ANALISIS RISIKO EKTERNAL PROYEK KONSTRUK

Gratis

0
0
5
1 year ago
Preview
Full text

  PROKONS: Jurnal Teknik Sipil

  ISSN: 1 -1 4 Vol. 11, No. 1 (Februari), Halaman 6 – 10

ANALISIS RISIKO EKTERNAL PROYEK KONSTRUKSI

TERHADAP PENCAPAIAN SASARAN PROYEK

  1

  2 Moch. Khamim , Winda Harsanti 1,2

  Dosen Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

  1

  2

  moch.chamim@gmail.com, win_harsanti@rocketmail.com

  

Abstrak

  Kegiatan proyek sebagai lahan usaha industri konstruksi memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dengan kegiatan operasional. Kondisi ideal bagi pelaksana konstruksi yaitu ketika seluruh komponen kontrak konstruksi dengan pengguna jasa diuraikan secara jelas dalam surat perjanjian, syarat umum kontrak, syarat khusus kontrak, spesifikasi ekternal, gambar rencana, dan daftar kuantitas. Sebagaimana bagian dari proses Manajemen Proyek, perencanaan dan pengendalian yang baik belum menjamin terwujudnya efektivitas sasaran proyek. Selalu terdapat kemungkinan tidak tercapainya suatu tujuan atau selalu terdapat ketidakpastian atas keputusan apapun yang diambil. Suatu kondisi yang timbul karena ketidakpastian dengan seluruh konsekuensi tidak menguntungkan yang mungkin terjadi disebut risiko. Analisis korelasi dan analisis regresi menunjukkan bahwa mulai dari factor Masalah Perubahan kebijakan/peraturan pemerintah, Pergolakan sosial dan politik, Masalah Acts of God dan natural hazard, Masalah dalam penyediaan sumber daya (material, tenaga kerja, alat), Masalah Kondisi owner yang kurang mendukung, Masalah Kondisi Pengeluaran di luar dugaan proyek yang kurang baik mempunyai pengaruh terhadap pencapaian sasaran proyek

  Kata-kata kunci: risiko, efektivitas proyek konstruksi, sasaran proyek

Pendahuluan risiko tersebut akan menimbulkan konsekuensi negatif

  Proyek memiliki sifat unik sehingga diperlukan bagi pencapaian sasaran proyek, dan cara penanganan sejumlah asumsi untuk memperkirakan data-data dan risiko tersebut agar dapat meminimalisi konsekuensi informasi yang belum tersedia selama proses negatifnya berjalannya proyek, sejak tahap perencanaan sampai Identifikasi yang dilanjutkan dengan analisa yang pelaksanaan. Asumsi dan perkiraan yang digunakan dilakukan dengan baik dapat mandukung mendukung adanya ketidakpastan ini. Risiko yang meningkatnya kemungkinan pencapaian sasarance. dihadapi proyek bergantung pada asumsi dan Selanjutnya hasil penelitan dapat digunakan bagi perkiraan yang digunakan. Risiko yang akan dihadapi pemilik usaha Jasa Konstruksi untuk menganalisa dalam proyek lebih berat sehubungan dengan sifat risiko serta mengambil langkah yang tepat untuk proyek hanya berjalan dalam jangka waktu menangani risiko tersebut dalam mengerjakan proyek- pelaksanaan yang tidak berulang. Sehubungan dengan proyek yang ditanganinya. itu diperlukan manajemen risiko untuk melihat risiko- Risiko adalah kondisi atau kejadian tidak tentu risiko yang dihadapi di proyek dan meninjau yang apabila terjadi berpengaruh pada tujuan proyek. pengaruhnya terhadap sasaran proyek. Selanjutnya (Hulett and Preston, 2000). akan dapat direncanakan penanganan untuk meminimalisasi akibat buruknya sehingga dapat Macam-macam Risiko mendukung terwujudnya sasaran proyek. Dalam proyek konstruksi terdapat beberapa

  Pada proses pelaksanaannya, proyek konstruksi macam risiko yang lebih spesifik, antara lain adalah memiliki risiko ekternal yang terlibat di dalamnya (Project Risk Management Hand Book,2003): antara lain adalah risiko perubahan kebijakan dari

  1. Risiko Teknik, yaitu Termasuk dalam risiko teknik pemerintah, bencana alam dan risiko ekternal lainnya ini misalnya desain yang tidak lengkap, kesalahan lainnya dalam melakukan perhitungan / analisa, persoalan

  Sehubungan dengan latar belakang tersebut diatas tanah yang tidak terduga, kesalahan asumsi maka perlu dilakukan identifikasi risiko-risiko ekternal pada tahap perencanaan, keterlambatan ekternal apa saja yang terjadi dalam proyek atau kesalahan survey, kegagalan struktur, konstruksi, khususnya kontruksi bangunan gedung. konsultan desain tidak mengacu standar yang Selanjutnya perlu diteliti lebih lanjut seberapa sering ditetapkan, dan lain sebagainya risiko ekternal tersebut terjadi dan apakah terjadinya

  2. Risiko eksternal, yaitu Termasuk dalam risiko ekternal ini antara lain ketidakkonsistenan terhadap biaya, waktu dan mutu, perubahan prioritas program, faktor politik, inflasi, dan lain sebagainya.

  2. Masalah Acts of God dan natural hazard (X2)

  Proyek harus dikerjakan dengan waktu sesuai dengan jadwal pelaksanaan proyek/schedule yang telah direncanakan yang titunjukkan dalam bentuk work progress/prestasi pekerjaan. Waktu pelaksanaan proyek tidak boleh terlambat baik per periode pelaksanaan, maupun waktu serah terima proyek.

  c. Tepat mutu Produk proyek konstruksi yang dikerjakan perusahaan jasa konstruksi adalah proyek secara keseluruhan termasuk sistem/proses dan bagian- bagian fisiknya. Mutu produk, atau bisa disebut sebagai kinerja/sasarannce, harus memenuhi spesifikasi dan kriteria dalam taraf yang diisyaratkan oleh pemilik proyek/owner.

  Metode Penelitian

  Penelitian dilakukan pada perusahaan-perusahaan jasa konstruksi di wilayah kota Malang dengan kualifikasi kontraktor B1, M1, M2, K1 dan K3. Adapun jumlah populasi dari penelitian ini adalah sebanyak 17 perusahaan, sehingga sampel yang diambil sebesar 17 perusahaan. Variabel Penelitian

  Variabel Bebas (X i )

  1. Masalah perubahan kebijakan/ peraturan pemerintah, pergolakan sosial dan politik (X1)

  3. Masalah dalam penyediaan sumber daya (material, tenaga kerja, alat) (X3)

  Manajemen proyek dikatakan baik jika sasaran tersebut tercapai (Kerzner, 2001). Berikut ini dijelaskan satu demi satu:

  4. Kondisi owner yang kurang mendukung (X4)

  5. Kondisi Pengeluaran di luar dugaan (X5)

  Variabel terikat (Y)

  Pencapaian Sasaran Proyek (Tepat Waktu, Mutu dan Biaya) Data dalam penelitian ini adalah kuesioner dan data perusahaan dari Gapensi Kota Malang. Untuk pengukuran persepsi responden menggunakan Skala

  Likert. Data ini merupakan data kualitatif yang dikuantitatifkan sehingga berbentuk skala interval.

  Skor yang digunakan adalah 1 sampai 5 Sedangkan kerangka konseptualnya berdasarkan penjelasan diatas adalah bahwa risiko-risiko ekternal pada proyek konstruksi mempengaruhi pencapaian sasaran proyek yang dapat dilihat pada Gambar 1.

  Gambar 1. Kerangka Konseptual Risiko-risiko pada proyek konstruksi

  a. Tepat biaya Proyek harus dikerjakan dengan biaya yang tidak melebihi anggaran, baik biaya tiap item pekerjaan, biaya tiap periode pelaksanaan, maupun biaya total sampai akhir proyek b. Tepat waktu

  Sasaran Proyek

  3. Risiko organisasi, yaitu Termasuk dalam risiko organisasi ini antara lain staf yang tidak berpengalaman, kehilangan staff proyek pada saat kritis, kekurangan waktu untuk perencanaan, dan lain sebagainya

  d. Pelaksanaan pekerjaan konstruksi

  4. Risiko manajemen proyek, yaitu Termasuk dalam risiko manajemen proyek ini antara lain jadwal, scope, biaya dan tujuan proyek yang kurang jelas, kelebihan staf, perkiraan jadual yang salah, ketiadaan komunikasi, dan lain sebagainya.

  5. Risiko konstruksi, yaitu Termasuk dalam risiko konstruksi ini antara lain perkiraan waktu kontrak yang tidak sesuai, sampah konstruksi yang tidak teridentifikasi, peralatan, dan lain sebagainya

  Sumber Risiko

  Sumber risiko dapat diartikan sebagai faktor yang dapat menimbulkan kejadian yang bersifat positif maupun negatif. Risiko yang terjadi dalam proyek konstruksi dapat disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut (Rahayu,1996):

  a. Desain proyek

  b. Dokumen kontrak

  c. Kondisi alam

  e. Kondisi perekonomian

  4. Pengalihan risiko (risk transfer).

  f. Situasi politik

  Manajemen Risiko Proyek

  Manajemen risiko adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merespon risiko proyek, termasuk didalamnya memaksimalkan kemungkinan dan dampak yang baik pada setiap kegiatan serta meminimalkan kemungkinan dan dampak yang buruk pada setiap kegiatan (PMBOK, 2000).

  Penanganan Risiko

  Pada dasarnya ada beberapa cara / metode dalam manajemen risiko yang dapat dipergunakan untuk menangani risiko proyek konstruksi yaitu (PMBOOK, 2000): 1. Penghindaran risiko (risk avoidance).

  2. Pengurangan risiko (risk reduction/mitigation).

  3. Penahanan/pemikulan risiko (risk retention).

  Efektivitas pencapaian sasaran proyek

  1

  ) mempunyai hubungan yang cukup kuat atau mempunyai pengaruh yang cukup terhadap tercapainya sasaran proyek.

  2

  ) mempunyai pengaruh yang cukup kuat terhadap tercapainya sasaran proyek konstruksi gedung. Variabel Masalah dalam penyediaan sumber daya (material, tenaga kerja, alat) (x

  3

  ) dan Variabel Kondisi owner yang kurang mendukung (x

  4

  ) mempunyai hubungan yang rendah atau lemah terhadap tercapainya sasaran proyek konstruksi gedung. Sedangkan Variabel yang kelima adalah Kondisi Pengeluaran di luar dugaan (x

  5

  Analisis Regresi Linier

  1

  Analisis regresi linier dilakukan untuk mengetahui tingkat pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Baik secara bersama sama maupun sendiri-sendiri. Hasil analisis regresi linier yang menunjukkan pengaruh simultan/bersama-sama

  X 1 X 2 X 3 X 4 X 5 X Y

  X 1 1 0.349237 -0.50304 -0.46867 0.008682 0.618343 0.017404

  X 2 0.349237 1 -0.34493 -0.08468 0.361557 0.667448 0.392097

  X 3

  X 4 -0.46867 -0.08468 0.168109 1 -0.15652 0.201281 0.01072

  X 5 0.008682 0.361557 0.199342 -0.15652 1 0.392903 0.173449 X 0.618343 0.667448 -0.16417 0.201281 0.392903 1 0.267158 Y 0.017404 0.392097 0.13117 0.01072 0.173449 0.267158

  ) hubungan yang lemah atau mempunyai pengaruh yang kecil terhadap tercapainya sasaran proyek konstruksi gedung, untuk hubungan antara Variabel masalah Acts of God dan natural hazard (x

  ) dengan Variabel Terikat (y) Dari keterangan Tabel 1 dapat disimpulkan bahwa hubungan antara Variabel Masalah Perubahan kebijakan/peraturan pemerintah, Pergolakan sosial dan politik (x

  Analisis Korelasi

  = indeks korelasi pearson n = banyaknya sampel x = skor item pertanyaan y = skor total item pertanyaan

  Pengujian Koefisien Korelasi Terhadap Y Koefisien korelasi tiap variabel bebas x perlu diuji terhadap variabel terikat atau y. Sebelum menghitung nilai korelasi antara variabel bebas (x) dengan variabel tak bebas (y), terlebih dahulu menentukan nilai korelasi antar variabel bebas. Nilai r hasil analisis korelasi melalui SPSS versi 14.0 tersaji pada pada

  Analisis Korelasi

  diterima jika memiliki koefisien alpha cronbach (α) minimal 0,6 yang berarti pula bahwa instrumen tersebut dapat digunakan sebagai pengumpul data yang handal (Fernandes, 1984 dalam Darmawan, 2009). Dari hasil uji validitas yang dilakukan menunjukkan bahwa data valid, karena nilai ρ<0,05. dan untuk hasil pengujian realibilitas, nilai alpha cronbach (α) di atas 0.6.

  alpha cronbach. Reliabilitas suatu instrumen dapat

  Sedangkan untuk uji reliabilitas menggunakan

  signifikansi 5% (ρ=0,05) tersebut dikatakan valid atau signifikan bila nilainya menunjukkan ρ<0,05.

  product moment Pearson. Uji yang menggunakan taraf

  Korelasi pada dasarnya merupakan nilai yang menunjukan tentang adanya hubungan antara dua variabel atau lebih serta besarnya hubungan tersebut, ini berarti bahwa korelasi tidak menunjukan hubungan sebab akibat. Apabila dipahami sebagai suatu hubungan sebab akibat, hal itu bukan karena diketahuinya koefisien korelasi melainkan karena rujukan teori atau logika yang memaknai hasil perhitungan, oleh karena itu analisis korelasi mensyaratkan acuan teori yang mendukung adanya hubungan sebab akibat dalam variabel-variabel yang dianalisa hubungannya. Koefisien korelasi untuk 2 buah variabel X dan Y dengan jumlah data sebesar N, dapat dihitung dengan menggunakan rumus yang dikembangkan oleh Karl Pearson, Persamaan 1.

  Tabel 1. Tabel 1. Nilai Korelasi Antara Variabel Bebas (x i

  (1) Keterangan: r

  xy

  Regresi Linier

  Koefisien korelasi menunjukan berapa besar varians total satu variabel berhubungan dengan varians variabel lain. Hal ini berarti bahwa tiap nilai r perlu ditafsirkan posisinya dalam keterkaitan tersebut

  • 0.50304 -0.34493 1 0.168109 0.199342 -0.16417 0.13117

  Dari definisi konsep dan variebel penelitian diperoleh serangkaian variabel dan item yang menggambarkan konsep risiko ekternal dan sasaran proyek proyek. Sesuai dengan tujuan penelitian yang kedua, ketiga dan keempat, dilakukan analisa sejauh mana pengaruh risiko ekternal terhadap pencapaian sasaran proyek. Analisa ini menggunakan data yang telah dikumpulkan melalui kuesioner mengenai tingkat kepentingan dan frekuensi kejadan tiap risiko.

  Dalam tahap ini dilakukan pengujian apakah kelompok-kelompok (faktor-faktor) risiko sebagai variabel risiko ekternal (X) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel sasaran proyek (Y) secara simultan dan sendiri-sendiri. Pengaruh secara simultan akan menjawab pengaruh risiko terhadap secara keseluruhan pada pencapaian sasaran proyek. Pengaruh secara parsial akan menjawab pengaruh masing-masing kelompok risiko pada pencapaian sasaran proyek. Untuk menganalisa pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat ini digunakan alat analisa statistik berupa analisa regresi

  Uji validitas dan reliabilitas telah dilakukan pada penelitian yang menggunakan data primer berupa hasil kuesioner. Uji validitas dilakukan dengan menghitung korelasi antara skor setiap butir pertanyaan dengan total skor variabel yang menggunakan korelasi

  Hasil dan Pembahasan Uji Validitas dan Realibilitas variabel X (risiko ekternal) terhadap variabel bebas mendukung (x ) dan variabel kondisi pengeluaran di

  4

  (sasaran proyek) tersaji dalam Tabel 2. luar dugaan (x )

  5

  1%

  Tabel 2. Model Summary

  X

  1 Adjusted Std. Error of Model R R Square R Square the Estimate

  r =0.017404

  1 0.233(a) 0.540 -0.164 1.65741

  Hasil analisis regresi linier yang menunjukkan pengaruh Variabel Risiko Teknologi/Metode 49% Konstruksi ( x ) terhadap variabel bebas (performa

  X

  2

  1 proyek) tersaji dalam Tabel 3.

  r =0.392097 45%

  Tabel 3. Model Summary Adjusted Std. Error of 2,1% Model R R Square R Square the Estimate

  X y

  3 1 0.017(a) 0.010 -0.066 1.58647

  r =0.13117 Hasil analisis regresi linier yang menunjukkan pengaruh Variabel Masalah Acts of God dan natural r =0.267158

  hazard (x

  ) terhadap variabel bebas y (sasaran proyek)

  2

  1% tersaji dalam Tabel 4.

  X

  4

  r =0.01072

  Tabel 4. Model Summary Adjusted Std. Error of Model R R Square R Square the Estimate

  3,7%

  1 0.22(a) 0.490 -0.015 1.54771

  X

  5 Hasil analisis regresi linier yang menunjukkan

  r =0.173449 Masalah dalam penyediaan sumber daya (material, tenaga kerja, alat) (x ) terhadap variabel bebas y

  3 Kesimpulan (sasaran proyek) tersaji dalam Tabel 5.

  Kesimpulan dari permasalahan penelitian mengenai pengaruh risiko pada proyek konstruksi

  Tabel 5. Model Summary

  gedung terhadap efektivitas pencapaian sasaran

  Adjusted Std. Error of Model R R Square

  proyek adalah:

  R Square the Estimate

  1. Risiko-risiko yang terjadi dalam proyek konstruksi

  1 0.145(a) 0.021 -0.044 1.56993

  mulai dari Masalah Perubahan kebijakan/peraturan Hasil analisis regresi linier yang menunjukkan pemerintah, Pergolakan sosial dan politik, Masalah pengaruh Risiko Kondisi owner yang kurang

  Acts of God dan natural hazard, Masalah dalam

  mendukung (x ) terhadap variabel bebas y (sasaran

  4

  penyediaan sumber daya (material, tenaga kerja, proyek) tersaji dalam Tabel 6. alat), Masalah Kondisi owner yang kurang mendukung, Masalah Kondisi Pengeluaran di luar

  Tabel 6. Model Summary

  dugaan proyek. Besar pengaruh simultannya

  Adjusted Std. Error of Model R R Square R Square the Estimate sebesar 54 %. 1 0.012(a) 0.010 -0.067 1.58660

  2. Faktor risiko yang memiliki pengaruh dominan Hasil analisis regresi linier yang menunjukkan terhadap pencapaian sasaran proyek adalah faktor pengaruh Kondisi Pengeluaran di luar dugaan (x )

  5 Risiko Masalah Acts of God dan natural hazard

  terhadap variabel bebas y (sasaran proyek) tersaji 49%. dalam Tabel 7.

  Daftar Pustaka Tabel 7. Model Summary

  Barrie, D.S. Dan Paulson, Jr. B.C.(1992) Professional

  Adjusted Std. Error of Construction Management. First Edition. Model R R Square R Square the Estimate

  McGraw-Hill, Inc.,New York.

  1 0.193(a) 0.037 0.027 1.55695

  Djojosoedarso, Soeisno. 2003. Prinsip-prinsip

  Gambar 2 Menjelaskan bahwa Pencapaian manajemen risiko dan asuransi. Edisi revisi.

  Sasaran Proyek dipengaruhi oleh Variabel Masalah Jakarta: Salemba Empat

  Perubahan kebijakan/peraturan pemerintah, Gray, C. F dan Larson, E.W. (2000) Project

  Pergolakan sosial dan politik ( x ) , Variabel Masalah

  1 Management. First Edition. Irwin McGraw-Hill, Acts of God dan natural hazard (x ), Variabel Masalah

  2 Boston

  dalam penyediaan sumber daya (material, tenaga Hulett, David T and Preston, Janice Y. (2000). kerja, alat) (x ) Risiko Kondisi owner yang kurang

  3

  ”Garbage In, Garbage Out? Collect Better Data for Your Risk Assessment”. Proceedings of the

  Project Management Institute Annual Seminars and symposium. Houston

  Kerzner, Harold (2001) Project Management. Sevent Edition. John & Wiley & Sons, Inc., New York. Mehr, Robert. (1986). Fundamentals of Insurance.

  Second Edition. Illinois: Richard D. Irwin, Inc. Nurgiyantoro, B., Gunawan, dan Marzuki.(2000).

  Statistik Terapan. Gadjah Mada University Press,

  Yogyakarta Soeharto, Iman. (2001). Manajemen Proyek dari Konseptual sampai Operasional. Erlangga.

  Jakarta. Soekirno, P., Wirahadikusuma, R., Abduh, M. (2005).

  Sengketa dalam Penyelenggaraan Konstruksi di Indonesia. Prosiding Seminar 25 tahun Pendidikan

  Manajemen dan Rekayasa Konstruksi, Institut Teknologi Bandung. Bandung. Sugiyono. (2008). Statistika Untuk Penelitian. CV.

  Alfabeta. Bandung. Project Management Institute. (2000). A Guide to

  Project Mangement Body of Knowledge (PMBOK Guide). USA

  Umar, Husein (2000) Manajemen Risiko Bisnis. Edisi Pertama. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

ANALISIS DANA PIHAK KETIGA PADA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA PERIODE TRIWULAN I 2002 – TRIWULAN IV 2007
40
480
17
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN DAN PENDAPATAN USAHATANI ANGGUR (Studi Kasus di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo)
52
471
17
ANALISIS KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN AC-BC MENGGUNAKAN BUTON GRANULAR ASPHALT (BGA) 15/20 SEBAGAI BAHAN KOMPOSISI CAMPURAN AGREGAT HALUS
14
281
23
ANALISIS KARAKTERISTIK MEKANIK BRIKET LIMBAH SERBUK GERGAJI KAYU SENGON DENGAN VARIASI TEKANAN
31
315
106
ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN DAN EFISIENSI ANTARA BERAS POLES MEDIUM DENGAN BERAS POLES SUPER DI UD. PUTRA TEMU REJEKI (Studi Kasus di Desa Belung Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang)
22
217
16
ANALISIS ISI LIRIK LAGU-LAGU BIP DALAM ALBUM TURUN DARI LANGIT
22
189
2
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM PROSES PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) (StudiKasusPada PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Oro-Oro Dowo Malang)
159
685
25
ANALISIS PROSPEKTIF SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PT MUSTIKA RATU Tbk
257
1165
22
KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )
64
464
20
ANALISIS PESAN MORAL DALAM CERITA RAKYAT DI KECAMATAN KUTA MALAKA
1
46
1
ANALISIS PROSES PENYUSUNAN PLAN OF ACTION (POA) PADA TINGKAT PUSKESMAS DI KABUPATEN JEMBER TAHUN 2007
5
104
23
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN SEPEDA MOTOR HONDA MELALUI PENDEKATAN BOSTON CONSULTING GROUP PADA PT. MPM MOTOR DI JEMBER
7
85
18
ANALISIS YURIDIS PUTUSAN BEBAS TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA KESUSILAAN DENGAN KORBAN ANAK (Putusan Nomor 24/Pid.Sus/A/2012/PN.Pso)
7
77
16
ANALISIS YURIDIS TENTANG PENYELESAIAN SENGKETA MEREK AIR MINUM MINERAL "AQUA-versus-INDOQUALITY" (Studi Putusan Mahkamah Agung RI No. 04.PK/N/HaKI/2004)
2
65
91
ANALISIS YURIDIS TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN OLEH OKNUM POLISI DALAM PUTUSAN NOMOR 136/PID.B/2012/PN.MR (PUTUSAN NOMOR 136/PID.B/2012/PN.MR)
2
55
17
Show more