Perbedaan aspek yang mempengaruhi minat berorganisasi antara kepribadian tipe A dengan tipe B anggota komunitas mahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarta

Gratis

17
110
86
3 years ago
Preview
Full text

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Kuesioner Tipe Kepribadian Dan Minat Berorganisasi (Try Out)Lampiran 2 Data Mentah Skala Tipe Kepribadian Try Out)Lampiran 3 Validitas Skala Tipe Kepribadian (Try Out)Lampiran 4 Reliabilitas Skala Tipe Kepribadian (Try Out)Lampiran 5 Data Mentah Skala Minat Berorganisasi (Try Out)Lampiran 6 Validitas Skala Minat Berorganisasi (Try Out)Lampiran 7 Reliabilitas Skala Minat Berorganisasi (Try Out)Lampiran 8 Kuesioner Tipe Kepribadian Dan Minat Berorganisasi (Penelitian)Lampiran 9 Data Mentah Skala Tipe Kepribadian (Penelitian)Lampiran 10 Data Mentah Skala Minat Berorganisasi (Penelitian)Lampiran 11 Uji Normalitas dan Z SkorLampiran 12 Uji-t Aspek Dorongan Dari Dalam Antara Kepribadian Tipe A Dan Tipe BLampiran 13 Uji-t Aspek Motif Sosial Antara Kepribadian Tipe A Dan Tipe BLampiran 14 Uji-t Aspek Reaksi Emosional Antara Kepribadian Tipe A Dan Tipe BLampiran 15 Uji-t Aspek Yang Mempengaruhi Minat Berorganisasi Antara Kepribadian Tipe A Dan Kepribadian Tipe B

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

  Dari hasil t-test, menunjukkan bahwa antara kelompok mahasiswa yang aktif berorganisasi dengan mahasiswa yang tidak aktif berorganisasi dinyatakan:terdapat perbedaan yang signifikan antara mahasiswa yang aktif berorganisasi dengan yang tidak aktif berorganisasi dalam persepsi minat mahasiswa terhadaporganisasi. Faktor internal merupakan faktor yang mendukung perkembangan individu dalam minat danbakat sebagai totalitas karakteristik individu yang diwariskan orang tua kepada anak dalam segala potensi melalui fisik maupun psikis yang dimiliki individu Hal ini akan membantu dalam membentuk konsep serta optimisme dan percaya diri dalam mengembangkan minat dan bakat (Crow dan Crow, 2005).

1.2. Identifikasi Masalah

  Bagaimana pola perilaku kepribadian tipe A dan kepribadian tipe B? Apakah ada perbedaan aspek yang mempengaruhi minat berorganisasi pada mahasiswa antara kepribadian tipe A dan kepribadian tipe B?

1.3. Pembatasan Dan Perumusan Masalah

1.3.1. Pembatasan masalah Agar masalah yang dibahas tidak melebar maka diperlukan pembatasan masalah

  Dalam hal ini adalah aspek yang mempengaruhi minat mahasiswa dalam berorganisasi yaitu tingkatkesenangan yang kuat dan respon yang terarah dalam berorganisasi. Ciri kepribadian Tipe A adalah senang bekerja keras, Agresif, berambisi, memiliki daya saing yang kuat, berbicara apaadanya, tidak sabar menghadapi orang lain atau situasi yang dianggap menghambat dirinya, selalu berorientasi pada tugas atau kegiatannya,selalu menetapkan target serta batasan waktunya sehingga terus menerus merasa dikejar oleh waktu dan ciri kepribadian Tipe B adalah c.

1.3.2. Perumusan masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka perumusan masalah pada penelitian ini adalah :“Apakah ada perbedaan yang signifikan Aspek Yang Mempengaruhi MinatBerorganisasi Antara Kepribadian Tipe A Dengan Tipe B Anggota KomunitasMahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarta?”

1.4. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.4.1. Tujuan penelitian

  Ada tidaknya perbedaan yang signifikan Aspek Yang MempengaruhiMinat Berorganisasi Antara Kepribadian Tipe A Dengan Tipe BAnggota Komunitas Mahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarta (KM UIN). Gambaran aspek yang mempengaruhi minat berorganisasi Anggota Komunitas Mahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarta (KM UIN).

1.4.2. Manfaat penelitian

  Hasil penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan teoritisbagi penelitian-penelitian berikutnya terutama bagi mereka yang tertarik untuk meneliti lebih lanjut mengenai tipe kepribadian dan minat sertadunia organisasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan informasi khususnya kepada mahasiswa agar dapat memilih kegiatan khususnyaberorganisasi yang sesuai dengan minatnya.

Bab I Pendahuluan Bagian ini terdiri dari: Latar Belakang Masalah, Identifikasi Masalah, Pembatasan

  Bab II Kajian Teori Bagian ini terdiri dari: kajian pustaka dari penulis yang berisi tentang teori-teori dari penelitian ini, diantaranya teori tentang Minat, Kepribadian dan Organisasi yang terdiri dari pengertian dan penjelasannya. Bab III Metode Penelitian Bagian ini terdiri dari: pendekatan penelitian, metode pengumpulan data, subjek penelitian yang terbagi menjadi karakteristik dan jumlah subjek penelitian, banyaknya alat bantu pengumpulan data, prosedur pengumpulan data dan terakhiradalah analisa data.

BAB 2 KAJIAN TEORI

2.1. Minat Berorganisasi

2.1.1. Pengertian Minat Berorganisasi

  MinatMinat sebagai suatu kecenderungan untuk bertingkah laku yang berorientasi kepada objek, kegiatan, atau pengalaman tertentu, dan kecenderungan tersebutantara individu yang satu dengan yang lain tidak sama intensitasnya (Crow danCrow, 2005). Minat adalah suatu keadaan mental yangmenghasilkan respon terarahkan kepada suatu situasi atau objek tertentu yang Minat mempunyai karakteristik pokok yaitu melakukan kegiatan yang dipilih sendiri dan menyenangkan sehingga dapat membentuk suatu kebiasaandalam diri seseorang.

2.1.2. Aspek-aspek Yang Mempengaruhi Minat Berorganisasi

  Dorongan dari dalam Merupakan komponen yang mengandung unsur kognisi (mengenal), dimana minat itu didahului oleh pengetahuan dan informasi mengenaiobjek yang dituju oleh minat tersebut yang kemudian mendorong rasa ingin tahu seseorang dalam menghasilkan sesuatu yang baru dan lebihmenantang atas dasar kebutuhan dari dalam diri seseorang). Motif sosialMerupakan komponen yang mengandung unsur konasi (kehendak, kecenderungan untuk melakukan sesuatu) yang diwujudkan dalambentuk kemauan atau hasrat untuk melakukan suatu aktivitas dalam memenuhi dorongan kebutuhannya, yaitu kebutuhan untuk diakui ataumendapatkan penghargaan dari lingkungannya.

2.1.3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Timbulnya Minat Berorganisasi

  Faktor Bawaan (Herditas)Faktor ini merupakan faktor yang mendukung perkembangan individu dalam minat dan bakat sebagai totalitas karakteristik individu yang diwariskanorang tua kepada anak dalam segala potensi melalui fisik maupun psikis yang dimiliki individu sebagai pewarisan dari orang tuanya. Di lingkungan ini individu akan mengaktualisasikan minat dan bakatnya kepadamasyarakat dan mengarahkan individu kepada suatu pikiran tertentu, seperti berkelompok dan membentuk suatu organisasi yang memiliki kesamaan.

2.2. Kepribadian

2.2.1. Definisi Kepribadian

  Dalam hal ini dikatakan bahwa kepribadian adalah sebuah organisasi dinamis dalam sistem psikis dan fisik individu yang menentukan karakteristik perilaku dan pikirannya. Hal ini senada dengan apa yang dikatan oleh Watson dalam Crow dan Crow(2005) bahwa kepribadian adalah hasil dari titik tolak diri kita untuk bertindak Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan kepribadian adalah suatu kesatuan komponen dalam individu yang khas yang merupakan ciri ataukarakteristik atau gaya atau sifat- sifat yang bersumber dari bentukan-bentukan yang berasal dari campuran dari hal-hal yang bersifat psikologis dan bersifat fisik.

2.2.2. Pola Perilaku Kepribadian Tipe A dan Kepribadian Tipe B

  Sifat (sifat-sifat) yaitu disposisi yang dinamis dan fleksibel yang dihasilkan dari pengintegrasian kebiasaan-kebiasaan khusus, yang menyatakan diri sebagai cara-cara penyesuaian yang khas terhadap lingkungannya. Dalam hal ini dikatakan bahwa sebuah ungkapan emosi yang komplek dapat ditelusuri pada orang-orang yang mempunyai keterlibatan secaraagresif dan terus-menerus, tanpa putus asa terus berjuang untuk mendapatkan sesuatu yang lebih dalam waktu yang sangat singkat, bahkan jika perlumenyisihkan orang lain yang menghalangi usahanya.

2.3. Kerangka Berfikir

  Bahwa tipe kepribadian tipe A yang aktivitaskesehariannya ditandai senang bekerja keras, agresif, berambisi, memiliki daya saing yang kuat, berbicara secara eksplosif, tidak sabar menghadapi orang lainatau situasi yang dianggap menghambat dirinya, selalu berorientasi pada tugas atau kegiatannya, selalu menetapkan target serta batasan waktunya sehingga terusmenerus meras dikejar oleh waktu. Apabila dikaitkan dengan aspek yang mempengaruhi minat, individu kepribadianA cenderung didominasi oleh aspek reaksi emosional dan motif sosial sedangkan individu dengan kepribadian B didominasi oleh aspek dorongan dari dalam.

REAKSI EMOSIONAL

MOTIF SOSIAL

2.4. Hipotesis

Untuk menelaah dan menguji secara empiris tentang ada tidaknya PerbedaanAspek Yang Mempengaruhi Minat Berorganisasi Antara Kepribadian Tipe ADengan Kepribadian Tipe B Pada Anggota Komunitas Mahasiswa UniversitasIslam Negeri Jakarta (KM UIN) maka diajukan hipotesis sebagai berikut : o (H ) : Tidak ada perbedaan aspek yang mempengaruhi minat berorganisasi antara kepribadian tipe A dengan tipe B anggota KomunitasMahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarta (KM UIN). a (H ) : Ada perbedaan yang signifikan aspek yang mempengaruhi minat berorganisasi antara kepribadian tipe A dengan tipe B anggotaKomunitas Mahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarta (KM UIN)

BAB 3 METODE PENELITIAN

  Definisi OperasionalKepribadian tipe A dan tipe B adalah skor yang diperoleh melalui pengembangan instrumen, menggunakan skala dengan tipe jawaban “Ya” dan “Tidak” yangdiukur melalui 3 komponen aspek yaitu Speed and Impatience (Kecepatan dan ketidaksabaran dalam mengerjakan sesuatu), Job Involvement (Keterlibatan yangtinggi terhadap tugas), Hard Driving Competitivenes (dorongan kuat untuk bersaing). Definisi konseptualMinat berorganisasi adalah suatu kecenderungan seseorang dalam bertingkah laku yang dapat diarahkan untuk memperhatikan suatu objek atau melakukan suatuaktifitas yang berhubungan dengan perkumpulan dan didorong oleh tingkat kesenangan yang kuat (excitement) didasarkan pada dorongan yang timbul daridalam diri, kegiatan tersebut dipilih karena adanya ketertarikan dan kesenangan yang memberikan nilai bagi dirinya.

3.3. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel 1. Populasi

  Yang termasuk populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang tergabung dan aktif dalam Komunitas Mahasiswa (KM) UIN Syahid Jakarta yangberjumlah 89 orang. Anggota KM UIN yang termasuk kedalam kelompok kepribadian tipe A atau kepribadian tipe BDalam penelitian ini sampel yang diambil berjumlah 52 orang.

3.4. Metode dan Instrumen Penelitian

3.4.1. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner atau angket

  Angket yang digunakan adalah model angket tertutup, yang berisi pernyataan mengenai kepribadian yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehinggaresponden hanya memberikan tanda check list ( √) pada kolom yang disediakan. Sedangkan skala minat berorganisasi dalam penelitian ini terdiri dari beberapa butir pernyataan yang disusun berdasarkan teori yang dikemukakan olehCrow and Crow.

3.4.2. Instrumen Penelitian

a. Skala Tipe Kepribadian

  Skala ini tersusun dari beberapa butir pernyataan yang disusun berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Friedman dan Roseman melalui 3 komponen aspekyaitu Speed and Impatience (Kecepatan dan ketidaksabaran dalam mengerjakan sesuatu), Job Involvement (Keterlibatan yang tinggi terhadap tugas), Hard Driving Competitivenes (dorongan kuat untuk bersaing). Dimana jawaban ”Ya” diskor untuk kepribadian tipe A dan diberi nilai1, sedangkan untuk jawaban ”Tidak” diskor untuk kepribadian tipe B dan diberi nilai 0.

b. Skala Aspek Yang Mempengaruhi Minat Berorganisasi

  Dalam penelitian ini skala minat berorganisasi terdiri dari beberapa butir pernyataan yang disusun berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Crow andCrow. Namun dalam penelitian ini skala yangdigunakan hanya 4 (empat) kategori, yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), TidakSetuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS), sedangkan Ragu-ragu (R) tidak digunakan, hal ini dilakukan untuk menghindari kecenderungan responden untukmencari aman dan menempatkan jawaban mereka di tengah sebagai angka netral.

3.5. Prosedur Penelitian

3.5.1. Tahap Persiapan

  Pada tahap persiapan ini peneliti memulainya dengan merumuskan masalah dan menentukan variabel yang akan diteliti. Pada tahap persiapan ini peneliti melakukan penelusuran kepustakaanuntuk menemukan berbagai konsep dan teori ilmiah yang berkenaan dengan masalah yang diteliti untuk membuat instrument penelitian.

3.5.2. Tahap Pelaksanaan

  Setelah itu melaksanakan pengambilan data dengan memberikan skala yang telah disiapkan kepada subyek penelitian. Dalam tahap pelaksanaan, penulis memberikan skala dalam waktu yang bersamaan.

3.5.3. Tahap Pengolahan Data

  Pada tahap yang terakhir ini peneliti melakukan skoring terhadap hasil skala yang telah diisi oleh subyek penelitian atau responden, kemudian menghitung danmembuat tabulasi data yang diperoleh. Selanjutnya peneliti membuat tabel data dan terakhir melakukan analisis data dengan menggunakan metode statistik untukmenguji hipotesis penelitian.

3.6. Teknik Uji Instrumen Penelitian

  Di dalam penelitian harus digunakan alat ukur yang valid dan reliabel, agar kesimpulan dalam penelitian yang diperoleh tidak memberikan gambaran yangjauh berbeda dengan keadaan yang sebenarnya. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti melakukan uji instrumen tipe kepribadian dengan item-item yang direncanakan sebanyak 35 item dan minatberorganisasi yang terdiri dari 45 item.

3.6.1. Uji Validitas Skala

  Validitas artinya sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 2003). Pengujian validitas dilakukan untukmengetahui aspek suatu skala psikologi mampu menghasilkan data yang akurat dan sesuai dengan tujuan ukuran.

a. Hasil pengujian instrumen tipe kepribadian

Berdasarkan hasil uji validitas skala dengan teknik Product Moment dari Pearson pada skala tipe kepribadian yang diujicobakan, dari 35 item yang diuji diperoleh17 item valid dan 18 item yang gugur. Sedangkan penyebaran item-item yang valid dapat dilihat pada tabel 3.4 di bawah ini: 2,3,17 2 5,78,12,14,15 3 Hard –Driving, Hostile &Competitiveness 1 3 10 2 Job &Invovement 17 3 4 1,4,13,166,9,11 1 Speed &Impatience Table 3.4 Distribusi dan Komposisi Skala Tipe Kepribadian (Penelitian) No Aspek Indikator No item Total 17 4 Total

b. Hasil pengujian instrumen minat berorganisasi

  Tabel 3.5 Distribusi dan Komposisi Skala Aspek Yang Mempengaruhi Minat Berorganisasi (Penelitian) No Aspek Indikator Favorabel Un Favorabel Total 6 40 16 24 5 Total item 5 2826,37 6,7,15,3516,17,25 3 Reaksi emosional 31,33,3413,27 6 Berdasarkan hasil uji validitas skala dengan teknik Product Moment dari Pearson pada skala minat berorganisasi yang diujicobakan, dari 45 item yang diujidiperoleh 40 item valid dan 5 item yang gugur. Sedangkan penyebaran item-item yang valid dapat dilihat pada tabel 3.5 di bawah ini.

3.6.2 Uji Reliabilitas Skala

  Hasil pengukuran dapat dipercaya hanya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subjek yangsama diperoleh hasil yang relatif sama. Dari definisi tersebut dapat diartikan bahwa reliabilitas adalah sejauhmana instrumen menghasilkan pengukuran yangrelatif sama meskipun dilakukan dalam waktu yang berbeda.

3.7. Teknik Analisa Data atau Statistik

  Dalam penelitian ini, bentuk analisa data yang digunakan adalah analisis kuantitatif, yaitu jenis analisis yang mempergunakan alat analisis berupa metodestatistik, yang hasilnya disajikan dalam bentuk angka-angka yang kemudian dijelaskan dan diinterpretasikan dalam suatu uraian. Gambaran Umum Responden Berdasarkan Tipe Kepribadian Berdasarkan tipe kepribadian, responden penelitian ini digambarkan sebagaimana terlihat pada tabel berikut: Tabel 4.4 Gambaran Umum Responden Berdasarkan Tipe Kepribadian No Tipe Frekuensi Persentase Kepribadian 1 Tipe A 32 61,5% 2 Tipe B 20 38,5% Total 52 100% Responden penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang memiliki kepribadian tipe A dan tipe B.

4.2. Persentasi Data

  Statistik deskriptif adalah statistik yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap obyek yang diteliti melalui data sampel atau populasi(Sugiyono,2008). Table 4.5 Deskripsi Statistik Skor Skala Aspek Yang Mempengaruhi Minat Berorganisasi Antara Kepribadian Tipe A dan Kepribadian Tipe BDescriptive Statistics Minat Berorganisasi N Range Minimum Maximum Mean Std.

20 Dari tabel di atas diketahui jumlah subjek penelitian 52, skor Faktor Yang

  Kemudian skor terendah dari MinatBerorganisasi Kepribadian Tipe B adalah 117, dan skor tertinggi 153 dengan nilai rata-rata 131. Untuk mengetahui frekuensi faktor yang mempengaruhi minat berorganisasi pada anggota Komunitas Mahasisawa (KM) UIN Jakarta, penulis melakukankategorisasi rentangan untuk setiap responden.

4.3. Uji Persyaratan Uji Normalitas

  Data yang baik adalah data yang mempunyai pola seperti distribusi normal, yaitudistribusi data tersebut tidak miring ke kiri atau ke kanan, Ashari (2005). Minat Berorganisasi .116 52 .079 .960 52 .081 Lilliefors Significance Correction Berdasarkan tabel uji persyaratan normalitas di atas, taraf signifikansi variabel minat berorganisasi 0.081 > 0.05 Dengan demikian taraf signifikansivariabel tersebut lebih besar dari 0.05, maka penyebaran datanya berdistribusi normal.

4.4. Uji Hipotesis

  Keputusan: H diterima jika t hitung < t tabel Karena nilai t hitung yang didapat (-0.070) < t tabel 0.944, maka hipotesis nihil (H ) yang menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan aspek yangmempengaruhi minat berorganisasi berupa Dorongan dari Dalam antara individu dengan tipe Kepribadian A dan individu dengan tipe Kepribadian B diterima. ErrorMean Motif Sosial Tipe Kepribadian A 32 38.8750 3.84162 .67911Tipe Kepribadian B 20 38.3500 3.21632 .71919 Hasil penghitungan nilai rerata aspek yang mempengaruhi minat berorganisasi berupa Motif Sosial antara individu dengan tipe kepribadian A danindividu dengan tipe kepribadian B didapat nilai rerata tertinggi komponen MotifSosial pada individu dengan Tipe Kepribadian A (38.87), sementara nilai rerata terendah terdapat pada individu dengan tipe kepribadian B (38.35).

BAB 5 KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari hasil penghitungan statistik dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan Aspek Yang Mempengaruhi Minat Berorganisasi antara individu dengan tipe Kepribadian A dan individu dengan tipe Kepribadian

B. Dalam hal ini mahasiswa dengan kepribadian tipe A dan tipe B memiliki ketiga

aspek yang mempengaruhi minat berorganisasi (dorongan dari dalam, motrif sosial, reaksi emosional) berada pada tingkat yang sama.

5.2 Diskusi

  Berdasarkan kesimpulan penelitian di atas, perbedaan antara kepribadian tipe A dengan kepribadian tipe B tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadapfaktor yang mempengaruhi minat berorganisasi. Hal ini senada denganpenelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Neila (2000) yang menunjukkan bahwa pada kelompok mahasiswa yang aktif berorganisasi ternyata memilikiminat yang lebih tinggi dari kelompok yang tidak aktif berorganisasi untuk mengikuti suatu kegiatan.

5.3 Saran

  Dari penelitian yang telah dilakukan, penulis merasa masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam pengerjaan tugas akhir ini. Namun hal tersebut merupakanpembelajaran berharga yang dapat diperoleh.

5.3.1. Saran Praktis

  Kiranya menjadi masukantersendiri bagi mahasiswa agar memilih kegiatan yang benar-benar sesuai dengan kepribadian dan minatnya. Dan bagi pemerhati masalah sosial untuk menelitilebih jauh lagi dalam mengeksplore permasalahan yang ada di dalam organisasi dan peran serta psikologi sosial dalam menyumbangkan situasi dan kondisi yangsebenarnya agar mampu memberikan solusi riil untuk mengatasi permasalahan yang ada baik secara internal maupun eksternal.

5.5.2. Saran Teoritis

  Diharapkan bagi penelitian selanjutnya ada studi komparatif dengan melibatkan dua atau lebih kelompok organisasi yang bervariasi sehinggahasil dari penelitian tidak hanya terpaku pada satu tempat saja. Bagi mahasiswa disarankan untuk lebih cermat dalam pengumpulan data agar tidak hanya terbatas pada penggunaan instrument atau angket saja,tapi juga observasi dan wawancara dengan pihak-pihak terkait, agar mendapatkan informasi yang lebih kompleks dan dapat dijadikan acuandalam pelaksanaan penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

  Setiap orang dapat memiliki jawaban yang berbeda, tidak ada jawaban yang salah, karena itu Tipe A Dengan Tipe B Pada Anggota Komunitas Mahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarta”.jawablah sesuai dengan diri saudara. Dan data saya dijamin kerahasiaanya dan hanya dipakai untuk kepentingan penelitian ini 6 Saya menuntut diri untuk berprestasi dalam semua kegiatan 7 Saya mudah tergesa-gesa dalam mengerjakan sesuatu bahkan dalam saja.situasi yang tidak mendesak 8 Saya jengkel dengan orang yang mengerjakan sesuatu dengan santai Wassalaamualaikum Wr.

3. Setiap orang dapat memiliki jawaban yang berbeda, tidak ada jawaban yang salah, karena itu jawablah sesuai dengan diri saudara

  TS= Tidak Setuju , jika pernyataan tersebut tidak sesuai dengan diri anda. STS = Sangat Tidak Setuju, jika pernyataan tersebut sangat tidak sesuai dengan diri anda.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Kecemasan Menghadapi Kematian pada Lansia Ditinjau dari Tipe Kepribadian
10
115
98
Stres dan Koping Mahasiswa Kepribadian Tipe A dan Tipe B dalam Menyusun Skripsi di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
2
40
96
Perbedaan Academic Self Management Ditinjau dari Dimensi Kepribadian Ekstrovert dan Introvert Pada Siswa SMA Sutomo I Medan
2
56
113
Perbedaan Perilaku Konsumtif Ditinjau dari Tipe Kepribadian Ekstrovert Dan Introvert
6
85
100
Hubungan Antara Tipe Kepribadian Big Five Personality Dengan Coping Stress Pada Polisi Reserse Kriminal Poltabes Medan
7
80
96
Stres Dan Koping Perawat Kepribadian Tipe A Dan Kepribadian Tipe B Di Ruang Rawat Inap RSU Dr. Pirngadi Medan
0
52
9
Perbedaan Kekuatan Kompresi Gips Tipe III Pabrikan dan Daur Ulang untuk Pembuatan Model Kerja
0
30
62
PERBEDAAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA Perbedaan Antara Tipe Kepribadian Ekstrovert Dan Introvert Dengan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta.
0
6
15
PERBEDAAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA Perbedaan Antara Tipe Kepribadian Ekstrovert Dan Introvert Dengan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta.
1
6
12
PERBEDAAN KREATIVITAS KARYAWAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DAN TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT Perbedaan Kreativitas Karyawan Antara Tipe Kepribadian Introvert dan Kepribadian Ekstrovert.
1
3
14
Perbedaan konflik peran ganda ditinjau dari tipe kepribadian A dan B.
1
3
138
Perbedaan konflik peran ganda ditinjau dari tipe kepribadian A dan B.
0
1
138
Perbedaan konflik peran ganda ditinjau dari tipe kepribadian A dan B
1
4
136
SKRIPSI KEPRIBADIAN tipe A dan B dalam
0
0
20
PERBEDAAN KONFLIK PERAN GANDA DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN A DAN B
0
0
136
Show more