Feedback

Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan)

Informasi dokumen
IMAGOLOGI POLITIK (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) SKRIPSI Oleh : WAHYUDI AULIA SIREGAR NIM : 030906079 DOSEN PEMBIMBING : Drs. Ahmad Taufan Damanik, M.A DOSEN PEMBACA : Drs. P. Anthonius Sitepu, MSi DEPARTEMEN ILMU POLITIK FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010 Universitas Sumatera Utara HALAMAN PERSETUJUAN Nama : Wahyudi Aulia Siregar NIM : 030906079 Departemen : Ilmu Politik Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Judul : IMAGOLOGI POLITIK (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) Ketua Departemen Ilmu Politik Drs. Heri Kusmanto, MA NIP. 196410061998031002 Pembimbing I ` Drs. Ahmad Taufan Damanik, MA NIP. 196506291988031001 Pembimbing II Drs. P. Anthonius Sitepu, MSi NIP. 195207011985111001 a.n Dekan FISIP USU Pembantu Dekan I Drs. Humaizi, MA NIP. 195908091986011002 Universitas Sumatera Utara ABSTRAKSI Imagologi Politik atau yang lebih dikenal dengan nama politik pencitraan merupakan salah satu strategi politik yang kian populer di kalangan para elit politik untuk memperkuat citra diri mereka di mata publik. Namun pada kenyataannya, politik pencitraan juga menghadirkan kontroversi di masyarakat. Kontroversi muncul saat pencitraan dinilai tidak lagi diletakkan pada substansi pencitraan itu sendiri, namun lebih kepada tampilan-tampilan yang kehilangan substansi. Kontroversi semakin menjadi ketika pencitraan politik yang dilakukan dinilai hanya menjadi demagog politik belaka. Asumsi-asumsi di masyarakat tentang politik pencitraan yang melahirkan kontroversi tersebut mendorong keberadaan penelitian ini, khususnya pencitraan politik yang dilakukan oleh SBY. Penelitian ini menjadi penting untuk melihat sejauh opini publik dalam menanggapi pencitraan politik yang dilakukan SBY dalam rangka menjatuhkan pilihan politik pada pemilu 2009 sehingga bisa dilihat tingkat efisiensi dari politik pencitraan itu sendiri. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan. Dalam penelitian ini digunakan metode pendekatan kuantitatif dengan teknik analisa data berbentuk tabel tunggal dengan menghitung seberapa besar persentase masyarakat yang pro dan kontra terhadap pencitraan politik yang dilakukan oleh pasangan SBY-Budiono dalam kerangka meningkatkan tingkat elektabilitasnya pada pemilu presiden dan wakil presiden 2009 yang lalu. Sedangkan sampel yang digunakan berjumlah 99 orang dengan menggunakan langkah-langkah metode penarikan sampel yaitu Proporsional Stratified Random Sampling (sampling acak di stratifikasi secara proporsional), Sampling Purposive (sejumlah masyarakat yang menjadi objek penelitian harus memenuhi beberapa kriteria) dan Accidental Sampling (sampel yang didasarkan pada sifat kebetulan). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa opini masyarakat yang pro terhadap SBY karena mereka menilai bahwa cara-cara dan pendekatan pencitraan yang digunakan SBY lewat proyek-proyek pencitraannya dinilai baik oleh masyarakat, disamping itu SBY juga dinilai sebagai pemimpin yang relatif berhasil dengan program-program populernya di masyarakat. Disamping itu sosok SBY juga dinilai memenuhi kriteria pribadi masyarakat sebagai sosok seorang pemimpin. Sementara itu opini masyarakat yang kontra terhadap SBY karena mereka menilai banyaknya kebohongan-kebohongan dan realitas-realitas palsu yang disampaikan SBY lewat pencitraan-pencitraan politiknya. Kata Kunci : Imagologi Politik, Politik Pencitraan, Citra Politik, Opini Publik, Pilpres 2009 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI ABSTRAK. i DAFTAR ISI . ii DAFTAR TABEL . vii BAB I : PENDAHULUAN 1.1. Latar Belarang Masalah. 1 1.2. Perumusan Masalah . 10 1.2.1. Pembatasan Masalah. 11 1.2.2. Tujuan Penelitian . 11 1.2.3. Manfaat Penelitian . 11 1.3. Kerangka Teori . 12 1.3.1. Citra . 13 1.3.1.1. Pengertian Citra. 13 1.3.1.2. Jenis Citra . 14 1.3.1.3. Citra Positif dan Citra Negatif . 17 1.3.1.4. Citra dan Identitas . 17 1.3.1.5. Proses Pembentukan Citra . 18 1.3.2. Politik . 21 1.3.3. Politik Pencitraan. 24 1.3.4. Opini Publik . 26 1.3.4.1. Definisi Opini Publik. 26 1.3.4.2. Sifat Opini. 28 1.3.4.3. Proses Terbentuknya Opini. 29 1.4. Definisi Konsep . 31 1.4.1. Opini . 31 1.4.2. Politik Pencitraan. 32 1.5. Definisi Operasional. 32 1.6. Metodologi Penelitian . 33 1.6.1. Bentuk Penelitian. 33 1.6.2. Lokasi Penelitian . 33 Universitas Sumatera Utara 1.6.3. Hipotesa . 34 1.6.4. Populasi dan Sampel . 34 1.6.4.1. Populasi . 34 1.6.4.2. Sampel . 35 1.6.4.2.1. Teknik Sampling . 37 1.6.5. Teknik Pengumpulan Data . 37 1.6.5.1. Penelitian Lapangan . 38 1.6.5.2. Penelitian Pustaka . 38 1.6.6. Teknik Analisa Data . 38 1.6.7. Sistematika Penulisan . 39 BAB II : DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN 2.1. Gambaran Umum Kota Medan . 41 2.1.1. Sejarah Kota Medan . 41 2.1.2. Geografis Kota Medan . 42 2.1.3. Demografi Kota Medan . 43 2.2. Kecamatan Medan Perjuangan . 44 2.3. Kelurahan Sidorame Timur . 45 2.3.1. Demografi Kelurahan Sidorame Timur . 45 2.3.1.1. Letak Daerah . 46 2.3.1.2. Luas Daerah . 47 2.3.1.3. Kependudukan . 47 2.3.2. Kehidupan Sosial Politik Masyarakat Kelurahan Sidorame Timur . 50 2.3.3. Kelurahan Sidorame Timur Dalam Pemilihan Umum . 55 2.3.3.1. Kelurahan Sidorame Timur Pada Pilkada Kota Medan 2005 . 55 2.3.3.2. Kelurahan Sidorame Timur Pada Pilgubsu 2008 . 57 2.3.3.3. Kelurahan Sidorame Timur Pada Pemilu 2009 . 58 2.3.3.3.1. Pileg DPR-RI . 59 2.3.3.3.2. Pileg DPD-RI. 61 Universitas Sumatera Utara 2.3.3.3.3. Pemilu Presiden . 63 2.4. Masyarakat Majemuk dan Opini Publik . 64 BAB III : PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA 3.1. Distribusi Responden . 69 3.1.1. Distribusi Responden Menurut Jenis Kelamin . 69 3.1.2. Distribusi Responden Menurut Usia. 69 3.1.3. Distribusi Responden Menurut Agama. 70 3.1.4. Distribusi Responden Menurut Tingkat Pendidikan . 70 3.1.5. Distribusi Responden Menurut Jenis Pekerjaan . 71 3.2. Penyajian Data . 71 3.2.1. Kriteria Responden . 71 3.2.1.1. Pilihan Pada Pilpres 2009 . 72 3.2.1.2. Pengetahuan Akan Pencitraan . 74 3.2.1.3. Partisipasi Dalam Menyaksikan Proses Pencitraan SBY-Budiono . 77 3.2.1.4. Durasi Menyaksikan Proses Pencitraan SBY-Budiono. 79 3.2.1.5. Partisipasi Menyaksikan Pencitraan Pasangan Lain . 81 3.2.2. Bagian Pencitraan . 83 3.2.2.1. Pertanyaan Seputar Pencitraan Politik SBY . 83 3.2.2.1.1. Jargon “LANJUTKAN” . 83 3.2.2.1.2. Iklan “SBY-PresidenKu” . 85 3.2.2.1.3. Iklan Penurunan Harga BBM 3x . 88 3.2.2.1.4. Isu “Bantuan Langsung Tunai” . 90 3.2.2.1.5. Isu “Perbaikan Ekonomi” . 93 3.2.2.1.6. Isu “Pemberantasan Korupsi” . 95 3.2.2.1.7. SBY “Menegur” Pejabat . 98 3.2.2.1.8. SBY Menangis . 100 3.2.2.1.9. SBY Dalam Debat Kandidat Capres . 102 3.2.2.1.10. Tampilan Pencitraan SBY . 104 3.2.2.1.11. Tema Pencitraan SBY . 106 Universitas Sumatera Utara 3.2.2.2. Persepsi Terhadap Pencitraan SBY . 108 3.2.2.2.1. Tampilan Fisik SBY . 108 3.2.2.2.2. Kebijaksanaan SBY . 110 3.2.2.2.3. Kejujuran SBY . 113 3.2.2.2.4. Kedekatan SBY Dengan Masyarakat . 115 3.2.2.3. Kognisi Terhadap Pencitraan SBY . 118 3.2.2.3.1. Kepercayaan Kepada Pesan Pencitraan SBY . 118 3.2.2.3.2. Kepercayaan Terhadap Realitas Dalam Pencitraan Politik SBY . 120 3.2.2.3.3. Pengaruh Pencitraan Negatif Terhadap Kepercayaan Kepada Pencitraan SBY . 123 3.2.2.3.4. Akumulasi Kepercayaan Terhadap SBY . 125 3.2.2.4. Motivasi Terhadap Pencitraan SBY . 127 3.2.2.4.1. Kriteria Pribadi Dan Sosok SBY . 128 3.2.2.4.2. Kepentingan Pribadi Terhadap Janji Kampanye SBY . 129 3.2.2.5. Sikap Terhadap Pencitraan SBY . 132 3.2.2.5.1. Keyakinan Pribadi dan Pilihan Politik . 132 3.2.2.5.2. Pengaruh Pencitraan Terhadap Keyakinan Pribadi. 135 3.3. Analisis Data . 136 3.3.1. Pro Kontra Tentang Isu Pencitraan SBY . 140 3.3.1.1. Penyebab Masyarakat Pro Terhadap Pencitraan SBY . 140 3.3.1.2. Penyebab Masyarakat Kontra Terhadap Pencitraan SBY . 142 3.3.1.3. Analisis Mengenai Pro dan Kontra Pencitraan SBYBudiono . 143 3.3.2. Opini Publik Terhadap Pencitraan SBY . 146 3.3.2.1.Persepsi Terhadap Pencitraan SBY . 147 3.3.2.2.Kognisi Terhadap Pencitraan SBY . 150 Universitas Sumatera Utara 3.3.2.3.Motivasi Terhadap Pencitraan SBY . 154 3.3.2.4.Sikap Terhadap Pencitraan SBY. 155 BAB IV : PENUTUP 4.1. Kesimpulan . 158 4.2. Saran . 164 Universitas Sumatera Utara Daftar Tabel Tabel 1 Proporsi Sample Berdasarkan Proporsi Suara Pilpres 2009 . 37 Tabel 2 Komposisi Penduduk Kelurahan Sidorame Timur Berdasarkan Suku . 47 Tabel 3 Komposisi Penduduk Kelurahan Sidorame Timur Berdasarkan Usia. 48 Tabel 4 Komposisi Penduduk Kelurahan Sidorame Timur Berdasarkan Tingkat Pendidikan . 48 Tabel 5 Komposisi Penduduk Kelurahan Sidorame Timur Berdasarkan Mata Pencaharian. 49 Tabel 6 Komposisi Penduduk Kelurahan Sidorame Timur Berdasarkan Agama . 49 Tabel 7 Tabulasi Hasil Suara Pemilihan Walikota Medan 2005 Kelurahan Sidorame Timur . 56 Tabel 8 Tabulasi Hasil Pilgubsu 2008 Kelurahan Sidorame Timur . 58 Tabel 9 Hasil Suara Pemilu Legislatif DPR-RI 2009 Kelurahan Sidorame Timur . 59 Tabel 10 Hasil Suara Pemilu Legislatif DPR-RI 2009 Kelurahan Sidorame Timur . 61 Tabel 11 Tabulasi Hasil Pemilu Presiden 2009 . 63 Tabel 12 Distribusi Responden Menurut Jenis Kelamin . 69 Tabel 13 Distribusi Responden Menurut Usia . 69 Tabel 14 Distribusi Responden Menurut Agama . 70 Tabel 15 Distribusi Responden Menurut Tingkat Pendidikan . 71 Tabel 16 Distribusi Responden Menurut Pekerjaan . 71 Universitas Sumatera Utara Tabel 17 Pilihan Politik Responden Pada Pilpres 2009. 72 Tabel 18 Klasifikasi Pilihan Politik Responden Menurut Jenis Kelamin . 73 Tabel 19 Klasifikasi Pilihan Politik Responden Menurut Pekerjaan . 73 Tabel 20 Klasifikasi Pilihan Politik Responden Menurut Agama . 74 Tabel 21 Klasifikasi Pilihan Politik Responden Menurut Tingkat Pendidikan. 74 Tabel 22 Tanggapan Responden Mengenai Pengetahuan Responden Tentang Bentuk Pencitraan Politik . 75 Tabel 23 Klasifikasi Tanggapan Responden Menurut Jenis Kelamin Tentang Pengetahuan Responden Mengenai Bentuk Pencitraan Politik . 75 Tabel 24 Klasifikasi Tanggapan Responden Menurut Pekerjaan Tentang Pengetahuan Responden Mengenai Bentuk Pencitraan Politik . 75 Tabel 25 Klasifikasi Tanggapan Responden Menurut Agama Tentang Pengetahuan Responden Mengenai Bentuk Pencitraan Politik . 76 Tabel 26 Klasifikasi Tanggapan Responden Tentang Pengetahuan Responden Mengenai Bentuk Pencitraan Politik . 76 Tabel 27 Tanggapan Responden Tentang Kuantitas Waktu Dalam Menyaksikan Pencitraan SBY – Budiono . 77 Tabel 28 Klasifikasi Tanggapan Responden Menurut Jenis Kelamin Tentang Kuantitas Waktu Dalam Menyaksikan Pencitraan SBY – Budiono 1050 9, 31 8. 42-47 967 8, 58 9. 48-53 999 8, 86 10. 54 keatas 946 8, 39 11274 100 Jumlah Sumber: Profil Kelurahan Sitirejo I, Tahun 2009 Dari tabel diatas diketahui total dari penduduk di Kelurahan Sitirejo I yaitu 11. 274 orang, yang terdiri dari 5377 jiwa penduduk laki-laki dan 5897 jiwa penduduk perempuan yang tersebar di 17 lingkungan yang ada di Kelurahan Sitirejo I. 3.2. Pekerjaan Penduduk di Kelurahan Sitirejo I memiliki jenis pekerjaan yang beragam, adapun klasifikasi jenis pekerjaan penduduk di Kelurahan Sitirejo I dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 2: Komposisi Penduduk Berdasarkan Pekerjaan No. Pekerjaan Jumlah (orang) Persentase (%) 1. Buruh/ Swasta 465 18, 06 2. Pegawai Negeri 350 13, 59 3. Pedagang 575 22, 33 Universitas Sumatera Utara 4. Penjahit 45 1, 75 5. Tukang Batu 21 0, 82 6. Tukang Kayu 25 0, 97 7. Montir 19 0, 74 8. Dokter 8 0, 31 9. Sopir 45 1, 75 10. Pengemudi Becak 85 3, 30 11. TNI/ Polri 27 1, 05 12. Pengusaha 910 35, 34 2575 100 Jumlah Sumber: Profil Kelurahan Sitirejo I, Tahun 2009 Dari tabel 2 tersebut dapat disimpulkan bahwa pekerjaan yang paling mendominasi di Kelurahan Sitirejo I tersebut adalah sebagai pengusaha, yang mencapai persentase hingga 35, 33% dari total keseluruhan. Kemudian diikuti oleh pedagang dan buruh/ pegawai swasta. Namun demikian perbedaan persentase penduduk dari jenis pekerjaannya tidak terlalu jauh berbeda antara satu dengan yang lainnya. Penduduk di Kelurahan Sitirejo I tersebut tergolong memiliki jenis pekerjaan yang beragam. 3.3. Pendidikan Pendidikan merupakan kunci dari keberhasilan dan kemajuan, melalui pendidikan maka manusia akan memiliki suatu pola berfikir dan sikap mental yang baik sehingga memungkinkan adanya pencapaian taraf hidup yang baik. Adapun komposisi pendidikan masyarakat di Kelurahan Sitirejo I dapat dilihat pada tabel berikut ini: Universitas Sumatera Utara Tabel 3: Komposisi Penduduk Berdasarkan Pendidikan No. Pendidikan 1. Belum Sekolah 2. Usia 7-45 thn. Tidak Pernah Jumlah Persentase 1516 13, 45 3055 27, 09 223 1, 98 Sekolah 3. Pernah Sekolah SD tetapi tidak tamat 4. Tamat SD/ Sederajat 2440 21, 64 5. SLTP/ Sederajat 1860 16, 50 6. SLTA/ Sederajat 1650 14, 64 7. D-1 90 0, 80 8. D-2 110 0, 98 9. D-3 170 1, 51 10. S-1 130 1, 15 11. S-2 30 0, 27 11274 100 Jumlah Sumber: Profil Kelurahan Sitirejo I, Tahun 2009 Dari tabel dapat dilihat bahwasanya masih banyak penduduk yang berusia 7-45 tahun dan belum pernah mendapatkan pendidikan formal di bangku sekolah. Dan persentase tingkat pendidikan tampak seperti bentuk piramida, dimana masyarakat lebih banyak yang mendapatkan pendidikan SD yaitu 21, 64 % dimana kemudian pada tiap tingkat selanjutnya yang lebih tinggi persentasenya semakin rendah, untuk yang lulus hingga tingkat S2 hanya ada 0,26 %. Universitas Sumatera Utara 3.4.Agama Penduduk di Kelurahan Sitirejo I menganut agama yang berbeda-beda diantara enam agama yang diakui di Indonesia. Untuk melihat komposisi penduduk di Kelurahan Sitirejo I berdasarkan agama yang dianut dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4: Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama No. Agama Jumlah (orang) Persentase (%) 1. Islam 6858 60, 83 2. Kristen 4071 36, 11 3. Katholik 290 2, 57 4. Hindu 25 0, 22 5. Budha 30 0, 27 11274 100 Jumlah Sumber: Profil Kelurahan Sitirejo I, Tahun 2009 Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa mayoritas penduduk Kelurahan Sitirejo I memeluk agama Islam dengan jumlah persentase hingga 60, 83 % dari total populasi yang ada. Sedangkan pada urutan yang kedua yaitu agama Kristen berjumlah sebanyak 36, 10 %, dan sisanya menganut agama Katholik, Hindu dan Budha. 4. Sarana dan Prasaran Fasilitas sarana dan prasarana merupakan sesuatu hal yang sangat penting bagi terciptanya pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat. Dengan terpenuhinya sarana dan prasarana dalam sebuah tatanan lingkungan masyarakat maka masyarakat sekitar akan lebih Universitas Sumatera Utara mudah dalam memenuhi segala tujuan dan rencana-rencananya. Adapun sarana dan prasarana yang tersedia di Kelurahan Sitirejo I dapat dilihat pada masing-masing tabel yang terdiri dari sarana pendidikan dan prasarana kesehatan. 4.1. Sarana Pendidikan Dari komposisi penduduk berdasarkan pendidikan yang telah disajikan pada tabel 3, tampak bahwasanya tingkat pendidikan masyarakat di Kelurahan Sitirejo I termasuk kedalam kategori tinggi dimana terdapat persentase penduduk yang telah mendapatkan pendidikan hingga ke jenjang S2. Tentunya hal ini disebabkan karena masyarakat di Kelurahan Sitirejo I menyadari akan pentingnya pendidikan. Dari tingkat ekonomi masyarakat di Kelurahan Sitirejo I termasuk kedalam golongan ekonomi menengah. Sehingga dengan demikian, usahausaha untuk meningkatkan taraf pendidikan di Kelurahan Sitirejo I terus diupayakan dalam penyediaan sarana ataupun prasarana pendidikan. Untuk melihat gambaran lebih jelas mengenai pemenuhan sarana pendidikan di Kelurahan Sitirejo I dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 5: Keadaan Sarana Pendidikan No. Sarana Pendidikan Jumlah Persentase 1. TPA 1 14, 29 2. TK 2 28, 57 3. SD/ Sederajat 1 14, 29 4. .SLTP/ Sederajat 1 14, 29 5. SLTA/ Sederajat 1 14, 29 Universitas Sumatera Utara 6. Perguruan Tinggi Total 1 14, 29 7 100 Sumber: Profil Kelurahan Sitirejo I, Tahun 2009 Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa di Kelurahan Sitirejo I tampak adanya keseragaman sarana Pendidikan, dimana masing-masing jenjang pendidikan memiliki sarananya masing-masing mulai dari TPA, SD/ Sederajat, SLTP/ Sederajat, SLTA/ Sederajat, hingga jenjang Perguruan Tinggi. Hal tersebut cukup baik, karena masyarakat dapat lebih mudah untuk mendapatkan pendidikan karena terdapat sarana pendidikan di sekitar tempat tinggalnya. 4.2. Prasarana Kesehatan Masyarakat yang sehat merupakan sebuah indikator dalam melihat tingkat kesejahteraan masyarakat tersebut. Untuk itu terpenuhinya fasilitas prasarana kesehatan akan mendukung bagi terciptanya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk melihat seberapa besar Kelurahan Sitirejo I dalam memenuhi prasarana kesehatan masyarakat, dapat dilihat dari prasarana-prasarana yang tersedia serta jumlahnya yang akan disajikan pada tabel berikut ini. Tabel 6: Prasarana Kesehatan No. Prasarana Kesehatan Jumlah Persentase 1. Rumah Sakit Umum - - 2. Puskesmas - - Universitas Sumatera Utara 3. Puskesmas Pembantu - - 4. Poliklinik/ Balai Pengobatan 1 6, 25 5. Apotik 4 25 6. Posyandu 6 37, 5 7. Toko Obat - - 8. Tempat Dokter Praktek 5 31, 25 Jumlah 16 100 Sumber: Profil Kelurahan Sitirejo I, Tahun 2009 Dari tabel tersebut dapat dilihat adanya jumlah prasarana kesehatan sebanyak 16 prasarana yang terdiri dari 1 Poliklinik/ Balai Pengobatan, 4 Apotik, 6 Posyandu, 5 Tempat Dokter Praktek. Hal ini cukup baik karena Kelurahan dengan luas 0, 45 km2 memiliki hingga 16 prasarana kesehatan yang tentunya sangat membantu masyarakat dalam memenuhi tingkat kesehatannya menjadi lebih baik, dan dengan jumlah tempat praktek dokter hingga 5 dapat memudahkan masyarakat dalam menjangkau tempat sehingga tidak membuang-buang waktu untuk mencari tenaga dokter di tempat lain. 5. Potensi Kelembagaan Potensi Kelembagaan berguna untuk meningkatkan dan mendorong kekuatan potensi kelurahan serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan masyarakat kelurahan. Dengan adanya potensi kelembagaan, maka pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kelembagaan tersebut akan membantu meningkatkan motivasi, partisipasi, dan swadaya gotong royong masyarakat di kelurahan secara terarah, terkoordinasi, terpadu dan berkelanjutan. Adapun potensi kelembagaan masyarakat di Kelurahan Sitirejo I adalah sebagai berikut: Universitas Sumatera Utara Tabel 7: Lembaga Kemasyarakatan No. Lembaga Kemasyarakatan 1. Organisasi Perempuan 2. PKK 3. Organisasi Pemuda Keterangan Jumlah anggota - - Ada 40 orang IPK, FKPPI, PP, 250 orang R. Masjid 4. Organisasi Karang Taruna - - 5. Organisasi Profesi - - 6. Majelis Taklim Ada 3 300 orang 7. Organisasi Bapak-Bapak Ada 3 250 orang 8. LPM atau sebutan lain LPM 25 pengurus 9. Kelompok Gotong Royong Ada 170 orang Sumber: Profil Kelurahan Sitirejo I, Tahun 2009 Tabel 8: Kelembagaan Politik No. Nama Partai Politik Jumlah 1. PKS 1 2. PDS 1 3. GOLKAR 1 4. P. BURUH 1 5. PDIP 1 Sumber: Profil Kelurahan Sitirejo I, Tahun 2009 Universitas Sumatera Utara 6. Tingkat Perkembangan Ekonomi Mayarakat Adapun tingkat perkembangan ekonomi masyarakat dapat dilihat dari status masyarakat itu bekerja atau tidak, penguasaan aset ekonomi (yang dapat berupa status kepemilikan atas rumah, bentuk usaha, mobil, motor, barang-barang elektronik dan lain sebagainya), serta dari status tingkat taraf hidupnya. Tingkat perkembangan ekonomi masyarakat di Kelurahan Sitirejo I dapat dilihat memahami megenai partai politik itu sendiri. Ada juga yang ikut bergabung didalam partai politik karena mengharapkan imbalan apabila ikut bergabung didalam partai tersebut, misalnya saja imbalan berupa uang. Namun, ada juga responden yang menjawab manfaat keikutsertaannnya didalam partai politik adalah mendapatkan imbalan. Di sisi lain ada juga responden yang tidak menjawab, hal ini dikarenakan mereka tidak menemukan manfaat ikut bergabung didalam partai politik, karena memang sebagaimana yang diketahui dominan responden yang ikut bergabung didalam partai politik hanya menjabat sebagai anggota saja. Dari hasil penelitian diatas dapat dilihat bahwa ada 23 orang (23,7%) yang ikut bergabung dalam partai politik namun tidak mendapatkan pendidikan politik sebagaimana mestinya. Hal ini dikarenakan mereka sendiri juga. Walaupun mereka ikut bergabung didalam partai politik, namun kegiatan-kegiatan yang diadakan partai politik atau rapat-rapat jarang dihadiri. Mereka hanya tercatat sebagai anggota saja, dan ini dapat dinilai bahwa keikutsertaan mereka hanya untuk sekedar nama. Universitas Sumatera Utara BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Kelurahan Dataran Tinggi Kecamatan Binjai Timur, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. Partisipasi masyarakat di Kelurahan Dataran Tinggi dalam mengikuti Pemilu Presiden cukup tinggi yaitu 87,6%. Tingginya tingkat partisipasi responden tidak terlepas dari faktor psikologis dan sosiologis yang mempengaruhinya. Masyarakat menjatuhkan pilihannya berdasarkan faktor ketokohan atau figur dari pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden itu sendiri. 2. Ketertarikan masyarakat untuk ikut didalam kampanye cukup tinggi. Ada 67 responden (69%) yang tertarik untuk ikut didalam kampanye dengan alasan yang berbeda. Ada yang ingin mendukung pasangan calon yang diunggulkannya, ada juga yang memiliki motivasi untuk mendapatkan imbalan, baik itu berupa sembako maupun uang. Masyarakat lebih suka pelaksanaan kampanye secara terbuka di lapangan, karena selain ada acaranya, masyarakat juga diberikan kaos sebagai bukti mendukung pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden tersebut. Pelaksanaan kampanye juga dilakukan dengan pawai keliling kota, meneriakkan yel-yel, slogan dan nomor urut dan menempelkan stiker ataupun menyebarkan selebaran serta baliho masih menjadi pilihan. 3. Keikutsertaan masyarakat didalam partai politik cukup tinggi yakni 45 orang (46,4%) dari 97 responden. Sedangkan yang tidak ikut bergabung didalam Universitas Sumatera Utara partai politik sebanyak 52 orang (53,6%). Walaupun partisipasi masyarakat yang bergabung didalam partai politik cukup tinggi, namun masyarakat tersebut tidak memiliki pengetahuan yang memadai mengenai pemahaman partai politik. Masyarakat hanya sedikit yang memahami mengenai partai politik dan hanya sedidkit juga yang mendapatkan pendidikan politik didalam partai politik dikarenakan keikutsertaan masyarakat tersebut didominasi oleh orang-orang yang diajak saudara atau teman dan yang mengharapkan imbalan. Sehingga mereka yang sebahagian besar hanya sebagai anggota, serta mereka juga jarang ikut didalam kegiatan yang dilaksanakan oleh partai, baik itu rapat ataupun kegiatan pendidikan politik karena motivasi mereka untuk ikut didalam partai politik semata-mata hanya mengharapkan imbalan dan hanya ikut-ikutan saja. Tidak murni keinginan untuk memahami partai politik lebih jauh, walaupun ada beberapa orang yang memiliki motivasi untuk memahami partai politik. Jadi dapat disimpulkan bahwa dari ketiga perilaku politik yaitu melalui pemberian suara (voting), keikutsertaan seseorang dalam kampanye, dan keanggotaan seseorang dalam partai politik di dalam Pemilu Presiden tahun 2009. Dapat dilihat bahwa partisipasi masyarakat di Kelurahan Dataran Tinggi cukup tinggi terutama dalam pemberian suara 87,6%. Partisipasi masyarakat dalam kampanye juga cukup tinggi namun motivasi yang melatarbelakangi ikut kampanye juga beragam, tidak hanya karena ingin mendengar visi misi, tetapi juga ingin mendapatkan sembako, uang, kaos. Partisipasi masyarakat dalam partai politik lebih besar dikarenakan hanya diajak oleh orang-orang terdekat, dan memiliki motiavsi ekonomi. Universitas Sumatera Utara 4.2 Saran Dari penelitian yang telah dilakukan maka penulis merasa perlu memberikan saran kepada masyarakat dan lembaga yang terkait (partai politik) sebagai berikut: 1. Para pemilih menentukan pilihannya karena pengaruh kekuatan psikologis yang berkembang dalam dirinya sebagai produk dari proses sosialisasi, artinya sikap seseorang merupakan refleksi dari kepribadian dan merupakan variabel yang menentukan dalam mempengaruhi perilaku politiknya. Didalam menentukan pasangan calon, faktor psikologis lebih dominan dibandingkan factor sosiologis maupun teori pilihan rasional. Alangkah lebih baik kita melihat tidak hanya pada faktor ketokohannya saja tetapi juga visi dan misi yang diusungnya, sehingga kita dapat memilih pasangan yang lebih baik. Begitu juga dengan keikutsertaan masyarakat didalam kampanye kiranya jangan hanya karena ada motivasi ekonomi saja melainkan juga ada rasa ingin tahu mengenai pasangan calon yang diusung, agar nantinya tidak salah pilih. 2. Partai politik diharapkan lebih aktif memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Tidak hanya pada saat mau diadakannya Pemilu maka partai akan bergerak, mencari massa, namun dari sekarang saat Pemilu juga sudah usai. Hal ini penting untuk membangun hubungan internal dan pembentukan image dari partai politik itu sendiri. Hubungan internal merupakan suatu proses antara anggota-anggota partai dengan pendukung untuk memperkuat ikatan ideologis dan identitas mereka. Dan masyarakat juga diharapkan kerjasamanya untuk ikut terlibat aktif didalam kegiatan yang dilaksanakan oleh partai. Tidak hanya mengharapkan balas jasa karena telah menjadi anggota partai politik tersebut tetapi juga ikut didalam setiap kegiatan, sehingga pada akhirnya Universitas Sumatera Utara masyarakat akan memperoleh keuntungan yakni mendapatkan pengetahuan, pendidikan politik. Sehingga diharapkan pemahaman terhadap pendidikan politik ini akan membuat rasionalitas pemilih semakin tinggi saat menjatuhkan pilihannya. Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Almond, Gabriel., dan Verba, Sidney. Budaya Politik, Tingkah Laku Politik dan Demokrasi di Lima Negara. Jakarta: Bina Aksara, 1990. A.Rahman.H.I. Sistem Politik Indonesia. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2007. Asep Ridwan, Memahami Perilaku Pemilih Pada Pemilu 2004, Jurnal Demokrasi dan HAM. Jakarta: The Habibie Center, 2000. Antar, Venus. Manajemen Kampanye. Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2009. Firmanzah. Marketing Politik. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2007. Hanta, Yuda. Presidensialisme Setengah Hati. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2010. Hendarmin Ranadireksa. Arsitektur Konstitusi Demokratik. Bandung: Fokusmedia, 2007. Husein Umar. Metode Riset Bisnis. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama, 2003. Khoirul Anwar. Perilaku Partai Politik. Malang: UMN Press, 2006. Joseph Scumpeter. Capitalism, Socialism, and Democracy. New York : Harper, 1947. Kuskridho Ambardi. Mengungkap Politik Kartel. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) ,2009. Masri Singarimbun dan Sofian Effendi. Metode Penelitian Sosial. Jakarta: LP3S, 1989. Mochtar Mas’oed. Negara, Kapital dan Demokrasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003. M.Asfar. ”Beberapa Pendekatan dalam Memahami Perilaku Pemilih”. Jurnal Ilmu-Ilmu Politik, Vol. 16, Jakarta: PT. Gramedia, 1989. Nazzarudin, Sjamsuddin. Dinamika Sistem Politik Indonesia. Jakarta: Gramedia, 1993. Universitas Sumatera Utara Nazir, Moh. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Jakarta, 1998. Nimmo, Dan. Komunikasi Politik : Komunikator, Pesan, dan Media. Bandung: Remadja Rosda Karya, cetakan ke empat. P.Huntington, Samuel dan Nelson, Joan., Partisipasi Politik di Negara Berkembang, Jakarta: Rineka Cipta, 1994. Damsar. Pengantar Sosiologi Politik. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010. Ramlan Surbakti. Memahami Ilmu Politik., Jakarta: PT.Gramedia WidiaSarana Indonesia, 1992. Ridwan, Moh. Perilaku Politik NU Pasca Pernyataan Kembali ke Khittah 1926. Skripsi, 1997. Samego Indria. Book Review Ekonomi Politik. Pasca Sarjana Ilmu Politik, Universitas Nasional, Jakarta, 2000. Sudijono Sastroatmodjo. Perilaku Politik. Semarang: IKIP Press, 1995. Syamsuddin Haris. Menggugat Pemilihan Umum Orde Baru. Indonesia, 1988. Jakarta: Yayasan Obor Website http://www.indopubs.com mjieschool.multiply.com/journal/item/./BUDAYA_POLITIK jurnal.dikti.go.id Peter Mair, Party Systems and Structures of Competition, dalam Lawrence LeDuc, ed., et.al., Comparing Democracies: Elections and Voting in Global Perspective, (California: Sage Publications, 1996) p.93 dalam Wikipedia. Surat Kabar Liddle, William dan Saiful Mujani, “ Politik Aliran Memudar, Kepemimpinan Nasional Menentukan Pilihan Partai Politik”, Kompas, 1 September 2000. Universitas Sumatera Utara
Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) 1 – 30 detik sebagian tergantung isi 18 34 1 – 30 detik sebagian tergantung isi 15 22 9 3 20 PNS 6 4 17 Pegawai 11 1 20 Pemuka 6 8 15 D3 19 6 40 S2 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) 15 D3 21 40 S2 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) 15 D3 30 40 S2 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) 17 Pegawai Swasta 2 18 8 48 Protestan 4 8 Budha - 3 15 D3 15 40 S2 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) 33 40 S2 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) 52 99 1 20 PNS 2 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) 52 99 15 20 PNS 14 17 Pegawai Swasta 5 18 27 48 Protestan 5 8 Budha 2 3 3 15 52 99 15 99 15 99 15 99 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) 52 99 17 20 PNS 10 17 Pegawai Swasta 8 18 27 48 Protestan 4 8 Budha 2 3 4 52 99 25 54 99 25 54 99 25 54 99 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) 52 99 31 99 31 99 31 99 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) 52 99 32 99 32 99 32 99 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) 52 99 35 99 35 99 35 99 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) 52 99 40 99 40 99 40 99 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) 52 99 41 99 41 99 41 99 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) 52 99 46 99 46 99 46 99 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) 52 99 47 99 47 99 47 99 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) 52 99 48 99 48 99 48 99 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) 52 99 55 17 4 99 55 17 4 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) 52 99 55 99 55 99 55 99 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) 52 99 57 18 99 57 18 99 57 18 99 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) 52 99 60 99 60 99 60 99 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) 52 99 7 99 7 99 7 99 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) 52 99 - PNS - Pegawai Swasta - - Protestan - 57 99 52 99 Penyajian Data Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) 99 30 22 99 30 22 99 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) 99 55 17 4 99 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) Budha 1 3 2 15 D3 28 40 20 22 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) Budha - - D3 - S2 D3 27 40 S2 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) Definisi Konsep 1. Opini Definisi Operasional Distribusi Responden 52 99 52 99 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) Gambaran Umum Kota Medan Kecamatan Medan Perjuangan Kelurahan Sidorame Timur Kerangka Teori Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) Kesimpulan Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) Latar Belakang Masalah Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) Pegawai Swasta 2 4 18 5 16 48 Protestan 2 3 8 Budha 1 3 Pegawai Swasta 4 6 18 5 30 48 Protestan 1 4 8 Budha 3 4 2 15 D3 1 Perumusan Masalah Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan) S2 52 99 30 22 Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan)
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Imagologi Politik (Studi Deskriptif Tentang Opini Publik Terhadap Pencitraan Politik Dalam Meningkatkan Tingkat Elektabilitas Politik Pada Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan)

Gratis