Feedback

Penetapan Kadar Pirazinamida Dengan Metode Spektrofotometri Ultraviolet dalam Sediaan Tablet

Informasi dokumen
PENETAPAN KADAR PIRAZINAMIDA DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET DALAM SEDIAAN TABLET SKRIPSI OLEH: ROMA ANITA AGUSTINA M. NIM 081524079 PROGRAM EKSTENSI SARJANA FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara PENETAPAN KADAR PIRAZINAMIDA DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET DALAM SEDIAAN TABLET SKRIPSI Diajukan untuk melengkapi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara OLEH: ROMA ANITA AGUSTINA M. NIM 081524079 PROGRAM EKSTENSI SARJANA FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara PENGESAHAN SKRIPSI PENETAPAN KADAR PIRAZINAMIDA DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET DALAM SEDIAAN TABLET OLEH: ROMA ANITA AGUSTINA M. NIM 081524079 Dipertahankan di Hadapan Panitia Penguji Skripsi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Pada Tanggal: Juli 2011 Disetujui Oleh: Pembimbing I, Panitia Penguji, (Drs. Syafruddin, M.S., Apt.) NIP 19481111197603100 (Prof.Dr.rer.nat. Effendy De Lux Putra, SU, Apt.) NIP 195306191983031001 Pembimbing II, (Dra. Salbiah. M.Si, Apt.) NIP 194809041974122001 (Dra. Nurmadjuzita, M.Si., Apt.) NIP 194809041974122001 (Dra. Tuty Roida Pardede, M.Si., Apt.) NIP 195401101980032001 Medan, Agustus 2011 Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Dekan, (Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt.) NIP 195311281983031002 Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan nikmat, rahmat, dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Penetapan Kadar Pirazinamida Dengan Metode Spektrofotometri Ultraviolet dalam Sediaan Tablet”. Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kadar pirazinamida dalam sediaan tablet dengan spektrofotometri ultraviolet. Metode ini relatif lebih murah dan mudah dalam pelaksanaannya, namun memberikan hasil dengan akurasi dan presisi yang baik. Dari metode yang digunakan ternyata kadar pirazinamida dalam sediaan tablet generik dan nama dagang memenuhi persyaratan kadar yang ditetapkan Farmakope Indonesia edisi IV, 1995. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada Bapak Drs. Syafruddin, M.S., Apt., dan Ibu Dra. Nurmadjuzita, M.Si., Apt., yang telah membimbing dengan penuh kesabaran, tulus dan ikhlas selama penelitian dan penulisan skripsi ini berlangsung. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt., yang telah memberikan bantuan dan fasilitas selama masa pendidikan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bapak dan Ibu dosen penguji yang telah memberikan kritikan, saran dan arahan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Penulis juga tidak lupa mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada Orang Tua, (Alm) Drh. M. Manalu dan (Almh) T. Aritonang, kakak dan abang tercinta, serta teman- teman atas doa, dorongan dan pengorbanan baik moril maupun materil dalam penyelesaian skripsi ini. Medan, Penulis, Juli 2011 Roma Anita Agustina M Universitas Sumatera Utara Penetapan Kadar Pirazinamida dengan Metode Spektrofotometri Ultraviolet dalam Sediaan Tablet Abstrak Pirazinamida adalah suatu obat antituberkulosis sintetik dan efektif digunakan peroral serta bersifat bakterisidal yang digunakan bersama-sama dengan isoniazid dan rifampisin. Pirazinamida bersifat bakterisidal kuat terhadap organisme intrasel. Pirazinamida harus dihidrolisis secara enzimatik menjadi asam pirazinoat yang merupakan metabolit aktif utama dari pirazinamida Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kadar pirazinamida dalam sediaan tablet dengan metode spektrofotometri ultraviolet. Metode ini relatif lebih murah dan mudah dalam pelaksanaannya, namun memberikan hasil dengan akurasi dan presisi yang baik. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu secara spektrofotometri ultraviolet dalam pelarut HCl 0,1N pada panjang gelombang 268 nm. Dari hasil penelitian diperoleh kadar tablet pirazinamida generik (Indofarma) sebesar 100.02% ± 0,58, dan tablet nama dagang Sanazet® (Sanbe) sebesar 98,75% ± 2,13, Siranamid® (Mersi) sebesar 97,98% ± 2,34, TB Zet® (Meprofarm) sebesar 98,74% ± 1,13, Pezeta Ciba® (Sandoz) sebesar 98,67% ± 1,39. Metode ini memenuhi persyaratan uji validasi dengan persen perolehan kembali 99,20% dan relatif standar deviasi (RSD) 1,07%, batas deteksi (LOD) 0,2088 µg/ml dan batas kuantitasi (LOQ) 0,6962 µg/ml. Hasil penelitian menunjukkan kadar pirazinamida dalam sediaan tablet generik dan nama dagang memenuhi persyaratan tablet menurut Farmakope Indonesia Edisi IV tahun 1995 yaitu tidak kurang dari 93,0% dan tidak lebih dari 107,0% dari jumlah yang tertera pada etiket. Kata Kunci : pirazinamida, penetapan kadar, spektrofotometri ultraviolet, validasi Universitas Sumatera Utara Concentration Determination of pyrazinamide with Ultraviolet Spectrophotometry Method in Tablet Preparations Abstract Pirazinamida is a synthetic antituberculosis drug and peroral use. Pirazinamida used together with isoniazid and rifampin. Pirazinamida is strong bactericidal against actively dividing organisms. Pirazinamida be hydrolyzed enzymatically into pirazinoat acid which is the active form of pirazinamida. The purpose of this study was to determine the levels pirazinamida in tablet dosage with ultraviolet spectrophotometric method. This method is relatively cheap and easy in implementation, but it gives results with good accuracy and precision. The method used in this study namely ultraviolet spectrophotometry in HCl 0,1N at a wavelength of 268 nm. The results were obtained levels pirazinamida generic tablets (Indofarma) was 100.02% ± 0.58, and tablet the name of brand Sanazet ® tablets (Sanbe) of 98.75% ± 2.13, Siranamid ® (Mersi) was 97.98 % ± 2.34,TB Zet ® (Meprofarm) was 98.74% ± 1.13, Pezeta Ciba ® (Sandoz) was 98.67% ± 1.39. This method meets the requirements validation test with the percent recovery of 99.20% and relative standard deviation (RSD) 1.07%, limit of detection (LOD), 0.2088 µg/ml and limit of quantitation (LOQ), 0.6962 µg/ml. The results showed levels of pirazinamide in tablet dosage generic and trade name meets the requirements of tablets according to the Indonesian Pharmacopoeia IV Edition 1995 is not less than 93.0% and not more than 107.0% of the total listed on the label. Keywords: pirazinamida, validation determination, ultraviolet spectrophotometry, Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PENGESAHAN . ii KATA PENGANTAN . iii ABSTRAK . iv ABSTRAC . v DAFTAR ISI . vi DAFTAR TABEL . ix DAFTAR GAMBAR . x DAFTAR LAMPIRAN . xi BAB I PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang . 1 1.2 Perumusan Masalah . 3 1.3 Hipotesis . 3 1.4 Tujuan Penelitian . 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA . 4 2.1 Pirazinamida . 5 2.1.1 Sifat Fisikokimia . 5 2.1.2 Farmakologi . 5 2.1.3 Efek Samping . 7 2.1.4 Dosis . 7 2.1.5 Sediaan . 7 Universitas Sumatera Utara 2.2 Spektrofotometri Ultraviolet . 7 2.2.1 Teori Spektrofotometri Ultraviolet . 7 2.2.2 Hukum Lambert-Beer . 10 2.2.3 Penggunaan Spektofotometri Ultraviolet . 11 2.2.4 Peralatan Untuk Spektrofotometri . 13 2.3 Validasi . 14 BAB III METODOLOGI PENELITIAN . 18 2.1 Waktu dan Tempat Penelitian . 18 2.2 Alat- alat . 18 2.3 Bahan-bahan . 18 2.4 Pengambilan Sampel . 18 2.5 Prosedur Penelitian . 19 2.5.1 Pembuatan Pereaksi . 19 2.5.2 Pembuatan Larutan Baku Pirazinamida BPFI . 19 2.5.3 Penetapan Panjang Gelombang Serapan Maksimum . 19 2.5.4 Pembuatan dan Penentuan Linearitas Kurva Kalibrasi . 19 2.5.5 Penentuan Kadar Pirazinamida dalam Sediaan Tablet . 20 2.5.6 Uji Validasi dengan Parameter Akurasi, Presisi, Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi . 20 2.5.6.1 Uji Akurasi dengan Persen Perolehan Kembali (%Recovery) . 20 2.5.6.2 Uji Presisi . 21 2.5.6.3 Penentuan Batas Deteksi (LOD) dan Batas Kuantitasi (LOQ) . 22 Universitas Sumatera Utara 2.5.7 Analisis Data secara Statistik . 22 BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 24 3.1 Penentuan Panjang Gelombang Serapan Maksimum Pirazinamida BPFI . 24 3.2 Pembuatan dan Penentuan Linearitas Kurva Kalibrasi . 25 3.3 Penentuan Kadar Pirazinamid dalam Sediaan Tablet . 27 3.4 Uji Validasi Metode Spektrofotometri Ultraviolet . 28 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN . 31 4.1 Kesimpulan . 31 4.2 Saran . 31 DAFTAR PUSTAKA . 32 LAMPIRAN . 34 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1. Data Absorbansi dari Kurva Serapan Maksimum . 25 Tabel 2. Data Kurva Kalibrasi dari Pirazinamida BPFI . 27 Tabel 3. Rentang Kadar Rata-rata Pirazinamida pada Sediaan Tablet . 27 Tabel 4. Data Hasil Pengujian Perolehan Kembali dari Tablet Pirazinamida (Indofarma) dengan Metode Penambahan Bahan Baku Standar (Standar Addition Method) . 29 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1. Kurva Serapan Pirazinamida BPFI (konsentrasi 6 µg/ml) dalam Pelarut HCl 0,1 N . 25 Gambar 2. Kurva Kalibrasi Pirazinamida BPFI dalam Pelarut HCl 0,1 N pada Panjang Gelombang 268 nm . 26 Gambar 3. Alat Spektrofotometer Ultraviolet . 63 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1. Perhitungan Konsentrasi Pengukuran Sampel . 34 Lampiran 2. Perhitungan Persamaan Regresi Pirazinamida . 35 Lampiran 3. Data Kadar Pirazinamida dalam Sediaan Tablet . 36 Lampiran 4. Perhitungan Statistik Kadar Pirazinamida pada Tablet Generik (Indofarma) . 37 Lampiran 5 Perhitungan Statistik Kadar Pirazinamida pada Tablet Sanazet® (Sanbe) . 39 Lampiran 6. Perhitungan Statistik Kadar Pirazinamida pada Tablet Siranamid® (Mersi) . 41 Lampiran 7. Perhitungan Statistik Kadar Pirazinamida pada Tablet TB Zet® (Meprofarm) . 43 Lampiran 8. Perhitungan Statistik Kadar Pirazinamida pada Tablet Pezeta Ciba® (Sandoz) . 45 Lampiran 9. Contoh Perhitungan Penimbangan Sampel dari Tablet Pirazinamida Generik (Indofarma) . 47 Lampiran 10. Contoh Perhitungan Persentase (%) Perolehan Kembali dari Tablet Pirazinamida Generik (Indofarma) . 48 Lampiran 11. Perhitungan Kadar Sampel Tablet Pirazinamida Generik (Indofarma) dari Lampiran 10 Setelah Penimbangan . 49 Lampiran 12. Contoh Perhitungan Penimbangan Bahan Baku pada Persen Perolehan Kembali . 51 Lampiran 13. Contoh Perhitungan Penimbangan Analit pada Persen Perolehan Kembali dari Tablet Pirazinamida Generik (Indofarma) . 52 Lampiran 14. Contoh Perhitungan Penimbangan Analit dari Tablet Pirazinamida Generik (Indofarma) dan Bahan Baku pada Persen Perolehan Kembali . 53 Universitas Sumatera Utara Lampiran 15. Contoh Perhitungan Persen Perolehan Kembali dengan Metode Penambahan Bahan Baku (Standard Addition Method) dari Tablet Pirazinamida Generik (Indofarma) . 54 Lampiran 16. Data Hasil Persen Perolehan Kembali Pirazinamid pada Tablet Pirazinamida Generik (Indofarma) dengan Metode Penambahan Bahan Baku (Standard Addition Method) . 55 Lampiran 17. Contoh Perhitungan Batas Deteksi (LOD) dan Batas Kuantitasi (LOQ) . 56 Lampiran 18. Data Pengukuran Analit pada Persen Perolehan Kembali dari Tablet Pirazinamida Generik (Indofarma) . 57 Lampiran 19. Data Pengukuran Analit pada Persen Perolehan Kembali dari Tablet Pirazinamida Generik (Indofarma) Setelah Penambahan Bahan Baku . 58 Lampiran 20. Daftar Spesifikasi Sampel . 59 Lampiran 21. Nilai Distribusi t . 61 Lampiran 22. Sertifikat Bahan Baku POM . 62 Lampiran 23. Sertifikat Bahan Baku Pirazinamida dari PT. Indofarma . 63 Lampiran 24. Alat Spektrofotometri Ultraviolet . 64 Universitas Sumatera Utara Penetapan Kadar Pirazinamida dengan Metode Spektrofotometri Ultraviolet dalam Sediaan Tablet Abstrak Pirazinamida adalah suatu obat antituberkulosis sintetik dan efektif digunakan peroral serta bersifat bakterisidal yang digunakan bersama-sama dengan isoniazid dan rifampisin. Pirazinamida bersifat bakterisidal kuat terhadap organisme intrasel. Pirazinamida harus dihidrolisis secara enzimatik menjadi asam pirazinoat yang merupakan metabolit aktif utama dari pirazinamida Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kadar pirazinamida dalam sediaan tablet dengan metode spektrofotometri ultraviolet. Metode ini relatif lebih murah dan mudah dalam pelaksanaannya, namun memberikan hasil dengan akurasi dan presisi yang baik. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu secara spektrofotometri ultraviolet dalam pelarut HCl 0,1N pada panjang gelombang 268 nm. Dari hasil penelitian diperoleh kadar tablet pirazinamida generik (Indofarma) sebesar 100.02% ± 0,58, dan tablet nama dagang Sanazet® (Sanbe) sebesar 98,75% ± 2,13, Siranamid® (Mersi) sebesar 97,98% ± 2,34, TB Zet® (Meprofarm) sebesar 98,74% ± 1,13, Pezeta Ciba® (Sandoz) sebesar 98,67% ± 1,39. Metode ini memenuhi persyaratan uji validasi dengan persen perolehan kembali 99,20% dan relatif standar deviasi (RSD) 1,07%, batas deteksi (LOD) 0,2088 µg/ml dan batas kuantitasi (LOQ) 0,6962 µg/ml. Hasil penelitian menunjukkan kadar pirazinamida dalam sediaan tablet generik dan nama dagang memenuhi persyaratan tablet menurut Farmakope Indonesia Edisi IV tahun 1995 yaitu yang diperoleh dibandingkan dengan literatur (hasil dapat dilihat pada gambar 1 halaman 16). 3.4.2.2 Uji Identifikasi Berdasarkan Data Spektrum Ultraviolet Sejumlah lebih kurang 50 mg rifampisin baku (PT. Indofarma) ditimbang seksama, dimasukkan ke dalam labu tentukur 100 ml, dilarutkan dengan HCl 0,1 N lalu dicukupkan sampai garis tanda dengan HCl 0,1 N dan dikocok homogen, sehingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 500 mcg/ml. Dari larutan ini, Universitas Sumatera Utara dipipet sebanyak 1,3 ml, dimasukkan ke dalam labu tentukur 50 ml dan diencerkan dengan HCl 0,1 N sampai garis tanda, dikocok sampai homogen sehingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 13 mcg/ml, diukur serapannya pada panjang gelombang 200-400 nm dan dibandingkan dengan kurva serapan rifampisin baku (ARS) (hasil dapat dilihat pada gambar 3 halaman 18). 3.4.3 Uji Identifikasi Isoniazid Baku (PT. Indofarma) 3.4.3.1 Uji Identifikasi Berdasarkan Data Spektrum Inframerah Dicampur 10 mg isoniazid baku (PT. Indofarma) dengan 90 mg serbuk KBr dalam lumpang digerus hingga halus dan homogen, campuran tersebut diletakkan pada sampel pan, kemudian dipasangkan pada DRS 8000 dan dianalisa pada bilangan gelombang 4000-500 cm-1. Spektrum inframerah yang diperoleh dibandingkan dengan literatur (hasil dapat dilihat pada gambar 5 halaman 19). 3.4.3.2 Uji Identifikasi Berdasarkan Data Spektrum Ultraviolet Sejumlah lebih kurang 50 mg isoniazid baku (PT. Indofarma) ditimbang seksama, dimasukkan ke dalam labu tentukur 100 ml, dilarutkan dengan HCl 0,1 N lalu dicukupkan sampai garis tanda dengan HCl 0,1 N dan dikocok homogen, sehingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 500 mcg/ml. Dari larutan ini, dipipet sebanyak 1,1 ml, dimasukkan ke dalam labu tentukur 50 ml dan diencerkan dengan HCl 0,1 N sampai garis tanda, dikocok sampai homogen sehingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 11 mcg/ml, diukur serapannya pada panjang gelombang 200-400 nm dan dibandingkan dengan kurva serapan isoniazid baku (BPFI) (hasil dapat dilihat pada gambar 7 halaman 21). Universitas Sumatera Utara 3.4.4 Penetapan Kadar Sampel Secara Spektrofotometri Ultraviolet 3.4.4.1 Pembuatan Larutan Induk Baku 3.4.4.1.1 Pembuatan Larutan Induk Baku Rifampisin Baku (ARS) Sejumlah lebih kurang 50 mg rifampisin baku (ARS) ditimbang seksama, dimasukkan ke dalam labu tentukur 100 ml, dilarutkan dengan HCl 0,1 N lalu dicukupkan sampai garis tanda dengan HCl 0,1 N dan dikocok homogen, sehingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 500 mcg/ml larutan induk baku. 3.4.4.1.2 Pembuatan Larutan Induk Baku Isoniazid Baku (BPFI) Sejumlah lebih kurang 50 mg isoniazid baku (BPFI) ditimbang seksama, dimasukkan ke dalam labu tentukur 100 ml, dilarutkan dengan HCl 0,1 N lalu dicukupkan sampai garis tanda dengan HCl 0,1 N dan dikocok homogen, sehingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 500 mcg/ml larutan induk baku. 3.4.4.2 Penentuan Panjang Gelombang Maksimum 3.4.4.2.1 Penentuan Panjang Gelombang Maksimum Rifampisin Dipipet sebanyak 1,3 ml larutan induk baku rifampisin, dimasukkan ke dalam labu tentukur 50 ml dan diencerkan dengan HCl 0,1 N sampai garis tanda, dikocok sampai homogen hingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 13 mcg/ml, diukur serapannya pada panjang gelombang 200-400 nm (hasil dapat dilihat pada gambar 9 dan tabel 1 halaman 22). Universitas Sumatera Utara 3.4.4.2.2 Penentuan Panjang Gelombang Maksimum Isoniazid Dipipet sebanyak 1,1 ml larutan induk baku isoniazid, dimasukkan ke dalam labu tentukur 50 ml dan diencerkan dengan HCl 0,1 N sampai garis tanda, dikocok sampai homogen hingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 11 mcg/ml, diukur serapannya pada panjang gelombang 200-400 nm (hasil dapat dilihat pada gambar 10 halaman 23 dan tabel 2 halaman 24). 3.4.4.3 Penentuan Absorptivitas 3.4.4.3.1 Penentuan Absorptivitas Rifampisin (15 mcg/ml) Dipipet sebanyak 1,5 ml larutan induk baku rifampisin, dimasukkan ke dalam labu tentukur 50 ml dan diencerkan dengan HCl 0,1 N sampai garis tanda, dikocok sampai homogen hingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 15 mcg/ml, diukur serapannya pada panjang gelombang maksimum rifampisin dan panjang gelombang maksimum isoniazid (hasil dapat dilihat pada tabel 3 halaman 26). 3.4.4.3.2 Penentuan Absorptivitas Isoniazid (10 mcg/ml) Dipipet sebanyak 1 ml larutan induk baku isoniazid, dimasukkan ke dalam labu tentukur 50 ml dan diencerkan dengan HCl 0,1 N sampai garis tanda, dikocok sampai homogen hingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 10 mcg/ml, diukur serapannya pada panjang gelombang maksimum rifampisin dan panjang gelombang maksimum isoniazid (hasil dapat dilihat pada tabel 5 halaman 26). 3.4.4.3.3 Penentuan Absorptivitas Isoniazid (15 mcg/ml) Dipipet sebanyak 1,5 ml larutan induk baku isoniazid, dimasukkan ke dalam labu tentukur 50 ml dan diencerkan dengan HCl 0,1 N sampai garis tanda, Universitas Sumatera Utara dikocok sampai homogen hingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 15 mcg/ml, diukur serapannya pada panjang gelombang maksimum rifampisin dan panjang gelombang maksimum isoniazid (hasil dapat dilihat tabel 7 halaman 27). 3.4.4.4 Pembuatan Kurva Kalibrasi 3.4.4.4.1 Pembuatan Kurva Kalibrasi Rifampisin Dari larutan induk baku rifampisin (500 mcg/ml) dipipet masing-masing sebanyak 0,6; 0,9; 1,2; 1,5 dan 1,8 ml dimasukkan ke dalam labu tentukur 50 ml dan diencerkan dengan HCl 0,1 N sampai garis tanda, dikocok sampai homogen hingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 6; 9; 12; 15 dan 18 mcg/ml, diukur serapannya pada panjang gelombang maksimum rifampisin (hasil dapat dilihat pada gambar 12 halaman 28 dan tabel 10 halaman 29). 3.4.4.4.2 Pembuatan Kurva Kalibrasi Isoniazid Dari larutan induk baku isoniazid (500 mcg/ml) dipipet masing-masing sebanyak 0,6; 0,8; 1; 1,2 dan 1,4 ml dimasukkan ke dalam labu tentukur 50 ml dan diencerkan dengan HCl 0,1 N sampai garis tanda, dikocok sampai homogen hingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 6; 8; 10; 12 dan 14 mcg/ml, diukur serapannya pada panjang gelombang maksimum isoniazid (hasil dapat dilihat pada gambar 13 dan tabel 11 halaman 30). 3.4.4.5 Penetapan Kadar Sampel 3.4.4.5.1 Penetapan Kadar Rifampisin Baku (PT. Indofarma) Timbang seksama lebih kurang 100 mg rifampisin baku (PT. Indofarma), dilakukan sebanyak 6 kali. Masing-masing dimasukkan ke dalam labu tentukur Universitas Sumatera Utara 100 ml dan dilarutkan dengan HCl 0,1 N sampai garis tanda, dikocok sampai homogen hingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 1000 mcg/ml. Dari larutan tersebut, dipipet 5 ml dimasukkan ke dalam labu tentukur 50 ml dan diencerkan dengan HCl 0,1 N sampai garis tanda, dikocok sampai homogen hingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 100 mcg/ml. Dari larutan tersebut, dipipet 3,4 ml dimasukkan ke dalam labu tentukur 25 ml dan diencerkan dengan HCl 0,1 N sampai garis tanda, dikocok sampai homogen hingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 13,6 mcg/ml. Ukur serapan pada panjang gelombang maksimum rifampisin (hasil dapat dilihat pada tabel 12 halaman 31). 3.4.4.5.2 Penetapan Kadar Isoniazid Baku (PT. Indofarma) Timbang seksama lebih kurang 100 mg isoniazid baku (PT. Indofarma), dilakukan sebanyak 6 kali. Masing-masing dimasukkan ke dalam labu tentukur 100 ml dan dilarutkan dengan HCl 0,1 N sampai garis tanda, dikocok sampai homogen hingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 1000 mcg/ml. Dari larutan tersebut, dipipet 5 ml dimasukkan ke dalam labu tentukur 50 ml dan diencerkan dengan HCl 0,1 N sampai garis tanda, dikocok sampai homogen hingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 100 mcg/ml. Dari larutan tersebut, dipipet 2,8 ml dimasukkan ke dalam labu tentukur 25 ml dan diencerkan dengan HCl 0,1 N sampai garis tanda, dikocok sampai homogen hingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 11,2 mcg/ml. Ukur serapan pada panjang gelombang maksimum isoniazid (hasil dapat dilihat pada tabel 12 halaman 31). Universitas Sumatera Utara 3.4.4.5.3 Penetapan Kadar Campuran Rifampisin Baku dan Isoniazid Baku (PT. Indofarma) Homogenkan rifampisin baku dan isoniazid baku (PT. Indofarma), tambahkan laktosa, amilum manihot, talkum dan magnesium stearat. Sejumlah serbuk timbang seksama setara 231 mg rifampisin dan 154 mg isoniazid, lakukan sebanyak 6 kali. Masing-masing masukkan ke dalam labu tentukur 100 ml dan dilarutkan dengan HCl 0,1 N sampai garis tanda, dikocok sampai homogen. Saring dengan kertas saring, 10 ml filtrat pertama dibuang. Dari larutan tersebut, dipipet 10 ml dimasukkan ke dalam labu tentukur 100 ml dan diencerkan dengan HCl 0,1 N sampai garis tanda, dikocok sampai homogen. Dari larutan tersebut, dipipet 3,3 ml dimasukkan ke dalam labu tentukur 50 ml dan diencerkan dengan HCl 0,1 N sampai garis tanda, dikocok sampai homogen. Ukur serapan pada panjang gelombang maksimum rifampisin dan pada panjang gelombang maksimum isoniazid (hasil dapat dilihat pada tabel 13 halaman 32). 3.4.4.5.4 Penetapan Kadar Sampel Tablet Generik Rifampisin dan Isoniazid (PT. Indofarma) Sejumlah 20 tablet ditimbang dan diserbukkan homogen. Sejumlah X ) 2 = n −1 4,21233 = 0,91786 5 Jika taraf kepercayaan 99% dengan nilai α = 0,01; n = 6; dk = 5, dari daftar tabel distribusi t diperoleh nilai ttabel = 4,03 Data ditolak jika thitung ≥ ttabel atau thitung ≤ -ttabel t hitung = X−X SD / n thitung 1 : -0,06333/0,374715 = -0,16901 thitung 2 : 0,936667/0,374715 = 2,49968 thitung 3 : 0,286667/0,374715 = 0,765027 thitung 4 : 0,486667/0,374715 = 1,298767 thitung 5 : -1,73333/0,374715 = -4,62573 thitung 6 : 0,086667/0,374715 = 0,62573 No 1. 2. 3. 4. 5. SD = Kadar [X] (%) 104,64 105,64 104,99 105,19 104,79 X = 105,05 ∑(X − X ) n −1 2 = Xi – X -0,41 0,59 -0,06 0,14 -0,26 Ditolak (Xi – X)2 0,16810 0,34810 0,00360 0,01960 0,06760 Ʃ = 0, 60700 0,60700 = 0,38955 4 Jika taraf kepercayaan 99% dengan nilai α = 0,01; n = 5; dk = 4, dari daftar tabel distribusi t diperoleh nilai ttabel = 4,60 Data ditolak jika thitung ≥ ttabel atau thitung ≤ -ttabel t hitung = thitung 1 X−X SD / n : -0,41/0,174213 = -2,35345 Universitas Sumatera Utara thitung 2 : 0,59/0,174213 = 3,386668 thitung 3 : -0,06/0,174213 = -0,34441 thitung 4 : 0,14/0,174213 = 0,803616 thitung 5 : -0,26/0,174213 = -1,49243 Karena thitung ≤ ttabel maka data diterima, maka kadar sebenarnya terletak antara : µ = X 0 0 ± t(1-1/2α)dk x = 105,05% ± ( 4,60 x SD 0 n 0 0,38955 )% 5 = 105,05% ± 0,80% Lampiran 10. Contoh Perhitungan Persentase Perolehan Kembali (% recovery) Berat 20 tablet = 4559,1 mg Kandungan Natrium Diklofenak pada etiket = 50 mg Dibuat larutan uji dengan kadar lebih kurang 12 µg/ml. Berat kesetaraan penimbangan sampel pada penetapan kadar = 50 mg Perolehan 80% - Natrium Diklofenak = 80 x 50 mg = 40 mg 100 Universitas Sumatera Utara Analit 70% = 70 x 40 mg = 28 mg 100 Sampel yang ditimbang = 28 mg x 4559,1 mg =127,7 mg 20 x50 mg = 30 x 40 mg =12mg 100 - Natrium Diklofenak = 100 x 50 mg = 50 mg 100 Baku 30% Perolehan 100% Analit 70% = 70 x 50 mg = 35 mg 100 Sampel yang ditimbang = 35 mg x 4559,1 mg =159,5 mg 20 x50 mg = 30 x 50 mg = 15mg 100 - Natrium Diklofenak = 120 x 50 mg = 60 mg 100 Baku 30% Perolehan 120% Analit 70% = 70 x 60 mg = 42 mg 100 Sampel yang ditimbang = Baku 30% = 42 mg x 4559,1 mg =191,4 mg 20 x50 mg 30 x 60 mg =18mg 100 Universitas Sumatera Utara Lampiran 11. Perhitungan Berat Sampel dari Lampiran 10 Setelah Penimbangan Perolehan 80% - Natrium Diklofenak : Analit = = Sampel yg ditimbang x kandungan zat khasiat x %kadar rata − rata Berat 20 tablet 128,1mg 103,65 x 20 x50 x 4559,1mg 100 = 29,1 mg Universitas Sumatera Utara Baku = 12 mg x 100,8 100 = 12,1mg Perolehan 100% - Natrium Diklofenak : Analit = = Sampel yg ditimbang x kandungan zat khasiat x %kadar rata − rata Berat 20 tablet 159,8 mg 103,65 x 20 x50 x 4559,1mg 100 = 36,3 mg Baku = 15 mg x 100,8 100 = 15,1 mg Perolehan 120% - Natrium Diklofenak : Analit = = Sampel yg ditimbang x kandungan zat khasiat x %kadar rata − rata Berat 20 tablet 191,5 mg 103,65 x 20 x50 x 4559,1mg 100 = 43,5 mg Baku = 18 mg x 100,8 100 Universitas Sumatera Utara = 18,1 mg Lampiran 12. Contoh Perhitungan Penimbangan Analit pada Persen Perolehan Kembali Perolehan 80% Analit 70% = 70 x 40 mg = 28mg 100 Analit = 103,65 128,1mg x 20 x50 x 100 4559,1 mg = 29,1 mg Universitas Sumatera Utara Sampel yang telah ditimbang dimasukkan dalam labu tentukur 100 ml, ditambahkan NaOH 0,1N dikocok hingga larut dan diencerkan dengan NaOH 0,1 N sampai garis tanda. Kadar larutan uji = 29100 µg 100ml = 291 µg/ml Setelah disaring, kemudian filtrat larutan uji dipipet 1,2 ml, lalu dimasukkan ke dalam labu tentukur 50 ml dan dicukupkan dengan NaOH 0,1 N sampai garis tanda. Kadar larutan uji = 1,2ml x 291µg / ml 50ml = 6,9895 µg/ml Lampiran 13. Contoh Perhitungan Penimbangan Bahan Baku pada Persen Perolehan Kembali Perolehan 80% 30 x 40 mg =12mg 100 Baku 30% = Baku = 12 mg x 100,8 100 = 12,1 mg Universitas Sumatera Utara Bahan baku yang telah ditimbang di masukkan dalam labu tentukur 100 ml, ditambahkan NaOH 0,1N, dikocok hingga larut dan diencerkan dengan NaOH 0,1 N sampai garis tanda. Kadar larutan uji = 12100 µg 100ml = 121 µg/ml Kemudian dipipet 1,2 ml larutan, lalu dimasukkan ke dalam labu tentukur 50 ml dan dicukupkan dengan NaOH 0,1 N sampai garis tanda. Kadar larutan uji = 1,2ml x121µg / ml 50ml = 2,9030 µg/ml Lampiran 14. Contoh Perhitungan Persen Perolehan Kembali dengan Metode Penambahan Bahan Baku (Standard Addition Method) dari Tablet Voltadex® (Dexa Medica) % Recovery = A− B x 100% C Dimana: A = Konsentrasi sampel yang diperoleh setelah penambahan bahan baku B = Konsentrasi sampel sebelum penambahan bahan baku C = Konsentrasi baku yang ditambahkan Universitas Sumatera Utara % Recovery Natrium Diklofenak = 9,8461µg / ml − 6,9124 µg / ml x100% 2,3952 µg / ml = 101,06 % Lampiran 15. Data Hasil Persen Perolehan Kembali Natrium Diklofenak pada Tablet Voltadex® (Kimia Farma) dengan Metode Penambahan Baku (Standard Addition Method Konsentrasi Setelah Sebelum penambahan penambahan Konsentrasi Absorbansi No baku baku % (A) (B) µg/ml µg/ml 1. 2. 3. 4. 80 100 0,2067 0,2078 0,2072 0,2660 9,8461 9,8267 9,7553 12,4132 6,9124 6,9481 6,9287 8,8369 Persen perolehan Baku yang ditambahkan A− B (C) x 100% = µg/ml C 2,9030 2,9030 2,9030 3,6288 101,06 99,16 97,36 98,55 Universitas Sumatera Utara 5. 0,2644 12,3904 6. 0,2643 12,3612 7. 0,3207 14,9834 8. 120 0,3188 14,8374 9. 0,3196 14,8990 Rata-rata (% recovery) Standard Deviation (SD) Relative Standard Deviation (RSD) (%) ∑(X − X ) SD = n −1 RSD = = 2 = 8,7849 8,7817 10,6121 10,5504 10,5763 3,6288 3,6288 4,3546 4,3546 4,3546 99,36 98,64 100,38 98,45 99,26 99,14 1,08 1,09 9,303 = 1,08 8 SD x100% X 1,0784 x100% 99,14 = 1,09 % Universitas Sumatera Utara Lampiran 16. Contoh Perhitungan Batas Deteksi (LOD) dan Batas Kuantitasi (LOQ) Persamaan garis regresinya adalah Y = 0,030814 X – 0,0063 Konsentrasi Absorbansi (µg/ml) Y X 0 0 6 0,171 9 0,266 12 0,365 14 0,427 17 0,520 58 1,749 No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Ʃ Ratarata = LOQ Y - Yi (Y – Yi)2 0 0,1785 0,2710 0,3635 0,4251 0,5175 0 -0,075 -0,005 0,0015 0,0019 0,0025 0 0,00005625 0,000025 0,00000225 0,00000361 0,00000625 0,00009336 9,667 SY/X = LOD Yi ∑ (Y − Yi) 2 n−2 0,00009336 6−2 = 0,0048 = 3 x SY / X Slope = 3 x 0,0048 0,030814 = 0,4673 µg/ml = 10 x SY / X Slope = 10 x 0,0048 0,030814 = 1,5577 µg/ml Universitas Sumatera Utara Lampiran 17. Perhitungan Linieritas Berat 20 tablet = 4559,1 mg Kandungan Natrium Diklofenak pada etiket = 50 mg Penimbangan setara = 20 mg Ditimbang seksama serbuk setara dengan 20,0 mg Natrium Diklofenak, maka berat sampel yang ditimbang adalah : 20mg x 4559,1mg 20 x50mg = 91,1 mg Berat penimbangan sampel Setara tablet sebenarnya= = = Sampel yg ditimbang x kandungan zat khasiat x %kadar rata − rata Berat 20 tablet 91,2 mg 103,65 x 20 x50 x 100 4559,1mg = 20,7 mg Serbuk Konsentrasi ditimbang analit setara (mg) serbuk Rentang dalam uji (%) Baku yang Konsentrasi Konsentrasi ditimbang baku analit + (mg) (µg/ml) baku(µg/ml) (µg/ml) 0 0 0 0 0 0 20 4,9761 25 5,0 1,2096 6,1857 20 4,9761 50 10,0 2,4192 7,3953 20 4,9761 75 15,0 3,6288 8,6049 20 4,9761 100 20,0 4,8384 9,8145 20 4,9761 125 25,0 6,0480 11,0241 20 4,9761 150 30,0 7,2576 12,2337 Universitas Sumatera Utara Lampiran 18. Daftar Spesifikasi Sampel 1. Voltadex® (Dexa Medica) No. Batch : 41073231 No. Reg : DKL 8705002715 B1 Expire Date : Juli 2012 Komposisi : Diclofenac Sodium 50 mg 2. Klotaren® (Kimia Farma) No. Batch : GL1328J No. Reg : DKL 8512405815 B1 Expire Date : September 2015 Komposisi : Diclofenac Sodium 50 mg 3. Neurofenac® (Merck) No. Batch : HO47208 No. Reg : DTL 9015803015 A1 Expire Date : Desember 2011 Komposisi : Diclofenac Sodium 50 mg 4. Natrium Diklofenak (Novell) No. Batch : 12G240 No. Reg : GKL 0533514915 A1 Expire Date : Juli 2013 Komposisi : Natrium Diklofenak 50 mg 5. Natrium Diklofenak (Kimia Farma) No. Batch : BI0665J No. Reg : GKL 9812415115 B1 Universitas Sumatera Utara Expire Date : Mei 2013 Komposisi : Natrium Diklofenak 50 mg Universitas Sumatera Utara Lampiran 19. Data Uji Perolehan Kembali (% Recovery) 1. Rentang 80 % Sebelum penambahan baku Setelah penambahan baku Universitas Sumatera Utara 2. Rentang 100 % Sebelum penambahan baku Setelah penambahan baku Universitas Sumatera Utara 3. Rentang 120 % Sebelum penambahan baku Setelah penambahan baku Universitas Sumatera Utara Lampiran 20. Nilai Distribusi t Universitas Sumatera Utara Lampiran 21. Sertifikat Bahan Baku POM Universitas Sumatera Utara Lampiran 22. Sertifikat Bahan Baku Natrium Diklofenak Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Lampiran 23. Alat Spektrofotometer Ultraviolet (UV mini Shimadzu 1240) Gambar 5. Alat Spektrofotometer Ultraviolet (UV mini Shimadzu 1240) Universitas Sumatera Utara
Penetapan Kadar Pirazinamida Dengan Metode Spektrofotometri Ultraviolet dalam Sediaan Tablet Farmakologi Efek Samping Pirazinamida .1 Sifat Fisikokimia Hukum Lambert-Beer Penggunaan Spektofotometri Ultraviolet Pembuatan Larutan Baku Pirazinamida BPFI Penetapan Panjang Gelombang Serapan Maksimum Pembuatan dan Penentuan Linieritas Kurva Kalibrasi Penentuan Kadar Pirazinamida dalam Sediaan Tablet Penentuan Kadar Pirazinamida dalam Sediaan Tablet Uji Validasi Metode Spektrofotometri Ultraviolet Penentuan Panjang Gelombang Serapan Maksimum pirazinamida BPFI Pembuatan dan Penentuan Linieritas Kurva Kalibrasi
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Penetapan Kadar Pirazinamida Dengan Metode Spektrofotometri Ultraviolet dalam Sediaan Tablet

Gratis