Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Rokok Ten Mild Pada Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara

 2  47  101  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

SKRIPSI

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel produk, harga, promosi, kemudahan memperoleh produk berpengaruh positif dan signifikan terhadapkeputusan pembelian rokok ten mild pada mahasiswa fakultas hukum universitas sumatera utara.. Kata kunci: produk, harga, promosi, kemudahan memperoleh produk dan keputusan pembelian ABSTRACT The title of this research is “ Analysis of Factors Influencing Purchase Decision Making in Ten Mild Cigarettes Faculty of Law, University of NorthSumatra.” Purpose of this reseach is define and analyze the product, price,promotion, ease of obtaining the product of decision about the purchase of Ten Mild cigarettes university law student in North Sumatra.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN ROKOK TEN MILD PADA MAHASISWA FAKULTAS HUKUM USU

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel produk, harga, promosi, kemudahan memperoleh produk berpengaruh positif dan signifikan terhadapkeputusan pembelian rokok ten mild pada mahasiswa fakultas hukum universitas sumatera utara.. Kata kunci: produk, harga, promosi, kemudahan memperoleh produk dan keputusan pembelian ABSTRACT The title of this research is “ Analysis of Factors Influencing Purchase Decision Making in Ten Mild Cigarettes Faculty of Law, University of NorthSumatra.” Purpose of this reseach is define and analyze the product, price,promotion, ease of obtaining the product of decision about the purchase of Ten Mild cigarettes university law student in North Sumatra.

KATA PENGANTAR

  Puji dan Syukur kepada Sang Causa Prima, atas kasih dan anugrahNya yang diberikan bagi penulis sehinga dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini yangberjudul “Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Dalam Pengambilan KeputusanPembelian Rokok Ten Mild Pada Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas SumateraUtara”. Kata kunci: produk, harga, promosi, kemudahan memperoleh produk dan keputusan pembelian ABSTRACT The title of this research is “ Analysis of Factors Influencing Purchase Decision Making in Ten Mild Cigarettes Faculty of Law, University of NorthSumatra.” Purpose of this reseach is define and analyze the product, price,promotion, ease of obtaining the product of decision about the purchase of Ten Mild cigarettes university law student in North Sumatra.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Dinamika persaingan bisnis yang semakin ketat antara berbagai kegiatan dalam menghasilkan dan menjual produknya, memberikan pengaruh terhadappandangan bahwa perusahaan harus memberitahukan dan memperkenalkan produknya agar konsumen terdorong untuk membeli produk perusahaan melaluikegiatan promosi dan penetapan harga yang sesuai. 1.4 Manfaat Penelitian Manfaat peneliti melakukan penelitian ini adalah:1) Bagi perusahaan, untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh faktor produk, harga, promosi dan kemudahan memperoleh produk terhadap keputusan 3) Bagi peneliti sendiri penelitian ini bermaanfaat untuk memperluas wawasan berfikir dalam bidang pemasaran secara umum dan suatu kesempatan untukdapat menuangkan teori-teori yang diperoleh dari bangku kuliah dalam penyusunan skripsi ini.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uraian Teoritis

2.1.1 Pengertian Produk

  Produk adalah suatu sifat yang kompleks baik dapatdiraba maupun dilihat termasuk kemasan, warna, harga, prestise perusahaan maupun tingkat pelayanan perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli untukmemuaskan kebutuhan dan keinginannya (Sianipar, 2006:24). Karateristik produk harus digambarkan, yang menekankan apa yang menjadikan produk tersebut lebih diminati daripada produksejenis yang ditawarkan oleh pesaing.

2.1.2 Pengertian Harga

  Harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan dan pendapatan dari perusahaan, sedangkan ketiga unsur lainnya (produk,distribusi dan promosi) timbulnya biaya (pengeluaran). Menurut Kotler (2001:195), harga adalah nilai yang dipertukarkan konsumen untuk suatu manfaat atas pengkonsumsian, penggunaan atau kepemilikan barang ataujasa.

2.1.2.1 Tujuan Penetepan Harga

  Mempertahankan kelangsungan operasi perusahaan Perusahaan menetapkan harga dengan mempertimbangkan biaya yang telah dikeluarkan dan laba yang diinginkan. Merebut Pangsa Pasar (Market Share)Perusahaan dapat menetapkan harga yang rendah sehingga dapat meraih lebih banyak konsumen dan dapat merebut pangsa pasar pesaing.

e. Mempertahankan Status Quo

Ditengah persaingan beragam, produk yang ditawarkan dipasar, produk yang telah mendapatkan pangsa pasar perlu dipertahankan keberadaannya denganpenetapan harga yang tepat.

2.1.2.2 Faktor-Faktor yang Dipertimbangkan dalam Penetapan Harga

  PersainganMenurut Kotler (2001:26), ada lima kekuatan pokok yang berpengaruh dalam persaingan suatu industri yang bersangkuatan, produk substitusi,pemasok, pelanggan, dan ancaman pendatang baru, informasi yang dibutukan untuk menganalisis karakteristik persaingan yang dihadapi antara lainmeliputi: a) Jumlah Perusahaan dalam IndustriBila hanya ada satu perusahaan dalam industri, maka secara teoritis perusahaan yang bersangkutan bebas menetapkan harga. Hambatan yang masuk ke dalam pasar dapat berupa persyaratan teknologi, investasi modal yang besar,ketidaktersediaan bahan baku pokok utama, skala ekonomi yang tidak dicapai perusahaan-perusahaan yang sudah ada dan sulit diraih olehpendatang baru, kendali atas sumber daya alam oleh perusahaan yang sudah ada, dan keahlian dalam pemasaran.

2.1.3 Pengertian Promosi

  Promosi adalah komunikasi dari pesan-pesan perusahaan yang didesain untuk menstimulus terjadinya kesadaran (awareness), ketertarikan (interest), dan berakhir Suatu promosi dikatakan efektif jika promosi tersebut dapat mencuri perhatian masyarakat. Membedakan produkOrganisasi mencoba untuk membedakan merek dan produknya melalui penggunaan promosi, khususnya produk yang tidak banyak berbeda dari parakompetitornya 4.

2.1.4 Pengertian Pemasaran

  Pemasaran adalah fungsi bisnis yang mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan yang belumterpenuhi, menentukan dan mengukur besarnya potensi keuntungan, menentukan mana saja pasar target yang paling dapat dilayani organisasi, memutuskan berbagaiproduk atau jasa, dan program yang paling tepat untuk melayani semua pasar yang sudah dipilih sebelumnya, dan mengajak setiap orang dalam organisasi untuk selaluberpikir dan melayani para pelanggan (Kotler 2005:6). Konsep pemasaran menegaskan bahwa kesuksesan sebuah organisasi dalam mewujudkan tujuannyasangat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan pasar sasarannya dan memberikan kepuasan yang diharapkan secara efektifdan efisien daripada para pesaingnya.

2.1.5 Kebutuhan, Keinginan dan Permintaan

  Menurut Kotler (2003:11), pemasaran adalah suatu proses sosial dan manejerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginanmereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh faktor harga, pendapatan, lokasi dan fasilitas terhadap keputusan pembelian rumah padaPerumahan Citra Wisata Medan, dan faktor harga yang paling dominan.

2.2 Penelitian Terdahulu

2.3 Kerangka Konseptual

  Keputusan pembelian dari pembeli sangat dipengaruhioleh marketing mix yang dikenal dengan 4P yang terdiri dari product, price, place, dan promotion. Variabel-variabel yang mempengaruhi proses keputusan pembelian oleh konsumen sangat bermanfaat sebagai tahap pengenalan kebutuhan dan pencarianinformasi, yang akan membangkitkan kesadaran konsumen untuk melakukan evaluasi alternatif yang akan menghasilkan keputusan pembelian.

2.4 Hipotesis

  Hipotesis merupakan jawaban yang sifatnya sementara berdasarkan rumusan masalah yang kebenarannya akan diuji dalam pengujian hipotesis(Sugiyono,2003:306). Berdasarkan perumusan masalah yang ditetapkan maka hipotesis penelitian ini adalah “Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen terdiridari faktor produk, faktor harga, faktor promosi dan faktor kemudahan memperoleh produk mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelianrokok Ten Mild pada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara”.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN

  a) Penelian ini hanya dibatasi pada mahasiswa Fakultas HukumUniversitas Sumatera Utara yang berjenis kelamin laki-laki dan yang mengkonsumsi rokok Ten Mild. ), promosi(X 2 ), harga (X 1 b) Penelitian ini hanya melihat variabel produk (X 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian menurut tingkat eksplanasi (penjelasan), penelitian ini dapat dikaji menurut tingkatnya yang didasarkan kepada tujuan dan objeknya.

3.4 Defenisi Operasional Variabel

  Dari observasi awal, responden yang sesuai dengan kriteria sampel sebanyak 60%, maka q = 40% dengan tingkat signifikan 5% dan tingkat kesalahanyang dapat ditoleransi sebesar 10%, maka jumlah sampel dalam penelitian ini adalah: 2 n = (1,96) (0,6) (0,4) 2 (0,10) n = 92,198Berdasarkan uraian tersebut maka jumlah responden yang akan dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah 92orang. Data Sekunder, yaitu data yang berisikan informasi dan teori-teori yang digunakan untuk mendukung penelitian yang dilakukan.

3.9 Uji Validitas dan Realibilitas

  Uji validitas akan dilakukan pada 30 orang mahasiswa fakultas sastra diluar sampel yang diuji dengan metode accidental sampling yaitu siapa sajayang ditemui yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Pengujian validitas instrumen dilakukan dengan menggunakan programSPSS 16.0 for window dengan kriteria sebagai berikut: 1) Jika r hitung > r tabel , maka pernyataan tersebut dinyatakan valid2) Jika r < r , maka pernyataan tersebut dinyatakan tidak valid hitung tabel 3.9.2 Uji Realibilitas Reliabel artinya data yang diperoleh melalui koesioner hasilnya konsisten bila digunakan penelitian lain.

3.10 Metode Analisis Data

  3.10.1 Metode Analisis Deskriptif Metode ini dilakukan dengan cara menyusun, mengelompokkan dan menganalisis data sehingga diperoleh gambaran tentang masalah yang dihadapi yaitumengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen terhadap keputusan pembelian rokok Ten Mild pada mahasiswa Fakultas Hukum USU. Heterokedastisitas diuji dengan dengan 3.10.2.3 Uji MultikolinearitasUji multikolinearitas artinya variabel independen yang satu dengan yang lain dalam model regresi berganda tidak saling berhubungan secara sempurna ataumendekati sempurna.

3.10.3 Metode Analisis Regresi Linier Berganda

  Model hipotesisyang digunakan dalam penelitian ini adalah:H : b =b =b b =0, artinya variabel bebas secara bersama-sama tidak berpengaruh 1 2 3= 4 signifikan terhadap variabel terikat. Kriteria pengambilan keputusan yaitu:H diterima bila F tabel < F hitung pada α = 5 % H a diterima bila F tabel > F hitung pada α = 5% 3.10.4.2 Uji-T (Uji Parsial)Uji-T bertujuan untuk melihat secara parsial apakah ada pengaruh yang signifikan dari variabel bebas (X ,X ,X X ) terhadap variabel terikat (Y).

4 Bentuk pengujiannya adalah:

  Dengan kata lain koefisien determinan digunakanuntuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas yang diteliti (X 1 ,X 2 ,X 3, X 4 ) yaitu produk, harga, promosi, kemudahan memperoleh produk terhadap variabel terikat 2 yaitu keputusan pembelian (Y) . Hal ini berarti bila R 2 pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan bila R mendekati 1 menunjukkan semakin kuatnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Perusahaan

4.1.1. Sejarah Perusahaan

  Pada waktu berdiri perusahaan hanya mempunyai tempat kerja yang sangat kecil dan produksinya masih sedikit sekali hanya sebesar ratusan ribu batangperharinya, rokok pertama yang diproduksi adalah merek Djarum dan Kotak Ajaib. Tahun 1971 mekanisasi diawali dengan disektor proses dan tahun 1975 dimulai produksi rokok buatan mesin, dengan diperolehnya izin menggunakan mesin,gerak maju rokok Djarum semakin mantap, dimana pada tahun 1989 PT Djarum merupakan salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia.

4.1.2. Lokasi Pabrik

  Lokasi perusahaan adalah di kota Kudus dan sekitarnya. Perusahaan sejak 1967 mulai mendirikan brak-brak atau tempat penggilingan/pelintingan rokok didesa-desa di dalam maupun di luar kota Kudus.

4.1.3. Struktur Organisasi

  Struktur organisasi merupakan suatu bentuk yang menunjukkan aspek- aspek pokok dan hubungan antar bagian serta saluran pengawasan yangmenduduki masing-masing jabatan. Struktur organisasi menggambarkan pembagian yang penting serta garis otoritas formal, kesemuanya ini adalahtanggung jawab pemimpin perusahaan untuk mengkoordinir perusahaan dan bekerjasama secara efektif dan efisien.

4.1.4. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab

Managing Directror Marketing Director Finance Director Production dan Technikal Director Personal Director Purchasing Director R & D Director

4.1.5. Ketenagakerjaan

  Jadi begitu rokok sudah selesaidilinting oleh bagian pelinting maka di ujng rokok masih banyak tembakau yang keluar dari ujungnya maka disini tugas bagian batil untuk meratakan denganjalan memotong kedua ujung rokok yang tembakaunya keluar. PT Djarum juga tercatat sebagai anggota PPRK (Persatuan Pengusaha RokokKudus) yang bertujuan untuk menjalin kerja sama yang baik antara berbagai perusahaan rokok kretek di lingkungan kota Kudus dan sekitarnya.

4.1.6. Produk Yang Dipasarkan

  Pelintingan serta pengepakan rokok kretek buatan tangan dilakukan oleh beribu-ribu tenaga kerja wanita yang terampil, sedangkan untuk produksi rokokbuatan mesin, produksi dan pengepakan dilakukan dengan mesin-mesin buatanInggris dan Jerman Barat yang cara kerjanya dikontrol oleh komputer sehingga pekerjaan dan takaran yang dikehendaki memperoleh hasil yang memuaskan. Untuk jenis SKM Ten Mild diproduksi dengan kadar nikotin dan tar yang sangat rendah yaitu tar 15 mg dan kadar nikotinnya 1,1 mg.z Gambar 4.2 Produk-produk PT Djarum Sumber: www.

4.1.7. Produksi

4.1.7.1 Bahan Baku a.Tembakau Sebagai bahan baku utama dalam proses pembuatan rokok adalah tembakau

  Tembakau yang digunakan dalam proses produksi diperoleh dalam bentuk rajangan dan krosok (tembakau yang belum dirajang). Pembelian tembakau ini dilakukan dengan dua cara yaitu : melalui agen- agen pembelian yang terdapat dimasing-masing daerah penghasil tembakau,ini biasanya dilakukan pada saat panen dengan cara dimana pengumpul- pengumpul tembakau di luar dari agen-agen tersebut datang sendirimenawarkan tembakaunya langsung ke perusahaan tanpa melalui agen-agen pembeli perusahaan.

b. Cengkeh

  Cengkeh yang digunakan adalah hasil budidaya dari kepulauan-kepulauan Indonesia sendiriyaitu : Jawa (Bogor, Purwakerto, Malang), Sumatera (Aceh, Sabang, Bengkulu, Lampung), Sulawesi (Manado), Maluku (Ambon, Ternate), danBali. Demikian halnya dengan cengkeh baru dilakukan impor jika panenan dalam negri rusak/tidak mencukupi, jadi jika terpaksa impor diperoleh dari :Zanzibar dan Madagaskar.

c. Saus

Digunakan sebagai penambah aroma, sehingga rokok yang dihasilkan mempunyai rasa khas dan inilah yang membedakan rasa antara merek rokokyang satu dengan merek rokok lainnya.

4.1.7.2 Bahan Pembantu

  Kertas Sigaret/papir yaitu kertas yang digunakan untuk membungkus campuran tembakau, cengkeh, dan saus menjadi berbentuk bulat panjangserta diperoleh dari Jepang dan Inggris. Kertas slop, untuk membungkus yang telah jadi dengan berbagai bentuk dan corak sesuai dengan yang telah ditentukan.h.

i. Lem digunakan untuk mengelem kertas sigaret maupun untuk mengelem kertas pembungkus

  Krosok yang dipanaskan itu dirajang dengan mesin rajang krosok dan tembakau yang sudah di steamdilepas dengan mesin udal tembakau. Cengkeh yang kualitasnya bermacam-macamtersebut sesuai dengan proporsinya untuk setiap jenis rokok yang dikehendaki, lalu dimasukkan ke gudang cengkeh rajang.

4.1.8. Pemasaran

4.1.8.1 Daerah Pemasaran

  Wilayah yang dicakup oleh perusahaan rokok PT Djarum dalam memasarkan hasil produksinya telah meliputi seluruh pelosok tanah airIndonesia, disamping itu pula telah dilakukan usaha-usaha ekspor, antara lain ke negara: Amerika Serikat RRC Kanada Jepang Brunei Saudi Arabia Singapura Australia Jakarta -Meliputi wilayah: DKI, Banten, Bogor, Kerawang, Sukabumi dan di luar pulau (Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah). Meliputi: daerah Cirebon dan sekitarnya ditambah Purwokerto dan Tegal.

4.1.8.2 Saluran Distribusi

  Dalam menyalurkan hasil produksinya perusahaan rokok PT Djarum Kudus membentuk pusat-pusat penjualan sebagai perwakilan dari perusahaan yang disingkat PPRD (Pusat Perwakilan Rokok Djarum), yaitu: Jakarta,Bandung, Cirebon, Semarang dan Surabaya. Untuk wilayah di luar IndonesiaPabrik → PPRD (Jakarta) → Importir Sedangkan kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh PT Djarum Kudus tidak terlepas dari kegiatan promosi yang ditujukan untuk membangun danmeningkatkan citra PT Djarum Kudus, memperluas daerah pemasaran, mengharapkan bertambahnya jumlah serta mengingatkan kembali konsumenakan produk PT Djarum Kudus.

4.2. Hasil Penelitian

4.2.1. Uji Validitas dan Reliabilitas

4.2.1.1. Uji Validitas

  Scale mean if item deleted menerangkan nilai rata-rata total jika variabel tersebut dihapus, misalnya jika pernyataan (item) 2 dihapus maka rata-ratavariabel sebesar 65,2 ; jika pernyataan (item) 3 dihapus maka rata-rata variabel bernilai 65,4 dan seterusnya. Nilaipada kolom Corrected Item-Total Correlation merupakan nilai r hitung yang akan dibandingkan dengan r tabel untuk mengetahui validitas pada setiap butirpernyataan.

4.2.1.2. Uji Reliabilitas

  VAR00007 65.2174 47.469 .432 .884 VAR00017 65.0978 46.683 .446 .884 VAR00016 65.3478 46.163 .461 .883 VAR00015 65.1739 45.640 .458 .884 VAR00014 65.2283 46.552 .577 .879 VAR00013 65.0870 46.652 .564 .880 VAR00012 65.1087 47.944 .416 .884 VAR00011 65.0978 46.990 .449 .883 VAR00010 65.1522 45.801 .479 .883 VAR00009 65.2500 45.860 .653 .877 VAR00008 65.1196 46.612 .563 .880 Reliabel artinya data yang diperoleh melalui koesioner hasilnya konsisten bila digunakan penelitian lain. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai r alpha positif dan lebihbesar dari r tabel (0,887 > 0,80) maka kuesioner tersebut dinyatakan reliabel dan dapat digunakan untuk penelitian.

4.2.2. Analisis Data

4.2.2.1 Analisis Deskriptif

  Jumlah pernyataan seluruhnya adalah 18 butir pernyataan, yakni empat butir pernyataan untuk variabel Produk/Product (X ), tiga butir 1 pernyataan untuk variabel Harga/Pricing (X 2 ), tiga butir pernyataan untuk variabel Promosi/Promotion (X 3 ), tiga butir pernyataan untuk variabel Kemudahan memperoleh produk (X 4 ) dan lima butir pernyataan untuk variabel Keputusan Pembelian (Y). Kuesioner disebarkan kepada sembilan puluh dua (92) mahasiswa S1Fakultas Hukum USU yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan oleh peneliti, yaitu mahasiswa S1 Fakultas Hukum USU berjenis kelamin laki-lakiyang mengkonsumsi rokok Ten Mild 5 batang/hari.

c. Distribusi Jawaban Responden terhadap Variabel-variabel dalam Penelitian

  Pada pernyataan kedua, dari 92 responden, 9,8% responden menyatakan sangat setuju bahwa pesan promosi yang disampaikan Ten Mild mudahdipahami, 59,8% menyatakan setuju, 30,4% menyatakan ragu-ragu, 0% menyatakan tidak setuju dan 0% menyatakan sangat tidak setuju. Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Kemudahan memperoleh produk (X 4 ) Tabel 4.12 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Kemudahan memperoleh produk (X ) 4 No SS S R TS STS Total Item F % F % F % F % F % F % 1 18 19,6 51 55,4 23 25,0 92 100 2 12 13,0 62 67,4 18 19,6 92 100 3 14 15,2 60 65,2 18 19,6 92 100 Sumber: Data primer diolah peneliti (Juli 2011) Berdasarkan Tabel 4.12 dapat dilihat bahwa: 1.

5. Pada pernyataan kelima, dari 92 responden, 13,0% responden menyatakan

sangat setuju mengkonsumsi rokok Ten Mild karena produknya mudah untuk diperoleh, 44,6% menyatakan setuju, 39,1% menyatakan ragu-ragu,3,3% menyatakan tidak setuju, dan 0% menyatakan sangat tidak setuju.

4.2.2.2 Uji Asumsi Klasik

a. Uji Normalitas

  Pendekatan GrafikSalah satu cara untuk melihat normalitas adalah dengan melihat grafik histogram dan grafik normal plot yang membandingkan antara dua observasidengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Sumber: Hasil Pengolahan SPSS (Juli 2011) Gambar 4.3 Grafik Histogram Uji Normalitas Sumber: Hasil Pengolahan SPSS (Juli 2011) Gambar 4.4 Scatter Plot Uji Normalitas Berdasarkan Gambar 4.3 dapat diketahui bahwa variabel berdistribusi normal, hal ini ditunjukkan oleh gambar tersebut, dimana tidak menceng ke kiri atau kekanan, sedangkan pada Gambar 4.4 data juga berdistribusi normal ini dapat dilihat pada scatter plot terlihat titik yang mengikuti data disepanjang garis diagonal.

b. Uji Heterokedastisitas

  Model grafikHipotesis:1) Jika diagram pencar yang ada membentuk pola- pola tertentu yang teratur maka regrasi mengalami gangguan heterokedastisitas. 2) Jika diagram pencar yang ada tidak membentuk pola- pola tertentu yang teratur maka regrasi tidak mengalami gangguan heterokedastisitas.

c. Uji Multikolinearitas

  kemudahan .012 .214 .006 .055 .956 .388 2.576 Sumber: Hasil Pengolahan SPSS (Juli 2011) Hasil pengujian:Pedoman suatu model regresi yaitu bebas multikolinieritas adalah dengan melihat Variance Inflation Factor (VIF) > 5 maka variabel ada masalahmultikolinieritas, dan jika VIF < 5 maka tidak terdapat masalah multikolinieritas. Jika Tolerance < 0,1 maka variabel ada masalah multikolinieritas, dan jikaTolerance > 0,1 maka variabel tidak terdapat masalah multikolinieritas Pada Tabel 4.10 dapat dilihat bahwa nilai VIF < 5 dan Tolerance > 0,1 maka tidak ditemukan masalah multikolinieritas dalam penelitian ini.

4.2.2.3 Analisis Linear Berganda

  Analisis regresi linier berganda dilakukan dengan bantuan SPSS 16.0 for windows dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas yang terdiri dari Produk, Harga, Promosi, Kemudahan memperoleh produk terhadap variabel terikat yaitu Keputusan Pembelian. Error Beta 1 (Constant) 3.452 1.698 2.033 .045 produk .309 .130 .263 2.378 .020harga .334 .201 .207 2.658 .000 1 X 2 X Sumber: Hasil Pengolahan SPSS (Juli 2011) Berdasarkan hasil pengolahan regresi berganda yang ditunjukkan dalamTabel 4.

a. Uji F (Uji serentak)

  positif dan signifikan dari variabel bebas (X 1 = b 2 = b 3 = b 4 = 0, artinya secara serentak tidak terdapat pengaruh yang H : b 1≠ b 2≠ b 3≠ b 4≠ 0, artinya secara serentak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas (X 1 , X 2 , X 3 , X 4 ) terhadap variabel terikat (Y). Untuk menentukan nilai F, maka diperlukan adanya derajat bebas pembilang dan derajat bebas penyebut, dengan rumus sebagai berikut:df (Pembilang) = k – 1 df (Penyebut) = n – kKeterangan : n = jumlah sampel penelitiank = jumlah variabel bebas dan terikat H : b Pengujian ini dilakukan untuk melihat apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadapvariabel terikat.

b. Uji T (Uji parsial)

  Variabel Produk (X 1 ) Nilai t variabel produk adalah 2,378 dan nilai t 1,99 maka t hitung tabel hitung > t tabel (2,378 > 1,99) sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel produk berpengaruh positif dan signifikan (0,020 < 0,05) secara parsialterhadap keputusan pembelian rokok Ten Mild. Variabel Harga (X 2 ) Nilai t hitung variabel harga adalah 2,658 dan nilai t tabel 1,99 maka t hitung > t tabel (2,658 > 1,99) sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel hargaberpengaruh positif dan signifikan (0,000 < 0,05) secara parsial terhadap keputusan pembelian rokok Ten Mild.

c. Pengujian Koefisien Determinan (R

  Error of the Estimate Tabel 4.20 Model Summary semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X) adalah besar terhadap variabel terikat (Y). Hal ini berarti model yangdigunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan demikian sebaliknya.

c. Standard Error of Estimated (Standar Deviasi) artinya mengukur variasi dari

  nilai yang diprediksi. Dalam penelitian ini standar deviasinya sebesar 0,63713.

4.3. Pembahasan

  Kemudahan untuk memahami pesan yang disampaikan, isi pesan yang disampaikan menarik perhatian konsumen sertabanyaknya kegiatan-kegiatan yang disponsori oleh rokok Ten Mild mampu mempengaruhi keputusan pembelian rokok Ten Mild pada mahasiswa FakultasHukum Universitas Sumatera Utara. Harga rokok Ten Mild yang standar dan kompetitif serta kesesuaian harga dengan kualitasnya dibandingkan dengan rokok lain dijadikan alasan untukmelakukan pembelian rokok Ten Mild oleh mahasiswa Fakultas Hukum UniversitasSumatera Utara.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

  Berdasarkan hasil uji signifikansi variabel bebas, terdiri dari produk (X 1 ), harga (X 2 ), promosi (X 3 ), kemudahan memperoleh produk (X 4 ) secara bersama-sama atau simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian rokok Ten Mild pada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Berdasarkan koefisien determinasi(R ), maka produk, harga, promosi dan kemudahan memperoleh produk mempengaruhi keputusan pembelian rokok TenMild pada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara sebesar52,2% dan 47,8% lagi sisanya dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.

5.2. Saran

  Empat variabel bebas yang diteliti dalam penelitian ini yaitu produk, harga, promosi, kemudahan memperoleh produk berpengaruh positif dan signifikanterhadap keputusan pembelian rokok Ten Mild pada mahasiswa FakultasHukum Universitas Sumatera Utara, maka perusahaan rokok Ten Mild perlu untuk mempertahankan dan juga meningkatkan keempat variabel tersebut. Saran bagi peneliti selanjutnya agar tetap menggunakan seluruh variabel bebas(produk, harga, promosi dan kemudahan memperoleh produk) dan peneliti selanjutnya juga dapat menggunakan variabel bebas lain yang dapat mengukurkeputusan konsumen.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Dala..

Gratis

Feedback