Analisis pengaruh rasio modal saham terhadap return yang diterima oleh pemegang saham (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2004-2008)

Gratis

0
4
96
2 years ago
Preview
Full text

ANALISIS PENGARUH RASIO MODAL SAHAM TERHADAP RETURN YANG DITERIMA OLEH PEMEGANG SAHAM

  Key Words: Return On Equity, Price Earning Ratio, Price to Book value, Earning Per Share, Capitalized Ratio, Return, Multiple Regression Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh rasio modal saham terhadap return yang diterima oleh pemegang saham perusahaan manufaktur yangterdaftar di BEI baik secara parsial ataupun simultan. Puji dan syukur hamba panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya yang memberikan jalan kemudahan danketeguhan hati dari kesukaran, karena pada akhirnya penulis dapat menyelesaika n skripsi ini dengan baik dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk meraihgelar Sarjana pada Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakartapada bidang studi Manajemen Keuangan, Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial.

FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL

  Key Words: Return On Equity, Price Earning Ratio, Price to Book value, Earning Per Share, Capitalized Ratio, Return, Multiple Regression Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh rasio modal saham terhadap return yang diterima oleh pemegang saham perusahaan manufaktur yangterdaftar di BEI baik secara parsial ataupun simultan. Puji dan syukur hamba panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya yang memberikan jalan kemudahan danketeguhan hati dari kesukaran, karena pada akhirnya penulis dapat menyelesaika n skripsi ini dengan baik dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk meraihgelar Sarjana pada Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakartapada bidang studi Manajemen Keuangan, Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dalam pembangunan suatu negara, kegiatan ekonomi menjadi

  Pengertian pasar modal menurut UU RI No 18 tahun 1995 merupakan kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdaganganefek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek atau surat-suratberharga misalnya saham. Kemudian penelitian dari Mohamad Abdul Azis (2005) yang meneliti mengenai pengaruh Earning Per Share dan PertumbuhanPenjualan terhadap perubahan harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang menghasilkan bahwa baik secara parsial maupunsimultan EPS berpengaruh terhadap perubahan harga saham.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori

1. Sekilas Tentang Pasar Modal

  Fungsi keuangan dilakukan dengan menyediakan dana yang diperlukan oleh para borrowers dan para lendersmenyediakan dana tanpa harus terlibat langsung dalam kepemilikan aktiva riil yang diperlukan untuk investasi tersebut (Suad Husnan, 1992). Untuk memperoleh return yang diharapkannya maka setiap tersebut baik keuangan maupun non keuangan yang dapat mempengaruhi besar kecilnya tingkat perolehan return (Khajar, 2005:1) Pasar modal memberikan jasanya yaitu menjebatani hubunga n antara pemilik modal dalam hal ini disebut sebagai pemodal (investor)dengan peminjam dana dalam hal ini disebut dengan emiten.

2. Manfaat Pasar Modal

  Manfaat bagi InvestorBila selama ini para pemodal relatif terbatas menanamkan dananya di bank, dengan perkembangan pasar modal di Indonesia yangmenerbitkan saham, obligasi dan sekuritas, jelas membuka kesempatan lebih mengoptimalkan perolehan dari dana yang dimilikinaya. Dana yang diperoleh perusahaan yang go public dapat dipergunakan untuk memperluas jaringan usaha, baikyang telah ada maupun usaha baru.

3. Modal Saham

  Jika ia tidak memperoleh devidend pada suatu periode karena sesuatu hal, maka ia akan memperolehnya pada periode yang akandatang secara komulatif.3) Pembagian kekayaan yang didahulukan, artinya para pemegang saham preferen mempunyai suatu hak untuk memperolehpembagian kekayaan perusahaan terlebih dulu dari pemegang saham biasa, pada saat perusahaan dilikuidasikan. Saham Bonus, yaitu saham yang diberikan secara cuma-cuma kepada para pemegang saham lainnya, karena keuntungan perusahaan yanglalu dalam bentuk cadangan terlalu besar dan perlu dikurangi dengan memberikan dalam bentuk saham-saham baru yang disebut sahambonus.

4. Investasi

  Investasi adalah komitmen atas sejumalah dana atau sumber daya Menurut PSAK Nomor 13 dalam standar akuntansi keuangan per 1 oktober 2004, investasi adalah suatu aktiva yang digunakan perusahaanuntuk pertumbuhan kekayaan melalui distribusi hasil investasi (seperti bunga, royalty, dividen, dan uang sewa) untuk apresiasi nilai investasi,atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvetasi seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan perdagangan. Jika sasaran investasi adalah dalam bentuk penyaluran kredit maka berarti investasi tersebut dalam bentuk lembagaperbankan, leasing, bank perkreditan dan sejenisnya yang bertugas untuk menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannyakepada public yang mengalami kekurangan dana.

6. Rasio Modal Saham

a. PER (Price Earning Ratio)

  Secaraumum saham dengan PER yang rendah sering dikatakan sebagai saham yang murah. Denganlogika yang sama PER yang rendah bisa menjadi indikasi bahwa perusahaan tersebut mencatat perolehan laba yang statis atau berada dibidang yang berisiko tinggi (Cahyono, 2000:190-192).

b. PBTV (Price To Book Value)

  Harga pasar adalah harga saham yangterjadi di pasar bursa pada saat tertentu yang ditentukan oleh para pelaku pasar sedangkan nilai buku adalah nilai yang dicatat pada saat saham mengetahui nilai pasar dan nilai buku maka pertumbuhan perusahaan dapat diketahui. Jadi jika saham yang beredar dari saham prioritas dan saham biasa makalangkah pertama adalah menentukan pendapatan yang menjadi hak pemegang saham prioritas dan hak tersebut dikurangkan pada laba bersihyang diperoleh baru kemudian dapat dihitung laba per lembar saham.

e. Tingkat Kapitalisasi (Capitalized Ratio)

  Rasio yang rendah berarti para investor tidak menuntut tingkat pengembalian yang sangat tinggi atas uang mereka karenaberanggapan bahwa perusahaan tersebut akan menjadi suatu investasi yang baik. Rasio yang tinggi berarti investor menginginkan tingkatpengembalian yang tinggi untuk setiap modal yang diinvestasikan.

B. Penelitian Sebelumnya

  Kemudian penelitian dari Johannes Tesalonika Siregar (2009) yang meneliti mengenai EPS, PER dan tingkat kapitalisasi terhadap returnsaham yang menunjukkan hasil yaitu EPS dan PER berdasarkan keeratannya memiliki hubungan yang erat dan searah terhadap hargasaham. Begitu juga Selanjutnya penelitian dari Ryo Bramantyo (2006) yang meneliti mengenai pengaruh DER (debt to equity ratio), PBV (price to book value)dan DPR (dividend payout ratio) terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang menghasilkan bahwa tidak ada hubungan yang positifdan signifikan antara DER, DPR dan PBV terhadap return saham pada perusahaan manufaktur.

C. Hipotesis

Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, maka berikut ini akan disajikan hipotesis sebagai berikut:H1: terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel (ROE, PER, PTBV EPS, dan tingkat kapitalisasi) terhadap return saham secara parsialH2: terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel (ROE, PER, PTBV EPS, dan tingkat kapitalisasi) terhadap return saham secara simultan

D. Kerangka Pemikiran PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI ANALISIS RASIO MODAL SAHAM

Uji F CR EPS PER PBV ROE RETURN SAHAM UJI ASUMSI KLASIKUji t Uji R 2 UJI REGRESI BERGANDA

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif karena

B. Metode Penentuan Sampel

  meneliti pengaruh rasio modal saham terhadap return saham yang dilakukan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Dipilihnya perusahaan manufakatur karena lebih dari separuh perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Jakarta adalah perusahaan manufaktur untukmenjernihkan analisis, maka perlu mengkonsentrasikan pada perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan secara lengkap.

C. Metode Pengumpulan Data

  Penelitian kepustakaan, yaitu metode pengumpulan data yang diperoleh dengan cara membaca buku-buku dan surat kabar, mengadakan penelitia nkepustakaan baik melalui buku-buku maupun bahan-bahan serta literatur- literatur yang berhubungan erat kaitannya dengan pokok permasalahanyang akan diteliti. Data yang digunakan dalam penelitian ni merupakan data runtun waktu ataudata berkala (time series) yaitu data yang disusun berdasarkan urutan waktu atau data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu.

D. Metode Analisis

  Setelah model regresi terbebas dari penyimpanganasumsi klasik, maka langkah selanjutnya dilakukan uji statistic yang terdiri dari uji t dan uji F dan uji koefisien determinasi.. Model regresi yang baik adalah memiliki Jika nilai probabilitas dari statistic J-B besar atau dengan kata lain jika nilai statistic dari J-B ini tidak signifikan maka kita menerimahipotesis bahwa residual mempunyai distribusi normal karena nilai statistik J-B mendekati nol.

a. Uji Parsial (Uji t)

  Untuk menentukan nilai t-statistik tabel,ditentukan dengan tingkat signifikansi 5%, hasil dari perbandingan probabilitas (sig t) dengan taraf signifikansi yang ditolerir sebesar=5% akan dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan dalam uji hipotesis penelitian. Hipotesa yangdigunakan adalah : Ho : b = 0 artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari i variabel independen terhadap variabel dependen.

b. Uji Simultan (Uji F-statistik)

  Uji F-statistik digunakan untuk menguji besarnya pengaruh dari seluruh variabel independen secara bersama-sama atau simultan terhadapvariabel dependen.12345 H : b , b , b , b , b , 0, artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara variabel independen (x1,x2,x3,x4,x5 ) terhadapvariabel dependen (Y). Ha : b 1 , b 2 , b 3 , b 4 , b 5 > 0, artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama dari variabel independen ( x1,x2,x3,x4,x5) terhadap variabeldependen (Y).

2 F = R /k

2 (1-R )/(n-k-1)Keterangan: F : F hitung R2 : Koefisien Determinan : Jumlah variabel independent k n : Jumlah sample 2

c. Uji R (Keofisien Determinasi)

2 Uji R ini digunakan untuk menunjukkan seberapa besar pengaruh

variabel independen yang digunakan dalam penelitian mampu menjelaskan variasi total variabel dependen. Pengujian ini dimaksudkan untuk mengukur seberapa besar pengaruh variabel independen yang digunakan dalam penelitian mampu menjelaskanvariasi total variabel dependen.2 R = ESS TSS Dimana:ESS = Explained sum of squaresTSS = total sum of squares

d. Uji Regresi Berganda:

Y = a + b X + b X + b X + b X + b X + u 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 Keterangan: Y = Return Saham a = Konstantab1- b5 = Koefisien variable-variabel independenX = Capitalized Ratio

1 X = Earning Per Share

2 5 = Return On Equity u = Variabel pengganggu

E. Operasional Variabel Penelitian

1. Variabel Independen

  Variabel independen dalam penelitian ini yaitu rasio modal saham yang berupa PER, DER, EPS, PBTV, dan tingkatkapitalisasi. Tingkat KapitalisasiRasio yang mngukur tingkat pengembalian yang dituntut oleh pasar terhadap perusahaan.

2. Variabel Dependen Variabel dependen dalam penelitian ini adalah return saham

  Saham suatu perusahaan bisa dinilai dari pengembalian (return) yang diterima oleh pemegang saham dari perusahaan yang bersangkutan. Return saham dihitung dengan cara mengurangkan harga saham pada waktu tertentu dengan harga saham pada periode sebelumnya.

1. Obyek Penelitian

  Penulis mengambil sampel perusahaan dengan metode purposive sampling , Perusahaan dalam penelitian ini berjumlah 23 dengan kriteria sebagai berikut: a. Berdasarkan kriteria-kriteria yang telah disebutkan di atas, maka perusahaan yang yang menjadi sampel dalam penelitian inidapat dilihat pada tabel 4.1 7.

2. Variabel-variabel Penelitian Sampel

  Perusahaan dengan nilai PER yang tinggi berarti memiliki laba yang rendah, dan sebaliknya perusahaan yang memiliki nilai PERrendah berarti memiliki laba yang tinggi. Return Saham Return saham merupakan tingkat keuntungan yang dimiliki oleh pemodal saham atas investasi yang dilakukannya.

3. Analisis Deskriptif data

Data keuangan perusahaan berupa variabel-variabel dependen di sajikan sebagai berikut:

a. CR (Capitalized Ratio)

  Pada tahun 2005, perusahaan yang memiliki nilaiCR paling tinggi adalah Ricky Putra Globalindo dengan nilai 0.2941 atau dan perusahaan yang memiliki nilai CR paling rendah adalahMulia Industrindo dengan nilai -3.5714. Pada tahun 2008, nilai CR yang paling tinggiadalah perusahaan Mulia Industrindo dengan nilai sebesar 1.1494 dan yang memiliki nilai paling rendah adalah perusahaan AquaGoldenMissippi dengan nilai 0.0392.

c. PBV

Price to Book Value (PBV) yaitu rasio untuk membandingkan harga pasar sebuah saham dengan nilai Tabel 4.4PBV Perusahaan Manufaktur Tahun 2004-2008 No. 0.86 1.55 18 TCID 0.7 2.16 1.33 17 VOKS -0.15 -0.21 0.34 0.84 0.68 0.4 0.56 16 IKBI 15 MLIA -0.22 -0.08 -0.07 -0.12 -0.08 0.68 2.11 0.8 0.77 0.78 14 LION 0.81 0.77 0.69 0.89 0.9 13 LMSH 2.11 4.55 3.53 2.52 1.43 2.27 12 INTP 2.93 1.74 Sumber: BEI, data diolah 1.26 1.15 1.01 1.06 23 SMSM 1.02 1.23 1.28 1.36 1.11 22 AUTO 1.38 4.31 2.08 1.34 2.61 21 ASII 0.46 1.89 1.08 0.98 1.41 20 KAEF 1.17 3.8 4.16 6.18 4.04 19 KLBF 2.32 0.53 Nama Perusahaan 2004 2005 2006 2007 2008 0.81 8.45 7.59 8.42 4.84 5 HMSP 1.95 2.21 1.54 1.1 1.41 4 ULTJ 0.53 1.37 0.6 6 PBRX 0.76 3 STTP 0.97 3.84 2.67 2.03 1.83 2 INDF 3.08 3.48 3.25 2.09 1.92 1 AQUA 4.87 1.97 0.59 9 SULI -0.61 0.65 0.92 1.44 11 DYNA 0.36 1.12 1.09 1.22 1.02 10 AMFG 0.39 6.71 7.79 12 0.95 1.47 1.49 1 1.06 1.08 8 BATA 0.46 1.1 1.08 0.65 1.14 7 RICY 0.33 1.08 1.42 Pada tabel diatas, dapat dilihat bahwa pada tahun

d. PER

  Rasio ini menggambarkan ketersediaan investasi membayar suatu jumlah tertentu untuk setiap perolehan labaperusahaan. Tabel 4.5 No.

c. ROE

  Pada tahun 2006, perusahaan yang memiliki nilai ROE paling tinggi adalah HMSampoerna dengan nilai 0.62 dan perusahaan paling rendah saham merupakan tingkat keuntungan yang Return dinikmati oleh pemodal atas suatu investasi yang dilakukannya. Pada tahun 2008, nilai return yang paling tinggi adalah perusahaan Sumalindo LestariJaya dengan nilai sebesar 0.2361 dan yang memiliki nilai paling rendah adalah perusahaan Selamat Sempurna dengan nilai -0.0088.

B. Penemuan dan Pembahasan

  Sesuai dengan permasalahan dan perumusan model yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, serta kepentingan pengujian hipotesis,maka teknik analisis dalam penelitian ini selanjutnya dilakukan dengan Uji normalitas digunakan untuk menentukan apakah variable berdistribusi normal atau tidak. Jika nilai probabilitas dari statistic J-B besar atau dengan kata lain jika nilai statistic dari J-B ini tidak signifikanmaka kita menerima hipotesis bahwa residual mempunyai distribusi normal karena nilai statistik J-B mendekati nol.

LOG(X5) 0.387142 0.588672 0.405190 -0.404755 1.000000

  Tabel 4.9 Terlihat bahwa nilai korelasi antar variable independen tidak lebih dari 0,8. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat masalah multikolinearitas pada model regresi tersebut.

c) Uji Heterokedastisitas

  Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residualsatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Hasil uji white dengan bantuan software eviews 5.0 adalah sebagai berikut: Tabel 4.10Hasil Uji White untuk heterokedastisitas White Heteroskedasticity Test: F-statistic 0.151970 Probability 0.998714Obs*R-squared 1.656238 Probability 0.998361 Test Equation: Dependent Variable: RESID^2 Method: Least SquaresDate: 02/16/10 Time: 16:58 Sample: 1 115 Included observations: 115 Variable Coefficient Std.

d) Uji autokorelasi

  C 0.043835 0.012495 3.508316 0.0007 X1 0.008275 0.014887 0.555815 0.5795 Dependent Variable: Y Method: Least Squares Date:02/16/10 Time: 16:55 Sample: 1 115 Tabel 4.12Hasil Uji Regresi Berganda Selain itu dapat pula dilihat dari nilai chi square kritis dengan df 5 pada 5% sebesar 11.0705 sedangkan nilai chi square hitungsebesar 0.006185 lebih kecil dari nilai chi square kritis artinya model tidak mempunyai masalah autokorelasi. of regression 0.086747 Akaike info criterion -2.000890 R-squared 0.003129 Mean dependent var 8.36E-05 0.048210 0.9616 X5 0.001549 0.022804 0.067909 0.9460RESID(-1) 0.002357 0.098366 0.023958 0.9809 RESID(-2) 0.056885 0.098221 0.579149 0.5637R-squared 0.064164 Mean dependent var 0.029391 Adjusted R-squared 0.021236 S.

X2 -2.24E-06

X4 -8.10E-05

a. Uji regresi parsial (uji t)

  Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan regresi dapat dilihat pada tabel 4.12 diketahui bahwa t hitung untukmasing-masing variabel adalah: Hasil regresi table menunjukkan bahwa nilai t hitung variabel ROE sebesar 0.341009 dan probabilitasnya sebesar 0.00150. Maka Ha ditolak, hal ini berartibahwa variabel CR, EPS, PBV, PER dan ROE tidak berpengaruh signifikan secara simultan terhadap return saham.

3. Uji Regresi Berganda

  Konstanta Nilai konstanta sebesar 0.043835 yang berarti jika variable bebas yang lain bernilai nol maka variabel Y (return saham) mempunyainilai sebesar 0,043835. Koefisien Return On Equity Koefisien regresi untuk (x5) sebesar - 0.0555046 danbertanda negatif, hal ini berarti bahwa setiap perubahan satu satuan pada Earning Per Share dengan asumsi variabel lainnya tetap, maka .

2 Berdasarkan hasil penelitian yang menguji pengaruh rasio modal

  Hal ini sesuai dengan penelitian dari Anung Saptadi (2007) yang secara parsial ROEberpengaruh terhadap harga saham namun berbeda dengan penelitian yang diteliti oleh Wahid Wachyu Adi Winanto (2005) bahwa secaraparsial ROE tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. Maka Ha ditolak, hal ini berarti bahwa variabel CR, EPS, PBV, PER dan ROE tidakberpengaruh signifikan secara simultan terhadap return saham Hal ini sesuai dengan penelitian dari David wijaya (2008) yang menunjukkanhasil bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan anatar ROE, EPS, PBV dan PER terhadap return saham.

BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI A. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh rasio-rasio

  Secara parsial, variable Capitalized ratio, Earning Per share,Price to Book Value, Price Earning Ratio tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return saham, namunvariable Return On Equity memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Dari hasil persamaan regresi diperoleh bahwa dari lima variable yang diteliti yaitu Capitalized Ratio, Earning PerShare, Price to Book value, Price Earning ratio, Return On equity, hanya variable Return On Equity yang memilikipengaruh yang signifikan terhadap return saham.

B. IMPLIKASI

  Berdasarkan pada penelitian yang telah dilakukan, semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan rujukan untuk penelitian selanjutnya dibidangmanajemen keuangan, khususnya dengan memperhatikan reaksi pasar terhadap factor-faktor rasiomodal saham terhadap return yang diterima oleh perusahaan. Bagi InvestorPenelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dan referensi dalam melakukan transaksi dan kegiatanperdagangan di pasar modal sebelum melakukan investasi di Bursa Efek.

DAFTAR PUSTAKA

  Pengaruh Price Earning Ratio, Volume Penjualan Produk dan Tingkat Suku Bunga SBI Terhadap Return Saham Perusahaan yang Bergerak di Bidang Finansial di Bursa Efek Jakarta . Pengaruh Earning Per Share, Price Earning Ratio dan Debt to Equity Ratio Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Properti yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta .

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Analisis pengaruh rasio kinerja keuangan dan tingkat suku bunga terhadap volume penjualan saham perusahaan manufaktur yang listed di Bursa Efek Jakarta
0
20
87
Analisis pengaruh rasio profitabilitas dan financial leverage terhadap harga saham pada perusahaan real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek jakarta
1
30
80
Analisis variabel makro ekonomi dan rasio keuangan terhadap return saham pada perusahaan LQ 45 di BEI
0
7
125
Analisis faktor determinan atas pembelian opini audit going concern oleh auditor (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI 2004-2008)
0
6
75
Pengaruh ukuran perusahaan, Leverage, economic value added, return on investment, dan earning pershare terhadap return yang diterima pemegang saham (studi empiris pada industri makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia)
0
8
123
Pengaruh kenerja keuangan perusahaan terhadap return saham Syariah (studi pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index)
0
4
109
Analisis pengaruh rasio modal saham terhadap return yang diterima oleh pemegang saham (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2004-2008)
0
4
96
Analisis agency cost terhadap kecendrungan income smoothing (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2006-2009)
14
101
94
Analisis pengaruh rasio aktivitas, profitabilitas, leverage dan rasio penilaian pasar terhadap return saham perusahaan telekomunikasi: studi empiris di Bursa Efek indonesia
2
7
96
Analisis pengaruh modal kerja terhadap profitabilitas pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek INdonesia (BEI).
1
11
115
Pengaruh laporan arus kas dan likuiditas perusahaan terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar di BEI
0
8
82
Pengaruh profitablitas dan rasio leverage terhadap return saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
0
15
1
Pengaruh laba per lembar saham dan rasio pengembalian modal terhadap harga saham : (studi kasus pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di bei Tahun 2010-2011)
0
3
73
Pengaruh tingkat suku bunga dan rasio harga laba terhadap return saham : (studi kasus pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
0
8
1
Pengaruh arus kas operasi dan likuiditas terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI0
1
5
1
Show more