Pengaruh Akuntabilitas Publik, Transparansi Publik Dan Pengawasan Terhadap Pengelolaan Apbd Dengan Standar Akuntansi Pemerintahan Sebagai Variabel Moderator Pada Pemerintah Kota Pematangsiantar

 23  221  113  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

 

  26 2.1.3.5 Standar Akuntansi Pemerintah dan LKPD . 39 4.5 Defenisi Operasional dan Metode Pengukuran Variabel .

RIWAYAT HIDUP

  26 2.1.3.5 Standar Akuntansi Pemerintah dan LKPD . 39 4.5 Defenisi Operasional dan Metode Pengukuran Variabel .

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang lembaga lembaga publik sebagai salah satu pertanggungjawaban kepada publik

  Fenomena pengelolaan APBD ini terlihat bahwa informasi penyelenggaraan pemerintahan terkait dengan pengelolaan APBD secara terbukacepat dan tepat kepada masyarakat belum didapatkan masyrakat, publik tidak mendapatkan pelayanan yang memuaskan, masyarakat tidak dilibatkan dalam prosespembangunan dan pemerintahan. Pengelolaan anggaran dikaitkandengan value for money masih banyaknya anggaran belum dilakukan secara ekonomi(biaya yang tinggi hasil minim, anggaran digunakan tidak didasarkan pada kebutuhan/skala prioritas, penggunaan anggaran yang boros) SKPD-SKPD seharusnya bisa memperbaiki sejumlah hal yang menjadi penyebab bahwa pelaksanaan pengelolaan anggaran tidak didasarkan pada value for money.

1.2 Rumusan Masalah

  Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka peneliti merumuskan masalah penelitian sebagai berikut :   1. Apakah akuntabilitas, transparansi, pengawasan berpengaruh terhadap pengelolaan APBD baik secara simultan maupun parsial?

1.3 Tujuan Penelitian

  Untuk mengetahui dan menganalisis kemungkinan standar akuntansi pemerintahan (variabel moderator) bermoderasi antara variabel akuntabilitaspublik, transparansi publik, pengawasan dengan variabel pengelolaan APBD 1.4 Manfaat Penelitian. Untuk mengetahui pencapaian akuntabilitas publik, transparansi publik dan pengawasan dalam rangka pengelolaan APBD dan hubungannya dengankeberhasilan dinas dalam menyusun laporan pertanggungjawaban dengan Standar Akuntansi Pemerintah.

1.5 Originalitas Penelitian

  Berbagai penelitian mengenai akuntabilitas, transparansi yang berhubungan dengan penggunaan anggaran serta pengawasannya telah dilakukan olehpara peneliti sebelumnya antara lain Sopamah dan Wahyudi (2005) telah melakukan penelitian yang hasilnya telah di muat dalam jurnal akuntansi sector public tentangPengaruh Akuntablitas Publik, Partisipasi Masyarakat, Transparansi Kebijakan Publik, terhadap hubungan antara pengetahuan anggaran dengan pengawasan APBD. Penelitian ini menggunakan tiga variable bebasyaitu akuntabilitas, transparansi, pengawasan serta variabel terikatnya adalah pengelolaan APBD dengan prinsip value for money dan variabel moderatingnyastandar akuntansi pemerintahan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori

2.1.1 Konsep Keuangan Daerah

  58 Tahun 2005, tentang Pengelolaan Keuangan Daerah menjelaskan bahwa keuangan daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangkapenyelenggaraan pemerintah daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajibandaerah tersebut dan tentunya dalam batas-batas kewenangan daerah. APBD menurut peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.58 Tahun 2005 Tentang pengelolaankeuangan daerah yaitu anggaran pendapatan dan belanja daerah yang selanjutnya disingkat APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintah daerah yang dibahasdan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dan ditetapkan dengan peraturan daerah .

2.1.1.4 Siklus/Daur Anggaran

  17/2003 ditetapkan bahwa APBN merupakan wujud pengelolaan keuangan Negara yang ditetapkan tiap tahun dengan undangundang, terdiri atas anggaran pendapatan, anggaran belanja dan pembiayaan. Pendapatan Negara terdiri atas penerimaan pajak, penerimaan bukan pajak, dan hibah, sedangkan belanja Negara dipergunakan untuk keperluan tugas pemerintahpusat dan daerah, yang diperinci menurut organisasi, fungsi, dan jenis belanja.

2.1.2 Pejabat Pengguna Anggaran/Pengguna Barang

  Menurut Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, Peraturan Menteri DalamNegeri Nomor 13 Tahun 2006 bagian ke empat pasal 10, bagian ke lima pasal 11, bagian keenam pasal 12, bagian ketujuh pasal 13, dan bagian kedelapan pasal 14bahwa Pejabat Pengguna Anggaran/Pengguna Barang terdiri dari : (1) Kepala SKPD(2). Masing – masing pejabat pengelola   anggaran/pengguna barang tersebut mempunyai tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda.

2.1.3 Good Governance (Kepemerintahan yang Baik)

  World Bank dalam Maryono, Warella, Kismartini (2007) mengusung tiga indikator yang perlu diperhatikan dalam good governance yaitu : (1) bentuk rejimpolitik, (2) proses dimana kekuasaan digunakan dalam manajemen-manajemen sumber daya social dan ekonomi bagi kepentingan pembangunan, (3) kemampuanpemerintah untuk mendesain, mempormulasikan, melaksanakan kebijakan, dan melaksanakan fungsi-fungsinya. World Bank dalam Mardiasmo (2002) menetapkan prinsip-prinsip pokok dalam penganggaran dan manajemen keuangan daerah antara lain : (1) Komprehensipdan displin, (2) fleksibilitas, (3) terperediksi, (4) kejujuran (5) informasi, (6)Transparansi dan akuntabilitas.

2.1.3.1 Akuntabilitas

  Akuntabililtas pengelolaan APBD adalah kewajiban Pemerintah Daerah untuk memberikan pertanggungjawaban, menyajikan, melaporkan, danmengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan yang terkait dengan penerimaan dan penggunaan uang publik kepada pihak yang memiliki hak dan kewenangan untukmeminta pertanggungjawaban tersebut (DPRD dan masyarakat). Prinsip prinsip keuangan daerahmeliputi : (1) Adanya suatu system akuntansi dan system anggaran yang dapat menjamin bahwa pengelolaan keuangan daerah dilakukan secara konsisten sesuaidengan peraturan perundang undangan yang berlaku (2) Pengeluaran daerah yang   dilakukan berorientasi pada pencapaian visi, misi, tujuan sasaran dan hasil (manfaat) yang akan dicapai.

2.1.3.2 Transparansi

  Transparansi dibangun atas dasar arus informasi yang bebas, seluruh proses pemerintahan, lembaga-lembaga dan informasiperlu dapat diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan, dan informasi yang tersedia harus memadai agar dapat di mengerti dan dipantau. Memberikan informasi keuangan yang terbuka dan jujur kepada masyarakat berdasarkan pertimbangan bahwamasyarakat memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka dan menyeluruh atas pertanggungjawaban pemerintah dalam pengelolaan sumber daya yang dipercayakankepadanya dan ketaatannya pada peraturan perundang undangan.

2.1.3.3 Pengawasan

  Pengawasan melekat adalah pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan atau atasan langsung suatu organisasi terhadap kinerja bawahan dengan tujuan untukmengetahui atau menilai apakah kerja yang telah ditetapkan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan atau peraturan perundang undangan yang berlaku. Pengawasan legislatif dilakukan oleh DPRD terhadap penyelenggaaraanPemerintahan sesuai dengan tugas, wewenang dan haknya melalui dengar pendapat, kunjungan kerja dan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) dan atau Panitia Kerja(Panja) agar terdapat jaminan terciptanya pola pengelolaan anggaran daerah yang terhindar dari praktik kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN), baik mulai prosesperencanaan, pengesahan, pelaksanaan serta pertanggungjawaban.

2.1.3.4 Value for Money

  Proses kegiatan operasional dapat dikatakan efisien apabila suatu produk atau hasil kerja tertentu dapat dicapai dengan menggunakansumber daya dan dana yang serendah -rendahnya (spending well) Efektivitas pada dasarnya berhubungan dengan pencapaian tujuan atau target kebijakan (hasil guna). PengelolaanAPBD yang baik adalah (1) penggunaan anggaran yang hemat, (2) sesuai dengan kebutuhan publik, (3) adil dan merata (4) dapat dipertanggungjwabkan kepada publik.

2.1.4 Standar Akuntansi Pemerintahan dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

  Salah satu upaya konkrit untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan Negara/Daerah adalah penyampaian laporantersebut diatur dalam Undang-Undag No.17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara yang mensyaratkan bentuk dan isi laporan pertanggungjawaban pelaksanaanAPBN/APBD disusun dan disajikan sesuai dengan standar akuntansi pemerintah yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah. Prinsip akuntansi dan pelaporan keuangan dimaksudkan sebagai ketentuan yang dipahami dan ditaati oleh pembuat standar dan penyusunan standar akuntansi,oleh penyelenggara akuntansi dan pelaporan keuangan dalam melakukan kegiatannya, serta oleh pengguna keuangan dalam memahami laporan keuangan yangdisajikan.

2.1.5 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)

  Point 18 mengartikan Kuasa pengguna anggaran adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian kewenangan pengguna anggaran dalam melaksanakansebagian tugas dan fungsi SKPD. Penyusunan kebijakan dan koordinasi di wadahi dalam satu wadah sekretariat, pengawasan di wadahi dalam bentukinspektorat, perencanaan diwadahi dalam bentuk badan, unsur pendukung dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesifik di wadahi dalammanajemen pembangunan daerah, yang pada gilirannya, menentukan kinerja daerah dalam mewujudkan kesejahtraan rakyat di daerah.

2.2 Review Peneliti Terdahulu (Theoritical Mapping)

  Sopanah dan Wahyudi (2004) melakukan penelitian dengan judul PengaruhAkuntabilitas Publik, Partisipasi Masyarakat Dan Transparansi Kebijakan PublikTerhadap Hubungan Antara Pengetahuan Anggaran Dengan Pengawasan KeuanganDaerah (APBD) Kota Malang, diperoleh hasil dari berbagai hipotesis bahwa dari sample masyarakat , pengetahuan anggaran berpengaruh secara signifikan terhadappengawasan keuangan daerah. Sampel penelitian iniadalah seluruh anggota DPRD dengan pertimbangan seluruh anggota DPRD ikut mengevaluasi laporan pertanggungjawaban dari pemerintah daerah dan mengesahkananggaran yang diajukan oleh pemerintah daerah serta mengawasi pelaksanaan APBD.

3.1 Kerangka Konsep

Berdasarkan landasan teori dan rumusan masalah penelitian, peneliti transparansi publik (X 2 ), pengawasan (X 3 ) dan standar akuntansi pemerintah sebagai variabel moderator yang diperkirakan mempengaruhi baik simultan maupun parsial terhadap pengelolaan APBD (variabel Y). Kerangka konseptual dapat digambarkan sebagai berikut :Variabel Independen(X) Variabel Dependen(Y) Akuntabilitas  publik    Transparansi  publik  Pengelolaan  APBD  Pengawasan  Standar  Akuntansi  Gambar 3:1 Kerangka Konseptual Pemerintahan  (X 4 ) Berdasarkan landasan teori dan masalah penelitian maka peneliti mengembangkan kerangka penelitian ini yang diuji secara simultan dan parsial yaitu PengelolaanAPBD (Y) diperkirakan baik secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh variabel Independen (X) yaitu Akuntabilitas Publik (X 1 ), Transparansi Publik (X ), Pengawasan (X ), dan Standar Akuntansi Pemerintah sebagai Variabel 2

3 Moderator

  Pasal 1 ayat (6) menyebutkan bahwa: pengawasan daerah adalah proses kegiatan yang di tujukan untuk menjamin agar pemerintah daerah berjalan sesuai dengan rencana dan ketentuan peraturanperundang-undangan yang berlaku. Maka dari itu semakin baik atau buruk Salah satu upaya konkrit untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan Negara atau daerah adalah penyampaian laporanpertanggungjawaban keuangan pemerintah yang memenuhi prinsip tepat waktu dan disusun dengan mengikuti standar akuntansi pemerintah yang telah di terima secaraumum.

3.2 Hipotesis

    Berdasarkan latar belakang masalah, rumusan masalah, tinjauan teori dan kerangka pemikiran maka hipotesis penelitian ini adalah : 1. Akuntabilitas publik, transparansi publik, dan pengawasan berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap pengelolaan APBD.publik, transparansi publik, dan pengawasan dengan pengelolaan APBD.

BAB IV METODE PENELITIAN

  4.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini dapat dikatakan sebagai penelitian model kausal (causal(2008) menyebutkan desain kausal berguna untuk menganalisis bagaimana suatu variable mempengaruhi variable lain, dan juga berguna pada penelitian yang bersipateksperimen dimana variable independennya diperlukan secara terkendali oleh peneliti untuk melihat dampaknya pada variable dependen secara langsung. Metode pengambilan sampel adalah metode sensus, yaitu seluruh anggota populasi yaitu Pejabat yang terkait dengan pengelolaan APBD pada SKPD-SKPDsebanyak 56 orang pejabat sebagai sampel dalam penelitian ini.

4.4 Metode Pengumpulan Data

  Kedelapan kuisioner yang tidak berhasil dikumpulkan disebabkan dinas yang didistribusikan kuisioner menyatakan tidakpernah mengisi hal-hal yang demikian dan tidak memahami Peraturan Menteri DalamNegeri Nomor 13 Tahun 2006, sehingga tidak jelas siapa yang bertanggungjawab untuk mengisi kuisioner yang didistribusikan. Setelah informasi yang diperoleh dianggap cukup memadai, langkah yang dilakukan untuk menganalisis data yaitu melakukanpenyederhanaan informasi yang diperoleh kedalam kategori dan ukuran tertentu   sehingga dapat dikuantifikasikan untuk memudahkan dalam pengolahan data dan pada akhirnya dapat ditafsirkan untuk merumuskan kesimpulan peneliti.

4.5 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

  Variabel bebas kedua dalam penelitian ini adalah variabel transparansi publik (X2)Transparansi publik merupakan salah satu prinsip good governance . Transparansi dibangun atas dasar arus informasi yang bebas, seluruh proses pemerintahan,   lembaga-lembaga dan informasi perlu dapat diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan, dan informasi yang tersedia harus memadai agar dapat dimengerti dan dipantau.

4 Dimana: Y = Pengelolaan Keuangan Daerah

  Pengukuran Ulang (Repeted Measurer) : Responden akan disodori pertanyaan yang sama pada waktu yang berbeda, dan kemudian dilihat apakah ia tetapkonsisten dengan jawabannya. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliable jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0.60 (Ghozali ,2006) dalam bukunyaNunnally, 1960   4.7.2 Uji Validitas Uji Validitas dimaksudkan untuk menilai sejauh mana alat ukur di yakini dapat dipakai sebagai alat untuk mengukur item-item pertanyaan kuisioner dalampenelitian.

4.8.1.1 Uji Normalitas

  Jika nilai probabilitas > tingkat signifikansi berarti signifikan, sebaliknya jika nilai probabilitas> tingkat signifikan maka tidak signifikan . Model penelitian ini selain mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan dan parsial juga mengetahui apakahvariabel moderating berpengaruh terhadap variabel independen dan variabel dependen.

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1 Deskriptif Data

  Penelitian ini dilakukan pada pejabat yang terkait dengan pengelolaan APBD pada dinas pemerintah Kota Pematangsiantar dengan menyebar kuisioner kepada 56orang secara langsung, 8 kuisioner tidak dikembalikan dengan alasan bahwa pejabat yang terkait pengelolaan APBD tidak mempunyai pengetahuan dan pengalaman yangnamanya kuisioner. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, maka diperoleh deskripsi hasil pengelolaan APBD oleh seluruh Dinas/SKPD Pemerintah Kota Pemtangsiantarditunjukkan pada tabel 5.1 Tabel 5.1 Deskripsi Statistik Descriptive StatisticsN Minimum Maximum Mean Std.

48 Sumber : Data Primer Diolah

    Berdasarkan tabel 5.1 dapat dilihat bahwa dari 48 sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, variable pengelolaan APBD yang merupakan variabledependen (Y) mempunyai nilai rata-rata 47,21 yang berarti bahwa pengelolaan APBD oleh pejabat yang terkait pada Dinas/ SKPD Kota Pematangsiantar apabila dibagikanmenghasilkan 4,29 yang mendekati angka 4 dimana berarti rata-rata respon responden terhadap pengelolaan APBD adalah dengan kategori setuju. Pengawasan merupakan variable independen (X 3 ) mempunyai nilai rata-rata sebesar 40,73 artinya bahwa akuntansi public yang apabila dibagikan dengan jumlah pertanyaan pada kuesioner mengenai variabel X 3 sebanyak 11 akan menghasilkan 3,70 yang mendekati angka 4 dimana berarti rata-rata respon responden terhadap akuntansi publik adalah dengan kategori setuju.

5.1.1 Karakteristik Responden Lokasi penelitian ini adalah pada Dinas Pemerintah Kota Pematangsiantar

  Kuesioner yang dibagikan 56 eksemplar dan dapat terkumpul kembali sebanyak 48 eksemplar dan dapat dipergunakan sebagai data dalam penelitian ini. Tabel 5.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur UmurFrekuensi Persentase 21-30 tahun4 8% 31-40 tahun13 27% 41-50 tahun22 46% >50 tahun9 19% Total48 100% Sumber : Data Primer Olahan   Tabel 5.5 menunjukkan bahwa pejabat yang terkait dengan pengelolaan APBD paling banyak memiliki tingkat pendidikan Strata Satu sebanyak 34 orang(71%), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas sebanyak 9 orang (19%), Pasca Sarjana sebanyak 5 orang (10%), Diploma tidak ada (0%).

5.1.2 Karakteristik Penelitian

  Kuesioner yang terkumpul sesuai dengan waktu yang ditentukan sebanyak 48 kuesioner. Karena masa penerimaan kembali kuesioner yang satu dengan yang lain dapat terkumpul pada saat yang ditentukan yaitu satu minggu maka tidak dilakukan responbias.

5.2 Analisis Data

5.2.1 Uji Kualitas Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, maka sebelum pengujian data baik untuk deskripsi maupun untuk pengujian asumsi perlu dilakukanuji validitas dan uji realibilitas .

5.2.1.1 Uji Validitas

  Jika angkakorelasi yang diperoleh lebih besar dari pada angka kritik (r-hitung>r-tabel) maka instrument tersebut dikatakan valid. Hal ini dapat dilihat bahwa r-hitung lebih besar dari r-table makadengan df 47 (48-1) berarti r-tabel adalah 0,2815, sebagaimana dapat digambarkan pada tabel 5.6 berikut ini:   X 3.

4. SAP (X

5. Pengelolaan APBD (Y) Y

    3.9 , X 3.10 , variabel SAP X 4.6, Uji realibilitas dilakukan untuk menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya. Berdasarkan hasil pengujian data menunjukkan 4.7 , X X 3.9 , X 3.10 variabel SAP X 4.6, X variable-variabel penelitian yang palit dapat digunakan pada analisis selanjutnya, sementara item pertanyaan variabel akuntabilitas X 1.4,X 1.9, variabel pengawasan X 3.2, 4.8 X 4.10 .

4.8 X 4.10 , harus dibuang atau tidak digunakan dalam analisis selanjutnya

    bahwa nilai cronbach`s alpha dari masing-masing variable yang diteliti lebih besar dari 0.6. Hal ini menunjukkan bahwa instrument tersebut reliabel.

1 Transparansi (X2) 0,765 0,6 Reliabel

Pengawasan (X3) 0,785 0,6 ReliabelSAP (X4) 0,767 0,6 ReliabelPengelolaan keuangan (Y) 0,745 0,6 Reliabel Sumber : Data Primer Diolah (Lampiran).  

5.2.2 Uji Asumsi Klasik

  Pengujian asumsi klasik ini terdiri dari pengujian normalitas, multikolinearitas, dan pengujian hetroskedastisitas. Data yang digunakan dalampenelitian ini adalah cross-section.

5.2.2.1 Pengujian Asumsi Klasik

  Pada tabel 5.8 dapat dlihat nilai yang diperoleh sebesar 0,894 > 0,05   dengan demikian dapat disimpulkan hasil pengujian menunjukkan residual berdistribusi normal. Model regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki kesamaan variance residual suatu periode pengamatan dengan pengamatan yang lain makadisebut homoskedastisitas, dengan kata lain tidak terjadi hetroskedastisitas.

a. Dependent Variable: AbsUt 3. Uji Multikolinearitas

  Berdasarkan pengujian multikolinearitas yang dilakukan dengan melihat nilai VIF(Variance Inflation Factor), maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas karena tidak ada nilai VIF yang lebih besar dari 10 dan nilai Tolerance tidak kurang dari 0,1. Ringkasan pengujian multikolinearitas dapat dilihat pada tabel berikut ini.

5.3. Pengujian Hipotesis

5.3.1 Pengujian Hipotesis 1

  Variabel independen dalam penelitian ini lebih dari satu, maka sebaiknya untuk melihat kemampuan variabel memprediksi variabel dependen, dalam penelitian 2 2 ini nilai yang digunakan adalah nilai adjusted R . Sedangkan Transparansi publik dan pengawsan tidakberpengaruh secara signifikansi terhadap pengelolaan APBD .

a. Dependent Variable: TTL.PAPBD

  Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan maka model penelitian adalah sebagai berikut:Y = 15,435 + 0,627 X + 0,018 X + 0,240 X + e 1 2 3   Dari persamaan di atas, dapat dilihat bahwa koefisien dari variabel akuntabilitas publik, variabel transparansi publik dan pengawasan menunjukkanangka positip. Karena probalbilitas jauh lebih kecil dari 0,05 maka model regresidapat digunakan untuk memprediksi pengelolaan APBD atau dapat dikatakan bahwa akuntabilitas publik, transparansi publik, pengawasan secara bersama samaberpengaruh terhadap pengelolaan APBD.

5.3.1 Pengujian Hipotesis 2

  Tampilan output SPSS diatas menunjukkan nilai adjusted R Square sebesar cukup tinggi .471 atau 47,1% yang berarti variabilitas pengelolaan APBD dapatdijelaskan oleh variabel Zpengelolaan APBD, Zakuntabilitas publik, Ztransparansi publik, Zpengawasan dan Absx_x1_X 4, Abs X 2 _X 4, Abs X 3 _X 4 sekitar 47,1% dan sisanya 52,9% dijelaskan oleh variabel lain diluar model ini. Hal ini berarti bahwa variabelstandardized akuntabilitas publik, standardized transparansi publik, standardized pengawasan dan Abs X 1 _X 4, Abs X 2 _X 4, Abs X 3 _X 4 secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi pengelolaan APBD.

ABSX3_X4 .198 .170 .138 1.163 .252

  Variabel Ztranparansi publik memberikan nilai koefisien 0,130 dengan probabilitas 0.442 yang artinya bahwatransparansi publik tidak tidak bermodeasi dengan pengelolaan APBD. VariabelZstandar akuntansi pemerintahan memberikan nilai koefisien 0,382 dengan   probabilitas 0.038 yang artinya bahwa standar akuntansi pemerintah bermoderasi dengan pengelolaan APBD.

5.4. Pembahasan Hasil Penelitian

5.4.1. Hipotesis Satu

  Sedangkan kekuatan hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen ditunjukkan hasil pengolahan SPSS sebesar 31,8% . Artinya akuntabilitas publik berpengaruh terhadap pengelolaan APBD atau apabila pengelolaan diakukan secara akuntabilitas maka APBD dimanfaatkanekonomis, efisien dan efektif, atau APBD dimanfaatkan sesuai dengan prinsip value for money yaitu hemat, adil, merata dan sesuai kebutuhan masyarakat.

5.4.2. Hipotesis Dua

  Artinya pertanggungjawaban pengelolaan APBD yang disusun dengan standar akuntansi pemerintahan telah melakukan praktik-praktik terbaik dalam keuanganpublik untuk mendukung pencapaian transparansi dan akuntabilitas Variabel standar akuntansi pemerintahan tidak bermoderasi antara transparansi publik dengan pengelolaan APBD. Artinya pengawasan belum dimanfaatkan untukpengukuran kinerja dan pengambilan tindakan untuk menjamin hasil yang dinginkan dan belum menjamin segala sesuatu berjalan sebagaimana mestinya dan sesuaidengan waktu.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh akuntabilitas publik, transparansi publik dan pengawasan terhadap hubungan antara standar akuntansipemerintah dengan pengelolaan APBD. Hasil penelitian ini hampir sama dengan hasil penelitian yang dilakukan Sopana dan Wahyudi Isa (2007) bahwa akuntabilitas berpengaruh terhadap pengawasanAPBD.

6.2 Keterbatasan Penelitian

  Data penelitian berasal dari persepsi responden yang disampaikan secara tertulis melalui instrumen kuisioner, mungkin mempengaruhi validitas hasil. Begitu jugaterhadap pengelolaan perangkat dan pembacaan hasil-hasilnya juga mempengaruhi penelitian ini dalam hal keakuratan atau kesempurnaan.

6.3 Saran

  Seperti disebutkan dalam keterbatasan penelitian diatas, tentang pemahaman peneliti menurunkan teori ke daftar kuesioner, maka peneliti yang akan datangdiharapkan lebih memperdalam turunan teori ke daftar kuisioner pada variabel pengelolaan APBD dengan prinsip Value For Money dan variabel StandarAkuntansi Pemerintahan. Pejabat yang terkait dengan pengelolaan APBD sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 lebih meningkatkan akuntabilitas, transparansi, pengawasan dan lebihmemahami akuntansi pemerintah dan standarnya sebagai suatu jaminan tercapainya Value For Money.

DAFTAR PUSTAKA

   Pejabat   Penata  Usahaan  Keuangan  SKPD  2   menyusun   laporan  keuangan  SKPD  yang           bersangkutan.  Pengelolaan   APBD  dilakukan  Ekonomis,  2            menghindari   pengeluaran  yang  boros  dan tidak  produktif. Pengelolaan   APBD  dilakukan    Efisien,  3            penggunaan  terendah untuk mencapai tujuan tertentu.

Pengaruh Akuntabilitas Publik, Transparansi Publik Dan Pengawasan Terhadap Pengelolaan Apbd Dengan Standar Akuntansi Pemerintahan Sebagai Variabel Moderator Pada Pemerintah Kota Pematangsiantar Akuntabilitas Good Governance Kepemerintahan yang Baik Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel. Fungsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Norma Umum Anggaran Sektor Publik. SiklusDaur Anggaran Hipotesis Dua Pembahasan Hasil Penelitian 1. Hipotesis Satu Jenis Penelitian Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian. Populasi dan Sampel. Metode Pengumpulan Data Kerangka Konsep TINJAUAN PUSTAKA Kesimpulan Keterbatasan Penelitian KESIMPULAN DAN SARAN Pejabat Pengguna AnggaranPengguna Barang. Pengaruh Akuntabilitas, Transparansi, Pengawasan Terhadap Standar Akuntansi Pemerintahan dan Laporan Keuangan Pemerintah Pengawasan Good Governance Kepemerintahan yang Baik Pengujian Asumsi Klasik Uji Asumsi Klasik Pengujian Hipotesis 2 Pengujian Hipotesis 1 Pengujian Hipotesis 1 Review Peneliti Terdahulu Theoritical Mapping Rumusan Masalah Tujuan Penelitian. Manfaat Penelitian. Originalitas Penelitian. Transparansi Good Governance Kepemerintahan yang Baik Uji Hipotesis Metode Analisis Data. Uji Normalitas. Uji Multikolinieritas. Uji Hetroskedastisitas Uji Reliabilitas. Uji Validitas Uji Statistik Deskriptif Value for Money. Good Governance Kepemerintahan yang Baik
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pengaruh Akuntabilitas Publik, Transparan..

Gratis

Feedback