Pengaruh kenerja keuangan perusahaan terhadap return saham Syariah (studi pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index)

Gratis

0
4
109
2 years ago
Preview
Full text

PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAANTERHADAP RETURN SAHAM SYARIAH

  (Studi Pada Perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index)SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Syariah dan HukumUntuk memenuhi Syarat-Syarat Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi Syariah (S. E.

TB. MUSTAFA KEMAL RIDHA

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dihitung dengan menggunakan analisis statistik dengan metode analisis regresi berganda/majemuk, maka analisistersebut menyimpulkan bahwa earning per share, price earning ratio dan debt to equity ratio secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang cukup signifikan terhadap return saham syariah. Kebahagian yang tak ternilai bagi penulis secarapribadi adalah dapat menyelesaikan dan mempersembahkan yang terbaik kepada kedua orang tua, seluruh keluarga dan pihak-pihak yang telah ikut andil dalammengsukseskan harapan penulis.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan lembaga yang saat ini semakin berkembang

  Pasar modal merupakan suatu wahana yang mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang menyediakan dana sesuai denganaturan yang ditetapkan oleh lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Dengan analisis laporan keuangan akan dapat diketahui keadaan dan perkembangan finansial dari perusahaan yang telah dicapai di waktu yang laludan berjalan, sehingga dapat diketahui kelemahan-kelemahan dari perusahaan serta hasil-hasil yang dianggap cukup baik.

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah

  Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara kinerja keuangan perusahaan yang terdiri dari earning per share (EPS), price earning ratio(PER) dan debt to equity ratio (DER) dianalisis secara simultan terhadap return saham syariah? Mengetahui Variabel kinerja keuangan manakah yang terdiri dari earning per share (EPS), price earning ratio (PER) dan debt to equity ratio (DER) secara parsial mempunyai pengaruh terhadap return saham syariah?

C. Tujuan Penelitian

  Kegunaan praktis: Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan sumbangan penelitian mengenai informasi yang berguna untukmanajemen perusahaan dalam mengambil kebijakan perusahaan dan sebagai bahan pertimbangan dan informasi bagi investor dalammengambil keputusan untuk melakukan investasi berdasarkan kinerja keuangan perusahaan dan pertumbuhan ekonomi. Hasil Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah DER danPenelitian ROE secara simultan mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap harga saham, secara parsial DER 9berpengaruh negative sedangkan ROE berpengaruh positif, variable yang paling berpengaruh adalah ROE.

F. Sistematika Penulisan

  BAB I : PENDAHULUAN Terdiri dari latar belakang masalah, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, studi reviewterdahulu, dan sistematika penelitian. BAB II : LANDASAN TEORI Terdiri dari teori-teori yang berkaitan dengan: pengertian pasar modal syariah, instrumen pasar modal syariah, dan rasio keuangan 11 BAB III : METODOLOGI PENELITIAN Bab ini terdiri ruang lingkup penelitian, metode penentuan sampel, metode pengumpulan data, metode analisis data, hipotesis, danoperasional variabel penelitian.

BAB II LANDASAN TEORI A. KINERJA KEUANGAN

1. Pengertian Kinerja Keuangan

  Dalam kamus besar bahasa Indonesia, Kinerja (n) artinya 1 sesuatu yang 1 dicapai; 2 prestasi yang diperlihatkan; 3 kemampuan kerja (tt peralatan). Penampilan hasil karya tidak terbatas kepada personal yangmemangku jabatan fungsional maupun struktural, akan tetapi juga pada 2 seluruh jajaran yang terkait didalam organisasi.

2. Pengukuran Kinerja Keuangan

  Hasilpengukuran tersebut digunakan sebagai umpan balik yang memberikan informasi tentang prestasi, pelaksanaan suatu rencana dan apa yang diperlukan 3 perusahaan dalam penyesuaian-penyesuaian dan pengendalian. Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba (profitability) merupakan ukuran kinerja yang lebih komprehensip dibandingkan denganhanya mengukur pendapatan dan biaya secara terpisah karena dengan mengukur laba berarti mengukur tindakan manajemen yang mempengaruhipendapatan dan biaya.

3. Analisis Kinerja Keuangan

  Analisis terhadap kinerja perusahaan pada umumnya dilakukan dengan menganalisis laporan keuangan, yang mencakup perbandingan kinerja denganperusahaan lain dalam industri yang sama dan mengevaluasi kecenderungan 5 posisi keuangan perusahaan sepanjang waktu. Dengan analisis rasio kita bisa membandingkan berbagai perkiraan dalam kategori yang berbeda, yakni antara perkiraan yang satu dan perkiraanyang lainnya.

a. Rasio Likuiditas

  Quick Ratio, berarti likuiditas perusahaan diukur dengan menggunakan unsur-unsur aktiva lancar yang likuid, dengan cara tidakmempertimbangkan yang kurang likuid. Cash Ratio, rasio likuiditas yang paling menjamin pembayaran utang jangka pendek karena yang menjadi penjaminnya hanyalah kas dansurat berharga.

b. Rasio Aktivitas

  Inventory ratio, akan dihitung dengan kemampuan persedian berputar selama satu tahun yang diukur dengan menggunakan inventory turnover dan waktu rata-rata dari persediaan tertahan digudang. Total asset turnover, menunjukkan kemampuan total aktiva untuk berputar selama satu tahun untuk menghasilkan penjualan yang dapatdihitung dengan cara membagi penjualan bersih dengan rata-rata total aktiva.

c. Rasio Solvabilitas

  Earning per share (EPS), menunjukkan jumlah pendapatan bersih yang tersedia untuk pemegang saham biasa yang dibagi dengan jumlahlembar saham biasa yang beredar. Dengan menambahkan hutangkedalam neracanya, perusahaan secara umum dapat meningkatkan profitabilitasnya, yang kemudian menaikkan harga sahamnya, sehinggameningkatkan kesejahteraan para pemegang saham dan membangun 8 potensi pertumbuhan yang lebih besar.

8 Ibid., h. 123

B. PASAR MODAL SYARIAH

1. Pengertian Pasar Modal Syariah

  Pasar modal syariah (Islamic stock exchange) adalah kegiatan perdagangan efek syariah perusahaan public yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga profesi yang berkaitan dengannya, dimana semua produk dan mekanisme operasionalnyaberjalan tidak bertentangan dengan hukum muamalat Islamiyah. Secara sederhana, pasar modal syariah dapat diartikan sebagai pasar modal yang menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam kegiatan transaksiekonomi dan terlepas dari hal-hal yang dilarang, seperti riba, perjudian, 13 spekulasi, dan lain-lain.

2. Fungsi Pasar Modal Syariah

  14 Fungsi dari keberadaan pasar modal syariah adalah sebagai berikut : 11 Purnomo Yusgiantoro, Manajemen Keuangan International, Teori dan Praktik (Jakarta: Penerbit FEUI: 2004), h.30.1213 Abdul Hamid, Pasar Modal Syariah, (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta), h.38. Memisahkan operasi kegiatan bisnis dari fluktuasi jangka pendek pada harga yang merupakan ciri umum pada pasar modalkonvensional.

3. Instrumen Pasar Modal Syariah

  BerdasarkanKetentuan Umum Pasal 1 angka 5, Undang-undang Nomor 8 tahun 1995 tentang pasar modal, menyatakan bahwa yang dimaksud dengan efek adalahsurat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, 15 berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek. Penghapusan bunga tetap dan mengalihkannya ke surat investasi yang ikut serta dalam keuntungan dan dalam kerugian serta tundukpada kaidah Al – ghunmu bi al – ghurn (keuntungan / penghasilan berimbang dengan kerugian yang ditanggung)b.

C. RETURN SAHAM

1. Saham

  Saham juga dapat didefinisikan sebagai selembar catatan yang berisi pernyataan kepemilikan sejumlah modal pada perusahaan yang 18 menerbitkan saham tersebut, atau sebagai penyertaan modal. Return realisasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah capital gain atau loss yang sering juga disebut actual return.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup dalam penelitian ini dilakukan pada perusahaan-perusahaan

B. Metode Penentuan Sampel

  Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder yangdiperoleh dari publikasi laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang terdaftar di JII, profil Bursa Efek Indonesia, Buku-buku, dan jurnal ilmiah yangmembahas menajemen keuangan. Berdasarkan kriteria tersebut, dari 30 perusahaan yang terdaftar setiap periodenya diperoleh 9 perusahaan yang memenuhi kriteria yang layak untukdijadikan sampel dari 30 perusahaan.

1 Ety Rochaety, dkk, Metodologi Penelitian Bisnis : dengan Aplikasi SPSS, (Jakarta: Mitra

  104 1. Ho : = 0 Tidak terdapat pengaruh yang signifikan Earning Per Share1 (X ) terhadap return saham syariah (Y).

1 Ha : ≠ 0 Terdapat pengaruh yang signifikan Earning Per Share (X )

  Ho : 4 = 0 Tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama earning per share (X 1 ), price earning ratio (X 2 ), dan debt to equity ratio (X 3 ) terhadap return saham syariah (Y). Ha : 4 ≠ 0 Terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama earning per share (X 1 ), price earning ratio (X 2 ), dan debt to equity ratio (X ) terhadap return saham syariah (Y).

E. Metode Analisis

  Model regresi harus memenuhi asumsi klasik, untuk mengetahui apakah model persamaan regresi yang digunakan dalam penelitianmemenuhi asumsi klasik, maka harus dilakukan uji asumsi klasik atas model persamaan tersebut. Model regresi yang baik adalah model regresi yang berdistribusi normal.

2 Uji normalitas data dilakukan dengan melihat hasil grafik P-

  Untuk mendeteksi ada atau tidaknya 4 masalah multikolinieritas adalah sebagai berikut :2 a) Nilai R yang dihasilkan oleh suatu estimasi model regresi empiris sangat tinggi, tetapi secara individual variabel bebas banyak yangtidak signifikan mempengaruhi variabel terikat. Cara menganalisisnya adalah sebagai berikut: Dengan melihat apakah titik-titik memiliki pola tertentu yang teratur Jika tidak terdapat pola tertentu yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 10 pada sumbu Y maka mengindikasikan tidak 5 terjadi heterokedastisitas.

a. Uji T (pengujian secara parsial)

  Untuk menguji masing-masing variabel bebas terhadap variabel tak bebasnya, dalam hal ini adalah masing-masing dari variabel earning per share, debt to earning ratio,dan price earning ratio terhadap return saham syariah. Apabila nilai sig < nilai sebasar0.05 maka H ditolak, H a diterima, yang artinya masing-masing variabel6 bebas berpengaruh terhadap variabel terikat.

b. Uji F (pengujian secara simultan)

  Dengan demikian, 7 secara umum hipotesisnya dituliskan sebagai berikut :H 0 : 1 = 0H 1 :1 Untuk mengeneralisasi populasi, maka koefisien korelasi gabungan R diuji dengan uji F dengan tujuan untuk menguji pengaruh dari semuavariabel bebas terhadap variabel tak bebas secara bersama-sama dalam hal ini adalah variabel-variabel yang mempengaruhi return sahamsyariah. Apabila nilai sig < nilaisebesar 0.05 maka H ditolak, H a diterima, yang berartisemua variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel terikatnya.

7 Ibid, h.16

2 R = koefisien determinasi

  Uji Regresi Berganda Regresi linier berganda bertujuan menghitung besarnya pengaruh dua atau lebih variabel bebas terhadap satu variabel terikat danmemprediksi variabel terikat dengan menggunakan dua atau lebih variabel bebas. Dengan demikian semakin banyaknya variabel bebas maka semakin tinggi pula kemampuan regresi yang dibuat untuk menerangkan variabelterikat, atau peran faktor-faktor lain di luar variabel bebas yang digunakan, yang dicerminkan oleh residual atau eror menjadi semakinkecil.

2 Dengan kata lain bila R = 1, maka semua titik pengamatan berada tepat

  Dengan demikian baik atau buruknya suatu 2 persamaan regresi ditentukan oleh R -nya yang mempunyai nilai antara 10 nol dan satu. Jikahasil yang diperoleh < 0,5 maka model yang digunakan dianggap cukup handal dalam membuat estimasi.

2 Jika R semakin kecil, berarti semakin lemah model tersebut untuk

11 menjelaskan variabelitas dari variabel terikatnya.

F. Operasional Variabel Penelitian

  Variabel adalah sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan dalam penelitian yang akan merupakan satu konsep yang telah dioperasionalisasikan 1011 Ibid, h.20 Bhuono Agung Nugroho, Strategi Jika Memilih Metode Statistik Penelitian DenganMenggunakan SPSS. Intervening variable adalah faktor yang secara teori berpengaruh pada fenomena yang diamati tetapi tidak dapat dilihat, diukur, atau dimanipulasi,namun dampaknya dapat disimpulkan berdasarkan dampak variabel independen dan moderating terhadap fenomena yang diamati.

1. Variabel Bebas (Independent Variable)

  Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi return saham syariah, yaitu :a. Price Earning Ratio (PER), yang disimbolkan dengan X12 2 Puguh Suharso, Metode Penelitian Kuantitatif Untuk Bisnis : Pendekatan Filosofi dan Praktis,( Jakarta: Pusat Pengkajian Kebijakan Teknologi Pengembangan Wilayah(BPPT),2007),h.46.

2. Variabel Terikat (Dependent Variable) Variabel terikat (Y) yaitu variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas

  Dalam penelitian ini adalah return saham syariah. BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN A.

1. Sejarah Bursa Efek Indonesia

  Pemerintah Republik Indonesia mengaktifkan kembali pasar modal pada tahun 1977, dan beberapa tahun kemudian pasar modal mengalamipertumbuhan seiring dengan berbagai insentif dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah. Jumlah [1987] • 1987 (PAKDES 87) yang memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk melakukanPenawaran Umum dan investor asing menanamkan modal di IndonesiaPaket deregulasi dibidang Perbankan dan Pasar [1988-1990] • Modal diluncurkan.

2. Visi dan Misi Bursa Efek Indonesia a

VISI

b. MISI

  Barang dan atau jasa yang haram bukan karena zatnya (haram li- ghairihi) yang ditetapkan oleh DSN – MUI, dan atau, c. Total hutang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total ekuitas tidak lebih dari 82% ( hutang yang berbasis bungadibandingkan dengan total ekuitas tidak lebih dari 45% : 55%).

C. Hasil dan Pembahasan

  Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 9 perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index Bursa Efek Indonesia selama 5 tahunterhitung dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2010. Dari hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan program komputer SPSS Statistic 18(PSAW Statistics).

1. Analisis Deskriptif

Data-data yang digunakan dalam analisa ini diperoleh dari PusatReferensi Pasar Modal Bursa Efek Indonesia yang berada di Jakarta, untuk harga-harga saham dan laporan keuangan publikasi tahunan untuk rasio-

a) Earning Per Share (EPS)

  Pada tahun 2007 perusahaan yang berada diatas rata-rata Pada tahun 2008 perusahaan yang berada diatas rata-rata mengalami penurunan menjadi 3 peusahaan, diantaranya adalah PTTambang Batubara Bukit Asam Tbk sebesar 741,18., PTTelekomunikasi Indonesia Tbk sebesar 526,76., dan PT United Tractors Tbk sebesar 799,77. Sedangkan pada tahun 2010 perusahaan yang berada diatas rata- rata sebanyak 4 perusahaan dan tidak mengalami peningkatandiantaranya adalah, PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk sebesar445,55., PT Tambang Batubara Bukit Asam sebesar 394,12., PTTelekomunikasi Indonesia Tbk sebesar 297,78 dan PT United Tractors Tbk sebesar 567,46.

b) Price Earning Ratio (PER)

  Sedangkan pada tahun 2010 perusahaan yang berada diatas rata- rata naik menjadi 3 perusahaan diantaranya adalah, PT AnekaTambang (Persero) Tbk sebesar 24,80., PT Kalbe Farma Tbk sebesar21,74., PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk sebesar 21,19 dan PT Unilever Indonesia Tbk sebesar 36,53. Sedangkan nilai PER terendah pada tahun 2006 dan 2007 dimiliki oleh PT International Nickel Indonesia Tbk yaitu sebesar 6,65dan 8,07., sedangkan pada tahun 2008 sampai tahun 2010 dimiliki oleh PT Bumi Resources Tbk yaitu sebesar 2,5., 10,12 dan 9,46.

c) Debt to Equity Ratio (DER)

  Nilai DER tertinggi pada tahun 2006 sampai 2010 dimiliki olehPT Bumi Resources Tbk sebesar 5,95 untuk tahun 2006, sedangkan pada tahun 2007 PT Bumi Resources Tbk dan PT United Tractors Tbkmempunyai nilai DER yang sama, sebesar 1,26 dan nilai DER pada tahun 2008 sampai 2010 sebesar 0,80., 0,94 dan 4,37. Nilai DER terendah dari tahun 2006 dimiliki oleh PTInternational Nickel Indonesia Tbk yaitu sebesar 0,26., pada tahun 2007 dimiliki oleh PT Kalbe Farma Tbk sebesar 0,33., pada tahun2008 dimiliki oleh PT International Nickel Indonesia Tbk sebesar0,21., dan pada tahun 2009 dan 2010 dimiliki oleh PT Aneka Tambang (Persero) Tbk yaitu sebesar 0,21 dan 0,23.

c. Uji Heteroskedastisitas

  Jika tidak terdapat pola tertentu yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 10 pada sumbu Y maka 7 mengindikasikan tidak terjadi heterokedastisitas. Adapun hasil dari uji heterokedastisitas untuk penelitian ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini : Gambar 4.6 Gambar Scatterplot hasil SPSS statistik 18 Jika tidak terdapat pola tertentu yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 10 pada sumbu Y maka 8 mengindikasikan tidak terjadi heterokedastisitas.

d. Uji Autokorelasi

  Autokorelasi didefinisikan terjadinya korelasi antara data pengamatan sebelumnya, Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Untuk mendeteksi terjadi autokorelasi atau tidak, dapat dilihat melalui nilai Durbin – Watson (DW) yang bisa dijadikan patokan untuk 9 mengambil keputusan adalah: 1.

a. Analisis Pengaruh Secara Parsial (Uji t)

  Dari persamaan regresi yang didapatkan, akan dilakukan pengujian apakah nilai konstanta dan koefisien variabel independenmemberikan pengaruh yang signifikan atau tidak terhadap variabel dependen, untuk itu dilakukan uji parsial (Uji t). Pengujian ini bisadilakukan dengan dua metode, yang pertama dengan uji t yaitu hitung tabel membandingkan nilai t dengan t dan yang kedua dengan uji signifikasi.

2 Earning Ratio mempengaruhi return saham syariah

  hitung Terlihat bahwa t untuk variabel Price Earning Ratio (X 2 ) adalahtabel hitung tabel 2,797 sementara nilai t adalah 1,681, karena t > t maka o H ditolak, sehingga bahwa Price Earning Ratio berpengaruh terhadap return saham syariah. Dengan demikian H ditolak, sehingga mempunyai kesimpulan bahwa terdapat pengaruhsignifikan terhadap return saham syariah.3) Pengujian Debt to Equity Ratio (X ) terhadap return saham (Y) 3 Untuk melihat apakah terdapat hubungan linier antara Debt to Equity Ratio dengan return saham syariah.

3 Equity Ratio mempengaruhi return saham syariah

  Terlihat bahwa t hitung untuk variabel Debt to Equity Ratio (X ) 3tabel hitung tabel adalah 1,183 sementara nilai t adalah 1,681, karena t < t o maka H diterima, sehingga bahwa Debt to Equity Ratio tidak berpengaruh terhadap return saham syariah. Terlihat bahwa nilai probabilitas pada kolom Sig adalah 0,244 atau probabilitas di atas 0,24 (0,24 > 0,05).

b. Analisis Pengaruh Secara Simultan (Uji F)

  Dependent Variable: return Pada tabel 4.9 ditampilkan hasil uji F yang dapat dipergunakan untuk menguji apakah model regresi yang didapatkan sudah cocokdengan data atau tidak. Jika terdapat kecocokan antara model regresi dengan data, maka model regresi tersebut dapat digunakan untukmemprediksi kinerja keuangan perusahaan yang didapat dari variabel earning per share, price earning ratio dan debt to equity ratio.

1 H : Model cocok dengan data

  hitung Pengambilan keputusan berdasarkan perbandingan nilai F dengan tabel F :Jika F hitung > F tabel , maka H o ditolak hitung tabel o Jika F < F , maka H tidak ditolak Dari perhitungan didapat nilai F hitung sebesar 3,105 dengan 1 2 tingkat signifikasi sebesar 5% dan df = 3 dan df = 41, didapat nilai F tabel = 2,83. Sehingga dapat disimpulkan bahwa aspek variabel earning per share, price earning ratio dan debt to equity ratio dengan signifikan memberikan kontribusi atau terhadap variabel return saham.

2 Konstanta = -0.041

  Koefisien variabel X 2 = 0,003 Jika terdapat peningkatan sebesar satu satuan untuk price earning ratio, maka akan ada kenaikan pada return saham sebesar 0,003. Hal ini menunjukkan bahwa price earning ratio memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap return saham.

a. Predictors: (Constant), der, eps, per

  Berdasarkan tabel 4.11 diatas, dapat dianalisis bahwa nilai R sebesar 0,430 menunjukkan bahwa korelasi antara Return sahamdengan ketiga variabel independennya mempunyai pengaruh yang cukup kuat. Artinya jika Earning Per Share, Debt to Equity Ratio, dan Price Earning Ratio ditingkatkan, maka Return saham akan meningkat dan semakin baik.

2 Adapun nilai R (R Square) atau disebut dengan Koefisien

  Berdasarkan tabeldiatas, R square = 0,185 artinya variabel retrun saham dapat dijelaskan oleh variabel earning per share, price earning ratio dan debt to equity ratio hanya sebesar 18,5% sedangkan sisanya sebesar (100% - 18,5%) = 81,5% dijelaskan oleh faktor – faktor lain diluar model regresi tersebut. Adjusted R Square atau koefisien determinasi yang disesuaikan sebesar 0.126 adalah sebuah statistik yang berusaha untuk mengoreksi koefisien determinasi untuk lebih mendekati ketepatan model dalampopulasi.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan, maka penulis dapat

  Secara bersama-sama (simultan) terdapat pengaruh yang cukup signifikan antara variabel EPS, PER dan DER, terhadap return saham syariah. Besarnya kemampuan variabel bebas yaitu EPS, PER, dan DER dalam menjelaskan variabel terikat yaitu return saham syariah adalah hanyasebesar 18.5% sedangkan sisanya 81.5% dijelaskan variabel lain yang tidak dimasukan kedalam penelitian.

B. Saran

  Kepada perusahaan-perusahaan yang terdaftar didalam JakartaIslamic Index, penulis menyarankan agar perusahaan-perusahaan tersebut selalu menjalankan prinsip-prinsip syariah islam agar selaludimudahkan dalam setiap aktivitas bisnis yang dijalankan agar mendapatkan keberkahan dari setiap keuntungan yangdidapatkannya. Mengacu pada analisis yang penulis lakukan menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan price earning ratio dengan return sahamsyariah, maka penulis menyarankan agar perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) memperbaiki danmeningkatkan kinerja keuangannya.

DAFTAR PUSTAKA

  Pengaruh Debt to Equity Ratio dan Return on Equity terhadap Harga Saham, (Pada data panel perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index). Pengaruh Ratio Profitabilitas dan Ratio Nilai Pasar terhadap Return Saham, (Studi empiris di Jakarta Islamic Index Tahun 2006- 2008).

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh karakteristik perusahaan terhadap voluntary disclosure perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
1
44
114
Analisis variabel makro ekonomi dan rasio keuangan terhadap return saham pada perusahaan LQ 45 di BEI
0
7
125
Pengaruh return on equty (REO), return on asset (ROA) dan economic value added (EVA) terhadap return saham pada perusahaan yang tercatat di Jakarta Islamic Index (JII) : studi empiris pada Perusahaan Manufaktur di BEI
28
328
109
Pengaruh kenerja keuangan perusahaan terhadap return saham Syariah (studi pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index)
0
4
109
Analisis pengaruh rasio modal saham terhadap return yang diterima oleh pemegang saham (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2004-2008)
0
4
96
Pengaruh modal kerja terhadap kinerja keuangan : studi perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic index tahun 2006-2007
0
6
130
Pengaruh faktor fundamental perusahaan terhadap beta saham syariah (studi pada Jakarta Islamic Index tahun 2004-2010)
1
8
168
Pengaruh laporan arus kas dan likuiditas perusahaan terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar di BEI
0
8
82
Pengaruh return on asset,current ratio,debt to equity ratio,dividen,laba bersih dan dividend payout ratio terhadap harga saham syariah pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta islamic index periode 2009-2014
1
26
123
Analisis faktor fundamental terhadap excess return saham syariah perusahaan jakarta Islamic index
0
3
14
Pengaruh profitablitas dan rasio leverage terhadap return saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
0
15
1
Pengaruh laba per lembar saham dan rasio pengembalian modal terhadap harga saham : (studi kasus pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di bei Tahun 2010-2011)
0
3
73
Pengaruh tingkat suku bunga dan rasio harga laba terhadap return saham : (studi kasus pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
0
8
1
Pengaruh arus kas operasi dan likuiditas terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI0
1
5
1
Pengaruh board diversity terhadap intellectual capital performance (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI)
0
0
85
Show more