Feedback

Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Berkaitan dengan Menjaga Rahasia Bank (Studi Kasus Pada Bank Agro Kantor Cabang Medan).

Informasi dokumen
1    PERLIND DUNGAN H HUKUM TE ERHADAP NASABAH H BANK BERKA AITAN DE ENGAN ME ENJAGA RAHASIA R B BANK. (STU UDI KASUS S PADA BA ANK AGRO O KANTOR R CABANG G MEDAN)) SKRIP PSI Diajukan Untuk U Melenngkapi Syarrat-syarat Untuk Mempperoleh Geelar Sarjanaa Hukum Oleh: SH HEILA ARIISTYANI NIM: 0702 200347 DEPART TEMEN HU UKUM KEP PERDATA AAN DAGA ANG FA AKULTAS HUKUM H UNIVERSIITAS SUM MATERA UT TARA MEDA AN 2011 Universitas Sumatera Utara 2    PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH BANK BERKAITAN DENGAN MENJAGA RAHASIA BANK. (STUDI KASUS PADA BANK AGRO KANTOR CABANG MEDAN) SKRIPSI Diajukan Untuk Melengkapi Syarat-syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Hukum SHEILA ARISTYANI NIM: 070200347 DEPARTEMEN HUKUM KEPERDATAAN DAGANG Ketua Departemen Hukum Perdata DR.Hasim Purba, SH, M.Hum Nip: 196603031985081001 Pembimbing I PembimbingII Prof.DR.Tan Kamello,SH,MS Puspa Melati Hasibuan,SH,M.Hum Nip:196204211988031004 Nip:1968012819940320 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara 3    ABSTRAKSI Bank sebagai lembaga keuangan harus selalu menjaga kepercayaan masyarakat sebagai nasabah dengan berbagai cara, salah satunya adalah melindungi kerahasiaan mengenai nasabah dan simpanannya disebut dengan Rahasia Bank, dimana dalam penerapan rahasia bank tersebut terdapat hal-hal yang dapat merugikan nasabah. Oleh karena itu penulis mengangkat permasalahan dalam penulisan skripsi ini, adapun permasalahan yang diangkat adalah bagaimana Bank Agro melindungi nasabah dalam rangka menjaga keamanan rahasia bank, dan bagaimana kah hubungan bank dengan nasabah, serta hal-hal apa sajakah yang dapat dimintakan pembukaan rahasia bank dan pihak mana sajakah yang dapat meminta pembukaan rahasia bank.Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian hukum yuridis normatif dan data yang digunakan adalah data skunder , sedangkan bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer, bahan hukum skunder dan bahan hukum tertier, sifat penelitian ini adalah deskriptif analitis ,metode pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode penelitian library research(penelitian kepustakaan) Pada metode ini agar dapat memperoleh data yang lebih akurat dan dapat membantu melengkapi data dalam penulisan skripsi ini, maka penulis melakukan penelitian lapangan dengan mengambil lokasi penelitian di Bank Agro Kantor cabang Medan. Dari hasil penelitian penulis dapat dismpulkan bahwa, Adapun salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak Bank Agro dalam melindungi nasabah dalam rangka menjaga keamanan rahasia bank adalah Bank Agro senantiasa untuk tetap memegang teguh rahasia bank nasabahnya, tidak akan melakukan pembocoran rahasia bank kepada pihak manapun, dan dalam pemberian rahasia bank kepada pihak-pihak yang dikecualikan untuk dapat membuka rahasia bank, pihak Bank Agro akan tetap melaksanakan sesuai prosedur yang sudah diatur dalam perturan perundang-undangan yang ada mengenai rahasia bank tersebut.Hubungan bank dengan nasabah bukan hanya merupakan hubungan kontraktual biasa saja tetapi dalam hubungan tersebut terdapat pula kewajiban bagi bank untuk tidak membuka rahasia dari nasabahnya kepada pihak lain mana pun kecuali jika ditentukan lain oleh perudang-undangan yang berlaku. Menyangkut perlindungan nasabah yang dilakukan Bank Agro terhadap nasabahya terkait dengan rahasia bank, Bank Agro akan terus berupaya untuk memberikan perlindungan hukum terhadap nasabahnya agar tidak ada tindakan yang dapat merugikan nasabahnya. Terdapat persoalan yang dapat dimintakan pembukaan rahasia bank yaitu persoalan mengenai perpajakan, penyelesaian piutang dengan bank, untuk kepentingan pengadilan dalam perkara pidana, pemerikasaan dalam perkara perdata, untuk kepentingan tukar menukar informasi bank, untuk kepentingan pihak lain yang ditunjuk oleh nasabah. Sedangkan pihak yang termasuk pengecualian untuk dapat membuka rahasia bank adalah Pejabat Pajak atas permintaan Menteri Keuanga, Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara/Panitia Urusan Piutang Negara, Polisi, Jaksa, Hakim, Nasabah Penyimpan yang Bersangkutan Bank lainnya serta Ahli Waris yang Sah. Universitas Sumatera Utara 4    KATA PENGANTAR Puji dan syukur Penulis panjatkan kehadiran ALLAH SWT serta puji dan syukur Penulis panjatkan kepada junjungan kita Nabi MUHAMMAD SAW atas Rahmat dan Karunia-Nya yang telah memberikan penulis kesempatan untuk memperoleh pendidikan di Fakultas Hukum Sumatera Utara. Dimana selama waktu Penulis menjalani pendidikan di Fakultas Hukum Sumatera Utara, Penulis banyak mendapatkan ilmu pengetahuan yang sangat berharga sampai akhirnya Penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan gelar Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Sumatera Utara. Dalam penulisan Skripsi ini, Penulis mengangkat topik mengenai ” Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Berkaitan dengan Menjaga Rahasia Bank (Studi Kasus Pada Bank Agro Kantor Cabang Medan).” Penulis sangat menyadari bahwa dalam penulisan Skripsi ini masih banyak kekurangan dan tidak sepenuhnya sempurna, yang disebabkan keterbatasan oleh Penulis dalam menjabarkan data- data yang Penulis dapatkan. Hingga akhirnya dalam Penulis mendapatkan sangat banyak dukungan, masukan, serta doa dari berbagai pihak yang mungkin tidak dapat Penulis jabarkan satu-persatu. Namun dalam kesempatan ini Penulis ingin menyampaikan rasa hormat dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada: Universitas Sumatera Utara 5    1. Bapak Prof.DR.Runtung Sitepu, SH.M.Hum selaku dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak DR.Hasim Purba, SH, M.Hum selaku Ketua Departemen Hukum Keperdataan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Prof. Dr.Tan Kamello, SH.MS selaku Dosen Wali Penulis dan selaku Dosen Pembimbing I yang telah membimbing dan mengarahkan Penulis dalam penulisan Skripsi ini. 4. Ibu Puspa Melati Hsb,SH,M.Hum selaku Dosen Pembimbing II yang telah banyak membantu mengarahkan dan membimbing Penulis dalam Penulisan Sripsi ini. 5. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak H. Harianto selaku Kepala Bidang Operasional di Bank Agro kantor cabang Medan yang telah membantu sebagai narasumber dalam penulisan skripsi ini. 6. Bapak Asmin Nasution, SH yang telah banyak membantu dalam membimbing saya selama perkuliahan di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. 7. Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua Penulis yaitu H. Abdul Halim dan Hj. Fetrina Susanti Miraza, yang selama ini telah memberikan dukungan moril dan materil kepada Penulis selama Penulis menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum Sumatera Utara, serta doa yang tak henti-hentinya diberikan oleh kedua orang tua Penulis sampai akhirnya Penulis dapat menyelesaikan pendidikan Penulis dan mendapatkan gelar Sarjana Hukum. Universitas Sumatera Utara 6    8. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada kakak berserta suaminya, adik dari Penulis yaitu Shabrina Masvira Halim dan Muhammad Ichsan serta Shani Anugrah Syukria Halim, terima kasih atas dukungan selama Penulis menyelesaikan penulisan skripsi ini. 9. Penulis juga mengucapkan terima kasih atas dukungan moril maupun materil yang diberikan oleh Keluarga Besar H. Kamilludin Miraza serta doa yang dibeikan oleh orang yang Penulis sayangi,sehingga Penulis dapat menyelesaikan Penulisan Skripsi ini. 10. Penulis mengucapkam terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sahabat-sahabat dari Penulis yang telah bersama-sama menjalani pendidikan di Fakultas Hukum Sumatera Utara yaitu Lira Apriana Sari, Mutia Sekar Rini, Yuke Dwihidayati, Nindya Sari Usman, semoga kita dapat selalu menjalani pertemanan ini dan terima kasih atas bantuan serta dukungan yang kalian berikan sehingga Penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini. 11. Kepada teman-teman STAMBUK 2007 Fakultas Hukum Sumatera Utara yang telah bersama- sama menjalani pendidikan di Fakultas Hukum Sumatera Utara, semoga dengan Gelar Sarjana Hukum ini kita dapat menjadi orang yang sukses. MEDAN, MEI 2011 HORMAT PENULIS SHEILA ARISTYANI Universitas Sumatera Utara 7    DAFTAR ISI Halaman ABSTRAKSI . i KATA PENGANTAR . ii DAFTAR ISI . v BAB I PENDAHULUAN . 1 A. Latar Belakang . 1 B. Rumusan Masalah . 7 A. . Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 B. . Keaslian Penulisan . 8 C. Tinjauan Kepustakaan . 8 D. Metode Penelitian . 12 E. Sistematika Penulisan . 14 BAB II BAB III PENGATURAN UMUM MENGENAI BANK MENURUT UU NO 10 TAHUN 1998 . 16 A. Pengertian Bank . 16 B. Hukum Perbankan . 21 C. Jenis-jenis Kelembagaan Perbankan . 30 PENGATURAN HUKUM MENGENAI RAHASIA BANK. 36 A. Pengertian Rahasia Bank. 36 Universitas Sumatera Utara 8    BAB IV B. Dasar Hukum Rahasia Bank . 42 C. Sanksi Pelanggaran Rahasia bank . 51 MEKANISME HUBUNGAN NASABAH DAN RAHASIA BANK. 55 A. Sekilas Tentang Bank Agro . 55 B. Bank Agro Melindungi Nasabah dalam Rangka Menjaga Keamanan Rahasia Bank . 1. Upaya Bank Agro dalam 57 Menjaga Keamanan Rahasia Bank. 57 2. Upaya Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Oleh Bank Terkait Rahasia Bank . 62 C. Persoalan dan Pengecualian Serta Pihak yang BAB V Dapat Meminta Pembukaan Rahasia Bank . 69 PENUTUP. 79 A. Kesimpulan . 79 B. Saran. 80 Universitas Sumatera Utara 3    ABSTRAKSI Bank sebagai lembaga keuangan harus selalu menjaga kepercayaan masyarakat sebagai nasabah dengan berbagai cara, salah satunya adalah melindungi kerahasiaan mengenai nasabah dan simpanannya disebut dengan Rahasia Bank, dimana dalam penerapan rahasia bank tersebut terdapat hal-hal yang dapat merugikan nasabah. Oleh karena itu penulis mengangkat permasalahan dalam penulisan skripsi ini, adapun permasalahan yang diangkat adalah bagaimana Bank Agro melindungi nasabah dalam rangka menjaga keamanan rahasia bank, dan bagaimana kah hubungan bank dengan nasabah, serta hal-hal apa sajakah yang dapat dimintakan pembukaan rahasia bank dan pihak mana sajakah yang dapat meminta pembukaan rahasia bank.Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian hukum yuridis normatif dan data yang digunakan adalah data skunder , sedangkan bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer, bahan hukum skunder dan bahan hukum tertier, sifat penelitian ini adalah deskriptif analitis ,metode pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode penelitian library research(penelitian kepustakaan) Pada metode ini agar dapat memperoleh data yang lebih akurat dan dapat membantu melengkapi data dalam penulisan skripsi ini, maka penulis melakukan penelitian lapangan dengan mengambil lokasi penelitian di Bank Agro Kantor cabang Medan. Dari hasil penelitian penulis dapat dismpulkan bahwa, Adapun salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak Bank Agro dalam melindungi nasabah dalam rangka menjaga keamanan rahasia bank adalah Bank Agro senantiasa untuk tetap memegang teguh rahasia bank nasabahnya, tidak akan melakukan pembocoran rahasia bank kepada pihak manapun, dan dalam pemberian rahasia bank kepada pihak-pihak yang dikecualikan untuk dapat membuka rahasia bank, pihak Bank Agro akan tetap melaksanakan sesuai prosedur yang sudah diatur dalam perturan perundang-undangan yang ada mengenai rahasia bank tersebut.Hubungan bank dengan nasabah bukan hanya merupakan hubungan kontraktual biasa saja tetapi dalam hubungan tersebut terdapat pula kewajiban bagi bank untuk tidak membuka rahasia dari nasabahnya kepada pihak lain mana pun kecuali jika ditentukan lain oleh perudang-undangan yang berlaku. Menyangkut perlindungan nasabah yang dilakukan Bank Agro terhadap nasabahya terkait dengan rahasia bank, Bank Agro akan terus berupaya untuk memberikan perlindungan hukum terhadap nasabahnya agar tidak ada tindakan yang dapat merugikan nasabahnya. Terdapat persoalan yang dapat dimintakan pembukaan rahasia bank yaitu persoalan mengenai perpajakan, penyelesaian piutang dengan bank, untuk kepentingan pengadilan dalam perkara pidana, pemerikasaan dalam perkara perdata, untuk kepentingan tukar menukar informasi bank, untuk kepentingan pihak lain yang ditunjuk oleh nasabah. Sedangkan pihak yang termasuk pengecualian untuk dapat membuka rahasia bank adalah Pejabat Pajak atas permintaan Menteri Keuanga, Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara/Panitia Urusan Piutang Negara, Polisi, Jaksa, Hakim, Nasabah Penyimpan yang Bersangkutan Bank lainnya serta Ahli Waris yang Sah. Universitas Sumatera Utara 9    BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada masa sekarang bank merupakan barang yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat yang hidup di negara-negara maju. Bank merupakan mitra dalam rangka memenuhi kebutuhan keuangan mereka, Bank dijadikan sebagai tempat untuk melakukan transaksi yang berhubungan dengan keuangan seperti mengamankan uang, pengiriman uang, melakukan pembayaran atau melakukan penagihan. Peranan perbankan pada suatu negara sangat dominan, perbankan sangat mempengaruhi kegiatan perekonomian pada suatu negara. Oleh karena itu kemajuan bank pada suatu negara merupakan tolak ukur dalam kemajuan negara yang bersangkutan, semakin maju suatu negara tersebut maka semakin besar peranan perbankan dalam mengendalikan nergara tersebut. Artinya keberadaan dunia perbankan semakin dibutuhkan pemerintah dan masyarakatnya. Secara sederhana bank diartikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan usahanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa- jasa bank lainnya.1 Lain halnya dengan di negara-negara berkembang seperti di Indonesia, pemahaman tentang bank di negeri ini masih kurang, sebagian masyarakat hanya                                                              1  Kasmir, Dasar‐Dasar Perbankan, edisi 1, PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2006, halaman 2  Universitas Sumatera Utara 10    memahami bank sebatas tempat pinjam-meminjam dan menyimpan uang belaka. Bahkan sebagian masyarakat sama sekali belum memahami bank secara utuh, sehingga terdapat banyak kekeliruan yang terjadi di masyarakat. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa dalam memenuhi tujuan pembangunan di Indonesia yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasrkan Pancasila dan Udang-Undang Dasar 1945, lembaga perbankan merupakan salah satu sarana yang mempunyai peranan yang penting. Peranan yang sangat penting ini dikarenakan bank merupakan badan usaha yang mempunyai fungsi menhimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kembali kepada masyarakat.Bank diharapkan sebagai usaha untuk dapat menyeimbangkan dan menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional yang pada akhirnya mengarah kepada peningkatan taraf hidup rakyat banyak di Indonesia. Oleh karena itu maka sudah sepatutnya lembaga perbankan mendapatkan pembinaan dan pengawasan secara terus-menerus agar dapat berfungsi seacar efisien, wajar, sehat dan mampu melindungi dana yang dititipkan oleh masyarakat kepadanya dengan baik serta mampu menyalurkan dana masyarakat yang dititipkan masyarakat kepadanya itu kebidang-bidang usaha yang benarbenar produktif sesuai dengan tujuan pembangunan. Masyarakat merupakan komponen penting dalam dunia perbankan, masyarakat yaitu membantu bank menjaga eksistensi suatu bank tersebut. Karena bank adalah suatu lembaga keuangan yang eksistensinya tergantung mutlak pada Universitas Sumatera Utara 11    kepercayaan mutlak dari para nasabahnya yang mempercayakan dana dan jasajasa lain yang dilakukan mereka melalui bank pada khususnya dan dari masyarakat luas pada umumnya. Oleh karena itu dalam memberikan jaminan kepercayaan kepada nasabah muncullahrahasia bank yang ditujukan untuk melindungi nasabah, dan memunculkan rasa kepercayaan yang penuh dari masyarakat untuk menggunakan layanan yang disediakan oleh bank. Timbulnya konsep untuk perlunya merahasiakan keadaan keuangan nasabah sehingga melahirkan ketentuan hukum mengenai kewajiban rahasia bank. Bank sebagai lembaga keuangan yang dipercayai oleh masyarakat dihadapkan pada kewajiban untuk tetap merahasiakan keadaan dan catatan keuangan serta identitas dari nasabah yang bersangkutan, kewajiban ini erat hubungannya dengan kepercayaan yang diberikan masyarakat sebagai nasabahnya kepada bank selaku lembaga keuangan pengelola keuangan atau sumber dana masyarakat. Meskipun seringkali kewajiaban ini bertentangan karena dilain pihak bank juga berkewajiban untuk mengungkapkan keadaan, dan catatan keuangan nasabahnya dalam keadaan-keadaan tertentu. Rahasia bank akan dapat dipegang teguh apabila ditetapkan bukan sekedar hanya sebagai kewajiban kontraktual diantara bank dengan nasabah saja karena bila hanya diwajibkan sebagai kewajiban kontraktual saja maka kewajiban itu menjadi kurang kuat karena akan mudah untuk melakukan Hukum Terhadap Nasabah Penyimpan Di PT. Bank SUMUT Cabang USU Medan, 2008. USU Repository © 2009 47 Ad.2. Kepentingan piutang bank Dalam Pasal 41 A Undang-undang No. 10 Tahun 1998 disebutkan bahwa untuk penyelesaian piutang bank yang sudah diserahkan kepada Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara/Panitia Urusan Piutang Negara, pimpinan Bank Indonesia memberikan izin kepada pejabat Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara/Panitia Urusan Piutang Negara untuk memperoleh keterangan dari bank mengenai simpanan nasabah debitur. Izin tersebut diberikan: 1. Atas permintaan tertulis dari Kepala BUPLN/Ketua PUPN dengan menyebutkan : a. nama dan jabatan pejabat BUPLN/PUPN yang meminta keterangan b. nama nasabah debitor yang bersangkutan yang diperlukan keterangan dan c. alasan diperlukannya keterangan dari nasabah debitor tersebut. 2. Izin tersebut dengan sendirinya : a. diberikan secara tertulis b. menyebutkan nama dan jabatan pejabat BUPLN/PUPN yang meminta keterangan c. menyebutkan nama nasabah debitor yang akan dimintai keterangan berkaitan dengan utang bank yang diserahkan kepada BUPN/PUPN d. mencantumkan keperluan keterangan tersebut dikaitkan dengan urusan penyelesaian piutang bank. Kalau diteliti pengecualian ini berkaitan dengan kepentingan bank itu sendiri (in the interest of the bank) untuk menjamin kelangsungan dalam berusaha. 29 29 Rachmadi Usman. Aspek-Aspek Hukum Perbankan Indonesia, (Jakarta : PT.Gramedia Pustaka Utama,2001), hal 158. Veronika D.L. Pandiangan : Upaya Bank Dalam Menjaga Rahasia Bank Sebagai Wujud Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Penyimpan Di PT. Bank SUMUT Cabang USU Medan, 2008. USU Repository © 2009 48 Ad.3. Kepentingan peradilan pidana Dalam Pasal 42 ayat 1 disebutkan untuk kepentingan peradilan dalam perkara pidana, pimpinan Bank Indonesia dapat memberikan izin kepada polisi, jaksa atau hakim untuk memperoleh keterangan dari bank mengenai simpanan tersangka atau terdakwa pada bank. Izin tersebut diperoleh dengan cara seperti diatur pada ayat (2) dan (3) dari Pasal 42 : 1. atas permintaan tertulis dari : a. Kepala Kepolisian Republik Indonesia dalam tahap penyidikan ; b. Jaksa Agung dalam tahap penuntutan ; c. Ketua Mahkamah Agung dalam tahap pemeriksaan dimuka pengadilan. 2. pemberian izin pimpinan Bank Indonesia tersebut : a. dibuat secara tertulis ; b. menyebutkan nama dan jabatan polisi, jaksa atau hakim yang meminta; c. nama tersangka atau terdakwa ; d. alasan diperlukannya keterangan dan e. hubungan perkara pidana yang bersangkutan dengan keterangan yang diperlukan tersebut. Dalam penjelasan Pasal 42 menyebutkan kata “dapat” memberikan izin dimaksudkan untuk memberikan penegasan bahwa izin oleh pimpinan Bank Indonesia akan diberikan sepanjang permintaan tersebut telah memenuhi syarat dan tata cara seperti disebutkan dalam Pasal 42 ayat (2) dan (3).30 30 Ibid, hal. 159 Veronika D.L. Pandiangan : Upaya Bank Dalam Menjaga Rahasia Bank Sebagai Wujud Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Penyimpan Di PT. Bank SUMUT Cabang USU Medan, 2008. USU Repository © 2009 49 Ad.4. Kepentingan pemeriksaan peradilan perdata Dalam Pasal 43 disebutkan dalam perkara perdata antara bank dengan nasabahnya, direksi bank yang bersangkutan dapat menginformasikan kepada pengadilan tentang keadaan keuangan nasabah yang bersangkutan dan memberikan keterangan lain yang relevan dengan perkara tersebut. Ketentuan ini merupakan landasan hukum dan alasan dapat dibukanya atau diterobosnya ketentuan rahasia bank untuk kepentingan penyelesaian perkara perdata antara bank dan nasabahnya di pengadilan. Untuk itu direksi dari bank yang bersangkutan dapat memberikan keterangan mengenai keadaan keungan dari nasabah tersebut. 31 Ad.5. Kepentingan tukar-menukar informasi antar bank Pasal 44 ayat (1) menyebutkan dalam rangka tukar-menukar informasi antar bank, direksi bank dapat memberitahukan keadaan keuangan nasabahnya kepada bank lain. Tujuan menukar informasi antar bank dimaksudkan untuk memperlancar dan mengamankan kegiatan usaha bank, antara lain guna mencegah kredit tangkap serta mengetahui keadaan dan status dari suatu bank yang lain. Dengan demikian, bank dapat menilai tingkat resiko yang dihadapi sebelum melakukan suatu transaksi dengan nasabah atau dengan bank lain. Hal ini ditegaskan kembali dalam Pasal 32 Perpu No. 23 Tahun 1967, disebutkan bahwa Bank Indonesia mengatur dan mengembangkan sistem infomasi antar bank. Penyelenggaraan dapat dilakukan sendiri oleh Bank Indonesia dan/atau pihak lain dengan persetujuan Bank Indonesia. Informasi antar bank tersebut antara lain berupa : 31 Hermansyah, Op.Cit., hal. 112. Veronika D.L. Pandiangan : Upaya Bank Dalam Menjaga Rahasia Bank Sebagai Wujud Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Penyimpan Di PT. Bank SUMUT Cabang USU Medan, 2008. USU Repository © 2009 50 1. informasi bank, untuk mengetahui keadaan dan status bank dalam rangka melakukan kerja sama atau transaksi dengan bank ; 2. informasi kredit, untuk mengetahui status dan keadaan debitor bank guna mencegah penyimpangan pengelolaan perkreditan ; 3. informasi pasar uang, untuk mengetahui tingkat suku bunga dan kondisi likuiditas pasar. Selanjutnya dalam ayat 2, ketentuan mengenai tukar-menukar informasi antar bank diatur lebih lanjut oleh Bank Indonesia. Sebelumnya Bank Indonesia telah mengatur ketentuan tata cara tukar-menukar informasi antar bank sebagaimana dalam Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 27/6/UPB masing-masing tanggal 25 Januari 1995 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan tukar-menukar informasi antar bank adalah permintaan pemberian informasi mengenai keadaan kredit yang diberikan bank kepada debitor tertentu dan keadaan serta status suatu bank. Informasi antar bank ini hanya dapat dilakukan oleh anggota direksi atau pejabat yang memperoleh penunjukan sebagaimana diatur oleh ketentuan internal masing-masing bank. Ada 2 bentuk permintaan informasi antar bank ini yaitu : 1. Permintaan informasi kepada bank lain Bank dapat meminta informasi kepada bank lain mengenai keadaan debitor tertentu secara tertulis dari direksi bank dengan menyebutkan secara jelas tujuan penggunaan informasi yang diminta ; Permintaan informasi mengenai keadaan kredit dapat dilakukan oleh : a. Bank umum kepada bank umum b.BPR kepada BPR Veronika D.L. Pandiangan : Upaya Bank Dalam Menjaga Rahasia Bank Sebagai Wujud Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Penyimpan Di PT. Bank SUMUT Cabang USU Medan, 2008. USU Repository © 2009 51 Bank yang dimintai informasi wajib memberikan informasi secara tertulis sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Untuk nasabah yang masih tercatat sebagai debitor aktif (nasabah aktif) cukup dengan menegaskan bahwa nasabah dimaksud adalah debitor bank yang bersangkutan. Sedangkan untuk nasabah yang tidak lagi tercatat sebagai debitor aktif (nasabah tidak aktif) informasinya dapat meliputi : b. data debitor ; c. data pengurus ; d. data agunan ; e. data jumlah fasilitas kredit yang diberikan ; f. data keadaan kolektibilitas terakhir. Informasi yang diterima oleh bank peminta, bersifat rahasia dan wajib digunakan sesuai dengan tujuan penggunaan sebagaimana disebutkan dalam surat permintaan informasi. Bank yang melanggar akan dikenakan sanksi administratif yang dapat menurunkan tingkat kesehatan bank ; 2. Permintaan informasi melalui Bank Indonesia Bank dapat meminta informasi mengenai nasabah debitor kepada Bank Indonesia atau keadaan dan status suatu bank melalui Bank Indonesia secara tertulis dengan menyebut secara jelas tujuan penggunaan informasi yang diminta. Informasi mengenai bank yang dapat diberikan oleh Bank Indonesia tersebut meliputi : a. nomor dan tanggal akta pendirian dan izin usaha ; b. status/jenis usaha ; Veronika D.L. Pandiangan : Upaya Bank Dalam Menjaga Rahasia Bank Sebagai Wujud Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Penyimpan Di PT. Bank SUMUT Cabang USU Medan, 2008. USU Repository © 2009 52 c. tempat kedudukan ; d. susunan pengurus ; e. permodalan ; f. neraca yang telah diumuman ; g. pengikutsertaan dalam kliring ; dan h. jumlah kantor bank. Bank yang melanggar ketentuan ini dikenakan sanksi administratif yang dapat menurunkan tingkat kesehatan bank. 32 Ad.6. Kepentingan pihak lain yang ditunjuk nasabah Pengecualian ini disebutkan dalam Pasal 44 A yang merupakan ketentuan baru yang ditambahkan dalam Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Pasal 44 A ayat (1) menetapkan bahwa atas permintaan, persetujuan atau kuasa dari nasabah penyimpan yang dibuat secara tertulis, bank wajib memberikan keterangan mengenai simpanan nasabah penyimpanan pada bank yang bersangkutan kepada pihak yang ditunjuk oleh nasabah penyimpan tersebut. Kalau diperhatikan, dasar pengecualian kerahasiaan bank yang ditetapkan dalam Pasal 44A ini berkaitan dengan kepentingan nasabah bukan menyangkut kepentingan umum atau bank itu sendiri. Boleh jadi kerahasiaan bank boleh dibuka asalkan hal itu disetujui oleh nasabah penyimpan dananya. Bank wajib membuka atau memberikan keterangan yang berkaitan : Upaya Bank Menjaga Keamanan Rahasia Bank Dalam Rangka Perlindungan Terhadap Nasabah, 2007. USU Repository © 2009 atau Gubernur Bank Indonesia sendiri. Karena dalam batas – batas pelanggaran sama sekali tidak mencantumkan kemungkinan mengenai pelanggaran yang dilakukan oleh Dewan Gubernur maupun Gubernur Bank Indonesia.74 Selain itu, dari segi perdata pelaku dapat dituntut ganti rugi atas alasan perbuatan melawan hukum (tort of law) karena telah melanggar Pasal 40. Atas pelanggarannya, pelaku diancam dengan tuntutan ganti rugi sesuai dengan Pasal 1365 Kitab Undang – undang Hukum Perdata. Meskipun atas pelanggaran Pasal 40 pelaku telah dijatuhi hukuman pidana, namun hal tersebut tidak mengurangi hak bagi pihak korban untuk menuntut ganti rugi perdata. Pembukaan rahasia bank seseorang selain melanggar Undang – Undang (violation a statutory) juga melanggar hak nasabah (violation of a right) yang dapat mendatangkan kerugian kepada nasabah. Penerapannya dapat disetujui sepanjang pelanggaran dilakukan terhadap kepentingan nasabah atau debitur yang beritikad baik.75 74 Rimsky K. Judisseno, Sistem Moneter dan Perbankan di Indonesia, (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 2002), hal 127. 75 Derita Martiyova Rangkuti. Op cit. Hal 78. Citra Buana Putri Siregar : Upaya Bank Menjaga Keamanan Rahasia Bank Dalam Rangka Perlindungan Terhadap Nasabah, 2007. USU Repository © 2009 BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN 1. Setiap bank wajib memegang teguh prinsip rahasia bank. Adapun salah satu bentuk upaya yang dapat dilakukan bank di dalam menjaga keamanan rahasia bank adalah apabila ada orang yang menanyakan identitas dari nasabah, atau aktivitasnya di bank selain dari ketiga pihak yang berwenang yaitu Kejaksaan, Kepolisian dan Pengadilan, maka bank tidak memberikan informasi apapun. Bank akan merahasiakannya. Dengan melakukan upaya menjaga keamanan rahasia bank berarti secara tidak langsung juga menjaga keamanan keuangan nasabah karena rahasia bank mencakup perlindungan terhadap nasabah dan simpanannya. Di samping itu, upaya lain yang dilakukan oleh bank untuk menjaga keamanan rahasia bank tersebut adalah melalui : a. Kelaziman Operasional; dan b. Pencatatan Pada Bank. Secara umum ketentuan rahasia bank dipandang seringkali menimbulkan benturan antara kepentingan nasabah dan kepentingan bisnis bank itu sendiri. Akan tetapi walaupun demikian keadaannya, bank harus tetap memegang teguh ketentuan rahasia bank ini. Citra Buana Putri Siregar : Upaya Bank Menjaga Keamanan Rahasia Bank Dalam Rangka Perlindungan Terhadap Nasabah, 2007. USU Repository © 2009 2. Masalah tindak pidana perbankan merupakan bagian yang tidak bisa ditinggalkan bila kita membahas hukum perbankan. Sesuai dengan Undang – Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, pelanggaran terhadap ketentuan rahasia bank dikategorikan sebagai ”tindak pidana kejahatan”. Oleh karena itu pelanggar ketentuan rahasia bank, apabila dibandingkan dengan hanya sekedar pelanggaran, perlu diberi sanksi hukum pidana yang lebih berat lagi. Sanksi pidana tersebut bukan hanya sebagai pelengkap suatu peraturan dalam bidang perbankan melainkan diperlukan guna ditaatinya peraturan tersebut. Menurut sistem Undang – Undang Perbankan maka sanksi pidana atas pelanggaran prinsip kerahasiaan bank ini bervariasi. Ada 3 ciri khas dalam hal sanksi pidana terhadap pelanggaran rahasia bank, yaitu : a. Terdapat ancaman hukuman minimal disamping ancaman hukuman maksimal; b. Antara ancaman hukuman penjara dengan hukuman denda bersifat kumulatif, bukan alternatif; c. Tidak ada korelasi antara berat ringannya ancaman hukuman penjara dengan hukuman denda. Selain itu, dari segi perdata pelaku dapat dituntut ganti rugi atas alasan perbuatan melawan hukum (tort of law) karena telah melanggar Pasal 40. Atas pelanggarannya, pelaku diancam dengan tuntutan ganti rugi sesuai dengan Pasal 1365 Kitab Undang – undang Hukum Perdata. Citra Buana Putri Siregar : Upaya Bank Menjaga Keamanan Rahasia Bank Dalam Rangka Perlindungan Terhadap Nasabah, 2007. USU Repository © 2009 B. SARAN Untuk mendorong kondisi perbankan yang sehat serta menghindari kemungkinan timbulnya pelanggaran terhadap prinsip kerahasiaan bank, maka sebaiknya dilakukan tindakan – tindakan antara lain yaitu : 1. Bank sebagai lembaga yang dipercayakan masyarakat untuk menyimpan dananya haruslah memiliki kemampuan untuk melindungi nasabahnya, salah satunya dengan menjunjung tinggi prinsip kerahasiaan bank. 2. Perlu adanya keseragaman di dalam menentukan kategori hal – hal apa saja yang termasuk ke dalam rahasia bank agar lebih mudah penerapannya di dalam praktek, serta terciptanya peraturan yang semakin dapat mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan dunia perbankan khusunya yang menyangkut rahasia bank. 3. Di samping itu, demi tercapainya tujuan untuk menciptakan dunia perbankan yang sehat, maka para pihak yang terkait dengan dunia perbankan diharapkan dapat melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya penyimpangan – penyimpangan yang dapat menyebabkan masalah pada suatu bank. Perbankan yang sehat tidak terlepas dari kualitas para pihak yang terkait, yakni pemilik, pimpinan, dan karyawan serta nasabah sebagai pihak pengguna jasa dan pihak – pihak terkait lainnya. Apabila kewajiban – kewajiban atau ketentuan – ketentuan yang ada ditaati dan dilaksanakan dengan baik oleh para pelaku usaha jasa perbankan, maka Citra Buana Putri Siregar : Upaya Bank Menjaga Keamanan Rahasia Bank Dalam Rangka Perlindungan Terhadap Nasabah, 2007. USU Repository © 2009 diharapkan sektor perbankan akan berkembang dengan baik dan menjadi pendorong kemajuan ekonomi bangsa. Citra Buana Putri Siregar : Upaya Bank Menjaga Keamanan Rahasia Bank Dalam Rangka Perlindungan Terhadap Nasabah, 2007. USU Repository © 2009 DAFTAR PUSTAKA Buku : Afiff, Faisal, dkk, Strategi dan Operasional Bank, Bandung : PT Eresco, 1996. Asikin, Zainal, Pokok – Pokok Hukum Perbankan di Indonesia, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 1995. Bako, Ronny Sautma Hotma, Hubungan Bank dan Nasabah Terhadap Produk Tabungan dan Deposito, Bandung : Citra Aditya Bakti, 1995. Banking, American Institute of, Dasar – Dasar Operasi Bank Principle of Bank Operational), Jakarta : Rineka Cipta, 1995. Djumhana, Muhamad, Rahasia Bank (Ketentuan dan Penerapannya di Indonesia), Bandung : PT Citra Aditya Bakti, 1996. Fitri, Dewi, Tinjauan Hukum Terhadap Prinsip Rahasia Bank dikaitkan dengan Sistem Perbankan di Indonesia, Medan : FH – USU (Skripsi, tidak dipublikasikan), 2004. Fuady, Munir, Hukum Perbankan Modern (Berdasarkan Undang – Undang Tahun 1998) Buku Kesatu, Bandung : PT Citra Aditya Bakti, 1999. ______,Hukum Perbankan Modern (Buku Kesatu), Bandung : PT Citra Aditya Bakti, 2003. Hermansyah, Hukum Perbankan Nasional Indonesia, Jakarta : Kencana, 2005. Husein, Yunus, Rahasia Bank Privasi Versus Kepentingan Umum, Jakarta : FH – UI, 2003. Citra Buana Putri Siregar : Upaya Bank Menjaga Keamanan Rahasia Bank Dalam Rangka Perlindungan Terhadap Nasabah, 2007. USU Repository © 2009 Judisseno, Rimsky K., Sistem Moneter dan Perbankan di Indonesia, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 2002. Kasmir, Dasar – Dasar Perbankan, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2002. Kusmaningtuti, Pustaka Peradilan Jilid II, Jakarta : Mahkamah Agung RI, 1994. Muhammad, Abdul Kadir dan Rilda Murniati, Segi Hukum Lembaga Keuangan dan Pembiayaan, Bandung : PT Citra Aditya Bakti, 2000. Pardede, Marulak, Hukum Pidana Bank, Jakarta : Pustaka Sinar Harapan, 1995. _________, Penelitian Hukum tentang Aspek – aspek Hukum Likuidasi dalam Usaha Perbankan, Jakarta : Badan Pembinaan Hukum Nasional Departemen Kehakiman RI, 1996. Rangkuti, Derita Martiyova, Ketentuan Rahasia Bank dalam Penerapannya dalam Praktik Perbankan di Indonesia Setelah Keluarnya UU No. 10 Tahun 1998, Medan : FH – USU (Skripsi, tidak dipublikasikan), 2005. Susilo, Y. Sri, dkk, Bank & Lembaga Keuangan Lain, Jakarta : Salemba Empat, 2000. Sutedi, Adrian, Hukum Perbankan (Suatu Tinjauan Pencucian Uang, Merger, Likuidasi dan Kepailitan), Jakarta : Sinar Grafika, 2006. Tri, Widiyono, Aspek Hukum Operasional Transaksi Produk Perbankan di Indonesia (Simpanan, Jasa dan Kredit), Jakarta : Ghalia Indonesia, 2006. Usman, Rachmadi, Aspek – aspek Hukum Perbankan di Indonesia, Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama, 2001. Citra Buana Putri Siregar : Upaya Bank Menjaga Keamanan Rahasia Bank Dalam Rangka Perlindungan Terhadap Nasabah, 2007. USU Repository © 2009 Majalah : Syahdeni, Sutan Remy, Rahasia Bank dan Berbagai Masalah Disekitarnya, Jurnal Hukum Bisnis, 1999. Peraturan Perundang – undangan : Kitab Undang – undang Hukum Perdata Undang – undang Nomor 14 Tahun 1967 tentang Pokok – pokok Perbankan. Undang – undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Pokok – pokok Perbankan. Undang – undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Citra Buana Putri Siregar : Upaya Bank Menjaga Keamanan Rahasia Bank Dalam Rangka Perlindungan Terhadap Nasabah, 2007. USU Repository © 2009
Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Berkaitan dengan Menjaga Rahasia Bank (Studi Kasus Pada Bank Agro Kantor Cabang Medan). Hukum Perbankan Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Berkaitan dengan Menjaga Rahasia Bank (Studi Kasus Pada Bank Agro Kantor Cabang Medan). Latar Belakang Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Berkaitan dengan Menjaga Rahasia Bank (Studi Kasus Pada Bank Agro Kantor Cabang Medan). Sanksi Pelanggaran Rahasia Bank Sistematika Penulisan Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Berkaitan dengan Menjaga Rahasia Bank (Studi Kasus Pada Bank Agro Kantor Cabang Medan). Upaya Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Oleh Bank
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Berkaitan dengan Menjaga Rahasia Bank (Studi Kasus Pada Bank Agro Kantor Cabang Medan).

Gratis