Pengaruh citra merek, periklanan, dan persepsi terhadap minat menabung nasabah

Gratis

5
55
154
3 years ago
Preview
Full text

PENGARUH CITRA MEREK, PERIKLANAN, DAN PERSEPSI TERHADAP MINAT

PENGARUH CITRA MEREK, PERIKLANAN, DAN PERSEPSI TERHADAP MINAT (studi kasus pada masyarakat Ciputat dan Pamulang yang menjadi nasabah di Bank Muamalat)Diajukan Oleh: ZAINAB (106081004237)MANAJEMEN PEMASARAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1432 H / 2011 M

MENABUNG NASABAH

(studi kasus pada masyarakat Ciputat dan Pamulang yang menjadi nasabah di Bank Muamalat)Diajukan Oleh: ZAINAB (106081004237)MANAJEMEN PEMASARAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1432 H / 2011 M

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

I. IDENTITAS PRIBADI

  Nama : ZAINAB 2. Lahir : Jakarta, 16 September 1987 3.

II. PENDIDIKAN

  1. Jambu Pasar Minggu(1994-1999) 2.

III. LATAR BELAKANG KELUARGA

  Secara bersama-sama CitraMerek, Periklanan, dan Persepsi terdapat pengaruh yang signifikan terhadap minat menabung. Yang artinya 10,6% variable minat menabung dapat dijelaskan oleh variasi dari ketiga variabel independen(Citra Merek, Periklanan, dan Persepsi).

KATA PENGANTAR

  Wb Alhamdulillahirobbil’alamiin, segala puji dan syukur yang tak terhinggapenulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah serta inayahnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yangberjudul “PENGARUH CITRA MEREK, PERIKLANAN, DAN PERSEPSITERHADAP MINAT MENABUNG NASABAH (studi kasus pada masyarakat Ciputat dan Pamulang yang menjadinasabah di Bank Muamalat)”. Kedua Orang Tuaku tercinta yang memiliki peran yang sangat penting dan tak terkira, yang telah memberikan do’a tulus ikhlas, motivasi, dankasih sayang serta dukungan berupa moril dan materil kepada penulis untuk tetap semangat mencapai citaku.

8. Segenap staf akademik dan staf perpustakaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

  Terima kasih atasbantuan dan motivasi, do’a, dan semangat yang kalian berikan kepada zainab (zie). Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangatlahdiharapkan untuk menyempurnakan skripsi ini.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Banyak pakar ekonomi mengatakan bahwa krisis ekonomi yang

  Pada prinsipnya bank adalah salah satu bentuk bisnis jasa, sebagai industri jasa, setiap bank akan berusaha memberikan layanan produk dan jasayang maksimal bagi nasabahnya, nasabah yang puas adalah nasabah yang puas terhadap layanan dari produk dan jasa yang diberikan oleh pihak perbankan. Begitu halnya salah satu dari perbankan syariah yang ada di Jakarta yaitu Bank Muamalat yang merupakan salah satu lembaga keuangan yang Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka untuk mengetahui secara pasti variable-variable yang mempengaruhi terhadap minat menabung nasabahpada Bank Muamalat.

B. Perumusan Masalah

  Dampak dari simbol suatu produk dalam dunia perbankan juga memberikan arti di dalam minat nasabah sebab simbol dan merek merupakan hal penting dalam periklanan dan mempunyai pengaruh dalam minat untuk jadi nasabah suatu bank, lebih lanjut lagi citra merek akan berpengaruh terhadap minatkonsumen seperti hasil penelitian yang dikemukakan oleh Haubl (1996). Dengan diangkatnya masalah tersebut di atas menunjukan bahwa betapa pentingnyabagi pihak manajemen untuk menerapkan strategi dengan meningkatkan citra merek dan promosi melalui media periklanan serta menyampaikan nilai yangbaik agar menjadi persepsi yang baik bagi masyarakat tentang Bank Muamalat, hal ini guna mengevaluasi dalam meningkatkan minat nasabahdalam menabung.

C. Tujuan Penelitian

  Untuk menganalisi pengaruh citra merek, periklanan, dan persepsi terhadap minat menabung nasabah. Untuk menganalisis variabel yang paling dominan diantara citra merek, periklanan, dan persepsi terhadap minat menabung nasabah.

D. Manfaat penelitian

  Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat kepada pihak-pihak yang terkait, terutama bagi: 1. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya Ekonomi Manajemen pemasaran terutama bagiakademisi yang ingin menganalisis pengaruh citra merek, periklanan, dan persepsi terhadap minat menabung nasabah, sebagai acuan pada penelitianselanjutnya.

2. Secara praktis, merupakan bahan masukan atau evaluasi praktek lapangan, khususnya bagi perusahaan tentang citra merek, periklanan, dan persepsi

  Bagi masyarakat, dengan penelitian ini masyarakat dapat mengetahui seberapa besar pengaruh citra merek, periklanan, dan persepsi terhadapminat menabung nasabah. Sehingga dapat menambah wawasan mereka di bidang pemasaran khususnya kekuatan citra merek, periklanan, danpersepsi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Pemasaran Banyak ahli yang telah memberikan definisi atas pemasaran ini. Definisi yang diberikan sering berbeda antara ahli yang satu dengan ahli yang

  Pemasaran menurut (Kotler, 2007:6) didefinisikan sebagai proses sosial dan manajerial yang mana seseorang atau kelompok memperoleh apayang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai dengan pihak lain. Staton dalam Basu Swastha (1998:178) adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukanuntuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasanyang dapat memuaskan kebutuhan kepadapembeli yang ada maupun pembeli potensial.

B. Pengertian Manajemen Pemasaran

  Dengandemikian, Manajemen pemasaran menurut Kotler dalam Fajar Laksana (2008:4) adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapanharga, promosi serta penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran individu dan organisasi. Definisi ini mengakui bahwa manajemen pemasaran adalah proses yang melibatkan analisa, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian yangmencakup barang, jasa dan gagasan yang tergantung pada pertukaran dengan tujuan menghasilkan kepuasan bagi pihak-pihak yang terkait.

C. Konsep Pemasaran

  Secara definitive dapat dikatakan bahwa konsep pemasaran adalahfalsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomis dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan(Basu Swasta, 1998:181). Konsep pemasaran juga menyatakan bahwa kunci untuk meraih tujuan organisasi adalah menjadi lebih efektif daripada para pesaing dalammemadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan kebutuhan pasar sasaran yang terpilih (Kotler, 2007:19).

D. Pemasaran Jasa

  Ini berkaitan dengan sulitnya diketahui batasan-batasan yang jelas antara organisasi atau unitusaha yang menjadi bagian dari penyaluran barang dengan organisasi yang yang menawarkan jasa. Produk jasa ini banyak macam dan jenisnya, Secara umum ada perbedaan antara barang dan jasa yang dapat dilihat, misalnya, pembelian jasadipengaruhi oleh motif dan emosi, jasa tidak berwujud, bersifat tidak tahan lama, tidak dapat disimpan, mementingkan unsur manusia, distribusilangsung, tidak memiliki standar dan keseragaman serta jasa tidak terlalu mementingkan adanya peramalan permintaan.

E. Sifat – Sifat Khusus Pemasaran Jasa

  Kualitas jasa yang ditawarkan tidak dapat dipisahkan dari mutu yang menyediakan jasa. Karena jasa adalah suatu produk yang tidak berwujud maka konsumen akan memperhatikan benda berwujud yang memberikanpelayanan sebagai patokan terhadap kualitas jasa yang ditawarkan.

F. Citra Merek

  Merek sebagai nama, istilah, tanda, simbol, atau desain, ataukombinasinya, yang ditujukan agar dapat mengenali barang atau jasa dari satu atau sekelompok penjual dan membedakannya dari produk dan jasa parapesaing (Kotler dkk., 2006:97). Knapp dalam Eva sheilla Rahma (2001: 20) mendefinisikan merek sebagai internalisasi sejumlah kesan yang diterima oleh pelanggan dankonsumen yang mengakibatkan adanya suatu posisi khusus dalam ingatan mereka terhadap manfaat emosional dan fungsional yang dirasakan.

1. Apakah merek benar-benar berbeda, penting dan bernilai bagi konsumen

3 Apakah merek secara konsisten memenuhi janji dan meyampaikan komitmennya kepada konsumen

  Apakah merek memiliki komitmen untuk menyediakan manfaat emosional dan fungsional tertentu bagi konsumen Dengan demikian, jelas bahwa pemberian merek bukan merupakan instuisi, bukan hanya sebuah kata, melainkan konsep nyata tentang keinginan,komitmen dan janji kepada konsumennya. Kekuatan (strengtheness) Dalam hal ini adalah keunggulan yang dimiliki oleh merek yang bersifatfisik dan tidak ditemukan pada merek lainya.

3. Favorable

  Periklanan merupakan bentuk presentasi dan promosi non pribadi tentang ode, barang dan jasa yang dibayar oleh sponsor tertentu. Peranan periklanan dalam pemasaran jasa adalah untuk membangun kesadaran terhadap keberadaan jasa yang ditawarkan, menambah pengetahuantentang jasa yang ditawarkan, membujuk calon konsumen untuk membeli atau menggunakan jasa tersebut, dan membedakan diri perusahaan satu dengan perusahaan lain yang mendukung positioning jasa.

1. Mission (tujuan periklanan), adalah menetapkan tujuan periklanan, yaitu menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan

  Membujuk atau mempengaruhi konsumen Periklanan dapat bersifat membujuk atau mempengaruhiterutama kepada pembeli-pembeli potensial, dengan menyatakn bahwa produk yang dihasilkan adalah lebih baik dari pada produk yang lain. Sebagai alat untuk membuka komunikasi Periklanan adalah suatu alat untuk membuka komunikasi duaarah antara penjual dan pembeli, sehingga keinginan mereka dapat dipenuhi dalam cara yang efisien dan efektif.

2. Persuasion, yakni menciptakan respons aktif di kalangan konsumen berupa perilaku yang mendorong pembelian

  Pengakuan dan daya ingat merupakan unsur-unsur memori konsumen atas informasi periklanan, tetapi pengukuran 2) Reaksi emosional Para periset periklanan semakin menyadari bahwa iklan-iklan yangsecara positif mempengaruhi perasaan dan emosi penerima dapat meraih kesuksesan yang besar untuk produk-produk dan situasi tertentu. Para pakar psikologi menyimpulkan bahwa fungsi-fungsi fisiologis ini sensitifterhadap proses psikologi yang berkaitan dengan periklanan.seluruh fungsi fisiologis yang disebutkan ini dikendalikan oleh sistem sarafotomatis (sistem saraf otomatis ini terdiri dari saraf dan ganglia yang memennuhi pembuluh darah, jantung, otot halus, dan kelenjar-kelenjar).

H. Persepsi

  Kondisi-kondisi di dalam diri kita sendiri Sedangkan menurut Veithzal Rivai (2004:231) persepsi adalah suatuproses yang ditempuh individu untuk mengorganisasikan dan menafsirkan kesan-kesan indera mereka agar memberikan makna bagi lingkungan mereka. Dari definisi-definisi tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah sebagai suatu proses yang menyangkut tiga aspek yaitu:seleksi, organisasi, dan interpretasi.

I. Minat Menabung

  Dalam perekonomian sekarang, masyarakat sudah mengenala bank umun (commercial bank) yang dijalankan dan dimiliki oleh negara maupunpihak swasta, sedangkan dari beberapa bank tersebut terdapat bank central yang berfungsi mengatur dan mengawasi kinerja bank-bank tersebut danmembantu mencapai tujuan-tujuan ekonomi dalam perekonomian sebuah negara. Perbankan merupakan inti dari sistem keuangan pada setiap negara, bank sebagai lembaga keuangan menjadi tempat bagi perushaanbadan pemerintah dan swasta maupun perorangan untuk menyimpan Bank juga berperan sebagai pemasok dari sebagian besar uang beredar yang digunakan sebagai alat pembayaran sehingga kebijaksanaanmoneter dapat berjalan dengan baik.

2. Fungsi Bank

  Pedagan g Dana (money leader) Merupakan wahana yang dapat menghimpun dana dan menyalurkan dan masyarakat secara efektif dan efisien. Lembaga yang melancarkan transaksi perdagangan Bank dalam hal ini bertindak sebagai penghubung antara nasabahyang satu dengan yang lain jika keduanya melakukan transaksi.

3. Jenis-jenis Bank di Indonesia

  Alat analisis yang digunakan adalah regresi liner berganda, dengan hasil dari analisisnya adalah bahwa persepsimasyarakat santri Jawa Timur baik yang merupakan nasabah maupun yang bukan basabah bank syariah, ditinjau dari pendekatan budaya, sosial, pribadidan psikologis, adalah positif terhadap bank syariah. Hal ini dikembangkan dan digambarkan secara logis dan diperluas jaringan asosiasi antar variabel-variabel yang telah didefinisikan melalui proses-proses Jadi dari pemaparan landasan teori di atas, maka dapat dikembangkan suatu kerangka pemikiran yang dapat dilihat pada gambar 2.2 berikut ini: Gambar 2.2 Kerangka pemikiran M.

2 Ha ; Terdapat pengaruh secara parsial antara variabel periklanan (X ) terhadap minat menabung (Y)

  Ho ; Tidak terdapat pengaruh secara simultan antara variabel citra merek (X1 ), periklanan (X 2 ), dan persepsi (X 3 ) terhadap minat menabung (Y). Ha ; Terdapat pengaruh secara simultan antara variabel citra merek (X ), periklanan (X ), dan persepsi (X ) terhadap minat menabung (Y).

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Dalam ruang lingkup diperlukan adanya penekanan batasan lokasi

  Untuk itupermasalahan akan dibatasi pada masalah-masalah yang berkaitan dengan citra merek, periklanan, dan persepsi terhadap minat menabung nasabah. Danlokasi obyek yang akan diteliti adalah masyarakat daerah Tangerang Selatan yang menjadi nasabah pada Bank Muamalat.

B. Metode Penentuan Sampel 1. Populasi

  Populasi dalam setiap penelitian harus disebutkan secara tersurat yaitu yang berkenaan dengan besarnya anggota populasi serta wilayahpenelitian yang dicakup. Tujuan diadakannya anggota sampel yang Oleh karena itu, untuk penelitian ini populasi yang digunakan adalah masyarakat daerah Tangerang Selatan yang telah menjadi nasabahpada Bank Muamalat Indonesia.

2. Sampel

  Tehnik sampling berguna agar : Mereduksi anggota populasi menjadi anggota sampel yang mewakili populasinya, sehingga kesimpulan terhadap populasi dapat dipertanggungjawabkan, Lebih teliti menghitung yang sedikit daripada yang banyak,  Menghemat waktu, tenaga, dan biaya. convenience sampling berarti unit sampel yang Dalam penelitian ini akan mengambil sampel dengan sejumlah 150 responden, hal ini disebabkan karena berdasarkan pendapat dari Gay dan Diel(dalam Nina Herlina, 2009:58) yang menyatakan bahwa ”besarnya sampel minimum untuk sebuah penelitian adalah sebanyak 100 responden, karenajumlah minimum tersebut sudah memenuhi uji distribusi Z sehingga data akan mendekati sempurna atau batas sampel minimum”.

C. Metode Pengumpulan Data

  Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Kuesioner Yaitu suatu metode dimana penelitian menyusun daftar pertanyaansecara tertulis yang kemudian dibagikan kepada responden untuk memperoleh data yang berhubungan dengan kegiatan penelitian.

D. Metode Analisis Data

  Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis persamaan regresi linier berganda, uji t, uji F, koefisien determinasidan asumsi klasik (multikolonieritas, heteroskedastisitas, dan normalitas), Adapun tahap Analisis DeskriptifYaitu analisis yang bertujuan mengubah kumpulan data mentah menjadi mudah dipahami dalam betuk informasi yang lebih ringkas. Skala likert bnayak di jumpai dalam riset-riset pemasaran yang menggunakan metode survei dan dapat dikategorikan sebagai skala inteval(Istijanto,2009:90).

2. Analisis Kuantitatif

  Analisis kuantitatif merupakan suatu analisis data yang diperlukan terhadap data yang diperoleh dari hasil responden yang diberikan,kemudian dilakukan analisa berdasarkan metode statistik dan data tersebut diklasifikasikan ke dalam kategori tertentu dengan menggunakan tabeluntuk mempermudah dalam menganalisa. Uji Asumsi KlasikUntuk mendapatkan model regresi yang baik harus terbebas dari penyimpangan data yang terdiri dari multikolonieritas,heteroskedasitas dan normalitas.

b. Uji Validitas dan Reabilitas 1) Uji Validitas

  Menurut Imam Ghazali (2001) uji validitas (uji kesahihan) adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur sah atau validtidaknya suatu kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner. Suatu instrumen yang valid atau sahihmempunyai validitas tinggi, sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah.

2) Uji Reabilitas

  Pengujian reabilitas adalah indeks yang menunjukkan tingkat kekuatan suatu alat pengukuran dapat dipercaya dan diandalkan. Reabilitas menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama, dengan alat pengukuran yangsama Teguh Wahyono (2006:267) dalam Sudartik (2009:58).

c. Analisis Regresi Linier Berganda

  Untuk mempermudah dan menghemat waktu maka dalam penelitian ini dibantudengan program SPSS versi 17 dalam prosespenghitungannya Rumus : 1 1 2 2 3 3 X + b X + b X + eŶ = a + b Dimana : Ŷ = minat menabung nasabah 1 X = citra merek 2 X = Periklanan 3 X = persepsi 1 1b = Koefisien regresi variabel antara X dan y 2b = Koefisien regresi variabel antara x2 dan y 3b = Koefisien regresi variabel antara x3 dan y a = konstantae = error d. Uji t yaitu suatu uji untuk mengetahui pengaruh citra merek, periklanan, dan persepsi terhadap minat menabung nasabah secaraparsial.

2) Uji F (Uji Simultan)

  Uji F yaitu suatu uji untuk mengetahui pengaruh citra merek, periklanan, dan persepsi secara bersama-sama terhadap minatmenabung nasabah. Pada umumnya sampel dengandata deret waktu (time series) memiliki R square maupun adjusted R square cukup tinggi (diatas 0,5), sedangkan sampel dengan itemtertentu yang disebut data silang (crossection) pada umumnya memmiliki R square maupun adjusted agak rendah (dibawa 0,5),namun tidak menutup kemungkian data jenis crossection memiliki nilai R square maupun adjusted cukup tinggi.

4) Koefisien Korelasi Berganda

  Interval koefisien Tingkat Koefisien0.00 - 0.199 Sangat rendah 0.20 (pada kolom Sig.) pada masing-masing variabel independen, jikap-value lebih kecil dari level of significant yang ditentukan, atau t-hitung (pada kolom t) lebih besar dari t-tabel. Variabel bebas (variabel independen), merupakan sejumlah gejala dengan berbagai unsur atau faktor yangdi dalamnya yang menentukan atau yang mempengaruhi adanya variabel- variabel terikat.

3. Merek mudah diucapkan, diingat, dan dikenal

  Dalam upaya memperkuat permodalannya, Bank Muamalat mencari pemodal yang potensial, dan ditanggapi secara positif oleh IslamicDevelopment Bank (IDB) yang berkedudukan di Jeddah, Arab Saudi. Dalam kurun waktu tersebut, Bank Muamalat berhasil membalikkan kondisi dari rugi menjadi lababerkat upaya dan dedikasi setiap Kru Muamalat, ditunjang oleh kepemimpinan yang kuat, strategi pengembangan usaha yang tepat, sertaketaatan terhadap pelaksanaan perbankan syariah secara murni.

2. Profil Ciputat dan Pamulang Kota Tangerang Selatan adalah wilayah otonom di Provinsi Banten

  Setu dan Serpong Utara adalah 2 kecamatan denganurutan terbawah yang memiliki jumlah penduduk paling sedikit yang masing-masing berjumlah 64.985 orang dan 126.291 orang. Menurut Kabupaten Tangerang Dalam Angka Tahun 2007/2008, luas wilayah kecamatan-kecamatan yang berada di KotaTangerang Selatan (yang kemudian diambil sebagai luas wilayah kota Tangerang Selatan) adalah sebesar 150,78 Km2 sedangkan menurutKompilasi Data untuk Penyusunan RTRW Kota Tangerang Selatan adalah sebesar 147,19 Km2 dengan rincian luas kecamatan masing-masing yang berbeda pula.

B. Validitas dan Realibilitas 1. Validitas

  Pengujian validitas ini menggunakan Pearson Correlation yaitu dengan cara menghitung korelasi antar skor masing Kemudian untuk dapat menguji apakah tiap-tiap pernyataan itu valid, maka dilakukan try out, yakni penyebaran kuesioner kepada 30 respondenpada Nasabah Bank Muamalat yang ada didaerah Tangerang Selatan, dengan memberikan 36 butir pernyataan dengan tujuan untuk mengujivaliditas dan realibilitas dari semua pernyataan tersebut. Setelah penelitian melakukan atau membagikan kuesioner kepada 150 responden yaitu nasabah Bank Muamalat yang berada di daerah TangerangSelatan, kemudian dilanjutkan dengan mengolah melalui SPSS 17.0, dan hasilnya tidak ada satupun pertanyaan yang memiliki nilai korelasi yangnegatif.

C. Penemuan dan Pembahasan

  Karakteristik Responden Penelitian ini menggambarkan keadaan responden yang berjumlah 150responden yang nasabah dari Bank Muamalat yang berada di daerah Tangerang Selatan, yang terdiri dari jenis kelamin, pengeluaran perbulan,referensi Bank Muamalat, kurun waktu menjadi nasabah, pendapatan per bulan. Berdasarkan hasil pengolahan kuesioner maka diperoleh data sebagaiberikut: Tabel 4.4 Jenis Kelamin Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid laki-laki 75 50.0 50.0 50.0 Perempuan 75 50.0 50.0 100.0 Total 150 100.0 100.0Sumber:, data diolah SPSS 17, 2011 Dari hasil tabel di atas menunjukkan bahwa baik nasabah pria maupun perempuan memiliki persamaan jumlah, yaitu 50% responden pria dan 50%responden perempuan.

1 Tahun

37 24.7 24.7 24.71-1 1/2 Tahun 56 37.3 37.3 62.0 2 - 2 1/2 Tahun 35 23.3 23.3 85.3 3 - 3 1/2 Tahun 13 8.7 8.7 94.0 4 - 4 1/2 Tahun 9 6.0 6.0 100.0Total 150 100.0 100.0 sumber: data diolah SPSS 17, 2011Dari hasil tabel di atas, menunjukkan bahwa 9 responden atau 6% menjadi nasabah 4 hingga 4 setengah tahun, 13 responden atau 8.7% menjadinasabah 3 hingga 3 setengah tahun, 37 responden atau 24.7% menjadi nasabah 1 tahun, 35 responden atau 23.3% menjadi nasabah 2 hingga 2 setengahtahun, 56 responden atau 37.3 % menjadi nasabah 1 hingga 1 setengah tahun.

2. Citra Merek (X )

  Hal ini menunjukkan bahwa BankMuamalat adalah merek bank yang sangat dikenal di masyarakat. Dan masing-masing 1 responden menyatakan sangat tidaksetuju dan tidak setuju Hal ini menunjukkan bahwa iklan Bank Muamalat banyak disukai oleh masyarakat.

5. Minat Menabung (Y)

  Tabel 4.35 Sikap Dan Perilaku Pegawai Bank Tersebut Sesuai Dengan Syariah Dari tabel di atas, penilaian responden mengenai sikap pegawai sesuai dengan syariah, terdapat 95 responden atau 63.3% menyatakansetuju, 25 responden atau 16.7% menyatakan ragu, 26 responden atau 17.3% yang menyatakan sangat setuju, 3 responden atau 0.2% menyatakantidak setuju dan 1 responden atau 0.07% menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa Bank Muamalat memberikan pelayanan yang cepat pada setiaptransaksi.

D. Uji Asumsi Klasik

  Data yang baik dan layak digunakan dalam penelitian ini adalah dat yang memilikidistribusi normal. Normalitas data dapat dilihat dengan beberapa cara diantaranya: 1) Normal P-Plot Uji normalitas data dengan Normal P-Plot, suatu variabeldikatakan normal jika gambar distribusi dengan titik-titik data yang menyebar disekitar garis diagonal dan penyebaran titik-titik data searah mengikuti garis diagonal.

2. Uji Multikolinearitas

  Hasil perhitungan nilai Tolerance juga menunjukkan tidak adavariable independen yang memiliki nilai Tolerance kurang dari 0.10 yangberarti tidak ada korelasi antar variabel independen yang nilainya lebih dari 95%. Hasil perhitungan nilai Variance Inflation Factor (VIF) jugamenunjukkan hal yang sama, tidak ada satu variabel independen pun yang memiliki nilai VIF lebih dari 10.

3. Uji Heteroskedastisitas

  Gambar 4.3Sumber : data diolah, 2011 Dari grafik scatterplot terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Halini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak di pakai untuk menganalisispengaruh citra merek, periklanan, dan persepsi terhadap minat menabung nasabah.

4. Uji Hipotesis

2

a. Uji Koefisien Determinasi (R )

  Dari hasil pengujian koefisien determinasi yang telah dilakukan terhadap data yang ada, maka diperoleh data sebagaiberikut: Tabel 4.44 b Model Summary Adjusted R Std. Koefisien determinan yang sudah disesuaikan (Adjusted RSquare) adalah sebesar 0,088 artinya 8,8% variabel minatmenabung dijelaskan oleh variabel bebas yaitu citra merek, periklanan, dan persepsi.

b. Uji F

  Uji F yaitu suatu uji untuk mengetahui pengaruh citra merek, periklanan, dan persepsi secara bersama-sama terhadap minatmenabung nasabah. Dan kriteria pengujiannya adalah Jika F hitung < F tabel, maka H o diterima dan H a ditolak.

c. Uji t

  Uji t yaitu suatu uji untuk mengetahui pengaruh citra merek, periklanan, dan persepsi terhadap minat menabung nasabah secaraparsial. Apabila t hitung > t tabel atau tingkat signifikansi < 0,05 maka H o ditolak dan H a diterima dan begitu juga sebaliknyaapabila t hitung < t tabel atau tingkat signifikansi > 0,05 maka H a ditolak dan Hoditerima.

1) Menguji signifikansi variabel citra merek (X )

  Dan juga pada saat ini kantor 2) Menguji signifikansi variabel periklanan (X 2 ) Terlihat bahwa t hitung untuk periklanan adalah 1.927sedangkan t bisa dihitung pada tabel t-tabeltest, dengan α = 0.05, karena digunakan hipotesis dua arah, ketika mencari t tabel , nilai α dibagi dua menjadi 0.025, dan df =147 didapat dari rumus n-k,dimana n adalah jumlah data dan k adalah jumlah variabel independen). Bukan hanya itu, persepsi masyarakat (nasabah) terhadap bank Muamalat sangatlah baik, hal ini disbabkan oleh banyak faktoryakni seperti faktor keluarga yang lebih suka menabung pada bank yang berbasis syariah, faktor gaya hidup yang lebih suka denganprinsip bank yang berbasis non riba, dan beberapa faktor lainnya.

E. Interpretasi

  secara teotitis konsep ini kurang mendukung dalam minat menabung nasabah tidakseperti yang diutarakan oleh Swastha dan Sukotjo (2002:223) yang menyatakan bahwa dengan adanya periklanan, maka nasabah akanmenemukan produk yang diinginkannya, periklanan tersebut dapat ditunjukkan dengan iklan yang ditayangkan oleh perusahaan, baik melaluimedia surat kabar, radio. Bukan hanya itu, persepsi masyarakat (nasabah) terhadap bank Muamalat sangatlah baik, hal inidisbabkan oleh banyak faktor yakni seperti faktor keluarga yang lebih suka menabung pada bank yang berbasis syariah, faktor gaya hidup yang lebihsuka dengan prinsip bank yang berbasis non riba, dan beberapa faktor lainnya.

BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya

  Dari diantara variabel citra merek, periklanan, dan persepsi terdapat satu variabel yang paling dominan terhadap minat menabung yaituvariabel persepsi. Hal ini dikarenakan semakin baik persepsi nasabah terhadap Bank Muamalat maka tingkat minat menabung akan meningkat danmenimbulkan tingkat loyalitas nasabah terhadap bank meningkat pula.

B. Implikasi

  Selain itu juga agar dapat memotivasi perusahaan untuk dapat lebih baik lagi dalammenarik perhatian masyarakat serta sebagai bahan informasi dalam mengetahui besarnya pengaruh citra merek, periklanan, dan persepsi terhadapminat menabung nasabah, hal ini mengingat di era sekarang ini sudah banyak munculnya bank-bank lain dengan sistem perbankan yang berbasis syariah. Dan jika dilihat dari hasil analisis tentang variabel periklanan yang menunjukkan hasil yang tidak berpengaruh positif, tentunya pihak bank jugaharus bisa lebih jelas menyampaika isi dari pesan iklan yang disampaikan, sehingga masyarakat akan lebih tertarik untuk menabung.

C. Saran

  Sebaiknya pihak manajemen perusahaan menyajikan citra merek dan periklanan yang lebih baik dan menarik perhatian masyarakatkhususnya nasabah seperti dengan seringnya intensitas penayangan iklan, sehingga masyarakat mempunya persepsi yang baik dan tetapberminat menabung pada Bank Muamalat tersebut. Dari hasil penelititan ini terlihat bahwa variabel citra merek dan periklanan kurang memberikan hasil yang positif, oleh karena itu pihakbank harus lebih sering menampilkan iklananya dan memperbaiki citra perusahaan agar tercipta citra merek perusahaan yang lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA

  Skripsi“Analisis Pengaruh Periklanan, Kualitas Produk dan Acuan Terhadap Keputusan Pembelian Handphone Nokia”, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Negeri, Jakarta, 2009. Nugroho, J, Setiadi,“Perilaku Konsumen : Konsep dan Implikasi untuk Strategi dan Penelitian Pemasaran”, Kencana, Jakarta, 2008.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh Persepsi Kualitas Pelayanan Bank Terhadap Loyalitas Nasabah dalam Menabung
0
20
86
PENGARUH CITRA MEREK BANK TERHADAP INTENSI MENABUNG PADA MAHASISWA
1
7
81
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam perpindahan merek telepon seluler merek lain ke merek samsung: studi pada pengguna telepon seluler merek samsung yang sebelumnya menggunakan telepon seluler merek lain di Universitas Islam
1
21
165
Pengaruh Visualisasi Periklanan, Citra Merek dan Nilai Pelanggan Terhadap Kepuasan Pelanggan dan Loyalitas Merek.
0
3
12
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN PERSEPSI TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP MINAT MENABUNG NASABAH Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Persepsi Tingkat Suku Bunga Terhadap Minat Menabung Nasabah Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) TBK Cabang Surakarta Tahun 20
0
4
18
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN PERSEPSI TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP MINAT MENABUNG NASABAH Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Persepsi Tingkat Suku Bunga Terhadap Minat Menabung Nasabah Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) TBK Cabang Surakarta Tahun 201
0
3
12
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN PERIKLANAN TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH DALAM MENABUNG PADA PT. BPR NGADIROJO WONOGIRI.
0
2
10
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN PERIKLANAN TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH DALAM MENABUNG PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN PERIKLANAN TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH DALAM MENABUNG PADA PD. BPR BANK PASAR SUKOHARJO.
0
1
12
Pengaruh Periklanan Televisi terhadap Citra Merek TSMDK Teh Pucuk Harum.
0
0
18
PENGARUH PERSEPSI KUALITAS, CITRA MEREK DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP MINAT PEMBELIAN PADA PRODUK MEREK TOKO.
0
5
179
PENGARUH CITRA MEREK DAN PERSEPSI BIAYA PENDIDIKAN TERHADAP MINAT MELANJUTKAN STUDI.
0
0
7
TAP.COM - PENGARUH CITRA MEREK, PERIKLANAN TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN ... 902 3455 1 PB
0
0
19
PENGARUH CITRA MEREK PERSEPSI TERHADAP (1)
0
4
80
ID periklanan dan citra merek pengaruhnya terhadap keputusan pembelian kendaraan be
0
0
10
Peran Citra Merek, Persepsi Harga, Persepsi Risiko Terhadap Minat Beli Produk Smartphone Merek Xiaomi
0
1
18
Show more