PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE KERJA KELOMPOK DAN PEMANFAATAN ALAT PERAGA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI 1 KUTOARJO TAHUN AJARAN 2011/2012

Gratis

0
12
38
2 years ago
Preview
Full text
ABSTRAK PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE KERJA KELOMPOK DAN PEMANFAATAN ALAT PERAGA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI 1 KUTOARJO TAHUN AJARAN 2011/2012 Oleh : Elis Dahlina Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya aktivitas dan hasil belajar IPS, siswa di kelas IV SDN 1 Kutoarjo, kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2011-2012. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan metode kerja kelompok dan pemanfaatan alat peraga. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN 1 Kutoarjo Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di SD Negeri 1 Kutoarjo Kecamatan Gedong Tataan dengan subjek penelitian adalah siswa kelas IV. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam 4 langkah kegiatan, meliputi kegiatan perencanaan, melakukan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah perangkat tes, lembar observasi, catatan lapangan yang digunakan untuk mengamati aktivitas siswa dan kinerja guru. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis kualitatif berupa persentase keaktifan siswa dan data kuantitatif berupa hasil tes siswa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada siklus I mencapai 60% dan siklus II sebasar 74.8%, sehingga terjadi peningkatan sebesar 14,8%. Hasil belajar siswa, pada siklus I rata-rata nilai mencapai 67,76 dan siklus II nilai rata-rata hasil belajar siswa mencapai 75,65, sehingga terjadi peningkatan sebesar 10,11. Katakunci: aktivitas, hasil belajar, metode diskusi. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan menggunakan pembelajaran aktif dimana siswa melakukan sebagian besar pekerjaan yang harus dilakukan siswa menggunakan otak untuk mempelajari berbagai masalah dan menerapkan apa yang mereka pelajari. Belajar aktif merupakan langkah cepat, menyenangkan, mendukung, dan menarik hati dalam belajar. Untuk mempelajari sesuatu dengan menyampaikan pertanyaan tentang pembelajaran tertentu dan mendiskusikan dengan siswa yang lain, dalam belajar aktif yang paling penting siswa memecahkan masalah sendiri, menemukan contoh-contoh, mencoba keterampilan dan melaksanakan tugas yang tergantung pada pengetahuan yang mereka miliki atau yang akan dicapai. Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar biasanya masih menggunakan metode yang pembelajarannya terpusat pada guru. Metode seperti ini masih banyak kelemahanya bila digunakan dalam pembelajaran, misalnya tidak terjadi komunikasi yang baik saat proses pembelajaran berlangsung. Siswa kurang terampil menjawab pertanyaan atau bertanya tentang konsep yang diajarkan. Siswa juga kurang bisa bekerja dalam kelompok diskusi dan pemecahan masalah yang diberikan. Mereka cenderung belajar sendiri-sendiri. Pengetahuan yang didapat bukan dibangun sendiri secara bertahap oleh siswa atas dasar pemahaman sendiri. Karena siswa jarang menemukan jawaban atas permasalahan atau konsep yang dipelajari. Berdasarkan pada hasil tes sumatif pada pelajaran IPS siswa kelas IV SD Negeri 1 Kutoarjo Kecamatan Gedong Tataan masih dibawah rata-rata KKM. Secara klasikal hanya 9 siswa atau baru 33,33% siswa yang sudah mencapi KKM dan berarti 66,67% siswa masih dibawah KKM. Berdasarkan pengamatan peneliti rendahnya aktivitas dan hasil belajar IPS disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang cocok diterapkan oleh guru pada saat pembelajaran IPS berlangsung. Salah satu metode pembelajaran yang diduga dapat memfasilitasi potensi dan kemampuan siswa agar memiliki pengetahuan, mpemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial adalah kerja kelompok dengan menggunakan alat peraga. Berdasarkan uraian diatas penulis akan melaksanakan penelitian yang berjudul kelompok dan pemanfaatan alat peraga siswa kelas IV mata pelajaran IPS di SD 1.2. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah dapat disimpulkan bahwa masalah yang ada di kelas IV SD Negeri 1 Kutoarjo pada mata pelajaran IPS adalah sebagai berikut: - Rendahnya hasil belajar siswa. - Siswa belum sepenuhnya menahami materi yang disampaikan. - Guru belum dapat menggunakan media pembelajaran atau alat peraga dengan tepat - Proses pembelajaran masih didominasi oleh guru. - Guru belum menggunakan metode diskusi. 1.3 Rumusan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1) Apakah penerapan metode kerja kelompok dan pemanfaatan alat peraga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPS Kelas IV SD Negeri 1 Kutoarjo Kecamatan Gedong Tataan? 2) Apakah penerapan metode kerja kelompok dan pemanfaatan alat peraga dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Kelas IV SD Negeri Kutoarjo Kecamatan Gedong Tataan? 1.4 Tujuan Penelitian Penelitian tindakan kelas ini bertujuan: 1. Meningkatkan aktivitas siswa pada mata pelajaran IPS dengan menggunakan metode kerja kelompok dan pemanfaatan alat peraga pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Kutoarjo Kecamatan Gedong Tataan Tahun Ajaran 2011/2012 2. Meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS dengan menggunakan metode kerja kelompok dan pemanfaatan alat peraga pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Kutoarjo Kecamatan Gedong Tataan Tahun Ajaran 2011/2012 1.5 Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan pada penelitian ini adalah: Bagi siswa: meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa. Bagi guru yang bersangkutan: mengembangkan kreativitas dan strategi dalam memotivasi belajar siswa dan mengetahui salah satu pemecahan masalah dalam memanfaatkan alat peraga dan metode tanya jawab sehingga terjadi perbaikan, peningkatan, dan efektivitas pembelajaran dikelas. Bagi sekolah: dapat meningkatkan mutu pendidikan disekolah tersebut. BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Belajar Menurut Oemar Hamalik (2004), belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku berkat pengetahuan dan latihan. Disini guru harus mengantarkan siswanya untuk memperoleh dan menghasilkan perubahan tingkah laku tersebut. Proses belajar mengajar mempunyai tujuan agar siswa memperoleh hasil belajar di dalam proses belajar mengajar itu. Hasil belajar siswa diperoleh setelah berakhirnya proses pembelajaran. Sehubungan dengan hasil belajar Dimyati dan proses evaluasi hasil belajar. 2.2 Hasil Belajar Proses pembelajaran mengandung dua unsur yaitu proses dan hasil belajar. Proses adalah kegiatan yang dilaksanakan siswa dalam mencapai tujuan pengajaran, sedangkan hasil belajar adalah upaya kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar (Sudjana, 1989:22) Hasil belajar tidak hanya terbatas pada hasil belajar yang berupa pengetahuan (kognitif), tetapi juga meliputi sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotorik). Proses penilaian hasil belajar yang berhubungan dengan aspek kognitif biasanya dilakukan dengan menggunakan tes, sedangkan penilaian yang berhubungan dengan aspek afektif dan keterampilan diukur dengan menggunakan alat ukur yang dikategorikan non tes. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah hasil yang diperoleh siswa setelah melakukan interaksi proses pembelajaran. Terdapat lima jenis hasil belajar atau yaitu: 1) Keterampilan intelektual, yaitu suatu kemampuan membuat seseorang menjadi kompeten terhadp suatu objek sehingga ia dapat mengklasifikasi, mengidentifikasi, mendemonstrasikan, dan mengeneralisasikan suatu gejala. 2) Strategi kognitif, yaitu kemampuan seseorang untuk bisa mengontrol intelektualnya dalam mengatasi masalah yang dihadapi oleh orang tersebut. 3) Informasi verbal, yaitu kemampuan seseorang untuk menggunakan bahas lisan maupun tulisan dalam mengungkapkan suatu masalah. 4) Sikap, yaiti kecanderungan dalam menerima dan menolak suatu objek. 5) Keterampilan monotorik, yaitu kemampuan seseorang untuk mengkoordinasikan gerakan otot secara teratur dan lancar dalam keadaan sadar. (Daryanto:2010) 2.3 Pengertian Aktivitas Belajar Sebelum peneliti meninjau lebih jauh tentang aktivitas belajar, terlebih dahulu kita harus mengetahui tentang pengertian dari aktivitas dan belajar. -kegiatan yang terjadi baik fisik maupun non-fisik, merupakan suatu aktifitas. Menurut Sriyono aktivitas adalah segala kegiatan yang dilaksanakan baik secara jasmani atau rohani. Aktivitas siswa selama proses belajar mengajar merupakan salah satu indikator adanya keinginan siswa untuk belajar. proses tingkah laku tersebut adalah: pengetahuan, pengertian, kebiasaan, keterampilan, apresiasi, emosional, hubungan sosial, jasmani, etis atau budi pekerti dan sikap. Sedangkan, proses interaksi antara diri manusia dengan lingkungannya yang mungkin Dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar merupakan segala kegiatan yang dilakukan dalam proses interaksi (guru dan siswa) dalam rangka mencapai tujuan belajar. Aktivitas yang dimaksudkan di sini penekanannya adalah pada siswa, sebab dengan adanya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran terciptalah situasi belajar aktif, seperti yang dikemukakan oleh Rochman Natawijaya dalam menekankan keaktifan siswa secara fisik, mental intelektual dan emosional guna memperoleh hasil belajar berupa perpaduan antara aspek koqnitif, afektif dan Keaktifan siswa selama proses belajar mengajar merupakan salah satu indikator adanya keinginan atau motivasi siswa untuk belajar. Siswa dikatakan memiliki keaktifan apabila ditemukan ciri-ciri perilaku seperti : sering bertanya kepada guru atau siswa lain, mau mengerjakan tugas yang diberikan guru, mampu menjawab pertanyaan, senang diberi tugas belajar, dan lain sebagainya. paling mendasar yang dituntut dalam proses pembelajaran adalah keaktifan yang tinggi antara guru dengan siswa ataupun dengan siswa itu sendiri. Hal ini akan mengakibatkan suasana kelas menjadi segar dan kondusif, dimana masing masing siswa dapat melibatkan kemampuannya semaksimal mungkin. Aktivitas yang timbul dari siswa akan mengakibatkan pula terbentuknya pengetahuan dan keterampilan yang akan mengarah pada peningkatan prestasi. (http://id.shvoong.com/social-sciences/1961162aktifitas+belajar/#ixzz1oVWXcTua) 2.4 Alat Peraga r agar untuk membantu proses belajar mengajar agar proses komunikasi dapat berhasil dengan baik dan efektif. Hal ini sesuai dengan pendapat Amir Hamzah (1981: 11) didikan adalah alat-alat yang dapat dilihat dan didengar untuk Dari uraian-uraian di atas jelaslah bahwa media atau alat bantu mengajar adalah merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa. Yang dimaksud alat bantu pendidikan adalah alat-alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan pendidikan / pengajaran. Alat bantu ini lebih sering disebut alat peraga karena berfungsi untuk membantu dan meragakan sesuatu dalam proses pendidikan pengajaran. Alat peraga ini disusun berdasarkan prinsip bahwa pengetahuan yang ada pada setiap manusia itu diterima atau ditangkap melalui panca indera. Semakin banyak indera yang digunakan untuk menerima sesuatu maka semakin banyak dan semakin jelas pula pengertian / pengetahuan yang diperoleh. Dengan perkataan lain, alat peraga ini dimaksudkan untuk mengerahkan indera sebanyak mungkin kepada suatu objek sehingga mempermudah persepsi. Secara terperinci, faedah alat peraga antara lain sebagai berikut: a. Menimbulkan minat sasaran pendidikan. b. Mencapai sasaran yang lebih banyak. c. Membantu mengatasi hambatan bahasa. d. Merangsang sasaran pendidikan untuk melaksanakan pesan-pesan kesehatan. e. Membantu sasaran pendidikan untuk belajar lebih banyak dan cepat. f. Merangsang sasaran pendidikan untuk meneruskan pesan-pesan yang diterima kepada orang lain. g. Mempermudah penyampaian bahan pendidikan / informasi oleh para pendidik / pelaku pendidikan. h. Mempermudah penerimaan informasi oleh sasaran pendidikan. Seperti diatas bahwa pengetahuan yang ada pada seseorang diterima melalui indera. Menurut penelitian para ahli indera, yang paling banyak menyalurkan pengetahuan ke dalam otak adalah mata. Kurang lebih 75% sampai 87% dari pengetahuan manusia diperoleh / disalurkan melalui mata. Sedangkan 13% sampai 25% lainnya tersalur melalui indera yang lain. Dari sini dapat disimpulkan bahwa alat-alat visual lebih mempermudah cara penyampaian dan penerimaan informasi atau bahan pendidikan. i. Mendorong keinginan orang untuk mengetahui kemudian lebih mendalami dan akhirnya memberikan pengertian yang lebih baik. Orang yang melihat sesuatu yang memang diperlukan akan menimbulkan perhatiaannya. Dan apa yang dilihat dengan penuh perhatian akan memberikan pengertian baru baginya yang merupakan pendorong untuk melakukan / memakai sesuatu yang baru tersebut. j. Membantu menegakkan pengertian yang diperoleh. Didalam menerima sesuatu yang baru, manusia mempunyai kecenderungan untuk melupakan atau lupa. 2.5 Metode Kerja Kelompok Metode kerja kelompok adalah cara pembelajaran dimana siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok dipandang sebagai salah satu kesatuan untuk mempelajari materi pelajaran dan untuk diselesaikan bersama-sama (Sagala, 2006). Metode dapat meningkatkan kreatifitas siswa, sekaligus sebagai sarana untuk mencapai kompetensi dasar yang diharapkan. Media pembelajaran menggunakan alat peraga yang disisipi pesan moral, yang dapat dijadikan sebagai salah satu pembelajaran budi pekerti. Pembelajaran ini dapat diartikan juga bahw dapat dilakukan dimana saja kapan saja dan dalam kondisi apa saja dengan terlalu menjadi kendala dan diharapkan dapat ikut membantu mengurangi permasalahan pendidikan yang ada, sekaligus sebagai saran untuk meningkatkan mutu pendidikan. Beberapa pendapat diatas, melalui metode kerja kelompok siswa terlibat langsung dalam pembelajaran sehingga dapat membantu siswa dalam memahami konsep, memperoleh informasi dan pengetahuan, terampil, termotivasi belajar, menumbuhkan semangat berkompetensi, kreatif, senang sehingga pengertian dan pemahaman akan lebih melekat. Tujuan penggunaan metode kerja kelompok adalah untuk: 1. memecahkan masalah pembelajaran melalui kerja kelompok 2. mengembangkan kemampuan kerjasama didalam kelompok 3. dapat mengembangkan perilaku gotong royong dan demokratis 4. memacu siswa untuk aktif belajar 5. tidak membosankan siswa melakukan kegiatan pembelajran bisa diluar kelas bahkan bisa juga diluar sekolah yang bervariasi seperti, observasi, wawancara, cari buku diperpustakaan umun dan lian-lain. Kelebihan metode kerja kelompok: a) Membiasakan siswa bekerja sama, musyawarah, dan bertanggung jawab. b) Menimbulkan kompetensi yang sehat antar kelompok, sehingga membangkotkan kemauan belajar yang sungguh-sungguh. c) Guru dipermudah tugasnya, karena tugas kerja kelompok cukup disampiakan kepada ketua kelompok. d) Ketua kelompok dilatih menjadi pimpinan yang bertanggung jawab dan anggotonya dibiasakan patuh kepada peratuaran yang ada. Kelemahan metode kerja kelompok: a) Sulit membentuk kelompok yang homogen baik dari segi minat, bakat, prestasi, maupun intelegensi. b) Pimpinan kelompok sering sukar memberikan pengertian kepada anggota, menjelaskan dan pembagian kerja. c) Anggota kadang-kadang tidak mematuhi tugas-tugas yang diberikan pimpinan kelompok. d) Dalam menyelasaikan tugas sering menyimpang dari rencana karena kurang control dari guru. e) Sulit membuat tugas yang sama luasnya terutama bagi kerja kelompok yang komplementer. Langkah-langkah pembelajaran metode kerja kelompok Pembelajaran kerja kelompok harus mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: a. Kegiatan persiapan a. Merumuskan tujuan pelajaran yang akan dicapai b. Menyiapkan materi pembelajaran dan menjabarkan materi pembelajaran tersebut kedalam tugas-tugas kelompok. c. Mengidentifikasi sumber-sumber yang akan menjadi sarana kegiatan kerja kelompok. d. Menyususn peraturan pembelntukan kelompok, cara kerja, saat memulai dan mengakhiri serta tata tertib lainnya. b. Kegiatan Pelaksanaan 1. kegiatan membuka pelajaran a. Melaksanakan apersepsi. b. Memotivasi siswa untuk belajar mengemukakan pendapat yang ada kaitanya dengan materi pelajaran yang akan dipelajari. c. Mengemukakan tujuan pembelajaran dan berbagai kegiatan yang akan dikerjakan dalam mencapai tujuan pembelajaran. 2. Kegiatan inti pelajaran a. Mengemukakan lingkup materi pelajaran yang akan dipelajari b. Membentuk kelompok c. Mengemukakan tugas setiap kelompok kepada ketua kelompok atau langsung kesemua siswa d. Mengemukakan peraturan dan tata tertib saat memulai dan mengakhiri kerja kelompok. e. Mengawasi dan memonitir serta bertindak sebagai fasilitator selama siswa melakukan kerja kelompok f. Pertemuan klasikal untuk pelaporan hasil kerja kelompok, pemberian perbaikan dari kelompok atau guru. (Sagala, 2006: 85) 2.6 Hipotesis Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah apabila penerapan metode kerja kelompok dan pemanfaatan alat peraga mata pelajaran IPS dilakukan dengan benar maka aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 1 Kutoarjo Tahun Ajaran 2011/2012 akan meningkat. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IVa semester ganjil SD Negeri 1 Kutoarjo Tahun Ajaran 2011/2012. Dengan jumlah siswa adalah 25 orang. Terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. 3.2 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 1 Kutoarjo kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran. Menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas dengan kajian berdaur ulang yang terdiri dari empat tahapan, lebih jelas digambarkan sebagai berikut: Gambar 4: Riset Aksi Model Mc Taggart Berdasarkan alur diatas maka hal pertama yang harus dilakukan adalah merencanakan proses belajar mengajar, melakukan tindakan pembelajaran, mengamati tindakan yang dilakukan, dan terakhir adalah merefleksikan hasil pembelajaran. 3.3 Tindakan Prosedur tindakan terdiri dari 2 kilus. Setiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai. Siklus penelitian tindakan kelas menggunakan prosedur Mg Tanggart yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, (4) refleksi. Secara lebih rinci tahapan prosedur penelitian tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut: Siklus 1 1. Perencanaan Kegiatan yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu: a. Menyusun satuan pembelajaran berupa silabus dan RPP b. Menyusun lembar kerja siswa dan menyiapkan alat peraga c. Menyusun lembar kinerja guru d. Menyusun alat evaluasi yaitu berupa soal tes untuk mendapat data hasil belajar siswa e. Menyusun lembar observasi aktivitas siswa dan kinerja guru selama proses pembelajaran 2. Pelaksanaan Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah melaksanakan skenario pembelajaran dengan menggunakan metode kerja kelompok dan pemanfaatan alat peraga sesuai dengan yang direncanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: - Kegiatan awal Guru menyiapkan sarana pembelajaran kemudian guru menyampaikan materi yang akan disampaikan, memberikan apersepsi, dan motivasi. - Kegiatan Inti Guru menjelaskan garis besar materi dengan menggunakan alat peraga yang telah dibuat dan guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok. Guru menjadi fasilitator segala proses belajar mengajar berlangsung. - Kegiatan akhir Guru melakukan evaluasi untuk mengetahui hasil belajar siswa 3. Observasi Pelaksanaan observasi aktivitas siswa dan kinerja guru dalam tindakan ini menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan, yang dilakukan oleh Hal-hal yang dilakukan dalam kegiatan refleksi adalah membahas hal-hal yang terjadi dalam siklus pertama yang dilakukan oleh peneliti. Bila terdapat kelemahan atau kekurangan, maka akan dilakuakan perbaikan pada perencanaan tindakan untuk siklus kedua. Sedangkan kebaikan atau kelebihan yang sudah muncul pada siklus I akan dipertahankan untuk siklus ke II. Siklus 2 1. Perencanaan Kegiatan yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu: a. Menyusun satuan pembelajaran berupa silabus dan RPP b. Menyusun lembar kerja siswa dan menyiapkan alat peraga c. Menyusun alat evaluasi yaitu berupa lembar tes untuk menilai hasil belajar siswa d. Menyusun lembar observasi aktivitas siswa untuk melihat aktivitas siswa dan kinerja guru selama proses pembelajaran 2. Pelaksanaan Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah melaksanakan skenario pembelajaran dengan menggunakan metode kerja kelompok dan pemanfaatan alat peraga sesuai dengan yang direncanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: - Kegiatan awal Guru menyiapkan sarana pembelajaran kemudian mengkondisikan kelas, memberikan apersepsi, dan motivasi. - Kegiatan Inti Guru menjelaskan garis besar materi dengan menggunakan alat peraga yang telah dibuat dan guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok. Guru menjadi fasilitator selama proses belajar mengajar berlangsung. - Kegiatan akhir Guru melakukan evaluasi untuk mengetahui hasil belajar siswa 3. Observasi Pelaksanaan proses observasi aktivitas siswa dan guru dalam tindakan ini adalah dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan, dengan Pada tahap refleksi dilakukan analisa data mengenai proses, masalah, hambatan, yang ditemukan dan dilanjutkan dengan refleksi mengenai dampak pelaksanaan tindakan yang dilaksanakan. Hasil analisis dari data tiap siklusnya digunakan untuk merefleksikan diri apakah ada peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. 3.4 Tehnik Pengumpulan Data Tehnik pengumpulan data pada penelitian ini, yaitu: 1. Observasi Data dalam observasi penelitian ini berupa data aktivitas siswa selama proses pembelajaran ini berlangsung dan kinerja guru 2. Tes hasil belajar Tehnik tes dilakukan untuk mendapatkan data hasil belajar siswa dilaksanakan pada akhir pembelajaran. 3.5 Tehnik Analisis Data 1. Data Kualitatif a. Persentase Keaktifan Siswa Persentase aktifitas kegiatan siswa dalam pembelajaran dapat dihitung dengan rumus : % A = NA x 100% N Keterangan : %A = Aktivitas siswa NA = Jumlah siswa yang aktif N = Jumlah siswa secara keseluruhan 2. Data Kuantitatif Keterangan: %As : Persentase siswa yang aktif : Jumlah siswa yang aktif N : Jumlah siswa Pemahaman siswa tentang meteri yang diajarkan dapat diukur dengan aktivitas siswa, hasil belajar, dan kinerja guru untuk analisis kuantitatif. Untuk data hasil belajar, dapat dilihat nilai perbandingan yang diberikan setelah tindakan selesai dilakukan pada setiap akhir siklus dengan rumus: %X= x 100% N Keterangan: %X = persentase siswa yang memperoleh nilai 60 keatas N = banyaknya siswa secara keseluruhan 3.6 Indikator Keberhasilan Tolak ukur keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah: 1. Ada peningkatan aktivitas siswa setiap siklus. 2. Ada peningkatan hasil belajar siswa setiap siklus. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan pada hasil dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Penerapan metode kerja kelompok dan penggunaan alat peraga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPS siswa kelas IV SD Negeri 1 Kutoarjo Kecamatan Gedong Tataan, yang dibuktikan pada persentase aktivitas siklus 1 mencapai 60% dan rata-rata aktivitas siswa pada siklus 2 mencapai 74,5%. Dengan demikian aktivitas siswa dari siklus 1 ke siklus 2 terjadi peningkatan sebesar 14,8% aktivitas siswa. 2) Penerapan metode kerja kelompok dan penggunaan alat peraga dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS siswa kelas IV SD Negeri 1 Kutoarjo Kecamatan Gedong Tataan, yang ditunjukkan pada ratarata hasil belajar siswa siklus 1 mencapai 67,76 dan pada siklus 2 rata-rata hasil belajar mencapai 75,65. Sebagai rata-rata hasil belajar siswa terjadi peningkatan sebesar 10,11 rata-rata hasil belajar siswa dari siklus 1 ke siklus 2. 2 5.2 Saran Berdasarkan kesimpulan yang telah dipaparkan diatas, maka peneliti dapat mengemukakan beberapa saran dalam penerapan metode kerja kelompok dan penggunaan alat peraga yaitu sebagai berikut: 1. Bagi penulis memberikan suatu paradigma baru tentang metode pembelajaran yang efesien guna meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. 2. Bagi guru sebaiknya diusahakan dalam setiap kegiatan belajar selalu menggunakan metode yang menarik agar dapat meningkatkan motivasi dan minat siswa. Sehingga akan berdampak terhadap meningkatnya hasil belajar dan aktivitas siswa. 3. Bagi Kepala Sekolah khususnya sebaiknya memanfaatkan mode pembelajaran untuk setiap mata pelajaran khususnya pembelajaran IPS agar dapat meningktakan aktivitas dan hasil belajar siswa. PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE KERJA KELOMPOK DAN PEMANFAATAN ALAT PERAGA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI 1 KUTOARJO TAHUN AJARAN 2011/2012 (Skripsi) Oleh : ELIS DAHLINA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2013 DAFTAR PUSTAKA Daryono. 2010. Media Pembelajaran Perannya Sangat Penting dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran. Gaya Media. Jakarta. Dimyati dan Mudjiono.1999. Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta. Jakarta Hamalik, Oemar. 2001. Proses belajar mengajar.Bumi Aksara. Jakarta _____________. 2004. Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara. Jakarta. Kemmis, Stepen and Robin Mc Taggart. 1988. The Action research planner (3rd). Victoria: Deakin University Mulyono, Anton. 2001. Aktivitas Belajar. Bumi Aksara. Jakarta. Sagala,S. 2006. Konsep dan Magna Pembelajaran. CV Alfabetha. Bandung. Sardiman, A.M.2003. Interaksi dan Motivasi Belajar Siswa. PT. Rajawali Pres Grafindo Persada. Jakarta. Suharsini, Arikuntoro. 2007. Manajemen Penelitian. Rineka Cipta. Jakarta. ABSTRAK PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE KERJA KELOMPOK DAN PEMANFAATAN ALAT PERAGA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI 1 KUTOARJO TAHUN AJARAN 2011/2012 Oleh : Elis Dahlina Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya aktivitas dan hasil belajar IPS, siswa di kelas IV SDN 1 Kutoarjo, kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2011-2012. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan metode kerja kelompok dan pemanfaatan alat peraga. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN 1 Kutoarjo Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di SD Negeri 1 Kutoarjo Kecamatan Gedong Tataan dengan subjek penelitian adalah siswa kelas IV. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam 4 langkah kegiatan, meliputi kegiatan perencanaan, melakukan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah perangkat tes, lembar observasi, catatan lapangan yang digunakan untuk mengamati aktivitas siswa dan kinerja guru. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis kualitatif berupa persentase keaktifan siswa dan data kuantitatif berupa hasil tes siswa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada siklus I mencapai 60% dan siklus II sebasar 74.8%, sehingga terjadi peningkatan sebesar 14,8%. Hasil belajar siswa, pada siklus I rata-rata nilai mencapai 67,76 dan siklus II nilai rata-rata hasil belajar siswa mencapai 75,65, sehingga terjadi peningkatan sebesar 10,11. Katakunci: aktivitas, hasil belajar, metode diskusi. Judul Tugas Akhir Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa : Dengan Menggunakan Metode Kerja Kelompok Dan Pemanfaatan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPS Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Nama Mahasiswa : Elis Dahlina NPM : 1013109008 Program Studi : S-1 PGSD Dalam Jabatan Jenis Penelitian : Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Lokasi Penelitian : SD Negeri 1 Kutoarjo Kec. Gedong Tataan Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan MENYETUJUI Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Drs. Baharuddin Risyak,M.Pd Nip 19510507 198103 1002 Dosen Pembimbing Drs. Rapani,M.Pd Nip 195808009 198111001 HALAMAN PENGESAHAN 1. Tim Penguji Penguji Penguji Bukan Pembimbing 2. : Dra. Asmaul Chair,M.Pd Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dr. H. Bujang Rahman,M.Si Nip. 19600315 198503 003 Tanggal Lulus Ujian: HALAMAN PERNYATAAN Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama Mahasiswa : Elis Dahlina NPM : 1013109008 Judul Skripsi : Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Kerja Kelompok Dan Pemanfaatan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPS Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Kutoarjo Tahun Ajaran 2011/2012. Menyatakan bahwa penelitian ini adalah merupakan hasil kerja saya sendiri dan menurut sepengetahuan saya tidak berisi tentang materi yang pernah dipublikasikan dan ditulis oleh orang lain. Adapun bagian-bagian tertentu dalam tulisan ini saya kutip dan hasil karya orang lain telah ditulis sumbernya secara jelas dan sesuai norma dan akidah penulisan karya ilmiyah. Demikian pernyataan ini saya buat berdasarkan kondisi sebenar-benarnya. Bandar Lampung, Agustus 2012 Yang membuat pernyataan, Elis Dahlina LEMBAR MOTTO DAN PERSEMBAHAN Allah meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Depag RI, 1989 : 421) KATA PENGANTAR Puji syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT, karena petunjuk dan hidayah-Nya peneliti dapat menyelesaikan Penelitian Tindakan Kelas yang Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Kerja Kelompok dan Pemanfaatan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPS Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Kutoarjo Kecamatan Gedong Tataan Tahun Ajaran 2011/2012 Banyak pihak yang telah memberikan bantuan secara moril maupun material dalam penyelesaian penulisan penelitian ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini peneliti mengucapkan banyak terima kasih kepada: 1. Dr.H.Bujang Rahman,M.Si sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. 2. Drs.Baharudin Risyak,M.Pd sebagai Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung 3. Drs.Rapani,M.Pd sebagai dosen pembimbing yang senantiasa memberikan bimbingan dan arahan dengan penuh kesabaran dari awal hingga Penelitian Tindakan Kelas ini selesai. 4. Dra. Asmaul Chair,M.Pd sebagai dosen pembahas yang dengan penuh kesabaran memberikan bimbingan dan masukan pada peneliti hingga Penelitian Tindakan Kelas ini selesai. 5. Bapak/Ibu Dosen selaku tim pengajar dalam pelaksanaan Program S1 PGSD dalam Jabatan yang telah banyak memberikan ilmu pengetahuan selama peneliti menyelesaikan studi pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. 6. Kepala Sekolah dan Rekan Guru SD Negeri 1 Kutoarjo yang telah banyak memberikan bantuan dalam studi dan skripsi penulis. 7. Teman-teman peserta Program S1 PGSD dalam Jabatan yang telah banyak memberikan semangat dan bantuan serta rasa persahabatan dan kekeluargaan yang akan menjadi kenangan. 8. Suamiku, beserta anak9. Anak-anakku siswa kelas IV SD Negeri 1 Kutoarjo yang telah memberikan banyak inspirasi dalam proses pembelajaran dan untuk penelitian ini. 10. Semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan penyusunan laporan penelitian ini yang namanya tidak dapat disebutkan satu persatu. Peneliti mengakui bahwa Penelitian Tindakan Kelas ini masih banyak kekurangannya, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat Peneliti harapkan untuk perbaikan lebih lanjut dan masukan bagi Peneliti sebagai pedoman acuan penelitian yang akan datang. Bandar Lampung, Agustus 2012 Elis Dahlina DAFTAR PUSTAKA Daryono. 2010. Media Pembelajaran Perannya Sangat Penting dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran. Gaya Media. Jakarta. Dimyati dan Mudjiono.1999. Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta. Jakarta Hamalik, Oemar. 2001. Proses belajar mengajar.Bumi Aksara. Jakarta _____________. 2004. Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara. Jakarta. Kemmis, Stepen and Robin Mc Taggart. 1988. The Action research planner (3rd). Victoria: Deakin University Mulyono, Anton. 2001. Aktivitas Belajar. Bumi Aksara. Jakarta. Sagala,S. 2006. Konsep dan Magna Pembelajaran. CV Alfabetha. Bandung. Sardiman, A.M.2003. Interaksi dan Motivasi Belajar Siswa. PT. Rajawali Pres Grafindo Persada. Jakarta. Suharsini, Arikuntoro. 2007. Manajemen Penelitian. Rineka Cipta. Jakarta. PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE KERJA KELOMPOK DAN PEMANFAATAN ALAT PERAGA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI 1 KUTOARJO TAHUN AJARAN 2011/2012 (Skripsi) Oleh : ELIS DAHLINA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2013 HALAMAN PERNYATAAN Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama Mahasiswa : Elis Dahlina NPM : 1013109008 Judul Skripsi : Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Kerja Kelompok Dan Pemanfaatan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPS Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Kutoarjo Tahun Ajaran 2011/2012. Menyatakan bahwa penelitian ini adalah merupakan hasil kerja saya sendiri dan menurut sepengetahuan saya tidak berisi tentang materi yang pernah dipublikasikan dan ditulis oleh orang lain. Adapun bagian-bagian tertentu dalam tulisan ini saya kutip dan hasil karya orang lain telah ditulis sumbernya secara jelas dan sesuai norma dan akidah penulisan karya ilmiyah. Demikian pernyataan ini saya buat berdasarkan kondisi sebenar-benarnya. Bandar Lampung, Agustus 2012 Yang membuat pernyataan, Elis Dahlina Judul Tugas Akhir Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa : Dengan Menggunakan Metode Kerja Kelompok Dan Pemanfaatan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPS Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Kutoarjo Tahun Ajaran 2011/2012. Nama Mahasiswa : Elis Dahlina NPM : 1013109008 Program Studi : S-1 PGSD Dalam Jabatan Jenis Penelitian : Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Lokasi Penelitian : SD Negeri 1 Kutoarjo Kec. Gedong Tataan Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan MENYETUJUI Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Drs. Baharuddin Risyak,M.Pd Nip 19510507 198103 1002 Dosen Pembimbing Drs. Rapani,M.Pd Nip 195808009 198111001 HALAMAN PENGESAHAN 1. Tim Penguji Penguji Penguji Bukan Pembimbing 2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dr. H. Bujang Rahman,M.Si Nip. 19600315 198503 003 Tanggal Lulus Ujian: KATA PENGANTAR Puji syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT, karena petunjuk dan hidayah-Nya peneliti dapat menyelesaikan Penelitian Tindakan Kelas yang Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Kerja Kelompok dan Pemanfaatan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPS Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Kutoarjo Kecamatan Gedong Tataan Tahun Ajaran 2011/2012 Banyak pihak yang telah memberikan bantuan secara moril maupun material dalam penyelesaian penulisan penelitian ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini peneliti mengucapkan banyak terima kasih kepada: 1. Dr.H.Bujang Rahman,M.Si sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. 2. Drs.Baharudin Risyak,M.Pd sebagai Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung 3. Drs.Rapani,M.Pd sebagai dosen pembimbing yang senantiasa memberikan bimbingan dan arahan dengan penuh kesabaran dari awal hingga Penelitian Tindakan Kelas ini selesai. 4. Dra. Asmaul Chair,M.Pd sebagai dosen pembahas yang dengan penuh kesabaran memberikan bimbingan dan masukan pada peneliti hingga Penelitian Tindakan Kelas ini selesai. 5. Bapak/Ibu Dosen selaku tim pengajar dalam pelaksanaan Program S1 PGSD dalam Jabatan yang telah banyak memberikan ilmu pengetahuan selama peneliti menyelesaikan studi pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. 6. Kepala Sekolah dan Rekan Guru SD Negeri 1 Kutoarjo yang telah banyak memberikan bantuan dalam studi dan skripsi penulis. 7. Teman-teman peserta Program S1 PGSD dalam Jabatan yang telah banyak memberikan semangat dan bantuan serta rasa persahabatan dan kekeluargaan yang akan menjadi kenangan. 8. Suamiku, beserta anak- 9. Anak-anakku siswa kelas IV SD Negeri 1 Kutoarjo yang telah memberikan banyak inspirasi dalam proses pembelajaran dan untuk penelitian ini. 10. Semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan penyusunan laporan penelitian ini yang namanya tidak dapat disebutkan satu persatu. Peneliti mengakui bahwa Penelitian Tindakan Kelas ini masih banyak kekurangannya, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat Peneliti harapkan untuk perbaikan lebih lanjut dan masukan bagi Peneliti sebagai pedoman acuan penelitian yang akan datang. Bandar Lampung, Agustus 2012 Elis Dahlina LEMBAR MOTTO DAN PERSEMBAHAN Allah meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Depag RI, 1989 : 421)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE INKUIRI PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS V B SDN 1 METRO UTARA TAHUN AJARAN 2011/2012
0
9
60
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE INKUIRI PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS V B SDN 1 METRO UTARA TAHUN AJARAN 2011/2012
0
14
58
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKn DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PADA KELAS IV SD NEGERI 4 PANCA TUNGGAL TAHUN 2011/2012
0
10
39
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE KERJA KELOMPOK MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SDN 4 METRO TIMUR TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
14
63
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE KERJA KELOMPOK DAN PEMANFAATAN ALAT PERAGA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI 1 KUTOARJO TAHUN AJARAN 2011/2012
0
12
38
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE TANYA JAWAB PADA MATA PELAJARAN PKn KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI 1 NEGERISAKTI TAHUN AJARAN 2011/2012
0
11
84
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS IV DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA MINIATUR PADA POKOK BAHASAN BANGUN DATAR DI SDN 1 KUTOARJO KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012
0
21
55
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 5 BAGELEN GEDUNGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012
2
10
48
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MENGGUNAKAN ALAT PERAGA GAMBAR PADA SISWA KELAS IV SDN 2 SUMBEREJO BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2013/2014
0
22
37
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 JEMBRANA
0
11
40
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE DISKUSI KELOMPOK PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS V SD NEGERI 3 METRO PUSAT TAHUN PELAJARAN 2012/2013
1
7
41
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPS DENGAN MENGGUNAKAN METODE KERJA KELOMPOK PADA SISWA KELAS IV SDN 5 SUKARAJA BANDAR LAMPUNG
0
10
52
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI 2 PALAPA BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2013/2014
0
11
63
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS MENGGUNAKAN ALAT PERAGA BENDA KONKRIT DENGAN METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS III SDN 2 WAY GUBAK BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015
0
11
59
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS MENGGUNAKAN TIPE INVESTIGASI KELOMPOK PADA SISWA SEKOLAH DASAR
0
0
12
Show more