Feedback

Pengukuran Kinerja Teknologi Informasi Menggunakan Framework CobIT Versi 4.1 dengan Model Maturity Level Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) cabang Medan

Informasi dokumen
SKRIPSI Pengukuran Kinerja Teknologi Informasi Menggunakan Framework CobIT Versi 4.1 dengan Model Maturity Level Pada PT.Bank Tabungan Negara ( Persero) Cabang Medan Oleh IRA WATI Br PINEM 090522071 Program Studi Strata 1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara 2011 Universitas Sumatera Utara UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI MEDAN PERSETUJUAN ADMINISTRASI AKADEMIK NAMA : Ira Wati Br Pinem NIM : 090522071 DEPARTEMEN : AKUNTANSI JUDUL SKRIPSI : Pengukuran Kinerja Teknologi Informasi Menggunakan Framework CobIT Versi 4.1 dengan Model Maturity Level Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) cabang Medan TANGGAL. KETUA DEPARTEMEN (Drs. Firman Syarif , M.Si, AK) TANGGAL. DEKAN (Drs. JHON TAFBU RITONGA, M.Ec) Universitas Sumatera Utara UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI MEDAN PENANGGUNG JAWAB SKRIPSI NAMA : Ira Wati Br Pinem NIM : 090522071 DEPARTEMEN : AKUNTANSI JUDUL SKRIPSI : Pengukuran Kinerja Teknologi Informasi Menggunakan Framework CobIT Versi 4.1 dengan Model Maturity Level Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) cabang Medan MEDAN, 2011 Menyetujui Pembimbing (Sambas Ade Kesuma SE, M.Si, Ak Universitas Sumatera Utara UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI MEDAN Telah diuji pada Tanggal 08 Agustus 2011 PANITIA PENGUJI SKRIPSI Ketua : Drs. Firman Syarif, M.Si, Ak. Pembimbing : Sambas Ade Kesuma SE, M.Si, Ak. Anggota : Drs. Hotmal Ja’far, MM, Ak. Abidillah Arif SE, M.Si.,Ak. Universitas Sumatera Utara UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI MEDAN Telah diuji pada Tanggal 08 Agustus 2011 PANITIA PENGUJI SKRIPSI Ketua : Drs. Firman Syarif, M.Si, Ak. Pembimbing : Sambas Ade Kesuma SE, M.Si, Ak. Anggota : Drs. Hotmal Ja’far, MM, Ak. Abidillah Arif SE, M.Si.,Ak. Universitas Sumatera Utara SURAT PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul: “Pengukuran Kinerja Teknologi Informasi Menggunakan Framework CobIT Versi 4.1 dengan Model Maturity Level Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Medan” Adalah benar hasil karya saya sendiri dan judul yang disusun sebagai tugas akhir guna untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Medan. Apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi sesuai peraturan yang berlaku. Medan, 01 Agustus 2011 Ira Wati Br Pinem Nim : 090522071 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Tatakelola Teknologi Informasi (TI) merupakan salah satu aspek penting dari tatakelola perusahaan secara keseluruhan. Pengelolaan TI yang baik akan menjamin efisiensi dan pencapaian kualitas layanan yang baik bagi tujuan bisnis perusahaan. Penerapan tatakelola ini harus direncanakan dengan baik agar dapat diimplementasikan sesuai dengan kondisi dan kemampuan perusahaan. Salah satu kerangka kerja tatakelola TI adalah CobIT Versi 4.1 yang merupakan pedoman yang paling lengkap dari praktik-praktik terbaik untuk manajemen TI yang mencakup 4 (empat) domain, yaitu perencanaan dan organisasi, perolehan dan implementasi, penyerahan dan pendukung dan monitoring. Pengukuran kinerja TI menggunakan CobIT versi 4.1 dilakukan dengan model Maturity Level yang bertujuan untuk melihat gambaran kondisi perusahaan saat ini dimasa yang akan datang. Maturity level menggunakan suatu metode penilaian sedemikian rupa sehingga suatu organisasi dapat dinilai dari non-existence ke optimized (dari 0 ke 5). Dari penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa peran TI pada PT. BTN (Persero) dalam skala maturity model adalah skala 4 (managed). Hal ini menunjukkan bahwa PT. BTN (Persero) dapat mengukur dan memonitor prosedur yang ada sehingga mudah di tanggulangi jika terjadi penyimpangan. Proses yang ada sudah berjalan baik dan konstan, tetapi otomasi dan perangkat TI yang digunakan terbatas. Kata kunci : Pengelolaan TI, CobIT Versi 4.1, Maturity Level Universitas Sumatera Utara ABSTRACT The management of information technology (IT) is one of important aspects in managing an organization in whole. The management of IT properly shall assure efficiency and help organizing in achieving a good quality in serving according to the target of organization for the business. In applying this management must be planned well and possible to implement refers to condition and capability of organization. One of reliable frame of working in adopting IT is with CobIT 4.1 version, is well known most completed with guidance from the best practices to implement IT managemente comprising 4 (four) domains, they are the planning and organization, returning and implementation, delivering and supporting and monitoring. In measuring IT almost using CobIT 4.1 version there is operated with a Maturing Level model with primary intend to see the condition of currently organization and for future moment. The Maturing Level is employing a special method for assessment such practice that organization can be seen from nonexistence to optimized ( from 0 to 5). By this study it is taken conclusion that the role of IT on PT. BTN ( Persero ) in a Maturity Model scale is in scale 4 ( managed ). This indicated that PT. BTN (Persero) can assess and monitor the procedure available, in that view is easy to deal with if any violations. The process available running properly and constant, however the auto-process and IT wares in used is limited. Keywords : IT management, CobIT Version 4.1, Maturity Level. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Alhamdulillahirobbil’alamin, puji dan syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala berkah dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengukuran Kinerja Teknologi Informasi Menggunakan Framework CobIT Versi 4.1 dengan Model Maturity Level Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) cabang Medan” sebagai salah satu syarat kelulusan dalam menyelesaikan pendidikan program S1 Ekstensi Fakultas Ekonomi departemen Akuntansi di Universitas Sumatera Utara. Peneliti telah belajar dan berusaha semampunya untuk membuat skripsi ini memiliki kualitas ilmu yang baik dan bermanfaat. Namun sebagai seorang manusia biasa peneliti menyadari adanya kekurangan-kekurangan dalam penulisan skripsi ini sehingga masih jauh dari kesempurnaan . Dengan hati dan pikiran yang terbuka, peneliti sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dan memperbaiki karya ilmiah ini sehingga menjadi lebih baik dalam penyusunan di masa mendatang. Peneliti menyadari sepenuhnya telah memperoleh bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak secara moral, materil dan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu dengan setulus hati penulis mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada: Universitas Sumatera Utara 1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, 2. Bapak Drs. Firman Syarif, M.Si., Ak., selaku Ketua Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, 3. Ibu Dra. Mutia Ismail, MM. Ak., selaku Sekretaris Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, 4. Bapak Sambas Ade Kesuma SE, M.Si., Ak., selaku dosen pembimbing yang telah banyak membantu dan memberikan bimbingan kepada peneliti dalam proses penyusunan skripsi ini, 5. Bapak Drs. Hotmal Ja’far, MM., Ak., selaku Dosen Pembanding I dan Bapak Abidillah Arif SE,M.Si, Ak., selaku Dosen Pembanding II yang telah banyak memberikan masukan kepada peneliti untuk lebih menyempurnakan skripsi ini, 6. Seluruh karyawan dan staf PT. Bank Tabungan Negara (Persero) cabang Medan yang telah meluangkan waktunya untuk mengisi kuesioner, memberikan bimbingan dan semangat pada penulis dalam penyelesaian skripsi ini. 7. Kedua orangtuaku terkasih ayahanda Alm. Ramli Pinem dan ibunda Sudar Lina Br Tarigan, serta kakak dan adikku tersayang Kak Nerlin, Kak Suri, Jepri, Toni dan Sasalina terimakasih buat doa, dukungan baik materil dan moral. Semuanya sungguh berarti dalam hidupku Universitas Sumatera Utara Semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih. Medan, 01 Agustus 2011 Peneliti (Ira Wati Br Pinem) NIM. 090522071 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK . i ABSTRACT. ii KATA PENGANTAR. iii DAFTAR ISI. v DAFTAR TABEL. vi DAFTAR GAMBAR. vii DAFTAR LAMPIRAN. viii DAFTAR SINGKATAN . ix BAB I BAB II PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian. 1 1.2 Perumusan Masalah. 5 1.3 Tujuan Penelitian. 5 1.4 Manfaat Penelitian. 6 1.5 Sistematika Penelitian. 8 TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis. 10 2.1 CobIT for IT Governance. 10 2.2 Framework CobIT Versi 4.1. 13 2.3 Maturity Model. 19 B. Tinjauan Penelitian Terdahulu . 21 C. Kerangka Konseptual. 24 Universitas Sumatera Utara BAB III METODE PENELITIAN A. Teknik Penentuan Sampel. 25 B. Prosedur Pengumpulan Data. 29 C. Definisi Operasional Variabel. 29 D. Analisis Data. 30 E. Jadwal dan Lokasi Penelitian. 31 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Data Penelitian. 31 4.1 Sejarah Singkat Berdirinya PT. BTN (Persero). 31 4.2 Visi dan Misi PT. BTN (Persero). 34 4.3 Struktur Organisasi PT. BTN (Persero). 35 4.4 Kegiatan Usaha PT. BTN (Persero). 45 B. Analisis Pengukuran Kinerja Perusahaan dengan Maturity Models. 47 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan. 56 B. Keterbatasan Penelitian. 57 C. Saran. 58 DAFTAR PUSTAKA. 58 LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL No. Tabel Tabel 2.1 Tabel 2.2 Tabel 2.4 Tabel 3.1 Tabel 4.1 Judul Halaman Kriteria Kerja CobIT. Domain & High Controls CobIT. Ringkasan Penelitian Terdahulu. Rencana Jadwal Penelitian. Data Mean Responden Maturity Level. 11 14 23 25 48 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR No. Gambar Judul Halaman Gambar 1.1 Kerangka Konseptual. 7 Gambar 2.3 Konsep CobIT Framework. 18 Gambar 4.2 Maturity Level. 50 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN No. Lampiran Judul Halaman i Perhitungan Data Mean Responden Maturity Level. ii Struktur Organisasi PT. BTN (Persero). iii Surat Izin Reserch. iv Contoh Kuesioner. Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Tatakelola Teknologi Informasi (TI) merupakan salah satu aspek penting dari tatakelola perusahaan secara keseluruhan. Pengelolaan TI yang baik akan menjamin efisiensi dan pencapaian kualitas layanan yang baik bagi tujuan bisnis perusahaan. Penerapan tatakelola ini harus direncanakan dengan baik agar dapat diimplementasikan sesuai dengan kondisi dan kemampuan perusahaan. Salah satu kerangka kerja tatakelola TI adalah CobIT Versi 4.1 yang merupakan pedoman yang paling lengkap dari praktik-praktik terbaik untuk manajemen TI yang mencakup 4 (empat) domain, yaitu perencanaan dan organisasi, perolehan dan implementasi, penyerahan dan pendukung dan monitoring. Pengukuran kinerja TI menggunakan CobIT versi 4.1 dilakukan dengan model Maturity Level yang bertujuan untuk melihat gambaran kondisi perusahaan saat ini dimasa yang akan datang. Maturity level menggunakan suatu metode penilaian sedemikian rupa sehingga suatu organisasi dapat dinilai dari non-existence ke optimized (dari 0 ke 5). Dari penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa peran TI pada PT. BTN (Persero) dalam skala maturity model adalah skala 4 (managed). Hal ini menunjukkan bahwa PT. BTN (Persero) dapat mengukur dan memonitor prosedur yang ada sehingga mudah di tanggulangi jika terjadi penyimpangan. Proses yang ada sudah berjalan baik dan konstan, tetapi otomasi dan perangkat TI yang digunakan terbatas. Kata kunci : Pengelolaan TI, CobIT Versi 4.1, Maturity Level Universitas Sumatera Utara ABSTRACT The management of information technology (IT) is one of important aspects in managing an organization in whole. The management of IT properly shall assure efficiency and help organizing in achieving a good quality in serving according to the target of organization for the business. In applying this management must be planned well and possible to implement refers to condition and capability of organization. One of reliable frame of working in adopting IT is with CobIT 4.1 version, is well known most completed with guidance from the best practices to implement IT managemente comprising 4 (four) domains, they are the planning and organization, returning and implementation, delivering and supporting and monitoring. In measuring IT almost using CobIT 4.1 version there is operated with a Maturing Level model with primary intend to see the condition of currently organization and for future moment. The Maturing Level is employing a special method for assessment such practice that organization can be seen from nonexistence to optimized ( from 0 to 5). By this study it is taken conclusion that the role of IT on PT. BTN ( Persero ) in a Maturity Model scale is in scale 4 ( managed ). This indicated that PT. BTN (Persero) can assess and monitor the procedure available, in that view is easy to deal with if any violations. The process available running properly and constant, however the auto-process and IT wares in used is limited. Keywords : IT management, CobIT Version 4.1, Maturity Level. Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN Memasuki tahun 2011 persaingan bisnis di berbagai industri, termasuk di industri keuangan, semakin sengit dan meruncing. Dalam bersaing, banyak perusahaan di Industri perbankan melakukan cara-cara yang tepat dalam menjaring nasabah, baik dengan cara pertumbuhan organik maupun anorganik, diantaranya melakukan merger-akuisisi (merger-aquisition), yang artinya mendapatkan nasabah sekaligus memperoleh sistem dan tenaga kerja yang mapan di bidangnya. Kendati di lain pihak, perusahaan-perusahaan yang melakukan merger-akuisisi itu mesti melakukan konsolidasi internal agar tetap bisa efektif dan efisien serta tetap memenuhi norma-norma complience and risk management yang baik dan benar. Saat ini semua tahu bahwa dunia keuangan khususnya perbankan tidak bisa lepas dari Teknologi Informasi (TI) sebagai bagian utama penunjang kinerja dan proses di belakangnya. Dimana nasabah ingin melakukan transaksi keuangan biasanya tidak nyaman lagi apabila transaksinya lebih dari hitungan detik atau menit, apalagi dalam hitungan jam atau bahkan hari. Sehingga pelayanan perbankan terus ditingkatkan melalui media elektronik atau selanjutnya di sebut Electronic Banking yang memungkinkan nasabah bertransaksi dan melakukan komunikasi melalui elektronik antara lain ATM, phone banking, electronic fund Universitas Sumatera Utara transfer, internet banking dan mobile phone sehingga tidak perlu lagi mengantre di depan teller atau kasir. Peran TI di dunia perbankan sangat utama, kendati bisa dikatakan apabila tidak dikelola dengan baik, akan menyebabkan kurang efisiennya proses internal dan eksternal serta sangat memengaruhi kinerja dan performa perusahaan itu sendiri. Sehingga diperlukan tim yang kuat untuk menciptakan TI dalam proses operasi dan sistem informasi. Menurut John Ward dan Joe Pepard (2002) TI atau information technology (IT) “.refers specially to technology, essentially hardware, software and telecommunication networks. Its both tangible and intangible” hardware mencakup seluruh phsical equipment, sedang software mencakup program menetapkan: a. Mencabut Postpaarbank Ordonantie (Staatblad 1934 No. 653) yang diubah terakhir dengan undang-undang darurat No. 9 tahun 1950. b. Menetapkan undang-undang Tabungan Post. Namun demikian, sebelum undang-undang No.36 tanggal 28 Desember 1953 diundangkan sebagai undang-undang Bank Tabungan Post, sebelumnya telah diundangkan undang-undang darurat No. 9 tahun 1950 tanggal 9 Februari 1950. Undang-undang yang berisikan tentang perubahan undang-undang Postpaarbank tersebut diumumkan Menteri Keuangan tanggal 13 Februari 1950, yang salah satu pasal didalamnya menyebutkan nama “Postpaarbank In Indonesia” diubah menjadi “Bank Tabungan Post”. Hal lain, sejak ditetapkan secara hukum melalui undangundang darurat No. 9 tahun 1950, ditetapkan pula S. Darmosusanto sebagai Pribumi I yang menduduki jabatan Direktur Bank Tabungan Negara. Berdasarkan kilasan sejarah tersebut, maka tanggal 9 Februari lebih tepat dijadikan sebagai titik tolak hari jadi BTN, karena makna undang-undang darurat No. Tri Wardani : Sistem Informasi Data Kepegawaian Pada PT. Bank Tabungan Negara (PERSERO) Cabang Medan Dengan Menggunakan Visual Basic, 2008. USU Repository © 2009 9 tahun 1950 lebih bersifat monumental disamping mengandung makna histories sekaligus nasionalis. Ini dibuktikan dengan munculnya S. Darmosusanto yang menduduki jabatan Direktur BTN Pribumi I yang menandai bangkitnya Kelompok Pribumi dalam dunia perbankan di Indonesia. Berdasarkan pertimbangan tersebut maka Direksi Bank Tabungan Negara melalui Ketetapan Direksi No. 05/DIR/BIDIR/tanggal 27 September 1993 memutuskan hari lahir BTN adalah tanggal 9 Februari 1950. Dalam perkembangan selanjutnya, tugas Bank Tabungan Negara semakin bertambah ketiga pada tanggal 29 Januari 1974 pemerintah, melalui Surat Menteri Keuangan No.B-49/MK/1974, memberikan tugas untuk menyalurkan dana kredit perumahan melalui pemberian Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang berlangsung sampai saat ini. Tugas khusus inilah yang selanjutnya menjadikan BTN sebagai Bank pelopor KPR, bahkan menjadi bank yang terkemuka dalam bisnis pembiayaan KPR. Ruang lingkup usaha BTN semakin meluas dengan diizinkannya untuk beroperasi sebagai Bank Umum, yaitu melalui Surat BI No. 22/9/DIR/UPG tanggal 29 April 1989. Status hukum BTN selanjutnya dirubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Bank Tabungan Negara melalui Peraturan Pemerintah RI No. 24 tahun 1992 tentang Penyesuaian Bentuk Hukum BTN. Sampai tahun 2002, PT. Bank Tabungan Negara (Persero) telah berkembang ke seluruh wilayah Indonesia, dan memiliki jaringan cukup luas yang meliputi 48 Kantor Cabang termasuk Kantor Cabang Medan. Tri Wardani : Sistem Informasi Data Kepegawaian Pada PT. Bank Tabungan Negara (PERSERO) Cabang Medan Dengan Menggunakan Visual Basic, 2008. USU Repository © 2009 3.1.2 Struktur Organisasi Struktur organisasi perusahaan merupakan pencerminan dari kebijaksanaan yang ditempuh untuk mengkoordinir manusia, peralatan dan fasilitas lainnya yang terlibat didalamnya, guna tercapainya suatu tujuan yang sudah ditetapkan dengan cara yang paling efisien. Dari beberapa jenis struktur organisasi yang ada, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Medan dengan jumlah karyawan 150 orang termasuk kategori perusahaan besar dari segi jumlah tenaga kerja, mempunyai sifat hubungan kerja Sentralisasi dengan kantor pusat yang berkedudukan di Jakarta. Maksudnya seluruh aktivitas yang dilaksanakan Kantor Cabang termasuk Kantor Cabang Pembantu yang ada di 9 lokasi (Pusat Pasar, Perumnas Helvetia, H.M Yamin, Perumnas Simalingkar, Iskandar Muda, Tebing Tinggi, Pematang Siantar, Banda Aceh dan Lhokseumawe) harus dilaporkan ke Kantor Pusat. Berdasarkan Struktur Organisasi bahwa PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Medan dipimpin oleh seorang Kepala Cabang atau Branch Manager, yang membawahi 1 (satu) orang Deputy Branch Manager (DBM) atau Wakil Kepala Cabang, 1 (satu orang) Deputy Branch Manager Yunior yang membawahi operasional cabang dan 1 (satu) orang Assistant Branch Manager (ABM) atau Pembantu Pimpinan Cabang. Diluar struktur Kantor Cabang tersebut, juga terdapat unit kerja fungsional lainnya yaitu Kantor Cabang Pembantu. Kepala Kantor Cabang Pembantu adalah pejabat setingkat ABM yang bertanggung jawab langsung kepada Kepala Cabang. Untuk kelancaran dan ketertiban administrasi pelaksanaan tugas-tugasnya, Kepala Cabang didukung oleh Sekretaris dan staf pembantu tugas-tugas kesekretariatan. Tri Wardani : Sistem Informasi Data Kepegawaian Pada PT. Bank Tabungan Negara (PERSERO) Cabang Medan Dengan Menggunakan Visual Basic, 2008. USU Repository © 2009 Deputy Branch Manager Yunior (DBM Yunior) bidang Operation membawahi unitunit kerja yang termasuk dalam kelompok Operational, yaitu : 1. Seksi Transaction and Processing (TP). 2. Seksi Loan Administration (LA). 3. Seksi Umum (General Branch Administration/GBA). Deputy Branch Manager (DBM) Retail Service yang juga disebut sebagai Wakil Kepala Cabang membawahi unit kerja yang termasuk dalam kelompok retail service yaitu : 1. Seksi Loan Service (LS) atau pelayanan kredit. 2. Seksi Teller Service (TS). 3. Seksi/unit kerja Customer Service (CS) atau pelayanan nasabah. Sedangkan ABM Loan Recovery membawahi satu unit kerja yaitu Seksi Loan Recovery (LR) atau pembinaan kredit. Adapun unit kerja Accounting and Control, dan Kantor Cabang Pembantu (Kancapem) langsung dibawahi oleh Kepala Cabang (Branch Manager). 3.1.3 Uraian Tugas (Job Description) Setiap unit kerja yang ada di PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Medan mengemban tugas yang berbeda-beda namun membentuk suatu link atau mata rantai alur pekerjaan, yang bermuara pada pemberian pelayanan kepada nasabah dengan kualitas pelayanan sesuai standar yang ditetapkan. Tri Wardani : Sistem Informasi Data Kepegawaian Pada PT. Bank Tabungan Negara (PERSERO) Cabang Medan Dengan Menggunakan Visual Basic, 2008. USU Repository © 2009 Semua unit kerja tersebut secara umum terbagi menjadi 2 (dua) bagian besar, yaitu Front Office dan Back Office. Kelompok Front Office adalah unit-unit kerja yang langsung berhubungan dengan nasabah retail, yaitu unit kerja Customer Service, Teller Service dan Loan Service. Sedangkan Back Office adalah unit kerja yang dalam melakukan tugasnya tidak berhubungan secara langsung dengan nasabah, yaitu unit kerja Transaction Processing, Accounting and Control, Loan Administration, Loan Recovery, dan Seksi Umum (GBA). Adapun unit kerja Kancapem didalamnya terdapat unsur-unsur Front Office dan Back office secara bersama-sama. Secara singkat, pembagian tugas masing-masing unit kerja dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Unit Kerja Transaction Processing (TP) Tugas unit kerja Transaction Processing secara umum adalah menangani transaksi pemindah-bukuan, transaksi dan proses kliring, pemeliharaan likuiditas, pemrosesan transaksi, pemeliharaan sistem komputer (hardware dan software), administrasi transaksi Tabungan Kantor Pos, Pemeliharaan ATM, dan transaksi pemindah-bukuan lainnya. Rincian tugasnya adalah sebagai berikut : a. Melakukan proses kliring. b. Memproses transaksi angsuran KPR, dari entry data, penelusuran dummy, koreksi klaim dan pemutakhiran master debitur. c. Mengadministrasikan transaksi Tabungan Kantor Pos. d. Administrasi dan pemrosesan Nota Pembukuan Khusus (NPK) dan Nota Pembukuan Umum (NPU). Tri Wardani : Sistem Informasi Data Kepegawaian Pada PT. Bank Tabungan Negara (PERSERO) Cabang Medan Dengan Menggunakan Visual Basic, 2008. USU Repository © 2009 e. Pemrosesan transaksi pemindah-bukuan dana, kredit, dan umum. f. Pemeliharaan likuiditas dan administrasi perpajakan. g. Pembuatan laporan Likuiditas BI, Rekening Antar Kantor (RAK), pajak, dan surplus minus tabungan Kantor Pos. h. Pemrosesan data transaksi melalui sistem komputer. i. Perawatan hardware dan software komputer. j. Perawatan dan pemeliharaan mesin ATM. k. Melakukan rekonsiliasi SL dan General Ledger. 2. Unit kerja Accounting and Control (ACC.) Unit kerja ini secara umum bertugas mengontrol data transaksi harian, mengelola buku besar (GL) Kantor Cabang, mengelola dan mengarsipkan bukti transaksi, membuat nota jurnal, dan mengkoordinasikan rekonsiliasi SL dan GL setiap unit kerja yang memegang SL. Tugas-tugas tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: a. Memeriksa kas besar dan kas ATM. b. Memeriksa sandi jurnal/sandi pemindah-bukuan dan validasinya. c. Memeriksa/rekonsiliasi rekening milik BTN di bank lain. d. Memeriksa Laporan Likuiditas. e. Membuat Laporan Dana Harian. f. Membuat Laporan Sistem Informasi Peyediaan Dana (SIPD), Laporan Bulanan Bank Umum (LBBU), dan Sistem Informasi Keuangan ke Bank Indonesia. g. Menyelenggarakan dan menindaklanjuti audit intern dan audit koordinasi. h. Memeriksa neraca harian dan bulanan. i. Mengelola buku besar Cabang dari mulai entry bukti transaksi sampai cetak General Ledger (GL) dan mencocokkan dengan listingnya. j. Mengelola bukti transaksi. Tri Wardani : Sistem Informasi Data Dibawah ini adalah tabel yang menjelaskan besarnya dana yang disalurkan masyarakat dalam bentuk bentuk simpanan yang berupa tabungan, deposito dan giro. Tabel ini dijelaskan secara pertahun, yaitu dimulai dari bulan Desember 2008, Desember 2009, Desember 2010 Maka dengan adanya jumlah dari masingmasing sumber dana akan didapat besarnya persentase tabungan terhadap deposito dan giro. Tabel 3.3 Sumber Dana Bank PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan Periode Tahun 2008 s/d 2010 (Per 31 Desember) Tahun Deposito 2008 Rp. 34.908 2009 Rp. 21.160 2010 Rp. 28.434 Total Rp. 84.502 Sumber Dana Pihak Ketiga (dalam jutaan) Giro Rp. 12.562 Rp. 23.413 Rp. 53.508 Rp. 89.483 Tabungan Total Rp. 51.080 Rp. 98.550 Rp. 22.412 Rp. 66.985 Rp. 91.013 Rp. 172.955 Rp.164.505 Rp. 338.490 KETERANGAN: 1. total deposito pada tahun 2008, 2009 dan 2010 adalah Rp. 84.502.000.000, 2. total giro pada tahun 2008, 2009 dan 2010 adalah Rp. 89.483.000.000, 3. total tabungan pada tahun 2008, 2009 dan 2010 adalah Rp. 164.505.000.000, 4. total sumber dana pihak ketiga pada tahun 2008 adalah Rp. 98.550.000.000, 5. total sumber dana pihak ketiga pada tahun 2009 adalah Rp. 66.985.000.000, 6. total sumber dana pihak ketiga pada tahun 2010 adalah Rp.172.955.000.000, 7. total sumber dana pihak ketiga pada tahun 2008, 2009 dan 2010 adalah Rp.338.490.000.000. Dari tabel diatas (Tabel 3.3) maka dapat disimpulkan bahwa sumber dana terbesar berasal dari tabungan. Deposito mengalami penurunan di tahun 2008, dan mengalami kenaikan pada tahun 2010. Pada giro selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya . Dan pada tabungan mengalami penurunan pada tahun 2009 dan mengalami kenaikan pada tahun 2010. Dari total sumber dana bank tersebut pada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan periode 2008, 2009 dan 2010, maka besarnya persentase tabungan terhadap deposito dan giro dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: Total Tabungan Persentase Tabungan = Total Sumber Dana Total Tabungan Persentase Tabungan = Tot. Tabungan+ Tot Deposito +Tot. Giro Jadi persentase sumber dana pada tahun 2008 adalah: Rp. 51.080.000.000 Tabungan = Rp. 98.550.000.000 = 51,83% Rp. 34.908.000.000 Deposito = Rp. 98.550.000.000 ` = 35,42% Rp. 12.562.000.000 Giro = Rp. 98.550.000.000 = 12,74% Persentase sumber dana pada tahun 2009 adalah: Rp. 22.412.000.000 Tabungan = Rp. 66.985.000.000 = 33,45% Rp. 21.160.000.000 Deposito = Rp. 66.985.000.000 = 31,58% Rp.23.413.000.000 Giro = Rp. 66.985.000.000 = 34,95% Persentase sumber dana pada tahun 2010 adalah: Rp. 91.013.000.000 Tabungan = Rp.172.955.000.000 = 52,62% Rp. 28.434.000.000 Deposito = Rp.172.955.000.000 = 16,44% Rp. 53.508.000.000 Giro = Rp. 172.955.000.000 = 30,93% Tabel 3.4 Persentase Sumber Dana Bank PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan Periode Tahun 2008 s/d 2010 Tahun 2008 2009 2010 Sumber Dana Pihak Ketiga Deposito 35,42% 31,58% 16,44% Giro 12,74% 34,95% 30,93% Tabungan 51,83% 33,45% 52,62% Total 100% 100% 100% KETERANGAN: 1. persentase tabungan terhadap sumber dana pihak ketiga pada tahun 2008 sebesar 51,83%, sedangkan deposito sebesar 35,42% dan giro 12,74% dari sumber dana pihak ketiga, 2. persentase tabungan terhadap sumber dana pihak ketiga pada tahun 2009 sebesar 33,45%, sedangkan deposito sebesar 31,58% dan giro 34,95% dari sumber dana pihak ketiga, 3. persentase tabungan terhadap sumber dana pihak ketiga pada tahun 2010 sebesar 52,62%, sedangkan deposito sebesar 16,44% dan giro 30,93% dari sumber dana pihak ketiga. Grafik 3.1 Grafik Kenaikan Persentase Sumber Dana PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan Periode Tahun 2008 s/d 2010 60% 50% 40% 30% 2008 2009 2010 20% 10% 0% Deposito Giro Tabungan -10% KETERANGAN : 1. nilai persentase deposito menurun ditahun 2009 dan tahun 2010, 2. nilai persentase giro naik di tahun 2009 dan kembali turun di tahun 2010, 3. nilai persentase tabungan turun di tahun 2009 dan kembali naik di Tahun 2010, 4. nilai persentase tabungan dominan lebih besar di banding nilai persentase deposito dan giro. G. Langkah-Langkah yang Ditempuh dalam Peningkatan Frekuensi Tabungan Langkah-langlah yang ditempuh oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) untuk meningkatkan frekuensi tabungan adalah mengadakan undian berhadiah, mengadakan promosi, fasilitas ATM, dan memberikan pelayanan yang baik. 1. Mengadakan undian berhadiah Diadakannya undian berhadiah merupakan cara yang paling tepat untuk menarik minat masyarakat agar menabungkan uangnya ke bank karena pada dasarnya masyarakat akan melakukan sesuatu apabila mendapat imbalan atau hadiah. Contohnya undian berhadiah yang diselenggarakan oleh Bank BTN dalam hal ini adalah program Hujan Emas. 2. Mengadakan promosi Pelaksanaan promosi Bank BTN melalui beberapa media, misalnya media cetak dan media elektronik. Promosi ini bertujuan agar masyarakat umum dapat mengetahui dan mengenal lebih jauh atas keadaan dan perkembangan Bank BTN tersebut. Yang juga pada akhirnya promosi brtujuan untuk memperluas pasar Bank BTN. 3. Fasilitas ATM ATM merupakan suatu alat atau mesin yang berfungsi untuk pengambilan uang bagi nasabah Bank BTN tanpa harus ke bank. ATM ini di tempatkan di beberapa lokasi yang strategis dan mudah dijangkau, misalnya di pusat perbelanjaan. Kartu ATM juga dapat digunakan sebagai kartu belanja, kartu diskon di beberapa tempat usaha yang menjadi mitra Bank BTN sehingga nasabah tidak perlu menggunakan uang tunai dalam melakukan transaksi. 4. Memberikan pelayanan yang baik Pelayanan yang diberikan bank kepada para nasabahnya harus dapat mamuaskan nasabah itu sendiri karena dengan adanya pelayanan yang semakin baik terhadap nasabah, juga akan mempengaruhi frekuensi nasabah itu sendiri. Misalnya, tata ruang yang teratur, full AC, hiasan atau dekorasi ruang yang menarik maupun pelayanan-pelayanan yang secara langsung diberikan oleh karyawan- karyawati meliputi keramahtamahan dalam berbicara serta dengan mimik wajah yang selalu bersemangat yang mencerminkan rasa kekeluargaan dan persahabatan. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan adalah bank milik negara yang usaha pokoknya dalam menghimpun dan menggalang dana masyarakat baik itu dalam bentuk tabungan deposito dan giro serta menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkannya. Dari data yang diperoleh dari pengamatan baik secara langsung maupun tidak langsung serta mengenai uraian-uraian teori maupun data keuangan dengan tinjauan dalam mencari persentase frakuensi tabungan terhadap sumber dana bank, dapat diambil kesimpulan mengenai peranan tabungan sebagai sumber dana pada bank. 1. Persentase tabungan terhadap sumber dana pihak ketiga pada tahun 2008 sebesar 51,83%, sedangkan deposito sebesar 35,42% dan giro 12,74% dari sumber dana pihak ketiga, 2. Persentase tabungan terhadap sumber dana pihak ketiga pada tahun 2009 sebesar 33,45%, sedangkan deposito sebesar 31,58% dan giro 34,95% dari sumber dana pihak ketiga, 3. Persentase tabungan terhadap sumber dana pihak ketiga pada tahun 2010 sebesar 52,62% sedangkan deposito sebesar 16,44% dan giro 30,93 % dari sumber dana pihak ketiga, 4. dari pembagian persentase sumber dana pihak ketiga tahun 2008, 2009, dan 2010, bahwa tabungan adalah sumber dana pihak ketiga yang paling banyak menghimpun dana masyarakat. B. Saran Berdasarkan kesimpulan tersebut yang diambil setelah menganalisis dan mengevaluasi pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan, peneliti mencoba memberikan saran yang kiranya dapat menambah manfaat dalam penulisan tugas akhir ini. 1. Dilihat dari persentase sumber dana pihak ketiga, tabungan memiliki persentase yang lebih tinggi dibanding deposito. Hendaknya Bank BTN lebih giat mengadakan promosi untuk menarik perhatian masyarakat agar lebih tertarik terhadap deposito, karena tabungan sewaktu-waktu dapat diambil sementara deposito hanya dapat diambil dalam waktu-waktu tertentu, 2. Melihat adanya persaingan yang semakin ketat antar bank, hendaknya Bank BTN mengadakan perbaikan-perbaikan dalam beroperasi, seperti melakukan diversifikasi produk sehingga mencapai hasil yang memuaskan, meningkatkan pelayanan menjadi yang terbaik dan menambah fasilitas ATM di berbagai tempat agar memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi (seperti penarikan tunai, transfer dan lain-lain). DAFTAR PUSTAKA Covalier Robert, 1990. Bank Manajement, Cetakan 2, Jakarta: Bumi Aksara, Hadi Sutrirno, 2002. Metode research, Edisi 1, Cetakan 27, Yogyakarta : Andi. Siamat Dahlan, 2001. Manajemen Lembaga Keuangan, Edisi 3, Cetakan 2, Jakarta: Penerbit Fakultas EkonomiUniversitas Indonesia. Siamat Dahlan, 2004. Manajemen Lembaga Keuangan, Edisi 4, Cetakan 2, Jakarta: Penerbit Fakultas EkonomiUniversitas Indonesia. Sinungan Muchdarsyah, 1990. Manajemen Dana Bank, Edisi 2, Cetakan 2, Jakarta: Bumi Aksara. http://www.btn.co.id
Pengukuran Kinerja Teknologi Informasi Menggunakan Framework CobIT Versi 4.1 dengan Model Maturity Level Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) cabang Medan Analisis Pengukuran Kinerja Perusahaan dengan Maturity Models Framework CobIT Versi 4.1 TINJAUAN PUSTAKA LATAR BELAKANG PENELITIAN PENDAHULUAN METODE PENELITIAN Pengukuran Kinerja Teknologi Informasi Menggunakan Framework CobIT Versi 4.1 dengan Model Maturity Level Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) cabang Medan PERUMUSAN MASALAH Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Sistematika Penelitian Tinjauan Penelitian Terdahulu Maturity Model Visi dan Misi PT. BTN Persero Struktur Organisasi PT. Bank Tabungan Negara Persero
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pengukuran Kinerja Teknologi Informasi Menggunakan Framework CobIT Versi 4.1 dengan Model Maturity Level Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) cabang Medan

Gratis