oleh perempuan dengan trikimoniasis adalah keputihan, gatal, dan iritasi. Duh tubuh yang klasik berwarna kuning kehijauan dan berbusa, tetapi keadaan ini hanyaditemukan pada 10-30% kasus.

C. Vaginosis Bacterial

  Perempuan dengan bakterial vaginosis dapat tanpa gejala atau dengan keluhan dengan bau vagina yang khas yaitu bau amis, terutama pada waktusetelah senggama. Vaginosis bakterial telah di asosiasikan dengan gangguan kehamilan termasuk abortus spontan dengan spontan pada kehamilan trimester pertamadan kedua, kelahiran prematur, ruptur membran yang prematur , persalinan prematur, dan infeksi pada pascaoprasi sesar.

D. Sifilis

  Lesi awal berupa papul berindurasi yang tidak nyeri, kemudian permukannyamengalami nekrosis dan ulserasi, dengan tepi yang meninggi, teraba keras, dan teraba tegas. Alternatif pengobatan bagi yang alergi terhadap penisilin dan tidak hamil dapat diberi dosisiklin per oral, 2 x100 mg/hari selama 30 hari, atau tetrasiklin peroral 4 x 500 mg/hari selama 30 hari.

E. Condiloma Accuminata

  Oleh karena itu, operasi sesar tidak direkomendasikan sebagai prevensi tranmisi hPV pada bayi dan hanyadipertimbangkan pda kasus dengan obstruksi jalan lahir atau bila persalinan pervaginam dapat menimbulkan perdarahan berlebihan. Karena area genital sangat vascular selamakehamilan dan perdarahan berlebihan dapat terjadi pada elektrokauterisasi, direkomendasikan terapi kauterisasi, jika diindikasikan, dilakukan di rumah Selain itu, pada Sarwono tahun 2010 mengatakan bahwa penanganan untuk kasus condiloma acuminate yaitu 1 Bersihkan/irigasi lokasi lesi dengan larutan antiseptic kemudian lakukan ablasi denngan kauteter elektrik pada semua lesi yang ditemukan (palingaman bagi ibu hamil).

F. Gonorrhea

  Kuman ini bersifat Gram negative, tampak di luar dan di dalam leukosit polimorfnuklear,tidak dapat bertahan lama di udara bebas, cepat mati pada keadaan kering, tidak tahan pada suhu di atas 39 C, dan tidak tahan zat desinfektan. Hal ini disebabkan perbedaan anatomi dan fisiologi alat kelamin pria Komplikasi pada trimester pertama adalah salfingitis gonoroika, salfingo- ooforitis dan pelvioperitonitis yang disebabkan oleh bakteri yang naik dariserviks uteri ke endosalping.

G. Herpes Genitalis

  5-7 hari kemudian, vesikel pecah dan keluar cairan jernih dan pada lokasi vesikel yang pecah, timbul keropeng (atau ditutupi lapisan kekuningan bilaterkena infeksi sekunder). Risiko tinggi transmisi pada janin akan terjadi pada keadaan timbul lesi primer pada kehamilan, atau keadaan seronegatif dengan suami seropositive,atau pemakaian alat monitor kulit kepala bayi dengan ibu seropositive.

H. HIV AIDS

  DefinisiAcquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalantubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya. Dengan melihat tempat hidup HIV, tentunya bisa diketahui penularanHIV terjadi kalau di cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti alat-alat penusuk (tato, penindik, dan cukur) yang tercemar HIV dan ibuhamil yang mengidap HIV kepada janin atau disusui oleh wanita pengidap HIV.

I. CONTOH KASUS

  Melakukan konseling pra dan pasca test HIV dengan memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu saat ini kurang baik, TD 110/70 mmHg, N85 x/menit, R 20 x/menit, S 38,5 C, saat ini usia kandungannya berumur 8 bulan dengan masalah ibu mengidap HIV/AIDS dari hasil test darah bDNAdan CD4 mennurun menunjukkan hasil 100 sel/m 3 darah (+)HIV, kondisi janin saat ini baik dengan taksiran berat janin 1705 gr, ibu telah diberitahuhasil pemeriksaan dan ibu mengerti akan hasil pemeriksaan. Yow dan demmler (1992) dalam pengamatanya selama 20 tahun atas morbiditas yang disebabkan CMV perinatal menjelaskanbahwa dari 800.000 janin yang terinfeksi oleh CMV diperoleh 500.000 bersifat simptomatis dengan kelainan retardasi mental, kebutaan, dan tuli sedangkan120 ribu janin yang bersifat asimptomatis mempunyai keluhan neurologik Penularan/transmisi CMV ini berlangsung secara horizontal, vertical dan hubungan seksual.

V. Trombofblebitis femoralis

  Penilaian klinik 1) Keadaan umum tetap baik , suhu badan subfebris selama 7 sampai 10 hari, kemudian suhu mendadak naik kira – kira pada hari ke 10 – 20 ,yang disertai dengan mengigil dan nyeri sekali .2) Pada salah satu kaki yang terkena biasanya kaki kiri, akan memberikan tanda - tanda sebagai berikut :a) Kaki seikit dalam keadaan fleksi dan rotasi keluar serta sukar bergerak, lebih panas dibandig dengan kaki lainya. e) Oedema kadang kadang sebelum atau setelah nyeri dan pada umunya terdapat pada paha bagian atas, tetapi lebih sering dimulaidari jari jari kaki dan pergelangan kaki, kemudian meluas dari bawah keatas.

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Kehamilan sering terjadi bersamaan dengan infeksi yang dapat

DAFTAR PUSTAKA

  Sedangkan infeksi lain yang mempengaruhi kehamilan infeksi TORCH dan infeksi nifas. Oleh karena itu melakukan screening penyakit pada ibu hamilpenting untuk mendeteksi adanya penyakit, dan mendeteksi komplikasi yang akan muncul serta akan mudah di tanggulangi agar tidak lebih parah.

Dokumen baru

Tags

Surveilan Epidemiologi Penyakit Menular Aplikasi Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Asma Epidemiologi Jiwa 2 Epidemiologi Penyakit Tidak Menular Keluarga Ikma Fkmua Distribusi Penyakit Infeksi Menular Seksual Infeksi Menular Seksual Ims Penyakit Menular Seksual Pms Dan Upaya P Infeksi Menular Seksual Penyakit Menular Seksual Adalah Penyakit Penyakit Menular Seksual Penyakit Menular Seksual Gonore Biologi Penyakit Menular Seksual Pencegahan Penyakit Menular Seksual Penyakit Menular Seksual Pms
Show more

Dokumen yang terkait

Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA
24
218
36
FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)
27
212
2
Analisis Sistem Pengendalian Mutu dan Perencanaan Penugasan Audit pada Kantor Akuntan Publik. (Suatu Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan)
136
609
18
DOMESTIFIKASI PEREMPUAN DALAM IKLAN Studi Semiotika pada Iklan "Mama Suka", "Mama Lemon", dan "BuKrim"
131
610
21
KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )
64
464
20
PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)
105
430
24
Pencerahan dan Pemberdayaan (Enlightening & Empowering)
0
53
2
KEABSAHAN STATUS PERNIKAHAN SUAMI ATAU ISTRI YANG MURTAD (Studi Komparatif Ulama Klasik dan Kontemporer)
5
99
24
GANGGUAN PICA(Studi Tentang Etiologi dan Kondisi Psikologis)
3
70
2
Efek Hipokolesterolemik dan Hipoglikemik Patigarut Butirat
2
93
12
Analisis Pertumbuhan Antar Sektor di Wilayah Kabupaten Magetan dan Sekitarnya Tahun 1996-2005
3
55
17
Analisis tentang saksi sebagai pertimbangan hakim dalam penjatuhan putusan dan tindak pidana pembunuhan berencana (Studi kasus Perkara No. 40/Pid/B/1988/PN.SAMPANG)
8
84
57
Diskriminasi Daun Gandarusa (Justicia gendarrusa Burm.f.) Asal Surabaya, Jember dan Mojokerto Menggunakan Metode Elektroforesis
0
59
6
IbM Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut Petani Kakao Kecamatan Bangsalsari
5
88
57
Identifikasi Jenis Kayu Yang Dimanfaatkan Untuk Pembuatan Perahu Tradisional Nelayan Muncar Kabupaten Banyuwangi dan Pemanfaatanya Sebagai Buku Nonteks.
24
288
121
Show more