Pengukuran Kinerja Teknologi Informasi Menggunakan Framework CobIT Versi 4.1 dengan Model Maturity Level Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) cabang Medan

 3  77  84  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

PERSETUJUAN ADMINISTRASI AKADEMIK

  NAMA : Ira Wati Br PinemNIM : 090522071DEPARTEMEN : AKUNTANSIJUDUL SKRIPSI : Pengukuran Kinerja Teknologi Informasi Menggunakan Framework CobIT Versi 4.1 dengan Model Maturity Level Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) cabang MedanTANGGAL................................

PENANGGUNG JAWAB SKRIPSI

  Salah satu kerangka kerja tatakelola TI adalah CobIT Versi 4.1 yang merupakan pedomanyang paling lengkap dari praktik-praktik terbaik untuk manajemen TI yang mencakup 4 (empat) domain, yaitu perencanaan dan organisasi, perolehan danimplementasi, penyerahan dan pendukung dan monitoring. Pengukuran kinerja TI menggunakan CobIT versi 4.1 dilakukan dengan model Maturity Level yangbertujuan untuk melihat gambaran kondisi perusahaan saat ini dimasa yang akan datang.

KATA PENGANTAR

  Alhamdulillahirobbil’alamin, puji dan syukur peneliti panjatkan kehadiratAllah SWT atas segala berkah dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengukuran Kinerja Teknologi Informasi Menggunakan Framework CobIT Versi 4.1 dengan Model MaturityLevel Pada PT. Salah satu kerangka kerja tatakelola TI adalah CobIT Versi 4.1 yang merupakan pedomanyang paling lengkap dari praktik-praktik terbaik untuk manajemen TI yang mencakup 4 (empat) domain, yaitu perencanaan dan organisasi, perolehan danimplementasi, penyerahan dan pendukung dan monitoring.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN

  CobIT memberi manajer, auditor, dan pengguna TI, serangkaian langkah yang diterima secara umum, indikator, proses dan praktik terbaik untuk membantu merekadalam memaksimalkan manfaat yang diperoleh melalui penggunaan TI dan pengembangan tatakelola TI yang sesuai dan pengendalian perusahaan. CobIT memiliki 34 proses tingkat tinggi, yang dikategorikan dalam empat domain: Perencanaan dan Organisasi, Perolehan dan Implementasi, Penyerahandan Pendukung, dan Monitor dan Evaluasi.

1.2 PERUMUSAN MASALAH

  Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan diatas, maka peneliti merumuskan beberapa permasalahan dalam bentuk pertanyaan antaralain : 1. Bank Tabungan Negara Tbk di Medan telah memiliki sebuah pedoman dalam mengukur kinerja proses-proses TI yang ada dalamperusahaan?

2. Apakah tingkat kematangan kinerja TI yang meliputi efektifitas, efisiensi

  dan keamanan TI pada PT. Bank Tabungan Negara Tbk di Medan telah sesuai dengan standar yang disusun oleh The IT Governance Institute(ITGI) yaitu CobIT ?

1.3 Tujuan Penelitian

  di Medan dalam mengukur kinerja proses-proses TI yang ada di dalam perusahaan. Untuk mengetahui tingkat kematangan kinerja TI yang meliputi efektifitas, efisiensi dan keamanan TI pada PT.

1.4 Manfaat Penelitian

  Bagi penulis, dapat menambah wawasan dan pengetahuan di bidang teknologi informasi menggunakan framework CobIT versi 4.1. Bagi perusahaan, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan informasi dan kelengkapan data yang bermanfaat dalampertumbuhan perusahaan.

1.5 Sistematika Penelitian

  BAB III : Metode Penelitian Dalam bab ini peneliti menguraikan metode penelitian secara rinci memuat hal-hal berikut ini baik secara keseluruhan atausebagian sesuai dengan masalah dan tujuan dari penelitian yaitu jadwal dan lokasi penelitian, teknik penentuan sampel, prosedurpengumpulan data, definisi operasional variabel, dan analisis data. BAB IV : Analisis Hasil penelitian Dalam bab ini peneliti telah menganalisis hasil penelitian dengan menganalisis data penelitian, mengunakan statistik deskriptif, BAB V : Kesimpulan dan Saran Dalam bab ini peneliti akan membuat kesimpulan dari hasil analisis penelitian yang telah dilakukan dan kemudian penelitiakan mencoba memberikan saran yang dapat diterapkan dalam perusahaan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis

2.1 IT Governance menggunakan CobIT

  Tata kelola TI yang efektif dapat membantu perusahaan dalam memastikan bahwa TI mendukung tujuan bisnis, mengoptimalkaninvestasi dalam TI, dan dengan tepat mengatur risiko dan peluang yang terkait dengan TI. CobIT mempertemukan dan menjembatani kebutuhan manajemen dari celah atau gap antara risiko bisnis, kebutuhan kontrol dan masalah-masalah teknis TI, serta menyediakan referensi best business practices yang mencakup keseluruhan TI dan kaitannya dengan proses bisnis perusahaan danmemaparkannya dalam struktur aktivitas-aktivitas logis yang dapat dikelola serta di kendalikan secara efektif.

2.2 Framework CobIT Versi 4.1

  Provide IT Governance Sumber : Audit Sistem Informasi Pendekatan CobIT, 2009 The CobIT Framework mengukur kinerja TI dengan hal-hal berikut ini :  Maturity Models Untuk memetakan status maturity proses-proses TI (dalam skala 0-5) , yaitu 0 – Non Existent , 1 - Initial , 2 - Repetable , 3 - Defined, 4 - Managed dan 5- Optimized. CobIT diharapkan dapat membantu menemukan berbagai kebutuhan manajemen berkaitan dengan TI, membantu pengoptimalan investasi TI,dan menyediakan ukuran/kriteria ketika terjadi penyelewengan/ penyimpangan, serta dapat diterapkan dan diterima sebagai standardkeamanan TI dan praktek kendali untuk mendukung kebutuhan manajemen dalam menentukan dan monitoring tingkatan yang sesuaidengan keamanan dan kendali organisasi mereka.

2.3 Maturity Model

  Maturity model di desain sebagai profil dari IT processes yang merupakan penggambaran kondisi perusahaan saat ini dan dimasa yang akan datang. Dengan menggunakan maturity model untuk tiap-tiap satu dari 34 prosesTI, manajemen dapat memetakan : Dalam Information Systems Audit and Control Association (ISACA) Foundation (2007), untuk memetakan status kematangan proses-proses teknologi informasi dalam skala 0 – 5 .

B. Tinjauan Penelitian Terdahulu

  Iqbal Saryuddin berjudul “ PengukuranKinerja Teknologi Informasi dengan Menggunakan CobIT 4.0: studi kasus pada Perum Pegadaian” hasil penelitian ini menunjukkan bahwapenggunaan CobIT versi 4.0 sebagai framework dalam tata kelola TI akan lebih baik dalam penyelarasan, berdasarkan fokus bisnis, mudah dipahamiTI itu untuk apa , diterima secara umum oleh pihak ketiga dan menyedikan ukuran-ukuran kinerja yang diselaraskan dengan proses TI. Hasil penelitian bahwa Koperasi Swadharma saat penelitian dilakukan berada pada angka 2,86 yaitu pada level defined process dimana prosedur di koperasi Swadharma sudah di standarisasi , terdokumentasi, dan dikomunikasikan tetapi untuk implementasi masih tergantung pada individu apakah mau mengikuti prosedur tersebut atautidak.

C. Kerangka Konseptual

  Untuk menyelesaikan masalah yang tertuang dalam skripsi ini, penulis akan menguraikan alur berfikir penulis dalam permasalahan sebagai berikut : Framework CobIT Kinerja Teknologi Versi 4.1 dengan Model InformasiMaturity Level Gambar 1.1. Kerangka KonseptualKeterangan :Dengan melakukan pengujian dimana peneliti akan menggunakan pedoman yaitu Framework CobIT dengan Model Maturity Level untuk mengukur kinerjaTeknologi Informasi pada PT.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Teknik Penentuan Sampel Menurut Sekaran (2003) “Sampel adalah bagian populasi yang

  Menentukan Unit SampelSetelah merencanakan pemilihan unit sampel, maka peneliti harus menentukan unit sampel yang akan diberikan kuesioner yaitu bagian TI,Bagian audit internal dan bagian Manajemen yang bekerja di PT. Untuk variabel X yaitu FrameworkCobIT Versi 4.1 dimana untuk ukuran indikator setiap variabelnya yaitu Aquisition and Implementation (Perolehan dan Implementasi), Delivery and Support (Penyerahan dan Pendukung) dan Monitoring and Evaluation (Monitor dan Evaluasi) menggunakan skala likert (skala Nominal) dengan metode maturity level (0-5).

D. Analisis Data

  Data yang masuk dianalisis dengan menggunakan teknik statistic deskriptif dimana data-data akan ditransformasikan sebelumnya kedalam bentuk tabulasi (memasukkan data-data kedalam tabel dan mengatur angka- angka sehingga dapat dihitung jumlah kasus dalam beberapa kategori) untukmenghasilkan suatu penilaian dan kemudian diinterprestasikan. Penilaian yang dilakukan akan menganalisa proses dalam Domain Planing and Organization (Perencanaan dan Organisasi), Aquisition and Implementation (Perolehan dan Implementasi), Delivery and Support (Penyerahan danPendukung) dan Monitoring and Evaluation (Monitor dan Evaluasi).

E. Jadwal dan Lokasi Penelitian

  Adapun tempat penelitian di lakukan di Kantor Cabang PT. 10 A Medan 20151 dan waktu penelitian dimulai pada bulan Februari 2011 dan direncanakan selesai padabulan Mei 2011.

BAB IV HASIL PENELITIAN A. DATA PENELITIAN

4.1 Sejarah Singkat Berdirinya PT. Bank Tabungan Negara ( Persero)

  27 tanggal 16 Oktober 1987 mendirikian Postspaarbank, yang kemudian terus hidup dan berkembang sertatercatat hingga tahun 1939 telah memiliki 4 (empat) cabang yaitu Jakarta,Medan, Surabaya, dan Makasar. Jika tugas utama saat pendirianPostspaarbank (1987) sampai dengan BTN (1968) adalah bergerak dalam lingkup penghimpunan dana masyarakat melalui tabungan, maka sejak tahun 1974 BTN ditambah tugasnya yaitu memberikan pelayanan KPR dan untuk pertama kalinya penyaluran KPR terjadi tanggal 10 Desember 1976, karenaitulah tanggal 10 Desember diperingati sebagai hari KPR bagi BTN.

4.2 Visi dan Misi PT. BTN (Persero)

  Memberikan pelayanan unggul dalam pembiayaan perumahan dan industri terkait, pembiayaan konsumsi dan usaha kecil menengah. Melaksanakan manajemen perbankan yang sesuai dengan prinsip kehati- hatian dan good corporate governance untuk meningkatkan Shareholder Value e.

4.3 Struktur Organisasi PT. Bank Tabungan Negara (Persero)

  Efisiensi yang tercipta karena hubunganyang timbal balik ini akan memberikan perbandingan yang baik antara kerja Jadi struktur organisasi pada suatu perusahaan merupakan faktor yang menentukan kegiatan perusahaan terutama dalam melaksanakan tugas yangdibebankan, pendelegasiaan kekuasaan di dalam perusahaan dan pengaturan- pengaturan hubungan antara anggota yang terlibat dalam organisasi atauperusahaan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk mengetahui batas dan tanggung jawab yang harus dipikul oleh masing - masing anggota organisasi tersebut, menurut Flippo (2001 : hal 107)dapat dilihat dari tipe-tipe organisasi yang dianut oleh perusahaan tersebut : 4.3.1 Organisasi Garis Disini setiap bawahan hanya mendapat perintah atau pengawasan dari seorang atasan, sehingga yang dikerjakan oleh bawahan menjadi jelas.

4.3.3 Organisasi Garis dan Staf

  Dari Gambar Struktur organisasi Bank BTN Cabang Medan tersebut dapat dilihat tugas dan wewenang masing-masing antara lain : Dewan Komisaris : Komisaris Utama : Dono Iskandar DjojosubrotoKomisaris Anggota : Daryono Rahardjo Mas’ud Machfoedz Direksi Direktur Utama : Iqbal LatanroWakil Direktur Utama : Evi FirmansyaOperation : Evi Firmansyah 1) Direktur Utama Direktur Utama mempunyai tugas sebagai berikut : a) Membuat rencana kerja PT. c) Memberikan pelayanan untuk pembukaan rekening tabungan, deposito dan registrasinya dalam buku tabungan serta memberikan pelayan untukpenukaran /penggantian buku tabungan yang telah penuh, hilang/rusak dan penutupan rekening sesuai ketentuan yang berlaku.

4.4 Kegiatan Usaha PT. Bank Tabungan Negara (Persero)

  Berikut beberapa jenis produk dana, kredit dan jasa yang ada pada Bank BTN, yaitu : 1) Tabungan Batara2) Tabungan e-Batara Prima3) Tabungan Batara Prima4) Tabungan Haji Nawaitu5) Sertifikat Deposito6) Giro7) Deposito Berjangka b. Usaha Jasa BankProduk jasa yang disediakan adalah :1) ATM Batara2) Kiriman Uang3) Inkaso4) Money Changer5) Safe Deposit Box6) Bank Garansi7) Real Time Gross Settlement (RTGS)8) Penerimaan Biaya Perjalanan Ibadah Haji9) SMS Banking 10) Penerimaan Pembayaran Tagihan Telkom, PLN, HP, dan isi ulang HP 10) Kredit Pendukung Perumahan11) Kredit Modal Kerja Kontraktor12) Kredit Investasi Beberapa produk baru yang telah diterbitkan oleh PT.

B. Analisis Pengukuran Kinerja Perusahaan dengan Maturity Models

  Bab ini menyajikan analisis data yang telah dikumpulkan oleh peneliti guna mengukur Kinerja TI menggunakan framework Cobit Versi 4.1 dengankeempat proses Cobit. Bank Tabungan Negara berada pada posisi mana, apakah sudah berada pada posisi standar internasionalyang telah ditetapkan yaitu pada angka 2,5 dan selebihnya merupakan target perusahaan.

MATURITY LEVEL

  Aquesition and implementation (AI)Pengolahan data pada kolom 3 di tabel 4,1 yaitu proses AI rata-rata maturity level berada pada level 3,71 dan dibulatkan menjadi 4 yang artinya managed ataupun dikelola dengan baik dimana dalam level 4, PT. BTN dapat mengukur dan memonitor prosedur yang ada sehingga mudahditanggulangi jika terjadi penyimpangan dan proses yang ada sudah berjalan dengan baik dan konstan, tetapi otomasi dan perangkat teknologi informasiyang digunakan terbatas.

BAB V Kesimpulan dan Saran A. Kesimpulan Berikut ini adalah kesimpulan yang diperoleh berdasarkan hasil

  BTN ini dapat mengukur dan memonitor prosedur yang sudah ada sehingga mudah ditanggulangi jika terjadi penyimpangan dan proses TI yang ada sudah berjalan dengan baik dankonstan, tetapi perangkat TI yang digunakan masih terbatas. Keterbatasan Penelitian Agar tidak terjadi kesimpang-siuran di dalam penelitian yang dilakukan, maka permasalahan dalam penelitian ini akan dibatasi oleh pengukuran kinerjaTI menggunakan Framework CobIT Versi 4.1 yang dikeluarkan oleh ITGI.

DAFTAR PUSTAKA

  “Evaluasi Peran Sistem Informasi Manajemen Koperasi Swadarma Dengan Menggunakan Model Maturity Level PadaKerangka Kerja CobIT Pada Domain Plan And Organise”, Tesis Program Magister Sistem Informasi Akuntansi, Universitas Gunadarma, Jakarta. “Pengukuran Kinerja Teknologi Informasi dengan Menggunakan CobIT 4.0 : studi kasus pada Perum Pegadaian”, Tesis No.

DATA MEAN RESPONDEN MATURITY LEVEL

5 26 4,6 2,8 3,43 27 3,5 3,7 4,4 3,2 5 5 5 5 25 5 5 5 28 4,4 3,1 4,3 4 22 4,5 4,7 4,6 4,723 3,3 3,5 3,6 3,5 3 29 3,4 3,1 3,2 5 30 5 5 5 5 JUMLAH 116,8 111,4 122 119MEAN 3,89333 3,71333 4,06667 3,96667 Lampiran I 24 RESPONDEN PO AI DS ME 1 3,9 3,2 4,6 4 4 2 3 3 3 3 3 3 2,1 4,7 4,2 4 4,63 3,8 4 5 3,8 4 4 6 3,4 4,2 3,4 4,77 4,5 3,7 4,6 18 4,6 3,4 4,1 4,7 19 3,24 4,3 5 8 3,45 3,5 5 9 3,6 3,8 4 2 10 5 5 5 5 11 3,1 3,5 3,84 12 3,6 3,7 3,34 13 2,8 3,5 4,35 14 3,2 3,2 4,11 15 4,1 3,5 4,34 16 4,6 4,5 3,64 17 3,7 2,8 3,5 4,5 3 20 3,63 4 2,5 21 3,4 3,4 3,6 Kuesioner di isi oleh Staf TI, Auditor Internal dan Manajemen. Maturity Models : : No-Existen 3 : Difined 1 : Initial4 : Managed 2 : Repetable5 : Optimized NO. Pernyataan 1 2 3 4 5

1. Planing and Organization

1) Pengembangan TI perusahaan telah direncanakan denganmenyelaraskan tujuan pengembangan TI dengantujuan perusahaan.2) Arsitektur sistem informasi telah didasarkan sampai denganlevel struktur data dan sistem keamananya.3) Arah penggunaan dan pengadaan teknologi yangdigunakan telah direncanakan dengan memperkirakan trendperkembangan teknologi tersebut dengan aspek–aspekregulasi yang menyertainya 4) Penerapan TI di perusahaan telah disertai perencanaansumberdaya manusia (SDM) yang matang, mencakupstruktur organisasi pengelolaannya dan tingkatlayanan yang diberikan oleh TI.5) Penerapan TI di perusahaan telah disertai denganevaluasi/penelitian pembiayaan dan keuntungan yangmenyertainya.6) Telah didukung oleh kebijakan manajemen perusahaan danmanajemen harus berperan aktif dalam menjadikan kebijakanterkait TI menjadi kebijakan perusahaan secara umum.7) Penerapan TI di perusahaan telah disertai pengelolaan SDMseperti pelatihan dan penilaian 9) Penerapan TI di perusahaan telah disertai perencanaanpengukuran, risiko-risiko umum dan resiko terkait penerapan TIdan pendekatan penanganan risiko tersebut.10) Penerapan TI di perusahaan telah disertai perencanaanproses implementasi, seperti keikutsertaan departemen-departemen dalam menentukan kebudayaan TI, pendefenisianproyek,evaluasi, testing dan pelatihannya.

2. Aquisition & Implementation

1) Proses desain dan implementasi selalu di pantau denganberpijak kepada metodologi pengembangan TI yang umumdigunakan 2) Penerapan TI dilakukan dengan menggunakan bundel teknologisiap pakai yang ada dipasaran.3) Software yang digunakan oleh perusahaan telah diketahuidengan pasti arsitektur dan spesifikasinya, seperti antarmuka, standar output,controllability,pengumpulan data.4) Infrastruktur teknologi yang digunakan telah dapatdipastikan kemampuannya dalam hal keamanan,kemudahaan instalasi, perawatan dan perubahannya. 5) Penerapan TI di perusahaan telah disertai denganpendefenisian kebutuhan operasional dan tingkatlayanan, manual prosedur, penggunaan dan materipelatihannya.6) Penerapan TI di perusahaan telah disertai denganpengukuran akibat penerapanTI tersebut kepada karyawan dan fungsi kerja perusahaan,perencanaan, penerapan perubahan dan mengantisipasiakibat perusahaan tersebut.7) Penerapan TI di perusahaan telah diseratai denganperencanaan implementasi, penentuan strategi testing,evaluasi pemenuhan kebutuhan pengguna dan reviewmanajemen perusahaan.

3. Delivery & Support

1) Setiap tingkatan layanan TI yang dibutuhkan pengguna/unitkerja telah ditetapkan dan didefinisikan secara jelasmencakup tanggung jawab defenisi, tanggung jawab darifungsi TI,availlability,kinerja layanan TI.2) Kewajiban dan kesepakatan kontrak dari pihakpengelola/eksternal telah dinyatakan dengan jelas,mencakup spesifikasi layanan yang harus dipenuhi, biayalayanan dan kinerja layanan yang disepakati.3) Ketersediaan layanan TI harus tetap terjaga dan berjalan sesuaidengan kinerja yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan bisnisperusahaan.4) Dampak yang disebabkan oleh terganggunya layanan TI yang dibutuhkan dalam memenuhikegiatan bisnis perusahaan, harus dapat ditekan ketingkatyang paling minimum/dapat diterima.5) Keamanan sistem harus tetap terjaga dari berbagai ancamanbaik ancaman fisik (bencana alam, keamanan ruang server,kebakaran) dan ancaman logik(gangguan virus, pengaksesan data, program aplikasi danjaringan komputer oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.6) Identifikasi dan alokasi anggaran Ti untuk menjagaketersediaan sumber daya TI yang di butuhkan danmemastikan sumberdaya tersebut digunakan secaraoptimal.7) Pelatihan dan pendidikan bagi para pengguna (user) agarmerata dapat menggunakan teknologi secara efektif danmengetahui risiko serta tanggung jawabnya dalammenggunakan teknologi tersebut.8) Memberikan fasilitas yang dapat membantu danmemberikan saran atau solusi bagi pengguna dalammenghadapi masalah penggunaan TI.9) Pengelolaan konfigurasi TI, mencakup pendataan,penghitungan dan verifikasi keberadaan fisik komponen TIyang dimiliki organisasi untuk mengantisipasi tindakan-tindakan yang tidak diharapkan.10) Pengelolaan permasalahaan- permasalahaan dan insidenmenyangkut penerapan dan

4. Monitoring and Evaluate

1) Memastikan tercapainya kinerja yang diharapkan dari setiapproses TI yang diterpkan.2) Kesesuaian kendali-kendali intern harus dievaluasi dandinilai secara reguler, hal ini ditujukan agar setiap kendaliyang diterapkan benar-benar dapat mencapai tujuan yangtelah ditetapkan.3) Meningkatkan kepercayaan diantara organisasi, penggunadan penyediaan jasa layanan TI eksternal.4) Menyelenggarakan Audit TI yang dilakukan oleh pihakindependent untuk meningkatkan kesesuaianpenerapan dan pengelolaan TI dalam mendukung pencapaiantujuan organisasi.Lampiran II
Pengukuran Kinerja Teknologi Informasi Menggunakan Framework CobIT Versi 4.1 dengan Model Maturity Level Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) cabang Medan Analisis Pengukuran Kinerja Perusahaan dengan Maturity Models Framework CobIT Versi 4.1 TINJAUAN PUSTAKA LATAR BELAKANG PENELITIAN PENDAHULUAN METODE PENELITIAN Pengukuran Kinerja Teknologi Informasi Menggunakan Framework CobIT Versi 4.1 dengan Model Maturity Level Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) cabang Medan PERUMUSAN MASALAH Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Sistematika Penelitian Tinjauan Penelitian Terdahulu Maturity Model Visi dan Misi PT. BTN Persero Struktur Organisasi PT. Bank Tabungan Negara Persero
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pengukuran Kinerja Teknologi Informasi Menggu..

Gratis

Feedback