Analisis Gaya Kepemimpinan Untuk Menumbuhkan Motivasi Kerja Dalam Meningkatkan Produktifitas Karyawan Di PT. Flora Sawita Chemindo

 0  28  134  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

KATA PENGANTAR

  Bapak dan Ibu Dosen dan seluruh staf dan pegawai FE USU yang telah banyak membantu, mendidik dan membimbing peneliti selama masaperkuliahan. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari angket/daftar pernyataan yang pengukurannya menggunakan skala Likert dan diolah secarastatistik dengan menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 15 For Windows.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

  Dapat juga dikatakan bahwa motivation adalah faktor yang mendorong orang untukbertindak dengan cara tertentu Suatu organisasi yang ingin meningkatkan daya tahannya dan sekaligus meningkatkan kemampuannya untuk bertumbuh dan berkembang, tidak cukuphanya memikirkan masalah-masalah efisiensi dan efektifitas, akan tetapi harus pula dengan sungguh-sungguh mempertimbangkan faktor produktivitas. Yangdimaksud dengan produktivitas disini adalah : kemampuan memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari sarana dan prasarana yang tersedia denganmenghasilkan keluaran (output) yang optimal, bahkan kalau mungkin yang maksimal.

1.4. Manfaat Penelitian

  Bagi PenulisMemberikan kesempatan kepada penulis untuk menerapkan teori yang telah didapatkan di bangku kuliah dan menambah wawasan penulis dalambidang manajemen sumber daya manusia khususnya tentang gaya kepemimpinan dan motivasi kerja. Bagi Peneliti SelanjutnyaSebagai bahan referensi yang dapat memberikan perbandingan dalam melakukan penelitian selanjutnya, khususnya mengenai gayakepemimpinan dan motivasi kerja.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Uraian Teoritis

2.1.1. Pengertian Kepemimpinan

  Sewaktu nampak bahwa pemimpin yang efektif tidak mempunyai sifat yang berbeda dengan mereka yang tidak efektif. Perilaku KonsulatifPemimpin menganggap bahwa semua kewajiban untuk mengambil keputusan, untuk menjalankan tindakan dan untuk mengarahkan, memberimotifasi dan mengawasi bawahannya terpusat ditangannya, seorang pemimpin yang otokratik mungkin memutuskan dan mempunyai posisiyang kuat untuk mengarahkan diri mereka sendiri atau ia mungkin mempunyai alasan-alasan lain untuk beranggapan mempunyai posisi yangkuta untuk mengarahkan dan mengawasi.

2.1.4. Motivasi Kerja

  Hal yang sulit dilakukan dalam memotivasi adalah apabila memotivasi orang yang mempunyai pekerjaan yang membosankan sedikit kebebasan untukmengambil keputusan sendiri dan sifat malas serta keras kepala yang manusiawi. Manusia dalam aktivitas kebiasaannya memiliki semangat untuk mengerjakan sesuatu asalkan dapat menghasilkan sesuatu yang dianggap oleh dirinya memilikisuatu nilai yang sangat berharga, yang tujuannya jelas pasti untuk melangsungkan kehidupannya, rasa tentram, rasa aman dan sebagainya.

2.1.5. Model Motivasi

  Model ini mengisyaratkan bahwa manajer menentukan bagaimana pekerjaan-pekerjaan harus dilakukan dan digunakannya sistem pengupahan insentif untuk memotivasi para pekerja-lebih banyak berproduksi, lebih banyakmenerima penghasilan.2) Model Hubungan Manusiawi Mayo dan para peneliti hubungan manusiawi lainnya menemukan bahwa kontak-kontak sosial karyawan pada pekerjaanya adalah juga penting danbahwa kebosanan dan tugas-tugas yang bersifat pengulangan adalah faktor-faktor pengurang motivasi. 3) Model Sumber Daya Manusia McGregor dan Maslow, dan para peneliti seperti Argyris dan Likert melontarkan laitik kepada model hubunganmanusiawi dan mengemukakan pendekatan yang lebih "Sophisticated'’ untuk memanfaatkan para karyawan.

2.1.6. Faktor-faktor Motivasi

  Pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan keahlian 2. Pimpinan yang lebih banyak mendorong tercapainya suatu hasil dan tidak terlalu banyak atau ketat melakukanpengawasan.

2.1.7. Produktivitas

2.1.7.1. Pengertian Produktifitas

  Sebagai konsep filosofis, produktifitas mengandung pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha untuk meningkatkan mutu kehidupan, dimanakehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan mutu kehidupan dimana kehidupan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Hal-halyang dihadapi dalam manajemen, terutama dalam organisasi modern ialah semakin cepatnya cara kerja sebagai pengaruh langsung dari kemajuan-kemajuanyang diperoleh dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang mempengaruhi seluruh aspek organisasi seperti proses produksi, distribusi,pemasaran dan lain-lain.

2.1.7.2. Peningkatan Produktifitas Kerja

  Kelompok ini berfungsi untukmendiskusikan mengenaik beberapa persoalan baik masalah pribadi maupun masalah yang berhubungan dengan pekerjaan dengan tujuanuntuk mendapatkan cara pemecahan yang baik. Adapun keuntungan kerja kelompok formal disini seperti pemborosan lebih kecil, adanya perbaikanmetode kerja, moral yang lebih baik, terciptanya hubungan yang baik satu dengan yang lain.

2.1.7.3. Kriteria Produktifitas Kerja

  Proses analisa dan perumusan kebijakan yang mantapSetelah ditetapkan strategi yang dipergunakan dalam mencapai tujuan, maka selanjutnya adalah menganalisa dan merumuskan kebijakan yangmantap dalam mencapai tujuan kepada strategi yang di pergunakan. Pelaksanaan yang efektif dan efesienPada pelaksanaan tugas-tugas perusahaan sedang berlangsung, maka banyak hal-hal yang perlu diperhatikan terutama tentang efektif dankeefesienan baik dalam penggunaan alat-alat, strategi yang digunakan maupun waktu yang dipakai dalam menyelesaikan pekerjaan.

2.2. Penelitian Terdahulu

  Hal ini berarti bahwa pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja karyawan yaitu sebesar 24,4% sedangkan sisanya 71,6% dipengaruhi faktor lainyang tidak diteliti Tampubolon, Biatna (2008), “Analisis Faktor Gaya KepemimpinanTerhadap Kinerja Pegawai Pada Organisasi Yang Telah Menerapkan SNI 19-9001-2001”. Dimana faktor gaya kepemimpinan memberikan kontribusi yang relative besar dan sangat signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawaiorganisasi tersebut sehingga dalam pengembangan ke depan harus lebih diarahkan pada pengembangan gaya kepemimpinan oragnisasi sehingga memberikansimultan terhadap peningkatan pencapaian kinerja pegawai yang maksimal.

2.3. Kerangka Konseptual

  Kerangka konseptual adalah pondasi utama di mana sepenuhnya proyek penelitian ditujukan, dalam hal ini merupakan jaringan antar variabel yang secaralogis diterangkan, dikembangkan, dan dielaborasi dari perumusan masalah yang telah diindentifikasi melalui proses wawancara, obsevasi, dan survei literatur(Kuncoro, 2003:44). Menurut Heidjrachman dan Suad Husnan (1996 : 4), kepemimpinan didefinisikan sebagai suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh padakegiatan-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya.

2.4. Hipotesis

  Hipotesis didalam penelitian ini adalah ”Gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja dalam meningkatkanproduktifitas karyawan di PT. Flora Sawita Chemindo.

BAB II I METODE PENELITIAN

  Adapun yangmerupakan gaya kepemimpinan yang akan diteliti adalah perilaku kosulatif (X1), perilaku partisipasif (X3) dan perilaku delegatif (X3) dan motivasi kerja (Y) Jiwa seorang pemimpin ditentukan oleh kemampuan dari pemimpin itu sendiri yang terdiri : Pemimpin merupakan panutan bagi karyawan, pimpinanyang mampu memenuhi keinginan karyawan akan membuat semangat kerja karyawan tinggi dan bisa meningkatkan produktivitas kerja perusahaan. Perilaku Partisipatif (X2)Menjalankan kepemimpinannya dengan konsultasi, ia tidak mendelegasikan wewenangnya untuk membuat keputusan akhir danuntuk memberikan pengarahan tertentu kepada bawahan, tetapi ia mencari berbagai pendapat dan pemikiran dari para bawahanmengenai keputusan yang akan diambil.

3.4.1. Operasional Variabel

  Dalam skripsi ini variabel kepemimpinan terdiri dari kombinasi dari perilaku tugas dan perilaku hubungan sehingga menghasilkan perilaku Motivasi kerja karyawan juga diketahui perasaan puas atau tidak, tingkat prestasi, produktifitas dan penghargaan dari pimpinan. Variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel, kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item 2.

3.5. Skala Pengukuran Variabel

  Pertanyaan Skor 1 Sangat Setuju (SS) 5 2 Setuju (S) 4 3 Kurang Setuju (KS) 3 4 Tidak Setuju (TS) 2 5 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Sumber: Sugiono (2006:105)Penelitian ini responden memilih salah satu dari sejumlah kategori jawaban yang tersedia, kemudian masing-masing jawaban diberi skor tertentu (5, 4, 3, 2, 1). Total skor inilah yang di tafsir sebagai posisi responden dalam SkalaLikert.

3.6. Populasi Dan Sampel

  Flora Sawita Chemindo yang berjumlah 132 orang. SampelSampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (SuharsiniArikunto, 2006 : 115).

3.7. Jenis Data

  Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Data PrimerData yang diperoleh langsung dari perusahaan atau organisai khususnya yang menjadi objek penelitian.

3.8. Metode Pengumpulan Data

  Daftar pertanyaan (questionare)Penelitian menyediakan daftar pertanyaan yang akan diisi oleh responden yang menjadi sampel penelitian. Studi DokumentasiDilakukan dengan memperoleh data melalui buku-buku, dokumen, internet dan literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.

c. Interview

Yaitu mengadakan wawancara langsung pada berbagai pihak yang berhubungan dengan masalah yang dijadikan obyek penelitian diperusahaan.

3.9. Uji Validitas Dan Reliabilitas

  Uji ValiditasMenguji validitas alat ukur, terlebih dahulu dicari harga korelasi antara bagian-bagian dari alat ukur secara keseluruhan dengan cara mengkorelasikansetiap butir alat ukur dengan skor total yang merupakan jumlah setiap skor butir, b. Suatu alat pengukur dipakai dua kali untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran diperoleh relatif konsisten, maka alat pengukurtersebut reliabel.

3.10. Teknik Analisis

  Uji Asumsi Klasik Syarat asumsi klasik yang harus dipenuhi model regresi berganda sebelum data tersebut dianalisis adalah sebagai berikut:1) Uji Normalitas Uji Normalitas bertujuan untuk mengetahui distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal, yakni distribusi datadengan bentuk lonceng dan distribusi data tersebut tidak menceng ke kiri atau menceng ke kanan. Jika tingkat signifikansi di bawah 0.05 maka H ditolak dan H a diterima(Situmorang, et. al, 2008 : 114).2) Uji secara Parsial / Uji t Digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak, maka digunakan statistik t (uji t).

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Perusahaan

4.1.1. Sejarah Perusahaan

  Parasawita Group dan Bumi Flora Group masing-masing mempunyai perkebunan sawit yang sangat luas, terletak di berbagai wilayah yang ada diSumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darusalam (NAD). Bahan baku minyak sawit yang selalu siap tersedia dan mudah diperbaharui menjadikan dasar pemikirankedua group tersebut untuk memutuskan membangun perusahaan patungan secara bersama dan menjadikan sebuah industri hilir.

4.1.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha

  Flora Sawita Chemindo memproduksi asam lemak (fatty acid) dan glycerine yang bahan bakunya berasal dari minyak sawit (CPO) dan minyak inti sawit (PKO), dengan kapasitas produksi normal 54.000 MT/Tahun dengan normal waktu operasinya adalah 250 hari per tahun. Jenis produk yang dihasilkan untuk asam lemak terdiri dari rantai pendek dan rantai panjang, yang termasuk ke dalam rantai pendek yaitu caprilic acid (C 8 ) dan capric acid (C 10 ), sedangkan rantai panjang yaitu lamic acid (C 12 ), myristicacid (C ), palmitic acid/stearic acid (C /C ), dan light end.

4.1.3. Organisasi dan Manajemen

1. Struktur Organisasi

  Susunan organisasi perusahaan dipersiapkan seefisien mungkin dan didasarkan kepada fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai tujuanperusahaan yang telah ditetapkan. Flora Sawita Chemindo telah melaksanakan prinsip-prinsip organisasi seperti adanya perumusan tujuan dan strategiperusahaan, pembagian kerja dan pendelegasian wewenang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

2. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab

  (2) Tank Farm, Flaking dan Bagging Supervisor, yang bertanggung jawab terhadap semua proses loading, flaking dan packing produk danoperasi kegiatan lain di tank farm.2) Utilities Superintendent, bertanggung jawab sepenuhnya dalam mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan seksi utilitias beserta fasilitas yang adadan sesuai dengan kerangka kerja dari tujuan, strategi dan program perusahaan. Human Resources Development Manager membawahi tiga bagian sebagai berikut :1) General Affairs Supervisor, memimpin dan mengawasi semua karyawan yang berada diperusahaan dan mengatur hal-hal yang berhubungan dengankemasyarakatan.2) Security Chief Tugas Security Chief, adalah sebagai berikut : (1) Mengatur tugas penjagaan selama 24 jam yang terdiri dari 3 shift dan terdiri dari 4 orang.

3. Tenaga Kerja dan Jam Kerja Perusahaan

  Flora Sawita Chemindo mengelompokkan tenaga kerja ke dalam dua jenis klasifikasi, selain staff dan karyawan, yaitu : 1. Flora Sawita Chemindo dibagi atas dua bagian seperti yang terlihat pada Tabel 4.1.

d. Sistem Pengupahan dan Fasilitas yang Digunakan

  Sistem insentif dan fasilitas yang mendukung lainnya yang diberikan oleh perusahaan adalah untuk mendorong karyawan yang bekerja lebih giat danberprestasi dalam bekerja yaitu prestasi yang dapat meningkatkan dan memajukan perusahaan maka perusahaan memberikan insentif dan fasilitas berupa : 1. Kantin dan koperasi, perusahaan juga menyediakan kantin dan koperasi di dalam lingkungan perusahaan dengan harga yang terjangkau dan bergizi,sehingga membantu dalam menjaga kondisi fisik karyawan serta koperasi karyawan yang bertujuan untuk membantu meningkatkan kesejahteraankaryawan.

4.1.4. Proses Produksi

1. Bahan

  Bahan bakuBahan baku adalah bahan yang membentuk produk secara unik, kalau salah satu dari komponen bahan itu dihilangkan, produk yang dihasilkan tidak lagiseperti yang direncanakan semula. 5) RBDPS (refined bleaching deodorized palm stearin) yaitu CPO yang telah diambil olein-nya dan hanya stearin yang melalui proses bleaching danproses deodorizing (penghilangan bau).6) RBDPO (refined bleaching deodorized palm oil) yaitu CPO yang telah diambil olein-nya tetapi dibandingkan dengan RBDPS, kualitas RBDPOlebih baik.

2. Jumlah dan Spesifikasi Bahan

  Flora Sawita Chemindo Sedangkan spesifikasi asam lemak dan tipe komposisi produk asam lemak yang diproduksi PT. Spesifikasi Asam Lemak dan Tipe Komposisi yang Menyusun Produk Asam Lemak di PT.

3. Uraian Proses Produksi Proses pengolahan asam lemak dan glycerine yang berlangsung di PT

  Flora Sawita Chemindo terdiri dari beberapa tahapan proses. Proses pengolahan asam lemak dan glycerine pada setiap tahapan proses (section) dapat digambarkandalam bentuk diagram blok seperti Gambar 4.2.

LIGHT ENDS (C6,C8,C10)

  Asam lemak yang terpisah dialirkan melalui sisi atas tower ke fatty acid expanssion vessel yang berbentuk silinder, asam lemak yang masih berbentuk uap dan mengembun selanjutnya dilakukan pendinginan pada vapour condenser unit. Pada proses ini selain digunakan bahan kimia dalam sistem pengadukkannya digunakan udara yang berasal dari kompresor dan selanjutnya hasil adukan disaring dan dipress dengan menggunakan filter press.

4.1.5. Mesin dan Peralatan

  (7) Intermediate tank for glycerine water (VS 053-02 dan VS 053-03) berfungsi menurunkan tekanan dan menampung glycerine water yangdatang dari splitting tower.(8) Glycerine water pump (PS 053-05) berfungsi memompakan Glycerine Water dari VS 053-02 ke pengolahan Glycerine. (2) Circulation pump (PS 068-04) berfungsi memompakan produk bawah asam lemak yang terdapat di bagian bawah CD 068-01 ke exchangerEX 068-04.(3) Precut pump (PS 068-05) berfungsi memompakan uap asam lemak yang terdapat di bagian atas CD 068-01 ke exchanger EX 068-03.

3 PO 4

  Flora Sawita Chemindo menggunakan dua unit boiler jenis pipa api(medium pressure boiler) dengan kapasitas uap yang dihasilkan 10 ton/jam Boiler yang digunakan adalah boiler pipa air, ada dua jenis yang digunakan, yaitu :(1) Boiler yang menghasilkan tekanan di setting maksimum 16 bar, jenis ini ada dua buah dengan kapasitas masing-masing 10 ton/jam. Boiler jenis ini ada dua satu buah dengan kapasitas 108o ton/jam dengan temperatur diatas 250 C.3) Bengkel Bengkel yang dimaksud adalah untuk melayani perbaikan mesin-mesin atau yang mengalami kerusakan ringan dan juga pemeliharaan mesin.

4.1.6. Misi dan Visi PT. Flora Sawita Chemindo

  Meningkatkan motivasi dan keahlian kerja karyawan didalam lingkungan kerja yang maju dan aman 2. Menghasikan produk-produk yang sesuai spesifikasi dan memuaskan kebutuhan pelanggan yang halal 3.

4.2. Hasil Penelitian

4.3. Pembahasan

  Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan input bagi perusahaan dalam mengembangkan gaya kepemimpinan yang telah ada terhadapmotivasi kerja serta meningkatkan produktifitas karyawan di PT. Flora Sawita Chemindo.

4.3.1. Uji Validitas dan Reliabilitas

  Uji validitas dan reliabilitas dilakukan terhadap alat penelitian, yakni kuesioner. Penyebaran kuesioner khusus uji validitas dan reliabilitas diberikankepada 30 orang diluar responden yaitu karyawan PT.

1. Uji Validitas

  Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang ingin diukur serta mampu mengungkap data dari variabel yang diteliti secaratepat. Nilaipada kolom Corrected Item-Total Correlation merupakan nilai r hitung yang akan dibandingkan dengan r untuk mengetahui validitas pada setiap butir tabel pernyataan.

2. Uji Reliabilitas

  Hasil suatu pengukuran dapat dipercaya apabila dalam beberapa kalipelaksanaan pengukuran terhadap subjek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama, artinya mempunyai konsistensi pengukuran yang baik, dan suatu konstrukatau variabel dikatakan reliabel. Hasil pengolahan dari uji reliabilitas dapat dilihat pada Tabel 4.14: Tabel 4.14Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items,824 12 Sumber : Hasil Pengolahan SPSS versi 15,00 (Oktober 2010)Tabel 4.

4.3.2. Analisis Deskriptif

1. Deskriptif Responden

  Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Karakteristik Responden Berdasarkan jenis Kelamin Tabel 4.16 Karakteristik Responden Berdasarkan jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah % Laki-laki 42 73,7%Perempuan 15 26,3% Jumlah 57 100%Sumber : Data Primer diolah penulis, 2010 Pada Tabel 4.16 diketahui bahwa jumlah karyawan terbanyak adalah berjenis kelamin laki-laki yaitu 42orang atau sebesar 73,7% sedangkan jeniskelamin perempuan berjumlah 15 orang atau sebesar 26,3%.

4.3.4. Metode Analisis Statistik

1. Analisis Jawaban Responden

  2) Pada pertanyaan yang kedua (Pemimpin memberikan keleluasaan kepada bawahan dalam melaksanakan pekerjaan) dari 57 responden, 16 responden(28,1%) menyatakan sangat setuju, 36 responden (63,2%) menyatakan setuju, 5 responden (8,8%) menyatakan kurang setuju, 0 responden (0%) menyatakan tidak setuju, 0 responden (0%) menyatakan sangat tidak setuju. 3) Pada pertanyaan yang ketiga (Pemimpin menerima saran/masukan dan keputusan sepenuhnya ditentukan bawahan) dari 57 responden, 30 responden(52,6%) menyatakan sangat setuju, 24 responden (42,1%) menyatakan setuju, 3 responden (5,3%) menyatakan kurang setuju, 0 responden (0%) menyatakantidak setuju, 0 responden (0%) menyatakan sangat tidak setuju.

2. Uji Asumsi Klasik

a. Uji Normal Grafik 4.1

  0.8b ro P0.6 um C ed ct0.4 peEx0.00.20.00.20.40.60.81.0 Grafik 4.1 scatter plot menunjukkan bahwa terlihat titik yang mengikuti data di sepanjang garis diagonal. Hal ini berarti data berdistribusi normal.

b. Uji Heteroskedastisitas Scatterplot Grafik 4.2

al u id1 esR d ze ti en d tu S n io-1 ss re eg R -2 -3 -2 -1123 Regression Standardized Predicted Value Sumber : Hasil Pengolahan kuesioner ( Oktober 2010)Keterangan Grafik 4.2 : Grafik 4.2 menunjukkan bahwa terlihat titik-titik menyebar secara acak tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas serta tersebar baik di atasmaupun di bawah angka nol (0) pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak pakai untuk

c. Uji Multikolinearitas

  Hal ini berarti semua variabel tidak terkena multikolinearitas. dependent Variabel : Motivasi_KerjaSumber : Hasil Pengolahan kuesioner ( Oktober 2010) 4 7,027 ,914 1,09 5 Perilaku_Delegasif ,311 ,133 ,266 2,67 1,03 3,020 ,976 Tabel 4.22 Cofficients a 7,049 ,845 1,12 VIF 1 (Constant) 11,137 2,210 5,04 ,000Perilaku_Konsulatif ,165 ,140 ,192 2,26 ErrorBeta Toleranc e CollinearityStatistics B Std.

3. Analisis Regresi Linier Berganda

  EnterPerilaku_Delegasif (a) a All requested variables entered.b Dependent Variable: Motivasi_KerjaSumber : Hasil Pengolahan kuesioner (Okteober 2010 ) Tabel 4.23 menunjukkan bahwa variabel yang dimasukkan (entered) adalah variabel Perilaku Konsulatif, Perilaku Partisipatif dan Perilaku Delegasif Tidak ada variabel independent yang dikeluarkan (removed). Flora Sawita Chemindo dengan koefisien menunjukkan sebesar 0,491 yang berarti apabila Perilaku Partisipatifmeningkat sebesar 1 satuan dengan menganggap faktor lain tetap maka akan dapat meningkatkan Motivasi Kerja karyawan sebesar 0,491%.

4. Uji Signifikan Parsial (Uji-t)

  Uji T dilakukan untuk menguji secara parsial apakah variabel PerilakuKonsulatif (X 1 ), variabel Perilaku Partisipatif (X 2 ), dan variabel Perilaku 3 ) secara bersama-sama atau serempak memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Motivasi Kerja dalam Meningkatkan Produktivitas Karyawan di PT. Hal ini terlihat dari nilai signifikan(0,049) < 0,05 dan nilai t > t artinya jika ditingkatkan hitung (2,267) tabel (1,98) variabel Perilaku Konsulatif sebesar satu satuan maka Motivasi kerja (Y) akan meningkat sebesar 0,165 satuan (unit).

5. Uji-F (uji serentak)

  1 Regressio53,208 3 1,069 7,789 ,000(a) n Residual 71,845 53 1,356Total 75,053 56 a Predictors: (Constant), Perilaku_Delegasif, Perilaku_konsulatif,Perilaku_Partisipatif b Dependent Variable: Motivasi_Kerja Tabel 4.26 menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 7.789 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Artinya Perilaku Konsulatif, PerilakuPartisipatif dan Perilaku Delegasif secara serentak berpengaruh signifikan terhadap Motivasi Kerja Karyawan PT.

6. Koefisien Determinan (R )

  Nilai R yang kecil berarti kemapuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas,sebaliknya nilai yang mendekati satu berarti variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabeldependen (Kuncoro, 2003: 220). FloraSawita Chemindo sebesar 42,3 % dan sisanya 57,7 % dapat dijelaskan oleh faktor- faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut:

  Hal tersebut dikarenakan variabel Perilaku Partisipatif memiliki nilai signifikan sebesar (0,020) dan memiliki nilai B (Positif) terbesar senilai 0,491bila dibandingkan dengan variabel bebas lainnya, dengan demikian berdasarkan hasil penelitian bahwa Faktor Perilaku Partisipatif merupakan faktor yang palingdominan terhadap motivasi kerja dalam meningkatkan produktivitas karyawan di PT. hal ini artinya bahwa hubungan (Relation) antaravariabel Perilaku Konsultif, Perilaku Partisipatif, Perilaku Delegasif terhadap motivasi kerja dalam meningkatkan produktivitas karyawan PT.

B. SARAN

  Hasil pengujian secara parsial (uji t) menunjukkan bahwa variabel Perilaku Partisipatif merupakan variabel yang memiliki tingkat signifikan yang paling besardibandingkan variabel lainnya, dengan demikian dari hasil penelitian penulis menyarankan agar para pemimpin meningkatkan perilaku partisipatif. Kepemimpinan dengan perilaku konsulatif dan delegatif sebaiknya tetap digunakan sebagai perilaku kepemimpinan yang di kombinasikan dengan perilakukepemimpinan partisipatif sebagai upaya peningkatan kepuasan kerja karyawan.

DAFTAR PUSTAKA

  2003 Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi. Motivasi dan Pemotivasian Dalam Manajemen.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Analisis Gaya Kepemimpinan Untuk Menumbuhkan..

Gratis

Feedback