Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi realisasi penerimaan pendapatan asli Daerah (PAD) kota Tangerang Pada Tahun 2004-2008

Gratis

0
6
172
2 years ago
Preview
Full text

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  Kesimpulan terakhir adalah bahwa variabel independen yaitu pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah, dan pendapatan lain-lain yang sah secara simultan mampumenjelaskan dan berpengaruh signifikan terhadap realisasi penerimaan PAD sebesar 0,846 atau 84,6%. Sedangkan secara parsial hanya pajak dan pendapatan lain-lain yang sah yangberpengaruh signifikan, sedangkan dua variabel lain yaitu retribusi daerah dan hasil perusahaan milik daerah secara parsial kurang berpengaruh secara signifikan terhadap relasasi penerimaanPAD Kota Tangerang.

KATA PENGANTAR

  Dengan rahmat dan kasih sayang Allah dengan ridha-Nya serta petunjuk-Nya, dengan segala kekuasaan Alhamdulillahirabbil’ alamin, segala puji dan syukursenantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam pemilik hidup yang hakiki, pemilik kekayaan yang sempurna, pemilik ilmu yang maha luastiada terkira, raja dari segala manusia jin malaikat dan makhluk lainnya yang lemah,Maha Suci Allah dari segala sifat yang dimiliki oleh makhluk-Nya. Shalawat dan salam semoga Allah panjatkan kepada Rasulllah SAW yang telah mengibarkan panji islam di muka bumi dengan petunjuk serta inayah-Nya yang tiada terkira, sehingga kita sebagai manusia yangmempunyai akal dan hati menjadi manusia yang mulia dan sempurna, semoga AllahSWT dapat mengampuni segala dosa-dosa hamba-Nya yang mengikuti ajaranMuahmmad Rasulullah SAW,pemilik akhlaqul karimah,manusia agung kekasih Allah yang sempurna tanpa cela.

b. Uji Hipotesis ……………………………………………… 116

  Upaya-upaya ang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang Khususnya DPKAD Dalam Meningkatkan Penerimaan PADDi Kota Tangerang ………………………………………….. 138 DAFTAR TABELTabel Keterangan Halaman 1.1 Target dan Realisasi PAD .................................................

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia adalah Negara kesatuan yang berbentuk republik dimana

  Dari keempat sumber PendapatanAsli Daerah tersebut perlu ditingkatkan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi yang salah satunya adalah dengan meningkatkan efisiensisumber daya dan sarana yang terbatas, serta meningkatkan efektifitas pemungutan yaitu mengoptimalkan potensi yang ada serta terus diupayakanmenggali sumber-sumber pendapatan yang baru yang kemudian potensinya memungkinkan sebagai kontribusi yang signifikan bagi Pendapatan AsliDaerah di Kota Tangerang. Adapun pajak daerah yang dipungut oleh pemerintah daerahKota Tangerang adalah pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak bahan galian golongan C, pajakpemanfaatan air bawah tanah dan air permukaan, pajak sarang burung walet, PBB Perkotaan dan pedesaan, dan BPHTB.

B. Perumusan Masalah

  Apakah pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah, dan pendapatan lain-lain yang sah berpengaruh terhadap realisasiPendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Tangerang baik secara parsial maupun simultan? Bagaimanakah perbandingan antara realisasi penerimaan PAD dengan penerimaan pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan milikdaerah dan pendapatan lain-lain yang sah?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

  Bagi Akademis; hasil penelitian ini diharapkan akan menambah bahan referensi atau acuan bagi studi tentang Pajak Daerah, RetribusiDaerah, Hasil Perusahaan Milik Daerah dan Hasil Usaha Lain-lain yang Sah atau penelitian dengan objek yang sejenis. Bagi Masyarakat; diharapkan akan memberikan sumbangan berupa informasi yang berarti bagi masyarakat luas, yang ada hubungannyadengan pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah dan hasil usaha lain-lain yang sah.

BAB II LANDASAN TEORITIS

  Pengertian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Setiap daerah memiliki wewenang dan kewajiban untuk menggali sumber-sumber keuangannya sendiri dengan melakukansegala upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan demikian pemerintah daerah dapat melaksanakan tugaspemerintahan dan pembangunan yang semakin mantap demi kesejahteraan masyarakatnya. Pendapatan Asli Daerah adalah penerimaan yang diperoleh daerah dari sumber-sumber dalam wilayahnya sendiri yang dipungutberdasarkan peraturan daerah yang sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku.

2. Sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Adapun Sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) antara lain:

a) Pajak Daerah

  Pajak daerah adalah iuran wajib yang dilakukan oleh orang atau badan kepada daerah tanpa imbalan langsung yang seimbangyang dapat dipaksakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang digunakan untuk membiayai penyelenggaraanpemerintahan daerah dan pembangunan daerah. Pajak daerah dapat digolongkan kedalam dua kategori menurut tingkat pemerintahan daerah, yaitu: Pajak Propinsi dan PajakKabupaten/Kotamadya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 34 tahun 2000 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah:1) Jenis Pajak Propinsi terdapat dari: a.

a. Pajak Hotel

  Hotel adalah bangunan yang khususdisediakan bagi orang untuk dapat menginap istirahat, memperoleh pelayanan, dan atau fasilitas lainnya dengandipungut bayaran termasuk bangunan lainnya yang menyatu di kelola dan dimiliki oleh pihak yang samakecuali untuk pertokoan dan perkantoran.2) Objek Pajak Hotel Objek pajak hotel adalah pelayanan yang disediakan dengan pembayaran di hotel, sesuai peraturandaerah No. 3) Subjek Pajak HotelPada pajak hotel, yang menjadi subjek pajak adalah orang pribadi atau badan yang melakukanpembayaran kepada hotel atas pelayanan hotel.4) Tarif Pajak Tarif pajak hotel ditetapkan paling tinggi sebesar10% yang ditetapkan dengan peraturan daaerah kabupaten kota hal ini dimaksudkan untuk memberikan keleluasaanpada pemerintah daerah kabupaten/kota untuk menetapkan tarif pajak yang dipandang sesuai dengan kondisi masing-masing daerah kabupaten / kota.

b. Pajak Restoran

  Pajak restoran adalah pajak yang dikenakan atas pelayanan yang disediakan restoran dengan pembayaran olehorang pribadi atau badan.1) Dasar Hukum Pemungutan Pajak Restoran Dasar pengenaan pajak restoran adalah Undang-undangRepublik Indonesia Nomor 28 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-undang Republik IndonesiaNomor 33 tahun 2004 tentang pajak daerah dan retribusi daerah. Cara perhitungan pajak: Tarif Pajak = 10%Dasar Pengenaan Pajak = Omzet= Rp 64.000.000,00 + Rp 15.000.000,00= Rp 79.000.000,00Maka Pajak yang harus dibayarkan adalah:10% x Rp 79.000.000,00 = 7.900.000,00 4) Sistem Pajak RestoranAdalah Self Assesment atau wajib pajak menghitung, melaporkan dan membayar pajak yang terutang sendiri.

c. Pajak Hiburan

  Hiburan adalah semua jenis pertunjukkan, permainan, dan/ atau keramain, dengan nama dan bentuk apapun yangditonton atau dinikmati oleh setiap orang dengan dipungut bayaran, tidak termasuk penggunaan fasilitas berolahraga. 3) Subjek Pajak HiburanPada pajak hiburan, subjek pajak adalah orang pribadi atau badan yang menonton dan atau menikmatihiburan.

d. Pajak Reklame

  Reklame adalah benda, alat, atau media yang menurut bentuk susunan dan corak ragamnya untuk tujuan komersial,dipergunakan untuk memperkenalkan, menganjurkan atau memujikan suatu barang, jasa atau orang, ataupun untukmenarik pehatian umum atas suatu barang, jasa atau orang yang ditempatkan atau dapat dilihat, dibaca, dan/ataudidengar dari suatu tempat oleh umum kecuali yang dilakukan oleh pemerintah. 3) Subjek Pajak ReklameTarif Pajak Reklame ditetapkan paling tinggi sebesar 25% yang ditetapkan dengan peraturan daerah kabupaten/kotayang bersangkutan.4) Perhitungan Pajak Reklame Pajak Reklame terutang = Nilai sewa x TarifContoh:Tahun 2009 PT Dedy Jaya Kota Tangerang membuat reklame papan nama tiang sebanyak empat buah dengan luasmasing-masing 40m yang diletakan ditempat yang berkategori 1 tahun.

e. Pajak Penerangan Jalan

  Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Tangerang No.8 Tahun 1999 tentang pajak penerangan jalan, menerangkan hal-halsebagai berikut:1) Pengertian Pajak Penerangan Jalan adalah pajak atas penggunaan tenaga listrik, dengan ketentuan bahwa diwilayah daerah tersebuttersedia penerangan jalan, yang rekeningnya dibayar oleh pemerintah daerah. Secarasederhana subjek adalah konsumen yang menikmati dan membayar pelayanan yang diberikan oleh pengusahapenerangan jalan.4) Tarif Pajak Penerangan Jalan Tarif Pajak Penerangan Jalan ditetapkan palng tinggi sebesar10% dan ditetapkan dengan peraturan daerah kabupaten/kota yang bersangkutan.

f. Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C Berdasarkan Peraturan Daerah Pemerintah Kota Tangerang No

  Bahan galian golongan C meliputi: Asbes - Grafit - Opsidien -Batu tulis - Granit - Oker - Pada pajak pengambilan bahan galian golongan C, tidak semua pengambilan bahan galian golongan C dikenakan pajak,Objek pajak dikecualikan terhadap kegiatan: a) Kegiatan pengambilan bahan galian golongan C yang nyata-nyata tidak dimaksudkan untuk mengambil bahangalian golongan C tersebut dan tidak dimanfaatkan secara ekonomis. Perbedaan itu terkait dengan tarif pajak yang ditetapkan, yakni untuk penambang pengusaha dikenakan 20%, jika penambangtradisional biasanya dikenakan tarif 20%, sedangkan pemungutan yang dilakukan dipungut dengan officialassessment yakni dibayar sendiri oleh wajib pajak dengan memberitahukan Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD).

g. Pajak Parkir

  1) PengertianPajak Parkir adalah pajak yang dikenakan atas penyelenggaraan tempat parkir diluar badan jalan oleh orangpribadi atau badan, baik yang disediakan berkaitan dengan pokok usaha maupun yang disediakan sebagai suatu usaha,termasuk penyediaan tempat penitipan kendaraan bermotor dan garansi kendaraan bermotor yang memungut bayaran. 2) Objek Pajak ParkirObjek Pajak Parkir yakni penyelenggaraan pajak parkir diluar badan jalan oleh orang pribadi atau badan, baik yangdisediakan berkaitan dengan pokok usaha maupun yang disediakan sebagai suatu usaha, termasuk penyediaan tempat Pajak Parkir dikecualikan terhadap beberapa objek sebagai berikut:a) Penyelenggara tempat parkir oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

h. Pajak Sarang Burung Walet

  1) PengertianPajak sarang burung walet adalah pajak yang dikenakan atas pengambilan atau pengusahaan sarang burung walet. 3) Subjek Pajak sarang burung waletSubjek Pajak Sarang Burung Walet adalah orang pribadi atau Badan yang melakukan pengambilan dan/ataumengusahakan Sarang Burung Walet.4) Tarif Pajak Sarang Burung Walet Tarif Pajak Sarang Burung Walet ditetapkan paling tinggi 10% yang ditetapkan dengan peraturan daerah.

i. Pajak PBB Pedesaan dan Perkotaan

  pemindahan hak karena:1) jual beli 2) tukar menukar3) hibah4) hibah wasiat5) waris6) pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lain7) pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan;8) penunjukan pembeli dalam lelang9) pelaksanaan putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap 10) penggabungan usaha11) peleburan usaha12) pemekaran usaha atau 13) hadiah. 3) Subjek Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan adalah orang pribadi atau badan yang memperoleh Hak atasTanah dan/atau Bangunan.4) Tarif BPHTB Tarif Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan ditetapkan paling tinggi sebesar 5% (lima persen).

b) Retribusi Daerah

  Retribusi Jasa Usaha, yaitu retribusi atas jasa yang disediakan oleh pemerintah daerah dengan menganutprinsip komersial karena pada dasarnya dapat pula disediakan oleh sektor swasta, sesuai dengan Undang- 2) Jasa yang bersangkutan adalah jasa yang bersifat komersial yang seyogyanya disediakan oleh sektorswasta. Hasil perusahaan milik daerah dan hasilpengelolaan kekayaan daerah lainnya yang dipisahkan (antara lain: bagian laba, deviden dan penjualan saham milik daerah ) d) Pendapatan Lain-lain yang Sah Adalah hasil daerah yang diperoleh dari hasil usaha diluar kegiatan dan pelaksanaan tugas daerah, misalnya penerimaan dansumbangan pihak ketiga, hasil penjualan milik daerah (Penjualan drum bekas aspal), penerimaan jasa giro.

B. Pajak dan Ruang Lingkupnya

1. Definisi Pajak

  Fiedmann: “Pajak adalah prestasi yang dipaksakan sepihak oleh dan terutang oleh pihak penguasa (menurut norma-norma yang ditetapkansecara umum), tanpa adanya kontraprestasi, dan semata-mata digunakan untuk menutup pengeluaran-pengeluaran umum”.(Siti Resmi, 2003 : 1). Pajak merupakan iuran wajib dari rakyat yang diserahkan kepada negara, sehingga yang berhak memungut pajak hanyalah Negara, Negara dalam hal ini adalah Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

2. Fungsi dan Tujuan Pajak

a. Fungsi Pajak

  Sebagai sumber keuangan, melalui cara ekstensifikasi maupun intensifikasipemungutan pajak.2) Fungsi Regulerend ( Fungsi Mengatur) Pajak sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan pemerintah dalam bidang sosial dan ekonomi dan tujuan-tujuan tertentu di bidang keuangan. Dengan kebijakan fiskal, pemerintah dapat mengambil kebijakan dalam melindungi industri dalam negeri agar mampubersaing dengan cara menetapkan pajak yang tinggi bagi hasil Kebijakan pemerintah yang melakukan kebijakan pajak yang rendah atau bahkan memberikan kebebasan pajak atau tax holdinguntuk masa tertentu dapat diambil pemerintah ketika perekonomian yang cenderung mengalami kelesuan (penurunan).

b. Tujuan Pajak

  Dalam bukunya yang bejudul Fiscal Policy, Foreign Exchange control and Ekonomic Develovment (ditulis pada tahun 1954) Prof. Soemitro Djojohadikoesoemoe mengatakan bahwa fiscal policy sebagai alat suatu pembangunan harus mempunyai satu tujuan yang simultan,yaitu secara langsung menemukan dana-dana yang akan digunakan untuk menyalurkan private saving ke sektor-sektor yang produktif sekaligusdigunakan untuk mencegah pengeluaran-pengeluaran yang menghambat pembangunan atau yang “mubadzir” dalam berbagai bentuknya.

3. Sistem Pemungutan Pajak

  3) Fiskus tidak ikut campur dan hanya bertugas mengawasi.4) Wajib pajak dipandang memahami tata cara perhitunga pajak.5) Wajib pajak dituntut untuk bersikap jujur; memberikan laporan yang sebenarnya. Whitholding SystemAdalah suatu sistem pemungutan pajak yang memberiwewenang kepada pihak ketiga untuk memotong ataumemungut besarnya pajak yang terutang oleh wajib pajak.

4. Syarat-syarat Pemungutan Pajak

  Bagi Negara-nagara hokum, maka segala sesuatu harus diatur atau ditetapkan dalam undang-undang termasuk Di Indonesia, pajak diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 23 ayat 2 yang menyatakan bahwa: “Pengenaan dan pemungutan pajak (termasuk bea dan cukai untuk keperluan Negara) hanya bolehterjadi berdasarkan undang-undang”. Yaitu pajak yang harus dipikul jugs harus dipikul atau di tanggung sendiri oleh Wajib Pajak dan tidak dapat dibebankan atau Contoh: Pajak Penghasilan 2) Pajak Tidak LangsungYaitu pajak yang pada akhirnya dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain atau piahk ketiga Contoh: Pajak Pertambahan Nilai b.

7. Tarif Pajak

  Tarif Pajak DegresifTarif pajak degresif adalah persentase tarif pajak yang semakin menurun apabila jumlah yang menjadi dasar pengenaan pajak menjadisemakin besar. Tarif Pajak TetapDalam tarif pajak ini adalah tarif berupa jumlah yang tetap (sama besarnya) terhadap berapapun jumlah yang menjadi dasar pengenaan pajak, oleh karena itu besarnya pajak yang terutangtetap.(Waluyo dan Wirawan.

8. Kewajiban dan Hak-hak Wajib Pajak

Dari ketentuan yang dimuat dalam undang-undang pajak nasional(UU Perpajakan tahun 2007) terdapat kewajiban dari wajib pajak dan hak- haknya sebagai berikut:

a. Kewajiban Wajib Pajak

  Fungsi SuratPemberitahuan adalah sebagai sarana Wajib Pajak untuk melapokan dan mempertanggungjawabkan perhitungan jumlah pajak yangsebenarnya terutang dan laporan tentang pemenuhan pambayaran pajak yang telah dilaksanakan sendiri dalam satu tahun pejak sertalaporan tentang pembayaran pajak yang telah dipotong oleh pihak ketiga. 3) Wajib Pajak (WP) wajib untuk mengisi dengan benar dan lengkap dan menandatangani sendiri Surat Pemberitahuan Pajak kemudianmengembalikan surat pemberitahuan itu kepada kantor inspeksi pajak.

b. Hak-hak Wajib Pajak

  4) Wajib Pajak berhak melakukan pengambilan kelebihan pembayaran pajak serta memperoleh kepastian terbitnya Surat KeputusanKelebihan Pembayaran Pajak (SKKPP).5) Wajib Pajak berhak melakukan permohonan pembetulan salah tulis atau salah hitung atau kekeliruan yang terdapat dalam SKP dalmpenerapan peratuan perundang-undangan perpajakan.6) Wajib Pajak berhak mengajukan keberatan dan berhak atas kepastian terbitnya surat keputusan atas surat permohonan keberatannya. Penerimaan pajak dapat dipandang sebagai sumber pembelanjaan dalam pengertian bahwa sumber tersebut merupakan penerimaan dari penyediasumber eksternal yang digunakan untuk membelanjai aktifitas dan bukan dari penjualan barang dan jasa.

D. Penelitian Sebelumnya

  Berdasarkan hasil penelitiannya potensi target dan realisasi penerimaan pajak restoran sudah cukup optimal dikerenakanberkembangnya jasa usaha restoran dikota depok dan dipengrauhi oleh pembangunan dan faktor geografis strategis berbatasan dengan ibu kotaDKI Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui optimalisasi penerimaan retribusi daerah dan mengetahui sejauh manapengaruh peneriman retribusi daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Di Kota Depok.

E. Kerangka Pemikiran

  Sesuai dengan Undang-Undang No.28 Tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah dan Undang-Undang No.33 Tahun 2004tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah bab V pasal 6 ayat (1) menyebutkan bahwa Pendapatan Asli Daerah(PAD) bersumber pada pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan miik daerah dan pendapatan lain-lain yang sah. Optimalisasi pemungutan pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah dan pendapatan lain-lain yang sah sangatmenentukan terhadap realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dikarenakan keempat variabel tersebut dapat berpengaruh terhadap naik danturunnya realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah sesuai dengan yang ditargetkan pemerintah daerah setempat dalam hal ini objek penelitiannyaberlokasi di Kota Tangerang.

F. Hipotesis

  Ha : Pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah dan pendapatan lain-lain yang sah secara simultan berpengaruh terhadapPAD. Ho : Pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah dan pendapatan lain-lain yang sah secara parsial bepengaruh terhadap PAD.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Peneliti memilih tempat penelitian di Pemerintahan Kota Tangerang sebagai objeknya. Dalam penelitian ini dilakukan dengan cara

  Hal ini penulis lakukan untuk memperoleh data yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Adapun data yang dibutuhkan oleh penulis adalah data sekunder eksternal, yakni suatu data yang dikumpulkan dan diterbitkan oleh DinasPengelolaan Keuangan Aset dan Daerah (DPKAD) Kota Tangerang dalam bentuk hasil akhir dari penerimaan pajak daerah, retribusi daerah, hasilperusahaan milik daerah, dan pendapatan lain-lain yang sah pertahunan, dalam lima tahun terakhir mulai dari tahun 2004-2008.

B. Metode Penentuan Sampel

C. Metode Pengumpulan Data

  Dalam hal ini secara langsung penulis memperoleh informasi yang berkaitan dengan masalah yang diteliti berasal dari buku-buku,majalah-majalah, jurnal dan perangkat lainnya yang berkaitan dengan tema skripsi. Data yang berasal adalah hasil akhir berupa penerimaan pajak daerah, retribusidaerah, hasil perusahaan milik daerah, dan hasil-hasil usaha lainnya yang sah pertahunan, dalam lima tahunan terakhir mulai tahun 2004-2008.

D. Metode Analisis dan Uji Hipotesis

1. Analisis Asumsi Klasik

  Dasar pengambilan keputusannyajika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas,sedangkan jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal maka model regresi tidak memenuhiasumsi normalitas. Jika Adjusted RSquare adalah sebesar 1 berarti fluktuasi variabel dependen seluruhnya dapat dijelaskan oleh variabel independen dan tidak adafaktor lain yang menyebabkan fluktuasi variabel dependen.

E. Operasional Variabel Penelitian

  Variabel operasional yang akanditeliti adalah sebagai berikut: a) Pajak daerah ialah iuran wajib yang dilakukan oleh orang atau badan kepada daerah tanpa imbalan langsung yang seimbang yang dapatdipaksakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahandaerah dan pembangunan daerah. Hasil perusahaan milikdaerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah lainnya yang dipisahkan(antara lain : bagian laba, deviden dan penjualan saham milik daerah) d) Hasil-hasil usaha lainnya yang sah adalah hasil daerah yang diperoleh dari hasil usaha diluar kegiatan dan pelaksanaan tugas daerah, misalnyapenerimaan dan sumbangan pihak ketiga, hasil penjualan milik daerah (penjualan drum bekas aspal), penerimaan jasa giro.

1. Sejarah singkat kota Tangerang

  de Haan yang diambil dari VOC resolusi tanggal 1 juni 1660 dilaporkan bahwa Sultan Banten telah membuat negeri besaryang terletak sebelah barat sungai untung jawa, dan untuk mengisi negeri baru tersebut Sultan Banten memindahkan 5 sampai 6000 penduduk. Kyai Soeradilaga dan putranya Subaraja minta perlindungan kepada kompeni dengan diikuti143 pengiring dan tentaranya (keterangan ini terdapat dalam dag Dengan adanya perjanjian tersebut daerah kekuasaan bupati bertambah luas sampai sebelah barat sungai Tangerang.

2. Kondisi Geografis Kota Tangerang

  Sebagai wilayah yang langsung berbatasan dengan ibu kota DKI Jakarta, Kota Tangerang memiliki keuntungan dan kerugian. Para warganya bisa memanfaatkan fasilitas publik sebuah metropolitan, baik itu berupa jalan-jalan yang mulus, tempat-tempat rekreasi danpusat komersial yang modern, atau berbagai kemudahan komunikasi canggih.

LUAS WILAYAH KOTA TANGERANG

1 Ciledug 8,76 10 Priuk 9,54 : Kabupaten Tangerang Orientasi geografis kota Tangerang wilayah kota Tangerang berada antara 6˚ 6 LS- 6˚ 13 LS dan 106˚ 36 - 106˚ - 42˚ BT dengan luaswilayah 184,23 Km2 dengan batas-batas sebagai berikut:□ Batas Utara : Kabupaten Tangerang□ Batas Selatan : Kabupaten Tangerang□ Batas Timur : DKI Jakarta□ Batas Barat 184,23 13 Benda 25,61Jumlah 12 Batuceper 11,58 11 Neglasari 16,07 9 Jatiuwung 14,4 2 Larangan 9,39 No Kecammatan Luas (Km2) 7 Karawaci 13,47 6 Tangerang 15,78 5 Pinang 21,59 4 Cipondoh 17,91 3 Karang Tengah 10,47 8 Cibodas 9,61

3. Jumlah Penduduk Kota Tangerang

  Jumlah penduduk kota Tangerang pada tahu menurut sensus penduduk tahun 2000 adalah 1.311.746 jiwa yang terdiri dari laki-lakisebanyak 653.566 jiwa dan perempuan sebanyak 658.180 jiwa. Masyarakat Kota Tangerang bersifat heterogen dengan jenis mata pencaharian yang bervariasi.

4. Kondisi Perekonomian Kota Tangerang

  Sumber utama perekonomian kota Tangerang adalah berasal dari sektor industri pengolahan sebesar 58,45%, menyusul perdagangan,hotel dan restoran, kedua sector ini menguasai hampir 85% kegiatan ekonomi dan dapat dipastikan bahwa sektor tersebut memberikankontribusi utama pada Pendapatan Asli Daerah. Keuangan daerah pada APBD 2002 Kota Tangerang masih mendominasi peerolehan dana yang merupakan dana perimbangankeuangan pusat dan daerah, yaitu sebesar 70% dari total APBD, sedangkan Pendapatan Asli Daerah hanya memberikan kontribusisebesar 19%.

5. Fasilitas Umum dan Sosial Kota Tangerang

  JUMLAH FASILITAS PENDIDIKAN No Kecamatan Pendidikan TK SD SMP SMA PT 6 4 - 8 Cibodas 9 45 21 - - 9 Jatiuwung 8 23 5 2 - 10 Priuk 19 29 11 Neglasari 65 6 31 5 4 - 12 Batuceper 13 29 1 2 - 13 Benda 13 18 1 2 - JumlahSumber kota Tangerang 2008 14 15 - 19 1 Ciledug 17 18 34 16 10 - 2 Larangan 23 31 9 - - 3 K. Fasilitaskesehatan yang ada di kota Tangerang adalah rumah sakit, puskesmas, balai pengobatan, posyandu, dan penyebarannya sudahcukup merata di setiap kecamatan.

6. Sarana dan Prasarana Pemukiman

  Dalam pelaksanaan tugas pokok Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKD) Kota Tangerang dipimpin oleh kepala dinas 2) Tugas Pokok dan Fungsi OrganisasiDinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah mempunyai tugas pokok dan fungsi melaksanakan sebagian fungsi urusan rumah tanggadaerah dalam bidang pemungutan daerah dan mengadakan koordinasi dengan instalasi lain dalam perencanaan, pelaksanaan sertapengendalian pemungutan daerah. - f) Bidang PendapatanBidang pendapatan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok memimpin, merencanakan, mengatur,dan mengendalikan kegiatan penyelenggaraan sebagian tugas dinas dalam lingkup pendataan objek pajak daerah dan Pendapatan AsliDaerah lainnya, pendaftaran wajib pajak daerah, penetapan besaran pajak daerah, serta penagihan pajak daerah dan lain-lain PendapatanAsli Daerah.

C. Analisa dan Pembahasan

  Selanjutnya garis warna 3 orange yang menunjukan variabel X yaitu hasil perusahaan milik daerah tiap tahun juga mengalami kenaikan ini dilihat dari garis yangsemakin menanjak pada tahun 2005, 2006 dan 2007 tetapi pada awal tahun 2008 garis warna orange tersebut sedikit menurun inimengindikasikan bahwa pada tahun ke 5atau tahun 2008 penerimaan dari hasil perusahaan milik daerah mengalami penurunan. 2 kemudian prosentase penerimaan variabel X atau retribusi daerah pada tahun ke-2 atau tahun 2005 sebesar 101,59% atau naik sekitar 1% dari X 3 atau hasil perusahaan milik daerah pada tahun ke-2 atau tahun 2005 sebesar 193,32% atau naik sekitar 97% di banding penerimaan tahun ke-1 atau 2004.

1 X atau pajak daerah sebesar 6,% atau naik sekitar 9% dari tahun

  dan variabel indepeden yang terakhir adalah presentase penerimaan pendapatan lain-lain yang sah X 4 pada tahun ke-5 atau tahun 2008 sebesar 186,33% atau naik sekitar 90% dari tahun ke-4 atau tahun 2007 yang hnaya 92,28% untuk variabel realisasi penerimaanPAD total penerimaan pada tahun 2008 mencapai 192.475.130.150 naik sekitar 20% dari tahun 2007 yang hanya 164.053.027.186. Atas dasar itu maka realisasi penerimaan PAD yang terjadi pada tahun 2004-2008 diharapkan mengalami peningkatan setiaptahunnya sesuai dengan yang diharapkan oleh aparat DPKADKota Tangerang yang diimbangi dengan peningkatan penerimaan pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah, danhasil-hasil usaha lainnya yang sah yang seimbang dengan penerimaan yang berasal dari sumber perimbangan dana.

c. Perbandingan Analisis Penulis dengan Penelitian-penelitian Sebelumnya

  Dari beberapa penelitan diatas, dapat disimpulkan bahwa yang berpengaruh positif dan kuat pengaruhnyaterhadap realisasi penerimaan PAD yaitu penerimaan yang berasal dari jumlah pajak daerah dan penerimaan daripendapatan lain-lain yang sah. Dan hal ini perlu adanya upaya-upaya yang harus dilakukan oleh aparatur DPKD dan masyarakat sekitar kota Tangerang, agar tidak terjadi adanyapenerimaan-penerimaan yang belum terrealisasi di tahun- tahun yang akan datang yang mengakibatkan penerimaanPAD menurun, demi tercapainya efektifitas dan efisiensi pemungutan PAD kota Tangerang.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Tujuan dari penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui

  realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Tangerang selama kurun waktu dari tahun 2004-2008 kedua, untuk mengetahuibesarnya pengaruh pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan daerah, dan pendapatan lain-lain yang sah terhadap pendapatan asli daerah danyang ketiga, adalah untuk melihat upaya-upaya apa saja yang dilakukan aparatur DPKAD Kota Tangerang dalam mengoptimalkan pemungutanPAD di Kota Tangerang, Adapun kesimpulannya yaitu: 1. Dan yang terakhir variabel pendapatan lain-lain yang sah memiliki nilai 0,000 < 0,05 artinya penerimaan dari pendapatan lain-lain yang sah secara parsial berpengaruh terhadap realisasi penerimaan PAD atau Haditerima dan Ho ditolak.

B. Implikasi

  Sesuai dengan Undang-undang No.33 tahun 2004 menyebutkan bahwa sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah antara lain : pajak daerah,retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah, dan lain-lain pendapatan yang sah. Sumber-sumber tersebut merupakan sumber yang sangatpotensial untuk terus di optimalkan penerimaannya untuk daerah yang telah melakukan otonomi atau yang sedang melakukan transformasimenuju otonomi daerah sehingga ketergantungan kepada pemerintah pusat dapat dikurangi dan bagi daerah yang mempunyai sumberpenghasilan yang potensial agar lebih diarahkan kepada fungsi distributif.

C. Saran

  Kepada aparatur DPKAD Kota Tangerang agar lebih mengoptimalkan potensi pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerahdan pendapatan lain-lain yang sah, dengan terus menggenjot penerimaan apa saja yang mempunyai potensi meningkatkan PAD. Kepada masyarakat, instansi, lembaga bisnis atau pun wajib pajak yang lainnnya agar mempunyai kesadaran dalam membayar pajak dengantepat waktu tanpa melampaui jatuh tempo pembayaran, sehingga dapat meminimalkan penurunan PAD.

DAFTAR PUSTAKA

  Ayuningtyas, Arniyanti “Analisis Pengaruh Pendapatan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Terhadap Anggaran Belanja Daerah” (Study Kasus Pada Seluruh Provinsi di Jawa Tengah), Skripsi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2008. Hadi Nurul, “Optimalisasi Penerimaan Retribusi Daerah dan Pengaruhnya Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Depok Periode Tahun 2002-2006”, Skripsi UIN, Jakarta: 2008.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Simalungun.
12
110
87
Analisis efisiensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani tembakau bawah naungan(TBN) dan non TBN -
1
26
96
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi investasi di Indonesia tahun 1990-2002
0
6
39
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan premi asuransi pengangkutan laut (Studi kasus pada PT. Jasindo Jambi tahun 1999-2003)
1
13
63
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan uang di Indonesia Tahun 1990.1-2002.2 - .
0
7
101
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian teh celup sariwangi : studi kasus pada masyarakat kota Bekasi
18
128
157
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi realisasi penerimaan pendapatan asli Daerah (PAD) kota Tangerang Pada Tahun 2004-2008
0
6
172
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat pemanfaatan sistem informasi
0
13
100
Analisis pengaruh penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD); studi empiris pada Propinsi Bengkulu
9
68
98
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal
2
7
134
Analisis korelasi penerimaan pendapatan asli dareah (PAD) dengan Infrastruktur pembangunan daerah: studi pada Kabupaten Pemalang
0
3
101
Analisis faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi death anxiety
5
40
155
Pengaruh pendapatan asli daerah (PAD) dan pengeluaran pembangunan terhadap terhadap pertumbuhan ekonomi daerah di kota Padang Sidumpuan tahun (2004-2009)
2
21
109
Prosedur penerimaan pendapatan asli daerah pada kantor Kas Daerah Propinsi Jawa Barat : laporan kerja praktek
0
6
1
Cerai Gugat ( studi deskriptif kualitatif tentang faktor-faktor yang mempengaruhi cerai gugat di kota Surakarta)
0
1
112
Show more