Pola komunikasi guru dan murid dalam mengenalkan kalimat thayyibah pada paud amanah di Benda Tangerang

Gratis

1
6
67
2 years ago
Preview
Full text
POLA KOMUNIKASI GURU DAN MURID DALAM MENGENALKAN KALIMAT THAYYIBAH PADA PAUD AMANAH DI BENDA TANGERANG Skripsi Diajukan untuk memenuh persyaratan memperoleh Gelar Sarjana Sosial Islam (S. Sos. I) Oleh Rizki Amelia NIM: 107051002948 JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2011 I I0Z VITIV)VT HV'I-InIVAYOIH dltlYz\S ltlO'JgN IAIV'ISI SVIISUflAINn ISV)INIIIAIO) N'\i'II NVO IIYA\>IVO NW.II SV.LINXVd INV'ISI N\ilUYIAN8d NVO ISVXINNIAIOX NVSNUNf IOOITOI6 6II7,LAO96I YtrAl'IIBnrsI uurusll :dIN dosy.g -rq >- ue8urqurg qe^\pg rC 8t6Z00IS0r0I 'I irN VIAilAiY DIZru :riolo 0'sos'S) rrrelsl lersos euefueg "re1ag qeloreduey4l uelurefsre4 rqnueuet{ In}un Isultunt'uo)I null uup qu/\\)pc nUIII sBllnlpg epedey uelnlerq ISdIES SNYTItrCNYI YONItrfl IO HYNYhIY OOV.I YOY1u1 qellnlefuprg Jrru,(g 511n Isu{runuo) u€p qe,\\)iuq sutlnleC qe,(sebermu Bueprs Luel"p ue4fnlp qEIo} ,CNyUflCNVI Y(Ngg IO HYNYIAIV (INYd VOYd IIVflIAAYHJ, IYWI'IYX N\il)I]YNSCNSIAI IAIYTYC OIUOIAI NV(I OUnC ISV)INInIAIOX y.IOd lnpnfteq Sued rsdr:15 NIYI{YS g)N gd UYfl IAIg'I ABSTRAK RIZKI AMELIA 107051002948 Pola Komunikasi Guru Dan Murid Dalam Mengenalkan Kalimat Thayyibah Di PAUD Amanah Benda Tangerang Komunikasi merupakan landasan utama dalam kehidupan. Kata atau ucapan merupakan salah satu unsur dalam sebuah pesan yang disampaikan dalam komunikasi. Salah satu fungsi komunikasi adalah mendidik dan membimbing, salah satunya dengan menanamkan kalimat thayyibah (kata-kata yang baik) kepada anak sejak dini. Pendidikan Anak Usia dini bertujuan membantu meletakan dasar ke arah perkembangan, sikap, perilaku, pengetahuan, keterampilan dan daya cipta yang diperlukan anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya serta untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. Dalam penelitian yang dilakukan, penulis ingin mengetahui bagaimana pola komunikasi guru kepada murid dalam mengenalkan kalimat thayyibah pada anak di PAUD Amanah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yang dilakukan di PAUD Amanah yaitu deskriptif analisis melalui pendekatan kualitatif, yaitu dengan tahapan penelitian observasi atau pengamatan langsung, wawancara, dan dokumentasi, lalu menggunakan teknik analisis data dan teknik keabsahan data. Sehingga dapat diketahui apa pola komunikasi yang diterapkan guru dalam mengenalkan kalimat thayyibah pada proses pembelajaran di PAUD amanah. Dari hasil temuan di lapangan, penulis dapat menyimpulkan bahwa pola komunikasi yang digunakan guru dalam mengenalkan murid terhadap kalimat thayyibah yakni menggunakan pola komunikasi kelompok kecil dalam memberi pengetahuan tentang kalimat thayyibah, sedangkan pola komunikasi antar pribadi untuk menilai pengucapan dan pemahaman murid terhadap kalimat thayyibah, dengan proses penyampaiannya secara komunikasi verbal dan non verbal. Pola komunikasi yang diterapkan sudah cukup efektif, dan juga sesuai dengan teori Wilbar Schramn bahwa komunikasi di dasarkan atas suatu hubungan (intune) antara satu dengan yang lain yang fokus pada informasi yang sama, sangkut paut tersebut berada pada tahap komunikasi tatap muka. Dalam hal ini pendidikan di sekolah merupakan penyampaian informasi dari komunikator (guru) kepada komunikan (murid) yang dilakukan secara tatap muka, baik dalam komunikasi antar pribadi ataupun komunikasi kelompok. Pola komunikasi yang digunakan guru dalam mengenalkan kalimat thayyibah pada murid sudah cukup efektif. Hal ini terlihat dari ucapannya yakni mengucapkan salam sebelum dan sesudah melakukan kegiatan. i KATA PENGANTAR Puji dan syukur selalu tertuju atas kehadirat Illahi Rabbi Allah SWT dan juga kekasihnya Muhammad SAW. Karena Maha Sempurna yang dimilikinya, hingga terasa kemudahan dalam menjalani penyusunan skripsi ini hingga selesai. Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah, akhirnya skripsi ini dapat selesai dengan baik. Berbagai rintangan penulis hadapai dalam proses penulisan ini, tetapi itu semua dapat terkendali karena sebuah kerja keras dan doa yang selalu dipanjatkan. Penulis mengucapkan beribu-ribu terimakasih terhadap kedua orang tua karena doa dan semangatnya yang tiada henti-henti, begitu pun untuk sang kakak dan adik-adik tercinta, yang kerap kali memberi kesenangan ketika penulis merasa kurang baik. Selanjutnya penulis mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penulisan skripsi ini, diantaranya adalah: 1. Bapak Dr. Arif Subhan, M.A selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, kepada bapak Drs. Wahidin Saputra, M.A selaku Pudek I, bapak Drs. Mahmud Jalal, M.A selaku Pudek II dan bapak Drs. Study Rizal LK, M.A selaku Pudek III di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Kepada Ketua Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Drs. Jumroni. M.Si dan Sekretaris Ibu Umi Musyarofah, M.A. ii 3. Bapak Dr. H. Asep Usman Ismail, M.A selaku dosen pembimbing, yang telah banyak meluangkan waktunya untuk membimbing, memberikan arahan dan petunjuk pada setiap proses penulisan skripsi ini. 4. Segenap Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang telah memberikan dedikasinya sebagai pengajar yang telah memberikan berbagai arahan dan bimbingan kepada mahasiswa selama masa perkuliahan. 5. Segenap staf Perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Perustakaan Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang telah membantu dalam penyediaan buku-buku tentang judul yang penulis teliti. 6. Kepada Kepala Yayasan PAUD Amanah Ibu Hj. Selvia Agustin yang telah memberikan izin penulis untuk meneliti di PAUD yang dikelolanya. Ibu Nurul Ma’wah salah satu pengajar di kelas telur di PAUD Amanah, yang dengan senantiasa meluangkan waktunya untuk membimbing penulis dalam proses penelitiannya. Dan juga seluruh staf pengajar di PAUD Amanah. 7. Keluarga besar KPI Angkatan 2007. Khususnya teman-teman KPI A angkatan 2007 yang selalu mengingatkan penulis untuk selalu bersemangat dalam proses penulisan skripsi ini, yang selalu memberikan canda dan tawa. 8. Teman-teman KKN Crew 21. 9. Buat KMM RIAK dan para Riakers, sebagai wadah yang dapat menampung setiap kegelisahan yang kerap kali menderu dan keberadaannya dapat menhilangkan kejenuhan yang datang. 10. Teman-teman kosan jajah, syae, raisha, tanti, neni, umun yang selalu memberi semangat kepada penulis. iii 11. Serta seluruh pihak yang yang telah membantu dalam proses penulisan skripsi ini secara langsung atau pun tidak langsung. Penulis menyadari betul bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, tetapi walalu bagaimana pun penulis berusaha untuk memberikan yang terbaik dari ketidaksempurnaan yang ada. dengan demikian segala saran dan kritik yang tertuju pada penulisan ini, penulis terima dengan lapang dada dan ikhlas. Semoga Allah dapat membalas segala kebaikan yang yang penulis terima, amiin yaa robbal ‘alamiin. Terima kasih. Jakarta, 19 September 2011 Rizki Amelia iv DAFTAR ISI ABSTRAK i KATA PENGANTAR . ii DAFTAR ISI . v BAB I BAB II BAB III PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah . 1 B. Pembatasan dan Perumusan Masalah . 4 C. Tujuan dan Manfaat Penelitian . 5 D. Tinjauan Pustaka . 5 E. Metodologi Penelitian . 7 F. Sistematika Penulisan . 12 KAJIAN TEORI A. Komunikasi 13 1. Pengertian Komunikasi 13 2. Pola Komunikasi . 15 B. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 17 1. Pengertian PAUD . 17 2. PAUD dan Pendidikan Agama 20 C. Kalimat Thayyibah . 23 1. Pengertian Kalimat Thayyibah . 23 2. Ungkapan Kalimat Thayyibah . 24 GAMBARAN UMUM A. Profil PAUD Amanah 29 B. Visi dan Misi . 30 v BAB IV C. Sejarah Berdirinya . 30 D. Struktur Kepanitian 32 TEMUAN DAN ANALISIS A. Penerapan Pola Komunikasi Dalam mengenalkan Kalimat Thayyibah . 34 B. Analisis Pola Komunikasi Dalam mengenalkan Kalimat Thayyibah . BAB V 40 PENUTUP A. Kesimpulan 49 B. Saran . 51 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN vi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Komunikasi adalah hubungan kontak antar manusia baik individu maupun kelompok. dengan berkomunikasi manusia melakukan suatu hubungan karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri melainkan membutuhkan satu sama lainnya. Hubungan individu dapat dilakukan dengan berkomunikasi.1 Sehingga disadari atau tidak, kata-kata merupakan elemen terkecil dalam sebuah bahasa yang diucapkan atau dituliskan dan merupakan realisasi kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa.2 Setiap kata-kata yang terucap pun merupakan simbol dari kepribadian seseorang. Kata-kata baik yang terucap mencerminkan kepribadian yang baik, begitupun sebaliknya. Seorang anak yang dibiasakan sejak kecil dengan perkataan baik, dia akan terbiasa menggunakan kata yang baik hingga dewasa. Faktor komunikasi sangat mendukung dalam perkembangan proses belajar mengajar. Dengan adanya komunikasi yang baik dan efektif maka akan menimbulkan hal yang positif. Komunikasi yang baik antara guru dan murid maka akan terciptanya proses belajar mengajar yang efektif. Perkataan yang terucap oleh guru dalam mengajarnya pun mempunyai peran yang sangat penting, bahkan jika muridnya adalah anak-anak usia prasekolah. Sehingga dengan demikian 1 Toto Tasmora, Komunikasi Dakwah, (Jakarta: Gaga Media Pratama, 1997), Cet. ke-2, h. 2 http://id.wikipedia.org/wiki/Kata. Diakses pada tanggal 20 April 2011. 6 1 2 diperlukan konsep pola komunikasi antara guru dan murid yang baik agar proses belajar mengajar pun menjadi efektif.3 Pada pola komunikasi pembelajaran, terkadang guru (komunikator) tidak dapat menyampaikan pesannya dengan baik karena murid (komunikan) sulit dalam memahami pesan apa yang disampaikan oleh guru. Sulitnya siswa dalam memahami pesan yang disampaikan guru, disebabkan karena berbagai hal yang terjadi dalam komunikasi, salah satunya dalam konteks situasional. Hal tersebut dapat diselesaikan jika komunikator peka terhadap reaksi komunikaan yang diekspresikan melalui bahasa tubuhnya.4 Pendidikan usia dini yang berlangsung di Taman Kanak-kanak bertujuan membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap, perilaku, pengetahuan, keterampilan dan daya cipta yang diperlukan anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya.5 Keberhasilan pendidikan ada hubungannya dengan keterampilan guruguru dalam mengelola pembelajaran.6 Karena pembelajaran merupakan perilaku inti dalam proses pendidikan, yang memungkinkan anak didik dan pendidik berinteraksi. Interaksi belajar mengajar ditunjang oleh beberapa faktor, antara lain: Tujuan pendidikan, pendidik, anak didik, alat dan fasilitas pendidikan, metode mengajar, materi pelajaran dan lingkungan. Psikologi pendidikan 3 Lihat: Onong Uchjana Effendy, Dinamika Komunikasi, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004), h. 33 4 Lihat: Onong Uchjana Effendy, Dinamika Komunikasi, h. 11 5 S. K. Mangiri, Analisis Kebijakan Pembinaan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia, (Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen dalam Negeri, 1997). h. 133 6 Wasty Soemanto, Psikolagi Pendidikan, (Malang: PT. Renika Cipta, 1990), h. 6 3 berusaha untuk mewujudkan tindakan psikologis yang tepat di dalam interaksi antar setiap faktor pendidik tersebut.7 Tugas guru adalah menyampaikan materi pelajaran kepada siswa melalui interaksi komunikasi dalam proses pembelajaran yang dilakukannya. Keberhasilan guru dalam menyampaikan materi sangat tergantung pada kelancaran interaksi komunikasi antara guru dengan siswanya. Karena pada hakikatnya persoalan pokok dalam komunikasi adalah pesan, baik pesan yang verbal maupun non verbal. Pesan yang paling baik terkandung kata-kata yang baik.8 Anak merupakan titipan Tuhan yang Maha Kuasa. Dalam pertumbuhan dan perkembanganya, anak mempunyai masa emas yakni pada usia 0 sampai 6 tahun. Hendaknya setiap pendidikan menyadari bahwa dalam pembinaan pribadi anak sangat diperlukan dalam pembiasaan dan latihan-latihan yang cocok dan sesuai dengan perkembangan jiwanya. Karena pembiasaan dan latihan tersebut akan membentuk sikap tertentu pada anak, yang lambat laun sikap itu akan bertambah jelas dan kuat, akhirnya tidak tergoyah lagi karena telah masuk menjadi bagian dari pribadinya.9 Begitu juga dalam penanaman kata-kata yang baik. Jika perkataan yang baik ini diajarkan kepada anak sejak dini, maka akan tertanam kata-kata yang baik hingga dewasa.10 Pada umumnya proses pembelajaran merupakan suatu komunikasi tatap muka dengan kelompok yang relatif kecil, meskipun komunikasi antara guru dan murid dalam kelas itu termasuk komunikasi kelompok, sang guru dapat 7 Wasty Soemanto, Psikolagi Pendidikan, h. 9 http://tirman.wordpress.com/komunikasi-efektif-dalam-pembelajaran/. Diambil pada tanggal 01 Mei 2011 9 Zakiyah Darazat, Ilmu Jiwa Agama, (Jakarta: Bulan Bintang, 2003), h. 21 10 Lihat: Q. S. Al-Isra’/17 : 53 8 4 mengubahnya menjadi komunikasi interpersonal dengan menggunakan metode komunikasi dua arah atau dialog yang memungkinkan guru menjadi komunikator dan murid menjadi komunikan.11 Berdasarkan latar belakang ini penulis terdorong untuk menelusuri bagaimana pola komunikasi yang terjadi antara guru dan murid dalam memahami kalimat thayyibah pada anak di PAUD, sehingga menggugah penulis untuk mengangkat permasalahan ini dengan judul: “Pola Komunikasi Guru dan Murid Dalam Mengenalkan Kalimat Thayyibah Pada PAUD Amanah Di Benda” B. Pembatasan dan Perumusan Masalah 1. Pembatasan Masalah Masalah yang akan diteliti pada penulisan skripsi ini dibatasi pada komunikasi guru dan murid yang terjadi pada proses pembelajaran di PAUD Amanah. 2. Perumusan Masalah Untuk memperjelas permasalahan dan mempermudah mencari data, maka penulis merumuskan permasalahan pada pembahasan ini yaitu; a. Bagaimana pola komunikasi guru kepada murid dalam mengenalkan kalimat-kalimat thayyibah di PAUD Amanah? 11 Lihat: Pawit M. Yusuf, Komunikasi Intruksional Teori dan Praktek, (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), h. 53 5 C. Tujuan dan Manfaat Penelitian Berdasarkan pokok permasalahan diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk: 1. Untuk mengetahui dan memahami pola komunikasi yang digunakan guru kepada murid dalam mengenalkan kalimat thayyibah di PAUD Amanah. Adapun penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat : 1. Secara Akademis, penulisan ini dapat berguna dalam menambah khazanah ilmu pengetahuan dalam bidang ilmu komunikasi. 2. Secara praktis, dapat menyumbangkan kontribusi yang besar bagi peneliti, bagi akdemisi ilmuan komunikasi, bagi mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah, khususnya mahasiswa jurusan KPI, bagi praktisi dakwah, praktisi komunikasi media massa dan juga dapat dijadikan acuan oleh para instruktur yang menyampaikan materi untuk mengenalkan kalimat thayyibah pada anak di PAUD Amanah. D. Tinjauan Pustaka Berikut ini judul-judul skripsi di jurusan Komunikasi Penyiaran Islam yang membahas pola komunikasi guru dan murid, yang mempunyai sedikit kesamaan pada skripsi yang akan penulis teliti, diantaranya sebagai berikut: No. 1 Penulis Agus Ratina Judul Tahun Pola Komunikasi Dalam pembinaan Akhlak 2009 Siswa MAN 4 Model Pondok Pinang Jakarta Selatan 6 2 Nurhasanah Pola Komunikasi Guru Dan Murid Dalam 2010 Penerapan Nilai Keislaman Di MAN 7 Jakarta. 3 Laly Syahidah Pola Komunikasi Antar Guru Agama Dan 2009 Murid Di SMP An-Nurmaniyah 4 Muhammad Haris Penanaman Pola Komunikasi Antara Guru 2008 Dan Murid Dalam Kegiatan Ekstra Kurikuler Pada Bidang Aplikasi Komputer 5 Rosalina Pola Komunikasi Guru Dan Murid Pada 2009 Lembaga Bimbingan Belajar Bintang Pelajar Judul yang pertama mempunyai kesamaan pada objeknya. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pola komunikasi yang digunakan oleh guru lebih cenderung menggunakan komunikasi kelompok artinya pola komunikasi kelompok yang bersifat dua arah. Pada judul kedua terdapat kesamaan pada metode penelitiannya yakni menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pola komunikasi yang digunakan pada judul ini adalah dengan komunikasi antarpribadi dan komunikasi kelompok dengan sifat tatap muka. Judul ketiga, mempunyai kesamaan pada metode penelitian dan objeknya. Kesimpulan yang diambil pada judul ini adalah pola yang dipakai pada kegiatan belajar mengajar yakni proses komunikasinya secara linear yaitu proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan sebagai titik terminal. Pada judul keempat mempunyai kesamaan pada metode penelitian. Kesimpulan pada penelitian ini yakni pola komunikasi yang digunakan adalah pola komunikasi kelompok kecil yang bersifat tatap muka. Selanjutnya judul kelima mempunyai kesamaan pada metode penelitian serta subjek dan objeknya, kesimpulan yang diambil pada penelitian ini yakni pola komunikasi guru – murid, 7 murid – guru, murid – murid. Dengan demikian, kelebihan pada skripsi yang penulis teliti yakni membahas pola komunikasi antara guru dan murid di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dalam meningkatkan kalimat thayyibah. E. Metodologi Penelitian Untuk memperoleh data sesuai dengan apa yang diperlukan maka metode kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (67 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pola komunikasi guru agama dalam pembinaan akhlak siswa negeri I Pasuruan
13
65
86
Pemanfaatan internet dalam meningkatkan pengetahuan guru di SMA Muhammadiyah 1 Tangerang
0
3
86
bentuk komunikasi abi dan murid dalam menanamkan nilai-nilai akhlak di united Islamic cultural centre of Indonesia (UICCI) pejaten-Jakarta selatan
1
10
138
Bentuk komunikasi antara guru agama dan orangtua dalam membantu pembelajaran agama di SDI al Izhar pondok Labu
0
4
82
Pola komunikasi guru agama tehadap siswa dalam pembinaan ibadah di SMP al Syukro Ciputat
1
5
121
Efektivitas komunikasi sekolah dalam mengelola tenaga kependidikan di SMA Pribadi 2 Tangerang
0
3
108
Pola komunikasi antara guru dan murid dalam kegiatan ekstra kurikuler di Panti Asuhan Yatim Piatu Al-Andalusia Mampang Prapatan Jakarta Selatan
1
27
63
Peran komunikasi guru dan siswa dalam meningkatkan prestasi belajar siswa SMP Islam Baidhaul Ahkam Tangerang
0
7
72
Pola komunikasi guru dan murid dalam mengenalkan kalimat thayyibah pada paud amanah di Benda Tangerang
1
6
67
Pola komunikasi organisasi di balai besar meteorologi dan geofisika wilayah II Kampung Utan Tangerang
0
20
91
Efektifitas komunikasi kepala sekolah dalam kegiatan Supervisi di MTS At-Taqwa Batu Ceper Tangerang
1
24
83
Komunikasi antarpribadi antara guru dan murid dalam memotivasi belajar di Sekolah Dasar Annajah Jakarta
15
80
92
Kesiapan administratif guru dalam implementasi kurikulum 2013 di SMAN 3 Tangerang selatan
0
7
150
Komunikasi antar pribadi pengajar dan murid dalam pembelajaran bahasa arab di lembaga pendidikan bahasa lafazh center Serpong Tangerang
0
25
123
Pola komunikasi guru dan murid pada lembaga bimbingan belajar Bintang Pelajaran
0
7
86
Show more